<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>Klinik Patah Hati Remaja Islami</title><link>http://klinikpatahhati.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/klinikpatahhati" /><description>Pertolongan Pertama Pada Remaja Terinfeksi Virus Cinta</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (mujahidcinta)</managingEditor><lastBuildDate>Fri, 30 Dec 2011 22:50:55 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="klinikpatahhati" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:copyright>mujahidcinta</media:copyright><media:keywords>Cinta,patah,hati,islami</media:keywords><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Education</media:category><itunes:owner><itunes:email>pickguitarofvip@gmail.com</itunes:email><itunes:name>mujahidcinta</itunes:name></itunes:owner><itunes:author>mujahidcinta</itunes:author><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:keywords>Cinta,patah,hati,islami</itunes:keywords><itunes:subtitle>Klinik Patah Hati Remaja Islami</itunes:subtitle><itunes:summary>Untuk anda yang mempunyai masalah dengan cinta, silahkan untuk berbagi dengan kami.</itunes:summary><itunes:category text="Education" /><item><title>Bersabarlah Menanti Cinta!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/klinikpatahhati/~3/vRSizykixd4/bersabarlah-menanti-cinta.html</link><author>pickguitarofvip@gmail.com (mujahidcinta)</author><pubDate>Mon, 15 Nov 2010 04:04:43 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1587562064606962567.post-5078519093524583067</guid><description>&lt;em&gt;“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan   benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali”.  &lt;/em&gt;(QS. An-Nahl 92)&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;p&gt; &lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di  antara rumah-rumah penduduk Makkah, terdapat sebuah rumah di kawasan   Bani Makhzum. Salah seorang penghuninya adalah seorang gadis. Ia   dilahirkan dan dibesarkan di Makkah. Gadis itu bernama Rithah Al-Hamqa.﻿&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Setelah  usianya menginjak remaja, hatinya mulai terbuka  untuk menjalani  kehidupan seperti lazimnya para wanita, yaitu mempunyai  suami dan  anak-anak. Dia sering melamun dan menghayalkan siapa pendamping  hidupnya. Hari demi hari tak ada satu pun laki-laki yang datang untuk  menjadi calon suaminya. Rithah pun mulai khawatir, usianya kini sudah  tua namun belum juga memiliki pasangan. Setiap hari ia termenung dan  murung. Melihat Rithah seperti itu, ibunya pun pontang-panting  mencarikannya laki-laki yang mau menjadi suami Rithah. Ayahnya, Umar pun  sampai pergi ke dukun-dukun dan menghabiskan banyak hartanya hanya agar  Rithah bertemu dengan jodohnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Namun ternyata usaha  mereka gagal. Dukun-dukun yang memberikan janji ternyata hanya bohong  belaka. Rithah pun yang melihat usaha orangtuanya gagal menjadi murung  dan putus asa. Ia begitu khawatir, jodohnya belum juga datang, sementara  umurnya sudah semakin tua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Hingga suatu saat ibunya  membawa pemuda tampan yang bersedia menjadi suami Rithah. Namun ayah  Rithah meninggal terlebih dahulu sebelum Rithah menikah. Ayahnya  mewariskan harta yang berlimpah ruah pada Rithah. Rithah yang sudah  sangat ingin menikah pun menyetujui pemuda itu menjadi suaminya.  Akhirnya hari yang dinanti-nantikan Rithah pun datang. Ia menikah dengan  pemuda tampan yang ia yakini dia-lah jodoh yang selama ini  dinanti-nantikannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Selang beberapa bulan kemudian,  muncul keanehan dalam diri suami Rithah. Ternyata suami Rithah hanya  menginginkan harta yang melimpah dari Rithah. Setelah suami Rithah  mengeruk harta Rithah, ia pun pergi meninggalkan Rithah. Rithah yang  pernikahannya baru seumur jagung, kini harus menghadapi kenyataan yang  pahit. Pemuda yang dulu ia percaya sebagai pendamping hidupnya ternyata  menjadi pengkhianat dalam kehidupannya, meninggalkan luka dan kepedihan  bagi Rithah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Setiap hari, Rithah selalu murung tanpa  semangat. Gairah hidupnya sudah redup. Lama kelamaan pikirannya pun  terganggu. Ia mengambil gulungan benang yang kusut, lalu dipintal.  Setelah ia selesai memintalnya, ia kusutkan kembali lalu memintalnya  kembali. Hal itu ia lakukan setiap hari hingga akhir hayatnya..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0cUCs1Q5hlM/TOEhLJIr3ZI/AAAAAAAAACU/Cc1wCCHfv6k/s1600/male-fashion-photography-pose-glamour.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 286px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_0cUCs1Q5hlM/TOEhLJIr3ZI/AAAAAAAAACU/Cc1wCCHfv6k/s320/male-fashion-photography-pose-glamour.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539745491957046674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sahabat, kisah diatas direkam oleh Allah melalui al-Qur'an. Kisah di  atas memberikan pesan pada kita semua tentang makna bersabar. Jodoh,  rezeki, dan kematian kita adalah rahasia Allah. Yang perlu kita lakukan  adalah bersabar menunggu dan berikhtiar untuk mendapatkannya. Seperti  halnya jodoh, setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk mendapatkan  jodohnya masing-masing. Kita banyak melihat fenomena seperti kisah di  atas, ketidaksabaran, terlalu buru-buru mengambil keputusan, terlalu  cepat melakukan sesuatu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sahabat, tidak selamanya lebih  cepat lebih baik. Adakalanya kita harus melakukan sesuatu dengan  seimbang dan tepat pada waktunya. Karena tidak mungkin kita mengambil  buah yang masih mentah dari pohonnya. Masalah waktu dan dengan siapa,  itu diatur semuanya oleh Allah. Tugas kita hanyalah berikhtiar dan  bersabar. Jadi, kita renungkan kembali diri kita, jangan sampai diri  kita selalu tegesa-gesa dengan ketentuan Allah, sebagaimana Rasulullah  bersabda, "&lt;em&gt;Tergesa&lt;/em&gt;-&lt;em&gt;gesa adalah&lt;/em&gt; termasuk perbuatan &lt;em&gt;setan&lt;/em&gt;."  (HR. Tirmidzi). Jangan sampai diri kita dikuasai oleh nafsu dan  keinginan semu. Pasrahkan semua perkara pada Allah dan jadikanlah sabar  sebagai penolong kita. Yakinlah bahwa segala sesuatu akan indah pada  waktunya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Wallahu a'lam bishawab.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan kunjungi http://klinikpatahhati.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1587562064606962567-5078519093524583067?l=klinikpatahhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/klinikpatahhati/~4/vRSizykixd4" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-15T04:04:43.784-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_0cUCs1Q5hlM/TOEhLJIr3ZI/AAAAAAAAACU/Cc1wCCHfv6k/s72-c/male-fashion-photography-pose-glamour.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://klinikpatahhati.blogspot.com/2010/11/bersabarlah-menanti-cinta.html</feedburner:origLink></item><item><title>Konsultasi Cinta, Ketika konflik hadir di tengah cinta</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/klinikpatahhati/~3/A_bczlw7KN8/konsultasi-cinta-ketika-konflik-hadir.html</link><author>pickguitarofvip@gmail.com (mujahidcinta)</author><pubDate>Sun, 05 Sep 2010 07:20:50 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1587562064606962567.post-2667055930159383096</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;Assalamu'alaikum. Akhir-akhir ini saya dan pasangan saya sering bertengkar. Kadang masalahnya sepele, tapi selalu menjadi masalah yang besar. Dia kadang berbicara kasar pada saya. Apakah itu tandanya dia sudah tidak mencintai saya lagi?&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;Tanggapan admin:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;Wa'alaikumussalam. Di setiap hubungan pasti ada konflik yang muncul, karena kehidupan tidak selalu berjalan mendatar. Namun jadikanlah konflik tersebut sebagai pewarna di dalam hubungan anda. Biasanya penyebab pertengkaran seperti itu adalah karena kesalahpahaman antara dua pihak, yang sebenarnya bisa diselesaikan asalkan kedua belah pihak saling terbuka dan saling mengerti satu sama lain. Jangan pernah gengsi atau egois, karena itu akan menambah rumit permasalahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;Satu lagi, jika ada sesuatu yang buruk pada diri pasangan anda, janganlah anda langsung berburuk sangka, karena bisa jadi pasangan anda sedang mengalami masalah lain atau bisa jadi pasangan anda mempunyai maksud baik tertentu. "Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.."(QS Al-Hujurat: 12)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 17px; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;Damai dan tenteramnya hidup tanpa prasangka telah diperlihatkan di semua sisi kehidupan Baginda Rasulullah saw. Kepada siapa pun. Walaupun terhadap orang yang teramat baru menyatakan diri sebagai seorang muslim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;Beliau saw pernah marah dengan seorang sahabat. Pasalnya, pada sebuah pertempuran, sahabat ini membunuh anggota pasukan kafir yang tiba-tiba mengucapkan dua kalimat syahadat. Sahabat ini berkilah, “Orang kafir itu hanya bersiasat agar tidak dibunuh.” Dengan tenang, Rasulullah saw meluruskan ucapan sahabat tersebut, sudahkah Anda bedah tubuh orang itu dan mendapatkan kenyataan bahwa hatinya memang dusta?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;Lahirnya prasangka dalam hati seorang hamba Allah sebenarnya memperlihatkan kelemahan hamba itu sendiri. Karena racun prasangka bisa merusak nalar seseorang sehingga tidak mampu berpikir objektif, apa adanya. Hati dan pikirannya selalu dibayang-bayangi curiga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;Maka oleh karena itu dekatkan diri anda kepada Allah 'Azza Wa Jalla agar hati anda tidak dipenuhi oleh pikiran-pikiran yang negatif. "&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra'd: 28)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; line-height: 1.3em; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 15px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:georgia;"&gt;Wallahu a'lam bishawab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan kunjungi http://klinikpatahhati.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1587562064606962567-2667055930159383096?l=klinikpatahhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/klinikpatahhati/~4/A_bczlw7KN8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-05T07:20:50.086-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://klinikpatahhati.blogspot.com/2010/09/konsultasi-cinta-ketika-konflik-hadir.html</feedburner:origLink></item><item><title>Konsultasi Cinta, Manajemen Hati</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/klinikpatahhati/~3/Kvwy9A36sWg/konsultasi-cinta-manajemen-hati.html</link><author>pickguitarofvip@gmail.com (mujahidcinta)</author><pubDate>Mon, 28 Jun 2010 05:11:14 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1587562064606962567.post-1450229947575812360</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; "&gt;&lt;i style="font-family: 'lucida sans', 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; "&gt;Ass.W.W Ustd, saya seorang laki-laki umur 18 tahun. Saya seorang aktivis dakwah di sebuah kampus. Sebelum saya masuk ke universitas dimana saya kuliah, saya pernah menyukai seorang akhwat semenjak dua tahun yang lalu. Saya rasa dialah pilihan yang tepat bagi saya. Masalahnya, perasaan yang saya miliki ini kian menggebu. Tapi bukankah cinta yang diridhai Allah itu lewat pernikahan? Sedangkan saya masih terlalu muda untuk menikah. Saya sebenarnya ingin memberikan tanda kepadanya bahwa saya kelak akan menikahinya, apakah itu tidak melanggar syariat Ustad? Saya khawatir saya akan terus memikirkannya, dan saya khawatir jika itu menjadi zina hati. Menurut Ustad bagaimana cara yang baik untuk mengatasi perasaan saya ini? Mohon jawabannya Ustad..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa'alaikumussalam. Saya belum Ustad, umur saya tidak beda jauh dengan anda. Walaupun demikian, saya akan menjawab masalah anda.&lt;br /&gt;Benar, cinta yang diridhai Allah itu lewat pernikahan. Walaupun demikian, belum tentu cinta yang bukan lewat pernikahan tidak diridhai Allah. Analoginya, "Ruang tamu bersih", "Andi belajar di tempat bukan ruang tamu". Apakah kesimpulannya jadi:"Andi belajar di tempat kotor"?&lt;br /&gt;Masalah cinta sebelum pernikahan boleh atau tidak, sudah dibahas oleh Ibnu Qoyyim. Hukumnya boleh, asalkan tidak melanggar syariat yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang memberikan statement untuk menikahinya tidak melanggar syariat. Tapi sebagian ulama berpendapat bahwa hal seperti termasuk perjanjian/ikatan pranikah, dan dapat digolongkan dengan khitbah atau melamar. Umur anda kan masih jauh dari pernikahan, jadi itu bukan suatu kebutuhan yang mendesak. Anda belum perlu membentuk ikatan tersebut, saya yakin anda mampu menjaga diri. Yang perlu anda lakukan sekarang adalah mendalami agama sebanyak mungkin, untuk persiapan ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memikirkannya tidak termasuk zina hati, kecuali anda berangan-angan untuk berbuat zina dengannya, membayangkannya dengan &lt;i style="font-family: 'lucida sans', 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; "&gt;taladzdzuz&lt;/i&gt;&lt;span&gt; (berlezat-lezatan/menikmat&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break" style="display: block; float: left; margin-left: -10px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;i) dengan birahi. Simak haditsnya:&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: 'lucida sans', 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; "&gt;Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.”&lt;/i&gt; (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah)&lt;br /&gt;Ungkapan &lt;i style="font-family: 'lucida sans', 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; "&gt;“Dan semuanya dibenarkan atau ditidakkan oleh alat kelamin”&lt;/i&gt;, yang merupakan pengertian zina yang sesungguhnya, itu menunjukkan penjelasan terhadap “sesuatu” pada ungkapan-ungkapan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;i style="font-family: 'lucida sans', 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; "&gt;Zinanya mata adalah melihat [sesuatu], zinanya lisan adalah mengucapkan [sesuatu], zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [sesuatu], sedangkan alat kelamin membenarkan atau mendustakan itu [semua]. … &lt;/i&gt;(HR Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;Jadi, “sesuatu” yang hendaknya kita hindari itu adalah yang mengarah pada hubungan kelamin. Inilah yang dimaksud dengan &lt;i style="font-family: 'lucida sans', 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; "&gt;“sedangkan alat kelamin membenarkan atau mendustakan itu [semua]“&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda merasa perasaan anda menggebu dan tidak terkontrol, ikuti resep dari Ibnu Athaillah ini:&lt;br /&gt;لاَيُخْرِجُ الشَّهْوَةَ مِنَ الْقَلْبِ اِلّاَجَوْفٌ مُزْعِجٌ اَوْشَوْقٌ مُقْلِقٌ&lt;br /&gt;"Tidak ada yang bisa mengusir ajakan syahwat (yang menyesatkan) dari hati, kecuali rasa takut (kepada Allah) yang menggetarkan atau rasa rindu yang menggelisahkan."&lt;br /&gt;Hati-hati jika anda merasa perasaan anda menggebu, Ibnu Athaillah juga mengatakan: "Tidaklah engkau mencintai sesuatu, melainkan engkau menjadi hambanya. Dan Allah tidak suka apabila engkau menjadi hamba selain pada-Nya." Jadi, berlaku seimbanglah dengan cinta yang anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produktifkan waktu yang anda miliki. Dengan hidup produktif, anda akan lebih terfokus dalam hidup. Jadikan cinta anda sebagai motivator hidup anda. Insya Allah, cinta di dalam hati anda akan lebih tertata. Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan kunjungi http://klinikpatahhati.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1587562064606962567-1450229947575812360?l=klinikpatahhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/klinikpatahhati/~4/Kvwy9A36sWg" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-28T05:11:14.521-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://klinikpatahhati.blogspot.com/2010/06/konsultasi-cinta-manajemen-hati.html</feedburner:origLink></item><item><title>Dari Mana Datangnya Cinta?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/klinikpatahhati/~3/lgeYzfTqLJQ/dari-mana-datangnya-cinta.html</link><author>pickguitarofvip@gmail.com (mujahidcinta)</author><pubDate>Tue, 13 Apr 2010 05:19:28 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1587562064606962567.post-4603869813380122209</guid><description>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;a name='OLE_LINK1'/&gt;Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati. Begitulah yang dinyatakan sebuah pantun yang tergolong lama itu. Memang biasanya seseorang menyukai sesuatu karena ia telah melihat dari segi pandangan dan keadaan. Seseorang menyukai uang karena ia melihat, bahwa uang mempunyai nilai yang berharga. Seseorang menyukai sebuah lukisan karena ia melihat, bahwa lukisan mempunyai nilai keindahan. Seseorang menyukai sebuah makanan karena ia melihat, bahwa makanan tersebut adalah makanan yang mempunyai rasa yang lezat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;Menurut Spranger, manusia dibagi dalam beberapa tipe, yaitu manusia teoritis, manusia ekonomis, manusia estetis, manusia sosial, manusia politik, dan manusia religius. (Lihat, Muchidin M. Dahlan, 2003: 214)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;Manusia teoritis yaitu manusia yang berprinsip bahwa nilai tertinggi adalah pada kebenaran. Biasanya bersifat perfesionis, teratur, berorientasi pada detail, sistematis dan akurat, menyukai fakta dan logika. Biasanya orang berprinsip seperti ini adalah orang yang selalu mengutamakan logika. Ketika dia menyukai sesuatu, maka ia tidak tergesa-gesa. Ia harus berhati-hati menentukan pilihan, harus memikirkan baik-buruk benar-salahnya, mempertimbangkan probabilitas, serta berorientasi ke masa depan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;Manusia ekonomis yaitu manusia yang menganggap bahwa baik dan buruk diukur dari segi keuntungan. Biasanya orang sejenis ini cermat dalam memperhitungkan kemungkinan. Sehingga dalam mengambil langkah, ia akan memilih sesuatu yang menguntungkan untuknya. Dia menyukai sesuatu karena terdapat nilai yang dapat menambah keuntungan bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;Manusia estetis yaitu manusia yang menganggap bahwa keindahan adalah segalanya. Kemolekan tubuh dan paras yang indah menjadi faktor utama baginya untuk menyukai sesuatu. Cinta yang berwajah penuh kasih sayang, tapi tak lebih dari sekedar mengincar keindahan tubuh yang kian lama kian keriput, hingga nanti itulah yang pertama digigiti oleh serangga-serangga di dalam tanah. Setelah keindahannya memudar, maka tak ada lagi cinta baginya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;Manusia politik yaitu manusia yang menganggap bahwa nilai tertinggi adalah pada kekuasaan. Biasanya bersifat giat, cepat dan tegas, menyukai kekuasaan dan martabat, menikmati ketenaran dan prestise, serta berkemauan keras, dan prinsip yang kuat. Alasan mengapa dia menyukai sesuatu adalah untuk memperluas kekuasaan dan mempertinggi kedudukan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;Manusia religius yaitu manusia yang menganggap bahwa nilai tertinggi adalah ketika dekat dengan Tuhan. Dia mencintai sesuatu karena semata-mata untuk menambah rasa cintanya terhadap Tuhannya, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW : &lt;em&gt;"Barang siapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan mencegah karena Allah, maka ia sudah menyempurnakan iman."&lt;/em&gt; (Dishahihkan oleh al-Albani). Manusia seharusnya bercermin pada ini. Mencintalah karena Allah dan bukan karena materi yang tak abadi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;em&gt;"Perempuan itu dinikahi lantaran empat hal: karena hartanya, karena kemuliaan nasabnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka beruntunglah kamu yang memilih perempuan yang memiliki (agama yang baik)..."&lt;/em&gt; (H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;Selain faktor-faktor yang disebutkan tadi, ada satu faktor utama yang menyebabkan rasa cinta datang kepada kita, yaitu Cinta Sang Khaliq pada kita dengan Memberi Cinta pada masing-masing jiwa. Dia-lah yang menciptakan cinta, Dia-lah yang memiliki cinta, Dia-lah yang memberi cinta, dan Dia-lah yang sepatutnya kita cinta.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;Cinta itu bagaikan alat indera yang letaknya tidak dapat dicari oleh mata, tidak dapat dipegang oleh indera peraba, tak dapat didengar oleh pendengaran, tidak dapat dicium oleh hidung, tidak dapat dirasakan oleh lidah. Cinta juga tidak mempunyai syaraf, tidak seperti indera lainnya. Cinta tidak dapat dikendalikan, dihadirkan, dan juga dimusnahkan oleh pikiran. Cinta adalah sebuah naluri alami yang dianugerahkan oleh Tuhan. Kita tidak dapat mengatur kapan kita jatuh cinta, kita hanya bisa mengiyakan atau membantah apa yang kita rasakan (M. Shodiq Mustika, Istikharah Cinta: 30). Jadi, syukurilah jika cinta hadir dalam jiwamu!!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan kunjungi http://klinikpatahhati.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1587562064606962567-4603869813380122209?l=klinikpatahhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/klinikpatahhati/~4/lgeYzfTqLJQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-13T05:19:28.725-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://klinikpatahhati.blogspot.com/2010/04/dari-mana-datangnya-cinta.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pentingnya Komitmen di Dalam Cinta</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/klinikpatahhati/~3/vRn1lpZgjqk/saya-sebenarnya-memiliki-perasaan.html</link><author>pickguitarofvip@gmail.com (mujahidcinta)</author><pubDate>Sat, 21 Nov 2009 04:37:22 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1587562064606962567.post-3340986730592946155</guid><description>"Saya sebenarnya memiliki perasaan terhadapnya, saya telah memberikan tanda bahwa saya menyukainya. Namun dia tidak memberikan tanda-tanda yang serupa. Saya pikir mungkin dia tidak mempunyai perasaan terhadap saya. Akhirnya saya pun berusaha untuk melupakannya. Dan sekarang saya jatuh cinta pada wanita lain, namun pada saat itu pula dia mengatakan pada saya bahwa dia menyukai saya.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuplikan sebuah cerita kehidupan di atas menggambarkan ketika kita menyukai seseorang seringkali kita bingung, apakah target juga menyukai kita atau sebaliknya. Disana kita bingung, apakah akan terus setia ataukah berhenti saja? Kita takut jika terus setia, tapi target tidak memiliki perasaan pada kita, berarti kesetiaan kita percuma. Untuk apa menunggu orang yang tidak mengharapkan kita? Jika kita terus menunggu hingga ajal, bisa-bisa kita mati konyol.&lt;br /&gt;Tapi jika kita memutuskan untuk berhenti, bagaimana jika si target memang menyukai kita?&lt;br /&gt;   Nah, hal tersebut menjadi buah simalakama. Memang hanya ada dua kemungkinan, target menyukai kita, dan target tidak menyukai kita. Tapi untuk memantapkan kita, sesuatu yang kita rasakan ini butuh keterbukaan dan komitmen. Dulu waktu saya SMA, ketika saya menyukai seseorang, saya hanya menyimpan perasaan, memperhatikannya, dan memberi perhatian. Namun tiga kali (dengan orang yang berbeda) saya gagal. Dan setelah yang ketiga kalinya, saya sadar, bahwa cinta itu butuh pengakuan.&lt;br /&gt;    Cinta adalah kesetiaan, namun kesetiaan tanpa komitmen hanya sesuatu yang tidak berarti, begitupun pula dengan komitmen tanpa kesetiaan, semua itu menjadi tidak berarti. Dengan pengakuan, kejujuran dan keterbukaan dari kedua pihak, akan mengurangi daftar kebingungan dalam diri kita. Dengan keterbukaan kita dapat mengetahui apa yang ada di dalam hati masing-masing. Karena jika kita tertutup, selamanya apa yang ada di dalam hati si target tidak akan kita ketahui, karena walaupun si target telah memberikan tanda atau segala macam, tapi hati orang siapa yang tahu? Maka dari itu, dibutuhkan  pengakuan dari lisan. Mengapa disebutkan iman itu diyakini dengan hati, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;diucapkan dengan lisan&lt;/span&gt;, dan dilakukan dengan perbuatan? Salah satunya adalah itu, kesetiaan, cinta, butuh komitmen.&lt;br /&gt;      Dengan komitmen, cinta dari kedua belah pihak akan saling mengait dan menguatkan satu sama lain. Dengan komitmen, kita mendapatkan jaminan bahwa pasangan akan selalu setia. Bayangkan jika istri/kekasih anda selingkuh atau sudah tak setia lagi, lalu anda marah atau sedih. Dan kemarahan anda adalah suatu yang wajar. Tapi jika seseorang yang kita sukai dan tidak ada hubungan apa-apa berjalan dengan orang lain, lalu anda marah atau sedih. Mungkin itu tidak sepantasnya, toh dia bukan siapa-siapa bagi kita, jadi bukan hak kita untuk bersikap seperti itu.&lt;br /&gt;     &lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Gelora api cinta yang bersemayam dalam jiwa seseorang apabila terhalang jarak dan waktu atau terpendam tanpa terungkap, pasti cinta itu hanya akan menjadikan orang tersebut diliputi penderitaan hingga tubuhnya kurus kering."&lt;/span&gt; (Syaikh Ibnu Hazm al-Andalusy)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan kunjungi http://klinikpatahhati.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1587562064606962567-3340986730592946155?l=klinikpatahhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/klinikpatahhati/~4/vRn1lpZgjqk" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-21T04:37:22.074-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://klinikpatahhati.blogspot.com/2009/11/saya-sebenarnya-memiliki-perasaan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tips Untuk Melupakan Seseorang Yang Istimewa</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/klinikpatahhati/~3/FAPOKW6Icbs/tips-untuk-melupakan-seseorang-yang.html</link><category>tips</category><category>melupakan</category><author>pickguitarofvip@gmail.com (mujahidcinta)</author><pubDate>Tue, 06 Jul 2010 02:25:04 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1587562064606962567.post-1471732857357278626</guid><description>&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Satu jam&lt;/span&gt; saja, ku telah bisa cintai kamu dihatiku..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Namun bagiku, melupakanmu butuh waktuku seumur hidupku..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah gambaran manusia. Ketika memiliki semuanya terlihat mudah, namun ketika hendak meninggalkan, bagaikan ditimpa beban sebesar langit dan bumi. Lihat cerpen &lt;a href="http://myjihadsoul.wordpress.com/2009/12/01/di-balik-lantunan-ar-rahman/"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Di Balik Lantunan ar-Rahman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Qais begitu sangat terpukul saat merasa kehilangan Nurul dan begitu sulit untuk melupakannya. Perpisahan merupakan suatu hal yang menyakitkan, salah satu cara agar tidak menyakitkan adalah dengan melupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika perasaan yang telah sedemikian lama terjalin kuat, maka diperlukan cukup keras untuk melupakannya. Namun intinya, semakin kita berusaha untuk melupakannya, maka semakin lemah pula keberhasilan dari usaha kita. Karena dengan kita berusaha keras untuk melupakannya, pikiran kita pasti membayangkan bagaimana cara untuk melupakan dirinya, dan pasti pikiran kita membayangkan si seseorang tersebut. Ibarat jika kita ingin melenyapkan sebuah kertas, pasti pikiran kita akan terpaut dengan kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memori di otak manusia, bukanlah seperti data di komputer yang bisa dihapus atau diformat ulang. Melupakan seseorang bukan berarti melenyapkan memori tentang si seseorang tersebut. Tapi mungkin melupakan sekedar untuk tidak terus terpaku mengingat-ingatnya hingga tidak mengingat yang lain. Jadi mungkin suatu saat kita masih bisa ingat kenangan dan memori tentang dia, namun tidak terus di&lt;em&gt;review &lt;/em&gt;oleh kita. Seperti halnya Rasulullah Saw, walaupun beliau sudah menikahi 'Aisyah dan istri-istrinya yang lain, namun beliau tetap ingat dengan Khadijah, istrinya yang paling ia sayangi. Jadi melupakan bukan berarti membenci, namun mengetengahkan suatu objek, dan menggantinya dengan suatu objek lain dengan prioritas yang sama dengan objek tersebut, agar menciptakan prospek ke depan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa orang yang telah berpengalaman, ada beberapa tips untuk melupakan seseorang, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Niatkan tujuan dari proyek "melupakan" ini adalah karena Allah. Karena melakukan sesuatu jika bukan niat karena Allah, maka itu adalah kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengingat dan merindukan Allah dengan sangat kuat. Sebagaimana disebutkan di dalam kitab Al-Hikam karya Syaikh Ibn 'Atha'illah as-Sakandari, bab 175. "&lt;em&gt;Laa yukhriju syahwata minal qalbi, illa khaufun muz'ijun au syauqun muqliqun.&lt;/em&gt;" (Tidak ada yang bisa mengusir ajakan syahwat (yang menyesatkan) dari hati, kecuali rasa takut (kepada Allah) yang menggetarkan atau rasa rindu yang menggelisahkan.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mencari pasangan (jika pasangan yang ditinggalkan) pengganti. Biasanya dengan menumbuhkan benih-benih cinta di hati dapat mengusir keinginan untuk mengingat orang yang ingin dilupakan. Karena bisa jadi cinta yang baru lebih kuat daripada yang dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat. Dengan terisinya waktu oleh segala kesibukan, memperkecil peluang seseorang untuk diam dan melamun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berkonsentrasi dalam kerja. Ketika bekerja dan melakukan sesuatu, usahakan berkonsentrasi pada pekerjaan yang dilakukan. Agar pikiran tidak melayang kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Serahkan semua urusan pada Allah. Takdir-jodoh adalah urusan Allah, kita tidak usah bersedih hati ketika patah hati, atau kehilangan sesuatu. Ikhlaskan semuanya, jika seseorang ditakdirkan jodoh bagi kita, maka itulah jodoh kita. Ingat cerita &lt;a href="http://myjihadsoul.wordpress.com/2009/12/01/di-balik-lantunan-ar-rahman/"&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Di Balik Lantunan ar-Rahman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, ketika Qais merasa hatinya telah hancur karena kehilangan wanita yang dipujanya, namun karena keikhlasan hatinya ia mendapatkan sesuatu yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya dari semua tips ini adalah bagaimana cara untuk mengalihkan konsentrasi seseorang dari satu objek, ke objek lain yang mungkin lebih penting. Bagaimana cara untuk mencegah seseorang untuk memikirkan suatu objek tertentu.&lt;br /&gt;Untuk anda yang patah hati, atau ingin melupakan seseorang silahkan dicoba tips ini. Insya Allah, jika Allah menghendaki semuanya akan berjalan dengan lancar. Apabila masih belum berhasil, mungkin usaha dari anda kurang maksimal, atau Allah memang belum menghendaki anda untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan kunjungi http://klinikpatahhati.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1587562064606962567-1471732857357278626?l=klinikpatahhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/klinikpatahhati/~4/FAPOKW6Icbs" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-06T02:25:04.365-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://klinikpatahhati.blogspot.com/2009/08/tips-untuk-melupakan-seseorang-yang.html</feedburner:origLink></item><item><title>Bagaimana Mencintai Karena Allah?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/klinikpatahhati/~3/OkLqRkMrz-4/bagaimana-mencintai-karena-allah.html</link><author>pickguitarofvip@gmail.com (mujahidcinta)</author><pubDate>Tue, 28 Jul 2009 07:18:37 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1587562064606962567.post-3161984412317632379</guid><description>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;”Barang siapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan mencegah karena Allah, maka ia sudah menyempurnakan iman.” (Dishahihkan oleh al-Albani).&lt;br /&gt;Melakukan sesuatu bukan karena Allah, maka itu adalah musyrik. Begitu pula dengan cinta, alangkah indahnya jika cinta kita berorientasi kepada ridha Illahi, karena pada hakikatnya cinta berasal dari Allah Swt. Sangat layak dan sangat harus, kita mencintai karena Allah. Bukankah hanya Allah-lah yang dapat membuat kita dapat mencintai?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Yang dimaksud dengan cinta karena Allah ialah hal-hal yang termasuk ke dalam pengertian kesempurnaan cinta kepada-Nya dan berbagai tuntutannya, bukan keharusannya. Karena sesungguhnya cinta kepada Sang Kekasih menuntut yang bersangkutan untuk mencintai pula apa yang disukai oleh Kekasihnya dan juga mencintai segala sesuatu yang dapat membantunya untuk dapat mencintai-Nya serta menghantarkannya untuk dapat meraih ridha-Nya dan berdekatan dengan-Nya. (Raudhatul Muhibbiin, Ibn Qayyim al-Jauziy)&lt;br /&gt;Untuk mencintai seseorang karena Allah, maka intinya hanya memfokuskan tujuan dari apa yang kita lakukan. Apa yang menjadi tujuannya? Yaitu ridha Allah 'Azza Wa Jalla.&lt;br /&gt;Jika Anda ingin menguji cinta anda, apakah anda telah mencintai karena Allah atau belum, lihatlah sikap-sikap ketika anda mencintai:&lt;br /&gt;1. Pergantian sikap negatif dari dalam diri menjadi positif.&lt;br /&gt;2. Kadar keimanan dan frekuensi ibadah semakin meningkat.&lt;br /&gt;3. Mengerjakan yang ma'ruf dan mencegah yang munkar.&lt;br /&gt;4. Selalu bertindak sesuai syari'ah dalam setiap perbuatan.&lt;br /&gt;Jika tanda-tanda tersebut telah ada dalam diri anda, maka cinta anda berorientasi pada Allah Swt.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishawab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan kunjungi http://klinikpatahhati.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1587562064606962567-3161984412317632379?l=klinikpatahhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/klinikpatahhati/~4/OkLqRkMrz-4" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-28T07:18:37.507-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://klinikpatahhati.blogspot.com/2009/07/bagaimana-mencintai-karena-allah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Apa Arti Cinta?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/klinikpatahhati/~3/4S6xDbR6UFA/apa-arti-cinta.html</link><author>pickguitarofvip@gmail.com (mujahidcinta)</author><pubDate>Mon, 27 Jul 2009 05:35:01 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1587562064606962567.post-4771347595128233707</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Apakah cinta itu? Sebagian orang sulit untuk menafsirkan kata yang selalu menjadi bumbu penyedap kehidupan ini. Banyak orang yang mengalami cinta, namun tak tahu apa itu cinta. Karena ketika orang dimabuk cinta maka sejuta perasaan, antara senang, sedih, rindu, bahagia, duka, marah, kecewa, was-was, gelisah, ragu-ragu, dsb, akan tercampur menjadi satu, hingga orang tersebut sangat susah untuk menafsirkan arti cinta.&lt;br /&gt;Adapun yang menyebabkan susahnya menafsirkan arti cinta adalah karena cinta merupakan sesuatu hal yang abstrak dan tidak bisa diartikan secara logika. Karena itu, ketika orang bertanya apa itu cinta, maka jawabannya akan ada dalam dirinya sendiri. Karena itu pengertian cinta sampai saat ini tidak dapat didefinisikan, karena dirinya sendirilah yang akan mengalami cinta, dan memahami apa hakikat dari cinta.&lt;br /&gt;Semua cinta yang dialami oleh semua makhluk adalah berasal dari Dzat Pemilik cinta, Allah ’Azza Wa Jalla. Allah-lah yang menciptakan cinta dan menyimpannya dalam dada manusia. Kenyataan ini terungkap dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Dia berkata, ”Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Allah telah menjadikan kasih sayang-Nya terbagi dalam seratus bagian. Dia menahan sembilan puluh sembilan di sisi-Nya dan menurunkan satu bagian ke bumi. Dari satu bagian itulah para makhluk saling mengasihi sehingga seekor induk binatang mengangkat cakarnya dari anaknya karena takut melukainya.” (H.R Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim al-Jauziy mengatakan cinta seperti ini: ”Cinta adalah kehidupan bagi hati dan nutrisi bagi ruh. Dengan demikian, hati tidak akan merasakan kelezatan, kenikmatan, kebahagiaan, dan kehidupan kecuali dengan cinta. Seandainya hati kehilangan cinta, maka deritanya akan lebih besar daripada mata yang kehilangan cahaya, telinga yang kehilangan pendengarannya, hidung yang kehilangan penciumannya, dan lidah yang kehilangan ucapannya...”&lt;br /&gt;Cinta adalah suatu hal yang sangat vital bagi dunia. Dunia tanpa cinta, maka kehidupan itu takkan berjalan sesuai sistemnya, dan umur kehidupan tersebut dipastikan akan sangat sempit. Kehancuran akan terjadi dimana-mana. Darah akan tertumpah di seluruh belahan dunia, populasi manusia semakin menurun, detik-detik kepunahan manusia pun dapat dihitung dengan jari. Atau bahkan takkan ada kehidupan jika tak ada cinta, karena dengan Cinta-Nya Ia Menciptakan, dengan Cinta-Nya pula Ia Memberikan kehidupan yang harmonis, dengan Cinta-Nya pula Ia Menganugerahkan cinta kepada setiap hamba-Nya.&lt;br /&gt;Cinta juga bisa disebut sebagai aksesoris kehidupan. Seperti pengharum ruangan, jika kamar tidur tak diberi pengharum, mungkin ruangan tersebut lebih tercium seperti septic tank daripada sebuah kamar. Begitu pula dengan cinta. Dunia jika tidak disemprot dengan molekul-molekul cinta maka akan terlihat seperti neraka.&lt;br /&gt;Cinta adalah suatu hal yang tak pernah bisa dimengerti dari logika. Mungkin sebagian orang akan menyebut cinta sebagai kekuatan magis. Cinta bisa mengubah kasar menjadi lembut, mengubah keras menjadi lunak, mengubah malas menjadi rajin, mengubah gelap menjadi gemerlap, mengubah api menjadi air, mengubah lumpur menjadi emas, mengubah rakyat jelata menjadi raja, mengubah setan menjadi malaikat, mengubah iblis menjadi nabi.&lt;br /&gt;Kadang cinta itu seperti candu yang memabukkan. Sehingga orang yang terkena cinta mempunyai motivasi yang besar untuk melakukan sesuatu. Seperti atlet balap sepeda yang diberi dopping, ia akan terus menggenjot pedal sepedanya tanpa merasa lelah. Jika orang telah diberi dopping cinta oleh kekasihnya, maka ia akan melakukan apapun yang diminta oleh kekasihnya. Namun jika penggunaan dopping cinta sampai mabuk, mungkin ia akan kehilangan kendali. Apapun akan dihalalkan untuk memperoleh sesuatu yang kekasihnya inginkan. Orangtua sendiri pun akan berani dilabrak, bahkan perintah dan larangan Allah pun akan dilanggarnya pula. Na’udzubillahi min dzaalik!!&lt;br /&gt;Cinta itu mungkin buta, namun tidak membutakan. Bahkan dapat membuat orang melihat indahnya dunia dan mencium wanginya surga. Cinta itu adalah sesuatu yang indah. Mengapa demikian? Karena Pemiliknya adalah Yang Maha Indah. Dan karena Dialah Yang Menciptakannya menjadi indah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Cinta adalah matahari di musim semi&lt;br /&gt;Cinta adalah mahligai hati yang selalu berdiri&lt;br /&gt;Seindah pelangi&lt;br /&gt;Sesejuk embun pagi&lt;br /&gt;Seharum kasturi&lt;br /&gt;Cinta tak butuh pertumpahan darah&lt;br /&gt;Cinta tak butuh wajah-wajah memerah karena marah&lt;br /&gt;Walaupun Cinta membuat gelisah&lt;br /&gt;Namun hadirnya menjadikan indah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan kunjungi http://klinikpatahhati.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1587562064606962567-4771347595128233707?l=klinikpatahhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/klinikpatahhati/~4/4S6xDbR6UFA" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-07-27T05:35:01.912-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://klinikpatahhati.blogspot.com/2009/07/apa-arti-cinta.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tukar Link</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/klinikpatahhati/~3/Tulgdat-kyE/tukar-link.html</link><category>tukar link</category><author>pickguitarofvip@gmail.com (mujahidcinta)</author><pubDate>Sat, 09 Jan 2010 16:54:02 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1587562064606962567.post-3815052781303430633</guid><description>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Untuk para pembaca blog &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://klinikpatahhati.blogspot.com/"&gt;klinikpatahhati&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; yang ingin bertukar link dengan kami, insya Allah kami pun menerima. Caranya, anda pasang link blog &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://klinikpatahhati.blogspot.com/"&gt;klinikpatahhati&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; di blog anda, lalu konfirmasi ke sini dan insya Allah link blog anda akan terpasang di blog &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: trebuchet ms;" href="http://klinikpatahhati.blogspot.com/"&gt;klinikpatahhati&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mudah-mudahan dengan proses bertukar link ini, kita dapat menjalin silaturrahim antar umat muslim yang mudah-mudahan dapat menegakkan dan memperkokoh persatuan serta membawa nama Islam dalam kejayaan! &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Allahu Akbar!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar blog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://myjihadsoul.wordpress.com/"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;My Jihad Soul&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 204, 255);" href="http://dkmdf24.multiply.com/"&gt;dkmdf24&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 204, 255);" href="http://excellent-teens.blogspot.com/"&gt;Excellent Teens&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://myjihadsoul.wordpress.com/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://extraordinarynad.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Extraordinarynard&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://vea-invea.blogspot.com"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Vea Invea&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan kunjungi http://klinikpatahhati.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1587562064606962567-3815052781303430633?l=klinikpatahhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/klinikpatahhati/~4/Tulgdat-kyE" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-09T16:54:02.192-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://klinikpatahhati.blogspot.com/2009/04/tukar-link.html</feedburner:origLink></item><item><title>Seberapa Kuatkah Keimanan Kita?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/klinikpatahhati/~3/xDYg43Q06uQ/seberapa-kuatkah-keimanan-kita.html</link><category>islam</category><category>atheis</category><category>theis</category><category>theologi</category><author>pickguitarofvip@gmail.com (mujahidcinta)</author><pubDate>Tue, 01 Sep 2009 02:16:57 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1587562064606962567.post-7811938845685706631</guid><description>&lt;div style="font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tiap-tiap manusia yang lahir ke muka bumi, membawa suatu thabiat dalam jiwanya, yaitu thabiat ingin beragama. Yaitu ingin mengabdi dan menyembah kepada sesuatu yang dianggapnya Maha Kuasa.
&lt;br /&gt;Pembawaan ingin beragama ini memang telah menjadi fithrah kejadian manusia, yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dalam diri manusia.
&lt;br /&gt;Melihat fenomena yang sering ter&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;jadi di sekitar kita yaitu tentang bagaimana kita memeluk suatu agama. Pada umumnya orang memeluk suatu agama karena tiga alasan. Yang pertama adalah karena keturunan, yang kedua adalah karena formalitas lingkungan dan yang ketiga adalah karena hasil pemikiran akal/rasio dengan pemikiran yang ilmiah dan objektif.
&lt;br /&gt;Rata-rata pada kebanyakan orang, mereka memeluk agama sesuai dengan agama nenek moyang mereka. Yang dikhawatirkan dari fenomena in&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;i adalah seberapa kuatkah keimanan mereka tanpa pemikiran yang kuat dan ilmiah serta didukung oleh logika dan ilmu pengetahuan, sedangkan mereka sendiri memeluk agama hanya didasari oleh doktrin-doktrin para leluhur atau pemuka agama mereka.
&lt;br /&gt;Dalam memeluk agama kita harus memilih terlebih dahulu agama apa yang akan kita peluk. Hal tersebut harus disertai alasan yang jelas mengapa kita memeluk agama ini, agar keimanan kita tentang agama adalah yakin sepenuhnya dengan kebenaran, dan kebenaran akan agama kita dapat dipertanggung jawabkan. Jika seseorang tersebut memeluk suatu agama karena agama tersebut dianggap benar dan yang lain dianggap salah, maka seseorang tersebut harus mencari tahu di manakah letak kebenaran agama yang dianutnya dan dimana letak kesalahan pada agama lain yang dianggap salah.
&lt;br /&gt;Dalam memilih agama kita berp&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;eran sebagai juri yang akan memilih kontestannya. Agar pemilihan dapat berlangsung adil, maka seorang juri harus memiliki kemampuan untuk memilih, agar alasan seorang juri memilih seorang kontestannya sebagai pemenang dapat dipertanggung jawabkan kepada orang banyak.
&lt;br /&gt;Untuk memilih seorang kontestan, juri harus dapat memahami bagaimana kemampuan setiap masing-masing kontestan. Oleh karena itu, juri harus menguji kemampuan masing-masing kontestan secara menyeluruh (melihat kemampuan/kelebihan dari berbagai sudut pandang). Begitu pun juga dengan memilih agama, kita harus mempunyai kemampuan untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;memilih agama mana yang paling benar. Kita juga harus melihat agama-agama yang lain secara keseluruhan, tidak hanya dari satu sisi, agar kita dapat mengetahui bagaimana nilai kebenaran yang ada di dalam suatu agama.
&lt;br /&gt;Dalam mencari suatu kebenaran kita harus memiliki suatu ukuran benar-salah. Untuk mengetahui bagaimana ukuran benar-salah tersebut, maka kita harus memakai pemikiran secara ilmiah dan objektif, bukan hanya sekadar prasangka dan doktrin-doktrin yang berdasarkan kepada subjektifitas. Pemikiran secara ilmiah juga harus dilandasi dengan logika manusia. Karena dengan suatu logika yang benar, maka akan menghasilkan suatu hasil yang benar pula.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTriyono%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:9.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan banyaknya keimanan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;yang rapuh, tanpa dilandasi keyakinan yang disertai dengan pemikiran, maka dengan mudah orang-orang atheis memasukkan paham-paham atheis ke dalam suatu konsep agama di masyarakat lingkungan sekitar kita. Alangkah mengkhawatirkan, paham-paham atheis tersebut masuk ke dalam konsep-konsep agama tanpa kita sadari. Misal, di dalam kimia disebutkan hukum kekekalan energi &lt;i&gt;“Energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, melainkan berubah menjadi bentuk yang lain”&lt;/i&gt; dengan disebutkan hukum kekekalan energi tersebut, maka energi bersifat kekal, abadi. Lalu didalam PPkn disebutkan &lt;i&gt;“..semua ajaran agama mengajarkan &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;kebenaran..”&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hukum kekekalan energi tersebut sebenarnya adalah salah satu paham atheisme, karena hukum tersebut menunjukkan bahwa energi bersifat kekal, abadi. Hukum tersebut bertentangan dengan konsep ketuhanan, bahwa hanya Tuhan yang Maha Kekal. Lalu PPkn yang menyebutkan bahwa semua agama mengajarkan kebenaran(pluralisme), dapat dikatakan atheis pula. Karena kebenaran itu hanya satu, dengan satu cara dan ajaran yang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebagai contoh kita lihat gambar dibawah ini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_0cUCs1Q5hlM/Spzi5PPXnVI/AAAAAAAAAAo/Bqs58OGPDos/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 56px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_0cUCs1Q5hlM/Spzi5PPXnVI/AAAAAAAAAAo/Bqs58OGPDos/s320/untitled.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376421528144944466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTriyono%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:9.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keempat sampel yang dapat dikatakan hitam adalah sampel A. Kriteria warna untuk dapat dikatakan hitam apabila memenuhi standar hitam R=0, G=0, B=0. Sampel B,C dan D tidak masuk kategori hitam karena tidak memenuhi standar ketentuan warna hitam. Dengan demikian, maka hanya satu sampel yang dapat dikatakan hitam. Begitu juga dengan agama, ajaran semua agama tidak dapat dibenarkan seluruhnya, karena hanya satu yang dapat memenuhi standar ukuran kebenaran. Agama lain yang tidak memenuhi standar ukuran kebenaran, tidak dapat dikatakan benar, karena memang tidak sesuai dgn fakta dan realita kebenaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Golongan atheis banyak menyebarkan paham-paham atheisme kedalam konsep-konsep ilmu pengetahuan melalui para pemuka terkenal secara universal, sebagaimana misi golongan atheis terhadap golongan theis &lt;i&gt;“Jadikanlah semua pimpinan negara dan pimpinan agama itu plotis-plotis, agar mereka mudah menerima doktrin-doktrin kita.”(Ishaq Levi, Dukhan al Masuniah:136(Kitab rahasia freemasonry atheis))&lt;/i&gt;.&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i&gt;“Bentuk semua agama dan mazhabnya itu tidak mempunyai bentuk terakhir yang sebenarnya, cukuplah kita anggota Masuniah berkata: “Pertimbangkan kembali semua persoalan keagamaan itu dan berpikirlah secara ilmiah”&lt;/i&gt;.&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; Golongan atheis selalu mengedepankan prinsip pemikiran ilmiah, namun sayangnya mereka tidak menggunakan prinsip logika, sehingga konsep dan ajaran mereka yang menurut mereka ilmiah tersebut, banyak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Golongan atheis menggunakan pemikiran ilmiah dalam menentukan suatu kebenaran. Namun mereka dalam berpikir ilmiah hanya menggunakan sudut pandang empiris yang mengedepankan ilmu pengetahuan di alam material, sedangkan prinsip rasio yang mengedepankan logika tidak mereka pakai, sehingga konsep-konsep mereka banyak yang menyatakan kebenaran hanya dengan prinsip ilmu pengetahuan tanpa prinsip pemikiran rasio dan logika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Salah satu paham atheis adalah menuhankan materi, bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini berasal dari dua hal, yaitu materi dan energi. Jagad raya, galaksi, serta planet dan benda-benda angkasa berasal dari energi. Sedangkan manusia berasal dari materi, karena manusia terdiri dari CN&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;+NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;+H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O+Energi listrik, panas, dsb=Asam Amino. Mereka menganggap materilah asal dari apa-apa yang ada di alam semesta ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Paham diatas bertentangan dengan prinsip ketuhanan bahwa segala sesuatu pasti ada yang menciptakan. Golongan atheis hanya melihat dari sisi riil yang dapat ditangkap melalui panca indera, padahal jika dikaji lebih dalam lagi, sebenarnya semua sifat yang ada pasti mempunyai lawannya masing-masing. Sesuatu yang riil penciptanya pasti berbeda dengan sifat yang diciptakannya, maka penciptanya adalah sesuatu yang immateriil. Kesalahan yang kedua adalah cara mereka mencari pencipta, mereka mencari hanya berdasarkan apa-apa yang dapat ditangkap melalui panca indera di alam materiil. Ibarat orang yang mencari orang yang membuat tong di dalam tong yang sudah jadi tersebut, maka mereka tidak akan menemukan siapa orang yang membuat tong tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hukum kedua yang menyebutkan bahwa manusia berasal dari materi sangat tidak ilmiah dan tidak masuk akal. Manusia memang terdiri dari CN&lt;sub&gt;4&lt;/sub&gt;+NH&lt;sub&gt;3&lt;/sub&gt;+H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O+Energi listrik, panas, dsb=Asam Amino. Namun apakah gabungan dari beberapa materi tersebut dapat berubah menjadi manusia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Semua yang ada di alam semesta pasti ada yang menciptakan. Segala sesuatu yang ada di alam semesta tidak terjadi begitu saja tanpa sengaja, namun segala sesuatu yang ada di alam ini mempunyai suatu hal dan perhitungan-perhitungan yang rumit. Sebagai contoh lihatlah bagaimana struktur DNA yang memiliki data yang begitu banyak dan rumit. Salah seorang ilmuwan di Eropa mengemukakan bahwa jika bumi bergeser dari orbitnya satu per sepuluh pangkat satu miliar milimeter (maksud ilmuwan tersebut, jarak yang sangat pendek sekali) mendekat atau menjauh ke arah matahari maka sistem keseimbangan tata surya akan rusak, dan kehidupan semua ras di bumi akan hancur. Dengan begitu rumitnya dan begitu tepatnya perhitungan-perhitungan yang ada di alam semesta ini menunjukkan bahwa segala sesuatu terjadi bukan merupakan suatu ketidak sengajaan, namun diciptakan oleh Dzat yang Maha Sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTriyono%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:9.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan banyaknya aksi para atheis dengan paham-pahamnya, kita harus benar-benar menggunakan akal dan logika serta ilmu pengetahuan yang ilmiah untuk mematahkan argumen-argumen golongan atheis terhadap golongan theis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Golongan atheis sangat gigih dalam melakukan misi-misinya dengan segala cara. Mereka sering membuat paham-paham yang kuat yang mungkin dapat mempengaruhi orang-orang yang masih awam tentang pengetahuan dan dengan cara berpikirnya yang masih kurang. Oleh karena itu, kita harus belajar lebih banyak lagi dan mengupgrade cara berpikir kita tentang suatu hal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam memilih kebenaran suatu agama pun kita harus menggunakan pemikiran yang ilmiah baik secara empiris maupun rasio. Bagaimana cara kita mengupgrade cara berpikir kita? Caranya adalah belajar dan mencari ilmu, karena ilmu adalah suatu yang sangat vital dalam kehidupan. Ayat al-Qur’an yang pertama kali turun adalah &lt;i&gt;“Iqra”&lt;/i&gt; Bacalah!. Ayat tersebut menerangkan bahwa kita harus mencari ilmu-ilmu dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah kepada kita. Kita harus meninggalkan cara berpikir kita yang salah dan mengganti dengan cara berpikir yang benar. Firman Allah dalam surat Ar-Ra’ad 11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTriyono%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTriyono%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:9.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1027"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Q.S Ar-Ra’ad 11)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;" wrapcoords="-87 0 -87 21411 21600 21411 21600 0 -87 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\Triyono\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.png" title="Al-Israa36"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Untuk itu kita harus menggunakan karunia terbesar dari Allah, yaitu akal dengan sebaik-baiknya untuk mencari kebenaran. Kita harus memiliki ilmu yang cukup untuk menentukan yang haq dan yang bathil.
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTriyono%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:9.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Carilah terus kebenaran tegakkan yang haq dan runtuhkan yang bathil. Semakin dalam kita mendapatkan kebenaran, maka semakin dalam pula keimanan kita padaNya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Seberapa kuatkah keimanan anda. Apakah anda siap untuk mempertanggungjawabkan keyakinan anda?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" face="lucida grande" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: trebuchet ms;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTriyono%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:9.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 89.85pt 72.0pt 89.85pt; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1373767846; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1898169686 67698705 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-text:"%1\)"; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber-sumber:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;al-Qur’an al-Karim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Perbandingan Agama&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, Agus Hakim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Jaringan Gelap Freemasonry&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, A.D. EL Marzededeq&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Dukhan al-Masuniah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;, Shalah Habib&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="font-family: trebuchet ms;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan kunjungi http://klinikpatahhati.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1587562064606962567-7811938845685706631?l=klinikpatahhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/klinikpatahhati/~4/xDYg43Q06uQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-09-01T02:16:57.647-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_0cUCs1Q5hlM/Spzi5PPXnVI/AAAAAAAAAAo/Bqs58OGPDos/s72-c/untitled.bmp" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://klinikpatahhati.blogspot.com/2009/02/seberapa-kuatkah-keimanan-kita.html</feedburner:origLink></item><item><title>Di Balik Lantunan ar-Rahman</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/klinikpatahhati/~3/7Vw1YjG6j0g/di-balik-lantunan-ar-rahman.html</link><author>pickguitarofvip@gmail.com (mujahidcinta)</author><pubDate>Sat, 22 Aug 2009 03:28:06 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1587562064606962567.post-3151829520822603401</guid><description>&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Masa-masa di SMA saat ini terasa sangat berarti bagiku. Terlebih karena saat ini adalah terakhir kalinya aku menjejakan kaki di sekolah ini, namun bukan itu saja yang membuat saat-saat ini menjadi momen yang tak pernah kulupakan, tapi juga karena aku sedang jatuh cinta pada sesosok gadis muslimah yang kucintai sejak kelas dua. Dia adalah siswa yang sering membaca sari tilawah al-Qur’an, dan aku dikenal sebagai pembaca al-Qur’an terbaik di sekolah. Dia selalu mendampingiku apabila aku tampil di acara-acara sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Seumur hidupku aku hanya pernah jatuh cinta dua kali. Pertama saat aku masih SMP, dan kedua, yaitu saat ini. Sebagai seorang muslim, tentu aku harus menjaga hijab antara aku dan dia. Aku pun adalah tipe orang yang tidak suka pacaran, dan aku pun belum pernah pacaran. Aku hanya berinteraksi dengannya sebatas hubungan pertemanan. Walaupun perasaan ini aku simpan rapat-rapat dalam hatiku namun sepertinya dia tahu apa yang kusembunyikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dari jauh-jauh hari, aku sudah merencanakan masa depanku. Usai aku lulus, aku akan melanjutkan kuliah ke kedokteran di Jakarta. Dan hal itu sudah aku wujudkan saat ini. Rencananya, setelah aku menyelesaikan S1, aku akan melanjutkan program S2 di Jerman. Setelah selesai, aku akan pulang ke Indonesia dan melamar gadis yang kudamba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sekarang adalah saat yang mengharukan dalam hidupku. Aku harus berpisah dengannya, walaupun aku tak mau, tapi itu harus. Karena setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Aku mendekatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;”Nurul, mungkin ini saat terakhir kalinya saya berbicara dengan kamu di sini. Andaikan kita takkan pernah bertemu lagi, maukah kamu untuk selalu mengingat saya sebagai sahabatmu?” ucapku padanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;”Tentu saja, Yusuf al-Qais seorang sahabatku di SMA pasti akan saya ingat.” jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;”Tapi jangan lupa untuk mengingat Allah, ukhti.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Bibirnya pun mengembang, hingga wajahnya yang teduh terlihat sangat memesona. Ya Allah, memandangnya membuatku semakin sedih, kuatkanlah aku ya Allah! Aku pun berusaha untuk tersenyum padanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;”Qais.. tapi saya berharap kita akan bertemu kembali suatu saat kelak.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;”Amiin. Saya juga berharap demikian.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;”Akhi, saya pergi duluan. Assalaamu’alaikum.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;”Wa’alaikumussalaam.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jejak langkahnya terus kuperhatikan hingga menghilang di belokan jalan. Tak terasa mataku berkaca-kaca melihatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Musim dingin baru berakhir di sini. Sinar matahari mulai menerobos jendela kamarku. Sisa-sisa udara musim dingin pun mendorong diriku untuk membuat secangkir coklat panas untuk menghangatkan tubuhku. Mungkin nanti siang aku tidak akan menelpon restoran untuk memesan makanan seperti saat musim dingin bulan lalu. Dinginnya udara di Heidelberg, Jerman membuatku malas untuk keluar dari rumah. Makan pun aku hanya memesan lewat telepon. Namun jika udara tidak terlalu dingin dan langit cerah seperti ini, aku makan di Sacramento Restaurant di Mönchhofstraβe dekat perempatan Mönchhofstraβe-Lutherstraβe. Karena jarak dari rumah sewaanku di Werderstraβe dengan Mönchhofstraβe lumayan dekat, bisa ditempuh dengan jalan kaki. Dan kebetulan aku punya uang lebih, karena makanan di Sacramento harganya lumayan mahal untuk mahasiswa Indonesia sepertiku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tiga bulan lagi aku di wisuda. &lt;/span&gt;Program S2-ku di &lt;st1:placename st="on"&gt;Ruprecht&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Karl&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Heidelberg&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;University&lt;/st1:placetype&gt; selesai sudah, tinggal pulang ke &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan cepat menikah. &lt;span lang="SV"&gt;Aku teringat dengan Nurul. Dia selalu bertukar surat denganku setiap bulan. Namun dua bulan terakhir ini surat-suratku belum dibalas olehnya. Dari surat balasan yang ia tulis dulu, dia telah menyelesaikan pendidikan S1-nya di Fakultas Psikologi sejak aku pindah ke Heidelberg. Dan sekarang dia sudah bekerja di sebuah klinik di Bandung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Malam telah tiba. Jam menunjukkan pukul 7.30 PM. Aku pun keluar rumah melewati Werderstraβe, Ladenburger Str, Lutherstraβe, Brückenkopfstraβe, untuk berjalan-jalan ke Theodor Heuss Bridge di sungai Neckar. Hari sabtu seperti ini biasanya di jalanan luar ramai oleh orang-orang. Di Theodor Heuss Bridge biasanya banyak pasangan-pasangan muda yang berjalan-jalan di sana. Siang ataupun malam, pemandangannya sungguh memukau siapa saja yang melihatnya. Jika siang hari, kita bisa melihat bukit yang hijau di utara, atau melihat puluhan bebek yang berenang-renang di sungai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Aku pun berdiri di sisi jembatan, memandangi riak air yang berkilau indah terkena terpaan sinar lampu-lampu kota. Kapal-kapal boat sesekali melintas di bawah jembatan dari arah Schurmanstraβe-Neckarstaden, tempat puluhan boat berjejer bersiap untuk mengangkut penumpangnya. Oh, andaikan indahnya panorama ini dapat kunikmati bersama Nurul, mungkin akan terasa lebih indah. Andai saja Nurul ada di sini, akan kuajak ke Altstadt Old Town Red, atau ke Hauptstraβe. Semakin dekat kepulanganku ke Indonesia, semakin kuat pula kerinduanku untuk berjumpa dengan Nurul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jam 10.00 PM, aku pulang setelah selesai minum kopi di Cafe Moro di Brückenkopfstraβe. Aku sempat berpikir untuk mengajak Nurul untuk menikah denganku. Secara umum aku sudah siap menikah. Umurku sudah cukup, pekerjaan, aku akan praktek di tempat kerja milik ayahku, pendidikan sudah tinggi, apalagi yang belum? Bukankah menikah itu adalah menyempurnakan separuh agama? Bukankah menikah itu dapat menghindarkan diri dari zina? Bukankah menikah itu adalah sunnah Rasul? Dan bukankah orang yang tidak menyukai sunnah Rasul, maka ia tidak termasuk golongan umatnya? Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk mengatakannya pada Nurul. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kertas surat dan pena kusiapkan di atas meja. Aku pun mulai menulis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="border-style: solid none none; padding: 1pt 0cm 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:0pt;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:';font-size:85%;"  lang="SV" &gt;Heidelberg, 16 April 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Untuk sahabatku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Nurul Zulaikha az-Zahra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Assalaamu’alaikum W. W.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Alhamdulillahirabbil’alamiin. Ukhti bagaimana kabarnya di sana? Kok surat-surat yang sebelumnya belum pernah dibales sih? Mudah-mudahan ukht baik-baik saja ya, doanya terus kok. Gimana kabar pekerjaannya? Masih di Bandung kan? Insya Allah, jika kita mempunyai tekad dan ikhtiar yang kuat, Allah akan memberikan jalan yang terbaik untuk kita!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Ukhti, umur kita sudah cukup, serta hidup kita sudah mapan. Tujuan hidup kita adalah Allah, dan kita harus melakukan sesuatu untuk menuju tujuan itu, yaitu ibadah. Ibadah yang murni ikhlas hanya karena cinta pada-Nya, sesuai dengan yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah Saw.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Ukhti, maafkan aku jika aku lancang berbicara seperti ini. Namun.. sungguh, sejak aku mengenal dirimu, aku terpesona oleh iman &amp;amp; taqwa serta amal baik yang tak pernah merendah, kejernihan wajah, senyuman yang indah, kesederhanaan lahiriah engkau ya Nurul Zulaikha..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Nurul, betapa diriku selalu merindukanmu di sini, sejak kita berpisah, di manapun aku berada di bumi Allah. Nurul, andaikan engkau percaya, aku selalu memimpikanmu yang menghiasi lelap tidurku. Tinta-tinta pena ini pun kububuhkan untuk menggambarkan perasaan hatiku yang tak pernah bisa tergambar...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Aku rindu..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Aku tunggu dirimu..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Aku rindu menanti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;tentang wanita yang kan selalu ada di sampingku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;yang kan kugenggam erat tangannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;yang kan kupandang wajahnya dengan penuh cinta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;yang kan kupeluk tubuhnya dan kukecup keningnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;yang kan kujaga hingga aku tiada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;yang kan kujadikan Cleopatraku untuk selamanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;yang kan kujadikan halal untukku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;lewat satu ikatan dan janji suci&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;yang takkan pernah kuingkari dan khianati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Aku rindu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Aku tunggu dirimu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;untuk jadi itu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Nurul, bukankah kita ingin termasuk golongan umat Rasulullah? Bukankah jika demikian kita harus mengamalkan sunnah-sunnahnya? Bukankah jika kita mengamalkannya adalah ibadah? Bukankah menikah adalah sunnah Rasulullah yang juga merupakan ibadah? Nurul Zulaikha az-Zahra, maukah engkau menikah denganku? Nurul, aku mencintaimu, dan aku ingin cintaku ini menjadi amal untuk mendekatkan diriku pada Allah Swt. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Nurul, maafkan aku jika aku lancang berkata seperti ini. Namun engkau harus mengetahui bagaimana perasaanku terhadapmu, karena aku tak bisa menyimpan rapat-rapat cinta ini. Seperti Ibnu Hazm al-Andalusiy berkata: ”Gelora api cinta yang bersemayam dalam jiwa seseorang bila terhalang jarak dan waktu atau terpendam tanpa terungkap, pasti cinta itu hanya akan menjadikan orang tersebut diliputi penderitaan hingga tubuhnya kurus kering.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Nurul, empat bulan lagi aku akan pulang ke Indonesia. Aku harap engkau membalas suratku ini. Apapun jawabannya, Insya Allah akan kuterima dengan ikhlas. Apabila jawabannya ya, saat aku pulang, aku akan menikahimu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Nurul, aku tunggu jawabanmu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Wassalaamu’alaikum W. W&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Dari sahabatmu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="border-style: none none solid; padding: 0cm 0cm 1pt;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:';"  lang="SV"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:';"  lang="SV"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;al-Qais&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kulipat kertas itu dan kemudian kumasukkan ke dalam amplop yang baru kubeli kemarin di La Flamm Market. Surat itu kuselipkan dibawah bantal, besok akan kukirimkan ke Indonesia lewat pos. Setelah shalat malam, aku pun tertidur. Tak terasa mataku basah, karena kerinduan yang tak tertahankan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bandara Halim Perdanakusuma mulai mendekat. Deru mesin pesawat mulai melemah. Pesawat pun berhenti, dan penumpang pun mulai membawa barang bawaannya dan keluar dari pesawat, begitu pun juga denganku. Di lobby bandara, orang tuaku sudah menunggu kedatanganku. Mereka memelukku, melepaskan kerinduan selama empat tahun tidak bersua. Mereka pun mengajakku pulang dengan mobil ayahku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Suf, kok dari tadi kamu keliatannya murung terus. Kenapa? Nurul?” tanya ibuku membuyarkan lamunanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Iya Ma.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Memangnya ada apa dengan Nurul? Kamu jadi kan nikah sama dia?” tanya ayahku sambil menyetir mobilnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Nggak tahu Pa, Nurul belum bales suratnya.” jawabku sambil menerawang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Oh.. Sebaiknya kamu langsung saja ke rumah Nurul.” saran ayahku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sejak aku mengirimkan surat itu, Nurul belum membalasnya. Dan itu membuatku bingung. Apakah dia menolak cintaku? Ataukah dia membenciku? Ya Allah, semua ini membuatku bingung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sesampainya di rumahku, aku langsung menyimpan barang-barangku di kamar dan merebahkan tubuhku di tempat tidurku. Suasana kamarku tidak jauh beda dengan yang dulu, kitab-kitab dan buku-buku milikku tersimpan rapih di rak buku. Aku masih ingat dengan tafsir Jalalain yang tersimpan di antara jejeran kitab-kitab milikku. Itu adalah pemberian dari Nurul di saat aku ulang tahun. Oh Nurul, kemanakah dirimu?? Betapa diriku merindukanmu..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Suf, ini ada surat dari Nurul. Kemarin tukang pos yang memberikannya ke sini.” ibuku tiba-tiba muncul dari balik pintu kamarku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mendengar itu, hatiku pun berbunga-bunga. Aku pun segera bangkit dari tempat tidur dan meraih surat itu dari ibuku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Mama kok nggak bilang-bilang sih ada surat dari Nurul?” tanyaku sambil membuka amplop surat itu cepat-cepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ibuku hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala. Aku pun membaca surat dari Nurul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border-style: solid none none; padding: 1pt 0cm 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:';"  lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:';" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, 1 September 2008&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Assalaamu’alaikum W. W&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Akhi, maaf saya belum membalas surat-surat dari akhi, soalnya saya lagi sibuk. Oia akhi, lusa nanti tanggal 3 saya akan menikah dengan seorang dokter. Maaf ya, nggak pake kartu undangan. Acaranya ba’da maghrib di pesantren ayah. Akhi, hari Rabu lagi nggak sibuk kan? Bisa minta tolong nggak? Nanti pas hari H, tolong baca al-Qur’an surat ar-Rahman! Syukran ya akhi!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;Wassalaamu’alaikum W.W&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="border-style: none none solid; padding: 0cm 0cm 1pt;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:';"  lang="SV"&gt;&lt;span style=";font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Nurul Zulaikha A&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tanganku gemetar saat membaca surat dari Nurul. Aku tak percaya semua ini, harapanku yang telah menunggu selama delapan tahun untuk dapat bersanding dengannya, kini kandas sudah diputuskan takdir. Aku jatuh tersungkur di atas lantai kamarku meratapi semua yang terjadi. Air mataku yang sedari tadi tertahan di pelupuk mata kini jatuh seiring dengan kesedihanku. Aku menangis sepuas-puasnya sambil memutar memori saat-saat bersamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat pertama kali bertemu di beranda masjid sekolah, dia tersenyum padaku. Walaupun saat itu aku belum menyukainya, namun aku sudah bisa merasakan auranya. Senyuman pertama itu takkan pernah kulupakan, senyuman pertama yang membuat hatiku bergetar jika bertemu dengannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku masih ingat ketika dia membantuku mencari kunci motorku. Di saat yang lain sudah menyerah untuk mencari, dia terus mencari hingga ditemukan. Sungguh, wanita itu sungguh penuh perhatian. Aku belum pernah melihat tipe orang seperti dia sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika aku sakit keras dulu, dia adalah orang pertama yang menjengukku. Memberikan makanan dan air doa dari ayahnya untukku. Dialah yang setiap hari menyemangatiku hingga aku sembuh seperti sedia kala. Tak hanya baik padaku, tapi pada orang lain pun sama baiknya. Itulah kemurnian hati. Dan itulah yang membuatku jatuh cinta padanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lamunanku terus menggambarkan memori yang sedang diputar ulang, dari mulai bertemu hingga berpisah. Kata-katanya terngiang-ngiang di benakku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Yusuf al-Qais seorang sahabatku di SMA pasti akan saya ingat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Qais.. tapi saya berharap kita akan bertemu kembali suatu saat kelak.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Akhi, saya pergi duluan. Assalaamu’alaikum.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hingga surat yang baru kubaca. Aaaah!!! Hatiku menjerit, mengapa seperti ini?! Mengapa seperti ini?! Aku mencintainya! Aku sungguh mencintainya! Hari ini pula aku seolah ditikam tombak-tombak berkarat. Hatiku hancur. Air mataku terus mengucur dengan deras seolah air sungai yang tengah meluap. Tak peduli air mataku habis, aku merapatkan pintu kamarku, dan menangis sepuas-puasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hari ini adalah hari yang terberat dalam hidupku. Aku akan menyaksikan seorang wanita yang kudamba bersanding dengan seorang laki-laki, dan itu bukan aku. Entah apa yang akan kulakukan kelak. Namun aku sudah berjanji pada Nurul, bahwa apapun jawaban yang diberikan Nurul akan kuterima dengan ikhlas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Saat itu pula aku berusaha untuk menenangkan diri. Aku berusaha mengikhlaskan dirinya. Semua yang terjadi itu adalah kuasa Illahi. Bukankah Allah telah berfirman ”..boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku pun bertekad untuk memberikan penampilan yang terbaik khusus untuknya. Di sana aku akan berusaha tersenyum bahagia, dan memberi selamat pada kedua mempelai. Aku pun memilih pakaian yang terbaik yang akan kupakai. Sebelum membaca al-Qur’an aku melakukan latihan terlebih dahulu. Setelah semua persiapan selesai, aku pun pergi ke pesantren ayah Nurul bersama orang tuaku. Mereka ingin melihat pernikahannya, karena Nurul bagi mereka adalah orang yang dekat dengan keluarga kami. Sebelum kami pergi, aku mampir ke toko buku. Aku membeli mushaf al-Qur’an yang terbaik untuk kado pernikahan Nurul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mobil ayahku sudah sampai di depan pesantren ayah Nurul. Jantungku berdegup dengan kencang. Aku menarik nafas panjang, bismillah.. Aku pun turun dari mobil bersama orang tuaku. Di depan pintu masuk, ayah Nurul menyambut kedatangan kami. Ia menyalamiku dan mencium pipi dan ubun-ubunku. ”Bagaimana nak Yusuf, sudah siap?” tanya ayah Nurul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Insya Allah, Kiai.” jawabku sambil tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Ayo mari masuk ke dalam. Bagaimana bacaan qabulnya sudah latihan di rumah? Nanti pakai bahasa arab lho, awas jangan lupa, jangan malu-maluin. Masak sudah sekolah di Jerman masih suka lupa sih. &lt;i&gt;Ndak&lt;/i&gt; mungkin &lt;i&gt;tho&lt;/i&gt;?” ucap ayah Nurul sambil menuntunku ke dalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Maksud Kiai bagaimana?” tanyaku heran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Lho, kamu ini bagaimana tho? Masak calon mempelai belum siap apa-apa?” ayah Nurul pun sama herannya denganku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Maksud Kiai saya yang akan menikahi Nurul?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Masya Allah.. Jadi kamu belum tahu kamu ke sini itu untuk apa?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Saya diberi tahu Nurul kalau dia akan menikah dengan seorang dokter. Dan saya diminta untuk membaca surat ar-Rahman. Begitu Kiai yang saya tahu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Yusuf, Yusuf... Kamu ini memang lugu. Yang dimaksud Nurul dokter itu ya kamu. Memangnya kamu apa? Arsitek? Seniman? Dokter &lt;i&gt;tho&lt;/i&gt;? Terus baca surat ar-Rahman itu maksudnya Nurul ingin syarat pernikahannya adalah dengan membaca surat ar-Rahman terlebih dahulu. Begitu nak..” jelas ayah Nurul. Penjelasannya membuatku tersentak kaget.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Apa benar Kiai? Kiai tidak mempermainkan saya bukan?” tanyaku pada ayah Nurul untuk meyakinkan diriku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Tentu saja tidak. Saya serius nak Yusuf.” jawabnya meyakinkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seketika itu, aku tak bisa berpikir tentang apa-apa. Perasaanku saat ini sangat sulit untuk dijelaskan. Yang pasti saat itu aku mendapatkan kegembiraan yang tak pernah kusangka sebelumnya. Lantai keramik pesantren menjadi tempat untukku untuk sujud syukur disertai air mata kebahagiaan setelah mendengar ayah Nurul menjelaskan demikian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Selamat ya nak. Mama cuma mau berikan cincin ini untuk mahar pernikahan kamu. Oh iya, sekalian mushaf yang tadi kamu beli juga dijadikan mahar.” ucap ibuku dari belakang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ibuku menepuk pundakku sambil menyerahkan cincin kawin miliknya padaku. Ia pun lalu memelukku dengan erat. ”Syukran ya Mama” ucapku sambil terisak karena haru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”Iya, sudah-sudah hapus air matamu. Sebentar lagi acaranya dimulai.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kira-kira seratus orang santri dan jamaah lainnya berkumpul di ruangan. Acara sudah dimulai. Ustadz Fahmi memberikan taushiyahnya. Usai itu, maka saatnya untuk akad. Sebelum mengucapkan akad, aku membaca surat ar-Rahman terlebih dahulu. Sungguh, ketika tilawah, belum pernah aku mendapatkan penghayatan yang seindah ini. Jiwaku terasa damai dan tentram, seolah disinari oleh cahaya surga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Usai pembacaan al-Qur’an, saatnya mengucapkan akad. Ayah Nurul menjabat tangan kananku dengan erat, lalu membacakan ijab. Setelah itu giliranku menjawab, ”&lt;i&gt;Qabiltu nikahaha wa tazwijaha, Nurul Zulaikha az-Zahra binti Zakariya linafsi bi mahril madzkur haalan!&lt;/i&gt;” aku mengucapkannya dengan fasih dan lancar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;”&lt;i&gt;Alhamdulillahirabbil’alamiin. Barakallahu laka wa baraka ’alaika wa jama’a bainakuma fi khair&lt;/i&gt;.” Ustadz Fahmi membimbing para jamaah untuk mengucapkan doa yang diajarkan oleh Rasulullah tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Suasana ruangan pun bergema oleh doa-doa para jamaah. Tak lama kemudian sesosok wanita yang sudah tak asing lagi berjalan dengan anggun ke arahku. Wajahnya yang teduh memancarkan cahaya cinta, senyumannya yang indah mengibaratkan surga dunia. Dia berjalan mendekatiku, tangannya ia julurkan ke arahku. Aku memandang wajahnya dan mengembangkan bibirku untuk tersenyum. Aku raih tangannya yang lentik dengan perlahan. Dia berkata, ”al-Qais, engkau masih ingat puisi yang kau tulis di suratmu itu? &lt;i&gt;Aku rindu.. Aku tunggu dirimu.. Dan kini engkau telah kembali. Engkau milikku dan aku milikmu..&lt;/i&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kucium keningnya dan kugenggam erat tangannya, yang kelak akan kutuntun untuk berjalan bersama mendekatkan diri pada Illahi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;”Fabi ayyi ’alaa i rabbikuma tukadzibaan!” Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ditulis di Bandung, 16 Agustus 2009 Pukul 10.30 AM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selesai Pukul 11.05 PM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: right;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: right;" align="right"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Faisal Agung Waskito&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dilarang menyalin isi dari cerpen diatas tanpa seizin penulis dan pemilik blog&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10px;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Silahkan kunjungi http://klinikpatahhati.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1587562064606962567-3151829520822603401?l=klinikpatahhati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/klinikpatahhati/~4/7Vw1YjG6j0g" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-08-22T03:28:06.531-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://klinikpatahhati.blogspot.com/2009/08/di-balik-lantunan-ar-rahman.html</feedburner:origLink></item><copyright>mujahidcinta</copyright><media:credit role="author">mujahidcinta</media:credit><media:rating>nonadult</media:rating><media:description type="plain">Klinik Patah Hati Remaja Islami</media:description></channel></rss>

