<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
>
<channel>
<title>KPC News</title>
		<link>http://apps.ayomitech.com/kpc/api/api-rss.php</link>
		<description>kpc News</description>
		<image>
			<title>kpc News - Berita</title>
			<link>http://apps.ayomitech.com/kpc/api/api-rss.php</link>
			<url>http://www.kpc.co.id/assets/logo-kpc-3b60ff151f55dabd54821e48440922c3.png</url>
		</image>
<item><title><![CDATA[ KPC Sukses Gelar Operasi Bibir Sumbing ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/149?locale=id</link><pubDate>3 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/149/Operasi_Bibir_Sumbing_HUT_KPC.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui Yayasan Senyum dan Harapan, sukses menggelar kegiatan operasi bibir sumbing, Kamis-Jumat, 25-26 April 2019 lalu. Kegiatan yang dipusatkan di RSUD Kudungga itu berhasil mengoperasikan 20 orang pasien dari 32 orang yang mendaftar.</p><p>&ldquo;Kita berhasil mengoperasikan 20 orang pasien. Awalnya ada 32 orang mendaftar, namun hanya 20 orang yang lulus screening dan layak dioperasikan. Sekarang mereka telah pulih. Semoga mereka bisa menjalani kehidupan yang lebih baik&rdquo; kata Yuliana Datu Bua, <em>Manager Community Empowerment</em> KPC.</p><p>Suksesnya operasi tahun ini tidak terlepas dari peran tim medis yang bekerja sangat profesional. Kali ini kegiatan operasi dilakukan oleh dokter bedah plastic dan anastesi dari CLT Surabaya, yang merupakan mitra dari Yayasan Smile Train. Yayasan inilah yang resmi bekerjasama dengan Yayasan Senyum dan Harapan KPC.</p><p>Bupati Kutai Timur Ismunandar mengapresiasi kegiatan operasi bibir sumbing, yang merupakan salah satu kegiatan CSR KPC dalam bidang kesehatan tersebut. &quot;Terima kasih, KPC terus peduli terhadap anak-anak yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing. Saya harap, setelah operasi nanti, anak-anak memiliki semangat dan bisa meraih cita-cita seperti anak-anak lainnya,&quot; kata Ismunandar di Pelangi Room, Hotel Victoria, Kamis (25/4).</p><p>Melihat manfaat kegiatan bhakti social tersebut, Ismu berharap, KPC terus menggelar kegiatannya sehingga anak-akan yang memiliki bawaan sumbing, bisa dipulihkan dan menatap masa dengan dengan senyuman dan kegembiraan. &ldquo;Mohon kegiatan ini diteruskan. Ini manfaatnya sangat baik bagi warga kita,&rdquo; kata Imunandar.</p><p>Wawan Setiawan, <em>GM External Affairs and Sustainable Development</em> KPC mengatakan, operasi bibir sumbing kali ini murni menggunakan dokter Indonesia. &ldquo;Ini terjadi karena tim dokter Indonesia sekarang telah memiliki kemampuan yang baik dalam operasi bedah plastic. Sudah ada transfer <em>knowledge</em> dari program operasi sebelum-sebelumnya,&rdquo; kata Wawan Setiawan.</p><p>Sebelumnya, kegiatan operasi bibir sumbing dan luka bakar bekerjasama dengan tim dokter dari Interplast Australia dan New Zealand. Setiap kali kegiatan ini dilakukan, selalu didampingi dokter bedah plastic dan anastesi dari Indonesia. Kegiatan bersama tim Interplast telah berlangsung sejak tahun 1993 dan telah berlangsung selama 19 kali. &nbsp;Program ini telah memulihkan pasien sebanyak 1.393 orang.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/149/Operasi_Bibir_Sumbing_HUT_KPC.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Kembali Kirim Tim Bantu Korban Banjir Bengkulu ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/148?locale=id</link><pubDate>3 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/148/IMG-20190504-WA0042.jpg" alt=""><br><p>Tim <em>Rescue </em>PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali diterjunkan ke lokasi bencana Nasional. Kali ini menjalankan misi menyelamatan korban banjir bandang, yang melanda Provinsi Bengkulu, akhir April lalu.</p><p>Tim ini beranggotakan lima orang, terdiri dari tiga anggota rescue, satu orang dokter dan satu orang medis. Mereka adalah Noldy Tambayong (Koordinator Tim), M Tri Suhendro (Dokter), Jay Jay Cristo Ruben (Medis), Indra Kurniawan (Rescue) dan Kaharuddin Jafar (Rescue). Mereka langsung menuju Kabupaten Bengkulu Tengah, yang merupakan daerah paling parah, yang memiliki jumlah korban meninggal dan pengungsi paling banyak.</p><p>Fokus kegiatan Tim Rescue KPC di Bengkulu adalah pemulihan pasca-banjir, berupa kegiatan pengobatan masal. Selama dua hari di lokasi banjir, tim berhasil mengobati 242 pasien, terdiri dari anak-anak, orang dewasa dan orang lanjut usia.</p><p>Kegiatan pertama pada, Jumat (3/5), tim menggelar pengobatan di Posko Pengungsian di Desa Tabah Penyengat dan Desa Talang Panjang, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah. Hari berikutnya, tim menggelar pengobatan di Posko Pengungsian Desa Pagar Dewa dan Desa Kembang Ayun, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.</p><p>Wawan Setiawan, <em>GM External Affairs and Sustainable Development (ESD)</em> mengatakan, pengiriman Tim Rescue ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Bengkulu. &ldquo;Ini adalah bentuk kepedulian terhadap sesama yang terkena bencana. Kita ingin hadir untuk memberikan dukungan dan membantu meringankan beban mereka,&rdquo; kata Wawan.</p><p>Wawan mengatakan, Tim Rescue KPC memang selalu diterjunkan di berbagai lokasi bencana, seperti gempa Sulawesi Tengah, Gempa Lombok, Aceh, Sumatera, Jawa Barat, Jogja dan berbagai daerah lainnya. Hal itu menurut Wawan sesuai dengan salah satu nilai dasar KPC, yakni kepedulian. &ldquo;Ini bagian dari penerapan nilai dasar KPC, yakni kepedulian. Kita peduli dengan sesame sesuai <em>tagline more than mining</em>,&rdquo; kata Wawan.</p><p>Data yang dirilis Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB pada 1 Mei 2019 menunjukkan, terdapat 30 orang meninggal dunia dan enam lainnya hilang, akibat banjir badang di Bengkulu. Korban meninggal dunia tertinggi terjadi di Kabupaten Bengkulu Tengah, dengan jumlah 24 orang, sedangkan Kota Bengkulu tiga orang dan Kepahiang tiga orang.</p><p>Banjir dan longsor juga mengakibatkan kerusakan di beberapa sektor seperti pemukiman, pendidikan, perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan dan infrastruktur publik lainnya.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/148/IMG-20190504-WA0042.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ 29 Produk Makanan Kemasan Dapat Sertifikasi Halal MUI ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/142?locale=id</link><pubDate>5 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/142/7._Pelatihan_Halal_MUI.jpg" alt=""><br><p>Sebanyak 29 pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang merupakan mitra Olsabara, Komunitas Tangan Diatas (TDA) dan pendamping UKM Tangguh, mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim.</p><p>Sertifikat halal tersebut diperoleh setelah para pelaku UKM makanan kemasan tersebut mendapatkan pelatihan dari MUI di Wisma Rayah, beberapa waktu lalu. Setelah pelatihan tersebut, MUI langsung melakukan verifikasi lapangan, melihat proses produksi para pelaku UKM. Setelah semuanya bebas dari bahan yang mengandung unsur haram, MUI memberikan label halal pada makanan kemasan pelaku UKM tersebut.</p><p>Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur Drs Husaini MSi menyampaikan ungkapan terima kasih kepada KPC atas dukungannya kepada UKM di Kutai Timur. &ldquo;Terima kasih kepada KPC, yang tidak pernah mau puas dengan apa yang sudah ada, tapi terus melakukan inovasi sehingga UKM kita mampu bersaing dengan daerah lainnya,&rdquo; kata Husaini.</p><p>Kepala LPPOM Majelis Ulama Indonesia Kaltim H Sumarsongko mengatakan, sertifikasi halal adalah syarat mutlak bagi produk makanan yang beredar di masyarakat. &ldquo;Sertifikasi halal saat ini menjadi syarat mutlak bagi produk, terutama makanan yang beredar di masyarakat. Hal itu untuk melindungi konsumen dari bahan makaman yang mengandung unsur haram. Terima kasih kepada KPC, sehingga sejumlah UKM difasilitasi untuk mendapatkan sertifikasi halal,&rdquo; ujar Sumarsongko.</p><p>Genta Gantina, <em>Superintendent Local Business Development (LBD)</em> mengatakan, upaya sertifikasi halal ini merupakan salah satu upaya KPC untuk menghasilkan pelaku UKM yang mampu bersaing di pasaran. &ldquo;Kita bekerjasama dengan MUI Kaltim untuk menggelar pelatihan sertifikasi halal bagi 29 UKM di Sangatta. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing UMK kita,&rdquo; ujar Genta.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/142/7._Pelatihan_Halal_MUI.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Rantau Pulung Kecamatan Bebas BAB Pertama di Kaltim ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/141?locale=id</link><pubDate>5 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/141/6._Jamban_Sehat_Rantau_Pulung.jpg" alt=""><br><p>Rantau Pulung merupakan kecamatan pertama di Provinsi Kaltim, yang mendapatkan Sertifikat <em>Open Defecation Free (ODF); </em>yakni, kecamatan bebas dari kegiatan Buang Air Besar (BAB) sembarangan. Hal itu karena seluruh desa dalam kecamatan tersebut, telah mendapat sertifikat ODF.</p><p>Untuk mendapatkan sertifikat ODF, setiap rumah harus memiliki jamban sehat. Salah satu syarat jamban sehat tersebut, adanya pemisahan antara <em>closet</em> dengan <em>septic tank.</em> Sementara sebagian jamban di wilayah Rantau Pulung itu masih jamban <em>cemplung. </em></p><p>&ldquo;Sebenarnya setiap rumah di Rantau Pulung ini punya jamban (WC), tapi bentuknya masih WC <em>cemplung</em>. WC <em>cemplung</em> ini tidak sesuai standar kesehatan yang ada,&rdquo; kata Suwoto, Kepala Desa Pulung Sari kepada Prima Magz saat didatangi di kantornya di SP 1, Rantau Pulung.</p><p>Melihat kondisi ini, Camat Rantau Pulung Mulyono S. STP, MSi segera membuat program jamban sehat untuk warganya. Antara <em>closet</em> dengan <em>septic tank, </em>ada jarak yang dihubungkan dengan pipa. Program ini dikolaborasikan dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dengan Baznas Kutim. <em>Closet</em> dan <em>septic tank</em> oleh KPC dan Baznas, sementara rumahnya swadaya masyarakat.</p><p>Pemasangan dilakukan September 2018 lalu, dengan jumlah total mencapai 120 unit WC. Dari jumlah ini, sebanyak 110 unit dibangun KPC dan 10 unit lainnya oleh Baznas Kutim. &ldquo;Untuk di Desa Pulung Sari, ada 36 unit yang dibangun. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan CSR KPC ini,&rdquo; kata Suwoto.</p><p>Atas inovasi program jamban sehat non APBD itu, telah mengantarkan Camat Rantau Pulung Mulyono&nbsp; S. STP, MSi, meraih penghargaan sebagai Camat Terbaik se-Kaltim. Penghargaan diserahkan pada malam puncak resepsi HUT ke 62 Kaltim di Samarinda, Rabu (9/1).(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/141/6._Jamban_Sehat_Rantau_Pulung.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Wajib Pajak Besar Taat ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/140?locale=id</link><pubDate>5 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/140/Penghargaan_Wajib_Pajak_1_Frame.jpg" alt=""><br><p>Setelah meraih penghargaan sebagai perusahaan penyumbang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tertinggi akhir tahun 2018 lalu, PT Kaltim Prima Coal (KPC), kembali meraih penghargaan dalam bidang keuangan. Kali ini berupa penghargaan sebagai Perusahaan Taat Pajak yang diberikan oleh Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wajib Pajak Besar.</p><p>Bersama dengan 30 wajib pajak lainnya, KPC menerima penghargaan langsung dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Rabu (13/3), di Jakarta. Penghargaan diterima oleh Komisaris KPC RA Sri Dharmayanti.</p><p>&quot;Penghargaan diberikan dengan pertimbangan wajib pajak patuh terhadap peraturan perpajakan, serta responsif dalam memenuhi permintaan data sehubungan dengan penggalian potensi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) masing-masing,&quot; kata Dirjen Pajak Robert Pakpahan.</p><p>Pertimbangan lain menurut Robert, karena wajib pajak selalu bersinergi dan memberikan dukungan atas program-program DJP. Program tersebut antara lain, program integrasi data dan pertukaran data wajib pajak di tahun 2018.</p><p>KPC sendiri menurut Sri Dharmayanti&nbsp; telah menyetrorkan pajak penghasilan sebesar Rp 7 triliun untuk tahun pajak 2018. Nilai itu belum termasuk royalti yang besarnya mencapai Rp 6,6 triliun. &nbsp;Jika ditotal, KPC membayar pajak dan royalti tahun 2018 sebesar Rp 13,6 triliun lebih.</p><p><em>Chief Executive Officer (CEO)</em> KPC Saptari Hoedaja mengaku senang dan bangga bisa berkontribusi terhadap bangsa dan Negara. &ldquo;Kami berterima kasih kepada Ibu Mentri dan Jajaran Direktorat Jendral Pajak, terutama Kanwil Wajib Pajak Besar yang telah memberikan penghargaan kepada KPC. Semoga pajak yang dibayarkan dapat membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangungan bagi masyarakat Indonesia,&rdquo; kata Saptari.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/140/Penghargaan_Wajib_Pajak_1_Frame.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Zaidi Panen Durian Rp 15 Juta Per Hari ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/139?locale=id</link><pubDate>5 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/139/Picture1.jpg" alt=""><br><p>Achmad Zaidi tampak sibuk mengelompokan buah durian menurut bobotnya masing-masing, di kebunya di Desa Tepian Makmur, SP 8, Rantau Pulung. Durian jenis montong itu memiliki bobot antara 2,5 kg sampai 7,5 kg per buah. Jika dirata-ratakan, buah durian Zaidi berkisar 4 kg per buah.</p><p>Sepanjang perbincangan dengan Prima Magz, lelaki beranak empat itu tampak ceria. Senyum selalu menghiasi wajahnya. Begitu ditanya berapa penjualan per harinya, Zaidi langsung menyambar. &ldquo;Antara 2-3 kwintal (1 kwintal = 100 kg). Ya, rata-rata penjualan per hari saya ini antara Rp 10 &ndash; 15 juta,&rdquo; aku Zaidi.</p><p>Zaidi mengakui, pada lahanya seluas tujuh hektar itu, memiliki 170 pohon durian. Saat ini, jumlah buah per pohon antara 50-60 buah, dengan rata-rata per buah mencapai bobot 4 kg, maka per pohon bisa menghasilkan 200-240 kg. &ldquo;Satu kilogram durian saya jual seharga Rp 60 ribu. Biasanya hanya sampai tengah hari sudah laku semuanya,&rdquo; kata Zaidi.</p><p>Pohon penghasil duit miliaran rupiah per tahun itu, telah ditanam Zaidi sejak tahun 2006 silam. Program durian tersebut merupakan kolaborasi KPC dengan petani Rantau Pulung melalui program CSR. Sebagian penerima program tersebut sukses menikmati hasilnya seperti Zaidi, namun sebagian gagal karena berbagai faktor. &ldquo;Dulu tahun 2006 ditanam melalui program CSR KPC. Dulu bersama Ibu Defy Nadira,&rdquo; kata Zaidi.</p><p>Sukses memanen durian, Zaidi berencana mengembangkan usahanya ke arah agrowisata dan kuliner. Pada lahan seluas tujuh hektar di kebun duriannya itu, Zaidi telah memulai dengan permbangunan kolam ikan dan pembangunan gazebo.</p><p>&ldquo;Saya sudah membangun beberapa kolam, yang nantinya dijadikan kolam pemancingan dan wahana permainan. Gazebo-gazebo ini nantinya adalah rumah makan,&rdquo; kata Zaidi.</p><p>Untuk agrowisata sendiri, Zaidi telah menanam berbagai jenis buah-buahan untuk menarik minat wisatawan. &ldquo;Kegiatanya nanti petik buah. Saya sudah tanam kelengkeng, buah naga, manggis, anggur batang, belimbing, langsat, jeruk dan lain-lain,&rdquo; kata Zaidi.(*)</p><p>&nbsp;</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/139/Picture1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Raih PROPER Hijau Pengelolaan Lingkungan ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/138?locale=id</link><pubDate>5 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/138/Proper_2018.JPG" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) meraih peringkat Hijau, pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) periode tahun 2017-2018, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).</p><p>Peringkat hijau adalah penghargaan kepada perusahaan yang melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan <em>(beyond compliance)</em>. Acara penganugerahan PROPER tersebut dilakukan, Kamis (27/12), di Hotel Bidakara, Jakarta, diterima langsung oleh Muhammad Rudy,<em> Chief Operating Officer (COO)</em> KPC.</p><p><em>General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD)</em> KPC Wawan Setiawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, sehingga KPC meraih peringkat Hijau dalam bidang pengelolaan lingkungan.</p><p>&ldquo;Saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak, baik karyawan maupun para <em>stakeholder</em> lain yang telah berkontribusi dalam perolehan PROPER Hijau ini. Terutama kepada Kementerian LHK, BLHK Kutai Timur dan BLHK Kaltim selaku pembina perusahaan,&rdquo; kata Wawan.</p><p><em>Chief Operating Officer (COO) </em>KPC Muhammad Rudy menyatakan, PROPER nasional bertujuan meningkatkan peran perusahaan dalam pengelolaan lingkungan, dengan mentaati semua peraturan lingkungan hidup yang berlaku serta menerapkan konservasi dan efisiensi penggunaan sumber daya alam (air dan energi).</p><p>Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, M.R. Karliansyah dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis (27/12/2018) mengungkapkan, dari tahun ke tahun tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup semakin meningkat.</p><p>Hal ini berpengaruh besar pada banyak hal positif, baik di dalam perusahaan itu sendiri maupun di masyarakat. &ldquo;PROPER telah menunjukkan hasil yang sangat positif. Kami berharap perusahaan-perusahaan di Indonesia menjadi contoh bagi perusahaan tingkat dunia,&rdquo; ujar Karliansyah.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/138/Proper_2018.JPG" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Taat Bayar Pajak Kendaraan Bermotor ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/137?locale=id</link><pubDate>5 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/137/PHOTO-2019-01-09-21-44-58.jpg" alt=""><br><p>Selain tertinggi sebagai perusahaan pembayar <em>royalty</em> dan masuk dalam pembayar pajak terbesar Indonesia, KPC juga ternyata adalah perusahaan yang taat membayar pajak kendaraan bermotor. Tak heran, pemerintah Provinsi Kaltim memberikan penghargaan atas kepatuhan KPC tersebut.</p><p>Penghargaan diberikan saat Malam Penganugerahan Kalimantan Timur, bertepatan dengan HUT Provinsi Kalimantan Timur ke 62 tahun di Lamin Etam, Rabu (9/1) lalu. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pelaksana Tugas Sekprov Kaltim DR Hj Meiliana, yang diterima oleh Manager External Relation Yordhen Ampung.</p><p>Yordhen usai menerima penghargaan tersebut menyatakan, penghargaan yang diberikan merupakan wujud apresiasi pemerintah terhadap KPC, karena telah menunaikan kewajiban tepat waktu. &ldquo;Penghargaan ini adalah wujud apresiasi pemerintah terhadap KPC, yang selalu taat membayar pajak kendaraan bermotor,&rdquo; kata Yordhen.</p><p>Menurut Yordhen, kategori penghargaan yang diterima KPC adalah perusahaan taat pajak, kategori kendaraan bermotor alat berat dan besar, yang beroperasi di lingkungan perusahaan.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/137/PHOTO-2019-01-09-21-44-58.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Pembayar Royalti Tertinggi ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/136?locale=id</link><pubDate>5 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/136/MUD_8932.JPG" alt=""><br><p><em>Indonesia Mining Association (IMA)</em>, Jumat (14/12), memberikan penghargaan kepada perusahaan yang memiliki kontribusi terbesar pada tahun 2018. Pada kesempatan itu, PT Kaltim Prima Coal (KPC), dinobatkan sebagai perusahaan menyetor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), atau <em>royalty </em>&nbsp;tertinggi mencapai Rp 6,6 triliun lebih.</p><p>Selain penyetor <em>royalty</em> tertinggi, KPC juga dinobatkan sebagai perusahaan terbaik dalam pengelolaan lingkungan pertambangan.</p><p>Predikat pembayar &nbsp;<em>royalty </em>tertinggi telah diterima KPC dalam tiga tahun terakhir. KPC meraih predikat tersebut, sejak adanya <em>award </em>untuk perusahaan yang berkontribusi besar kepada Negara oleh Kementerian Keuangan RI.</p><p>Untuk kali ini, penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono dan diterima oleh Direktur KPC RA Sri Dhamayanti.</p><p>Hingga akhir 2018 lalu, data Kementerian Keuangan sebagaimana dirilis ke berbagai media menunjukkan, PNBP dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Hal itu dibuktikan dari realisasi PNBP sektor ESDM sebesar Rp 217,5 triliun pada 2018, naik 53,4%&nbsp;dari target dalam APBN 2018 sebesar Rp120,5 triliun.</p><p>Data dari Kementerian ESDM memperlihatkan, subsektor migas memberikan kontribusi Rp163,4 triliun dari target Rp 86,5 triliun, sedangkan subsektor mineral dan batubara memberi kontribusi RP 50 triliun dari target Rp 32,1 triliun. Subsektor energi baru terbarukan dan konvservasi energi menyumbang Rp 2,3 triliun dari target Rp 0,7 triliun. Sementara lainnya RP 1,8 triliun dari proyeksi Rp1,2 triliun.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/136/MUD_8932.JPG" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPCKorporasi Penyumbang Devisa Ekspor TerbaikTahun 2018 ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/135?locale=id</link><pubDate>9 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/135/Devisa_Ekspor_tahun_2018.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC), kembali meraih penghargaan Bank Indonesia, sebagai perusahaan penyumbang devisa ekspor terbaik tahun 2018. Penghargaan ini merupakan yang kedua kalinya setelah pada tahun 2017 lalu meraih penghargaan yang sama.</p><p>Penghargaan diserahkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo kepada <em>Chief Finance Officer (CFO)</em> KPC Ashok Mitra, pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Selasa (27/11) lalu.</p><p>Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja KPC yang telah memastikan semua devisa hasil ekspor batubara, diterima di bank devisa dalam negeri dan dilaporkan sesuai dengan peraturan Bank Indonesia.</p><p>Presiden Direktur Bumi Resources Tbk Saptari Hoedaja menyampaikan ungkapan terima kasih atas penghargaan dari Gubernur BI tersebut. Penghargaan itu menurut Ari, sapaan akrab Saptari Hoedaja, sebagai bukti bahwa BUMI dan anak usahanya berkomitmen terus patuh pada semua peraturan di Indonesia.</p><p>&ldquo;Komitmen kami adalah terus patuh pada semua peraturan yang ada dan sesuai dengan semangat pelaksanaan <em>good corporate govenance</em>. Dan lebih penting lagi, semoga dengan masuknya devisa ekspor ke dalam negeri dapat memberikan sumbangsih terhadap penguatan perekonomian Negara.&rdquo; Kata Ari.</p><p>Ari lebih lanjut mengatakan, pencapaian KPC ini tidak terlepas dari performa ekpor batubara yang tinggi. Karena itu, pria yang merangkap jabatan sebagai <em>Chief Executive Officer (CEO)</em> KPC itu mengharapkan, pemerintah dan masyarakat terus mendukung operasional perusahaan.</p><p>&ldquo;Semua yang kita capai ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan masyarakat. Karena itu saya mengucapkan terima kasih dan mengharapkan dukungan untuk operasi yang lebih baik lagi,&rdquo; kata Ari.</p><p>Pertemuan Tahunan Bank Indonesia pada tahun 2018 ini, dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo. Jokowi hadir bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja antara lain Mensesneg Pratikno, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri BUMN Rini Sumarno, Gubernur BI Perry Warjiyo dan sejumlah pejabat lainya. (*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/135/Devisa_Ekspor_tahun_2018.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Dukung PORPROV Kaltim]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/134?locale=id</link><pubDate>9 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/134/PORPROV_SANGATTA.jpg" alt=""><br><p>Perhelatan olahraga empat tahunan tingkat Provinsi Kalimantan Timur, Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV), akan digelar di Sangatta, mulai 27 November sampai 12 Desember 2018. Pada ajang pesta olahraha terbesar Kalimantan Timur itu, sebanyak 42 cabang olahraga dipertandingkan di Kutai Timur.</p><p>Sementara 10 cabang lainya tersebar di Kota Bontang, Samarinda, Berau dan Balikpapan. Adanya sejumlah cabang yang dipertandingkan di luar Sangatta, karena kendala teknis lapangan yang belum tersedia.</p><p>Dari jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di Sangatta, ada 13 cabang yang didukung KPC. Cabang tersebut antara lain sepak bola, golf, squash, cricket, tinju, muaythai, soft tennis, tenis, gulat, bola basket, pentaque, baseball dan drum band. Dukungan KPC hadir dalam bentuk renovasi lapangan dan bantuan teknis lainnya.</p><p><em>General Manager External Affairs and Sustainable Development </em>&nbsp;<em>(ESD)</em> Wawan Setiawan mengatakan, KPC mendukung penuh Kutai Timur sebagai tuan rumah PORPROV ke VI tahun 2018. Selain dukungan venue pertandingan, KPC juga menjadi orangtua asuh sejumlah cabor yang dipertandingkan di PORPROV serta dukungan sejumlah cabor saat pra PORPROV(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/134/PORPROV_SANGATTA.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ 77 Warga Kutai Timur Terima Beasiswa KPC ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/133?locale=id</link><pubDate>9 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/133/Beasiswa_umum_tahun_2018.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali memberikan beasiswa kepada masyarakat Kutai Timur, untuk meneruskan studi pada jenjang Diploma Tiga (D3), Strata Satu (S1), Strata Dua (S2) dan Strata Tiga (S3).</p><p>Pada tahun ini, jumlah penerima mencapai 77 orang, dengan rincian D3/S1 sebanyak 50 orang, S2 sebanyak 25 orang dan tingkat doctoral (S3) sebanyak dua orang.</p><p>Acara serah terima dilangsungkan di Aula SMAN 2 Sangatta Utara, dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan DR Roma Malao SE, MM, GM ESD KPC Wawawan Setiawan, GM HR Khudori, <em>Acting Manager Community Empowerment </em>Yuliana Datubua dan para penerima beasiswa serta orangtuanya masing-masing.</p><p>Wawan Setiawan dalam sambutannya mengatakan, program beasiswa merupakan salah satu program <em>corporate social responsibility (CSR)</em> KPC dari tujuh program prioritas pemberdayaan masyarakat. Melalui program ini, Wawan berharap, generasi masa depan Kutai Timur lebih baik dan berkualitas sehingga daya saing Kutai Timur semakin baik.</p><p>Sementara Roma Malau dalam sambutannya mengapresiasi program CSR KPC yang tak henti-hentinya memberikan dukungan untuk pendidikan Kutai Timur. &ldquo;Sudah sangat banyak program bantuan pendidikan yang diberikan KPC kepada masyarakat Kutai Timur. Saya mengucapkan terima kasih, semoga bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Kutai Timur,&rdquo; kata Roma.</p><p>Ayub, SE, M.Si salah seorang penerima beasiswa program S3 mengaku motivasinya meningkat setelah mendapatkan beasiswa KPC. Sebab menurutnya, baru kali ini warga Dayak Kutai Timur mengenyam pendidikan tingkat Doktor dan langsung mendapatkan beasiswa S3 dari KPC.</p><p>&ldquo;Saya ini warga Dayak Busang dari pedalaman terjauh Kutai Timur. Selama ini belum ada warga Dayak Kutai Timur melanjutkan pendidikan S3. Kalau saya dari pedalaman saja bisa mengenyam pendidikan tingkat doctor, apalagi kalian semua yang besar di kota. Saya ingin memberikan motivasi, semoga akan diikuti oleh anak-adik saya yang lainya,&rdquo; kata Ayub berapi-api.</p><p>Ayub secara khusus menyampaikan apresiasi kepada KPC atas progran CSR yang dinilainya luar biasa ini. &ldquo;Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada KPC atas program CSR dalam bidang pendidikan ini. Ini adalah investasi sosial jangka panjang. Sebab Kutai Timur membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang baik untuk pembangunan&rdquo; kata Ayub.</p><p>Sampai saat ini, KPC telah memberikan 3,193 beasiswa kepada masyarakat Kutai Timur. Program beasiswa merupakan salah satu program CSR bidang pendidikan. Tujuanya untuk meningkatkan sumber daya manusia warga Kutai Timur, sehingga daya saing daerah menjadi lebih baik pada masa yang akan dating.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/133/Beasiswa_umum_tahun_2018.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Serahterimakan 13 Program CSR di Sangatta ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/132?locale=id</link><pubDate>10 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/132/Serah_Terima_CSR_30655_.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC), Rabu (7/11), menyerahkan 13 paket program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), atau yang dikenal dengan <em>program corporate social responsibility (CSR). </em>Paket program tersebut diserahkan dihadapan Bupati Kutai Timur dan jajaran pemerintah Kabupaten Kutai Timur, yang berlangsung di Bumi Pelatihan Percontohan dan Usaha Tani Konservasi (BPPUT).</p><p>Dari 13 paket program tersebut, ada empat paket program pengembangan agribisnis, empat paket program peningkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dua paket program kesehatan, dua program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan satu paket program pendidikan.</p><p>Bupati Kutai Timur Ir H Ismunandar MT menyampaikan apresiasi atas serah terima program CSR KPC ini. Bupati secara khusus merespon program bantuan BUMDes, yang menurutnya bagus untuk meningkatkan kemakmuran desa.</p><p>Salah satunya adalah program pusat perbelanjaan kebutuhan rumah tangga, yang sudah dibuka oleh BUMDes Mulya Sari dalam bentuk Mulya Mart. &ldquo;Saya akan memberikan akses yang luas untuk perkembangan Mart yang dibuka oleh BUMDes. Ini sudah ada Mulya Mart dan silakan untuk mart-mart yang lain juga agar dibuka,&rdquo; kata Bupati Ismunandar.</p><p>Selain mendukung kehadiran pusat perbelanjaan yang dikelola BUMDes, Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap BUMDes yang bergerak dalam bidang ekowisata, Mulya Park. Mulya Park adalah BUMDes yang mengelola area wisata di Bumi Percontohan Pertanian dan Usaha Tani Konservasi (BPPUTK). &ldquo;Mohon lengkapi sarana <em>outbond</em> di BPPUTK, agar bisa dikunjungi saat perhelatan Porprov Kaltim,&rdquo; kata Bupati.</p><p><em>GM External Affairs and Sustainable Development (ESD)</em> Wawan Setiawan menyampaikan ucapan terima kasih atas semangat kolaborasi antara KPC dan pemerintah, sehingga program CSR bisa berjalan baik. &ldquo;Terima kasih support Bupati, Wakil dan semua pihak, karena kami tidak bisa sendiri dalam menjalankan program CSR. Kami butuh kolaborasi dengan semua pihak,&rdquo; kata Wawan.</p><p>Lebih lanjut Wawan berharap, program CSR menjadi embrio penting dalam pembangunan desa di Kutai Timur. &ldquo;CSR ini kami harapkan sebagai embrio penting pembangunan desa. Kami berharap apa yang diberikan KPC bisa bernilai, bermanfaat untuk kepentingan masyarakatd i desa masing-masing. Kita semua akan bangga kalau kita berhasil. Semoga program KPC bisa menginspirasi kontraktor juga,&rdquo; kata Wawan.</p><p>Arya Kusuma, Direktur BUMDes Mulya Sari Sangatta Selatan mengatakan, lembaganya telah menerima banyak bantuan berupa asset dari KPC. &ldquo;BUMDes Mulya Sari sudah banyak mendapatkan hibah asset dari CSR KPC. Antara lain air isi ulang, gedung Balai Pertemuan Desa, Ekowisata Mulyasari Park di BPPUTK. Kami akan mengembangkan usaha-usaha ini untuk kepentingan desa dan masyarakat,&rdquo; kata Arya. (*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/132/Serah_Terima_CSR_30655_.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Anak-anak Korban Gempa Terharu Perhatian Karyawan KPC ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/131?locale=id</link><pubDate>10 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/131/Anak-Palu-web_28575_.jpg" alt=""><br><p>Anak-anak sekolah korban gempa di Palu, terharu didatangi karyawan KPC di lokasi pengungsian Petobo, Palu Selatan. Senyuman dan raut gembira terpancar dari wajah mereka, khususnya saat KPC dan PMI menggelar <em>trauma healing </em>atau <em>psychology social support program (PSP).</em></p><p>Ratu Anjani Khairunnisa, siswa kelas V SDI Al-Akbar Petobo mengatakan, saat ini sekolahnya rusak dan kondisi keuangan keluarga tak sanggup membiayai kebutuhan sekolahnya. &ldquo;Kondisi sekolahku itu rusak, runtuh, tidak layak ditempati. Saya perlu buku, baju, alat sekolah supaya bisa belajar lagi,&rdquo; kata Anjani.</p><p>&ldquo;Mamaku belum ada uang untuk kebutuhan sekolah. Saya belajar di pengungsian bersama teman-teman saya. Guru-guruku mengajar saya,&nbsp; tapi juga mengajar sekolah-sekolah yang lainnya,&rdquo; kata Anjani.</p><p>Anjani menyampaikan terima kasih atas dukungan karyawan KPC karena telah menghibur mereka dan memberikan bantuan berupa paket peralatan tulis (school kit).</p><p>Hal senada disampaikan Fadil, salah seorang siswa di camp pengungsian. Ia mengaku senang menerima bantuan <em>school kit </em>dari KPC dan PMI Kutai Timur. Keceriaannya tampak dari wajahnya saat kegiatan PSP dan acara serah terima school kit berlangsung. &ldquo;saya senang karena diberikan tas yang bagus. Saya ingin terus sekolah,&rdquo; katanya.</p><p>Mirnawati, Kepala Sekolah SD Islam Al-Akbar Petobo mengatakan, proses belajar mengajar di Petobo dan wilayah terdampak gempa lainnya masih bersifat darurat. Di daerah Petobo, menurutnya hanya dua tenda tersedia. &ldquo;Jadi anak-anak kelas satu, dua dan tiga digabung dalam satu tenda, dan kelas empat sampai kelas enam satu tenda lainya,&rdquo; kaya Mirnawati.</p><p>Mirnawati menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan karyawan KPC dan PMI. Menurut Mirna, saat ini yang dibutuhkan siswa-siswanya adalah perlengkapan seolah seperti tas, buku dan peralatan tulis, serta seragam sekolah termasuk sepatu. &ldquo;Terima kasih kepada KPC dan PMI. Saat ini anak-anak kami membutuhkan dukungan perlengkapan sekolah termasuk seragam sekolah,&rdquo; kata Mirna.</p><p>Pada kesempatan ini, KPC bersama melalui donasi karyawan bersama PMI Kutai Timur memberikan bantuan paket school kit berisi tas, perlatan tulis dan perlengkapan menggambar,&nbsp; berjumlah 3,000 paket.(*)</p><p>Anak-anak sekolah korban gempa di Palu, terharu didatangi karyawan KPC di lokasi pengungsian Petobo, Palu Selatan. Senyuman dan raut gembira terpancar dari wajah mereka, khususnya saat KPC dan PMI menggelar <em>trauma healing </em>atau <em>psychology social support program (PSP).</em></p><p>Ratu Anjani Khairunnisa, siswa kelas V SDI Al-Akbar Petobo mengatakan, saat ini sekolahnya rusak dan kondisi keuangan keluarga tak sanggup membiayai kebutuhan sekolahnya. &ldquo;Kondisi sekolahku itu rusak, runtuh, tidak layak ditempati. Saya perlu buku, baju, alat sekolah supaya bisa belajar lagi,&rdquo; kata Anjani.</p><p>&ldquo;Mamaku belum ada uang untuk kebutuhan sekolah. Saya belajar di pengungsian bersama teman-teman saya. Guru-guruku mengajar saya,&nbsp; tapi juga mengajar sekolah-sekolah yang lainnya,&rdquo; kata Anjani.</p><p>Anjani menyampaikan terima kasih atas dukungan karyawan KPC karena telah menghibur mereka dan memberikan bantuan berupa paket peralatan tulis (school kit).</p><p>Hal senada disampaikan Fadil, salah seorang siswa di camp pengungsian. Ia mengaku senang menerima bantuan <em>school kit </em>dari KPC dan PMI Kutai Timur. Keceriaannya tampak dari wajahnya saat kegiatan PSP dan acara serah terima school kit berlangsung. &ldquo;saya senang karena diberikan tas yang bagus. Saya ingin terus sekolah,&rdquo; katanya.</p><p>Mirnawati, Kepala Sekolah SD Islam Al-Akbar Petobo mengatakan, proses belajar mengajar di Petobo dan wilayah terdampak gempa lainnya masih bersifat darurat. Di daerah Petobo, menurutnya hanya dua tenda tersedia. &ldquo;Jadi anak-anak kelas satu, dua dan tiga digabung dalam satu tenda, dan kelas empat sampai kelas enam satu tenda lainya,&rdquo; kaya Mirnawati.</p><p>Mirnawati menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan karyawan KPC dan PMI. Menurut Mirna, saat ini yang dibutuhkan siswa-siswanya adalah perlengkapan seolah seperti tas, buku dan peralatan tulis, serta seragam sekolah termasuk sepatu. &ldquo;Terima kasih kepada KPC dan PMI. Saat ini anak-anak kami membutuhkan dukungan perlengkapan sekolah termasuk seragam sekolah,&rdquo; kata Mirna.</p><p>Pada kesempatan ini, KPC bersama melalui donasi karyawan bersama PMI Kutai Timur memberikan bantuan paket school kit berisi tas, perlatan tulis dan perlengkapan menggambar,&nbsp; berjumlah 3,000 paket.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/131/Anak-Palu-web_28575_.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Sukses Panen Berkat Dukungan KPC ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/130?locale=id</link><pubDate>10 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/130/Panen_Padi_Bengalon.jpg" alt=""><br><p>Kolaborasi PT Kaltim Prima Coal (KPC) dengan petani sawah di Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon, sukses mengantarkan para petani memanen pada lahan seluas 50 hektar. Panen kali ini ibarat oase di padang pasir, sebab selama dua musim taman sebelumnya, petani mengalami gagal panen karena bencana banjir beruntun.</p><p>&ldquo;Kami bersyukur karena bisa panen. Dua musim sebelumnya kami gagal panen karena banjir,&rdquo;&nbsp; kata Sutani, Ketua Kelompok Tani Suka Sejahtera, pada acara panen raya, Selasa (18/9) lalu. Acara panen tersebut dihadiri Bupati Kutai Timur Ismunandar dan GM External Affairs and Sustainable Development KPC Wawan Setiawan.</p><p>Yang membuat mereka bergembira lagi, hasil panen kali ini meningkat dari panen sebelumnya. Hal itu menurut Sutani, karena tanah mereka yang asam berhasil dinetralkan dengan kapur dolomit dari bantuan KPC. &ldquo;Lahan kami ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Setelah mendapatkan bantuan kapur dolomit dari KPC, hasil panen kami bisa meningkat,&rdquo; kata Sutani.</p><p>Pada periode tanam ini, ada empat kelompok tani yang mendapat bantuan KPC. Empat kelompok ini memiliki luas lahan mencapai 50 hektar. Namun demikian, jumlah itu akan segera ditambah menyusul adanya bantuan tiga unit mesin cultivator baru dari KPC.</p><p>&ldquo;Potensi yang ada itu seluas 251 hektar. Kami yakin, dengan adanya bantuan tiga unit mesin cultivator ini, petani bisa membuka semua lahan yang potensi tersebut,&rdquo; kata Sugino, Kepala Dinas Pertanian Kutai Timur.</p><p>Bupati Kutai Timur, H. Ismunandar MT mengatakan, program <em>corporate social responsibility (CSR)</em> &nbsp;ini sudah tepat sasaran. Sebab menurut Bupati, fokus pembangunan pemerintah dimulai dari daerah pinggiran, dalam hal ini wilayah pedesaan. &ldquo;CSR KPC ini sudah bagus dan tepat, karena nanti ekonomi berjalan tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi wilayah pedesaan,&rdquo; kata Ismunandar.</p><p>GM ESD KPC Wawan Setiawan memastikan, perusahaan akan terus meningkatkan dukungan terhadap petani di Bengalon, agar tingkat kesejahteraan mereka lebih baik dari tahun ke tahun. &ldquo;Kami akan terus meningkatkan dukungan terhadap petani di Bengalon. Hal ini sejalan dengan program CSR KPC dalam bidang pengembangan agribisnis,&rdquo; kata Wawan.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/130/Panen_Padi_Bengalon.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Salurkan Bantuan dan Kirim Tim Rescue ke Palu dan Donggala ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/129?locale=id</link><pubDate>10 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/129/Bantuan_Palu3.jpg" alt=""><br><p>Paska gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala, Jumat (28/9) lalu, PT Kaltim Prima Coal (KPC), langsung menurunkan tim <em>Rescue</em> dan mengirimkan bantuan <em>logistic</em>. Tim <em>Rescue</em> diterjunkan KPC sejak, Senin (1/10) lalu, sedangkan bantuan logistic mulai dikirim kemarin, Jumat (5/10).</p><p>Acara pelepasan dan serah terima barang dilakukan, Kamis (4/10), di Kantor Bupati Kutai Timur. Selanjutnya, barang-barang tersebut diberangkatkan bersamaan dengan bantuan Pemkab Kutai Timur dan bantuan masyarakat lainnya.</p><p><em>General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) </em>&nbsp;Wawan Setiawan mengatakan, bantuan logistic KPC hadir dalam bentuk sembako, genset, lampu emergency, terpal, pakaian bayi dan selimut. &ldquo;Barang-barang yang kita kirim ini adalah barang yang sangat dibutuhkan saat ini,&rdquo; kata Wawan.</p><p>Saat ini batuan logistic telah berada di Balikpapan dan diserahterimakan dengan Walikota Balikpapan Rizal Effendi, Jumat (5/1). Rencana semula, bantuan diberangkatkan menggunakan pesawat TNI Herkules, namun Hangar Bandara di Palu sendang penuh sehingga bantuan dialihkan menggunakan kapal laut. Saat ini barang-barang mulai diangkut menuju pelabuhan Balikpapan.</p><p>Sementara itu, dari laporan <em>Superintendent Emergency Preparation and Response</em> Noldy Tambayong yang berangkat bersama tim Rescue ke Palu, hari ini tim mereka berhasil mengevakuasi jenasah yang tertimbun di Hotel Mercure, Palu.</p><p>Hari ini merupakan hari kedua, timnya bekerja di Hotel Mercure. &ldquo;Ini hari kedua kami bekerja di Hotel Mercure. Hari ini kami berhasil mengevakuasi satu jenasah yang meninggal tertimbun dalam reruntuhan bangunan hotel Mercure,&rdquo; ujar Noldy.</p><p>Tim Rescue KPC yang bekerjasama dengan Badan SAR Nasional (BASARNAS), mulai bekerja mencari korban di Hotel Mercure&nbsp; sejak kemarin. Fokus pekerjaan mereka kemarin, menurut Noldy, membuat akses masuk menuju bagian dalam reruntuhan gedung. &ldquo;Tim kami kemarin focus membuat akses masuk menuju bagian dalam reruntuhan gedung, sehingga kami bisa mengevakuasi dua jenasah hari ini,&rdquo; kata Noldy.</p><p>Tim Rescue KPC yang berangkat ke Palu sebanyak delapan orang dan ditambah satu orang dokter. Tim ini dipimpin langsung oleh Noldy Tambayong, <em>Superintendent Emergency Preparation and Response. </em></p><p>Tim Rescue KPC memang selalu diberangkatkan ke lokasi bencana, seperti gempa di Lombok beberapa waktu lalu, gempa Padang, Yogya, Situ Gintung dan lainnya. Tim ini bekerja di bawah koordinasi Tim Rescue Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan BASARNAS.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/129/Bantuan_Palu3.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Pembayar Pajak Terbesar Tahun 2018 ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/128?locale=id</link><pubDate>10 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/128/Wawan_Setiawan.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali dinobatkan sebagai perusahaan pembayar pajak terbesar tahun 2018. Kali ini diberikan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bontang, pada acara Tax Gathering, Rabu (10/10), di Hotel Royal Victoria, Sangatta.</p><p>Penghargaan diberikan oleh Kepala KPP Pratama Bontang Windu Kumoro, yang diterima oleh <em>General Manager External Affairs and Sustainable Development (GM ESD)</em> KPC Wawan Setiawan. &ldquo;Terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada KPC. Kami bangga bisa memberikan kontribusi terbesar untuk penerimaan Pemerintah, baik di Pusat dan Daerah,&rdquo; kata Wawan.</p><p>Menurut Wawan, penghargaan yang diterima itu merupakan hasil keja keras semua karyawan dan dukungan pemerintah serta masyarakat. &ldquo;Ini hasil kerja keras semua karyawan, kontraktor dan tentu saja dukungan Pemerintah serta masyarakat Kutai Timur,&rdquo; kata Wawan.</p><p>Sebelumnya pada acara pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI) pembayaran pajak massal, KPC langsung menyetor sebesar lebih Rp 100 miliar. Pajak yang disetor KPC itu sekaligus merupakan pembayaran tertinggi dalam acara pemecahan rekor, yang digagas Pemkab Kutim tersebut.</p><p>GM ESD Wawan Setiawan mengatakan, setoran lebih Rp 100 miliar tersebut merupakan gabungan dari pajak penghasilan karyawan PPh 21, pajak jasa penerbangan, pajak jasa pelayaran, pajak jasa sewa, pajak jasa &nbsp;konstruksi, pajak jasa lainnya. Selain itu ada&nbsp; pajak PPh Pasal 26, serta pajak penjualan dan pajak penghasilan pasal 25. Sementara dari segi alokasi, pajak tersebut terdiri dari pajak pusat dan daerah.</p><p>Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kaltimtara Samon Jaya mengucapkan terima kasih atas kontribusi KPC dan sekaligus memberikan contoh kepada wajib pajak lainnya, untuk taat membayar pajak. &ldquo;KPC ini adalah contoh perusahaan yang taat membayar pajak. Kami ucapkan terima kasih semoga bisa diikuti oleh perusahaan yang lainnya,&rdquo; kata Samon.</p><p>Bayar pajak massal bertema &lsquo;Dari Sangatta Untuk Indonesia Sadar Pajak&rsquo;, digelar sebagai salah satu rangkaian dalam rangka memperingati Hari Oeang yang jatuh pada tanggal 30 Oktober dan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kutai Timur ke-19 tahun, yang jatuh pada tanggal 12 Oktober 2018.</p><p>Pada acara tersebut, rekor MURI Bayar Pajak Massal, berhasil diraih Kutai Timur, dengan dana terkumpul mencapai Rp 177 miliar dan wajib pajak yang membayar serentak sebanyak 12 ribu wajib pajak.&nbsp; Angka tersebut, diperhitungkan berasal dari penghimpunan pajak pusat dengan nilai mencapai Rp 107.304.748.580, serta pajak daerah Kabupaten Kutai Timur senilai Rp 6.479.565.614, dan pajak daerah provinsi Kalimantan Timur senilai Rp 63.329.352.725.</p><p>Bupati Kutai Timur Ir H. Ismunandar MT mengatakan, pencapaian rekor MURI ini bisa menjadi momentum meningkatkan pendapatan daerah. &quot;Melalui kegiatan bayar pajak massal ini, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajibannya sebagai Wajib Pajak, dan dapat memotivasi daerah lain untuk ikut meningkatkan penerimaan pajaknya,&rdquo; tutupnya.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/128/Wawan_Setiawan.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Raih Penghargaan Subroto Dari Menteri ESDM ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/127?locale=id</link><pubDate>11 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/127/2.JPG" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali meraih penghargaan dalam bidang pertambangan dan energi. Kali ini, KPC meraih penghargaan Subroto Award tahun 2018, pada Malam Penganugerahaan Penghargaan Subroto tahun 2018. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dan diterima oleh<em> Chief Operating Officer (COO)</em> KPC Muhammad Rudy,&nbsp; di XXI Ballroom, Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (28/9).</p><p>KPC meraih penghargaan Subroto Kategori Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara, pada Bidang Keselamatan, Lingkungan, Usaha Jasa Pertambangan Mineral dan Batubara, bersama enam perusahaan lainya. Bidang ini merupakan satu dari enam bidang penghargaan yang diberikan pada ajang Malam Penganugerahaan Penghargaan Subroto tahun 2018 tersebut.&nbsp;</p><p><em>General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD)</em> KPC Wawan Setiawan menyampaikan ucapan terima kasih atas terpilihnya KPC sebagai salah satu perusahaan peraih Subroto Award tahun 2018.</p><p>Penghargaan yang diterima itu menurut Wawan merupakan bukti bahwa KPC memiliki komitmen terhadap penerapan standar keselamatan dalam operasional tambangnya. &ldquo;Terima kasih kepada Menteri ESDM atas pengakuan ini. Penghargaan ini menunjukan bahwa kita masih punya komitmen yang tinggi terhadap keselamatan pertambangan di KPC,&rdquo; kata Wawan.</p><p>Penghargaan Subroto digelar dalam rangka menyambut Hari Pertambangan dan Energi ke 73, tahun 2018. Selain itu sebagai bentuk penghormatan terhadap Profesor Subroto, Menteri ESDM tahun 1978-1988. Profesor Subroto dianggarap sebagai guru dan peletak dasar pengembangan energi dan mineral di Indonesia.</p><p>Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam sambutannya mengatakan, penghargaan diberikan kepada stakeholder bidang pertambangan dan energi, lebih khusus perusahaan yang berjasa dalam pengembangan sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia. &ldquo;Penghargaan ini diberikan kepada stakeholder pertambangan dan energi yang berjasa dalam pengembangan sektor energi dan mineral,&rdquo; kata Menteri ESDM.</p><p>Pada kesempatan tersebut Jonan juga meminta seluruh perusahaan agar terus bekerja lebih giat dan menunjukkan kinerja lebih baik lagi. &ldquo;Acara ini sebagai refleksi bagi kita agar terus meningkatkan semangat kerja demi memajukan sektor ESDM,&rdquo; kata Jonan.</p><p>Selain itu, Menteri ESDM juga menghimbau kepada semua perusahaan agar mampu bekerjasama dan beriringan dengan Pemerintah untuk mempercepat tujuan pembangunan sektor ESDM, sesuai Pasal 33 Undang-undang Dasar 1945.</p><p>&ldquo;Saya mengajak masyarakat agar turut terlibat bersama Pemerintah membangun sektor ESDM, agar tujuan kita memakmurkan masyarakat bisa cepat terealisasi,&rdquo; kata Menteri ESDM Ignasius Jonan.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/127/2.JPG" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Dirjen MR Karliansyah Puji Program WTP Kudungga ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/126?locale=id</link><pubDate>11 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/126/Dirjen_KLHK_Karliansyah.jpg" alt=""><br><p>Dirjen Pengendalian Pencemaran, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) MR Karliansyah, memuji program pembangunan <em>Water Treatment Plan (WTP)</em> Kudungga, Sangatta. Program kerjasama PT Kaltim Prima Coal (KPC) dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tersebut, dinilai sebagai program <em>corporate social responsibility (CSR), </em>yang bagus dan bermanfaat tinggi.</p><p>Hal itu disampaikan Karliansyah saat berkunjung ke KPC, Sabtu (1/9). &ldquo;Ini program yang bagus. Masyarakat sekitar bisa langsung menikmati dampak positif keberadaan tambang,&rdquo; kata Dirjen Karliansyah, langsung di WTP Kudungga, Jalan Soekarno-Hatta, Sangatta.</p><p>WTP Kudungga mulai beroperasi sejak Februari 2016 lalu, dengan kapasitas 50 liter per detik. Kapasitas tersebut mampu melayani 3000 Sambungan Rumah (SR) atau sekitar 18 ribu jiwa di sekitar Jalan Soekarno-Hatta, Kampung Tator dan Gang Dayung. Fasilitas public yang dijangkau antara lain RSUD Sangatta, Stadion, STIPER, SMAN 2, Perumahan Angkatan Laut Dewa Ruci, Christian Center dan Chatolic Center. Saat ini WTP Kudungga mulai ditingkatkan lagi kapasitasnya menjadi 100 liter per detik.</p><p>WTP ini memanfaatkan air dari kolam tambang KPC, yang sumber airnya berasal dari hutan sekitar Pit Jupiter. Pada tahun 2014 lalu, KPC telah membangun pipa sambungan sepanjang 3,500 meter, menggunakan pipa HDPE berdiameter 450 mm dari kolam menuju WTP Kudungga. Pekerjaan tersebut dilanjutkan dengan pekerjaan mekanikal dan electrical lainya, sehingga total nilai proyek mencapai US$ 600,000 atau setara Rp 8 miliar lebih.</p><p>Dari sisi biaya operasional PDAM, WTP Kudungga lebih murah bahkan mencapai 50 persen dari biaya WTP Kabo yang merupakan WTP utama PDAM. Biaya operasional WTP Kabo mencapai Rp 1.843 per meter kubiq sementara WTP Kudungga hanya Rp 964 per meter kubiq.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/126/Dirjen_KLHK_Karliansyah.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Bukit Pelangi Merdeka Dari Ketergantungan Listrik Genset ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/125?locale=id</link><pubDate>11 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/125/Listrik_Bukit_Pelangi-2.jpg" alt=""><br><p>Kawasan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur di Bukit Pelangi, merdeka dari ketergantungan listrik bertenaga genset, tepat pada perayaan HUT RI ke 73 tahun, tanggal 17 Agustus 2018 lalu.&nbsp; Kepastian itu setelah PLN dan Pemkab Kutai Timur selesai membangun gardu sabungan listrik tegangan menengah berdaya 4.330 KVA, di Patung Pesawat, Bukit Pelangi, Sangatta.</p><p>Pasokan listrik berdaya 4.330 KVA tersebut, bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Bara, PT Kaltim Prima Coal (KPC). KPC memiliki daya listrik sebesar 60 MW, dimana sebanyak 18MW dayanya, disalurkan ke masyarakat melalui skema jual beli dengan PLN.</p><p>Sambungan listrik PLN di kawasan Bukit Pelangi, dilakukan setelah tenaga listrik dari excess power KPC telah memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Sangatta dan Rantau Pulung. Bukit Pelangi memang sejak awal direncanakan belakangan setelah masyarakat telah tersambung semuanya.</p><p>&quot;Di hari kemerdekaan ini, kita pun telah merdeka dari ketergantungan mesin diesel. Saya ingin di Kota Sangatta, yakni Sangatta Utara dan Selatan, seluruhnya terjangkau akses PLN, karena merupakan kebutuhan dasar yang terus kami usahakan terpenuhi. Dengan harapan, pada tahun 2020 mendatang, seluruh desa di Kutai Timur, sudah teralisi listrik semuanya,&quot; kata Ismunandar, Bupati Kutai Timur.</p><p>Kepala Bidang Aset Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Teddy Febrian mengatakan, penggunaan listrik tersebut mampu mengurangi biaya operasional pemerintah mencapai Rp 50 miliar per tahun. &quot;Selama ini kami memberi solar saja sudah mencapai Rp 50-60 miliar per tahun.Itu belum termasuk perbaikan kerusakan. Sementara bayar tagihan listrik nanti paling hanya Rp 1 miliar per bulan, artinya hanya Rp 12 miliar per tahun,&quot; kata Teddy.</p><p>Manager PLN Area Bontang Alimuddin mengatakan, masukkan excess power KPC sebesar 18MW plus interkoneksi sistem Mahakam, maka ketersediaan listrik untuk wilayah Kutai Timur saat ini sangat bagus. Karena itu, PLN siap melayani bila ada investor yang membutuhkan daya listrik lebih besar.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/125/Listrik_Bukit_Pelangi-2.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC-PLN Sepakat Manfaatkan Excess Power 18MW]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/124?locale=id</link><pubDate>11 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/124/Peresmian_PLTU.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sepakat memanfaatkan <em>excess power</em> PLTU Tanjung Bara, berdaya 18 Megawatt. Kesepakatan tersebut berlangsung dalam perjanjian jual beli excess power, pada akhir Desember 2017 lalu.</p><p>Dengan berjalannya kesepakatan tersebut, maka listrik yang mengalir di Kutai Timur saat ini bersumber dari listrik PLTU Tanjung Bara KPC. Pihak PLN juga mengakui, perusahaanya mampu menghemat biaya operasional dengan hadirnya PLTU KPC.</p><p>Peresmian pemanfaatan listrik <em>excess power</em> KPC, dilakukan pada 8 Maret 2018 lalu, oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. &ldquo;Ini baru program CSR <em>(corporate social responsibility, red)</em> yang bagus. Dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. Kalau selama ini CSR itu kecil-kecil dan cepat habis. Tapi kalau listrik, sepanjang KPC beroperasi, listriknya pasti ada terus,&rdquo; kata Jonan.</p><p>Penyaluran listrik excess power disebut sebagai program CSR yang bagus, karena menurut Jonan, harga jual KPC kepada PLN berada di bawah harga normal yang berlaku. &ldquo;Harga jualnya tidak memasukan beberapa komponen yang semestinya dimasukkan. Sehingga PLN bisa leluasa menjual kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau,&rdquo; beber Jonan.</p><p>Jonan lebih lanjut mengatakan, apa yang dilakukan KPC memberinya ide bahwa perusahaan tambang skala besar lainnya, harus juga membangun listrik sendiri dan 30 persen dayanya disalurkan kepada masyarakat. &ldquo;Apa yang dilakukan KPC ini, memberi saya ide bahwa perusahaan-perusahaan besar lainnya harus membangun listrik sendiri dan 30 persen dayanya disalurkan kepada masyarakat melalui PLN,&rdquo; tambah Jonan.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/124/Peresmian_PLTU.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ 57 Pasien Katarak Dioperasi Tahun 2018 ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/123?locale=id</link><pubDate>11 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/123/Operasi_Katarak.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) sukses menggelar kegiatan bhakti sosial operasi katarak untuk masyarakat Kutai Timur, Sabtu (11/8) lalu. Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Sangatta Selatan itu, berhasil menyembuhkan 57 orang pasien dari Kutai Timur.</p><p>Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KPC, Balai Kesehatan Mata dan Olahraga Masyarakat (BKMOM) Samarinda, Dinas Kesehatan Kutai Timur dan Puskesmas Sangatta Selatan. Kegiatan ini merupakan program <em>corporate social responsibility (CSR)</em> tahuan KPC sejak tahun 2003 silam dan telah berhasil memulihkan 565 pasien.</p><p>Supriyoto, warga Kecamatan Rantau Pulung mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan operasi katarak gratis tersebut. Buruh di kerkebunan sawit tersebut meminta KPC agar kegiatan operasi katarak terus dilanjutkan, agar semakin banyak masyarakat yang dipulihkan. &ldquo;Semoga KPC bisa terus mengadakan bhakti social ini supaya orang yang menderita seperti saya ini teratasi semua,&rdquo; ujar Supriyoto.</p><p>Hal senada disampaikan Supriyati, warga jalan Haji Masdar, Sangatta Utara. Menurut Supriyati, kegiatan bhakti social operasi katarak sangat membantu dirinya dan keluarga. Karena itu ia meminta agar kegiatan tersebut dilanjutkan tahun depan. &ldquo;Kegiatan ini sangat membantu bagi saya dan mudah-mudahan KPC tambah maju lagi dan banyak masyarakat yang bisa ditolong,&rdquo; kata Supriyati.</p><p>Peminat operasi katarak tahun ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Dari data yang dihimpun panitia, total pendaftar mencapai 131 orang, namun hanya 57 pasien yang layak dioperasi. Pada kegiatan kali ini, panitia penerjunkan empat orang dokter, 10 orang perawat dan satu orang analis.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/123/Operasi_Katarak.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Bersama Tim ESDM, KPC Ikut Selamatkan Korban Gempa Lombok ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/122?locale=id</link><pubDate>11 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/122/Gempa_Lombok.jpg" alt=""><br><p>Dampak gempa Lombok dan sekitarnya sejak gempa pertama, Minggu (29/7), menyebabkan 555 orang meninggal dunia, 431.416 orang mengungsi dan 74.361 unit rumah rusak. Data yang dirilis Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total kerusakan materil diperkirakan mencapai Rp 7,7 triliun.</p><p>Sebagai bagian dari warga Indonesia, PT Kaltim Prima Coal (KPC), turut prihatin dengan bencana gempa tersebut. KPC menerjunkan sembilan orang tim <em>rescue </em>ke Lombok sebagai bentuk simpati untuk membantu korban gempa. Sembilan orang tim ini diterjunkan dalam dua tahap, masing-masing enam orang mulai tanggal 6-17 Agustus 2018 dan tiga orang pada, 15-26 Agustus 2018.</p><p><em>General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD)</em> Wawan Setiawan mengatakan, tim <em>rescue</em> ini bergabung bersama tim <em>rescue</em> dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan tim dokter dan perawat dari instansi lainnya. &ldquo;Setiap hari mereka ikut serta mencari korban dalam reruntuhan dan bergabung dengan tim kesehatan untuk membantu korban di posko-posko pengungsian,&rdquo; kata Wawan.</p><p>&ldquo;Ini sebagai salah satu bentuk partisipasi kepedulian KPC terhadap para korban. Mereka bekerja di bawah koordinasi tim <em>rescue</em> dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang bergabung dengan puluhan perusahaan tambang lainnya,&rdquo; kata Wawan.</p><p>&nbsp;&ldquo;Kita harapkan Lombok segera bangkit lagi. Dengan dukungan seluruh masyarakat dan kerja pemerintah tentunya, Lombok akan bangkit kembali,&rdquo; tambah Wawan.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/122/Gempa_Lombok.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Ciptakan UKM Tangguh ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/121?locale=id</link><pubDate>11 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/121/UKM_Tangguh.jpg" alt=""><br><p>Mencapai masyarakat mandiri pascatambang, merupakan salah satu misi PT Kaltim Prima Coal (KPC). Berbagai program corporate social responsibility (CSR), telah diluncurkan untuk mencapai kemandirian masyarakat pascatambang.</p><p>Salah satunya adalah program Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Tangguh. Program ini merupakan salah satu program di bawah <em>Local Business Development (LBD) Section,</em> Departemen <em>Community Empowerment (CE).</em></p><p>Pada program UKM Tangguh ini, KPC membina 30 UKM dari Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon dan Rantau Pulung. 30 UKM tersebut merupakan hasil seleksi dari acara Gebyar UKM yang telah dilaksanakan pada bulan Mei 2018 lalu.</p><p><em>Superintendent Local Business Development</em> KPC Genta Gantina mengatakan, pendampingan program UKM Tangguh berlangsung dalam enam bulan mulai Agustus 2018 sampai Februari 2019 nanti. Pendampingan melibatkan fasilitator dari Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (TDA).</p><p>Dalam waktu tersebut, KPC bersama TDA akan menggelar workshop dan praktek langsung menghadapi persoalan bisnis mereka. Untuk workshop sendiri, dilakukan dalam tiga sesi berupa sesi penentuan tujuan usaha, pemantapan produk dan jasa, serta sesi pembelajaran keuangan.</p><p>Kegiatan yang telah dilakukan adalah Seminar UKM Tangguh dan Pelatihan Pendamping UKM Tangguh, Selasa-Rabu (28-29/8). Kegitan ini menghadirkan Owner Malang Strudel Donny Kris Puriyono, Direktur Wastuh TDA 5,1.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/121/UKM_Tangguh.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Salurkan 40 Ekor Sapi Qurban Idul Adha ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/120?locale=id</link><pubDate>11 months</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/120/Sapi_Qurban.jpg" alt=""><br><p>Tradisi tahunan untuk mendistribusikan bantuan hewan qurban berupa sapi, kembali dilakukan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Sangatta dan Bengalon itu, membagikan 40 ekor sapi qurban sebagai wujud rasa syukur dan mengembangkan semangat berbagi untuk masyarakat.</p><p>Hewan qurban dalam rangka perayaan Idul Adha 1439 Hijriah itu didistribusikan di wilayah sekitar tambang KPC dan berbagai daerah tempat KPC berkantor. Daerah yang menjadi tujuan adalah wilayah Kutai Timur, Samarinda, Balikpapan dan Jakarta.</p><p>Terlihat bahwa untuk wilayah Sangatta Utara diberikan sebnayak 15 ekor sapi, Sangatta Selatan sebanyak tiga ekor, Bengalon 11 ekor dan Rantau Pulung sebanyak empat ekor sapi. Sementara untuk wilayah Samarinda didistribusikan sebanyak empat ekor, Balikpapan dua ekor dan satu ekor untuk <em>stakeholders</em> wilayah Jakarta. Pendistribusian sapi qurban telah dilakukan KPC sejak Senin-Selasa (20-21/8).</p><p>Manager External Relation KPC Yordhen Ampung mengatakan, hewan qurban yang didistribusikan itu tersebar di berbagai lembaga dan kelompok masyarakat. Hal itu agar pendistribusian daging dari hewan qurban tersebut bisa menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/120/Sapi_Qurban.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ 18 MW Listrik KPC Dijual Ke PLN Untuk Masyarakat ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/95?locale=id</link><pubDate>over 1 year</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/95/KPC-PLN-Sepakat-Jual-Beli.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) bersama PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra), telah menyepakati perjanjian jual beli kelebihan daya listrik (excess power). &nbsp;Excess power tersebut bersumber dari PLTU berbahan bakar batu bara yang dioperasikan KPC di Tanjung Bara, Sangatta. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan jual beli antara KPC dengan PLN, di Hotel Blue Sky, Balikpapan, Senin (18/12).</p><p>Hadir dalam acara tersebut, General Manager PT PLN (Persero) Kaltimra Riza Novianto Gustam bersama para manager dari PLN Kaltimra. KPC diwakili General Manager Coal Processing and Handling Division (CPHD) Poltak Sinaga, General Manager Marketing Herlan Siagian, dan sejumlah manager.</p><p>Herlan Siagian menjelaskan, proses negosiasi berlangsung sejak Maret lalu, sejak penadatanganan MoU jual beli <em>excess power</em> antara KPC dengan PLN selesai dilakukan. Listrik tersebut saat ini telah dinikmati oleh masyarakat melalui PLN.</p><p>GM CPHD Poltak Sinaga mengatakan, penyaluran tenaga listrik <em>excess power </em>turut didorong oleh Pemkab Kutim dan masyarakat sehubungan dengan masih terjadinya kekurangan daya listrik yang dialami wilayah Sangatta dan sekitarnya.</p><p>Sementara itu, Riza Novianto Gustam, GM PT PLN Persero mengucapkan terima kasih kepada KPC atas dukungan tenaga listrik sebesar 18 MW tersebut.&ldquo;Dengan adanya 18 MW ini, sangat membantu kami dalam penyediaan listrik dan upaya efisiensi. Kami berterima kasih dengan adanya sinergi antara KPC dengan PLN ini,&rdquo;ujar Riza.</p><p>Riza lebih lanjut mengatakan, PLN wilayah Sangatta saat ini masih kekurangan daya listrik karena belum terkoneksi ke dalam sistem kelistrikan Kaltimra.&ldquo;Wilayah Sangatta dan sekitarnya belum menyatu dengan sistem, masih mandiri dengan tenaga listrik dari pembangkit lokal. Kapasitasnya kecil, sehingga adanya suplai dari KPC ini sangat membantu kami,&rdquo; tutur Riza.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/95/KPC-PLN-Sepakat-Jual-Beli.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC-Muhamadiyah Bangun Sinergi ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/94?locale=id</link><pubDate>over 1 year</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/94/Bantuan_Perlengkapan_Muhammadiyah.jpg" alt=""><br><p><strong>Bantu Perlengkapan Gedung Dakwah</strong></p><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) membangun sinergi dengan Dewan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kutai Timur. Salah satu bentuknya berupa dukungan KPC terhadap perlengkapan kantor baru Muhammadiyah, di Jalan Pendidikan, Sangatta.</p><p>Perusahaan tambang batubara yang berlokasi di Sangatta itu, Kamis (28/12), menyerahkan bantuan sejumlah perlengkapan Gedung Dakwah Muhammadiyah. Berupa AC 6 unit, komputer 3 unit, infocus, kasur 3 buah, bantal 6 buah, guling 6 buah, meja 5 unit, kursi uchiwa 50 buah, kursi lipat 48, kursi putar 3 buah dan&nbsp; 1 set sofa.</p><p>Barang-barang tersebut diserahkan oleh <em>Acting Manager External Relations</em> KPC Dano Mapi dan diterima oleh Mujahid Wathony, Ketua V Bidang Umum, DPD Muhammadiyah Kutai Timur.&nbsp;</p><p>Mujahid mengatakan, gedung Dakwah Muhammadiyah akan menjadi pusat kegiatan Muhammadiyah di daerah Kutai Timur. Seperti kegiatan pelatihan, musyawarah cabang, koordinasi antara lembaga internal Muhammadiyah dan kegiatan-kegiatan dakwah lainnya. Karena itu menurut Mujahid, adanya perlengkapan gedung tersebut sangat membantu kaum muslimin yang berada di bawah naungan Muhammadiyah.</p><p>&ldquo;Perlengkapan bantuan KPC ini sungguh membantu kami. Apalagi gedung ini memang merupakan gedung baru. Banyak kegiatan yang nantinya akan kami lakukan di sini. Bahkan untuk tamu-tamu dari luar daerah bisa menginap karena ada kamar dan tempat tidurnya,&rdquo; ujar Mujahid.</p><p>Adapun lembaga internal yang telah eksis di bawah Muhammadiyah adalah sekolah-sekolah Muhammadiyah, panti asuhan dan delapan pengurus cabang yang tersebar di Kutai Timur.</p><p><em>Acting Manager External Relations</em> Dano Mapi menyampaikan ucapan selamat kepada Muhammadiyah yang telah menempati gedung barunya. Dano berharap keberadaan gedung tersebut dapat meningkatkan pelayanan DPD Muhammadiyah dalam hal dakwah di Kutai Timur.</p><p>&ldquo;Kami ucapkan selamat kepada DPD Muhammadiyah atas gedung barunya ini. Semoga semakin meningkatkan pelayanan kepada warga dan meningkatkan dakwah di Kutai Timur. Kami selaku perusahaan akan mendukung sepanjang untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat,&rdquo; ujar Dano.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/94/Bantuan_Perlengkapan_Muhammadiyah.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Bantu 56 Komputer dan Server Untuk Pelajar Sangatta ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/93?locale=id</link><pubDate>over 1 year</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/93/Bantuan_Komputer_Server_SMP.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, dengan memberikan bantuan sebanyak 46 unit computer dan 10 server, untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi SMP di Sangatta.</p><p>Penyerahan komputer dan server tersebut dilakukan langsung oleh GM External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC Wawan Setiawan, Jumat (15/12), di halaman SMPN 5 Sangatta Utara.</p><p>Bantuan computer dan server ini merupakan yang kedua kalinya, setelah pada tahun lalu memberikan bantuan untuk pelaksanaan UNBK SMA di Sangatta. Kali ini computer diberikan untuk delapan sekolah, satu diantaranya dari tingkat SMA yakni SMAK St Yosef Sangatta. Delapan sekolah tersebut akan menyelenggarakan UNBK dengan total peserta mencapai 545 orang siswa.</p><p>GM ESD Wawan Setiawan dalam sambutan mengharapkan, komputer dan server tersebut bisa membantu anak-anak yang akan menyelenggarakan ujian di Sangatta. &ldquo;Kami berharap bantuan computer dan server ini bisa mengatasi hambatan UNBK di Sangtta. Dan tentu kami harapkan, anak-anak bisa mengikuti UNBK dengan tenang dan lancar,&rdquo; ujar Wawan.</p><p>Sekretaris Dinas Pendidikan Kutai Timur Roma Malau menyampaikan apresiasi atas dukungan KPC terhadap siswa siswi di Sangatta. &ldquo;Kami merasa terbantu dengan adanya computer dan server ini untuk kelancaran UNBK di Sangatta. Terima kasih kepada KPC karena memang ini yang dibutuhkan sekolah saat ini,&rdquo; ujar Roma.</p><p>Roma lebih lanjut mengatakan, peran KPC dalam dunia pendidikan di Kutai Timur sangat besar dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. &ldquo;Kita tahu baru-baru ini KPC membayar insentif untuk 3,856 guru non PNS dan honorer di Kutim. Ini sudah diterima oleh guru-guru kita. Setelah itu ada beasiswa S2 dan S3 yang sebagian besar diterima oleh para guru di Kutim. Ditambah lagi bantuan computer dan server ini menjadi luar biasa peran KPC untuk pendidikan di Kutim ini,&rdquo; ujar Roma.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/93/Bantuan_Komputer_Server_SMP.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ PGC Kembali Gelar Pioneer Cup 2017 ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/92?locale=id</link><pubDate>over 1 year</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/92/PioneerCup2017-2.jpg" alt=""><br><p><span style="font-size:18px;"><strong>Sumbang Rp 111 Juta Lebih Untuk Beasiswa Masyarakat</strong></span></p><p>Komunitas pemain golf di lingkungan PT Kaltim Prima Coal (KPC), Prima Golf Club (PGC), kembali menggelar turnamen amal untuk beasiswa masyarakat sekitar tambang. Turnamen bertitel Pioneer Cup tersebut digelar, Minggu (10/12), di lapangan golf Tanjung Bara, Sangatta.</p><p>Turnamen ini diikuti oleh 18 tim, dimana satu tim terdiri dari empat orang pemain. Setiap tim yang mengikuti turnamen dilelang kepada anggota PGC lainnya. Dari kegiatan lelang tersebut, panitia berhasil mengumpulkan dana beasiswa sebanyak Rp 107.951.000. Ditambah sumbangan perorangan dan sumbangan lainnya, maka total dana beasiswa PGC tahun 2017 ini senilai Rp 111.951.000.</p><p>Presiden PGC Muhammad Rudy menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh golfer yang telah berkontribusi untuk beasiswa anak-anak sekitar KPC. &ldquo;Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh golfer yang telah berderma untuk anak-anak kita di Sangatta dan sekitarnya,&rdquo; ujar Rudy, yang juga menjabat sebagai <em>Chief Operating Officer (COO)</em> KPC.</p><p>Selanjutnya, dana yang berhasil dikumpulkan para golfer diserahkan oleh Presiden PGC M Rudy, kepada Ketua Pengurus Beasiswa PGC Hendro &lsquo;Edo&rsquo; Ichwanto. Penyerahan disaksikan oleh Management KPC dan para golfer yang hadir.</p><p>Tahun&nbsp; 2017 merupakan tahun ke 23 dari kegiatan Pioneer Cup sejak tahun 1994 silam.&nbsp; Selama rentang waktu tersebut, PGC telah memberikan bantuan beasiswa kepada 323 anak sekolah setingkat SD hingga SMA. Mereka bukanlah anak dari karyawan KPC dan Kontraktornya, melainkan warga masyarakat umum dari wilayah Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon, Rantau Pulung dan Teluk Pandan.&nbsp; Sebagian dari mereka telah lulus dan bekerja di berbagai sektor.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/92/PioneerCup2017-2.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Bayar Royalti Tertinggi, KPC Raih Penghargaan Menkeu ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/91?locale=id</link><pubDate>over 1 year</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/91/Royalti2017.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali dinobatkan sebagai perusahaan tambang pembayar royalti atau penyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbesar tahun 2017. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Keungan Sri Mulyani Indrawati dan diterima oleh <em>Chief Finance&nbsp; Officer (CFO)</em> KPC Ashok Mitra, Kamis (30/11), di Gedung Dhanapala, Kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia.<br />  <br />  Predikat pembayar PNBP (royalty) terbesar telah diterima KPC dalam dua tahun terakhir, sejak adanya penganugerahaan award&nbsp; dari Kementerian Keuangan RI. Kategori yang diraih KPC adalah kategori perusahaan pengelola sumber daya alam non migas terbesar.<br />  <br />  Sebelum adanya penganugerahaan award untuk pembayar PNBP, KPC juga telah tercatat sebagai perusahaan tertinggi menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak, pada periode tahun 2010-2014. &quot;Itu kami ketahui dari laporan EITI (Extractive Industries Transparency Initiative) Indonesia dari Kementrian Keuangan,&quot; kata <em>Chief Finance Officer</em> Ashok Mitra usai menerima penghargaan.<br />  <br />  &ldquo;KPC bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi dari Pemerintah.&nbsp; Penghargaan ini membuat semangat dalam mewujudkan komitmen KPC untuk terus patuh dan ikut serta dalam pembangunan Indonesia,&quot; lanjut Ashok.<br />  <br />  <em>General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD)</em> Wawan Setiawan mengucapkan terima kasih atas dukungan stakeholders sehingga operasi KPC tetap lancar. &quot;Kelancaran operasi ini membuat kita mampu memberikan kontribusi tertinggi untuk negara. Terima kasih kepada semua stakeholder terutama pemerintah daerah dan masyarakat di sekitar tambang sehingga bisa beroperasi dengan baik dan berkontribusi dalam pembangunan,&quot; kata Wawan.<br />  <br />  Selanjutnya Wawan meminta dukungan kepada semua masyarakat dan aparat keamanan, agar menjaga Object Vital Nasional sebagai asset daerah dan asset nasional. &quot;Mohon kita jaga bersama KPC ini sebagai asset daerah dan nasional, karena menjadi sumber pemasukkan bagi negara dan daerah,&quot; ujar Wawan.<br />  <br />  Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, PNBP bukan sekadar penerimaan namun merupakan refleksi dari sebuah pelayanan pemerintah pada masyarakat. &quot;Negara bisa pungut. Tapi pungutan itu untuk melayani, tidak seharusnya negara memungut tanpa aturan. Kalau memungut tanpa aturan, kita adalah preman. Negara diatur hukum,&quot; jelasnya.(*)<br />  <br />  &nbsp;</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/91/Royalti2017.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Terbanyak Raih ICA 2017, KPC Dianugerahi Grand Platinum ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/90?locale=id</link><pubDate>over 1 year</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/90/ICA2017.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) sukses memborong 13 penghargaan Indonesian CSR Awards (ICA) 2017 dari kategori Perusahaan Pertambangan dan Energi dalam Malam Penganugrahan ICA 2017 di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta, Kamis 30 November 2017.</p><p>Pada ajang ini, KPC meraih enam penghargaan kategori platinum, enam kategori gold, serta mendapat predikat Terbaik dalam Penilaian Seleksi Tahap I ICA 2017. Karena mendapat award terbanyak, KPC dinobatkan penghargaan Grand Platinum ICA Awards 2017.</p><p>Pada gold awards, diberikan atas program pemberdayaan dan pelestarian ekosistem dan upaya pemulihan lingkungan operasional perusahaan (Peternakan Sapi Terpadu atau PESAT dan Telaga Batu Arang), Olsabara sebagai bagian strategi peningkatan daya saing lokal, pemagangan mekanik, pemberdayaan kader kesehatan dalam pencegahan penyakit menular HIV/AIDS dan DBD, dukungan air baku untuk PDAM Kutai Timur dan program Desa Mandiri.</p><p>Dari kategori platinum, ditujukan untuk program 3R oli bekas dan pemanfaatannya, <em>fuel efficiency</em> dalam operasi tambang, penerapan Prima Nirbhaya dalam pengelolaan K3L di KPC, pemanfaatan energi terbarukan dalam operasional tambang, penerapan UU nomor 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/serikat buruh di KPC, serta menjaga keanekaragaman hayati di area reklamasi tambang.</p><p>Untuk sederet prestasi tersebut, KPC juga dianugerahi Grand Platinum Awards pada puncak acara sebagai tanda penerapan program CSR yang memenuhi standar dan berkelanjutan ISO 26000;2013 di ajang yang diselenggarakan setiap 3 tahun sekali itu.</p><p>Acara penganugerahaan ICA 2017 dihadiri sejumlah perwakilan kepala negara, kementerian dan institusi terkait. Staf Ahli Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Bidang Infrastruktur, Hari Purwanto, menyampaikan dalam sambutannya terkait vitalnya peran CSR dalam memajukan bangsa.&ldquo;Peduli terhadap sesama, terhadap lingkungan kita, hingga anak cucu kita. No one left behind. Sebenarnya itu inti dari sustainable development. Maka saya mengapresiasi tema yang diambil kali ini yakni Satu Bumi untuk Semua Generasi,&rdquo; ujar Hari.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/90/ICA2017.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ 75 Orang Raih Beasiswa KPC Tahun 2017 ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/89?locale=id</link><pubDate>over 1 year</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/89/Beasiswa2017.jpg" alt=""><br><p>Setelah melalui proses seleksi terhadap 365 berkas lamaran, PT Kaltim Prima Coal (KPC) akhirnya memilih 75 orang sebagai penerima beasiswa tahun 2017. Sebanyak 50 beasiswa untuk program S1/D3, 20 beasiswa tingkat Magister (S2) dan lima (5) beasiswa untuk tingkat Doktor (S3).</p><p>Acara serah terima dilangsungkan di Aula SMAN 2 Sangatta Utara, Kamis (7/12). &nbsp;GM ESD Wawan Setiawan dalam sambutannya mengatakan, program beasiswa merupakan satu dari tujuh program unggulan <em>Corporate Social Responsibility (CSR)</em> KPC. Tujuanya untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) dan kelak bisa tercipta masyarakat Kutai Timur yang mandiri paska tambang.</p><p>Wawan menambahkan, sejauh ini KPC telah memberikan 2.863 beasiswa kepada masyarakat Kutai Timur dari tingkat pendidikan SMP sampai dengan S3. &nbsp;Namun dalam empat tahun terakhir ini, bantuan beasiswa difokuskan kepada mahasiswa program Diploma Tiga (D3), Strata Satu (S1), Magister Strata Dua (S2) dan program Doktoral (S3).</p><p>Asisten I Setkab Kutai Timur H. Mugeni mengatakan, program beasiswa KPC sangat bagus untuk membantu pemerintah dan masyarakat. Mugeni yang mengaku sebagai alumni penerima beasiswa KPC tahun 2005 mengatakan, program beasiswa tersebut sangat membantu dirinya saat menyelesaikan program S2 di Universitas Mulawarman. &ldquo;Beasiswa dari KPC ini sangat membantu masyarakat. Saya sudah merasakan manfaatnya karena pernah menerima beasiswa KPC tahun 2005 lalu,&rdquo; kata Mugeni.</p><p>Siti Rochani SE MM, penerima beasiswa program Doktor di Universitas Mulawarman mengaku sangat terbantu dengan program beasiswa KPC yang diterimanya. &ldquo;Beasiswa yang kami terima ini sangat membantu kami. Kita tau bahwa kebutuhan perkuliahan itu banyak dan membutuhkan biaya yang besar juga. Kami ucapkan terima kasih kepada KPC atas kepeduliaanya kepada kami,&rdquo; ujar Siti.</p><p>Hal senada disampaikan Agus Sultonik, Guru SD Muhammadiyah 2 Sangatta. Agus yang merupakan penerima beasiswa S2 di Universitas Mulawarman mengatakan, sangat terbantu dengan adanya beasiswa dari KPC. Program beasiswa itu sendiri menurut Agus, sangat bermanfaat untuk pengembangan diri sebagai guru, yang pada akhirnya bermanfaat untuk peserta didik di SD Muhammadiyah.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/89/Beasiswa2017.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Dua Operator KPC Terbaik di Asia-Pasific ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/88?locale=id</link><pubDate>almost 2 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/88/Operator_Top_Gun_2017.jpg" alt=""><br><p>Dua orang operator PT Kaltim Prima Coal (KPC), dinyatakan sebagai operator terbaik tingkat Asia-Pasific, setelah memenangkan kompetisi Top Gun Operator tahun 2017, di Hotel Mercure Legian Bali, Kamis (6-7/9) lalu. Kedua operator tersebut adalah Edi Santoso dan Jusron Tanjung.</p><p>Edi Santoso merupakan operator Digger Crew Bravo di Coal Mining Department, Sementara Jusron Tanjung merupakan operator Dozer Crew Charlie di Jupiter Department. Mereka berdua mengikuti kompetisi Top Gun Operator tingkat Asia-Pasific, setelah memenangkan kompetisi sejenis di internal KPC selama periode tahun 2017.</p><p>Penghargaan ini diserahkan oleh Nicky Suwandi, Regional Vice President PT Immersive Technologies dan diterima langsung oleh Edi dan Jusron. Turut hadir dalam penyerahan hadiah adalah General Manager Mining Operation Division (MOD) Hendro &lsquo;Edo&rsquo; Ichwanto, Superintendent Production Pit Jupiter Sugianto, dan Senior Engineer Mechanical Business Performance Improvement (BPID) Achmad Denial Hamdan.</p><p>Andry, Senior Engineer Mine Optimization yang juga merupakan salah satu tim seleksi Operator Top Gun mengatakan, tahun ini merupakan kali ketiga KPC mengikuti ajang Operator Top Gun Tingkat Asia-Pasific. Pertama kali diikuti KPC pada tahun 2015 dan berhasil meraih predikat Best of the best Operator Digger. Gelar ini masih dipertahankan KPC pada tahun berikutnya dan tahun 2017 ini.</p><p>&ldquo;Untuk kategori Digger, operator kita sudah menjadi yang terbaik selama tiga tahun berturut-turut. Sementara untuk kategori Dozer baru pertama kali dipertandingkan dan langsung meraih juara. Kali ini Operator KPC meraih dua dari tiga kategori yang dikompetisikan,&rdquo; ujar Andry.</p><p>Sementara Achmad Denial Hamdan, tim seleksi lainnya dari Business and Performance Improvement (BPID) mengatakan, proses seleksi di internal KPC dilakukan setiap tiga bulan. Lebih lanjut menurut Hamdan, yang terbaik dari tiap-tiap periode ini diadu lagi untuk mendapatkan kandidat yang akan dikirim ke tingkat Asia-Pasific.</p><p>Pada tahun ini KPC berhasil menjaring 10 orang operator terbaik dan mengikuti kompetisi tingkat Asia-Pasific. Hasilnya adalah dua dari yang dikirim itu meraih gelar juara tingkat Asia-Pasific.</p><p>Hamdan melanjutkan, untuk kriteria penilaian, ada tiga aspek yang dinilai, yakni Sistem Manajemen Kinerja (SMK), observasi lapangan dan keterampilan menggunakan simulator. Hal ini berarti, makin tinggi Man Ready Hour (MRH) atau jumlah jam operator bekerja diatas alat, maka makin tinggi pula nilainya. &ldquo;Makin tinggi MRH, maka makin tinggi pula produktivitas operator bersangkutan,&rdquo; ujar Hamdan.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/88/Operator_Top_Gun_2017.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Performa KPC Makin Baik dan Diakui Berbagai Lembaga ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/87?locale=id</link><pubDate>almost 2 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/87/Mix_Marcomm.jpg" alt=""><br><p>Pencapaian demi pencapaian terus ditorehkan oleh salah satu perusahaan tambang batubara terbesar Indonesia, PT Kaltim Prima Coal (KPC). Seiring dengan target produksi yang terus tumbuh, perusahaan di bawah bendera PT Bumi Resources Tbk itu, meraih berbagai penghargaan dari berbagai lembaga di tanah air.</p><p>Penghargaan terbaru adalah terpilihnya program Peternakan Sapi Terpadu (PESAT) di lahan bekas tambang KPC, sebagai salah satu program <em>corporate social responsibility (CSR)</em> terbaik di Indonesia.</p><p>Program PESAT meraih penghargaan pada kategori <em>Outstanding Social Responsible Business Practice, </em>pada ajang <em>Indonesia&#39;s Best Corporate Social Initiative Award 2017, Rabu (30/8), </em>di <em>Penthouse Floor WTC,</em> Jakarta.</p><p>Ajang <em>Indonesia&#39;s Best Corporate Social Initiative</em> merupakan inisiatif dari Majalah Mix Marcomm, grup masalah SWA. Tujuannya untuk memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang menerapkan program CSR terbaik di tanah air. Penghargaan diberikan oleh Kemal E. Gani, <em>Group Chief Editor</em> Mix Marcomm dan Lis Hendriani, Pemimpin Redaksi Majalah Mix Marcom dan diterima oleh Eddie J Subari, Direktur&nbsp; KPC.</p><p>Selain menerima penghargaan <em>Best </em><em>Corporate Social Initiative</em> sebelumnya, KPC menerima penghargaan dari Bank Indonesia, sebagai perusahaan penyumbang devisa ekspor terbaik tahun 2017. Penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo dan diterima oleh RA Sri Dhamayanti, Direktur KPC, Juli lalu di Birawa Assembly, Hotel Bidakara, Jakarta.</p><p><em>General Manager Finance</em> KPC Rio Supin mengakui, memang selama ini perusahaanya selalu memastikan semua devisa hasil ekspor diterima di bank devisa dalam negeri dan dilaporkan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia. Devisa hasil ekspor tersebut menurut Rio, telah memberikan kontribusi bagi perekonomian bangsa.</p><p>Sebelumnya, KPC meraih dua penghargaan dalam bidang keuangan. Yakni sebagai perusahaan yang berkontribusi terbesar atas Penerimaan Negara Bukan Pajak-PNBP (pembayar royalti) untuk APBN Indonesia. Satunya lagi berupa apresiasi sebagai salah satu dari 24 perusahaan wajib pajak, dengan kontribusi terbesar tahun pajak 2015 lalu(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/87/Mix_Marcomm.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Meretas Warna, Meraih Asa: 75 Paket Beasiswa KPC 2017 Bagi Masyarakat Kutai Timur ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/85?locale=id</link><pubDate>about 2 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id" alt=""><br><p><img alt="Flyer Beasiswa KPCC 2017" src="http://kpc.co.id/images/image/image/101/Flyer-Beasiswa-KPC_2017.jpg" style="width: auto; height: auto;" /></p><p>Dapatkan formulir aplikasi dengan menghubungi:</p><p>Community Health &amp; Education Department Community Empowerment KPC<br />  Budi Santoso (0812 5507 403)<br />  Rosna (0812 255 26317)</p><p>Atau dengan mengunduh formulir aplikasi <a href="http://kpc.co.id/images/image/image/100/Formulir_Aplikasi_beasiswa_KPC_2017.pdf" target="_blank">disini</a> dan mengirimkannya ke alamat yang tercantum pada flyer diatas.</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Terbaik Devisa Ekspor, KPC Terima Penghargaan Bank Indonesia]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/81?locale=id</link><pubDate>about 2 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/81/Penghargaan_Devisa_Ekspor_BI.jpg" alt=""><br><p>Bank Indonesia menilai, pelaporan devisa ekspor PT Kaltim Prima Coal (KPC), merupakan yang terbaik di Indonesia untuk tahun 2017 ini. Untuk mengapresiasi kinerja tersebut, Bank Indonesia memberikan penghargaan kepada KPC, Selasa (18/7).</p><p>Penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo dan diterima oleh Ibu RA Sri Dhamayanti, di Hotel Bidakara, Jakarta.</p><p>Penghargaan ini diberikan atas kinerja KPC yang telah memastikan semua devisa hasil ekspor diterima di bank devisa dalam negeri dan dilaporkan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia. Devisa hasil ekspor tersebut memberikan kontribusi bagi perekonomian bangsa.</p><p><em>General Manager Finance</em> Rio Supin menyampaikan ungkapan terima kasih atas penghargaan dari Gubernur BI Agus Martowardojo tersebut. Penghargaan itu menurut Rio sebagai bukti bahwa KPC berkomitmen terus patuh pada semua peraturan di Indonesia.</p><p>&ldquo;Komitmen KPC adalah terus patuh pada semua peraturan yang ada dan sesuai dengan semangat pelaksanaan <em>good corporate govenance </em>(tata kelola usaha yang baik). Dan lebih penting lagi dapat memberikan sumbangsih kepada perekonomian Negara.&rdquo;ujar Rio.</p><p>Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan, penghargaan diberikan kepada para pelaku ekonomi dan tokoh bangsa, &nbsp;yang telah berkontribusi bagi peningkatan kualitas dan tata kelola perekonomian bangsa.&nbsp;</p><p>Lebih lanjut menurut Agus, kinerja dan tata kelola yang baik dari para pelaku ekonomi, turut berkontribusi kepada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.&nbsp; Kinerja dan tata kelola yang baik itu, menurut Agus, mampu membawa Indonesia mencapai posisi pertumbuhan ketiga tertinggi diantara negara-negara anggota G-20.</p><p>Selain menerima penghargaan sebagai penyumbang devisa ekspor terbaik Indonesia, sebelumnya KPC meraih dua penghargaan dalam bidang keuangan. Yakni sebagai perusahaan yang berkontribusi terbesar atas Penerimaan Negara Bukan Pajak-PNBP (pembayar royalti) terbesar untuk APBN Indonesia juga apresiasi sebagai salah satu dari 24 perusahaan wajib pajak, dengan kontribusi terbesar tahun 2015 lalu.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/81/Penghargaan_Devisa_Ekspor_BI.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Raih PROPER Emas Pengelolaan Lingkungan ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/80?locale=id</link><pubDate>about 2 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/80/PROPER_Emas_tahun_2017.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC), kembali meraih penghargaan tertinggi berupa Sertifikat Emas, dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Lingkungan Hidup (PROPER) tahun2016-2017. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak dan diterima oleh <em>GM External Affairs and Sustainable Development (ESD) </em>Wawan Setiawan, di Lamin Etam, Samarinda, Selasa (13/6).</p><p>PROPER Emas yang diterima KPC tahun 2017 ini, melengkapi peraihan PROPER Hijau yang telah diterima tahun 2016 lalu. Sementara untuk kategori emas sendiri, menurut catatan Departemen Environment, telah diterima KPC sebanyak 14 kali.</p><p><em>General Manager External Affairs and Sustainable Development (GM ESD)</em> KPC Wawan Setiawan mengatakan, selama ini KPC selalu melakukan inovasi untuk mencapai kondisi lingkungan lebih baik dalam proses penambangan perusahaan.</p><p>Penghargaan ini menurut Wawan akan dipersembahkan kepada para karyawan dan seluruh masyarakat yang telah mendukung operasional perusahaan. &ldquo;Kami persembahkan penghargaan ini kepada seluruh karyawan yang telah bekerja keras dan semua masyarakat yang telah mendukung operasional perusahaan,&rdquo; ujar Wawan.</p><p>ROPER Emas sendiri bermakna, perusahaan telah melakukan pengelolaan lingkungan hidup lebih dari yang dipersyaratkan dan telah melakukan upaya <em>3R (Reuse, Recycle, Recovery).</em> Selain itu menerapkan sistem pengelolaan lingkungan hidup yang berkesinambungan, serta melakukan upaya-upaya yang berguna bagi kepentingan masyarakat pada jangka panjang.</p><p>Selain menerima PROPER Emas bidang pengelolaan lingkungan, KPC juga menerima penghargaan sebagai perusahaan yang berpartisipasi dalam program Sekolah Adiwiyata di Kutai Timur. Penghargaan ini terkait peran KPC dalam mendukung Sekolah Adiwiyata yang terus berkembang di Kutai Timur. Penghargaan ini juga diserahkan oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan diterima oleh Manager Environment Kris Pranoto, pada acara yang sama.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/80/PROPER_Emas_tahun_2017.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Raih Trophy Aditama Lingkungan ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/79?locale=id</link><pubDate>about 2 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/79/Trophy_Aditama_KPC.jpg" alt=""><br><p>Sebelum meraih PROPER Emas tingkat Provinsi Kaltim ini, pada Kamis (18/5) lalu, di Jakarta, KPC meraih&nbsp; Trophy Aditama pengelolaan lingkungan pertambangan periode 2015-2016. Trophy Aditama merupakan penghargaan tertinggi dalam bidang lingkungan.</p><p><em>Manager Environment </em>KPC Kris Pranoto mengatakan, trophy Aditama yang diserahkan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan itu, merupakan penghargaan tertinggi dalam bidang pengelolaan lingkungan pertambangan. Trophy itu diterima KPC setelah meraih sertifikat Aditama selama tujuh kali berturut-turut.</p><p>&ldquo;KPC mendapatkan penghargaan Aditama untuk pengelolaan lingkungan selama tujuh kali berturut turut dari tahun 2011-2016. Dan pada tahun 2017 ini mendapatkan Trophy Aditama, untuk predikat terbaik dari yang terbaik (best of the best),&rdquo; kata Kris.</p><p>Lebih lanjut Kris menambahkan, pengelolaan pertambangan yang dinilai meliputi aspek reklamasi, pengelolaan kualitas air, udara, getaran dan kebisingan serta aspek pengelolaan limbah. &ldquo;Penghargaan ini diberikan setelah tim ESDM melakukan verifikasi lapangan &nbsp;untuk menilai langsung pengelolaan lingkungan di lapangan untuk semua aspek yang dinilai,&rdquo; ujar Kris.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/79/Trophy_Aditama_KPC.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC-PLN Sepakati Jual Beli Listrik Excess Power ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/78?locale=id</link><pubDate>over 2 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/78/switchyard_Power_Plant_KPC.jpg" alt=""><br><p>Bupati Kutai Timur Ismunandar mengaku senang dengan adanya <em>M</em>e<em>morandum of Understading </em>(MoU<em>)</em> jual beli tenaga listrik lebih (excess power), dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pasalnya, jual beli <em>excess power </em>ini bisa dinikmati oleh masyarakat, mulai Agustus 2017 mendatang.</p><p>&ldquo;Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, saya mengucapkan terima kasih dan rasa syukur. Pada hari ini adalah sejarah baru dengan adanya <em>excess power</em> listrik dari KPC. Ini akan menambah torehan KPC bagi Kutai Timur,&rdquo; kata Ismunandar dalam acara penandatanganan MoU jual beli <em>excess power</em> listrik dari KPC ke PLN, di <em>Power Plant </em>Tanjung Bara, Sangatta, Selasa (14/3).</p><p>Selanjutnya listrik yang nantinya dialirkan ke masyarakat itu, menurut Bupati, akan memperioritaskan masyarakat di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. &ldquo;Untuk Bukit Pelangi nanti dulu. Kita ingin memperioritaskan masyarakat Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, yang selama ini belum teraliri listrik,&rdquo; kata Ismunandar.</p><p><em>General Manager Coal Processing and Handling Division (CPHD)</em> Poltak Sinaga mengatakan, <em>excess power</em> yang dimiliki KPC bersumber dari kelebihan kapasitas <em>Power Plant</em> berkekuatan 3X18 Mega Watt (MW). Saat ini <em>Power Plant</em> tersebut sedang dirampungkan pembangunannya oleh mitra perusahaan, PT Citra Kusuma Perdana (CKP). &ldquo;Dari <em>Power Plant</em> yang kita bangun ini, ada potensi kelebihan daya sebesar 18MW. Daya inilah yang akan kita jual ke PLN,&rdquo; kata Poltak.</p><p>Selain menyelesaikan pembangunan <em>Power Plant</em> 3X18MW, KPC bersama CKP sedang membangun jaringan transmisi 70kV, mulai dari Power Plant Tanjung Bara sampai ke Gardu Induk di jalan Soewandi, sejauh lima kilo meter. &ldquo;Gardu Induk ini sudah selesai. Nantinya excess power ke PLN akan diambil dari Gardu Induk. Kami rencanakan pada Agustus 2017 semua perangkat bisa menyalurkan excess power secara berkala sesuai perjanjian antara KPC dan PLN,&rdquo; ujar Poltak.</p><p>General Manager PLN Wilayah Kaltim-Kaltara (Kaltimra) Rustam Majid mengatakan, adanya suntikan daya sebesar 18MW dari KPC, akan memperkuat sistem kelistrikan PLN di wilayah Sangatta. Rustam mengakui, saat ini beban puncak di Sangatta mencapai 18MW, sementara masih banyak sambungan rumah yang belum terlayani listrik PLN. &ldquo;Saya rasa MoU jual beli listrik ini adalah satu hal yang positif. Ini akan memperkuat sistem kelistrikan PLN di wilayah Sangatta,&rdquo; ujar Rustam.</p><p><em>Chief Operating Officer (COO)</em> KPC Muhammad Rudy mengharapkan, kerjasama kelistrikan antara KPC dan PLN, semoga bisa meningkatkan pelayanan ketenagalistrikan kepada masyarakat. &ldquo;Pada ujungnya kita mengharapkan kesejahteraan masyarakat cepat terwujud sesuai harapan Bupati Kutai Timur,&rdquo; kata Rudy.</p><p>KPC sendiri lanjut Rudy, akan terus berusaha meningkatkan nilai tambah perusahaan kepada masyarakat. &ldquo;Kita terus berusaha untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat secara nyata, agar terjadi pertumbuhan ekonomi yang cepat,&rdquo; tutup Rudy.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/78/switchyard_Power_Plant_KPC.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Air dari KPC Penuhi Kebutuhan 5000 Warga Sangatta ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/77?locale=id</link><pubDate>over 2 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/77/IPA_Kudungga3.jpg" alt=""><br><p>Satu lagi proyek kolaborasi antara PT Kaltim Prima Coal (KPC) dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah dirampungkan. Yakni, pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudungga, di Jalan Soekarno-Hatta, Sangatta Utara.</p><p><em>General Manager External Affairs and Sustainable Development (GM ESD)</em> KPC, Wawan Setiawan mengatakan, IPA Kudungga memanfaatkan air dari telaga Kenyamukan di Pit Jupiter. Telaga ini menampung air dari sekitar hutan Pit Jupiter.</p><p>KPC telah memulai proses konstruksi pipa dari Telaga Kenyamukan pada tahun 2014 lalu. Pipa berdiameter 450 mm atau 18 inch itu, membentang sejauh 3,5 kilometer.</p><p>Wawan menambahkan, air dari Telaga Kenyamukan ini memiliki kualitas yang baik, karena telah melalui proses pengendapan di telaga tersebut. Selain itu, sumber airnya adalah air dari hutan alami yang ada di Pit Jupiter. &ldquo;Kondisi ini akan mengurangi biaya produksi dari PDAM, karena air bakunya bagus,&rdquo; ujar Wawan.</p><p>Peresmian IPA Kudungga langsung dilakukan oleh Bupati Kutai Timur Ismunandar, Jumat (17/2). Bagian yang telah diresmikan itu merupakan proyek tahap pertama berkekuatan 50 liter/detik. &ldquo;Untuk tahap pertama ini, kita fokus&nbsp; untuk warga masyarakat di Kampung Tator, Jalan Dayung dan jalan Soekarno-Hatta. Sementara untuk kantor pemerintahan di Bukit Pelangi, nanti belakangan setelah tahap kedua berkekuatan 50 liter/detik direalisasikan,&rdquo; kata Ismunandar.</p><p><em>Chief Operating Officer (COO) </em>KPC Muhammad Rudy menyatakan kegembiraannya, bisa ikut andil dalam program air bersih di Kota Sangatta. Rudy meyakini, ketersediaan air bersih bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. &ldquo;Selamat atas peresmian IPA Kudungga ini. Kami sangat gembira bisa ikut andil mendukung pemerintah daerah dalam rangka memenuhi kebutuhan air,&rdquo; kata Rudy.</p><p>&ldquo;Melihat jumlah masyarakat yang bisa terlayani antara 4000-5000 pelanggan baru, ini benar-benar menggembirakan buat KPC, karena dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Insya Allah, kami akan selalu siap mendukung program pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat,&rdquo; tutup Rudy dalam sambutan acara peresmian IPA Kudungga tersebut.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/77/IPA_Kudungga3.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ 51 Orang Dipulihkan Dalam Operasi Katarak KPC ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/76?locale=id</link><pubDate>over 2 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/76/3.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali menggelar operasi katarak &nbsp;untuk masyarakat Kutai Timur, Sabtu (25/2) lalu. Kegiatan digelar di Bengalon itu dan berhasil menyembuhkan 51 orang pasien dari Kutai Timur.</p><p>Suci Ambono (55 tahun), warga Rawa Indah, Bengalon menyampaikan ucapan terima kasih atas kegiatan operasi gratis tersebut. &ldquo;Saya merasa bersyukur adanya operasi gratis ini. Semoga setelah operasi bisa bekerja kembali,&rdquo; ujar Ambono.</p><p>Ambono adalah seorang tukang las di bengkel mobil di Bengalon. Selama ini, pekerjaanya terganggu dan kurang maksimal karena kondisi matanya yang buta. &ldquo;Saya bekerja di bengkel mobil bagian las. Selama ini kurang maksimal karena hanya melihat menggunakan satu mata. Makanya saya bersyukur ada operasi ini. Terima kasih kepada KPC dan para dokter,&rdquo; ujar Ambono.</p><p>Hal senada disampaikan Subu Daeng Tallo, warga Km 10, Kecamatan Bengalon. Sebagai petani, selama ini Subu merasa kurang maksimal karena kondisi matanya yang buta. &ldquo;Saya dapat informasi dari anak saya dan saya langsung mendaftar. Selama ini saya tidak bisa membaca dan bekerja normal. Semoga nanti setelah operasi ini, saya bisa bekerja lagi,&rdquo; ujarnya.</p><p>Sekretaris Camat Bengalon Ernawati mengatakan, kegiatan operasi katarak sangat membantu warganya yang mengalami kebutaan karena katarak dan pteregium. &ldquo;Kami apresiasi kegiatan yang digelar KPC ini. Selain operasi katarak, banyak program KPC untuk masyarakat Bengalon. KPC sering membantu masyarakat dalam berbagai bidang. Kami merasakan keberadaan KPC di Bengalon,&rdquo; kata Ernawati.</p><p>Syahruldin, Manager Bengalon Community Relation and Development (BCRD) mengatakan, kegiatan operasi katarak merupakan salah satu program <em>Corporate Social Responsibility (CSR) KPC sejak tahun 2003 silam. Sampai saat ini sudah ada 508 orang telah disembuhkan dan produktif&nbsp; kembali.(*)</em></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/76/3.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Sumbang Komputer dan Server Bernilai Rp 778 Juta ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/75?locale=id</link><pubDate>over 2 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/75/bantuan_komputer.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali membuktikan komitmennya dalam membantu dunia pendidikan di Kutai Timur. Untuk menyukseskan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di wilayah Kutai Timur, KPC membantu 73 komputer dan 17 server untuk 15 sekolah di kabupaten ini. Keseluruhan bantuan tersebut menelan dana senilai Rp 778 juta.</p><p>Serah terima bantuan dilaksanakan di SMAN 1 Sangatta Selatan, Senin (20/2). Sekolah ini ditunjuk KPC dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur sebagai koordinator penyerahan bantuan. Acara serah terima&nbsp; dihadiri Bupati Kutai Timur, Ismunandar, Louise Pessireron, Acting GM ESD KPC, dan para Kepala Sekolah penerima bantuan. &nbsp;</p><p>Tatik Widayani, Kepala SMAN 1 Sangatta Selatan menyampaikan apresiasi kepada KPC yang telah memberikan bantuan berupa komputer dan server. Dalam sambutannya, ia mengatakan bantuan ini sangat bermanfaat untuk pelaksanaan UNBK. Selaku koordinator pembagi bantuan, Tatik juga melaporkan bahwa bantuan tersebut telah diterima oleh semua pihak yang masuk dalam list penerima bantuan.</p><p>Sementara itu, Louise mengatakan bahwa program tersebut berawal dari permohonan komputer untuk UNBK yang disampaikan SMA Katolik St. Yoseph. &ldquo;KPC mengkomunikasikan hal tersebut dengan Dinas Pendidikan Kutai Timur, dan diperoleh data bahwa sejumlah sekolah juga membutuhkan komputer dan server untuk kepentingan yang sama,&rdquo; paparnya.</p><p>Lebih lanjut Louise menjelaskan KPC memutuskan membantu setelah berkoordinasi dengan Dinas terkait dan melihat urgensi kehadiran komputer dan server untuk kelancaran UNBK. &ldquo;Kami menggelontorkan dana senilai Rp 778 juta yang diambil dari dana CSR. Semoga bantuan tersebut bermanfaat dan tepat sasaran,&rdquo; tegas Louise.</p><p>Dalam kesempatan itu, Ismunandar juga mengapresiasi KPC yang sudah peduli dengan kemajuan pendidikan di kabupaten yang dipimpinnya. &ldquo;Bantuan KPC ini sangat mendukung kesuksesan proses belajar di sejumlah sekolah, khususnya sekolah yang menerima bantuan,&rdquo; kata Ismu.</p><p>Lebih lanjut Ismu mengatakan, ke depan pihak pemerintah Kutai Timur akan mendata kembali sekolah-sekolah yang akan menggelar ujian berbasis komputer. &ldquo;Tahun ini kita masih fokus untuk UNBK di sekolah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Selanjutnya kita akan mencoba kesiapan sekolah-sekolah di Bengalon dan Rantau Pulung,&rdquo; ujar Ismu.</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/75/bantuan_komputer.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Penyetor PNBP Terbesar, KPC Terima Penghargaan]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/74?locale=id</link><pubDate>over 2 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/74/PNPB_Award_Ashok.jpg" alt=""><br><p>Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan kembali memberikan penghargaan kepada PT Kaltim Prima Coal (KPC). Kali ini diberikan dalam kategori sebagai Wajib Bayar dengan kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbesar untuk APBN Indonesia.</p><p>Penghargaan diberikan oleh Wakil Menteri Keuangan RI Mardiasmo, yang diterima oleh <em>Chief Finance Officer (CFO)</em> KPC Ashok Mitra, di Dhanapala Ballroom, Jakarta, Selasa (6/12) lalu.</p><p>Penghargaan dalam bidang keuangan ini tercatat sudah dua kali diterima KPC dalam tahun ini. Pertama pada, 5 Maret 2016 lalu, KPC diberikan penghargaan sebagai pembayar pajak terbesar bersama 24 perusahaan lainnya, untuk tahun pajak 2015.</p><p>Penganugerahan ini menjadi salah satu bukti atas komitmen KPC untuk menjadi warga perusahaan <em>(corporate citizen)</em> yang bertanggung jawab dan menyandang predikat terbaik dalam menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik.</p><p>&rdquo;Alhamdulillah, kami bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian Keuangan atas penghargaan ini.&nbsp; Semoga menjadi pemacu kinerja KPC untuk lebih baik dan terus berkontribusi kepada keuangan pemerintah pusat dan daerah melalui pembayaran royalty,&rdquo; kata GM Finance KPC Rio Supin.</p><p>Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, rata-rata konribusi PNBP dalam satu dekade ini mencapai 29% dari total pendapatan Negara. Karena itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada wajib bayar yang taat.</p><p>&quot;Dalam satu dekade ini, kontribusi PNBP rata-rata mencapai 29% dari total pendapatan Negara. PNBP diharapkan dapat dikelola dengan lebih profesional, transparan dan akuntabel,&quot; kata Mardiasmo.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/74/PNPB_Award_Ashok.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ BUMI Tanam Bibit Terumbu Karang dan Mangrove]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/73?locale=id</link><pubDate>almost 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/73/3._Penanaman_mangrove.JPG" alt=""><br><p>PT BUMI Resources Tbk (BUMI), yang merupakan induk perusahaan PT Kaltim Prima Coal (KPC), kembali menunjukkan komitmennya dalam bidang pelestarian lingkungan.</p><p>Kali ini hadir dalam bentuk, penanaman 160 bibit terumbu karang dan 2500 bibit mangrove, di Area Perlindungan Laut (APL) Gosong, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Rabu (28/9).</p><p>Hadir dalam acara penanaman tersebut adalah Vice President Risk Management PT Bumi Resurces Tbk Elly Slamet, Vice President Internal Audit Lufti Julian, Vice President HR &amp; GA Mahmud, CSR Manager Ricco Surya dan Audit Manager PT Arutmin Indonesia Heriyanto.</p><p>CSR Manager Ricco Surya mengatakan,&nbsp; penanaman mangrove merupakan kegiatan kedua dilakukan BUMI bersama anak usahanya KPC dan Arutmin Indonesia. Kegiatan ini pernah dilakukan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Sedangkan penanaman 160 bibit terumbu karang merupakan kali pertama dilakukan.</p><p>Ricco lebih lanjut mengatakan, terumbu karang dipilih karena bisa menyediakan tempat tinggal bagi kehidupan laut. &ldquo;Terumbu karang menjaga keseimbangan karbon dioksida di lautan. Terumbu karang yang hidup di laut dangkal berfungsi sebagai penghalang untuk melindungi pantai dari arus laut yang kuat dan gelombang tinggi,&rdquo; ujar Ricco.</p><p>&ldquo;Sementara mangrove berfungsi sebagai penyeimbang lingkungan, karena menjadi tempat bagi spesies tanaman dan hewan laut seperti udang, kepiting dan ikan,&rdquo; ujar Ricco.</p><p>Fungsi lain dari terumbu karang dan mangrove adalah sebagai obyek pariwisata dan penelitian ilmu pengetahuan.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/73/3._Penanaman_mangrove.JPG" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Program P2HIV-AIDS KPC Raih Penghargaan Tingkat ASEAN ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/72?locale=id</link><pubDate>almost 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/72/1.jpg" alt=""><br><p>Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS (P2HIV-AIDS) PT Kaltim Prima Coal (KPC), kembali meraih penghargaan berupa tropi dan sertifikat. Kali ini diberikan oleh <em>ASEAN Business Coalition on AIDS (ABCA),</em> yang diberikan pada acara <em>1st ASEAN Red Ribbon for Outstanding Workplace (ARROW)</em> <em>Award</em><em>, </em>Rabu (14/9) lalu di Bogor, Jawa Barat.</p><p>Penghargaan diberikan Plt. Dirjen Binawasnaker dan K3 Ir. Maruli A. Hasoloan, sedangkan sertifikat diberikan oleh Deputy Secretary-General for ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC) H.E. Vongthep Arthakaivalvatee. Kedua penghargaan itu diterima oleh Direktur KPC Eddie Junianto Subari.</p><p>KPC menerima penghargaan ini bersama lima perusahaan di sejumlah Negara ASEAN, antara lain Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Filiphina dan Kamboja.</p><p>Koordinator <em>ASEAN Business Coalition on AIDS (ABCA)</em> Ramdani Sirait dalam sambutannya mengatakan, keenam perusahaan tersebut dinilai mampu menjalankan program penanggulangan HIV-AIDS di dunia kerja melalui langkah pencegahan, edukasi dan penanganan.</p><p>Lebih lanjut menurut Ramdani, keenam perusahaan yang meraih penghargaan dijadikan <em>best practice</em> dalam menjalankan program P2HIV-AIDS di Negara masing-masing. &ldquo;Perusahaan-perusahaan ini sudah memiliki program yang komprehensif, mulai dari manajemen, komitmen anggaran dan mitra kolaborasi,&rdquo; ujar Ramdani.</p><p>Sementara digelarnya ajang <em>ARROW</em> menurut Ramdani, sebagai salah satu antisipasi terhadap pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). &ldquo;Jangan sampai pertukaran tenaga kerja juga menjadi pertukaran penyakit,&rdquo; katanya.</p><p>Sementara itu Haryadi Wardono, <em>Manager Occupational Safety and Health (OSH) </em>mengatakan setelah menerima penghargaan, pada acara ARROW AWARD pertama ini, KPC didaulat menjadi pembicara pertama pada sesi Rapat Kerja ABCA. Saat itu, Haryadi sendiri tampil mempresentasikan program P2HIV-AIDS yang telah dijalankan KPC, sejak 10 tahun lalu, dari tahun 2006 silam.</p><p>Di hadapan delegasi Negara-negara ASEAN itu, Haryadi menyampaikan sejarah perjalanan program P2HIV-AIDS di KPC. Ia menceritakan, pada tahun 2006 silam, sudah ada MoU KPC dengan Kementerian Kesehatan, Provinsi Kaltim dan Kabupaten Kutai Timur yang dalam perjalanannya melahirkan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kutai Timur.</p><p>&ldquo;Setelah sesi <em>sharing</em> ini, diketahui ternyata hanya KPC yang dapat menunjukkan data telah melakukan VCT/PITC yang mencakup lebih dari 2.000 karyawan tiap tahun selama kurun waktu 2013-2015. Para delegasi Negara ASEAN mengaku terkesan dan mengakui mendapat banyak pelajaran dari program PHIV-AIDS KPC yang lebih maju dari perusahaan-perusahaan Negara ASEAN lainnya,&rdquo; ujar Haryadi.</p><p>Program&nbsp; P2HIV-AIDS di tempat kerja besutan KPC, telah menerima enam penghargaan Peringkat Platinum dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi&nbsp; RI sejak tahun 2011 silam. Terakhir diberikan oleh Menakertrans H.E.M. Hanif Dhakiri, pada Mei lalu. Selain itu, telah menerima berbagai penghargaan dari Pemprov Kaltim, Pemkab Kutai Timur dan lembaga-lembaga nirlaba Indonesia.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/72/1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Serahkan CSR Pendidikan Kepada 11 Sekolah ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/71?locale=id</link><pubDate>almost 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/71/1._Serah_terima_bantuan_CSR_Pendidikan.jpg" alt=""><br><p>Komitmen PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam bidang pendidikan kembali diwujudkan kepada sekolah-sekolah di Kutai Timur. Hal itu dibuktikan dalam acara serah terima bantuan pembangunan gedung dan sarana penunjang pendidikan lainnya kepada 11 sekolah di Sangatta Utara, Teluk Lingga dan Rantau Pulung, Senin (5/9), di SDN 005 Sangatta Utara.</p><p>Prosesi serah terima itu dilangsungkan dari <em>General Manager External Affairs and Sustainable Development (GM ESD)</em> Wawan Setiawan kepada Bupati Kutai Timur Ir Ismunandar, ST. MT. Selanjutnya, Bupati menyerahkan secara simbolis kepada 11 sekolah penerima bantuan.&nbsp; Secara total anggaran yang dialokasi KPC senilai Rp 1,2 miliar lebih.</p><p>GM ESD Wawan Setiawan dalam sambutannya mengatakan, bantuan diberikan sebagai bentuk keterlibatan KPC dalam percepatan pembangunan Kutai Timur. &ldquo;Apa yang kami lakukan ini adalah bentuk dukungan kami untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kutai Timur. Dalam hal ini, kami sebagai katalisator pembangunan ikut serta dalam mencapai visi Kutim Cemerlang yang dicanangkan pemerintah,&rdquo; kata Wawan.<br />  <br />  Bupati Kutai Timur Ismunandar menyampaikan apresiasi atas peran KPC dalam bidang pendidikan di Kutai Timur. &ldquo;Atas nama pemerintah Kutai Timur, saya mengucapkan terima kasih. Kita semua tau bahwa marak di pemberitaan tentang pemotongan anggaran. Jadi apa yang dilakukan&nbsp;ini adalah bentuk kepedulian KPC atas situasi itu,&rdquo; kata Ismunandar.</p><p>Lebih lanjut Bupati mengharapkan, peran KPC agar terus ditingkatkan untuk mencerdaskan masyarakat Kutai Timur. Secara khusus Ismu berpesan kepada para penerima bantuan agar sarana dan prasarana yang dibantu agar dirawat. &ldquo;Mohon juga dipelihara agar tetap terawat,&rdquo; pinta Bupati.<br />  <br />  Kepala Sekolah SDN 005 Ester mengaku sangat senang dengan bantuan yang diberikan. Apalagi Bupati Bupati Ismunandar mau hadir secara langsung meresmikan kantin sekolah yang dibangun KPC tahun 2016 ini. &ldquo;Saya terharu sekali Bapak Bupati mau datang ke sekolah kami. SD kami ini telah menjadi sekolah Adiwiyata Nasional dan salah satu syaratnya adalah adanya kantin sekolah.&rdquo;</p><p>&ldquo;Dulu kantinya selalu pindah karena belum permanen. Sekarang sudah permanen berkat bantuanKPC. Betapa bahagianya kami dengan bantuannya, sebab KPC sudah membangun sekolah kami ini sejak tahun era 90-an. Semoga KPC dan Pemkab selalu bersinergi untuk pembangunan Kutim yang lebih baik,&quot; kata Ester.<br />  <br />  Kepala TK Al Munawaroh Siti Rohima mengatakan, sekolahnya telah mendapatkan dukungan KPC sejak awal pembangunan hingga saat ini. &quot;Kami dirikan sekolah ini karena memang sekitar sini tidak ada sekolah. Awalnya dulu kami numpang di Posyandu, namun setelah dibangun KPC baru kami pindah,&quot; ujar Siti.<br />  <br />  Ungkapan yang sama disampaikan Suster Kristina S. Pd, Kepala Sekolah SD Asisi. &quot;Awalnya sekolah ini hanya 40 murid. Sekarang sudah&nbsp; mencapai 600 murid lebih, jadi kewalahan menyediakan ruangan kelas. Syukur dan terima kasih kami dibantu KPC,&quot; kata Suster Kristina.</p><p>Selain pembangunan sekolah dan sarana penunjang pendidikan lainya, KPC memiliki program beasiswa, kewirausahaan mandiri bagi pelajar melalui Prestasi Junior Indonesia, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, pendampingan Lomba Keterampilan Sekolah (LKS) dan&nbsp;<br />  uji kompetensi SMK.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/71/1._Serah_terima_bantuan_CSR_Pendidikan.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Mahasiswa Unhas Kagum Lihat Tambang KPC ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/70?locale=id</link><pubDate>almost 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/70/2._Kunjungan_Mahasiswa_Unhas_ke_KPC.jpg" alt=""><br><p>Sebanyak 35 orang mahasiswa dan dua orang dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, bertandang ke PT Kaltim Prima Coal (KPC), di Sangatta, Selasa (30/8). Kedatangan para mahasiswa Jurusan Teknik Pertambangan itu, guna melihat langsung aplikasi <em>good mining practice </em>yang telah menjadi ciri utama praktek penambangan KPC.</p><p>Para mahasiswa disambut manajemen KPC di Wisma Rayah, dengan presentasi seputar teknik pertambangan, <em>drill and blast</em>, teknik geologi dan sistem manajemen lingkungan KPC. Usai presentasi, mereka diajak berkeliling tambang ke Coal Processing Plan (CPP), Pit Jupiter, lalu ke <em>nursary</em> dan areal reklamasi tambang. Kujungan ini berakhir di Telaga Batu Arang (TBA), yang merupakan areal pemanfaatan lahan pascatambang untuk wisata.</p><p>Irma Pratiwi, salah satu mahasiswa dalam kunjungan itu mengaku terkesan dengan sistem penambangan KPC. &ldquo;Sebelum ke KPC para dosen di Universitas Hasanuddin sudah banyak bercerita tentang KPC. Saya sangat menyukai fakta bahwa selain menambang, KPC juga memiliki berbagai program yang pro lingkungan. Banyak teman mengatakan bahwa tambang itu merusak, nah disini saya bisa <em>expose</em> lebih dalam lagi ke teman-teman aku bahwa tambang itu tidak hanya merusak tapi juga bisa memperbaiki melalui reklamasinya&rdquo; kata Irma.</p><p>Hal senada disampaikan mahasiswa lainya Umar Zulfikar. &bdquo;Saya merasa sangat senang bisa melakukan kunjungan ke KPC. Saya takjub dengan reklamasi yang dilakukan oleh KPC, karena ini memerlukan dana yang besar.&nbsp; Saya harap makin banyak perusahaan seperti KPC yang juga memperhatikan reklamasi,&rdquo; kata Umar.</p><p>Sementara itu, Irsal, dosen pendamping rombongan mengatakan, kunjungan lapangan oleh mahasiswa Teknik Pertambangan Unhas, rutin dilakukan setiap tahunan, sejak 2008 lalu. &nbsp;Umumnya mereka yang sudah berada di semester lima. Mengenai pemilihan lokasi, menurut Isral, ditentukan sendiri oleh mahasiswa dalam satu angkatan.&nbsp; &ldquo;Mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih satu dari sekian banyak lokasi pertambangan di Indonesia. Sebelumnya kami sudah perkenalkan pada saat kegiatan perkuliahan di kampus,&rdquo; kata Irsal.</p><p>Sejak awal kunjungan sampai akhir acara, para mahasiswa terlihat sangat antusias. Antusiasme itu sudah terlihat saat presentasi seputar Geologi oleh Eko Nurtanto, Pertambangan oleh Amri Sayuti dan Muhammad Raizal serta Environment oleh Wahyu Wardhana.</p><p>Setelah penyampaian materi presentasi dari KPC, mahasiswa diajak <em>tour</em> ke beberapa area tambang. Para mahasiswa tampak sangat bersemangat dan penuh antusias, terlebih saat bus melewati area <em>Coal Processing Plan (CPP)</em> dan <em>Overland Conveyor</em>. Kunjungan berlanjut ke pusat pembibitan tanaman reklamasi KPC,<em> nursery</em> di Departemen <em>Environment</em>. &nbsp;Para mahasiswa juga diajak untuk mengunjungi Pit Jupiter yang sudah berhenti beroperasi sejak 2013.</p><p>Cuaca yang cukup panas tidak membuat semangat para mahasiswa yang mengenakan baju lapangan berwarna biru ini menurun, namun sebaliknya mereka semakin bersemangat terlebih setelah dapat melihat secara langsung berbagai alat berat yang ada di Pit J seperti <em>Backhoe</em> berukuran besar.</p><p>Rangkaian <em>tour</em> ditutup dengan kunjungan ke TBA, yakni salah satu zona pemanfaatan lahan pascatambang KPC untuk wisata.</p><p>Muhammad Raizal, Superintendent Drill and Blast KPC mengatakan, kegiatan mahasiswa itu cukup bagus untuk menambah wawasan dan memberikan mereka gambaran tentang tambang yang sebenarnya. &ldquo;Ini sangat bagus. Mahasiswa bisa mengenal tambang secara langsung, sehingga mahasiswa punya bayangan saat mendengar teori di kampus,&rdquo; kata Raizal.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/70/2._Kunjungan_Mahasiswa_Unhas_ke_KPC.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Pabrik Tapioka Tingkatkan Ekonomi Rantau Pulung ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/69?locale=id</link><pubDate>almost 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/69/3.jpg" alt=""><br><p>SANGATTA- Bupati Kutai Timur Ir Ismunandar MT, Selasa (23/8), meresmikan pengoperasian pabrik tapioka berbahan baku singkong gajah, di Desa Kebon Agung, Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur. Pabrik itu dibangun PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui alokasi dana <em>Forum Multi Stakeholders for Corporate Social Responsibility (MSH CSR) </em>tahun 2015 lalu.</p><p>Pabrik dengan kapasitas lima ton per jam tersebut, mulai dibangun pada awal Desember 2015 lalu dan selesai pada Juni 2016. Pembangunan pabrik itu menelan biaya Rp 1,25 miliar lebih. Hingga saat ini pabrik tersebut sudah menghasilkan 163 ton tepung tapioka untuk dijual ke wilayah Kaltim.</p><p>Bupati Kutai Timur Ismunandar mengatakan, pengoperasian pabrik tapioka itu bisa menjadi alternatif penghasilan masyarakat di Rantau Pulung, selain kelapa sawit. &ldquo;Kalau kelapa sawit kan sudah ada. Nah sekarang tinggal singkong gajah ini sebagai alternatifnya. Ibaratnya, kalau terjadi kegagalan dengan sawit, ya masih ada singkong sebagai penyangga,&rdquo; ujar Ismu usai meresmikan pabrik tersebut di Desa Kebon Angung, Selasa (23/8).</p><p>Ismu meyakini, singkong gajah bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Kutai Timur, sebab bisa menyerap tenaga kerja yang banyak. Selain itu, teknik budidayanya cukup sederhana sehingga semua petani bisa menanam singkong tersebut.</p><p>Ismu memuji bentuk kolaborasi pengembangan singkong di Rantau Pulung yang melibatkan enam desa melalui Bada Koordinasi Desa (BKD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), pemerintah kecamatan, pihak swasta selaku pengelola dan dukungan KPC sebagai katalisator pembangunan di Kutai Timur.</p><p><em>General Manager External Affairs and Sustainable Development (GM ESD)</em> KPC Wawan Setiawan mengatakan, pembangunan pabrik tapioka dan pengembangan singkong gajah merupakan usulan dari enam desa di Rantau Pulung. &ldquo;Ada enam desa yang mengusulkan melihat potensi yang ada di Rantau Pulung. Saat ini sudah ada ada 280 hektar lahan telah ditanami singkong gajah,&rdquo; kata Wawan.</p><p>Meski kapasitas pabrik yang ada mencapai lima ton per jam, namun menurut Wawan efektifnya hanya berjalan dua ton tepung karena masih terkendala lantai jemur yang maisih terbatas. Sementara untuk target produksi per bulan adalah 100 ton tepung tapioka.</p><p>Operasional pabrik saat ini telah berjalan setiap hari dengan dukungan puluhan tenaga kerja dari sekitar desa tersebut. Dwi, salah seorang penaga pengupas kulit singkong mengaku, satu hari bisa mengupas singkong antara 500 sampai 600 kilogram. &ldquo;Satu hari hasilnya antara 500 sampai 600 kilogram singkong. Satu kilogram kami dibayar Rp 100 rupiah,&rdquo; ujar Dwi.</p><p>&ldquo;Sebelum kerja di sini, kami hanya di rumah saja. Meskipun hasil kupas singkong ini tidak terlalu banyak, tapi paling tidak kami sudah ada penghasilan tetap setiap bulan,&rdquo; ujar Rosmawati, salah seong pengupas singkong lainnya.</p><p>Bupati Kutai Timur Ismunandar mengatakan, pengembangan singkong di desa itu sangat cocok dengan program pemerintah yang menekankan pembangunan dari desa. &ldquo;Kami memang ingin fokus membangun dari desa. Jika desa sejahtera maka secara otomatis kecamatan juga sejahtera dan tentu saja kabupaten jadi sejahtera,&rdquo; kata Ismu.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/69/3.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Kelompok Tani Aneka Karya Sukses Panen Semangka ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/68?locale=id</link><pubDate>almost 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/68/2.jpg" alt=""><br><p>Kegembiraan terpancar dari wajah Eko Susiloaji, anggota Kelompok Tani Aneka Karya, di Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon. Bukan tanpa alasan, tanaman semangka yang mereka usahakan telah memberikan hasil yang menggembirakan.</p><p>&ldquo;Musim ini kami perkirakan bisa panen lebih dari 40 ton semangka. Lahan yang kami usahakan sekarang ini lebih luas 1,5 hektar. Sementara jumlah populasi pohonnya sebanyak empat ribu lebih. Kami sangat senang bisa panen sebanyak ini,&rdquo; ujar Eko dengan yang terus memancarkan wajah ceria.</p><p>Ditanya tentang harga jual semangka ke pengepul, Eko mengakui cukup murah, yakni Rp 3.500 per kilogram. Meski demikian, jumlah panen yang banyak mencapai 40 ton lebih, akan memberikan mereka hasil yang cukup fantastis sebagai petani, yakni Rp 140 juta. &nbsp;Semangka dipanen dalam usia tanam dua bulan.</p><p>&nbsp;&ldquo;Pada musim panen lalu, hasilnya 18,6 ton karena lahanya hanya tiga per empat hektar. Nilai nominal yang kami dapatkan waktu itu sekitar Rp 76 juta, dengan ongkosnya Rp 13 juta. Ongkos itu sudah termasuk mesin pompa air untuk penyiraman, tenaga kerja dan lainnya,&rdquo; kata Eko.</p><p>Eko lebih lanjut mengakui, saat ini sudah ada empat hektar lahan dalam kelompok taninya yang telah ditanami semangka. Mereka mengatur musim tanam agar semangka tidak dipanen dalam waktu yang bersamaan. &ldquo;Dalam kelompok kami ini ada empat hektar lahan yang ditanami semangka. Tapi panennya kami atur tidak bersamaan agar tidak kelebihan stok di pasaran,&rdquo; katanya.</p><p>Menurut Eko, semangka hanyalah salah satu tanaman dari berbagai jenis yang mereka usahakan di kelompoknya. &ldquo;Semangka ini kami anggap hanya tabungan saja pak. Untuk tanaman yang rutin kami panen setiap dua hari sekali, kami tanaman timum, kacang panjang, buncis, gambas, pare, tomat dan lombok,&rdquo; katanya.</p><p>Kelompok Tani Aneka Karya memiliki anggota lebih dari 20 orang. Kelompok tani ini telah bermitra dengan KPC dan Pemerintah Kecamatan serta Desa Sepaso Barat, sejak lama. &ldquo;Kami sudah lama dibantu KPC, mulai dari sistem budidaya sampai bantuan samara produksi pertanian (Saprotan). Kami terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya selama ini,&rdquo; ujar Eko.</p><p>Sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada semua pihak yang membantu, Eko menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli berbagai peralatan pertanian yang dibutuhkan para petani di kelompoknya. &ldquo;Saya ingin menunjukan juga kepada KPC bahwa bantuan yang diberikan itu kami realisasikan dengan baik. Saya kalkulasikan nominalnya lalu saya belikan peralatan dan dijadikan asset dalam kelompok ini.&rdquo;</p><p>&nbsp;&ldquo;Siapa tau nanti ada teman-teman lain yang membutuhkan bisa digunakan. Ini untuk memberikan kesempatan kepada yang lain agar mereka juga bisa berkembang. Ini bentuk petanggungjawaban kami terhadap bantuan yang diberikan. Karena tujuan dari pemberi bantuan adalah untuk kesejahteraan petani itu sendiri,&rdquo; ujarnya.</p><p>Camat Bengalon Rudi Baswan mengatakan, kolaborasi KPC, pemerintah dan petani di Sepaso Barat sudah tepat. Sebab ia memproyeksikan daerah itu akan dijadikan sentra penghasil sayuran bagi wilayah Bengalon. &ldquo;KPC sudah banyak melakukan pendampingan terhadap petani di Bengalon dan meminta terus ditingkatkan. Karena Sepaso Barat ini akan diproyeksikan menjadi sentra penghasil sayuran untuk wilayah Bengalon,&rdquo; kata Baswan.</p><p><em>Acting Manager Bengalon Community Relation and Development (BCRD)</em> Agus Djaenal mengatakan, KPC akan terus bersama masyarakat dalam berbagai program CSR untuk meningkatkan hasil-hasil pertanian di Bengalon.(*)</p><p>&nbsp;</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/68/2.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Raih Penghargaan Social Business Innovation]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/67?locale=id</link><pubDate>almost 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/67/1.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) meraih penghargaan <em>Social Business Innovation</em> kategori pengolahan limbah tambang batu bara dan mineral, yang diberikan oleh Majalah Warta Ekonomi, Kamis (25/8/2016), di Pullman Hotel, Jakarta. Penghargaan diberikan oleh Founder Majalah Warta Ekonomi Fadel Muhammad, yang diterima oleh Eddie Junianto Subari, Direktur KPC.</p><p>Fadel Muhammad dalam sambutan yang dikutip Warta Ekonomi mengatakan, kali ini merupakan ajang kelima digelar di Indonesia dan merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan dan para pemimpin perusahaan terbaik di Indonesia. Terutama yang berhasil menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan, melalui inovasi perbaikan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.</p><p>Dalam ajang yang diberi nama <em>Social Business Innovation</em> dan <em>Green CEO</em> itu, ada 17 kategori industry yang diberikan penilaian. Antara lain adalah batu bara dan mineral, minyak dan gas, perbankan, automotive, konstruksi, kelistrikan, farmasi dan lainya. KPC menerima penghargaan dari sektor tambang batu bara dan mineral bersama tiga perusahaan lain, yakni Berau Coal Energy, Adaro Energy dan Bukit Asam.</p><p>Penilaian dilakukan melalui riset <em>Social Business Innovation</em> dan <em>Green CEO</em> oleh Warta Ekonomi <em>Intelligence Unit (WEIU).</em> Tahun ini, WEIU bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di bidang pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan.</p><p>Dengan adanya kerjasama ini, riset yang dilakukan melalui screening yakni pada perusahaan yang beroperasi di Indonesia dan memperoleh Proper kategori Emas, Hijau, dan Biru. Selain itu dinilai juga berdasarkan program CSR unggulan dan melakukan inovasi CSR tiap tahunnya.</p><p><em>General Manager External Affairs and Sustainable Development (GM ESD)</em> KPC Wawan Setiawan menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan tersebut. Menurutnya, apa yang diterima KPC adalah bukti bahwa perusahaan memiliki komitmen yang tinggi terhadap masalah sosial dan lingkungan pertambangan.&nbsp; &ldquo;Penghargaan ini membukatikan bahwa KPC memiliki komitmen dalam melakukan program CSR dan lingkungan yang inovatif untuk lingkungan yang lebih baik,&rdquo; kata Wawan, Jumat (26/8).</p><p>Wawan lebih lanjut mengatakan, &nbsp;penilaian terhadap penghargaan <em>Social Business Innovation </em>ini lebih rinci pada setiap aspeknya. Antara lain menyangkut kebijakan manajemen, komitmen CEO &nbsp;dalam menentukan program, anggaran CSR, implementasi program yang memberikan keuntungan kepada masyarakat&nbsp; secara ekonomi, sosial dan lingkungan.(*)<br />  &nbsp;</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/67/1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Bupati Kutai Timur: KPC Masih Diperlukan Oleh Masyarakat Kutai Timur ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/66?locale=id</link><pubDate>about 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/66/1-_KPC_masih_dibutuhkan.jpg" alt=""><br><p><strong>Bupati Kutai Timur: KPC Masih Diperlukan Oleh Masyarakat Kutai Timur</strong></p><p>&nbsp;</p><p>Bupati Kutai Timur, Ir. Ismunandar MT mengatakan, PT Kaltim Prima Coal (KPC) masih dibutuhkan oleh masyarakat Kutai Timur. Demikianpun sebaliknya, KPC memerlukan masyarakat agar operasional perusahaan berjalan lancar.</p><p>Hal itu disampaikan Ismunandar dalam sambutan acara buka puasa bersama KPC dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, tokoh masyarakat, tokoh agama dan berbagai stakeholders perusahaan, Jumat (1/7), di Masjid Agung Al-Faroek, Sangatta.</p><p>&ldquo;Buka puasa ini maksudnya agar tali silaturahmi kita ini dapat berjalan dengan baik, karena Kutim masih membutuhkan KPC; dan KPC juga butuh dukungan dari masyarakat agar operasionalnya lancar,&rdquo; kata mantan Ketua Forum <em>Multi Stakeholders for Corporate Social Responsibility (MSH CSR)</em> Kutai Timur itu.</p><p>Bupati Ismunadar yang saat itu hadir bersama Wakilnya Kasmidi Bulang, lebih lanjut mengatakan, KPC telah berbuat banyak untuk kemajuan Kutai Timur. Adapun serah terima bantuan pada acara tersebut, menurut Bupati, hanya seremonialnya saja.&rdquo;Kita lihat tadi ada serah terima bantuan, namun itu hanya seremoninya saja. Kita tau bahwa KPC sudah banyak berbuat untuk masyarakat Kutai Timur,&rdquo; tandar mantan Sekretaris Daerah Kutai Timur itu.</p><p>Pada acara buka puasa bersama itu, memang KPC memberikan bantuan seperti yang disampaikan Bupati. Bantuan sosial itu diberikan kepada empat panti asuhan, satu panti jompo, petugas kebersihan Kota Sangatta dan Lembaga Adat Kutai Sengata.</p><p>Secara keseluruhan, total bantuan KPC dalam acara tersebut, sebesar Rp 63,22 juta. Bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh <em>General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD)</em> KPC Wawan Setiawan, yang diterima oleh masing-masing perwakilan.</p><p>Wawan dalam sambutannya mengatakan terima kasih atas kehadiran seluruh komponen masyarakat dalam acara silaturahmi tersebut. Selanjutnya, alumnus mahasiswa Antropologi Universitas Padjajaran itu, memohon dukungan semua pihak agar kepemimpinannya di Divisi ESD, bisa amanah dan berjalan sukses. &ldquo;Saya mohon dukungan bapak dan ibu sekalian, agar kepemimpinan saya di ESD bisa amanah dan berjalan lancar,&rdquo; kata Wawan.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/66/1-_KPC_masih_dibutuhkan.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Momen Buka Puasa, KPC Serahkan CSR ke Bengalon ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/65?locale=id</link><pubDate>about 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/65/1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-size:16px;">PT Kaltim Prima Coal (KPC) secara simbolis menyerahkan tiga paket program <em>corporate social responsibility (CSR)</em> senilai Rp 420 juta, kepada masyarakat di Kecamatan Bengalon. Tiga paket program itu diserahkan saat acara Buka Puasa Bersama Pemkab Kutai Timur dengan masyarakat Bengalon, Senin (27/6).</span></p><p><span style="font-size:16px;">Tiga paket program yang diserahkan saat itu, berupa pengadaan alat kesehatan (Alkes) untuk Puskesmas Sepaso dan lima desa di Kecamatan Bengalon, pengadaan perlengkapan kantor kecamatan dan Koramil Bengalon; serta pengadaan dua unit speedboat untuk Kecamatan Bengalon.</span></p><p><span style="font-size:16px;"><em>Acting Manager</em> Bengalon <em>Community Relation and Development (BCRD) </em>Denny Pratama mengatakan, tiga paket program itu merupakan realisasi sebagian program CSR tahun 2015 lalu. &ldquo;Ini adalah realisasi dari sebagian program CSR tahun 2015 lalu dan merupakan hasil dari perencanaan bersama dengan desa, kecamatan dan semua <em>stakeholder</em> di Bengalon,&rdquo; kata Denny.</span></p><p><span style="font-size:16px;">Pada kesempatan itu, Denny menyerahkan tiga paket program tersebut kepada Bupati Kutai Timur Ir. Ismunandar, MT. Selanjutnya, Bupati menyerahkan setiap paket program kepada masing-masing instansi penerima.</span></p><p><span style="font-size:16px;">Bupati Ismunandar menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPC, atas realisasi program CSR untuk masyarakat Bengalon. Bupati berharap, apa yang dilakukan KPC bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain. &quot;Kita tadi sudah menyaksikan sebahagian dari kepedulian kawan perusahaan, terutama dari KPC.Mudah-mudahan, yang lain juga menyusul. Apalagi di bulan puasa ini, insya Allah bertambah pahalanya kalau berbagi di bulan puasa,&rdquo; ujar Ismu dalam sambutanya kepada ratusan warga Bengalon yang hadir.</span></p><p><span style="font-size:16px;">Pernyataan senada disampaikan dokter Agus Santoso, Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Puskesmas Sepaso, Bengalon. Agus yang menerima paket peralatan kesehatan (Alkes) mengakui, peralatan yang diberikan itu sangat bermanfaat bagi Puskesmas dan lima Puskesdes di wilayah Bengalon.</span></p><p><span style="font-size:16px;">&ldquo;Alkes yang diberikan KPC sangat membantu kami. Kalau berharap dana dari pemerintah itu sangat terbatas, sehingga belum bisa menyentuh desa-desa yang jauh. Harapannya bisa langsung digunakan oleh petugas-petugas kita di desa, sehingga dapat melayani masyarakat sedekat mungkin dan sebaik mungkin, sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin baik,&rdquo; ujar dokter Agus.</span></p><p><span style="font-size:16px;">Agus merinci, Alkes yang diterimanya berupa tempat tidur melahirkan, tempat tidur rawat inap, perlengkapan oksigen, peralatan pemeriksaan ibu hamil dan beberapa peralatan lainya. &ldquo;Pokoknya lengkap. Ini kami terima untuk Puskesmas Sepaso dan Puskesdes di Desa Sepaso Selatan, Desa Muara Bengalon, Desa Sekerat, Desa Tebangan Lembak dan Desa Keraitan. Jadi hampir semua titik yang ada petugas medisnya itu mendapat bantuan alat kesehatan dari KPC,&rdquo; ujar Agus.</span></p><p><span style="font-size:16px;">Tingkat penyerapan program-program CSR di Bengalon, menurut Denny Pratama, cukup tinggi, hampir 100 persen dari perencanaan pada, 14 Juli 2015 lalu di Wisma Prima. Program yang dikerjakan adalah program yang telah diusulkan dalam RPJM Des dan Musrenbang, namun belum memiliki anggaran.</span></p><p><span style="font-size:16px;">&ldquo;Ini untuk mendukung program kerja pemerintah Kecamatan Bengalon dan pemerintah desa sesuai rencana pembangunannya. Kita share programlah dengan pemerintah. Jadi KPC mendukung dan melengkapi pembangunan daerah,&rdquo; ujar Denny. (*)</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/65/1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Kunjungi KPC, CLP Hongkong Limited Mengaku Terkesan ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/64?locale=id</link><pubDate>about 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/64/Foto_Bersama.jpg" alt=""><br><p style="line-height: 20.8px;"><em>Castle Peak Power Company Limited</em>&nbsp;(CLP Hongkong), yang merupakan pelanggan setia PT Kaltim Prima Coal (KPC), pada Kamis (26/5) lalu, berkunjung ke Sangatta.&nbsp; Kedatangan perusahaan listrik terkemuka di Hongkong itu dalam rangka kunjungan lapangan, berdiskusi seputar isu CSR,&nbsp;<em>safety, environment,</em>&nbsp;ketenagakerjaan dan isu-isu global lainnya.</p><p style="line-height: 20.8px;">Rombongan CLP Hongkong, hadir dengan kekuatan enam orang dipimpin oleh Caroline Lu,&nbsp;<em>Deputy Director Fuel Procurement and Admin.</em>&nbsp;Mereka merupakan karyawan pada bagian&nbsp;<em>safety, environmental, procurement, fuel</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>supply</em>, diantaranya Michael Cheung, Eric Chan, Wendy Chan, CH Wong dan Steve Chan.</p><p style="line-height: 20.8px;">Dalam kunjungan ini, CLP Hongkong Limited ingin menggali berbagai isu seputar produk batu bara KPC, isu&nbsp;<em>safety,</em>&nbsp;lingkungan, ketenagakerjaan serta penerapan&nbsp;<em>corporate social responsibility (CSR).&nbsp;</em>Mereka diterima langsung oleh Tina Mery Sirait, Tulus Siregar, Louise Pessireron, Nurwahidin Hasan dan Wahyu Wardana.</p><p style="line-height: 20.8px;">Sebelum berkeliling tambang, rombongan CLP Hongkong disuguhi dengan presentasi umum tentang KPC oleh Tina Mery Sirait. Usai presentasi, dilanjutkan dengan diskusi yang berfokus pada isu seputar produk batu bara KPC,&nbsp;<em>safety,</em>&nbsp;lingkungan, ketenagakerjaan serta&nbsp;<em>corporate social responsibility (CSR).</em></p><p style="line-height: 20.8px;">Setelah diskusi yang hangat di Prima Room, M1, Mine Site, rombongan diajak&nbsp; tur tambang dengan tujuan ke area&nbsp;<em>Coal Processing Plan (CPP)</em>, pelabuhan batubara dan kawasan reklamasi arboretum di Swarga Bara, Sangatta.</p><p style="line-height: 20.8px;">Di kawasan artboretum, pelanggan setia KPC ini melakukan penanaman pohon. Pohon yang ditanam merupakan pohon lokal, dari jenis meranti, antara lain meranti lepro (shorea paquetiana), meranti merah (spodocarpus boornensis) dan kayu bawang (endemik)<strong>.&nbsp;</strong></p><p style="line-height: 20.8px;"><em>Manager Project Management and Evaluation (PME)</em>&nbsp;Louise G Pessireron mengatakan, para tamu kita itu merasakan pengalaman berbeda, saat ikut menanam pohon jenis lokal, meranti dan kayu bawang. Untuk mengabadikan moment tersebut, setiap pohon yang ditanam ditandai dengan nama mereka sendiri.</p><p style="line-height: 20.8px;">Tina Mery Sirait,&nbsp;<em>Manager Sales Operation&nbsp;</em>pada Divisi Marketing mengatakan, secara umum pihak CLP Hongkong sangat terkesan dengan operasional KPC. Terutama menurut Tina, menyangkut komitmen CSR, safety dan pelestarian lingkungan tambang.</p><p style="line-height: 20.8px;">&ldquo;Mereka sangat terkesan dan memberikan apresiasi tinggi atas sistem operasi KPC. Terutama setelah memahami komitmen CSR, safety dan lingkungan,&rdquo; ujar Tina.</p><p style="line-height: 20.8px;">CLP Hongkong Limited merupakan perusahaan energi terkemuka di Hongkong. Sebanyak 80 persen kebutuhan listrik di Negara itu, dipasok oleh CLP Hongkong Limited. Perusahaan ini bisa dibilang sebagai pelopor pengembangan jasa penyedia energi, karena telah dimulai sejak tahun 1901 atau 115 tahun lalu.</p><p style="line-height: 20.8px;">CLP menjadi pelanggan KPC selama 25 tahun, sejak tahun 1991. Hingga kini sudah terkirim batubara sebanyak 29 juta ton lebih dan tahun 2016 ini, direncanakan mencapai satu juta ton.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/64/Foto_Bersama.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Pengelolaan Air Tambang KPC Bagus ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/63?locale=id</link><pubDate>about 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/63/Screen_Shot_2016-06-08_at_5.44.01_PM.png" alt=""><br><p>Sejumlah tokoh masyarakat Sangatta Utara menilai, pengelolaan air tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC), sudah bagus dan sesuai dengan harapan masyarakat. Hal itu disampaikan saat kegiatan tur pengelolaan air tambang KPC, di kolam PSS dan Melawai, Kamis (2/6).</p><p><strong>&ldquo;</strong>Secara teknis kita sudah menyaksikan dan kami akui, bahwa pengelolaan air KPC sudah bagus dan benar. Air yang keluar dari kolam sudah jernih. Dan itu memang kami sudah akui,&rdquo; kata H. Muhammad Ijamhary Datuk Singa, Ketua Pemangku Peradaban Masyarakat Adat Kutai Timur.</p><p>Ijamhary merupakan inisiator digelarnya tur tambang dengan agenda khusus, melihat pengelolaan air tambang KPC. Tur itu berkaitan dengan adanya persepsi sebagian kalangan, bahwa penyebab utama pencemaran dan pendangkalan sungai Sangatta, bersumber dari KPC.</p><p>&ldquo;Saya akui memang sudah baik. Kebenaran inilah yang akan saya bawa ke forum-forum selanjutnya nanti dan saya juga akan sampaikan kepada masyarakat,&nbsp; bahwa KPC sudah memiliki sistem pengelolaan air, sehingga air yang keluar sudah jernih,&rdquo; tandas Ijamhary.</p><p>Pada acara kunjungan itu, lembaga Pemangku Peradaban Masyarakat Adat Kutai Timur, yang diketuai oleh Ijamhary, tidak datang sendirian. Hadir pula Pj Kepala Desa Sangatta Utara Durahman, perwakilan Kecamatan Sangatta Utara, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutai Timur, Dinas Pekerjaan Umum dan sejumlah Ketua RT di Sangatta Utara.</p><p>Pj Kepala Desa Sangatta Utara Durahman mengatakan, kujungan ke tambang KPC hanya ingin memastikan, apakah air yang keluar dari tambang sudah bagus atau tidak. &ldquo;Kita tidak mau mencari siapa salah dan siapa benar. Ini hanya bentuk perhatian kami menjaga kualitas air sungai Sangatta. Intinya adalah bagaimana sungai Sangatta ini kita pelihara dan jaga bersama. Dan ternyata setelah kita lihat, yang dilakukan KPC ini sudah baik dan benar,&rdquo; kata Durahman.</p><p><em>Manager Mining Services</em> Anwar yang turut mendampingi rombongan tur tambang meminta, agar&nbsp; masyarakat&nbsp; tak perlu khawatir dengan komitmen KPC dalam mengelola lingkungan tambang. &ldquo;Apa yang kami lakukan semuanya dengan niat tulus, ingin menjaga lingkungan kita ini. KPC juga tidak punya niat mencemari lingkungan sekitarnya, termasuk sungai Sangatta. Masyarakat tak perlu khawatir, kami akan selalu menjaga lingkungan dengan baik,&rdquo; kata Anwar.</p><p>Rombongan peserta tur tambang itu berawal di Kantor <em>External Relation, Town Hall</em>, Swarga Bara. Mereka diterima langsung oleh <em>General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD)</em>&nbsp; Wawan Setiawan. Saat menyambut peserta tur itu, Wawan mengatakan, proses tambang KPC selalu mengikuti aturan pemerintah dan menerapkan praktek terbaik dalam operasional tambang.</p><p>Sementara Yosef Palinggi, <em>Superintendent Environment Monitoring and Compliance </em>dalam presentasi awal kunjungan mengatakan, total luas DAS Sungai Sangatta adalah 2000 kilometer persegi. Sedangkan luas kegiatan KPC yang masuk DAS Sungai Sangatta hanya 90,49 kilometer atau 4,5 persen dari total DAS Sangatta.</p><p>Usai presentasi itu, para peserta itu dibawa menuju kolam PSS yang merupakan kolam terbesar yang mengalirkan air ke sungai Bendili. Di kolam PSS, peserta melihat langsung proses pengendapan dan aliran air keluar yang sangat jernih. Selesai di kolam PSS, peserta diajak ke kolam Melawai, yang juga bermuara ke sungai Bendili. Di kolam Melawai ini, peserta bertanya fungsi labirin berbentuk tanggul yang berkelok-kelok di kolam tersebut.</p><p>Kiagus Nirwan, <em>Superintendent&nbsp; Water Management</em> mengatakan, labirin tersebut berfungsi memperpanjang aliran air sehingga proses pengendapan lumpur akan lebih baik. Selain itu, dengan adanya labirin itu, pengerukan lumpur akan lebih cepat sebab tanggul labirin itu difungsikan juga sebagai jalan masuk bagi alat pengeruk.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/63/Screen_Shot_2016-06-08_at_5.44.01_PM.png" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ 21 Tahun Jadi Mitra TNK, KPC Diberikan Penghargaan ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/62?locale=id</link><pubDate>about 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/62/IMG_5793.jpg" alt=""><br><p>Peran PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai mitra Taman Nasional Kutai (TNK), diakui oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.</p><p>Sebagai bentuk pengakuan, Dirjen KSDAE memberikan penghargaan berupa sertifikat kepada KPC, bertepatan dengan perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedua, yang diselenggarakan oleh Balai TNK bekerjasama dengan Mitra TNK dan Pemkot Bontang, di Bontang, Minggu (5/6).</p><p>Penghargaan diberikan oleh Kepala TNK Nur Patria Kurniawan mewakili Dirjen KSDAE dan diterima oleh <em>Manager Community Empowerment</em> KPC Nurul Karim.</p><p>Nur Patria Kurniawan mengatakan, KPC telah menjadi mitra TNK selama 21 tahun, sejak tahun 1995 silam. Selama kurun waktu tersebut, menurut Nur Patria, perusahaan tambang batubara di Sangatta itu, selalu berkomitmen dalam berbagai bentuk.</p><p>&ldquo;Selama ini KPC sangat membantu. Sudah 21 tahun kan?. KPC sering membantu. Banyak komitmennya terhadap TNK, baik dari dari sisi pendanaan, nonpendanaan, maupun keterlibatan dalam setiap kegiatan dan lain-lain, cukup membantu kami,&rdquo; ujar Nur Patria usai acara seremonial penyerahan penghargaan.</p><p>Nur Patria berharap, penghargaan yang diberikan kepada KPC dan mitra TNK yang lain, bisa meningkatkan lagi peran serta partisipasi para mitra. &ldquo;Harapannya dengan komitmen yang baik ini, kita pertahankan dan tingkatkan, sehingga kelestarian TNK terjaga, KPC juga mendapat manfaat yang luar biasa dan masyarakat juga mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya,&rdquo; ujar Nur Patria.</p><p><em>Manager Community Empowerment</em> Nurul Karim usai menerima penghargaan itu mengatakan, keterlibatan KPC sebagai mitra TNK, merupakan wujud kepedulian perusahaan untuk melestarikan flora dan fauna yang ada di TNK. Selama ini, keterlibatan KPC hadir dalam bentuk pendanaan kegiatan pelestarian TNK, mendukung kegiatan wisata TNK, pemberdayaan masyarakat sekitar TNK dan berbagai bentuk dukungan lainnya.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/62/IMG_5793.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Sukses Gelar Bhaksos Operasi Katarak ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/61?locale=id</link><pubDate>about 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/61/2__1_.jpg" alt=""><br><p>Operasi mata katarak yang digelar PT Kaltim Prima Coal (KPC) bersama Balai Kesehatan Mata dan Olahraga Masyarakat (BKMOM) Samarinda, Rabu (25/5), berjalan sukses. Hingga akhir pelaksanaan operasi pada, Rabu (25/5), sebanyak 48 orang yang memenuhi syarat berhasil dioperasi oleh tim dokter.</p><p>Para penderita yang berhasil ditemui di lokasi kegiatan, di Puskesmas Sangatta Utara, mengaku gembira bisa melalui operasi yang cukup menegangkan itu. Mereka menggantungkan harapan, semoga bisa segera pulih, sehingga bisa melihat lagi seperti semula.</p><p>Salah satunya Hj Aisah, warga jalan Poros Kabo, Sangatta Utara. Meski operasi matanya tidak bermaksud agar dia bisa bekerja lagi, wanita berusia 70 tahun itu, ingin agar setelah operasi, bisa melihat anak dan cucu-cucunya lagi.</p><p>&ldquo;Kedua mata saya ini tidak bisa melihat lagi. Tapi kata dokter yang kiri saja yang bisa dioperasi. Kanan tidak bisa lagi. Tak masalah yang penting nanti saya bisa melihat dengan mata kiri. Saya ingin bisa melihat anak dan cucu-cucu saya,&rdquo; kata Hj Aisah.</p><p>Harapan serupa disampaikan Fathkur Rohman (36 tahun), warga jalan Munthe, Desa Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara. Pria yang berprofesi sebagai supir itu, mengaku senang telah menjalani operasi pada mata bagian kirinya. Sejak satu tahun terakhir ini, mata kiri Fathkur Rohman tak bisa berfungsi normal karena menderita pteregium.</p><p>&ldquo;Saya sudah menunggu saat ini cukup lama. Selama satu tahun menderita pteregium, saya berusaha menahan rasa sakit. Saya mau operasi tapi belum punya dana. Saya dengar biayanya bisa mencapai Rp 5 juta,&rdquo; ujar Fathkur.</p><p>&ldquo;Begitu ada kabar tentang bhaksos gratis yang dilakukan KPC dan BKMOM ini, saya langsung mendaftar.&nbsp; Saya merasa bersyukur bisa menjalani dioperasi ini. Terima kasih KPC dan tim dokter yang mengoperasi saya,&rdquo; sambung Fathkur. Fathkur berharap, setelah operasi itu, matanya bisa berfungsi normal. Sehingga ia bisa bekerja lebih maksimal sebagai seorang supir water truck. Ia ingin menghidupi anak-anaknya yang masih berumur tujuh dan satu tahun.</p><p>Hal senada disampaikan Oscar (29 tahun), seorang pekerja di perkebunan kepala sawit, di Tepian Indah, Bengalon. Ayah satu anak itu mengaku senang bisa menjalani operasi terhadap mata kirinya yang mengalami katarak. Pasalnya, akibat kebutaan tersebut, ia tidak bisa bekerja secara normal.</p><p>&ldquo;Saya sangat senang mata kiri saya telah dioperasi. Saya berharap setelah operasi ini, mata saya bisa normal kembali. Selama satu tahun ini, saya hanya melihat dengan satu mata,&rdquo; kata Oscar.</p><p>Sampai saat ini, KPC telah menggelar kegiatan operasi katarak dan pteregium di wilayah Kutai Timur sebanyak 13 kali sejak tahun 2003 silam. Dari program ini sudah ada 457 orang yang telah disembuhkan. Program itu merupakan salah satu kegiatan <em>corporate social responsibility (CSR)</em> KPC dalam bidang kesehatan masyarakat.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/61/2__1_.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Kembali Raih Platinum Program HIV/AIDS Dari Menakertrans ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/60?locale=id</link><pubDate>over 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/60/Penghargaan_HIV-AIDS_dari_Menaker_RI-res.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk kelima kalinya sejak tahun 2011 lalu, berhasil mempertahankan predikat Platinum, program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.</p><p>&nbsp;</p><p>Penghargaan berupa sertifikat itu diberikan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhammad Hanif Dhakiri, pada acara K3 Award 2016, di Ruang Birawa Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (18/5). Pada kesempatan itu, KPC diwakili oleh <em>Manager External&nbsp; and Technical Support</em> &nbsp;Sari Kusuma.</p><p>&nbsp;</p><p>Penghargaan platinum merupakan apreasiasi tertinggi pemerintah atas program pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS di tempat kerja. Selama lima tahun berturut-turut sejak tahun 2011, KPC selalu meraih predikat platinum. Hanya pada tahun 2010 saja, KPC meraih kategori gold.</p><p>&nbsp;</p><p>&ldquo;Patut kita syukuri atas keberhasilan pencapaian tersebut. KPC telah menerima penghargaan sejak tahun 2010 hingga 2016. Ini merupakan komitmen KPC dalam mendukung program pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja,&rdquo; kata Imanuel Manege, <em>General Manager Health, Safety, Environment and Security , </em>di Sangatta, Kamis (19/5).</p><p>&nbsp;</p><p>Imanuel lebih lanjut mengatakan, fokus utama KPC dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS adalah memberikan pengetahuan kepada karyawan dan kontraktornya tentang &nbsp;HIV/AIDS. Setelah itu menjaga kesehatan serta memantau kondisi kesehatan seluruh karyawan melalui <em>medical check up</em> rutin setiap tahun.</p><p>&nbsp;</p><p>Perusahaan juga menggelar berbagai sosialisasi melalui acara safety talk, seminar dan pembagian brosur serta berbagai peringatan pada perayaan hari besar HIV/AIDS dunia. Imanuel memastikan, KPC atas terus meningkatkan upaya penanganan serta pencegahan HIV/AIDS dengan menggalang kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah Kabupaten Kutai Timur.</p><p>&nbsp;</p><p>Menakertrans M. Hanif Dhakiri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada perusahaan yang telah menjalankan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. &ldquo;Saya sampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berupaya menjadikan K3 sebagai budaya kerja dan mencegah HIV AIDS di lingkungan kerja,&rdquo; kata Dhakiri.</p><p>Pada ajang K3 Award tahun 2016 ini, Menaker memberikan penghargaan kepada 100 perusahaan terbaik yang menjalankan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. Sementara dalam bidang kecelakaan nihil diberikan kepada 840 perusahaan dan dalam bidang Sistem Manajemen K3 (SMK3) diserahkan kepada 714 perusahaan.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/60/Penghargaan_HIV-AIDS_dari_Menaker_RI-res.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Sukses Bangun Jalan Underpass Inul Lignite ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/59?locale=id</link><pubDate>over 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/59/2.jpg" alt=""><br><p>PT Kaltim Prima Coal (KPC) sukses membangun perlintasan jalan umum dengan jalan tambang (<em>underpass) </em>Inul Lignite, di ruas jalan nasional Sangatta-Simpang Perdau (STA 27+725), Bengalon.&nbsp; Peresmian dilakukan Senin (11/4) oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII, Banjarmasin.</p><p>Jalan <em>underpass</em> Inul Lignite dibangun karena jalan tambang KPC bersinggungan dengan jalan umum, yang dilalui oleh masyarakat umum. Pembangunan memakan waktu tujuh bulan sejak September 2015 hingga April 2016.</p><p>Jalan <em>underpass</em> itu lebarnya 20 meter dan tingginya 9,8 meter. &nbsp;Ketinggian ini dirancang untuk mengakomodasi excavator Liebherr R996, yang tingginya mencapai 9,2 meter.&nbsp; Sementara jembatan untuk perlintasan jalan umum dibangun sepanjang 30 meter, dengan lebar 9,5 meter.&nbsp; Jalur lalulintasnya tujuh meter dengan trotoar di kedua sisi jalan masing-masing 1,25 meter.</p><p><em>General Manager Contract Mining</em> Armstrong Tobing mengatakan, pembangunan <em>underpass </em>Inul Lignite untuk mendukung produksi batubara KPC sebanyak 62 juta ton pada tahun 2016 ini.&nbsp; &ldquo;Proyek Inul Lignite ini merupakan bagian dari pengembangan strategi penambangan KPC untuk mencapai produksi batubara sebanyak 62 juta ton pada tahun 2016 ini,&rdquo; kata Armstrong, yang saat itu bertindak selaku <em>Acting Chief Operating Officer (COO).</em></p><p>Sementara itu, <em>General Manager Mining Development Division (GM MDD)</em> Shane Bennett mengatakan, begitu banyak prestasi dicapai KPC dalam proyek <em>underpass </em>Inul Lignite.&nbsp; Prestasi itu berupa <em>zero accident </em>selama proyek berlangsung<em>,</em> nilai penghematan yang dicapai dan waktu penyelesaian proyek yang lebih cepat dari rencana semula.</p><p>Pencapaian itu berkat dukungan kontraktor pelaksana PT WIKA dan sentuhan tangan-tangan professional dari para insinyur sipil, <em>mining, geotechnical</em> dan praktisi <em>safety</em> KPC. <em>&nbsp;&ldquo;</em>Ini adalah contoh yang baik untuk menyelesaikan suatu proyek dengan tim yang professional, perencaan yang baik dan pengawasan serta eksekusi yang luar biasa,&rdquo; ujar Shane.</p><p>Selain Inul Lignite, rencananya KPC akan membangun satu lagi jalan <em>underpass</em>, yakni di CH 14000 yang juga terletak di Bengalon. <em>Underpass</em> ini sebagai bentuk komitmen KPC dalam memenuhi peraturan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur nomor 10 tahun 2012 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 20/PRT/M/2010 tentang Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-Bagian Jalan.(*)</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/59/2.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Guru SMK Ikuti Pelatihan Guru Produktif ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/58?locale=id</link><pubDate>over 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/58/1.jpg" alt=""><br><p>Sebanyak 17 orang guru jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dari tujuh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kutai Timur, mengikuti kegiatan Training Guru Produktif (TGP), di SMKN I Bengalon. TGP itu menghadirkan para trainer dari Departemen Maintenance System, Mining Support Division (MSD), PT Kaltim Prima Coal (KPC).<br />  Superintendent Maintenance Training and Development Bustomi Asrof mengatakan, training itu akan dilakukan secara bertahap selama kurang lebih satu bulan. Menurut Tomi, sapaan akrab Bustomi Asrof, ada sembilan modul yang akan diberikan dalam training tersebut.&nbsp;<br />  Setiap modul, lanjut Tomi, akan memakan waktu sekitar dua sampai tiga hari. &ldquo;Ada sembilan modul dalam pelatihan ini. Sembilan modul tersebut merupakan inti dari sistem kendaraan ringan,&rdquo; ujar Tomi.<br />  Tomi lebih lanjut mengatakan, untuk mencapai hasil terbaik dari TGP itu, pihaknya akan menurunkan trainer terbaik yang telah berpengalaman. Umumnya mereka telah mengajar untuk karyawan KPC sendiri, Balai Latihan Kerja (BLK) Kutai Timur dan menjadi training mechanic apprentice. Mereka adalah Heri Prasetyo, Sabri, Abdullah, Puji Santoso dan Kristiyono.</p><p>Kepala SMKN I Bengalon Puji Astuti Rahayu Effendi MPd mengatakan, apresiasi tinggi atas peran KPC untuk kemajuan SMK di Kutai Timur. &ldquo;Ini kontribusi yang sangat bermanfaat. Saya apresiasi tinggi dengan peran KPC ini,&rdquo; kata Puji.<br />  Puji lebih lanjut mengatakan, selama ini para guru jurusan Teknik Kendaraan Ringan, lebih teoritis seperti halnya guru sekolah umum. &ldquo;Tapi nanti dengan adanya TGP ini, para guru lebih memahami praktek kendaraan ringan. Kami percaya itu sebab para trainer dari KPC ini memiliki standar tinggi dalam pengajaran modul pelajaran,&rdquo; ujar Puji.<br />  Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Abdulah membenarkan, training sistem kendaraan ringan untuk para guru SMK, sangat dibutuhkan di Kutai Timur. &ldquo;Training ini sangat dibutuhkan untuk guru SMK. Nanti guru-guru tidak hanya teoritis, tapi sungguh memahami sistem kendaraan ringan,&rdquo; ujar Abdulah.<br />  Abdulah sendiri mengakui, peran KPC dalam dunia Pendidikan di Bengalon, sudah berlangsung sejak tahun 1998 silam. &ldquo;KPC membantu Bengalon ini sejak tahun 1998 lalu. &nbsp;Saya ucapkan terima kasih. Hebat KPC ini, meskipun batubara harganya anjlok, tapi masih saja membantu. Kita doakan semoga KPC tetap beroperasi dengan baik,&rdquo; ujar Abdulah.<br />  Manager Bengalon Community Relation and Development (BCRD) Wawan Setiawan mengatakan, era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) saat ini, mengharuskan lulusan sekolah bisa mengikuti standar ASEAN. Training yang diberikan itu, menurut Wawan, merupakan salah satu upaya untuk mencapai standar MEA tersebut.&nbsp;<br />  &ldquo;Guru-guru sekarang ini harus bisa mengikuti standar MEA. Saya membayangkan nanti lulusannya bisa bekerja di ASEAN. Untuk modul, kami telah rancang untuk mengikuti standar MEA tersebut,&rdquo; kata Wawan.(silvester)<br />  Materi Pelatihan Guru Produktif SMK Kutai Timur<br />  Paket keahlian Teknik Kendaraan Ringan<br />  1. System EFI and Common Rail<br />  2. Injection Engine Diesel<br />  3. Transmission Automatic&nbsp;<br />  4. Wheel Balance and Tyre Changer<br />  5. Charging System<br />  6. Air conditioning (AC)<br />  7. Electronic Power Steering (EPS)<br />  8. Power window, alarm and central lock<br />  9. Ignition System</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/58/1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Segading Resettlement Jadi Kampung Budaya KPC Serahkan Bangunan Fasilitas Umum ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/56?locale=id</link><pubDate>over 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/56/Tarian_Nyolai.jpg" alt=""><br><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;"><b>Para wanita di Kampung Budaya, Desa Keraitan menampillkan tarian Nyolai saat pembukaan upacara Pelas Tanah.</b></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">DESEMBER 2015 - Warga Dusun Segading, mengaku senang berada di tempat tinggalnya yang baru, dalam program Segading Resettlement, di Desa Keraitan, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. Salah satu alasannya, segala bentuk tradisi dan budaya mereka, tetap dilestarikan di lokasi baru tersebut. </span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Kepala Desa Keraitan Jumansyah mengatakan, pelestarian budaya itu bahkan telah dilakukan di sekolah melalui pengembangan sekolah berbasis budaya. “Dinas Pendidikan dan KPC sedang mengembangkan sekolah berbasis budaya. Ini merupakan program yang sangat baik untuk pelestarian dan pengembangan budaya, khususnya adat istiadat kami orang Dayak Basap, yang semakin lama semakin hilang,” ujar Jumansyah saat pembukaan upacara adat Pelas Tanah, pertengahan November lalu, pada Rabu (18/11).</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Warga Segading Resettlement sendiri, bahkan telah mengubah nama lokasi baru tersebut menjadi Kampung Budaya, Desa Keraitan. Warga yang telah pindah ke Kampung Budaya tersebut, telah mencapai 45 kepala keluarga (KK). “Saat ini sudah ada 45 kepala keluarga (KK) yang telah menghuni Kampung Budaya, Desa Keraitan. Kami ucapkan terima kasih kepada KPC atas dukungan dan pendampingannya kepada warga kami,” kata Jumansyah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Jumansyah berharap, semua program pendampingan yang dilakukan KPC, pemerintah dan semua pihak di Kampung Baru itu, bisa bermanfaat bagi kehidupan mereka dan anak cucu mereka kelak. “Mudah-mudahan dengan program ini kualitas pendidikan untuk orang Dayak Basap semakin baik tanpa melupakan budaya asli kami. Harapan kami, bantuan dan dukungan dari semua pihak tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat Keraitan, khususnya bagi peningkatan kualitas kehidupan anak cucu kami,” kata Jumansyah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Pada kesempatan pembukaan upacara pelas tanah itu, KPC menyerahkan berbagai fasilitas umum yang telah dibangun di Kampung Budaya. Fasilitas tersebut berupa bangunan kantor desa, kantor BPD, Puskesdes, sekolah, Masjid, Balai Adat, kolam ikan dan pondok pemancingan. Manager Bengalon Community Relation and Development (BCRD) KPC Wawan Setiawan menyerahkan secara simbolis fasilitas tersebut kepada Kepala Desa Keraitan Jumansyah, yang disaksikan oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman.(*)</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/56/Tarian_Nyolai.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ 67 Orang Kutai Timur Terima Beasiswa KPC ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/55?locale=id</link><pubDate>over 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/55/1.jpg" alt=""><br><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;"><b>Mahasiswa S3 program Manajemen Pendidikan Universitas Mulawarman Samarinda, Sapril (kanan) menerima bantuan beasiswa secara simbolis dari KPC, yang diserahkan oleh COO KPC M Rudy (kiri)</b></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;"><b>3 Calon Doktor, 17 Calon Master dan 47 Sarjana S1 & D3</b></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">DESEMBER 2015 - Sebanyak 67 orang warga masyarakat Kutai Timur, menerima beasiswa dari program corporate social responsibility (CSR), PT Kaltim Prima Coal (KPC), tahun 2015. Dari jumlah tersebut, tiga orang diantaranya adalah mahasiswa program doctoral (S3), 17 orang program strata dua (S2) dan 47 orang merupakan mahasiswa strata satu (S1) dan diploma tiga (D3).</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Dengan demikian, total beasiswa yang telah diserahkan KPC sejak tahun 2000 lalu adalah sebanyak 1.250 orang. Chief Operating Officer (COO) KPC Muhammad Rudy menyatakan, program beasiswa merupakan salah satu program CSR KPC, untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), di Kutai Timur.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">&ldquo;Kami terus bekerja keras untuk kemajuan bersama di Kutai Timur. Salah satunya dalah melalui pendidikan. Dalam hal ini saya yakin, dengan meningkatknya kualitas SDM di Kutim, bisa menumbuhkan pereokonomian; atau menumbuhkan kesadaran membangun daerah yang sama-sama kita cintai ini,&rdquo; kata Rudy, Jumat awal Desember 2015 lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Asisten III Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutai Timur DR Edwar Azran SE, MSi mengatakan, apa yang dilakukan KPC sangat bagus. Sebab menurut Edwar, era pasar bebas saat ini menuntut kualitas SDM yang tinggi bagi warga masyarakat. </span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">&ldquo;Kita menghadapi era pasar bebas, yang menuntut kualitas SDM yang tinggi. Apa yang dilakukan KPC sudah sesuai dengan tuntutan jaman. Semangat kita sama, karena pemerintah sudah investasi cukup besar dalam bentuk program wajib belajar 12 tahun dan juga program beasiswa,&rdquo; kata Edwar.(*) </span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/55/1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Bangun Pabrik Tapioka Untuk Masyarakat ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/54?locale=id</link><pubDate>over 3 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/54/1._Peletakan_Batu_Pertama_Pabrik_Tapioka.jpg" alt=""><br><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;"><b>Peletakan batu pertama pembangunan pabrik tepung tapioca di Desa Kebun Agung, Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur</b></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">DESEMBER 2015 - PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui program Multi Stakeholders for Corporate Social Responsibility (MSH CSR), membangun pabrik tepung tapioka, di wilayah Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur. Pabrik itu direncanakan rampung pada Maret 2016, dengan kapasitas lima ton per jam. </span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Superintendent Project Planning and Evaluation KPC Gaga Nugraha mengatakan, pembangunan pabrik tapioka itu, menelan anggaran CSR KPC senilai Rp 1,25 miliar lebih. Pembangunan itu berdasarkan kesepakatan semua kepala desa, sebab mereka telah mengembangkan singkong gajah di wilayah itu seluas 72 hektar. </span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">&ldquo;Pembangunan pabrik tapioka atas permintaan masyarakat melalui para kepala desa di Kecamatan Rantau Pulung sudah menanam singkong gajah selus 72 hektar,&rdquo; kata Gaga pada acara peletakan batu pertama pembangunan pabrik itu, awal Desember 2015 lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pembangunan pabrik tapioka sangat bermanfaat bagi masyarakat Kutai Timur. Bupati memperkirakan, sekitar 40 sampai 50 orang bisa terserap bekerja di pabrik tersebut nantinya. &ldquo;Ini sangat bermanfaat. Saya minta masyarakat ambil bagian dalam program pengembangan singkong gajah ini,&rdquo; kata Ardiansyah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Bupati Ardiansyah juga secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada forum MSH CSR dan KPC, yang telah memutuskan dibangunnya pabrik tapioka di Rantau Pulung. Menurut Bupati, selain menambah penghasilan keluarga petani, keberadaan pabrik tapioka itu sejalan dengan program pemerintah Kutai Timur. Lebih khusus program ekonomi alternatif pasca tambang. </span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">&ldquo;Terima kasih kepada MSH CSR dan KPC. Ini luar biasa singkong gajah ini. Saya yakin akan mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan dan menambah penghasilan keluarga. Ini menjadi salah satu sumber ekonomi alternatif selain tambang,&rdquo; kata Ardiansyah.(*)</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/54/1._Peletakan_Batu_Pertama_Pabrik_Tapioka.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ 21 Ribu Bibit Ayam Kampung dari KPC Untuk Bengalon ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/53?locale=id</link><pubDate>almost 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/53/Foto_bersama_setelah_meneima_penghargaan_-__foto_utk_naskah_Penghargaan_Peternak_Ayam_Menuai_Bakti.jpg" alt=""><br><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;"><b>Menuai Bakti Juara Nasional</b></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">NOVEMBER 2015 - Dalam tiga tahun terakhir sejak 2013 lalu, PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui Departemen Bengalon Community Relation and Development (BCRD), telah menyalurkan 21.200 bibit ayam kampung (Day Old Chicken-DOC), untuk masyarakat  Bengalon. </span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Manager BCRD Wawan Setiawan mengatakan, DOC  tersebut diserahkan kepada 16 kelompok peternak. Pada awal pengembangan ayam kampung tahun 2013, KPC mendistribusikan 8.000 ekor disusul 4.000 ekor tahun 2014 dan 9.200 ekor pada tahun 2015.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Pengembangan ayam kampung menurut Wawan, setelah melakukan analisis potensi dan sumber daya yang ada di wilayah Bengalon.  Hal itu sebagai salah satu upaya KPC untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah Bengalon.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Sebelum mendistribusikan DOC untuk dikembangkan, para kelompok tani terlebih dahulu diberikan pelatihan, studi banding dan diberikan motivasi usaha oleh KPC. “Pelatihan pertama yang kami gelar waktu itu, adalah pelatihan budidaya ayam kampung digelar di Camp KPC di Bengalon. Setelah itu dilakukan studi banding ke Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara,” kata Wawan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Usai pelatihan dan studi banding, usaha ayam kampung terus berkembang. Jumlah ayam dan kelompok peternak terus bertambah. Seiring dengan itu, kegiatan pendampingan terus ditingkatkan. Pada tahun 2014 kembali dilakukan pelatihan di Bengalon, dan tahun 2015 KPC mendukung perwakilan salah satu kelompok beserta PPL untuk mengikuti pelatihan insiminasi buatan di Yogyakarta serta studi banding ke Bogor.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Usaha keras para kelompok ternak yang didukung pendampingan intensif oleh KPC dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Timur, berbuah manis. Salah satu kelompok dari 16 kelompok tersebut, yakni Kelompok Menuai Bakti dinyatakan sebagai juara Nasional Peternakan Unggas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Menuai Bakti diajukan ke tingkat nasional setelah memenangkan lomba serupa di tingkat Provinsi Kaltim, September 2014 lalu. “Selamat kepada Kelompok Menuai Bakti. Mohon dipertahankan dan ditingkatkan terus prestasinya,” kata Bupati Kutai Timur Ardinasyah Sulaiman, saat lokakarya peternakan ayam kampung, di Bengalon, Rabu 2 September 2015 lalu.(*) </span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/53/Foto_bersama_setelah_meneima_penghargaan_-__foto_utk_naskah_Penghargaan_Peternak_Ayam_Menuai_Bakti.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Raih Trophi Aditama Keselamatan Pertambangan]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/52?locale=id</link><pubDate>almost 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/52/Penghargaan_Aditama.jpg.crdownload" alt=""><br><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;"><b>Pengelolaan Lingkungan Raih Piagam Aditama</b></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">OKTOBER 2015 - PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali dianugerahi penghargaan tertinggi berupa trophi Aditama keselamatan pertambangan, dari Kemeterian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Selain menerima tropi Aditama keselamatan, KPC juga meraih sertifikat Aditama pengelolaan lingkungan pertambangan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Trophi dan sertifikat ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah atas kinerja keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan KPC, tahun 2014 lalu. Penghargaan diberikan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot Ariyono, yang diterima oleh Chief Operating Officer (COO) KPC Muhammad Rudy, Kamis 17 September 2015, di gedung Bidakara, Jakarta. </span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">&ldquo;Trophi keselamatan pertambangan, merupakan penghargaan tertinggi atas kinerja perusahaan-perusahaan pertambangan di Indonesia. Pemegang trophi ini dipilih dari perusahaan terbaik yang menerima sertifikat Aditama, yakni sertifikat tertinggi bersimbolkan emas. Kali ini, KPC meraih trophi untuk kategori perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan Kontrak Karya (KK).</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Data statistic yang dimiliki KPC menunjukkan, pada tahun 2014 lalu, tingkat kekerapan kecelakaan (Frequency Rate / FR) KPC adalah 0,13. Sementara tingkat keparahan kecelakaan (Severity Rate / SR) mencapai 6. Pencapaian FR dan SR ini tergolong yang terbaik untuk semua perusahaan tambang berkategori PKP2B dan KK.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Gedung serbaguna tersebut selanjutnya dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUM Des), yakni BUM Des Mulya Sari. Dengan masuknya GSG ini, maka BUM Des Mulya Sari telah memiliki tiga unit usaha, yang dihibahkan dari KPC, yakni air minum isi ulang, pengolahan kompos dan penyewaan GSG.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Sementara itu, pada bidang lingkungan, kriteria penilaiannya adalah aspek administrasi, pengelolaan batuan penutup, pengendalian erosi dan sedimentasi, pembibitan, reklamasi dan revegetasi, sarana penunjang dan pemantauan lingkungan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Penghargaan pengelolaan keselamatan dan lingkungan pertambangan mineral dan batubara merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Penyerahan penghargaan pengelolaan keselamatan pertambangan telah diadakan sejak tahun 1992, sedangkan penghargaan pengelolaan lingkungan pertambangan baru diadakan sejak tahun 2004.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Release yang dikeluarkan Kementerian ESDM menyampaikan tujuan pemberian penghargaan tersebut adalah sebagai pendorong serta pemberi motivasi kepada para Kepala Teknik Tambang (KTT) untuk dapat mencapai prestasi setinggi-tingginya dalam pengelolaan keselamatan dan lingkungan pertambangan mineral dan batubara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Penilaian ini melibatkan para Inspektur Tambang dan tenaga ahli yang berasal dari Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Pusat Studi Ilmu Lingkungan UI, Pusat Kajian Lingkungan Pertambangan ITB, Fakultas Kehutanan IPB, Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB, Pusat Studi Reklamasi Tambang IPB dan lainnya.(*)</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/52/Penghargaan_Aditama.jpg.crdownload" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Bangunkan Gedung Untuk BUMDes Sangatta Selatan ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/51?locale=id</link><pubDate>about 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/51/10_-_Serah_Terima_GSG-edit.jpg" alt=""><br><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">JUNI 2015 - PT Kaltim Prima Coal (KPC) membangun satu unit Gedung Serba Guna (GSG) untuk dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUM Des), di Desa Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. GSG tersebut berdimensi panjang 28,3 meter, lebar 15 meter dan tinggi 6 meter, menelan anggaran sebesar Rp 1,77 miliar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Kepala Desa Sangatta Selatan M Sjaim mengatakan, desanya membutuhkan gedung serbaguna untuk berbagai acara masyarakat. Selama ini, mereka harus merogoh kocek melebihi Rp 7 juta dan bahkan lebih untuk sewa tenda, jika ada acara pengantin.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">&ldquo;Selama ini kalau ada acara seperti pernikahan, warga menyewa tenda sekitar Rp 7 juta. Itu belum termasuk ongkos keamanan, sewa listrik, parkir dan lainnya. Sementara gedung serbaguna desa ini cukup membayar Rp 3,5 juta saja. Sangat bermanfaat bagi warga kami, karena bisa mengurangi biaya mencapai 60 persen,&rdquo; kata Sjaim.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Selain bisa mengurangi biaya, keberadaan GSG yang diberi nama GSG Mulya Sari itu, memiliki dampak positif terhadap kenyamanan pengguna jalan. &ldquo;Selama ini acara dilakukan di jalan raya. Jadi tenda dibangun di jalan umum, membuat kurang nyaman bagi pengguna jalan. Sekarang tidak perlu lagi sebab sudah ada GSG yang dibangun KPC ini,&rdquo; kata Sjaim.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Gedung serbaguna tersebut selanjutnya dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUM Des), yakni BUM Des Mulya Sari. Dengan masuknya GSG ini, maka BUM Des Mulya Sari telah memiliki tiga unit usaha, yang dihibahkan dari KPC, yakni air minum isi ulang, pengolahan kompos dan penyewaan GSG.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Direktur BUM Des Mulya Sari Supriyonoto mengatakan, meski baru dibuka GSG telah memberikan pemasukan rata-rata Rp 2 juta per bulan. Sementara pihaknya telah mempekerjakan lima orang warga sekitar untuk perawatan gedung. Jumlah itu belum termasuk tenaga kerja untuk unit air minum dan kompos.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi langkah KPC yang telah membangunkan GSG untuk usaha BUM Des. &ldquo;Terima kasih atas pembangunan gedung ini. Kepada seluruh masyarakat Desa Sangatta Selatan saya ucapkan selamat karena gedung ini telah meresmikan. Semoga menambah kebaikan bagi warga masyarakat Desa Sangatta Selatan,&rdquo; kata Ardiansyah.(*)</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/51/10_-_Serah_Terima_GSG-edit.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Warga Kenyamukan Belajar Buat Bakso Ikan ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/50?locale=id</link><pubDate>about 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/50/01_-_Bakso_Ikan-edit.jpg" alt=""><br><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">APRIL 2015 - Forum Pemerhati Masyarakat Pesisir (Fopsir) bersama PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sangatta Utara, menggelar pelatihan pembuatan bakso dan nugget, berbahan baku ikan, di Dusun Kenyamukan, Kecamatan Sangatta Utara. Pelatihan yang digelar langsung di dusun nelayan itu, bedurasi tiga hari, Senin-Rabu (6-8/4).</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Ketua Fopsir Aleks Bhajo mengatakan, pelatihan digelar sebagai bentuk respon atas kebutuhan para nelayan di Dusun Kenyamukan. Selama ini, ikan hanya dijual dalam bentuk ikan segar, dengan harga yang relatif lebih murah. Jika dijual dalam bentuk olahan ikan seperti bakso dan nugget, bisa meningkatkan penghasilan tambahan bagi keluarga nelayan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">&ldquo;Semoga dengan ini para nelayan bisa lebih sejahtera. Orang yang nantinya datang berwisata ke Kenyamukan, diharapkan membawa oleh-oleh berupa bakso ikan. Semua itu bisa terjadi jika ada pembuat bakso dan nugget di Kenyamukan ini,&rdquo; kata Aleks.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Aleks yakin, waktu pelatihan selama tiga hari ini, membuat semua peserta bisa membuat bakso dan nugget ikan. &ldquo;Kita yakin, selama tiga hari ini para peserta akan bisa membuat bakso dan nugget sendiri yang berbahan baku ikan,&rdquo; kata Aleks.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Manager Community Empowerment (CE) KPC Nurul Karim mengatakan, KPC mendukung kegiatan pelatihan yang digelar Fopsir, sebab memiliki misi yang sama dalam menangani industri hilir perikanan. Nurul menekankan, selain pelatihan yang perlu diperhatikan nantinya adalah pendampingan pasca pelatihan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Nurul berharap, kolaborasi antara Fopsir, KPC dan BUMDes terus berlanjut dan harus lebih giat saat pendampingan pasca pelatihan tersebut. &ldquo;Kita harapkan kerjasama ini terus berlanjut sampai pendampingan pasca pelatihan,&rdquo; kata Nurul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">KPC sendiri menurut Nurul, siap mendampingi warga yang telah dilatih agar nantinya bakso dan nugget yang dihasilkan bisa dipasarkan lebih luas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Ahmad, Sekretaris Camat Sangatta Utara menyambut baik kegiatan pelatihan yang diinisiasi oleh Fopsir dan KPC. Karena itu Ahmad berharap, semoga output pelatihan tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan warga di kecamatannya. &ldquo;Kami ucapkan terima kasih kepada KPC, Fopsir dan BUMDes. Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan ekonomi warga kami di Sangatta Utara ini,&rdquo; ujarnya. (Silvester)</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/50/01_-_Bakso_Ikan-edit.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Gelar Pelatihan PJI ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/49?locale=id</link><pubDate>about 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/49/06_-_Pelatihan_PJI_2-edit.jpg" alt=""><br><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Menyambut kepengurusan Prestasi Junior Indonesia (PJI) yang baru, PT Kaltim Prima Coal (KPC) menggelar pelatihan bagi para guru pendamping dan siswa. Peserta pelatihan difokuskan pada para siswa yang aktif berkecimpung dalam organisasi tersebut. Sejak 13 tahun lalu, KPC telah menjadi motor penggerak keberadaan PJI di Kabupaten Kutai Timur. </span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Bertempat di Ruang J23, kegiatan ini dihadiri oleh lima sekolah beserta guru pendamping masing - masing. Kelima sekolah tersebut antara lain, SMAN 1 Sangatta Utara, SMAN 1 Rantau Pulung, SMAN 1 Bengalon, SMKN 1 Sangatta Utara dan SMKN 1 Bengalon. </span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Turut hadir sebagai pembicara, Utami Anita Herawati dan Retno Widyasrini, mewakili PJI Indonesia. Selama setengah hari, mereka memberi pemahaman kepada guru pendamping dan para siswa mengenai simulasi program <font style="font-size: 12pt"><i>student company.</i></font><font style="font-size: 12pt"> </font></span></p><p style="text-align: justify;"><font style="font-size: 12pt"><span style="font-size:14px;">Menurut Utami Anita Herawati, konsep pelatihan harus dibuat agar para siswa semakin tertantang belajar bisnis dan menciptakan sebuah produk . Dukungan KPC yang sudah bertahun-tahun mendampingi program ini juga turut mensukseskan perjalanan PJI. &ldquo;Kiprah KPC dalam mendukung PJI menandakan adanya visi dan misi yang sejalan antara KPC, sekolah dan program PJI dalam hal pengembangan bisnis, khususnya bisnis lokal. Oleh karena terima kasih kami ucapkan kepada KPC,&rdquo; tutur Utami. </span></font></p><p style="text-align: justify;"><font style="font-size: 12pt"><span style="font-size:14px;">Menanggapi hal tersebut, Act. Manajer Community Empowerment (CE) Genta Gantina dalam sambutannya mengatakan, memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diberlakukan tahun 2016 nanti, perlu adanya persiapan bagi generasi muda Indonesia. &ldquo;Kita mengarahkan anak &ndash; anak untuk kreatif dalam membuat produk unik dan variatif yang bernilai ekonomi dalam perusahaan yang mereka bentuk di PJI. Produk-produk tersebut diambil dari kekayaan lokal yang ada di Kutai Timur, contohnya Batik Wakaroros yang berhasil dijual oleh tim PJI dari SMAN 1 Rantau Pulung,&rdquo; jelas Genta. </span></font></p><p style="text-align: justify;"><font style="font-size: 12pt"><span style="font-size:14px;">Genta berharap, produk yang dibuat tidak berhenti sampai disitu saja namun bisa dipasarkan melalui Olsabara agar masyarakat mengetahuinya. &ldquo;Olsabara merupakan outlet yang membantu masyarakat untuk menjual produk lokal dan pangan olahan. Produk buatan PJI dari masing-masing sekolah juga nantinya bisa dikemas di sana,&rdquo; tutup Genta. (Ira)</span></font></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/49/06_-_Pelatihan_PJI_2-edit.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Atlit Memory Kutim Borong Medali Emas Di Singapore Open Memory Championship ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/48?locale=id</link><pubDate>about 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/48/03_-_Atlit-edit.jpg" alt=""><br><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Qonita Fitriannisa Riyadie (17) atlit memory asal Kutai Timur, Kalimantan Timur berhasil meraih juara umum kategori junior di ajang kompetisi daya ingat &ldquo;Singapore Open Memory Championship&rdquo;. Kompetisi adu cepat dan tepat dalam mengingat itu digelar di Ballroom Singapore Polytechnic Graduates Guild, Singapore (14/3) diikuti 53 peserta wakil dari 10 negara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Kompetisi olahraga otak itu mempertandingkan 10 disiplin seperti mengingat wajah dan nama, angka acak, urutan kata, gambar abstrak, kejadian dan tahun, urutan kartu remi yang dikocok dan lainnya. Qonita berhasil meraih juara pertama di tujuh disiplin dan juara dua pada dua disiplin yang dipertandingkan. </span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Keberhasilan itu mengantarkannya meraih delapan medali emas yang terdiri dari satu emas juara umum, tujuh emas juara disiplin dan dua perak. Mengomentari keberhasilannya, Qonita mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu. &ldquo;Alhamdulillah saya berhasil menjadi juara umum kategori junior. Prestasi itu berkat doa orang tua dan rekan-rekan dalam tim serta bimbingan dari Asosiasi Memory Sports Indonesia,&rdquo; paparnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Dalam kejuaraan itu, Indonesia Memory Sports Association (IMSA) mengirimkan 12 perwakilan peserta dari Indonesia dan empat diantaranya dari Kutai Timur. Selain Qonita, tiga atlit Kutai Timur lainnya adalah Shafa Annisa (11), Aisha Nadine (11), dan Aulia Nadia (9). Ketiganya bertanding dalam kategori kids. </span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Meski belum berhasil menjadi juara di kategori kids, namun ketiga atlit anak itu berhasil menyabet medali. Shafa dan Nadine, masing-masing meraih dua perak dan satu perunggu, sedangkan Nadia yang merupakan atlit pendatang baru termuda berhasil meraih satu perunggu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Menurut Yudi Lesmana, ketua IMSA, selain mengejar prestasi,keikutsertaan tim Indonesia pada kejuaraan internasional di Singapura juga dimaksudkan untuk pemanasan menjelang kualifikasi kejuaraan dunia daya ingat &ldquo;World Memory Championship&rdquo; Desember 2015.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Sebelum turun di ajang Singapore Open Memory Championship, para atlit Kutai Timur itu sudah berkali-kali mengikuti kejuaraan daya ingat nasional dan internasional, seperti Indonesia Memory Championship, Japan Memory Championship, Phillipine Memory Championship, Hongkong Open Memory Championship dan terakhir World Memory Championship di Hainan, China. </span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Para atlit Kutai Timur itu, tidak hanya menjadi duta daerah tapi sekaligus sebagai kebanggaan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Soalnya, atlit yang berprestasi tersebut merupakan anak-anak karyawan KPC yang tentu saja menjadi bagian dari keluarga besar KPC. Qonita merupakan puteri Zulfatun Mahmudah, Departemen External Relations, Shafa puteri Aris Riza, Departemen Maintenance, Nadine dan Nadia puteri Shauman Saladin, Departemen Mine Optimisation.</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/48/03_-_Atlit-edit.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Bakti Sosial &amp; Gerakan Periska Peduli]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/47?locale=id</link><pubDate>about 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/47/07_-_Periska_peduli-edit.jpg" alt=""><br><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Persatuan Istri Karyawan (PERISKA) PT Kaltim Prima Coal (KPC) menggelar program sosial bertajuk Bakti Sosial &amp; Gerakan PERISKA Peduli. Program perdana bagi kepengurusan periode 2015-2017 itu melibatkan semua divisi di KPC. Kegiatan tersebut digelar di Rechall Wisma Rayah, Swarga Bara (7/3).</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Melalui kegiatan ini, PERISKA berupaya melakukan penggalangan dana dan sembako. Berdasarkan catatan panitia, total dana yang terkumpul mencapai Rp 3 juta. Rencananya, dana yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu balita kurang gizi di Kenyamukan. </span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Selain itu, diadakan pula sosialisasi keterampilan wirausaha oleh tim dari <i>Local Bussiness Development (LBD), Community Empowerment (CE). </i><font style="font-size: 12pt">Susi Apriatin, pembicara pada saat itu menjelaskan tentang produk kerajinan tangan hasil dampingan KPC yang saat ini tengah dilakukan oleh para ibu rumah tangga, salah satunya adalah kerajinan koran.</font></span></p><p style="text-align: justify;"><font style="font-size: 12pt"><span style="font-size:14px;">KPC memberikan pelatihan keterampilan kepada ibu-ibu yang ingin bergabung. Hasil dari keterampilan tersebut dapat langsung dijual, sehingga bisa menambah penghasilan dan mengisi waktu para ibu rumah tangga,&rdquo; jelas Susi sambil menunjukkan hasil . </span></font></p><p style="text-align: justify;"><font style="font-size: 12pt"><span style="font-size:14px;">Ketua pelaksana, Dewindy Ayu Safitridalam sambutannya mengatakan, kegiatan awal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para Ibu dan masyarakat Sangatta yang kurang beruntung. &ldquo;Penggalangan dana dan sembako, serta sosialisasi wirausaha dipilih untuk mengawali kegiatan PERISKA kita. Semoga bisa berdampak positif bagi semuanya,&rdquo; tutur Windy.</span></font></p><p style="text-align: justify;"><font style="font-size: 12pt"><span style="font-size:14px;">Untuk memeriahkan acara, lomba yel &ndash; yel antar PERISKA departemen/divisi dilakukan. Semangat dan keceriaan terlihat dari kostum menarik dan yel-yel kreatif yang ditampilkan. (Ira)</span></font></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/47/07_-_Periska_peduli-edit.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Mengukur Kemandirian Desa di Kutai Timur ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/42?locale=id</link><pubDate>about 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/42/08_-_Mengukur_Kemandirian_Desa.jpg" alt=""><br><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Pada bulan Maret &ndash; April 2015, tiga institusi yaitu BPMPD Kabupaten Kutai Timur, PT. Kaltim Prima Coal, dan PPDB STPMD &ldquo;APMD&rdquo; Yogyakarta bekerjasama menyelenggarakan pengukuran kemandirian desa. Kegiatan dimulai dengan mendiskusikan konsep, variable, indikator, serta instrument desa mandiri. Diskusi secara marathon dilaksanakan di kampus STPMD &ldquo;APMD&rdquo; Yogyakarta, Kantor Bupati Kutai Timur, dan BPMPD Kutai Timur serta kantor Community Empowerment PT.Kaltim Prima Coal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Acara dilanjutkan dengan tryout di Desa Sangatta Selatan dan Desa Swarga Bara dengan melibatkan 20 orang personel dari BPMPD Kutai Timur dan PT.Kaltim Prima Coal serta 2 orang dosen STPMD &ldquo;APMD&rdquo; Yogyakarta. Selain 2 desa tersebut, tryout juga akan dilaksanakan di 12 desa dengan berbagai tipologi desa agar didapatkan pembelajaran berharga sebelum dilaksanakan di 134 desa di Kutai Timur.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Pengukuran kemandirian desa ini menjadi sangat penting sebagai bahan evaluasi diri bagi desa sekaligus mendiagnosis berbagai kekurangan dan kelemahan baik dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan, kemasyarakatan serta pemberdayaan masyarakat. Hal ini sangat bermanfaat bagi desa serta pihak lain seperti perusahaan, LSM, dan perguruan tinggi untuk melakukan <em>treatment</em> atas kekurangan dan kelemahan. Ke depan diharapkan akan tercapai kemandirian di banyak desa di Indonesia.</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/42/08_-_Mengukur_Kemandirian_Desa.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Sutomo: Berkat KPC Saya Bisa Melihat Lagi ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/41?locale=id</link><pubDate>about 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/41/news_update_5.jpg" alt=""><br><p><span style="font-size:14px;">Sutomo (74 tahun), tak henti-hentinya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada PT Kaltim Prima Coal (KPC). Bukan tanpa alasan. Kedua matanya yang buta karena katarak, telah berhasil disembuhkan melalui program operasi katarak tahunan yang digelar KPC. Program tersebut hasil kerjasama KPC dengan Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) Samarinda dan Dinas Kesehatan Kutai Timur serta Puskesmas Rantau Pulung.</span></p><p><span style="font-size:14px;">Sutomo menjalani operasi keduanya, bersama 46 orang pasien penderita katarak dan pteregium, dalam program tahun 2015 di Puskesmas Rantau Pulung, Kecamatan Rantau Pulung, Rabu (8/4).</span></p><p><span style="font-size:14px;">&ldquo;Kedua mata saya ini benar-benar buta karena katarak. Saya tidak bisa melihat dunia sekitar. Saya tidak bisa lagi bekerja menghidupi anak-anak saya. Hidup saya serasa tidak berarti sama sekali,&rdquo; kata Sutomo usai menjalani operasi keduanya itu.</span></p><p><span style="font-size:14px;">Sutomo hampir patah semangat karena tidak memiliki biaya untuk menyembuhkan kedua matanya. Namun, doa yang tulus selalu memberikan jalan keluar. &ldquo;Berkat doa kami yang tulus, pada tahun 2014 lalu, mata kiri saya dioperasi di Bengalon pada program KPC. Setelah dioperasi, mata saya langsung jadi terang sehingga saya bisa beraktifitas kembali,&rdquo; kenang Sutomo.</span></p><p><span style="font-size:14px;">&ldquo;Sekarang ini, giliran mata kanan saya yang dioperasi. Bagi saya, tidak ada lagi yang lebih penting, selain mata yang sehat dan bisa melihat. Biar harta benda menumpuk kalau mata tidak bisa melihat, saya anggap tidak berguna,&rdquo; lanjut Sutomo.</span></p><p><span style="font-size:14px;">Sutomo merasa bersyukur atas kegiatan operasi gratis KPC, sebab anak-anaknya masih membutuhkan uluran tangannya. Ia mengakui, empat dari enam orang anaknya masih dalam tanggungan. Dua orang masih kelas dua dan tiga sekolah dasar, satu orang kelas X SMK dan satu orang lainnya, sudah tamat namun belum memiliki pekerjaan tetap.</span></p><p><span style="font-size:14px;">Hal senada dialami Sri Yasit (60 tahun), warga SP 1, Rantau Pulung. Dalam tiga bulan terakhir ini, ibu empat orang anak itu tidak sanggup bekerja lagi karena kedua matanya mengalami kebutaan karena katarak.</span></p><p><span style="font-size:14px;">&ldquo;Mata kiri saya sudah lama bermasalah sehingga tidak bisa melihat. Tiga bulan lalu, giliran mata kiri saya kena katarak membuat saya berhenti total dari pekerjaan sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit,&rdquo; katanya.</span></p><p><span style="font-size:14px;">Akibat kebutaan itu, Sri Yasit tidak bisa lagi membantu suaminya, yang bekerja sebagai petani di wilayah transmigrasi Rantau Pulung. Padahal empat orang anaknya masih dalam tanggungan sang orangtua. Anak pertama Sri Yasit tengah menjalani kuliah di STAIS Sangatta, sementara anak bungsunya masih duduk di bangku sekolah dasar kelas V.</span></p><p><span style="font-size:14px;">&ldquo;Saya hanya ingin bisa melihat lagi agar bisa membantu suami saya bekerja. Dua orang anak saya masih sekolah. Mereka membutuhkan biaya dari kami sebagai orangtua. Semoga saya segera sembuh setelah operasi ini,&rdquo; harap Sri Yasit.</span></p><p><span style="font-size:14px;">Kegiatan operasi katarak merupakan program rutin KPC setiap tahun, sejak tahun 2003 silam. Hingga saat ini sudah ada 409 orang penderita katarak dan pteregium berhasil disembuhkan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan agar penderita katarak dan pteregium bisa produktif kembali.(silvester)</span></p><p><span style="font-size:14px;">Tabel Kegiatan Operasi Katarak Program Community Development KPC bekerjasama dengan Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) Samarinda dan Dinas Kesehatan Kutai Timur, tahun 2003-2015.</span></p><p align="center"><span style="font-size:16px;"><strong>Tahun</strong></span></p><p align="center"><span style="font-size:16px;"><strong>Jumlah Pasien</strong></span></p><p align="center"><span style="font-size:16px;"><strong>Lokasi Puskesmas/Kecamatan</strong></span></p><p align="center"><span style="font-size:16px;"><strong>Dokter (Balai Kesehatan Mata Masyarakat Samarinda)</strong></span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">2003</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">15</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Sangatta</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Dr Ary Umboh SpM</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">2004</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">41</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Bengalon dan Kongbeng</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Dr Ary Umboh SpM</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">2005</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">31</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Bengalon dan Muara Bengkal</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Dr Zainuddin (RSUD Sangatta)</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">dan Dr Ary Umboh SpM</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">2006</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">29</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Bengalon dan Muara Bengkal</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Dr Ary Umboh SpM</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">2007</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">24</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Rantau Pulung, Sangatta dan Bengalon</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Dr Ary Umboh SpM</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">2008</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">26</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Teluk Pandan</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Dr Henry Lasut&nbsp; SpM</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">2009</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">45</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Sangatta, Bengalon dan Rantau Pulung</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">2010-2011</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">46</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Sangatta, Bengalon dan Rantau Pulung</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Dr Ary Umboh SpM</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">2012</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">26</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Bengalon</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Dr Ary Umboh SpM</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">2013</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">45</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Teluk Lingga/Sangatta Utara</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Dr Ary Umboh SpM</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">2014</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">35</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Sepaso/Bengalon</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Dr Henry Lasut SpM</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">2015</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">46</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Rantau Pulung</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Dr Henry Lasut SpM</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Total</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">409</span></p><p align="center"><span style="font-size:14px;">Kabupaten Kutai Timur</span></p><p>&nbsp;</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/41/news_update_5.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ PT. Kaltim Prima Coal ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/39?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/39/Zuhri_Ruslan-KPC-Discussion_with_Lecturer_from_ITB_for_Better_Practice__Value_Excellence__3.jpg" alt=""><br><p>PT. Kaltim Prima Coal</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/39/Zuhri_Ruslan-KPC-Discussion_with_Lecturer_from_ITB_for_Better_Practice__Value_Excellence__3.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ PT. Kaltim Prima Coal ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/38?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/38/RIFKI_-_PT_KPC_-_DIGGING_MONSTER.jpg" alt=""><br><p>PT. Kaltim Prima Coal</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/38/RIFKI_-_PT_KPC_-_DIGGING_MONSTER.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ PT. Kaltim Prima Coal ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/37?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/37/port_1_1-wan.jpg" alt=""><br><p><font face="Open Sans, sans-serif"><span style="font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">PT. Kaltim Prima Coal</span></font></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/37/port_1_1-wan.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/35?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/35/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/35/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/34?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/34/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/34/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/33?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/33/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/33/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/32?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/32/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/32/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ KPC Berhasil Menangkan 4 Penghargaan Dalam Ajang Indonesian Green Awards ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/31?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/31/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">PT Kaltim Prima Coal (KPC) berhasil menangkan empat penghargaan dalam ajang Indonesia Green Award (IGA) ke 5 tahun 2014 yang diadakan di Jakarta pada tanggal 18 Juni 2014. Penghargaan ini diberikan oleh La Tofi School of CSR dan didukung olek Kementerian Kehutanan dan K ementerian Industri Republik Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">La Tofi School of CSR menjelaskan bahwa IGA adalah sebuah penghargaan yang didedikasikan untuk para pihak yang telah melakukan upaya yang luar biasa melalui berbagai program dalam rangka penyelamatan planet bumi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Penghargaan ini diberikan oleh Menteri Kehutanan, Zulkiflu Hasan, dan diterima oleh Chief Operating Officer KPC, R. Utoro, bersama-sama dengan Emmanuel Manege, GM HSES, Gunawan Muhammad dan Louise G Pessireron selaku Manager of Project Management and Evaluation.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Keempat penghargaan ini mencakup bidang konservasi sumber daya air, pengembangan dan penggunaan energy baru dan terbarukan, pengembangan sistem pengelolaan limbah terintegrasi, dan perlindungan keanekaragaman hayati. R. Utoro didampingi oleh Gunawan Muhammad mengatakan bahwa keempat penghargaan yang diberikan kepada KPC ini merupakan salah satu bukti besarnya komitmen perusahaan dalam pengelolaan dampak lingkungan terkait operasional pertambangan. Hal ini merupakan perwujudan dari Good Mining Practice.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Dalam hal konservasi sumber daya air, KPC telah lama mendukung konservasi sumber daya air secara sistematis dan telah memberikan dampak positif pada ketersediaan air tanah bagi masyarakat. Sementara di bidang energi, KPC telah bekerja pada efisiensi energi dan berinisiatif untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan, sebagai upaya untuk menggantikan energi fosil. Inisiatif lain adalah untuk menjaga keanekaragaman hayati di lingkungan tambang. Inisiatif ini bertujuan untuk melestarikan ekosistem baik ekosistem perairan maupun ekosistem darat. Kegiatan ini berhasil mampu mempertahankan siklus alam kehidupan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Inovasi keempat, yang dihargai oleh dewan juri IGA, adalah inovasi dalam sistem pengolahan limbah, baik limbah berbahaya dan limbah umum. Dalam hal ini, upaya perusahaan untuk memberdayakan masyarakat untuk memanfaatkan limbah umum dari lingkungan perusahaan dan perumahan disertakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">R. Utoro mengatakan bahwa empat penghargaan yang diterima KPC adalah realisasi kerja keras dan kerja sama dari seluruh karyawan dan masyarakat sekitar. Dia, oleh karena itu, mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan mereka sehingga penerapan praktik pertambangan yang baik di KPC menerima pengakuan yang luas di berbagai lembaga domestik dan internasional.</span></p><p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/31/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/30?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/30/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/30/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/29?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/29/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/29/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/28?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/28/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/28/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/27?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/27/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/27/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/26?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/26/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/26/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Pemberitahuan Penipuan Proses Rekrutment ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/21?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/21/ANNOUNCEMENT.pdf" alt=""><br><p style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%"><a name="_GoBack"></a><span style="font-size: 16px; line-height: 14.9499998092651px;">&nbsp;</span><span style="font-size:16px;"><font face="Calibri, serif"><b>PENGUMUMAN: Proses Rekrutmen Nama Penipuan menyalahgunakan PT Kaltim Prima Coal</b></font></span></p><p align="justify" style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%;"><span style="font-size:14px;"><font face="Calibri, serif">Terkait dengan update baru pada informasi yang terkait dengan kecurangan dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan menggunakan nama PT Kaltim Prima Coal oleh individu yang tidak bertanggung jawab, dengan ini kami sampaikan dan mengulangi hal-hal berikut:</font></span></p><p align="justify" style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%;"><span style="font-size:14px;"><font face="Calibri, serif">PT Kaltim Prima Coal dalam melakukan proses rekrutmen kami tidak pernah meminta imbalan apapun dalam bentuk nilai moneter atau dalam bentuk lain dari calon terpilih dalam proses seleksi kami.</font></span></p><p align="justify" style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%;"><span style="font-size:14px;"><font face="Calibri, serif">PT Kaltim Prima Coal dalam melakukan proses rekrutmen karyawan kami tidak pernah bekerja sama dengan perusahaan / lembaga / badan lain yang meminta imbalan dalam nilai moneter atau dalam bentuk lain dari imbalan dari calon.</font></span></p><p align="justify" style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%;"><span style="font-size:14px;"><font face="Calibri, serif">Sehubungan dengan informasi di atas, semua permintaan pembayaran atau transfer yang diterima dalam bentuk SMS, Email, Telepon, atau saluran komunikasi lainnya adalah upaya penipuan oleh individu yang tidak bertanggung jawab.</font></span></p><p align="justify" style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%;"><span style="font-size:14px;"><font face="Calibri, serif">Informasi tentang rekrutmen dan seleksi PT Kaltim Prima Coal karyawan langsung dikelola oleh HRD (Recruitment Bagian), yang berkedudukan di Gedung M1, Tambang Site Sangatta 75611, Kutai Timur, Kalimantan Timur.</font></span></p><p align="justify" style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%;"><span style="font-size:14px;"><font face="Calibri, serif">Pengumuman rekrutmen karyawan dan proses seleksi, termasuk tertulis dan undangan tes lisan disampaikan melalui:</font></span></p><p align="justify" style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%;"><span style="font-size:14px;"><font face="Calibri, serif">Telp. HRD Rekrutmen Bagian: 0549-521433, 0549-521435</font></span></p><p align="justify" style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%;"><span style="font-size:14px;"><font face="Calibri, serif">Email: recruitment@kpc.co.id</font></span></p><p align="justify" style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%"><span style="font-size:14px;"><font face="Calibri, serif">Untuk pertanyaan atau untuk melaporkan penipuan tersebut dijelaskan dalam dokumen ini, silahkan hubungi kami Rekrutmen Bagian PIC melalui telepon dan email rincian sebagai berikut:</font></span></p><p align="justify" style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%"><span style="font-size:14px;"><font face="Calibri, serif">Telp. HRD Rekrutmen Bagian: 0549-521433, 0549-521435 (. Sampai Pak Dahlan &amp; Ardiansyah)</font></span></p><p align="justify" style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%"><span style="font-size:14px;"><font face="Calibri, serif">Email:<a href="mailto:dahlan.langgunu@kpc.co.id">dahlan.langgunu@kpc.co.id</a></font></span></p><p align="justify" style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%"><span style="font-size:14px;"><font face="Calibri, serif"><a href="mailto:ahmad.ardiansyah@kpc.co.id">ahmad.ardiansyah@kpc.co.id</a></font></span></p><p align="justify" style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%"><span style="font-size:14px;"><font face="Calibri, serif">PT Kaltim Prima Coal tidak bertanggung jawab kepada pihak yang terkena dampak akibat penyalahgunaan nama PT Kaltim Prima Coal.</font></span></p><p align="justify" style="margin-bottom: 0in; line-height: 115%"><span style="font-size:14px;"><font face="Calibri, serif">Kami mendesak kepada masyarakat untuk lebih sadar dan berhati-hati terhadap upaya penipuan.</font></span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/21/ANNOUNCEMENT.pdf" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/20?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/20/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/20/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/19?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/19/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/19/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/18?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/18/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/18/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/16?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/16/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining test</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/16/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/15?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/15/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/15/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/14?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/14/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/14/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/13?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/13/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/13/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/12?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/12/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/12/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/11?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/11/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/11/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/10?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/10/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/10/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/9?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/9/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/9/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/8?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/8/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/8/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/7?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/7/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/7/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Miners Ready for Competition with Foreign Labours ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/6?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/6/news-thumb-1.jpg" alt=""><br><p><span style="font-family: 'Open Sans', sans-serif; font-size: 16px; line-height: 19.1999988555908px;">Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;Indonesia mining industries are getting ready for international Labour competition, starting in the coming 2015. Some initiatives in miners&rsquo; standard development have been done through mining competency&nbsp;</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/6/news-thumb-1.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Donor Darah Warnai HUT KPC ke-33 ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/4?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/4/6._Donor_Tango_Delta.jpg" alt=""><br><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali merayakan hari jadinya. Di tengah harga batubara yang masih belum membaik, KPC memperingati hari jadinya dengan aksi sosial donor darah. Tidak tanggung-tanggung, donor darah digelar di lima tempat. Ke lima lokasi tersebut adalah M4 Mine Site, Tango Delta, Ex. Control Room (P-6), PIT Hatari dan PIT Bintang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Menurut Yuliana Datubua, <em>Superintendent Community Health and Education,</em> penyebaran lokasi donor dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada semua karyawan baik yang di kantor maupun lapangan. &ldquo;Kami berharap, lokasi donor yang dekat dengan area kerja, memudahkan karyawan yang akan donor darah,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Dari catatan panitia, jumlah pendaftar donor tahun ini mencapai 567. Dari jumlah tersebut, total pendonor yang lolos mencapai 434. &nbsp;Rencananya, darah yang dihasilkan akan disalurkan ke PMI Samarinda dan Kutai Timur. Dalam menjalankan aksi sosial ini, KPC menggandeng berbagai pihak seperti PMI Sangatta, PMI Samarinda, PMI Bontang dan LSM Oase.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Selain dimeriahkan dengan donor darah, manajemen KPC dan karyawannya juga menggelar upacara bendera di halaman gedung M1. Upacara tersebut dimeriahkan oleh penampilan Marching Band Waditra Prima Sangatta YPPSB. Atraksi marching band peraih penghargaan nasional itu, sempat memukau karyawan yang turut dalam upacara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Selain itu, HUT juga dimeriahkan dengan acara syukuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ashok Mitra, <em>Chief Finance Officer (CFO). </em>Tumpeng diserahkan kepada dua karyawan yang telah menjalani masa kerja di atas 25 tahun.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Karyawan yang beruntung mendapatkan potongan tumpeng adalah Nasir Lahada, HSES dan Tribudi Apriyanto, CPP Operation. Pada kesempatan itu, Muhammad Rudy, C<em>hief Operating Officer (COO)</em> menyampaikan rasa syukurnya karena KPC masih tetap eksis hingga saat ini. Namun demikian Rudy mengingatkan bahwa seluruh pihak harus kembali menjaga keamanan dan keselamatan area kerja masing-masing, mengingat saat ini berbagai insiden tengah dialami KPC dan kontraktornya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Rangkaian peringatan HUT KPC ke - 33, bisa disimak pada parade foto berikut ini. (Zulfa)</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/4/6._Donor_Tango_Delta.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item><item><title><![CDATA[ Bupati Kutim Resmikan Bantuan KPC di Muara Bengalon ]]></title><link>http://www.kpc.co.id/kpc-articles/3?locale=id</link><pubDate>over 4 years</pubDate><description><![CDATA[<img class="float-left" src="http://www.kpc.co.id/images/article/image/3/6.jpg" alt=""><br><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Isran Noor, Bupati Kabupaten Kutai Timur memberi apresiasi atas program sosial PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Muara Bengalon. Apresiasi itu disampaikan Isran saat kunjungan kerja ke wilayah Bengalon. Pada kesempatan itu,&nbsp; Isran meresmikan dua bantuan KPC, pos pelayanan kesehatan dan pos polisi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Secara khusus, Isran menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KPC yang peduli dengan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.&nbsp; &ldquo;Pemerintah Kutai Timur berterimakasih atas kontribusi KPC, terutama dalam berpartisipasi mendukung kesehatan masyarakat Muara Bengalon,&rdquo; papar Isran.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Ucapan yang sama juga disampaikan AKBP Edgar Panigoro, Kapolres Kutai Timur yang turut menyertai perjalanan dinas Bupati Kutim saat itu. Edgar mengapresiasi kepedulian KPC untuk turut menciptakan keamanan di wilayah Muara Bengalon. &ldquo;Pos polisi sumbangan KPC ini sangat berguna dalam mendukung program pengamanan wilayah,&rdquo; ungkap Edgar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Untuk membangun dua sarana tersebut, KPC menggelontorkan dana sebesar Rp 250 juta. Luas bangunan pos polisi 8x12m, sedangkan pos kesehatan 5x8m. &nbsp;Lahan tersebut merupakan lahan milik desa yang diorientasikan untuk kepentingan masyarakat. Konstruksi kedua bangunan tersebut terbuat dari kayu ulin dan meranti.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Terkait bantuan tersebut, Wawan Setiawan, Manajer Bengalon Community Relations and Development (BCRD) mengatakan bahwa dukungan melalui program CSR di bidang infrastruktur ini sebagai bentuk partisipasi pihak ketiga dalam turut mendukung percepatan pembangunan di bidang kesehatan dan keamanan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px;">Selain bantuan dua bangunan fisik itu, KPC juga menggelontorkan sejumlah dana untuk program sosial lainnya di wilayah Bengalon. Program sosial tersebut anatara lain pengadaan sarana dan prasarana&nbsp;SD 006 dan SDN 006 Filial, rehab tambak untuk 35 anggota kelompok, bantuan benih padi dan pupuk untuk 15 ha tanah persawahan, bibit tanaman durian dan rambutan, dan pengembangan tiga UMKM untuk industri olahan pangan berbasis ikan. (Zulfa)</span></p>]]></description><enclosure url="http://www.kpc.co.id/images/article/image/3/6.jpg" length="10240" type="image/jpeg" /></item></channel>
</rss>