<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146</id><updated>2024-11-06T09:52:46.026+07:00</updated><category term="Interview"/><category term="Ekspresi Diri"/><category term="Utama"/><category term="Tradisi Budaya"/><category term="Lintasan"/><category term="Fiksi"/><category term="Dunia Pendidikan"/><category term="Ekspresi Tamu"/><category term="Figur"/><category term="Kearifan Lokal"/><category term="Dunia Perempuan"/><title type='text'>Lilik Soebari</title><subtitle type='html'>Membangun Tradisi Kreatif</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>165</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-3463167862625659144</id><published>2020-05-02T00:19:00.002+07:00</published><updated>2020-05-02T00:19:56.741+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Di Tengah Deras Hujan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMylXlo_5obb2ItqI_5TTs7Tlyt2juaa1Lol-jDnYUMdupbQJzqlpWCu-KDi-f3MDSO44jF9l8gkV9JBQk0NwzI-n4VlY0kox5dThPs5whV0Yw48VQFpTwGUfGpJF3lyzHbUvy1ZDDVdQ/s1600/Di-Tengah-Deras-Hujan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;301&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;384&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMylXlo_5obb2ItqI_5TTs7Tlyt2juaa1Lol-jDnYUMdupbQJzqlpWCu-KDi-f3MDSO44jF9l8gkV9JBQk0NwzI-n4VlY0kox5dThPs5whV0Yw48VQFpTwGUfGpJF3lyzHbUvy1ZDDVdQ/s640/Di-Tengah-Deras-Hujan.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Pentigraf: Lilik Rosida Irmawati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa was-was di benak Marni melihat hitam pekat mendung bergelantung, selayang mata memandang memenuhi penjuru langit. Kesiur angin dingin mulai menusuk kulit, dan burung hitam walet berseliweran terbang rendah penuh kecepatan tinggi di antara ranting cemara. Hampir jam dua, namun tanggung untuk pulang karena sedikit menunggu limit laporan on line. Marni mesti berjibaku sendiri menyelesaikan semua tugas karena operator sekolah lebih memilih job baru sebagai operator propinsi. Ketika Parto masuk ruangannya tanpa permisi, Marni terkesiap. Penjaga sekolah yang baru bertugas satu bulan itu tersenyum, namun di mata Marni itu bukan senyuman tapi sebuah seringai, dan sorot mata pancarannya menakutkan. Marni menekan rasa takut, mematikan komputer dan dengan sopan mengajak Parto berbincang di ruang tamu. Parto sepertinya enggan beranjak dan hanya menggeser tubuhnya ke pintu kemudian berdiri ditengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentakan Marni menyadarkan Parto, dan akhirnya laki,-laki pendek berkulit legam itu surut dan melangkah ke arah kursi. Dalam hitungan detik Marni memencet nomor dan meletakkan HP di atas meja dalam posisi menyala kemudian beranjak ke luar ruangan. Marni mencermati demikian berani Parto melahap seluruh tubuhnya dengan pandangan penuh birahi. Mata laki-laki itu memerah, jakun naik turun dan mengulum bibirnya. Di tengah kekalutannya Marni tetap berusaha tenang dan menanyakan apakah pintu kelas semua sudah terkunci? Parto menyeringai dan menjawab bahwa semua pintu terkunci termasuk pintu pagar. Marni tergugu, dan sudah bisa membaca gelagat serta niat jahat Parto. Parto rupanya telah memperhitungkan secara matang aksinya. Area sekolah sangat sepi ketika anak-anak pulang, rumah di sebelah timur yang berdempetan dengan kantor tidak akan mendengar apapun karena bangunan atap terbuat dari seng dan akan meredam semua suara dan tidak adanya pintu pagar dengan rumah penduduk. Sebelah barat dan utara lahan kosong. Sedangkan dari arah utara pintu depan butuh waktu satu menit berlari kencang dan itupun kalau pintu pagar dalam posisi terbuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara petir dan guntur menggelegar disertai hujan deras turun, dan situasi ini lebih memuluskan aksi jahat yang akan dilakukan Parto. Keberanian Partopun semakin besar, perlahan menggeser duduk dan tanpa sungkan menjangkau tangan Marni terus mengelusnya. Ketika hendak menciumnya secara reflek Marni meludahi Parto dan berlari ke arah pintu, namun Parto lebih gesit mengait kaki dan membuat tubuh Marni terjengkang. Pintu kantor secepatnya di kunci oleh Parto, seringainya semakin melebar. Parto melucuti pakaiannya sendiri hingga tinggal celana dalam kumal. Wajah Marni mulai memucat dan itu semakin membuat Parto tertawa penuh kemenangan. Sembari mengangkang satu kakinya menginjak paha Marni kuat-kuat dan jerit kesakitan melengking dari mulut Marni tertelan gemuruh dan gemeretak air di atap. Wajah kesakitan Marni semakin menyenangkan Parto dan ia sedikit bermain-main dengan cara satu kakinya membuka jilbab, melucuti kancing sehingga setengah terbuka dan mengelus-elus wajah terus ke belahan dada. Rontaan dan perlawanan Marni dibalas dengan tendangan sehingga Marni tak berkutik dan hanya bisa mendengus, meludah jijik dengan sorot mata penuh amarah. Wajah Warni semakin pucat karena menahan rasa sakit yang kini menyebar ke sekujur tubuh akibat injakan kuat kaki Parto. Ketika Parto melepaskan injakan kaki kemudian berjongkok dan mulai beraksi menciumi wajah Marni, bunyi kaca pecah dan pintu tercongkel dari luar menghentikan aksi Parto. Marni berteriak histeris memeluk dan pinsan di pelukan pak Jodi yang telah membaca pesan SOS via group WA serta HP Marni yang terus menyala, dan kemudian kembali ke sekolah dengan membawa beberapa warga. Tak berapa lama aparat kepolisian datang, memborgol Parto dalam keadaan tubuh biru lebam kehitaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April, 14.4.2019 - 15.05&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3463167862625659144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3463167862625659144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/05/di-tengah-deras-hujan.html' title='Di Tengah Deras Hujan'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMylXlo_5obb2ItqI_5TTs7Tlyt2juaa1Lol-jDnYUMdupbQJzqlpWCu-KDi-f3MDSO44jF9l8gkV9JBQk0NwzI-n4VlY0kox5dThPs5whV0Yw48VQFpTwGUfGpJF3lyzHbUvy1ZDDVdQ/s72-c/Di-Tengah-Deras-Hujan.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-4429549477145727043</id><published>2020-05-02T00:03:00.001+07:00</published><updated>2020-05-02T00:03:42.377+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Sosialita Kampung</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioUUygZWxZdiDXJ51i2FCgGnZLoN8S81WPs-7RP2-Z-tl1cBGGLhRg7oXERTK-XSwRHqBEdq_cGw6S5Y5OgvVbYI1ckHwvs8xzhkKcxijeNAQrehCmUznoE3KmOJ1Kiaqe2DNrlBWgzJY/s1600/sosialita-kampung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;256&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;326&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioUUygZWxZdiDXJ51i2FCgGnZLoN8S81WPs-7RP2-Z-tl1cBGGLhRg7oXERTK-XSwRHqBEdq_cGw6S5Y5OgvVbYI1ckHwvs8xzhkKcxijeNAQrehCmUznoE3KmOJ1Kiaqe2DNrlBWgzJY/s640/sosialita-kampung.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Cerpen: Lilik Soebari&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Oh, my God,&quot; Arum berteriak kegirangan dan tergopoh-gopoh menyambut perempuan semampai nan cantik yang berdiri di depan pintu rumahnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Assalamualaikum,&quot; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Senyum Arum merekah menjawab salam lalu tangannya terbuka memeluk hangat, merasakan aroma harum yang meruap dari tubuh nyai Arifa. Aroma harum itu membawa kebahagiaan yang luar biasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Silahkan nyai, maaf rumahnya berantakan,&quot; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Arum segera memindahkan boneka-boneka di kursi tamu. Hatinya dongkol bukan main pada kedua anak perempuannya yang bermain bersama anak-anak tetangga memberantakkan ruang tamu. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perempuan yang dipanggil nyai Arifa kemudian duduk dan pandangan mata menyapu seluruh ruangan. Senyum tipis mengembang dibibirnya melihat tampilan aksesoris ruangan. Ada lemari hias yang cukup besar dan berisi koleksi tas dan buku-buku berjejer.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sementara Arum sibuk mempersiapkan minuman serta kue-kue kering. Kalau saja tahu nyai Arifa bertandang kerumahnya tentu akan mempersiapkan hidangan yang istimewa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Benar-benar sebuah suprise seperti mendapat durian runtuh. Bagaimana tidak? Nyai Arifah menyempatkan diri mengunjungi rumah Arum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Kebetulan tadi saya berkunjung ke panti asuhan. Bu Wilda menyampaikan rumah mbak Arum dekat, jadi sekalian mampir.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Terimakasih nyai telah sudi berkunjung ke gubuk kami,&quot; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bu Wilda, asisten nyai Arifa tersenyum menatap Arum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah berbincang-bincang santai berbagai hal termasuk persiapan akhir lomba busana muslim nyai Arifa dan Wilda berpamitan karena masih akan mengunjungi kegiatan lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sepuluh menit kemudian senyum Arum dan nyai Arifa sudah terpampang di akun Instragam dan beranda Facebook disertai catatan telah ditunjuk sebagai ketua panitia lomba busana muslim se kabupaten.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam sekejab ratusan like disertai komentar bersliweran memuji keberuntungan Arum. Kunjungan istri pejabat sekaligus tokoh politik tentunya mempunyai nuansa berbeda. Patut untuk dipublis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di lingkungan tempat tinggal, Arum dikenal sebagai sosok ibu muda berselera tinggi, sombong dan angkuh. Sikapnya sedikit merendahkan orang lain yang katanya ngak selevel serta melarang ketiga anaknya bergaul dengan anak-anak di sekitar komplek perumahan. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dibandingkan ibu-ibu penghuni perumahan yang mayoritas sebagai karyawati, gaya keseharian Arum sangat heboh, modis dan fashionable. Meski hanya ke gang utama belanja di kang Nto penjual sayur keliling apa yang dipakai dari ujung rambut sampai kaki senantiasa serasi, plus tas cangklong kecil. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kang Nto senang ketika Arum berbelanja karena badannya harum, dan seringkali mencuri kesempatan berdempet. Pinginnya mencubit pipinya yang mulus tapi takut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pernah suatu saat kang Nto bisa memegang tangan Arum yang halus tapi kemudian apes karena Arum menamparnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Awas kalau kurang ajar lagi, saya laporin ke polisi,&quot; ancam Arum. Kang Nto hanya nyengir kuda&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penanpilan Arum didukung penuh oleh Rangga, sang suami demikian memanjakan serta memenuhi semua kebutuhan Arum akan barang-barang branded dan perawatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Hati kita tentu happy ketika pasangan mbuktiin cinta bukan hanya kata manis doang,&quot; tulis Arum di story instagram seraya menampilkan foto ketika perawatan. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di postingan lainnya Arum tersenyum lebar seraya berjabat tangan dengan pejabat penting, &quot;ngak mesti 3 m (macak, manak, masak)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tapi berani berbuat sesuatu.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rangga sangat bangga dengan Arum karena telah berkali-kali memuluskan mendapatkan proyek dan bisa diandalkan meloby ketika ada lelang di beberapa instansi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kejutan diberikan Rangga di ulang tahun Arum yang ke-38. Sebuah mobil keluaran terbaru Mitsubishi Xpander. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Arum sangat bahagia dan penampilannya semakin bikin ngiler teman-teman sosialitanya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ajang aktualisasi diri semakin instens di Instagram dan Facebook di setiap gerak kegiatan, dari awal mengucek mata ngantar sekolah, ngafe, shoping, dan akan ke pembaringan tak luput dari kilatan bliz kamera. Tak ada yang terlewati. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Mudah&#39;mudahan rejeki suamiku terus mengalir. Amiin,&quot; pagi itu tawa renyah Arum semakin lebar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karena nama Arum demikian berkibar di dunia maya, ibu-ibu di lingkungan perumahan menjuluki &quot;si sosialita kampung&quot; sembari cekikikan dibelakangnya. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mendapat julukan seperti itu Arum sama sekali tidak marah ataupun tersinggung. Justru sebaliknya rona kebahagiaan memancar dan bersuka-cita. Senyumnya semakin merekah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Arum semakin sering mengumbar senyum disertai tawa yang semakin renyah tanpa melihat tempat dan waktu takkala perlahan usaha Rangga bangkrut dan terindikasi kasus suap serta gratifikasi. Rangga berkali-kali dipanggil kepolisian statusnya sebagai saksi. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Senyum Arum semakin mengembang kemudian tertawa cekikikan dan menyapa ramah siapapun. Apalagi ketika semua barang-barang berharga termasuk mobil Xpander dilego, seharian Arum duduk manis di depan rumah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Senyumnya merekah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumenep, 30 Juni 2019&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/4429549477145727043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/4429549477145727043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/05/sosialita-kampung.html' title='Sosialita Kampung'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioUUygZWxZdiDXJ51i2FCgGnZLoN8S81WPs-7RP2-Z-tl1cBGGLhRg7oXERTK-XSwRHqBEdq_cGw6S5Y5OgvVbYI1ckHwvs8xzhkKcxijeNAQrehCmUznoE3KmOJ1Kiaqe2DNrlBWgzJY/s72-c/sosialita-kampung.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-2409476054539805205</id><published>2020-04-30T04:10:00.001+07:00</published><updated>2020-04-30T04:10:22.646+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lintasan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Sumenep Award 2018, sebagai Ajang Prestasi dan Inspirasi</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnFmjPKX_1PXMustDs3Czm8VOFouO3sRD1FkS4FAQfvyPHsfFmDX0n9h6Y6FqRMLOWX2d8kG5k-8RchnsL3Ixa2rKn8pzXlcO9oIjt37gJdvWVU-3zWpkdLEcxsSIxzIf9fOYsVP3AsvQ/s1600/Pernghargaan-diserahkan-oleh-Istri-Bupati-Sumenep%252C-Nur-Fitriana-Busyro.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnFmjPKX_1PXMustDs3Czm8VOFouO3sRD1FkS4FAQfvyPHsfFmDX0n9h6Y6FqRMLOWX2d8kG5k-8RchnsL3Ixa2rKn8pzXlcO9oIjt37gJdvWVU-3zWpkdLEcxsSIxzIf9fOYsVP3AsvQ/s640/Pernghargaan-diserahkan-oleh-Istri-Bupati-Sumenep%252C-Nur-Fitriana-Busyro.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pernghargaan diserahkan oleh Istri Bupati Sumenep, Nur Fitriana Busyro&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Setelah &lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/anugerah-sutasoma-2018-menjadi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Anugerah Sutasoma tahun 2018&lt;/a&gt;, pada tahun yang sama, alhamdulillah saya masih dipercaya dan mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, melalui Bupati Sumenep Award tahun 2018.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peristiwa ini terjadi di penghujung tahun 2018, Bupati Sumenep A. Busyro Karim memberi penghargaan kepada 18 tokoh berprestasi dan inspiratif di berbagai kategori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberian penghargaan dalam momentum Sumenep Award 2018 ini, diserahkan secara bergilir oleh Kapolres, Dandim dan Ketua TP PKK Sumenep Nurfitriana Busyro, bertempat di depan Masjid Agung Sumenep, Senin (31/12/2018) malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumenep Award 2018 merupakan kegiatan dalam menjaring warga Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang berprestasi dan inspiratif dari 18 kategori. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak 2017.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegiatan Sumenep Award 2018 ini merupakan bentuk perhatian Pemerintahan Sumenep kepada warga yang berprestasi dan menginspirasi untuk orang lain, sekalgus menjadi ajang kreasi dan inovasi warga Sumenep sehingga menebar inspirasi untuk warga yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu, peristiwa ini merupakan ajang kreasi dan inspirasi yang membawa prestasi dengan harapan mampu mengharumkan Kabupaten Sumenep baik tingkat regional dan nasional. Sehingga diharapkan kegiatan Sumenep Award&amp;nbsp; mampu menebar inspirasi bagi masyarakat yang lain, agar ikut mengukir prestasi sesuai masing-masing bidangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan Sumenep Award ingin merangsang masyarakat lain agar berpacu melakukan kreasi dan inovasi dalam kehidupannya, yang ujung-ujungnya bisa berdampak positif bagi Kabupaten Sumenep.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya masuk bagian dari penerima Sumenep Award 2018, tentu sangat bangga dengan harapan penghargaan menjadi pelecut agar saya lebih kreatif dan banyak memberikan nilai terhadap gerakan literasi Indonesia, khususnya di Kabupaten Sumenep &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut nama-nama penerima Sumenep Award 2018 bagi tokoh Sumenep berprestasi dan inspiratif&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;R.P Taufikurrahman (Alm.) sebagai Pencipta Tari Mowang Sangkal (Kategori Khusus)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ibnu Hajar (Tokoh Penyair)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Moh. Saleh (Tokoh Pasukan Kuning)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untung (Tokoh Penyandang Disabilitas)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ust. Umar Hosnol (Tokoh Peduli Pendidikan Wilayah Kepulauan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Abu Sairi (Tokoh Aktivis Kesehatan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KH. Nasikh Fauzi (Tokoh Agama)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;K. A. Mutallib (Tokoh Guru Ngaji)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fatlillah (Tokoh Aktivis Pariwisata)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;A. Zaini (Tokoh Petani Inspiratif)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;H. Anshari (Tokoh Pelestari Pencak Silat Tradisional Non IPSI)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Lilik Rosida Irmawati (Tokoh Literasi)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rosyithah (Tokoh Aktivis Sosial)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Edhi Setiawan (Tokoh Kebudayaan/Kategori Khusus)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sannah (Tokoh Pelestari Kerapan Sapi)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Farida (Tokoh Pelaku Ekonomi Kerakyatan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siti Amaniyah Hasyim (Tokoh Wanita Inspiratif)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;H. Gamar (Tokoh Pelestari Bahasa Madura). (*)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada kesempatan itu Bupati juga menyerahkan Penghargaan Evaluasi Kinerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep tahun 2018, kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Juara I katagori OPD), Kecamatan Dungkek (Juara I katagori Kecamatan), Puskesmas Bluto (Juara I katagori Puskemas), UPT. Laboratorium Lingkungan Hidup (Juara I katagori UPT. Organisasi Perangkat Daerah), dan SMPN 1 Kalianget (Juara I katagori SMPN).&lt;i&gt;(Lilik Rosida Irmawati)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2409476054539805205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2409476054539805205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/sumenep-award-2018-sebagai-ajang.html' title='Sumenep Award 2018, sebagai Ajang Prestasi dan Inspirasi'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnFmjPKX_1PXMustDs3Czm8VOFouO3sRD1FkS4FAQfvyPHsfFmDX0n9h6Y6FqRMLOWX2d8kG5k-8RchnsL3Ixa2rKn8pzXlcO9oIjt37gJdvWVU-3zWpkdLEcxsSIxzIf9fOYsVP3AsvQ/s72-c/Pernghargaan-diserahkan-oleh-Istri-Bupati-Sumenep%252C-Nur-Fitriana-Busyro.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-3487161201868849604</id><published>2020-04-30T03:50:00.002+07:00</published><updated>2020-04-30T03:56:35.575+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lintasan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Anugerah Sutasoma 2018, Menjadi Penyemangat Berkarya</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgU5zCsTx7-f2-X-_YmxPotyFuk7GVRRchquKnaNN-vLz11LpkA-D19dGbCvCdY_X6GwHUk0ug5WUYzDFEWx4id0eDZB3d4GoeYIWjV8vKBkahCXHSTrptu21AHQml0Y_E_lpYVMI8C6N0/s1600/Menerima-piagam-Anugerah-Sutasoma-diserahkan-oleh-Kepala-LPMP-Jawa-Timur.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;384&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgU5zCsTx7-f2-X-_YmxPotyFuk7GVRRchquKnaNN-vLz11LpkA-D19dGbCvCdY_X6GwHUk0ug5WUYzDFEWx4id0eDZB3d4GoeYIWjV8vKBkahCXHSTrptu21AHQml0Y_E_lpYVMI8C6N0/s640/Menerima-piagam-Anugerah-Sutasoma-diserahkan-oleh-Kepala-LPMP-Jawa-Timur.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Piagam Anugerah Sutasoma diserahkan oleh Kepala LPMP Jawa Timur&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNR2D8Swfrx3VkzsE9WE3EkY6Bqc2BmGUHE0ttoL8UvevE7Y9FZWtp8S6Wsp_3ZzPVOfwYSe6uKFOavhTpUCkA8EFN9UXfCYKMzMHXpyc99Rli6NXWCo4a_8p5aE1hRKq7zjAtPf2Ps4c/s1600/saat-memberi-sambutan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNR2D8Swfrx3VkzsE9WE3EkY6Bqc2BmGUHE0ttoL8UvevE7Y9FZWtp8S6Wsp_3ZzPVOfwYSe6uKFOavhTpUCkA8EFN9UXfCYKMzMHXpyc99Rli6NXWCo4a_8p5aE1hRKq7zjAtPf2Ps4c/s320/saat-memberi-sambutan.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Saat memberi sambutan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Kabar ini memang telah terjadi dua tahun yang lalu, tepatnya tahun 2018. Sebuah peristiwa penting bagi saya, karena berkat perjuangan sejak awal berkarya dan menekuni dunia literasi akhirnya saya mendapatkan Anugerah Sutasona than 2018, tepatnya tanggal 17&amp;nbsp; Oktober 2018 yang berlangsung di Balai Budaya Jawa Timur, Cak Durasim Surabaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anugerah Sutasoma&amp;nbsp; telah dilaksanakan kali kesepuluh, sekaligus menjadi salah satu bentuk apresiasi sastra di Jawa Timur yang sedang berkembang. Penghargaan diberikan kepada tokoh sastra yang berpengaruh, yang dimotori oleh Balai Bahasa Jawa Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada tujuh kategori Anugerah Sutasoma diberikan masing-masing kepada, Rabo Sore (kategori Komunitas Sastra), Suwignyo Adi atau Titiek SA (kategori Sastrawan Berdedikasi), Antopologi Puisi Mawar Gandrung karya Muhammad Iqbal Baraas (Kategori Karya Sastra Indonesia Terbaik), antologi Geguritan Kidung Langit karya Nono Warnoto (kategori Karya Sastra Daerah Terbaik), &lt;b&gt;Lilik Rosida Irmawati guru SDN Pabian 1 Kecamatan Kota Sumenep (kategori Guru Bahasa dan Sastra Daerah Berdedikasi&lt;/b&gt;), serta Buku Sastra Multikultural; Konstruksi Identitas dan Praktik Diskursif Negara dalam Perkembangan Sastra Indonesia karya Ahmad Taufiq (kategori Esai atau Kritik Sastra Terbaik).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu5wdHAlJ6cbrnGpqzxTntsQzpHdx9T04Wq-MimSbYpJBk884p5N5OsxDPH0V-jFp9VFeZ8rQMdrTl-VR_ih3kia87315WePfaixKZWQlTOZgSMmhr0v6LIWQD8zkh9SUlmd8uyxJqx48/s1600/bersama-wagub.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu5wdHAlJ6cbrnGpqzxTntsQzpHdx9T04Wq-MimSbYpJBk884p5N5OsxDPH0V-jFp9VFeZ8rQMdrTl-VR_ih3kia87315WePfaixKZWQlTOZgSMmhr0v6LIWQD8zkh9SUlmd8uyxJqx48/s320/bersama-wagub.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Bersama Arumi Bachsin. Istri Wagub
Jatim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:DocumentProperties&gt;
  &lt;o:Version&gt;14.00&lt;/o:Version&gt;
 &lt;/o:DocumentProperties&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;&amp;#45;-&quot;/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;
   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:12.0pt;
 mso-bidi-font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Saya, Lilik Rosida Irmawati, yang masuk dalam kategori ini tentu merasa bangga lantaran kepercayaan yang telah diberikan pada saya akhirnya mendapat hasil nyata, yakni sebuah penghargaan yang barangkali sulita untuk didapatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penghargaan ini tentu akan menjadi pemicu bagi saya untuk lebih kreatif lagi untuk berkarya serta meningkatkan pengabdian saya kepada masyarakat, khususnya sebagai guru sekolah, dengan harapan anugerah ini menjadi pemicu sekaligus penyemangat bagi untuk bekerja lebih baik lagi dan penuh tanggung jawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anugerah Sutasomo yang diberikan pada saya, lantaran saya dinilai memenuhi syarat dalam menyemarakkan gerakan literasi, serta dinyatakan guru yang mempunyai dedikasi khususnya dalam membina dan mengembangkan bidang bahasa dan sastra Indonesia kepada sekolah, siswa maupun masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaAgfIZU98A4q9Pc98-3Zmao-zoTPrzF3wanjOrYTXxJX0gaTIEbuGawUaoYNmCrS1EAtxYAXV4EPGPWyAi5Le1x2UM-tTczgu4daTBn4fjbs1AzlehI9Nwcdz7BabgMt9INyZydddHpk/s1600/penerima.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaAgfIZU98A4q9Pc98-3Zmao-zoTPrzF3wanjOrYTXxJX0gaTIEbuGawUaoYNmCrS1EAtxYAXV4EPGPWyAi5Le1x2UM-tTczgu4daTBn4fjbs1AzlehI9Nwcdz7BabgMt9INyZydddHpk/s320/penerima.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Para peraih anugerah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Menurut saya, tradisi kreatif ini perlu dirawat dan dikelola baik pertumbuhan dan keberlangsungannya. Oleh karena itu dibutuhkan agenda sastra yang dapat mempertemukan para guru, siswa dan sastrawan untuk saling asah, asuh, asih dalam rangka meningkatkan kapasitas kreatifnya, yang bermuara pada peningkatan kapasitas kebudayaan dalam skala lebih luas, secara rutin dan berkala. (Lilik Rosida Irmawati)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3487161201868849604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3487161201868849604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/anugerah-sutasoma-2018-menjadi.html' title='Anugerah Sutasoma 2018, Menjadi Penyemangat Berkarya'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgU5zCsTx7-f2-X-_YmxPotyFuk7GVRRchquKnaNN-vLz11LpkA-D19dGbCvCdY_X6GwHUk0ug5WUYzDFEWx4id0eDZB3d4GoeYIWjV8vKBkahCXHSTrptu21AHQml0Y_E_lpYVMI8C6N0/s72-c/Menerima-piagam-Anugerah-Sutasoma-diserahkan-oleh-Kepala-LPMP-Jawa-Timur.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-3150256772015068763</id><published>2020-04-29T22:32:00.000+07:00</published><updated>2020-04-29T22:32:19.659+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Maafkan Saya Ibu</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhflJ5ei1lN15P1RMGlOO8HcCiST7LjWU3Hv1URMQEdFOaXYrGAs81Y7lZGayX0IoEa6azREXMFjTeFy9B_DIFgM1tfXuAIKghigbaAFdyPz8poDut7h3-PH08OoaAuhcvY6mI8mj8zMng/s1600/ngambek.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;248&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;316&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhflJ5ei1lN15P1RMGlOO8HcCiST7LjWU3Hv1URMQEdFOaXYrGAs81Y7lZGayX0IoEa6azREXMFjTeFy9B_DIFgM1tfXuAIKghigbaAFdyPz8poDut7h3-PH08OoaAuhcvY6mI8mj8zMng/s640/ngambek.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pentigraf: Lilik Rosida Irmawati&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Maya terduduk lemas ketika membaca di group Wali murid bahwa belajar di rumah diperpanjang. Sejak program belajar di rumah diterapkan untuk membendung virus corons Maya merasa hari-harinya demikian melelahkan. Masalah pekerjaan rumah dan permintaan si kembar ready kuliner tidaklah terlalu merepotkan. Namun ada satu hal yang membikin tensinya cepat naik, menjadi pengganti guru bagi si kembar butuh ekstra kesabaran tinggi terutama Windi yang ternyata jauh tertinggal dibandingkan kembarannya. Windi membuat jengkel tidak kepalang, dan bahkan Maya pernah menceburkan kepala ke bak mandi saking tidak manpu menahan emosi ketika Windi tidak cepat menangkap penjelasan sang bunda, dan akhirnya mogok belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya akhirnya tersadar dan merasa bersalah kepada ibu guru si kembar. Selama ini Maya dikenal paling vokal mengkritisi karena Windi tak secemerlang Winda. Bahkan Maya pernah menuduh ibu guru kelas 2&amp;nbsp;&amp;nbsp; tidak profesional, dan tuduhan itu hanya ditanggapi senyuman oleh bu Tatin. Mengingat hal itu Maya menjadi malu. Benar-benar sangat malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Windi mogok untuk yang kesekian kalinya Maya mengajak si kembar berkunjung ke bu Tatin. Dan itu ternyata sangat mujarab, binar kebahagiaan tersirat di bola mata Windi. Apalagi ketika bertemu bu Tatin, Winda dan Windi langsung menghambur dan menangis di pelukan gurunya. Maya terharu dan berkaca-kaca ketika akhirnya dapat memeluk bu Fatin dan berbisik, &quot;Tolong maafkan saya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumenep, Maret 2020&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3150256772015068763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3150256772015068763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/maafkan-saya-ibu.html' title='Maafkan Saya Ibu'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhflJ5ei1lN15P1RMGlOO8HcCiST7LjWU3Hv1URMQEdFOaXYrGAs81Y7lZGayX0IoEa6azREXMFjTeFy9B_DIFgM1tfXuAIKghigbaAFdyPz8poDut7h3-PH08OoaAuhcvY6mI8mj8zMng/s72-c/ngambek.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-4639940469540907352</id><published>2020-04-29T22:18:00.002+07:00</published><updated>2020-04-29T22:18:51.435+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Sang Penjaga Hutan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHyGPZABbxYvZiMtXNmYon7W_tvlicCn9qr1ph40VJKw-6t10HQa0BGmbAQiuqX3BfNd9ybGukFCVFdYqHtxk9k-7YTE3ZPIrSDquipVaSFbxCh9lGDUb6vfs0qd0PPR9bzS4yT-Zjmoo/s1600/penjaga-hutan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;280&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;358&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHyGPZABbxYvZiMtXNmYon7W_tvlicCn9qr1ph40VJKw-6t10HQa0BGmbAQiuqX3BfNd9ybGukFCVFdYqHtxk9k-7YTE3ZPIrSDquipVaSFbxCh9lGDUb6vfs0qd0PPR9bzS4yT-Zjmoo/s640/penjaga-hutan.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pentigraf: Lilik Rosida Irmawati&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Hari-hari yang sangat kering dan kerontang. Matrasid berkali-kali mengelap sekujur tubuh hitamnya dengan kain lusuh, namun demikian keringatnya tak kunjung kering. Bau tanah di kain lap dan keringat menyatu seperti bau tai sapi. Matrasid tersenyum sendiri membaui aroma tubuhnya. Akhirnya Matrasid menyerah dan membiarkan semilir angin menembus pori-pori, memejamkan mata dan terlelap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matrasid terlonjak, suara derum mesin menderu-deru sangat dekat. Dengan mengendap-endap Matrasid mendekati area di punggung bukit sebelah kanan, sudut matanya menangkap dua orang yang sibuk menggunakan mesin memotong pohon Randu dengan diameter sekitar 2 meter. Pohon pertama yang ditemukan Madrasid ketika datang dan mendirikan gubuk di tanah tak bertuan, sembilan belas tahun silam. Area yang tak pernah terjamah setelah seluruh penduduk terkubur akibat lereng gunung runtuh dan membentuk formasi gunung-gunung baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuh awas sembari mengendap Matrasid melemparkan tombak dan tepat mengenai punggung pemegang mesin, suara mesin menderu berputar dan terdengar jeritan memilukan. Melihat temannya terkapar dan bersimbah darah temannya hendak melarikan diri tapi langkah kakinya terhenti begitu melihat Matrasid berdiri dihadapannya, laki-laki itu kemudian bersujut, Matrasid mengangkat dan memaksa laki-laki itu menatapnya. Gidik ketakutan memancar dari wajah laki-laki itu melihat wajah tak berbentuk, monster. Setelah laki-laki itu berlalu dengan membopong temannya, Matrasid berkeliling menelusuri semua sisi punggung gunung untuk memastikan tak ada para penebang yang menyusup dan menjamah hutan baru yang dirawatnya sepenuh jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumenep, Oktober 2019&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/4639940469540907352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/4639940469540907352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/sang-penjaga-hutan.html' title='Sang Penjaga Hutan'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHyGPZABbxYvZiMtXNmYon7W_tvlicCn9qr1ph40VJKw-6t10HQa0BGmbAQiuqX3BfNd9ybGukFCVFdYqHtxk9k-7YTE3ZPIrSDquipVaSFbxCh9lGDUb6vfs0qd0PPR9bzS4yT-Zjmoo/s72-c/penjaga-hutan.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-357085451577005210</id><published>2020-04-29T22:08:00.001+07:00</published><updated>2020-04-29T22:08:30.235+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Ketika Kuncup Mulai Bermekaran</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNb43A0cAjiR7CiVskVGbpjgJ3mwLi_YcuLfDKmgnZ6Vub6PO8hCVOMtqWN4IUmlMA3bT1_GFguR8Y_iaXizMzvSGdkafknaBm95mBXpJFrSg1SZKjFGCHQpjFFzRvUS4VN6w__aypzko/s1600/kuncup-mulai-ekar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;250&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNb43A0cAjiR7CiVskVGbpjgJ3mwLi_YcuLfDKmgnZ6Vub6PO8hCVOMtqWN4IUmlMA3bT1_GFguR8Y_iaXizMzvSGdkafknaBm95mBXpJFrSg1SZKjFGCHQpjFFzRvUS4VN6w__aypzko/s640/kuncup-mulai-ekar.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Pentigraf: Lilik Rosida Irmawati &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uki menatap hamparan hijau setinggi satu meter dan kelopak-kelopak putih beraroma menenangkan. Penuh bahagia Uki berkeliling dan menyentuh kelopak-kelopak yang mulai bermekaran. Area percobaan kebun melati yang ditanamnya tergolong sukses, dan hari ini menjadi panen pertama. Sesuai petunjuk sang guru untuk menyiapkan selamatan berupa bubur merah putih, kue pasar macam 7 dan kembang setaman untuk didoakan kemudian dibagikan pada anak yatim piatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pelanggan semakin banyak berdatangan memesan baik yang berupa kuncup, maupun melati mekar sampai berbentuk roncean. Mulai bulan Rabiul awal sampai akhir merupakan musim pernikahan, dan musim uang bagi Uki. Selama ini Uki mesti menghubungi ibu-ibu pengepul untuk memenuhi pesanan para pengrias penganten di kota. Di musim-musim seperti itu penghasilan Uki lima kali lipat dari uang transport ditempatnya mengabdi sebagai guru sukarelawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berembuk dengan orang tua dan mendapat dukungan dari Isma, tunangannya Uki mulai menggarap satu hektar untuk berkebun melati sebagai pengganti tanaman tembakau yang tiap tahunnya selalu menurun. Penuh dengan cinta Uki merawat kebun melati yang kini mulai tumbuh kuncup-kuncup dan bermekaran. Isma yang semula mendukung langkah Uki untuk berwirausaha memutuskan ikatan pertunangan karena Uki memilih mundur dari mengajar. Bagi Isma prestise lebih penting serta lebih bahagia melihat Uki berseragam bekerja di pemerintahan ketimbang bekerja di sawah beraroma tanah dan lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumenep, 30 November 2019 &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/357085451577005210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/357085451577005210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/ketika-kuncup-mulai-bermekaran.html' title='Ketika Kuncup Mulai Bermekaran'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNb43A0cAjiR7CiVskVGbpjgJ3mwLi_YcuLfDKmgnZ6Vub6PO8hCVOMtqWN4IUmlMA3bT1_GFguR8Y_iaXizMzvSGdkafknaBm95mBXpJFrSg1SZKjFGCHQpjFFzRvUS4VN6w__aypzko/s72-c/kuncup-mulai-ekar.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-2445156499649099843</id><published>2020-04-29T22:00:00.003+07:00</published><updated>2020-04-29T22:02:12.630+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Jejak Gemuruh Ombak</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvIdcvGlGivfixHq8JZmoR8v5JqCwJQKEGnCexnajLaKorB62ld55mtB2HwYcmcPMjXeQLJ5JgQ2FOcqV1CSs6-DcbVofbXhAMWWWmXoDED9AXzIMVpXUe-rf0GNofyOHNgCjn-wt-slg/s1600/jejak-gemuruh-ombak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;250&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvIdcvGlGivfixHq8JZmoR8v5JqCwJQKEGnCexnajLaKorB62ld55mtB2HwYcmcPMjXeQLJ5JgQ2FOcqV1CSs6-DcbVofbXhAMWWWmXoDED9AXzIMVpXUe-rf0GNofyOHNgCjn-wt-slg/s640/jejak-gemuruh-ombak.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pentigraf: Lilik Rosida Irmawati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mat Toha terpaku menatap hamparan biru sejauh mata memandang. Angin bertiup kencang meliukkan batang kelapa yang menjulang tinggi dan pucuk-pucuk daun saling bersentuhan antara batang pohon yang satu dengan lainnya. Gemuruh menderu menyatu menghempas pantai. Ketika angin sedikit mereda Mat Toha berjalan kaki menelusuri sepanjang pesisir. Matanya nanar melihat sekeliling. Tak ada lagi jejak tersisa masa kecilnya. Pagar alam yang terbentuk ribuan tahun hanya menyisakan tonjolan karang-karang kehitaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada amuk amarah membuncah, tapi pada siapa? Bukankah gunung pasir kecoklatan itu telah mensejahterakan masyarakat dan dirinya? Mat Toha ingat betul bapaknya menjadi orang pertama serta paling rakus mengeruk pundi-pundi dengan cara semua orang wajib membayar upeti. Mat Hasan menjadi penguasa tunggal dan kaya raya. Padahal sebelum jadi bos rumah yang mereka tempati hanyalah deretan rumah tak layak huni. Sampai akhirnya truk-truk besar berdatangan menggali lalu mengangkut pasir ke kota, menimbun persawahan menjadi fondasi rumah-rumah elit serta pusat perbelanjaan. Bersama aparat Mat Toha menggelontorkan berton-ton kubik pasir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada yang tersisa, gunung pasir setinggi 17 meter sepanjang kurang lebih tujuh kilo meter dari desa Padangdangan sampai Pasongsongan hanya tinggal sebuah kisah. Saat ini yang tertinggal hanya gemuruh ombak menerjang karang menghitam yang semakin lama tanah pembatas sepanjang jalan lintas pantai utara bergelontoran. Air laut mulai menggarami sebagian areal pemukiman dan itu berakibat sebagian penduduk membuka pemukiman baru di atas bukit. Kini bangunan megah yang didiami keluarga Mat Toha mulai tergerus. Hanya tinggal menunggu waktu menyatu dengan gemuruh ombak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Surabaya, 15 Agustus 2019&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2445156499649099843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2445156499649099843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/jejak-gemuruh-ombak.html' title='Jejak Gemuruh Ombak'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvIdcvGlGivfixHq8JZmoR8v5JqCwJQKEGnCexnajLaKorB62ld55mtB2HwYcmcPMjXeQLJ5JgQ2FOcqV1CSs6-DcbVofbXhAMWWWmXoDED9AXzIMVpXUe-rf0GNofyOHNgCjn-wt-slg/s72-c/jejak-gemuruh-ombak.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-4139371413217639370</id><published>2020-04-29T20:30:00.000+07:00</published><updated>2020-04-29T01:59:18.994+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Perempuan Berambut Putih</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3vbVRzl_T68UAO7r7BZZ0sNTs8aQf2QIUIvowm-lah89a9uC48Fpz1ZYlSgssRRuY7yEH4ayIL_NRqNPt1gNyLCGzmUHyxlW0_bQThUSwgQQMFLEew8kx5mdWKGf3WiFK-KOZ9ONWHmg/s1600/perempuan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;270&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;288&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3vbVRzl_T68UAO7r7BZZ0sNTs8aQf2QIUIvowm-lah89a9uC48Fpz1ZYlSgssRRuY7yEH4ayIL_NRqNPt1gNyLCGzmUHyxlW0_bQThUSwgQQMFLEew8kx5mdWKGf3WiFK-KOZ9ONWHmg/s640/perempuan.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Cerpen: Lilik Soebari&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
May mempererat pelukan karena rasa takut mulai menjalar dan menggigilkan tubuh. Untuk mengurangi rasa takut wajahnya disurukkan ke punggung Bagio. Bagio menggeliat-geliat. Geli.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;May, gila kamu,&quot; teriak Bagyo mengimbangi suara deru angin dan raungan knalpot.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
May tak peduli, kepalanya semakin bergerak ke kanan lalu ke kiri karena merasa geli. Seperti ada cecak yang merayap di punggung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Konsentrasi Bagyio terganggu motor yang dikendarainya sedikit oleng. Teriakan Bagio memecah keheningan karena hampir saja berbenturan dengan sepeda motor dari arah berlawanan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sesaat hening kembali. Bayangan lampu jalanan bergoyang-goyang ikut berkejaran dengan bayangan di sisi kiri motor.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
May kembali menempelkan wajah ke punggung Bagio meski motor ysng dikendarai hampir celaka. May bergidik ngeri. Rasa takut mulai merayap kembali takkala merasakan punggung Bagio yang hangat tiba-tiba dingin. Sangat dingin.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pelan-pelan May melepaskan rangkulan dengan tetap memejamkan mata. Sejak awal keberangkatan May memang keberatan melewati jalan baru dan resmi dibuka awal lebaran . Namun Bagio tetap bersikukuh karena memperpendek waktu tempuh satu jam perjalanan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sejak melewati pertigaan yang ada dua pohon Nyamplong besar May merasakan hal yang aneh dan horor.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pohon yang telah berumur ratusan tahun itu tidak bisa di tebang ketika jalan baru dibuat. Tetap berdiri kokoh dengan angkuhnya. Konon para penghuninya tidak mau pindah meski telah berbagai cara dilakukan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Akhirnya masyarakat sekitar tetap mempertahankan pohon berdempetan tersebut tetap tegak dan lebih mengorbankan halaman depan rumah untuk pelebaran jalan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengguna jalan selalu merasakan aroma mistis sangat terasa meskipun siang hari, karena bagian lingkaran sisi jalan dari arah berlawanan adalah hutan bambu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Mas,&quot; May kembali memeluk erat suaminya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Baca doa,&quot; Bagio dengan suara nyaring membaca ayat kursi diikuti May.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
May kembali memejamkan mata takkala melihat ada 3 sosok dalam bayangan kendaraan yang melaju di sisi kiri. Ada perempuan berambut panjang berada dibelakangnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
May mencengkeram kuat-kuat pinggang Bagio. Sembunyi-sembunyi mencermati bayangan yang menempel dipungungnya karena yang ia rasakan tak ada apapun. Hanya angin kencang menerbangkan jilbab.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
May bergidik ketika bayangan itu tiba-tiba berada di tengah-tengah keduanya disertai cekikikan. Bagio merasakan bahunya sangat berat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;May, jangan bergurau,&quot; Bagio kembali berteriak karena kesakitan. Motor yang dikendarai oleng dan terperosok pada lubang menganga di tengah jalan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Teriakan Bagio dan May memecah keheningan. Bagio tertindih motor dan May terlempar mencium aspal jalan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika hendak menolong May, Bagio melihat perempuan berbaju putih berambut panjang menyeringai dengan sorot mata merah menyala. Tawa cekikikannya merindingkan bulu kuduk.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Badan perempuan itu kemudian melayang di atas tubuh May. Rambut panjangnya perlahan rontok menyelimuti tubuh tak berdaya itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Jangan,&quot; teriakan Bagio tertelan tawa perempuan hantu bermata merah menyala. Bagio kemudian mengumandangkan adzan serta membaca doa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tubuh hantu itu melayang turun ketika tubuh May yang terdiam dan terbungkus serat berwarna putih. Hantu perempuan itu kembali menyeringai seraya menampakkan taring.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Tolong, jangan ganggu istri saya. Tolong,&quot; Bagio memohon dengan tubuh dalam posisi bersimpuh.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tawa hantu perempuan itu kembali memecah keheningan. Bagio kembali berteriak histeris ketika tubuh May kembali melayang semakin tinggi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tiba-tiba dari arah depan terdengar derum kendaraan yang melaju kencang serta sorot lampu menerpa. Menyilaukan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam hitungan detik tubuh May yang melayang jatuh tepat di depan mobil yang melintas. Teriakan Bagio kembali menggema memecah malam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sopir mobil kemudian menghentikan kendaraannya ketika merasakan telah melindas sesuatu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan alangkah terkejutnya ketika ada tubuh perempuan tergeletak, terlindas diselimuti rambut panjang, memutih.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagio menguraikan rambut panjang putih yang membungkus tubuh May. Bagio terloncat mundur ketika May tersadar. Sorot matanya merah menyala, dan lamat-lamat terdengar cekikikan tawa menggema.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Malam kian senyap.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumenep, 7 Juli 2019&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/4139371413217639370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/4139371413217639370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/perempuan-berambut-putih.html' title='Perempuan Berambut Putih'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3vbVRzl_T68UAO7r7BZZ0sNTs8aQf2QIUIvowm-lah89a9uC48Fpz1ZYlSgssRRuY7yEH4ayIL_NRqNPt1gNyLCGzmUHyxlW0_bQThUSwgQQMFLEew8kx5mdWKGf3WiFK-KOZ9ONWHmg/s72-c/perempuan.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-6159466242960858408</id><published>2020-04-29T12:07:00.001+07:00</published><updated>2020-04-29T12:16:38.116+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tradisi Budaya"/><title type='text'>Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (4)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s1600/macapat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;310&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;330&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s640/macapat.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
oleh: Lilik Rosida Irmawati&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, tembang ini menyiratkan satu sisi lain tentang nilai-nilai kebahagiaan yang luar biasa pada diri manusia. Kebahagiaan tersebut dicapai karena keberhasilan menjalankan&amp;nbsp; perintah-Nya. Yaitu sebuah perintah untuk menahan hawa nafsu, membersihkan hati, jiwa dan pikiran serta berbuat jujur. Kewajiban menjalankan perintah-Nya, selama sebulan penuh di bulan Ramadan yang penuh berkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puasa merupakan cerminan hubungan yang paling dekat dan langsung antara manusia dengan&amp;nbsp; Sang Khalik. Hal&amp;nbsp; itu disebabkan seseorang yang sedang ber-puasa dituntut jujur terhadap diri sendiri, tidak berbohong,&amp;nbsp; taat serta berbuat baik. Akibat yang paling mencengangkan dan menakjubkan dari orang yang ber-puasa adalah intropeksi diri. Dengan melakukan intropeksi diri,&amp;nbsp; seseorang akan mampu untuk selalu jujur pada diri sendiri, orang lain dan jujur pada Tuhan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, syair-syair yang diguratkan dalam tembang Pangkor menyiratkan tentang perlunya manusia menjaga serta merawat lingkungannya. Dengan perawatan yang baik, maka semua yang ada di permukaan bumi ini memberikan keuntungan dan bermanfaat bagi manusia. Dari gambaran diatas dapatlah dikatakan bahwa manusia sangat bergantung kepada makhluk lainnya, sehingga keseimbangan dan ekosistem&amp;nbsp; alam akan terjaga apabila manusia berlaku arif dan bijaksana ketika mengelola kekayaan yang diciptakanNya.&lt;br /&gt;
Makna Tersirat Dan Tersurat Tembang Macapat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Bagian 4)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Senom (Sinom)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Saklangkong loros bungkana&lt;br /&gt;Pappa bi’ tolop dha’ andhi’&lt;br /&gt;Dhauna bi’ topeng padha&lt;br /&gt;Buwa bannya’ raja kene’&lt;br /&gt;Dha’ bungka padha nyelpe’&lt;br /&gt;Ta’ asa pesa apolong&lt;br /&gt;Se ngodha biru barnana&lt;br /&gt;Ding towa oba koneng&lt;br /&gt;Mon buwa eporrak, bigi katon kabbi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
( Sastrodiwirjo)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Pohonnya sangat lurus, pelepah dan ranting tidak punya, daunnya bisa dipakai payung, buahnya banyak besar dan kecil, bersatu melekat pada pohonnya, bersatu tidak terpisah, yang muda biru warnanya, bila tua berubah warna kuning, kalau buah sudah dibelah, biji baru kelihatan).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mon ta’ rokon sataretan,&lt;br /&gt;Pedjer apadu ban are’&lt;br /&gt;Ontong tada’ rogi bada&lt;br /&gt;Oreng towa lake’ bine’&lt;br /&gt;Tlebet sossa mekkere&lt;br /&gt;Daddina saaherrepon&lt;br /&gt;Ta’ burung salbut salsal&lt;br /&gt;San bada se klero diddi&lt;br /&gt;Pon ta’ ngabbru atjaggik napso e lombar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Asmoro, 1950: 18)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau tidak rukun se-saudara, pastilah bertengkar setiap hari, untung tidak rugi pasti, orang tua laki dan perempuan, sangat susah memikirkan, bagaimana akhirnya, paling tidak rusak berserakan, kalau ada yang salah mintalah maaf. Kalau tidak minta maaf, bertengkar dengan nafsu membara).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang Sinom ini biasanya dipakai untuk mengungkapkan ha-hal yang bersifat romantis, baik dalam hubungannya dengan kisah percintaan ataupun hubungan antar sesama manusia. Di samping itu, bait-bait dalam tembang ini menyiratkan tentang kemampuan membangun hubungan yang harmonis dan romantis antar sesama manusia sebagai makhluk sosial. Apabila hubungan baik telah terbangun dan terjalin,&amp;nbsp; maka akan terbentuk tatanan&amp;nbsp; sosial yang mapan. Saling menghargai, saling tolong menolong dan bersama-sama menjaga kerukunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia merupakan makhluk yang senantiasa lalai dan berbuat kesalahan. Oleh sebab itu pintu maaf harus senantiasa terbuka. Apalagi hidup dalam suatu masyarakat yang homogen, berbagai karakter berbaur, berbagai kepentingan saling mendahului. Maka setiap manusia hendaknya membekali diri dengan sikap toleransi dan tenggang rasa yang tinggi, mempunyai kebijaksanaan dalam bergaul sehingga tercipta kedamaian yang hakiki untuk mencapai kebahagiaan lahir maupun batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menuntut ilmu agama dan mewariskan kepada generasi penerus merupakan kewajiban utama. Dengan berbekal ilmu agama, manusia mampu membentengi diri dari sifat iri, dengki dan tamak serta mampu berbuat jujur baik pada diri sendiri, orang lain serta terhadap Tuhan-Nya. Di sisi lain, tembang ini mengingatkan agar manusia senantiasa berada dalam lintasan lurus, yaitu dengan cara menjalankan semua perintah-Nya, serta menjauhi semua larangan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Artate’ (Dhandanggula)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lamon sedha ngadek rato radin&lt;br /&gt;Sentosa’a neggu ka adillan&lt;br /&gt;Aseya dha’ bala kene’&lt;br /&gt;Ja’ lebur dha’ panggunggung&lt;br /&gt;Ajja’ pesan a pele kase&lt;br /&gt;Ja’ baji’ dha reng juba’&lt;br /&gt;Pan jurgaepon&lt;br /&gt;Soppeya mare juba’na&lt;br /&gt;Ban ja’ nyeya dha’ reng nestha ban mesken&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Maka sedha bellasa&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Asmoro. 1991&amp;nbsp; )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika sudah berani menjadi pemimpin, pegang rasa keadilan dan buat sentosa, jangan suka pekerjaab kecil, dan jangan suka mendapat pujian, jangan sekali-kali pilih kasih, janganlah benci pada orang jelek/bodoh, supaya cepat selesai kejelekannya, dan jangan menyia-nyiakan orang nestapa dan miskin, kalau bisa kasihani).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Oreng odhi’ neng e dunnya mangken&lt;br /&gt;Ngagaliya dha’ kabajibanna, onenga se nyama odhi’&lt;br /&gt;emota dha’ sal osol, Asallepon odhi’na dibi’&lt;br /&gt;Odhi’na du parkara, Saparkaraepon&lt;br /&gt;Odhi’ epon badan kasar, badan alos enggi sokma enyamae&lt;br /&gt;Moga ekagaliya, badan kasar badan alos enggi&lt;br /&gt;Sadajana buto ka teddha’an, sareng angguy se e sae, se raja gunaepon&lt;br /&gt;Se faeda amanfaate,&lt;br /&gt;Banne angguy teddha’an&lt;br /&gt;Se parsasat racon, Se oneng daddi lantaran&lt;br /&gt;Rosakkepon badan kasar alos pole&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Se kasebbut e adha’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Orang hidup dalam dunia sekarang, dipikirkan apa kewajibannya, tahunya cuma hidup, ingat asal-usulnya, asalnya hidup sendiri, hidup ada dua perkara, perkara pertama, kehidupan badan kasar (tubuh) dan badan halus yaitu jiwanya, semoga direnungkan, badan kasar (tubuh) dan badan halus (jiwa), semuanya butuh makanan, yang dapat dipakai untuk kebaikan, yang besar manfaatnya, bukan makanan yang dapat membawa kejelekan, yang dapat menjadi lantaran, rusaknya badan kasar dan badan halus, seperti yang disebutkan di atas).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang ini mempunyai maksud dan sebuah pengharapan tentang&amp;nbsp; sesuatu dengan tujuan akhir mencapai&amp;nbsp; kebaikan. Tembang Macopat ini biasanya dipakai untuk mengungkapkan perasaan suka cita atau pun ketika mencapai sebuah kemenangan. Ada pun rasa suka cita dalam tembang Artate (Dhandanggula), adalah rasa suka cita yang berlandaskan nilai-nilai tinggi ilahiyah. Bagaimana tidak ? sebagai makhluk ciptaan yang paling sempurna, manusia dikaruniai kecerdasan akal, kecerdasan emosional maupun kecerdasan spiritual dalam upaya mengenali serta mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Melalui kecerdasan akalnya, manusia dapat memilih dan memilah kebutuhan hidup, baik yang bersifat material maupun spiritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bertahan dan melangsungkan kehidupannya, manusia memerlukan makanan. Dalam upaya pemenuhan kebutuhan inilah, manusia diingatkan supaya berhati-hati, teliti, dan cermat agar makanan yang akan menjadi penopang kehidupannya tidak tercampur dengan makanan yang dihasilkan dari pekerjaan yang nista dan haram. Tembang ini mengingatkan agar manusia bekerja dengan tekun, rajin dan jujur, sehingga hasil yang dicapai akan menghasilkan rejeki yang halal. Rejeki halal tersebut akan&amp;nbsp; menjadi makanan yang berguna dan bermanfaat&amp;nbsp; bagi perkembangan jiwa maupun pertumbuhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, jiwa (roh) yang bersemayan dalam tubuh manusia&amp;nbsp; juga memerlukan makanan. Adapun makanan yang dibutuhkan oleh jiwa adalah keimanan dan ketakwaan, yaitu dengan jalan senantiasa menjalankan amal kebajikan. Dengan demikian, baik tubuh dan jiwa merupakan satu kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan dalam mengemban tugas sebagai makhluk ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang ini juga menyiratkan sebuah pesan tentang keberadaan manusia sebagai seorang pemimpin. Karena pada hakekatnya setiap manusia adalah pemimpin, tapi bagaimanakah figur dan sosok pemimpin sejati ?&amp;nbsp; Bait-bait tembang ini memberikan nasehat, bahwa seorang pemimpin haruslah adil, terbuka, jujur dan penuh kasih sayang. Rasa keadilan tersebut harus diterapkan terutama pada sesama manusia yang berada dalam posisi lemah, miskin dan serba kekurangan. Disamping itu, figur pemimpin dapat dilihat dari kemampuannya dalam menata diri, mawas diri, mampu menahan ambisi pribadi serta mendahulukan&amp;nbsp; kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makna suka cita dan kemenangan yang tersirat dalam tembang Artate (Dhandanggula), adalah kemenangan besar manusia melawan diri sendiri. Baik sebagai makhluk individu, makhluk sosial maupun sebagai makhluk ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Megattro (Megatruh)&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pojur onggu reng se kateban Wahyu&lt;br /&gt;Enggi se olle pamanggi&lt;br /&gt;Parkara se sanget parlo&lt;br /&gt;Da’ bangsa amanfaadi&lt;br /&gt;Asmana kodu epondjung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sungguh beruntung orang yang mendapat Wahyu, yaitu yang mendapatkan penerangan lahir bathin, urusan yang sangat perlu, dalam kehidupan sangat bermanfaat, namanya haruslah dijunjung tinggi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang ini biasanya dipakai untuk melukiskan perasaan kecewa ataupun kesedihan yang mendalam. Makna yang terkandung dalam syair-syairnya, selain melukiskan perasaan kecewa dan kesedihan mendalam, tembang ini menggambarkan secara jelas dan gamblang tentang ketergantungan manusia dengan Sang Pencipta. Karena sifat Maha dari Allah, maka manusia mendapat&amp;nbsp; uluran&amp;nbsp; kasih sayang-Nya, limpahan anugerah yang melimpah ruah, karunia serta Rahmat-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu tembang Megatruh mengabarkan tentang manusia-manusia pilihan (utusan) Allah SWT yang telah diturunkan ke bumi untuk menjadi&amp;nbsp; figur teladan dan panutan. Para Nabi dan Rasul merupakan utusan yang mempunyai kedudukan sangat tinggi. Hal itu disebabkan, para utusan Allah merupakan pembawa pesan serta ajaran-ajaran yang harus dilaksanakan&amp;nbsp; oleh manusia. Kewajiban untuk melaksanakan semua ketentuan-ketentuan Allah dan utusan-Nya, tidak boleh ditawar-tawar sebagai wujud totalitas ketergantungan manusia pada Khalid-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, secara khusus tembang ini menyiratkan tentang keberuntungan manusia&amp;nbsp; yang mendapatkan anugerah serta hidayah dari Allah SWT. Hidayah tersebut berupa keterbukaan pintu hati dalam menerima kehadiran Allah dalam bentuk utuh dalam jiwanya. Dengan demikian, sosok individu itu akan mampu meningkatkan kadar keimanan dan ketakwaan-nya. Dengan keimanan dan ketakwaan yang tinggi, maka manusia tersebut akan mampu meng-implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;11. Gambuh (Gambu)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Maneh-maneh welingku&lt;br /&gt;Ngabektia maring rama ibu&lt;br /&gt;Uga guru kabeh paring suluh becik&lt;br /&gt;Kanggo nata urip besuk&lt;br /&gt;Paring teken miwah obor&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Suwito, 1983:41)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sekali lagi nasehatku, berbakti-lah terhadap bapak dan Ibu, juga guru sebab semua memberi nasehat yang baik, untuk menjalani kehidupan kelak, memberi tongkat dan cahaya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Watak dari tembang ini adalah memberi penjelasan, selain itu tembang Gambu menyiratkan satu sisi tentang ketergantungan manusia kepada manusia lain. Manusia memerlukan figur lain dalam membentuk kepribadian diri yang baik dan mantap. Orang tua, guru, ulama merupakan sosok yang paling ideal dan pas dalam menanamkan&amp;nbsp; proses menuju kemandirian dan pendewasaan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang ini penuh&amp;nbsp; berisi petunjuk-petunjuk dan nasehat kepada generasi muda tentang pentingnya menghormati serta menghargai orang lain, terutama kepada orang yang lebih tua (baik orang tua/guru). Bentuk penghargaan dan penghormatan dengan jalan meng-implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, semua&amp;nbsp; ajaran, perintah dan petuah yang berkaitan dengan proses menuju arah kebaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia merupakan makhluk yang senantiasa lalai, oleh sebab itu tembang ini mengingatkan supaya antar sesama manusia saling mengingatkan, saling memberi nasehat dan saling memberi petunjuk, baik terhadap anggota keluarga, sanak saudara atau pun orang lain. Hal itu dilakukan sebagai&amp;nbsp; kewajiban yang harus dilakukan sebagai hamba Allah sebagai&amp;nbsp; bentuk tanggung jawab moral terhadap sesama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Proses Pelaksanaan dan Perkembangannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelantuman tembang Mocopat biasanya diadakan oleh masyarakat pecinta seni tradisional di pedesaan. Pementasan ini biasanya diadakan ketika sedang melaksanakan hajatan, misal ; selamatan kandungan (pelet kandung), Mamapar (potong gigi), sunatan, ritual rokat (ruwatan anak), pesta perkawinan dan ketika memperingati hari-hari besar Islam. Durasi pembacaan Macopat pun beragam, dari durasi pendek sekitar satu jam sampai durasi panjang selama semalam suntuk. Acara ini biasanya dilaksanakan pada malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adapun cerita yang dibawakan, tergantung dan disesuaikan&amp;nbsp; kepada situasi dan kondisi pelaksanaan hajatan. Terkadang setiap tembang dinyanyikan secara terpisah, terkadang pula mengambil variasi dari berbagai tembang. Untuk permainan semalam suntuk, dinyanyikan bermacam tembang, dari masing-masing tembang dipilih dan disesuaikan dengan cerita yang dibawakan. Biasanya untuk acara ritual rokat (ruwatan anak) menyajikan cerita Pandawa atau Betarakala, untuk Mamapar (potong gigi) dibacakan cerita Maljuna, cerita Nabbi Yusuf dibacakan pada acara selamatan kandungan (pelet kandung). Sedangkan cerita Nabi Muhammad, dibacakan ketika memperingati hari-hari besar Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada pun lagu/ laras yang ada dalam tembang ada dua, yakni laras Pelog dan laras Slendro. Ada beberapa tembang yang dibacakan tanpa alat musik, misalnya dalam acara rokat pandabha atau Careta Nabbi, namun ada pula yang menggunakan musik pengiring. Musik pengiring dalam pembacaan Macopat menggunakan seruling ataupun iringan seperangkat gending. Tiupan musik tunggal atau pun alunan gending tersebut ternyata mampu membawa suasana lebih hidup. Disela-sela pembacaan Mocopat yang mendayu-dayu, memiriskan serta merawankan perasaan, liukan-liukan seruling maupun alunan gending membawa suasana hati lebih menyatu dengan tembang-tembang yang dinyanyikan. Komposisi yang sangat harmonis tersebut, mampu menghanyutkan perasaan sekaligus mempermudah memahami serta memaknai isi dari tembang-tembang yang dibacakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini tembang Macopat masih mampu bertahan dan tetap digandrungi oleh masyarakat, terutama yang berdomisili di pedesaan.&amp;nbsp; Kegiatan pelantuman Macopat dipentaskan sebagai ritual yang tak terpisahkan ketika memperingati berbagai peristiwa yang berhubungan dengan prosesi kehidupan manusia. Dimulai ketika manusia masih dalam kandungan, masa kanak-kanak, memasuki masa akil balig dan ketika memasuki alam dewasa, bersatu dalam mahligai perkawinan. (akhir)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;Tulisan bersambung:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2012/02/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (2)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-3.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (3)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-4.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (4)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/6159466242960858408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/6159466242960858408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-4.html' title='Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (4)'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s72-c/macapat.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-2936530069630635838</id><published>2020-04-29T12:03:00.005+07:00</published><updated>2020-04-29T12:16:26.016+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tradisi Budaya"/><title type='text'>Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (3)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s1600/macapat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;310&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;330&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s640/macapat.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;oleh: Lilik Rosida Iramawati&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam syair-syairnya tembang Medjil mengisyaratkan sebuah pesan tersirat, bahwa dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan jasmani maupun rohani manusia tidak mampu bersandar pada kemampuan diri semata. Ada sebuah Zat yang senantiasa memberi pertolongan, perlindungan sekaligus memberikan rahmat dan karunia. Di samping itu manusia senantiasa diingatkan pada sebuah kesadaran yang hakiki, bahwa Sang Maha Pencipta adalah tempat memohon, tempat bersandar, tempat meminta, tempat berpasrah diri, tempat berharap dan merangkumkan doa-doa sebagai pengakuan diri sebagai makhluk yang dhoif dan lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Maskumambang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mon nyaroan ratona banne ngerenge&lt;br /&gt;Mastena nyarowan&lt;br /&gt;Tao se ekabutowen&lt;br /&gt;Dha’ ka oreng a manfaat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau lebah pemimpinnya bukan kecoak, seharusnya lebah, mengerti tentang kebutuhan, kepada manusia sangat bermanfaat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang Maskumambang menyiratkan sebuah hubungan yang sangat serasi, seimbang dan harmonis antara manusia dan semua makhluk hidup. Dengan akal pikirannya, manusia diajak untuk membaca, menyimak memperhatikan serta memikirkan serta mengambil manfaat dari keberadaan makhluk hidup lainnya. Hal itu sesuai dengan kapasitas manusia sebagai pengemban amanah di bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui alunan&amp;nbsp; tembang Maskumambang, manusia diajak untuk membaca secara detail fenomena alam dan mengambil hikmah dari semua makhluk ciptaan Allah SWT. Sekecil apapun bentuk dari makhluk ciptaan-Nya tetap memberikan nilai dan manfaat yang sangat besar bagi manusia. Di samping itu tembang Maskumambang mengungkapkan suasana hati yang rawan akibat kesedihan dan keprihatinan yang mendalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. D u r m a&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
L&lt;i&gt;amon dika epassrae panggabayan &lt;br /&gt;Ampon mare apekker&lt;br /&gt;Terang ka’ekko’na&lt;br /&gt;Adjanji maranta’a&lt;br /&gt;Pon pon brinto tarongguwi&lt;br /&gt;Anggap tanggungan&lt;br /&gt;Ma’ ta’ malo da’ oreng&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Asmoro, 1950 ; 19)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika kamu mendapat beban pekerjaan, sudah selesai dipikir, tentang seluk-beluknya kerja, usaha untuk menyelesaikan, jika demikian haruslah serius, bekerja dengan penuh tanggung jawab, agar tidak mengecewakan orang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping melambangkan tentang nafsu manusia, tembang ini menyiratkan hubungan yang sangat erat antar manusia sebagai makhluk sosial. Dalam menjalankan kehidupannya, manusia senantiasa memiliki ketergantungan pada manusia lainnya. Dengan adanya ketergantungan tersebut, maka setiap individu dituntut untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri ataupun orang lain. Terutama tanggung jawab dalam mengemban tugas. Dalam arti nilai-nilai profesionalisme benar-benar dijunjung tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggung jawab akan melahirkan rasa aman sekaligus rasa percaya terhadap diri sendiri ataupun orang lain. Dengan bertanggung-jawab&amp;nbsp; hubungan antara sesama manusia menjadi&amp;nbsp; serasi dan harmonis, sehingga menghilangkan rasa saling curiga dan buruk sangka. Dengan demikian maka hubungan yang dilandasi saling percaya, saling ketergantungan, saling bertanggung-jawab serta memiliki keterikatan yang kuat akan menjauhkan manusia dari segala permusuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Kasmaran (Asmaradhana)&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dh&lt;i&gt;u tang ana’ reng se raddin, se ganteng pole parjuga&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;spopre enga’ ba’na kabbi.ja’ odhi’ badha&amp;nbsp; neng dunnya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;kodu ba’na enga’a, sabban are korang omor, sajan abid sajan korang.&lt;br /&gt;Sabellun dhapa’ ka janji, la mara pong-pong sateya&lt;br /&gt;bannya’-bannya’ pangabekte, alakowa parentana, jauwi laranganna&lt;br /&gt;Guste Allah Maha Agung, ngobasane alam dunnya.&lt;br /&gt;Dhu tang ana’ estowagi, asareya kabecce’anmenangka sangona odhi’.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Neng dunnya coma sakejje’, omor ta’ asomaja, tako’ dhapa’ dha’ ka omor&lt;br /&gt;&amp;nbsp;abali ngadep dha’ Allah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Duh, anak-anak yang cantik, yang bagus dan gagah, supaya kamu ingat semua, hidup ada di dunia, harus kamu perhatikan, setiap hari umur berkurang, tambah lama tambah berkurang. Sebelum sampai ke janji, ayu kerjakan sekarang juga, banyak-banyak berbakti, kerjakan perintah Tuhan, jauhi larangan Tuhan, Gusti Allah Maha Agung, menguasai alam dunia. Duh anak yang mendapat restu, carilah kebajikan, sebagai bekal hidup, takut sampai kebatasnya umur, kembali menghadap Allah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;O, Alla se Maha Socce, Pangeranna alam dunnya, &lt;br /&gt;Ngera-ngera pon ta’ oneng, Ran-maheran paparengnga,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Se badha neng e jagat,&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mecem-macem jutan ebun, hawa aeng apoy tana.&lt;br /&gt;Akadi bintang e elangnge’, Gunggungnga sera onengnga&lt;br /&gt;Nyo’on maaf langjkong sae&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Opama badha atanya, mara kagali tretan&lt;br /&gt;Pera’, emas menya’ lantong, tatombuwan ka’bungka’an&lt;br /&gt;Durin salak jeruk manggis&lt;br /&gt;Dha’-tedha’an manca barna&lt;br /&gt;jaran macan juko’ rengnge’&lt;br /&gt;Lantaran dhari bannya’na&lt;br /&gt;Lerressa ta’ bangal tanggung&lt;br /&gt;Ressem lecek lamon mongkat.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Anggoyudo, 1983 :&amp;nbsp;&amp;nbsp; )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Allah Yang Maha Suci, penguasa alam dunia, diperkirakan jumlahnya tidak tahu, sangat mengherankan pemberiannya yang ada di dunia, beribu-ribu, berjuta, udara, air, api dan tanah. Seperti bintang di langit, besarnya siapa yang tahu, minta maaf lebih baik, sekiranya ada yang tanya, ayo pikirkan saudara, perak, emas, minyak, pepohonan dan tumbuh-tumbuhan lainnya. Buah durian, salak, jeruk, manggis, buat makanan beraneka warna, macan, kuda, ikan sampai nyamuk, tak sanggup menghitung, sebenarnya tidak berani menanggung, karena banyaknya ciptaan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asmaradhana atau Kasmaran (Madura), berarti suka, kasengsem (jatuh cinta). Tembang ini biasanya digunakan untuk menggambarkan perasaan cinta ataupun rasa sedih. Selain itu juga memberikan gambaran rasa senang, bahagia, tidak ada pikiran susah dan senantiasa berada dalam kondisi gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun tembang Kasmaran senantiasa menyiratkan aroma kegembiraan dan kebahagiaan, tembang ini juga memberikan gambaran utuh tentang kewajiban manusia terhadap sesama manusia ataupun kewajiban manusia terhadap Khalik-Nya. Dalam arti manusia harus seimbang dan selaras dalam menata hubungan, baik secara vertikal maupun secara horizontal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang ini mengingatkan betapa pentingnya tali silaturahmi ditautkan. Saling menyapa, saling berkunjung, saling membantu terhadap tetangga ataupun sanak saudara. Menyambung tali silaturahmi merupakan ungkapan perasaan kasih sayang dan akan memberikan dampak kegembiraan serta kebahagiaan terhadap sesama manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu sifat manusia adalah senantiasa berbuat khilaf dan lalai. Dalam syair-syairnya, tembang Kasmaran mengingatkan tentang kewajiban manusia terhadap Sang Pencipta. Segala keindahan perhiasan yang ada di dunia ini, jangan sampai memalingkan manusia dari Sang Pencipta. Kewajiban manusia yang utama adalah beribadah kepada-Nya. Untuk itulah manusia senantiasa diajak&amp;nbsp; berbuat kebajikan, menjauhkan diri dari perbuatan&amp;nbsp; hina, keji, khianat dan mungkar. Di samping itu juga diingatkan tentang&amp;nbsp; batas umur yang dikaruniakan oleh-Nya, jangan sampai terbang percuma dan sia-sia. Karena kehidupan manusia ibarat berada di persimpangan untuk menuju kehidupan yang lebih hakiki dan abadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain tembang Kasmaran menyiratkan kebesaran alam ciptaan-Nya. Dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya, seluruh alam semesta dan semua penghuni yang ada di bumi, mulai&amp;nbsp; tumbuh-tumbuhan, hewan darat maupun hewan&amp;nbsp; laut ditundukkan serta diperuntukkan&amp;nbsp; oleh Sang Maha Pencipta kepada&amp;nbsp; umat manusia. Melalui tembang ini manusia diingatkan untuk senantiasa bersyukur atas&amp;nbsp; kenikmatan yang demikian besar. Selain mensyukuri nikmat-Nya, manusia diingatkan untuk memikirkan kebesaran Sang Pencipta dalam upaya mempertebal iman sebagai bekal&amp;nbsp; beribadah dan mengabdi hanya kepada-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pangkur (Pangkor)&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Raja onggu panremanna&lt;br /&gt;Tanenmanna pon a nglebbi’I oreng&lt;br /&gt;Oreng se mratane lebur&lt;br /&gt;Klamon cokop landhu’na&lt;br /&gt;Buwana ba’ lebba’ ka’ bungka’enna dhuluk&lt;br /&gt;Nyaman bai long polongan&lt;br /&gt;Panyeramanna la mare&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Besar sekali rasa syukurnya, tanamannya sudah setinggi orang, orang yang merawat gembira, jika sudah cukup mencangkulnya, buahnya lebat sampai pohonnya meliuk, jika butuh tinggal mengambil, sebelumnya setiap saat di siram).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perak-peral mare pasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tello polo are nakso e karengkeng&lt;br /&gt;Tabu’ lapar nante’ bakto&lt;br /&gt;Ta’ kenneng sarombanna&lt;br /&gt;Pangaterro maste ngala ban atellok&lt;br /&gt;Da’ ka atoranna pasa&lt;br /&gt;Buka saor se epantje&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Asmoro, 1950 :19)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Gembira sekali setelah selesai puasa, tiga puluh nafsu ter-penjara, perut lapar menanti waktu buka, tidak bisa sembarangan, keinginan harus kalah oleh ketentuan, dan aturannya puasa, berbuka dan sahur sesuai waktu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang&amp;nbsp; Pangkor ini biasanya dipakai untuk mengungkap hal-hal yang bersifat keras, seperti kemarahan, perkelahian dan perang. Meskipun tembang Pangkor identik dengan nuansa heroic, namun banyak diantara-nya memberikan gambaran yang lugas dan gamblang tentang kekerdilan manusia dihadapan Sang Pencipta. (bersambung )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;Tulisan bersambung:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2012/02/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (2)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-3.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (3)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-4.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (4)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2936530069630635838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2936530069630635838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-3.html' title='Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (3)'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s72-c/macapat.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-3836445305295749415</id><published>2020-04-29T11:59:00.002+07:00</published><updated>2020-04-29T12:16:14.531+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tradisi Budaya"/><title type='text'>Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (2)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s1600/macapat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;310&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;330&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s640/macapat.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;oleh: Lilik Rosida Irmawati&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Secara lebih gamblang&amp;nbsp; isi maupun makna dari masing-masing tembang akan dibahas secara terperinci, sehingga&amp;nbsp; dapat diketahui tujuan dari masing-masing tembang tersebut diciptakan. Adapun rinciannya sebagai berikut ;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;I. Tembang Salanget (Kinanti)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mara kacong ajar onggu, kapenterran mara sare&lt;br /&gt;ajari elmo agama, elmo kadunnya’an pole&lt;br /&gt;sala settong ja’ pabidda, ajari bi’onggu ate&lt;br /&gt;Nyare elmo pataronggu&lt;br /&gt;sala settong ja’ paceccer&lt;br /&gt;elmo kadunnya’an reya&lt;br /&gt;menangka sangona odhi’&lt;br /&gt;dineng elmo agamana, menangka sangona mate.&lt;br /&gt;Paccowan kenga’e kacong, sombajang ja’ la’ ella’e, sa’ are samalem coma&lt;br /&gt;salat wajib&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; lema kae&lt;br /&gt;badha pole salat sonnat, rawatib ban salat lail&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Anggoyudo, 1983:&amp;nbsp; )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ayo anakku belajar yang tekun, kepandaian itu harus dicari, belajar pengetahuan agama, juga pengetahuan dunia, jangan dibedakan, belajar dengan kesungguhan hati. Mencari ilmu harus serius, salah satu jangan ditinggalkan, ilmu keduniaan itu, keperluan hidup, sedangkan ilmu agama, adalah bekal untuk mati. Selain itu ingatlah anakku, sembahyang jangan sampai lubang, satu hari satu malam, sholat wajib lima kali, ada juga shalat Sunnah, rawatib dan shalat malam hari).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bungka nyeor buwa bhalulug&lt;br /&gt;Bhalulugga daddi tjengker&lt;br /&gt;Se tjengker daddiya buggan&lt;br /&gt;Se buggan daddiya pathe&lt;br /&gt;Se pathe daddiya minyak&lt;br /&gt;Mennya’ daddi damar kene’&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Asmoro, 1950:27)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Pohon kelapa berbuah beluluk, beluluk menjadi cengker, buah cengker menjadi kelapa, kelapa menjadi santan, santan menjadi minyak, minyak bisa menjadikan terang)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara lugas, Salanget (Kinanti) mempunyai arti sudah selesai menanti, sesuai dengan arti apabila dipakai sewaktu dicari sudah diketemukan, apa yang diinginkan sudah tercapai. Di samping itu tembang Salanget (Kinanti) banyak berisi nasehat atau anjuran kepada manusia, untuk saling memberi, saling menerima, saling mengingatkan dan saling ketergantungan sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan, Penguasa alam semesta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan&amp;nbsp; orang lain dalam memotivasi diri menuju arah kebajikan. Sebagai makhluk lemah dan dhoif, manusia membutuhkan tuntunan dalam kehidupan ber-masyarakat. Melalui tembang Kinanti inilah, manusia akan lebih peka menangkap arti hidup dan kehidupan di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu tembang Salanget (Kinanti) mengajak setiap manusia untuk lebih meningkatkan mutu individu melalui proses belajar. Manusia diingatkan agar menguasai ilmu pengetahuan, baik dalam bidang IPTEK maupun disiplin ilmu agama. Karena kedua disiplin ilmu tersebut, memiliki intensitas yang tinggi bagi kemaslahatan umat manusia. Dengan menguasai IPTEK, manusia akan lebih menyadari tentang kebesaran Tuhan yang diperlihatkan melalui ciptaan-Nya. Bahwa semua yang ada di alam, merupakan sumber ilmu yang tak pernah habis apabila digali dan di pelajari. Dan semua itu harus diimbangi oleh penguasaan ilmu agama. Sehingga terjadi keseimbangan, bahwa hidup manusia bukan hanya memenuhi kebutuhan jasmaninya saja, tapi aspek rohani merupakan&amp;nbsp; kebutuhan yang sangat vital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT telah memberikan semua sarana dan prasarana yang memadai kepada umat manusia. Semua yang ada di bumi, baik dalam perut bumi, di daratan, lautan, angkasa raya, tata surya ataupun semua yang tumbuh di bumi semua diciptakan untuk manusia. Semua ciptaan Allah, sekecil apapun sangat bermanfaat bagi manusia. Melalui tembang Salanget (Kinanti), manusia diajak untuk lebih peka, arif dan bijaksana, terbuka cakrawala berfikir dan wawasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah ini, cuplikan 2 tembang Salanget (Kinanti)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;2&amp;nbsp; Pucung&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pon angongngong pa’na Putjung&lt;br /&gt;Dja’ onengga ngotja’&lt;br /&gt;Lora tore rassa’agin&lt;br /&gt;Kasennengan tebbasa mlarat sampeyan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Asmoro, 1950:21)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sudah terdengar ceritanya bapak Putjung, jika saja bisa mengutarakan, coba rasakan kesulitannya, kesenangan terbayar dengan kemiskinan-mu)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang ini mempunyai watak sembrana parikena (sembarangan), biasanya dipakai untuk menceritakan hal-hal yang ringan, jenaka atau teka-teki. Adapun&amp;nbsp; tataran yang lebih luas, isi dari tembang Pucung memberikan penggambaran hubungan yang sangat harmonis dan serasi antara sesama manusia sebagai makhluk Tuhan. Apakah manusia itu mempunyai kedudukan dan status tinggi dalam masyarakat, ataupun manusia itu hanya sebagai hamba sahaya. Tembang ini mengingatkan kepada manusia, terutama kepada para penguasa, para majikan, para juragan, para atasan agar tidak berbuat sewenang-wenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang Pucung menggambarkan hubungan antara pemberi perintah dan penerima perintah. Walaupun berada dalam posisi yang lebih tinggi, kaya dan mapan, manusia dihimbau agar tidak silau dan berbuat tidak adil kepada para pelayan, bawahan, hamba sahaya. Karena para bawahan, pembantu mempunyai andil yang sangat besar bagi kesuksesan yang di raih. Hal itu sebagai suatu bukti, bahwa manusia membutuhkan orang lain, manusia memiliki ketergantungan yang sangat tinggi sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang ini mengungkapkan tentang nasehat kepada sesama manusia, dalam menjalin hubungan dengan sesama untuk lebih mementingkan rasa rendah hati dan tenggang rasa yang tinggi. Seseorang yang mempunyai status dan kedudukan lebih tinggi, dihimbau&amp;nbsp; memperlakukan bawahan untuk lebih bersikap manusiawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mejil (Medjil)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 .&amp;nbsp; T&lt;i&gt;apa tedhung ka dhaja alowe,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Biridda emaos,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Atena sorat Yasin se dhingen.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Paparengnga ma’ keyae,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Enggi ebaca bajengnge,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pon ta’ poron ambu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sakeng rajana terro dha’ pottre,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nyegga’ nase’ juko’,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pon ta’ tedhung salanjangnga are,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Asena brang tadha’ pottre raddin,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dha’ Allah amoji,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyo’on duli kabbul.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kacator se atapa pon abit,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Badanna pon geddur,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ta’ aguliyan sakale-kale.&lt;br /&gt;Matang-matang enga’ oreng mate,&lt;br /&gt;Ta’ kowat akebbi’,&lt;br /&gt;Gun nyaba akelbu’……&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Asmoro, 1930…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya sebagai berikut&amp;nbsp; :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapa tidur ke paling utara, wiridnya dibaca, hatinya surat Yasin yang dulu diberi Ulama, sudah dibaca dengan rajin, dan tidak mau berhenti. Karena besarnya keinginan ke putri, makan nasi ikan, sudah tidak tidur sehari-semalam, hampa tanpa rasa putri cantik, kepada Allah memuji minta dikabulkan. Sudah berjalan tapanya sudah lama, tubuhnya lemas tanpa urat, tidak ada gerak sedikit pun, kelihatan sudah seperti orang mati, tidak kuat menahan, Cuma nafas yang kelihatan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Langnge’ biru bintang tep ngarettep&lt;br /&gt;Sabenne mancorong&lt;br /&gt;Bulan bunter tjahya pote koneng&lt;br /&gt;Tera’ ngantar ampon sasat are&lt;br /&gt;Neng panas ta’andi’&lt;br /&gt;Gneko bidha epon&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Terjemahannya sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
( Langit biru bintang bertebaran sinarnya, Sinarnya menyilaukan, Bulan bulat cahaya keemasan. Terang bulan karena hari suah senja, Panas tidak ada, Itu perbedaannya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia merupakan makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT. Begitu besar kasih sayang Allah kepada makhluk yang bernama manusia, sehingga seluruh alam raya yang diciptakan hanya untuk kemaslahatan umat manusia. Namun banyak sekali manusia yang lupa bersyukur akan kebesaran kasih sayang Allah SWT. Alunan syair tembang Medjil mengingatkan, supaya manusia tidak melupakan nikmat yang diterimanya. Manusia diajak untuk menggunakan kepekaan batin sekaligus rasionya untuk memikirkan kebesaran alam semesta. Dengan begitu manusia dapat menarik sebuah kesimpulan, bahwa Sang Maha Pencipta, Allah&amp;nbsp; Ajja wa Jalla merupakan muara akhir dari perjalanan hidup manusia. (bersambung)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;Tulisan bersambung:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2012/02/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (2)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-3.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (3)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-4.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (4)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3836445305295749415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3836445305295749415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-2.html' title='Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (2)'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s72-c/macapat.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-2562596405811725361</id><published>2020-04-29T11:53:00.000+07:00</published><updated>2020-04-29T12:15:57.896+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tradisi Budaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali”</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFwmD3WdW8oSTei1W-sV0_xhdW1PiTT3Zgml8-ZJwBFNlZV3JJxrWN9EPrlCvIfzq4ux09PxuH34PhMNWris5Q8AZ9pd1QwG2VmzVpz9Un3a1WpwkFgV60fRf-UuBHwQb2DnNaHq348as/s1600/macapat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;310&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;330&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFwmD3WdW8oSTei1W-sV0_xhdW1PiTT3Zgml8-ZJwBFNlZV3JJxrWN9EPrlCvIfzq4ux09PxuH34PhMNWris5Q8AZ9pd1QwG2VmzVpz9Un3a1WpwkFgV60fRf-UuBHwQb2DnNaHq348as/s640/macapat.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
oleh: &lt;i&gt;&lt;b&gt;Lilik Rosida Irmawati&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapapun tidak dapat mengelak atau pun membantah tentang bukti-bukti keberhasilan&amp;nbsp; para Wali Songo ketika berdakwah menyiarkan agama Islam di bumi nusantara. Keberhasilan para Wali tak terlepas dari metode yang dipergunakan pada saat itu, yaitu&amp;nbsp; menggunakan media kesenian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun media seni tersebut antara lain, gamelan, berbagai upacara, pertunjukan wayang ataupun menciptakan bentuk tembang (nyanyian). Untuk tembang mula-mula dipakai sebagai media untuk memuji Allah SWT (pujian keagamaan), di surau-surau sebelum didirikan shalat wajib. Tembang tersebut berbahasa Jawa, penuh sentuhan lembut dan membawa kesahduan pada jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang tersebut dinamakan tembang Macapat. Selain berisi pujian kepada Tuhan Pencipta alam semesta, tembang tersebut menyampaikan ajaran, anjuran, serta ajakan untuk mencintai ilmu pengetahuan, ajakan untuk bersama-sama membenahi kerusakan moral dan budi pekerti, mencari hakekat kebenaran serta membentuk manusia ber-kepribadian dan ber-budaya. Melalui tembang Macapat setiap hati manusia diketuk untuk lebih mendalami serta memahami tentang makna hidup. Lebih dalam lagi, syair-syair yang terkandung dalam tembang Macapat merupakan manifestasi hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, serta ketergantungan manusia kepada Sang Penguasa Alam Semesta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;Para wali yang menciptakan tembang Macapat adalah&amp;nbsp; ;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Sunan Giri menciptakan tembang Sinom yang berarti Nur, yaitu tentang cahaya hidup yang tak pernah tua,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sunan Majagung, tembang Maskumambang yang melambangkan ilmu,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sunan Kalijaga, menciptakan tembang Dandang Gula, berisi mengajak pada rasa manis, yaitu mengharap kebahagiaan,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sunan Bonang, menciptakan tembang Durma “harimau”. Harimau adalah lambang dari 4 nafsu manusia, yaitu :&amp;nbsp; ego centros – nafsu angkara, polemos – nafsu mudah marah/berangasan, eros – nafsu birahi/sofia, relegios – nafsu keagamaan, kebenaran dan kejujuran,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sunan Murya, menciptakan tembang Pangkur yang melahirkan tembang pembirat, yaitu tembang yang berisi bagaimana membasmi hati yang jahat,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sunan Giri Parepen, menciptakan tembang Megatruh yang berisi ajaran meninggalkan alam kotor,&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sunan Giri Jati, menciptakan tembang Pucung, melambangkan perasaan yang memuncak (rasa perasaan itu puncak kehendak).&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Seiring dengan penyebaran dan perkembangan agama Islam di berbagai wilayah nusantara, tembang Macapat inipun menyebar sampai ke pulau Madura. Tembang Macapat Madura awal keberadaannya berasal dari tembang Macapat Jawa dan tembang Macapat Madura pada dasarnya adalah kumpulan beberapa tembang Jawa kuno. Oleh sebagian penikmatnya, tembang Macapat diterjemahkan ke dalam bahasa Madura. Namun oleh sebagian penikmat lainnya, setiap pembacaan tembang Macapat tetap menggunakan bahasa Jawa kuna (kawi). Untuk mengetahui dan memahami makna, isi serta maksud tembang tersebut, dipergunakan seorang penerjemah yang disebut “panegges”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karakteristik Tembang Macapat Madura&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Karena berasal dari satu pohon, maka tembang Macapat Madura&amp;nbsp; memiliki banyak persamaan dan kesamaan dengan tembang Macapat Jawa. Keduanya diikat oleh suatu aturan tembang, yaitu jumlah gatra (padde) dari masing-masing tembang berbeda, mengikuti aturan guru lagu dan guru wilangan yang sama. Adapun perbedaannya terletak pada syair yang dinyanyikan, pada tembang Macupat Jawa syair mengikuti aturan not balok atau angka, sedangkan di Madura lebih mengutamakan cengkok atau lagu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis tembang Macopat Madura dikategorikan dalam tiga jenis, yaitu tembang raja, tembang tengahan dan tembang Macopat atau tembang kene’. Tembang Macopat atau tembang kene’ ada 11 tembang, yang akan dibahas dalam tulisan ini, yaitu ; (1) Salanget (Kinanti), (2) Pucung, (3) Mejil (Medjil), (4) Maskumambang, (5) Durma, (6) Kasmaran (Asmaradana), (7) Pangkor, (8) Senom (Sinom), (9) Artate’ (Dandanggula), (10) Megattro (Megatruh), (11) Gambuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Ciri-ciri yang membedakan antara tembang yang satu dengan lainnya ;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang Salanget (Kinanti), tembang ini melukiskan cerita-cerita percintaan (kasih sayang). Tembang ini mempunyai guru gatra (baris), yang terdiri dari enam baris, baris pertama mempunyai sepuluh suku kata yang berakhir bunyi i (10 i ), kemudian berturut-turut 6o – 10e – 10i – 6i dan 6u.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang Pucung. Nama Pucung diambil dari nama biji pohon kepayang, dalam tembang ini terdapat empat gatra (baris) dengan guru wilangan dan guru lagu 12u – 6a – 8i –12a, maksudnya adalah pada baris pertama ada dua belas suku kata dengan vokal akhir u, baris kedua dengan enam suku kata diakhiri vokal a, baris ketiga ada delapan suku kata diakhiri vokal I dan baris keempat terdapat dua belas suku kata diakhiri vokal a. watak dari tembang ini adalah sembrana parikena (sembarangan), biasanya dipakai untuk menceritakan hal-hal yang ringan, jenaka atau teka-teki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mejil (Medjil), Mijil dalam bahasa Jawa berarti Medal artinya keluar, yaitu tembang yang mengungkapkan dan melukiskan&amp;nbsp; rasa sedih. Di samping itu tembang Medjil memuat pula kisah-kisah nasehat yang berisi tentang kebesaran Sang Pencipta. Adapun tembang Medjil mempunyai guru gatra (baris) yang terdiri atas enam baris. Baris pertama mempunyai sepuluh suku kata yang berakhir bunyi i (10i), kemudian berturut-turut 6o –10e – 10i –6i dan 6u. Watak yang terkandung dalam tembang ini berbicara tentang keprihatinan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maskumambang atau Kumambang mempunyai arti “mengapung”. Dalam tembang ini terdapat empat gatra (baris) pertama ada duabelas suku kata dengan diakhiri vokal i, baris kedua enam suku kata diakhiri vokal a, baris ketiga ada delapan suku kata diakhiri vokal&amp;nbsp; i dan baris keempat ada delapan suku kata dan diakhiri vokal a.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Durma atau Sima (Jawa) artinya harimau. Sesuai dengan arti&amp;nbsp; tersurat tembang Durma cenderung&amp;nbsp; bersifat keras. Karena tembang ini melambangkan tiga nafsu manusia yang mewakili nafsu angkara, nafsu mudah marah serta nafsu birahi. Tembang ini menggambarkan cerita-cerita perkelahian, perang serta kondisi psikologi. Tembang&amp;nbsp; ini mempunyai tujuh gatra (baris). Baris pertama sampai dengan baris ketujuh berturut-turut 12a – 7i –6a – 7a – 8i – 5a dan 7i.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asmaradana atau Kasmaran (Madura), berarti suka, kasengsem (jatuh cinta). Tembang ini biasanya digunakan untuk menggambarkan perasaan cinta ataupun rasa sedih. Selain itu juga memberikan gambaran rasa senang, bahagia, tidak ada pikiran susah dan senantiasa berada dalam kondisi gembira. Tembang ini mempunyai tujuh baris, baris pertama terdiri atas delapan suku kata yang berakhir huruf i (8i), kemudian berturut-turut 8a – 8o –8a – 7a –8u dan 8a.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pangkur atau Pangkor (Madura) berarti penghujung, tembang ini biasanya ditembangkan pada bagian&amp;nbsp; akhir suatu cerita. Tembang ini mempunyai tujuh gatra (baris),&amp;nbsp; dan guru wilangan lagu masing-masing 8a – 11i – 8u – 7a – 12u – 8a – 8i. Pangkor biasanya dipakai untuk mengungkap hal-hal yang bersifat keras, seperti kemarahan, perkelahian dan perang. Meskipun tembang Pangkor identik dengan nuansa heroic, namun banyak diantara-nya memberikan gambaran yang lugas dan gamblang tentang kekerdilan manusia dihadapan Sang Pencipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinom (Senom) diambil dari pucuk daun asam. Tembang ini mempunyai sembilan gatra (baris), baris pertama sampai kesembilan masing-masing 8a – 8i – 8a – 8i – 7i – 8u – 7a – 8i – 12a. Tembang ini biasanya dipakai untuk mengungkapkan ha-hal yang bersifat romantis, baik dalam hubungannya dengan kisah percintaan ataupun hubungan antar sesama manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dhandanggula (Artate’) terdiri dari dhandang dan gula, dhandang mengandung arti pangarep (Madura), gula berarti manis. Tembang ini mempunyai sepuluh gatra (baris), guru wilangan dan guru lagu masing-masing 10i – 10a – 8e – 7u – 9i –7a – 6u – 8a – 12i – dan 7a.&amp;nbsp; Tembang ini mempunyai maksud dan sebuah pengharapan tentang&amp;nbsp; sesuatu dengan tujuan akhir mencapai&amp;nbsp; kebaikan. Tembang Macopat ini biasanya dipakai untuk mengungkapkan perasaan suka cita atau pun ketika mencapai sebuah kemenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Megatruh atau Duduk Wuluh (Jawa), duduk artinya suling sedangkan Wuluh berarti bambu. Tembang ini mempunyai lima gatra (baris) dengan guru wilangan dan guru lagu, masing-masing baris 12a –8i – 8u – 8i – 80. tembang ini biasanya dipakai untuk melukiskan perasaan kecewa ataupun kesedihan yang mendalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambuh dalam bahasa Jawa “prigel”, dengan maksud bahwa segala sesuatu bisa diatasi. Tembang ini terdiri atas lima gatra (baris) dengan guru wilangan dan guru lagu berturut-turut 7u – 10u – 12i – 8u- 8o. watak dari tembang ini adalah memberi penjelasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Makna Tersirat Dan Tersurat Tembang Macapat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebijaksanaan para Wali Songo dalam usaha dakwah melalui media seni, ternyata membawa hasil luar biasa. Hampir 90 % rakyat di wilayah nusantara mengaku dirinya ber-agama Islam. Keberhasilan tersebut tentunya berkat kegigihan, keuletan, kesabaran serta pembagian program secara terperinci dan ter-organisir rapi. Walaupun hidup para Wali tidak seluruhnya satu jaman, namun perjuangan atau usahanya merupakan satu gerak langkah yang terus-menerus, teratur, rapi dan disadari (bukan suatu hal yang kebetulan belaka).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui tembang Macapat, dapatlah&amp;nbsp; digali arti, maksud dan makna filosofi&amp;nbsp; yang mendalam&amp;nbsp; dalam setiap tembang, walaupun satu sama lainnya berbeda dan&amp;nbsp; mempunyai&amp;nbsp; ke-spesifikan tersendiri, namun satu sama lainnya merupakan rangkaian cerita yang tidak dapat dipisahkan. Disamping itu isi dari tembang-tembang Macapat mempunyai nilai-nilai relegius yang tinggi, sehingga nilai-nilai moralitas yang terkandung didalamnya mudah dipahami oleh penikmatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti halnya tembang Macapat Jawa, tembang Macopat Madura berisi syair-syair yang indah, dengan demikian ajaran, anjuran, ajakan menuju pintu kebaikan mudah dicerna dan diserap oleh pengikutnya. Sehingga nilai budi pekerti luhur, nilai kejujuran, disiplin, amanah dan nilai relegius yang tersirat maupun tersurat lebih mudah ditanamkan dalam hati sanubari. Nilai-nilai yang tertanan tersebut diharapkan mampu membentuk manusia ber-budaya sekaligus mencetak pribadi muslim menjadi manusia paripurna. (brsambung ...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*****&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;Tulisan bersambung:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2012/02/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (2)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-3.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (3)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-4.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (4)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:DocumentProperties&gt;
  &lt;o:Version&gt;14.00&lt;/o:Version&gt;
 &lt;/o:DocumentProperties&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;&amp;#45;-&quot;/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;
   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:12.0pt;
 mso-bidi-font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2562596405811725361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2562596405811725361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2012/02/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali.html' title='Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali”'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFwmD3WdW8oSTei1W-sV0_xhdW1PiTT3Zgml8-ZJwBFNlZV3JJxrWN9EPrlCvIfzq4ux09PxuH34PhMNWris5Q8AZ9pd1QwG2VmzVpz9Un3a1WpwkFgV60fRf-UuBHwQb2DnNaHq348as/s72-c/macapat.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-2330824730477173867</id><published>2020-02-29T23:26:00.000+07:00</published><updated>2020-04-29T01:58:37.778+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kearifan Lokal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Nilai-Nilai Moralitas Sastra Lisan Madura</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg43tiveuu2k9RHcZxpyWK3gDO8bjqPhaulpDlb19WXNXGmogSMKshV7_z5crDhZoSR14iP_JtmHtui9X1DyHGOrXudCfT2_4GKvPnXjKDhJFrLiMR329hP-WIq7yFbZvgp1lyv_FZnazU/s1600/Nilai-Nilai-Moralitas-Sastra-Lisan-Madura.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;278&quot; data-original-width=&quot;495&quot; height=&quot;358&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg43tiveuu2k9RHcZxpyWK3gDO8bjqPhaulpDlb19WXNXGmogSMKshV7_z5crDhZoSR14iP_JtmHtui9X1DyHGOrXudCfT2_4GKvPnXjKDhJFrLiMR329hP-WIq7yFbZvgp1lyv_FZnazU/s640/Nilai-Nilai-Moralitas-Sastra-Lisan-Madura.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Oleh Lilik Rosida Irmawati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra lisan, khususnya puisi lisan merupakan salah satu peninggalan budaya yang dimiliki oleh hampir semua suku bangsa di Indonesia. Kekayaan budaya tersebut secara turun menurun masih diakrabi oleh berbagai kalangan. Walaupun jenis puisi lisan mulai tergerus oleh arus budaya global sehingga tidak dikenal lagi oleh masyarakatnya, namun demikian puisi lisan tersebut masih mendapat tepat di hati masyarakat, terutama masyarakat tradisional. Hal ini disebabkan puisi lisan menggunakan bahasa yang sangat sederhana, namun kaya makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kekayaan sastra lisan yang dimiliki oleh masyarakat Sumenep. Madura adalah puisi lisan yang dikemas&amp;nbsp; dalam bentuk permainan anak-anak. Sastra lisan yang masih tumbuh dan berkembang di masyarakat Madura tersebut ternyata memiliki nilai-nilai filosofi tinggi, diantaranya adalah nilai pendidikan, tentang etika/moral, pendidikan agama serta rentetan peristiwa sejarah. Melalui permainan nilai-nilai kepribadian, pembentukan budi pekerti serta pendidikan agama ditanamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum era baca tulis berkembang pesat di masyarakat, seni sastra (puisi) lisan menjadi media menyampaikan pesan-pesan moral. Di waktu senggang para orang tua menyampaikan dalam bentuk dongeng, terutama di kala berangkat tidur. Penyampaian puisi lisan juga menggunakan sarana bermain, karena berbagai bentuk permainan sangat digemari oleh anak-anak. Penyampaian dalam bentuk permainan tersebut sangat menyenangkan sehingga puisi lisan tersebut sangatlah mudah dihafalkan oleh anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk permainan adalah untuk membangun solidaritas sejak dini dalam komunitas bermasyarakat agar senantiasa rukun dan guyub, disamping itu untuk mengembangkan kecerdasan emosional dengan cara bermain, dimana dalam arena permainan itu&amp;nbsp; ditanamkan sikap-sikap toleran, simpati, empati, dan memahami berbagai karakter yang dimiliki oleh teman bermain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam arena permainan tersebut secara tidak sadar anak-anak akan mengetahui sekaligus ber-interaksi dengan karakter yang berbeda, ada yang mempunyai sikap sabar, pemalu maupun temperamental dan sebagainya. Bercampur-baurnya berbagai karakter tersebut menyadarkan anak bahwa mereka memang tidak sama. Dengan pemahaman seperti itu maka membangun kesadaran sosial dalam masyarakat komunal ditanamkan sejak dini. Pemahaman interaksi sosial dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu lingkungan bermain teman sebaya, lingkungan keluarga, dan merambah pada lingkup yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman dan penanaman nilai-nilai tersebut disebabkan oleh kewajiban utama orang tua untuk memberikan pendidikan kepada putra putrinya sebagai bekal hidup bermasyarakat. Berbagai disiplin ilmu ditanamkan agar kelak anak mampu berdikari dan mandiri, baik secara material, emosional, dan spiritual dalam tata pergaulan di masyarakat. Dengan demikian anak mampu memilah dan memilih serta mengamalkan ilmu&amp;nbsp; yang dimiliki, dan bisa menjadi manusia yang Paripurna. Untuk mencapai kesempurnaan hidup maka nilai-nilai moralitas perlu ditanamkan sejak dini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moralitas merupakan fokus utama atau pandangan hidup yang dijunjung tinggi dalam masyarakat Madura. Dalam berbagai bentuk, baik itu pantun, saloka, kejungan, paparegan, gancaran (prosa liris), puisi anak-anak, puisi ritual, syi’ir, maupun bag-tebbagan(teka teki), nilai-nilai kearifan tersebut ditanamkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai kearifan bukan hanya mengacu pada dimensi keduniawian semata, melainkan ber-fokus pada dimensi keagamaan (religi). Dalam pandangan hidup orang Madura, manusia yang hebat, manusia yang berhasil, manusia yang paripurna, adalah manusia yang tunduk, patuh dan menyerah penuh&amp;nbsp; kepada ajaran Allah atau ajaran agama. Imbas pengejewantahan siap relegius tersebut kemudian diimplementasikan dalam bentuk sikap hidup yang dinamis, enerjik, kerja keras dan tabah menghadapi tantangan dan cobaan. Disamping itu mempunyai budi pekerti luhur, mempunyai sikap pengasih dan penyayang, tidak menyakiti perasaan orang lain, mempunyai tata krama yang tinggi, menjunjung persahabatan dan persaudaraan, mempunyai sikap empati dan simpati, menghormati orang lain, baik hati dan tulus, jujur dan bekerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2330824730477173867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2330824730477173867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2012/02/nilai-nilai-moralitas-sastra-lisan.html' title='Nilai-Nilai Moralitas Sastra Lisan Madura'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg43tiveuu2k9RHcZxpyWK3gDO8bjqPhaulpDlb19WXNXGmogSMKshV7_z5crDhZoSR14iP_JtmHtui9X1DyHGOrXudCfT2_4GKvPnXjKDhJFrLiMR329hP-WIq7yFbZvgp1lyv_FZnazU/s72-c/Nilai-Nilai-Moralitas-Sastra-Lisan-Madura.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-8854980751076530660</id><published>2017-09-25T22:51:00.000+07:00</published><updated>2020-04-26T13:17:09.317+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekspresi Tamu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Makna Ungkapan Bhuppa’ Bhâbbhu’ Ghuru Rato</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUmmz6eqT8iQT6JKP6EGmN41KrUKGlRTFqfx0ZjTl4HIxA5z8mLgB3p_9SkYKLEbkiGkC-oqL_f3Xh_6RdfGaPuup7LBUJ0XDvt_EgUMlbvU2-B7a61cxCnRHUPoJxPClRlY-3B2QyQK0/s1600/step0002.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;433&quot; data-original-width=&quot;609&quot; height=&quot;283&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUmmz6eqT8iQT6JKP6EGmN41KrUKGlRTFqfx0ZjTl4HIxA5z8mLgB3p_9SkYKLEbkiGkC-oqL_f3Xh_6RdfGaPuup7LBUJ0XDvt_EgUMlbvU2-B7a61cxCnRHUPoJxPClRlY-3B2QyQK0/s400/step0002.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Moh. Hafid Effendy&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang Madura pasti tahu tentang adanya ungkapan bhuppa’ bhâbhu’ ghuru rato. Tetapi apakah semua orang Madura paham akan makna yang terkandung di dalamnya? Saya yakin, jawabannya tidak 100%. Menurut pengamatan saya selama ini, barangkali yang mereka pahami tentang makna ungkapan itu adalah kepatuhan dan rasa hormat orang Madura secara hierarhikal pada figur-figur utama. Orang Madura pertama-tama harus patuh dan taat pada kedua orang tuanya, kemudian pada guru (ulama), dan terakhir pada rato (pemimpin formal atau biasa disebut birokrasi). Artinya, dalam kehidupan sosial budaya orang Madura terdapat standard referensi kepatuhan terhadap figur-figur utama secara hierarhikal yang sudah seharusnya dilaksanakan. Sebagai aturan normatif yang mengikat setiap orang Madura maka pelanggaran atau paling tidak – melalaikan aturan itu – akan mendapatkan sanksi sosial sekaligus kultural. Tentu saja, pemaknaan sebatas itu tidak sepenuhnya salah. Oleh karenanya, perlu adanya perenungan kembali yang lebih mendalam. Tulisan ini mencoba mengungkapkan hasil renungan saya tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika makna ungkapan tadi hanya sebatas kepatuhan orang Madura dan menghormati pada figur-figur tertentu secara hierarhikal maka implikasi praksisnya menuntut orang Madura harus patuh dan menghormati. Tidak ada pilihan lain. Tidak ada kesempatan dan ruang sekecil apapun agar orang Madura dipatuhi. Jika begitu, artinya sepanjang hidupnya orang Madura harus patuh. Patuh pada siapa? Kepatuhan pada kedua orang tua kandung memang sudah jelas dan tegas. Tetapi untuk patuh pada figur yang kedua apalagi yang ketiga harus ada jawaban yang juga jelas dan tegas. Siapa mereka? Apakah figur guru itu harus orang Madura atau dari etnis lain? Begitu pun tentang kepatuhan pada figur rato. Siapakah dia? Orang Madurakah? Atau orang dari etnik lain? Bagaimana implementasi sosiokulturalnya bagi kehidupan orang Madura? Itulah pertanyaan-pertanyaan penting yang harus dijawab secara jelas dan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepatuhan pada kedua orangtua sudah sangat jelas dan tegas bahkan tidak dapat ditawar-tawar, apalagi digugatgugat. Durhakalah jika seorang anak sama sekali tidak patuh pada kedua orangtua kandungnya. Bahkan saya yakin, di masyarakat dan kebudayaan manapun, kepatuhan seorang anak pada kedua orangtua kandungnya adalah mutlak. Mungkin yang berbeda hanya dalam hal cara bagaimana dan dalam bentuk apa seorang anak memanifestasikan kepatuhannya selama menjalani jalur kehidupannya di dunia yang fana ini. Kemutlakan ini sama sekali tidak terkendala atau dalam arti ditopang sepenuhnya oleh aspek genealogis. Artinya, jika pada saat ini seorang anak patuh pada kedua orangtua kandungnya maka ada saatnya pula anak itu harus menjadi figur yang harus dipatuhi anak kandungnya ketika yang bersangkutan telah menikah dan mempunyai anak pula kelak. Jadi ada semacam siklus yang berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kepatuhan orang Madura pada figur guru? Oleh karena peran dan fungsi guru lebih pada tataran moralitas dan masalah-malalah ukhrowi (morality and sacred world) maka kepatuhan orang Madura sebagai penganut agama Islam yang taat tentu saja tidak bisa dibantah lagi. Namun, apakah ada siklus yang berlaku sama seperti kepatuhan pada figur kedua orangtua? Tentu saja tidak. Sebab, tidak semua orang Madura memiliki kesempatan yang sama untuk dapat menjadi figur guru. Meskipun banyak anggapan bahwa figur guru dapat diraih oleh seseorang karena faktor genealogis (keturunan). Namun demikian, pada kenyatannya tidak semua keturanan (anak kandung) dari figur guru akhirnya mengikuti jejak orang tua kandungnya. Ini artinya, pada tataran ini makna kultural dari ungkapan bhuppa’ bhabbhu’ ghuru rato masih belum memberi ruang dan kesempatan lebih luas pada orang Madura untuk mengubah statusnya sebagai orang yang harus selalu patuh dan menghormati! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana halnya dengan figur rato? Siapa pun dapat menjadi figur ini entah itu berasal dari etnik Madura sendiri maupun dari etnik lain. Sebab figur rato adalah suatu achievement status yang persyaratannya bukan faktor genealogis melainkan semata-mata karena faktor achievement (preatasi). Bila demikian, siapa pun yang dapat dan mampu meraih prestasi itu berhak pula menduduki posisi sebagai figur rato. Namun demikian, dalam realitas praksisnya tidak semua orang Madura dapat mencapai presatasi ini. Oleh karena itu, figur rato pun kemudian menjadi barang langka. Dalam konteks ini dan dalam bahasa yang lebih lugas, mayoritas orang Madura sepanjang hidupnya masih tetap harus berkutat pada posisi “subordinasi”. Harus patuh, patuh, dan sekali lagi, patuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari paparan di atas, menjadi jelas bahwa penting bagi semua orang Madura untuk tidak secara mentah-mentah mengartikan makna ungkapan bhuppa’ bhâbbhu’ ghuru rato sebagai hierarhi kepatuhan pada figur-figur tertentu sebagai lazimnya selama ini dipahami oleh hampir semua orang. Sebab jika demikian, makna ungkapan buppa’ babu’ guru rato justru hanya akan menjerumuskan orang Madura untuk selalu berada pada posisi terhegemoni yang harus selalu patuh, patuh, dan sekali lagi, patuh sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya kemudian, kapankah orang Madura dapat mengubah posisinya menjadi figur yang harus dipatuhi? Hanya dalam konteks sebagai figur bhuppa’ bhâbbhu’ orang Madura ada saatnya menjadi figur yang harus dipatuhi dan menghormati setelah mereka menikah dan menjadi orang tua bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, harus ingat bahwa dalam kebudayaan Madura terdapat ungkapan mon kerras, pa-akerrès. Artinya jika orang Madura telah memiliki kekuasaan dan menjadi figur rato (karena telah mencapai prestasi tertentu) hendaknya harus tetap berwibawa. Caranya janganlah bersikap dan berperilaku arogan (congkak), semena-mena, otoriter, tidak menghargai bawahan, dan mau menang sendiri hanya karena mentang-mentang dirinya telah menjadi figur yang harus dipatuhi sehingga menjadi lupa daratan dalam mengimplementasikan kekuasaannya. Padahal pada dasarnya kekuasaan itu adalah amanah. Oleh karena itu, setiap orang Madura yang kebetulan memiliki kekuasaan sehingga menjadi figur rato sudah seharusnya bersikap hâp asor (sopan santun, arif dan bijaksana) sesuai dengan falsafahand dan etika dalam kebudayaan Madura. Pertanyaannya kemudian, bisakah para rato yang ada di Madura, bersikap dan berperilaku demikian? Jawabannya haruslah bisa, jika mereka masih mau mengaku dan diakui sebagai orang Madura yang beretika, berfalsafah, dan berbudaya Madura!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/8854980751076530660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/8854980751076530660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2017/09/makna-ungkapan-bhuppa-bhabbhu-ghuru-rato.html' title='Makna Ungkapan Bhuppa’ Bhâbbhu’ Ghuru Rato'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUmmz6eqT8iQT6JKP6EGmN41KrUKGlRTFqfx0ZjTl4HIxA5z8mLgB3p_9SkYKLEbkiGkC-oqL_f3Xh_6RdfGaPuup7LBUJ0XDvt_EgUMlbvU2-B7a61cxCnRHUPoJxPClRlY-3B2QyQK0/s72-c/step0002.png" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-244626936462910087</id><published>2017-09-25T22:31:00.001+07:00</published><updated>2020-04-28T16:48:21.626+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Bayangan</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pentigraf LilikSoebari&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEima4GztRmWwhA5VVJbRrwL-NIZaRCKrtI4Cv71xneJkZoAdxIxrIBsZEGJkPTsSEIUDCg9WxOMJVVNFogtablRyyAGAzdWJARCsnazkxjfv8wwv4WVBypaITAl7EBd01xCuJB90rcUYPs/s1600/bayangan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;416&quot; data-original-width=&quot;665&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEima4GztRmWwhA5VVJbRrwL-NIZaRCKrtI4Cv71xneJkZoAdxIxrIBsZEGJkPTsSEIUDCg9WxOMJVVNFogtablRyyAGAzdWJARCsnazkxjfv8wwv4WVBypaITAl7EBd01xCuJB90rcUYPs/s640/bayangan.jpg&quot; width=&quot;600&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dinding yang terlihat hanyalah punggung dan rambut sebahu. Tiga tahun lebih rutinitas ini dilakukan, setiap hari Ely duduk di jendela lantai kamar atas. Jendela itu persis menuju anak tangga menghadap arah selatan sehingga Ely bisa memandangi dirinya sendiri dengan leluasa. Berbeda ketika bercermin Ely benar-benar dihantui ketakutan, warna hitam di sekitar mata semakin melebar, kulitnya mengeriput dan wajah pucatnya mengingatkannya pada mayat hidup di film-film horor. &lt;br /&gt;
Berbeda ketika melihat bayangannya di dinding semuanya serba sempurna dan itu sangat menghangatkan, sehangat matahari pagi yang merambati tengkuk dan punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menatapi bayanganya seringkali perasaan putus asa menghantui dan itu ditelannya sendiri dalam-dalam. Kecamuk geram, marah, sakit mampu dihalau dengan mendatangkan senyum, karena itu adalah pilihan. Pilihan supaya kedua anaknya tidak terluka karena bagaimanapun Bram, suaminya telah berkorban demikian luar biasa. Kehilangan rumah warisan untuk biaya rumah sakit, tabungannya terkuras habis dan merawat sejak Ely cacat. Semuanya berubah drastis sejak kedua kakinya tidak terselamatkan, lumat terlindas. Dan semuanya kini hancur, semuanya sejak Ely mendengar perbincangan yang tidak sengaja didengarnya ketika pura-pura tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajar, Bram masih sehat, kuat dan perlu pemenuhan hasrat libido. Niat baik Ely agar Bram kawin ditentang kedua anak gadisnya. Dan itulah sumber petaka karena diam-diam Bram menjalin asmara dengan rekan kerja, janda cantik, Siska. Pertengkaran sengit Bram dan anak gadisnya benar-benar memojokkan Ely, kekuatan yang dibangunnya runtuh. &quot;Satu bulan kedepan aku tidak bisa menyembunyikan kehamilanku, &quot; Lontaran kalimat Siska perlahan menjadikan Ely terpuruk dan menerbangkan jiwanya pada masa kanak-kanak yang pahit. Dan bayangan itu kini berbaur dengan bayangannya di dinding, membentuk siluet aneh, dan mengajaknya untuk memasuki dunia bayangan. Hidup adalah pilihan, pelan-pelan Ely memasukkan butiran-butiran obat sembari menatap bayangannya di dinding yang semakin mengabur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Sumenep, 21.06.2016&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/244626936462910087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/244626936462910087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2017/09/bayangan.html' title='Bayangan'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEima4GztRmWwhA5VVJbRrwL-NIZaRCKrtI4Cv71xneJkZoAdxIxrIBsZEGJkPTsSEIUDCg9WxOMJVVNFogtablRyyAGAzdWJARCsnazkxjfv8wwv4WVBypaITAl7EBd01xCuJB90rcUYPs/s72-c/bayangan.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-8893436700564633606</id><published>2017-09-25T22:24:00.000+07:00</published><updated>2020-04-28T16:48:41.848+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><title type='text'>Usai</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Pentigraf Lilik Soebari&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0NTg0n9AJB3-pIzwKa_0s7f5yXsKWLFout5T1tnrjf6TthmEYualmoNB5qAnYbPiYo72hPZXKRWIy-zrN57PbMui7_90Lqpx8tvnvOD0x6kBusaC7MiiSGlZJ4dOny0TFIgGOeSlUoSs/s1600/usai+pentigraf+lilik+soebari.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;392&quot; data-original-width=&quot;596&quot; height=&quot;442&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0NTg0n9AJB3-pIzwKa_0s7f5yXsKWLFout5T1tnrjf6TthmEYualmoNB5qAnYbPiYo72hPZXKRWIy-zrN57PbMui7_90Lqpx8tvnvOD0x6kBusaC7MiiSGlZJ4dOny0TFIgGOeSlUoSs/s400/usai+pentigraf+lilik+soebari.jpg&quot; width=&quot;600&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seperti siang-siang sebelumnya dia duduk sembari memeluk dengkul selepas mengajar dan riuh rendah pekikan-pekikan anak menguap di udara. Cahaya matahari menembus daun cemara yang rimbun dan memberikan keteduhan bukan hanya pada tubuh paruh baya dan burung gereja bercericit riuh tetapi juga ulat-ulat hitam yang bergelantungan dan menitipkan hidup dan kepakan sayap pertamanya penuh warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu minggu telah berlalu, keriuhan pesta dan pujian mengalir seperti bah masih berdenging di telinga. Sungguh kepuasan dan kebahagiaan memenuhi seluruh aliran nadi karena impian putri semata wayangnya tercapai dalam balutan kemewahan, dihadiri lebih dari tiga ribu tamu sebagai ratu bersanding raja dalam hitungan jam. Semua puncak kemewahan sebanding dengan keringat dan dana yang mengucur sangat deras dari kantong tabungannya selama hampir dua puluh lima tahun dan menguburkan impiannya menginjakkan kaki dirumah kekasih sejati dan abadi. Dia tidak menyesalinya karena kebahagiaan anak semata wayang diatas segala-galanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh tak terbersit penyesalan dalam renungan panjangnya setiap siang dibawah rimbun cemara. Kebahagiannya demikian membuncah karena doa-doa panjang ditengah pekat malam, sholat sunnah yang tak pernah absen dan puasa Senin Kamis yang tak pernah tumbang terkabul. Tuhan telah memberikan berkah yang demikian melimpah. Dia telah menyiapksn masa depan putri semara wayang dan juga cucunya yang belum terlahir rumah, sawah dan hipermarket. Semuanya telah dipersiapkan. lalu untuk dirinya apa? Candaan teman sejawat tempo hari melintas dan tiba-tiba mengusik menghentak hatinys. Ya, untuk dirinya apa? Kepompong-kepompong muda dalam pertapaannya berdenyut ketika dia tengadah mencari jawaban itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumenep, 15 Mei 2016&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/8893436700564633606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/8893436700564633606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2017/09/usai.html' title='Usai'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0NTg0n9AJB3-pIzwKa_0s7f5yXsKWLFout5T1tnrjf6TthmEYualmoNB5qAnYbPiYo72hPZXKRWIy-zrN57PbMui7_90Lqpx8tvnvOD0x6kBusaC7MiiSGlZJ4dOny0TFIgGOeSlUoSs/s72-c/usai+pentigraf+lilik+soebari.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-6637373961842063102</id><published>2017-09-21T21:22:00.002+07:00</published><updated>2020-04-26T13:17:49.587+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Figur"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Syaf Anton Wr, Sastrawan dan Budayawan Madura</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_DI1mCUo-6MBJ_iAqaYURB7jLTKIAhaedbcWdrkXS0lUUUGknGNx-I1g4FLyEdyH5W-zSCLaj_k4EIvLUNnJ3ObUHMYj7jQxj0-JjT5wf7pRRjioCQFBO6gDRRiPPrcbl4xjUkOZ4HgQ/s1600/Syaf+Anton+Wr.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;347&quot; data-original-width=&quot;516&quot; height=&quot;492&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_DI1mCUo-6MBJ_iAqaYURB7jLTKIAhaedbcWdrkXS0lUUUGknGNx-I1g4FLyEdyH5W-zSCLaj_k4EIvLUNnJ3ObUHMYj7jQxj0-JjT5wf7pRRjioCQFBO6gDRRiPPrcbl4xjUkOZ4HgQ/s640/Syaf+Anton+Wr.JPG&quot; width=&quot;600&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Syaf Anton W&lt;/b&gt;r, sastrawan ini juga dikenal sebagai budayawan Madura. Ia banyak menulis puisi, cerpen, artikel dan jurnalistik dengan menghasilkan ratusan karya, dan dimuat diberbagai media di daerah maupun nasional. Ia juga aktif mengapresiasi dan memotivasi aktifitas budaya di daerahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pembinaan dan pengembangan komunitas&amp;nbsp; pernah mendirikan Bengkel Seni Primadona; (1984), mendirikan Sanggar Sastra Mayang; (1997), mendirikan dan Penggerak Forum Bias (Forum kajian sastra dan budaya) (1994 sampai sekarang), mengkoordinir seniman dari semua bidang seni, sekaligus sebagai koordinator Jaringan Seniman Sumenep (JSS) (1999), dan Ketua Umum Dewan Kesenian Sumenep (2000-2005). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kumpulan puisi tunggalnya, Cermin (1990) dan Bingkai, Pengantar Prof. Suripan Sadi Hutomo (Pusat Dokumentasi Sastra Suripan Hutomo, 1993). Terakhir Langit Suasa Langit Pujangga (Kaleles Yogyakarta, 2015) -&amp;nbsp; ISBN: 978-6021669-29-8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu beberapa karyanya terangkum dalam antologi bersama, antara lain: Puisi Penyair Madura (Sanggar Tirta, 1992), Festival Puisi Jatim (Genta, 1992), Pameran Seni Rupa Keterbukaan (KSRB, 1994), Tanah Kelahiran (Forum Bias, 1994), Nuansa Diam (Nuansa, 1995), Sajak-sajak Setengah Abad Indonesia (TBS, 1995), Kebangkitan Nasional II (Batu Kreatif, 1995),Tabur Bunga Penyair Indonesia I (BSB, 1995), Bangkit III, (Batu Kreatif, 1996), Tabur Bunga Penyair Indonesia II, (BSB, 1996), Api Pekarangan (Forum Bias, 1996), Negeri Impian (Forum Bias, 1996), Negeri Bayang-Bayang (FSS, 1996), Langit Qosidah (FKBI Annas, 1996), Antologi Puisi Indonesia (KSI, 1997), Luka Waktu (TB Jatim, 1998), Memo Putih, (DKJT, 2000) Antologi Puisi Indonesia 1997 volume 2 (Angkasa Bandung), Antologi Puisi Puisi Modern “Equator”&amp;nbsp; (Yayasan Cempaka Kencana. 2012) dan sejumlah antologi lainnya yang tidak terdokumentasi. Biodatanya juga tercatat dalam buku “Leksikon Susastra Indonesia” (Balai Pustaka, 2000)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertemuan sastra yang pernah diikuti;&amp;nbsp; “Jambore Puisi Jatim 83” di Sumenep, karya puisinya dibahas, (1983); “Forum Puisi Indonesia 87”, di TIM Jakarta (1987), “Penyair Madura dalam Forum” (1994), “Refleksi Setengah Abad Indonesia”, di Solo (1995), “Festival Seni Surabaya” (1996), “Pertemuan Sastrawan Nusantara IX / Pertemuan Sastrawan Indonesia 1997” di Kayutanam Sumatera Barat (1997), dan sekian pertemuan seni satra lainnya di berbagai daerah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatian peneliti pada karyanya “Melawan Kucuran Keringat”, Suripan Sadi Hutomo (1992), Sastra Indonesia di Madura : Tinjauan Pengarang, Hasil Karya dan Media, Setiawan dkk (1992 / 1991), dan puisinya kerap menjadi kajian skripsi/tesis&amp;nbsp; mahasiswa UWK Surabaya, IKIP/UNISA, STKIP PGRI Sumenep dan referensi karya-karya sastra dari beberapa lembaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemegang desk rubrik sastra “Ballada” Harian Bhirawa Surabaya – menggantikan Suripan Sadi Huotmo - (1979-1981), Redaksi majalah sastra budaya berbahasa Madura “Jokotole”. Terbitan Balai Bahasa Jawa Timur (2014 sampai sekarang), &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernah menjadi nara sumber Penataran Pimpinan Group Seni Budaya - Kanwil Depag Prop. Jatim di Surabaya, nara sumber&amp;nbsp; Pelatihan Tenaga Penyuluh Sadar Wisata Jatim (1992), nara sumber Pelatihan Jurnalistik Majalah MPA Surabaya, nara sumber Pelatihan Seniman se-Jatim, Dinas P dan K Prop. Jatim&amp;nbsp; Pemakalah Sarasehan Bahasa dan Sastra Jatim, di Balai Bahasa Surabaya (2000), pemakalah Sarasehan Bahasa dan Sastra Jatim, di Unesa&amp;nbsp; Surabaya (2000), pelatihan Seniman se Jatim – Work Shop Skenografi, di Surabaya (2000), penghargaan sebagai pembina kesenian terbaik, versi Papiwira Sumenep (1998), penghargaan sebagai penulis puisi terbaik, versi Papiwira Sumenep (1998), penghargaan sebagai pembicara dialog, seminar, juri dari organisasi, lembaga pemerintah, perguruan tinggi dan sebagainya dan penghargaan dari istri, anak-anak yang memberi kebebasan dalam berkreasi dan kesempatan berbuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12 September 2016 buku puisinya “Langit Suasa Langit Pujangga” mendapat penghargaan dari Balai Bahasa Jawa Timur dan 20 Oktober 2016 mendapat penghargaan sastra dari Gubernur Jawa Timur sebagai kreator bidang sastra Jawa Timur&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Website official www.lontarmadura.com&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/6637373961842063102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/6637373961842063102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2017/09/syaf-anton-wr-sastrawan-dan-budayawan.html' title='Syaf Anton Wr, Sastrawan dan Budayawan Madura'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_DI1mCUo-6MBJ_iAqaYURB7jLTKIAhaedbcWdrkXS0lUUUGknGNx-I1g4FLyEdyH5W-zSCLaj_k4EIvLUNnJ3ObUHMYj7jQxj0-JjT5wf7pRRjioCQFBO6gDRRiPPrcbl4xjUkOZ4HgQ/s72-c/Syaf+Anton+Wr.JPG" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-506913846547392914</id><published>2017-09-21T20:16:00.000+07:00</published><updated>2020-04-26T13:18:05.466+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Figur"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>M. Shoim Anwar, Sang Doktor Cerpenis</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAfzHT50ShhE73ePZzQwBKg_hYNvhhsfETFQ1PBYFQN15R9O3DcgR0NT4kttYBQW8ruNKF_GfR6S0GjA2_mSSJgdDxK7YZhIdgiy3roQnmSBoHlA9hwvk_cCdFRC9BCjfVHL92v2YvbB4/s1600/shoimanwar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;306&quot; data-original-width=&quot;480&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAfzHT50ShhE73ePZzQwBKg_hYNvhhsfETFQ1PBYFQN15R9O3DcgR0NT4kttYBQW8ruNKF_GfR6S0GjA2_mSSJgdDxK7YZhIdgiy3roQnmSBoHlA9hwvk_cCdFRC9BCjfVHL92v2YvbB4/s320/shoimanwar.jpg&quot; width=&quot;600&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;M. Shoim Anwar&lt;/b&gt; lahir di Desa Sambong Dukuh, Jombang,&amp;nbsp; Jawa Timur. Setamat dari SPG di kota kelahirannya (1984), dia melanjutkan ke Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IKIP Surabaya/Universitas Negeri Surabaya,&amp;nbsp; hingga memperoleh gelar doktor. Program S2 dan S3 diselesaikan dengan predikat cumlaude.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shoim&amp;nbsp; banyak menulis cerpen, novel, esei, dan puisi di berbagai media. Cerpen-cerpennya dimuat dalam antologi berbahasa Indonesia, Inggris, dan Prancis,&amp;nbsp; seperti Cerita Pendek dari Surabaya (editor Suripan Sadi Hutomo), Negeri Bayang-bayang (editor D. Zawawi Imron, dkk.), Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia (editor Korrie Layun Rampan), Dari Fansuri ke Handayani (editor Taufiq Ismail, dkk.), Horison Sastra Indonesia (editor Taufiq Isamail, dkk), Black Forest (kurator Budi Darma), New York After Midnight (editor Satyagraha Hoerip), Beyond the Horizon (editor David T. Hill), Le Vieux Ficus et Autres Nouvelles (editor Laura Lampach), dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kumpulan cerpen Shoim yang telah terbit adalah Oknum (1992), Musyawarah Para Bajingan (1993), Limau Walikota (ed.,1993), Pot dalam Otak Kepala Desa (1995), Bermula dari Tambi (ed.,1999), Soeharto dalam Cerpen Indonesia (ed., 2001), Sebiji Pisang dalam Perut Jenazah&amp;nbsp; (2004), Perempuan Terakhir (2004), Asap Rokok di Jilbab Santi (2010), Kutunggu di Jarwal (2014), dan kumpulan drama Theatrum - Malam Terakhir (ed.,2013).&amp;nbsp; Novelnya yang pernah dipublikasikan Meniti Kereta Waktu (1999), Sang Pelancong (1991), Angin Kemarau (1992), Tandes (1999), serta Elies (2006).&amp;nbsp; Buku lain yang ditulisnya adalah&amp;nbsp; Sejarah Sastra Indonesia (2012), Sastra Lama (2013), dan Sastra Rebonding (2013), dan Sastra yang Menuntut Perubahan (2015) |&lt;i&gt; Lilik Soebari&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/506913846547392914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/506913846547392914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2017/09/m-shoim-anwar-sang-dokter-cerpenis.html' title='M. Shoim Anwar, Sang Doktor Cerpenis'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAfzHT50ShhE73ePZzQwBKg_hYNvhhsfETFQ1PBYFQN15R9O3DcgR0NT4kttYBQW8ruNKF_GfR6S0GjA2_mSSJgdDxK7YZhIdgiy3roQnmSBoHlA9hwvk_cCdFRC9BCjfVHL92v2YvbB4/s72-c/shoimanwar.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-5867984386956588325</id><published>2017-09-21T20:00:00.004+07:00</published><updated>2017-09-21T20:08:46.455+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekspresi Tamu"/><title type='text'>Materi Cerita Anak </title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;b&gt;Oleh Dr. M. Shoim Anwar, M.Pd.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMDzzGnnP_PcsSG8G64k5sPcSt0nTA_cUuBl6cj7aUmJ2cPqbPEBI6PtP89O_Sieb6ca8jAtdcHwS7SsTAZqd55IXE_CoJ739QRoUbGm9AVIrunPi64a2I-oOzKYTPplFpZ6xM6HISCa0/s1600/bercerita.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;360&quot; data-original-width=&quot;464&quot; height=&quot;410&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMDzzGnnP_PcsSG8G64k5sPcSt0nTA_cUuBl6cj7aUmJ2cPqbPEBI6PtP89O_Sieb6ca8jAtdcHwS7SsTAZqd55IXE_CoJ739QRoUbGm9AVIrunPi64a2I-oOzKYTPplFpZ6xM6HISCa0/s400/bercerita.jpg&quot; width=&quot;600&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;
  
&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Materi atau permasalahan yang diangkat dalam menulis cerita anak sebaiknya kontekstual. Artinya, masalah tersebut sesuai dengan umur dan permasalahan yang secara umum dialami oleh anak-anak. Semakin dapat dimengerti oleh anak di berbagai wilayah, semakin baik cerita tersebut&amp;nbsp; karena memiliki nilai-nilai dan&amp;nbsp; muatan&amp;nbsp; universal.&amp;nbsp; Karena itulah cerita anak&amp;nbsp; biasanya menonjolkan&amp;nbsp; permasalahan&amp;nbsp; hubungan&amp;nbsp; antarteman, keluarga, atau persekolahan yang bersifat sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Materi&amp;nbsp; yang bersifat lokal&amp;nbsp; tentu boleh diangkat sebagai bahan cerita anak, tetapi&amp;nbsp; penyajiannya secara teknis harus dapat dipahami anak-anak. Sebagai contoh, kerapan sapi adalah budaya khas dari Madura. Bila ini diangkat jadi cerita anak, yang perlu ditonjolkan adalah perilaku para tokohnya, bukan seluk-beluk kerapannya. Muatan lokal yang diangkat dapat memperkaya&amp;nbsp; wawasan budaya bagi anak-anak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja&amp;nbsp; materi cerita anak harus&amp;nbsp; terhindar dari unsur sara, pornografi, dan kekerasan. Anak-anak sangat&amp;nbsp; mudah terpengaruh&amp;nbsp; karena sifat imitatifnya&amp;nbsp; terhadap apa yang dilihat, didengar, serta dibacanya.&amp;nbsp; Materi atau aksi yang membahayakan jangan diangkat sebagai cerita anak&amp;nbsp; karena dikhawatirkan ditiru atau disalahgunakan anak-anak.&amp;nbsp; Kita pernah mendengar berita ada anak-anak meninggal dunia karena meniru perilaku&amp;nbsp; film/tayangan di televisi.&amp;nbsp; Deskripsi penggunaan bahan-bahan tertentu yang bersifat&amp;nbsp; kimiawi, kekerasan, dan mistik&amp;nbsp; perlu dihindari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping cerita tentang binatang/fabel, anak-anak umumnya juga tertarik dengan cerita&amp;nbsp; yang berkaitan dengan hantu. Bila hal tersebut&amp;nbsp; diangkat sebagai bahan cerita, jangan sampai kisah itu justru membuat anak semakin takut dan tidak punya keberanian.&amp;nbsp; Kisah harus membuat anak jadi pemberani dan tidak takut lagi pada hantu.&amp;nbsp; Kisah Scooby Doo yang terkait dengan hantu-hantuan, hampir semuanya&amp;nbsp; berakhir&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; membuka kedok bahwa hantu tersebut ternyata palsu alias buatan manusia semata.&amp;nbsp; Keberanian anak-anak&amp;nbsp; dibangkitkan&amp;nbsp; dengan membuka kepalsuan.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Karakter Cerita Anak &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misi&amp;nbsp; dominan cerita anak adalah membentuk karakter pembacanya.&amp;nbsp; Tokoh dalam cerita anak&amp;nbsp; diusahakan bersifat hitam-putih. Artinya,&amp;nbsp; terdapat tokoh yang berkarakter baik (putih) dan berkarakter buruk (hitam). Kedua tokoh tersebut dipakai sebagai model agar anak-anak dapat membedakan dengan jelas siapa yang baik hati dan siapa yang tidak. Tokoh yang tidak baik pada akhirnya&amp;nbsp; akan menyadari perbuatannya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karakter tokoh dalam cerita anak lebih ideal ditampilkan di awal sehingga menjadi persoalan yang langsung diketahui pembacanya.&amp;nbsp; Bila tokoh utamanya berkarakter buruk di awal kisah,&amp;nbsp; berangsur-angsur karakter tersebut harus&amp;nbsp; menjadi baik di akhir kisah sebagai misi penyadaran.&amp;nbsp; Perhatikan paragraf awal cerpen&amp;nbsp; “Tindakan Kasih Guruku” karya Veronica Pujisetyorini&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp; Juara I Lomba Cerpen Gurun 2004 yang diadakan majalah Bobo.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt; Aku menunduk sedih di ruang guru siang itu. Sedih karena menyesali perbuatanku yang memalukan itu.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perbuatanku kemarin memang tak bisa dimaafkan oleh para guru dan teman-temanku. Tak heran, bila para guru, terutama wali kelasku sangat marah atas perbuatanku itu. Dan aku merasa semua suara&amp;nbsp; menyalahkan aku, dan semua mata menatapku&amp;nbsp; penuh amarah.&amp;nbsp; Sungguh, aku sangat menyesali kebodohanku itu. &lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Paragraf terakhir kisah tersebut adalah sebagai berikut: &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kini aku&amp;nbsp; bisa merasakan tindakan kasih Bu Unung. Aku merasa dilindungi dan dibela. Perasaan ini&amp;nbsp; sangat indah. Entah bagaimana perasaanku andai Bu Unung tidak melakukan tindakan kasih ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Esok harinya aku mengembalikan saputangan Bu Unung di meja kerjanya. Kusisipkan secarik surat tanda terimakasih atas kebaikan&amp;nbsp; beliau.&amp;nbsp; Sejak kejadian itu kami menjadi akrab. Terimakasih atas kasih sayangmu, Bu... Aku menjadi lebih bersemangat datang ke sekolah. Karena ada senyum Bu Unung di sana. &lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Tindakan Kasih Guruku, Kumpulan Cerpen Karya Guru 2, Pustaka Bobo,&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; hlm. 7 &amp;amp; 17).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Karakter atau watak&amp;nbsp; tokoh dalam cerita anak harus benar-benar diperhatikan oleh penulis. Tokoh harus digerakkan sesuai&amp;nbsp; dengan watak yang sudah ditentukan. Hubungan sebab-akibat ketika&amp;nbsp; tokoh bertingkah laku&amp;nbsp; harus dapat diterima secara akal sehat oleh anak-anak sebagai pembaca. Bagi pengarang, tokoh bukan seperti boneka yang bisa digerakkan sesuka hati.&amp;nbsp; Setiap tokoh punya karakter atau watak sehingga tingkah lakunya pun harus logis.&amp;nbsp; Dengan kata lain, pengarang harus tunduk kepada karakter tokoh. Perubahan watak tiap tokoh harus logis. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Ada beberapa teknik&amp;nbsp; menggambarkan karakter tokoh,&amp;nbsp; antara lain: 1. Dilukiskan langsung oleh pengarang melalui deskripsi,&amp;nbsp; 2. Melalui dialog antartokoh , 3.&amp;nbsp; Melalui reaksi tokoh lain, 4. Melalui penggambaran&amp;nbsp; lingkungan sekitar tokoh , 5. Kombinasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Pengarang dapat mengambil cara-cara penokohan di atas sesuai kepentingan. Pada umumnya penokohan dilakukan&amp;nbsp; lebih dari satu teknik.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ini juga untuk mengatasi agar bentuk pengungkapan cerita tidak monoton memakai satu pola. Pengungkapan cerita yang ideal&amp;nbsp; itu seimbang antara deskripsi dan dialog. Bila deskripsi yang dominan cerita akan menjadi&amp;nbsp; agak membosankan. Bila dialog yang dominan akan&amp;nbsp; terkesan cair.&amp;nbsp; Penggabungan yang seimbang antara deskripsi dan dialog akan menjadikan cerita lebih segar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Alur Cerita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah yang diperuntukkan orang dewasa, bila dilihat dari standar mutu karya seni selama ini, umumnya&amp;nbsp; menghindari gaya yang menggurui. Cerita yang menggurui&amp;nbsp; dinilai tidak bermutu karena menganggap pembacanya bodoh.&amp;nbsp; Alur cerita untuk orang dewasa&amp;nbsp; umumnya berakhir agak terbuka, yakni tidak diselesaikan secara total karena memberi kesempatan untuk berpikir dan menarik amanat sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan&amp;nbsp; kisah orang dewasa, cerita untuk anak perlu diselesaikan dengan alur tertutup, yaitu semua persoalan diselesaikan dengan tuntas. Para tokoh yang salah harus menyadari kesalahannya, sedangkan tokoh yang baik harus menunjukkan kebesaran hatinya hingga dia semakin baik kesannya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Penyelesaian kisah untuk anak&amp;nbsp; harus menghindarkan&amp;nbsp; dari tindak kekerasan.&amp;nbsp; Persoalan psikologis lebih dikedepankan&amp;nbsp; dalam penyelesaian masalah secara tulus, bukan penaklukan&amp;nbsp; dan keterpaksaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kesadaran yang tulus, cerita anak yang ideal berakhir dengan&amp;nbsp; happy ending, ada semangat dan motivasi untuk lebih baik di masa mendatang. Para tokoh menemukan keceriaan bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penyajian Fisik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita untuk anak&amp;nbsp; memerlukan pendukung&amp;nbsp; agar kehadirannya menarik dan memancing minat baca anak-anak.&amp;nbsp; Baik dimuat di majalah maupun&amp;nbsp; dalam bentuk buku, cerita untuk anak perlu&amp;nbsp; diberi ilustrasi atau gambar sebagai pendukung.&amp;nbsp; Gambar atau ilustrasi yang menarik,&amp;nbsp; apalagi berwarna, menjadi nilai tambah kehadiran cerita anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahap awal, anak-anak umumnya melihat terlebih dahulu gambar atau ilustrasi&amp;nbsp;&amp;nbsp; pada cerita yang ada.&amp;nbsp; Bahkan, karena gambar atau ilustrasi itulah anak-anak&amp;nbsp; mau membaca ceritanya.&amp;nbsp; Fantasi anak-anak memang tumbuh lebih awal dibanding logika. Sementara itu anak juga punya naluri untuk mengonkretkan&amp;nbsp; apa yang ada dalam fantasinya. Pada situasi demikian itulah kehadiran gambar atau ilustrasi menjadi penting. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Surabaya, 2017&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Disampaikan pada workshop penulisan cerita Rumah Literasi Sumenep di Aula SMA PGRI Sumenep , 19&amp;nbsp; Febuari 2017&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tulisan bersambung:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://liliksoebari.blogspot.co.id/2017/09/menulis-cerita-anak.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Menulis Cerita Anak&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://liliksoebari.blogspot.co.id/2017/09/materi-cerita-anak.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Materi Cerita Anak &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/5867984386956588325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/5867984386956588325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2017/09/materi-cerita-anak.html' title='Materi Cerita Anak '/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMDzzGnnP_PcsSG8G64k5sPcSt0nTA_cUuBl6cj7aUmJ2cPqbPEBI6PtP89O_Sieb6ca8jAtdcHwS7SsTAZqd55IXE_CoJ739QRoUbGm9AVIrunPi64a2I-oOzKYTPplFpZ6xM6HISCa0/s72-c/bercerita.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-6840233921160578159</id><published>2017-09-21T19:41:00.001+07:00</published><updated>2017-09-21T20:06:15.789+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekspresi Tamu"/><title type='text'>Menulis Cerita Anak </title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh Dr. M. Shoim Anwar, M.Pd.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-NPlTJucMW2CfevFIas92RKIgEmqE79kbD7E_I2g4diR410n2Goml7neXuxE0FpspfzUKmsvgyQcciHHWGThzVtjnn-cSr8sxhbsu3DwG657ZcMBhtuUdJ7GEKj_piY5YVOPQDlZ8GvU/s1600/cerita-anak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;436&quot; data-original-width=&quot;592&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-NPlTJucMW2CfevFIas92RKIgEmqE79kbD7E_I2g4diR410n2Goml7neXuxE0FpspfzUKmsvgyQcciHHWGThzVtjnn-cSr8sxhbsu3DwG657ZcMBhtuUdJ7GEKj_piY5YVOPQDlZ8GvU/s400/cerita-anak.jpg&quot; width=&quot;600&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Secara umum, perkembangan manusia mengalami beberapa fase, yaitu balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan tua.&amp;nbsp; Fase anak-anak&amp;nbsp; berkisar antara umur 6 -12 tahun ketika mereka&amp;nbsp; duduk di sekolah dasar.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada umur inilah kematangan mereka dalam hal baca-tulis&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengalami sensitivitas yang sangat baik.&amp;nbsp; Penanaman nilai-nilai melalui literasi, khususnya yang berbentuk cerita anak, menjadi&amp;nbsp; penting dan strategis. Pada masa ini pula&amp;nbsp; pembentukan&amp;nbsp; pembiasaan membaca&amp;nbsp; harus dibangun dengan sungguh-sungguh&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp; fondasi masa berikutnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita anak, sebagai salah satu genre sastra, adalah salah&amp;nbsp; satu media kultural yang baik untuk membentuk karakter, motivasi,&amp;nbsp; pengetahuan, serta hiburan&amp;nbsp; bagi anak-anak. Anak-anak membutuhkan&amp;nbsp; cerita sebagai&amp;nbsp; media untuk memenuhi naluri estetis, imajinatif, dan permainan.&amp;nbsp; Dari masa lampau, di mana pun,&amp;nbsp; anak-anak menyukai cerita yang didongengkan oleh orang tuanya.&amp;nbsp; Sastra lisan&amp;nbsp; yang diturunkan dari generasi ke generasi juga harus tetap dijaga&amp;nbsp; sebagai kekayaan&amp;nbsp; budaya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja tidak semua cerita rakyat atau dongeng cocok untuk konsumsi anak-anak.&amp;nbsp; Dongeng si Kancil misalnya, di satu sisi, punya efek pesan yang kurang baik karena adanya kegemaran si Kancil untuk&amp;nbsp; “menipu” atau “mencuri”.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jangan-jangan merebaknya korupsi di Indonesia&amp;nbsp; dan sulit diberantas karena efek buruk dari dongeng-dongeng si Kancil.&amp;nbsp; Demikiajn pula dongeng&amp;nbsp; Jaka Tarub dan Terjadinya Candi Rara Jonggrang&amp;nbsp; dengan berbagai variasi yang ada, semuanya menggunakan strategi “mencuri” dan “menipu”&amp;nbsp; untuk mencapai tujuan yang diinginkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia terus berkembang. Meski dongeng dan cerita rakyat tetap bertahan, ragam cerita untuk anak mengalami&amp;nbsp; perluasan bentuk.&amp;nbsp; Media elektronik&amp;nbsp; semakin&amp;nbsp; diakrabi anak-anak. Cerita untuk anak banyak ditampilkan di sana. Peran orang tua semakin berkurang dalam mentransformasikan&amp;nbsp; nilai-nilai melalui&amp;nbsp; cerita lisan.&amp;nbsp; Sementara itu tidak sedikit cerita atau film yang konon untuk anak, karena para tokohnya juga anak-anak&amp;nbsp; atau binatang,&amp;nbsp; tidak jarang&amp;nbsp; memiliki efek pesan yang kurang baik. Kekerasan dan kejahatan sering menjadi modus untuk mencapai tujuan. Film serial atau bacaan Mickey Mouse dan Tom and Jerry&amp;nbsp; umumnya dipenuhi adegan kekerasan.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada bagian lain, tidak sedikit pula cerita yang konon untuk anak, karena tokohnya memang anak-anak, ternyata diselerai oleh orang dewasa karena anak-anak hanya dijadikan alat,&amp;nbsp; misalnya serial Crayon Shinchan. Serial Detektif Conan terasa terlalu tinggi&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; konsumsi anak-anak karena memang sesungguhnya Conan sendiri bukanlah anak-anak yang murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Literasi melalui media sastra anak harus dikembangkan untuk menandingi media&amp;nbsp; elektronik.&amp;nbsp; Pada perkembangan yang normal, budaya literasi dimulai dari lisan, bacaan, kemudian sinema/elektronik.&amp;nbsp; Budaya membaca pada anak-anak Indonesia sekarang umumnya terlompati&amp;nbsp; karena adanya media elektronik semacam televisi.&amp;nbsp; Kebiasaan&amp;nbsp; dan ketahanan dalam membaca semakin tidak terlatih.&amp;nbsp; Akibatnya anak-anak suka mengeluh kalau mendapati bacaan&amp;nbsp; yang dirasa panjang, misalnya soal-soal ujian pada pelajaran bahasa Indonesia. Nilai mereka umumnya tidak bagus karena lemahnya literasi mulai dari tahap awal. &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sastra Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Sastra anak adalah sastra&amp;nbsp; yang diperuntukkan&amp;nbsp; anak-anak.&amp;nbsp; Sastra anak boleh ditulis oleh anak-anak maupun orang dewasa.&amp;nbsp; Bila anak-anak yang menulis, sastra anak akan sangat autentik&amp;nbsp; karena benar-benar mencerminkan dunia anak yang alamiah, baik terkait tema maupun bahasa khas mereka.&amp;nbsp; Dengan segala kelebihan dan kelemahannya, sastra yang ditulis anak-anak menjadi sarana pembelajaran untuk menuangkan&amp;nbsp; ide dan imajinasi mereka.&amp;nbsp; Sudah banyak karya anak-anak yang diterbitkan, yang paling&amp;nbsp; dikenal dibumbuhi dengan subjudul&amp;nbsp; Kecil-kecil Punya Karya (KKPK).&amp;nbsp; Tentu saja KKPK sudah mengalami editing orang dewasa&amp;nbsp; karena diterbitkan secara komersial.&amp;nbsp; Beberapa majalah anak-anak seperti Bobo dan Mentari&amp;nbsp; juga memuat cerita karya anak-anak.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sastra anak yang ditulis oleh orang dewasa tentu sifatnya lebih “canggih”, terkontrol dan memiliki perhitungan&amp;nbsp; orang dewasa.&amp;nbsp; Sastra anak jenis kedua ini muatannya sudah diperhitungkan secara dedaktis&amp;nbsp; sebagai media penanaman sikap dan pengetahuan.&amp;nbsp; Meski begitu, kadang roh anak-anaknya kurang mengena karena sudah&amp;nbsp; ada jarak dengan dunia penulisnya.&amp;nbsp; Tidak bagus kalau sastra untuk anak terlalu diselerai orang dewasa, mirip dengan peragaan busana yang diikuti anak-anak, tetapi&amp;nbsp; nuansa anak-anaknya hilang karena anak-anak hanya dijadikan alat oleh selera orang tua sehingga&amp;nbsp; mereka menjadi terlalu genit dan tidak alamiah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sastra&amp;nbsp; anak yang ditulis orang dewasa dapat kita baca pada harian Kompas dan majalah Bobo. Majalah tersebut juga menerbitkan cerita-cerita itu menjadi kumpulan cerpen secara berkala, termasuk&amp;nbsp; Kumpulan Cerpen&amp;nbsp; Karya Guru yang merupakan hasil lomba majalah&amp;nbsp; tersebut.&amp;nbsp; Paling tidak, dalam&amp;nbsp; menulis cerita untuk anak, cerpen pemenang dalam kumpulan di atas dapat dipakai sebagai model.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti&amp;nbsp; pada umumnya, genre&amp;nbsp; sastra anak dapat berupa&amp;nbsp; puisi, prosa, maupun drama. Khusus prosa, bentuk sastra anak yang paling cocok adalah cerita pendek.&amp;nbsp; Panjang cerpen untuk anak maksimal&amp;nbsp; 2.000 kata, tergantung&amp;nbsp; untuk siswa kelas berapa.&amp;nbsp; Untuk siswa kelas I – II, jumlah kata sebaiknya dibawa 500&amp;nbsp; kata.&amp;nbsp; Jumlah kata tersebut&amp;nbsp; dapat ditingkatkan sesuai dengan&amp;nbsp; kelas atau usia siswa.&amp;nbsp; Penulis sastra anak perlu memperhitungkan untuk siswa kelas berapa karya tersebut dicipta.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahasa Cerita Anak &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam disiplin sastra murni, bahasa&amp;nbsp; karya sastra&amp;nbsp; umumnya memiliki makna konotasi sebagai akibat faktor imajinasi yang menghendaki adanya nilai rasa dan makna ganda. Semakin baik karya sastra akan&amp;nbsp; semakin banyak memancarkan kemungkinan makna.&amp;nbsp; Tafsir ganda terhadap karya sastra&amp;nbsp; sengaja diciptakan pengarang untuk&amp;nbsp; mencapai efek estetis secara simbolis.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menulis sastra anak, makna konotasi justru harus diminimalkan agar tidak terjadi bias makna. Bahasa cerita anak harus bersifat denotasi, bermakna lugas atau&amp;nbsp; terus terang&amp;nbsp; agar anak dapat&amp;nbsp; menangkap makna atau pesan&amp;nbsp; yang diharapkan sang penulis.&amp;nbsp; Bahasa cerita anak lebih difungsikan sebagai sarana komunikasi&amp;nbsp; yang mudah dipahami, bukan sarana ekspresi&amp;nbsp; estetis yang mempribadi.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada baiknya kita menghindari kalimat-kalimat panjang&amp;nbsp; atau kalimat majemuk yang kompleks&amp;nbsp;&amp;nbsp; dalam menulis cerita anak, baik dalam deskripsi maupun dialog.&amp;nbsp; Utamakan menggunakan bahasa Indonesia yang baik agar dapat memupuk rasa kecintaan terhadap bahasa Indonesia.&amp;nbsp; Banyaknya&amp;nbsp; buku cerita yang ditulis oleh anak/remaja yang&amp;nbsp; menggunakan judul bahasa Inggris, padahal isinya bahasa Indonesia, sebenarnya fenomena yang kurang baik. Kita khawatir para penulis tersebut merasa&amp;nbsp; lebih bergengsi bila menggunakan bahasa asing secara campuran.&amp;nbsp; Rasa rendah diri itulah yang perlu kita atasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan bahasa juga terkait dengan kesan yang dimunculkan dari kata-kata yang dipakai. Bahasa memang media utama dalam cerita sehingga semua elemen cerita dapat dilihat dari bahasanya. Kutipan&amp;nbsp; dari paragraf kedua cerpen&amp;nbsp; “Guru yang Mengubah Duniaku”&amp;nbsp; karya Nur Paridah di bawah ini terasa sekali&amp;nbsp; ada selera&amp;nbsp; orang dewasa&amp;nbsp; dalam mendeskripsikannya, padahal yang bertutur adalah anak di pedesaan terpencil. Hanya karena membaca majalah Bobo di perpustakaan dia dapat berkisah seperti berikut ini. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Sebuah desa tanpa penerangan listrik seperti teman-teman rasakan di kota. Jadi kami tidak mengenal TV. Apalagi permainan Time Zone. Dan tak ada pasar, boro-boro mall. Keadaan ini&amp;nbsp; membuat kami bagai terpisah dengan dunia luar. Kami tenggelam dalam irama kehidupan&amp;nbsp; yang terbelakang. Bahkan dulu aku tidak menyangka ada dunia lain selain desa kami dan sekitarnya. Betapa banyaknya yang tidak kami ketahui sebelum jendela ke masa depan itu terbuka bagi kami. &lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Sahabat, Kumpulan Cerpen Para Guru 3, PT Penerbitan Sarana Bobo, hlm. 19).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tulisan bersambung:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://liliksoebari.blogspot.co.id/2017/09/menulis-cerita-anak.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Menulis Cerita Anak&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://liliksoebari.blogspot.co.id/2017/09/materi-cerita-anak.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Materi Cerita Anak &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/6840233921160578159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/6840233921160578159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2017/09/menulis-cerita-anak.html' title='Menulis Cerita Anak '/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-NPlTJucMW2CfevFIas92RKIgEmqE79kbD7E_I2g4diR410n2Goml7neXuxE0FpspfzUKmsvgyQcciHHWGThzVtjnn-cSr8sxhbsu3DwG657ZcMBhtuUdJ7GEKj_piY5YVOPQDlZ8GvU/s72-c/cerita-anak.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-9217079303416252567</id><published>2017-09-21T19:21:00.004+07:00</published><updated>2020-04-26T13:18:36.549+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekspresi Tamu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Menulis Artikel Best Practices</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Much. Khoiri&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPmOghYvtki2nA-3XFrc02Koy22l0sJtGjvZJfV_nc3_0Bi4XtdcnIqLSeQZhRhQ_LoHexxeMvo2DdK1Crecbo9ph8qxn15Q4Dj3ysR31gqTC5mVy4NKlzAw9MGgFM6LSM7mEuYHlOLOc/s1600/Moh.+Khoiri.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;472&quot; data-original-width=&quot;618&quot; height=&quot;488&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPmOghYvtki2nA-3XFrc02Koy22l0sJtGjvZJfV_nc3_0Bi4XtdcnIqLSeQZhRhQ_LoHexxeMvo2DdK1Crecbo9ph8qxn15Q4Dj3ysR31gqTC5mVy4NKlzAw9MGgFM6LSM7mEuYHlOLOc/s640/Moh.+Khoiri.jpg&quot; width=&quot;600&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;
   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;
   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;
   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;
   &lt;w:CachedColBalance/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;--&quot;/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;
   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;background: white; color: #222222; font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Much. Khoiri&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Best practices merupakan praktik-praktik yang baik dalam berbagai dimensi kehidupan, termasuk dalam sebarang disiplin ilmu dan profesi. Dokter punya best practices, demikian pun perawat, tabib, ustadz, guru, atau penjual obat oles. Best practices, tentu, berbasis pengalaman dan sejalan dengan kompetensi yang dikuasainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah sebuah best practices tatkala dokter membantu sembuhnya pasien yang sakit menahun, tatkala guru menyadarkan siswa yang bandelnya minta ampun, atau tatkala perawat berhasil melatih penderita lumpuh hingga berdiri dan berjalan kembali. Analog dengan itu adalah &quot;keberhasilan&quot; tertentu yang dilakukan oleh tabib, ustadz, atau penjual obat oles. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perspektif ini, guru pastilah punya best practices dalam pembelajaran dan pendidikan (pedagogik). Meski mungkin ada kemiripan tertentu, best practices seorang guru berbeda dengan guru lainnya. Ada keunikan atau kekhasan di antara mereka. Dan inilah yang mencirikhaskan guru satu dan lainnya dengan segala tingkat profesionalitasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pembelajaran, misalnya, seorang guru melakukan tindakan untuk membantu siswa yg nilai Bahasa Inggris (dalam menulis narasi, misalnya) rendah, hingga siswa mampu mengatasi kesulitannya. Dalam pedagogik, ada guru yang &quot;menyembuhkan&quot; kebandelan siswanya dengan sentuhan empati dan kasih sayang. Masih banyak contoh lain yang tidak perlu dideretkan di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
Karena sejatinya best practices merupakan pengalaman para guru sendiri, maka menulis tentangnya pun seharusnya tidaklah sulit. Pengalaman guru tak habis-habisnya bisa ditulis. Sebab, guru memang akrab dan menyatu dengan best pracrices mereka masing. Terlebih, jika sang guru itu kreatif, best practices-nya mungkin lebih beragam dan melimpah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana caranya? Tulislah seperti berbicara atau curhat kepada orang lain, dengan menggunakan bahasa tutur &quot;Saya.....blablabla&quot;. Misalnya terkait pengalaman membimbing siswa ke &quot;jalan yang benar&quot;, maka mulailah utk menuturkan siapa namanya, bagaimana penampilannya, bagaimana kebandelannya.....Semua tuliskan dengan lancar. Lalu, teruskan dengan terapi apa yang Anda lakukan terhadap siswa itu,&amp;nbsp; bagaimana hasil pengamatan (dan evaluasi) Anda terhadapnya, dan kemudian apa simpulan atau hikmahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menulis, jangan terlalu hiraukan kaidah-kaidah penulisan atau tata kalimat dan paragraf. Biarkanlah gagasan meluncur seperti air yang mengalir. Inilah yang disebut curhat lewat tulisan. Jangan berhenti hingga curhatnya selesai. (Nanti bisa direvisi. Sekarang, lanjutkan curhatnya, hingga tuntas.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teknik curhat begitu, Anda sejatinya memanfaatkan otak kanan alias bawah sadar (dengan kemampuan yang luas dan dalam). Suasa emosional bisa memenuhi diri Anda sehingga tulisan akan terasa mengalir. Bayangkan, betapa lancarnya kata-kata tak terucapkan tatkala Anda sedih, nah saat beginilah bawah-sadar Anda bekerja dengan efektif. Maka, sekarang tuliskanlah. Tentang revisi, itu urusan nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika draf awal (naskah kasar) sudah selesai, Anda boleh istirahat sejenak. Dalam istirahat ini, Anda bisa mencari dan menemukan kata-kata mutiara, ungkapan filosofis, anekdot, dan sebagainya. Lalu, masukkan hasil pencarian ini ke dalam bagian-bagian tertentu pada draf awal tersebut. Kemudian, haluskan. Semua ini proses merevisi dari segi konten atau isinya: Menambah yang kurang, memotong yang berlebihan (tidak relevan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, periksa pula apakah tulisan Anda memiliki nalar dan pengucapan yang lancar dan teratur (enak diikuti). Saat ini Anda boleh menata paragraf, keutuhan dalam paragraf, dan keutuhan antar paragraf. Periksa pula, mungkin tulisan Anda perlu diawali dengan paragraf pembuka dan paragraf penutup yang memukau. Tulisan juga perlu memiliki &#39;unity&#39; dan &#39;coherence&#39;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pun penggunaan bahasa. Anda perlu memeriksa bahasanya, termasuk penggunaan kalimat efektif, pemilihan diksi, tata bahasa, dan sebagainya. Ejaan juga harus benar penggunaannya. Dengan membenahi bahasa, suatu saat Anda sejatinya sedang belajar untuk siap menjadi seorang editor profesional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, sekarang tulisan best practices Anda sudah siap untuk disuguhkan kepada audiens Anda. Namun, tak perlu dipikirkan apakah ia akan memuaskan audiens. Percayalah, apa yang telah Anda tuliskan akan nenyejarah dan mengabadikan nama Anda.[]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Much. Khoiri_adalah Dosen Unesa dan penulis buku &quot;SOS Sapa Ora Sibuk: Menulis dalam Kesibukan&quot; (2016)&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/9217079303416252567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/9217079303416252567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2017/09/menulis-artikel-best-practices.html' title='Menulis Artikel Best Practices'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPmOghYvtki2nA-3XFrc02Koy22l0sJtGjvZJfV_nc3_0Bi4XtdcnIqLSeQZhRhQ_LoHexxeMvo2DdK1Crecbo9ph8qxn15Q4Dj3ysR31gqTC5mVy4NKlzAw9MGgFM6LSM7mEuYHlOLOc/s72-c/Moh.+Khoiri.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-7163787238459007627</id><published>2017-09-19T22:16:00.003+07:00</published><updated>2020-04-28T16:48:59.099+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'> Si Pencabut </title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pentigraf Lilik Soebari&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR2KmAUeMtrY7nIVs_X4hZCXksUTlieosc0yFVfoxe0ISS4rT2Rd0YRYEV_OAXrRHEQ51EU-zFmdH8zswMp8SpWa1MZRUDYkCi8IeY2f7-1DBaqUiO2YQCNAXXmKl7SUzuspp4jS8o3bo/s1600/mobil+pejabat.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;291&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;348&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR2KmAUeMtrY7nIVs_X4hZCXksUTlieosc0yFVfoxe0ISS4rT2Rd0YRYEV_OAXrRHEQ51EU-zFmdH8zswMp8SpWa1MZRUDYkCi8IeY2f7-1DBaqUiO2YQCNAXXmKl7SUzuspp4jS8o3bo/s640/mobil+pejabat.gif&quot; width=&quot;600&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Raungan sirine semakin menjauh dan lamat_lamat menghilang ditengah deru kendaraan bermotor, namun demikian petugas lalu lintas belum memberikan tanda untuk melintas baik dari jalur kanan maupun jalur kiri. Suara klakson terdengar dari empat penjuru. Petugas polisi tak bergeming masih tetap berdiri dengan posisi tangan lurus ke samping kanan. Tiga petugas dari arah kiri dan kanan tetap dalam posisi seperti itu. Para sopir dan pengendara motor hanya bisa mengumpat dalam hati. Serentak tiba-tiba suara klakson maupun deru kendaraan berhenti. Dari atas bus aku bisa melihat apa yang terjadi, sekitar sepuluh meter ada satu polisi duduk berjongkok, kedua tangannya meraup sesuatu, dan darah belepotan di kedua tangannya. Inilah yang membuat semua kendaraan diam terbungkam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa supir turun setelah tahu apa yang terjadi. Salah satunya menjulurkan kain yang dibuka dari balutan kepala. Penuh hikmah kemudian mereka memungut dan memindahkan sesuatu yang berserakan, tangan mereka memerah. Setelsh itu mereka pindah ke onggokan lainnya sekitar 3 meter dari yang pertama.. Jelas sekali sorot msta kesedihan terpancar. Setelah merampungkan memungut tanpa dikomando mereka komat_kamit memanjatkan doa. Ritual pun selesai, sopir yang membantu polisi kembali ke kendaraannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semua bernafas lega, bungkusan kain tersebut ditenteng salah satu polisi dan suara sempritan peluit menyadarkan para supir dan pengendara. Derum kendaraan kembali memekakkan telinga. Semua supir, pengendara maupun para penumpang tidak menyadari karena sejak awal ketika sirine meraung_raung dan kemudian diikuti rombongan pejabat tinggi melintas dengan kecepatan tinggi demikian asyik melihat formasi kentaraan patwal diikuti sedan-sedan mewah, bus-bus besar dan rombongan mobil. Rombongan besar pejabat tinggi, si empunya jalan dan siapapun takkan mampu menyentuh. -Dan merekapun tak peduli ketika roda-roda kendaraan mereka secara bergantian melindas dan mencabut nyawa tanpa jeritan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumenep, 08 Mei 2016&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/7163787238459007627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/7163787238459007627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2017/09/si-pencabut.html' title=' Si Pencabut '/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhR2KmAUeMtrY7nIVs_X4hZCXksUTlieosc0yFVfoxe0ISS4rT2Rd0YRYEV_OAXrRHEQ51EU-zFmdH8zswMp8SpWa1MZRUDYkCi8IeY2f7-1DBaqUiO2YQCNAXXmKl7SUzuspp4jS8o3bo/s72-c/mobil+pejabat.gif" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-8839975800420283523</id><published>2017-09-14T11:26:00.000+07:00</published><updated>2020-04-26T13:18:49.778+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lintasan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Guru Sumenep Deklarasikan Forum Penulis Guru</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4kPq37Gi1eEPQUlm-zFU5DIGL4jz2S_loI6s1Xvm7oH77JKh6wvEyLbk0AEd5z00pFU0F32oz6whWT1WJWiR0hl4DYLyYaztL4BPIdo5Ve3c63KUs0i-79Zrh-OBcTrNZS9MK28nZNblR/s400/KHOIRI.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;280&quot; data-original-width=&quot;374&quot; height=&quot;298&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4kPq37Gi1eEPQUlm-zFU5DIGL4jz2S_loI6s1Xvm7oH77JKh6wvEyLbk0AEd5z00pFU0F32oz6whWT1WJWiR0hl4DYLyYaztL4BPIdo5Ve3c63KUs0i-79Zrh-OBcTrNZS9MK28nZNblR/s400/KHOIRI.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Para guru Sumenep saat workshop menulis&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Komunitas Guru Penulis dideklarasikan di Sumenep, Sabtu (25/3/2017) di SDN Kolor II yang dihadiri puluhan guru dari beberapa kecamatan daratan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lilik Soebari, Ketua Rumah Literasi Sumenep, berharap komunitas ini menjadi ajang bagi para guru untuk terus berkarya dalam bentuk tulisan sekaligus mengasah keterampilan menulis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
“Berproses dalam suatu komunitas itu lebih cepat berkembang daripada berproses sendirian. Di dalam komunitas kita bisa saling belajar, saling memperbaiki kekurangan karya anggota,” terang perempuan berkacamata minus ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lilik menambahkan, untuk sementara guru dalam komunitas ini berkarya dalam ragam bahasa Indonesia. Pada tahap selanjutkan didorong untuk menulis dengan bahasa Madura. Tulisan guru dalam bahasa Madura ini akan dipublikasikan di salah satu majalah terbitan Surabaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbentuknya Komunitas Guru Penulis&amp;nbsp; menurut guru SD di Sumenep ini, merupakan bagian dari agenda kerja Rumah Literasi Sumenep (Rulis) yang dilaunching pada paro 2017 Februari lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam dua bulan ini Rulis telah melaksanakan beberapa kegiatan literasi di antaranya pelatihan menulis guru TK dan SD, pelatihan menulis untuk pemuda, serta pelatihan guru mendongeng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu dekat Rulis akan mengadakan proyek penulisan biografi tokoh Madura dan sayembara menulis cerita rakyat Madura. Ia berharap guru yang tergabung dalam komunitas ini bisa mengambil bagian dalam agenda tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaf Anton, budayawan Sumenep yang menjadi narasumber dalam acara tersebut mengapresiasi terbentuknya komunitas ini. Ia mendorong agar para guru untuk terus menulis termasuk menulis sastra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut peneliti kebudayaan Madura ini, banyak budaya Madura dan kearifan lokal yang mulai tergerus. Menulis merupakan salah satu cara untuk mengonservasi budaya agar tetap bisa dikenal oleh generasi mendatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Budayawan berambut gondrong ini menyarankan agar guru penulis selalu menyiapkan alat untuk mencatat ide yang munculnya bis akapan saja di tempat yang tidak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inspirasi muncul satu kali, bila tidak mencatatnya bisa saja ia tidak bakal kembali,” imbuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaf Anton juga berkesempatan membedah karya anggota yang telah diserahkan sebelum acara dimulai. Beberapa karya anggota dibedah mulai dari karya puisi, cerpen hingga feature.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syarifah, guru asal Kecamatan Pragaan, yang tulisannya dibedah, merasa senang bisa bergabung dengan komunitas ini. Ia berharap bedah karya anggota yang rencananya akan dilaksanakan setiap bulan dapat melejitkan kemampuan menulisnya.(Taufiqurrahman/surabaya.tribunnews.com)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/8839975800420283523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/8839975800420283523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2017/09/guru-sumenep-deklarasikan-forum-penulis.html' title='Guru Sumenep Deklarasikan Forum Penulis Guru'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4kPq37Gi1eEPQUlm-zFU5DIGL4jz2S_loI6s1Xvm7oH77JKh6wvEyLbk0AEd5z00pFU0F32oz6whWT1WJWiR0hl4DYLyYaztL4BPIdo5Ve3c63KUs0i-79Zrh-OBcTrNZS9MK28nZNblR/s72-c/KHOIRI.JPG" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-912604687411584609</id><published>2017-09-13T22:37:00.000+07:00</published><updated>2020-04-28T16:49:15.594+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Pemburu</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pentigraf Lilik Soebari&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLYl8aTcE5EHf3UJG_fcwpjCc2LACZ-Ph6jKS-kz692XconJCPRYzjtLeeF5b_sLPx9g3XZr4UR43tuGhHPBiNGbHlgxpHoYO_ofLEefYW6MkN5AYSiWO35D40mpB8tGwbR-7Qb6DADk8/s1600/pemburu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;328&quot; data-original-width=&quot;508&quot; height=&quot;412&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLYl8aTcE5EHf3UJG_fcwpjCc2LACZ-Ph6jKS-kz692XconJCPRYzjtLeeF5b_sLPx9g3XZr4UR43tuGhHPBiNGbHlgxpHoYO_ofLEefYW6MkN5AYSiWO35D40mpB8tGwbR-7Qb6DADk8/s640/pemburu.jpg&quot; width=&quot;600&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sam duduk termangu seraya menatap awan, pergantian musim hujan ke kemarau menyisakan gerombolan-gerombolan berserakan. Benar kata Ay, awan-awan yang menghitam dan penuh bobot air tidak akan menjadi hujan kalau tidak membentuk barisan saf yang rapat, tidak berjamaah. Begitu pula dengan hati, ketika tidak bisa menyatu dengan alam pikiran maka jangan harap akan menemukan hakekat hidup apalagi tuhan-Nya. Ay selalu benar, perempuan yang dinikahinya dua puluh tahun silam adalah cahaya hatinya meski seringkali Sam berbuat curang dan khianat hati Ay seluas samudra tak bertepi yang selalu membukakan pintu maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sam tercenung menatap awan pekat dan dalam bayangannya itu adalah tangan-tangan pemburu ganas. Sam tersenyum ketika kata pemburu melintas dibenaknya, memburu, pemburu dan mangsa buruan. Seperti tidak ada bedanya berburu di alam liar dan memburu perempuan sampai benar-benar takluk dan luluh tak berdaya. Puncak kepuasannya sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak semua perempuan bisa ditaklukkan, dari sepuluh istri sirri yang pernah dinikahinya dua diantaranya tak mudah ditaklukkan. Semakin sulit diraih semakin besar keinginan untuk memilikinya dan kemudian melepaskannya. Di kalangan koleganya Sam dikenal sebagai pemburu ulung dan dijuluki &quot;Belut kecebur oli&quot;, benar_benar licin menutupi dan kamuflase semua affairnya dari mata Ay. Tapi semuanya tidak pernah akan sempurna karena ada titik balik dalam perburuannya. Sam jatuh cinta lagi tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan, janda cantik yang diburunya bukan hanya menolak mentah-mentah tetapi juga menguliti hatinya hingga bopeng-bopeng berdarah. Sam merasa menjadi binatang buruan penuh luka dan sorot kekalahan telak memancar ketika Wulan dengan tatapan lembut menolak cek yang disodorkan seraya berkata demikian santun, &quot;Saya hanya membayangkan seandainya anda diberi anugerah kekayaan seperti Sulaiman kemungkinan anda lebih jumawa dari Qorun.&#39;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumenep, 04.06.2016&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/912604687411584609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/912604687411584609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2017/09/pemburu.html' title='Pemburu'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLYl8aTcE5EHf3UJG_fcwpjCc2LACZ-Ph6jKS-kz692XconJCPRYzjtLeeF5b_sLPx9g3XZr4UR43tuGhHPBiNGbHlgxpHoYO_ofLEefYW6MkN5AYSiWO35D40mpB8tGwbR-7Qb6DADk8/s72-c/pemburu.jpg" height="72" width="72"/></entry></feed>