<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 10:50:20 +0000</lastBuildDate><category>Materi</category><category>Askep</category><category>AIDS</category><category>Nursing</category><category>Peraturan</category><category>Formulir</category><category>Internet</category><category>Materi Kuliah</category><category>Nursing Blog</category><category>Penyimpangan KDM</category><category>Video</category><category>opini</category><title>keperawatan</title><description>tempat berbagai asuhan keperawatan dan materi keperawatan</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>tempat berbagai asuhan keperawatan dan materi keperawatan</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-7063901587449761706</guid><pubDate>Fri, 13 Jan 2012 05:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-13T14:24:40.069+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Peraturan</category><title>Permenkes RI No 1796/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan Sebagai Upaya Peningkatan Palayanan Kesehatan</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Kesehatan merupakan hak
azasi manusia. Berdasarkan amanat pasal 28 H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 telah ditegaskan bahwa setiap orang berhak hidup
sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup
yang baik dan sehat serta memperoleh pelayanan kesehatan, kemudian dalam Pasal
34 ayat (3) dinyatakan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas
pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Pelayanan kesehatan yang
buruk selalu menjadi masalah di berbagai daerah di Republik ini. Bukan saja di
daerah, namun komplain tentang pelayanan kesehatan yang buruk juga terjadi di
kota-kota besar seperti Jakarta. Kita masih ingat bagaimana kasus Prita yang
mencuat menjadi masalah Nasional, sampai-sampai berbagai pihak turut berbicara
tentang buruknya pelayanan kesehatan di negeri ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Demi peningkatan pelayanan
kesehatan yang lebih baik, maka Kementerian Kesehatan dalam hal ini Menteri
Kesehatan telah mengambil langkah-langkah nyata dalam rangka peningkatan
pelayanan Kesehatan bagi masyarakat. Salah satu upayanya adalah dengan dikeluarkannya
Peraturan Menteri kesehatan RI nomor 161/Menkes/Per/I/2010, yang kemudian
direvisi karena dirasa perlu untuk disesuaikan dengan perkembangan dan
kebutuhan hukum dengan Permenkes RI nomor 1796/Menkes/Per/VIII/2011, tentang
Registrasi Tenaga Kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Keluarnya Permenkes tentang
Registrasi Tenaga Kesehatan sebenarnya merupakan kelanjutan dari berbagai
peraturan sebelumnya yang mengatur tentang peningkatan kualitas tenaga kesehatan
melalui perijinan, uji kompetensi dan registrasi. Sebelumnya telah ada UU RI nomor
36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang juga menyebutkan bahwa peningkatan mutu pelayanan
kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan, dan dalam rangka pemberian
ijin, perlu mengatur registrasi tenaga kesehatan. UU RI nomor 44 tahun 2009 tentang
Rumah Sakit, yang juga mengatur ijin praktik tenaga kesehatan di RS. Permenkes RI
nomor HK.02.02/Menkes/148/I/2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik
Perawat serta Permenkes RI nomor HK.02.02/Menkes/149/I/2010 tentang Izin dan
Penyelenggaraan Praktik Bidan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Khusus tulisan kali ini,
saya akan mencoba menjelaskan tentang Permenkes RI nomor
1796/Menkes/Per/VIII/2011, tentang Registrasi Tenaga Kesehatan. Sejak
dikeluarkannya Permenkes ini, maka semua tenaga kesehatan (kecuali dokter,
apoteker dan sarjana kesehatan masyarakat) yang bekerja dan mengabdi pada fasilitas
pelayanan kesehatan, baik PNS/CPNS dan magang/honorer diwajibkan untuk memiliki
STR (Surat Tanda Registrasi). Fasilitas pelayanan yang dimaksud adalah tempat
yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif,
preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah
daerah maupun masyarakat. Dengan demikian maka semua tenaga kesehatan yang
bekerja pada Rumah Sakit Umum Pemerintah maupun Swasta, Puskesmas, Klinik
Kesehatan sampai Praktek-praktek Dokter diwajibkan untuk memiliki STR.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%;"&gt;STR (Surat Tanda
Registrasi) hanya dapat diperoleh oleh seorang tenaga kesehatan setelah
memiliki ijazah tanda lulus pendidikan profesi dari institusi pendidikan
kesehatan dan lulus uji kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi.
Sertifikat kompetensi merupakan surat tanda pengakuan terhadap kompetensi
seorang tenaga kesehatan untuk dapat menjalankan praktik atau pekerjaan
profesinya. Sertifikat kompetensi ini berlaku diseluruh Indonesia. Penyelenggaraan
uji kompetensi yang menurut rencana dilakukan 4 (empat) kali dalam setahun,
diadakan oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) yang berkedudukan di
ibukota Negara yang mana pelaksanaannya didaerah dilakukan oleh Majelis Tenaga
Kesehatan Propinsi (MTKP). Untuk Papua Barat, Majelis Tenaga Kesehatan Propinsi
(MTKP) Papua Barat sudah dibentuk berdasarkan SK Kepala Badan PPSDMK
Kementerian Kesehatan RI nomor HK.02.02/I/V.2/3547/2011 dan rencananya akan
dikukuhkan dan diambil sumpah pada tanggal 5 desember 2011.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Uji kompetensi sebagaimana
yang dimaksudkan pada Permenkes ini adalah suatu proses untuk mengukur
pengetahuan, keterampilan dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar
profesi. Dengan diwajibkannya tenaga kesehatan yang bekerja pada fasilitas
pelayanan kesehatan untuk memilki STR, maka secara otomatis tenaga kesehatan
yang bersangkutan harus mengikuti uji kompetensi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Uji kompetensi ini juga
sebagai seleksi terhadap lulusan-lulusan institusi pendidikan profesi
kesehatan. Seperti diketahui, begitu menjamurnya institusi-institusi pendidikan
tenaga kesehatan di Negeri ini. Hal ini tidak terlepas dari paradigma
masyarakat yang beranggapan bahwa lulusan sekolah kesehatan lebih mudah mencari
kerja dan diterima sebagai PNS, sekolah di sekolah kesehatan bukan lagi
panggilan hati untuk melayani sesama. Sehingga ada sebagian oknum pengelola
institusi kesehatan yang pandai membaca pasar yang membuat sekolah-sekolah
kesehatan tanpa memikirkan kualitas lulusannya. Dengan adanya uji kompetensi,
maka para lulusan dari sekolah/institusi pendidikan tenaga kesehatan yang
betul-betul berkualitas yang akan lulus uji kompetensi dan memperoleh STR untuk
dapat bekerja. Karena soal-soal maupun materi uji kompetensi diberlakukan
secara Nasional, dibuat di MTKI pusat di Jakarta dan disebarkan pada MTKP di
daerah dengan tetap menjaga kerahasiaannya. Dengan demikian maka diharapkan
adanya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi
masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Berdasarkan Permenkes ini,
seorang lulusan sekolah kesehatan yang telah memilki Ijazah kelulusannya dari
institusi pendidikan belum boleh bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan
sebelum memilki STR (Surat Tanda Registrasi). Sertifikat kompetensi yang
diperoleh dari kelulusannya pada uji kompetensi berlaku selama 5 (lima) tahun
dan dapat diperpanjang, terhitung sejak tanggal kelahiran tenaga kesehatan
bersangkutan. Begitupun STR yang dikeluarkan oleh MTKI, masa berlakunya
sepanjang masa berlakunya sertifikat kompetensi. STR atau Surat Tanda
Registrasi ini berlaku secara Nasional. Jadi seorang tenaga kesehatan lulusan
dari institusi pendidikan manapun yang telah memiliki STR, berhak dan layak
untuk bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan diseluruh Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Kedepannya diharapkan
dukungan semua pihak khususnya Pemerintah Daerah agar dalam seleksi penerimaan
Pegawai Negeri Sipil (PNS) khususnya tenaga kesehatan agar dapat melampirkan
sertifikat kompetensi dan STR (Surat Tanda Registrasi) tenaga kesehatan. Hal
ini dimaksudkan agar kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan untuk melayani
masyarakat&amp;nbsp; bisa lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Untuk tenaga kesehatan
warga negara asing atau tenaga kesehatan warga negara Indonesia lulusan luar
negeri dapat melakukan pekerjaan/praktiknya di Indonesia harus memenuhi
ketentuan mengenai sertifikat kompetensi dan STR.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Perlu dipahami disini
bahwa yang diwajibkan memilki STR yang dikeluarkan MTKI berdasarkan Permenkes
ini adalah semua tenaga kesehatan, kecuali Dokter, Apoteker dan Sarjana
Kesehatan Masyarakat. Seorang Dokter dan Apoteker juga wajib melakukan uji
kompetensi, namun pada wadah mereka sendiri bukan pada MTKI. Sedangkan seorang
Sarjana Kesehatan Masyakarat tidak dilakukan uji kompetensi, karena orientasi
pekerjaannya yang lebih pada pengelolaan manajemen kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Persyaratan untuk
mengikuti uji kompetensi salah satunya adalah ijazah dari lembaga pendidikan
profesi kesehatan. Bila seorang tenaga kesehatan dengan pendidikan terakhirnya
Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM), namun karena tuntutan pekerjaannya
mewajibkan memilki STR. Contohnya pada siang hari dia bekerja sebagai tenaga struktural
pada Dinas Kesehatan, namun pada malam hari dia bekerja sebagai tenaga analis
kesehatan pada sebuah klinik, maka dia harus memliki STR untuk melaksanakan pekerjaannya
sebagai analis kesehatan. Untuk hal seperti ini, maka ijazah yang harus dia
masukkan untuk mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh STR adalah ijazah
profesi analisnya. Begitupu untuk profesi lainnya seperti perawat, bidan,
perawat gigi dan lainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 21.3pt;"&gt;
&lt;span style="font-size: small; line-height: 150%;"&gt;Untuk tahun 2011 ini,
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membuat kebijakan yang kiranya lebih
mempermudah seorang tenaga kesehatan dalam pengurusan STR (Surat Tanda
Registrasi) seperti yang tertera pada ketentuan peralihan Permenkes ini.
Kemudahan yang dimaksud ini pada intinya adalah sebelum tahun 2012, kepada
semua tenaga kesehatan atau tenaga kesehatan yang lulus sebelum tahun 2012
diberikan STR (Surat Tanda Registrasi) berdasarkan peraturan Menteri ini.
Istilahnya dilakukan pemutihan atau pemberian STR gratis tanpa perlu mengikuti
uji kompetensi. Namun yang tidak mengurus STR-nya tahun 2011 ini maka mulai
tahun 2012 harus mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh STR (Surat Tanda
Registrasi). Yang perlu anda lakukan untuk memperoleh STR (Surat Tanda
Registrasi) ini adalah anda tinggal melengkapi beberapa persyaratan diantaranya
fotocopy ijazah profesi yang telah dilegalisir, surat keterangan kesehatan dari
Rumah Sakit/Puskesmas atau Dokter praktek yang memilki ijin praktek dan pas
foto ukuran 4x6 sebanyak 4 (empat) lembar dengan latar merah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Penulis Adalah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Perawat Pada RSUD Manokwari&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Anggota MTKP Papua Barat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;(Arsip Harian MEDIA PAPUA, 30 November 2011) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2012/01/permenkes-ri-nomor-1796menkesperviii201.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-4153853080710122820</guid><pubDate>Thu, 17 Mar 2011 12:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-17T21:06:43.525+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi</category><title>Profil Perawat Profesional</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;P&lt;/span&gt;elayanan Keperawatan di masa mendatang harus dapat memberikan Consumer Minded terhadap pelayanan yang diterima. Implikasi pelayanan keperawatan akan terus mengalami perubahaan dan hal ini akan dapat terjawab dengan memahami dan melaksanakan karakteristik perawat profesional dan perawat millennium. Menurut Nursalam Peran perawat di masa depan harus berkembang seiring dengan perkembangan IPTEK dan tuntutan kebutuhan masyarakat, sehingga perawat, dituntut mampu manjawab dan mengantisipasi terhadap dampak dari perubahan. Sebagai Perawat professional maka peran yang diemban adalah &lt;b style="color: #ea9999;"&gt;“CARE”&lt;/b&gt; yang meliputi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: lime; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #ea9999;"&gt;C:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #999999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="color: #666666;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="color: #666666;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Communication:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;C:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Complete&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;A:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Accurate&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;R:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Rapid&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;E:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;English&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: lime; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #ea9999;"&gt;A:&lt;span style="color: #666666;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;Activity:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;C:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Cooperative&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;A:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Applicable&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;R:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Responsive&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;E:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Empathy&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #ea9999;"&gt;R:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt; Review:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;C:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Considered&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;A:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Appropriate&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;R:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Reasoned&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;E:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Evaluated&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: #ea9999;"&gt;E:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="color: #666666;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Education:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;C:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Committed&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;A:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Academic&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;R:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Research&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;E:&lt;a href="http://translate.google.co.id/#"&gt;Extended&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Communication&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Perawat memberikan pelayanan keperawatan harus dapat berkomunikasi secara lengkap, adekuat, cepat. Setiap melakukan komunikasi (lisan dan tulis) harus memenuhi tiga syarat di atas dan juga harus mampu berbicara dan menulis dalam bahasa asing minimal bahasa inggris. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #ea9999;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Activity&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Prinsip melakukan aktifitas/pemberian asuhan keperawatan harus dapat bekerjasama dengan teman sejawat dan tenaga kesehatan lainnya, khususnya tim medis sebagai mitra kerja dalam memberikan asuhan kepada pasien. Aktivitas ini harus ditunjang dengan menunjukan suatu kesungguhan dan sikap empati dan bertanggung-jawab terhadap setiap tugas yang diemban. Tindakan keperawatan harus dilakukan dengan prinsip: “CWIPAT”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
   &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;
   &lt;m:dispdef&gt;
   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;
   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;
   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;
   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;
   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;
   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;
  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;
&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;C:&lt;/b&gt; Check the orders &amp;amp; Equipment&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;W:&lt;/b&gt; Wash Your hands&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;I:&lt;/b&gt; Identify of Patient&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;P:&lt;/b&gt; Provide for Safety &amp;amp; Privacy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A:&lt;/b&gt; Asses the Problem&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;T:&lt;/b&gt; Tell the person or teach the patient about what you are going to do&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #ea9999;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Review&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Prinsip utamanya adalah moral dan Etika keperawatan. Dalam memberikan setiap asuhan keperawatan perawat harus selalu berpedoman pada nilai-nilai etik keperawatan dan standar keperawatan yang ada serta ilmu keperawatan. Untuk menghindari kesalahan dalam pelaksanaan peran ini maka perawat harus berpegangan pada prinsip-prinsip etik keperawatan yang meliputi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;
   &lt;m:dispdef&gt;
   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;
   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;
   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;
   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;
   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;
   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;
  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;
&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Justice: Asas Keadilan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Setiap prioritas tindakan yang diberikan harus berdasarkan kondisi pasien, tidak ada diskriminasi pasien dan alat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;b&gt;Autonomy: Asas menghormati otonomi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Setiap manusia mempunyai hak untuk menentukan tindakan terhadap dirinya sendiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;b&gt;Benefiency: Asas Manfaat &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Setiap tindakan yang diberikan kepada klien harus bermanfaat bagi klien dan menghindarkan dari kecacatan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;b&gt;Veracity: Asas Kejujuran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Perawat dalam berkomunikasi harus mengatakan yang benar dan jujur kepada klien&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;b&gt;Confidentiality&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;:&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Asas Kerahasiaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; Apa yang dilaksanakan oleh perawat harus didasarkan pada tanggung-jawab moral dan profesi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #ea9999; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Education&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Perawat harus mempunyai komitmen yang tinggi terhadap profesi dengan jalan terus menerus menambah ilmu melalui melalui pendidikan formal/nonformal, sampai pada suatu keahlian tertentu. Pengembangan pelayanan keperawatan yang paling efektif harus didasarkan pada hasil temuan-temuan Ilmiah yang dapat diuji kesahihannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2011/03/profil-perawat-profesional.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-4664826767444806816</guid><pubDate>Sat, 12 Mar 2011 15:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-13T00:19:26.200+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Video</category><title>Download Video Klip "Susterku, Selalu Ada"</title><description>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pencipta Lagu : Nofiah Ismail, AMK, CVRN, S. Sos&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;(Pemimpin Perusahaan Tabloid Ners) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Arrangement: Harry Darsono&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Vocal : Ns. Joko Susilo, SKM &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; (Pemenang Saatnya Jadi Idola di RCTI tahun 2008)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Lagu untuk Sahabat Profesi Perawat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dalam Rangka Ulang Tahun Persatuan Perawat Indonesia ke-37 ,tanggal 17 Maret 2011, Kami persembahakan lagu untuk mu sahabat Profesi yang luar biasa, Lagu ''SUSTERKU, SELALU ADA" Selamat Ulang Tahun Sahabat Profesi Persatuan Perawat Indonesia. Selamat berkarya tugas mu ikhlas tanpa batas (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Nofiah Ismail, AMK, CVRN, S. Sos&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Download Video Klip-nya &lt;b style="color: white;"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=5Q0lFOzKEeI"&gt;Disini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2011/03/download-video-klip-susterku-selalu-ada.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-7456757921455053361</guid><pubDate>Sat, 12 Mar 2011 14:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-12T23:46:15.237+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Internet</category><title>Cara Translate File PDF</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Setelah sekian lama menulis tentang &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" style="color: white;"&gt;Keperawatan&lt;/a&gt;, kali ini saya menulis tentang &lt;b style="color: white;"&gt;Bagaimana Cara Translate File Dalam Format PDF&lt;/b&gt;. Kiranya tulisan ini bermanfaat bagi adik-adik Mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Menerjemahkan file sebenarnya mudah, kita tinggal menggunakan &lt;a href="http://translate.google.co.id/#" style="color: white;"&gt;Google Translate&lt;/a&gt;. Namun akan memakan waktu, karena kita harus meng-copy paste-kan sedikit demi sedikit ke &lt;a href="http://translate.google.co.id/#" style="color: white;"&gt;Google Translate&lt;/a&gt;. Hal ini berbeda bila kita menggunakan bantuan &lt;a href="http://viewer.zoho.com/home.do" style="color: white;"&gt;Zoho Viewer&lt;/a&gt;, dengan &lt;a href="http://viewer.zoho.com/home.do" style="color: white;"&gt;Zoho Viewer&lt;/a&gt; kita dapat menerjemahkan langsung seluruh dokumen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span id="goog_1690175577"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1690175578"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfwUbadS4tnBEPV8lwZcS30Nc6bj4-6O28UIFMXC-yEYaSZ3X7bY1ygeuAZQI7MpjdrUIxXt5b9xANjUFAj2Xx8MVNogUhy3orgWjcXgW1OAs-vfBJLHRjooCOfJKK_DsI58HBUxckD6yx/s1600/untitled.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfwUbadS4tnBEPV8lwZcS30Nc6bj4-6O28UIFMXC-yEYaSZ3X7bY1ygeuAZQI7MpjdrUIxXt5b9xANjUFAj2Xx8MVNogUhy3orgWjcXgW1OAs-vfBJLHRjooCOfJKK_DsI58HBUxckD6yx/s400/untitled.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Step 1:&lt;/b&gt; Buka &lt;a href="http://viewer.zoho.com/home.do" style="color: white;"&gt;Zoho Viewer&lt;/a&gt;, lalu upload file yang akan diterjemahkan ke &lt;a href="http://viewer.zoho.com/home.do" style="color: white;"&gt;Zoho Viewer&lt;/a&gt; dengan meng-klik Browse. Selain file PDF, kita dapat juga menerjemahkan file office dalam format word, excel, power point dan masih banyak lagi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Step 2:&lt;/b&gt; Setelah file selesai di upload, lalu klik view dan akan muncul file yang tadi kita upload bersama dengan alamat URL-nya. Lalu copy alamat URL yang ada pada address bar ke &lt;a href="http://translate.google.co.id/#" style="color: white;"&gt;Google Translate&lt;/a&gt;, lalu klik terjemahkan dan jadilah....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Semoga bermanfaat, Salam...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2011/03/cara-translate-file-pdf.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfwUbadS4tnBEPV8lwZcS30Nc6bj4-6O28UIFMXC-yEYaSZ3X7bY1ygeuAZQI7MpjdrUIxXt5b9xANjUFAj2Xx8MVNogUhy3orgWjcXgW1OAs-vfBJLHRjooCOfJKK_DsI58HBUxckD6yx/s72-c/untitled.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-1861865440295245888</guid><pubDate>Sun, 07 Nov 2010 13:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-07T22:41:44.124+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi</category><title>E-Book Dan Video Keperawatan Gratis</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJnlRlM5PDpMf4E_9S4eQxhzR873787iFfG2MWQu8HIO5hRJX8-z2Ni0GwfbZ7VRa3Siq2mosOIoo02DpRDt7MW0ZzbVcpQqQTVbH-6i7Nz5ZiFvwFyAul7cFiYo-D1O5wI7agfpeNOCAb/s1600/cover+buku.jpg" imageanchor="1" linkindex="125" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJnlRlM5PDpMf4E_9S4eQxhzR873787iFfG2MWQu8HIO5hRJX8-z2Ni0GwfbZ7VRa3Siq2mosOIoo02DpRDt7MW0ZzbVcpQqQTVbH-6i7Nz5ZiFvwFyAul7cFiYo-D1O5wI7agfpeNOCAb/s200/cover+buku.jpg" width="181" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Bagi anda mahasiswa &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="126"&gt;Keperawatan&lt;/a&gt;, Kedokteran, Dosen atau Tenaga Kesehatan dan &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="127"&gt;Keperawatan&lt;/a&gt; lainnya yang ingin mendapatkan materi dalam bentuk E-Book, Video ataupun Music tentang Kedokteran dan &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="128"&gt;Keperawatan&lt;/a&gt;, anda bisa mendapatkannya secara gratis &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="129"&gt;disini&lt;/a&gt;, hanya di &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="130"&gt;Keperawatan&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;File-file ini sengaja &lt;a href="http://draft.blogger.com/profile/03255260735559186452" linkindex="131"&gt;saya&lt;/a&gt; bagikan secara gratis demi kemajuan dunia &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="132"&gt;Keperawatan&lt;/a&gt; di Indonesia dan sebagai sarana belajar dalam meningkatkan Profesi &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="133"&gt;Keperawatan&lt;/a&gt; menuju yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yang harus anda lakukan adalah hanya dengan mengklik file yang anda inginkan  di bagian sidebar blog ini, dan anda akan diarahkan menuju ke media penyimpanan online &lt;a href="http://draft.blogger.com/profile/03255260735559186452" linkindex="134"&gt;saya&lt;/a&gt;. Setelah itu anda tinggal mengklik "Unduh Sekarang" untuk mengunduh/download file yang anda inginkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: yellow; font-size: small;"&gt;File-file tersebut diantaranya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allergic Disease Diagnosis And Treatment&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;An Atlas Of Surgical Anatomy&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;E-Book Pengkajian Keperawatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;E-Book Sistem Perkemihan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;E-Book Sistem Reproduksi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nurse's Pocket Guide&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anatomy Of Urinary System&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Male Urethral Catheterization&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mars PPNI&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dan akan menyusul lebih banyak lagi materi-materi Keperawatan dan Kedokteran lainnya &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="135"&gt;disini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/11/e-book-dan-video-keperawatan-gratis.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJnlRlM5PDpMf4E_9S4eQxhzR873787iFfG2MWQu8HIO5hRJX8-z2Ni0GwfbZ7VRa3Siq2mosOIoo02DpRDt7MW0ZzbVcpQqQTVbH-6i7Nz5ZiFvwFyAul7cFiYo-D1O5wI7agfpeNOCAb/s72-c/cover+buku.jpg" width="72"/><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-412000194588583642</guid><pubDate>Sat, 06 Nov 2010 11:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-06T21:26:13.736+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nursing Blog</category><title>Review Blog Keperawatan</title><description>&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Setelah beberapa minggu ini cari materi buat postingan baru, mendadak dapat inspirasi setelah rekan &lt;a href="http://wijeku.blogspot.com/" linkindex="47" target="_blank"&gt;Anton Wijaya&lt;/a&gt; menulis di buku tamu &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="48" target="_blank"&gt;Keperawatan&lt;/a&gt; bahwa Blog &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/03255260735559186452" linkindex="49"&gt;saya&lt;/a&gt; telah direview oleh beliau di &lt;a href="http://medianers.blogspot.com/2010/11/info-askep-asuhan-keperawatan.html#comments" linkindex="50" target="_blank"&gt;MediaNers&lt;/a&gt;. Maksud direview adalah bahwa Blog &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="51" target="_blank"&gt;Keperawatan&lt;/a&gt;, telah direkomendasikan oleh &lt;a href="http://medianers.blogspot.com/2010/11/info-askep-asuhan-keperawatan.html#comments" linkindex="52" target="_blank"&gt;MediaNers&lt;/a&gt; sebagai Blog yang layak untuk dikunjungi oleh rekan-rekan perawat. Sebagai seorang perawat yang baru di dunia &lt;a href="http://www.blogger.com/" linkindex="53" target="_blank"&gt;Blogger&lt;/a&gt;, hal ini merupakan sesuatu penghargaan yang luas biasa. Blog &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="54" target="_blank"&gt;Keperawatan&lt;/a&gt; yang baru &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/03255260735559186452" linkindex="55"&gt;saya&lt;/a&gt; garap sejak &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/2010/02/askep-infeksi-saluran-kemih.html" linkindex="56" target="_blank"&gt;februari 2010&lt;/a&gt; sudah direkomendasikan oleh rekan sejawat yang sudah senior di dunia &lt;a href="http://www.blogger.com/" linkindex="57" target="_blank"&gt;Blogger&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Hal ini menjadi inspirasi bagi &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=164555116900430&amp;amp;set=a.150788224943786.22436.100000378281432&amp;amp;ref=notif&amp;amp;notif_t=photo_reply#%21/profile.php?id=100000068089633" linkindex="58"&gt;saya&lt;/a&gt; dan kiranya bisa diikuti para &lt;a href="http://www.blogger.com/" linkindex="59" target="_blank"&gt;Blogger&lt;/a&gt; lainnya, khususnya rekan Perawat yang menyibukkan diri dengan dunia Blog. Mengutip kata-kata rekan saya &lt;a href="http://wijeku.blogspot.com/" linkindex="60" target="_blank"&gt;Anton Wijaya&lt;/a&gt;, &lt;i style="color: cyan;"&gt;"semoga review mereview ini tidak salah arti, tukang review dan yang direview tidak akan dirugikan, kenapa kita harus pelit berbagi info/review, ya kan bro"&lt;/i&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;.&lt;/span&gt; Setuju bro, sesama perawat, tidak ada salahnya kita saling berbagi info/review Blog sejawat. Mungkin dengan begini kami (Perawat) bisa timbul rasa saling memiliki, senasib sepenanggungan sebagai satu kesatuan dalam memperjuangkan apa yang selama ini kita rindukan (UU Keperawatan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Tanpa mau berpanjang lebar lagi, berikut ini adalah daftar beberapa Blog &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="61" target="_blank"&gt;Keperawatan&lt;/a&gt; yang &lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=164555116900430&amp;amp;set=a.150788224943786.22436.100000378281432&amp;amp;ref=notif&amp;amp;notif_t=photo_reply#%21/profile.php?id=100000068089633" linkindex="62"&gt;saya&lt;/a&gt; rekomendasikan untuk dikunjungi oleh rekan-rekan, adik-adik mahasiswa &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="63" target="_blank"&gt;Keperawatan&lt;/a&gt; atau siapa saja yang ingin mengetahui lebih dalam tentang dunia &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="64" target="_blank"&gt;Keperawatan&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://medianers.blogspot.com/" linkindex="65"&gt;Media Ners&lt;/a&gt;, Blog dengan author&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://wijeku.blogspot.com/" linkindex="66"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=7025488690897675569&amp;amp;postID=412000194588583642" linkindex="67" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Anton Wijaya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt; ini berisikan tentang materi-materi Keperawatan, isu terkini Keperawatan dan tentang aktifitas Perawat dalam dunia Keperawatan saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://medianers.blogspot.com/" linkindex="68" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="124" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdgphnxB_O2_GhvGaY_KhV6vMyUP1a_1gTkb0tKggapjtCreye9RpdOqZohC0ikIvCGLPXukxH2vuwA0Z_-skHdyi6EUE5uWNFxFsM0RL6xhfLwcJdH_EwWmhoqefgCmTfmAg5C2bdQzRV/s320/Media+Ners+1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i style="color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Media Ners&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://saldyusuf.blogspot.com/" linkindex="69"&gt;Portal Ilmu Luka Indonesia&lt;/a&gt;, Blog dengan author &lt;a href="http://saldyusuf.blogspot.com/p/about-me.html" linkindex="70"&gt;Saldy Yusuf&lt;/a&gt;, merupakan Blog Keperawatan yang mengkhususkan tulisan mengenai luka, fisiologi luka, perawatan luka dan manajemen eksudat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://saldyusuf.blogspot.com/" linkindex="71" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="124" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhICOy0LlQcOPVmGMcRQx9AcJqODmi9hZKEMbBaiDm8P9jOhH0zBpM1bGYymYYt8PJJtjXBj6wh33ovaOMggpfpjp8ypFaZfAuSNYb7YblVUQv53zxaQJfnD1SAvjlX8CSyZ09LETeG2GM2/s320/Portal+Luka+1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i style="color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Portal Ilmu Luka&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://kapukpkusolo.blogspot.com/" linkindex="72"&gt;Kapuk Online&lt;/a&gt;, Blog dengan author ini bernama &lt;a href="http://kapukpkusolo.blogspot.com/2010/02/happy-bday-kapuk-online.html" linkindex="73"&gt;Kapuk&lt;/a&gt;, berisikan tentang Asuhan Keperawatan, masalah Keperawatan dan Kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kapuk.tk/" linkindex="74" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="124" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAGmYp1xFhxvZ905bRukogrKisIfaQ6VIEin78gsEt5EsB8X9YRCiYwbxppvfsLookdl1jbXPYpxTPPEW1f0dpwSi6TKeyYuN6AsGCpvMshX6n8fWZgyJMhyphenhyphenbfpvl38cxi8MjOYr7xyGPx/s320/Kapuk+Online+1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i style="color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kapuk Online&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;a href="http://www.ruslanpinrang.blogspot.com/" linkindex="75"&gt;Perawat Indonesia&lt;/a&gt;, Blog dengan author &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/01505809542469844041" linkindex="76"&gt;Ruslan Muchtar&lt;/a&gt;, berisikan tentang masalah Kesehatan saat ini dan Perawatan serta pengobatan baru di bidang Kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ruslanpinrang.blogspot.com/" linkindex="77" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="124" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjv4SnhfkvCQQVx_-LqDpMWotFknUOglvhICSF9OLQ_39VBzCU1HrY-c2Cnl2nkqkH7vMq1gOT-GBdF5RcS39S_M2-wGxo18FUKWegbRguBPTNr1-8Lg9dQr0h_HEmqqNqfcvBWekmnkwh0/s320/Perawat+Indonesia+1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i style="color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Perawat Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Semoga apa yang &lt;a href="http://www.blogger.com/profile/03255260735559186452" linkindex="78"&gt;saya&lt;/a&gt; lakukan ini dapat menjalin tali persahabatan antar sesama Perawat. Walaupun kita belum pernah bersua, namun kita semua (perawat) adalah Saudara. &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/2010/02/im-nurse-not-im-just-nurse.html" linkindex="79"&gt;&lt;b&gt;I'm Nurse, Not Just A Nurse....! And I'm Proud To Be A Nurse&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Salam&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/11/setelah-beberapa-minggu-ini-cari-materi.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdgphnxB_O2_GhvGaY_KhV6vMyUP1a_1gTkb0tKggapjtCreye9RpdOqZohC0ikIvCGLPXukxH2vuwA0Z_-skHdyi6EUE5uWNFxFsM0RL6xhfLwcJdH_EwWmhoqefgCmTfmAg5C2bdQzRV/s72-c/Media+Ners+1.jpg" width="72"/><thr:total>8</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-2745611100569991726</guid><pubDate>Wed, 27 Oct 2010 03:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-27T12:48:16.610+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi</category><title>Contoh Judul Skripsi/KTI Keperawatan</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skripsi diartikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis. Buat sebagian mahasiswa, &lt;b style="color: yellow;"&gt;Skripsi&lt;/b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt; &lt;/span&gt;adalah sesuatu yang lumrah. Tetapi buat sebagian mahasiswa yang lain, skripsi bisa jadi momok yang terus menghantui dan menjadi mimpi buruk. Banyak juga yang berujar “lebih baik sakit gigi daripada bikin skripsi”. Maka tidak sedikit para mahasiswa yang melakukan cara pintas alias tidak mau susah dengan cara membayar orang untuk dibuatkan skripsinya atau mengcopy-paste skripsi yang telah jadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Sedangkan &lt;b style="color: yellow;"&gt;Karya Tulis Ilmiah (KTI)&lt;/b&gt; dapat dibagi menjadi dua kata yakni karya dan tulis. Kata “karya” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti pekerjaan, hasil perbuatan, buatan, ciptaan (terutama karangan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kata “tulis”, tidak didefinisikan secara tunggal oleh KBBI. Ini mungkin karena kata “tulis” bukan merupakan kata benda. Sehingga KBBI menjelaskannya dengan menambah imbuhan untuk memperjelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Dan "ilmiah" menurut KBBI adalah bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi kaidah ilmu pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Jadi Karya Tulis Ilmiah (KTI) adalah s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;uatu bentuk publikasi ilmiah yang berisi tentang gagasan-gagasan dalam permasalahan yang dituangkan dalam sebuah tulisan dengan sistematika tertentu dan memiliki karakteristik keilmuan dan memenuhi syarat keilmuan. Dalam tulisan ini yang dimaksudkan adalah KTI mahasiswa keperawatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ada beberapa syarat dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI), diantaranya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;Relevan,&lt;/b&gt; judul/masalah yang dipilih harus relevan/sesuai dengan bidang ilmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;Tata Bahasa,&lt;/b&gt; penggunaan tata bahasa yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;Data Cukup,&lt;/b&gt; adanya data yang cukup untuk menunjang penelitian, minimal adanya fenomena masalah yang muncul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Sedangkan Skripsi/Karya Tulis Ilmiah (KTI) juga mempunyai ciri-ciri pokok, diantaranya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;Arti Positif,&lt;/b&gt; bahwa Karya Tulis Ilmiah (KTI) harus mempunyai keuntungan dan kegunaan bagi pengembangan ilmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;Berpikir Ilmiah,&lt;/b&gt; artinya bahwa skripsi/KTI merupakan data yang dianalisa lalu dibahas yang kemudian disimpulkan dan harus bisa menerima saran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;Tata Bahasa Ilmiah,&lt;/b&gt; tata bahasa yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;Rangkaian,&lt;/b&gt; merupakan rangkaian yang tak terpisahkan dari pendahuluan sampai dengan saran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Seperti halnya penyusunan skripsi, penyusunan KTI bagi mahasiswa Diploma III Keperawatan saat inipun dilakukan sesuai dengan metodologi penelitian yang digunakan pada penyusunan skripsi. Jadi mahasiswa diploma III keperawatan saat ini sudah dilatih untuk melakukan penelitian sederhana. Cuma yang berbeda adalah dalam pemilihan judul penelitiannya, biasanya judul KTI hanya terdiri dari satu variabel penelitian dan hanya merupakan penelitian deskriptif. Sedangkan judul skripsi bisa lebih luas dan menggunakan uji analisis yang lebih rumit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Berikut ini saya mencoba memberikan contoh skripsi dan KTI bagi mahasiswa keperawatan. Judul-judul ini sebagai gambaran bagi mahasiswa dalam memilih judul yang tepat demi menyelesaikan tugas akhir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" style="color: yellow;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih judul skripsi/KTI, diantaranya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Suatu judul yang memenuhi syarat adalah yang dapat mengungkapkan masalah dan ruang lingkup penelitian. Susunlah judul tersebut selengkap mungkin, tetapi jangan terlalu panjang. Sering disebutkan bahwa judul penelitian sebaiknya singkat (tidak lebih dari 20 kata), jelas, tepat, tidak berbau atau berkesan promosi maupun propaganda, tidak menonjolkan pribadi, dan tidak menyimpang dari masalah yang diteliti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Judul merupakan label, bukan kalimat lengkap yang harus mengandung subjek, predikat, objek pelaku, objek penderita, dan lain sebagainya. Namun demikian bukan bearti urutan kata dapat diabaikan, bahkan harus sangat diperhatikan, oleh karena label (kalimat tak lengkap) dengan urutan kata yang tidak dipertimbangkan dengan hati-hati dapat menimbulkan makna ganda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Oleh karena judul harus dapat berdiri sendiri, maka dalam judul tidak diperkenankan penggunaan singkatan, kecuali singkatan yang sudah lazim seperti satuan pengkuran (kg, cm, ml). Misalnya AIDS mungkin dapat ditulis tanpa keterangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum seorang mahasiswa bisa menulis skripsi/KTI. Tiap universitas/fakultas memang mempunyai kebijakan tersendiri, tetapi umumnya persyaratan yang harus dipenuhi hampir sama. Misalnya, mahasiswa harus sudah memenuhi sejumlah SKS, tidak boleh ada nilai D atau E, IP Kumulatif semester tersebut minimal 2.00, dan seterusnya. Anda mungkin saat ini belum “berhak” untuk menulis skripsi/KTI, akan tetapi tidak ada salahnya untuk mempersiapkan segalanya sejak awal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Skripsi/KTI tersebut akan ditulis dan direvisi hingga mendapat persetujuan dosen pembimbing. Setelah itu, Anda harus mempertahankan skripsi Anda di hadapan penguji dalam ujian skripsi/KTI nantinya. Nilai Anda bisa bervariasi, dan terkadang, bisa saja Anda harus mengulang skripsi Anda (tidak lulus).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Skripsi/KTI juga berbeda dari tesis (S2) dan disertasi (S3). Untuk disertasi, mahasiswa S3 memang diharuskan untuk menemukan dan menjelaskan teori baru. Sementara untuk tesis, mahasiswa bisa menemukan teori baru atau mengembangkan teori yang sudah ada dan menjelaskan dengan teori yang sudah ada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Sementara skripsi/KTI adalah “belajar meneliti”.Jadi, skripsi/KTI memang perlu disiapkan secara serius. Akan tetapi, juga nggak perlu disikapi sebagai mimpi buruk atau beban yang maha berat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Silahkan anda download contoh judul skripsi dan KTI dengan meng-klik tombol dibawah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.4shared.com/file/h5OgBS3a/judul_skripsi__KTI-SANCO.html" linkindex="16"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.4shared.com/file/h5OgBS3a/judul_skripsi__KTI-SANCO.html" linkindex="17"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieksHG6G4YKzTapqRkLyno6MReFa7Ks8-NOLFDL1EbxaYbzWegbhyb_Tbgoforc6E92YuPUGpoQRT0Tny0XX2zXAG8ozWiG4kNaEu30Ys3jQOeIbvztkwx90G3mwbqlVf8jMKmKagEG_zf/s1600/download+4.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/10/contoh-judul-skripsikti-keperawatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieksHG6G4YKzTapqRkLyno6MReFa7Ks8-NOLFDL1EbxaYbzWegbhyb_Tbgoforc6E92YuPUGpoQRT0Tny0XX2zXAG8ozWiG4kNaEu30Ys3jQOeIbvztkwx90G3mwbqlVf8jMKmKagEG_zf/s72-c/download+4.png" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-7930906725602990392</guid><pubDate>Fri, 22 Oct 2010 05:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-22T14:56:45.648+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nursing</category><title>What The Attributes That I Need To Become A Nurse?</title><description>&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;A strong desire to become a nurse.&lt;/b&gt; Nursing is a calling. If it is your heart’s desire to serve your fellow–man when in need, chances are that you will make a success of nursing as a career.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;The ability to work as a member of a healthcare team.&lt;/b&gt; You will be working closely with other nursing professionals, doctors, specialists and adjunctive healthcare workers like physiotherapists, dieticians etc.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;The ability to work for long hours continuously.&lt;/b&gt; Nurses working in a hospital will need to work in day or night duty shifts-typically for 12 hours continuously. Of course this may vary depending on labor laws and regulations applicable in the specific country, state and/or hospital.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;You need to like working with people.&lt;/b&gt; The bottom line is that in the nursing profession everything revolves around people, and as a professional nurse, you will be working with people, be it patients, fellow professionals, student nurses or the public in general.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;Intelligence.&lt;/b&gt; Both a high IQ (intelligence quotient) and even more so a high EQ (emotional intelligence) are important prerequisites for pursuing a successful career in nursing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/10/what-are-attributes-that-i-need-to.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-8992185613022372797</guid><pubDate>Fri, 22 Oct 2010 05:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-22T15:19:07.020+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Nursing</category><title>What Skills Will I Need As A Professional Nurse?</title><description>&lt;div align="justify" style="color: #ea9999;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Skills required for &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/2010/03/nursing-management.html" linkindex="212"&gt;nursing&lt;/a&gt; practice are:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Cognitive skills:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; These pertain to the knowledge that the nurse has, and its application in carrying out the &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/2010/03/pengkajian-keperawatan.html" linkindex="213"&gt;nursing process&lt;/a&gt; and in providing comprehensive care while working with various age groups e.g. infants, children, adolescents, as well as, mature, geriatric, and senescent people.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;The component activities of the nursing process (the essence of how a registered nurse delivers care) are:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/2010/03/nursing-management.html" linkindex="214"&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Assessment&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;of the patient and identification of his needs,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Establishment of &lt;i&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;&lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/2010/03/nursing-management.html" linkindex="215" style="color: lime;"&gt;priorities&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;and &lt;i&gt;&lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/2010/03/nursing-management.html" linkindex="216"&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;planning&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;for the necessary care,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/2010/03/nursing-management.html" linkindex="217"&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Implementation&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;of the care plan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/2010/03/nursing-management.html" linkindex="218"&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Recording&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;and&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/2010/03/nursing-management.html" linkindex="219"&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Evaluation&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;of the intervening measures.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Each step is part of an ongoing process and, as such, requires change, necessitating frequent reassessments.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Technical skills:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; learned through education and practice. E.g. monitoring of vital signs, administration of medicine, provision of fluid, nutrients, hygienic care and comfort, and doing surgical dressings are only a few of the many manual skills performed by the nurse.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Interpersonal skills;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; the nurse needs to have a good understanding of human behavior, adaptation mechanisms, an individual’s values, belief systems and attitudes, and cultural influences. The nurse-patient relationship is of great importance in all phases of nursing. The relationship that is established influences all the nurse does with and for the patient, and can profoundly affect the quality and effectiveness of the service and the final outcome of the patient’s recovery and rehabilitation.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/10/what-skills-will-i-need-as-professional.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-154326366450892566</guid><pubDate>Thu, 21 Oct 2010 05:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-21T16:46:33.268+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Askep</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi</category><title>Asuhan Keperawatan Katarak</title><description>&lt;div align="justify" style="color: yellow;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.who.int/blindness/data_maps/cataract_surgery_rate/en/index.html" linkindex="16"&gt;&lt;img border="0" height="155" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj97eYpTNnPzmjs6i6s_gdqxcjbvmurulBmtuOLt3GnPwp9XiyL46Fnd39ZCWUPmGoka3-mL3K-mGq-1XIzXYd6IqBDT5RjJa0UgS6PRWyP205Fw-c4-VP7UMIRTizA0AA_gVO9mtmn2cef/s200/KATARAK.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Pengertian&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Katarak merupakan keadaan dimana terjadi kekeruhan pada serabut atau bahan lensa di dalam kapsul mata. Katarak adalah suatu keadaan patologik lensa dimana lensa menjadi keruh akibat hidrasi cairan lensa, atau denaturasi protein lensa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kekeruhan ini terjadi akibat gangguan metabolisme normal lensa yang dapat timbul pada berbagai usia tertentu. Katarak dapat terjadi pada saat perkembangan serat lensa masih berlangsung atau sesudah serat lensa berhenti dalam perkembangannya dan telah memulai proses degenerasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Katarak dapat diklasifikasikan dalam golongan berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Katarak perkembangan (developmental) dan degeneratif,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Katarak congenital, juvenil, dan senile&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Katarak komplikata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Katarak traumatic&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Penyebab terjadinya kekeruhan lensa ini dapat:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Primer, berdasarkan gangguan perkembangan dan metabolisme dasar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Sekunder, akibat tindakan Pembedahan lensa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Komplikasi penyakit lokal ataupun umum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Berdasarkan usia pasien, katarak dapat dibagi dalam:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Katarak congenital, katarak yang terlihat pada usia dibawah 1 tahun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Katarak juvenil, katarak yang terlihat pada usia di atas 1 tahun dan di bawah 40 tahun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Katarak presenil, yaitu katarak sesudah usia 30-40 tahun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Katarak senile, yaitu katarak yang mulai terjadi pada usia lebih dari 40 tahun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify" style="color: yellow;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" style="color: yellow;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Etiologi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Penyebab utama katarak adalah proses penuaan. Anak dapat menderita katarak yang biasanya merupakan penyakit yang diturunkan, peradangan di dalam kehamilan, keadaan ini disebut sebagai katarak congenital.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Faktor lain dapat mempengaruhi kecepatan berkembangnya kekeruhan lensa seperti DM, dan obat tertentu, sinar ultraviolet B dari cahaya matahari, efek racun dari rokok, dan alkoho, gizi kurang vitamin E, dan radang menahan di dalam bola mata. Obat yang dipergunakan untuk penyakit tertentu dapat mempercepat timbulnya katarak seperti betametason, klorokuin, klorpromazin, kortizon, ergotamin, indometasin, medrison, pilokarpin dan beberapa obat lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Penyakit infeksi tertentu dan penyakit seperti DM, dapat mengakibatkan timbulnya kekeruhan lensa yang akan menimbulkan katarak komplikata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Cedera mata dapat mengenai semua umur seperti pukulan keras, tusukan benda, terpotong, panas yang tinggi, bahan Kimia, dapat merusak lensa mata dan keadaan ini di sebut sebagai katarak traumatic.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" style="color: yellow;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" style="color: yellow;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Patofisiologi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Lensa yang normal adalah struktur posterior iris yang jernih, transparan, berbentuk kancing baju, mempunyai kekuatan refraksi yang besar. Lensa mengandung tiga komponen anatomis. Pada zona sentral terdapat nukleuas, di perifer ada korteks, dan yang mengelilingi keduanya adalah kapsul anterior dan posterior. Dengan bertambah usia, nucleus mengalami perubahan warna menjadi coklat kekuningan. Di sekitar opasitas terdapat densitas seperti duri di anterior dan posterior nucleus. Opasitas pada kapsul posterior merupakan bentuk katarak yang paling bermakna namapak seperti kristal salju pada jendela.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Perubahan fisik dan Kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi, perubahan pada serabut halus multiple (zunula) yang memanjang daari badan silier ke sekitar daerah di luar lensa Misalnya dapat menyebabkan penglihatan mengalami distorsi. Perubahan Kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagulasi. Sehingga mengabutkan pandangan dengan menghambat jalannya cahaya ke retina. Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal terjadi disertai influks air ke dalam lensa. Proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar. Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi. Jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia darn tidak ada pada kebanyakan pasien yang menderita katarak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Katarak biasanya terjadi bilateral, namun mempunyai kecepatan yang berbeda. Dapat disebabkan oleh kejadian trauma maupun sistematis, seperti DM, namun sebenarnya merupakan konsekuensi dari proses penuaan yang normal. Kebanyakan katarak berkembang secara kronik dan matang ketika orang memasuki decade ke tujuh. Katarak dapat bersifat congenital dan harus diidentifikasi awal, karena bila tidak didiagnosa dapat menyebabkan ambliopia dan kehilangan penglihatan permanen. Faktor yang paling sering yang berperan dalam terjadinya katarak meliputi radiasi sinar ultraviolet B, obat-obatan, alcohol, merokok, DM, dan asupan vitamin antioksidan yang kurang dalam jangka waktu lama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" style="color: yellow;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Manifestasi klinis dan diagnosis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Katarak didiagnosis terutama dengan gejala subjektif. Biasanya pasien melaporkan penurunan ketajaman penglihatan dan silau dan gangguan fungsional sampai derajat tertentu yang diakibatkan karena kehilangan penglihatan tadi. Temuan objektif biasanya meliputi pengembunan seperti mutiara keabuan pada pupil sehingga retina tak akan tampak pada oftalmoskop.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://media.tanyadokteranda.com/images//2010/07/cataract-1.jpg" linkindex="17"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXOHP2CxVTuELtMecAzaQEjSpHGcgW4FWp0o8gAdH7278Y9k4Zcm3WrRwSehF3GSyPbKqVoM28_KQZ_aUrJZ6S5xiChv25SA9okfCc8aG6tW3jGavo-i4ZXN-6KuFpQ4ymS_b_xDugQp9n/s1600/cataract-1.jpg" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ketika lensa sudah menjadi opak, cahaya akan dipendarkan dan bukannya ditransmisikan dengan tajam menjadi bayangan terfokus pada retina. Hasilnya adalah pandangan kabur atau redup, menyilaukan yang menjengkelkan dengan distorsi bayangan dan susah melihat di mlam hari. Pupil yang normalnya hitam akan tampak kekuningan abu-abu atau putih. Katarak biasanya terjadi bertahap selama bertahun-tahun dan ketika katarak sudah sangat memburuk lensa koreksi yang lebih kuat pun tak akan mampu memperbaiki penglihatan. Bisa melihat dekat pada pasien rabun dekat (hipermetropia), dan juga penglihatan perlahan-lahan berkurang dan tanpa rasa sakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Orang dengan katarak secara khas selalu mengembangkan strategi untuk menghindari silau yang menjengkelkan yang disebabkan oleh cahaya yang salah arah. Misalnya ada yang mengatur ulang perabot rumahnya sehingga sinar tidak akan langsung menyinari mata mereka. Ada yang mengenakan topi berkelapak lebar atau kacamata hitam dan menurunkan pelindung cahaya saat mengendarai mobil pada siang hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Seorang dokter mata akan memeriksa mata dengan berbagai alat untuk menentukan tipe, besar dan letaknya kekeruhan pada bagian lensa. Bagian dalam dari mata diperiksa dengan alat oftalmoskop, untuk menentukan apakah ada kelainan lain di mata yang mungkin juga merupakan penyebab berkurangnya pengliahatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Bila diketahui adanya gejala di atas sebaiknya segera diminta pendapat seorang dokter mata. Secara umum seseorang yang telah berusia 40 tahun sebaiknya mendapatkan pemeriksaan mata setiap 1 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: yellow;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Diagnosa keperawatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: lime;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: lime;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ketakutan atau ansietas  berhubungan dengankurangnya pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table class="tableizer-table"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr class="tableizer-firstrow"&gt;&lt;th&gt;No&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Intervensi&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Rasional&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kaji derajat dan durasi gangguan visual. Dorong percakapan untuk mengetahui keprihatinan pasien, perasaan, dan tingkat pemahaman&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Informasi dapat menghilangkan ketakutan yang tidak diketahui. Mekanisme koping dapat membantu pasien berkompromi dengan kegusaran, ketakutan, depresi, tegang, keputusasaan, kemarahan, dan penolakan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Orientasikan pasien pada lingkungan yang baru&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Pengenalan terhadap lingkungan membantu mengurangi ansietas dan meningkatkan keamanan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Menjelaskan rutinitas perioperatif&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Pasien yang telah banyak mendapat informasi lebih mudah menerima penanganan dan mematuhi instruksi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Menjelaskan intervensi sedetil-detilnya&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Pasien yang mengalami gangguan visual bergantung pada masukan indera yang lain untik mendapatkan informasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;5&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Dorong untuk menjalankan kebiasaan hidup sehari-hari bila mampu&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Perawatan diri dan kemandirian akan meningkatkan rasa sehat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;6&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Dorong partisipasi keluarga atau orang yang berarti dalam perawatan pasien&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Pasien mungkin tak mampu melakukan semua tugas sehubungan dengan penanganan dari perawatan diri&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;7&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Dorong partisipasi dalam aktivitas sosial dan pengalihan bila memungkinkan (pengunjung, radio, rekaman audio, TV, kerajinan tangan, permainan)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Isolasi sosial dan waktu luang yang terlalu lama dapat menimbulkan perasaan negatif&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: lime;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Resiko terhadap cedera berhubungan dengan pandangan kabur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;
&lt;style type="text/css"&gt;
table.tableizer-table {border: 1px solid #CCC; font-family: Verdana, Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 11px;} .tableizer-table td {padding: 4px; margin: 3px; border: 1px solid #ccc;}
.tableizer-table th {background-color: #D07555; color: #FFF; font-weight: bold;}
&lt;/style&gt;

&lt;table class="tableizer-table"&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr class="tableizer-firstrow"&gt;&lt;th&gt;No&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Intervensi&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Rasional&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bantu pasien ketika mampu melakukan ambulasi pascaoperasi sampai stabil dan mencapai penglihatan dan keterampilan koping yang memadai, menggunakan teknik bimbingan penglihatan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Menurunkan resiko jatuh atau cedera ketika langkah sempoyongan atau tidak mempunyai keterampilan koping untuk kerusakan penglihatan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bantu pasien menata lingkungan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Memanfasilitasi kemandirian dan menurunkan resiko cedera&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Orientasikan pasien pada ruangan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Meningkatkan keamanan mobilitas dalam lingkungan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bahas perlunya penggunaan perisai metal atau kaca mata bila diperintahkan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tameng logam atau kaca mata melindungi mata terhadap cedera&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;5&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jangan memberikan tekanan pada mata yang terkena trauma&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tekanan pada mata dapat menyebabkan kerusakan serius lebih lanjut&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;6&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Gunakan prosedur yang memadai ketika memberikan obat mata&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Cedera dapat terjadi bila wadah obat menyentuh mata&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: lime;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Nyeri berhubungan dengan insisi dan peningkatan TIO&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;style type="text/css"&gt;
table.tableizer-table {border: 1px solid #CCC; font-family: Verdana, Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 11px;} .tableizer-table td {padding: 4px; margin: 3px; border: 1px solid #ccc;}
.tableizer-table th {background-color: #D07555; color: #FFF; font-weight: bold;}
&lt;/style&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;table class="tableizer-table"&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr class="tableizer-firstrow"&gt;&lt;th&gt;No&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Intervensi&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Rasional&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Berikan obat untuk mengontrol nyeri dan TIO sesuai resep&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sesuai resep akan mengurangi nyeri dan TIO dan meningkatkan rasa nyaman&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Berikan kompres dingin sesuai permintaan untuk trauma tumpul&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Mengurangi edema akan mengurangi nyeri&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kurangi tingkat pencayahaan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tingkat pencahayaan yang lebih rendah lebih nyakan setelah Pembedahan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Dorong penggunaan kaca mata hitam pada cahaya kuat&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Cahaya yang kuat menyebabkan rasa tak nyaman setelah penggunaan tetes mata dilator&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: lime; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Resiko kurang perawatan diri berhubungan dengan kerusakan penglihatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;style type="text/css"&gt;
table.tableizer-table {border: 1px solid #CCC; font-family: Verdana, Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 11px;} .tableizer-table td {padding: 4px; margin: 3px; border: 1px solid #ccc;}
.tableizer-table th {background-color: #D07555; color: #FFF; font-weight: bold;}
&lt;/style&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;table class="tableizer-table"&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr class="tableizer-firstrow"&gt;&lt;th&gt;No&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Intervensi&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Rasional&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Beri instruksi kepada pasien atau orang terdekat mengenal tanda atau gejala komplikasi yang harus dilaporkan segera kepada dokter&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Penemuan dan penanganan awal komplikasi dapat mengurangi resiko kerusakan lebih lanjut&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Berikan instruksi lisan dan tertulis untuk pasien dan orang yang berati mengenal teknik yang benar memberikan obat&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Pemakaian teknik yang benar akan mengurangi resiko infeksi dan cedera mata&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Evaluasi perlunya bantuan setelah pemulangan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sumber daya harus tersedia untuk layanan kesehatan, pendampingan dan teman di rumah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Ajari pasien dan keluarga teknik panduan penglihatan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Memungkinkan tindakan yang aman dalam lingkungan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: lime; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Resiko infeksi berhubungan trauma insisi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;style type="text/css"&gt;
table.tableizer-table {border: 1px solid #CCC; font-family: Verdana, Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 11px;} .tableizer-table td {padding: 4px; margin: 3px; border: 1px solid #ccc;}
.tableizer-table th {background-color: #D07555; color: #FFF; font-weight: bold;}
&lt;/style&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;table class="tableizer-table"&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr class="tableizer-firstrow"&gt;&lt;th&gt;No&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Intervensi&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Rasional&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jaga teknik aseptic ketat, lakukan cuci tangan sesering mungkin&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Akan meminimalkan infeksi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Awasi dan laporkan segera adanya tanda dan gejala komplikasi, misalnya: perdarahan, peningkatan TIO atau infeksi&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Penemuan awal komplikasi dapat mengurangi resiko kehilangan penglihatan permanen&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jelaskan posisi yang dianjurkan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Peninggian kepala dan menghindari berbaring pada sisi yang di operasi dapat mengurangi edema&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Instruksikan pasien mengenal pembatasan aktivitas tirah baring, dengan keleluasaan ke kamar mandi, peningkatan aktivitas bertahap sesuai toleransi&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Pembatasan aktivitas diresepkan untuk mempercepat penyembuhan dan menghindari kerusakan lebih lanjut pada mata yang cedera&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;5&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Jelaskan tindakan yang harus dihindari, seperti yang diresepkan batuk, bersin, muntah (minta obat untuk itu)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Dapat mengakibatkan komplikasi seperti prolaps vitreus atau dehisensi luka akibat peningkatan tegangan luka pada jahitan yang sangat halus&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;6&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Berikan obat sesuai resep, sesuai teknik yang diresepkan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Obat yang diberikan dengan cara yang tidak sesuai dengan resep dapat mengganggu penyembuhan atau menyebabkan komplikasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i style="color: lime;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Source:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Christine Brooker, Buku saku Keperawatan, Edisi 31, 2001, EGC, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Doenges E. Marlynn, Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, EGC, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Luckman and Surensen’s, Medical Surgical Nursing, Pshychologic Approach 4th Editor, 1993 Philadelphia : WB. Sanders Company.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Lynda Juall Carpenito, diagnosa Keperawatan, Aplikasi Pada Praktik Klinis, 1998, EGC, Jakarta. Robbins, Cotran and Kumar, Dasar Patologi Penyakit, Edisi 5, 1999, EGC, Jakarta. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/10/asuhan-keperawatan-katarak.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj97eYpTNnPzmjs6i6s_gdqxcjbvmurulBmtuOLt3GnPwp9XiyL46Fnd39ZCWUPmGoka3-mL3K-mGq-1XIzXYd6IqBDT5RjJa0UgS6PRWyP205Fw-c4-VP7UMIRTizA0AA_gVO9mtmn2cef/s72-c/KATARAK.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-7915631761394621003</guid><pubDate>Mon, 18 Oct 2010 11:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-18T21:41:32.193+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Askep</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi</category><title>Asuhan Keperawatan Tonsilitis Kronik</title><description>&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span id="goog_817329591"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329596"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329600"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329609"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329622"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329627"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329636"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329646"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329653"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329658"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329662"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/goog_817329661" linkindex="68"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHxzoGuPYfnabwcff6boAEqIYVqVx0YRMqh5Ti-iMJPK-Gh-SveZ_iWW5wFQ9_5U3dlLCvcfdjEPL-UgrQtIdMhDHEnDUhJirB0dcSU-9JbdBTqAFFRxD7IJySSXkpNdnHBXR_Om-ZwCiP/s200/tonsil.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style="color: #ea9999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/" linkindex="69"&gt;&lt;i&gt;To&lt;span id="goog_817329617"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329618"&gt;&lt;/span&gt;nsili&lt;span id="goog_817329614"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329615"&gt;&lt;/span&gt;tis&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span id="goog_817329663"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329659"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329654"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329647"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329637"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329628"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329623"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329610"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329601"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329597"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329592"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHxzoGuPYfnabwcff6boAEqIYVqVx0YRMqh5Ti-iMJPK-Gh-SveZ_iWW5wFQ9_5U3dlLCvcfdjEPL-UgrQtIdMhDHEnDUhJirB0dcSU-9JbdBTqAFFRxD7IJySSXkpNdnHBXR_Om-ZwCiP/s1600/tonsil.jpg" imageanchor="1" linkindex="70" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span id="goog_817329585"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329586"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: yellow; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Pengertian&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Tonsilitis adalah terdapatnya peradangan umum dan pembengkakan dari jaringan tonsil dengan pengumpulan lekosit, sel-sel epitel mati dan bakteri patogen dalam kripta (Adam Boeis, 1994: 330).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Tonsilektomi adalah suatu tindakan invasif yang dilakukan untuk mengambil tonsil dengan atau tanpa adenoid (Adam Boeis, 1994: 337).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: yellow; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: yellow; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: yellow; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Etiologi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Streptokokus hemolitikus grup A.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pneumokokus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Stafilokokus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Haemofilus influezae.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: yellow; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Pathofisiologi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Terjadinya peradangan pada daerah tonsila akibat virus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Mengakibatkan terjadinya pembentukan eksudat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Terjadi selulitis tonsila dan daerah sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pembentukan abses peritonsilar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Nekrosis jaringan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: yellow; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Gejala-gejala&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Sakit tenggorokan dan disfagia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Penderita tidak mau makan atau minum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Malaise.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Demam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Nafas bau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Otitis media merupakan salah satu faktor pencetusnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: yellow; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Penatalaksanaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Tirah baring.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pemberian cairan adekuat dan diet ringan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pemberian obat-obat (analgesik dan antibiotik).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Apabila tidak ada kemajuan maka alternatif tindakan yang dapat di lakukan adalah pembedahan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: yellow; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Indikasi tindakan pembedahan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: yellow; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: lime;"&gt;Indikasi&lt;/span&gt; &lt;span style="color: lime;"&gt;absolut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Timbulnya kor pulmonale akibat adanya obstruksi jalan nafas yang kronis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Hipertrofi tonsil atau adenoid dengan sindroma apnea pada waktu tidur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Hipertrofi yang berlebihan yang mengakibatkan disfagia dan penurunan berat badan sebagai penyertanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Biopsi eksisi yang di curigai sebagai keganasan (limfoma).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Abses peritonsilaris berulang atau abses yang meluas pada jaringan sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: lime; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Indikasi relatif&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Seluruh indikasi lain untuk tindakan tonsilektomi di anggap sebagai indikasi relatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: lime; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Indikasi lain yang paling dapat di terima adalah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Serangan tonsilitis yang berulang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Hiperplasia tonsil dengan gangguan fungsional (disfagia).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Hiperplasia dan obstruksi yang menetap selama 6 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Tidak memberikan respons terhadap penatalaksanaan dan terapi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" style="color: yellow;"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/goog_817329572" linkindex="71"&gt;&lt;img border="0" height="268" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpX6CHpcE2sxIjc1ldwKuHdCVxbyJvEMwb6l7zMfo7aPzFedKAtSHgpwbUuE-PNdx9I3m6Dg-xy2mntXMQurD4Uux8zMQfL75GNBw9Bs17MnSrFw6zNyMmsgMQdM7yP2KG03jO41a2xJyW/s320/images.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style="color: #ea9999; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="72"&gt;Before And After Tonsilektomy&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpX6CHpcE2sxIjc1ldwKuHdCVxbyJvEMwb6l7zMfo7aPzFedKAtSHgpwbUuE-PNdx9I3m6Dg-xy2mntXMQurD4Uux8zMQfL75GNBw9Bs17MnSrFw6zNyMmsgMQdM7yP2KG03jO41a2xJyW/s1600/images.jpg" imageanchor="1" linkindex="73" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" style="color: yellow;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Kontraindikasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Demam yang tidak di ketahui penyebabnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Asma.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Infeksi sistemik atau kronis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Sinusitis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: yellow; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Persiapan operasi yang mungkin di lakukan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pemeriksaan laboratorium (Hb, lekosit, waktu perdarahan).Berikan penjelasan kepada klien tindakan dan perawatan setelah operasi.Puasa 6-8 jam sebelum operasi.Berikan antibiotik sebagai propilaksis.Berikan premedikasi ½ jam sebelum operasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: yellow; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Pengkajian&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Riwayat kesehatan yang bergubungan dengan faktor pendukung terjadinya tonsilitis serta bio-psiko-sosio-spiritual.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Peredaran darah : Palpitasi, sakit kepala pada saat melakukan perubahan posisi, penurunan tekanan darah, bradikardi, tubuh teraba dingin, ekstrimitas tampak pucat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Eliminasi : Perubahan pola eliminasi (inkontinensia uri/alvi), distensi abdomen, menghilangnya bising usus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Aktivitas/istirahat : Terdapat penurunan aktivitas karena kelemahan tubuh, kehilangan sensasi atau parese/plegia, mudah lelah, sulit dalam beristirahat karena kejang otot atau spasme dan nyeri. Menurunnya tingkat kesadaran, menurunnya kekuatan otot, kelemahan tubuh secara umum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Nutrisi dan cairan : Anoreksia, mual muntah akibat peningkatan TIK (tekanan intra kranial), gangguan menelan, dan kehilangan sensasi pada lidah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Persarafan : Pusing/syncope, nyeri kepala, menurunnya luas lapang pandang/pandangan kabur, menurunnya sensasi raba terutama pada daerah muka dan ekstrimitas. Status mental koma, kelmahan pada ekstrimitas, paralise otot wajah, afasia, pupil dilatasi, penurunan pendengaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kenyamanan : Ekspresi wajah yang tegang, nyeri kepala, gelisah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pernafasan : Nafas yang memendek, ketidakmampuan dalam bernafas, apnea, timbulnya periode apnea dalam pola nafas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Keamanan Fluktuasi dari suhu dalam ruangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Psikologis : Denial, tidak percaya, kesedihan yang mendalam, takut, cemas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: yellow; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;Masalah  dan rencana tindakan keperawatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: lime; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan kerusakan jaringan atau trauma pada pusat pernafasan.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Tujuan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pasien menunjukkan kemampuan dalam melakukan pernafasan secara adekuat dengan memperlihatkan hasil blood gas yang stabil dan baik serta hilangnya tanda-tanda distress pernafasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Rencana tindakan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Bebaskan jalan nafas secara paten (pertahankan posisi kepala dalam keadaan sejajar dengan tulang belakang/sesuai indikasi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Lakukan suction jika di perlukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kaji fungsi sistem pernafasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kaji kemampuan pasien dalam melakukan batuk/usaha mengeluarkan sekret.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Observasi tanda-tanda vital sebelum dan sesudah melakukan tindakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Observasi tanda-tanda adanya ditress pernafasan (kulit menjadi pucat/cyanosis).Kolaborasi dengan terapist dalam pemberian fisoterapi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: lime; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan neuromuskuler pada ekstrimitas.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Tujuan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pasien menunjukan adanya peningkatan kemampuan dalam melakukan aktivitas fisik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Rencana tindakan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kaji kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ajarkan pada pasien tentang rentang gerak yang masih dapat di lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Lakukan latihan secara aktif dan pasif pada akstrimitas untuk mencegah kekakuan otot dan atrofi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Anjurkan pasien untuk mengambil posisi yang lurus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Bantu pasien secara bertahap dalam melakukan ROM sesuai kemampuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kolaborasi dalam pemberian antispamodic atau relaxant jika di perlukan.Observasi kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: lime; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Penurunan perfusi jaringan otak berhubungan dengan edema cerebri, perdarahan pada otak.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Tujuan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pasien menunjukan adanya peningkatan kesadaran, kognitif dan fungsi sensori.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Rencana tindakan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kaji status  neurologis dan catat perubahannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Berikan pasien posisi terlentang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kolaborasi dalam pemberian O2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Observasi tingkat kesadaran, tanda vital.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: lime; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan adanya trauma secara fisik.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Tujuan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pasien mengungkapkan nyeri sudah berkurang dan menunjukkan suatu keadaan yang relaks dan tenang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Rencana tindakan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kaji tingkat atau derajat nyeri yang di rasakan oleh pasien dengan menggunakan skala.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Bantu pasien dalam mencarai faktor presipitasi dari nyeri yang di rasakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ciptakan lingkungan yang tenang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ajarkan dan demontrasikan ke pasien tentang beberapa cara dalam melakukan tehnik relaksasi.Kolaborasi dalam pemberian sesuai indikasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: lime; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan efek dari kerusakan pada area bicara pada himisfer otak.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Tujuan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pasien mampu melakukan komunikasi untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan menunjukan peningkatan kemampuan dalam melakukan komunikasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Rencana tindakan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Lakukan komunkasi dengan pasien (sering tetapi pendek serta  mudah di pahami).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ciptakan suatu suasana penerimaan terhadap perubahan yang dialami pasien.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ajarkan pada pasien untuk memperbaiki  tehnik berkomunikasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pergunakan tehnik komunikasi non verbal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kolaborasi dalam pelaksanaan terapi wicara.Observasi kemampuan pasien dalam melakukan komunikasi baik verbal maupun non verbal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: lime; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Perubahan konsep diri berhubungan dengan perubahan persepsi.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Tujuan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pasien menunjukan peningkatan kemampuan dalam menerima keadaan nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Rencana tindakan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kaji pasien terhadap derajat perubahan konsep diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Dampingi dan dengarkan keluhan pasien.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Beri dukungan terhadap tindakan yang bersifat positif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kaji kemampuan pasien dalam beristirahat (tidur).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Observasi kemampuan pasien dalam menerima keadaanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: lime; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Perubahan pola eliminasi defekasi dan uri berhubungan dengan an inervasi pada bladder dan rectum.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Tujuan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pasien menunjukkan kemampuan dalam melakukan eliminasi (defekasi/uri) secara normal sesuai dengan kebiasaan pasien.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Rencana tindakan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kaji pola eliminasi pasien sebelum dan saat di lakukan pengkajian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Auskultasi bising usus dan distensi abdomen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pertahankan porsi minum 2-3 liter perhari (sesuai indikasi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kaji/palpasi distensi dari bladder.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Lakukan bladder training sesuai indikasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Bantu/lakukan pengeluaran feces secara manual.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kolaborasi dalam(pemberian gliserin, pemasangan dower katheter dan  pemberian obat sesuai indikasi).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: lime; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Resiko terjadinya kerusakan integritas kulit berhubungan dengan sirkulasi perifer yang tidak adekuat, adanya edema, imobilisasi.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Tujuan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Tidak terjadi kerusakan integritas kulit (dikubitus).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Rencana tindakan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kaji keadaan kulit dan lokasi yang biasanya terjadi luka atau lecet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Anjurkan pada keluarga agar menjaga keadan kulit tetap kering dan bersih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ganti posisi tiap 2 jam sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Rapikan alas tidur agar tidak terlipat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: lime; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Resiko terjadinya ketidakpatuhan terhadap penatalaksanaan yang berhubungan dengan kurangnya informasi.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Tujuan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pasien menunjukan kemauan untuk melakukan kegiatan penatalaksanaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: cyan; font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Rencana tindakan:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Identifikasi faktor yang dapat menimbulkan ketidak patuhan terhadap penatalaksanaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Diskusikan dengan pasien cara-cara untuk mengatasi faktor penghambat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Jelaskan pada pasien akibat dari ketidak patuhan terhadap penatalaksanaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Libatkan keluarga dalam penyuluhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Anjurkan pada pasien untuk melakukan kontrol secara teratur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" style="color: #ea9999;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Source:&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Boeis, Adam, 1994, Buku Ajar Penyakit THT, Jakarta: EGC.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Junadi, Purnawan,  1982, Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;i&gt;Price, Sylvia Anderson, 1985, Pathofisiologi Konsep klinik proses-proses penyakit, Jakarta: EGC.&lt;span id="goog_817329602"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329603"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/" linkindex="74"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="goog_817329611"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329612"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/" linkindex="75"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="goog_817329629"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329630"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/" linkindex="76"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="goog_817329638"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329639"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/" linkindex="77"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="goog_817329648"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329649"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/" linkindex="78"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="goog_817329655"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329656"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/" linkindex="79"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="goog_817329664"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_817329665"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://draft.blogger.com/" linkindex="80"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/10/asuhan-keperawatan-tonsilitis-kronik.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHxzoGuPYfnabwcff6boAEqIYVqVx0YRMqh5Ti-iMJPK-Gh-SveZ_iWW5wFQ9_5U3dlLCvcfdjEPL-UgrQtIdMhDHEnDUhJirB0dcSU-9JbdBTqAFFRxD7IJySSXkpNdnHBXR_Om-ZwCiP/s72-c/tonsil.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-7701364212978313702</guid><pubDate>Mon, 18 Oct 2010 10:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-18T21:38:14.062+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Formulir</category><title>Contoh Permohonan (SIPP)</title><description>&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Perihal : Permohonan Surat Izin Praktik Perawat (SIPP)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Kepada Yth,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Manokwari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Dengan hormat,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Yang bertanda tangan dibawah ini,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Nama Lengkap:SANCO IRIANTO A, S. Kep. Ns&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Alamat:Komp. Puskesmas Wosi Manokwari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Tempat, tanggal lahir:Jayapura, 5 Juli 1975&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Jenis kelamin:Laki-laki&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Tahun Lulusan:2008&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Dengan ini mengajukan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Praktik Perawat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Sebagai bahan pertimbangan terlampir:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Fotokopi STR yang masih berlaku dan dilegalisir;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Surat keterangan sehat fisik dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktik;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Surat pernyataan memiliki tempat praktik;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pas foto berwarna terbaru ukuran 4 X 6 cm sebanyak 3 (tiga) lembar; dan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Rekomendasi dari organisasi profesi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Demikian atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Manokwari, Mei 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Pemohon&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;SANCO IRIANTO A, S. Kep. Ns&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/10/permohonan-surat-izin-praktik-perawat.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-2121775500930125711</guid><pubDate>Fri, 15 Oct 2010 10:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-15T20:52:52.641+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Askep</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi</category><title>EPISTAKSIS (Hidung Berdarah)</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_872574718" linkindex="72"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfm18ndK7QbCpyX-Nduc5xWtGV41w0oeYJ0z08ZEHf2sI2zoqfOHYdxjqMYdf_L3A0W50nWheXz4In2zzt92-w_l1uXEADQidr7uKdaX_wAA-TJsO6a0-bfb_DpEE4WY_5PP194grvChyphenhyphenK/s200/Epistaxis.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style="color: lime; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="73"&gt;&lt;i&gt;Epistaksis&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pengertian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Hidung berdarah (Kedokteran: epistaksis atau Inggris: epistaxis) atau mimisan adalah satu keadaan pendarahan dari hidung yang keluar melalui lubang hidung. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sering ditemukan sehari-hari, hampir sebagian besar dapat berhenti sendiri. Harus diingat epitaksis bukan merupakan suatu penyakit tetapi merupakan gejala dari suatu kelainan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ada dua tipe pendarahan pada hidung: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tipe anterior (bagian depan). Merupakan tipe yang biasa terjadi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tipe posterior (bagian belakang).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dalam kasus tertentu, &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_921529893" linkindex="74" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;darah&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; dapat berasal dari sinus dan mata. Selain itu pendarahan yang terjadi dapat masuk ke saluran pencernaan dan dapat mengakibatkan muntah.&lt;/span&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Etiologi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Secara Umum penyebab epistaksis dibagi dua yaitu &lt;span style="color: lime;"&gt;Lokal&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: lime;"&gt;Sistemik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: lime; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Lokal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Penyebab lokal terutama trauma, sering karena kecelakaan lalulintas, olah raga, (seperti karena pukulan pada hidung) yang disertai patah tulang hidung (seperti pada gambar di halaman ini), mengorek hidung yang terlalu keras sehingga luka pada mukosa hidung, adanya tumor di hidung, ada benda asing (sesuatu yang masuk ke hidung) biasanya pada anak-anak, atau lintah yang masuk ke hidung, dan infeksi atau peradangan hidung dan sinus (rinitis dan sinusitis)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span style="color: lime; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sistemik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Penyebab sistemik artinya penyakit yang tidak hanya terbatas pada hidung, yang sering meyebabkan mimisan adalah hipertensi, infeksi sistemik seperti penyakit demam berdarah dengue atau cikunguya, kelainan darah seperti hemofili, autoimun trombositipenic purpura.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: lime; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Selain itu ada juga penyebab lainnya, diantaranya: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i style="color: #ea9999;"&gt;Trauma,&lt;/i&gt; Perdarahan hidung dapat terjadi setelah trauma ringan, misalnya mengeluarkan ingus secara tiba-tiba dan kuat, mengorek hidung, dan trauma yang hebat seperti terpukul, jatuh atau kecelakaan. Selain itu juga dapat disebabkan oleh iritasi gas yang merangsang, benda asing di hidung dan trauma pada pembedahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i style="color: #ea9999;"&gt;Infeksi,&lt;/i&gt; Infeksi hidung dan sinus paranasal seperti rhinitis atau sinusitis juga dapat menyebabkan perdarahan hidung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Neoplasma,&lt;/i&gt; Hemangioma dan karsinoma adalah yang paling sering menimbulkan gejala epitaksis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i style="color: #ea9999;"&gt;Kongenital,&lt;/i&gt; Penyakit turunan yang dapat menyebabkan epitaksis adalah telengiaktasis hemoragik herediter.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;i style="color: #ea9999;"&gt;Penyakit kardiovaskular,&lt;/i&gt; Hipertensi dan kelainan pada pembuluh darah di hidung seperti arteriosklerosis, sirosis, sifilis dan penyakit gula dapat menyebabkan terjadinya epitaksis karena pecahnya pembuluh darah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i style="color: #ea9999;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kelainan Darah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Trombositopenia, hemophilia, dan leukemia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Infeksi sistemik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Demam berdarah, Demam tifoid, influenza dan sakit morbili&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Perubahan tekanan atmosfer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Caisson disease (pada penyelam)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Patofisiologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Semua pendarahan hidung disebabkan lepasnya lapisan mukosa hidung yang mengandung banyak pembuluh darah kecil. Lepasnya mukosa akan disertai luka pada pembuluh darah yang mengakibatkan pendarahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Manifestasi Klinis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Perdarahan dari hidung, gejala yang lain sesuai dengan etiologi yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Epitaksis berat, walaupun jarang merupakan kegawatdaruratan yang dapat mengancam keselamatan jiwa pasien, bahkan dapat berakibat fatal jika tidak cepat ditolong.  Sumber perdarahan dapat berasal dari depan hidung maupun belakang hidung. Epitaksis anterior (depan) dapat berasal dari pleksus kiesselbach atau dari a. etmoid anterior. Pleksus kieselbach ini sering menjadi sumber epitaksis terutama pada anak-anak dan biasanya dapat sembuh sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Epitaksis posterior (belakang) dapat berasal dari a. sfenopalatina dan a. etmoid posterior. Perdarahan biasanya hebat dan jarang berhenti sendiri. Sering ditemukan pada pasien  dengan hipertensi, arteriosklerosis atau pasien dengan penyakit jantung. Pemeriksaan yang diperlukan adalah darah Lengkap dan fungsi hemostasis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Epidemiologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Epistaksis jarang ditemukan pada bayi, sering pada anak, agak jarang pada orang dewasa muda, dan lebih banyak lagi pada orang dewasa muda. Epistaksis atau perdarahan hidung dilaporkan timbul pada 60% populasi umum. Puncak kejadian dari epistaksis didapatkan berupa dua puncak (bimodal) yaitu pada usia &amp;lt;10 tahun dan &amp;gt;50 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: yellow;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Komplikasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mencegah komplikasi, sebagai akibat dari perdarahan yang berlebihan, dapat terjadi syok atau anemia, turunnya tekanan darah yang mendadak dapat menimbulkan infark serebri, insufisiensi koroner, atau infark miokard, sehingga dapat menyebabkan kematian. Dalam hal ini harus segera diberi pemasangan infus untuk membantu cairan masuk lebih cepat. Pemberian antibiotika juga dapat membantu mencegah timbulnya sinusitis, otitis media akibat pemasangan tampon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kematian akibat pendarahan hidung adalah sesuatu yang jarang. Namun, jika disebabkan kerusakan pada arteri maksillaris dapat mengakibatkan pendarahan hebat melalui hidung dan sulit untuk disembuhkan. Tindakan pemberian tekanan, vasokonstriktor kurang efektif. Dimungkinkan penyembuhan struktur arteri maksillaris (yang dapat merusak saraf wajah) adalah solusi satu-satunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: lime; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Komplikasi yang dapat timbul:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sinusitis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Septal hematom (bekuan darah pada sekat hidung)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Deformitas (kelainan bentuk) hidung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Aspirasi (masuknya cairan ke saluran napas bawah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kerusakan jaringan hidung infeksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Penatalaksanaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: cyan; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kolaborasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Aliran darah akan berhenti setelah darah berhasil dibekukan dalam proses pembekuan darah. Sebuah opini medis mengatakan bahwa ketika pendarahan terjadi, lebih baik jika posisi kepala dimiringkan ke depan (posisi duduk) untuk mengalirkan darah dan mencegahnya masuk ke kerongkongan dan lambung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pertolongan pertama jika terjadi mimisan adalah dengan memencet hidung bagian depan selama tiga menit. Selama pemencetan sebaiknya bernafas melalui mulut. Perdarahan ringan biasanya akan berhenti dengan cara ini. Lakukan hal yang sama jika terjadi perdarahan berulang, jika tidak berhenti sebaiknya kunjungi dokter untuk bantuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Untuk pendarahan hidung yang kronis yang disebabkan keringnya mukosa hidung, biasanya dicegah dengan menyemprotkan salin pada hidung hingga tiga kali sehari. Jika disebabkan tekanan, dapat digunakan kompres es untuk mengecilkan pembuluh darah (vasokonstriksi). Jika masih tidak berhasil, dapat digunakan tampon hidung. Tampon hidung dapat menghentikan pendarahan dan media ini dipasang 1-3 hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: lime; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tiga prinsip utama dalam menanggulangi epitaksis adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: #ea9999;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mencegah komplikasi yang timbul akibat perdarahan seperti syok atau infeksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #ea9999;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mencegah berulangnya epitaksis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jika pasien dalam keadaan gawat seperti syok atau anemia lebih baik diperbaiki dulu keadaan umum pasien baru menanggulangi perdarahan dari hidung itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #ea9999; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Menghentikan perdarahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Menghentikan perdarahan secara aktif dengan menggunakan kaustik atau tampon jauh lebih efektif daripada dengan pemberian obat-obat hemostatik dan menunggu darah berhenti dengan sendirinya.  Jika pasien datang dengan perdarahan maka pasien sebaiknya diperiksa dalam keadaan duduk, jika terlalu lemah pasien dibaringkan  dengan meletakan bantal di belakang punggung pasien. Sumber perdarahan dicari dengan bantuan alat penghisap untuk membersihkan hidung dari bekuan darah, kemudian dengan menggunakan tampon kapas yang dibasahi dengan adrenalin 1/10000 atau lidokain 2 % dimasukan ke dalam rongga hidung untuk menghentikan perdarahan atau mengurangi nyeri, dapat dibiarkan selama 3-5 menit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: lime;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Perdarahan Anterior&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dapat menggunakan alat kaustik nitras argenti 20-30% atau asam triklorasetat 10% atau dengan elektrokauter. Bila perdarahan masih berlangsung maka  dapat digunakan tampon anterior (kapas dibentuk  dan dibasahi dengan adrenalin + vaseline) tampon ini dapat digunakan sampai 1-2 hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="color: lime;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Perdarahan Posterior&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Perdarahan biasanya lebih hebat dan lebih sukar dicari, dapat dilihat dengan menggunakan pemeriksaan rhinoskopi posterior. Untuk mengurangi perdarahan dapat digunakan tampon Beelloqk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_144798063" linkindex="75"&gt;&lt;img border="0" height="165" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqvBBpLtYFtIGop7p8DUXAGnRVKtQ82wp9wPzcceilXoaSCKZevvUyJzeVa7wHzH2x1TXlMe2wV3o2GrTFkl4Pjj1bLCFS4UwES-vwpfkQ5M-eYAHumHCfyOrBrHKCRNWuVFg0VwPMmEsu/s200/tampon-bellock+1.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr style="color: lime; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://desugy.files.wordpress.com/2010/04/tampon-bellock.jpg" linkindex="76"&gt;Tampon Beelloqk&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: cyan;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mandiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pada epitaksis, gejala yang utama adalah perdarahan dari hidung, gejala yang lain sesuai dengan etiologi yang bersangkutan. Oleh sebab itu pada tindakan penanganan mandiri perawat, yang harus diperhatikan adalah penanganan pada:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Risiko kekurangan volume cairan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Nyeri,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Risiko infeksi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: lime; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tindakan mandiri perawat diantaranya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Awasi tanda-tanda vital&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Awasi masukan/haluaran, hitung kehilangan cairan akibat perdarahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Evaluasi turgor kulit, pengisian kapiler dan membrane mukosa mulut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kaji keluhan nyeri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Awasi tanda-tanda vital&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Berikan posisi yang nyaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dorong penggunaan manajemen nyeri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kurangi prosedur tindakan invasive&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Awasi tanda-tanda vital Kurangi pengunjung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Perawatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Aliran darah akan berhenti setelah darah berhasil dibekukan dalam proses pembekuan darah. Sebuah opini medis mengatakan bahwa ketika pendarahan terjadi, lebih baik jika posisi kepala dimiringkan ke depan (posisi duduk) untuk mengalirkan darah dan mencegahnya masuk ke kerongkongan dan lambung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pertolongan pertama jika terjadi mimisan adalah dengan memencet hidung bagian depan selama tiga menit. Selama pemencetan sebaiknya bernafas melalui mulut. Perdarahan ringan biasanya akan berhenti dengan cara ini. Lakukan hal yang sama jika terjadi perdarahan berulang, jika tidak berhenti sebaiknya kunjungi dokter untuk bantuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Untuk pendarahan hidung yang kronis yang disebabkan keringnya mukosa hidung, biasanya dicegah dengan menyemprotkan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Salin&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" linkindex="77" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;salin&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; pada hidung hingga tiga kali sehari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jika disebabkan tekanan, dapat digunakan kompres es untuk mengecilkan pembuluh darah (vasokonstriksi). Jika masih tidak berhasil, dapat digunakan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tampon_hidung&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" linkindex="78" style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;tampon hidung&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;. Tampon hidung dapat menghentikan pendarahan dan media ini dipasang 1-3 hari. Kematian akibat pendarahan hidung adalah sesuatu yang jarang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/10/epistaksis-hidung-berdarah.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfm18ndK7QbCpyX-Nduc5xWtGV41w0oeYJ0z08ZEHf2sI2zoqfOHYdxjqMYdf_L3A0W50nWheXz4In2zzt92-w_l1uXEADQidr7uKdaX_wAA-TJsO6a0-bfb_DpEE4WY_5PP194grvChyphenhyphenK/s72-c/Epistaxis.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-1592052554853234629</guid><pubDate>Tue, 10 Aug 2010 04:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-10T13:59:19.484+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">AIDS</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi</category><title>Profilaksis Pascapajanan (PPP)</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Apa Profilaksis Pascapajanan Itu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Profilaksis berarti pencegahan infeksi dengan obat. Pajanan adalah peristiwa yang menimbulkan risiko penularan. Jadi profilaksis pascapajanan (atau PPP) berarti penggunaan obat untuk mencegah infeksi setelah terjadi peristiwa yang berisiko. Terkait dengan PPP, ada tiga macam pajanan itu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pajanan di tempat kerja.&lt;/b&gt; Pajanan ini biasa terjadi dalam sarana medis, dan berasal jika darah, air mani, cairan vagina atau ASI dari seorang yang terinfeksi HIV masuk ke aliran darah orang lain, dalam hal ini biasanya petugas perawatan kesehatan. Peristiwa yang termaksud biasanya kecelakaan akibat tertusuk jarum suntik bekas pakai secara tidak sengaja pada petugas. Pajanan juga dapat terjadi dengan pisau bedah, atau jika darah atau cairan lain pasien kena luka terbuka, atau mulut, hidung atau mata petugas atau orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pajanan akibat hubungan seks berisiko,&lt;/b&gt; misalnya bila kondom pecah atau lepas saat seorang Odha berhubungan seks dengan pasangan HIV-negatif.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pajanan akibat perkosaan.&lt;/b&gt; Pemerkosa hampir pasti tidak memakai kondom. Tambahannya, jika hubungan seks terjadi secara paksa, yang sering disertai kekerasan, risikonya lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Risiko Penularan Akibat Pajanan di Tempat Kerja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kemungkinan terjadinya penularan akibat tertusuk jarum suntik adalah rendah: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;rata-rata 0,3%. Kurang lebih satu dari 300 kasus akan menghasilkan infeksi HIV pada petugas kesehatan. Risiko lebih tinggi jika:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;tusukan dalam;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;darah dapat terlihat pada alat yang menyebabkan luka;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;jarum atau alat sebelumnya ditempatkan pada pembuluh darah pasien; atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;pasien sumber mempunyai viral load HIV yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Apa yang Harus Dilakukan Setelah Pajanan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Jangan panik! &lt;/b&gt;Namun segera lakukan tindakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Luka tusuk:&lt;/b&gt; bilas dengan air mengalir dan sabun atau antiseptik. Jangan dihisap dengan mulut, dan jangan ditekan karena ini tidak berguna. Disinfeksi luka dan daerah sekitar kulit dengan betadine selama lima menit atau alkohol selama tiga menit.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pajanan mulut:&lt;/b&gt; ludahkan dan berkumur.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pajanan hidung:&lt;/b&gt; hembuskan keluar dan bersihkan dengan air.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pajanan mata:&lt;/b&gt; bilas selama beberapa menit dengan air bersih.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Hubungan seks:&lt;/b&gt; jangan bilas vagina. Setelah dibersihkan, laporkan pajanan agar dapat segera diselidiki. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kapan PPP Diusulkan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Keputusan harus diambil apakah PPP akan dimulai, berdasarkan hasil penyelidikan. Keadaan yang dianggap cukup berat untuk mulai PPP termasuk:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;pajanan pada banyak darah;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;darah bersentuh pada luka yang terbuka;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;darah dapat terlihat pada jarum yang menusuk; atau pajanan pada darah, air mani atau cairan vagina seseorang dengan viral load yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bagaimana PPP Dipakai? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;PPP dilakukan dengan penggunaan obat antiretroviral (ARV). Dahulu, hanya satu jenis obat, AZT, dipakai. Penelitian menunjukkan penurunan 79% pada risiko tertular dengan penggunaan obat tunggal ini. Namun sekarang, dua jenis obat (AZT + 3TC) biasanya dipakai, dan jika risiko dianggap sangat tinggi, diusulkan ditambah satu jenis obat lagi, biasanya protease inhibitor, misalnya lopinavir/r (Kaletra/Aluvia). Nevirapine dan efavirenz tidak diusulkan untuk PPP. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Terakhir ini, beberapa pakar mengusulkan dipakai tenofovir + 3TC, ditambah Aluvia untuk yang berisiko tinggi. Namun rejimen ini belum disetujui dalam pedoman nasional. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;PPP harus dimulai secepatnya setelah pajanan, sebaiknya dalam 1-2 jam dan tidak lebih dari 72 jam. PPP harus dilangsungkan selama empat minggu, tetapi boleh dihentikan jika ada efek samping yang berat. Jika pasien sumber pajanan ternyata HIV negatif, dan tidak ada kemungkinan dia masih dalam masa jendela, PPP dapat dihentikan. Namun tes HIV pada pasien sumber harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan, kerahasiaannya harus dijamin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Diusulkan orang yang terpajan melakukan tes HIV pada awal (tidak lebih dari 24 jam), dan setelah 4, 12, dan 24 minggu. Orang yang terpajan harus segera diberi konseling, dan konseling harus tersedia lagi selama masa memakai PPP. Saat ini di Indonesia, PPP hanya disediakan untuk petugas layanan kesehatan yang mengalami kecelakaan kerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Efek Samping PPP&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Efek samping yang paling umum termasuk mual dan rasa tidak nyaman. Efek samping lain dapat dilihat pada lembaran informasi masing-masing obat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pajanan pada Infeksi Lain&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Harus diingat bahwa ada beberapa infeksi lain yang diangkut darah, dengan daya menular yang jauh lebih tinggi dibandingkan HIV. Infeksi ini termasuk virus hepatitis B dan C, yang sering menyertai HIV pada orang yang terinfeksi melalui penggunaan jarum suntik bergantian. Semua infeksi ini dapat dicegah dengan penggunaan &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/2010/08/kewaspadaan-universal-universal.html" linkindex="4"&gt;kewaspadaan universal&lt;/a&gt;. Kewaspadaan ini termasuk penggunaan sarung tangan lateks dan pelindung lain waktu melaksanakan tindakan yang berisiko pada semua pasien, bukan hanya mereka yang diketahui terinfeksi penyakit tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;Remember This&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Profilaksis pascapajanan (PPP) adalah penggunaan ARV secepatnya setelah terjadi peristiwa yang berisiko penularan HIV, untuk mencegah infeksi HIV. PPP dapat mengurangi risiko terinfeksi hingga 79%.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;PPP hanya dipakai setelah penyelidikan menunjukkan ada risiko pada orang yang terpajan. Hanya 0,3% pajanan menghasilkan infeksi HIV. Karena ARV dapat menyebabkan efek samping yang cukup berat, sebaiknya PPP hanya dipakai jika benar-benar dibutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;PPP terdiri dari dua atau tiga obat yang dipakai dua kali sehari selama empat minggu. PPP tidak 100% efektif; berarti PPP tidak menjamin pajanan pada HIV tidak akan menghasilkan infeksi. Cara terbaik untuk mencegah terjadinya penularan pada sarana medis adalah melaksanakan kewaspadaan universal pada semua pasien.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Source: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;LI HIV/AIDS, &lt;a href="http://spiritia.or.id/" linkindex="5"&gt;Yayasan Spiritia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://aids-ina.org/" linkindex="6"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Komunitas AIDS Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kewaspadaan Universal, &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/2010/08/kewaspadaan-universal-universal.html" linkindex="7"&gt;Keperawatan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/08/profilaksis-pascapajanan-ppp.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-5886945056029076338</guid><pubDate>Tue, 10 Aug 2010 01:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-10T13:08:11.095+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">AIDS</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi</category><title>Kewaspadaan Universal (Universal Precaution)</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Apa Kewaspadaan Universal Itu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kewaspadaan Universal (Universal Precaution) adalah kewaspadaan terhadap darah dan cairan tubuh yang tidak membedakan perlakuan terhadap setiap pasien, dan tidak tergantung pada diagnosis penyakitnya (&lt;a href="http://kamus-medis.blogspot.com/2010/01/universal-precautions-up-kewaspadaan.html" linkindex="24"&gt;kamus-medis&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin m:val="0"&gt;&lt;m:rmargin m:val="0"&gt;&lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;&lt;m:dispdef&gt;&lt;m:lmargin m:val="0"&gt;&lt;m:rmargin m:val="0"&gt;&lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Cara agar petugas perawatan kesehatan dapat menghindari infeksi dari infeksi yang diangkut aliran darah, seperti HIV atau hepatitis B dan C. Kewaspadaan umum pertama dikembangkan pada 1987 di AS. Pedoman termasuk penggunaan sarung tangan lateks, masker, dan kacamata pelindung jika pekerjaan ada kaitannya dengan darah atau cairan tubuh (&lt;a href="http://aids-ina.org/modules.php?name=Glossary&amp;amp;op=list_content&amp;amp;gid=62" linkindex="25"&gt;Komunitas AIDS Indonesia&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ada berbagai macam infeksi menular yang terdapat dalam darah dan cairan tubuh lain seseorang, di antaranya hepatitis B dan C dan HIV. Mungkin juga ada infeksi lain yang belum diketahui, harus diingat bahwa hepatitis C baru ditemukan pada 1988. Sebagian besar pasien dengan infeksi tersebut belum tahu dirinya terinfeksi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Dalam semua sarana kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas dan praktek dokter gigi, tindakan yang dapat mengakibatkan luka atau tumpahan cairan tubuh, atau penggunaan alat medis yang tidak steril, dapat menjadi sumber infeksi penyakit tersebut pada petugas layanan kesehatan dan pasien lain. Jadi seharusnya ada pedoman untuk mencegah kemungkinan penularan terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pedoman ini disebut sebagai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; kewaspadaan universal. Harus ditekankan bahwa pedoman tersebut dibutuhkan tidak hanya untuk melindungi terhadap penularan HIV, tetapi yang tidak kalah penting terhadap infeksi lain yang dapat berat dan sebetulnya lebih mudah menular.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bagaimana Kewaspadaan Universal Diterapkan?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Karena akan sulit untuk mengetahui apakah pasien terinfeksi atau tidak, petugas layanan kesehatan harus menerapkan kewaspadaan universal secara penuh dalam hubungan dengan SEMUA pasien, dengan melakukan tindakan berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cuci tangan setelah berhubungan dengan pasien atau setelah membuka sarung tangan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Segera cuci tangan setelah ada hubungan dengan cairan tubuh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pakai sarung tangan bila mungkin akan ada hubungan dengan cairan tubuh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pakai masker dan kacamata pelindung bila mungkin ada percikan cairan tubuh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tangani dan buang jarum suntik dan alat tajam lain secara aman; yang sekali pakai tidak boleh dipakai ulang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bersihkan dan disinfeksikan tumpahan cairan tubuh dengan bahan yang cocok&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Patuhi standar untuk disinfeksi dan sterilisasi alat medis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tangani semua bahan yang tercemar dengan cairan tubuh sesuai dengan prosedur&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buang limbah sesuai prosedur&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow; font-size: small;"&gt;Metode Mencuci Tangan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gunakan sabun cair lebih bagus dan dilakukan di air hangat mengalir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gosok tangan bersama-sama dengan selama minimal 30 detik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ingat untuk mencuci semua permukaan termasuk ibu jari, pergelangan tangan, punggung tangan, antara jari dan sekitar dan di bawah kuku.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bilas tangan dengan baik pada air mengalir dari pergelangan ke jari pada air mengalir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keringkan tangan dengan handuk kertas, lalu menggunakan handuk yang sama untuk mematikan kran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buang handuk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;Ingat,&lt;/b&gt; cuci tangan &lt;i style="color: yellow;"&gt;SELALU SAAT:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Ketika&lt;/b&gt; anda tiba di penitipan anak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Sebelum&lt;/b&gt; dan &lt;b style="color: white;"&gt;Sesudah&lt;/b&gt; pemberian obat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Sebelum&lt;/b&gt; memulai perawatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Sebelum&lt;/b&gt; dan &lt;b style="color: white;"&gt;Setelah&lt;/b&gt; menggunakan kamar mandi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Sebelum&lt;/b&gt; penanganan peralatan bersih&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Setelah&lt;/b&gt; penanganan peralatan bersih&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Sebelum&lt;/b&gt; dan &lt;b style="color: white;"&gt;Sesudah&lt;/b&gt; makan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Sebelum&lt;/b&gt; menangani makanan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Sebelum&lt;/b&gt; meninggalkan ruang perawatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Apakah Ada Pilihan Lain?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sebelum kewaspadaan universal pertama dikenalkan di AS pada 1987, semua pasien harus dites untuk semua infeksi tersebut. Bila diketahui terinfeksi, pasien diisolasikan dan kewaspadaan khusus lain dilakukan, misalnya waktu bedah. Banyak petugas layanan kesehatan dan pemimpin rumah sakit masih menuntut tes HIV wajib untuk semua pasien yang dianggap anggota ‘kelompok berisiko tinggi’ infeksi HIV, misalnya pengguna narkoba suntikan. Namun tes wajib ini tidak layak, kurang efektif dan bahkan berbahaya untuk beberapa alasan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasil tes sering baru diterima setelah pasien selesai dirawat &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bila semua pasien dites, biaya sangat tinggi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika hanya pasien yang dianggap berisiko tinggi dites, infeksi HIV pada pasien yang dianggap tidak berisiko tidak diketahui&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasil negatif palsu menyebabkan kurang kewaspadaan saat dibutuhkan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasil positif palsu menyebabkan kegelisahan yang tidak perlu untuk pasien dan petugas layanan kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tes hanya untuk HIV tidak melindungi terhadap infeksi virus hepatitis dan kuman lain dalam darah termasuk yang belum diketahui, banyak di antaranya lebih menular, prevalensinya lebih tinggi dan hampir seganas HIV&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tes tidak menemukan infeksi pada orang yang dalam masa jendela, sebelum antibodi terbentuk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Tes HIV tanpa konseling dan &lt;i&gt;informed consent&lt;/i&gt; melanggar peraturan nasional dan hak asasi manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bila kewaspadaan universal hanya dipakai untuk pasien yang diketahui terinfeksi HIV, status HIV-nya pasti diketahui orang lain, asas kerahasiaan tidak terjaga, dengan akibat hak asasinya terlanggar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Mengapa Kewaspadaan Universal Sering Diabaikan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ada banyak alasan mengapa kewaspadaan universal tidak diterapkan, termasuk:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Petugas layanan kesehatan kurang pengetahuan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kurang dana untuk menyediakan pasokan yang dibutuhkan, misalnya sarung tangan dan masker&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penyediaan pasokan tersebut kurang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Petugas layanan kesehatan ‘terlalu sibuk’&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dianggap Odha harus ‘mengaku’ bahwa dirinya HIV-positif agar kewaspadaan dapat dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Tambahannya, rumah sakit swasta enggan membebani semua pasien dengan ongkos kewaspadaan yang pasien anggap tidak dibutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: yellow;"&gt;Apakah Risiko Jika Kewaspadaan Universal Kurang Diterapkan?&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kewaspadaan universal diciptakan untuk melindungi terhadap kecelakaan yang dapat terjadi. Kecelakaan yang paling umum adalah tertusuk jarum suntik, yaitu jarum suntik yang dipakai pada pasien menusuk kulit seorang petugas layanan kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa risiko penularan rata-rata dalam kasus pasien yang bersangkutan terinfeksi HIV adalah kurang lebih 0,3%, dibandingkan dengan 3% untuk hepatitis C dan lebih dari 30% untuk hepatitis B. Jika darah dari pasien yang terinfeksi mengenai selaput mukosa (misalnya masuk mata) petugas layanan kesehatan, risiko penularan HIV adalah kurang lebih 0,1%. Walaupun belum ada data tentang kejadian serupa dengan darah yang dicemar hepatitis B, risiko jelas jauh lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Apa yang Dapat Dilakukan Jika Ada Kecelakaan? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Fasilitas layanan kesehatan harus mempunyai prosedur tetap yang dipakai bila ada kecelakaan. Satu pilihan untuk mencegah infeksi HIV setelah diselidiki adalah untuk menawarkan &lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/" linkindex="26"&gt;profilaksis pascapajanan (PPP)&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bagaimana Kita Dapat Mendorong Penerapan Kewaspadaan Universal?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Jelas penerapan kewaspadaan universal yang tidak sesuai dapat menghasilkan bukan hanya risiko pada petugas layanan kesehatan dan pasien lain, tetapi juga peningkatan pada stigma dan diskriminasi yang dihadapi oleh Odha. Jadi kita harus mengerti dasar pemikiran kewaspadaan universal dan terus menerus mengadvokasikan untuk penerapannya. Kita harus mengajukan keluhan jika kewaspadaan universal diterapkan secara pilih-pilih (‘kewaspadaan Odha’) dalam sarana medis. Kita harus protes dan menolak bila ada tes HIV wajib sebelum kita diterima di rumah sakit. Kita mungkin juga harus beradvokasi pada pemerintah daerah melalui KPAD dan pada DPRD agar disediakan dana yang cukup untuk menerapkan kewaspadaan universal dalam sarana medis pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: yellow; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Remember This:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote style="color: white;"&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kewaspadaan universal dimaksudkan untuk melindungi petugas layanan kesehatan dan pasien lain terhadap penularan berbagai infeksi dalam darah dan cairan tubuh lain, termasuk HIV. Kewaspadaan tersebut mewajibkan petugas/perawat agar melakukan tindakan tertentu seperti memakai sarung tangan jika mereka mungkin akan terkena cairan tubuh pasien.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote style="color: white;"&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karena tidak praktis untuk melakukan tes pada semua pasien untuk semua infeksi yang mungkin dapat menular, dan bila hanya pasien dari ‘kelompok berisiko tinggi’ dites bersikap diskriminatif (dan tidak efektif, antara lain akibat masa jendela), maka kewaspadaan universal mewajibkan agar SEMUA pasien dianggap terinfeksi. Penerapan kewaspadaan universal sering kurang baik. Sebagai Odha dan orang yang peduli, kita harus beradvokasi agar kewaspadaan universal diterapkan secara penuh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;source:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;LI tentang HIV/AIDS, &lt;a href="http://spiritia.or.id/" linkindex="27"&gt;Yayasan Spiritia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://aids-ina.org/" linkindex="28"&gt;Komunitas AIDS Indonesia&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.cdphe.state.co.us/ps/hcc/univprecautions.pdf" linkindex="29"&gt;CDPHE State&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/08/kewaspadaan-universal-universal.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-4559453369241570782</guid><pubDate>Tue, 03 Aug 2010 05:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-10T12:24:56.825+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">AIDS</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Askep</category><title>Asuhan Keperawatan Klien HIV/AIDS</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sindrom immunnodefisiensi didapat (Acquired Immunodeficiency Syndrome, AIDS) pertama-tama menarik perhatian bidang kesehatan masyarakat pada tahun 1981. AIDS adalah penyakit defisiensi imunitas seluler, yang pada penderitanya tidak dapat ditemukan penyebab defisiensi tersebut. AIDS menyebabkan &lt;a href="http://aids-ina.org/modules.php?name=FAQ&amp;amp;myfaq=yes&amp;amp;id_cat=1&amp;amp;categories=HIV-AIDS" linkindex="18"&gt;infeksi oportunistik&lt;/a&gt; dan/atau neoplasma yang berkaitan dengan defisiensi kekebalan yang sebelumnya dalam keadaan sehat. Menurut Smeltzer AIDS adalah gejala dari penyakit yang mungkin terjadi saat sistem imun dilemahkan oleh virus HIV.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Human Immunedeficiency Virus (HIV) tergolong ke dalam kelompok retrovirus dengan materi genetik dalam asam ribonukleat (RNA), menyebabkan AIDS dapat membinasakan sel T-penolong (T4), yang memegang peranan utama dalam sistem imun. Sebagai akibatnya, hidup penderita AIDS terancam infeksi yang tak terkira banyaknya yang sebenarnya tidak berbahaya, jika tidak terinfeksi HIV.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;A. Pengertian &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;AIDS adalah kependekan dari ‘Acquired Immune Deficiency Syndrome’.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="font-family: Verdana,sans-serif;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Acquired : berarti didapat, bukan keturunan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Immune : terkait dengan system kekebalan tubuh kita.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Deficiency : berarti kekurangan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syndrome : berarti penyakit dengan kumpulan gejala, bukan gejala tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Jadi AIDS berarti kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah kita lahir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: yellow;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;B. Etiologi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; AIDS disebabkan oleh sebuah virus yang disebut HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Bila kita terinfeksi HIV, tubuh kita akan mencoba menyerang infeksi. Sistem kekebalan kita akan membuat ‘antibodi’, molekul khusus yang menyerang HIV itu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: yellow;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;C. Penularan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sebetulnya, kita tidak ‘kena’ AIDS. Kita mungkin terinfeksi HIV, dan kemudian mengembangkan AIDS. Kita dapat tertular HIV dari siapa pun yang sudah terinfeksi, walaupun orang itu tidak kelihatan sakit, bahkan dengan hasil tes HIV yang tidak positif. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Darah, cairan vagina, air mani dan air susu ibu seseorang yang terinfeksi HIV mengandung cukup virus untuk menularkan orang lain. Sebagian besar orang tertular HIV melalui: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Berhubungan seks dengan seorang yang terinfeksi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Memakai jarum suntik bergantian dengan seorang yang terinfeksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Terlahir dari ibu yang terinfeksi, atau disusui oleh perempuan yang terinfeksi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Belum ada laporan kasus HIV ditularkan melalui &lt;i&gt;air mata&lt;/i&gt; atau air ludah. Namun HIV bisa menular melalui seks oral (hubungan seks dengan mulut), bahkan dengan ciuman dalam. Walaupun jarang, ini terutama terjadi jika ada luka terbuka pada mulut atau gusi berdarah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Pada 2008, Depkes memperkirakan ada 293.200 orang terinfeksi HIV di Indonesia. Namun pada akhir Maret 2009, hanya ada 23.652 kasus dilaporkan oleh Depkes, dengan 16.964 sudah sampai ke stadium AIDS dan 3.492 sudah meninggal dunia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: yellow;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;D. Patofisiologi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; HIV tergolong ke dalam kelompok virus yang dikenal sebagai retrovirus yang menunjukkan bahwa virus terse­but membawa materi genetiknya dalam asam ribonukleat (RNA) dan bukan dalam asam deoksiribonukleat (DNA). Virion HIV (partikel virus yang lengkap dan dibungkus oleh selubung pelindung) mengandung RNA dalam inti berbentuk peluru terpancung dimana p24 merupakan komponen struktural yang utama. Tombol yang menonjol lewat dinding virus terdiri atas protein gp120 yang terkait pada protein gp41. Bagian yang secara selektif berikatan dengan sel-sel CD4-posisitf (CD4+) adalah gp120 dari HIV. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sel-sel CD4-positif (CD4+) mencakup monosit, makrofag dan limfosit T4 helper (yang dinamakan sel-sel CD4+ kalau dikaitkan dengan infeksi HIV); limfosit T4 helper ini merupakan sel yang paling banyak di antara ketiga sel di atas. Sesudah terikat dengan membran sel T4 helper, HIV akan menginjeksikan dua utas benang RNA yang identik ke dalam sel T4 helper. Dengan menggunakan enzim yang dikenal sebagai reverse transcriptase, HIV akan melakukan pemrograman ulang materi genetik dari sel T4 yang terinfeksi untuk membuat double-stranded DNA (DNA utas-ganda). DNA ini akan disatukan ke dalam nukleus sel T4 sebagai sebuah provirus dan kemudian terjadi infeksi yang permanen. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Menurut Smeltzer siklus replikasi HIV dibatasi dalam stadium ini sam­pai sel yang terinfeksi diaktifkan. Aktivasi sel yang terinfeksi dapat dilaksanakan oleh antigen, mitogen, sitokin (TNF alfa atau interleukin l) atau produk gen virus seperti sitomegalovirus (CMV; cytomegalovirus), virus Epstein-Barr, herpes simpleks dan hepatitis. Seba­gai akibatnya, pada saat sel T4 yang terinfeksi diaktifkan, replikasi serta pembentukan tunas HIV akan terjadi dan sel T4 akan dihancurkan. HIV yang baru dibentuk ini kemudian dilepas ke dalam plasma darah dan menginfeksi sel-sel CD4+ lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Infeksi HIV pada monosit dan makrofag tampaknya berlangsung secara persisten dan tidak mengakibatkan kematian sel yang bermakna, tetapi sel-sel itu menjadi reservoir bagi HIV sehingga virus tersebut dapat tersembunyi dari sistem imun dan terangkut ke seluruh tubuh lewat sistem itu untuk menginfeksi berbagai jaringan tubuh. Sebagian besar jaringan itu dapat mengandung molekul CD4+ atau memiliki kemampuan untuk memproduksinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sejumlah penelitian memperlihatkan bahwa sesudah infeksi inisial, kurang-lebih 25% dari sel-sel kelenjar limfe akan terin­feksi oleh HIV pula. Replikasi virus akan berlangsung ­terus sepanjang perjalanan infeksi HIV; tempat primernya adalah jaringan limfoid. Ketika sistem imun terstimulasi. replikasi virus akan terjadi dan virus tersebut menyebar ke dalam plasma darah yang mengakibatkan infeksi ber­ikutnya pada sel-sel CD4+ yang lain. Penelitian yang lebih mutakhir menunjukkan bahwa sistem imun pada infeksi HIV lebih aktif daripada yang diperkirakan sebe­lumnya sebagaimana dibuktikan oleh produksi sebanyak dua milyar limfosit CD4+ per hari. Keseluruhan populasi sel-sel CD4+ perifer akan mengalami "pergantian (turn over)" setiap 15 hari sekali. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Kecepatan produksi HIV diperkirakan berkaitan de­ngan status kesehatan orang yang terjangkit infeksi terse­but. Jika orang tersebut tidak sedang berperang melawan infeksi yang lain; reproduksi HIV berjalan dengan lam­bat. Namun, reproduksi HIV tampaknya akan dipercepat kalau penderitanya sedang menghadapi infeksi lain atau kalau sistem imunnya terstimulasi. Keadaan ini dapat menjelaskan periode laten yang diperlihatkan oleh seba­gian penderita sesudah terinfeksi HIV. Sebagai contoh, seorang pasien mungkin bebas dari gejala selama berpu­luh tahun; kendati demikian, sebagian besar orang yang terinfeksi HIV (sampai 65%) tetap menderita penyakit HIV atau AIDS yang simtomatik dalam waktu 10 tahun sesudah orang tersebut terinfeksi. Dalam respons imun, limfosit T4 memainkan bebe­rapa peranan yang penting, yaitu: mengenali antigen yang asing, mengaktifkan Limfosit B yang memproduksi antibodi, menstimulasi limfosit T sitotoksik, memproduk­si limfokin dan mempertahankan tubuh terhadap infeksi parasit. Kalau fungsi limfosit T4 terganggu, mikroorganisme yang biasanya tidak menimbulkan penyakit akan memiliki kesempatan untuk menginvasi dan menyebabkan sakit yang serius. Infeksi dan malignansi yang timbul sebagai akibat dari gangguan sistem imun dinamakan infeksi oportunistik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: yellow;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt; &lt;b&gt;E. Pemeriksaan Diagnostik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Pemeriksaan Diagnostik di bagi menjadi tiga, yaitu: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pemeriksaan Laboratorium&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tes Antibody&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pelacakan HIV&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Tes Laboratorium&lt;/b&gt; yang terdiri dari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Serologis &lt;/b&gt;: Tes Antibody Serum, Tes Western Blot, Sel T Limfosit, Sel T4 Helper, T8 (sel supresor sitopatik), P24, Kadar Ig, Reaksi Rantai Polimerasi dan Tes PHS&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Neurologis &lt;/b&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;EEG, MRI, CT Scan otak, EMG (pemeriksaan saraf)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Tes Lainnya&lt;/b&gt; : Sinar X Dada, Tes Fungsi Pulmonal, Scan Gallium, Biopsi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Tes Antibody Serum;&lt;/b&gt; Jika seseorang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), maka system imun akan bereaksi dengan memproduksi antibody terhadap virus tersebut. Antibody terbentuk dalam 3-12 minggu setelah infeksi, atau bisa sampai 6-12 bulan. Hal ini menjelaskan mengapa orang yang terinfeksi awalnya tidak memperlihatkan hasil tes positif. Tapi antibody ternyata tidak efektif, kemampuan mendeteksi antibody Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam darah memungkinkan skrining produk darah dan memudahkan evaluasi diagnostic.&lt;br /&gt;Pada tahun 1985, Food And Drug Administration (FDA) memberi lisensi tentang uji kadar HIV bagi semua pendonor darah atau plasma, tes tersebut adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ELISA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Western Blot Assay&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Indirect Immunoflourensence&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;RIPA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b style="color: white;"&gt;Pelacakan HIV;&lt;/b&gt; Penentuan langsung ada dan aktivitasnya Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk melacak perjalanan penyakit dan responnya. Protein tersebut disebut protein virus p24, pemerikasaan p24 antigen capture assay sangat spesifik untuk HIV=1. tapi kadar p24 pada penderita infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) sangat rendah, pasien dengan titer p24 punya kemungkinan lebih lanjut lebih besar dari menjadi AIDS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemeriksaan ini digunakan dengan tes lainnya untuk mengevaluasi efek anti virus. Pemeriksaan kultur Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau kultur plasma kuantitatif dan viremia plasma merupakan tes tambahan yang mengukur beban virus (viral burden) AIDS muncul setelah benteng pertahanan tubuh yaitu sistem kekebalan alamiah melawan bibit penyakit runtuh oleh virus HIV, dengan runtuhnya/hancurnya sel-sel limfosit T karena kekurangan sel T, maka penderita mudah sekali terserang infeksi dan kanker yang sederhana sekalipun, yang untuk orang normal tidak berarti. Jadi bukan AIDS nya sendiri yang menyebabkan kematian penderita, melainkan infeksi dan kanker yang dideritanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HIV biasanya ditularkan melalui hubungan seks dengan orang yang mengidap virus tersebut dan terdapat kontak langsung dengan darah atau produk darah dan cairan tubuh lainnya. Pada wanita virus mungkin masuk melalui luka atau lecet pada mulut rahim/vagina. Begitu pula virus memasuki aliran darah pria jika pada genitalnya ada luka/lecet. Hubungan seks melalui anus berisiko tinggi untuk terinfeksi, namun juga vaginal dan oral. HIV juga dapat ditularkan melalui kontak langsung darah dengan darah, seperti jarum suntik (pecandu obat narkotik suntikan), transfusi darah/produk darah dan ibu hamil ke bayinya saat melahirkan. Tidak ada bukti penularan melalui kontak sehari-hari seperti berjabat tangan, mencium, gelas bekas dipakai penderita, handuk atau melalui closet umum, karena virus ini sangat rapuh. &lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Masa inkubasi/masa laten sangat tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing orang, rata-rata 5-10 tahun. Selama masa ini orang tidak memperlihatkan gejala-gejala, walaupun jumlah HIV semakin bertambah dan sel T4 semakin menururn. Semakin rendah jumlah sel T4, semakin rusak sistem kekebalan tubuh. Pada waktu sistem kekebalan tubuh sudah dalam keadaan parah, seseorang yang mengidap HIV/AIDS akan mulai menampakkan gejala-gejala AIDS.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;F. Gejala Terinfeksi HIV Menjadi AIDS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;
   &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;
   &lt;m:dispdef&gt;
   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;
   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;
   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;
   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;
   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;
   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;
  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;
&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Font Definitions */
 @font-face
	{font-family:"Cambria Math";
	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:roman;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
@font-face
	{font-family:Calibri;
	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:swiss;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
@font-face
	{font-family:Verdana;
	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:swiss;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
	{mso-style-unhide:no;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	margin-top:0cm;
	margin-right:0cm;
	margin-bottom:10.0pt;
	margin-left:0cm;
	line-height:115%;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:"Calibri","sans-serif";
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:Calibri;
	mso-fareast-theme-font:minor-latin;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;
	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoChpDefault
	{mso-style-type:export-only;
	mso-default-props:yes;
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:Calibri;
	mso-fareast-theme-font:minor-latin;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;
	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoPapDefault
	{mso-style-type:export-only;
	margin-bottom:10.0pt;
	line-height:115%;}
@page Section1
	{size:612.0pt 792.0pt;
	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
	mso-header-margin:36.0pt;
	mso-footer-margin:36.0pt;
	mso-paper-source:0;}
div.Section1
	{page:Section1;}
--&gt;
&lt;/style&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Bisa dilihat dari 2 gejala yaitu gejala Mayor (umum terjadi) dan gejala Minor (tidak umum terjadi):&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;
   &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;
   &lt;m:dispdef&gt;
   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;
   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;
   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;
   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;
   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;
   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;
  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;
&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Font Definitions */
 @font-face
	{font-family:"Cambria Math";
	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:roman;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
@font-face
	{font-family:Calibri;
	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:swiss;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
@font-face
	{font-family:Verdana;
	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;
	mso-font-charset:0;
	mso-generic-font-family:swiss;
	mso-font-pitch:variable;
	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
	{mso-style-unhide:no;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	margin-top:0cm;
	margin-right:0cm;
	margin-bottom:10.0pt;
	margin-left:0cm;
	line-height:115%;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:"Calibri","sans-serif";
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:Calibri;
	mso-fareast-theme-font:minor-latin;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;
	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoChpDefault
	{mso-style-type:export-only;
	mso-default-props:yes;
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:Calibri;
	mso-fareast-theme-font:minor-latin;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;
	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
.MsoPapDefault
	{mso-style-type:export-only;
	margin-bottom:10.0pt;
	line-height:115%;}
@page Section1
	{size:612.0pt 792.0pt;
	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
	mso-header-margin:36.0pt;
	mso-footer-margin:36.0pt;
	mso-paper-source:0;}
div.Section1
	{page:Section1;}
--&gt;
&lt;/style&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;1. Gejala Mayor:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;Demensia/HIV ensefalopati &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="color: white; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;2. Gejala MInor:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Batuk menetap lebih dari 1 bulan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dermatitis generalisata&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adanya herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kandidias orofaringeal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Herpes simpleks kronis progresif&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Limfadenopati generalisata&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Retinitis virus sitomegalo&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Kasus Dewasa:&lt;/b&gt; Bila seorang dewasa (&amp;gt;12 tahun) dianggap AIDS apabila menunjukkan tes HIV positif dengan strategi pemeriksaan yang sesuai dengan sekurang-kurangnya 2 gejala mayor dan 1 gejala minor, dan gejala ini bukan disebabkan oleh keadaan lain yang tidak berkaitan dengan infeksi HIV.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;G. Bagaimana HIV Menjadi AIDS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Tahap 1:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Periode Jendela&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu - 6 bulan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Tahap 2:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;HIV berkembang biak dalam tubuh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Tahap 3:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;HIV Positif (muncul gejala)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sistem kekebalan tubuh semakin turun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: white;"&gt;Tahap 4:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;AIDS&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: yellow; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;H. Pengkajian Keperawatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
Fokus dasar pengkajian klien dengan HIV/AIDS meliputi:&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;style type="text/css"&gt;
table.tableizer-table {border: 1px solid #CCC; font-family: Verdana, Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px;} .tableizer-table td {padding: 4px; margin: 3px; border: 1px solid #ccc;}
.tableizer-table th {background-color: #104E8B; color: #FFF; font-weight: bold;}
&lt;/style&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;table class="tableizer-table"&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr class="tableizer-firstrow"&gt;&lt;th&gt;No&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Fokus Pengkajian&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Gejala&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Tanda&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Aktivitas /Istirahat&lt;/td&gt;&lt;td&gt;mudah lelah, toleransi terhadap aktivitas berkurang, progresi kelelahan/malaise, perubahan pola tidur&lt;/td&gt;&lt;td&gt;kelemahan otot, menurunnya massa otot, respon fisiologis terhadap aktivitas seperti perubahan tensi, frekuensi jantung, dan pernapasan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Sirkulasi&lt;/td&gt;&lt;td&gt;penyembuhan luka lambat (bila anemia), perdarahan lama pada cedera (jarang terjadi)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Takikardia, perubahan tensi postural, menurunnya volume nadi perifer, pucat/ sianosis, perpanjangan pengisian  kapiler&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Integritas Ego&lt;/td&gt;&lt;td&gt;faktor stres berhubungan dengan kehilangan, mis. dukungan keluarga/orang lain, penghasilan, gaya hidup, distres spiritual, mengkhawatirkan penampilan; alopesia, lesi cacat, menurunnya berat bedan (BB). Mengingkari diagnosa, merasa tidak berdaya, putus asa, tidak berguna, rasa bersalah, kehilangan kontrol diri, dan depresi&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Mengingkari, cemas, depesi, takut, menarik diri, perilaku marah, postur tubuh mengelak, menangis, dan kontak mata yang kurang. Gagal menepati janji atau banyak janji untuk periksa dengan gejala yang sama&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Eliminasi&lt;/td&gt;&lt;td&gt;diare yang intermiten, terus menerus, disertai/tanpa kram abdominal. Nyeri panggul, rasa terbakar saat miksi&lt;/td&gt;&lt;td&gt;feses encer disertai/tanpa mukus atau darah, diare pekat yang sering, nyeri tekan abdominal, lesi atau abses rektal, perianal, dan perubahan dalam jumlah, warna, dan karakteristik urin&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;5&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Makanan/Cairan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Tidak napsu makan, mual/muntah, perubahan kemampuan mengenali makanan, disfagia, nyeri retrosternal saat menelan dan penurunan BB yang progresif&lt;/td&gt;&lt;td&gt;bising usus dapat hiperaktif, kurus, menurunnya lemak subkutan/masa otot, turgor kulit buruk, lesi pada rongga mulut, adanya selaput putih dan perubahan warna pada mulut. Kesehatan gigi/gusi yang buruk, adanya gigi yang tanggal, dan edema (umum, dependen)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;6&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Higiene&lt;/td&gt;&lt;td&gt;tidak dapat menyelesaikan aktivitas sehari-hari&lt;/td&gt;&lt;td&gt;memperlihatkan penampilan yang tidak rapi, kekurangan dalam perawatan diri, dan aktivitas perawatan diri&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;7&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Neurosensori&lt;/td&gt;&lt;td&gt;pusing, sakit kepala, perubahan status mental, berkurangnya kemampuan diri untuk mengatasi masalah, tidak mampu mengingat dan konsentrasi menurun. Kerusakan sensasi atau indera posisi dan getaran, kelemahan otot, tremor, perubahan ketajaman penglihatan, kebas, kesemutan pada ekstrimitas (paling awal pada kaki)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;perubahan status mental kacau mental sampai dimensia, lupa konsentrasi buruk, kesadaran menurun, apatis, respon melambat, ide paranoid, ansietas, harapan yang tidak realistis, timbul reflak tidak normal, menurunnya kekuatan otot, gaya berjalan ataksia, tremor, hemoragi retina dan eksudat, hemiparesis, dan kejang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;8&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Nyeri/Kenyamanan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;nyeri umum atau lokal, sakit, rasa terbakar pada kaki, sakit kepala (keterlibatan SSP), nyeri dada pleuritis&lt;/td&gt;&lt;td&gt;pembengkakan pada sendi, nyeri pada kelenjar, nyeri tekan, penurunan rentang gerak (ROM), perubahan gaya berjalan/pincang, gerak otot melindungi bagian yang sakit&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;9&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Pernapasan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;napas pendek yang progresif, batuk (sedang-parah), batuk produktif/ nonproduktif, bendungan atau sesak pada dada&lt;/td&gt;&lt;td&gt;takipnea, distres pernapasan, perubahan bunyi napas/bunyi napas adventisius, sputum kuning (pada pneumonia yang menghasilkan sputum)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;10&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Keamanan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;riwayat jatuh, terbakar, pingsan, luka lambat sembuh, riwayat transfusi berulang, riwayat penyakit defisiensi imun (kanker tahap lanjut), riwayat infeksi berulang, demam berulang ; suhu rendah, peningkatan suhu intermiten, berkeringat malam&lt;/td&gt;&lt;td&gt;perubahan integritas kulit; terpotong, ruam, mis. ruam, eksim, psoriasis, perubahan warna, mudah terjadi memar, luka-luka perianal atau abses, timbul nodul-nodul, pelebaran kelenjar limfe  pada dua area atau lebih (mis. leher, ketiak, paha). Kekuatan umum menurun, perubahan pada gaya berjalan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;11&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Seksualitas&lt;/td&gt;&lt;td&gt;riwayat perilaku berisiko tinggi yaitu hubungan seksual dengan pasangan positif HIV, pasangan seksual multipel, aktivitas seksual yang tidak terlindung, dan seks anal. Menurunnya libido, terlalu sakit untuk melakukan hubungan seksual, dan penggunaan kondom yang tidak konsisten. Menggunakan pil KB yang meningkatkan kerentanan terhadap virus pada wanita yang diperkirakan dapat terpajan karena peningkatan kekeringan vagina&lt;/td&gt;&lt;td&gt;kehamilan atau resiko terhadap hamil, pada genetalia manifestasi kulit (mis. herpes, kutil), dan rabas&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;12&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Interaksi Sosial&lt;/td&gt;&lt;td&gt;kehilangan kerabat/orang terdekat, rasa takut untuk mengungkapkan pada orang lain, takut akan penolakan/kehilangan pendapatan, isolasi, kesepian, mempertanyakan kemampuan untuk tetap mandiri, tidak mampu membuat rencana&lt;/td&gt;&lt;td&gt;perubahan pada interaksi keluarga/orang terdekat, aktivitas yang tidak terorganisasi, perubahan penyusunan tujuan &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: yellow;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;I. Diagnosa Keperawatan dan Intervensi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menurut Smeltzer, Diagnosa Keperawatan Utama pada penderita HIV/AIDS, diantaranya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;style type="text/css"&gt;
table.tableizer-table {border: 1px solid #CCC; font-family: Verdana, Verdana, Geneva, sans-serif; font-size: 12px;} .tableizer-table td {padding: 4px; margin: 3px; border: 1px solid #ccc;}
.tableizer-table th {background-color: #104E8B; color: #FFF; font-weight: bold;}
&lt;/style&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;table class="tableizer-table"&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr class="tableizer-firstrow"&gt;&lt;th&gt;No&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Diagnosa Keperawatan&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Intervensi&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan manifestasi HIV, ekskoriasi dan diare pada kulit&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kulit dan mukosa oral harus dinilai secara rutin dari adanya infeksi dan kerusakan kulit. Pasien dianjurkan mempertahankan keseimbangan antara istirahat dan mobilitas. Bantu mengubah posisi pasien setiap 2 jam bagi yang imobilisasi. Pasien diminta untuk tidak menggaruk dan menggunakan sabun nonabrasif, memakai pelembab tanpa parfum untuk mencegah kekeringan kulit. Gunakan losion, salep, dan kasa steril pada kulit yang sakit sesuai ketentuan dokter. Obat antipruritus, antibiotik dan analgesik diberikan menurut ketentuan dokter. Penggunaan plester harus dihindari. Menjaga agar kain sprei tidak berkerut dan hindari memakai pakaian ketat. Daerah perianal pasien harus sering diperika, bersihkan setiap kali selesai defekasi dengan sabun nonabrasif. Rendam duduk atau irigasi secara perlahan-lahan untuk pembersihan dan meningkatkan kenyamanan. Pasien dengan keadaan umum yang buruk memerlukan bantuan untuk memelihara kebersihan diri.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Diare yang berhubungan dengan kuman patogen usus dan/atau infeksi HIV&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Nilai pola defekasi, frekuensi defekasi, dan konsistensi feses serta pasien yang melaporkan rasa sakit pada perut terkait dengan defekasi. Kuantitas dan volume feses cair diukur untuk mencatat kehilangan volume cairan. Kultur feses untuk menentukan penyebab diare. Konseling untuk pengobatan dan asupan makanan yang adekuat.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Risiko terhadap infeksi berhubungan dengan immunodefisiensi&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kepada pasien dan orang yang merawatnya diminta untuk memantau tanda dan gejala infeksi, yaitu demam, mengigil, keringat malam, batuk dengan atau tanpa produksi sputum, napas pendek, kesulitan bernapas, sakit/sulit menelan, bercak putih di rongga mulut, penurunan BB yang tidak jelas penyebabnya, kelenjar limfe membengkak, mual, muntah, diare persisten, sering berkemih, sulit dan nyeri saat berkemih, sakit kepala, perubahan visual dan penurunan daya ingat, kemerahan, keluar sekret pada luka, lesi vaskuler pada wajah, bibir atau daerah perianal. Perawat harus memantau  hasil laboratorium, seperti hitung leukosit dan hitung jenis. Penyuluhan mencakup higiene perorangan, rumah (seperti kamar, dapur) harus bersih untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Jika harus membersihkan kotoran, pasien  harus memakai sarung tangan. Pengidap AIDS dan pasangannya harus menghindari kontak dengan cairan tubuh selama melakukan hubungan seksual dan selalu menggunakan kondom pada segala bentuk hubungan seks. Pentingnya menghindari rokok dan mempertahankan keseimbangan antara diet, istirahat, dan latihan. Semua petugas kesehatan harus selalu mempertahankan tindakan penjagaan universal dalam semua perawatan pasien.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keadaan mudah letih, kelemahan, malnutrisi, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, dan hipoksia yang menyertai infeksi paru&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Toleransi terhadap aktivitas dinilai dengan memantau kemampuan pasien untuk bergerak (ambulasi) dan melaksanakan kegiatan sehari-hari. Bantuan dalam menyusun rencana rutinitas harian untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat mungkin diperlukan. Barang-barang pribadi yang sering digunakan harus ditaruh pada tempat yang mudah dijangkau. Terapi relaksasi dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan yang turut menimbulkan kelemahan dan keadaan mudah letih. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain mungkin diperlukan, seperti kelemahan akibat adanya anemia, yang memerlukan terapi obat-obatan.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;5&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Perubahan proses pikir berhubungan dengan penyempitan rentang perhatian, gangguan daya ingat, kebingungan dan disorientasi yang menyertai ensefalopati HIV&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Status mental harus dinilai sedini mungkin untuk memberikan data dasar  bagi keperluan pemantauan perubahan perilaku. Pasien dan keluarga harus dibantu untuk memahami dan mengatasi semua perubahan yang terjadi dalam proses pikir. Pasien mungkin memerlukan reorientasi, semua instruksi harus dengan bahasa yang jelas dan sederhana.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;6&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan pneumonia pneumocystis carinii, peningkatan sekresi bronkus, dan penurunan kemampuan untuk batuk yang menyertai kelemahan serta keadaan mudah letih&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Frekuensi, irama, penggunaan otot aksesoris dan suara pernapasan; status mental; dan warna kulit diperiksa minimal  sekali sehari. Adanya sputum harus dicatat, batuk, bernapas dalam, drainase postural, perkusi dan vibrasi dilakukan sedikitnya setiap dua jam untuk mencegah stasis sekresi dan meningkatkan bersihan saluran napas. Berikan posisi fowler tinggi atau semi fowler yang akan meudahkan pernapasan dan bersihan saluran napas. Evaluasi status volume cairan  untuk mempertahankan terapi hidrasi yang adekuat. Suctioning nasofaring atau trakea, intubasi dan ventalasi mekanis.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;7&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Nyeri berhubungan dengan gangguan integritas kulit perianal akibat diare, sarkoma kaposi dan neuropati perifer&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Nyeri akut adalah keadaan dimana individu mengalami dan melaporkan adanya ketidaknyamanan, berakhir dari satu detik sampai kurang dari 6 bulan. Sedangkan nyeri kronik adalah keadaan dimana individu mengalami nyeri menetap atau berulang, dalam waktu lebih dari 6 bulan.12 Nilai kualitas dan kuantitas nyeri yang berkaitan dengan terganggunya integritas kulit perineal, lesi sarkoma, dan neuropati perifer. Tindakan membersihkan daerah perianal, gunakan anestesi lokal/salep dapat diresepkan, bantal yang lunak dapat digunakan untuk meningkatkan rasa nyaman. Kepada klien diminta menghindari makanan yang mengiritasi usus, gunakan antispasmodik dan antidiare untuk mengurangi gangguan rasa nyaman serta frekuensi defekasi. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat-obatan.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;8&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan asupan oral&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Status nutrisi dinilai melalui memantau BB, asupan makanan, antropometri, kadar albumin, BUN, protein serta transferin dalam serum. Pengendalian mual dan muntah dengan obat antiemetik dapat meningkatkan asupan diet pasien. Menganjurkan pasien memakan makanan yang mudah ditelan dan menghindari makanan kasar, pedas atau lengket, serta terlalu panas atau dingin. Menganjurkan menjaga higiene oral sebelum dan sesudah makan. Jadwal makan harus diatur sehingga tidak jatuh pada saat pasien baru saja menjalani tindakan yang menyebabkan nyeri dan dalam keadaan kelelahan. Konsultasi dengan ahli diet untuk menentukan kebutuhan nutrisi. Penggunaan suplemen  yang khusus dirancang untuk pengidap AIDS dapat dianjurkan pada pasien. Bila asupan oral tidak dapat dipertahankan, memerlukan terapi nutrisi enteral atau parenteral. Perawat komunitas atau perawatan di rumah (home care) dapat memberikan pelajaran tambahan serta dukungan setelah pasien pulang dari rumah sakit.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;9&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Isolasi sosial berhubungan dengan stigma penyakit, penarikan diri dari sistem pendukung, prosedur isolasi dan ketakutan bila dirinya menulari orang lain&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Isolasi sosial adalah pengalaman sendiri individu akibat perlakuan orang lain dan dianggap sebagai hal yang negatif dan mengancam status. Isolasi sosial dapat terjadi akibat adanya penyakit yang menyeramkan, dan mengakibatkan kegelisahan di suatu masyarakat, sehingga menyebabkan seseorang diasingkan, misalnya penyakit tuberkulosis dan AIDS. Pengidap AIDS menarik diri baik secara fisik maupun emosional dari kontak sosial, akibat stigmatisasi ganda.  Perawat berada dalam posisi kunci untuk menciptakan suasana penerimaan dan pemahaman terhadap pengidap AIDS dan keluarga serta pasangannya. Pasien dianjurkan untuk mengekspresikan perasaan terisolasi, kesepiannya, dan perawat harus menetramkannya dengan menjelaskan bahwa semua perasaan ini merupakan hal yang lazim serta normal. Berikan informasi tentang cara melindungi diri sendiri dan orang lain dapat membantu pasien agar tidak menghindari kontak sosial. Menjelaskan kepada pasien, keluarga dan sahabatnya bahwa penyakit AIDS tidak ditularkan melalui kontak biasa. Pendidikan bagi petugas kesehatan untuk mengurangi faktor-faktor yang membuat pasien merasa terisolasi.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;10&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Berduka diantisipasi berhubungan dengan perubahan gaya hidup serta pernannya, dan dengan prognosis yang tidak menyenangkan&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Membantu pasien untuk mengutarakan  perasaannya dan menggali serta mengenali sumber yang bisa memberikan dukungan dan mekanisme untuk mengatasi persoalan tersebut. Mendorong pasien untuk mempertahankan kontak dengan keluarga, sahabatnya dan memanfaatkan kelompok pendukung. Pasien juga dianjurkan untuk meneruskan kegiatan yang biasa mereka lakukan.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;11&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Kurang pengetahuan berhubungan dengan cara-cara mencegah penularan HIV dan perawatan mandiri&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Pasien, keluarga, dan sahabatnya diberitahu mengenai cara-cara penularan penyakit AIDS. Semua ketakutan dan kesalahpahaman harus dibicarakan dengan seksama.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penyimpangan KDM pada pasien HIV/AIDS dapat dilihat pada postingan terdahulu, &lt;b style="color: yellow;"&gt;&lt;a href="http://keperawatanku.blogspot.com/2010/04/aids-merupakan-kumpulan-gejala-penyakit.html" linkindex="19"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/08/asuhan-keperawatan-klien-hivaids.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-4637246712734098396</guid><pubDate>Tue, 20 Jul 2010 13:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-20T22:58:23.034+09:00</atom:updated><title>Show Your Popularity</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://popuri.us/"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 92px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMs05qq6H3EWiXZPWBeCoN1UhfKZy34pFWpFpekTqb9_W3VSQdNJRzSnL-ZJI59sYTSJ_AZ8oymMLH7RaBVb0zSojZqFXYZEUeu-i81Wcb6cvRZ8uvDb6s9cAj2-Nzu0P_bajRRxk-bk57/s320/widgets.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495986088493456514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bagi para Blogger, cara mudah untuk mengecek popularitas blog-mu adalah dengan mengklik &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana; color: rgb(255, 102, 0);" href="http://popuri.us/"&gt;http://popuri.us/&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; setelah itu, tinggal masukin alamat blogmu, lalu get info.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Disini para blogger dapat melihat ranking blog-mu pada &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana; color: rgb(255, 102, 0);" href="http://www.google.com/"&gt;Google PageRank&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:verdana;" &gt;, &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana; color: rgb(255, 102, 0);" href="http://www.alexa.com/siteinfo/"&gt;Alexa Rank&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:verdana;" &gt;, &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana; color: rgb(255, 102, 0);" href="http://siteanalytics.compete.com/"&gt;Compete Rank&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:verdana;" &gt;, Quantcast Rank, &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana; color: rgb(255, 102, 0);" href="http://www.google.com/"&gt;Google BackLinks&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:verdana;" &gt;, &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana; color: rgb(255, 102, 0);" href="https://siteexplorer.search.yahoo.com/"&gt;Yahoo BackLinks&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-family:verdana;" &gt;, &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana; color: rgb(255, 102, 0);" href="http://www.bing.com/"&gt;Live Search BackLinks&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;, Technorati Links, del.icio.us Bookmarks, Bloglines subscribers,&lt;/span&gt;                         dan sebagainya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/07/show-your-popularity.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMs05qq6H3EWiXZPWBeCoN1UhfKZy34pFWpFpekTqb9_W3VSQdNJRzSnL-ZJI59sYTSJ_AZ8oymMLH7RaBVb0zSojZqFXYZEUeu-i81Wcb6cvRZ8uvDb6s9cAj2-Nzu0P_bajRRxk-bk57/s72-c/widgets.png" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-6857044862858149383</guid><pubDate>Mon, 19 Jul 2010 03:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-19T13:06:23.723+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi</category><title>Istilah Pada Sistem Muskuloskeletal</title><description>&lt;ol  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Aponeurosis :&lt;/span&gt; Pita jaringan ikat fibrus lebar yang menghubungkan otot ke tulang, jaringan ikat, otot lain, jaringan lunak atau kulit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Bursa :&lt;/span&gt; Kantung berisi cairan yang ditemukan pada jaringan ikat terutama di daerah persendian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Diafisis :&lt;/span&gt; Batang tulang panjang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Efusi :&lt;/span&gt; Kelebihan cairan sendi&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Endosteum :&lt;/span&gt; Lapisan Rongga sumsum tulang berongga&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Epifisis :&lt;/span&gt; Ujung tulang panjang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Fasia (Epimisium) :&lt;/span&gt; Jaringan fibrus yang menutupi, menyokong dan memisahkan otot&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Fasikulasi :&lt;/span&gt; Kedutan serabut otot secara involunter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Fasikuli :&lt;/span&gt; Kelompok sel otot yang paralel (miofibril)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Flaksid :&lt;/span&gt; (Layuh) tiadanya tonus otot&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Kalus :&lt;/span&gt; Jaringan ikat pada tempat patah tulang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Kartilago :&lt;/span&gt; Jaringan khusus yang terdapat pada ujung tulang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Klonus :&lt;/span&gt; Kontraksi otot yang berirama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Kontraksi Isometrik :&lt;/span&gt; Tegangan otot meningkat, panjangnya tak berubah dan tak ada gerakan sendi&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Kontraksi Isotonik :&lt;/span&gt; Tegangan otot tak berubah, otot memendek dan ada gerakan sendi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Kontraktur :&lt;/span&gt; Pemendekan otot abnormal dan/atau fibrosis sendi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Krepitus/Krepitasi :&lt;/span&gt; Suara berderik; yang dapat didengarkan pada gerakan ujung patahan tulang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;Ligamen :&lt;/span&gt; Pita fibrus yang menghubungkan tulang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Miofibril :&lt;/span&gt; Sel otot; mengandung sarkomer&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Osifikasi :&lt;/span&gt; (Penulangan) proses di mana mineral tulang (kalsium) ditimbun dalam matriks tulang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Osteoblast :&lt;/span&gt; Sel pembentuk tulang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Osteoid :&lt;/span&gt; Jaringan matriks tulang; bakal tulang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Osteoklast :&lt;/span&gt; Sel yang mengabsorpsi tulang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Osteon :&lt;/span&gt; Unit tulang yang fungsional mikroskopis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Osteosit :&lt;/span&gt; Sel tulang dewasa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Periosteum :&lt;/span&gt; Jaringan ikat fibrus yang membungkus tulang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Remodeling :&lt;/span&gt; Proses reorganisasi struktur tulang baru sesuai fungsinya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Resorpsi :&lt;/span&gt; Penghilangan, penghancuran tulang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Sarkomer :&lt;/span&gt; Unit kontraktil sel otot&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Sinovium :&lt;/span&gt; Membran pada sendi yang mensekresi cairan pelumas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Spastik :&lt;/span&gt; Tonus otot yang lebih tinggi dari normal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tendon :&lt;/span&gt; Tali jaringan fibrus yang menghubungkan otot ke tulang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tonus :&lt;/span&gt; Ketegangan normal (tahanan terhadap regangan) otot dalam keadaan istirahat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tulang Kanselus :&lt;/span&gt; Struktur tulang spongius, serupa jaring-jaring; tulang trabekuler&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tulang Kortikal :&lt;/span&gt; Tulang kompak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tulang Lamelar :&lt;/span&gt; Tulang dewasa yang memperlihatkan&lt;br /&gt;lingkaran konsentris matriks ulang&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/07/istilah-sistem-muskuloskeletal.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-2905049497137853834</guid><pubDate>Fri, 02 Jul 2010 01:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-02T10:50:03.856+09:00</atom:updated><title>Materi Ujian Semester</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQM8-xnL0qZlWz6_d4gVwHe6Aa8rROlnUKsl6mJGt9kWwBvV9EGGM6h_Q9LgAFJNV9zLLsnCkfRwz_hf_9tLMFAz9lyxHr9Nj0VDIn0LYGKFamOmzEnYYBvssJgdBymKCWp7QmxZkWiNWD/s1600/mo_findcure001.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 215px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQM8-xnL0qZlWz6_d4gVwHe6Aa8rROlnUKsl6mJGt9kWwBvV9EGGM6h_Q9LgAFJNV9zLLsnCkfRwz_hf_9tLMFAz9lyxHr9Nj0VDIn0LYGKFamOmzEnYYBvssJgdBymKCWp7QmxZkWiNWD/s320/mo_findcure001.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489119932165747570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Buat mahasiswaku, silahkan download materi ujian semester di sini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Materi PMS &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana; color: rgb(255, 102, 0);" href="http://www.4shared.com/file/NyWq6B45/STD.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Materi HIV/AIDS &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana; color: rgb(255, 102, 0);" href="http://www.4shared.com/file/b6ULnNTU/AsKep_HIV_Aids.html"&gt;disini&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/07/materi-ujian-semester.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQM8-xnL0qZlWz6_d4gVwHe6Aa8rROlnUKsl6mJGt9kWwBvV9EGGM6h_Q9LgAFJNV9zLLsnCkfRwz_hf_9tLMFAz9lyxHr9Nj0VDIn0LYGKFamOmzEnYYBvssJgdBymKCWp7QmxZkWiNWD/s72-c/mo_findcure001.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-5991554575274503038</guid><pubDate>Sat, 05 Jun 2010 14:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-09T00:15:45.627+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Peraturan</category><title>Permenkes No.HK.02.02/148/I/2010, Izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat</title><description>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Permenkes No.HK.02.02/148/I/2010 ini mengatur Tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Perawat pada fasilitas kesehatan diluar praktik mandiri dan/atau praktik mandiri. Terdapat juga contoh formulir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Permohonan Surat Izin Praktik Perawat (SIPP)&lt;/span&gt; dan contoh S&lt;span style="font-style: italic;"&gt;urat Izin Praktik Perawat (SIPP)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Dengan adanya Permenkes ini, baik perawat maupun masyarakat sebagai pengguna jasa pelayanan terlindungi dari segi hukum. Pada Permenkes ini, disebutkan bahwa perawat yang menjalankan praktik mandiri, harus memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;SIPP&lt;/span&gt;. Sementara untuk mengurus SIPP, perawat tersebut harus melampirkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;STR (Surat Tanda Registrasi)&lt;/span&gt; yang dapat diperoleh setelah melalui Uji Kompetensi.&lt;br /&gt;Namun satu hal yang dirasa masih kurang dalam Permenkes ini adalah tidak adanya penjelasan/lampiran persyaratan praktik mandiri meliputi tempat dan peralatan yang diwajibkan.&lt;br /&gt;Berbeda dengan Permenkes tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan (Permenkes No.HK.02.02/Menkes/149/I/2010) yang sudah menjelaskan secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download selengkapnya di sini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 153, 102);" href="http://www.4shared.com/document/6jCA59-z/Permenkes_No_HK0202-148_ttg_Iz.html"&gt;Permenkes No.HK.02.02/148/I/2010 Tentang  Izin Dan Penyelenggaraan Praktik Perawat&lt;/a&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 153, 102);" href="http://www.4shared.com/document/e1U3rq2_/Permenkes_No_HK0202-149_ttg_Iz.html"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Permenkes No.HK.02.02/149/I/2010&lt;/span&gt; tentang &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/document/e1U3rq2_/Permenkes_No_HK0202-149_ttg_Iz.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/06/permenkes-nohk0202148i2010-izin-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-1756305498553935980</guid><pubDate>Tue, 27 Apr 2010 01:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-02T09:40:33.808+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Kuliah</category><title>Buku Pegangan Sistem Reproduksi Pria</title><description>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsWH5A3bMOjK2xTfhTXnIe4_gRNhBwh1X4Z99XIYTWX7Xoxrx3Zgy_TfbiDsH-RNQMy7Xeup-PNv5dsUhXDa-CoZM7zWmo-3HsQkScMm-vYxbEzXBrdcmkms0McyDxRXmxKbfTHkByZXSV/s1600/Repro+2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 145px; height: 94px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsWH5A3bMOjK2xTfhTXnIe4_gRNhBwh1X4Z99XIYTWX7Xoxrx3Zgy_TfbiDsH-RNQMy7Xeup-PNv5dsUhXDa-CoZM7zWmo-3HsQkScMm-vYxbEzXBrdcmkms0McyDxRXmxKbfTHkByZXSV/s320/Repro+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464637944667377426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:georgia;font-size:100%;" class="Apple-style-span"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Buat semua mahasiswaku, siapa saja yang merasa mahasiswaku, silahkan download buku panduan mata kuliah Gangguan Sistem Reproduksi Pri&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;a.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;dalam format pdf, klik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/document/NEXbBS5c/Buku_Pegangan_Sistem_Reproduks.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Disini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="georgia" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;dalam format word, klik &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/uqTSaBeS/Buku_Pegangan_Sist_Reproduksi.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;Disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/04/buku-pegangan-sistem-reproduksi-pria.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsWH5A3bMOjK2xTfhTXnIe4_gRNhBwh1X4Z99XIYTWX7Xoxrx3Zgy_TfbiDsH-RNQMy7Xeup-PNv5dsUhXDa-CoZM7zWmo-3HsQkScMm-vYxbEzXBrdcmkms0McyDxRXmxKbfTHkByZXSV/s72-c/Repro+2.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-6699350235956430178</guid><pubDate>Sat, 24 Apr 2010 10:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-25T09:36:56.547+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penyimpangan KDM</category><title>Penyimpangan KDM HIV/AIDS</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh mudah diserang penyakit-penyakit lain yang dapat berakibat fatal. Padahal penyakit-penyakit tersebut tidak menyebabkan gangguan yang berarti pada orang yang sistem kekebalannya normal.&lt;br /&gt;Materi tentang HIV/Aids sangat banyak, oleh sebab yang saya berikan disini adalah Penyimpangan KDM dari HIV/Aids. Yang berminat, silahkan download &lt;span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penyimpangan KDM dari HIV/Aids &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 255, 51);" href="http://www.4shared.com/document/r6lPDFwZ/AIDS-KDM.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Gratissss....!&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/04/aids-merupakan-kumpulan-gejala-penyakit.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-8956964978860807946</guid><pubDate>Mon, 05 Apr 2010 00:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-07T12:24:21.423+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi</category><title>MOSES, Solusi Malaria Daerah Terpencil</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/nonadita.com" linkindex="16" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456456217402046530" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1OTpCmQciMgm0Lg0UoulDL27mZ2QB5FnPZVbDWdg2k1XfCsxsY99FEUJfzAMm0UmHJ-O-uZSboqRh2ReSCKb4XHgjxOaEUC10GBPT928umZscQd5El4jrtgYp8UX13Gs7dfnLrtLGxhsr/s320/pdascope+MOSES.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 127px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 376px;" /&gt;&lt;/a&gt;Malaria Observation System and Endemic Surveillance (MOSES) adalah aplikasi yang menggabungkan teknologi client runtime dengan aplikasi di PDA untuk melakukan diagnosis dan analisis terhadap pasien yang diduga terkena malaria secara cepat. Solusi ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang berada di daerah terpencil agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan tepat. MOSES merupakan hasil temuan Tim “Big Bang” dari ITB yang berhasil memenangkan Imagine Cup 2009 untuk kategori Mobile Device Award.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tim “Big Bang” ITB menciptakan sebuah virtual character (avatar) bernama Marceline, yang dapat membantu petugas kesehatan. Pada saat pendiagnosaan tersebut, Marceline akan bertanya kepada pasien beberapa hal sehubungan dengan penyakit malaria dengan teknologi yang disebut voice recognition.&lt;br /&gt;Setelah seluruh data yang berhubungan dengan analisis tersebut didapat, petugas kesehatan juga dilengkapi dengan alat yang bernama PDAscope yang terdiri dari sebuah modifikasi mikroskop plus PDA. PDAscope ini menyerupai sebuah mikroskop asli yang dibuat dengan bahan-bahan yang murah. Hal tersebut merupakan pertimbangan dari “Big Bang” atas faktor ekonomis pada implementasi solusi ini.&lt;br /&gt;PDAscope ini nantinya akan dapat menjadi alat pelengkap agar kamera yang berada pada PDA yang dapat meneropong sampel darah yang diambil dari tubuh pasien. Setelah PDA tersebut merekam hasil gambar dari sampel darah tersebut, petugas kesehatan dapat mengirimkan gambar sampel darah tersebut ke pusat kesehatan yang berada pada lokasi yang jauh dari tempat tersebut.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Moda komunikasi yang ditentukan untuk melakukan transmisi data tersebut adalah dengan menggunakan teknologi 3G. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa telecommunication provider di Indonesia akan segera memperluas daerah jangkauan layanan data pada lokasi-lokasi yang terpencil.&lt;br /&gt;Setelah sampel darah yang dikirimkan diterima di pusat, aplikasi yang berada pada server penerima akan segera melakukan analisis terhadap sampel darah tersebut. Sistem akan melakukan analisis terhadap butiran-butiran darah yang dimaksud dengan melakukan pattern recognition atas parameter-parameter yang telah ditentukan sebelumnya, apakah butiran darah dari sampel darah tersebut terjangkit malaria. Sistem akan menentukan berdasarkan penghitungan jumlah butiran darah yang terjangkit malaria, apakah sampel darah yang dikirimkan benar-benar terbukti positif terjangkiti penyakit tersebut.&lt;br /&gt;Proses penghitungan butiran darah tersebut merupakan sebuah kemajuan teknologi yang dibantu oleh neural network algorithm, metode yang membantu mempercepat penentuan hasil, apakah sebuah sampel darah tersebut terjangkit penyakit malaria atau tidak. Saat ini, untuk menentukan diagnosis masih menggunakan penghitungan manual yang cenderung memiliki tingkat kesalahan tinggi.&lt;br /&gt;Segera setelah sistem memperoleh hasil dari pemeriksaan butiran darah tersebut, sistem akan otomatis mengirimkan hasil kepada petugas kesehatan yang masih berada di lapangan untuk melakukan penanganan.&lt;br /&gt;Sistem ini telah diuji coba di Pemengpeuk, Banten. MOSES juga diuji coba dalam skala laboratorium di Kalipucang Pangandaran, Jawa Barat, dan Papua. Hasilnya menunjukkan resep obat dapat diperoleh kurang dari dua hari. Dengan kecepatan pengobatan, komplikasi yang lebih berat dapat dicegah.&lt;br /&gt;”Selama ini hasil diagnosa baru diterima empat hari oleh petugas kesehatan di Ciamis. Dengan MOSES, proses pengiriman dapat dipercepat,” ungkap David Samuel dari tim Bigbang, yang melakukan uji coba di lapangan. Tim itu juga beranggotakan David Samuel, Dody Dharma, Dominikus Damas Putranto, dan Inas Luthfi.&lt;br /&gt;Berkat karya inovasi itu, mereka meraih Tanoto Student Research Award 2009. Namun, sebelum itu, tim Bigbang dari Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika ITB ini telah mendapat penghargaan Windows Mobile Award di Mesir dan Asia Pacific ICT Award 2009 untuk karya yang sama.&lt;br /&gt;Karya inovasi ini, jelas Djadji S Satira, Kepala Biro Kemahasiswaan ITB, telah diajukan untuk memperoleh paten dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Perlindungan paten ini diperlukan untuk pengembangannya ke arah penerapan komersial.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan itu, ITB tengah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menerapkan MOSES. Dalam hal ini memang diperlukan dukungan pemerintah daerah guna menerapkan sistem tersebut di rumah sakit dan puskesmas, terutama di daerah endemik malaria.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, MOSES tak hanya digunakan untuk tujuan medis, tetapi juga menjadi bahan analisis bagi pejabat di dinas kesehatan bagi pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;Hal ini dimungkinkan karena data dari server akan dikirim ke kantor dinas kesehatan, rumah sakit, dan ke instansi terkait lainnya.&lt;br /&gt;Karya inovasi para mahasiswa ini memiliki prospek cerah dalam mendukung pengobatan malaria di daerah endemik yang mencapai sekitar 70 persen wilayah negeri ini. Berdasarkan data Program Pembangunan PBB (UNDP), 90 juta orang berada di daerah tersebut, tetapi hanya 10 persen yang tertangani. Karena itu, kecepatan terapi dan pengobatannya akan mencegah terjadinya komplikasi dan akibat fatal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/04/moses-solusi-malaria-daerah-terpencil.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1OTpCmQciMgm0Lg0UoulDL27mZ2QB5FnPZVbDWdg2k1XfCsxsY99FEUJfzAMm0UmHJ-O-uZSboqRh2ReSCKb4XHgjxOaEUC10GBPT928umZscQd5El4jrtgYp8UX13Gs7dfnLrtLGxhsr/s72-c/pdascope+MOSES.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-8522601202516560666</guid><pubDate>Tue, 09 Mar 2010 03:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-24T19:27:27.095+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi</category><title>Swine Influenza (Flu Babi)</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSANCOI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSANCOI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSANCOI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Candara; 	panose-1:2 14 5 2 3 3 3 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750091 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-weight: bold;"&gt;Swine Influenza&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (flu babi)&lt;/span&gt; adalah penyakit saluran pernafasan akut pada babi yang disebabkan oleh virus influensa tipe A. Menurut &lt;span style=""&gt;Centers for Disease Control and Prevention&lt;/span&gt; (CDC), secara umum penyakit ini mirip influenza dengan gejala demam, batuk, pilek, sesak nafas, nyeri tenggorokan, lesu, letih dan mungkin disertai mual, muntah dan diare. Penyakit ini dengan sangat cepat menyebar ke dalam kelompok ternak dalam waktu 1 minggu, umumnya penyakit ini dapat sembuh dengan cepat kecuali bila terjadi komplikasi dengan bronchopneumonia (radang paru-paru), akan berakibat pada kematian.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Download file lengkapnya dalam bentuk pdf &lt;a style="color: rgb(255, 153, 0);" href="http://www.4shared.com/file/237285933/46a892f5/Swine_Influenza__Flu_Babi_.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/03/swine-influenza-flu-babi.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7025488690897675569.post-403638298451474064</guid><pubDate>Mon, 08 Mar 2010 03:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-03-10T00:34:26.018+09:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Askep</category><title>Pengkajian Keperawatan</title><description>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSANCOI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSANCOI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="font-family: verdana;" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CSANCOI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Candara; 	panose-1:2 14 5 2 3 3 3 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750091 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Pengkajian merupakan tahap awal proses keperawatan dan merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Tahap pengkajian merupakan pemikiran dasar dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu. Pengkajian yang lengkap, akurat, sesuai kenyataan, kebenaran data sangat penting untuk merumuskan suatu diagnosa keperawatan dan dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan respon individu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;
&lt;br /&gt;Download file lengkapnya dalam bentuk pdf &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 153, 0); font-family: verdana;" href="http://www.4shared.com/file/234937093/35605234/PENGKAJIAN_KEPERAWATAN.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Disini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://keperawatanku.blogspot.com/2010/03/pengkajian-keperawatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Sanco Irianto A, S.Kep.Ns)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>