<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036</atom:id><lastBuildDate>Wed, 06 Nov 2024 03:01:07 +0000</lastBuildDate><category>Agama dan Pendidikan</category><category>Cafe Akhil Hayy</category><category>Ceramah Husam Musa</category><category>Tv</category><category>Pedoman</category><category>Kisah Teladan</category><category>Ceramah Nik Aziz</category><category>Dakwah</category><category>Hukum Islam</category><category>Isu Semasa</category><category>Solat</category><category>Video Kartun Islam</category><category>About Me</category><category>Coretan</category><category>Dialog</category><category>Islamic Software</category><category>Isu Dunia Islam</category><category>Khutbah Jumaat</category><category>Ramadhan</category><category>Solat Jumaat</category><title>.:: Laman Ilmu 2u ::.</title><description>| .:: Minda Seorang Pemuda Islam ::. |</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Nikuve's)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>78</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>| .:: Minda Seorang Pemuda Islam ::. |</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-1988256783330713533</guid><pubDate>Fri, 26 Dec 2008 18:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-27T02:36:51.726+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama dan Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dakwah</category><title>Cetak Thread Mari bersolat cara Rasulullah SAW</title><description>&lt;strong&gt;Panduan Solat Cara Sunnah Rasulullah &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Panduan Solat ini dipetik dari 'Ringkasan Buku Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam' oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaani ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian : Tulisan ini hanya ringkasan, bagi pembaca yang ingin mengetahui dalil-dalilnya dipersilahkan merujuk buku aslinya yaitu : "Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam", oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaani, dengan edisi Indonesia diterbitkan oleh Media Hidayah - Yogyakarta (edisi revisi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. MENGHADAP KA'BAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apabila anda - wahai Muslim - ingin menunaikan shalat, menghadaplah ke Ka'bah (qiblat) dimanapun anda berada, baik shalat fardlu maupun shalat sunnah, sebab ini termasuk diantara rukun-rukun shalat, dimana shalat tidak sah tanpa rukun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketentuan menghadap qiblat ini tidak menjadi keharusan lagi bagi 'seorang yang sedang berperang' pada pelaksanaan shalat khauf saat perang berkecamuk dahsyat.&lt;br /&gt;Dan tidak menjadi keharusan lagi bagi orang yang tidak sanggup seperti orang yang sakit atau orang yang dalam perahu, kendaraan atau pesawat bila ia khawatir luputnya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tidak menjadi keharusan lagi bagi orang yang shalat sunnah atau witir sedang ia menunggangi hewan atau kendaraan lainnya. Tapi dianjurkan kepadanya - jika hal ini memungkinkan - supaya menghadap ke qiblat pada saat takbiratul ikhram, kemudian setelah itu menghadap ke arah manapun kendaraannya menghadap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wajib bagi yang melihat Ka'bah untuk menghadap langsung ke porosnya, bagi yang tidak melihatnya maka ia menghadap ke arah Ka'bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HUKUM SHALAT TANPA MENGHADAP KA'BAH KARENA KELIRU &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apabila shalat tanpa menghadap qiblat karena mendung atau ada penyebab lainnya sesudah melakukan ijtihad dan pilihan, maka shalatnya sah dan tidak perlu diulangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apabila datang orang yang dipercaya saat dia shalat, lalu orang yang datang itu memberitahukan kepadanya arah qiblat maka wajib baginya untuk segera menghadap ke arah yang ditunjukkan, dan shalatnya sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. BERDIRI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Wajib bagi yang melakukan shalat untuk berdiri, dan ini adalah rukun, kecuali bagi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang shalat khauf saat perang berkecamuk dengan hebat, maka dibolehkan baginya shalat di atas kendaraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sakit yang tidak mampu berdiri, maka boleh baginya shalat sambil duduk dan bila tidak mampu diperkenankan sambil berbaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang shalat nafilah (sunnah) dibolehkan shalat di atas kendaraan atau sambil duduk jika dia mau, adapun ruku' dan sujudnya cukup dengan isyarat kepalanya, demikian pula orang yang sakit, dan ia menjadikan sujudnya lebih rendah dari ruku'nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tidak boleh bagi orang yang shalat sambil duduk meletakkan sesuatu yang agak tinggi dihadapannya sebagai tempat sujud. Akan tetapi cukup menjadikan sujudnya lebih rendah dari ruku'nya -seperti yang kami sebutkan tadi- apabila ia tidak mampu meletakkan dahinya secara langsung ke bumi (lantai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SHALAT DI KAPAL LAUT ATAU PESAWAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dibolehkan shalat fardlu di atas kapal laut demikian pula di pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dibolehkan juga shalat di kapal laut atau pesawat sambil duduk bila khawatir akan jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Boleh juga saat berdiri bertumpu (memegang) pada tiang atau tongkat karena faktor ketuaan atau karena badan yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SHALAT SAMBIL BERDIRI DAN DUDUK &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Dibolehkan shalat lail sambil berdiri atau sambil duduk meski tanpa udzur (penyebab apapun), atau sambil melakukan keduanya. Caranya; ia shalat membaca dalam keadaan duduk dan ketika menjelang ruku' ia berdiri lalu membaca ayat-ayat yang masih tersisa dalam keadaan berdiri. Setelah itu ia ruku' lalu sujud. Kemudian ia melakukan hal yang sama pada rakaat yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Apabila shalat dalam keadaan duduk, maka ia duduk bersila atau duduk dalam bentuk lain yang memungkinkan seseorang untuk beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SHALAT SAMBIL MEMAKAI KASUT &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Boleh shalat tanpa memakai sandal dan boleh pula dengan memakai sandal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tapi yang lebih utama jika sekali waktu shalat sambil memakai sandal dan sekali waktu tidak memakai sandal, sesuai yang lebih gampang dilakukan saat itu, tidak membebani diri dengan harus memakainya dan tidak pula harus melepasnya. Bahkan jika kebetulan telanjang kaki maka shalat dengan kondisi seperti itu, dan bila kebetulan memakai sandal maka shalat sambil memakai sandal. Kecuali dalam kondisi tertentu (terpaksa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Jika kedua sandal dilepas maka tidak boleh diletakkan di samping kanan akan tetapi diletakkan di samping kiri jika tidak ada di samping kirinya seseorang yang shalat, jika ada maka hendaklah diletakkan di depan kakinya, hal yang demikianlah yang sesuai dengan perintah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SHALAT DI ATAS MIMBAR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Dibolehkan bagi imam untuk shalat di tempat yang tinggi seperti mimbar dengan tujuan mengajar manusia. Imam berdiri di atas mimbar lalu takbir, kemudian membaca dan ruku' setelah itu turun sambil mundur sehingga memungkinkan untuk sujud ke tanah di depan mimbar, lalu kembali lagi ke atas mimbar dan melakukan hal yang serupa di rakaat berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEWAJIBAN SHALAT MENGHADAP PEMBATAS DAN MENDEKAT KEPADANYA &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Wajib shalat menghadap tabir pembatas, dan tiada bedanya baik di masjid maupun selain masjid, di masjid yang besar atau yang kecil, berdasarkan kepada keumuman sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Janganlah shalat melainkan menghadap pembatas, dan jangan biarkan seseorang lewat di hadapanmu, apabila ia enggan maka perangilah karena sesungguhnya ia bersama pendampingnya". (Maksudnya syaitan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Wajib mendekat ke pembatas karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Jarak antara tempat sujud Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan tembok yang dihadapinya seukuran tempat lewat domba. maka barang siapa yang mengamalkan hal itu berarti ia telah mengamalkan batas ukuran yang diwajibkan. 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KADAR KETINGGIAN PEMBATAS &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Wajib pembatas dibuat agak tinggi dari tanah sekadar sejengkal atau dua jengkal berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Jika seorang diantara kamu meletakkan di hadapannya sesuatu setinggi ekor pelana 3) (sebagai pembatas) maka shalatlah (menghadapnya), dan jangan ia pedulikan orang yang lewat di balik pembatas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Dan ia menghadap ke pembatas secara langsung, karena hal itu yang termuat dalam konteks hadits tentang perintah untuk shalat menghadap ke pembatas. Adapun bergeser dari posisi pembatas ke kanan atau ke kiri sehingga membuat tidak lurus menghadap langsung ke pembatas maka hal ini tidak sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Boleh shalat menghadap tongkat yang ditancapkan ke tanah atau yang sepertinya, boleh pula menghadap pohon, tiang, atau isteri yang berbaring di pembaringan sambil berselimut, boleh pula menghadap hewan meskipun unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HARAM SHALAT MENGHADAP KE KUBUR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Tidak boleh shalat menghadap ke kubur, larangan ini mutlak, baik kubur para nabi maupun selain nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HARAM LEWAT DI DEPAN ORANG YANG SHALAT TERMASUK DI MASJID HARAM &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Tidak boleh lewat(lalu-lalang) di depan orang yang sedang shalat jika di depannya ada pembatas, dalam hal ini tidak ada perbedaan antara masjid Haram atau masjid-masjid lain, semua sama dalam hal larangan berdasarkan keumuman sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Andaikan orang yang lewat di depan orang yang shalat mengetahui akibat perbuatannya maka untuk berdiri selama 40, lebih baik baginya dari pada lewat di depan orang yang sedang shalat". Maksudnya lewat di antara shalat dengan tempat sujudnya. 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEWAJIBAN ORANG YANG SHALAT MENCEGAH ORANG LEWAT DI DEPANNYA MESKIPUN DI MASJID HARAM &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Tidak boleh bagi orang yang shalat menghadap pembatas membiarkan seseorang lewat di depannya berdasarkan hadits yang telah lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depanmu ...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Jika seseorang diantara kamu shalat menghadap sesuatu pembatas yang menghalanginya dari orang lain, lalu ada yang ingin lewat di depannya, maka hendaklah ia mendorong leher orang yang ingin lewat itu semampunya (dalam riwayat lain : cegahlah dua kali) jika ia enggan maka perangilah karena ia adalah syaithan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BERJALAN KE DEPAN UNTUK MENCEGAH ORANG LEWAT &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Boleh maju selangkah atau lebih untuk mencegah yang bukan mukallaf yang lewat di depannya seperti hewan atau anak kecil agar tidak lewat di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HAL-HAL YANG MEMUTUSKAN SHALAT &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Di antara fungsi pembatas dalam shalat adalah menjaga orang yang shalat menghadapnya dari kerusakan shalat disebabkan yang lewat di depannya, berbeda dengan yang tidak memakai pembatas, shalatnya bisa terputus bila lewat di depannya wanita dewasa, keledai, atau anjing hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. NIAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Bagi yang akan shalat harus meniatkan shalat yang akan dilaksanakannya serta menentukan niat dengan hatinya, seperti fardhu zhuhur dan ashar, atau sunnat zhuhur dan ashar. Niat ini merupakan syarat atau rukun shalat. Adapun melafazhkan niat dengan lisan maka ini merupakan bid'ah, menyalahi sunnah, dan tidak ada seorangpun yang menfatwakan hal itu di antara para ulama yang ditokohkan oleh orang-orang yang suka taqlid (fanatik buta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. TAKBIR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Kemudian memulai shalat dengan membaca. "Allahu Akbar" (Artinya : Allah Maha Besar). Takbir ini merupakan rukun, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;"Artinya : Pembuka Shalat adalah bersuci, pengharamannya adalah takbir, sedangkan penghalalannya adalah salam". 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Tidak boleh mengeraskan suara saat takbir di semua shalat, kecuali jika menjadi imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Boleh bagi muadzin menyampaikan (memperdengarkan) takbir imam kepada jama'ah jika keadaan menghendaki, seperti jika imam sakit, suaranya lemah atau karena banyaknya orang yang shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Ma'mum tidak boleh takbir kecuali jika imam telah selesai takbir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENGANGKAT KEDUA TANGAN DAN CARA-CARANYA &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Mengangkat kedua tangan, boleh bersamaan dengan takbir, atau sebelumnya, bahkan boleh sesudah takbir. Kesemuanya ini ada landasannya yang sah dalam sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Mengangkat tangan dengan jari-jari terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Mensejajarkan kedua telapak tangan dengan pundak/bahu, sewaktu-waktu mengangkat lebih tinggi lagi sampai sejajar dengan ujung telinga. 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MELETAKKAN KEDUA TANGAN DAN CARA-CARANYA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Kemudian meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri sesudah takbir, ini merupakan sunnah (ajaran) para nabi-nabi Alaihimus Shallatu was sallam dan diperintahkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada para sahabat beliau, sehingga tidak boleh menjulurkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Meletakkan tangan kanan di atas punggung tangan kiri dan di atas pergelangan dan lengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Kadang-kadang menggenggam tangan kiri dengan tangan kanan. 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TEMPAT MELETAKKAN TANGAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Keduanya diletakkan di atas dada saja. Laki-laki dan perempuan dalam hal tersebut sama. 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Tidak meletakkan tangan kanan di atas pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KHUSU' DAN MELIHAT KE TEMPAT SUJUD&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Hendaklah berlaku khusu' dalam shalat dan menjauhi segala sesuatu yang dapat melalaikan dari khusu' seperti perhiasan dan lukisan, janganlah shalat saat berhadapan dengan hidangan yang menarik, demikian juga saat menahan berak dan kencing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Memandang ke tempat sujud saat berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Tidak menoleh ke kanan dan ke kiri, karena menoleh adalah curian yang dilakukan oleh syaitan dari shalat seorang hamba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Tidak boleh mengarahkan pandangan ke langit (ke atas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DO'A ISTIFTAAH (PEMBUKAAN) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. Kemudian membuka bacaan dengan sebagian do'a-do'a yang sah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang jumlahnya banyak, yang masyhur diantaranya ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subhaanaka Allahumma wa bihamdika, wa tabaarakasmuka, wa ta'alaa jadduka, walaa ilaha ghaiyruka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Maha Suci Engkau ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu, kedudukan-Mu sangat agung, dan tidak ada sembahan yang hak selain Engkau".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah ber-istiftah telah sah dari Nabi, maka sepatutnya diperhatikan untuk diamalkan. 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. QIRAAH (BACAAN)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. Kemudian wajib berlindung kepada Allah Ta'ala, dan bagi yang meninggalkannya mendapat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. Termasuk sunnah jika sewaktu-waktu membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"A'udzu billahi minasy syaiythaanirrajiim, min hamazihi, wa nafakhihi, wa nafasyihi"&lt;br /&gt;"Artinya : Aku berlindung kepada Allah dari syithan yang terkutuk, dari godaannya, dari was-wasnya, serta dari gangguannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. Dan sewaktu-waktu membaca tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"A'udzu billahis samii-il a'liimi, minasy syaiythaani ......."&lt;br /&gt;"Artinya : Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari syaitan.......".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. Kemudian membaca basmalah (bismillah) di semua shalat secara sirr (tidak diperdengarkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MEMBACA AL-FAATIHAH &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Kemudian membaca surat Al-Fatihah sepenuhnya termasuk bismillah, ini adalah rukun shalat dimana shalat tak sah jika tidak membaca Al-Fatihah, sehingga wajib bagi orang-orang 'Ajm ( non Arab ) untuk menghafalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51. Bagi yang tak bisa menghafalnya boleh membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subhaanallah, wal hamdulillah walaa ilaha illallah, walaa hauwla wala quwwata illaa billah".&lt;br /&gt;"Artinya : Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada sembahan yang haq selain Allah, serta tidak ada daya dan kekuatan melainkan karena Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52. Didalam membaca Al-Fatihah, disunnahkan berhenti pada setiap ayat, dengan cara membaca. (Bismillahir-rahmanir-rahiim) lalu berhenti, kemudian membaca. (Alhamdulillahir-rabbil 'aalamiin) lalu berhenti, kemudian membaca. (Ar-rahmanir-rahiim) lalu berhenti, kemudian membaca. (Maaliki yauwmiddiin) lalu berhenti, dan demikian seterusnya. Demikianlah cara membaca Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam seluruhnya. Beliau berhenti di akhir setiap ayat dan tidak menyambungnya dengan ayat sesudahnya meskipun maknanya berkaitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. Boleh membaca (Maaliki) dengan panjang, dan boleh pula (Maliki) dengan pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BACAAN MA'MUM &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54. Wajib bagi ma'mum membaca Al-Fatihah di belakang imam yang membaca sirr (tidak terdengar) atau saat imam membaca keras tapi ma'mum tidak mendengar bacaan imam, demikian pula ma'mum membaca Al-Fatihah bila imam berhenti sebentar untuk memberi kesempatan bagi ma'mum yang membacanya. Meskipun kami menganggap bahwa berhentinya imam di tempat ini tidak tsabit dari sunnah. 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BACAAN SESUDAH AL-FATIHAH &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55. Disunnahkan sesudah membaca Al-Fatihah, membaca surat yang lain atau beberapa ayat pada dua raka'at yang pertama. Hal ini berlaku pula pada shalat jenazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56. Kadang-kadang bacaan sesudah Al-Fatihah dipanjangkan kadang pula diringkas karena ada faktor-faktor tertentu seperti safar (bepergian), batuk, sakit, atau karena tangisan anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57. Panjang pendeknya bacaan berbeda-beda sesuai dengan shalat yang dilaksanakan. Bacaan pada shalat subuh lebih panjang daripada bacaan shalat fardhu yang lain, setelah itu bacaan pada shalat dzuhur, pada shalat ashar, lalu bacaan pada shalat isya, sedangkan bacaan pada shalat maghrib umumnya diperpendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. Adapun bacaan pada shalat lail (malam) lebih panjang dari semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59. Sunnah membaca lebih panjang pada rakaat pertama dari rakaat yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60. Memendekkan dua rakaat terakhir kira-kira setengah dari dua rakaat yang pertama. 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61. Membaca Al-Fatihah pada semua rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62. Disunnahkan pula menambahkan bacaan surat Al-Fatihah dengan surat-surat lain pada dua rakaat yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63. Tidak boleh imam memanjangkan bacaan melebihi dari apa yang disebutkan di dalam sunnah karena yang demikian bisa-bisa memberatkan ma'mum yang tidak mampu seperti orang tua, orang sakit, wanita yang mempunyai anak kecil dan orang yang mempunyai keperluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENGERASKAN DAN MENGECILKAN BACAAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64. Bacaan dikeraskan pada shalat shubuh, jum'at, dua shalat ied, shalat istisqa, khusuf dan dua rakaat pertama dari shalat maghrib dan isya. Dan dikecilkan (tidak dikeraskan) pada shalat dzuhur, ashar, rakaat ketiga dari shalat maghrib, serta dua rakaat terakhir dari shalat isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65. Boleh bagi imam memperdengarkan bacaan ayat pada shalat-shalat sir (yang tidak dikeraskan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66. Adapun witir dan shalat lail bacaannya kadang tidak dikeraskan dan kadang dikeraskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MEMBACA AL-QUR'AN DENGAN TARTIL &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67. Sunnah membaca Al-Qur'an secara tartil (sesuai dengan hukum tajwid) tidak terlalu dipanjangkan dan tidak pula terburu-buru, bahkan dibaca secara jelas huruf perhuruf. Sunnah pula menghiasi Al-Qur'an dengan suara serta melagukannya sesuai batas-batas hukum oleh ulama ilmu tajwid. Tidak boleh melagukan Al-Qur'an seperti perbuatan Ahli Bid'ah dan tidak boleh pula seperti nada-nada musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;68. Disyari'atkan bagi ma'mum untuk membetulkan bacaan imam jika keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. RUKU'&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69. Bila selesai membaca, maka diam sebentar menarik nafas agar bisa teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70. Kemudian mengangkat kedua tangan seperti yang telah dijelaskan terdahulu pada takbiratul ihram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;71. Dan takbir, hukumnya adalah wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72. Lalu ruku' sedapatnya agar persendian bisa menempati posisinya dan setiap anggota badan mengambil tempatnya. Adapun ruku' adalah rukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CARA RUKU'&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;73. Meletakkan kedua tangan di atas lutut dengan sebaik-baiknya, lalu merenggangkan jari-jari seolah-olah menggenggam kedua lutut. Semua itu hukumnya wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;74. Mensejajarkan punggung dan meluruskannya, sehingga jika kita menaruh air di punggungnya tidak akan tumpah. Hal ini wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;75. Tidak merendahkan kepala dan tidak pula mengangkatnya tapi disejajarkan dengan punggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;76. Merenggangkan kedua siku dari badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;77. Mengucapkan saat ruku'. "Subhaana rabbiiyal 'adhiim". "Artinya : Segala puji bagi Allah yang Maha Agung". tiga kali atau lebih. 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENYAMAKAN PANJANGNYA RUKUN &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;78. Termasuk sunnah untuk menyamakan panjangnya rukun, diusahakan antara ruku' berdiri dan sesudah ruku', dan duduk diantara dua sujud hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;79. Tidak boleh membaca Al-Qur'an saat ruku' dan sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;I'TIDAL SESUDAH RUKU' &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80. Mengangkat punggung dari ruku' dan ini adalah rukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;81. Dan saat i'tidal mengucapkan . "Syami'allahu-liman hamidah".&lt;br /&gt;"Artinya : Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya". adapun hukumnya wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;82. Mengangkat kedua tangan saat i'tidal seperti dijelaskan terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;83. Lalu berdiri dengan tegak dan tenang sampai seluruh tulang menempati posisinya. Ini termasuk rukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;84. Mengucapkan saat berdiri. "Rabbanaa wa lakal hamdu"&lt;br /&gt;"Artinya : Ya tuhan kami bagi-Mu-lah segala puji". 13) Hukumnya adalah wajib bagi setiap orang yang shalat meskipun sebagai imam, karena ini adalah wirid saat berdiri, sedang tasmi (ucapan Sami'allahu liman hamidah) adalah wirid i'tidal (saat bangkit dari ruku' sampai tegak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;85. Menyamakan panjang antara rukun ini dengan ruku' seperti dijelaskan terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. SUJUD&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;86. Lalu mengucapkan "Allahu Akbar" dan ini wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;87. Kadang-kadang sambil mengangkat kedua tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TURUN DENGAN KEDUA TANGAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;88. Lalu turun untuk sujud dengan kedua tangan diletakkan terlebih dahulu sebelum kedua lutut, demikianlah yang diperintahkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam serta tsabit dari perbuatan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk menyerupai cara berlututnya unta yang turun dengan kedua lututnya yang terdapat di kaki depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;89. Apabila sujud -dan ini adalah rukun- bertumpu pada kedua telapak tangan serta melebarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;90. Merapatkan jari jemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;91. Lalu menghadapkan ke kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;92. Merapatkan kedua tangan sejajar dengan bahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;93. Kadang-kadang meletakkan keduanya sejajar dengan telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;94. Mengangkat kedua lengan dari lantai dan tidak meletakkannya seperti cara anjing. Hukumnya adalah wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;95. Menempelkan hidung dan dahi ke lantai, ini termasuk rukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;96. Menempelkan kedua lutut ke lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;97. Demikian pula ujung-ujung jari kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;98. Menegakkan kedua kaki, dan semua ini adalah wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;99. Menghadapkan ujung-ujung jari ke qiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100. Meletakkan/merapatkan kedua mata kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BERLAKU TEGAK KETIKA SUJUD &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;101. Wajib berlaku tegak ketika sujud, yaitu tertumpu dengan seimbang pada semua anggota sujud yang terdiri dari : Dahi termasuk hidung, dua telapak tangan, dua lutut dan ujung-ujung jari kedua kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;102. Barangsiapa sujud seperti itu berarti telah thuma'ninah, sedangkan thuma'ninah ketika sujud termasuk rukun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;103. Mengucapkan ketika sujud. "Subhaana rabbiyal 'alaa"&lt;br /&gt;"Artinya : Maha Suci Rabbku yang Maha Tinggi" diucapkan tiga kali atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;104. Disukai untuk memperbanyak do'a saat sujud, karena saat itu do'a banyak dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;105. Menjadikan sujud sama panjang dengan ruku' seperti diterangkan terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;106. Boleh sujud langsung di tanah, boleh pula dengan pengalas seperti kain, permadani, tikar dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;107. Tidak boleh membaca Al-Qur'an saat sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IFTIRASY DAN IQ'A KETIKA DUDUK ANTARA DUA SUJUD &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;108. Kemudian mengangkat kepala sambil takbir, dan hukumnya adalah wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;109. Kadang-kadang sambil mengangkat kedua tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;110. Lalu duduk dengan tenang sehingga semua tulang kembali ke tempatnya masing-masing, dan ini adalah rukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;111. Melipat kaki kiri dan mendudukinya. Hukumnya wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;112. Menegakkan kaki kanan (sifat duduk seperti No. 111 dan 112 ini disebut Iftirasy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;113. Menghadapkan jari-jari kaki ke kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;114. Boleh iq'a sewaktu-waktu, yaitu duduk di atas kedua tumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;115. Mengucapkan pada waktu duduk. "Allahummagfirlii, warhamnii' wajburnii', warfa'nii', wa 'aafinii, warzuqnii".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Ya Allah ampunilah aku, syangilah aku, tutuplah kekuranganku, angkatlah derajatku, dan berilah aku afiat dan rezeki".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;116. Dapat pula mengucapkan. "Rabbigfirlii, Rabbigfilii".&lt;br /&gt;"Artinya : Ya Allah ampunilah aku, ampunilah aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;117. Memperpanjang duduk sampai mendekati lama sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SUJUD KEDUA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;118. Kemudian takbir, dan hukumnya wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;119. Kadang-kadang mengangkat kedua tangannya dengan takbir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;120. Lalu sujud yang kedua, ini termasuk rukun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;121. Melakukan pada sujud ini apa-apa yang dilakukan pada sujud pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DUDUK ISTIRAHAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;122. Setelah mengangkat kepala dari sujud kedua, dan ingin bangkit ke rakaat yang kedua wajib takbir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;123. Kadang-kadang sambil mengangkat kedua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;124. Duduk sebentar di atas kaki kiri seperti duduk iftirasy sebelum bangkit berdiri, sekadar selurus tulang menempati tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;RAKAAT KEDUA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;125. Kemudian bangkit raka'at kedua -ini termasuk rukun- sambil menekan ke lantai dengan kedua tangan yang terkepal seperti tukang tepung mengepal kedua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;126. Melakukan pada raka'at yang kedua seperti apa yang dilakukan pada rakaat pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;127. Akan tetapi tidak membaca pada raka'at yang kedua ini do'a iftitah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;128. Memendekkan raka'at kedua dari raka'at yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DUDUK TASYAHUD &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;129. Setelah selesai dari raka'at kedua duduk untuk tasyahud, hukumnya wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;130. Duduk iftirasy seperti diterangkan pada duduk diantara dua sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;131. Tapi tidak boleh iq'a di tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;132. Meletakkan tangan kanan sampai siku di atas paha dan lutut kanan, tidak diletakkan jauh darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;133. Membentangkan tangan kiri di atas paha dan lutut kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;134. Tidak boleh duduk sambil bertumpu pada tangan, khususnya tangan yang kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENGGERAKKAN TELUNJUK DAN MEMANDANGNYA &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;135. Menggenggam jari-jari tangan kanan seluruhnya, dan sewaktu-waktu meletakkan ibu jari di atas jari tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;136. Kadang-kadang membuat lingkaran ibu jari dengan jari tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;137. Mengisyaratkan jari telunjuk ke qiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;138. Dan melihat pada telunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;139. Menggerakkan telunjuk sambil berdo'a dari awal tasyahud sampai akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;140. Tidak boleh mengisyaratkan dengan jari tangan kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;141. Melakukan semua ini di semua tasyahud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;UCAPAN TASYAHUD DAN DO'A SESUDAHNYA &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;142. Tasyahud adalah wajib, jika lupa harus sujud sahwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;143. Membaca tasyahud dengan sir (tidak dikeraskan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;144. Dan lafadznya : "At-tahiyyaatu lillah washalawaatu wat-thayyibat, assalamu 'alan - nabiyyi warrahmatullahi wabarakaatuh, assalaamu 'alaiynaa wa'alaa 'ibaadil-llahis-shaalihiin, asyhadu alaa ilaaha illallah, asyhadu anna muhamaddan 'abduhu warasuuluh".&lt;br /&gt;"Artinya : Segala penghormatan bagi Allah, shalawat dan kebaikan serta keselamatan atas Nabi 14) dan rahmat Allah serta berkat-Nya. Keselamatan atas kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba dan rasul-Nya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;145. Sesudah itu bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan mengucapkan : "Allahumma shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa ali muhammad, kamaa shallaiyta 'alaa ibrahiima wa 'alaa ali ibrahiima, innaka hamiidum majiid".&lt;br /&gt;"Allahumma baarik 'alaa muhammaddiw wa'alaa ali muhammadin kamaa baarikta 'alaa ibraahiima wa 'alaa ali ibraahiima, innaka hamiidum majiid".&lt;br /&gt;"Artinya : Ya Allah berilah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mulia.&lt;br /&gt;Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mulia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;146. Dapat juga diringkas sebagai berikut : "Allahumma shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa ali muhammad, wabaarik 'alaa muhammadiw wa'alaa ali muhammadin kamaa shallaiyta wabaarikta 'alaa ibraahiim wa'alaa ali ibraahiim, innaka hamiidum majiid".&lt;br /&gt;"Artinya : Ya Allah bershalawatlah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana engkau bershalawat dan memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Terpuji dan Mulia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;147. Kemudian memilih salah satu do'a yang disebutkan dalam kitab dan sunnah yang paling disenangi lalu berdo'a kepada Allah dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;RAKAAT KETIGA DAN KEEMPAT &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;148. Kemudian takbir, dan hukumnya wajib. Dan sunnah bertakbir dalam keadaan duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;149. Kadang-kadang mengangkat kedua tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;150. Kemudian bangkit ke raka'at ketiga, ini adalah rukun seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;151. Seperti itu pula yang dilakukan bila ingin bangkit ke raka'at yang ke empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;152. Akan tetapi sebelum bangkit berdiri, duduk sebentar di atas kaki yang kiri (duduk iftirasy) sampai semua tulang menempati tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;153. Kemudian berdiri sambil bertumpu pada kedua tangan sebagaimana yang dilakukan ketika berdiri ke rakaat kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;154. Kemudian membaca pada raka'at ketiga dan keempat surat Al-Fatihah yang merupakan satu kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;155. Setelah membaca Al-Fatihah, boleh sewaktu-waktu membaca bacaan ayat atau lebih dari satu ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;QUNUT NAZILAH DAN TEMPATNYA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;156. Disunatkan untuk qunut dan berdo'a untuk kaum muslimin karena adanya satu musibah yang menimpa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;157. Tempatnya adalah setelah mengucapkan : "Rabbana lakal hamdu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;158. Tidak ada do'a qunut yang ditetapkan, tetapi cukup berdo'a dengan do'a yang&lt;br /&gt;sesuai dengan musibah yang sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;159. Mengangkat kedua tangan ketika berdo'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;160. Mengeraskan do'a tersebut apabila sebagai imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;161. Dan orang yang dibelakangnya mengaminkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;162. Apabila telah selesai membaca do'a qunut lalu bertakbir untuk sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;QUNUT WITIR, TEMPAT DAN LAFADZNYA &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;163. Adapun qunut di shalat witir disyari'atkan untuk dilakukan sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;164. Tempatnya sebelum ruku', hal ini berbeda dengan qunut nazilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;165. Mengucapkan do'a berikut : "Allahummah dinii fiiman hadayit, wa 'aafiinii fiiman 'aafayit, watawallanii fiiman tawallayit, wa baariklii fiimaa a'thayit, wa qinii syarra maaqadhayit, fainnaka taqdhii walaa yuqdhaa 'alayika wainnahu laayadzillu maw waalayit walaa ya'izzu man 'aadayit, tabaarakta rabbanaa wata'alayit laa manjaa minka illaa ilayika".&lt;br /&gt;"Artinya : Ya Allah tunjukilah aku pada orang yang engkau tunjuki dan berilah aku afiat pada orang yang Engkau beri afiat. Serahkanlah aku pada orang yang berwali kepada-Mu, berilah aku berkah pada apa yang Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan yang Engkau tetapkan, karena Engkau menetapkan, dan tidak ada yang menetapkan untukku. Dan sesungguhnya tidak akan hina orang yang berwali kepada-Mu, dan tidak akan mulia orang yang memusuhi-Mu, Engkau penuh berkah, Wahai Rabb kami dan kedudukan-Mu sangat tinggi, tidak ada tempat berlindung kecuali kepada-Mu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;166. Do'a ini termasuk do'a yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam diperbolehkan karena tsabit dari para shahabat radiyallahu anhum.&lt;br /&gt;167. Kemudian ruku' dan bersujud dua kali seperti terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TASYAHUD AKHIR DAN DUDUK TAWARUK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;168. Kemudian duduk untuk tasyahud akhir, keduanya adalah wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;169. Melakukan pada tasyahud akhir apa yang dilakukan pada tasyahud awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;170. Selain duduk di sini dengan cara tawaruk yaitu meletakkan pangkal paha kiri ke tanah dan mengeluarkan kedua kaki dari satu arah dan menjadikan kaki kiri ke bawah betis kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;171. Menegakkan kaki kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;172. Kadang-kadang boleh juga dijulurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;173. Menutup lutut kiri dengan tangan kiri yang bertumpu padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEWAJIBAN SHALAWAT ATAS NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM DAN BERLINDUNG DARI EMPAT PERKARA &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;174. Wajib pada tasyahud akhir bershalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana lafadz-lafadznya yang telah kami sebutkan pada tasyahud awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;175. Kemudian berlindung kepada Allah dari empat perkara, dan mengucapkan : "Allahumma inii a'uwdzubika min 'adzaabi jahannam, wa min 'adzaabil qabri wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min tsarri fitnatil masyihid dajjal".&lt;br /&gt;"Artinya : Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari siksa Jahannam dan dari siksa kubur, dan dari fitnah orang yang hidup dan orang yang mati serta dari keburukan fitnah masih ad-dajjal". 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BERDO'A SEBELUM SALAM &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;176. Kemudian berdo'a untuk dirinya dengan do'a yang nampak baginya dari do'a-do'a tsabit dalam kitab dan sunnah, dan do'a ini sangat banyak dan baik. Apabila dia tidak menghafal satupun dari do'a-do'a tersebut maka diperbolehkan berdo'a dengan apa yang mudah baginya dan bermanfaat bagi agama dan dunianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SALAM DAN MACAM-MACAMNYA &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;177. Memberi salam ke arah kanan sampai terlihat putih pipinya yang kanan, hal ini adalah rukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;178. Dan ke arah kiri sampai terlihat putih pipinya yang kiri meskipun pada shalat jenazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;179. Imam mengeraskan suaranya ketika salam kecuali pada shalat jenazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;180. Macam-macam cara salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama mengucapkan "Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu" ke arah kanan dan mengucapkan "Assalamu'alaikum warahmatullah" ke arah kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Seperti di atas tanpa (Wabarakatuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga mengucapkan "Assalamu'alaikum warahmatullahi" ke arah kanan dan "Assalamu'alaikum" ke arah kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Memberi salam dengan satu kali ke depan dengan sedikit miring ke arah kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku seagama.Inilah yang terjangkau bagiku dalam meringkas sifat shalat nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai satu usaha untuk mendekatkannya kepadamu sehingga engkau mendapatkan satu kejelasan, tergambar dalam benakmu, seakan-akan engkau melihatnya dengan kedua belah matamu. Apabila engkau melaksanakan shalatmu sebagaimana yang aku sifatkan kepadamu tentang shalat nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka aku mengharapkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar menerima shalatmu, karena engkau telah melaksanakan satu perbuatan yang sesuai dengan perkataan nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;"Artinya : Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu satu hal jangan engkau lupakan, agar engkau menghadirkan hatimu dan khusyu' ketika melakukan shalat, karena itu tujuan utama berdirinya sang hamba di hadapan Allah Subahanahu wa Ta'ala, dan sesuai dengan kemampuan yang ada padamu dari apa yang aku sifatkan tentang kekhusu'an serta mengikuti cara shalat nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, sehingga engkau mendapatkan hasil diharapkan sebagaimana yang telah diisyaratkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya. Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar menerima shalat kita dan amal kita secara keseluruhan, dan menyimpan pahala shalat kita sampai kita bertemu dengan-Nya. "Di hari tidak bermanfaat lagi harta dan anak-anak kecuali yang datang dengan hati yang suci". Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disalin dari buku Ringkasan Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang diterbitkan oleh Lembaga Ilmiah Masjid At-Taqwa Rawalumbu Bekasi Timur.&lt;br /&gt;Penerjemah : Amiruddin Abd. Djalil dan M.Dahri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12px;"&gt;Footnote : Footnote :&lt;br /&gt;1. Saya (Al-Albaani) berkata: disini terdapat isyarat yang halus untuk tidak meletakkan sandal di depan. Adab inilah yang banyak disepelekan oleh kebanyakan orang yang shalat, sehingga Anda menyaksikan sendiri diantara mereka yang shalat menghadap ke sandal-sandal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saya (Al-Albaani) berkata: dari sini kita tahu bahwa apa yang dilakukan oleh banyak orang di setiap masjid seperti yang saya saksikan di Suriah dan negeri-negeri lain yaitu shalat di tengah masjid jauh dari dinding atau tiang adalah kelalaian terhadap perintah dan perbuatan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Yaitu kayu yang dipasang di bagian belakang pelana angkutan di punggung unta. Di dalam hadits ini terdapat isyarat bahwa: mengaris di atas tanah tidak cukup untuk dijadikan sebagai garis pembatas, karena hadits yang meriwayatkan tentang itu lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Adapun hadits yang disebutkan dalam kitab "Haasyiatul Mathaaf" bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam shalat tanpa menghadap pembatas dan orang-orang lewat di depannya, adalah hadits yang tidak shahih, lagi pula tidak ada keterangan di hadits tersebut bahwa mereka lewat diantara beliau dengan tempat sujudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. "Pengharaman" maksudnya : haramnya beberapa perbuatan yang diharamkan oleh Allah di dalam shalat. "Penghalal" maksudnya : halalnya beberapa perbuatan yang dihalalkan oleh Allah di luar shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Saya (Al-Albaani) berkata : adapun menyentuh kedua anak telinga dengan ibu jari, maka perbuatan ini tidak ada landasannya di dalam sunnah Nabi, bahkan hal ini hanya mendatangkan was-was.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Adapun yang dianggap baik oleh sebagian orang-orang terbelakang, yaitu menggabungkan antara meletakkan dan menggenggam dalam waktu yang bersamaan, maka amalan itu tidak ada dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Saya (Al-Albaani) berkata : amalan meletakkan kedua tangan selain di dada hanya ada dua kemungkinan; dalilnya lemah, atau tidak ada dalilnya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Barang siapa yang ingin membaca do'a-do'a istiftah yang lain, silahkan merujuk kitab : "Sifat Shalat Nabi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Saya telah sebutkan landasan orang yang berpendapat demikian, dan alasan yang dijadikan landasan untuk menolaknya di kitab Silsilah Hadits Dho'if No. 546 dan 547.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Perincian tentang ini, lihat Sifat Shalat hal 106-125 cet. ke 6 dan ke 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Masih ada dzikir-dzikir yang lain untuk dibaca pada ruku' ini, ada dzikir yang panjang, ada yang sedang, dan ada yang pendek, lihat kembali kitab Sifat Shalat Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Masih ada dzikir-dzikir yang lain untuk dibaca pada ruku' ini, ada dzikir yang panjang, ada yang sedang, dan ada yang pendek, lihat kembali kitab Sifat Shalat Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Ini adalah yang disyariatkan sesudah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat dan tsabit dalilnya diriwayatkan Ibnu Mas'ud, Aisyah, Ibnu Zubair dan Ibnu Abas Radhiyallahu 'anhu, barang siapa yang ingin penjelasan lebih lengkap lihat kitab Sifat Shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Fitnah orang hidup adalah segala yang menimpa manusia dalam hidupnya seperti fitnah dunia dan syahwat, fitnah orang yang mati adalah fitnah kubur dan pertanyaan dua malaikat, dan fitnah masih ad-dajjal apa yang nampak padanya dari kejadian-kejadian yang luar biasa yang banyak menyesatkan manusia dan menyebabkan mereka mengikuti da'wahnya tentang ketuhanannya.&lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/12/cetak-thread-mari-bersolat-cara.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-4141733585299072087</guid><pubDate>Wed, 26 Nov 2008 10:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-26T18:02:33.085+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Khutbah Jumaat</category><title>Islam Kembali Datang</title><description>Amma ba’du, Ayyuhal muslimun, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt. dengan menjalankan perintah-Nya dan menjahui segala larangannya. &lt;p&gt;Umat Islam didera beragam krisis dan permasalahan sepanjang masa perjalan sejarahnya. Umat Islam melewati fitnah pemurtadan di masa Abu Bakar. Serangan Tartar Mongol yang mengenaskan. Peperangan salib yang memakan banyak korban. Akan tetapi umat Islam dengan beragam permasalahan dan krisis itu, memiliki faktor-faktor kemenangan, berupa Iman yang benar, yakin dan percaya dengan pertolongan Allah, merasa mulya dan terhormat dengan agama Islam. Dengan demikian Allah akan menuliskan dan menetapkan pertolongan, kemenangan, kemulyaan, dan eksistensi pada umat ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun realitas umat Islam dewasa ini merupakan kondisi yang sangat pahit dan memprihatinkan. Karena umat Islam telah kehilangan faktor-faktor kemenangan, dikarenakan umat ini menyimpang dari aturan Tuhan semesta alam dan keluar dari garis petunjuk Penghulu para Nabi, Muhammad saw. Umat Islam telah menyimpang dan karenanya terperosok dalam jurang pemisah yang sangat menganga, antara pedoman hidup yang menerangi dan menyelamatkan, dengan realitas umat yang menyedihkan. Umat telah menyimpang dari segi aqidah, ibadah, syariat, akhlak, pemikiran, bahkan dalam segi ruhani sekalipun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kondisi umat yang terperosok dewasa ini terjadi sesuai dengan sunnah Robbaniyah yang tidak mungkin berubah. Dan umat ini tidak akan meraih kejayaan dan kemulyaannya kecuali sesuai dengan sunnah Robbaniyah yang juga pasti.&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;(إِنَّ اللَّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ) [ الرعد: 11 ].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” &lt;/em&gt;Ar Ra’d:11&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Umat Islam telah merubah dan mengganti seluruh segi kehidupannya dengan aturan lain, selain dari Allah swt dan Rasul-Nya. Kadang umat ini mengikuti blok Timur yang atheis, kadang membeo blok Barat yang kafir. Sayangnya ia menyangka sedang mengendarai bahtera keselamatan, padahal ia justeru tenggelam dalam kehancuran. Umat Islam tidak akan kembali pada kejayaan dan peradabannya kecuali jika umat ini kembali kepada orisinilitas kemulyaan dan sumber kemulyaannya, dan penopang eksistensinya, yaitu kembali pada Kitab Tuhannya dan Sunnah Nabinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ayyuhal muslimun,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Umat Islam telah menyimpang, sehingga ia menjadi mangsa empuk setiap umat yang lain. Benar sabda Muhammad yang tidak pernah berucap berdasarkan nafsunya, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Daud dari hadits Tsauban, Rasulullah saw. berkata:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;((توشك الأمم أن تتداعى عليكم كما تتداعى الأكلة إلى قصعتها)) فقال قائل: من قلة نحن يومئذ. قال: ((بل أنتم يومئذ كثير، ولكن غثاء كغثاء السيل، ولينزعن الله من صدور عدوكم المهابة منكم، وليقذفن في قلوبكم الوهن)) قيل وما الوهن يا رسول الله ؟! قال: ((حب الدنيا وكراهية الموت ))&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Umat-umat lain seakan-akan mengkerubuti kalian, sebagaimana pemakan mengkerubuti hidangan makanan” seseorang bertanya, “Apakah pada waktu itu kami berjumlah sedikit?” Rasulullah menjawab: “Tidak, Bahkan kalian banyak, akan tetapi kalian seperti buih di tengah lautan, Sungguh Allah telah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kalian, dan sungguh diletakkan dalam hati kalian sikap wahn.” &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dikatakan, “Apa wahn ya Rasulallah? Ia menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya, demi Allah, engkau benar ya habibi, ya Rasulallah, umat ini ibarat buih. Hina padahal sebelumnya mulya. Bodoh padahal sebelumnya cerdas. Lemah padahal sebelumnya kuat. Umat Islam berada di posisi paling buncit di antara kafilah manusia lainnya. Padahal kemarin mereka masih sangat diperhitungkan. Padahal sebelumya mereka memimpin kafilah peradaban manusia dengan segala kemegahan dan kejayaannya. Belum lama umat ini menjadi mercusuar yang menerangi gelapnya kehidupan peperangan, pembunuhan dan kehancuran dunia. Namun sekarang umat tertatih-tatih jalannya, bahkan tidak tau arah langkahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal umat sebelumnya meskipun mereka hidup di padang sahara, mampu menerangi peradaban manusia lainnya. Inilah umat yang diabadikan dan di sanjung Allah dalam Al Qur’an:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Kalian adalah umat terbaik yang dimunculkan di tengah-tengah manusia”&lt;/em&gt; Ali Imran:110&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah yang dibanggakan Allah sebagai umat wasathiyah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Demikianlah kami jadikan kalian umat pertengahan.”&lt;/em&gt; Al Baqarah:143&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah umat yang Allah perintahkan untuk menyatukan barisan dan berpegang teguh dengan ajaran Allah dalam firman-Nya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan berpegang teguhlan kalian pada tali buhul Allah dan jangan cerai-berai.”&lt;/em&gt; Ali Imran:103&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Janganlah kalian seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang kepada mereka penjelasan.” &lt;/em&gt;Ali Imran:105&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi siapa saja yang mencermati kondisi umat Islam sekarang ini pasti tidak samar lagi bahwa umat ini terperosok dan didera krisis di semua wilayah negeri Arab dan Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ayyuhal muslimun,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun kondisi umat yang demikian, dengan kuasa Allah, umat ini tidaklah mati dan tidak akan pernah mati, sebagaimana janji Muhammad saw. yang pasti benar adanya, karena akan ada putra-putra Islam di tenaha-tengah umat ini yang menjadi bukti janji Muhammad ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Mu’awiyah, bahwa Nabi bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;(لا تزال طائفة من أمتي قائمة بأمر الله لا يضرهم من خذلهم أو خالفهم حتى يأتي أمر الله وهم ظاهرون على الناس)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Akan ada sekelompok dari umatku yang berdiri tegak menjalankan perintah Allah. Tidak akan memberi bahaya terhadap mereka orang yang memusuhinya atau menyalahinya, sampai Allah mendatangkan putusan-Nya, dan mereka mendapatkan kemenangan atas manusia lain.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya memohon kepada Allh, agar menjadikan kita bagian dari putra-putra kelompok yang ditolong ini, yaitu kelompok yang hidup untuk agama Allah, dan mengharapkan pertolongan dari-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Islam datang… ini janji Tuhan kita, meskipun orang musyrik, munafik dan pelaku dosa tidak menyukainya…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Islam datang… ya telah datang. Saya sadar akan apa yang saya katakan, sebagaimana saya juga sadar realitas umat Islam yang pahit ini, seperti yang saya sebutkan di atas. Namun, saya yakinkan kalian semua dengan sepenuh keyakinan, bahwa Islam telah datang, karena Allah swt telah menuliskan dalam kitab-Nya yang agung:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;(وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ) [ آل عمران: 139]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Janganlah kalian merasa hina, sedih, padahal kalian adalah tinggi, jika kalian beriman.” &lt;/em&gt;Ali Imran:139&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan iman maka kalian jangan merasa hina. Dengan iman maka kalian jangan bersedih. Dengan iman kalian menjadi terhormat. Demi Allah, saya yakin seyakin-yakinnya, bahwa di muka bumi ini tidak semua buruk. Di dalam keburukan ini ternyata Allah menghendaki kebaikan-kebaikan yang banyak. Sebab tidak ada krisis yang menimpa umat ini kecuali Allah menjadikannya sebab kekuatan umat Islam. Tidak ada ujian kecuali Allah menjadikan sebab pembersihan hati, sebab untuk memisahkan mana yang baik, orisinil, ikhlas dan mana yang buruk, palsu dan munafik di antara kalian. Allah swt berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;(أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا ءَامَنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّـا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَـدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ) [ العنكبوت: 2 - 3]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Janganlah manusia mengira mereka dibiarkan mengatakan kami beriman, sedangkan mereka tidak akan diuji? &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Sungguh, kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah tahu mana orang yang benar imannya dan yang bohong.”&lt;/em&gt; Al Ankabut:2-3&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang pemimpin ulama, Imam Al ‘Izz bin Abdus Salam dalam bukunya “Dalam ujian ada tujuh belas manfaat” menyebutkan manfaat-manfaat di tengah-tengah ujian. Jangan kalian mengira dengan krisis ini Islam akan lenyap, umat Islam akan habis. Tidak, seribu kata tidak, demi Allah ayyuhal muslimun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejarah telah mencatat kekejaman kaum Qaramithah yang menyerang Baitullah dan menyembelih umat Islam di sekitarnya. Abu Thahir Al Qarmithi mengejek Hajar Aswad dengan berteriak -baginya laknatullah- di tangah ka’bah: “Mana burung Ababil?! Mana batu-batu dari bara neraka?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lihatlah fitnah besar ini yang melanda seluruh muslim, sampai hajar aswad dicuri dari Baitullah lebih dari dua puluh tahun. Namun Allah mengembalikan Hajar Aswad itu, dan Allah mengembalikan umat Islam kepada agamanya. Dan akhirnya Islam mampu mengalahkan Qaramithah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lihatlah ujian lain, pasukan Tartar yang kafir melumatkan Baghdad, mereka menyembelih dan membunuh umat Islam selama empat puluh hari empat puluh malam, sehingga darah menggenangi jalan-jalan Baghdad. Namun demikian, Allah swt mengembalikan umat Islam pada agamanya. Dan Allah swt menghancurkan pasukan Tartar bahkan pasukan Salib di tangan orang-orang yang benar imannya lagi muskhlis, bukankah Allah swt berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;( وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ) [ آل عمران: 139 ]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan tetapi kami menginginkan, wahai umat Islam, kami menghendaki realisasi dan bukti iman, maka renungkan makna ayat tadi, &lt;em&gt;“Jangan kalian sedih, lantaran iman. Jangan kalian merasa hina dengan iman. Kalian menang, jika kalian beriman.”&lt;/em&gt; Dengan demikian, tidak boleh ditawar-tawar lagi, yaitu buktikan dan wujudkan iman yang benar, iman yang ikhlas untuk Allah Tuhan semesta alam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mari renungkan bersama saya, dengarkan dan hayati dengan baik-baik Firman Tuhan semesta alam:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;(يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ) [ الصف: 8-9 ].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Mereka berusaha untuk memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, dan Allah enggan kecuali justru menyempurnakan cahaya-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak suka. Dialah Dzat yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkannya atas agama semuanya, meskipun orang-orang musyrik tidak menyukai.”&lt;/em&gt; Al Shaff:8-9&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mari renungkan kembali firman Allah swt:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;(يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلاَّ أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ) [التوبة: 32-33 ].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;At Taubah:32-33&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang-orang kafir pendosa selalu berusaha mematikan agama Allah selamanya. Selamanya juga Allah enggan, kecuali justeru menyempurnakan agamanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya yakin dengan seyakin-yakinnya, bahwa inilah pertarungan yang tidak imbang. Karena pertempuran ini antara Dzat Yang Maha Kuasa, Dzat Yang Berkehendak dengan orang kafir pendosa. Sungguh ini pertempuran yang tidak imbang. Siapakah yang memiliki kekuatan yang lebih hebat?!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengarkan firman Allah swt:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;:(إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ)[ الأنفال: 36]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Orang-orang kafir membelanjakan harta-harta mereka untuk menghalang-halangi dari jalan Allah, maka mereka akan membelanjakan untuk itu, kemudian mereka merasa rugi kemudian mereka terkalahkan. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dan orang-orang kafir dikumpulkan di neraka jahannam.”&lt;/em&gt; Al Anfal:36&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengarkan firman Allah swt. Ya mereka membelanjakan trilyunan, namun mereka merasa rugi dan akhirnya mereka kalah. Sedangakn Islam, Islam tetap tegar dan akan tetap kuat. Di mana pasukan Qaramithah? Di mana pasukan Tartar? Di mana pasukan Salib? Di mana para kafir pendosa? Bahkan di mana Fir’aun dan Haman? Di mana Ash Habul Ukhdud? Kemana setiap orang yang memerangi Islam, kemana? Mereka semua binasa dan Islam tetap ada. Islam akan tetap langgeng dengan janji Ar Rahman, Allah swt berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;( إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ) [ الأنفال: 36 ]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. mereka akan menafkahkan harta itu, Kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.”&lt;/em&gt; Al Anfal:36&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seandainya orang-orang kafir mendengar Islam dan mengenal gambaran sebenarnya ini, pasti mereka akan lari mendekat pada Islam. Karena mereka sekarang ini hidup dalam kondisi kegoncangan hebat. Siapa yang berkunjung ke negara-negara Timur atau Barat, maka ia akan menjumpai sejumlah besar pasien dokter kejiwaan. Mereka memenuhi fisik mereka dengan semua yang menyenangkan, padahal ruh yang berada di sanubari badan mereka membrontak dan menjerit mencari obat dan nutrisinya. Mereka tidak tahu obat dan penawarnya kecuali Allah swt. Allah swt berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;( وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلاَّ قَلِيلاً)[ الإسراء: 85 ]&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Mereka bertanya kepadamu tentang ruh? Katakanlah, “Ruh itu urusanku. Dan kalian tidaklah diberi ilmu melainkan hanya sedikit.”&lt;/em&gt; Al Isra’:85&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh, ditengah kegelapan umat Islam ini saya melihat keajaiban - keajaiban. Saya melihat potensi kebaikan yang banyak di tengah-tengah umat. Ini adalah bab firman Allah swt:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;(وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ) [ آل عمران: 139 ].&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Jangan kalian bersedih…”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Hudzaifah bin Al Yaman, hadits shahih, bahwa Nabi bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;(تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة، فتكون فيكم ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون ملكاً عاضاً، فتكون فيكم ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها ثم تكون ملكاً جبرياً فتكون فيكم ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Zaman kenabian di kalangan kalian sesuai yang dikehendaki Allah bersama kalian, kemudian Allah akan mengangkatnya jika Ia menghendaki untuk menggantinya. Kemudian zaman berikutnya adalah zaman khalifah yang berpedoman pada ketentuan Nabi, masa itu akan bersama kalian sesuai yang dikehendaki Allah, kemudian Allah menggantinya jika ia berniat menggantinya. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Kemudian zaman berikutnya adalah zaman rasa-raja yang menggigit, raja muslim tapi bermaksiat, zaman ini berjalan, sampai Allah menggantinya. Dan berikutnya zaman penguasa diktator, sampai Allah berkehendak menggantinya. Kemudian zaman berikutnya adalah zaman khilafah atas aturan Nabi.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita memohon kepada Allah agar kita ini hidup pada zaman khilafah atas dasar kenabian yang dijanjikan, kalau tidak kita, semoga anak dan cucu kita bagian dari janji Muhammad saw. ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam hadits lain yang diriwayatkan imam Muslim dari Tsauban, Rasulullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;((أن الله تعالى زوى لي الأرض فرأيت مشارقها ومغاربها، وإن ملك أمتي سيبلغ ما زوى لي منها …..&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah membuka rahasia bumi, saya melihat ujung timur bumi dan ujung barat bumi. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dan kekuasaan umatku akan sampai pada yang diperlihatkan padaku itu…”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Wahai umat tauhid,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenapa masih ada keraguan? Kanapa masih ada putus asa? Sungguh putus asa hanya menjadikan semangat menjadi loyo, dan putus asa hanya menambah berat beban hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lihatlah Muhammad saw. di saat krisis mengepung, ia diusir, para sahabatnya meninggalkan tempat kelahirannya. Namun Muhammad saw. masih memberi kabar gembira kepada Khabab bin Al Arts:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;(والله لَيُتِمَّنَّ هذا الأمر حتى يسير الراكب من صنعاء إلى حضرموت لا يخاف إلا الله والذئب على غنمه )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;“Demi Allah, Sungguh urusan agama ini akan disempurnakan dan dimenangkan,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;sehingga seorang pengendara berjalan antara Shan’a dan Hadramaut, tidak takut kecuali hanya pada Allah, dan srigala atas dombanya.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukankah Allah swt berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;(وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ)[ آل عمران: 139 ].&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Jangan merasa hinda dan bersedih…”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Wahai ahli tauhid,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sadarlah sesadar-sadarnya, bahwa setiap cobaan menambah Islam ketegaran dan kekuatan, dan menambah umat Islam semakin kuat. Akan keluar dari barisan orang-orang beriman, yaitu orang-orang yang di hatinya ada sifat nifaq. Inilah proses alamiyah cara Allah swt menyeleksi hamba-hamba-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Shuhaib, Raslullah saw bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;(عجباً لأمر المؤمن إن أمره كله له خير، وليس ذلك إلا للمؤمن، إن إصابته سَّراء شكر، فكان خيراً له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيراً له&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya, yang demikian tidak terdapat kecuali pada diri seorang mukmin. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Jika ia mendapatkan kebaikan ia bersyukur, dan syukurnya itu baik baginya. Jika ia sedang mendapatkan cobaan, ia bersabar, dan sabarnya itu baik baginya.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, dan Al Hakim, di sahihkan oleh Imam Al Albani, bahwa Rasulullah saw. Bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;(ليبلغن هذا الأمر ما بلغ الليل والنهار ولا يترُكُ الله بيت مَدَرٍ ولا وَبَرٍ إلا أدخله الله هذا الدين، بعزٍ عزيز أو بذل ذليل، عزاً يعز الله به الإسلام، وذلاً يذل الله به الكفر )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Sungguh urusan agama ini akan sampai melampaui siang dan malam, dan Allah tidak melewatkan sebuah rumah di pelosok-pelosok, kecuali Allah memasukkan agama ini, dengan kemulyaan orang yang kuat dan dengan kehinaan orang yang hina. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Mulya karena Allah memulyakan dengan agama Islam, dan hina yang Allah hinakan karena kekafiran.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menarik untuk disampaikan di sini ungkapan seorang pemikir :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Peradaban berputar laksana bumi berputar, jika peradaban tenggelam di sini, maka peradaban pengganti akan muncul di sana. Dan peradaban hampir merekah dengan sabaik-baik bentuk. Itulah peradaban Islam, peradaban yang dirinya sendiri mempunyai potensi kekuatan paling kuat. Potensi ruhani suci yang mendunia.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ayyuhal muwahhidun,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demi Allah, demi Allah, umat ini tinggal melangkah dan menapaki derajat agama ini, dan agar umat ini mengetahui kadar kenikmatan ini, nikmat yang dihadirkan buat kita oleh Tuhan semesta alam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Telah saya sebutkan sebelumnya, bahwa apa yang terjadi pada umat ini adalah sesuai dengan sunnah Rabbaniyyah, tidak akan berubah dan berganti. Dan umat ini tidak akan kembali mulya dan jaya kecuali sesuai dengan sunnah ini. Jika demikian, tidak ada cara lain lagi agar Allah swt menolong umat ini dari krisis, hina, menyia-nyiakan agamanya kecuali dengan iman yang benar, kembali pada Islam yang sebenarnya. Bahkan hendaknya umat ini menolong agama Allah, agar Allah swt memenangkan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukankah Allah berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;( وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ) [ الحج: 40 ]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan sungguh Allah menolong orang yang menolong-Nya. Dan sungguh Allah maha Perkasa lagi Maha Tinggi.” &lt;/em&gt;AL Hajj:40&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukankah Allah berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;(إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ ءَامَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأَشْهَادُ) [ غافر: 51 ].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Sungguh Kami akan menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman di kehidupan ini dan pada hari persaksian kelak.”&lt;/em&gt; Ghafir:51&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukankah Allah swt berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;(وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ) [الروم: 47]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan menjadi kewajiban Kami menolong orang-orang yang beriman.” &lt;/em&gt;Ar Rum:48&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukankah Allah berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;(وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لاَ يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ) [ النور: 55 ].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang beramal shaleh, pasti Allah akan menjadikan mereka khalifah di muka bumi sebagaimana orang-orang sebelum mereka memperoleh khilafah, dan Allah akan meneguhkan bagi mereka agama mereka yang diridhai, dan Allah akan menggantikan ketakutan sebelumnya menjadi rasa aman. Mereka menyembah-Ku, tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Dan barangsiapa yang kafir setelah itu, sungguh mereka adalah orang-orang fasik.”&lt;/em&gt; An Nur:55&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam peringatan Kebangkitan Nasional (20 Mei) yang lalu, ada sebagian putra-putra Indonesia, anak-anak bangsa besar ini yang mencanangkan Indonesia Emas Tahun 2015, atau 2020, atau 2025, ya… itu semua bukanlah mimpi kosong, bukan cita tanpa realita… Itulah wujud optimisme hidup seorang muslim. Optimisme yang dilandasi iman yang benar, percaya pada pertolongan Allah, sekaligus bangga menunjukkan identitas ke-Islaman. Islam yang yang damai, sejuk, menebar cinta dan kasih sayang, wasathiyah dan rahmatan lil ‘alamin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aqulu qauli hadza, wa astaghfirullahal Adzim li wa lakum walisairil muslimin wal muslimat, Fas taghfiruh innahu huwal Ghafurur Rahim.&lt;/p&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/11/islam-kembali-datang.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-9036373068907513616</guid><pubDate>Wed, 05 Nov 2008 01:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-05T09:33:13.638+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama dan Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dakwah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pedoman</category><title>Hikmah: Salat Berjamaah Republika</title><description>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-size:small;" &gt;&lt;strong&gt;Hikmah: Salat Berjamaah  Republika&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;www.weluvislam.com&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;strong&gt;by: Naim Syukri&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Abu Mas'ud r.a., sahabat Nabi saw, menyampaikan sebuah kisah. Suatu ketika, saat hendak shalat berjamaah, Nabi menyentuh setiap bahu kami sambil bersabda: "Luruskan shafmu, jangan bengkok-bengkok. Shaf yang bengkok akan menyebabkan hatimu terpecah-belah." (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Hadis tersebut mengandung makna yang sangat patut kita renungkan. Ternyata ada hubungan yang erat antara keadaan shaf umat Islam ketika salat berjamaah dengan keadaan hati mereka. Padahal, hati itulah yang menentukan rasa persaudaraan, persatuan, dan kesatuan umat. Bahkan Alquran menyatakan bila hati bercerai-berai, kendatipun di luar tampak ada persatuan, itu hanya persatuan semu. "Kamu kira mereka itu bersatu, padahal hati mereka bercerai-berai," firman Allah swt dalam surat Al-Hasyr: 14. Tapi, di antara sekian banyak pembicaraan mengenai persatuan umat Islam dewasa ini, hampir-hampir tidak pernah kita temukan ulasan atau analisis yang menghubungkannya dengan shaf salat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Padahal, jika ketidaksempurnaan shaf shalat saja bisa mengakibatkan hati umat Islam terpecah-belah, tentu akan lebih besar lagi pengaruhnya jika salat jamaah itu sendiri memang tidak ditegakkan oleh umat Islam. Dari sejarah Nabi kita tahu bahwa sejak salat wajib lima waktu diperintahkan Allah, beliau selalu mengerjakannya secara berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Bahkan dalam keadaan genting sekalipun, misalnya perang, saalat jamaah tetap ditegakkan. Untuk itu, beliau telah mengajarkan tata-caranya. Salat jamaah juga tetap dipelihara oleh para sahabat sesudah beliau wafat. Bagaimana keadaan umat Islam kini, khususnya kita, umat Islam di Indonesia yang jumlahnya terbesar dibandingkan negara lain? Jawaban pertanyaan tersebut dapat kita lihat di masjid-masjid setiap waktu salat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Masjid hanya penuh dengan jamaah ketika salat Jumat, salat tarwih, dan salat Ied. Saat salat lima waktu, masjid yang biasanya penuh hanya terisi dua tiga shaf. Terutama saat salat subuh. Mungkin ada yang berkata, salat sendirian juga sah. Perbedaan antara salat jamaah dan salat sendirian hanya pada pahala. Memang itu benar menurut fiqih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Tapi, salat tidak hanya urusan fiqih belaka. Buktinya, Nabi sendiri menghubungkan shaf dengan masalah sosial kemasyarakatan. Alhasil, ketika kita sering prihatin karena mudah dipecah-belah dan diadu domba, salah-satu sumbernya memang mungkin kita sendiri, di masjid. Tepatnya ketika kita tak lagi menegakkan salat jamaah, seperti dicontohkan Nabi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Tapi, untuk itu kita masih merasa punya dalih. Tuntutan jam kerja era modern membuat kita harus sibuk. Jawaban untuk dalih ini adalah sebuah pertanyaan: Adakah yang melebihi kesibukan dan kegentingan perang? Padahal, pada saat seperti itu, Nabi tetap salat jamaah?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Sumber :Oleh Fuad Rumi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Petikan asal daripada: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.weluvislam.com/v1/articles.php?article_id=15"&gt;Klik Sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/11/hikmah-salat-berjamaah-republika-www.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-4822096254000336197</guid><pubDate>Mon, 20 Oct 2008 06:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-28T11:36:21.630+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama dan Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hukum Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Solat</category><title>Rahsia Disebalik Air Sembahyang</title><description>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ramai di antara kita yang tidak sedar akan hakikat bahawa setiap yang dituntut dalam Islam&lt;br /&gt;mempunyai hikmah nya yang tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita terfikir mengapa kita mengambil wuduk sedemikian rupa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kita terfikir segala hikmah yang kita perolehi dalam menghayati Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kita terfikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah,ampunilah dosa mulut dan lidahku ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan nombor 1 :&lt;/strong&gt; Kita hari-hari bercakap benda-benda yang tak berfaedah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, putihkanlah muka ku di akhirat kelak, Janganlah Kau hitamkan muka ku ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan nombor 2 :&lt;/strong&gt; Ahli syurga mukanya putih berseri-seri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, berikanlah hisab-hisabku ditangan kanan ku ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan nombor 3 :&lt;/strong&gt; Ahli syurga diberikan hisab-hisabnya di tangan kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, janganlah Kau berikan hisab-hisab ku di tangan kiri ku ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan nombor 4 :&lt;/strong&gt; Ahli neraka diberikan hisab-hisabnya di tangan kiri .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah,lindunganlah daku dari terik matahari di padang Masyar dengan Arasy Mu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan nombor 5 :&lt;/strong&gt; Panas di Padang Masyar macam matahari sejengkal di atas kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, ampunilah dosa telinga ku ini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan nombor 6 :&lt;/strong&gt; Hari-hari mendengar orang mengumpat, memfitnah dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan."Ya Allah, permudahkanlah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan nombor 7 :&lt;/strong&gt; Ahli syurga melintasi titian&lt;br /&gt;dengan pantas sekali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu dengan,"Ya, Allah, bawakanlah daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau dan bukan tempat- tempat maksiat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan nombor 8 :&lt;/strong&gt; Qada' dan Qadar kita di tangan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Original by: &lt;a href="http://www.weluvislam.com/"&gt;WeLuvIslam.Com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/10/rahsia-disebalik-air-sembahyang.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-7158510799722038834</guid><pubDate>Sun, 21 Sep 2008 07:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-21T15:59:45.981+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ramadhan</category><title>Ramadhan; Sayyidus Syuhur (6); Syahrut Tarbiyah</title><description>Ramadhan; Syahrut Tarbiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT. dan diajarkan oleh-Nya supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan secara baik; Kapan waktu makan, kapan waktu bekerja, kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen bagi kehidupan insan dan umat, karena dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika, ujian dan cobaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kontek tarbiyah itu sendiri; untuk menghasilkan kader-kader yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang), maka manhaj tarbiyah harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi Manusia yang bersifat syumiliyah (universal), mutawazinah (seimbang), mutakamilah (integral), alamiyah (global), murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya; sosial, politik, ekonomi, pendidikan dan lain-lainnya; sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi, komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. Semua itu harus disesuaikan dengan situasi, kondisi, waktu dan tempat. Apakah dengan kaum muslimin ataukah dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) maupun ta’amul siyasi (interaksi politik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga perlu dilihat apakah di dalam masyarakat yang mono-loyalitas ataukah multi-loyalitas; karena memang tidak mungkin mengaplikasikan Islam hanya dengan satu model. Oleh karena itu diperlukan ta-shil syari (pengokohan hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas landasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memperhatikan tanggung jawab tarbiyah. Dalam rangka mencetak kader da’wah dan generasi yang bisa bergaul dengan masyarakat luar; mampu mempengaruhi, menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras, kasar dan menyakitkan. Sebab da’i sejati dan aktivis yang sukses adalah justru orang yang mampu merekrut orang-orang yang sulit direkrut. Di sini nampak adanya perbedaan daya tarik dan kemampuan di antara para aktifis untuk menguasai dan merekrut massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bulan romadhan, Allah SWT ingin memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin, agar tercetak sosok yang shalih, meningkat keimanannya, berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai ridho Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudlu-ramadlan artinya panas membakar. Panas membakar ini bisa berasal dari sinar matahari. Orang Arab dahulu ketika memindahkan nama-nama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab, mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosa-dosa yang dilakukan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan yang sangat istimewa ini, terdapat sekian banyak wahana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan pemanasan diri itu. Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf, tadarus, tarawih, sedekah, dan sebagainya. Dari yang berbentuk fisik seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikis seperti sabar, tawakal, amanah, jujur dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi bagi seorang da’i yang memiliki concern dalam aktivitas da’wah; sadar akan nilai-nilai Islam baik teori ataupun praktek, maka Ramadhan merupakan pusat tarbiyah as-syumuliyah dan mutamatsilah (pembinaan yang komprehensif dan terpadu), sehingga ketika melalui bulan ini sebelum terjun kelapangan memberikan perbaikan pada masyarakatnya, seorang da’i ditempa dirinya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar dapat kita temui bahwa Ramadhan merupakan sarana tarbiyah yang meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ramadhan merupakan sarana arbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hamba-Nya, selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya; juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa, sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut; shalat misalnya merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya, seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa, berfungsi sebagai sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa), dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum, juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, dan melatih dirinya untuk menyempurnakan ibadahnya kepada Allah walau dalam keadaan lapar, bersikap jujur, menjaga diri dari ucapan kotor dan keji, sifat dengki dan hasad. Dan dalam ibadah puasa juga ada hikmah yang tinggi; memenangkan ruh ilahi atas materi dan akal atas nafsu angkara murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu tapi juga membutuhkan kekuatan fisik, karenanya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima, seperti orang tua yang telah renta, orang sakit, wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan); yang mana kesemua itu merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka; karena ketidak mampuan, atau karena kesehatan janin dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang yang sedang musafir. (Lihat surat al-baqarah ayat 184). Selain itu juga dengan puasa dari segi kesehatan akan membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan, mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melatih diri, puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial, apalagi dalam kewajiban puasa ramadlan, seluruh umat islam di dunia diwajibkan berpuasa, tanpa terkecuali; baik yang kaya atau miskin, pria atau wanita, kecuali bagi mereka yang ada udzur, disinilah letak pendidikan sosial, mereka sama dihadapan perintah Allah, sama dalam merasakan lapar dan dahaga, dan sama dalam ketundukan terhadap perintah Allah.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa juga dapat membiasakan umat untuk hidup dalam kebersamaan, bersatu, cinta keadilan dan persamaan, begitupun juga melahirkan kasih sayang kepada orang-orang miskin, sehingga orang-orang yang mampu dan kaya merasakan apa yang di derita oleh orang-orang fakir dan miskin dan mau memberi dari rizki yang Allah anugrahkan kepadanya. Sehingga dari sinilah di harapkan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam puasa ramadlan disunnahkan untuk memperbanyak sedekah karena sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadhan. Bersedekah bukan hanya memberi uang , tetapi termasuk di dalamnya memberi pertolongan, mengajak berbuka puasa kepada fakir miskin, memberi perhatian, bahkan memberi seulas senyum pun sudah termasuk suatu sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika konsep memberi -secara luas- ini diterapkan secara maksimal selama Ramadhan, maka akan luar biasa pengaruhnya pada pribadi kita. Sikap kikir menyingkir, sikap ketergantungan menghilang. Dengan memberi sedekah setahap demi setahap harga diri akan meningkat. Karena, sesungguhnya ketika kita memberi, seseorang akan memperoleh. Dengan demikian, dalam konsep memberi terkandung esensi cinta-kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya kewajiban Zakat fitrah (zakatul fitri) dalam bulan puasa ramadlan merupakan bukti lain adanya tarbiyah ijtima’iyah yang dibangun dalam bulan Ramadlan, yaitu zakat atau sedekah yang dihubungkan dengan Idul Fitri. Pada saat itu, tiap-tiap orang Islam diwajibkan membayar zakat fitrah berupa bahan makanan yang jumlahnya telah ditentukan, baik berupa gandum, beras, atau apa saja yang menjadi bahan makanan pokok daerah setempat, dan dihitung menurut jumlah keluarga, termasuk orang tua, anak-anak, lelaki dan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam berpuasa juga ditanamkan sifat tenggang rasa dan solidaritas dalam kehidupan yang memilki keragaman etnis, warna kulit dan ras, apalagi sesama muslim yang memiliki keragaman mazhab, kelompok dan golongan yang berasal dari keragaman pemahaman dalam mengambil intisari dari ajaran Islam. Perbedaan kelompok, mazhab dan golongan adalah merupakan hal yang lumrah, namun yang patut kita sadari bahwa dengan adanya perbedaan tersebut kita (umat Islam) tidak boleh terpecah belah dan tidak bersatu, namun hendaknya bisa dijadikan sarana untuk memupuk persaudaraan, dan membangun bangunan Islam agar lebih kokoh lagi, sehingga dengannya tidak akan terjadi saling gontok-gontokkan, mencela, menuding dan menghina karena hanya permasalahan sepele dan furu’ saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa juga mendidik manusia untuk memiliki akhlak yang mulia dan terpuji, sabar dan jujur serta tegar  terahadap segala ujian dan cobaan, hal ini terlihat dari arahan Rasulullah Saw. dalam meriwayatkan Hadits Qudsi bahwa orang yang berpuasa wajib meninggalkan akhlak yang buruk. Segala tingkah lakunya harus bercermin pada budi yang luhur. Ia wajib menjaga diri, jangan sampai melakukan ghibah (mempergunjingkan diri orang lain, gosip), atau melakukan hal-hal yang tiada berguna, sehingga Allah berkenan menerima puasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak. Bila dicela orang lain atau dimusuhi, maka katakanlah: “Aku ini sungguh sedang puasa”. Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dusta, dan  melakukan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Mengenai hadits yang terakhir, Al’Allamah Asy-Syaukani berkata: “Menurut Ibnu Bathal, maksud hadits di atas bukan berarti orang itu disuruh meninggalkan puasa, tetapi merupakan peringatan agar jangan berkata bohong atau melakukan perbuatan yang memuat dusta. Sedangkan menurut Ibnu Arabi, maksud hadits ini ialah bahwa puasa seperti itu tidak berpahala. Dan berdasarkan hadits ini, Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa perbuatan-perbuatan buruk tersebut di atas dapat mengurangi pahala puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jihadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri umat, terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim, mengikis hawa nafsu, dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang. Sebagaimana puasa juga menumbuhkan semangat jihad yang nyata, karenanya peperangan yang terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kebanyakan di bulan puasa, dan justru dengan berpuasa mereka dapat lebih semangat dalam berjihad, karena dengan puasa hati terasa lebih dekat kepada Allah SWT dibanding hari-hari dan bulan-bulan yang lain, walaupun pada dasarnya Rasulullah saw dan sahabatnya tidak pernah merasa jauh dari Allah SWT. Dan bukan karena berpuasa orang lalu boleh bermalas-malasan atau tidur-tiduran. Namun yang lebih utama adalah kegiatan dan aktivitas orang yang berpuasa tidak kendor dan berkurang karena alasan sedang berpuasa, namun sebaliknya harus lebih ditingkatkan lagi, karena ganjaran orang yang melakukan kebaikan saat puasa ramadlan bahwa pahalanya akan dilipat gandakan sepuluh kali lipat oleh Allah. Karena itu Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dijalan kami maka Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. 29 ayat 69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan puncak tarbiyah  yang dapat di raih oleh seorang muslim pada bulan ramadhan adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah SWT, sebagaimana yang telah difirmankan Allah  dipenutup perintah-Nya untuk berpuasa, “agar kamu bertaqwa”, karena dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan jasad (jasmani) terjaga.&lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/09/ramadhan-sayyidus-syuhur-6-syahrut.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-4589385937261452608</guid><pubDate>Thu, 11 Sep 2008 14:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-11T22:57:13.123+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Solat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Solat Jumaat</category><title>Meninggalkan Solat Jumaat</title><description>Hadis :&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah r.a keduanya menceritakan bahawa mereka mendengar daripada Rasulullah s.a.w, ketika baginda sedang berkhutbah di atas mimbar, sabdanya:"Hendaklah orang-orang yang suka meninggalkan Jumaat menghentikan perbuatan mereka itu, atau adakah mereka mahu Allah membutakan hati mereka dan sesudah itu mereka betul-betul menjadi&lt;span class="fullpost"&gt; orang yang lalai?" (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huraian:&lt;br /&gt;Meninggalkan solat Jumaat merupakan perbuatan yang ditegah kerana solat jumaat hukumnya adalah fardhu ain ke atas setiap individu muslim. Orang yang meringan-ringankan hukum Allah ini akan mengundang kemurkaan-Nya dan mereka bakal menerima balasan yang setimpal dengan dosa yang dilakukan. Bahkan orang yang enggan mentaati suruhan Allah pintu hatinya lama-kelamaan akan tertutup daripada mendapat hidayah menjadikan mereka semakin sesat dan tanpa segan terus melakukan dosa-dosa yang lain. Sesungguhnya orang yang dibenarkan meninggalkan solat Jumaat hanyalah mereka yang menghadapi kesukaran yang mencapai darjah keuzuran syar'i sepertimana yang berlaku kepada orang sakit dan orang musafir. Oleh itu sekiranya seseorang itu tiada sebarang alasan yang munasabah di sisi syarak untuk meninggalkan solat Jumaat, maka hendaklah mereka mengerjakannya kerana solat Jumaat selain dariapada suatu kewajiban dalam beribadat kepada Allah S.W.T ia juga merupakan suatu syiar Islam yang wajib dipelihara demi menjaga kesucian agama.&lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/09/meninggalkan-solat-jumaat.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-513637068320655731</guid><pubDate>Sun, 15 Jun 2008 05:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-15T13:29:56.237+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama dan Pendidikan</category><title>Iblis Datang Mengganggu Ketika Sakaratul Maut</title><description>Iblis Datang Mengganggu Ketika Sakaratul Maut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaitan dan Iblis akan sentiasa mengganggu manusia, bermula dengan memperdayakan manusia dari terjadinya dengan setitik mani hinggalah ke akhir hayat mereka, dan yang paling dahsyat ialah sewaktu akhir hayat iaitu ketika sakaratul maut. Iblis mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi 7 golongan dan rombongan.&lt;br /&gt;Hadith Rasulullah SAW. menerangkan:&lt;br /&gt;Yang bermaksud: "Ya Allah aku berlindung dengan Engkau daripada perdayaan syaitan di waktu maut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan datang Iblis dengan banyaknya dengan berbagai rupa yang pelik dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lazat-lazat. Maka disebabkan orang yang di dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada&lt;span class="fullpost"&gt; barang-barang tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Iblis itu, di waktu itu nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa kepada Allah SWT inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan datang Iblis kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular dan Kala yang berbisa. Maka Apabila yang sedang di dalam sakaratul maut itu memandangnya saja kepada binatang itu, maka dia pun meraung dan melompat sekuat hati. Maka seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah SWT, matinya itu sebagai Fasik dan Munafik dan ke nerakalah tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan datang Iblis mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu, kalau orang yang hendak mati itu berminat kepada burung, maka dirupai dengan burung, dan jika dia minat dengan Kuda lumba untuk berjudi, maka dirupakan dengan Kuda lumba (judi). Jika dia minat dengan dengan ayam sabung, maka dirupakan dengan ayam sabung yang cantik. Apabila tangan orang yang hendak mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah meraba-raba itu dia pun mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah SWT. Matinya itu mati Fasik dan Munafik, maka nerakalah tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan datang Iblis merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan datang Iblis merupakan dirinya dengan rupa sanak-saudara yang hendak mati itu, seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman dan makanan lalu dia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah dan si ibu yang dirupai oleh Iblis, berkata dengan rayu-merayu "Wahai anakku inilah sahaja makanan dan bekalan yang kami bawakan untukmu dan berjanjilah bahawa engkau akan menurut kami dan menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami masuk ke dalam syurga." Maka dia pun sudi mengikut pelawaan itu dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan datanglah Iblis merupakan dirinya sebagai ulamak-ulamak yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia: "Wahai muridku, lamalah sudah kami menunggu akan dikau, berbagai ceruk telah kami pergi, rupanya kamu sedang sakit di sini, oleh itu kami bawakan kepada kamu doktor dan bomoh bersama dengan ubat untukmu." Lalu diminumnya ubat, itu maka hilanglah rasa penyakit itu, kemudian penyakit itu datang kembali. Lalu datanglah pula Iblis yang menyerupai ulamak dengan berkata: "Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah?" Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: "Aku tidak tahu." Berkata ulamak Iblis: "Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulamak yang tinggi dan hebat, baru sahaja kembali dari alam ghaib dan telah mendapat syurga yang tinggi. Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah SWT hendaklah kamu patuh kepada kami." Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan oleh Iblis bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulamak palsu: "Bagaimanakah Zat Allah?" Iblis merasa gembira apabila jeratnya mengena. Lalu berkata ulamak palsu: "Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu." Apabila tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi. Berkata Iblis: "Itulah dia Zat Allah yang patut kita sembah." Berkata orang yang dalam sakaratul maut: "Wahai guruku, bukankah ini benda yang benar-benar besar, tetapi benda ini mempunyai jihat enam, iaitu benda besar ini ada di kirinya dan kanannya, mempunyai atas dan bawahnya, mempunyai depan dan belakangnya. Sedangkan Zat Allah tidak menyerupai makhluk, sempurna Maha Suci Dia dari sebarang sifat kekurangan. Tapi sekarang ini lain pula keadaannya dari yang di ketahui dahulu. Tapi sekarang yang patut aku sembah ialah benda yang besar ini." Dalam keraguan itu maka Malaikat Maut pun datang dan terus mencabut nyawanya, maka matilah orang itu di dalam keadaan dikatakan kafir dan kekal di dalam neraka dan terhapuslah segala amalan baik selama hidupnya di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan Iblis yang ketujuh ini Iblis terdiri dari 72 barisan sebab menjadi 72 barisan ialah kerana dia menepati Iktikad Muhammad SAW bahawa umat Muhammad akan terbahagi kepada 73 puak (barisan). Satu puak sahaja yang benar (ahli sunnah waljamaah) 72 lagi masuk ke neraka kerana sesat. Ketahuilah bahawa Iblis itu akan mengacau dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam yang setiap satu berlain di dalam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Iblis dan syaitan yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut. Bersesuaian dengan sebuah hadith yang bermaksud: "Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya Allah Matikanlah hambamu ini di dalam Islam dan jauhilah bisikan syaitan semasa sakaratul maut " &lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/06/iblis-datang-mengganggu-ketika.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-1135667504049797494</guid><pubDate>Sat, 31 May 2008 12:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-31T20:11:06.403+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama dan Pendidikan</category><title>Solat malam untuk hapus dosa</title><description>RASULULLAH bersabda yang bermaksud : “Ramadan, bulan diwajibkan Allah puasa dan aku memberi contoh kepada kamu supaya solat malam. Siapa berpuasa dan solat malam benar-benar kerana iman dan mengharapkan pahala daripada Allah akan keluar dosa bagaikan keadaannya ketika dilahirkan dari perut ibu.”&lt;br /&gt;RASULULLAH bersabda yang bermaksud&lt;span class="fullpost"&gt; : “Ramadan, bulan diwajibkan Allah puasa dan aku memberi contoh kepada kamu supaya solat malam. Siapa berpuasa dan solat malam benar-benar kerana iman dan mengharapkan pahala daripada Allah akan keluar dosa bagaikan keadaannya ketika dilahirkan dari perut ibu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya antara amalan yang dituntut pada Ramadan ialah qiamullail iaitu bangun beribadat pada waktu malam untuk menghambakan diri kepada Allah serta mengharapkan keredaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qiamullail juga adalah amalan nabi dan rasul, orang salih serta alim ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadat ini boleh dilakukan bersendirian atau berjemaah. Antara pengisiannya termasuk solat tahajud, bertasbih, bertahmid, berzikir dan membaca al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang dianjurkan qiamullail ialah sepertiga akhir malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sentiasa melakukan qiamullail dengan bersungguh seperti digambarkan dalam hadis daripada Aisyah yang bermaksud: “Bahawa Rasulullah bangun sebahagian daripada malam untuk mengerjakan solat hingga bengkak kedua-dua kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu aku berkata kepada Baginda : “Mengapa Rasulullah melakukan semua ini, bukankah dosa Baginda sudah diampunkan Allah sama ada yang terdahulu atau terkemudian?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab: “Salahkah aku menjadi hamba yang bersyukur?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjelaskan kelebihan sembahyang malam, Allah berfirman yang bermaksud: “Dan pada sebahagian malam hari, sembahyang tahajudlah kamu sebagai satu ibadat tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat terpuji.” (Surah al-Isra, ayat 79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam surah as-Sajdah ayat ke-16 dan 17, bermaksud: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, bahkan mereka menafkahkan sebahagian daripada rezeki yang Kami berikan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka iaitu (bermacam-macam nikmat) apa yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” &lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/05/solat-malam-untuk-hapus-dosa.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-5703115492826406015</guid><pubDate>Tue, 20 May 2008 18:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-21T02:59:17.248+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama dan Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hukum Islam</category><title>Penjelasan Ayat 2 Surah An-Nur</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-_5iTuEj6FCgFOXPjJ1BiNsF4JFd0-n-nLf7UBixMKWvB5fvKgwqZrZu1TlucyiHWYnVIFxWgghIgsNSIkNkxjiSel0p0GVYzx-PgFRia8W1xeNRww21x9gpHe5RgNnoPjO1z7Sr37BA/s1600-h/quran+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-_5iTuEj6FCgFOXPjJ1BiNsF4JFd0-n-nLf7UBixMKWvB5fvKgwqZrZu1TlucyiHWYnVIFxWgghIgsNSIkNkxjiSel0p0GVYzx-PgFRia8W1xeNRww21x9gpHe5RgNnoPjO1z7Sr37BA/s320/quran+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202535314260963490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Assalamualaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka&lt;span class="fullpost"&gt; disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. AN NUUR (24:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya masih perlukan penerangan, kali ini saya bawa ayat di atas pula.&lt;br /&gt;ada seorang ustazah memberi tahu tafsiran beliau terhadap ayat di atas sebegini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dlm ayat tersebut, Allah sebut 'perempuan yg berzina' dahulu sebelum 'lelaki yg berzina'. Ini adalah kerana zina bermula kerana perempuan. (i.e perempuan yg menggoda, tak tutup aurat, suara manja etc.) Jika tidak, tidak akan terjadi zina sebab kalau lelaki jahat yg mulakan terjadilah kejadian permerkosaan. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;soalan saya boleh kah tafsirkan begini, i.e mengikut turutan sebutan&lt;br /&gt;sesuatu dlm ayat al Qur'an?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, hendaklah kamu sebat tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali sebat; dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya dalam menjalankan hukum ugama Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat; dan hendaklah disaksikan hukuman seksa yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. [Maksud surah al-Nur 24:02]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya memang benar, susunan ayat tentang sesuatu objek atau subjek memang boleh menjadi hujah dalam kaedah tafsir. Memang ada disebut bahawa didahulukan wanita daripada lelaki adalah kerana wanita adalah penyebab utama bagi perzinaan berbanding lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya mengukur dari sudut yang lain, iaitu sudut perbicaraan keseluruhan ayat di mana ia membicarakan tentang hukum yang perlu dijatuhkan ke atas penzinaan. Ayat ini tidak membicarakan sebab-sebab yang menyebabkan penzinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dibicarakan tentang hukum yang perlu dijatuhkan ke atas penzina, maka pendahuluan wanita ke atas lelaki adalah supaya seseorang itu lebih prihatin kepada wanita kerana mereka tidak mempunyai suasana fizikal seumpama lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut menyebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fajlidu kullu wahidin minhuma mi-a-ta………."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata al-Zamarkashi, Perkataan Fajlidu berasal dari kata jilid yang bererti kulit. Bererti sebatan 100 kali hanyalah kepada kulit dan tidak tertembus sehingga mengena isi (flesh) penzina itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara lelaki dan wanita, pasti sahaja mereka memiliki daya tahanan kulit yang berlainan. Oleh itu perhatian harus diutamakan kepada wanita supaya hukum rotan tersebut tidak menebusi ke kulitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aya tersebut menyambung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa la ta' khuzkum bihima ra'fatun fi deen Allah…………"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Quraish Shihab, Perkataan Ra'fatun sama kategori dengan Rahmah/Rahim akan tetapi ia memiliki maksud kasih sayang yang melimpah ruah yang melebih keperluan sedangkan Rahmah/Rahim adalah sesuai dengan kadar keperluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelazimannya seseorang itu akan lebih membelas kasihi seseorang wanita daripada lelaki ketika akan dikenakan hukuman hudud. Maka kerana itu dalam ayat ini Allah mendahulukan wanita daripada lelaki agar belas kasihan kita kepadanya tidak menyebabkan kita tidak menjatuhkan hukuman ke atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dua sebab ini saya berpendapat didahului wanita di atas lelaki adalah kerana beberapa keistimewaan yang perlu ditumpukan kepada wanita apabila dijatuhkan hukum hudud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasallam.&lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/05/penjelasan-ayat-2-surah-nur.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-_5iTuEj6FCgFOXPjJ1BiNsF4JFd0-n-nLf7UBixMKWvB5fvKgwqZrZu1TlucyiHWYnVIFxWgghIgsNSIkNkxjiSel0p0GVYzx-PgFRia8W1xeNRww21x9gpHe5RgNnoPjO1z7Sr37BA/s72-c/quran+copy.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-869559218953928369</guid><pubDate>Mon, 19 May 2008 14:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-21T03:06:06.196+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama dan Pendidikan</category><title>Wanita yang Dimurkai Allah</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTIE356kWr9D7NfhPdAxr1B9ovt-uKUEHkTLK-RFpZLy3YKkzV_SGJU61oET7wRsZJ7SgNLeVXXfPyf97B4-yF2YL6LVPSmvuFHv_-SVOZFGsrweYj4BwjCYgnYCrYBVF61u3LzXp3lYA/s1600-h/final+fantasy+tudung+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTIE356kWr9D7NfhPdAxr1B9ovt-uKUEHkTLK-RFpZLy3YKkzV_SGJU61oET7wRsZJ7SgNLeVXXfPyf97B4-yF2YL6LVPSmvuFHv_-SVOZFGsrweYj4BwjCYgnYCrYBVF61u3LzXp3lYA/s320/final+fantasy+tudung+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202537612068466866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Allah suka degan wanita yang solehah, Allah juga sangat murka kepada beberapa jenis wanita. Oleh itu sangat perlu bagi kita mengetahui perkara yang boleh menyebabkan kebenciannya supaya kita terhindar dari kemurkaannya. Kemurkaan Allah pada hari kiamat sangat dahsyat sehinggakan nabi-nabi pun sangat takut. Bahkan Nabi Ibrahim pun lupa bahawa dia mempunyai anak yang bernama Nabi Ismail kerana&lt;span class="fullpost"&gt; ketakutan yang amat sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Zar r.a. meriwayatkan bahawa Nabi s.a.w. bersabda: "Seorang wanita yang berkata kepada suaminya, "semoga engkau mendapat kutukan Allah" maka dia dikutuk oleh Allah dari atas langit yang ke7 &amp;amp; mengutuk pula segala sesuatu yang dicipta oleh Allah kecuali 2 jenis makhluk iaitu manusia &amp;amp; jin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Rahman bin Auf meriwayatkan bahawa Nabi s.a.w. bersabda: "Seorang yang membuat susah kepada suaminya dalam hal belanja atau membebani sesuatu yang suaminya tidak mampu maka Allah tidak akan menerima amalannya yang wajib &amp;amp; sunnatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar r.a. meriwayatkan bahawa Nabi s.a.w. bersabda: "Kalau seandainya apa yang ada dibumi ini merupakan emas &amp;amp; perak serta dibawa oleh seorang wanita kerumah suaminya. Kemudian pada suatu hari dia terlontar kata-kata angkuh, "Engkau ini siapa? Semua harta ini milikku &amp;amp; engkau tidak punya harta apa pun." Maka hapuslah semua amal kebaikannya walaupun banyak. Nabi s.a.w. adalah seorang yang sangat kasih pada ummatnya &amp;amp; terlalu menginginkan keselamatan bagi kita dari azab Allah. Beliau menghadapi segala rupa penderitaan, kesakitan, keletihan &amp;amp; tekanan. Begitu juga air mata &amp;amp; darah baginda telah mengalir semata-mata kerana kasih-sayangnya terhadap kita. Maka lebih-lebih lagi kita sendirilah yang wajar berusaha untuk menyelamatkan diri kita, keluarga kita &amp;amp; seluruh ummat baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali r.a. meriwayatkan sebagai berikut: "Saya bersama Fatimah berkunjung ke rumah Rasulullah &amp;amp; kami temui beliau sedang menangis. Kami bertanya kepada beliau, "Mengapa tuan menangis wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Pada malam aku di Isra'kan ke langit, daku melihat orang sedang mengalami berbagai penyeksaan...maka bila teringatkan mereka aku menangis. Saya bertanya lagi, "Wahai Rasulullah apakah yang tuan lihat?" Beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita yang digantung dengan rambutnya &amp;amp; otak kepalanya mendidih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita yang digantung dengan lidahnya serta tangannya dipaut dari punggungnya sedangkan aspal yang mendidih dari neraka dituangkan ke kerongkongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wanita yang digantung dengan buah dadanya dari balik punggungnya sedangkan air getah kayu zakum dituang ke kerongkongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Wanita yang digantung, diikat kedua kaki &amp;amp; tangannya ke arah ubun-ubun kepalanya serta dibelit dibawah kekuasaan ular &amp;amp; kala jengking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wanita yang memakan badannya sendiri serta dibawahnya tampak api yang menyala-nyala dengan hebatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Wanita yang memotong badannya sendiri dengan gunting dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Wanita yang bermuka hitam &amp;amp; memakan ususnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Wanita yang tuli, buta &amp;amp; bisu dalam peti neraka sedang darahnya mengalir dari rongga badannya (hidung, telinga, mulut) &amp;amp; badannya membusuk akibat penyakit kulit dan lepra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Wanita yang berkepala seperti kepala babi &amp;amp; kaldai yang mendapat berjuta jenis siksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berdirilah Fatimah seraya berkata,"Wahai ayahku, cahaya mata kesayanganku... ceritakanlah kepadaku apakah amal perbuatan wanita-wanita itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda, "Wahai Fatimah, adapun tentang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita yang digantung dengan rambutnya kerana dia tidak menjaga rambutnya dijilbab) dikalangan lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita yang digantung dengan lidahnya kerana dia menyakiti hati suaminya dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kemudian Nabi s.a.w. bersabda: "Tidak seorang wanita yang menyakiti hati suaminya melalui kata-katanya kecuali Allah akan membuatkan mulutnya kelak dihari kiamat,selebar 70 zira' kemudian akan mengikatnya dibelakang lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Adapun wanita yang digantung dengan buah dadanya kerana dia menyusui anak orang lain tanpa izin suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Adapun wanita yang diikat dengan kaki &amp;amp; tangannya itu kerana dia keluar rumah tanpa izin suaminya, tidak mandi wajib dari haid &amp;amp; nifas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Adapun wanita yang memakan badannya sendiri kerana suka bersolek untuk dilihat lelaki lain serta suka membicarakan keaiban orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Adapun wanita yang memotong badannya sendiri dengan gunting dari neraka kerana dia suka menonjolkan diri (ingin terkenal) dikalangan orang yang banyak dengan maksud supaya orang melihat perhiasannya dan setiap orang jatuh cinta padanya kerana melihat perhisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Adapun wanita yang diikat kedua kaki &amp;amp; tangannya sampai ke ubun-ubunnya &amp;amp; dibelit oleh ular &amp;amp; kala jengking kerana dia mampu mengerjakan solat &amp;amp; puasa. Tetapi dia tidak mahu berwudhuk &amp;amp; tidak solat serta tidak mahu mandi wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Adapun wanita yang kepalanya seperti kepala babi &amp;amp; badannya seperti kaldai kerana dia suka mengadu-domba (melaga-lagakan orang) serta berdusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Adapun wanita yang berbentuk seperti anjing kerana dia ahli fitnah serta suka marah- marah pada suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ada diantara isteri nabi-nabi yang mati dalam keadaan tidak beriman kerana mempunyai sifat yang buruk walaupun mereka adalah isteri manusia yang terbaik dizaman itu. Diantara sifat buruk mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Isteri Nabi Nuh suka mengejek &amp;amp; mengutuk suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Isteri Nabi Lut suka bertandang kerumah orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah beri kita kekuatan untuk mengamalkan kebaikan dan meninggalkan keburukan. Kalau kita tidak berasa takut atau rasa perlu berubah... maka kita kena khuatir, takut kita tergolong dalam mereka yang tidak diberi petunjuk oleh Allah. Dah tau pun tak ada rasa apa-apa.&lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/05/wanita-yang-dimurkai-allah_19.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTIE356kWr9D7NfhPdAxr1B9ovt-uKUEHkTLK-RFpZLy3YKkzV_SGJU61oET7wRsZJ7SgNLeVXXfPyf97B4-yF2YL6LVPSmvuFHv_-SVOZFGsrweYj4BwjCYgnYCrYBVF61u3LzXp3lYA/s72-c/final+fantasy+tudung+copy.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-6277552013317279223</guid><pubDate>Thu, 15 May 2008 08:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-15T16:23:42.579+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islamic Software</category><title>Islamic Software</title><description>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Al-Quran Digital (Malay)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?3lhmhagfm9n"&gt;Download&lt;/a&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/05/islamic-software.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-4591317689416505119</guid><pubDate>Mon, 12 May 2008 13:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-19T22:51:27.010+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dialog</category><title>Dialog Pelajar Ditangkap Khalwat</title><description>&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;DIALOG PELAJAR DTANGKAP KHALWAT OLEH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;USTAZ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102); font-weight: bold;"&gt;Message: Ikuti dialog oleh  satu&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102); font-weight: bold;"&gt;pasangan yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102); font-weight: bold;"&gt;sedang berkhalwat tertangkap oleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102); font-weight: bold;"&gt;seorang ustaz.  Kisah benar atau tidak,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102); font-weight: bold;"&gt;wallahualam. Hayatilah intisari dialog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102); font-weight: bold;"&gt;ini, dan  muhasabahlah diri kita masing-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102); font-weight: bold;"&gt;masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Kami tidak berzina!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Maaf, saya tidak menuduh  awak&lt;br /&gt;berzina tetapi awak menghampiri zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Kami hanya  berbual-bual,&lt;br /&gt;berbincang, bertanya khabar, minum-&lt;br /&gt;minum adakah itu  menghampiri zina?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Ya, perbuatan ini menjerumus&lt;br /&gt;pelakunya ke  lembah perzinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar: &lt;/span&gt;Kami dapat mengawal perasaan&lt;br /&gt;dan kami tidak  berniat ke arah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Hari ini, ya. Besok mungkin&lt;br /&gt;kamu  kecundang. Kamu dalam bahaya.&lt;br /&gt;Jangan bermain dengan bahaya. Iblis&lt;br /&gt;dan  syaitan akan memerangkap kamu.&lt;br /&gt;Sudah banyak tipu daya iblis yang&lt;br /&gt;mengena  sasaran. Iblis amat&lt;br /&gt;berpengalaman dan tipu dayanya amat&lt;br /&gt;halus. Ia telah  menipu nenek moyang&lt;br /&gt;kita yang pertama, Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;Jangan pula lupa.  Siapalah kita&lt;br /&gt;berbanding Adam dan Hawa? Ia ada lebih&lt;br /&gt;1001 cara. Ingat  pesanan Rasullullah&lt;br /&gt;S. A. W.: Janganlah engkau&lt;br /&gt;bersendirian dangan seorang  wanita&lt;br /&gt;kecuali ketiganya adalah syaitan&lt;br /&gt;(Tabrani) . Syaitan akan  menghembus&lt;br /&gt;perasaan berahi, kita lemah untuk&lt;br /&gt;menghadapi tipu daya  iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar: &lt;/span&gt;Tidak semestinya semua orang&lt;br /&gt;bercinta menjurus kepada  penzinaan.&lt;br /&gt;Ada orang bercinta dalam telefon dan&lt;br /&gt;hantar SMS sahaja. Tak  pernah bersua&lt;br /&gt;muka pun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz: &lt;/span&gt;Betul. Itu adalah salah satu&lt;br /&gt;yang  dimaksudkan dengan menghampiri&lt;br /&gt;zina. Memang pada awalnya tidak  bersua&lt;br /&gt;muka, tapi perasaan pasti bergelora.&lt;br /&gt;Lambat laun desakan nafsu dan  perasaan&lt;br /&gt;serta hasutan iblis akan mengheret&lt;br /&gt;kepada suatu pertemuan.  Pertemuan&lt;br /&gt;pertama tidak akan terhenti disitu&lt;br /&gt;sahaja. Percayalah, ia  akan&lt;br /&gt;berlanjutan dan berterusan. Tidakkah&lt;br /&gt;itu boleh membawa kepada  penzinaan&lt;br /&gt;akhirnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar: &lt;/span&gt;Takkan nak berbual-bual pun&lt;br /&gt;tak boleh?  Itu pun zina juga ke?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz: &lt;/span&gt;Zina ada bermacam-macam jenis&lt;br /&gt;dan  peringkatnya, ada zina betul, ada&lt;br /&gt;zina tangan (berpegang-pegangan ),  ada&lt;br /&gt;zina mata (melihat kekasihnya dengan&lt;br /&gt;perasaan berahi). Melihat  auratnya&lt;br /&gt;juga zina mata. Zina hati iaitu&lt;br /&gt;khayalan berahi dengan  kekasih&lt;br /&gt;sepertimana yang dinyatakan oleh&lt;br /&gt;Rasulullah S. A. W.: Kedua-dua  tangan&lt;br /&gt;juga berzina dan zinanya adalah&lt;br /&gt;menyentuh. Kedua kakinya juga  berzina&lt;br /&gt;dan zinanya adalah berjalan (menuju ke&lt;br /&gt;tempat pertemuan). Mulut  juga berzina&lt;br /&gt;dan zinanya ialah ciuman (Muslim dan&lt;br /&gt;Abu Daud). Sebenarnya  jalan dan lorong&lt;br /&gt;menuju kepada perzinaan amat banyak.&lt;br /&gt;Jangan biarkan diri  kita berada atau&lt;br /&gt;melalui mana-mana jalan atau lorong&lt;br /&gt;yang boleh membawa  kepada penzinaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Duduk berdiskusi pelajaran&lt;br /&gt;tak boleh ke?  Bincang pelajaran sahaja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Berdiskusi pelajaran, betul  ke?&lt;br /&gt;Jangan tipu. Allah tahu apa yang&lt;br /&gt;terselit dalam hati  hamba-hambanya.&lt;br /&gt;Kita belajar nak keberkatan. Kalau&lt;br /&gt;cemerlang sekali pun,  kalau tak&lt;br /&gt;diberkati Allah, kejayaan tidak akan&lt;br /&gt;membawa kebahagiaan. Hidup  tidak&lt;br /&gt;bahagia, akhirat lebihlah lagi. Jangan&lt;br /&gt;berselindung di sebalik  pelajaran yang&lt;br /&gt;mulia. Allah suka kepada orang yang&lt;br /&gt;berilmu. Jadi belajar  hendaklah ikut&lt;br /&gt;batas dan ketentuan Allah. Belajar&lt;br /&gt;akan jadi ibadat. Adakah  berdiskusi&lt;br /&gt;macam ini akan ditulis ibadat oleh&lt;br /&gt;malaikat Raqib dan  Atiq?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Sungguh! Bincang pelajaran&lt;br /&gt;sahaja. Ni study  group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Study group? nampak macam lain&lt;br /&gt;macam saja. Manja, senyum  memanjang,&lt;br /&gt;tak macam gaya berdiskusi. Takkan&lt;br /&gt;study group berdua sahaja? Ke  mana-&lt;br /&gt;mana pun berdua. Kalau ye pun, carilah&lt;br /&gt;study group ramai- ramai  sedikit.&lt;br /&gt;Kalau duduk berdua-dua macam ini..&lt;br /&gt;betul ke bincang pelajaran?  Jangan-&lt;br /&gt;jangan sekejap saja bincang pelajaran,&lt;br /&gt;yang lain tu banyak masa  dihabiskan&lt;br /&gt;dengan fantasi cinta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Tidaklah. Sungguh  berbincang&lt;br /&gt;pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Baik sungguh awak berdua.&lt;br /&gt;Takkan awak  berdua tak perasan apa-&lt;br /&gt;apa? Awak kurang sihat ke? Ingat, kita&lt;br /&gt;bukan  malaikat, tak ada nafsu. Kita&lt;br /&gt;manusia. Jangan nafikan fitrah&lt;br /&gt;manusia. Kita  ada nafsu, ada&lt;br /&gt;keinginan. Itulah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Kami sama-sama  belajar, study&lt;br /&gt;group, saling memberi semangat dan&lt;br /&gt;motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt;  Tak adakah kaum sejenis yang&lt;br /&gt;boleh dijadikan rakan belajar? Habis&lt;br /&gt;sudahkah  kaum sejenis yang boleh&lt;br /&gt;memberikan motivasi? Jangan hina kaum&lt;br /&gt;sejenis.  Ingat banyak orang cemerlang&lt;br /&gt;yang belajar hanya dengan kaum&lt;br /&gt;sejenis. Lebih  tenang perasaan, tidak&lt;br /&gt;terganggu, dapat berkat dan  rahmat&lt;br /&gt;pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Takkanlah tak ada langsung&lt;br /&gt;ruang yang  dibenarkan dalam Islam&lt;br /&gt;untuk bercinta? Adakah Islam membunuh&lt;br /&gt;terus naluri  cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Naluri adalah sebahagian&lt;br /&gt;daripada kesempurnaan  kejadian&lt;br /&gt;manusia. Naluri ingin memiliki dan&lt;br /&gt;suka kalau dimiliki (sense  of&lt;br /&gt;belonging) adalah fitrah. Kalau naluri&lt;br /&gt;tidak wujud pada diri seseorang,  tak&lt;br /&gt;normal namanya. Islam bukan datang&lt;br /&gt;untuk membunuh naluri dan  keinginan&lt;br /&gt;itu. Tidak! Islam tidak suruh membunuh&lt;br /&gt;naluri seperti yang  dilakukan oleh&lt;br /&gt;para paderi atau sami. Jangan nafikan&lt;br /&gt;naluri ini. Jangan  berbohong pada diri&lt;br /&gt;sendiri. Bukan salah dan berdosa kalau&lt;br /&gt;perasaan itu  datang tanpa diundang.&lt;br /&gt;Itu adalah fitrah. Manusia tundukkan&lt;br /&gt;naluri itu  untuk patuh pada perintah&lt;br /&gt;Allah. Jadilah manusia yang sihat  pada&lt;br /&gt;nalurinya. Jangan jadi malaikat!&lt;br /&gt;kerana Allah ciptakan kita  sebagai&lt;br /&gt;manusia Dunia dan segala isinya akan&lt;br /&gt;hambar tanpa naluri  nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar : &lt;/span&gt;Tentu ada cinta secara Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Cinta secara  Islam hanya satu&lt;br /&gt;iaitu perkahwinan. Cinta berlaku&lt;br /&gt;setelah ijab qabul;  cinta lepas&lt;br /&gt;kahwin. Itulah cinta sakral dan qudus.&lt;br /&gt;Cinta yang bermaruah.  Bukan cinta&lt;br /&gt;murahan. Inilah kemuliaan agama kita,&lt;br /&gt;Islam. Apabila Islam  melarang sesuatu&lt;br /&gt;perkara, tentulah ia digantikan dengan&lt;br /&gt;sesuatu yang lebih  baik. Kalau ia&lt;br /&gt;melarang cinta antara lelaki dan&lt;br /&gt;wanita sebelum kahwin, ia  membawa&lt;br /&gt;kepada sesuatu sebagai ganti yang&lt;br /&gt;lebih baik iaitu perkahwinan.  Sabda&lt;br /&gt;Rasulullah S. A. W.: Tidak ada yang&lt;br /&gt;lebih patut bagi dua orang yang  saling&lt;br /&gt;mencintai kecuali nikah (Ibni Majah)&lt;br /&gt;Cinta adalah maruah manusia.  Ia&lt;br /&gt;terlalu mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Kalau begitu, cinta semua&lt;br /&gt;menghampiri  kepada penzinaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Ya kalau lelaki dan perempuan&lt;br /&gt;bertemu tentu  perasaan turut terusik.&lt;br /&gt;Kemudian perasaan dilayan. Kemudian&lt;br /&gt;teringat,  rindu. Kemudian aturkan&lt;br /&gt;pertemuan. Kemudian duduk berdua-dua.&lt;br /&gt;Kemudian  mencari tempat sunyi sedikit.&lt;br /&gt;Kemudian berbual panjang sehingga&lt;br /&gt;malam  gelap. Hubungan makin akrab, dah&lt;br /&gt;berani pegang tangan, duduk makin&lt;br /&gt;dekat.  Kalau tadi macam kawan,&lt;br /&gt;sekarang macam pengantin baru.&lt;br /&gt;Bukankah mereka  semakin hampir dan&lt;br /&gt;dekat dengan penzinaan? Penghujung&lt;br /&gt;jalan cinta adalah  penzinaan dan&lt;br /&gt;kesengsaraan. Berapa ramai orang yang&lt;br /&gt;bercinta telah sampai  kepada daerah&lt;br /&gt;penzinaan dan kesengsaraan.&lt;br /&gt;Kasihanilah diri dan ibu bapa  yang&lt;br /&gt;melahirkan kita dalam keadaan putih&lt;br /&gt;bersih tanpa noda daripada  seekor&lt;br /&gt;nyamuk sekalipun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Masih ramai orang yang&lt;br /&gt;bercinta  tetapi tetap selamat, tidak&lt;br /&gt;sampai berzina. Kami tahan diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-weight: bold;"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt;  Allah menciptakan manusia. Dia&lt;br /&gt;tahu kekuatan dan kelemahan  manusia.&lt;br /&gt;Manusia tidak tahan ujian. Oleh itu&lt;br /&gt;Allah memerintahkan supaya  diri&lt;br /&gt;menjauhi perkara yang ditegah. Takut&lt;br /&gt;manusia  kecundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Jadi manusia itu tak tahan&lt;br /&gt;diuji?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt;  Kita manusia dari keturunan&lt;br /&gt;Adam dan Hawa, sejak awal penciptaan&lt;br /&gt;manusia,  Allah telah mengingatkan&lt;br /&gt;manusia bahawa mereka tidak tahan&lt;br /&gt;dengan ujian  walaupun kecil. Allah&lt;br /&gt;takdirkan satu peristiwa untuk iktibar&lt;br /&gt;manusia.  Allah tegah Adam dan Hawa&lt;br /&gt;supaya jangan makan buah Khuldi dalam&lt;br /&gt;syurga.  Allah tahu kelemahan pada&lt;br /&gt;ciptaan manusia. Tak tahan diuji. Oleh&lt;br /&gt;itu Allah  berpesan pada Adam dan Hawa,&lt;br /&gt;jangan hampiri pokok Khuldi. Firman&lt;br /&gt;Allah S.  W. T.: Wahai Adam! Tinggallah&lt;br /&gt;engkau dan isterimu di dalam syurga&lt;br /&gt;serta  makanlah dari makanannya sepuas-&lt;br /&gt;puasnya, apa sahaja yang kamu  berdua&lt;br /&gt;sukai dan jangan hampiri pokok ini,&lt;br /&gt;(Jika kamu menghampirinya) maka  akan&lt;br /&gt;menjadilah kamu dari orang-orang yang&lt;br /&gt;zalim (Al-A'araf: ayat 19).  Tegahan&lt;br /&gt;yang sebenarnya adalah memakan buah&lt;br /&gt;Khuldi. Tetapi Allah tahu  sifat dan&lt;br /&gt;kelemahan Adam dan Hawa. Jika&lt;br /&gt;menghampiri perkara yang  ditegah,&lt;br /&gt;takut nanti mereka akan memakannya&lt;br /&gt;kerana mereka tidak dapat  mengawal&lt;br /&gt;diri. Demikianlah dengan zina. Ditegah&lt;br /&gt;zina. Maka jalan ke arah  penzinaan&lt;br /&gt;juga dilarang. Takut apabila&lt;br /&gt;berhadapan dengan godaan  penzinaan,&lt;br /&gt;kedua-duanya kecundang. Cukuplah kita&lt;br /&gt;belajar daripada  pengalaman nenek&lt;br /&gt;moyang kita Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Tetapi cinta  lepas kawin&lt;br /&gt;banyak masalah. Kita tak kenal&lt;br /&gt;pasangan kita secara dekat.  Bercinta&lt;br /&gt;adalah untuk mengenali hati budi&lt;br /&gt;pasangan sebelum membuat  keputusan&lt;br /&gt;sebelum berkahwin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Boleh percaya dengan  perwatakan&lt;br /&gt;masa sedang bercinta? Bercinta penuh&lt;br /&gt;dengan lakonan yang  dibuat-buat dan&lt;br /&gt;kepura-puraan. Masing-masing akan&lt;br /&gt;berlakon dengan watak  yang terbaik.&lt;br /&gt;Penyayang, penyabar, pemurah dan&lt;br /&gt;pelbagai lagi. Masa  bercinta adalah&lt;br /&gt;alam lakonan semata-mata. Masa&lt;br /&gt;bercinta, merajuk ada yang  akan pujuk.&lt;br /&gt;Jangan haraplah lepas kawin bila&lt;br /&gt;merajuk ada yang memujuk.  Banyak orang&lt;br /&gt;yang kecewa dan tertipu dengan&lt;br /&gt;keperibadian pasangan semasa  bercinta.&lt;br /&gt;Perangai jauh berbeza. Macam langit&lt;br /&gt;dan bumi. Masa bercinta, dia  seorang&lt;br /&gt;yang amat penyayang, penyabar, sabar&lt;br /&gt;tunggu pasangan terlambat  berjam-jam.&lt;br /&gt;Tapi bila dah kahwin, lewat 5 minit&lt;br /&gt;dah kena tengking. Jadi,  perwatakan&lt;br /&gt;masa bercinta tidak boleh dipercayai.&lt;br /&gt;Percintaan adalah suatu  kepuraan yang&lt;br /&gt;hipokrit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Percayalah kami bercinta  demi&lt;br /&gt;merancang kebahagian hidup nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Bagaimana diharap  kebahagiaan&lt;br /&gt;jika tidak mendapat redha Allah?&lt;br /&gt;Kebahagiaan adalah anugerah  Allah&lt;br /&gt;kepada hamba-hambanya yang terpilih.&lt;br /&gt;Kebahagiaan bukan ciptaan  manusia.&lt;br /&gt;Manusia hanya merancang kebahagiaan.&lt;br /&gt;Allah yang akan  menganugerahkannya.&lt;br /&gt;Bagaimana mendapat anugerah&lt;br /&gt;kebahagiaan itu jika jalan  mencapainya&lt;br /&gt;tidak diredhai Allah. Kebahagiaan&lt;br /&gt;hidup berumah tangga  mestilah melalui&lt;br /&gt;proses yang betul. Sudah tentu&lt;br /&gt;prosesnya bukan cinta  sebegini. Allah&lt;br /&gt;tidak meredhai percintaan ini. Cinta&lt;br /&gt;yang diredhai, cinta  selepas kahwin.&lt;br /&gt;Bagaimana untuk mendapat keluarga yang&lt;br /&gt;bahagia jika  langkah memulakannya pun&lt;br /&gt;sudah canggung. Bagaimana  kesudahannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar: &lt;/span&gt;Tanya sikit adik angkat,&lt;br /&gt;kakak angkat, abang  angkat boleh ke?&lt;br /&gt;ganti bercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255); font-weight: bold;"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Semua itu adalah  perangkap&lt;br /&gt;syaitan. Hakikatnya sama. Cinta yang&lt;br /&gt;diberi nafas baru. Kulitnya  nampak&lt;br /&gt;berlainan, tapi isinya sama. Adik,&lt;br /&gt;abang, kakak angkat adalah  suatu&lt;br /&gt;bentuk tipu daya iblis dan syaitan.&lt;br /&gt;Manusia yang terlibat  dalam&lt;br /&gt;budaya "angkat" ini sebenarnya telah&lt;br /&gt;masuk ke dalam perangkap  syaitan. C&lt;br /&gt;uma menunggu masa untuk dikorbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Jadi  seolah-olah orang yang&lt;br /&gt;bercinta telah hilang maruah diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt;  Mengukur maruah diri bukan&lt;br /&gt;ditentukan oleh manusia tetapi oleh&lt;br /&gt;pencipta  manusia. Sebab ukuran manusia&lt;br /&gt;sering berbeza-beza. Orang yang sedang&lt;br /&gt;mabuk  bercinta mengatakan orang yang&lt;br /&gt;bercinta tidak menjejaskan apa-apa&lt;br /&gt;maruah  dirinya. Manakala bagi orang&lt;br /&gt;yang menjaga diri, tidak mahu terlibat&lt;br /&gt;dengan  cinta sebelum kahwin akan&lt;br /&gt;mengatakan orang yang bercinta sudah&lt;br /&gt;tidak  bermaruah. Cintanya ditumpahkan&lt;br /&gt;kepada orang yang belum layak  menerima&lt;br /&gt;cinta suci. Kalau begitu ukuran maruah&lt;br /&gt;atau tidak ditentukan oleh  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Adakah orang yang bercinta&lt;br /&gt;hilang  maruah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Antara kemuliaan manusia ialah&lt;br /&gt;maruah dirinya. Orang  yang bercinta&lt;br /&gt;seolah-olah cuba menggadaikan&lt;br /&gt;maruahnya kerana mereka  sedang&lt;br /&gt;menghampiri penzinaan. Manakala orang&lt;br /&gt;yang bercinta dan pernah  berzina tidak&lt;br /&gt;layak berkahwin kecuali dengan orang&lt;br /&gt;yang pernah berzina  juga. Mereka tidak&lt;br /&gt;layak untuk berkahwin dengan orang&lt;br /&gt;yang beriman. Allah  berfirman: Lelaki&lt;br /&gt;yang berzina(lazimnya) tidak ingin&lt;br /&gt;berkahwin melainkan  dengan perempuan&lt;br /&gt;yang berzina atau perempuan musyrik;&lt;br /&gt;dan perempuan yang  berzina itu pula&lt;br /&gt;(lazimnya) tidak ingin berkahwin&lt;br /&gt;dengannya melainkan oleh  lelaki yang&lt;br /&gt;berzina atau lelaki musyrik. Dan&lt;br /&gt;perkahwinan yang demikian  terlarang&lt;br /&gt;kepada orang-orang yang beriman.&lt;br /&gt;(Surah an-Nur: Ayat 3).Jadi  orang yang&lt;br /&gt;pernah bercinta juga tidak sesuai&lt;br /&gt;untuk berkahwin dengan orang  yang&lt;br /&gt;tidak pernah bercinta. Tidakkah itu&lt;br /&gt;suatu penghinaan dari  Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Jadi orang yang bercinta&lt;br /&gt;hanya layak berkahwin dengan  orang&lt;br /&gt;yang pernah bercinta juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Itulah pasangan yang  layak&lt;br /&gt;untuk dirinya kerana wanita yang baik&lt;br /&gt;adalah untuk lelaki yang baik.  Lelaki&lt;br /&gt;yang baik untuk wanita yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Kami telah berjanji  untuk&lt;br /&gt;sehidup semati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Apa yang ada pada janji cinta?&lt;br /&gt;Berapa  banyak sudah janji cinta yang&lt;br /&gt;musnah? Lelaki, jangan diharap pada&lt;br /&gt;janji  lelaki. Mereka hanya menunggu&lt;br /&gt;peluang keemasan sahaja. Habis madu,&lt;br /&gt;sepah  dibuang. Pepatah itu diungkap&lt;br /&gt;kerana ia sering berulang sehingga&lt;br /&gt;menjadi  pepatah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Jadi perempuan yang bercinta&lt;br /&gt;jatuh maruahnya pada  pandangan lelaki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Tentu. Mana ada orang lelaki&lt;br /&gt;yang normal suka  pada barang 'second&lt;br /&gt;hand' sedangkan barang baru masih ada.&lt;br /&gt;Sesetengah  mereka menggambarkan&lt;br /&gt;perempuan seperti kereta di show room;&lt;br /&gt;display only.  Tapi ada yang boleh test&lt;br /&gt;drive. Ada pula yang kata; sekadar&lt;br /&gt;sepinggan mee  goreng dan segelas air&lt;br /&gt;sirap bandung, bawalah ke hulu, ke&lt;br /&gt;hilir. Sedihkan.  Itulah hakikatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Masihkan ada orang yang tidak&lt;br /&gt;bercinta  pada zaman ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Ya, masih ada orang yang suci&lt;br /&gt;dalam debu.  Golongan ini sentiasa ada&lt;br /&gt;walaupun jumlah mereka kecil. Mereka&lt;br /&gt;akan  bertemu suatu hari nanti. Mereka&lt;br /&gt;ada pasangannya. Firman Allah S. W.&lt;br /&gt;T.:  Dan orang-orang lelaki yang&lt;br /&gt;memelihara kehormatannya serta orang-&lt;br /&gt;orang  perempuan yang memelihara&lt;br /&gt;kehormatannya (yang memelihara dirinya&lt;br /&gt;daripada  melakukan zina) Allah telah&lt;br /&gt;menyediakan bagi mereka semuanya&lt;br /&gt;keampunan dan  pahala yang besar. (Al-&lt;br /&gt;Ahzab: ayat 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Bagaimana  kami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Kamu masih ada peluang.&lt;br /&gt;Bertaubatlah dengan taubat  nasuha.&lt;br /&gt;Berdoalah serta mohon keampunan&lt;br /&gt;dariNya. Mohonlah petunjuk  dan&lt;br /&gt;kekuatan untuk mendapat redhaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar: &lt;/span&gt;Kami ingin mendapat  redha&lt;br /&gt;Tuhan. Tunjukkan bagaimana taubat&lt;br /&gt;nasuha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz:&lt;/span&gt; Taubat yang  murni. Taubat yang&lt;br /&gt;sebenar-benarnya. Taubat yang memenuhi&lt;br /&gt;3 syarat:&lt;br /&gt;1.  Tinggalkan perbuatan maksiat.&lt;br /&gt;Putuskan hubungan cinta yang tidak&lt;br /&gt;diredhai  Allah ini&lt;br /&gt;2. Menyesal. Menginsafi diri atas&lt;br /&gt;tindak tanduk hidup yang  menjurus diri&lt;br /&gt;dalam percintaan.&lt;br /&gt;3. Berazam. Bertekad di dalam  hati&lt;br /&gt;tidak akan bercinta lagi dengan&lt;br /&gt;sesiapa kecuali dengan seseorang  yang&lt;br /&gt;bernama isteri atau suami. Saatnya&lt;br /&gt;adalah setelah ijap  Kabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Ya Allah. Hambamu telah&lt;br /&gt;tersesat jalan. Ampunilah  dosa-dosa&lt;br /&gt;hambamu ini. Sesungguhnya engkau Maha&lt;br /&gt;Pengampun dan Maha  Penerima Taubat.&lt;br /&gt;Berilah kekuatan kepadaku untuk&lt;br /&gt;menghadapi godaan  keremajaan ini.&lt;br /&gt;Anugerahkan kepadaku perasaaan benci&lt;br /&gt;kepada maksiat.  Hiasilah diriku dengan&lt;br /&gt;akhlak yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu dan ayah, anakmu  berdosa. Engkau&lt;br /&gt;jagaku sedari kecil dengan kasih&lt;br /&gt;sayang. Mengapa  kucurahkan kasihku&lt;br /&gt;kepada orang lain. Oh Tuhan, hambamu&lt;br /&gt;yang  berdosa.&lt;br /&gt;Amin, Ya Rabb. Moga Allah&lt;br /&gt;terima taubatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 102);"&gt;Pelajar:&lt;/span&gt; Kita  berpisah kerana Allah.&lt;br /&gt;Kalau ada jodoh tidak ke mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ustaz: &lt;/span&gt;Ya Allah,  bantulah mereka. Kini&lt;br /&gt;mereka datang ke pintu-Mu mencari&lt;br /&gt;redha-Mu.  Terimalah taubat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;**Semoga dengan kisah ini, dapatlah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;memberi  manfaat kepada kita semua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;Tersedar jugak kisah ni bila  saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;baca..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;Alhamdulillah, masih sempat untuk kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;bartaubat  "nasuha"..&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/05/dialog-pelajar-ditangkap-khalwat.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-541370878442170923</guid><pubDate>Mon, 05 May 2008 18:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-31T08:54:01.733+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama dan Pendidikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Isu Semasa</category><title>Rasulullah Seorang Negarawan</title><description>&lt;a href="http://ustaz-zamri.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRKQn5vCyoOVaSkYP5hDTo6B-V5PwteflWmD49Tfv-K0w8IhhXc4COdbT3LBNy9n7W2xu5czVhtjaHb2lwoafzKv5xNTNDSJesQZpjXbizn-G8I470KLvKVUC0ei3t-sbOghl53Amro2Y/s1600-h/undipopular1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRKQn5vCyoOVaSkYP5hDTo6B-V5PwteflWmD49Tfv-K0w8IhhXc4COdbT3LBNy9n7W2xu5czVhtjaHb2lwoafzKv5xNTNDSJesQZpjXbizn-G8I470KLvKVUC0ei3t-sbOghl53Amro2Y/s400/undipopular1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196963912574228242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2GKhU-UA06w3N0rl7IZU1bnrmbOPlueV0i9hn_DWjXvE1jLAaO-ij1UczS4VJdm_0GXOwivRzR9U2s4f5oJ4XEY4A_3f4pWWcdPS0u9zG-b1sJNHTnPewGSZDszas7BqNY9jHapqmz3Y/s1600-h/an-nasr1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2GKhU-UA06w3N0rl7IZU1bnrmbOPlueV0i9hn_DWjXvE1jLAaO-ij1UczS4VJdm_0GXOwivRzR9U2s4f5oJ4XEY4A_3f4pWWcdPS0u9zG-b1sJNHTnPewGSZDszas7BqNY9jHapqmz3Y/s400/an-nasr1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196963590451681026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;1. apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan (semasa  Engkau Wahai Muhammad berjaya Menguasai negeri Makkah), -&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;2. dan Engkau melihat manusia masuk Dalam ugama Allah  beramai-ramai, -&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;3. maka Ucapkanlah tasbih&lt;span class="fullpost"&gt; Dengan memuji Tuhanmu dan  mintalah ampun kepadaNya, Sesungguhnya Dia amat menerima taubat.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Alhamdulillah, kita agak berasa canggung di Malaysia khususnya  di Selangor ini dengan bermulanya sesi kerajaan baru yang bertukar tangan dari  satu parti kepada parti yang lain. Benarlah kata-kata Allah sepertimana  firmannya dalam surah Ali-Imran;26&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFKUlo32YtsuqfyRgx3J_bYBsi2Kf2LAUzgK-TG5hSS3FkLZjlku5UiZ09jwN0nxjvV8VHVdgWb-mYcohh13XEh4ZT3avzERG2k3YkxX8wHXjYVwt2CjBVe8970ULt5XlkpP95I6Dz4yA/s1600-h/ali%2520imran1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFKUlo32YtsuqfyRgx3J_bYBsi2Kf2LAUzgK-TG5hSS3FkLZjlku5UiZ09jwN0nxjvV8VHVdgWb-mYcohh13XEh4ZT3avzERG2k3YkxX8wHXjYVwt2CjBVe8970ULt5XlkpP95I6Dz4yA/s400/ali%2520imran1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196964672783439666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;26. Katakanlah (Wahai Muhammad): "Wahai Tuhan Yang  mempunyai Kuasa pemerintahan! Engkaulah Yang memberi Kuasa pemerintahan kepada  sesiapa Yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah Yang mencabut Kuasa pemerintahan  dari sesiapa Yang Engkau kehendaki. Engkaulah juga Yang memuliakan sesiapa Yang  Engkau kehendaki, dan Engkaulah Yang menghina sesiapa Yang Engkau kehendaki.  Dalam kekuasaan Engkaulah sahaja adanya Segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau  Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Melihat kepada situasi yang berlaku di Malaysia sekarang,  dapatlah dilihat bahawa seluruh rakyat Malaysia telah bersatu-padu dan  bermuafakat untuk bersama pada satu titik pertemuan. Apakah titik pertemuan itu?  Jelaslah bahawa titik tersebut merupakan cetusan kemahuan yang tinggi untuk  menentang kezaliman, menolak penindasan dan rasa cinta kepada kebenaran,  ketelusan dan kesejahteraan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Beberapa contoh sebelum pilihanraya jelas berlaku sebagai bukti  kesatuan ini. Pondok panas di negeri Kelantan yang diselenggarakan oleh kaum  cina, khutbah penganut kristian di gereja Batu Arang yang menyeru penganutnya  untuk memilih pemimpin yang adil, bersih dan tidak korup serta kesatuan  masyarakat India di satu tempat yang sanggup melancarkan ”derma jihad” bagi  menyokong calon Islam. Perkara-perkara ini jelas mempamerkan kesatuan mereka  pada titik yang saya sebutkan tadi.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kesatuan di antara kaum tanpa mengira agama ini juga dapat  dikaitkan dengan satu peristiwa yang diberi nama Halful Fudhul, perjanjian yang  berlaku di antara orang-orang kafir di zaman jahiliyah. Rasulullah bersabda jika  aku ada pada masa itu, maka aku mengiktiraf perjanjian tersebut kerana tujuannya  adalah untuk menolong orang-orang yang dizalimi. Peristiwa ini jelas menunjukkan  Islam mengiktiraf nilai sejagat yang tidak mengira kaum dan agama iaitu  kebenaran dan keadilan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apabila kita kembali menelusuri sirah nabi, dapat dianalisa  bahawa situasi kita sekarang seakan-akan menghampiri satu peristiwa penting  iaitu pembukaan Kota Makkah (Fathu Makkah). Sebelum kota Makkah dibuka, satu  perjanjian berat sebelah iaitu Perjanjian Hudaibiyah telah berlaku di antara  kafir quraisy dan nabi Muhammad s.a.w. Walau bagaimanapun, salah satu klausa  perjanjian itu memberi manfaat kepada kedua belah pihak iaitu ”tidak dibenarkan  peperangan di antara mana-mana pihak selama 10 tahun”.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tempoh masa 10 tahun itu digunakan sebaik-baiknya oleh  Rasulullah s.a.w untuk berdakwah. Islam telah mampu difahami dan disebarluaskan  tanpa prejudis dalam tempoh masa tersebut. Maka mengambil peluang titik  pertemuan yang saya huraikan sebelum ini, maka sekaranglah masanya wahai  muslimin dan muslimat untuk kita mempergiatkan usaha dakwah kita kepada seluruh  rakyat Malaysia untuk memahami Islam yang sebenar. Di sinilah medan yang sesuai  untuk kita mencambahkan tunas-tunas keimanan dan kebenaran di dalam hati seluruh  rakyat tanpa mengira latar belakang dan fahaman politik.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Namun, apa yang saya kesalkan di sebalik kejernihan dan  keterbukaan rakyat Malaysia hari ini ialah sikap segelintir kumpulan yang cuba  membangkitkan isu perkauman. Isu perkauman dalam konteks Malaysia kini tidak  timbul sama sekali. Sebagai mana bukti-bukti yang saya kemukakan pada huraian  titik pertemuan tersebut, sesiapa yang membangkitkan isu perkauman maka amat  jumud dan sempitlah pemikiran golongan ini.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Cuba kita analisa satu situasi secara profesional yang berlaku  selepas pilihanraya. Ketua Menteri Pulau Pinang bagi Kerajaan Pulau Pinang yang  baru, seorang yang berbangsa cina telah menaikkan elaun guru KAFA dan guru  Ta'mir di Pulau Pinang. Beliau juga ada membuat kenyataan akhbar (bukan akhbar  perdana) bahawa beliau ingin mengamalkan pemerintahan ala Umar Abdul Aziz. Apa  ertinya semua ini? Fikir-fikirkanlah. Selain itu, kita perlu faham bahawa  golongan kafir terbahagi kepada beberapa kategori seperti kafir zimmie, muaahad,  musta'man dan harbi. Berdasarkan kategori tersebut, hanya kafir Harbi yang wajib  diperangi manakala kesemua kategori kafir yang lain haram diperangi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Asbabun Nuzul bagi Surah An-Nasr yang saya lampirkan pada  permulaan artikel ini adalah peristiwa pembukaan Kota Makkah (Fathu Makkah).  Berkat usaha dakwah Rasulullah s.a.w maka akhirnya Rasulullah dapat membuka Kota  Makkah dengan aman tanpa peristiwa membalas dendam dan prejudis kaum. Nabi  mengkhabarkan dalam peristiwa Fathu Makkah bahawa sesiapa yang berada di dalam  Baitullah, maka dia adalah aman (selamat). Bahkan Nabi juga mengkhabarkan bahawa  sesiapa yang berada di dalam Rumah Abu Sufian (kafir quraisy) juga adalah  aman.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Merujuk kepada ayat ketiga dalam Surah An-Nasr, Allah menyeru  agar setelah kita menang, maka banyakkanlah bertasbih dan beristighfar. Hal ini  disebabkan resminya manusia yang mendapat kuasa mudah lupa diri dan lalai. Lalu  saya menyeru kepada parti-parti yang menang sama ada kerajaan mahupun  pembangkang, banyakkanlah bertasbih dan beristighfar. Islam mengajar kita untuk  bersikap adil, tidak lupa diri dan tidak membalas dendam.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ingatlah bahawa Allah berkuasa mencabut kekuasaan dan memberi  kekuasaan dalam sekelip mata sahaja. Maka, sempena Maulidur Rasul ini, marilah  kita jadikan Rasulullah sebagai Uswatun Hasanah dalam memimpin negara di mana  Rasulullah telah memaparkan Qudwah yang terbaik sewaktu menjadi ketua negara  Madinah.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="small"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ditulis oleh Ustaz Zamri&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;   &lt;a href="http://ustaz-zamri.com/"&gt;http://ustaz-zamri.com/&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/05/rasulullah-seorang-negarawan.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRKQn5vCyoOVaSkYP5hDTo6B-V5PwteflWmD49Tfv-K0w8IhhXc4COdbT3LBNy9n7W2xu5czVhtjaHb2lwoafzKv5xNTNDSJesQZpjXbizn-G8I470KLvKVUC0ei3t-sbOghl53Amro2Y/s72-c/undipopular1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-135738832499797010</guid><pubDate>Sat, 03 May 2008 14:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-20T01:44:28.859+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama dan Pendidikan</category><title>Amal Yang Diterima Allah</title><description>Dari Amirul Mukminin, Umar bin Khathab r.a., ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya segala amal perbuatan bergantung kepada niatnya dan tiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan mendapatkan pahala hijrah karena Allah dan Rasulullah. Barang siapa yang hijrahnya karena faktor duniawi yang akan ia dapatkan atau karena wanita yang akan ia nikahi, maka ia dalam hijrahnya itu ia hanya akan mendapatkan apa yang&lt;span class="fullpost"&gt; ia niatkan.” (H.R. Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi hadits di atas adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَمِيرِ اْلمُؤمِنِينَ أبي حَفْصٍ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى الله ورسوله فهجرته إلي الله ورسوله َمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ (رَوَاهُ البُخَارِي وَمُسْلِمُ)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini hanya diriwayatkan oleh satu alur sanad, yaitu alur sanad Yahya bin Said Al-Anshari dari Muhammad bin Ibrahim At-Taimi, dari ‘Alqamah bin Abi Waqash Al-Laitsi, dari Umar bin Khathab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Yahya bin Said Al-Anshari inilah kemudian banyak ulama dan ahli hadits yang meriwayatkan. Diriwayatkan lebih dari 200 orang rawi. Ada yang mengatakan bahwa yang meriwayatkan dari Yahya ini sekitar 500 orang. Di antara ulama yang meriwayatkan dari Yahya adalah Imam Malik, Ats-Tsauri, Al-Auza’i, Ibnu Mubarak, Al-Laits bin Saad, Hamad bin Zaid, Syu’bah, Ibnu ‘Uyainah dan ulama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama sepakat mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Imam Ahmad bahwa hadits ini adalah satu dari tiga hadits dasar-dasar Islam. Imam Syafii mengatakan bahwa hadits ini adalah sepertiga ilmu. Hadits ini masuk pada 70 bab fiqih. Abdurrahman bin Mahdi berkata, “Jika aku akan menulis satu bab, maka aku meletakkan hadits ini pada tiap bab. Barang siapa yang mau menyusun buku, maka mulailah dengan hadits ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama lain juga selalu menyebutkan hadits ini pada mukadimah kitabnya, seperti Imam Bukhari pada kitab Hadits Shahihnya. Karena itu pulalah penulis memulai rubrik ini dengan hadits niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menegaskan bahwa diterimanya amal perbuatan manusia tergantung keikhlasan kepada Allah. Al-Qur’an juga menegaskan dalam surat Al-Bayyinah ayat 5 dan Az-Zumar ayat 2-3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua penyakit hati yang bisa merusak amal manusia. Pertama adalah penyakit ujub dan yang kedua adalah penyakit riya. Dua penyakit ini akan mengakibatkan amal perbuatan manusia tidak bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Al-Qasim bin Al-Mukhaimarah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan menerima amal perbuatan yang di dalamnya masih terdapat riya walau sebesar biji sawi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama fiqih menegaskan bahwa niat adalah pembeda antara ibadah dan adat, membedakan antara satu ibadah dengan ibadah lainnya; misalnya mandi, bisa mandi untuk kesegaran, untuk kebersihan atau mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar atau mandi sunat shalat Jum’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, niat dalam Islam merupakan asas ibadah dan tempat niat itu ada di hati. Apabila seseorang niat shalat atau puasa di dalam hati, tanpa dilafalkan oleh lisan, maka sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ibadah-ibadah yang tidak dapat diwakili, karena لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى (seseorang akan mendapatkan apa yang ia niatkan) dan apa pula beberapa ibadah yang boleh diwakilkan, seperti zakat atau sembelih kurban atau menghajikan orang yang sudah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Fudhail bin ‘Iyadh mengomentari ayat, لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُم أَحْسَنُ عَمَلاً bahwa maksud dari amal yang ihsan (paling baik) adalah amal yang akhlash (paling ikhlas) dan yang ashwab (paling benar). Ada dua syarat diterimanya amal ibadah manusia, ikhlas dan benar. Amal perbuatan, termasuk ibadah yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata tetapi pelaksanaannya tidak sesuai dengan syariat Islam, maka amal tersebut tidak akan diterima Allah. Begitu juga sebaliknya, jika perbuatan dan ibadah dilakukan sesuai dengan syariat, tetapi yang melaksanakannya tidak semata-mata karena Allah, maka amalnya tidak diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang niat ikhlas ketika membangun masjid, tetapi dana untuk membangun masjid tersebut didapat dengan cara yang haram dan itu bertentangan dengan tuntunan agama, maka amalnya ditolak Allah. Seseorang yang niatnya ikhlas untuk shalat Subuh, tetapi pelaksanaannya sengaja dilebihkan rakaat karena semangat sampai 3 atau 4 rakaat, maka ibadahnya tidak diterima Allah. Semua ibadah atau perbuatan yang niatnya baik, tetapi dilakukan tidak berdasarkan syariat, maka tidak akan diterima oleh Allah. Begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang dimaksud dengan amal shalih seperti dalam surat Al-Kahfi ayat 110 disebutkan, “Barang siapa berharap berjumpa dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam perlu memahami makna hijrah yang lebih luas, yaitu meninggalkan negeri yang tidak dijalankan syariat ke negeri yang dijunjung syariat Islam. Selain ditentukan Allah dan Rasul-Nya, keutamaan tempat juga ditentukan oleh penghuninya. Dan keutamaan muslim ditentukan oleh ketaatan dan ketaqwaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda pernah mengirim surat kepada Salman Al-Farisi, “Berangkatlah ke sini, ke bumi muqaddas, bumi yang suci.” Salman pun membalas surat itu dan mengatakan, “Sesungguhnya bumi tidak akan membuat orang menjadi mulia, tetapi seorang hamba akan mulia dengan amalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman telah dipersaudarakan oleh Rasulullah saw dengan Abu Darda. Salman lebih menguasai hukum fiqih daripada Abu Darda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menguatkan pengertian ini, Allah menegaskannya ketika Dia berfirman kepada Musa a.s, “Aku akan perlihatkan kepadamu bumi orang-orang fasik” (Al-A’raf: 145), yaitu negeri para begundal bertubuh besar. Kemudian dengan perubahan penghuninya, negeri itu menjadi negeri orang-orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosial Kemasyarakatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan kata امْرِئٍ (seseorang) pada وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى merupakan suatu ungkapan yang tepat, karena ungkapan ini mencakup wanita dan pria. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak membedakan antara pria dan wanita dalam menjalankan syariah, seperti juga disebut dalam surat An-Nisa ayat 124, “Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengarahkan peran sosial kepada tugas pria dan wanita secara proporsional seperti disebut dalam surat At-Taubah ayat 71, “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada perbedaan pahala bagi pria atau wanita ketika beramal atau melakukan perbuatan baik. Semuanya sama di sisi Allah, siapa yang beramal ikhlas dan sesuai syariat, pria atau wanita, pasti akan mendapatkan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Barat memberikan kebebasan multak dengan emansipasinya kepada wanita atau Timur yang membelenggu hak-hak wanita Islam, Islam justru meletakkan wanita pada tempat yang layak sesuai dengan kodrat kewanitaannya. Islam tidak membelenggu kebebasan dan kemerdekaan wanita dan juga tidak melepaskannya sama seperti pria, tanpa memperhatikan kodrat kewanitaan yang berbeda dengan pria, seperti haidh, melahirkan, menyusui dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ungkapan Rasulullah saw. “فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى الله ورسوله فهجرته إلي الله ورسوله menunjukkan bahwa perintah hijrah pada masa Rasulullah saw. adalah perintah yang sangat penting dan melaksanakan perintah tersebut merupakan bagian dari strategi politik dakwah. Allah memerintahkan Rasulullah dan sahabat untuk membina masyarakat Islam di kota Yatsrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah secara bahasa berarti “tarku” (meninggalkan). “Hijrah ila syai” berarti “intiqal ilaihi ‘an ghairi” (berpindah kepada sesuatu dari sesuatu).&lt;br /&gt;Menurut istilah, hijrah berarti “tarku maa nahallahu ‘anhu” (meninggalkan sesuatu yang dilarang Allah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah menurut sejarah penetapan hukum (tarikh tasyri) adalah berpindahnya kaum muslimin dari kota Mekah ke kota Madinah, dan juga dari kota Mekah ke kota Habasyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian hijrah secara khusus dibatasi hingga penaklukan kota Mekah. Setelah itu hijrah dengan makna khusus sudah berakhir, maka tinggallah perintah hijrah dengan makna umum, yaitu berpindah dari negeri kafir ke negeri iman. Makna kedua ini berlaku setelah penaklukan kota Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah dalam sejarah perjuangan Rasul merupakan strategi dakwah Islam. Para sahabat berlomba-lomba melakukan hijrah, baik dari kota Mekah maupun dari negeri dan kawasan sekitar Mekah, karena mereka memahami bahwa hijrah adalah bagian dari syariat dan strategi dakwah Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melaksanakan perintah hijrah merupakan bagian dari strategi politik dakwah dan hukumnya wajib bagi para sahabat yang berada di luar kota Madinah. Allah memerintahkan Rasulullah saw dan sahabat untuk membina masyarakat Islam di kota Yatsrib. Hijrah dalam sejarah perjuangan Rasul merupakan strategi dakwah Islam. Para sahabat berlomba-lomba melakukan hijrah, baik dari kota Mekah maupun dari negeri dan kawasan sekitar Mekah, karena mereka memahami bahwa hijrah adalah bagian dari syariat dan strategi dakwah Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menjanjikan pahala yang besar bagi yang berhijrah dan menjadi catatan atau aib jika seorang muslim tidak berhijrah. Semangat hijrah adalah semangat mentaati pemimpin dan semangat melaksanakan kebijakan dakwah. Kesempatan untuk mendapatkan keutamaan hijrah pun dibatasi dengan takluknya kota Mekah. Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada lagi hijrah setelah penaklukan kota Mekah. Yang masih ada adalah jihad dan niat.” Kenapa, karena memang strategi hijrah pada masa Rasul saat itu adalah mengumpulkan kekuatan dari kota Mekah ke kota Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam riwayat dengan sanad yang lemah dari Ibnu Mas’ud, ia berkata, “Suatu perkataan tidak akan bermanfaat kecuali dengan perbuatan. Suatu perkataan dan perbuatan tidak bermanfaat kecuali dengan niat. Tidak akan bermanfaat suatu perkataan, perbuatan dan niat kecuali jika sesuai dengan syariat Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja dakwah yang sangat besar ini harus dipikul oleh banyak orang. Agar lebih rapih dan hasilnya maksimal, maka diperlukan pembagian kerja yang proporsional. Sehingga setiap job dan lapangan dakwah diisi oleh orang yang paham dan ahli. Jenis job dan pekerjaan itu sendiri tidaklah sama antara satu dengan yang lain. Ada yang menjadi pemimpin, ada yang dipimpin. Ada panglima, ada tentara. Ada ketua, ada anggota. Ada yang menjadi panitia, ada yang menjadi penceramah. Ada yang tampil, ada yang tidak tampil. Ada yang memimpin rapat, ada yang menyiapkan teh dan seterusnya. Semua di sisi Islam adalah sama, yaitu ibadah dan taat kepada Allah. Semua itu bergantung pada niat pelakunya. Jika semua bekerja dengan niat yang ikhlas, maka bangunan Islam akan tampak megah dan menarik. Tetapi jika masing-masing ingin tampil dan ingin dikenal, maka akan terlihat Islam penuh dengan umat yang saling baku hantam satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat bijak apa yang dikatakan oleh Ibnu Mubarak, “Berapa banyak pekerjaan yang kecil dan ringan, tetapi menjadi besar pahalanya karena niat. Dan berapa banyak pekerjaan yang besar, tetapi menjadi tidak bernilai karena niatnya tidak ikhlas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman dapat menjaga dan meningkatkan ma’nawiyah. Keikhlasan tidak boleh bergantung kepada orang lain, tetapi berdasarkan pemahaman bahwa Allahlah yang melihat, memberi balasan dan menghukum, bukan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menyaksikan saudara muslim kita yang lebih senior melakukan kekhilafan atau melanggar komitmen, maka hal itu tidak akan mengendorkan semangat dan keikhlasan dalam bekerja. Atau jika aktivis sudah banyak berbuat untuk dakwah, maka keikhlasannya tidak akan terganggu dan rusak hanya karena diberikan jabatan atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aktivis dakwah melihat para yuniornya tidak menghormati dan tidak menghargainya, maka dengan niat yang ikhlas dia tidak akan tersinggung, karena dia yakin bahwa apa yang pernah ia lakukan akan dicatat dan diberikan ganjaran oleh Allah, diketahui manusia atau tidak. Disebut-sebut oleh manusia atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan janganlah dijadikan alasan untuk tidak profesional dan tidak mau tampil. Profesionalisme merupakan karakter hamba yang dicintai Allah dan merupakan tuntutan amal da’wi dan amal tarbawi. Dengan kepribadian dan dengan profesionalisme seseorang dituntut untuk tampil ke depan agar masyarakat melihat citra Islam yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan dakwah harus memiliki tokoh dan sekarang saatnya bagi aktivis dakwah untuk ditokohkan di masyarakat melalui berbagai sarana. Masyarakat kita memerlukan tokoh bersih dan idealis. Semua upaya memunculkan tokoh janganlah dibenturkan dengan keikhlasan. Pemunculan tokoh dalam tiap bidang adalah bagian dari kerja dakwah jangka menengah dan jangka panjang. Proses ke sana itu harus dilakukan dengan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup kalam bahwa ikhlas adalah salah satu rahasia Allah yang tidak dapat diketahui oleh manusia, kecuali Allah saja dan orang yang bersangkutan. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk menilai seseorang, ikhlas atau tidak ikhlas. Wallahu a’lam.&lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/05/amal-yang-diterima-allah.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-1158101800312745847</guid><pubDate>Mon, 28 Apr 2008 16:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-21T03:26:31.333+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama dan Pendidikan</category><title>Hukum Rokok</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZCfSAVLMy5J59-5jIoRfRk7NYKp68_sjKp1rYY4bp8xyI1N0SXc3hxRSlS5Tl9D-Nd5oSAIMU8Q_1BxIrbypGiHfg9GtsJ3Se8eS-NPJ8aiidYX9SmuiaE-eGUXD5nuByEqIZ33HfGE0/s1600-h/smoking.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZCfSAVLMy5J59-5jIoRfRk7NYKp68_sjKp1rYY4bp8xyI1N0SXc3hxRSlS5Tl9D-Nd5oSAIMU8Q_1BxIrbypGiHfg9GtsJ3Se8eS-NPJ8aiidYX9SmuiaE-eGUXD5nuByEqIZ33HfGE0/s320/smoking.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202542362302296290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok terbukti mengandung berbagai-bagai jenis bahan kimia berbahaya, diantaranya ialah nikotin. Menurut pakar atau ahli kimia, telah jelas dibuktikan bahwa nikotin yang terdapat dalam setiap batang rokok atau pada daun tembakau adalah ternyata sejenis kimia memabukkan yang diistilahkan sebagai candu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam syara pula, setiap yang memabukkan apabila dimakan, diminum, dihisap atau disuntik pada seseorang maka ia di&lt;span class="fullpost"&gt; kategorikan sebagai candu atau dadah kerana pengertian atau istilah candu adalah suatu bahan yang telah dikenal pasti bisa memabukkan atau mengandung elemen yang bisa memabukkan. Dalam mengklasifikasikan hukum candu atau bahan yang memabukkan, jumhur ulama fikah yang berpegang kepada syara (al-Quran dan al- Hadith) sepakat menghukumkan atau memfatwakannya sebagai benda "Haram untuk dimakan atau diminum malah wajib dijauhi atau ditinggalkan". Pengharaman ini adalah jelas dengan berpandukan kepada hujah-hujah atau nas-nas dari syara sebagaimana yang berikut ini: "Setiap yang memabukkan itu adalah haram" H/R Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadith ini dengan jelas menegaskan bahawa setiap apa sahaja yang memabukkan adalah dihukum haram. Kalimah kullu (ßõáøõ)di dalam hadith ini bererti "setiap" yang memberi maksud pada umumnya, semua jenis benda atau apa saja benda yang memabukkan adalah haram hukumnya. Hadith ini dikuatkan lagi dengan hadith di bawah ini: "Setiap sesuatu yang memabukkan maka bahan tersebut itu adalah haram". H/R al-Bukhari, Muslim dan Abu Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadith di atas ini pula telah menyatakan dengan cukup terang dan jelas bahwa setiap apa saja yang bisa memabukkan adalah dihukum haram. Pada hadith ini juga Nabi Muhammad s.a.w menggunakan kalimah kullu (ßõáøõ) iaitu "Setiap apa saja", sama ada berbentuk cair, padat, debu (serbuk) atau gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang menolak kenyataan atau nas di atas ini kerana beralasan atau menyangka bahwa rokok itu hukumnya hanya makruh, bukan haram sebab rokok tidak memabukkan. Mungkin juga mereka menyangka rokok tidak mengandung candu dan kalau adapun kandungan candu dalam rokok hanya sedikit. Begitu juga dengan alasan yang lain, "menghisap sebatang rokok tidak terasa memabukkan langsung". Andaikan, alasan atau sangkaan seperti ini boleh diselesaikan dengan berpandukan kepada hadith di bawah ini: "Apa saja yang pada banyaknya memabukkan, maka pada sedikitnya juga adalah haram". H/R Ahmad, Abu Daud dan Ibn Majah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalaulah meneguk segelas arak hukumnya haram kerana ia benda yang memabukkan, maka walaupun setetes arak juga hukum pengharamannya tetap sama dengan segelas arak. Begitu juga dengan seketul candu atau sebungkus serbuk dadah yang dihukum haram. Secebis candu atau secubit serbuk dadah yang sedikit juga telah disepakati oleh sekalian ulama Islam dengan memutuskan hukumnya sebagai benda yang dihukumkan haram untuk dimakan, diminum, dihisap (disedut) atau disuntik pada tubuh seseorang jika tanpa ada sebab tertentu yang memaksakan atau keperluan yang terdesak seperti darurat kerana rawatan dalam kecemasan. Begitulah hukum candu yang terdapat di dalam sebatang rokok, walaupun sedikit ia tetap haram kerana dihisap tanpa adanya sebab-sebab yang memaksa dan terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sepotong hadith sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi Muhammad s.a.w telah mengkategorikan setiap yang memabukkan itu sebagai sama hukumnya dengan hukum arak. Seorang yang benar-benar beriman dengan kerasulan Nabi Muhammad s.a.w tentulah meyakini bahawa tidak seorangpun yang layak untuk menentukan hukum halal atau haramnya sesuatu perkara dan benda kecuali Allah dan RasulNya. Tidak seorangpun berhak atau telah diberi kuasa untuk merubah hukum yang telah ditetapkan oleh Allah melalui Nabi dan RasulNya kerana perbuatan ini ditakuti boleh membawa kepada berlakunya syirik tahrif, syirik ta'til atau syirik tabdil. Hadith yang mengkategorikan setiap yang memabukkan sebagai arak sebagaimana yang di dimaksudkan ialah: "Setiap yang memabukkan itu adalah arak dan setiap (yang dikategorikan) arak itu adalah haram". H/R Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkara ini ada yang berkata bahawa rokok itu tidak sama dengan arak. Mereka beralasan bahawa rokok atau tembakau itu adalah dari jenis lain dan arak itu pula dari jenis lain yang tidak sama atau serupa dengan rokok. Memanglah rokok dan arak tidak sama pada ejaan dan rupanya, tetapi hukum dari kesan bahan yang memabukkan yang terkandung di dalam kedua-dua benda ini (rokok dan arak) tidak berbeza di segi syara kerana kedua benda ini tetap mengandungi bahan yang memabukkan dan memberi kesan yang memabukkan kepada pengguna atau penagihnya. Tidak kira sedikit atau banyaknya kandungan yang terdapat atau yang digunakan, yang menjadi perbincangan hukum ialah bendanya yang boleh memabukkan, sama ada dari jenis cecair, pepejal, serbuk atau gas apabila nyata memabukkan sama ada kuantitinya banyak atau sedikit maka hukumnya tetap sama, iaitu haram sebagaimana keterangan dari hadith sahih di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadith yang lain, Nabi Muhammad s.a.w mengkhabarkan bahawa ada di kalangan umatnya yang akan menyalahgunakan benda-benda yang memabukkan dengan menukar nama dan istilahnya untuk menghalalkan penggunaan benda-benda tersebut: "Pasti akan berlaku di kalangan manusia-manusia dari umatku, meneguk (minum/hisap/sedut/suntik) arak kemudian mereka menamakannya dengan nama yang lain". H/R Ahmad dan Abu Daud.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seseorang yang benar-benar beriman dan ikhlas dalam beragama, tentunya tanpa banyak persoalan atau alasan akan mentaati semua nas-nas al-Quran dan al-hadith yang nyata dan jelas di atas. Orang-orang yang beriman akan berkata dengan suara hati yang ikhlas, melafazkan ikrar dengan perkataan serta akan sentiasa melaksanakan firman Allah yang terkandung di dalam al-Quran : "Kami akan sentiasa dengar dan akan sentiasa taat". Tidaklah mereka mahu mencontohi sikap dan perbuatan Yahudi yang dilaknat dari dahulu sehinggalah sekarang kerana orang-orang Yahudi itu apabila diajukan ayat-ayat Allah kepada mereka maka mereka akan menentang dan berkata : "Kami sentiasa dengar tetapi kami membantah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh iman seorang Muslim yang sejati ialah suatu peristiwa yang mengisahkan seorang sahabat yang terus menuangkan gelas sisa-sisa arak yang ada padanya ke tanah tanpa soal dan bicara sebaik sahaja turunnya perintah pengharaman arak. Hanya iman yang mantap dapat mendorong seseorang mukmin sejati dalam mentaati segala perintah dan larangan Allah yang menjanjikan keselamatannya di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah Nabi Muhammad s.a.w telah menjelaskan melalui hadith-hadith baginda di atas bahawa setiap yang boleh memabukkan apabila dimakan, diminum atau digunakan (tanpa ada sebab-sebab keperluan atau terpaksa), maka ia dihukum sebagai benda haram dan ia dianggap sejenis dengan arak. Penghisapan dadah nikotin yang terdapat di dalam rokok bukanlah sesuatu yang wajib atau terpaksa dilakukan seumpama desakan dalam penggunaan dadah kerana adanya sebab-sebab tertentu seperti desakan semasa menjalani rawatan atau sebagainya. Sebaliknya, penghisapan rokok dimulakan hanya kerana tabiat ingin suka-suka yang akibatnya menjadi suatu ketagihan yang memaksa si penagih melayani kehendak nafsunya. Dalam pada itu, tanpa kesedaran, ia telah membeli penyakit dan menambah masalah, mengundang kematian dan tidak secara langsung ia telah melakukan kezaliman terhadap diri sendiri di samping mengamalkan pembaziran yang amat ditegah oleh syara (haram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dadah (bahan yang memabukkan) telah disamakan hukumnya dengan arak oleh Nabi Muhammad s.a.w disebabkan kedua-dua benda ini boleh memberi kesan mabuk dan ketagihan yang serupa kepada penggunanya (penagih arak dan dadah). Melalui kaedah (cara pengharaman) yang diambil dari hadith Nabi di atas, dapatlah kita kategorikan jenis dadah nikotin yang terdapat di dalam rokok sama hukumnya dengan arak dan semua jenis dadah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, rokok atau tembakau yang sudah terbukti mengandungi dadah nikotin adalah haram pengambilannya kerana nikotin sudah ternyata adalah sejenis dadah yang boleh membawa kesan mabuk atau memabukkan apabila digunakan oleh manusia. Malah dadah ini akan menjadi lebih buruk lagi setelah mengganggu kesihatan seseorang penggunanya sehingga penderitaan akibat penyakit yang berpunca dari rokok tersebut mengakibatkan kematian. Rokok pastinya menambahkan racun (toksin) yang terkumpul di dalam tubuh badan sehingga menyebabkan sel-sel dalam tubuh seseorang itu mengalami kerosakan, mengganggunya daripada berfungsi dengan baik dan membuka kepada serangan kuman dan barah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pengambilan rokok yang mengandungi bahan yang memabukkan dianggap haram kerana nyata ia digolongkan sejenis dengan arak (ÎÜóãúÑñ) oleh Nabi Muhammad s.a.w maka di dalam hadith dan al-Quran pula terdapat amaran keras dari Allah dan RasulNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Abu Musa berkata : Bersabda Rasulullah saw : Tiga orang tidak masuk syurga. Penagih arak, orang yang membenarkan sihir dan pemutus silaturrahmi". H/R Ahmad dan ibn Hibban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka bertanya kepada engkau tentang arak dan perjudian, katakanlah bahawa pada keduanya itu dosa yang besar". Al Baqarah:219.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, bahawasanya arak , judi, (berkorban untuk) berhala dan bertenung itu adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan, sebab itu hendaklah kamu meninggalkannya semuga kamu beroleh kejayaan". Al Maidah:90.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadith di atas Nabi Muhammad s.a.w telah mengkhabarkan bahawa penagih arak tidak masuk dan dalam ayat di atas pula, Allah mengkategorikan arak (khamar) sejajar dengan berhala dan bertenung sebagai perbuatan keji (kotor) yang wajib dijauhi oleh akal yang sihat. Perkataan "rijs" ini tidak digunakan dalam al-Quran kecuali terhadap perkara-perkara yang sememangnya kotor dan jelek. Perbuatan yang buruk, kotor, buruk dan jelek ini tidak lain mesti berasal daripada perbuatan syaitan yang sangat gemar membuat kemungkaran sebagaimana amaran Allah selanjutnya yang menekankan bahwa: "Sesungguhnya syaitan termasuk hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamar dan judi itu dan menghalangi kamu dari mengingati Allah dan sembahyang. Apakah kamu tidak mahu berhenti?". Al Maidah:91.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru itu Allah menyeru supaya berhenti daripada perbuatan ini dengan ungkapan yang tajam : "Apakah kamu tidak mahu berhenti?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang mukmin yang ikhlas tentunya menyahut seruan ini sebagaimana Umar r.a ketika mendengar ayat tersebut telah berkata: "Kami berhenti, wahai Tuhan kami, Kami berhenti, wahai Tuhan kami".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utsman bin 'Affan r.a juga telah berwasiat tentang benda-benda yang memabukkan yang telah diistilahkan sebagai khamar (ÎãÑ) "arak". Sebagaimana wasiat beliau: "Jauhkanlah diri kamu dari khamar (benda yang memabukkan), sesungguhnya khamar itu ibu segala kerosakan (kekejian/kejahatan)". Lihat : Tafsir Ibn Kathir Jld.2, M/S. 97.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyangka bahawa rokok walaupun jelas setaraf klasifikasinya dengan arak boleh dijadikan ubat untuk mengurangkan rasa tekanan jiwa, tekanan perasaan, kebosanan dan mengantuk. Sebenarnya rokok tidak pernah dibuktikan sebagai penawar atau dapat dikategorikan sebagi ubat kerana setiap benda haram terutamanya apabila dibuktikan mengandungi bahan memabukkan tidak akan menjadi ubat, tetapi sebaliknya sebagaimana hadith Nabi s.a.w: "Telah berkata Ibn Masoud tentang benda yang memabukkan : Sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan ubat bagi kamu pada benda yang Ia telah haramkan kepada kamu". H/R al-Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Telah berkata Waail bin Hujr : Bahawa Tareq bin Suwid pernah bertanya kepada Nabi s.a.w tenang pembuatan arak, maka Nabi menegahnya. Maka baginda bersabda : Penulis membuatnya untuk (tujuan) perubatan. Maka Nabi bersabda : Sesungguhnya arak itu bukan ubat tetapi penyakit". H/R Muslim dan Turmizi. Allohu a’lam.&lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/04/hukum-rokok.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZCfSAVLMy5J59-5jIoRfRk7NYKp68_sjKp1rYY4bp8xyI1N0SXc3hxRSlS5Tl9D-Nd5oSAIMU8Q_1BxIrbypGiHfg9GtsJ3Se8eS-NPJ8aiidYX9SmuiaE-eGUXD5nuByEqIZ33HfGE0/s72-c/smoking.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-5500290227322072558</guid><pubDate>Sun, 27 Apr 2008 04:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-21T03:31:58.371+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama dan Pendidikan</category><title>Perlukah Wanita ke Masjid?</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFpRF0pp8PzyH-D98UsKGNQOKpd9J3gcU4llWWsK3_daTq9iZs3pnDErN8KP7uV3PNmmcX1U9HcO9rkMHIy_e0Ck8Rof64TH2hTP2iIcaoRtz6fQuvnDbhI65s61RSj7HF_exJRQOhkLc/s1600-h/wanita+masjid.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFpRF0pp8PzyH-D98UsKGNQOKpd9J3gcU4llWWsK3_daTq9iZs3pnDErN8KP7uV3PNmmcX1U9HcO9rkMHIy_e0Ck8Rof64TH2hTP2iIcaoRtz6fQuvnDbhI65s61RSj7HF_exJRQOhkLc/s400/wanita+masjid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202544879153131778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="style108"&gt;S&lt;/span&gt;ering kita dengar para ustaz menyatakan bahawa wanita tidak digalakkan ke masjid. Tetapi ada juga di kalangan muslimat yang bertanya tentang logiknya larangan ini. Ini kerana bagi mereka, kenapa hanya larangan ke masjid yang dicanang, tetapi tidak pula dicanang larangan ke tempat-tempat yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita melihat kepada hukum solat berjemaah kepada wanita di masjid, kita akan dapati para ulamak sepakat menyatakan bahawa solat jemaah tidaklah wajib kepada kaum wanita. Ini ada&lt;span class="fullpost"&gt; disebutkan oleh al-Hafiz Ibn Hazm dalam kitabnya al-Muhalla. Kita juga dapati sebahagian daripada mereka memakruhkan bagi wanita untuk ke masjid, terutamanya kepada para pemudi. Dan alasan yang biasa diberikan adalah kerana bimbangkan fitnah. Dan kita juga dapati bahawa mereka telah sepakat menyatakan bahawa tuntutan solat berjemaah kepada kaum wanita tidaklah sama seperti kepada kaum lelaki. Berkata Imam Nawawi dalam kitabnya al-Majmu': “terdapat beberapa perbezaan antara lelaki dan perempuan dalam hukum solat berjemaah, antaranya ialah: tuntutannya tidaklah sama seperti tuntutan kepada kaum lelaki”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan ulamak pula mengaggap bahawa solat di rumah adalah lebih baik bagi kaum wanita berbanding di masjid. Pendapat mereka ini bersesuaian dengan Sabda Nabi s.a.w.: “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;…dan rumah kediaman mereka adalah lebih baik bagi mereka”.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Riwayat Imam Ahmad dan Abu Daud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau bagaimana pun, kita juga dapati bahawa para ulamak sepakat tidak mengharamkan mereka ke masjid. Berkata al-Imam Ibnul Jauzi: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Harus bagi seorang perempuan untuk keluar ke masjid untuk solat berjemaah bersama kaum lelaki”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (Lihat: Ahkamun Nisa', m/s 36, cetakan pertama, Matbaah al-Halabi, Mesir, 1994).Bahkan ada di kalangan mereka yang menganggap bahawa elok juga bagi kaum wanita untuk datang solat berjemaah di masjid. Berkata al-Hafiz Ibn Hazm dalam kitabnya al-Muhalla: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Jika hadir seorang wanita ke masjid untuk bersolat berjemaah bersama kaum lelaki, maka itu adalah satu perkara yang baik”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; . Dan ini adalah pendirian mazhab Zohiri. Bagi mereka hadis yang menyatakan kelebihan solat berjemaah mengatasi solat bersendirian dengan 27 darjat tidak boleh dikhususkan untuk kaum lelaki sahaja. Lihat al-Mufassal Fi Ahkamil Mar'ah, jilid 1, m/s 212.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada nas yang jelas melarang wanita ke masjid, bahkan nas yang ada hanyalah menyatakan bahawa solat di rumah adalah lebih baik. Nas ini adalah penutup kepada hadis yang menyatakan bahawa mereka perlu diberikan keizinan untuk ke masjid. Sabda Nabi s.a.w.: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Jangan kamu menegah kaum wanita ke masjid-masjid, dan (solat mereka di) rumah-rumah mereka adalah lebih baik"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Hadis sohih riwayat Abu Daud, Kitabus Solah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terdapat juga kata-kata Siti Aisyah yang seolah-olah menunjukkan bahawa kaum wanita dilarang ke masjid. Aisyah berkata: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Kalaulah Rasulullah s.a.w. melihat apa yang telah dilakukan oleh wanita sekarang (zaman beliau), nescaya baginda akan melarang mereka (ke masjid), sebagaimana telah dilarang perempuan Bani Israil.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Riwayat Imam Bukhari. Berkata al-Hafiz Ibn Hajar al-Asqalani: “..kata-kata Aisyah itu tidaklah mengubahkan hukum (yang sedia ada). Ini kerana beliau gantungkan (larangan) tadi dengan satu syarat yang tidak wujud, yang hanya berdasarkan sangkaan beliau sahaja. Perkataan beliau: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Kalaulah Rasulullah s.a.w. melihat”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; boleh (dijawab dengan) dikatakan bahawa baginda tidak melihatnya dan tidak melarangnya. Maka kekallah hukum (yang asal, iaitu tiada larangan). Bahkan Aisyah sendiri tidaklah secara jelas melarang, sekalipun perkataannnya itu menunjukkan bahawa beliau seolah-olah melarangnya. Lagipun Allah SWT telah pun mengetahui apa yang akan dilakukan oleh para wanita, dan Dia tidaklah mewahyukan kepada NabiNya untuk melarang mereka. Kalaulah apa yang mereka lakukan itu memerlukan dilarang mereka ke masjid, maka melarang mereka ke pasar-pasar adalah lebih utama. Lihat Fathul Bari, kitabul Azan, juz 2, m/s 445.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana inilah mereka juga perlu diberikan keizinan untuk pergi solat berjemaah di masjid, walaupun pada malam hari. Sabda Rasulullah s.a.w. seperti yang diriwayatkan oleh Ibn Umar: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Berilah keizinan kepada wanita-wanita kamu untuk ke masjid pada malam hari"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Lihat: Ahkamun Nisa', m/s 39. Kaum wanita di zaman Rasulullah s.a.w. juga menghadiri solat berjemaah di masjid, dan Rasulullah s.a.w. tidaklah menghalang mereka. Bahkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Aisyah menyatakan bahawa kaum muslimat datang berjemaah solat subuh bersama Rasulullah s.a.w., dan mereka tidaklah dapat dicam kerana hari masih gelap (sekalipun sudah ada cahaya pagi). Isteri-isteri Rasulullah s.a.w. pula, bukan sahaja datang ke masjid, bahkan mereka juga beriktikaf di masjid di bulan Ramadhan. Semua nas ini dengan jelas menunjukkan bahawa wanita harus untuk ke masjid dan kita tidak sepatutnya menghalang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah kaum wanita dihalang ke masjid atas alasan fitnah, maka kenapa kita tidak menghalang anak-anak perempuan kita ke sekolah atas alasan yang sama? Tidakkah fitnah pergaulan bebas di sekolah lebih teruk daripada di masjid? Tidakkah gangguan yang bakal dihadapi mereka semasa ke sekolah atau ke kolej dan di kolej atau universiti itu lebih besar daripada ke masjid? Kenapakah mereka dihalang ke masjid yang berdekatan dengan rumah mereka, tetapi tidak dihalang ke kolej atau universiti yang jaraknya lebih jauh? Kenapakah anak-anak perempuan kita atau isteri-isteri kita dibenarkan ke tempat kerja, shopping kompleks, ke pasar-pasar bahkan ke semua tempat kecuali tempat yang paling mulia, iaitu rumah-rumah Allah? Kenapakah wanita Islam dihalang ke masjid-masjid, sedangkan wanita-wanita Kristian, Yahudi dan sebagainya tidak dihalang ke kuil atau gereja? Adakah wanita yang sedang beribadat di dalam masjid itu lebih buruk dan lebih besar fitnahnya berbanding dengan yang sedang menonton tv di rumah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, kalaulah kita ingin berbincang mengenai hukum wanita ke masjid , kita jangan hanya melihat kepada hukum solat berjemaah yang ditulis dalam kitab-kitab Fiqh. Ini kerana hukum tersebut hanya untuk hukum datang berjemaah ke masjid. Padahal kita juga perlu melihat bahawa masjidlah tempat penyebaran ilmu dan kefahaman mengenai Islam. Kerana inilah Dr Yusof al-Qardawi berkata: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Solat seorang perempuan di rumahnya itu lebih baik jika dia ke masjid hanya untuk berjemaah, tanpa sebarang faedah lain, tetapi jika ada faedah yang lain seperti mendengar tazkirah keagamaan, mempelajari sesuatu ilmu atau mendengar bacaan al-Qur'an daripada qari yang khusyuk, maka pergi ke masjid itu adalah lebih baik"&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Ini kerana kewajiban belajar agama dan mendengar tazkirah bukan tertentu untuk golongan lelaki sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan terdapat hadis yang khusus yang menyatakan kelebihan belajar di masjid. Sabda Nabi s.a.w.:&lt;em&gt;&lt;strong&gt; “Sesiapa yang datang ke masjid dan tidak ada tujuan baginya melainkan mempelajari kebaikan atau mengajarnya, maka baginya pahala haji yang sempurna”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Hadis riwayat Tobarani dan al-Albani mengangapnya sohih. Lihat Sohih Targhib wat Tarhib, m/s 38.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan lagi, ramai di kalangan kita yang tidak mengajarkan anak isteri mereka mengenai Islam, samada kerana tidak mampu atau tidak mempunyai masa. Dan kalaulah kita sudah pun mengajarkan mereka agama sekalipun, adakah kita mampu memberikan tazkirah yang boleh mengetuk pintu hati mereka (seperti para ustaz di masjid) supaya mereka nampak keagungan Allah SWT dan ingin mendekatkan diri kepadaNya serta menyucikan hati nurani mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah dunia sekarang sedang memberikan kepada para wanita segala hak mereka samada dari sudut ekonomi, politik, sosial dsbg, kenapakah hak mereka untuk berada di rumah Allah dan mendekatkan diri mereka kepada Yang Maha Pencipta dihalang? Tidakkah hak ini tidak kurang pentingnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau bagaimana pun, wanita perlu meminta keizinan suami atau wali untuk ke masjid. Dan tidak patut bagi seorang ayah atau seorang suami untuk menghalang kecuali ada sebab yang munasabah. Dan mereka juga hendaklah menjaga adab-adab berikut:-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluar dalam keadaan menutup aurat dan berpakaian sopan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak bersolek dan memakai bau-bauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Lebih elok dalam keadaan ditemani dengan mahram, suami, atau kawan-kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mengakhiri artikel ini, saya akan naqalkan kata-kata Dr Yusof al-Qardhawi dalam perkara ini. Beliau berkata: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Sebahagian daripada kaum lelaki sekarang ini telah pun keterlaluan dalam masalah wanita, dan mereka langsung tidak menyokong fikrah harusnya wanita ke masjid, walau dalam keadaan apa sekalipun. Walaupun ada dinding yang kukuh yang membataskan antara lelaki dan perempuan di masjid, yang mana dinding seperti ini tidak pun ada pada zaman Rasulullah s.a.w..&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Katanya lagi: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Ini semua adalah disebabkan oleh kerana keterlaluan dan kurangnya kesedaran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Saya juga di sini ingin menyeru (terutamanya kepada para ustaz), sebagaimana seruan Syeikh Dr Yusuf Qardhawi: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Sesungguhnya saya tanpa segan menyeru supaya bukakanlah kepada para perempuan untuk ke rumah-rumah Allah, supaya mereka juga dapat mencari kebaikan, mendengar peringatan dan mempelajari agama. Keluar mereka ini sedikit sebanyak boleh memberikan kegembiraan kepada mereka (dalam perkara yang bukan maksiat), selagi mana mereka keluar dalam keadaan bersopan, menutup aurat dan tanpa solekan yang diharamkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Maklumat Penulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tuan Mohd Sapuan Tuan Ismail&lt;br /&gt;Sarjana Muda Syariah &amp;amp; Pengajian Islam, Univ. Mu'tah, Jordan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tasekpauh.blogspot.com/"&gt;http://tasekpauh.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;UPI, KIAS&lt;br /&gt;0136353463&lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/04/perlukah-wanita-ke-masjid.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFpRF0pp8PzyH-D98UsKGNQOKpd9J3gcU4llWWsK3_daTq9iZs3pnDErN8KP7uV3PNmmcX1U9HcO9rkMHIy_e0Ck8Rof64TH2hTP2iIcaoRtz6fQuvnDbhI65s61RSj7HF_exJRQOhkLc/s72-c/wanita+masjid.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-8329620680133424108</guid><pubDate>Sat, 26 Apr 2008 15:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-20T01:54:36.269+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama dan Pendidikan</category><title>Memelihara Hubungan Silaturrahim</title><description>Hubungan Keluarga Mendatangkan Keberkatan Rezeki Dan Usia. Rasullullah bersabda: "Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya, dan dipanjangkan usianya, hendaklah ia memelihara hubungan silaturrahim". (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, Ali Karramallahu wajhahu berkata, bahawa Nabi SAW bersabda, "Siapa yang suka usianya dipanjangkan, rezekinya dilapangkan, dan dicegah dari kematian yang buruk, hendaklah bertakwa kepada Allah dan&lt;span class="fullpost"&gt; memelihara hubungan kekeluargaan". (HR Abdullah bin Al-Imam Ahmad )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Abu Ayub bahawa seorang badui menahan Rasullullah SAW ketika baginda dalam perjalanan, lalu memegangi tali unta baginda, seraya berkata, "Ya Rasullullah, beritahukan kepada saya hal-hal yang dapat mendekatkan saya ke syurga, dan menjauhkan saya dari neraka!" Nabi SAW terdiam sejenak. Kemudian baginda melihat kepada para sahabatnya, lalu bersabda, "Orang ini mendapat petunjuk!" Lalu baginda menoleh kepada orang itu dan berkata, "Apa yang engkau tanyakan?" Si badui itu mengulangi lagi pertanyaanya. Maka sabda Nabi SAW menjelaskan, "Engkau mengabdi kepada Allah dan jangan menyekutukanNya dengan apapun, menegakkan solat, mengeluarkan zakat dan menyambungkan tali silaturrahim. Kini lepaskan unta itu!" Sesudah orang itu berlalu Rasullullah bersabda, "Kalau orang itu melaksanakan apa-apa yang saya perintahkan, ia akan masuk syurga". ( HR Bukhari dan Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullullah bersabda: "Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya, dan dipanjangkan usianya, hendaklah ia memelihara hubungan silaturrahim". (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, Ali Karramallahu wajhahu berkata, bahawa Nabi SAW bersabda, "Siapa yang suka usianya dipanjangkan, rezekinya dilapangkan, dan dicegah dari kematian yang buruk, hendaklah bertakwa kepada Allah dan memelihara hubungan kekeluargaan". (HR Abdullah bin Al-Imam Ahmad )&lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/04/memelihara-hubungan-silaturrahim_26.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-7026073189379208187</guid><pubDate>Sat, 26 Apr 2008 15:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-20T01:42:50.427+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah Teladan</category><title>Amalan Mulia Isteri Rasulullah</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Isteri Nabi yang paling banyak sedekahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab binti Jahsy adalah putri dari bibi Rasulullah yang bernama&lt;br /&gt;Umaymah binti Abdul Muthalib bin Hasyim. Zainab adalah seorang wanita&lt;br /&gt;yang cantik jelita dari kaum bangsawan yang terhormat. Dipandang dari&lt;br /&gt;ayahnya, Zainab adalah keturunan suku Faras yang berdarah bangsawan&lt;br /&gt;tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dinikahkan Rasulullah dengan anak angkat kesayangannya Zaid bin&lt;br /&gt;Haritsah. Tetapi pernikahan itu tidak berlangsung lama, mereka&lt;br /&gt;akhirnya bercerai. Kemudian&lt;span class="fullpost"&gt; Allah memerintahkan Nabi Muhammad S.A.W&lt;br /&gt;untuk menikahi Zainab. "Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan&lt;br /&gt;terhadap isterinya ( menceraikannya ). Kami kawinkan kamu dengan dia&lt;br /&gt;supaya tidak Ada keberatan bagi orang mu`min untuk ( mengahwini )&lt;br /&gt;isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu&lt;br /&gt;telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adapun&lt;br /&gt;ketetapan Allah itu pasti terjadi." (Q.S.33:37 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhori meriwayatkan dari Anas, Zainab sering berkata, "Aku berbeza&lt;br /&gt;dari isteri-isteri Rasulullah S.A.W yang lainnya. Mereka dikahwinkan&lt;br /&gt;oleh ayahnya, atau saudaranya, atau keluarganya, tetapi aku&lt;br /&gt;dikahwinkan Allah dari langit."&lt;br /&gt;Zainab adalah seorang wanita berhati lembut Dan penuh kasih sayang,&lt;br /&gt;suka menolong fakir miskin Dan kaum lemah. Dia senang sekali memberi&lt;br /&gt;sedekah, terutama kepada anak yatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah bersabda kepada isterinya, "Yang paling dahulu&lt;br /&gt;menyusulku kelak adalah yang paling murah tangannya." Maka&lt;br /&gt;berlumba-lumbalah isteri beliau memberikan sedekah kepada fakir&lt;br /&gt;miskin. Namun tak Ada yang bisa mengalahkan Zainab dalam memberikan&lt;br /&gt;sedekah. Dari Aisyah r.a berkata, "Zainab binti Jahsy adalah seorang&lt;br /&gt;dari isteri-isteri Nabi yang aku muliakan. Allah S.W.T menjaganya&lt;br /&gt;dengan ketaqwaan Dan saMengapa?, apakah kerana Rasulullah memberikan belanja yang lebih&lt;br /&gt;terhadap  Zainab ? Tidak, Rasulullah S.A.W tidak pernah berbuat seperti&lt;br /&gt;itu. Lalu dari  manakah Zainab mendapatkan Wang untuk sedekah ? Ia&lt;br /&gt;memiliki berbagai macam  keahlian. Ia bisa menyamak kulit, memintal&lt;br /&gt;serta menenun kain sutra, hasilnya  dijual Dan disedekahkan. Hal itulah&lt;br /&gt;yang menyebabkan wanita cantik isteri  Rasulullah ini bersedekah lebih&lt;br /&gt;banyak dari yang lainnya.&lt;br /&gt;ya belum pernah melihat wanita yang lebih baik&lt;br /&gt;Dan lebih banyak sedekahnya Dan selalu menyambung silaturahim Dan&lt;br /&gt;selalu mendekatkan dirinya kepada Allah selain Zainab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa?, apakah kerana Rasulullah memberikan belanja yang lebih&lt;br /&gt;terhadap Zainab ? Tidak, Rasulullah S.A.W tidak pernah berbuat seperti&lt;br /&gt;itu. Lalu dari manakah Zainab mendapatkan Wang untuk sedekah ? Ia&lt;br /&gt;memiliki berbagai macam keahlian. Ia bisa menyamak kulit, memintal&lt;br /&gt;serta menenun kain sutra, hasilnya dijual Dan disedekahkan. Hal itulah&lt;br /&gt;yang menyebabkan wanita cantik isteri Rasulullah ini bersedekah lebih&lt;br /&gt;banyak dari yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah wafat, Zainab memperbanyak usahanya, agar bisa&lt;br /&gt;melipat gandakan uang yang diterimanya. Ketika IA mendapat bagian&lt;br /&gt;harta dari Baitul Mal dimasa khalifah Umar r.a dia berdoa, "Ya Allah&lt;br /&gt;janganlah harta ini penyebab fitnah." Segera IA bagikan harta itu&lt;br /&gt;kepada yatim piatu Dan fakir miskin. Mendengar itu Umar r.a mengirim&lt;br /&gt;lagi, tetapi Zainab membagi - bagikannya lagi kepada yatim piatu Dan&lt;br /&gt;fakir miskin. Wanita pemurah itu wafat pada tahun 44H pada masa&lt;br /&gt;Khalifah Muawiyah. Wallahu a`lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Disarikan dari Shifatush Shofwah, Ibnu Jauzi Dan Qishhshu An-Nisa If&lt;br /&gt;Al Qur`an Al-Karim, Jabir Asyyaal )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;Dari: xx zatul-san xx&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/04/amalan-mulia-isteri-rasulullah_1742.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-4722308408652638677</guid><pubDate>Sat, 26 Apr 2008 15:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-26T23:39:40.642+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tv</category><title>Al-Jazeera [High Quality] (Qatar)</title><description>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;WARNING!!: LONG BUFFERING (more than 1 minute)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Jazeera (meaning "The Peninsula", referring to the Arabic name for the Arabian Peninsula) is a television network headquartered in Doha, Qatar. Initially launched as an Arabic news and current affairs satellite TV channel with the same name, Al Jazeera has since expanded into a network with several outlets, including the Internet and specialty TV channels, in multiple languages, and in several regions of the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object classid="clsid:6BF52A52-394A-11D3-B153-00C04F79FAA6" codebase="http://activex.microsoft.com/activex/controls/mplayer/en/nsmp2inf.cab#Version=5,1,52,701" height="300" width="325"&gt;&lt;br /&gt; &lt;param name="width" value="325"&gt;&lt;br /&gt; &lt;param name="height" value="300"&gt;&lt;br /&gt; &lt;param name="src" value="http://www.freeetv.com/images/stream/asx/waaatch_aj_aljazeera.asx"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;param name="url" value="http://www.freeetv.com/images/stream/asx/waaatch_aj_aljazeera.asx"&gt;&lt;br /&gt; &lt;param name="url" value="http://www.freeetv.com/images/stream/asx/waaatch_aj_aljazeera.asx"&gt;&lt;br /&gt; &lt;embed type="application/x-mplayer2" src="http://www.freeetv.com/images/stream/asx/waaatch_aj_aljazeera.asx" height="300" width="325"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/04/al-jazeera-high-quality-qatar.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total><enclosure length="1616" type="video/x-ms-asf" url="http://www.freeetv.com/images/stream/asx/waaatch_aj_aljazeera.asx"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>WARNING!!: LONG BUFFERING (more than 1 minute) Al-Jazeera (meaning "The Peninsula", referring to the Arabic name for the Arabian Peninsula) is a television network headquartered in Doha, Qatar. Initially launched as an Arabic news and current affairs satellite TV channel with the same name, Al Jazeera has since expanded into a network with several outlets, including the Internet and specialty TV channels, in multiple languages, and in several regions of the world.</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</itunes:author><itunes:summary>WARNING!!: LONG BUFFERING (more than 1 minute) Al-Jazeera (meaning "The Peninsula", referring to the Arabic name for the Arabian Peninsula) is a television network headquartered in Doha, Qatar. Initially launched as an Arabic news and current affairs satellite TV channel with the same name, Al Jazeera has since expanded into a network with several outlets, including the Internet and specialty TV channels, in multiple languages, and in several regions of the world.</itunes:summary><itunes:keywords>Tv</itunes:keywords></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-8692224364515357630</guid><pubDate>Fri, 25 Apr 2008 16:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-26T08:27:38.245+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tv</category><title>Saudi 1 (Saudi Arabia)</title><description>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;General channel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object classid="clsid:6BF52A52-394A-11D3-B153-00C04F79FAA6" codebase="http://activex.microsoft.com/activex/controls/mplayer/en/nsmp2inf.cab#Version=5,1,52,701" height="300" width="325"&gt;&lt;br /&gt; &lt;param name="width" value="325"&gt;&lt;br /&gt; &lt;param name="height" value="300"&gt;&lt;br /&gt; &lt;param name="src" value="http://easylink.playstream.com/winlive/Tv_ch1b.wvx"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;param name="url" value="http://easylink.playstream.com/winlive/Tv_ch1b.wvx"&gt;&lt;br /&gt; &lt;param name="url" value="http://easylink.playstream.com/winlive/Tv_ch1b.wvx"&gt;&lt;br /&gt; &lt;embed type="application/x-mplayer2" src="http://easylink.playstream.com/winlive/Tv_ch1b.wvx" height="300" width="325"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/04/saudi-1-saudi-arabia.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-6766612581452818035</guid><pubDate>Fri, 25 Apr 2008 16:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-26T08:27:22.117+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tv</category><title>Discovery channel (USA)</title><description>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Discovery Channel online lets you explore science, history, space, tech, sharks, &amp;amp; more, with videos &amp;amp; news, plus exclusives on your favorite TV shows.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object classid="clsid:6BF52A52-394A-11D3-B153-00C04F79FAA6" codebase="http://activex.microsoft.com/activex/controls/mplayer/en/nsmp2inf.cab#Version=5,1,52,701" height="300" width="325"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;param name="width" value="325"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;param name="height" value="300"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;param name="src" value="http://www.freeetv.com/images/stream/asx/dicoverychannel.asx"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;param name="url" value="http://www.freeetv.com/images/stream/asx/dicoverychannel.asx"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;param name="url" value="http://www.freeetv.com/images/stream/asx/dicoverychannel.asx"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;embed type="application/x-mplayer2" src="http://www.freeetv.com/images/stream/asx/dicoverychannel.asx" height="300" width="325"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/04/discovery-channel-usa.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-9055950825404080930</guid><pubDate>Fri, 25 Apr 2008 16:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-26T08:26:57.906+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tv</category><title>Nickelodeon (Netherlands)</title><description>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Channel for children&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object classid="clsid:6BF52A52-394A-11D3-B153-00C04F79FAA6" codebase="http://activex.microsoft.com/activex/controls/mplayer/en/nsmp2inf.cab#Version=5,1,52,701" height="300" width="325"&gt;&lt;br /&gt;&lt;param name="width" value="325"&gt;&lt;br /&gt;&lt;param name="height" value="300"&gt;&lt;br /&gt;&lt;param name="src" value="http://www.freeetv.com/images/stream/asx/nickeloden.asx"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;param name="url" value="http://www.freeetv.com/images/stream/asx/nickeloden.asx"&gt;&lt;br /&gt;&lt;param name="url" value="http://www.freeetv.com/images/stream/asx/nickeloden.asx"&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed type="application/x-mplayer2" src="http://www.freeetv.com/images/stream/asx/nickeloden.asx" height="300" width="325"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/04/nickelodeon-netherlands.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total><enclosure length="518" type="video/x-ms-asf" url="http://www.freeetv.com/images/stream/asx/nickeloden.asx"/><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Channel for children</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</itunes:author><itunes:summary>Channel for children</itunes:summary><itunes:keywords>Tv</itunes:keywords></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-5227511927347092369</guid><pubDate>Fri, 25 Apr 2008 09:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-25T18:00:45.950+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tv</category><title>Tv PAS</title><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object classid="clsid:6BF52A52-394A-11D3-B153-00C04F79FAA6" codebase="http://activex.microsoft.com/activex/controls/mplayer/en/nsmp2inf.cab#Version=5,1,52,701" height="300" width="325"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;param name="width" value="325"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;param name="height" value="300"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;param name="src" value="mms://live-webcast.net/ch03"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;param name="url" value="mms://live-webcast.net/ch03"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;param name="url" value="mms://live-webcast.net/ch03"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;embed type="application/x-mplayer2" src="mms://live-webcast.net/ch03" height="300" width="325"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/04/tv-pas_25.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-4821611482870405781</guid><pubDate>Fri, 25 Apr 2008 09:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-25T18:00:29.941+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tv</category><title>Tv 1</title><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;object classid="clsid:6BF52A52-394A-11D3-B153-00C04F79FAA6" codebase="http://activex.microsoft.com/activex/controls/mplayer/en/nsmp2inf.cab#Version=5,1,52,701" height="300" width="325"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;param name="width" value="325"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;param name="height" value="300"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;param name="src" value="http://bkj-station2.jaring.my/RTM1"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;param name="url" value="http://bkj-station2.jaring.my/RTM1"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;param name="url" value="http://bkj-station2.jaring.my/RTM1"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;embed type="application/x-mplayer2" src="http://bkj-station2.jaring.my/RTM1" height="300" width="325"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/04/tv-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3030059960281900036.post-2532313698227602590</guid><pubDate>Thu, 24 Apr 2008 06:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-24T14:51:51.447+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama dan Pendidikan</category><title>Bercouple Bukan Budaya Umat Islam</title><description>&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;BERCOUPLE, setiap kali kita mendengarnya  akan terlintas di benak kita sepasang insan yang sedang mabuk cinta dan dilanda  asmara Salingmengungkapkan rasa sayang serta rindu, yang kemudiannya memasuki  sebuah biduk pernikahan. Lalu kenapa harus dipermasalahkan? Bukankah cinta itu  fitrah setiap anak adam? Bukankah setiap orang memerlukan masa penyesuaian  sebelum pernikahan? CINTA, Fitrah Setiap Manusia, MANUSIA diciptakan oleh ALLAH  SWT dengan membawa fitrah (instinct) untuk mencintai lawan jenisnya. Sebagaimana  firman-NYA;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong hasbox="2"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Dijadikan indah pada (pandangan)  manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu wanita-wanita, anak-anak,  harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak  dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi ALLAH lah tempat  kembali yang baik (Syurga).&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 204);font-size:85%;" hasbox="2" &gt;(Ali Imran: 14).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;Berkata Imam Qurthubi: ALLAH SWT memulai  dengan wanita kerana kebanyakan manusia menginginkannya, juga kerana mereka  merupakan jerat-jerat syaitan yang menjadi fitnah bagi kaum lelaki, sebagaimana  sabda Rasulullah SAW;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 153, 0);" hasbox="2"&gt;Tiadalah aku tinggalkan setelahku  selain fitnah yang lebih berbahaya bagi lelaki daripada wanita.&lt;/strong&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;(Hadis  Riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;Oleh kerana cinta merupakan fitrah manusia, maka ALLAH  SWT menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan nikmat yang dijanjikan bagi  orang-orang beriman di syurga dengan bidadarinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 153, 0);" hasbox="2"&gt;D&lt;/strong&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 153, 0);" hasbox="2"&gt;ari  Abdullah bin Amr bin Ash r.a. berkata; Rasulullah SAW bersabda; Dunia ini adalah  perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang solehah.&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204); font-weight: bold;"&gt;(Hadis  Riwayat Muslim, NasaI, Ibnu Majah, Ahmad, Baihaqi) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;ALLAH berfirman;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 153, 0);" hasbox="2"&gt;Di dalam syurga-syurga  itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.&lt;/strong&gt;  &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;(ar-Rahman: 70)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;Namun, Islam tidak membiarkan fitnah itu mengembara  tanpa batasannya. Islam telah mengatur dengan tegas bagaimana menyalurkan cinta,  juga bagaimana batasan pergaulan antara dua insan berlawanan jenis sebelum  nikah, agar semuanya tetap berada pada landasan etika dan norma yang sesuai  dengan syariat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong hasbox="2"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;ETIKA PERGAULAN DAN  BATAS PERGAULAN DI ANTARA LELAKI DAN WANITA MENURUT ISLAM.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong hasbox="2"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;- Menundukkan pandangan: ALLAH memerintahkan kaum lelaki untuk menundukkan  pandangannya, sebagaimana firman- NYA;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 153, 0);" hasbox="2"&gt;Katakanlah kepada  laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara  kemaluannya.&lt;/strong&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;(an- Nuur: 30)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;- Sebagaimana hal ini juga diperintahkan kepada kaum wanita beriman, ALLAH  berfirman;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 153, 0);" hasbox="2"&gt;Dan katakanlah kepada wanita yang beriman:  Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.&lt;/strong&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;(an-  Nuur: 31)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;- &lt;/span&gt;Menutup Aurat; ALLAH berfirman;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 153, 0);" hasbox="2"&gt;dan jangan lah mereka  mennampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah  mereka melabuhkan kain tudung ke dadanya.&lt;/strong&gt;  (an-Nuur: 31)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;- Juga Firman-NYA; &lt;strong style="color: rgb(255, 153, 0);" hasbox="2"&gt;Hai nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu,  anak-anak perempuanmu dan isteri- isteri orang mukmin: Hendaklah mereka  melabuhkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka  lebih mudah dikenali, kerana itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha  Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt; (an-Nuur: 59). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;Perintah menutup aurat juga berlaku bagi semua jenis. Dari Abu Daud Said  al-Khudri r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: &lt;strong style="color: rgb(255, 153, 0);" hasbox="2"&gt;Janganlah  seseorang lelaki memandang aurat lelaki, begitu juga dengan wanita jangan  melihat aurat wanita.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;- Adanya pembatas antara lelaki dengan wanita; Kalau ada sebuah keperluan terhadap  kaum yang berbeza jenis, harus disampaikan dari balik tabir pembatas.  Sebagaimana firman-NYA;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 153, 0);" hasbox="2"&gt;Dan apabila kalian meminta  sesuatu kepada mereka (para wanita) maka mintalah dari balik hijab.&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;  (al-Ahzaab: 53)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;- Tidak berdua-duaan Di Antara Lelaki Dan Perempuan; Dari Ibnu Abbas r.a. berkata:  Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: &lt;strong style="color: rgb(255, 102, 102);" hasbox="2"&gt;Janganlah seorang  lelaki berdua-duaan (khalwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya.&lt;/strong&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;(Hadis Riwayat Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;/span&gt; Dari Jabir bin Samurah berkata; Rasulullah  SAW bersabda: &lt;strong style="color: rgb(255, 102, 102);" hasbox="2"&gt;Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duan  dengan seorang wanita, kerana syaitan akan menjadi ketiganya.&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt; (Hadis  Riwayat Ahmad &amp;amp; Tirmidzi dengan sanad yang sahih) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;- Tidak Melunakkan Ucapan (Percakapan): Seorang wanita dilarang melunakkan  ucapannya ketika berbicara selain kepada suaminya. Firman ALLAH SWT; &lt;strong hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita  yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara  (berkata-kata yang menggoda) sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit di  dalam hatinya tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;(al-Ahzaab: 32)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;Berkata Imam Ibnu Kathir; Ini adalah beberapa etika yang diperintahkan oleh  ALLAH kepada para isteri Rasulullah SAW serta kepada para wanita mukminah  lainnya, iaitu hendaklah dia kalau berbicara dengan orang lain tanpa suara  merdu, dalam pengertian janganlah seorang wanita berbicara dengan orang lain  sebagaimana dia berbicara dengan suaminya. &lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;u style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;Tafsir Ibnu Kathir 3/350&lt;/u&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;Tidak Menyentuh Kaum Berlawanan Jenis; Dari Maqil bin Yasar r.a. berkata;&lt;strong hasbox="2"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih  lebih baik daripada menyentuh kaum wanita yang tidak halal baginnya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;  (Hadis Hasan Riwayat Thabrani dalam Mujam Kabir)&lt;/span&gt; Berkata Syaikh al-Abani  Rahimahullah; Dalam hadis ini terdapat ancaman keras terhadap orang- orang yang  menyentuh wanita yang tidak halal baginya. (&lt;u hasbox="2"&gt;Ash-Shohihah  1/448)&lt;/u&gt; Rasulullah SAW tidak pernah menyentuh wanita meskipun dalam saat-saat  penting seperti membaiat dan lain- lainnya. Dari Aishah berkata; &lt;strong style="color: rgb(255, 153, 0);" hasbox="2"&gt;Demi ALLAH, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita  sama sekali meskipun saat membaiat.&lt;/strong&gt; (Hadis Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;Inilah sebahagian etika pergaulan lelaki dan wanita selain mahram, yang mana  apabila seseorang melanggar semuanya atau sebahagiannya saja akan menjadi dosa  zina baginya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW; Dari Abu Hurairah r.a. dari  Rasulullah SAW bersabda: &lt;strong hasbox="2"&gt;Sesungguhnya &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;ALLAH menetapkan untuk  anak adam bahagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata dengan  memandang, zina lisan dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan serta  berangan- angan, lalu farji yang akan membenarkan atau mendustakan  semuanya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;(Hadis Riwayat Bukhari, Muslim &amp;amp; Abu Daud)&lt;/span&gt; Padahal ALLAH  SWT telah melarang perbuatan zina dan segala sesuatu yang boleh mendekati kepada  perbuatan zina. Sebagaimana Firman- NYA;&lt;br /&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 153, 0);" hasbox="2"&gt;Dan janganlah  kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan  jalan yang buruk.&lt;/strong&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;(al-Isra: 32)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;Hukum Bercouple SETELAH memerhatikan ayat dan hadis tadi, maka tidak diragukan  lagi bahawa bercouple itu haram, kerana beberapa sebab berikut: &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);" hasbox="2"&gt;- Orang yang bercouple tidak mungkin menundukkan pandangannya terhadap kekasihnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;- Orang yang bercouple tidak akan boleh menjaga hijab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Orang yang bercouple biasanya sering berdua-duaan dengan pasangan kekasihnya,  baik di dalam rumah atau di luar rumah.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Wanita akan bersikap manja dan mendayukan suaranya saat bersama kekasihnya.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; Bercouple identik dengan saling menyentuh antara lelaki dan wanita, meskipun itu  hanya berjabat tangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;span hasbox="2"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;- Orang yang bercouple, boleh dipastikan selalu membayangkan orang yang  dicintainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;Dalam kamus bercouple, hal-hal tersebut adalah lumrah dilakukan, padahal satu  hal saja cukup untuk mengharamkannya, lalu apatah lagi kesemuanya atau yang  lain-lainnya lagi?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;Fatwa Ulama Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin ditanya tentang hubungan  cinta sebelum nikah. Jawab beliau;&lt;br /&gt;"Jika hubungan itu sebelum nikah, baik  sudah lamaran atau belum, maka hukumnya adalah haram, kerana tidak boleh  seseorang untuk bersenang-senang dengan wanita asing (bukan mahramnya) baik  melalui ucapan, memandang, atau berdua-duaan. Sebagaimana Rasulullah SAW  bersabda: &lt;strong style="color: rgb(255, 153, 0);" hasbox="2"&gt;Janganlah seorang lelaki bedua-duaan dengan seorang  wanita kecuali ada bersama- sama mahramnya, dan janganlah seseorang wanita  berpergian kecuali bersama mahramnya.&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;Syaikh Abdullah bin abdur Rahman al-Jibrin ditanya; Jika ada seseorang lelaki  yang berkoresponden dengan seorang wanita yang bukan mahramnya, yang pada  akhirnya mereka saling mencintai, apakah perbuatan itu haram? Jawab beliau;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;"Perbuatan itu tidak diperbolehkan, kerana boleh menimbulkan syahwat di  antara keduanya, serta mendorongnya untuk bertemu dan berhubungan, yang mana  koresponden semacam itu banyak menimbulkan fitnah dan menanamkan dalam hati  seseorang untuk mencintai penzinaan yang akan menjerumuskan seseorang pada  perbuatan yang keji, maka dinasihati kepada setiap orang yang menginginkan  kebaikan bagi dirinya untuk menghindari surat-suratan, pembicaraan melalui  telefon, serta perbuatan semacamnya demi menjaga agama dan kehormatan dirinya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;Syaikh Jibrin juga ditanya; Apa hukumnya kalau ada seorang pemuda yang belum  menikah menelefon gadis yang juga belum menikah? Jawab beliau;&lt;br /&gt;"Tidak boleh  berbicara dengan wanita asing (bukan mahram) dengan pembicaraan yang boleh  menimbulkan syahwat, seperti rayuan, atau mendayukan suara (baik melalui telefon  atau lainnya). Sebagaimana firman ALLAH SWT; &lt;strong style="color: rgb(255, 153, 0);" hasbox="2"&gt;Dan janganlah  kalian melembutkan suara, sehingga berkeinginan orang-orang yang berpenyakit di  dalam hatinya.&lt;/strong&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 102, 204);"&gt;(al-Ahzaab: 32). &lt;/span&gt;Adapun kalau pembicaraan itu untuk  sebuah keperluan, maka hal itu tidak mengapa apabila selamat daripada fitnah,  akan tetapi hanya sekadar keperluan."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;Syubhat Dan Jawapan Yang Sebenarnya Keharaman bercouple lebih jelas dari  matahari di siang hari. Namun begitu masih ada yang berusaha menolaknya walaupun  dengan dalil yang sangat rapuh, antaranya: Tidak Boleh dikatakan semua cara  bercouple itu haram, kerana mungkin ada orang yang bercouple mengikut landasan  Islam, tanpa melanggar syariat Jawabnya: Istilah bercouple berlandaskan Islam  itu Cuma ada dalam khayalan, dan tidak pernah ada wujudnya. Anggap sajalah  mereka boleh menghindari khalwat, menyentuh serta menutup aurat. Tetapi tetap  tidak akan boleh menghindari dari saling memandang, atau saling membayangkan  kekasihnya dari masa ke semasa. Yang mana hal itu jelas haram berdasarkan dalil  yang kukuh.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;Biasanya sebelum memasuki alam perkahwinan, perlu untuk mengenal terlebih dahulu  calon pasangan hidupnya, fizikal, karaktor, yang mana hal itu tidak akan boleh  dilakukan tanpa bercouple, kerana bagaimanapun juga kegagalan sebelum menikah  akan jauh lebih ringan daripada kalau terjadi setelah menikah. Jawabnya: Memang,  mengenal fizikal dan karaktor calon isteri mahupun suami merupakan satu hal yang  diperlukan sebelum memasuki alam pernikahan, agar tidak ada penyesalan di  kemudian hari. Namun, tujuan ini tidak boleh digunakan untuk menghalalkan  sesuatu yang telah sedia haramnya. Ditambah lagi, bahawa orang yang sedang jatuh  cinta akan berusaha bertanyakan segala yang baik dengan menutupi kekurangannya  di hadapan kekasihnya. Juga orang yang sedang jatuh cinta akan menjadi buta dan  tuli terhadap perbuatan kekasihnya, sehingga akan melihat semua yang  dilakukannya adalah kebaikan tanpa cacat. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu  Darda; Cintamu pada sesuatu membuatmu buta dan tuli.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;Fenomena Couple Dalam situasi terkini, fenomena pergaulan bebas dan pengabaian  terhadap nilai-nilai murni Islam berlaku pada tahap yang amat membimbangkan.  Kebanyakan umat Islam kini tidak lagi menitik beratkan nilai-nilai dan adab-adab  sopan yang dianjurkan oleh Islam melalui al-Quran dan sunnah rasul-NYA. Mereka  bukan setakat mengabaikannya dan menganggap perkara itu tidak penting, bahkan  mereka menganggapkannya sebagai satu perkara yang menyusahkan aktiviti mereka  yang menurutkan nafsu dan perasaan semata-mata itu. Nauzubillah Marilah kita  sama-sama menjauhi perkara yang seumpama itu dan mejauhi hal-hal yang telah  dilarang (haram). Tegakkanlah yang benar dan katakanlah salah kepada yang batil.  Janganlah berhujah untuk membenarkan perkara yang telah terang haramnya di sisi  ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" hasbox="2"&gt;&lt;strong hasbox="2"&gt;&lt;span hasbox="2" style="color: rgb(255, 0, 255);font-size:85%;" &gt;Nukilan hasil mas  Fahri'&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://lamanilmu2u.blogspot.com/2008/04/bercouple-bukan-budaya-umat-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Nikuve's)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>