<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">
<channel>
	<title>KETAWA.COM</title>
	
	<link>http://ketawa.com/</link>
	<description>Jokes Online</description> 
	<language>en-us</language> 
	<copyright>Copyright 2002 - 2013. All rights reserved.</copyright> 
	<pubDate>Sun, 19 May 2013 16:52:27 +0700</pubDate> 
	<lastBuildDate>Sun, 19 May 2013 16:52:27 +0700</lastBuildDate> 
	<docs>http://ketawa.com/rss/</docs> 
	<image>
		<title>KETAWA.COM</title> 
		<url>http://ketawa.com/images/logo-rss.jpg</url> 
		<link>http://ketawa.com/</link> 
		<width>120</width> 
		<height>60</height> 
	</image>
	<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/ketawa" /><feedburner:info uri="ketawa" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>ketawa</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Adolf Hitler Menonton Bioskop</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ketawa/~3/ooUcTlZ0hD0/8885-adolf-hitler-menonton-bioskop.html</link>
		<description>Pada suatu hari, dengan mengenakan pakaian preman, Adolf Hitler masuk dan duduk di sebuah gedung teater di kota Berlin untuk menonton film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat layar film di depan muncul adegan Hitler sedang berapi-api berpidato di atas podium, semua penonton di dalam teater segera pada berdiri dan dengan serentak mengacungkan tangan kanan masing-masing menirukan gerak-gerik Hitler saat berpidato.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di seantero gedung teater itu hanya Hitler seorang diri saja yang duduk tak bergeming di situ. Seorang penonton muda yang duduk tak jauh di sebelahnya tiba-tiba membungkukkan badannya dan dengan bisik-bisik berkata kepada Hitler:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Perasaanku sebenarnya sama dengan kamu, hanya aku tak berani seperti kamu dengan berani menentang dia secara blak-blakan." (&lt;a href="http://ketawa.com/2013/05/19/8885-adolf-hitler-menonton-bioskop.html"&gt;KETAWA.COM&lt;/a&gt;)&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ketawa/~4/ooUcTlZ0hD0" height="1" width="1"/&gt;</description>
		<category>Humor Politik</category>
		<guid isPermaLink="false">http://ketawa.com/2013/05/19/8885-adolf-hitler-menonton-bioskop.html</guid>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 04:38:00 +0700</pubDate>
	<feedburner:origLink>http://ketawa.com/2013/05/19/8885-adolf-hitler-menonton-bioskop.html</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Kupu-kupu Memilih Kawin dengan Bekicot</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ketawa/~3/DUyizxeipxQ/8884-kupu-kupu-memilih-kawin-dengan-bekicot.html</link>
		<description>Lebah sangat menyukai kupu-kupu, maka itu ia dengan mati-matian mengejar si kupu-kupu, tetapi kupu-kupu itu akhirnya kawin dengan bekicot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebah sudah tentu sangat tidak terima: "Ah, coba kamu tunjukkan di mana kekuranganku dan di sisi mana pula aku tak dapat menandingi si bekicot?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Dia bagaimana pun juga mempunyai rumah sendiri, mana seperti kamu sepanjang hari kerjanya hanya tinggal di asrama kolektif." Jawab kupu-kupu itu dengan tenang. (&lt;a href="http://ketawa.com/2013/05/18/8884-kupu-kupu-memilih-kawin-dengan-bekicot.html"&gt;KETAWA.COM&lt;/a&gt;)&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ketawa/~4/DUyizxeipxQ" height="1" width="1"/&gt;</description>
		<category>Humor Binatang</category>
		<guid isPermaLink="false">http://ketawa.com/2013/05/18/8884-kupu-kupu-memilih-kawin-dengan-bekicot.html</guid>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 10:35:33 +0700</pubDate>
	<feedburner:origLink>http://ketawa.com/2013/05/18/8884-kupu-kupu-memilih-kawin-dengan-bekicot.html</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Mengantar Istri Mengikuti Ujian SIM</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ketawa/~3/yunxLMC1q5c/8883-mengantar-istri-mengikuti-ujian-sim.html</link>
		<description>Saatnya isteriku ikut ujian SIM telah tiba. Begitu ia masuk ke dalam mobil, pejabat penguji SIM kusodori uang sebesar Rp. 6 juta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pejabat penguji berkata: "Maaf, Pak, aku tidak menerima uang suap!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Bukan, ini bukan uang suap, Pak," kataku: "Ini uang reparasi mobil penguji yang kubayar lebih dulu kepada Bapak!" (&lt;a href="http://ketawa.com/2013/05/17/8883-mengantar-istri-mengikuti-ujian-sim.html"&gt;KETAWA.COM&lt;/a&gt;)&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ketawa/~4/yunxLMC1q5c" height="1" width="1"/&gt;</description>
		<category>Cerita Humor Umum</category>
		<guid isPermaLink="false">http://ketawa.com/2013/05/17/8883-mengantar-istri-mengikuti-ujian-sim.html</guid>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 16:35:30 +0700</pubDate>
	<feedburner:origLink>http://ketawa.com/2013/05/17/8883-mengantar-istri-mengikuti-ujian-sim.html</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Diberi Segenggam Buah Ceri</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ketawa/~3/KqmSmSExXiQ/8881-diberi-segenggam-buah-ceri.html</link>
		<description>Pada suatu hari, Ibu Rudi membawa Rudi kecil pergi belanja ke mal, di tengah jalan kebetulan berpapasan dengan seorang teman yang berjualan buah ceri. Teman Ibu Rudi itu menyuruh Rudi mencengkam segenggam buah ceri, namun Rudi nampak bimbang sebentar, kemudian tiada bergeming.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apakah kamu tak menyukai buah ceri?" tanya Paman penjaja ceri: "Ceri ini sangat manis, yuk, ambillah segenggam."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Suka... aku sangat suka makan buah ceri!" Melihat Rudi tetap agak segan-segan, penjual ceri itu segera mengulurkan tangannya mencengkam segenggam besar buah ceri, lalu memasukkannya ke dalam kantung baju Rudi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah perjalanan pulang, Ibu Rudi menanya Rudi : "Tadi Paman itu menyuruh kamu mengambil buah ceri, mengapa kamu kok nampak ragu-ragu tak mau mengambilnya?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Karena tangan Paman itu lebih besar daripada tanganku." Jawab Rudi sambil tersenyum. (&lt;a href="http://ketawa.com/2013/05/16/8881-diberi-segenggam-buah-ceri.html"&gt;KETAWA.COM&lt;/a&gt;)&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ketawa/~4/KqmSmSExXiQ" height="1" width="1"/&gt;</description>
		<category>Cerita Humor Umum</category>
		<guid isPermaLink="false">http://ketawa.com/2013/05/16/8881-diberi-segenggam-buah-ceri.html</guid>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 22:35:04 +0700</pubDate>
	<feedburner:origLink>http://ketawa.com/2013/05/16/8881-diberi-segenggam-buah-ceri.html</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Hewan yang Paling Berguna</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/ketawa/~3/rK0wd6YPpQo/8878-hewan-yang-paling-berguna.html</link>
		<description>Bu guru: "Anak-anakku, coba kalian berpikir sebentar, di dunia ini hewan yang paling berguna menurut pendapatmu hewan apa?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amir cilik: "Hewan yang paling berguna ialah ayam."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bu guru:"Mengapa?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amir cilik: "Sebelum terbentuk dan menjelma sebagai ayam, ia sudah dapat dimakan; sesudah mati, ia tetap juga boleh dimakan, bukan?" (&lt;a href="http://ketawa.com/2013/05/16/8878-hewan-yang-paling-berguna.html"&gt;KETAWA.COM&lt;/a&gt;)&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/ketawa/~4/rK0wd6YPpQo" height="1" width="1"/&gt;</description>
		<category>Cerita Humor Umum</category>
		<guid isPermaLink="false">http://ketawa.com/2013/05/16/8878-hewan-yang-paling-berguna.html</guid>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 04:34:53 +0700</pubDate>
	<feedburner:origLink>http://ketawa.com/2013/05/16/8878-hewan-yang-paling-berguna.html</feedburner:origLink></item>
</channel>
</rss>
