<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>KOTA UDANG</title><description>Situs seputar kota udang, cirebon, berita, informasi, kegiatan, acara, kultur, seni budaya, makanan</description><managingEditor>noreply@blogger.com (encep)</managingEditor><pubDate>Thu, 5 Sep 2024 13:32:50 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">145</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Situs seputar kota udang, cirebon, berita, informasi, kegiatan, acara, kultur, seni budaya, makanan</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>PARAH SEKALI BANJIRNYA</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2011/03/parah-sekali-banjirnya_23.html</link><category>Seputar Cirebon</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Wed, 23 Mar 2011 20:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-4748154367733608264</guid><description>&lt;strong&gt;CIREBON- &lt;/strong&gt;Banjir yang menggenangi Kota Cirebon Sabtu  (11/3) dini hari khususnya di Karanganom Kelurahan Pegambiran Kecamatan  Lemahwungkuk, ternyata hingga kemarin (12/3) sore masih belum kunjung  surut. Ratusan rumah terendam banjir.&lt;br /&gt;
Pantauan Radar di Karanganom, banjir yang merendam rumah warga seakan  tidak mau surut, bahkan warga yang rumahnya terendam terlihat hanya bisa  pasrah karena tidak tahu harus berbuat apa untuk mengatasi banjir.&lt;br /&gt;
Bunari, warga RT 01 RW 08 Karanganom yang rumahnya terendam&amp;nbsp;  mengungkapkan, banjir terjadi Sabtu (11/3) dini hari sekitar pukul  00.00. Meski air hujan mulai masuk ke rumah, saat itu dirinya belum  begitu was-was. Malah anak istrinya tetap tidur di atas tempat tidur.  Namun kondisi tersebut tidak bertahan lama, sekitar pukul 03.00,  tiba-tiba air yang sudah masuk ke rumah meluap hingga setengah meter.  Praktis seluruh isi ruangan di rumahnya terendam banjir. &lt;br /&gt;
&lt;div style="background: url(http://img205.imageshack.us/img205/553/foto373.jpg http://img44.imageshack.us/img44/2369/foto365q.jpg http://img21.imageshack.us/img21/9039/foto747.jpg http://img134.imageshack.us/img134/7838/foto231r.jpg) no-repeat;"&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PARAH SEKALI BANJIRNYA</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2011/03/parah-sekali-banjirnya.html</link><category>Seputar Cirebon</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Wed, 23 Mar 2011 20:12:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-3278727776895564166</guid><description>&lt;strong&gt;CIREBON- &lt;/strong&gt;Banjir yang menggenangi Kota Cirebon Sabtu  (11/3) dini hari khususnya di Karanganom Kelurahan Pegambiran Kecamatan  Lemahwungkuk, ternyata hingga kemarin (12/3) sore masih belum kunjung  surut. Ratusan rumah terendam banjir.&lt;br /&gt;
Pantauan Radar di Karanganom, banjir yang merendam rumah warga seakan  tidak mau surut, bahkan warga yang rumahnya terendam terlihat hanya bisa  pasrah karena tidak tahu harus berbuat apa untuk mengatasi banjir.&lt;br /&gt;
Bunari, warga RT 01 RW 08 Karanganom yang rumahnya terendam&amp;nbsp;  mengungkapkan, banjir terjadi Sabtu (11/3) dini hari sekitar pukul  00.00. Meski air hujan mulai masuk ke rumah, saat itu dirinya belum  begitu was-was. Malah anak istrinya tetap tidur di atas tempat tidur.  Namun kondisi tersebut tidak bertahan lama, sekitar pukul 03.00,  tiba-tiba air yang sudah masuk ke rumah meluap hingga setengah meter.  Praktis seluruh isi ruangan di rumahnya terendam banjir. &lt;br /&gt;
&lt;div style="background: url(http://img205.imageshack.us/img205/553/foto373.jpg http://img44.imageshack.us/img44/2369/foto365q.jpg http://img21.imageshack.us/img21/9039/foto747.jpg http://img134.imageshack.us/img134/7838/foto231r.jpg) no-repeat;"&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Banjir Terus Di Perumnas</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2011/03/banjir-terus-di-perumnas.html</link><category>Seputar Cirebon</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Wed, 23 Mar 2011 20:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-6946835479595394087</guid><description>&lt;strong&gt;CIREBON &lt;/strong&gt;– Keinginan warga Perumnas Kecamatan Harjamukti  terutama yang berada di pinggir tanggul Sungai Cikalong agar Pemkot  Cirebon meninggikan tanggul sungai harus kecewa. Sebab, untuk tahun 2011  ini Pemkot Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum, Energi Sumber Daya  Mineral (DPUESDM) belum berencana untuk meninggikan tanggul.&lt;br /&gt;
Menurut Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUESDM Kota Cirebon, Ir Nasrun, di  tahun 2011 ini anggaran untuk bidang SDA sangat minim dibandingkan tahun  lalu karena tidak mendapatkan anggaran untuk proyek fisik. “Karena  anggaran untuk DPUESDM tahun ini turun drastis, maka tahun 2011 ini  bidang SDA hanya mendapatkan Rp250 juta untuk pemeliharaan rutin dan  Rp30 juta untuk membuat peraturan daerah (perda),” kata dia kepada  Radar, Minggu (13/3).&lt;br /&gt;
Dia mengatakan, meski mendapatkan anggaran dari APBD Kota Cirebon,  direncanakan tahun 2011 ini bidang SDA akan mendapatkan bantuan dari  APBD 1 Jawa Barat sebesar Rp10 miliar. Nantinya anggaran bantuan  tersebut akan digunakan untuk pembangunan senderan dan dinding Sungai  Cikalong yang tergerus air. “Sedangkan untuk permintaan warga untuk  meninggikan tanggul Sungai Cikalong belum bisa dipastikan karena masih  akan kami pelajari,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://radarcirebon.com/"&gt;http://radarcirebon.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background: url(http://img205.imageshack.us/img205/553/foto373.jpg http://img44.imageshack.us/img44/2369/foto365q.jpg http://img21.imageshack.us/img21/9039/foto747.jpg http://img134.imageshack.us/img134/7838/foto231r.jpg) no-repeat;"&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Genjring Rudat dan Brai</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2010/08/genjring-rudat-dan-brai.html</link><category>Tradisi</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Wed, 4 Aug 2010 00:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-7038556623935995370</guid><description>&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Pada awalnya Seni Rudat hanya  berkembang   di pesantren-pesantren, namun kemudian seni yang  bernafaskan Islam ini   berkembang pula di masyarakat umum. Munculnya  kesenian berawal dari tumbuhnya   semangat perjuangan masyarakat dalam  upayanya melawan penjajah yang dipimpin   oleh seorang pangeran dari  Kesultanan Kanoman Cirebon. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Bersama pimpinan-pimpinan pesantren  ia menyusun kekuatan dengan   mengajarkan ilmu beladiri pada para  santri. Kegiatan tersebut kemudian   disamakan dengan membentuk  gerakan-gerakan berbentuk tarian. Maka dalam   tarian Rudat, kita akan  melihat perpaduan gerak silat, dzikir dan gerakan   sholat, kemudian  diiringi dengan lantunan puji-pujian yang mengagungkan asma   Allah dan  Rasulnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Adapun alat musik yang digunakan dalam pertunjukan Rudat  adalah   perangkat genjring, trebang dan bedug.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Brai berasal dari kata birahi atau    kasmaran yaitu cinta kepada Allah. Karena itu bernafaskan Islam dan    berkembang sejak zaman Sunan Gunung Jati dan digunakan sebagai sarana    pengembangan ajaran agama Islam. Waditra yang digunakan adalah 2 buah  terbang   dan gendang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Busana yang digunakan adalah busana  muslim lengkap dengan jilbabnya   bagi pemain wanita dan bagi pemain  pria baju takwa, kopiah dan sarung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU8rct9GxxXFCD58BAk9Q8NLDrUeg1YP5lWtqngrXxUZ9t6j_pYKnJ2tMLfJFX0PaUNOTcFWxBxPbDoIYbWDtGT2Vq6fdYZ9so2cVEqPjKW2ABLTPmT4nxXuoLFtpXwCeTmYdF6rMKw7c/s1600/brai.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU8rct9GxxXFCD58BAk9Q8NLDrUeg1YP5lWtqngrXxUZ9t6j_pYKnJ2tMLfJFX0PaUNOTcFWxBxPbDoIYbWDtGT2Vq6fdYZ9so2cVEqPjKW2ABLTPmT4nxXuoLFtpXwCeTmYdF6rMKw7c/s320/brai.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Terbang  atau trebang sebenarnya merupakan bentuk tabuhan semacam genjring.  Sedangkan brai berasal kata dari "birahi" yang berarti kasmaran atau  jatuh cinta. Namun berahi di sini sebagai "berahi" kepada Allah atau  lazim dikatakan "Brai maring Pengeran" (cinta kepada Allah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Dari berbagai catatan yang ada, seni brai  diperkirakan telah dikenal sejak abad ke-13 sebelum berdirinya  Kesultanan Cirebon. Diceritakan, berawal dari tiga pemuda Timur Tengah  bernama Sayid Abdillah, Abdurrakhman, dan Abdurrakhim diperintahkan  orang tuanya mencari seorang bernama Syekh Nur Jati di Tanah Jawa  (Cirebon) untuk berguru dan memperdalam ajaran Islam. Selama dalam  perjalanan itulah mereka menyenandungkan syair-syair mengenai keagungan  Allah dan rasul-Nya, Muhamad saw. Mendengar irama itu, masyarakat yang  belum mengenal Islam berbondong-bondong mengikuti tiga pemuda tampan itu  dari belakang hingga ke Gunung Ampara Jati pimpinan Syekh Nur Jati  (Disbudpar Kota Cirebon, 2006). Brai digelarkan biasanya pada malam  Jumat atau pada acara-acara tertentu, seperti mitung wulan, puputan, dan  acara-acara lain yang berkaitan dengan syukuran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Penggunaan genjring sebagai alat tabuh dilakukan  juga pada seni rudat. Bedanya irama genjring rudat lebih keras,  bergairah, dan beraturan. Sedangkan pada brai, genjring ditabuh dengan  sangat lembut dengan diselingi syair-syair keagungan dan ketauhidan.  Seni rudat lebih menekankan pada irama yang keras dan diiringi selawat  nabi serta tarian pencak silat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Abtadi-ul  imlaa-a bismidzdzatil ‘aliyah (Aku memulai menulis – kisah maulid Nabi  Muhammad saw. – ini dengan menyebut nama Allah Zat Yang Mahamulia).  Begitulah mereka mengucapkan sebait syair yang ditulis Syaikh Ja’far Al  Barzanjie sebagai awal dari lagu-lagu rudat yang akan mereka mainkan.  Sudah tentu syair itu diucapkan sebelumnya mereka membaca basmallah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Syair-syair karya Al Barzanjie memang telah  lama menjadi pilihan kaum santri di pinggiran jalur pantura dalam  memuja-muji Allah SWT dan memuliakan Kanjeng Nabi Muhammad saw. Mereka  melagukannya di masjid-masjid, musala, dan rumah-rumah pada hari-hari  tertentu. Mereka terus berupaya mengenang Rasulullah Muhammad melalui  syair-syair tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pada  saat upacara tradisional mitung wulan (tujuh bulan), puputan, khitanan,  nyukur (mencukur) rambut jabang bayi yang telah berumur 40 hari atau  pada saat-saat sukacita sebagai rasa syukur dan penghormatan terhadap  Rasulullah, genjring rudat dimainkan. Beberapa lagu cuplikan dari syair  Al Barzanjie yang paling populer, di antaranya Al Muqoddamili dan Al  Musaf fa ufil waroo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Rudat  yang diduga berasal kata dari iradat merupakan salah satu sifat Allah  Yang Mahaagung, berarti berkehendak. Kehendak Tuhan Yang Mahabenar  itulah yang ditafsirkan dengan diutusnya Nabi Muhammad saw. ke muka bumi  sebagai rahmatan lil’alamiin. Rudat kemudian menjadi bentuk kesenian  tradisional di Cirebon.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pada  awalnya rudat hanya dimainkan dalam kelompok kecil yang terdiri dari  lima hingga sepuluh orang. Mereka bermain di masjid dan surau-surau.  Dari tempat ini, dakwah Islamiyah dikembangkan sebab dari syair-syair  yang dinyanyikan seluruhnya berisi ajaran untuk menyembah Allah Yang  Maha Tunggal dan meneladani Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Bentuk seni lain yang serupa, tapi tak sama adalah gembyung.  Iramanya lebih halus, demikian pula lagu-lagu yang dibawakannya terasa  sangat lembut. Namun, baik rudat, brai, maupun gembyung pada dasarnya  memiliki nilai dasar seni yang sama, yakni melagukan selawat nabi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Pada seputar tahun 1960-an, seni rudat  mengalami kejayaannya. Bahkan, kemudian dimodifikasi dengan  atraksi-atraksi akrobat yang diramu dengan debus. Kesenian ini pun  sempat berganti nama menjadi genjring akrobat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Marhaban yaa marhaban yaa marhaban, marhaban  jaddal husaini marhaban. Yaa nabii salaam ‘alaiika yaa rasuul salaam  ‘alaika. Yaa habiib salaam ‘alaika shalawaatullaah ‘alaika. Asyraqal  badru’alainaa fakhtafat minhul buduruu. "Selamat datang, selamat datang  wahai kakek Hasan dan Husein, selamat datang. Wahai Nabi, semoga  kesejahteraan selalu melimpah kepadamu. Wahai Rasul, semoga  kesejahteraan selalu melimpah kepadamu. Wahai kekasih, semoga  kesejahteraan selalu melimpah kepadamu. Semoga rahmat Allah selalu  tercurah kepadamu. Telah terbit bulan purnama kepada kita, maka  bersembunyi dan suramlah semua bulan dibandingkan bulan purnama itu…."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Kitab Barzanjie memang memiliki makna  tersendiri bagi kaum santri "pinggiran" di sepanjang jalur pantura.  Karya sastra terkemuka di Timur Tengah pada seputar abad ke-12 itu telah  menjadi bagian kehidupan sastra lisan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU8rct9GxxXFCD58BAk9Q8NLDrUeg1YP5lWtqngrXxUZ9t6j_pYKnJ2tMLfJFX0PaUNOTcFWxBxPbDoIYbWDtGT2Vq6fdYZ9so2cVEqPjKW2ABLTPmT4nxXuoLFtpXwCeTmYdF6rMKw7c/s72-c/brai.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jadwal Kereta</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2010/07/jadwal-kereta.html</link><category>Seputar Cirebon</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Tue, 6 Jul 2010 00:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-1702492529768604288</guid><description>&lt;div class="snap_preview"&gt;JADWAL KERETA CIREBON EKSPRESS&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadwal cirebon-Gambir&lt;br /&gt;
Tarif Cirebon – Gambir : Eksekutif – Rp. 70.000&lt;br /&gt;
Bisnis – Rp. 55.000&lt;br /&gt;
Anak – Rp. 44.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JADWAL:&lt;br /&gt;
KA 91 Berangkat: 06.15 (Cirebon) Datang: 09.10 (Gambir)&lt;br /&gt;
KA 93 Berangkat: 07.45 (Cirebon) Datang: 10.40 (Gambir)&lt;br /&gt;
KA 95 Berangkat: 10.00 (Cirebon) Datang: 12.51 (Gambir)&lt;br /&gt;
KA 97 Berangkat: 15.00 (Cirebon) Datang: 17.52 (Gambir)&lt;br /&gt;
KA 99 Berangkat: 18.00 (Cirebon) Datang: 20.51 (Gambir)&lt;br /&gt;
Jadwal Gambir – Cirebon&lt;br /&gt;
Tarif Gambir – Cirebon : Eksekutif – Rp. 70.000&lt;br /&gt;
Bisnis – Rp. 55.000&lt;br /&gt;
Anak – Rp. 44.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JADWAL:&lt;br /&gt;
KA 92 Berangkat: 05.45 (Gambir) Datang: 08.53 (Cirebon)&lt;br /&gt;
KA 94 Berangkat: 09.35 (Gambir) Datang: 12.29 (Cirebon)&lt;br /&gt;
KA 96 Berangkat: 11.00 (Gambir) Datang: 13.56 (Cirebon)&lt;br /&gt;
KA 98 Berangkat: 13.15 (Gambir) Datang: 16.11 (Cirebon)&lt;br /&gt;
KA 100 Berangkat: 18.15 (Gambir) Datang: 21.12 (Cirebon)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JADWAL KERETA ARGO JATI&lt;br /&gt;
Jadwal cirebon-Gambir&lt;br /&gt;
Tarif Cirebon – Gambir : Eksekutif – Rp. 75.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JADWAL:&lt;br /&gt;
KA 27 Berangkat: 05.45 (Cirebon) Datang: 08.23 (Gambir)&lt;br /&gt;
KA 29 Berangkat: 14.00 (Cirebon) Datang: 16.38 (Gambir)&lt;br /&gt;
Jadwal Gambir – Cirebon&lt;br /&gt;
Tarif Gambir – Cirebon : Eksekutif – Rp. 75.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JADWAL:&lt;br /&gt;
KA 28 Berangkat: 09.00 (Gambir) Datang: 11.36 (Cirebon)&lt;br /&gt;
KA 30 Berangkat: 17.10 (Gambir) Datang: 19.51 (Cirebon)&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perairan Cirebon jadi Perburuan Harta Karun</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2010/07/perairan-cirebon-jadi-perburuan-harta.html</link><category>Seputar Cirebon</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Tue, 6 Jul 2010 00:05:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-797533793613938741</guid><description>&lt;div style="font-size: 16px;"&gt;          &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;    &lt;/div&gt;&lt;hr size="1" style="background-color: #d1d1e1; color: #d1d1e1;" /&gt;    &lt;!-- / icon and title --&gt;       &lt;!-- message --&gt;                        Danlanal Cirebon Letkol Laut P Deny Septiana  mengatakan, Periran Cirebon sudah sejak lama dikenal sebagai tempat  perburuan liar harta karun atau Benda Berharga Muatan Asal Kapal  Tenggelam BMKT. Perburuan tidak hanya dilakukan oleh penyelam  tradisional dan nelayan lokal dengan peralatan yang sederhana, tetapi  diduga melibatkan sindikat internasional. Menurutnya Perairan Cirebon  menjadi lahan perburuan bagi pencari harta karun dari seluruh dunia,  dari sekira 640 lokasi benda berharga BMKT, 120 titik di antaranya  terletak di wilayah perairan Cirebon. Dengan potensi yang ada, tidak  heran sudah banyak pemburu liar melakukan pengambilan benda-benda antik  dari dasar laut. Permasalahan Perburuan Harta Karun yang mencuat  akhir–akhir ini dengan disitanya ribuan keramik peninggalan Dinasti Ming  ke 10 ini, diperkirakan sudah berlangsung lama.  Sementara itu,  menanggapi permasalahan Ijin Eksplorasi wilayah Laut yang dilakukan oleh  pihak swasta,  Kasi Perijinan Direktorat Peninggalan Bawah Air, Dirjen  Sejarah dan Purbakala, Kementrian Budaya dan Pariwisata, Pahang  mengatakan, kalau pihaknya memang telah mengeluarkan Ijin tersebut.  Pihaknya juga membenarkan banyaknya upaya-upaya pencarian baik yang  dilakukan secara legal maupun ilegal untuk mengangkat harta karun yang  tersimpan di dasar perairan Cirebon. Pahang mencontohkan kasus pencarian  ilegal seperti ditemukan dua kapal layar motor KLM Alini Jaya dan KLM  Asli tanpa awak yang membawa ribuan harta karun yang jumlahnya mencapai  ribuan di perairan sekitar Ciasem, Blanakan, Subang, Jabar yang  tertangkap oleh Ditpolair Jabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Pahang, untuk pencarian harta karun di seluruh perairan  Indonesia, pihaknya memberikan ijin kepada pihak swasta, untuk  eksplorasi dan pengangkatan harta dari dasar laut. Untuk tahun 2010  pihaknya memberikan ijin kepada 7 perusahaan untuk melakukan eksplorasi  di wilayah perairan Indonesia, tiga di antaranya berada di perairan  Cirebon.  Hasil pencarian harta bawah laut tersebut, kata Pahang  selanjutnya akan dilelang yang menurut rencana akan digelar Bulan JUNI  tahun 2010. Lelang tersebut atas harta karun yang ditemukan PT Paradigma  Putera Sejahtera PPS di perairan Karangsong, Indramayu pada tahun 2004  lalu. Dijelaskan, pada Mei 2004 nelayan Indramayu menemukan keramik  Tiongkok, berupa guci, untaian emas, perak, batu akik, yang jenisnya  mencapai ratusan yang menurut hasil penelitian merupakan peninggalan  Dinasti Ming atau dinasti kelima Cina, abad ke 10, dan Penemuan oleh  nelayan tersebut berada di wilayah eksplorasi PT PPS.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, tambah Pahang, penemuan harta karun berupa ribuan keramik  jenis mangkok dan piring di perairan Blanakan Subang yang saat ini  sedang diteliti merupakan kegiatan ilegal karena yang mempunyai ijin  ekspolasi di wilayah itu adalah PT Komexindo. Pihak perusahaan kemudian  melaporkan pengangkatan harta karun ilegal tersebut ke pos AL Blanakan.  Petugas kemudian mengamankan ribuan keramik sudah dikemas dalam kardus.  Danlanal Cirebon Letkol Laut P Deny Septiana mengatakan, berdasarkan  laporan tersebut pihaknya langsung mengamankan keramik, petugas juga  mengamankan perlengkapan yang digunakan untuk mengangkat harta karun  tersebut, seperti kompresor dan selang. peralatan yang digunakan masih  tradisional. Dari peralatan yang digunakan tersebut dipastikan  benda-benda antik tersebut diambil dari perairan dangkal, kurang dari  100 meter di bawah permukaan laut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tim penanganan indikasi ilegal Barang Berharga Muatan Kapal Tenggelam  (BMKT) dari Kementrian Budaya dan Pariwisata, turun ke Cirebon untuk  melakukan penelitian dan investigasi terhadap penemuan ribuan keramik  Cina hasil penyitaan dari kegiatan pencarian ilegal di perairan  Blanakan, Kabupaten Subang beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua tim penanganan , Rini Supriyatun yang juga arkeolog dari Dirjen  Sejarah dan Purbakala, Direktorat Peninggalan Bawah Air mengatakan,  pihaknya belum memastikan nilai dan usia barang-barang antik tersebut  karena proses penelitian masih dilakukan. “Yang jelas sesuai UU No. 5  Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya penemuan ini sudah masuk kategori  benda purbakala atau benda cagar budaya (BCG),” ujar Rini Supriyatun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan, pihaknya baru melakukan klasifikasi berdasarkan jenis dan  bentuk keramik. Hingga sore tadi, pihaknya baru menemukan sepuluh jenis  keramik yang berbeda dari enam dus harta karun sitaan yang baru selesai  diklasifikasi. Dari bentuk dan motifnya, lanjut Rini, keramik Cina yang  ditemukan di perairan Blanakan Subang ini mempunyai keunikan.  “Sepengetahuan saya jenis keramik ini baru pertama kali saya teliti,”  kata Rini. Namun, dari sisi usia, Rini memperkirakan benda-benda kono  ini tidak lebih tua dari penemuan serupa di perairan Karangsong,  Indramayu Pada tahun 2004 yang dipastikan merupakan peninggalan Dinasti  Ming sekitar abad ke-10.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Periran Cirebon sudah sejak lama dikenal sebagai tempat perburuan liar  harta karun atau Benda Berharga Muatan Asal Kapal Tenggelam (BMKT).  Perburuan tidak hanya dilakukan oleh penyelam tradisional dan nelayan  lokal dengan peralatan yang sederhana, tetapi diduga melibatkan sindikat  internasional. “Perairan Cirebon menjadi lahan perburuan bagi pencari  harta karun dari seluruh dunia,” Kata Komandan Lanal Cirebon, Letkol (P)  Deny Septiana kepada wartawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://vgsiahaya.files.wordpress.com/2009/02/harta-karun.jpg?w=485&amp;amp;h=420" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan Deny, dari sekira 640 lokasi benda berharga BMKT, 120 titik di  antaranya terletak di wilayah perairan Cirebon. Dengan potensi yang  ada, tidak heran sudah banyak pemburu liar melakukan pengambilan  benda-benda antik dari dasar laut. Penggalian juga dilakukan oleh pihak  swasta yang sudah mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan  pengangkatan harta karun tersebut. Kasi Perizinan Direktorat Peninggalan  Bawah Air, Dirjen Sejarah dan Purbakala, Kementrian Budaya dan  Pariwisata, Pahang membenarkan banyaknya upaya-upaya pencarian baik yang  dilakukan secara legal maupun ilegal untuk mengangkat harta karun yang  tersimpan di dasar perairan Cirebon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pahang mencontohkan kasus pencarian ilegal seperti ditemukan dua kapal  layar motor (KLM) Alini Jaya dan KLM Asli tanpa awak yang membawa ribuan  harta karun yang jumlahnya mencapai ribuan di perairan sekitar Ciasem,  Blanakan, Subang, Jabar oleh Ditpolair Jabar.  Menurut Pahang, untuk  pencarian harta karun di seluruh perairan Indonesia, pihaknya memberikan  ijin kepada pihak swasta. Izin diberikan untuk eksplorasi dan  pengangkatan harta dari dasar laut. “Tahun ini kami memberikan izin  kepada 7 perusahaan untuk melakukan eksplorasi di wilayah perairan  Indonesia, tiga di antaranya di perairan Cirebon,” ujar Pahang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil pencarian harta bawah laut tersebut, kata Pahang selanjutnya akan  dilelang. “Lelang pertama baru akan dilakukan awal Bulan Juni, ini,  yakni lelang atas harta karun yang ditemukan PT Paradigma Putera  Sejahtera (PPS) di perairan Karangsong, Indramayu pada tahun 2004 lalu,”  kata Pahang.  Menurutnya, pada Mei 2004 nelayan Indramayu menemukan  keramik Tiongkok, berupa guci, untaian emas, perak, batu akik, yang  jenisnya mencapai ratusan yang menurut hasil penelitian merupakan  peninggalan Dinasti Ming atau dinasti kelima Cina, abad ke-10. “Penemuan  oleh nelayan tersebut berada di wilayah eksplorasi PT PPS,” kata  Pahang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, tambah Pahang, penemuan harta karun berupa ribuan keramik  jenis mangkok dan piring di perairan Blanakan Subang merupakan kegiatan  ilegal karena yang mempunyai izin ekspolasi di wilayah itu adalah PT  Komexindo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pihak perusahaan kemudian melaporkan pengangkatan harta karun ilegal  tersebut ke pos AL Blanakan. Petugas kemudian mengamankan ribuan keramik  sudah dikemas dalam kardus. Selain mengamankan keramik, petugas juga  mengamankan perlengkapan yang digunakan untuk mengangkat harta karun  tersebut, seperti kompresor dan selang. Peralatan yang digunakan masih  tradisional.  “Dari peralatan yang digunakan tersebut dipastikan  benda-benda antik tersebut diambil dari perairan dangkal, kurang dari  100 meter di bawah permukaan laut,” kata Danlana Cirebon, Letkol (P)  Deny Septiana&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;SUMBER KASKUS.US &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>HOT SPOT GRATIS CIREBON</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2010/07/hot-spot-gratis-cirebon.html</link><category>Seputar Cirebon</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Tue, 6 Jul 2010 00:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-181067453619813374</guid><description>1. CSB (Cirebon Super Block)&lt;br /&gt;
jl. Cipto&lt;br /&gt;
makan dan minumnya pilih sendiri, harga variatif&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. RM 'Anak Ayam'&lt;br /&gt;
jl. Kantor (sebrang BAT)&lt;br /&gt;
Makanannya murah cuman 7rb dah kumplit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. GRAGE&lt;br /&gt;
kayaknya semua dah tau yg satu ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayo mau ditambahin mana lagi&lt;br /&gt;
biar tambah asyik, internetan dan download gratis cuman bayar makan ato  minumnya aja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>INFO PENGINAPAN DAN HOTEL CIREBON</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2010/07/info-penginapan-dan-hotel-cirebon.html</link><category>Seputar Cirebon</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Tue, 6 Jul 2010 00:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-7274450109089025020</guid><description>&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;b&gt;Apita Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Tuparev No. 323&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-200748 / +62-231-200728&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Asia Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Kalibaru Selatan No. 15&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-202183&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Asri Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl Karang Getas 25-27&lt;br /&gt;
Phone : 0231-210900 fax 0231-2017290&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Aurora Baru Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Siliwangi No. 62&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-233143&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;b&gt;Baru Cirebon Hotel&lt;/b&gt;(Pinus Hotel)&lt;br /&gt;
Jl. Kalibaru Selatan No. 49&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-201731&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bentani Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Siliwangi No. 69&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-203246 / +62-231-207527&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;b&gt;Cirebon Plaza Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. RA. Kartini 64, Cirebon&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-202062/ +62-231-204258&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cordova Hotel &amp;amp; Restoran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Siliwangi No. 87-89, Cirebon&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-204877 / +62-231-201506&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;b&gt;Grinhil Pasindangan Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Sunan Gunung Jati 89&lt;br /&gt;
Phone: (0231) 222489&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;b&gt;Imperial Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl.Brigdjen Dharsono No.14&lt;br /&gt;
Phone: (0231) 207750&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;b&gt;Langensari Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Siliwangi No. 127&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-201810 / +62-231-203199&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;b&gt;Niaga Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kalibaru Selatan Street 49&lt;br /&gt;
Phone: (0231) 201731&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;b&gt;Omega Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Tuparev No. 20&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-202585 / +62-231-204888&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;b&gt;Padma Indah Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl.Rajawali Raya Perumnas 329&lt;br /&gt;
Phone: (0231) 232818&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Palapa Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Stasiun Street 8&lt;br /&gt;
Phone: (0231) 202380&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Patra Jasa Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Tuparev No. 11&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-209400 / +62-231-207696&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penta Cirebon Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Syarief Abd. No. 159&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-203328 / +62-231-204491&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pinus Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Kalibaru Selatan No. 49&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-201731&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Priangan Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl.Siliwangi No.108&lt;br /&gt;
Phone: (0231) 202929&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Prima Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Siliwangi No. 107&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-208573 / +62-231-205407&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;b&gt;Rajawali Hotel(Wisma)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rajawali Barat II Street 5&lt;br /&gt;
Phone: (0231) 206326&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rahayu Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Moh Toha Street 45&lt;br /&gt;
Phone: (0231) 200322&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Roslitasari Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl.Brigjen Dharsono No.8&lt;br /&gt;
Phone: (0231) 204366&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;b&gt;Santika Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Dr. Wahidin No. 32&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-200570 / +62-231-200482&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sare Sae Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Siliwangi No. 70, Cirebon, Java, Indonesia&lt;br /&gt;
Phone : 0231-206004&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sidodadi Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl. Siliwangi No. 47&lt;br /&gt;
Phone : +62-231-202305, 204827&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Srikandi Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tuparev Street 46&lt;br /&gt;
Phone: (0231) 206336&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sunyaragi Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl.Evakuasi No.65&lt;br /&gt;
Phone: (0231) 484448&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;b&gt;Tryas Hotel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jl RA Kartini No.86&lt;br /&gt;
Phone number telepon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&lt;b&gt;Zamrud Hotel&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://www.zamrud-hotel.com/img/gedung1.gif" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo&lt;br /&gt;
No. 46-A Cirebon&lt;br /&gt;
Telp. 0231-246201&lt;br /&gt;
Fax. 0231-246202 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Room Rates:285.000-895.000 IDR&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sites:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.zamrud-hotel.com/" target="_blank"&gt;http://www.zamrud-hotel.com/&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Keaneka Ragaman batik Indonesia</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2010/06/keaneka-ragaman-batik-indonesia.html</link><category>Seputar Pasar Cirebon</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Mon, 21 Jun 2010 00:03:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-2064136845583462242</guid><description>Ketua Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Ramania Dede   Yusuf mengatakan, Jawa Barat memiliki 200 motif batik yang model dan   coraknya sesuai dengan masing-masing kabupaten. Sendy mengatakan,  200  motif berasal dari kabupaten-kabupaten yang ada di Jawa Barat itu  telah  dimuat dalam buku saku dan buku tersebut telah dipasarkan sebagai   panduan dan ilmu pengetahuan untuk masyarakat yang ingin mengenal batik   dari Jawa barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sudah ada 200 motif dari Jawa Barat yang sudah   kita bukukan dibuat dalam bentuk buku saku sebagai panduan kepada   pengrajin,: katanya kepada ANTARA News, di sela-sela kunjungannya di   Gedung Balai Kota Bogor, Senin. Sebenarnya, jumlah motif di Jawa  Barat  bisa lebih dari 200, namun yang baru didata dan dikumpulkan oleh   Yayasan Batik Jawa Barat hingga dibuat buku saku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Rencananya   Desember kita akan me&lt;em&gt;-launching&lt;/em&gt; 250 motif baru yang akan dibuat   lagi buku sakunya," kata Sendy. Sendy mengatakan, daerah Cirebon   memiliki corak batik yang paling banyak, yakni sebanyak 200 motif batik   yang menambah jumlah motif batik di Jawa Barat.&lt;br /&gt;
Menurut Sendy,  motif batik di Jawa Barat memiliki keunikan dan corak  tersendiri,  seperti di Bogor terdapat motif "hujan gerimis" dan  "kujang kijang"  menunjukkan ciri khas Bogor sebagai kota hujan.&lt;br /&gt;
Untuk menjaga batik khas tiap daerah tersebut terjaga kelestariannya,   Yayasan Batik Jawa Barat bersama para pengusaha batik bersama-sama   menginventarisir kembali batik-batik khas daerah-daerah di Jawa Barat.  "Kita  menginventarisir kembali batik-batik khas di 26 kabupaten dan  kota di  Jawa Barat," tutur istri Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf ini  kepada detik.com&lt;br /&gt;
&lt;a class="cboxElement" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs466.ash1/25572_386657159037_241982404037_3657803_5759698_n.jpg" meebodelegateid="47" rel="img-atk"&gt;&lt;img alt="" height="130" meebodelegateid="138" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs466.ash1/25572_386657159037_241982404037_3657803_5759698_s.jpg" style="-moz-user-select: none; border: 1px solid black; margin: 5px; padding: 5px;" width="98" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="cboxElement" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs466.snc3/25572_386655864037_241982404037_3657774_2487189_n.jpg" meebodelegateid="48" rel="img-atk"&gt;&lt;img alt="" height="130" meebodelegateid="139" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs466.snc3/25572_386655864037_241982404037_3657774_2487189_s.jpg" style="-moz-user-select: none; border: 1px solid black; margin: 5px; padding: 5px;" width="98" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="cboxElement" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs446.snc3/25572_386655629037_241982404037_3657770_5234138_n.jpg" meebodelegateid="49" rel="img-atk"&gt;&lt;img alt="" height="130" meebodelegateid="140" src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs446.snc3/25572_386655629037_241982404037_3657770_5234138_s.jpg" style="-moz-user-select: none; border: 1px solid black; margin: 5px; padding: 5px;" width="92" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Lebih  lanjut Sendy menuturkan kalaupun jika ada daerah-daerah yang  tidak  memiliki batik khas, maka akan dicari ciri khas daerah tersebut  yang  bisa diangkat, misalnya tenun. Dalam upaya inventarisasi ini,   pihaknya dibantu oleh pengusaha dan desainer-desainer yang &lt;em&gt;concern&lt;/em&gt;  dalam mengembangkan batik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sendy mencontohkan, pamor Batik   Garutan yang memang lebih populer daripada batik lainnya di Jabar, bukan   karena batik Garutan memiliki kelebihan dibandingkan batik lainnya,   tapi Batik Garutan belum punah. Banyak pengusaha yang terus menjaga   keberadaan Batik Garutan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika inventarisir sudah dilakukan,   Sendy berharap bisa membuat balai batik dari seluruh kabupaten dan kota   di Jawa Barat. Balai ini bisa jadi aset wisata bagi turis mancanegara   yang ingin lebih tahu mengenai batik. Meskipun diakui Sendy dalam  proses  inventarisasi ini tidak ada target jangka waktu tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk   menjaga agar batik tetap lestari, salah satu caranya dengan lebih   menyesuaikan batik baik dari corak maupun warnanya dengan selera pasar   saat ini. Selain itu, nantinya bisa diperlihatkan proses membuat batik   dari mulai menenun sampai bisa di tampilkan oleh para desainer dalam   bentuk peragaan busana.&lt;br /&gt;
facebook :  http://www.facebook.com/pages/Yayasan-Batik-Jawa-Barat/241982404037&lt;br /&gt;
foto : koleksi facebook yayasan batik jawabarat&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;em&gt;sumber : antara, detik.com&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Nasib Batik Di Afrika Selatan</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2010/06/nasib-batik-di-afrika-selatan.html</link><category>Wis Weru Durung Jeh ?</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Sun, 20 Jun 2010 23:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-4352578778313068862</guid><description>Batik memang menjadi daya tarik seluruh dunia, termasuk di Afrika   Selatan. Maka dari itu, tak heran jika banyak pihak ingin mengklaim   batik sebagai karya bangsa mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Afsel pun sebenarnya mengakui   bahwa batik berasal dari Indonesia. Namun, mereka ingin melepas   bayang-bayang Indonesia itu soal batik. Oleh sebab itu, di Afsel, nama   batik tak terlalu dikenal. Masyarakat lebih kenal Madiba's Shirt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Madiba   adalah nama panggilan Nelson Mandela, tokoh anti-apartheid yang sangat   dihormati bangsa Afsel. Dia sering mengenakan batik di beberapa acara.   Batik-batik Mandela kebanyakan dari Indonesia. Bahkan, Pemerintah   Indonesia sering memberi hadiah berupa batik kepada Mandela. Bahkan, di   Museum Apartheid ada keterangan bahwa Indonesia pernah memberi hadiah   batik kepada Mandela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, masyarakat Afsel pun tahunya   pakaian Mandela atau Madiba's Shirt. Pasalnya, mereka mengenal batik   dari Mandela. Kalau tanya batik di Afsel, maka masyarakat setempat akan   mengernyitkan dahi. Begitu ditanya Madiba's Shirt, mereka langsung  tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut  Kepala Indonesia Trade and Promotion Center (ITPC)  yang berkantor di  Johannesburg, Wawan Sudarmawan, Afrika Selatan  sebenarnya adalah pasar  batik yang potensial karena Mandela suka  memakainya. Namun, penjualan  masih terkendala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Perdagangan  batik ke Afsel masih sebatas  retail, kalau ada promosi saja. Belum ada  pedagang setempat yang mau  mengambil beberapa unit," kata Wawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutnya,  sentimen kulit  hitam dan putih masih terasa. Orang kulit putih jarang  yang mau memakai  batik karena sering dipakai Mandela. Mereka anggap  batik identik dengan  kulit hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masyarakat setempat pun juga  punya tradisi membuat  batik dalam beberapa tahun terakhir. Ini  terinspirasi oleh pakaian  Mandela, batik kiriman Indonesia. Namun,  batik Afsel tak sebagus batik  Indonesia. Mereka membuatnya dengan cara  cap atau sablon dan coraknya  disesuaikan dengan kultur setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjualan  batik Afsel juga  belum terlalu banyak. Sepanjang pengamatan &lt;em&gt;Kompas.com&lt;/em&gt;,  sering  kali batik Afsel justru ditemukan di tempat-tempat wisata dan  cara  memasarkannya dengan menggantung batik-batik itu di pagar atau di   tempat-tempat pinggir jalan. Dengan demikian, kesannya batik Afsel   adalah pakaian murahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang terjadi di Museum Hector   Pieterson, penjual batik menggantung dagangannya di pagar orang sehingga   jarang yang mau datang untuk melihat, apalagi membelinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika   ditanya itu pakaian apa, maka sang penjual akan mengatakan Madiba's   Shirt, bukan batik.&lt;br /&gt;
Memang batik sangat terkenal salah satunya adalah di Afsel dan  sepantasnya kalau kita bangga untuk mennggunakannya dan  melestarikannya...ayo...!!!&lt;br /&gt;
lintasberita.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Panjang Jimat Keraton Cirebon</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2010/06/panjang-jimat-keraton-cirebon.html</link><category>Tradisi</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Thu, 17 Jun 2010 00:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-6753481200560166223</guid><description>&lt;h5&gt;&lt;span id="advenueINTEXT" name="advenueINTEXT"&gt;&lt;strong&gt;CIREBON -&lt;/strong&gt;  Panjang Jimat Tradisi Maulid Nabi di Keraton Cirebon Sejak zaman  Khalifah Sholahudin Al Ayubi 1993 M, peringatan hari kelahiran Nabi  Muhammad SAW atau maulid Nabi kerap di istimewakan. Tujuannya, tidak  lain untuk mengenang dan selalu meneladani nabi Muhammad SAW.&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;h5&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut catatan, tradisi pelal Panjang Jimat ini  telah dilaksanakan lebih dari 6 abad. Pelaksanaannya dilakukan di empat  tempat yang menjadi peninggalan dari Sunan Gunung Djati. Antara lain,  Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton kacirebonan dan Kompleks  makam Syekh Syarief Hidayatullah atau Sunan Gunung Djati, pendiri  kasultanan Cirebon.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://indahnesia.com/Images/Information/JAB/JAB_panjang_jimat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="222" src="http://indahnesia.com/Images/Information/JAB/JAB_panjang_jimat.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h5&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uniknya, acara ini tak hanya dihadiri oleh  ribuan warga Cirebon, tapi juga masyarakat dari luar seperti Majalengka,  Indramayu, Kuningan, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Bandung, bahkan  dari daerah Tegal, Brebes, Pekalongan, Semarang, Jakarta dan Banten.  Dari keempat tempat ritual itu, yang paling banyak dihadiri pengunjung  adalah Keraton Kasepuhan dan Kanoman. Di Keraton Kasepuhan, pelal  Panjang Jimat dipimpin langsung oleh Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief  Natadinignrat, SE, yang merupakan putra mahkota Sultan Kasepuhan XIII,  Dr H Maulana Pakuningrat, SH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan di Keraton Kanoman,  upacara dipimpin Pangeran Raja Muhammad (PRM) Emiruddin dan Patih  Pangeran Qodiran untuk mengawal prosesi arak-arakan Nasi Jimat dari  Bangsal Jinem ke Masjid Agung Kanoman. Kepemimpinan Emirudin menjadi  semacam penegasan sebagai Sultan Kanoman XII pengganti Pangeran Raja  Mohammad Djalaluddin, Sultan Kanoman XI. &lt;/span&gt;&lt;span id="advenueINTEXT" name="advenueINTEXT"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Beli Busana Muslim Buat Istri</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2010/06/beli-busana-muslim-buat-istri.html</link><category>Seputar Cirebon</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Tue, 15 Jun 2010 23:38:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-1957795057384094064</guid><description>&lt;h1 class="title"&gt;Shafira Ikut Serta Dalam Ajang Islamic Fashion  Festival&lt;/h1&gt;&lt;div id="lipsum"&gt; &lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;Untuk yang ketiga  kalinya Jakarta menjadi Tuan Rumah ajang Islamic Fashion Festival yang  diselenggarakan pada 25-26 Mei 2009 di Grand Ballroom Hotel Mulia  Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span id="more-147"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;Ajang yang diikuti oleh  27 perancang busana dari Indonesia dan Malaysia ini bertujuan  mengakrabkan tali silaturahmi antara kedua negara berbudaya melayu dan  serumpun tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;img alt="iff" class="alignleft size-full wp-image-211" height="301" src="http://id.shafira.com/wp-content/uploads/iff.jpg" title="iff" width="200" /&gt;Fenny Mustafa selaku founder Shafira sendiri,   merupakan kali keempat beliau menyemarakkan ajang IFF ini. Tahun ini  Fenny Mustafa menampilkan 6 karyanya dengan tema Dramatic Heritage.  Sebuah apresiasi Shafira atas warisan budaya Indonesia yang ditampilkan  melalui rangkaian keanggunan busana yang simpel klasik dan berpadu  dengan detail etnik khas Bali. Style yang ditampilkan adalah blouse A  simetris dipadu dengan celana panjang, tunik raglan dengan &lt;em&gt;pleats  skirt,&lt;/em&gt; serta &lt;em&gt;Longdress&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Deconstructive Jacket&lt;/em&gt;.  Koleksi ini Shafira persembahkan bagi mereka yang membutuhkan gaya  personal dan individual karena rangkaian koleksi ini menjadi &lt;em&gt;the  ultimate collection&lt;/em&gt; yang punya daya pikat tersendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;Nantinya, fashion  show busana muslim ini tidak hanya menampilkan desainer dari Indonesia  dan Malaysia, tapi juga dari daerah Timir Tengah, Asia Selatan, bahkan  Hongkong, Jepang, dan Cina. “Konsep IFF ini adalah ingin membawa busana  muslim menjadi lebih universal, sekaligus menjadikan Indonesia dan  Malaysia yang merupakan negara dan populasi umat muslim terbanyak  sebagai kiblat mode busana muslim.” ujar Penggagas dan Direktur IFF Dato  Raja Rezza Shah saat konferensi pers di hotel Mulia Jakarta, Senin  25/5.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;Selain Fenny  Mustafa, ada juga persembahan koleksi terbaik karya-karya dari Hannie  Hananto, Jenny Tjahyawati, Merry Pramono, Ida Royani, Melinda Looi,  Sebastian Gunawan, Lenny Agustin, Malik Moestaram, Monika Juffry, Lia  Afif, Ade Listiany, Alphian Chandrajani, Ian Adrian, Sofie, Irna  Mutiara, Arifin Mas, Rudy Chandra, dan Defrico Audy.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;Ajang IFF ini  diharapkan bisa menjadi kiblat tren busana muslim dunia. (nik)&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;pertanyaanya kapan diadakan di cirebon?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mafia Wars - Join me in the Mob! - Sponsored Post</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2010/06/mafia-wars-join-me-in-mob-sponsored.html</link><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Fri, 4 Jun 2010 20:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-5606112084733975497</guid><description>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;&lt;div&gt;&lt;a rel='nofollow' href='http://lx.im/5opO?v=HHiGSxdSL2qQLFzy9RAApjgyb5szFDhqhfzJJEw2x9YLTd8rGWSwrrI0emLiOP-GGBDkkQdARNwzhxRgtqjZzw' style='text-decoration: none; font-size:medium'&gt;Mafia Wars - Join me in the Mob!&lt;/a&gt; - &lt;span style='color: #006600'&gt;apps.facebook.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Join me in the Mob! Build your crime empire. Become The Boss. Don't miss out. Play Mafia Wars!&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;div style='padding:4px; float: right; background-color: black; color: white; font-size:small'&gt;&lt;style type='text/css'&gt; a:visited._splink {text-decoration: none; color: white;}}&lt;/style&gt;&lt;a href='http://mylikes.com/encep' style='font-size: small; color:white; text-decoration: none; font-weight: normal' class='_splink'&gt;&lt;div style='float:left;padding-right:40px'&gt;&lt;i&gt;sponsored like&lt;/i&gt;&lt;img src='http://lx.im/_t.gif?v=HHiGSxdSL2qQLFzy9RAApjgyb5szFDhqhfzJJEw2x9YLTd8rGWSwrrI0emLiOP-GGBDkkQdARNwzhxRgtqjZzw' style='border: 0px'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style='float:right; padding-right:3px;'&gt;encep's profile on MyLikes&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ceng Beng</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2010/04/ceng-beng.html</link><category>Tiong Hoa</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Sun, 4 Apr 2010 23:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-5342490495062751974</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Ceng beng sesungguhnya, disadari atau tidak,   dilakukan dengan  tulus atau sekadar kamuflase, adalah sebuah praktik  jenius temuan para  leluhur  di masa lalu yang dapat menggenapi apa yang  dinasihatkan Khonghucu di  atas. Ceng  Beng menjadi sebuah bengkel  perbaikan moral yang memiliki nilai sakral,  spriritual dan fenomenal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lihat saja, betapa berjubelnya lautan manusia di   tanah-tanah  pemakaman pada saat Ceng beng berlangsung, yang belum tentu  ditemukan  pada  perayaan imlek, dalam hal kelengkapan anggota keluarga  yang berkumpul di  rumah  orang tua atau saudara tertua.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:qgl2SksrVcbDrM::www.medanku.com/wp-content/uploads/2009/03/chinese-cemetry-medan-ceng-beng.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=260&amp;amp;w=195&amp;amp;usg=__26vxM8pCwST2m6b9bQeL9EV28-w=" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:qgl2SksrVcbDrM::www.medanku.com/wp-content/uploads/2009/03/chinese-cemetry-medan-ceng-beng.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=260&amp;amp;w=195&amp;amp;usg=__26vxM8pCwST2m6b9bQeL9EV28-w=" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aktivitas Ceng beng pun tanpa disadari telah menjadi   sebuah  kesempatan untuk merekonstruksi moral yang sudah mengalami  pergeseran  makna dan  praktik dalam kehidupan sehari-hari. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua kaki yang berlutut, kedua tangan yang terkatup  di  depan  dada dan kuncaran doa yang mengalir melalui pikiran yang tulus  seolah  menjadi  bahan baku proses reposisi materi mental yang sudah  mengalami pergeseran  itu.  Yang tadinya sudah mulai bengkok menjadi  lurus. Yang sebelumnya kurang  beretika  menjadi lebih sopan dan santun.  Yang semula arogan menjadi lebih rendah  hati dan  bersahaja. Dan  seterusnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semuanya seolah diperbaiki dalam  bengkel moral yang  ada di  dalam diri. Ceng beng menjadi sebuah bengkel  yang ampuh dan tangguh  untuk  memperbaiki moralitas bangsa dalam  jangka panjang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>3D Aquarium Screensaver - Sponsored Post</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2010/03/3d-aquarium-screensaver-sponsored-post.html</link><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Wed, 3 Mar 2010 19:39:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-3174925592670547118</guid><description>&lt;div xmlns='http://www.w3.org/1999/xhtml'&gt;&lt;a rel='nofollow' href='http://lx.im/4NJC?v=3x8UL-is3YqOnFzrJWH-PVTz2grSINDw81RY2mCYp5ILTd8rGWSwrrI0emLiOP-GGBDkkQdARNwzhxRgtqjZzw' style='padding: 0px; text-align: center'&gt;&lt;img width='320' src='http://d.likes-media.com/79a2b8ce036ce57ff03ad86774ab73e3.320x320' style='border: 0px;'/&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;a rel='nofollow' href='http://lx.im/4NJC?v=3x8UL-is3YqOnFzrJWH-PVTz2grSINDw81RY2mCYp5ILTd8rGWSwrrI0emLiOP-GGBDkkQdARNwzhxRgtqjZzw' style='text-decoration: none; font-size:medium'&gt;3D Aquarium Screensaver&lt;/a&gt; - &lt;span style='color: #006600'&gt;www.screensaversaquarium.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;refresh your eyes by seeing colourfull of fishes&lt;br/&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;div style='padding:4px; float: right; background-color: black; color: white; font-size:small'&gt;&lt;style type='text/css'&gt; a:visited._splink {text-decoration: none; color: white;}}&lt;/style&gt;&lt;a href='http://mylikes.com/encep' style='font-size: small; color:white; text-decoration: none; font-weight: normal' class='_splink'&gt;&lt;div style='float:left;padding-right:40px'&gt;&lt;i&gt;sponsored like&lt;/i&gt;&lt;img src='http://lx.im/_t.gif?v=3x8UL-is3YqOnFzrJWH-PVTz2grSINDw81RY2mCYp5ILTd8rGWSwrrI0emLiOP-GGBDkkQdARNwzhxRgtqjZzw' style='border: 0px'/&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style='float:right; padding-right:3px;'&gt;encep's profile on MyLikes&lt;/div&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gunung Sari - Celancang</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2009/10/gunung-sari-celancang.html</link><category>Transportasi Cirebon</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Thu, 8 Oct 2009 20:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-2636652897686337675</guid><description>-Bentuk Fisik Mobil Angkutan Kota GG/Gunung Sari- Celancang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Mobil Carry dan TS&lt;br /&gt;
2. Warna Hijau Pupus/Hijau Muda&lt;br /&gt;
3. Pintu Masuk Penumpang Samping Kiri&lt;br /&gt;
4. Tarif Jauh Dekat Dewasa Rp. 2500; Pelajar Rp. 1500;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Rute: Start Pasar Celancang Jalan Sunan Gunung Jati&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Jalan Sunan Gunung Jati:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desa Mertasinga, Puskesmas ( samping kanan), SMP Cirebon Utara ( samping kiri), Jembatan Bondet, Desa Kalisapu, Desa Wanakaya, Jembatan condong ( Pasar Condong samping kanan), Desa Gunung Jati ( Wisata Ziarah Sunan Gunung Jati), Jembatan Pekik, Desa Jatimerta ( samping kiri), Desa Klayan ( samping kiri): Perumahan Villa Intan ( samping kanan), TVRI ( samping kanan), Pertamina UEP III ( samping kiri), Desa Jadimulya, Desa Pasindangan ( samping kiri), Desa Adidarma ( samping kanan): Rumah Sakit Tangkil ( samping kanan), POM Bensin( samping kanan), Jembatan Krucuk, Persimpangan Krucuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Belok Kiri Jalan Diponegoro: Makam Pahlawan ( samping kiri) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Belok Kanan Jalan Samadikun:&lt;br /&gt;
Pesisir ( samping kiri), Asrama Polisi ( samping kiri), PERUM Gas ( samping kanan), POM Bensin ( samping kanan), Jembatan Sukalila&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Jalan Sisingamangaraja:&lt;br /&gt;
Pelabuhan Cirebon Pos 1( samping kiri) , RS Pelabuhan ( samping kiri), Santa Maria ( samping kanan), Lampu Merah Pelabuhan Cirebon Pos 2&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Belok Kanan Jalan Bahagia: &lt;br /&gt;
SMP Muhammadiyah ( samping kanan), Lampu Merah Pagongan, Toserba Asia ( samping kanan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Jalan Pagongan:&lt;br /&gt;
Jogja Dept. Store ( samping kiri), Toko Buku Dasco ( samping kanan) , Telkom Cirebon ( samping kiri)  , Lampu Merah Parujakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Belok Kiri Jalan Parujakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Belok Kanan Jalan Pekalangan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Belok Kanan Jalan Kembar: Stasiun Kereta Api Parujakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Belok Kiri Jalan Tentara Pelajar: &lt;br /&gt;
Lintasan Kereta Api 2 Sepur, Grage Mall ( samping kanan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Belok Kiri Cipto Mangunkusumo:&lt;br /&gt;
Belok kanan SMUN 2 Cirebon, SMP Kristen, Lampu Merah Gunung Sari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Belok Kanan Jalan Kartini:&lt;br /&gt;
Hotel Kharisma ( samping kiri), SDN Kartini ( samping kanan) , Masjid At Taqwa ( samping kiri) , Lampu Merah Kejaksan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Belok Kanan Jalan Siliwangi:&lt;br /&gt;
Jogja Dept. Store lama ( samping kiri), Pasar Pagi/PGC ( samping kanan), Toserba Surya ( samping kiri), Toserba Asia ( samping kiri), Lampu Merah Pagongan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. Belok Kiri Jalan Pagongan:&lt;br /&gt;
SMP Muhammadiyah ( samping kiri)  , Hero Supermarket ( samping kiri)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. Belok Kiri Jalan ......, Lampu Merah BAT, Pelabuhan Cirebon Pos 1, Taman Ade Irma, Bank BNI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. Belok Kiri Jalan Benteng:&lt;br /&gt;
Gereja ( samping kiri) , Gudang, Lembaga Pemasyarakatan ( samping kanan) , Pelabuhan Cirebon Pos 2 ( samping kanan) , Lampu Merah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. Masuk Jalan Sisingamangaraja Kembali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
18. Masuk Jalan Samadikun Kembali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19. Masuk Jalan Diponegoro Kembali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20. Masuk Krucuk Kembali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
21. Masuk Jalan Sunan Gunung Jati Kembali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
22. Masuk Pasar Celancang Kembali&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Kota Udang, Surga Becak</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2009/10/kota-udang-surga-becak.html</link><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Mon, 5 Oct 2009 20:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-2328966303339760235</guid><description>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-family:Verdana'&gt;&lt;span style='color:navy; font-size:7pt'&gt;&lt;br/&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style='color:black; font-size:10pt'&gt;Wardi, 23 tahun, duduk terkantuk-kantuk di becaknya. Angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat kelopak matanya semakin berat. Sejurus kemudian, sebuah teriakan mampir ke telinganya, "Becak!" Sontak, rasa kantuk yang menyergapnya sirna. Tukang becak yang biasa mangkal di kawasan Cangkring I, kota Cirebon, itu segera menghampiri pelanggannya. Kedua kakinya yang kokoh segera mengayuh pedal becak dan mengantarkan penumpang hingga ke tujuan. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;"Seharian baru dapat Rp 8.000," katanya, saat ditemui Tempo, beberapa saat kemudian. Uang itu didapat setelah nongkrong di pangkalan pada pukul 06.00-17.00 WIB. Jumlah yang tidak terlalu besar itu harus dipotong Rp 3.000 untuk setoran. Praktis, ia tinggal mengantongi Rp 5.000. "Untung saya masih membujang. Jadi, uang segini bisa dicukup-cukupkan," katanya polos. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Paceklik bagi tukang becak seperti Wardi juga dialami rekan seprofesinya, Kiman, 38 tahun. Setelah menarik becak siang dan malam, ia hanya mengantongi Rp 20 ribu. Padahal ketika reformasi belum berembus dan becak belum menyerbu kotanya, penghasilan Wardi, Kiman, juga tukang becak yang lain bisa berlipat-lipat. Saat itu uang Rp 30-40 ribu terasa gampang masuk kantong. Bahkan saat Kiman menarik di malam hari, penghasilannya bisa dua kali lipat. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Menilik penghasilannya yang terus merosot, keduanya sepakat dengan rencana pembatasan becak yang akan diterapkan Pemerintah Kota Cirebon. Sulit dimungkiri, penghasilan yang hanya segitu terlalu minim untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari yang terus bertambah. "Sebagai tukang becak, saya ini sudah memenuhi kewajiban, yaitu memiliki SIM dan STNK becak. Tapi tukang becak yang tidak punya SIM dan STNK becak, ternyata tetap bisa menarik becak dengan bebas di sini," ujar Wardi mengeluh. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Namun, rencana pembatasan becak ditentang oleh Karma, 29 tahun. Baginya, setiap orang berhak mencari makan asal caranya halal, termasuk mbecak. "Daripada kita menjadi perampok," ujarnya. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Urban asal Jatibarang, Kabupaten Indramayu, ini mengaku terpaksa menarik becak karena tak ada lagi lahan sawah yang bisa digarap di desanya. Sekarang musim kemarau, sawah majikan kering-kerontang. "Saya dan istri tidak bisa bekerja lagi menggarap sawah milik dia," katanya sembari menyebut sudah lima tahun menjadi tukang becak musiman di kota Cirebon. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setiap hari, bapak tiga anak itu mangkal di dekat salah satu mal di Cirebon. Dalam sehari, penghasilan bersihnya paling banter Rp 10 ribu. Sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab, tiap Minggu, Karma pun pulang kampung. Memang jumlah yang diberikan kepada istrinya tidak terlalu banyak. Tapi ia tetap bersyukur karena asap dapur masih bisa mengepul. "Lumayan, daripada harus menjadi peminta-minta. Ini rezeki halal!" &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kepala Seksi Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Yanto Budiarto, mengakui, pascareformasi memang wilayahnya diserbu becak. Kebanyakan becak itu berasal dari luar kota Cirebon, seperti Indramayu, Kabupaten Cirebon, bahkan sebagian berasal dari Tegal dan Brebes, Jawa Tengah. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Membludaknya becak-becak itu, salah satunya, didorong kebijakan Wali Kota Cirebon saat itu, Laksamana Suriatmadja, yang membolehkan becak beroperasi hingga ke jalan-jalan protokol. Alasannya, pertimbangan kemanusiaan. Sebelumnya, daerah becak dibatasi dan tak boleh melewati jalan-jalan protokol. Kini, begitu leluasanya becak berkeliaran, sampai-sampai pengamat sosial Taufik Fathoni menyebut kota Cirebon sebagai surga bagi abang becak. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Celakanya, surga bagi tukang becak acap kali menjadi "neraka" bagi pengguna jalan yang lain. Tengok saja, mereka sering melanggar aturan lalu lintas. Saat mangkal, sekadar contoh, becak-becak itu sering kali menguasai hampir separuh badan jalan. Dengan kondisi seperti itu, wajar jika Taufik minta agar aturan tegas segera diterapkan. Hanya, karena menyangkut urusan perut, "Penegakan aturan mesti dilakukan secara bijaksana." &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kebijakan mana yang akan diambil: pembatasan jumlah becak atau menghidupkan kembali jalur-jalur bebas becak, peringatan Taufik relevan diperhatikan oleh Pemerintah Kota Cirebon. Jangan sampai, upaya mengatasi masalah malah menimbulkan masalah baru&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='color:black; font-family:Verdana; font-size:10pt'&gt;Source http://www.infoanda.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Maha Besar Allah SWT Atas Segala-galanya</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2009/10/maha-besar-allah-swt-atas-segala.html</link><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Mon, 5 Oct 2009 20:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-5447590402538388515</guid><description>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;Karena Kemurahan Allah lah kita-kita yang berlumuran dosa ini masih panjang umur, dan \"cuma\" mendapatakn bala yang sekarang dirasa. Kalau tidak, kita dihabisi-Nya. Namun lihat, di balik smua kesusahan yang terasa, Allah masih mngucurkan Karunia-Nya. Allah saja bersabar dalam melihat hamba-hambaNya yang bermaksiat dan menanti hamba-Nya bertaubat. Maka seyogyanya kita juga demikian. Perbesar husnudzdzan sama Allah, dan tetap istiqamah dalam taubatan nasuha. Sebagai gambaran ya:&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;# Bila kita kena dosa syirik, harusnya tidak terampuni. Kita langsung di-cut oleh Allah dari dunia, dan dilempar keluar untuk kita dipersilahkan Allah mencari perlindungan dari tuhan yang kita jadikan tuhan selain Allah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;# Jika kita meninggalkan 1 sholat shubuh saja, maka kita ditaroh di neraka selama 68 tahun yang perhitungan 1 hari nya minim-minim 1000 tahun di dunia. Wuih. Dan itu masih ditambah sederet mampir-mapir di neraka saqor, neraka yang penuh dengan ular. Di alam kuburnya, masih ditambah ketemu dengan ular syuja-ul aqro, ular dengan 16 kepala. Rasul bersabda, kepala-kepala itu ular di dunia, berwujud hutang yang tidak terbayar, penyakit yang tidak kunjung sembuh, keberkahan yang dicabut, dan masih banyak lagi rupanya itu ular.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;# Jika kita durhaka sama orang tua, maka Allah tidak ridho. Sedang kita bisa mengerjakan sesuatu, berhasil di urusan sesuatu, sakses di urusan sesuatu, sebab ridho-Nya. Termasuk ketika berusaha menyelesaikan urusan-urusan, kalo ga ada ridho-Nya, ga akan beres. Maka ketika kita durhaka, keridhaan itu dicabut, mati langkah lah kita.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;# Jika kita pezina yang masih bujang, 40 tahun susahnya. dan tidak disebut berzina, kecuali kemaluan lelaki masuk di kemaluan perempuan (maaf). Dan sayangnya pezina-pezina itu selalu melakukan koitus berkali-kali. Artinya, berkali-kali masuk-cabut-masuk (sekali lagi maaf). Sehingga tidak disebut zina, sekali jalan puas. Melainkan ia berkali-kali, hingga kemudian terpuaskan. Sekali zina, bisa berkali-kali ukuran fiqih senggamanya. Artinya apa? Jika 2-3x saja perlu keluar masuk, maka sdh 80-120 tahun susahnya. dan itu sama saja dengan seumur hidup susah. Sedangkan bila pezina itu sudah berkeluarga, maka hukuman semestinya adalah hukuman mati. Lalu kita dibiarkan lepas, bebas. Maka sesungguhnya kita sudah dianggap mati. Gedebong pisang. dan ini sama saja engga dianggep kita ini hidup oleh Allah.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;# Doa rizki haram? Mutusin silaturahim? Ninggal shalat sunnah? Wuih, banyak banget. Kiranya, karena Allah itu Maha Pengampun lah kita benar-benar masih beroleh hidup dan masih diberi-Nya karunia. Salah satu karunia terbesar adalah diberi-Nya kita pengampunan dan kesempatan untuk memohon ampun dan mengejar keburukan dengan kebaikan-kebaikan. Jangan lihat kesusahan kita, tapi lihatlah kesempatan yang Allah berikan ini. Insya Allah tetap ada percepatan bagi yang kepengen segera keluar dari keterpurukannya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;a target='_blank' href='http://www.wisatahati.com'&gt;www.wisatahati.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Peluncuran KA Argo Jati</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2009/10/peluncuran-ka-argo-jati.html</link><category>Transportasi Cirebon</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Mon, 5 Oct 2009 20:12:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-9023662106204310325</guid><description>Kereta Api Argo Jati yang melayani trayek Cirebon-Jakarta akan diluncurkan 12 April 2007 tepat pukul 14.00 WIB, di Stasiun Kejaksan, Cirebon, didahului dengan upacara tradisional dan pemecahan kendi, kata Humas PT Kereta Api DAOP 3 Cirebon, Suhartono, di Cirebon, Minggu.&lt;br /&gt;
Kereta Agro Jati merupakan pengganti dari Kereta Cirebon Ekspres Utama (Cirektama) yang gerbongnya akan kembali bergabung dengan rangkaian Cirebon Ekspress yang lain&lt;br /&gt;
Jika Cirektama setelah ada instruski pengurangan kecepatan mempunyai waktu tempuh tiga jam lebih, maka kereta Agro Jati ini mempunyai waktu tempuh 2 jam 50 menit untuk perjalanan Cirebon-Gambir atau waktu tempuhnya sama seperti Cirektama sebelum ada pengurangan kecepatan.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://argojati.files.wordpress.com/2009/03/2009-penyesuaian-tarif1.jpg?w=300&amp;amp;h=207" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://argojati.files.wordpress.com/2009/03/2009-penyesuaian-tarif1.jpg?w=300&amp;amp;h=207" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan beroperasinya Argo Jati, maka jadwal pemberangkatan kereta kelas bisnis dan eksekutif dari Stasiun Kejaksan tetap, delapan kali waktu pemberangkatan yaitu lima untuk Cireks dan dua untuk Argo Jati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang berbeda dengan kehadiran Argo Jati adalah perbaikan Ruang Tunggu Eksekutif di Stasiun Kejaksan, sehingga mempunyai standar kelas tunggu untuk penumpang kereta berkelas Argo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kopi Kapal Api</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2009/10/kopi-kapal-api.html</link><category>kopi</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Fri, 2 Oct 2009 18:32:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-8180660559858710690</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Kopi Kapal Api berawal dari          tahun 1927 sebagai kopi dalam kemasan tanpa merk          di Pasar Pabean, Surabaya. Dikarenakan mutu yang          selalu terkendali produk tersebut disambut          secara antusias oleh pasar. Pada saat itu, pasar &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;di Indonesia belum pernah mendapatkan pilihan          kopi dengan kualitas sebaik Kapal Api.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ramuan istimewa Kapal Api menawarkan        kualitas yang terbaik, rasa yang mantap dan aroma yang        memikat. Merupakan produk yang tepat untuk mengawali bangun        pagi anda dan sekaligus menemani anda sepanjang hari.       &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekali mencium aroma istimewanya,        Anda langsung mengerti bahwa Kapal Api adalah kopi        terbaik yang ada di pasaran. Dibuat dari biji kopi        pilihan serta diolah secara khusus, Kapal Api memberikan        standar baru dalam menikmati rasa dan sensasi secangkir        kopi. &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk memenuhi kebutuhan akan        kenikmatan kopi, konsumen kini mendapatkan pilihan yang        beragam mulai dari Kapal Api Special (kopi bubuk murni),        Kapal Api Special Mix (kopi plus gula), Kapal Api Kopi        Susu (kopi, gula dan susu) sampai ke produk yang baru        saja diluncurkan, Kapal Api Mocha (kopi, gula, susu        dengan campuran coklat). &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;Produk berkualitas prima yang        didukung penuh oleh manajemen yang handal serta        distribusi yang merata, Kapal Api kini bukan hanya        memimpin pasar di Indonesia, namun juga telah berhasil        memasuki pasar-pasar di Asia Tenggara dan dunia&lt;br /&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" id="table14" style="width: 400px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td width="50%"&gt;&lt;div align="center"&gt;          &lt;img border="0" height="180" src="http://www.kapalapi.co.id/images/KAspecial-New.jpg" width="102" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td width="50%"&gt;          &lt;div align="center"&gt;          &lt;img border="0" height="182" src="http://www.kapalapi.co.id/images/pmcfe_kamorning.jpg" width="102" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="center"&gt;        &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" id="table15" style="width: 400px;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;          &lt;td align="center" width="30%"&gt;          &lt;img border="0" height="135" src="http://www.kapalapi.co.id/images/SpecialMIx-New.jpg" width="102" /&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td align="center" width="30%"&gt;          &lt;img border="0" height="135" src="http://www.kapalapi.co.id/images/KopiSUsu-New.jpg" width="105" /&gt;&lt;/td&gt;          &lt;td align="center" width="30%"&gt;          &lt;img border="0" height="135" src="http://www.kapalapi.co.id/images/KAMocca-New.jpg" width="109" /&gt;&lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&amp;nbsp;     &lt;br /&gt;
Sumber &lt;a href="http://www.kapalapi.co.id/"&gt;http://www.kapalapi.co.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Investasi Di Cirebon</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2009/09/investasi-di-cirebon.html</link><category>Seputar Cirebon</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Wed, 30 Sep 2009 19:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-1552052527055319103</guid><description>Peluang Investasi&lt;br /&gt;
&lt;div align="justify" class="main"&gt; Untuk mewujudkan Kota Cirebon sesuai dengan fungsinya yang diarahkan sebagai kota perdagangan dan jasa, kota pelabuhan, kota industri, dan kota budaya dan pariwisata, maka peluang/prospek Kota Cirebon dapat diidentifikasikan sebagai berikut : &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masih terdapatnya lahan yang kosong dan komersil yang dapat dikembangkan untuk kegiatan perekonomian yang letaknya tersebar diseluruh wilayah Kota Cirebon seperti untuk kegiatan perdagangan dan jasa, perumahan wisata, industri, dan lain-lain. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lahan pertanian yang masih luas dipinggiran Kota Cirebon yang dapat dimanfaatakan untuk kegiatan agro bisnis. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber daya laut disepanjang pantai Kota Cirebon yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan wisata laut, agro industri, dan sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adanya pelabuhan Cirebon dan Kejawanan / pelabuhan perikanan yang masih terbuka untuk kegiatan industri, perdagangan (ekspor, impor, antar daerah/pulau). &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jumlah penduduk yang cukup dapat dikembangkan dan dilatih agar dapat ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan yang didukung oleh sejumlah perguruan tinggi dan sekolah kejuruan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adanya kemudahan dalam pelayanan perijinan melalui Pusat pelayanan Satu Atap (PUSA). &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tersedianya infrastruktur atau sarana/prasarana penunjang kegiatan perekonomian seperti listrik, air, telekomunikasi, lembaga keuangan, jalan, dan lain-lain. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cap Go Meh di Vihara Dewi Welas Asih Cirebon</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2009/09/cap-go-meh-di-vihara-dewi-welas-asih.html</link><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Mon, 28 Sep 2009 21:05:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-7404134500717045539</guid><description>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kota Udang : Persiapan peringatan Cap Go Meh atau hari ke-15 sesudah Imlek terlihat di Vihara Dewi Welas Asih Cirebon. Tampak kegiatan-kegiatan ritual dilakukan untuk mempersiapkan peringatan penutupan hari raya warga Tionghoa tersebut. Salah satu dari persiapannya yaitu pengisian roh atau kekuatan pada Kongco (patung dewa)&lt;br /&gt;
Menurut Wakil koordinator lapangan peringatan Cap Go Meh, Ongbi, mengatakan pesiapan Cap Go Meh tahun ini tidak jauh beda dengan tahun kemarin yaitu mempersiapkan Joli untuk Kongco dan ritual-ritual lainnya seperti pengisian kekuatan.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.iatmi-cirebon.org/ver.2/control/FotoBerita/Vihara%20Dewi%20Welas%20Asih.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="169" src="http://www.iatmi-cirebon.org/ver.2/control/FotoBerita/Vihara%20Dewi%20Welas%20Asih.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Yang utama adalah persiapan Joli untuk Dewa yang akan diarak nanti dan ritual lainnya," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kongco yang akan diarak nanti adalah Kwan Im Poo Sat, Hian Thian Siang Te, Hoo Tek Then Sin, Tian Seng Seng Bo dan Kwan Kong. Untuk peringatan tahun ini akan ada tambahan Kongco dari Vihara Pemancar Keselamatan yaitu Cai Sin Ye (Dewa Rizki). Keenam Kongco tersebut akan diarak keliling kota dengan tujuan untuk meminta kepada para Dewa agar di tahun ini diberkahi dan dijauhkan dari bencana&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ternyata Goong Renteng, Seni Peninggalan Sunan Gunung Djati</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2009/09/ternyata-goong-renteng-seni-peninggalan.html</link><category>Wilayah III</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Mon, 28 Sep 2009 21:02:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-5639972936596866455</guid><description>&lt;div class="headline"&gt;Goong Renteng, Seni Peninggalan Sunan Gunung Djati&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="headline"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;img class="contentimg" height="143" src="http://www.beritacerbon.com/contentimg/files/pic_412.jpg" width="200" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kampung Cibogo&amp;nbsp; Desa/Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, ada satu jenis kesenian yang boleh dibilang langka. Dikatakan langka, tidak banyak desa yang memiliki kesenian yang merupakan peninggalan Sunan Gunung Djati tersebut.&lt;br /&gt;
Tidak seperti pergelaran kesenian lainnya khususnya yang&amp;nbsp; berkembang di daerah ini,&amp;nbsp; pergelaran kesenian Goong Renteng biasanya pada acara penuh sakral, misalnya pada acara memperingati hari besar agama&amp;nbsp; Islam.&lt;br /&gt;
Pada peringatan Maulid nabi misalnya atau digelar satu tahun sekali terutama pada saat memperingati hari jadi Kuningan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain di Desa Kadugede, kesenian ini ada juga di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cigugur dan Desa Cikeleng Kecamatan Japara. Hanya jenis waditranya saja yang berbeda dan gaungnya yang nyaris tidak terdengar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Goong Renteng di Desa Kadugede, tergolong jenis Goong.Renteng Kuning. Sedangkan Goong Renteng di Desa Cikeleng termasuk jenis Goong Renteng Hitam. Tidak banyak perbedaan antara Goong Kuning dan Goong hitam, baik ukuran waditra (gamelan), laras dan cara menabuhnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja Goong Renteng Kuningan terbuat dari bahan Kuningan, sedangkan Goong Renteng hitam terbuat dari bahan perunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut keterangan, Goong Renteng merupakan media syiar Islam yang dilakukuan Sunan Gunung Djati.sekitar tahun&amp;nbsp; 1600 M. Sedangkan yang membuat Goong Renteng itu sendiri yakni Sunan Bonang&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tingkatkan Promosi Seni Budaya Cirebon</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2009/09/tingkatkan-promosi-seni-budaya-cirebon.html</link><category>Seputar Cirebon</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Mon, 28 Sep 2009 20:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-8616722857589047022</guid><description>CIREBON : Promosi kesenian dan produk khas Cirebon seharusnya dilakukan rutin dan sering dilakukan tidak hanya setahun sekali saat HUT Kota Cirebon saja. Ferry, Jaka Kota Cirebon mengatakan hal itu dilakukan karena seni dan produk khas Cirebon jumlahnya sangat banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Selain itu jika promosi dilakukan teratur maka masyarakat akan lebih dekat mengenal seni dan produk khas Cirebon," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu sejumlah seniman atau peserta pameran seni dan produk khas Cirebon menyatakan ketidak seriusan pihak panitia pesat rakyat yang berlangsung sejak Minggu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nico "broer" Permana, salah satu peserta mengatakan stand tidak cocok untuk menampilkan karya seni yang indah karena terkesan kumuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hafid, pebatik dari Trusmi juga menyatakan persiapan kurang maksimal karena baru mendapatkan pemberitahuan dari pihak panitia untuk ikut membuka stand sehari sebelum acara dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Terus terang saya kalang kabut saat diminta mengisis stand. Karena stand sendiri baru siap digunakan malam sebelum acara besok pagi dimulai," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal sama juga dikatakan oleh Raden Mas Saputra, ahli supranatural yang memamerkan benda-benda pusaka berupa keris, kujang atau pedang. "Yah, kita tampilkan seadanya saja. Sebab kalau dibawa semua takut barang rusak atau hilang." &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari pertama, Minggu, stand panitia acara pun nampak kosong. Meski demikian antusias pengunjung nampak terlihat di beberapa stand yang menjual pernak-pernik khas Cirebon. Mereka ada yang membeli atau hanya sekedar menonton saja.&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan (Ciayumajakuning)</title><link>http://kotaudang-sap.blogspot.com/2009/09/cirebon-indramayu-majalengka-kuningan.html</link><category>Seputar Cirebon</category><author>noreply@blogger.com (encep)</author><pubDate>Mon, 28 Sep 2009 20:48:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2551583674187724305.post-394426492626341580</guid><description>&lt;span class="big"&gt;Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan (Ciayumajakuning) dsk.&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Arahan : &lt;br /&gt;
Mengembangkan kawasan ciayumajakuning menjadi agribisnis dan didukung sector industri, perdagangan dan jasa, perikanan laut dan darat, pertanian tanaman pangan, kehutanan, perkebunan, dan peternakan dengan meningkatkan fungsi pelabuhan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan : &lt;br /&gt;
· Meningkatkan produsi pertanian. &lt;br /&gt;
· Meningkatkan kemitraan industri kecil, menengah dan besar. &lt;br /&gt;
· Meningakatkan fungsi pelabuhan cirebon. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saran : &lt;br /&gt;
· Meningkatnuya pola dan tata tanam dengan melakukan penyuluhan, pelatihan, teknologi tepat guna, dan perbaikan sarana irigasi. &lt;br /&gt;
· Meningkatnya akses pasar dengan membentuk sentral dan terminal korupsi serta memperkluas jaringan informasi pasar. &lt;br /&gt;
· Berkembangnya sarana dan prasarana industri dengan mengembangkan jona kdan kawasan industri yang sesuai, penyederhanaan prosedur perijinan dan peningkatkan kemitraan dengan swasta. &lt;br /&gt;
· Meningkatnya kemampuan manajerial dan kualitas produk pengusaha kecil dan melakukan penyuluhan dan pameran produk pengusaha kecil dan menengah. &lt;br /&gt;
· Terciptanya sarana dan prasarana pelabuhan cirebon dengan melakukan pengerukan pelabuahan dan perluasan dermaga serta pengembangan kerjasama investasi dengan pihak ketiga. &lt;br /&gt;
· Terciptanya sarana aksessibilitas dan utilitas yang mendukung fungsi pelabuhan dengan meningkatkan jalur kereta api. &lt;/em&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>