<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">
<channel>
	<title>Komentar untuk just for communities::KpSHK-Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan</title>
	
	<link>http://kpshk.org</link>
	<description>Just alternative blog for supporting Community Forest</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Apr 2010 06:58:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/komentar-kpshk" /><feedburner:info uri="komentar-kpshk" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:copyright>just for communities::KpSHK-Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan</media:copyright><itunes:author>KpSHK</itunes:author><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Just alternative blog for supporting Community Forest</itunes:subtitle><item>
		<title>Komentar di Nenas dan Patin, Sumber Kehidupan Kami oleh elnino</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/komentar-kpshk/~3/y1LcARqUfOo/comment-page-1</link>
		<dc:creator>KpSHK</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 06:58:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kpshk.org/?p=371#comment-242</guid>
		<description>terima kasih atas komentarnya

Tentang 1996, adalah tahun pencatatan administratif (Desa definitif) oleh wilayah kabupaten, dan angka tersebut keluar dari salah narasumber kami. Memang dari penjelasan narasumber disebutkan Tangkit dimekarkan pada tahun 1985. Data spasial resmi dikeluarkan pada tahun 2006.

terima kasih juga atas tambahan data tentang danau Putih Kuku</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih atas komentarnya</p>
<p>Tentang 1996, adalah tahun pencatatan administratif (Desa definitif) oleh wilayah kabupaten, dan angka tersebut keluar dari salah narasumber kami. Memang dari penjelasan narasumber disebutkan Tangkit dimekarkan pada tahun 1985. Data spasial resmi dikeluarkan pada tahun 2006.</p>
<p>terima kasih juga atas tambahan data tentang danau Putih Kuku</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JXVeoH5ywd3sPA0zwO37Kzi9F3w/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JXVeoH5ywd3sPA0zwO37Kzi9F3w/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JXVeoH5ywd3sPA0zwO37Kzi9F3w/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/JXVeoH5ywd3sPA0zwO37Kzi9F3w/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/komentar-kpshk/~4/y1LcARqUfOo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://kpshk.org/artikel/read/2010/01/04/371/nenas-dan-patin-sumber-kehidupan-kami.kpshk/comment-page-1#comment-242</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Komentar di Nenas dan Patin, Sumber Kehidupan Kami oleh MIa Abhyar Att</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/komentar-kpshk/~3/f0yzopI1d_c/comment-page-1</link>
		<dc:creator>KpSHK</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 19:02:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kpshk.org/?p=371#comment-241</guid>
		<description>Tangkit Baru sebuah desa pemekaran yang sesungguhnya dimekarkan pada tahun 1985, maaf bukan tahun 1996, Tangkit Baru merupakan desa berlahan gambut yang pada awalnya merupakan rawa-rawa dengan nama Danau putih kuku dan pada tahun 1967 mulai dirintis untuk dijadikan lahan perkebunan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tangkit Baru sebuah desa pemekaran yang sesungguhnya dimekarkan pada tahun 1985, maaf bukan tahun 1996, Tangkit Baru merupakan desa berlahan gambut yang pada awalnya merupakan rawa-rawa dengan nama Danau putih kuku dan pada tahun 1967 mulai dirintis untuk dijadikan lahan perkebunan&#8230;</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AblLTi0G1UCDh14ailpmlELyABA/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AblLTi0G1UCDh14ailpmlELyABA/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AblLTi0G1UCDh14ailpmlELyABA/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AblLTi0G1UCDh14ailpmlELyABA/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/komentar-kpshk/~4/f0yzopI1d_c" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://kpshk.org/artikel/read/2010/01/04/371/nenas-dan-patin-sumber-kehidupan-kami.kpshk/comment-page-1#comment-241</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Komentar di Budidaya Rotan Jahab oleh Silam</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/komentar-kpshk/~3/6786N52VTyM/comment-page-1</link>
		<dc:creator>KpSHK</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 06:37:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kpshk.org/?p=617#comment-232</guid>
		<description>Pak Nasir, saya sangat menghargai tulisan Anda yang sangat membantu bagi kami mengenal lebih jauh mengenai rotan.  Meskipun saat ini sedang in rotan sintetis, namun yakinlah bahwa rotan asli akan tetap menjadi bahan furnitur di masa kini maupun di masa mendatang yang artinya nilai ekonomis rotan itu sendiri akan semakin meningkat.  Saat ini khan customer luar negeri pun tampaknya sudah mulai melirik kembali rotan asli karena ramah dengan lingkungan.  Di masa mendatang produk-poduk yang ramah lingkungan akan semakin banyak dicari sehingga rotan asli akan tetap menjadi salah satu bahan utama dalam pembuatan furniture atau accessories lain yang ramah lingkungan.

Salam,

Silam, STP</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Nasir, saya sangat menghargai tulisan Anda yang sangat membantu bagi kami mengenal lebih jauh mengenai rotan.  Meskipun saat ini sedang in rotan sintetis, namun yakinlah bahwa rotan asli akan tetap menjadi bahan furnitur di masa kini maupun di masa mendatang yang artinya nilai ekonomis rotan itu sendiri akan semakin meningkat.  Saat ini khan customer luar negeri pun tampaknya sudah mulai melirik kembali rotan asli karena ramah dengan lingkungan.  Di masa mendatang produk-poduk yang ramah lingkungan akan semakin banyak dicari sehingga rotan asli akan tetap menjadi salah satu bahan utama dalam pembuatan furniture atau accessories lain yang ramah lingkungan.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Silam, STP</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-b50kSnX8ISG3YeJG4VBLfQX-zQ/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-b50kSnX8ISG3YeJG4VBLfQX-zQ/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-b50kSnX8ISG3YeJG4VBLfQX-zQ/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-b50kSnX8ISG3YeJG4VBLfQX-zQ/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/komentar-kpshk/~4/6786N52VTyM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://kpshk.org/artikel/read/2010/02/19/617/budidaya-rotan-jahab.kpshk/comment-page-1#comment-232</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Komentar di Republik Rotan oleh Sarman Thahir</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/komentar-kpshk/~3/wZvo976Ks38/comment-page-1</link>
		<dc:creator>KpSHK</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 14:06:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kpshk.org/?p=537#comment-153</guid>
		<description>Tidak banyak yg paham benar tentang rotan,termasuk pemerintah sebagai pembuat kebijakan, sehingga peraturan yg dikeluarkan selalu tidak pas dan hanya menguntungkan pengusaha mebel namun merugikan masyarakat petani rotan di daerah, sekaligus mengorbankan komoditi rotan itu sendiri. Semestinya libatkan akademisi dan LSM.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak banyak yg paham benar tentang rotan,termasuk pemerintah sebagai pembuat kebijakan, sehingga peraturan yg dikeluarkan selalu tidak pas dan hanya menguntungkan pengusaha mebel namun merugikan masyarakat petani rotan di daerah, sekaligus mengorbankan komoditi rotan itu sendiri. Semestinya libatkan akademisi dan LSM.</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2RqzhX1AHyfleDR551hlXGr6cVc/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2RqzhX1AHyfleDR551hlXGr6cVc/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2RqzhX1AHyfleDR551hlXGr6cVc/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2RqzhX1AHyfleDR551hlXGr6cVc/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/komentar-kpshk/~4/wZvo976Ks38" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://kpshk.org/artikel/read/2010/02/12/537/republik-rotan.kpshk/comment-page-1#comment-153</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Komentar di Budidaya Sega P3R oleh Nurita</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/komentar-kpshk/~3/kzbE_qL03lY/comment-page-1</link>
		<dc:creator>KpSHK</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 11:54:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kpshk.org/?p=613#comment-113</guid>
		<description>Dari beberapa komentar di dua tulisan tentang budidaya rotan. Jelas tergambar bahwa apa yang ada di kepala beberapa orang ketika bicara rotan hanya berpikir dari sudut kepentingan ekonomi saja. Padahal budidaya Rotan bagi masyarakat Dayak bukan sekedar untuk memenuhi kepentingan ekonomi tapi juga kepentingan sosial, budaya dan lingkungan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari beberapa komentar di dua tulisan tentang budidaya rotan. Jelas tergambar bahwa apa yang ada di kepala beberapa orang ketika bicara rotan hanya berpikir dari sudut kepentingan ekonomi saja. Padahal budidaya Rotan bagi masyarakat Dayak bukan sekedar untuk memenuhi kepentingan ekonomi tapi juga kepentingan sosial, budaya dan lingkungan.</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uw-02gGoJ-ckB1xRlgNWZsWtHCs/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uw-02gGoJ-ckB1xRlgNWZsWtHCs/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uw-02gGoJ-ckB1xRlgNWZsWtHCs/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/uw-02gGoJ-ckB1xRlgNWZsWtHCs/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/komentar-kpshk/~4/kzbE_qL03lY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://kpshk.org/artikel/read/2010/02/19/613/budidaya-rotan-ala-p3r-bagian-1.kpshk/comment-page-1#comment-113</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Komentar di Budidaya Rotan Jahab oleh admin</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/komentar-kpshk/~3/hp_nSQeIDfg/comment-page-1</link>
		<dc:creator>KpSHK</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 10:30:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kpshk.org/?p=617#comment-107</guid>
		<description>Pak Umar Dhani, terima kasih telah memerikan respon yang baik buat kita bersama melalui media ini, tetapi saran aja mungkin bapak lupa Caps Lock bapak hidup, (untuk kenyamanan bersama pak baiknya tidak huruf kapital semua pak). Dengan huruf kapital semua, menandakan seperti orang marah pak...

Terima kasih pak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Umar Dhani, terima kasih telah memerikan respon yang baik buat kita bersama melalui media ini, tetapi saran aja mungkin bapak lupa Caps Lock bapak hidup, (untuk kenyamanan bersama pak baiknya tidak huruf kapital semua pak). Dengan huruf kapital semua, menandakan seperti orang marah pak&#8230;</p>
<p>Terima kasih pak.</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EN00errZX7-yDCKM03T_s755CxA/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EN00errZX7-yDCKM03T_s755CxA/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EN00errZX7-yDCKM03T_s755CxA/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/EN00errZX7-yDCKM03T_s755CxA/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/komentar-kpshk/~4/hp_nSQeIDfg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://kpshk.org/artikel/read/2010/02/19/617/budidaya-rotan-jahab.kpshk/comment-page-1#comment-107</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Komentar di Budidaya Rotan Jahab oleh mohammad nasir</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/komentar-kpshk/~3/0T7wydz2-Nw/comment-page-1</link>
		<dc:creator>KpSHK</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 08:55:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kpshk.org/?p=617#comment-106</guid>
		<description>Saya banyak terima kasih kepada sahabat yang telah memberikan saran dan kritik soal tulisan ini.

Sejatinya tulisan ini saya buat untuk mengenang bahwa Indonesia pernah menjadi penghasil rotan no. 1 di dunia. Hampir bisa dipastikan rotan hanya akan menjadi kenangan manis di masa silam. Tulisan ini mungkin berguna bagi kelompok-kelompok yang berminat secara individu untuk membudidayakan rotan.

Saya tahu Mendag telah mengeluarkan aturan itu. Tulisan ini setidaknya tidak berhubungan langsung dengan aturan itu. Seperti yang saya katakan di atas bahwa rotan indonesia akan dikenang dunia bila saatnya nanti sudah musnah. Dan tulisan ini bisa menjadi acuan karena saya menulisnya langsung berdasarkan pengalaman petani rotan di Kutai Barat Kalimantan Timur. 

salam,
nasir</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya banyak terima kasih kepada sahabat yang telah memberikan saran dan kritik soal tulisan ini.</p>
<p>Sejatinya tulisan ini saya buat untuk mengenang bahwa Indonesia pernah menjadi penghasil rotan no. 1 di dunia. Hampir bisa dipastikan rotan hanya akan menjadi kenangan manis di masa silam. Tulisan ini mungkin berguna bagi kelompok-kelompok yang berminat secara individu untuk membudidayakan rotan.</p>
<p>Saya tahu Mendag telah mengeluarkan aturan itu. Tulisan ini setidaknya tidak berhubungan langsung dengan aturan itu. Seperti yang saya katakan di atas bahwa rotan indonesia akan dikenang dunia bila saatnya nanti sudah musnah. Dan tulisan ini bisa menjadi acuan karena saya menulisnya langsung berdasarkan pengalaman petani rotan di Kutai Barat Kalimantan Timur. </p>
<p>salam,<br />
nasir</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6Li6doeF2KHMq2fTNnqQHsm--u4/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6Li6doeF2KHMq2fTNnqQHsm--u4/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6Li6doeF2KHMq2fTNnqQHsm--u4/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6Li6doeF2KHMq2fTNnqQHsm--u4/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/komentar-kpshk/~4/0T7wydz2-Nw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://kpshk.org/artikel/read/2010/02/19/617/budidaya-rotan-jahab.kpshk/comment-page-1#comment-106</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Komentar di Budidaya Rotan Jahab oleh elnino</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/komentar-kpshk/~3/F76912sNb4g/comment-page-1</link>
		<dc:creator>KpSHK</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 08:53:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kpshk.org/?p=617#comment-105</guid>
		<description>Masyarakat Kalimantan menanam (budidaya) rotan jauh sebelum keluarnya peraturan-peraturan yang menghambat perkembangan industri Rotan di Indonesia.

Tulisan ini adalah kondisi yang terjadi dilapangan, bukan masukan dari pihak lain, tapi lebih kepada budaya masyarakat itu sendiri.

Ini yang jadi perhatian, dan sekaligus titik awal untuk kembali menghidupkan rotan sebagai komoditas primadona yang pernah terlupakan... kalau bukan dari kita siapa lagi yang mau memulai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat Kalimantan menanam (budidaya) rotan jauh sebelum keluarnya peraturan-peraturan yang menghambat perkembangan industri Rotan di Indonesia.</p>
<p>Tulisan ini adalah kondisi yang terjadi dilapangan, bukan masukan dari pihak lain, tapi lebih kepada budaya masyarakat itu sendiri.</p>
<p>Ini yang jadi perhatian, dan sekaligus titik awal untuk kembali menghidupkan rotan sebagai komoditas primadona yang pernah terlupakan&#8230; kalau bukan dari kita siapa lagi yang mau memulai.</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nxl15ATZbn-Hq4Kx2Lso6mRWkOs/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nxl15ATZbn-Hq4Kx2Lso6mRWkOs/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nxl15ATZbn-Hq4Kx2Lso6mRWkOs/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nxl15ATZbn-Hq4Kx2Lso6mRWkOs/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/komentar-kpshk/~4/F76912sNb4g" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://kpshk.org/artikel/read/2010/02/19/617/budidaya-rotan-jahab.kpshk/comment-page-1#comment-105</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Komentar di Republik Rotan oleh Arsad</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/komentar-kpshk/~3/shdPWZ6_UWg/comment-page-1</link>
		<dc:creator>KpSHK</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 06:41:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kpshk.org/?p=537#comment-104</guid>
		<description>ROTAN ?
PERATURAN TATANIAGA ROTAN PEMERINTAH TELAH MEMATIKAN MASA DEPAN ROTAN, DGN MEMPERSULIT PEMASARAN EKSPOR, PADAHAL :
1.POTENSI PRODUKSI 600.000TON/TAHUN,TERSERAP DLM NEGERI HANYA 50.000TON
2.KUOTA EKSPOR ROTAN DIKAITKAN WAJIB PASOK,MAU PASOK KPD SIAPA DI JAWA?
3.EKSPOR ROTAN ALAM HRS DIPOLES/KUPAS,PDHAL BANYAK JENIS ROTAN TDK BISA DIPOLES (ROTAN PULUT DLL) &amp; BANYAK JENIS ROTAN TDK TEPAT DIPOLES BAHKAN JATUH HARGA JIKA DIPOLES (SEMAMBU,MANAO).
SEMESTINYA UBAH PERATURAN TATANIAGA ROTAN TERLEBIH DAHULU SEBELUM GALAKKAN BUDIDAYA ROTAN, UTK APA DI BUDIDAYA KAN JIKA TIDAK PUNYA NILAI EKONOMIS?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ROTAN ?<br />
PERATURAN TATANIAGA ROTAN PEMERINTAH TELAH MEMATIKAN MASA DEPAN ROTAN, DGN MEMPERSULIT PEMASARAN EKSPOR, PADAHAL :<br />
1.POTENSI PRODUKSI 600.000TON/TAHUN,TERSERAP DLM NEGERI HANYA 50.000TON<br />
2.KUOTA EKSPOR ROTAN DIKAITKAN WAJIB PASOK,MAU PASOK KPD SIAPA DI JAWA?<br />
3.EKSPOR ROTAN ALAM HRS DIPOLES/KUPAS,PDHAL BANYAK JENIS ROTAN TDK BISA DIPOLES (ROTAN PULUT DLL) &amp; BANYAK JENIS ROTAN TDK TEPAT DIPOLES BAHKAN JATUH HARGA JIKA DIPOLES (SEMAMBU,MANAO).<br />
SEMESTINYA UBAH PERATURAN TATANIAGA ROTAN TERLEBIH DAHULU SEBELUM GALAKKAN BUDIDAYA ROTAN, UTK APA DI BUDIDAYA KAN JIKA TIDAK PUNYA NILAI EKONOMIS?</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Y_59JAl5rzcx-2x0odJB3T7cTUk/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Y_59JAl5rzcx-2x0odJB3T7cTUk/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Y_59JAl5rzcx-2x0odJB3T7cTUk/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Y_59JAl5rzcx-2x0odJB3T7cTUk/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/komentar-kpshk/~4/shdPWZ6_UWg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://kpshk.org/artikel/read/2010/02/12/537/republik-rotan.kpshk/comment-page-1#comment-104</feedburner:origLink></item>
	<item>
		<title>Komentar di Budidaya Rotan Jahab oleh Moh.Suaib</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/komentar-kpshk/~3/40Fbx_LKeo0/comment-page-1</link>
		<dc:creator>KpSHK</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 06:26:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kpshk.org/?p=617#comment-103</guid>
		<description>bung Nasir, anda tahu kah pemerintah melarang/menghambat tataniaga rotan ? 
1.Dihambat ekspor rotan melalui Permendag 36/2009, sekalipun tdk terserap di dalam negeri.
2.Ekspor rotan alam hrs dikupas (tidak berkulit) walaupun rotan natural berkulit kadang lebih mahal harganya di luar negeri.
3.Dikenakan aturan "wajib pasok" walaupun tidak tahu hrs pasok ke siapa.

Maka sebaiknya anda pelajari baik2 aturan itu sebelum anda turun mengorbankan banyak rakyat yg anda jerumuskan menanam rotan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bung Nasir, anda tahu kah pemerintah melarang/menghambat tataniaga rotan ?<br />
1.Dihambat ekspor rotan melalui Permendag 36/2009, sekalipun tdk terserap di dalam negeri.<br />
2.Ekspor rotan alam hrs dikupas (tidak berkulit) walaupun rotan natural berkulit kadang lebih mahal harganya di luar negeri.<br />
3.Dikenakan aturan &#8220;wajib pasok&#8221; walaupun tidak tahu hrs pasok ke siapa.</p>
<p>Maka sebaiknya anda pelajari baik2 aturan itu sebelum anda turun mengorbankan banyak rakyat yg anda jerumuskan menanam rotan.</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6UXQt0qfTnx1CBSN3kG0_tWPIU4/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6UXQt0qfTnx1CBSN3kG0_tWPIU4/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6UXQt0qfTnx1CBSN3kG0_tWPIU4/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6UXQt0qfTnx1CBSN3kG0_tWPIU4/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/komentar-kpshk/~4/40Fbx_LKeo0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
	<feedburner:origLink>http://kpshk.org/artikel/read/2010/02/19/617/budidaya-rotan-jahab.kpshk/comment-page-1#comment-103</feedburner:origLink></item>
<language>en-us</language><copyright>just for communities::KpSHK-Konsorsium Pendukung Sistem Hutan Kerakyatan</copyright><media:credit role="author">KpSHK</media:credit><media:rating>nonadult</media:rating></channel>
</rss>
