<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/atom10full.xsl" type="text/xsl" media="screen"?><?xml-stylesheet href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css" type="text/css" media="screen"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748</id><updated>2008-05-08T02:16:42.880+02:00</updated><title type="text">loucee says...</title><link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.loucee.com/blog/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>223</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><link rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/loucee" type="application/atom+xml" /><feedburner:browserFriendly>This is an XML content feed. It is intended to be viewed in a newsreader or syndicated to another site, subject to copyright and fair use.</feedburner:browserFriendly><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-1549169462290614354</id><published>2007-08-26T20:12:00.000+02:00</published><updated>2007-08-26T20:30:44.023+02:00</updated><title type="text">from the desk of loucee.com</title><content type="html">&lt;img align=left src="http://www.loucee.com/files/fromthedeskofloucee.jpg"&gt;dear faithful readers...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i must apologize for not been able to update this blog for quite some times. a lot of new things just happened in the last 3 months of my life, which have taken away my mind and my time to just even visit my blog, let alone to post something in here... :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;just a quick update for those who kindly have been asking me how things are via email, friendster and ym...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;#149; school is approaching the end. in less than 10 days i must submit my final dissertation to the design school's office. although the topic is really exciting, useful (for my fellow graphic design entrepreneurs), and potentially can fill the literature gap out there, it's been a very slow process... :( but i'm working on it... painfully slowly... but i'm getting there *finger crossed*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;#149; i've been hired full-time as a head designer in one of the north east's leading internet marketing consultant company. *YAYY!! buka botooolll!!* hihihi..&lt;br /&gt;it's really... really..  a bless... and i can't be thankful enough to the universe for giving me such an opportunity to start this new adventure, crawling inside the web world --not just to surf-- but really to understand the magic behind it in the business world. this new job has also allowed me to put my new design management knowledge into practice, making trips to the corners of the North East of England almost every week to give presentations and sell designs to the geordies.. :P  hihihi.. never thought of it in a million of years.... but it's happening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;as the only non-british who works for the company who also had never been exposed to the 'real' british culture (Newcastle is not London, ok?! quite isolated and untouched by the international crowd), there are a lot of stories from this experience of course... :) but until the time comes, i can only 'write' those stories in my head.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;for now, sadly... i must pronounce that loucee.com is officially entering a temporary hiatus mode. i will be back again soon... hopefully with a new, more fresh, more exciting and more inspiring layout. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thank you for keeping up with me throughout this time, and... of course 'til we meet again, people... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*kisskiss*&lt;br /&gt;~loucee~</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/148496822/2007_08_01_index.html" title="from the desk of loucee.com" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/1549169462290614354" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/1549169462290614354" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2007_08_01_index.html#1549169462290614354</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-5578472722635791534</id><published>2007-05-20T21:39:00.000+02:00</published><updated>2007-05-20T21:47:38.614+02:00</updated><title type="text">in the name of art</title><content type="html">&lt;img align=left src="http://www.loucee.com/files/artcat.jpg"&gt;beberapa bulan lalu, saat PPI Newcastle bikin acara one-day-tour ke Liverpool, beberapa teman mengekor saya saat masuk Tate modern museum...&lt;br /&gt;"ikut loucee, aahh... biar bisa nanya-nanya tentang seni.." kata salah satu dari gerombolan 4 orang yang tiba-tiba jadi buntut&lt;br /&gt;"mo nanya opo, toh? kaya gue tau aja soal seni.."&lt;br /&gt;"ya, pan elo designer... masa kagak tau seni?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah! ini dia nih! sebuah persepsi yang menurut saya agak sesat. sama sesatnya dengan mengidentikan designer pasti jago gambar atau designer juga bisa dikatakan seniman. itu gak bener ya, boo...! design dan seni itu beda, tapi soal yang satu ini, kapan-kapan aja dibahasnya. sekarang kembali ke masalah tuduhan designer pasti ngerti seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya gak akan membuat generalisasi, tapi saya akan membuat diri saya sendiri sebagai salah satu contoh designer yang dengan jujur mengaku gak ngerti-ngerti amat soal karya seni, seperti seni lukis, seni patung, seni instalasi, de el el. sehingga ketika saya diberondong oleh teman-teman dengan pertanyaan... "kok, yang kaya gini bisa dibilang seni sih, louc? ini mah, gue juga bisa bikin!" saat melihat sebuah lukisan pemandangan dengan outline garis pinsil yang sangat simple di salah satu ruangan di dalam Tate, saya juga cuma bisa senyum tipis sambil mengangkat bahu... "mana gue tempeee, bo!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi teman-teman saya tentu tidak puas dengan jawaban tempe-tahu. mereka 'memaksa' saya untuk menjelaskan. dan pada kesempatan itu, jawaban paling ngawur sekalipun, kayanya bakal ditelan mentah-mentah oleh mereka karena keluar dari mulut seorang designer. padahal... belum tentu benar, dan mungkin malah jauh lebih sesat dari tuduhan bahwa saya ngerti banget soal seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai designer, saya memang diajarkan beberapa sejarah karya seni di bangku kuliah. tapi apakah pelajaran sejarah itu membuat saya mengerti seni? gak juga. yang saya bisa lakukan adalah mengapresiasi karya seni tsb, terutama bila dikaitkan dengan kondisi dan situasi saat karya seni tsb lahir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada beberapa seniman yang bisa menghasilkan karya revolusioner - jauh melihat ke depan- seperti &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Piet_Mondrian" target=new&gt;Piet Mondrian&lt;/a&gt; favorite saya misalnya, atau betul-betul beda dengan karya yang banyak dihasilkan oleh seniman lain pada suatu masa seperti pelopor gaya kubisme &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pablo_picasso" target=new&gt;Pablo Picasso.&lt;/a&gt; those.. i think i know why they call certain pieces as art. but beyond that? i think i'm a wee bit clueless. kalau saya diminta menjelaskan dimana letak seni pada lukisan super abstract &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/No._5%2C_1948" target=new&gt;Jackson Pollock&lt;/a&gt; yang jadi lukisan termahal sampe laku $140 juta di ajang lelang, kembali saya akan menjawabnya dengan... "mana gue tempe. boooo!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada dasarnya saya tak punya formula untuk menilai sebuah karya adalah seni atau bukan. seriously... i think it's quite subjective, and i don't think there's any rules being made by any organizations to determine whether a piece is an art or just a doodle. saat saya mengunjungi museum untuk melihat pameran lukisan pun saya jarang bertanya apakah ini sebuah karya seni atau bukan. if you met me in a museum, most likely you'd find me gazing on a piece and just enjoying it. saya jarang mikir yang macem-macem di museum, tapi saya pasti punya opini akan bagus-tidaknya sebuah karya. dan opini ini tidak lahir dari sebuah teori, tapi lebih terdorong oleh sebuah sensasi. ya, saya menilainya dengan rasa yang paling jujur dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika sebuah karya dengan mudah bisa membangkitkan rasa senang, excited, adem, sedih, tergelitik, begidik, dll dalam diri itulah karya yang menurut saya bagus untuk saya! 2 kata terakhir harus saya tulis karena setiap orang pasti punya sensasi yang beda saat melihat sebuah karya. jadi... bagus buat saya belum tentu bagus buat para kritikus seni atau ke-4 teman yang ngintili saya di Tate Museum tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kejujuran dalam menikmati sebuah karya seni menurut saya penting hukumnya. jujur dalam merasakan sensasi yang bermain dalam kalbu *bahasanya, deh.. tolong!* dan juga jujur untuk bilang... "gue kagak ngerti, bo!" saat melihat karya seni yang terlalu ajaib bentuknya. pada prakteknya, karena malu atau takut dicap kurang pinter atau berbudaya, kejujuran jenis yang ke-2 ini lebih sulit untuk dilakukan, bukan? padahal mah, santai aja lagii... gak ngerti seni tidak otomatis membuat seseorang jadi berkurang IQ nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;as simple as it seems, tetep aja...  saya yakin pasti masih tetap akan ada orang-orang yang gelisah berlebihan kalo ketauan gak ngerti seni. for them, kebetulan saya nemu &lt;a href="http://www.stupid.com/stat/MODN.html" target=new&gt;produk ini&lt;/a&gt; di &lt;a href="http://www.balticmill.com/" target=new&gt;Baltic&lt;/a&gt; tempo hari. dijual dengan harga £4.99. cukup mahal untuk sebuah produk kadal! tapi salut buat produsennya yang jeli membaca pasar. saya sendiri sih gak beli [gambar di-embat dari internet], tapi saya sedang tertarik untuk membeli produk sebelahnya keluaran produsen yang sama. saya berharap yang ini lebih berguna! :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.loucee.com/files/spray.jpg"&gt;</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/118235779/2007_05_01_index.html" title="in the name of art" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/5578472722635791534" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/5578472722635791534" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2007_05_01_index.html#5578472722635791534</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-2486358997845998888</id><published>2007-05-10T14:02:00.000+02:00</published><updated>2007-05-10T14:26:54.067+02:00</updated><title type="text">references</title><content type="html">&lt;img src="http://www.loucee.com/files/citethemright.jpg" align=left&gt;welcome to the end-of-semester hell week! following are the list of assignments due on the same week:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dissertation Proposal&lt;br /&gt;2. Ethic management case study assignment&lt;br /&gt;3. Risk management essay assignment&lt;br /&gt;4. Managing design e-business essay assignment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... on top of that, i also have 3 other projects from my part-time job. if one indication of being stress is having this urge to jump out of the window [on a high-rise building of course]... well... i guess that's how i feel now. BUT, no.. this entry will not discuss about the step by step process of jumping out the window to finish my end-semester misery. i've blabbered too much in the past about how tough it's been for being a student again. instead, what i'm about to write in here is one important thing that i've been doing in those assignments, which is... doing references *yawn*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;every students should know that in academic writing references is essential, correct? &lt;br /&gt;as an undergrad and grad student, i've been writing many academic writings in the past. but references is given a whole new meaning when i was enrolled in Northumbria where the university and my teachers have been talking about how important it is to do references correctly to avoid plagiarism since day-1. they even included this whole guide of doing references in the &lt;a href="http://www.citethemright.co.uk/" target=new&gt;'Cite Them Right'&lt;/a&gt; pdf file by Richard Pears and Graham Shields in the 256 MB usb key we got for free during enrollment week.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;in the past, i used to think that academic writing is all about 'saucing' or known as 'ngecap' for us. :) you just have to 'pretend' that you are smart by pouring out your own thoughts about some topics on paper and the list of references in the end of it will become some proof that you've done some hard works in getting all those books... not necessarily read them though... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;little did i know that academic writing is actually about telling your opinions that are only valid if being supported or argued by other scholars. my advisor told us that in the 15,000 required words of final dissertation, we are not even allowed to write our own thoughts until the Conclusion part! "it's like building a legal case," she said, "in which you collect all the evidences you want to proof to the reader while being objective at the same time."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;what she said has made me think about all academic writings i've done in the past. if i submitted them to Northumbria, i'm sure i'd never be graduated and worse, could get kicked out from the university, as i tend to copy paste things from here and there without referencing correctly according to the recommended Harvard system. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;it has actually made me wonder also, if only the Brits who pay more attention on such things coz if i compared to my previous study at Pratt in New York, my professor seemed not to care about the references thingy, and I got an A for my final Thesis in which i was 'preaching se-enak udel' about Indonesian graphic design without having a solid ground to support it. but then again, it's Pratt, not sure if i could get away with it if i went to Harvard for instance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;now how about the Indonesians?&lt;br /&gt;as far as I remember to those undergrad days about a decade ago *boy, i'm old.. *, nobody encouraged us in doing references like the way the Brits do. but then again, if you think more... plagiarism in this context is kinda 'normal' happened in indonesia, isn't it? again, i don't have a solid ground on this. i'm just guessing... based on my own experiences, assumptions and observations. please correct me if i'm wrong... :) but this topic has became one of the faves amongst indonesian students in here. we often compare it to our experiences in the past where most of us studied in indonesian unis, and copying from books, internet or other academic writings were seen as the normal things to do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;this 'new' way of writing has also brought some consequences for us in writing our assignments. for those who still have this mentality of 'cuek aja lagi... guru mana yang kerajinan ngecek tiap kalimat itu di-copy atau gak?', i can guarantee you that their career of being students won't last more than 1 semester. our teachers are equipped with this super software that can detect whether you have referenced things correctly or done some plagiarism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a friend from business school one time showed me a website where this software could be found and used if you have a member access. basically how it works is you upload your writing file, the software then will check the sentences thoroughly, and a couple of minutes later, your file will be marked with a color:&lt;br /&gt;- green means good, less than 10% copied sentences&lt;br /&gt;- yellow means in a border line, you must change some of your sentences&lt;br /&gt;- and red means you are a THIEF! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to the indonesians again, another friend who's doing MBA in Northumbria has this Indonesian text book sent by his parents to support his study. out of curiosity i opened that book during a lunch break in our campus' cafeteria. on the cover it says something like &lt;i&gt;'Manajemen Bisnis - Buku Panduan Wajib Bagi Mahasiswa Bisnis Indonesia'&lt;/i&gt;, written by an Indonesian professor with half of a dozen titles next to his name that make him sounds like a super intellectual person.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;with a high expectation, i flipped through directly to the references part in the end part of the book. well... guess what i found? not more than just THREE bullet points of references from Tempo Magazine, Kompas and Bisnis Indonesia newspapers! geezz... even &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Philip_Kotler" target=new&gt;Kotler's&lt;/a&gt; books have this whole list of references which can be made into a whole new chapter, and this guy confidently published a book with only 3 references??  i only have one thing in my mind... " Bapak ini pasti JENIUS sekaliiiii!!"</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/115600462/2007_05_01_index.html" title="references" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/2486358997845998888" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/2486358997845998888" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2007_05_01_index.html#2486358997845998888</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-6598530386295875865</id><published>2007-04-24T21:42:00.000+02:00</published><updated>2007-04-24T22:05:20.345+02:00</updated><title type="text">sebuah artikel yang tertunda</title><content type="html">&lt;i&gt;&lt;b&gt;**kata pengantar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kira-kira bulan Maret setahun lalu, saat sedang nengok kampung halaman, sebuah email dari seseorang yang dikenal dengan nick name &lt;a href="http://verypurpleperson.blogspot.com/" target=new&gt;verypurpleperson&lt;/a&gt; mampir di mailbox saya. isinya berupa undangan menulis untuk mengisi kolom Viewpoint di majalah &lt;a href="http://eveindonesia.multiply.com/" target=new&gt;Eve Indonesia.&lt;/a&gt; meskipun langsung saya balas dan nyatakan kesediaan, undangan itu sempat terlupakan sampai berminggu-minggu kemudian. hingga di suatu hari yang indah saat lagi nelangsa memandang langit Newcastle, saya baru inget kalo saya masih punya hutang tulisan. *oh... aku semakin tua... apa-apa jadi lupa... hiks..*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan untuk kolom Viewpoint ini akhirnya rampung 2 bulan kemudian. ditulis dalam suasana hati sedang kesel jadi imigran, frustrasi cuma bisa membayangkan nikmatnya blok-S dan bete harus tetep pake jaket meski musim sudah berjudul summer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebetulnya saya sudah ingin membagi tulisan ini dari tahun kuda [pertanyaan kuis: sebetulnya kapan sih tahun kuda?]. namun apa daya, hingga berbulan-bulan kemudian, saya tak pernah mendengar kabar tentang nasib tulisan ini, sampai akhirnya jadi lupa sendiri *confirmed sudah, aku memang sudah jadi oma-oma!*&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;tulisan ini akhirnya dipublish di majalah Eve setahun kemudian. tepatnya di edisi Maret 2007 yang lalu. saya sendiri juga baru tau setelah membaca pesan seseorang *whoever you are, makasih, ya* di shoutbox ajaib sebelah kanan layar komputer anda yang kadang berfungsi kadang gak [suka2 die aje...]. dan sesuai cita-cita tulus dari seorang imigran, tulisan ini akhirnya bisa juga terpasang disini, karena meskipun sudah tertunda berbulan-bulan, isinya masih valid.. bahkan SEMAKIN valid!! oma kangen rumah! hikss...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Luar Negeri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align=left src="http://www.loucee.com/files/loucee_eve.jpg"&gt;Setiap pulang ke Jakarta entah ada berapa banyak orang berterus terang menyampaikan rasa siriknya kepada saya, "Enak banget sih loe, bisa tinggal di luar negeri!"  Dan setiap mendengar kalimat ini, biasanya saya hanya tersenyum penuh arti sambil mengucap dalam hati, "Enak? Kata siapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar negeri. Bagi banyak orang kata ini sering menjadi sebuah simbol kemewahan, kemajuan, kemapanan, juga harapan akan kehidupan yang lebih baik dari hidup di negeri sendiri. Dulu, saya pun tak luput dari memiliki pandangan semacam ini. Sampai menyimpan cita-cita di hati kecil untuk bisa merasakan tinggal di luar negeri untuk selamanya suatu hari nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung saya memiliki kesempatan mencicipi kehidupan luar negeri meski hanya sebagai turis di berbagai negara Amerika dan Eropa semasa libur sekolah. Dan ya, setiap pulang dari luar negeri, saya selalu merasa menjadi orang paling keren sekecamatan. Apalagi dengan baju, sepatu, tas serta pernak-pernik paling trendi hasil berburu selama disana. Tanpa perlu tahu berapa harganya - yang pasti tidak mahal maupun bermerk terkenal, karena uang saku saya selalu pas-pasan - teman-teman akan selalu kagum dengan benda-benda made in luar negeri tersebut. Belum lagi jika ditambah dengan cerita dan foto-foto perjalanan yang selalu sukses membuat semua orang ngiler mendengar petualangan saya selama jalan-jalan di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar negeri memang menyilaukan, dan tak salah jika jalan-jalan ke luar negeri dianggap meningkatkan kadar keren Anda. Tapi, bagaimana dengan tinggal di luar negeri? Jika saya tak pernah angkat kaki dari negeri sendiri untuk melanjutkan sekolah di New York City, saya mungkin tak akan pernah bisa merasakan betapa jauh beda antara kata 'jalan-jalan' dan 'tinggal' meskipun sama-sama terjadi di luar negeri. Yang terakhir, jelas tak selamanya selalu mudah apalagi menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For a start, saya selalu diperlakukan sebagai seorang pendatang selama tinggal di luar negeri. Selayaknya orang numpang, hak yang saya terima tentu tak sama dengan warga negara setempat. Mulai dari biaya sekolah yang 3 kali lipat lebih mahal sebagai International Student, ijin bekerja yang jauh dari mudah dan membutuhkan proses njelimet, sampai mencari apartemen dimana saya harus selalu menunjukkan credit history yang notabene tak saya miliki akibat tak pernah tinggal di Amerika sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sederetan tantangan ini, problema klasik seperti hidup tanpa mbok Inah yang siap sedia memasak atau mencuci pakaian saya seperti di kampung halaman akhirnya menjadi nomer sekian. Kebutuhan untuk dapat diterima sepenuhnya di negeri baru menjadi lebih penting dari segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 4 tahun saya tinggal di New York. Belum lagi proses 'penerimaan' di Amerika sepenuhnya tuntas, saya keburu diboyong suami Perancis saya ke tanah kelahirannya. Di Paris, meski kendala imigrasi tak serumit di Amerika, saya menemukan tantangan baru lainnya; bahasa. Ungkapan 'Bahasa Inggris adalah kunci untuk membuka pintu gerbang dunia' menjadi kurang berarti bagi saya yang sering frustrasi akibat tak memiliki kemampuan Bahasa Perancis yang cukup. Bagai balita yang baru mulai belajar bicara, saya harus mulai belajar segalanya dari awal untuk menakhlukkan negeri baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, tak sampai setahun jadi 'balita', saya harus pindah lagi. Kali ini ke sebuah negeri yang senantiasa dinaungi langit kelabu juga makanan yang jauh dari enak bernama daratan Inggris. Sekali lagi, saya harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi serba berbeda dari awal. Lelah? Jangan ditanya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 bulan lebih saya tinggal di Inggris, dan 5 tahun sudah saya angkat kaki dari negeri sendiri. Berpetualang di 3 negara telah membuka mata saya bahwa hidup di luar negeri tak selalu berarti kemudahan, tapi lebih merupakan sebuah perjuangan. Semakin lama berada jauh di luar negeri, semakin menggebu pula keinginan saya untuk pulang. Tanpa bisa dipungkiri, selalu ada perasaan rindu menyelinap untuk kembali menjalani hidup di sebuah tempat dimana saya selalu diterima dengan tangan terbuka, bisa berbicara dalam bahasa ibu saya sendiri, bermandikan sinar matahari, dan makanan super lezat siap dinikmati. Di tempat itulah hati saya nyaman tertanam, namanya... kampung halaman.</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/111654498/2007_04_01_index.html" title="sebuah artikel yang tertunda" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/6598530386295875865" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/6598530386295875865" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2007_04_01_index.html#6598530386295875865</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-767538119766302016</id><published>2007-04-09T01:35:00.000+02:00</published><updated>2007-04-09T01:54:04.234+02:00</updated><title type="text">the job hunter's stories</title><content type="html">&lt;img align="left" src="http://www.loucee.com/files/jobhunter.jpg" /&gt;is it going to be a new habit? posting sebulan sekali? :P hehehehe... I really don't know. rasanya kok belom rela untuk membuat blog ini menyerah pada status hiatus secara resmi, but realistically... it's been quite challenging to keep up with this blog... hiks...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anyway... saya sedang menikmati easter 'holiday' selama 2 minggu. dikawal dengan tanda kutip untuk menegaskan bahwa ini adalah holiday boong-boongan, karena ada 3 essay assignment dan proposal disertasi yang harus dikumpulkan begitu holiday selesai. huekss...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selain bolak-balik library sambil menambah minus kacamata, break 2 minggu ini juga saya habiskan dengan... job hunting! sejak kembali jadi mahasiswi, saya memang memutuskan untuk tidak menerima project design sama sekali. beberapa tawaran yang sempat mampir dengan berat hati terpaksa saya tolak, karena  khawatir project2 tsb tak akan bisa saya tangani secara profesional akibat kesibukan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi... as a designer at heart...&lt;i&gt;*twiwuittt..*&lt;/i&gt; :) ternyata bosen juga jadi mahasiswa yang assignmentnya cuma baca-tulis [capeee deee... ] dalam hati kecil saya ada sedikit rasa cemas bahwa kemampuan mendesign ini lama-lama bisa terkikis jika lama tak dipergunakan. nah, berdasarkan pikiran paranoid tsb, ditambah rasa panik saat melihat angka di tabungan berkurang digitnya, tanpa ada pemasukan sama sekali, dimulailah petulangan saya berburu part-time job di Newcastle yang ternyata... ermm.. susah-susah gampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awalnya, saya hunting lewat job search website yang banyak bertebaran di internet. tapi... dasar Newcastle memang ndeso... jangankan graphic designer jobs, graphic design company-nya aja termasuk benda langka disini. tenaga designer lebih banyak dicari di Edinburgh [agak ke utara sedikit], Manchester [sebelah barat daya] atau yang paling banyak tentu saja... di London [kota beradab dan berbudaya nun jauuh.... di sebelah selatan sana].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keadaan yang tak terlalu menjanjikan ini kemudian memaksa saya untuk  mendaftarkan diri ke beberapa local recruitment agency. pertimbangannya... mereka tentu punya info job ad yang lebih banyak dibanding kalau saya harus nyari sendiri. the good thing is... sebagian langsung menghubungi saya lewat email atau telephone untuk interview lebih lanjut sehari setelah saya mendaftar. but the bad thing is... pertanyaan mereka rata-rata sama... "will you be willing to relocate for a job?" karena ternyata... ya di Newcastle gak ada kerjaan, bo! basinyaaaa!!! pfff....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setengah putus asa, nyari kerjaan designer yang kering kerontang, saya akhirnya mulai melirik untuk menggunakan jasa sekolah. Northumbria punya student jobshop yang biasa membantu mahasiswa untuk dapet kerja part-time atau full-time sekalian. kerjaannya sih kebanyakan ya bar staff, waitress, shop assistant... you know... typical jobs for students. tapi awal bulan lalu, saya nemu 1 kerjaan dengan title: PART-TIME GRAPHIC DESIGNER for an Educational/Skill Development Company. whoa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa mikir 2 kali saya langsung ngelamar. besoknya dapet balesan email, minggu depannya langsung interview. everything might sounds so easy until this point. but the truth is... not really. karena despite of the fact bahwa interviewnya berjalan lancar, keliatan udah tinggal selangkah lagi untuk bisa di-hire, pekerjaan di perusahaan yang disponsori penuh oleh sebuah EU foundation tsb harus lepas karena... mereka cuma boleh hire UK/EU Citizen! [note to myself: having an EU husband doesn't automatically make you an EU citizen! ye.. ye.. yeee....]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fortunately... dalam suasana masih sebel gara-gara soal status, saya nemu 2 graphic designer job ad lagi di student jobshop. yang 1 akhirnya lewat karena mereka cuma bisa hire undergrad students, sementara yang 1 lagi kantornya di Stockton [an hour by train from Newcastle], tapi karena part-time, semua project dikerjain dari rumah. saya cuma perlu report via email. sweet!! I applied for this one, kirim CV dan mini-portfolio, diundang interview langsung oleh si owner di rumahnya 2 hari kemudian... dan pulang dengan 3 lembar kertas berisi brief of my first project with them. I got hired! woo hooo!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i thought my job hunting was over at that point. but, on the way pulang ke rumah, gak sengaja saya melihat graphic designer job ad terpasang di etalase sebuah print shop. biarpun udah dapet kerjaan, tetep saja girang bisa nemu iklan kerjaan graphic designer. apalagi setelah sekian lama mencari kesana-kemari. so... i decided to stop by. nge-drop CV dan mini-portfolio yang kebetulan hari itu saya bawa, and... received an interview letter in my mail box 3 days after. asikk! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;now, about that interview... hehe... this is interesting. dari seluruh interview yang pernah saya jalani [about 12 of them sejak lulus S1], rasanya di print shop inilah  saya mengalami wawancara pekerjaan yang cukup mengangkat sebelah alis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biasanya untuk interview profesi graphic designer, proses sederhananya adalah nunjukin portfolio ke creative director sambil ngobrol santai... tentang ide/konsep, proses kerja, and maybe a bit of question like 'how do you see yourself few years from now?' other than those kayanya jarang ya ditanya hal-hal formal seperti job interview pada umumnya yang denger-denger bisa bikin keringet dingin saking intimidating-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, di print shop inilah untuk pertamakalinya saya diwawancara sama head of design department dan si pemilik print shop yang cabangnya ada 200 biji dan tersebar di seantero Europe. saya cuma diminta memperlihatkan portfolio sekilas saja. let alone talking about concept, mereka kayanya lebih tertarik untuk mengetahui kecepatan saya mendesign. wajar sih, mengingat approach design mereka yang cenderung quick.. quick.. quick.. dan instant. dalam seminggu aja mereka bisa nerima 75 project yang saat ini dikerjakan oleh 3 designer saja!&lt;br /&gt;walah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;other than that, mereka juga bertanya apa saja yang saya pelajari di visual communication major. bedanya sama design management apa? bedanya kerja di jakarta dan new york apa? kenapa saya pindah-pindah kota melulu? sisi positif dan negatif of my own personalities, dan alesan kenapa mereka harus meng-hire saya instead of orang lain. hiiih... baru pertama kali ini saya digempur dengan pertanyaan2 kaya gini dalam sebuah job interview.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu pertanyaan yang membuat saya harus terdiam beberapa saat adalah saat mereka bilang... "you have 7 years of working experience  as a graphic designer in some prestigious graphic design companies. my question is.... why us now?"&lt;br /&gt;walah... jujur saya gak siap, karena alasan sebenar-benarnya adalah... "karena iseng, pak! butuh duit buat nambah koleksi sepatu.." hihihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untung akhir-akhir ini saya lumayan terlatih untuk jadi sok intelek saat presentasi disertasi di depan kelas. maka mengalirlah jawaban tralala dari mulut saya... "karena di tempat anda lah saya punya kesempatan untuk membuat design yang tidak untuk mengejar award. di tempat anda lah saya bisa belajar untuk membuat design yang selain indah dilihat juga harus menguntungkan dari segi bisnis. program design management yang sedang saya ambil sekarang mengajarkan untuk memperlakukan design sebagai sebuah alat untuk menambah business values. print shop anda mungkin punya design approach yang berbeda dari tempat bekerja saya sebelumnya. it might be in a different neighborhood, but still in the same graphic design area. and at this stage of my career, i'd like to get to know your neighborhood better. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan dengan jawaban milik kecap tuan bango tersebut, minggu depan saya diundang untuk interview ke-2. entah apakah saya akan bersorak-sorai jika diterima [25 project dalam seminggu??? *gubragg!!*], yang penting dalam waktu dekat ini koleksi sepatu saya ada harapan untuk menambah jumlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;spring is coming... i need some new pair of shoesss!! ;)&lt;/i&gt;</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/107591448/2007_04_01_index.html" title="the job hunter's stories" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/767538119766302016" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/767538119766302016" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2007_04_01_index.html#767538119766302016</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-8512441236957167819</id><published>2007-03-03T19:00:00.000+01:00</published><updated>2007-03-03T19:18:00.086+01:00</updated><title type="text">choosing the right university</title><content type="html">&lt;img align="left" src="http://www.loucee.com/files/studyoutdoor.jpg" /&gt;nilai-nilai mata kuliah dari semester 1 sudah keluar. nilai-nilai saya? yah.. lumajan lah...:) lulus semua dan termasuk dari segelintir yang berada di atas rata-rata kelas. seneng, tapi juga sambil bertanya-tanya... kok bisa, yak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selama semester ini saya sebetulnya merasa belajar sambil meraba-raba dalam gelap. sebagian besar dari teman-teman sekelas juga merasa begitu. beberapa bahkan merasa tidak belajar apa-apa selama 1 semester penuh. saya pikir itu lumrah. bagi mereka yang tidak terbiasa, belajar dengan system independent studies yang juga lebih menitikberatkan pada teori dan concept instead of ilmu praktek seperti yang diterapkan di Northumbria bisa membuat frustrasi dan lost during the process. murid datang ke kelas bukan untuk mendengarkan dosen cuap-cuap tapi untuk diskusi dengan sesama murid. datang tanpa persiapan akan sama dengan duduk manis tanpa bisa mengikuti perbincangan. bete, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi anak-anak Design Management, sebagian besar dari kami merasa metode ini sebetulnya sangat bagus untuk memicu murid agar lebih pro-aktif juga kreatif mencari bahan diskusi. tapi untuk rekan-rekan saya dari program Design Project yang di semester 1 mempelajari modul yang sama dengan Management, diskusi concept dan teori ini jadi kurang menarik untuk mereka. karena ketika datang, banyak yang berharap untuk belajar praktek alias langsung mendesign instead of ngobrol ngalor ngidul gak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akibatnya, banyak murid Project yang kecewa, merasa salah memilih universitas. sampai saat ini sudah ada sekitar 4 orang yang mengundurkan diri dari program. 2 orang pulang ke negaranya, dan 2 orang lain transfer ke universitas lain di Inggris. sementara sisanya? banyak yang merasa stuck namun sudah terlanjur malas untuk cabut mengingat jumlah uang sekolah yang dibayar juga waktu yang sudah terbuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari fakta diatas, lumrah jika saya menarik kesimpulan bahwa memiliki informasi yang cukup sebelum memilih sekolah S2 itu adalah sangat penting hukumnya! apalagi S2 di luar negeri. sayang banget gitu loh, udah jauh-jauh merantau, mengeluarkan uang yang gak sedikit, tapi trus gak merasa mendapat apapun kecuali selembar kertas diploma yang tentu tidak ada artinya dibanding ilmu &amp; pengetahuan baru yang seharusnya diperoleh. kecuali kalo memang cuma pengen ngejar gelar doang yang sebetulnya bisa beli online tanpa harus capek belajar dan begadang ngerjain assignment... ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengalaman mengajarkan saya bahwa cara paling efektif untuk mencari tau tentang sebuah universitas adalah dengan bertanya langsung pada mereka yang sedang atau pernah belajar di universitas ybs. di jaman internet kaya gini, seharusnya gak susah nyari orang indonesia yang sedang sekolah di unversitas tertentu di luar negeri. bisa lewat Permias atau PPI, blog bahkan friendster! believe me, dengan usaha yang gigih, pasti gak sia-sia untuk bisa menemukan dan dapet info langsung dari mereka. karena mereka lah yang paling tau akan hal-hal apa saja yang akan ditemui atau dipelajari oleh si calon murid di sekolah tsb. detail info yang diterima tentu akan berbeda jika kita membaca brochure/prospectus atau bertanya pada agen penyalur sekolah misalnya. karena orang-orang di agent most likely adalah kepanjangan tangan dari si universitas. mereka tidak mengalami langsung sekolah di tempat tsb, tapi hanya meneruskan informasi yang dibuat oleh departemen marketing universitas yang punya tujuan mencari murid dan juga... duit. ha! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beruntung, waktu memilih master di New York dulu, saya memiliki beberapa senior dari ITB yang melanjutkan sekolah di &lt;a href="http://www.pratt.edu" target="new"&gt;Pratt.&lt;/a&gt; jadi bisa tanya-tanya sampai detaillll... dari mata kuliah yang diajarin, dosen mana yang kompeten dan harus saya ambil kelasnya, sampai informasi tentang hidup di New York. sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung di almamater mereka, saya sebetulnya sempat terpikir untuk melanjutkan S-2 di &lt;a href="http://www.risd.edu/" target="new"&gt;Rhode Island School of Design&lt;/a&gt; atau di &lt;a href="http://www.artcenter.edu/" target="new"&gt;Art Center College of Design&lt;/a&gt; di Pasadena. RISD akhirnya tak saya pilih karena program master graphic design mereka lebih untuk melahirkan pendidik ketimbang praktisi. sementara info tentang Art Center hanya sedikit saya dapat. ditambah faktor bahwa hidup di New York pastinya lebih menarik daripada di Pasadena, membuat saya jadi gak terlalu getol mencari informasi tentang sekolah tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali pada kasus teman-teman Design Project yang merasa nyasar di Northumbria, sebetulnya saya merasa kasihan pada mereka. tiap hari ke sekolah dengan perasaan terpaksa, rasanya pasti gak enak.. :( tapi, jika cabut atau pindah bukan sebuah pilihan, ya... mau gak mau mereka harus deal dengan situasi tsb by adjusting their expectations and themselves. jika sebelumnya mereka berharap bisa lebih jago men-design, paling gak sekarang akan lebih kuat di conceptual thinking. juga mungkin lebih terlatih untuk belajar mandiri tanpa menunggu diberi ilmu oleh para dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;as for me, saya juga masih adjusting. saya belum pernah belajar dengan system independent studies sebelumnya. tapi sedikit demi sedikit, belajar sambil meraba-raba dalam kegelapan ini sebetulnya adalah sebuah pengalaman menarik, karena banyak un-expected surprisenya. nilai mata kuliah yang baru keluar tadi adalah salah satunya, and it is a nice one... ;)</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/99012676/2007_03_01_index.html" title="choosing the right university" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/8512441236957167819" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/8512441236957167819" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2007_03_01_index.html#8512441236957167819</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-580893128587829748</id><published>2007-02-26T01:42:00.000+01:00</published><updated>2007-02-26T01:55:45.422+01:00</updated><title type="text">ada yang bisa bantu?</title><content type="html">&lt;img src="http://www.loucee.com/files/help.jpg" align="left" /&gt;beberapa pembaca setia mengirimi saya email dan msg lewat friendster dengan pesan senada, "kok gak nulis lagi sih, mbak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well... sebetulnya saya masih menulis, tapi tidak di blog ini... :( melainkan di journal disertasi. yah, sodara-sodara... memasuki semester ke-2, waktu saya mulai tersita dengan kesibukan menyusun disertasi. saya sedang pusing menentukan topik yang sampai saat ini masih belum fixed. hari-hari saya diisi dengan membaca buku, jurnal, media cetak maupun online untuk mencari ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena idenya belum matang, sampai detik ini saya masih sering tersesat di belantara informasi yang saya temukan. kata dosen saya sih... lumrah untuk terseret ke 'dark alleys' pada tahap persiapan disertasi seperti sekarang. tapi, untuk murid yang gampang panik macam saya, ini benar-benar tahap yang kurang nyaman. result-nya saya jadi agak kurang konsen untuk mengerjakan hal-hal lain, termasuk menulis blog. ada prioritas lain yang lebih penting dan lebih mendesak. ditambah dengan kesibukan saya yang akhir-akhir ini agak monoton, maka semakin keringlah cerita-cerita kurang penting yang biasa jadi bahan tulisan di blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekedar sharing, saya ingin membahas tentang branding di disertasi. tapi topik mengenai branding ini sendiri sangatlah amat luas. di kelas ada 5 murid lain yang juga berencana membahas branding. ada yang ingin menulis topik branding dengan membandingkan consumer behavior di Asia dan Eropa. ada juga yang mau membahas branding dan kaitannya dengan people management, dan ada pula yang berencana menulis branding untuk social issues.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya sendiri sedang terpikir untuk menulis branding implementation in cyber world. 'cyberbranding' bahasa kerennya. tapi cyberbranding pun adalah sebuah topik yang juga masih luas, meskipun sudah agak sedikit lebih ciut dari topik branding in general. mau di-implementasikan dimana? gimana caranya? ini yang masih jadi tanda tanya besar, yang jawabannya mudah-mudahan bisa ketemu dalam perjalanan yang sedang saya tempuh melalui research.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali harus diakui, bahwa meskipun ini adalah master yang ke-2, proses yang harus saya lalui amatlah beda ceritanya dengan master sebelumnya. kalau waktu dulu tantangan terberatnya adalah mencari data [tidak banyak buku atau artikel yang menulis tentang sejarah desain grafis indonesia yang menjadi topik thesis waktu itu], tantangan yang sekarang justru adalah memilah informasi yang paling berguna dari sekian banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya sudah punya beberapa sumber informasi [buku, website &amp; online journal] yang lumajan oke untuk research. tapi tidak ada salahnya saya minta bantuan anda-anda para makhluk cyber world; buku atau website apa yang bisa dijadikan referensi yang cukup berkualitas untuk menyusun disertasi saya mengenai &lt;b&gt;'branding in cyberworld'&lt;/b&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tunggu tanggapannya - lewat email [loucee@gmail.com] juga boleh - dan of course... terimakasih banyak sebelumnya! ;)</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/95979365/2007_02_01_index.html" title="ada yang bisa bantu?" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/580893128587829748" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/580893128587829748" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2007_02_01_index.html#580893128587829748</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-1006538536887636130</id><published>2007-01-08T06:02:00.000+01:00</published><updated>2007-01-08T06:11:47.560+01:00</updated><title type="text">sekolah dengan otak kiri</title><content type="html">&lt;img align="left" src="http://www.loucee.com/files/otakiri.jpg" /&gt;temen saya bilang, "master yang sekarang harusnya lebih gampang ya, louc?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ah, gak juga!" jawab saya sambil sedikit mengernyitkan dahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya paling gak kan lo udah tau strategi dan selah jadi pelajar master.." katanya lagi dengan super yakin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah.. pendapat yang sangat over-rated. karena fakta yang terjadi sangat berbanding terbalik dengan 'tuduhannya'. program MA Design Management yang sedang saya ambil justru membuat saya lebih kebakaran jenggot dari segala studi yang pernah saya tempuh di masa lalu. rasanya otak saya dipaksa bekerja dua kali lebih berat dari biasanya, dan stressnya? ampyuunnn.... jangan ditanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kok bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well... jawabannya simpel saja... sekian tahun saya sekolah design; S1 dan S2. belajar design tentu agak berbeda dengan belajar subject lainnya. seumur-umur jadi mahasiswa, belum pernah saya menulis essay sebanyak yang saya tulis sekarang. membaca text-book? walah... ada juga liat-liat photo dan gambar di buku untuk cari inspirasi. dan begadang sampai subuh juga lebih banyak dihabiskan dengan ceklak-ceklik mouse di Adobe Ilustrator atau Photoshop dibanding melotot di depan MS Words atau Excel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai mahasiswa design, saya terbiasa belajar dengan menggunakan otak kanan. that's a fact! untuk kapasitas otak saya [yang pernah dicurigai oleh seorang teman SMA bahwa isinya adalah kanan semua] ini jauh lebih mudah dan tentu saja... lebih menyenangkan! belajarnya dari hati... cinta dan tak pernah merasa terpaksa. makanya saya memilih profesi graphic designer, bukan lawyer, atau accountant, atau profesi apapun yang cenderung berotak kekiri-kirian. hihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan latar belakang tsb, tentu saja ada hal-hal yang harus dirubah ketika saya masuk kuliah lagi di Northumbria. kekagetan di minggu-minggu pertama tentu sempat terjadi... apalagi begitu melihat deretan bacaan wajib di sylabus yang dibagikan bapak/ibu dosen. baca text book itu gak gue bangettt gitu loh! apalagi ditambah dengan assignment yang briefnya pasti mengandung deretan kata dan angka; 3000 words essay, atau 5000 words essay. haduhh! mampus ijk! training menulis saya kan cuma nge-blog. itu pun ditulis dengan seenak jidat tanpa pernah mengindahkan tata cara bahasa yang baik dan benar maupun referensi yang kalo di academic writing adalah harus hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tugas menulis sebetulnya masih belum seberapa. meskipun cukup stress, setidaknya saya masih bisa ngecap disana-sini dengan sok taunya. momok yang lebih besar terjadi ketika semester mulai berjalan dan modul pengantar design management mulai diajarkan lebih mendalam. saat itu saya harus berhadapan dengan musuh terbesar saya dari jaman SD yaitu.... tak lain tak bukan adalah... berhitung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jejejengggggg!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai seorang graphic designer yang kepengen jadi design manager juga, tentunya saya harus dan wajib beybeh untuk mengerti perilaku angka dalam bisnis design. dan finance adalah salah satu subject bahasan di modul management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya masih ingat hari ketika bapak dosen untuk pertama kalinya menampilkan sebuah spread sheet di layar projector. seketika... wajah saya meringis, menahan pilu... dan kenangan buruk di masa SMA saat saya harus berhadapan dengan perhitungan neraca rugi-laba di pelajaran Hitung Dagang seakan-akan muncul lagi dari bagian memori yang telah saya kubur dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari itu bukan cuma saya aja yang meringis. ekspresi wajah beberapa teman sekelas yang  punya background design juga gak kalah jeleknya memandang spread sheet yang sangat horor itu. apalagi begitu bapak dosen mulai menjelaskan dengan istilah-istilah berbunyi &lt;i&gt;NPV, IPR, Net Cash Flow, Expenditure, etc....&lt;/i&gt; spontan saya nyeletuk... "now i remember why i wanted to become a graphic designer!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;celetukan yang mungkin terdengar agak kurang ajar, dan apesnya di dengar oleh seluruh kelas berhubung saya suka lupa bahwa suara mantan danlap saya cukup kenceng untuk kelas yang cuma berisi 12 orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat itu teman-teman saya spontan tertawa, dan guru saya yang secara bentuk mirip Hagrid di cerita Harry Potter hanya tersenyum bijak memandang saya. tapiii... ehmmm... komentar iseng itu tidak dibiarkan begitu saja. begitu kelas usai bapak dosen menghampiri saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"loucee, kenapa kamu pingin belajar design management?" tanyanya dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ehmm... karena saya mau belajar bisnis design, pak..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa kamu tertarik belajar bisnis design? kenapa kamu gak stick to be the creative people behind the design business?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"well.. ehhmm... sebener-benernya sih karena saya sedang memulai punya bisnis design sendiri, pak. jadi creative sih enak... tapi kerja sama orang mulu kayanya juga capek la hayy. kalo saya ngerti business aspectnya kali-kali aja apa yang saya mulai sekarang bisa jadi business empire..." jawab saya cengengesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nah, kalo gitu... start to think like a businesswoman. saya tau kamu amat sangat mencintai profesimu sebagai seorang graphic designer. tapi kamu gak bisa cuma mengandalkan otak creative kamu dalam menjalankan bisnis. seorang graphic designer mungkin berkarya untuk menghasilkan design yang bagus, memuaskan client, dapet award, public recognizition, etc. tapi.. sebagai seorang businesswoman kamu harus mulai berpikir untuk menilai hasil karyamu sendiri dengan sesuatu yang lebih tangible; harga, uang, rate, etc. angka-angka dalam spread sheet ini tidak saya ajarkan untuk membuat kamu jadi financial anaylist, tapi saya cuma ingin memberi gambaran bagaimana sebuah design bisa berharga dalam bentuk uang. dalam bisnis, segala hal yang kamu pakai untuk menghasilkan design yang bagus tadi harus dihitung; komputer yang kamu beli, software yang kamu pakai, kertas yang kamu print, uang sekolah yang kamu keluarkan untuk jadi designer, juga waktu dan tenaga yang kamu pakai untuk menghasilkan ide-ide kreatifmu. jika semua itu adalah sebuah bentuk investasi di business yang sedang kamu mulai, when do you think you can have your investment back?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"errr.... uhmmm.... kapan-kapan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"well... think about it! sekarang mungkin kamu berpikir untuk jadi graphic designer and design manager for your self. kamu hanya bertanggung jawab pada client dan dirimu sendiri. imagine, suatu hari nanti bisnis kamu berkembang dan kamu mulai punya pegawai... how are you going to pay them every month? how are you going to keep your business going? how would you know if your business is making profit or not?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"err... hihihi.. eh, iya ya....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"soo... masih anti sama spread-sheet?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"weeeelll.... dicoba untuk gak deh, pak...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan dicoba.. kamu harus yakin bisa!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hmm.. aduh.. iya deh bisa. tapiii..... uhmmm... kalo sampe taun kuda saya masih gak seneng ngitung...errr.. saya boleh nyewa accountant dong, paakk?" ;P</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/72266691/2007_01_01_index.html" title="sekolah dengan otak kiri" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/1006538536887636130" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/1006538536887636130" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2007_01_01_index.html#1006538536887636130</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-116760259641881435</id><published>2006-12-31T23:00:00.000+01:00</published><updated>2006-12-31T23:03:16.433+01:00</updated><title type="text">tenang-tenang di akhir tahun</title><content type="html">me, my self and i! demikian judul liburan akhir tahun kali ini sejak kangmas perancis pulang kampung seminggu yang lalu. thanks to &lt;a href="http://www.homeoffice.gov.uk/" target=new&gt;home office&lt;/a&gt; yang masih menahan paspor saya dari bulan September untuk proses aplikasi UK permanent residency, saya jadi gak bisa ikut main-main ke Perancis selatan. entah sampai berapa lama keadaan tanpa paspor ini akan berlangsung. baru denger belakangan bahwa katanya bisa take up to 6 months to complete the whole process. padahal saya sudah sempet pegang tiket.. tapi... bener-bener salah perhitungan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meskipun berasa sedang dikarantina di inggris, i'm still enjoying life with a happy face... :)&lt;br /&gt;infact... ternyata menyenangkan juga tenang-tenang sendiri di rumah begini. *hihi* apalagi setelah selama sebulan berasa kaya lari marathon sampe lupa napas, rasanya relax banget to have the wholeeee timeee for my self. ngutak-ngatik MacBook Pro baru, surfing in the virtual world sampe subuh, updating myself with a looootttt of news from out there, menata setiap sudut apartemen yang belum sempet disentuh sejak pindah kemarin atau jalan-jalan centil sambil ngupi2  bareng anak2 PPI Newcastle. :P &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini beberapa teman PPI yang tersisa di Newcastle [sebagian besar baru berangkat tadi pagi ke London untuk merayakan pergantian tahun disana] sempat menelephone untuk mengajak saya menikmati keramaian &lt;a href="http://www.newcastlequayside.co.uk/frameset.html" target=new&gt;Quayside&lt;/a&gt; pas midnight. tawaran yang menarik... tapii... tanpa bermaksud mengecewakan siapapun, saya memilih untuk santai-santai saja di rumah. a bit anti-social? maybe.. hehe... but at this time i really need a quite 'me-me-me' time instead of being a social butterfly like most of my friends know me as. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;as we are entering the year of 2007 less than 3 hours, i'm contemplating with my self now. thinking about what has the year of 2006 turn to be? it's been an interesting year for me... though i feel that i'm losing control on some parts of it. i guess it's normal in life, isn't it?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;still... i'm not the kind of person who makes any new year's resolution. i'm just hoping that a new year will bring a new spirit, new positive minds, new happiness, and of course... a new and better beginning...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAPPY NEW YEAR, people!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.loucee.com/files/newyear2007.jpg"&gt;</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/69032031/2006_12_01_index.html" title="tenang-tenang di akhir tahun" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/116760259641881435" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/116760259641881435" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2006_12_01_index.html#116760259641881435</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-116698724801380503</id><published>2006-12-24T20:03:00.000+01:00</published><updated>2006-12-24T20:07:28.033+01:00</updated><title type="text">ada apa sebulan ini?</title><content type="html">&lt;img src="http://www.loucee.com/files/maclaptops.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jungkir balik dan semrawut! mungkin itu yang paling tepat untuk menggambarkan hidup saya sebulan terakhir. Powerbook 17" saya, yang selama 2 tahun ini setia menemani siang-malam dan selalu mengiringi perjalanan dari 1 benua ke benua lainnya... is officially DEAD!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedih... dan patah hati rasanya. serangkaian tanda-tanda 'sakit' si Powerbook kesayangan ini sebetulnya sudah saya ketahui dari berbulan-bulan sebelumnya. tapi tanpa ampun ia tetap saya paksa bekerja, membuat tugas sekolah juga deadline pekerjaan yang tersisa. sampai di suatu pagi yang sama sekali tidak indah, Powerbook yang sudah saya anggap sebagai suami ke-2 [dan cukup sering membuat suami pertama cemburu] ini menghembuskan napas terakhir.... the screen went blank... saya format ulang tetep.. blank, saya diamkan seharian sambil berdoa... tetep blank, saya elus-elus dengan penuh kasih sayang sambil dibujuk rayu... tetep blank... sampai akhirnya saya bawa ke tehnisi computer lab di sekolah, dia bilang... "i think your powerbook's life is over. time to get a new one, sweetie!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin kedengaran agak dangdut, tapi pulang dari ketemu tehnisi sekolah, saya akhirnya menangis di depan layar biru almarhum Powerbook. putus asal! mendengar vonis tehnisi sekolah yang tidak berperikomputeran. kesal! karena Newcastle tak punya Apple Store dan Genius Bar nya seperti di New York sehingga saya tak bisa mencari second opinion. bingung! karena disini saya tak kenal banyak orang yang memakai dan terutama MENGERTI macintosh. panik! karena akhir semester sudah diujung tanduk dan itu berarti tugas-tugas yang harus dikerjakan di komputer untuk disubmit juga menumpuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alam semesta mungkin sedang menguji kesabaran saya- si anak manja teknologi, yang selama 10 tahun terakhir hidupnya begitu bergantung pada komputer kesayangan dan internet. belum cukup mati gaya tanpa powerbook, saya harus pindah apartemen. koneksi internet diputus. kami harus menunggu 1 bulan hingga sambungan baru terpasang. seketika...  2 elemen paling penting dalam hidup saya; komputer dan internet... lenyap begitu saja. mati gaya? mungkin lebih tepat kalau dibilang... lebih baik aku mati saja. hu.. hu... hu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 minggu terakhir ini adalah sebuah ujian. setiap bangun tidur cuma ada serangkaian pertanyaan muncul di kepala: dimana saya akan mengerjakan tugas hari ini? pakai komputer siapa? dapet koneksi internet dari mana? ya... saya perlu internet untuk research tugas-tugas yang tak cukup hanya didapat dari buku-buku di library. jadwal saya pun berubah menyesuaikan keadaan tanpa komputer dan internet. pulang kelas saya akan ke library untuk mengetik dan research dari internet. kalau disana penuh atau ada pr yang memerlukan pekerjaan design saya akan pergi ke rumah seorang teman yang punya macintosh, bekerja disana jika dia ada di rumah atau komputernya sedang tidak dipakai. sempat seorang teman lain berbaik hati meminjamkan powerbook 15" nya. tapi seminggu kemudian diminta kembali karena dia juga mau ujian dan mengerjakan pr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada masa dimana saya jadi sering nelangsa saat  pulang ke rumah lepas tengah malam. saat otak saya sedang giat-giatnya berfungsi [yes, i'm a batwoman, my brain works better at night] tapi tak ada alat untuk menuangkan ide. beberapa kali saya terpaksa kembali ke tehnik pre-historic; menulis essay dengan bolpen dan kertas, menggambar chart dengan spidol di sketch book. rasanya seperti kembali ke jaman SD, dan saya sering tersenyum sendiri menyadari betapa kualitas tulisan tangan saya menurun drastis; berantakan, tidak indah dan kaku akibat terbiasa mengetik di keyboard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;toh dengan segala keterbatasan ini saya tetap mencoba untuk terus berprogress. di masa inilah saya dipaksa untuk belajar menentukan prioritas,  effective time management, dan yang paling penting... bersabar. bagaimana mengerjakan tugas secara cepat di komputer sekolah tanpa dipelototi mahasiswa lain yang menunggu giliran. bagaiman supaya tidak menendang rak buku saat library begitu penuh tanpa ada komputer yang available atau memaki-maki kesal saat penjaga computer lab di School of Design mengumumkan jam 5 sore, "lab is closed, please leave now.". bagaimana menggeser waktu demi menyesuikan dengan kepentingan si teman yang saya pinjam komputernya. bagaimana supaya bisa tetap menegakkan kepala saat mengumpulkan tugas yang saya gambar dengan tangan sendiri meski hati ciut melihat punya teman sekelas yang di-print warna-warni dengan laser printer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 minggu yang tidak mudah. 4 minggu yang menguji batas kesabaran, akal sehat dan mental saya sendiri. 4 minggu yang membuat saya jadi anti-sosial di dunia maya maupun nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untung cuma 4 minggu! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tepat 5 hari yang lalu MacBook Pro baru saya tiba dengan pak slamet. sehari setelahnya tehnisi Apple certified Store di luar Newcastle menelphone untuk memberitakan kabar gembira; Powerbook 17" yang saya kirim 2 minggu lalu ke sana bisa dibetulkan dengan mengganti Hard Drive baru [meski data-data tak bisa terselamatkan], dan 2 hari yang lalu sambungan internet di rumah telah terpasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senangnya masa ospek sudah selesai... :P&lt;br /&gt;apalagi ditambah tugas terakhir di tahun 2006 baru saja saya submit kemarin [setelah dikerjakan nonstop dari jam 2 siang - 10 pagi esok harinya.. hikhik...]&lt;br /&gt;sekarang saatnya santai-santai, berlibur sambil menikmati teknologi kembali; 1 Powerbook 17", 1 MacBook Pro 15" dan sambungan internet!&lt;br /&gt;back on track, back to the netizen life, back to the blog world... :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"helloooooo....... everybody! long time no see.."  ;)&lt;/i&gt;</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/66077838/2006_12_01_index.html" title="ada apa sebulan ini?" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/116698724801380503" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/116698724801380503" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2006_12_01_index.html#116698724801380503</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-116378511342440489</id><published>2006-11-17T18:32:00.000+01:00</published><updated>2006-11-17T18:38:33.443+01:00</updated><title type="text">insecurity and study abroad</title><content type="html">&lt;img align=left src="http://www.loucee.com/files/insecurity.jpg"&gt;the final assignment for Case Study class is due on next week. tugasnya sendiri yang berbentuk essay 3000 kata sudah diumumkan dari sejak awal semester.  sebelum deadline, guru saya meminta seluruh murid untuk mem-posting progress assignment berupa outline, structure, research plan di blackboard. namun sampai hari ini cuma segelintir orang yang sudah melakukannya. segelintir orang yang terdiri dari hanya siswa eropa. sementara para murid cina/taiwan yang menjadi mayoritas, tak ada satupun yang memposting progress report di blackboard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"i can't understand those people..." keluh cewe lithuania, "mereka gak pernah posting report di blackboard, gak pernah ketauan udah sampe mana progressnya. tau-tau pas deadline langsung main ngumpulin aja, kaya tugas kelas Intellectual Property kemarin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yeah, mereka kayanya lebih seneng kalo progressnya gak ketahuan orang lain. it's like a top secret for them." sungut pemuda yunani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hmm... maybe it's related with their insecurity..." kata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"insecurity? insecurity in what?" tanya cewe lithuania&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"well... insecurity di banyak hal. you guys know, kalo naro progress di blackboard berarti orang lain bisa ngasih kritik dan komentar disitu. mungkin mereka gak pede kali tugasnya di-judge sama orang lain selain sama dosen kita. another thing maybe is insecurity in language problem. dan kayanya sih ini yang paling dominan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ah... rubbish!!" sahut pemuda yunani kesal, "mana bisa saling belajar kalo gak dari kritik dan komentar orang lain. and as for the language problem.... lo pikir gue gak bermasalah apa? kita semua non-english speakers disini. and i don't think my english is better then theirs. but i still posted mine, no matter how stupid my grammar is."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nggg.... well.. maybe it's related with the culture juga kali... yang mungkiinn... mereka..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"another rubbish!!!" potong pemuda yunani berapi-api, "tell me something, loucee. kenapa setiap kita complain tentang mereka, you seem like in favor for them and their selfish, anti-social behavior in school?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oh, dear.... *sigh*... GINI YA, TONG! gue gak belain siapapun disini. tapi sebagai orang asia, gue bisa ngerti sepenuhnya kenapa mereka ogah posting progess di blackboard, atau kenapa mereka jarang participate di class discussion, atau kenapa mereka lebih seneng gaul sama temen-teman senegaranya dibanding gaul sama elo atau gue. it's all probably because they feel more secure by doing so. karena dengan gak posting progress atau cuap-cuap di kelas, they won't look stupid if they make any mistakes. they won't look stupid if their english sounds totally fu**ed up. as stupid as this might sounds.... in asia, making mistakes is like a big sin. lo bisa dicap bego sama orang lain kalo salah ngomong. and dicap 'bego' is like a big NO.. NO!! the stupid thing about this is of course.... you can't learn!! justru kalo ternyata yang diomongin salah harusnya jadi bisa belajar, bukan? and school is like the safest place to make mistakes. unfortunately it doesn't apply to some asians like our classmates."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"but, how come you are not like them? you are an asian too!" tanya cewe lithuania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"well... for that, my dear.... believe me, had been brought up in asian culture it takes some time to actually feel ok when i make mistakes in school, or to be comfortable expressing my ideas not in my mother tongue. i've come a looonggg wayyy to conquer my own insecurity. it definitely takes courage to study abroad and an open mind in absorbing new things and values. and yes, having said that... i feel sorry for our chinese classmates. jauh-jauh sekolah ke inggris kalo bukan buat belajar and experience new things from other culture or people kayanya buang-buat duit aje! and you european people should feel lucky for not having this kind of problems, ok?! i'm hungry now... you guys made me talk too much. let's we all go to chinatown and eeaaaaattttt!!!!!!!!!"</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/50703682/2006_11_01_index.html" title="insecurity and study abroad" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/116378511342440489" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/116378511342440489" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2006_11_01_index.html#116378511342440489</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-116308255281239379</id><published>2006-11-09T15:29:00.000+01:00</published><updated>2006-11-09T15:29:12.816+01:00</updated><title type="text">online class</title><content type="html">&lt;img align=left src="http://www.loucee.com/files/virtualclass.jpg"&gt;dari seluruh hari kuliah, Kamis adalah hari yang paling menyenangkan untuk saya karena hari itu kuliah yang berlangsung dari jam 9 - 12 diadakan dengan metode online class!!&lt;br /&gt;yes.. yes.. inilah salah satu sisi menyenangkan kuliah di abad 21. masih dengan baju kebesaran kaos buluk dan celana pendek, saya bisa menyimak ajaran dosen di depan laptop layaknya mendengarkan langsung di dalam kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka yang belum pernah mengalami online class session mungkin bingung. gimana sih caranya kuliah interaktif secara online? &lt;br /&gt;gampang! :) &lt;br /&gt;Northumbria punya sistem terpadu yang namanya &lt;b&gt;Blackboard&lt;/b&gt; di dunia virtual. di Blackboard ini segala info dan tools untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar disediakan. misalnya ada yang namanya Assignment Board tempat daftar tugas sepanjang semester tercantum lengkap dengan deadline. lalu ada lagi yang namanya Discussion Board, tempat murid &amp; dosen diskusi topik yang menyangkut project masing-masing, etc. yah, mungkin mirip kaya yahoogroups kali yak... tapi lebih terpadu dan tidak untuk publik. hanya mereka yang terdaftar di Northumbria bisa dapet password untuk mengakses Blackboard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, selain berbagai macam board tadi, ada juga yang namanya &lt;b&gt;Virtual Classroom.&lt;/b&gt; biasanya para dosen lah yang punya kuasa mengadakan virtual classroom ini. ada yang terjadwal [seperti tiap Kamis jam 9-12 untuk program MA Design saya], tapi ada juga yang dadakan. biasanya yang terakhir terjadi kalo dosennya harus ke luar kota / negeri, jadi kelas substitusi diadakan secara virtual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tampilan Virtual Classroom sendiri ya tentunya beda dengan YM atau MSN messenger. yang jelas ukurannya lebih besar dan toolsnya lebih banyak dari jendela chatting biasa. selain kolom untuk mengetik dan menampillkan pesan, di Virtual Classroom juga ada whiteboardnya. jadi dosen juga bisa ngasih penjelasan lewat tulisan, chart atau gambar seperti sedang menulis di papan tulis biasa. kadang akses untuk nulis di whiteboard ini juga dibuka untuk murid, jadi kalo ada yang mau menambah info atau menjawab lewat gambar juga bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyenangkannya online session ini adalah ya itu tadi... saya gak perlu mandi dan gosok gigi untuk tetap hadir dalam kelas. sambil kuliah, bisa sambil bikin kopi, masak indomie, nyuci piring atau nyapu dapur karena dengan wireless connection, laptop bisa diangkut ke dapur, dan jalannya online session bisa dicek dari waktu ke waktu. :P hikhik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau yang paling sering terjadi, karena jam 9 pagi mata masih berat ya tentunyaa... laptop diangkut ke tempat tidur. jadi sambil kuliah ya sambil tidur-tidur ayam. tentu lebih nyaman tidur dibawah selimut dengan bantal guling dibanding tidur sambil telungkup di meja kelas biasa, bukaann?? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentunya 'cara belajar' yang terakhir ini agak-agak tricky. karena masuk kelas dengan cara log in, ngetik &lt;i&gt;'hello everyone!'&lt;/i&gt; di window trus ditinggal tidur lagi tetap mengandung resiko ketauan dosen dan teman-teman lain meskipun tidak berada dalam 1 ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti terjadi pada saya tepat seminggu yang lalu. akibat begadang sampe jam 6 pagi, jam 9 pagi tentu saya masih tewas dengan sukses. namun karena gak mau kehilangan jatah absen, saya log in juga ke Virtual Classroom lalu lanjut bablasss tiduurr... tewassss gak pake acara tidur bareng ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jam 12 lewat sedikit saya terbangun karena dering suara handphone. ada sekian missed call dan sms masuk. sambil ngantuk saya cek satu persatu.... :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sms 1 dari temen sekelas&lt;br /&gt;&lt;b&gt;msg:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;where are you? are you really online? or have problems with your computer?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sms 2 dari temen sekelas yang lain&lt;br /&gt;&lt;b&gt;msg:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;loucee, mr. stew just asked you a question regarding your group project on global branding. you are the leader, right? please respond.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sms 3 dari temen sekelas, anggota group project saya&lt;br /&gt;&lt;b&gt;msg:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;loucee... please post the link to our project's abstract at the whiteboard.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sms 4 dari pemuda yunani, partner nikotin&lt;br /&gt;&lt;b&gt;msg:&lt;/b&gt; &lt;i&gt;WAKE UP SLEEPY HEAAAADDDDDD!!! TIME TO LOG OUT! CLASS IS FINISHED!! YOU ARE SO BUSTED!!!!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matelah awak! :(</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/47139282/2006_11_01_index.html" title="online class" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/116308255281239379" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/116308255281239379" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2006_11_01_index.html#116308255281239379</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-116200777071322234</id><published>2006-10-28T05:52:00.000+02:00</published><updated>2006-10-28T05:56:41.450+02:00</updated><title type="text">temen sekelas</title><content type="html">&lt;img align=left src="http://www.loucee.com/files/gosip.jpg"&gt;stress, nih! bikin essay mulu! :P gossip yuuuukk... hueheuhe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masuk sekolah berarti juga kenalan dan ketemu teman-teman baru. ada yang kelakuannya 'normal' dan tentu saja ada yang cukup 'tidak normal'. nah, saya mau memperkenalkan 3 orang teman baru di kelas dari kategori terakhir. dan berhubung mereka semua udah pada tau saya punya blog, maka acara 'ngrasani' ini enaknya ditulis pake bahasa indonesia. itung-itung lumajan buat latihan nulis lagi pake ibu sendiri setelah berminggu-minggu dipaksa ngecap pake bahasa inggris!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;objek penderita pertama, nama samaran: &lt;b&gt;pemuda yunani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diberi nama samaran demikian karenaaa.. ya tentu saja dia berasal dari negara yunani. pemuda ini boleh dibilang menjadi kawan terdekat setelah sekian minggu kuliah. kedekatan kami pada dasarnya terjalin berkat nikotin. karena memang dari 38 murid di kelas, hanya 3 gelintir manusia yang menjadi pecandu nikotin. dan berhubung 1 orang cewe cina yang juga mencandu lebih senang ngumpul dengan teman-teman senegaranya, maka saya dan si pemuda yunani ini akhirnya sering terjebak satu sama lain, menjadi 2 orang pertama yang ngibrit ke luar gedung setiap ada break 10 menit atau begitu kelas selesai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selain menjadi partner nikotin, pemuda bertubuh besar dan berbulu lebat ini juga menjadi partner diskusi topik design yang asyik. asyik selama dia gak kehilangan kata-kata dalam bahasa inggris. kemampuan nulis bahasa inggrisnya sih oke punya, tapi kalo udah terlalu semangat berdebat dan kehilangan kata-kata, buntutnya suka putus asa trus marah-marah. *hihi* kalau sudah begini, biasanya saya cuma senyum-senyum. nggak berani ketawa. karena selain jadi designer dia juga punya profesi tambahan menjadi suporter fanatik sebuah klub sepakbola di yunani alias... hooligan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah dalam sebuah session kerja kelompok di kamarnya yang dindingnya penuh dengan poster dan bendera tim pujaan, dia memperlihatkan kepada kami photo sebuah kerusuhan antar suporter sepak bola di negaranya. and surprise.. surprise... sosoknya juga termasuk diantara ratusan perusuh dalam photo tsb. makanya, meskipun sering tak setuju dengan pendapatnya yang menurut saya sering terlalu idealis [maklum, 5 tahun lebih muda, baru lulus kuliah S1, dan belum terkontaminasi polusi komersialisme dunia kerja], saya memilih cara damai saja... tersenyum manis sambil kedip-kedip, daripada kena gebuk hooligan yunani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;objek penderita kedua, nama samaran: &lt;b&gt;pemuda batu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang cina/taiwan yang sekolah di negara berbahasa inggris biasanya memiliki nama panggilan non-cina supaya gampang dipanggil. nah nama inggris pemuda ini kalo diterjemahkan artinya adalah 'batu' *apa hayooo??* :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si tukang batu ini adalah teman sekelas di sub-program Design Management yang berjumlah 14 orang. anak ini menurut saya sebetulnya jenius, tapi kelewat santai. beberapa kali saya satu lift dengannya sebelum masuk kelas. pertanyaan favorit saya kalo ketemu adalah... "udah bikin PR belom?" dan biasanya dia malah nanya balik dengan cara bicaranya yang super pelan... "eemmaaaanggg... aaadaaaa.... peee-eerrrrrr?" begitu saya menjelaskan PR hari itu, biasanya dia cuma menjawab "oh, itu. hmm.... beluuuuuum." sambil senyum santaaaiiiii sekaliii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;herannya, begitu PR nya harus dipresentasikan di hari yang sama [dengan jeda waktu antara pertemuan di lift dan waktu presentasi = 20 menitan], dia selalu siap dengan PR yang sudah diketik rapi. belakangan ketahuan.. bahwa hampir setiap pagi ritualnya adalah naro tas di kelas, ngibrit ke lab computer bikin PR, nge-print, trus menyelinap masuk kelas lagi siap untuk presentasi PR. hebat! pemuda ini harusnya punya nama non-china "The Flash" dibanding "The R**K"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang lucu, di suatu hari yang indah dia pernah nanya ke saya, "loucee, kenapa sih kamu kok kayanya sibuuuukkk banget? tiap selesai kelas, kamu pasti langsung ngibrit keluar, ngilang. kalo pagi kamu juga sering terlihat panik sebelum masuk kelas." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya yang agak surprise tiba-tiba ditanya, akhirnya menjawab "ya gimana ya, bow! gue emang panikan sih orangnya. lagian urusan gue banyak, jek! gak cuma kuliah dan bikin PR doang. tapi ada urusan kerjaan, ngurusin rumah, ngurusin suami. sibuuukk neik!! time is duit!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti sudah diduga, reaksinya atas jawaban itu adalah berkata dengan slow motion... "louceeeeeeee.... juuuusssstttt..... relllllaaaaaaxxxxxxx...... enjoooyyyy liiiiifeeeeeee!!! doonn't... be.... stresssssss..... taaaaakkkeeee.... a deeeeeppp.... breaaaaaattthhhh....." *dhuenggg!!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;objek penderita ketiga, nama samaran: &lt;b&gt;raja pop&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agak susah nih nerjemahinnya... hueheue.... petunjuk buat anda: nama non-china anak ini adalah si pelantun lagu 'love me tender' yang anaknya pernah kawin sama michael jackson! *kaya kuis. hikhik...*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anyway, menurut saya ini adalah salah satu makhluk paling polos diantara teman-teman. secara wajah yah.. bolehlah.. tapi saya sering gak ngerti kalo dia ngomong, secara bahasa inggrisnya memang pas-pasan banget ditambah logat cinanya yang medok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kabar burung mengatakan bahwa dari awal masuk si raja pop dari kategori brondong ini ngecengin seorang teman dari lithuania dann... saya!  yak 2 perempuan menikah yang ada di kelas. tsk... tsk.. tsk... kabar burung ini akhirnya terbukti di suatu pagi, ketika dia mengundang kami berdua untuk makan malam di flatnya. waktu itu, berdua dengan pengikutnya [dia punya groupie, seorang cowo asal cina juga, berambut mohawk pirang dengan bahasa inggris dibawah pas-pasan] mengutarakan niatnya untuk kencan. *ahik!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya dan si cewe lithuania yang menjadi sasaran pada awalnya 'menyambut baik' niatan kencannya. memberi kalimat surga sambil tersipu-sipu malu. sampai ketika raja pop bilang, "saya mau masak masakan cina buat menu kencan kita berempat!" &lt;br /&gt;kami berdua langsung berpandang-pandangan... &lt;br /&gt;"buat berempat?" tanya saya.&lt;br /&gt;"iya! saya, pemuda mohawk dan kalian berdua!" katanya dengan gaya cunihin.&lt;br /&gt;"bikin buat ber-enam aja deeeeh..." kata cewe lithuania sambil kedip-kedip&lt;br /&gt;"ber-enam?" tanya raja pop heran&lt;br /&gt;"iyeeeee!! kita kan mo ngajak suami-suami kiteeeeeeee...!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi itu adalah pagi nestapa buat raja pop. karena ternyata die kagak tau calon korbannya sudah pada menikah semua!! hakhakahkk... berminggu-minggu diajarin research di kelas, mbok ya dipraktekin sebelum nembak sasaran gitu loohhh!! herann...</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/42607976/2006_10_01_index.html" title="temen sekelas" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/116200777071322234" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/116200777071322234" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2006_10_01_index.html#116200777071322234</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-116140510827383659</id><published>2006-10-21T06:25:00.000+02:00</published><updated>2006-10-21T06:31:48.286+02:00</updated><title type="text">i'm dead...</title><content type="html">&lt;img align=left src="http://www.loucee.com/files/melibrary.jpg"&gt;... yes i am! never thought that going back to school while still working remotely for far away clients would put me in a situation where my head is about this close to explode. let alone updating this blog, i even find it's been very difficult to just meet my husband wide awake after spending the whole day at classes and school's library to do class projects, research, writing essays and working simultaneously for my own professional projects.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aside from the feeling of 'badan rontok' due to late night works yet must be awake at 8 for the morning classes, i'm still not regretting the decision to go back to school. my brain has been stimulated a lot by lectures and learning case studies. it is a TOTAL new experience which has open another perspective of how me as a designer should think.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anyway, sorry for not writing this entry in bahasa indonesia. after spending so much time on writing essays and arguing with my classmates in english, i feel it's much easier for the brain to write in the non-mother tongue mode. really hope this new syndrome won't last for long. as i do miss the old-less-serious-me who loves to write unnecessary things in my own language.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, 'til the next entry [which i dunno when], really hope you guys are doing ok... better than i am. i'm still debating whether i should put this blog in a hiatus mode or not. a big part of me is still saying that i should continue to write and post, while the other part -belongs to my brain and muscles- is screaming... "SOS!!" hopelessly....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;take care everyone!</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/39575214/2006_10_01_index.html" title="i'm dead..." /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/116140510827383659" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/116140510827383659" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2006_10_01_index.html#116140510827383659</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-116004276301369896</id><published>2006-10-05T11:51:00.000+02:00</published><updated>2006-10-05T12:06:03.030+02:00</updated><title type="text">a twenty something birthday babbler</title><content type="html">&lt;img align=left src="http://www.loucee.com/files/bday2006.jpg"&gt;time flies... dan rasanya baru kemarin saya mengganti rupa blog ini sebagai hadiah ulang tahun untuk diri sendiri. tak seperti saat itu dimana saya memiliki banyak waktu untuk bemain-main di dunia maya, tahun ini waktu saya habis untuk 'main akrobat'; juggling antara kuliah, bikin tugas, deadline professional project, sambil tetap mencoba menjadi domestic diva! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ulang tahun kali ini mungkin akan menjadi sebuah hal yang lumajan berarti untuk saya. if you ask me why? jawabannya simple dan mungkin gak penting buat anda tapi sangat penting buat saya... from today i only have one year for being a twenty-something woman. and that means... saya tak akan menyia-nyiakan waktu untuk having the time of my life sebelum diganjar umur berangka awal 3. hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beruntung lingkungan saya penuh diisi oleh mereka yang berumur jauh lebih muda, sehingga meski lahir lebih dulu dari mereka, saya masih tetap bisa berada dalam 'muda mode on' senantiasa. *hihi* so far so  good, selama pembicaraan tidak mengarah ke topik kurang sopan berbau angkatan kelulusan, saya aman sentosa. kalaupun ada yang nanya, tersenyum penuh arti tanpa pernah menyebut angka biasanya menjadi pilihan jawaban. kalaupun lagi ada yang mencoba nebak, biasanya juga lebih sering salah. *haha* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka yang lahir lebih dulu dari saya mungkin akan bilang apa salahnya menjadi manusia yang tak lagi berumur duapuluhan? &lt;br /&gt;sebetulnya tidak ada yang salah sih... tapi sebagai seorang gadis berjiwa ABG sejati, tentu keinginan untuk tak pernah menambah umur tanpa sadar sering terselip juga. karena menjadi muda berarti gak perlu mikir yang macem-macem [semakin tua kayanya semakin banyak yang dipikirin gak, sih?] dan menjadi muda berarti juga lebih banyak  mendapat pemakluman jika ada tindakan-tindakan ajaib yang kurang sesuai umur dilakukan [and that happens to me a lot!], &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but, as much as i want to be in a denial mode, i know i just have to accept life as it is. it's been a wonderful life anyway and 'age is just a number' isn't it? birthday is just marking another period in life. there are a lot more things that i should be worried about than the numbers on my birthday cake. seperti bagaimana supaya bisa menjadi pelajar yang rajin, gak susah bangun pagi, dan lulus dengan hasil oke, atau menjadi istri yang gak lupa untuk mengurus suami meskipun sering ditinggal untuk kerja kelompok dan begadang ngejar deadline project, atau menjadi anak yang berbakti untuk keluarga meskipun akhir-akhir ini jarang kontak rumah ;P... but most of all simply.. is just the thought of wanting to be a better human...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thank you for all the birthday wishes, people.. :)</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/32812564/2006_10_01_index.html" title="a twenty something birthday babbler" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/116004276301369896" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/116004276301369896" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2006_10_01_index.html#116004276301369896</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-115949848031798058</id><published>2006-09-29T04:46:00.000+02:00</published><updated>2006-09-29T05:01:22.993+02:00</updated><title type="text">antara ITB, Pratt dan Northumbria</title><content type="html">&lt;img src="http://www.loucee.com/files/logoschools.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah 2 minggu ini saya resmi menyandang status pelajar. rasanya hehe.. lucu.. :P bergulat lagi dengan class schedule, assignments, homework, buku-buku, research, essays, etc. semua itu mungkin bukan barang baru lagi bagi seorang 'pelajar veteran' macam saya yang udah lumayan kenyang menimba ilmu di berbagai institusi, tapi teteuupp... sekolah di negara yang berbeda, dengan subject yang agak berbeda memberikan pengalaman baru yang juga tak kalah beda dari apa yang sudah dialami sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengalaman apa aja tuuh??&lt;br /&gt;mari kita bandingkan ketiga sekolah tsb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.itb.ac.id" target=new&gt;1. Institut Teknologi Bandung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lokasi: Bandung, Indonesia&lt;br /&gt;Program Studi: Studio Desain Komunikasi Visual, FSRD&lt;br /&gt;Gelar: Bachelor / S1&lt;br /&gt;Durasi: 1995 -  1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.prattgradcomd.com" target=new&gt;2. Pratt Institute&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lokasi: New York City, USA&lt;br /&gt;Program Studi: Visual Communication Design&lt;br /&gt;Gelar: Master / S2&lt;br /&gt;Durasi: 2001-2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.northumbria.ac.uk" target=new&gt;3. Northumbria University&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lokasi: Newcastle, United Kingdom&lt;br /&gt;Program Studi: Design Management&lt;br /&gt;Gelar: Master / S2&lt;br /&gt;Durasi: 2006 - 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;#149; syarat masuk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ITB:&lt;/b&gt; ikut Ujian Masuk Fakultas Seni Rupa &amp; Design [UMFSRD] yang meliputi tes bahasa indonesia, bahasa inggris, psikologi dan tes gambar. gak yakin apakah NEM atau nilai EBTANAS turut diperhitungkan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PRATT:&lt;/b&gt; minimal TOEFL score = 500, nyerahin portfolio, nyerahin surat rekomendasi dari 3 dosen di S1.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NU:&lt;/b&gt; in my case cuma ngasih formulir dan portfolio. udah gak ditanya lagi score test bahasa inggris dan surat rekomendasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;#149; upacara penyambutan murid baru&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ITB:&lt;/b&gt; push-up, sit-up, dibentak-bentak, dan dijitak-jitak sama senior selama 6 bulan. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;PRATT:&lt;/b&gt; ngumpul di lobby, dengerin kata sambutan selama 15 menit dari Head of Design Department.. trus.... yuk, deh.. belajar!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NU:&lt;/b&gt; ngumpul di City Hall, dengerin kata sambutan dari pejabat City Council, Dean of Design Faculty dan serentetan pejabat lainnya seharian. ada welcome week di &lt;a href="http://mynsu.co.uk/" target=new&gt;Student Union&lt;/a&gt; yang diisi dengan berbagai acara hiburan lengkap dengan layar digital, musik disko dan tari-tarian ala cheerleaders di halaman sekolah, juga promosi berbagai macam produk khusus untuk student dari mobile phone providers, credit cards, travel agents juga clubs or pubs daaann.. dapet berbagai macem goodies dari mie instant sampe radio!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;#149; komposisi mahasiswa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ITB:&lt;/b&gt; 1 angkatan = 128 mahasiswa dari seluruh penjuru indonesia.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PRATT:&lt;/b&gt; dari seluruh penjuru dunia, entah ada berapa jumlahnya karena gak pernah ketemu semuanya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NU:&lt;/b&gt; 38 mahasiswa dengan komposisi; 2 dari Inggris, 3 dari EU countries, 2 dari Thailand, 2 dari Indonesia, 1 dari India, sisanya dari China dan Taiwan. lulus dari program ini dijamin bisa ngomong lebih dari sekedar ni hao ma! :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;#149; jam sekolah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ITB:&lt;/b&gt; dari senin-sabtu, paling pagi mulai jam 7 [dan lebih sering bolos], paling sore selesai jam 3 [dan lebih sering cabut duluan].&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PRATT:&lt;/b&gt; dari senin-kamis, paling pagi mulai jam 3 siang, paling malem selesai jam 10. bolos hampir gak pernah karena berasa rugiiiiii.. kalo gak dateng dan dengerin kuliah apalagi udah bayar mahal-mahal. cih!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NU:&lt;/b&gt; dari senin-jumat, tiap hari mulai jam 9.30 selesai jam 5 sore. sampai saat ini belum pernah bolos meskipun bangun paginya penuh perjuangan [kebiasaan begadang, bow!]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;#149; mata kuliah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ITB:&lt;/b&gt; selain mata kuliah studio dan beberapa mata kuliah pilihan ada mata kuliah wajib seperti bahasa indonesia, bahasa inggris, kewiraan dan olah raga! &lt;br /&gt;&lt;b&gt;PRATT:&lt;/b&gt; seluruh mata kuliah berhubungan dengan graphic design, teori maupun praktek. untuk mata kuliah studio boleh milih sendiri mau sama dosen yang mana. dari yang konservatif dan gualaknya minta ampyuunn.. sampe yang kaya artis MTV dan cuek beybeh.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NU:&lt;/b&gt; dosennya cuma ada 4 biji, ngajarnya ganti-gantian. mata kuliah udah dipaketin, gak bisa milih alias terima jadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;#149; metode belajar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ITB:&lt;/b&gt; conceptual thinking nomer 1, sisanya urusan belakangan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PRATT:&lt;/b&gt; final execution dan kick-ass portfolio nomer 1, conceptual thinking urusan belakangan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NU:&lt;/b&gt; research and process nomer 1, mau dibawa kemana, berkembang sejauh apa... terserah mahasiswa. gak ngaruh kalo hasil akhir nendang tapi researchnya ternyata cetek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;#149; jadwal begadang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ITB:&lt;/b&gt; jarang. kalaupun begadang lebih banyak mainnya *hihi*&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PRATT:&lt;/b&gt; hampir tiap malem beneran ngerjain tugas, mendekati akhir semester bisa cuma tidur 2 jam dalam waktu 3 hari nyiapin pameran tugas akhir.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NU:&lt;/b&gt; belum ketauan, tapi kayanya bakalan banyak... *sigh*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;#149; results&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ITB:&lt;/b&gt; lulus cum laude *ceilee*, ngirim cv ke 3 tempat, dipanggil interview dan diterima ditiga-tiganya. jeda antara lulus dan mulai kerja = 1 bulan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PRATT:&lt;/b&gt; lulus with honors *ceileee lagi*, ngirim cv ke 50 lebih tempat, dipanggil interview cuma di 4 tempat, diterima di 2 tempat. jeda antara lulus dan mulai kerja = 6 bulan *tough life, man!*&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NU:&lt;/b&gt; belum ketauan... pengennya sih bisa lebih pinter gak cuma dalam urusan design aja, tapi ahli dalam businessnya juga. amiiiieeeeeeeennnnnnn!!!! :)</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/29273054/2006_09_01_index.html" title="antara ITB, Pratt dan Northumbria" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/115949848031798058" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/115949848031798058" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2006_09_01_index.html#115949848031798058</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-115837239159929639</id><published>2006-09-16T03:58:00.000+02:00</published><updated>2006-09-16T04:06:31.620+02:00</updated><title type="text">the starbeck story</title><content type="html">&lt;img align=left src="http://www.loucee.com/files/starbeck.jpg"&gt;semua orang yang kenal saya di dunia nyata atau maya pasti tau betul bahwa saya paling gak napsuh sama makanan inggris. apapun bentuknya dari beans, pies, sampe fish n' chips... kagak ngaruuuhhh!! saya sudah terlanjur punya persepsi bahwa british food sucks! mending gue makan indomie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapiiiii... seperti yang biasanya hampir selalu always terjadi dalam hidup saya yang penuh kejadian gak penting ini, seminggu yang lalu lagi-lagi saya ketula' untuk kesekian kalinya. kali ini apalagi kalo bukan dalam urusan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ceritanya saya punya temen, namanya Ade. tinggal di daerah Sandyford yang lumejen jauh [untuk ukuran Newcastle] dari tempat tinggal saya di city center. katanya si Ade ini tetanggaan sama kedai makan enak bernama &lt;b&gt;Starbeck.&lt;/b&gt; pas pertama kali ke rumahnya bareng temen-temen lain, Ade dihujani pertanyaan bertubi-tubi tentang kapan si Starbeck ini buka oleh teman-teman yang kayanya semangat bener pengen makan disitu. saya yang tadinya mikir Starbeck adalah kloningnya Starbucks langsung nanya dengan semangat juga dong... "apaan sih Starbeck?"&lt;br /&gt;dan mereka semua menjawab dengan meriah... "FIIISSHHH N' CHIIIIPSSS!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*ih.. males...*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;okeh, hari itu adalah hari dimana saya mendengar untuk pertama kalinya bahwa fish n' chips si Starbeck itu uendang surendangg bambang. paling gak semua temen saya bilang begitu. tapi.. as always, saya bukan orang yang begitu saja menyerah kepada trend atau pendapat khalayak ramai. mo kate enak kek, tetep aja judulnya fish n' chips! so yeah, whatever... i'll stick to my indomie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 minggu berlalu sejak nama Starbeck disebut-sebut. weekend kemarin setelah sesorean bermain-main di pantai, saya, Ade, dan seorang teman bernama Husni sedang jalan kaki pulang ketika di sebuah pengkolan menuju rumah Ade tiba-tiba dia berteriak dengan semangat, "eh... eh.. Starbeck bukaaaaa!!! gue beli dulu yaaaaaa!!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yeah.. yeah... saya dan Husni pun akhirnya berhenti menunggu di luar kedai. Ade cuma beli 1 porsi fish n' chips karena saya jelas tidak mau dan Husni sedang bokek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampe rumah Ade, kami semua duduk di ruang TV. fish n' chips yang dikemas mirip bantal berlapis koran itu dibuka di atas coffee table tanpa beralaskan piring. Ade menuang saos tomat di atas kertas dan mulai mengambil potongan ikan dengan garpu.. "cobain, louc! enak!" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya cuma nyengir... masih belum tertarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak lama Husni mulai mencomot potongan ikan di atas coffee table, dimakan juga dengan nikmat... "cobaiiinnnnn!! enak deeeeh.... louc..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya masih lempeng juga. tapi dalam hati mulai agak sedikit goyah menyaksikan pemandangan dua orang manusia yang sedang asyik menikmati fish n' chips dengan barbar. mana perut saya juga sudah mulai lapar pula. apalagi setelah main-main di pantai sesorean. ughh.. mana tahaaannn..... "sinih! gue cobain, deh. kaya apa sih enaknya??" kata saya akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ade menggeser kertas fish n' chips lebih dekat. saya lalu mengambil alih garpunya, memotong secuil kecil bagian ikan daannn... 'HAP!!' ikan goreng masuk mulut. saya terdiam sesaat, mengunyah pelan... sambil membiarkan lidah saya menikmati sensasi rasa fish n' chips Starbeck yang ternyata..... alamakjaannn.... WUINI WUEEENAK TENAAAAAAAAANNNNNN!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;malam itu dengan kurang ajar saya menghabiskan setengah porsi fish n' chips Ade. jelas saya masih lapar dan yang terutama adalah... masih penasaran! seperti yang sudah-sudah terjadi, kalo saya penasaran mau tak mau akhirnya jadi selalu kepikiran. maka sudah layak dan sepantasnyalah jika hanya ada 1 hal yang langsung terpikir ketika saya bangun dari tidur keesokan paginya... Starbeck!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika biasanya saya paling malas sarapan, pagi itu saya merasa sudah saatnya memulai hidup dengan pola makan yang benar dengan sarapan fish n' chips *hihi* tanpa menunda-nunda, saya langsung telephone Ade. nanya Starbeck buka jam berapa. dia bilang dari jam sebelas sampe setengah 2 siang saja. sore baru buka lagi dari jam enam sampe setengah 9.  saya melirik jam.. sudah jam 11 [siang bener bangunnya, bow! heuehueh..]. saya minta tolong Ade untuk membelikan dulu karena katanya fish n' chips Starbeck ini sering habis sebelum tutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesai mandi, saya langsung berangkat. kata Ade kalau mau cepat ke rumahnya bisa naik bis dari deket rumah. tapi saya tunggu lama di halte, bis tidak nongol juga. waduh... nanti fish n' chipsnya keburu dingin. kalo dimasukkan microwave pasti rasanya jadi beda. akhirnya saya memutuskan untuk jalan kaki saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;letak rumah Ade itu lumajan jauh juga kalo harus jalan kaki. mungkin sekitar 20 menit-an dari city center, jalannya naik turun dan berliku. biasanya saya paling males kalo harus jalan kaki jauh dengan perut kosong. tapi hari itu.. saya menguatkan diri dengan mengucap mantra berulang-ulang dalam hati... "Starbeck.. Starbeck... fish n' chips... fish n' chips..." sampai saya tiba di rumah Ade [pake nyasar pulak!], disambut bantalan koran fish n' chips yang sudah siap menanti untuk dibuka dan disantap di coffee table. pagi.. eh.. siang yang sungguh nikmaaatttt... seporsi habis sendiri. kenyaaaaaannngg... dan rasa penasaran saya langsung terbayar dengan kepuasan orgaschips [orgasme dengan fish n' chips! haihaihaihaihaaa...]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai hari ini saya sudah makan siang 2 kali dengan menu fish n' chips Starbeck di rumah Ade. yang punya rumah sampe heran ada manusia yang bela-belain jalan kaki jauh-jauh dari city center ke Sandyford untuk makan fish n' chips doang.  judulnya sih emang doyan. dan mungkin juga obsessed setelah sekian lama tidak mempercayai keberadaan british food termasuk fish n' chipsnya. ditambah lagi dengan kenyataan bahwa si Starbeck ini gak buka setiap hari [suka-suka die aja kapan bukanya], saya jadi semakin merasa harus menggunakan setiap kesempatan yang ada. entah sampai kapan bakal terus obsessed begini. ini aja udah agak diprotes suami. katanya fish n' chips yang sarat dengan kandungan minyak itu tidak sehat, bikin gemuk... bla.. bla.. blaa... well.. kita lihat saja sampai suatu saat saya membawa pulang fish n' chips Starbeck untuk makan malam. saya yakin dia juga pasti akan ketagihan! dijamin!!</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/22791181/2006_09_01_index.html" title="the starbeck story" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/115837239159929639" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/115837239159929639" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2006_09_01_index.html#115837239159929639</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-115811412883302475</id><published>2006-09-13T04:13:00.000+02:00</published><updated>2006-09-13T04:38:30.900+02:00</updated><title type="text">friends</title><content type="html">&lt;img align=left src="http://www.loucee.com/files/friendship.jpg"&gt;seorang teman baru disini pernah bertanya, "capek gak sih louc, harus selalu say good bye ke temen-temen lo?"&lt;br /&gt;saat itu kami memang sedang ngobrol tentang orang-orang yang sudah atau sebentar lagi akan meninggalkan Newcastle. orang-orang yang sebetulnya tak terlalu atau bahkan tak pernah saya kenal karena saya memang baru 'turun gunung' dan mulai bergaul dengan anak-anak indonesia disini. so, i was just listening to their conversation. trying to picture those people in my head, dan juga ikut bersimpati ketika ungkapan 'kangen', 'kehilangan', 'the good old times' berhamburan. sampai ketika pertanyaan itu terlontar... saya hanya mampu tersenyum pahit sambil menarik napas dalam-dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perpisahan dan ucapan selamat tinggal kepada teman-teman memang sudah menjadi bagian hidup sejak saya berpindah-pindah tempat. tak pernah terpikir bahwa saya harus melakukannya berulang-ulang sejak cabut for good dari kampung halaman. it's not easy of course. karena teman-teman bagi saya adalah sebuah bagian yang sangat penting untuk membuat saya tetap hidup dengan waras di tempat asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teringat ketika pertama kali harus bilang good bye to a bunch of people. saya masih berasrama di sebuah sekolah bahasa di Tarrytown, NY. selama 2 bulan di sana, teman-teman dari seluruh dunia kerap datang dan pergi. masing-masing memang bersekolah dengan jadwal dan durasi program yang berbeda. ada yang cuma 2 minggu, ada yang 4 minggu, ada yang sampai 6 bulan. so in the end, saying good bye to them was actually a part of the school's program, i think. it was hard in the beginning. apalagi saat harus berpisah dengan teman-teman yang sungguh dekat. sampai lelah rasanya mengalami tenggorokan tercekat atau banjir air mata saat melepas mereka semua pulang ke negara masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;like it or not, berpisah dengan teman-teman memang sudah menjadi resiko ketika sama-sama sedang merantau di negeri orang. you know that one day you'll always have to say good bye to them. kadang suka jadi pahit sendiri kalo mengingat bagaimana pertemanan itu berawal, lalu tumbuh, terpelihara tapi lalu harus dilepas karena salah satu harus pergi. memang siih... some people might say.. "friendship stays forever." tapi kan ya tetep beda kalo orangnya gak bisa dilihat, diajak jalan-jalan, makan bareng, juga dicela-celain atau dijitak-jitak...*hihi* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;on the other hand, hidup nomaden begini juga membuat saya jadi lebih pinter dikit untuk mendalami 'the art of making new friends'. meskipun sering terkesan cablak dan gak tau malu *ihik*, sebetulnya saya adalah orang yang gak bisa langsung nyaman jika harus ngobrol apalagi berakrab-akrab ria dengan orang baru. tapi itu dulu banget. seringnya frekwensi pindah tempat membuat saya jadi lumajan terlatih untuk kenalan dan akhirnya memiliki teman setiap singgah di tempat asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awalnya tentu gak gampang. apalagi jika saya datang sebagai satu-satunya orang baru di sebuah komunitas pertemanan yang sudah solid terbentuk. sometimes you have to work hard to get accepted. for sure you have to be proactive but not aggressive, be sensitive, be flexible, be positive and of course... be open! in this case, tentu sifat malu-malu, pilih-pilih, atau penuh prasangka gak akan berguna banyak kalau ingin menambah teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;still, dengan deretan attitude yang sebaiknya dimiliki tsb, menjadi diri sendiri tetap menjadi hal yang paling penting saat masuk di sebuah lingkungan baru. i've learnt that this is actually the best way to find a true friendship. because true friends will always except who you really are dengan segala kecacatan dan ketulalitannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali ke pertanyaan temen saya tadi, masalah capek atau gak saying good bye to my friends... well, jawabannya... capek. tapi itulah hidup, teman-teman. berdamai dengan situasi by saying "kita pasti ketemu lagi, kaann...!!" akhirnya menjadi sebuah pilihan supaya tak terlalu merasa kehilangan setiap berpisah dengan teman-teman. and that means... saya tak akan pernah berhenti untuk mencari teman baru karena takut suatu hari akan kehilangan mereka. all i have to do is just to look at the bright side... friends are like gifts in life. and don't you think i should be thankful by having so many gifts from all over the world by living a modern gipsy life?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.loucee.com/files/friends.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;*miss you all my dear friends...!! wherever you are...*&lt;/i&gt;</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/21666746/2006_09_01_index.html" title="friends" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/115811412883302475" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/115811412883302475" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2006_09_01_index.html#115811412883302475</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-115794659929131029</id><published>2006-09-11T05:31:00.001+02:00</published><updated>2006-09-11T05:49:59.296+02:00</updated><title type="text">5 tahun silam...</title><content type="html">&lt;img align=left src="http://www.loucee.com/files/wtc.jpg"&gt;saya baru tertidur dua jam ketika telephone di kamar berdering sekitar pukul 9...&lt;br /&gt;"louc..." it was my mom.. "masih tidur?"&lt;br /&gt;"masih mom... aku begadang ngerjain tugas semaleman.." jawab saya masih dengan mata terpejam.&lt;br /&gt;"ada pesawat nabrak world trade center. kamu baik-baik aja?"&lt;br /&gt;"huh? baekk..... ada pesawat nabrak apaan?"&lt;br /&gt;"world trade center."&lt;br /&gt;"oh... rumahku kan gak deket world trade center. aku gak denger apa-apa.... hmmm... ngantuk nih, mom. aku harus tidur, nanti sore ada kelas..."&lt;br /&gt;"oh ya, udah... gak papa. yang penting kamu baik-baik aja."&lt;br /&gt;"iya.. aku baik-baik aja. gak ketabrak pesawat... hoemmm...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya lalu berusaha tidur kembali. tapi telephone dari ibu barusan membuat otak saya berpikir... hmm... ada pesawat nabrak wtc? pesawat apaan? malas-malasan saya akhirnya bangkit, membuka pintu kamar, menghempaskan tubuh di sofa depan tv yang sedang menyiarkan langsung.. pemandangan world trade center... terbakar hebat bagai 2 obor raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"what the hell....??" gumam saya masih sambil mengumpulkan nyawa&lt;br /&gt;"iya gilak! ada pesawat nabrak wtc!!" sahut flatmate saya yang sedang bersiap-siap pergi ke sekolahnya di manhattan.&lt;br /&gt;"when?? how???" tanya saya masih bingung menyaksikan siaran langsung di tv yang lebih menyerupai film action.&lt;br /&gt;sambil memakai sepatu, ia pun bercerita tentang pesawat pertama yang menabrak south tower sekitar setengah jam yang lalu, disusul pesawat kedua yang menabrak north tower 15 menit kemudian. they were hijacked. entah oleh siapa. but by the time she finished telling me the stories, reporter di tv mengumumkan bahwa semua jembatan dan terowongan yang terhubung dengan manhattan ditutup. there was no way to get in or out the island, termasuk dari queens, tempat kami tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yah... gue gimana mo ke sekolah, nih?" katanya sambil memandang tv&lt;br /&gt;"gurunya juga ngerti kali... rumah lo di queens..."&lt;br /&gt;"iya sih.. duh bete juga nih kalo gak ada subway ke manhattan hari ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih sambil terus menatap tv, kami berdua pun meneruskan obrolan pagi itu dengan topik gimana caranya orang-orang yang di wtc itu menyelamatkan diri. meski prihatin, suasana di ruang tv kami masih santai. we were talking of how the firefighters would handle the fire all the way up of world trade center, of whether we know anybody who work in the building, or when would they reopen bridges and tunnel again. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai sekitar pukul 10, suddenly the most surreal scene appeared on the tv screen... the south tower of the world trade center began to collapse...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"OH... MY... GOD!!!!!!"&lt;br /&gt;panik mulai menyelimuti ruang tv. gilakkk... wtc rubuh. oh my god.... this is serious. apalagi melihat pemandangan lower manhattan yang seketika tertutup debu dan asap. saya segera bangkit dari duduk, mencari cordless phone, mencoba menelephone sekolah yang letaknya berbatasan langsung dengan lower manhattan. tapi tidak ada yang mengangkat. saya lalu mencoba menelephone beberapa teman sekelas di handphone mereka. but, couldn't get through at all... all of them!! oh my god, i hope they are allright.. apalagi mengingat beberapa dari mereka tinggal di lower manhattan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selama setengah jam kedepan, perasaan panik dan tegang masih meliputi kami. cordless phone masih terus saya genggam sambil melihat update menit per menit tentang keadaan manhattan dari tv. tak banyak yang kami bicarakan. pandangan kami lekat ke layar kaca diselingi dengan berbagai ungkapan, ekspresi tak percaya. hingga 30 menit berikutnya, ketika kami menyaksikan sendiri puncak north tower yang mulai miring, terlihat tak stabil dan 9 detik kemudian.... runtuh menyusul south tower. seketika sekujur tubuh saya terasa amat sangat lemas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu sudah menunjukkan pukul 5 ketika satu-satunya jalur subway nomer 7 antara queens dan manhattan dibuka kembali. saya memutuskan untuk pergi, menengok manhattan. seharian itu, telephone di rumah kami tak berhenti berdering. teman-teman yang berkantor di manhattan sudah menelephone beberapa jam sebelumnya. bercerita perjuangan mereka keluar dari manhattan dengan berjalan kaki melewati brooklyn bridge atau uptown. some were still in shocked, some were still crying, but they were all allright. termasuk salah satu tetangga kami yang berkantor di wtc. he got home safely. tapi cuma bisa bengong begitu sampe rumah. couldn't say a word.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hening jugalah yang menemani perjalanan subway yang membawa saya menuju times square sore itu.  tenggorokan rasanya tercekat saat subway berjalan pelan di atas queen bridge. downtown terlihat dari kejauhan. semua penumpang di dalam kereta yang tak terlalu penuh itu hanya bisa menatap ke arah tempat 2 gedung gagah yang kini tiba-tiba hilang. tergantikan gumpalan asap yang mengepul tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"how on earth, this thing happened?" kata pria hispanik yang duduk di sebelah saya.&lt;br /&gt;still.. saya masih tak bisa berkata apa-apa. mata saya lekat menatap jendela, hingga downtown berangsur-angsur lenyap dari pandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langit sudah gelap saat saya keluar dari stasiun. saya berjalan pelan ke tengah-tengah times square yang terang benderang dengan nyala lampu neon meski tak ada satupun tempat yang buka. tempat yang di hari normal amat sangat ramai ini mendadak sepi. hanya segelintir orang terlihat disana. memandang dengan takjub layar raksasa yang menyiarkan wtc ditabrak, terbakar dan collapse. terus berulang-ulang. di seberangnya, layar elektronik gedung morgan stanley yang biasanya berisi barisan indeks saham berganti menjadi nomer hotline untuk mencari kabar pegawai mereka sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aneh rasanya berada di times square dalam suasana seperti itu. saya lalu memutuskan untuk mulai berjalan pelan ke arah downtown. tak ada kendaraan pribadi atau taksi yang melintas selain ambulance, fire truck, dan mobil polisi. suara sirene meraung-meraung mengiringi perjalanan saya. melintasi new york yang terasa seperti kota mati. melintasi rumah sakit yang dijaga para petugas medis yang siaga menunggu setiap ambulance tiba di gerbang emergency, melintasi barikade polisi di berbagai tempat. saya berjalan terus... jauh... hingga sampai di stasiun union square dekat sekolah, untuk kemudian kembali pulang ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari itu memang menjadi pengalaman yang paling membekas selama saya tinggal di new york. sekolah saya ditutup selama 2 minggu berikutnya. ketika akhirnya masuk lagi, setiap kelas mewajibkan setengah jam pertama untuk terapi bagi murid-murid yang sebagian besar masih in shocked. "just let it out... let your feelings out... your fears, your worries, your sadness, everything.." ujar dosen typography saya membuka session.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selama berbulan-bulan berikutnya, peristiwa september kelabu itu tak habis-habisnya dibicarakan tak hanya di dalam kelas, tapi juga dimana-mana. mereka yang saat itu berada di new york pasti tau betul rasanya. mirisnya melihat pemandangan downtown manhattan tanpa kedua gedung kembar, berubahnya energi new york yang tiba-tiba surut untuk beberapa saat. bahkan hingga hari ini, 5 tahun kemudian... semua rasa itu, semua ingatan kelam itu masih terasa dan telihat dengan sangat jelas di benak.</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/20985124/2006_09_01_index.html" title="5 tahun silam..." /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/115794659929131029" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/115794659929131029" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2006_09_01_index.html#115794659929131029</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-115755178748047148</id><published>2006-09-06T15:54:00.000+02:00</published><updated>2006-09-06T16:09:47.503+02:00</updated><title type="text">siti patah hati</title><content type="html">&lt;img align=left src="http://www.loucee.com/files/patahati.jpg"&gt;siti dan tono. tinggal di dua kota yang berbeda. kenalan untuk pertama kalinya saat sama-sama pulang kampung di jakarta. sejak ketemu nempel terus kaya perangko. dimana ada siti, disitu ada tono. kemana-mana selalu berdua. sampai hari dimana mereka harus kembali ke kotanya masing-masing, keduanya sama-sama berjanji untuk melanjutkan kisah asmara meski jarak terbentang memisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siti yang sudah lama tak punya pacar pernah bilang, "aku cinta buangeeet sama mas tono! biarpun cuma ketemu sebentar, aku yakin mas tono itu pasti jodohku!" katanya dengan mata berbinar-binar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil mengunyah kacang, saya yang mendengar ocehan siti cuma manggut-manggut sambil nanya balik, "mmmm.... kok yakin banget kalo jodoh..? kan cuma ketemu sebentar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"feeling!" katanya singkat, "dan feeling tak pernah berdusta..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya terdiam sejenak, masih mengunyah... "mmm.. nyam.... nyam...... mudah-mudahan feeling kamu benar......gleg..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kacang pun tertelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berminggu-minggu setelah pertemuan di kampung halaman itu, kisah asmara siti dan tono masih kuat terjalin. setiap hari mereka berkirim kabar melalui puluhan sms dan ratusan menit pulsa telephone. setiap kegiatan dan posisi masing-masing saling diketahui. bangun jam berapa, mandi pake sabun apa, makan siang dengan lauk apa, sampai kembali mau tidur dengan pijama atau hanya celana dalam saja. :) sms dan pembicaraan yang sungguh tidak penting sih menurut saya. tapi keduanya menikmati. karena cuma tulisan di layar dan suara dari ujung cellphone lah yang bisa mendekatkan dan mengobati rasa kangen mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbulan-bulan sudah sejak saya membiarkan siti menikmati petualangan asmara barunya, di suatu hari yang indah tiba-tiba siti menelephone saya, "louc..." katanya dengan suara lemas dan super serak... "aku... aku... sedih bangeeettt.... hiks...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenape lo, sit?" ujar saya agak bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku... aku... mas tono dan aku... udah... aduh.. aku... hikss... hikss... BHWUAAAAAAAAAAAAA!!!!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gue kesana! sekarang!" ujar saya singkat begitu mendengar bendungan air mata siti jebol tak tertolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siti ditemukan dalam posisi meringkuk di kasurnya saat saya datang. rambutnya acak-acakan, matanya bengkak dan wajahnya lesu dengan pancaran sinar petromaks... eh.. putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"errr.... situ oke?" tanya saya hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siti hanya memandang saya. tatapan nelangsanya langsung membuat saya berpikir ditoel dikit dia pasti langsung lebur menjadi debu *ceilee*... namun belum sempat saya menggerakan jari-jemari untuk me-noelnya, sambil masih sesenggukan siti bercerita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamu tau kan, louc... aku cinta banget sama mas tono. belum pernah aku merasakan cinta yang seperti ini. segalanya yang aku impikan pada seorang laki-laki ada di mas tono. biarpun kami tinggal berjauhan, aku benar-benar menyerahkan hatiku seutuhnya pada mas tono. gak ada jarak diantara kita. bagai matahari, mas tono selalu menyinari dan membuat hari-hariku 3 kali lipat lebih happy. aku benar-benar merasa hidup dengan kehadirannya. mas tono juga bilang kehadiranku membawa harapan baru dalam hidupnya. aku begitu yakin saat itu bahwa kita memang diciptakan untuk saling membahagiakan satu sama lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai tiba-tiba seminggu yang lalu. aku merasakan perubahan sikap pada mas tono. smsnya jadi jarang mampir. kalau aku kirim tidak langsung dibalas, dan kalau ditelephone suaranya dingin kaya kulkas. aku sempat bingung dan bertanya-tanya... aku salah apa? sampai akhirnya mas tono bilang... katanya dia lelah. lelah cuma bisa sms dan telephonan tanpa tau kapan bisa ketemu aku lagi. katanya long distance relationship SUCKS!! gak ada angin gak ada hujan, louc... tau-tau dia bilang SUCKS!!! padahal aku merasa baik-baik saja. biarpun suka putus asa, tapi sms dan telephonan juga masih bisa mengobati rasa kangen. yang penting aku tau dia masih ada disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini dia bilang dia mau udahan. hancur lebur hatiku mendengarnya. bisa-bisanya dia bilang begitu saat aku sudah cinta mate begini. saat aku sudah berharap begitu banyak. saat aku sudah menggantungkan kebahagiaanku pada mas tono seorang. aku... aku... gak tau harus ngomong apalagi. hidupku berhenti. kalau bisa mati aku mau mati sekaraaaanngggggg.... BHUUAAAAAAAAAA....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terdiam saya mendengar pidato panjang lebar dari siti yang kini mulai menangis lagi. meskipun terdengar cukup dangdut, dalam hati saya tetap merasa kasihan. sambil mengelus punggungnya, saya mulai berpikir kalimat apa yang paling tepat untuk menenangkan siti yang sedang patah hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tepatkah jika saya bilang bahwa menjalani long distance relationship itu memang tak pernah gampang? ah, dia pasti sudah tau. hmm... bagaimana kalo bilang hubungan asmara jarak jauh itu tidak untuk semua orang? jika siti bisa, belum tentu mas tono bisa. setiap orang punya kebutuhan berbeda untuk membuatnya bahagia. tapi.... kebahagiaan pun sebaiknya tidak digantungkan pada orang lain. sebaliknya saya percaya bahwa rasa bahagia harus bisa didatangkan oleh diri sendiri. orang lain bisa membantu. tapi tetap pada diri sendirilah rasa bahagia itu harus ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu tentang cinta siti yang all out tapi akhirnya tersia-siakan? nah itu... saya selalu percaya bahwa yang namanya jatuh cinta tetap harus pake logika. cinta boleh. cinta mate? eits.. nanti dulu. apalagi jika hubungan masih seumur jagung dan long distance pulak. double risk! memang sih... kadang dengan memberikan cinta seutuhnya kita bisa merasakan getar-getar hati yang tak mungkin didapat jika hanya memberikan cinta tiga per empat. tapiiii... resiko kalau sampe patah hatinya itu lho... pasti lebih lama sembuhnya. ntar aja sama suami kalo mau cinta mati, biar berasa saat bilang "til death do us apart!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejenak saya asyik dengan teori-teori dalam pikiran saya sendiri hingga tersadar bahwa siti si gadis patah hati masih sesenggukan, meringkuk di kasur. hmmm... bilang apa ya? lagi kalut begini biasanya agak susyeh diberi nasihat-nasihat sok bijaksana... hmmm.... "sit, mandi dulu yuk! biar seger..." ujar saya memecah keheningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku... rasanya aku... mau mati..." ujarnya lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waduh gawat... "errr... jangan mati dulu, sit. mandi dulu aja, gimana? biar segeran gituhh..." kata saya sambil mencari-cari handuk di kamar siti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gak... aku mau... mati.... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walah... benar-benar sedang patah hati anak ini. tapi, kalo beneran sampe kepengen mati?? waduh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mmm... sit, gue laper nih. punya kacang gak?" tanya saya akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hmm? kacang? ada mungkin... di dapur..." jawabnya lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bergegas saya meninggalkan siti. di dapur tak hanya kacang yang saya cari, tapi juga pembasmi serangga. kalut dan patah hati memang bisa membuat orang berpikiran yang tidak-tidak. tapi kalo pembasmi serangganya saya umpetin, paling gak siti masih harus usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;*be setrrooonnggg yaaa siiiiittttt!!! lepas satu tumbuh seribuuuuuuu!!!! aku kan selalu disini menemani dirimuuuuuuuuuu!!!*&lt;/i&gt;</content><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feeds.feedburner.com/~r/loucee/~3/19819695/2006_09_01_index.html" title="siti patah hati" /><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://www.loucee.com/blog/atom.xml" title="Post Comments" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/115755178748047148" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/6498748/posts/default/115755178748047148" /><author><name>loucee</name><email>noreply@blogger.com</email></author><feedburner:origLink>http://www.loucee.com/blog/2006_09_01_index.html#115755178748047148</feedburner:origLink></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6498748.post-115712730060292104</id><published>2006-09-01T18:06:00.000+02:00</published><updated>2006-09-01T18:41:06.126+02:00</updated><title type="text">es empat</title><content type="html">&lt;img align=left src="http://www.loucee.com/files/student.jpg"&gt;ada banyak alasan orang bersekolah. jika waktu SD alasan utamanya adalah untuk belajar IPA, IPS, PMP, etc.... hmmm... mungkin tidak. di benak polos saya waktu itu adalah saya sekolah karena... ya memang harus sekolah aja. soal benar atau salahnya alasan itu rasanya tidak menjadi perkara besar. namanya juga anak kecil, disekolahin ya nurut saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beranjak SMP, alasan saya untuk bangun jam 6 pagi, ngantuk-ngantuk pergi ke sekolah adalah... untuk bertemu teman-teman. BERMAIN menjadi agenda utama, dengan belajar fisika, biologi, matematika, dst.. sebagai sampingannya. bahagiakah saya? tentu saja! ada atau tidak ada PR maupun ulangan, selama bisa main dengan teman-teman saya gembira. nilai rapor pas-pasan? ah, itu urusan belakangan. :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai SMA, semangat sekolah untuk bersenang-senang [meski sambil bete karena banyak tugas dan ulangan] tetap jaya berkobar. maka tak heran jika nilai pelajaran eksakta saya sukses terbakar, dicap 'biang kerok' sampai ibu saya dipanggil oleh bapak wali kelas,  dan tentu saja... langganan urutan buncit, hingga beberapa kali nyaris tak naik kelas. but.. no biggie! dengan status sebagai 'bukan pelajar teladan' tadi, saya tetap bergembira ria di kegiatan luar kelas. bersenang-senang menjadi illustrator majalah sekolah atau menjadi pemeran utama di pertunjukan teater sekolah menjadi lebih penting dibanding belajar ekonomi atau hitung dagang dimana perhitungan neraca saya selalu merugi di setiap ulangan. hakhakhakhak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untungnya, gaya ugal-ugalan semasa sekolah ini tidak terbawa ketika saya kuliah seni rupa di &lt;a href="http://www.fsrd.itb.ac.id/" target=new&gt;Bandung.&lt;/a&gt; meski semangat bermain tetap menyala, semangat untuk mendapat nilai bagus juga sama besarnya. di masa kuliah inilah saya betul-betul merasakan nikmatnya belajar dari hati... dengan penuh cinta *ihik* daaaaan.... ketika anda mencintai apa yang anda lakukan, satu hal baik akan berlanjut pada hal lain, bukan? siapa sangka si biang kerok yang rapornya selalu kebakaran dan sering hampir tak naik kelas dulu bisa lulus cepat dengan predikat cum laude pulak! *tiwwwwww.... tiiiwwwww... cuiit... cuiitttt*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali pada pertanyaan di awal tadi... alasan orang bersekolah memang bisa bermacam-macam. alasan itu juga bisa menjadi bergeser seiring dengan bertambahnya umur. jika dulu saya memulai karier sebagai pelajar karena disuruh orang tua, atau ingin bersuka ria dengan teman-teman, semakin tua alasan itu semakin tak laku. memperkaya diri dengan ilmu baru lebih menjadi yang utama. alasan itulah yang kemudian mendorong saya untuk melanjutkan S2 design di &lt;a href="http://www.prattgradcomd.com/" target=new&gt;New York.&lt;/a&gt; di saat saya mulai merasa stagnan dengan hasil design saya sendiri. di saat saya mulai gelisah, kekurangan asupan ilmu di tempat kerja selama 2 tahun. saat itu, bukan gelar yang saya kejar, tapi lebih ke pengetahuan dan terutama pengalaman baru yang saya butuhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah saya mendapatkan apa yang saya cari di New York? tentu saja! apakah itu berarti saya berhenti untuk belajar lagi dan lagi? tidak juga! after all, hidup adalah sebuah proses belajar, bukan? apapun metodenya tidak menjadi masalah, yang penting otak harus terus distimulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 tahun sudah saya meninggalkan New York dengan bekal pengalaman tak ternilai juga tambahan gelar di belakang nama sendiri. saat saya berpikir sekolah adalah sebuah masa lalu, otak saya mulai gelisah kembali, meminta tambahan ilmu baru. inilah yang mendorong saya untuk akhirnya memutuskan masuk sekolah lagi. kali ini bukan ilmu mendesign yang saya butuhkan, tapi ilmu lain yang bisa memba