<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494</atom:id><lastBuildDate>Mon, 16 Apr 2012 01:30:42 +0000</lastBuildDate><category>yogyakarta</category><category>semar</category><category>raja</category><category>wayang</category><category>dewa batara</category><category>keraton</category><category>lakon</category><category>narada</category><category>kresna</category><title>Sastro Yuwono</title><description>Ngawur, Omdo, Mencla-mencle, Hidup lagi.
Pernah berprofesi sebagai guru, penulis, it, network adm, dan hebatnya tak ada yang sukses.. :D soalnya berhubungan dengan prinsip, yaitu ndhableg dan mandiri. Paling sukses profesi yang saya jalani sekarang: Bapak Rumah Tangga.</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (WebMaster)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-1792142660580051956</guid><pubDate>Mon, 05 Jan 2009 04:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-05T12:09:46.561+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>narada</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dewa batara</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Bathara Narada</title><description>&lt;p&gt;&lt;img class="alignleft" mce_style="margin: 3px 8px;" style="margin: 3px 8px;" title="Bathara Narada" alt="Bathara Narada" src="http://wayangku.files.wordpress.com/2008/06/betara-narada.jpg" mce_src="http://wayangku.files.wordpress.com/2008/06/betara-narada.jpg" height="243" width="226" /&gt;Narada  atau Narada Muni adalah seseorang yang bijaksana dalam tradisi Hindu, yang memegang peranan penting dalam kisah-kisah Purana, khususnya Bhagawatapurana. Narada digambarkan sebagai pendeta yang suka mengembara dan memiliki kemampuan untuk mengunjungi planet-planet dan dunia yang jauh. Ia selalu membawa alat musik yang dikenal sebagai vina, yang pada mulanya dipakai oleh Narada untuk mengantarkan lagu pujian, doa-doa, dan mantra-mantra sebagai rasa bakti terhadap Dewa Wisnu atau Kresna. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam tradisi Waisnawa ia memiliki rasa hormat yang istimewa dalam menyanyikan nama Hari dan Narayana dan proses pelayanan didasari rasa bakti yang diperlihatkannya, dikenal sebagai bhakti yoga seperti yang dijelaskan dalam kitab yang merujuk kepadanya, yang dikenal sebagai Narad Bhakti Sutra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://kejawen.co.cc/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" mce_src="http://kejawen.co.cc/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" class="mceWPmore mceItemNoResize" title="More..." /&gt;&lt;b&gt;Putra Dewa Brahma&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut legenda, Narada dipandang sebagai Manasputra, merujuk kepada kelahirannya 'dari pikiran Dewa Brahma', atau makhluk hidup pertama seperti yang digambarkan dalam alam semesta menurut Purana. Ia dihormati sebagai Triloka sanchaari, atau pengembara sejati yang mengarungi tiga dunia yaitu Swargaloka (surga), Mrityuloka (bumi) dan Patalloka (alam bawah). Ia melakukannya untuk menemukan sesuatu mengenai kehidupan dan kemakmuran orang. Ia orang pertama yang melakukan Natya Yoga. Ia juga dikenal sebagai Kalahapriya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narada Muni memiliki posisi penting yang istimewa di antara tradisi Waisnawa. Dalam kitab-kitab Purana, ia termasuk salah satu dari dua belas Mahajana, atau 'pemuja besar' Dewa Wisnu. Karena ia adalah gandharva dalam kehidupan dahulu sebelum ia menjadi Resi, ia berada dalam kategori Dewaresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pencerahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhagawata Purana menceritakan pencerahan spiritual yang dialami Narada: Dalam kehidupannya yang dulu, Narada adalah gandharva (sejenis malaikat) yang dikutuk agar lahir di planet bumi karena melanggar sesuatu. Maka ia kemudian lahir sebagai putera seorang pelayan yang khusus melayani pendeta suci (brahmin). Para pendeta yang berkenan dengan pelayanan Narada dan ibunya, memberkahinya dengan mengizinkannya memakan sisa makanan mereka (prasad) yang sebelumnya dipersembahkan kepada dewa mereka, yaitu Wisnu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan Narada menerima berkah dan berkah lagi dari para pendeta tersebut, dan mendengarkan mereka memperbincangkan banyak topik mengenai spiritual. Lalu pada suatu hari, ibunya meninggal karena digigit ular, dan karena menganggap itu adalah perbuatan Dewa (Wisnu), ia memutuskan untuk pergi ke hutan demi mencari pencerahan agar memahami 'Kebenaran yang paling mutlak'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di dalam hutan, Narada menemukan tempat yang tenang, dan setelah melepaskan dahaga dari sungai terdekat, ia duduk di bawah pohon dan bermeditasi (yoga), berkonsentrasi kepada wujud paramatma Wisnu di dalam hatinya, seperti yang pernah diajarkan oleh para pendeta yang pernah dilayaninya. Setelah beberapa lama, Narada melihat sebuah penampakan, dimana Narayana (Wisnu) muncul di depannya, tersenyum, dan berkata bahwa 'meskipun ia memiliki anugerah untuk melihat wujud tersebut pada saat itu juga, Narada tidak akan dapat melihat wujudnya (Wisnu) lagi sampai ia mati'. Narayana kemudian menjelaskan bahwa kesempatan yang diberikan agar Narada dapat melihat wujudnya disebabkan oleh keindahan dan rasa cintanya, dan akan menjadi sumber inspirasi dan membakar keinginannya yang terlelap untuk bersama sang dewa lagi. Setelah memberi tahu Narada dengan cara tersebut, Wisnu kemudian menghilang dari pandangannya. Narada bangun dari meditasinya dengan terharu sekaligus kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resi Narada terbang menuju planet Dewa-Dewi yang jauh.&lt;br /&gt;(Sumber: Krishna.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama sisa hidupnya Narada memusatkan rasa baktinya, bermeditasi, dan menyembah Wisnu. Setelah kematiannya, Wisnu menganugerahinya dengan wujud spiritual "Narada", yang kemudian dikenal banyak orang. Dalam beberapa susastra Hindu, Narada dianggap sebagai penjelmaan (awatara) dewa, dan berkuasa untuk melakukan tugas-tugas yang ajaib atas nama Wisnu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Narada dalam budaya Jawa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batara Narada ialah batara pengadil dan penyampai berita ke Pandawa. Batara Narada tadinya bernama Kanekaputra. Saat ia itu ia masih berupa Dewa yang bagus rupanya. Untuk mengejar kesaktiannya, maka Kanekaputra bersemadi di tengah samudera dengan tidak bergerak-gerak. Oleh Batara Guru hal ini dianggapnya sebagai usaha Kanekaputra untuk menguasai Suryalaya. Maka diperintahkannya semua dewa untuk menyerang Kanekaputra dengan segala macam senjata agar gagallah semadinya. Namun Kanekaputra tetap pada semadinya, dan tetap tidak bergerak. Akhirnya Batara Guru sendiri pergi ke hadapan Kanekaputra, dan terjadilah bantah-membantah antara keduanya. Dalam hal ini, Batara Guru keluar sebagai pihak yang kalah-bantah. Maka untuk seterusnya Batara Guru memanggil Kanekaputra dengan kakang, kanda, karena merasa lebih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika amat murkalah Batara Guru, hingga dikutuknya Kanekaputra sehingga berwuju seperti sekarang, kemudian ia dipanggil dengan Narada.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2009/01/bathara-narada.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-1038524066195394189</guid><pubDate>Mon, 05 Jan 2009 04:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-05T12:04:31.999+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>kresna</category><title>Kresna - Sang Wisnu</title><description>&lt;p&gt;&lt;img style="margin: 3px 8px;" mce_style="margin: 3px 8px;" src="http://www.geocities.com/Athens/Aegean/4002/partnerschaft/indonesien/kresna.gif" mce_src="http://www.geocities.com/Athens/Aegean/4002/partnerschaft/indonesien/kresna.gif" title="Wayang - Krisna" class="alignleft" height="280" width="200" /&gt;Kresna atau Krishna adalah salah satu Dewa yang banyak dipuja oleh umat Hindu karena dianggap merupakan aspek dari Brahman. Ia disebut pula Narayana, yaitu sebutan yang merujuk kepada perwujudan Dewa Wisnu yang berlengan empat di Waikuntha. Ia biasanya digambarkan sebagai sosok pengembala muda yang memainkan seruling (seperti misalnya dalam Bhagawatapurana) atau pangeran muda yang memberikan tuntunan filosofis (seperti dalam Bhagawadgita). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam Agama Hindu pada umumnya, Kresna dipuja sebagai awatara Wisnu yang kedelapan, dan dianggap sebagai Dewa yang paling hebat dalam perguruan Waisnawa. Dalam tradisi Gaudiya Waisnawa, Kresna dipuja sebagai sumber dari segala awatara (termasuk Wisnu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kitab Mahabharata, Kresna berasal dari Kerajaan Surasena, namun kemudian ia mendirikan kerajaan sendiri yang diberi nama Dwaraka. Dalam wiracarita Mahabharata, ia dikenal sebagai tokoh raja yang bijaksana, sakti, dan berwibawa. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://kejawen.co.cc/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" mce_src="http://kejawen.co.cc/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" class="mceWPmore mceItemNoResize" title="More..." /&gt;Dalam kitab Bhagawadgita, ia adalah perantara kepribadian Brahman yang menjabarkan ajaran kebenaran mutlak (dharma) kepada Arjuna. Ia mampu menampakkan secercah kemahakuasaan Tuhan yang hanya disaksikan oleh tiga orang pada waktu perang keluarga Bharata akan berlangsung. Ketiga orang tersebut adalah Arjuna, Sanjaya, dan Byasa. Namun Sanjaya dan Byasa tidak melihat secara langsung, melainkan melalui mata batin mereka yang menyaksikan perang Bharatayuddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Asal usul nama "Krishna"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Sanskerta, kata Krishna berarti "hitam" atau "gelap", dan kata ini umum digunakan untuk menunjukkan pada orang yang berkulit gelap. Dalam Brahma Samhita dijabarkan bahwa Krishna memiliki warna kulit gelap bersemu biru langit. Dan umumnya divisualkan berkulit gelap atau biru pekat. Sebagai Contoh, di Kuil Jaganatha, di Puri, Orissa, India (nama Jaganatha, adalah nama yang ditujukan bagi Kresna sebagai penguasa jagat raya) di gambarkan memiliki kulit gelap berdampingan dengan saudaranya Baladewa dan Subadra yang berkulit cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kresna dalam pewayangan Jawa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pewayangan Jawa, Prabu Kresna merupakan Raja Dwarawati, kerajaan para keturunan Yadu (Yadawa) dan merupakan titisan Dewa Wisnu. Kresna adalah anak Basudewa, Raja Mandura. Ia (dengan nama kecil "Narayana") dilahirkan sebagai putera kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya dikenal sebagai Baladewa (alias Kakrasana) dan adiknya dikenal sebagai Subadra, yang tak lain adalah istri dari Arjuna. Ia memiliki tiga orang istri dan tiga orang anak. Istri isterinya adalah Dewi Jembawati, Dewi Rukmini, dan Dewi Satyabama. Anak-anaknya adalah Raden Boma Narakasura, Raden Samba, dan Siti Sundari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perang Bharatayuddha, beliau adalah sais atau kusir Arjuna. Ia juga merupakan salah satu penasihat utama Pandawa. Sebelum perang melawan Karna, atau dalam babak yang dinamakan Karna Tanding sebagai sais Arjuna, beliau memberikan wejangan panjang lebar kepada Arjuna. Wejangan beliau dikenal sebagai Bhagawadgita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kresna dikenal sebagai seorang yang sangat sakti. Ia memiliki kemampuan untuk meramal, mengubah bentuk menjadi raksasa, dan memiliki bunga Wijaya Kusuma yang dapat menghidupkan kembali orang yang mati. Ia juga memiliki senjata yang dinamakan Cakrabaswara yang mampu digunakan untuk menghancurkan dunia, pusaka-pusaka sakti, antara lain Senjata Cakra, Kembang Wijayakusuma, terompet kerang (Sangkala) Pancajahnya, Kaca Paesan, Aji Pameling dan Aji Kawrastawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah meninggalnya Prabu Baladewa (Resi Balarama), kakaknya, dan musnahnya seluruh Wangsa Wresni dan Yadawa, Prabu Kresna menginginkan moksa. Ia wafat dalam keadaan bertapa dengan perantara panah seorang pemburu bernama Jara yang mengenai kakinya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2009/01/kresna-sang-wisnu.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-934075316806063633</guid><pubDate>Mon, 05 Jan 2009 03:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-05T11:57:03.668+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>raja</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>yogyakarta</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>keraton</category><title>Daftar Raja-raja Jawa</title><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mataram Kuno&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasti Syailendra&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bhanu (752-775)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wisnu (775-782)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Indra (782-812)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Samaratungga (812-833)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pramodhawardhani (833-856), menikah dengan Rakai Pikatan (Dinasti Sanjaya)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Dinasti Sanjaya&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sanjaya (732-7xx)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rakai Panangkaran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rakai Panunggalan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rakai Warak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rakai Garung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rakai Patapan (8xx-838)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rakai Pikatan (838-855), mendepak Dinasti Syailendra&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rakai Kayuwangi (855-885)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dyah Tagwas (885)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rakai Panumwangan Dyah Dewendra (885-887)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rakai Gurunwangi Dyah Badra (887)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rakai Watuhumalang (894-898)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rakai Watukura Dyah Balitung (898-910)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daksa (910-919)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tulodong (919-921)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dyah Wawa (924-928)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mpu Sindok (928-929), memindahkan pusat kerajaan ke Jawa Timur (Medang)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sanjaya Gusti&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Medang&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mpu Sindok (929-947)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sri Isyanatunggawijaya (947-9xx)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makutawangsawardhana (9xx-985)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dharmawangsa Teguh (985-1006)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Kahuripan&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Airlangga (1019-1045), mendirikan kerajaan di reruntuhan Medang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;(Airlangga kemudian memecah Kerajaan Kahuripan menjadi dua: Janggala dan Kadiri)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Janggala&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;(tidak diketahui silsilah raja-raja Janggala hingga tahun 1116)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Kadiri&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;(tidak diketahui silsilah raja-raja Kadiri hingga tahun 1116)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kameswara (1116-1135), mempersatukan kembali Kadiri dan Panjalu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jayabaya (1135-1159)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rakai Sirikan (1159-1169)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sri Aryeswara (1169-1171)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sri Candra (1171-1182)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kertajaya (1182-1222)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Singhasari&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tunggul Ametung (1222)tewas dibunuh Ken Arok.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ken Arok (1222-1227)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anusapati (1227-1248)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tohjaya (1248)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ranggawuni (Wisnuwardhana) (1248-1254)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kertanagara ( 1254-1292)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Majapahit&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana) (1293-1309)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jayanagara (1309-1328)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328-1350)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hayam Wuruk (Rajasanagara) (1350-1389)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wikramawardhana (1390-1428)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suhita (1429-1447)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dyah Kertawijaya (1447-1451)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rajasawardhana (1451-1453)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Girishawardhana (1456-1466)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Singhawikramawardhana (Suraprabhawa) (1466-1474)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Girindrawardhana Dyah Wijayakarana(1468-1478)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Singawardhana Dyah Wijayakusuma (menurut Pararaton menjadi Raja Majapahit selama 4 bulan sebelum wafat secara mendadak ) ( ? - 1486 )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Girindrawardhana Dyah Ranawijaya alias Bhre Kertabumi (diduga kuat sebagai Brawijaya, menurut Kitab Pararaton dan Suma Oriental karangan Tome Pires pada tahun 1513) (1474-1519)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Demak&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Raden Patah (1478 - 1518)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pati Unus (1518 - 1521)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sultan Trenggono (1521 - 1546)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sunan Prawoto (1546 - 1561)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Kesultanan Pajang&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Jaka Tingkir, bergelar Sultan Hadiwijoyo (1549 - 1582)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Arya Pangiri, bergelar Sultan Ngawantipuro (1583 - 1586)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pangeran Benawa, bergelar Sultan Prabuwijoyo (1586 - 1587)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mataram Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar ini merupakan Daftar penguasa Mataram Baru atau juga disebut sebagai Mataram Islam, meski penamaan terakhir ini kurang pas. Catatan: sebagian nama penguasa di bawah ini dieja menurut ejaan bahasa Jawa.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ki Ageng Pamanahan, menerima tanah perdikan Mataram dari Jaka Tingkir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panembahan Senopati (Raden Sutawijaya) (1587 - 1601), menjadikan Mataram sebagai kerajaan merdeka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Panembahan Hanyakrawati (Raden Mas Jolang) (1601 - 1613)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adipati Martapura (1613 selama satu hari)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sultan Agung (Raden Mas Rangsang / Prabu Hanyakrakusuma) (1613 - 1645)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amangkurat I (Sinuhun Tegal Arum) (1645 - 1677)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Kasunanan Kartasura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Amangkurat II (1680 – 1702), pendiri Kartasura.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amangkurat III (1702 – 1705), dibuang VOC ke Srilangka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakubuwana I (1705 – 1719), pernah memerangi dua raja sebelumya; juga dikenal dengan nama Pangeran Puger.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Amangkurat IV (1719 – 1726), leluhur raja-raja Surakarta dan Yogyakarta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakubuwana II (1726 – 1742), menyingkir ke Ponorogo karena Kartasura diserbu pemberontakl; mendirikan Surakarta.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Kasunanan Surakarta&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pakubuwana I/Pangeran Puger (1704 - 1719), memerintah Kasunanan Kartasura&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakubuwana II (1745 - 1749), pendiri kota Surakarta; memindahkan keraton Kartasura ke Surakarta pada tahun 1745&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakubuwana III (1749 - 1788), mengakui kedaulatan Hamengkubuwana I sebagai penguasa setengah wilayah kerajaannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakubuwana IV (1788 - 1820)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakubuwana V (1820 - 1823)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakubuwana VI (1823 - 1830), diangkat sebagai pahlawan nasional Indonesia; juga dikenal dengan nama Pangeran Bangun Tapa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakubuwana VII (1830 - 1858)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakubuwana VIII (1859 - 1861)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakubuwana IX (1861 - 1893)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakubuwana X (1893 - 1939)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakubuwana XI (1939 - 1944)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakubuwana XII (1944 - 2004)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dua orang Pakubuwana XIII (2004 - sekarang), terjadi perebutan takhta antara Pangeran Hangabehi dan Pangeran Tejowulan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Kasultanan Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hamengkubuwana I (1755 - 1792)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hamengkubuwana II (1793 - 1828)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hamengkubuwana III (1810 - 1814)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hamengkubuwana IV (1814 - 1822)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hamengkubuwana V (1822 - 1855)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hamengkubuwana VI (1855 - 1877)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hamengkubuwana VII (1877 - 1921)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hamengkubuwana VIII (1921 - 1939)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hamengkubuwana IX (1939 - 1988)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hamengkubuwana X (1988 - sekarang)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2009/01/daftar-raja-raja-jawa.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-4345290517461907283</guid><pubDate>Mon, 05 Jan 2009 03:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-05T11:47:09.761+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>yogyakarta</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>keraton</category><title>Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat</title><description>&lt;p&gt;&lt;img style="margin: 2px 8px; float: left;" mce_style="margin: 2px 8px; float: left;" title="Keraton Yogyakarta" alt="Keraton Yogyakarta" src="http://www.vieinstyle.com/yogyakarta/picture/lambangkraton1.jpg" mce_src="http://www.vieinstyle.com/yogyakarta/picture/lambangkraton1.jpg" height="214" width="225" /&gt;&lt;a title="Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat" mce_href="http://www.kejawen.co.cc/kasultanan-ngayogyakarta-hadiningrat/" href="http://www.kejawen.co.cc/kasultanan-ngayogyakarta-hadiningrat/"&gt;&lt;b&gt;Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Pemerintah Hindia Belanda mengakui Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangga sendiri. Semua itu dinyatakan di dalam kontrak politik. Kontrak politik terakhir Kasultanan tercantum dalam Staatsblad 1941, No. 47. Secara resmi pada tahun 1950, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (dan Kadipaten Pakualaman) menjadi bagian dari Indonesia, yaitu sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ditandatanganinya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) antara Pangeran Mangkubumi dan VOC di bawah Gubernur-Jendral Jacob Mossel, maka Kerajaan Mataram dibagi dua. Pangeran Mangkubumi diangkat sebagai Sultan dengan gelar Sultan Hamengkubuwana I dan berkuasa atas setengah daerah Kerajaan Mataram. Sementara itu Sunan Paku Buwono III tetap berkuasa atas setengah daerah lainnya dengan nama baru Kasunanan Surakarta dan daerah pesisir tetap dikuasai VOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://kejawen.co.cc/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" mce_src="http://kejawen.co.cc/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" class="mceWPmore mceItemNoResize" title="More..." /&gt;Sultan Hamengkubuwana I kemudian segera membuat ibukota kerajaan beserta istananya yang baru dengan membuka daerah baru (jawa: babat alas) di Hutan Beringan yang terletak antara aliran Sungai Winongo dan Sungai Code. Ibukota berikut istananya tersebut tersebut dinamakan Ngayogyakarta Hadiningrat dan landscape utama berhasil diselesaikan pada tanggal 7 Oktober 1756. Selanjutnya secara turun-temurun para keturunannya memerintah kesultanan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan Kasultanan Yogyakarta mulanya diselenggarakan dengan menggunakan susunan pemerintahan warisan dari Mataram. Pemerintahan dibedakan menjadi dua urusan besar yaitu Parentah Lebet (urusan dalam) yang juga disebut Parentah Ageng Karaton dan Parentah Jawi (urusan luar) yang juga disebut Parentah Nagari. Sultan memegang seluruh kekuasaan pemerintahan negara. Dalam menjalankan kewajibannya sehari-hari Sultan dibantu lembaga Pepatih Dalem yang bersifat personal. Mulanya terdapat dua pepatih yaitu Pepatih Lebet dan Pepatih Jawi. Dalam perkembangannya Pepatih lebet dihapuskan dan Pepatih jawi disebut sebagai Pepatih Dalem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya pemerintahan urusan dalam dan urusan luar masing-masing dibagi menjadi empat kementerian yang dinamakan Kanayakan. Kementerian urusan dalam adalah (1) Kanayakan Keparak Kiwo dan (2) Kanayakan Keparak Tengen, yang keduanya mengurusi bangunan dan pekerjaan umum; (3) Kanayakan Gedhong Kiwo dan (4) Kanayakan Gedhong Tengen, yang keduanya mengurusi penghasilan dan keuangan. Kementerian urusan luar adalah (5) Kanayakan Siti Sewu dan (6) Kanayakan Bumijo, yang keduanya mengurusi tanah dan pemerintahan; (7) Kanayakan Panumping dan (8) Kanayakan Numbak Anyar, yang keduanya mengurusi pertahanan. Masing masing kementerian dipimpin oleh Bupati Nayaka yang karena jabatannya juga merupakan komandan militer yang memimpin pasukan kerajaan dalam peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menangani urusan agama Sultan membentuk sebuah badan khusus yang disebut dengan Kawedanan Pengulon. Badan ini mengurus masalah peribadatan, perawatan masjid-masjid kerajaan, dan upacara-upacara keagamaan istana, serta urusan peradilan kerajaan dalam lingkungan peradilan syariat Islam. Urusan regional di luar ibukota dibagi menjadi beberapa daerah administratif yang dikepalai oleh pejabat senior dengan pangkat Bupati. Mereka dikoordinasi oleh Pepatih Dalem. Tugas-tugasnya meliputi pengelolaan administrasi lokal, hukum dan peradilan, pemungutan pajak dan pengiriman hasil panenan melalui bawahannya, Demang, dan Bekel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya sampai 1792 Kasultanan Yogyakarta secara de facto merupakan negara merdeka dan VOC hanyalah mitra yang sejajar. Untuk menjamin posisinya maka VOC menempatkan seorang Residen di Yogyakarta untuk mengawasi Kesultanan. Kedudukan Residen ini mulanya berada di bawah Sultan dan sejajar dengan Pepatih Dalem. Daendels menaikkan kedudukan Residen menjadi Minister, yang merupakan menteri Raja/Ratu Belanda dan mewakili kehadiran Gubernur Jenderal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kedatangan Raffles sistem pemerintahan berubah lagi. Sultan tidak diperbolehkan mengadakan hubungan dengan negara lain sebab kedaulatan berada ditangan pemerintah Inggris. Begitu pula dengan Pepatih Dalem, Pengurus Kerajaan (Rijkbestuurder), diangkat dan diberhentikan berdasar kebutuhan pemerintah Inggris dan dalam menjalankan pekerjaannya harus sepengetahuan dan dengan pertimbangan Residen Inggris. Sultan mulai dibebaskan dari pemerintahan sehari-hari yang dipimpin oleh Pepatih Dalem yang dikontrol oleh Residen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas Perang Diponegoro selesai pada 1830, pemerintahan Nagari yang berada di tangan Pepatih Dalem dikontrol secara ketat sekali oleh Belanda untuk mencegah terjadinya pemberontakan. Kasultanan Yogyakarta secara de facto dan de jure menjadi negara protektorat dari Koninkrijk der Nederlanden, dengan status zelfbestuurende landschappen. Selain itu pemerintah Hindia Belanda selalu mengajukan perjanjian politik yang dinamakan kontrak politik bagi calon Sultan yang akan ditahtakan. Perjanjian ini diberlakukan terhadap Sultan Hamengkubuwana V - Sultan Hamengkubuwana IX. Kontrak politik terakhir dibuat pada 18 Maret 1940 antara Gubernur Hindia Belanda untuk Daerah Yogyakarta, L. Adam dengan HB IX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1900-an Belanda mencampuri birokrasi pemerintahan Kesultanan secara intensif dengan maksud memasukkan birokrasi barat modern. Untuk membiayai birokrasi tersebut maka pada 1915 APBN Kasultanan Yogyakarta dibagi menjadi dua yaitu APBN untuk Parentah Ageng Karaton dan APBN untuk Parentah Nagari yang berada dalam kontrol Hindia Belanda. Untuk belanja dan mengurus keperluan istana, setiap tahun Sultan mendapat uang ganti rugi yang disebut Daftar Sipil yang ditentukan dalam kontrak politik yang dibuat sebelum Sultan ditahtakan. Dengan demikian Sultan benar benar tersingkir dari pemerintahan Nagari dan hanya berperan di istana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan besar dalam pemerintahan terjadi pada saat Sultan Hamengkubuwono IX (HB IX) naik tahta pada tahun 1940, khususnya selama pendudukan Jepang (1942-1945). Secara perlahan namun pasti, Sultan melakukan restorasi (bandingkan dengan restorasi Meiji). Sultan membentuk badan-badan pemerintahan baru untuk menampung urusan pemerintahan yang diserahkan oleh Tentara Pendudukan Jepang. Badan tersebut dinamakan Paniradya yang masing-masing dikepalai oleh Paniradyapati. Paniradyapati tidak lagi berada di bawah kekuasaan Pepatih Dalem melainkan langsung berada di bawah kekuasaan Sultan. Dengan perlahan namun pasti Sultan memulihkan kembali kekuasaannya selaku kepala pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan 15 Juli 1945, Pepatih Dalem terakhir, KPHH Danurejo VIII, mengundurkan diri karena memasuki usia pensiun. Sejak saat itu Sultan tidak menujuk lagi Pepatih Dalem sebagai penggantinya melainkan mengambil alih kembali kekuasaan pemerintahan negara. Sebagai kelanjutannya birokrasi kesultanan dibedakan menjadi dua bagian yaitu urusan dalam istana (the Imperial House) dan urusan luar istana. Urusan dalam istana ditangani oleh Parentah Ageng Karaton yang mengkoordinasikan seluruh badan maupun kantor pemerintahan yang berada di istana yang terdiri dari beberapa badan atau kantor Semuanya di pimpin dan diatur secara langsung oleh saudara atau putera Sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan meminpin sendiri lembaga luar istana, yang terdiri dari beberapa Paniradya yang dipimpin oleh Bupati. Daerah di sekitar istana dibagi menjadi lima kabupaten yang administrasi lokalnya dipimpin oleh Bupati. Setelah kemerdekaan, sebagai konsekuensi integrasi Kesultanan pada Republik, status dan posisi serta administrasi Kesultanan dijalankan berdasar peraturan Indonesia. Kesultanan diubah menjadi daerah administrasi khusus dan Sultan menjadi Kepala Daerah Istimewa. Kesultanan menjadi bagian dari republik modern.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2009/01/kasultanan-ngayogyakarta-hadiningrat.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-4422224342623214400</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:54:52.677+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dewa batara</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Betari Durga</title><description>Tempat : Hutan Setra Gandamayit&lt;br /&gt;Suami : Batara Kala&lt;br /&gt;Bentuk : Raseksi yang ganas dan bengis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batari Durga dahulu adalah seorang putri yang cantik jelita berujud bidadari  bernama dewi Uma. Ia sangat dicintai oleh Hyang Guru. Peristiwa itu terjadi pada  saat Hyang Guru sedang rekreasi naik lembu Nandini melihat keindahan jagad raya,  karena asyiknya betara Guru timbullah nafsu asmara dengan dewi Uma. Tetapi dewi  Uma tidak mau karena mengingat sedang naik Lembu Nandini. Karena Batara Guru  sangat bernafsu maka kamanya jatuh di laut. Yang akhirnya lahir Batara Kala.  Setelah kejadian itu Dewi Uma diajak pulang. Di kayangan Batara Guru marah bukan  kepalang karena marahnya Betari Uma disabda menjadi reseksi yang bengis dan  disuruh kehutan Setra Gandamayit. &lt;p&gt;Mari kita melihat kembali pada kejadian yang lalu, pada saat Batara Guru akan  memaksa Batari Uma. Maka Batari Uma mengutuk sikap Batara Guru seperti itu  bagaikan raksasa. Maka jadilah Batara Guru mirip raksasa dengan mempunyai  caling. Atas kejadian itu Batara Guru merasa masgul hatinya. Batari Durga dapat  kembali ujut seperti sedia kala setelah diruat oleh satria bungsunya Pandawa  yaitu raden Sadewa. Maka lakon itu disebut lakon Sudamala atau Durga ruwat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Batari Durga di Setra Gandamayit memerintah para jin, iblis, banaspati,  gandaruwo, engklek-engklek balung antandak dan sepadannya.&lt;/p&gt;</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/betari-durga.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-8886739414801644872</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:54:14.642+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>semar</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dewa batara</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Batara Yamadipati</title><description>Putra dari : Semar (Betara Ismaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat : Kayangan Argodulamilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betara Yamadipati, dewa yang ditugasi mencabut nyawa dan menjaga neraka. Adapun  wajah Yamadipati berbentuk manusia dan wajah raksasa yang mengerikan. Yamadipati  juga terseret pada perbuatan tidak benar tetapi setelah direnungkan tidak baik,  maka berbelok pada posisinya semula.</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/batara-yamadipati.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-5975180100696643041</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:53:34.934+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dewa batara</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Batara Surya</title><description>Putra dari : Semar (Batara Ismaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan : Dewa Matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batara Surya adalah seorang dewa yang menguasai gerak Matahari. Serta dalam  lakon lahirnya Karna Betara Surya adalah salah satu dewa yang menurunkan raden  Suryaputra dengan ibunya dewi Kunti.</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/batara-surya.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-2262362282044335450</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:53:03.160+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dewa batara</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Batara Naradha</title><description>Nama lain : Kanekaputra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat : adalah kayangan Sudukpangudaludal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batara Narada adalah ketua dari para dewa ia bertugas memimpin para dewa serta  dewa yang dimintai pertimbangan oleh batara Guru dalam segala hal. Tugas lain  adalah menyampaikan anugerah pada manusia serta mengamati kejadian di dunia.  Asal mula batara Narada berparas elokvdan sakti yaitu dia ingin mengalahkan para  dewa maka bertapa terus sehingga bertemu dengan dewa guru/Batara Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terjadi bantah Batara Guru kalah. Akibat hal itu batara Guru selalu  memanggil kakang. Batara Narada akhirnya berwajah buruk serta berbadan cebol  karena pada suatu ketika mendapat umpat batara Gutu sehingga seperti bentuk  gambar diatas. Batara Narada selalu melaksanakan tindakan kebenaran maka pada  saat batara Guru bertindak salah selalu dilawannya.</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/batara-naradha.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-1616570117285296801</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:52:32.172+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dewa batara</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Batara Kamajaya</title><description>Tempat : Kayangan Cokrokembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra dari : Batara Ismaya (Semar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri : Batari Ratih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa ini berparas elok serta selalu rukun bersama istrinya. Maka dari itu oleh  orang jawa dijadikan kegemarannya (idam-idaman) sampai pada cita-citanya. Kalau  orang mempunyai putra atau putri diharapkan berwajah elok dan cantik. Hal ini  terbukti di dalam acara tujuh bulan bayi di kandungan diadakan upacara mitoni  yang dilambangkan pada cengkir (kelapa muda) berlukiskan Batara Kamajaya dan  Batari Ratih.</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/batara-kamajaya.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-2089953112424314084</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:52:03.090+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dewa batara</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Batara Kala</title><description>Kayangan : kayangan Selamangumpeng &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Ayah : Batara Guru&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Istri : Batari Durga&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Keterangan :&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Batara Kala lahir dari Kama salah  yang jatuh dilaut pada saat Batara Guru rekrasi dengan Batari Uma (lihat hal  Batari Uma). Batara Kala dilahirkan dalam wujud api yang berkobar-kobar yang  makin lama makin besar. Hal ini membuat gara-gara di Suralaya, sehingga para  dewa diperintahkan oleh Batara Guru untuk mematikan api yang berkobar-kobar  tetapi tidak mati, malah makin lama makin besar dan naik ke Suralaya menanyakan  bapaknya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Karena Hyang Guru kwatir kalau  kayangan rusak maka Batara Guru mengakui kalau Kala adalah anaknya. Maka diberi  nama Batara Kala dan Batara Kala minta makanan, maka Batara Guru memberi makanan  tetapi ditentukan yaitu :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Orang yang mempunyai anak satu   yang disebut ontang-anting  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Pandawa lima anak lima laki-laki   semua atau anak lima putri semua.  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Kedono kedini, anak dua laki-laki   perempuan jadi makanan Betara Kala.  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; Untuk menghindari jadi mangsa Batara  Kala harus diadakan upacara ruwatan. Maka untuk lakon-lakon seperti itu di dalam  pedalangan disebut lakon Murwakala atau lakon ruwatan. Di dalam lakon pedalangan  Batara Kala selalu memakan para pandawa karena dianggapnya Pandawa adalah orang  ontang anting. Tetapi karena Pandawa selalu didekati titisan Wisnu yaitu Batara  Kresna. Maka Batara Kala selalu tidak berhasil memakan Pandawa.</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/batara-kala.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-7847625538049526851</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:51:31.998+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dewa batara</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Batara Antaboga</title><description>Kayangan : kayangan Saptapratala atau Saptabumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak : Dewi Nagagini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batara Antaboga adalah dewa ular maka disebut juga ujud naga besar. Hyang  Antaboga mempunyai putri cantik jelita yang diperistri raden Werkudara.  Peristiwa ini terjadi pada saat Pandawa ditipu Kurawa diajak berkumpul dan  pesta. Tiba-tiba tempat tersebut dibakar oleh para Kurawa dalam pedalangan dalam  lakon Balesigalagala. Pandawa tidak mati karena ditolong oleh garangan putih  yaitu kajadian dari Hyang Antaboga. Akhirnya Pandawa selamat Werkudara  dikawinkan dengan dewi Nagagini mempunyai keturunan raden Hanantareja.</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/batara-antaboga.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-6220670974087705417</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:51:06.860+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dewa batara</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Tentang Batara Bayu</title><description>&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Tempat tinggal : Kayangan Panglawung&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Ayah : Batara Guru&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Ibu : Dewi Uma&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Istri : Dewi Sumi&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Kesaktian :&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Batara Bayu mempunyai kesaktian angin  dan ia menjadi dewanya hewan, raksasa, dan manusia.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Yang tersebut golongan putera dewa  Bayu adalah :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Batara Bayu  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Hanuman  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Wrekodara Wil Jajalpaweka  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Liman setubanda  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Sarpa Nagakuawara  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Garudha Mahambira  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Begawan Maenaka &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batara Bayu pernah menjadi raja di Mayapada di negara Medanggora, bergelar prabu  Bhima. Pada ceritera Pedalangan dalam lakon Bhima Bungkus di situ terlukis  putera Pandu yang masih berada dalam keadaan terbungkus, sebelum sang bayi  berwujud sebagai layaknya bayi biasa, Batara Bayu masuk kedalam bungkus sang  bayi dan memberinya busana seorang kesatria.&lt;/p&gt;</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/tentang-batara-bayu.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-689104974752129447</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:50:36.722+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dewa batara</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Tentang Batara Brama</title><description>Tempat : Kayangan Deksina di dalam pedalangan sering disebut kayangan  Argadahana. &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Ayah : Batara Guru&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Istri : Dewi Saraswati&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Ibu : Batari Uma&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Kesaktian : Dewa yang menguasai api.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batara Brama pernah memberikan pusaka Alugara dan Nanggala kepada raden  Kakrasana pada saat ia bertapa di pertapaan Arsonya. Maka seolah-olah Hyang  Brama adalah guru dari raden Kakrasana. maka kalau kita lihat bentuk wayang  Prabu Baladewa, raden Kakrasana mirip dengan bentuk wayang Batara Brama. Batara  Brama selalu atau sering mengikuti perjalanan Batara Guru ke Ngarcapada / Bumi  menjelma menjadi raja seberang dengan nama misal prabu Dewa Pawaka atau yang  lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dapat digagalkan oleh Semar. Sehingga kehendaknya ingin memusnahkan  Pandawa atau membuat onar dunia tidak berhasil. Juga dapat dilihat dalam lakon  lahirnya Wisanggeni. Tujuan Batara Drama akan mengawinkan putrinya Dewi  Dresanala dengan Dewa Srani serta menceraikan radaen Arjuna. Hal ini dapat  digagalkan oleh Semar dan para Pandawa. Jadi kesimpulannya bahwa semua ulah dewa  jika salah akan kalah oleh tindakan manusia yang benar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/tentang-batara-brama.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-2163364810178994031</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:50:04.008+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dewa batara</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Tentang Batara Indra</title><description>&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Tempat : Kayangan Jonggirisaloka&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Kesaktian :&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Batara Indra mempunyai kekuasaan  memerintah para Dewa atas perintah Hyang Guru. Batara Indra mempunyai keahlian  berperang dan banyak mempunyai panah sakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Dewi Tara  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Dewi Tari   &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Dewi Gagar Mayang  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Batari Suprada dan masih banyak   lagi yang berwujud bidadari. &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Ayah : Batara Guru&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"&gt;Ibu : Batari Uma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batara Indra mempunyai kekuasaan atas para dewa dan para bidadari di sorga.  Selain itu sering memberikan anugrah atau hadiah pada siapa saja yang gemar  bertapa dan membantu ketentraman dunia serta permintaan titah yang sedang  bertapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh: Raden Arjuna mendapatkan panah Pasopati sebagai panah sakti  akibat dari dia bertapa dan membantu atas ketentraman di kayangan, sehingga  panah tersebut berguna di dalam perang besar Baratayuda&lt;/p&gt;</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/tentang-batara-indra.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-7299312280545616826</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:49:28.467+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>dewa batara</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Tentang Batara Guru</title><description>Nama lain : &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hyang jagad Pratingkah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sang Hyang catur buia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sang Hyang Manikmaya &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Tempat : Kayangan Jonggirikaelasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri : Dewi Uma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak :&lt;br /&gt; &lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Batara Indra&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batara Bayu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batara Wisnu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batara Brama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batara Kala&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batara Sakra&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batara Mahadewa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Batara Asmara&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; Ayah Batara Guru : Hyang Tunggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batara Guru adalah dewa yang merajai kayangan serta mengusai alam. Batara Guru  pada saat dilahirkan berwajah tampan serta tanpa cacat. Karena kecongkakannya  dan merasa bangga karena mempunyai wajah tampan dia akhirnya menerima hukuman  dari Hyang tunggal serta dewa yang Agung dengan bertangan empat, bercaling,  leher berwarna biru. Hal ini adalah buah dari perbuatannya. Batara Guru didalam  ceritera pedalangan sering mengganggu dunia dengan menyamar menjadi manusia  ingin menghancurkan Kyai Semar, Pandawa tetapi hal ini selalu kalah dengan  kebajikan dan kejujuran yang akhirnya Hyang Guru minta maaf dan kembali  kekhayangan.</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/tentang-batara-guru.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-1254448952585290522</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:48:34.069+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Gunungan Dalam Wayang</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvqvMVt6TI/AAAAAAAAAA8/WUZ3xvJdnpk/s1600-h/wayangE.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvqvMVt6TI/AAAAAAAAAA8/WUZ3xvJdnpk/s400/wayangE.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200508291216435506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau kita melihat pagelaran wayang kulit pasti akan melihat gunungan, dan lebih  sering disebut juga kayon. Dinamakan gunungan karena bentuknya mirip sepucuk  gunung yang mencuat tinggi keatas. Adapun kita melihat gunungan yaitu pada saat  pakeliran belum dimulai, gunungan ditancapkan tegak lurus di tengah kelir pada  batang pisang bagian atas. Tetapi jika pakeliran telah dimulai maka gunungan  ditancapkan pada simpingan bagian kanan dan kiri.&lt;br /&gt;Gunungan terdapat pada setiap pagelaran wayang, misalnya: wayang purwa, wayang  gedog, wayang krucil, wayang golek, wayang suluh dan sebagainya. Tetapi gambar  gunungan kalau kita lihat juga banyak dijadikan simbol, atau suatu lambang.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Dalam lingkungan hidup atau sering disebut Kalpataru, digambarkan lambang sebuah  kayon.&lt;br /&gt;Kalau kita membedakan jenis kayon atau gunungan itu ada dua macam yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kayon Gapuran&lt;br /&gt;2. Kayon Blumbangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ciri-ciri kayon gapuran adalah sebagai berikut : &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bentuknya ramping&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lebih tinggi dari kayon blumbangan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian bawah berlukiskan gapura.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Samping kanan dan kiri dijaga dua raksasa kembar yaitu Cingkarabala dan   balaupata.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian belakang berlukiskan api merah membara.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Adapun ciri-ciri kayon blumbangan adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bentuknya gemuk&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lebih pendek dari keyon gapuran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian bawah berlukiskan kolam dengan air yang jernih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ditengah ada gambar ikan berhadap-hadapan ditengah kolam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagian belakang berlukiskan api berkobar merah membara biasanya juga ada   lukisan kepala makara. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Gunungan di dalam pegelaran wayang kulit mempunyai kegunaan yang penting  sekali. Adapun guna kayon adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tanda dimulainya pentas pedalangan dengan dicabutnya kayon lalu   diletakkan pada simpingan kanan dan kiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanda pergantian adegan / tempat. Contoh: Setelah adegan Astina akan   diganti adegan Amarta biasanya diawali dengan memindahkan kayon atau memutar   kayon lalu ditancapkan pada posisi semula.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk menggambarkan suasana. Contoh : Suasana sedih dalam suatu adegan,   kayon digerak-gerakkan diikuti ceritera dalang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk menggambarkan sesuatu yang tidak ada wayangnya.Contoh:Suatu ajian   yang dikeluarkan dari badan tokoh wayang. Dewa tertinggi yang tidak ada   wayangnya. Misalnya Sang Hyang wenang dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menggambarkan air, api, dan angin. Contoh:Dari patet enem ke patet sanga   di tandai dengan perubahan letak kayon. Misalnya dari kayon condong kekiri   dirubah gerak tegak lurus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanda berakhirnya pentas pakeliran yaitu dengan menancapkan kayon   ditengah-tengah. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Gambar kayon didalamnya berlukiskan :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Rumah atau balai yang indah dengan lantai bertingkat tiga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dua raksasa kembar lengkap dengan perlengkapan jaga pedang dan tameng.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dua naga kembar bersayap dengan dua ekornya habis pada ujung kayon.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gambar hutan belantara yang suburnya dengan kayu yang besar penuh dengan   satwanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gambar macan berhadapan dengan banteng.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pohon besar yang tinggi dibelit ular besar dengan kepala berpaling   kekanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dua kepala makara ditengah pohon.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dua ekor kera dan lutung sedang bermain diatas pohon.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dua ekor ayam hutan sedang bertengkar diatas pohon. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Jadi kesimpulannya gambar kayon gunungan didalamnya sudah melambangkan  seluruh alam raya beserta isinya mulai dari manusia sampai dengan hewan serta  hutan dan perlengkapannya.      &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/gunungan-dalam-wayang.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvqvMVt6TI/AAAAAAAAAA8/WUZ3xvJdnpk/s72-c/wayangE.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-939976983712102796</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:47:06.512+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Tentang Wayang Purwa</title><description>WAYANG PURWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvqV8Vt6SI/AAAAAAAAAA0/FA0p2g0pjXc/s1600-h/wayangB.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvqV8Vt6SI/AAAAAAAAAA0/FA0p2g0pjXc/s400/wayangB.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200507857424738594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wayang purwa adalah bagian dari beberapa macam yang ada, diantaranya wayang  gedog, wayang madya, wayang klitik purwa, wayang wahyu, wayang wahono dan  sebagainya.&lt;br /&gt;Wayang purwa sudah ada beberapa ratus tahun yang lalu dimana wayang timbul  pertama fungsinya sebagai upacara menyembah roh nenek moyang. Jadi merupakan  upacara khusus yang dilakukan nenek moyang untuk mengenang arwah para leluhur.  Bentuk wayang masih sangat sederhana yang dipentingkan bukan bentuk wayang  tetapi bayangan dari wayangan tersebut.&lt;br /&gt;Perkembangan jaman dan budaya manusia selalu berkembang wayang ikut pula  dipengaruhi bentuk&lt;br /&gt;Wayangpun berubah, misalnya, bentuk mata wayang seperti bentuk mata manusia,  tangan berkabung menjadi satu dengan badannya. Hal ini dipandang kurang enak  maka tangan wayang dipisah, untuk selanjutnya diberi pewarna.&lt;br /&gt;Perkembangan wayang pesat pada jaman para wali, diantaranya Sunan Kalijaga,  Sunan Bonang dan yang lain ikut merubah bentuk wayang sehingga menjadi lebih  indah bentuknya.&lt;br /&gt;Langkah penyempurnaan di jaman Sultan Agung Hanyakrakusuma, jaman kerajaan  Pajang, kerajaan Surakarta, jaman Pakubuwono banyak sekali menyempurnakan bentuk  wayang sehingga tercipta bentuk sekarang ini, dimana telah mengalami kemantapan  yang dirasa pas dihati pemiliknya.</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/tentang-wayang-purwa.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvqV8Vt6SI/AAAAAAAAAA0/FA0p2g0pjXc/s72-c/wayangB.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-391748448650567827</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:45:48.706+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>lakon</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Wayang - Teknik Pakem Pakeliran</title><description>Pakem tehnik perkeliran atau wewaton tehnik perkeliran itu setiap daerah atau  setiap gaya tentu ada dan sudah barang tentu tidak dapat diabaikan sama sekali.  Hal itu erat sekali hubungannya dengan perasaan indah yang hidup di  masing-masing daerah. Misalnya perkeliran gaya sala berbeda dengan gaya yogya.  Berbeda pula dengan gaya banyumas, tegal, jawa timur, dll. Mungkin hal ini pula  sangkut-pautnya dengan falsafah hidup dalam masyarakat itu sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu uraian tentang pakem atau wewaton tehnik perkeliran, pada  kesempatan ini kami batasi dengan hanya mengemukakan wewaton tehnik perkeliran  menurut seni pedalangan gaya Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergelaran seni pedalangan gaya Yogyakarta yang diperkelirkan semalam suntuk  itu, pada dasarnya terbagi dalam 3 bagian yang besar, ialah &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Permulaan pergelaran dengan “pathet lasem” yang sering juga disebut   “pathet nem”.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lalu disusul dengan “pathet sanga” ; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian dengan “pathet manura” , yang pada akhir pathet mayura ini   disebut “galong” (pada waktu fajar menyingsing).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/wayang-teknik-pakem-pakeliran.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-6564283815472628034</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:45:12.453+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>lakon</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Lakon - lakon Pewayangan</title><description>Lakon-lakon pewayangan yang begitu banyak dipergelarkan dewasa ini, pada  hakekatnya dapat dibagi menjadi 4 bagian, ialah: 1. Lakon wayang yang disebut  pakem; 2. Lakon wayang yang disebut carangan; 3. Lakon wayang yang disebut  gubahan; 4. Lakon wayang yang disebut karangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perinciannya sebagai berikut : &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Lakon pakem : yang disebut lakon-lakon pakem itu sebagian besar   ceriteranya mengambil dari sumber-sumber ceritera dari perpustakaan wayang,   misalnya : lakon Bale Sigala-gala, pandawa dadu, baratayuda, rama gandrung,   subali lena, anoman duta, brubuh ngalengka dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakon carangan : yang disebut carangan itu hanya garis pokoknya saja   yang bersumber pada perpustakaan wayang, diberi tambahan atau bumbu-bumbu   berupa carangan (carang Jw = dahan), seperti lakon-lakon : babad alas   mertani, partakrama, aji narantaka, abimanyu lahir dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakon gubahan : yang disebut gubahan itu ialah lakon yang tidak   bersumber pada buku-buku ceritera wayang, tetapi hanya menggunakan nama dan   negara-negara dari tokoh-tokoh yang termuat dalam buku-buku ceritera wayang,   misalnya lakon-lakon: irawan Bagna, gambiranom, dewa amral, dewa katong dsb.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakon karangan : yang disebut lakon karangan itu ialah suatu lakon yang   sama sekali lepas dari ceritera wayang yang terdapat dalam buku-buku sumber   ceritera wayang, misalnya lakon-lakon : praja binangun, linggarjati, dsb.   Dalam lakon praja binangun tersebut diketengahkan nama tokoh-tokoh wayang   seperti : ratadahana (Jendral Spoor), Kala Miyara (Meiyer), Dewi Saptawulan   (Juliana), Bumiandap (Nederland) dsb.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu pula diketahui bahwa lakon-lakon wayang yang disebut carangan, gubahan dan  karangan itu, banyak juga lakon yang merupakan kiasan, misalnya : Lakon babad  alas mertani mengandung kias assimilasi (perkawinan) falsafah Hindu dan Jawa.  Demikian pula lakon-lakon seperti : pandawa Pitu, Pandawa Sanga, senggana racut  dsb itu berisi kias dan maksud mengenai ilmu kebatinan (baca: kejawen).       &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/lakon-lakon-pewayangan.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-1058440264057684841</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:44:12.962+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>keraton</category><title>Filosofi Wayang - Pengantar</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvpqsVt6RI/AAAAAAAAAAs/lKm3gsM0fOI/s1600-h/wayangA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvpqsVt6RI/AAAAAAAAAAs/lKm3gsM0fOI/s400/wayangA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200507114395396370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pindahnya Keraton Kasunanan dari Kartasura ke Desa Solo (sekarang Surakarta)  membawa perkembangan juga dalam seni pewayangan. Seni pewayangan yang merupakan  seni pakeliran dengan tokoh utamanya Ki Dalang adalah suatu bentuk seni gabungan  antara unsur seni tatah sungging (seni rupa) dengan menampilkan tokoh wayangnya  yang diiringi dengan gending/irama gamelan, diwarnai dialog (antawacana),  menyajikan lakon dan pitutur/petunjuk hidup manusia dalam falsafah.&lt;br /&gt;Seni pewayangan dapat digelar dalam bentuk Wayang Kulit Purwa, dilatar-belakangi  layar/kelir dengan pokok cerita yang sumbernya dari Mahabharata dan Ramayana,  berasal dari India. Namun ada juga pagelaran wayang kulit purwa dengan lakon  cerita yang di petik dari ajaran Budha, seperti cerita yang berkaitan dengan  upacara ruwatan (pensucian diri manusia). Pagelaran wayang kulit purwa biasanya  memakan waktu semalam suntuk.&lt;br /&gt;Semasa Sri Susuhunan X di Solo didirikan tempat pementasan Wayang Orang, yaitu  di Sriwedari yang merupakan bentuk pewayangan panggung dengan pemainnya terdiri  dari orang-orang yang memerankan tokoh-tokoh wayang. Baik cerita maupun  dialognya dilakukan oleh masing-masing pemain itu sendiri. Pagelaran ini  diselenggarakan rutin setiap malam. Bentuk variasi wayang lainnya yaitu wayang  Golek yang wayangnya terdiri dari boneka kayu.&lt;br /&gt;Seniman cina yang berada di Solo juga kadang menggelar wayang golek cina yang  disebut Wayang Potehi. Dengan cerita dari negeri Cina serta iringan musiknya  khas cina.&lt;br /&gt;Ada juga Wayang Beber yang dalam bentuknya merupakan lembaran kain yang dilukis  dan diceritakan oleh sang Dalang, yang ceritanya berkisar mengenai Keraton  Kediri, Ngurawan, Singasari (lakon Panji).&lt;br /&gt;Wayang Klitik adalah jenis pewayangan yang media tokohnya terbuat dari kayu,  ceritanya diambil dari babat Majapahit akhir (cerita Dhamarwulan).&lt;br /&gt;Dulu terkadang "wong Solo" memanfaatkan waktu senggangnya membuat wayang dari  rumput, disebut Wayang Rumput&lt;br /&gt;Orang jawa mempunyai jenis kesenian tradisional yang bisa hidup dan berkembang  hingga kini dan mampu menyentuh hati sanubari dan menggetarkan jiwa, yaitu seni  pewayangan. Selain sebagai alat komunikasi yang ampuh serta sarana memahami  kehidupan, wayang bagi orang jawa merupakan sibolisme pandangan-pandangan hidup  orang jawa mengenai hal-hal kehidupan.&lt;br /&gt;Dalam wayang seolah-olah orang jawa tidak hanya berhadapan dengan teori-teori  umum tentang manusia, melainkan model-model hidup dan kelakuan manusia  digambarkan secara konkrit. Pada hakekatnya seni pewayangan mengandung konsepsi  yang dapat dipakai sebagai pedoman sikap dan perbuatan dari kelompok sosial  tetentu.&lt;br /&gt;Konsepsi-konsepsi tersebut tersusun menjadi nilai nilai budaya yang tersirat dan  tergambar dalam alur cerita-ceritanya, baik dalam sikap pandangan terhadap  hakekat hidup, asal dan tujuan hidup, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan  manusia dengan lingkungannya serta hubungan manusia jawa dengan manusia lain.&lt;br /&gt;Pertunjukkan wayang terutama wayang kulit sering dikaitkan dengan upacara adat:  perkawinan, selamatan kelahiran bayi, pindahan rumah, sunatan, dll, dan biasanya  disajikan dalam cerita-cerita yang memaknai hajatan dimaksud, misalnya dalam  hajatan perkawinan cerita yang diambil "Parto Krama" (perkawinan Arjuna),  hajatan kelahiran ditampilkan cerita Abimanyu lahir, pembersihan desa mengambil  cerita "Murwa Kala/Ruwatan"</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/filosofi-wayang-pengantar_15.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvpqsVt6RI/AAAAAAAAAAs/lKm3gsM0fOI/s72-c/wayangA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-5003383975485546779</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:43:05.051+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>keraton</category><title>Filosofi Wayang - Pengantar</title><description>Pindahnya Keraton Kasunanan dari Kartasura ke Desa Solo (sekarang Surakarta)  membawa perkembangan juga dalam seni pewayangan. Seni pewayangan yang merupakan  seni pakeliran dengan tokoh utamanya Ki Dalang adalah suatu bentuk seni gabungan  antara unsur seni tatah sungging (seni rupa) dengan menampilkan tokoh wayangnya  yang diiringi dengan gending/irama gamelan, diwarnai dialog (antawacana),  menyajikan lakon dan pitutur/petunjuk hidup manusia dalam falsafah.&lt;br /&gt;Seni pewayangan dapat digelar dalam bentuk Wayang Kulit Purwa, dilatar-belakangi  layar/kelir dengan pokok cerita yang sumbernya dari Mahabharata dan Ramayana,  berasal dari India. Namun ada juga pagelaran wayang kulit purwa dengan lakon  cerita yang di petik dari ajaran Budha, seperti cerita yang berkaitan dengan  upacara ruwatan (pensucian diri manusia). Pagelaran wayang kulit purwa biasanya  memakan waktu semalam suntuk.&lt;br /&gt;Semasa Sri Susuhunan X di Solo didirikan tempat pementasan Wayang Orang, yaitu  di Sriwedari yang merupakan bentuk pewayangan panggung dengan pemainnya terdiri  dari orang-orang yang memerankan tokoh-tokoh wayang. Baik cerita maupun  dialognya dilakukan oleh masing-masing pemain itu sendiri. Pagelaran ini  diselenggarakan rutin setiap malam. Bentuk variasi wayang lainnya yaitu wayang  Golek yang wayangnya terdiri dari boneka kayu.&lt;br /&gt;Seniman cina yang berada di Solo juga kadang menggelar wayang golek cina yang  disebut Wayang Potehi. Dengan cerita dari negeri Cina serta iringan musiknya  khas cina.&lt;br /&gt;Ada juga Wayang Beber yang dalam bentuknya merupakan lembaran kain yang dilukis  dan diceritakan oleh sang Dalang, yang ceritanya berkisar mengenai Keraton  Kediri, Ngurawan, Singasari (lakon Panji).&lt;br /&gt;Wayang Klitik adalah jenis pewayangan yang media tokohnya terbuat dari kayu,  ceritanya diambil dari babat Majapahit akhir (cerita Dhamarwulan).&lt;br /&gt;Dulu terkadang "wong Solo" memanfaatkan waktu senggangnya membuat wayang dari  rumput, disebut Wayang Rumput&lt;br /&gt;Orang jawa mempunyai jenis kesenian tradisional yang bisa hidup dan berkembang  hingga kini dan mampu menyentuh hati sanubari dan menggetarkan jiwa, yaitu seni  pewayangan. Selain sebagai alat komunikasi yang ampuh serta sarana memahami  kehidupan, wayang bagi orang jawa merupakan sibolisme pandangan-pandangan hidup  orang jawa mengenai hal-hal kehidupan.&lt;br /&gt;Dalam wayang seolah-olah orang jawa tidak hanya berhadapan dengan teori-teori  umum tentang manusia, melainkan model-model hidup dan kelakuan manusia  digambarkan secara konkrit. Pada hakekatnya seni pewayangan mengandung konsepsi  yang dapat dipakai sebagai pedoman sikap dan perbuatan dari kelompok sosial  tetentu.&lt;br /&gt;Konsepsi-konsepsi tersebut tersusun menjadi nilai nilai budaya yang tersirat dan  tergambar dalam alur cerita-ceritanya, baik dalam sikap pandangan terhadap  hakekat hidup, asal dan tujuan hidup, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan  manusia dengan lingkungannya serta hubungan manusia jawa dengan manusia lain.&lt;br /&gt;Pertunjukkan wayang terutama wayang kulit sering dikaitkan dengan upacara adat:  perkawinan, selamatan kelahiran bayi, pindahan rumah, sunatan, dll, dan biasanya  disajikan dalam cerita-cerita yang memaknai hajatan dimaksud, misalnya dalam  hajatan perkawinan cerita yang diambil "Parto Krama" (perkawinan Arjuna),  hajatan kelahiran ditampilkan cerita Abimanyu lahir, pembersihan desa mengambil  cerita "Murwa Kala/Ruwatan"</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/filosofi-wayang-pengantar.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-1060055773638182037</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:42:10.799+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>semar</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Makna Gambar Semar dalam Pewayangan</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvocMVt6PI/AAAAAAAAAAc/deV1mJ3w_VU/s400/semar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 148px; height: 214px;" src="http://bp2.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvocMVt6PI/AAAAAAAAAAc/deV1mJ3w_VU/s400/semar.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar Wayang Semar kiranya merupakan simbol pengertian atau konsepsi dari  aspek sifat Ilahi, yang kalau dibaca bunyinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang wayang itu hanyalah kulit&lt;br /&gt;Yang kulit itu bukan Hakekat&lt;br /&gt;Samasekali bukan , Ia&lt;br /&gt;Hanyalah lambang dan sifat-sifat&lt;br /&gt;Nama-nama dan aspeknya&lt;br /&gt;Yang dalam lambang itu Maya&lt;br /&gt;Dalam Maya ada Ia&lt;br /&gt;Ia adalah yang Maha Wisesa, Wenang wening&lt;br /&gt;Ia tak tampak tapi ada&lt;br /&gt;Ada ini sebagai ada yang pertama&lt;br /&gt;Dan tidak pernah tidak ada&lt;br /&gt;Adanya adalah tunggal&lt;br /&gt;Adanya adalah Mutlak&lt;br /&gt;Ia satu-satunya kenyataan&lt;br /&gt;Ada adalah tak tampak mata&lt;br /&gt;Gaib, misterius, samar&lt;br /&gt;Karena yang ada mutlak itu Tunggal&lt;br /&gt;Yang Tunggal adalah kebenaran&lt;br /&gt;Kebenaran mutlak karena tak ada kebenaran yang mendua&lt;br /&gt;Tan Hana Dharma Mngrwa&lt;br /&gt;Jadi Sang Hyang Tunggal adalah Kebenaran&lt;br /&gt;Sang Hyang Tunggal adalah Samarnya SEMAR&lt;br /&gt;Samar adalah aspek sifat dan Nama&lt;br /&gt;Samar ada pada SEMAR</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/makna-gambar-semar-dalam-pewayangan.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvocMVt6PI/AAAAAAAAAAc/deV1mJ3w_VU/s72-c/semar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-7161091821724262312</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:40:18.148+08:00</atom:updated><title>Semar (pralambang ngelmu gaib) - kasampurnaning pati.</title><description>&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;b&gt;Semar (pralambang  ngelmu gaib) - kasampurnaning pati.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvoycVt6QI/AAAAAAAAAAk/Tflv6J139xY/s1600-h/semar1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvoycVt6QI/AAAAAAAAAAk/Tflv6J139xY/s400/semar1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200506148027754754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="left"&gt;Gambar kaligrafi jawa tersebut bermakna :&lt;br /&gt;Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan &lt;/p&gt; Mardika artinya  "merdekanya jiwa dan sukma", maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa  nafsu dan keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh  dosa. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing  kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : "dalam menguji  budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan  hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup".</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/semar-pralambang-ngelmu-gaib.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvoycVt6QI/AAAAAAAAAAk/Tflv6J139xY/s72-c/semar1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-81935111803794494.post-5054356563253246842</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 07:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T15:38:52.833+08:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>semar</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>wayang</category><title>Filosofi Semar dan  Fisiologi Semar</title><description>Filosofi, Biologis Semar &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvocMVt6PI/AAAAAAAAAAc/deV1mJ3w_VU/s1600-h/semar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvocMVt6PI/AAAAAAAAAAc/deV1mJ3w_VU/s400/semar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200505765775665394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranoyo&lt;br /&gt;Bebrodo = Membangun sarana dari dasar, Noyo = Nayoko = Utusan mangrasul&lt;br /&gt;Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah untuk  kesejahteraan manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Javanologi :&lt;br /&gt;Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun).&lt;br /&gt;Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan  kirinya kebelakang. Maknanya : "Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan  simbul Sang Maha Tumggal". Sedang tangan kirinya bermakna "berserah total dan  mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik".&lt;br /&gt;Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel. Karang = gersang, Dempel =  keteguhan jiwa. Rambut semar "kuncung" (jarwodoso/pribahasa jawa kuno) maknanya  hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan.&lt;br /&gt;Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk  melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi. Semar berjalan menghadap  keatas maknanya : "dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan  teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq ) yang maha pengasih serta  penyayang umat".&lt;br /&gt;Kain semar Parangkusumorojo, perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia)  agar memayuhayuning bawono, yaitu mengadakan keadilan dan kebenaran di bumi.&lt;br /&gt;Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan  yang Maha Esa, yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar, jauh sebelum masuknya  kebudayaan Hindu, Budha dan Isalam di tanah Jawa.&lt;br /&gt;Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih  bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an, yaitu: Suatu lambang dari  pengejawantahan expresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan  pada konsepsi. Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa  orang Jawa sejak jaman Prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha  Esa.&lt;br /&gt;Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas ,dimengerti dan dihayati sampai  dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa .&lt;/p&gt;</description><link>http://sastroyuwono.blogspot.com/2008/05/filosofi-semar-dan-fisiologi-semar.html</link><author>noreply@blogger.com (WebMaster)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_TtOmIDsVqcQ/SCvocMVt6PI/AAAAAAAAAAc/deV1mJ3w_VU/s72-c/semar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>