<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:30:16 +0000</lastBuildDate><category>News</category><category>BusLover</category><category>Corat - coret</category><category>Health</category><category>Software</category><category>Sport</category><category>Automotive</category><category>Blog</category><category>Jalan-jalan</category><category>Tips</category><category>Games</category><title>Epicentrum</title><description></description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>76</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-6507073745160694378</guid><pubDate>Mon, 02 May 2011 04:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-02T11:23:40.204+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corat - coret</category><title>Windows Live Writer, Menulis Blog tanpa Koneksi Internet</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimn7eIHMUl-8EuH5SYT7vdsg83BWqq0Z2zi7AIK5DYGhmfb_AkfcUHh896_QhnUKSNXyL64V84ZQ0I_m9OV0pysSjTbWw5Kc4E_4xBrU4SyMOt3mKUIKCVjhMwaFre55NGDJvGryzoU1NT/s1600/WLW.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;190&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimn7eIHMUl-8EuH5SYT7vdsg83BWqq0Z2zi7AIK5DYGhmfb_AkfcUHh896_QhnUKSNXyL64V84ZQ0I_m9OV0pysSjTbWw5Kc4E_4xBrU4SyMOt3mKUIKCVjhMwaFre55NGDJvGryzoU1NT/s320/WLW.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Akhirnya, setelah vakum menulis selama kurang lebih 2 bulan, inilah tulisan pertama saya. Tapi ada yang beda dengan tulisan ini. Apakah itu??. Saya menulis artikel ini menggunakan Windows Live Writer. Sebuah sofware keluaran Microsoft yang memungkinkan kita untuk menulis artikel blog tanpa hrus tersambung dengan internet. Mungkin akan sangat berguna bagi kita, termasuk saya, yang tidak bisa menikmati layanan internet setiap waktu.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu7Xd6IfqXJyIXdDCsiB4F3DE86sKV_tzi_QaDs4j7I8pJnQ5c0KFAsybPV2wWVEB-qX1U3s68DvJ-tQLCp6hUBQCS-zBFGrca1QSSG1b29PIVmOI5jeYEULHQssObH3FUCxXQkQlL1_hy/s1600/WLW1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;259&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu7Xd6IfqXJyIXdDCsiB4F3DE86sKV_tzi_QaDs4j7I8pJnQ5c0KFAsybPV2wWVEB-qX1U3s68DvJ-tQLCp6hUBQCS-zBFGrca1QSSG1b29PIVmOI5jeYEULHQssObH3FUCxXQkQlL1_hy/s320/WLW1.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bagaimana cara kerja Windows Live Writer ini?. Sangat sederhana. Bahkan bisa dikatakan hampir mirip dengan Microsoft Windows. Hanya saja dalam Windows Live Writer opsi untuk menyisipkan berbagai file, mulai dari hyperlink, gambar, album foto, tabel, peta, tag, dan video serta opsi untuk membahkan sebuah plug in. Lantas, bagaimana cara Windows Live Writer bisa connect dengan blog kita? Pada awal penginstallan, kita diminta untuk mengisikan data lengkap tentang blog kita. Termasuk alamat URL untuk blog kita. Setelah semua form lengkap diisi, kita bisa langsung menikmati menulis di Windows Live Writer untuk kemudian diterbitkan ketika kita online. Oh ya, untuk penerbitan artikelnya sendiri, disediakan opsi untuk menentukan kapan artikel kita diterbitkan. Sedangkan untuk pelabelan artikel tidak perlu khawatir. Karena Windows Live Writer juga bisa membaca label apa saja yang ada di blog anda.&lt;br /&gt;
Nah, bagaimana? Sangat membantu bukan. Apalagi bagi blogger yang koneksi internetnya terbatas seperti saya, yang hanya mengandalkan modem dial up.</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/05/windows-live-writer-menulis-blog-tanpa.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimn7eIHMUl-8EuH5SYT7vdsg83BWqq0Z2zi7AIK5DYGhmfb_AkfcUHh896_QhnUKSNXyL64V84ZQ0I_m9OV0pysSjTbWw5Kc4E_4xBrU4SyMOt3mKUIKCVjhMwaFre55NGDJvGryzoU1NT/s72-c/WLW.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-5460597710752188828</guid><pubDate>Fri, 18 Feb 2011 03:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-18T10:39:43.607+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corat - coret</category><title>24</title><description>&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQIWBLlonUvLOnuyys7fJomhWwEUUqP5TctQDDBMGKgbZpyRR0jI2oNKcpZOKdAlMuXM7QahM_E3ZkuyX_bHcRv1lMqSSG2R5GvTnexpKksMMHPmLml63QjesvMYhRffWmAvjNAgXvaJcu/s1600/24-show-goes-carbon-neutral.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQIWBLlonUvLOnuyys7fJomhWwEUUqP5TctQDDBMGKgbZpyRR0jI2oNKcpZOKdAlMuXM7QahM_E3ZkuyX_bHcRv1lMqSSG2R5GvTnexpKksMMHPmLml63QjesvMYhRffWmAvjNAgXvaJcu/s320/24-show-goes-carbon-neutral.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini, 18 Februari 2011. Tepat 24 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya aku membuka mata. Untuk pertama kalinya juga aku menghirup udara. Karena di hari itulah aku dilahirkan ke dunia. 24 tahun bukanlah waktu yang singkat. Berliku-liku jalan sudah saya lewati. Banyak hal yang terjadi dalam rentang waktu 24 tahun, fase dimana bagi semua orang, adalah fase untuk mencari kedewasaan. Kedewasaan yang oleh sebagian orang sering dibandingkan lurus dengan usia. Hal yang sebenarnya masih perlu diragukan. Banyak orang yang bertingkah kekanak-kanakan dikala usia mereka sudah diklaim dewasa, demikian juga sebaliknya. Yah, kedewasaan bukan diukur dari banyaknya usia tapi dari kedewasaan pikiran. Tetapi, lazimnya seseorang yang sudah berusia banyak akan diikuti oleh dewasanya pemikiran mereka, karena mereka telah melalui proses pendewasaan yang cukup panjang. Lalu, apakah usia 24 sudah bisa dikatakan dewasa? Bisa iya bisa juga tidak. Karena seperti yang sudah dibicarakan diatas, ukuran kedewasaan bukan dari usia tapi dari pemikiran. Kemudian muncul lagi sebuah pertanyaan, apa yang telah saya dapatkan dalam kurun 24 tahun ini? Jawabannya, banyak. Tapi menunjang proses pendewasaan atau tidak? tunggu dulu. Menilai diri sendiri memang sangat sulit, bahkan sesuatu hal yang sangat tidak mungkin. Jika kemudian muncul sebuah penilaian dari diri sendiri, bisa dipastikan penilaian itu akan bersifat subjektif. Tetapi untuk menilai pengalaman hidup yang menunjang proses pendewasaan adalah hal yang mudah untuk dilakukan bahkan secara tidak sengaja pun bisa. Bagaimana caranya? Tengok ke belakang. Jika saya menengok ke belakang, sudah banyak kejadian yang saya alami. Mulai dari pengalaman menjalin persahabatan, pertemanan, pertemuan, perpisahan, sesuatu yang menguras adrenalin dan tentu saja percintaan. Berbicara soal percintaan, bukan hal yang mudah untuk memahaminya. Sampai sekarang pun saya kesulitan untuk memahaminya meskipun sudah banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan dari situ. Kegagalan masih kerap melanda. Tetapi itu sebenarnya bukanlah hal yang menyakitkan. Justru dari situlah proses pendewasaan kita muncul. Saya berpegang pada sebuah pepatah yang kemudian saya jadikan prinsip dalam hidup saya. Bukan hanya prinsip dalam percintaan tetapi juga dalam segala hal.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&quot;Tidak penting berapa kali saya terjatuh, yang lebih penting adalah seberapa sering saya bangkit untuk melanjutkan kehidupan seperti sedia kala&quot;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Bangkit dari jatuh, mungkin suatu hal yang sangat sulit sekali untuk  dilakukan. Tapi dari situlah saya mendapatkan sebuah nilai dari proses  pendewasaan. Sering kita mendengar banyak orang yang mengakhiri hidup mereka karena sebuah kegagalan. Entah kegagalan dalam pekerjaan, pendidikan atau percintaan. Saya pun tidak habis pikir, apa yang ada dalam pikiran mereka sehingga mereka lebih memilih mengakhiri semuanya ketimbang memulainya kembali dari awal. Yah mungkin hanya mereka dan Tuhan yang tahu.Tapi itu jelas sangat bertentangan dengan prinsip hidup saya.&lt;br /&gt;
Saya mempunyai sebuah analog tentang sebuah kehidupan. Saya menganalogkan sseorang pembalap. Sirkuit balap mungkin sama dengan jalan hidup kita. Adakalanya kita berjalan lurus. Adakalanya juga kita harus mengerem mendadak, berbelok ke kiri ke kanan dst. Seorang pembalap pasti mempunyai teknik dalam melibas tikungan yang disebut Racing Lane. Sebuah garis imajiner yang menggambarkan teknik seorang pembalap dalam melewati tikungan. Racing lane bukanlah sebuah garis yang sengaja dibuat untuk memandu seorang pembalap melainkan sebuah garis yang muncul dari intuisi pembalap tersebut. Racing lane diambil seorang pembalap untuk menjaga akselerasi mereka agar tidak terlalu lama dalam melewati tikungan. Inilah yang kemudian saya analogikan dalam kehidupan. Dalam melewati sebuah kehidupan yang berliku, kita pun harus mempunyai Racing lane yang menggambarkan teknik kita dalam melibas masalah dalam hidup kita. Kita harus selalu menjaga akselerasi kita dalam melewati rintangan agar kita tidak terlalu berlarut-larut dalam meratapi kegagalan. Layaknya seorang pembalap yang mengambil racing lane untuk berakselerasi setelah keluar dari tikungan, kita pun harus berakselerasi secepatnya untuk keluar dari masalah. Dalam hidup, kita sebut saja Life Lane. Sebuah teknik untuk menjaga akselerasi kita dalam melewati lika-liku kehidupan.&lt;br /&gt;
Itulah sekelumit kisah tentang saya dan kehidupan saya selama 24 tahun di dunia ini. Semoga kita, atau setidaknya saya, bisa mengambil pelajaran dari tulisan di atas.&lt;br /&gt;
Sebagai penutup, saya mengucapkan pada diri saya sendiri, Selamat Ulang Tahun yang ke 24. Semoga di usia yang semakin bertambah ini tingkat kedewasaan saya juga semakin bertambah. Amin..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/02/24.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQIWBLlonUvLOnuyys7fJomhWwEUUqP5TctQDDBMGKgbZpyRR0jI2oNKcpZOKdAlMuXM7QahM_E3ZkuyX_bHcRv1lMqSSG2R5GvTnexpKksMMHPmLml63QjesvMYhRffWmAvjNAgXvaJcu/s72-c/24-show-goes-carbon-neutral.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-4092190147242730724</guid><pubDate>Fri, 11 Feb 2011 15:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-11T22:43:20.023+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Software</category><title>10 Ways to Make Your Vista Run Faster</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhadUWl42K7WgU3wavsHbZZb68XoJ1zZ8cW0OUhrpxHVqxLrYgBwV4BSE_W2WmMzV0YtNhen300gELBUo6hHvacgppvHDr3Nbs38sztasRDXqOITJeipfXgm8Mt3ytXVby3ov8Nk_lrAilI/s1600/Vista.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;188&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhadUWl42K7WgU3wavsHbZZb68XoJ1zZ8cW0OUhrpxHVqxLrYgBwV4BSE_W2WmMzV0YtNhen300gELBUo6hHvacgppvHDr3Nbs38sztasRDXqOITJeipfXgm8Mt3ytXVby3ov8Nk_lrAilI/s200/Vista.png&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Turn off Windows Search Indexing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Windows Vista search indexing is constantly reviewing files on your system to make their contents available for quick searching. This is handy, but can severely impact system performance.&lt;br /&gt;
To disable constant indexing:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Click Start then Computer&lt;br /&gt;
* Right Click the C: Drive&lt;br /&gt;
* On General Tab, Uncheck Index this drive for faster searching&lt;br /&gt;
* On the subsequent dialog box, Select Include subfolders and files&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Turn off Remote Differential Compression&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Remote Differential Compression measures the changes in files over a network to transfer them with minimal bandwidth rather than transferring an entire file that has previously been moved. By constantly checking for file changes, this service can hinder system performance.&lt;br /&gt;
To disable this service:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Open Control Panel&lt;br /&gt;
* Switch to Classic View&lt;br /&gt;
* Select Program Features&lt;br /&gt;
* Choose Turn Windows features on and off&lt;br /&gt;
* Scroll down and uncheck Remote Differential Compression&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Turn off Automatic Windows Defender Operation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Windows Defender real-time protection against malware continues to run despite having Automatic operation disabled.&lt;br /&gt;
To disable this feature:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Open Control Panel&lt;br /&gt;
* Select Windows Defender&lt;br /&gt;
* Choose Tools from the top menu&lt;br /&gt;
* Select Options&lt;br /&gt;
* Uncheck Auto Start at the bottom of the window&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Turn off Automatic Disk Defragmentation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Windows Vista and its always-on defragment feature isn’t really that necessary and can cause system slow down. Just remember to run a defrag manually every week or so.&lt;br /&gt;
To disable this:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Click Start then Computer&lt;br /&gt;
* Right Click the C: Drive&lt;br /&gt;
* Click on Properties&lt;br /&gt;
* Select the Tools Tab&lt;br /&gt;
* Click on Defragment Now&lt;br /&gt;
* Uncheck Run on a schedule&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Add a 2GB or higher USB Flash drive to take advantage of Windows Ready Boost (Additional Memory Cache)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ready Boost is Microsoft’s name for using a USB thumb/flash drive to provide some quick access memory the operating system can use as extra RAM. The Ready Boost system can significantly improve system performance.&lt;br /&gt;
To set this up:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Insert a USB Flash Drive&lt;br /&gt;
* Click Start then Computer&lt;br /&gt;
* Right Click the USB Drive in My Computer&lt;br /&gt;
* Select the Ready Boost Tab&lt;br /&gt;
* Choose Use this device&lt;br /&gt;
* Select as much space as you can free up for RAM usage vs. Storage&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Turn off Windows Hibernation&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Windows hibernation background services can use a large amount of system resources. If you don’t use the Hibernate feature on a regular basis you may want to disable it to give Vista a performance boost.&lt;br /&gt;
To disable Hibernation:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Select the Control Panel then Power Options&lt;br /&gt;
* Click Change Plan Settings&lt;br /&gt;
* Click on Change Advanced Power Settings&lt;br /&gt;
* Expand the Sleep selection&lt;br /&gt;
* Expand the Hibernate After selection&lt;br /&gt;
* Crank the selector down to zero&lt;br /&gt;
* Click Apply&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Turn off System Restore&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Analysis and restore point creation by Windows Vista can eat a fair amount of system resources. Disabling this service will obviously mean the system restore feature in Vista will not be available in the event of a system crash. Change this at your own risk.&lt;br /&gt;
To disable this service:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Control Panel &amp;gt; System&lt;br /&gt;
* Click System Protection on the left panel&lt;br /&gt;
* Uncheck the main system drive&lt;br /&gt;
* Agree to the confirmation&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Disable User Access Control (UAC)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
This much-loathed new Vista feature attempts to protect your system from malware infection by making you manually confirm a whole host of everyday user operations. While it doesn’t directly impact performance, it can be annoying and might be more hassle than good.&lt;br /&gt;
To disable User Access Control:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Click Start then Control Panel&lt;br /&gt;
* Select User Accounts&lt;br /&gt;
* Select Turn User Account Control on or off&lt;br /&gt;
* Uncheck User Account Control Box&lt;br /&gt;
* Restart as recommended&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Disable excess Windows Services that Auto-Launch at Startup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Just like Windows XP, Vista ships with all kinds of services enabled that load at startup and may never be used by most users.&lt;br /&gt;
To see what loads at startup and disable the ones you likely won’t be needing (they can always be started manually later):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Click Start then Control Panel&lt;br /&gt;
* Select Administrative Tools&lt;br /&gt;
* Choose System Configuration&lt;br /&gt;
* Click the Services Tab&lt;br /&gt;
* You can safely deselect:&lt;br /&gt;
o Offline Files (unless you’re using Offline File Sync)&lt;br /&gt;
o Tablet PC Input Service (unless you have a tablet PC)&lt;br /&gt;
o Terminal Services&lt;br /&gt;
o Windows Search (If you have already disabled indexing)&lt;br /&gt;
o Fax (unless you’re using a fax modem)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Disable Excess Windows Features&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Windows ships with other features that are listed separately in the Vista operating system from the startup services.&lt;br /&gt;
You can view and disable these features by:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Clicking Start then Control Panel&lt;br /&gt;
* Select Program Features&lt;br /&gt;
* On the left panel, select Turn Windows Features on or off&lt;br /&gt;
* You can safely deselect:&lt;br /&gt;
o Indexing Service&lt;br /&gt;
o Remote Differential Compression&lt;br /&gt;
o Tablet PC Optional Components&lt;br /&gt;
o Windows DFS Replication Service&lt;br /&gt;
o Windows Fax &amp;amp; Scan (unless you use a modem for faxing)&lt;br /&gt;
o Windows Meeting Space (unless you use the Live Meeting Service) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/02/10-ways-to-make-your-vista-run-faster.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhadUWl42K7WgU3wavsHbZZb68XoJ1zZ8cW0OUhrpxHVqxLrYgBwV4BSE_W2WmMzV0YtNhen300gELBUo6hHvacgppvHDr3Nbs38sztasRDXqOITJeipfXgm8Mt3ytXVby3ov8Nk_lrAilI/s72-c/Vista.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-691672082760006656</guid><pubDate>Thu, 10 Feb 2011 07:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-10T14:51:53.057+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corat - coret</category><title>A.A. Navis &quot;Sang Pencemooh&quot;</title><description>&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1Po4ix1768Ns91-JHgbfCzoH0SUje2oKnGl4rrWsbYw59VSMVfi4-iP0q4QRdz3NPf0nvihzt-P2z_mEFaJn5xWx7He4U5uDoikFCVJE3muQsAe4OoNoDtybjxrCVmRxI05xjFIKF2FOO/s1600/Aa_navis.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1Po4ix1768Ns91-JHgbfCzoH0SUje2oKnGl4rrWsbYw59VSMVfi4-iP0q4QRdz3NPf0nvihzt-P2z_mEFaJn5xWx7He4U5uDoikFCVJE3muQsAe4OoNoDtybjxrCVmRxI05xjFIKF2FOO/s1600/Aa_navis.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Haji Ali Akbar Navis&lt;/b&gt; (lahir di Kampung Jawa, Padang, Sumatra Barat, 17 November 1924&amp;nbsp;–&amp;nbsp;meninggal 22 Maret 2003 pada umur 78 tahun) adalah seorang sastrawan dan budayawan terkemuka di Indonesia yang lebih dikenal dengan nama A.A. Navis. Ia menjadikan menulis sebagai alat dalam kehidupannya. Karyanya yang terkenal adalah cerita pendek &lt;i&gt;Robohnya Surau Kami&lt;/i&gt;. Navis &#39;Sang Pencemooh&#39; adalah sosok yang ceplas-ceplos, apa adanya. Kritik-kritik sosialnya mengalir apa adanya untuk membangunkan kesadaran setiap pribadi, agar hidup lebih bermakna. Ia selalu mengatakan yang hitam itu hitam dan yang putih itu putih. Ia amat gelisah melihat negeri ini digerogoti para koruptor. Pada suatu kesempatan ia mengatakan kendati menulis adalah alat utamanya dalam kehidupan tapi jika dikasih memilih ia akan pilih jadi penguasa untuk menangkapi para koruptor. Walaupun ia tahu resikonya, mungkin dalam tiga bulan, ia justru akan duluan ditembak mati oleh para koruptor itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kehidupan Pribadi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dunia sastra Indonesia kehilangan salah seorang sastrawan besar. Navis telah lama mengidap komplikasi jantung, asma dan diabetes. Dua hari sebelum meninggal dunia, ia masih meminta puterinya untuk membalas surat kepada Kongres Budaya Padang bahwa dia tidak dbisa ikut Kongres di Bali. Serta minta dikirimkan surat balasan bersedia untuk mencetak cerpen terakhir kepada Balai Pustaka. Ia meninggalkan satu orang isteri, Aksari Yasin, yang dinikahi tahun 1957 dan tujuh orang anak yakni; Dini Akbari, Lusi Bebasari, Dedi Andika, Lenggogini, Gemala Ranti, Rinto Amanda, dan Rika Anggraini, serta 13 cucu. Ia dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam, Padang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sebelum dikebumikan, sejumlah tokoh, budayawan, seniman, pejabat, akademikus, dan masyarakat umum melayat ke rumah duka di Jalan Bengkuang Nomor 5, Padang. Di antaranya; Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah A Syafii Maarif, Gubernur Sumbar Zainal Bakar, mantan Menteri Agama Tarmizi Taher, dan mantan Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin, serta penyair Rusli Marzuki Saria.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Nama pria Minang yang untuk terkenal tidak harus merantau secara fisik, ini menjulang dalam sastra Indonesia sejak cerpennya yang fenomenal, &lt;i&gt;Robohnya Surau Kami&lt;/i&gt;, terpilih menjadi satu dari tiga cerpen terbaik majalah sastra Kisah, (1955). Sebuah cerpen yang dinilai sangat berani. Kisah yang menjungkirbalikkan logika awam tentang bagaimana seorang alim justru dimasukkan ke dalam neraka. Karena dengan kealimannya, orang itu melalaikan pekerjaan dunia sehingga tetap menjadi miskin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ia seorang seniman yang perspektif pemikirannya jauh ke depan. Karyanya Robohnya Surau Kami, juga mencerminkan perspektif pemikiran ini. Yang roboh itu bukan dalam pengertian fisik, tapi tata nilai. Hal yang terjadi saat ini di negeri ini. Ia memang sosok budayawan besar, kreatif, produktif, konsisten dan jujur pada dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sepanjang hidupnya, ia telah melahirkan sejumlah karya monumental dalam lingkup kebudayaan dan kesenian. Ia bahkan telah menjadi guru bagi banyak sastrawan. Ia seorang sastrawan intelektual yang telah banyak menyampaikan pemikiran-pemikiran di pentas nasional dan internasional. Ia menulis berbagai hal. Walaupun karya sastralah yang paling banyak digelutinya. Karyanya sudah ratusan, mulai dari cerpen, novel, puisi, cerita anak-anak, sandiwara radio, esai mengenai masalah sosial budaya, hingga penulisan otobiografi dan biografi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Buah karya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ia yang mengaku mulai menulis sejak tahun 1950, namun hasil karyanya baru mendapat perhatian dari media cetak sekitar 1955, itu telah menghasilkan sebanyak 65 karya sastra dalam berbagai bentuk. Ia telah menulis 22 buku, ditambah lima antologi bersama sastrawan lainnya, dan delapan antologi luar negeri, serta 106 makalah yang ditulisnya untuk berbagai kegiatan akademis di dalam maupun di luar negeri dan dihimpun dalam buku &lt;i&gt;Yang Berjalan Sepanjang Jalan&lt;/i&gt;. Novel terbarunya, &lt;i&gt;Saraswati&lt;/i&gt;, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2002.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Beberapa karyanya yang amat terkenal adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot; type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Surau Kami (1955)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Bianglala (1963)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hujan Panas (1964)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kemarau (1967)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Saraswati&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Si Gadis dalam Sunyi (1970)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dermaga dengan Empat Sekoci (1975)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Di Lintasan Mendung (1983)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dialektika Minangkabau (editor, 1983)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Alam Terkembang Jadi Guru (1984)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hujan Panas dan Kabut Musim (1990)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Cerita Rakyat Sumbar (1994)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jodoh (1998)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sebagai seorang penulis, ia tak pernah merasa tua. Pada usia gaek ia masih saja menulis. Buku terakhirnya, berjudul &lt;i&gt;Jodoh&lt;/i&gt;, diterbitkan oleh Grasindo, Jakarta atas kerjasama Yayasan Adikarya Ikapi dan The Ford Foundation, sebagai kado ulang tahun pada saat usianya genap 75 tahun. &lt;i&gt;Jodoh&lt;/i&gt; berisi sepuluh buah cerpen yang ditulisnya sendiri, yakni &lt;i&gt;Jodoh&lt;/i&gt; (cerpen pemenang pertama sayembara Kincir Emas Radio Nederland Wereldemroep, 1975), &lt;i&gt;Cerita 3 Malam&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Kisah Seorang Hero&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Cina Buta&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Perebutan&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Kawin&lt;/i&gt; (cerpen pemenang majalah Femina, 1979), &lt;i&gt;Kisah Seorang Pengantin&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Maria&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Nora&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Ibu&lt;/i&gt;. Ada yang ditulis tahun 1990-an, dan ada yang ditulis tahun 1950-an.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Padahal menulis bukanlah pekerjaan mudah, tapi memerlukan energi pemikiran serius dan santai. &quot;Tidak semua gagasan dapat diimplementasikan dalam sebuah tulisan, dan bahkan kadang-kadang memerlukan waktu 20 tahun untuk melahirkan sebuah tulisan. Kendati demikian, ada juga tulisan yang dapat diselesaikan dalam waktu sehari saja. Namun, semua itu harus dilaksanakan dengan tekun tanpa harus putus asa. Saya merasa tidak pernah tua dalam menulis segala sesuatu termasuk cerpen,&quot; katanya dalam suatu diskusi di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kiat menulis itu, menurutnya, adalah aktivitas menulis itu terus dilakukan, karena menulis itu sendiri harus dijadikan kebiasaan dan kebutuhan dalam kehidupan. Ia sendiri memang terus menulis, sepanjang hidup, sampai tua. Mengapa? &quot;Soalnya, senjata saya hanya menulis,&quot; katanya. Baginya, menulis adalah salah satu alat dalam kehidupannya. &quot;Menulis itu alat, bukan pula alat pokok untuk mencetuskan ideologi saya. Jadi waktu ada mood menulis novel, menulis novel. Ada mood menulis cerpen, ya menulis cerpen,&quot; katanya seperti dikutip &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt;, Minggu, 7 Desember 1997.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dalam setiap tulisan, menurutnya, permasalahan yang dijadikan topik pembahasan harus diketengahkan dengan bahasa menarik dan pemilihan kata selektif, sehingga pembaca tertarik untuk membacanya. Selain itu, persoalan yang tidak kalah pentingnya bagi seorang penulis adalah bahwa penulis dan pembaca memiliki pengetahuan yang tidak berbeda. Jadi pembaca atau calon pembaca yang menjadi sasaran penulis, bukan kelompok orang yang bodoh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pandangan-pandangan A.A. Navis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ia menyinggung tentang karya sastra yang baik. Yang terpenting bagi seorang sastrawan, menurutnya, karyanya awet atau tidak? Ada karya yang bagus, tapi seperti kereta api; lewat saja. Itu banyak dan di mana-mana terjadi. Ia sendiri mengaku menulis dengan satu visi. Ia bukan mencari ketenaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dalam konteks ini, ia amat merisaukan pendidikan nasional saat ini. Dari SD sampai perguruan tinggi, orang hanya boleh menerima, tidak diajarkan mengemukakan pikiran. Anak-anak tidak diajarkan pandai menulis oleh karena menulis itu membuka pikiran. Anak-anak tidak diajarkan membaca karena membaca itu memberikan anak-anak perbandingan-perbandingan. Di perguruan tinggi orang tidak pandai membaca, orang tidak pandai menulis, jadi terjadi pembodohan terhadap generasi-generasi akibat dari kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jadi, menurutnya, model pendidikan sastra atau mengarang di Indonesia sekarang merupakan strategi atau pembodohan, agar orang tidak kritis. Maka, ia berharap, strategi pembodohan ini harus dilawan, harus diperbaiki. &quot;Tapi saya pikir itu kebodohan. Orang Indonesia tidak punya strategi. Strategi ekonomi Indonesia itu apa? Strategi politik orang Indonesia itu apa? Strategi pendidikan orang Indonesia itu apa? Strategi kebudayaan orang Indonesia itu apa? Mau dijadikan apa bangsa kita? Kita tidak punya strategi. Oleh karena itu kita ajak mereka supaya tidak bodoh lagi,&quot; katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Maka, andai ia berkesempatan jadi menteri, ia akan memfungsikan sastra. &quot;Sekarang sastra itu fungsinya apa?&quot; tanyanya lirih. Pelajaran sastra adalah pelajaran orang berpikir kritis. Orang berpikir kritis dan orang memahami konsep-konsep hidup. Kita baca, karya mana saja yang baik, itu berarti menyuruh orang berpikir berbuat betul. Lalu karya-karya itu konsepnya yang jahat lawan yang buruk. Dalam karya sastra bisa terjadi yang jahat itu yang dimenangkan, tapi bukan artinya sastra memuja yang jahat. Ia melihat, perkembangan sastra di Indonesia sedang macet. Banyak karya-karya sastra di Indonesia menceritakan hal-hal orang-orang munafik. Diajarkan itu ke anak-anak tentang orang munafik di tengah masyarakat kita yang banyak munafik. Anak-anak kan jadi tajam. Oleh karena itu pemerintah tampaknya tidak mengajarkan sastra supaya orang tidak melihat orang-orang yang munafik, umpamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hal ini tak terlepas dari mental korup para elit bangsa ini. Maka andai ia diberi pilihan alat kekuasaan, atau menulis dan berbicara, yang dia pilih adalah kekuasaan. Untuk apa? Untuk menyikat semua koruptor. Walaupun ia sadar bahwa mungkin justeru ia yang orang pertama kali ditembak. Sebab, &quot;semua orang tidak suka ada orang yang menyikat koruptor,&quot; katanya seperti pesimis tentang kekuatan pena untuk memberantas korupsi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Perihal orang Minang, dirinya sendiri, keterlaluan kalau ada yang mengatakan orang Minang itu pelit. Yang benar, penuh perhitungan. Sangat tak tepat mengatakan orang Minang itu licik. Yang benar galia (galir), ibarat pepatah &quot;tahimpik nak di ateh, takuruang nak di lua&quot; (terhimpit maunya di atas, terkurung maunya di luar). Itulah A.A. Navis &quot;Sang Kepala Pencemooh&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Karya tulis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot; type=&quot;disc&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Antologi Lengkap Cerpen A.A. Navis (2005)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Gerhana: novel (2004)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Bertanya Kerbau Pada Pedati: kumpulan cerpen (2002)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Cerita Rakyat dari Sumatra Barat 3 (2001)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kabut Negeri si Dali: Kumpulan Cerpen (2001)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dermaga Lima Sekoci (2000)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jodoh: Kumpulan Cerpen (1999)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Yang Berjalan Sepanjang Jalan (1999)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Cerita Rakyat dari Sumatra Barat 2 (1998)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Filsafat dan Strategi Pendidikan M. Sjafei: Ruang      Pendidik INS Kayutanam (1996)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Otobiografi A.A. Navis: Satiris dan Suara Kritis dari      Daerah (1994)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Surat dan Kenangan Haji (1994)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Cerita Rakyat dari Sumatra Barat (1994)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hujan Panas dan Kabut Musim: Kumpulan Cerita Pendek      (1990)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pasang Surut Pengusaha Pejuang: Otobiografi Hasjim Ning      (1986)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan      Minangkabau (1984)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Di Lintasan Mendung (1983)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dialektika Minangkabau (editor) (1983)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dermaga dengan Empat Sekoci: Kumpulan Puisi (1975)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Saraswati: Si Gadis dalam Sunyi: sebuah novel (1970)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kemarau (1967)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Bianglala: Kumpulan Cerita Pendek (1963)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hudjan Panas (1963)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Robohnya Surau Kami (1955)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/02/aa-navis-sang-pencemooh.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1Po4ix1768Ns91-JHgbfCzoH0SUje2oKnGl4rrWsbYw59VSMVfi4-iP0q4QRdz3NPf0nvihzt-P2z_mEFaJn5xWx7He4U5uDoikFCVJE3muQsAe4OoNoDtybjxrCVmRxI05xjFIKF2FOO/s72-c/Aa_navis.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-210081661453505097</guid><pubDate>Thu, 10 Feb 2011 07:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-10T14:24:50.996+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corat - coret</category><title>Sifat-sifat Manusia Indonesia</title><description>&lt;h2 style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Mochtar  Lubis menulis sebuah buku yang berjudul “Manusia Indonesia Sebuah  Pertanggung Jawaban” yang kalau tidak salah ditulis tahun 70′an. Namun  kalau ditelaah, setelah hampir 30 tahun, apakah sifat-sifat tersebut  masih hinggap disebagian besar masyarakat Indonesia?&amp;nbsp; Satu-satunya  sifat yang positif dari orang Indonesia, menurut Mochtar Lubis adalah  sifatnya yang&amp;nbsp;’artistik’.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Inilah sifat-sifat manusia Indonesia yang ditulis oleh Mochtar Lubis dalam bukunya “Manusia Indonesia Sebuah Pertanggung Jawaban”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; margin: 0px; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Hipokritis alias munafik.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Berpura-pura,  lain di muka - lain di belakang, merupakan sebuah ciri utama manusia  Indonesia sudah sejak lama, sejak meraka dipaksa oleh kekuatan-kekuatan  dari luar untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakannya atau  dipikirkannya ataupun yang sebenarnya dikehendakinya, karena takut akan  mendapat ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya.&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;“Bukan  saya’, adalah kalimat yang cukup populer di mulut manusia Indonesia.  Atasan menggeser tanggung jawab tentang suatu kegagalan pada bawahannya,  dan bawahannya menggesernya ke yang lebih bawah lagi, dan demikian  seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Berjiwa feodal.&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;Meskipun  salah satu tujuan revolusi kemerdekaan Indonesia ialah untuk juga  membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme, tetapi feodalisme dalam  bentuk-bentuk baru makin berkembang dalam diri dan masyarakat manusia  Indonesia. Sikap-sikap feodalisme ini dapat kita lihat dalam tatacara  upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan-hubungan organisasi kepegawaian  (umpamanya jelas dicerminkan dalam susunan kepemimpinan  organisasi-organisa si isteri pegawai-pegawai negeri dan angkatan  bersenjata), dalam pencalonan isteri pembesar negeri dalam daftar  pemilihan umum. Isteri Komandan, isteri menteri otomatis jadi ketua,  bukan berdasar kecakapan dan bakat leadershipnya, atau pengetahuan dan  pengalamannya atau perhatian dan pengabdiannya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Masih percaya takhayul.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Dulu,  dan sekarang juga, masih ada yang demikian, manusia Indonesia percaya  bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang, pohon, patung,  bangunan, keris, pisau, pedang, itu punya kekuataan gaib, keramat, dan  manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua. Kepercayaan  serupa ini membawa manusia Indonesia jadi tukang bikin lambang. Kita  percaya pada jimat dan jampe. Untuk mengusir hantu kita memasang sajen  dan bunga di empat sudut halaman, dan untuk menghindarkan naas atau  mengelakkan bala, kita membuat tujuh macam kembang di tengah simpang  empat. Kita mengarang mantera. Dengan jimat dan mantera kita merasa  yakin telah berbuat yang tegas untuk menjamin keselamatan dan  kebahagiaan atau kesehatan kita.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Artistik.&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Karena  sifatnya yang memasang roh, sukma, jiwa, tuah dan kekuasaan pada segala  benda alam di sekelilingnya, maka manusia Indonesia dekat pada alam.  Dia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaannya, dengan  perasan-perasaan sensuilnya, dan semua ini mengembangkan daya artistik  yang besar dalam dirinya yang dituangkan dalam segala rupa ciptaan  artistik dan kerajinan yang sangat indah-indah, dan serbaneka macamnya,  variasinyam warna-warninya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Watak yang lemah. Karakter kurang kuat.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&lt;/span&gt;Manusia  Indonesia kurang dapat mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya.  Dia mudah, apalagi jika dipaksa, dan demi untuk ’survive’ bersedia  mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat melihat gejala pelacuran  intelektuil amat mudah terjadi dengan manusia Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Tidak hemat, dia bukan “economic animal”.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Malahan  manusia Indonesia pandai mengeluarkan terlebih dahulu penghasilan yang  belum diterimanya, atau yang akan diterimanya, atau yang tidak akan  pernah diterimanya. Dia cenderung boros. Dia senang berpakaian bagus,  memakai perhiasan, berpesta-pesta. Hari ini ciri manusia Indonesia  menjelma dalam membangun rumah mewah, mobil mewah, pesta besar, hanya  memakai barang buatan luar negeri, main golf, singkatnya segala apa yang  serba mahal.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Lebih suka tidak bekerja keras, kecuali kalau terpaksa.&lt;/b&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-converted-space&quot;&gt;&lt;/span&gt;Gejalanya  hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin segera menjadi “miliuner  seketika”, seperti orang Amerika membuat instant tea, atau dengan mudah  mendapat gelar sarjana sampai memalsukan atau membeli gelar sarjana,  supaya segera dapat pangkat, dan dari kedudukan berpangkat cepat bisa  menjadi kaya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Manusia  Indonesia kini tukang menggerutu tetapi menggerutunya tidak berani  secara terbuka, hanya jika dia dalam rumahnya, atau antara  kawan-kawannya yang sepaham atau sama perasaan dengan dia.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Cepat cemburu dan dengki terhadap orang lain yang dilihatnya lebih dari dia.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;11.  Manusia Indonesia juga dapat dikatakan manusia sok.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;border-collapse: separate; color: black; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;Kalau sudah berkuasa mudah mabuk berkuasa. Kalau kaya lalu mabuk harta, jadi rakus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span xmlns=&quot;http://www.w3.org/1999/xhtml&quot;&gt;&lt;span xmlns=&quot;http://www.w3.org/1999/xhtml&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;&lt;b&gt;12. Manusia Indonesia juga manusia tukang tiru.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0px;&quot;&gt;Kepribadian  kita sudah terlalu lemah. Kita tiru kulit-kulit luar yang memesonakan  kita. Banyak yang jadi koboi cengeng jika koboi-koboian lagi mode, jadi  hipi cengeng jika sedang musim hipi.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/02/sifat-sifat-manusia-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-5087198663793873066</guid><pubDate>Thu, 10 Feb 2011 07:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-10T14:01:46.858+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corat - coret</category><title>Fenomena Jejaring Sosial</title><description>Mendengar kata jejaring sosial atau dalam bahasa kerennya social networking pikiran kita pasti akan langsung tertuju ke Facebook, Twitter dsb. Yah, memang itulah jejaring sosial yang sedang populer sekarang ini. Gak peduli pejabat tinggi, pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga bahkan para pekerja kasar pun bisa dipastikan memiliki sebuah akun di jejaring sosial tersebut. Tentu tujuan mereka adalah untuk mencari teman sebanyak-banyaknya di dunia maya atau bahkan bisa dibawa ke dunia nyata. Tujuan tersebut sejalan dengan sejarah pendirian jejaring sosial tersebut yaitu untuk menjalin hubungan sosial antar sesama. Meskipun dalam perjalanannya bukan hanya hubungan sosial antar sesama tetapi juga hubungan bisnis, sarana promosi sebuah produk atau sebagai sarana untuk menyampaikan pendapat, sebagai sarana kampanye politik dan masih banyak lagi lainnya. Tapi sebagaimana yang kita ketahui, sebuah hal pasti akan memiliki dua sisi yang berbeda. Positif dan negatif seperti kepingan logam yang dua sisinya tidak akan pernah berpisah. Yah, hal inilah yang belakangan sering kita jumpai. Jejaring sosial sudah keluar dari kodratnya sebagai sarana menjalin hubungan sosial antar sesama. Karena beberapa hal penyalahgunaan jejaring sosial ini bermunculan dimana. Jejaring sosial sudah digunakan sebagai sarana kejahatan, sarana untuk saling menghujat, sebagai ajang olok-olokan yang terkadang berbau SARA. Masih ingatkah kita tentang isu bahwa pemerintah berencana menutup jejaring sosial Facebook di Indonesia? Karena penyalahgunaan itulah pemerintah merasa perlu untuk bertindak lebih jauh agar penyalahgunaan jejaring sosial ini tidak semakin berlarut-larut. Banyak yang bereaksi dengan rencana pemerintah itu. Termasuk juga para pengguna jejaring sosial yang benar-benar memanfaatkannya sebagai sarana menjalin hubungan sosial. Mereka merasa keberatan jika jejaring sosial yang sudah sedemikian besar manfaatnya harus ditutup. Kita tak akan pernah memungkiri, jejaring sosial hanyalah sebuah alat yang sangat bergantung kepada pemakainya. Tergantung kita akan membawa kemana jejaring sosial tersebut. Tapi alangkah baiknya jika semua berjalan sesuai porsinya. Dan akan jauh lebih baik lagi jika kita lebih bijak menggunakan kemajuan teknologi ini.</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/02/fenomena-jejaring-sosial.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-8411352572215966024</guid><pubDate>Sat, 05 Feb 2011 13:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T20:48:21.399+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jalan-jalan</category><title>Ziarah ke Makam Harry Potter</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0h2GQXInxBJUb6kp8KmDBMJrAmRFX1w3LylXR89j7q3PoGTIUOXfwH2HCdLS5zD_QgFGiZl-6Uyzt9Q7YMBMWDur28tgM8cMm_95cC778dqpdnq-40jeUAxIkFeGCI2rpPZGSKwAwkyC8/s1600/330ap_pottertomb.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0h2GQXInxBJUb6kp8KmDBMJrAmRFX1w3LylXR89j7q3PoGTIUOXfwH2HCdLS5zD_QgFGiZl-6Uyzt9Q7YMBMWDur28tgM8cMm_95cC778dqpdnq-40jeUAxIkFeGCI2rpPZGSKwAwkyC8/s320/330ap_pottertomb.jpg&quot; width=&quot;226&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sebuah pemakaman di Israel kedatangan rombongan penggemar Harry  Potter, yang datang untuk menengok makam seorang yang juga bernama Harry  Potter.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Prajurit Harry Potter dulunya seorang tentara Kerajaan Inggris yang  tewas di sebuah pertempuran pada 1939. Saat itu ia berumur 18 tahun,  tapi di makamnya ditulis 19 tahun, sebab ia mengaku lebih tua setahun  saat mendaftar masuk ketentaraan. Tak ada hubungan antara  prajurit Harry Potter dengan tokoh karangan JK Rowling. Ziarah para fans ke makam itu dimulai sejak lima tahun lalu, dan  makam itu makin populer setelah dicantumkan di sebuah situs pariwisata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/02/ziarah-ke-makam-harry-potter.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0h2GQXInxBJUb6kp8KmDBMJrAmRFX1w3LylXR89j7q3PoGTIUOXfwH2HCdLS5zD_QgFGiZl-6Uyzt9Q7YMBMWDur28tgM8cMm_95cC778dqpdnq-40jeUAxIkFeGCI2rpPZGSKwAwkyC8/s72-c/330ap_pottertomb.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-7318029918001106408</guid><pubDate>Sat, 05 Feb 2011 11:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T18:26:40.540+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BusLover</category><title>New Irizar i6</title><description>&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV0u2U6ng3of8PKp_kOJw-rmtC8QJuRKknyo_O1I1gVwTWt_6XetCaVua2wQgl-MdoNFPA5VZB4fjI00kmi7pRYqFl8eqYfMuNNIqP3AC9L3agcELfkp4cWmTrd5aMfE2suxHVbcjjeocb/s1600/IMG_5397_224595.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV0u2U6ng3of8PKp_kOJw-rmtC8QJuRKknyo_O1I1gVwTWt_6XetCaVua2wQgl-MdoNFPA5VZB4fjI00kmi7pRYqFl8eqYfMuNNIqP3AC9L3agcELfkp4cWmTrd5aMfE2suxHVbcjjeocb/s320/IMG_5397_224595.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt; One of the key elements for the success of the Irizar products is that  innovative solutions are made taking into consideration the opinions and  needs of its clients and users. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Despite the uncertainty that exists, Irizar has continued its commitment  of investing in new product and technology developments and today is  launching the Irizar i6 new coach to the market. A versatile high-end  coach that is ideal for commuter and touring services. It´s unmistakable  thanks to IRIZAR´s identifying symbols: safety, reliability, design,  attention to detail, aerodynamic and comfort. The Irizar i6 also offers a  maximum ability to be adapted, allowing clients to configure the coach  according to their specifications, just as they need it.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The structure of the Irizar i6 has been designed by taking into  consideration the vehicle´s resistance to frontal collisions and  roll-overs, complying with the future R66.01 safety regulation to  increase the passenger area´s roll-over resistance by equipping the mass  of passengers with safety belts.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Additionally, special attention has been paid to the driver´s area as an  active and essential part of safety, prioritising its spaciousness,  ergonomics, and accessible controls. Thanks to the most advanced  lighting technologies, the rear-view mirrors designed exclusively for  IRIZAR have improved visibility to a maximum. In the design, the bending  strength and torsion rigidity have also been improved, as well as the  load and weight distribution and many other details that make a  difference.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Irizar i6 has been conceived with the most demanding parameters, making it an especially robust and reliable vehicle.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Independent institutes and engineering firms of recognised prestige have  subjected the new Irizar i6 to the most demanding tests, with excellent  performance and results.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A maximum level of comfort and space optimisation was a goal for the  passenger area. The seats have been exclusively designed for IRIZAR and  stand out because of their ergonomics, durability and accessibility. The  air conditioning and interior lighting make the experience of  travelling in an Irizar i6 even more pleasant, incorporating  improvements such as LED technology and flat screen monitors. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
One of IRIZAR´s priorities is to always minimise fuel consumption and  CO2 emissions, both of which have been taken into consideration in the  design of this new coach. Noise and vibration sources have also been  reduced by separating and insulating the engine area. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The design and adaptation to market needs make the new Irizar i6 a safe,  profitable and reliable investment, without a doubt. It´s a coach that  stands out because of its features and on which IRIZAR has placed its  seal of design and uniqueness. Driving it is a special experience, and  travelling in it is a true pleasure.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/02/new-irizar-i6.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV0u2U6ng3of8PKp_kOJw-rmtC8QJuRKknyo_O1I1gVwTWt_6XetCaVua2wQgl-MdoNFPA5VZB4fjI00kmi7pRYqFl8eqYfMuNNIqP3AC9L3agcELfkp4cWmTrd5aMfE2suxHVbcjjeocb/s72-c/IMG_5397_224595.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-6660649143600002162</guid><pubDate>Sat, 05 Feb 2011 08:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-05T15:19:11.571+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Blog</category><title>7 Ways to Write Better Blog Posts</title><description>&lt;h3 style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Find Your Niche&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;If  you are planning to blog about life in New York City, understand ahead  of time that no one’s really going to pay attention. The world is  saturated with blogs, and while you may have a unique or engaging  writing style and your stories about NYC may be completely mind blowing,  people just aren’t drawn to blogs on such general subjects.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;You need to look for a way to create a market and then corner it —  what is it about your experience in New York that makes your voice worth  listening to? A blog about the best out-of-the-way restaurants or your  experience in graduate school at NYU is infinitely more interesting than  a generic “NYC blog.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;The idea here is to blog in such a way that what you’re writing may  be of use to someone else on the Internet. Make your blog about NYC  interesting to people about to move there, or students applying to your  graduate program. After all, creating a community is a huge part of the  blogging experience.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Have a Goal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Your blog should have a purpose. You don’t need to be blogging to  raise money for a political cause or blogging so you can sell your  handmade trinkets — but there should be a purpose to your blogging.  Bigger than that, each post on your blog should have its own goal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Are you attempting to draw more readers in? Then link and talk about  other bloggers. Ask questions of your audience. Post a poll — anything  to get people involved. Or maybe your goal is just to add some content  to your blog — add away. The point is, each blog post should be driven  by something other than “Here I am writing on my blog.” Writing with a  goal in mind will almost always produce better writing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Write a Snappy Title&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Blog post titles do count for something. Some say that a blog post’s  title can make or break the blog. Target your blog post title to your  blog’s goal — if you’re worried about your blog’s search traffic, you  should use a title that can draw search engines, something simple and  short.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Some people prefer to write titles to be funny or to draw people in  with an outrageous phrase — if that’s the case, be creative. Sometimes  people really do see a cool blog post title and click through to read  what you have to say.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Use Appropriate Blog Style&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Surely you’re already using proper grammar and spelling in your blog  posts — now you need to think about the style of the blog itself.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Your blog can have whatever tone you want, from casual to formal.  Your blog’s subject and the goal of the blog will influence this — a  blog about the medical field may be fairly formal, while a  conversational blog about being a Red Sox fan is likely to be more  conversational. In general, blogging is far more conversational than  journalism, but you don’t have to follow the trend.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Yes, vocabulary matters. Too many bloggers thumb their thesauruses to  appear professional or intelligent, but in general, your blog’s style  is best when it is conversational and informal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Link It Up&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Adding relevant links to other blogs is the best way to join the  community of bloggers. When you link to another blogger’s post, and  maybe spend the time to show the original blogger your post, you’re  creating a bond between yourself and another blogger. These kinds of  associations are often lucrative in terms of attracting readers to your  blog, and if nothing else, it is good behavior in the blog world.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;But links don’t have to be external — if you write pretty  consistently on a certain topic, you may find it useful to link to your  own pasts posts on the subject in the body of the blog. This will get  readers peeking around the rest of your blog, and allows people to  follow the entirety of an ongoing story on your blog. That’s called  continuity.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;6. Add Visuals&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;When you add images and other media to your blog, you are adding  color to your page. Your blog will be easier to read with the addition  of a graphic, and for some unknown reason, blog posts with visuals tend  to have more views. This isn’t to say that a text-only blog would never  work, but it is easier to excite your audience and keep them reading if  you keep their eyes engaged with images.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Visuals don’t have to mean just images — try highlightiing important  sections of your blog post to draw the reader’s eyes to something  important. Anything you can add visually will make your blog post that  much more readable.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;7. Start All Over Again&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Once you’ve gone through all these steps and improved your blog, you  need to start the process all over again. Never stop improving your blog  or your blog writing style.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Look back at your new blog posts — do you see any bad writing? Poorly  worded phrases? Opportunities for links that you missed? Re-evaluating  your blog changes is a huge part of writing good blog posts. There are  lots of things to troubleshoot. Just don’t leave it be. Try something.  Try something with each new post. Change one element at a time and see  if things improve. You have to constantly change your game plan to keep  people interested in what you have to say.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;We all want to write better blog posts. You may be well-versed in the  art of literary or journalistic writing, but can’t draw blog readers if  your life depended on it. Making the small changes above should  increase your blog traffic dramatically.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/02/7-ways-to-write-better-blog-posts.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-8385807244960949885</guid><pubDate>Fri, 04 Feb 2011 07:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-04T14:38:28.280+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BusLover</category><title>Scania Irizar PB</title><description>&lt;div class=&quot;contentbody&quot; style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;col-1&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyv65WroqIHyAshE4KBnRqueJPqCZODgW0BOzw8RL3n5tHJW41ipx336uFOoZeQGFm1vNWnLnO1sz9cTFpdDQSv8Q2pF0M0U-7yxA4CqPqXFoiVO2WZk6deKXfJxDVvagIhyW8wYjvJxQa/s1600/10-VCM-Scania-Irizar-PB.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;215&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyv65WroqIHyAshE4KBnRqueJPqCZODgW0BOzw8RL3n5tHJW41ipx336uFOoZeQGFm1vNWnLnO1sz9cTFpdDQSv8Q2pF0M0U-7yxA4CqPqXFoiVO2WZk6deKXfJxDVvagIhyW8wYjvJxQa/s320/10-VCM-Scania-Irizar-PB.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;ingress&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;A true Gran Tourismo, Scania Irizar PB is a  work of art that works for you; a functional beauty designed and  equipped to make travel a source of satisfaction – day after day.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;col-1-right sidebar&quot;&gt;&lt;div class=&quot;first last&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;bodyText&quot;&gt;When we first launched the Scania  Irizar PB in 2002, it took the coach world by storm. Honours and awards  were showered upon it and professional reviewers called it &quot;The most  comfortable vehicle we’ve ever driven.&quot;&lt;br /&gt;
As a coach owner, you have  a unique opportunity to customise the Scania Irizar PB to meet the  needs of your business and your passengers’ expectations. You can  optimise the length of the coach, the number of axles and the interior.  You’ll enjoy the process of creating the perfect balance between the  number of seats and a level of comfort that ranges from exceptional to  luxurious. Whatever solution you choose, the Scania Irizar PB will more  than satisfy your passengers. And its distinctive aerodynamic design  will turn the heads of everyone who sees it. Can you imagine a better  advertisement?&lt;br /&gt;
Sensors placed throughout the coach continuously  monitor temperature and humidity to adjust comfort levels. Total air  volume is replaced every 60 seconds with fresh air at the correct  temperature.&lt;br /&gt;
Exceptionally quiet, with lower interior decibels than most luxury cars.&lt;br /&gt;
Choice of Grand Luxe, Luxe or standard seats in a variety of designs, colours and materials, each fitted with a seatbelt.&lt;br /&gt;
In  this coach, Scania’s most powerful engine and optimised gearbox  solution is used to maximise performance, driveability and comfort.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                               &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/02/scania-irizar-pb.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyv65WroqIHyAshE4KBnRqueJPqCZODgW0BOzw8RL3n5tHJW41ipx336uFOoZeQGFm1vNWnLnO1sz9cTFpdDQSv8Q2pF0M0U-7yxA4CqPqXFoiVO2WZk6deKXfJxDVvagIhyW8wYjvJxQa/s72-c/10-VCM-Scania-Irizar-PB.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-6631116371758523293</guid><pubDate>Fri, 04 Feb 2011 07:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-04T14:34:43.929+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BusLover</category><title>Scania OmniExpress</title><description>&lt;div class=&quot;contentbody&quot; style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;                                                                           &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;col-1&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;                       &lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSMyciCcKmYFC32yaHwnYDZg6itxkw-VM8EK3U8JmUR6YQMRlt9evm6b1Kdj0JVPJdBHPOXL5JaLQ-r71zXcWulpExgvgBcOkYzZc4kS-26-Nav5HEF6ZhkJdI2h1RqBgHtkDT5bj2Sm8l/s1600/show_omniexpress_13_1.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSMyciCcKmYFC32yaHwnYDZg6itxkw-VM8EK3U8JmUR6YQMRlt9evm6b1Kdj0JVPJdBHPOXL5JaLQ-r71zXcWulpExgvgBcOkYzZc4kS-26-Nav5HEF6ZhkJdI2h1RqBgHtkDT5bj2Sm8l/s320/show_omniexpress_13_1.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;ingress&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;A winning combination of distinctive style and superb versatility.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;ingress&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;col-1-right sidebar&quot;&gt;&lt;div class=&quot;first last&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;bodyText&quot;&gt;When we set out to create the  OmniExpress the guiding word was “flexibility”. This coach offers an  unusual combination of abilities – the versatility of a commuter with  the greater comfort of a coach. As stylish as it is functional, the  Scania OmniExpress is available with all the cargo capacity you need for  longer trips as well as the high standard of comfort your passengers  deserve.&lt;br /&gt;
A wide choice of layouts is available, with plenty of  options including overhead luggage racks, individual lighting, reclining  seats, AC in three output capacities, middle or back door, toilet,  pantry and more.&lt;br /&gt;
Excellent kerb-side visibility is ensured with a  completely transparent passenger door and extra side windows. Forward  visibility is enhanced by the low instrument panel and slim windshield  pillars.&lt;br /&gt;
The stainless-steel construction reduces corrosion, and  the body-cage design offers robust roll-over protection to ensure  passenger and driver safety.&lt;br /&gt;
Longitudinal engines can be ordered  with your choice of Euro 4, Euro 5 or EEV requirements, and with  automatic or manual transmissions.&lt;br /&gt;
Easy, practical access is  available to all routine service points. The intelligent electrical  system provides more functionality with less wiring and fewer  components, and Scania Diagnos ensures fast troubleshooting.&lt;br /&gt;
Available in two- and three-axle configurations, with different lengths in accordance with directive class II and/or III.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                               &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/02/scania-omniexpress.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSMyciCcKmYFC32yaHwnYDZg6itxkw-VM8EK3U8JmUR6YQMRlt9evm6b1Kdj0JVPJdBHPOXL5JaLQ-r71zXcWulpExgvgBcOkYzZc4kS-26-Nav5HEF6ZhkJdI2h1RqBgHtkDT5bj2Sm8l/s72-c/show_omniexpress_13_1.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-461850121246578351</guid><pubDate>Fri, 04 Feb 2011 07:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-04T14:29:46.895+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BusLover</category><title>Scania Touring</title><description>&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0ARKM3SVjseQneGx2fqD78vcBPBbs5mDHqBtt3F3vzGv5B0X1XZF5NH2ruRnHWuB_uC1napbigH_fq9qRsdggDcY-Qk3aNVMzc32VuUow5jp1kXFy5xQTmXzh3hyphenhyphenEX-JXE32HMSGsh53P/s1600/img-art-strategy-scania-touring.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0ARKM3SVjseQneGx2fqD78vcBPBbs5mDHqBtt3F3vzGv5B0X1XZF5NH2ruRnHWuB_uC1napbigH_fq9qRsdggDcY-Qk3aNVMzc32VuUow5jp1kXFy5xQTmXzh3hyphenhyphenEX-JXE32HMSGsh53P/s320/img-art-strategy-scania-touring.jpg&quot; width=&quot;288&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;A privilege to own. A pleasure to drive. A joy to ride.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Scania and Higer have joined forces in a unique co-operation. We’ve worked to create the most sensible, relevant and attractive transport for today’s global citizens. Now, we’re proud to present the new Scania Touring. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Today’s travellers reflect the world’s enormous diversity. Yet they all appreciate smart design that turns longer journeys into a joyful experience. The Scania Touring will satisfy and exceed their expectations with stylish safety and comfort to please discerning tastes. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Scania Touring is destined to become an owner favourite around the globe. Engineered to fulfil a wide range of uses, it&#39;s available in a range of interior options. &lt;br /&gt;
Scania Touring – your strong profit source, for many years to come.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/02/scania-touring.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0ARKM3SVjseQneGx2fqD78vcBPBbs5mDHqBtt3F3vzGv5B0X1XZF5NH2ruRnHWuB_uC1napbigH_fq9qRsdggDcY-Qk3aNVMzc32VuUow5jp1kXFy5xQTmXzh3hyphenhyphenEX-JXE32HMSGsh53P/s72-c/img-art-strategy-scania-touring.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-8941955643448652536</guid><pubDate>Fri, 04 Feb 2011 06:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-04T13:50:05.976+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BusLover</category><title>Scania Irizar Century</title><description>&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWetJpnHvlpPYfR6WnXMSowLUJz0LVu208wx10mcJ3NuzTmOCogeq8qkwrAVYX4oIVqBHfg6WQm8nEqnC9qehjLZbT6hC7PSawlg0G76WebvzwtkMW0JMERHO11aXD0j-ELNINOVxWKX_t/s1600/IMG_0322.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWetJpnHvlpPYfR6WnXMSowLUJz0LVu208wx10mcJ3NuzTmOCogeq8qkwrAVYX4oIVqBHfg6WQm8nEqnC9qehjLZbT6hC7PSawlg0G76WebvzwtkMW0JMERHO11aXD0j-ELNINOVxWKX_t/s320/IMG_0322.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;A distinctive classic, Scania Irizar Century is one of the bestselling coaches in the world. It’s loaded with appealing features that enhance comfort, spaciousness and style. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;The Scania Irizar Century can be precisely tailored to optimise performance, driveability, capacity and passenger comfort. Offering exceptional value, the Scania Irizar Century is a solid competitor to luxury coaches everywhere. You can specify the Scania Irizar Century as an express or tourist coach and be certain that your passengers will enjoy a smooth, restful ride in comfort and style.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;You have the choice of Grand Luxe, Luxe or standard seats in a variety of designs, colours and materials, each fitted with a seatbelt. Separate service panels provide each passenger with a personal reading lamp, and an air vent with adjustable controls for fresh or chilled air. And for the ultimate in passenger comfort, the Scania Irizar Century is equipped with one of the most responsive and effective air-conditioning systems available; proven in tests carried out in the Mexican desert and above the Arctic Circle.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;The Scania Irizar Century features an aerodynamic design with deep windscreen, styled front hatch, xenon dipped beams, low-set fog lamps, and attractively designed and easily accessible rear lamps. The spacious luggage compartment is accessible from both sides and the hatches are conveniently controlled from the driver’s seat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Available with two- and three-axle configurations, in various lengths to meet your needs.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Longitudinal engines can be ordered with your choice of Euro 4, Euro 5 or EEV requirements, and with automatic or manual gearboxes.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/02/scania-irizar-century.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWetJpnHvlpPYfR6WnXMSowLUJz0LVu208wx10mcJ3NuzTmOCogeq8qkwrAVYX4oIVqBHfg6WQm8nEqnC9qehjLZbT6hC7PSawlg0G76WebvzwtkMW0JMERHO11aXD0j-ELNINOVxWKX_t/s72-c/IMG_0322.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-2589759316410876417</guid><pubDate>Fri, 04 Feb 2011 06:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-04T13:05:20.739+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Automotive</category><title>New Scania Opticruise</title><description>&lt;div class=&quot;col-1&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;                       &lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDT5TyHCdNLP8Mt9OYSGMOefy7BOHt_RQ60mBvvvItg5dH3q31xnJgJlIjgoV-5MoeYtfA424LTNxg5nVtdAaDsfSE-ZIP1NFSlp_bfQoDF7VBNZjZLayfxWLEX2ri1QsmZfc2-5lDQyMm/s1600/top-opticruise-09138-049_40-123992.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;79&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDT5TyHCdNLP8Mt9OYSGMOefy7BOHt_RQ60mBvvvItg5dH3q31xnJgJlIjgoV-5MoeYtfA424LTNxg5nVtdAaDsfSE-ZIP1NFSlp_bfQoDF7VBNZjZLayfxWLEX2ri1QsmZfc2-5lDQyMm/s400/top-opticruise-09138-049_40-123992.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;ingress&quot;&gt;Scania Opticruise has been totally revised  including an entirely new gearchanging strategy. You are now offered the  unique possibility of choosing between a fully automated version with  an automatic clutch and a classic version with a clutch pedal.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;col-1-right sidebar&quot;&gt;                                                           &lt;div class=&quot;first last&quot;&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;bodyText&quot;&gt;&lt;span class=&quot;bodyText&quot;&gt;Scania  Opticruise, one of the first automated gearchanging systems on the  market, has been refined in many steps over the years. The concept of a  standard mechanical gearbox remains, but the system has been extensively  revised with improved mechanical components and entirely new software.&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;bodyText&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Improved functionality&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
The gearchanging strategy has been re-developed to provide improved  functionality, comfort and convenience, as well as capacity for future  refinements. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Strategy and hill performance&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
The gearchanging strategy is designed to continually adapt to the  environment, taking into account factors such as road inclination, train  weight and engine characteristics, as well as the position of the  accelerator pedal&amp;nbsp;to match&amp;nbsp;the response to the speed of the pedal  movement. Early downchanges are&amp;nbsp;made to maintain speed on hills without  wasting fuel. The new&amp;nbsp;Scania Opticruise also features a Power mode that  adapts the gear changing strategy for maximum engine performance. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Scania Ecocruise, hill-hold, Scania Retarder and ACC (adaptive cruise control)&amp;nbsp;are fully integrated functionally, if fitted. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Manoeuvring and low-speed driving&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
Thanks to the electro-hydraulic control of the automatic clutch,  high-precision manoeuvring is possible. In exceptional cases the  manoeuvring mode provides extra precision. The manoeuvring mode  disengages automatically in high range. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
To ensure smooth, safe and comfortable driving, neutral is engaged  instead of low range when braking from low speed, e.g. for a roundabout  or stoplight. Thereafter the system prepares the most suitable gear,  which is immediately engaged when the accelerator is depressed. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Load sensing and starting&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
A Scania vehicle is fitted with load and inclination sensors that are  used to automatically adapt the vehicle to the optimal choice of  starting gear. No action is required from the driver. Interaction  between Scania Opticruise, launch control and clutch protection systems  will maximise clutch life. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Rocking&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
Rocking forward or backward is automatically enabled when needed. &lt;br /&gt;
Rocking is possible in forward or reverse gears. The system identifies  the need for rocking by comparing the rotation of the drive wheels with  that of the front wheels. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Extra smooth rocking is available in manoeuvring mode which can be useful in ultra-slippery conditions. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Remote PTO operation&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
The gearbox power take-off can be programmed by the bodybuilder for remote operation from outside the vehicle. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Clutch control system&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
The automatic clutch operates independently of driver skills and is  programmed to engage fully already at low engine revs. Clutch actuation  is also adapted to the information from the inclination sensor and to  the required starting gear. Hence, the engine speed is raised if needed  to pull away cleanly. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The clutch is never slipped during gearchanges, only used to disconnect  the gearbox from the engine. These functions will effectively protect  the clutch and other powertrain components from mechanical abuse. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The hill-hold feature, which engages briefly after depression of the  brake pedal when stationary, makes starting even more convenient. The  hydro-electric control of the automatic clutch is unique in the  industry, offering the benefit of particularly precise clutch actuation.&lt;/span&gt;                                               &lt;/div&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/02/new-scania-opticruise.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDT5TyHCdNLP8Mt9OYSGMOefy7BOHt_RQ60mBvvvItg5dH3q31xnJgJlIjgoV-5MoeYtfA424LTNxg5nVtdAaDsfSE-ZIP1NFSlp_bfQoDF7VBNZjZLayfxWLEX2ri1QsmZfc2-5lDQyMm/s72-c/top-opticruise-09138-049_40-123992.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-1156686749527767962</guid><pubDate>Mon, 31 Jan 2011 01:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-31T08:35:41.462+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Software</category><title>SMADAV 8.4 Pro With Serial Key</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEZZuz7layU7i3hmGTOmC9qZPCDgKE37jyJYvyaHjoVSeawb05BXj-yVz26RdFe_GGo4ESaae-2mV2ImJCdrsUtPtEMQyHxnf04Garavdn20hIQTAKcoE3ry_Rg3VLBNf2CbWjBsGjVcmg/s1600/Update+Smadav+April+2010.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEZZuz7layU7i3hmGTOmC9qZPCDgKE37jyJYvyaHjoVSeawb05BXj-yVz26RdFe_GGo4ESaae-2mV2ImJCdrsUtPtEMQyHxnf04Garavdn20hIQTAKcoE3ry_Rg3VLBNf2CbWjBsGjVcmg/s200/Update+Smadav+April+2010.jpg&quot; width=&quot;154&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bagi pengguna setia Smadav, pasti menyambut baik kabar ini. Yah, Smadav sudah mengeluarkan Anti Virus terbarunya, Smadav 8.4 yang dirilis 23 Januari 2011. Kabar baiknya, Smadav 8.4 ini dilengkapi pendeteksian khusus untuk beberapa virus shortcut terbaru (MSO-sys,  fanny-bmp), penambahan database 40 virus baru, penyempurnaan deteksi  semua varian virus shortcut, penambahan teknik heuristik, dsb. Kabar buruknya, lagi-lagi untuk pengguna Smadav 8.3 yang menggunakan Serial Key bajakan, Smadav akan memblokir anti virus tersebut dan akan berwarna hitam (haha... saya juga mengalami hal serupa).&lt;br /&gt;
Tapi jangan khawatir, setelah googling sana sini akhirnya saya menemukan cara jitu mengatasi hal ini.&lt;br /&gt;
Pertama, buka Smadav kamu yang berwarna hitam (haha).. Kemudian pilih tab setting dan pada bagian Registrasi Smadav Pro, pada kolom nama ketik : &lt;b&gt;anti-bajakan&lt;/b&gt;. Klik registrasi dan Smadav kamu yang berwarna hitam akan kembali hijau (yess), tapi versi free.. Nah, sekarang tugas kamu adalah bagaimana menjadikan Smadav ini Pro kembali.&lt;br /&gt;
Caranya ketik:&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Nama&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : KriznA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Key &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : 998899906028&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setelah itu klik registrasi dan liat apa yang terjadi...&lt;br /&gt;
Bagi yang ingin mencoba keampuhan anti virus Smadav 8.4, silahkan download &lt;a href=&quot;http://smadav.net/download&quot;&gt;disini&lt;/a&gt; atau &lt;a href=&quot;http://smadav.net/download/?mirror&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;. Setelah Smadav terinstal, lakukan cara seperti diatas dengan mengetikkan nama sekaligus key registration-nya untuk membuatnya menjadi pro.</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/01/smadav-84-pro-with-serial-key.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEZZuz7layU7i3hmGTOmC9qZPCDgKE37jyJYvyaHjoVSeawb05BXj-yVz26RdFe_GGo4ESaae-2mV2ImJCdrsUtPtEMQyHxnf04Garavdn20hIQTAKcoE3ry_Rg3VLBNf2CbWjBsGjVcmg/s72-c/Update+Smadav+April+2010.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-8953142441335812050</guid><pubDate>Sun, 30 Jan 2011 06:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-30T13:53:40.862+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jalan-jalan</category><title>The Seven Summits of the World</title><description>Tujuh Puncak Tertinggi di Dunia (The Seven Summits of the World )  dikenal sebagai puncak tertinggi ditemukan di setiap benua di Bumi.  Konsep pertama kali diusulkan oleh Richard Bass di tahun 1980-an. Bass membuat sebuah  daftar yang berisi 7 puncak tertinggi di tujuh  benua. Daftar ini dikenal dengan  “Bass List”. Bass menyelesaikan  pendakian seven summit-nya dengan pendakian  Everest pada tanggal 30  April 1985. Namun kemudian “Bass List” ini direvisi oleh  Reinhold  Messner dengan mengganti puncak tertinggi di Australia yaitu   gunung Kosciuszko dengan Carstenz Pyramid yang terletak di Papua,  Indonesia, mewakili  wilayah Oceania. Revisi Messner inilah -kemudian dikenal  sebagai “Messner List”  – yang menjadi lebih populer di dunia. Seven  Summit versi Messner List ini  pertama kali diselesaikan oleh Patrick  Morrow (Canada) pada tanggal 7 Mei 1986,  disusul oleh Messner sendiri  beberapa bulan berikutnya, yaitu pada tanggal 3  Desember 1986.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Tujuh Puncak Tertinggi Dunia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Adapun tujuh puncak, tidak diragukan lagi, Anda mungkin pernah  mendengar tentang Gunung Kilimanjaro di Tanzania dan Gunung Everest di  Nepal. Silahkan Anda membaca sampai akhir – seberapa tinggi mereka, mana  yang paling menantang dan mengapa harus melakukan pendakian ke puncak  tertinggi di dunia. . .&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Gunung Everest / Qomolangma&lt;/strong&gt; &lt;div class=&quot;wp-caption alignleft&quot; id=&quot;attachment_145&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;Everest&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://pecintaalam.com/wp-content/uploads/2009/11/everest1-300x240.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Everest&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;size-medium wp-image-145&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://pecintaalam.com/wp-content/uploads/2009/11/everest1-300x240.jpg&quot; title=&quot;Everest&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Mountain Range: Pegunungan Himalaya&lt;br /&gt;
Lokasi : Nepal, Cina, Asia&lt;br /&gt;
Tinggi&amp;nbsp; : 8.850 meter atau 29.028      kaki&lt;br /&gt;
Terletak di perbatasan antara Nepal dan Tibet, Everest adalah gunung      tertinggi di dunia dan paling terkenal.&lt;br /&gt;
Ini juga merupakan salah satu yang menjadi sumber pendapatan signifikan  dari      wisatawan. Sherpa Nepal adalah kelompok etnis yang tinggal di  pegunungan      dan bekerja sebagai pemandu dan porter bagi pendaki. Dua  pendaki yang      paling terkenal di dunia adalah Edmund Hillary  (Selandia Baru) dan Tenzing      Norgay (Sherpa), orang pertama mencapai  puncak Everest pada tahun 1953 &lt;span id=&quot;more-133&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Aconcagua &lt;/strong&gt; &lt;div class=&quot;wp-caption alignleft&quot; id=&quot;attachment_140&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;Aconcagua&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://pecintaalam.com/wp-content/uploads/2009/11/aconcagua-300x225.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;aconcagua&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;size-medium wp-image-140&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;http://pecintaalam.com/wp-content/uploads/2009/11/aconcagua-300x225.jpg&quot; title=&quot;aconcagua&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Mountain Range: Pegunungan Andes&lt;br /&gt;
Lokasi : Argentina, Amerika Selatan&lt;br /&gt;
Tinggi&amp;nbsp; : 6.962 meter atau 22.320      kaki&lt;br /&gt;
Gunung tertinggi di dunia di luar Asia, Aconcagua terletak di provinsi       Mendoza Argentina, terkenal karena Malbec anggur. Aconcagua       dikatakan lebih mudah untuk didaki, secara teknis.  Penyakit ketinggian      adalah salah satu hambatan terbesar dan tidak  memerlukan masker oksigen      diperlukan. Orang termuda yang pernah  mendaki Aconcagua adalah Jodan      Romero dari Big Bear Lake,        California usia 11 tahun      pada bulan Desember 2007. Gunung inilah yang memakan korban 2 orang pecinta alam dari Mapala UI yaitu Norman Edwin dan Didiek Syamsu Wahyu Triachdi pada 1992 silam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Denali / Gunung      McKinley&lt;/strong&gt; &lt;div class=&quot;wp-caption alignleft&quot; id=&quot;attachment_141&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;Mc Kinley - Denali&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://pecintaalam.com/wp-content/uploads/2009/11/mt_mckinley_denali-300x199.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Mc Kinley - Denali&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;size-medium wp-image-141&quot; height=&quot;199&quot; src=&quot;http://pecintaalam.com/wp-content/uploads/2009/11/mt_mckinley_denali-300x199.jpg&quot; title=&quot;-mt.mckinley_denali&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Mountain Range: Alaska Range&lt;br /&gt;
Lokasi : Alaska,      Amerika Serikat, Amerika Utara&lt;br /&gt;
Tinggi&amp;nbsp; : 6.194 meter atau 20.320      kaki&lt;br /&gt;
Denali adalah Amerika asli kata untuk “Yang      Tertinggi.” Hal ini  pernah bernama Gunung McKinley setelah Presiden      AS William McKinley  tetapi dinamakan kembali pada tahun 1980. Gunung      Denali dikenal  karena cuaca dingin, mengandung 5 gletser besar. Satu      termometer yang tersisa  di gunung selama lebih dari 19 tahun tercatat      bahwa pernah  mencapai-73.3C (-100F). Penyakit ketinggian parah juga lazim      pada  lintang Denali karena jauh lebih      tinggi. Sebuah gunung seperti  Denali di      equater akan memiliki sekitar 47% lebih banyak oksigen  pada puncak,      dibandingkan dengan permukaan laut. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Gunung Kilimanjaro&lt;/strong&gt; &lt;div class=&quot;wp-caption alignleft&quot; id=&quot;attachment_142&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;Kilimanjaro&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://pecintaalam.com/wp-content/uploads/2009/11/kilimanjaro-300x222.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kilimanjaro&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;size-medium wp-image-142&quot; height=&quot;222&quot; src=&quot;http://pecintaalam.com/wp-content/uploads/2009/11/kilimanjaro-300x222.jpg&quot; title=&quot;kilimanjaro&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Lokasi : Kilimanjaro, Tanzania,      Afrika&lt;br /&gt;
Tinggi&amp;nbsp; : 5.895 meter atau 19.640      kaki&lt;br /&gt;
Kilimanjaro terdiri dari tiga kerucut gunung berapi yang tidak aktif dan       merupakan puncak tertinggi di Afrika. Kibo merupakan kerucut tertinggi  di      mana Uhuru Peak      berdiri &amp;nbsp;di atas Tanzania. Biasanya  diperlukan      waktu 4-5 hari untuk mendaki Kilimanjaro dan pondok  pemberhentian yang      terletak di setiap hari perjalanan. Gunung ini  dianggap salah satu yang “lebih      mudah” untuk pendakian dan adalah  mungkin bagi mereka yang memiliki      pengalaman mountaineering terbatas. Menghindari penyakit ketinggian oleh      aklimatisasi adalah salah satu bagian yang paling sulit. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Gunung Elbrus&lt;/strong&gt; &lt;div class=&quot;wp-caption alignleft&quot; id=&quot;attachment_146&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;Elbrus&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://pecintaalam.com/wp-content/uploads/2009/11/elbrus-300x199.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Elbrus&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;size-medium wp-image-146&quot; height=&quot;199&quot; src=&quot;http://pecintaalam.com/wp-content/uploads/2009/11/elbrus-300x199.jpg&quot; title=&quot;elbrus&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Mountain Range: Barat Pegunungan Kaukasus&lt;br /&gt;
Lokasi : Kabardino-Balkaria &amp;amp;      Karachay-Cherkessia, Rusia, Eropa&lt;br /&gt;
Tinggi&amp;nbsp; : 5.642 meter atau 18,510      kaki&lt;br /&gt;
The Elbrus gunung ini juga dikenal sebagai Strobilus, Prometheus  dirantai      di mana Zeus dan Titan mencuri api dari para dewa untuk  diberikan kepada      laki-laki. Setiap musim panas, sekitar 100 pendaki  mencoba pendakian      setiap hari. Setiap tahun, sekitar 15-30 mati  dari usaha mereka untuk      puncak gunung. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Vinson Massif&lt;/strong&gt; &lt;div class=&quot;wp-caption alignleft&quot; id=&quot;attachment_143&quot; style=&quot;width: 310px;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;Vinson Massif&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://pecintaalam.com/wp-content/uploads/2009/11/vinson-massif-300x199.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;vinson massif&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;size-medium wp-image-143&quot; height=&quot;199&quot; src=&quot;http://pecintaalam.com/wp-content/uploads/2009/11/vinson-massif-300x199.jpg&quot; title=&quot;vinson massif&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Mountain Range: Sentinel Range, Ellsworth Mountains&lt;br /&gt;
Lokasi : Antartika&lt;br /&gt;
Tinggi&amp;nbsp; : 4.892 meter atau 16.067      kaki&lt;br /&gt;
Vinson dikenal sebagai salah satu yang paling tidak bisa diakses rentang       di dunia, dan hanya 800 mil dari Kutub Selatan. Gunung itu tidak  dikenal      dan tak terduga hingga 1957. Tidak sampai tahun 1966 dan  tahun 1967,      pendakian pertama diciptakan ke &amp;nbsp;puncaknya. Bagian yang  paling sulit      tentang Vinson Massif adalah tingkat      kesulitan  aksesnya, tapi sekarang ada beberapa operator yang menawarkan       wisata tak bertuan ini. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Puncak Jaya (Carstensz Pyramid)&lt;/strong&gt; &lt;div class=&quot;wp-caption alignleft&quot; id=&quot;attachment_144&quot; style=&quot;width: 208px;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;wp-caption-text&quot;&gt;Cartenz Pyramid&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://pecintaalam.com/wp-content/uploads/2009/11/Cartenz-piramid-198x300.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cartenz piramid&quot; border=&quot;0&quot; class=&quot;size-medium wp-image-144&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://pecintaalam.com/wp-content/uploads/2009/11/Cartenz-piramid-198x300.jpg&quot; title=&quot;Cartenz piramid&quot; width=&quot;198&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Mountain Range: Sudirman Range&lt;br /&gt;
Lokasi : Papua, Indonesia,      Oseania&lt;br /&gt;
Tinggi&amp;nbsp; : 4.884 meter&lt;br /&gt;
Puncak Jaya ini dikenal sebagai yang paling teknis sulit untuk mendaki       puncak. Untuk mendaki ke puncak Puncak Jaya, izin pemerintah diperlukan,       tetapi dapat diperoleh melalui operator wisata petualangan.  Setelah      ditutupi dengan gletser, dilaporkan bahwa pada 1970-an,  gletser Puncak      Jaya mulai mencair dan hari ini, ia berdiri sebagai  gunung kurang menantang      daripada dulu. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/01/seven-summits-of-world.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-1761606604329648835</guid><pubDate>Sun, 30 Jan 2011 06:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-30T14:03:32.925+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corat - coret</category><title>Apakah Kamu Seorang &quot;Pemberontak&quot;??</title><description>&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pemberontak, rebel.... what&#39;s came up in your head when hear this word?? Melawan orang tua? Berbicara seperti anak nakal? Atau mengganti dress-code mu mengikuti gaya band-band yang lagi booming di MTV?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Well, no matter what you do, esensi dari pemberontakan tidak akan pernah berubah. A real rebellion stays under your skin. Bukan dari dandanan, tato, piercing atau anorexic-look yang dibuat-buat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;There&#39;s two kind of rebel. Once you&#39;re a real rebel, kamu akan selalu jadi a rebel for most of your lifetime, tak akan bisa berubah coz that&#39;s who you are. It&#39;s in your blood. Kamu akan selalu berpikir untuk melawan kecenderungan-kecenderungan yang ada, kapan saja dimana saja. And &amp;nbsp;the second, when you’re a wannabe-rebel, pemberontak tanpa misi dan prinsip yang jelas, kamu hanya akan memandang sebuah pemberontakan dari sisi luarnya saja (baca:fashion). Dan a wannabe-rebel tidak akan pernah membuat sejarah atau melahirkan pemikiran baru yang lebih baik untuk generasinya. Kita orang timur memang seringkali bingung mengadaptasi culture barat yang sedemikian liberalnya. Dimana di sini masyarakat kita diikat oleh tatanan atau norma yang kadang nggak penting dan berlebihan. Masyarakat kita mencintai keseragaman dan kurang menghargai sosok-sosok idealis dan individualis. Menjadi seorang rebel memang susah untuk hidup di Indonesia, for real. Tapi disanalah letak tantangannya. Sesuatu yang memerlukan pengorbanan karena masyarakat kita masih cenderung melihat sisi negative dari seorang pemberontak. Padahal menjadi seorang rebel bukan 100% salah. Tergantung mana yang kamu lawan. Misalnya, kamu benci melihat sinetron-sinetron Indonesia yang mewah, dangkal dan mudah ditebak. Lalu kamu bikin sebuah film documenter tentang bagaimana sinetron-sinetron tersebut mombodohi masyarakat kita yang mayoritas masih hidup di bawah garis kemiskinan. Itu sebuah pemberontakan yang pintar. Sebuah counter terhadap komersialitas dan penyeragaman yang berlebihan. A real rebel selalu berada di luar kecenderungan masyarakat dan itu bukanlah pilihan yang salah, selama kamu bisa bertahan dan mempertanggungjawabkan misi dari pemberontakanmu. Harus diingat, kecenderungan di masyarakat tidak selalu benar dan baik buat kita. Contohnya ketika tren emo menyerang. Remaja kota-kota besar bahkan remaja pedesaan beramai-ramai menutupi jidat mereka dengan rambut poninya dan bikin band-band emo dadakan. Alasannya biar keliatan cool dan diterima di pergaulan kota besar yang makin konsumtif. Hanya sebagian kecil dari remaja-remaja kita yang serius menyimak dan mengerti lirik-lirik band-band emo. Ironis! Padahal di negeri asalnya, band–band emo tersebut terbentuk karena mereka sering tersisih dalam pergaulan. Dan musik yang mereka tulis adalah penegas kalau mereka adalah orang-orang yang berada diluar kecenderungan/pergaulan. Di sini, oleh sebagian besar remaja masa kini malah dipakai sebagai senjata untuk keliatan ‘up to date’ dan ‘gaul’ (damn, I hate that word!!). Same thing happens to punkrock and ska. Misi pemberontakan ditinggalkan, fashionnya diobral habis-habisan. Mirip sebuah butik pakaian yang jual tampang sama dandanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jika diumpamakan pemberontakan adalah struktur sebuah lagu, jenis suara gitar, drum dan suara teriakan/nyanyian vokalisnya adalah media penyampai pemberontakan. Sedangkan isi dari pemberontakan itu sendiri ada pada lirik. Karena lirik berasal dari pemikiran yang paling dalam, ada pesan yang ingin disampaikan. Banyak orang yang jago main musik, tempo drum hebat, teknik vocal diatas angin dan bergaya seperti rockstar yang mempunyai masalah kejiwaan. Tapi jarang banget band Indonesia, apalagi yang terkenal, punya lirik berontak yang sekaligus pintar. Ujung-ujungnya paling keras bisanya menghujat pemerintah tanpa ngasih solusi yang jelas. Buruh bangunan pun bisa bikin lirik seperti itu. Lirik sederhana gak bermutu yang katanya pengalaman hidup atau apalah. Jadi ya percuma saja kalau ada band yang merasa sudah menjadi pemberontak hanya karena memakai kaos Ramones, tattoo or Mohawk, dandan keren ala The Beatles atau dandan seram mirip The Kiss, distorsi maksimum dengan drum ngebeat tapi lirik nya masih standar khas Indonesia (lirik cinta yang dangkal dan klip yang harus ada model cantik dan ganteng lagi berantem).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Seorang rebel akan menemui kesulitan mensupport band-band seperti ini. Lagipula, kenapa harus nyerah sama standard2 yang dibikin sama generasi sebelum kita, apa kita tidak punya hak untuk punya taste terhadap standard yang berbeda. Sekarang try to think! Kecenderungan apa aja yang ada di masyarakat kita yang kamu rasa mengganggu tidurmu? Ignorance is the real enemy. Kamu kesal setiap kali melihat masyarakat dengan santainya membuang sampah plastik sembarangan? Jadilah seorang yang pro-environment, ajari dan pengaruhi orang-orang di sekitarmu. Kalau kamu nggak tega melihat hewan-hewan yang dibunuh untuk dimakan, jadilah seorang vegetarian dan daftar ke pro2.com. Jika kamu udah muak dengan berita-berita hangat seputar mafia-mafia atau para koruptor yang semakin kurang ajar, bikinlah sebuah buku tentang bahaya laten korupsi, dengan sedikit ilmu tentang moral dan etika, ajarkan pada generasi muda kita, agar korupsi tidak lagi menjadi budaya kita. Kalo kamu merasa menyesal membeli majalah yang dipenuhi wajah-wajah infotainment nggak penting, bikin dan cetaklah majalahmu sendiri. Bosan sama design kaos distro yang makin seragam dan sering ditemui di jalan-jalan, bikin clothing-line mu sendiri. Akan lebih baik jika kamu melakukan itu semua daripada menjadi seorang fasis yang kaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;See, banyak hal-hal berontak yang bisa kamu lakukan di Indonesia tanpa harus merugikan orang lain. Dan malah bias menguntungkanmu jika kamu bias memanage ‘kenakalanmu’. Orang sukses kan tidak harus kaya dan terkenal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jadilah seorang counter-culture with a big heart, yang bertanggungjawab, respect terhadap keluarga terutama kedua orangtua, lingkungan dan bumi pertiwi. Jangan jadi seorang rebel bodoh yang hanya mengejar status sosial dan status fashion. Knowledge is king and that’s all you need to be a real modern rebel.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;So, are you a real rebel or just a wannabe rebel?? Ask to your heart..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/01/apakah-kamu-seorang-pemberonta.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-1500609224539687847</guid><pubDate>Sun, 30 Jan 2011 05:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-30T12:01:06.276+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Software</category><title>AVG 2011 Free Edition</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-104yakXI3GMePo5Vt8EiwyjlAGUuHKoyeZFyT1wCTwFHgNFs8l7fJgR_IEuJsg56WBgAeU_EmnD4Pu4LM6IfaLVgwo_1FBPpsxVfKlUooQ3FESpIyfIeFBPRQUKfg093uDpPCLeMCq56/s1600/avg+2011.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;91&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-104yakXI3GMePo5Vt8EiwyjlAGUuHKoyeZFyT1wCTwFHgNFs8l7fJgR_IEuJsg56WBgAeU_EmnD4Pu4LM6IfaLVgwo_1FBPpsxVfKlUooQ3FESpIyfIeFBPRQUKfg093uDpPCLeMCq56/s200/avg+2011.png&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menyambut Tahun Baru 2011, AVG mengeluarkan produk baru mereka yaitu AVG Anti Virus 2011 dan AVG Internet Security 2011. Fitur-fitur baru pun dibenamkan disini. Jika dibandingkan dengan AVG 9.0, jelas AVG 2011 ini lebih lengkap dan lebih peka terhadap virus yang kemungkinan menyerang laptop atau komputer anda. Uniknya lagi, AVG mengeluarkan Free Edition untuk anti virus dan internet securitynya. AVG juga mengeluarkan Free Trialnya selama 30 hari. Anda tertarik untuk mendownloadnya? Silahkan download&amp;nbsp; &lt;a href=&quot;http://download.avg.com/filedir/inst/avg_ipw_x86_all_2011_1204a3402.exe&quot;&gt;AVG for Windows (32 Bit)&lt;/a&gt; atau &lt;a href=&quot;http://download.avg.com/filedir/inst/avg_ipw_x64_all_2011_1204a3402.exe&quot;&gt;AVG for Windows (64 Bit)&lt;/a&gt; dalam edisi free dan trial. Tapi anda tidak perlu khawatir, kami menyediakan License Key yang berlaku sampai tanggal 26 Februari 2018. Anda bisa &lt;a href=&quot;http://www.123contactform.com/contact-form-Krizna-137562.html&quot;&gt;Kontak Saya&lt;/a&gt; untuk mendapatkan License Key tersebut.</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/01/avg-2011-free-edition.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-104yakXI3GMePo5Vt8EiwyjlAGUuHKoyeZFyT1wCTwFHgNFs8l7fJgR_IEuJsg56WBgAeU_EmnD4Pu4LM6IfaLVgwo_1FBPpsxVfKlUooQ3FESpIyfIeFBPRQUKfg093uDpPCLeMCq56/s72-c/avg+2011.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-7239419135768608971</guid><pubDate>Fri, 28 Jan 2011 04:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-28T11:45:56.793+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Software</category><title>Update Anti Virus AVG Offline</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidMw1UBBhGmH822ux-72RCqNIeyqILOMTnXZhgZF490VbR0LNdLP8HkCfQ5y9x8Fpw9Cb62HVrURkFSVr65FliQQlCx4UNO0RUAudrTTILxoTWq0GEnoe9LtLJkvrt9BQiIMPDal27kjHu/s1600/avg1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;147&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidMw1UBBhGmH822ux-72RCqNIeyqILOMTnXZhgZF490VbR0LNdLP8HkCfQ5y9x8Fpw9Cb62HVrURkFSVr65FliQQlCx4UNO0RUAudrTTILxoTWq0GEnoe9LtLJkvrt9BQiIMPDal27kjHu/s320/avg1.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Anda pengguna Anti Virus AVG? Bagaimana cara anda melakukan update anti virusnya? Mungkin anda lebih sering melakukan update anti virus secara online. Bukan hanya praktis, tapi dengan cara ini kita tidak perlu lagi repot-repot browsing di internet untuk mencari tempat mana yang menyediakan update terbarunya. Untuk melakukan update online, tentu sambungan internet mutlak diperlukan. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana kalau komputer anda tidak connect ke internet, dan anda ingin melakukan update anti virus AVG anda? Ternyata mudah. Syarat utamanya, ada sebuah laptop atau komputer milik anda atau teman anda yang menggunakan anti virus AVG dan terupdate online secara rutin. Mengapa diperlukan? Teknis dari update anti virus sendiri adalah mendownload file-file yang diperlukan untuk memperbarui anti virusnya. Kemudian file-file ini disimpan dalam suatu folder. Nah, file inilah yang kita butuhkan untuk update anti virusnya secara online. Tapi dimana kita bisa menemukan file-file ini? Jika anda mencarinya di program file atau tempat anda menyimpan file download terbaru, tidak akan anda temukan. Karena file ini diletakkan dalam folder, yang di Windows file ini di default hidden. Tempatnya ada disini :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;c:\documents and settings\all users\application data\avg9\update\download.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika anda kesulitan menemukannya, jalankan program run kemudian copy tulisan diatas ke dalamnya dan jalankan. Anda langsung diarahkan ke folder yang dimaksud dan copy semua file yang ada dalam folder download, kemudian pastekan ke tempat lain. Jika sudah, kita bisa membuka program AVG kita. Kemudian klik tombol Tools di bar atas, pilih Update From Directory dan pilih folder yang sudah anda siapkan tadi. Setelah itu AVG akan menjalankan sendiri proses updatenya dan memakan waktu kurang lebih menit. Setelah proses update selesai akan muncul kotak dialog yang menyarankan anda untuk merestart komputer anda. Jalankan restart atau tunda sesuai kebutuhan anda. Setelah komputer di restart, AVG anda akan otomatis terupdate. Mudah bukan?</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/01/update-anti-virus-avg-offline.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidMw1UBBhGmH822ux-72RCqNIeyqILOMTnXZhgZF490VbR0LNdLP8HkCfQ5y9x8Fpw9Cb62HVrURkFSVr65FliQQlCx4UNO0RUAudrTTILxoTWq0GEnoe9LtLJkvrt9BQiIMPDal27kjHu/s72-c/avg1.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-1620267079348372068</guid><pubDate>Thu, 27 Jan 2011 21:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-28T04:15:30.062+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">BusLover</category><title>Proudly I Say, I&#39;m a Bus Lover</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlMVEiSADT1TlYbhWVvvGMiUEi7yGKkzH-3XSHW1UwgidGlWs9LjDlXpTccTQnR8ytQ-i6NBJUZFeeAfy79DJJP6mY1KcvQ6IzoQGotB_gLqkqoOByxbpqW2x1xz6spsAUpnMfVqIAwd2l/s1600/bus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;195&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlMVEiSADT1TlYbhWVvvGMiUEi7yGKkzH-3XSHW1UwgidGlWs9LjDlXpTccTQnR8ytQ-i6NBJUZFeeAfy79DJJP6mY1KcvQ6IzoQGotB_gLqkqoOByxbpqW2x1xz6spsAUpnMfVqIAwd2l/s200/bus.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;BIS. Mungkin bagi sebagian orang hanya sekedar alat transportasi yang bisa mengantarkan ke tempat tujuan. Berbentuk kotak dan berkursi banyak. Bagi sebagian orang lagi, bis mungkin dianggap biang kemacetan, penyumbang emisi gas buang terbesar dan cap-cap negatif lainnya. Tapi bagi sebagian orang lainnya, dan mungkin termasuk saya, sebuah bis menyimpan aura tersendiri. Aura itulah yang terpancar dan sebagian orang ini mampu menangkapnya, sehingga mereka bisa sangat suka bahkan cinta pada sebuah bis. Hal ini juga terjadi pada saya. Entah bagaimana ceritanya, saya bisa menangkap aura keindahan yang terpancar dari benda bernama bis ini. Tak sedikit yang bertanya kepada saya, mengapa saya bisa sedemikian suka kepada bis? Lagi-lagi jawaban &#39;tidak tahu&#39; yang keluar dari mulut saya. Karena memang saya pun tidak tahu mengapa. Tidak ada penjelasan yang logis untuk menjelaskan hal tersebut. Keluarga saya juga tidak memiliki sedikitpun riwayat yang berhubungan dengan bis. Bahkan untuk naik bis pun, tidak saya lakukan setiap hari. Tapi sejak masih di bangku SD saya bisa merasakan aura bis yang terpancar itu. Masih segar dalam ingatan, bagaimana teman-teman sekelas sibuk menggambar sebuah pemandangan sawah dengan gunung sebagai latar belakangnya, sedangkan saya malah sibuk menggambar sebuah bentuk kotak dengan 2 roda yang waktu itu saya sebut bis. Saya bangga dengan karya itu meskipun hanya sebuah gambar 2 dimensi. Seiring waktu berjalan, saya mulai menggambar bentuk 3 dimensi dan menghasilkan puluhan karya, yang lagi-lagi, berbentuk bis. Bahkan ada yang masih saya simpan sampai sekarang. Banyak orang terheran-heran dengan apa yang saya lakukan. Pernah saya membayangkan menjadi seorang sopir bis. Bermain pun saya lebih suka bermain bis-bisan dengan saya sebagai keneknya daripada bermain perang-perangan. Mainan saya pun didominasi oleh mainan bis. Tapi sayang, saking kreatifnya saya, mainan itu tak bersisa sekarang.&lt;br /&gt;
Saat beranjak dewasa, saya mulai melakukan hal-hal yang konkrit untuk menyalurkan hobi saya ini. Saya lebih sering naik bis meskipun untuk jarak dekat, disamping aktifitas menggambar bis yang masih saya lakukan sampai detik ini. Ketika melakukan aktifitas naik bis itulah, saya melihat sebuah stiker di sebuah kaca bis antarkota yang bertuliskan Bismania Community. Warnet jadi tujuan utama untuk mencari info, apa itu Bismania Community. Dan inilah yang saya cari selama ini. Kumpulan orang-orang yang juga bisa menangkap aura yang terpancar dari sebuah bis. Kumpulan orang-orang yang juga mencintai bis. Orang-orang yang belum pernah saya temui selama ini yang kemudian membuat saya merasa tidak sendiri. Dalam komunitas inilah saya menjalin komunikasi dengan pecinta bis dari seluruh Indonesia, meskipun sampai saat ini saya masih menjalinnya sebatas dunia maya. Tapi dari sinilah pengetahuan saya akan bis berkembang pesat. Bukan hanya jenis bodi, perusahaan-perusahaan karoseri, spesifikasi mesin atau nama-nama PO, tapi juga bis-bis keluaran terbaru, bis-bis unik dan serba-serbi bis lainnya saya dapatkan disini. Komunitas ini juga berusaha mengubah stigma masyarakat terhadap bis yang dulunya terkesan kumuh menjadi bis yang ramah lingkungan, bersih, pemecah kemacetan dan menjadi alat transportasi utama di kota besar. Jalinan komunikasi semakin intens dengan adanya jejaring sosial facebook. Lewat jejaring ini saya mendapatkan info yang lebih banyak dan tentunya up to date. Dan seiring berjalannya waktu saya pun mengenal komunitas-komunitas pecinta bis lainnya termasuk yang di daeah-daerah, salah satunya Malang BusLover, komunitas pecinta bis bagi arek-arek Malang dan masih banyak lagi komunitas-komunitas serupa. Kemudian dalam perkembangannya saya mengetahui ada beberapa komunitas yang berseberangan. Tapi saya tidak mempermasalahkan hal ini. Sepanjang mereka masih mencintai besi berbentuk kotak berkursi banyak yang disebut bis, mereka adalah teman. &lt;br /&gt;
Akhirnya, kecintaan saya terhadap bis yang telah berlangsung lebih dari 15 tahun, bermuara pada satu titik, dimana pada titik itu saya mendapati banyak orang yang juga cinta terhadap bis. Banyak orang yang juga bisa menangkap pancaran aura dari sebuah bis yang membuat saya merasa tidak sendiri. Dan saya pun dengan bangga berkata, Saya Adalah Pecinta Bis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didedikasikan penuh untuk seluruh pecinta bis di Indonesia.&lt;br /&gt;
Terima kasih untuk &lt;a href=&quot;http://www.bismania.org/&quot;&gt;Bis Mania Community&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://bismaniamalangraya.multiply.com/&quot;&gt;Malang BusLover&lt;/a&gt;, dan seluruh komunitas yang mencintai dan membanggakan bis.</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/01/proudly-i-say-im-bus-lover.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlMVEiSADT1TlYbhWVvvGMiUEi7yGKkzH-3XSHW1UwgidGlWs9LjDlXpTccTQnR8ytQ-i6NBJUZFeeAfy79DJJP6mY1KcvQ6IzoQGotB_gLqkqoOByxbpqW2x1xz6spsAUpnMfVqIAwd2l/s72-c/bus.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-6951775612994088608</guid><pubDate>Thu, 27 Jan 2011 18:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-28T01:12:07.712+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jalan-jalan</category><title>Taman Hutan Rakyat R. Soeryo</title><description>Berbicara tentang Kota Batu di Jawa Timur pasti pikiran kita akan langsung tertuju ke sebuah kota yang berkembang pesat karena pariwisatanya, terletak di dataran tinggi dan berudara sejuk. Yah, memang itulah suasana Kota Batu. Kota yang masuk dalam kawasan Malang Raya ini memang berada di dataran tinggi sehingga udaranya terasa sejuk. Kota Batu terkenal keindahannya sejak zaman penjajahan Belanda. Bahkan pemerintah Hindia Belanda waktu itu banyak membangun tempat peristirahatan di kawasan ini. Salah satunya yang masih kondang hingga sekarang adalah Selecta. Nama Selecta sendiri konon diambil dari kata Selection yang artinya terpilih. Mungkin dimaksudkan ini adalah tempat pilihan para petinggi Hindia Belanda sebagai tempat peristirahatannya. Nah, bicara soal Selecta, sedikit naik ke atas lagi ada sebuah pemandian air panas yang cukup terkenal di Jawa Timur bahkan mungkin di Indonesia. Apalagi kalau bukan Pemandian Air Panas Cangar. Pemandian yang terletak di dalam kawasan Taman Hutan Rakyat R. Soeryo ini memang menjanjikan keindahan alam yang luar biasa. Sebelum kita merasakan panasnya air panas Cangar, kita terlebih dulu disuguhi pemandangan alam pegunungan yang masih terjaga hingga kini. Meski sebagian lahan sudah dimanfaatkan warga untuk pertanian, tapi hutan-hutan alami masih dominan menghiasi sepanjang perjalanan penuh kelokan khas pegunungan. Pemandangan seperti ini menjamin kita tidak akan merasa lelah meskipun jalan yang dilewati penuh kelokan tajam dan menanjak.&lt;br /&gt;
Tapi sayang, saat tiba di kawasan pemandian Cangar, mungkin sedikit kekecewaan akan terasa. Pemandian ini seakan tak terawat. Hal ini mulai terlihat dari tempat parkir, apalagi saat hujan, tempat ini berubah layaknya sawah, becek di sana-sini. Pemandangan serupa juga terlihat di tempat ganti pakaian atau toilet. Tempat yang sangat vital bagi tempat pariwisata yang menyediakan fasilitas kolam renang, tapi di tempat ini, seakan tak terurus. Kotor, bau dan terkesan kumuh. Bukan hanya toilet dan tempat ganti pakaian, kolam renang juga mengalami hal serupa. Kolam yang tersedia akan terasa sangat sempit jika pengunjung sedang membludak. Sesuatu yang sangat kontras mengingat potensi yang mungkin masih bisa digali dari tempat ini.&lt;br /&gt;
Sangat disayangkan, tapi memang seperti itulah kondisi dari kebanyakan tempat pariwisata yang dikelola oleh pemerintah. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan tempat pariwisata yang dikelola oleh swasta. Tengok saja Selecta yang kini berkembang pesat dengan menyediakan Water Park untuk anak-anak untuk menyaingi tempat-tempat pariwisata yang baru dibuka. Tapi mungkin pertimbangan para pengunjung datang ke Cangar meskipun dengan kondisi yang sedemikian rupa, adalah air panas alaminya. Disinilah kelebihan Cangar. Andai saja tidak ada air panas alaminya, orang mungkin enggan datang ke Cangar. Tapi alangkah baiknya jika potensi yang sedemikian rupa ini dikelola dengan sangat baik oleh pihak yang berwenang.&lt;br /&gt;
Tapi apapun itu, acungan dua jempol layak diberikan untuk Taman Hutan Rakyat R. Soeryo dan Kota Batu secara keseluruhan yang telah mengikrarkan dirinya menjadi Kota Wisata.</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/01/taman-hutan-rakyat-r-soeryo.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-4700117401064158765</guid><pubDate>Thu, 27 Jan 2011 10:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-29T14:01:23.767+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Corat - coret</category><title>Lostprophet - Always All Ways</title><description>I guess I&#39;m trying to say I&#39;m sorry,&lt;br /&gt;
But it always comes out wrong,&lt;br /&gt;
I think a part of you still loves me,&lt;br /&gt;
Even though we&#39;re moving on.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Always, all ways I wanted us to be,&lt;br /&gt;
Always, all ways you and me,&lt;br /&gt;
And I wait here on my own,&lt;br /&gt;
And I wait for you to see,&lt;br /&gt;
All the time I spend alone now won&#39;t comfort me,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Always all ways...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
And I&#39;m sorry for what happened,&lt;br /&gt;
But I want you there to see,&lt;br /&gt;
That I&#39;m changing all my actions,&lt;br /&gt;
I don&#39;t wanna set you free.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Always, all ways I want to see you through&lt;br /&gt;
Always, all ways me and you&lt;br /&gt;
And I wait here on my own,&lt;br /&gt;
And I wait for you to see,&lt;br /&gt;
All the time I spend alone now won&#39;t comfort me.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;Cause I&#39;m waiting for you,&lt;br /&gt;
Yeah, I&#39;m waiting for you,&lt;br /&gt;
Give me answers, get me through,&lt;br /&gt;
I will wait...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Always, all ways I wanted us to be,&lt;br /&gt;
Always, all ways you and me,&lt;br /&gt;
And I wait here on my own,&lt;br /&gt;
And I wait for you to see,&lt;br /&gt;
All the time I spend alone now won&#39;t comfort me.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;Cause I&#39;m waiting for you,&lt;br /&gt;
And I&#39;ll wait here for you,&lt;br /&gt;
Give me answers, give me through,&lt;br /&gt;
I will wait...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#39;Cause I&#39;m waiting for you,&lt;br /&gt;
Yeah I&#39;m waiting for you,&lt;br /&gt;
Give me answers, get me through,&lt;br /&gt;
I will wait...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Always, all ways&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://beemp3.com/download.php?file=4983743&amp;amp;song=Always+All+Ways&quot;&gt;Download this song&lt;/a&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/01/lostprophet-always-all-ways.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-2528497185470385059</guid><pubDate>Mon, 17 Jan 2011 17:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-18T00:16:40.209+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jalan-jalan</category><title>Nias Nan Cantik</title><description>Pulau&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Nias dengan luas 5.318 kilometer persegi  menyimpan kearifan lokal dalam konstruksi dan arsitektur rumah. Rumah  Nias yang dibangun dengan bahan kayu dan konstruksi fondasi seperti  panggung terbukti tahan gempa. Ini tentu berangkat dari pengalaman  leluhur suku Nias yang hidup di tanah rawan gempa. Rumah-rumah itu tetap  kokoh dan berfungsi hingga kini meski berumur ratusan tahun.&lt;br /&gt;
Dalam masyarakat Nias berkembang ungkapan &lt;em&gt;bo’o mbanua bo’o mbowo, bo’o mbanua bo’o vato&lt;/em&gt;  yang berarti setiap desa memiliki tradisi yang berbeda. Ini, antara  lain, tecermin dari beragamnya konstruksi dan bentuk rumah di setiap  wilayah di Nias.&lt;br /&gt;
Rumah tradisional di Nias Selatan berbentuk segi  empat memanjang ke belakang. Posisinya berimpit dan berjajar rapi  memanjang. Di setiap perkampungan, deretan rumah tradisional itu  dipisahkan oleh jalan desa selebar 30 meter. Ini bisa dilihat di Desa  Orahili Fau, Kecamatan Fanayama; Desa Bawomataluo, Kecamatan Teluk  Dalam; Desa Hilinawalo Mazino, Kecamatan Mazino; dan Desa Botohilitano,  Nias Selatan.&lt;br /&gt;
Sementara itu, rumah tradisional Nias Utara  berbentuk oval, seperti yang terlihat di Desa Sihare’o Siwahili di  Gunungsitoli. Rumah Nias Tengah lebih bervariasi, mulai dari yang segi  empat, memanjang, sampai rustikal.&lt;br /&gt;
Rata-rata bagian ruang tamu  rumah tradisional dibiarkan kosong sehingga terkesan luas. Di ruang  inilah berlangsung interaksi antaranggota keluarga ataupun sesama warga  desa. Ketika menggelar upacara adat atau berkabung, warga berkumpul di  sini.&lt;br /&gt;
Pada dasarnya, pendirian rumah tradisional Nias tanpa  menggunakan paku, hanya pasak. Atapnya dari anyaman daun rumbia. Namun,  dewasa ini ada warga yang menggantinya dengan atap seng. ”Khawatir mudah  terbakar dan daun rumbia cepat rusak,” kata warga Desa Orahili Fau,  Kecamatan Fanayama, Nias Selatan.&lt;br /&gt;
Di banyak desa, tata ruang  perkampungan tempat rumah tradisional Nias bersanding dengan keindahan  batu besar (megalitikum). Tentu bangunan-bangunan itu tak akan berarti  tanpa tradisi dan budaya masyarakat yang menjadi jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.kompas.com/&quot;&gt;Kompas&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/01/nias-nan-cantik.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-1357404953788805197</guid><pubDate>Mon, 17 Jan 2011 16:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-29T13:56:24.126+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">News</category><title>Gunung Bromo : &quot;Warisan&quot; Gunung Purba</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6Bg2Y6jcXNiWfZZ7WG3vvWXZ-p2JaxRrtrBdzm84Ry-RFD2CqCOMO-PsmWcMt1S3G3ZWCRj11z9W-3f7CwOcUKEqtUYjWrMFxYmSZMcg_AlnPMLqs-FXHLu-Efctzzfszups7MwMY16Tn/s1600/Gunung+Bromo+%25286%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6Bg2Y6jcXNiWfZZ7WG3vvWXZ-p2JaxRrtrBdzm84Ry-RFD2CqCOMO-PsmWcMt1S3G3ZWCRj11z9W-3f7CwOcUKEqtUYjWrMFxYmSZMcg_AlnPMLqs-FXHLu-Efctzzfszups7MwMY16Tn/s320/Gunung+Bromo+%25286%2529.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ketika muncul laporan&amp;nbsp;mengenai gunung purba di kawasan  Danau Toba—danau tersebut adalah kalderanya—banyak di antara kita  waswas. Berdasarkan catatan sejarah, ternyata gunung purba bukan semata  monopoli Danau Toba. Salah satu gunung purba lainnya memiliki kaldera  yang kita kenal sebagai kaldera pasir Tengger.&lt;br /&gt;
Kaldera adalah  pusat letusan yang diameternya lebih dari 2 kilometer, sedangkan kawah  adalah pusat letusan yang berdiameter kurang dari 2 kilometer.&lt;br /&gt;
Menurut  Kepala Subbidang Pengamatan Gunung Api Pusat Vulkanologi Mitigasi  Bencana Geologi Direktorat Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya  Mineral Agus Budianto, ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu (24/11/2010),  Gunung Bromo di Jawa Timur merupakan gunung yang muncul akibat  aktivitas Gunung Bromo purba pada masa lalu. Belum jelas berapa puluh ribu tahun yang lalu gunung purba tersebut meletus.&lt;br /&gt;
”Kalderanya  adalah kaldera pasir yang kita kenal sekarang. Di sekitar kawasan  kaldera pasir kemudian muncul beberapa gunung selain Gunung Bromo, di  antaranya adalah Gunung Batok dan Gunung Widodaren. Model kaldera  seperti ini amat umum di Indonesia. Ini berasal dari gunung yang besar  sekali, megavulkano. Selain kaldera Bromo dan kaldera Danau Toba, juga  ada kaldera Krakatau yang melahirkan Gunung Anak Krakatau, kaldera Batur  yang melahirkan Gunung Anak Batur yang sekarang ada, dan kaldera  Maninjau untuk Gunung Maninjau,” tutur Agus.&lt;br /&gt;
Kaldera Danau Toba,  yang meletus sekitar 70.000 tahun lalu, menurut dia adalah hasil dari  aktivitas vulkano dan aktivitas tektonik.&lt;br /&gt;
Dari catatan yang ada pada &lt;i&gt;Babad Ngayogyakarta&lt;/i&gt;, Gunung Bromo meletus pada 28 Desember 1822 dan baru berhenti pada Januari 1823. Pada tahun 1822 pula meletus Gunung Merapi (&lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Yogyakarta&lt;/i&gt;,  19/11), Gunung Slamet (Jawa Tengah), Gunung Kelud (Jawa Timur), dan  Gunung Guntur (Jawa Barat). Pada tahun yang sama lima gunung meletus.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Meletus di tahun bersama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sementara berdasarkan buku &lt;i&gt;Data Dasar Gunung Api Indonesia&lt;/i&gt;  terbitan 1979, Gunung Bromo tercatat meletus pada tahun 1822 bersama  dengan Gunung Merapi, Gunung Galunggung, dan Gunung Lamongan. Buku  katalog referensi gunung api Indonesia dengan letusan dalam waktu  sejarah ini dikumpulkan dari berbagai referensi yang ada sejak zaman  kolonial.&lt;br /&gt;
Berdasarkan data di buku tersebut, Gunung Bromo telah  meletus sebanyak 43 kali—ditambah letusan pada tahun 2004. Namun, situs  http://geodesy.gd.itb.ac.id menyebutkan telah meletus 50 kali sejak  tahun 1775. Catatan dari Data Dasar Gunung Api Indonesia, letusan tertua  adalah pada tahun 1804.&lt;br /&gt;
Menurut Neumann van Padang (&lt;i&gt;Data Dasar Gunung Api Indonesia&lt;/i&gt;,  1979) dalam kaldera pasir tersebut dari Pegunungan Tengger ada tujuh  pusat letusan dalam dua jalur yang bersilangan, satu pada arah  timur-barat dan yang lain jalur timur laut-barat daya. Gunung Bromo  berada pada aksis timur laut-barat daya.&lt;br /&gt;
Gunung ini merupakan  satu-satunya gunung api yang masih aktif dari warisan Gunung Bromo  Purba. Kawah di arah timur-barat garisnya mencapai 600 meter, sementara  kawah di arah utara-selatan garis tengahnya 800 meter. Sebuah undak  menunjukkan, pusat letusan bergerak ke jurusan utara. Pada Maret 1983  terbentuk sebuah danau di kawahnya.&lt;br /&gt;
Pada sejarahnya, letusan  Gunung Bromo tidak mengalirkan lava pijar. Abu vulkaniknya pernah  tercatat merusak perkebunan di sekitarnya pada letusan yang terjadi  tahun 1915 dan 1948. Letusan terpanjang terjadi&amp;nbsp; tahun 1842, yaitu pada  24 Januari hingga Juni.&lt;br /&gt;
Dari situs yang sama tertulis letusan  terakhir terjadi pada 8 Juni 2004 dan benar-benar berakhir pada 9 Juni  2004. Letusan besar hanya terjadi sekitar 20 menit. Letusan bersifat  freatik, membentuk kolom abu berketinggian hingga 3.000 meter di atas  bibir kawah. Material abu dan batu kerikil tersembur hingga radius 300  meter (bandingkan dengan abu Merapi yang bisa menjalar melalui awan  panas hingga lebih dari 4 kilometer).&lt;br /&gt;
Data yang dimuat pada situs  http://geodesy.gd.itb.ac.id dari Kelompok Keilmuan Geodesi Fakultas Ilmu  dan Teknologi Kebumian ITB tentang Pemantauan Deformasi Gunung Api  Bromo dengan GPS, gunung api tipe A ini adalah gunung api yang termuda  di kawasan kaldera Tengger, yaitu Gunung Widodaren, Kursi, Segorowedi,  dan Batok.&lt;br /&gt;
Kaldera Tengger sendiri dalam situs itu disebutkan  berukuran 9 kilometer x 10 km yang dikelilingi tebing curam dengan  ketinggian antara 50 meter dan 500 meter. Jajaran gunung di dalam  kaldera dikelilingi batuan vulkanik Gunung Tengger purba—yang disebut  oleh Agus sebagai Gunung Bromo Purba.&lt;br /&gt;
Dan kini, kaldera pasir  tertutup untuk aktivitas apa pun. Padahal, pada saat Bromo ”istirahat”,  kaldera tersebut, terutama pada akhir pekan, akan dipadati wisatawan  dalam negeri dan mancanegara. Mereka rela berdingin-dingin untuk  menikmati merekahnya fajar pertama yang bisa disaksikan dari pinggiran  kaldera. Sebuah keindahan yang membisukan....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.kompas.com/&quot;&gt;Harian kompas&lt;/a&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/01/gunung-bromo-warisan-gunung-purba.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6Bg2Y6jcXNiWfZZ7WG3vvWXZ-p2JaxRrtrBdzm84Ry-RFD2CqCOMO-PsmWcMt1S3G3ZWCRj11z9W-3f7CwOcUKEqtUYjWrMFxYmSZMcg_AlnPMLqs-FXHLu-Efctzzfszups7MwMY16Tn/s72-c/Gunung+Bromo+%25286%2529.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4771809357956311742.post-7678705909033744888</guid><pubDate>Mon, 17 Jan 2011 16:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-04-29T13:56:14.141+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">News</category><title>Samudra Baru Tengah Membelah Afrika</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaCS5xEeR8k1a7o0oeoq_-6dvIUDBcIFEoMNIDRHpWqHvCXlDzWOI9nqGkp3JVoJLb6xgYY5XeA1S4TCH7Q5ZET4n_m6xfFtb0AmBs879HsGrHh6zlM-BxzN289XfM2XM7ZMHyzkAOFEbA/s1600/1648199620X310.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaCS5xEeR8k1a7o0oeoq_-6dvIUDBcIFEoMNIDRHpWqHvCXlDzWOI9nqGkp3JVoJLb6xgYY5XeA1S4TCH7Q5ZET4n_m6xfFtb0AmBs879HsGrHh6zlM-BxzN289XfM2XM7ZMHyzkAOFEbA/s320/1648199620X310.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Para geolog yang melakukan penelitian di wilayah Afar, Etiopia,  mengatakan bahwa 10 juta tahun lagi samudra baru akan terbentuk. Samudra  itu akan memecah Afrika menjadi dua bagian.&lt;br /&gt;
Proses terbentuknya  samudra baru sebenarnya telah dimulai dari tahun 2005 lalu. Saat itu,  retakan sepanjang 60 kilometer terbentuk di Etiopia. Dalam jangka waktu  10 hari saja retakan sudah melebar hingga 8 meter. Perkembangan retakan  ini cukup mengejutkan karena secara teori, dalam kondisi normal, retakan  selebar itu baru bisa tercapai dalam 230 tahun.&lt;br /&gt;
Retakan tersebut  disebabkan oleh dorongan batuan lunak dan panas dari perut bumi. Menurut  para ilmuwan, adanya dorongan dari dalam menyebabkan permukaan bumi  retak. Dalam kurun waktu 5 tahun belakangan diketahui bahwa retakan  terus melebar.&lt;br /&gt;
Sejauh ini, erupsi yang terjadi di bawah tanah  masih terus berlangsung. Akibatnya, pada akhirnya wilayah Etiopia dan  Somalia akan terpisah dari Benua Afrika. Ketika dua wilayah terpisah,  akan terbentuk selat yang kemudian berkembang menjadi laut dan pada  akhirnya samudra.&lt;br /&gt;
&quot;Hasil retakan akan memisah semakin jauh. Bagian  selatan Etiopia dan Somalia akan terpisah, menciptakan pulau baru. Dan,  kita akan memiliki Afrika kecil dan pulau besar lainnya yang terapung  di Samudra Hindia,&quot; kata James Hammond, seismolog Universitas Bristol  yang meneliti Afar.&lt;br /&gt;
Dr Tim Wright dari Universitas Oxford di  Inggris mengatakan, &quot;Ini hal yang sangat luar biasa.&quot; Sebelumnya, ketika  menemukannya pada tahun 2005, ia mengatakan, &quot;Retakan ini akan  terhubung dengan Laut Merah sehingga bisa terisi air dan membentuk  samudra.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://news.bbc.co.uk/&quot;&gt;BBC&lt;/a&gt;</description><link>http://kriznapraztya.blogspot.com/2011/01/samudra-baru-tengah-membelah-afrika.html</link><author>noreply@blogger.com (Krizna Praztya)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaCS5xEeR8k1a7o0oeoq_-6dvIUDBcIFEoMNIDRHpWqHvCXlDzWOI9nqGkp3JVoJLb6xgYY5XeA1S4TCH7Q5ZET4n_m6xfFtb0AmBs879HsGrHh6zlM-BxzN289XfM2XM7ZMHyzkAOFEbA/s72-c/1648199620X310.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>