<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>INFORMASI KAPUAS</title><description>Berisi berbagai informasi tentang Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Indonesia, baik berupa artikel, buku, video dan tautan blog lokal.</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Jum'atil Fajar)</managingEditor><pubDate>Wed, 10 Jun 2026 15:42:49 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">6894</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>https://www.kapuas.info/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><copyright>Right to Copy</copyright><itunes:keywords>Kapuas,Kabupaten,Kapuas,Kalimantan,Tengah,Borneo,Central,Borneo,Kuala,Kapuas</itunes:keywords><itunes:summary>Provide information regarding Kapuas district, Central Kalimantan, Indonesia.</itunes:summary><itunes:subtitle>Provide information regarding Kapuas district, Central Kalimantan, Indonesia.</itunes:subtitle><itunes:category text="Society &amp; Culture"><itunes:category text="History"/></itunes:category><itunes:category text="Society &amp; Culture"><itunes:category text="Places &amp; Travel"/></itunes:category><itunes:category text="Society &amp; Culture"><itunes:category text="Personal Journals"/></itunes:category><itunes:category text="News &amp; Politics"/><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"/><itunes:author>Informasi Kapuas</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>jumatil@gmail.com</itunes:email><itunes:name>Informasi Kapuas</itunes:name></itunes:owner><item><title>Keamanan Pangan: Dimulai dari Dapur, Dijaga oleh Kita Semua</title><link>https://www.kapuas.info/2026/06/keamanan-pangan-dimulai-dari-dapur.html</link><category>Edukasi Kesehatan</category><category>Gizi</category><category>Keamanan Pangan</category><category>Kesehatan Masyarakat</category><pubDate>Wed, 10 Jun 2026 15:42:49 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-3110700348746711136</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit8idqb3tW0c9BG40JhHZToQjZvXrEd-z0wxH10a97Z_v6HcaWsacOnMgZsDlNik7sTPqmAIpZIuVyzr2aIrDlYi_Z1XETMhrlZ7uvRxUOP3dd6u1GUvHuRNrc-X3OGZvUMj8O8AUti95QKWRhWRnFUnL3sDvizPC_bsOhp_9-VAGv4ZwZLR6Rn5EVM158/s1536/ChatGPT%20Image%20Jun%2010,%202026,%2003_39_44%20PM.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1024" data-original-width="1536" height="266" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit8idqb3tW0c9BG40JhHZToQjZvXrEd-z0wxH10a97Z_v6HcaWsacOnMgZsDlNik7sTPqmAIpZIuVyzr2aIrDlYi_Z1XETMhrlZ7uvRxUOP3dd6u1GUvHuRNrc-X3OGZvUMj8O8AUti95QKWRhWRnFUnL3sDvizPC_bsOhp_9-VAGv4ZwZLR6Rn5EVM158/w400-h266/ChatGPT%20Image%20Jun%2010,%202026,%2003_39_44%20PM.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="471" data-start="129"&gt;Makanan adalah kebutuhan paling dasar manusia. Setiap hari kita makan untuk mendapatkan energi, tumbuh, bekerja, belajar, dan menjaga kesehatan. Namun, makanan yang tampak enak dan mengenyangkan belum tentu aman. Bila makanan tercemar bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya, makanan tersebut justru dapat menjadi sumber penyakit.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="1103" data-start="473"&gt;Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan bahwa keamanan pangan, gizi, dan ketahanan pangan saling berkaitan erat. Artinya, makanan yang cukup saja belum cukup. Makanan juga harus bergizi dan aman dikonsumsi. Tanpa keamanan pangan, makanan dapat menyebabkan diare, keracunan, gangguan kesehatan jangka panjang, bahkan kematian. WHO memperkirakan sekitar 866 juta orang di dunia jatuh sakit setiap tahun setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, dan 1,52 juta orang meninggal dunia akibat masalah tersebut. Anak-anak di bawah usia lima tahun termasuk kelompok yang paling rentan. &lt;span class="" data-state="closed"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="1140" data-section-id="1uekz0x" data-start="1105"&gt;Mengapa Keamanan Pangan Penting?&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="1386" data-start="1142"&gt;Keamanan pangan berarti memastikan makanan yang kita konsumsi tidak mengandung bahaya yang dapat mengganggu kesehatan. Bahaya itu bisa berasal dari kuman penyakit, bahan kimia, racun alami, atau cara pengolahan dan penyimpanan yang tidak tepat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="1877" data-start="1388"&gt;Makanan yang tidak aman dapat menyebabkan berbagai penyakit. WHO menyebutkan bahwa pangan yang tercemar dapat menimbulkan lebih dari 200 jenis penyakit, mulai dari diare hingga kanker. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh orang yang sakit, tetapi juga oleh keluarga, fasilitas kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Ketika seseorang sakit karena makanan, ia bisa tidak bekerja, anak tidak masuk sekolah, biaya berobat meningkat, dan produktivitas menurun. &lt;span class="" data-state="closed"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="2149" data-start="1879"&gt;Karena itu, keamanan pangan bukan hanya urusan petugas kesehatan, pemerintah, atau produsen makanan. Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama: pemerintah, pelaku usaha pangan, pedagang, pengelola kantin, ibu rumah tangga, sekolah, pesantren, hingga setiap konsumen.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="2186" data-section-id="1sub4so" data-start="2151"&gt;Dari Mana Bahaya Pangan Berasal?&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="2359" data-start="2188"&gt;Bahaya pangan dapat muncul di banyak tempat. Makanan bisa tercemar sejak proses produksi, pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, penjualan, hingga saat disiapkan di rumah.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="2733" data-start="2361"&gt;Beberapa penyebab penyakit akibat makanan antara lain bakteri seperti &lt;em data-end="2440" data-start="2431"&gt;E. coli&lt;/em&gt;, &lt;em data-end="2452" data-start="2442"&gt;Shigella&lt;/em&gt;, &lt;em data-end="2469" data-start="2454"&gt;Campylobacter&lt;/em&gt;, dan &lt;em data-end="2485" data-start="2475"&gt;Listeria&lt;/em&gt;. Kuman-kuman ini dapat masuk melalui daging yang kurang matang, susu yang tidak dipasteurisasi, sayuran atau buah yang tidak dicuci bersih, makanan siap saji yang tercemar, atau alat masak yang tidak higienis. &lt;span class="" data-state="closed"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="3087" data-start="2735"&gt;Selain bakteri, virus juga bisa menular melalui makanan. Norovirus, hepatitis A, dan hepatitis E dapat menyebar melalui makanan atau air yang tercemar. Makanan laut yang mentah atau kurang matang, buah dan sayuran yang tidak bersih, serta makanan yang disentuh oleh tangan yang kotor dapat menjadi jalur penularan. &lt;span class="" data-state="closed"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="3480" data-start="3089"&gt;Bahaya lainnya adalah parasit dan bahan kimia. Beberapa parasit dapat masuk ke tubuh melalui makanan dan menimbulkan penyakit yang kadang baru terasa setelah waktu yang lama. Sementara itu, bahan kimia berbahaya dapat berasal dari logam berat, cemaran lingkungan, racun jamur pada bahan pangan, residu obat, atau bahan tambahan yang tidak sesuai aturan. &lt;span class="" data-state="closed"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="3512" data-section-id="at1a5b" data-start="3482"&gt;Kelompok yang Paling Rentan&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="3706" data-start="3514"&gt;Semua orang bisa sakit karena makanan yang tidak aman. Namun, ada kelompok yang risikonya lebih besar, yaitu bayi, anak kecil, ibu hamil, lanjut usia, dan orang yang daya tahan tubuhnya lemah.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="4002" data-start="3708"&gt;Pada anak-anak, penyakit akibat makanan dapat memperburuk masalah gizi. Anak yang sering diare bisa kehilangan banyak cairan dan zat gizi. Bila kondisi ini berulang, pertumbuhan anak dapat terganggu. Karena itu, keamanan pangan juga penting dalam upaya mencegah masalah gizi, termasuk stunting.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="4229" data-start="4004"&gt;Bagi ibu hamil, makanan yang tidak aman dapat membahayakan ibu dan janin. WHO mencatat bahwa infeksi tertentu seperti &lt;em data-end="4132" data-start="4122"&gt;Listeria&lt;/em&gt; dapat berdampak serius pada kehamilan dan bayi baru lahir. &lt;span class="" data-state="closed"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="4276" data-section-id="119yuih" data-start="4231"&gt;Keamanan Pangan Dimulai dari Hal Sederhana&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="4419" data-start="4278"&gt;Mencegah penyakit akibat makanan tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang rumit. Banyak langkah sederhana yang bisa dilakukan di rumah.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="4660" data-start="4421"&gt;Pertama, biasakan mencuci tangan sebelum mengolah makanan, sebelum makan, setelah dari toilet, setelah memegang sampah, dan setelah memegang bahan mentah seperti daging, ikan, atau ayam. Tangan yang terlihat bersih belum tentu bebas kuman.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="4876" data-start="4662"&gt;Kedua, pisahkan makanan mentah dan makanan matang. Pisau, talenan, wadah, dan tangan yang digunakan untuk memegang daging mentah sebaiknya tidak langsung digunakan untuk makanan matang tanpa dicuci terlebih dahulu.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="5123" data-start="4878"&gt;Ketiga, masak makanan sampai matang. Daging, ayam, ikan, telur, dan makanan laut perlu dimasak dengan baik agar kuman berbahaya mati. Makanan yang setengah matang mungkin terasa nikmat bagi sebagian orang, tetapi tetap memiliki risiko kesehatan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="5389" data-start="5125"&gt;Keempat, simpan makanan dengan benar. Makanan matang sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Makanan yang mudah rusak perlu disimpan di tempat dingin. Bila makanan sudah berubah bau, warna, tekstur, atau ditumbuhi jamur, sebaiknya tidak dikonsumsi.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="5672" data-start="5391"&gt;Kelima, gunakan air bersih dan bahan pangan yang aman. Cuci sayur dan buah sebelum dimakan. Pilih bahan pangan yang masih segar, tidak busuk, tidak berjamur, dan tidak berbau menyengat. Perhatikan juga tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, dan izin edar pada produk pangan kemasan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="5716" data-section-id="f6gntl" data-start="5674"&gt;Peran Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="5976" data-start="5718"&gt;Di tingkat keluarga, keamanan pangan dapat dimulai dari dapur. Orang tua perlu membiasakan anak untuk mencuci tangan, tidak jajan sembarangan, dan mengenali makanan yang bersih serta aman. Dapur rumah tangga harus menjadi tempat pertama pendidikan kesehatan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="6252" data-start="5978"&gt;Di sekolah dan pesantren, pengelola kantin perlu memperhatikan kebersihan tempat jualan, air yang digunakan, cara penyimpanan makanan, serta kebersihan penjamah makanan. Anak-anak sekolah adalah kelompok yang aktif jajan, sehingga edukasi tentang pangan aman sangat penting.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="6518" data-start="6254"&gt;Di masyarakat, kegiatan posyandu, PKK, DASHAT, kelompok tani, kelompok pengolah ikan, UMKM pangan, dan majelis taklim dapat menjadi sarana edukasi keamanan pangan. Pesannya sederhana: makanan tidak hanya harus enak dan murah, tetapi juga bersih, bergizi, dan aman.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="6559" data-section-id="10m4pa" data-start="6520"&gt;Pangan Aman Mendukung Ekonomi Daerah&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="6831" data-start="6561"&gt;Keamanan pangan juga berkaitan dengan ekonomi. Produk pangan lokal yang diolah secara higienis akan lebih dipercaya konsumen. Pelaku UMKM yang menjaga kebersihan bahan baku, proses produksi, pengemasan, dan penyimpanan akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="7203" data-start="6833"&gt;Sebaliknya, bila terjadi kasus keracunan makanan, kepercayaan masyarakat dapat menurun. Usaha bisa merugi, konsumen dirugikan, dan pemerintah harus turun tangan menangani dampaknya. WHO menyebut penyakit akibat pangan dapat membebani sistem kesehatan, merugikan ekonomi, mengganggu perdagangan, dan berdampak pada sektor pariwisata. &lt;span class="" data-state="closed"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="7404" data-start="7205"&gt;Karena itu, keamanan pangan harus dipandang sebagai investasi. Makanan yang aman menjaga kesehatan masyarakat. Masyarakat yang sehat dapat belajar, bekerja, beribadah, dan berusaha dengan lebih baik.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="7431" data-section-id="o7fzpy" data-start="7406"&gt;Tanggung Jawab Bersama&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="7837" data-start="7433"&gt;WHO menekankan bahwa keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama dan membutuhkan kerja lintas sektor. Pemerintah perlu memperkuat pengawasan, regulasi, edukasi, dan sistem keamanan pangan. Produsen dan pedagang harus menjaga proses produksi dan penjualan agar tetap higienis. Konsumen perlu lebih cerdas dalam memilih, mengolah, menyimpan, dan mengonsumsi makanan. &lt;span class="" data-state="closed"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="8112" data-start="7839"&gt;Di Kapuas, pesan ini sangat relevan. Masyarakat kita memiliki kekayaan pangan lokal, mulai dari ikan sungai, hasil pertanian, sayur-mayur, buah-buahan, hingga berbagai olahan tradisional. Semua potensi ini akan semakin bernilai bila dikelola dengan prinsip keamanan pangan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="8274" data-start="8114"&gt;Makanan aman bukan hanya urusan dapur. Ia adalah bagian dari kesehatan keluarga, perlindungan anak, pencegahan stunting, penguatan UMKM, dan pembangunan daerah.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="8526" data-start="8276"&gt;Mari mulai dari langkah sederhana: cuci tangan, pilih bahan pangan yang baik, masak dengan benar, simpan makanan dengan aman, dan biasakan keluarga untuk peduli pada kebersihan makanan. Karena pangan yang aman adalah dasar bagi masyarakat yang sehat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="8788" data-start="8528"&gt;&lt;strong data-end="8547" data-start="8528"&gt;Sumber rujukan:&lt;/strong&gt;&lt;br data-end="8550" data-start="8547" /&gt;
Artikel ini disadur dan dikembangkan dari lembar fakta WHO berjudul &lt;strong data-end="8635" data-start="8618"&gt;“Food safety”&lt;/strong&gt;, diterbitkan pada 4 Juni 2026, dengan penyesuaian bahasa dan konteks untuk edukasi masyarakat di Kabupaten Kapuas.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit8idqb3tW0c9BG40JhHZToQjZvXrEd-z0wxH10a97Z_v6HcaWsacOnMgZsDlNik7sTPqmAIpZIuVyzr2aIrDlYi_Z1XETMhrlZ7uvRxUOP3dd6u1GUvHuRNrc-X3OGZvUMj8O8AUti95QKWRhWRnFUnL3sDvizPC_bsOhp_9-VAGv4ZwZLR6Rn5EVM158/s72-w400-h266-c/ChatGPT%20Image%20Jun%2010,%202026,%2003_39_44%20PM.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><georss:featurename xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">Selat Hilir, Kec. Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Indonesia</georss:featurename><georss:point xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-3.016531000000001 114.3787108</georss:point><georss:box xmlns:georss="http://www.georss.org/georss">-31.326764836178846 79.2224608 25.293702836178845 149.5349608</georss:box><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>DPD PPNI Kapuas dan BAPELKES Kalteng Gelar Seminar Transformasi Profesional Tenaga Kesehatan di Era Digital</title><link>https://www.kapuas.info/2026/06/dpd-ppni-kapuas-dan-bapelkes-kalteng.html</link><category>BAPELKES Kalteng</category><category>Kapuas Info</category><category>kepastian hukum</category><category>literasi AI</category><category>perawat</category><category>personal branding</category><category>PPNI Kapuas</category><category>SATU SEHAT SDMK</category><category>Seminar Kesehatan</category><category>tenaga kesehatan</category><pubDate>Tue, 9 Jun 2026 16:50:04 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-4969471849741364720</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKsQHp1e12bKPNJYGobBEFyRvSqEkA45neaIn5HX6tNrhSNhB32G4CVoVYwi78n8k8uEJ93lmITHCFszdo6Zxe3DsNMCvxPe25CsP9uI5F1ZBFOcq8CPGGDwOy582rAQm1hcQsvue0bDPLjTSFn5JRiTRtrmfxCdInEG6kThyphenhyphenGYpaulTABS4xCv1wH-pc_/s1600/WhatsApp%20Image%202026-06-07%20at%207.19.14%20PM.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="900" data-original-width="1600" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKsQHp1e12bKPNJYGobBEFyRvSqEkA45neaIn5HX6tNrhSNhB32G4CVoVYwi78n8k8uEJ93lmITHCFszdo6Zxe3DsNMCvxPe25CsP9uI5F1ZBFOcq8CPGGDwOy582rAQm1hcQsvue0bDPLjTSFn5JRiTRtrmfxCdInEG6kThyphenhyphenGYpaulTABS4xCv1wH-pc_/w400-h225/WhatsApp%20Image%202026-06-07%20at%207.19.14%20PM.jpeg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="542" data-start="207"&gt;&lt;strong data-end="223" data-start="207"&gt;KUALA KAPUAS&lt;/strong&gt; – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia atau &lt;strong data-end="319" data-start="290"&gt;DPD PPNI Kabupaten Kapuas&lt;/strong&gt; bekerja sama dengan &lt;strong data-end="379" data-start="340"&gt;BAPELKES Provinsi Kalimantan Tengah&lt;/strong&gt; akan menyelenggarakan seminar bertema &lt;strong data-end="542" data-start="418"&gt;“Transformasi Profesional Tenaga Kesehatan di Era Digital: Sinergi Personal Branding, Literasi AI, dan Kepastian Hukum.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="707" data-start="544"&gt;Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada &lt;strong data-end="609" data-start="586"&gt;Sabtu, 27 Juni 2026&lt;/strong&gt;, mulai pukul &lt;strong data-end="649" data-start="623"&gt;07.00 sampai 14.00 WIB&lt;/strong&gt;, bertempat di &lt;strong data-end="706" data-start="664"&gt;Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="1191" data-start="709"&gt;Seminar ini menjadi ruang penting bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat dan profesi kesehatan lainnya, untuk memperkuat kapasitas diri dalam menghadapi perubahan zaman. Di tengah perkembangan teknologi digital, tenaga kesehatan dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu membangun reputasi profesional, memahami pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta memiliki pemahaman hukum yang memadai dalam praktik pelayanan kesehatan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="1612" data-start="1193"&gt;Dalam kerangka acuan kegiatan, seminar ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman mengenai strategi personal branding, pengembangan karier, literasi AI dalam dunia kesehatan, serta implikasi hukum berdasarkan regulasi kesehatan terbaru. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya tenaga kesehatan yang adaptif terhadap teknologi, profesional, dan terlindungi secara hukum. &lt;/p&gt;
&lt;p data-end="2103" data-start="1614"&gt;Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu &lt;strong data-end="1693" data-start="1662"&gt;dr. Jum’atil Fajar, MHlthSc&lt;/strong&gt; dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas yang akan membawakan materi &lt;strong data-end="1801" data-start="1760"&gt;“Penggunaan AI dalam Dunia Kesehatan”&lt;/strong&gt;, &lt;strong data-end="1838" data-start="1803"&gt;Ns. Wijaya Atmaja Kasuma, M.Kep&lt;/strong&gt; dari Poltekkes Kemenkes Palangka Raya dengan materi &lt;strong data-end="1964" data-start="1891"&gt;“Personal Branding Perawat Profesional dan Perencanaan Jenjang Karir”&lt;/strong&gt;, serta &lt;strong data-end="2007" data-start="1972"&gt;Muhammad Hipni, S.Kep., Ns., MH&lt;/strong&gt; dari DPD PPNI Kabupaten Kapuas dengan materi &lt;strong data-end="2103" data-start="2053"&gt;“Implikasi Hukum sesuai UU Kesehatan Terbaru.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="2359" data-start="2105"&gt;Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami bagaimana AI dapat digunakan secara bijak dalam pelayanan kesehatan, bagaimana membangun citra profesional yang etis, serta bagaimana menjalankan praktik kesehatan sesuai koridor hukum yang berlaku.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="2596" data-start="2361"&gt;Adapun ketentuan peserta adalah wajib mengikuti seluruh proses pembelajaran. Akses &lt;strong data-end="2456" data-start="2444"&gt;pre-test&lt;/strong&gt; dibuka mulai pukul &lt;strong data-end="2502" data-start="2476"&gt;00.05 sampai 07.40 WIB&lt;/strong&gt;. Peserta juga wajib memiliki akun &lt;strong data-end="2555" data-start="2537"&gt;Plataran Sehat&lt;/strong&gt; yang tertaut dengan &lt;strong data-end="2595" data-start="2576"&gt;SATU SEHAT SDMK&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="2762" data-start="2598"&gt;Biaya pendaftaran seminar ini sebesar &lt;strong data-end="2648" data-start="2636"&gt;Rp50.000&lt;/strong&gt; untuk peserta umum, sedangkan bagi &lt;strong data-end="2727" data-start="2684"&gt;anggota aktif DPD PPNI Kabupaten Kapuas&lt;/strong&gt; tidak dikenakan biaya atau gratis.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="2815" data-start="2764"&gt;Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan berikut:&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="2856" data-start="2817"&gt;&lt;strong data-end="2856" data-start="2817"&gt;&lt;a class="decorated-link" data-end="2854" data-start="2819" href="https://forms.gle/UnMeGv8GDFGzt75k8" rel="noopener" target="_new"&gt;https://forms.gle/UnMeGv8GDFGzt75k8&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="2914" data-start="2858"&gt;Pembayaran bagi peserta umum dilakukan melalui rekening:&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="2976" data-start="2916"&gt;&lt;strong data-end="2939" data-start="2916"&gt;BRI 018001096934508&lt;/strong&gt;&lt;br data-end="2942" data-start="2939" /&gt;
&lt;strong data-end="2976" data-start="2942"&gt;a.n. DPD PPNI Kabupaten Kapuas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="3062" data-start="2978"&gt;Untuk informasi lebih lanjut, peserta dapat menghubungi narahubung melalui WhatsApp:&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="3093" data-start="3064"&gt;&lt;strong data-end="3093" data-start="3064"&gt;Ns. Sholic – 085248242337&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="3335" data-start="3095"&gt;Seminar ini diharapkan menjadi momentum penting bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Kapuas dan sekitarnya untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat profesionalisme, serta siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di era digital.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKsQHp1e12bKPNJYGobBEFyRvSqEkA45neaIn5HX6tNrhSNhB32G4CVoVYwi78n8k8uEJ93lmITHCFszdo6Zxe3DsNMCvxPe25CsP9uI5F1ZBFOcq8CPGGDwOy582rAQm1hcQsvue0bDPLjTSFn5JRiTRtrmfxCdInEG6kThyphenhyphenGYpaulTABS4xCv1wH-pc_/s72-w400-h225-c/WhatsApp%20Image%202026-06-07%20at%207.19.14%20PM.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Belajar Al-Qur’an dari Rumah: Saat Tarbiyah Menjadi Percakapan Keluarga</title><link>https://www.kapuas.info/2026/06/belajar-al-quran-dari-rumah-saat.html</link><category>amal kebaikan</category><category>belajar Al-Qur’an</category><category>refleksi kehidupan</category><category>rumah sebagai madrasah</category><category>tarbiyah keluarga</category><pubDate>Sun, 7 Jun 2026 20:28:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-6992484851324310639</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgQC8RDHCpBSbEdSsv9Ks-u_03YayeEPw7ohSJIiFssh5czwJq2Gkn_wfybYVTMuf0ZiLDS30OyAYqoL7aOHp5cKfz5ps3iK-Arz7ZwtvA3TWtmkFUFnSyxxlRzFZN0did5hPywIAevlCX9Z0kl8nbKh_tV5IYFjHL4l8-IMGsTm516OGRrJT_4v4YVd6N/s1536/ChatGPT%20Image%20Jun%207,%202026,%2008_25_41%20PM.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1024" data-original-width="1536" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgQC8RDHCpBSbEdSsv9Ks-u_03YayeEPw7ohSJIiFssh5czwJq2Gkn_wfybYVTMuf0ZiLDS30OyAYqoL7aOHp5cKfz5ps3iK-Arz7ZwtvA3TWtmkFUFnSyxxlRzFZN0did5hPywIAevlCX9Z0kl8nbKh_tV5IYFjHL4l8-IMGsTm516OGRrJT_4v4YVd6N/s320/ChatGPT%20Image%20Jun%207,%202026,%2008_25_41%20PM.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada proses pendidikan yang kadang tidak berjalan sesuai rencana. Sejak awal, sebagian orang tua mungkin memiliki harapan agar anak-anaknya tumbuh dalam suasana pembinaan iman yang baik. Mereka ingin anak-anaknya dekat dengan Al-Qur’an, terbiasa menghadiri majelis ilmu, dan memiliki lingkungan pergaulan yang menuntun kepada kebaikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, dalam kenyataannya, jalan menuju kebaikan tidak selalu lurus dan mudah. Ada anak yang sebenarnya ingin belajar, tetapi merasa belum siap. Ada yang pernah mencoba mengikuti majelis, namun kemudian merasa minder karena melihat orang lain lebih fasih membaca Al-Qur’an. Ada pula kesempatan belajar yang tertunda karena keadaan, kesibukan, jarak, atau situasi yang tidak memungkinkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari sini kita belajar bahwa hidayah, pembinaan, dan proses mendekat kepada Allah tidak selalu datang melalui jalan yang kita bayangkan. Kadang yang dahulu sulit dilakukan di luar rumah, justru terbuka dengan indah di dalam rumah sendiri.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Ketika Rumah Menjadi Tempat Tarbiyah&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Ada saat ketika keluarga mulai membangun kebiasaan sederhana setelah shalat Maghrib. Mereka duduk bersama, membaca Al-Qur’an, membaca terjemahannya, lalu berbagi nasihat ringan dari ayat-ayat yang baru dibaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak harus dengan suasana formal. Tidak harus seperti pengajian besar. Tidak harus pula menunggu semua orang merasa sudah pandai. Yang penting ada kemauan untuk duduk bersama, membuka mushaf, membaca firman Allah, lalu membiarkan hati tersentuh oleh pesan-pesan-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sinilah tarbiyah menemukan bentuknya yang paling dekat: percakapan keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Al-Qur’an tidak hanya dibaca sebagai teks suci, tetapi juga direnungkan sebagai petunjuk hidup. Ayat-ayatnya dihubungkan dengan pengalaman sehari-hari. Hadits dan nasihat ulama tidak hanya menjadi teori, tetapi menjadi cermin untuk menilai perjalanan hidup yang sudah dilalui.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam suasana seperti ini, orang tua tidak sedang tampil sebagai orang yang paling tahu. Anak pun tidak sedang menjadi murid yang harus selalu mendengar. Semuanya sama-sama belajar. Sama-sama merenung. Sama-sama memperbaiki diri.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Merendahkan Diri di Hadapan Ayat Allah&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Salah satu pelajaran penting dari Al-Qur’an adalah bagaimana sikap orang beriman ketika diingatkan dengan ayat-ayat Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah menggambarkan bahwa orang-orang beriman adalah mereka yang ketika diingatkan dengan ayat-ayat-Nya, mereka tunduk, bersujud, bertasbih memuji Rabb-nya, dan tidak menyombongkan diri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayat ini mengajarkan bahwa iman bukan sekadar pengakuan lisan. Iman tampak dalam sikap hati. Ketika mendengar ayat Allah, hati orang beriman tidak keras. Ia tidak merasa paling benar. Ia tidak menolak nasihat. Ia tidak sombong ketika diingatkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan dalam tradisi Islam, ketika bertemu ayat sajadah, kita dianjurkan untuk bersujud. Sujud itu bukan hanya gerakan fisik, tetapi simbol ketundukan total kepada Allah. Kita mengakui bahwa wajah, pendengaran, penglihatan, kekuatan, dan seluruh hidup kita berasal dari-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Betapa indah jika keluarga terbiasa menghidupkan suasana seperti ini. Anak-anak melihat bahwa Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi juga dihormati. Bukan hanya dihafal, tetapi juga diresapi. Bukan hanya menjadi bacaan, tetapi menjadi panggilan untuk tunduk kepada Allah.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Jangan Menunggu Penyesalan Datang&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Dalam ayat lain, Al-Qur’an menggambarkan suasana orang-orang yang menyesal di akhirat. Mereka menundukkan kepala di hadapan Rabb-nya dan berkata bahwa mereka kini telah melihat dan mendengar kebenaran. Mereka meminta dikembalikan ke dunia agar dapat beramal saleh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gambaran ini sangat menggugah. Sebab penyesalan terbesar manusia bukanlah karena kurang harta, kurang jabatan, atau kurang menikmati dunia. Penyesalan terbesar adalah ketika sadar bahwa kesempatan beramal telah habis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama masih hidup, manusia sering merasa masih punya waktu. Nanti saja memperbaiki shalat. Nanti saja memperbanyak sedekah. Nanti saja membaca Al-Qur’an. Nanti saja meminta maaf. Nanti saja menjadi lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal, tidak ada yang tahu kapan kesempatan itu berakhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, Al-Qur’an mengingatkan agar harta dan anak-anak tidak melalaikan manusia dari mengingat Allah. Harta adalah amanah. Anak adalah amanah. Keluarga adalah amanah. Tetapi semua itu tidak boleh membuat kita lupa kepada tujuan hidup yang sebenarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah juga mengingatkan agar manusia berinfak dari rezeki yang diberikan sebelum kematian datang. Sebab ketika ajal tiba, ada manusia yang berharap diberi sedikit waktu lagi agar dapat bersedekah dan menjadi orang saleh. Namun ketika ajal sudah datang, tidak ada lagi penundaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pesan ini sangat kuat. Jangan menunggu akhir hidup untuk menyadari pentingnya amal saleh. Jangan menunggu sakit untuk rajin berdoa. Jangan menunggu kehilangan untuk belajar bersyukur. Jangan menunggu tua untuk kembali kepada Allah.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Menginginkan Akhir Hidup yang Tenang&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, Al-Qur’an juga menggambarkan keadaan jiwa yang tenang. Jiwa yang dipanggil untuk kembali kepada Rabb-nya dalam keadaan ridha dan diridhai. Jiwa yang dipersilakan masuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah dan masuk ke dalam surga-Nya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah akhir hidup yang diharapkan setiap orang beriman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan akhir hidup yang penuh kepanikan. Bukan akhir hidup yang dipenuhi penyesalan karena menyia-nyiakan kesempatan. Tetapi akhir hidup yang tenang, karena selama di dunia berusaha mengenal Allah, menaati-Nya, dan menggunakan umur untuk kebaikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentu tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang punya kekurangan, kelalaian, dan masa lalu yang perlu diperbaiki. Namun selama masih ada waktu, selalu ada kesempatan untuk kembali. Selalu ada peluang untuk memperbaiki amal. Selalu ada jalan untuk mendekat kepada Allah.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Dakwah, Keluarga, dan Pengorbanan&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Dalam percakapan keluarga tentang Al-Qur’an, kadang muncul pula kenangan tentang perjalanan hidup. Tentang masa-masa ketika sebagian rezeki digunakan untuk mendukung kegiatan kebaikan. Tentang pengorbanan dalam dakwah. Tentang bagaimana keluarga belajar bahwa harta bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi jalan manfaat bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada pelajaran besar di sini: dakwah dan kebaikan sering berdiri di atas pengorbanan yang tidak selalu terlihat orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyak orang yang ikut menopang kebaikan dengan diam-diam. Ada yang menyumbangkan tenaga. Ada yang menyumbangkan waktu. Ada yang menyumbangkan pikiran. Ada pula yang menyisihkan penghasilan keluarga untuk membantu kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, atau kemasyarakatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sejarah Islam, kita mengenal sosok-sosok mulia yang mendukung perjuangan kebaikan dengan harta, tenaga, dan kesetiaan. Dari sana kita belajar bahwa rumah tangga yang baik bukan hanya dibangun dengan cinta, tetapi juga dengan visi. Suami dan istri saling menguatkan dalam kebaikan. Anak-anak melihat teladan bahwa hidup bukan hanya tentang memiliki, tetapi juga tentang memberi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun pengorbanan juga perlu diiringi kelembutan. Keluarga tetap membutuhkan perhatian. Pasangan tetap membutuhkan penghargaan. Anak-anak tetap membutuhkan kehadiran. Maka dakwah yang indah adalah dakwah yang tidak membuat rumah kehilangan kehangatan, tetapi justru menjadikan rumah sebagai sumber kekuatan.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Ibrah dari Sebuah Proses&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Dari perjalanan ini, ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama, jangan putus asa dalam mendidik keluarga. Bisa jadi sebuah kebaikan belum berhasil hari ini, tetapi Allah bukakan jalannya pada waktu yang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, jangan membuat orang yang baru belajar merasa rendah diri. Lingkungan belajar agama seharusnya menjadi tempat yang menenangkan, bukan membuat orang takut untuk memulai. Orang yang belum lancar membaca Al-Qur’an tetap mulia ketika ia mau belajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga, rumah bisa menjadi madrasah terbaik. Tidak semua pembinaan harus menunggu forum besar. Kebiasaan kecil setelah shalat, membaca beberapa ayat, memahami artinya, lalu saling menasihati, dapat menjadi pintu perubahan yang besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keempat, Al-Qur’an harus dibawa ke dalam kehidupan. Ayat-ayatnya bukan hanya untuk dibaca saat acara tertentu, tetapi untuk menerangi keputusan, sikap, pekerjaan, keluarga, dan cara kita menggunakan rezeki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelima, jangan menunggu penyesalan. Selama masih hidup, mari gunakan waktu untuk beramal. Bersedekah sebelum terlambat. Meminta maaf sebelum terlambat. Memperbaiki ibadah sebelum terlambat. Mencintai keluarga dengan cara yang diridhai Allah sebelum terlambat.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Penutup&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Tarbiyah tidak selalu dimulai dari tempat yang jauh. Kadang ia dimulai dari ruang keluarga. Dari mushaf yang dibuka bersama. Dari suara orang tua dan anak yang membaca ayat Allah. Dari percakapan sederhana setelah Maghrib. Dari nasihat yang lahir bukan untuk menggurui, tetapi untuk saling mengingatkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada akhirnya, keluarga yang diberkahi bukanlah keluarga yang tanpa masalah. Keluarga yang diberkahi adalah keluarga yang mau terus belajar kembali kepada Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga rumah-rumah kita menjadi tempat tumbuhnya iman, tempat lembutnya hati, tempat hidupnya Al-Qur’an, dan tempat lahirnya amal-amal kebaikan yang kelak menjadi bekal saat kembali kepada-Nya.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgQC8RDHCpBSbEdSsv9Ks-u_03YayeEPw7ohSJIiFssh5czwJq2Gkn_wfybYVTMuf0ZiLDS30OyAYqoL7aOHp5cKfz5ps3iK-Arz7ZwtvA3TWtmkFUFnSyxxlRzFZN0did5hPywIAevlCX9Z0kl8nbKh_tV5IYFjHL4l8-IMGsTm516OGRrJT_4v4YVd6N/s72-c/ChatGPT%20Image%20Jun%207,%202026,%2008_25_41%20PM.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Dari Basarang melewati jalan ke Batanjung menuju ke Murung Keramat tanpa naik ferry</title><link>https://www.kapuas.info/2026/06/dari-basarang-ke-murung-keramat-tanpa.html</link><category>Perjalanan</category><pubDate>Sun, 7 Jun 2026 11:15:47 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-7192010700028907136</guid><description>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" height="450" loading="lazy" referrerpolicy="no-referrer-when-downgrade" src="https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m14!1m12!1m3!1d381.32778990338363!2d114.31510060220654!3d-2.9624809821321096!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!5e1!3m2!1sid!2sid!4v1780800174365!5m2!1sid!2sid" style="border: 0;" width="600"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari pertigaan Kantor Desa Tambun Raya ini kita menyeberangi jembatan yang melintasi Anjir Basarang. Terus sampai Desa Basarang, besok kiri lalu sampai ke sekolah, belok kanan menyeberangi jembatan. Terus lurus melewati Masjid Mujahidin Noor di sebelah kiri jalan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" height="450" loading="lazy" referrerpolicy="no-referrer-when-downgrade" src="https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m16!1m11!1m3!1d3!2d114.35851970193849!3d-3.0093001848931986!2m2!1f0!2f90!3m2!1i1024!2i768!4f75!3m3!1m2!1s0x2de46f003f4dd055%3A0xbabaa93e342b7efd!2sMasjid%20Mujahidin%20Noor%20P.Rekan!4v1780805006701" style="border: 0;" width="600"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika sampai di perempatan Desa Pangkalan Rekan terus lurus sampai ke Gerbang Kelurahan Panamas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" height="450" loading="lazy" referrerpolicy="no-referrer-when-downgrade" src="https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m18!1m12!1m3!1d3050.46801588869!2d114.36154327353388!3d-3.0179620969579606!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m3!1m2!1s0x2de46f0029ffcaef%3A0x8cf503f150e81f7!2sPINTU%20GERBANG%20KELURAHAN%20PANAMAS%20(%20UTARA)!5e1!3m2!1sid!2sid!4v1780805401023!5m2!1sid!2sid" style="border: 0;" width="600"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah menyeberangi jembatan, mentok, belok kiri, mentok lalu belok kanan. Terus lurus sampai mentok, belok kanan, lalu belok kiri. Terus sampai mentok. Lalu belok kiri. Terus, kita akan sampai di Fery Penyeberangan Murung Keramat.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Waktu: Harta Paling Berharga yang Sering Kita Sia-siakan</title><link>https://www.kapuas.info/2026/06/waktu-harta-paling-berharga-yang-sering.html</link><category>manajemen waktu</category><category>motivasi islami</category><category>nasihat kehidupan</category><category>produktivitas muslim</category><category>waktu luang</category><pubDate>Sun, 7 Jun 2026 09:24:40 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-7517544311009495505</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijBeOl9z6hSBJxU6BR0_oadyK5ipTk798nH2Es24yecCrvIX3O6B8NNEwfoatiD10ItwyDksXtdVgCqTTFXZ1IyosxIyx_c7y_RMvirWOZbc8Ve-B2sRVdwjPCsohKeiYbnzWlEVWkwP3aYw8ZG0k-rSlasr6_onB4i3fRqP-hPB3IGT3FXIgHtUBlrVyn/s1536/ChatGPT%20Image%20Jun%207,%202026,%2009_22_32%20AM.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1024" data-original-width="1536" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijBeOl9z6hSBJxU6BR0_oadyK5ipTk798nH2Es24yecCrvIX3O6B8NNEwfoatiD10ItwyDksXtdVgCqTTFXZ1IyosxIyx_c7y_RMvirWOZbc8Ve-B2sRVdwjPCsohKeiYbnzWlEVWkwP3aYw8ZG0k-rSlasr6_onB4i3fRqP-hPB3IGT3FXIgHtUBlrVyn/s320/ChatGPT%20Image%20Jun%207,%202026,%2009_22_32%20AM.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p data-end="391" data-start="60"&gt;Dalam hidup ini, banyak orang bekerja keras untuk mendapatkan uang, jabatan, rumah, kendaraan, dan berbagai bentuk kenyamanan dunia. Tidak ada yang salah dengan semua itu selama ditempuh dengan cara yang baik. Namun, ada satu nikmat yang sering kita lupakan, padahal nilainya jauh lebih mahal daripada semua harta benda: &lt;strong data-end="390" data-start="381"&gt;waktu&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="582" data-start="393"&gt;Bayangkan jika seseorang menawarkan uang satu juta dolar kepada kita, tetapi dengan satu syarat: setelah menerima uang itu, kita hanya punya waktu hidup 24 jam. Apakah kita mau menerimanya?&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="888" data-start="584"&gt;Sebagian besar orang tentu akan menolak. Sebab, untuk apa uang sebanyak itu jika tidak ada waktu untuk menikmatinya? Bahkan jika jumlah uangnya dinaikkan menjadi sepuluh juta dolar, seratus juta dolar, atau satu miliar dolar, tetap saja nilainya tidak sebanding dengan waktu hidup yang harus dikorbankan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="981" data-start="890"&gt;Dari sini kita dapat memahami satu pelajaran besar: &lt;strong data-end="980" data-start="942"&gt;waktu lebih berharga daripada uang&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="1243" data-start="983"&gt;Uang yang hilang masih bisa dicari kembali. Harta yang habis masih bisa diusahakan lagi. Tetapi waktu yang sudah berlalu tidak akan pernah kembali. Satu jam yang telah terlewat tidak bisa dibeli, tidak bisa diputar ulang, dan tidak bisa diganti dengan apa pun.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="1289" data-section-id="15e9u5t" data-start="1245"&gt;Kita Hidup dari Jatah Waktu yang Terbatas&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="1565" data-start="1291"&gt;Setiap manusia pada hakikatnya hidup dengan jatah waktu yang terbatas. Ada yang diberi umur panjang, ada yang dipanggil Allah dalam usia muda. Ada yang wafat setelah sakit lama, ada pula yang meninggal secara tiba-tiba. Tidak seorang pun tahu berapa lama lagi ia akan hidup.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="1624" data-start="1567"&gt;Namun yang pasti, setiap hari jatah waktu kita berkurang.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="1883" data-start="1626"&gt;Setiap matahari terbit, ada satu hari baru yang diberikan kepada kita. Tetapi saat hari itu berlalu, ia tidak akan kembali lagi. Karena itu, hidup bukan hanya soal berapa lama kita berada di dunia, tetapi bagaimana kita menggunakan waktu yang Allah berikan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="2196" data-start="1885"&gt;Menariknya, Allah memberikan waktu secara adil dalam ukuran harian. Dalam satu hari, setiap orang sama-sama memiliki 24 jam. Orang kaya, orang miskin, pejabat, pedagang, pelajar, pekerja, semuanya mendapatkan jumlah jam yang sama. Yang membedakan bukan jumlah waktunya, tetapi &lt;strong data-end="2195" data-start="2162"&gt;bagaimana waktu itu digunakan&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="2464" data-start="2198"&gt;Ada orang yang hidup panjang, tetapi tidak banyak meninggalkan manfaat. Sebaliknya, ada orang yang hidup tidak terlalu lama, namun pengaruh dan kebaikannya terus dikenang. Artinya, yang paling penting bukan sekadar banyaknya waktu, melainkan kualitas pemanfaatannya.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="2509" data-section-id="f8ylss" data-start="2466"&gt;Penyesalan Terbesar: Waktu yang Terbuang&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="2777" data-start="2511"&gt;Dalam Al-Qur’an, Allah menggambarkan bahwa kelak ada manusia yang menyesal dan ingin dikembalikan lagi ke dunia. Mereka bukan meminta tambahan harta. Mereka bukan meminta jabatan atau kemewahan. Yang mereka minta adalah kesempatan untuk kembali dan memperbaiki amal.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="2831" data-start="2779"&gt;Dengan kata lain, mereka meminta &lt;strong data-end="2830" data-start="2812"&gt;tambahan waktu&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="3049" data-start="2833"&gt;Ini menunjukkan bahwa salah satu penyesalan terbesar manusia adalah ketika menyadari bahwa waktu hidupnya telah digunakan untuk hal-hal yang sia-sia. Sayangnya, penyesalan itu datang ketika kesempatan telah tertutup.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="3312" data-start="3051"&gt;Karena itu, pesan ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menyadarkan. Selama kita masih hidup, selama masih bisa bernapas, berpikir, bekerja, beribadah, belajar, dan berbuat baik, berarti masih ada kesempatan untuk memperbaiki cara kita menggunakan waktu.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="3358" data-section-id="ir7bl6" data-start="3314"&gt;Empat Cara Terbaik Menginvestasikan Waktu&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="3531" data-start="3360"&gt;Waktu dapat diibaratkan sebagai modal hidup. Jika modal itu digunakan dengan baik, ia akan menghasilkan manfaat besar. Tetapi jika disia-siakan, ia akan habis tanpa bekas.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="3585" data-start="3533"&gt;Ada empat cara penting untuk menginvestasikan waktu.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="4033" data-start="3587"&gt;Pertama, &lt;strong data-end="3649" data-start="3596"&gt;gunakan waktu untuk menuntut ilmu yang bermanfaat&lt;/strong&gt;. Ilmu tidak hanya terbatas pada ilmu agama, tetapi juga ilmu kehidupan, keterampilan kerja, teknologi, kesehatan, komunikasi, pertanian, kepemimpinan, dan berbagai pengetahuan yang membawa manfaat. Bagi pelajar dan anak muda, masa liburan bukan hanya waktu untuk bersantai, tetapi juga kesempatan untuk membaca, mencoba hal baru, mengikuti pelatihan, atau mengembangkan keterampilan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="4113" data-start="4035"&gt;Bisa jadi, sesuatu yang dipelajari hari ini menjadi jalan hidup di masa depan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="4435" data-start="4115"&gt;Kedua, &lt;strong data-end="4159" data-start="4122"&gt;amalkan ilmu yang sudah diketahui&lt;/strong&gt;. Ilmu yang baik seharusnya mengubah perilaku. Jika seseorang belajar tentang pentingnya salat, maka salatnya harus lebih baik. Jika ia belajar tentang kesehatan, maka pola hidupnya harus lebih sehat. Jika ia belajar tentang manajemen waktu, maka hidupnya harus lebih teratur.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="4546" data-start="4437"&gt;Ilmu yang tidak diamalkan hanya akan menjadi informasi. Sedangkan ilmu yang diamalkan akan menjadi perubahan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="4915" data-start="4548"&gt;Ketiga, &lt;strong data-end="4613" data-start="4556"&gt;gunakan waktu untuk memberi manfaat kepada orang lain&lt;/strong&gt;. Orang yang paling beruntung bukan hanya yang berhasil memperbaiki dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi sebab kebaikan bagi keluarga, teman, lingkungan, dan masyarakat. Satu nasihat yang baik, satu tulisan yang bermanfaat, satu pelatihan, satu ajakan kepada kebaikan, bisa mengubah banyak orang.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="5032" data-start="4917"&gt;Jika satu jam yang kita gunakan mampu mengubah hidup sepuluh orang, maka nilai satu jam itu menjadi berlipat ganda.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="5334" data-start="5034"&gt;Keempat, &lt;strong data-end="5084" data-start="5043"&gt;teruslah konsisten sampai akhir hayat&lt;/strong&gt;. Jangan berhenti belajar. Jangan berhenti memperbaiki diri. Jangan berhenti berbuat baik. Jangan berhenti mengajak kepada kebaikan. Sebab, kebaikan yang dilakukan secara konsisten akan menjadi warisan yang terus hidup meskipun pelakunya telah tiada.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="5450" data-start="5336"&gt;Inilah makna investasi waktu yang sesungguhnya: waktu yang digunakan untuk sesuatu yang manfaatnya terus mengalir.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="5500" data-section-id="1pnvwmm" data-start="5452"&gt;Surah Al-‘Ashr: Ringkasan Besar tentang Waktu&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="5801" data-start="5502"&gt;Dalam Al-Qur’an, ada satu surah pendek yang sangat kuat pesannya tentang waktu, yaitu Surah Al-‘Ashr. Allah bersumpah demi masa, lalu menyatakan bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="5967" data-start="5803"&gt;Surah ini mengajarkan bahwa agar tidak menjadi orang yang rugi, manusia harus mengisi waktunya dengan empat hal: iman, amal, nasihat dalam kebenaran, dan kesabaran.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="6133" data-start="5969"&gt;Dengan bahasa yang sederhana, manusia perlu mengetahui kebenaran, mengamalkannya, mengajak orang lain kepada kebaikan, dan terus bertahan di jalan itu sampai akhir.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="6446" data-start="6135"&gt;Pesan ini berlaku dalam urusan agama maupun urusan dunia. Dalam agama, kita belajar Islam, mengamalkannya, mengajarkannya, dan terus istiqamah. Dalam kehidupan dunia, kita belajar keterampilan yang bermanfaat, mempraktikkannya, mengajarkannya kepada orang lain, dan membangun karya yang berguna bagi masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="6504" data-section-id="1xtoz76" data-start="6448"&gt;Waktu dan Kesehatan: Dua Nikmat yang Sering Dilupakan&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="6758" data-start="6506"&gt;Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa ada dua nikmat yang sering membuat manusia tertipu, yaitu kesehatan dan waktu luang. Saat sehat, kita sering merasa seolah-olah kesehatan itu akan selalu ada. Saat punya waktu luang, kita sering menganggapnya biasa saja.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="6919" data-start="6760"&gt;Padahal, banyak orang baru menyadari mahalnya kesehatan ketika sakit. Banyak orang baru menyadari berharganya waktu luang ketika kesibukan datang bertubi-tubi.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="7294" data-start="6921"&gt;Karena itu, waktu luang jangan dibiarkan habis tanpa arah. Ia perlu direncanakan. Hiburan boleh saja, selama halal dan tidak berlebihan. Beristirahat juga perlu. Berkumpul dengan keluarga, bercanda, berolahraga, dan menikmati hidup adalah bagian dari keseimbangan. Tetapi semua itu harus tetap berada dalam kendali, bukan membuat kita lalai dari kewajiban dan tujuan hidup.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="7334" data-section-id="1hmqdtm" data-start="7296"&gt;Musuh Besar Waktu di Zaman Sekarang&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="7632" data-start="7336"&gt;Salah satu pencuri waktu terbesar hari ini adalah gawai dan media sosial. Banyak orang membuka ponsel hanya sebentar, tetapi tanpa sadar menghabiskan satu jam, dua jam, bahkan lebih. Kita menggulir layar dari satu video ke video lain, dari satu unggahan ke unggahan lain, tanpa tujuan yang jelas.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="7848" data-start="7634"&gt;Akhirnya, waktu berlalu, tetapi tidak ada yang benar-benar bertambah dalam hidup kita. Tidak bertambah ilmu, tidak bertambah amal, tidak bertambah kedekatan dengan keluarga, tidak bertambah manfaat bagi masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="8067" data-start="7850"&gt;Media sosial tentu tidak selalu buruk. Ia bisa menjadi sarana dakwah, edukasi, komunikasi, dan usaha. Tetapi jika digunakan tanpa kendali, ia bisa menjadi lubang besar yang menghabiskan umur kita sedikit demi sedikit.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="8198" data-start="8069"&gt;Orang yang bijak bukan orang yang sama sekali tidak menikmati hiburan, tetapi orang yang mampu menempatkan hiburan pada porsinya.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="8246" data-section-id="78wp9q" data-start="8200"&gt;Mulailah Mengatur Waktu dari Hal yang Wajib&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="8536" data-start="8248"&gt;Manajemen waktu yang baik dimulai dari hal-hal yang wajib. Dalam Islam, salat lima waktu sebenarnya mengajarkan kita disiplin waktu. Ada Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Semua memiliki waktunya masing-masing. Ini adalah pengingat harian bahwa hidup seorang Muslim seharusnya teratur.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="8666" data-start="8538"&gt;Jangan sampai salat menyesuaikan sisa waktu kita. Justru kegiatan kita yang seharusnya disusun dengan tetap menjaga waktu salat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="8983" data-start="8668"&gt;Selain ibadah, kewajiban lain juga perlu diperhatikan: bekerja dengan baik, memenuhi hak keluarga, menjaga kesehatan, mendidik anak, membangun hubungan yang sehat, dan menjalankan amanah sosial. Semua itu membutuhkan waktu. Jika tidak direncanakan, hal-hal penting justru bisa kalah oleh hal-hal yang tidak penting.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="9013" data-section-id="d5gbjf" data-start="8985"&gt;Evaluasi Diri Setiap Hari&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="9175" data-start="9015"&gt;Salah satu kebiasaan sederhana yang dapat membantu kita memperbaiki penggunaan waktu adalah melakukan evaluasi diri sebelum tidur. Tanyakan kepada diri sendiri:&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="9356" data-start="9177"&gt;Apa yang hari ini saya lakukan dengan baik?&lt;br data-end="9223" data-start="9220" /&gt;
Apa waktu yang terbuang sia-sia?&lt;br data-end="9258" data-start="9255" /&gt;
Apa yang seharusnya tidak saya ulangi besok?&lt;br data-end="9305" data-start="9302" /&gt;
Apa kebaikan kecil yang bisa saya tambah esok hari?&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="9478" data-start="9358"&gt;Pertanyaan seperti ini sederhana, tetapi jika dilakukan setiap hari, akan membantu kita lebih sadar terhadap arah hidup.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="9758" data-start="9480"&gt;Kita tidak harus langsung menjadi sempurna. Yang penting, setiap hari ada perbaikan. Sedikit demi sedikit, waktu yang dulu banyak terbuang bisa dialihkan menjadi waktu untuk belajar, beribadah, bekerja lebih produktif, mempererat keluarga, dan memberi manfaat kepada orang lain.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="9791" data-section-id="1s9au7f" data-start="9760"&gt;Penutup: Jangan Tunggu Nanti&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="10015" data-start="9793"&gt;Banyak orang menunda kebaikan dengan alasan “nanti”. Nanti kalau sudah tua. Nanti kalau sudah pensiun. Nanti kalau sudah punya uang. Nanti kalau sudah lebih tenang. Padahal, tidak ada jaminan bahwa “nanti” itu akan datang.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="10062" data-start="10017"&gt;Yang benar-benar kita miliki adalah hari ini.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="10326" data-start="10064"&gt;Maka gunakanlah waktu yang ada sekarang. Belajarlah sesuatu yang bermanfaat. Amalkan ilmu yang sudah diketahui. Berbuat baiklah kepada orang lain. Bangunlah kebiasaan yang mendekatkan diri kepada Allah. Kurangi hal-hal yang hanya menghabiskan umur tanpa manfaat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="10459" data-start="10328"&gt;Sebab pada akhirnya, hidup ini bukan tentang berapa banyak waktu yang kita miliki, tetapi tentang untuk apa waktu itu kita gunakan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="10637" data-start="10461"&gt;Waktu adalah harta paling berharga. Dan orang yang paling beruntung adalah orang yang mampu mengubah waktunya menjadi ilmu, amal, manfaat, dan bekal untuk kembali kepada Allah.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="10792" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="10639"&gt;&lt;em data-end="10754" data-start="10639"&gt;Sumber olahan: transkrip khutbah “The Currency of the Believer Is Time” oleh Shaykh Dr. Yasir Qadhi, EPIC Masjid.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijBeOl9z6hSBJxU6BR0_oadyK5ipTk798nH2Es24yecCrvIX3O6B8NNEwfoatiD10ItwyDksXtdVgCqTTFXZ1IyosxIyx_c7y_RMvirWOZbc8Ve-B2sRVdwjPCsohKeiYbnzWlEVWkwP3aYw8ZG0k-rSlasr6_onB4i3fRqP-hPB3IGT3FXIgHtUBlrVyn/s72-c/ChatGPT%20Image%20Jun%207,%202026,%2009_22_32%20AM.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>MDMC PWM Kalimantan Tengah Laksanakan Kunjungan Kerja dan Pembinaan di Kabupaten Kapuas</title><link>https://www.kapuas.info/2026/06/mdmc-pwm-kalimantan-tengah-laksanakan.html</link><category>Kapuas</category><category>kebencanaan</category><category>Kemanusiaan</category><category>Lazismu</category><category>MDMC</category><category>Muhammadiyah</category><category>PWM Kalimantan Tengah</category><category>Relawan</category><pubDate>Sat, 6 Jun 2026 21:12:25 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-4546882061059481105</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidDxkysjOnhGhd3gaUvjLuQr6ZuqpXW4QcDTXjNu15YKUMt25P6PQs_43krioOtyySG3sauyrQY_ynBiiNciKkumqKEW2wjwcEgljkAF4io25H19HmRGTGgG-vwtT4nndeTeaF3dBXK-Nb1T-ct1mToXZJxgD8Gau5qpn-rnkJ5rTB1fZ3zoStmugqXiFo/s637/1000877167.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="478" data-original-width="637" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidDxkysjOnhGhd3gaUvjLuQr6ZuqpXW4QcDTXjNu15YKUMt25P6PQs_43krioOtyySG3sauyrQY_ynBiiNciKkumqKEW2wjwcEgljkAF4io25H19HmRGTGgG-vwtT4nndeTeaF3dBXK-Nb1T-ct1mToXZJxgD8Gau5qpn-rnkJ5rTB1fZ3zoStmugqXiFo/s320/1000877167.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah melaksanakan kunjungan kerja dan pembinaan kepada MDMC Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas relawan, serta mempererat sinergi antara MDMC tingkat wilayah dan daerah dalam penanganan kebencanaan dan kegiatan kemanusiaan.&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PDM Kapuas, DR. H. Suwarno Muriyat, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kunjungan serta pembinaan yang dilaksanakan oleh MDMC PWM Kalimantan Tengah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam bidang sosial, kesehatan, dan kebencanaan di Kabupaten Kapuas.&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_gMXUvwAOV-0nJON4b0v_UPt61ECCMKrQLzSKjJdamk-gRHT-hRzCd04DDNKvpTriwBdZ1gtIdTViq4pfVHxmALPewD1P5Dzp-6wGsoV9RvZUeJ0JP4La2IWNKZQ1s1TDS4KAVRm-eoymO5_yOyFt1qZon8s4FMLCWVs4zIpu7I2ikHl75Z3rygW8zIHj/s4032/1000877399.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="4032" data-original-width="2268" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_gMXUvwAOV-0nJON4b0v_UPt61ECCMKrQLzSKjJdamk-gRHT-hRzCd04DDNKvpTriwBdZ1gtIdTViq4pfVHxmALPewD1P5Dzp-6wGsoV9RvZUeJ0JP4La2IWNKZQ1s1TDS4KAVRm-eoymO5_yOyFt1qZon8s4FMLCWVs4zIpu7I2ikHl75Z3rygW8zIHj/s320/1000877399.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Pada kesempatan tersebut, DR. H. Suwarno Muriyat juga menyampaikan rencana pembangunan Klinik Muhammadiyah di Kabupaten Kapuas sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu, beliau mengapresiasi berbagai kegiatan kemanusiaan yang telah dilaksanakan oleh MDMC Kapuas, seperti pengobatan gratis, sunatan massal, serta berbagai aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sementara itu, Ketua MDMC Kapuas, Muhammad Hipni, memaparkan sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan oleh MDMC Kapuas dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya adalah respons dan penanganan bencana angin puting beliung, penggalangan serta penyaluran donasi untuk korban bencana di Aceh dan Sumatra, serta berbagai kegiatan sosial kemanusiaan lainnya yang melibatkan relawan Muhammadiyah di Kabupaten Kapuas.&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7D60tZKQEcfvYAbDWSVhErVdTggFszczOCF3vwvBMs8_DgMwdJWLBL8Vz8dMjfQN4Dr_zQcDnRBsmVQpKNik9LfwYrtBAIQwuJTIvdwQzCux2urHFAZ8AJYSMJeaoytDi3rDGYPtN5W2bKYmmSQVqxAPamfw2IewMb83S2haZWXjMS2YPBk_E29Z71u15/s1280/1000877105.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1280" data-original-width="720" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7D60tZKQEcfvYAbDWSVhErVdTggFszczOCF3vwvBMs8_DgMwdJWLBL8Vz8dMjfQN4Dr_zQcDnRBsmVQpKNik9LfwYrtBAIQwuJTIvdwQzCux2urHFAZ8AJYSMJeaoytDi3rDGYPtN5W2bKYmmSQVqxAPamfw2IewMb83S2haZWXjMS2YPBk_E29Z71u15/s320/1000877105.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam sesi pembinaan, perwakilan MDMC PWM Kalimantan Tengah bersama Lazismu Kalimantan Tengah menyampaikan materi terkait penguatan kelembagaan MDMC, pengembangan jaringan kerja sama kebencanaan, serta sistem tanggap darurat yang terintegrasi. Melalui kegiatan ini diharapkan MDMC Kapuas semakin siap dalam menjalankan tugas kemanusiaan, memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, dan meningkatkan kapasitas relawan dalam menghadapi berbagai situasi bencana maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidDxkysjOnhGhd3gaUvjLuQr6ZuqpXW4QcDTXjNu15YKUMt25P6PQs_43krioOtyySG3sauyrQY_ynBiiNciKkumqKEW2wjwcEgljkAF4io25H19HmRGTGgG-vwtT4nndeTeaF3dBXK-Nb1T-ct1mToXZJxgD8Gau5qpn-rnkJ5rTB1fZ3zoStmugqXiFo/s72-c/1000877167.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Tinjau Pembangunan TK ABA-3 Selat yang Belum Rampung Sejak 2017</title><link>https://www.kapuas.info/2026/06/kepala-dinas-pendidikan-kabupaten.html</link><category>Dinas Pendidikan</category><category>Informasi Kapuas</category><category>Kapuas</category><category>Kuala Kapuas</category><category>Muhammadiyah</category><category>PAUD</category><category>Pembangunan Sekolah</category><category>Pendidikan</category><category>Sarana Pendidikan</category><category>TK ABA-3 Selat</category><pubDate>Thu, 4 Jun 2026 05:41:36 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-1866161471660365198</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhflph32U87b6uXJ5kKjM4ClXZGXkHI7ESTKjnJ7nBBpsxJAqZx8_yggwuTV2LYsXkiV4aorSjO6BrZPC2UT0l3CXb6Bvmt5TZi5cLrOUjaooClkq2RmRrkSNPM4LqFwZgBxFz-Buf4G08fFCgh5AVIYw_90peZNUNJ1-P6VbBS5m6WMJlot0RUFr1uFVLq/s4080/1000871146.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="3072" data-original-width="4080" height="241" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhflph32U87b6uXJ5kKjM4ClXZGXkHI7ESTKjnJ7nBBpsxJAqZx8_yggwuTV2LYsXkiV4aorSjO6BrZPC2UT0l3CXb6Bvmt5TZi5cLrOUjaooClkq2RmRrkSNPM4LqFwZgBxFz-Buf4G08fFCgh5AVIYw_90peZNUNJ1-P6VbBS5m6WMJlot0RUFr1uFVLq/s320/1000871146.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kuala Kapuas – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Dr. H. Suwarno Muriyat, S.Ag., M.Pd, melakukan peninjauan pembangunan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA)-3 Selat yang berlokasi di Jalan Nusa Indah, Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Suwarno Muriyat menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pembangunan gedung yang hingga saat ini belum dapat diselesaikan, padahal proses pembangunan telah dimulai sejak tahun 2017.&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Menurutnya, keberadaan sarana pendidikan yang layak sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kapuas. Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan perhatian dan dukungan sehingga pembangunan TK ABA-3 Selat dapat diselesaikan pada tahun 2027.&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrEp290Re76vUDbkLpKbZ_8PeHFPFBVs2olriz3_Slc-0-cwO-ViGdP1VFWsi_a-eE5jL-EJua7yBhGyvV1xEsHLpYPs8pN5wN4i8daUXERaanTwzcuQ_1Lh0HP_3Qz5X_Vdd2FtXb1v_5r6qyzmPKQ7cf95pavH-FQEaxSoj_qwuCIpz0bM5EyAo4WyfB/s4080/1000871169.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="3072" data-original-width="4080" height="241" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrEp290Re76vUDbkLpKbZ_8PeHFPFBVs2olriz3_Slc-0-cwO-ViGdP1VFWsi_a-eE5jL-EJua7yBhGyvV1xEsHLpYPs8pN5wN4i8daUXERaanTwzcuQ_1Lh0HP_3Qz5X_Vdd2FtXb1v_5r6qyzmPKQ7cf95pavH-FQEaxSoj_qwuCIpz0bM5EyAo4WyfB/s320/1000871169.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“Kami berharap pembangunan gedung ini dapat segera dituntaskan. Dengan dukungan berbagai pihak, mudah-mudahan pada tahun 2027 bangunan ini sudah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan pendidikan. Di area halaman depan yang cukup luas juga direncanakan akan dibangun fasilitas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selat melalui Dra. Hj. Riaswati Djauhari, yang pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah TK ABA-3 Selat periode 2003–2023 dan saat ini menjadi pembina/pengasuh TK ABA-3 Selat, menjelaskan bahwa pembangunan gedung tersebut telah berlangsung sejak tahun 2017 dengan sumber pendanaan yang berasal dari bantuan pemerintah, donasi masyarakat, dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), serta sumbangan dari wali murid.&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ia berharap gedung yang nantinya selesai dibangun tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan anak usia dini, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“Harapan kami, gedung ini dapat diberdayakan tidak hanya untuk pendidikan PAUD, tetapi juga sebagai tempat penitipan anak balita serta mendukung program kesehatan yang berkaitan dengan kegiatan Muhammadiyah melalui Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU). Selain itu, gedung ini juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat seperti acara pernikahan, perpisahan, dan kegiatan lainnya,” ungkapnya.&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZbVe7e88MIrNiZCuGM06i7rM6c8s0i0SFXgr3s5NyA9IagodhTuxb8NGC4nZKoI0EYl3EskASWM9jHNExmFYbwSFR9SbainbwFuuP7C2ceJZR6j62powMKqBAzONrcFPrhoOjGVy3HPZYWjNdbKJbj_-94tuylrGdyIbt9gAcdH5TSgseV0pQYCARhGxr/s1280/1000871358.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="720" data-original-width="1280" height="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZbVe7e88MIrNiZCuGM06i7rM6c8s0i0SFXgr3s5NyA9IagodhTuxb8NGC4nZKoI0EYl3EskASWM9jHNExmFYbwSFR9SbainbwFuuP7C2ceJZR6j62powMKqBAzONrcFPrhoOjGVy3HPZYWjNdbKJbj_-94tuylrGdyIbt9gAcdH5TSgseV0pQYCARhGxr/s320/1000871358.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Lebih lanjut, Dra. Hj. Riaswati menambahkan bahwa lahan yang masih tersedia di bagian depan kompleks sekolah direncanakan untuk pengembangan usaha produktif berupa kios-kios kecil yang dapat disewakan. Hasil pengelolaan tersebut diharapkan mampu mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan lembaga pendidikan di masa mendatang.&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Peninjauan ini menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan penyelesaian pembangunan TK ABA-3 Selat sehingga dapat segera memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan, kesehatan, dan masyarakat Kabupaten Kapuas.&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhflph32U87b6uXJ5kKjM4ClXZGXkHI7ESTKjnJ7nBBpsxJAqZx8_yggwuTV2LYsXkiV4aorSjO6BrZPC2UT0l3CXb6Bvmt5TZi5cLrOUjaooClkq2RmRrkSNPM4LqFwZgBxFz-Buf4G08fFCgh5AVIYw_90peZNUNJ1-P6VbBS5m6WMJlot0RUFr1uFVLq/s72-c/1000871146.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia</title><link>https://www.kapuas.info/2026/05/menyiapkan-kapuas-menghadapi-perubahan.html</link><category>bonus demografi</category><category>Kapuas</category><category>Kependudukan</category><category>Kesehatan Masyarakat</category><category>Perencanaan Pembangunan</category><pubDate>Tue, 19 May 2026 06:27:36 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-5238575131800620921</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoJ5VmGmsCD94PvzZKbbt8Jy8nSofiyPJRSBBEBIoemPzQt46PoFNcpFlmjR6tpydD-J4OB6zToW_HtodDG7A51BW9gJKk86bnkxELWDcWmQzdt3nWuv4u4PcMa177LTftnIjy992X2MsooUJx3XzHqEYWdg0nx4mOL_oIV8XqZJXiWLZufxnfgGsmE_SC/s1536/ChatGPT%20Image%20May%2019,%202026,%2006_25_25%20AM.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1024" data-original-width="1536" height="266" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoJ5VmGmsCD94PvzZKbbt8Jy8nSofiyPJRSBBEBIoemPzQt46PoFNcpFlmjR6tpydD-J4OB6zToW_HtodDG7A51BW9gJKk86bnkxELWDcWmQzdt3nWuv4u4PcMa177LTftnIjy992X2MsooUJx3XzHqEYWdg0nx4mOL_oIV8XqZJXiWLZufxnfgGsmE_SC/w400-h266/ChatGPT%20Image%20May%2019,%202026,%2006_25_25%20AM.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong data-end="116" data-start="90"&gt;Oleh: Informasi Kapuas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="363" data-start="118"&gt;Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="886" data-start="365"&gt;Sebuah dokumen dari &lt;em data-end="404" data-start="385"&gt;Our World in Data&lt;/em&gt; memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. &lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="938" data-section-id="sgruz6" data-start="888"&gt;Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="1515" data-start="940"&gt;Pertama adalah &lt;strong data-end="974" data-start="955"&gt;angka kelahiran&lt;/strong&gt;. Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, jika angka kelahiran tinggi, jumlah anak dan remaja akan tetap besar sehingga kebutuhan pendidikan, kesehatan ibu-anak, dan lapangan kerja di masa depan juga meningkat. Pada contoh simulasi Indonesia di dokumen tersebut, angka kelahiran ditunjukkan turun dari sekitar 2,0 kelahiran per perempuan pada 2030 menjadi 1,8 pada 2050 dan 1,7 pada 2100. &lt;/p&gt;
&lt;p data-end="1984" data-start="1517"&gt;Kedua adalah &lt;strong data-end="1552" data-start="1530"&gt;usia harapan hidup&lt;/strong&gt;. Semakin baik layanan kesehatan, gizi, sanitasi, dan kualitas hidup masyarakat, semakin panjang usia harapan hidup. Ini tentu merupakan kabar baik. Namun, usia yang semakin panjang juga berarti jumlah penduduk lanjut usia akan bertambah. Pada contoh simulasi, usia harapan hidup Indonesia digambarkan meningkat dari sekitar 72 tahun pada 2030 menjadi 74 tahun pada 2050 dan 81 tahun pada 2100. &lt;/p&gt;
&lt;p data-end="2343" data-start="1986"&gt;Ketiga adalah &lt;strong data-end="2020" data-start="2000"&gt;migrasi penduduk&lt;/strong&gt;, yaitu perpindahan orang masuk dan keluar suatu wilayah. Migrasi dapat memengaruhi jumlah penduduk, kebutuhan perumahan, pekerjaan, layanan publik, dan dinamika sosial. Dalam simulasi, pengguna dapat mengubah asumsi migrasi untuk melihat dampaknya terhadap jumlah penduduk masa depan. &lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="2391" data-section-id="ps3oad" data-start="2345"&gt;Mengapa Ini Penting untuk Kabupaten Kapuas?&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="2641" data-start="2393"&gt;Bagi Kabupaten Kapuas, isu kependudukan perlu dilihat sejak sekarang. Kapuas memiliki wilayah yang luas, karakter desa dan kota yang berbeda, serta tantangan pelayanan publik yang tidak sama antara daerah perkotaan, pedesaan, dan wilayah terpencil.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="3026" data-start="2643"&gt;Jika angka kelahiran masih tinggi di sebagian wilayah, maka kebutuhan layanan ibu dan anak, posyandu, pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, serta program gizi akan tetap besar. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa anak-anak yang lahir hari ini tumbuh sehat, tidak stunting, mendapatkan imunisasi lengkap, memperoleh pendidikan yang baik, dan kelak menjadi generasi produktif.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="3436" data-start="3028"&gt;Namun, jika dalam jangka panjang angka kelahiran menurun dan usia harapan hidup meningkat, Kapuas juga harus bersiap menghadapi bertambahnya penduduk lanjut usia. Artinya, layanan kesehatan tidak cukup hanya berfokus pada ibu dan anak, tetapi juga harus memperkuat pelayanan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung, gangguan ginjal, dan masalah kesehatan lansia lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="3931" data-start="3438"&gt;Perubahan struktur penduduk juga berdampak pada ekonomi keluarga. Ketika jumlah penduduk usia produktif besar, Kapuas memiliki peluang untuk menikmati bonus demografi. Tetapi bonus ini hanya menjadi keuntungan apabila masyarakat usia produktif sehat, terdidik, memiliki keterampilan, dan mendapatkan kesempatan kerja. Jika tidak, bonus demografi dapat berubah menjadi beban sosial berupa pengangguran, kemiskinan, pernikahan usia anak, kekerasan dalam rumah tangga, dan masalah sosial lainnya.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="3966" data-section-id="11ktyja" data-start="3933"&gt;Dampak yang Perlu Diantisipasi&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="4037" data-start="3968"&gt;Ada beberapa kemungkinan dampak yang perlu dipikirkan sejak sekarang.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="4327" data-start="4039"&gt;Pertama, &lt;strong data-end="4088" data-start="4048"&gt;beban layanan kesehatan akan berubah&lt;/strong&gt;. Saat ini layanan kesehatan dasar masih harus kuat dalam menangani ibu hamil, bayi, balita, stunting, imunisasi, penyakit menular, dan gizi masyarakat. Namun ke depan, kebutuhan layanan untuk lansia dan penyakit kronis akan semakin besar.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="4659" data-start="4329"&gt;Kedua, &lt;strong data-end="4406" data-start="4336"&gt;kebutuhan pendidikan dan lapangan kerja harus direncanakan bersama&lt;/strong&gt;. Anak-anak yang hari ini berada di PAUD dan SD akan menjadi angkatan kerja dalam 10–20 tahun ke depan. Jika mereka tidak mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang cukup, maka daerah akan menghadapi tantangan pengangguran dan rendahnya produktivitas.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="4947" data-start="4661"&gt;Ketiga, &lt;strong data-end="4709" data-start="4669"&gt;migrasi dapat mengubah wajah wilayah&lt;/strong&gt;. Jika ada perpindahan penduduk karena pekerjaan, perkebunan, pertambangan, pembangunan infrastruktur, atau perpindahan dari desa ke kota, maka kebutuhan perumahan, air bersih, sanitasi, transportasi, dan layanan sosial juga ikut berubah.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="5206" data-start="4949"&gt;Keempat, &lt;strong data-end="5036" data-start="4958"&gt;jumlah lansia yang meningkat membutuhkan perhatian keluarga dan pemerintah&lt;/strong&gt;. Banyak keluarga akan menghadapi tanggung jawab merawat orang tua. Tanpa sistem dukungan yang baik, beban perawatan dapat jatuh terutama kepada perempuan dalam keluarga.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="5252" data-section-id="1v78mci" data-start="5208"&gt;Upaya yang Dapat Dilakukan Sejak Sekarang&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="5656" data-start="5254"&gt;Kapuas perlu memperkuat perencanaan berbasis data kependudukan. Data jumlah penduduk, kelahiran, kematian, migrasi, usia sekolah, usia produktif, lansia, kemiskinan, stunting, penyakit tidak menular, dan akses layanan dasar harus digunakan sebagai dasar kebijakan. Perencanaan pembangunan tidak cukup hanya melihat kondisi hari ini, tetapi juga memperkirakan kebutuhan 10, 20, bahkan 30 tahun ke depan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="6056" data-start="5658"&gt;Di bidang kesehatan, penguatan layanan primer menjadi sangat penting. Posyandu, puskesmas, pustu, kader kesehatan, dan integrasi layanan primer perlu diarahkan untuk mendampingi masyarakat sepanjang siklus hidup: mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, bayi, balita, anak sekolah, usia produktif, hingga lansia. Pencegahan penyakit harus menjadi budaya, bukan hanya pengobatan setelah sakit.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="6309" data-start="6058"&gt;Di bidang keluarga, edukasi tentang perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pencegahan perkawinan anak, pengasuhan positif, dan pemenuhan gizi anak perlu terus diperkuat. Keluarga adalah tempat pertama untuk membentuk kualitas sumber daya manusia.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="6595" data-start="6311"&gt;Di bidang ekonomi, pemerintah daerah bersama dunia usaha, desa, sekolah, dan lembaga pelatihan perlu menyiapkan keterampilan kerja bagi generasi muda. Bonus demografi hanya bermanfaat jika anak-anak muda Kapuas memiliki pendidikan, keterampilan digital, etos kerja, dan peluang usaha.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="6843" data-start="6597"&gt;Di bidang perlindungan sosial, Kapuas perlu menyiapkan lingkungan yang ramah anak, ramah perempuan, ramah disabilitas, dan ramah lansia. Pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan fisik, tetapi juga memastikan kelompok rentan terlindungi.&lt;/p&gt;
&lt;h2 data-end="6855" data-section-id="bpvrcq" data-start="6845"&gt;Penutup&lt;/h2&gt;
&lt;p data-end="7245" data-start="6857"&gt;Simulasi kependudukan dari &lt;em data-end="6903" data-start="6884"&gt;Our World in Data&lt;/em&gt; mengingatkan kita bahwa masa depan penduduk bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Ia dibentuk oleh keputusan hari ini: bagaimana keluarga merencanakan masa depan, bagaimana anak-anak diasuh, bagaimana layanan kesehatan diperkuat, bagaimana pendidikan ditingkatkan, dan bagaimana pemerintah membaca perubahan sosial secara lebih jauh ke depan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end="7540" data-start="7247"&gt;Bagi Kabupaten Kapuas, memahami perubahan penduduk berarti menyiapkan daerah agar tidak hanya bertambah jumlah penduduknya, tetapi juga meningkat kualitas manusianya. Penduduk yang sehat, berpendidikan, produktif, terlindungi, dan berdaya adalah modal utama menuju Kapuas yang lebih sejahtera.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoJ5VmGmsCD94PvzZKbbt8Jy8nSofiyPJRSBBEBIoemPzQt46PoFNcpFlmjR6tpydD-J4OB6zToW_HtodDG7A51BW9gJKk86bnkxELWDcWmQzdt3nWuv4u4PcMa177LTftnIjy992X2MsooUJx3XzHqEYWdg0nx4mOL_oIV8XqZJXiWLZufxnfgGsmE_SC/s72-w400-h266-c/ChatGPT%20Image%20May%2019,%202026,%2006_25_25%20AM.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Muhammadiyah Kapuas Gelar Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis, Puluhan Warga Terlayani</title><link>https://www.kapuas.info/2026/05/muhammadiyah-kapuas-gelar-khitanan.html</link><category>Bakti Sosial</category><category>Kapuas</category><category>Kesehatan</category><category>Khitanan Massal</category><category>Kuala Kapuas</category><category>Muhammadiyah</category><category>Pengobatan Gratis</category><category>Sosial</category><pubDate>Mon, 18 May 2026 18:07:08 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-4904981378048478404</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj39cE0XbOmy3VOTgZXw_KsuyIrcEdXT1DdTDxMa4x-1A7Eha4LGYsOnLNJF805DCGM-VTiwF2Q11CDPxwVeSeUJI95Ko1X9A4WYTtb9VCPPYaxmNnC3CfEuMtWxNw5ZcW_Pv2w6whB3WUfa73w8_YKbi6K7wRPcolVMPdQ4kr5oijaacYh8SPMf2xBo_OI/s1280/1000816001.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1280" data-original-width="854" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj39cE0XbOmy3VOTgZXw_KsuyIrcEdXT1DdTDxMa4x-1A7Eha4LGYsOnLNJF805DCGM-VTiwF2Q11CDPxwVeSeUJI95Ko1X9A4WYTtb9VCPPYaxmNnC3CfEuMtWxNw5ZcW_Pv2w6whB3WUfa73w8_YKbi6K7wRPcolVMPdQ4kr5oijaacYh8SPMf2xBo_OI/s320/1000816001.jpg" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9YJrBuH4Bd_oaZ9ILg6uP2REKIcZky0TN5ubKapK1iejZ8dBrhV4kS_1h440F3AK4lS6egXC3uUaiQmQtTYX31zFzrDLYQrST8d4VFZwhpnreRB7llEC12BmBHEawIG63a01wq5Uur7obGXXcMwoDmTQByheev0Bc1cmFqrYhsH6HcnZen45YSy4Vx1CR/s1280/1000815983.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1280" data-original-width="854" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9YJrBuH4Bd_oaZ9ILg6uP2REKIcZky0TN5ubKapK1iejZ8dBrhV4kS_1h440F3AK4lS6egXC3uUaiQmQtTYX31zFzrDLYQrST8d4VFZwhpnreRB7llEC12BmBHEawIG63a01wq5Uur7obGXXcMwoDmTQByheev0Bc1cmFqrYhsH6HcnZen45YSy4Vx1CR/s320/1000815983.jpg" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTRtuUywEir3UKXvF84LALGcvxx85BurM_qawttdJ8BA1oWSCnXvex_xOrtTn2wUQKrdPVXgYbyduFxNb-7fSuPkAhS5rO2Qd2fFIxdVZxB13NybC5FvGmRE6SYNBSy0mlFU3qmtFW0AQZuoLXYW4A3JBXINm8CL-0y9RCr48bOPSKsJVKAGTB-UaIeo-i/s1280/1000815995.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1280" data-original-width="854" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTRtuUywEir3UKXvF84LALGcvxx85BurM_qawttdJ8BA1oWSCnXvex_xOrtTn2wUQKrdPVXgYbyduFxNb-7fSuPkAhS5rO2Qd2fFIxdVZxB13NybC5FvGmRE6SYNBSy0mlFU3qmtFW0AQZuoLXYW4A3JBXINm8CL-0y9RCr48bOPSKsJVKAGTB-UaIeo-i/s320/1000815995.jpg" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg63v-qwXId1NF_ZTy0iQX3kiwQHn_DfY8ROJNJp7qDDLeh7Up4qklqoZ61jMqGkoSyZVAbSXVnAD_d_TBPZ7b0cWP2b4oIzIaaIOJmExnzNrylio4yKXEijsLkFLg2wyh0Ym9CzL_6h4tXD4ZmDBgBgsLOnMjr1DxYw_XyCY47fFKxwPuq1wwfaIdGCVq4/s1280/1000815998.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1280" data-original-width="854" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg63v-qwXId1NF_ZTy0iQX3kiwQHn_DfY8ROJNJp7qDDLeh7Up4qklqoZ61jMqGkoSyZVAbSXVnAD_d_TBPZ7b0cWP2b4oIzIaaIOJmExnzNrylio4yKXEijsLkFLg2wyh0Ym9CzL_6h4tXD4ZmDBgBgsLOnMjr1DxYw_XyCY47fFKxwPuq1wwfaIdGCVq4/s320/1000815998.jpg" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10); color: #222222; font-family: &amp;quot;google sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 12px 0px 16px;"&gt;&lt;span style="border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10); font-weight: 600; margin: 0px;"&gt;KUALA KAPUAS&lt;/span&gt; – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas bersama pilar-pilar gerakannya kembali menunjukkan kepedulian nyata bagi masyarakat melalui aksi bakti sosial khitanan massal dan pengobatan gratis. Kegiatan kemanusiaan yang berpusat di Komplek Perguruan Muhammadiyah, Jalan Barito, Kuala Kapuas ini dimotori oleh kolaborasi solid antara Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu), serta seluruh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah setempat.&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10); color: #222222; font-family: &amp;quot;google sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 12px 0px 16px;"&gt;Aksi sosial yang digelar secara gratis ini disambut antusias oleh warga sekitar yang ingin mendapatkan layanan kesehatan dan mengkhitankan anak mereka. Berkat sinergi yang kuat dari seluruh panitia dan tim medis, kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib hingga berhasil memberikan pelayanan langsung kepada puluhan penerima manfaat. Tercatat sebanyak 18 anak berhasil mengikuti prosesi khitanan massal, sementara 37 warga lainnya mendapatkan pemeriksaan serta pengobatan medis.&lt;/div&gt;&lt;div dir="auto" style="background-color: white; border-bottom: 0px rgb(10, 10, 10); color: #222222; font-family: &amp;quot;google sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 12px 0px 16px;"&gt;Keberhasilan program ini membuktikan kuatnya komitmen Muhammadiyah Kapuas dalam mengabdi kepada umat melalui bidang kesehatan dan sosial secara berkelanjutan. Melalui peran MPKU dan MDMC di sisi medis, dukungan pendanaan dari Lazismu, serta pengorganisasian lapangan oleh Ortom, kegiatan ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Kapuas.&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj39cE0XbOmy3VOTgZXw_KsuyIrcEdXT1DdTDxMa4x-1A7Eha4LGYsOnLNJF805DCGM-VTiwF2Q11CDPxwVeSeUJI95Ko1X9A4WYTtb9VCPPYaxmNnC3CfEuMtWxNw5ZcW_Pv2w6whB3WUfa73w8_YKbi6K7wRPcolVMPdQ4kr5oijaacYh8SPMf2xBo_OI/s72-c/1000816001.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Sinergi Besar Muhammadiyah Kapuas: AMM, LazisMu, dan MDMC Tebar Paket Takjil</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/sinergi-besar-muhammadiyah-kapuas-amm.html</link><category>Aksi Sosial</category><category>AMM Kapuas</category><category>kepedulian sosial</category><category>Kuala Kapuas</category><category>Lazismu</category><category>MDMC</category><category>Muhammadiyah</category><category>PDM Kapuas</category><category>Ramadan</category><category>Tebar Takjil</category><pubDate>Thu, 19 Mar 2026 09:08:20 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-3687861412298774997</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyDOHaY20EcuLMX0qE99TkwEMczkvv21Rgp0WRuTqOSjbmYpawkwg8XnYxZ1FVjB8XDiJ9KIUNqfcjS9d-FS-bUHB6_V3JebuzQwaUtajTppt3D-FRtKFJREbucfkpHwLwZhULsJoHg5ZoDzMEPccViyQGEcMA-Ej5llc7OjlCidzKxOcmMTfW5DJb98vi/s4000/1000661752.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="3000" data-original-width="4000" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyDOHaY20EcuLMX0qE99TkwEMczkvv21Rgp0WRuTqOSjbmYpawkwg8XnYxZ1FVjB8XDiJ9KIUNqfcjS9d-FS-bUHB6_V3JebuzQwaUtajTppt3D-FRtKFJREbucfkpHwLwZhULsJoHg5ZoDzMEPccViyQGEcMA-Ej5llc7OjlCidzKxOcmMTfW5DJb98vi/s320/1000661752.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;​&lt;b&gt;KUALA KAPUAS&lt;/b&gt;&amp;nbsp;– Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Kapuas di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar aksi tebar takjil kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur organisasi. Selain Organisasi Otonom (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, NA, IMM, dan IPM, kegiatan ini juga didukung penuh oleh&amp;nbsp;&lt;b&gt;LazisMu&lt;/b&gt;&amp;nbsp;sebagai lembaga amil zakat dan&amp;nbsp;&lt;b&gt;MDMC&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(Muhammadiyah Disaster Management Center) yang terjun langsung dalam pengamanan serta teknis di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;​Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas di titik strategis pusat kota menjelang waktu berbuka. Sinergi antara LazisMu yang menghimpun donasi serta MDMC yang mengawal kelancaran aksi membuat distribusi bantuan berjalan sangat tertib dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;​Aksi kolaboratif ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Al-Ma'un, yaitu semangat keberpihakan dan berbagi kepada sesama. Dengan dukungan LazisMu, program ini menunjukkan akuntabilitas gerakan Muhammadiyah dalam mengelola amanah donatur untuk disalurkan kembali dalam bentuk aksi sosial yang bermanfaat langsung bagi warga di Bumi Panjebe Simpei.&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvogyEsDzZu1UUVivAteyiBy8itEHhzjJ256gaomecmAE4W2T8D6WftKdvUhkzb19XhvdPMvFwekWxpKBw2rpdONdhbe_rl6WcEkbAJKKaJHzoDOdddQh27WCAtWgFtwvEw7v2yM3DRefxodlKhONm5x3_6leFb1jP73BHf3oqhuLtFkFIzyYJMOVOSgQd/s4032/1000661900.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="4032" data-original-width="3024" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvogyEsDzZu1UUVivAteyiBy8itEHhzjJ256gaomecmAE4W2T8D6WftKdvUhkzb19XhvdPMvFwekWxpKBw2rpdONdhbe_rl6WcEkbAJKKaJHzoDOdddQh27WCAtWgFtwvEw7v2yM3DRefxodlKhONm5x3_6leFb1jP73BHf3oqhuLtFkFIzyYJMOVOSgQd/s320/1000661900.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;​Keterlibatan MDMC dalam aksi ini juga memberikan warna tersendiri, di mana para relawan kemanusiaan tersebut memastikan seluruh proses pembagian takjil berjalan aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Momentum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi dan penguatan ukhuwah antara Ortom, lembaga zakat, dan relawan bencana di lingkungan PDM Kapuas agar selalu siap bersinergi dalam misi kemanusiaan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;​Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa internal untuk semakin mempererat ikatan kekeluargaan antar seluruh elemen Muhammadiyah di Kapuas. Diharapkan semangat kebersamaan antara AMM, LazisMu, dan MDMC ini dapat terus terjaga secara konsisten sebagai bukti nyata kontribusi Muhammadiyah dalam membangun harmoni dan kepedulian sosial di Kabupaten Kapuas.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyDOHaY20EcuLMX0qE99TkwEMczkvv21Rgp0WRuTqOSjbmYpawkwg8XnYxZ1FVjB8XDiJ9KIUNqfcjS9d-FS-bUHB6_V3JebuzQwaUtajTppt3D-FRtKFJREbucfkpHwLwZhULsJoHg5ZoDzMEPccViyQGEcMA-Ej5llc7OjlCidzKxOcmMTfW5DJb98vi/s72-c/1000661752.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Peringati HUT ke-52, DPD PPNI Kapuas Gelar Aksi Sosial dan Cek Kesehatan Gratis</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/peringati-hut-ke-52-dpd-ppni-kapuas.html</link><category>DPD PPNI Kabupaten Kapuas</category><pubDate>Tue, 17 Mar 2026 20:58:18 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-5497430172435797766</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4BW_m3MI5zi2iLhBw-foimYXb0sW73nnDz1pJjXAV0DDhB7_ChqqKLXyggBLTj0LQeOFpFEey3ipirZKzmFIKTxJN1X1Bi2xvkmx9T-69JMGfLNTfBElyVqqyrcXNmbhUhWCfaBcKtMrPbIVrx8qaSYO1MnTKU7AxFo02E8FJPqyUv3tdJqQSRjUi3495/s4080/1000658978.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="3248" data-original-width="4080" height="255" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4BW_m3MI5zi2iLhBw-foimYXb0sW73nnDz1pJjXAV0DDhB7_ChqqKLXyggBLTj0LQeOFpFEey3ipirZKzmFIKTxJN1X1Bi2xvkmx9T-69JMGfLNTfBElyVqqyrcXNmbhUhWCfaBcKtMrPbIVrx8qaSYO1MnTKU7AxFo02E8FJPqyUv3tdJqQSRjUi3495/s320/1000658978.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​&lt;b&gt;KUALA KAPUAS&lt;/b&gt;&amp;nbsp;– Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Kapuas menyemarakkan peringatan HUT PPNI ke-52 dengan menggelar aksi kemanusiaan di tengah masyarakat. Mengusung semangat kepedulian, para perawat yang tergabung dalam organisasi profesi ini membagikan ratusan paket takjil, hampers, hingga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma kepada warga sekitar.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Kegiatan yang berlangsung meriah ini berfokus pada pemberian 300 paket takjil kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang melintas. Tidak hanya sekadar berbagi kudapan berbuka puasa, DPD PPNI Kapuas juga menyiapkan hampers khusus sebagai bentuk apresiasi dan jalinan silaturahmi antar sesama tenaga kesehatan serta masyarakat yang membutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCIrtQ0gVraTWxpxGVheas7hw0pZhpLhEdCOFiKcKzB8ZCCkc1P0Vb4QiSLEeiVd37IfvG6FVZ998JDSTtN830x8HomjoMcJDp30HiHoZJibNOMwRyzMeqUlIPVTiLrwDcg7qq7xDoiI5b3iiYUJ2H1oBvSFBXZhdlf3G-g6nfMlqa08agqbs5VAredJtZ/s4080/1000659092.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="4080" data-original-width="1840" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCIrtQ0gVraTWxpxGVheas7hw0pZhpLhEdCOFiKcKzB8ZCCkc1P0Vb4QiSLEeiVd37IfvG6FVZ998JDSTtN830x8HomjoMcJDp30HiHoZJibNOMwRyzMeqUlIPVTiLrwDcg7qq7xDoiI5b3iiYUJ2H1oBvSFBXZhdlf3G-g6nfMlqa08agqbs5VAredJtZ/s320/1000659092.jpg" width="144" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Selain berbagi makanan, poin utama dari aksi ini adalah penyediaan posko cek kesehatan gratis. Di lokasi tersebut, masyarakat dapat melakukan konsultasi singkat serta pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Layanan ini disambut antusias oleh warga, mengingat pentingnya memantau kondisi fisik, terutama bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Ketua DPD PPNI Kabupaten Kapuas menyampaikan bahwa momentum ulang tahun kali ini ingin difokuskan pada peran nyata perawat di luar lingkungan rumah sakit. Melalui kegiatan turun ke jalan ini, PPNI berharap keberadaan perawat semakin dirasakan manfaatnya secara langsung oleh publik, sekaligus memperkuat citra perawat sebagai mitra kesehatan masyarakat yang humanis.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antar pengurus. Melalui aksi sosial ini, DPD PPNI Kabupaten Kapuas berkomitmen untuk terus konsisten dalam memberikan edukasi kesehatan dan pelayanan prima, sejalan dengan visi besar organisasi untuk menyehatkan bangsa dan menyejahterakan profesi perawat di wilayah Kabupaten Kapuas.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4BW_m3MI5zi2iLhBw-foimYXb0sW73nnDz1pJjXAV0DDhB7_ChqqKLXyggBLTj0LQeOFpFEey3ipirZKzmFIKTxJN1X1Bi2xvkmx9T-69JMGfLNTfBElyVqqyrcXNmbhUhWCfaBcKtMrPbIVrx8qaSYO1MnTKU7AxFo02E8FJPqyUv3tdJqQSRjUi3495/s72-c/1000658978.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title> IBI Cabang Kapuas Gelar Bakti Sosial, Sasar Ibu Hamil dan Masyarakat Prasejahtera</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/ibi-cabang-kapuas-gelar-bakti-sosial.html</link><category>Bakti Sosial</category><category>IBI Kapuas</category><category>ibu hamil</category><category>Kapuas</category><category>kebidanan</category><category>kesehatan ibu</category><category>Layanan Sosial</category><category>masyarakat prasejahtera</category><pubDate>Sun, 15 Mar 2026 11:17:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-7740080811751131007</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ-vcW4h21GMY7E-YAI7PmwnTeR3JWJJxVWPg5ElScwYnqwsCkFeyDJCwjuhX7emctf7WYKI9KaRJgZu9dUOS3CLdG6j-oon5lLBPbduBAfqepTl_ZKL4TzLzc60grBHQlRTlSqmNOK90pVTsFgbKjXIxxklc_EokD7L7kO3U_qRuwRxD-DyLXImY8uBHt/s4160/1000652074.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="3120" data-original-width="4160" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ-vcW4h21GMY7E-YAI7PmwnTeR3JWJJxVWPg5ElScwYnqwsCkFeyDJCwjuhX7emctf7WYKI9KaRJgZu9dUOS3CLdG6j-oon5lLBPbduBAfqepTl_ZKL4TzLzc60grBHQlRTlSqmNOK90pVTsFgbKjXIxxklc_EokD7L7kO3U_qRuwRxD-DyLXImY8uBHt/s320/1000652074.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span face="Arial, Helvetica, sans-serif" style="background-color: white; color: #222222; font-size: small;"&gt;​Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kapuas kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial melalui kegiatan bakti sosial yang menyasar kelompok rentan. Kegiatan ini difokuskan untuk memberikan dukungan moril dan materiil kepada ibu hamil, ibu bersalin, serta ibu nifas yang berasal dari keluarga kurang mampu. Langkah ini merupakan bentuk dedikasi para bidan di Kapuas dalam menjalankan peran sosialnya di luar tugas rutin medis di fasilitas kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Dalam pelaksanaannya, IBI Cabang Kapuas menyalurkan berbagai bantuan paket nutrisi dan kebutuhan pokok guna memastikan asupan gizi ibu dan bayi tetap terjaga. Selain pemberian bantuan fisik, para bidan juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi mengenai pentingnya perawatan masa nifas serta pemberian ASI eksklusif. Hal ini dilakukan untuk menekan risiko komplikasi pasca-persalinan yang sering kali luput dari perhatian masyarakat di daerah terpencil.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Ketua IBI Cabang Kapuas menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk membantu pemerintah daerah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Melalui pendekatan yang humanis, IBI berupaya merangkul masyarakat prasejahtera agar tetap mendapatkan akses informasi kesehatan yang layak. Bidan diharapkan tidak hanya menjadi tenaga medis, tetapi juga menjadi sahabat bagi para ibu dalam menghadapi fase-fase krusial kehidupan mereka.&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2CEX8byDUhdIK7KcMBsYmrUYkkLfL_70gZWzibyipP5H_IRsyZHBpdleRMm6TcjlP2lfgSykRTTnVu6SxpcJn4oUCWigoiTJvpCU8jrCOkVF3vLhQbqrRH8FtyTtQHL7SVHPdX0ARBFQr88FFB9DJsJQasms58gA8FilhNoQg84KnBjqm2IvvgAioeR80/s1536/1000652101.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1024" data-original-width="1536" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2CEX8byDUhdIK7KcMBsYmrUYkkLfL_70gZWzibyipP5H_IRsyZHBpdleRMm6TcjlP2lfgSykRTTnVu6SxpcJn4oUCWigoiTJvpCU8jrCOkVF3vLhQbqrRH8FtyTtQHL7SVHPdX0ARBFQr88FFB9DJsJQasms58gA8FilhNoQg84KnBjqm2IvvgAioeR80/s320/1000652101.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Kehadiran tim IBI di tengah masyarakat disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh warga setempat yang merasa sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Banyak warga mengungkapkan bahwa bantuan dan edukasi yang diberikan sangat meringankan beban ekonomi sekaligus menambah pengetahuan mereka tentang pola hidup sehat. Interaksi langsung ini juga memperkuat ikatan emosional antara tenaga kesehatan dan masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap layanan kebidanan semakin meningkat.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Sebagai penutup, kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi organisasi profesi lainnya untuk turut serta berkontribusi dalam penguatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kapuas. IBI Cabang Kapuas berkomitmen untuk terus menjalankan program serupa secara berkelanjutan dan menjangkau wilayah-wilayah pelosok yang sulit diakses. Dengan semangat gotong royong, diharapkan tercipta generasi masa depan Kapuas yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera sejak dalam kandungan.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ-vcW4h21GMY7E-YAI7PmwnTeR3JWJJxVWPg5ElScwYnqwsCkFeyDJCwjuhX7emctf7WYKI9KaRJgZu9dUOS3CLdG6j-oon5lLBPbduBAfqepTl_ZKL4TzLzc60grBHQlRTlSqmNOK90pVTsFgbKjXIxxklc_EokD7L7kO3U_qRuwRxD-DyLXImY8uBHt/s72-c/1000652074.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/tahajjud-energi-sunyi-yang-menguatkan.html</link><category>Akhlak</category><category>Inspirasi</category><category>islam</category><category>motivasi islami</category><category>pengembangan diri</category><category>Qiyamul Lail</category><category>Ramadan</category><category>Shalat Malam</category><category>Spiritualitas</category><category>Tahajjud</category><category>Tazkiyatun Nafs</category><pubDate>Sat, 14 Mar 2026 09:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-8770611677825265240</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik98Rxtis5p4HWJahyQ-9rD2bunwVAxYBf9ZanvQsbryzObZlq6F04SkM7WHYPOG1WwVIQaqxuPSjD_m0DDZVhyaZyjwRDJVFI7U2lrrPtnzzo_nvGyzwh05tGRwtIcDTO2IjEPHae_P5D0B62U3IvhAexDAi46ox-6HpPdYGm1HboL0G-2Fuib2XKsNU0/s1536/ChatGPT%20Image%205%20Mar%202026,%2009.50.56.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="1024" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik98Rxtis5p4HWJahyQ-9rD2bunwVAxYBf9ZanvQsbryzObZlq6F04SkM7WHYPOG1WwVIQaqxuPSjD_m0DDZVhyaZyjwRDJVFI7U2lrrPtnzzo_nvGyzwh05tGRwtIcDTO2IjEPHae_P5D0B62U3IvhAexDAi46ox-6HpPdYGm1HboL0G-2Fuib2XKsNU0/s320/ChatGPT%20Image%205%20Mar%202026,%2009.50.56.png" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="662" data-start="399"&gt;Buku kecil&amp;nbsp;&lt;strong data-end="455" data-start="410"&gt;“Tahajjud: Fuel for the Self and Society”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:&amp;nbsp;&lt;strong data-end="520" data-start="508"&gt;tahajjud&lt;/strong&gt;—shalat malam—sebagai&amp;nbsp;&lt;em data-end="555" data-start="542"&gt;bahan bakar&lt;/em&gt;&amp;nbsp;yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="667" data-start="664" /&gt;&lt;h2 data-end="730" data-start="669"&gt;Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="1176" data-start="732"&gt;Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun&amp;nbsp;&lt;strong data-end="889" data-start="855"&gt;sekitar satu jam sebelum Subuh&lt;/strong&gt;, ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:&amp;nbsp;&lt;em data-end="1137" data-start="1011"&gt;seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah yang menyala karena tahajjud, seperti bintang di malam hari&lt;/em&gt;.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="1364" data-start="1178"&gt;Gambaran ini menyentuh: tahajjud bukan sekadar ibadah “sendiri”, tetapi&amp;nbsp;&lt;strong data-end="1301" data-start="1250"&gt;cahaya yang membuat bumi tidak sepenuhnya gelap&lt;/strong&gt;—cahaya yang menguatkan pribadi dan, pada akhirnya, masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="1369" data-start="1366" /&gt;&lt;h2 data-end="1391" data-start="1371"&gt;Apa Itu Tahajjud?&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="1704" data-start="1393"&gt;Dalam buku ini dijelaskan bahwa shalat malam disebut&amp;nbsp;&lt;strong data-end="1463" data-start="1446"&gt;qiyām al-layl&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;(berdiri di malam hari). Jika shalat malam itu dilakukan&amp;nbsp;&lt;strong data-end="1538" data-start="1521"&gt;setelah tidur&lt;/strong&gt;, maka disebut&amp;nbsp;&lt;strong data-end="1565" data-start="1553"&gt;tahajjud&lt;/strong&gt;. Keduanya sering dipakai bergantian, tetapi tahajjud lebih spesifik: bangun dari tidur untuk shalat.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="1971" data-start="1706"&gt;Kabar baiknya: tahajjud&amp;nbsp;&lt;strong data-end="1753" data-start="1730"&gt;tidak harus panjang&lt;/strong&gt;. Bahkan Nabi ﷺ menekankan pentingnya shalat malam meski singkat—seukuran waktu yang sangat sebentar. Artinya, yang dikejar bukan “banyaknya”, tetapi&amp;nbsp;&lt;strong data-end="1932" data-start="1903"&gt;konsistensi dan ketulusan&lt;/strong&gt;.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="1976" data-start="1973" /&gt;&lt;h2 data-end="2018" data-start="1978"&gt;Mengapa Tahajjud Bisa Mengubah Hidup?&lt;/h2&gt;&lt;h3 data-end="2059" data-start="2020"&gt;1) Mengangkat “posisi” dan martabat&lt;/h3&gt;&lt;p data-end="2341" data-start="2060"&gt;Al-Qur’an menghubungkan tahajjud dengan&amp;nbsp;&lt;strong data-end="2128" data-start="2100"&gt;“kedudukan yang terpuji”&lt;/strong&gt;. Buku ini mengajak kita melihat bahwa kehormatan—baik spiritual maupun sosial—berkaitan dengan kesediaan kita bangun di malam hari untuk kembali menata diri di hadapan Allah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="2491" data-start="2343"&gt;Bukan berarti semua masalah selesai seketika. Namun tahajjud menumbuhkan sesuatu yang lebih penting:&amp;nbsp;&lt;strong data-end="2462" data-start="2444"&gt;kekuatan batin&lt;/strong&gt;, arah hidup, dan kemantapan.&lt;/p&gt;&lt;h3 data-end="2546" data-start="2493"&gt;2) Melatih kemampuan memikul tanggung jawab besar&lt;/h3&gt;&lt;p data-end="2835" data-start="2547"&gt;Di awal wahyu, Nabi ﷺ diperintahkan untuk bangun malam dan membaca Al-Qur’an dengan tartil, karena beliau akan menerima “perkataan yang berat”—wahyu yang kelak mengubah dunia. Pesannya jelas:&amp;nbsp;&lt;strong data-end="2796" data-start="2739"&gt;tugas besar membutuhkan sumber daya ruhani yang besar&lt;/strong&gt;.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="3048" data-start="2837"&gt;Jika kita punya misi besar (mendidik keluarga, membangun komunitas, memperbaiki lingkungan kerja, atau menguatkan masyarakat), tahajjud adalah salah satu cara menambah “kapasitas batin” agar tidak mudah tumbang.&lt;/p&gt;&lt;h3 data-end="3096" data-start="3050"&gt;3) Membentuk akhlak yang tenang dan dewasa&lt;/h3&gt;&lt;p data-end="3460" data-start="3097"&gt;Buku ini mencontohkan realitas sehari-hari: bagaimana bersikap saat diperlakukan tidak enak, disalahpahami, atau menghadapi pertanyaan yang menyakitkan. Menjadi pribadi yang “lembut” dan tetap santun itu tidak mudah. Tahajjud—dengan sujud yang panjang dan doa yang jujur—membuat hati lebih stabil dan respon kita lebih bijak.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="3465" data-start="3462" /&gt;&lt;h2 data-end="3536" data-start="3467"&gt;Teladan Nabi dan Para Sahabat: Tahajjud sebagai Kekuatan Peradaban&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="3799" data-start="3538"&gt;Penulis mengingatkan bahwa Nabi ﷺ menunaikan shalat malam dengan sangat panjang—bacaan Qur’an yang mendalam, dzikir, doa, ruku’ dan sujud yang lama. Ini bukan sekadar ritual, tapi&amp;nbsp;&lt;strong data-end="3740" data-start="3718"&gt;sumber daya ruhani&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;untuk memimpin umat.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="4089" data-start="3801"&gt;Bahkan pada malam menjelang Perang Badar—saat komunitas Muslim terancam—Nabi ﷺ menghabiskan malam dengan berdoa. Seakan pesan yang ditinggalkan untuk kita: ketika situasi genting, jangan hanya mengandalkan strategi;&amp;nbsp;&lt;strong data-end="4050" data-start="4017"&gt;kuatkan hubungan dengan Allah&lt;/strong&gt;.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="4502" data-start="4091"&gt;Para sahabat pun demikian. Ada yang dikenal tetap mendoakan orang-orang yang menyakitinya. Ada yang dikenal kreatif dan berinisiatif dalam kebaikan. Ada yang bacaan Qur’annya di malam hari begitu indah sampai digambarkan “mendatangkan kehadiran malaikat.” Semua ini menunjukkan satu pola:&amp;nbsp;&lt;strong data-end="4463" data-start="4380"&gt;tahajjud melahirkan hati yang luas, ide yang jernih, dan keberanian yang lembut&lt;/strong&gt;.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="4507" data-start="4504" /&gt;&lt;h2 data-end="4566" data-start="4509"&gt;Tahajjud: Kebiasaan Kunci yang Mengubah Kebiasaan Lain&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="4928" data-start="4568"&gt;Bagian yang sangat relevan untuk orang awam: penulis menyebut tahajjud sebagai&amp;nbsp;&lt;strong data-end="4667" data-start="4647"&gt;“keystone habit”&lt;/strong&gt;—kebiasaan kunci yang bisa memicu perubahan kebiasaan lain. Misalnya, jika seseorang terbiasa bangun untuk tahajjud, ia lebih mungkin menjaga Subuh, lalu terdorong menjaga shalat lainnya agar “keindahan hari” tidak rusak.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="5025" data-start="4930"&gt;Ini penting: tahajjud bukan hanya ibadah tambahan. Ia sering menjadi&amp;nbsp;&lt;strong data-end="5024" data-start="4999"&gt;pintu perubahan hidup&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="5030" data-start="5027" /&gt;&lt;h2 data-end="5080" data-start="5032"&gt;Mengapa Kita Tetap Lelah Padahal Sudah Tidur?&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="5484" data-start="5082"&gt;Buku ini menampar halus realitas modern: dunia kita seperti dipersatukan oleh satu hal—&lt;strong data-end="5182" data-start="5169"&gt;kelelahan&lt;/strong&gt;. Banyak orang merasa “tak pernah cukup tidur” tetapi tetap lelah, mudah kesal, dan hati terasa berat. Penulis mengajak kita meninjau ulang: manusia memang butuh tidur, tetapi&amp;nbsp;&lt;strong data-end="5396" data-start="5358"&gt;jiwa juga butuh energi dari ibadah&lt;/strong&gt;—dari shalat, puasa, dan kedekatan dengan Allah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="5662" data-start="5486"&gt;Tahajjud, meski terasa berat di awal, lama-lama bisa menjadi “istirahat” bagi jiwa: menenangkan, membersihkan, dan menghidupkan harapan.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="5667" data-start="5664" /&gt;&lt;h2 data-end="5716" data-start="5669"&gt;Cara Memulai Tahajjud (Ringan dan Realistis)&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="5786" data-start="5718"&gt;Penulis memberikan tips yang praktis agar kebiasaan ini bisa tumbuh:&lt;/p&gt;&lt;ol data-end="6360" data-start="5788"&gt;&lt;li data-end="5903" data-start="5788"&gt;&lt;p data-end="5903" data-start="5791"&gt;&lt;strong data-end="5832" data-start="5791"&gt;Jangan makan berlebihan sebelum tidur&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;(perut berat → tidur berat).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li data-end="6046" data-start="5904"&gt;&lt;p data-end="6046" data-start="5907"&gt;&lt;strong data-end="5945" data-start="5907"&gt;Jaga emosi dan stres di siang hari&lt;/strong&gt;; pekerjaan siang sangat memengaruhi kualitas bangun malam.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li data-end="6135" data-start="6047"&gt;&lt;p data-end="6135" data-start="6050"&gt;&lt;strong data-end="6074" data-start="6050"&gt;Tidur siang sebentar&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;bila memungkinkan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li data-end="6252" data-start="6136"&gt;&lt;p data-end="6252" data-start="6139"&gt;&lt;strong data-end="6156" data-start="6139"&gt;Jauhi maksiat&lt;/strong&gt;; dosa bisa menjadi “beban” yang membuat sulit bangun.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li data-end="6360" data-start="6253"&gt;&lt;p data-end="6360" data-start="6256"&gt;&lt;strong data-end="6288" data-start="6256"&gt;Amalkan sunnah sebelum tidur&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;(dzikir, posisi tidur, dll.).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p data-end="6620" data-start="6362"&gt;Lalu, bagian paling menenangkan: tahajjud itu fleksibel. Kita bisa mulai dari&amp;nbsp;&lt;strong data-end="6459" data-start="6440"&gt;dua rakaat saja&lt;/strong&gt;. Bahkan bangun&amp;nbsp;&lt;strong data-end="6509" data-start="6475"&gt;sekitar 15 menit sebelum Subuh&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;pun sudah cukup untuk wudhu dan shalat singkat—yang penting konsisten.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="6625" data-start="6622" /&gt;&lt;h2 data-end="6666" data-start="6627"&gt;Ramadan: Momen Terbaik untuk Memulai&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="7097" data-start="6668"&gt;Buku ini menekankan bahwa Ramadan adalah waktu yang sangat pas untuk membangun kebiasaan tahajjud, karena kita sudah bangun untuk sahur. Saran yang indah: shalatlah “di sela-sela”—saat menunggu sahur, saat menunggu Subuh, atau setelah selesai makan. Dua rakaat saja, lalu doa yang jujur. Kebiasaan kecil ini bisa menjadi awal perubahan besar—bahkan menjadi teladan bagi anak-anak di rumah.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="7102" data-start="7099" /&gt;&lt;h2 data-end="7167" data-start="7104"&gt;Penutup: Menyalakan Rumah, Menyalakan Hati, Menyalakan Dunia&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="7376" data-start="7169"&gt;Tahajjud tidak membuat kita menjadi manusia super dalam semalam. Namun ia menumbuhkan sesuatu yang jauh lebih berharga:&amp;nbsp;&lt;strong data-end="7376" data-start="7289"&gt;iman yang hidup, hati yang lapang, dan energi untuk berbuat baik tanpa mudah patah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="7557" data-start="7378"&gt;Ketika satu rumah menyalakan tahajjud, itu cahaya. Ketika banyak rumah menyalakan tahajjud, itu menjadi bintang-bintang di bumi—dan masyarakat pun mendapat bagian dari terang itu.&lt;/p&gt;&lt;p data-end="7631" data-start="7559"&gt;Semoga kita dimudahkan memulai—meski sedikit—dan dijaga untuk istiqamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 data-end="7825" data-start="7815"&gt;Sumber&lt;/h3&gt;&lt;p data-end="7631" data-start="7559"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="7970" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="7826"&gt;Tamara Gray.&amp;nbsp;&lt;strong data-end="7885" data-start="7839"&gt;“Tahajjud: Fuel for the Self and Society.”&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Yaqeen Institute for Islamic Research, 2020.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik98Rxtis5p4HWJahyQ-9rD2bunwVAxYBf9ZanvQsbryzObZlq6F04SkM7WHYPOG1WwVIQaqxuPSjD_m0DDZVhyaZyjwRDJVFI7U2lrrPtnzzo_nvGyzwh05tGRwtIcDTO2IjEPHae_P5D0B62U3IvhAexDAi46ox-6HpPdYGm1HboL0G-2Fuib2XKsNU0/s72-c/ChatGPT%20Image%205%20Mar%202026,%2009.50.56.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Kunci Tadabbur: Cara Membaca Al-Qur’an dengan Lebih Dalam dan Mengena</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/kunci-tadabbur-cara-membaca-al-quran.html</link><category>Al-Qur’an</category><category>Ibadah</category><category>Ketenangan Hati</category><category>Literasi Islam</category><category>motivasi islami</category><category>Muhasabah</category><category>Refleksi Diri</category><category>Tadabbur</category><category>Tazkiyatun Nafs</category><pubDate>Fri, 13 Mar 2026 14:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-3340775765385833238</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ7oXz_8uAxTqHJLFW3lNKK2C-1yhrEnanSOlsu2QwlS4cq-x-u0LEw8PjIeFt2UI8qJLOpiPUVgUp9CPllJVe06FdsMzzfRSu_755dBHzK8430Nd8t0MVj9oFJ2c6POCTU3-OSppM5ICNdpsuKz0VGKnE7cP1zWyAHIj52fkOCaHQthD4KLK-XIsTthM_/s1536/ChatGPT%20Image%2020%20Feb%202026,%2014.05.15.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="1024" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ7oXz_8uAxTqHJLFW3lNKK2C-1yhrEnanSOlsu2QwlS4cq-x-u0LEw8PjIeFt2UI8qJLOpiPUVgUp9CPllJVe06FdsMzzfRSu_755dBHzK8430Nd8t0MVj9oFJ2c6POCTU3-OSppM5ICNdpsuKz0VGKnE7cP1zWyAHIj52fkOCaHQthD4KLK-XIsTthM_/s320/ChatGPT%20Image%2020%20Feb%202026,%2014.05.15.png" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 data-end="72" data-start="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="462" data-start="74"&gt;Banyak dari kita rajin membaca Al-Qur’an, tetapi kadang merasa “belum tersentuh” atau sulit menangkap pesan yang benar-benar mengubah diri. Buku kecil &lt;em data-end="280" data-start="225"&gt;Keys to Tadabbur: How to Reflect Deeply on the Qur’an&lt;/em&gt; mengingatkan: Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dilafalkan, tetapi untuk direnungkan (tadabbur) agar menjadi pengingat dan penuntun hidup.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="722" data-start="464"&gt;Tadabbur bukan kegiatan “khusus ustaz”. Justru, orang awam tetap bisa melakukan refleksi, muhasabah, dan “terbangun” hatinya melalui Al-Qur’an—dan kita tidak boleh tertipu bisikan yang membuat kita menjauh dari tadabbur.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="832" data-start="724"&gt;Berikut rangkuman kunci-kunci tadabbur yang praktis, mudah diikuti, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="837" data-start="834" /&gt;&lt;h2 data-end="889" data-start="839"&gt;1) Mulai dari “membersihkan wadah”: detoks hati&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="1318" data-start="891"&gt;Penulis menekankan bahwa “wadah” Al-Qur’an adalah hati. Jika hati dipenuhi dosa, kesombongan, atau dorongan hawa nafsu yang tak terkendali, pesan Al-Qur’an jadi sulit masuk dan “menetap”. Ibarat cermin berkarat: gambar yang dipantulkan tidak akan jelas. Karena itu, langkah awal tadabbur adalah membersihkan penghalang-penghalang itu dengan taubat, memperbanyak istighfar, dan menata niat.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h2 data-end="1393" data-start="1325"&gt;2) Perlakukan Al-Qur’an secara serius (bukan “sekadar rutinitas”)&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="1832" data-start="1395"&gt;Salah satu hambatan terbesar di zaman ini adalah distraksi: notifikasi, scroll media sosial, chat masuk, dan kebiasaan multitasking. Buku ini mengingatkan bahwa sesi bersama Al-Qur’an—terutama untuk tadabbur—perlu “dipagari” dari gangguan yang sebenarnya bisa dihindari. Bahkan ulama menilai tidak pantas jika membaca Al-Qur’an sambil sibuk menanggapi notifikasi atau tertawa-bercanda tanpa kendali.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="1873" data-start="1834"&gt;&lt;strong data-end="1873" data-start="1834"&gt;Praktik sederhana yang bisa dicoba:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul data-end="2098" data-start="1874"&gt;&lt;li data-end="1945" data-start="1874"&gt;&lt;p data-end="1945" data-start="1876"&gt;Sisihkan waktu khusus (misal 15–20 menit) tanpa HP atau mode pesawat.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li data-end="1972" data-start="1946"&gt;&lt;p data-end="1972" data-start="1948"&gt;Cari tempat yang tenang.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li data-end="2098" data-start="1973"&gt;&lt;p data-end="2098" data-start="1975"&gt;Jika sedang sangat lelah secara fisik/mental, pilih waktu lain agar fokus lebih kuat.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;hr data-end="2103" data-start="2100" /&gt;&lt;h2 data-end="2155" data-start="2105"&gt;3) Terapkan adab membaca: kecil, tapi berdampak&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="2438" data-start="2157"&gt;Adab bukan formalitas kosong. Ia membantu hati “siap menerima”. Di antaranya: duduk dengan hormat, menjaga kebersihan, dan merawat kebersihan mulut. Bahkan ada nasihat agar mulut “disegarkan” karena ia menjadi jalan keluarnya bacaan Al-Qur’an.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="2443" data-start="2440" /&gt;&lt;h2 data-end="2519" data-start="2445"&gt;4) Pahami makna dasar dulu (cukup pakai terjemah/tafsir yang tepercaya)&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="2870" data-start="2521"&gt;Tadabbur adalah refleksi mendalam; refleksi butuh pijakan pemahaman dasar. Karena itu, sebelum membaca satu bagian, kenali dulu garis besar maknanya—misalnya lewat terjemah yang baik atau tafsir yang tepercaya. Untuk pemula, terjemah Sunni yang dapat dipercaya dinilai cukup sebagai langkah awal memahami makna.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p data-end="3117" data-start="2872"&gt;Catatan penting: memahami makna dasar bukan berarti bebas menafsirkan hukum sendiri. Buku ini menegaskan ada batas: tadabbur untuk mengambil pelajaran dan memperbaiki diri, bukan untuk “berfatwa” tanpa ilmu.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="3122" data-start="3119" /&gt;&lt;h2 data-end="3181" data-start="3124"&gt;5) Baca pelan dan tertib: “lebih sedikit tapi meresap”&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="3432" data-start="3183"&gt;Ada pesan kuat dari ulama: membaca sedikit dengan tartil (tenang, terukur) dan tadabbur lebih utama daripada membaca banyak tetapi tergesa tanpa pemahaman, karena tujuan akhirnya adalah memahami dan mengamalkan.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="3437" data-start="3434" /&gt;&lt;h2 data-end="3483" data-start="3439"&gt;6) Bangun “mindset” tadabbur saat membaca&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="3575" data-start="3485"&gt;Buku ini memberi beberapa “kacamata” agar kita menemukan mutiara baru setiap kali membaca.&lt;/p&gt;&lt;h3 data-end="3626" data-start="3577"&gt;a) Sadar: kita sedang melafalkan firman Allah&lt;/h3&gt;&lt;p data-end="3809" data-start="3627"&gt;Sebelum mulai, hadirkan rasa takjub: makhluk yang lemah diberi izin untuk mengucapkan kalam Allah. Rasa hormat ini menjadi pintu masuk tadabbur.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h3 data-end="3864" data-start="3811"&gt;b) “Lihat di balik kata”: gali makna dengan sabar&lt;/h3&gt;&lt;p data-end="4094" data-start="3865"&gt;Tadabbur secara bahasa dikaitkan dengan “melihat bagian belakang sesuatu”—mengajak kita untuk tidak berhenti pada permukaan, tetapi terus bertanya, “Apa pesan di balik kalimat ini untukku?”&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h3 data-end="4146" data-start="4096"&gt;c) Lihat gambaran besar (tema &amp;amp; konteks surah)&lt;/h3&gt;&lt;p data-end="4461" data-start="4147"&gt;Mengerti konteks membantu tadabbur. Misalnya, surah Makkiyah turun dalam situasi tekanan—maka banyak menguatkan akidah dan keteguhan; sedangkan Madaniyah hadir saat masyarakat Muslim membangun tatanan—maka banyak mengatur stabilitas, persaudaraan, dan solusi problem sosial.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h3 data-end="4503" data-start="4463"&gt;d) Tarik “paralel” dengan hidup kita&lt;/h3&gt;&lt;p data-end="4899" data-start="4504"&gt;Al-Qur’an sering menyajikan kisah/karakter yang punya padanan dalam hidup kita. Contoh yang menarik: Nabi Ibrahim siap berkorban tanpa ragu, sementara Bani Israil bertele-tele ketika diperintah menyembelih sapi. Pelajaran yang ditarik: inti ketaatan bukan berat-ringannya perintah, tetapi keagungan “Yang Memerintah”—dan yang diuji adalah ketundukan hati.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;h3 data-end="4952" data-start="4901"&gt;e) Kaitkan dengan kebutuhan pribadi (muhasabah)&lt;/h3&gt;&lt;p data-end="5315" data-start="4953"&gt;Satu ayat bisa “berbicara” berbeda pada waktu berbeda karena kita punya kondisi batin yang berbeda. Contohnya, makna “Pemilik Hari Pembalasan” dapat menolong orang yang sedang sombong, penakut, atau trauma—yang kunci utamanya adalah introspeksi: sadar apa luka dan kelemahan kita, lalu “serahkan” pada bimbingan Al-Qur’an.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="5320" data-start="5317" /&gt;&lt;h2 data-end="5368" data-start="5322"&gt;7) Berinteraksi saat membaca (jangan pasif)&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="5461" data-start="5370"&gt;Tadabbur bukan hanya “membaca dalam hati”, tetapi juga &lt;em data-end="5436" data-start="5425"&gt;interaksi&lt;/em&gt; yang membuat hati hidup:&lt;/p&gt;&lt;ul data-end="5849" data-start="5462"&gt;&lt;li data-end="5630" data-start="5462"&gt;&lt;p data-end="5630" data-start="5464"&gt;Memulai dengan isti’adzah (memohon perlindungan dari godaan setan) agar hati diselamatkan dari distraksi dan penyakit batin.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li data-end="5679" data-start="5631"&gt;&lt;p data-end="5679" data-start="5633"&gt;Berhenti sejenak saat ayat-ayat sujud tilawah.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li data-end="5849" data-start="5680"&gt;&lt;p data-end="5849" data-start="5682"&gt;Saat ayat menyentuh dan menggerakkan, jangan malu untuk meneteskan air mata atau minimal menghadirkan suasana hati yang tunduk.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p data-end="6094" data-start="5851"&gt;Buku ini juga mengingatkan: jauhi dorongan untuk menjadikan tadabbur sebagai bahan “pamer konten”, koleksi kutipan, atau sekadar diskusi. Orientasi utamanya adalah mengamalkan, bukan banyak membicarakan.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="6099" data-start="6096" /&gt;&lt;h2 data-end="6146" data-start="6101"&gt;Penutup: tadabbur itu latihan, bukan bakat&lt;/h2&gt;&lt;p data-end="6453" data-start="6148"&gt;Kedalaman tadabbur biasanya lahir dari latihan yang konsisten: menata suasana, menenangkan bacaan, memahami makna dasar, lalu mengaitkan pesan Al-Qur’an dengan diri dan realitas. Jika dilakukan pelan-pelan, Al-Qur’an tidak lagi terasa “jauh”, tetapi menjadi teman yang menegur, menuntun, dan menyembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr data-end="6634" data-start="6631" /&gt;&lt;h2 data-end="6645" data-start="6636"&gt;Sumber&lt;/h2&gt;&lt;ul data-end="6847" data-is-last-node="" data-is-only-node="" data-start="6646"&gt;&lt;li data-end="6847" data-is-last-node="" data-start="6646"&gt;&lt;p data-end="6847" data-is-last-node="" data-start="6648"&gt;Imam Yousef Wahb &amp;amp; Sheikh Mohammad Elshinawy, &lt;em data-end="6749" data-start="6694"&gt;Keys to Tadabbur: How to Reflect Deeply on the Qur’an&lt;/em&gt;, Yaqeen Institute for Islamic Research, Copyright © 2021.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ7oXz_8uAxTqHJLFW3lNKK2C-1yhrEnanSOlsu2QwlS4cq-x-u0LEw8PjIeFt2UI8qJLOpiPUVgUp9CPllJVe06FdsMzzfRSu_755dBHzK8430Nd8t0MVj9oFJ2c6POCTU3-OSppM5ICNdpsuKz0VGKnE7cP1zWyAHIj52fkOCaHQthD4KLK-XIsTthM_/s72-c/ChatGPT%20Image%2020%20Feb%202026,%2014.05.15.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Menanam Harapan di Tanah Kapuas: Desain Regeneratif untuk Masa Depan yang Melimpah</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/menanam-harapan-di-tanah-kapuas-desain.html</link><category>Desain Regeneratif</category><category>Ekologi</category><category>Kalimantan Tengah</category><category>Kapuas</category><category>Kearifan Lokal</category><category>Lingkungan</category><category>Pembangunan Berkelanjutan</category><category>Pemberdayaan Masyarakat</category><category>Pertanian</category><category>Restorasi Gambut</category><pubDate>Thu, 12 Mar 2026 06:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-1033674515754580727</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO5s_HFs4rz9uGBB3v2qXiRPn5LcBK0RznQ1gdLRZUQe1FqiYo9_MiLaZc2UT2ZJ0nc3LtXMkLrZWbpQe1-n8s2T0Ha2tiKmSXSZgCEFhNv9R592t_0gXh_QEceQBQM_3VNP16W8_UGWRHY6t7vWKAMiHgqluWxTo-DlkVunXZRE1eLitksPEuJlr7FKI6/s1408/image_1771369465448649.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="768" data-original-width="1408" height="175" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO5s_HFs4rz9uGBB3v2qXiRPn5LcBK0RznQ1gdLRZUQe1FqiYo9_MiLaZc2UT2ZJ0nc3LtXMkLrZWbpQe1-n8s2T0Ha2tiKmSXSZgCEFhNv9R592t_0gXh_QEceQBQM_3VNP16W8_UGWRHY6t7vWKAMiHgqluWxTo-DlkVunXZRE1eLitksPEuJlr7FKI6/s320/image_1771369465448649.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="281" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Bayangkan Anda memegang sebutir benih di tangan. Terlihat kecil, bahkan mungkin tidak berarti. Namun, begitu benih itu menyentuh tanah Kapuas kita yang subur, Anda tidak hanya menanam sebatang pohon di masa depan. Anda sedang menggerakkan sebuah sistem kehidupan yang utuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="555" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Air mulai berkumpul, jamur di bawah tanah tersadar, dan mikroba memulai tugasnya. Akar mencengkeram tanah, menyaring air, sementara daun yang muncul menyerap karbon dari udara, menaungi bumi, dan memperlambat aliran air hujan. Serangga datang, burung mengikuti, dan satwa liar lainnya menemukan makanan serta tempat berlindung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="883" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Tanpa kita sadari, kita menuai hasilnya: udara yang lebih bersih, tanah yang lebih subur, iklim yang lebih stabil, dan ikatan yang lebih dalam dengan tempat yang kita sebut rumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1063" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Inilah gagasan utama yang disampaikan oleh Sierra Bainbridge, seorang arsitek lanskap dari MASS Design Group. Ia mengajak kita untuk melihat desain dan pembangunan bukan sekadar sebagai cara mendirikan bangunan, tetapi sebagai sebuah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;tindakan kepedulian&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1320" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;untuk memulihkan dan memperkaya alam serta masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="background-color: white; border-color: rgb(242, 242, 242); border-style: solid; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1.5rem 0px;" /&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Mendampingi Alam dan Masyarakat Kapuas&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1428" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Konsep ini sangat relevan dengan kehidupan kita di Kabupaten Kapuas. Kita hidup di tanah yang dianugerahi kekayaan alam luar biasa, dari hutan gambut yang luas hingga keanekaragaman hayati di sepanjang aliran sungai. Namun, kita juga menghadapi tantangan. Terkadang, pembangunan berjalan seolah-olah kita terpisah dari alam. Kita lupa bahwa kesehatan manusia, ekonomi, dan lingkungan adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1855" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Sierra Bainbridge, terinspirasi oleh Dr. Paul Farmer, memperkenalkan gagasan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;"pendampingan"&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1950" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;. Artinya, setiap proyek pembangunan harus berjalan bersama masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, dan menghargai kearifan yang telah mereka miliki selama turun-temurun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2124" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Bagaimana jika kita tidak hanya mendampingi masyarakat, tetapi juga mendampingi alam? Bagaimana jika kita mulai memperbaiki hubungan kita dengan hutan, sungai, dan lahan gambut yang telah memberi kita kehidupan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="background-color: white; border-color: rgb(242, 242, 242); border-style: solid; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1.5rem 0px;" /&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Belajar dari Kearifan Lokal&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2377" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Dalam salah satu proyeknya di Kongo, tim Sierra kesulitan mendapatkan bahan bangunan modern. Solusinya? Mereka belajar dari masyarakat setempat. Para tetua adat menunjukkan bahwa gundukan sarang rayap adalah sumber terbaik untuk membuat batu bata adobe, karena rayap selama ribuan tahun telah menyempurnakan tanah liat melalui proses pencernaan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2730" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Di Kapuas, kita memiliki "kecerdasan lokal" yang serupa. Nenek moyang kita telah lama memahami cara membangun rumah panggung yang tahan banjir, cara bercocok tanam tanpa merusak ekosistem, dan jenis kayu apa yang bisa dimanfaatkan secara lestari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2977" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Bayangkan jika setiap proyek infrastruktur di daerah kita dimulai dengan pertanyaan: "Pengetahuan lokal apa yang bisa kita pelajari dan terapkan di sini?" Kita bisa membangun sekolah, puskesmas, atau jalan dengan material lokal yang ramah lingkungan, sekaligus memberdayakan pengrajin dan pekerja dari desa-desa kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="background-color: white; border-color: rgb(242, 242, 242); border-style: solid; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1.5rem 0px;" /&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Menyatukan Kembali Pertanian dan Ekologi&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3357" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Salah satu kesalahan terbesar di dunia modern, menurut Sierra, adalah memisahkan pertanian dari ekologi. Kita membuka lahan besar-besaran untuk satu jenis tanaman (monokultur) dan mengandalkan pupuk kimia, seolah-olah ladang dan hutan adalah dua dunia yang berbeda. Akibatnya, tanah menjadi miskin, air tercemar, dan ketahanan pangan kita terancam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3706" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Padahal, keduanya saling bergantung. Ekosistem yang sehat terbukti dapat meningkatkan hasil panen hingga 40%. Di Rwanda, sebuah institut pertanian dirancang sebagai sebuah model nyata di mana pertanian dan ekologi kembali menyatu. Kampus tersebut berfungsi sebagai ladang, pembibitan, daerah resapan air, sekaligus habitat bagi satwa liar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4046" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Gagasan ini sangat mungkin diwujudkan di Kapuas. Kita bisa mengembangkan sistem&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;agroforestri&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4142" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;, di mana tanaman pangan tumbuh berdampingan dengan pohon-pohon hutan. Kita bisa merestorasi lahan gambut yang rusak sambil tetap menyediakan mata pencaharian bagi masyarakat. Ini bukan hanya tentang melindungi lingkungan, tetapi tentang menciptakan sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="background-color: white; border-color: rgb(242, 242, 242); border-style: solid; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1.5rem 0px;" /&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Harapan Itu Nyata: Pemulihan Bisa Lebih Cepat dari Kerusakan&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4518" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Mungkin ada yang ragu, berpikir bahwa kerusakan yang sudah terjadi terlalu parah untuk diperbaiki. Namun, pengalaman di Dian Fossey Gorilla Fund membuktikan sebaliknya. Di sebidang lahan terdegradasi seluas 12 hektar, mereka menanam kembali lebih dari 250.000 tanaman asli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4792" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Hasilnya? Hanya dalam 18 bulan, 52 spesies burung, mamalia kecil, dan amfibi langka kembali ke area tersebut. Ini adalah bukti nyata bahwa&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;regenerasi atau pemulihan bisa terjadi jauh lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan untuk merusaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5040" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Kisah ini memberi kita harapan besar. Setiap dari kita—baik perencana, pemerintah, pengusaha, maupun warga biasa—memiliki peran untuk menjadi "penanam sistem harapan". Setiap kali kita menanam pohon, menjaga kebersihan sungai, atau memilih produk dari petani lokal yang berkelanjutan, kita sedang merancang masa depan Kapuas yang lebih melimpah, adil, dan indah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgO5s_HFs4rz9uGBB3v2qXiRPn5LcBK0RznQ1gdLRZUQe1FqiYo9_MiLaZc2UT2ZJ0nc3LtXMkLrZWbpQe1-n8s2T0Ha2tiKmSXSZgCEFhNv9R592t_0gXh_QEceQBQM_3VNP16W8_UGWRHY6t7vWKAMiHgqluWxTo-DlkVunXZRE1eLitksPEuJlr7FKI6/s72-c/image_1771369465448649.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Pendidikan dan Gizi: Peran Penting Makanan di Sekolah untuk Pembelajaran dan Kesetaraan</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/pendidikan-dan-gizi-peran-penting.html</link><category>Anak-anak</category><category>Belajar</category><category>Gizi</category><category>Gizi Anak</category><category>Kesehatan</category><category>Kesetaraan</category><category>Komunitas</category><category>Makanan Sekolah</category><category>Pembangunan</category><category>Pendidikan</category><category>Sekolah</category><pubDate>Wed, 11 Mar 2026 16:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-3950731091863541343</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCNrndmxatBQUjIBCZotCSzgRmyiyy_FGjbkZoo4WHNcnchuCMkYa5CGWx-Y9m35rJgNUtSYZvod6K-DAsiPkTutsp4yD4-zsTBOmmItxFsggbMc-LxTHQ6PgjxuzzXgWcRs9bZV8CEYWSzGyDd_Uh6227H4ViTQnJU9FrP6HrxLVF3uIg_-Edefezmf2C/s1536/ChatGPT%20Image%2017%20Feb%202026,%2016.46.35.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1536" data-original-width="1024" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCNrndmxatBQUjIBCZotCSzgRmyiyy_FGjbkZoo4WHNcnchuCMkYa5CGWx-Y9m35rJgNUtSYZvod6K-DAsiPkTutsp4yD4-zsTBOmmItxFsggbMc-LxTHQ6PgjxuzzXgWcRs9bZV8CEYWSzGyDd_Uh6227H4ViTQnJU9FrP6HrxLVF3uIg_-Edefezmf2C/s320/ChatGPT%20Image%2017%20Feb%202026,%2016.46.35.png" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="209" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Bagi anak-anak di berbagai negara, termasuk di sekitar kita, makanan bergizi yang mereka santap di sekolah seringkali menjadi penentu; antara masuk kelas atau tinggal di rumah, antara berhasil lulus ujian atau tertinggal pelajaran. Program makan di sekolah telah terbukti menjadi salah satu investasi paling praktis dan efektif yang dapat dilakukan sebuah negara untuk meningkatkan kehadiran siswa, memperkuat hasil belajar, dan memajukan kesetaraan, terutama di tengah situasi krisis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="695" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Artikel ini diadaptasi dari tulisan Anna Horner, Koordinator Senior UN-Nutrition, dan Alexandra Newlands, Kepala Jaringan Masyarakat Sipil SUN (Scaling Up Nutrition). Dalam tulisan mereka, ditekankan bagaimana program makanan di sekolah menjadi contoh nyata bahwa gizi dan pendidikan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;&lt;b&gt;Belajar dari Filipina dan Brazil&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1060" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Gerakan Scaling Up Nutrition (SUN) telah menunjukkan kekuatan kolaborasi untuk mengubah konsep integrasi menjadi aksi nyata. Pada Oktober 2025, perwakilan dari Sri Lanka, Vietnam, Laos, dan Filipina berkumpul untuk sebuah program pertukaran pembelajaran. Acara yang awalnya hanya pertukaran teknis mengenai program makan di sekolah, berkembang menjadi eksplorasi mendalam tentang bagaimana sistem pendidikan dapat berjalan (atau gagal) ketika gizi tidak diintegrasikan sepenuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1541" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Para pejabat pemerintah dan organisasi masyarakat sipil melihat langsung bagaimana menu bergizi di sekolah-sekolah di Filipina terhubung dengan kebun sekolah dan pertanian lokal. Edukasi tentang kebersihan dan gizi dijalin ke dalam rutinitas harian, dan bahkan anak-anak dilibatkan dalam menentukan apa yang mereka makan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1863" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Pengalaman ini memperkuat satu pemahaman bersama: program makan di sekolah tidak bisa berkelanjutan hanya dengan kebijakan di atas kertas. Diperlukan koordinasi antar kementerian, standar yang jelas, pembiayaan yang andal, dan yang terpenting, rasa memiliki dari masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2138" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Di sisi lain, sebuah perjalanan pembelajaran serupa berlangsung di Brazil. Para pejabat senior dari sepuluh negara melihat bagaimana Brazil berhasil menanamkan gizi di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pertanian. Yang menonjol bukanlah satu program unggulan, melainkan pendekatan yang koheren: tujuan nasional yang sama, kepemimpinan politik yang kuat, dan kebijakan yang menghubungkan sekolah langsung dengan petani lokal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2600" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Kunjungan lapangan menunjukkan visi ini dalam praktik. Sekolah-sekolah mendapatkan bahan makanan segar dari sumber lokal, guru dan staf dapur bekerja sebagai satu tim pendidikan, dan anak-anak belajar kebiasaan makan sehat di samping membaca dan matematika. Hal ini membuktikan bahwa makanan di sekolah dapat meningkatkan kehadiran, hasil belajar, sekaligus mendukung ekonomi lokal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;&lt;b&gt;Pelajaran untuk Kita&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3008" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Pengalaman dari Filipina hingga Brazil ini menunjukkan sebuah pelajaran sederhana namun kuat: makanan di sekolah bukanlah program sampingan. Ini adalah platform yang terbukti dan dapat diskalakan untuk memajukan hasil pendidikan, mempromosikan kesetaraan, dan membangun sistem pangan yang tangguh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3306" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Pada Hari Pendidikan Dunia, kita diingatkan bahwa ketika didukung melalui aksi bersama dari berbagai pihak—pemerintah, masyarakat, donor, dan sektor swasta—program ini memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dan keuntungan jangka panjang bagi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCNrndmxatBQUjIBCZotCSzgRmyiyy_FGjbkZoo4WHNcnchuCMkYa5CGWx-Y9m35rJgNUtSYZvod6K-DAsiPkTutsp4yD4-zsTBOmmItxFsggbMc-LxTHQ6PgjxuzzXgWcRs9bZV8CEYWSzGyDd_Uh6227H4ViTQnJU9FrP6HrxLVF3uIg_-Edefezmf2C/s72-c/ChatGPT%20Image%2017%20Feb%202026,%2016.46.35.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Ingin Memengaruhi Seseorang? Bukan Menggurui Jawabannya, Tapi Mendengarkan</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/ingin-memengaruhi-seseorang-bukan.html</link><category>Hubungan</category><category>influensi</category><category>Komunikasi</category><category>mendengarkan</category><category>pengembangan diri</category><category>persuasi</category><category>psikologi</category><category>tips komunikasi</category><pubDate>Tue, 10 Mar 2026 16:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-5484394491906342261</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUBZd2IlJsDN_hukjcYZIczkIwMDz4y1Nht2kKNdmPxGxBX1ExAepf2O520MDBH0ct8i4OXWe3xSFyJTPIhEalvULZBH-W1py9oCv4lsAYwPyGmSo6Ngkt-w2v-zZn1Ht7PxamYvUx53t1aQp_Qoe4SoB0Fd106xmmzKbmfRZixQHmzdybNNdnSyBNgf4C/s1536/ChatGPT%20Image%2017%20Feb%202026,%2016.37.02.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="1024" data-original-width="1536" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUBZd2IlJsDN_hukjcYZIczkIwMDz4y1Nht2kKNdmPxGxBX1ExAepf2O520MDBH0ct8i4OXWe3xSFyJTPIhEalvULZBH-W1py9oCv4lsAYwPyGmSo6Ngkt-w2v-zZn1Ht7PxamYvUx53t1aQp_Qoe4SoB0Fd106xmmzKbmfRZixQHmzdybNNdnSyBNgf4C/s320/ChatGPT%20Image%2017%20Feb%202026,%2016.37.02.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="135" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Dalam hidup, kita seringkali ingin orang lain memahami dan menerima sudut pandang kita. Entah itu dengan pasangan, teman, atau rekan kerja. Ketika dihadapkan pada perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang kita anggap penting, insting pertama kita biasanya adalah berusaha sekuat tenaga mempertahankan posisi kita. Kita merasa perlu untuk menjelaskan argumen kita sejelas mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="514" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Namun, pernahkah Anda sadar bahwa semakin kuat Anda memegang pendapat, semakin sempit pula ruang percakapan yang ada? Diskusi yang seharusnya menjadi ajang eksplorasi ide berubah menjadi ajang saling melindungi ego. Begitu seseorang merasa diserang dan masuk ke mode bertahan, akan sangat sulit untuk mencapai kemajuan apa pun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="847" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Kekuatan dari Merasa Didengarkan&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="880" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Ternyata, ada cara lain yang lebih efektif. Cara tercepat untuk memengaruhi seseorang bukanlah dengan menggurui, melainkan dengan mendengarkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1024" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Sebuah studi pada tahun 2017 oleh para peneliti Guy Itzchakov, Avraham Kluger, dan Dotan Castro membuktikan hal ini. Mereka meneliti apa yang terjadi ketika seseorang merasakan pengalaman didengarkan dengan sungguh-sungguh (bukan sekadar mendengar sambil lalu).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1286" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Hasilnya luar biasa. Partisipan yang merasa benar-benar didengarkan menjadi jauh lebih tidak defensif. Mereka menunjukkan keterbukaan yang lebih besar terhadap perspektif baru dan bahkan lebih bersedia untuk mempertimbangkan kembali posisi mereka sendiri. Para peneliti menemukan bahwa didengarkan dapat mengurangi kondisi yang disebut psikolog sebagai "ekstremitas sikap". Artinya, ketika orang merasa dipahami, pandangan mereka menjadi lebih luwes, tidak kaku, dan tidak hitam-putih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1772" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Perubahan ini tidak datang dari argumen yang lebih tajam atau retorika yang lebih hebat. Perubahan ini datang dari sebuah pengalaman sederhana: merasa dipahami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1933" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Pada akhirnya, pengaruh bukanlah tentang mengalahkan seseorang dalam perdebatan. Pengaruh adalah tentang bergerak maju bersama. Dan gerak maju itu dimulai ketika orang lain merasa dimengerti oleh Anda. Memahami bukanlah sekadar basa-basi, melainkan fondasi dari setiap hubungan yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2227" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2259" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Lain kali Anda berselisih paham dengan seseorang, cobalah strategi sederhana ini:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1rem 0px; padding-inline-start: 24px;"&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Tunda argumen Anda.&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2368" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Sebelum menyampaikan pandangan Anda, coba cerminkan terlebih dahulu pandangan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Ulangi sampai mereka setuju.&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2490" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Teruslah mencoba memahami dan merefleksikan sudut pandang mereka sampai mereka berkata, "Ya, benar sekali. Itu maksud saya."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Baru sampaikan perspektif Anda.&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2654" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Hanya setelah mereka merasa dipahami, tawarkanlah sudut pandang Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2725" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Dengan begitu, Anda menciptakan ruang untuk diskusi yang produktif, bukan pertempuran yang melelahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2946" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2955" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Artikel ini diadaptasi dari buletin "1-Minute Wednesday" oleh Greg McKeown (gregmckeown.com) edisi 4 Februari 2026.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUBZd2IlJsDN_hukjcYZIczkIwMDz4y1Nht2kKNdmPxGxBX1ExAepf2O520MDBH0ct8i4OXWe3xSFyJTPIhEalvULZBH-W1py9oCv4lsAYwPyGmSo6Ngkt-w2v-zZn1Ht7PxamYvUx53t1aQp_Qoe4SoB0Fd106xmmzKbmfRZixQHmzdybNNdnSyBNgf4C/s72-c/ChatGPT%20Image%2017%20Feb%202026,%2016.37.02.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Mengupas Tuntas Obesitas: Bukan Sekadar Kurang Disiplin, Tapi Penyakit Medis yang Kompleks</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/mengupas-tuntas-obesitas-bukan-sekadar.html</link><category>Diabetes</category><category>diet sehat</category><category>endokrinologi</category><category>fakta kesehatan</category><category>gaya hidup sehat</category><category>Informasi Kapuas</category><category>Kesehatan</category><category>manajemen berat badan</category><category>Nutrisi</category><category>Obesitas</category><category>penyakit kronis</category><pubDate>Mon, 9 Mar 2026 16:21:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-9159780767201178982</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzSuPghO7yvcrXD5Kt01TZAduXsAAhyfAvZ-JqFjWxbHzUCNKbszwFAcj48lyU3MhNvBKIh2oAPxFuhERWKSygwh-De8eZUiyMNS4aIbI-BywPpEzWu1LSQiiR72qiMmC_ZWCY2Yzo8Dsxf4plTOw4gktGyeDJ79w65p7aD8RbTr-S4Odlttgv8KaeTfb3/s1408/image_1771320372820726.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="768" data-original-width="1408" height="175" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzSuPghO7yvcrXD5Kt01TZAduXsAAhyfAvZ-JqFjWxbHzUCNKbszwFAcj48lyU3MhNvBKIh2oAPxFuhERWKSygwh-De8eZUiyMNS4aIbI-BywPpEzWu1LSQiiR72qiMmC_ZWCY2Yzo8Dsxf4plTOw4gktGyeDJ79w65p7aD8RbTr-S4Odlttgv8KaeTfb3/s320/image_1771320372820726.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="274" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Banyak orang masih percaya bahwa obesitas adalah cerminan dari kemalasan, kurangnya kemauan keras, atau pilihan gaya hidup yang buruk. Namun, anggapan tersebut keliru dan sudah ketinggalan zaman. Sejak tahun 2013, komunitas medis global, melalui American Medical Association, telah secara resmi mengakui obesitas sebagai sebuah penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="612" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Ini bukan sekadar masalah berat badan, melainkan sebuah kondisi medis kronis yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, layaknya diabetes atau penyakit jantung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Obesitas Adalah Penyakit Multifaktorial&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="831" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Menurut para ahli, termasuk Dr. Victoria Buhari dari PARI's Wellness and Diabetes Center, obesitas bersifat kronis, progresif, dapat kambuh, namun bisa diobati dan bersifat multifaktorial. Artinya, kondisi ini disebabkan oleh interaksi rumit dari berbagai faktor, di antaranya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1rem 0px; padding-inline-start: 24px;"&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Biologis:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1126" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Faktor genetika, ketidakseimbangan hormon seperti&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;ghrelin&lt;/em&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1186" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;(hormon pemicu lapar) dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;leptin&lt;/em&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1221" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;(hormon pemicu kenyang), serta resistensi insulin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Perilaku:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1289" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Pola makan tinggi makanan olahan, kurangnya aktivitas fisik, kualitas tidur yang buruk, dan kebiasaan makan akibat stres.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Lingkungan dan Sosial:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1441" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Sulitnya akses terhadap makanan sehat (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;food deserts&lt;/em&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1495" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;), lingkungan yang tidak aman untuk beraktivitas fisik, dan pekerjaan yang menuntut untuk terus duduk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Ekonomi dan Psikologis:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1628" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Pendapatan rendah, stres kronis, trauma, dan kondisi kesehatan mental lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1708" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Memahami hal ini penting untuk menggeser pola pikir dari "menyalahkan individu" menjadi "mencari solusi komprehensif".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Bahaya di Balik Angka Timbangan dan Manfaat Penurunan Berat Badan&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1902" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Obesitas sering kali diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), di mana angka di atas 30 masuk kategori obesitas. Namun, IMT memiliki keterbatasan karena tidak bisa membedakan antara massa lemak dan otot. Pengukuran lain seperti lingkar pinggang juga penting untuk melihat penumpukan lemak visceral (lemak di sekitar organ) yang sangat berisiko bagi kesehatan metabolik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2275" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Kabar baiknya, penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan yang terukur dapat memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1rem 0px; padding-inline-start: 24px;"&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Turun 5%:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2422" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Terjadi perbaikan pada kontrol gula darah, tekanan darah, dan profil lemak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Turun 10-15%:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2519" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Risiko penyakit kardiovaskular menurun, kemungkinan remisi diabetes tipe 2 meningkat, dan perbaikan pada penyakit hati berlemak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2649" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Tujuannya bukanlah mencapai "berat badan ideal" yang tidak realistis, tetapi mencapai penurunan berat badan yang cukup untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Empat Pilar Penanganan Obesitas Modern&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2865" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Penanganan obesitas tidak bisa dilakukan hanya dengan "makan lebih sedikit, lebih banyak bergerak". Perlu pendekatan holistik yang berpusat pada pasien dan melibatkan tim multidisiplin. Ada empat pilar utama dalam pengobatan obesitas:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1rem 0px; padding-inline-start: 24px;"&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Nutrisi:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3116" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Fokus pada rencana makan yang dipersonalisasi untuk menciptakan defisit kalori, disesuaikan dengan budaya dan gaya hidup pasien. Tidak ada satu diet yang cocok untuk semua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Aktivitas Fisik:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3313" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Rekomendasi dasarnya adalah minimal 150 menit aktivitas intensitas sedang (seperti jalan cepat atau bersepeda santai) atau 75 menit aktivitas intensitas berat per minggu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Modifikasi Perilaku:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3512" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Membangun kebiasaan yang berkelanjutan, memantau kemajuan diri, mengenali pemicu, dan belajar strategi untuk mencegah kambuh. Ini adalah fondasi dari perubahan jangka panjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Intervensi Medis:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3713" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Untuk individu dengan IMT di atas 30 (atau di atas 27 dengan penyakit penyerta), obat-obatan atau operasi bariatrik bisa menjadi pilihan. Pengobatan modern seperti&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;semaglutide&lt;/em&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3891" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;terzepatide&lt;/em&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3909" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;terbukti sangat efektif dalam membantu penurunan berat badan yang signifikan. Penting untuk diingat, ini adalah alat bantu yang harus dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Hentikan Stigma, Mulai Berempati&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4130" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Salah satu penghalang terbesar dalam penanganan obesitas adalah stigma dan bias, bahkan di lingkungan medis. Menganggap semua gejala penyakit disebabkan oleh berat badan atau menggunakan bahasa yang menyalahkan hanya akan membuat pasien menghindari perawatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4390" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Obesitas adalah perjalanan seumur hidup. Menghentikan pengobatan sering kali menyebabkan berat badan kembali naik, bukan karena kegagalan individu, tetapi karena sifat kronis dari penyakit ini. Oleh karena itu, dukungan, pemahaman, dan perawatan yang berempati adalah kunci.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4680" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Memahami obesitas sebagai penyakit medis yang kompleks adalah langkah pertama untuk menanganinya secara efektif. Ini bukan tentang kurangnya disiplin, melainkan tentang biologi, lingkungan, dan psikologi yang rumit. Dengan pendekatan yang holistik, berbasis bukti, dan penuh empati, kita dapat membantu individu yang hidup dengan obesitas untuk mencapai kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="background-color: white; border-color: rgb(242, 242, 242); border-style: solid; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1.5rem 0px;" /&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;&lt;b&gt;Sumber Artikel:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5102" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Diadaptasi dari sesi "The Impact of Obesity" yang dibawakan oleh Dr. Victoria Buhari, seorang dokter spesialis endokrinologi, kedokteran obesitas, dan kedokteran gaya hidup. Sesi ini diselenggarakan oleh Asosiasi Obesitas, sebuah divisi dari Asosiasi Diabetes Amerika, dengan dukungan hibah pendidikan dari Novo Nordisk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzSuPghO7yvcrXD5Kt01TZAduXsAAhyfAvZ-JqFjWxbHzUCNKbszwFAcj48lyU3MhNvBKIh2oAPxFuhERWKSygwh-De8eZUiyMNS4aIbI-BywPpEzWu1LSQiiR72qiMmC_ZWCY2Yzo8Dsxf4plTOw4gktGyeDJ79w65p7aD8RbTr-S4Odlttgv8KaeTfb3/s72-c/image_1771320372820726.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Layanan Kesehatan Gratis MPKU PDM Kapuas Layani 23 Peserta di Akhir Pekan</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/layanan-kesehatan-gratis-mpku-pdm.html</link><category>Aksi Sosial</category><category>Kapuas</category><category>kesehatan gratis</category><category>Layanan Kesehatan</category><category>MPKU Kapuas</category><category>Muhammadiyah</category><category>PDM Kapuas</category><category>Pemeriksaan Kesehatan</category><category>Pengobatan Gratis</category><category>PHBS</category><category>skrining kesehatan</category><pubDate>Mon, 9 Mar 2026 04:09:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-3794620223411823</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_QQxGbBWESqSZ72hyphenhyphenFu3wUcqwkbLW3m0Ccks5_A804fNSm5yRLp-E_ArovLlSy-mz2nXA12jhsVPRGnsqLFD3eIIUhJBg7hNnWnKWoyv8G9DhBnvaRYeRcKyUvd_c5zbYehL_ktKF72TufouHFZZHW8qhMaZGXKoCUwbI9kY9KXJdFsJd7MXcqZrpzlxG/s4080/1000641335.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="3072" data-original-width="4080" height="241" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_QQxGbBWESqSZ72hyphenhyphenFu3wUcqwkbLW3m0Ccks5_A804fNSm5yRLp-E_ArovLlSy-mz2nXA12jhsVPRGnsqLFD3eIIUhJBg7hNnWnKWoyv8G9DhBnvaRYeRcKyUvd_c5zbYehL_ktKF72TufouHFZZHW8qhMaZGXKoCUwbI9kY9KXJdFsJd7MXcqZrpzlxG/s320/1000641335.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;​&lt;b&gt;KUALA KAPUAS&lt;/b&gt;&amp;nbsp;– Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas kembali menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pada hari Minggu (8/3/2026), MPKU menggelar aksi sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari program rutin organisasi untuk memberikan akses layanan kesehatan yang cepat dan tepat bagi warga di wilayah Kapuas.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;​Tercatat sebanyak&amp;nbsp;&lt;b&gt;23 orang peserta&lt;/b&gt;&amp;nbsp;antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan yang disediakan oleh panitia sejak pagi hari. Para peserta yang hadir mendapatkan layanan skrining kesehatan lengkap, mulai dari pengecekan Gula Darah Sewaktu (GDS), pemeriksaan kadar asam urat, hingga pemantauan kolesterol. Prosedur ini dilakukan guna mendeteksi dini risiko penyakit tidak menular yang sering kali terabaikan dalam rutinitas sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipHD6klhlCIHT3-LnSiStX8hTvoyk2RmENJO0DbNsvhu2hT_1WObX9UGLLBRJ950MEm0aWmnclzL2x2i0NELFFITJ9ho4jcXM23-k25nQmChZ9rB2LtimzWfIuQVFPpssbJB7JB74qwSx8eBJD-HCBR9UGWjqSxpuQ9w1ToycScZ81dj71J3uu_rD1Knh8/s4080/1000641406.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="3072" data-original-width="4080" height="241" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipHD6klhlCIHT3-LnSiStX8hTvoyk2RmENJO0DbNsvhu2hT_1WObX9UGLLBRJ950MEm0aWmnclzL2x2i0NELFFITJ9ho4jcXM23-k25nQmChZ9rB2LtimzWfIuQVFPpssbJB7JB74qwSx8eBJD-HCBR9UGWjqSxpuQ9w1ToycScZ81dj71J3uu_rD1Knh8/s320/1000641406.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;​Selain pemeriksaan laboratorium sederhana, kegiatan ini juga memfasilitasi layanan konsultasi medis dan pengobatan tanpa biaya. Setelah hasil pemeriksaan keluar, ke-23 peserta tersebut berkesempatan berkonsultasi langsung mengenai keluhan kesehatan mereka. Tim medis kemudian memberikan terapi obat-obatan secara selektif sesuai dengan diagnosis fisik untuk memastikan penanganan awal yang efektif bagi setiap warga.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;​Pihak MPKU PDM Kapuas menyampaikan bahwa kehadiran 23 peserta ini mencerminkan kesadaran masyarakat yang mulai tumbuh terhadap pentingnya kontrol kesehatan berkala. Dengan adanya layanan jemput bola seperti ini, kendala jarak dan biaya yang sering menjadi hambatan warga untuk memeriksakan diri dapat diminimalisir. Sinergi antara tenaga medis dan relawan menjadi kunci kelancaran agenda kemanusiaan yang berlangsung tertib ini.&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWJD0Ukuz-v3PZM3vZY6X30qZStLpO_2gW3jD6tdNeo4qLPxV8lY8zA22D0uWka5XyaoRjQqPofwSbc5u0edT3h-DS_Q6m7Hro33RDo6wBXyCWnaWSwzg1OeDaeYSjXhAqmlgi_TfsQanHI6MyfaUqVqJ36YSEdSujUzTvniO_qZlVE7KKklEe8fJrqA8X/s4080/1000641336.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="3072" data-original-width="4080" height="241" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWJD0Ukuz-v3PZM3vZY6X30qZStLpO_2gW3jD6tdNeo4qLPxV8lY8zA22D0uWka5XyaoRjQqPofwSbc5u0edT3h-DS_Q6m7Hro33RDo6wBXyCWnaWSwzg1OeDaeYSjXhAqmlgi_TfsQanHI6MyfaUqVqJ36YSEdSujUzTvniO_qZlVE7KKklEe8fJrqA8X/s320/1000641336.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;"&gt;​Kegiatan ditutup dengan pemberian edukasi singkat mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar hasil pemeriksaan hari ini dapat ditindaklanjuti dengan perubahan gaya hidup yang lebih baik. MPKU PDM Kapuas berharap aksi sosial ini memberikan dampak positif bagi kesehatan jangka panjang warga Kapuas. Kedepannya, program serupa direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai titik lokasi strategis lainnya.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_QQxGbBWESqSZ72hyphenhyphenFu3wUcqwkbLW3m0Ccks5_A804fNSm5yRLp-E_ArovLlSy-mz2nXA12jhsVPRGnsqLFD3eIIUhJBg7hNnWnKWoyv8G9DhBnvaRYeRcKyUvd_c5zbYehL_ktKF72TufouHFZZHW8qhMaZGXKoCUwbI9kY9KXJdFsJd7MXcqZrpzlxG/s72-c/1000641335.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Seni Ibadah: Panduan Memaksimalkan Malam-Malam Ramadan Anda</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/seni-ibadah-panduan-memaksimalkan-malam.html</link><category>Doa</category><category>Ibadah</category><category>islam</category><category>Muhasabah</category><category>Ramadan</category><category>Sabar</category><category>Spiritualitas</category><category>Syukur</category><category>Taubat</category><category>Tips Ramadan</category><category>Yaqeen Institute</category><category>Zikir</category><pubDate>Sun, 8 Mar 2026 22:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-5335863715638762526</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUcp9LozH_tYcqR5bN_fFa8zA6SC2vAL8WpV_EKM3mgbv4f0xAzZBOnrcdEcrvgqErDao8uvHBGhxCmyWJcj9_0ldj5ji0ozV6nCtdRWSMTQJB7Qhyloo0eAl6nC5UzGZgCtRGM_7JyawerNR3B1EgAtNqY7mvHn503Y0u0H5Tn18uW8uH-rEWuYB4DeXG/s1408/image_1771254311412024.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="768" data-original-width="1408" height="175" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUcp9LozH_tYcqR5bN_fFa8zA6SC2vAL8WpV_EKM3mgbv4f0xAzZBOnrcdEcrvgqErDao8uvHBGhxCmyWJcj9_0ldj5ji0ozV6nCtdRWSMTQJB7Qhyloo0eAl6nC5UzGZgCtRGM_7JyawerNR3B1EgAtNqY7mvHn503Y0u0H5Tn18uW8uH-rEWuYB4DeXG/s320/image_1771254311412024.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="305" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Bulan Ramadan adalah anugerah, dan malam-malamnya adalah waktu yang paling berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, sering kali kita bingung harus mulai dari mana. Ibadah bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah seni yang perlu dipelajari agar setiap detiknya terasa indah dan bermakna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="609" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Berdasarkan tulisan Dr. Ovamir Anjum dari Yaqeen Institute, ada lima langkah sederhana namun mendalam yang bisa kita tempuh untuk menguasai seni beribadah, terutama di malam-malam suci Ramadan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: 500; line-height: 24px;"&gt;1. Zikir (Mengingat Allah)&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="839" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Langkah pertama adalah fokus memuji Allah tanpa memikirkan hal lain. Kuncinya bukan hanya mengucap, tetapi juga merasakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1rem 0px; padding-inline-start: 24px;"&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Mulai dengan yang paling dasar:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1001" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Ucapkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;code class="inline-code" style="background-color: #f0f4f9; border-color: rgb(242, 242, 242); border-radius: 0.25rem; border-width: 0.5px; font-family: &amp;quot;Google Sans Mono&amp;quot;, monospace; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; padding: 0.1rem 0.25rem;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1011" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Lā ilāha illā Allāh&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1035" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;(Tiada Tuhan selain Allah) berulang kali hingga lisan dan hati Anda menyatu dengannya. Rasakan bahwa kalimat ini adalah pondasi dari segala sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Lanjutkan dengan kalimat terbaik:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1221" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Perbanyak membaca&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;code class="inline-code" style="background-color: #f0f4f9; border-color: rgb(242, 242, 242); border-radius: 0.25rem; border-width: 0.5px; font-family: &amp;quot;Google Sans Mono&amp;quot;, monospace; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; padding: 0.1rem 0.25rem;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1241" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Subhān Allāh&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1256" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;(Maha Suci Allah),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;code class="inline-code" style="background-color: #f0f4f9; border-color: rgb(242, 242, 242); border-radius: 0.25rem; border-width: 0.5px; font-family: &amp;quot;Google Sans Mono&amp;quot;, monospace; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; padding: 0.1rem 0.25rem;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1277" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Alhamdu lillāh&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1293" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;(Segala puji bagi Allah), dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;code class="inline-code" style="background-color: #f0f4f9; border-color: rgb(242, 242, 242); border-radius: 0.25rem; border-width: 0.5px; font-family: &amp;quot;Google Sans Mono&amp;quot;, monospace; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; padding: 0.1rem 0.25rem;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1325" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Allāhu akbar&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1339" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;(Allah Maha Besar). Saat mengucapkannya, coba kaitkan dengan satu nikmat spesifik yang Anda rasakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Renungkan Nama-Nama-Nya:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1468" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Baca ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang indah, seperti beberapa ayat terakhir dari Surah Al-Hashr.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: 500; line-height: 24px;"&gt;2. Syukur dan Sabar&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1636" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik... Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, dan itu baik baginya." (HR. Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1880" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Syukur dan sabar adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1rem 0px; padding-inline-start: 24px;"&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Syukur:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1959" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Bukan hanya mengucapkan "Alhamdulillah," tetapi benar-benar merasa bahagia dan cukup dengan apa yang telah Allah berikan. Rasa syukur ini adalah jantungnya ibadah. Ingatlah, "Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Sabar:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2239" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Adalah keteguhan saat menghadapi ujian. Saat kita bersabar, hubungkan kesedihan sementara dengan pahala abadi yang dijanjikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2367" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Seorang hamba yang bijak akan selalu berada di antara syukur dan sabar dalam setiap keadaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: 500; line-height: 24px;"&gt;3. Muhasabah (Introspeksi Diri)&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2501" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Langkah ini adalah tentang melihat ke dalam diri sendiri: dosa, kekurangan, dan kebiasaan buruk yang sering kita lupakan. Untuk melakukan muhasabah yang efektif, kita perlu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1rem 0px; padding-inline-start: 24px;"&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Cahaya Kebijaksanaan:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2703" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Sadari bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Prasangka Buruk pada Diri Sendiri:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2802" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Jangan mudah terbuai pujian orang lain. Selalu merasa diri ini kurang dan perlu perbaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Bisa Membedakan Nikmat dan Azab:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2933" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Jangan tertipu oleh kesenangan duniawi, karena bisa jadi itu adalah ujian yang melalaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3025" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Bayangkan saat Anda berdoa, di sebelah kanan Anda ada gunung nikmat dari Allah, dan di sebelah kiri ada gunung dosa Anda. Semakin jelas Anda melihat keduanya, semakin dalam rasa khusyuk Anda di hadapan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: 500; line-height: 24px;"&gt;4. Taubat (Kembali kepada Allah)&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3274" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Taubat adalah stasiun terpenting dalam perjalanan menuju Allah. Taubat yang tulus memiliki beberapa komponen:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1rem 0px; padding-inline-start: 24px;"&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Berpaling&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3400" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;dari dosa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Menyesali&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3428" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;perbuatan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Mengakui&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3464" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;kesalahan tanpa mencari-cari alasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Berkomitmen&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3520" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;di dalam hati untuk tidak mengulanginya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3567" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Doa terbaik untuk memohon ampunan adalah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;Sayyid al-Istighfar&lt;/em&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3629" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;(Raja Istigfar):&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;code class="inline-code" style="background-color: #f0f4f9; border-color: rgb(242, 242, 242); border-radius: 0.25rem; border-width: 0.5px; font-family: &amp;quot;Google Sans Mono&amp;quot;, monospace; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; padding: 0.1rem 0.25rem;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3648" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Allāhumma anta Rabbī lā ilāha illā Anta khalaqtanī wa-anā 'abduka, wa-anā 'alā 'ahdika wa-wa'dika mā istaṭa'tu, A'ūdhu bika min sharri mā ṣana'tu, abū'u laka bi-ni'matika 'alayya, wa-abū'u laka bi-dhanbī faghfir lī fa-innahu lā yaghfiru al-dhunūba illā anta.&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3908" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tiada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui dosaku kepada-Mu. Maka, ampunilah aku, karena tiada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: 500; line-height: 24px;"&gt;5. Mahabbah (Mencintai Allah)&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4316" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Cinta adalah puncak dan buah dari keempat langkah sebelumnya. Imam Ibn al-Qayyim menggambarkannya dengan indah: "Hati dalam perjalanannya menuju Allah adalah seperti seekor burung. Cinta adalah kepalanya, sedangkan harapan dan rasa takut adalah kedua sayapnya."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4578" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Cinta sejati kepada Allah dibuktikan dengan tindakan, yaitu dengan mengikuti jejak Rasulullah SAW. Cinta ini tidak menghapus rasa takut akan azab-Nya atau harapan akan surga-Nya, melainkan menyatukan semuanya dalam sebuah ibadah yang utuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 0.75rem; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; font-weight: 500; line-height: 24px;"&gt;Kesimpulan: Langkah Praktis Menghidupkan Malam Ramadan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;ol style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1rem 0px; padding-inline-start: 24px;"&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Sucikan Diri &amp;amp; Fokus:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4910" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Sisihkan beberapa jam khusus untuk beribadah. Jauhi media sosial, telepon, dan obrolan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Kualitas &amp;gt; Kuantitas:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5027" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Dua rakaat salat yang khusyuk lebih baik daripada salat semalam suntuk dengan hati yang lalai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Rasakan Syukur:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5145" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Pikirkan nikmat Allah satu per satu: keluarga, kesehatan, iman, dan seluruh ciptaan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Baca Al-Qur'an dengan Hati:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5269" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Baca surah yang Anda pahami artinya (misalnya Surah Ar-Rahman) dan cobalah merespons setiap ayatnya di dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Sabar dalam Beribadah:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5414" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Mempertahankan fokus selama beberapa jam membutuhkan kesabaran luar biasa, tetapi hasilnya sepadan dengan keabadian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5532" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Semoga panduan ini membantu kita semua dalam menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah yang lebih berkualitas dan bermakna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="background-color: white; border-color: rgb(242, 242, 242); border-style: solid; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1.5rem 0px;" /&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Sumber Artikel:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5684" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Diadaptasi dan diterjemahkan dari&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;"The Art of Worship: How to Make the Most of Ramadan Nights"&lt;/em&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5780" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;oleh Dr. Ovamir Anjum, Yaqeen Institute for Islamic Research.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUcp9LozH_tYcqR5bN_fFa8zA6SC2vAL8WpV_EKM3mgbv4f0xAzZBOnrcdEcrvgqErDao8uvHBGhxCmyWJcj9_0ldj5ji0ozV6nCtdRWSMTQJB7Qhyloo0eAl6nC5UzGZgCtRGM_7JyawerNR3B1EgAtNqY7mvHn503Y0u0H5Tn18uW8uH-rEWuYB4DeXG/s72-c/image_1771254311412024.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Ingin Hubungan Lebih Bermakna? Coba Lokakarya Praktis dari Pakar Stanford Ini</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/ingin-hubungan-lebih-bermakna-coba.html</link><category>BJ Fogg</category><category>Hubungan</category><category>Kesehatan</category><category>kesehatan mental</category><category>Komunikasi</category><category>Koneksi Sosial</category><category>pengembangan diri</category><category>Pertemanan</category><category>Stanford</category><category>Tips</category><pubDate>Sat, 7 Mar 2026 21:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-8652435642741142814</guid><description>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" class="BLOG_video_class" height="266" src="https://www.youtube.com/embed/33VwchkNRBo" width="320" youtube-src-id="33VwchkNRBo"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px;"&gt;Apakah Anda pernah merasa hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda terasa kurang dalam? Atau mungkin Anda rindu untuk kembali terhubung dengan teman-teman lama yang entah bagaimana perlahan menghilang dari radar? Di zaman yang serba digital ini, banyak dari kita merasakan tantangan yang sama dalam menjaga koneksi sosial yang otentik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="527" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Baru-baru ini, Stanford Lifestyle Medicine mengadakan sebuah lokakarya daring yang sangat relevan, dibawakan oleh dua pakar di bidang ilmu perilaku dan kesehatan sosial, Steven Crane, MS, dan BJ Fogg, PhD. Mereka tidak hanya membahas mengapa kita merasa semakin terisolasi, tetapi juga memberikan serangkaian kiat dan aktivitas praktis yang bisa langsung kita coba untuk memperkuat hubungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="919" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Artikel ini merangkum wawasan dan metode-metode berharga dari lokakarya tersebut, disajikan dalam bahasa yang mudah dimengerti agar kita semua bisa mulai membangun kembali hubungan yang lebih sehat dan bermakna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="background-color: white; border-color: rgb(242, 242, 242); border-style: solid; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1.5rem 0px;" /&gt;&lt;h3 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 0.75rem; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1139" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Mengapa Koneksi Sosial Kita Melemah? Awal Mula dari Sebuah Walkman&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1206" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;BJ Fogg membuka dengan sebuah pertanyaan menarik: teknologi apa yang pertama kali merusak hubungan sosial kita? Jawabannya mungkin mengejutkan. Bukan ponsel atau Facebook, melainkan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Sony Walkman&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1404" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;yang muncul pada tahun 1979.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1434" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Sebelum Walkman, musik seringkali menjadi aktivitas komunal. Orang mendengarkan musik bersama atau bahkan memainkannya bersama. Namun, dengan hadirnya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;headphone&lt;/em&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1596" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;dan pemutar kaset portabel, orang mulai bisa berada di tengah keramaian namun secara sosial "tidak tersedia". Kebiasaan ini terus berlanjut hingga hari ini, di mana kita sering melihat orang-orang di sekitar kita (atau bahkan diri kita sendiri) asyik dengan gawainya masing-masing, seolah membangun dinding tak kasat mata dari interaksi sosial spontan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="background-color: white; border-color: rgb(242, 242, 242); border-style: solid; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1.5rem 0px;" /&gt;&lt;h3 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 0.75rem; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1958" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Gawatnya Isolasi Sosial: Apa Kata Riset?&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1999" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Steven Crane memaparkan data yang cukup mengkhawatirkan dari riset terbaru di Amerika Serikat mengenai kondisi koneksi sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ucs-markdown-table class="hide-table-actions" encodedtablecmarknode="[24,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[26,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[25,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[12,null,null,null,&amp;quot;Temuan Kunci dari Riset&amp;quot;,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[27,3,27,25]]],null,null,null,[27,2,27,26]],[25,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[12,null,null,null,&amp;quot;Penjelasan Singkat&amp;quot;,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[27,29,27,46]]],null,null,null,[27,28,27,47]]],null,null,null,[27,1,27,48],null,null,null,null,null,[1]],[26,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[25,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[19,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[12,null,null,null,&amp;quot;Penurunan Jaringan Sosial&amp;quot;,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[29,5,29,29]]],null,null,null,[29,3,29,31]]],null,null,null,[29,2,29,32]],[25,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[12,null,null,null,&amp;quot;Hampir 40% orang dewasa hanya memiliki dua atau kurang teman dekat. Angka ini meningkat drastis dibandingkan tahun 1990-an di mana hanya 16% yang berada di kategori ini.&amp;quot;,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[29,35,29,203]]],null,null,null,[29,34,29,204]]],null,null,null,[29,1,29,205],null,null,null,null,null,[0]],[26,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[25,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[19,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[12,null,null,null,&amp;quot;Kesepian Melanda Usia Muda&amp;quot;,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[30,5,30,30]]],null,null,null,[30,3,30,32]]],null,null,null,[30,2,30,33]],[25,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[12,null,null,null,&amp;quot;Bertentangan dengan anggapan umum, kaum muda (18-34 tahun) justru melaporkan tingkat kesepian tertinggi (53%) dibandingkan lansia 65+ (28%).&amp;quot;,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[30,36,30,175]]],null,null,null,[30,35,30,176]]],null,null,null,[30,1,30,177],null,null,null,null,null,[0]],[26,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[25,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[19,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[12,null,null,null,&amp;quot;Partisipasi Komunitas Rendah&amp;quot;,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[31,5,31,32]]],null,null,null,[31,3,31,34]]],null,null,null,[31,2,31,34]],[25,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[[12,null,null,null,&amp;quot;Lebih dari separuh orang dewasa jarang atau tidak pernah berpartisipasi dalam kegiatan komunitas, klub, atau menjadi relawan.&amp;quot;,null,null,null,null,null,null,null,null,null,[31,37,31,161]]],null,null,null,[31,36,31,162]]],null,null,null,[31,1,31,163],null,null,null,null,null,[0]]],null,null,null,[27,1,31,163],null,null,null,null,[[0,0]]]" next-gen="" spk2="" style="--md-menu-item-label-text-size: 0.875rem; --md-menu-item-label-text-weight: 500; -webkit-box-direction: normal; -webkit-box-orient: vertical; background-color: white; color: #1f1f1f; display: flex; flex-direction: column; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 16px 0px; width: 708px;"&gt;&lt;ucs-export-status next-gen="" spk2="" style="display: block;"&gt;&lt;/ucs-export-status&gt;&lt;slot style="display: block; width: 708px;"&gt;&lt;table style="border-collapse: collapse; margin: 0px; table-layout: auto; width: 708px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;th class="align-left" style="background-color: transparent; border-bottom: 0.666667px solid rgb(225, 227, 225); color: #1f1f1f; font-weight: 500; min-height: 40px; padding-inline-start: 0px; padding: 8px; position: relative; text-align: start; top: 0px; vertical-align: top; z-index: 9;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2128" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Temuan Kunci dari Riset&lt;/span&gt;&lt;/th&gt;&lt;th class="align-left" style="background-color: transparent; border-bottom: 0.666667px solid rgb(225, 227, 225); color: #1f1f1f; font-weight: 500; min-height: 40px; padding-inline-end: 0px; padding: 8px; position: relative; text-align: start; top: 0px; vertical-align: top; z-index: 9;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2154" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Penjelasan Singkat&lt;/span&gt;&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="align-left" style="border-bottom: 0.666667px solid rgb(225, 227, 225); color: #1f1f1f; min-height: 40px; padding-inline-start: 0px; padding: 8px; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Penurunan Jaringan Sosial&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="align-left" style="border-bottom: 0.666667px solid rgb(225, 227, 225); color: #1f1f1f; min-height: 40px; padding-inline-end: 0px; padding: 8px; vertical-align: top;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2223" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Hampir 40% orang dewasa hanya memiliki dua atau kurang teman dekat. Angka ini meningkat drastis dibandingkan tahun 1990-an di mana hanya 16% yang berada di kategori ini.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="align-left" style="border-bottom: 0.666667px solid rgb(225, 227, 225); color: #1f1f1f; min-height: 40px; padding-inline-start: 0px; padding: 8px; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Kesepian Melanda Usia Muda&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="align-left" style="border-bottom: 0.666667px solid rgb(225, 227, 225); color: #1f1f1f; min-height: 40px; padding-inline-end: 0px; padding: 8px; vertical-align: top;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2429" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Bertentangan dengan anggapan umum, kaum muda (18-34 tahun) justru melaporkan tingkat kesepian tertinggi (53%) dibandingkan lansia 65+ (28%).&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="align-left" style="border-bottom: 0px; color: #1f1f1f; min-height: 40px; padding-inline-start: 0px; padding: 8px; vertical-align: top;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Partisipasi Komunitas Rendah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="align-left" style="border-bottom: 0px; color: #1f1f1f; min-height: 40px; padding-inline-end: 0px; padding: 8px; vertical-align: top;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2607" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Lebih dari separuh orang dewasa jarang atau tidak pernah berpartisipasi dalam kegiatan komunitas, klub, atau menjadi relawan.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/slot&gt;&lt;div class="table-actions" style="-webkit-box-direction: normal; -webkit-box-orient: horizontal; -webkit-box-pack: justify; display: flex; flex-direction: row; justify-content: space-between; position: sticky;"&gt;&lt;md-icon-button id="copy-button" style="--_container-height: 0; --_container-shape-end-end: 0; --_container-shape-end-start: 0; --_container-shape-start-end: 0; --_container-shape-start-start: 0; --_container-width: 0; --_disabled-icon-color: #1f1f1f; --_disabled-icon-opacity: 0.38; --_focus-icon-color: #444746; --_hover-icon-color: #444746; --_hover-state-layer-color: #444746; --_hover-state-layer-opacity: 0.08; --_icon-color: #444746; --_icon-size: 24px; --_pressed-icon-color: #444746; --_pressed-state-layer-color: #444746; --_pressed-state-layer-opacity: 0.12; --_selected-focus-icon-color: #0b57d0; --_selected-hover-icon-color: #0b57d0; --_selected-hover-state-layer-color: #0b57d0; --_selected-hover-state-layer-opacity: 0.08; --_selected-icon-color: #0b57d0; --_selected-pressed-icon-color: #0b57d0; --_selected-pressed-state-layer-color: #0b57d0; --_selected-pressed-state-layer-opacity: 0.12; --_state-layer-height: 40px; --_state-layer-shape: 9999px; --_state-layer-width: 40px; -webkit-tap-highlight-color: transparent; display: inline-flex; height: 40px; justify-content: center; outline: none; width: 40px;" value=""&gt;&lt;button class="icon-button  standard " id="button" style="--md-ripple-hover-color: #444746; --md-ripple-hover-opacity: 0.08; --md-ripple-pressed-color: #444746; --md-ripple-pressed-opacity: 0.12; background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; border-color: initial; border-end-end-radius: 0px; border-end-start-radius: 0px; border-start-end-radius: 0px; border-start-start-radius: 0px; border-style: none; border-width: initial; color: #444746; cursor: pointer; display: flex; flex: 1 1 0%; outline: none; padding: 0px; place-content: center; place-items: center; position: relative; user-select: none; z-index: 0;"&gt;&lt;md-ripple aria-hidden="true" style="border-end-end-radius: 0px; border-end-start-radius: 0px; border-radius: 9999px; border-start-end-radius: 0px; border-start-start-radius: 0px; display: flex; inset: 0px; margin: auto; overflow: hidden; pointer-events: none; position: absolute; z-index: -1;"&gt;&lt;/md-ripple&gt;&lt;span class="icon" style="display: inline-flex;"&gt;&lt;slot&gt;&lt;md-icon aria-hidden="true" style="-webkit-font-smoothing: antialiased; display: inline-flex; flex-shrink: 0; font-family: &amp;quot;Google Symbols&amp;quot;; font-size: 24px; font-variation-settings: &amp;quot;wght&amp;quot; 400, &amp;quot;ROND&amp;quot; 100; font-weight: inherit; height: 24px; line-height: 1; overflow-wrap: normal; overflow: hidden; place-content: center; place-items: center; text-rendering: optimizelegibility; text-wrap-mode: nowrap; user-select: none; width: 24px;"&gt;&lt;slot&gt;&lt;/slot&gt;&lt;/md-icon&gt;&lt;/slot&gt;&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&lt;/md-icon-button&gt;&amp;nbsp;&lt;md-icon-button id="download-button" style="--_container-height: 0; --_container-shape-end-end: 0; --_container-shape-end-start: 0; --_container-shape-start-end: 0; --_container-shape-start-start: 0; --_container-width: 0; --_disabled-icon-color: #1f1f1f; --_disabled-icon-opacity: 0.38; --_focus-icon-color: #444746; --_hover-icon-color: #444746; --_hover-state-layer-color: #444746; --_hover-state-layer-opacity: 0.08; --_icon-color: #444746; --_icon-size: 24px; --_pressed-icon-color: #444746; --_pressed-state-layer-color: #444746; --_pressed-state-layer-opacity: 0.12; --_selected-focus-icon-color: #0b57d0; --_selected-hover-icon-color: #0b57d0; --_selected-hover-state-layer-color: #0b57d0; --_selected-hover-state-layer-opacity: 0.08; --_selected-icon-color: #0b57d0; --_selected-pressed-icon-color: #0b57d0; --_selected-pressed-state-layer-color: #0b57d0; --_selected-pressed-state-layer-opacity: 0.12; --_state-layer-height: 40px; --_state-layer-shape: 9999px; --_state-layer-width: 40px; -webkit-tap-highlight-color: transparent; display: inline-flex; height: 40px; justify-content: center; outline: none; width: 40px;" value=""&gt;&lt;button class="icon-button  standard " id="button" style="--md-ripple-hover-color: #444746; --md-ripple-hover-opacity: 0.08; --md-ripple-pressed-color: #444746; --md-ripple-pressed-opacity: 0.12; background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: none; background-origin: initial; background-position: initial; background-repeat: initial; background-size: initial; border-color: initial; border-end-end-radius: 0px; border-end-start-radius: 0px; border-start-end-radius: 0px; border-start-start-radius: 0px; border-style: none; border-width: initial; color: #444746; cursor: pointer; display: flex; flex: 1 1 0%; outline: none; padding: 0px; place-content: center; place-items: center; position: relative; user-select: none; z-index: 0;"&gt;&lt;md-ripple aria-hidden="true" style="border-end-end-radius: 0px; border-end-start-radius: 0px; border-radius: 9999px; border-start-end-radius: 0px; border-start-start-radius: 0px; display: flex; inset: 0px; margin: auto; overflow: hidden; pointer-events: none; position: absolute; z-index: -1;"&gt;&lt;/md-ripple&gt;&lt;span class="icon" style="display: inline-flex;"&gt;&lt;slot&gt;&lt;md-icon aria-hidden="true" style="-webkit-font-smoothing: antialiased; display: inline-flex; flex-shrink: 0; font-family: &amp;quot;Google Symbols&amp;quot;; font-size: 24px; font-variation-settings: &amp;quot;wght&amp;quot; 400, &amp;quot;ROND&amp;quot; 100; font-weight: inherit; height: 24px; line-height: 1; overflow-wrap: normal; overflow: hidden; place-content: center; place-items: center; text-rendering: optimizelegibility; text-wrap-mode: nowrap; user-select: none; width: 24px;"&gt;&lt;slot&gt;&lt;/slot&gt;&lt;/md-icon&gt;&lt;/slot&gt;&lt;/span&gt;&lt;/button&gt;&lt;/md-icon-button&gt;&lt;md-menu anchor="copy-button" aria-hidden="true" positioning="popover" quick="" style="--md-elevation-level: 2; --md-elevation-shadow-color: #000; color: unset; display: contents; min-width: 112px;"&gt;&lt;/md-menu&gt;&lt;md-menu anchor="download-button" aria-hidden="true" positioning="popover" quick="" style="--md-elevation-level: 2; --md-elevation-shadow-color: #000; color: unset; display: contents; min-width: 112px;"&gt;&lt;/md-menu&gt;&lt;/div&gt;&lt;/ucs-markdown-table&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2735" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Meskipun data ini menunjukkan tren yang suram, ada secercah harapan. Mayoritas orang (sekitar 62%) mengaku cukup puas dengan hubungan yang mereka miliki saat ini, dan sebagian besar merasa menjadi bagian dari komunitas lokal mereka. Ini menunjukkan bahwa meskipun kuantitas teman dekat menurun, kualitas hubungan yang ada masih sangat dihargai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3080" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Pentingnya koneksi sosial ini bukan hanya soal perasaan. Riset membuktikan bahwa kesepian dan isolasi sosial memiliki dampak buruk bagi kesehatan fisik, setara dengan merokok atau obesitas, serta meningkatkan risiko penyakit jantung, demensia, dan depresi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="background-color: white; border-color: rgb(242, 242, 242); border-style: solid; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1.5rem 0px;" /&gt;&lt;h3 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 0.75rem; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3345" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;3 Aktivitas Praktis untuk Memulai Kembali Koneksi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3395" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Lokakarya ini tidak hanya berhenti pada teori. Berikut adalah tiga aktivitas sederhana yang bisa Anda lakukan sekarang juga untuk mulai memperbaiki hubungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1rem 0px; padding-inline-start: 24px;"&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Sapa Halo Lima Gulir (Five Scroll Hello)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3605" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Buka aplikasi pesan singkat Anda (WhatsApp, SMS, dll.), gulir ke bawah sebanyak lima kali atau lebih hingga Anda menemukan nama seseorang yang sudah lama tidak Anda hubungi. Kirimkan pesan singkat dan jujur. Contohnya:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;"Hai, tiba-tiba namamu muncul pas aku lagi lihat-lihat kontak. Jadi kepikiran, gimana kabarmu sekarang?"&lt;/em&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3930" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Gerakan kecil ini bisa membuka kembali pintu komunikasi yang telah lama tertutup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Teknik Lingkar Balik (Circle Back Technique)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4069" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Ingat-ingat kembali percakapan terakhir Anda dengan teman atau keluarga. Apakah ada sesuatu yang mereka ceritakan? Mungkin tentang wawancara kerja, proyek yang sedang dikerjakan, atau rencana liburan. Catat di kalender Anda untuk menanyakannya kembali di kemudian hari. Contoh:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;"Gimana hasil wawancara kerjamu minggu lalu?"&lt;/em&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4394" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Ini menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan dan peduli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Tiru Sang Ahli Hubungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4494" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Pikirkan satu orang dalam hidup Anda yang sangat pandai dalam menjalin dan menjaga hubungan. Apa yang biasanya mereka lakukan? Mungkin mereka selalu ingat ulang tahun, pandai memuji, atau pendengar yang baik. Amati dan cobalah untuk meniru satu kebiasaan spesifik dari mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;hr style="background-color: white; border-color: rgb(242, 242, 242); border-style: solid; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1.5rem 0px;" /&gt;&lt;h3 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 0.75rem; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4779" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Memetakan Dunia Sosial Anda dengan "Buddy Map"&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4826" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Ini adalah alat visual yang kuat untuk memahami lanskap hubungan Anda saat ini. Bayangkan ada tiga lingkaran konsentris dengan Anda di tengahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1rem 0px; padding-inline-start: 24px;"&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Level 1 (Lingkaran Terdalam):&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5009" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Ini adalah orang-orang terdekat Anda. Mereka yang akan Anda telepon jam 2 pagi saat butuh bantuan, atau yang akan berada di sisi Anda saat krisis. Biasanya jumlahnya tidak banyak, mungkin kurang dari enam orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Level 2 (Lingkaran Tengah):&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5256" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Ini adalah teman-teman baik Anda. Orang-orang yang Anda ajak jalan-jalan atau berbagi cerita, tetapi mungkin tidak sedalam Level 1.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Level 3 (Lingkaran Terluar):&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5424" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Ini adalah para kenalan. Orang yang Anda kenal, tapi interaksinya tidak terlalu sering atau mendalam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5527" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Dengan memetakan nama-nama orang dalam hidup Anda ke dalam level-level ini, Anda akan mendapatkan kejelasan tentang siapa saja yang menjadi prioritas Anda dan di area mana Anda ingin memperkuat hubungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="background-color: white; border-color: rgb(242, 242, 242); border-style: solid; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1.5rem 0px;" /&gt;&lt;h3 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 0.75rem; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5739" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Kunci Utama: Membuat Orang Lain Merasa "Penting"&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5788" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Pada akhirnya, inti dari semua teknik ini adalah satu konsep psikologis yang fundamental:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;rasa penting (mattering)&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5906" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5908" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Menurut Steven Crane, salah satu cara paling ampuh untuk mempererat ikatan adalah dengan secara aktif menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka penting bagi Anda. Setiap kali Anda melakukan "Circle Back", mengirim pesan "thinking of you", atau sekadar mendengarkan dengan penuh perhatian, Anda sedang mengirimkan sinyal: "Kamu berarti bagiku."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="6253" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;BJ Fogg menambahkan, kita bisa memperkuat hubungan dengan memahami apa yang paling berarti bagi seseorang dan membantu mereka merasa sukses dalam hal itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="6408" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Pada masa-masa sulit dan penuh ketidakpastian seperti sekarang, BJ Fogg menekankan bahwa inilah saat yang paling tepat untuk memperkuat hubungan terdekat kita. Koneksi inilah yang akan menjadi jangkar, pemberi harapan, dan kekuatan bagi kita untuk terus melangkah maju.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="6678" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Jadi, dari semua tips di atas, mana yang akan Anda coba hari ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://img.youtube.com/vi/33VwchkNRBo/default.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>PDM Kapuas Gelar Safari Ramadhan di Terusan Raya Barat</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/pdm-kapuas-gelar-safari-ramadhan-di.html</link><category>Al-Qur'an</category><category>Bataguh</category><category>Dakwah</category><category>Kapuas</category><category>Muhammadiyah</category><category>PDM Kapuas</category><category>Ramadhan Kapuas</category><category>Safari Ramadhan</category><category>silaturahmi</category><category>Terusan Raya Barat</category><pubDate>Sat, 7 Mar 2026 20:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-8439073061609547192</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuWeaOI5iowe0tMRs_6u94IbnteuUramAP0KGFGiAgdiqh_Orp5jyq-B40Crv2NVC44CJo7xfNLXXls-qBmoxVCWTI4MGR5Yu2q1lk4eoBG9iP96fRgszd0tLdoJUgHZ6sDPzmG291n-9rY0FdNePXjiEZVYG1mzqP-p_H3Si3ypcI0VoJXrV3NYYijro8/s1280/1000637999.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="860" data-original-width="1280" height="215" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuWeaOI5iowe0tMRs_6u94IbnteuUramAP0KGFGiAgdiqh_Orp5jyq-B40Crv2NVC44CJo7xfNLXXls-qBmoxVCWTI4MGR5Yu2q1lk4eoBG9iP96fRgszd0tLdoJUgHZ6sDPzmG291n-9rY0FdNePXjiEZVYG1mzqP-p_H3Si3ypcI0VoJXrV3NYYijro8/s320/1000637999.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​&lt;b&gt;KAPUAS&lt;/b&gt;&amp;nbsp;– Jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Terusan Raya Barat, Kecamatan Bataguh. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin organisasi untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memantau perkembangan dakwah di tingkat akar rumput selama bulan suci Ramadhan.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Kunjungan yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus PDM Kapuas, tokoh agama, serta warga Muhammadiyah setempat. Dalam sambutannya, perwakilan PDM Kapuas menyampaikan bahwa Safari Ramadhan adalah momentum penting untuk menyelaraskan program kerja organisasi serta memastikan semangat ukhuwah islamiyah tetap terjaga di antara pengurus daerah dan cabang.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Selain agenda silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan berupa mushaf Al-Qur'an secara simbolis kepada pengurus PCM Terusan Raya Barat. Penyerahan Al-Qur'an ini diharapkan dapat menunjang aktivitas ibadah jamaah, khususnya dalam menghidupkan tradisi tadarus dan pengkajian ayat-ayat suci selama sisa bulan Ramadhan maupun di hari-hari biasa.&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjm626dWS-o_RbHAFCQMxxoQrx25h-gCYoYDnEaPFJ5r_k11S9xN1PUnfRcAGkdTzInuJHtHfp7QupGgXPN3NwPOEGtx2yOab33wG8ZuFVkR5STNTSDnemVfpLmMJiAXtQoZumWulS1pIbmbJwTzbL667jLXcR80itUokgf0XHPLF-8Li-s9F1on1hZze3H/s4000/1000638952.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="2252" data-original-width="4000" height="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjm626dWS-o_RbHAFCQMxxoQrx25h-gCYoYDnEaPFJ5r_k11S9xN1PUnfRcAGkdTzInuJHtHfp7QupGgXPN3NwPOEGtx2yOab33wG8ZuFVkR5STNTSDnemVfpLmMJiAXtQoZumWulS1pIbmbJwTzbL667jLXcR80itUokgf0XHPLF-8Li-s9F1on1hZze3H/s320/1000638952.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Pihak PCM Terusan Raya Barat menyambut hangat kedatangan rombongan dan menyatakan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh pimpinan daerah. Kehadiran jajaran PDM di Kecamatan Bataguh ini dinilai memberikan motivasi tambahan bagi para pengurus cabang untuk terus aktif mengelola amal usaha serta kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang memperkuat suasana kekeluargaan. Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, PDM Kapuas berharap sinergi antar-jenjang pimpinan semakin solid, sehingga peran Muhammadiyah dalam menebar kemaslahatan di wilayah Kabupaten Kapuas dapat semakin dirasakan oleh umat secara luas.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuWeaOI5iowe0tMRs_6u94IbnteuUramAP0KGFGiAgdiqh_Orp5jyq-B40Crv2NVC44CJo7xfNLXXls-qBmoxVCWTI4MGR5Yu2q1lk4eoBG9iP96fRgszd0tLdoJUgHZ6sDPzmG291n-9rY0FdNePXjiEZVYG1mzqP-p_H3Si3ypcI0VoJXrV3NYYijro8/s72-c/1000637999.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>MDMC dan Lazismu PDM Kapuas Resmi Luncurkan Layanan Ambulans Gratis</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/mdmc-dan-lazismu-pdm-kapuas-resmi.html</link><category>Aksi Sosial</category><category>Ambulans Gratis</category><category>Kapuas</category><category>Kemanusiaan</category><category>Layanan Kesehatan</category><category>Layanan Sosial</category><category>Lazismu</category><category>MDMC</category><category>Muhammadiyah</category><category>PDM Kapuas</category><category>Tanggap Darurat</category><category>Transportasi Medis</category><pubDate>Fri, 6 Mar 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-2541071924034094581</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm-OW-qNIQQsdDD_0_sfl-GfDLbnQKFPTpwZOY5dRPT5amDTiD2oSy-45H2Jn1eOoZWsCrWHLNP4lp1CW59OBSVvZ_rsVxH_WdYw2tMXESK3mh7Y7zpGbQRSW4IhiwTkekCEnsv1qJXb-KoeKNd98HNmn78qqvkOiKwDdKpqr0naTGfdNfRdVnd2GrpKJ7/s4080/1000636697.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="2296" data-original-width="4080" height="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm-OW-qNIQQsdDD_0_sfl-GfDLbnQKFPTpwZOY5dRPT5amDTiD2oSy-45H2Jn1eOoZWsCrWHLNP4lp1CW59OBSVvZ_rsVxH_WdYw2tMXESK3mh7Y7zpGbQRSW4IhiwTkekCEnsv1qJXb-KoeKNd98HNmn78qqvkOiKwDdKpqr0naTGfdNfRdVnd2GrpKJ7/s320/1000636697.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​&lt;b&gt;KUALA KAPUAS&lt;/b&gt;&amp;nbsp;– Majelis Penanggulangan Bencana Kesehatan (MDMC) bersama Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas resmi meluncurkan layanan unit ambulans baru. Inisiatif ini hadir sebagai bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap pemenuhan kebutuhan transportasi medis masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang mengalami kondisi darurat atau membutuhkan mobilisasi ke fasilitas kesehatan.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Kehadiran unit ambulans ini bertujuan untuk mempercepat akses layanan kesehatan di wilayah Kapuas dan sekitarnya. Dengan armada yang siap siaga, MDMC dan Lazismu berharap dapat meringankan beban ekonomi keluarga pasien, mengingat layanan ini difokuskan untuk membantu warga yang membutuhkan tanpa memberatkan dari segi biaya operasional yang tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Pihak PDM Kapuas menyatakan bahwa pengelolaan ambulans ini akan dilakukan secara profesional dan transparan. Selain untuk mengantar pasien sakit, armada ini juga disiapkan untuk mendukung aksi kemanusiaan lainnya, seperti tanggap bencana atau pengantaran jenazah, sesuai dengan misi sosial yang diemban oleh Muhammadiyah dalam melayani umat.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Masyarakat yang membutuhkan bantuan transportasi medis kini dapat langsung menghubungi pusat layanan informasi yang telah disediakan. Pihak pengelola memastikan bahwa koordinasi akan dilakukan secepat mungkin agar armada dapat segera menuju lokasi pemohon, guna meminimalisir keterlambatan penanganan medis di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p dir="ltr" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;​Bagi warga Kapuas yang memerlukan layanan ambulans ini, dapat segera menghubungi saudara&amp;nbsp;&lt;b&gt;Arya&lt;/b&gt;&amp;nbsp;melalui nomor telepon atau WhatsApp di&amp;nbsp;&lt;b&gt;+62 831-4128-5702&lt;/b&gt;. Petugas siap memberikan respon cepat dan bantuan navigasi bagi warga yang membutuhkan pertolongan segera.&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm-OW-qNIQQsdDD_0_sfl-GfDLbnQKFPTpwZOY5dRPT5amDTiD2oSy-45H2Jn1eOoZWsCrWHLNP4lp1CW59OBSVvZ_rsVxH_WdYw2tMXESK3mh7Y7zpGbQRSW4IhiwTkekCEnsv1qJXb-KoeKNd98HNmn78qqvkOiKwDdKpqr0naTGfdNfRdVnd2GrpKJ7/s72-c/1000636697.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Mengubah Niat Menjadi Aksi Nyata: Panduan Sukses di Bulan Ramadan</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/mengubah-niat-menjadi-aksi-nyata.html</link><category>islam</category><category>Membangun Kebiasaan</category><category>Niat dan Amal</category><category>pengembangan diri</category><category>produktivitas</category><category>Ramadan</category><category>Resolusi Ramadan</category><category>Tips Ramadan</category><pubDate>Fri, 6 Mar 2026 12:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-705456231379554050</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSYmzC61Y8dTsd8ODOVBuZFOq0bZDOr17v_9CjsJm1ND2TB3u68QAtuOoeIaF1Vx5PZ4enMjIIT-Y9Shdgx_3A93rOioQBLlo7m61IBW2POCLaqwVu1CIccGocIReqjKsnuWbuOrOpbicFoWxJrepVboJY15fmSW0ruvAeUj2PjqDc1E8X0-EsLnwUXKol/s1408/image_1771220489076867.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="768" data-original-width="1408" height="175" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSYmzC61Y8dTsd8ODOVBuZFOq0bZDOr17v_9CjsJm1ND2TB3u68QAtuOoeIaF1Vx5PZ4enMjIIT-Y9Shdgx_3A93rOioQBLlo7m61IBW2POCLaqwVu1CIccGocIReqjKsnuWbuOrOpbicFoWxJrepVboJY15fmSW0ruvAeUj2PjqDc1E8X0-EsLnwUXKol/s320/image_1771220489076867.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="259" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Ramadan adalah waktu yang sempurna untuk refleksi, pertumbuhan spiritual, dan transformasi diri. Namun, mari kita jujur—sebagian besar dari kita memasuki Ramadan dengan daftar panjang target spiritual, tetapi sering kali kesulitan untuk menjalankannya secara konsisten. Riset menunjukkan bahwa 90% orang membuat target, tetapi hanya 8% yang benar-benar berhasil mencapainya. Kesenjangan antara niat dan aksi ini sangat nyata, dan ternyata tradisi Islam telah membahasnya sejak 1.400 tahun yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="759" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Nabi Muhammad ﷺ bersabda:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya setiap amalan bergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan."&lt;/em&gt;&lt;span data-markdown-start-index="897" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Namun, ada satu hal penting yang sering terlewat: kesuksesan di bulan Ramadan bukan hanya tentang memiliki niat baik, tetapi tentang&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;menggabungkan niat dengan tindakan yang konsisten dan terfokus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1097" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Jadi, bagaimana cara agar target Ramadan kita tidak hanya menjadi wacana? Jawabannya terletak pada&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Kerangka Tiga Lapis&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1219" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;—sebuah pendekatan praktis yang berakar pada kearifan Islam dan ilmu perilaku modern.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Lapis 1: Fondasi Utama - Amankan Hal yang Tak Bisa Ditawar&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1373" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Bayangkan Anda sedang membangun rumah: Anda memerlukan fondasi yang kokoh sebelum menambahkan detail lainnya. Fondasi utama ini adalah praktik-praktik spiritual inti yang menjadi dasar ibadah Anda selama sebulan penuh. Contohnya meliputi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1rem 0px; padding-inline-start: 24px;"&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1616" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Menjalankan salat lima waktu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1649" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Disiplin spiritual dasar (seperti tilawah Al-Qur'an dan zikir).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1716" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Menghindari gangguan besar yang dapat melalaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1766" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Dengan mengamankan hal-hal mendasar ini, Anda memulai Ramadan dengan stabilitas, sehingga lebih mudah untuk bertumbuh di area lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Lapis 2: Fokus Pertumbuhan - Sedikit Itu Lebih Baik&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1962" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Penelitian perilaku secara konsisten menunjukkan bahwa orang yang fokus pada lebih sedikit target memiliki&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;peluang 300% lebih besar untuk berhasil.&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2113" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Daripada mencoba merombak seluruh kehidupan spiritual Anda sekaligus, pilihlah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;1-2 area&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2205" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;untuk menjadi fokus utama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2233" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Sebagai contoh:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1rem 0px; padding-inline-start: 24px;"&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2253" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Membangun hubungan yang lebih bermakna dengan Al-Qur'an melalui refleksi harian, bukan hanya berlomba-lomba menamatkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2379" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Meningkatkan kesabaran dan kesadaran diri dalam interaksi sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2450" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Pendekatan ini meniru cara atlet elite berlatih: mereka fokus menguasai keterampilan tertentu secara bertahap, bukan mencoba semuanya sekaligus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Lapis 3: Kebiasaan Kunci - Jangkar Aktivitas Anda&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2654" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Kebiasaan kunci adalah target terpenting Anda selama Ramadan—satu hal yang Anda jaga dengan sungguh-sungguh, apa pun yang terjadi. Jika target lain goyah, kebiasaan inilah yang membuat Anda tetap di jalur yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2871" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Kebiasaan kunci yang baik harus:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1rem 0px; padding-inline-start: 24px;"&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Spesifik:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2921" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Jelas dan terdefinisi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px 0px 12px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Terukur:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2960" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Bisa diukur kemajuannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="list-style-position: outside; margin: 0px; padding-inline-start: 4px;"&gt;&lt;p style="margin: 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Berdampak:&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3003" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Memberikan efek positif yang luas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3039" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Contohnya: konsisten salat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Subuh tepat waktu&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3087" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;. Membangun rutinitas pagi di bulan Ramadan terbukti meningkatkan peluang terbentuknya kebiasaan permanen hingga&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;65%&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3207" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;. Kebiasaan ini akan memberikan efek positif sepanjang hari Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Mempersiapkan Diri untuk Sukses&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3314" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Sukses bukan hanya tentang menetapkan target yang tepat, tetapi juga tentang persiapan dan pola pikir. Neurosains menunjukkan bahwa pembentukan kebiasaan mulai mengakar dalam waktu sekitar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;21 hari&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3514" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;. Mulailah melatih kebiasaan kunci Anda lebih awal, sesuaikan jam tidur secara bertahap, dan siapkan rencana untuk mengatasi penurunan energi selama berpuasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3673" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Keluarga juga dapat menerapkan prinsip yang sama. Anak-anak di bawah 12 tahun sebaiknya fokus pada&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;satu kebiasaan baru&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3795" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;, seperti membantu menyiapkan iftar setiap minggu, mempelajari satu surah baru, atau melakukan satu perbuatan baik setiap hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3923" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Menuliskan target Anda meningkatkan peluang keberhasilan sebesar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;42%&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3995" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;, dan memiliki teman untuk saling mengingatkan (rekan akuntabilitas) dapat meningkatkannya hingga&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;95%&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4100" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;. Agar tidak kewalahan, bagilah Ramadan menjadi beberapa bagian kecil—fokus dari minggu ke minggu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Menyikapi Kegagalan&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4228" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Kegagalan adalah hal yang wajar. Baik ajaran Islam maupun psikologi modern setuju: lihatlah kegagalan sebagai data untuk belajar, bukan sebagai akhir dari segalanya. Al-Qur'an memerintahkan kita untuk&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;"berlomba-lomba menuju ampunan"&lt;/em&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4462" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;, bukan menuntut kesempurnaan. Dengan mengadopsi pola pikir ini, Anda&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;80% lebih mungkin mencapai tujuan&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4569" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;meskipun menghadapi rintangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4621" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Dengan menggabungkan niat dan tindakan praktis, fokus pada lebih sedikit target, dan menjaga kebiasaan kunci, Anda dapat menjadikan Ramadan kali ini benar-benar transformatif. Studi menunjukkan bahwa orang yang mengikuti pendekatan tiga lapis ini&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;3,5 kali lebih mungkin&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4894" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;mempertahankan kebiasaan baik mereka setelah Idulfitri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4951" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Ingat, kuncinya bukanlah melakukan segalanya sekaligus, tetapi melakukan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;hal yang benar secara konsisten&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5059" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;. Ramadan ini, utamakan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;kualitas di atas kuantitas, dan konsistensi di atas intensitas.&lt;/span&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5150" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;&amp;nbsp;Biarkan bulan yang mulia ini membentuk diri Anda secara alami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSYmzC61Y8dTsd8ODOVBuZFOq0bZDOr17v_9CjsJm1ND2TB3u68QAtuOoeIaF1Vx5PZ4enMjIIT-Y9Shdgx_3A93rOioQBLlo7m61IBW2POCLaqwVu1CIccGocIReqjKsnuWbuOrOpbicFoWxJrepVboJY15fmSW0ruvAeUj2PjqDc1E8X0-EsLnwUXKol/s72-c/image_1771220489076867.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item><item><title>Antara Impian Sepak Bola dan Kalam Allah: Kisah Inspiratif Qari Ibrahim Kembali Memeluk Al-Quran</title><link>https://www.kapuas.info/2026/03/antara-impian-sepak-bola-dan-kalam.html</link><category>Al-Quran</category><category>Hifdhstatus</category><category>Hijrah</category><category>Ibi Idris</category><category>Inspirasi</category><category>kisah inspiratif</category><category>Menghafal Quran</category><category>Motivasi</category><category>Pemuda</category><category>Sepak Bola</category><pubDate>Thu, 5 Mar 2026 12:21:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9035936827418302220.post-9044994277023720844</guid><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" class="BLOG_video_class" height="266" src="https://www.youtube.com/embed/p9hqgldE0dk" width="320" youtube-src-id="p9hqgldE0dk"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="290" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Bayangkan Anda berada di puncak impian masa muda. Sebuah beasiswa dua tahun di akademi sepak bola ternama ada di depan mata—sebuah tiket emas menuju karir profesional. Namun, pada saat yang sama, sebuah kesedihan mendalam menghantam hati: Anda telah melupakan Al-Quran yang pernah Anda hafal di luar kepala. Pilihan mana yang akan Anda ambil?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="633" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Inilah dilema yang dihadapi oleh Qari Ibrahim Idris, seorang pemuda yang perjalanannya dengan Al-Quran menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa pengorbanan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia, dan cinta pada Al-Quran dapat mengubah jalan hidup seseorang dengan cara yang paling menakjubkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="background-color: white; border-color: rgb(242, 242, 242); border-style: solid; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1.5rem 0px;" /&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Perjalanan yang Hilang dan Ditemukan Kembali&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1021" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Di bawah bimbingan ayahnya, Qari Ibrahim menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Tumbuh di lingkungan di mana kakaknya juga seorang hafiz, menghafal Al-Quran terasa seperti rutinitas yang wajar baginya. Namun, layaknya anak muda, tujuannya saat itu sederhana: menyelesaikan hafalan agar bisa merasakan "kebebasan" untuk bermain PlayStation, bergaul dengan teman, dan mengejar hasratnya di lapangan hijau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1463" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;"Ayahku selalu berkata, 'Perjalananmu baru saja dimulai,' tapi aku tidak percaya. Kukira aku sudah selesai," kenang Ibrahim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1588" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Memasuki usia remaja dan sekolah menengah, fokusnya bergeser. Lingkungan pergaulan dan ambisinya dalam sepak bola membuatnya perlahan-lahan menjauh dari Al-Quran. Hingga pada usia 15 tahun, sebuah kenyataan pahit menyadarkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="1817" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;"Ayahku memintaku untuk bersiap memimpin shalat Tarawih tahun depan. Aku membuka mushaf yang sudah berdebu, dan kata-katanya terasa berat untuk diucapkan, bahkan saat melihat tulisannya. Saat itu hatiku hancur. Bertahun-tahun usaha menghafal Al-Quran telah hilang karena kelalaianku," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2111" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Di tengah kesedihan itu, tawaran beasiswa dari akademi sepak bola datang. Ia dihadapkan pada pilihan terbesar dalam hidupnya: mengorbankan impian sepak bolanya selama satu tahun untuk mempelajari kembali Al-Quran, atau mencoba menyeimbangkan keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2363" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Dengan bimbingan Allah, ia membuat keputusan yang berat. Ibrahim memilih Al-Quran. Ia menunda beasiswanya dan mendedikasikan satu tahun penuh untuk belajar di sebuah pesantren (boarding school), jauh dari rumah dan segala kesenangan duniawi. Ia memutus akses dari media sosial dan fokus sepenuhnya untuk mengembalikan hafalannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2693" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Dan keajaiban pun terjadi. Setelah satu tahun, ia kembali dan mengikuti seleksi di akademi yang sama. Luar biasanya, ia diterima dan mendapatkan kembali beasiswa dua tahun yang sama persis dengan yang ia tolak setahun sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="2923" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;"Saat itulah aku benar-benar merasakan hadis tentang 'siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.' Sejak saat itu, aku berjanji tidak akan pernah melepaskan Al-Quran lagi," tegasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="background-color: white; border-color: rgb(242, 242, 242); border-style: solid; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1.5rem 0px;" /&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Pelajaran Berharga dari Perjalanan Ibrahim Idris&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3223" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Kisah Qari Ibrahim bukan hanya tentang kehilangan dan menemukan kembali, tetapi juga penuh dengan pelajaran yang bisa kita petik untuk menumbuhkan cinta kita pada Al-Quran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;&lt;b&gt;1. Jadikan Al-Quran sebagai Pusat Kehidupan, Bukan Sampingan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3460" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Banyak dari kita menunggu waktu yang "tepat" untuk memulai perjalanan dengan Al-Quran: menunggu lulus kuliah, menunggu pekerjaan stabil, atau menunggu masa pensiun. Ibrahim mengingatkan kita untuk mengubah cara pandang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="3689" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;"Jangan menjadikan hidupmu sebagai prioritas dan Al-Quran sebagai sampingan. Sebaliknya, jadikan Al-Quran sebagai pusat, dan lihatlah bagaimana urusan duniamu menjadi jauh lebih mudah. Rencanakan harimu di sekitar waktu shalat dan tilawah, bukan sebaliknya," sarannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;&lt;b&gt;2. Pengorbanan untuk Al-Quran Selalu Berbuah Manis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4012" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Kisah Ibrahim adalah bukti nyata. Ia mengorbankan impian terbesarnya, dan Allah mengembalikannya dengan cara yang lebih indah. Setiap kali ia mendekat kepada Al-Quran, pintu rezeki dan kesempatan terbuka lebar dari arah yang tak terduga, bahkan saat ia berada di Mesir untuk belajar dan tidak aktif mencari dunia. Al-Quran tidak akan membuatmu kehilangan dunia, justru ia akan membukakan dunia untukmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;&lt;b&gt;3. Suara Merdu Bukan Bakat Bawaan, Melainkan Hasil Dedikasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4478" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Banyak yang merasa minder karena merasa tidak memiliki "bakat" suara merdu. Ibrahim mengaku bahwa ia bukanlah siswa terbaik di kelasnya atau yang paling berbakat. Suaranya yang indah saat ini adalah hasil dari ribuan jam mendengarkan para Qari, berlatih tanpa henti, dan meniru lantunan mereka hingga ia menemukan gayanya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4809" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;"Kerja keras mengalahkan bakat. Jika Anda mendedikasikan waktu dan usaha, perubahan drastis pasti akan terasa," katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;&lt;b&gt;4. Jangan Pernah Merasa Terlambat atau Putus Asa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span data-markdown-start-index="4982" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Bagi Anda yang mungkin telah lama meninggalkan Al-Quran, bahkan merasa kesulitan untuk membacanya dengan lancar, kisah Ibrahim adalah harapan. Ia pernah berada di titik di mana ia, seorang hafiz, kesulitan membaca mushaf. Namun, Allah membawanya kembali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5237" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Jika ia bisa kembali, maka Anda pun bisa memulai. Pintu Allah selalu terbuka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr style="background-color: white; border-color: rgb(242, 242, 242); border-style: solid; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 1.5rem 0px;" /&gt;&lt;h4 style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-size: 16px; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px; margin-bottom: 8px; margin-top: 1.5rem;"&gt;&lt;span style="font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-optical-sizing: auto; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-emoji: normal; font-variant-numeric: normal; font-variant-position: normal; font-variation-settings: normal; line-height: 24px;"&gt;Mulailah Hari Ini&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5346" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Perjalanan seribu langkah selalu dimulai dengan satu langkah pertama. Jangan biarkan keraguan menahan Anda. Buka mushaf itu, bacalah walau hanya satu ayat. Dedikasikan waktu, sekecil apa pun, setiap hari. Karena kemuliaan, ketenangan, dan petunjuk yang Anda cari ada di dalam Kalam-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="background-color: white; color: #1f1f1f; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, &amp;quot;Google Sans&amp;quot;, roboto, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0.5rem 0px 0px;"&gt;&lt;span data-markdown-start-index="5633" style="overflow-wrap: break-word;"&gt;Seperti yang dikatakan Ibrahim, "Al-Quran adalah penyelamat hidup." Ia akan menarikmu kembali saat kau tersesat, memberimu kehormatan di dunia dan akhirat, serta menjadi penuntun terbaik dalam setiap aspek kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://img.youtube.com/vi/p9hqgldE0dk/default.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>jumatil@gmail.com (Informasi Kapuas)</author></item></channel></rss>