<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>LENTERA</title><link>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/lelakader" /><description></description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Laelatul)</managingEditor><lastBuildDate>Thu, 16 Feb 2012 00:13:06 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="lelakader" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><title>DAS sebagai sub sistem sumber daya dan sub sistem sosial ekonomi di BENGKULU</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/QoWsQcJ8acA/das-sebagai-sub-sistem-sumber-daya-dan_20.html</link><category>Artikel dan Publikasi</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Wed, 21 May 2008 05:00:47 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-7089330875543500012</guid><description>DAS sebagai satuan pengembangan sumberdaya dan satuan pengaturan tata ruang wilayah pembangunan. harus dapat menampung kepentingan berbagai sektor dalam pemanfaatan sumberdaya. dimana ini melibatkan dari berbagai sektor dalam pemanfaatan sumberdaya. &lt;br /&gt;Dimana di dalam nya terdapat sub sistem sumber daya dan sub sistem sosial ekonomi yang saling berkaitan, sehingga sistem DAS dapat juga dipandang sebagai satuan pengembangan sumberdaya dan satuan pengaturan tata ruang wilayah pembangunan&lt;br /&gt;Secara Umum Daerah Aliran Sungai di Bengkulu merupakan DAS regional seluas 51.000 ha yang secara administratif terletak pada dua kabupaten di Propinsi Bengkulu. Bagian hulu DAS terletak di Kabupaten Bengkulu Utara dan bagian hilir terletak di Kota Bengkulu dan meliputi 8 kecamatan, yaitu Taba Penanjung, Talang Empat, Pondok Kelapa, Karang Tinggi, Pematang Tiga, Pagar Jati, Muara Bangka Hulu, Gading Cempaka, Teluk Segara, Ratu Agung, Sungai Serut dan sedikit Kecamatan Selebar. Dimana Secara fisik DAS Bengkulu terletak pada posisi 3 58’ - 3 85’ LS dan 102 23’ - 102 60’ LS, yang dibatasi oleh Sebelah timur DAS Tanjung Aur dan DAS Babat, Sebelah selatan, Samudera Indonesia, Sebelah barat DAS Hitam dan DAS Lemau, dan Sebelah Utara DAS Musi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sistem sungai yang ada DAS Bengkulu dibagi menjadi 3 Sub DAS, yaitu Sub DAS Rindu Hati dengan luas 19.207 Ha, Sub DAS Susup dengan luas 9.890 Ha, dan Sub DAS Bengkulu Hilir dengan luas 22.402 Ha.&lt;br /&gt;Berbagai masalah terjadi di DAS hilir dan hulu. Masalah lingkungan yang dihadapi ini pada dasarnya adalah masalah ekologi manusia. Dimana masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia. Jika hal ini tidak segera diatasi pada akhirnya berdampak kepada terganggunya kesejahteraan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir dalam setiap tahun nya 2-3 kali di kota bengkulu terjadi banjir. Tercatat 400-an Ha daerah Kota bengkulu tergenang kerugian materi yang tak terhitung jumlahnya dimana ini diakibatkan karena adanya banjir dan pendangkalan yang ada didaerah aliran sungai. Begitu pun di daerah hulu. Pembukaan hutan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, pembuangan limbah tambang batubara ke Aliran Sungai di Hulu, adanya limbah Pabrik karet dan kelapa sawit semakin memperparah kondisi yang ada di Daerah Aliran Sungai. Akibat aktivitas ini terjadi peningkatan senyawa organik pada air, adanya sisa-sisa pestisida di DAS, peningkatan zat pada tersuspensi dan terlarut,peningkatan kadar amonia, peningkatan kadar minyak dan lemak, mempengaruhi pH dll. DAS yang terkena aktivitas ini adalah DAS Dikit Seblat, DAS Bengkulu-Lemau, badan sungai Pisang (Ipuh), sungai Betung (Muko-muko), sungai Simpang Tiga (Tais), sungai Bengkulu, dan sungai Sinaba (Ketahun). Dimana ini berakibat pada rusaknya Cagar Alam Danau Dusun Besar, dan terjadinya bencana alam seperti Longsor, banjir saat musim hujan, kekeringan saat musim kemarau, Yang berimbas pada menurunnya pendapatan Petani akibat adanya pencemaran Air Hulu ke hilir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa terjadi dikarenakan beberapa faktor diantaranya adalah Lemahnya kesadaran dari pemerintah Daerah secara Khusus dan masyarakat secara umum baik Kota maupun kabupaten di bengkulu terkait dengan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem lingkungan disepanjang DAS dari kerusakan dan pencemaran baik di hulu maupun hilir sehingga keberadaan DAS sebagai sub sistem sumber daya dan sub sistem sosial dan ekonomi masih bisa berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-7089330875543500012?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-21T19:00:47.471+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2008/05/das-sebagai-sub-sistem-sumber-daya-dan_20.html</feedburner:origLink></item><item><title>KATAKAN TIDAK PADA KDP</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/mAjNEim7ycQ/katakan-tidak-pada-kdp_20.html</link><category>Koleksi Tulisan Ku</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Tue, 20 May 2008 08:41:15 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-8669675130315559958</guid><description>Dimuat di HU Pikiran Rakyat, 6 Desember 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEKERASAN dalam pacaran (KDP), betulkah itu ada? Jangan salah, pacaran sebagai relasi yang (seharusnya) indah dan dipenuhi kasih sayang, disadari atau tidak, ternyata bisa berubah muram sebab diwarnai oleh kekerasan seperti fisik, emosional, ekonomi, dan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja Nina, mahasiswa berusia 23 tahun, punya pengalaman miris dalam berpacaran. Bulan-bulan pertama saja masa pacaran terasa indah. Sisanya, ia merasakan watak asli pacarnya mulai keluar, yaitu temperamental dan amat posesif. Pacarnya akan marah besar dengan cara membanting barang-barang di kamar kos Nina jika ada secuil hal-hal yang tidak sesuai kehendak sang pacar. Lebih konyol lagi, pacarnya terlalu cemburuan sehingga membatasi Nina untuk main bersama teman-teman perempuannya dan melarangnya bekerja.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam di sebuah acara musik, Nina tertunduk sambil menangis terisak-isak sebab dua tamparan mendarat di pipinya di depan banyak orang, hanya karena Nina menyapa teman lelakinya. Butuh satu tahun setelah pemukulan terjadi berulang-ulang, sampai akhirnya Nina berani memutuskan hubungan dengan sang pacar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Asih –bukan nama sebenarnya– memiliki pacar yang suka mengaturnya dalam gaya berpakaian, riasan wajah, sampai musik yang didengarkan. Sang pacar juga gemar memonitor Asih, sampai berada di tahap “mengontrol” daripada “perhatian”. Kepercayaan diri Asih juga turun, lalu memutuskan diet ketat sampai ia jatuh sakit, sebab sang pacar kerap menyebut tubuh montoknya sebagai tubuh tidak ideal. Meski tidak nyaman dengan segala kontrol itu, Asih tetap jadi perempuan penurut sebab takut ancaman putus dari sang pacar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ada yang menyebut konsep pacaran tidak ada (ta’aruf), namun tidak dimungkiri, pacaran telah menjadi kultur mapan dalam masyarakat. Nah, di balik pacaran yang katanya indah, ternyata bisa juga terselip kasus-kasus tidak menyenangkan namun nyata seperti Nina dan Asih. Kekerasan dalam relasi atas kesepakatan, mungkin sulit dipercaya. Akan tetapi, jika mau ditelaah lebih jauh, lahirnya kekerasan sering bukan dari tempat yang jauh. Kekerasan justru bisa muncul dari orang-orang tedekat, seperti pacar. Ironisnya, masih banyak kaum muda yang menganggap kekerasan dalam berbagai bentuknya sebagai kewajaran atau dinamika berpacaran. Padahal, kekerasan adalah kekerasan, dan pelakunya bisa saja dilaporkan pada pihak yang berwajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu kekerasan dalam pacaran (KDP) ini turut digaungkan oleh Jaringan Mitra Perempuan (JMP) Bandung, dalam “16 Days Campaign Against Violence Against Women”, memperingati Hari Antikekerasan terhadap Perempuan Internasional yang jatuh setiap 25 November. JMP menggelar pameran, pemutaran film, sampai diskusi publik di beberapa tempat, salah satunya diskusi tentang KDP yang digelar di Kampus Universitas Parahyangan, Bandung, Kamis (29/11) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rantai kekerasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omong-omong, mengapa KDP dikaitkan dengan hari antikekerasan pada perempuan? Sebenarnya, dalam relasi pacaran atau hubungan yang lebih luas lagi, laki-laki dan perempuan memiliki potensi yang sama baik sebagai pelaku ataupun korban kekerasan. “Tapi hingga saat ini, posisi korban masih didominasi oleh kaum perempuan,” kata Aty Suandy dari JMP Bandung, di depan peserta diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu mungkin bisa dilihat dari paparan berikut. Data kasus kekerasan yang ditangani oleh Jaringan Relawan Independen (JaRI) periode April 2002-Juni 2007, yakni, dari 263 kasus kekerasan yang masuk, ada 92% korban perempuan (sekitar 242 orang). Rincian kasusnya, terdapat 173 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan 34 kasus kekerasan terhadap peremuan (KTP), termasuk di dalamnya KDP. Sementara itu, kasus KDP dan perkosaan pun menjadi kasus dominan yang ditangani Rifka Annisa Women`s Crisis Center asal Yogyakarta, setelah kekerasan terhadap istri. Selama 14 tahun terakhir, dari 3.627 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terungkap, sekitar 26 % di antaranya adalah KDP dan perkosaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena kekerasan terhadap perempuan sebenarnya seperti gunung es. Sebab, angka-angka tersebut hanya berdasar pada jumlah kasus yang dilaporkan, padahal dalam kenyataannya, tidaklah mudah bagi perempuan korban kekerasan melaporkan kasus yang dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa pacaran yang diharapkan sebagai proses saling mengenal, tidak selalu berjalan mulus, dan perempuan khususnya rentan menjadi korban kekerasan? Sebelum lebih jauh, ada baiknya kawan-kawan Kampus mengetahui jenis-jenis kekerasan. Deklarasi PBB tentang penghapusan kekerasan pada perempuan 1994 menyebutkan, kekerasan terhadap perempuan bisa berupa kekerasan fisik, psikologis, dan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan fisik, yaitu kekerasan yang meninggalkan bekas nyata di tubuh korban, seperti pukulan, tendangan, tamparan, sundutan rokok, dsb.. Sementara, kekerasan psikologis atau emosional, misalnya caci maki, bentakan, kata-kata kasar, ancaman meninggalkan, cemburu berlebihan, dsb. Kalau kekerasan seksual, bisa berupa ucapan tidak senonoh yang berkaitan dengan seks, menyentuh bagian-bagian tubuh secara seksual di luar keinginan korban, hingga memaksa melakukan hubungan seksual disertai janji-janji atau paksaan. Ada juga yang disebut kekerasan ekonomi, contohnya, mengharuskan salah satu pihak selalu mengeluarkan uang atau melarang bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dituturkan Aty, bentuk kekerasan yang paling banyak terjadi, namun jarang disadari termasuk oleh korbannya sendiri, adalah kekerasan emosional. Akan tetapi, yang paling menyedihkan adalah ketika perempuan dipaksa melakukan hubungan seksual, namun setelah hamil, kekasihnya tidak mau bertangung jawab. “Banyak kasus-kasus tragis, misalnya, pernah ada kasus seorang perempuan karena bikin kopi kemanisan, ia dianggap lupa selera pacarnya, lalu didorong ke tembok sampai tulang rusuknya patah,” ucap Aty, yang juga psikolog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Aty, kekerasan terhadap perempuan dapat dilihat sebagai produk budaya. Perempuan kerap menjadi korban kekerasan karena ada ketidakseimbangan relasi antara laki-laki dan perempuan akibat dominasi budaya patriarki. Repotnya, budaya ini sudah mengakar dalam masyarakat, sehingga menjadi nilai teramat kokoh. Laki-laki kerap dicitrakan kuat, rasional, jantan, dominan, mencari uang, dan lain-lain. Sementara perempuan, disimbolkan dengan halus, lemah lembut, emosional, dsb.. Ketika perempuan dalam posisi lebih lemah (dan laki-laki harus kuat), perempuan pun rentan menjadi korban kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa laki-laki selalu menjadi pelaku kekerasan? Sekali lagi, laki-laki dan perempuan sebenarnya sama-sama bisa jadi pelaku dan korban kekerasan. Justru yang kini harus dilakukan adalah memutus rantai kekerasan (chain of violence) itu bersama-sama oleh laki-laki dan perempuan. “Perempuan kan juga bisa melakukan kekerasan, seperti misalnya kekerasan ekonomi, dengan minta dibayarin terus- menerus,” ujar Aty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, kata Aty, akibat kekerasan tidak bisa dianggap enteng. Akibat jangka pendek, bisa berupa cedera fisik. Sementara akibat jangka panjang, seperti trauma berkepanjangan dan chain of violence. “Trauma itu tidak bisa mati, tapi paling-paling dikompromikan dengan di-switch off, tapi sewaktu-waktu ia bisa muncul lagi. Selain itu, korban kekerasan bisa juga jadi pelaku kekerasan di masa mendatang!” ujar Aty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran sejak dini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ellin Rozana dari Institut Perempuan, payung hukum terhadap terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan, sudah cukup terakomodasi melalui UU No. 23 tahun 2004 tentang KDRT. Namun untuk KDP, dikatakannya belum ada payung hukum khusus, dan masih menggunakan KUHP sebab dianggap kasus kriminal biasa. Padahal menurut dia, KDP bisa masuk dalam KDRT. “Sebab kekerasan yang terjadi dalam relasi domestik,” kata Ellin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, ia mengatakan bahwa yang terpenting adalah penegakan hukum dijalankan sebaik-baiknya agar perempuan benar-benar memperoleh haknya mengaktualisasikan diri tanpa bayang-bayang kekerasan. Selain itu, perlu ada tindakan khusus pada korban-korban kekerasan. Yang terjadi selama ini adalah korban enggan melapor meski dari hari ke hari ia melihat semakin banyak kesadaran muncul untuk menolak dengan tidak lagi diam dalam ketakutan. “Bukan hanya LSM, tapi masyarakat juga bisa berpartisipasi menjadi relawan atau pendamping terdekat yang bisa memulihkan kepercayaan diri dan motivasi para korban,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain penyelesaian secara hukum dan pendampingan korban, kegiatan penyadaran bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran hak asasi manusia, mesti terus dikumandangkan. Inilah juga yang kerap disebut sebagai pemahaman berkesadaran gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ellin, pemahaman berkesadaran gender demi mencegah kekerasan, bisa dimulai dari pendidikan formal sejak dini, seperti sejak sekolah dasar. Konsep-konsep yang digambarkan di buku-buku, seperti laki-laki jadi pemimpin dan bekerja di wilayah publik, sedangkan perempuan hanya boleh mengurus rumah tangga, harus dibongkar (dekonstruksi). Antara perempuan dengan laki-laki sebenarnya hanya dibedakan berdasarkan bentuk tubuh dan alat kelamin, sedangkan peran konstruksi sosial dapat saling dipertukarkan. Wacana yang mempertentangkan laki-laki dan perempuan dalam oposisi biner sebagai lebih tinggi dan lebih rendah, pencari nafkah dan pengatur rumah tangga, publik dan domestik, rasional dan emosional, dan sebagainya, sebenarnya bisa dipahami sebagai opresi yang menimpa laki-laki juga. Ini demi terciptanya masyarakat berkeadilan gender, yang menempatkan perempuan dan laki-laki hidup berdampingan dan berkerja sama dalam membangun masyarakat yang berkeadilan dan berkemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi mengenai relasi pacaran, dikatakan Aty, pacaran sebenarnya diharapkan sebagai proses saling mencintai, menghargai, menjaga, mendukung, dan memerhatian, dan bukannya tempat persemaian hal-hal negatif seperti penyepelean, penghinaan, pemukulan, pemaksaaan hubungan seksual, dsb. Dan, waspadalah terhadap mitos yang menyesatkan tentang pacaran, seperti cemburu membabi buta sampai membuat tertekan adalah bagian dari cinta, atau menelan bulat-bulat bualan bahwa kekerasan adalah bumbu kemesraan. “Kalau pacaran lebih banyak sedihnya daripada bahagianya, buat apa?” ucap Aty. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-8669675130315559958?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-20T22:41:15.874+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2008/05/katakan-tidak-pada-kdp_20.html</feedburner:origLink></item><item><title>BBM Naik????</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/C8ibTxdfo-A/bbm-naik.html</link><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Thu, 11 Dec 2008 01:17:20 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-7821560283969097701</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/SCpgCSCJHdI/AAAAAAAAAG8/_pnLgr8rjhs/s1600-h/bbm1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/SCpgCSCJHdI/AAAAAAAAAG8/_pnLgr8rjhs/s320/bbm1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200074312069488082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong maslah BBM naik nih...Jadi ingat lagu bang Iwan Fals yang berjudul “Galang Rambu Anarki” (Album Opini 1982).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta menunjukkan apabila BBM naik lagi, maka semuanya akan ikut naik. Mulai dari sembilan bahan pokok yang merupakan kebutuhan hidup kita sehari-hari, bahan-bahan produksi baik itu untuk kalangan industri kecil, menengah dan ke atas serta semuanya yang berhubungan dengan BBM akan naik lagi harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi pertanyaan kemudian adalah Mengapa jika BBM naik maka semuanya ikut naik?&lt;br /&gt;Anda pasti sudah tahu jawabannya. Salah satu contoh yang dapat saya berikan adalah tatkala harga BBM naik bisa dipastikan bahwa harga sembako atau kebutuhan sembilan bahan pokok seperti salah satunya sayur - sayuran akan ikut naik pula. Mengapa? Sayur-sayuran biasanya di dapat dari perkebunan yang ada di desa dimana jika di jual ke pasar memerlukan pengangkut karena tidak mungkin ke pasar di angkut pakai andong atau cikar dimana para petani sekarang lebih memilih efisiensi waktu kerja serta bagaimanapun cikar sekarang juga sudah jarang di temui di desa-desa. Pengangkutan menggunakan mobil atau motor pastilah memerlukan biaya untuk bahan bakar pengangkut sayur - mayur tadi dan kalau harga BBM untuk kendaraan pengangkutnya naik, gak mungkin jika sang pemilik kendaraan pengangkut sayuran tadi tidak menaikkan ongkosnya.Betul???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas hanyalah salah satu contoh saja, anda bisa membuktikan sendiri fakta yang terjadi sekarang. Ini adalah tugas berat yang di pegang oleh Pemerintahan SBY - JK (Susilo Bambang Yudhoyono - Jusuf Kalla) dimana sebentar lagi akan ada Pemilu di tahun 2009 nanti.Tidak menutup kemungkinan bahwa kepemimpinan SBY-JK ini akan terkikis seiring dengan berjalannya waktu...Karena berkurang nya kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinana nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yach...mau bagaimana lagi? Kalau BBM tidak naik, toch bahan dasar pembuatan BBM-nya di luar sana harganya naik, klo tetap naik juga kasihan rakyat kecil yang penghasilannya tidak menentu...lama-lama negara kita jadi negara yang mayoritas penduduknya berprofesi pengemis..Jadi ingat Film G30SPKI...nih..kan ada tuh cuplikan orang-orang yang lagi antri untuk dapat Sembako...cuman bedanya saat ini yang jajah negara kita itu justru orang-orang birokrat kita sendiri...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-7821560283969097701?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-11T16:17:20.619+07:00</app:edited><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/SCpgCSCJHdI/AAAAAAAAAG8/_pnLgr8rjhs/s72-c/bbm1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2008/05/bbm-naik.html</feedburner:origLink></item><item><title>Ketika Feminisme Menggugat HAM</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/1Uqa4UVyAIU/ketika-feminisme-menggugat-ham.html</link><category>KoleksiTulisan-Tulisan Ku</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Sat, 03 May 2008 03:03:39 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-4140724272577600410</guid><description>Judul buku : Pergulatan Feminisme dan HAM&lt;br /&gt;Penulis : R. Valentina Sagala, SE., SH., MH. dan Ellin Rozana, S.Si.&lt;br /&gt;Penerbit : Institut Perempuan&lt;br /&gt;Tahun terbit : Cetakan ke-1, April 2007&lt;br /&gt;Halaman : viii + 176 halaman&lt;br /&gt;ISBN : 979-98392-1-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak asasi manusia (HAM) adalah hak yang melekat pada setiap manusia di manapun, kapan pun manusia itu berada tanpa memandang siapa manusia itu. Kemunculan konsep HAM sebagai sebuah isu penting yang mendunia hadir bersamaan dengan perkembangan kesadaran umat manusia akan pentingnya mengakui, menghormati, dan mewujudkan manusia yang berdaulat dan utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan HAM di dunia dimulai dengan adanya Magna Carta di Inggris pada tahun 1215, yang menjelaskan adanya larangan bagi raja untuk memungut pajak tanpa persetujuan tuan tanah dan denda terhadap orang merdeka disesuaikan dengan kesalahannya.&lt;br /&gt;Selanjutnya pada 10 Desember 1948, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan Universal Declration of Human Rights atau Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM). Deklarasi ini tidak bersifat mengikat dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mampu memaksa negara-negara penanda tangan untuk memenuhi isi DUHAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya pada tahun 1966, Komite Majelis Umum tentang HAM PBB mengesahkan dua kovenan, yaitu: International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) atau Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik dan International Covenant on Economic, Social, and Cultural Rights (ICESCR) atau Kovenan Internasional Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Kedua kovenan tersebut bersama-sama dengan DUHAM disebut sebagai International Bill of Rights atau Undang-Undang Internasional tentang HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya kedua kovenan tersebut dirasa tidak cukup mengakomodir kepentingan perempuan, selain itu juga belum adanya pengakuan tentang perbedaan perempuan dan laki-laki. Secara fisik, perempuan berbeda dengan laki-laki yang menyebabkan perempuan membutuhkan perlakuan khusus. UDHR juga tidak mengatur tentang affirmative action kepada kelompok rentan, yang salah satunya adalah perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan tersebut, PBB membuat Declaration on the Elimination of Discrimination Against Women atau Deklarasi Mengenai Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan, memuat hak dan kewajiban perempuan berdasarkan persamaan hak dengan laki-laki dan menyatakan agar diambil langkah-langklah seperlunya untuk menjamin pelaksanaan deklarasi tersebut. (halaman 11).&lt;br /&gt;Tahun 1979, PBB mengadopsi Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), yang kemudian diratifikasi Indonesia dan diundangkan menjadi UU RI No. 7 Tahun 1984 pada tanggal 24 Juli 1984.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa kaitannya antara HAM dengan feminisme? Pertanyaan tersebut coba dikupas dalam buku ini. Dinamika HAM telah mengantarkan kesadaran bahwa kelompok-kelompok tertentu yang didiskriminasi dan ditindas (the voiceless) rentan diabaikan dalam proses pembuatan sebuah kebijakan.&lt;br /&gt;Mereka terutama adalah perempuan. gerakan perempuan (feminis) telah menyadari hal ini dan menempatkan gerakan HAM sebagai salah satu ranah perjuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, para feminis terlibat dalam berbagai gerakan HAM untuk memastikan bahwa manusia tidak homogen, tidak laki-laki, tidak dewasa; melainkan ada yang bertubuh perempuan, anak, remaja, penyandang cacat, berbeda warna kulit, berbeda ras, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Dari semua itu, para feminis bertanya, mengapa perempuan hilang dari HAM? Are women missing in human rights’ face? Where are the women’s voices, bodies, thought? (halaman 3).&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan tersebut rupanya cukup menggugah kedua orang penulis, R Valentina Sagala dan Ellin Rozana, yang mengupas persoalan-persoalan yang selama ini banyak dipertanyakan tentang feminisme dan HAM, serta menuliskannya dalam buku setebal 175 halaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis memaparkan dengan baik kaitan antara feminisme dan HAM. Di dalamnya juga dibahas tentang prinsip, nilai, dan perspektif feminisme. Penguasaan kedua penulis tentang feminisme dan HAM tentu tidak mengherankan mengingat penulis adalah aktivis feminis yang telah sekian lama menggeluti persoalan feminisme dan HAM. Simak saja halaman 43-50 buku ini yang menjelaskan tentang prinsip, nilai, dan perspektif feminisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika para feminis beranggapan bahwa tidak ada HAM tanpa hak asasi perempuan (HAP), hal ini juga dikukuhkan oleh penulis buku ini, yang mengatakan bahwa keberadaan instrumen hukum yang mengakomodasi HAP dalam kerangka HAM sangat penting, namun penegakan HAP tidaklah dapat disimplistikkan sebatas instrumen hukum semata.&lt;br /&gt;Buku ini juga secara jeli melihat keterkaitan antara menguatnya neoliberalisme dan fundamentalisme sebagai ancaman untuk penegakan HAP. Neoliberalisme dan globalisasi yang berusaha untuk menghilangkan peran negara di sektor-sektor publik, sangat merugikan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya revolusi hijau yang menghilangkan peran perempuan di dunia pertanian. Selain itu, feminisasi migrasi dan trafiking juga merupakan salah satu dampak dari neoliberalisme.&lt;br /&gt;Membaca buku ini seakan membuka rumah yang selama ini terkunci. Dan ketika kita masuk ke dalamnya kita akan menemui banyak kejutan yang selama ini tersembunyi bahkan mungkin tidak terpikirkan oleh kita.&lt;br /&gt;Dan seperti kata penulis: ”Lalu apakah tujuan akhir feminisme? Feminisme tidak mengejar kemenangan satu kelompok atas kelompok lainnya atau pemusatan kekuasaan di satu pihak, misalnya kemenagan perempuan terhadap laki-laki. Sebaliknya, feminisme menuju titik akhir perjuangan yaitu sebuah masyarakat yang berkeadilan, berkesetaraan, dan berkemanusiaan”. (halaman 51).&lt;br /&gt;Semoga HAM untuk perempuan dan HAM untuk keadilan sosial bukan lagi impian semata. Semoga….n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah aktivis perempuan,&lt;br /&gt;tinggal di Bandung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-4140724272577600410?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-03T17:03:39.293+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2008/05/ketika-feminisme-menggugat-ham.html</feedburner:origLink></item><item><title>PEREMPUAN DAN KEBIJAKAN</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/l-J9WlsFkxg/ketika-berbicara-maslah-peran-perempuan.html</link><category>KoleksiTulisan-Tulisan Ku</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Sat, 03 May 2008 02:48:48 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-1764355186353104868</guid><description>Ketika Berbicara masalah Peran Perempuan..Banyak ranah yang bisa diambil.Baik di sektor Pendidikan maupun yang lainnya.Indonesia Merupakan negara yang bisa di katakan "MAKMUR" secara Sumber Daya Alam nya tapi "MIskin" dalam Pengelolaan SDM nya terutama pada Kaum Perempuan.Ini yang kemudaian menjadi persoalan dan PR bagi sang Penguasa dan kita secara umum.Ketika Kebijakan sudah tidak lagi berpihak kepada Rakyat..lalu apa fungsi lembaga yang ada.Ketika fungsi masyarakat sebagai alat pengontrol (agen of control) dan agen Perubahan (Agen of change) tidak bisa berfungsi dengan baik lalu bagaimana nasib negara kita??.&lt;br /&gt;Sekarang saya akan mencoba mengajak anda untuk merefleksikan dari  artikel yang saya dapat dari www.institutperempuan.or.id tentang data statistik tahun 2007 berkaitan dengan Kekerasan Terhadap Perempuan.tapi sebelum itu akan saya paparkan tentang Apa dan Bagimana kekerasan Perempuan itu terjadi&lt;br /&gt;Menurut Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, pasal 2, disebutkan bahwa jenis-jenis kekerasan terhadap perempuan mencakup, namun tidak terbatas pada :&lt;br /&gt;1.kekerasan secara fisik, seksual dan psikologis yang terjadi dalam ranah keluarga termasuk pemukulan,penyalahgunaan seksual atas perempuan kanak-kanak dalam rumah tangga,kekerasan yang berhubungan dengan mas kawin, perkosaan dalam perkawinan,      pengrusakan alat kelamin perempuan dan praktek-praktek kekejaman tradisional lain terhadap perempuan, kekerasan di luar hubungan suami istri dan kekerasan yang berhubungan dengan eksploitasi&lt;br /&gt;2. kekerasan secara fisik, seksual dan psikologis yang terjadi dalam masyarakat luas termasuk perkosaan, penyalahgunaan seksual, pelecehan dan ancaman seksual di tempat kerja dalam lembaga-lembaga pendidikan dan sebagainya, perdagangan perempuan dan      pelacuran paksa&lt;br /&gt;3. kekerasan secara fisik, seksual dan  psikologis yang dilakukan atau dibenarkan oleh negara, dimanapun terjadinya.&lt;br /&gt;Pembagian jenis kekerasan terhadap perempuan dalam laporan ini mengadopsi pembagian dalam Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan tersebut, yaitu:&lt;br /&gt;(1) kekerasan dalam rumah tangga;&lt;br /&gt;(2) kekerasan dalam wilayah publik;&lt;br /&gt;(3) kekerasan yang dilakukan oleh negara; dan&lt;br /&gt;(4) lain-lain&lt;br /&gt;Kategori Lain-lain mencakup kekerasan terhadap perempuan yang belum dapat dikategorikan dalam ketiga kategori lainnya karena minimnya data.&lt;br /&gt;Di antara kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di atas, terdapat hal-hal yang yang penting untuk disimak lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENTANG KASUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Januari – Juni 2007, terdapat 149 kasus kekerasan terhdap perempuan dan anak yang menimpa 285 korban (lihat Tabel 1 dan 2).  Pada tabel 1 dapat dilihat besarnya proporsi kasus Kekerasan Dalam Wilayah Publik (KDWP), yaitu sebesar 42%, diikuti dengan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan oleh negara, yaitu secara berturut-turut 39% dan 17%. Sementara itu dilihat dari jumlah korban, korban terbanyak mengalami kekerasan dalam wilayah publik, yaitu 39%, diikuti kekerasan oleh negara sebesar 33% dan KDRT 28%. Kekerasan oleh negara meliputi trafiking (52%), kematian buruh migran (39%), penjara (9%), dan razia, malpraktik serta hilang kontak masing-masing 4%.&lt;br /&gt;Tabel 1 Jumlah Kasus&lt;br /&gt;No  Jenis Kekerasan                                      Prosentase (%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Kekerasan dalam Rumah Tangga Jumlah Kasus 58 Prosentase (39%)&lt;br /&gt;2 Kekerasan dalam Wilayah Publik Jumlah Kasus 62 Prosentase (42%)&lt;br /&gt;3 Kekerasan oleh Negara Jumlah Kasus 26 Prosentase (17%)&lt;br /&gt;4 Lain-lain Jumlah Kasus 3 prosentase (2%)&lt;br /&gt;Total Jumlah Kasus 149 Prosentase (100%)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tabel 2 Jumlah Korban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No  Jenis Kekerasan                                      &lt;br /&gt;1 Kekerasan dalam Rumah Tangga Jumlah Korban 79 Prosentase (28%)&lt;br /&gt;2 Kekerasan dalam Wilayah Publik Jumlah Korban 110 prosentase (39%)&lt;br /&gt;3 Kekerasan oleh Negara Jumlah Korban 93 prosentase (33%)&lt;br /&gt;4 Lain-lain jumlah korban 3 Prosentase (1%)&lt;br /&gt;  Total jumlah korban 285 prosentase (100%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan fisik merupakan bentuk kekerasan yang banyak terjadi dalam kasus-kasus KDRT (49%). Demikian halnya dengan kekerasan seksual (26%). Meskipun demikian, data ini juga perlu dikritisi mengingat dalam kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan (khususnya KDRT), korban seringkali mengalami kekerasan berlapis (kekerasan fisik, psikis dan terkadang seksual sekaligus).&lt;br /&gt;Sementara itu, dalam kasus KDWP, kekerasan fisik menempati urutan teratas, yaitu sebesar 54%, diikuti dengan kekerasan seksual sebesar 30%, fisik-seksual (9%), fisik-seksual-ekonomi (2%), psikis-ekonomi (2%), dan fisik-ekonomi (2%).&lt;br /&gt;Tabel 3 menggambarkan intensitas kekerasan dalam kasus-kasus KDRT, KDWP, dan kasus lainnya. Kekerasan terkadang terjadi dalam frekuensi yang berulang. Kebanyakan kasus kekerasan yang terjadi berulang kali adalah kekerasan fisik (25), baik dalam lingkup rumah tangga ataupun dalam wilayah publik, dimana kebanyakan kasus terjadi pada buruh migran. Sementara itu, untuk kasus trafiking masuk dalam kategori intensitas kekerasan dalam rangkaian.&lt;br /&gt;Tabel 3 Intensitas Kekerasan&lt;br /&gt;No Intensitas Kekerasan     &lt;br /&gt;1 Sekali                  Jumlah  64                    Prosentase  43&lt;br /&gt;2 Berulang-ulang          Jumlah  38                    Prosentase  25&lt;br /&gt;3 Tidak Diketahui         Jumlah  36                    Prosentase  24&lt;br /&gt;4 Rangkaian               Jumlah  12                    Prosentase  8&lt;br /&gt;  Total                   Jumlah  150                   Prosentase  100&lt;br /&gt;Salah satu dampak yang dialami oleh perempuan korban kekerasan adalah kematian. Tercatat 54 korban meninggal dunia, akibat kekerasan yang mereka alami. Kematian paling banyak diakibatkan KDWP yaitu 25 korban, diikuti KDRT (16) dan kekerasan oleh negara (11).&lt;br /&gt;Tabel 4 Kekerasan yang Berdampak pada Kematian Korban&lt;br /&gt;No  Jenis Kekerasan                   &lt;br /&gt;1 Kekerasan dalam Rumah Tangga     Jumlah Korban Meninggal 16(30%)&lt;br /&gt;2 Kekerasan dalam Wilayah Publik   Jumlah Korban Meninggal 25(46%)&lt;br /&gt;3 Kekerasan oleh Negara            Jumlah Korban Meninggal 11(20%)&lt;br /&gt;4 Lain-lain                        Jumlah Korban Meninggal 2 (4%)&lt;br /&gt;Total                              Jumlah Korban Meninggal 54(100%)&lt;br /&gt;Siapakah Korban?&lt;br /&gt;Korban kekerasan terhadap perempuan dan anak bersal dari segala lapisan umur. Tabel 5 menunjukkan bahwa 38% korban adalah anak-anak. Pun demikian jumlah tersebut bisa saja lebih besar mengingat besarnya jumlah usia korban yang tidak diketahui yang mencapai 31%.&lt;br /&gt;Tabel 5 Usia Korban Saat Mengalami Kekerasan&lt;br /&gt;No Usia                                               &lt;br /&gt;1 0 - 5                            Jumlah 27           (10%)&lt;br /&gt;2 6 – 12                           Jumlah 15           (5%)&lt;br /&gt;3 13 – 17                          Jumlah 64           (23%)&lt;br /&gt;4 18 – 30                          Jumlah 54           (19%)&lt;br /&gt;5 31 – 50                          Jumlah 30           (11%)&lt;br /&gt;6 Di atas 51                       Jumlah 6            (2%)&lt;br /&gt;7 Tidak diketahui                  Jumlah 87           (31%)&lt;br /&gt;  Total                            Jumlah 283          (100%)&lt;br /&gt;Dari keseluruhan kasus kekerasan terhadap anak, kekerasan didominasi oleh kasus kekerasan dalam wilayah publik (56%). Sedangkan 34% adalah kasus kekerasan oleh negara dan 11% kasus KDRT. Di antara kasus KDWP yang menimpa anak, kasus terbanyak adalah perkosaan atau pencabulan (86%), pembunuhan (10%) dan perkosaan-perampokan (4%). Ini menunjukkan bahwa lingkungan publik masih menjadi tempat yang rawan bagi anak. &lt;br /&gt;Sementara itu, dalam kasus KDRT, dari 11 korban, 7 korban mengalami penganiayaan dan 4 korban lainnya mengalami pemerkosaan. Dalam kasus perkosaan, kebanyakan dilakukan oleh ayah dengan alasan ditinggal istri berangkat ke luar negeri sebagai buruh migran. Sementara itu dalam kasus penganiayaan, sebagaian besar dialami oleh PRTA (Pekerja Rumah Tangga Anak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Pelaku???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku kekerasan terhadap perempuan kebanyakan adalah laki-laki (67%). 9% pelaku adalah perempuan, dan sisanya tidak diketahui jenis kelaminnya. Bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pelaku perempuan adalah KDRT (pembunuhan bayi, penganiayaan terhadap PRT), pemerkosaan/ pencabulan dan trafiking.&lt;br /&gt;Dari fakta yang terungkap, ditemukan bahwa di antara pelaku, terdapat 9 orang ‘pelaku’ anak, yang kesemuanya melakukan pemerkosaan. Sementara itu 12% pelaku adalah suami korban dan 21% adalah majikan. Ini menunjukkan tingginya pelaku yang memiliki hubungan dekat dengan korban.&lt;br /&gt;Dimana Kasus Terjadi&lt;br /&gt;Dari Data yang di Peroleh Institut Perempuan menunjukkan sebaran wilayah dan lokasi terjadinya kekerasan dalam kasus (pengecualian kasus kekerasan oleh negara). Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat bahwa Bandung kota dan Kabupaten) adalah tempat yang cukup marak dengan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan. Wilayah lain yang cukup marak dengan kasus kekerasan terhadap perempuan adalah Jakarta, Tangerang, Cimahi, Subang dan Bekasi.&lt;br /&gt;Kekerasan terhadap perempuan lebih banyak mengambil ruang domestik baik itu rumah tinggal pelaku bersam korban atau rumah pelaku. Tercatat 66 kasus terjadi di rumah dan 12 kasus terjadi di lingkungan terbuka, seperti sungai, kebun, sawah dan hutan.&lt;br /&gt;Kekerasan terhadap perempuan juga menimpa perempuan di luar negeri. Kasus KDRT yang dialami PRT migran terjadi di negara Timur Tengah (Yordania, oman, malaysia dan singapura). &lt;br /&gt;Tabel 6 Lokasi Terjadi Kekerasan &lt;br /&gt;No  Lokasi Kekerasan                       &lt;br /&gt;1  Sungai, Kebun, Sawah, Hutan          Jumlah (12 Kasus)                   &lt;br /&gt;2  Rumah                                Jumlah (66 Kasus)                  &lt;br /&gt;3  TPA, Sekolah                         Jumlah (2 Kasus)                 &lt;br /&gt;4  RSUD                                 Jumlah (1 Kasus)                   &lt;br /&gt;5  WC Umum                              Jumlah (1 Kasus)                    &lt;br /&gt;6  Kantor                               Jumlah (2 Kasus)                   &lt;br /&gt;7  Diskotik                             Jumlah (1 Kasus)                   &lt;br /&gt;8  Tempat Penampungan                   Jumlah (2 Kasus)                    &lt;br /&gt;9  Jalan, Jembatan                      Jumlah (7 Kasus)                    &lt;br /&gt;10 Hotel, Penginapan                    Jumlah (4 Kasus)                    &lt;br /&gt;11 Mobil                                Jumlah (1 Kasus)                    &lt;br /&gt;12 Tidak Diketahui                      Jumlah (23Kasus)                    &lt;br /&gt;   Total                                Jumlah (122Kasus) &lt;br /&gt;                  &lt;br /&gt;Memang PEMILU 2004 di Indonesia merupakan sebuah sejarah.Dimana Perempuan diberikan kesempatan yang sama dalam pengambilan kebijakan.Ini terbukti dengan adanya anggota DPR RI,DPRD di masing-masing wilayah yang notabennya dari kaum Hawa ini.Akan tetapi ini belum selesai..dan belum bisa menjawab persoalan yang ada..Karena Ternyata banyak juga anggota dari kaum hawa ini hanya bisa duduk, diam, mendengarkan dan pulang.sangat Menyedihkan....dan kerjaannya hanya Kunjungan..kunjungan..dan kunjungan.. yang hanya mengahabiskan uang Rakyat...Kalau gk kunjungan..study banding terus..kapan Majunya coba...&lt;br /&gt;Sementara itu ketika berbicara dalam ranah Peran siapa sih yang tidak tau kalau yang menjadi ibu rumah tangga adalah seorang Perempuan bahkan buruh yang ada di Perusahaan di negara kita juga kebanyakan perempuan..dari berbagai strata baik yang sangat miskin yang mereka bekerja sebagai buruh untuk nyari sesuap nasi sampai orang yang tidak miskin yang mereka bekerja hanya untuk mendapatkan uang untuk bersenang-senag..(Ini realita yang ada).&lt;br /&gt;Dari kenyataan itu sebenarnya tugas anggota dewan dari kaum hawa secara khusus dan masyarakat secara umum inilah yang harus melakukan sebuah analisa mengenai persoalan yang telah terjadi dengan membuat sebuah movment  (gerakan) dan juga membuat sebuah root pline (Jalan perencanaan).agar persoalan yang kami paparkan diatas itu tidak lagi terjadi pada Tahun 2008 ini.Semisal membuat rencana sekolah Marital agar para kaum hawa ini sadar posisi akan perannya sebagai seorang Perempuan sehingga mereka tidak melupakan fungsinya sebagai seorang kaum hawa yang juga sebagai ibu rumah tangga. Hal ini jelas bertujuan agar tidak ada lagi "KORBAN" karena persoalan keluarga yang berdampak pada turunnya prestasi belajar anak, Kekerasan terhadap anak, kekerasan terhadap keluarga, perdagangan anak dan perdagangan perempuan.Dimana dalam Sekolah Marital ini semua unsur dilibatkan baik dari Pemerintah maupun Non Pemerintah.Kemudian Membuat sekolah berbasisi kerakyatan  yang bisa meningkatan kesadaran individu akan pentingnya pendidikan dan masih banyak lagi konsep yang bisa ditawarkan.Tapi semuanya tidak akan bisa berjalan tanpa ada suport baik secara Finanasia; maupun Moral. &lt;br /&gt;Menurut data statistik yang kami peroleh bulan  Januari - Juni 2007 selain KDRT ada juga peroalan yang sering terjadi perihal kekerasan terhadap perempuan.salah satunya adalah  Kasus Trafiking.Selama bulan Januari – Juni, terdapat 12 kasus trafiking yang menimpa 43 orang korban, 29 diantaranya adalah anak-anak. kasus trafiking yang terjadi adalah kasus trafiking dalam negeri dan lintas batas negara. Untuk kasus trafiking dalam negeri, daerah tujuan adalah Batam, Madiun, Purwokerto. Sementara itu untuk kasus trafiking lintas batas negara, yang menjadi daerah tujuan adalah Malaysia, Jepang. Jakarta dan Entikong menjadi daerah transit trafiking lintas negara.Kebanyakan Korban berasal dari daerah pedesaan di Indramayu, Kendal, Ciamis, Banyumas, Sukabumi, Subang,Bandung,Semarang, dan Surabaya. Sebagian besar korban mengalami eksploitasi seksual komersial. Modus operandi yang digunakan, yaitu orang yang sudah bekerja pulang ke daerah asal, dan merekrut orang dari daerah asal untuk dipekerjakan. Selain itu, ditemukan pula modus operandi trafiking yang berkedok magang, namun ternyata dipaksa menjadi PSK dan tenaga kerja murah. Orang tua, juga menjadi menjadi pihak yang terlibat trafiking. Dalam sebuah kasus, orang tua korban menyerahkan anaknya ke mucikari.Berdasarkan fakta yang terungkap, ditemukan adanya kasus perdagangan bayi serta perdagangan korban bencana (Lumpur Lapindo). Terdapat pula kasus penjualan bayi yang terjadi di daerah Semarang. Solo dan Karanganyar menjadi daerah transit dan daerah tujuan adalah Madiun.&lt;br /&gt;Dari 149 kasus, hanya ada 16 kasus yang teridentifikasi pola penanganan hukumnya. Dalam penanganan hukum, untuk kasus kekerasan terhadap anak dan KDRT telah digunakan Undang Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang Undang PKDRT.  Pun demikian implementasi dari kedua UU tersebut masih kurang.&lt;br /&gt;Pemantauan penanganan kasus, seringkali tidak dilakukan oleh media, sehingga tidak dapat diketahui perkembangan kasus tersebut.&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa kecenderungan yang ditemukan dalam kasus-kasus yang terjadi&lt;br /&gt;A Kemiskinan Ekonomi vs Kekerasan terhadap Perempuan&lt;br /&gt;Kemiskinan ekonomi seringkali menjadi penyebab terjadinya kekerasan. Mahalnya harga-harga kebutuhan sehari-hari telah menjadikan beban hidup semakin berat dan akhirnya menyebabkan KDRT. Hal ini dapat terlihat dalam kasus berikut. IF (45 tahun) meninggal dunia, akibat sabetan senjata tajam yang dilakukan oleh suaminya, SL (46 tahun). Hal ini dipicu pertengkaran IF dan SL karena persoalan ekonomi rumah tangga.&lt;br /&gt;Ip, mengambil uang suaminya karena uang jatah belanja yang diberikan suaminya tidak cukup mencukupi kebutuhan makan. Begitu mengetahui perbuatan Ip, suaminya HS (31 tahun) menganiaya Ip.&lt;br /&gt;B. Kekerasan terhadap buruh migran&lt;br /&gt;Selama bulan Januari – Juni, terdapat 41 kasus yang menimpa buruh migran, yaitu kematian buruh migran (9), hilang kontak (1), dipenjara (2) dan KDRT (29). Kasus-kasus buruh migran, selalu ada tiap bulannya, ini menunjukkan rentannya perempuan yang menjadi buruh migran mengalami tindak kekerasan. Kasus kematian buruh migran seringkali disebabkan oleh KDRT. Jumlah kasus yang menimpa buruh migran bisa jadi lebih banyak, namun tidak banyak yang terekspose oleh media.&lt;br /&gt;Dalam kasus penganiayaan terhadap PRT, jenis kekerasan yang dialami adalah kekerasan fisik (17), fisik dan ekonomi(5), fisik - seksual (1), fisik – psikis (1), seksual (1), psikis – ekonomi (1), psikis – seksual (2), dan psikis (1). Berikut adalah gambaran kasus KDRT yang dialami oleh PRT migran. Dr (22 tahun), asal Indramayu yang bekerja sebagai PRT di Singapura, pulang dalam keadaan luka parah dan mengalami depresi serta histeris bila melihat orang asing. Karena Dr memecahkan piring, majikan perempuan menyiksa Dr, dibantu suami dan anak-anaknya. Perut Dr disayat dengan silet hingga membuat tulisan Cina.&lt;br /&gt;C. Anak dan Perempuan sebagai pelaku kekerasan&lt;br /&gt;Sebagaimana yang diungkapkan di atas, di antara pelaku terdapat 9 orang “pelaku” anak. kekerasan yang dilakukan oleh pelaku tersebut adalah perkosaan.&lt;br /&gt;Dari keseluruhan pelaku, 9 % pelaku adalah perempuan. Umumnya, perempuan yang menjadi pelaku kasus kekerasan dalam rumah tangga, namun ada kasus dimana perempuan melakukan tindak pencabulan terhadap seorang anak. FM (25 tahun) melakukan pencabulan terhadap JS (13 tahun), anak laki-laki. Ibu JS sebelumnya melihat FM di kamar bersama dengan kedua anaknya, namun beliau tidak curiga. Ketika orang tua JS pergi, FM memberi JS minuman yang mengandung obat perangsang dan melakukan perbuatan mesum dan cabul terhadap JS. Kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada tahun 2003. FM kemudian berterus terang terhadap keluarga JS, bahwa dirinya hamil oleh JS.&lt;br /&gt;D. Dominasi suami atas tubuh istri&lt;br /&gt;Ketimpangan relasi antara perempuan dan laki-laki, tercermin pula dalam hubungan suami – istri. Besarnya kuasa suami terhadap istri menyebabkan suami merasa memiliki dominasi atas tubuh istri. SA mengajak istrinya, Ta untuk berhubungan intim, namun ditolak oleh Ta karena luka bekas melahirkan anak pertama mereka masih meninggalkan rasa sakit. SA kemudian membakar Ta yang sedang tidur. Akibatnya, sebagian perut, seluruh dada hingga leher, serta dua tangan dan kaki kiri korban terbakar.&lt;br /&gt;E. Pendekatan represif terhadap PSK&lt;br /&gt;Tercatat dalam kurun waktu Januari – Juni terjadi razia terhadap PSK (Pekerja Seksual Komersial) di Jawa Barat. Ini menunjukkan masih dikedepankannya pendekatan represif terhadap PSK, namun kurang menyentuh akar persoalan yang ada. Pendekatan represif selama ini hanya ditujukan kepada PSK, namun jarang ditujukan kepada pengguna, mucikari, atau germo.&lt;br /&gt;F. Kasus Pembakaran Diri&lt;br /&gt;Tercatat ada 3 kasus pembakaran diri yang terjadi pada bulan Januari – Juni 2007. Dalam sebuah kasus, korban melakukan pembakaran diri setelah membakar anaknya. Kasus pembakaran diri ini terjadi akibat persoalan ekonomi atau percekcokan dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;ND (23 tahun), warga Cilengkrang, Cibiru, membakar dirinya karena tidak mampu membayar hutang. ND berhutang untuk mencukupi belanja hidup keluarganya sehari-hari. ND yang takut hutangnya sebesar 3,5 juta diketahui suaminya, kemudian membakar diri di hadapan kedua anaknya.&lt;br /&gt;G. Anak sebagai Korban Kekerasan Seksual&lt;br /&gt;Jumlah anak yang menjadi korban kekerasan seksual pada rentang waktu ini cukup banyak. Ini menunjukkan bahwa lemahnya posisi anak, menyebabkan anak (terutama anak perempuan) rentan terhadap tindak kekerasan.&lt;br /&gt;H. Kekerasan terhadap Pekerja Rumah Tangga (PRT)&lt;br /&gt;Tercatat terdapat 11 kasus yang menimpa PRT, 2 kasus merupakan kasus kekerasan seksul, sedangkan yang lainnya adalah kasus kekerasan fisik. Akibat kekerasan yang dialami, terdapat 2 korban meninggal dunia. Dari 11 PRT yang menjadi korban, 4 di antaranya adalah anak-anak.&lt;br /&gt;Is (16 tahun) menderita trauma berat akibat dianiaya majikannya selama bekerja di Cimahi. Bagian dada Is terluka akibat disetrika, tangan kanannya patah, wajah dan sejumlah bagian tubuhnya luka memar akibat dipukul.&lt;br /&gt;Perlindungan terhadap PRT dapat dikatakan masih jauh dari harapan, ini terlihat dari banyaknya kasus terhadap PRT (kasus sebenarnya bisa jadi lebih banyak). Dalam hal PRTA (Pekerja Rumah Tangga Anak), menurut Konvensi ILO No. 182 tentang Bentuk Bentuk Pekerjaan Terburuk Anak, termasuk dalam bentuk pekerjaan terburuk bagi anak. Pun demikian fenomena di lapangan menunjukkan banyaknya anak yang bekerja sebagai PRT, di mana hal ini tidak lepas dari faktor kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan.&lt;br /&gt;Ada Apa di Balik Statistika Kekerasan terhadap Perempuan di Jawa Barat?&lt;br /&gt;a.  Kekerasan terhadap Perempuan sebagai Pelanggaran terhadap Hak Asasi Perempuan&lt;br /&gt;Perempuan merupakan kelompok yang paling rentan terhadap kekerasan. Dalam kasus kekerasan yang muncul dalam periode ini, perempuan telah mendapatkan dampak kekerasan, yang tidak hanya dampak fisik, psikis, seksual dan ekonomi, namun lebih dari itu, perempuan telah terampas keutuhan martabatnya sebagai manusia.&lt;br /&gt;b.  Kemiskinan Ekonomi versus Kekerasan terhadap Perempuan&lt;br /&gt;Kondisi ekonomi memiliki korelasi dengan kekerasan terhadap perempuan. berdasarkan data yang terungkap, kekerasan terhadap perempuan seringkali disebabkan oleh kemiskinan ekonomi.&lt;br /&gt;c.  Minimnya Perlindungan terhadap Anak&lt;br /&gt;Dalam periode ini, tercatat jumlah anak di Jawa Barat yang mengalami kasus kekerasan ada 38 kasus. Fakta ini menunjukkan bahwa anak (anak perempuan) merupakan kelompok yang rentan terhadap kekerasan. Anak yang dalam hal ini dianggap berada dalam posisi sub ordinat, acapkali menjadi sasaran kekerasan orang dewasa, baik itu kekerasan fisik, psikis atau seksual.&lt;br /&gt;Tersangka, D, memperkosa anaknya, S (8 tahun) yang masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar. Sebelumnya, D dipenjara selama 8 tahun karena memperkosa N, anak kandungnya yang sekaligus kakak.&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan bahwa keluarga, yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak dan memberikan perlindungan bagi anak justru menjadi tempat di mana anak mendapatkan tindak kekerasan.&lt;br /&gt;Maraknya kasus kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan keluarga atau lingkungan umum menunjukkan masih minimnya perlindungan terhadap anak. Hal ini menunjukkan pula masih jauhnya lingkungan yang ramah dan aman bagi anak.&lt;br /&gt;Menurut Undang Undang Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002, Anak adalah setiap orang yang berusia di bawah 18 tahun. (Refleksi bagi kita bersama biar kalau jadi anggota dewan lebih serius he5x)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-1764355186353104868?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-03T16:48:48.248+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2008/04/ketika-berbicara-maslah-peran-perempuan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Aku dan keterasingan ku</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/S9QapUGwIo8/aku-dan-keterasingan-ku.html</link><category>KoleksiTulisan-Tulisan Ku</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Thu, 11 Dec 2008 01:17:20 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-8824720351971678714</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/SAbmiHQYSEI/AAAAAAAAAEs/iwbd6XWcULA/s1600-h/031+Sunset+Couple2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/SAbmiHQYSEI/AAAAAAAAAEs/iwbd6XWcULA/s320/031+Sunset+Couple2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190089094328764482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku yang terpuruk dalam keterasingan&lt;br /&gt;Tak tau jalan mana yang harus ku tempuh&lt;br /&gt;Asa beregam nyawa terbalut dalam selimut kenistaan&lt;br /&gt;Aku yang terpuruk dalam keterasingan diri&lt;br /&gt;Berkelana bersama angin...&lt;br /&gt;Terbang melayang...&lt;br /&gt;Bersama tetesan embun di pagi hari yang bening&lt;br /&gt;Aku yang lemah tak berdaya&lt;br /&gt;Yang terlena dalam nafsu dan amarah &lt;br /&gt;tak tau harus bagaimana&lt;br /&gt;Untuk bisa meraih cita dan cinta.. Yang kini tlah Musnah&lt;br /&gt;Bersama badai&lt;br /&gt;Menyapu...semua Asa dan harapan diri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-8824720351971678714?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-11T16:17:20.745+07:00</app:edited><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/SAbmiHQYSEI/AAAAAAAAAEs/iwbd6XWcULA/s72-c/031+Sunset+Couple2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2008/04/aku-dan-keterasingan-ku.html</feedburner:origLink></item><item><title>BERSYUKUR</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/ueixbpUD7wU/bersyukur-jika-setiap-bangun-pagi-kita.html</link><category>Koleksi Tulisan Motivasi DIri</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Thu, 11 Dec 2008 01:17:20 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-5643158017779400729</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/SAXGl3QYSCI/AAAAAAAAAEc/83DaCUUXOd0/s1600-h/342458251_a299822b5f_o%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/SAXGl3QYSCI/AAAAAAAAAEc/83DaCUUXOd0/s400/342458251_a299822b5f_o%5B1%5D.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189772499404474402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;" Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali saat kita bangun pagi begitu membuka mata pikiran kita sudah terbebani oleh berbagai masalah. Seperti : pekerjaan kantor yang masih tertunda, janji yang belum ditepati, target penjualan yang belum tercapai. Dan mungkin timbul perasaan kecewa, stres, marah pada diri sendiri atau orang lain yang masih tersimpan dalam hati. Atau mungkin juga masalah percintaan, keluarga, keuangan, penyakit dan berbagai macam problem lainnya.Jika begitu bangun pagi pikiran kita sudah terkondisikan oleh beban seperti itu maka besar kemungkinan sepanjang hari yang akan kita jalani terasa begitu berat, menderita, dan jauh dari perasaan senang dan bahagia. Alangkah bijak jika kita begitu bangun pagi menyongsong hari yang baru dengan membiasakan diri untuk sejenak bersyukur dan berdoa dengan menyingkirkan sementara semua masalah. Melalui hati yang penuh syukur kita akan mendapatkan kesegaran dan kesehatan mental serta pikiran positif untuk menghadapi kehidupan hari ini dengan berani dan menyenangkan. Dari pengalaman saya, di setiap pagi bangun dari tidur, saya selalu sempatkan waktu untuk berdiam diri sejenak dengan hati penuh syukur memulai hari baru dengan doa dan meditasi. Menyadari dan selalu mengingatkan pada diri sendiri, bahwa apa pun yang telah saya peroleh sepanjang perjalanan hidup ini semuanya adalah titipan dari yang di Atas.&lt;br /&gt;Saya selalu mengingatkan pada diri sendiri untuk bersikap tidak manja, apalagi lupa diri dan tetap komitmen untuk mengembangkan diri dan menularkan semangat, membagi pengertian dan kebijaksanaan kepada banyak orang.&lt;br /&gt;Apalagi bagi kita seorang Aktifis organisasi di Perserikatan Muhammadiyah yang disibukkan dengan se gudang Aktifitas.....Perlu banget manajemen baik waktu maupun manajemen sikap kita sehingga apa yang kita lakukan selama ini tidak sia-sia dan bermanfaat untuk orang lain karena Hati yang selalu bersyukur merupakan kekayaan jiwa. Seiring dengan rasa syukur secara alami akan menumbuhkan keyakinan, keyakinan bahwa : Setiap hari adalah hari baru hari yang indah dan hari yang penuh harapan". Seperti pepatah dalam bahasa inggris: Everyday is good enough to begin a new life. Dengan keyakinan seperti itu, kita akan memiliki motivasi yang kuat dan memungkinkan menikmati sepanjang hari dengan semangat kerja penuh antusias, siap menghadapi setiap tantangan yang muncul, siap menciptakan peluang baru dan siap mengaktualisasikan diri demi masa depan yang lebih cemerlang.&lt;br /&gt;Sekali lagi ... hati yang penuh syukur. " Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia"&lt;br /&gt;Tetap Semangat!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-5643158017779400729?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-11T16:17:20.900+07:00</app:edited><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/SAXGl3QYSCI/AAAAAAAAAEc/83DaCUUXOd0/s72-c/342458251_a299822b5f_o%5B1%5D.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2008/04/bersyukur-jika-setiap-bangun-pagi-kita.html</feedburner:origLink></item><item><title>KEINGINAN DAN HARAPAN</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/J70xUT9LxpI/we-will-get-what-we-want-only-when-were.html</link><category>Koleksi Tulisan Motivasi DIri</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Thu, 11 Dec 2008 01:17:21 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-600558953027669018</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/SASqnnQYR_I/AAAAAAAAADw/rxbVvjF3xmU/s1600-h/Water+lilies.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/SASqnnQYR_I/AAAAAAAAADw/rxbVvjF3xmU/s320/Water+lilies.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189460268166957042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We will get what we want, only when we're ready for it"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita hanya akan mendapatkan apa yang kita inginkan, di saat&lt;br /&gt;kita benar-benar siap untuk menerimanya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote tersebut menjelaskan mengapa seorang anak yang sangat&lt;br /&gt;menginginkan sekantung penuh permen dan es krim, biasanya tidak pernah&lt;br /&gt;mendapatkannya, demikian pula dengan orang dewasa yang menginginkan&lt;br /&gt;mobil sport terbaru, rumah mewah di kawasan elite, dan deposito miliaran&lt;br /&gt;rupiah, seringkali tidak mendapatkannya di masa mereka sangat&lt;br /&gt;menginginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya sangat sederhana, karena alam menganggap apa yang diinginkan&lt;br /&gt;tersebut belum saatnya diberikan pada seseorang, semata karena mereka&lt;br /&gt;belum siap. Bagai anak tadi, pada usia 5 tahun, apa yang akan terjadi bila ia&lt;br /&gt;mendapatkan permen dan es krim sebanyak yang ia mau.. sebaliknya, alam&lt;br /&gt;mengijinkan orang dewasa untuk mendapatkan permen dan es krim sebanyak&lt;br /&gt;yang mereka mau, bila mereka menginginkannya.. karena sebagai orang&lt;br /&gt;dewasa, telah mengetahui dampak baik dan buruk dari apa yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila kita belum mendapatkan apa yang kita inginkan, maka introspeksilah&lt;br /&gt;barang sejenak, sadari apakah kita memang belum siap untuk mendapatkan&lt;br /&gt;apa yang kita inginkan tersebut dan mengapa kita belum siap. Namun hal ini&lt;br /&gt;bukanlah menjadi alasan untuk berhenti berusaha, karena seseorang tetap&lt;br /&gt;harus berusaha agar apa yang layak diterima, dapat diperoleh pada saat yang&lt;br /&gt;tepat dimana kita siap untuk mendapatkannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-600558953027669018?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-11T16:17:21.003+07:00</app:edited><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/SASqnnQYR_I/AAAAAAAAADw/rxbVvjF3xmU/s72-c/Water+lilies.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2008/04/we-will-get-what-we-want-only-when-were.html</feedburner:origLink></item><item><title>UNTUK MU SAHABAT KU</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/8pqYdWunc6I/untuk-mu-sahabat-ku-ada-kalanya-aku-dan.html</link><category>Koleksi Tulisan Motivasi DIri</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Thu, 11 Dec 2008 01:17:21 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-9026335211459912966</guid><description>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R01kkif3K1I/AAAAAAAAADQ/M66DXRiGy6k/s1600-h/1_944831012l.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137873328798116690" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R01kkif3K1I/AAAAAAAAADQ/M66DXRiGy6k/s200/1_944831012l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R01RAyf3KvI/AAAAAAAAACg/sKNrMITvL4c/s1600-h/897769562m.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Ada kalanya Aku dan Kau merasa jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sekali karna dipisahkan jarak dan waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahkan ketika hati terusik tuk ketemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seolah mendekap rindu dalam bayang semu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Adakalanya Aku dan Kau merasa dekat &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Dekat sekali... bahkan lebih dekat dari apa yang kita rasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita harapkan dalam setiap bentang sepanjang kenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, saat itu, dan saat yang akan datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai sahabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Aku belum mengenalmu secara mendalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kornea mataku yang katanya tembus pandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa melihat dinding-dinding tebal yang tegak menghadang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika Kau dan Aku jadi penasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul gelora membara di gelanggang "Sejuta Pertanyaan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini suatu kesungguhan ataukah sekedar lelucon picisan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau sekedar permainan tipuan yang penuh ketidak manfaatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna sudah tak percaya dengan namanya persahabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi hanya kenal lewat imel-imelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sahabatku percayalah, &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;Bahwa di tengah ketidakmungkinan masih ada celah berkas sinar harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik sejuta keniscayaan, masih ada uluran tangan kesungguhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik semua kemustahilan, masih ada niat ketulusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkinkah ini sebagai budaya metropolitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat maklum dan mafhum akan hal ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna memang seolah hal mustahil di abad terkini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana egoisme dan saling ketidakpercayaan tlah menjadi ciri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan menjelma menjadi simbol jatidiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sahabatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Kau jauh ntah dimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Kau tak tampak seperti siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ketika Kau bertanya tentang Aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disanalah sebenarnya Kau dan Aku menjadi satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu dalam ikatan bathin yang tak kan pernah pudar &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;walau ombak samudera menggelegar&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;bahkan langit kelam dihujani beribu halilintar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak kan goyah dan tak kan gentar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna ku yakin bahwa Kau adalah sahabat baikku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sahabat terbaik ku&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;bahkan mungkin lebih dari itu, jika ada kosa kata lain yang utuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai sahabat cobalah&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;kau rasakan ketika kau bangun membuka mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sudut pelupukmu ku hadir tuk menjelma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kau sedang pergidi sini lah ku slalu menanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika kau sedang belajar atau bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah ku slalu mendukung dengan do'a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika kau larut dengan kerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah aku selalu menebar benih harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kau bertemu dengan bingkai keberhasilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua karena "aku Sayang Padamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah, di lubuk hati iniAda asa yang menghujam begitu dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di langit jingga itulah kutebar sayang sepanjang kenangan &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;bahkan di seluruh waktu untukmu...untukku....dan untuk semuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tebar kasih di seluruh jagat raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar anak cucu kita bisa menuai kasih sepanjang masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang bisa kulakukan untukmu sahabat baikku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Manis tuk Smua ^_^ &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-9026335211459912966?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-11T16:17:21.174+07:00</app:edited><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R01kkif3K1I/AAAAAAAAADQ/M66DXRiGy6k/s72-c/1_944831012l.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2007/11/untuk-mu-sahabat-ku-ada-kalanya-aku-dan.html</feedburner:origLink></item><item><title>RENUNGAN</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/SahjOx4S3bA/hari-ini-sebelum-kamu-mengatakan-kata.html</link><category>KoleksiTulisan-Tulisan Ku</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Thu, 11 Dec 2008 01:17:21 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-4597160735387609047</guid><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R01agSf3KzI/AAAAAAAAADA/fF-e6rxmdSc/s1600-h/267685639878s.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137862260667394866" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R01agSf3KzI/AAAAAAAAADA/fF-e6rxmdSc/s200/267685639878s.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali! Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan! Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan! Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya! Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda. Pikirkan&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R01WNif3KwI/AAAAAAAAACo/Q-YPts6q5-I/s1600-h/267685639878s.jpg"&gt;&lt;/a&gt; tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup! Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat! Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul!Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan!Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan! Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda! Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa...! Kita semua menjawab kepada Sang PenciptaDan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup ! Life is a gift Live it...Enjoy it...Celebrate it...And fulfill it. Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan, Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya...It's true you don't know what you've got until it's gone, but it's also true You don't know what you've been missing until it arrives!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-4597160735387609047?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-11T16:17:21.316+07:00</app:edited><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R01agSf3KzI/AAAAAAAAADA/fF-e6rxmdSc/s72-c/267685639878s.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2007/11/hari-ini-sebelum-kamu-mengatakan-kata.html</feedburner:origLink></item><item><title>BILA KU JATUH CINTA</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/iKcCBI4tcPw/bila-ku-jatuh-cinta-ya-allah-jika-aku.html</link><category>Koleksi Tulisan Motivasi DIri</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Thu, 11 Dec 2008 01:17:21 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-7958457791100737035</guid><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R06xMyf3K2I/AAAAAAAAADY/XvKmPlCi_nI/s1600-h/474837043m.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138239058148272994" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R06xMyf3K2I/AAAAAAAAADY/XvKmPlCi_nI/s200/474837043m.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ya Allah, jika aku rindu,jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tunjukilah jalan-jalannya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;(As-Syahid Syed Qutb) &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-7958457791100737035?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-11T16:17:21.439+07:00</app:edited><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R06xMyf3K2I/AAAAAAAAADY/XvKmPlCi_nI/s72-c/474837043m.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2007/11/bila-ku-jatuh-cinta-ya-allah-jika-aku.html</feedburner:origLink></item><item><title>SUNYI</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/hc0aY52cfSs/sunyi-kali-ini-mentari-redup-tanpa-nur.html</link><category>Koleksi Tulisan Motivasi DIri</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Thu, 01 May 2008 21:06:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-1382084171070848282</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="right"&gt;Kali ini............&lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Mentari redup tanpa nur menyinari ruh &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Shiloet kemerahan tak lagi menggores birunya cakrawala &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Dan... ketika angin menyapa &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Embun tlah hilang dalam genggaman &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Daun awan pun kelam menahan tangis hujan&lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Lihatlah kalbuku... dapatkah kau lihat pelangi membelah bumi? &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Atau... dapatkah kau dengar hempasan ombak menggetarkan karang hati insan?&lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Sunyi... kesemuanya tentang sunyi &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Sunyi kadang menjadi mentari &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Kadang menjadi syair &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Kadang menjadi gerak&lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Kadang juga membekukan kalbu Kali ini... &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Biarkan aku menyatu bersama alam &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Mewarnai hidup dengan hijaunya daun &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Membasahi kalbu dengan tetesan embun &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Dan... menari bersama hembusan angin &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Sunyi adalah resapan &lt;/p&gt;&lt;p align="right"&gt;Jiwa yang semoga menuju Nur Illahi... &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-1382084171070848282?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-02T11:06:00.172+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2007/11/sunyi-kali-ini-mentari-redup-tanpa-nur.html</feedburner:origLink></item><item><title>KALAM</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/PSZEWi-vRUA/kalam-helvy-tiana-rosa-kalam-manusia.html</link><category>Koleksi Tulisan Motivasi DIri</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Thu, 01 May 2008 21:06:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-3634567044443491728</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Kalam manusia kalam kita sering sekali cuma debu di piranti waktu terkadang hanya jadi sajak kurus yang mengendap di kantong pilu atau menjelma merpati terbang telusuri angkasa hinggap di pokok-pokokKalam kitasekali waktu jadi buah pikirdan bermilyar tulisan dengan satu masa pretensi berjalan, kembara pada satu kalasatu peradaban kemudian samar, pupus jadi bunyi senyap atau abadi dalam lukisan semu gagapKalam mulia, kalam Allah kalam langit dan bumi diturunkan dari gemilang arsy, lauhul mahfuz keabadian yang mengatur segala bunga kata yang tak pernah berubah dengan nya pelangi berwarna dan matari jadi panas dengan nya air mengalir dan manusia bernapastapi dengannya pula tanah kitabisa retak meratap, gunung-gunung berhamburan dan manusia menjelma anai-anai dengannya akan terjagaruh-ruh yang berimandi tiap lekuk liku kehidupan Kalamullah sesuci-suci kalam petunjuk cinta terpatri di sabil hamba terpilih&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-3634567044443491728?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-05-02T11:06:00.173+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2007/11/kalam-helvy-tiana-rosa-kalam-manusia.html</feedburner:origLink></item><item><title>MANUSIA DAN PERUBAHAN</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/kQ13hLdIX9E/blog-post.html</link><category>KoleksiTulisan-Tulisan Ku</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Thu, 11 Dec 2008 01:17:21 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-3254629164896746164</guid><description>&lt;p align="center"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135928279843678898" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 141px; CURSOR: hand; HEIGHT: 198px; TEXT-ALIGN: center" height="138" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R0Z7jyf3KrI/AAAAAAAAAB8/J__B5wRDhx4/s200/1_944831012m.jpg" width="141" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Hdup adalah sebuah perjuangan....&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tak ada hidup yang abadi. Tatkala Manusia berada pada ambang batas kekufuran...Saat itu juga terkadang manusia tidak menggunakan akal nya untuk berfikir "Untuk apa aku Hidup". Begitu juga tatkala manusia berada pada ambang kesadaran...merekapun akan berapologi "aku khilaf " atau "aku lupa"dengan apa yang sudah mereka perbuat. Tak ada arah dan tujuan yang jelas. Yang ada hanyalah kesalahan-kesalahan yang terus berulang sampai pada ambang batas kekufuran diri. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kecintaannya pada dunia mengalahkan kecintaannya pada Rosul dan Tuhan yang menciptaknnya. Tak ada terlintas di benak sedikitpun untuk mau berubah dan bermukhasabah diri tentang hakekat keberadaannya. Manusia justru lebih asyik dengan dunia mereka sendiri...Manusia lebih asik dengan sebuah sejarah yang mereka buat untuk menambah catatan hitam di selembar kertas yang putih yang sudah Tuhan berikan untuk nya. Ketiaka manusia dilahirkan pada awal pertama kali ia hidup...sebenarnya Tuhan sudah memberikan Potensi yang apabila manusia berfikir ini melebihi apa yang ia fikirkan. Akan tetapi itu tidak bisa di galinya nya dengan baik...sehingga...yang ada hanyalah sebuah simbol bahwa "Manusia adalah makhluk yang Lemah" yang di tunjukan setiap harinya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hidup adalah perjuangan kawan.......Tak ada asap kalau tak ada api. Tak ada masalah kalau manusia tidak memulaiya... Bangkitlah dari tidur mu saudaraku dan buatlah sebuah PERUBAHAN...Untuk Diri dan Keluarga... Karena dengan merubah diri dan keluarga semuanya akan berdampak pada perubahan bangsa dan perubahan yang ada di dunia yang fana ini.&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Semoga Kita semua diberikan perlindungan dan kemudahan untuk melakukan proses Perubahan&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;a href="http://profiles.friendster.com/24143807"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-3254629164896746164?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-11T16:17:21.571+07:00</app:edited><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R0Z7jyf3KrI/AAAAAAAAAB8/J__B5wRDhx4/s72-c/1_944831012m.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2007/11/blog-post.html</feedburner:origLink></item><item><title>RODA KEHIDUPAN</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/IBhsjcxYwS4/roda-kehidupan.html</link><category>KoleksiTulisan-Tulisan Ku</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Thu, 11 Dec 2008 01:17:21 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-6884670910002988295</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R0Zuryf3KpI/AAAAAAAAABs/yq2JDVYpxtI/s1600-h/897769562m.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135914123631471250" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="133" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R0Zuryf3KpI/AAAAAAAAABs/yq2JDVYpxtI/s200/897769562m.jpg" width="120" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Tatkala kita melihat roda yang berputar, tak akan bisa berjalan manakala tak ada poros yang menggerakkannya.Begitu juga dengan kehidupan.Peran yang diperankan masing-masing orang memiliki perbedaan alur ceritanya...&lt;br /&gt;Terkadang manusia memerankan peran sebagai seseorang yang berjiwa besar..ada kalanya juga manusia memerankan peran menjadi orang yang ber jiwa lemah dan putus asa....&lt;br /&gt;Ketika alur kehidupan manusia itu berada pada peran diatas segala-galanya terkadang manusia tak pernah mengerti tentang amanah yang diembannya...Allah memberikan Jabatan, kekayaan,..itu dengan satu tujuan agar manusia mau berdikari dan beribadah sehingga Manusia akan selalu melihat orang lain dengan lebih objektif dan terbuka. Begitu juga ketika Manusia diberikan ujian untuk memerankan peran menjadi kaum duafa yang berada di bawah garis kemiskinana baik dari sisi ekonomi maupun sosial budaya...terkadang mereka tidak menggunakan akal dan fikirannya untuk selalu menerima dan mau merefleksikan diri bahwa betapa pentingnya hidup mereka...sehingga meeka selalu rendah diri dan melihat ke atas tanpa mereka mau melihat orang-orang yang lebih berat cobaannya. Ada pepatah mengatakan bahwa : &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"BERAKIT-RAKIT KE HULU BERRENANG-RENANG"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sungguhlah tak ada artinya apabila kita menyiakan waktu dan usia untuk selalu berlarut-larut dalam penyesalan dan menyalahkan diri sendiri...Yang harus kita lakukan adalah "Lakukan Sesuatu Yang terbaik untuk Hidup mu.."Karena dengan Melakukan sesuatu yang Positif kIta bisa mengoptimalkan potensi dan Kemampuan sebaik mungik dan akan lebih dihargai kapanpun dan dimanapun&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-6884670910002988295?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-11T16:17:21.760+07:00</app:edited><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R0Zuryf3KpI/AAAAAAAAABs/yq2JDVYpxtI/s72-c/897769562m.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2007/11/roda-kehidupan.html</feedburner:origLink></item><item><title>WAKTU</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/s9KqCiDGscE/waktu.html</link><category>Koleksi Tulisan Motivasi DIri</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Thu, 11 Dec 2008 01:17:21 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-2885388684950970498</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R0Z3hSf3KqI/AAAAAAAAAB0/BS-l3rDmZ0s/s1600-h/474837043m.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Luangkanlah waktu untuk berpikir, Karena berpikir adalah sumber kekuatan, Luangkanlah waktu untuk membaca, Karena membaca adalah landasan sikap bijaksana. Luangkanlah waktu untuk bermain, Karena bermain merupakan rahasia awet muda. Luangkanlah waktu untuk diam, Karena diam adalah kesempatan menuju Tuhan. Luangkanlah waktu untuk peduli, Karena peduli adalah kesempatan membantu sesama. Luangkanlah waktu untuk mencintai dan dicintai, Karena cinta adalah anugrah yang besar dari Tuhan. Luangkanlah waktu untuk tertawa, Karena tertawa adalah musik jiwa. Luangkanlah waktu untuk bersikap santun, Karena sikap santun adalah jalan menuju kebahagiaan. Luangkanlah waktu untuk bisa mneghayal, Karena khayalan melahirkan masa depan. Luangkanlah waktu untuk berdoa. Karena doa adalah kekuatan terbesar dimuka bumi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-2885388684950970498?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-11T16:17:21.770+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2007/11/waktu.html</feedburner:origLink></item><item><title>OASE KEHIDUPAN</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/lelakader/~3/nnQ54CPIW6A/oase-kehidupan.html</link><category>KoleksiTulisan-Tulisan Ku</category><author>noreply@blogger.com (Laelatul)</author><pubDate>Thu, 11 Dec 2008 01:17:21 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1800143179082280647.post-2149984681445690489</guid><description>&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Kehidupan bagaikan roda yang kian hari akan semakin laju berputar mengikuti kemana poro&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R0ZfiSf3KjI/AAAAAAAAAA4/j4aCT0JSbw0/s1600-h/897769562m.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;s itu akan membawanya....tak ada orang yang tau kapan poros itu akan berhenti...tak ada yang tau kapan kehidupan yang fana ini pun akan berakhir...semuanya hanya Tuhan yang tau..karena DIA lah yang menggerakkan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R0ZjRSf3KoI/AAAAAAAAABg/UZZaxWoW6tk/s1600-h/897769562m.jpg"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135901573737032322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 158px; CURSOR: hand; HEIGHT: 125px" height="142" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R0ZjRSf3KoI/AAAAAAAAABg/UZZaxWoW6tk/s200/897769562m.jpg" width="120" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;poros...hingga roda pun berputar...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Adakalanya...tanpa manusia sadari mereka berada pada jurang kenistaan...Jurang..yang semakin lama mereka gali akan semakin dalam....Nafsu... dan amarah..kadang mengalahkan segalanya..kehidupan yang fana... tidak disadarinya sebagai sebuah peringatan..bahwa...perlu adanya introspeksi dan mukhasabah diri.....agar manusia bisa berubah..menciptakan sejarah yang lebih baik...dan sadar bahwa Adanya manusia saat ini...tidak bisa terlepas dari sebuah sejarah...Adakalanya kita berada di bawah...adakalanya juga kita berada diatas segala-galanya...antara si kaya dan si miskin semuanya memiliki kedudukan yang sama sebenarnya....tak ada yang berbeda ketika dihadapan Tuhan..Akan tetapi....terkadang manusia merasa SOMBONG dan ANGKUH sehingga terlarut dalam jurang ketidakmampuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1800143179082280647-2149984681445690489?l=lelakaderprofetik82.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-11T16:17:21.947+07:00</app:edited><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_fKO6N0Y8a1E/R0ZjRSf3KoI/AAAAAAAAABg/UZZaxWoW6tk/s72-c/897769562m.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://lelakaderprofetik82.blogspot.com/2007/11/oase-kehidupan.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

