<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>langitselatan.com</title>
	
	<link>http://langitselatan.com</link>
	<description>weblog astronomi indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2009 15:38:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/</creativeCommons:license><image><link>http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/langitselatan" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>langitselatan</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Arkeoastronomi, Keagungan Peradaban Manusia</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/langitselatan/~3/2NWHp-WUcaQ/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2009/07/03/arkeoastronomi-keagungan-peradaban-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:17:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arkeoastronomi]]></category>
		<category><![CDATA[angkor wat]]></category>
		<category><![CDATA[arkeoastronomi]]></category>
		<category><![CDATA[stonehenge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1909</guid>
		<description><![CDATA[Dunia astronomi modern disibukkan dengan penelitian extrasolar planet, dimana manusia ingin mencari “tempat tinggal” yang baru dan peluncuran teleskop luar angkasa yang akan mencari “batas” terluar alam semesta. Semua itu hebat, semua itu canggih, rumit dan mengagumkan. Tetapi, 2000 tahun yang lalu ada pekerjaan lain yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita yang tak kalah rumit dari sebuah teleskop Hubble.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia astronomi modern disibukkan dengan penelitian extrasolar planet, dimana manusia ingin mencari “tempat tinggal” yang baru dan peluncuran teleskop luar angkasa yang akan mencari “batas” terluar alam semesta. Semua itu hebat, semua itu canggih, rumit dan mengagumkan. Tetapi, 2000 tahun yang lalu ada pekerjaan lain yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita yang tak kalah rumit dari sebuah teleskop Hubble.<span id="more-1909"></span></p>
<p>Arkeoastronomi adalah sebuah ilmu yang mempelajari astronomi di masa lampau. Secara garis besar, bidang arkeoastronomi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu astroarkeologi, sejarah astronomi dan etnoastronomi. Astroarkeologi mempelajari astronomi dalam hubungannya dengan arsitektur bangunan kuno. Sejarah astronomi mempelajari perjalanan sejarah ilmu astronomi melalui sumber tertulis. Etnoastronomi mempelajari kaitan antara astronomi dan budaya masyarakat di masa lampau. Bila diringkas, arkeoastronomi merupakan bidang ilmu irisan antara  astronomi, arkeologi dan antropologi.</p>
<div id="attachment_1912" class="wp-caption alignleft" style="width: 340px"><img class="size-full wp-image-1912" title="stonehenge" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/07/stonehenge.jpg" alt="stonehenge" width="330" height="175" /><p class="wp-caption-text">Stonehenge pada tahun 2004. Kredit :  David. H Kelley</p></div>
<p>Salah satu karya astroarkeologi di dunia adalah Stonehenge. Monumen batu terbesar di dunia ini diperkirakan mulai disusun pada tahun 3000 sebelum masehi. Stonehenge terletak 150 km di sebelah barat kota London dan dikelilingi oleh dataran hijau Salisbury. Dengan berat masing – masing batu sekitar 50 ton dan tinggi sekitar 3 meter, batu – batuan ini disusun membentuk lingkaran berlapis.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan oleh Gerald Hawkins seorang astronom Inggris pada tahun 1963 menyebutkan bahwa posisi batu – batu stonehenge mempunyai korelasi dengan benda – benda langit pada posisi istimewanya. Hal ini berarti bahwa hanya dengan mengamati posisi benda langit dalam stonehenge pada saat tertentu, kita dapat menentukan posisi benda langit tersebut pada saat yang lain. Selain itu, stonehenge dan dua buah lingkaran kecil diluarnya berfungsi sebagai sebuah alat penghitung gerhana. Dengan menandai posisi bulan, matahari dan titik node, lalu menghitungnya sesuai jumlah lubang lingkaran yang ada, maka dapat ditentukan kapan terjadi gerhana. Seperti mekanisme sebuah software astronomi bukan? Perlu diingat bahwa stonehenge dibangun sekitar 3000 tahun sebelum masehi yaitu 4900 tahun sebelum komputer pertama kali dibuat. Sungguh sebuah mahakarya yang agung dari peradaban manusia. Dengan keterbatasan teknologi yang ada pada masa itu, berbekal otak dan pengamatan terhadap benda langit, para leluhur pendiri stonehenge mewujudkan langit berbentuk 3 dimensi kedalam mekanisme susunan batu.</p>
<p>Karya – karya arkeoastronomi yang lain adalah Piramid Giza di Mesir, kuil Angkor Wat di Kamboja, Star Tower di Korea, Candi Bubaniswar di India, Monumen Tanjung Kumukahi di Hawai, dan masih banyak di tempat yang lain. Bangunan – bangunan ini dibangun pada masa lampau dan di masa kini menunjukkan kepada kita tentang keagungan peradaban manusia di jaman itu.</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_1911" class="wp-caption aligncenter" style="width: 566px"><img class="size-full wp-image-1911" title="leadarkeo" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/07/leadarkeo.jpg" alt="Kuil Angkor Wat di Kamboja. Posisi puncak kuil menandakan posisi matahari pada saat equinox dan solstice. Kredit: David H. Kelley " width="556" height="225" /><p class="wp-caption-text">Kuil Angkor Wat di Kamboja. Posisi puncak kuil menandakan posisi matahari pada saat equinox dan solstice. Kredit <img src='http://langitselatan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> avid H. Kelley </p></div>
<p>Bagaimana dengan Indonesia dengan beribu ragam budayanya? Adakah bangunan astroarkeologi yang kita miliki? Para astronom dan arkeolog kita harus bekerja keras mencari jawaban dari pertanyaan ini.</p>
<p>Sumber : Kelley, David. H; “Exploring Ancient Skies”; 1995; Springer</p>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/07/13/membangun-peradaban-dengan-astronomi/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Membangun Peradaban dengan Astronomi" >Membangun Peradaban dengan Astronomi</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pernahkah terbayang masa ketika antariksa sudah tidak hanya dilihat dan  dipandang saja. Benda-benda...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/04/21/matahari-sebuah-ungkapan-keyakinan-dan-faktual-sejarah/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Matahari, Sebuah Ungkapan Keyakinan dan Faktual Sejarah" >Matahari, Sebuah Ungkapan Keyakinan dan Faktual Sejarah</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sleeping Sun
The sun is sleeping quietly
Once upon a  century
Wistful oceans calm and red
Ardent...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/07/13/selamat-ulang-tahun/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Selamat Ulang Tahun" >Selamat Ulang Tahun</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pada hari ini, Jumat 13 Juli 2007. Dosen kami Ibu Premana W. Premadi, berulangtahun. SELAMAT!!

Se...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/04/21/irama-matahari/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Irama Matahari" >Irama Matahari</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/05/17/penghuni-langit-malam/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Penghuni Langit Malam" >Penghuni Langit Malam</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2009%2F07%2F03%2Farkeoastronomi-keagungan-peradaban-manusia%2F&amp;linkname=Arkeoastronomi%2C%20Keagungan%20Peradaban%20Manusia"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=2NWHp-WUcaQ:0UQPf7FkwKI:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=2NWHp-WUcaQ:0UQPf7FkwKI:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=2NWHp-WUcaQ:0UQPf7FkwKI:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=2NWHp-WUcaQ:0UQPf7FkwKI:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=2NWHp-WUcaQ:0UQPf7FkwKI:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=2NWHp-WUcaQ:0UQPf7FkwKI:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=2NWHp-WUcaQ:0UQPf7FkwKI:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/langitselatan/~4/2NWHp-WUcaQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2009/07/03/arkeoastronomi-keagungan-peradaban-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://langitselatan.com/2009/07/03/arkeoastronomi-keagungan-peradaban-manusia/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>2nd Star Party 2009 – Wisata Gunung Mas, Cisarua – Bogor</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/langitselatan/~3/feOmeXguPWE/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2009/07/03/2nd-star-party-2009-wisata-gunung-mas-cisarua-bogor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:17:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RigeL</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1914</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 20 Juni 2009 beberapa anggota Kastro Polaris mengikuti kegiatan Star Party ke-2 yang diadakan HAAJ ( Himpunan Astronomi Amatir Jakarta ) pada tahun ini yang derlokasi di Agro Gunung Mas, Puncak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 20 Juni 2009 beberapa anggota Kastro Polaris mengikuti kegiatan Star Party ke-2 yang diadakan HAAJ ( Himpunan Astronomi Amatir Jakarta ) pada tahun ini yang derlokasi di Agro Gunung Mas, Puncak. Pada pukul 08.00 WIB seluruh peserta berkumpul di Planetarium dan Observatorium Jakarta untuk pergi bersama, namun karena kami masih ada acara di sekolah masih ada kegiatan<em> clasmeeting</em> jadi kami memutuskan untuk menyusul.<span id="more-1914"></span></p>
<div id="attachment_1918" class="wp-caption alignleft" style="width: 233px"><img class="size-medium wp-image-1918" title="P1010059" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/07/P1010059-300x224.jpg" alt="Ultah salah satu peserta yang dirayakan bersama. Kredit : Indra" width="223" height="166" /><p class="wp-caption-text">Ultah salah satu peserta yang dirayakan bersama. Kredit : HAAJ</p></div>
<p>Kami sampai di lokasi pada pukul 22.00 WIB di mana acara akan segera dimulai. Sesampainya di sana kami langsung disuguhkan makan malam. Salah satu peserta ada yang berulang tahun dan dia merayakannya di sana bersama seluruh peserta .</p>
<p>Tepat pada pukul 23.00 WIB acara akan segera dimulai, namun sebelum memulai acara inyi yaitu Star Party diadakan <em>briefing</em> terlebih dahulu yang dipimpin oleh salah satu panitia yaitu Mas Rayhan tentang objek langit apa saja yang akan terlihat pada malam itu dan bagaimana cara mengisi Lpg Book yang harus diisi pada saat acara berlangsung. Yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelompok dalam pengamatan. Sebelum pengamatan tiap kelompok diberikan 1 teleskop Galileo. Setiap kelompok harus merakit teleskopnya masing-masimg barulah dapat menggunakannya.</p>
<p>Pada pukul 24.00 WIB barulah Star Party dimulai, lokasi yang dipilih harus mendukung pengamatan yaitu lapangan tenis dimana lapangan tersebut cukup gelap hpngga semua objek langit dapat terlihat dengan jelas. Bahkan lengan galaksi kita yaitu Bimasakti dapat terlihat dengan jelas pada malam itu, rasi bintang begitu lengkap terlihat, bahkan objek langit seperti Open Cluster, Globular Cluster, Diffuse Nebula dapat terlihat dengan mata telanjang namun lebih jelas lagi dapat dilihat menggunakan teleskop, hingga beberapa planet pun juga terlihat pada malam itu seperti Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Pada saat Star Party dimulai planet yang langsung menyita pandangan dalah planet Jupiter dengan 4 satelit utama Galilean ( Io, Europe, Ganymade dan Calisto ) langsung menjadi objek pengamatan kami, karena Planet Saturnus telah tenggelam dan Planet Venus dan Mars belum terbit.</p>
<p>Sepanjang pengamatan objek langit di atas dapat kami amati dengan mata telanjang atau menggunakan teleskop. Diantara ribuan objek langit di alam semesta beberapa diantaranya dapat teramati seperti M4, M6, M7, M8, M16, M17, M20, M28 DLL. Selama pengamatan kami juga dapat melihat banyak meteor atau yang dikenal sebagi bintang jatuh yang lewat pada malam itu. Bahkan, Galaksi yang dikenal sebagai kembaran Bimasakti yaitu Andromeda dapat dilihat menggunakan teleskop sekitar pukul 04.00 WIB. Hingga pada pukul 05.00 planet Venus dan Mars yang telah dinanti pun terbit dengan sangat elok dan rupawan berdampingan, Mars yang merah begitu indah dan Venus bintang fajar dengan kilauan cahaya yang begitu elok.</p>
<div id="attachment_1931" class="wp-caption aligncenter" style="width: 579px"><img class="size-full wp-image-1931" title="Pengamatan" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/07/Pengamatan.jpg" alt="Pengamatan di lapangan tenis. Kredit : HAAJ" width="569" height="230" /><p class="wp-caption-text">Pengamatan di lapangan tenis. Kredit : HAAJ</p></div>
<div id="attachment_1920" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-1920" title="P1010078" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/07/P1010078.jpg" alt="Pengamatan dengan You Are Galileo. Kredit : Indra" width="500" height="374" /><p class="wp-caption-text">Pengamatan dengan You Are Galileo. Kredit : HAAJ</p></div>
<div id="attachment_1915" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-1915" title="milky-way" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/07/milky-way.jpg" alt="Bima Sakti. Kredit : Indra" width="500" height="333" /><p class="wp-caption-text">Bima Sakti. Kredit : HAAJ</p></div>
<div id="attachment_1932" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-1932" title="IMG_3513" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/07/IMG_3513.jpg" alt="Scorpius. Kredit : HAAJ" width="500" height="333" /><p class="wp-caption-text">Scorpius. Kredit : HAAJ</p></div>
<p>Setelah menikmati Venus dan Mars kini giliran satelit bumi kita atau Bulan yang terbit tepat pada pukul 05.00 WIB. Bulan pagi itu terbit dengan fase Waning Cresant atau sabit tua yang sangat indah bahkan karena begitu cerahnya langit pagi itu membuat piringan hitam bulan ( umbra ) dapat terlihat .</p>
<p>Setelah menikmati keindahan langit malam itu kami mulai lelah dan mengantuk hingga kami memutuskan untuk beristirahat sejenak di penginapan. Sebelum kami pulang kami memutuskan untuk bermain ke kebun the di belakang penginapan, dari atas sana pemandangan sangat indah terlihat. Setelah beberapa saat akhirnya kami yurun dan bersiap-siap pulang. Kemudian sebelum meninggalkan lokasi kami berfoto bersama.</p>
<div id="attachment_1917" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-1917" title="Peserta-Star-Party-2009" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/07/Peserta-Star-Party-2009.jpg" alt="Peserta Star Party. Kredit : HAAJ" width="500" height="374" /><p class="wp-caption-text">Peserta Star Party. Kredit : HAAJ</p></div>
<p>Ketika pulang jalan raya puncak sangat macet karena gerbang belum dibuka, hingga akhirnya kami memutuskan untuk berjalan, setelah beberapa jam berjalan akhirnya kami naik angkutan. Namun, kami harus menunggu sangat lama agar dapat meninggalkan puncak dan menuju Jakarta yang naik kereta di Stasiun Bogor terlebih dahulu.</p>
<p>Hingga saat yang kami nanti tiba, kami sampai rumah masing-masing. Dan pengalaman malam itu adalah pengalaman yang sangat berharga karena kami dapat menikmato alam yang sangat indah.</p>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/07/17/new-update-star-party-2007/" rel="bookmark" title="Permanent Link: New Update : Star Party 2007" >New Update : Star Party 2007</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">First, saya ingin minta maaf pada seluruh pengunjung blog karena blog langitselatan tidak dapat diak...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/07/10/pengumuman-star-party-2007/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pengumuman Star Party 2007" >Pengumuman Star Party 2007</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Ada sedikit perubahan dalam acara Astronomical Gathering : Southern Sky Star Party 2007. Acara yang ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/04/01/100-jam-astronomi-di-langitselatan/" rel="bookmark" title="Permanent Link: 100 Jam Astronomi di Langit Selatan" >100 Jam Astronomi di Langit Selatan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Untuk ikut serta dalam acara penjangkauan masyarakat secara global dalam 100 Jam Astronomi, Indonesi...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/04/25/100-jam-astronomi-bersama-fosca/" rel="bookmark" title="Permanent Link: 100 Jam Astronomi Bersama FOSCA" >100 Jam Astronomi Bersama FOSCA</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/07/08/star-party-7777-selayang-pandang/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Star Party 7777, Selayang Pandang" >Star Party 7777, Selayang Pandang</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2009%2F07%2F03%2F2nd-star-party-2009-wisata-gunung-mas-cisarua-bogor%2F&amp;linkname=2nd%20Star%20Party%202009%20%26%238211%3B%20Wisata%20Gunung%20Mas%2C%20Cisarua%20%26%238211%3B%20Bogor"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=feOmeXguPWE:MXsVf0knPy0:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=feOmeXguPWE:MXsVf0knPy0:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=feOmeXguPWE:MXsVf0knPy0:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=feOmeXguPWE:MXsVf0knPy0:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=feOmeXguPWE:MXsVf0knPy0:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=feOmeXguPWE:MXsVf0knPy0:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=feOmeXguPWE:MXsVf0knPy0:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/langitselatan/~4/feOmeXguPWE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2009/07/03/2nd-star-party-2009-wisata-gunung-mas-cisarua-bogor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://langitselatan.com/2009/07/03/2nd-star-party-2009-wisata-gunung-mas-cisarua-bogor/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Medan Magnet di Vega</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/langitselatan/~3/xEkKkZ73Vtw/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2009/06/25/medan-magnet-di-vega/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 10:29:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[bintang terang]]></category>
		<category><![CDATA[magnetik]]></category>
		<category><![CDATA[medan magnet]]></category>
		<category><![CDATA[vega]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1896</guid>
		<description><![CDATA[Untuk pertamakalinya dideteksi medan magnet di bintang Vega, salah satu bintang terang di langit. Dengan menggunakan NARVAL spectropolarimeter bersensitivitas tinggi yang dipasang di teleskop Bernard-Lyot (Observatorium Pic du Midi, Perancis), tim astronom berhasil mendeteksi efek medan magnet dalam cahaya yang dipancarkan Vega.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk pertama kalinya dideteksi medan magnet di bintang Vega, salah satu bintang terang di langit. Dengan menggunakan NARVAL spectropolarimeter bersensitivitas tinggi yang dipasang di teleskop Bernard-Lyot (Observatorium Pic du Midi, Perancis), tim astronom berhasil mendeteksi efek medan magnet dalam cahaya yang dipancarkan Vega.<span id="more-1896"></span></p>
<div id="attachment_1897" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-1897" title="tbl_fig" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/tbl_fig.jpg" alt="Bernard-Lyot Telescope, di puncak Pic du Midi de Bigorre - Perancis. © Pascal Petit" width="200" height="136" /><p class="wp-caption-text">Bernard-Lyot Telescope, di puncak Pic du Midi de Bigorre - Perancis. © Pascal Petit</p></div>
<p>Vega merupakan bintang yang sangat terkenal di kalangan astronom profesional dan amatir. Terletak di rasi Lyra pada jarak 25 tahun cahaya dari Bumi, ia merupakan bintang kelima paling terang di langit. Tak hanya itu, Vega juga digunakan sebagai bintang referensi dalam membandingkan kecerlangan. Vega dua kali lebih masif dari Matahari dengan usia sepersepuluh usia Matahari. Karena jaraknya yang cukup dekat dan kecerlangannya, Vega sudah sering menjadi bahan penelitian. Namun misteri tak pernah berhenti tersingkap.  Ada saja hal baru yang ditemukan dari bintang ini saat diamati dengan  alat yang lebih canggih.</p>
<p>Vega sendiri berotasi kurang dari sehari, sedangkan Matahari berotasi dalam 27 hari. Gaya sentrifugal yang kuat disebabkan oleh rotasi yang sangat cepat memipihkan kutubnya dan menghasilkan temperatur yang bervariasi lebih dari 1000 derajat Celcius di antara kutub dan area ekuator permukaan. Vega juga dikelilingi oleh piringan debu yang tidak homogen, sehingga diindikasikan ada planet di situ.</p>
<p>Kali ini, para astronom menganalisa polarisasi cahaya yang dipancarkan Vega dan mendeteksi medan magnet lemah di permukaannya. Memang bukan sebuah kejutan karena diketahui gerakan partikel-partikel bermuatan di dalam bintang dapat menimbulkan medan magnet dan dengan cara inilah medan magnet Matahari dan kebumian dihasilkan. Namun untuk bintang yang lebih masif dari Matahari, seperti Vega, model teoretik tidak dapat memprediksikan intensitas dan struktur medan magnetnya. Akibatnya para astronom tidak memiliki petunjuk terhadap kekuatan sinyal yang sedang mereka cari itu. Setelah percobaan yang gagal selama dekade lalu, alat bersensitivitas tinggi NARVAL yang disertai dedikasi tinggi untuk mengamati Vega, sebuah keberhasilan pun tercapai. Untuk pertama kalinya medan magnet di Vega berhasil dideteksi.</p>
<div id="attachment_1898" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-1898" title="leadVega" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/leadVega.jpg" alt="Bintang Vega. Kredit : Spitzer/NASA/JPL" width="500" height="202" /><p class="wp-caption-text">Bintang Vega. Kredit : Spitzer/NASA/JPL</p></div>
<p>Kekuatan medan magnet Vega berkisar 50 mikro-tesla, dan memiliki kekuatan yang setara dengan medan rata-rata di antara Bumi dan Matahari. Tujuan pertama dari peneitian ini adalah untuk membuka jalan dalam melakukan studi  asal usul medan magnet di bintang masif. Medan magnet memang ada namun belum terdeteksi di banyak bintang yang seperti Vega.</p>
<p>Bagaimanapun, diyakini penemuan ini menjadi langkah kunci untuk memahami medan magnetik bintang dan pengaruhnya dalam evolusi bintang. Dan untuk Vega, ia kini menjadi prototipe kelas baru dari bintang magnetik dan akan terus memukau para astronom di masa depan.</p>
<p>Sumber : Astronomy &amp; Astrophysics</p>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/02/08/bila-medan-magnet-bumi-bocor/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Bila Medan Magnet Bumi Bocor" >Bila Medan Magnet Bumi Bocor</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Apa yang terjadi apabila dua batang magnet yang kutubnya sejajar didekatkan? Tentunya akan salik tol...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/04/22/hujan-meteor-lyrid/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Hujan Meteor Lyrid" >Hujan Meteor Lyrid</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Setiap tahun, tepat di akhir bulan April kita bisa menyaksikan hujan meteor Lyrid. Ini terjadi karen...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/02/16/pertukaran-magnet-di-bintang-mirip-matahari/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Pertukaran Magnet di Bintang Mirip Matahari" >Pertukaran Magnet di Bintang Mirip Matahari</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Sama seperti Matahari, bintang lainnya pun memiliki motor perputaran (spinning engine) yakni medan m...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/11/17/magnetar-medan-magnet-terkuat-di-jagat-raya/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Magnetar, Medan Magnet Terkuat di Jagat Raya" >Magnetar, Medan Magnet Terkuat di Jagat Raya</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/05/08/misteri-salju-di-merkurius/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Misteri Salju di Merkurius" >Misteri Salju di Merkurius</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2009%2F06%2F25%2Fmedan-magnet-di-vega%2F&amp;linkname=Medan%20Magnet%20di%20Vega"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=xEkKkZ73Vtw:4R7QfEoFOow:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=xEkKkZ73Vtw:4R7QfEoFOow:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=xEkKkZ73Vtw:4R7QfEoFOow:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=xEkKkZ73Vtw:4R7QfEoFOow:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=xEkKkZ73Vtw:4R7QfEoFOow:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=xEkKkZ73Vtw:4R7QfEoFOow:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=xEkKkZ73Vtw:4R7QfEoFOow:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/langitselatan/~4/xEkKkZ73Vtw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2009/06/25/medan-magnet-di-vega/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://langitselatan.com/2009/06/25/medan-magnet-di-vega/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Usia Transisi Galaksi Dalam Gumpalan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/langitselatan/~3/UtlkbRiw0G8/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2009/06/25/usia-transisi-galaksi-dalam-gumpalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 09:07:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galaksi]]></category>
		<category><![CDATA[chandra x-rays observatories]]></category>
		<category><![CDATA[lubang hitam]]></category>
		<category><![CDATA[spitzer telescope]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1889</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang terjadi pada usia transisi galaksi dan lubang hitam akhirnya diketahui. Hal ini tentunya tak lepas dari data baru yang dihasilkan Observatorium Sinar-X Chandra dan teleskop lainnya. Penemuan ini membantu manusia untuk menyingkap asal mula gumpalan gas raksasa yang diamati berada di sekitar galaksi muda.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang terjadi pada usia transisi galaksi dan lubang hitam akhirnya diketahui. Hal ini tentunya tak lepas dari data baru yang dihasilkan Observatorium Sinar-X Chandra dan teleskop lainnya. Penemuan ini membantu manusia untuk menyingkap asal mula gumpalan gas raksasa yang diamati berada di sekitar galaksi muda.<span id="more-1889"></span></p>
<div id="attachment_1892" class="wp-caption alignleft" style="width: 189px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/14864_web.jpg"><img class="size-full wp-image-1892" title="14864_web" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/14864_web.jpg" alt="Citra yang disusun dalam pengamatan gumpalan di SSA22. Kredit : X-ray NASA/CXC/Durham Univ./D.Alexander et al.; Optical NASA/ESA/STScI/IoA/S.Chapman et al.; Lyman-alpha Optical NAOJ/Subaru/Tohoku Univ./T.Hayashino et al.; Infrared NASA/JPL-Caltech/Durham Univ./J.Geach et al." width="179" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Citra yang disusun dalam pengamatan gumpalan di SSA22. Kredit : X-ray NASA/CXC/Durham Univ./D.Alexander et al.; Optical NASA/ESA/STScI/IoA/S.Chapman et al.; Lyman-alpha Optical NAOJ/Subaru/Tohoku Univ./T.Hayashino et al.; Infrared NASA/JPL-Caltech/Durham Univ./J.Geach et al.</p></div>
<p>Sekitar satu dekade lalu, astronom berhasil menemukan waduk gas hidrogen yang besar yang mereka namakan “blobs” (gumpalan) &#8211; saat melakukan survey galaksi-galaksi muda pada jarak yang jauh.  Gumpalan ini bersinar sengat terang pada cahaya optik, namun sumber energi yang membuatnya bercahaya beserta asal muasal dan sifatnya masih belum dapat diketahui.</p>
<p>Pengamatan panjang yang dilakukan Chandra berhasil mengidentifikasi sumber energi tersebut untuk pertama kalinya. Data sinar-X menunjukkan sumber kekuatan dari struktur kolosal ini yakni berasal dari lubang hitam supermasif yang sedang bertumbuh dan sebagiannya tersembunyi di balik lapisan tebal debu dan gas. Kembang api dari pembentukan bintang di dalam galaksi juga tampak memegang peranan penting, dan ini disingkap oleh teleskop Spitzer dan teleskop landas bumi.</p>
<p>Selama 10 tahun misteri gumpalan ini terkubur dari pandangan manusia, namun kini Chandra membantu kita untuk bisa melihat rahasia tersembunyi itu. Menurut James Geach dari Universitas Durham di UK, mereka kini bisa memiliki argumen penting tentang aturan apa yang ada di dalam pembentukan galaksi dan lubang hitam.</p>
<p>Galaksi diyakini terbentuk saat gas mengalir ke arah dalam di bawah pengaruh gaya gravitasi dan kemudian mengalami pendinginan oleh  radiasi. Proses akan berhenti saat gas dipanaskan oleh radiasi dan mengalir keluar dari galaksi dan lubang hitam. Blob atau gumpalan merupakan tahap pertama atau tahap kedua dari proses pembentukan itu.</p>
<p>Berdasarkan data baru dan argumen teoretik, Geach dan rekan-rekannya menunjukan pemanasan gas oleh lubang hitam supermasif yang sedang tumbuh dan ledakan dari pembentukan bintang, yang diduga justru memberi kekuatan pada gumpalan tersebut. Implikasinya, gumpalan ini merupakan representasi dari tahapan dimana galaksi dan lubang hitam akan mulai berpindah ke tahap pertumbuhan yang cepat sebagai akibat proses pemanasan. Tahap ini sangat penting dalam evolusi galaksi dan lubang hitam, dan sudah sejak lama para astronom berusaha untuk memahami prosesnya.</p>
<p>Para astronom berhasil melihat tanda dalam usia transisi dari galaksi dan lubang hitam di dalam gumpalan yang mendorong kembali gas dan mencegahnya untuk pertumbuhan lebih lanjut. Galaksi masif akan melalui tahapan ini atau mereka akan membentuk terlalu banyak bintang dan segera berakhir masa hidupnya.</p>
<div id="attachment_1891" class="wp-caption alignright" style="width: 165px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/14866_web.jpg"><img class="size-full wp-image-1891" title="14866_web" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/14866_web.jpg" alt="Ilustrasi galaksi dalam gumpalan. kredit : NASA/CXC/M.Weiss" width="155" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Ilustrasi galaksi dalam gumpalan. kredit : NASA/CXC/M.Weiss</p></div>
<p>Chandra, Spitzer dan teleskop lainnya melakukan pengamatan pada 29 gumpalan dalam satu area raksasa di langit yang dikenal sebagai SSA22. Gumpalan dengan jarak beberapa ratus ribu tahun cahaya ini terlihat saat alam semesta baru berusia 2 milyar tahun atau 15% dari usia saat ini</p>
<p>Dalam 5 blobs / gumpalan, Chandra mengungkapkan tanda lubang hitam supermasif yang sedang bertumbuh &#8211; sebuah sumber titik dengan pancaran sinar-X yang sangat cerlang. Lubang hitam raksasa ini diperkirakan berada pada pusat kebanyakan galaksi yang ada saat ini termasuk di Bima Sakti. Pada 3 blobs lainnya juga ditemukan bukti yang mengarah pada kemungkinan keberadaan lubang hitam. Selain itu, data Spitzer menunjukkan beberapa galaksi juga didominasi oleh jumlah pembentukan bintang yang cukup banyak. Radiasi dan aliran yang sangat kuat dari lubang hitam dan pembakaran pada pembentukan bintang jika dikalkulasi menunjukan adanya energi yang cukup besar untuk menyalakan gas hidrogen di dalam gumpalan tempat mereka berada.</p>
<p>Untuk kasus dimana tanda keberadaan lubang hitam tidak terdeteksi, gumpalannya jauh lebih redup. Penelitian ini tak hanya berhasil menjelaskan dari mana sumber energi gumpalan melainkan juga memberi arahan akan masa depannya. Dalam skenario pemanasan, gas di dalam gumpalan tidak akan mendigin untuk membentuk bintang melainkan akan ditambahkan pada gas panas yang ditemukan di antara galaksi. SSA22 sendiri akan dapat berevolusi menjadi kluster galaksi masif.</p>
<p>Di awal, gumpalan ini akan memberi makan galaksi-galaksi yang ada. Namun yang terlihat sekarang seperti sisa, sehingga untuk bisa mengungkap lebih jauh lagi para astronom harus menjelajah waktu ke belakang untuk menangkap galaksi dan lubang hitam saat mereka membentuk si gumpalan.</p>
<p>Sumber : <a href="http://chandra.harvard.edu/" target="_blank">Chandra</a>, <a href="http://www.eurekalert.org/pub_releases/2009-06/cxc-gco062409.php" target="_blank">Eureka Alert</a></p>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/06/23/hore-ada-es-di-mars/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Hore, Ada Es di Mars!" >Hore, Ada Es di Mars!</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Mars, si planet merah yang penuh misteri ini, akhirnya bisa membuka dirinya untuk dikenal oleh pengh...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/12/18/air-terjauh-di-galaksi-asing/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Air Terjauh di Galaksi Asing" >Air Terjauh di Galaksi Asing</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Air ternyata tidak hanya dimiliki bumi. Komponen yang satu ini tersebar di alam semesta dalam berbag...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/01/26/berapakah-usia-bulan-saat-ini/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Berapakah Usia Bulan Saat ini?" >Berapakah Usia Bulan Saat ini?</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pernahkah Anda berpikir, berapa usia Bulan saat ini? Apakah ia seusia Bumi? Atau mungkin lebih muda?...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/06/08/penemuan-bayi-quasar-di-tepi-alam-semesta/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Penemuan Bayi Quasar di Tepi Alam Semesta" >Penemuan Bayi Quasar di Tepi Alam Semesta</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/09/02/massa-minimum-galaksi-jadi-titik-terang-mengenal-materi-kelam/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Massa Minimum Galaksi Jadi Titik Terang Mengenal Materi Kelam" >Massa Minimum Galaksi Jadi Titik Terang Mengenal Materi Kelam</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2009%2F06%2F25%2Fusia-transisi-galaksi-dalam-gumpalan%2F&amp;linkname=Usia%20Transisi%20Galaksi%20Dalam%20Gumpalan"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=UtlkbRiw0G8:GS5giuoBtro:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=UtlkbRiw0G8:GS5giuoBtro:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=UtlkbRiw0G8:GS5giuoBtro:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=UtlkbRiw0G8:GS5giuoBtro:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=UtlkbRiw0G8:GS5giuoBtro:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=UtlkbRiw0G8:GS5giuoBtro:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=UtlkbRiw0G8:GS5giuoBtro:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/langitselatan/~4/UtlkbRiw0G8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2009/06/25/usia-transisi-galaksi-dalam-gumpalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://langitselatan.com/2009/06/25/usia-transisi-galaksi-dalam-gumpalan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Lautan Garam Cair di Enceladus</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/langitselatan/~3/gbLi_lmKfPc/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2009/06/25/lautan-garam-cair-di-enceladus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 07:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tata Surya]]></category>
		<category><![CDATA[cassini]]></category>
		<category><![CDATA[Enceladus]]></category>
		<category><![CDATA[garam]]></category>
		<category><![CDATA[satelit]]></category>
		<category><![CDATA[sodium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1883</guid>
		<description><![CDATA[Pengukuran di salah satu satelit Saturnus, Enceladus meniadakan geyser dari satelit tersebut. Wah.. kok bisa?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengukuran di salah satu satelit Saturnus, Enceladus meniadakan geyser dari satelit tersebut. Wah.. kok bisa?<span id="more-1883"></span></p>
<div id="attachment_1884" class="wp-caption alignright" style="width: 270px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/enceladus.jpg"><img class="size-full wp-image-1884" title="enceladus" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/enceladus.jpg" alt="Enceladus berdasarkan citra yang diambil Cassini. Kredit: Cassini/NASA/JPL/Space Science Institute" width="260" height="299" /></a><p class="wp-caption-text">Enceladus berdasarkan citra yang diambil Cassini. Kredit: Cassini/NASA/JPL/Space Science Institute</p></div>
<p>Erupsi sirkulasi alamiah aliran (<em>plumes</em>) air dari kutub selatan Enceladus bisa jadi disebabkan oleh lautan cair yang mengintip jauh di bawah tanah dan bukan berasal dari erupsi geyser yang berasal dari lautan garam tepat di bawah permukaan si satelit. Bukti keberadaan lautan di bawah permukaan ini sangat menarik, karena keberadaan air yang cair di suatu tempat di tata Surya akan dapat membawa manusia pada pencarian akan tanda kehidupan.</p>
<p>Ketiadaan sodium dalam<em> plumes</em> yang mengalir keluar dari lubang di kutub selatan Enceladus justru mengesapingkan keberadaan geyser dari air yang ada jauh di bawah permukaan. Nick Schneider dari Universitas Boulder, Colorado bersama rekan-rekannya menggunakan teleskop Keck di Mauna Kea, Hawaii, dan Teleskop Anglo-Australian di Sliding Spring, Australia untuk mencari atom dan molekul sodium baik di <em>plumes</em> maupun di salah satu cincin Saturnus, yang diperkirakan mendapatkan materinya dari <em>plumes</em> tersebut, yakni cincin E.</p>
<p>Jika geyserlah yang menyebabkan terjadinya <em>plumes</em> di Enceladus, maka ia akan melontarkan letusan yang kaya garam dan akan menunjukan sinyal kuat dari sodium yang bahkan bisa di deteksi oleh teleskop landas bumi. Namun setelah berjam-jam melakukan pengamatan, emisi oranye yang dicari tidak muncul juga.</p>
<p><strong>Inti Hangat</strong><br />
Karena si oranye ini tak kunjung ditemukan, alternatif lainnya, bisa jadi kauh di bawah tanah terdapat lautan garam cair yang sudah mengalami penguapan dan melepaskan air murni sebagai letusan uap dan meninggalkan garam sebgai residunya jauh di bawah tanah.</p>
<p>Frank Postberg dari <em>Max Planck Institute for Nuclear Physics</em> di Heidelberg, Jerman justru menyukai ide keberadaan lautan ini. Ia dna rekan-rekannya menggunakan data debu-kosmik dari pesawat ruang angkasa Cassini untuk mempelajari butiran di cincin E. Dan hasilnya, mereka menemukan ada presentasi yang sangat kecil dari butiran es disana (sekitar 2%), yang kaya sodium atau mengandung garam.</p>
<p>Butiran garam ini hanya mungkin ada jika ada lautan cair yang berada dekat dengan inti batuan kaya mineral dari Enceladus, jauh di bawah kerak es tebal. Kerak ini bisa memiliki ketebalan sampai 50 km. Selain itu uap air hasil penguapan dari lautan juga akan mengandung gas lainnya, dan gelembung gas tersebutlah yang akan membawa tetesan air asin melalui lobang di kerak Enceladus, dan kemudian membeku saat tiba disitu.  Butiran-butiran ini akan keluar menjelajah sampai angkasa dalam <em>plumes</em> bersama dengan butiran es yang miskin garam yang terbentuk laksana butiran salju dari uap air murni.</p>
<p>Butiran yang kaya dengan garam akan segera membekukan air laut akibat tarikan aliran uap air yang kuat. Ketiadaan sodium di dalam <em>plumes</em> sama sekali tidak menjadi kontradiksi karena sejumlah kecil sodium tersebut tidak akan dapat dideteksi oleh Teleskop Keck.</p>
<p><strong>Model Lainnya</strong><br />
Ada model lain yang juga diajukan untuk menjelaskan <em>plumes</em> di Enceladus selain teori keberadaan geyser dan lautan. Salah satunya adalah waduk clathrates &#8211; molekul gas yag terkunci dalam kisi-kisi molekul lain &#8211; yang berada di bawah pemrukaan. Saat plat tektonik di kerak bergerak dan saling bertabrakan, pecahan kerak dan clathrates melepaskan gas, yang membawa partikel es ke permukaan dan membentuk aliran es. Partikel es ini juga membawa garam di dalamnya. Geologist Susan Kieffer dari Universita Illinois menyatakan, “Sodium bukanlah bukti keberadaan lautan cair. Sodium bisa juga terkunci di dalam es dari model es clathrate”.</p>
<p>Selain garam, di dalam <em>plumes</em> juga terdapat gas lain seperti metana, karbon dioksida, dan nitrogen. Keberadaan gas-gas ini hanya dapat diperhitungkan dalam model clathrate.</p>
<p>Francis Nimmo, peneliti keplanetan dari Universitas California, Santa Cruz, justru menyatakan kalau <em>plumes</em> itu terbentuk langsung dari lapisan es padat, yang dipanaskan oleh gesekan es satu sama lainnya. Namun ia juga menyatakan kalau teori tentang keberadaan lautan itu bisa diterima.</p>
<p>Namun demikian masih ada pertanyaan yag harus dijawab, yakni ketiadaaan sodium di <em>plumes</em>, karena seharusnya ada sodium disana walau sedikit. Selain itu Nimmo juga masih meragukan kalau temperatur di Enceladus cukup hangat untuk menahan keberadaan air yang cair dalam waktu lama. Karena bagaimanapun lautan tersebut tak mungkin selamat dalam rentang waktu lama di sepanjang sejarah Tata Surya.</p>
<p>Scheider sendiri memang menyatakan kalau penjelasan keberadaan lautan dapat menjelaskan sebagian besar data yang ada. Namun demikian ia tidak menutup kemungkinan pada teori lainnya.  Karena belum ada satu teori yang mampu menjelaskan semuanya dengan jelas.</p>
<pre>Sumber : <a href="http://www.nature.com/news/2009/090624/full/news.2009.596.html" target="_blank">Nature</a>, <a href="http://www.eurekalert.org/pub_releases/2009-06/uol-soi062209.php" target="_blank">Eureka Alert</a></pre>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/11/27/waduk-air-tersembunyi-di-enceladus/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Waduk Air Tersembunyi Di Enceladus" >Waduk Air Tersembunyi Di Enceladus</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Satelit Saturnus, Enceladus tampaknya memang menyembunyikan waduk air jauh di bawah permukaannya.  D...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/06/10/mars-bukanlah-dunia-asing/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Mars Bukanlah Dunia Asing" >Mars Bukanlah Dunia Asing</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Setelah berita penemuan keberadaan air es di Mars, Phoenix kembali membawa berita mengejutkan. Mars ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/03/28/materi-organik-di-satelit-saturnus-enceladus/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Materi Organik di Satelit Saturnus, Enceladus" >Materi Organik di Satelit Saturnus, Enceladus</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Penemuan materi organik di ruang angkasa terus menjadi kajian menarik untuk disimak. Setelah penemua...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/11/05/adakah-kehidupan-di-enceladus/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Adakah Kehidupan di Enceladus ?" >Adakah Kehidupan di Enceladus ?</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/05/07/limpahnya-air-di-ruang-antar-bintang/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Limpahnya Air di Ruang Antar Bintang" >Limpahnya Air di Ruang Antar Bintang</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2009%2F06%2F25%2Flautan-garam-cair-di-enceladus%2F&amp;linkname=Lautan%20Garam%20Cair%20di%20Enceladus"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=gbLi_lmKfPc:IlTXdRxS-Gc:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=gbLi_lmKfPc:IlTXdRxS-Gc:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=gbLi_lmKfPc:IlTXdRxS-Gc:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=gbLi_lmKfPc:IlTXdRxS-Gc:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=gbLi_lmKfPc:IlTXdRxS-Gc:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=gbLi_lmKfPc:IlTXdRxS-Gc:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=gbLi_lmKfPc:IlTXdRxS-Gc:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/langitselatan/~4/gbLi_lmKfPc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2009/06/25/lautan-garam-cair-di-enceladus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://langitselatan.com/2009/06/25/lautan-garam-cair-di-enceladus/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Memperkenalkan Astronomi Pada Guru</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/langitselatan/~3/fTdzYAXkATQ/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 02:59:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[hands on universe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1861</guid>
		<description><![CDATA[Jumat, 19 Juni 2009, langitselatan sebagai perwakilan Hands On Universe Indonesia berkesempatan bekerja sama dengan Forum Guru Pembina Astronomi untuk mengadakan pelatihan singkat mengenal astronomi di SMA Negeri 4 Bandung.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jumat, 19 Juni 2009, langitselatan sebagai perwakilan Hands On Universe Indonesia berkesempatan bekerja sama dengan Forum Guru Pembina Astronomi untuk mengadakan pelatihan singkat mengenal astronomi di SMA Negeri 4 Bandung. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan membangun awareness astronomi pada guru, karena bagaimanapun astronomi bukanlah sebuah bidang ilmu tunggal yang diajarkan di sekolah.<span id="more-1861"></span></p>
<p>Selama ini, guru dan siswa mengenal astronomi melalui mata pelajaran seperti Fisika maupun Geografi. Tak banyak memang yang bisa didapat, namun materi yang ada cukup untuk membangkitkan keingintahuan para guru akan apa itu astronomi. Sulitkah? atau mudahkah? Bisakah kita mengenal astronomi dengan lebih sederhana? Itulah yang menjadi tujuan dari pelatihan ini. Memperkenalkan astronomi dengan lebih membumi kepada para guru.</p>
<p>Pelatihan yang diikuti oleh 22 guru fisika / matematika sekota Bandung ini dimulai pukul 14.00 WIB dengan pengenalan gerak langit oleh F.M. Simatupang. Disini para guru diperkenalkan pada pergerakan objek-objek langit dan pada akhirnya diajak untuk mengenal gerak benda-benda langit terseut melalui piranti lunak Stellarium. Memadukan pengenalan gerak langit yang cukup rumit dengan gambar-gambar indah dalam berbagai budaya yang ada di stellarium memberi warna tersendiri untuk memahami pergerakan objek-objek langit.</p>
<p>Selain pengenalan gerak langit, peserta juga diajarkan mengenai prinsip-prinsip teleskop, dan bagaimana memasang sbeuah teleskop. Pelatihan yang disampaikan Aldino Adry Baskoro pada sesi kedua mengajak para guru untuk mencoba memasang sendiri sbeuah teleskop, memfokuskan, dan berbagai hal dasar lain tentang instrumentasi yang satu ini. Disini para guru diajak utuk melatih &#8220;sense&#8221; mereka aka instrumentasi, sebelum malamnya semua guru akan diajak untuk melakukan observasi bersama.</p>
<p>Malam harinya, sesi pengamatan dilakukan dimana para peserta diajak untuk mencari sendiri objek yang akan dilihat dan mencari objek apa yang akan diamati berbekal materi yang sudah didapat sepanjang siang. Malam itu, langit seakan mendukung kegiatan tersebut. Langit yang cerah memberi kesempatan semua peserta melakukan uji coba dan mengamati bintang-bintang terang dan planet Saturnus. Acara diakhiri pukul 20.00 wib dengan harapan astronomi akan semakin luas disebarkan ke masyarakat.</p>

<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/img_6666-jpg/' title='IMG_6666.JPG'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_6666.JPG" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/img_6672-jpg/' title='IMG_6672.JPG'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_6672.JPG" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/img_6680-jpg/' title='IMG_6680.JPG'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_6680.JPG" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/img_6688-jpg/' title='IMG_6688.JPG'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/4-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_6688.JPG" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/img_6695-jpg/' title='IMG_6695.JPG'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/5-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_6695.JPG" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/img_6698-jpg/' title='IMG_6698.JPG'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/14-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_6698.JPG" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/img_6700-jpg/' title='IMG_6700.JPG'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/6-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_6700.JPG" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/img_6703-jpg/' title='IMG_6703.JPG'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/7-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_6703.JPG" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/img_6708-jpg/' title='IMG_6708.JPG'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/8-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_6708.JPG" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/img_6709-jpg/' title='IMG_6709.JPG'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/15-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_6709.JPG" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/img_6723-jpg/' title='IMG_6723.JPG'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/9-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_6723.JPG" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/img_6724-jpg/' title='IMG_6724.JPG'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/10-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_6724.JPG" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/img_6725-jpg/' title='IMG_6725.JPG'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/11-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_6725.JPG" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/img_6726-jpg/' title='IMG_6726.JPG'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/12-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="IMG_6726.JPG" /></a>
<a href='http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/leadworkshop/' title='leadworkshop'><img width="150" height="150" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/leadworkshop-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="leadworkshop" /></a>

<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/10/02/riset-hilal-himastron-itb/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Riset Hilal Himastron ITB" >Riset Hilal Himastron ITB</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Teman-teman dari Himpunan Mahasiswa Astronomi (Himastron) ITB, pada tanggal 1 Oktober 2007 memperken...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/12/31/menyingsing-fajar-iya2009/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Menyingsing Fajar IYA2009" >Menyingsing Fajar IYA2009</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">

Tahun 2009 merupakan tahun yang ditetapkan PBB sebagai Tahun Astronomi Internasional yang juga m...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/08/13/membangun-edukasi-astronomi-melalui-hands-on-universe/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Membangun Edukasi Astronomi Melalui Hands On Universe" >Membangun Edukasi Astronomi Melalui Hands On Universe</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Di bulan Juli lalu, setelah acara lokakarya Global Hands on Universe (GHOU), pada tanggal 20 - 23 Ju...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/04/27/international-year-astronomy-2009-trailer/" rel="bookmark" title="Permanent Link: International Year Astronomy 2009 Trailer" >International Year Astronomy 2009 Trailer</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/01/02/mengawali-iya2009-di-ciwalk/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Mengawali IYA2009 di CiWalk" >Mengawali IYA2009 di CiWalk</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2009%2F06%2F23%2Fmemperkenalkan-astronomi-pada-guru%2F&amp;linkname=Memperkenalkan%20Astronomi%20Pada%20Guru"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=fTdzYAXkATQ:91x79bPH55U:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=fTdzYAXkATQ:91x79bPH55U:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=fTdzYAXkATQ:91x79bPH55U:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=fTdzYAXkATQ:91x79bPH55U:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=fTdzYAXkATQ:91x79bPH55U:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=fTdzYAXkATQ:91x79bPH55U:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=fTdzYAXkATQ:91x79bPH55U:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/langitselatan/~4/fTdzYAXkATQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://langitselatan.com/2009/06/23/memperkenalkan-astronomi-pada-guru/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Exoplanet Dengan Orbit Berbeda Ditemukan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/langitselatan/~3/cqaIHC-BNkk/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2009/06/21/exoplanet-dengan-orbit-berbeda-ditemukan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 07:51:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Extrasolar]]></category>
		<category><![CDATA[extras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1850</guid>
		<description><![CDATA[Penemuan yang janggal bisa jadi dapat mengungkap bagaimana planet dan tata surya terbentuk.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penemuan yang janggal bisa jadi dapat mengungkap bagaimana planet dan tata surya terbentuk.<span id="more-1850"></span></p>
<div id="attachment_1852" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/winn.jpg"><img class="size-full wp-image-1852" title="winn" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/winn.jpg" alt="Joshua Winn, saat menjlaskan penemuan planet XO-3b. Kredit : MIT" width="200" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Joshua Winn, saat menjlaskan penemuan planet XO-3b. Kredit : MIT</p></div>
<p>Tim peneliti internasional berhasil menemukan planet yang mengelilingi bintang dengan kemiringan orbit yang sangat miring dari bidang ekuator bintang. Penemuan ini tentunya menjadi kontradiksi terhadap beberapa teori pembetukan Tata Surya.</p>
<p>Di Tata Surya, seluruh planet mengorbit Matahari pada bidang yang sama dengan rotasi Matahari &#8211; penjajaran ini dibutuhkan oleh teori yang saat ini diterima sebagai teori pembentukan bintang dan planet yang terbentuk dari keruntuhan piringan debu dan gas. Dan berdasarkan teori, sedikit saja tidak sejajar seperti planet yang ditemukan tim ini, maka akan terjadi gangguan pada suatu waktu setelah planet terbentuk.</p>
<p>Astronom saat ini tertarik untuk mengeksplorasi lebih jauh karakteristik planet jauh seperti yang baru ditemukan ini agar dapat memperbaiki teori pembentukan planet yang sudah ada, dan sekaligus untuk memahami berbagai perbedaan yang mungkin terjadi di alam semesta di sekitar kita.  Atau mungkin lebih tepat lagi, “untuk mengetahui bagaimana dadu itu dimainkan di Tata Surya yang lain”, kata Joshua Win fisikawan MIT yang memimpin tim pengukur planet pada orbit miring tersebut.</p>
<p>Mendeteksi planet pada kemiringan orbit seperti ini membutuhkan kombinasi dari keberuntungan, teknologi yang memadai, dan metodologi yang tepat guna. Joshua Winn dan rekan-rekannya mnggunakan 2 teleskop terbesar untuk mendapatkan si planet unik ini. Planet yang disebut XO-3b, ditemukan tahun 2007 melalui metode penjajaran orbit planet dan garis pandang antara bintang dan Bumi. Penjajaran ini akan memberi kesempatan pada pengamat untuk melihat si planet saat ia melintasi bintangnya atau yang dikenal dengan nama sistem transit. Akibat transit planet, cahaya bintang akan sedikit meredup. Cahaya bintang yang meredup ini dapat dideteksi oleh teleskop yang tersambung pada fotometer yang bersensitivitas tinggi.</p>
<div id="attachment_1853" class="wp-caption alignright" style="width: 211px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/tilted.jpg"><img class="size-full wp-image-1853" title="tilted" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/tilted.jpg" alt="Kemiringan orbit plaet XO-3b dibanding planet pada umumnya. Kredit : New Scientist" width="201" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Kemiringan orbit plaet XO-3b dibanding planet pada umumnya. Kredit : New Scientist</p></div>
<p>Pendeteksian planet XO-3b ini relatif lebih mudah, karena ia meredupkan cahaya bintang sekitar 1%. Namun untuk lebih maju lagi dalam mengukur sudut orbit, meski dengan alat yang canggih sekalipun masih cukup sulit.  Jika sebuah planet melintasi piringan bintang pada sudut rotasi bintang, maka akan muncul pola perubahan khusus pada keseluruhan warna bintang, seperti yang terukur pada spektograf super sensitif sebagai akibat dari pergeseran Doppler yang disebabkan oleh rotasi bintang.</p>
<p>Petunjuk adanya tanda spektrum seperti itu dilihat oleh tim lain tahun lalu, namun mereka tidak begitu yakin dengan hasil yang mereka dapatkan. Pengamatan lain kemudian dilakukan oleh Winn dkk di Observatorium Keck I di Hawaii, dan didapat planet tersebut berada pada kemiringan yang cukup tajam yakni dengan sudut 37 derajat dari ekuator bintang.</p>
<p>Planet XO-3b memiliki massa sekitar 13 kali massa Jupiter dengan periode orbit 3,5 hari. Selain itu ukuran planet dan jarak planet tersebut terhadap bintang juga tidaklah biasa dibanding exoplanet pada umumnya. Planet “hot Jupiter” seperti XO-3b ini tidak dapat terbentuk pada tempat mereka terlihar saat ini, menurut teori pembentukan planet yang diyakini saat ini. Mereka seharusnya terbentuk jauh dari bintang, baru kemudian bermigrasi ke posisi sekarang. Mekanisme yang digunakan untuk memperhitungkan migrasi adalah keberadaan gaya tarik garvitasi planet lain saat saling mendekati, atau gaya tarik piringan debu dan gas dimana bintang dan planet-planetnya terbentuk.</p>
<p>Pertemuan terdekat dengan planet lain akan dapat mengubah kemiringan awal, namun gaya tarik piringan materi tidak dapat menyebabkan perubahan kemiringan. Karena itu teori yang ada ini belum bisa ditrapkan untuk mengetahu mengapa terjadi kemiringan yang demikian tajam pada planet.</p>
<p>Di masa depan, kehadiran <em>Kepler Space Observatory</em> akan membawa kita pada era penemuan lebih banyak planet di luar Tata Surya. Saat itu, kemunkinan penemuan planet dengan kemiringan orbit yang berbeda diharapkan akan semakin banyak sehingga dapat memecah misteri mengapa ada planet yang memiliki pola orbit yang berbeda.</p>
<pre>Sumber : <a href="http://web.mit.edu/newsoffice/2009/crooked-0617.html" target="_blank">MIT</a></pre>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/11/07/penemuan-sistem-planet-quintuple-pertama/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Penemuan Sistem Planet Quintuple Pertama" >Penemuan Sistem Planet Quintuple Pertama</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Satu lagi exoplanet ditemukan di bintang 55 Cancri. Ini berarti sistem 55 Cancri sudah memiliki 5 bu...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/10/16/planet-wasp-12b-dalam-pelukan-sang-bintang/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Planet WASP-12b Dalam Pelukan Sang Bintang" >Planet WASP-12b Dalam Pelukan Sang Bintang</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Planet terpanas yang pernah ditemukan ternyata memiliki temperatur 2250 °C, hampir sama panasnya de...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/11/01/tiga-planet-baru-seukuran-jupiter-ditemukan/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tiga Planet Baru Seukuran Jupiter Ditemukan" >Tiga Planet Baru Seukuran Jupiter Ditemukan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt"> Semenjak ditemukan pertama kali, exoplanet atau extrasolar planet atau planet luar surya menjadi to...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/12/04/tiga-mahasiswa-menemukan-planet-di-luar-tata-surya/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tiga Mahasiswa Menemukan Planet di Luar Tata Surya" >Tiga Mahasiswa Menemukan Planet di Luar Tata Surya</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/10/07/penemuan-objek-masif-planet-atau-bintang-gagal/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Penemuan Objek Masif: Planet atau Bintang Gagal?" >Penemuan Objek Masif: Planet atau Bintang Gagal?</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2009%2F06%2F21%2Fexoplanet-dengan-orbit-berbeda-ditemukan%2F&amp;linkname=Exoplanet%20Dengan%20Orbit%20Berbeda%20Ditemukan"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=cqaIHC-BNkk:e6aXMbOiVs4:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=cqaIHC-BNkk:e6aXMbOiVs4:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=cqaIHC-BNkk:e6aXMbOiVs4:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=cqaIHC-BNkk:e6aXMbOiVs4:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=cqaIHC-BNkk:e6aXMbOiVs4:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=cqaIHC-BNkk:e6aXMbOiVs4:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=cqaIHC-BNkk:e6aXMbOiVs4:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/langitselatan/~4/cqaIHC-BNkk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2009/06/21/exoplanet-dengan-orbit-berbeda-ditemukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://langitselatan.com/2009/06/21/exoplanet-dengan-orbit-berbeda-ditemukan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ketika Herschel Membuka Mata Pertama Kalinya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/langitselatan/~3/tt25C3NS_r0/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2009/06/21/ketika-herschel-membuka-mata-pertama-kalinya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 06:56:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Astrofotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Herschel]]></category>
		<category><![CDATA[M51]]></category>
		<category><![CDATA[whirlpool galaxy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1841</guid>
		<description><![CDATA[Untuk pertama kalinya sejak diluncurkan pada bulan Mei 2009, Herschel membuka matanya dan menangkap keindahan M51, “Whirlpool Galaxy” dengan Photoconductor Array Camera and Spectrometer sebagai uji coba pertamanya.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk pertama kalinya sejak diluncurkan pada bulan Mei 2009, Herschel membuka matanya dan menangkap keindahan M51, “galaksi pusaran” dengan Photoconductor Array Camera and Spectrometer sebagai uji coba pertamanya.<span id="more-1841"></span></p>
<p>Citra yang didapat dalam tiga warna secara jelas menunjukkan kehebatan Herschel sebagai teleskop infra merah terbesar yang pernah diterbangkan. M51 atau “whirlpool galaxy” ditemukan Charles Messier pada tahun 1773 di rasi Venatici dan merupakan galaksi pertama yang ditemukan dan diketahui memiliki struktur spiral.</p>
<p>Citra yang diambil Herschel berasal dari 3 pengamatan berbeda pada 70, 100 dan 160 mikron dan di ambil oleh Photoconductor Array Camera and Spectrometer (PACS) pada tanggal 14 dan 15 Juni 2009.</p>
<div id="attachment_1857" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/m51.jpg"><img class="size-full wp-image-1857" title="m51" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/m51.jpg" alt="Citra tiga warna M31 yang diambil Herschel, yang merupakan representasi warna RGB pada masing-masing panjang gelombang 160-mikron, 100-mikron dan 70-mikron pada Herschel’s Photoconductor Array Camera and Spectrometer, PACS . Kredit : ESA and the PACS Consortium" width="500" height="497" /></a><p class="wp-caption-text">Citra tiga warna M51 yang diambil Herschel, yang merupakan representasi warna RGB pada masing-masing panjang gelombang 160-mikron, 100-mikron dan 70-mikron pada Herschel’s Photoconductor Array Camera and Spectrometer, PACS . Kredit : ESA and the PACS Consortium</p></div>
<div id="attachment_1844" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/herschel.jpg"><img class="size-full wp-image-1844" title="herschel" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/herschel.jpg" alt="Perbandingan citra M51 yang diambil teleskop inframerah Spitzer (kanan) dan Herschel (kiri). Kredit :  Credits: kiri: NASA/JPL-Caltech/SINGS, kanan: ESA  dan PACS Consortium" width="500" height="322" /></a><p class="wp-caption-text">Perbandingan citra M51 yang diambil teleskop inframerah Spitzer (kanan) dan Herschel (kiri). Kredit :  Credits: kiri: NASA/JPL-Caltech/SINGS, kanan: ESA  dan PACS Consortium</p></div>
<p>Sekilas citra M51 dari Herschel pada panjang gelombang   70, 100, 160 mikron. Dari citra yang dihasilkan tampak pada panjang gelombang yang lebih pendek, citra jauh lebih tajam. Dan hasil uji coa menunjukkan kondisi Herschel sesuai dengan yang diharapkan para peneliti.</p>
<div id="attachment_1845" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/whirlpool.jpg"><img class="size-full wp-image-1845" title="whirlpool" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/whirlpool.jpg" alt="Citra inframerah M51 pada 3 panjang gelombang (160, 100 and 70 mikron). kredit : ESA da PACS konsorsium" width="500" height="297" /></a><p class="wp-caption-text">Citra inframerah M51 pada 3 panjang gelombang (160, 100 and 70 mikron). kredit : ESA da PACS konsorsium</p></div>
<pre>Sumber : ESA</pre>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/06/11/orion-pemburu-perkasa-di-langit-malam/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Orion, Pemburu Perkasa Di Langit Malam" >Orion, Pemburu Perkasa Di Langit Malam</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Jika kita tengok langit malam pada bulan Januari-Februari akan tampak sebuah pola rasi bintang yang ...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/04/09/layang-layang-di-langit-selatan/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Layang &#8211; Layang di Langit Selatan" >Layang &#8211; Layang di Langit Selatan</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Bagi kita yang tinggal di Indonesia mungkin pernah pada suatu waktu menemukan bintang-bintang memben...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/07/14/asal-usul-meteorit-mulai-terkuak/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Asal Usul Meteorit Mulai Terkuak" >Asal Usul Meteorit Mulai Terkuak</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Saat melakukan pengamatan dengan teleskop GEMINI, 2 astronom asal Brazil dan Amerika berhasil menemu...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/06/25/medan-magnet-di-vega/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Medan Magnet di Vega" >Medan Magnet di Vega</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/04/06/godzillanya-teleskop/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Godzillanya Teleskop" >Godzillanya Teleskop</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2009%2F06%2F21%2Fketika-herschel-membuka-mata-pertama-kalinya%2F&amp;linkname=Ketika%20Herschel%20Membuka%20Mata%20Pertama%20Kalinya"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=tt25C3NS_r0:lE3b3FljAk4:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=tt25C3NS_r0:lE3b3FljAk4:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=tt25C3NS_r0:lE3b3FljAk4:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=tt25C3NS_r0:lE3b3FljAk4:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=tt25C3NS_r0:lE3b3FljAk4:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=tt25C3NS_r0:lE3b3FljAk4:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=tt25C3NS_r0:lE3b3FljAk4:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/langitselatan/~4/tt25C3NS_r0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2009/06/21/ketika-herschel-membuka-mata-pertama-kalinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://langitselatan.com/2009/06/21/ketika-herschel-membuka-mata-pertama-kalinya/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ledakan Raksasa Menyingkap Keberadaan Magnetar</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/langitselatan/~3/49Dx_Kk7-4A/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2009/06/21/ledakan-raksasa-menyingkap-keberadaan-magnetar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 05:37:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[magnetar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1831</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah ledakan besar akhirnya berhasil menemukan jalannya ke Bumi setelah berkelana melintasi ribuan tahun di angkasa. Ledakan ini diketahui dari XMM-Newton and Integral Space Observatories milik ESA, dan para astronom pun berhasil menemukan bintang mati yang berasal dari kelompok yang sangat jarang, yakni, kelompok magnetar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah ledakan besar akhirnya berhasil menemukan jalannya ke Bumi setelah berkelana melintasi ribuan tahun di angkasa. Ledakan ini diketahui dari XMM-Newton and Integral Space Observatories milik ESA, dan para astronom pun berhasil menemukan bintang mati yang berasal dari kelompok yang sangat jarang, yakni, kelompok magnetar.<span id="more-1831"></span></p>
<div id="attachment_1837" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><a href="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/magnetar_fin_H1.jpg"><img class="size-full wp-image-1837" title="magnetar_fin_H" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/magnetar_fin_H1.jpg" alt="Ilustrasi Magnetar. Kredit :NASA, SGR0501+4516 burst data " width="250" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">Ilustrasi Magnetar. Kredit :NASA, SGR0501+4516 burst data </p></div>
<p>Sinar X dari ledakan raksasa ini tiba di Bumi, 22 Agustus 2008, dan memicu sensor otomatis pada International Swidt Satelit milik NASA menyala. dua belas jam kemudian XMM-Newton mulai mengumpulkan radiasinya untuk dapat mempelajari spektrum peluruhan dalam ledakan magnetar dengan lebih detil.</p>
<p>Letupan tersebut berakhir dalam 4 jam, dan sepanjang waktu tersebut ratusan letupan kecil berhasil diukur. Nanda Rea dari Universitas Amsterdam yang memimpin tim untuk meneliti kejadian ini menyatakan, magnetar merupakan kondisi materi yang ekstrim yang tidak dapat diproduksi di Bumi.</p>
<p>Magnetar merupakan objek dengan kemagnitan yang sangat kuat di alam semesta. Medan magnetnya berada dalam kisaran 10 ribu juta kali lebih kuat dari Bumi. Jika magnetar secara ajaib muncul pada setengah jarak Bumi-Bulan, maka tak dapat disangkal pada saat itu medan magnetna akan menghapus smeua detil kartu kredit yang ada di bumi.</p>
<p>Magnetar yang muncul dan ditangkap XMM-Newton ini dikenal dengan nama SGR 0501+4516, dan diperkirakan berada pada jarak 15000 tahun cahaya. Magnetar ini sama sekali tidak dikeal sampai letupannya mengungkap keberadaannya sendiri. Ledakan atau letupan tersebut terjadi pada saat konfigurasi medan magnetik si magnetar tidak stabil sehingga mendorong kerak magnetar dan materi yang ada pun meluap keluar dalam ledakan vulkanik yang sangat eksotis. Kekusutan yang terjadi antara materi yang ada dan medan magnet kemudian bisa mengubah konfigurasi yang ada dan melepas lebih banyak energi.</p>
<p>Lima hari setelah ledakan besar, Integral mendeteksi keberadaan sinar-X berenergi tinggi datang dari ledakan tersebut, dalam rentang yang bisa dilihat XMM-Newton. Sinar-X berenergi tinggi itu kemudian gilang dalam 10 hari dan diperkirakan sebagai akibat perubahan konfigurasi magnetik si magnetar. Ledakan magnetar bisa memberikan energi yang sama banyaknya dengan flare matahari, meskipun lokasinya jauh melintasi Galaksi sedangkan Matahari berada tak jauh dari kita.</p>
<div id="attachment_1838" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-1838" title="sgr0501_integral_fin_L" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/sgr0501_integral_fin_L1.jpg" alt="Sinar-X berenerdi tinggi dari SGR 0501+4516 yang diamati Integral.  Kredit: ESA/INTEGRAL/IBIS-SIGRI (Rea et al. 2009)" width="400" height="188" /><p class="wp-caption-text">Sinar-X berenerdi tinggi dari SGR 0501+4516 yang diamati Integral.  Kredit: ESA/INTEGRAL/IBIS-SIGRI (Rea et al. 2009)</p></div>
<p>Bagaimana magnetar bisa terbentuk? Sampai saat ini, ada dua ide yang dikemukakan mengenai pembentukan magnetar. Ide yang pertama menyatakan, magnetar berasal dari inti yang sangat kecil yang tersisa saat bintang magnetk mati. Namun bintang dengan kemagnitan yang besar sangatlah jarang. Hanya ada beberapa di galaksi kita. Ide lainnya menyatakan, sepanjang proses kematian bintang normal, bagian kecil intinya akan mengalami percepatan dan menjadikannya dinamo yang memperkuat medang magnernya dan kemudian berubah menjadi magnetar.</p>
<p>Saat ini para astronom lebih meyakini ide yang pertama, namun masih belumm ada bukti nyata yang bisa memperkuat dugaan tersebut. Seandainya ada magnetar dalam kluster galaksi bintang dengan kemagitan besar, maka buktinya bisa didapat.</p>
<p>Sampai saat ini, hanya ada 15 magnetar yang diketahui keberadaannya dalam galaksi kita. SGR 0501+4516 merupakan tipe pertama dari “soft gamma repeater”, satu dari 2 tipe magnetar yang ditemukan setelah pencarian selama satu dekade.</p>
<p>Pencarian pun terus dilanjutkan dengan menantikan ledakan besar berikutnya. Dan untuk SGR 0501+4516, tim peneliti akan menelitinya kembali tahun depan dengan XMM-Newton dengan harapan dapat melihat objek tersebut pada keadaan yang lebih tenang bukan dalam kondisi ledakan, sehingga penelitian dapat dilakukan terhadap kondisi tenang setelah badai menerpa.</p>
<pre>Sumber: ESA</pre>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/11/17/magnetar-medan-magnet-terkuat-di-jagat-raya/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Magnetar, Medan Magnet Terkuat di Jagat Raya" >Magnetar, Medan Magnet Terkuat di Jagat Raya</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Bintang Netron merupakan sisa dari bintang masif (sekitar 10-50 massa Matahari) yang mengalami kerun...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/01/02/benarkah-ada-meteorit-jatuh-di-bali/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Benarkah Ada Meteorit Jatuh di Bali ?" >Benarkah Ada Meteorit Jatuh di Bali ?</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Pagi ini masyarakat di area persawahan desa Sukawati, Gianyar, Bali dikejutkan dengan keberadaan kub...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/01/29/ledakan-nova-membersihkan-debu-di-sekelilingnya/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Ledakan Nova Membersihkan Debu di Sekelilingnya" >Ledakan Nova Membersihkan Debu di Sekelilingnya</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt"> Keck Interferometer di W.M Keck Observatory, Mauna Kea Hawaii berhasil mengamati ledakan bintang ya...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/07/05/ledakan-bintang-netron-membentuk-bintang-quark/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Ledakan Bintang Netron Membentuk Bintang Quark" >Ledakan Bintang Netron Membentuk Bintang Quark</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/05/29/resensi-buku-menjelajah-tata-surya/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Resensi Buku : Menjelajah Tata Surya" >Resensi Buku : Menjelajah Tata Surya</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2009%2F06%2F21%2Fledakan-raksasa-menyingkap-keberadaan-magnetar%2F&amp;linkname=Ledakan%20Raksasa%20Menyingkap%20Keberadaan%20Magnetar"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=49Dx_Kk7-4A:GxnOy5sGskc:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=49Dx_Kk7-4A:GxnOy5sGskc:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=49Dx_Kk7-4A:GxnOy5sGskc:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=49Dx_Kk7-4A:GxnOy5sGskc:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=49Dx_Kk7-4A:GxnOy5sGskc:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=49Dx_Kk7-4A:GxnOy5sGskc:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=49Dx_Kk7-4A:GxnOy5sGskc:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/langitselatan/~4/49Dx_Kk7-4A" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2009/06/21/ledakan-raksasa-menyingkap-keberadaan-magnetar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://langitselatan.com/2009/06/21/ledakan-raksasa-menyingkap-keberadaan-magnetar/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>2012, Sebuah Perbincangan Santai Tapi Bermutu</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/langitselatan/~3/qCXzsrtPwOw/</link>
		<comments>http://langitselatan.com/2009/06/15/2012-sebuah-perbincangan-santai-tapi-bermutu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 12:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nggieng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[kalender maya]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[solar flare]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://langitselatan.com/?p=1826</guid>
		<description><![CDATA[2012? Sepertinya kata-kata tersebut menjadi kata-kunci yang menarik untuk disimak, utamanya apabila dikaitkan dengan 'kiamat'. Apakah memang ada kaitannya? Tentunya menarik untuk dipahami, terutama untuk mengurai hal-hal yang ilmiah dan metafisis.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>2012? Sepertinya kata-kata tersebut menjadi kata-kunci yang menarik untuk disimak, utamanya apabila dikaitkan dengan &#8216;kiamat&#8217;. Apakah memang ada kaitannya? Tentunya menarik untuk dipahami, terutama untuk mengurai hal-hal yang ilmiah dan metafisis. Ada batas yang jelas antara ilmiah dan metafisis, karena pemahaman ilmiah memberikan penjelasan-penjelasan yang rasional dan sahih atas fenomena-fenomena yang ada di alam. Demikian juga dengan, apa yang akan terjadi di tahun 2012? Apakah benar akan terjadi suatu kiamat?<span id="more-1826"></span></p>
<div id="attachment_1827" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-1827" title="lead" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/lead-300x120.jpg" alt="Suasana talkshow 2012. Kredit : Nggieng " width="300" height="120" /><p class="wp-caption-text">Suasana talkshow 2012. Kredit : Nggieng </p></div>
<p>Untuk mengurai permasalahan tersebut dari sudut pandang ilmiah, dan kaitannya dengan suatu fenomena dari langit, maka Himpunan Mahasiswa Astronomi (Himastron ITB) menyelenggarakan acara Talk-Show 2012, yang diselenggarakan pada hari Minggu yang lalu, 14 Juni 2009, bertempat di Aula Timur ITB.</p>
<p>Pada acara talk-show tersebut, dihadirkan tiga pakar astronomi dari tiga bidang kajian yang berbeda, dari Arkeo-Astronomi (Drs. Widya Sawitar dari Planetarium Jakarta), Fisika Tata Surya (Dr. Budi Dermawan dari Astronomi ITB) dan Fisika Matahari (Dra. Clara Y. Yatini M.Sc dari LAPAN Bandung).</p>
<p>Salah satu isu yang berkembang dengan 2012 terkait dengan &#8216;ramalan&#8217; bangsa Maya, bahwa alam semesta akan berakhir pada tahun 2012 menurut perhitungan kalender mereka. Jika yang dimaksud adalah akhir dari satu siklus masa berdasar kalender mereka, bisa saja itu benar (satu masa itu bisa seperti dalam satu tahun Masehi terdiri dari 12 bulan, 365 hari). Tetapi apakah kemudian itu diartikan sebagai akhir suatu jaman?</p>
<div id="attachment_1828" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-1828" title="2012-small" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/2012-small.jpg" alt="Suasana seminar tentang kiamat 2012. kredit : Nggieng" width="500" height="102" /><p class="wp-caption-text">Suasana seminar tentang kiamat 2012. kredit : Nggieng</p></div>
<p>Tentunya tidak akan semudah itu penjelasannya, karena pola pikir manusia modern tentunya tidak akan sama dengan pola pikir bangsa Maya, betapapun manusia modern mencoba menginterpretasikan catatan-catatan peninggalan bangsa Maya,  hasilnya hanyalah berupa interpretasi yang bisa berbeda antara satu pembaca dengan pembaca yang lain. Sistem kalender bangsa Maya saja sudah sangat berbeda dibanding dengan manusia modern, apalagi dengan cara mereka menginterpretasi pemahaman akan alam semesta. Jadi, apakah memang ada kiamat pada 2012? Apakah memang bangsa Maya meramalkan seperti itu? Interpretasi tetaplah interpretasi, sebagaimana bangsa Maya adalah bangsa Maya, dan manusia modern adalah manusia modern, cara pandang akan alam tentunya sudah sangat berbeda.</p>
<p>Lalu kalau begitu? Salah satu calon penyebab lain kiamat 2012 adalah planet X. Planet X? Diskusi tentang planet X telah dimulai sekitar tahun 1980-an, oleh para peneliti Tata Surya, dalam upaya untuk menjelaskan perilaku orbit Uranus dan Neptunus. Seiring dengan kemajuan studi Tata Surya, (termasuk pencarian planet X; yang salah satu dampaknya juga menyebabkan Pluto keluar dari definisi sebagai planet anggota Tata Surya) alih-alih menemukan si planet X, malah membuka cakrawalah pada temuan-temuan baru sepanjang tepi luar Tata Surya kita.</p>
<p>Apakah planet X akan ditemukan? Jelas pertanyaan ini adalah sebuah pertanyaan ilmiah, yang sangat berbeda dengan&#8221; &#8216;Akankah planet X akan menyebabkan kiamat pada 2012?&#8217;. Pencarian planet X dilakukan pada tepi terjauh dari sistem Tata Surya kita, sementara, apabila sesuatu akan menabrak planet Bumi dalam jangka waktu yang hanya sekitar 3 tahun ini, tentunya ada sesuatu (sebutlah si planet X itu) yang: (i) besarnya seukuran planet, (ii) jaraknya tidak terlalu jauh dari Bumi, (iii) pergerakannya mendekati Bumi. Tetapi, pengamatan astronomi sampai saat ini menunjukkan tanda-tanda planet X itu TIDAK ADA di dekat Bumi. Bagaimana mungkin ada di dekat Bumi, sementara pencarian sampai di tepi jauh Tata Surya saja masih diselidiki keberadaannya? Jadi, baiklah kita tempatkan si planet X tersebut sebagai obyek yang sedang diteliti keberadaannya di tepi terjauh Tata Surya, alih-alih benda dekat yang mengancam planet Bumi.</p>
<p>Lalu ada apa lagi dengan 2012? Kalau diantara pembaca ada yang pernah nonton film &#8216;Knowing&#8217;, tentulah tahu maksud penulis. Akankah Bumi akan berakhir, lenyap dalam jilatan lidah api yang muncul dari Matahari? Menurut studi astronomi, diketahui bahwa umur Matahari telah mencapai 4,5 milyar tahun, dan sepanjang hidupnya tersebut, Matahari telah memberikan banyak, termasuk kehidupan di planet Bumi. Dari hidupnya yang telah berlaku tersebut, telah banyak dinamika yang dimunculkan dan berkait dengan planet Bumi.</p>
<p>Seiring dengan kemajuan studi fisika Matahari, manusia telah belajar dan mengamati, bahwa ada kalanya Matahari menyemburkan sulur-sulur lidah api berenergi tinggi, dikenal sebagai flare Matahari, yang disertai pelontaran massa partikel berenergi tinggi. Ada kalanya pelontaran tersebut mencapai ke planet Bumi. Ada kalanya Matahari sangat aktif, dan ketika aktivitas tersebut mempengaruhi Bumi, dan masyarakat di belahan Utara-Selatan Bumi memandanginya sebagai fenomena &#8216;aurora&#8217;. Itu hanyalah salah satu tanda bahwa, Bumi tidak bisa tidak akan terpengaruh oleh aktivitas yang muncul dari Matahari.</p>
<p>Tetapi selama hidupnya, planet Bumi tetap dapat mengungkung kehidupan yang ada di dalamnya. Seberapapun kekuatan gangguan yang muncul dari Matahari, kehidupan tetap berlangsung. Dari studi fisika Matahari, didapatkan bahwa ada pola waktu yang menentukan apakah Matahari sedang aktif atau sedang tenang, dikenal sebagai pola 11 tahunan. Studi terkini memperkirakan bahwa Matahari akan kembali pada puncak aktivitas dari siklus 11-tahunannya itu di sekitar tahun 2012, (kurang lebih). Pada saat aktif tersebut, maka akan makin banyak sulur-sulur api terjadi dan semakin banyak materi dilontarkan dari Matahari, dan tidak tertutup kemungkinan bisa mengenai lingkungan Bumi. Apakah kemudian, terjadi kiamat? Telah sekian milyar tahun Bumi dihajar oleh sulur-sulur api dari Matahari, tetapi Bumi masih utuh.</p>
<p>Seiring dengan kemajuan teknologi, ketika ketergantungan pada perlistrikan makin besar, dan sistem komunikasi yang telah memanfaatkan teknologi satelit antariksa; disinilah ancaman muncul. Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, lontaran partikel ber-massa dari Matahari adalah partikel ber-muatan dengan energi tinggi. Dampak yang pertama kali dirasakan akibat pelontaran massa tersebut adalah pada sistem persatelitan. Karena satelit-satelit yang diluncurkan di angkasa berada pada posisi yang sangat jauh, tinggi dari permukaan Bumi, ketika ada pelontaran Massa yang sampai di lingkungan atas atmosfer, satelit yang memanfaatkan teknologi elektromagnetik, menjadi rentan terhadap ancaman partikel bermuatan. Kalau satelit sudah terganggu, maka pengaruhnya bisa pada sistem komunikasi, transmisi data (internet, sistem ATM, GPS, TV, dll), dan berbagai sistem yang memanfaatkan sistem persatelitan &amp; perlistrikan.</p>
<p>Demikian juga, sejarah telah mencatat, di tahun 1989, sebuah badai kuat di Matahari telah menyebabkan kerusakan sistem perlistrikan di Quebec, Canada. Bukan tidak mungkin bahwa di suatu ketika, badai yang sangat kuat dari Matahari akan kembali mempengaruhi sistem perlistrikan di Bumi ini. Jadi kalau sudah begitu? Apakah kiamat? Bagi manusia modern yang menggantungkan hidupnya pada peralatan modern, (GPS, handphone, ATM, internet, dll), sedikit saja tidak beroperasi; atau tiba-tiba mati lampu (akibat Matahari)! Maka itu bisa menjadi &#8216;kiamat&#8217;. Tentunya situasinya tidaklah harus menjadi dramatis, tetapi ada hal-hal yang bisa dijelaskan tanpa harus membuat kebingungan.</p>
<p>Diskusi tentang 2012 sepanjang 4 jam tersebut berlangsung hangat, dan waktu yang disediakan, terasa tidak mencukupi, karena peserta yang mencapai 300 orang dari berbagai tempat dan latar belakang masih penasaran untuk bertanya, mendengarkan dan berdiskusi sambil terus belajar.</p>
<div id="attachment_1829" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-1829" title="img_9485-small" src="http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2009/06/img_9485-small.jpg" alt="Foto bersama para pembicara. Kredit : Nggieng" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">Foto bersama para pembicara. Kredit : Nggieng</p></div>
<p>Jadi akankah ada kiamat pada 2012? Dari sudut pandang ilmu pengetahuan, penelitian dan pengamatan menunjukkan, tidak ada tanda-tanda kiamat akan mengancam kehidupan di Bumi. Hal-hal tersebut dikaji berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah yang rasional, dan tidak ada satupun kajian ilmiah yang mengarah pada kiamat pada 2012.</p>
<p>Apabila masih ada yang bersikukuh, sesuatu itu terjadi pada 2012 (oleh sesuatu sebab yang lain, tetapi tanpa penjelasan ilmiah), biarlah itu menjadi pembahasan bagi yang memahami metafisika, tetapi itu adalah wacana yang berbeda dengan kajian ilmiah astronomi. Ilmu pengetahuan, termasuk astronomi tidak memberi suatu jawaban yang tunggal atau bersifat mutlak, karena setiap penemuan baru membuka cakrawala baru pada pemahaman kita tentang alam, tetapi ilmu pengetahuan harus berbicara secara jujur; apabila tidak tahu, katakan tidak tahu, cari tahulah jawabannya dengan metode ilmiah. Selain itu, ilmu pengetahuan tidak memberikan penjelasan yang ambigu, apalagi membingungkan.</p>
<p>Baiklah, detil pembicaraan Talk-Show tidak akan cukup apabila semuanya dituliskan pada reportase ini, tetapi rekaman seluruh acara acara Talk-Show 2012 itu dapat diminta di Himpunan Mahasiswa Astronomi ITB, Gedung labtek III lt IV, Program Studi Astronomi, Jl. Ganesa 10 Bandung, Jawa Barat Indonesia.</p>
<br><br><div class="aizattos_related_posts"><span class="aizattos_related_posts_header" ><font color="#808080"><B>Artikel Terkait</B></font></span><ul><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2008/06/24/planet-x-pada-kiamat-2012-bukan-planet-nibiru/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Planet X Bukan Planet Nibiru" >Planet X Bukan Planet Nibiru</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Bagian luar Tata Surya masih memiliki banyak planet-planet minor yang belum ditemukan. Sejak pencari...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/04/21/akankah-matahari-makin-aktif-pada-2012/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Akankah Matahari Makin Aktif Pada 2012?" >Akankah Matahari Makin Aktif Pada 2012?</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Apakah diantara pembaca ada yang sudah menonton Knowing? Tentunya kita tidak sedang membahas film it...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/02/24/tidak-ada-kiamat-di-tahun-2012/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tidak Ada Kiamat di Tahun 2012" >Tidak Ada Kiamat di Tahun 2012</a></span><div class="aizattos_related_posts_excerpt">Hmm ... sepertinya banyak juga ya penggemar kiamat 2012. Ada apa sebenarnya, sehingga manusia sangat...</div></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2007/06/15/bosscha-observatorium-riset-atau-publik/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Bosscha, Observatorium Riset atau Publik?" >Bosscha, Observatorium Riset atau Publik?</a></span></li><li><span class="aizattos_related_posts_title"><a href="http://langitselatan.com/2009/03/26/tidak-ada-flare-matahari-pembunuh-di-tahun-2012/" rel="bookmark" title="Permanent Link: Tidak Ada Flare Matahari Pembunuh di Tahun 2012" >Tidak Ada Flare Matahari Pembunuh di Tahun 2012</a></span></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Flangitselatan.com%2F2009%2F06%2F15%2F2012-sebuah-perbincangan-santai-tapi-bermutu%2F&amp;linkname=2012%2C%20Sebuah%20Perbincangan%20Santai%20Tapi%20Bermutu"><img src="http://langitselatan.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Save/Bookmark"/></a><div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=qCXzsrtPwOw:umePFvLo8xA:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=qCXzsrtPwOw:umePFvLo8xA:F7zBnMyn0Lo"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=qCXzsrtPwOw:umePFvLo8xA:F7zBnMyn0Lo" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=qCXzsrtPwOw:umePFvLo8xA:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=qCXzsrtPwOw:umePFvLo8xA:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?a=qCXzsrtPwOw:umePFvLo8xA:gIN9vFwOqvQ"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/langitselatan?i=qCXzsrtPwOw:umePFvLo8xA:gIN9vFwOqvQ" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/langitselatan/~4/qCXzsrtPwOw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://langitselatan.com/2009/06/15/2012-sebuah-perbincangan-santai-tapi-bermutu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://langitselatan.com/2009/06/15/2012-sebuah-perbincangan-santai-tapi-bermutu/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
