<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>kti-skripsi.com</title>
	
	<link>http://kti-skripsi.com</link>
	<description>kti-skripsi.com melayanai pemesanan data kti skripsi kebidanan keperawatan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Sep 2011 19:14:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/kti-skripsi" /><feedburner:info uri="kti-skripsi" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><meta xmlns="http://pipes.yahoo.com" name="pipes" content="noprocess" /><feedburner:emailServiceId>kti-skripsi</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Analisa Senam Hamil Pada Ibu Hamil di Kelas Ibu di Posyandu</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/gE9Ff6wyk1k/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/analisa-senam-hamil-pada-ibu-hamil-di-kelas-ibu-di-posyandu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 19:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[kti kebidanan d3]]></category>
		<category><![CDATA[Analisa]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Hamil (Bumil)]]></category>
		<category><![CDATA[Kelas Ibu Hamil]]></category>
		<category><![CDATA[Posyandu]]></category>
		<category><![CDATA[Senam Hamil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[KTI KEBIDANAN ANALISA SENAM HAMIL PADA IBU HAMIL DI KELAS IBU DI POSYANDUBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia saat ini masih merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan AKI di negara-negara ASEAN lainnya. Menurut SDKI tahun 2002/2003 AKI sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup, sementara itu di negara tetangga Malyasia sebesar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="font-weight: bold; text-align: center;">KTI KEBIDANAN<br />
ANALISA SENAM HAMIL PADA IBU HAMIL DI KELAS IBU DI POSYANDUBAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
</div>
<p><span style="font-weight: bold;">A. Latar Belakang </span><br />
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia saat ini masih merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan AKI di negara-negara ASEAN lainnya. Menurut SDKI tahun 2002/2003 AKI sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup, sementara itu di negara tetangga Malyasia sebesar 36 per 100.000 kelahiran hidup, di Singgapura 6 per 100.000 kelahiran hidup, bahkan di Vietnam 160 per 100.000 kelahiran hidup. Berbagai upaya telah dilaksanakan untuk menurunkan AKI termasuk diantaranya program Safe Matherhood yang telah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 1988 dengan keterlibatan aktif dari berbagai sektor pemerintah, organisasi non-pemerintah dan masyarakat serta dengan dukungan dari berbagai badan internasional, walaupun menunjukkan penurunan yang bermakna, namun target nasional untuk menurunkan AKI menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2010 masih jauh untuk dicapai.<br />
Tiga pesan-pesan kunci MPS “Making Pregnancy Safer” yaitu setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, setiap komplikasi obstetric dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat dan setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran. Dari pelaksanaan MPS target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2010 adalah angka kematian ibu menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi lahir 15 per 1000 kelahiran hidup. Penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan, infeksi, eklamsi, partus lama dan komplikasi abortus. Sesungguhnya tragedi kematian ibu tidak perlu terjadi karena lebih dari 80% kematian dapat dicegah melalui kegiatan yang efektif, misal pemeriksaan kehamilan pemberian gizi yang memadai dan lain-lain (www. Hanya wanita. Com/2006).<br />
Mengajarkan senam membantu pemulihan fisik mendorong istirahat, dan relaksasi rutinitas fisik kemudian dibuat pada masa antenatal untuk meningkatkan kesehatan fisik dan membantu mencegah masalah. Dalam program penekanan diberikan pada wanita hamil yang belajar rileks dan nafas dalam selama kontraksi. Thomas dan Grantly Dick Read menawarkan program persalinan dan menjadi orang tua mencakup pendidikan relaksasi dan pernapasan, sama halnya dengan bentuk pendidikan lain, telah ada gerakan dari pengajar didaktik authoritarian menjadi pendekatan terpimpin nyeri punggung bawah lazim terjadi pada kehamilan dengan insiden yang dilaporkan bervariasi kira-kira 50% di Inggris (Mantk 1994) sampai mendekati 70% di Australia (Bullock Sasyton 1988) Manhe melaporkan bahwa 16% wanita-wanita yang diteliti mengeluh nyeri punggung yang hebat dan 36%. Dalam kajian Ostgaard et al, tahun 1991 melaporkan nyeri punggung yang signifikan faktor predispasis meliputi penambahan berat badan. Nyeri punggung terdahulu pada kehamilan merupakan predikrar nyeri punggung pada kehamilan berikutnya (McEvoy et al 2001).<br />
Materi persiapan senam untuk menjadi orang tua umumnya dibatasi hanya untuk senam abdanmen dan senam dasar panggul dan banyak ibu meminta bimbingan lanjutan dan senam dasar panggul dan banyak ibu meminta bimbingan lanjutan untuk mendapatkan senam yang bermanfaat, telah tercatat bahwa hampir 45% dari ibu –ibu usia subur mengikuti senam (Sady dan Carpter 1989), 42% dari 1.000 wanita yang melakukan senam yang di survai melanjutkan aktivitas selama mereka hamil. Ibu-ibu yang senam tidak teratur sering menjadi lebih sadar tentang kesehatan ketika hamil dan memutuskan untuk mengikuti program senam untuk memperbaiki kesehatan dan kebugaran (Hammer Etal, 2000)<br />
Sesungguhnya senam bukanlah hal yang aneh dan luar biasa wanita-wanita di negara maju amat menyukai senam dan dalam latihan fisik baik selagi hamil maupun diluar kehamilan untuk menjaga fisik dan mentalnya. Di Indonesia hal ini baru disadari dari kelompok masyarakat kota-kota besar moderen dan maju, demikian pula halnya dengan latihan senam hamil. Latihan senam hamil yang diberikan di rumah sakit dan di rumah dengan waktu –waktu senggang secara teratur, bila tidak ada keadaan yang sangat patologis akan dapat menuntun wanita hamil ke arah persalinan yang fisiologis, perasaan takut, ketegangan jiwa dan fisik dapat menyebabkan otot dan persendian kaku sehingga berjalan tidak wajar, untuk mengatasi hal tersebut di atas agar memperoleh ketenangan dan relaksasi yang sempurna menghadapi peristiwa persalinan diperlukan 3 hal yaitu : kepercayaan pada diri sendiri, kepercayaan pada penolong dan latihan senam hamil (Prof. Dr. Rustam Mochtar, MPH. 1998)<br />
Secara statistik telah tercatat bahwa ada tingkatan kesejahteraan psikologis yang telah tinggi yang lebih tinggi perbaikan citra tubuh dan penurunan ketidak nyamanan fisik pada ibu hamil yang menunjukkan tanda stres selama melahirkan lebih rendah dari ibu yang tidak senam. (Macphail et al 2000) menyimpulkan bahwa penurunan kemungkinan resiko melahirkan sesaria pada wanita senam yang nalipara Eileen Bryashow. 2007).<br />
Dari dari kota Metro pelaksanaan kelas ibu dilaksanakan setiap satu bulan sekali dengan pertemuan kelas ibu 3 kali, pertemuan pertama menjelaskan materi, setelah materi selesai dilakukan evaluasi dan tanya jawab, kemungkinan dilakukan senam hamil.<br />
Sarana kelas itu di wilayah kerja Posyandu &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; 21 &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230; adalah lembar kelas ibu, kaset dan tipe, bantal dan tiker untuk senam hamil serta kursi dan meja untuk ibu hamil.<br />
Pelaksanaan kelas ibu, bidan sebagai fasilitator, senam hamil (kelas ibu) merupakan program baru dari Dinas Kesehatan Propinsi Lampung, maka penulis ingin menganalisis pelaksanaan senam hamil di Posyandu &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; 21 &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">B. Rumusan Masalah </span><br />
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah pada karya tulis ilmiah ini yaitu &#8220;Analisa Senam Hamil Pada Ibu Hamil di Kelas Ibu di Posyandu &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; 21 &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230; Tahun 2010&#8243;.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">C. Ruang Lingkup </span><br />
Dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup yang diteliti sebagai berikut :<br />
1. Sifat peneliti : Analitik<br />
2. Subyekt Peneliti : Ibu yang melaksanakan senam hamil<br />
3. Obyek Peneliti : Pelaksanaan senam hamil<br />
4. Tempat Penelitian : Posyandu &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; 21 &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;<br />
5. Waktu : April – Mei 2010<br />
6. Alasan Penelitian : Dalam Pelaksanaan Senam Hamil Ada Tingkat Kesejahteraan Psokologis, dan Penurunan Ketidaknyamanan Fisik Pada Ibu Hamil yang Menjalani Rutin Dibandingkan dengan yang Baik.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">D. Tujuan Penelitian </span><br />
Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan pelaksanaan senam hamil di kelas ibu di Posyandu &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; 21 &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">E. Manfaat </span><br />
Hasil penelitian diharapkan memberi manfaat:<br />
1. Untuk Ibu<br />
Untuk menambah pengetahuan bagi ibu tentang pentingnya manfaat senam hamil<br />
2. Bagi Petugas Kesehatan<br />
Untuk dapat meningkatkan program yang sudah berjalan<br />
3. Bagi Peneliti<br />
Dapat menambah wawasan penerapan hasil studi</p>
</div>
<div style="text-align: center;">silahkan download dalam bentuk dokumen word <span style="font-style: italic;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-style: italic;">ANALISA SENAM HAMIL PADA IBU HAMIL DI KELAS IBU DI POSYANDU</span><br />
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;<br />
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)<br />
<a href="https://docs.google.com/uc?id=0B-m4s_fgL-OgNjc2MzBjY2EtNzIyOS00ZDQxLWJjZTMtODVlMzAxZGViZmZj&amp;export=download&amp;hl=en" target="_blank"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bId2zaothfY/S8xb-IDp4vI/AAAAAAAAEO4/H3y_6_K47ow/download_button5.jpg" alt="" /></a></div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=gE9Ff6wyk1k:KmU9jKaaVQw:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=gE9Ff6wyk1k:KmU9jKaaVQw:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=gE9Ff6wyk1k:KmU9jKaaVQw:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=gE9Ff6wyk1k:KmU9jKaaVQw:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=gE9Ff6wyk1k:KmU9jKaaVQw:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=gE9Ff6wyk1k:KmU9jKaaVQw:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/gE9Ff6wyk1k" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/analisa-senam-hamil-pada-ibu-hamil-di-kelas-ibu-di-posyandu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/analisa-senam-hamil-pada-ibu-hamil-di-kelas-ibu-di-posyandu/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gambaran Rendahnya Cakupan Penimbangan Balita di Posyandu</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/6_Vw9jBG8Gk/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-rendahnya-cakupan-penimbangan-balita-di-posyandu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 07:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[kti kebidanan d3]]></category>
		<category><![CDATA[bayi dan balita]]></category>
		<category><![CDATA[gambaran]]></category>
		<category><![CDATA[Posyandu]]></category>
		<category><![CDATA[Rendahnya Cakupan Penimbangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=307</guid>
		<description><![CDATA[KTI KEBIDANAN GAMBARAN RENDAHNYA CAKUPAN PENIMBANGAN BALITA DI POSYANDUBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam rangka menuju masyarakat yang adil dan makmur maka pembangunan dilakukan disegala bidang. Pembangunan di bidang kesehatan yang merupakan bagian interaksi dari pembangunan nasional yang secara keseluruhanya perlu digalakkan pula. Hal ini telah digariskan dalam sistem kesehatan nasional antara lain disebutkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="font-weight: bold; text-align: center;">KTI KEBIDANAN<br />
GAMBARAN RENDAHNYA CAKUPAN PENIMBANGAN BALITA DI POSYANDUBAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
</div>
<p><span style="font-weight: bold;">A. Latar Belakang</span><br />
Dalam rangka menuju masyarakat yang adil dan makmur maka pembangunan dilakukan disegala bidang. Pembangunan di bidang kesehatan yang merupakan bagian interaksi dari pembangunan nasional yang secara keseluruhanya perlu digalakkan pula. Hal ini telah digariskan dalam sistem kesehatan nasional antara lain disebutkan bahwa sebagai tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk atau individu agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan pembangunan nasional. Pembangunan di bidang kesehatan mempunyai arti yang penting dalam kehidupan nasional, khususnya didalam memelihara dan meningkatkan kesehatan. Untuk mencapai keberhasilan tersebut erat kaitannya dengan pembinaan dan pengembangan SDM sebagai modal dasar pembangunan nasional (Digitized by USU Digital Library, 2003).<br />
Dalam beberapa tahu terakhir AKB telah banyak mengalami penurunan yang cukup menggembirakan meskipun tahun 2001 meningkat kembali sebagai dampak dari berbagai krisis yang melanda Indonesia. Pada tahun 1971 Angka Kematian Bayi (AKB) diperkirakan sebesar 152 per 1000 kelahiran hidup, kemudian turun menjadi 117 pada tahun 1980, dan turun lagi menjadi 44 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2000. Berdasarkan Estimasi Susenas tahun 2002-2003 Angka Kematian Bayi (AKB) berturut-turut pada tahun 2001 sebesar 50 per 1000 kelahiran hidup dan pada tahun 2002 sebesar 45 per 1000 kelahiran hidup (Indikator Kesejahteraan Anak 2000 (Estimasi SUPAS 1995) dan Estimasi Susenas 2002-2003).<br />
Meskipun sudah banyak kemajuan yang telah dicapai bangsa Indonesia yang antara lain ditandai dengan berhasil diturunkan Angka Kematian Ibu dari 334 per 100.000 kelahiran hidup (1997) menjadi 307 per 100.000 kelahiran hidup (2003), Angka Kematian Bayi dari 46 per 1000 kelahiran hidup (1997) menjadi 35 per 1000 kelahiran hidup (2002). Dan Angka Kematian Balita dari 58 per 1000 kelahiran hidup menjadi 46 per 1000 kelahiran hidup (2003), namun pencapaiannya masih jauh dari yang diharapkan. Dibandingkan dengan negara tetangga ASEAN, kematian ibu melahirkan, bayi, dan balita di Indonesia adalah yang tertinggi. Depkes menargetkan pada tahun 2009 AKI menjadi 226 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB menjadi 26 per 1000 kelahiran hidup (Depkes, 2005).<br />
Dalam upaya untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak balita, angka kelahiran agar terwujud keluarga kecil bahagia dan sejahtera, pelaksanaannya tidak saja melalui program-program kesehatan, melainkan berhubungan erat dengan program KB. Upaya menggerakkan masyarakat dalam keterpaduan ini digunakan pendekatan melalui pembangunan kesehatan masyarakat desa, yang pelaksanaanya secara operasional dibentuklah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Posyandu ini merupakan wadah titik temu antara pelayanan professional dari petugas kesehatan dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan masyarakat terutama dalam upaya penurunan angka kematian bayi dan angka kelahiran nasional (Digitized by USU Digital Library, 2003).<br />
Data Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230; pada tahun 2007 cakupan penimbangan balita yaitu yang ditimbang dibagi jumlah sasaran (D/S) mencapai 81,99%, untuk cakupan balita yang mengalami kenaikan berat badan dibagi jumlah sasaran (N/D) yaitu pada balita mencapai 97,56%. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230; menargetkan cakupan penimbangan balita di posyandu mencapai 90% (Dinkes Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;, 2007).<br />
Data Puskesmas Pekalongan Kecamatan Pekalongan pada tahun 2007, cakupan penimbangan balita yang ditimbang dibagi jumlah sasaran (D/S) mencapai 76%. Untuk cakupan balita yang mengalami kenaikan berat badan dibagi jumlah sasaran (N/D) yaitu pada balita mencapai 86%. Puskesmas Pekalongan Kecamatan Pekalongan menargetkan penimbangan balita di posyandu mencapai 100% (Puskesmas Pekalongan Kec. Pekalongan, 2007).<br />
Di Kecamatan Pekalongan Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230; ada 6 desa yaitu desa Adirejo, Sidodadi, Gondangrejo, &#8230;&#8230;&#8230;., Pekalongan, dan Tulus Rejo. Di desa Adirejo cakupan penimbangan balita yang ditimbang dibagi jumlah sasaran (D/S) mencapai 86% di desa Sidodadi mencapai 78%, di desa Gondangrejo mencapai 83%, di desa &#8230;&#8230;&#8230;. mencapai 40%, di desa mencapai 66% dan di desa Tulusrejo mencapai 79%. Dari keenam desa tersebut desa &#8230;&#8230;&#8230;. yang cakupan penimbangan balita di posyandu yang paling rendah. Desa &#8230;&#8230;&#8230;. Kecamatan Pekalongan menargetkan penimbangan di Posyandu mencapai 70%.<br />
Di desa &#8230;&#8230;&#8230;. terdapat empat posyandu yang tersebar di empat lingkungan yaitu Posyandu Nusa Indah, Ngudi Bahagia, &#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;.., dan Eko Purnomo. Jumlah bidan ada 1 orang dan jumlah kader 22 orang, di setiap posyandu terdapat 5 kader. Berdasarkan survey di lokasi diperoleh data dari tiga tahun terakhir (2005-2007) yaitu pada tahun 2005: cakupan penimbangan balita yang ditimbang dibagi jumlah sasaran D/S di Posyandu Nusa Indah mencapai 49%, Posyandu Ngudi Bahagia mencapai 57%, Posyandu &#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;.. mencapai 29%, dan di Posyandu Eko Purnomo mencapai 44%, pada tahun 2006: cakupan penimbangan balita yang ditimbang dibagi jumlah sasaran D/S di Posyandu Nusa Indah mencapai 50%, Posyandu Ngudi Bahagia mencapai 47%, Posyandu &#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;.. mencapai 32%, dan di Posyandu Eko Purnomo mencapai 42%, dan pada tahun 2007: cakupan penimbangan balita yang ditimbang dibagi jumlah sasaran D/S di Posyandu Nusa Indah mencapai 49%, Posyandu Ngudi Bahagia mencapai 51%, Posyandu &#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;.. mencapai 30%, dan di Posyandu Eko Purnomo mencapai 39%. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa dari keempat posyandu tersebut cakupan penimbangan balita yang paling rendah terdapat pada Posyandu &#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Posyandu &#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;.. Desa &#8230;&#8230;&#8230;. Kecamatan Pekalongan untuk mengetahui gambaran rendahnya cakupan penimbangan balita.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">B. Rumusan Masalah</span><br />
Dari data yang ada, maka masalah dalam penelitian ini adalah “Gambaran Rendahnya Cakupan Penimbangan Balita di Posyandu &#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;.. di Desa &#8230;&#8230;&#8230;. Kec. Pekalongan?”.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">C. Ruang Lingkup</span><br />
1. Sifat Penelitian : Deskriptif<br />
2. Objek Penelitian : Gambaran Rendahnya Cakupan Penimbangan Balita di Posyandu &#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;.. Desa &#8230;&#8230;&#8230;. Kecamatan Pekalongan.<br />
3. Subjek Penelitian : Semua ibu yang mempunyai balita untuk ditimbang di wilayah kerja Posyandu &#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;.. Desa &#8230;&#8230;&#8230;. Kecamatan Pekalongan &#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;.<br />
4. Lokasi Penelitian : Di Posyandu &#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;.. Desa &#8230;&#8230;&#8230;. Kecamatan Pekalongan Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;.<br />
5. Waktu Penelitian : Bulan Mei 2010.<br />
6. Alasan Penelitian : Rendahnya cakupan penimbangan balita di Posyandu &#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;.. Desa &#8230;&#8230;&#8230;. Kecamatan Pekalongan Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">D. Tujuan Penelitian</span><br />
1. Tujuan Umum<br />
Untuk dapat mengetahui gambaran rendahnya cakupan penimbangan balita di Posyandu &#8230;.. &#8230;&#8230;&#8230;.. Desa &#8230;&#8230;&#8230;. Kecamatan Pekalongan Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;.<br />
2. Tujuan Khusus<br />
a. Untuk mengetahui gambaran ibu yang tidak membawa balitanya untuk ditimbang di Posyandu berdasarkan karakteristik ibu (umur, paritas, pendidikan, pekerjaan, dan ekonomi).<br />
b. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu yang tidak membawa balitanya untuk ditimbang di Posyandu.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">E. Manfaat Penelitian</span><br />
1. Bagi Peneliti<br />
Menambah pengalaman dalam penelitian serta sebagai bahan untuk penerapan ilmu yang telah didapat selama perkuliahan.<br />
2. Bagi Tempat Penelitian<br />
Sebagai masukan tentang cakupan kunjungan posyandu balita, partisipasi masyarakat terhadap kunjungan ke posyandu dan sebagai masukan untuk perencanaan kegiatan dimasa mendatang.<br />
3. Bagi Peneliti Lain<br />
Sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian-penelitian di tempat lain.<br />
4. Bagi Ibu yang Mempunyai Balita<br />
Menambah pengetahuan ibu tentang manfaat posyandu dan sebagai masukan dan evaluasi peran serta ibu dalam kegiatan pelayanan posyandu.</p>
</div>
<div style="text-align: center;">silahkan download dalam bentuk dokumen word <span style="font-style: italic;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-style: italic;">GAMBARAN RENDAHNYA CAKUPAN PENIMBANGAN BALITA DI POSYANDU</span><br />
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;<br />
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)<br />
<a href="https://docs.google.com/uc?id=0B-m4s_fgL-OgZGEzZTMxZmQtMjNlNS00ZmRhLWFkNDYtYjM3YzIzOTQ2MGQx&amp;export=download&amp;hl=en"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bId2zaothfY/S8xb-IDp4vI/AAAAAAAAEO4/H3y_6_K47ow/download_button5.jpg" alt="" /></a></div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=6_Vw9jBG8Gk:3pFQzLylt3w:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=6_Vw9jBG8Gk:3pFQzLylt3w:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=6_Vw9jBG8Gk:3pFQzLylt3w:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=6_Vw9jBG8Gk:3pFQzLylt3w:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=6_Vw9jBG8Gk:3pFQzLylt3w:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=6_Vw9jBG8Gk:3pFQzLylt3w:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/6_Vw9jBG8Gk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-rendahnya-cakupan-penimbangan-balita-di-posyandu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-rendahnya-cakupan-penimbangan-balita-di-posyandu/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pengetahuan dan Aplikasi Mahasiswi Tingkat II Akbid tentang Partograf</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/_jwqpiPyftI/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/pengetahuan-dan-aplikasi-mahasiswi-tingkat-ii-akbid-tentang-partograf/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 19:17:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[kti kebidanan d3]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswi Kebidanan]]></category>
		<category><![CDATA[Partograf]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan dan Aplikasi Partograf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[KTI KEBIDANAN PENGETAHUAN DAN APLIKASI MAHASISWI TINGKAT II AKBID TENTANG PARTOGRAFBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan pengamatan WHO, Angka Kematian Ibu adalah sebesar 500.000 jiwa dan Angka Kematian Bayi sebesar 10.000.000 jiwa setiap tahunnya. Jumlah tersebut sebenarnya masih diragukan karena besar kemungkinan kematian ibu dan bayi yang tidak dilaporkan (Prawirohardjo, 2002). Menurut Survei Demografi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="font-weight: bold; text-align: center;">KTI KEBIDANAN<br />
PENGETAHUAN DAN APLIKASI MAHASISWI<br />
TINGKAT II AKBID TENTANG PARTOGRAFBAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
</div>
<p><span style="font-weight: bold;">A. Latar Belakang</span><br />
Berdasarkan pengamatan WHO, Angka Kematian Ibu adalah sebesar 500.000 jiwa dan Angka Kematian Bayi sebesar 10.000.000 jiwa setiap tahunnya. Jumlah tersebut sebenarnya masih diragukan karena besar kemungkinan kematian ibu dan bayi yang tidak dilaporkan (Prawirohardjo, 2002).<br />
Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002/2003 Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tinggi yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka Kematian Bayi baru Lahir sebesar 25 per 1.000 kelahiran hidup (Depkes RI, 2004).<br />
Kematian maternal dapat terjadi pada saat pertama pertolongan persalinan. Penyebab utama kematian ibu adalah trias klasik yaitu perdarahan, infeksi, dan gestosis. Angka kematian maternal dan perinatal yang tinggi juga disebabkan oleh dua hal penting yang memerlukan perhatian khusus yaitu terjadinya partus terlantar atau partus lama dan terlambatnya melakukan rujukan (Manuaba, 1998).<br />
Sebagian besar penyebab kematian dapat dicegah dengan penanganan yang adekuat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas kesehatan dalam menolong persalinan, seperti penggunaan partograf dalam persalinan yaitu alat bantu untuk membuat keputusan klinik, memantau, mengevaluasi dan menatalaksana persalinan. Partograf dapat digunakan untuk mendeteksi dini masalah dan penyulit dalam persalinan sehingga dapat sesegera mungkin menatalaksana masalah tersebut atau merujuk ibu dalam kondisi optimal. Instrumen ini merupakan salah satu komponen dari pemantauan dan penatalaksanaan proses persalinan secara lengkap (Depkes RI, 2007).<br />
Dengan penerapan partograf diharapkan bahwa angka kematian maternal dan perinatal dapat diturunkan dengan bermakna sehingga mampu menunjang sistem kesehatan menuju tingkat kesejahteraan masyarakat.<br />
Berdasarkan hasil pra survey yang peneliti lakukan pada bulan Februari 2009 didapatkan jumlah mahasiswi AKBID &#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;. sebanyak 173 orang, dimana 60 orang mahasiswi tingkat I, 60 orang mahasiswi tingkat II, dan 53 orang mahasiswi tingkat III. Pada mahasiswi tingkat II belum pernah dilakukan penelitian tentang partograf dan mereka juga belum pernah mengaplikasikan partograf dalam situasi dan kondisi yang riil, karena mahasiswa tingkat II belum melakukan kegiatan Praktek Klinik Kebidanan.<br />
Berdasarkan pernyataan diatas penulis tertarik untuk meneliti tentang “Pengetahuan mahasiswi tingkat II AKBID &#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;. tentang Partograf tahun 2010”.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">B. Rumusan Masalah</span><br />
Berdasarkan latar belakang di atas penulis merumuskan permasalahan penelitian yaitu “Bagaimana pengetahuan dan aplikasi mahasiswi tingkat II AKBID &#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;. tentang Partograf”.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">C. Ruang Lingkup Penelitian</span><br />
Dalam penelitian ini ruang lingkup penelitian adalah sebagai berikut:<br />
1. Sifat Penelitian : Deskriptif<br />
2. Subjek Penelitian : seluruh mahasiswi tingkat II AKBID &#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;.<br />
3. Objek Penelitian : Pengetahuan dan Aplikasi mahasiswi tingkat II AKBID &#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;. tentang partograf.<br />
4. Lokasi Penelitian : AKBID &#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;.<br />
5. Waktu Penelitian : April 2010</p>
<p><span style="font-weight: bold;">D. Tujuan Penelitian</span><br />
1. Tujuan Umum<br />
Tujuan umum dalam penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pengetahuan dan aplikasi mahasiswi tingkat II AKBID &#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;. tentang Partograf.<br />
2. Tujuan Khusus<br />
Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah:<br />
 Diketahuinya pengetahuan mahasiswi tingkat II AKBID &#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;. tentang pengertian Partograf.<br />
 Diketahuinya pengetahuan mahasiswi tingkat II AKBID &#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;. tentang tujuan penggunaan Partograf.<br />
 Diketahuinya pengetahuan mahasiswi tingkat II AKBID &#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;. tentang bagaimana mengaplikasikan dalam Partograf.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">E. Manfaat Penelitian</span><br />
1. Bagi Institusi Pendidikan<br />
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya untuk dapat menambah referensi perpustakaan untuk bahan acuan penelitian yang akan datang.<br />
2. Bagi Responden<br />
Responden dapat mengetahui dengan jelas pengetahuan dan aplikasi dalam penggunaan partograf.<br />
3. Bagi Peneliti<br />
Sebagai pengalaman dalam melakukan penulisan ilmiah, menambah pengetahuan dan wawasan penulis.</p>
</div>
<div style="text-align: center;">silahkan download dalam bentuk dokumen word <span style="font-style: italic;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-style: italic;">PENGETAHUAN DAN APLIKASI MAHASISWI TINGKAT II AKBID TENTANG PARTOGRAF</span><br />
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;<br />
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)<br />
<a href="https://docs.google.com/uc?id=0B-m4s_fgL-OgYjU1NjFkZTUtYTc1Zi00NDNiLTgzMzAtNzc2NGI3NjJhZjk3&amp;export=download&amp;hl=en"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bId2zaothfY/S8xb-IDp4vI/AAAAAAAAEO4/H3y_6_K47ow/download_button5.jpg" alt="" /></a></div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=_jwqpiPyftI:cGsn-B3daRg:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=_jwqpiPyftI:cGsn-B3daRg:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=_jwqpiPyftI:cGsn-B3daRg:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=_jwqpiPyftI:cGsn-B3daRg:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=_jwqpiPyftI:cGsn-B3daRg:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=_jwqpiPyftI:cGsn-B3daRg:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/_jwqpiPyftI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/pengetahuan-dan-aplikasi-mahasiswi-tingkat-ii-akbid-tentang-partograf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/pengetahuan-dan-aplikasi-mahasiswi-tingkat-ii-akbid-tentang-partograf/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Ibu Terhadap Pemakaian Kontrasepsi Implant Di Desa</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/05kWKBtBHFs/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-minat-ibu-terhadap-pemakaian-kontrasepsi-implant-di-desa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 07:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[kti kebidanan d3]]></category>
		<category><![CDATA[Akseptor KB]]></category>
		<category><![CDATA[Faktor-faktor]]></category>
		<category><![CDATA[KB Implant]]></category>
		<category><![CDATA[Minat Memakai Kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[Minat Memakai Kontrasepsi Implant]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[KTI KEBIDANAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT IBU TERHADAP PEMAKAIAN KONTRASEPSI IMPLANT DI DESABAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia dan negara-negara lain relatif tinggi, hingga mencapai 307 per 100.000 kelahiran hidup (Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia, 2002/2003). Penurunan AKI serta peningkatan derajat kesehatan ibu menjadi prioritas utama dalam pembangunan, bidang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="font-weight: bold; text-align: center;">KTI KEBIDANAN<br />
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT IBU TERHADAP PEMAKAIAN KONTRASEPSI IMPLANT DI DESABAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
</div>
<p><span style="font-weight: bold;">A. Latar Belakang</span><br />
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia dan negara-negara lain relatif tinggi, hingga mencapai 307 per 100.000 kelahiran hidup (Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia, 2002/2003). Penurunan AKI serta peningkatan derajat kesehatan ibu menjadi prioritas utama dalam pembangunan, bidang kesehatan di Indonesia. Adapun salah satu upaya yang dapat dilakukan dapat terwujud dalam bentuk safe motherhood atau disebut juga penyelamat ibu dan bayi (Sarwono, 2002).<br />
Masalah kematian ibu adalah masalah yang sangat kompleks seperti status wanita dan pendidikan. Masalah tersebut juga diperbaiki sejak awal. Tetapi kurang realistis apabila mengharapkan perubahan drastis dalam waktu yang singkat, (Sarwono 2002). Tingginya angka kelahiran berkaitan erat dengan usia wanita pada saat perkawinan pertama. Secara nasional, meskipun usia kawin pertama umum 25-49 tahun, telah ada peningkatan. Namun umur kawin yang pertama menunjukkan angka yang relatif rendah, yakni 19,2 tahun, median umur kawin di pedesaan 18,3 tahun dan di perkotaan 20,3 tahun (SDKI, 2002-2003).<br />
Pelayanan KB yang berkualitas belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah nusantara. Pada saat sekarang ini paradigma program KB telah mempunyai visi dari mewujudkan NKKBS menjadi visi untuk mewujudkan keluarga berencana yang berkualitas tahun 2015. Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memilih jumlah anak yang ideal. berwawasan ke depan, bertanggung jawab dan harmonis. Visi tersebut dijabarkan dalam 6 visi yaitu memberdayakan masyarakat, menggalang kemitraan, dalam peningkatan kesejahtera-an, kemandirian dan ketahanan keluarga. Meningkatkan kegiatan khusus kualitas KB dan kesehatan reproduksi, meningkatkan promosi, perlindungan dan upaya mewujudkan hak-hak reproduksi dan meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui program KB serta mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas sejak pembuahan dan kandungan sampai pada usia lanjut (Hanafi Hartanto, 2002).<br />
Banyak perempuan yang mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal ini tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia, tetapi juga oleh ketidaktahuan mereka tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut. Berbagai faktor harus dipertimbangkan termasuk status kesehatan, efek samping, potensial, konsekwensi kegagalan/kehamilan yang tidak diinginkan. Besar keluarga yang direncanakan, persetujuan pasangan bahkan norma budaya lingkungan integral yang sangat tinggi dalam pelayanan KB.<br />
Angka kematian ibu dan perinatal merupakan ukuran penting dalam menilai keberhasilan pelayanan kesehatan dan keluarga berencana di suatu negara. Tingkat kesejahteraan juga dapat ditentukan terhadap seberapa jauh gerakan keluarga berencana dapat dilakukan dan diterima oleh masyarakat. Salah satu bagian dari program KB nasional adalah KB implant. Kontrasepsi untuk kebutuhan KB yang terus berkembang dari tahun ketahun. Pemasangan norplant (susuk KB), sederhana dan dapat diajarkan, tetapi masalah mencabut susuk KB memerlukan perhatian karena sulit dicari metode yang mudah dan aman (Manuaba, 1998).<br />
Meskipun program KB dinyatakan cukup berhasil di Indonesia, namun dalam pelaksanaanya hingga saat ini juga masih mengalami hambatan-hambatan yang dirasakan antara lain adalah masih banyak Pasangan Usia Subur (PUS) yang masih belum menjadi peserta KB. Disinyalir ada beberapa faktor penyebab mengapa wanita PUS enggan menggunakan alat maupun kontrasepsi. Faktor-faktor tersebut dapat ditinjau dari berbagai segi yaitu: segi pelayanan KB, segi kesediaan alat kontrasepsi, segi penyampaian konseling maupun KIE dan hambatan budaya (Sumber Advokasi KB, 2005). Dari hasil SDKI (2002-2003) diketahui banyak alasan yang dikemukakan oleh wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi adalah karena alasan fertilitas. Selain alasan fertilitas, alasan lain yang banyak disebut adalah berkaitan dengan alat/cara KB yaitu: masalah kesehatan, takut efek samping, alasan karena pasangannya menolak dan alasan yang berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi yaitu biaya terlalu mahal.<br />
Bidan yang mempunyai peranan penting sebagai pendamping disepanjang siklus kehidupan wanita sejak periode perinatal, bayi, remaja, dewasa, kehamilan, persalinan, nifas dan menopause. Haruslah faham serta mengerti terhadap berbagai perubahan yang dihadapi wanita demi menuju kehidupan yang sehat.<br />
Pemerintah terus menekan laju pertambahan jumlah penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB). Sebab jika tidak meningkatkan peserta KB maka jumlah penduduk Indonesia akan mengalami peningkatan, apabila kesetaraan ber KB, pertahun, angkanya tetap sama (60,3%) maka jumlah penduduk Indonesia tahun 2015 menjadi sekitar 2555,5 juta (Sumarjati Arjoso, 2000). Terkait program KB nasional menurut kepala BKKBN pusat ternyata cukup menggembirakan yaitu kesetaraan ber KB berdasarkan SDKI 2002, tercatat 61,4% dari Pasangan Usia Subur (PUS) yang ada naik menjadi 65,97% (Susenas, 2005). Demikian juga angka kelahiran total dari 2,7 (SDKI 2005) turun menjadi 2,5 (Susenas, 2004). Sedangkan laju pertambahan penduduk menunjukan angka penurunan dari 2,86% (Sarwono Prawirohardjo, 1990) menjadi 1,17% (Sarwono Prawirohardjo, 2000) (http: //situs kespro-info/kb/aju/ 2006/kb 01 html).<br />
Berdasarkan hasil SDKI jumlah penduduk Indonesia tahun 2000 mencapai 206,4 juta jiwa (102,8 juta perempuan dan 103,4 juta laki-laki). Sedangkan untuk jumlah PUS sekitar 34 juta pasangan. Presentasi KB aktif 60% (SDKI 2002-2003). Berdasarkan fakta utama KB, proporsi wanita PUS yang tidak ber KB masih cukup besar (40%) dan alasan utama wanita pus tidak ber KB adalah tidak subur (17%), masalah kesehatan (12%) dan takut efek samping (10%) (Sumber Advokasi KB, 2005). Jumlah peserta KB berdasarkan SDKI 2002-2003 meliputi peserta KB Suntik 27,8%, PIL KB 13,2%, IUD 6,2% susuk KB 4,3%, MOW 3,7% MOP 0,4% dan Kondom 0,9% dan metode amenore laktasi (MAL) 0,1%, dan sisanya merupakan peserta KB tradisional yang masing-masing menggunakan cara pantang berkala 1,6%, senggama terputus 1,5% dan cara lain 0,5%.<br />
Jumlah WUS di Propinsi Lampung 1.868.903 orang. Hasil presurvey di BBKBN (2004) terdapat peserta KB implant sebanyak 9.730 orang (4,81%), sedangkan KB aktif yang menggunakan KB lainnya sebanyak 188.282 orang (95,09%).<br />
Berdasarkan data jumlah penduduk yang ada di Desa &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Kecamatan &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;.. sebanyak 1.003 KK. Sedangkan untuk jumlah PUS, sebanyak 810 orang. Yang terbagi menjadi 5 dusun yaitu Dusun I sebanyak 180 PUS, 275 Wanita Usia Subur (WUS), Dusun II sebanyak 152 PUS, 203 WUS, Dusun III sebanyak 160 PUS, 223 WUS, Dusun IV sebanyak 169 PUS, 269 WUS, Dusun V sebanyak 149 PUS, 194 WUS, jumlah akseptor KB di wilayah ini tahun 2006 adalah akseptor KB PIL 156 orang (13,4%) Suntik 345 (29,6%) Implant 4 orang (0,3%), MOW 1 orang (0,08%) dan MOP 4 orang (0,3%).<br />
Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi minat ibu terhadap pemakaian kontrasepsi implant di desa &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Kecamatan &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;.. tahun 2006.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">B. Rumusan Masalah dan Permasalahan</span><br />
Setelah mengidentifikasikan masalah, perumusan masalah, penelitian yang diambil adalah “Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi minat ibu terhadap pemakaian kontrasepsi implant di Desa &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Kecamatan &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;.. Tahun 2010?”.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">C. Ruang Lingkup</span><br />
Dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup penelitian yaitu:<br />
1. Jenis Penelitian : Deskriptif<br />
2. Subjek Penelitian : Pasangan Usia Subur (PUS)<br />
3. Objek Penelitian : Faktor-faktor yang mempengaruhi minat ibu terhadap pemakaian KB implant<br />
4. Lokasi Penelitian : Desa &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Kecamatan &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;..<br />
5. Waktu Penelitian : Februari &#8211; Mei 2010<br />
6. Alasan Penelitian : Berdasarkan data hasil presurvey, ibu yang menggunakan kontrasepsi implant hanya 4 orang (0,3%), sehingga penulis tertarik untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi sedikitnya minat ibu terhadap kontrasepsi implant.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">D. Tujuan Penelitian</span><br />
1. Tujuan Umum<br />
Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah:<br />
Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi minat ibu terhadap pemakaian kontrasepsi implant di Desa &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Kecamatan &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;.. tahun 2010.<br />
2. Tujuan Khusus<br />
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah :<br />
 Untuk mengetahui gambaran tingkat pendidikan ibu terhadap kontrasepsi implant di Desa &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Kecamatan &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;.. tahun 2010.<br />
 Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu terhadap kontrasepsi implant di Desa &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Kecamatan &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;.. tahun2010 .<br />
 Untuk mengetahui gambaran tingkat pendapatan keluarga terhadap kontrasepsi implant di Desa &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. kecamatan &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;.. Tahun 2010.<br />
 Untuk mengetahui gambaran sikap ibu terhadap kontrasepsi implant di desa &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Kecamatan &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;.. tahun 2010.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">E. Manfaat Penelitian</span><br />
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :<br />
1. Bagi peneliti<br />
Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu yang telah diberikan dan diterima dalam rangka pengembangan kemampuan diri dan sebagai syarat dalam menyelesaikan studi di Akademi Kebidanan Wira Buana Metro.<br />
2. Bagi instansi pendidikan<br />
Dapat menambah bahan kepustakaan di Akademi Kebidanan Wira Buana Metro.<br />
3. Bagi instansi kesehatan<br />
Dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi instansi kesehatan dalam pelayanan kesehatan, khususnya di Desa &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. Kecamatan &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;.. tahun 2010.<br />
4. Bagi PUS<br />
Dapat menjadi saran dan masukan bagi PUS dalam rangka peningkatan pengetahuan mengenai kontrasepsi implant.</p>
</div>
<div style="text-align: center;">silahkan download dalam bentuk dokumen word <span style="font-style: italic;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-style: italic;">FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT IBU TERHADAP PEMAKAIAN KONTRASEPSI IMPLANT DI DESA</span><br />
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;<br />
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)<br />
<a href="https://docs.google.com/uc?id=0B-m4s_fgL-OgOGE5NmYyYzctOWI2Yy00ZTI3LTgwMzktODg2YjllZTVlMjAz&amp;export=download&amp;hl=en"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bId2zaothfY/S8xb-IDp4vI/AAAAAAAAEO4/H3y_6_K47ow/download_button5.jpg" alt="" /></a></div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=05kWKBtBHFs:9pFpoFKlMC8:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=05kWKBtBHFs:9pFpoFKlMC8:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=05kWKBtBHFs:9pFpoFKlMC8:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=05kWKBtBHFs:9pFpoFKlMC8:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=05kWKBtBHFs:9pFpoFKlMC8:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=05kWKBtBHFs:9pFpoFKlMC8:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/05kWKBtBHFs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-minat-ibu-terhadap-pemakaian-kontrasepsi-implant-di-desa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-minat-ibu-terhadap-pemakaian-kontrasepsi-implant-di-desa/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Karakteristik Ibu yang Menyapih Anak Di Bawah Usia Satu Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/MqZd8STB67U/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/karakteristik-ibu-yang-menyapih-anak-di-bawah-usia-satu-tahun-di-wilayah-kerja-puskesmas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 19:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[kti kebidanan d3]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Meneteki Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[Karakteristik]]></category>
		<category><![CDATA[Penyapihan Anak Kurang 1 Tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[KTI KEBIDANAN KARAKTERISTIK IBU YANG MENYAPIH ANAK DI BAWAH USIA SATU TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMASBAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Di Indonesia gerakan nasional Peningkatan Pemanfaatan Air Susu Ibu (PP-ASI) yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia kedua pada acara puncak peringatan hari ibu ke-62 tanggal 22 Desember 1990, menunjukkan dukungan pemerintah dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="font-weight: bold; text-align: center;">KTI KEBIDANAN<br />
KARAKTERISTIK IBU YANG MENYAPIH ANAK DI BAWAH USIA SATU TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMASBAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
</div>
<p><span style="font-weight: bold;">1.1 Latar Belakang Penelitian </span><br />
Di Indonesia gerakan nasional Peningkatan Pemanfaatan Air Susu Ibu (PP-ASI) yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia kedua pada acara puncak peringatan hari ibu ke-62 tanggal 22 Desember 1990, menunjukkan dukungan pemerintah dalam Peningkatan Pemanfaatan Air Susu Ibu (PP-ASI) (Soetjiningsih, 1998).<br />
Dewasa ini di Indonesia 80-90% para ibu di daerah pedesaan masih menyusui anaknya sampai umur lebih dari dua tahun, tetapi di kota-kota Air Susu Ibu (ASI) sudah banyak diganti dengan susu botol. Banyak faktor yang menyebabkan penurunan penggunaan ASI ini. Di kota-kota banyak ibu-ibu ikut bekerja untuk mencari nafkah, sehingga tidak dapat menyusui anaknya dengan baik dan teratur (Tumbelaka dalam Soetjiningsih, 1997).<br />
ASI tidak perlu diragukan lagi, karena ASI merupakan makanan anak yang paling baik dan ASI juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak untuk lebih optimal, akan tetapi ada kalanya oleh suatu sebab misalnya ibu yang bekerja harus menambah atau mengganti ASI dengan makanan tambahan bahkan harus dilakukan penyapihan dini (Soetjiningsih, 1998).<br />
ASI mempunyai manfaat praktis dan psikologis yang harus dipertimbangkan bila ibu memilih metode untuk pemberian makanannya. Air susu ibu adalah yang paling cocok dari semua susu yang tersedia untuk anak manusia, karena ia secara unik disesuaikan untuk kebutuhan dirinya (Nelson, 1999).<br />
ASI merupakan makanan ideal untuk anak, secara psikologis maupun biologis. ASI memberikan keuntungan bagi keluarga maupun bagi anak dan balita. ASI mengandung zat gizi untuk membangun dan penyediaan energi dalam susunan yang diperlukan dan melindungi anak terhadap infeksi terutama infeksi pencernaan (Pudjiadi, 1997).<br />
Pada usia sampai dengan enam bulan kebutuhan anak dapat dipenuhi oleh ASI. Setelah itu kebutuhan anak semakin bertambah dengan pertumbuhan dan perkembangan anak dan produksi ASI menurun. Karena itu anak memerlukan makanan tambahan (PASI) ini dilihat dari pemenuhan kebutuhan fisik. Namun demikian saat menyusui dapat dibentuk pemenuhan psikologis, sehingga menyusui dapat diteruskan minimal satu tahun, karena anak dibawah usia satu tahun dalam fase oral, dimana anak akan memerlukan kebutuhan rasa aman yang sangat dominan (Moehji, 2000).<br />
Penyapihan anak diberbagai tempat dilakukan pada berbagai umur anak. Di masyarakat pedesaan umumnya penyapihan jarang dilakukan terhadap anak sebelum umur satu tahun, bahkan berlangsung lebih lama lagi, sampai umur lebih dari dua tahun. Dalam beberapa kasus, anak tidak disapih sampai berumur empat tahun. Dilain pihak, pada masyarakat perkotaan terdapat kecenderungan yang jelas bahwa penyapihan anak dilakukan pada umur yang lebih dini, bahkan ada pula yang menyapihkannya pada umur baru beberapa minggu (Suhardjo, 2000).<br />
Penyapihan dibawah 1 tahun dapat mempengaruhi pertumbuhan anak, misalnya Kurang Energi Protein (KEP). KEP dapat terjadi karena para ibu yang telah melahirkan, dan ibu kembali lagi bekerja sehingga harus meninggalkan anak dari pagi sampai sore. Dengan demikian anak tersebut tidak mendapat ASI yang merupakan nutrisi pokok disamping Pemberian Air Susu Ibu (PASI) atau makanan tambahan tidak diberikan sebagaimana mestinya (Pudjiadi, 1997).<br />
Kebanyakan anak sedikit demi sedikit mengurangi volume frekuensi kebutuhan ASI-nya pada usia 6-12 bulan dan mereka menjadi terbiasa dengan penambahan jumlah makanan padat dan cairan dengan botol dan cangkir. Karena anak hanya butuh sedikit ASI, penyediaan ASI ibu makin lama makin berkurang, menyebabkan ibu terbebas dari kencang payudara. Penyapihan harus dimulai dengan mengganti susu formula atau susu sapi dengan botol atau cangkir pada sebagian ASI dan selanjutnya untuk semua bagian ASI (Nelson, 1999).<br />
Penyapihan sangat bergantung pada keputusan pribadi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kapan ibu bekerja kembali, bagaimana kesehatan ibu anak atau feeling ibu bahwa ini adalah saat yang tepat untuk mengerti. Beberapa ahli menyatakan sebaiknya setelah anak berusia 1 tahun, mulai dilakukan peralihan dari puting susu ibu (www.google.com., 2006)<br />
Tidak terpenuhinya nutrisi akan berpengaruh pada anak dan balita, sehingga timbul gizi kurang/buruk. Hal ini dapat dilihat dari SUSENAS (1998).<br />
Dari hasil prasurvei peneliti dengan 10 orang ibu yang hadir disalah Posyandu sebanyak 7 orang (70%) mengatakan tidak mengerti apa itu penyapihan dan sebanyak 3 orang (30%) mengerti tentang penyapihan.<br />
Berdasarkan data pra survey di Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. pada tahun 2009 terdapat 30 anak yang disapih kurang dari satu tahun. (Data Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.., 2009).<br />
Berdasarkan fenomena tersebut dapat diketahui bahwa sebagian besar ibu belum mengerti tentang penyapihan. Dari uraian tersebut maka penulis tertarik untuk mengetahui karakteristik ibu yang menyapih anak di bawah usia satu tahun di wilayah kerja Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. tahun 2009.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.2 Identifikasi Masalah </span><br />
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi sebagai berikut :<br />
1.2.1 Masih banyaknya ibu yang melakukan penyapihan dini pada bayinya yang berumur &lt; style=&#8221;font-weight: bold;&#8221;&gt;1.3 Rumusan Masalah<br />
Dari latar belakang di atas, maka penulis membuat rumusan masalah penelitian sebagai berikut :”Bagaimana karakteristik ibu yang menyapih bayinya di bawah usia satu tahun di Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. tahun 2010.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.4 Pertanyaan Penelitian </span><br />
Bagaimana karakteristik ibu yang menyapih anak di bawah 1 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. tahun 2006.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.5 Tujuan Penelitian </span><br />
1.5.1 Tujuan Umum<br />
Untuk dapat mengetahui karakteristik ibu yang menyapih anak di bawah umur satu tahun di Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; tahun 2010.<br />
1.5.2 Tujuan Khusus<br />
1. Untuk mengetahui karakteristik usia ibu yang menyapih anak di bawah umur satu tahun di Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; tahun 2010.<br />
2. Untuk mengetahui karakteristik paritas ibu yang menyapih anak di bawah umur satu tahun di Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; tahun 2010.<br />
3. Untuk mengetahui karakteristik pendidikan ibu yang menyapih anak di bawah umur satu tahun di Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; tahun 2010.<br />
4. Untuk mengetahui karakteristik pekerjaan ibu yang menyapih anak umur di bawah satu tahun di Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; tahun 2010.<br />
5. Untuk mengetahui karakteristik penghasilan ibu yang menyapih anak di bawah umur satu tahun di Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; tahun 2010.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.6 Manfaat Penelitian </span><br />
1.6.1 Bagi Institusi Pendidikan Program Akademi Kebidanan.<br />
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan dalam memberikan pengajaran yang berkaitan dengan nutrisi atau gizi.<br />
1.6.2 Bagi Puskesmas<br />
Setelah diketahui tentang karakteristik ibu yang menyapih anak di bawah satu tahun di Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; tahun 2010 dapat diharapkan dapat dijadikan bahan masukan terhadap penyapihan.<br />
1.6.3 Bagi Penelitian Lain<br />
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian di tempat lain yang berkaitan dengan penelitian ini.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.7 Ruang Lingkup Penelitian </span><br />
Dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup penelitian sebagai berikut :<br />
1. Jenis Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif mengenai gambaran tentang karakteristik ibu yang menyapih anak dibawah 1 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; tahun 2010.<br />
2. Lokasi Penelitian : Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; tahun 2010.<br />
3. Waktu penelitian : Setelah proposal disetujui pada bulan Februari 2010<br />
4. Subjek Penelitian : Ibu yang menyapih anak di bawah 1 tahun Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; tahun 2010.<br />
Alasan Penelitian : Masih banyak ibu yang masih mengabaikan menyapih dibawah 1 tahun Wilayah Kerja Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; tahun 2010.</p>
<div style="text-align: center;">silahkan download dalam bentuk dokumen word <span style="font-style: italic;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-style: italic;">KARAKTERISTIK IBU YANG MENYAPIH ANAK DI BAWAH USIA SATU TAHUN DI WILAYAH KERJA WILAYAH KERJA PUSKESMAS</span><br />
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;<br />
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)<br />
<a href="https://docs.google.com/uc?id=0B-m4s_fgL-OgODNlYTgwNDItMTliZS00YjU0LTllY2UtZGMzNjZkYzA5MDYx&amp;export=download&amp;hl=en"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bId2zaothfY/S8xb-IDp4vI/AAAAAAAAEO4/H3y_6_K47ow/download_button5.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=MqZd8STB67U:rMswlzWKNRc:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=MqZd8STB67U:rMswlzWKNRc:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=MqZd8STB67U:rMswlzWKNRc:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=MqZd8STB67U:rMswlzWKNRc:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=MqZd8STB67U:rMswlzWKNRc:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=MqZd8STB67U:rMswlzWKNRc:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/MqZd8STB67U" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/karakteristik-ibu-yang-menyapih-anak-di-bawah-usia-satu-tahun-di-wilayah-kerja-puskesmas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/karakteristik-ibu-yang-menyapih-anak-di-bawah-usia-satu-tahun-di-wilayah-kerja-puskesmas/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang HIV-AIDS di SMU</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/LVK9ywhcOrA/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-pengetahuan-dan-sikap-remaja-tentang-hiv-aids-di-smu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 07:10:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[kti kebidanan d3]]></category>
		<category><![CDATA[gambaran]]></category>
		<category><![CDATA[HIV AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Reproduksi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan dan Sikap]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan HIV ADIS]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[KTI KEBIDANAN GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG HIV-AIDS DI SMUBAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) dan HIV/AIDS cukup banyak terjadi dikalangan remaja. Berbagai jenis IMS serta HIV/AIDS sangat berpengaruh pada tingkat kesehatan seseorang pada umumnya dan kondisi kesehatan reproduksi pada khususnya karena pada umumnya berbagai infeksi IMS dan HIV/AIDS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="font-weight: bold; text-align: center;">KTI KEBIDANAN<br />
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA<br />
TENTANG HIV-AIDS DI SMUBAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
</div>
<p><span style="font-weight: bold;">1.1 Latar Belakang</span><br />
Kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) dan HIV/AIDS cukup banyak terjadi dikalangan remaja. Berbagai jenis IMS serta HIV/AIDS sangat berpengaruh pada tingkat kesehatan seseorang pada umumnya dan kondisi kesehatan reproduksi pada khususnya karena pada umumnya berbagai infeksi IMS dan HIV/AIDS berkaitan langsung dengan sistem reproduksi manusia. Bahkan HIV/AIDS dapat berdampak kematian.1 Dalam banyak kesempatan diskusi dan seminar mengenai HIV/AIDS sering para pakar menyebut fenomena gunung es ditengah pandemi HIV, artinya dari seluruh data yangdapat diungkap sesungguhnya tersembunyi masalah yang jauh lebih besar. Misalnya kita mengungkap 100 data penderita HIV maka mungkin saja angka realnya bisa mencapai 100 atau sampai 1000 kali lipat.<br />
Sangat sedikit kaum muda yang memiliki pengetahuan memadai dan benar tentang IMS termasuk HIV/AIDS padahal pengetahuan tersebut dibutuhkan untuk terhindar dari risiko penularan dan tidak diskriminatif kepada penderita AIDS. Dari data yang didapat dari UNAIDS (United Nation for AIDS) pada akhir tahun 2004 didunia diperkirakan terdapat 39,4 juta orang penderita HIV/AIDS. Menurut laporan United Nations Population Fund, HIV banyak menjangkiti remaja putri. Diperkirakan diseluruh dunia yang terjangkit penyakit HIV/AIDS 7,3 juta wanita muda dan 4,5 juta pria muda. Kalangan remaja dunia dewasa ini ibarat hidup dalam era HIV/AIDS. Laporan itu juga menyebutkan bahwa sebagian kasus baru HIV/AIDS telah menyerang remaja usia 15 – 24 tahun. Dilaporkan bahwa setiap 14 detik, satu orang remaja terinfeksi virus HIV/AIDS. Setiap hari sekitar 6000 orang berusia 15 – 24 tahun tercatat sebagai penderita baru HIV. Sebanyak 87 % pengidap HIV/AIDS hidup dinegara miskin dan berkembang. Banyak kalangan remaja tidak mempunyai informasi mengenai kesehatan, pencegahan kehamilan, HIV/AIDS serta infeksi yang ditimbulkan akibat hubungan seks. Sebagaimana disadari bahwa jumlah penduduk Indonesia dewasa ini mencapai 210 juta orang. Yang disebut remaja kira-kira 30 %. Terancamnya generasi muda dunia oleh penyakit HIV/AIDS, juga tidak terluput mengancam generasi muda indonesia. 2<br />
Kasus AIDS pertama kali ditemukan di Indonesia pada April 1987 (pada seorang Wisatawan Belanda, kebetulan seorang Gay, yang akhirnya meninggal di sebuah Rumah Sakit di Denpasar Bali). Pemerintah Indonesia memungkiri kasus tersebut sebagian masyarakat juga melakukan hal yang sama, apalagi kasusnya adalah Wisatawan Asing. Di Indonesia yang dikenal begitu menjunjung tinggi budaya dan norma-norma ketimuran, ternyata HIV/AIDS juga sudah berkembang dan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut Elisabeth Pisani, seorang Epidemiologis dari ASA (Aksi Stop AIDS), sebuah kelompok yang peduli terhadap AIDS sebagaimana dikutip AFP (AIDS Found Populations) “Indonesia adalah salah satu negara yang peningkatan Epidemi HIV/AIDS nya paling cepat didunia”. 3<br />
Di Indonesia penyakit HIV/AIDS meningkat cukup tajam dari tahun ke tahun. Sejak kasus pertama diBali 1987, enam tahun kemudian (desember 1993) dilaporkan telah ditemukan di 12 propinsi dengan jumlah penderita AIDS sebanyak 49 orang dan HIV (+) 193 orang. Pada bulan Maret 2002 dilaporkan jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia berjumlah 2950 orang. 4<br />
Hingga Juni 2004 jumlah kasus HIV/AIDS pada kelompok usia 15 – 19 tahun berjumlah 167 orang dan usia 20 – 29 tahun berjumlah 1.225 orang. Sementara jumlah total semua usia adalah 4389 kasus HIV/AIDS. Banyaknya jumlah remaja penderita HIV/AIDS diduga karena keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan bagi remaja yang berdampak pada rendahnya pengetahuan tentang HIV/AIDS yang benar dan menyeluruh dikalangan remaja berusia 15 – 24 tahun.5 Pada tahun 2002 – 2003 Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) menemukan sekitar 34% remaja putri dan 21% remaja pria berusia 15 – 24 tahun belum pernah mendengar tentang HIV/AIDS.6 Dari Juni 2004 hingga akhir Juni 2005 jumlah pengidap HIV/AIDS di Indonesia adalah sebanyak 7098 kasus, benar-benar diluar dugaan, dalam kurun waktu satu tahun telah terjadi peningkatan sebanyak 2709 kasus. 3<br />
Salah satu propinsi yang memiliki jumlah pengidap HIV/AIDS tertinggi di Indonesia adalah Papua. Data terakhir Dinas Kesehatan Propinsi Papua per 30 September 2005, menyebutkan angka HIV/AIDS di Papua mencapai 2134 kasus. Dengan perincian sebanyak 1202 kasus HIV dan 932 kasus AIDS, serta 289 diantaranya sudah meninggal. Satu hal yang mengkhawatirkan adalah kasus HIV/AIDS terbanyak justru ada pada usia produktif ( 15 – 39 tahun ), yakni sekitar 79%, pada kelompok umur 20 – 29 tahun yaitu 879 kasus, umur 30 – 39 tahun 530 kasus dan umur 15 – 19 tahun 189 kasus. 7<br />
Di Lampung berdasarkan survei tentang HIV/AIDS yang hanya dilakukan didaerah endemis didapat data, tahun 2001 ada 18 kasus, tahun 2002 ada 10 kasus, tahun 2003 ada 31 kasus, dan ditahun 2004 ada 21 kasus. Tahun 2002 RSUAM (Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek) melaporkan ada pasien meninggal karena AIDS.8<br />
Dari hasil pra survey yang telah penulis lakukan dengan mengajukan 6 pertanyaan lisan tentang HIV/AIDS, dari 10 orang siswa/I yang diajukan pertanyaan, 60% dari mereka hanya bisa menjawab 2 – 3 pertanyaan dan 40%nya bisa menjawab 4 – 5 pertanyaan saja. Alasan mereka tidak tahu karena mereka tidak pernah mendapatkan informasi dari sumber yang benar dan tidak adanya tempat atau layanan khusus remaja dimana mereka bisa menanyakan tentang hal-hal seperti itu. Karena pengetahuan mereka tentang HIV/AIDS yang sedikit tersebut penulis juga ingin mengetahui bagaimana gambaran sikap mereka tentang HIV/AIDS. Karena cara bersikap terhadap suatu objek juga ditentukan dari pengetahuan tentang objek tersebut.<br />
Dari latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan dan sikap Remaja tentang HIV/AIDS di SMU Negeri I &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; 2010.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.2 Identifikasi Masalah</span><br />
Dari latar belakang diatas dapat dilihat masih banyaknya jumlah remaja penderita HIV/AIDS diduga karena keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan bagi remaja yang berdampak pada rendahnya pengetahuan tentang HIV/AIDS yang benar dan menyeluruh dikalangan remaja berusia 15 – 24 tahun.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.3 Rumusan Masalah</span><br />
Rumuskan masalah dalam penelitian ini, Bagaimana Gambaran Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang HIV/AIDS di SMU Negeri 1 &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Tahun 2010.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.4 Pertanyaan penelitian </span><br />
Dari uraian latar belakang tersebut diatas, maka dibuat pertanyaan penelitian sebagai berikut:<br />
Bagaimana gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS di SMA N 1 &#8230;&#8230;&#8230;&#8230; ?.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.4 Tujuan Penelitian</span><br />
1.4.1 Tujuan Umum<br />
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS di SMU Negeri 1 &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
1.4.2 Tujuan Khusus<br />
1.4.2.1 Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang pengertian HIV/AIDS di SMU N 1 &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
1.4.2.2 Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang etiologi/penyebab HIV/AIDS di SMU N 1 &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
1.4.2.3 Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang patogenesis/penularan HIV/AIDS di SMU N 1 &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
1.4.2.4 Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang manifestasi/gejala HIV/AIDS di SMU N 1 &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
1.4.2.5 Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang pemeriksaan penunjang untuk HIV/AIDS di SMU N 1 &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
1.4.2.6 Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang pencegahan untuk HIV/AIDS di SMU N 1 &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
1.4.2.7 Untuk mengetahui sikap remaja tentang HIV/AIDS di SMU N 1 &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.5 Manfaat Penelitian</span><br />
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi :<br />
1.5.1 Institusi Pendidikan Tempat Penelitian<br />
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi dan masukan yang bermanfaat bagi SMU Negeri 1 &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
1.5.2 Akademik<br />
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi dan masukan yang bermanfaat bagi mahasiswa tentang Tingkat Pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS.<br />
1.5.3 Peneliti<br />
Diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan dalam penulisan karya tulis ilmiah serta menambah pengalaman dalam bidang penelitian khususnya mengenai HIV/AIDS.<br />
1.5.4 Masyarakat Khususnya Remaja<br />
Diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan masyarakat khususnya remaja mengenai HIV/AIDS.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.6 Ruang Lingkup Penelitian</span><br />
1.7.1 Jenis penelitian : Deskriptif<br />
1.7.2 Objek penelitian : HIV/AIDS<br />
1.7.3 Subjek Penelitian : Remaja di SMU Negeri 1 &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
1.7.4 Lokasi Penelitian : SMU Negeri 1 &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
1.7.5 Waktu Penelitian : Januari – Mei 2010<br />
1.7.6 Alasan Penelitian : Untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan Remaja tentang HIV/AIDS.</p>
</div>
<div style="text-align: center;">silahkan download dalam bentuk dokumen word <span style="font-style: italic;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-style: italic;">GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG HIV-AIDS DI SMU</span><br />
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;<br />
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)<br />
<a href="https://docs.google.com/uc?id=0B-m4s_fgL-OgN2JiNWZkOTUtMDM5Ny00ZWE4LTk0ZjMtODc3YWQwOWIxNjNm&amp;export=download&amp;hl=en"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bId2zaothfY/S8xb-IDp4vI/AAAAAAAAEO4/H3y_6_K47ow/download_button5.jpg" alt="" /></a></div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=LVK9ywhcOrA:FpFA5UN29Ts:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=LVK9ywhcOrA:FpFA5UN29Ts:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=LVK9ywhcOrA:FpFA5UN29Ts:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=LVK9ywhcOrA:FpFA5UN29Ts:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=LVK9ywhcOrA:FpFA5UN29Ts:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=LVK9ywhcOrA:FpFA5UN29Ts:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/LVK9ywhcOrA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-pengetahuan-dan-sikap-remaja-tentang-hiv-aids-di-smu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-pengetahuan-dan-sikap-remaja-tentang-hiv-aids-di-smu/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gambaran Pelaksanaan 7T Pada Ibu  Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/q32ZsSYm3_I/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-pelaksanaan-7t-pada-ibu-hamil-di-wilayah-kerja-puskesmas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 19:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[kti kebidanan d3]]></category>
		<category><![CDATA[gambaran]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Hamil (Bumil)]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaksanaan 7T]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[KTI KEBIDANAN GAMBARAN PELAKSANAAN 7T PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMASBAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diwarnai oleh rawannya derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rawan yaitu ibu hamil, ibu bersalin dan bagi pada masa perinatal. Hal ini ditandai oleh tingginya angka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="font-weight: bold; text-align: center;"><span style="font-weight: bold;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-weight: bold;">GAMBARAN PELAKSANAAN 7T PADA IBU HAMIL<br />
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS</span>BAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
</div>
<p><span style="font-weight: bold;">1.1 Latar Belakang Masalah</span><br />
Pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diwarnai oleh rawannya derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok yang paling rawan yaitu ibu hamil, ibu bersalin dan bagi pada masa perinatal. Hal ini ditandai oleh tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi.<br />
Angka kematian ibu memang sangat tinggi, terbukti WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu meninggal saat hamil dan bersalin. Oleh karena itulah maka sejak tahun 1990 sampai 1991 Departemen Kesehatan dibantu oleh WHO, UNICEF dan UNDP melaksanakan assessment safe mother hood sampai saat ini. Hasil kegiatan dari assessment safe mother hood adalah rekomendasi rencana kegiatan 5 (lima) tahun. Departemen Kesehatan merekomendasi dalam bentuk strategi operasional dalam mempercepat penurunan AKI (Syaifuddin, dkk, 2002). Terbukti pada tahun 2002/2003 menurut Survey Demografi dan Kesehatan AKI di Indonesia turun menjadi 307/100.000 kelahiran hidup (www.tempo.co.id/medika/arsip. 2005).<br />
Kebijakan Depkes dalam upaya mempercepat penurunan AKI pada dasarnya mengacu kepada intervensi strategis “Empat pilar Safe Motherhood”. Dewasa ini program keluarga berencana sebagai pilar pertama telah dianggap berhasil. Namun, untuk mendukung upaya mempercepat penurunan AKI diperlukan penajaman sasaran agar kejadian “4 terlalu (terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering, terlalu banyak anak)” dan kehamilan yang tidak diinginkan dapat ditekan serendah mungkin. Akses terhadap pelayanan antenatal sebagai pilar kedua cukup baik, yaitu 87% pada tahun 1997; namun mutunya masih perlu ditingkatkan terus. Persalinan yang aman- sebagai pilar ketiga – yang dikategorikan sebagai pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, pada 1997 baru mencapai 69%. Untuk mencapai AKI sekitar 200 per 100.000 kelahiran hidup diperlukan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan sekitar angka 80%. Cakupan pelayanan obstetri esensial – sebagai pilar keempat – masih sangat rendah, dan mutunya belum optimal.<br />
Untuk membantu pemerintah dalam mencapai penurunan AKI di Indonesia, maka pemerintah Propinsi Lampung mempunyai target cakupan pelayanan antental (K4) 84% dengan akses pelayanan antenatal (K4) 92,2% cakupan antenatal (K4) tahun 2004 mencapai 81,75% sudah hampir memenuhi target yang ditetapkan oleh pemerintah Propinsi Lampung. Sedang target cakupan pelayanan antenatal (K4) di Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; 82% baru terlaksana 78,73%. Adapun akses pelayanan antenatal (K1) 85,7% (Dinkes Propinsi Lampung, 2004). Di Puskesmas Kalirejo sendiri mempunyai target cakupan pelayanan antenatal (K4) 80%, target akses pelayanan antenatal (K1) 88% (PWSKIA Propinsi Lampung, 2004). Sedangkan jumlah akses (K1) pada bulan Januari 2009 di Puskesmas Kalirejo sendiri adalah 6,5%, cakupan pelayanan antenatal (K4) bulan Januari 5,8%.<br />
Dengan target cakupan pelayanan antenatal yang telah ditetapkan oleh pemerintah Propinsi Lampung dan Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; serta Puskesmas Kalirejo khususnya dapat membantu pemerintah dalam menurunkan AKI di Indonesia melalui pelayanan antenatal. Pelayanan antenatal diberikan oleh petugas kesehatan baik yang bekerja di instansi pemerintah maupun swasta. Pelayanan antenatalpun diberikan di Puskesmas-Puskesmas yang tersebar di Indonesia. Saat ini dalam pelaksanaannya, Puskesmas menghadapi banyak masalah. Sejalan dengan otonomi daerah, Puskesmas diupayakan direvitalisasi, antara lain lewat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 128 Tahun 2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat (Walujani M, dalam http://jpkm-online.net/news.2005 ).<br />
Puskesmas dalam memberikan pelayanan antenatal hendaknya menggunakan asuhan standar minimal yang telah ditetapkan oleh pemerintah sejak tahun 1999 menjadi standar “7T” yang dahulunya hanya “5T”. Standar minimal ibu hamil “7T” tersebut yaitu timbang berat badan, ukur tekanan darah, ukur tinggi fundus uteri, pemberian imunisasi TT, pemberian tablet Fe, tes penyakit menular seksual serta temu wicara dalam rangka persiapan rujukan.<br />
Dari data pra survey yang dilakukan di Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230;, pelaksanaan pelayanan 7T di wilayah kerja Puskesmas Kalirejo rata-rata 60,05% pada bulan Januari 2010. Untuk rata-rata kunjungan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; setiap bulannya 94 ibu hamil yang berkunjung untuk memeriksakan kehamilannya. Adapun data pra survey kunjungan ibu hamil tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.1 berikut.</p>
<p>Tabel 1.1 Jumlah Kunjungan Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; Pada Bulan Juli 2009 s.d Januari 2010 .</p>
<p>Dari data tersebut penulis ingin mengetahui “Gambaran Pelaksanaan “7T” Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230;”.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.2 Identifikasi Masalah</span><br />
Dari latar belakang di atas, maka penulis mengidentifikasikan masalah yang ada bahwa pada tahun 1999 pemerintah mencanangkan asuhan pelayanan antenatal menjadi standar 7T. Hal ini dimaksudkan untuk membantu dalam menurunkan AKI di &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; khususnya di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo yang mana target K1 di Propinsi Lampung 92,2%, K4 84%. Untuk wilayah kerja Puskesmas Kalirejo target K1 88%, K4 84%.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.3 Rumusan Masalah dan Permasalahan </span><br />
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka rumusan masalah pada karya tulis ilmiah ini yaitu bagaimana gambaran pelaksanaan “7T” di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada Bulan April-Juni tahun 2010.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.4 Pertanyaan Penelitian </span><br />
1.4.1 Bagaimanakah pelaksanaan pada penimbangan berat badan ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010?<br />
1.4.2 Bagaimanakah pelaksanaan pemeriksaan tekanan darah pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010?<br />
1.4.3 Bagaimanakah pelaksanaan pada ibu hamil terhadap pemeriksaan pada fundus uteri di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010?<br />
1.4.4 Bagaimanakah pelaksanaan imunisasi TT (Tetanus Toksoid) pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010?<br />
1.4.5 Bagaimanakah pelaksanaan pemberian tabel Fe pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010?<br />
1.4.6 Bagaimanakah pelaksanaan pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS) pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010?<br />
1.4.7 Bagaimanakah pelaksanaan temu wicara pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010?</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.5 Tujuan Penelitian</span><br />
1.5.1 Tujuan Umum<br />
Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan 7T pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010.<br />
1.5.2 Tujuan Khusus<br />
1) Untuk dapat mengidentifikasikan gambaran pelaksanaan pada penimbangan berat badan ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010.<br />
2) Untuk dapat mengidentifikasikan gambaran pelaksanaan pemeriksaan tekanan darah pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010.<br />
3) Untuk dapat mengidentifikasikan gambaran pelaksanaan pada ibu hamil terhadap pemeriksaan pada fundus uteri di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010.<br />
4) Untuk dapat mengidentifikasikan gambaran pelaksanaan imunisasi TT (Tetanus Toksoid) pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010.<br />
5) Untuk dapat mengidentifikasikan gambaran pelaksanaan pemberian tabel Fe pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010.<br />
6) Untuk dapat mengidentifikasikan gambaran pelaksanaan pemeriksaan Penyakit Menular Seksual (PMS) pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010.<br />
7) Bagaimanakah pelaksanaan temu wicara pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada tahun 2010.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.6 Manfaat Penelitian</span><br />
1.6.1 Bagi Ibu Hamil<br />
Manfaat penelitian bagi ibu hamil, yaitu untuk memberikan tambahan pengetahuan tentang pelayanan/asuhan standar “7T” (timbang berat badan, ukur tekanan darah, pemberian imunisasi TT, pemberian tabelt Fe, tes PMS, dan temu wicara).<br />
1.6.2 Bagi Puskesmas<br />
Sebagai masukan guna meningkatkan dan memaksimalkan pelayanan antenatal dengan menggunakan asuhan standar “7T” yang telah ditetapkan oleh pemerintah.<br />
1.6.3 Bagi Peneliti<br />
Sebagai penerapan mata kuliah Metodologi Penelitian dan menambah pengalaman dalam penulisan KTI, serta sebagai masukan pengetahuan tentang pelayanan/asuhan standar “7T” (timbang berat badan, ukur tekanan darah, pemberian imunisasi TT, pemberian tabelt Fe, tes PMS, dan temu wicara).<br />
1.6.4 Bagi Pihak Institusi Pendidikan<br />
Sebagai bahan bacaan di Perpustakaan mengenai pelaksanaan “7T” (timbang berat badan, ukur tekanan darah, pemberian imunisasi TT, pemberian tabelt Fe, tes PMS, dan temu wicara)<br />
1.6.5 Bagi Peneliti Lainnya<br />
Dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian-penelitian di tempat lain.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.7 Ruang Lingkup Penelitian </span><br />
Jenis Penelitian : Deskriptif<br />
Subjek : Pelaksanaan “7T”<br />
Objek : Ibu hamil<br />
Lokasi penelitian : Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Waktu : April sampai dengan Juni tahun 2010<br />
Alasan Penelitian : Ingin mengetahui gambaran pelaksanaan “7T” di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negrikaton Kabupaten &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; pada Bulan April-Juni tahun 2010.</p>
</div>
<div style="text-align: center;">silahkan download dalam bentuk dokumen word <span style="font-style: italic;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-style: italic;">GAMBARAN PELAKSANAAN 7T PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS</span><br />
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;<br />
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)<br />
<a href="https://docs.google.com/uc?id=0B-m4s_fgL-OgYjBmNjc2NWEtMWI4Ny00ZDQwLWIwMDYtYjA4MTQwYzM5N2Qy&amp;export=download&amp;hl=en"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bId2zaothfY/S8xb-IDp4vI/AAAAAAAAEO4/H3y_6_K47ow/download_button5.jpg" alt="" /></a></div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=q32ZsSYm3_I:U8BqFfvvIxU:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=q32ZsSYm3_I:U8BqFfvvIxU:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=q32ZsSYm3_I:U8BqFfvvIxU:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=q32ZsSYm3_I:U8BqFfvvIxU:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=q32ZsSYm3_I:U8BqFfvvIxU:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=q32ZsSYm3_I:U8BqFfvvIxU:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/q32ZsSYm3_I" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-pelaksanaan-7t-pada-ibu-hamil-di-wilayah-kerja-puskesmas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-pelaksanaan-7t-pada-ibu-hamil-di-wilayah-kerja-puskesmas/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gambaran Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/mH3ahKs_SqY/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-kejadian-diare-pada-balita-di-wilayah-kerja-puskesmas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 07:10:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[kti kebidanan d3]]></category>
		<category><![CDATA[bayi dan balita]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<category><![CDATA[gambaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kejadian Diare Balita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[KTI KEBIDANAN GAMBARAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMASBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit diare kini masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Diperkirakan angka kesakitan berkisar diantara 150-430 per seribu penduduk setahnnya. Dengan upaya yang sekarang telah dilaksanakan, angka kematian dirumah sakit dapat ditekan menjadi kurang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="font-weight: bold; text-align: center;">KTI KEBIDANAN<br />
GAMBARAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA<br />
DI WILAYAH KERJA PUSKESMASBAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
</div>
<p><span style="font-weight: bold;">A. Latar Belakang</span><br />
Penyakit diare kini masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia. Diperkirakan angka kesakitan berkisar diantara 150-430 per seribu penduduk setahnnya. Dengan upaya yang sekarang telah dilaksanakan, angka kematian dirumah sakit dapat ditekan menjadi kurang dari 3%.<br />
Hippocrates mendefinisikan diare sebagai pengeluaran tinja yang tidak normal dan cair. Dibagian ilmu kesehatan anak FKUI / RSCM diare diartikan sebagai buang airbesar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. (Ilmu Kesehatan Anak, 2005).<br />
Diare merupakan buang air besar (defeksi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 ml per jam tinja) dengan tinja yang berbentuk cairan setengah cair (setengah padat) dapat pula disertai frekuensi defeksi yang lebih meningkat (Kapita Selekta Kedokteran, 2001).<br />
Diare atau penyakit mencret pada saat ini di Indonesia masih menjadi penyebab kematian yang utama, yaitu nomor dua pada balita dan nomor tiga pada semua umur, penyakit diare terjadi pada 28 dari 100 penduduk (<a href="http://www.google.co.id/">www.google.com</a>)<br />
Neonatus dinyatakan diare bila frekuensi buang air besar sudah lebih dari 4 kali, sedangkan untuk bayi berumur lebih dari 1 bulan dan anak, bila frekuensinya lebih dari 3 kali.<br />
Gastroentritis sering dijuluki sebagai flu perut, pada dasarnya, diare dan muntah adalah upaya tubuh untuk mengeluarkan racun dan patogen yang menyerang saluran pencernaan, dengan kata lain, gastroentritis adalah suatu mekanisme alamiah untuk melindungi saluran cerna. Jadi gastrointeritis itu adalah gejala, bukan penyakit. Gastrointritis merupakan alarm, pertanda ada sesuatu yang tengah menyerang saluran cerna.<br />
Yang pertama harus dilakukan adalah pikirkan penyebabnya, kedua, cegah terjadinya dehidrasi. (Bayiku Anakku dr. Purnawati S. Pujiarto, SPAK, MMPed, 2005)<br />
Diare akut adalah diare yang awalnya mendadak dan berlangsung singkat, dalam beberapa jam sampai 7 atau 14 hari. Diare kronik bagi bayi dan anak adalah diare yang berlangsung lebih dari batas waktu dua minggu.sebagian besar ibu-ibu tidak mengetahui penyebab diare pada anaknya, seperti makanan yang diberikan atau lingkungan yang kotor yang tidak disadari dapat menyebabkan diare disini peneliti mengambil batasan pada faktor-faktor penyebab diare adalah faktor lingkungan, makanan, infeksi virus atau infeksi bakteri pada saluran pencernaan, malabsorbsi, dan faktor psikologis.<br />
Diare masih merupakan masalah kesehatan nasional karena angka kejadian dan angka kematiannya yang masih tinggi. Balita di Indonesia rata-rata akan mengalami diare 2-3 kali pertahun. Dengan dikenalkannya oralit, angka kematian akibat diare telah turun, yang lain dapat merupakan penyakit diare pada anak. Dari hasil prasurvey Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. merupakan urutan kedua paling tinggi kejadian diare pada balita pada tahun 2007 terdapat 91 balita yang menderita diare.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">B. Rumusan Masalah</span><br />
Berdasarkan latar belakang diatas penulis merumuskan permasalahan penelitian yaitu &#8220;Bagaimanakah kejadian diare pada balita di Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;&#8221;?</p>
<p><span style="font-weight: bold;">C. Ruang Lingkup</span><br />
Dalam penelitian ini, ruang lingkup penelitian adalah sebagai berikut :<br />
1. Sifat penelitian : Diskriptif<br />
2. Subjek penelitian : Seluruh balita yang menderita diare di desa &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;.<br />
3. Objek penelitian : Kejadian diare<br />
4. Lokasi penelitian : Wilayah &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;<br />
5. Waktu penelitian : Juni 2010<br />
6. Alasan Penelitian : Masih banyaknya ditemukan balita yang menderita diare di Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230; tahun 2010 yaitu 91 balita.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">D. Tujuan Penelitian</span><br />
Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahuinya gambaran kejadian diare di Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">E. Manfaat Penelitian</span><br />
Hasil penelitian diharapkan memberikan manfaat :<br />
1. Bagi ibu<br />
Menambah pengetahuan ibu tentang penyebab diare.<br />
2. Bagi Petugas kesehatan<br />
Meningkatkan mutu pelayanan dan pencegahan diare.<br />
3. Bagi institusi pendidikan<br />
Diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya untuk dapat menambah referensi perpustakaan untuk bahan acuan penelitian yang akan datang.<br />
4. Bagi penelitian<br />
Sebagai pengalaman penulisan ilmiah, menambah pengetahuan dan wawasan dalam bidang kesehatan masyarakat.</p>
</div>
<div style="text-align: center;">silahkan download dalam bentuk dokumen word <span style="font-style: italic;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-style: italic;">GAMBARAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS</span><br />
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;<br />
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)<br />
<a href="https://docs.google.com/uc?id=0B-m4s_fgL-OgYWM4ODFiNDItNzliYS00NjUzLWJhODktNTVlOGI3YjI3YmQ5&amp;export=download&amp;hl=en"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bId2zaothfY/S8xb-IDp4vI/AAAAAAAAEO4/H3y_6_K47ow/download_button5.jpg" alt="" /></a></div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=mH3ahKs_SqY:VDQiH0Lzvfo:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=mH3ahKs_SqY:VDQiH0Lzvfo:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=mH3ahKs_SqY:VDQiH0Lzvfo:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=mH3ahKs_SqY:VDQiH0Lzvfo:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=mH3ahKs_SqY:VDQiH0Lzvfo:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=mH3ahKs_SqY:VDQiH0Lzvfo:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/mH3ahKs_SqY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-kejadian-diare-pada-balita-di-wilayah-kerja-puskesmas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-kejadian-diare-pada-balita-di-wilayah-kerja-puskesmas/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gambaran Ibu Melakukan Penyapihan Anak Kurang Dari 2 Tahun di Desa</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/Y-rY36ncC5I/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-ibu-melakukan-penyapihan-anak-kurang-dari-2-tahun-di-desa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 19:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[kti kebidanan d3]]></category>
		<category><![CDATA[gambaran]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Meneteki Menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[Penyapihan Anak Kurang 2 Tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[KTI KEBIDANAN GAMBARAN IBU MELAKUKAN PENYAPIHAN ANAK KURANG DARI 2 TAHUN DI DESABAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seperti kita ketahui bahwa alam telah menyediakan makanan yang paling sesuai untuk bayi, yaitu ASI. Bagi anak, menerima ASI merupakan sebuah kebutuhan yang tak boleh terputus. Sebagaimana tercantum dalam Konvensi Hak-hak Anak tahun 1990 antara lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="font-weight: bold; text-align: center;">KTI KEBIDANAN<br />
GAMBARAN IBU MELAKUKAN PENYAPIHAN ANAK<br />
KURANG DARI 2 TAHUN DI DESABAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">A. Latar Belakang Masalah</span><br />
<span style="font-weight: normal;"> Seperti kita ketahui bahwa alam telah menyediakan makanan yang paling sesuai untuk bayi, yaitu ASI. Bagi anak, menerima ASI merupakan sebuah kebutuhan yang tak boleh terputus. Sebagaimana tercantum dalam Konvensi Hak-hak Anak tahun 1990 antara lain menegaskan bahwa tumbuh kembang secara optimal merupakan salah satu hak anak. Yang berarti selain ASI merupakan kebutuhan, juga merupakan hak asasi bayi yang harus dipenuhi oleh orang tuanya (Sastroasmoro,. 2007).</span><br />
<span style="font-weight: normal;"> Modal dasar pembentukan manusia berkualitas dimulai sejak bayi dalam kandungan disertai dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) sejak usia dini, terutama pemberian ASI eksklusif (Sofyan, 2005).</span><br />
<span style="font-weight: normal;"> Asi ekslusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih, sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah 6 bulan, bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain dan tetap diberikan ASI sampai bayi berumur 2 tahun (Purwanti, 2004).</span><br />
<span style="font-weight: normal;"> Dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 223 juga secara eksplisit dianjurkan agar para ibu memberi ASI sampai bayi berusia 2 tahun.Dan sudah sejak lama juga organisasi kesehatan dunia (WHO) menganjurkan pemberian ASI eksklusif, yakni ASI saja tanpa tambahan apapun, selama 6 bulan (Pujiarto, 2005).</span><br />
<span style="font-weight: normal;">Berbagai kepustakaan menginformasikan bahwa pada waktu dilahirkan, jumlah sel otak bayi telah mencapai 66% dan beratnya 25% dari ukuran otak orang dewasa, priode pertumbuhan otak yang paling kritis dimulai sejak janin sampai anak berusia 2 tahun, jadi apabila pada masa tersebut seorang anak menderita gizi dapat berpengaruh negatif terhadap jumlah dan ukuran sel otaknya, dalam hal ini pemberian ASI hingga 2 tahun sangat dianjurkan (Krisnatuti &amp; Yenrina, 2000).</span><br />
<span style="font-weight: normal;"> Analisis gizi telah memperlihatkan bahwa Asi mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi dalam bulan-bulan pertama kehidupannya. Yaitu : kalori, protein, lemak, air, mineral, vitamin dan lain-lainnya terdapat dalam jumlah yang cukup dengan komposisi yang seimbang (Sastroasmoro, 2007).</span><br />
<span style="font-weight: normal;">Selain mengandung banyak gizi, ASI juga mudah dicerna bayi dan bersifat steril (tidak mengandung kuman). Pemberian ASI juga mempunyai efek emosional luar biasa yang mempengaruhi hubungan batin ibu dan anak serta perkembangan jiwa anak.</span><br />
<span style="font-weight: normal;"> Bayi yang tidak mendapat ASI beresiko kekurangan gizi, lantaran selain tidak dilengkapi oleh zat kekebalan, susu formula dibuat dengan takaran yang belum tentu seluruhnya sesuai dengan kebutuhan bayi (Nadesul, 2007).</span><br />
<span style="font-weight: normal;"> Keputusan berhenti menyusui adalah pilihan masing-masing ibu. Usia menyapih biasanya 2 tahun, namun ada juga yang sampai 4 tahun atau lebih. Menurut beberapa penelitian komposisi ASI terus berubah hingga anak usia 2 tahun dan masih tetap mengandung nutrisi penting yang berguna untuk membangun system kekebalan tubuh anak.</span><br />
<span style="font-weight: normal;">Gencaran promosi susu formula menjadi penyebab menurunnya jumlah bayi yang mendapat Air Susu Ibu (ASI) secara ekslusif. </span><br />
<span style="font-weight: normal;">Hasil penelitian yang dilakukan di Biro Konsultan Anak di Rumah Sakit UGM Yogyakarta tahun 1976 menunjukkan bahwa anak yang disusui sampai dengan satu tahun 50,6%. Sedangkan data dari Survey Demokrasi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 1991 bahwa ibu, yang memberi ASI pada bayi 0-3 bulan yaitu 47% di perkotaan dan 55% di pedesaan (Depkes 1992) dari laporan SDKI tahun 1994 menunjukkan bahwa ibu-ibu yang memberikan ASI ekslusif kepada bayinya mencapai 47% sedangkan pada repelita VI ditargetkan 80% (Arifin Siregar, 2004).</span><br />
<span style="font-weight: normal;">Berdasarkan profil kesehatan di Puskesmas Pekalongan tahun 2007 yang memberi ASI ekslusif sebesar 547 orang atau 38,6% dari 1468 ibu menyusui (Dinkes Kab. Lam-tim, 2007).</span><br />
<span style="font-weight: normal;"><span style="font-weight: normal;">Desa &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;.. merupakan bagian dari 6 kelurahan yang berada di kecamatan Pekalongan, Berdasarkan data presurvei di desa &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;.. 32B ditemukan jumlah ibu yang memiliki anak berusia &lt;&gt;</span></span>&nbsp;</p>
</div>
<div style="text-align: center;"><span style="font-weight: normal;">silahkan download dalam bentuk dokumen word </span><span style="font-style: italic; font-weight: normal;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-style: italic; font-weight: normal;">GAMBARAN IBU MELAKUKAN PENYAPIHAN ANAK KURANG DARI 2 TAHUN DI DESA</span><br />
<span style="font-weight: normal;">(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;</span><br />
<span style="font-weight: normal;">Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)</span><br />
<a href="https://docs.google.com/uc?id=0B-m4s_fgL-OgZDEyNjZlYzQtYmY3Yi00ZDljLWFiMTktNzNhMWYwZGU2MmUy&amp;export=download&amp;hl=en"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bId2zaothfY/S8xb-IDp4vI/AAAAAAAAEO4/H3y_6_K47ow/download_button5.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
</div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=Y-rY36ncC5I:URrstsRCccs:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=Y-rY36ncC5I:URrstsRCccs:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=Y-rY36ncC5I:URrstsRCccs:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=Y-rY36ncC5I:URrstsRCccs:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=Y-rY36ncC5I:URrstsRCccs:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=Y-rY36ncC5I:URrstsRCccs:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/Y-rY36ncC5I" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-ibu-melakukan-penyapihan-anak-kurang-dari-2-tahun-di-desa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-ibu-melakukan-penyapihan-anak-kurang-dari-2-tahun-di-desa/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keenganan Akseptor KB Untuk Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD di Puskesmas</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/6ns4OqAcCLc/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-keenganan-akseptor-kb-untuk-menggunakan-alat-kontrasepsi-iud-di-puskesmas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 07:14:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[kti kebidanan d3]]></category>
		<category><![CDATA[Akseptor KB]]></category>
		<category><![CDATA[Faktor-faktor]]></category>
		<category><![CDATA[KB IUD]]></category>
		<category><![CDATA[Keenganan Menggunakan IUD]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Berencana (KB)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[KTI KEBIDANAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEENGANAN AKSEPTOR KB UNTUK MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMASBAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai jenis masalah. Masalah utama yang dihadapi diIndonesia adalah dibidang kependudukan yang masih tingginya pertumbuhan penduduk. Keadaan penduduk yang demikian telah mempersulit usaha peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="font-weight: bold; text-align: center;">KTI KEBIDANAN<br />
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEENGANAN AKSEPTOR KB UNTUK MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMASBAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
</div>
<p><span style="font-weight: bold;">1.1 Latar Belakang</span><br />
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai jenis masalah. Masalah utama yang dihadapi diIndonesia adalah dibidang kependudukan yang masih tingginya pertumbuhan penduduk. Keadaan penduduk yang demikian telah mempersulit usaha peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Semakin tinggi pertumbuhan penduduk semakin besar usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu Pemerintah terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan dengan Program Keluarga Berencana.<br />
Program KB ini dirintis sejak tahun 1951 dan terus berkembang, sehingga pada tahun 1970 terbentuk Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini salah satu tujuannya adalah penjarangan kehamilan mengunakan metode kontrasepsi dan menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian penduduk.<br />
Pendapat Malthus yang dikutip oleh Manuaba (1998) mengemukakan bahwa pertumbuhan dan kemampuan mengembangkan sumber daya alam laksana deret hitung, sedangkan pertumbuhan dan perkembangan manusia laksana deret ukur, sehingga pada suatu titik sumber daya alam tidak mampu menampung pertumbuhan manusia telah menjadi kenyataan.<br />
Berdasarkan pendapat di atas, diharapkan setiap keluarga memperhatikan dan merencanakan jumlah keluarga yang diinginkan berkenaan dengan hal tersebut. Paradigma baru Program KB Nasional telah diubah visinya dari mewujudkan NKKBS menjadi “Keluarga berkualitas 2015” untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas adalah keluarga sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggung jawab, Harmonis, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (Sarwono, 2003 ).<br />
Gerakan KB Nasional selama ini telah berhasil mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam membangun keluarga kecil yang makin mandiri. Keberhasilan ini mutlak harus diperhatikan bahkan terus ditingkatkan karena pencapaian tersebut belum merata. Sementara ini kegiatan Keluarga Berencana masih kurangnya dalam pengunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Bila dilihat dari cara pemakaian alat kontasepsi dapat dikatakan bahwa 51,21 % akseptor KB memilih Suntikan sebagai alat kontrasepsi, 40,02 % memilih Pil, 4,93 % memilih Implant 2,72 % memilih IUD dan lainnya 1,11 %. Pada umumnya masyarakat memilih metode non MKJP. Sehingga metode KB MKJP seperti Intra Uterine Devices (IUD). Implamt, Medis Operatif Pria (MOP) dan Medis Operatif Wanita (MOW) kurang diminati. (www. bkkbn. go. id, 2005).<br />
Berdasarkan data dari BKKBN propinsi Lampung akseptor aktif IUD sebanyak 13,01%. Kabupaten Kota Madya Metro jumlah peserta KB aktif IUD 2.541 orang atau 14,61 % dari seluruh metode KB. Menurut data yang diperoleh dari Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230; tahun 2006, jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) adalah 4.037 jiwa, sedangkan yang menjadi peserta KB aktif adalah 3.632 jiwa. Dengan perincian sebagai berikut : KB Pil 1.341 orang atau 36,92 %, KB Suntik 1.174 orang atau 32,32 %, KB Implant 548 orang atau 15,08 %, KB IUD 395 orang atau 10,87%, KB MOW 146 orang atau 4,01 %, KB MOP 18 orang atau 0,49%, KB Kondom 10 orang atau 0,27 %.<br />
Berdasarkan prasurvey di Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230; bahwa pengguna alat kontrasepsi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang khususnya IUD dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor misalnya faktor tingkat ekonomi, usia, paritas, pendidikan. Pada umumnya PUS (Pasangan Usia Subur) yang telah menjadi akseptor KB lebih banyak menggunakan pil, suntik dan kondom. Namun pada akhir-akhir ini akseptor lebih dianjurkan untuk menggunakan program Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), yaitu alat kontrasepsi spiral (IUD), susuk (Implant) dan kontap (Vasektomi dan Tubektomi). Metode ini lebih ditekankan karena MKJP dianggap lebih efektif dan lebih mantap dibandingkan dengan alat kontrasepsi pil, kondom maupun suntikan(www.bkkbn.go.id,1998). Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian mengenai “Faktor-faktor yang mempengaruhi Keenganan Akseptor KB untuk Menggunakan Alat Kontrasepsi IUD ” .</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.2 Identifikasi Masalah</span><br />
Berdasarkan hasil prasurvey di Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230; dari jumlah peserta KB aktif 3,632orang yang hanya menjadi peserta KB IUD hanya 10,87%. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor misalnya faktor tingkat ekonomi, usia, paritas, pendidikan. Dengan demikian peneliti ingin mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi keenganan akseptor KB untuk menggunakan alat kontrasepsi IUD.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.3 Rumusan Masalah</span><br />
Berdasarkan latar belakang diatas peneliti merumuskan masalah sebagai berikut “Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi keenganan akseptor KB untuk menggunakan alat kontrasepsi IUD di Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kecamatan &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230; tahun 2010” .</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.4 Pertanyaan Peneliti</span><br />
1.4.1 Apakah tingkat ekonomi berpengaruh terhadap pemilihan alat kontrasepsi IUD di Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;..?<br />
1.4.2 Apakah usia berpengaruh terhadap pemilihan alat kontrasepsi IUD di Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. ?<br />
1.4.3 Apakah paritas berpengaruh terhadap pemilihan alat kontrasepsi IUD diPuskesmas &#8230;&#8230;&#8230;..?<br />
1.4.4 Apakah pendidikan berpengaruh terhadap pemilihan alat kontrasepsi IUD di Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;..?</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.5 Tujuan</span><br />
1.5.1 Tujuan Umum<br />
Untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi keenganan akseptor KB untuk menggunakan alat kontrasepsi IUD.<br />
1.5.2 Tujuan Khusus<br />
a. Untuk mengetahui apakah tingkat ekonomi berpengaruh terhadap pemilihan kontrasepsi IUD.<br />
b. Untuk mengetahui apakah usia berpengaruh terhadap pemilihan kontrasepsi IUD.<br />
c. Untuk mengetahui apakah paritas berpengaruh terhadap pemilihan kontrasepsi IUD.<br />
d. Untuk mengetahui apakah pendidikan berpengaruh terhadap pemilihan alat kontrasepsi IUD.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.6 Manfaat Penelitian</span><br />
1. Bagi Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kecamatan &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;<br />
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan guna peningkatan pelayanan kontasepsi IUD demi terciptanya metode kontraswpsi efektif dan berjangka panjang.<br />
2. Bagi Institusi Pendidikan<br />
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya dalam memperbanyak referensi tentang alat kontrasepsi IUD dan sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya.<br />
3. Bagi akseptor IUD (Responden)<br />
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat setempat untuk mengerti dan memahami tentang fungsi, manfaat, serta efektifitas kontrasepsi IUD sehingga masyarakat semakin mengenal dan pemakaian kontrasepsi IUD semakin bertambah.<br />
4. Bagi Peneliti<br />
Penelitian ini sangat berguna untuk menambah pengalaman dan wawasan dalam penelitian serta sebagai bahan untuk menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama kuliah.<br />
5. Bagi Peneliti Lain<br />
Agar dapat dijadikan masukan dalam penelitian serupa dan dapat lebih memperdalam penelitian yang sudah ada.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">1.7 Ruang Lingkup</span><br />
Ruang Lingkup penelitian sebagai berikut :<br />
1. Objek Penelitian : Faktor- faktor yang mempengaruhi keenganan akseptor KB untuk menggunakan alat kontrasepsi IUD.<br />
2. Subjek Penelitian : Seluruh akseptor KB di wilayah Pusksesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kecamatan &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;<br />
3. Lokasi Peneliti : Wilayah Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. Kecamatan &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;<br />
4. Waktu Penelitian :<br />
5. Jenis Penelitian : Studi Deskriptif dengan pendekatan cross sectional<br />
6. Alasan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keenganan akseptor KB untuk menggunakan alat kontrasepsi IUD di Puskesmas &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;. &#8230;&#8230; Tahun 2010</p>
</div>
<div style="text-align: center;">silahkan download dalam bentuk dokumen word <span style="font-style: italic;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-style: italic;">FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEENGANAN AKSEPTOR KB UNTUK MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI PUSKESMAS</span><br />
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;<br />
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)<br />
<a href="https://docs.google.com/uc?id=0B-m4s_fgL-OgNWVlZWFiZGYtNzQ3NC00NDkwLTk3MDUtNzJjOGZmNWQxYWY4&amp;export=download&amp;hl=en"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bId2zaothfY/S8xb-IDp4vI/AAAAAAAAEO4/H3y_6_K47ow/download_button5.jpg" alt="" /></a></div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=6ns4OqAcCLc:E285qhO2dvU:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=6ns4OqAcCLc:E285qhO2dvU:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=6ns4OqAcCLc:E285qhO2dvU:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=6ns4OqAcCLc:E285qhO2dvU:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=6ns4OqAcCLc:E285qhO2dvU:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=6ns4OqAcCLc:E285qhO2dvU:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/6ns4OqAcCLc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-keenganan-akseptor-kb-untuk-menggunakan-alat-kontrasepsi-iud-di-puskesmas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-keenganan-akseptor-kb-untuk-menggunakan-alat-kontrasepsi-iud-di-puskesmas/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Faktor-faktor yang Mempengaruhi Anemia dalam Kehamilan di BPS</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/liPieApdtDQ/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-anemia-dalam-kehamilan-di-bps/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 19:07:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[kti kebidanan d3]]></category>
		<category><![CDATA[Anemia]]></category>
		<category><![CDATA[Anemia Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[Faktor-faktor]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Hamil (Bumil)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[KTI KEBIDANAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI BPSBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia saat ini masih merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan AKI Negara-negara ASEAN lainnya. Menurut SDKI tahun 2002/2003 AKI sebesar 307 per 100.000 kehamilah hidup, sementara itu di negara tetangga Malaysia sebesar 36 per 100.000 kelahiran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="font-weight: bold; text-align: center;">KTI KEBIDANAN<br />
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANEMIA<br />
DALAM KEHAMILAN DI BPSBAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
</div>
<p><span style="font-weight: bold;">A. Latar Belakang</span><br />
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia saat ini masih merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan AKI Negara-negara ASEAN lainnya. Menurut SDKI tahun 2002/2003 AKI sebesar 307 per 100.000 kehamilah hidup, sementara itu di negara tetangga Malaysia sebesar 36 per 100.000 kelahiran hidup, di Singapura 6 per 100.000 kelahiran hidup, bahkan di Vietnam 160 per 100.000 kelahiran hidup. Berbagai upaya telah dilaksanakan untuk menurunkan AKI, termasuk diantaranya program safe Motherhood yang telah dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 1988, upaya ini telah berhasil menurunkan AKI dari 450 per 100.000 kelahiran hidup ditahun 1985 menjadi 334 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1997.<br />
Tiga pesan kunci MPS adalah setiap persalinan ditolon oleh tenaga kesehtan terlatih, setiap komplikasi obsterti dan neontal mendapat pelayanan yang adekut dan setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran. Dari penatalaksanaan MPS, target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2010 adalah angka kematian ibu menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup. (www.hanyawanita.com:2006)<br />
Frekuensi ibu hami dengan anemia di Indonesia relatif tinggi yaitu 63,5% sedang di Amerika 6%. Kekurangan gizi dan perhatian yang kurang terdapat ibu hamil merupakan perdisposis anemia divisiensi di Indonesia (Saifuddin, 2006 : 281). Menurut WHO kejadian anemia kehamilan berkisar antara 20% sampai 89% dengan menetapkan Hb 11 gr% sebagai dasarnya. Angka anemia kehamilan di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup tinggi. Hoo Swie Tjiong menemukan angka anemia kehamilan 3,8 % pada trimester 1,13% trimester II &lt; style=&#8221;font-weight: bold;&#8221;&gt;B. Rumusan Masalah<br />
Berdasarkan pernyataan di atas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana tingkat pengetahuan Ibu Hamil tentang anemia di BPS &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; Lampung-Timur?”.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">C. Ruang Lingkup </span><br />
1. Jenis Penelitian : Deskriptif<br />
2. Subjek Penelitian : Ibu hamil Trimester III dengan usia kehamilan di atas 37 minggu<br />
3. Objek Penelitian : Ibu hamil Trimester III dengan usia kehamilan di atas 37 minggu yang mengalami anemia di BPS &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;.<br />
4. Lokasi Penelitian : BPS &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;<br />
5. Waktu Penelitian : April s/d Mei 2010<br />
6. Alasan : Karena masih ada ibu hamil dengan anemia di BPS &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;.<br />
D. Tujuan Penelitian<br />
1. Tujuan Umum<br />
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada ibu hamil di BPS &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;.<br />
2. Tujuan Khusus<br />
a. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil dengan anemia di BPS &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;..<br />
b. Untuk mengetahui berapa banyak ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe selama kehamilan di BPS &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;..<br />
c. Untuk mengetahui tingkat sosial ekonomi ibu hamil dengan anemia di BPS &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230;.. &#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230;.. &#8230;..</p>
<p><span style="font-weight: bold;">E. Manfaat Penelitian </span><br />
1. Bagi peneliti<br />
Dapat menambah wawasan penerapan hasil studi<br />
2. Lokasi penelitian<br />
Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan penatalaksanaan anemia<br />
3. Bagi institusi pendidikan<br />
Untuk menambah refrensi perpustakaan dan untuk bahan acuan penelitian yang akan datang.<br />
4. Bagi penelitian lain<br />
Dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian-penelitian di tempat ini.</p>
<div style="text-align: center;">silahkan download dalam bentuk dokumen word <span style="font-style: italic;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-style: italic;">FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI BPS</span><br />
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;<br />
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)<br />
<a href="https://docs.google.com/uc?id=0B-m4s_fgL-OgMjFhN2JjY2ItZDg3Ny00MmVmLWE2ZTMtYTlhZmZkYWI5NGVj&amp;export=download&amp;hl=en_US"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bId2zaothfY/S8xb-IDp4vI/AAAAAAAAEO4/H3y_6_K47ow/download_button5.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=liPieApdtDQ:csrGGAaIMZM:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=liPieApdtDQ:csrGGAaIMZM:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=liPieApdtDQ:csrGGAaIMZM:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=liPieApdtDQ:csrGGAaIMZM:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=liPieApdtDQ:csrGGAaIMZM:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=liPieApdtDQ:csrGGAaIMZM:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/liPieApdtDQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-anemia-dalam-kehamilan-di-bps/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-anemia-dalam-kehamilan-di-bps/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hubungan Berat Badan Lahir dengan Ruptur Perineum Persalinan Normal pada Primigravida</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/HtEHkbfQijM/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/hubungan-berat-badan-lahir-dengan-ruptur-perineum-persalinan-normal-pada-primigravida/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 07:08:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[kti kebidanan d3]]></category>
		<category><![CDATA[Berat Lahir Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Bersalin (Bulin)]]></category>
		<category><![CDATA[Persalinan Normal]]></category>
		<category><![CDATA[Primigravida]]></category>
		<category><![CDATA[Ruptur Perineum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[KTI KEBIDANAN HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN RUPTUR PERINEUM PERSALINAN NORMAL PADA PRIMIGRAVIDABAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masing-masing adalah 373/100.000 kelahiran hidup (SKRT, 1995) serta 60/1000 kelahiran hidup (Susenas 1995), maka pada tahun 2003 AKI turun menjadi 307/100.000 kelahiran hidup (SDKI, 2003), sedangkan AKB turun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="text-align: center;"><span style="font-weight: bold;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-weight: bold;">HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN RUPTUR PERINEUM PERSALINAN NORMAL PADA PRIMIGRAVIDA</span><span style="font-weight: bold;">BAB I </span><br />
<span style="font-weight: bold;">PENDAHULUAN</span></p>
</div>
<p><span style="font-weight: bold;">A. Latar Belakang</span><br />
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masing-masing adalah 373/100.000 kelahiran hidup (SKRT, 1995) serta 60/1000 kelahiran hidup (Susenas 1995), maka pada tahun 2003 AKI turun menjadi 307/100.000 kelahiran hidup (SDKI, 2003), sedangkan AKB turun menjadi 37/1000 kelahiran hidup (SDKI, 2003). Sementara itu, umur harapan hidup rata-rata meningkat dari 63,20 tahun pada tahun 1995 menjadi 66,2 tahun pada tahun 2003 (SDKI, 2003).<br />
Indonesia membuat rencana strategi nasional Making Pregnancy Safer (MPS) untuk tahun 2001 &#8211; 2010, dalam konteks rencana pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2010 adalah dengan visi &#8220;Kehamilan dan Persalinan di Indonesia Berlangsung Aman, serta yang Dilahirkan Hidup dan Sehat,&#8221; dengan misinya adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian maternal dan neonatal melalui pemantapan sistem kesehatan. Salah satu sasaran yang ditetapkan untuk tahun 2010 adalah menurunkan angka kematian maternal menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup (Saiffudin : 2002).<br />
Perdarahan postpartum menjadi penyebab utama 40% kematian ibu di Indonesia. Jalan lahir merupakan penyebab kedua perdarahan setelah atonia uteri yang terjadi pada hampir persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Pada seorang primipara atau orang yang baru pertama kali melahirkan ketika terjadi peristiwa &#8220;kepala keluar pintu&#8221;. Pada saat ini seorang primipara biasanya tidak dapat tegangan yang kuat ini sehingga robek pada pinggir depannya. Luka-luka biasanya ringan tetapi kadang-kadang terjadi juga luka yang luas dan berbahaya. Sebagai akibat persalinan terutama pada seorang primipara, biasa timbul luka pada vulva di sekitar introitus vagina yang biasanya tidak dalam akan tetapi kadang-kadang bisa timbul perdarahan banyak (Prawirohardjo, 1999).<br />
Ruptur Perineum dapat terjadi karena adanya ruptur spontan maupun episiotomi. perineum yang dilakukan dengan episiotomi itu sendiri harus dilakukan atas indikasi antara lain: bayi besar, perineum kaku, persalinan yang kelainan letak, persalinan dengan menggunakan alat baik forceps maupun vacum. Karena apabila episiotomi itu tidak dilakukan atas indikasi dalam keadaan yang tidak perlu dilakukan dengan indikasi di atas, maka menyebabkan peningkatan kejadian dan beratnya kerusakan pada daerah perineum yang lebih berat. Sedangkan luka perineum itu sendiri akan mempunyai dampak tersendiri bagi ibu yaitu gangguan ketidaknyamanan.<br />
Berdasarkan hasil data prasurvey, angka kejadian rupture perineum spontan yang dialami ibu primigravida di BPS Yuni Dwi Fitariyanti tahun 2010 masih sangat tinggi yaitu sebanyak 41 orang (65%) dari 63 persalinan normal. Sedangkan yang tidak mengalami rupture perineum berjumlah 22 orang. Jumlah berat badan bayi &gt; 3100 gr yaitu 32 bayi sedangkan yang &lt;&gt; 3.100 gr yang mengalami rupture berjumlah 30 orang dan yang tidak mengalami rupture 2 orang. Sedangkan dari 31 orang ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan &lt; style=&#8221;font-weight: bold;&#8221;&gt;B. Rumusan Masalah<br />
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu adakah hubungan berat badan lahir dengan ruptur perineum persalinan normal pada primigravida di BPS &#8230; &#8230;. &#8230;&#8230;&#8230;. tahun 2010 .</p>
<p><span style="font-weight: bold;">C. Ruang Lingkup</span><br />
Penelitian ini akan mengkaji hubungan berat badan lahir dengan ruptur perineum persalinan normal pada primigravida di BPS &#8230; &#8230;. &#8230;&#8230;&#8230;.. Dengan desain penelitian korelasi. Subjek penelitian yaitu ibu primigravida pada persalinan normal pada bulan Januari &#8211; Desember tahun 2010. Objek penelitian yaitu berat badan lahir di atas 3100 gram dan berat badan lahir kurang dari 3100 gram pada bulan Januari-Desember 2010 pada primigravida. Alasan dilakukannya penelitian karena masih banyak ditemukannya angka kejadian ruptur perineum pada primigravida di BPS &#8230; &#8230;. &#8230;&#8230;&#8230;. yaitu 41 dari 63 persalinan normal pada primigravida. Penelitian ini akan menggunakan metode cross sectional yang akan dilaksanakan pada bulan Mei 2010 di BPS &#8230; &#8230;. &#8230;&#8230;&#8230;. yang beralamat di Tegineneng &#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">D. Tujuan Penelitian </span><br />
1. Tujuan Umum<br />
Untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir dengan ruptur perineum persalinan normal pada primigravida di BPS &#8230; &#8230;. &#8230;&#8230;&#8230;. tahun 2010.<br />
2. Tujuan Khusus<br />
a. Untuk mengidentifikasi jumlah berat badan lahir di atas 3100 gram dan berat badan lahir kurang dari 3100 gram yang dilahirkan ibu yang menyebabkan ruptur atau tidak ruptur perineum persalinan normal pada primigravida di BPS &#8230; &#8230;. &#8230;&#8230;&#8230;. tahun 2010.<br />
b. Untuk mengetahui adakah hubungan berat badan lahir dengan ruptur perineum persalinan normal pada primigravida di BPS &#8230; &#8230;. &#8230;&#8230;&#8230;. tahun 2010.<br />
c. Untuk mengetahui keeratan hubungan berat badan lahir dengan ruptur perineum persalinan normal pada primigravida di BPS &#8230; &#8230;. &#8230;&#8230;&#8230;. tahun 2010.<br />
E. Manfaat Penelitian<br />
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan untuk:<br />
1. Manfaat bagi tempat penelitian<br />
Sebagai masukan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan masukan dalam memberikan penyuluhan.<br />
2. Manfaat bagi institusi pendidikan<br />
Untuk mendapatkan perbendaharaan perpustakaan/referensi bagi Kebidanan …………………….<br />
3. Manfaat bagi peneliti<br />
Untuk penerapan ilmu pengetahuan dalam membuat karya tulis dan sebagai salah satu pengalaman belajar di Akademi Kebidanan …………………….</p>
</div>
<div style="text-align: center;">silahkan download dalam bentuk dokumen word <span style="font-style: italic;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-style: italic;">HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN RUPTUR PERINEUM PERSALINAN NORMAL PADA PRIMIGRAVIDA</span><br />
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;<br />
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)<br />
<a href="https://docs.google.com/uc?id=0B-m4s_fgL-OgZGQ3YjU4OTMtNjdiZS00YzNkLWI2YzItZWZlYmZhOGJiYTIy&amp;export=download&amp;hl=en_US"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bId2zaothfY/S8xb-IDp4vI/AAAAAAAAEO4/H3y_6_K47ow/download_button5.jpg" alt="" /></a></div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=HtEHkbfQijM:HpBpTsskNH0:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=HtEHkbfQijM:HpBpTsskNH0:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=HtEHkbfQijM:HpBpTsskNH0:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=HtEHkbfQijM:HpBpTsskNH0:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=HtEHkbfQijM:HpBpTsskNH0:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=HtEHkbfQijM:HpBpTsskNH0:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/HtEHkbfQijM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/hubungan-berat-badan-lahir-dengan-ruptur-perineum-persalinan-normal-pada-primigravida/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/hubungan-berat-badan-lahir-dengan-ruptur-perineum-persalinan-normal-pada-primigravida/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gambaran Pengetahuan Akseptor Kb Suntik Tentang Efek Samping Depo Medroxyprogesterone Asetat (DMPA) di RB</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/cpZGdV9ibzk/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-pengetahuan-akseptor-kb-suntik-tentang-efek-samping-depo-medroxyprogesterone-asetat-dmpa-di-rb/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 19:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[kti kebidanan d3]]></category>
		<category><![CDATA[Akseptor KB]]></category>
		<category><![CDATA[Depo Medroxyprogesterone Asetat (DMPA)]]></category>
		<category><![CDATA[gambaran]]></category>
		<category><![CDATA[KB DMPA]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Berencana (KB)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[GAMBARAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK TENTANG EFEK SAMPING DEPO MEDROXYPROGESTERONE ASETAT (DMPA) DI RBBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebijakan Departemen Kesehatan dalam upaya mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) pada dasarnya mengacu kepada intervensi strategis “Empat Pilar Safe Motherhood”. Dewasa ini, Program Keluarga Berencana (KB) sebagai pilar pertama, telah dianggap berhasil (Saifudin, 2002). Program [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div style="font-weight: bold; text-align: center;">GAMBARAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK TENTANG EFEK SAMPING DEPO MEDROXYPROGESTERONE ASETAT (DMPA) DI RBBAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
</div>
<p><span style="font-weight: bold;">A. Latar Belakang </span><br />
Kebijakan Departemen Kesehatan dalam upaya mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) pada dasarnya mengacu kepada intervensi strategis “Empat Pilar Safe Motherhood”. Dewasa ini, Program Keluarga Berencana (KB) sebagai pilar pertama, telah dianggap berhasil (Saifudin, 2002). Program Keluarga Berencana (KB) adalah bagian yang terpadu (Integral) dalam program Pembangunan Nasional yang bertujuan untuk turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi, sprititual dan sosial budaya penduduk Indonesia (Dep. Kes RI, 1994).<br />
Keluarga Berencana adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan dengan jalan memberikan nasehat perkawinan, pengobatan kemandulan dan penjarangan kelahiran (Dep. Kes RI, 1994). Metode KB yang dapat digunakan terdiri dari 2 macam yaitu metode sederhana (kondom, spermiside, koitus interuptus, pantang berkala) dan metode efektif (hormonal, mekanis dan metode KB darurat) (Manuaba, 1998).<br />
Salah satu jenis kontrasepsi efektif yang menjadi pilihan kaum ibu adalah KB suntik, ini disebabkan karena aman, efektif, sederhana dan murah. Cara ini mulai disukai masyarakat kita dan diperkirakan setengah juta pasangan memakai kontrasepsi suntikan untuk mencegah kehamilan (1983) (Muchtar. R, 2002). Namun demikian KB suntik juga mempunyai banyak efek samping, seperti amenorea (30%), spoting (bercak darah) dan menoragia, seperti halnya dengan kontrasepsi hormonal lainnya dan dijumpai pula keluhan mual, sakit kepala (&lt;1-17%) style=&#8221;font-weight: bold;&#8221;&gt;B. Rumusan Masalah<br />
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas dapat di rumuskan sebagai berikut : “Bagaimanakah Gambaran Pengetahuan Akseptor KB Suntik Tentang Efek Samping Depo Medroxyprogesterone Asetat (DMPA) di RB Do’a Ibu Sekampung Lampung Timur 2010” ?</p>
<p><span style="font-weight: bold;">C. Ruang Lingkup Penelitian </span><br />
Dalam penelitian ini, ruang lingkup penelitian adalah sebagai berikut :<br />
1. Sifat penelitian : Deskriptif<br />
2. Subjek penelitian : Akseptor KB suntik Depo Medroxyprogesterone Asetat (DMPA).<br />
3. Objek penelitian : Pengetahuan akseptor KB suntik tentang efek samping Depo Medroxyprogesterone Asetat (DMPA)<br />
4. Lokasi penelitian : Dilaksanakan di RB Do’a Ibu Sekampung Lampung Timur<br />
5. Waktu penelitian : 5 Mei – 7 Juni 2010</p>
<p><span style="font-weight: bold;">D. Tujuan Penelitian </span><br />
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan akseptor KB suntik tentang efek samping Depo Medroxyprogesterone Asetat (DMPA) di RB Do’a Ibu Sekampung Lampung Timur tahun 2010.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">E. Manfaat Penelitian </span><br />
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi :<br />
1. Bidan RB Do’a Ibu Sekampung<br />
Menjadi bahan masukan bagi program kerja bidan untuk meningkatkan konseling yang berkaitan dengan efek samping pada kontrasepsi khususnya kontrasepsi suntik.<br />
2. Instansi Pendidikan Prodi Kebidanan Metro<br />
Sebagai bahan bacaan dan menjadi sumber Pustaka untuk penelitian selanjutnya.<br />
3. Peneliti<br />
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan, khususnya dalam bidang penelitian terhadap “Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Efeksamping KB Suntik di RB Do’a Ibu Sekampung”.</p>
</div>
<div style="text-align: center;">silahkan download dalam bentuk dokumen word <span style="font-style: italic;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-style: italic;">GAMBARAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB SUNTIK TENTANG EFEK SAMPING DEPO MEDROXYPROGESTERONE ASETAT (DMPA) DI RB</span><br />
(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;<br />
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)<br />
<a href="https://docs.google.com/uc?id=0B-m4s_fgL-OgZGMxNzIzNjAtNmRiZi00YWRjLWI3NTMtODI3MGQzODA0MzJm&amp;export=download&amp;hl=en_US"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bId2zaothfY/S8xb-IDp4vI/AAAAAAAAEO4/H3y_6_K47ow/download_button5.jpg" alt="" /></a></div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=cpZGdV9ibzk:la4afePkflM:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=cpZGdV9ibzk:la4afePkflM:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=cpZGdV9ibzk:la4afePkflM:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=cpZGdV9ibzk:la4afePkflM:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=cpZGdV9ibzk:la4afePkflM:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=cpZGdV9ibzk:la4afePkflM:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/cpZGdV9ibzk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-pengetahuan-akseptor-kb-suntik-tentang-efek-samping-depo-medroxyprogesterone-asetat-dmpa-di-rb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-pengetahuan-akseptor-kb-suntik-tentang-efek-samping-depo-medroxyprogesterone-asetat-dmpa-di-rb/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gambaran Penatalaksanaan Cara Memandikan Neonatus 0-7 Hari Terhadap Ibu Nifas Di BPS</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/zb90bCXE87w/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-penatalaksanaan-cara-memandikan-neonatus-0-7-hari-terhadap-ibu-nifas-di-bps/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 07:06:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[kti kebidanan d3]]></category>
		<category><![CDATA[bayi dan balita]]></category>
		<category><![CDATA[gambaran]]></category>
		<category><![CDATA[memandikan neonatus]]></category>
		<category><![CDATA[neonatus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[KTI KEBIDANAN GAMBARAN PENATALAKSANAAN CARA MEMANDIKAN NEONATUS 0-7 HARI TERHADAP IBU NIFAS DI BPSBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu kedokteran semakin hari semakin berkembang, demikian juga dengan penemuan tentang cara memandikan bayi baru lahir. Dahulu bayi yang baru lahir biasanya langsung dimandikan, baik itu oleh bidan maupun dukun beranak. Saat itu memandikan bayi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: center;"><span style="font-weight: bold;">KTI KEBIDANAN</span><br />
<span style="font-weight: bold;"> GAMBARAN PENATALAKSANAAN CARA MEMANDIKAN NEONATUS<br />
0-7 HARI TERHADAP IBU NIFAS DI BPS</span><span style="font-weight: bold;">BAB I</span><br />
<span style="font-weight: bold;">PENDAHULUAN</span></p>
</div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">A. Latar Belakang</span><br />
Ilmu kedokteran semakin hari semakin berkembang, demikian juga dengan penemuan tentang cara memandikan bayi baru lahir. Dahulu bayi yang baru lahir biasanya langsung dimandikan, baik itu oleh bidan maupun dukun beranak. Saat itu memandikan bayi yang baru lahir secara langsung merupakan prosedur dalam bidang kedokteran. Tujuannya karena bayi yang berlumuran darah, lendir, mekonium atau kotoran bayi yang warnanya hitam kental, air ketuban, dan lemak berwarna putih yang kelihatan sangat menjijikkan. Saat ini sudah berubah, sekarang bayi baru lahir baru dimandikan enam jam dari waktu kelahirannya atau setelah suhu tubuhnya stabil.<br />
Bayi yang baru lahir sebaiknya tidak dimandikan walaupun dengan air hangat, karena belum bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Jika bayi dibasahi dengan air maka panas yang ada dalam tubuhnya akan terambil sehingga suhu tubuhnya akan turun drastis. Jika bayi yang baru lahir kehilangan suhu tubuh, darah yang mengalir dalam tubuh yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuhnya akan berkurang. Dengan demikian beberapa organ tubuh akan membiru, misalnya tangan, wajah, kaki dan kulit. Bukan hanya itu, akibat kekurangan oksigen tersebut maka beberapa sel-sel tubuh akan mengalami kerusakan, terutama sel-sel di daerah otak yang sensitif. Bagaimana jika sel-sel disekitar otak mengalami kerusakan, apa yang akan terjadi pada bayi kita kelak?.<br />
Mandi untuk bayi bukan hanya untuk membersihkan tubuh tetapi mandi merupakan hal yang sangat menyenangkan bayi. Untuk orang tua mandi merupakan alat komunikasi antara orang tua dengan bayi, karena saat mandi orang tua biasanya melakukan sentuhan, usapan dan berbicara langsung walaupun bayi tidak mengerti arti ucapan tersebut.<br />
Memandikan bayi bagi ibu nifas merupakan pekerjaan yang berat dan membingungkan karena kondisi tali pusat bayi yang masih basah, di tambah lagi dengan kondisi ibu setelah proses persalinan yang melelahkan dan bertambah sulit jika ibu bersalin post sesio secarea atau post vakum. Namun jika mereka mengetahui pedoman memandikan bayi karena sebelumnya sudah pernah memiliki anak maka hal itu bukanlah pekerjaan yang berat terkadang ibu nifas menyerahkan anaknya pada baby sitter, pembantu atau kepada orang tanya untuk memandikan sang bayi, bahkan terkadang orang tua ditahan tinggal di rumahnya sampai berbulan-bulan agar ada yang memandikan sang buah hati. Padahal jika ada kemauan, memandikan bayi ini bukan merupakan hal yang sulit (Dr. Bona Simanungkalit, DH.SM., M.Kes., 2007).<br />
Dalam penelitian ini peneliti membatasi cara memandikan bayi dengan: mengukur suhu air menggunakan siku/punggung tangan, membersihkan mata bayi dengan kapas basah, menggunakan shampoo dan menyabuni dengan waslap, cara memegang bayi saat memandikan, membersihkan tali pusat saat memandikan dan cara membersihkan kemaluan.<br />
Dari hasil pra survey pada bulan Februari sampai bulan Maret ternyata di wilayah kerja BPS &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Desa Bernai Kecamatan Tigeneneng &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. jumlah ibu bersalin sebanyak 40 orang, dari hasil presurvey pada ibu nifas diketahui bahwa dari kempat puluh orang ibu nifas tersebut 27 diantaranya belum dapat memandikan bayinya dengan benar, hal ini diketahui pengamatan para ibu pada saat memandikan dan beberapa pertanyaan yang diajukan kepada para ibu nifas mengenai cara memandikan bayinya serta dari banyaknya ibu nifas yang menanyakan tentang bagaimana cara memandikan bayinya, karena kebanyakan dari mereka masih takut untuk memandikan bayinya sendiri.<span style="font-weight: bold;">B. Rumusan Masalah</span><br />
Berdasarkan latar belakang di atas penulis merumuskan permasalahan penelitian yaitu “Bagaimana Penatalaksanaan Cara Memandikan Neonatus 0-7 Hari Terhadap Ibu Nifas di BPS &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Tegineneng &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.”.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">C. Ruang Lingkup Penelitian</span><br />
Dalam penelitian ini ruang lingkup penelitian adalah sebagai berikut:<br />
1. Sifat Penelitian : Deskriptif<br />
2. Subjek Penelitian : Ibu Nifas di BPS &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Tegineneng &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
3. Objek Penelitian : Cara Memandikan Neonatus 0-7 hari.<br />
4. Lokasi Penelitian : BPS &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
5. Waktu Penelitian : Maret – Mei 2010.<br />
6. Alasan Penelitian : berdasarkan pra suvey ternyata banyak ibu nifas yang belum memandikan bayinya.</p>
<p><span style="font-weight: bold;">D. Tujuan Penelitian</span><br />
Tujuan umum dalam penelitian ini adalah diketahuinya Gambaran Penatalaksanaan Cara Memandikan Neonatus 0-7 Hari terhadap Ibu Nifas di BPS &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Tegineneng &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p><span style="font-weight: bold;">E. Manfaat Penelitian</span><br />
1. Bagi Peneliti<br />
Sebagai pengalaman dalam melakukan penulisan ilmiah, menambah pengetahuan dan wawasan penulis.<br />
2. Bagi Tempat Penelitian<br />
Sebagai masukan guna meningkatkan dan memaksimumkan pelayanan kepada ibu nifas dan neonatus.<br />
3. Bagi Institusi Pendidikan<br />
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya untuk dapat menambah referensi perpustakaan untuk bahan acuan penelitian yang akan datang.<br />
4. Bagi Iptek (Depkes)<br />
Sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kesehatan.</p>
<div style="text-align: center;">silahkan download dalam bentuk dokumen word KTI KEBIDANAN<br />
<span style="font-style: italic;">GAMBARAN PENATALAKSANAAN CARA MEMANDIKAN NEONATUS 0-7 HARI TERHADAP IBU NIFAS DI BPS</span></div>
<div style="text-align: center;">(isi: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metodelogi Penelitian;<br />
Hasil Penelitan dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran)</div>
<div style="text-align: center;"><a href="https://docs.google.com/uc?id=0B-m4s_fgL-OgZDZkNDBjNTgtYmRjMy00OGI5LWI1ZjgtNWUxNWQ3MTEwNjYw&amp;export=download&amp;hl=en_US"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bId2zaothfY/S8xb-IDp4vI/AAAAAAAAEO4/H3y_6_K47ow/download_button5.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=zb90bCXE87w:Z_OszZj5MT8:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=zb90bCXE87w:Z_OszZj5MT8:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=zb90bCXE87w:Z_OszZj5MT8:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=zb90bCXE87w:Z_OszZj5MT8:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=zb90bCXE87w:Z_OszZj5MT8:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=zb90bCXE87w:Z_OszZj5MT8:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/zb90bCXE87w" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-penatalaksanaan-cara-memandikan-neonatus-0-7-hari-terhadap-ibu-nifas-di-bps/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/gambaran-penatalaksanaan-cara-memandikan-neonatus-0-7-hari-terhadap-ibu-nifas-di-bps/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Koleksi Daftar Pustaka KTI-SKRIPSI.COM</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/kti-skripsi/~3/6cnkLma3gBo/</link>
		<comments>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/koleksi-daftar-pustaka-kti-skripsi-com/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 19:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kti-skripsi.com</dc:creator>
				<category><![CDATA[lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[Koleksi Daftar Pustaka KTI-SKRIPSI.COM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kti-skripsi.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[bagi rekan-rekan yang kesulitan dalam mencari daftar pustaka silahkan download disini (gratis) DOWNLOAD DAFTAR PUSTAKA-1 DOWNLOAD DAFTAR PUSTAKA-2 daftar pustaka ini bisa juga untuk skripsi kebidanan, kti skripsi keperawatan kedokteran.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><span><span>bagi rekan-rekan yang kesulitan dalam mencari daftar pustaka silahkan download disini (gratis)</span></span></p>
</div>
<div>
<p style="text-align: center;"><strong><a href="https://docs.google.com/fileview?id=0B-m4s_fgL-OgOGUyOTcwMDUtMWM5MS00ZThmLWExYmUtMTk2ZTgyMjdhMTE2&amp;hl=en" target="_blank">DOWNLOAD DAFTAR PUSTAKA-1</a></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><a href="https://docs.google.com/fileview?id=0B-m4s_fgL-OgZWU4N2UyODgtYjZhZS00ODVjLThmMGQtMTgwYzI3ZmVjNmU0&amp;hl=en" target="_blank">DOWNLOAD DAFTAR PUSTAKA-2</a></strong></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
</div>
<p>daftar pustaka ini bisa juga untuk skripsi kebidanan, kti skripsi keperawatan kedokteran.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=6cnkLma3gBo:amBQEh27xcI:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=6cnkLma3gBo:amBQEh27xcI:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=6cnkLma3gBo:amBQEh27xcI:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=6cnkLma3gBo:amBQEh27xcI:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?a=6cnkLma3gBo:amBQEh27xcI:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/kti-skripsi?i=6cnkLma3gBo:amBQEh27xcI:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/kti-skripsi/~4/6cnkLma3gBo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/koleksi-daftar-pustaka-kti-skripsi-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://kti-skripsi.com/kti-kebidanan/koleksi-daftar-pustaka-kti-skripsi-com/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

