<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146</id><updated>2026-05-23T04:41:51.412+07:00</updated><category term="Utama"/><category term="Interview"/><category term="Ekspresi Diri"/><category term="Tradisi Budaya"/><category term="Fiksi"/><category term="Lintasan"/><category term="Dunia Pendidikan"/><category term="Ekspresi Tamu"/><category term="Dunia Perempuan"/><category term="Figur"/><category term="Kearifan Lokal"/><category term="Pentigraf"/><title type='text'>Lilik Soebari</title><subtitle type='html'>Blog pribadi berisi puisi, esai, refleksi, dan catatan kehidupan yang ditulis dengan kepekaan rasa dan kedalaman makna.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>178</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-6735577890985684891</id><published>2026-05-20T07:51:12.383+07:00</published><updated>2026-05-20T07:51:12.384+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dunia Perempuan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'> Perempuan, Kodrat, dan Tantangan Modernitas</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGZQjXnlPIBb5K25-eqD_Gl8PHUU7olXSJ6IBnbqEQE4TSHufhcNcAFqZnI8kYaaz-jVHjAuLWvND_zij7W7DGe1YEFcB4wADZTG_-VDQUxnLC5MlgR-y4HiKolbO1VLy6sG6ATLeAitAQ4rgxl-ZJId7WmZXiq4qVpSju0fo0VXuZ6pwzxTfk9kLdDws/s888/perempuan-modern.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;888&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGZQjXnlPIBb5K25-eqD_Gl8PHUU7olXSJ6IBnbqEQE4TSHufhcNcAFqZnI8kYaaz-jVHjAuLWvND_zij7W7DGe1YEFcB4wADZTG_-VDQUxnLC5MlgR-y4HiKolbO1VLy6sG6ATLeAitAQ4rgxl-ZJId7WmZXiq4qVpSju0fo0VXuZ6pwzxTfk9kLdDws/w640-h360/perempuan-modern.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini membahas bagaimana perempuan modern menghadapi tantangan globalisasi, budaya populer, dan perubahan sosial tanpa kehilangan jati diri, nilai moral, serta peran pentingnya sebagai pendidik generasi dan penjaga peradaban.&lt;/i&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Oleh : El Iemawati&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Perempuan memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dari tangan seorang perempuan lahir generasi baru, tumbuh nilai-nilai moral, dan terbentuk karakter sebuah bangsa. Karena itulah perempuan sering disebut sebagai tiang negara. Kualitas perempuan akan sangat menentukan kualitas masyarakat dan masa depan peradaban.&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Secara kodrati, perempuan dianugerahi kelembutan, kasih sayang, kesabaran, dan jiwa pengorbanan yang tinggi. Nilai-nilai inilah yang menjadikan perempuan memiliki kekuatan besar dalam membangun keluarga dan lingkungan sosial. Perempuan bukan sekadar pendamping laki-laki, tetapi juga pusat pendidikan pertama bagi anak-anak.&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Dalam keluarga, perempuan memegang peran strategis sebagai ibu dan pendidik utama. Dari seorang ibulah anak pertama kali belajar tentang agama, sopan santun, kasih sayang, disiplin, dan moralitas. Karena itu, pendidikan perempuan sesungguhnya merupakan investasi terbesar bagi masa depan bangsa.&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Namun perkembangan zaman membawa tantangan baru bagi perempuan. Era globalisasi dan modernisasi telah membuka banyak peluang bagi perempuan untuk terlibat dalam dunia profesional, politik, bisnis, teknologi, dan media. Perempuan kini hadir hampir di seluruh bidang pekerjaan yang sebelumnya didominasi laki-laki.&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Perubahan ini merupakan kemajuan besar dalam sejarah perempuan. Akses pendidikan yang semakin luas membuat perempuan mampu bersaing secara intelektual dan profesional. Banyak perempuan berhasil menjadi dokter, pengacara, dosen, jurnalis, ilmuwan, hingga pemimpin perusahaan dan negara.&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Akan tetapi, modernitas juga menghadirkan ancaman baru. Budaya populer yang berkembang melalui media massa sering kali menempatkan perempuan hanya sebagai objek hiburan dan simbol kecantikan fisik. Tayangan media banyak mengeksploitasi tubuh perempuan demi kepentingan ekonomi dan industri hiburan.&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Akibatnya, tidak sedikit perempuan yang kehilangan arah dan menjadikan standar kecantikan, gaya hidup konsumtif, serta popularitas sebagai ukuran keberhasilan hidup. Fenomena ini diperparah oleh budaya media sosial yang mendorong pencitraan berlebihan dan perlombaan gaya hidup hedonis.&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Di sinilah pentingnya pemahaman yang benar tentang emansipasi. Emansipasi bukan berarti perempuan harus meninggalkan kodratnya atau meniru seluruh pola hidup laki-laki. Emansipasi adalah perjuangan memperoleh hak, kesempatan, dan penghormatan yang adil tanpa kehilangan identitas moral dan kemanusiaan.&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Islam memandang laki-laki dan perempuan sebagai mitra yang saling melengkapi. Keduanya memiliki kedudukan yang sama sebagai manusia, meskipun memiliki fungsi dan tanggung jawab yang berbeda sesuai kodrat masing-masing. Islam tidak menghalangi perempuan untuk belajar, bekerja, atau berkarya selama tetap menjaga nilai moral dan kehormatan dirinya.&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Karena itu, perempuan modern perlu membangun keseimbangan antara profesionalitas dan nilai-nilai kehidupan. Perempuan dapat menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan sukses tanpa kehilangan kelembutan, tanggung jawab moral, serta perannya dalam keluarga.&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Yang paling dibutuhkan perempuan saat ini bukan sekadar kebebasan tanpa batas, tetapi kemampuan membangun kualitas diri melalui pendidikan, literasi, dan penguasaan ilmu pengetahuan. Budaya membaca, berpikir kritis, dan memperluas wawasan harus menjadi bagian penting dari gerakan kebangkitan perempuan.&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Sebagaimana disampaikan oleh D. Zawawi Imron dalam puisinya tentang ibu, perempuan adalah sosok pertama yang dikenang ketika berbicara tentang pengorbanan dan kepahlawanan.&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Pada akhirnya, perempuan bukan hanya penjaga rumah tangga, melainkan penjaga peradaban. Dari perempuan yang cerdas, bermoral, dan berwawasan luas akan lahir generasi yang mampu membawa bangsa menuju masa depan yang lebih beradab dan bermartabat.&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/6735577890985684891/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/perempuan-kodrat-dan-tantangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/6735577890985684891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/6735577890985684891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/perempuan-kodrat-dan-tantangan.html' title=' Perempuan, Kodrat, dan Tantangan Modernitas'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGZQjXnlPIBb5K25-eqD_Gl8PHUU7olXSJ6IBnbqEQE4TSHufhcNcAFqZnI8kYaaz-jVHjAuLWvND_zij7W7DGe1YEFcB4wADZTG_-VDQUxnLC5MlgR-y4HiKolbO1VLy6sG6ATLeAitAQ4rgxl-ZJId7WmZXiq4qVpSju0fo0VXuZ6pwzxTfk9kLdDws/s72-w640-h360-c/perempuan-modern.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-2561766657578368994</id><published>2026-05-20T07:39:27.008+07:00</published><updated>2026-05-20T07:39:27.009+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dunia Perempuan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'> Perempuan dan Kesetaraan Gender: Antara Emansipasi, Pendidikan, dan Politik</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqcDRqAm5sSVx93_mLT8em3QrInpD6ClsVjxhHqemh-sam-dax9VNV72x30uX0JFFCyyh1jPWH9D3Kumd1sklsKOUn2osdKUvJsOj673frdrWT68UlX0oSGIlNDotpTQr6QFKOtmXVm3meN3eRkkTNwdP1fKXcC5uNHEcLDGZXoiy24K39VILjvTJbl34/s888/emansipasi.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;888&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqcDRqAm5sSVx93_mLT8em3QrInpD6ClsVjxhHqemh-sam-dax9VNV72x30uX0JFFCyyh1jPWH9D3Kumd1sklsKOUn2osdKUvJsOj673frdrWT68UlX0oSGIlNDotpTQr6QFKOtmXVm3meN3eRkkTNwdP1fKXcC5uNHEcLDGZXoiy24K39VILjvTJbl34/w640-h360/emansipasi.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini mengulas perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan gender melalui pendidikan, emansipasi, dan keterlibatan dalam dunia sosial-politik. Perempuan tidak lagi hanya dipandang sebagai penghuni ruang domestik, tetapi juga sebagai penggerak perubahan dan pembangunan bangsa.&lt;/i&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Oleh : El Iemawati&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Kesadaran perempuan untuk memperjuangkan hak-haknya lahir dari pengalaman panjang ketidakadilan sosial. Selama berabad-abad perempuan ditempatkan pada posisi subordinat, dianggap lemah, dan tidak diberi kesempatan yang sama dalam pendidikan, ekonomi, maupun politik. Keadaan itu perlahan berubah ketika perempuan mulai menyadari bahwa mereka memiliki kemampuan yang sama untuk berpikir, berkarya, dan memimpin.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Perubahan besar mulai tampak setelah Perang Dunia I dan II. Ketika jutaan laki-laki terlibat dalam peperangan, perempuan mengambil alih banyak pekerjaan di sektor publik. Mereka bekerja di pabrik, rumah sakit, kantor pemerintahan, dan berbagai sektor penting lainnya. Dari sinilah lahir kesadaran baru bahwa perempuan mampu menjalankan peran strategis dalam kehidupan masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Gerakan kesetaraan gender kemudian berkembang ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Pendidikan menjadi pintu utama kebangkitan perempuan. Semakin banyak perempuan yang memperoleh akses pendidikan tinggi dan mulai berani menyuarakan hak-haknya sebagai manusia merdeka.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Di Indonesia, perjuangan perempuan tidak dapat dipisahkan dari sosok R.A. Kartini. Melalui surat-suratnya yang kemudian dibukukan dalam &lt;em&gt;Habis Gelap Terbitlah Terang&lt;/em&gt;, Kartini menyuarakan pentingnya pendidikan bagi perempuan. Ia percaya bahwa perempuan yang cerdas akan mampu melahirkan generasi yang berkualitas.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Kartini tidak hanya berbicara tentang kesetaraan, tetapi juga tentang martabat perempuan sebagai pendidik pertama dalam keluarga. Baginya, perempuan harus memiliki wawasan luas, pemahaman agama, ilmu pengetahuan, dan kepribadian luhur agar mampu membangun peradaban yang lebih baik.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Selain Kartini, sejarah Indonesia juga mengenal banyak perempuan hebat seperti Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Dewi Sartika, dan Nyi Ageng Serang. Mereka membuktikan bahwa perempuan mampu berada di garis depan perjuangan bangsa.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Dalam dunia Islam, perempuan juga memiliki kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan dakwah. Aisyah binti Abu Bakar dikenal sebagai ahli hadis dan rujukan ilmu fiqih. Banyak perempuan Muslim lainnya menjadi guru, penyair, ahli pengobatan, hingga pejuang di medan perang.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Perjuangan perempuan modern kemudian merambah dunia politik. Perempuan menyadari bahwa banyak kebijakan publik dibuat tanpa mempertimbangkan kepentingan mereka. Karena itu, keterlibatan perempuan dalam lembaga politik menjadi penting agar suara perempuan dapat ikut menentukan arah kebijakan negara.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Tokoh-tokoh perempuan dunia seperti Indira Gandhi, Margaret Thatcher, Benazir Bhutto, dan Corazon Aquino menjadi simbol bahwa perempuan mampu memimpin negara dan mengambil keputusan strategis.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Meski berbagai kemajuan telah dicapai, perjuangan perempuan belum sepenuhnya selesai. Budaya patriarki masih kuat di banyak tempat. Perempuan masih menghadapi diskriminasi, stereotip, kekerasan, serta beban ganda antara pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Karena itu, kesetaraan gender harus dipahami sebagai upaya menciptakan keadilan sosial, bukan persaingan antara perempuan dan laki-laki. Kesetaraan berarti memberikan kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, memimpin, dan berpartisipasi dalam pembangunan.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Perempuan hari ini bukan lagi sekadar penghuni “dapur, sumur, dan kasur”. Mereka telah menjadi akademisi, pengusaha, politisi, ilmuwan, seniman, dan pemimpin masyarakat. Kehadiran perempuan dalam ruang publik bukan ancaman bagi laki-laki, melainkan kekuatan besar yang akan memperkaya peradaban manusia.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/2561766657578368994/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/perempuan-dan-kesetaraan-gender-antara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2561766657578368994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2561766657578368994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/perempuan-dan-kesetaraan-gender-antara.html' title=' Perempuan dan Kesetaraan Gender: Antara Emansipasi, Pendidikan, dan Politik'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqcDRqAm5sSVx93_mLT8em3QrInpD6ClsVjxhHqemh-sam-dax9VNV72x30uX0JFFCyyh1jPWH9D3Kumd1sklsKOUn2osdKUvJsOj673frdrWT68UlX0oSGIlNDotpTQr6QFKOtmXVm3meN3eRkkTNwdP1fKXcC5uNHEcLDGZXoiy24K39VILjvTJbl34/s72-w640-h360-c/emansipasi.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-5789403970825393497</id><published>2026-05-20T07:31:26.829+07:00</published><updated>2026-05-20T07:31:26.829+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dunia Perempuan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Perempuan dalam Lintasan Sejarah: Dari Penindasan Menuju Kemuliaan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPRwJg9QErchfYOpJFO25bkTjbq4lkZXOz9tEWvFYt5qGevt72sU5lexp3U7yAlPvXxnxWDAmzN7OIQHlWiGZ91Ult_yyheuQnacy5ulQnUE4VE6KyPCxoA-BXwUFrl7ChPgHzBZNFrrmIGuzY96m21v1z_1FDEkdaOUSetAn91r992uKB1cBIFTQ7rXc/s761/peremuan.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;761&quot; height=&quot;420&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPRwJg9QErchfYOpJFO25bkTjbq4lkZXOz9tEWvFYt5qGevt72sU5lexp3U7yAlPvXxnxWDAmzN7OIQHlWiGZ91Ult_yyheuQnacy5ulQnUE4VE6KyPCxoA-BXwUFrl7ChPgHzBZNFrrmIGuzY96m21v1z_1FDEkdaOUSetAn91r992uKB1cBIFTQ7rXc/w640-h420/peremuan.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: #ebebeb; color: #666666; font-family: Poppins, sans-serif; font-size: 12px; text-align: start;&quot;&gt;Foto jadul emak-emak antre kebutuhan pokok. (Nederlands Fotomuseum)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tulisan ini membahas perjalanan panjang perempuan dalam sejarah peradaban manusia. Dari masa ketika perempuan diperlakukan sebagai makhluk kelas dua hingga hadirnya Islam yang mengangkat martabat perempuan sebagai manusia mulia yang memiliki hak, kehormatan, dan kedudukan setara di hadapan Tuhan.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Oleh : El Iemawati&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak awal sejarah manusia, perempuan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan peradaban. Namun ironisnya, dalam banyak fase sejarah, perempuan justru mengalami perlakuan yang tidak adil. Mereka diposisikan sebagai makhluk lemah, tidak memiliki hak menentukan hidupnya sendiri, bahkan sering dianggap sekadar pelengkap kehidupan laki-laki. Perdebatan tentang perempuan, hak-haknya, serta kedudukannya di tengah masyarakat pun tidak pernah benar-benar selesai hingga hari ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada masa Yunani dan Romawi kuno, perempuan dipandang rendah dan tidak memiliki kebebasan sebagaimana laki-laki. Mereka dianggap tidak layak terlibat dalam urusan publik dan hanya ditempatkan dalam ruang domestik. Dalam sejumlah tradisi kuno, perempuan bahkan diperlakukan seperti barang dagangan yang dapat diwariskan atau diperjualbelikan. Keberadaan mereka lebih dilihat dari manfaat ekonomi dan biologis daripada sebagai manusia yang memiliki kehormatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di Persia kuno, posisi perempuan juga sangat lemah. Sejarah mencatat adanya praktik-praktik yang merendahkan perempuan, termasuk perkawinan yang melanggar batas kemanusiaan. Di sebagian tradisi Yahudi klasik, perempuan dianggap sebagai penyebab terusirnya manusia dari surga karena dianggap menggoda Nabi Adam. Sementara itu, dalam sebagian tradisi Nasrani abad pertengahan, perempuan sering digambarkan sebagai sumber dosa dan malapetaka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Puncak keterpurukan perempuan tampak jelas pada masa jahiliyah di Jazirah Arab sebelum datangnya Islam. Anak perempuan dianggap aib keluarga hingga sebagian dikubur hidup-hidup. Perempuan tidak memiliki hak waris, tidak memiliki kebebasan memilih pasangan, dan dapat diwariskan layaknya harta benda. Mereka menjadi objek kekuasaan laki-laki tanpa perlindungan hukum dan moral.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah kondisi itulah Islam hadir membawa perubahan besar dalam sejarah kemanusiaan. Islam menghapus berbagai praktik zalim terhadap perempuan dan mengangkat derajat mereka sebagai manusia yang mulia. Perempuan diberikan hak untuk memiliki harta, memperoleh warisan, menuntut ilmu, menentukan pasangan hidup, dan mendapatkan perlakuan yang adil dalam rumah tangga maupun masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Islam juga memperkenalkan konsep kesetaraan spiritual. Kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh ketakwaannya. Perempuan dan laki-laki sama-sama memiliki tanggung jawab moral serta peluang yang sama untuk meraih kemuliaan di sisi Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perubahan besar tersebut menjadikan perempuan memiliki posisi penting dalam peradaban Islam. Banyak perempuan Muslim tampil sebagai ilmuwan, guru, ahli hadis, pedagang, dan pejuang sosial. Aisyah binti Abu Bakar misalnya, dikenal sebagai salah satu periwayat hadis terbesar dalam sejarah Islam. Pemikirannya menjadi rujukan penting dalam ilmu agama hingga hari ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun sejarah tidak selalu bergerak maju. Setelah runtuhnya kejayaan Islam, penghargaan terhadap perempuan kembali mengalami kemunduran di berbagai tempat. Budaya patriarki kembali menguat dan perempuan sering dibatasi hanya pada wilayah domestik. Pendidikan bagi perempuan dianggap tidak penting, dan ruang publik kembali didominasi laki-laki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memasuki era modern, kesadaran tentang hak-hak perempuan mulai bangkit kembali. Perempuan mulai memperjuangkan hak pendidikan, hak politik, serta hak untuk terlibat dalam pembangunan sosial. Gerakan kesetaraan gender lahir sebagai respons terhadap ketidakadilan yang selama berabad-abad dialami perempuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, perjuangan perempuan sejatinya bukan sekadar menuntut persamaan mutlak dengan laki-laki. Yang lebih penting adalah menghadirkan keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kesempatan yang sama untuk berkembang. Perempuan tidak lagi dipandang sebagai pelengkap kehidupan, tetapi sebagai subjek penting yang ikut menentukan arah peradaban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perjalanan sejarah perempuan adalah kisah panjang tentang perjuangan mempertahankan martabat kemanusiaan. Dari masa penindasan menuju penghormatan, perempuan telah membuktikan bahwa mereka memiliki peran besar dalam membangun ilmu pengetahuan, kebudayaan, moralitas, dan masa depan sebuah bangsa.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/5789403970825393497/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/perempuan-dalam-lintasan-sejarah-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/5789403970825393497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/5789403970825393497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/perempuan-dalam-lintasan-sejarah-dari.html' title='Perempuan dalam Lintasan Sejarah: Dari Penindasan Menuju Kemuliaan'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPRwJg9QErchfYOpJFO25bkTjbq4lkZXOz9tEWvFYt5qGevt72sU5lexp3U7yAlPvXxnxWDAmzN7OIQHlWiGZ91Ult_yyheuQnacy5ulQnUE4VE6KyPCxoA-BXwUFrl7ChPgHzBZNFrrmIGuzY96m21v1z_1FDEkdaOUSetAn91r992uKB1cBIFTQ7rXc/s72-w640-h420-c/peremuan.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-2545507716801763701</id><published>2026-05-18T18:46:09.873+07:00</published><updated>2026-05-18T18:46:09.874+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentigraf"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Usai</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiogixxRKc5DEKlefzpM3PsudCsUBjzMPjJbeybmvglVQlGnYcsDe8v8UxtFZ6ABwQKZt3EDrdnsDYkGEpwvbwZXPSTD9Bkf-hBicJGMiWxQ4th82gqy9_WrDW7SB1vwqAncvWnaq2eIf2eEvYh4WP9ifwhAFewBTYAPy9Bh-bEIS9ZfpB_KWGhHPdAS00/s889/usai.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;889&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiogixxRKc5DEKlefzpM3PsudCsUBjzMPjJbeybmvglVQlGnYcsDe8v8UxtFZ6ABwQKZt3EDrdnsDYkGEpwvbwZXPSTD9Bkf-hBicJGMiWxQ4th82gqy9_WrDW7SB1vwqAncvWnaq2eIf2eEvYh4WP9ifwhAFewBTYAPy9Bh-bEIS9ZfpB_KWGhHPdAS00/w640-h360/usai.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Pentigraf Lilik Rosida Irmawati&lt;/i&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti siang-siang sebelumnya dia duduk sembari memeluk dengkul selepas mengajar dan riuh rendah pekikan-pekikan anak menguap di udara. Cahaya matahari menembus daun cemara yang rimbun dan memberikan keteduhan bukan hanya pada tubuh paruh baya dan burung gereja bercericit riuh tetapi juga ulat-ulat hitam yang bergelantungan dan menitipkan hidup dan kepakan sayap pertamanya penuh warna.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Satu minggu telah berlalu, keriuhan pesta dan pujian mengalir seperti bah masih berdenging di telinga. Sungguh kepuasan dan kebahagiaan memenuhi seluruh aliran nadi karena impian putri semata wayangnya tercapai dalam balutan kemewahan, dihadiri lebih dari tiga ribu tamu sebagai ratu bersanding raja dalam hitungan jam. Semua puncak kemewahan sebanding dengan keringat dan dana yang mengucur sangat deras dari kantong tabungannya selama hampir dua puluh lima tahun dan menguburkan impiannya menginjakkan kaki dirumah kekasih sejati dan abadi. Dia tidak menyesalinya karena kebahagiaan anak semata wayang diatas segala-galanya.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Sungguh tak terbersit penyesalan dalam renungan panjangnya setiap siang dibawah rimbun cemara. Kebahagiannya demikian membuncah karena doa-doa panjang ditengah pekat malam, sholat sunnah yang tak pernah absen dan puasa Senin Kamis yang tak pernah tumbang terkabul. Tuhan telah memberikan berkah yang demikian melimpah. Dia telah menyiapksn masa depan putri semara wayang dan juga cucunya yang belum terlahir rumah, sawah dan hipermarket. Semuanya telah dipersiapkan. lalu untuk dirinya apa? Candaan teman sejawat tempo hari melintas dan tiba-tiba mengusik menghentak hatinys. Ya, untuk dirinya apa? Kepompong-kepompong muda dalam pertapaannya berdenyut ketika dia tengadah mencari jawaban itu.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Sumenep, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;15 Mei 2016&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/2545507716801763701/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/usai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2545507716801763701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2545507716801763701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/usai.html' title='Usai'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiogixxRKc5DEKlefzpM3PsudCsUBjzMPjJbeybmvglVQlGnYcsDe8v8UxtFZ6ABwQKZt3EDrdnsDYkGEpwvbwZXPSTD9Bkf-hBicJGMiWxQ4th82gqy9_WrDW7SB1vwqAncvWnaq2eIf2eEvYh4WP9ifwhAFewBTYAPy9Bh-bEIS9ZfpB_KWGhHPdAS00/s72-w640-h360-c/usai.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-3927629046719253748</id><published>2026-05-17T18:44:01.775+07:00</published><updated>2026-05-19T07:11:50.268+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentigraf"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'> Pintu Gudang di Bawah Tangga  </title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibnYgqvGQpPMGpknZrGq91_bIunF2IUGMJTb_D4jjiyBg1tELNGVuUZCfP2-uMH-4s3yoESv2w2uEnzYzc2L65jtoHAkMKuaOD-ij1JVw_Ei-AgZG7G1zfD4Dcz31lLBBqwVrqVkM-Ey8Ty_5XLjjjmWfkACyFj7nSvAhWeVrfPNEaVjAMokAk4yrK3DE/s889/gudabf.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;889&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibnYgqvGQpPMGpknZrGq91_bIunF2IUGMJTb_D4jjiyBg1tELNGVuUZCfP2-uMH-4s3yoESv2w2uEnzYzc2L65jtoHAkMKuaOD-ij1JVw_Ei-AgZG7G1zfD4Dcz31lLBBqwVrqVkM-Ey8Ty_5XLjjjmWfkACyFj7nSvAhWeVrfPNEaVjAMokAk4yrK3DE/w640-h360/gudabf.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Pentigraf Lilik Rosida Irmawati&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Badan Tantri terasa remuk pasca selamatan rumah baru yang dikemas dalam acara pengajian dan dihadiri keluarga besar suami serta tetangga blok perumahan. Hati Tantri sangat gembira karena bisa membeli rumah dari hasil tabungan selama 20 tahun. Meski kecil, rumah berlantai dua desainnya apik, dua kamar di lantai bawah, dapur, ruang makan dan di bawah tangga ada gudang kecil. Sedangkan di lantai atas ada kamar, mushalla, kamar mandi serta ruang cuci baju plus jemuran. Nantinya tinggal merenovasi tembok-tembok yang mengelupas karena rumah yang dibelinya sudah lama tidak dihuni.&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Selama dua malam, Tantri akan tidur sendirian karena Bram kebagian tugas piket dan kedua anaknya belum mau pindah dari rumah sang nenek. Tantri memilih tidur di kamar depan, saat melihat tanaman dari jendela bunga-bunga dalam pot bergoyang menari-nari. Tantri terkesiap lalu menutup tirai jendela lalu berusaha memejamkan mata. Namun saat kantuk mulai menyergap, tiba-tiba terdengar seperti ada yang menghidupkan&amp;nbsp; komputer&amp;nbsp; dibarengi gemerisik mesin printer. Tantri acuh karena merasa hanya berhalusinasi saja. Meski merasa terganggu, akhirnya Tantri terlelap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;baca juga:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/ibu-pendidikan-dan-tantangan-zaman.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ibu, Pendidikan, dan Tantangan Zaman&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
&lt;i&gt;&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;/i&gt;&lt;p&gt;Di malam berikutnya, Tantri merasakan hal yang sama. Saat akan tertidur ia mendengar langkah kaki dan derit kursi. Tak lama suara ceklek dan gemerisik printer berbunyi. Entah mengapa tiba- tiba tubuhnya merinding takkala terdengar ketukan lalu senyap, ketukan lagi dan senyap lagi. Ketukannya, serasa di pintu, dan lamat-lamat ada rintih suara meminta tolong. Meski dihantui rasa takut yang memuncak, Tantri bangun dan membuka pintu. Senyap. Kursi tiba tiba bergeser dan ada langkah kaki menuju pintu di bawah tangga. Diselimuti rasa ingin tahu. ia pun melangkah Saat pintu terbuka, Tantri berteriak- teriak seperti orang kesurupan lalu berlari menerjang pintu, menggedor pagar kuat-kuat. Saat tetangga terbangun dan berdatangan, Tantri berteriak histeris, &quot;Ada jrangkrong …, ada jrangkong.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;

&lt;!--wp:paragraph--&gt;
&lt;p&gt;Sumenep, 11092024&lt;/p&gt;
&lt;!--/wp:paragraph--&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/3927629046719253748/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/pintu-gudang-di-bawah-tangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3927629046719253748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3927629046719253748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/pintu-gudang-di-bawah-tangga.html' title=' Pintu Gudang di Bawah Tangga  '/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibnYgqvGQpPMGpknZrGq91_bIunF2IUGMJTb_D4jjiyBg1tELNGVuUZCfP2-uMH-4s3yoESv2w2uEnzYzc2L65jtoHAkMKuaOD-ij1JVw_Ei-AgZG7G1zfD4Dcz31lLBBqwVrqVkM-Ey8Ty_5XLjjjmWfkACyFj7nSvAhWeVrfPNEaVjAMokAk4yrK3DE/s72-w640-h360-c/gudabf.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-8432269426583959107</id><published>2026-05-17T09:21:03.680+07:00</published><updated>2026-05-17T09:21:03.681+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentigraf"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Pentigraf Bulir Kesetiaan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhp0NfTUcpcZTLUfdEeIX6xtKThOhFOg1IrFlEcmlkuQjIlsjX1jCAbdcYo3kv61llkES9RW1mSfxjHrVUeDlVFnL5KH0NUI27o0egYYRaxIl3tt452jgm3p2Nj1jj5-krxIhwCTQza4P6CkyKmM4ikO3an-JtpO2PIBTqz744RA50fTihITZojgGbLkhk/s889/dua.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;889&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhp0NfTUcpcZTLUfdEeIX6xtKThOhFOg1IrFlEcmlkuQjIlsjX1jCAbdcYo3kv61llkES9RW1mSfxjHrVUeDlVFnL5KH0NUI27o0egYYRaxIl3tt452jgm3p2Nj1jj5-krxIhwCTQza4P6CkyKmM4ikO3an-JtpO2PIBTqz744RA50fTihITZojgGbLkhk/w640-h360/dua.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Lilik Soebari&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Bulir Kesetiaan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;!-- wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Penuh perasaan sedih Carto melihat Warda yang bergeming, duduk dengan posisi kedua kaki diangkat ke kursi dan kedua lutut dijadikan bantalan dagu. Mata menatap lurus, sesekali berkedip dan kosong. Seminggu lebih inilah yang dilakukan sang istri, Warda. Celoteh dan tawa ketiga anaknya tak mampu menggerakkan simpul syaraf dibibirnya untuk sekedar tersenyum. Carto berharap kondisi Warda yang marah dan sedih tidak akan berlarut lama, setiap kali perasaannya tak nyaman Warda mengekspresikan dengan cara diam seribu bahasa.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Semuanya berawal ketika ibu Minuk berkunjung selama seminggu. Kedatangan Minuk, ibu angkat Carto yang awalnya membawa suasana bahagia, dan di kepulangannya membawa kesedihan mendalam. Secara sengaja ibu Minuk membuka kisah lama suaminya, Carto. Rupanya ibu Minuk sangat menyukai gadis itu dan telah menjodohkannya dengan Carto semasa kuliah. Namun jalan takdir tak menuliskannya, meski Allah telah menganugerahkan tiga cucu jelita ibu Minuk masih tetap berharap Larasati menjadi bagian dari keluarga besar Atmojo. Janji pengharapan. Apalagi poligami bukan hal yang tabu, ibu Minuk berkaca pada diri sendiri menjalin kebersamaan bersama istri tertua penuh kebahagiaan.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Pagi itu dada Carto terasa lapang, Warda mulai mengajak ngobrol dan tersenyum meski dengan sorot mata duka. Pandangannya tertunduk tanpa mau menatap mata Carto. Sembari menyuapi ketiga anaknya Warda mulai menyampaikan pendapat tentang harapan ibu Minuk. Menurut Warda keinginan tersebut sah apalagi telah berjanji dan membuat Larasati menunggu sampai detik ini. Carto hanya tersenyum sembari menatap bola mata yang berpendar birisi bulir-bulir bening. Dan tiba-tiba dada Carto terasa sesak karena bulir-bulir bening itu mengingatkannya pada sosok alharhum ibunya yang selalu menangis diam-diam di kesunyian malam. Bulir bening dari sorot mata duka yang jatuh seperti rinai gerimis di semua musim. Sang ibu yang semasa hidupnya tidak pernah ikhlas berbagi dan harus tunduk keputusan suaminya dipoligami. Warda terkejut ketika melihat Carto tersedu seraya mengatupkan kedua tangan, menatap manik mata, &quot;Aku berjanji atas nama ibuku tidak akan menduakanmu dengan siapapun. Apakah ini tidak cukup?&quot; Warda memeluk kemudian menciumi suaminya dan menatap mata yang berbulir bening. Ada kesungguhan yang terpancar. Astri mengangguk penuh haru.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Sumenep, 29 Mei 2019&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/8432269426583959107/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/pentigraf-bulir-kesetiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/8432269426583959107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/8432269426583959107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/pentigraf-bulir-kesetiaan.html' title='Pentigraf Bulir Kesetiaan'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhp0NfTUcpcZTLUfdEeIX6xtKThOhFOg1IrFlEcmlkuQjIlsjX1jCAbdcYo3kv61llkES9RW1mSfxjHrVUeDlVFnL5KH0NUI27o0egYYRaxIl3tt452jgm3p2Nj1jj5-krxIhwCTQza4P6CkyKmM4ikO3an-JtpO2PIBTqz744RA50fTihITZojgGbLkhk/s72-w640-h360-c/dua.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-6273644837981622056</id><published>2026-05-17T08:57:02.449+07:00</published><updated>2026-05-17T08:57:02.450+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekspresi Tamu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Pagi yang Riang</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDPNmapYbK1ey3T69D8MJf_Vq-3nBmfkTUIbgEXcJvbGgA3Qs7SIBJ6hbgrNeESLr07gVv_6d4_BHIJ0ZtO-DVXH3k8togORxRi1UEOyBhRtJFJB3oKnAL9Tg9thwy_3aiAedXnhY0RRCJxyMlFXyZfLZDktkFGC82_vvLN1377GnnClaUAb3kBc3FcPs/s889/muda.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;889&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDPNmapYbK1ey3T69D8MJf_Vq-3nBmfkTUIbgEXcJvbGgA3Qs7SIBJ6hbgrNeESLr07gVv_6d4_BHIJ0ZtO-DVXH3k8togORxRi1UEOyBhRtJFJB3oKnAL9Tg9thwy_3aiAedXnhY0RRCJxyMlFXyZfLZDktkFGC82_vvLN1377GnnClaUAb3kBc3FcPs/w640-h360/muda.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Cerpen: Dien soebari&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Siang ini udara demikian dingin menggigit. Kurapatkan jaket saat tiba di perempatan, dan lampu merah menyala. Dari jarak sekitar 15 meter tampak antrian&amp;nbsp; dari arah utara dan selatan jalan. Berbagai kendaraan berebut dan memepet, barisnya ngak beraturan.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Lampu hijau menyala, dan kusejajarkan sepeda pada antrian yang mayoritas mereka berpakaian seragam.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Pengantri di belakangku rupanya ngak sabar, itu terdengar dari klakson yang terus dipencet. Hati yang dongkol semakin kesal saat menatap antrian di SPBU yang panjang mengular, bagai ular tangga meliuk tak beraturan. Walaupun antri beberapa menit tidak akan membuatku telat ngantor, tapi melihat antrian membuatku kesal.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Seolah bertolak belakang dengan hati, tanganku tanpa sadar mengarahkan stang ke antrian, paling belakang. Ada sekitar 20 sepeda motor jalur kiri kanan, full penuh. Melirik sekilas di sebelah seolah bertolak belakang dengan Pertamax yang jual mahal.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Sebenarnya lebih cepat beli Pertamax karena kosong pembeli, tapi mau bagaimana lagi sepeda kumbangku nggak mau kuberi minum Pertamax. Alasannya mahal. Hiii...&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Sembari cuci mata ke sekitar, melihat kanan kiri, bukan melihat orang tapi pemandangan di sekitar SPBU yang mempesona mata. Pantas saja SPBU ini diminati para&amp;nbsp; pembeli karena pemandangan yang menyejukkan mata. Tumbuhan palm berjejer rapi, dan bunga-bunga bougenfil bermekaran plus petugasnya yang ramah.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Di samping itu&amp;nbsp; SPBU ini saja yang paling dekat dengan rumah, juga tidak terlalu besar, jadi antrian yang sedikit menjadi pilihan termudah.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Di sebelah kiri ada bangunan terbuka tempat mengisi oli, berjejer bangunan berkaca yang berisi gas elpiji. Ada fasilitas toilet, musolla, dan ATM bersama.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Seraya menggeser maju sedikit demi sedikit, akhirnya antrianku tiba juga. Ada 2 petugas yang melayani, bagian mengisi bensin dan bagian terma uang. Terbayar sudah rasa kesal yang sempat singgah di hati saat giliran tiba.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&quot;Barapa Bu?&quot;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&quot;20 ribu Mas,&quot; jawabku, lalu menyodorkan uang pada petugas yang usianya ku taksir dua puluh tahun..&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Pagi ini tangki sepeda tidak kuisi penuh sih, tapi cukup untuk kebutuhan 2 hari. Kudorong sepeda, memberi kesempatan sepeda di belakangku mendekati moncong bensin.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Baru teringat sepeda kumbangku kemarin kehujanan, dan harus pakai manual untuk menstater. Bagaimana ini?&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Dengan agak malu aku mendekati mas kasir.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&quot;Mas bisa minta tolong?&quot;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&quot;Ya Bu?&quot;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&quot;Tolong staterkan sepeda saya.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&quot;O, bisa. Saya kira mau menstater hati Ibu.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Waduh, mau tak mau gigi putihku menyembul dari balik bibirku, diikuti masnya. Rupanya dia jago juga, jago melelehkan hati.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Imbas dari ucapan mas brondong tadi bikin hati happy. Apalagi di sepanjang jalsn cukup ramai menuju kantor. Dan di&amp;nbsp; sepanjang jalan dipayungi rimbunnya dedauanan saat memasuki kawasan hutan lindung setelah sebelumnya merasakan jalan padat merayap.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Kupacu sepeda kumbangku sedikit kencang, mengimbangi kencangnya sepeda motor dan mobil box yang membawa galon air. Rutinitas ini biasa kujalani setiap hari, 5 kali seminggu, dan alhamdulilah tak bosan hingga saat ini.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Ketika akan mendekati akhir hutan lindung ada seseorang menuntun sepeda Mio sendirian. Kupikir kehabisan bensin, aku melewatinya dengan ide mau cari bensin untuknya.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Tapi setelah beberapa meter melewatinya, kok kasihan, apalagi beberapa kendaraan tak ada inisiatif untuk berhenti. Kuputuskan berhenti karena merasa tak tega. Walaupun tidak kenal, setidaknya orang itu adalah teman seperjalanan searah. Begitu turun dari sepeda lantas mendekati dan menyapa. Orang itu mengherhentin langkah.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&quot;Mbak kenapa sepedanya, habis bensinnya?&quot;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&quot;Nggak Bu, ini sepeda saya ogel-ogel, kempos Bu,&quot; jawabnya seraya senyum manis, mungkin karena ada yang menyapa.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&quot;O, iya Mbak kempos yang belakang. Jalan deh saya ikutin dari belakang.&quot; Kataku sambil melihat ban belakang yang peleng ban sudah rata dengan aspal.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&quot;Ya Bu, makasih,&quot; ujarnya lantas melanjutkan perjalanan.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&quot;Kerja dimana&quot;:;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Merasa kasihan juga, ban yang kempos membuat ban belakang geal-geol jalannya selaksa pantat bebek. Terlihat mbaknya mau jatuh karena tak imbang jalannya. Perlahan kuikuti dari belakang dengan harapan kalau ada apa-apa aku bisa membantunya.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 kilometer tampaklah bengkel yang diidamkan muncul. Alhamdulillah. Mbaknya yang kuketahui bidan di Puskesmas tertawa senang ketika aku pamit meneruskan perjalanan.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&quot;Ada uang untuk nembel?&quot; Tanyaku basa-basi.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&quot;Ada, makasih banyak ya Bu,&quot;jawabnya/&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Senyum Pepsodent yang merekah dibibirnya membuat plong dadaku, setelahnya Ku stater sepeda dan melajukannya dengan hati riang menuju kantor.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Bondowoso, 9.09.2022&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/6273644837981622056/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/pagi-yang-riang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/6273644837981622056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/6273644837981622056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/pagi-yang-riang.html' title='Pagi yang Riang'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDPNmapYbK1ey3T69D8MJf_Vq-3nBmfkTUIbgEXcJvbGgA3Qs7SIBJ6hbgrNeESLr07gVv_6d4_BHIJ0ZtO-DVXH3k8togORxRi1UEOyBhRtJFJB3oKnAL9Tg9thwy_3aiAedXnhY0RRCJxyMlFXyZfLZDktkFGC82_vvLN1377GnnClaUAb3kBc3FcPs/s72-w640-h360-c/muda.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-3065589957160876672</id><published>2026-05-17T08:36:57.861+07:00</published><updated>2026-05-17T09:05:23.817+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentigraf"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'> Tiga Pentigraf Lilik Soebari: Hasrat Emak Anik</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVPO33ZlCbkJgjk2xq4LtldqX6PDpiq_Ql8pizsWaAk2mtIGXIZ24vyuOs60zenRploiPE3miraOXpU4WsTC7aBdr5j2bkJBIr3l6-KJmkZHXGapbA7jVO5r3emNQpp6-LX6yLXcBoJCy_hnwwOsnGVEU6oOi5nSJqrZTEniO6U1nS4zwVMCzFZTB-gXA/s889/lilik-soebaru.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;889&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVPO33ZlCbkJgjk2xq4LtldqX6PDpiq_Ql8pizsWaAk2mtIGXIZ24vyuOs60zenRploiPE3miraOXpU4WsTC7aBdr5j2bkJBIr3l6-KJmkZHXGapbA7jVO5r3emNQpp6-LX6yLXcBoJCy_hnwwOsnGVEU6oOi5nSJqrZTEniO6U1nS4zwVMCzFZTB-gXA/w640-h360/lilik-soebaru.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Hasrat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Setiap kali mengunyah makanan ini aku seperti ingin menancapkan gigiku dalam-dalam pada batang tenggorokanmu seperti kulihat dalam film-film vampire. Dengan begitu hasrat membunuh dan menghisap darah membuncah ditengah ketidakberdayaanku.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Tapi aku tetap tak berdaya, dari waktu ke waktu dan hanya rasa marah semakin lama menggunung. Aku kalah dengan rasa lapar, kesombonganku runtuh pada titik nadir, dan aku tak berdaya dan tetap saja makanan ini kukunyah dan mengenyangkan hasrat laparku.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Ketika engkau meletakkan piring makanan dan sungging senyum darahku memanas dan perlahan mendidih naik ke ubun-ubun. Sama seperti ketika aku melihatmu bergumul penuh hasrat, panas demikian bergairah di depanku dengsn laki-laki lain hanya untuk membangkitkanku dari kekelaman malam yang demikian membeku.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Bondowoso, 28 April 2016&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Emak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Masih benar-benar pagi dan belum ada semburat cahaya. Aku masih memeluk lutut, rasa hangat perlahan menjalar ke sekujur tubuh. Dari balik sarung kuperhatikan Emak memupuri wajahnya dan mengoleskan lipstik. Sambil mematut wajah di cermin beliau tersenyum-senyum. Ada kepuasan tergurat dan Emak tidak tahu kalau tingkahnya kuperhatikan. Aneh, perasaan itu muncul dalam benakku karena akhir-akhir ini Emak sedikit berubah. Sebelum berangkat mencari kayu bakar tidak pernah memakai pupur, membiarkan saja kulit wajah yang mulai keriput. Tidsk terlalu hitam kulit Emak karena sangat rajin memakai lulur beras dicampur kunir dan akar teki. Karena kerjanya lumayan berat otot-ototnya menonjol disekitar lengan, bahu dan leher akibat mengangkat beban kayu yang dirangkai jadi satu yang panjangnys terkadang sampai 4 meter.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Biasanya satu minggu sekali Emak berjalan kaki menuju hutan desa sebelah yang jaraknya sekitar 5 km. Pagi buta berangkat dan setelah lohor baru kembali dan kayu bakar itu nantinya dipergunakan untuk memasak air nira menjadi gula. Seingatku satu bulan terakhir ini Emak semakin rajin mencari kayu bakar, tidak lagi seminggu sekali tapi dua kali. Benar-benar luar biasa dan aku lihat bukan wajah capek tapi malah semakin seger, benar-benar aneh.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Hingga suatu siang aku memergoki Emak sedang cengsr-cengir sendiri di cermin. Begitu melihatku Emak memasang muka masam dan secepat kilat menutupi bagian lehernya dan menyembunyikan sesuatu dibalik bantal. Aku pura-pura tudak melihat dan keluar dari kamar. Dan ketika Emak tertidur sangat pulas &amp;nbsp;aku memperhatikan dengan seksama warna merah kehitaman dileher Emak, banyak sekali bercampur dengan kerokan. Aku semakin penasaran dan mengambil bungkusan dibawah bantal. Ketika kubuka, duh dari mana Emak dapat duit sebanyak ini? Duh Tuhan, Emakku....Emakku…, aku terkulai tak berdaya, jiwaku terbakar.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Sumenep, 29 April 2016&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Anik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Mata kejora, senang sekali menatap matanya yang berkelip seperti bintang pagi, kepyur-kepyur, gemerlap. Mata itu tetap berkelip dan bercahaya pada usia setengah abad. Anik, mata kanak-kanaknya yang dulu sering kunikmati menelusuri pematang sawah, tegalan dan pohon perdu sambil menenteng kaleng bekas mencari bekicot di sela-sela rimbun nanas. Matanya terbeliak membesar ketakutan ketika ada kalajengking mempersiapkan diri seperti rudal yang siap diluncurkan, ekornya keatas siap menyengat. Beliak mata membesar itu demikian indah, aku demikian menikmatinya seperti kemilau gemerlap bintang pagi di subuh yang sahdu. Atau juga ketika Anik menggigil ketakutan karena dipaksa melompat dari tebing ke lubuk sungai, kerjab kemilau mata itu sangat menghipnotis. Kalau menangis butiran air matanya turut berpendar.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Anik terbahak kemudian memelukku sangat erat. Posturnya tetap kecil, mungil dan imut seperti tiga puluh dua tahun silam terakhir kami bertemu. Tentu saja menghabiskan masa kanak-kanak dan remaja bersama dan bersekolah di sekolah yang sama ikaran batin kami sangat kuat. &quot;Kau makin cantik, &quot; puji Anik menguraikan pelukan dan menatapku dalam-dalam. &quot;Kau juga, &quot; pujiku. Inilah pertemuan pertama kami setelah berpisah karena selepas Sekolah Pendidikan Guru (SPG) aku hijrah ke Kalimantan Tengah. Ada kabut kesedihan yang mengambang di kerjab bola mata Anik, dan ketika kugenggam tangannya sedu-sedannya tumpah seperti irama gerimis. &quot;.Mengapa sedih? &quot; Anik menatapku dengan mata berkaca-kaca, &quot;Aku benar-benar kehilanganmu, May. Seharusnya kau tidak berkorban sebesar ini untuk kebahagiaanku. Kau tahu? ,&quot; airmatanya gemerlap dan menetes, &quot;bukan hanya aku, Pram juga sama gilanya kehilanganmu. Hampir setiap hari ia menulis surat untukmu dan ia memilih hari baik Jum&#39;at memasukkan ke botol dan melarungkan ke laut dengan harapan suatu saat ketika kau berada di pantai menemukannya, dimanapun kau berada.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Aku menahan perih dan sakit yang menyodok ulu hati. &quot;Bahkan setelah dua putri ksmi lahir mendung kesedihan itu tak pernah hilang meski ia berusaha menyembunyikan. Ya, ketika Pram jatuh sakit aku tersadar lever yang ia derita kemudian menjadi sirosis bukan karena penyakit fisik semata, &quot; Tangisku pecah, &quot;sebelum menghembuskan nafas terakhir namamu May, namamu yang ia sebut. &quot; Keheningan demikian mencekam, kesedihan dalam.kerjab bola mata Anik menerbangkan anganku pada masa dimana rasa indah itu tumbuh, rasa cinta yang demikian mendalam, membahagiakan dan aromanya memabukkan. Cinta yang bersemi dan disemaikan hanya pada satu hati. Dua hati mencintai satu hati, dan aku memutuskan mengikuti jejak elang, menjauh dan pergi menjejakkan kaki di belantara yang masih sangat luas. Di belantara yang sunyi dan luas aku masih bisa merasakan kebahagiaan dan menatap kerjab kemilau bintang pagi, kerjab bola mata Anik.&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;

&lt;!-- wp:paragraph --&gt;
&lt;p&gt;Bondowoso, 20 April 2016&lt;/p&gt;
&lt;!-- /wp:paragraph --&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/3065589957160876672/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/tiga-pentigraf-lilik-soebari-hasrat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3065589957160876672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3065589957160876672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/tiga-pentigraf-lilik-soebari-hasrat.html' title=' Tiga Pentigraf Lilik Soebari: Hasrat Emak Anik'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVPO33ZlCbkJgjk2xq4LtldqX6PDpiq_Ql8pizsWaAk2mtIGXIZ24vyuOs60zenRploiPE3miraOXpU4WsTC7aBdr5j2bkJBIr3l6-KJmkZHXGapbA7jVO5r3emNQpp6-LX6yLXcBoJCy_hnwwOsnGVEU6oOi5nSJqrZTEniO6U1nS4zwVMCzFZTB-gXA/s72-w640-h360-c/lilik-soebaru.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-7776220525805676244</id><published>2026-05-10T19:10:07.707+07:00</published><updated>2026-05-10T19:10:07.708+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dunia Perempuan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Ibu, Pendidikan, dan Tantangan Zaman</title><content type='html'>&lt;p data-end=&quot;339&quot; data-start=&quot;41&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_I36apkwyxgZrKiL85Oh5u4pdtleo9aG2jhNOq13MV8aYx0xgI2wkSWNA_NVAZR_3qekBxkicgdPF1st3m9hvmytFN3320CSQGItGCF9QhYdSMprMsELS2i5cCpnImlMphjLnwYXo1xQTEwBkbjBtKpiRZYpuZm1d7p35MQTz67waYGlapN9CJGGHfHQ/s888/emansipasi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;888&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_I36apkwyxgZrKiL85Oh5u4pdtleo9aG2jhNOq13MV8aYx0xgI2wkSWNA_NVAZR_3qekBxkicgdPF1st3m9hvmytFN3320CSQGItGCF9QhYdSMprMsELS2i5cCpnImlMphjLnwYXo1xQTEwBkbjBtKpiRZYpuZm1d7p35MQTz67waYGlapN9CJGGHfHQ/w640-h360/emansipasi.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Refleksi tentang peran ibu dalam keluarga, pendidikan, dan masyarakat di tengah perkembangan teknologi modern. Mengulas penghormatan terhadap perempuan dalam Islam, pentingnya pendidikan, pendampingan anak, serta upaya menjaga nilai budaya dan moral di era globalisasi.&lt;/i&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;802&quot; data-start=&quot;341&quot;&gt;Peran seorang ibu tidak pernah sederhana. Dalam lingkup keluarga, ibu menjadi pusat kasih sayang, pendidikan pertama bagi anak, sekaligus penyangga kehidupan rumah tangga. Tugas yang demikian besar menjadikan penghormatan terhadap ibu sebagai sesuatu yang wajar dan layak dimuliakan. Kehadiran Hari Ibu sesungguhnya bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa perjuangan perempuan dalam kehidupan sehari-hari sering kali berlangsung tanpa sorotan.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1233&quot; data-start=&quot;804&quot;&gt;Dalam ajaran Islam, perempuan ditempatkan pada posisi yang tinggi dan terhormat. Ibu bukan hanya dihargai karena perannya melahirkan dan membesarkan anak, tetapi juga karena kemampuannya menjaga nilai, moral, dan keberlangsungan generasi. Namun di tengah penghormatan tersebut, kenyataan sosial menunjukkan bahwa masih banyak perempuan berada dalam posisi yang termarginalkan, baik dalam pendidikan, ekonomi, maupun ruang sosial.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1703&quot; data-start=&quot;1235&quot;&gt;Marginalisasi terhadap perempuan kerap dikaitkan dengan budaya. Akan tetapi, persoalan tersebut sesungguhnya tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada kultur semata. Pendidikan menjadi faktor penting yang menentukan posisi perempuan di tengah masyarakat. Ketika perempuan memiliki pengetahuan, keberanian, dan kemampuan, ruang untuk berkembang akan terbuka lebih luas. Kemampuan dan kualitas diri pada akhirnya lebih menentukan daripada sekadar perbedaan jenis kelamin.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;2117&quot; data-start=&quot;1705&quot;&gt;Meski demikian, batas-batas sosial antara laki-laki dan perempuan masih terasa dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan sering ditempatkan pada posisi kedua. Namun keadaan itu perlahan berubah ketika pendidikan memberikan bekal pengetahuan dan kepercayaan diri. Dukungan lingkungan, terutama dari keluarga dan pasangan, juga memiliki peran besar dalam membuka ruang yang lebih adil bagi perempuan untuk berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;2667&quot; data-start=&quot;2119&quot;&gt;Di sisi lain, perkembangan wacana emansipasi perempuan menghadirkan tantangan baru. Keinginan untuk sejajar dengan laki-laki sering dipahami sebagai tuntutan untuk menyamakan seluruh peran dan tanggung jawab. Padahal, kehidupan tidak selalu berjalan dengan ukuran yang sama antara laki-laki dan perempuan. Dalam perspektif keagamaan, perempuan telah memiliki kedudukan mulia sesuai kodratnya. Kesetaraan tidak selalu berarti menyeragamkan peran, melainkan memastikan bahwa perempuan memperoleh penghormatan, perlindungan, dan kesempatan yang layak.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;3229&quot; data-start=&quot;2669&quot;&gt;Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga membawa dua sisi yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, teknologi mempermudah kehidupan, mempercepat pekerjaan, dan membuka akses informasi yang luas. Namun di sisi lain, perkembangan media modern sering menjadikan perempuan sebagai objek eksploitasi. Tayangan televisi, media sosial, dan iklan kerap menampilkan perempuan semata-mata untuk kepentingan komersial. Ironisnya, keadaan itu sering dianggap sebagai simbol keberhasilan atau kebebasan, padahal justru dapat merugikan martabat perempuan itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;3691&quot; data-start=&quot;3231&quot;&gt;Karena itu, perempuan membutuhkan pengetahuan dan pengendalian diri agar tidak mudah terseret arus budaya instan. Kemajuan zaman seharusnya tidak membuat perempuan kehilangan jati dirinya. Dalam kehidupan keluarga, misalnya, perubahan sosial modern perlahan mengurangi keterampilan rumah tangga yang dahulu menjadi bagian penting dari kehidupan ibu-ibu terdahulu. Kesibukan organisasi, pendidikan, dan pekerjaan sering membuat waktu bersama keluarga berkurang.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;4082&quot; data-start=&quot;3693&quot;&gt;Walaupun demikian, keterlibatan perempuan dalam pendidikan dan aktivitas sosial bukanlah sesuatu yang salah. Tantangannya terletak pada kemampuan menjaga keseimbangan antara peran publik dan tanggung jawab keluarga. Komunikasi dalam keluarga menjadi kunci utama. Anak-anak tetap membutuhkan perhatian, pengawasan, dan kedekatan emosional, sekalipun orang tua memiliki kesibukan yang padat.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;4508&quot; data-start=&quot;4084&quot;&gt;Perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan besar dalam mendidik generasi muda. Televisi, internet, dan media sosial menghadirkan berbagai pengaruh yang sulit dibendung. Larangan semata tidak akan cukup menghadapi perubahan zaman. Yang lebih penting adalah pendampingan dan pengarahan. Anak-anak perlu dikenalkan pada kemampuan memilah informasi, memahami budaya luar, sekaligus mengenali identitas budayanya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;4897&quot; data-start=&quot;4510&quot;&gt;Budaya populer dari luar negeri sering diterima begitu saja tanpa pemahaman mendalam. Perayaan-perayaan tertentu, gaya berpakaian, hingga pola hidup modern dengan mudah ditiru generasi muda. Dalam situasi seperti itu, keluarga memiliki tanggung jawab memberikan penjelasan dan pemahaman kepada anak-anak. Bukan dengan cara memaksa, tetapi melalui dialog yang hangat dan penuh pengertian.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;5339&quot; data-start=&quot;4899&quot;&gt;Pendampingan terhadap anak, terutama pada masa remaja, menjadi sangat penting. Kurangnya kedekatan emosional dapat membuat anak mencari figur lain di luar rumah. Karena itu, orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga harus hadir sebagai teman berbagi dan tempat anak merasa aman untuk bercerita. Mengenal lingkungan pergaulan, teman-teman, serta aktivitas anak merupakan bagian dari proses pendidikan dalam keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;5720&quot; data-start=&quot;5341&quot;&gt;Pendidikan sendiri bukan hanya tanggung jawab keluarga. Sekolah, masyarakat, dan pemerintah memiliki peran yang sama pentingnya. Kerja sama seluruh elemen diperlukan untuk menghadapi dampak negatif perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Pendidikan moral, budaya, dan agama harus berjalan beriringan dengan kemajuan ilmu pengetahuan agar generasi muda tidak kehilangan arah.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;6119&quot; data-start=&quot;5722&quot;&gt;Penguatan budaya lokal juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter anak. Modernisasi sering membuat masyarakat melupakan tradisi dan identitas budaya sendiri. Bahasa daerah, keterampilan tradisional, dan nilai-nilai kebersamaan perlahan tersisihkan oleh gaya hidup instan. Karena itu, pendidikan budaya perlu diberikan sejak dini, baik melalui keluarga maupun kurikulum pendidikan formal.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;6514&quot; data-start=&quot;6121&quot;&gt;Dalam proses tersebut, perempuan memiliki posisi yang sangat strategis. Organisasi perempuan, lembaga pendidikan, dan komunitas sosial dapat menjadi ruang pengembangan diri sekaligus wadah memperkuat peran perempuan di tengah masyarakat. Perempuan tidak hanya berperan sebagai pendamping keluarga, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang membawa nilai pendidikan, moral, dan kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;6971&quot; data-is-last-node=&quot;&quot; data-is-only-node=&quot;&quot; data-start=&quot;6516&quot;&gt;Pada akhirnya, pendidikan bagi seorang ibu tidak pernah berhenti. Membaca, belajar, dan memahami perubahan zaman merupakan kebutuhan yang terus berlangsung sepanjang hidup. Pengetahuan bukan hanya penting untuk mencapai kesuksesan duniawi, tetapi juga menjadi jalan membangun keluarga yang kuat dan beradab. Dari tangan seorang ibu yang terus belajar, lahir generasi yang mengenal ilmu pengetahuan sekaligus memahami akar budaya dan nilai-nilai kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;6971&quot; data-is-last-node=&quot;&quot; data-is-only-node=&quot;&quot; data-start=&quot;6516&quot;&gt;&lt;i&gt;Hasil wawancara dengan&amp;nbsp;Dra. Hj. Mariyatul Kiptiyah, M. Ag, Ketua STAIN Pamekasan (2010)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;6971&quot; data-is-last-node=&quot;&quot; data-is-only-node=&quot;&quot; data-start=&quot;6516&quot;&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/7776220525805676244/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/ibu-pendidikan-dan-tantangan-zaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/7776220525805676244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/7776220525805676244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/ibu-pendidikan-dan-tantangan-zaman.html' title='Ibu, Pendidikan, dan Tantangan Zaman'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_I36apkwyxgZrKiL85Oh5u4pdtleo9aG2jhNOq13MV8aYx0xgI2wkSWNA_NVAZR_3qekBxkicgdPF1st3m9hvmytFN3320CSQGItGCF9QhYdSMprMsELS2i5cCpnImlMphjLnwYXo1xQTEwBkbjBtKpiRZYpuZm1d7p35MQTz67waYGlapN9CJGGHfHQ/s72-w640-h360-c/emansipasi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-2915514421487556975</id><published>2026-05-09T10:51:31.201+07:00</published><updated>2026-05-09T10:51:31.201+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dunia Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Pendidikan dan Perantauan di Daerahku: Antara Tradisi, Harapan, dan Perubahan Zaman</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;relative basis-auto flex-col -mb-(--composer-overlap-px) pb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:28px] grow flex&quot;&gt;&lt;div class=&quot;flex flex-col text-sm&quot;&gt;&lt;div class=&quot;relative w-full overflow-visible&quot;&gt;&lt;section class=&quot;text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;amp;:has([data-writing-block])&amp;gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]&quot; data-scroll-anchor=&quot;false&quot; data-testid=&quot;conversation-turn-2&quot; data-turn-id-container=&quot;request-WEB:556f78c5-7a69-400a-b6b3-556eacbbdd7b-1&quot; data-turn-id=&quot;request-WEB:556f78c5-7a69-400a-b6b3-556eacbbdd7b-1&quot; data-turn=&quot;assistant&quot; dir=&quot;auto&quot;&gt;&lt;div class=&quot;text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)&quot;&gt;&lt;div class=&quot;[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn&quot;&gt;&lt;div class=&quot;flex max-w-full flex-col gap-4 grow&quot;&gt;&lt;div class=&quot;min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;amp;]:mt-1&quot; data-message-author-role=&quot;assistant&quot; data-message-id=&quot;77053573-e6e6-4bf9-91a1-ac1464b65802&quot; data-message-model-slug=&quot;gpt-5-5&quot; data-turn-start-message=&quot;true&quot; dir=&quot;auto&quot; tabindex=&quot;0&quot;&gt;&lt;div class=&quot;flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden&quot;&gt;&lt;div class=&quot;markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling&quot;&gt;&lt;p data-end=&quot;1150&quot; data-start=&quot;634&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqzY2yPssY04Vn6IhkJ3zNkU7JCOjYBpoPftS-ZdxI1UQRwNl8rMK2_-Kvi8X_5G6qALeqo1ClW6aZHHVzU07ecI4bU4C3auMZUaU_Xv66M6HCdnwpP-t2sl9t5mLr56oMOQrS5OVeyyd9f0uNd-Swv1pyWkgbk5NUbjZaWY3hfJmc2poHnTEUM_TdSiY/s900/lembaga-pendidikan.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;900&quot; height=&quot;356&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqzY2yPssY04Vn6IhkJ3zNkU7JCOjYBpoPftS-ZdxI1UQRwNl8rMK2_-Kvi8X_5G6qALeqo1ClW6aZHHVzU07ecI4bU4C3auMZUaU_Xv66M6HCdnwpP-t2sl9t5mLr56oMOQrS5OVeyyd9f0uNd-Swv1pyWkgbk5NUbjZaWY3hfJmc2poHnTEUM_TdSiY/w640-h356/lembaga-pendidikan.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sekedar ilustrasi: Sebuah kelas lembaga pendidikan di kepulauan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong data-end=&quot;172&quot; data-start=&quot;89&quot;&gt;Oleh &lt;a class=&quot;decorated-link&quot; data-end=&quot;170&quot; data-start=&quot;96&quot; href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/?utm_source=chatgpt.com&quot; rel=&quot;noopener&quot; target=&quot;_new&quot;&gt;Lilik Soebari&lt;span aria-hidden=&quot;true&quot; class=&quot;ms-0.5 inline-block align-middle leading-none&quot;&gt;&lt;svg aria-hidden=&quot;true&quot; class=&quot;block h-[0.75em] w-[0.75em] stroke-current stroke-[0.75]&quot; data-rtl-flip=&quot;&quot; height=&quot;20&quot; width=&quot;20&quot; xmlns=&quot;http://www.w3.org/2000/svg&quot;&gt;&lt;use fill=&quot;currentColor&quot;&gt;&lt;/use&gt;&lt;/svg&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 data-end=&quot;187&quot; data-section-id=&quot;186csjy&quot; data-start=&quot;174&quot;&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;p data-end=&quot;627&quot; data-start=&quot;188&quot;&gt;&lt;i&gt;Sebuah refleksi tentang perjalanan pendidikan di daerah kepulauan yang lama dipandang sebelah mata dibanding dunia perantauan dan perdagangan. Artikel ini mengulas bagaimana masyarakat dahulu lebih memilih mengadu nasib di lautan dan kota besar daripada menempuh pendidikan tinggi, hingga akhirnya perubahan zaman perlahan membuka kesadaran baru bahwa pendidikan adalah jalan penting untuk membangun masa depan dan martabat daerah sendiri.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;627&quot; data-start=&quot;188&quot;&gt;*****&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;1150&quot; data-start=&quot;634&quot;&gt;Di daerahku, pendidikan pernah menjadi sesuatu yang terasa jauh dari kehidupan masyarakat. Sekolah tidak dipandang sebagai kebutuhan utama, melainkan sekadar pelengkap hidup. Bagi sebagian besar orang tua zaman dahulu, keberhasilan seseorang lebih banyak diukur dari kemampuan mencari uang daripada kemampuan menempuh pendidikan tinggi. Mereka percaya bahwa selama seseorang mampu bekerja keras dan berani menghadapi kerasnya hidup, maka masa depannya akan tetap terjamin meskipun tanpa ijazah atau gelar pendidikan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1639&quot; data-start=&quot;1152&quot;&gt;Cara pandang itu tidak lahir begitu saja. Kondisi sosial dan ekonomi masyarakat kepulauan memang membentuk pola pikir yang berbeda. Banyak laki-laki dewasa menggantungkan hidup pada pelayaran dan perdagangan antarpulau. Dengan keberanian dan tenaga, mereka mengarungi lautan luas menggunakan kapal sederhana, menghadapi badai dan ombak tanpa bekal pendidikan formal yang memadai. Pengetahuan mereka diperoleh secara otodidak, diwariskan dari generasi sebelumnya melalui pengalaman hidup.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2081&quot; data-start=&quot;1641&quot;&gt;Pada masa itu, pekerjaan di laut dianggap lebih menjanjikan dibanding duduk bertahun-tahun di bangku sekolah. Bahkan sebagian masyarakat beranggapan bahwa pendidikan hanya akan menghabiskan waktu dan biaya tanpa memberi jaminan kehidupan yang lebih baik. Mereka melihat banyak orang berpendidikan tinggi justru hidup biasa-biasa saja, sementara para pelaut dan pedagang mampu membangun rumah, membeli tanah, dan memenuhi kebutuhan keluarga.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2455&quot; data-start=&quot;2083&quot;&gt;Selain pelayaran, sebagian masyarakat juga pernah menggantungkan hidup pada aktivitas penebangan kayu secara ilegal. Dunia illegal logging kala itu dianggap sangat menguntungkan. Banyak orang tergiur karena hasilnya cepat dan besar. Dalam pandangan mereka, bekerja keras di hutan dan laut jauh lebih nyata dibanding mengejar ijazah yang belum tentu menghasilkan pekerjaan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2787&quot; data-start=&quot;2457&quot;&gt;Namun keadaan itu tidak berlangsung selamanya. Ketika pemerintah mulai melakukan penertiban besar-besaran terhadap praktik illegal logging, kehidupan masyarakat perlahan berubah. Banyak kapal dihentikan, jalur perdagangan kayu dibatasi, dan para pelaku diberi sanksi tegas. Situasi ini memaksa masyarakat mencari jalan hidup baru.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;3128&quot; data-start=&quot;2789&quot;&gt;Dari sinilah gelombang perantauan semakin besar. Banyak warga mulai beralih profesi menjadi pedagang di kota-kota besar, terutama Jakarta. Dengan modal keberanian dan jaringan sosial antarsesama warga daerah, mereka membuka warung sembako dan toko kelontong. Dunia perdagangan menjadi pilihan baru yang dianggap lebih aman dan menjanjikan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;3512&quot; data-start=&quot;3130&quot;&gt;Keberhasilan para perantau semakin menguatkan anggapan bahwa pendidikan bukan satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Banyak anak muda lebih tertarik merantau setelah lulus sekolah dasar atau sekolah menengah pertama daripada melanjutkan pendidikan. Mereka melihat langsung bagaimana kerabat atau tetangga yang hanya lulusan sekolah biasa mampu memperoleh penghasilan besar di rantau.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;3827&quot; data-start=&quot;3514&quot;&gt;Di daerahku, solidaritas sosial memang sangat kuat. Seseorang yang baru datang ke Jakarta sering kali dibantu oleh kerabat atau teman sekampung. Mereka diajari menjaga toko, berdagang, hingga akhirnya mampu membuka usaha sendiri. Modal utama mereka bukan ijazah, melainkan kepercayaan, kejujuran, dan kerja keras.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;4198&quot; data-start=&quot;3829&quot;&gt;Keadaan inilah yang kemudian membentuk pola pikir masyarakat selama bertahun-tahun. Banyak orang tua merasa cukup jika anak-anak mereka bisa membaca, menulis, dan memahami dasar-dasar agama. Ada ungkapan yang sangat populer pada masa itu: yang penting anak sudah bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil. Setelah itu, mereka dianggap siap menghadapi kehidupan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;4479&quot; data-start=&quot;4200&quot;&gt;Namun zaman terus berubah. Perkembangan dunia modern perlahan menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Persaingan kerja tidak lagi hanya mengandalkan tenaga dan pengalaman, tetapi juga membutuhkan kemampuan berpikir, pengetahuan, dan legalitas pendidikan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;4838&quot; data-start=&quot;4481&quot;&gt;Kesadaran itu mulai tumbuh ketika masyarakat melihat perubahan nyata di sekitar mereka. Anak-anak muda yang berhasil menyelesaikan pendidikan mulai mengisi berbagai lini kehidupan masyarakat. Ada yang menjadi guru, pegawai pemerintahan, tenaga kesehatan, hingga pelaku usaha modern. Mereka membuktikan bahwa pendidikan mampu membuka peluang yang lebih luas.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;5252&quot; data-start=&quot;4840&quot;&gt;Selain itu, perkembangan lembaga pendidikan di daerah juga membawa perubahan besar. Dahulu, sekolah di daerah kami hanya sebatas sekolah dasar dan madrasah. Kini mulai berdiri sekolah menengah pertama, madrasah tsanawiyah, madrasah aliyah, hingga sekolah menengah kejuruan. Kehadiran lembaga-lembaga pendidikan itu menjadi tanda bahwa masyarakat perlahan mulai memberi perhatian serius terhadap dunia pendidikan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;5601&quot; data-start=&quot;5254&quot;&gt;Yang lebih membanggakan, banyak tenaga pendidik kini berasal dari daerah sendiri. Jika dahulu sekolah-sekolah lebih banyak diisi oleh guru dari luar daerah, sekarang anak-anak muda setempat mulai kembali dan mengabdi di kampung halaman mereka. Kehadiran mereka menjadi inspirasi baru bagi masyarakat bahwa pendidikan bukan lagi sesuatu yang asing.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;5905&quot; data-start=&quot;5603&quot;&gt;Meski demikian, tantangan tetap ada. Sampai hari ini, masih banyak masyarakat yang memandang kesuksesan hanya dari sisi ekonomi. Sebagian orang masih bertanya dengan nada meremehkan tentang gaji seorang guru, terutama guru honorer atau sukarelawan yang bertahun-tahun mengabdi dengan penghasilan minim.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;6208&quot; data-start=&quot;5907&quot;&gt;Pandangan seperti itu sering kali membuat para pendidik merasa miris. Sebab realitanya, banyak guru harus bersabar dalam waktu lama demi mendapatkan pengakuan dan kesejahteraan yang layak. Di sisi lain, para perantau yang sukses berdagang di kota besar tampak lebih cepat menikmati hasil kerja mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;6499&quot; data-start=&quot;6210&quot;&gt;Akibatnya, sebagian generasi muda menjadi ragu terhadap pentingnya pendidikan tinggi. Mereka melihat kenyataan bahwa lulusan SMA yang berdagang di Jakarta bisa memperoleh penghasilan puluhan juta rupiah per bulan, sementara seorang sarjana belum tentu langsung mendapatkan pekerjaan tetap.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;6786&quot; data-start=&quot;6501&quot;&gt;Fenomena ini menjadi dilema tersendiri di daerahku. Pendidikan sering kali dipertanyakan manfaat praktisnya, terutama ketika dibandingkan dengan dunia bisnis dan perdagangan yang hasilnya lebih cepat terlihat. Namun sesungguhnya, pendidikan dan bisnis tidak seharusnya dipertentangkan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;7120&quot; data-start=&quot;6788&quot;&gt;Dunia usaha modern justru membutuhkan pengetahuan, strategi, dan kemampuan beradaptasi. Bisnis tidak lagi hanya mengandalkan modal uang dan keberanian, tetapi juga kemampuan membaca peluang, memahami teknologi, membangun relasi, dan mengelola usaha secara profesional. Dalam kondisi seperti inilah pendidikan menjadi sangat penting.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;7450&quot; data-start=&quot;7122&quot;&gt;Hari ini, perubahan besar mulai terasa. Banyak orang tua yang dahulu menganggap sekolah tidak terlalu penting kini justru mendorong anak-anak mereka untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Mereka mulai sadar bahwa pendidikan bukan hanya tentang mencari pekerjaan, tetapi juga tentang membangun wawasan dan martabat hidup.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;7722&quot; data-start=&quot;7452&quot;&gt;Kesadaran itu tumbuh dari pengalaman panjang masyarakat sendiri. Mereka melihat bahwa orang yang memiliki pendidikan lebih mudah beradaptasi dengan perkembangan zaman. Bahkan dalam dunia bisnis sekalipun, pendidikan membantu seseorang berpikir lebih terbuka dan terarah.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;8062&quot; data-start=&quot;7724&quot;&gt;Di era digital sekarang, peluang sukses memang bisa datang dari mana saja. Seseorang tidak harus memiliki gelar tinggi untuk berhasil. Banyak orang sukses lahir dari kerja keras, kreativitas, kejujuran, dan ketekunan. Namun pendidikan tetap menjadi fondasi penting agar seseorang mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan global.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;8421&quot; data-start=&quot;8064&quot;&gt;Aku bersyukur karena masyarakat di daerahku perlahan mulai memahami hal itu. Pendidikan kini tidak lagi dipandang sebagai beban yang hanya bisa dinikmati orang kaya. Banyak anak dari keluarga sederhana mulai berani bermimpi melanjutkan sekolah dan kuliah. Mereka percaya bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk mencapai masa depan yang lebih baik.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;8812&quot; data-start=&quot;8423&quot;&gt;Perubahan cara pandang ini adalah harapan besar bagi daerahku. Sebab kemajuan suatu wilayah bukan hanya diukur dari banyaknya orang yang sukses merantau atau kaya secara materi, tetapi juga dari kualitas pendidikan masyarakatnya. Pendidikan adalah jalan panjang yang mungkin tidak selalu memberikan hasil instan, tetapi mampu melahirkan generasi yang lebih bijak, mandiri, dan bermartabat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;9132&quot; data-is-last-node=&quot;&quot; data-is-only-node=&quot;&quot; data-start=&quot;8814&quot;&gt;Di tengah kuatnya budaya merantau dan berdagang, pendidikan tetap harus menjadi cahaya yang menuntun arah masa depan. Karena sejatinya, keberhasilan bukan hanya tentang seberapa banyak harta yang dimiliki, melainkan juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama dan daerah tempat kita berasal.&lt;/p&gt;&lt;p data-end=&quot;9132&quot; data-is-last-node=&quot;&quot; data-is-only-node=&quot;&quot; data-start=&quot;8814&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/section&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/2915514421487556975/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/pendidikan-dan-perantauan-di-daerahku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2915514421487556975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2915514421487556975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/pendidikan-dan-perantauan-di-daerahku.html' title='Pendidikan dan Perantauan di Daerahku: Antara Tradisi, Harapan, dan Perubahan Zaman'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqzY2yPssY04Vn6IhkJ3zNkU7JCOjYBpoPftS-ZdxI1UQRwNl8rMK2_-Kvi8X_5G6qALeqo1ClW6aZHHVzU07ecI4bU4C3auMZUaU_Xv66M6HCdnwpP-t2sl9t5mLr56oMOQrS5OVeyyd9f0uNd-Swv1pyWkgbk5NUbjZaWY3hfJmc2poHnTEUM_TdSiY/s72-w640-h356-c/lembaga-pendidikan.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-1268634804245886711</id><published>2026-05-09T10:36:27.024+07:00</published><updated>2026-05-09T10:38:05.311+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Sholawat di Ujung Luka</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b data-end=&quot;367&quot; data-start=&quot;350&quot;&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkb3voR2IbBxnXU0djLHoxvJQ1DeFvOzPlLWUGrYKQO2T1YEIfOIslk13G6jXk8WlDS4IA6CnHwjv-CvG9y5gLA9hlD7CX-g3qKDNOomJ90UTm8eexI-P5DM924qJ9aldyB_VK0wqWsA44zlpeOm3t4w5-z6eNhvd2Rsr-9Vlve8uAnMquGtNUKN7HasU/s1440/AQP2ONT8bfwheSPSmH_J5UT139mC5OWZ86ws_8dw0fUKTn3_1EkrahQ1Fxv29pKJaQt9ayr_XfKwBR2bSHwUSkyzW4f77mwDbED6Mi6uU6v8arjjoUSGZMH2L3IsNxaIhpN9b5wSlmJIdnVL1Taka9MS_ual6w.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;810&quot; data-original-width=&quot;1440&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkb3voR2IbBxnXU0djLHoxvJQ1DeFvOzPlLWUGrYKQO2T1YEIfOIslk13G6jXk8WlDS4IA6CnHwjv-CvG9y5gLA9hlD7CX-g3qKDNOomJ90UTm8eexI-P5DM924qJ9aldyB_VK0wqWsA44zlpeOm3t4w5-z6eNhvd2Rsr-9Vlve8uAnMquGtNUKN7HasU/w640-h360/AQP2ONT8bfwheSPSmH_J5UT139mC5OWZ86ws_8dw0fUKTn3_1EkrahQ1Fxv29pKJaQt9ayr_XfKwBR2bSHwUSkyzW4f77mwDbED6Mi6uU6v8arjjoUSGZMH2L3IsNxaIhpN9b5wSlmJIdnVL1Taka9MS_ual6w.jpeg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;b data-end=&quot;367&quot; data-start=&quot;350&quot;&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Lilik Soebari&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;546&quot; data-start=&quot;369&quot;&gt;Kutatap sosok tubuh yang tergeletak di atas dipan kayu, berselimut sehelai kain biru bermotif bunga-bunga. Kulit wajahnya yang putih memucat tidak memudarkan aura kecantikannya.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;716&quot; data-start=&quot;548&quot;&gt;Perempuan berusia lebih dari setengah abad itu tertidur sangat pulas. Napasnya naik turun perlahan. Saat kudekatkan telinga ke dadanya, detak jantungnya masih berirama.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;757&quot; data-start=&quot;718&quot;&gt;Entah apa yang telah terjadi dengannya.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;944&quot; data-start=&quot;759&quot;&gt;Sudah tiga bulan seluruh keluarga dan kerabat mencarinya dengan berbagai cara. Pihak kepolisian pun bergerak, tetapi tidak membuahkan hasil apa pun. Halimah menghilang bak ditelan bumi.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1170&quot; data-start=&quot;946&quot;&gt;Sementara itu, Duran duduk dengan pandangan muram ke arah Halimah. Laki-laki tua yang seluruh permukaan kulitnya berkeriput, namun masih menyisakan tubuh tegap dan sorot mata tajam itu, berkali-kali mengembuskan napas berat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1211&quot; data-start=&quot;1172&quot;&gt;Seolah memikul beban yang sangat berat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1342&quot; data-start=&quot;1213&quot;&gt;Kulihat tangannya bergetar menjepit sebatang rokok. Ia mengisapnya kuat-kuat, lalu mengembuskan asap putih dari hidung dan mulut.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1366&quot; data-start=&quot;1344&quot;&gt;Kesenyapan mengambang.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1539&quot; data-start=&quot;1368&quot;&gt;“Ini bulan ketiga dia berbaring seperti ini,” tuturnya getir dan terbata-bata. “Saya hanya menjalankan amanah. Saya tidak berani mengabarkan kondisi Ibu kepada siapa pun.”&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1572&quot; data-start=&quot;1541&quot;&gt;“Lalu aku?” tanyaku memastikan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1689&quot; data-start=&quot;1574&quot;&gt;“Itu permintaan Ibu. Sebulan lalu beliau memintanya, tapi baru kemarin disampaikan saat beliau tersadar,” paparnya.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1832&quot; data-start=&quot;1691&quot;&gt;Kutatap mata terpejam itu dengan linangan air mata. Serasa ribuan jarum menusuk hingga ke sumsum tulang melihatnya dalam kondisi tak berdaya.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1873&quot; data-start=&quot;1834&quot;&gt;“Kita bawa ke rumah sakit, ya?” usulku.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;1943&quot; data-start=&quot;1875&quot;&gt;“Tidak!” jawab laki-laki berkulit legam itu tegas. “Ini amanah Ibu.”&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2006&quot; data-start=&quot;1945&quot;&gt;“Kalau terjadi apa-apa, kau akan disalahkan, Duran,” desakku.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2106&quot; data-start=&quot;2008&quot;&gt;“Tidak akan ada yang tahu keberadaan Ibu di sini. Kalau sampai bocor, kau yang bertanggung jawab.”&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2269&quot; data-start=&quot;2108&quot;&gt;Kulihat wajah Duran mengeras dengan sorot mata tajam yang mengintimidasi. Aku membuang muka, menatap segerombolan burung yang melintas sambil menyisakan kicauan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2338&quot; data-start=&quot;2271&quot;&gt;Setelah asap rokok terakhirnya meruap, Duran bangkit dari duduknya.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2363&quot; data-start=&quot;2340&quot;&gt;“Kau ingin melihatnya?”&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2483&quot; data-start=&quot;2365&quot;&gt;Aku bergeming dan mengamati gerak-gerik Duran yang duduk di bibir ranjang, lalu menyingkap selimut pada bagian lengan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2652&quot; data-start=&quot;2485&quot;&gt;Aku terbelalak tak percaya ketika melihat goresan luka melintang antara telapak tangan dan lengan bawah. Terdapat tiga luka yang masih menganga, meski telah mengering.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2754&quot; data-start=&quot;2654&quot;&gt;“Dia punya nyawa rangkap,” ucapnya getir, lalu menyingkap bagian tangan kanan yang tertutup selimut.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2857&quot; data-start=&quot;2756&quot;&gt;“Siapa yang melakukannya?” teriakku histeris. Refleks kusambar leher Duran dan kucengkeram kuat-kuat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2939&quot; data-start=&quot;2859&quot;&gt;Napas laki-laki itu ngos-ngosan dan memburu. Tangannya menggapai ke sana kemari.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;2978&quot; data-start=&quot;2941&quot;&gt;Aku tersadar lalu melepaskan cekikan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;3102&quot; data-start=&quot;2980&quot;&gt;Duran terbatuk-batuk kemudian terduduk. Entah mengapa laki-laki itu tiba-tiba menangis tersedu-sedu. Tangisannya menyayat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;3332&quot; data-start=&quot;3104&quot;&gt;Aku mengacuhkannya dan kembali fokus pada Halimah. Saat hendak kembali menyingkap selimut, aku mengurungkannya. Perasaan ngeri merambat ketika membayangkan bagaimana telapak tangannya terlepas dan hanya menyisakan lengan tumpul.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;3438&quot; data-start=&quot;3334&quot;&gt;Kulirik Duran yang masih tersedu, lalu kurogoh gawai di saku dan hendak menghubungi teman di kepolisian.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;3485&quot; data-start=&quot;3440&quot;&gt;“Jangan menghubungi siapa pun!” hardik Duran.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;3542&quot; data-start=&quot;3487&quot;&gt;Nyaliku menciut melihat matanya yang merah dan melotot.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;3626&quot; data-start=&quot;3544&quot;&gt;“Duduk!” perintahnya seraya menyodorkan kursi plastik yang warnanya telah memudar.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;3673&quot; data-start=&quot;3628&quot;&gt;“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanyaku lirih.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;3854&quot; data-start=&quot;3675&quot;&gt;“Berkali-kali Ibu mencoba bunuh diri, namun gagal. Kau lihat luka di nadi tangan kiri itu? Itu percobaan pertama. Meski kehilangan banyak darah, Tuhan masih memberinya kehidupan.”&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;3899&quot; data-start=&quot;3856&quot;&gt;“Dan tangan buntungnya?” tanyaku penasaran.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;3946&quot; data-start=&quot;3901&quot;&gt;“Saya yang salah...” tangisnya kembali pecah.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;4154&quot; data-start=&quot;3948&quot;&gt;Tiba-tiba saja gemuruh amarah meledak dalam dadaku. Ini tidak bisa dibiarkan, pikirku. Pelan kurogoh gawai, namun kalah cepat dengan sambaran tangan Duran. Benda pipih itu melayang dan terlempar cukup jauh.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;4184&quot; data-start=&quot;4156&quot;&gt;“Dengarkan saya!” teriaknya.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;4304&quot; data-start=&quot;4186&quot;&gt;Aku ketakutan melihat roman mukanya yang garang dan matanya yang semerah darah. Kulihat tangannya juga terkepal keras.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;4445&quot; data-start=&quot;4306&quot;&gt;“Duduklah,” perintahnya sesaat setelah emosinya reda. “Dengarkan semuanya sampai tuntas. Setelah itu kau boleh memutuskan untuk bertindak.”&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;4550&quot; data-start=&quot;4447&quot;&gt;Duran bangkit dari duduknya lalu menggeser dipan yang ditempati Halimah sehingga ada celah untuk lewat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;4729&quot; data-start=&quot;4552&quot;&gt;Laki-laki itu memberi isyarat agar aku berdiri mendekat dan sejajar dengan tubuh bagian atas Halimah. Kemudian Duran membuka selimut dan menunjukkan bekas luka sayatan di leher.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;4758&quot; data-start=&quot;4731&quot;&gt;Dadaku terasa sangat sesak.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;4810&quot; data-start=&quot;4760&quot;&gt;“Ini percobaan kedua setelah gagal menyayat nadi.”&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;4961&quot; data-start=&quot;4812&quot;&gt;Kututup mata dan mencoba membayangkan apa yang telah dilakukan terhadap tubuhnya, dan mengapa ia sampai tega berbuat sekeji itu pada dirinya sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;5000&quot; data-start=&quot;4963&quot;&gt;“Apakah engkau siap? Saya buka lagi?”&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;5049&quot; data-start=&quot;5002&quot;&gt;Duran menatap tajam, menelisik kekuatan hatiku.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;5111&quot; data-start=&quot;5051&quot;&gt;Kuanggukkan kepala, meski batok kepalaku disergap kengerian.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;5129&quot; data-start=&quot;5113&quot;&gt;“Stop!” pintaku.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;5198&quot; data-start=&quot;5131&quot;&gt;Rasanya aku tak sanggup melihat sesuatu yang lebih mengerikan lagi.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;5294&quot; data-start=&quot;5200&quot;&gt;“Kau lupa bertanya mengapa aku harus menjadikan tangannya buntung?” Duran mengusik keheningan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;5470&quot; data-start=&quot;5296&quot;&gt;Aku terdiam dan menatap langit-langit rumah yang bolong-bolong dengan rajutan sarang laba-laba berbentuk lingkaran. Bukan hanya satu, melainkan bertebaran di seluruh ruangan.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;5618&quot; data-start=&quot;5472&quot;&gt;Aku kembali tenggelam dalam lamunan. Pikiran melayang ke lorong waktu saat keluarga besar kelimpungan mencari Halimah yang menghilang tanpa jejak.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;5717&quot; data-start=&quot;5620&quot;&gt;Pada minggu pertama, mereka masih mengira Halimah sedang mengurus bisnis kulinernya di luar kota.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;5915&quot; data-start=&quot;5719&quot;&gt;Minggu berganti bulan, keberadaan Halimah tetap tak terendus. Ada dugaan kematian suami keduanya mengguncangkan jiwanya. Dan tampaknya Halimah memang telah merencanakan kepergiannya dengan matang.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;6022&quot; data-start=&quot;5917&quot;&gt;Bisnis kuliner dan jamunya telah diamanahkan kepada saudara sepupunya yang selama ini mengurus manajemen.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;6247&quot; data-start=&quot;6024&quot;&gt;Halimah memang kurang beruntung. Meski mampu menghasilkan pundi-pundi emas dari usahanya, ia tidak dikaruniai momongan. Bahkan ketika menikah untuk kedua kali dan menjadi istri kedua, Tuhan belum juga menganugerahinya anak.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;6349&quot; data-start=&quot;6249&quot;&gt;Lamunanku buyar saat Duran datang membawa nampan berisi mangkuk-mangkuk kecil. Ia menatanya di meja.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;6521&quot; data-start=&quot;6351&quot;&gt;Ketika Duran mengeluarkan beberapa toples kecil dari lemari, aku baru tahu itu ramuan jamu. Aromanya menguar saat ia memasukkan sendok demi sendok bubuk ke dalam mangkuk.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;6660&quot; data-start=&quot;6523&quot;&gt;“Ramuan ini tak kalah mujarab dengan obat kimia,” jelasnya tanpa kutanya. “Bahkan saat kupotong tangannya, beliau tidak merasakan sakit.”&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;6825&quot; data-start=&quot;6662&quot;&gt;Aku mencoba mencium aroma dari setiap botol. Ada kunyit, temulawak, cabe puyang, laos, dan jahe. Namun aroma dari toples besar berwarna hijau pekat gagal kukenali.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;6948&quot; data-start=&quot;6827&quot;&gt;“Itu campuran binahong, cocor bebek, dan batang daun talas,” jelas Duran. “Ramuan itu yang mempercepat penyembuhan luka.”&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;7129&quot; data-start=&quot;6950&quot;&gt;Duran mendekati Halimah lalu mengangkat kepalanya dan memangkunya. Ia membuka mulut Halimah, memasukkan bubur encer beberapa suap sebelum meminumkan jamu dari empat mangkuk kecil.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;7229&quot; data-start=&quot;7131&quot;&gt;Rasa haru menyergap dadaku. Aku teringat gawainya yang terlempar dan ingin mengabadikan momen itu.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;7315&quot; data-start=&quot;7231&quot;&gt;Namun saat hendak beranjak mengambilnya, mataku terbelalak dan kakiku mendadak kaku.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;7487&quot; data-start=&quot;7317&quot;&gt;Bagian dada Halimah terbuka, menampakkan pemandangan yang sangat mengerikan. Kedua payudaranya rata, tanpa gundukan. Yang tersisa hanya permukaan memerah dan masih basah.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;7524&quot; data-start=&quot;7489&quot;&gt;“Apa yang terjadi?” tangisku pecah.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;7637&quot; data-start=&quot;7526&quot;&gt;Duran tak memedulikan tangisku yang semakin keras. Tangannya sibuk membalurkan ramuan pekat sambil bersholawat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;7709&quot; data-start=&quot;7639&quot;&gt;Lantunan sholawatnya menggema memenuhi udara dan memasuki relung hati.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;7763&quot; data-start=&quot;7711&quot;&gt;Aku tersadar, lalu ikut melantunkan Sholawat Jibril.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;7828&quot; data-start=&quot;7765&quot;&gt;“Shallallahu ‘ala Muhammad... Shallallahu ‘alaihi wa sallam...”&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;7876&quot; data-start=&quot;7830&quot;&gt;Pandanganku mengabur karena derasnya air mata.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;8065&quot; data-start=&quot;7878&quot;&gt;Dalam gemuruh lantunan sholawat, kusaksikan tangan Duran berpindah menyingkap selimut di tubuh bagian tengah. Terpampang jelas luka-luka sayatan memerah di bagian perut bawah hingga paha.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;8119&quot; data-start=&quot;8067&quot;&gt;Warnanya kontras dengan kulit tubuhnya yang memucat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;8179&quot; data-start=&quot;8121&quot;&gt;“Ya Rabb... apa yang telah dilakukannya?” tanyaku tergugu.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;8371&quot; data-start=&quot;8181&quot;&gt;“Aku membuntungi tangannya supaya ia tidak lagi merajam tubuhnya sendiri. Ibu melakukannya saat saya berada di puncak kelelahan dan tak mampu menahan kantuk,” jelasnya dengan suara bergetar.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;8586&quot; data-start=&quot;8373&quot;&gt;“Tetapi mengapa, Duran? Mengapa dia melakukan semua ini? Dia perempuan tegar dan perkasa. Halimah orang baik dan salehah. Mengapa dia begitu zalim terhadap dirinya sendiri?” cecarku sambil mengguncang tubuh Duran.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;8727&quot; data-start=&quot;8588&quot;&gt;“Ibu berkata kepada saya bahwa selama perkawinannya dengan Hanan, ia telah hidup dalam zina. Dua belas tahun lamanya... itu pengakuan Ibu.”&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;8786&quot; data-start=&quot;8729&quot;&gt;“Bukankah perkawinannya sah secara agama?” tanyaku cepat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;8856&quot; data-start=&quot;8788&quot;&gt;Duran membisu. Kulihat air mata kembali menetes di kulit keriputnya.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;8947&quot; data-start=&quot;8858&quot;&gt;“Menurut Ibu tidak. Karena saat ijab kabul, saksi yang beliau bawa adalah dua perempuan.”&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;8958&quot; data-start=&quot;8949&quot;&gt;Aku syok.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;9016&quot; data-start=&quot;8960&quot;&gt;Detak jantungku berdentang keras hingga tubuhku limbung.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;9108&quot; data-start=&quot;9018&quot;&gt;Setelah tersadar, kurengkuh tubuh ringkih Halimah dan kuciumi wajah pucatnya penuh tangis.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;9330&quot; data-start=&quot;9110&quot;&gt;Saat tubuh Halimah dalam dekapan, tiba-tiba terdengar gumaman sholawat mengambang dari entah mana. Aku menajamkan pendengaran ketika suara itu terasa semakin meruak dan mengepung, seolah seluruh semesta ikut bersholawat.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;9415&quot; data-start=&quot;9332&quot;&gt;Kulepaskan dekapan tubuh Halimah dan menikmati senyum indah yang menghias bibirnya.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;9452&quot; data-start=&quot;9417&quot;&gt;Kurasakan tubuhnya mulai mendingin.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;9462&quot; data-start=&quot;9454&quot;&gt;Membeku.&lt;/p&gt;
&lt;p data-end=&quot;9500&quot; data-start=&quot;9464&quot;&gt;Tangisku dan tangis Duran pun pecah.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/1268634804245886711/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/sholawat-di-ujung-luka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/1268634804245886711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/1268634804245886711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/sholawat-di-ujung-luka.html' title='Sholawat di Ujung Luka'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkb3voR2IbBxnXU0djLHoxvJQ1DeFvOzPlLWUGrYKQO2T1YEIfOIslk13G6jXk8WlDS4IA6CnHwjv-CvG9y5gLA9hlD7CX-g3qKDNOomJ90UTm8eexI-P5DM924qJ9aldyB_VK0wqWsA44zlpeOm3t4w5-z6eNhvd2Rsr-9Vlve8uAnMquGtNUKN7HasU/s72-w640-h360-c/AQP2ONT8bfwheSPSmH_J5UT139mC5OWZ86ws_8dw0fUKTn3_1EkrahQ1Fxv29pKJaQt9ayr_XfKwBR2bSHwUSkyzW4f77mwDbED6Mi6uU6v8arjjoUSGZMH2L3IsNxaIhpN9b5wSlmJIdnVL1Taka9MS_ual6w.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-2038468963395072588</id><published>2026-05-04T11:42:27.951+07:00</published><updated>2026-05-04T11:42:27.951+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Rindu yang Terkurung</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDOjLVlyp6QGitFvKKSE-n0-29e5ACFXopXQky5z2lm8ef17A0k0jOHrdl7YWCXoxn-4ZOzONqSrw4M0qo_Z95F3kQF-9RAoE1kOwGgoGTt763ySu6OdMWUWJzc-QYbBeJlQNnzcOV3j8VHYm7M0Yg-KYwmefYux-LPAtnjWfkXpEV4Fx3zF2VzYR0_wI/s800/pulang.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;450&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDOjLVlyp6QGitFvKKSE-n0-29e5ACFXopXQky5z2lm8ef17A0k0jOHrdl7YWCXoxn-4ZOzONqSrw4M0qo_Z95F3kQF-9RAoE1kOwGgoGTt763ySu6OdMWUWJzc-QYbBeJlQNnzcOV3j8VHYm7M0Yg-KYwmefYux-LPAtnjWfkXpEV4Fx3zF2VzYR0_wI/w640-h360/pulang.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Pentigraf Lilik Soebari&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan seksama Surati memperhatikan setiap penumpsng yang turun dari bus. Gabungan petugas berbungkus plastik menyemprot setiap penumpang. Setelah lama menunggu akhirnya yang ditunggunya muncul. Meski memakai penutup Surati masih bisa mengenali sosok suami yang enam tahun silam berburu keberuntungan ke Malasyia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kerinduan memuncak menyatu dengan gairah yang membakar hanya sebatas menggelegak ke permukaan. Surati hanya bisa pasrah ketika Madruki harus dikarantina karena terindikasi terpapar virus. Semua kerinduannya hanya tertumpah sekejab lewat tatapan mata yang berkilat. Petugas dengan tegas menolak permintaan Surati untuk mencium tangan suaminya, bahkan sekedar mendekat meluapkan rindu. Surati meraung histeris ketika petugas berpakaian robot membawa suaminya yang berjalan oleng, meski kakinya melangkah separuh bagian tubuhnya menoleh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak banyak yang bisa dilakukan Surati menunggu saat-saat yang tak pasti. Kabar bahwa Madruki positif Corona meluruhkan seluruh persendian dan hati. Beban itu semakin berat ketika tak ada satupun keluarga dekat dan jauh yang datang sekedar berkunjung menanyakam kabar. Rasa frustasi menyebabkan tubuh Surati menjadi limbung kemudiam ambruk. Di tengah ketidakberdayaannya Surati merasakan kehadiran Madruki, suami tercinta. Genggaman tangan, belaian dan ciuman penuh kasih sangat menenangkan dimalam-malam panjangnya. Dan ketika Madruki melepaskan genggamam serta melambaikan tangan Surati berteriak histeris . Saat kesadarannya pulih Surati merasakan tubuhnya berada di brankar dan di dorong oleh orang-orang berbaju tertutup lalu memasukkannya ke ambulance, membawanya entah kemana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumenep, April 2020&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/2038468963395072588/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/rindu-yang-terkurung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2038468963395072588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2038468963395072588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/rindu-yang-terkurung.html' title='Rindu yang Terkurung'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDOjLVlyp6QGitFvKKSE-n0-29e5ACFXopXQky5z2lm8ef17A0k0jOHrdl7YWCXoxn-4ZOzONqSrw4M0qo_Z95F3kQF-9RAoE1kOwGgoGTt763ySu6OdMWUWJzc-QYbBeJlQNnzcOV3j8VHYm7M0Yg-KYwmefYux-LPAtnjWfkXpEV4Fx3zF2VzYR0_wI/s72-w640-h360-c/pulang.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-5488935711581297625</id><published>2026-05-04T11:20:46.032+07:00</published><updated>2026-05-04T11:20:46.032+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Setan Gepeng</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVVqrZh3RCMO2i7TxIg7nuxuhcojvC0OEh9CYnXiE7CG6rhXBwY-kCv_C7NjjF81ez5htdB90vstvO-DnLZZ2lnmlghRNjlAKsTkMJX36V4qbDPJXARRQdWOyeT2aC8yuumsqtwrmka1hSe-EeoGMVYh5IOIfRMRx4BMrceT6ABC-6RHBe6bhsthBPWG0/s806/setan-gepeng.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;450&quot; data-original-width=&quot;806&quot; height=&quot;358&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVVqrZh3RCMO2i7TxIg7nuxuhcojvC0OEh9CYnXiE7CG6rhXBwY-kCv_C7NjjF81ez5htdB90vstvO-DnLZZ2lnmlghRNjlAKsTkMJX36V4qbDPJXARRQdWOyeT2aC8yuumsqtwrmka1hSe-EeoGMVYh5IOIfRMRx4BMrceT6ABC-6RHBe6bhsthBPWG0/w640-h358/setan-gepeng.png&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Cerpen:&amp;nbsp;Lilik Soebari&lt;/i&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dah seminggu ini Joy di bikin pusing tujuh keliling. Bukan karena tanggal tua dan duit belanja habis atau pekerjaan menumpuk. Sebab pusingnya karena HP.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Aneh bin ajaib, tiba-tiba saja banyak pesan masuk yang mempertanyakan mengapa Joy&amp;nbsp; mengirim pesan-pesan mesra dan gambar porno.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Kau gila, Joy,&quot; chat Yuli.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot; Apaan, sih Nyai,&quot; balas Joy.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Tambah sinting kau, ya? Ngapain kirim gambar orang ngentot? Awas, kulaporkan kau pada bojomu.&quot; Ancam Yuli.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mata Joy terbelalak dan mulutnya menganga. Benar-benar gagal paham dengan kejadian itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apalagi sudah dua hari nomor suaminya, yang saat ini bertugas di luar pulau ngak bisa dihubungi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk sementara waktu Joy menonaktifkan gawainya. Serba dilematis karena nomor-nomor penting tersimpan disana. Sedang HP yang khusus keluarga tetap diaktifkan&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Akibat benda pipih error, Joy sampai di panggil atasannya di kantor pusat. Panggilannya dilakukan melalui rekan sejawat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Maksudnya, apa ini?&quot; Pak Bos langsung menyodorkan gawainya begitu Joy duduk di kursi tamu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Belum habis rasa lelah menempuh jarak hampir 10 km, Bondan langsung menodongnya. Dasar atasan ngak ada akhlaq, gerutu Joy.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Joy hanya menatap sekilas, tangannya sibuk membuka jaket dan meletakkannya di sandaran kursi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pak Bondan, sang bos masih tetap dalam kondisi sama. Tangannya terjulur.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Joy mengernyitksn dahi menatap gawai bosnya, tampak tampilan layar gambar love berjejer dan ada tulisan,&quot; miss you bos&quot; serta beberspa kalimat rayuan. Bos Bondan menscroll dan Joy membaca semuanya karena penasaran.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Ini saya yang ngirim?&quot; Joy menatap sosok gendut didepannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Pak, memangnya saya gila?&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pak Bondan menarik tangannya dan menatap lekat mata Joy. Perempuan itu bergidik ngeri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Kau memang&amp;nbsp; gila Joy,&quot; teriak pak Bondan, &quot;Kau ingin keluargaku berantakan dan bubar?&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Joy ternganga.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Istriku baca chat ini, dan ngamuk. Kau harus tanggung jawab, Joy.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Sumpah pak! Saya tidak mengirim apapun pada Bapak. Demi Allah!&quot; Sumpah Joy tak kalah nyaring.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sesaat Joy ingat sesuatu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Pak, jangan-jangan HP saya jadi setan gepeng.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pak Bondan menatap Joy, sesaat kemudian tawanya pecah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Setan gepeng?&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Ya, Pak. Seminggu lebih HP saya ngirim sms dan pesan WA ke teman-teman, padahal saya merasa ngak ngirim apapun . Karena seperti itu gawai saya matikan,&quot; urai Joy..&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pak Bondan sepertinya berfikir, dan kembali menatap Joy.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Mana HPmu?&quot; Pinta sang Bos.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Joy membuka tas dan mencari-cari di semua saku tas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Itu tas apa locker?&quot; Tanya pak Bondan melihat tas ransel Joy penuh dengan resleting.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Joy nyengir lalu memberikan gawai yang sudah ditemukan ditasnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pak Bondan kemudian menyalakan HP itu, namun tetap saja tidak bisa menyala.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Bawa charger?&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kembali Joy mengaduk-aduk tasnya, namun tidak menemukan apapun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Melihat itu Pak Bondan bangkit dari duduknya. Setelah menemukan benda yang dicarinya, lalu mencolokkannya ke stop kontak di dinding.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Joy hanya menatap tingkah Bosnya yang mengutak-atik gawainya. Serius sekali.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;HP mu ini kena bajak, Joy&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Kena sambel bajak, Pak?&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Dasar o&#39;on,&quot; maki Pak Bondan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Joy menatap tak mengerti ke arah Pak Bondan yang terus mengutak-atik gawainya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Satu jam berlalu, akan tetapi bos gendutnya itu belum juga selesai-selesai.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Pak, saya lapar,&quot; rengek Joy.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pak Bondan tetap saja dengan keseriusannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Besok malam saya tunggu di Conato Caffe. Bawa suamimu dan jelaskan kesemrawutan ini pada istriku,&quot; titah Pak Bondan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Pak...&quot; protes Joy..&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&quot;Pulanglah,&quot; usir Bos Bondan seraya mengembalikan benda pipih itu pada perempuan berambut cepak itu. &quot; Dan ingat, kau harus traktir kami.&quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Joy melangkah gontai, dan berbagai pertanyaan mengusik hatinya. Dia benar-benar tidak paham, apa yang sebenarnya terjadi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://liliksoebari.blogspot.com/feeds/5488935711581297625/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/setan-gepeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/5488935711581297625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/5488935711581297625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2026/05/setan-gepeng.html' title='Setan Gepeng'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVVqrZh3RCMO2i7TxIg7nuxuhcojvC0OEh9CYnXiE7CG6rhXBwY-kCv_C7NjjF81ez5htdB90vstvO-DnLZZ2lnmlghRNjlAKsTkMJX36V4qbDPJXARRQdWOyeT2aC8yuumsqtwrmka1hSe-EeoGMVYh5IOIfRMRx4BMrceT6ABC-6RHBe6bhsthBPWG0/s72-w640-h358-c/setan-gepeng.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-3463167862625659144</id><published>2020-05-02T00:19:00.002+07:00</published><updated>2020-05-02T00:19:56.741+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Di Tengah Deras Hujan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMylXlo_5obb2ItqI_5TTs7Tlyt2juaa1Lol-jDnYUMdupbQJzqlpWCu-KDi-f3MDSO44jF9l8gkV9JBQk0NwzI-n4VlY0kox5dThPs5whV0Yw48VQFpTwGUfGpJF3lyzHbUvy1ZDDVdQ/s1600/Di-Tengah-Deras-Hujan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;301&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;384&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMylXlo_5obb2ItqI_5TTs7Tlyt2juaa1Lol-jDnYUMdupbQJzqlpWCu-KDi-f3MDSO44jF9l8gkV9JBQk0NwzI-n4VlY0kox5dThPs5whV0Yw48VQFpTwGUfGpJF3lyzHbUvy1ZDDVdQ/s640/Di-Tengah-Deras-Hujan.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Pentigraf: Lilik Rosida Irmawati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa was-was di benak Marni melihat hitam pekat mendung bergelantung, selayang mata memandang memenuhi penjuru langit. Kesiur angin dingin mulai menusuk kulit, dan burung hitam walet berseliweran terbang rendah penuh kecepatan tinggi di antara ranting cemara. Hampir jam dua, namun tanggung untuk pulang karena sedikit menunggu limit laporan on line. Marni mesti berjibaku sendiri menyelesaikan semua tugas karena operator sekolah lebih memilih job baru sebagai operator propinsi. Ketika Parto masuk ruangannya tanpa permisi, Marni terkesiap. Penjaga sekolah yang baru bertugas satu bulan itu tersenyum, namun di mata Marni itu bukan senyuman tapi sebuah seringai, dan sorot mata pancarannya menakutkan. Marni menekan rasa takut, mematikan komputer dan dengan sopan mengajak Parto berbincang di ruang tamu. Parto sepertinya enggan beranjak dan hanya menggeser tubuhnya ke pintu kemudian berdiri ditengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentakan Marni menyadarkan Parto, dan akhirnya laki,-laki pendek berkulit legam itu surut dan melangkah ke arah kursi. Dalam hitungan detik Marni memencet nomor dan meletakkan HP di atas meja dalam posisi menyala kemudian beranjak ke luar ruangan. Marni mencermati demikian berani Parto melahap seluruh tubuhnya dengan pandangan penuh birahi. Mata laki-laki itu memerah, jakun naik turun dan mengulum bibirnya. Di tengah kekalutannya Marni tetap berusaha tenang dan menanyakan apakah pintu kelas semua sudah terkunci? Parto menyeringai dan menjawab bahwa semua pintu terkunci termasuk pintu pagar. Marni tergugu, dan sudah bisa membaca gelagat serta niat jahat Parto. Parto rupanya telah memperhitungkan secara matang aksinya. Area sekolah sangat sepi ketika anak-anak pulang, rumah di sebelah timur yang berdempetan dengan kantor tidak akan mendengar apapun karena bangunan atap terbuat dari seng dan akan meredam semua suara dan tidak adanya pintu pagar dengan rumah penduduk. Sebelah barat dan utara lahan kosong. Sedangkan dari arah utara pintu depan butuh waktu satu menit berlari kencang dan itupun kalau pintu pagar dalam posisi terbuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara petir dan guntur menggelegar disertai hujan deras turun, dan situasi ini lebih memuluskan aksi jahat yang akan dilakukan Parto. Keberanian Partopun semakin besar, perlahan menggeser duduk dan tanpa sungkan menjangkau tangan Marni terus mengelusnya. Ketika hendak menciumnya secara reflek Marni meludahi Parto dan berlari ke arah pintu, namun Parto lebih gesit mengait kaki dan membuat tubuh Marni terjengkang. Pintu kantor secepatnya di kunci oleh Parto, seringainya semakin melebar. Parto melucuti pakaiannya sendiri hingga tinggal celana dalam kumal. Wajah Marni mulai memucat dan itu semakin membuat Parto tertawa penuh kemenangan. Sembari mengangkang satu kakinya menginjak paha Marni kuat-kuat dan jerit kesakitan melengking dari mulut Marni tertelan gemuruh dan gemeretak air di atap. Wajah kesakitan Marni semakin menyenangkan Parto dan ia sedikit bermain-main dengan cara satu kakinya membuka jilbab, melucuti kancing sehingga setengah terbuka dan mengelus-elus wajah terus ke belahan dada. Rontaan dan perlawanan Marni dibalas dengan tendangan sehingga Marni tak berkutik dan hanya bisa mendengus, meludah jijik dengan sorot mata penuh amarah. Wajah Warni semakin pucat karena menahan rasa sakit yang kini menyebar ke sekujur tubuh akibat injakan kuat kaki Parto. Ketika Parto melepaskan injakan kaki kemudian berjongkok dan mulai beraksi menciumi wajah Marni, bunyi kaca pecah dan pintu tercongkel dari luar menghentikan aksi Parto. Marni berteriak histeris memeluk dan pinsan di pelukan pak Jodi yang telah membaca pesan SOS via group WA serta HP Marni yang terus menyala, dan kemudian kembali ke sekolah dengan membawa beberapa warga. Tak berapa lama aparat kepolisian datang, memborgol Parto dalam keadaan tubuh biru lebam kehitaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April, 14.4.2019 - 15.05&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3463167862625659144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3463167862625659144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/05/di-tengah-deras-hujan.html' title='Di Tengah Deras Hujan'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMylXlo_5obb2ItqI_5TTs7Tlyt2juaa1Lol-jDnYUMdupbQJzqlpWCu-KDi-f3MDSO44jF9l8gkV9JBQk0NwzI-n4VlY0kox5dThPs5whV0Yw48VQFpTwGUfGpJF3lyzHbUvy1ZDDVdQ/s72-c/Di-Tengah-Deras-Hujan.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-4429549477145727043</id><published>2020-05-02T00:03:00.001+07:00</published><updated>2020-05-02T00:03:42.377+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Sosialita Kampung</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioUUygZWxZdiDXJ51i2FCgGnZLoN8S81WPs-7RP2-Z-tl1cBGGLhRg7oXERTK-XSwRHqBEdq_cGw6S5Y5OgvVbYI1ckHwvs8xzhkKcxijeNAQrehCmUznoE3KmOJ1Kiaqe2DNrlBWgzJY/s1600/sosialita-kampung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;256&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;326&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioUUygZWxZdiDXJ51i2FCgGnZLoN8S81WPs-7RP2-Z-tl1cBGGLhRg7oXERTK-XSwRHqBEdq_cGw6S5Y5OgvVbYI1ckHwvs8xzhkKcxijeNAQrehCmUznoE3KmOJ1Kiaqe2DNrlBWgzJY/s640/sosialita-kampung.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Cerpen: Lilik Soebari&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Oh, my God,&quot; Arum berteriak kegirangan dan tergopoh-gopoh menyambut perempuan semampai nan cantik yang berdiri di depan pintu rumahnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Assalamualaikum,&quot; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Senyum Arum merekah menjawab salam lalu tangannya terbuka memeluk hangat, merasakan aroma harum yang meruap dari tubuh nyai Arifa. Aroma harum itu membawa kebahagiaan yang luar biasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Silahkan nyai, maaf rumahnya berantakan,&quot; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Arum segera memindahkan boneka-boneka di kursi tamu. Hatinya dongkol bukan main pada kedua anak perempuannya yang bermain bersama anak-anak tetangga memberantakkan ruang tamu. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perempuan yang dipanggil nyai Arifa kemudian duduk dan pandangan mata menyapu seluruh ruangan. Senyum tipis mengembang dibibirnya melihat tampilan aksesoris ruangan. Ada lemari hias yang cukup besar dan berisi koleksi tas dan buku-buku berjejer.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sementara Arum sibuk mempersiapkan minuman serta kue-kue kering. Kalau saja tahu nyai Arifa bertandang kerumahnya tentu akan mempersiapkan hidangan yang istimewa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Benar-benar sebuah suprise seperti mendapat durian runtuh. Bagaimana tidak? Nyai Arifah menyempatkan diri mengunjungi rumah Arum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Kebetulan tadi saya berkunjung ke panti asuhan. Bu Wilda menyampaikan rumah mbak Arum dekat, jadi sekalian mampir.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Terimakasih nyai telah sudi berkunjung ke gubuk kami,&quot; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bu Wilda, asisten nyai Arifa tersenyum menatap Arum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah berbincang-bincang santai berbagai hal termasuk persiapan akhir lomba busana muslim nyai Arifa dan Wilda berpamitan karena masih akan mengunjungi kegiatan lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sepuluh menit kemudian senyum Arum dan nyai Arifa sudah terpampang di akun Instragam dan beranda Facebook disertai catatan telah ditunjuk sebagai ketua panitia lomba busana muslim se kabupaten.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam sekejab ratusan like disertai komentar bersliweran memuji keberuntungan Arum. Kunjungan istri pejabat sekaligus tokoh politik tentunya mempunyai nuansa berbeda. Patut untuk dipublis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di lingkungan tempat tinggal, Arum dikenal sebagai sosok ibu muda berselera tinggi, sombong dan angkuh. Sikapnya sedikit merendahkan orang lain yang katanya ngak selevel serta melarang ketiga anaknya bergaul dengan anak-anak di sekitar komplek perumahan. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dibandingkan ibu-ibu penghuni perumahan yang mayoritas sebagai karyawati, gaya keseharian Arum sangat heboh, modis dan fashionable. Meski hanya ke gang utama belanja di kang Nto penjual sayur keliling apa yang dipakai dari ujung rambut sampai kaki senantiasa serasi, plus tas cangklong kecil. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kang Nto senang ketika Arum berbelanja karena badannya harum, dan seringkali mencuri kesempatan berdempet. Pinginnya mencubit pipinya yang mulus tapi takut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pernah suatu saat kang Nto bisa memegang tangan Arum yang halus tapi kemudian apes karena Arum menamparnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Awas kalau kurang ajar lagi, saya laporin ke polisi,&quot; ancam Arum. Kang Nto hanya nyengir kuda&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penanpilan Arum didukung penuh oleh Rangga, sang suami demikian memanjakan serta memenuhi semua kebutuhan Arum akan barang-barang branded dan perawatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Hati kita tentu happy ketika pasangan mbuktiin cinta bukan hanya kata manis doang,&quot; tulis Arum di story instagram seraya menampilkan foto ketika perawatan. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di postingan lainnya Arum tersenyum lebar seraya berjabat tangan dengan pejabat penting, &quot;ngak mesti 3 m (macak, manak, masak)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tapi berani berbuat sesuatu.&quot;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Rangga sangat bangga dengan Arum karena telah berkali-kali memuluskan mendapatkan proyek dan bisa diandalkan meloby ketika ada lelang di beberapa instansi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kejutan diberikan Rangga di ulang tahun Arum yang ke-38. Sebuah mobil keluaran terbaru Mitsubishi Xpander. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Arum sangat bahagia dan penampilannya semakin bikin ngiler teman-teman sosialitanya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ajang aktualisasi diri semakin instens di Instagram dan Facebook di setiap gerak kegiatan, dari awal mengucek mata ngantar sekolah, ngafe, shoping, dan akan ke pembaringan tak luput dari kilatan bliz kamera. Tak ada yang terlewati. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Mudah&#39;mudahan rejeki suamiku terus mengalir. Amiin,&quot; pagi itu tawa renyah Arum semakin lebar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karena nama Arum demikian berkibar di dunia maya, ibu-ibu di lingkungan perumahan menjuluki &quot;si sosialita kampung&quot; sembari cekikikan dibelakangnya. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mendapat julukan seperti itu Arum sama sekali tidak marah ataupun tersinggung. Justru sebaliknya rona kebahagiaan memancar dan bersuka-cita. Senyumnya semakin merekah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Arum semakin sering mengumbar senyum disertai tawa yang semakin renyah tanpa melihat tempat dan waktu takkala perlahan usaha Rangga bangkrut dan terindikasi kasus suap serta gratifikasi. Rangga berkali-kali dipanggil kepolisian statusnya sebagai saksi. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Senyum Arum semakin mengembang kemudian tertawa cekikikan dan menyapa ramah siapapun. Apalagi ketika semua barang-barang berharga termasuk mobil Xpander dilego, seharian Arum duduk manis di depan rumah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Senyumnya merekah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumenep, 30 Juni 2019&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/4429549477145727043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/4429549477145727043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/05/sosialita-kampung.html' title='Sosialita Kampung'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioUUygZWxZdiDXJ51i2FCgGnZLoN8S81WPs-7RP2-Z-tl1cBGGLhRg7oXERTK-XSwRHqBEdq_cGw6S5Y5OgvVbYI1ckHwvs8xzhkKcxijeNAQrehCmUznoE3KmOJ1Kiaqe2DNrlBWgzJY/s72-c/sosialita-kampung.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-2409476054539805205</id><published>2020-04-30T04:10:00.001+07:00</published><updated>2020-04-30T04:10:22.646+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lintasan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Sumenep Award 2018, sebagai Ajang Prestasi dan Inspirasi</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnFmjPKX_1PXMustDs3Czm8VOFouO3sRD1FkS4FAQfvyPHsfFmDX0n9h6Y6FqRMLOWX2d8kG5k-8RchnsL3Ixa2rKn8pzXlcO9oIjt37gJdvWVU-3zWpkdLEcxsSIxzIf9fOYsVP3AsvQ/s1600/Pernghargaan-diserahkan-oleh-Istri-Bupati-Sumenep%252C-Nur-Fitriana-Busyro.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnFmjPKX_1PXMustDs3Czm8VOFouO3sRD1FkS4FAQfvyPHsfFmDX0n9h6Y6FqRMLOWX2d8kG5k-8RchnsL3Ixa2rKn8pzXlcO9oIjt37gJdvWVU-3zWpkdLEcxsSIxzIf9fOYsVP3AsvQ/s640/Pernghargaan-diserahkan-oleh-Istri-Bupati-Sumenep%252C-Nur-Fitriana-Busyro.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pernghargaan diserahkan oleh Istri Bupati Sumenep, Nur Fitriana Busyro&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Setelah &lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/anugerah-sutasoma-2018-menjadi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Anugerah Sutasoma tahun 2018&lt;/a&gt;, pada tahun yang sama, alhamdulillah saya masih dipercaya dan mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, melalui Bupati Sumenep Award tahun 2018.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peristiwa ini terjadi di penghujung tahun 2018, Bupati Sumenep A. Busyro Karim memberi penghargaan kepada 18 tokoh berprestasi dan inspiratif di berbagai kategori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemberian penghargaan dalam momentum Sumenep Award 2018 ini, diserahkan secara bergilir oleh Kapolres, Dandim dan Ketua TP PKK Sumenep Nurfitriana Busyro, bertempat di depan Masjid Agung Sumenep, Senin (31/12/2018) malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumenep Award 2018 merupakan kegiatan dalam menjaring warga Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang berprestasi dan inspiratif dari 18 kategori. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak 2017.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegiatan Sumenep Award 2018 ini merupakan bentuk perhatian Pemerintahan Sumenep kepada warga yang berprestasi dan menginspirasi untuk orang lain, sekalgus menjadi ajang kreasi dan inovasi warga Sumenep sehingga menebar inspirasi untuk warga yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu, peristiwa ini merupakan ajang kreasi dan inspirasi yang membawa prestasi dengan harapan mampu mengharumkan Kabupaten Sumenep baik tingkat regional dan nasional. Sehingga diharapkan kegiatan Sumenep Award&amp;nbsp; mampu menebar inspirasi bagi masyarakat yang lain, agar ikut mengukir prestasi sesuai masing-masing bidangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan Sumenep Award ingin merangsang masyarakat lain agar berpacu melakukan kreasi dan inovasi dalam kehidupannya, yang ujung-ujungnya bisa berdampak positif bagi Kabupaten Sumenep.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya masuk bagian dari penerima Sumenep Award 2018, tentu sangat bangga dengan harapan penghargaan menjadi pelecut agar saya lebih kreatif dan banyak memberikan nilai terhadap gerakan literasi Indonesia, khususnya di Kabupaten Sumenep &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut nama-nama penerima Sumenep Award 2018 bagi tokoh Sumenep berprestasi dan inspiratif&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;R.P Taufikurrahman (Alm.) sebagai Pencipta Tari Mowang Sangkal (Kategori Khusus)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ibnu Hajar (Tokoh Penyair)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Moh. Saleh (Tokoh Pasukan Kuning)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untung (Tokoh Penyandang Disabilitas)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ust. Umar Hosnol (Tokoh Peduli Pendidikan Wilayah Kepulauan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Abu Sairi (Tokoh Aktivis Kesehatan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KH. Nasikh Fauzi (Tokoh Agama)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;K. A. Mutallib (Tokoh Guru Ngaji)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fatlillah (Tokoh Aktivis Pariwisata)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;A. Zaini (Tokoh Petani Inspiratif)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;H. Anshari (Tokoh Pelestari Pencak Silat Tradisional Non IPSI)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Lilik Rosida Irmawati (Tokoh Literasi)&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rosyithah (Tokoh Aktivis Sosial)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Edhi Setiawan (Tokoh Kebudayaan/Kategori Khusus)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sannah (Tokoh Pelestari Kerapan Sapi)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Farida (Tokoh Pelaku Ekonomi Kerakyatan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siti Amaniyah Hasyim (Tokoh Wanita Inspiratif)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;H. Gamar (Tokoh Pelestari Bahasa Madura). (*)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada kesempatan itu Bupati juga menyerahkan Penghargaan Evaluasi Kinerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep tahun 2018, kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Juara I katagori OPD), Kecamatan Dungkek (Juara I katagori Kecamatan), Puskesmas Bluto (Juara I katagori Puskemas), UPT. Laboratorium Lingkungan Hidup (Juara I katagori UPT. Organisasi Perangkat Daerah), dan SMPN 1 Kalianget (Juara I katagori SMPN).&lt;i&gt;(Lilik Rosida Irmawati)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2409476054539805205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2409476054539805205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/sumenep-award-2018-sebagai-ajang.html' title='Sumenep Award 2018, sebagai Ajang Prestasi dan Inspirasi'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnFmjPKX_1PXMustDs3Czm8VOFouO3sRD1FkS4FAQfvyPHsfFmDX0n9h6Y6FqRMLOWX2d8kG5k-8RchnsL3Ixa2rKn8pzXlcO9oIjt37gJdvWVU-3zWpkdLEcxsSIxzIf9fOYsVP3AsvQ/s72-c/Pernghargaan-diserahkan-oleh-Istri-Bupati-Sumenep%252C-Nur-Fitriana-Busyro.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-3487161201868849604</id><published>2020-04-30T03:50:00.002+07:00</published><updated>2020-04-30T03:56:35.575+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lintasan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Anugerah Sutasoma 2018, Menjadi Penyemangat Berkarya</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgU5zCsTx7-f2-X-_YmxPotyFuk7GVRRchquKnaNN-vLz11LpkA-D19dGbCvCdY_X6GwHUk0ug5WUYzDFEWx4id0eDZB3d4GoeYIWjV8vKBkahCXHSTrptu21AHQml0Y_E_lpYVMI8C6N0/s1600/Menerima-piagam-Anugerah-Sutasoma-diserahkan-oleh-Kepala-LPMP-Jawa-Timur.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;384&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgU5zCsTx7-f2-X-_YmxPotyFuk7GVRRchquKnaNN-vLz11LpkA-D19dGbCvCdY_X6GwHUk0ug5WUYzDFEWx4id0eDZB3d4GoeYIWjV8vKBkahCXHSTrptu21AHQml0Y_E_lpYVMI8C6N0/s640/Menerima-piagam-Anugerah-Sutasoma-diserahkan-oleh-Kepala-LPMP-Jawa-Timur.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Piagam Anugerah Sutasoma diserahkan oleh Kepala LPMP Jawa Timur&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNR2D8Swfrx3VkzsE9WE3EkY6Bqc2BmGUHE0ttoL8UvevE7Y9FZWtp8S6Wsp_3ZzPVOfwYSe6uKFOavhTpUCkA8EFN9UXfCYKMzMHXpyc99Rli6NXWCo4a_8p5aE1hRKq7zjAtPf2Ps4c/s1600/saat-memberi-sambutan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNR2D8Swfrx3VkzsE9WE3EkY6Bqc2BmGUHE0ttoL8UvevE7Y9FZWtp8S6Wsp_3ZzPVOfwYSe6uKFOavhTpUCkA8EFN9UXfCYKMzMHXpyc99Rli6NXWCo4a_8p5aE1hRKq7zjAtPf2Ps4c/s320/saat-memberi-sambutan.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Saat memberi sambutan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Kabar ini memang telah terjadi dua tahun yang lalu, tepatnya tahun 2018. Sebuah peristiwa penting bagi saya, karena berkat perjuangan sejak awal berkarya dan menekuni dunia literasi akhirnya saya mendapatkan Anugerah Sutasona than 2018, tepatnya tanggal 17&amp;nbsp; Oktober 2018 yang berlangsung di Balai Budaya Jawa Timur, Cak Durasim Surabaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anugerah Sutasoma&amp;nbsp; telah dilaksanakan kali kesepuluh, sekaligus menjadi salah satu bentuk apresiasi sastra di Jawa Timur yang sedang berkembang. Penghargaan diberikan kepada tokoh sastra yang berpengaruh, yang dimotori oleh Balai Bahasa Jawa Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada tujuh kategori Anugerah Sutasoma diberikan masing-masing kepada, Rabo Sore (kategori Komunitas Sastra), Suwignyo Adi atau Titiek SA (kategori Sastrawan Berdedikasi), Antopologi Puisi Mawar Gandrung karya Muhammad Iqbal Baraas (Kategori Karya Sastra Indonesia Terbaik), antologi Geguritan Kidung Langit karya Nono Warnoto (kategori Karya Sastra Daerah Terbaik), &lt;b&gt;Lilik Rosida Irmawati guru SDN Pabian 1 Kecamatan Kota Sumenep (kategori Guru Bahasa dan Sastra Daerah Berdedikasi&lt;/b&gt;), serta Buku Sastra Multikultural; Konstruksi Identitas dan Praktik Diskursif Negara dalam Perkembangan Sastra Indonesia karya Ahmad Taufiq (kategori Esai atau Kritik Sastra Terbaik).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu5wdHAlJ6cbrnGpqzxTntsQzpHdx9T04Wq-MimSbYpJBk884p5N5OsxDPH0V-jFp9VFeZ8rQMdrTl-VR_ih3kia87315WePfaixKZWQlTOZgSMmhr0v6LIWQD8zkh9SUlmd8uyxJqx48/s1600/bersama-wagub.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu5wdHAlJ6cbrnGpqzxTntsQzpHdx9T04Wq-MimSbYpJBk884p5N5OsxDPH0V-jFp9VFeZ8rQMdrTl-VR_ih3kia87315WePfaixKZWQlTOZgSMmhr0v6LIWQD8zkh9SUlmd8uyxJqx48/s320/bersama-wagub.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Bersama Arumi Bachsin. Istri Wagub
Jatim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:DocumentProperties&gt;
  &lt;o:Version&gt;14.00&lt;/o:Version&gt;
 &lt;/o:DocumentProperties&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;&amp;#45;-&quot;/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;
   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:12.0pt;
 mso-bidi-font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Saya, Lilik Rosida Irmawati, yang masuk dalam kategori ini tentu merasa bangga lantaran kepercayaan yang telah diberikan pada saya akhirnya mendapat hasil nyata, yakni sebuah penghargaan yang barangkali sulita untuk didapatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penghargaan ini tentu akan menjadi pemicu bagi saya untuk lebih kreatif lagi untuk berkarya serta meningkatkan pengabdian saya kepada masyarakat, khususnya sebagai guru sekolah, dengan harapan anugerah ini menjadi pemicu sekaligus penyemangat bagi untuk bekerja lebih baik lagi dan penuh tanggung jawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anugerah Sutasomo yang diberikan pada saya, lantaran saya dinilai memenuhi syarat dalam menyemarakkan gerakan literasi, serta dinyatakan guru yang mempunyai dedikasi khususnya dalam membina dan mengembangkan bidang bahasa dan sastra Indonesia kepada sekolah, siswa maupun masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaAgfIZU98A4q9Pc98-3Zmao-zoTPrzF3wanjOrYTXxJX0gaTIEbuGawUaoYNmCrS1EAtxYAXV4EPGPWyAi5Le1x2UM-tTczgu4daTBn4fjbs1AzlehI9Nwcdz7BabgMt9INyZydddHpk/s1600/penerima.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaAgfIZU98A4q9Pc98-3Zmao-zoTPrzF3wanjOrYTXxJX0gaTIEbuGawUaoYNmCrS1EAtxYAXV4EPGPWyAi5Le1x2UM-tTczgu4daTBn4fjbs1AzlehI9Nwcdz7BabgMt9INyZydddHpk/s320/penerima.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Para peraih anugerah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Menurut saya, tradisi kreatif ini perlu dirawat dan dikelola baik pertumbuhan dan keberlangsungannya. Oleh karena itu dibutuhkan agenda sastra yang dapat mempertemukan para guru, siswa dan sastrawan untuk saling asah, asuh, asih dalam rangka meningkatkan kapasitas kreatifnya, yang bermuara pada peningkatan kapasitas kebudayaan dalam skala lebih luas, secara rutin dan berkala. (Lilik Rosida Irmawati)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3487161201868849604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3487161201868849604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/anugerah-sutasoma-2018-menjadi.html' title='Anugerah Sutasoma 2018, Menjadi Penyemangat Berkarya'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgU5zCsTx7-f2-X-_YmxPotyFuk7GVRRchquKnaNN-vLz11LpkA-D19dGbCvCdY_X6GwHUk0ug5WUYzDFEWx4id0eDZB3d4GoeYIWjV8vKBkahCXHSTrptu21AHQml0Y_E_lpYVMI8C6N0/s72-c/Menerima-piagam-Anugerah-Sutasoma-diserahkan-oleh-Kepala-LPMP-Jawa-Timur.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-3150256772015068763</id><published>2020-04-29T22:32:00.000+07:00</published><updated>2020-04-29T22:32:19.659+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Maafkan Saya Ibu</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhflJ5ei1lN15P1RMGlOO8HcCiST7LjWU3Hv1URMQEdFOaXYrGAs81Y7lZGayX0IoEa6azREXMFjTeFy9B_DIFgM1tfXuAIKghigbaAFdyPz8poDut7h3-PH08OoaAuhcvY6mI8mj8zMng/s1600/ngambek.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;248&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;316&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhflJ5ei1lN15P1RMGlOO8HcCiST7LjWU3Hv1URMQEdFOaXYrGAs81Y7lZGayX0IoEa6azREXMFjTeFy9B_DIFgM1tfXuAIKghigbaAFdyPz8poDut7h3-PH08OoaAuhcvY6mI8mj8zMng/s640/ngambek.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pentigraf: Lilik Rosida Irmawati&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Maya terduduk lemas ketika membaca di group Wali murid bahwa belajar di rumah diperpanjang. Sejak program belajar di rumah diterapkan untuk membendung virus corons Maya merasa hari-harinya demikian melelahkan. Masalah pekerjaan rumah dan permintaan si kembar ready kuliner tidaklah terlalu merepotkan. Namun ada satu hal yang membikin tensinya cepat naik, menjadi pengganti guru bagi si kembar butuh ekstra kesabaran tinggi terutama Windi yang ternyata jauh tertinggal dibandingkan kembarannya. Windi membuat jengkel tidak kepalang, dan bahkan Maya pernah menceburkan kepala ke bak mandi saking tidak manpu menahan emosi ketika Windi tidak cepat menangkap penjelasan sang bunda, dan akhirnya mogok belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya akhirnya tersadar dan merasa bersalah kepada ibu guru si kembar. Selama ini Maya dikenal paling vokal mengkritisi karena Windi tak secemerlang Winda. Bahkan Maya pernah menuduh ibu guru kelas 2&amp;nbsp;&amp;nbsp; tidak profesional, dan tuduhan itu hanya ditanggapi senyuman oleh bu Tatin. Mengingat hal itu Maya menjadi malu. Benar-benar sangat malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Windi mogok untuk yang kesekian kalinya Maya mengajak si kembar berkunjung ke bu Tatin. Dan itu ternyata sangat mujarab, binar kebahagiaan tersirat di bola mata Windi. Apalagi ketika bertemu bu Tatin, Winda dan Windi langsung menghambur dan menangis di pelukan gurunya. Maya terharu dan berkaca-kaca ketika akhirnya dapat memeluk bu Fatin dan berbisik, &quot;Tolong maafkan saya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumenep, Maret 2020&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3150256772015068763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3150256772015068763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/maafkan-saya-ibu.html' title='Maafkan Saya Ibu'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhflJ5ei1lN15P1RMGlOO8HcCiST7LjWU3Hv1URMQEdFOaXYrGAs81Y7lZGayX0IoEa6azREXMFjTeFy9B_DIFgM1tfXuAIKghigbaAFdyPz8poDut7h3-PH08OoaAuhcvY6mI8mj8zMng/s72-c/ngambek.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-4639940469540907352</id><published>2020-04-29T22:18:00.002+07:00</published><updated>2020-04-29T22:18:51.435+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Sang Penjaga Hutan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHyGPZABbxYvZiMtXNmYon7W_tvlicCn9qr1ph40VJKw-6t10HQa0BGmbAQiuqX3BfNd9ybGukFCVFdYqHtxk9k-7YTE3ZPIrSDquipVaSFbxCh9lGDUb6vfs0qd0PPR9bzS4yT-Zjmoo/s1600/penjaga-hutan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;280&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;358&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHyGPZABbxYvZiMtXNmYon7W_tvlicCn9qr1ph40VJKw-6t10HQa0BGmbAQiuqX3BfNd9ybGukFCVFdYqHtxk9k-7YTE3ZPIrSDquipVaSFbxCh9lGDUb6vfs0qd0PPR9bzS4yT-Zjmoo/s640/penjaga-hutan.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pentigraf: Lilik Rosida Irmawati&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Hari-hari yang sangat kering dan kerontang. Matrasid berkali-kali mengelap sekujur tubuh hitamnya dengan kain lusuh, namun demikian keringatnya tak kunjung kering. Bau tanah di kain lap dan keringat menyatu seperti bau tai sapi. Matrasid tersenyum sendiri membaui aroma tubuhnya. Akhirnya Matrasid menyerah dan membiarkan semilir angin menembus pori-pori, memejamkan mata dan terlelap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matrasid terlonjak, suara derum mesin menderu-deru sangat dekat. Dengan mengendap-endap Matrasid mendekati area di punggung bukit sebelah kanan, sudut matanya menangkap dua orang yang sibuk menggunakan mesin memotong pohon Randu dengan diameter sekitar 2 meter. Pohon pertama yang ditemukan Madrasid ketika datang dan mendirikan gubuk di tanah tak bertuan, sembilan belas tahun silam. Area yang tak pernah terjamah setelah seluruh penduduk terkubur akibat lereng gunung runtuh dan membentuk formasi gunung-gunung baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuh awas sembari mengendap Matrasid melemparkan tombak dan tepat mengenai punggung pemegang mesin, suara mesin menderu berputar dan terdengar jeritan memilukan. Melihat temannya terkapar dan bersimbah darah temannya hendak melarikan diri tapi langkah kakinya terhenti begitu melihat Matrasid berdiri dihadapannya, laki-laki itu kemudian bersujut, Matrasid mengangkat dan memaksa laki-laki itu menatapnya. Gidik ketakutan memancar dari wajah laki-laki itu melihat wajah tak berbentuk, monster. Setelah laki-laki itu berlalu dengan membopong temannya, Matrasid berkeliling menelusuri semua sisi punggung gunung untuk memastikan tak ada para penebang yang menyusup dan menjamah hutan baru yang dirawatnya sepenuh jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumenep, Oktober 2019&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/4639940469540907352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/4639940469540907352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/sang-penjaga-hutan.html' title='Sang Penjaga Hutan'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHyGPZABbxYvZiMtXNmYon7W_tvlicCn9qr1ph40VJKw-6t10HQa0BGmbAQiuqX3BfNd9ybGukFCVFdYqHtxk9k-7YTE3ZPIrSDquipVaSFbxCh9lGDUb6vfs0qd0PPR9bzS4yT-Zjmoo/s72-c/penjaga-hutan.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-357085451577005210</id><published>2020-04-29T22:08:00.001+07:00</published><updated>2020-04-29T22:08:30.235+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Ketika Kuncup Mulai Bermekaran</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNb43A0cAjiR7CiVskVGbpjgJ3mwLi_YcuLfDKmgnZ6Vub6PO8hCVOMtqWN4IUmlMA3bT1_GFguR8Y_iaXizMzvSGdkafknaBm95mBXpJFrSg1SZKjFGCHQpjFFzRvUS4VN6w__aypzko/s1600/kuncup-mulai-ekar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;250&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNb43A0cAjiR7CiVskVGbpjgJ3mwLi_YcuLfDKmgnZ6Vub6PO8hCVOMtqWN4IUmlMA3bT1_GFguR8Y_iaXizMzvSGdkafknaBm95mBXpJFrSg1SZKjFGCHQpjFFzRvUS4VN6w__aypzko/s640/kuncup-mulai-ekar.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Pentigraf: Lilik Rosida Irmawati &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uki menatap hamparan hijau setinggi satu meter dan kelopak-kelopak putih beraroma menenangkan. Penuh bahagia Uki berkeliling dan menyentuh kelopak-kelopak yang mulai bermekaran. Area percobaan kebun melati yang ditanamnya tergolong sukses, dan hari ini menjadi panen pertama. Sesuai petunjuk sang guru untuk menyiapkan selamatan berupa bubur merah putih, kue pasar macam 7 dan kembang setaman untuk didoakan kemudian dibagikan pada anak yatim piatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pelanggan semakin banyak berdatangan memesan baik yang berupa kuncup, maupun melati mekar sampai berbentuk roncean. Mulai bulan Rabiul awal sampai akhir merupakan musim pernikahan, dan musim uang bagi Uki. Selama ini Uki mesti menghubungi ibu-ibu pengepul untuk memenuhi pesanan para pengrias penganten di kota. Di musim-musim seperti itu penghasilan Uki lima kali lipat dari uang transport ditempatnya mengabdi sebagai guru sukarelawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berembuk dengan orang tua dan mendapat dukungan dari Isma, tunangannya Uki mulai menggarap satu hektar untuk berkebun melati sebagai pengganti tanaman tembakau yang tiap tahunnya selalu menurun. Penuh dengan cinta Uki merawat kebun melati yang kini mulai tumbuh kuncup-kuncup dan bermekaran. Isma yang semula mendukung langkah Uki untuk berwirausaha memutuskan ikatan pertunangan karena Uki memilih mundur dari mengajar. Bagi Isma prestise lebih penting serta lebih bahagia melihat Uki berseragam bekerja di pemerintahan ketimbang bekerja di sawah beraroma tanah dan lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sumenep, 30 November 2019 &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/357085451577005210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/357085451577005210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/ketika-kuncup-mulai-bermekaran.html' title='Ketika Kuncup Mulai Bermekaran'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNb43A0cAjiR7CiVskVGbpjgJ3mwLi_YcuLfDKmgnZ6Vub6PO8hCVOMtqWN4IUmlMA3bT1_GFguR8Y_iaXizMzvSGdkafknaBm95mBXpJFrSg1SZKjFGCHQpjFFzRvUS4VN6w__aypzko/s72-c/kuncup-mulai-ekar.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-2445156499649099843</id><published>2020-04-29T22:00:00.003+07:00</published><updated>2020-04-29T22:02:12.630+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Jejak Gemuruh Ombak</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvIdcvGlGivfixHq8JZmoR8v5JqCwJQKEGnCexnajLaKorB62ld55mtB2HwYcmcPMjXeQLJ5JgQ2FOcqV1CSs6-DcbVofbXhAMWWWmXoDED9AXzIMVpXUe-rf0GNofyOHNgCjn-wt-slg/s1600/jejak-gemuruh-ombak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;250&quot; data-original-width=&quot;500&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvIdcvGlGivfixHq8JZmoR8v5JqCwJQKEGnCexnajLaKorB62ld55mtB2HwYcmcPMjXeQLJ5JgQ2FOcqV1CSs6-DcbVofbXhAMWWWmXoDED9AXzIMVpXUe-rf0GNofyOHNgCjn-wt-slg/s640/jejak-gemuruh-ombak.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pentigraf: Lilik Rosida Irmawati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mat Toha terpaku menatap hamparan biru sejauh mata memandang. Angin bertiup kencang meliukkan batang kelapa yang menjulang tinggi dan pucuk-pucuk daun saling bersentuhan antara batang pohon yang satu dengan lainnya. Gemuruh menderu menyatu menghempas pantai. Ketika angin sedikit mereda Mat Toha berjalan kaki menelusuri sepanjang pesisir. Matanya nanar melihat sekeliling. Tak ada lagi jejak tersisa masa kecilnya. Pagar alam yang terbentuk ribuan tahun hanya menyisakan tonjolan karang-karang kehitaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada amuk amarah membuncah, tapi pada siapa? Bukankah gunung pasir kecoklatan itu telah mensejahterakan masyarakat dan dirinya? Mat Toha ingat betul bapaknya menjadi orang pertama serta paling rakus mengeruk pundi-pundi dengan cara semua orang wajib membayar upeti. Mat Hasan menjadi penguasa tunggal dan kaya raya. Padahal sebelum jadi bos rumah yang mereka tempati hanyalah deretan rumah tak layak huni. Sampai akhirnya truk-truk besar berdatangan menggali lalu mengangkut pasir ke kota, menimbun persawahan menjadi fondasi rumah-rumah elit serta pusat perbelanjaan. Bersama aparat Mat Toha menggelontorkan berton-ton kubik pasir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada yang tersisa, gunung pasir setinggi 17 meter sepanjang kurang lebih tujuh kilo meter dari desa Padangdangan sampai Pasongsongan hanya tinggal sebuah kisah. Saat ini yang tertinggal hanya gemuruh ombak menerjang karang menghitam yang semakin lama tanah pembatas sepanjang jalan lintas pantai utara bergelontoran. Air laut mulai menggarami sebagian areal pemukiman dan itu berakibat sebagian penduduk membuka pemukiman baru di atas bukit. Kini bangunan megah yang didiami keluarga Mat Toha mulai tergerus. Hanya tinggal menunggu waktu menyatu dengan gemuruh ombak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Surabaya, 15 Agustus 2019&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2445156499649099843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2445156499649099843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/jejak-gemuruh-ombak.html' title='Jejak Gemuruh Ombak'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvIdcvGlGivfixHq8JZmoR8v5JqCwJQKEGnCexnajLaKorB62ld55mtB2HwYcmcPMjXeQLJ5JgQ2FOcqV1CSs6-DcbVofbXhAMWWWmXoDED9AXzIMVpXUe-rf0GNofyOHNgCjn-wt-slg/s72-c/jejak-gemuruh-ombak.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-4139371413217639370</id><published>2020-04-29T20:30:00.000+07:00</published><updated>2020-04-29T01:59:18.994+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fiksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Utama"/><title type='text'>Perempuan Berambut Putih</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3vbVRzl_T68UAO7r7BZZ0sNTs8aQf2QIUIvowm-lah89a9uC48Fpz1ZYlSgssRRuY7yEH4ayIL_NRqNPt1gNyLCGzmUHyxlW0_bQThUSwgQQMFLEew8kx5mdWKGf3WiFK-KOZ9ONWHmg/s1600/perempuan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;270&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;288&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3vbVRzl_T68UAO7r7BZZ0sNTs8aQf2QIUIvowm-lah89a9uC48Fpz1ZYlSgssRRuY7yEH4ayIL_NRqNPt1gNyLCGzmUHyxlW0_bQThUSwgQQMFLEew8kx5mdWKGf3WiFK-KOZ9ONWHmg/s640/perempuan.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Cerpen: Lilik Soebari&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
May mempererat pelukan karena rasa takut mulai menjalar dan menggigilkan tubuh. Untuk mengurangi rasa takut wajahnya disurukkan ke punggung Bagio. Bagio menggeliat-geliat. Geli.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;May, gila kamu,&quot; teriak Bagyo mengimbangi suara deru angin dan raungan knalpot.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
May tak peduli, kepalanya semakin bergerak ke kanan lalu ke kiri karena merasa geli. Seperti ada cecak yang merayap di punggung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Konsentrasi Bagyio terganggu motor yang dikendarainya sedikit oleng. Teriakan Bagio memecah keheningan karena hampir saja berbenturan dengan sepeda motor dari arah berlawanan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sesaat hening kembali. Bayangan lampu jalanan bergoyang-goyang ikut berkejaran dengan bayangan di sisi kiri motor.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
May kembali menempelkan wajah ke punggung Bagio meski motor ysng dikendarai hampir celaka. May bergidik ngeri. Rasa takut mulai merayap kembali takkala merasakan punggung Bagio yang hangat tiba-tiba dingin. Sangat dingin.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pelan-pelan May melepaskan rangkulan dengan tetap memejamkan mata. Sejak awal keberangkatan May memang keberatan melewati jalan baru dan resmi dibuka awal lebaran . Namun Bagio tetap bersikukuh karena memperpendek waktu tempuh satu jam perjalanan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sejak melewati pertigaan yang ada dua pohon Nyamplong besar May merasakan hal yang aneh dan horor.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pohon yang telah berumur ratusan tahun itu tidak bisa di tebang ketika jalan baru dibuat. Tetap berdiri kokoh dengan angkuhnya. Konon para penghuninya tidak mau pindah meski telah berbagai cara dilakukan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Akhirnya masyarakat sekitar tetap mempertahankan pohon berdempetan tersebut tetap tegak dan lebih mengorbankan halaman depan rumah untuk pelebaran jalan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengguna jalan selalu merasakan aroma mistis sangat terasa meskipun siang hari, karena bagian lingkaran sisi jalan dari arah berlawanan adalah hutan bambu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Mas,&quot; May kembali memeluk erat suaminya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Baca doa,&quot; Bagio dengan suara nyaring membaca ayat kursi diikuti May.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
May kembali memejamkan mata takkala melihat ada 3 sosok dalam bayangan kendaraan yang melaju di sisi kiri. Ada perempuan berambut panjang berada dibelakangnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
May mencengkeram kuat-kuat pinggang Bagio. Sembunyi-sembunyi mencermati bayangan yang menempel dipungungnya karena yang ia rasakan tak ada apapun. Hanya angin kencang menerbangkan jilbab.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
May bergidik ketika bayangan itu tiba-tiba berada di tengah-tengah keduanya disertai cekikikan. Bagio merasakan bahunya sangat berat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;May, jangan bergurau,&quot; Bagio kembali berteriak karena kesakitan. Motor yang dikendarai oleng dan terperosok pada lubang menganga di tengah jalan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Teriakan Bagio dan May memecah keheningan. Bagio tertindih motor dan May terlempar mencium aspal jalan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika hendak menolong May, Bagio melihat perempuan berbaju putih berambut panjang menyeringai dengan sorot mata merah menyala. Tawa cekikikannya merindingkan bulu kuduk.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Badan perempuan itu kemudian melayang di atas tubuh May. Rambut panjangnya perlahan rontok menyelimuti tubuh tak berdaya itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Jangan,&quot; teriakan Bagio tertelan tawa perempuan hantu bermata merah menyala. Bagio kemudian mengumandangkan adzan serta membaca doa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tubuh hantu itu melayang turun ketika tubuh May yang terdiam dan terbungkus serat berwarna putih. Hantu perempuan itu kembali menyeringai seraya menampakkan taring.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Tolong, jangan ganggu istri saya. Tolong,&quot; Bagio memohon dengan tubuh dalam posisi bersimpuh.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tawa hantu perempuan itu kembali memecah keheningan. Bagio kembali berteriak histeris ketika tubuh May kembali melayang semakin tinggi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tiba-tiba dari arah depan terdengar derum kendaraan yang melaju kencang serta sorot lampu menerpa. Menyilaukan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam hitungan detik tubuh May yang melayang jatuh tepat di depan mobil yang melintas. Teriakan Bagio kembali menggema memecah malam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sopir mobil kemudian menghentikan kendaraannya ketika merasakan telah melindas sesuatu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan alangkah terkejutnya ketika ada tubuh perempuan tergeletak, terlindas diselimuti rambut panjang, memutih.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagio menguraikan rambut panjang putih yang membungkus tubuh May. Bagio terloncat mundur ketika May tersadar. Sorot matanya merah menyala, dan lamat-lamat terdengar cekikikan tawa menggema.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Malam kian senyap.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumenep, 7 Juli 2019&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/4139371413217639370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/4139371413217639370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/perempuan-berambut-putih.html' title='Perempuan Berambut Putih'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3vbVRzl_T68UAO7r7BZZ0sNTs8aQf2QIUIvowm-lah89a9uC48Fpz1ZYlSgssRRuY7yEH4ayIL_NRqNPt1gNyLCGzmUHyxlW0_bQThUSwgQQMFLEew8kx5mdWKGf3WiFK-KOZ9ONWHmg/s72-c/perempuan.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-6159466242960858408</id><published>2020-04-29T12:07:00.001+07:00</published><updated>2020-04-29T12:16:38.116+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tradisi Budaya"/><title type='text'>Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (4)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s1600/macapat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;310&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;330&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s640/macapat.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
oleh: Lilik Rosida Irmawati&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, tembang ini menyiratkan satu sisi lain tentang nilai-nilai kebahagiaan yang luar biasa pada diri manusia. Kebahagiaan tersebut dicapai karena keberhasilan menjalankan&amp;nbsp; perintah-Nya. Yaitu sebuah perintah untuk menahan hawa nafsu, membersihkan hati, jiwa dan pikiran serta berbuat jujur. Kewajiban menjalankan perintah-Nya, selama sebulan penuh di bulan Ramadan yang penuh berkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puasa merupakan cerminan hubungan yang paling dekat dan langsung antara manusia dengan&amp;nbsp; Sang Khalik. Hal&amp;nbsp; itu disebabkan seseorang yang sedang ber-puasa dituntut jujur terhadap diri sendiri, tidak berbohong,&amp;nbsp; taat serta berbuat baik. Akibat yang paling mencengangkan dan menakjubkan dari orang yang ber-puasa adalah intropeksi diri. Dengan melakukan intropeksi diri,&amp;nbsp; seseorang akan mampu untuk selalu jujur pada diri sendiri, orang lain dan jujur pada Tuhan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, syair-syair yang diguratkan dalam tembang Pangkor menyiratkan tentang perlunya manusia menjaga serta merawat lingkungannya. Dengan perawatan yang baik, maka semua yang ada di permukaan bumi ini memberikan keuntungan dan bermanfaat bagi manusia. Dari gambaran diatas dapatlah dikatakan bahwa manusia sangat bergantung kepada makhluk lainnya, sehingga keseimbangan dan ekosistem&amp;nbsp; alam akan terjaga apabila manusia berlaku arif dan bijaksana ketika mengelola kekayaan yang diciptakanNya.&lt;br /&gt;
Makna Tersirat Dan Tersurat Tembang Macapat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Bagian 4)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Senom (Sinom)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Saklangkong loros bungkana&lt;br /&gt;Pappa bi’ tolop dha’ andhi’&lt;br /&gt;Dhauna bi’ topeng padha&lt;br /&gt;Buwa bannya’ raja kene’&lt;br /&gt;Dha’ bungka padha nyelpe’&lt;br /&gt;Ta’ asa pesa apolong&lt;br /&gt;Se ngodha biru barnana&lt;br /&gt;Ding towa oba koneng&lt;br /&gt;Mon buwa eporrak, bigi katon kabbi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
( Sastrodiwirjo)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Pohonnya sangat lurus, pelepah dan ranting tidak punya, daunnya bisa dipakai payung, buahnya banyak besar dan kecil, bersatu melekat pada pohonnya, bersatu tidak terpisah, yang muda biru warnanya, bila tua berubah warna kuning, kalau buah sudah dibelah, biji baru kelihatan).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mon ta’ rokon sataretan,&lt;br /&gt;Pedjer apadu ban are’&lt;br /&gt;Ontong tada’ rogi bada&lt;br /&gt;Oreng towa lake’ bine’&lt;br /&gt;Tlebet sossa mekkere&lt;br /&gt;Daddina saaherrepon&lt;br /&gt;Ta’ burung salbut salsal&lt;br /&gt;San bada se klero diddi&lt;br /&gt;Pon ta’ ngabbru atjaggik napso e lombar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Asmoro, 1950: 18)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau tidak rukun se-saudara, pastilah bertengkar setiap hari, untung tidak rugi pasti, orang tua laki dan perempuan, sangat susah memikirkan, bagaimana akhirnya, paling tidak rusak berserakan, kalau ada yang salah mintalah maaf. Kalau tidak minta maaf, bertengkar dengan nafsu membara).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang Sinom ini biasanya dipakai untuk mengungkapkan ha-hal yang bersifat romantis, baik dalam hubungannya dengan kisah percintaan ataupun hubungan antar sesama manusia. Di samping itu, bait-bait dalam tembang ini menyiratkan tentang kemampuan membangun hubungan yang harmonis dan romantis antar sesama manusia sebagai makhluk sosial. Apabila hubungan baik telah terbangun dan terjalin,&amp;nbsp; maka akan terbentuk tatanan&amp;nbsp; sosial yang mapan. Saling menghargai, saling tolong menolong dan bersama-sama menjaga kerukunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia merupakan makhluk yang senantiasa lalai dan berbuat kesalahan. Oleh sebab itu pintu maaf harus senantiasa terbuka. Apalagi hidup dalam suatu masyarakat yang homogen, berbagai karakter berbaur, berbagai kepentingan saling mendahului. Maka setiap manusia hendaknya membekali diri dengan sikap toleransi dan tenggang rasa yang tinggi, mempunyai kebijaksanaan dalam bergaul sehingga tercipta kedamaian yang hakiki untuk mencapai kebahagiaan lahir maupun batin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menuntut ilmu agama dan mewariskan kepada generasi penerus merupakan kewajiban utama. Dengan berbekal ilmu agama, manusia mampu membentengi diri dari sifat iri, dengki dan tamak serta mampu berbuat jujur baik pada diri sendiri, orang lain serta terhadap Tuhan-Nya. Di sisi lain, tembang ini mengingatkan agar manusia senantiasa berada dalam lintasan lurus, yaitu dengan cara menjalankan semua perintah-Nya, serta menjauhi semua larangan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Artate’ (Dhandanggula)&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Lamon sedha ngadek rato radin&lt;br /&gt;Sentosa’a neggu ka adillan&lt;br /&gt;Aseya dha’ bala kene’&lt;br /&gt;Ja’ lebur dha’ panggunggung&lt;br /&gt;Ajja’ pesan a pele kase&lt;br /&gt;Ja’ baji’ dha reng juba’&lt;br /&gt;Pan jurgaepon&lt;br /&gt;Soppeya mare juba’na&lt;br /&gt;Ban ja’ nyeya dha’ reng nestha ban mesken&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Maka sedha bellasa&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Asmoro. 1991&amp;nbsp; )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika sudah berani menjadi pemimpin, pegang rasa keadilan dan buat sentosa, jangan suka pekerjaab kecil, dan jangan suka mendapat pujian, jangan sekali-kali pilih kasih, janganlah benci pada orang jelek/bodoh, supaya cepat selesai kejelekannya, dan jangan menyia-nyiakan orang nestapa dan miskin, kalau bisa kasihani).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Oreng odhi’ neng e dunnya mangken&lt;br /&gt;Ngagaliya dha’ kabajibanna, onenga se nyama odhi’&lt;br /&gt;emota dha’ sal osol, Asallepon odhi’na dibi’&lt;br /&gt;Odhi’na du parkara, Saparkaraepon&lt;br /&gt;Odhi’ epon badan kasar, badan alos enggi sokma enyamae&lt;br /&gt;Moga ekagaliya, badan kasar badan alos enggi&lt;br /&gt;Sadajana buto ka teddha’an, sareng angguy se e sae, se raja gunaepon&lt;br /&gt;Se faeda amanfaate,&lt;br /&gt;Banne angguy teddha’an&lt;br /&gt;Se parsasat racon, Se oneng daddi lantaran&lt;br /&gt;Rosakkepon badan kasar alos pole&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Se kasebbut e adha’&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Orang hidup dalam dunia sekarang, dipikirkan apa kewajibannya, tahunya cuma hidup, ingat asal-usulnya, asalnya hidup sendiri, hidup ada dua perkara, perkara pertama, kehidupan badan kasar (tubuh) dan badan halus yaitu jiwanya, semoga direnungkan, badan kasar (tubuh) dan badan halus (jiwa), semuanya butuh makanan, yang dapat dipakai untuk kebaikan, yang besar manfaatnya, bukan makanan yang dapat membawa kejelekan, yang dapat menjadi lantaran, rusaknya badan kasar dan badan halus, seperti yang disebutkan di atas).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang ini mempunyai maksud dan sebuah pengharapan tentang&amp;nbsp; sesuatu dengan tujuan akhir mencapai&amp;nbsp; kebaikan. Tembang Macopat ini biasanya dipakai untuk mengungkapkan perasaan suka cita atau pun ketika mencapai sebuah kemenangan. Ada pun rasa suka cita dalam tembang Artate (Dhandanggula), adalah rasa suka cita yang berlandaskan nilai-nilai tinggi ilahiyah. Bagaimana tidak ? sebagai makhluk ciptaan yang paling sempurna, manusia dikaruniai kecerdasan akal, kecerdasan emosional maupun kecerdasan spiritual dalam upaya mengenali serta mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Melalui kecerdasan akalnya, manusia dapat memilih dan memilah kebutuhan hidup, baik yang bersifat material maupun spiritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bertahan dan melangsungkan kehidupannya, manusia memerlukan makanan. Dalam upaya pemenuhan kebutuhan inilah, manusia diingatkan supaya berhati-hati, teliti, dan cermat agar makanan yang akan menjadi penopang kehidupannya tidak tercampur dengan makanan yang dihasilkan dari pekerjaan yang nista dan haram. Tembang ini mengingatkan agar manusia bekerja dengan tekun, rajin dan jujur, sehingga hasil yang dicapai akan menghasilkan rejeki yang halal. Rejeki halal tersebut akan&amp;nbsp; menjadi makanan yang berguna dan bermanfaat&amp;nbsp; bagi perkembangan jiwa maupun pertumbuhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, jiwa (roh) yang bersemayan dalam tubuh manusia&amp;nbsp; juga memerlukan makanan. Adapun makanan yang dibutuhkan oleh jiwa adalah keimanan dan ketakwaan, yaitu dengan jalan senantiasa menjalankan amal kebajikan. Dengan demikian, baik tubuh dan jiwa merupakan satu kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan dalam mengemban tugas sebagai makhluk ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang ini juga menyiratkan sebuah pesan tentang keberadaan manusia sebagai seorang pemimpin. Karena pada hakekatnya setiap manusia adalah pemimpin, tapi bagaimanakah figur dan sosok pemimpin sejati ?&amp;nbsp; Bait-bait tembang ini memberikan nasehat, bahwa seorang pemimpin haruslah adil, terbuka, jujur dan penuh kasih sayang. Rasa keadilan tersebut harus diterapkan terutama pada sesama manusia yang berada dalam posisi lemah, miskin dan serba kekurangan. Disamping itu, figur pemimpin dapat dilihat dari kemampuannya dalam menata diri, mawas diri, mampu menahan ambisi pribadi serta mendahulukan&amp;nbsp; kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makna suka cita dan kemenangan yang tersirat dalam tembang Artate (Dhandanggula), adalah kemenangan besar manusia melawan diri sendiri. Baik sebagai makhluk individu, makhluk sosial maupun sebagai makhluk ciptaan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Megattro (Megatruh)&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pojur onggu reng se kateban Wahyu&lt;br /&gt;Enggi se olle pamanggi&lt;br /&gt;Parkara se sanget parlo&lt;br /&gt;Da’ bangsa amanfaadi&lt;br /&gt;Asmana kodu epondjung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sungguh beruntung orang yang mendapat Wahyu, yaitu yang mendapatkan penerangan lahir bathin, urusan yang sangat perlu, dalam kehidupan sangat bermanfaat, namanya haruslah dijunjung tinggi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang ini biasanya dipakai untuk melukiskan perasaan kecewa ataupun kesedihan yang mendalam. Makna yang terkandung dalam syair-syairnya, selain melukiskan perasaan kecewa dan kesedihan mendalam, tembang ini menggambarkan secara jelas dan gamblang tentang ketergantungan manusia dengan Sang Pencipta. Karena sifat Maha dari Allah, maka manusia mendapat&amp;nbsp; uluran&amp;nbsp; kasih sayang-Nya, limpahan anugerah yang melimpah ruah, karunia serta Rahmat-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu tembang Megatruh mengabarkan tentang manusia-manusia pilihan (utusan) Allah SWT yang telah diturunkan ke bumi untuk menjadi&amp;nbsp; figur teladan dan panutan. Para Nabi dan Rasul merupakan utusan yang mempunyai kedudukan sangat tinggi. Hal itu disebabkan, para utusan Allah merupakan pembawa pesan serta ajaran-ajaran yang harus dilaksanakan&amp;nbsp; oleh manusia. Kewajiban untuk melaksanakan semua ketentuan-ketentuan Allah dan utusan-Nya, tidak boleh ditawar-tawar sebagai wujud totalitas ketergantungan manusia pada Khalid-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, secara khusus tembang ini menyiratkan tentang keberuntungan manusia&amp;nbsp; yang mendapatkan anugerah serta hidayah dari Allah SWT. Hidayah tersebut berupa keterbukaan pintu hati dalam menerima kehadiran Allah dalam bentuk utuh dalam jiwanya. Dengan demikian, sosok individu itu akan mampu meningkatkan kadar keimanan dan ketakwaan-nya. Dengan keimanan dan ketakwaan yang tinggi, maka manusia tersebut akan mampu meng-implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;11. Gambuh (Gambu)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Maneh-maneh welingku&lt;br /&gt;Ngabektia maring rama ibu&lt;br /&gt;Uga guru kabeh paring suluh becik&lt;br /&gt;Kanggo nata urip besuk&lt;br /&gt;Paring teken miwah obor&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Suwito, 1983:41)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sekali lagi nasehatku, berbakti-lah terhadap bapak dan Ibu, juga guru sebab semua memberi nasehat yang baik, untuk menjalani kehidupan kelak, memberi tongkat dan cahaya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Watak dari tembang ini adalah memberi penjelasan, selain itu tembang Gambu menyiratkan satu sisi tentang ketergantungan manusia kepada manusia lain. Manusia memerlukan figur lain dalam membentuk kepribadian diri yang baik dan mantap. Orang tua, guru, ulama merupakan sosok yang paling ideal dan pas dalam menanamkan&amp;nbsp; proses menuju kemandirian dan pendewasaan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang ini penuh&amp;nbsp; berisi petunjuk-petunjuk dan nasehat kepada generasi muda tentang pentingnya menghormati serta menghargai orang lain, terutama kepada orang yang lebih tua (baik orang tua/guru). Bentuk penghargaan dan penghormatan dengan jalan meng-implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, semua&amp;nbsp; ajaran, perintah dan petuah yang berkaitan dengan proses menuju arah kebaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia merupakan makhluk yang senantiasa lalai, oleh sebab itu tembang ini mengingatkan supaya antar sesama manusia saling mengingatkan, saling memberi nasehat dan saling memberi petunjuk, baik terhadap anggota keluarga, sanak saudara atau pun orang lain. Hal itu dilakukan sebagai&amp;nbsp; kewajiban yang harus dilakukan sebagai hamba Allah sebagai&amp;nbsp; bentuk tanggung jawab moral terhadap sesama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Proses Pelaksanaan dan Perkembangannya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelantuman tembang Mocopat biasanya diadakan oleh masyarakat pecinta seni tradisional di pedesaan. Pementasan ini biasanya diadakan ketika sedang melaksanakan hajatan, misal ; selamatan kandungan (pelet kandung), Mamapar (potong gigi), sunatan, ritual rokat (ruwatan anak), pesta perkawinan dan ketika memperingati hari-hari besar Islam. Durasi pembacaan Macopat pun beragam, dari durasi pendek sekitar satu jam sampai durasi panjang selama semalam suntuk. Acara ini biasanya dilaksanakan pada malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adapun cerita yang dibawakan, tergantung dan disesuaikan&amp;nbsp; kepada situasi dan kondisi pelaksanaan hajatan. Terkadang setiap tembang dinyanyikan secara terpisah, terkadang pula mengambil variasi dari berbagai tembang. Untuk permainan semalam suntuk, dinyanyikan bermacam tembang, dari masing-masing tembang dipilih dan disesuaikan dengan cerita yang dibawakan. Biasanya untuk acara ritual rokat (ruwatan anak) menyajikan cerita Pandawa atau Betarakala, untuk Mamapar (potong gigi) dibacakan cerita Maljuna, cerita Nabbi Yusuf dibacakan pada acara selamatan kandungan (pelet kandung). Sedangkan cerita Nabi Muhammad, dibacakan ketika memperingati hari-hari besar Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada pun lagu/ laras yang ada dalam tembang ada dua, yakni laras Pelog dan laras Slendro. Ada beberapa tembang yang dibacakan tanpa alat musik, misalnya dalam acara rokat pandabha atau Careta Nabbi, namun ada pula yang menggunakan musik pengiring. Musik pengiring dalam pembacaan Macopat menggunakan seruling ataupun iringan seperangkat gending. Tiupan musik tunggal atau pun alunan gending tersebut ternyata mampu membawa suasana lebih hidup. Disela-sela pembacaan Mocopat yang mendayu-dayu, memiriskan serta merawankan perasaan, liukan-liukan seruling maupun alunan gending membawa suasana hati lebih menyatu dengan tembang-tembang yang dinyanyikan. Komposisi yang sangat harmonis tersebut, mampu menghanyutkan perasaan sekaligus mempermudah memahami serta memaknai isi dari tembang-tembang yang dibacakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini tembang Macopat masih mampu bertahan dan tetap digandrungi oleh masyarakat, terutama yang berdomisili di pedesaan.&amp;nbsp; Kegiatan pelantuman Macopat dipentaskan sebagai ritual yang tak terpisahkan ketika memperingati berbagai peristiwa yang berhubungan dengan prosesi kehidupan manusia. Dimulai ketika manusia masih dalam kandungan, masa kanak-kanak, memasuki masa akil balig dan ketika memasuki alam dewasa, bersatu dalam mahligai perkawinan. (akhir)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;Tulisan bersambung:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2012/02/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (2)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-3.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (3)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-4.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (4)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/6159466242960858408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/6159466242960858408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-4.html' title='Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (4)'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s72-c/macapat.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-2936530069630635838</id><published>2020-04-29T12:03:00.005+07:00</published><updated>2020-04-29T12:16:26.016+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tradisi Budaya"/><title type='text'>Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (3)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s1600/macapat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;310&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;330&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s640/macapat.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;oleh: Lilik Rosida Iramawati&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam syair-syairnya tembang Medjil mengisyaratkan sebuah pesan tersirat, bahwa dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan jasmani maupun rohani manusia tidak mampu bersandar pada kemampuan diri semata. Ada sebuah Zat yang senantiasa memberi pertolongan, perlindungan sekaligus memberikan rahmat dan karunia. Di samping itu manusia senantiasa diingatkan pada sebuah kesadaran yang hakiki, bahwa Sang Maha Pencipta adalah tempat memohon, tempat bersandar, tempat meminta, tempat berpasrah diri, tempat berharap dan merangkumkan doa-doa sebagai pengakuan diri sebagai makhluk yang dhoif dan lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Maskumambang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mon nyaroan ratona banne ngerenge&lt;br /&gt;Mastena nyarowan&lt;br /&gt;Tao se ekabutowen&lt;br /&gt;Dha’ ka oreng a manfaat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau lebah pemimpinnya bukan kecoak, seharusnya lebah, mengerti tentang kebutuhan, kepada manusia sangat bermanfaat).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang Maskumambang menyiratkan sebuah hubungan yang sangat serasi, seimbang dan harmonis antara manusia dan semua makhluk hidup. Dengan akal pikirannya, manusia diajak untuk membaca, menyimak memperhatikan serta memikirkan serta mengambil manfaat dari keberadaan makhluk hidup lainnya. Hal itu sesuai dengan kapasitas manusia sebagai pengemban amanah di bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui alunan&amp;nbsp; tembang Maskumambang, manusia diajak untuk membaca secara detail fenomena alam dan mengambil hikmah dari semua makhluk ciptaan Allah SWT. Sekecil apapun bentuk dari makhluk ciptaan-Nya tetap memberikan nilai dan manfaat yang sangat besar bagi manusia. Di samping itu tembang Maskumambang mengungkapkan suasana hati yang rawan akibat kesedihan dan keprihatinan yang mendalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. D u r m a&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
L&lt;i&gt;amon dika epassrae panggabayan &lt;br /&gt;Ampon mare apekker&lt;br /&gt;Terang ka’ekko’na&lt;br /&gt;Adjanji maranta’a&lt;br /&gt;Pon pon brinto tarongguwi&lt;br /&gt;Anggap tanggungan&lt;br /&gt;Ma’ ta’ malo da’ oreng&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Asmoro, 1950 ; 19)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Jika kamu mendapat beban pekerjaan, sudah selesai dipikir, tentang seluk-beluknya kerja, usaha untuk menyelesaikan, jika demikian haruslah serius, bekerja dengan penuh tanggung jawab, agar tidak mengecewakan orang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping melambangkan tentang nafsu manusia, tembang ini menyiratkan hubungan yang sangat erat antar manusia sebagai makhluk sosial. Dalam menjalankan kehidupannya, manusia senantiasa memiliki ketergantungan pada manusia lainnya. Dengan adanya ketergantungan tersebut, maka setiap individu dituntut untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri ataupun orang lain. Terutama tanggung jawab dalam mengemban tugas. Dalam arti nilai-nilai profesionalisme benar-benar dijunjung tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggung jawab akan melahirkan rasa aman sekaligus rasa percaya terhadap diri sendiri ataupun orang lain. Dengan bertanggung-jawab&amp;nbsp; hubungan antara sesama manusia menjadi&amp;nbsp; serasi dan harmonis, sehingga menghilangkan rasa saling curiga dan buruk sangka. Dengan demikian maka hubungan yang dilandasi saling percaya, saling ketergantungan, saling bertanggung-jawab serta memiliki keterikatan yang kuat akan menjauhkan manusia dari segala permusuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Kasmaran (Asmaradhana)&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dh&lt;i&gt;u tang ana’ reng se raddin, se ganteng pole parjuga&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;spopre enga’ ba’na kabbi.ja’ odhi’ badha&amp;nbsp; neng dunnya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;kodu ba’na enga’a, sabban are korang omor, sajan abid sajan korang.&lt;br /&gt;Sabellun dhapa’ ka janji, la mara pong-pong sateya&lt;br /&gt;bannya’-bannya’ pangabekte, alakowa parentana, jauwi laranganna&lt;br /&gt;Guste Allah Maha Agung, ngobasane alam dunnya.&lt;br /&gt;Dhu tang ana’ estowagi, asareya kabecce’anmenangka sangona odhi’.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Neng dunnya coma sakejje’, omor ta’ asomaja, tako’ dhapa’ dha’ ka omor&lt;br /&gt;&amp;nbsp;abali ngadep dha’ Allah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Duh, anak-anak yang cantik, yang bagus dan gagah, supaya kamu ingat semua, hidup ada di dunia, harus kamu perhatikan, setiap hari umur berkurang, tambah lama tambah berkurang. Sebelum sampai ke janji, ayu kerjakan sekarang juga, banyak-banyak berbakti, kerjakan perintah Tuhan, jauhi larangan Tuhan, Gusti Allah Maha Agung, menguasai alam dunia. Duh anak yang mendapat restu, carilah kebajikan, sebagai bekal hidup, takut sampai kebatasnya umur, kembali menghadap Allah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;O, Alla se Maha Socce, Pangeranna alam dunnya, &lt;br /&gt;Ngera-ngera pon ta’ oneng, Ran-maheran paparengnga,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Se badha neng e jagat,&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mecem-macem jutan ebun, hawa aeng apoy tana.&lt;br /&gt;Akadi bintang e elangnge’, Gunggungnga sera onengnga&lt;br /&gt;Nyo’on maaf langjkong sae&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Opama badha atanya, mara kagali tretan&lt;br /&gt;Pera’, emas menya’ lantong, tatombuwan ka’bungka’an&lt;br /&gt;Durin salak jeruk manggis&lt;br /&gt;Dha’-tedha’an manca barna&lt;br /&gt;jaran macan juko’ rengnge’&lt;br /&gt;Lantaran dhari bannya’na&lt;br /&gt;Lerressa ta’ bangal tanggung&lt;br /&gt;Ressem lecek lamon mongkat.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Anggoyudo, 1983 :&amp;nbsp;&amp;nbsp; )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Allah Yang Maha Suci, penguasa alam dunia, diperkirakan jumlahnya tidak tahu, sangat mengherankan pemberiannya yang ada di dunia, beribu-ribu, berjuta, udara, air, api dan tanah. Seperti bintang di langit, besarnya siapa yang tahu, minta maaf lebih baik, sekiranya ada yang tanya, ayo pikirkan saudara, perak, emas, minyak, pepohonan dan tumbuh-tumbuhan lainnya. Buah durian, salak, jeruk, manggis, buat makanan beraneka warna, macan, kuda, ikan sampai nyamuk, tak sanggup menghitung, sebenarnya tidak berani menanggung, karena banyaknya ciptaan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asmaradhana atau Kasmaran (Madura), berarti suka, kasengsem (jatuh cinta). Tembang ini biasanya digunakan untuk menggambarkan perasaan cinta ataupun rasa sedih. Selain itu juga memberikan gambaran rasa senang, bahagia, tidak ada pikiran susah dan senantiasa berada dalam kondisi gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun tembang Kasmaran senantiasa menyiratkan aroma kegembiraan dan kebahagiaan, tembang ini juga memberikan gambaran utuh tentang kewajiban manusia terhadap sesama manusia ataupun kewajiban manusia terhadap Khalik-Nya. Dalam arti manusia harus seimbang dan selaras dalam menata hubungan, baik secara vertikal maupun secara horizontal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang ini mengingatkan betapa pentingnya tali silaturahmi ditautkan. Saling menyapa, saling berkunjung, saling membantu terhadap tetangga ataupun sanak saudara. Menyambung tali silaturahmi merupakan ungkapan perasaan kasih sayang dan akan memberikan dampak kegembiraan serta kebahagiaan terhadap sesama manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu sifat manusia adalah senantiasa berbuat khilaf dan lalai. Dalam syair-syairnya, tembang Kasmaran mengingatkan tentang kewajiban manusia terhadap Sang Pencipta. Segala keindahan perhiasan yang ada di dunia ini, jangan sampai memalingkan manusia dari Sang Pencipta. Kewajiban manusia yang utama adalah beribadah kepada-Nya. Untuk itulah manusia senantiasa diajak&amp;nbsp; berbuat kebajikan, menjauhkan diri dari perbuatan&amp;nbsp; hina, keji, khianat dan mungkar. Di samping itu juga diingatkan tentang&amp;nbsp; batas umur yang dikaruniakan oleh-Nya, jangan sampai terbang percuma dan sia-sia. Karena kehidupan manusia ibarat berada di persimpangan untuk menuju kehidupan yang lebih hakiki dan abadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain tembang Kasmaran menyiratkan kebesaran alam ciptaan-Nya. Dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya, seluruh alam semesta dan semua penghuni yang ada di bumi, mulai&amp;nbsp; tumbuh-tumbuhan, hewan darat maupun hewan&amp;nbsp; laut ditundukkan serta diperuntukkan&amp;nbsp; oleh Sang Maha Pencipta kepada&amp;nbsp; umat manusia. Melalui tembang ini manusia diingatkan untuk senantiasa bersyukur atas&amp;nbsp; kenikmatan yang demikian besar. Selain mensyukuri nikmat-Nya, manusia diingatkan untuk memikirkan kebesaran Sang Pencipta dalam upaya mempertebal iman sebagai bekal&amp;nbsp; beribadah dan mengabdi hanya kepada-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pangkur (Pangkor)&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Raja onggu panremanna&lt;br /&gt;Tanenmanna pon a nglebbi’I oreng&lt;br /&gt;Oreng se mratane lebur&lt;br /&gt;Klamon cokop landhu’na&lt;br /&gt;Buwana ba’ lebba’ ka’ bungka’enna dhuluk&lt;br /&gt;Nyaman bai long polongan&lt;br /&gt;Panyeramanna la mare&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Besar sekali rasa syukurnya, tanamannya sudah setinggi orang, orang yang merawat gembira, jika sudah cukup mencangkulnya, buahnya lebat sampai pohonnya meliuk, jika butuh tinggal mengambil, sebelumnya setiap saat di siram).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perak-peral mare pasa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Tello polo are nakso e karengkeng&lt;br /&gt;Tabu’ lapar nante’ bakto&lt;br /&gt;Ta’ kenneng sarombanna&lt;br /&gt;Pangaterro maste ngala ban atellok&lt;br /&gt;Da’ ka atoranna pasa&lt;br /&gt;Buka saor se epantje&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Asmoro, 1950 :19)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Gembira sekali setelah selesai puasa, tiga puluh nafsu ter-penjara, perut lapar menanti waktu buka, tidak bisa sembarangan, keinginan harus kalah oleh ketentuan, dan aturannya puasa, berbuka dan sahur sesuai waktu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang&amp;nbsp; Pangkor ini biasanya dipakai untuk mengungkap hal-hal yang bersifat keras, seperti kemarahan, perkelahian dan perang. Meskipun tembang Pangkor identik dengan nuansa heroic, namun banyak diantara-nya memberikan gambaran yang lugas dan gamblang tentang kekerdilan manusia dihadapan Sang Pencipta. (bersambung )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;Tulisan bersambung:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2012/02/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (2)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-3.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (3)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-4.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (4)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2936530069630635838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/2936530069630635838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-3.html' title='Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (3)'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s72-c/macapat.jpg" height="72" width="72"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-249356638588725146.post-3836445305295749415</id><published>2020-04-29T11:59:00.002+07:00</published><updated>2020-04-29T12:16:14.531+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tradisi Budaya"/><title type='text'>Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (2)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s1600/macapat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;310&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;330&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s640/macapat.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;oleh: Lilik Rosida Irmawati&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Secara lebih gamblang&amp;nbsp; isi maupun makna dari masing-masing tembang akan dibahas secara terperinci, sehingga&amp;nbsp; dapat diketahui tujuan dari masing-masing tembang tersebut diciptakan. Adapun rinciannya sebagai berikut ;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;I. Tembang Salanget (Kinanti)&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Mara kacong ajar onggu, kapenterran mara sare&lt;br /&gt;ajari elmo agama, elmo kadunnya’an pole&lt;br /&gt;sala settong ja’ pabidda, ajari bi’onggu ate&lt;br /&gt;Nyare elmo pataronggu&lt;br /&gt;sala settong ja’ paceccer&lt;br /&gt;elmo kadunnya’an reya&lt;br /&gt;menangka sangona odhi’&lt;br /&gt;dineng elmo agamana, menangka sangona mate.&lt;br /&gt;Paccowan kenga’e kacong, sombajang ja’ la’ ella’e, sa’ are samalem coma&lt;br /&gt;salat wajib&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; lema kae&lt;br /&gt;badha pole salat sonnat, rawatib ban salat lail&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Anggoyudo, 1983:&amp;nbsp; )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ayo anakku belajar yang tekun, kepandaian itu harus dicari, belajar pengetahuan agama, juga pengetahuan dunia, jangan dibedakan, belajar dengan kesungguhan hati. Mencari ilmu harus serius, salah satu jangan ditinggalkan, ilmu keduniaan itu, keperluan hidup, sedangkan ilmu agama, adalah bekal untuk mati. Selain itu ingatlah anakku, sembahyang jangan sampai lubang, satu hari satu malam, sholat wajib lima kali, ada juga shalat Sunnah, rawatib dan shalat malam hari).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bungka nyeor buwa bhalulug&lt;br /&gt;Bhalulugga daddi tjengker&lt;br /&gt;Se tjengker daddiya buggan&lt;br /&gt;Se buggan daddiya pathe&lt;br /&gt;Se pathe daddiya minyak&lt;br /&gt;Mennya’ daddi damar kene’&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Asmoro, 1950:27)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Pohon kelapa berbuah beluluk, beluluk menjadi cengker, buah cengker menjadi kelapa, kelapa menjadi santan, santan menjadi minyak, minyak bisa menjadikan terang)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara lugas, Salanget (Kinanti) mempunyai arti sudah selesai menanti, sesuai dengan arti apabila dipakai sewaktu dicari sudah diketemukan, apa yang diinginkan sudah tercapai. Di samping itu tembang Salanget (Kinanti) banyak berisi nasehat atau anjuran kepada manusia, untuk saling memberi, saling menerima, saling mengingatkan dan saling ketergantungan sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan, Penguasa alam semesta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan&amp;nbsp; orang lain dalam memotivasi diri menuju arah kebajikan. Sebagai makhluk lemah dan dhoif, manusia membutuhkan tuntunan dalam kehidupan ber-masyarakat. Melalui tembang Kinanti inilah, manusia akan lebih peka menangkap arti hidup dan kehidupan di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu tembang Salanget (Kinanti) mengajak setiap manusia untuk lebih meningkatkan mutu individu melalui proses belajar. Manusia diingatkan agar menguasai ilmu pengetahuan, baik dalam bidang IPTEK maupun disiplin ilmu agama. Karena kedua disiplin ilmu tersebut, memiliki intensitas yang tinggi bagi kemaslahatan umat manusia. Dengan menguasai IPTEK, manusia akan lebih menyadari tentang kebesaran Tuhan yang diperlihatkan melalui ciptaan-Nya. Bahwa semua yang ada di alam, merupakan sumber ilmu yang tak pernah habis apabila digali dan di pelajari. Dan semua itu harus diimbangi oleh penguasaan ilmu agama. Sehingga terjadi keseimbangan, bahwa hidup manusia bukan hanya memenuhi kebutuhan jasmaninya saja, tapi aspek rohani merupakan&amp;nbsp; kebutuhan yang sangat vital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT telah memberikan semua sarana dan prasarana yang memadai kepada umat manusia. Semua yang ada di bumi, baik dalam perut bumi, di daratan, lautan, angkasa raya, tata surya ataupun semua yang tumbuh di bumi semua diciptakan untuk manusia. Semua ciptaan Allah, sekecil apapun sangat bermanfaat bagi manusia. Melalui tembang Salanget (Kinanti), manusia diajak untuk lebih peka, arif dan bijaksana, terbuka cakrawala berfikir dan wawasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah ini, cuplikan 2 tembang Salanget (Kinanti)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;2&amp;nbsp; Pucung&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pon angongngong pa’na Putjung&lt;br /&gt;Dja’ onengga ngotja’&lt;br /&gt;Lora tore rassa’agin&lt;br /&gt;Kasennengan tebbasa mlarat sampeyan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Asmoro, 1950:21)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sudah terdengar ceritanya bapak Putjung, jika saja bisa mengutarakan, coba rasakan kesulitannya, kesenangan terbayar dengan kemiskinan-mu)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang ini mempunyai watak sembrana parikena (sembarangan), biasanya dipakai untuk menceritakan hal-hal yang ringan, jenaka atau teka-teki. Adapun&amp;nbsp; tataran yang lebih luas, isi dari tembang Pucung memberikan penggambaran hubungan yang sangat harmonis dan serasi antara sesama manusia sebagai makhluk Tuhan. Apakah manusia itu mempunyai kedudukan dan status tinggi dalam masyarakat, ataupun manusia itu hanya sebagai hamba sahaya. Tembang ini mengingatkan kepada manusia, terutama kepada para penguasa, para majikan, para juragan, para atasan agar tidak berbuat sewenang-wenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang Pucung menggambarkan hubungan antara pemberi perintah dan penerima perintah. Walaupun berada dalam posisi yang lebih tinggi, kaya dan mapan, manusia dihimbau agar tidak silau dan berbuat tidak adil kepada para pelayan, bawahan, hamba sahaya. Karena para bawahan, pembantu mempunyai andil yang sangat besar bagi kesuksesan yang di raih. Hal itu sebagai suatu bukti, bahwa manusia membutuhkan orang lain, manusia memiliki ketergantungan yang sangat tinggi sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang ini mengungkapkan tentang nasehat kepada sesama manusia, dalam menjalin hubungan dengan sesama untuk lebih mementingkan rasa rendah hati dan tenggang rasa yang tinggi. Seseorang yang mempunyai status dan kedudukan lebih tinggi, dihimbau&amp;nbsp; memperlakukan bawahan untuk lebih bersikap manusiawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mejil (Medjil)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 .&amp;nbsp; T&lt;i&gt;apa tedhung ka dhaja alowe,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Biridda emaos,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Atena sorat Yasin se dhingen.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Paparengnga ma’ keyae,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Enggi ebaca bajengnge,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pon ta’ poron ambu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sakeng rajana terro dha’ pottre,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Nyegga’ nase’ juko’,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pon ta’ tedhung salanjangnga are,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Asena brang tadha’ pottre raddin,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dha’ Allah amoji,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyo’on duli kabbul.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kacator se atapa pon abit,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Badanna pon geddur,&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ta’ aguliyan sakale-kale.&lt;br /&gt;Matang-matang enga’ oreng mate,&lt;br /&gt;Ta’ kowat akebbi’,&lt;br /&gt;Gun nyaba akelbu’……&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (Asmoro, 1930…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjemahannya sebagai berikut&amp;nbsp; :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tapa tidur ke paling utara, wiridnya dibaca, hatinya surat Yasin yang dulu diberi Ulama, sudah dibaca dengan rajin, dan tidak mau berhenti. Karena besarnya keinginan ke putri, makan nasi ikan, sudah tidak tidur sehari-semalam, hampa tanpa rasa putri cantik, kepada Allah memuji minta dikabulkan. Sudah berjalan tapanya sudah lama, tubuhnya lemas tanpa urat, tidak ada gerak sedikit pun, kelihatan sudah seperti orang mati, tidak kuat menahan, Cuma nafas yang kelihatan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Langnge’ biru bintang tep ngarettep&lt;br /&gt;Sabenne mancorong&lt;br /&gt;Bulan bunter tjahya pote koneng&lt;br /&gt;Tera’ ngantar ampon sasat are&lt;br /&gt;Neng panas ta’andi’&lt;br /&gt;Gneko bidha epon&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Terjemahannya sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
( Langit biru bintang bertebaran sinarnya, Sinarnya menyilaukan, Bulan bulat cahaya keemasan. Terang bulan karena hari suah senja, Panas tidak ada, Itu perbedaannya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia merupakan makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT. Begitu besar kasih sayang Allah kepada makhluk yang bernama manusia, sehingga seluruh alam raya yang diciptakan hanya untuk kemaslahatan umat manusia. Namun banyak sekali manusia yang lupa bersyukur akan kebesaran kasih sayang Allah SWT. Alunan syair tembang Medjil mengingatkan, supaya manusia tidak melupakan nikmat yang diterimanya. Manusia diajak untuk menggunakan kepekaan batin sekaligus rasionya untuk memikirkan kebesaran alam semesta. Dengan begitu manusia dapat menarik sebuah kesimpulan, bahwa Sang Maha Pencipta, Allah&amp;nbsp; Ajja wa Jalla merupakan muara akhir dari perjalanan hidup manusia. (bersambung)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;Tulisan bersambung:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2012/02/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (2)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-3.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (3)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-4.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (4)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3836445305295749415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/249356638588725146/posts/default/3836445305295749415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://liliksoebari.blogspot.com/2020/04/tembang-macapat-media-dakwah-para-wali-2.html' title='Tembang Macapat “Media Dakwah Para Wali” (2)'/><author><name>Lilik Soebari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05041126648030311840</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe-wxV1AqvsAvA4AkNph20V5Gm1DPtIXsMjJNLbRFhMLFhuEaztWMBDLDLdNjba2d1ug-Y0D3zfsP5coRL24-esX_dSvDDvPA09fZqSXVkoKX5hHM0PzFnSXntkGymlg/s220/favicon.PNG'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR8TpKVKqO51t2IweVJ2ISwzUANksYUFMH5vaLB0suxK7FR8IhO2RP9VWVlz8VXGKZubHuSQzjf2bybcKymZI3gSXVV-ExzsCm0XxLDzOviuqn_QsKLWyjYlBQT5a5jsaN_29xXQj7xAE/s72-c/macapat.jpg" height="72" width="72"/></entry></feed>