<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408</id><updated>2014-10-05T12:29:00.974+07:00</updated><category term="Islam"/><category term="Kisah Teladan"/><category term="Renungan"/><category term="F O K U S"/><category term="Sejarah"/><category term="Akidah Islam"/><category term="Riau"/><category term="Teladan"/><category term="Tokoh Islam"/><category term="Bagi-bagi Trik"/><category term="Kata Kata Indah"/><category term="Lirik Lagu Daerah"/><category term="Tauhid"/><category term="Music"/><category term="Pena Hatiku"/><category term="Teori Evolusi"/><category term="Alawiyyin"/><category term="Bahasa"/><category term="Blog"/><category term="Kaya Mutiara"/><category term="Kiat dan Kiat"/><category term="Organisasi Islam"/><category term="Tokoh-Tokoh"/><category term="Asal Mula"/><category term="Dajjal"/><category term="Do&#39;a"/><category term="Indonesia Banget"/><category term="Pejuang Akidah"/><category term="Akhir Zaman"/><category term="Dunia Yahoo"/><category term="Fiqih"/><category term="Gallery"/><category term="Keseharianku"/><category term="Lirik Lagu Arab"/><category term="Riset Islam"/><category term="Tanya-Tanya"/><category term="Tarekat"/><title type='text'>Dari Titik Nol Koma Nol Kilometer</title><subtitle type='html'>Aku menulis apa yang ingin aku tulis</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>174</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-7021330189216796630</id><published>2008-02-21T03:38:00.000+07:00</published><updated>2008-02-21T03:41:16.079+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tarekat"/><title type='text'>Hakikat Muhammad</title><content type='html'>Syekh Abd-ul-Qādir Al-Jilānī (r.h.) dalam kitabnya Sirr-ul-Asrār berkata,&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt; “Ketahuilah, semoga Allah memberikan engkau taufik kepada semua yang dicintai dan direlaiNya. Makhluk yang pertama yang diciptakan Allah adalah Rūh Muhammad (s.a.w.). Beliau diciptakan dari cahaya “keindahan” Allah. Sebagaimana firman Allah (s.w.t.) di dalam Hadis Qudsi, “Aku ciptakan rūh Muhammad dari cahaya DzātKu.” Nabi (s.a.w) bersabda, “Yang pertama di ciptakan Allah ialah rūhku. Dan yang pertama diciptakan Allah ialah cahayaku. Dan yang pertama diciptakan Allah ialah qalam (pena). Dan yang pertama diciptakan ِAllah ialah akal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat Muhammad itu disebut “cahaya”, karena bersih dari segala kegelapan yang menghalangi untuk dekat kepada Allah sebagaimana firman Allah, (قَد جَاءَ كُم مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ) “Telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan.” (5:15) Hakikat Muhammad disebut juga akal karena ia yang menanggapi segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat Muhammad disebut qalam (pena), karena ia yang menjadi sebab perpindahan ilmu. Rūh Muhammad adalah rūh yang termurni sebagai makhluk pertama dan asal seluruh makhluk, sesuai dengan sabda Rasul (s.a.w.), (أَنَا مِنَ اللَّهِ وَالمُؤمِنُونَ مِنِّي) “Aku dari Allah dan orang-orang mukmin dari aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari rūh Muhammad itulah, Allah menciptakan semua rūh di alam”Lāhūt” (Ketuhanan) dalam bentuk yang terbaik yang hakiki. Itulah nama seluruh manusia di alam “Lāhūt”. Alam “Lāhūt” adalah negeri asal bagi seluruh manusia. Setelah empat ribu tahun. Allah menciptakan Arasy dari cahaya dzāt Muhammad (s.a.w). Begitu pula makhluk lain berasal dari dzāt Muhammad.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemahaman ini, berikan selawat dan salam dengan penuh rasa cinta dan hormat ke atas Mushthafā, sumber segala kejadian makhluk, sebuah salam yang sempurna.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/7021330189216796630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=7021330189216796630&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7021330189216796630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7021330189216796630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2008/02/hakikat-muhammad.html' title='Hakikat Muhammad'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-6940111901720977201</id><published>2008-02-17T14:46:00.002+07:00</published><updated>2008-02-17T14:49:42.972+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akidah Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tauhid"/><title type='text'>Tergesa-gesa Mengafirkan Seorang Muslim, Bahaya !!</title><content type='html'>Pada hakikatnya mengafirkan seseorang adalah hak Allah SWT semata, sehingga tidak diperbolehkan mendahului ketentuan-Nya, kecuali dengan izin Allah SWT dan berdasarkan pengetahuan, atau berdasarkan nash-nash Alquran dan Sunnah Nabi saw serta hujjah (dalil) yang pasti dan tidak diragukan. Hal demikian karena, iman dan kafir terdapat dalam hati, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang ada dalam hati seseorang, kecuali Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda lahiriyah yang terdapat pada seseorang tidak secara meyakinkan dan pasti menunjukkan apa yang terdapat dalam hati, tetapi hanya bersifat dugaan. Sementara, Islam melarang mengikuti dugaan (prasangka) sebagaimana terdapat pada banyak nash Alquran dan Sunnah, dan dilarang pula hanya mencari -cari alasan atau pertanda atas suatu tuduhan, terutama dalam persoalan-persoalan akidah. Allah SWT berfirman, &quot;Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain....&quot; (Al-Hujurat: 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Rasulullah saw memperingatkan Usamah bin Zaid yang membunuh seseorang yang telah mengucapkan &#39;Laa Ilaha Illallahu&#39; (Tiada Tuhan selain Allah), sebagaimana pula Allah memperingatkan para sahabat yang hendak pergi berperang agar tidak membunuh seseorang yang memberi salam kepada mereka berdasarkan prasangka mereka bahwa ia mengucapkan salam tersebut hanya kemunafikan dan ketakutannya, maka Allah SWT berfirman, &quot;Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan &#39;salam&#39; kepadamu, &#39;kamu bukan seorang mukmin&#39; (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu terdahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&quot; (An-Nisaa&#39;: 94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, adalah suatu keharusan mengetahui ketentuan hukum tentang seorang muslim yang keluar dari Islam dan masuk dalam kekafiran. Seorang muslim tidak dapat mengafirkan seseorang, kecuali berdasarkan petunjuk yang jelas seperti matahari di siang hari. Adapun bahaya dari sikap mengafirkan seorang muslim tanpa petunjuk yang jelas dapat menimbulkan beberapa akibat buruk yang menimpanya, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perlindungan terhadap darah dan hartanya menjadi hilang, sehingga tidak ada hukum qishash bagi pelakunya, tetapi hanya diasingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memisahkan dirinya dengan pasangan (istrinya) dan memutuskan sebab warisan antara dirinya dan pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kekuasaannya pada anak-anaknya menjadi hilang, karena tidak ada kepercayaan mereka kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kepemimpinannya atas kaum muslimin putus dan harus dimusuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Terjadi pembunuhan atas dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak dimandikan dan tidak pula dikafani, serta tidak dapat dikuburkan di komplek pemakaman kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, akibat-akibat lain yang berbahaya yang muncul akibat klaim pengafiran yang tergesa-gesa tanpa berdasarkan bukti yang jelas. Jika bukti-buktinya banyak dan jelas, maka hilanglah bahaya pengafiran tersebut. Sebagaimana dituntutnya bukti-bukti pengafiran dan tidak adanya halangan untuk memutuskannya, maka diwajibkan pula penelitian dan pembahasan yang mendalam sebelum dikeluarkannya hukum pengafiran tersebut, terutama terhadap orang-orang yang telah menyatakan keislaman mereka dengan mengucapkan syahadat &#39;Laa Ilaha Illallahu Muhammadur Rasuulullahi&#39; (Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam as-Syaukani ra mengatakan, &quot;Memutuskan kekafiran seseorang haruslah dengan keterbukaan dan dengan ketenangan hati serta kedamaian jiwa, sehingga tidak ada keputusan yang diterima dari dugaan kemusyrikan, terutama jika tidak mengetahui adanya penyimpangan dari jalan Islam. Juga tidak ada anggapan seseorang melakukan perbuatan kafir selama ia tidak keluar dari Islam dan menjadi kafir, dan tidak juga dapat ditentukan seseorang itu kafir hanya berdasarkan ucapannya yang menunjukkan ucapan seorang kafir, sedang ia tidak meyakini maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tidak setiap perbuatan atau perkataan yang menunjukkan kekafiran dapat menyebabkan pelakunya menjadi kafir, jika ia seorang muslim dan tidak mengetahui maksudnya. Akan tetapi, jika maksudnya sudah jelas dan hujjah (dalil) telah ditegakkan baginya dengan penjelasan bahwa perbuatan demikian dapat menjadikannya kafir, tetapi ia tetap melakukannya, maka ia adalah kafir. Jika kenyataan itu belum jelas, maka tidak diperbolehkan tergesa-gesa menuduhnya kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan di atas telah ditegaskan banyak nash yang melarang keras mengafirkan seorang muslim tanpa bukti yang jelas. Di antaranya sabda Rasulullh saw, &quot;Orang yang mengatakan kepada saudaranya, &#39;Hai kafir&#39;, maka hal itu akan menyebabkan salah seorang di antara keduanya terbunuh.&quot; ( HR al-Bukhari). Sabda beliau yang lain, &quot;Orang yang memanggil seseorang kafir, atau berkata, &#39;musuh Allah&#39;, sedangkan orang tersebut tidak demikian, maka ia telah sesat.&quot; (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar berkata, &quot;Hadis tersebut dimaksudkan untuk mencegah seorang muslim mengatakan demikian kepada saudaranya sesama muslim....&quot; Disebutkan bahwa hadis ini menjelaskan seseorang yang mengafirkan saudaranya, kekurangan, dan dosanya dikembalikan kepadanya. Pengertian demikian ini dapat diterima. Disebutkan pula bahwa tindakan tersebut dikhawatirkan akan terus berlanjut pada kekafiran, seperti dikatakan bahwa perbuatan dosa adalah jalannya kekafiran, sehingga dikhawatirkan orang yang melakukannya akan mengalami suu&#39;ul khatimah (meninggal dalam keadaan yang jelek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua pendapat tersebut, saya menegaskan bahwa orang yang menyebut kafir saudaranya yang tidak diketahuinya kecuali keislamannya dan tidak ada keraguan dalam tuduhannya, maka ia adalah kafir. Ia menjadi kafir karena mengafirkan saudaranya. Jadi, pengertian hadis ini adalah bahwa pengafiran tersebut kembali kepada orang yang mengafirkan saudaranya, dan pendapat yang kuat adalah pengafiran dan bukannya kekafiran, seakan-akan ia mengafirkan dirinya, karena ia mengafirkan seseorang yang seperti dirinya, dan siapa yang tidak mengafirkannya selain orang kafir yang tidak mempercayai kebenaran agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadis-hadis seperti ini juga terdapat peringatan keras untuk tidak tergesa-gesa mengafirkan sesama muslim, karena tindakan demikian mengandung ancaman terhadap kehormatan seorang muslim yang telah tegas keislamannya berdasarkan keyakinan. Oleh karena itu, tidak dibolehkan menuduh seseorang kafir, kecuali setelah mendapatkan bukti yang pasti akan kekafirannya secara meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan di atas, hadis-hadis demikian merupakan tameng bagi manusia untuk tidak melakukan tuduhan tanpa alasan kepada sesamanya. Tuduhan kafir kepada sesama muslim akan menyebabkannya terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan yang merupakan bagian dari kekafiran atau kemusyrikan ketika hukum diberlakukan baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resensi : Al-Jahlu bi Masaailil i&#39;tiqad wa Hukmuhu, Abdur Razzaaq bin Thahir bin Ahmad Ma&#39;asy&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/6940111901720977201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=6940111901720977201&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/6940111901720977201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/6940111901720977201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2008/02/tergesa-gesa-mengafirkan-seorang-muslim.html' title='Tergesa-gesa Mengafirkan Seorang Muslim, Bahaya !!'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-3607554091765937542</id><published>2007-12-20T04:57:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T04:58:44.167+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Teladan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teladan"/><title type='text'>Kisah Syahid Dari Iraq Yang Jasadnya Dimutilasi</title><content type='html'>Sebenarnya kisah ini berupa berita yang dipublikasikan di salah satu situs Islam berbahasa Arab terkemuka, namun karena sifat berita yang paling tidak, harus terus diup-date setiap hari sementara kisah ini penting untuk dijadikan pelajaran dan renungan kita, maka kami memuatnya dalam versi kisah islami sehingga dapat ditampilkan untuk beberapa lama. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah tewasnya seorang anggota kelompok perlawanan Islam, di Iraq (al-Muqaawamah al-Islaamiyyah) yang menunjukkan masih adanya kelompok perlawanan yang benar-benar murni berjuang dan berjihad untuk meninggikan Kalimatullah dan membuka mata kita lebar-lebar betapa dengki dan dendamnya musuh-musuh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah seorang syahid yang berasal dari Arab Saudi, namanya Sa’id, kelahiran tahun 1975. Ia dijuluki rekan-rekan seperjuangannya dari warga asli Iraq dengan Abu Samrah. Dan sejak itu, ia bangga dan lebih senang dipanggil dengan julukan itu ketimbang nama aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Abu Samrah ini seorang yang hidup berkecukupan di negerinya. Maklum, sebagai warga negara Arab Saudi tentulah kehidupan sosialnya jauh lebih baik daripada saudara-saudaranya di Iraq yang hidup memprihatinkan karena dilanda peperangan dan sekarang ini masih terjajah. Ia ingin memberikan pesan kepada saudara-saudaranya, rakyat Iraq bahwa dien Muhammad adalah amanah yang bukan hanya diembankan ke atas pundak orang-orang Iraq saja tetapi juga ke atas kaum Muslimin selain mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terpanggil untuk berjihad membela agama Allah sekali pun sebelumnya tidak pernah mengikuti latihan militer apa pun yang seyogyanya dimiliki oleh orang yang ingin memasuki medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penuturan Syaikh ‘Awad, salah seorang pemimpin kelompok perlawanan, Sa’id menolak untuk bergabung dengan kelompok mana pun di Iraq yang di mata publik Iraq masih mengundang pro dan kontra. Dalam kesehariannya, ia dikenal sebagai seorang yang suka bercanda, banyak menghibur rekan-rekan seperjuangannya, memiliki ghirah yang tinggi dan tak rela kehormatan kaum Muslimin diinjak-injak. Setiap kali ia melihat bangunan dan rumah-rumah yang tinggi di kawasan Ramadi, ia selalu berhasrat untuk naik ke loteng-loteng rumah tersebut lalu dari situ, ia akan menjadi snipper dengan membidik 40 orang Amerika setiap harinya andaikata bukan karena khawatir tentara pendudukan Amerika akan menggeledah rumah-rumah penduduk di situ, melecehkan kehormatan kaum wanitanya dan menerobos masuk ke dalam rumah-rumah mereka. Karena kekhawatirannya itu, ia malah menolak untuk menyerang tentara pendudukan bila mereka masih berada di lorong-lorong dan di jalan-jalan padahal sangat memungkinkan sekali baginya untuk menimbulkan korban yang lebih banyak di pihak tentara pendudukan tersebut. Ia pernah berkata, “Bagi saya, kehormatan wanita-wanita Saudi tidak lebih mahal dari kehormatan wanita-wanita Iraq, sebab mereka semua adalah Muslimat dan semuanya adalah saudara-saudara kita di dalam dienullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh ‘’Awad menuturkan bahwa pada malam sebelum Abu Samrah gugur sebagai syahid, ia betul-betul telah memperlihatkan perjuangan yang tulus dan begitu gagah di medan pertempuran. Karena itu, beliau dan rekan-rekan seperjuangannya begitu yakin bahwa ia akan meninggalkan mereka malam itu untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam syahidnya itu, ia bergerak maju padahal tentara pendudukan sudah menarik mundur pasukannya. Ini ia lakukan untuk membuka celah sehingga para mujahidin dapat mematahkan kekuatan musuh secara total di dekat rumah sakit Ramadi, yang letaknya agak jauh dari kota di bagian utara. Ternyata, hari itu adalah hari terakhir ia bertemu dengan para rekan seperjuangannya. Sebuah tembakan mengenai dadanya dan ia pun jatuh tersungkur dengan posisi masih memegang senjata seraya mengucapkan, “Semoga jual beli ini mendapat keuntungan, semoga perjalanan ini mendapat keuntungan. Alhamdulillah, Ya Allah, pertemukanlah aku dengan saudara-saudaraku, Ya Allah, aku titipkan pada-Mu orang-orang yang aku tinggalkan di rumah-rumahku sebab aku hanya keluar demi-Mu, bukan demi siapa-siapa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh ‘Awad menambahkan, “Sekali pun tembakan yang dialaminya cukup parah, tetapi suaranya ketika mengucapkan itu sangat jelas terdengar. Kami menyaksikan dan mendengarkannya hingga saat-saat terakhir ajal menjemputnya, hanya saja tidak dapat mendekat lebih dekat lagi karena tentara pendudukan berhasil naik ke lokasi-lokasi yang tinggi dan mulai menembaki dari sebagai sniper. Untung saja, kami berhasil membawa lari empat orang rekan kami lainnya yang juga gugur sebagai syuhada. Sementara tentara pendudukan itu menyongsong jasadnya yang sudah terlentang dan melakun mutilasi terhadap jasanya lalu melemparnya ke badan jalan. Abu Asmar sang pahlawan turun dari kudanya dengan berjalan kaki setelah datang dari negeri tempat turunnya wahyu. Orang-orang Amerika dan sekutu mereka kemudian memperlakukan jasadnya dengan cara yang belum pernah dilakukan terhadap siapa pun sebelum itu. Ini menjelaskan kepada kita betapa kedengkian orang-orang Amerika terhadapnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, tentara pendudukan itu telah melakukan mutilasi terhadap jasadnya. Berdasarkan penjelasan dan kesaksian salah seorang dokter di rumah sakit umum Ramadi sebelum jasad Abu Samrah dikuburkan, bahwa menemukan jasad seorang warga negara Arab Saudi yang gugur dalam kontak senjata dengan tentara pendudukan seminggu lalu (hari selasa lalu, 08-03-2005), ia mendapati dadanya sudah tersobek menganga, ususnya terburai keluar, beberapa tusukan dalam mengenai lambungnya. Tusukan ini jelas berasal dari mata tombak. Demikian pula, mutilasi juga dilakukan terhadap bagian bawah pusarnya di mana anggota kemaluannya dilobangi dengan cara yang mengenaskan sekali, yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Kepalanya juga dipukul dengan tombak dan alat-alat yang terbuat dari besi. Di kepalanya terdapat beberapa bekas bakar akibat letupan moncong senjata api yang ditembakkan ke tubuhnya. Selain itu, terdapat pula tulisan di atas dadanya yang digores dengan menggunakan mata tombak yang tajam. Tulisan tersebut berbahasa inggeris yang artinya kurang lebih ‘Tidak akan ada lagi orang yang berani setelah anda.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter tersebut mengatakan bahwa ia sudah menjahit perut dan dada jasad Abu Samrah tersebut atas permintaan rekan-rekan seperjuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh ‘Awad mengakhiri kisah sang pejuang, “Beliau rahimahullah dikuburkan setelah sebelumnya beberapa potongan anggota badannya yang robek oleh tombak musuh kami kumpulkan terlebih dahulu. Seakan kami menguburkan umat secara keseluruhan. Sa’id masuk dalam rombongan para syuhada. Semoga, mata para pengecut tidak akan pernah terlelap lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: sebuah situs islam berbahasa Arab, tahun 2005) &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/3607554091765937542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=3607554091765937542&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/3607554091765937542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/3607554091765937542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/kisah-syahid-dari-iraq-yang-jasadnya.html' title='Kisah Syahid Dari Iraq Yang Jasadnya Dimutilasi'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-7239504303238450576</id><published>2007-12-20T04:48:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T04:52:38.127+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Riset Islam"/><title type='text'>Berobat dengan Alkohol (Khamar)?</title><content type='html'>Apakah alkohol (khomr) merupakan obat ataukah penyakit?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dr. Obery Louise&lt;/strong&gt;, kepala bagian penyakit jiwa di Univ. London, juga sebagai nara sumber utama dan terkenal di bidang medis di Inggris mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Alkohol adalah satu-satunya penyakit yang banyak dikonsumsi secara luas di dunia saat ini. Ia ada di tangan setiap orang yang menginginkannya atau meninggalkannya. Oleh karena itu, orang banyak mengkonsumsinya sekehendak keinginannya yang akhirnya menyebabkan munculnya penyakit kegoncangan jiwa atau sering disebut dengan &quot;psycho-pathic anomaly&quot;. Satu tegukan alkohol saja terkadang bisa menyebabkan mabuk dan menyebabkan kehilangan kendali syaraf dan akhirnya merusak segala yang ada disekitarnya; juga bisa menyebabkan &quot;fly&quot;. Adapun orang yang terus-menerus minum khomr maka ia akan menjadi seorang alkoholik (kecanduan alkohol), ia akan banyak melanggar norma-norma akhlaq dan disertai sifat kegilaan&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan para dokter menduga di zaman dahulu dan zaman Nabi Muhammad shallallahu &#39;alaihi wa sallam dan zaman setelah beliau sampai abad-abad terakhir bahwa khomr memiliki manfaat bagi kesehatan, kemudian sejumlah penelitian medis pun menemukan data yang membatalkan anggapan-anggapan itu. Anggapan itu hanyalah dugaan dan perkataan &lt;strong&gt;Al-Shadiq Al-Mashduq&lt;/strong&gt; (Sang jujur dan diakui kejujurannya, Nabi Muhammad -pent) itulah yang benar yang tidak ada keraguan ataupun salah-faham pada kebenaran ucapannya. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;Rasulullah pernah berbicara kepada &lt;em&gt;Thariq Al-Ju&#39;afiy&lt;/em&gt; ketika meminta disediakan khomr, maka Rasulullah melarangnya. Maka Thariq berkata, bahwa ia meminumnya sekedar untuk obat, maka Rasulullah menjawab, &quot;&lt;em&gt;Khomr bukan obat, akan tetapi penyakit&lt;/em&gt;!!&quot; HR. Muslim dan Tirmidzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, &quot;&lt;em&gt;Rasulullah melarang berobat dengan sesuatu yang jelek&lt;/em&gt;.&quot; HR. Abu Daud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam Sunnan Abu Daud, Rasulullah bersabda, &quot;&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya danmenjadikan setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah dan jangan berobat dengan barang haram&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari &lt;span style=&quot;color:#ff6600;&quot;&gt;Thariq ibn Suwaid Al-Hadhrami&lt;/span&gt;, aku berkata kepada Rasulullah bahwa didaerah kami ada anggur-anggur, kami memeras dan meminumnya, dan kami menggunakannya untuk mengobati orang yang sedang sakit. Maka rasulullah bersabda, &quot;Itu &lt;em&gt;(anggur perasan) bukanlah obat akan tetapi penyakit&lt;/em&gt;.&quot; HR. Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mutaqadimin mengira bahwa khomr memiliki kandungan yang bermanfaat bagi manusia. Dalilnya adalah firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bertanya kepadamu tentang Khomr dan perjudian, katakanlah, &quot;&lt;em&gt;Di dalam keduanya terdapat dosa besar dan manfaat bagi manusia, akan tetapi dosa-dosanya lebih besar daripada manfaatnya&quot;&lt;/em&gt;. (Q.S. Al-Baqarah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, banyak para ulama yang membantah anggapan-anggapan demikian. Diantaranya adalah &lt;span style=&quot;color:#ff6600;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Imam Al-Shan&#39;aniy&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. Beliau mengatakan dalam kitab &lt;em&gt;Subul A-Salam, Kitab Al-Najmi Al-Wahha&lt;/em&gt;h, &quot;Segala yang dikatakan para dokter bahwa khomr memiliki kandungan yang bermanfaat bagi manusia bila meminumnya adalah pengakuan Al-Qur&#39;an akan kepercayaan manusia sebelumnya. Adapun setelah turunnya ayat dalam surat Al-Ma&#39;idah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khomr, judi, qurban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah (lotere -pent) adalah perbuatan nista, salah satu perilaku syaithan, maka tinggalkanlah agar kalian beruntung (Q.S. Al-Maidah: 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Allah ta&#39;alaa, Sang Pencipta segala sesuatu, yang dampak negatifnya menjadi manfaat dalam satu hal tidaklah mungkin menjadikan sesuatu itu bermanfaat. Denganhal ini,gugurlah alasan orang yang ingin menjadikan obat dengan khomr dan yang menukil ucapan ini dari Al-Rabi&#39; dan Al-Dhahak. Dan dalam hal ini ada hadits dengan sanad yang sampai ke Al-Tsa&#39;labiy dan yang lainnya bahwa Rasulullah shallallahu &#39;alaihi wa sallam bersabda, &quot;Sesungguhnya Allah ketika mengharamkan Khomr, menjadikan dampak negatifnya sebagai manfaat bagi manusia.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan &quot;manfaat&quot; ini tidak pasti, mungkin berupa manfaat materi bagi orang-orang yang menjualnya dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Akan tetapi, hal itu adalah kamuflase besar karena merugikan masyarakat dan kerugian material yang sangat banyak. Mungkin juga berupa manfaat kedokteran dan industrinya, dan mayoritasnya juga hanya anggapan. Semacam anggapan bahwa khomr bisa membangkitkan nafsu. Khomr dari dahulu dijadikan sebagai alat pembangkit nafsu atau selera yang digunakan oleh orang-orang Yunani, Romawi, Persia, Arab, bahkan mereka mendalami ilmu tentang hal ini. Dan orang-orang eropa saat ini, khususnya Perancis menggunakannya juga untuk membangkitkan nafsu. Mereka menyebutnya dengan Apenibf, yaitu sang pembangkit selera. Dan kebiasaan mereka adalah mereka tidak mengkonsumsi makanan berat kecuali diawali dengan khomr terlebih dahulu. Demikian juga orang-orang Italia. Khomr adalah pembuka atau pembangkit nafsu atau selera untuk pertama kalinya, akan tetapi jika terus berlanjut maka kandungan HCl (Hydro Chloride)-nya bisa membahayakan tubuh, yaitu dis-fungsi organ-organ pencernaan dan daerah sekitarnya. Maka, setelah &quot;manfaat&quot; yang mereka peroleh dengan meneguk khomr, muncul bahaya, petaka yang tidak ringan lagi tidak sedikit; awalnya adalah disfungsi organ-organ dalam, kemudian hilangnya gairah, dan terakhirnya dalah kanker ganas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan telah datang utusan dari Yaman dan utusan dari Madhramaut menemui Nabi Muhammad shallallahu &#39;alaihi wa sallam dan meminta agar dibolehkan meminum khomr sebab negeri mereka sedang dingin. Akan tetapi Rasulullah enggan mengizinkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sunan Abu Daud, disebutkan Dailam Al-Humairi meminta Nabi, &quot;Wahai Rasulullah, kami dari negeri yang dingin, kami mengobati di sama sesuatu yang sangat berat dan kami menggunakan adonan gandum ini untuk menguatkan kegiatan kami dan menolong negeri kami. Maka Rasulullah bersabda, &quot;Apakah adonan itu membuat kalian mabuk?&quot; Dailam menjawab, &quot;Ya.&quot; Rasulullah bersabda, &quot;Maka, tinggalkanlah hal itu.&quot; Dailam mengatakan, &quot;Akan tetapi manusia enggan meninggalkan adonan itu.&quot; Rasulullah menjawab, &quot;Jika mereka enggan meninggalkannya, maka bunuhlah mereka.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dr. Muhammad &#39;Ali Al-Bar -Kerajaan Saudi Arabia&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/7239504303238450576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=7239504303238450576&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7239504303238450576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7239504303238450576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/berobat-dengan-alkohol-khamar.html' title='Berobat dengan Alkohol (Khamar)?'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-2174437727837660135</id><published>2007-12-20T04:39:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T04:42:49.846+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teori Evolusi"/><title type='text'>Catatan Fosil Yang Menampar Hayalan Evolusi</title><content type='html'>Menurut teori evolusi, setiap spesies hidup berasal dari satu nenek moyang. Spesies yang ada sebelumnya lambat-laun berubah menjadi spesies lain dan semua spesies muncul dengan cara ini. Menurut teori tersebut, perubahan ini berlangsung sedikit demi sedikit dalam waktu jutaan tahun. Dengan demikian, seharusnya pernah terdapat sangat banyak spesiesperalihan selama periode perubahan yang panjang ini. sedikit demi sedikit dalam waktu jutaan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, seharusnya terdapat beberapa jenis makhluk setengah ikan-setengah reptil di masa lampau, dengan beberapa ciri reptil sebagai tambahan pada ciri ikan yang telah mereka miliki. Atau, seharusnya terdapat beberapa jenis burung-reptil dengan beberapa ciri burung di samping ciri reptil yang telah mereka miliki. Evolusionis menyebut makhluk-makhluk imajiner yang mereka yakini hidup di masa lalu ini sebagai &quot;bentuk transisi&quot;.&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt; Jika binatang-binatang seperti ini memang pernah ada, seharusnya mereka muncul dalam jumlah dan variasi sampai jutaan atau milyaran. Lebih penting lagi, sisa-sisa makhluk-makhluk aneh ini seharusnya ada pada catatan fosil. Jumlah bentuk-bentuk peralihan ini pun semestinya jauh lebih besar daripada spesies binatang masa kini dan sisa-sisa mereka seharusnya ditemukan di seluruh dunia. Dalam The Origin of Species, Darwin menjelaskan, &quot;&lt;em&gt;Jika teori saya benar, pasti pernah terdapat jenis-jenis bentuk peralihan yang tak terhitung jumlahnya, yang mengaitkan semua spesies dari kelompok yang sama... Sudah tentu bukti keberadaan mereka di masa lampau hanya dapat ditemukan pada peninggalan-peninggalan fosil&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Darwin sendiri sadar akan ketiadaan bentuk-bentuk peralihan tersebut. Ia berharap bentuk-bentuk peralihan itu akan ditemukan di masa mendatang. Namun, di balik harapan besarnya ini, ia sadar bahwa rintangan utama teorinya adalah ketiadaan bentuk-bentuk peralihan. Karena itulah, dalam buku The Origin of Species, pada bab&lt;em&gt; Difficulties of the Theory&lt;/em&gt; ia menulis, &lt;em&gt;&quot;... Jika suatu spesies memang berasal dari spesies lain melalui perubahan sedikit demi sedikit, mengapa kita tidak melihat sejumlah besar bentuk transisi di mana pun? Mengapa alam tidak berada dalam keadaan kacau-balau, tetapi justru seperti kita lihat, spesies-spesies hidup dengan bentuk sebaik-baiknya...?&quot;&lt;/em&gt; Menurut teori ini harus ada bentuk-bentuk peralihan dalam jumlah besar, tetapi mengapa kita tidak menemukan mereka terkubur di kerak bumi dalam jumlah tidak terhitung...? Dan, pada daerah peralihan yang memiliki kondisi hidup peralihan, mengapa sekarang tidak kita temukan jenis-jenis peralihan dengan kekerabatan yang erat? Telah lama kesulitan ini sangat membingungkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya penjelasan Darwin atas hal ini adalah bahwa catatan fosil yang telah ditemukan hingga kini belum memadai. Ia menegaskan, jika catatan fosil dipelajari secara terperinci, mata rantai yang hilang akan ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mempercayai ramalan Darwin, kaum evolusionos telah berburu fosil dan melakukan penggalian mencari mata rantai yang hilang di seluruh penjuru dunia sejak pertengahan abad ke-19. Walaupun mereka telah bekerja keras, tak satu pun bentuk transisi ditemukan. Bertentangan dengan kepercayaan evolusionis, semua fosil yang ditemukan justru membuktikan bahwa kehidupan muncul di bumi secara tiba-tiba dan dalam bentuk yang telah lengkap. Usaha mereka untuk membuktikan teori evolusi justru tanpa sengaja telah meruntuhkan teori itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli paleontologi Inggris ternama, Derek V. Ager, mengakui fakta ini meskipun dirinya seorang evolusionis: &quot;&lt;em&gt;Jika kita mengamati catatan fosil secara terperinci, baik pada tingkat ordo maupun spesies, maka yang selalu kita temukan bukanlah evolusi bertahap, namun ledakan tiba-tiba satu kelompok makhluk hidup yang disertai kepunahan kelompok lain&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli paleontologi evolusionis lainnya, Mark Czarnecki, berkomentar, &quot;Kendala utama dalam membuktikan teori evolusi selama ini adalah catatan fosil: jejak spesies-spesies yang terawetkan dalam lapisan bumi.&quot; Catatan fosil belum pernah mengungkapkan jejak-jejak jenis peralihan hipotetis Darwin. Sebaliknya, spesies muncul dan musnah secara tiba-tiba. Anomali ini menguatkan argumentasi kreasionis bahwa setiap spesies diciptakan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga harus mengakui kesia-sian menunggu kemunculan bentuk-bentuk transisi yang &quot;hilang&quot; di masa mendatang, seperti yang dijelaskan seorang profesor paleontologi dari Universitas Glasgow, T. Neville George, &quot;&lt;em&gt;Tidak ada gunanya lagi menjadikan keterbatasan catatan fosil sebagai alasan. Entah bagaimana, catatan fosil menjadi berlimpah dan hampir tidak dapat dikelola, dan penemuan bermunculan lebih cepat dari pengintegrasian.... Bagaimanapun, akan selalu ada kekosongan pada catatan fosil&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kehidupan Muncul di Muka Bumi dengan Tiba-Tiba dan dalam Bentuk Kompleks&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lapisan bumi dan catatan fosil dipelajari, terlihat bahwa semua makhluk hidup muncul bersamaan. Lapisan bumi tertua tempat fosil-fosil makhluk hidup ditemukan adalah kambrium yang diperkirakan berusia 500--550 juta tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan fosil memperlihatkan, makhluk hidup yang ditemukan pada lapisan bumi periode kambrium muncul dengan tiba-tiba -tidak ada nenek moyang yang hidup sebelumnya. Fosil-fosil di dalam batu-batuan Kambrium berasal dari siput, trilobita, bunga karang, cacing tanah, ubur-ubur, landak laut dan invertebrata kompleks lainnya. Beragam makhluk hidup yang kompleks muncul begitu tiba-tiba, sehingga literatur geologi menyebut kejadian ajaib ini sebagai &quot;Ledakan Kambrium&quot; (&lt;em&gt;Cambrium Explosion&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar bentuk kehidupan yang ditemukan dalam lapisan ini memiliki sistem kompleks, seperti mata, insang, sistem peredaran darah, dan struktur fisiologis maju yang tidak berbeda dengan kerabat modern mereka. Misalnya, struktur mata majemuk berlensa ganda dari trilobita adalah suatu keajaiban desain. David Raup, seorang profesor geologi di universitas Harvard, universitas Rochester, dan universitas Chicago mengatakan, &quot;&lt;em&gt;Trilobita memiliki desain optimal, hingga dibutuhkan seorang rekayasawan optik yang sangat terlatih dan sangat imajinatif jika ingin membuatnya di masa kini.&quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang-binatang invertebrata kompleks ini muncul secara tiba-tiba dan sempurna tanpa memilki kaitan atau bentuk transisi apa pun dengan organisme bersel satu yang merupakan satu-satunya bentuk kehidupan di bumi sebelum mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Richard Monastersky, editor Earth Sciences, salah satu terbitan populer dalam literatur evolusionis, memberikan pernyataan di bawah ini mengenai &quot;Ledakan Kambrium&quot; yang muncul sebagai kejutan besar bagi evolusionis: &quot;&lt;em&gt;Setengah milyar tahun lalu, binatang-binatang dengan bentuk-bentuk sangat kompleks seperti yang kita lihat pada masa kini muncul secara tiba-tiba. Momen ini, tepat di awal Periode kambrium Bumi sekitar 550 juta tahun lalu menandai ledakan evolusioner yang mengisi lautan dengan makhluk-makhluk hidup kompleks pertama di dunia. Filum binatang besar masa kini ternyata telah ada di awal masa Kambrium. Binatang-binatang pertama itu pun berbeda satu sama lain sebagaimana binatang-binatang saat ini&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bumi ini dipenuhi berbagai jenis binatang secara tiba-tiba dan bagaimana spesies yang berbeda-beda ini muncul tanpa nenek moyang yang sama adalah pertanyaan yang masih belum terjawab oleh evolusionis. Richard Dawkins, ahli zoologi Oxford, salah satu pembela evolusionis terkemuka di dunia, berkomentar mengenai realitas ini, &quot;&lt;em&gt;Sebagai contoh, lapisan batuan Kambrium yang berumur sekitar 600 juta tahun adalah lapisan tertua di mana kita menemukan sebagian besar kelompok utama invertebrata. Dan kita dapati sebagian besarnya telah berada pada tahap lanjutan evolusi, saat pertama kali muncul. Mereka seolah-olah ditempatkan begitu saja di sana, tanpa proses evolusi. Tentu saja kesimpulan tentang kemunculan tiba-tiba ini menggembirakan kreasionis&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dawkins terpaksa mengakui, &quot;ledakan Kambrium&quot; adalah bukti kuat adanya penciptaan, karena penciptaan adalah satu-satunya penjelasan mengenai kemunculan bentuk-bentuk kehidupan yang sempurna secara tiba-tiba di bumi ini. Douglas Futuyma, ahli biologi evolusionis terkemuka mengakui fakta ini dan mengatakan, &quot;&lt;em&gt;Organisme muncul di muka bumi dengan dua kemungkinan: dalam bentuk yang telah sempurna atau tidak sempurna. Jika muncul dalam bentuk tidak sempurna, mereka pasti telah berkembang dari spesies yang telah ada sebelumnya melalui proses modifikasi. Jika mereka memang muncul dalam keadaan sudah berkembang sempurna, mereka pasti telah diciptakan oleh suatu kecerdasan dengan kekuasaan tidak terbatas.&quot; Darwin sendiri menyadari kemungkinan ini ketika menulis, &quot;Jika banyak spesies benar-benar muncul dalam kehidupan secara serempak dari genera atau famili-famili yang sama, fakta ini akan berakibat fatal bagi teori penurunan dengan modifikasi perlahan-lahan melalui seleksi alam.&quot; Agaknya, periode Kambrium merupakan &quot;pukulan mematikan&quot; bagi Darwin. Inilah yang membuat seorang ahli paleoantropologi evolusionis dari Swiss, Stefan Bengston, mengakui ketiadaan mata rantai transisi saat ia menjelaskan tentang periode Kambrium. Ia mengatakan, &quot;Peristiwa yang mengecewakan (dan memalukan) bagi Darwin ini masih membingungkan kami.&quot;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita pahami, catatan fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup tidak berevolusi dari bentuk primitif ke bentuk yang lebih maju, tetapi muncul secara tiba-tiba dan dalam keadaan sempurna. Ringkasnya, makhluk hidup tidak muncul melalui evolusi, tetapi diciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;em&gt;The Evolution Deceit&lt;/em&gt;, Harun Yahya&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/2174437727837660135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=2174437727837660135&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2174437727837660135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2174437727837660135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/catatan-fosil-yang-menampar-hayalan.html' title='Catatan Fosil Yang Menampar Hayalan Evolusi'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-1703851009071969735</id><published>2007-12-20T04:34:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T04:39:08.803+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teori Evolusi"/><title type='text'>Mekanisme Khayalan Teori Evolusi</title><content type='html'>Model neodarwinis, yang dapat kita anggap sebagai teori evolusi yang &quot;paling diakui&quot; saat ini, menyatakan bahwa kehidupan telah mengalami perubahan atau berevolusi melalui dua mekanisme alamiah: &quot;seleksi alam&quot; dan &quot;mutasi&quot;. Dasar teori sebagai berikut. Seleksi alam dan mutasi adalah dua mekanisme yang saling melengkapi. Modifikasi evolusioner berasal dari mutasi secara acak yang terjadi pada struktur genetis makhluk hidup. Sifat-sifat yang ditimbulkan oleh mutasi kemudian diseleksi melalui mekanisme seleksi alam dan dengan demikian makhluk hidup berevolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, jika teori ini kita telitei lebih jauh, ternyata mekanisme evolusi semacam ini tidak ada sama sekali, sebab tidak ada kontribisi dari seleksi alam maupun mutasi kepada pernyataaan bahwa beragam spesies telah berevolusi dan berubah dari satu spesies menjadi spesies yang lain. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seleksi Alam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suatu proses alamiah, seleksi alam telah dikenal ahli biologi sebelum Darwin, yang mendefinisikannya sebagai &quot;mekanisme yang menjaga agar spesies tidak berubah tanpa menjadi rusak&quot;. Darwin adalah orang pertama yang mengemukakan bahwa proses ini mengalami kekuatan evolusi. Ia kemudian membangun seluruh teorinya berlandaskan pernyataan tersebut. Seleksi alam sebagai dasar teori Darwin ditujukkan oleh judul yang ia berikan pada bukunya: The Origin of Species, by Means of Natural Selection....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, sejak masa Darwin tidak pernah dikemukakan sebuah bukti pun yang menunjukkan bahwa seleksi alam telah menyebabkan makhluk hidup berevolusi. Collin Patterson, seorang ahli palentologi senior pada museum of Natural History di Inggris, yang juga seorang evolusionis terkemuka, menegaskan bahwa seleksi alam tidak pernah ditemukan memiliki kekuatan yang menyebabkan sesuatu berevolusi, &quot;Tidak seorang pun pernah menghasilkan suatu spesies melalui mekanisme seleksi alam, bahkan sekadar untuk mendekatinya. Kebanyakan perdebatan dalam neodarwinisme sekarang ini adalah seputar pertanyaan ini.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seleksi alam menyatakan bahwa makhluk-makhluk hidup yang lebih mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam habitatnya akan mendominasi dengan cara memiliki keturunan yang mampu bertahan hidup, sebaliknya yang tidak mampu akan punah. Sebagai contoh, dalam sekelompok rusa yang hidup di bawah ancaman hewan pemangsa, secara alamiah rusa-rusa yang mampu berlari lebih kencang akan bertahan hidup. Itu memang benar. Akan tetapi, hingga kapan pun proses ini berlangsung tidak akan membuat rusa-rusa tersebut menjadi spesies lain. Rusa akan tetap menjadi rusa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan melihat bahwa contoh-contoh seleksi alam yang dikemukakan evolusionis tidak lain hanyalah usaha untuk mengelabui!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&quot;Penggelapan Warna karena Pengaruh Industri&quot;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1986, Douglas Futuyma menerbitkan sebuah buku, The Biology of Evolution, yang diterima sebagai salah satu sumber paling eksplisit menjelaskan teori evolusi melalui selseksi alam. Contohnya yang paling terkenal adalah mengenai warna populasi ngengat, yang tampak menjadi lebih gelap selama revolusi industri di Inggirs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kisahnya, pada awal revolusi industri di Inggris warna kulit batang pohon di sekitar Manchester benar-benar terang. Karena itu, ngengat berwarna gelap yang hinggap pada pohon-pohon tersebut mudah terlihat oleh burung-burung pemangsa, sehingga mereka memiliki kemungkinan hidup yang rendah. Lima puluh tahun kemudian, akibat polusi, warna kulit kayu menjadi gelap, dan saat itu ngengat berwarna cerah menjadi yang paling mudah diburu. Akibatnya, jumlah ngengat berwarna cerah berkurang, sementara populasi ngengat berwarna gelap meningkat karena mereka tidak mudah terlihat. Evolusionis menggunakan ini sebagai bukti kuat teori mereka. Mereka malah berlindung dan menghibur diri di balik etalase dengan menunjukkan bahwa ngengat berwarna cerah &quot;telah berevolusi&quot; menjadi ngengat berwarna gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya sudah sangat jelas bahwa keadaan ini sama sekali tidak dapat digunakan sebagai bukti teori evolusi, karena seleksi alam tidak memunculkan bentuk baru yang sebelumnya tidak ada. Ngengat berwarna gelap sudah ada dalam polusi ngengat sebelum revolusi industri. Yang berubah hanya proporsi relatif dari varietas ngengat yang ada. Ngengat tersebut tidak mendapatkan sifat atau organ yang baru, yang memunculkan &quot;species baru&quot;. Sedangkan agar seekor ngengat berubah menjadi spesies lain, menjadi burung misalnya, penambahan-penambahan baru harus terjadi pada gen-gennya. Dengan kata lain, program genetis yang sama sekali berbeda harus dimasukkan untuk memuat informasi mengenai sifat-sifat fisik burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, seleksi alam tidak mampu menambahkan organ baru pada makhluk hidup, menghilangkan organ, atau mengubah makhluk itu menjadi species lain. Hal ini sungguh bertentangan dengan khayalan evolusionis. Bukti &quot;terbesar&quot; tadi dikemukakan karena Darwin hanya mampu mencontohkan &quot;melanisme industri&quot; pada ngengat-ngengat di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dapatkah Seleksi Alam Menjelaskan Kompleksitas?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seleksi alam sama sekali tidak memberikan kontribisi kepada teori evolusi, sebab mekanisme ini tidak pernah mampu menambah atau memperbaiki informasi genetis suatu spesies. Seleksi alam juga tidak dapat mengubah satu spesies menjadi spesies lain: bintang laut menjadi ikan, ikan menjadi katak, katak menjadi buaya, atau buaya menjadi burung. Seorang pendukung fanatik&lt;em&gt; teori Punctuated Equilibrium&lt;/em&gt;, Gould, menyinggung kebuntuan seleksi alam ini sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Intisari darwinisme terdapat dalam sebuah kalimat: seleksi alam merupakan kekuatan yang menciptakan perubahan evolusi. Tak ada yang menyangkal bahwa seleksi alam akan berperan negatif dengan menghilangkan individu-individu yang lemah. Menurut teori Darwin, itu berarti pula seleksi alam memunculkan individu-individu kuat&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evolusionis juga menggunakan metode menyesatkan lainnya dalam masalah seleksi alam. Mereka berusaha menampilkan mekanisme ini sebagai &quot;perancang yang memiliki kesadaran&quot;. Akan tetapi, seleksi alam tidak memiliki kesadaran. Seleksi alam tidak memiliki kehendak yang dapat menentukan apa yang baik dan yang buruk bagi makhluk hidup. Karenanya, seleksi alam tidak dapat menjelaskan sistem-sistem biologis dan organ-organ yang memiliki &quot;kompleksitas tak tersederhanakan&quot; (&lt;em&gt;irreducible complexity&lt;/em&gt;). Sistem-sistem dan organ ini tersusun atas kerja sama sejumlah besar bagian, dan tidak berfungsi jika ada satu saja bagian yang hilang atau rusak. (Contohnya, mata manusia tidak berfungsi, kecuali jika semua detailnya ada). Jadi, kehendak yang perlu dicapai pada tahapan terakhir. Karena seleksi alam tidak memiliki kesadaran atau kehendak, seleksi alam fondasi teori evolusi telah membuat Darwin khawatir: &quot;&lt;em&gt;Jika dapat ditunjukkan suatu organ kompleks, yang tidak mungkin terbentuk melalui banyak modifikasi kecil bertahap, maka tori saya akan sepenuhnya runtuh&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seleksi alam hanya mengeliminir individu-individu suatu spesies yang cacat, lemah, atau tidak mampu beradaptasi dengan habitatnya. Mekanisme ini tidak dapat menghasilkan spesies baru, infomasi genetis baru, atau organ-organ baru. Dengan demikian, seleksi alam tidak mampu menyebabkan apa pun berevolusi. Darwin menerima kenyataan ini dengan mengatakan, &quot;Seleksi alam tidak dapat melakukan apa pun sampai variasi-variasi menguntungkan berkebetulan terjadi.&quot; Karena itulah neodarwinisme harus mengangkat mutasi sejajar dengan seleksi alam sebagai &quot;penyebab perubahan-perubahan menguntungkan&quot;. Akan tetapi, seperti yang akan kita lihat, mutasi hanya dapat menjadi &quot;penyebab perubahan-perubahan merugikan&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mutasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutasi didefinisikan sebagi pemutusan atau penggantian yang terjadi pada molekul DNA, yang terdapat dalam inti sel makhluk hidup dan berisi semua informasi genetis. Pemutusan atau penggantian ini diakibatkan pengaruh-pengaruh luar seperti radiasi atau reaksi kimiawi. Setiap mutasi adalah &quot;kecelakaan&quot; dan merusak nukleotida-nukleotida yang membangun DNA atau mengubah posisinya. Hampir selalu bahwa mutasi menyebabkan kerusakan dan perubahan yang sedemikian parah sehingga tidak dapat diperbaiki oleh sel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutasi, yang sering dijadikan tempat berlindung evolusionis, bukan tongkat sihir yang dapat mengubah makhluk hidup ke bentuk yang lebih maju dan sempurna. Akibat langsung mutasi sungguh berbahaya. Perubahan-perubahan akibat mutasi hanya akan berupa kematian, cacat, dan abnormalitas, seperti yang dialami oleh penduduk Hiroshima, Nagasaki, dan Chernobyl. Alasannya sangat sederhana: DNA memiliki struktur teramat kompleks, dan pengaruh-pengaruh yang acak hanya akan menyebabkan kerusakan pada struktur tersebut. B.G. Ranganathan menyatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Mutasi bersifat kecil, acak, dan berbahaya. Mutasi pun jarang terjadi dan kalau pun terjadi, kemungkinan besar mutasi itu tidak berguna. Empat karakteristik mutasi ini menunjukkan bahwa mutasi tidak dapat mengarah pada perkembangan evolusioner. Suatu perubahan acak pada organisme yang sangat terspesialisasi bersifat tidak berguna atau membahayakan. Perubahan acak pada sebuh jam tidak dapat memperbaiki, malah kemungkinan besar akan merusaknya atau tidak berpengaruh sama sekali. Gempa bimi tidak akan memperbaiki kota, tetapi menghancurkannya.&lt;/em&gt;&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherankan, sejauh ini tidak ditemukan satu mutasi pun yang berguna. Semua mutasi telah terbukti membahayakan. Seorang ilmuwan evolusionis, Warren Weaver, mengomentari laporan the Committee on Genetic Effects of Atomic Radiation, sebuah komite yang meneliti mutasi yang mungkin disebabkan oleh senjata-senjata nuklir selama Perang Dunia II sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Banyak orang akan tercengang oleh pernyataan bahwa hampir semua gen mutan yang diketahui ternyata membahayakan. Jika mutasi adalah bagian penting dalam proses evolusi, bagaimana mungkin sebuah efek yang baik--evolusi ke bentuk kehidupan lebih tinggi--dihasilkan dari mutasi yang hampir semuanya berbahaya&lt;/em&gt;?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap upaya untuk &quot;menghasilkan mutasi yang menguntungkan&quot; berakhir dengan kegagalan. Selama puluhan tahun, evolusionis melakukan berbagai percobaan untuk menghasilkan mutasi pada lalat buah, karena serangga ini bereproduksi sangat cepat, sehingga mutasi akan muncul dengan cepat pula. Dari generasi ke generasi, lalat ini telah dimutasikan, tetapi mutasi yang menguntungkan tidak pernah dihasilkan. Seorang ahli genetika evolusionis, Gordon Taylor, menulis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Pada ribuan percobaan pengembangbiakan lalat yang dilakukan di seluruh dunia selama lebih dari 50 tahun, tidak ada spesies baru yang muncul... bahkan satu enzim baru pun tidak&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;Seorang penelitei lain, Michael Pitman, berkomentar tentang kegagalan percobaan-percobaan yang dilakukan terhadap lalat buah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Morgan, Goldschmidt, Muller, dan ahli-ahli genetika lain telah menempatkan beberapa generasi lalat buah pada kondisi ekstrem seperti panas, dingin, terang, gelap, dan perlakuan dengan zat kimia dan radiasi. Segala macam jenis mutasi, baik yang hampir tak berarti maupun yang positif merugikan, telah dihasilkan. Inikah evolusi buatan manusia? tidak juga. Hanya, sebagian kecil monster buatan ahli-ahli genetika tersebut yang mungkin mampu bertahan hidup di luar botol tempat mereka dikembangbiakkan. Pada kenyataannya, mutan-mutan tersebut mati, mandul, atau cenderung kembali ke bentuk asal.&quot;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama berlaku bagi manusia. Semua mutasi yang teramati pada manusia mengakibatkan kerusakan berupa cacat atau kalemahan fisik, misalnya mongolisme, sindroma down, albinisme, dwarfisme atau kanker. Namun, para evolusionis berusaha mengaburkan permasalahan, bahkan dalam buku-buku pelajaran evolusionis contoh-contoh mutasi yang merusak ini disebut sebagai &quot;bukti evolusi&quot;. Tidak perlu dikatakan lagi, sebuah proses yang menyebabkan manusia cacat atau sakit tidak mungkin menjadi &quot;mekanisme evolusi&quot;. Evolusi seharusnya menghasilkan bentuk-bentuk yang lebih baik dan lebih mampu bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai rangkuman, ada tiga alasan utama mengapa mutasi tidak dapat dijadikan bukti yang mendukung pernyataan evolusionis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Efek langsung dari mutasi membahayakan&lt;/strong&gt;. Mutasi terjadi secara acak, karenanya mutasi hampir selalu merusak hidup yang mengalaminya. Logika mengatakan bahwa intervensi secara tak sengaja pada sebuah struktur sempurna dan kompleks tidak akan memperbaiki struktur tersebut, tetapi merusaknya. Dan memang, tidak pernah ditemukan satu pun &quot;mutasi yang bermanfaat&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Mutasi tidak menambahkan informasi baru pada DNA suatu organisme&lt;/strong&gt;. Partikel-partikel penyusun informasi genetika terenggut dari tempatnya, rusak atau terbawa ke tempat lain. Mutasi hanya mengakibatkan ketidaknormalan, seperti kaki yang muncul di punggung, atau telinga yang tumbuh dari perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Agar dapat diwariskan pada generasi selanjutnya, mutasi harus terjadi pada sel-sel reproduksi organisme tersebut&lt;/strong&gt;. Perubahan acak yang terjadi pada sel biasa atau organ tubuh tidak dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Sebagai contoh, mata manusia yang berubah akibat efek radiasi atau sebab lain, tidak akan diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Singkatnya&lt;/strong&gt;, makhluk hidup tidak mungkin berevolusi, karena di alam tidak ada mekanisme yang menyebabkannya. Kenyataan ini sesuai dengan bukti-bukti catatan fosil yang menunjukan bahwa skenario evolusi sangat menyimpang dari kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;em&gt; The Evolution Deceit&lt;/em&gt;, Harun Yahya &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/1703851009071969735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=1703851009071969735&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/1703851009071969735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/1703851009071969735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/mekanisme-khayalan-teori-evolusi.html' title='Mekanisme Khayalan Teori Evolusi'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-4833959151127336410</id><published>2007-12-20T04:12:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T04:30:50.944+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teori Evolusi"/><title type='text'>Keruntuhan Teori Evolusi</title><content type='html'>Sebagian orang yang pernah mendengar &quot;teori evolusi&quot; atau &quot;Darwinisme&quot; mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikit pun pada kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru, sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi fondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagaian besar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filasat tersebut adalah &quot;materialisme&quot; yang mengandung sejumlah pemikiran penuh kepalsuan tentang mengapa dan bagaimana manusia muncul di muka bumi. Materialisme mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah essensi segala sesuatu, baik yang hidup maupun tidak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha Pencipta, yaitu Allah. Dengan mereduksi segala sesuatu ke tingkat materi, teori ini mengubah manusia menjadi makhluk yang hanya berorientasi kepada materi dan berpaling dari nilai-nilai moral. Ini adalah awal dari bencana besar yang akan menimpa hidup manusia. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kerusakan ajaran materialisme tidak hanya terbatas pada tingkat individu. Ajaran ini juga mengarah untuk meruntuhkan nilai-nilai dasar suatu negara dan masyarakat dan menciptakan sebuah masyarakat tanpa jiwa dan rasa sensitif, yang hanya memperhatikan aspek materi. Anggota masyarakat yang demikian tidak akan pernah memiliki idealisme seperti patriotisme, cinta bangsa, keadilan, loyalitas, kejujuran, pengorbanan, kehormatan, atau moral yang baik sehingga tatanan sosial yang dibangunnya pasti akan hancur dalam waktu singkat. Karena itulah, materialisme menjadi salah satu ancaman paling berat terhadap nilai-nilai yang mendasari tatanan politik dan sosial suatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi kejahatan materialisme adalah dukungannya terhadap idiologi-idiologi anarkis dan bersifat memecah belah, yang mengancam kelangsungan kehidupan negara dan bangsa. Komunisme, ajaran terdepan di antara idiologi-idiologi ini, merupakan konsekuensi politis alami dari filsafat materialisme. Karena, komunisme berusaha menghancurkan tatanan sakral seperti keluarga dan negara, ia menjadi idiologi fundamental bagi segala bentuk gerakan separatis yang menolak sturktur kesatuan suatu negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori evolusi menjadi semacam sandaran ilmiah bagi materialisme, dasar pijakan idiologi komunisme. Dengan merujuk teori evolusi, komunisme berusaha membenarkan diri dan menampilkan idiologinya sebagai sesuatu yang logis dan benar. Karena itulah Karl Marx, pencetus komunisme, menuliskan the Origin of Species, buku Darwin yang mendasari teori evolusi dengan &quot;inilah buku yang berisi landasan sejarah alam bagi pandangan kami&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun faktanya, temuan-temuan baru ilmu pengetahuan modern telah membuat teori evolusi, dogma abad ke-19 yang menjadi dasar pijakan segala bentuk ajaran kaum materialisme, menjadi tidak berlaku lagi, sehingga ajaran ini--utamanya pandangan Karl Marx--benar-benar telah ambruk. Ilmu pengetahuan telah menolak dan akan tetap menolak hipotesis materialis yang tidak mengakui eksistensi apa pun, kecuali materi. Dan, ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa segala yang ada merupakan hasil ciptaan sesuatu yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penulisan buku ini adalah memaparkan fakta-fakta ilmiah yang membentah teori evolusi dalam seluruh bidang ilmu, dan mengungkapkan kepada masyarakat luas tujuan-tujuan sesungguhnya dari apa yang disebut &quot;ilmu pengetahuan&quot; ini, yang ternyata tidak lebih dari sebuah penipuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa evolusionis tidak memiliki bentahan terhadap tulisan yang sedang Anda baca ini. Mereka bahkan tidak akan berusaha membentah karena sadar bahwa tindakan seperti ini hanya akan membuat setiap orang semakin paham bahwa teori evolusi hanyalah sebuah kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harun Yahya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Terbebas dari Prasangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang menerima apa pun yang mereka peroleh dari ilmuwan sebagai kebenaran sejati. Tidak terlintas dalam pikiran mereka bahwa ilmuwan pun mungkin memiliki berbagai prasangka filosofis atau idiologis. Pada kenyataannya, ilmuwan evolusionis telah memaksakan prasangka dan pandangan filosofis mereka kepada masyarakat luas dengan kedok ilmu pengetahuan. Misalnya, meskipun sadar dengan kejadian acak hanya akan menghasilkan ketidakteraturan dan kekacauan, mereka tetap menyatakan bahwa keteraturan, perencanaan, dan desain yang sangat mengagumkan pada jagat raya dan makhluk hidup terjadi secara kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ahli biologi semacam ini akan dengan mudahnya menemukan keselarasan yang menakjubkan pada molekul protein, bahan penyusun kehidupan, dan molekul ini sama sekali tidak mungkin muncul secara kebetulan. Meski demikia, ia malah menyatakan bahwa protein ini muncul pada kondisi bumi yang primitif secara kebetulan milyaran tahun yang lalu. Tidak cukup sampai di sini, ia juga menyatakan tanpa keraguan bahwa tidak hanya satu, tetapi jutaan protein terbentuk secara kebetulan, dan selanjutnya secara luar biasa bergabung membentuk sel hidup pertama. Lebih jauh lagi, ia berkeras mempertahankan pandangannya secara fanatik. Orang ini adalah ilmuwan &quot;evolosionis&quot;.&lt;br /&gt;Jika ilmuwan yang sama melewati sebuah jalan datar dan menemukan tiga buah batu bata bertumpuk rapi, tentunya ia tidak akan pernah menganggap bahwa ketiga batu bata tersebut secara kebetulan dan selanjutnya menyusun diri menjadi tumpukan, juga secara kebetulan. Sudah pasti, siapa pun yang membuat pernyataan seperti itu akan dianggap tidak waras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana mungkin mereka yang mampu menilai peristiwa-peristiwa biasa secara rasional dapat bersikpa begitu tidak masuk akal ketika memikirkan keberadaan mereka sendiri? Sikap seperti ini tidak mungkin diambil atas nama ilmu pengetahuan. Dalam ilmu pengetahuan, jika terdapat dua alternatif dengan kemungkinan yang sama mengenai suatu masalah, kita diharuskan mempertimbangkan keduanya. Dan, jika kemungkinan salah satu alternatif tersebut lebih kecil, misalnya 1% maka tindakan yang rasional dan ilmiah adalah mengambil alternatif lainnya, yang memiliki kemungkinan 99% sebagai pilihan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita teruskan dengan berpegang pada pedoman ilmiah ini. Terdapat dua pandangan yang dapat dikemukakan tentang bagaiamana makhluk hidup muncul di muka bumi. Pandangan pertama menyatakan bahwa semua makhluk hidup diciptakan Allah dalam tatanan yang rumit seperti sekarang ini, sedangkan pandangan kedua menyatakan bahwa kehidupan terbentuk oleh kebetulan-kebetulan acak dan diluar kesengajaan. Pandangan terakhir ini adalah pernyataan teori evolusi. Jika kita mengacu kepada data-data ilmiah, misalnya dibidang biologi molekuler, jangankan satu sel hidup, salah satu dari jutaan protein di dalam sel tersebut sangat tidak mungkin muncul secara kebetulan. Sebagaimana pula akan diilustrasikan dalam bab-bab berikutnya, perhitungan probabilitas telah berkali-kali menegaskan hal ini. Jadi, pandangan evolosionis tentang kemunculan makhluk hidup memiliki probabilitas nol untuk diterima sebagai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, pandangan pertama memiliki kemungkinan &quot;100%&quot; sebagai suatu kebenaran. Jadi, kehidupan telah dimunculkan dengan sengaja, atau dengan kata lain, kehidupan itu &quot;diciptakan&quot;. Semua makhluk hidup telah muncul atas kehendak Sang Pencipta yang memiliki kekuatan, kebijaksanaan, dan ilmu yang tak tertandingi. Kenyataan ini bukan sekadar masalah keyakinan; ini adalah kesimpulan yang sudah semestinya dicapai melalui kearifan, logika, dan ilmu pengetahuan. Dengan begitu, sudah seharusnya ilmuwan &quot;evolusionis&quot; tadi menarik pernyataan mereka dan menerima fakta yang jelas dan telah terbukti. Dengan bersikap sebaliknya, ia telah mengorbankan ilmu pengetahuan demi filsafat, ideologi dan dogma yang diikutinya dan tidak menjadi seorang ilmuwan sejati. Kemarahan, sikap keras kepala dan prasangka &quot;ilmuwan&quot; ini semakin bertambah setiap kali ia berhadapan dengan kenyataan. Sikapnya dapat dijelaskan dengan satu kata: &quot;keyakinan&quot;. Tetapi keyakinan tersebut adalah keyakinan takhayul yang buta, karena hanya itulah penjelasan bagi ketidakpeduliannya terhadap fakta-fakta atau kesetiaan seumur hidup kepada skenario tak masuk akal yang ia susun dalam khayalannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materialisme Buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan yang kita bicarakan ini adalah filsafat materialistis, yang berpendapat bahwa materi bersifat kekal, dan tidak ada yang lain kecuali materi. Teori evolusi menjadi semacam &quot;fondasi ilmiah&quot; filsafat materialistis ini, sehingga dibela secara membuta demi mempertahankan filsafat tersebut. Ketika ilmu pengetahuan menggugurkan pernyataan-pernyataan tentang evolusi pada penghujung abad ke-20, mereka berupaya mendistorsi dan menempatkan ilmu pengetahuan untuk mendukung teori evolusi, sehingga idiologi materialisme tetap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan dari salah seorang ahli biologi evolosionis ternama dari Turki berikut ini merupakan contoh nyata untuk melihat tujuan dari penilaian menyimpang akibat keyakinan buta ini. Ilmuwan ini membahas probabilitas pembentukan secara kebetualan sitokrom-C, salah satu enzim terpenting bagi kehidupan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Probabilitas pembentukan rangkaian sitokrom-C mendekati nol. Jadi, jika kehidupan memerlukan sebuah rangkaian tertentu, maka dapat dikatakan ia memiliki probabilitas untuk terwujud hanya satu kali di seluruh alam semesta. Jika tidak, kekuatan-kekuatan metafisis di luar definisi kita mestilah telah berperan dalam pembentukan tersebut. Menerima pernyataan terakhir ini tidak sesuai dengan tujuan-tujuan ilmu pengetahuan, karenanya kita harus mengkaji hipotesis pertama.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi ilmuwan ini menerima sebuah kemungkinan yang &quot;mendekati nol&quot; lebih ilmiah daripada menerima fakta penciptaan. Padahal, menurut pedoman ilmiah, jika terdapat dua alternatif penjelasan tentang suatu kejadian dan salah satunya memiliki kemungkinan yang &quot;mendekati nol&quot;, maka yang benar adalah alternatif lainnya. Namun, pendekatan materialistis dogmatis ini melarang pengakuan terhadap Pencipta Yang Maha Agung. Pelarangan ini mengarahkan ilmuwan lain mempercayai dogma materialis ini untuk menerima pernyataan-pernyataan yang bertentangan sama sekali dengan akal. Orang yang mempercayai ilmuwan tersebut pun menjadi terpikat dan dibutakan oleh mantra materialistis yang sama, dan mengalamai kondisi psikologis serupa ketika membaca buku-buku dan artikel-artikel mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudut pandang materialistis dogmatis menjadi penyebab banyaknya ilmuwan ternama yana ateis. Sedangkan mereka yang telah membebaskan diri dari jeratan mantera ini dan mau membuka pikiran tidak akan ragu menerima keberadaan Pencipta. Ahli biokimia Amerika, Dr. Michael J. Behe, salah seorang ilmuwan terkemuka pendukung teori &quot;intelligent design&quot; yang akhir-akhir ini telah diterima luas, menggambarkan para ilmuwan yang tidak mempercayai &quot;desain&quot; atau &quot;penciptaan&quot; makhluk hidup sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Selama empat dekade terakhir, biokimia modern telah berhasil menyingkap rahasia sel. Hal ini menuntut puluhan ribu orang mendedikasikan bagian terbaik dari hidup mereka untuk pekerjaan laboratorium yang membosankan?. Usaha komulatif meneliti sel, yang berarti meneliti kehidupan di tingkat molekuler, menghasilkan sebuah teriakan tajam, jelas, dan nyaring: &quot;desain!&quot; Hasilnya sangat jelas dan begitu signifikan, sehingga harus dikatagorikan sebagai sebuah penciptaan terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan.... Anehnya, kerumitan yang luar biasa dari sebuah sel ini disambut dengan kebisuan yang mengherankan. Mengapa komunitas ilmuwan tidak antusias menyambut penemuan yang mengejutkan ini? Mengapa observasi desain ini diselimuti dengan tabir intelektual? Yang menjadi dilema adalah bahwa ketika satu sisi seekor gajah diberi label &#39;intelligent design&#39;, sisi yang lain harus diberi label &#39;Tuhan&#39;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kesulitan bagi ilmuwan evolusionis ateis yang Anda saksikan di majalah-majalah dan televisi dan menulis buku-buku yang mungkin Anda baca. Semua peneliteian ilmiah yang mereka lakukan menunjukkan keberadaan pencipta. Akan tetapi, karena telah begitu mati rasa dan buta oleh pendidikan materialistik dogmatis, mereka masih saja bersikeras menolak. Mereka yang terus-menerus mengabaikan tanda-tanda dan bukti-bukti nyata keberadaan Pencipta akan kehilangan seluruh kepekaan. Mereka terperangkap dalam kepercayaan diri yang menyesatkan akibat memudarnya kepekaan, dan akhirnya menjadi pendukung kemustahilan. Contohnya, Richard Dawkins, seorang evolosionis terkemuka yang menyeru umat Kristen untuk tidak meyakini mukjizat, bahkan jika mereka melihat patung bunda Maria melambaikan tangannya. Menurut Dawkin, &quot;Mungkin saja semua atom penyusun lengan patung itu kebetulan bergerak ke arah yang sama pada saat bersamaan--suatu kejadian dengan probabilitas teramat kecil, tetapi mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah psikis orang-orang yang tidak beriman telah ada sepanjang sejarah. Dalam Alquran dinyatakan, &quot;Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.&quot; (Al-An&#39;am: 111).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dijelaskan ayat tersebut, pemikiran dogmatis para evolosionis bukan sesuatu yang baru, bahkan bukan karakteristik mereka saja. Nyatanya, apa yang dipertahankan ilmuwan evolusionis bukanlah pemikiran ilmiah modern, melainkan kebodohan yang telah mendarah daging sejak zaman masyarakat penyembah berhala yang tidak beradab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek kejiwaan yang sama disebutkan dalam ayat lain, &quot;Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus-menerus masuk ke atasnya, tentulah mereka berkata: &#39;Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir&#39;.&quot; (Al-Hijr: 14--15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indoktrinasi Teori Evolusi Secara Massal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana ditunjukkan dalam ayat-ayat di atas, salah satu penyebab manusia tidak mampu melihat realitas keberadaan mereka adalah semacam &quot;mantra&quot; yang mengaburkan penalaran mereka. &quot;Mantra&quot; ini pula yang mendasari seluruh dunia menerima teori evolusi. Mantra yang dimaksud di sini adalah suatu pengondisian melalui indoktrinasi. Orang-orang telah diindoktrinasi sedemikian gencar mengenai keberadaan teori evolusi hingga mereka tidak menyadari penyimpangan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indoktrinasi ini berdampak negatif bagi otak dan melumpuhkan kemampuan menilai sesuatu. Pada akhirnya, otak yang dibombardir oleh indoktrinasi secara terus menerus ini mulai menerima realitas tidak sebagaimana adanya, tetapi sebagaimana yang diindoktrinasikan. Fenomena ini dapat dijumpai pada sejumlah contoh lain. Misalnya, jika seseorang dihipnotis dan diindoktrinasi bahwa tempat tidur tempatnya berbaring adalah sebuah mobil, ia akan tetap merasa tempat tidur itu sebagai sebuah mobil meski masa hipnotis telah selesai. Ia menganggap hal ini sangat logis dan rasional karena ia benar-benar melihatnya demikian dan ia tidak ragu sedikit pun. Contoh yang menunjukkan keampuhan dan kekuatan mekanisme indoktrinasi ini merupakan realitas ilmiah yang telah dibuktikan melalui banyak percobaan, telah dilaporkan dalam literatur ilmiah, serta merupakan santapan sehari-hari buku-buku pelajaran psikologi dan psikiatri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori evolusi dan materialisme yang berpijak padanya dijejalkan kepada masyarakat luas melalui metode indoktrinasi seperti ini. Mereka yang tiada henti menemui indotrinasi evolusi ini di berbagai media massa, sumber akademis, dan wahana &quot;ilmiah&quot; tidak menyadari bahwa menerima teori ini bertentangan dengan prinsip nalar yang paling mendasar. Indoktrinasi serupa pun menjerat para ilmuwan. Ilmuwan muda yang sedang meniti karier menerima cara pandang materialistis ini dengan dosis yang bertambah seiring perjalanan waktu. Akibat mantra ini, banyak ilmuwan evolusionis terus mencari pembenaran ilmiah bagi pernyataan evolusionis abad ke-19 yang tidak masuk akal, usang, dan telah lama digugurkan oleh bukti-bukti ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula mekanisme tambahan yang memaksa ilmuwan menjadi evolusionis dan materialis. Di negara-negara Barat, seorang ilmuwan harus memenuhi beberapa persyaratan untuk mendapatkan promosi, menerima pengakuan akademis, atau agar artikelnya diterbitkan dalam jurnal-jurnal ilmiah. Pengakuan terang-terangan terhadap teori evolusi adalah kriteria nomor satu. Sistem ini membuat para ilmuwan menghabiskan seluruh hidup dan karier ilmiahnya demi sebuah keyakinan dogmatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah realitas sesungguhnya di balik pernyataan &quot;evolusi masih tetap diterima oleh dunia ilmu pengetahuan&quot;. Evolusi dipertahankan hidup bukan karena memiliki kelayakan ilmiah, tetapi karena merupakan sebuah kewajiban ideologis. Sangat sedikit ilmuwan yang menyadari kenyataan ini, dan berani menunjukkan &quot;sang raja tidak mengenakan selembar baju pun&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian selanjutnya dari tulisan ini akan mengetengahkan penemuan-pememuan ilmiah modern yang telah meruntuhkan kepercayaan evolusionis dan yang menunjukkan bukti-bukti nyata keberadaan Allah. Pembaca akan menyaksikan bahwa teori evolusi ternyata merupakan kebohongan--sebuah kebohongan yang dibuktikan oleh ilmu pengetahuan pada tiap tahapannya, akan tetapi tetap saja dipertahankan untuk menutupi fakta penciptaan. Diharapkan pembaca akan membebaskan diri dari mantra yang menumpulkan pikiran dan melumpuhkan kemampuan menilai tersebut, dan selanjutnya merenungkan dengan sungguh-sungguh apa yang disampaikan dalam tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia melepaskan diri dari jerat mantra ini dan mampu berpikir jernih, bebas, dan tanpa prasangka, ia akan segera menemukan kebenaran sebening kristal. Kebenaran tak terbentahkan ini, yang telah ditunjukkan pula oleh ilmu pengetahuan modern dalam semua aspek adalah bahwa makhluk hidup muncul bukan secara kebetulan melainkan sebagai hasil penciptaan. Manusia akan dengan mudah melihat fakta penciptaan ketika ia tercipta dari setetes air, atau kesempurnaan pada setiap makhluk hidup lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;em&gt;The Evolution Deceit,&lt;/em&gt; Harun Yahya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/4833959151127336410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=4833959151127336410&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4833959151127336410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4833959151127336410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/keruntuhan-teori-evolusi.html' title='Keruntuhan Teori Evolusi'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-321153378851273015</id><published>2007-12-20T03:50:00.000+07:00</published><updated>2007-12-20T04:11:05.506+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiqih"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><title type='text'>Syariat dan Hikmah Kurban</title><content type='html'>Kurban berasal dari bahasa Arab, &lt;em&gt;al-udhhiyyah&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;adh-dhahiyyah&lt;/em&gt; yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari &lt;em&gt;tasyriq&lt;/em&gt; sebagai taqarrub kepada Allah.&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt; Syariat Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah mensyariatkan kurban dengan firman-Nya, &quot;&lt;em&gt;Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus&lt;/em&gt;.&quot; (Al-Kautsar: 1 -- 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya.&quot; (Al-Hajj: 36).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah ra, Nabi saw bersabda, &quot;Tidak &lt;em&gt;ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Kurban itu&lt;/em&gt;.&quot; (HR Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah kurban hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Bagi orang yang mampu melakukannya lalu ia meninggalkan hal itu, maka ia dihukumi makruh. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi saw pernah berkurban dengan dua kambing kibasy yang sama-sama berwarna putih kehitam-hitaman dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih kurban tersebut, dan membacakan nama Allah serta bertakbir (waktu memotongnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;strong&gt;Ummu Salamah ra&lt;/strong&gt;, Nabi saw bersabda, &quot;&lt;em&gt;Dan jika kalian telah melihat hilal (tanggal) masuknya bulan Dzul Hijjah, dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya&lt;/em&gt;.&quot; HR Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti sabda Nabi saw, &quot; ingin berkorban&quot; adalah dalil bahwa ibadah kurban ini sunnah, bukan wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Bakar dan Umar ra bahwa mereka berdua belum pernah melakukan kurban untuk keluarga mereka berdua, lantaran keduanya takut jika perihal kurban itu dianggap wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah kurban disyariatkan Allah untuk mengenang Nabi Ibrahim as dan sebagai suatu upaya untuk memberikan kemudahan pada hari Id, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw, &quot;Hari-hari itu tidak lain adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang yang Diperbolehkan untuk Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang yang boleh untuk kurban adalah onta, sapi (kerbau) dan kambing. Untuk selain yang tiga jenis ini tidak diperbolehkan. Allah SWT berfirman, &quot;?&lt;em&gt; supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka&lt;/em&gt;.&quot; (Al-Hajj: 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dianggap memadai berkurban dengan domba yang berumur setengah tahun, kambing jawa yang berumur satu tahun, sapi yang berumur dua tahun, dan unta yang berumur lima tahun, baik itu jantan atau betina. Hal ini sesuai dengan hadis-hadis di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, &quot;&lt;em&gt;Binatang kurban yang paling bagus adalah kambing yang jadza&#39; (powel/berumur satu tahun).&quot;&lt;/em&gt; (HR Ahmad dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;strong&gt;Uqbah bin Amir&lt;/strong&gt; ra, aku berkata, wahai Rasulullah saw, aku mempunyai jadza&#39;, Rasulullah saw menjawab, &quot;&lt;em&gt;Berkurbanlah dengannya&lt;/em&gt;.&quot; (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir ra, Rasulullah saw bersabda, &quot;&lt;em&gt;Janganlah kalian mengurbankan binatang kecuali yang berumur satu tahun ke atas, jika itu menyulitkanmu, maka sembelihlah domba Jadza&#39;&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkorban dengan Kambing yang Dikebiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh-boleh saja berkurban dengan kambing yang dikebiri. Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Rafi&#39;, bahwa Rasulullah saw berkurban dengan dua ekor kambing kibasy yang keduanya berwarna putih bercampur hitam lagi dikebiri. Karena dagingnya lebih enak dan lebih lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang-Binatang yang Tidak Diperbolehkan untuk Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat binatang yang untuk kurban adalah bintang yang bebas dari aib (cacat). Karena itu, tidak boleh berkurban dengan binatang yang aib seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Yang penyakitnya terlihat dengan jelas. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang picak dan jelas terlihat kepicakannya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang pincang sekali. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang sumsum tulangnya tidak ada, karena kurus sekali. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rasulullah saw bersabda, &quot;&lt;em&gt;Ada empat penyakit pada binatang kurban yang dengannya kurban itu tidak mencukupi. Yaitu yang picak dengan kepicakannya yang nampak sekali, dan yang sakit dan penyakitnya terlihat sekali, yang pincang sekali, dan yang kurus sekal&lt;/em&gt;i.&quot; (HR Tirmidzi seraya mengatakan hadis ini hasan sahih). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang cacat, yaitu yang telinga atau tanduknya sebagian besar hilang.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Selain binatang lima di atas, ada binatang-binatang lain yang tidak boleh untuk kurban, yaitu: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hatma&#39; (ompong gigi depannya, seluruhnya). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ashma&#39; (yang kulit tanduknya pecah). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umya&#39; (buta). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Taula&#39; (yang mencari makan di perkebunan, tidak digembalakan). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jarba&#39; (yang banyak penyakit kudisnya). &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Juga tidak mengapa berkurban dengan binatang yang tak bersuara, yang buntutnya terputus, yang bunting, dan yang tidak ada sebagian telinga atau sebagian besar bokongnya tidak ada. Menurut yang tersahih dalam mazhab Syafi&#39;i, bahwa yang bokong/pantatnya terputus tidak mencukupi, begitu juga yang puting susunya tidak ada, karena hilangnya sebagian organ yang dapat dimakan. Demikian juga yang ekornya terputus. Imam Syafi&#39;i berkata, &quot;&lt;em&gt;Kami tidak memperoleh hadis tentang gigi sama sekali.&lt;/em&gt;&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Penyembelihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kurban disyaratkan tidak disembelih sesudah terbit matahari pada hari &#39;Iduladha. Sesudah itu boleh menyembelihnya di hari mana saja yang termasuk hari-hari Tasyrik, baik malam ataupun siang. Setelah tiga hari tersebut tidak ada lagi waktu penyembelihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;strong&gt;al-Barra&#39; ra&lt;/strong&gt; Nabi saw bersabda, &quot;&lt;em&gt;Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini (Iduladha) adalah kita salat, kemudian kita kembali dan memotong kurban. Barangsiapa melakukan hal itu, berarti ia mendapatkan sunnah kami. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum itu, maka sembelihan itu tidak lain hanyalah daging yang ia persembahkan kepada keluarganya yang tidak termasuk ibadah kurban sama sekali&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Burdah berkata, &quot;&lt;em&gt;Pada hari Nahar, Rasulullah saw berkhotbah di hadapan kami, beliau bersabda: &#39;Barangsiapa salat sesuai dengan salat kami dan menghadap ke kiblat kami, dan beribadah dengan cara ibadah kami, maka ia tidak menyembelih kirban sebelum ia salat&#39;&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda, &quot;&lt;em&gt;Barangsiapa yang menyembelih sebelum salat, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya. Dan barangsiapa yang menyembelih setelah salat dan khotbah, sesungguhnya ia telah sempurnakan dan ia mendapat sunnah umat Islam.&quot;&lt;/em&gt; (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergabung dalam Berkurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berkurban dibolehkan bergabung jika binatang korban itu berupa onta atau sapi (kerbau). Karena, sapi (kerbau) atau unta berlaku untuk tujuh orang jika mereka semua bermaksud berkurban dan bertaqarrub kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir ra berkata, &quot;&lt;em&gt;Kami menyembelih kurban bersama Nabi saw di Hudaibiyyah seekor unta untuk tujuh orang, begitu juga sapi (kerbau).&quot;&lt;/em&gt; (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian Daging Kurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunahkan bagi orang yang berkurban memakan daging kurbannya, menghadiahkannya kepada para kerabat, dan menyerahkannya kepada orang-orang fakir. Rasulullah saw bersabda, &quot;&lt;em&gt;Makanlah dan berilah makan kepada (fakir-miskin) dan simpanlah&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini para ulama mengatakan, yang afdhal adalah memakan daging itu sepertiga, menyedekahkannya sepertiga dan menyimpannya sepertiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging kurban boleh diangkut (dipindahkan) sekalipun ke negara lain. Akan tetapi, tidak boleh dijual, begitu pula kulitnya. Dan, tidak boleh memberi kepada tukang potong daging sebagai upah. Tukang potong berhak menerimanya sebagai imbalan kerja. Orang yang berkurban boleh bersedekah dan boleh mengambil kurbannya untuk dimanfaatkan (dimakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abu Hanifah, bahwa boleh menjual kulitnya dan uangnya disedekahkan atau dibelikan barang yang bermanfaat untuk rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang Berkurban Menyembelihnya Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berkorban yang pandai menyembelih disunahkan menyembelih sendiri binatang kurbannya. Ketika menyembelih disunahkan membaca, &quot;Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma haadza &#39;an?&quot; (Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ya Allah kurban ini dari ?[sebutkan namanya]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, Rasulullah saw menyembelih seekor kambing kibasy dan membaca, &quot;&lt;em&gt;Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma haadza &#39;anni wa&#39;an man lam yudhahhi min ummati&quot; (Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar, Ya Allah sesungguhnya (kurban) ini dariku dan dari umatku yang belum berkurban).&quot;&lt;/em&gt; (HR Abu Daud dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang berkurban tidak pandai menyembelih, hendaknya dia menghadiri dan menyaksikan penyembelihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa&#39;id al-Khudri ra, Rasulullah saw bersabda, &quot;&lt;em&gt;Wahai Fatimah, bangunlah. Dan saksikanlah kurbanmu. Karena, setetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kau lakukan. Dan bacalah: &#39;Sesungguhnya salatku, ibadahku--korbanku--hidupku, dan matiku untuk Allah Tuhan semesta Alam. Dan untuk itu aku diperintah. Dan aku adalah orang-orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah,&#39; Seorang sahabat lalu bertanya, &#39;Wahai Rasulullah saw, apakah ini untukmu dan khusus keluargamu atau untuk kaum muslimin secara umum?&#39; Rasulullah saw menjawab, &#39;Bahkan untuk kaum muslimin umumnya&#39;&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;1. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq&lt;br /&gt;2. Bidaayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd&lt;br /&gt;3. Al-Muhadzdzab fi Fiqh Madzhabil Imam as- Syafi&#39;i, Abu Ishaaq as-Syiraazi &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/321153378851273015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=321153378851273015&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/321153378851273015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/321153378851273015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/syariat-dan-hikmah-kurban.html' title='Syariat dan Hikmah Kurban'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-2308330509988987520</id><published>2007-12-18T15:16:00.001+07:00</published><updated>2007-12-18T15:46:32.027+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akidah Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan"/><title type='text'>Sang Bintang Pujaan?</title><content type='html'>Bila kita memperhatikan fenomena dan gejala yang memasyarakat khususnya teman-teman sebaya kita saat ini di dalam mencari panutan atau lebih trend lagi dengan sebutan “sang idola”, maka kita akan menemukan hal yang sangat kontras dengan apa yang terjadi pada abad-abad terdahulu, khususnya pada tiga abad utama (&lt;em&gt;al-Qurûn al-Mufadldlalah&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dulu, orang begitu mengidolakan manusia-manusia pilihan dan berakhlaq mulia di kalangan mereka seperti para ulama dan orang-orang yang shalih. Maka, kondisi itu sekarang sudah berubah total. Orang-orang sekarang cenderung menjadikan manusia-manusia yang tidak karuan dari segala aspeknya sebagai idola. Mereka mengidolakan para pemain sepakbola, kaum selebritis, para pembalap, paranormal sampai kepada sosok-sosok yang &#39;ditokohkan&#39; dalam gaya hidup yang berbau maksiat dan mudharat. Anehnya, hal ini didukung oleh keluarga bahkan diberi spirit sedemikian rupa agar anaknya kelak bisa menjadi si fulanah yang artis, atau si fulan yang pemain sepakbola dan seterusnya. Lebih aneh lagi bahwa mereka berbangga-bangga dengan hal itu.&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tentunya ini sangat ironis karena sebagai umat Islam yang mayoritas seharusnya mereka harus memahami ajaran agama secara benar sehingga tidak terjerumus kepada hal-hal yang dilarang di dalamnya. Ketidaktahuan akan ajaran agama ini akan berimplikasi kepada masa depan mereka kelak karena ini menyangkut keselamatan dan ketentraman mereka di dalam meniti kehidupan di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pada sebagian masyarakat kita, telah muncul gejala yang lebih serius dan mengkhawatirkan lagi, yaitu pengkultusan terhadap sosok yang dianggap sebagai tokoh tanpa menyelidiki terlebih dahulu sisi ‘aqidah dan akhlaqnya. Selanjutnya tokoh yang dijadikannya sebagai idola ini bagai menjadi suri tauladan yang utama. Mereka mulai meniru-niru dari segi gaya pakaiannya, gaya berbicaranya, model penampilannya dan perbuatannya tanpa ditimbang-timbang lagi, apakah yang dikatakan atau dilakukan itu benar atau salah menurut agama bahkan sebaliknya, perkataan dan perbuatannya justru menjadi acuan benar tidaknya menurut agama…&lt;em&gt;naûdzu billâhi min dzâlik&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih memilukan lagi, sang idola yang tidak ketahuan juntrungannya tersebut memposisikan dirinya sebagaimana yang dianggap oleh para pengidolanya. Mereka berlagak sebagai manusia-manusia suci pada momen-momen yang memang suci seperti pada bulan Ramadhan, hari Raya ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adlha. Mereka diangkat sedemikian rupa oleh mass media dan media visual maupun audio visual seperti surat kabar, majalah, internet, radio dan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada momen-momen tersebut, mereka seakan mengisi semua hari-hari para pengidola bahkan non pengidolapun tak luput dari itu. Mereka menganggap bahwa diri merekalah yang paling mengetahui apa yang harus dilakukan secara agama pada momen-momen tersebut. Maka dipersembahkanlah berbagai tayangan program dan acara untuk menyemarakkan syi’ar bulan Ramadhan tersebut – menurut anggapan mereka- . Tampak, pada momen-momen tersebut mereka seakan menjadi manusia paling suci dan panutan semua… Yah! Untuk sesaat saja!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan coba tanya sendiri kepada beberapa orang dari umat islam sendiri.  Sesungguhnya, apa yang mereka lakukan itu tak lain hanyalah racun yang dipaksakan kepada ummat untuk diteguk, mulai dari racun dengan reaksi lambat, sedang bahkan cepat tergantung kepada daya tahan dan tingkat kekebalan peneguknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, akankah kita membiarkan anggota keluarga kita meneguk racun-racun tersebut, baru kemudian menyesali apa yang telah terjadi?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk mengetahui siapa yang seharusnya dijadikan sebagai idola oleh seorang Muslim dan bagaimana implikasi-implikasinya?. Kajian hadits kali ini sengaja mengangkat tema tersebut, mengingat hampir semua rumah kaum Muslimin telah dimasuki oleh salah satu atau kebanyakan mass media dan media tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita belum terlambat untuk menyelamatkan keluarga kita sehingga racun-racun tersebut dapat dilenyapkan dan dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;NASKAH HADITS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari &lt;strong&gt;Abu Wâ-il dari ‘Abdullah&lt;/strong&gt; (bin Mas’ud), dia berkata: “&lt;em&gt;seorang laki-laki datang kepada Rasulullah sembari berkata: ‘wahai Rasulullah! Apa pendapatmu terhadap seorang laki-laki yang mencintai suatu kaum padahal dia belum pernah (sama sekali) berjumpa dengan mereka?’. Rasulullah shallallâhu &#39;alaihi wa sallam bersabda: “seseorang itu adalah bersama orang yang dia cintai&lt;/em&gt;”. (H.R.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAKHRIJ HADITS SECARA GLOBAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Bukhâry, at-Turmuzy, an-Nasaiy, Abu Daud, Ahmad dan ad-Darimy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENJELASAN HADITS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam riwayat yang lain, disebutkan dengan lafazh “&lt;em&gt;Engkau bersama orang yang engkau cintai&lt;/em&gt;”. Demikian pula dengan hadits yang maknanya: “&lt;em&gt;Ikatan Islam yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anas bin Malik&lt;/strong&gt; mengomentarinya: “&lt;em&gt;Setelah keislaman kami, tidak ada lagi hal yang membuat kami lebih gembira daripada ucapan Rasulullah: ‘engkau bersama orang yang engkau cintai’ ”. Lalu Anas melanjutkan: “Kalau begitu, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya, Abu Bakar serta ‘Umar. Aku berharap kelak dikumpulkan oleh Allah bersama mereka meskipun aku belum berbuat seperti yang telah mereka perbuat&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Imam an-Nawawy&lt;/strong&gt;, setelah menyebutkan beberapa hadits terkait dengan hadits diatas, menyatakan: “&lt;em&gt;Hadits ini mengandung keutamaan mencintai Allah dan Rasul-Nya, orang-orang yang shalih, orang-orang yang suka berbuat kebajikan baik yang masih hidup atau yang telah mati. Dan diantara keutamaan mencintai Allah dan Rasul-Nya adalah menjalankan perintah dan menjauhi larangan keduanya serta berakhlaq dengan akhlaq islami. Di dalam mencintai orang-orang yang shalih tidak mesti mengerjakan apa saja yang dikerjakannya sebab bila demikian halnya maka berarti dia adalah termasuk kalangan mereka atau seperti mereka. Pengertian ini dapat diambil dari hadits setelah ini, yakni (ucapan seseorang yang bertanya tentang pendapat beliau shallallâhu &#39;alaihi wa sallam mengenai) seseorang yang mencintai suatu kaum sementara dia tidak pernah sama sekali bertemu dengan mereka (seperti yang tersebut di dalam hadits diatas-red)…&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam, &lt;strong&gt;Ibnu Taimiyyah&lt;/strong&gt; mengaitkan makna cinta tersebut selama seseorang itu mencintai Allah dan Rasul-Nya sebab orang yang mencintai Allah, maka dia pasti mencintai para Nabi-Nya karena Dia Ta’ala mencintai mereka dan mencintai setiap orang yang meninggal di atas iman dan taqwa. Maka mereka itulah &lt;em&gt;Awliyâ&lt;/em&gt; Allah (para wali Allah) yang Allah cintai seperti mereka yang dipersaksikan oleh Nabi shallallâhu &#39;alaihi wa sallam masuk surga, demikian pula dengan &lt;strong&gt;Ahli Badar&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Bai’ah ar-Ridlwan&lt;/strong&gt;. Jadi, siapa saja yang telah dipersaksikan oleh Rasulullah masuk surga, maka kita bersaksi untuknya dengan hal ini sedangkan orang yang tidak beliau persaksikan demikian, maka terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama; sebagian ulama mengatakan: ‘tidak boleh dipersaksikan bahwa dia masuk surga dan kita juga tidak bersaksi bahwa Allah mencintainya’. Sedangkan sebagian yang lain mengatakan: ‘justeru orang yang memang dikenal keimanan dan ketakwaannya di kalangan manusia serta kaum Muslimin telah bersepakat memuji mereka seperti ‘&lt;strong&gt;Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, al-Hasan al-Bashry, Sufyan ats-Tsaury, Abu Hanifah, Malik, asy-Syafi’iy, Ahmad, Fudlail bin ‘Iyadl, Abu Sulaiman ad-Darany (al-Kurkhy), ‘Abdullah bin Mubarak&lt;/strong&gt; dan selain mereka, kita mesti bersaksi bahwa mereka masuk surga’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara dalil yang digunakan oleh kelompok kedua ini adalah hadits shahih yang menyatakan bahwa Nabi shallallâhu &#39;alaihi wa sallam pernah melewati suatu jenazah lalu mereka memujinya dengan kebaikan, maka beliau berkata: “pasti, pasti”. Kemudian lewat lagi suatu jenazah lalu mereka bersaksi untuknya dengan kejelekan, maka beliau berkata: “pasti, pasti”. Mereka lantas bertanya: “&lt;em&gt;wahai Rasulullah! Apa maksud ucapanmu : ‘pasti, pasti tersebut&lt;/em&gt; ?’. beliau menjawab: “&lt;em&gt;jenazah ini kalian puji dengan kebaikan, maka aku katakan: ‘pasti ia masuk surga’&lt;/em&gt;. Dan jenazah satunya, kalian bersaksi dengan kejelekan untuknya, maka aku katakan: ‘pasti dia masuk neraka’. Lalu ada yang bertanya kepada beliau: “&lt;em&gt;bagaimana hal itu bisa terjadi, wahai Rasulullah&lt;/em&gt;?”. Beliau menjawab: “&lt;em&gt;dengan pujian baik atau jelek&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi Mahabbah (Kecintaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahabbah ada beberapa jenis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama,&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;al-Mahabbah Lillâh&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (kecintaan karena Allah) ; jenis ini tidak menafikan tauhid kepada-Nya bahkan sebagai penyempurna sebab ikatan keimanan yang paling kuat adalah kecintaan karena Allah dan kebencian karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi dari kecintaan karena Allah adalah bahwa kita mencintai sesuatu karena Allah Ta’ala mencintainya baik ia berupa orang atau pekerjaan, dan inilah yang merupakan penyempurna keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara contoh yang menjelaskan perbedaan antara kecintaan kepada Allah dan selain Allah adalah antara apa yang dilakukan oleh Abu Bakar dan Abu Thalib; Abu Bakar mencintai Nabi shallallâhu &#39;alaihi wa sallam karena semata-mata mengharap ridla Allah sedangkan Abu Thalib, paman Nabi mencintai diri beliau dan membelanya karena mengikuti hawa nafsunya bukan karena Allah sehingga Allah menerima amal Abu Bakar dan tidak menerima amal Abu Thalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua, &lt;em&gt;al-Mahabbah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;ath-Thabî’îyyah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (kecintaan yang alami) dimana seseorang tidak mendahulukannya dari kecintaannya kepada Allah ; jenis ini juga tidak menafikan kecintaan kepada Allah. Contohnya adalah seperti kecintaan terhadap isteri, anak dan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tatkala Nabi shallallâhu &#39;alaihi wa sallam ditanyai tentang siapa manusia yang paling engkau cintai?. Beliau menjawab: ‘Aisyah. Lalu beliau ditanyai lagi: dari kalangan laki-laki siapa?. Beliau menjawab: ayahnya (yakni Abu Bakar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga kecintaan seseorang kepada makanan, pakaian dan selain keduanya yang bersifat alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, &lt;em&gt;al-Mahabbah ma’a Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (kecintaan berbarengan dengan kecintaan kepada Allah) yang menafikan tauhid kepada-Nya; yaitu menjadikan kecintaan kepada selain Allah seperti kecintaan kepada-Nya atau melebihinya dimana bila kedua kecintaan itu saling bertolak belakang, seseorang lebih mengutamakan kecintaan kepada selain-Nya ketimbang kepada-Nya. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang menjadikan kecintaan tersebut sebagai sekutu bagi Allah yang lebih diutamakannya atas kecintaan kepada-Nya atau –paling tidak- menyamainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara contoh kecintaan kepada selain Allah adalah seperti kecintaan kaum Nashrani terhadap ‘Isa al-Masih &#39;alaihissalâm, kecintaan kaum Yahudi terhadap Musa &#39;alaihissalâm, kecintaan kaum &lt;strong&gt;Syi’ah Rafidlah&lt;/strong&gt; terhadap ‘Aly radliallâhu &#39;anhu, kecintaan kaum Ghulât (orang-orang yang melampaui batas dan berlebih-lebihan) terhadap para syaikh dan imam mereka seperti orang yang menunjukkan loyalitas terhadap seorang Syaikh atau Imam dan menghasut orang lain agar menjauhi orang yang dianggap rival atau saingannya padahal masing-masing mereka hampir sama atau sama di dalam kedudukan dan kualitas kelimuan. Ini sama dengan kondisi Ahlul Kitab yang beriman kepada sebagian Rasul dan kufur kepada sebagian yang lain; kondisi kaum Syi’ah Rafidlah yang menunjukkan loyalitas terhadap sebagian shahabat dan memusuhi sebagian besar yang lainnya, demikian pula kondisi orang-orang yang fanatik dari kalangan Ahli Fiqih dan Zuhud yang menunjukkan sikap loyalitas terhadap para syaikh dan imam mereka dengan menganggap remeh orang-orang selain mereka yang sebenarnya hampir sama atau selevel dengan para syaikh dan imam mereka tersebut. Seorang Mukmin sejati adalah orang yang menunjukkan loyalitas terhadap semua orang yang beriman sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan Antara Klasifikasi Pertama Dan Ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara klasifikasi pertama, yakni al-Mahabbah lillâh (kecintaan karena Allah) dan klasifikasi ketiga, yakni al-Mahabbah ma’a Allah (kecintaan berbarengan dengan kecintaan kepada Allah) tampak jelas sekali, yaitu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- bahwa Ahli syirik menjadikan sekutu-sekutu yang mereka cintai sama seperti kecintaan mereka kepada Allah bahkan lebih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- sedangkan orang-orang yang beriman dan ahli iman sangat mencintai Allah, ini dikarenakan asal kecintaan mereka adalah mencintai Allah dan barangsiapa yang mencintai Allah, maka dia akan mencintai orang yang dicintai oleh Allah; dan barangsiapa yang dicintai oleh-Nya, maka dia akan mencintai-Nya. Jadi, orang yang dicintai oleh orang yang dicintai oleh Allah adalah dicintai oleh Allah karena dia mencintai Allah; barangsiapa yang mencintai Allah, maka Allah akan mencintainya sehingga kemudian dia mencintai orang yang dicintai oleh-Nya.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Urgensi Mencintai Allah dan Rasul-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban pertama seorang hamba adalah mencintai Allah Ta’ala karena merupakan jenis ibadah yang paling agung sebagaimana firman-Nya : “&lt;em&gt;Dan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah&lt;/em&gt;”. (Q,.s.al-Baqarah/01: 165). Hal ini dikarenakan Dia Ta’ala adalah Rabb yang telah berkenan memberikan kepada semua hamba-Nya nikmat-nikmat yang banyak baik secara lahir maupun bathin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban berikutnya adalah mencintai Rasul-Nya, Muhammad shallallâhu &#39;alaihi wa sallam sebab beliaulah yang mengajak kepada Allah, memperkenalkan-Nya, menyampaikan syari’at-Nya serta menjelaskan kepada manusia hukum-hukum-Nya. Jadi, semua kebaikan yang didapat oleh seorang mukmin di dunia dan akhirat semata adalah berkat perjuangan Rasulullah. Seseorang tidak akan masuk surga kecuali bila ta’at dan mengikuti beliau shallallâhu &#39;alaihi wa sallam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits yang lain disebutkan: “&lt;em&gt;Tiga hal yang bila ada pada seseorang maka dia akan merasakan manisnya iman; (pertama)bahwa dia menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai olehnya daripada selain keduanya; (kedua) dia mencintai seseorang hanya karena Allah; (ketiga) dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah diselamatkan oleh Allah darinya sebagaimana dia benci dirinya dicampakkan ke dalam api neraka&lt;/em&gt;”. (Hadits Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, mencintai Rasulullah yang menempati peringkat kedua merupakan sub-ordinasi dan konsekuensi dari mencintai Allah Ta’ala. Khusus dengan kewajiban mencintai Rasulullah dan mendahulukannya atas kecintaan terhadap siapapun dari Makhluk Allah, terdapat hadits beliau yang berbunyi (artinya) : “&lt;em&gt;Tidaklah beriman seseorang diantara kalian hingga aku menjadi orang yang paling dicintainya daripada anaknya, ayahnya serta seluruh manusia&lt;/em&gt;”. (Hadits Muttafaqun ‘alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, hendaknya kecintaannya terhadap Rasulullah melebihi kecintaannya terhadap dirinya sendiri sebagaimana disebutkan di dalam hadits bahwa ‘Umar bin al-Khaththab radliallâhu &#39;anhu pernah berkata: “&lt;em&gt;Wahai Rasulullah! Sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu selain daripada diriku&lt;/em&gt;”.&lt;em&gt; Lalu beliau bersabda: “demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga engkau jadikan aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri”. Lantas ‘Umar berkata kepada beliau: “Kalau begitu, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri”. Beliau berkata kepadanya: “Sekaranglah, wahai ‘Umar&lt;/em&gt;!”. (H.R.Bukhary).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Imam Ibn al-Qayyim&lt;/strong&gt; berkata: “&lt;em&gt;Setiap mahabbah (kecintaan) dan pengagungan terhadap manusia hanya boleh menjadi sub-ordinasi dari kecintaan kepada Allah dan pengagungan terhadap-Nya, yaitu seperti kecintaan kepada Rasulullah shallallâhu &#39;alaihi wa sallam dan pengagungan terhadapnya karena hal ini merupakan sarana penyempurna kecintaan terhadap utusan-Nya dan pengagungan terhadap-Nya. Sesungguhnya, umat mencintai Rasul mereka karena kecintaan Allah, pengagungan-Nya serta pemuliaan-Nya terhadap dirinya. Inilah bentuk kecintaan yang merupakan konsekuensi dari kecintaan kepada Allah&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi Dari Kecintaan Kepada Selain Allah Dan Rasul-Nya Yang Berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuka telah dijelaskan bahwa kita sangat menginginkan agar dikumpulkan bersama orang-orang yang kita cintai, yaitu orang-orang yang shalih dan dikenal ketaqwaannya. Sementara itu menurut satu pendapat, juga kita dibolehkan bersaksi untuk orang yang memang dikenal oleh kalangan luas ketaqwaan dan keshalihannya serta umat telah bersepakat memujinya seperti imam-imam madzhab yang empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, telah disebutkan bahwa ada dua pendapat terkait dengan persaksian masuk surga terhadap orang yang belum dipersaksikan demikian oleh Rasulullah dimana salah satu pendapat berdalil dengan salah satu sabda beliau shallallâhu &#39;alaihi wa sallam yang memberikan kriteria, yaitu adanya pujian baik dan jelek dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, sebagaimana yang dinyatakan oleh Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah bahwa sebenarnya banyak di kalangan para syaikh yang terkenal di masa beliau yang bisa jadi bukan orang berilmu, bahkan melakukan amalan sesat, kemaksiatan dan dosa-dosa yang menghalangi diri mereka dari persaksian orang terhadap mereka dengan kebaikan. Bahkan bisa jadi, diantara mereka ada orang Munafiq dan Fasiq, juga tidak menutup kemungkinan ada orang yang termasuk wali-wali Allah yang benar-benar bertaqwa dan beramal shalih serta termasuk hizb-Nya yang mendapatkan kemenangan. Disamping itu, ada pula kelompok manusia selain para syaikh tersebut yang dikategorikan sebagai para wali Allah dan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa -dimana mereka itu masuk surga - seperti para pedagang, petani dan selain mereka dari kelas sosial lainnya yang ada di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, menurut Syaikhul Islam, barangsiapa yang meminta agar kelak dikumpulkan dengan seorang Syaikh yang dia tidak tahu bagaimana akhir hidupnya maka dia telah sesat, bahkan seharusnya dia meminta agar dikumpulkan oleh Allah dengan orang yang dia ketahui akhir hidupnya yaitu para Nabi dan hamba-hamba-Nya yang shalih sebagaimana firman Allah Ta’ala: “…dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mu&#39;min yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula”. (Q,.s. 66/at-Tahrim: 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam firman-Nya yang lain: “&lt;em&gt;Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)”. (Q,.s. 5/al-Ma-idah: 55). Demikian pula di dalam firman-Nya: “Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang&lt;/em&gt;”. (Q,.s. 5/al-Ma-idah: 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berdasarkan ayat-ayat tersebut diatas, kembali menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, siapa saja yang mencintai seorang Syaikh/tuan guru yang menyelisihi syari’at, maka dia kelak akan bersamanya; bila si Syaikh dimasukkan ke dalam neraka, maka dia akan bersamanya disana. Sebab secara lumrah sudah diketahui bahwa para Syaikh yang menyimpang dan menyelisihi Kitabullah dan as-Sunnah adalah orang-orang yang sesat dan jahil, karenanya; barangsiapa yang bersama mereka, maka jalan akhir dari kehidupannya adalah sama seperti jalan akhir dari kehidupan orang-orang tersebut (ahli kesesatan dan kejahilan). Sedangkan mencintai orang yang termasuk para wali Allah yang bertaqwa seperti Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Aly dan selain mereka adalah merupakan ikatan keimanan yang paling kokoh dan sebesar-besar kebaikan yang akan diraih oleh orang-orang yang bertaqwa. Andaikata seseorang mencintai seseorang yang lain lantaran melihat kebaikan yang tampak pada dirinya yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan mengganjarnya pahala atas kecintaannya terhadap apa yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya meskipun dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya tersimpan di dalam bathinnya (orang tersebut) karena hukum asalnya adalah mencintai Allah dan mencintai apa yang dicintai oleh-Nya; barangsiapa yang mencintai Allah dan apa yang dicintai oleh-Nya, maka dia termasuk wali Allah akan tetapi kebanyakan manusia sekarang hanya mengaku-aku saja bahwa dirinya mencintai tetapi tanpa teliti dan realisasi yang benar. Allah berfirman: “&lt;em&gt;Katakanlah (wahai Muhammad)! Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni semua dosa kalian&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini turun terhadap suatu kaum di masa Rasulullah yang mengaku-aku bahwa mereka mencintai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai Allah dan Rasul-Nya dan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa memiliki konsekuensi melakukan hal-hal yang dicintai-Nya dan menjauhi hal-hal yang tidak disukai-Nya sementara manusia di dalam hal ini memiliki perbedaan yang signifikan; barangsiapa yang di dalam hal tersebut berhasil meraup jatah yang banyak, maka dia akan meraih derajat yang paling besar pula di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang yang mencintai seseorang karena mengikuti hawa nafsunya seperti dia mencintainya karena ada urusan yang bersifat duniawy yang ingin diraihnya, karena suatu hajat tertentu, karena harta yang dia menumpang makan kepada si empunya-nya, atau karena fanatisme terhadapnya, dan semisal itu; maka ini semua itu bukan termasuk kecintaan karena Allah tetapi (kecintaan) karena hawa nafsu belaka. Kecintaan seperti inilah yang menjerumuskan para pelakunya ke dalam kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK DARI HADITS TERSEBUT&lt;br /&gt;• Kewajiban pertama seorang hamba adalah mencintai Allah, setelah itu diikuti dengan kewajiban berikutnya, yaitu mencintai Rasul-Nya yang merupakan subordinasi dan konsekuensi dari mencintai Allah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Seseorang kelak akan dikumpulkan bersama orang yang diidolakan dan dicintainya; maka hendaknya yang menjadi idola kita adalah Allah dan Rasul-Nya serta hamba-hamba-Nya yang shalih dan bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Persaksian terhadap seseorang masuk surga atau tidak boleh dilakukan bila memang termasuk orang yang sudah dipersaksikan oleh Rasulullah shallallâhu &#39;alaihi wa sallam, sedangkan terhadap orang yang banyak dipuji dan dipersaksikan oleh orang banyak; maka terdapat perbedaan pendapat tentang kebolehannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hendaknya semua makhluk mengikuti Rasulullah shallallâhu &#39;alaihi wa sallam; tidak menyembah selain Allah dan beribadah kepada-Nya dengan syari’at Rasulullah, bukan selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tidak boleh kita mengidolakan dan mencintai orang-orang yang dikenal sebagai pelaku maksiat dan pengumbar hawa nafsu karena implikasinya amat berbahaya, khususnya terhadap ‘aqidah. Karenanya, bagi mereka yang terlanjur telah mengidolakan orang-orang seperti itu yang tidak karuan ‘aqidah dan akhlaqnya, hendaknya mulai dari sekarang mencabut pengidolaan tersebut dari hati mereka dan mengalihkannya kepada idola yang lebih utama, yaitu Allah dan Rasul-Nya serta hamba-hamba-Nya yang shalih dan bertaqwa. Sebab bila tidak, maka akhir hidupnya akan seperti akhir hidup orang-orang yang diidolakannya yang tidak karuan juntrungannya tersebut, na’ûdzu billâhi min dzâlik. Wallahu a’lam&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/2308330509988987520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=2308330509988987520&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2308330509988987520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2308330509988987520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/sang-bintang-pujaan.html' title='Sang Bintang Pujaan?'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-8107757666494124425</id><published>2007-12-18T13:50:00.000+07:00</published><updated>2007-12-18T14:07:53.735+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akidah Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><title type='text'>Kumpulan Nama-Nama Indah Islam Untuk Wanita (Akhwat)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt; Ababah - ÇÈÇÈå - Kerinduan - &lt;br /&gt;Abadiah - ÇÈÏíÉ - Yang kekal - &lt;br /&gt;Abidah - ÇÈÏå - ÅYang bermukim - yang tinggal menetap&lt;br /&gt;Abyan - ÇÈíÇä - Yang nyatadan jelas - &lt;br /&gt;Adabiah - ÇÏÈíå - kesopanan dan kesusasteraan - &lt;br /&gt;Adibah - ÇÏíÈå - Yang berpengetahuan tinggi - &lt;br /&gt;Afiqah - ÇÝíÞå - Yang sangat pemurah - &lt;br /&gt;Ahlam - ÇÍáÇã - Impian - kehalusan&lt;br /&gt;Aiman - ÇíãÇä - Keberkatan - kekuatan&lt;br /&gt;Aimuni - Çíãäì - Keberkatanku - &lt;br /&gt;Akalili - ÇßÇáíáí - mahkotaku - &lt;br /&gt;Akidah - ÇßíÏå - yang kuat - teguh&lt;br /&gt;Alaa - ÇáÇÁ - nikmat-nikmat - &lt;br /&gt;Allifat - ÇáíÝÉ - teman - penglipur&lt;br /&gt;Almas - ÇáãÇÓ - berlian - &lt;br /&gt;Alwani - ÇáæÇäí - warna-warni - &lt;br /&gt;Amal - ÇãÇá - harapan - cita-cita&lt;br /&gt;Amalina - ÇãÇáíäÇ - panjang usia dan kenikmatan hidup kami - &lt;br /&gt;Amanah - ÇãÇäå - amanah dan kepercayaan - &lt;br /&gt;Amani - ÇãÇäí - cita-citaku - ketenanganku dan perlindungku&lt;br /&gt;Badaah - ÈÏÇÁÉ - Lintasan fikiran - &lt;br /&gt;Badi&#39;ah - ÈÏíÚÉ - Yang indah - &lt;br /&gt;Badihah - ÈÏíåå - Kefahaman yang cepat - &lt;br /&gt;Badilah - ÈÏíáå - Gantian yang mulia - &lt;br /&gt;Badriah - ÈÏÑíå - Bulan purnama - &lt;br /&gt;Bahiah - Èåíå - Yang gemilang - yang berseri&lt;br /&gt;Bahijah - ÈåíÌå - Yang gembira - &lt;br /&gt;Bahirah - ÈÇåÑÉ - Yang berseri - yang cantik&lt;br /&gt;Bahjah - ÈåÌÉ - Keriangan - keindahan&lt;br /&gt;Bahriah - ÈåÑíå - Gemerlapan - &lt;br /&gt;Balasan - ÈáÓÇä - Sejenis bunga yang wangi - &lt;br /&gt;Balighah - ÈáíÛÉ - Yang petah - Yang fasih&lt;br /&gt;Balilah - Èáíáå - Angin yang dingin beserta embun - &lt;br /&gt;Balqis - ÈáÞíÓ - Nama Ratu Kerajaan Saba&#39; - &lt;br /&gt;Bara&#39;ah - ÈÑÇÁå - Kebersihan - kebebasan dari tuduhan&lt;br /&gt;Barieah - ÈÑíÆå - Yang bersih - yang tidak bersalah&lt;br /&gt;Bari&#39;ah - ÈÇÑÚÉ - Yang pandai - yang mahir&lt;br /&gt;Basatah - ÈÓÇØå - Kemudahan - &lt;br /&gt;Bastah - ÈÓØå - Keluasan - kesenangan&lt;br /&gt;Basirah - ÈÕíÑå - Yang bijak - &lt;br /&gt;Basitah - ÈÇÓØå - Yang menyenangkan - &lt;br /&gt;Basyirah - ÈÔíÑÉ - Penyampai berita gembira - &lt;br /&gt;Basimah - ÈÇÓãå - Yang tersenyum - &lt;br /&gt;Bassamah - ÈÓÇãå - Yang tersenyum - &lt;br /&gt;Bazilah - ÈÇÒáå - Yang pintar - &lt;br /&gt;Bazlaa&#39; - ÈÒáÇÁ - Yang bijak - &lt;br /&gt;Baiyinah - ÈíäÉ - Bukti - hujjah&lt;br /&gt;Billah - Èáå - Rezeki - kebajikan&lt;br /&gt;Bisyarah - ÈÔÇÑÉ - Berita gembira - &lt;br /&gt;Bunanah - ÈäÇäå - Taman indah - &lt;br /&gt;Burhanah - ÈÑåÇäå - Hujjah - alasan&lt;br /&gt;Busrah - ÈÓÑÉ - Kesegaran - kemekaran&lt;br /&gt;Busyra - ÈÔÑì - Khabar gembira - &lt;br /&gt;Dahiyah - ÏÇåíå - Yang pintar - &lt;br /&gt;Dahliah - ÏåáíÉ - Sejenis bunga - &lt;br /&gt;Dalilah - ÏáíáÉ - Petunjuk - bukti&lt;br /&gt;Damia&#39; - ÏÇãíÇÁ - Kebajikan - keberkatan&lt;br /&gt;Dawama - ÏæÇãÇ - Kekekalan - &lt;br /&gt;Dariah - ÏÇÑíÉ - Yang mengetahui - &lt;br /&gt;Dinah - Ïíäå - Ketaatan - adat&lt;br /&gt;Diyanah - ÏíÇäå - Agama - &lt;br /&gt;Durrah - ÏÑå - Mutiara - &lt;br /&gt;Durar - ÏÑÑ - Mutiara-mutiara - &lt;br /&gt;Durriyah - ÏÑíå - Mutiara - &lt;br /&gt;Dhabitah - ÖÇÈØÉ - Yang cekap - kuat ingatan dan hafalan&lt;br /&gt;Dhamanah - ÖãÇãå - Jaminan - &lt;br /&gt;Dhamirah - ÖãíÑÉ - Jiwa - hati kecil&lt;br /&gt;Dhaniyah - ÖÇäíÉ - Yang bertambah - &lt;br /&gt;Fadhilah - ÝÇÖáÉ - Yang mulia - yang utama&lt;br /&gt;Fadhilah - ÝÖíáÉ - Kemuliaan - kelebihan&lt;br /&gt;Fahimah - ÝåíãÉ - Yang faham - &lt;br /&gt;Faidah - ÝÇÆÏå - Yang berfaedah - yang lebih&lt;br /&gt;Faiqah - ÝÇÆÞå - yang mengatasi yang lain - &lt;br /&gt;Fairuz - ÝíÑæÒ - sejenis batu permata berwana kebiru-biruan - &lt;br /&gt;Fayyadah - ÝíÇÖå - Yang sangat pemurah - &lt;br /&gt;Farah - ÝÑÍ - Kegirangan - &lt;br /&gt;Farhah - ÝÑÍå - Kegirangan - &lt;br /&gt;Farhanah - ÝÑÍÇäÉ - Yang riang gembira - &lt;br /&gt;Faridah - ÝÑíÏå - Yang tunggal - yang istimewa&lt;br /&gt;Fasihah - ÝÕíÍå - Yang fasih bercakap - &lt;br /&gt;Fatanah - ÝØÇäÉ - Kebijaksanaan - &lt;br /&gt;Fathiah - ÝÊÍíÉ - Pembukaan - pertolongan&lt;br /&gt;Fakhriah - ÝÎÑíÉ - Kebanggaan - &lt;br /&gt;Fatimah - ÝÇØãÉ - Yang tidak menyusu lagi - &lt;br /&gt;Fatin - ÝÇÊä - Yang cantik menawan - &lt;br /&gt;Fatinah - ÝÇØäÉ - yang bijaksana - &lt;br /&gt;Filzah - ÝáÐÉ - Belahan jiwa - &lt;br /&gt;Firdaus - ÝÑÏæÓ - Nama Syurga - &lt;br /&gt;Ghurrah - ÛÑÉ - Keserian - putih bersih&lt;br /&gt;Ghaliah - ÛÇáíÉ - Yang berharga - &lt;br /&gt;Ghaniah - ÛÇäíÉ - Yang cantik semulajadi - &lt;br /&gt;Ghanimah - ÛÇäãå - Yang beroleh sesuatu - &lt;br /&gt;Ghadah - ÛÇÏÉ - Yang lemah lembut - &lt;br /&gt;Habibah - ÍÈíÈÉ - Kekasih - &lt;br /&gt;Habrah - ÍÈÑÉ - Kegembiraan nikmat - &lt;br /&gt;Habwah - ÍÈæÉ - Pemberian - &lt;br /&gt;Hadhinah - ÍÇÖíäÉ - Pengasuh - pendidik&lt;br /&gt;Hafawati - ÍÝÇæÊí - Sambutanku yang meriah - &lt;br /&gt;Hafiyah - ÍÝíÉ - Yang menyambut dengan meriah - &lt;br /&gt;Hafizah - ÍÝíÙÉ - Yang memelihara - &lt;br /&gt;Haifaa&#39; - åíÝÇÁ - Yang ramping - yang genit&lt;br /&gt;Haimamah - åíãäÉ - Pengawalan - penjagaan&lt;br /&gt;Hajar - åÇÌÑ - Nama Ibu Nabi Ismail - &lt;br /&gt;Hakimah - ÍßíãÉ - Yang bijaksana - &lt;br /&gt;Halah - åÇáå - Lingkaran sinaran dikeliling - &lt;br /&gt;Halawah - ÍáÇæå - Kemanisan - &lt;br /&gt;halawati - ÍáÇæÊí - Kemanisanku - &lt;br /&gt;Halimah - ÍáíãÉ - Yang lemah lembut - penyabar&lt;br /&gt;Halwa - Íáæì - Yang manis - &lt;br /&gt;Haliah - ÍÇáíÉ - Yang memakai perhiasan - &lt;br /&gt;Hamamah - ÍãÇãÉ - Kesayangan - burung merpati&lt;br /&gt;Hamidah - ÍãíÏÉ - Yang terpuji - &lt;br /&gt;Hamimah - Íãíãå - Teman karib - &lt;br /&gt;Hamizah - ÍãíÒÉ - Yang bijaksana - yang kuat&lt;br /&gt;Hamraa&#39; - ÍãÑÃ - Yang kemerah-merahan - &lt;br /&gt;Hanan - ÍäÇä - Kesayangan - belas kasihan&lt;br /&gt;Hanani - ÍäÇäí - Kesayanganku - kerinduanku&lt;br /&gt;Zulwaqa - ÐæÇáæÞÇÑ - Yang mempunyai ketenangan/kesopanan. - &lt;br /&gt;Hannanah - ÍäÇäå - Yang belas kasihan - penyayang&lt;br /&gt;Hanisah - ÍäíÓÉ - Yang bertaqwa - &lt;br /&gt;Hanun - Íäæä - Penyayang - &lt;br /&gt;Hariyah - ÍÑíÉ - Yang munasabah - &lt;br /&gt;Harizah - ÍÑíÒÉ - Kawalan - benteng]&lt;br /&gt;Hasanah - ÍÓäÉ - Yang baik - yang indah&lt;br /&gt;Hasinah - ÌÕíäÉ - Yang bermaruah - terpelihara kehormatannya&lt;br /&gt;Hasibah - ÍÓíÈÉ - Yang berketurunan baik - &lt;br /&gt;Hasnaa&#39; - ÍÓäÃ - Yang cantik - &lt;br /&gt;Hazimah - ÍÇÒãÉ - Yang tegas - bijak&lt;br /&gt;Haziqah - ÍÇÐÞÉ - Yang cerdik - &lt;br /&gt;Hazirah - ÍÒíÑÉ - Pilihan yang terbaik - &lt;br /&gt;Hasunah - ÍÓæäÉ - Yang indah - &lt;br /&gt;Hasyimah - åÇÔãå - Yang bersopan santun - &lt;br /&gt;Hazamah - ÍÒÇãÉ - Ketegasan - cermat&lt;br /&gt;Haziyah - ÍÙíÉ - yamh disayangi - yang dihormati&lt;br /&gt;Hazwani - ÍÒæÇäí - Pemberianku - &lt;br /&gt;Hawa - ÍæÃ - Yang hidup - Nama isteri Nabi Adam&lt;br /&gt;Hayaa&#39; - ÍíÃ - Perasaan malu - &lt;br /&gt;Hibriyah - ÍÈÑíÉ - Keindahan - kecantikan&lt;br /&gt;Hannah - ÍäÉ - Kesayangan - &lt;br /&gt;Hijanah - åÌÇäÉ - Keturunan yang mulia - &lt;br /&gt;Himmah - åãÉ - Keinginan - cita-cita&lt;br /&gt;Hindun - åäÏ - Kerinduan - asmara&lt;br /&gt;Huda - åÏì - Petunjuk - &lt;br /&gt;Husna - ÍÓäì - Yang baik - yang indah&lt;br /&gt;Husniyah - ÍÓäíÉ - Kebaikan - keindahan&lt;br /&gt;Ibtisam - ÇÈÊÓÇã - Senyuman - &lt;br /&gt;Ilham - ÇáåÇã - Ilham - &lt;br /&gt;Ijlali - ÇÌáÇáí - Penghormatanku - &lt;br /&gt;Iklil - Çßáíá - Kalung - mahkota&lt;br /&gt;Iman - ÇíãÇä - Kepercayaan - &lt;br /&gt;Inbisat - ÇäÈÓÇØ - Kegirangan - &lt;br /&gt;Insaf - ÇäÕÇÝ - Kesedaran - &lt;br /&gt;Insyirah - ÇäÔÑÇÍ - Kebaikan hati - kegirangan&lt;br /&gt;Istiqomah - ÇÓÊÞÇãÉ - Kelurusan - &lt;br /&gt;Itmi&#39;nan - ÇÙãÆäÇä - Ketenangan - &lt;br /&gt;Itqan - ÇÊÞÇä - Kecekapan - &lt;br /&gt;Izdihar - ÇÒÏåÇÑ - Kemajuan - gemerlapan&lt;br /&gt;Izyan - ÇÒíÇä - Penghiasan - &lt;br /&gt;&#39;ibrah - ÚÈÑÉ - Teladan - yang pakar&lt;br /&gt;&#39;Iffah - ÚÝÉ - Maruah - kesucian diri&lt;br /&gt;&#39;Inani - ÚäÇäí - Hadapanku - &lt;br /&gt;&#39;Ismah - ÚÕãÉ - Pemeliharaan - &lt;br /&gt;&#39;Izzah - ÚÒÉ - Kemuliaan - kekuatan&lt;br /&gt;&#39;Izzati - ÚÒÊí - Kemuliaanku - kekuatanku&lt;br /&gt;Jah - ÌÇå - Kemegahan - Ketinggian martabat&lt;br /&gt;Jaharah - ÌåÇÑÉ - Kecantikan bentuk dan rupa - &lt;br /&gt;Jahirah - ÌåíÑÉ - Yang rupawan dan genit - &lt;br /&gt;Jahizah - ÌåíÒÉ - Yang dilengkapi - yang disediakan&lt;br /&gt;Jaidaa&#39; - ÌíÏÃ - Yang tinggi lampai - &lt;br /&gt;Jaidanah - ÌíÏÇäÉ - Yang tinggi lampai - &lt;br /&gt;Jalalah - ÌáÇáÉ - Kebesaran - kemuliaan&lt;br /&gt;Jaliah - ÌáíÉ - Yang terang - yang jelas&lt;br /&gt;Jalilah - ÌáíáÉ - Yang mulia - &lt;br /&gt;Jalwaa&#39; - ÌáæÃ - Yang rupawan - &lt;br /&gt;Jamaiah - ÌãÇÚíÉ - Perpaduan - &lt;br /&gt;Jamaliah - ÌãÇáíÉ - Kecantikan - &lt;br /&gt;Jami&#39;ah - ÌÇãÚÉ - Yang menyatupadukan - &lt;br /&gt;Jamilah - ÌãíáÉ - Yang cantik - &lt;br /&gt;Jamlaa&#39; - ÌãáÇÁ - Yang cantik - &lt;br /&gt;Jaunaa&#39; - ÌæäÃ - Matahari - &lt;br /&gt;Jawahir - ÌæÇåÑ - Permata-permata - &lt;br /&gt;Jumanah - ÌãÇäÉ - Mutiara - &lt;br /&gt;Juni - Ìæäí - Kemerah-merahan - &lt;br /&gt;Jaudah - ÌæÏå - Kebaikan - keelokan&lt;br /&gt;Kafaf - ßÝÇÝ - Rezeki yang mencukupi - &lt;br /&gt;Kafiyah - ßÝíÉ - Yang memadai - &lt;br /&gt;Kaiyisah - ßíÓÉ - Yang bijak - yang faham&lt;br /&gt;Kamaliah - ßãÇáíÉ - Kesempurnaan - &lt;br /&gt;Kamilah - ßÇãáÉ - Yang sempurna - &lt;br /&gt;Karamah - ßÑÇãÉ - Kemuliaan - maruah&lt;br /&gt;Karimah - ßÑíãÉ - Yang mulia - &lt;br /&gt;Kasbah - ßÓÈÉ - Usaha - &lt;br /&gt;Kasibah - ßÇÓÈÉ - Yang berusaha - &lt;br /&gt;Kafaah - ßÝÇÁÉ - Kepadanan - persamaan&lt;br /&gt;Kafi&#39;ah - ßÝíÉ - Yang padan - yang setanding&lt;br /&gt;Kazimah - ßÇÙãå - Penyabar - &lt;br /&gt;Kiasah - ßíÇÓÉ - Kebijaksanaan - kefahaman yang baik&lt;br /&gt;Khadraa&#39; - ÎÖÑÃ - Kesuburan - kehijauan&lt;br /&gt;Khadijah - ÎÏíÌå - Nama isteri Nabi Muhammad saw - &lt;br /&gt;Khairah - ÎíÑÉ - Yang mulia - yang banyak kebaikannya&lt;br /&gt;Khairiyah - ÎíÑíÉ - Kebaikan - kelebihan&lt;br /&gt;Khairunnisa - ÎíÑ ÇáäÓÃ - Sebaik-baik wanita - &lt;br /&gt;Khalidah - ÎÇáÏÉ - Yang kekal - &lt;br /&gt;Khalilah - ÎáíáÉ - Teman setia - &lt;br /&gt;Khalisah - ÎÇáÕÉ - Yang bersih - yang tulen&lt;br /&gt;Khaliesah - ÎáíÕÉ - Yang jujur - &lt;br /&gt;Khuldiah - ÎáÏíÉ - Kekekalan - &lt;br /&gt;Labibah - áÈíÈÉ - Yang cerdik - yang bijak&lt;br /&gt;Laila - áíáì - Kegembiraan - keghairahan&lt;br /&gt;Laiyinah - áíäÉ - Yang lemah lembut - &lt;br /&gt;Latifah - áØíÝÉ - yang lemah lembut - &lt;br /&gt;Lina - áíäÇ - Kehalusan - kelembutan&lt;br /&gt;Liyana - áíÇäÇ - Kelembutan - kehalusan&lt;br /&gt;Luklu&#39;ah - áÄáÄå - Mutiara - &lt;br /&gt;Lubabah - áÈÇÈå - Yang terpilih - &lt;br /&gt;Lutfiah - áØÝíÉ - Kehalusan - kelembutan&lt;br /&gt;Madhiah - ãÏÍíÉ - Kepujian - &lt;br /&gt;Madihah - ãÏíÍÉ - Yang terpuji - &lt;br /&gt;Mahfuzah - ãÍÝæÙÉ - Yang terpelihara - &lt;br /&gt;Mahirah - ãÇåÑÉ - Yang cekap - yang mahir&lt;br /&gt;Maimanah - ãíãäÉ - Keberkatan - &lt;br /&gt;Maimunah - ãíãæäÉ - Yang diberkati - &lt;br /&gt;Maisarah - ãíÓÑÉ - Kesenangan - kekayaan&lt;br /&gt;Maisurah - ãíÓæÑÉ - Yang senang - &lt;br /&gt;Majdiah - ãÌÏíÉ - Yang mulia] - &lt;br /&gt;Makhtumah - ãÎÊæãÉ - Yang disempurnakan - &lt;br /&gt;Makinah - ãßíäÉ - Yang tabah - yang tetap&lt;br /&gt;Maknunah - ãßäæäÉ - Yang terpelihara - &lt;br /&gt;Makramah - ãßÑãÉ - Kemuliaan - &lt;br /&gt;Malihah - ãáíÍÉ - Yang cantik manis - &lt;br /&gt;Malyanah - ãáíäÉ - Kelembutan - &lt;br /&gt;Marahaini - ãÑÍíäí - Dua kegembiraanku - &lt;br /&gt;Mardhati - ãÑÖÊí - Keredhaanku - &lt;br /&gt;Mardhiah - ãÑÖíÉ - yang diredhai - yang disayangi&lt;br /&gt;Mariah - ãÇÑíÉ - Yang cantik berhias - &lt;br /&gt;Marinah - ãÑäÉ - Yang lembut - &lt;br /&gt;Mar&#39;iyah - ãÑÚíÉ - Yang terpelihara - yang terkawal&lt;br /&gt;Marjan - ãÑÌÇä - Mutiara - &lt;br /&gt;Martabah - ãÑÊÈÉ - Kedudukan - &lt;br /&gt;Maryam - ãÑíã - Yang tinggi - nama ibu Nabi Isa&lt;br /&gt;Ma&#39;rufah - ãÚÑæÝÉ - Yang terkenal - &lt;br /&gt;Marfu&#39;ah - ãÑÝæÚÉ - Yang disanjung - &lt;br /&gt;Ma&#39;sumah - ãÚÕæãÉ - Yang terpelihara - &lt;br /&gt;Masturah - ãÓÊæÑÉ - Yang terpelihara - &lt;br /&gt;Mauhibah - ãæåÈå - Bakat - pemberian&lt;br /&gt;Mayamin - ãíÇãä - Yang diberkati - &lt;br /&gt;Maziah - ãÒíÉ - Keistimewaan - &lt;br /&gt;Maznah - ãÒäÉ - Kepujian - seri muka&lt;br /&gt;Miskiah - ãÓßíå - Harum kasturi - &lt;br /&gt;Mu&#39;afah - ãÚÇÝÉ - Yang di&#39;afiatkan - kesejahteraan&lt;br /&gt;Mubarakah - ãÈÇÑßå - Yang diberkati - &lt;br /&gt;Mufidah - ãÝíÏå - Yang memberi faedah - &lt;br /&gt;Muhaiminah - ãåíãäå - Yang berkuasa dan memelihara - &lt;br /&gt;Muhassanah - ãÍÕäå - Yang terpelihara - &lt;br /&gt;Mukarramah - ãßÑãå - Yang dimuliakan - &lt;br /&gt;Mukhtarah - ãÎÊÇÑÉ - Yang terpilih - &lt;br /&gt;Multazimah - ãáÊÒãå - Yang menjadi pegangan - &lt;br /&gt;Mumtazamah - ãáÊÒãå - Yang menjadi pegangan - &lt;br /&gt;Muna - ãäì - cita-cita - &lt;br /&gt;Munawwarah - ãäæÑÉ - Yang berseri - &lt;br /&gt;Munifah - ãäíÝÉ - Yang tinggi lampai - &lt;br /&gt;Musfirah - ãÓÝÑÉ - Yang cantik dan berseri - &lt;br /&gt;Muslihah - ãÕáÍÉ - Pemulih - yang memperbaiki&lt;br /&gt;Mutahharah - ãØåÑÉ - Yang suci - &lt;br /&gt;Muyassarah - ãíÓÑÉ - Yang diberi kesenangan - &lt;br /&gt;Muzainah - ãÒíäÉ - Kepujian - titisan hujan&lt;br /&gt;Muzdalifah - ãÒÏáíÝÉ - Yang hampir - nama tempat&lt;br /&gt;Mumtazah - ããÊÇÒÉ - Yang istimewa - yang cemerlang&lt;br /&gt;Nabahah - äÈÇåå - Kecerdasan - kemahsyuran&lt;br /&gt;Nabighah - äÇÈÛÉ - Yang cerdik - &lt;br /&gt;Nabihah - äÈíåå - Yang cerdik - yang cerdas&lt;br /&gt;Nabilah - äÈíáÉ - Yang cerdik - yang mulia&lt;br /&gt;Nada - äÏì - Embun - kemurahan hati&lt;br /&gt;Nadiah - äÇÏíÉ - Yang pemurah - &lt;br /&gt;Nadhirah - äÖíÑÉ - Yang berseri - yang segar&lt;br /&gt;Nadhrah - äÖÑÉ - Keindahan - seri&lt;br /&gt;Nadzirah - äÙíÑÉ - Ketua yang dihormati - &lt;br /&gt;Nafahat - äÝÍÇÊ - Pemberian-pemberian - &lt;br /&gt;Nafhah - äÝÍå - Pemberian - &lt;br /&gt;Nafi&#39;ah - äÇÝÚÉ - Yang bermanafaat - &lt;br /&gt;Nafisah - äÝíÓÉ - Yang bernilai - &lt;br /&gt;Nai&#39;mah - äÚíãÉ - Yang halus - yang mewah&lt;br /&gt;Najat - äÌÇÉ - Keselamatan - kelepasan&lt;br /&gt;Najah - äÌÇÍ - Kejayaan - &lt;br /&gt;Najiah - äÇÌíÉ - Yang terlepas dari bahaya - &lt;br /&gt;Najibah - äÌíÈå - Yang cerdik - &lt;br /&gt;Najihah - äÇÌÍå - Yang berjaya - &lt;br /&gt;Najlaa&#39; - äÌáÇÁ - Mempunyai mata yang cantik - &lt;br /&gt;Najwa - äÌæì - Bisikan rahsia - &lt;br /&gt;Naqibah - äÞíÈå - Ketajaman fikiran - &lt;br /&gt;Narjis - äÑÌÓ - Sejenis bunga - &lt;br /&gt;Nasibah - äÓíÈå - Yang berketurunan mulia - &lt;br /&gt;Nasimah - äÓíãÉ - Angin sepoi-sepoi bahasa - &lt;br /&gt;Nasyitah - äÔíØå - Yang cergas - yang giat&lt;br /&gt;Nasriah - äÕÑíÉ - Pertolongan - &lt;br /&gt;Naurah - äæÑÉ - Bunga - &lt;br /&gt;Nawwarah - äæÇÑÉ - Yang bercahaya - &lt;br /&gt;Nasihah - äÕíÍÉ - Nasihat - &lt;br /&gt;Nasuha - äÕæÍÇ - Yang luhur - yang ikhlas dan bersih&lt;br /&gt;Nazurah - äÙæÑå - Pemimpin yang disanjung - &lt;br /&gt;Nu&#39;mah - äÚãÉ - Kegembiraan - &lt;br /&gt;Nuraini - äæÑ Úíäí - Cahaya mataku - &lt;br /&gt;Nurhayati - äæÑ ÍíÇÊí - Cahaya hidupkiu - &lt;br /&gt;Nurulain - äæÑÇáÚíä - Cahaya mata - &lt;br /&gt;Nurulhuda - äæÑ ÇáåÏì - Cahaya petunjuk - hidayat&lt;br /&gt;Nuriyah - äæÑíå - Yang bercahaya - &lt;br /&gt;Nuruljannah - äæÑ ÇáÌäÉ - Cahaya syurga - &lt;br /&gt;Qabsah - ÞÈÓå - Tuntut ilmu - pembelajaran&lt;br /&gt;Qadirah - ÞÇÏÑÉ - Yang berkuasa - &lt;br /&gt;Qahirah - ÞÇåÑÉ - yang gagah - berkuasa&lt;br /&gt;Qaidah - ÞÇÁÏÉ - Pemimpin - &lt;br /&gt;Qani&#39;ah - ÞÇäÚÉ - Yang berasa puas hati - &lt;br /&gt;Qamariah - ÞãÑíÉ - Bulan - &lt;br /&gt;Qarihah - ÞÑíÍÉ - Bakat - &lt;br /&gt;Qatrunnada - ÞÙÑ ÇáäÏì - Titisan embun - &lt;br /&gt;Qayyimah - ÞíãÉ - Yang lurus - yang bernilai&lt;br /&gt;Qurratu&#39;aini - ÞÑÉ Úíäí - Penyejuk mataku - penghibur hatiku&lt;br /&gt;Qawiemah - ÞæíãÉ - Yang lurus - &lt;br /&gt;Nusrah - äÕÑå - Pertolongan - &lt;br /&gt;Rabi&#39;ah - ÑÈíÚå - yang subur - taman&lt;br /&gt;Rabi&#39;atul &#39;adawiyah - ÑÇÈÚÉ ÇáÚÏæíÉ - Nama seorang wanita yang arif dan wara&#39; - &lt;br /&gt;Radhiah - ÑÇÖíÉ - Yang redha - &lt;br /&gt;Radhwa - ÑÖæì - Nama gunung yang terletak antara Madinah &amp; Yanbuu&#39; - &lt;br /&gt;Rafhanah - ÑÝåÇäÉ - Yang hidup mewah dan bahagia - &lt;br /&gt;Rafi&#39;ah - ÑÝíÚÉ - yang mulia - yang tinggi&lt;br /&gt;Rafidah - ÑÇÝÏå - Pemberi pembantu - &lt;br /&gt;Raghadah - ÑÇÛÇÏå - Kesenangan - kemewahan&lt;br /&gt;Rahah - ÑÇÍÉ - Kerehatan - tapak tangan&lt;br /&gt;Rahimah - ÑÍíãÉ - Pengasih - penyayang&lt;br /&gt;Rahmah - ÑÍãÉ - Rahmat - belas kasihan&lt;br /&gt;Rahbah - ÑÍÈÉ - Yang luas - yang lapang&lt;br /&gt;Raidah - ÑÇÆÏÉ - Pemimpin - &lt;br /&gt;Raihan - ÑíÍÇä - Tumbuhan yang berbau wangi - &lt;br /&gt;Raihanah - ÑíÍÇäÉ - Tumbuhan yang berbau wangi - &lt;br /&gt;Raihah - ÑíÍÉ - Bauan - yang merasa gembira&lt;br /&gt;Raimi - Ñíãí - Keutamaan - &lt;br /&gt;Rajaa&#39; - ÑÌÇÁ - Harapan - &lt;br /&gt;Rajiah - ÑÇÌíÉ - Yang berharap - &lt;br /&gt;Rakinah - ÑßíäÉ - Yang berfikiran wajar - &lt;br /&gt;Ramlah - Ñãáå - Penghalusan - pasir&lt;br /&gt;Ramizah - ÑãíÒå - Yang berakal - yang asli&lt;br /&gt;Ramziah - ÑãÒíå - Lambang - &lt;br /&gt;Rasanah - ÑÕÇäå - Ketenangan - ketegasan&lt;br /&gt;Rasafah - ÑÕÇÝÉ - Kekukuhan - &lt;br /&gt;Rasinah - ÑÕíäÉ - Yang tenang - tegas&lt;br /&gt;Rasyidah - ÑÔíÏÉ - Yang cerdik - &lt;br /&gt;Rasyiqah - ÑÔíÞÉ - Yang genit - yang tangkas&lt;br /&gt;Rau&#39;ah - ÑæÚÉ - Ketaajuban - keindahan&lt;br /&gt;Raudhah - ÑæÖÉ - Taman - &lt;br /&gt;Rauhah - ÑæÍå - Yang baik - &lt;br /&gt;Raunaq - ÑæäÞ - Keindahan - &lt;br /&gt;Rauqah - ÑæÞÉ - Kecantikan yang menawan hati - &lt;br /&gt;Rawahah - ÑæÇÍå - Perasaan gembira kerana keyakinan - &lt;br /&gt;Razan - ÑÒÇä - Yang tenang - &lt;br /&gt;Rawiah - ÑÇæíå - Yang sihat fizikal dan mental - &lt;br /&gt;Razanah - ÑÒÇäÉ - Kesopanan - &lt;br /&gt;Riba&#39;ah - ÑÈÇÚÉ - Keadaan yang baik - &lt;br /&gt;Ridhwah - ÑÖæå - Keredhaan - &lt;br /&gt;Rif&#39;ah - ÑÝÚå - Ketinggian - kemuliaan&lt;br /&gt;Ruhana - ÑæÍäÇ - Jiwa kami - &lt;br /&gt;Ruhayah - ÑæÍ ÍÈÇå - Jiwa kehidupan - &lt;br /&gt;Ruhiyah - ÑæÍíå - Kejiwaan - &lt;br /&gt;Rukniah - ÑßäíÉ - Ketahanan - kekuatan&lt;br /&gt;Rukhama - ÑÎÇãì - Angin sepoi bahas - &lt;br /&gt;Rummanah - ÑãÇäå - Buah delima - &lt;br /&gt;Ruqaiyah - ÑÞíå - Ketinggian - nama anak Nabi Muhammad saw&lt;br /&gt;Ruqyah - ÑÞíå - Penawar - &lt;br /&gt;Rusydiah - ÑÔÏíå - Petunjuk - &lt;br /&gt;Rutbah - ÑÊÈå - Kedudukan - martabat&lt;br /&gt;Sa&#39;adah - ÓÚÇÏå - Kebahagiaan - &lt;br /&gt;Sabirah - ÕÇÈÑå - Penyabar - &lt;br /&gt;Sa&#39;diah - ÓÚÏíå - Kebahagiaan - &lt;br /&gt;Sadiqah - ÕÇÏÞÉ - Yang benar - &lt;br /&gt;Sa&#39;idah - ÓÚíÏÉ - Yang berbahagia - &lt;br /&gt;Sabah - ÕÈÇÍ - Sinaran pagi - &lt;br /&gt;Sabariah - ÕÈÑíÉ - Kesabaran - &lt;br /&gt;Sabihah - ÕÈíÍÉ - Yang berseri - yang cantik&lt;br /&gt;Sadarah - ÕÏÇÑÉ - kemajuan - kepimpinan&lt;br /&gt;Saffa&#39; - ÕÝÃ - kebersihan - kemurnian&lt;br /&gt;Safiah - ÕÝíÉ - Yang bersih - yang ikhlas&lt;br /&gt;Safirah - ÓÝíÑÉ - kalung leher - &lt;br /&gt;Safraa&#39; - ÕÝÑÃ - Kekuningan emas - &lt;br /&gt;Safuhah - ÕÝæÍå - Pemaaf - &lt;br /&gt;Safwah - ÕÝæå - Yang bersih - yang terbaik&lt;br /&gt;Safwanah - ÕÝæÇäå - Yang bersih murni - &lt;br /&gt;Saibah - ÕÇÆÈå - Yang betul - &lt;br /&gt;Saidah - ÓÇÆÏå - Pemimpin - &lt;br /&gt;Saihah - ÓÇÆÍå - Pelancong - &lt;br /&gt;Saimah - ÕÇÆãå - Yang berpuasa - &lt;br /&gt;Saiyidah - ÓíÏå - Ketua - pemimpin&lt;br /&gt;Sakinah - Óßíäå - Ketenangan - &lt;br /&gt;Salahiah - ÕáÇÍíå - Kelayakan - &lt;br /&gt;Salamah - ÓáÇãå - Kesejahteraan - &lt;br /&gt;Saliah - Óáíå - Penghibur - &lt;br /&gt;Salihah - ÕÇáÍå - Yang baik - yang layak&lt;br /&gt;Salimah - Óáíãå - Yang sejahtera - &lt;br /&gt;Salma - Óáãì - Yang sejahtera - &lt;br /&gt;Salwa - Óáæì - Penghibur - madu lebah&lt;br /&gt;Salwah - Óáæå - Kemewahan - hiburan&lt;br /&gt;Samiah - ÓÇãíå - Yang tinggi - yang mulia&lt;br /&gt;Samihah - ÓãíÍå - Pemaaf - pemurah&lt;br /&gt;Samirah - ÓãíÑå - Teman berbual mesra - &lt;br /&gt;Saminah - Ëãíäå - Yang berharga - &lt;br /&gt;Samraa&#39; - ÓãÑÃ - Yang hitam manis - &lt;br /&gt;Sanaa&#39; - ÓäÃ - Sinaran - ketinggian&lt;br /&gt;Saniah - Óäíå - Yang bersinar - yang mulia&lt;br /&gt;Sa&#39;udah - ÓÚæÏå - yang berbahagia - &lt;br /&gt;Saudah - ÓæÏå - keriangan - &lt;br /&gt;Sarah - ÓÇÑå - Nama isteri Nabi Ibrahim - &lt;br /&gt;Sarahah - ÕÑÇÍå - Keterangan - terus terang&lt;br /&gt;Saramah - ÕÑÇãå - Ketegasan - &lt;br /&gt;Sarihah - ÕÑíÍå - Terus terang - keterangan&lt;br /&gt;Sarimah - ÕÑíãÉ - yang tegas - keazaman&lt;br /&gt;Sariyah - ÓÑíå - Yang bermaruah - pemurah&lt;br /&gt;Siddiqah - ÕÏíÞå - yang bercakap benar - &lt;br /&gt;Simaa&#39; - ÓíãÃ - Lambang kehidupan - &lt;br /&gt;Simiyaa&#39; - ÓíãíÃ - Pertanda - keindahan&lt;br /&gt;Su&#39;ad - ÓÚÇÏ - Yang berbahagia - &lt;br /&gt;Su&#39;aidah - ÓÚíÏÉ - Kebahagiaan - &lt;br /&gt;Suhailah - Óåíáå - Yang senang - yang mudah&lt;br /&gt;Syafa&#39;ah - ÔÝÇÚå - Pertolongan - pembelaan.&lt;br /&gt;Syafi&#39;ah - ÔÝíÚå - Pembela - penolong.&lt;br /&gt;Syafiah - ÔÇÝíå - Penawar - ubat&lt;br /&gt;Syafiqah - ÔÝíÞå - Yang belas kasihan. - &lt;br /&gt;Syahdah - ÔåÏå - Madu lebah. - &lt;br /&gt;Syahirah - ÔåíÑå - Yang masyur. - &lt;br /&gt;Syahrain - ÔåÑíä - Dua bulan. - &lt;br /&gt;Syahriah - ÔåÑíå - Bulan. - &lt;br /&gt;Syaimaa&#39; - ÔíãÇÁ - Yang ada tahi lalat - nama kakak susuan Nabi .&lt;br /&gt;Syalabiah - ÔáÈíå - Yang cantik - genit.&lt;br /&gt;Syahmah - Ôåãå - Hati yang murni. - &lt;br /&gt;Syamimi - Ôãíãí - Keharumanku. - &lt;br /&gt;Syamsiah - ÔãÓíå - Matahari. - &lt;br /&gt;Syahidah - ÔåíÏå - Saksi. - &lt;br /&gt;Syarah - ÔÇÑå - Keindahan - kecantikan.&lt;br /&gt;Syarifah - ÔÑíÝå - Yang mulia. - &lt;br /&gt;Syaza - ÔÐÇ - Keharuman. - &lt;br /&gt;Syazwan - ÔÐæÇä - Keharuman - &lt;br /&gt;Syazwani - ÔÐæÇäí - Keharumanku - &lt;br /&gt;Syazana - ÔÒäÇ - Kecergasan. - &lt;br /&gt;Syibrah - ÔÈÑå - Pemberian. - &lt;br /&gt;Syifa - ÔÝÇÁ - Ubat penawar - sembuh.&lt;br /&gt;Syimah - Ôíãå - Peribadi - tabiat.&lt;br /&gt;Syukriah - ÔßÑíå - Kesyukuran. - &lt;br /&gt;Syuhrah - ÔåÑå - Kemahsyuran - &lt;br /&gt;Syuhaidah - ÔåíÏå - Madu lebah. - &lt;br /&gt;Ta&#39;ah - ØÇÚÉ - Kepatuhan. - &lt;br /&gt;Tafawah - ØÝÇæå - Lingkaran sinaran di keliling bulan atau matahari. - &lt;br /&gt;Taiyibah - ØíÈå - Yang baik. - &lt;br /&gt;Taji - ÊÇÌì - Mahkotaku. - &lt;br /&gt;Talalah - ØáÇáå - Gaya dan keadaan yang baik - kegembiraan.&lt;br /&gt;Tamimah - Êãíãå - Yang kuat - yang sempurna kejadiannya.&lt;br /&gt;Tamam - ÊãÇã - Kesempurnaan. - &lt;br /&gt;Taqiah - ÊÞíå - Pemeliharaan - perlindungan&lt;br /&gt;Taufiqah - ÊæÝíÞå - Pertolongan - &lt;br /&gt;Tijan - ÊíÌÇä - Mahkota - &lt;br /&gt;Tuba - ØæÈì - Yang sangat baik - kebahagiaan.&lt;br /&gt;Tuhfah - ÊÍÝå - Pengurniaan yang berharga - hadiah&lt;br /&gt;Tuma&#39;nianinah - ØãÇÁäíäå - Ketenangan. - &lt;br /&gt;Tharwa&#39; - ËÑæÇÁ - Yang kaya. - &lt;br /&gt;Tharwah - ËÑæå - Kekayaan. - &lt;br /&gt;Tharwati - ËÑæÊí - Kekayaanku. - &lt;br /&gt;Thariyah - ËÑíå - Yang mulia. - &lt;br /&gt;Thaqifah - ËÞíÝÉ - Yang cerdik - yang cepat faham.&lt;br /&gt;Thuraiya - ËÑíÇ - Bintang ketika (bintang tujuh). - &lt;br /&gt;Ubaidah - ÚÈíÏå - Hamba - ibadat.&lt;br /&gt;Ulfah - ÇáÝÉ - Kemesraan. - &lt;br /&gt;Urmah - ÇÑãå - Panji. - &lt;br /&gt;Uyainah - Úííäå - Mata - deria penglihatan.&lt;br /&gt;Ummu kulthum - Çã ßáËæã - Nama anak Nabi yang tembam pada pipi dan muka. - &lt;br /&gt;Wada&#39;ah - æÏÇÚå - ketenangan. - &lt;br /&gt;Wadhihah - æÇÖÍå - Yang terang - yang jelas.&lt;br /&gt;Wadi&#39;ah - æÏíÚå - Yang diamanahkan. - &lt;br /&gt;Wafaa - æÝÇÁ - Kesetiaan - perihal menepati janji.&lt;br /&gt;Wafiah - æÝíå - Yang setia - yang menepati janji.&lt;br /&gt;Wahbah - æåÈå - Pemberian. - &lt;br /&gt;Wahibah - æÇåÈå - Yang membËri. - &lt;br /&gt;Wahidah - æÍíÏå - Yang tunggal. - &lt;br /&gt;Wa&#39;iyah - æÇÚíå - Yang sedar - yang memelihara&lt;br /&gt;Wajahah - æÌÇÍå - Ketinggian martabat - kemuliaan.&lt;br /&gt;Wajihah - æÌíåå - Yang terkemuka - yang mulia.&lt;br /&gt;Wardah - æÑÏå - Bunga ros. - &lt;br /&gt;Wardiah - æÑÏíå - bunga ros. - &lt;br /&gt;Wasilah - æÇÓíáå - Cara - perantaraan.&lt;br /&gt;Wasilah - æÇÕáå - Yang ihsan - yang membuat kebajikan.&lt;br /&gt;Wasimah - æÓíãå - Yang cantik - yang rupawan.&lt;br /&gt;Wasitah - æÇÓØå - Perantaraan - orang tengah.&lt;br /&gt;Wathiqah - æËíÞå - Yang kukuh - yang teguh.&lt;br /&gt;Wasyijah - æÇÔÌå - Persaudaraan yang rapat. - &lt;br /&gt;Waznah - æÒäå - Yang bijak dan kukuh pendapatnya. - &lt;br /&gt;Widad - æÏÇÏ - Kasih sayang. - &lt;br /&gt;Yamamah - íãÇãå - Tujuan - merpati.&lt;br /&gt;Yaminah - íÇãäå - Yang berkat. - &lt;br /&gt;Yamnaa&#39; - íãäÇÁ - Sebelah kanan. - &lt;br /&gt;Yasarah - íÓÇÑå - Kemudahan - kesenangan.&lt;br /&gt;Yasirah - íÓíÑå - Yang mudah - yang senang.&lt;br /&gt;Yasmin - íÇÓãíä - Bunga melur. - &lt;br /&gt;Yatimah - íÊíãå - Yang berharga. - &lt;br /&gt;Yumni - íãäí - Keberkatanku. - &lt;br /&gt;Yusra - íÓÑì - Kesenangan - kemudahan.&lt;br /&gt;Zafirah - ÙÝíÑå - yang berjaya - yang mendapat apa yang dituntutnya.&lt;br /&gt;Zahiah - ÒÇåíÉ - Yang berseri - yang cantik.&lt;br /&gt;Zahidah - ÒÇåÏå - Yang zuhud - yang salih.&lt;br /&gt;Zahirah - ÒÇåÑÉ - Yang berseri - yang cantik.&lt;br /&gt;Zahraa&#39; - ÒåÑÇÁ - Yang berseri - yang cantik.&lt;br /&gt;Zahrah - ÒåÑå - Bunga. - &lt;br /&gt;Zaidah - ÒíÏå - Yang lebih - tambahan.&lt;br /&gt;Zaimah - ÒÚíãå - Pemimpin. - &lt;br /&gt;Zainab - ÒíäÈ - Sejenis bunga yang cantik dan harum. - &lt;br /&gt;Zainah - Òíäå - Perhiasan. - &lt;br /&gt;Zainun - Òíäæä - Perhiasan. - &lt;br /&gt;Zaitun - ÒíÊæä - Sejenis pokok - buah zaitun.&lt;br /&gt;Zaitunah - ÒíÊæäå - Sebuah pokok zaitun. - &lt;br /&gt;Zakiah - ÐßíÉ - Yang cerdik - yang harum.&lt;br /&gt;Zakiah - ÒßíÉ - Yang berseri - yang bersih murni.&lt;br /&gt;Zalifah - ÒáíÝÉ - Yang dekat dan mara ke depan. - &lt;br /&gt;Zalikha - ÒáíÎÇÁ - Nama isteri Al-Aziz (Raja Mesir) - &lt;br /&gt;Zalilah - Ùáíáå - kebun yang banyak pokok - yang redup.&lt;br /&gt;Zarifah - ÙÑíÝÉ - Yang bijak dan segak. - &lt;br /&gt;Zawanah - ÒæÇäå - Kecerdikan. - &lt;br /&gt;Zayanah - ÒíÇäå - Yang cantik. - &lt;br /&gt;Zawiah - ÒÇæíå - Pengawal dari kejahatan - sudut.&lt;br /&gt;Zi&#39;amah - ÒÚÇãå - Kepimpinan. - &lt;br /&gt;Zuhrah - ÒåÑå - Keindahan. - &lt;br /&gt;Zuhairah - ÒåíÑå - Bunga. - &lt;br /&gt;Zulfah - ÒÇÝÉ - Darjat - kedudukan&lt;br /&gt;Zunah - ÒæäÉ - Yang berakal - cerdik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/8107757666494124425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=8107757666494124425&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/8107757666494124425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/8107757666494124425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/nama-nama-indah-islam-untuk-wanita.html' title='Kumpulan Nama-Nama Indah Islam Untuk Wanita (Akhwat)'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-2338611821413542349</id><published>2007-12-18T13:45:00.002+07:00</published><updated>2007-12-18T14:02:01.036+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akidah Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><title type='text'>Kumpulan Nama-Nama Indah Islam Untuk Lelaki (Ikhwan)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;Abhar - ÇÈåÑ - yang bergemerlapan - &lt;br /&gt;Ahlam - ÇÍáÇã - impian - kemaafan&lt;br /&gt;Ahnaf - ÇÍäÝ - yang lurus - &lt;br /&gt;Aiman - Çíãä - yang bertuah - yang kanan&lt;br /&gt;Aiman - ÇíãÇä - yang bertuah - keberkatan&lt;br /&gt;Aisar - ÇíÓÑ - enang - yang mudah&lt;br /&gt;Ajmal - ÇÌãá - yang lebih cantik - &lt;br /&gt;Ajwad - ÇÌæÏ - yang lebih pemurah - &lt;br /&gt;Akalil - ÇßÇáíá - mahkota - &lt;br /&gt;Akid - ÇßíÏ - yang kuat - teguh&lt;br /&gt;Akmal - Çßãá - yang lebih sempurna - lelaki&lt;br /&gt;Akram - ÇßÑã - yang mulia - pemurah&lt;br /&gt;Aqhari - ÇÞåÑí - yang lebih berkuasa - &lt;br /&gt;Aqrabin - ÃÞÑÈíä - Saudara mara yang rapat. - &lt;br /&gt;Aqwa - ÇÞæì - yang perkasa - yang kuat&lt;br /&gt;Alaa&#39; - ÇáÇÁ - Ni&#39;mat-ni&#39;mat - &lt;br /&gt;Alif - ÃáíÝ - Yang mesra - &lt;br /&gt;Alma&#39; - ÇáãÚ - yang bersinar - &lt;br /&gt;Alwan - Çáæä - warna-warni - &lt;br /&gt;Amad - ÇãÏ - masa - matlamat&lt;br /&gt;Amadi - ÇãÏí - masaku - matlamatku&lt;br /&gt;Amal - ÇãÇá - cita-cita - harapan&lt;br /&gt;Amaluddin - ÇãÇá ÇáÏíä - cita-cita agama - &lt;br /&gt;Amali - ÇãÇáí - cita-citaku - harapanku&lt;br /&gt;Aman - ÇãÇä - sentosa - keamanan&lt;br /&gt;Amar - ÇãÑ - perintah - suruhan&lt;br /&gt;Amin - Çãíä - yang amanah - &lt;br /&gt;Aminuddin - Çãíä ÇáÏíä - pengamanah agama - &lt;br /&gt;Amir - ÇãíÑ - putra - ketua&lt;br /&gt;Amjad - ÇãÌÇÏ - kemulian - keagongan&lt;br /&gt;Amnan - ÇãäÇä - ketenangan - &lt;br /&gt;Amni - Çãäì - keamanan - &lt;br /&gt;Amsyar - ÇãÔÑ - yang cergas - &lt;br /&gt;Amzar - ÇãÒÑ - yang utama - yang mulia&lt;br /&gt;Anas - ÇäÓ - kemesraan - &lt;br /&gt;Anat - ÇäÇÊ - lemah lembut - &lt;br /&gt;Anaqi - ÇäÇÞì - keindahanku yang menawan hati - &lt;br /&gt;Andhar - ÇäÖÑ - yang berseri - &lt;br /&gt;Ani - Çäì - yang sabar - yang bersopan&lt;br /&gt;Aniq - ÇäíÞ - yang kacak lagi menawan hati - &lt;br /&gt;Anis - ÇäíÓ - yang mesra - teman setia&lt;br /&gt;Ansar - ÇäÕÇÑ - penolong - penyokong&lt;br /&gt;Ansari - ÇäÕÇÑì - nisbah kepada ansar - &lt;br /&gt;Anwar - ÇäæÑ - yang bercahaya - &lt;br /&gt;Anwari - ÇäæÇÑì - cahayaku - &lt;br /&gt;Arami - ÇÑÇãì - tandaku - &lt;br /&gt;Arham - ÇÑÍã - yang mesra - yang belas kasihan&lt;br /&gt;Arib - ÇÑíÈ - yang mahir - &lt;br /&gt;Arina - ÇÑíäÇ - kecergasan - &lt;br /&gt;Arqam - ÇÑÞã - nama sahabat nabi - &lt;br /&gt;Arum - ÇÑæã - asal keturunan - &lt;br /&gt;Arumi - ÇÑæãì - asal keturunanku - &lt;br /&gt;Arsyad - ÇÑÔÏ - yang sangat cerdik - &lt;br /&gt;As&#39;ad - ÇÓÚÏ - yang amat bahagia - &lt;br /&gt;Asil - ÇÕíá - yang mulia - baik&lt;br /&gt;Aslah - ÇÕáÍ - yang lebih baik - yang lebih sesuai&lt;br /&gt;Aslam - ÇÓáã - yang paling selamat - &lt;br /&gt;Asma&#39;I - ÇÕãÚí - hati yang suci - &lt;br /&gt;Asma&#39;an - ÇÕãÚÇä - hati yang suci dan pendapat yang teguh - &lt;br /&gt;Asmar - ÇÓãÑ - yang hitam manis - &lt;br /&gt;Asna - ÇÓäì - yang tinggi - yang bersinar&lt;br /&gt;Asnawi - ÇÓäæí - yang berseri - yang gemilang&lt;br /&gt;Asy&#39;ari - ÇÔÚÑì - yang elok - yang berambut lebat dan panjang&lt;br /&gt;Asyraf - ÇÔÑÝ - yang mulia - &lt;br /&gt;Athari - ÇØåÑí - yang bersih - &lt;br /&gt;Athir - ÇËíÑ - yang mulia - yang utama&lt;br /&gt;Awad - ÇæÏ - yang paling disayangi - &lt;br /&gt;Aufa - ÇæÝì - yang setia - &lt;br /&gt;Awwab - ÇæÇÈ - yang banyak bertaubat - &lt;br /&gt;Auji - ÇæÌì - ketinggianku - kemuliaanku&lt;br /&gt;Aghlab - ÇÛáÇÈ - yang menang - &lt;br /&gt;Afdhal - ÇÝÖá - yang lebih utama - &lt;br /&gt;Afnan - ÇÝäÇä - kesenian - &lt;br /&gt;Ahlami - ÇÍáÇãí - impianku - kesabaranku&lt;br /&gt;Afandi - ÇÝäÏí - gelaran bagi orang berpangkat - &lt;br /&gt;Abadi - ÇÈÏì - yang kekal - &lt;br /&gt;A&#39;alam - ÇÚáÇã - Panji-panj - &lt;br /&gt;Ahmad - ÇÍãÏ - yang terpuji - &lt;br /&gt;Abu Samah - ÇÈæ ÇáÓãÍ - pemaaf - yang bertoleransi&lt;br /&gt;Afham - ÇÝåã - yang lebih faham - &lt;br /&gt;Adham - ÇÏåã - yang hitam - cantik&lt;br /&gt;Abu bakar - ÇÈæ ÈßÑ - sahabat nabi - &lt;br /&gt;Auni - Çæäì - kelembutanku - ketenanganku&lt;br /&gt;Ayadi - ÇíÇÏì - nikmat-nikmat - &lt;br /&gt;Aus - ÇæÓ - pemberian - serigala&lt;br /&gt;Aya - ÇíÇ - cahaya matahari - &lt;br /&gt;Ayyub - ÇíæÈ - nama nabi - &lt;br /&gt;Azfar - åÙÝÑ - yang berjaya - yang menang&lt;br /&gt;Azhar - ÇÒåÑ - yang berseri - yang gemilang&lt;br /&gt;Azhari - ÇÒåÑì - yang berseri - yang gemilang&lt;br /&gt;Aziz - ÚÒíÒ - yang mulia - yang kuat&lt;br /&gt;Azizan - ÚÒíÒÇä - yang mulia - yang kuat&lt;br /&gt;Azizi - ÚÒíÒí - kesayangku - kekasihku&lt;br /&gt;Azri - ÇÒÑì - kekuatanku - penyokongku&lt;br /&gt;Abid - ÇÈÏ - yang bermukim - yang menetap&lt;br /&gt;Abu Bakar - ÇÈæ ÈßÑ - gelaran sahabat nabi yang bersegera - &lt;br /&gt;Adabi - ÇÏÈì - kesopananku - kesesteraan&lt;br /&gt;Abqari - ÚÈÞÑì - yang bijaksana - yang kuat&lt;br /&gt;Abud - ÚÈæÏ - yang kuat beribadat - &lt;br /&gt;Adi - ÚÏì - askar perwira - yang kuat berlari&lt;br /&gt;Adil - ÚÇÏá - yang adil - &lt;br /&gt;Adli - ÚÏáì - keadilanku - kelurusanku&lt;br /&gt;Adnan - ÚÏäÇä - nama datuk nabi yang ke-20 - yang bermukim&lt;br /&gt;Affan - ÚÝÇä - pendaki - &lt;br /&gt;Afi - ÚÇÝì - pemaaf - &lt;br /&gt;Afif - ÚÝíÝ - yang bermaruah - yang menjaga kehormatannya&lt;br /&gt;Akif - ÚÇßÝ - yang menumpukan jiwa raganya padasesuatu - &lt;br /&gt;Alaa&#39; - ÚáÇ - ketinggian - kemuliaan&lt;br /&gt;Alauddin - ÚáÇÁÇáÏíä - ketinggian agama - &lt;br /&gt;Ali - Úáì - yang mulia - yang tinggi kedududkannya&lt;br /&gt;Aliaudin - ÚáìÇáÏíä - ketinggian agama - &lt;br /&gt;Amir - ÚÇãÑ - yang memakmurkan - yang mendiami&lt;br /&gt;Ammar - ÚãÇÑ - yang memakmurkan - yang kuat iman&lt;br /&gt;Amran - ÚãÑÇä - yang memakmurkan - &lt;br /&gt;Amrun - ÚãÑæ - kemakmuran - &lt;br /&gt;Arafat - ÚÑÝÇÊ - yang terkenal - kenalan&lt;br /&gt;Arif - ÚÇÑÝ - yang bijak - yang mengetahui&lt;br /&gt;Ariffin - ÚÇÑÝíä - yang bijak - yang mengetahui&lt;br /&gt;Asim - ÚÇÕã - yang memelihara/mengawal - &lt;br /&gt;Asjad - ÚÓÌÏ - emas - permata&lt;br /&gt;Asri - ÚÕÑì - masaku - kemajuankuyang mengikutperedaran masa&lt;br /&gt;Asyur - ÚÇÔíæÑ - hari yang kesepuluh dari bulan Muharram - &lt;br /&gt;Ataa&#39; - ÚØÇÁ - pemberian - &lt;br /&gt;Ataullah - ÚØÇÇááå - kurnian Allah - &lt;br /&gt;Atik - ÚÇÊß - yang pemurah - yang beraniyang bersih&lt;br /&gt;Atiyah - ÚØíå - pemberian - &lt;br /&gt;Atiq - ÚÊíÞ - yang indah - yang mulia&lt;br /&gt;Atif - ÚÇØÝ - penyayang - &lt;br /&gt;Atuf - ÚØæÝ - yang sangat penyayang - &lt;br /&gt;Auf - ÚæÝ - yang berusaha - yang kuatusaha&lt;br /&gt;&#39;Abbas - ÚÈÇÓ - nama sahabat nabi - &lt;br /&gt;&#39;Abid - ÚÇÈÏ - yang beribadat - &lt;br /&gt;Afiq - ÇÝíÞ - yang amat pemurah - &lt;br /&gt;&#39;Abidin - ÚÇÈÏíä - yang beribadat - &lt;br /&gt;&#39;Abqari - ÚÈÞÑí - yang bijaksana - yang kuat&lt;br /&gt;&#39;Abud - ÚÇÈæÏ - yang kuat beribadat - &lt;br /&gt;&#39;Adi - ÚÏì - askar perwira - yang kuat berlari&lt;br /&gt;&#39;Adil - ÚÇÏá - yang adil - &lt;br /&gt;&#39;Abbas - ÚÈÇÓ - Nama sahabat Nabi - berani&lt;br /&gt;&#39;Abid - ÚÇÈÏ - Yang beribadat. - &lt;br /&gt;&#39;Abidin - ÚÇÈÏíä - Yang beribadat. - &lt;br /&gt;&#39;Abqari - ÚÈÞÑì - Yng bijaksana - yang kuat&lt;br /&gt;&#39;Abud - ÚÈæÏ - Yang kuat beribadat. - &lt;br /&gt;&#39;Adi - ÚÏì - Askar perwira - yang kuat berlari.&lt;br /&gt;&#39;Adil - ÚÇÏá - Yang adil. - &lt;br /&gt;&#39;Adli - ÚÏáì - Keadilanku - kelurusanku.&lt;br /&gt;&#39;Adnan - ÚÏäÇä - Nama datuk nabi yang ke-20 - yang bermukim.&lt;br /&gt;&#39;Affan - ÚÝÇä - pendaki - &lt;br /&gt;&#39;Afi - ÚÇÝì - Pemaaf. - &lt;br /&gt;&#39;Afif - ÚÝíÝ - Yang bermaruah - yang menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;&#39;Akif - ÚÇßÝ - Yang menumpukan jiwa raganya pada sesuatu. - &lt;br /&gt;&#39;Alaa&#39; - ÚáÇÁ - Ketinggian - kemuliaan.&lt;br /&gt;&#39;Alauddin - ÚáÇÁÇáÏíä - Ketingian agama. - &lt;br /&gt;&#39;Ali - Úáì - Yang mulia - yang tinggi kedudukan.&lt;br /&gt;&#39;Aliuddin - ÚáìÇáÏíä - Ketinggian agama. - &lt;br /&gt;&#39;Amir - ÚÇãÑ - Yang memakmurkan - yang mendiami.&lt;br /&gt;&#39;Ammar - ÚãÇÑ - Yang memkmurkan - yang kuat iman.&lt;br /&gt;&#39;Amran - ÚãÑÇä - Yang memakmurkan. - &lt;br /&gt;&#39;Amrun - ÚãÑæ - Kemakmuran. - &lt;br /&gt;&#39;Arafat - ÚÑÝÇÊ - Yang terkenal - kenalan&lt;br /&gt;&#39;Arif - ÚÇÑÝ - Yang bijak - yang mengetahui.&lt;br /&gt;&#39;Arifin - ÚÇÑÝíä - Yang bijak - yang mengetahui.&lt;br /&gt;&#39;Asim - ÚÇÕã - Yng memelihara/mengawal emas permata. - &lt;br /&gt;&#39;Asjad - ÚÓÌÏ - Emas permata. - &lt;br /&gt;&#39;Asri - ÚÕÑì - Masaku - kemajuanku&lt;br /&gt;&#39;Asyur - ÚÇÔæÑ - Hari kesepuluh dari bulan Mujarram. - &lt;br /&gt;&#39;Ataa&#39; - ÚØÇÁ - Pemberian. - &lt;br /&gt;&#39;Ataullah - ÚØÇÁÇááå - Kurniaan Allah. - &lt;br /&gt;&#39;Atik - ÚÇÊß - Yang pemurah - yang berani&lt;br /&gt;&#39;Atiyah - ÚØíå - Pemberian. - &lt;br /&gt;&#39;Atiq - ÚÊíÞ - Yang mulia - yang mulia.&lt;br /&gt;&#39;Atif - ÚÇØÝ - Penyayang. - &lt;br /&gt;&#39;Atuf - ÚØæÝ - Yang sangat penyayang. - &lt;br /&gt;&#39;Auf - ÚæÝ - Yang berusaha - yang kuat&lt;br /&gt;&#39;Awad - ÚæÖ - Gantian; pemberian. - &lt;br /&gt;&#39;Azyan - ÃÒíÇä - Perhiasan - &lt;br /&gt;Abidah - ÚÇÈÏå - Ahli ibadat - &lt;br /&gt;&#39;Abir - ÚÈíÑ - Keharuman - &lt;br /&gt;&#39;Adilah - ÚÇÏáå - Yang adil - yang saksama&lt;br /&gt;&#39;Adidah - ÚÏíÏå - Yang padan - yang setanding&lt;br /&gt;&#39;Afaf - ÚÝÇÝ - Maruah - kesucian diri&lt;br /&gt;&#39;Afiah - ÚÇÝíå - Kesejahteraan - &lt;br /&gt;&#39;Afifah - ÚÝíÝå - Yang bermaruah - terpelihara kehormatan dirinya&lt;br /&gt;&#39;Ainaa&#39; - ÚíäÇÁ - yang cantik matanya - &lt;br /&gt;&#39;Aisyah - ÚÇÆÔå - yang hidup bahagia - &lt;br /&gt;&#39;Alyaa&#39; - ÚáíÇÁ - Ketinggian - &lt;br /&gt;&#39;Aliah - ÚÇáíå - yang tinggi - &lt;br /&gt;&#39;Amirah - ÚÇãÑÉ - ketua - Yang aman bahagia&lt;br /&gt;&#39;Ammarah - ÚãÇÑÉ - Yang memakmurkan - yang kuat iman&lt;br /&gt;&#39;Aqilah - ÚÞíáÉ - Yang bijak - yang mulia&lt;br /&gt;&#39;Aqidah - ÚÞíÏÉ - Kepercayaan - keimanan&lt;br /&gt;&#39;Arifah - ÚÇÑÝÉ - yang mengetahui - &lt;br /&gt;&#39;Asimah - ÚÇÕãÉ - yang memelihara - &lt;br /&gt;&#39;Atikah - ÚÇÊßÉ - yang pemurah - yang berani&lt;br /&gt;&#39;Atiqah - ÚÊíÞÉ - yang mulia - pilihan&lt;br /&gt;&#39;Atifah - ÚÇØÝÉ - yang bersempati - penyayang&lt;br /&gt;Ahmas - ÇÍãÓ - yang bersemangat - yang berani&lt;br /&gt;&#39;Atiyah - ÚØíÉ - pemberian - &lt;br /&gt;&#39;Atuf - ÚØæÝ - penyayang - &lt;br /&gt;&#39;Arbanah - ÚÑÈÇäå - Yang fasih - &lt;br /&gt;&#39;Awatif - ÚæÇØÝ - perasaan - kesayangan&lt;br /&gt;&#39;Aziemah - ÚÙíãå - Yang mulia - pembesar&lt;br /&gt;&#39;Aziemah - ÚÒíãÉ - Azam - kewajipan&lt;br /&gt;&#39;Azimah - ÚÇÒãå - Yang berazam - &lt;br /&gt;&#39;Azizah - ÚÒíÒÉ - Yang mulia - yang dikasihi&lt;br /&gt;&#39;Azmah - ÚÒãå - kebenaran - hak kewajipan&lt;br /&gt;Badil - ÈÏíá - Pengganti - &lt;br /&gt;Badiu&#39;zzaman - ÈÏíÚ ÇáÒãÇä - Keindahan masa - &lt;br /&gt;Badran - ÈÏÑÇä - bulan purnama - &lt;br /&gt;Badrun - ÈÏÑæä - Bulan purnama - &lt;br /&gt;Badri - ÈÏÑí - Purnamaku - &lt;br /&gt;Badruddin - ÈÏÑ ÇáÏíä - Bulan purnama agama - &lt;br /&gt;Badruzzaman - ÈÏÑ ÇáÒãÇä - Bulan purnama semasa - &lt;br /&gt;Bahar - ÈåÇÑ - Keindahan - sejenis tumbuhan yg wangi&lt;br /&gt;Bahauddin - ÈåÇÁ ÇáÏíä - Sinaran Agama - &lt;br /&gt;Bahij - ÈåíÌ - Yang indah menawan - &lt;br /&gt;Bahir - ÈåíÑ - Yang berseri-seri - &lt;br /&gt;Bahiuddin - ÈåÆ ÇáÏíä - kegemilangan agama - &lt;br /&gt;Bahjan - ÈåÌÇä - Yang cemerlang - yang riang gembira&lt;br /&gt;Bahjat - ÈåÌÉ - Kegemilangan - keindahan&lt;br /&gt;Bahrani - ÈåÑÇäí - Kegemilanganku - &lt;br /&gt;Bahri - ÈåÑí - Kegemilanganku - kelebihanku&lt;br /&gt;Bahruddin - ÈåÑÇáÏíä - Kegemilangan agama. - &lt;br /&gt;Bahzi - ÈåÒí - Pertahananku - pembelaku.&lt;br /&gt;Baghawi - ÈÛæí - Nisbah - &lt;br /&gt;Baidhawi - ÈíÖÇæí - Nisbah - putih&lt;br /&gt;Baihaqi - ÈíåÞí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Bakri - ÈßÑí - Kesegeraanku - kemudaanku.&lt;br /&gt;Bakhit - ÈÎíÊ - Yang bertuah. - &lt;br /&gt;Baligh - ÈáíÛ - Yang fasih - yang petah.&lt;br /&gt;Ballan - ÈáÇä - Rezeki - kebajikan.&lt;br /&gt;Banim - Èäíä - Yang gigih dan bijak. - &lt;br /&gt;Bariq - ÈÑíÞ - Sinaran - yang bergemerlapan.&lt;br /&gt;Barra&#39; - ÈÑÇÁ - Yang bersih - yang baik&lt;br /&gt;Barzah - ÈÑÒå - Penjelmaan - nama sahabat.&lt;br /&gt;Barzun - ÈÑÒæä - Yang utama - yang berani.&lt;br /&gt;Basil - ÈÇÓíá - Yang berani - &lt;br /&gt;Basir - ÈÕíÑ - Yang melihat - yang bijak.&lt;br /&gt;Bari&#39; - ÈÇÑíÚ - Yang tinggi dari segi ilmu dan kecantikan. - &lt;br /&gt;Barudi - ÈÇÑæÏí - Nisbah - serbuk peluru.&lt;br /&gt;Basri - ÈÕÑí - Penglihatanku - &lt;br /&gt;Basti - ÈÓØí - Kelapanganku - kemurahan hatiku&lt;br /&gt;Bassami - ÈÓÇãí - Yang senyum - nisbah.&lt;br /&gt;Basysyar - ÈÔÇÑ - Pembawa berita gembira. - &lt;br /&gt;Basyir - ÈÔíÑ - Penyampai berita gembira. - &lt;br /&gt;Baunan - ÈæäÇä - Keistimewaan. - &lt;br /&gt;Bauni - Èæäí - Keistimewaanku - kelebihanku.&lt;br /&gt;Bazil - ÈÇÒíá - Yang bijak - yang pakar.&lt;br /&gt;Bazli - ÈÒáí - Kebijaksanaanku - kepakaranku.&lt;br /&gt;Bazilin - ÈÇÐáíä - Yang memberi sumbangan - yang membelanja.&lt;br /&gt;Bilal - ÈáÇá - Air - kelembapan&lt;br /&gt;Bisyrun - ÈÔÑæä - Berita gembira. - &lt;br /&gt;Bisyarah - ÈÔÇÑå - Berita gembira. - &lt;br /&gt;Benyamin - ÈäíÇãíä - Nama saudara Nabi Yusuf. - &lt;br /&gt;Bukhari - ÈÎÇÑí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Bulqini - ÈáÞíäí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Buraidah - ÈÑíÏå - Nama sahabat - kesejukan&lt;br /&gt;Burhan - ÈÑåä - Hujjah - bukti.&lt;br /&gt;Burhani - ÈÑåÇäí - Hujjahku - buktiku.&lt;br /&gt;Burhanuddin. - ÈÑåÇä ÇáÏíä - Hujjah agama. - &lt;br /&gt;Busairi - ÈæÕíÑí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Abu samah - ÇÈæ ÇáÓãÍ - pemaaf - &lt;br /&gt;Busrain - ÈÓÑíä - Kemekaran dan kesegaran. - &lt;br /&gt;Bustani - ÈÓÊÇäí - Tamanku - nisbah.&lt;br /&gt;Bajil - ÈÌá - Yang riang gembira. - &lt;br /&gt;Bajil - ÈÌíá - Yang dihormati dan disanjungi. - &lt;br /&gt;Badawi - ÈÏæí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Baghawi - ÈÛæí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Bistami - ÈÓÊÇãí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Dahlan - ÏÍáÇä - Nisbah. - &lt;br /&gt;Dailami - Ïíáãí - Nisbah - askarku.&lt;br /&gt;Damanhuri - - Nisbah - &lt;br /&gt;Danial - ÏÇäíÇá - Nama nabi - &lt;br /&gt;Dasuki - ÏÓæÞí - Nisbah - keindahanku&lt;br /&gt;Daud - ÏÇæÏ - Nama Nabi. - &lt;br /&gt;Daiyan - ÏíÇä - Hakim - pengira&lt;br /&gt;Durrani - ÏÑÇäí - Mutiaraku. - &lt;br /&gt;Durri - ÏÑí - Permata - mutiaraku.&lt;br /&gt;Dalil - Ïáíá - Pemandu - penunjuk&lt;br /&gt;Di&#39;amah - ÏÚÇãå - Tiang - penyokong.&lt;br /&gt;Dinie - Ïíäí - Agamaku - &lt;br /&gt;Diniy - Ïíäí - Berkenaan agama - &lt;br /&gt;Du&#39;mi - ÏÚãí - sokonganku - yang kukuh&lt;br /&gt;Dhiya&#39; - ÖíÇÁ - Sinaran - &lt;br /&gt;Dhiyauddin - ÖÈÇÁ ÇáÏíä - Sinaran agama - &lt;br /&gt;Dhiyaulhaq - ÖíÇÁ ÇáÍÞ - Sinaran kebenaran - &lt;br /&gt;Dhiyaurrahman - ÖíÇÁ ÇáÑÍãä - Sinaran (Allah) yang Pengasih - &lt;br /&gt;Dhiyaul Islam - ÖíÇÁ ÇáÇÓáÇã - Sinaran Islam - &lt;br /&gt;Dhabit - ÖÇÈØ - Yang kuat ingatan - &lt;br /&gt;Dhamiri - ÖãíÑí - Hati kecilku - &lt;br /&gt;Dhabti - ÖÈØí - Ingatanku - hafalanku&lt;br /&gt;Fadhil - ÝÇÖá - Yang mulia - &lt;br /&gt;Fadhli - ÝÖáí - Kelebihanku - ihsanku&lt;br /&gt;Fadhuli - ÝÖæáí - Yang banyak berbuat ihsan - &lt;br /&gt;Fadhlullah - ÝÖá Çááå - Kelebihan Allah - &lt;br /&gt;Fahad - ÝåÏ - Harimau Bintang - &lt;br /&gt;Fahim - Ýåíã - Yang faham - &lt;br /&gt;Fahmi - Ýåãí - Kefahamanku - &lt;br /&gt;Faid - ÝÇÆÏ - Yang tetap - yang berhasil&lt;br /&gt;Faidhi - ÝíÖí - Kurniaanku - &lt;br /&gt;Fayyadh - ÝíÇÖ - Pemurah - dermawan&lt;br /&gt;Fayyah - ÝíÇÍ - Pemurah - dermawan&lt;br /&gt;Faiq - ÝÇÆÞ - Yang tertinggi - yang utama&lt;br /&gt;Faiz - ÝÇÆÒ - Yang berjaya - &lt;br /&gt;Faisal - ÝíÕá - Penyelesaian - pemutus kata&lt;br /&gt;Fakhri - ÝÎÑí - Kemegahanku - &lt;br /&gt;Fakhruddin - ÝÎÑ ÇáÏíä - Kebanggaan agama - &lt;br /&gt;Fakhrullah - ÝÎÑ Çááå - Kemegahan Allah - &lt;br /&gt;Fakhrul Islam - ÝÎÑ ÇáÇÓáÇã - Kemegahan Islam - &lt;br /&gt;Faqih - ÝÞíå - Yang alim - yang amat faham&lt;br /&gt;Farahi - ÝÑÍí - Kegiranganku - &lt;br /&gt;Farhan - ÝÑÍÇä - Yang girang gembira - &lt;br /&gt;Farhat - ÝÑÍÇÊ - Kegirangan - &lt;br /&gt;Farid - ÞÑíÏ - Yang tunggal - permata istimewa&lt;br /&gt;Fariduddin - ÝÑíÏ ÇáÏíä - Permata - keistimewaan agama&lt;br /&gt;Faris - ÝÇÑÓ - Yang alim - ahli firasat&lt;br /&gt;Faruq - ÝÇÑæÞ - Pemisah - pembeza antara benar dan salah&lt;br /&gt;Fathi - ÝÊÍí - Pembukaanku - &lt;br /&gt;Fathuddin - ÝÊÍ ÇáÏíä - Pembukaan - kejayaan agama&lt;br /&gt;Fathul Islam - ÝÊÍ ÇáÇÓáÇã - Pembukaan - kejayaan Islam&lt;br /&gt;Fathullah - ÝÊÍ Çááå - Pembukaan - kemenangan Allah&lt;br /&gt;Fathurrahman - ÝÊÍ ÇáÑÍãä - Pembukaan - kemenangan Allah yang maha pengasih&lt;br /&gt;Fawwaz - ÝæÇÒ - Yang berjaya - &lt;br /&gt;Fauzi - ÝæÒí - Kejayaanku - &lt;br /&gt;Fida&#39;iy - ÝÏÇÆì - Yang bekorban kerana perjuangan - &lt;br /&gt;Fikri - ÝßÑí - Fikiranku - &lt;br /&gt;Firdaus - ÝÑÏæÓ - Nama Syurga - &lt;br /&gt;Fitri - ÝØÑí - Semulajadiku - &lt;br /&gt;Fuad - ÝÄÇÏ - Hati/ jiwa - &lt;br /&gt;Fudhail - ÝÖíá - Kelebihan - kemuliaan&lt;br /&gt;Ghali - ÛÇáí - Yang mahal - &lt;br /&gt;Ghalib - ÛÇáÈ - Yang menang - &lt;br /&gt;Ghallab - ÛÇáÇÈ - Yang selalu menang - &lt;br /&gt;Ghanim - ÛÇäã - Yang becakap perkara baik - yang mencapai kejayaan&lt;br /&gt;Ghanimi - ÛÇäãí - kejayaanku - &lt;br /&gt;Ghassan - ÛÓÇä - Kecantikan dan kelembutan remaja - &lt;br /&gt;Ghassani - ÛÓÇäí - Yang cantik dan muda - &lt;br /&gt;Ghaus - ÛæË - Pertolongan - &lt;br /&gt;Ghausi - ÛæËí - Pertolonganku - pembelaanku&lt;br /&gt;Ghazali - ÛÒÇáí - Nisbah - pelandukku&lt;br /&gt;Ghazlan - ÛÒáÇä - Tenunan - &lt;br /&gt;Ghazi - ÛÇÒí - Pejuang - &lt;br /&gt;Ghailan - ÛíáÇä - Nama sahabat - air yang mengalir dimuka bumi&lt;br /&gt;Ghulwani - ÛáæÇäí - Keremajaaan dan kecergasan - &lt;br /&gt;Ghurran - ÛÑÇä - Yang mulia - yang berseri&lt;br /&gt;Ghurar - ÛÑÇÑ - Kegemilangan - keserian&lt;br /&gt;Habib - ÍÈíÈ - Kekasih - &lt;br /&gt;Habri - ÍÈÑí - Kegembiraanku - nikmatku&lt;br /&gt;Hadi - åÇÏí - Yang memimpin - yang tenang&lt;br /&gt;Hadhri - ÍÖÑí - Yang maju - yang bertamadun&lt;br /&gt;Hafiy - ÍÝí - Yang memuliakan - &lt;br /&gt;Hafiz - ÍÇÝÙ - Penjaga - pemelihara&lt;br /&gt;Hafizuddin - ÍÝíÙ ÇáÏíä - Pemelihara agama - &lt;br /&gt;Hakam - Íßã - Pengadil - yang menghukum&lt;br /&gt;Hakim - Íßíã - Yang bijaksana - &lt;br /&gt;Hajjaj - ÍÌÇÌ - Pelawat - penziarah&lt;br /&gt;Hamadah - ÍãÇÏå - Kepujian] - &lt;br /&gt;Hamdan - ÍãÏÇä - Kepujiaan - &lt;br /&gt;Hamdani - ÍãÏÇäí - Kepujianku - &lt;br /&gt;Hamdi - ÍãÏí - Pujianku - &lt;br /&gt;Hammad - ÍãÇÏ - Yang banyak memuji - &lt;br /&gt;Hamid - ÍÇãÏ - Yang memuji - &lt;br /&gt;Hamud - ÍãæÏ - Yang banyak memuji - &lt;br /&gt;Hami - ÍÇãí - Yang melindungi - yang mempertahankan&lt;br /&gt;Hamiduddin - ÍãíÏ ÇáÏíä - Pemuji agama - &lt;br /&gt;Hamim - Íãíã - Teman karib - &lt;br /&gt;Hamimi - Íãíãí - Teman karibku - &lt;br /&gt;Hamiz - ÌãíÒ - Yang cerdik - kuat tampan&lt;br /&gt;Hamizan - ÍãíÒÇä - Yang cerdik - kuat tampan&lt;br /&gt;Hamzah - ÍãÒÉ - Kebijaksanaan - &lt;br /&gt;Hamzi - ÍãÒí - Ketegasanku - &lt;br /&gt;Hanafi - ÍäÝí - Kelurusanku - mazhab hanafi&lt;br /&gt;Hanani - ÍäÇäí - Kasih sayangku - &lt;br /&gt;Hani - åÇäí - Yang seronok - tenang mudah&lt;br /&gt;Hannan - ÍäÇä - Yang penyayang - yang lembut hati&lt;br /&gt;Hanif - ÍäíÝ - Yang lurus yang berpegang kepada ajaran Islam - &lt;br /&gt;Hanin - Íäíä - Kerinduan - &lt;br /&gt;Hanini - Íäíäí - Kerinduanku - &lt;br /&gt;Hanis - ÍäíÓ - Yang warak - yang bertaqwa&lt;br /&gt;Hanun - Íäæä - Yang penyayang - yang lembut hati&lt;br /&gt;Haidhar - ÍíÖÑ - Yang berani - singa.&lt;br /&gt;Haikal - åíßá - Kesuburan - pokok yang besar dan subur.&lt;br /&gt;Haiwah - Ííæå - Kehidupan. - &lt;br /&gt;Hariri - ÍÑíÑì - Sutraku - nisbah.&lt;br /&gt;Haris - ÍÇÑÓ - Pengawal - pemelihara.&lt;br /&gt;Harith - ÍÇÑË - Yang kuat - yang berusaha.&lt;br /&gt;Harithah - ÍÇÑËå - Yang faham - pengkaji.&lt;br /&gt;Hariz - ÍÇÑÒ - Pemelihara - penyimpan&lt;br /&gt;Harun - åÇÑæä - Nama Nabi. - &lt;br /&gt;Hasan - ÍÓä - Yang indah - yang baik&lt;br /&gt;Hasanain - ÍÓäíä - Dua kebaikan. - &lt;br /&gt;Hasbi - ÍÓÈì - Yang mencukupi - memadai bagiku.&lt;br /&gt;Hasbullah - ÍÓÈ Çááå - Jaminan Allah - Pencukupan dari Allah.&lt;br /&gt;Hasib - ÍÓíÈ - Yang berketurunan mulia. - &lt;br /&gt;Hasif - ÍÕíÝ - Yang bijak / pintar - yang baik budibicara.&lt;br /&gt;Adam - ÇÏã - ikutan - &lt;br /&gt;Hasnun - ÍÓäæä - Yang baik. - &lt;br /&gt;Hassan - ÍÓÇä - Yang cantik - yang baik.&lt;br /&gt;Hasuna - ÍÓæäå - Yang cantik - yang baik.&lt;br /&gt;Hasyiem - ÍÔíã - Yang bermaruah - pemalu.&lt;br /&gt;Hasyim - åÇÔã - Pemurah - yang suka menjamu orang.&lt;br /&gt;Hatadi - ÍÊÏì - Keaslianku - keturunanku.&lt;br /&gt;Hatim - ÍÇÊã - Pemutus - penentu.&lt;br /&gt;Hayyan - ÍíÇä - Yang hidup. - &lt;br /&gt;Haziq - ÍÇÐÞ - Yang cerdik / pandai. - &lt;br /&gt;Hazlami - ÍÐáãì - Ketangkasanku - kecepatanku.&lt;br /&gt;Hazim - ÍÇÒã - Yang tegas - yang cermat&lt;br /&gt;Hazman - ÍÒãÇä - Yang tegas - yang cermat&lt;br /&gt;Hazmi - ÍÒãí - Ketegasanku - cermatku&lt;br /&gt;Hazwan - ÍÐæÇä - Pemberian - kepatuhan&lt;br /&gt;Hibatullah - åÈÉ Çááå - Pemberian Allah - &lt;br /&gt;Hibban - ÍÈÇä - Yang dikasihi - Pengasih&lt;br /&gt;Hibri - ÍÈÑí - Keindahanku - kecantikanku&lt;br /&gt;Hidayatullah - åÏÇíÉ Çááå - Pertunjuk Allah - &lt;br /&gt;Hilal - åáÇá - Bulan sabit - &lt;br /&gt;Hidayat - åÏÇíÊ - Pertunjuk - &lt;br /&gt;Hilali - åáÇáí - Bulan sabitku - &lt;br /&gt;Hijan - åÌÇä - Yang mulia - yang berketurunan mulia&lt;br /&gt;Hijazi - ÍÌÇÒí - Nisbah - tali pengikat&lt;br /&gt;Hikmat - ÍßãÊ - Hikmat - &lt;br /&gt;Hilman - ÍáãÇä - Kesopanan - kesabaran&lt;br /&gt;Hilmi - Íáãí - Kesopanan - kesabaranku&lt;br /&gt;Hisyam - åÔÇã - Kemurahan hati - &lt;br /&gt;Hisyamuddin - åÔÇã ÇáÏíä - Kemurahan agama - &lt;br /&gt;Hud - åæÏ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Hulwan - ÍáæÇä - Kebajikan - balasan upah&lt;br /&gt;Humaidi - ÍãíÏí - Kepujianku - &lt;br /&gt;Husain - ÍÓíä - Yang cantik - yang elok&lt;br /&gt;Husain - ÍÕíä - Benteng pertahanan - &lt;br /&gt;Husaini - ÍÓíäí - Kebaikanku - kecantikanku&lt;br /&gt;Huzaifah - ÍÐíÝÉ - Nama sahabat - pukulan lemparan&lt;br /&gt;Humam - åãÇã - Yang mulia - pahlawan berani&lt;br /&gt;Ibrahim - ÇÈÑÇåíã - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Ibtisam - ÇÈÊÓÇã - Senyuman - &lt;br /&gt;Idraki - ÇÏÑÇßí - Kefahamanku - &lt;br /&gt;Idris - ÇÏÑíÓ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Ihsan - ÇÍÓÇä - Kebaikan - &lt;br /&gt;Ijlal - ÇÌáÇá - Penghormatan - kekuatan&lt;br /&gt;Ikhwan - ÇÎæÇä - saudara - &lt;br /&gt;Ikhtiaruddin - ÇÎÊíÇÑ ÇáÏíä - Pilihan agama - &lt;br /&gt;Ilmam - ÇáãÇã - Pengetahuan - &lt;br /&gt;Ilyas - ÇáíÇÓ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Ilyasa&#39; - ÇáíÓÚ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Ikhtiari - ÇÎÊíÇÑí - Pilihanku - &lt;br /&gt;Iqbal - ÇÞÈÇá - Kunjungan - Tampilan&lt;br /&gt;Irsyad - ÇÑÔÇÏ - Petunjuk - &lt;br /&gt;Irsyaduddin - ÇÑÔÇÏ ÇáÏíä - Petunjuk agama - &lt;br /&gt;Ishak - ÇÓÍÇÞ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Iskandar - ÇÓßäÏÑ - Nama seorang raja - &lt;br /&gt;Islam - ÇÓáÇã - Penyerahan - &lt;br /&gt;Ismail - ÇÓãÇÚíá - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Iyad - ÇíÇÏ - Sokongan - kekuatan&lt;br /&gt;Iyas - ÇíÇÓ - Yang mengecewakan lawan - pemberian&lt;br /&gt;Iylia&#39; - ÇíáíÇÁ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Insyirah - ÇäÔÑÇÍ - Kelegaan - kelapangan&lt;br /&gt;Izdiyad - ÇÒÏíÇÏ - Pertambahan - &lt;br /&gt;Izdihar - ÇÒÏåÇÑ - Perkembangan - kemajuan&lt;br /&gt;Iffat - ÚÝÊ - Maruah - Kehormatan diri&lt;br /&gt;Isam - ÚÕÇã - Pemeliharaan - perjanjian&lt;br /&gt;Iz&#39;aan - ÇÐÚÇä - Kepatuhan - &lt;br /&gt;Iffat - ÚÝÊ - Maruah - kehormatan diri&lt;br /&gt;Ifwat - ÚÝæÊ - Yang terbaik - &lt;br /&gt;Ikrimah - ÚßÑãå - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Adabi - ÇÏÈí - kesopananku - &lt;br /&gt;Isamuddin - ÚÕÇã ÇáÏíä - Pemeliharaan - Pegangan agama&lt;br /&gt;&#39;Imadi - ÚãÇÏí - Sokonganku - &lt;br /&gt;&#39;Imaduddin - ÚãÇÏ ÇáÏíä - Tiang agama - &lt;br /&gt;&#39;Imran - ÚãÑÇä - Kemajuan - pembangunan&lt;br /&gt;&#39;Irfan - ÚÑÝÇä - Perkenalan - pengakuan&lt;br /&gt;Ismat - ÚÕãÊ - Pemeliharaan - berdaya menjauhkan diri dari maksiat&lt;br /&gt;&#39;Iyadh - ÚíÇÖ - Gantian - Pengganti&lt;br /&gt;&#39;Iwadh - ÚæÖ - Gantian - Pengganti&lt;br /&gt;&#39;Izzat - ÚÒÊ - Kemuliaan dan kekuatan agama - &lt;br /&gt;&#39;Izzuddin - ÚÒ ÇáÏíä - Kemuliaan dan kekuatan agama - &lt;br /&gt;&#39;Izzul Islam - ÚÒ ÇáÇÓáÇã - Kemuliaan dan kekuatan Islam - &lt;br /&gt;Ja&#39;afar - ÌÚÝÑ - Anak sungai - &lt;br /&gt;Jabir - ÌÇÈÑ - Yang berkeadaan baik - yang melegakan hati&lt;br /&gt;Jabran - ÌÈÑÇä - Pengganti - pembetul&lt;br /&gt;Jabrullah - ÌÈÑ Çááå - Pertolongan Allah - &lt;br /&gt;Jabri - ÌÈÑí - Pertolonganku - keredhaanku&lt;br /&gt;Jafni - ÌÝäí - Kawalanku dari kejahatan - &lt;br /&gt;Jailam - Ìíáã - Bulan purnama - &lt;br /&gt;Jailani - ÌíáÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Jalal - ÌáÇá - Kermuliaan - keagungan&lt;br /&gt;Jalaluddin - ÌáÇá ÇáÏíä - Kebesaran dan kemuliaan agama - &lt;br /&gt;Jalaa&#39; - ÌáÇÁ - Keterangan kelegaan - &lt;br /&gt;Jali - Ìáí - Yang terang yang nyata - &lt;br /&gt;Jamal - ÌãÇá - Kecantikan - &lt;br /&gt;Jamali - ÌãÇáí - Kecantikanku - &lt;br /&gt;Jamaluddin - ÌãÇá ÇáÏíä - Keindahan agama - &lt;br /&gt;Jamalullail - ÌãÇá Çááíá - Keindahan malam - &lt;br /&gt;Jamil - Ìãíá - Yang cantik - &lt;br /&gt;Jamri - ÌãÑí - Perhimpunanku - &lt;br /&gt;Jarir - ÌÑíÑ - Yang menarik - yang memandu&lt;br /&gt;Jaudat - ÌæÏÊ - Kebaikan - keelokkan&lt;br /&gt;Jauhar - ÌæåÑ - Permata - &lt;br /&gt;Jauhari - ÌæåÑí - Permataku - &lt;br /&gt;Jauzi - ÌæÒí - Nisbah - &lt;br /&gt;Jawad - ÌæÇÏ - Pemurah - dermawan&lt;br /&gt;Jilani - ÌíáÇäí - Persiaranku - &lt;br /&gt;Jiwari - ÌæÇÑí - Jaminanku - keamananku&lt;br /&gt;Jauni - Ìæäí - Putih - siang&lt;br /&gt;Jazil - ÌÒíá - Yang besar - yang banyak&lt;br /&gt;Jazli - ÌÒáí - Yang fasih - &lt;br /&gt;Jubair - ÌÈíÑ - Pertolongan - keredhaan&lt;br /&gt;Juwaini - Ìæíäí - Siang - putih&lt;br /&gt;Jufri - ÌÝÑí - Keluasan - yang ditengah&lt;br /&gt;Juma&#39;at - ÌãÚÉ - Hari Jumaat - &lt;br /&gt;Juman - ÌãÇä - Mutiara - &lt;br /&gt;Jumani - ÌãÇäí - Mutiaraku - &lt;br /&gt;Junaid - ÌäíÏ - Askar - negeri&lt;br /&gt;Junaidi - ÌäíÏí - Perajuritku - negeriku&lt;br /&gt;Jurjani - ÌÑÌÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Juwaidi - ÌæíÏí - Keelokanku - &lt;br /&gt;Jad - ÌÇÏ - Yang bersungguh-sungguh - &lt;br /&gt;Jadulhaq - ÌÇÏ ÇáÍÞ - Jalan kebenaran - &lt;br /&gt;Jazlan - ÌÐáÇä - Yang riang gembira - &lt;br /&gt;Jazali - ÌÐáí - Kerianganku - &lt;br /&gt;Jazuli - ÌÒæáí - Pembesar - nisbah&lt;br /&gt;Jahid - ÌÇåÏ - Yang berusaha - yang bersungguh-sungguh&lt;br /&gt;Jahir - ÌåíÑ - Yang cantik - yang bersuara lantang&lt;br /&gt;Jihad - ÌåÇÏ - Perjuangan kerana mempertahankan agama - &lt;br /&gt;Kalmani - ßáãÇäí - Yang fasih - yang baik percakapannya&lt;br /&gt;Kailani - ßíáÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Kaisan - ßíÓÇä - Yang bijak - &lt;br /&gt;Kamal - ßãÇá - Kesempurnaan - &lt;br /&gt;Kamaluddin - ßãÇá ÇáÏíä - Kesempurnaan agama - &lt;br /&gt;Kamil - ßÇãá - Yang sempurna - &lt;br /&gt;Kauthar - ßæËÑ - Nikmat yang banyak - &lt;br /&gt;Kazim - ßÇÙã - Yang menahan marah - &lt;br /&gt;Kafil - ßÝíá - Penjamin - &lt;br /&gt;Adhwa&#39; - ÇÖæÇ - cahaya - &lt;br /&gt;Karami - ßÑÇãí - Kemuliaanku - &lt;br /&gt;Karim - ßÑíã - Yang mulia - &lt;br /&gt;Kuram - ßÑÇã - yang mulia - &lt;br /&gt;Khabir - ÎÈíÑ - Yang pakar yang berpengalaman - &lt;br /&gt;Khair - ÎíÑ - Kebajikan - yang baik&lt;br /&gt;Khairi - ÎíÑí - Kebaikanku - &lt;br /&gt;Khairani - ÎíÑÇäí - kebaikanku - kebajikanku&lt;br /&gt;Khairuddin - ÎíÑ ÇáÏíä - Sebaik-baik agama - &lt;br /&gt;Khairulanam - ÎíÑ ÇáÇäÇã - sebaik-baik manusia - &lt;br /&gt;Khairulanwar - ÎíÑ ÇáÇäæÇÑ - Sebaik-baik cahaya - &lt;br /&gt;Khairuzzaman - ÎíÑ ÇáÒãÇä - Sebaik-baik masa - &lt;br /&gt;Khalaf - ÎáÝ - Anak yang soleh - &lt;br /&gt;Khaladi - ÎáÏí - akalku - &lt;br /&gt;Khaldun - ÎáÏæä - Kekekalan - &lt;br /&gt;Khalid - ÎÇáÏ - Yang kekal - &lt;br /&gt;Khalifah - ÎáíÝÉ - Wakil. Pengganti - &lt;br /&gt;Khalil - Îáíá - Sahabat yang khusus - yang istimewa&lt;br /&gt;Khalis - ÎÇáÕ - Yang bersih - suci&lt;br /&gt;Khamis - ÎãíÓ - Hari Khamis - &lt;br /&gt;Khattab - ÎØÇÈ - Yang banyak berpidato - &lt;br /&gt;Khatib - ÎØíÈ - Pemidato - pensyarah&lt;br /&gt;Khuldi - ÎáÏí - Kekekalanku - &lt;br /&gt;Khumaini - Îãíäí - Nisbah - ramalan&lt;br /&gt;Khuwailid - ÎæíáÏ - Yang kekal - &lt;br /&gt;Khuwarizmi - ÎæÇÑÒãí - Nisbah - &lt;br /&gt;Qabus - ÞÇÈæÓ - Yang kacak - &lt;br /&gt;Qamari - ÞãÑí - Bulanku - &lt;br /&gt;Qamaruddin - ÞãÑ ÇáÏíä - Bulan agama - &lt;br /&gt;Qamarul Arifin - ÞãÑ ÇáÚÇÑÝíä - Bulan orang &#39;arif - &lt;br /&gt;Qamaruzzaman - ÞãÑ ÇáÒãÇä - Bulan masa - &lt;br /&gt;Qamarul Islam - ÞãÑ ÇáÇÓáÇã - Bulan Islam - &lt;br /&gt;Qandil - ÝäÏíá - Pelita - &lt;br /&gt;Qairawani - ÞíÑæÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Qasim - ÞÇÓã - Pembahagi - peneliti&lt;br /&gt;Qasiem - ÞÓíã - Yang cantik - &lt;br /&gt;Qastalani - ÞÓØáÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Qarar - ÞÑÇÑ - Ketetapan - asas&lt;br /&gt;Qatadah - ÞÊÇÏå - Nama sahabat - &lt;br /&gt;Qawiem - Þæíã - Yang lurus - &lt;br /&gt;Qiwamuddin - ÞæÇã ÇáÏíä - Asas agama - &lt;br /&gt;Qurtubi - ÞÑØÈí - Nisbah - &lt;br /&gt;Qusyairi - ÞÔíÑí - Nisbah - hujan&lt;br /&gt;Qutaibah - ÝÊíÈå - Nama Tabi&#39;e - &lt;br /&gt;Qutub - ÞØÈ - Ketua - asas&lt;br /&gt;Qutbuddin - ÞØÈ ÇáÏíä - Asas agama - &lt;br /&gt;Qutbul Islam - ÝØÈ ÇáÇÓáÇã - Asas Islam - &lt;br /&gt;Qutbi - ÞØÈí - Ketuaku - asasku&lt;br /&gt;Labib - áÈíÈ - Yang cerdik - yang berakal&lt;br /&gt;Labiq - áÈÞ - Yang cerdik dan bersopan - &lt;br /&gt;Lam&#39;aani - áãÚÇäí - Kegemilanganku - &lt;br /&gt;Latif - áØíÝ - Yang lemah lembut - yang bersopan&lt;br /&gt;Lubab - áÈÇÈ - Pilihan yang bersih - &lt;br /&gt;Lujaini - áÌíäí - Perak - keputih-putihan&lt;br /&gt;Lutfi - áØÝí - lemah lembutku - kesopananku&lt;br /&gt;Liwauddin - áæÇÁ ÇáÏÈä - Panji agama - &lt;br /&gt;Liwaunnasri - áæÇÁ ÇáäÕÑ - Panji kemenangan - &lt;br /&gt;Luqman - áÞãÇä - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Lut - áæØ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Ma&#39;mun - ãÇÁãæä - Yang aman - &lt;br /&gt;Ma&#39;an - ãÚä - Yang mudah - &lt;br /&gt;Ma&#39;sum - ãÚÕæã - Yang terpelihara - &lt;br /&gt;Mabrur - ãÈÑæÑ - Yang berkebajikan - &lt;br /&gt;Qutbuddin - ÞØÈ ÇáÏíä - Asas agama. - &lt;br /&gt;Qutbul Islam - ÞØÈ ÇáÇÓáÇã - Asas Islam. - &lt;br /&gt;Qutbi - ÞØÈí - Ketuaku - asasku.&lt;br /&gt;Labib - áÈíÈ - Yang cerdik - yang berakal&lt;br /&gt;Labiq - áÈÞ - Yang cerdik dan bersopan santun. - &lt;br /&gt;Lam&#39;aani - áãÚÇäí - Kegemilanganku - gemerlapanku.&lt;br /&gt;Adib - ÇÏíÈ - yang berpengetahuan - &lt;br /&gt;Latif - áØíÝ - Yang lemah lembut - yang bersopan.&lt;br /&gt;Lubab - áÈÇÈ - Pilihan yang bersih. - &lt;br /&gt;Lujaini - áÌíäí - Perak - keputih-putihan.&lt;br /&gt;Lutfi - áØÝí - Lemah lembutku - kesopananku.&lt;br /&gt;Liwauddin - áæÇÁ ÇáÏíä - Panji agama. - &lt;br /&gt;Liwaul Islam - áæÇÁ ÇáÇÓáÇã - Panji Islam. - &lt;br /&gt;Liwaunnasri - áæÇÁ ÇáäÕÑ - Panji kemenangan. - &lt;br /&gt;Luqman - áÞãÇä - Nama Nabi. - &lt;br /&gt;Lut - áæØ - Nama Nabi. - &lt;br /&gt;Ma&#39;mun - ãÇÁãæä - Yang aman. - &lt;br /&gt;Ma&#39;an - ãÚä - Yang mudah. - &lt;br /&gt;Ma&#39;sum - ãÚÕæã - Yang terpelihara. - &lt;br /&gt;Mahir - ãÇåÑ - Mahir - bijak&lt;br /&gt;Mabrur - ãÈÑæÑ - Yang berkebajikan. - &lt;br /&gt;Maddah - ãÏÇÍ - Yang banyak memuji. - &lt;br /&gt;Madhi - ãÏÍí - Pujianku. - &lt;br /&gt;Mahdhar - ãÍÖÑ - Hal menyebut kebaikan orang lain di belakangnya. - &lt;br /&gt;Mahadhir - ãÍÇÖÑ - Hal menyebut kebaikan orang lain di belakangnya. - &lt;br /&gt;Mahdi - ãåÏí - Yang dipimpin - yang beroleh hidayat.&lt;br /&gt;Mahlam - ãÍáã - Kesopanan - &lt;br /&gt;Mahmud - ãÍãæÏ - Yang terpuji. - &lt;br /&gt;Mahfuz - ãÍÝæÙ - Yang terpelihara. - &lt;br /&gt;Maisarah - ãíÓÑå - Kesenangan - kekayaan.&lt;br /&gt;Maisur - ãíÓæÑ - Yang senang. - &lt;br /&gt;Maimun - ãíãæä - Yang diberkati. - &lt;br /&gt;Majdi - ãÌÏí - Kemuliaanku - kebesaranku.&lt;br /&gt;Makram - ãßÑã - Yang mulia. - &lt;br /&gt;Makhzumi - ãÎÒæãí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Makhluf - ãÎáæÝ - Yang diberi gantian. - &lt;br /&gt;Mamduh - ããÏæÍ - Yang terpuji. - &lt;br /&gt;Manaf - ãäÇÝ - Ketinggianku - kenaikan.&lt;br /&gt;Mannan - ãäÇä - Pemurah. - &lt;br /&gt;Mandub - ãäÏæÈ - Wakil. - &lt;br /&gt;Mansur - ãäÕæÑ - Yang menang - yang mendapat pertolongan.&lt;br /&gt;Marami - ãÑÇãí - Cita-citaku - keinginanku&lt;br /&gt;Masrur - ãÓÑæÑ - Yang gembira - &lt;br /&gt;Mifdhal - ãÝÖÇá - Yang amat mulia. - &lt;br /&gt;Mar&#39;ie - ãÑÚí - Yang terpelihara - yang terkawal.&lt;br /&gt;Maududi - ãæÏæÏí - Yang dikasihi - &lt;br /&gt;Mawardi - ãÇæÑÏí - Air mawarku - &lt;br /&gt;Masyhur - ãÔåæÑ - Yang terkenal - &lt;br /&gt;Munajat - ãäÇÌÇÊ - Bisikan doa - &lt;br /&gt;Munaji - ãäÇÌí - Yang berdoa - &lt;br /&gt;Munawwar - ãäæÑ - Yang bercahaya - &lt;br /&gt;Munib - ãäíÈ - Yang bertaubat - &lt;br /&gt;Misbah Munir - ãÕÈÇÍ ÇáãäíÑ - Pelita yang menyinari. - &lt;br /&gt;Munir - ãäíÑ - Yang menerangi - &lt;br /&gt;Munjid - ãäÌÏ - Yang memberi pertolongan - penyahut seruan&lt;br /&gt;Mit&#39;aa&#39; - ãÚØÇÁ - Dermawan. - &lt;br /&gt;Miqdam - ãÞÏÇã - Yang berani. - &lt;br /&gt;Muntakhab - ãäÊÎÈ - Yang dipilih - yang dilantik&lt;br /&gt;Munzir - ãäÐÑ - Yang memberi ingatan - amaran&lt;br /&gt;Mu&#39;ammar - ãÚãÑ - Yang panjang umur - &lt;br /&gt;Murad - ãÑÇÏ - Yang diingini - yang dikehendaki&lt;br /&gt;Murtadha - ãÑÊÖì - Yang redha - &lt;br /&gt;Mu&#39;az - ãÚÇÐ - Yang dilindungi - nama sahabat.&lt;br /&gt;Musa - ãæÓì - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Mubarak - ãÈÇÑß - Yang diberkati. - &lt;br /&gt;Musaiyar - ãÓíÑ - Yang dikendalikan oleh Allah - &lt;br /&gt;Muslih - ãÕáÍ - Yang memulihkan - yang memperbaiki&lt;br /&gt;Mubin - ãÈíä - Yang nyata - yang terang.&lt;br /&gt;Muslihin - ãÕáÍíä - Yang memulihkan - yang memperbaiki&lt;br /&gt;Muslihuddin - ãÕáÍ ÇáÏíä - Pemulih agama - &lt;br /&gt;Mudrikah - ãÏÑßÉ - Yang kuat kefahamannya. - &lt;br /&gt;Muslim - ãÓáã - Yang menyerah diri kepada Allah - &lt;br /&gt;Mustafa - ãÕØÝì - Yang terpilih - &lt;br /&gt;Mustanir - ãÓÊäíÑ - Yang bersinar - &lt;br /&gt;Mustaqim - ãÓÊÞíã - Yang lurus - &lt;br /&gt;Mutammim - ãÊãã - Yang menyempurnakan - &lt;br /&gt;Mutie&#39; - ãØíÚí - Yang taat - &lt;br /&gt;Muhaimin - ãåíãä - Yang berkuasa - yang memelihara dan mengawal.&lt;br /&gt;Mutawalli - ãÊæáí - Yang mengurus - yang mengendali&lt;br /&gt;Muhammad - ãÍãÏ - Yang terpuji. - &lt;br /&gt;Muttalib - ãØáÈ - Yang menuntut dari masa kesemasa - &lt;br /&gt;Muzhaffar - ãÙÝÑ - Yang beroleh kemenangan - &lt;br /&gt;Muharram - ãÍÑã - Bulan Muharram. - &lt;br /&gt;Muhsan - ãÍÕä - Yang terpelihara kehormatannya. - &lt;br /&gt;Nasri - äÕÑí - Pertolonganku - &lt;br /&gt;Nasruddin - äÕÑ ÇáÏíä - Pertolongan Agama - &lt;br /&gt;Muhsin - ãÍÓä - Yang membuat kebaikan dan ihsan. - &lt;br /&gt;Nasrullah - äÕÑ Çááå - Pertolongan Allah - &lt;br /&gt;Nasrun - äÕÑæä - Pertolongan - &lt;br /&gt;Muhtaram - ãÍÊÑã - Yang dihormati. - &lt;br /&gt;Nasrulhaq - äÕÑ ÇáÍÞ - Pertolongan kebenaran - &lt;br /&gt;Nawawi - äææí - Nisbah - &lt;br /&gt;Nasyit - äÔíØ - Yang cergas - &lt;br /&gt;Muhajir - ãåÇÌÑ - Yang berhijrah. - &lt;br /&gt;Nawi - äÇæí - Ketua - &lt;br /&gt;Naufal - äæÝá - Pemurah - dermawan&lt;br /&gt;Nasyat - äÔÇØ - Kecergasan - &lt;br /&gt;Nazih - äÒíå - Yang bersih - yang suci&lt;br /&gt;Nazim - äÇÙã - Penyajak - &lt;br /&gt;Nazmi - äÙãí - Keindahanku - bintangku&lt;br /&gt;Muhibbuddin - ãÍÈ ÇáÏíä - Pencinta agama. - &lt;br /&gt;Nikmat - äÚãÉ - Nikmat - &lt;br /&gt;Nikmatullah - äÚãÉ Çááå - Nikmat Allah - &lt;br /&gt;Nizamuddin - äÙÇã ÇáÏíä - Peraturan agama - &lt;br /&gt;Nizar - äÒÇÑ - Yang memerintah - &lt;br /&gt;Nu&#39;aim - äÚíã - nikmat - &lt;br /&gt;Nufail - äÝíá - Pemberian - hadiah&lt;br /&gt;Mujahid - ãÌÇåÏ - Pejuang yang berhijra - &lt;br /&gt;Nujaid - äÌíÏ - Keberanian - &lt;br /&gt;Nu&#39;man - äÚãÇä - Kebaikan - kenikmatan&lt;br /&gt;Nuri - äæÑí - Cahayaku - &lt;br /&gt;Nuruddin - äæÑ ÇáÏíä - Cahaya agama - &lt;br /&gt;Nurulhaq - äæÑÇáÍÞ - Cahaya kebenaran - &lt;br /&gt;Nurul Islam - äæÑ ÇáÇÓáÇã - Cahaya Islam - &lt;br /&gt;Nur Hidayat - äæÑ ÇáåÏÇíÉ - Cahaya petunjuk - &lt;br /&gt;Nabih - äÈíå - Yang cerdas - yang masyhur&lt;br /&gt;Nabil - äÈíá - Yang cerdik - yang mulia&lt;br /&gt;Nadawi - äÏæí - Nisbah] - &lt;br /&gt;Nadhir - äÖíÑ - Yang berseri-seri - &lt;br /&gt;Nadiy - äÏí - Pemurah - &lt;br /&gt;Nadzir - äÇÙÑ - Pegawai - pemeriksa&lt;br /&gt;Nafie&#39; - äÇÝÚ - Yang bermanfaat - &lt;br /&gt;Nafis - äÝíÓ - Yang bernilai - &lt;br /&gt;Nuh - äæÍ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Nujaid - äÌíÏ - Keberanian - bantuan.&lt;br /&gt;Muhtaram - ãÍÊÑÇã - Yang dihormati - &lt;br /&gt;Muhibbuddin - ãÍÈ ÇáÏíä - Pencinta agama - &lt;br /&gt;Mujahid - ãÌÇåÏ - Pejuang berjihad kerana agama - &lt;br /&gt;Mujtaba - ãÌÊÈì - Yang terpilih - &lt;br /&gt;Mujtahid - ãÌÊåÏ - Yang tekun dan rajin - &lt;br /&gt;Mujibuddin - ãÌíÈ ÇáÏíä - Penyahut seruan agama - &lt;br /&gt;Mujibur Rahman - ãÌíÈ ÇáÑÍãä - Penyahut seruan Allah Yang Maha Pengasih - &lt;br /&gt;Mui&#39;nuddin - ãÚíä ÇáÏíä - Pembela agama - &lt;br /&gt;Mui&#39;zuddin - ãÚÒ ÇáÏíä - Yang memuliakan agama - &lt;br /&gt;Mukahhal - ãßÍá - Yang cantik - &lt;br /&gt;Mukhtar - ãÎÊÇÑ - Yang terpilih - yang memilih&lt;br /&gt;Omar - ÚãÑ - Yang memakmurkan - yang mendiami&lt;br /&gt;Onn - Úæä - Pertolongan - bantuan&lt;br /&gt;Othman - ÚËãÇä - Yang tekun - nama Sahabat&lt;br /&gt;Rabbani - ÑÈÇäí - yang arif dan soleh - &lt;br /&gt;Radhi - ÑÇÖí - Yang rela - yang redha&lt;br /&gt;Ra&#39;fat - ÑÇÁÝÊ - Belas kasihan - &lt;br /&gt;Rafi&#39; - ÑÇÝÚ - Yang meninggikan - &lt;br /&gt;Rafid - ÑÇÝÏ - Pembantu - pemberi&lt;br /&gt;Rafie&#39; - ÑÝíÚ - Yang tinggi - dan mulia&lt;br /&gt;Rafiq - ÑÝíÞ - Teman - &lt;br /&gt;Rafi&#39;uddin - ÑÝíÚ ÇáÏíä - Penjulang agama - &lt;br /&gt;Rahimi - ÑÍíãí - Kesayanganku - &lt;br /&gt;Rahmat - ÑÍãÊ - Rahmat - belas kasihan&lt;br /&gt;Raid - ÑÇÆÏ - Ketua - pemandu&lt;br /&gt;Raimi - Ñíãí - Kelebihanku - &lt;br /&gt;Rais - ÑÆíÓ - Ketua - &lt;br /&gt;Raiyan - ÑíÇä - Yang puas - yang tidak dahaga&lt;br /&gt;Rajab - ÑÌÈ - Bulan Rejab - &lt;br /&gt;Rajaie - ÑÌÇÆí - Harapanku - &lt;br /&gt;Rajaa&#39; - ÑÌÇÁ - Harapan - &lt;br /&gt;Raji - ÑÇÌí - Yang mengharap - &lt;br /&gt;Rakin - Ñßíä - yang bersopan dan berfikiran wajar - &lt;br /&gt;Ramadhan - ÑãÖÇä - Bulan Ramadhan - &lt;br /&gt;Ramli - Ñãáí - Penghalusanku - ketelitianku&lt;br /&gt;Ramzi - ÑãÒí - Lambangku - &lt;br /&gt;Rasin - ÑÕíä - Yang wajar - yang kukuh&lt;br /&gt;Rasmi - ÑÓãí - Lukisanku - yang rasmi&lt;br /&gt;Rasyad - ÑÔÇÏ - Pertunjuk - &lt;br /&gt;Rasydan - ÑÔÏÇä - Pertunjuk - &lt;br /&gt;Rasyid - ÑÔíÏ - Yang mendapat petunjuk dan yang lurus - &lt;br /&gt;Rawi - Ñæí - Yang sihat akal dan badan - &lt;br /&gt;Rawiyani - ÑæíÇäí - Keindahanku - &lt;br /&gt;Razi - ÑÇÒí - Nisbah - &lt;br /&gt;Razin - ÑÒíä - Yang tenang yang wajar - yang sopan&lt;br /&gt;Ridha - ÑÖÇ - Keredhaan - &lt;br /&gt;Ridhauddin - ÑÖÇÁ ÇáÏíä - Keredhaan agama - &lt;br /&gt;Ridhwan - ÑÖæÇä - Keredhaan - &lt;br /&gt;Rif&#39;at - ÑÝÚÉ - Kemuliaan - ketinggian darjat&lt;br /&gt;Rifa&#39;at - ÑÝÇÚÉ - Kemuliaan - ketinggian darjat&lt;br /&gt;Rifa&#39;ie - ÑÝÇÚí - Yang tinggi darjah - yang mulia&lt;br /&gt;Rifaa&#39; - ÑÝÇÁ - Persetujuan - &lt;br /&gt;Rifaie - ÑÝÇÆì - Persetujuanku - kesesuaianku&lt;br /&gt;Rifdi - ÑÝÏí - Pertolonganku - Pemberianku&lt;br /&gt;Riyadh - ÑíÇÖ - Taman - kebun&lt;br /&gt;Rukaini - Ñßíäí - Kekuatanku - ketahananku&lt;br /&gt;Ruknuddin - Ñßä ÇáÏíä - Tiang - ketahanan agama&lt;br /&gt;Ruslan - ÑÓáÇ - Utusan - &lt;br /&gt;Rusli - ÑÓáí - Utusanku - &lt;br /&gt;Rusydi - ÑÔÏí - Kecerdikanku - kelurusanku&lt;br /&gt;Rusyduddin - ÑÔÏ ÇáÏíä - Kelurusan agama - petunjuk&lt;br /&gt;Ruzaini - ÑÒíäí - Tempat ketenteramanku - &lt;br /&gt;Saad - ÓÚÏ - Kebahagiaan - &lt;br /&gt;Sa&#39;di - ÓÚÏí - Kebahagiaanku - &lt;br /&gt;Sa&#39;aduddin - ÓÚÏ ÇáÏíä - Kebahagiaan agama - &lt;br /&gt;Sa&#39;dan - ÓÚÏÇä - Kebahagiaan - &lt;br /&gt;Sa&#39;dun - ÓÚÏæä - Kebahagiaan - &lt;br /&gt;Sabar - ÕÈÑ - Kesabaran - &lt;br /&gt;Sabiq - ÓÇÈÞ - Yang terkemuka - yang mendahului&lt;br /&gt;Sabir - ÕÇÈÑ - Yang sabar] - &lt;br /&gt;Sabqi - ÓÈÞí - Pendahuluanku - keutamaanku&lt;br /&gt;Sabran - ÕÈÑÇä - Yang sabar - &lt;br /&gt;Sabur - ÕÈæÑ - Penyabar - &lt;br /&gt;Sadad - ÓÏÇÏ - Kelurusan - ketetapan&lt;br /&gt;Sadari - ÕÏÇÑí - Kepimpinanku - kemajuanku&lt;br /&gt;Sadat - ÓÇÏÇÊ - Ketua - pemimpin&lt;br /&gt;Sadid - ÓÏíÏ - Yang lurus - yang tepat&lt;br /&gt;Sadiduddin - ÓÏíÏ ÇáÏíä - Kelurusan agama - &lt;br /&gt;Sadiq - ÕÇÏÞ - Yang berkata benar - &lt;br /&gt;Sadiy - ÓÏí - Yang baik hati - yang berbudi&lt;br /&gt;Sadruddin - ÕÏÑ ÇáÏíä - Pemimpin agama - &lt;br /&gt;Safiy - ÕÝí - Sahabat yang ikhlas - &lt;br /&gt;Safiuddin - ÕÝí ÇáÏíä - Kesucian agama - &lt;br /&gt;Safwan - ÕÝæÇä - Yang bersih yang ikhlas - &lt;br /&gt;Safwat - ÕÝæÉ - Kebersihan - keikhlasan&lt;br /&gt;Sahal - Óåá - Yang mudah - yang senang&lt;br /&gt;Sahlan - ÓåáÇä - Yang mudah - yang senang&lt;br /&gt;Sahli - Óåáí - Kemudahanku - &lt;br /&gt;Saib - ÕÇÆÈ - Yang betul - &lt;br /&gt;Sa&#39;id - ÓÚíÏ - Yang bahagia - &lt;br /&gt;Sayyid - ÓíÏ - Ketua - pemimpin&lt;br /&gt;Sayyidi - ÓíÏí - Ketuaku - &lt;br /&gt;Sa&#39;idun - ÓÚíÏæä - Yang bahagia - &lt;br /&gt;Saifuddin - ÓíÝ ÇáÏíä - Pedang agama - &lt;br /&gt;saiful Islam - ÓíÝ ÇáÇÓáÇã - Pedang Islam - &lt;br /&gt;Saifullah - ÓíÝ Çááå - Pedang Allah - &lt;br /&gt;Sakan - Óßä - Keberkatan - rahmat&lt;br /&gt;Sakani - Óßäí - Keberkatanku - rahmatku&lt;br /&gt;Sakhawi - ÓÎÇæí - Kemurahan hati - nisbah&lt;br /&gt;Salahuddin - ÕáÇÍ ÇáÏíä - Kebaikan agama - &lt;br /&gt;Salam - ÓáÇã - kesejahteraan - &lt;br /&gt;Salamat - ÓáÇãÉ - Kesejahteraan - &lt;br /&gt;Sali - ÓÇáí - Penghibur - &lt;br /&gt;Salih - ðÇáÍ - Yang baik - &lt;br /&gt;Salihin - ÕÇáÍíä - Yang baik - &lt;br /&gt;Salim - ÓÇáã - Yang sejahtera - &lt;br /&gt;Salman - ÓáãÇä - Yang sejahtera - yang selamat&lt;br /&gt;Samahat - ÓãÇÍÉ - Kemaafan - kebaikan hati&lt;br /&gt;Sam&#39;aan - ÓãÚÇä - Pendengtaran - &lt;br /&gt;Sami - ÓÇãí - Yang Tinggi - yang mulia&lt;br /&gt;Samih - ÓãíÍ - Pemaaf - yang baik hati&lt;br /&gt;Samir - ÓãíÑ - Rakan mesra - &lt;br /&gt;Sam&#39;oun - ÓãÚæä - Pendengaran - &lt;br /&gt;Sanad - ÓäÏ - Sandaran - tempat bergantung&lt;br /&gt;Sanhaji - ÕäåÇÌí - nisbah - &lt;br /&gt;Sanim - Óäíã - Yang tinggi darjat - &lt;br /&gt;Saniy - Óäí - Yang tinggi kedudukannya - &lt;br /&gt;Sanusi - ÓäæÓí - Nisbah - &lt;br /&gt;Sarkhawi - ÓÑÎÓí - Nisbah - &lt;br /&gt;Sariy - ÓÑí - Yang pemurah lagi mulia - &lt;br /&gt;Sariyan - ÓÑíÇä - Yang pemurah lagi mulia - &lt;br /&gt;Sa&#39;atari - ÓÚÊÑí - Yang mulia - yang berani&lt;br /&gt;Sa&#39;ud - ÓÚæÏ - Yang bahagia - &lt;br /&gt;Sayuti - ÓíæØí - Nisbah - &lt;br /&gt;Siddiq - ÕÏíÞ - Yang membenarkan - &lt;br /&gt;Sidqi - ÕÏÞí - Kebenaranku - &lt;br /&gt;Silmi - Óáãí - Kedamaiaanku - &lt;br /&gt;Sima - ÓíãÇ - Tanda - gaya&lt;br /&gt;Simia - ÓíãíÇÁ - Tanda - keindahan&lt;br /&gt;Sinwan - ÕäæÇä - Kembar - &lt;br /&gt;Siraj - ÓÑÇÌ - Pelita - &lt;br /&gt;Sirajuddin - ÓÑÇÌ ÇáÏíä - Pelita agama - &lt;br /&gt;Sirhan - ÓÑÍÇä - Berani - &lt;br /&gt;Sirin - ÓíÑíä - Nama seorang Tabi&#39;e - &lt;br /&gt;Su&#39;aidi - ÓÚíÏí - Kebahagiaanku - &lt;br /&gt;Subaih - ÕÈíÍ - Subuh - &lt;br /&gt;Subhi - ÕÈÍí - Subuhku - &lt;br /&gt;Subuki - ÓÈßí - Nisbah] - &lt;br /&gt;Sufi - ÕæÝí - Ahli Tasawwuf - &lt;br /&gt;Sufyan - ÓÝíÇä - Nama sahabat - debu tanah&lt;br /&gt;Suhaib - ÕåíÈ - Putih kemerahan - nama sahabat&lt;br /&gt;Suhail - Óåíá - Senang - mudah&lt;br /&gt;Suhaili - Óåíáí - Kemudahanku - &lt;br /&gt;Suhair - ÓåíÑ - Yang berjaga - &lt;br /&gt;Suhaimi - ÓÍíãí - Nisbah - kehitaman&lt;br /&gt;Sulaim - Óáíã - Yang sejahtera - &lt;br /&gt;Sulaiman - ÓáíãÇä - Nama Nabi - yang sejahtera&lt;br /&gt;Sulaimi - Óáíãí - Kesejahteraanku - &lt;br /&gt;Sulhi - ÕáÍí - Kedamaianku - &lt;br /&gt;Sumsuman - ÓãÓãÇä - Yang lemah lembut - &lt;br /&gt;Sulwan - ÓáæÇä - Ketenteraman - kelegaan&lt;br /&gt;Sururi - ÓÑæÑí - kegembiraanku - &lt;br /&gt;Suwadi - ÓæÇÏí - Rahsiaku - &lt;br /&gt;Sya&#39;rani - ÔÚÑÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Sya&#39;ban - ÔÚÈÇä - Bulan Sya&#39;ban - &lt;br /&gt;Syabil - ÔÇÈá - Yang besar dalam kesenangan - &lt;br /&gt;Syadad - ÔÏÇÏ - Yang perkasa - &lt;br /&gt;Syafa&#39;at - ÔÝÇÚÉ - Pembelaan - pertolongan&lt;br /&gt;Syafi&#39;ie - ÔÇÝÚí - Pembelaku - nisbah&lt;br /&gt;Syafiq - ÔÝíÞ - Penyayang - &lt;br /&gt;Syahamah - ÔåÇãå - Kemuliaan - kebijaksanaan&lt;br /&gt;Syahmi - Ôåãí - Yang mulia - yang bijak&lt;br /&gt;Syahir - ÔåíÑ - Yang masyhur - &lt;br /&gt;Syahiran - ÔåíÑÇä - Yang terkenal - &lt;br /&gt;Syahin - ÔÇåíä - Tiang neraca - &lt;br /&gt;Syahrastani - ÔåÑÓÊÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Syakir - ÔÇßÑ - Pengenang budi - yang bersyukur&lt;br /&gt;Syamim - Ôãíã - Keharuman - &lt;br /&gt;Syamsuddin - ÔãÓ ÇáÏíä - Matahari agama - &lt;br /&gt;Syamsuzzaman - ÔãÓ ÇáÒãÇä - Matahari masa - &lt;br /&gt;Syamsi - ÔãÓí - Matahariku - &lt;br /&gt;Syaraf - ÔÑÝ - Kemuliaan - &lt;br /&gt;Syarafuddin - ÔÑÝ ÇáÏíä - Kemuliaan agama - &lt;br /&gt;syarbini - ÔÑÈíäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Syarif - ÔÑíÝ - Yang mulia - &lt;br /&gt;Syarifuddin - ÔÑÈÝ ÇáÏíä - Yang mulia agama - &lt;br /&gt;Sya&#39;rawi - ÔÚÑÇæí - Nisbah - &lt;br /&gt;Syarqawi - ÔÑÞÇæí - Nisbah kepada Timur - &lt;br /&gt;Syatbi - ÔØÈí - Yang tinggi - yang cantik&lt;br /&gt;Syatibi - ÔÇØÈí - Nisbah yang cantik - &lt;br /&gt;Syukani - ÔæßÇäí - Nisbah kekuatan - &lt;br /&gt;Syaukat - ÔæßÊ - Kekuatan - &lt;br /&gt;Syawal - ÔæÇá - Bulan syawal - &lt;br /&gt;Syazali - ÔÇÐÇáí - Nisbah - &lt;br /&gt;Syazani - ÔÒäí - Kecergasanku - &lt;br /&gt;Syazwan - ÔÐæä - Harum kasturi - &lt;br /&gt;Syazwi - ÔÐæí - keharumanku - &lt;br /&gt;Syimir - ÔãÑ - Yang bertekad - &lt;br /&gt;Syirazi - ÔíÑÇÒ - Nisbah kepada Syiraz - &lt;br /&gt;Syibli - ÔÈáí - Nisbah anak singa - &lt;br /&gt;Syihabuddin - ÔåÇÈ ÇáÏíä - Bintang agama - &lt;br /&gt;Syinnawi - ÔäÇæí - Nisbah - &lt;br /&gt;Syu&#39;aib - ÔÚíÈ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Syu&#39;bah - ÔÚÈå - Nama sahabat - cabang&lt;br /&gt;Syubrawi - ÔÈÑÇæí - Nisbah - &lt;br /&gt;Syukur - ÔßæÑ - Kesyukuran - &lt;br /&gt;Syuraih - ÔÑíÍ - Kelegaan - kelapangan&lt;br /&gt;Syukri - ÔßÑí - Kesyukuranku - &lt;br /&gt;Syuhrabil - ÔÑÍÈíá - Nama Sahabat - &lt;br /&gt;Syuwari - ÔæÇÑí - Kecantikanku - perhiasanku&lt;br /&gt;Tabani - ÊÈäí - Kebijaksanaanku - &lt;br /&gt;Tabarani - ØÈÑÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Tabari - ØÈÑí - Nisbah - &lt;br /&gt;Tabin - ÊÈä - Yang cerdik - &lt;br /&gt;Taha - Øå - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Tahawi - ØÍÇæí - Nisbah - &lt;br /&gt;Tahir - ØÇåÑ - Yang bersih - &lt;br /&gt;Taib - ØíÈ - Yang baik - &lt;br /&gt;Taimiyah - Êíãíå - Nisbah - &lt;br /&gt;Tajuddin - ÊÇÌ ÇáÏíä - Mahkota agama - &lt;br /&gt;Tajuzzaman - ÊÇÌ ÇáÒãÇä - Mahkota masa - &lt;br /&gt;Tal&#39;at - ØáÚÊ - Ketinggian - pucuk&lt;br /&gt;Talal - ØáÇá - Keindahan - kegembiraan&lt;br /&gt;Talhah - ØáÍÉ - Nama sahabat - anak pokok&lt;br /&gt;Talib - ØÇáÈ - Penuntut - &lt;br /&gt;Tamam - ÊãÇã - Kesempurnaan - &lt;br /&gt;Tamim - Êãíã - Yang sempurna - &lt;br /&gt;Tamimi - Êãíãí - Yang sempurna - &lt;br /&gt;Tamamulqamar - ÊãÇã ÇáÞãÑ - Bulan purnama - &lt;br /&gt;Tamrin - ÊãÑíä - Latihan - &lt;br /&gt;Taqiuddin - ÊÞí ÇáÏíä - Yang bertaqwa - &lt;br /&gt;Tariq - ØÇÑÞ - Bintang subuh - yang mengetuk&lt;br /&gt;Tasnim - ÊÓäíã - air diSyurga yang mengalir dari atas - &lt;br /&gt;Taufiq - ÊæÝíÞ - Pertolongan - &lt;br /&gt;Tawadhu&#39; - ÊæÇÖÚ - Perendahan diri - &lt;br /&gt;Tirmuzi - ÊÑãÐí - Nisbah - &lt;br /&gt;Tiftazani - ÊÝÊÇÒÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Tihami - ÊåÇãí - Nisbah - &lt;br /&gt;Tibyan - ÊÈíÇä - Penerangan - &lt;br /&gt;Tilimsani - ÊáãÓÇäí - Nisbah - &lt;br /&gt;Tiryaq - ÊÑíÇÞ - Penawar bagi racun - geliga&lt;br /&gt;Thabat - ËÈáÊ - Ketabahan - &lt;br /&gt;Thabati - ËÈÇÊí - Ketabahanku - &lt;br /&gt;Thabit - ËÇÈÊ - Yang tabah - &lt;br /&gt;Thariy - ËÑí - Yang kaya - &lt;br /&gt;Tharwan - ËÑæÇä - Yang kaya - &lt;br /&gt;Tharwat - ËÑæÇÊ - Kekayaan - &lt;br /&gt;Thaqib - ËÇÞÈ - Yang bijak - yang masyhur&lt;br /&gt;Thaqif - ËÞíÝ - Yang bijak dan cepat faham - &lt;br /&gt;Thubat - ËÈáÊ - Pahlawan yang berani - &lt;br /&gt;Ubaid - ÚÈíÏ - Hamba - nama sahabat&lt;br /&gt;&#39;Ubadah - ÚÈÇÏå - Ibadah - nama sahabat&lt;br /&gt;&#39;Ukasyah - ÚßÇÔå - Labah-labah - nama sahabat&lt;br /&gt;&#39;Ubaidullah - ÚÈíÏ Çááå - Hamba Allah - &lt;br /&gt;&#39;Umar - ÚãÑ - Yang memakmurkan - nama sahabat&lt;br /&gt;&#39;Umaiyah - ÇãíÉ - Nama sahabat - &lt;br /&gt;&#39;Urabi - ÚÑÇÈí - Kearaban - beresemagat arab&lt;br /&gt;&#39;Urwah - ÚÑæÉ - Tangkai - pegangan&lt;br /&gt;Usaid - ÇÓíÏ - Yang berani - &lt;br /&gt;Usamah - ÇÓÇãå - Yang berani - &lt;br /&gt;Uthman - ÚËãÇä - Yang rajin - dan gigih&lt;br /&gt;Utaibah - ÚÊíÈå - Persimpangan - teguran sahabat&lt;br /&gt;Waki - æßíÚ - Yang kuat - &lt;br /&gt;Wajdi - æÌÏí - Kesayanganku - &lt;br /&gt;Wajih - æÌíå - Yang terkemuka - &lt;br /&gt;Wajihuddin - æÌíå ÇáÏíä - Yang terkemuka pada agama - &lt;br /&gt;Walid - æáíÏ - Kelahiran - yang dilahirkan&lt;br /&gt;Waliuddin - æáí ÇáÏíä - Pembela agama - &lt;br /&gt;Waqar - æÞÇÑ - Kketenangan dan sopan santun - &lt;br /&gt;Waqiuddin - æÞí ÇáÏíä - Pemelihara agama - &lt;br /&gt;Waqur - æÞæÑ - Yang tenang - &lt;br /&gt;Wardi - æÑÏí - Bunga mawarku - &lt;br /&gt;Warid - æÇÑÏ - Yang berani - &lt;br /&gt;Wasim - æÓíã - Yang kacak - cantik&lt;br /&gt;Wasil - æÇÕá - Penyambung - penghubung&lt;br /&gt;Zabad - ÒÈÇÏ - Keharuman kasturi - &lt;br /&gt;Zabadi - ÒÈÇÏí - Keharumanku - &lt;br /&gt;Zabidi - ÒÈíÏí - Yang memberi - yang membuat mentega&lt;br /&gt;Zahab - ÐåÈ - Emas - &lt;br /&gt;Zabir - ÒÈíÑ - Yang pintar - yang kuat&lt;br /&gt;Zahabi - ÐåÈí - Emasku - &lt;br /&gt;Zahi - ÒÇåÑ - Yang gilang gemilang - &lt;br /&gt;Zahid - ÒÇåÏ - Yang berzuhud - &lt;br /&gt;Zahir - ÒÇåÑ - Yang cantik berseri - &lt;br /&gt;Zahier - ÙåíÑ - penolong - pembela&lt;br /&gt;Zahiruddin - ÙåíÑ ÇáÏíä - Penolong - pembela agama&lt;br /&gt;Zahhar - ÒåÇÑ - Yang sangat bergemerlapan - &lt;br /&gt;Zahil - ÒÇåá - Yang tenang hati - &lt;br /&gt;Zahran - ÒåÑÇä - Yang cantik dan berseri - &lt;br /&gt;Zaid - ÒíÏ - Pertambahan - kelebihan&lt;br /&gt;Zaidan - ÒíÏÇä - Yang bertambah - yang berlebihan&lt;br /&gt;Zaidani - ÒíÏÇäí - Yang bertambah - &lt;br /&gt;Zaini - Òíäí - Perhiasanku - &lt;br /&gt;Zakaria - ÒßÑíÇ - Nama Nabi - &lt;br /&gt;Zaki - Ðßí - Yang cerdik - yang harum.&lt;br /&gt;Zaki - Òßí - Yang baik - yang suci.&lt;br /&gt;Zakir - ÐÇßÑ - Yang berzikir - yang mengenang.&lt;br /&gt;Zakur - ÐßæÒ - Yang banyak berzikir - yang kuat ingatan.&lt;br /&gt;Zakwan - ÐßæÇä - Yang cerdik - yang harum.&lt;br /&gt;Zainuddin - Òíä ÇáÏíä - Perhiasan agama. - &lt;br /&gt;Zainulabidin - Òíä ÇáÚÇÈÏíä - Perhiasan orang yang beribadat. - &lt;br /&gt;Zainulariffin - Òíä ÇáÚÇÑÝíä - Perhiasan orang yang arif. - &lt;br /&gt;Zainun - Òíäæä - Perhiasan. - &lt;br /&gt;Zami&#39; - ÒãíÚ - Yang berani dan gigih. - &lt;br /&gt;Zamir - ÒãíÑ - Yang cantik. - &lt;br /&gt;Zamzam - ÒãÒã - Air Zamzam - &lt;br /&gt;Zayan - Ðåä - Yang cantik. - &lt;br /&gt;Zayani - ÒíÇäí - Yang cantik. - &lt;br /&gt;Zarkasyi - ÒÑßÔí - Nisbah. - &lt;br /&gt;Zawawi - ÒÇææí - Nisbah - sudut.&lt;br /&gt;Zawir - ÒæíÑ - Ketua - pemimpin.&lt;br /&gt;Zahin - - Yang cerdik. - &lt;br /&gt;Zihni - Ðåäí - Kefahamanku - kekuatan akalku.&lt;br /&gt;Zikri - ÐßÑí - Ingatanku - kenanganku.&lt;br /&gt;Zimam - ÒãÇã - Pemimpin - teraju.&lt;br /&gt;Ziyad - ÒíÇÏ - Pertambahan - kelebihan.&lt;br /&gt;Ziyan - ÒíÇä - Perhiasan. - &lt;br /&gt;Zubaidi - ÒÈíÏí - Pemberianku - pilihanku yang terbaik.&lt;br /&gt;Zubair - ÒÈíÑ - Yang gagah perkasa - yang pintar.&lt;br /&gt;Zufar - ÒÝÑ - Ketua - yang berani&lt;br /&gt;Zuhaili - Òåíáí - Yang tenang hati. - &lt;br /&gt;Zuhair - ÒåíÑ - Yang berseri - bunga.&lt;br /&gt;Zuhairi - ÒåíÑí - Yang berseri - bungaku.&lt;br /&gt;Zuhdi - ÒåÏí - Zuhudku - kebencianku kepada dunia .&lt;br /&gt;Zuhrah - ÒåÑÉ - Kecantikan yang menarik - keputihan yang cantik.&lt;br /&gt;Zuhri - ÒåÑí - Kecantikanku. - &lt;br /&gt;Zuhnun - Ðåäæä - Yang cerdik. - &lt;br /&gt;Zulfadhli - ÐæÇáÝÖáí - Yang mempunyai kelebihan. - &lt;br /&gt;Zulfaqar - ÐæÇáÝÞÇÑ - Nama pedang Nabi Muhammad. - &lt;br /&gt;Zulhilmi - ÐæÇáÍáã - Yang mempunyai kesabaran dan kesopanan. - &lt;br /&gt;Zulhusni - ÐæÇáÍÓä - Yang mempunyai kebaikan dan kecantikan - &lt;br /&gt;Zuljamaj - ÐæÇáÌãÇá - Yang mempunyai kecantikan. - &lt;br /&gt;zulkamal - ÐæÇáßãÇá - Yang mempunyai kesempurnaan. - &lt;br /&gt;Zulkaram - ÐæÇáßÑã - Yang mempunyai kemuliaan&#39; - &lt;br /&gt;Zulqarnain - ÐæÇáÞÑäíä - Nama seorang raja. - &lt;br /&gt;Zulkifli - ÐæÇáßÝá - Nama Nabi. - &lt;br /&gt;Zulmajdi - ÐæÇáãÌÏ - Yang mempunyai kemuliaan. - &lt;br /&gt;Zunnun - ÐæÇáäæä - Gelaran Nabi Yunus. - &lt;br /&gt;Zunnur - ÐæÇáäæÑ - Yang bercahaya. - &lt;br /&gt;Zunnurain - ÐæÇáäæÑíä - Yang mepunyai dua cahaya - &lt;br /&gt;Zulwaqar. - ÐæÇáæÞÇÑ - Yang mempunyai ketenangan - kesopanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/2338611821413542349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=2338611821413542349&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2338611821413542349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2338611821413542349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/kumpulan-nama-nama-indah-islam-untuk.html' title='Kumpulan Nama-Nama Indah Islam Untuk Lelaki (Ikhwan)'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-697753706634296525</id><published>2007-12-17T22:34:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T23:12:04.972+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Renungan"/><title type='text'>Fosil Kerangka Manusia Raksasa di Saudi</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_nz-ow6SZwZc/R2actQqY9hI/AAAAAAAAASc/p8T6JF61_1o/s1600-h/Aad4_sm.jpg&quot;&gt;&lt;img id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5144971925698180626&quot; style=&quot;FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/_nz-ow6SZwZc/R2actQqY9hI/AAAAAAAAASc/p8T6JF61_1o/s320/Aad4_sm.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt; Kerangka ini di temukan diwilayah gurun pasir yang di sebut juga sebagai wilayah kosong dengan istilah arabnya di sebut &lt;em&gt;â&#39;oRab-Ul-Khaleeâ&#39;&lt;/em&gt;. Penemuan ini ditemukan oleh tim ekspolari ARAMCO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tertulis dalam Al-Quran bahwa Allah (SWT) pernah menciptakan manusia dengn ukuran yang luar biasa. Mereka adalah kaum Aad dimana Nabi Hud (AS) diutus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sangat tinggi, besar dan kuat sebagaimana mereka mampu menumbangkan batang pohon hanya dengan menngunakan tangan. Bandingin aja sendiri gambarnya. Disampingnya ada berdiri dua orang manusia jaman sekarang. Kecil banget ya. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kaum Aad adalah kaumnya Nabi Hud As, Pada saat Nabi Hud menyerukan seruan Allah kepada mereka, mereka malah membangkang dengan terus melecehkan Nabi-Nya dan terus melakukan dosa. Mereka kemudian dimusnahkan. Orang-orang Saudia Arabia percaya bahwa tengkorak tersebut berasal dari kaum Aad. Pihak kemiliteran Saudi Arabia menutup seluruh wilayah tsb dan tidak mengizinkan seorangpun memasukinya kecuali pihak ARAMCO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ini disimpan secara rahasia tetapi sebuah helicopter militer mengambil&lt;br /&gt;beberapa gambar dari udara dan kemudian salah satu gambar tsb bocor keinternet di Saudi Arabia. Perhatikan gambar tsb dan bandingkan ukuran dua lelaki yang sedang berdiri dengan ukuran tengkorak tsb. Dengan ditemukannya Tengkorak ini maka makin tertamparlah teori evolusi darwin. Darwin luput menyuil keberadaan manusia yang bertubuh sangat besar ini. Padahal manusia berukuran besar ini pernah exist di muka bumi. Bahkan teori ini tidak bisa untuk menjelaskan apapun tentang adanya manusia raksasa, betapa lemahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Al-Qur&#39;an yang justru semakin terbuktilah kebenarannya.&lt;a href=&quot;http://www.graphics.cornell.edu/outreach/mastodon/skeleton-overhead-pos03.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 262px; CURSOR: hand&quot; height=&quot;212&quot; alt=&quot;&quot; src=&quot;http://www.graphics.cornell.edu/outreach/mastodon/skeleton-overhead-pos03.jpg&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Arkeolog percaya, bahwa tulang kerangka manusia raksasa ini termasuk golongan bangsa At yang dalam kitab suci Alqur’an disebut sebagai bangsa yang dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak militer Saudi Arabia telah mengambil alih kawasan itu. Kecuali tim eksplorasi ARAMCO, orang lain siapapun dilarang masuk ke dalam. Pemerintah Arab Saudi terus menyimpan rahasia temuan tersebut, namun, sejumlah helicopter pihak militer telah mengambil foto tersebut dari atas angkasa, hingga akhirnya alhamdulillah foto hasil jepretannya bisa kita lihat sekarang. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/697753706634296525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=697753706634296525&amp;isPopup=true' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/697753706634296525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/697753706634296525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/fosil-kerangka-manusia-raksasa-di-saudi.html' title='Fosil Kerangka Manusia Raksasa di Saudi'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_nz-ow6SZwZc/R2actQqY9hI/AAAAAAAAASc/p8T6JF61_1o/s72-c/Aad4_sm.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-4026338091635347509</id><published>2007-12-17T22:06:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T22:22:17.248+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Indonesia Banget"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Di Temukan Teks Asli Lagu Indonesia Raya</title><content type='html'>Ternyata, sudah lebih dari setengah abad kemerdekaan Indonesia, barulah di temukan teks asli dari Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Kita selama ini hanya menyanyikan atau bahkan hanya mengenal Lagu Indonesia Raya terdiri dari satu stanza saja. Padahal tidaklah demikian, Wr. Supratman menciptakan lagunya berisikan 3 stanza. Setelah di dengarkan rekamannya, terlihat sekali perbedaannya dengan Lagu Indonesia Raya sekarang. Temponya jauh lebih cepat. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;Adalah pakar telematika Roy Suryo yang berhasil menemukan seluloid rekaman asli Indonesia Raya di Perpustakaan Leiden, Belanda. Lirik lagu dan gambaran suasana Indonesia zaman itu terekam dalam film seluloid asli yang dibuat pada bulan September 1944 (tahun Jepang 2604).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul kecurigaan, apakah perpustakaan Leiden di Belanda sengaja menyembunyikan fakta dan dokumen sejarah Indonesia itu? Sama sekali tidak, menurut Roy, pihak Netherland bukanlah bermaksud menyembunyikannya, melainkan merawatnya dengan baik hingga awet sampai sekarang. Barangkali kalau disimpan di Arsip nasional kita, bisa-bisa terbengkalai dan tidak terawat dengan baik. Begitu kata Roy. Ya barangkali saja Netherland menganggap Lagu Indonesia Raya termasuk kedalam dokumen sejarahnya, karena Indonesia merupakan bagian masa lalunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah Teks asli dari Lagu Indonesia Raya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe&lt;br /&gt;Disanalah Akoe Berdiri ’Djadi Pandoe Iboekoe&lt;br /&gt;Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe&lt;br /&gt;Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe&lt;br /&gt;Bangsakoe Ra’jatkoe Sem’wanja&lt;br /&gt;Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff: Diulang 2 kali, red&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stanza 2:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja&lt;br /&gt;Disanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Poesaka P’saka Kita Semoenja&lt;br /&gt;Marilah Kita Mendo’a Indonesia Bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja&lt;br /&gt;Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja&lt;br /&gt;Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff: Diulang 2 kali, red&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stanza 3:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Jang Seotji Tanah Kita Jang Sakti&lt;br /&gt;Disanalah Akoe Berdiri ’Njaga Iboe Sedjati&lt;br /&gt;Indonesia Tanah Berseri Tanah Jang Akoe Sajangi&lt;br /&gt;Marilah Kita Berdjandji Indonesia Abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S’lamatlah Ra’jatnja S’lamatlah Poetranja&lt;br /&gt;Poelaoenja Laoetnja Sem’wanja&lt;br /&gt;Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja&lt;br /&gt;Oentoek Indonesia Raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff: Diulang 2 kali&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta&lt;br /&gt;Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/4026338091635347509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=4026338091635347509&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4026338091635347509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4026338091635347509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/di-temukan-naskah-asli-indonesia-raya.html' title='Di Temukan Teks Asli Lagu Indonesia Raya'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-2420532499064969790</id><published>2007-12-17T20:40:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T20:47:07.676+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Indonesia Banget"/><title type='text'>Bahasa Indonesia Keren Loh</title><content type='html'>Ternyata pengaruh bahasa Inggris nggak hanya di kota loh, tetapi juga di desa-desa. Dalam pergaulan sehari-hari di kota kecil pun terasa sekali. Suatu cerita di daerah pulau bintang seorang nenek ngomong ama cucunya . “&lt;em&gt;Minta lemonade&lt;/em&gt;,” katanya. Untung ada kakek tetangga yang mengerti. “&lt;em&gt;Nenek ingin limun&lt;/em&gt;” kata sang kakek geli. Di kota kecil bernama Tanjung Pinang itu sangat lumrah menyebut lemonade untuk menyebutkan jenis minuman sirup dalam botol. Penduduk di pulau kecil yang berseberangan dengan Singapura ini memang sangat terpengaruh oleh bahasa Inggris yang dibawa oleh orang-orang Singapura yang tengah melancong ke Tanjung Pinang. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Situasi Singapura yang memiliki banyak bahasa memang sangat berbeda dengan Indonesia. “Mereka memang memiliki banyak bahasa yaitu Cina, Melayu, dan Inggris. Bukan melarang gaya bahasa yang sudah telanjur enak dipakai. Namun Bahasa Indonesia adalah bahasa berkosa kata banyak dan indah. Berikut tips yang mungkin bisa membangkitkan rasa nasionalis kita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Jangan minder menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia juga keren. Perhatikan puisi-puisi yang ditulis para sastrawan ternama, indah dan dalam maknanya kayak khairil anwar, ws rendra, dll;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Intelektualitas seseorang juga bukan dilihat dari gaya bahasa asingnya loh !, Liat aja di Jepang, banyak Profesor-profesornya yang nggak bisa berbahasa Inggris. Karena bahasa nggak mempengaruhi intelektual. Melainkan dari potensi dirinya sendiri. Tunjukkan potensi diri kita, orang akan menghargainya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Menguasai bahasa asing tentu saja perlu, namun gunakan pada tempatnya, jangan terus-terusan pake bahasa Inggris.;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Mempraktikkan bahasa asing sebaiknya jangan di sembarang tempat, lakukan dalam komunitas tertentu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Jika sudah telanjur akrab dengan bahasa campur-campur, minimalkan dengan melakukannya hanya pada teman-teman dekat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Jika belum mendapatkan padanan kata dalam bahasa Indonesia, sah-sah saja menyelipkan dulu istilah tersebut. Namun, jika sudah ada padanannya, mengapa tidak pilih bahasa sendiri? &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/2420532499064969790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=2420532499064969790&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2420532499064969790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2420532499064969790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/bahasa-indonesia-keren-loh.html' title='Bahasa Indonesia Keren Loh'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-4846309179763263798</id><published>2007-12-17T12:54:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T13:04:42.164+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lirik Lagu Arab"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Music"/><title type='text'>Elissa</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff6600;&quot;&gt;Bain El Ain&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya habeebi enta wayn&lt;br /&gt;Tawal hal layl&lt;br /&gt;Alby dab w damaa el ain&lt;br /&gt;Sehran el lail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ely ely ya zaman lawayn berooh&lt;br /&gt;keef betensa yali kan albi magrooh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;laily aam beytool&lt;br /&gt;wel fakir mashqool ala tool&lt;br /&gt;alby dayeb wenta ghayeb&lt;br /&gt;dawabt elrooh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bayn el ain w remsh el ain&lt;br /&gt;saken ya noor el ainain&lt;br /&gt;dawabetny hal layali ely enta dayea wain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yama yama boadak tal&lt;br /&gt;wel shoa gonoon&lt;br /&gt;enta ra7 tebaa bel bal&lt;br /&gt;wain ma betkoon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ely ely ya zaman lawayn berooh&lt;br /&gt;keef betensa yali kan albi magrooh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;laily am beytool&lt;br /&gt;wel fakir mashqool ala tool&lt;br /&gt;alby dayeb wenta ghayeb&lt;br /&gt;dawabt elrooh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bayn el ain w remsh el ain&lt;br /&gt;saken ya noor el ainain&lt;br /&gt;dawabetny hal layali ely enta dayea wain</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/4846309179763263798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=4846309179763263798&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4846309179763263798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4846309179763263798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/elissa.html' title='Elissa'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-5779052663183379100</id><published>2007-12-16T17:57:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T18:27:15.392+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akidah Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pejuang Akidah"/><title type='text'>Mengapa Al Qur&#39;an Berbahasa Arab?</title><content type='html'>Mengapa Al-Quran diturunkan kepada seorang Nabi yang &lt;em&gt;Ummiy&lt;/em&gt;? Mengapa tidak diberikan kepada pembesar Mekkah maupun &lt;em&gt;Tha’if&lt;/em&gt; saja?” Pertanyaan seperti ini sering terjadi. Sama hal nya dengan pernyataan, “Mengapa Al-Qur’an berbahasa Arab?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dalil yang mengungkap hal ini. Diantaranya; QS. 12: 2, 14: 4, 13: 37, 16: 103, 19: 97, 20: 113, 26: 193-195, 26: 198-199, 39: 28, 41: 3, 41: 44, 43: 3, 44: 58, dan 46 : 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dikata, hampir semua ayat tersebut menyatakan, bahwa Al-Qur’an itu diturunkan dalam “bahasa Arab”. Adalah keliru jika karena Allah menurunkan Al-Quran ke dalam bahasa Arab kemudian dikatakan “tidak universal”.&lt;br /&gt;Kenapa Allah memilih bahasa Arab? Bukan bahasa lain? Barangkali itu adalah hak Allah. Meski demikian, pilihan Allah mengapa Al-Quran itu dalam bahasa Arab bisa dijelaskan secara ilmiah. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, sampai hari ini, bahasa yang berasal dari rumpun Semit yang masih bertahan sempurna adalah bahasa Arab. Bahkan Bible (&lt;em&gt;Old Testament&lt;/em&gt;) yang diklaim bahasa aslinya bahasa Ibrani (&lt;em&gt;Hebrew&lt;/em&gt;) telah musnah, sehingga tidak ada naskah asli dari Perjanjian Lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, menurut Isrâ’il Wilfinson, dalam bukunya &lt;em&gt;Târîk al-Lughât al-Sâmiyyah&lt;/em&gt; (History of Semitic Language), seperti yang dikutip Prof. Al-A‘zamî, ternyata bahasa asli PL itu tidak disebut Ibrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa pra-pengasingan (pre-exilic language) yang digunakan oleh Yahudi adalah dialek Kanaan dan tidak dikenal sebagai Ibrani. Orang-orang Funisia (atau lebih tepatnya, orang-orang Kanaan) menemukan alfabet yang benar pertama kali ± 1500 S.M, berdasarkan huruf-huruf ketimbang gambar-gambar deskriptif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua alfabet yang berturut-turut seterusnya adalah utang budi pada, dan berasal dari, pencapaian Kanaan ini. (Prof. Dr. M.M. Al-A‘zamî, &lt;em&gt;The History of The Qur’ânic Text from Revelation to Compilation&lt;/em&gt; (edisi Indonesia), terjemah: Sohirin Solihin, dkk., GIP, 2005, hlm. 259).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New Testament (Gospel, Injil) yang diklaim bahasa aslinya adalah bahasa “Yunani” juga sudah hilang, sehingga tidak ada naskah asli dari Injil. Bahkan, ini bertentangan dengan bahasa Yesus, yang sama sekali tidak paham bahasa Yunani. Bukankah ini ‘mencederai’ saktralitas Injil yang diklaim sebagai ‘firman Tuhan’?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, bahasa Arab dikenal memiliki banyak kelebihan: (1) Sejak zaman dahulu kala hingga sekarang bahasa Arab itu merupakan bahasa yang hidup, (2) Bahasa Arab adalah bahasa yang lengkap dan luas untuk menjelaskan tentang ketuhanan dan keakhiratan, (3) Bentuk-bentuk kata dalam bahasa Arab mempunyai tasrif (konjungsi), yang amat luas hingga dapat mencapai 3000 bentuk perubahan, yang demikian itu tak terdapat dalam bahasa lain. (Lihat, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Depag, edisi revisi, Juli 1989, hlm. 375 (foot-note).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW. dalam bahasa Arab yang nyata (&lt;em&gt;bilisanin ‘Arabiyyin mubinin&lt;/em&gt;), agar menjadi: mukjizat yang kekal dan menjadi hidayah (sumber petunjuk) bagi seluruh manusia di setiap waktu (zaman) dan tempat (makan); untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya: dari kegelapan “syirik” kepada cahaya “tauhid”, dari kegelapan “kebodohan” kepada cahaya “pengetahuan”, dan dari kegelapan “kesesatan” kepada cahaya “hidayah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga poin itu berjalan terus atas izin Allah sampai dunia ini hancur, yakni Risalah (Islam), Rasul (Muhammad SAW) dan Kitab (Al-Qur’an)). (Lihat, Prof. Dr. Thaha Musthafa Abu Karisyah, &lt;em&gt;Dawr al-Azhar wa Jami‘atihi fi Khidmat al-Lughah al-‘Arabiyyah wa al-Turats al-Islamiy&lt;/em&gt;, dalam buku &lt;em&gt;Nadwat al-Lughah al-‘Arabiyyah, bayna al-Waqi‘ wa al-Ma’mul&lt;/em&gt;, 2001, hlm. 42).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Islam itu satu risalah (misi) yang “universal” dan “kekal”, maka mukjizatnya harus retoris (bayaniyyah), linguistik (lisaniyyah) yang kekal. Dan Allah telah berjanji untuk memelihara Al-Qur’an, seperti yang Ia jelaskan, “&lt;em&gt;Sesungguhnya Kami yang menurunkan al-Dzikra (Al-Qur’an) dan Kami pula yang memeliharanya&lt;/em&gt;.” (Qs. 15: 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;, menurut Syeikhu’l-Islam, Ibnu Taimiyah, “Taurat diturunkan dalam bahasa Ibrani saja. Dan Musa ‘alayhissalam tidak berbicara kecuali dengan bahasa itu. Begitu juga halnya dengan al-Masih: tidak berbicara tentang Taurat dan Injil serta perkara lain kecuali dengan bahasa Ibrani. Begitu juga dengan seluruh kitab. Ia tidak diturunkan kecuali dengan “satu bahasa” (bilisanin wahidin): dengan bahasa yang dengannya diturunkan kitab-kitab tersebut dan bahasa kaumnya yang diseru oleh para rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh para Nabi, menyeru manusia lewat bahasa kaumnya yang mereka ketahui. Setelah itu, kitab-kitab dan perkataan para Nabi itu disampaikan: apakah diterjemahkan untuk mereka yang tidak tahu bahasa kitab tersebut, atau orang-orang belajar bahasa kitab tersebut sehingga mereka mengerti makna-maknanya. Atau, seorang utusan menjelaskan makna-makna apa yang dengannya ia diutus oleh Rasul dengan bahasanya...” (Lihat, Ibnu Taimiyah,&lt;em&gt; al-Jawb al-Shahih liman Baddala Dina’l-Masih&lt;/em&gt; (Jawaban Yang Benar, Bagi Perubah Agama Kristus), (Cairo: Dar Ibnu al-Haytsam, 2003, jilid 1 (2 jilid), hlm. 188-189).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Taurat dan Injil, Al-Quran diturunkan dalam satu bahasa, bahasa kaumnya. Bedanya, kenabian yang ada sebelum Islam, hanya diperuntukkan pada kaum tertentu atau zaman tertentu (lokalitas) saja. Nuh misalnya, hanya diutus kepada kaumnya (QS. 7: 59); Hud kepada kaumnya (QS. 7: 65); Shaleh kepada kaumnya (QS. 7: 73); Luth kepada kaumnya (QS. 7: 80); Syu‘aib kepada kaumnya (QS. 7: 85); dan Musa kepada Fir‘aun dan para punggawanya (QS. 7: 103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Nabi SAW di “&lt;em&gt;Ummu’l-Qura&lt;/em&gt;”, sebagaimana arti yang sudah dijelaskan panjang lebar, bukan hanya dalam pengertian Mekkah semata. Juga bukan hanya untuk orang Quraisy, tidak pula untuk Jazirah Arabia saja, tapi untuk seluruh alam. (Baca QS. 25: 1, 34: 28, 7: 158, dan 9: 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalangan Nasrani menganggap Al-Quran tidak universal, maka, seharusnya yang lebih tidak universal justru Bible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bahasa Arab adalah bahasa yang rumit, namun bukanlah hal susah bagi umat Islam menghapalkannya. Ini berbeda dengan kitab suci lain, sebagaimana Bible misalnya. Keuniversalan Al-Quran lainnya, dibuktikan dengan bagaimana Allah menjaganya melalui orang-orang alim dan yang memiliki kelebihan dalam menghapalkannya (tahfiz). Meski terdiri dari ribuan ayat, dalam sejarah, selalu saja banyak orang mampu menghapalkannya secara cermat dan tepat. Hatta, ia orang buta atau anak kecil sekalipun. Al-Quran, mudah dihapal atau dilantunkan dengan gaya apapun. Diakui atau tidak, ini berbeda dengan Bible atau Injil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, setiap usaha apapun untuk menambah atau mengurangi Al-Quran baik yang dilakukan kalangan orientalis atau orang kafir dalam sepanjang sejarah selalu saja ketahuan. Jangan heran bila banyak umat Islam tiba-tiba ribut gara-gara ada Al-Quran palsu atau sengaja dipalsukan sebagaimana terjadi dalam kasus “The True Furqon.” Barangkali itulah cara Allah menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hebatnya, para penghapal Al-Quran, setiap saat selalu saja lahir dan bisa ditemukan di seluruh dunia. Untuk yang seperti ini, di Indonesia, bahkan sudah mulai banyak dijadikan sebagai pesantren-pesantran formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagi kita, belum pernah terdengar ada orang Kristen atau Yahudi yang hapal keseluruhan kitab suci mereka. Bahkan termasuk pendeta atau pastur sekalipun. Mengapa bisa demikian? Saya kira Anda lebih tahu jawabannya. Wallahu a‘lamu bi al-shawab. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/5779052663183379100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=5779052663183379100&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/5779052663183379100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/5779052663183379100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/mengapa-al-quran-berbahasa-arab.html' title='Mengapa Al Qur&#39;an Berbahasa Arab?'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-5091735490739183093</id><published>2007-12-16T17:50:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T18:34:10.573+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="F O K U S"/><title type='text'>Benarkah Terjadi Perkosaan Massal, Mei 1998 ?</title><content type='html'>Judul diatas sengaja saya pilih untuk menjawab fitnah keji yang dilontarkan oleh – maaf – netters non muslim. Tujuannya sangat jelas yaitu untuk memojokkan umat muslim dan menstigmatisasi umat muslim, khususnya umat muslim Indonesia, sehingga terbentuklah opini dunia internasional bahwa Indonesia adalah Negara barbar yang mayoritas penduduknya adalah umat muslim. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Nah dengan terbentuknya opini tersebut maka terbukalah kesempatan untuk semakin memojokkan dan memarjinalkan peran umat Muslim dalam mengelola Republik tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah cuplikan berita yang saya ambil dari kantor berita Antara Jakarta, 2 Agustus 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberitaan media massa nasional dan internasional mengenai perkosaan massal telah menyulut sejumlah aksi demonstrasi di Jakarta, Singapura dan Hongkong, namun belakangan ini ada dugaan bahwa informasi itu merupakan propaganda politik untuk menjatuhkan nama Indonesia. Selain curiga atas adanya ketidakbenaran informasi yang dilansir media massa, beberapa pihak menduga informasi itu bohong dan sengaja disebarkan untuk menjatuhkan dan menjelekkan pemerintah dan masyarakat Indonesia di mata dunia. &lt;strong&gt;Bahkan menurut beberapa kalangan, informasi tersebut merupakan bagian dari &#39;&#39;upaya sistematis&#39;&#39; untuk menambah buruk citra Indonesia di luar negeri&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color:#3366ff;&quot;&gt;Perkosaan massal -- seperti dilaporkan Tim Relawan -- terjadi saat kerusuhan 13-15 Mei lalu. Tim itu menampung pengaduan, lalu melaporkannya ke Komnas HAM. Namun tim itu tidak pernah melaporkan kasus-kasusnya kepada polisi untuk pengusutan lebih lanjut. Tim Relawan mempublikasikan korban perkosaan dan pelecehan seksual yang melapor hingga 3 Juli 1998 sebanyak 168 orang -- 152 di Jakarta dan sekitarnya dan 16 di di Solo, Medan, Palembang, dan Surabaya. Umumnya, mereka yang melapor adalah wanita keturunan Cina. Menurut juru bicara Tim Relawan, Ita Fatia Nadia, modus operandi perkosaan merupakan peristiwa yang tak bisa dipisahkan dari kerusuhan Mei itu. Tanpa melakukan cek dan recek apalagi penelitian, pers menulis berita itu. Akibat laporan yang dimuat di berbagai media cetak dan elektronik nasional dan internasional, citra bangsa Indonesia yang tengah terpuruk akibat resesi ekonomi, semakin buruk. Apa pun alasannya, informasi kasus perkosaaan mendesak untuk dituntaskan. Pemerintah telah mengutuk terjadinya kerusuhan. Dan sesuai dengan tuntutan masyarakat, telah pula dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) diketuai Wakil Ketua Komnas HAM, Marzuki Darusman. Selain itu, pemerintah juga membentuk komite khusus bagi perlindungan wanita dari segala tindak kekerasan. Komite ini independen dan setingkat dengan Komnas HAM.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah tuntutan untuk membentuk tim khusus diwujudkan pemerintah, isu perkosaan massal di masyarakat relatif menurun. Pemberitaan di media massa cetak dan elektronik juga cenderung reda. &lt;strong&gt;Sebelumnya, pers tampak bersemangat mengulas masalah itu. Setelah lewat media cetak, penyebaran isu tersebut dilakukan secara terbuka disertai penghujatan kepada Islam melalui internet. Tak heran jika Komite Indonesia untuk Solidaritas Islam (KISDI) Jumat (31/7) mengadukan majalah Jakarta-Jakarta kepada Menpen, karena di Rubrik Metro-Sex edisi 609 Juli 1998, ada tulisan berjudul &lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Vivian yang secara lugas menuduh umat Islam sebagai dalang perkosaaan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengamat sosial, Eddy Noor, berpendapat laporan telah terjadi&lt;strong&gt; perkosaan massal sulit dipercaya serta tidak logis&lt;/strong&gt;. Laporan itu, menurut dia, diungkapkan secara sepihak oleh aktivis-aktivis LSM tanpa disertai keberanian untuk menunjukkan korban dan mengadukannya kepada polisi. &lt;strong&gt;Ia menambahkan laporan itu merupakan &#39;&#39;upaya sistematis&#39;&#39; untuk menjelekkan pemerintah dan masyarakat Indonesia sebagai tindakan balas dendam atas kerugian akibat kerusuhan Mei lalu&lt;/strong&gt;. &#39;&#39;Buktinya laporan itu sebatas laporan dengan mengandalkan pers agar tersebar sehingga citra pemerintah dan bangsa ini menjadi buruk,&#39;&#39; katanya. Mungkin saja ada satu atau dua kasus perkosaan, lalu masalah itu dibesar-besarkan oleh para aktivis LSM, karena memang kesempatan itu terbuka, sebab perkosaan sulit dibuktikan. &lt;strong&gt;Pemerintah, kata Eddy Noor, diharapkan tidak terjebak dengan propaganda itu dan pers tak begitu saja terseret informasi tanpa bukti&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, pers telah terlibat jauh karena mereka menulis apa saja yang dikatakan para aktivis LSM tentang perkosaan. Ia mendesak pemerintah meminta bukti kepada LSM dan Tim Relawan dari laporan-laporan orang yang mengaku menjadi korban perkosaan, agar kasusnya bisa ditangani. &lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;Ketidaklogisan dari laporan itu, menurut dia, terletak pada informasi bahwa perkosaan terjadi di jalanan, di kendaraan, di taksi, atau di ruko. Padahal saat terjadi kerusuhan, suasana panik manusia berhamburan sehingga sulit bagi orang untuk melakukan perzinahan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Secara psikologis, katanya, suasana saat itu kurang mendukung untuk terjadinya pemerkosaan. Eddy menilai upaya sistematis untuk memburukkan citra Indonesia itu tak ubahnya dengan fitnah dan kejahatan kepada negara. Pemerintah harus menuntut bukti dan bila bukti itu tak ada, maka si penyebar isu harus dipidana&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Anggota Komisi II DPR Lukman Harun juga mendesak pemerintah meminta bukti dari pihak yang telah mempublikasikan isu perkosaan massal. &#39;&#39;Selama ini yang ada hanya desakan agar pemerintah menyelesaikan kasus itu, &lt;strong&gt;sedangkan buktinya mana?.&lt;/strong&gt; Tampaknya kasus itu hanya dipolitisir oleh pihak tertentu agar Indonesia sebagai bangsa barbar,&#39;&#39; katanya. Lukman mendesak pemerintah agar tidak begitu saja menerima laporan tertulis tentang kasus itu, karena ada kemungkinan hal tersebut hanya untuk menjebak dan mempermalukan pemerintah. Sampai awal Agustus ini, belum ada laporan kasus perkosaan kepada polisi, sehingga penyelesaiannya secara hukum terhambat. &#39;&#39;Ini jelas propaganda politik untuk menjatuhkan pemerintah dan masyarakat,&#39;&#39; kata Lukman Harun. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri juga meragukan data itu. Tim Relawan menurutnya memang terus bekerja, tetapi korbannya tidak dilaporkan kepada polisi. Dalam pandangan Megawati, kepolisian mendapatkan informasi melalui pihak kedua, Tim Relawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color:#ff0000;&quot;&gt;&#39;&#39;Teman saya seorang polisi telah mengecek ke alamat korban dan menemukan orang yang dilaporkan telah diperkosa, ternyata tenang-tenang saja.&#39;&#39; Kenyataan itu menurut Megawati menimbulkan keraguan. &#39;&#39;Ah, masa iya telah diperkosa. Kok dia tenang-tenang saja,&#39;&#39; kata Mega pada dialog nasional &#39;&#39;Hati Nurani Korban Perkosaan&#39;&#39; beberapa hari lalu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada kesulitan dalam mengusut kasus perkosaan, apalagi yang sifatnya massal, karena budaya masyarakat yang belum terbuka dan jaminan kepastian hukum terhadap korban perkosaan. Semua pihak sedang menanti kejelasan mengenai isu perkosaan massal itu. Jika kasus itu benar terjadi, semua pihak menuntut agar hal tersebut ditangani secara hukum. Tetapi jika isu itu tak terbukti, para oknum yang telah bertindak buruk kepada bangsa dan negaralah yang harus ditindak tegas.&lt;br /&gt;Jaksa Agung Andi Muhammad Galib dalam kunjungannya ke Surabaya Jumat (7 Agt 1998) menyatakan, perkosaan massal yang terjadi 13-14 Mei lalu, terlalu dibesar-besarkan oleh LSM, karena bukti-buktinya sampai sekarang tidak ada. Seluruh rakyat Indonesia pun tahu, siapa pimpinan relawan (LSM) yang berusaha untuk memojokkan umat muslim Indonesia dalam kerusuhan Mei 1998. Tentu Allah Subhana Wa Ta&#39;ala mengetahuinya. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/5091735490739183093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=5091735490739183093&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/5091735490739183093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/5091735490739183093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/benarkah-terjadi-perkosaan-massal-mei.html' title='Benarkah Terjadi Perkosaan Massal, Mei 1998 ?'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-5904827295435467354</id><published>2007-12-16T08:34:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T08:44:43.951+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akidah Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="F O K U S"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><title type='text'>Membentuk Masyarakat Qurani</title><content type='html'>Tidak sedikit tokoh Islam yang berbicara tentang cita-cita Islam, tetapi sering terbawa oleh situasi masanya. Padahal, harus dibedakan antara doktrin Islam dan konsepsi manusia. Pertama, doktrin Islam bersifat sakral dan pasti kebenarannya, karena datang dari Sang Maha Kuasa, sedangkan konsep manusia tidak bersifat mutlak, tetapi bersifat nisbi. Kedua, antara konsep Islam ideal dan realitas kehidupan manusia harus diupayakan sedemikian rupa untuk dapat diaplikasikan secara indah dan manusiawi demi mencapai keadilan dan kesejahteraan. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan teori politik al-Farabi dalam Negara Utamanya yang cenderung terlalu idealis dan utopis sehingga konsepnya hanya cocok bagi masyarakat malaikat. Kita melihat para tokoh politik Islam seperti Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, al-Mawardi, al-Ghazali, dan Ibnu Khaldun lebih realistis ketika mereka meninjau politik Islam dari perspektif sosiologis yang bermuara kepada ajaran Islam. Hanya saja, pada masa modern ini konsepsi politik Islam itu perlu dikemas lebih canggih dan menarik, tetapi tidak berkacamata dan mengadopsi pemikiran politik Barat yang pada umumnya para pemikir politik Islam kontemporer terlalu inferiority complex. Sehingga muncullah istilah-istilah seperti &quot;demokrasi&quot; dan konsep &quot;civil society&quot;, kemudian dilegitimasi dengan dasar-dasar Islam. Ini bukan suatu kemajuan, tetapi suatu kemunduran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alquran dan Masyarakat Islam&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Benar apa yang dikatakan oleh Imam Malik bahwa umat Islam dewasa ini tidak akan berjaya manakala tidak mengikuti jejak para pendahulu mereka. Sebagaimana Alquran menegaskan, &quot;&lt;em&gt;Dan berpegang teguhlah kalian dengan tali Allah (Alquran) dan jangan tercerai-berai..&lt;/em&gt;..&quot; (Ali Imran: 103). Demikian juga Rasulullah saw memperingatkan umatnya, &quot;&lt;em&gt;Kutinggalkan untuk kalian dua pegangan, niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya: Alquran dan sunnahku&lt;/em&gt;.&quot; (HR Malik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, umat banyak yang tidak lagi berpegang kepada sumber itu, kecuali hanya slogan. Padahal, di dalam Alquran terdapat petunjuk-petunjuk bagaimana terbentuknya suatu masyarakat ideal dan praktik Nabi Muhammad saw dengan masyarakat Qurani itu nyata sebagai realitas sosial dan berkelanjutan pada masa-masa berikutnya. Hal itu sebagaimana disebutkan oleh &lt;strong&gt;Ibnu Katsir&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Ibnu Taimiyah&lt;/strong&gt; bahwa Allah memberikan petunjuk bagi tercapainya masyarakat Qurani dengan turunnya surat An-Nur ayat 55 yang artinya, &quot;&lt;em&gt;Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman dari kalian dan beramal saleh, bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaiman dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan aku, dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik&lt;/em&gt;.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ibnu Katsir&lt;/strong&gt; mengomentari ayat di atas bahwa itu janji Allah kepada Rasulullah saw yang akan menjadikan umatnya sebagai penguasa-penguasa di muka bumi. Sehingga, negara-negara menjadi makmur dan rakyat menjadi patuh... dan janji itu terjelma sebelum Nabi Muhammad saw wafat, yaitu bermula dari penaklukan Mekah, Bahrain, dan seluruh Jazirah Arab dan Yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ibnu Taimiyah&lt;/strong&gt; berkomentar atas ayat itu bahwa kebaikan penguasa bergantung kepada kesungguhannya mengikuti Alquran dan sunnah Rasul-Nya serta mengajak rakayatnya untuk mengikutinya. Dan, Allah menjadikan kebaikan penguasa itu pada empat hal:&lt;br /&gt;(1) mendirikan salat;&lt;br /&gt;(2) menunaikan zakat;&lt;br /&gt;(3) amar ma&#39;ruf;&lt;br /&gt;(4) nahi mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pengusa mengajak mendirikan salat berjamaah bersama para pembantunya dan menyuruh rakyatnya mendirikan salat serta menghukum mereka yang teledor melaksanakannya sesuai dengan hukum Allah. Dengan tegaknya ketentuan Alquran itu akan dicapai masyarakat Qurani yang dapat menegakkan habluminallah (hubungan vertikal) dan hablunminanas (hubungan horizontal) yang berarti memadukan dua kemaslahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Qurani itu akan tampak pada ketertundukan mereka terhadap supremasi hukum Alquran. Dan, Alquran meletakkan prinsip-prinsip dasar dalam mengatur dan mengendaikan masyarakat muslim. Prinsip-prinsip tersebut adalah &lt;em&gt;justice&lt;/em&gt; (keadilan), &lt;em&gt;deliberation&lt;/em&gt; (syura), &lt;em&gt;equality&lt;/em&gt; (persamaan), dan &lt;em&gt;freedom&lt;/em&gt; (kebebasan). Orientasi politik Islam menurut Alquran menekankan pada tauhid, syariah, dan program ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nabi Muhammad dan Masyarakat Qurani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT tidak hanya menurunkan ajaran dan doktrin bagi umat manusia, tetapi juga menurunkan nabi-Nya untuk memberi contoh dan memimbing umat manusia menuju kepada keadilan Islam dunia. Kalau kita perhatikan, proses yang dilakukan Nabi dalam membentuk masyarakat Qurani, yang sebelumnya terkenal dengan masyarakat jahili, ada lima jalan yang ditempuhnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, nabi membangun aqidah umat selama berada di Mekah untuk mempersiapkan diri menerima tanggung jawab mengemban tugas risalah dan khalifah. Proses ini dilakukan paling lama sekitar 13 tahun. Setelah matang, Nabi mengutus mereka untuk menyebarkan misi dakwah, seperti Mush&#39;ab bin Umair dikirim ke Madinah dan sebagian dikirim ke ethiopia. Ketika dakwah sudah menampakkan hasilnya dan tidak ada satu rumah pun di Madinah melainkan sudah ada orang yang masuk Islam, maka keadan ini sangat tepat bagi umat Islam di Mekah (yang selalu ditindas kaum jahiliyah) untuk berhijrah meninggalkan tempat asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;, Nabi memerintahkan kepada seluruh sahabat agar berhijrah ke Madinah. Dan yang menarik adalah bahwa sesampai di Madinah, pertama yang dilakukan Nabi untuk pembinaan umat adalah membangun masjid Nabawi sebagai sentral kegiatan dan aktifitas umat Islam. Penempaan kaderisasi terus berlanjut di masjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, Nabi mempersaudarakan antarumat Islam. Mereka yang berasal dari Mekah disebut Muhajirin, sementara yang berasal dari Madinah disebut Anshor. Hal itu dilakukan untuk merekatkan umat Islam sehinga tidak mudah diadu domba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat,&lt;/strong&gt; Nabi membuat &quot;&lt;em&gt;Piagam Madinah&lt;/em&gt;&quot; untuk mengatur hubungan dengan masyarakat Etnis lain, yaitu ahlul kitab dari bangsa Yahudi, sekaligus upaya pembentengan bagi masyarakat muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelima&lt;/strong&gt;, Nabi melakukan ekspedisi perang bagi siapa saja yang ingin memaksakan kehendaknya untuk merusak tatanan masyarakat muslim. Maka, beliau tampil sebagai penglioma perang. Dengan demikian, terbentuklah masyarkat muslim Madinah yang mengejawantahkan Allah pada ayat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciri-Ciri Masyarakat Qurani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Alquran selalu berpijak kepada umat manusia, artinya bahwa Alquran selalu memperhatikan maslahat dan kepentingan umat manusia, karenanya para ulama sepakat bahwa apabila konsep Alquran ditetapkan dalam suatu masyarakat tertentu akan mendapatkan palig tidak lima hal pokok:&lt;br /&gt;1. terjaga agamanaya;&lt;br /&gt;2. terjaga jiwanya;&lt;br /&gt;3. terjaga hartanya;&lt;br /&gt;4. terjaga akalnya; dan&lt;br /&gt;5. terjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian uraian singkat tentang cita-cita Islam dalam membentuk masyarakat Qurani dan kita tidak perlu terlibat analisa dikotomis ala Barat yang menempatkan umat Islam pada kondisi pemahaman yang formalistik, substanstivistik, dan fundamentalis. Wallahualam Bishshawwab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size:85%;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Referensi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: 1. Alquran dan terjemahannya - 2. Ikhtisar M. Ali Shabani, Ibnu Katsir 3. Majmu Fatawa, Ibnu taimiyah - 4. Pedoman Beragama, Yususf al-Qardhawy - 5. Islam dan Politik, M. Din Syamsudin&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/5904827295435467354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=5904827295435467354&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/5904827295435467354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/5904827295435467354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/membentuk-masyarakat-qurani.html' title='Membentuk Masyarakat Qurani'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-6147574887235947084</id><published>2007-12-16T07:38:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T08:56:21.673+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Akidah Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="F O K U S"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><title type='text'>Meluruskan Kembali Makna JIHAD</title><content type='html'>Dewasa ini, istilah Jihad telah dianggap sebagai sesuatu yang penuh kekerasan dan kebrutalan. Yang tragis pernyataan-pernyataan tidak benar itu justru tidak sedikit memakan korban dari pihak muslim sendiri. Hingga mereka menganggap Jihad itu adalah perbuatan kekerasan, kebrutalan, pengrusakkan. Muslim yang imannya kontemporer begitu mudah terbuai dengan hasutan seperti itu. Tapi benarkan Jihad itu seperti itu? Sebenarnya sangat mudah sekali kita menilai sesuatu jikalau kita mengenal Rasulullah. Jikalau ada perkara-perkara yang di lakukan umat islam sekarang apakah melenceng atau tidak jadikan saja Rasulullah sebagai patokannya. Begitu juga dengan jihad. Bagaimana cara Rasulullah menunaikan jihadnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memang keras, tetapi bukan kekerasan. Pihak-pihak yang berseberangan dengan Islam terus menerus menyerang titik-titik ajaran Islam yang agak krusial seperti Jihad, Poligami, Pemukulan Istri, dsb. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kemudian memplencengkan dan menganggap ajaran itu adalah kekerasan. Hingga timbullah Istilah yang sangat berlebihan dan sangat jauh dari Konsep Al-Qur&#39;an seperti ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Karena, dengan alasan non-muslim halal darahnya, lantas orang Islam akan menembakkan senjata pemusnah massal ke arah mereka.&lt;em&gt;...&lt;/em&gt;&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Jihad yang dilakukan dinasti-dinasti Islam masa lalu adalah bentuk penyalahartian jihad, sekadar untuk tujuan-tujuan politis, seperti perluasan wilayah. Pandangan tersebut tampaknya dipengaruhi antara lain oleh interpretasi dia bahwa jihad kalau terpaksa dilakukan, harus bersifat defensif, tidak boleh ofensif. Menurutnya, jihad dalam arti sempit dan ofensif akan menjadikan dunia kiamat&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi istilah-istilah ngaco yang beredar sekarang diseluruh penjuru dunia ini. Padahal istilah-istilah itu sangat jauh dari ajaran Islam Yang Haq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri, human error memang bisa terjadi. Namun, menyebut ekspansi dinasti-dinasti Islam masa lalu sebagai bukan jihad jelas sebuah generalisasi yang sembrono. Apalagi, diiringi tuduhan sebagai bentuk penerapan jihad yang salah, jelas sebuah kesimpulan yang tak berdasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar akan hal itu, saya akan mencoba sedikit menelusuri kronologi perintah jihad dalam Alquran, diiringi dengan komparasi terhadap fakta-fakta empirik yang tercatat dalam sejarah Islam. Dengan begitu, akan tampak gamblang bahwa, jihad dalam perjalanan sejarah tidak bisa disederhanakan sebagai aktivitas yang banyak ditunggangi oleh vested interest manusia, apalagi sebagai bentuk kesalahan penerapan jihad. Justru, apa yang mereka lakukan adalah artikulasi sebuah ideologi yang berlandaskan hukum syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Al-Qur&#39;an ada 4 (empat) fase yang bisa kita pisahkan tentang fungsi dan sifatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fase Pertama =&gt; Larangan Berperang &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Allah melarang umat Islam berperang melawan kafir Quraisy. Bahkan, Allah menganjurkan kepada umat Islam untuk bersabar menghadapi tindak represif Quraisy masa itu. Larangan tersebut lantaran kondisi muslim lemah dan tidak memiliki kekuatan. Sejarah membuktikan bahkan Nabi saw. hanya memberikan dukungan berupa doa kepada beberapa sabatnya yang disiksa Quraisy, seperti kisah keluarga Yasir. Larangan berperang tersebut seperti diisyaratkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: &#39;Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat&#39;&lt;/em&gt;!&quot; (An-Nisa&#39;: 77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari takutnya. Keberadaan fase ini seperti ditegaskan para ulama, antara lain Ibnu Qoyyim (Zaadul Ma&#39;ad III/157) dan Ibnu Katsir dalam menafsirkan QS Al-Jatsiyah: 4. Ibnu Katsir bahkan menyandarkan pendapatnya kepada para mufassir ternama seperti Ibnu Abbas dan Qatadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fase Kedua =&gt; Adanya Izin Berperang, tetapi Tidak Wajib &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ini seperti ditegaskan dalam firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnaya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu&lt;/em&gt;.&quot; (Al-Hajj: 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengomentari ayat di atas, Ibnu Katsir menyatakan bahwa banyak ulama salaf yang menyebutkan ayat di atas sebagai ayat pertama perintah jihad. Sebagian mereka berargumen bahwa ayat di atas adalah madaniyah. Mereka antara lain: &lt;em&gt;Mujahid, Dhahhak, Qatadah&lt;/em&gt; dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase ini menurut Ibnul Araby, dan juga ahli tarikh terkemuka, Ibnu Hisyam, dimulai sejak &lt;em&gt;Bai&#39;atul Aqabah&lt;/em&gt; kedua, saat kafir Quraisy berada di puncak kesombongannya menekan komunitas muslim. Hal ini dikuatkan adanya &quot;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;klausul&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&quot; jihad pada isi &lt;em&gt;bai&#39;ah aqabah&lt;/em&gt; tersebut. Meski ada izin untuk berperang, Allah belum memerintahkannya. Hal ini tercermin dalam dialog Rasulullah saw. dengan Abbas bin Ubadah saat&lt;em&gt; bai&#39;ah aqabah&lt;/em&gt; kedua berlangsung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Demi Allah yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, jika engkau suka, kami siap menyerang penduduk Mina dengan pedang-pedang kami esok hari.&quot; Rasulullah menjawab, &quot;Kita belum diperintah untuk itu.&quot; (Lihat Tafsir Al-Qurthubi, XII/69 &amp;amp; Al-Buthy. Sirah Nabawiyah, h. 142--143).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fase Ketiga =&gt; Wajib Memerangi Musuh yang Menyerang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada fase ini terdapat perintah memerangi musuh yang menyerang dan menahan diri dari mereka yang tidak menyerang. Hal tersebut seperti dikemukakan oleh Allah dalam firmann-Nya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&quot;Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas&lt;/em&gt;.&quot; (Al-Baqarah: 190).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&quot;... Tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk melawan dan (membunuh) mereka.&quot;&lt;/em&gt; (An-Nisa&#39;: 90).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian menamakan periode ini sebagai jihad &lt;em&gt;difa&#39;y&lt;/em&gt; (defensif). &lt;strong&gt;Al-Buthy&lt;/strong&gt; berpendapat bahwa periode ini dimulai setelah hijrah, karena menurutnya, hadis dan riwayat yang kuat menunjukkan hal itu, bahwa permulaan disyariatkannya peperangan adalah sesudah hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fase Keempat =&gt; Perintah Memerangi Seluruh Orang kafir secara Mutlak, Sampai Mereka Masuk Islam atau Membayar Jizyah dalam Kehinaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya dari &lt;em&gt;Perang Tabuk&lt;/em&gt; tahun 9 Hijriah, Rasulullah ingin melakukan ibadah haji, tetapi orang-orang musyrik masih melakukan &lt;em&gt;thawaf&lt;/em&gt; dengan telanjang. Karenanya, Rasulullah tidak mau menjalankan haji, sampai tradisi orang musyrik itu dihapuskan. Untuk itu, beliau mengutus Sayyidina Abu Bakar r.a. memimpin haji dan menyampaikan maklumat terhadap orang musyrik agar tidak melakukan haji setelah tahun itu dan memberi tempo selama 4 bulan agar masuk Islam, setelah itu tidak ada pilihan, kecuali perang, seperti yang tertera dalam QS At-Taubah, di antaranya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyirikin di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&lt;/em&gt;.&quot; (At-Taubah: 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini, maka Allah nanti akan memberi kekayaan kepadamu karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan al-kitab (Alquran) kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk&lt;/em&gt;.&quot; (At-Taubah: 28-29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ibnu Qoyyim&lt;/strong&gt; berkata, &quot;&lt;em&gt;Ketika diturunkan surah Bara&#39;ah (At-Taubah), Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk memerangi musuh-Nya dari ahli kitab sampai mereka membayar jizyah atau masuk Islam&lt;/em&gt;&quot;. Kronologi di atas disebutkan oleh ulama-ulama seluruh mazhab dalam kitab-kitabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jihad, Defensif atau Ofensif?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Periode keempat sekaligus sebagai tahapan akhir syariat jihad dalam Alquran. Substansi dari syariat tersebut adalah memerangi orang musyrik termasuk ahlul kitab sampai mereka menerima Islam atau membayar jizyah. Sebagian penulis menyebut periode ini sebagai jihad thalaby (ofensif). Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah saw.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Aku diperintahkan memerangi manusia sampai mereka bersaksi tidak ada Ilah kecuali hanya Allah, dan Aku utusan Allah, menegakkan shalat, membayar zakat. Jika mereka melakukannya maka darah dan harta mereka mendapat perlindungan dariku, kecuali dengan hak Islam, sedang hisabnya terserah Allah Ta&#39;ala&lt;/em&gt;.&quot; (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditetapkannya jihad &lt;em&gt;thalaby&lt;/em&gt; (ofensif) sebagai hukum &lt;em&gt;niha&#39;i &lt;/em&gt;(final) dalam jihad tidak diperselisihkan oleh para ulama. Perbedaan hanya terjadi pada apakah ayat terakhir menghapus (naskh) ayat-ayat sebelumnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaian besar ulama salaf menyatakan bahwa dengan diturunkannya QS At-Taubah, berarti menghapus syariat jihad pada ayat-ayat sebelumnya, seperti perkataan Ibnul Araby, &quot;Firman Allah, &#39;Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu?&#39; (At-Taubah: 5)sebagai penghapus 114 ayat sebelumnya.&quot; (&lt;em&gt;Ahkamul Quran&lt;/em&gt;). Perkataan serupa juga diriwayatkan dari Dhahhak, Rubai&#39; bin Anas, Mujahid, Abul Aliyah, Husain bin Fadhl, Ibnu Zaid, Musa bin Uqbah, Ibnu Abbas, Hasan, Ikrimah, Qatadah, Ibnul Jauzi, Atha&#39;, Ibnu Taimiyah, Qurtuby, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Imam Zarkasyi&lt;/strong&gt; tidak setuju dengan istilah ayat-ayat jihad sebelum QS At-Taubah dihapuskan. Menurutnya, nilai dari ayat-ayat sebelumnya tetap relevan untuk diterapkan dalam konteks yang serupa dengan kondisi Rasululllah saat menerima wahyu tersebut. (Lihat Az-Zarkasyi, &lt;em&gt;Al-Burhan fie Ulumil Qur&#39;an&lt;/em&gt;, h. 845--894).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan di atas bukan perbedaan substansial, melainkan perbedaan istilah. Dalam hal ini, istilah naskh (hapus) berkonotasi kuat menghapuskan ayat-ayat sebelumnya. Padahal, baik yang setuju dengan istilah naskh dalam ayat tersebut maupun yang tidak setuju sama-sama memahami bahwa ayat-ayat jihad sebelumnya tetap berlaku pada konteks (illah) yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar &lt;strong&gt;Sayyid Qutb&lt;/strong&gt; cukup menarik sebagai tarjih atas polemik yang ada, &quot;Setelah turunnya surah At-Taubah, hukum-hukum dalam fase-fase sebelumnya tidak mansukh (terhapus) dalam pengertian tidak boleh diamalkan dalam kondisi apa pun pada setiap realitas umat. Gerakan dan realita yang dihadapinya dalam beragamnya situasi, waktu, dan tempatlah yang menentukan--untuk sebuah ijtihad mutlak. Artinya, hukum-hukum itu lebih pas diambil (dengan mempertimbangkan) sebuah kondisi, masa, dan tempat tertentu, dengan tetap melihat hukum akhir yang wajib ditunaikan....&quot;(&lt;em&gt;Fie Dhilalil Qur&#39;an&lt;/em&gt;, h. 1580).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ekspansi Dinasti Islam, karena Jihad&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar syariat jihad di atas, dinasti-dinasti Islam masa lalu melakukan ekspansi perluasan wilayah. Tujuannya, agar kalimat Allah tegak di muka bumi, dengan membebaskan manusia dari menghamba terhadap sesama, menjadi hanya menghamba kepada Allah semata. Sehingga, terciptalah keadilan sesungguhnya untuk manusia sebagai perwujudan dari rahmatan lil &#39;alamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat betapa keadilan Islam dapat dirasakan oleh musuhnya hingga berujung pada simpati dan minat sebagian mereka untuk memeluk Islam secara sukarela. Ini semua tak lepas dari komitmen muslim dalam memegangi etika perang yang diajarkan Islam. Karenanya, tidak perlu khawatir, bahwa doktrin jihad semacam ini akan menjadikan dunia &quot;kiamat&quot;. Di dalam jihad terdapat etika-etika yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuka Romawi ketika menyaksikan pasukan Islam menilai, &quot;Mereka menjadi pasukan berkuda pada siang hari, pendeta pada malam hari, mereka memakan sesuatu yang dibayar dan tidak berhutang, ketika masuk majlis mengucapkan salam, dan mereka memberi tahu kepada orang-orang yang diperanginya baru mereka berperang.&quot; Berkata yang lainnya, &quot;Mereka menegakkan salat pada malam hari, berpuasa pada siang hari, menyempurnakan janji, menyuruh berbuat baik, dan melarang dari segala yang mungkar, dan berlaku adil sesamanya.&quot; (Ibnu Katsir seperti dinukil oleh Abul Hasan an-Nadawi dalam &lt;em&gt;Apa Derita Dunia Bila Islam Mundur&lt;/em&gt;, h. 144).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidak Mampu, Bukan Menghapus Syariat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meski hukum final jihad dalam Alquran adalah ofensif, namun implementasinya harus tetap mengukur kemampuan, seperti kaidah umum taklif (perintah/larangan) dalam Islam, bahwa at-takliifu manuthun bil-qudrah, taklif bergantung pada kemampuan. Ketidakmampuan mengamalkan dalam kekiniannya tidak berarti dengan menghapuskan hukum final tersebut, karena pembuat hukum tersebut adalah Allah Ta&#39;ala, bukan hak manusia untuk menghapuskannya. Perkataan &lt;strong&gt;Sayyid Qutb&lt;/strong&gt; dalam &lt;em&gt;Fie Dzilalil Qur&#39;an&lt;/em&gt; berikut perlu direnungkan, :&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&quot;&lt;em&gt;Jika kaum muslimin hari ini sesuai dengan realitas mereka, tidak sanggup mewujudkan hukum-hukum ini, maka mereka, untuk sementara waktu, tidaklah dibebani mewujudkan hukum-hukum final tersebut, karena Allah tidak membenai seseorang di luar batas kesanggupannya. Dalam hukum-hukum marhaliyah (tahapan) (baca: 4 fase di atas), mereka mempunyai keleluasaan dalam hal melaksanakan tahapan-tahapan hukum hingga pelaksanaan hukum-hukum final ini, manakala mereka berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk melaksanakannya. Namun, mereka tidak boleh menyeret secara paksa nas-nas yang final ini untuk disesuaikan dengan hukum-hukum marhaliyah. Mereka tidak boleh menyandarkan kelemahan sekarang ini kepada agama Allah yang kuat dan kokoh. Merekalah yang harus takut kepada Allah dalam menghapuskan agama ini dan menuduhnya sebagai permainan. Berdalih bahwa agama ini adalah agama perdamaian dan keselamatan. Mestinya, asar penyelamatan seluruh manusia adalah selamat dari penghambaan kepada selain llah, dan memasukkan manusia seluruhnya kepada perdamaian total. Agama Islam adalah manhaj Allah, dan padanya diharapkan agar manusia meningkat dan merasakan hikmat kebaikannya. Islam bukan manhaj seorang pakar, sehingga para penyerunya malu menyatakan bahwa tujuan mereka yang final ialah menghancurkan segala kekuatan yang menghalangi jalan dalam memberikan kebebasan kepada manusia secara pribadi untuk memilihnya&lt;/em&gt;.&quot; &lt;/p&gt;Oleh karena itu, dalam literatur fikih selalu kita temukan bahwa ketika jihad belum bisa ditunaikan, maka kewajiban muslim adalah i&#39;dad (menyiapkan jihad) sebatas kemampuan. Ini menunjukkan bahwa setiap muslim tetap memanggul kewajiban jihad tersebut. Bahwa secara empiris jihad tidak eksis dan sulit diwujudkan itu soal lain. Namun demikian, sebagai &quot;reduksi&quot; atas kewajiban tersebut, setiap mukallaf tetap diperintahkan i&#39;dad, bukan dengan menghapuskan jihad itu sendiri, karena yang demikian itu bukan wewenang manusia, melainkan Allah Ta&#39;ala. Itulah makna jihad yang sesungguhnya yang diajarkan dalam Islam. Semoga kita tidak menjadi terkecoh dengan fitnah-fitnah oknum yang memusuhi Akidah Islam kita. Amin. Wallahu&#39;alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;1. Tafsir Al-Qur&#39;an al-Adhim, Ibnu Katsir&lt;br /&gt;2. Fathul Qadir, Imam Syaukani&lt;br /&gt;3. Al-Ihtijaj bil-Qard, Ibnu Taimiyah&lt;br /&gt;4. Al-Jami&#39; lie Ahkamil Qur&#39;an, Al-Qurthuby&lt;br /&gt;5. Ahkamul Qur&#39;an, Ibnul Araby&lt;br /&gt;6. Zaadul Maad, Ibnu Qayyim&lt;br /&gt;7. Al-Burhan fie Ulumil Qur&#39;an, Az-Zarkasyi&lt;br /&gt;8. Ahammiyatul Jihad, Nafi&#39; al-Ilyani&lt;br /&gt;9. Fie Dhilalil Qur&#39;an (Tafsir QS surah At-Taubah), Sayyid Qutb&lt;br /&gt;10. Fiqhus Sirah, Dr. Muhammad Sa&#39;id Ramadhan al-Buthy&lt;br /&gt;11. Apa Derita Dunia bila Islam Mundur, Abul-Hasan an-Nadawi&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/6147574887235947084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=6147574887235947084&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/6147574887235947084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/6147574887235947084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/meluruskan-kembali-makna-jihad.html' title='Meluruskan Kembali Makna JIHAD'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-3208539699086775005</id><published>2007-12-16T07:33:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T07:34:03.825+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Teladan"/><title type='text'>Pencuri Bertakwa</title><content type='html'>Ada seorang pemuda yang bertakwa, tetapi dia sangat lugu. Suatu kali dia belajar pada seorang syekh. Setelah lama menuntut ilmu, sang syekh menasihati dia dan teman-temannya: &quot;Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya, seorang yang alim yang menadahkan tangannya kepada orang lain atau orang berharta, tak ada kebaikan dalam dirinya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing-masing. Sertakanlah selalu ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut.&quot; &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;Maka pergilah pemuda tadi menemui ibunya seraya bertanya: &quot;Ibu, apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?&quot; Sambil bergetar ibunya menjawab, &quot;Ayahmu sudah meninggal. Apa urusanmu dengan pekerjaan ayahmu?&quot; Si pemuda ini terus memaksa agar diberitahu, tetapi si ibu selalu mengelak. Namun, akhirnya si ibu terpaksa angkat bicara juga, dengan nada jengkel si ibu berkata, &quot;Ayahmu dulu seorang pencuri.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu berkata, &quot;Guruku memerintahkan kami--murid-muridnya--untuk bekerja seperti pekerjaan ayah kami masing-masing dan dengan ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya menyela, &quot;Hai! apakah dalam pekerjaan mencuri ada ketakwaan?&quot; Kemudian anaknya yang begitu polos menjawab dengan tenang, &quot;Ya, begitu kata guruku.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia pergi bertanya pada orang-orang dan belajar bagaimana seorang pencuri melakukan aksinya. Sekarang ia telah mengetahui teknik mencuri. Inilah saatnya beraksi. Dia menyiapkan alat-alat mencuri, kemudian salat Isya&#39; dan menunggu sampai orang-orang tidur. Kemudian dia mulai keluar rumah untuk menjalankan provesi ayahnya dengan penuh ketakwaan, seperti perintah gurunya. Dia mulai dengan rumah tetangganya. Saat hendak masuk ke dalam rumah itu dia ingat pesan gurunya agar selalu bertakwa. Akhirnya rumah tetangga itu ditinggalkannya. Ia lalu melewati rumah lain, dia berbisik pada dirinya, &quot;Ini rumah anak yatim, dan Allah melarang kita makan harta anak yatim.&quot; Dia terus berjalan dan akhirnya tiba di rumah seorang pedagang kaya yang tidak ada penjaganya. Orang-orang sudah tahu bahwa pedagang ini memiliki harta yang melebihi kebutuhannya. &quot;Haa, di sini,&quot; gumamnya. Pemuda itu segera memulai aksinya. Dia berusaha membuka pintu dengan kunci-kunci yang telah dipersiapkannya. Setelah berhasil masuk, rumah itu ternyata besar dan banyak kamarnya. Dia berkeliling di dalam rumah, sampai menemukan tempat penyimpanan harta. Dia membuka sebuah kotak, didapatinya emas, perak, dan uang tunai dalam jumlah yang banyak. Dia tergoda untuk mengambilnya. Lalu dia berkata, &quot;Eh, jangan! Guruku berpesan agar aku selalu bertakwa. Barangkali pedagang ini belum mengeluarkan zakat hartanya. Kalau begitu, sebaiknya aku keluarkan zakatnya terlebih dahulu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lalu mengambil buku-buk catatan yang ada di situ dan menghidupkan lentera kecil yang dibawanya. Sambil membuka lembaran buku-buku itu dia menghitung. Dia memang pandai berhitung dan punya pengalaman dalam pembukuan. Dia hitung semua harta yang ada dan memperkirakan berapa zakatnya. Kemudian dia pisahkan harta yang akan dizakatkan. Dia masih terus menghitung dan menghabiskan waktu berjam-jam. Saat menoleh, ternyata fajar telah menyingsing. Dia bicara sendiri, &quot;Ingat takwa kepada Allah! Kau harus salat subuh dulu!&quot; Kemudian dia keluar menuju ruang tengah, lalu berwudu di bak air untuk selanjutnya melaksanakan salat sunnah. Tiba-tiba tuan rumah itu terbangun. Dilihatnya dengan penuh keheranan, ada lentera kecil yang menyala. Dia lihat juga kotak hartanya dalam keadaan terbuka serta ada orang yang sedang melakukan salat. Istrinya bertanya, &quot;Apa ini?&quot; Dijawab oleh suaminya, &quot;Demi Allah, aku juga tidak tahu.&quot; Lalu dia menghampiri si pencuri itu, &quot;Kurang ajar, siapa kau dan ada apa ini?&quot; Si pencuri berkata, &quot;Salat dulu baru bicara. Ayo pergilah wuduk lalu salat berjamaah. Tuan rumahlah yang berhak menjadi imam.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena khawatir pencuri itu membawa senjata, si tuan rumah menuruti kehendaknya. Tetapi--wallahu a&#39;lam-- bagaimana dia bisa salat dengan khusyu&#39;. Selesai salat dia bertanya, &quot;Sekarang coba ceritakan, siapa kau dan apa urusanmu?&quot; Dia menjawab, &quot;Saya ini pencuri.&quot; &quot;Lalu apa yang kau perbuat dengan buku-buku catatanku itu?&quot; tanya tuan rumah lagi. Si pencuri menjawab, &quot;Aku menghitung zakat yang belum kau keluarkan selama enam tahun. Sekarang aku sudah menghitungnya dan juga sudah aku pisahkan agar kau dapat memberikannya pada orang yang berhak.&quot; Hampir saja tuan rumah itu dibuat gila karena terlalu keheranan. Lalu ia berkata, &quot;Hai, ada apa denganmu sebenarnya. Apa kau ini sudah gila?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah si pencuri itu bercerita dari awal sampai akhir. Setelah tuan rumah itu mendengar ceritanya dan mengetahui ketepatan serta kepandaiannya dalam menghitung, juga kejujuran kata-katanya, serta mengerti akan manfaat dan kewajiban zakat, dia pergi menemui istrinya. Mereka berdua mempunyai seorang anak gadis. Setelah keduanya berbicara, tuan rumah itu kembali menemui si pencuri, lalu berkata, &quot;Bagaimana sekiranya kalau kau kunikahkan dengan putriku. Aku akan angkat engkau menjadi sekretaris dan juru hitungku. Kau boleh tinggal bersama ibumu di rumah ini.&quot; Ia menjawab, &quot;Aku setuju.&quot; Di pagi harinya tuan rumah memanggil para saksi untuk acara akad nikah putrinya dengan si pemuda itu. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/3208539699086775005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=3208539699086775005&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/3208539699086775005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/3208539699086775005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/pencuri-bertakwa.html' title='Pencuri Bertakwa'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-1621079206577053825</id><published>2007-12-16T07:31:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T07:33:01.842+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Teladan"/><title type='text'>Satu Dirham Membuahkan Seratus Dua Puluh Ribu Dirham</title><content type='html'>Al-Fudhail bin &#39;Iyadh berkata, &quot;Seorang laki-laki bercerita kepadaku: &#39;Ada seorang laki-laki yang keluar rumah membawa benang tenun, lalu ia menjualnya seharga satu dirham yang rencananya untuk membeli tepung. Ketika pulang ia melewati dua orang lelaki yang saling menjambak rambut dan kepala kawannya. Ia lalu bertanya, &#39;Ada apa?&#39; Orang-orang pun memberi tahunya bahwa keduanya bertengkar karena memperebutkan uang satu dirham. Maka ia berikan uang satu dirhamnya kepada mereka, dan ia pun tak memiliki uang lagi. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;Ia lalu pulang dan menceritakan kejadian itu pada istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri lalu mengumpulkan beberapa barang rumah tangga yang sekiranya bisa dijual atau digadaikan. Laki-laki itu pun pergi untuk menjual atau menggadaikannya. Tetapi, barang itu tidak laku. Tiba-tiba kemudian ia berpapasan dengan seorang laki-laki yang membawa ikan yang agak menebar bau busuk. Orang itu lalu berkata kepadanya, &quot;Engkau membawa sesuatu yang tidak laku, demikian pula dengan yang saya bawa. Apakah engkau mau menukarnya dengan barang daganganku ini?&quot; Ia pun mengiyakan. Ikan itu pun dibawanya pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Istriku, segeralah urus ikan ini, kita hampir tak berdaya karena lapar,&quot; katanya pada istrinya. Maka sang istri segera mengurus ikan tersebut. Ketika ia membelah perut ikan itu, tiba-tiba sebuah mutiara keluar dari perut ikan tersebut.&lt;br /&gt;Wanita itu berkata gembira, &quot;Suamiku, dari perut ikan ini keluar sesuatu yang lebih kecil dari telur ayam, ia hampir sebesar telur burung dara.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya berkata, &quot;Perlihatkanlah padaku!&quot; Ternyata ia melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya seumur hidupnya. Pikirannya melayang, hatinya berdebar. Ia lalu berkata pada istrinya, &quot;Saya kira ini adalah mutiara.&quot;&lt;br /&gt;Sang istri menyahut, &quot;Tahukah engkau berapa nilai mutiara ini?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Tidak, tetapi aku tahu siapa yang pintar dalah hal ini&quot;, jawab suaminya. Ia lalu mengambil mutiara itu dan segera pergi ke tempat para penjual mutiara. Ia lalu menghampiri temannya yang ahli di bidang mutiara. Ia mengucapkan salam kepadanya, sang kawan pun menjawab salamnya. Selanjutnya ia berbicara kepadanya seraya mengeluarkan mutiara itu. &quot;Tahukah anda berapa nilai benda ini?&quot; ia bertanya. Kawannya memperhatikan mutiara itu begitu lama, baru kemudian ia berkata, &quot;Aku menghargainya 40 ribu dirham. Jika anda mau, uang itu akan kubayar kontan sekarang juga. Tetapi jika anda ingin harga yang lebih tinggi, pergilah kepada si Fulan, dia akan memberimu harga yang lebih tinggi dariku.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia pergi kepada orang itu. Orang itu memperhatikan mutiara tersebut dan mengakui keindahannya. Ia kemudian berkata, &quot;Aku menghargai barang ini 80 ribu dirham. Jika anda menginginkan harga yang lebih tinggi, pergilah kepada si Fulan, saya kira ia akan memberi harga yang lebih tinggi dariku.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bergegas ia pergi pada orang yang dimaksud. Orang itu berkata, &quot;Aku hargai barang ini 120 ribu dirham. Dan saya kita tidak ada orang yang berani menambah sedikit pun dari harga itu.&quot; &quot;Ya&quot;, ia pun setuju. Lalu mutiara itu ditimbangnya. Maka pada hari itu, lelaki itu pulang dengan membawa dua belas kantong uang dirham. Pada masing-masing kantong terdapat sepuluh ribu dirham. Uang ia bawa pulang dan akan disimpan di rumahnya. Tiba-tiba di pintu rumahnya ada seorang fakir yang meminta-minta. Maka ia berkata, &quot;Saya punya kisah, karena itu masuklah.&quot; Orang itu pun masuk. Lalu laki-laki itu berkata, &quot;Ambillah separuh dari hartaku ini.&quot; Orang fakir itu lalu mengambil enam kantong uang dan dibawannya pergi. Setelah agak jauh, ia kembali lagi seraya berkata, &quot;Sebenarnya aku bukanlah orang fakir atau miskin, tetapi Allah Subhaanahu wa Ta&#39;ala telah mengutusku kepadamu untuk mengujimu. Dialah yang telah mengganti satu dirhammu dengan 20 qirath. Dan ini yang diberikan-Nya kepadamu baru satu qirath dari semuanya. Dan Dia menyimpan sembilan belas qirath lagi untukmu. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/1621079206577053825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=1621079206577053825&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/1621079206577053825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/1621079206577053825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/satu-dirham-membuahkan-seratus-dua.html' title='Satu Dirham Membuahkan Seratus Dua Puluh Ribu Dirham'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-2105319512497126593</id><published>2007-12-16T07:28:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T17:19:41.177+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Teladan"/><title type='text'>Shalat Mencegah Keji Dan Mungkar</title><content type='html'>Ada seorang laki-laki yang merayu-rayu seorang wanita agar mau melakukan zina dengannya. Segala jurus tipu daya ia lakukan untuk meruntuhkan keteguhan iman sang wanita. Memang, laki-laki itu ganteng sekali. Tambah lagi, ia sangat kaya di kampungnya. Tentu saja tidak sedikit wanita yang menaruh hati kepadanya. Bagaimana dengan wanita yang dirayu-rayunya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tersebut sebetulnya sudah bersuami. Ia adalah seorang istri yang taat kepada suaminya. Suaminya sendiri adalah orang yang taat pula. Perihal rayuan laki-laki itu, ia adukan kepada suaminya. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&quot;Mas, laki-laki kaya yang tinggal di sebelah sana itu sering kali menggoda aku. Ia tinggal masih sekampung dengan kita. Tiap kali ia berpapasan denganku, atau kebetulan saja bertemu dengannya, pasti ia merayu aku agar mau berbuat zina dengannya. Ia terus-terusan melakukan itu kepadaku. Apa yang harus aku perbuat?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami menaggapi istrinya dengan tenang-tenang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Katakan kepada laki-laki itu bahwa kamu akan mau menuruti godaannya, yaitu berzina dengannya. Hanya saja, ia harus memenuhi satu syarat.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan patuh istrinya mendengarkan terus apa yang dikatakan suaminya. Setelah itu pergilah ia menemui laki-laki yang sering mengganggunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mengetahui si wanita yang selalu diincarnya datang mencarinya, bukan main gembiranya si laki-laki yang biasa menggoda itu. Akhirnya kesampaian juga apa yang selama ini menjadi keinginanku kepada wanita yang cantik ini. Dengan tidak sabar, ia menantikan apa yang akan dikatakan sang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Aku akan mau berbuat zina denganmu, sebagaimana yang selalu engkau katakan kepadaku dalam rayuan-rayuanmu selama ini!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kesediaan wanita itu, si laki-laki langsung berseri-seri wajahnya. Pikirnya, apa pun yang dikehendaki wanita ini akan kupenuhi, asalkan ia mau berhubungan seks denganku. Sungguh aku tak tahan melihat kecantikan dan keelokan tubuhnya yang aduhai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Apa pun akan kupenuhi demi kamu. Seandainya engkau mempunyai permintaan, katakan. Apakah kamu butuh uang, atau apa saja. Pendeknya, aku akan penuhi apa saja yang kamu inginkan dariku.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Baiklah, aku tidak meminta uang atau materi apa pun. Permintaanku sederhana dan mudah saja.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak sabar yang terbaca dari air mukanya, laki-laki itu terus mendesak si wanita agar ia mengutarakan persyaratan yang ia kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ayo, katakan saja apa itu. Aku pasti akan memenuhinya untukmu, sayangku.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sebelum kita sama-sama melakukan perbuatan itu, aku minta agar kamu mau melakukan salat berjamaah dengan suamiku. Tidak banyak, hanya empat puluh subuh saja secara terus-menerus, tidak boleh putus!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui hanya itu permintaan si wanita, maka dengan bersemangat si laki-laki menyatakan kesanggupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sejak ia berjanji, salat subuhlah ia bersama suami wanita itu. Ia melakukannya dengan tekun, hari demi hari, hingga akhirnya ia berhasil tidak putus satu hari pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergilah si wanita itu menemui si laki-laki tersebut. Setelah bertemu, si wanita itu merayu kepada si laki-laki yang telah selesai salat berjamaah salat subuh empat puluh kali. Wanita itu memenuhi janjinya karena si laki-laki itu berhasil melaksanakan permintaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si laki-laki itu menjawab, &quot;Aku kini sudah bertobat kepada Allah, wahai perempuan! Aku tidak mau melakukan perbuatan terkutuk seperti itu!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita sang istri mengenai jawaban si laki-laki yang tempo hari menggodanya, sang suami wanita memanjatkan pujian kepada Allah SWT, &quot;Maha benar Allah! Firman-Nya adalh benar, bahwa salat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.&quot; &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/2105319512497126593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=2105319512497126593&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2105319512497126593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/2105319512497126593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/shalat-mencegah-keji-dan-mungkar.html' title='Shalat Mencegah Keji Dan Mungkar'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-7686145674890056132</id><published>2007-12-15T09:17:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T09:19:48.186+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Teladan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Islam"/><title type='text'>Nabi Adam As</title><content type='html'>Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya. . &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;Kekhawatiran Para Malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.:&quot;Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman,menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:&lt;br /&gt;&quot;Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya.&quot;&lt;br /&gt;Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis Membangkang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan bertanya kepada Iblis:&quot;Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?&quot;&lt;br /&gt;Iblis menjawab:&quot;Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur.&quot;&lt;br /&gt;Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:&lt;br /&gt;&quot;Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:&quot;Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam.&quot;&lt;br /&gt;Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:&quot;Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:&quot;Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam Menghuni Syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:&quot;Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkatalah Adam:&quot;Seorang perempuan.&quot;Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya.&quot;Siapa namanya?&quot;tanya malaikat lagi.&quot;Hawa&quot;,jawab Adam.&quot;Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?&quot;,tanya malaikat lagi.&lt;br /&gt;Adam menjawab:&quot;Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berpesan kepada Adam:&quot;Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis Mulai Beraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: &quot;Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata.&quot;&lt;br /&gt;Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:&quot;Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:&quot;Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Adam dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A&#39;raaf ayat 11 sehingga 25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oleh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf.Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.&lt;br /&gt;Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/7686145674890056132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=7686145674890056132&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7686145674890056132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7686145674890056132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/nabi-adam-as.html' title='Nabi Adam As'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-4197122366093374079</id><published>2007-12-15T08:59:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T09:01:33.467+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Teladan"/><title type='text'>Delapan Dirham</title><content type='html'>Rasulullah pagi itu sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat. baju satu-satunya dan itupun ternyata sudah usang. baju yang setia menutup aurat beliau. meringankan tubuh beliau dari terik matahari dan dinginnya udara. Baju yang tidak pernah beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi beliau tak mempunyai uang sepeser pun. Dengan apa beliau harus membeli baju? Padahal baju yang ada sudah waktunya diganti. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;Rasulullah sebenarnya dapat saja menjadi kaya mendadak, bahkan terkaya di dunia ini. Tapi sayang, beliau tak mau mempergunakan kemudahan itu. Jika beliau mau, Allah dalam sekejap bisa mengubah gunung dan pasir menjadi butir-butir emas yang berharga. Beliau tak sudi berbuat demikian karena kasihnya kepada para fakir yang papa. siapakah yang akan menjadi teladan jika bukan beliau..? Contoh untuk menahan derita, menahan lapar dan dahaga, menahan segala coba dan uji Allah dengan kesabaran. Selalu mensyukuri nikmat Allah berapa pun besarnya. Siapa lagi kalau bukan beliau yang menyertai umatnya dalam menjalani iradat yang telah ditentukan Allah. Yaitu kehidupan dalam jurang kedukaan dan kemiskinan. Siapa pula yang harus menghibur mereka agar selalu bersabar dan rela dengan yang ada selain beliau? Juga siapa pula yang harus menanamkan keyakinan akan pahala Allah kelak di akhirat jika bukan beliau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah,...hanya beliaulah yang mampu menjalankan berbagai hal diatas. benar,...baliaulah satu-satunya manusia yang mendapatkan amanat dari Allah untuk semua umat manusia. Tugas yang lebih murni dan mulia daripada intan berlian serta butiran emas yang lain. Lebih halus dari sutera serta lebih indah dari segala keindahan yang dikenal manusia di dunia ini. lebih megah dari segala kedudukan dan derajad kehidupan manusia yang katanya sudah megah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Semua itu hanyalah merupakan kesenangan dunia sedang di sisi Allah yang paling baik dan sebaik-baik tempat kembali&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan itu tidak mudah. bahkan sangat berat bagi beliau. Menegakkan yang hak hanya dapat dicapai dengan penuh keimanan dan kekuatan. sabar dalam menghadapi setiap malapetaka yang menimpa, bersyukur yang dilakukan dengan hati bersih. dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam duka maupun suka, bersyukur dan keimanan harus selalu menyertai. Itulah pokok risalah yang dibawa Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Bijaksana, tidak akan membiarkan hamba-Nya terkasih kebingungan. Rasulullah diberinya rezeki sebanyak delapan dirham. Bergegas beliau melangkah ke pasar. Tentunya kita maklum. uang sekian itu dapat dibelikan apa. Apakah cukup untuk membeli makan, minum, serta pakaian penutup badan? Oleh sebab itu, bergembiralah hai para fakir dan miskin! Nabi kita, Muhammad saw telah memberikan contoh begitu jelas. Nabi yang kita cintai, hamba kesayangan Allah pergi ke pasar dengan uang sedikit seperti yang kita miliki. Tetapi nabi kita ini, hamba Allah yang di bumi bernama Ahmad, sedang dari langit bernama Muhammad dengan ridha pergi ke pasar berbekal uang delapan dirham untuk berbelanja. Manusia penuh nur dan inayah Allah yang dilahirkan di makkah. meskipun beliau miskin, beliau senang sekali hidup. beliau belum ingin mati meski kemiskinan menjerat setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan menuju pasar, beliau menemukan seorang wanita yang menangis. Ternyata wanita yang kehilangan uang. Segera beliau memberikan uangnya sebanyak dua dirham. Beliau berhenti sejenak untuk menenangkan wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bergegas menuju ke pasar yang semakin ramai. Sepanjang lorong pasar banyak sekali masyarakat yang menegur beliau dengan hormat. Selalu menjawab dan memberikan salam yang mengingatkan akan kebesaran Allah semata. Beliau langsung menuju tempat di mana ada barang yang diperlukannya. Dibelinya sepasang baju dengan harga empat dirham. beliau segera pulang. Di perjalanan beliau bertemu dengan seorang tua yang telanjang. Orang tersebut dengan iba memohon sepotong baju untuk dipakainya. Rasulullah yang memang pengasih itu tidak tahan melihat. Langsung diberikannya baju yang baru dibeli. Beliau kembali ke pasar utnuk membeli baju lagi seharga dua dirham. Tentu saja lebih kasar dan jelek kualitasnya daripada yang empat dirham. dengan gembira beliau pulang membawa bajunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkahnya dipercepat karena sengatan matahari yang semakin terik. Juga angin malam yang telah mulai berhembus pelan-pelan. Beliau tidak ingin kemalaman di jalan. Tak lama beliau melangkah ke luar pasar, ditemuinya lagi wanita yang menangis tadi. Wanita itu kelihatan bingung dan sangat gelisah. Rasulullah saw mendekat dan bertanya mengapa. Wanita itu ternyata ketakutan untuk pulang. Dia telah terlambat dari batas waktu, dan takut dimarahi majikannya jika pulang nanti. Rasulullah saw langsung menyatakan akan mengantarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu berjalan yang diikuti Rasulullah saw dari belakang. Hatinya tenang karena Rasulullah saw pasti akan melindungi dirinya. Dia yakin majikannya akan memaafkan, karena kepulangan yang diantarkan oleh manusia paling mulia di dunia ini. Bahkan mungkin akan berterima kasih karena pulang membawa kebaikan bersama dengan kedatangan nabi dan rasul mereka. Mereka terus berjalan hingga sampai ke perkampungan kaum Anshari. Kebetulan saat itu yang ada hanyalah para isteri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Assalamu&#39;alaikum warahmatullah&quot;, sapa Rasulullah saw keras. Mereka semuanya diam tak menjawab. Padahal mereka mendengar. Hati mereka diliputi kebahagiaan karena kedatangan Nabi. Mereka menganggap salam Rasulullah saw sebagai berkah dan seperti lebaran saja. Mereka masih ingin mendengarnya lagi. Ketika tak terdengar jawaban, Rasulullah saw memberi salam lagi. Tetap tak terdengar jawaban. Rasulullah saw mengulang untuk yang ketiga kali dengan suara lantang, Assalamu&#39;alaikum warahmatullah. Serentak mereka menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sangat heran dengan semua itu. Beliau menanyakan pada mereka apa sebabnya. Mereka mengatakan, &quot; Tidak ya Rasulullah. Kami sudah mendengar sejak tadi. Kami memang sengaja, kami ingin mendapatkan salam lebih banyak&quot;. Rasulullah melanjutkan, &quot;Pembantumu ini terlambat pulang dan tidak berani pulang sendirian. Sekiranya dia harus menerima hukuman, akulah yang akan menerimanya&quot;. Ucapan ini sangat mengejutkan mereka. Kasih sayang Nabi begitu murni, budi pekerti yang utama, yang indah tampak dihadapan mereka. Beliau menempuh perjalanan begitu panjang dan jauh hanya untuk mengantarkan seorang budak yang takut dimarahi majikannya. Lagipula hanya karena terlambat pulang. Bahkan memohonkan maaf baginya pula. Sehingga karena harunya, mereka berkata, &quot;Kami memaafkan dan bahkan membebaskannya. Kedatangannya kemari bersama anda karena untuk mengharap ridha Allah semata&quot;. Budak itu tak terhingga rasa terima kasihnya. Bersyukur atas karunia Allah swt dan kebebasannya karena dari Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw pulang dengan hati gembira. Telah bebas satu perbudakan dengan mengharap ridha Allah swt sepenuhnya. Beliau juga tak lupa mendoakan para wanita itu agar mendapatkan berkah dari Allah swt. Semoga semua harta dan turunan serta semoga selalu tetap dalam keadaan iman dan islam. Beliau sibuk memikirkan peristiwa sehari tadi. Hari yang penuh berkah dan karunia Allah swt semata. Akhirnya beliau berujar dengan, &quot;Belum pernah kutemui berkah angka delapan sebagaimana hari ini. Delapan dirham yang mampu mengamankan seseorang dari ketakutan, dua orang yang membutuhkan serta memerdekakan seorang budak&quot;. Bagi seseorang muslim yang memberikan pakaian pada saudara sesama muslim, Allah akan memelihara selama pakaian itu masih melekat. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/4197122366093374079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=4197122366093374079&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4197122366093374079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/4197122366093374079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/delapan-dirham.html' title='Delapan Dirham'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6957084715262646408.post-7475071532803894234</id><published>2007-12-15T08:58:00.000+07:00</published><updated>2007-12-15T08:59:08.216+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Teladan"/><title type='text'>Aku Ingin Berjuang</title><content type='html'>Seorang pemuda belia dari kabilah Aslam sedang termenung sendirian agaknya dia sedang sibuk memikirkan sesuatu yang membebani hatinya. Pemuda itu bertubuh kuat, gagah, penuh gairah untuk menghadapi masa depan yang penuh berbagai tantangan. Badanya tegap dan kuat, sanggup untuk dihadapkan pada perjuangan seperti yang sedang dilakukan oleh yang lain, jihad fisabilillah. &lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;Adakah jalan yang lebih afdol dan lebih mulia dari jihad fisabilillah..? Rasa-rasanya tak ada. Sebab itulah satu-satunya jalan jika memang benar-benar telah menjadi tujuan dan niat suci untuk mencari restu dn ridho Allah SWT. &quot;Demi Allah, inilah satu kesempatan yang sangat baik&quot;, kata hati pemuda itu. Yah,.....sebab disana, serombongan kaum muslimin sedang bersiap menuju juang jihad fisabilillah. Sebagian sudah berangkat, sebagian lagi baru datang, dan akan segera berangkat. Semuanya menampakan wajah yang senang, pasrah, dan tenang dengan satu iman yang mendalam. Wajah-wajah mereka membayangkan suatu keyakinan penuh, bahwa sebelum ajal berpantang mati. Maut akan menimpa diman pun kita berada. yakin bahwa umur itu satu. kapan kan sampai batasnya, hanya Allah yang maha tahu. Bagaimana sebab dan kejadianya, takdir Allah lah yang menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maut, adalah sesuatu yang tak dapat dihindari manusia. Dia pasti datang menjemput manusia. Entah disaat manusia sedang duduk, diam di rumah, atau mungkin berada dalam perlindungan benteng yang kokoh, mungkin pula sedang bersembunyi ditempat persembunyiannya, di gua yang gelap, di jalan raya yang ramai, ataukah di medan peperangan. Bahkan bukan mustahil maut akan menjemput kala manusia sedang tidur, di atas temapt tidurnya. Semua itu hanya Allah lah yang berkuasa, dan berkehendak atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu kedatangan maut memang masa-masa yang paling mendebarkan jiwa. Betapa tidak? Hanya sendirilah yang dapat dibawa menghadap penguasa yang Esa kelak. Medan juang fisabillah tersedia bagi mereka yang kuat. Penuh keberanian dan keikhlasan mencari ridho Allah semata. Mereka yang berjiwa suci ditengah-tengah tubuh yang perkasa. Angan-angan ikhlas yang disertai hati yang bersih. Memang, saat itu keberanian telah menjiwai setiap kalbu kaum muslimin. Panggilan dan dengungan untuk jihad fisabilillah merupakan angan-angan dan tujuan harapan mereka. Mereka yakin, dibalik hiruk-pikuknya peperangan Allah telah menjanjikan imbalan yang setimpal baginya. Selain dengan itu dia dapat membersihkan jiwanya dari berbagi noda. Baik itu berupa noda-noda aqidah, niat-niat jahat, berbagi dosa perbuatan ataupun kekotoran muamalah yang lain. Pengorbanan mereka yang mulia itu menunjukan kepribadian yang baik dan luhur. Semua sesuai dengan ajaran agama yang murni. Pantas menjadi contoh dan teladan, bahkan sebagai mercu suar yang menerangi dunia dan isi alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah renungan hati pemuda Aslam yang gagah itu. Sepenuh hati dia berkata seolah kepada diri sendiri. &quot;Harus ! harus dan mesti aku berbut sesuatu. Jangan kemiskinan dan kefakiran ini menjadi hamabtan dan penghalang mencapai tujuanku.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantap, penuh keyakinan dan semangat yang tinggi pemuda tersebut ini menggabungkan diri dengan pasukan kaum muslimin. Usia pemuda itu memang masih belia, namun cara berfikir dan jiwanya cukup matang, kemauanya keras, ketangksan dan kelincahan menjadi jaminan kegesitanya di medan juang. Namun mengapa pemuda yang begitu bersemangat itu tak dapat ikut serta dalam barisan pejuan? Seababnya hanya satu. Dia tidak mempunyai bekal dan senjata apa-apa yang dapat dipakainya untuk berperang karena kemiskinan dan kefakiranya. Sebab pikirnya, tidak mungkin untuk terjuan ke medan perjuangan tanpa senjata apapun. Tanpa senjata dia tidak mampu melakukan apapun. Bahkan dia tidak akan berfungsi apa-apa. Mungkin untuk menyelamatkan diri saja, dia tidak mampu. Inilah yang menjadikan pemuda itu berfikir panjang lebar. Otaknya bekerja keras agar hasratnya yang besar berjuang dapat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tidak juga dicapainya pemecahan, dia pergi menghadap Rasulullah SAW. Diceritakan semua keadaan dan penderitaan serta keinginannya yang besar. Dia memang miskin, fakir dan menderita, namun dia tidk mengharapkan apa-apa dari keikutsertaanya berjaung. Dikatakanya kepada Rasulullah SAW, bahwa dia tidak meminta berbagai pendekatan duniawi kepada Rasulullah; Dia hanya menginginkan bagaimana caranya agar dia dapat masuk barisan pejuang fisabilillah. Mendengar hal demikian, Rasulullah bertanya, setelah dengan cermat meneliti dan memandang pemuda tersebut: &quot;Hai pemuda, sebenarnya apa yang engkau katakan itu dan apa pula yang engkau harapkan?&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya ingin berjuang, ya Rasulullah!&quot; jawab pemuda itu. &quot;Lalu apa yang menghalangimu untuk melakukan itu&quot;, tanya Rasulullah SAW kemudian. &quot;Saya tidk mempunyai perbekalan apa-apa untuk persiapan perjaungan itu ya Rasulullah&quot;, jawab pemuda tersebut terus terang. Alangkah tercengangnya Rasulullah mendengar jawaban itu. Cermat diawasinya wajah pemuda tersebut. Wajah yang berseri-seri, tanpa ragu dan penuh keberanian menghadap maut, sementara disana banyak kaum munafikin yang hatinya takut dan gentar apabila terdengar panggilan seruan untuk berjaung jihad fisabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah! jauh benar perbedaan pemuda itu dengan para munafiqin di sana. Kaum munafiqin yang dihinggapi rasa rendah diri, selalu mementingkan diri-sendiri. Mereka tidak suka dan tidak mau memikul beban dan tanggung jawab demi kebenaran yang hakiki. Kaum yang tidak senang hidup dalam alam kedamaian dan ketentraman dlam ajaran agama yang benar. Mereka lebih suka berada dalam hidup dan suasana kegelapan dan kekalutan. Ibarat kuman-kuman kotor, yang hidupnya hanya untuk mengacau dan menghancurkan apa saja. Celakalah mereka yang besar dan tegap badan serta tubuhnya namun licik dan kerdil pikiran serta hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaanlah bagimu yang tepat hai pemuda! semogalah Allah banyak menciptakan manusia-manusia sepertimu. Yang dapat menjadi generasi penerusmu. Yang akan menjunjung tinggi kemulyaan Islam, budi pekerti yang mulia menuju alam yang bahagia sejahtera lahir batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, kaum muslimin sangat memrlukan jiwa yang demikian. Jiwa yang besar penuh keyakinan, dan juga keberanian yang mantap. Sepantasnya pemuda seperti dari kabilah Aslam itu mendapat segala keperluan serta keinginanya untuk melaksanakan hasrat cita-cita keinginan itu. Rasulullah SAW akhirnya berkata kepada pemuda Aslam tersebut: &quot;Pergilah engkau kepada si Fulan! Dia yang sebenarnya sudah siap lengkap dengan perlatan berperang tapi tidak jadi berangkat karena sakit. Nah pergilah kepadanya dan mintalah perlengkapan yang ada padanya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu pun bergegas menemui orang yang ditunjukan Rasulullah SAW tadi. Katanya kepada si Fulan: &quot;Rasulullah SAW menyampaikan salam padamu juga pesan. Beliau berpesan agar perlengkapan perang yang engkau miliki yang tidak jadi engkau pakai pergi berperang agar diserahkan kepadaku.&quot; Orang yang tidak jadi berperang itu penuh hormat menjalankan perintah Rasulullah SAW sambil mengucapkan: &quot;Selamat datang wahai utusan Rasulullah! Saya hormati dan taati segala perintah Rasulullah SAW.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera dia menyuruh istrinya untuk mengambil pakaian dan peralatan perang yang tidak jadi dipakainya. Diserahkan semua itu pada pemuda kabilah Aslam. Sambil mengucapkan terima kasih pemuda tersebut menerima perlengkapan itu. Sebelum dia berangkat dan meninggalkan rumah itu, pemuda tersebut sempat berucap: &quot;Terima kasih sebesar-besarnya. Anda telah menghilangkan seluruh duka dan keputusasaanku. Bagimu pahala Allah yang besar tiada taranya. Terima kasih.........Terima kasih.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda suku Aslam itu kemudian keluar dengan riang. Wajahnya bersinar gembira. Dengan berlari-lari dia meningalkan rumah orang yang tidak jadi berperang itu. Di tengah jalan pemuda tersebut bertemu dengan salah satu temanya yang keheranan dan bengong. Tanyanya: &quot;Hai, hendak kemana engkau?&quot;, &quot;Aku akan menuju janntul firdaus yang selebar langit dan bumi&quot;, jawab pemuda itu dengan singkat dan tepat. &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kloped.blogspot.com/feeds/7475071532803894234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6957084715262646408&amp;postID=7475071532803894234&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7475071532803894234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6957084715262646408/posts/default/7475071532803894234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kloped.blogspot.com/2007/12/aku-ingin-berjuang.html' title='Aku Ingin Berjuang'/><author><name>Ibra Assegaf</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03386202647870089549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>