<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIN</title>
	<atom:link href="http://kin.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kin.or.id</link>
	<description>Komunitas Indie Nusantara</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jan 2014 19:48:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.8.1</generator>
	<item>
		<title>Khazanah Kyai Kampung VI</title>
		<link>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-vi/</link>
		<comments>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-vi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Oct 2013 04:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[khazanah]]></category>
		<category><![CDATA[kyai kampung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kin.or.id/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum Sobat. Gimana kabarnya? Alhamdulillah baik-baikkan. Ayo kita jumpa lagi bersama kabar-kabari pojok kampung. Moga perjumpaan kita kali ini dapat bermanfaat dan yang terpenting bisa menambah wawasan dan pencerahan baru sekaligus sebagai inspirasi iman menuju langkah istiqomah kita . Amiin. Sobat, maaf ya, kali ini kabar-kabari pojok kampung bahasa pengantarnya... ]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum Sobat. Gimana kabarnya? Alhamdulillah baik-baikkan. Ayo kita jumpa lagi bersama kabar-kabari pojok kampung. Moga perjumpaan kita kali ini dapat bermanfaat dan yang terpenting bisa menambah wawasan dan pencerahan baru sekaligus sebagai inspirasi iman menuju langkah istiqomah kita . Amiin.</p>
<p>Sobat, maaf ya, kali ini kabar-kabari pojok kampung bahasa pengantarnya agak bergaya, seolah-olah langsung mengusung tema keimanan, padahal bahas iman itu serumit bahas hidayah. Ingat tho : “innal huda, huda Allah” dan Tuhan-pun berpesan : “jangan sekali-kali engkau membahas tentang Aku (Allah), cukup bagimu berfikir tentang ciptaanKu”. h h h h h, ma’af keblabasen.</p>
<p>Oh ya sobat. Sobat kepikiran g? kabar-kabari pojok kampung, lagi muqoddimah aja kok bahasanya kayak gitu? Kami yakin sobat-sobat udah tahu, sobat-sobat kan hebat. He he he. Kini sobat, semoga aja, muqoddimah tadi tidak mengurangi kredibelitas dan kapasitas tamu pojok kampung kita kali ini. Karena menurut kabar-kabari pojok kampong, Beliau ini, sebenarnya seorang calon Kyai masa depan, ilmunya luwas, tawadlu’nya dalem, sikapnya egaliter, bisa dimana-mana dan tidak kemana-mana. (maaf nyilih istilah yang sering dijadikan jargon NU). Gimana tambah penasaran tho, siapa Beliaunya? Kalau sobat penasaran, simak aja, kabar-kabari kali ini. H h h h h, maaf ya, agak metu sombongnya.</p>
<p>Beliau ini, masih muda, sobat. selain masih muda, beliau ini energik, suka olah raga, muali belyard sampai tenis meja, beliaunya lihai, temen china aja, geleng-geleng kepala kalau main m beliau. Wah tambah penasaran ya?. h h h h h. sobat. belaiu ini tinggal di desa yang cukup ramai, desa yang berada ditengah-tengah kabupaten, kabupaten mana? Wah rahasia dong. h h h, mungkin sobat bisa tebak sendirilah, tebak saja desa apa yang hampir seluruh negeri ini, tokoh-tokohya ingin menyempatkan diri untuk singgah walau sekedar. Kalau sobat udah bisa mengira-ngira desa mana, tlong rahasiakan ya, itu salah satu info termahal untuk sobat.h h h. Oh ya sobat, kalau sobat mau ngenal nama beliau, sobat bisa aja memanggil beliau dengan sapa’an Mas Che Khing, karena Sapa’an ini sering digunakan temen-temen chaines ketika menyapa beliau. Kiranya udah cukup ya, sebagai pengantar untuk mengenal tamu pojok kampong kali ini. Kalau udah cukup, yok kita ngobrol-ngobrol yang lainnya. Masih sabar menyimak tho. H h h h</p>
<p>Gini sobat, pojok kampung cuma pingin bagi-bagi pengalaman ketika sowan kepada Mas Che Khing, kira-kira sobat gak keberatan tho. Keberatan piye wong langsung dikon moco. h h h h h. gini sobat, ketika kami berdua bincang-bincang, e gak tahunya, di meja ada buku sabilus sholikin, Mas Che Khing mengawali : “kang lihat buku sebelahmu”, “ buku apa Mas” : timpal saya. Seraya saya ditunjukkan. E e e buku sabilus sholikin tho Mas. ada apa dengan buku itu Mas? gak ada apa-apa, q cuma ingat Mas Chong, kang. Mas Chong mahasiswa pasca sarjana PARAMADINA jurusan tasawuf itu tho Mas. oh yo Kang. Ada apa dengan Mas Chong dan apa hubungannya dengan buku Sabilus Salikin, Mas? Yo gak ada hubungannya kang, cuma apa yang dipelajari di sana dan problematika umat yang digelisahkan, perlu ada trobosan baru, ya kayak Sabilus Salikin gini. Menurut dia, buku fiqih dengan buku tasawuf lebih banyak buku tasawuf, buku tasawuf penuh memberikan pencerahan hidup, sedangkan fiqih memberikan pegangan hukum untuk hidup. Oh gitu tho Mas.</p>
<p>Sambil nyemil ma nyruput teh hangat, bincang-bincang kita tambah hangat. Mas Che Khing, sambil olak-alik buku Sabilus Salikin, sesekali nunjukkan hal-hal penting pada saya. Ini lagi Kang, coba lihat dikafer muka yang bagian ujung, ada tulisan apa itu kang? Sambil saya cari trus coba saya amati, saya menemukan tulisan “Uwaisiyah” di ujung kafer buku tersebut. Seraya serta merta, Mas Che Khing langsung bercerita tentang Syekh Uwais. Aku-pun jadi terkesima menyimak cerita belaiu sedikit demi sedikit dan yang aku rasakan seolah-olah beliau ini hidup pada masanya. Aku-pun bergumam sendriri :”yo memper yo dianya-kan ahli bidang bahasa”. Hhhhh.</p>
<p>Sobat, dalam penuturan beliau, beliau menuturkan bahwasanya Syekh Uwais itu sosok auliya’ yang sangat dirahasiakan oleh Allah, hidup pada masa Nabi sampai masa sahabat. Syekh itu, orang yang takpernah ketemu Nabi secara fisik, tapi kecintaan beliau melebihi yang lainnya, sampai-sampai beliau ditemui Nabi sendir walau lewat mimpi dan dibaiatlah beliau dan ahirnya apa yang dialami syekh ini menjadi rujukan dizaman sesudahnya, sehingga sampai sekarang ini banyak yang mengikuti prilaku beliau, yang sering disebut dengan istilah thoriqoh uwaisiyah.</p>
<p>Sobat, Mas Che Khing juga menuturkan mengapa belaiu tidak bisa bertemu secara langsung dengan Nabi. Menurut penuturan Mas, Syekh tidak pernah ketemu Nabi, karena kesibukannya merawat ibunya yang sudah tua, dan takmungkin untuk ditinggalkannya. Wah mulia banget ya Syekh ini. Moga kita dapat menirunya ya. Amiin. Sobat, Mas Che Khing pun melanjutkan ceritanya, ceritanya begini sobat. “Suatu waktu kerinduan Syekh pada Nabi memuncak dan beliaunya tak kuasa membendungnya, ahirnya syekh memberanikan diri untuk minta izin dan restu sama ibunya, alhamdulillah sobat, ibunya merestuinya, namun sayang ketika beliau udah sampai kediaman Nabi, Kanjeng Nabi pada saat itu pas pergi perang, ahirnya beliau kembali ke tanah kelahirannya.</p>
<p>Singkat cerita, sobat. ketika Kanjeng Nabi pulang dari perang, buru-buru sayidatina Aisyah menceritakan uwais pada Nabi. Ahirnya Beliau Nabi memberitahukan pada sayidatina Aisyah, kata Nabi : “sayidatina Aisyah nanti kalau kamu ketemu pada Uwais yang ciri-cirinya bla.. bla.. bla.., tlong mintalah do’a padanya, dia itu orang hebat di sisi Allah SWT”. Setelah itu sayidatina Aisyah menceritakan pada sayidina Abu Bakar, Umar dan Ali. Dan disisi lain Nabi sendiri bersabda bahwa sayidina Ali dan Umar nantinya dapat menemui syekh ini.</p>
<p>Singkat cerita lagi, Sobat. Di masa Sayidina Umar menjadi kholifah, Sayidina Umar ingat pesan Siti Aisyah tentang Syekh Uwais, ahirnya dengan penuh daya upaya, Sayidina Umar mencari cara supaya ketemu pada Syekh Uwais walau dengan menyamar sebagai masyarakat biasa, belau hampir setiap minggu sekali menyempatkan diri untuk menghadang kafilah-kafilah yang dari berbagai pelosok yang menuju ke ibu kota. Alhamdulillah, ahirnya Allah mengizinkannya beliau ketemu dengan Syekh yang dirindukannya. Subhanallah, gak tahunya Syekh Uwais adalah seorang pembantu pengembala kambing pada tuan tanah dan saudagar. Sungguh kagetnya Sayidina Umar, ahirnya sayidina Umar minta do’a pada beliau, tapi beliau Syekh Uwais berpesan jangan sekali-kali diberitahukan keberadaannya pada orang-orang.</p>
<p>Ahir cerita, tidak lama kemudian setelah perjumpaan itu, Syekh Uwais meninggal, dan tak terduga hampir seluruh penjuru dunia, melayat dan ta’ziyah sekalian mencari berkahnya. Pada saat itulah Syekh Uwais dikenal seluruh umat manusia samapi sekarang ini. Semoga kita yang hina ini mendapatkan berkah berkat karomahnya. Amiin ya robbal alamin. Haaa, Mas Che Khing menghela nafas untuk mengahiri ceritanya dan terdiam beberapa saat, ahirnya heninglah suasana, yang terdengar tinggallah angin yang menerpa dedaunan dan sesekali burung kecil di pepohonan depan rumah berkicau dan bersaut-sautan dengan merdunya.</p>
<p>Sobat, jangan ikut larut ya. h h h h h. ini cerita hampir selesai kok. Dalam suasana gitu sobat, mendadak Mas Che Khing tersenyum sipu, seolah-olah ada sesuatu yang disembunyikannya. “Mas, kok tersenyem”: seloroh saya dengan tanpa memperdulikan etika. H h h h h anu kang, kalau meneng-meneng kayak gini tadi, kok kayak pas q ngurmati Lek Afif Karas Sedan ketika beliau silaturrahmi ke Ibuk di sini. Lha yo kang, Lek Afif kan priyantune ancen ngono iku, yo q ngurmati yo meneng-menengan, nak butuh asba’ yo tak pendetke, terus bujeng, ngono wae. Q yakin Lek Afif orang sing keparek nang Allah, q yo manteske awak iso ngormati Lek Afif, opo sing iso dilakoni kene leh kang, nak ora mung manteske awak tok. Sopo ngerti nyiapke awak lan manteske awak nang wong sing keparek Allah, ahire awake dewe iki, ketut pantes diparingi kanugrahan deneng Allah, berkat keparekke karo kekasihe. Sebab metenteng usaha kene koyok opo wae, nak Allah durung paring, yo durung iso, ning nak Allah seng karep, opo wae ora iso ngalang-ngalangi. Dak koyo ngono a kang. Inggih Mas, nak kulo ngono karek derek mawon.</p>
<p>Sobat, sekian dulu ya. pean simpulke dewe ya. Kalau nanti saya yang nyimpulke kawatir ora jejek.</p>
<p>Da da sobat.</p>
<p>Sobat, semoga besuk kita masih melihat terbitnya matahari di ufuk timur dan tenggelamnya matahari di ufuk barat. (sugeng)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-vi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khazanah Kyai Kampung V</title>
		<link>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-v/</link>
		<comments>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-v/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2013 20:43:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kin.or.id/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Sobat, gimana kabar semua. Alhamdulillah, kali ini kita bisa bersambung kembali pada kabar-kabari pojok kampung. Sobat, salam hormat pojok kampung ya, kali ini pojok kampung pingin ngobrol bareng sama ustad yang kreatif, pinter dalam otak-atik TI, takmudah menyerah, sampai-sampai bisa uji coba teknologi tepat guna, menemukan sandal maghnet dan kali... ]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sobat, gimana kabar semua. Alhamdulillah, kali ini kita bisa bersambung kembali pada kabar-kabari pojok kampung. Sobat, salam hormat pojok kampung ya, kali ini pojok kampung pingin ngobrol bareng sama ustad yang kreatif, pinter dalam otak-atik TI, takmudah menyerah, sampai-sampai bisa uji coba teknologi tepat guna, menemukan sandal maghnet dan kali ini pingin ngotak-ngatik sajadah terbang. Wah doakan aja ya, semoga otak-atiknya sukses.</p>
<p>Penasaran tho? Siapa sie, sosok pojok kampung kali ini?. Gak usah penasaran sobat, ustad ini walau pinter TI, karena beliau ustad, yo tetep ahli dibidang agama, belaiu ini ustad dibidang hadits, alumni ponpes tersohor di jateng yaitu pondok sarang tepatnya nyantri sama beliau Abah Najih (putra Mbah Maimun Zubair). Sebut saja beliau ini adalah ust. Moh. (maaf belaiunya tidak berkenan namanya disebutkan).</p>
<p>Dalam kesempatan ini, beliaunya tak menerangke tentang hadits. Ma’afe ya sobat, tapi jangan kawatir, lain waktu pasti akan ngobrol banyak tentang hadits-hadits Nabi dan problematika umat terkini sama ustad. Kali ini, cuma pingin bagi-bagi salah satu dawuhe Mbah Mun.</p>
<p>Mbah Mun, yang dikenal sebagai tokoh Ulama’ sepuh multi talenta dan berbagai bidang dikuasahinya sehingga beliau dinobatkan sebagai salah satu rujukan Ulama’ dunia. Dengan ini, kita patut bersyukur bisa belajar sedikit dari dawuh-dawuhnya. Semoga panjang umur dan tetap bisa membimbing kita semua. Amiin</p>
<p>Sobat, kabar-kabari pojok kampung pas sowan pada ustad Moh, coba bincang-bincang tentang berbagai hal, baik tentang hadits, fenomena social, kenakalan remaja, pendidikan yang masih semu, sampai-sampai ngerasani Kyai. Ngerasani apik lho, gak ngerasani elek. Nah pada saat inilah soabat, Sang ustad menuturkan kreteria Kyai menurut Mbah Mun. Mbah Mun, membagi Kyai menjadi tiga kategori dalam menyikapi fenomena social sekarang ini, yaitu : 1. Kyai Kendi, yaitu Kyai yang ilmunya pas-pasan, selesai dikasihkan habis, terus kulaan lagi namun punya kelebihan bisa dibawa kemana-mana. 2. Kyai Padasan, yaitu Kyai yang ilmunya lebih lumayan dibanding Kyai Kendi, kelebihannya walau gak bisa dibawa kemana-mana namun selalu didatangi dan dibuat rujukan umat. 3. Kyai Kali (sungai), Kyai model ini, ilmunya kayak sumber gak pernah habis-habis walau dikuras oleh siapapun, justru malah tambah besar karena bisa bermuara sampai samudra. Subhanallah.</p>
<p>Sobat, disaat inilah kami tertegun, rupanya sebegitu besar karunia Allah yang diberikan pada hamba-hambaNya yang terpilih. Sehingga kami berdua mencoba mengambil inti sari dari semua petuah sesepuh. Ahirnya kami teringat, sebuah maqolah kecil namun bergelombang dahsyat yaitu maqolah Al-Arif Billah Al-Faqir Syeh Al-Jarnuzi dalam kitab Ta’limnya : “Afdholul ilmi Ilmulhali, wa afdholul amal amalulhali”. Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar la haula wala quwata illa billah.</p>
<p>Sobat, cukup dulu ya. Mohon ma’af bila ada hilaf. Semoga bermanfaat n barokah, berkah karomah beliau-beliau.</p>
<p>insyaAllah besuk kita masih menyaksikan matahari terbit di ufuk timur dan matahari terbenam di ufuk barat. (Sugeng)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-v/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khazanah Kyai Kampung IV</title>
		<link>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-iv/</link>
		<comments>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-iv/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2013 20:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kin.or.id/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Salam sabot… salam kulo nuwun…. Salam sampurasun. Monggo…. Kepareng mlebet….Rampes. Alhamdulillah masih ketemu lagi dengan kabar-kabari pojok kampong. Gimana sobat-sobat? Nie… temen pojok kampong, pingin ngenalin sosok yang dikenal familier, teges nak nangani masalah, tepat kalau ambil sikap, apalagi kalau menghadapi masyarakat, sosok ini ceplas-ceplos memberi kebebasan, tapi hebatnya masyarakat... ]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Salam sabot… salam kulo nuwun…. Salam sampurasun. Monggo…. Kepareng mlebet….Rampes.</p>
<p>Alhamdulillah masih ketemu lagi dengan kabar-kabari pojok kampong. Gimana sobat-sobat? Nie… temen pojok kampong, pingin ngenalin sosok yang dikenal familier, teges nak nangani masalah, tepat kalau ambil sikap, apalagi kalau menghadapi masyarakat, sosok ini ceplas-ceplos memberi kebebasan, tapi hebatnya masyarakat langsung mampu memilih apa yang harus diperbuat. Di kampung, sosok ini sering dipanggil kyai sakkarepe dewe. Penasaran…. Yo diundang to. Ben tahu kenal langsung, ben gak termasuk Mas Dur kemarin, jadi golongane kelompok uwaisiyah. H h h h h.</p>
<p>Ma’af Yai, santrine lagi gladur, gak izin Yai, langsung nulis wae. Mboten nopo-nopo tho Yai, santrine ben iso nulis, Yai kan dikenal Kyai Sakkarepe dewe. Kiro-kiro yo pantes, duwe santri modele yo sakkarepe dewe. H h h h h.</p>
<p>Oh yo sobat-soabat, sampek lali gak ngenalke siapa sih Kyai ini? Kyai ini tinggal di ujung desa berkabut, desa penuh panorama alam yang mempesona, mulai air terjun, binatang yang terlindungi, pepohonan langka sampai pada bebatuan langka, kalau dipukul-pukul, batunya sampai bunyi kayak gamelan. Wah… sobat-sobat penasaran ya, trus pingin sesekali mengunjungi daerahnya ya. Kalau mau, kontek aja tmn pojok kampong. 100% diantar, dengan catatan kebutuhan dicukupi. H h h h h.</p>
<p>Sobat, kalau pingin panggil beliau, panggil j dengan Yai Wan. Sobat… tmn pojok kampong gak bisa banyak cerita tentang beliau, cuma sedikit bagi-bagi p yang disampaikan ketika tmn pojok kampong mendengarkan tausiyahnya j, yang mungkin bisa dibagi-bagi, utk oleh-oleh setelah membaca khazanah kyai kampong episode ke empat ini.</p>
<p>Beliau ini, punya ciri khas, ketika memberikan tausiyah atau ada orang yang sowan, pasti pertama-tama beliau ucapkan salam. Setelah salam beliau mesti Tanya : “piye kabare?”, lagi p? wes ngopo?, buru-buru mau jawab, e, beliau langsung berseloroh, wes sakkarepmu dewe. Sing penting ono perhitungane. Perhitungane nopo Yai? Yo perhitungane nang ahirat, lha perhitungan opo maneh. Yai, Gusti Allah itukan Rohman Rohim, Ghofururrohim? Yo bener. Nanging yo nyawisi jannatun na’im karo wannarus syair.</p>
<p>Ma’af sobat, perbincangan kita kali ini g bisa dilanjut. Yai Wan, belum kerso. Nnt aja y, kalau Yai Wan kerso, pasti tmn pojok kampung pasti buat kolom khusus kabar-kabari. Da da teman-teman. Walau sedikit moga bermanfaat ya. Salam… sampurrasun…</p>
<p>Insya Allah, kita besuk masih melihat matahari terbit di ufuk timur dan tenggelam di ufuk barat. (Sugeng )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-iv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khazanah Kyai Kampung III</title>
		<link>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-iii/</link>
		<comments>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2013 20:39:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kin.or.id/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah kita masih dipertemukan lagi dalam kabar-kabari pojok kampung. Gimana kabar sobat-sobat semua, baik-baik semua tho? Kabar-kabari pojok kampung kali ini, sedikit saling kaweruh dengan sosok yang nyentrik, pemuda energik, jenius, tawadlu’ lagi dan yang takkalah hebatnya sosok ini senang banget dengan Gus Dur. Panggil aja Mas Dur. Sangkeng senengnya... ]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>Alhamdulillah kita masih dipertemukan lagi dalam kabar-kabari pojok kampung. Gimana kabar sobat-sobat semua, baik-baik semua tho? Kabar-kabari pojok kampung kali ini, sedikit saling kaweruh dengan sosok yang nyentrik, pemuda energik, jenius, tawadlu’ lagi dan yang takkalah hebatnya sosok ini senang banget dengan Gus Dur. Panggil aja Mas Dur. Sangkeng senengnya siapa pun yang pernah bersinggungan dengan Gus Dur pingin sekali dia temui dan silaturrahim. Walau Mas Dur ini belum pernah bertemu secara langsung dengan Beliau. Wah jangan-jangan Mas ini, kategori kelompok-kelompok Uwaisiyah (pecinta yang takpernah ketemu secara fisik). ha ha ha ha ha, ma’af bercanda.Gimana sobat-sobat, Penasaran gak? Wah… kalo ingin memulai kabar-kabari sosok yang ini, jadi pakewuh kabeh nie. Ingin dimulai dari mana ya. Wah… enaknya, sungkem dulu ajalah, ma’afe Mas pojok kampung lagi gladur. ha ha ha ha ha.</p>
<p>Ghini lho Mas… Mas inikan sering pingin nemuni sapa saja, tapi gak mau ditemuni siapa saja. Mumpung ketemu Mas, enaknya ngobrol apa ya? Opo ngalor ngidul sakenake dewe ngono wae Mas? h h h h h, Sampean iku lho Mas, kalau diajak ngobrol iku mesam-mesem wae awale, nanti kalau udah mut diendek ra iso. Mendadak Mas Dur tertawa h h h h h. Wah ini bertanda suasana cair. He he</p>
<p>Wah enaknya, ngobrol nyantai wae yo Mas, ngobrol tentang temen-temen kita aja, sekarang dimana, lagi ngopo n duwe pengalaman opo? Atau ngerasani NU dan Gus Dur wae.</p>
</div>
<div>Mas Dur: Ojo, kwalat. Timpalnya.</div>
<div>Saya: h h h h h. wah, Sampean isih kenal kwalat tah?</div>
<div>Mas Dur: Lho dikelompokku, kuwalat kan nomer siji. h h h h h.</div>
<div>Saya: Selain kuwalat apa Mas?</div>
<div>Mas Dur: cinta sama keturunan Kanjeng Nabi.</div>
<div>Saya: Trus apa lagi Mas?</div>
<div>Mas Dur: berjanjen, wanaqib, ziarah kubur, kumpul wong Kristen, Budho (Budha), Hindu, Konghucu, dll.</div>
<div>Saya: Nak karo Sosialis, Komunis, Liberalis piye Mas?</div>
<div>Mas Dur: Yo gak apa-apa.</div>
<div>Saya: Jadi podo karo NU?</div>
<div>Mas Dur: Yo tho, NU madhab Gus Dur. h h h h h.</div>
<div>Saya: Lho emangnya Gus Dur itu jadi madhab Mas?</div>
<div>Mas Dur: Ya, madhab Salafus Sholih. h h h h h.</div>
<div>Saya: Tak kiro madhab opo Mas, ojo ngaget-ngageti Mas, nanti malah jadi polemik ditemen-temen kita, kayak nanggapi JIL-nya Mas Ulil. h h h h h. Oh yo Mas, nak Sampean modele kayak gitu terus piye karo temen-temen kayak Jahulah dll?</div>
<div>Mas Dur: Nyante aja, disana kan di kang Zandab. Baru aja kemarin, temen-temen Jahulah itu bangga banget.</div>
<div>Saya: Bangga kenapa Mas? \</div>
<div>Mas Dur: Ya bangga karena merasa terhormat dipanggil sebagai tamu kehormatan Israil, karena “tolong ini rahasia lho” mereka merasa terhormat sebagai salah satu lembaga keagamaan di Indonesia yang dapat undangan/panggilan khusus oleh Israil.</div>
<div>Saya: Kenapa yo Mas, kok temen-temen Jahulah dipanggil khusus, padahal mereka kan yang demo-demo tentang Israil?</div>
<div>Mas Dur: Yo sederhana menurutku, karena gerakan mereka menggalakkan tata cara sholat di masjid-masjid. h h h h h.</div>
<div>Saya: Ma’afe yo Mas, Kang Zandab itu wes ra doyan sarean tah?</div>
<div>Mas Dur: h h h h h, Sampean itu, itulah salah satu NU madhab Gus Dur, Jahulah-jahulahlah yo tetep anjek. Hik hik hik.Saya: Oh, yo q kok tertarik issu pean NU madhab Gus Dur itu Mas. kiro-kiro gambarene piye iku Mas?</p>
</div>
<div>Mas Dur: Wah… gambarene sederhana wae tho. Kayak yang digambarke Gus Mus :”NU, Aswaja itu tengah-tengah, diantara kanan dan kiri. Kadang-kadang tengah-tengahe rodok condong ke kiri, trus kadang-kadang tengah-tengahe rodok condong ke kanan. Jadi yo ono sing kiri, tapi ora ke kiri-en, ono sing kanan, tapi ora ke kanan-en.</div>
<div>Saya: Oh gitu tho. Oh yo Mas, coba contohke Mas sing riel gitu, Aku ben mudeng?</div>
<div>Mas Dur: Secara singkat wae yo, nanti kapan-kapan kita lanjutkan.</div>
<div>Saya: Oke Mas.</div>
<div>Mas Dur: Menurutku gini, Sampean kenal Mamang tho?</div>
<div>Saya: Oh yo Mas.</div>
<div>Mas Dur: Itu NU madhab Gus Dur ala wahabi.</div>
<div>Saya: Trus Mas?</div>
<div>Mas Dur: Sampean isih eling Bang Tri tho?.</div>
<div>Saya: Oh yo Mas.</div>
<div>Mas Dur: Itu NU madhab Gus Dur ala Muhammadiyah. Trus kalau Mbk War itu Nu madhab Gus Dur ala Gerwani. h h h h h. Trus Bung Mil itu NU madhab Gus Dur ala Kapitalis Liberalis. Wah masih akeh lah, gak cukup kalau cuma sekedar ngobrol-ngobrol gini tentang ngerasani temen-temen dan Gus Dur. Oh, ya boleh nambahi. Kalau Sampean Mas adalah Nu madhab Gus Dur ala Syi’i. h h h h h. ma’afe Mas lagi wani gladur.</div>
<div>Saya: h h h h h Sampean iso-iso wae kang, Moga aja kita dapat berkah berkat karomahnya dan yang penting jauh dari kwalatnya. AmiinSaya: Sik sik Mas, bolehkah aku sedikit nyimpulke apa yang ingin dibangun Gus Dur ke depan.</p>
</div>
<div>Mas Dur: Oh yo monggo gak apa-apa.</div>
<div>Saya: Apakah bener Nu madhab Gus Dur itu adalah upaya gerakan membangun emporium peradaban Nusantara?</div>
<div>Mas Dur: Wah pinter Sampean kang, nyimpulke lewat model pertanyaan. Sing penting piyelah modele tetep anut Wali Songo.</div>
<div>Saya: Terima kasih banget Mas. Semoga kabar-kabari pojok kampung ini bermanfa’at dan jauh dari kemadhorotan dan kemafsadahan. Amiin ya robbal alamin.</div>
<div>Sobat-sobat, semoga kita besok masih menyaksikan terbitnya matahari di ufuk timur dan terbenamnya matahari di ufuk barat. (selamet Raharjo).</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khazanah Kyai Kampung II</title>
		<link>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-ii/</link>
		<comments>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2013 20:38:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kin.or.id/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, kita masih jumpa lagi dikhazanah kyai kampung. Gimana kabar-kabarinya? Pasti ada dong kabar-kabari di pojok kampung sobat-sobat. Ini ada cerita menarik pojok kampung lagi yang mungkin bisa menambah wawasan dan sekalian referensi prilaku-sikap kita. Peristiwa ini baru aja lho, istilah kerennya up to date, masyarakat pojok kampung tahu semua,... ]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>Alhamdulillah, kita masih jumpa lagi dikhazanah kyai kampung. Gimana kabar-kabarinya? Pasti ada dong kabar-kabari di pojok kampung sobat-sobat. Ini ada cerita menarik pojok kampung lagi yang mungkin bisa menambah wawasan dan sekalian referensi prilaku-sikap kita. Peristiwa ini baru aja lho, istilah kerennya up to date, masyarakat pojok kampung tahu semua, kalau tidak percaya 100% boleh di tinjau langsung. <img src="http://kin.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /> </div>
<div></div>
<div>Maaf ya ingin cerita aja kok bertele-tele. Maksudnya gak gitu, cuma ceritanya emang spesial. Gini lho&#8230; Tadi di pojok kampung itu ada ritual keagamaan ala sing seneng diarani Bid&#8217;ah. ha ha ha. Tahu gak, ritual apa kira-kira? Penasaran simak aja cerita dibawah ini.</div>
<div></div>
<div>Pertama-tama saya ucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya dengan ucapan Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun. Karena pojok kampung baru kehilangan sosok tokoh pakune pojok kampung Sang Muhlishin Lek Mulyono (Mbah Modin Sirahan Kampung Anyar). Semoga semua amalnya mendapatkan ridlo-Nya. Amiin. Al-Fatihah&#8230;.</div>
<div></div>
<div>Malam ini, tepatnya peringatan hari ke tiga wafatnya pak Modin. Sudah biasa tradisi di pojok kampung ketika ada warga yang meninggal maka semua kaum muslimin tak terkecuali selama 7 hari setelah kematiannya membacakan Fida&#8217;, Tahlil, Yasin dan bacaan Al-Qur&#8217;an untuk almarhum.</div>
<div></div>
<div>Pas malam ketiga ini, sebenarnya yang mendapatkan giliran ngimami (memimpin) ritual tersebut adalah Ust. Nur Said Kholidi, beliau ini adalah alumni Madrasah Sirahan, pondok Pandean dan pondok Mbah Munawir Kertosono. Jadi beliau ini adalah pengikut Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah wa Kholidiyah. Sudah biasa kalau ada tokoh yang datang lagi di majlis itu, maka secara serta merta, yang dapat giliran tetap mempersilahkan pada tokoh yang lain terlebih dahulu. Apa ini ya cerminan ketawadlu&#8217;an kyai-kyai kampung kita? Terserah Sampean lah yang menafsirkan. Akhirnya Ust. Said pun mempersilahkan kepada tokoh sahabat karibnya, beliau ini adalah Ust. Chumaidi (alumni pondok Sirahan, pondok Batokan Mbah Jamal (santri Gus Iful) dan santri kinasih K. Khumaidi &#8211; Pule). Insyaallah pengikut Thoriqoh Qodiriyah. Walhasil, Ust. Khumaidi yang memimpin Fida&#8217; dan Tahlil pada acara tersebut. Begitu sampai do&#8217;a, peristiwa saling mempersilahkan siapa yang memimpin terjadi kembali.</div>
<div></div>
<div>Sekelumit pemaparan di atas semoga dapat diambil hikmahnya. Ada dua pengikut thoriqoh yang saling hormat menghormati antar sesama.</div>
<div></div>
<div>Semoga besok kita masih bisa bertemu dengan sinar matahari di ufuk timur dan tenggelam di ufuk barat. (Selamet Raharjo). <img src="http://kin.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /> </div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khazanah Kyai Kampung I</title>
		<link>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-i/</link>
		<comments>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2013 20:38:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kin.or.id/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Istilah kyai kampung sudah banyak yang lupa mungkin. Padahal Gus Dur guru besarnya. Beliau juga yang mendeklarasikannya. Berikut ada sedikit kabar-kabari khazanah kyai kampung Desa Mojo. Ada uswah yang sangat berharga dari pojok kampung yang bisa kita jadikan suri tauladan. Ceritanya sebagai berikut: &#8220;Pas acara tahlil Jum&#8217;atan (tradisi wong deso... ]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>Istilah kyai kampung sudah banyak yang lupa mungkin. Padahal Gus Dur guru besarnya. Beliau juga yang mendeklarasikannya. Berikut ada sedikit kabar-kabari khazanah kyai kampung Desa Mojo. Ada uswah yang sangat berharga dari pojok kampung yang bisa kita jadikan suri tauladan. Ceritanya sebagai berikut:</div>
<div>&#8220;Pas acara tahlil Jum&#8217;atan (tradisi wong deso eleng ma leluhur dengan bertahlil bersama-sama) udah seperti biasa masyarakat semua berkumpul trus tahlil bareng dengan dipimpin oleh tokoh masyarakat. Lha hal yang sangat menarik adalah sikap kedua tokoh masyarakat pojok kampung ini. Sebut saja beliau ini adalah Bpk. Ah. Sudiqto (alumni Pondok Sirahan, Ngemplak &#8211; Kajen dan Cepu), dan yang satunya adalah Bpk. Abdurrohim (alumni Pondok Ngagel, Kediri dan Dokaton). Beliau berdua ini sebaya, namun ketika pas pada gilirannya menjadi imam tahlil keduanya saling mempersilahkan begitu juga pada saat memimpin do&#8217;anya. Walhasil, Lek Dul (panggilan akrab Bpk Abdurrohim) yang ngimami (memimpin) tahlil dan Lek Diqto (panggilan akarab Bpk. Ah. Sudiqto) yang mimpin do&#8217;a.&#8221;</div>
<div></div>
<div>Dari sini Saya merenung: &#8220;apa ini salah satu yang pingin diwujudkan Gus Dur? Antar tokoh walau berbeda pondok dan tempat tempaan belajarnya, tetap saling menghormati dan menghargai antar sesama&#8221;. Oh ya di kota-kota Pembaca yang budiman ada tidak ya semacam ini? <img src="http://kin.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /> </div>
<div></div>
<div>Masih ada cerita-cerita lain dari pojok kampung kami. Tunggu saja khazanah Kyai Kampung episode selanjutnya.:)</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kin.or.id/post/khazanah-kyai-kampung-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengenalan Komputer Pada Anak</title>
		<link>http://kin.or.id/post/pengenalan-komputer-pada-anak/</link>
		<comments>http://kin.or.id/post/pengenalan-komputer-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2013 19:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[opensource]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kin.or.id/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Pengenalan komputer kepada anak bisa melalui game edukasi GCompriss http://gcompris.net/ (Open Source Based). Langkah ini kami lakukan agar anak-anak desa melek teknologi dan menggunakan teknologi secara positif. Aplikasi ini bisa diinstall diberbagai sistem operasi, namun jika anda menginstall dibawah sistem operasi Windows dan MacOS aplikasi ini bersifat trial. Lain halnya menggunakan... ]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kin.or.id/wp-content/uploads/2013/10/gc.jpg"><img class="size-medium wp-image-78 alignleft" alt="gc" src="http://kin.or.id/wp-content/uploads/2013/10/gc-300x206.jpg" width="300" height="206" /></a>Pengenalan komputer kepada anak bisa melalui game edukasi GCompriss <a href="http://gcompris.net/" target="_blank" rel="nofollow nofollow">http://gcompris.net/</a> (Open Source Based). Langkah ini kami lakukan agar anak-anak desa melek teknologi dan menggunakan teknologi secara positif.</p>
<p>Aplikasi ini bisa diinstall diberbagai sistem operasi, namun jika anda menginstall dibawah sistem operasi Windows dan MacOS aplikasi ini bersifat trial. Lain halnya menggunakan sistem operasi berbasis Linux, maka aplikasi ini bisa dinikmati secara Unlimited Version.</p>
<p>Monggo direalisasikan ke putra-putri anda untuk teknologi yang lebih positif.<br />
*Rekomendasi menggunakan sistem operasi linux</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kin.or.id/post/pengenalan-komputer-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Set Up Your Non-Profit  Website with The Cause WordPress Theme</title>
		<link>http://kin.or.id/post/far-far-away/</link>
		<comments>http://kin.or.id/post/far-far-away/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2012 15:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Youth]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.themeblossom.com/candidate/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aenean pretium congue elit id ultrices. Cras id urna non mi facilisis congue. Nunc sed libero nisl. Nulla molestie urna sed tortor elementum posuere. Integer quis metus egestas tortor vehicula vehicula vel sit amet elit. Etiam vel velit ac ipsum posuere venenatis.... ]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aenean pretium congue elit id ultrices. Cras id urna non mi facilisis congue. Nunc sed libero nisl. Nulla molestie urna sed tortor elementum posuere. Integer quis metus egestas tortor vehicula vehicula vel sit amet elit. Etiam vel velit ac ipsum posuere venenatis. Donec mattis, nibh a eleifend aliquam, neque turpis convallis risus, sed suscipit ligula massa at purus. Sed fringilla vehicula eleifend. Proin venenatis lacus nec libero semper mollis. Nunc faucibus nisl eget ipsum sodales non tempor arcu porttitor. Phasellus turpis sapien, placerat at vestibulum sit amet, vestibulum id nulla.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kin.or.id/post/far-far-away/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stay on Top of All the Issues and Spread the Word to People</title>
		<link>http://kin.or.id/post/li-europan-lingues/</link>
		<comments>http://kin.or.id/post/li-europan-lingues/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2012 15:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Society]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.themeblossom.com/candidate/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Li Europan lingues es membres del sam familie. Lor separat existentie es un myth. Por scientie, musica, sport etc, litot Europa usa li sam vocabular. Li lingues differe solmen in li grammatica, li pronunciation e li plu commun vocabules. Omnicos directe al desirabilite de un nov lingua franca: On refusa... ]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Li Europan lingues es membres del sam familie. Lor separat existentie es un myth. Por scientie, musica, sport etc, litot Europa usa li sam vocabular.</p>
<p>Li lingues differe solmen in li grammatica, li pronunciation e li plu commun vocabules. Omnicos directe al desirabilite de un nov lingua franca: On refusa continuar payar custosi traductores.</p>
<p>At solmen va esser necessi far uniform grammatica, pronunciation e plu sommun paroles. Ma quande lingues coalesce, li grammatica del resultant lingue es plu simplic e regulari quam ti del coalescent lingues. Li nov lingua franca va esser plu simplic e regulari quam li existent Europan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kin.or.id/post/li-europan-lingues/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Simple Media Gallery Keeps Things Visual</title>
		<link>http://kin.or.id/post/lorem-ipsum-2/</link>
		<comments>http://kin.or.id/post/lorem-ipsum-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2012 15:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.themeblossom.com/candidate/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim. Donec pede justo, fringilla vel, aliquet nec, vulputate... ]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor. Aenean massa. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus.</p>
<p>Donec quam felis, ultricies nec, pellentesque eu, pretium quis, sem. Nulla consequat massa quis enim. Donec pede justo, fringilla vel, aliquet nec, vulputate eget, arcu.</p>
<p>In enim justo, rhoncus ut, imperdiet a, venenatis vitae, justo. Nullam dictum felis eu pede mollis pretium. Integer tincidunt. Cras dapibus. Vivamus elementum semper nisi. Aenean vulputate eleifend tellus. Aenean leo ligula, porttitor eu, consequat vitae, eleifend ac, enim. Aliquam lorem ante, dapibus in, viverra quis, feugiat a,</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kin.or.id/post/lorem-ipsum-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
