<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Lutvi Avandi</title>
	
	<link>http://lutviavandi.com</link>
	<description>Catatan kecil pebisnis online Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 07:31:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/lutvi-avandi" /><feedburner:info uri="lutvi-avandi" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>lutvi-avandi</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><item>
		<title>Artikel Pertama di Majalah :)</title>
		<link>http://lutviavandi.com/artikel-pertama-di-majalah.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/artikel-pertama-di-majalah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 07:31:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Narsis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=612</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, artikel pertama saya di majalah Duit sudah terbit. Artikel yang ini membahas soal SEO. Memang sih gak sedetil yang di ebook cafebisnis, tapi lumayanlah untuk para pemula. Apalagi tema majalah Duit bulan ini adalah tentang Bisnis Online. Jadi sudah pasti akan ada banyak info soal peluang bisnis online yang lainnya. Saya sendiri belum baca [...]

<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/menulis-untuk-majalah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menulis untuk Majalah'>Menulis untuk Majalah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, artikel pertama saya di majalah Duit sudah terbit. Artikel yang ini membahas soal SEO. Memang sih gak sedetil yang di ebook cafebisnis, tapi lumayanlah untuk para pemula. Apalagi tema majalah Duit bulan ini adalah tentang Bisnis Online. Jadi sudah pasti akan ada banyak info soal peluang bisnis online yang lainnya.</p>
<p>Saya sendiri belum baca sih, jadi belum bisa ngasih info lebih banyak. Mau beli tapi dapat informasi kalau saya akan dapat 1 majalah gratis, jadi ya nunggu aja deh.. hehehe&#8230;</p>
<p>Oke deh gitu aja dulu sekilas infonya, nanti disambung lagi kalau udah dapat majalahnya hehehe</p>


<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/menulis-untuk-majalah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menulis untuk Majalah'>Menulis untuk Majalah</a></li>
</ol><div style='display:none' id="post-refEl-612"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/artikel-pertama-di-majalah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mumpung masih Ramadhan ayoo zakat Gan!!</title>
		<link>http://lutviavandi.com/mumpung-masih-ramadhan-ayoo-zakat-gan.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/mumpung-masih-ramadhan-ayoo-zakat-gan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 06:41:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=608</guid>
		<description><![CDATA[Sepuluh hari terakhir Ramadhan sudah kita masuki. Wacana mudik dan persiapan Lebaran sudah menghiasi berbagai media ditengah-tengah ketegangan antara Indonesia dan Malaysia. Mudik ke kampung halaman silahkan, beli baju baru juga oke. Tapi ingat, ada satu kewajiban yang tak boleh dilupakan selama anda masih meminjam nyawa dari Allah. Zakat&#8230; Zakat, tak peduli itu zakat fitrah [...]

<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/mohon-maaf-dan-moga-sukses.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mohon Maaf dan Moga Sukses!'>Mohon Maaf dan Moga Sukses!</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepuluh hari terakhir Ramadhan sudah kita masuki. Wacana mudik dan persiapan Lebaran sudah menghiasi berbagai media ditengah-tengah ketegangan antara Indonesia dan Malaysia. Mudik ke kampung halaman silahkan, beli baju baru juga oke. Tapi ingat, ada satu kewajiban yang tak boleh dilupakan selama anda masih meminjam nyawa dari Allah. Zakat&#8230;</p>
<p>Zakat, tak peduli itu zakat fitrah jika anda cuma pinjam nyawa atau zakat maal jika anda pinjam nyawa sekaligus harta Allah. Anda harus bayar sewa Gan!! Sewa nyawa dari Allah murah banget, cuma 2,5 kg beras yang biasa kita makan. Kalau bisa sih yang lebih baik lagi. Kalau anda pinjem harta Allah, murah aja. Cuma 2,5% nilai harta anda aja.<span id="more-608"></span></p>
<p>Untuk barang-barang yang dipakai sehari-hari, zakatnya adalah sekali saja seumur hidup. Tapi kalau barangnya disewakan atau dibuat usaha, maka zakatnya adalah tiap tahun. Ini namanya zakat harta simpanan. Yang diwajibkan sih kalau nilai harta kita setara dengan 86 gr emas atau sekitar 30 jutaan. Tapi buat jaga-jaga apalagi ada pahala besar yang menanti, berapapun harta yang kita miliki bayarin deh zakatnya.</p>
<p>Untuk amil, sebenarnya kewajibannya adalah mengambil zakat. Bukan menerima zakat lho. Jadi, mustinya amil itu datang ke rumah-rumah kayak penagih utang. hehehe&#8230; Ini tentunya bisa dijalankan kalau amilnya didukung negara. Kalau ndak ya bisa berabe jadinya.</p>
<p>Alhamdulillah tahun ini saya dapat amanah dari struktur untuk menyampaikan perihal zakat ini ke masyarakat. Menghimbau dan mengajak sebanyak mungkin masyarakat agar mau membayar zakat. Jangan sampai petugas amil makin sadar akan kewajiban mengambil zakat dan tiba-tiba datang ke rumah anda menagih zakat.</p>
<p>Buat yang nggak tahu mau bayar kemana, saya sarankan untuk menyalurkannya ke lembaga-lembaga amil zakat yang sudah diresmikan oleh pemerintah dan berstatus lembaga amil zakat nasional. Diantaranya adalah PKPU, Rumah Zakat, LMI, Dompet Dhuafa, YDSF, dll.</p>
<p>Bagi yang ingin membayar zakat melalui PKPU yang saat ini juga sudah resmi menjadi lembaga resmi PBB dan diakui secara internasional, anda dapat mengirimkannya melalui saya atau melalui cabang-cabang PKPU terdekat di kota anda. Untuk yang melalui saya, bisa dikirimkan sebelum tanggal 5 September 2010 nanti. Laporan hasil pengumpulan zakat yang melalui saya akan dipublikasikan di blog ini lengkap dengan bukti bahwa saya sudah menyerahkannya ke PKPU sehingga anda bisa mengeceknya.</p>
<p>Silahkan transfer ke BCA an. Lutvi Avandi ac. 8220467920 atau Mandiri an. Faiqotul Himmah ac. 1410004604526</p>
<p>Mudah-mudahan siapapun yang berzakat baik lewat saya maupun lewat lembaga yang lain mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah SWT. Aamiin.. <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><div id="key"><a href="http://lutviavandi.com/search/pemberdayaan+ekonomi+zakat" title="pemberdayaan ekonomi zakat">pemberdayaan ekonomi zakat</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.359 ms -->

<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/mohon-maaf-dan-moga-sukses.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mohon Maaf dan Moga Sukses!'>Mohon Maaf dan Moga Sukses!</a></li>
</ol><div style='display:none' id="post-refEl-608"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/mumpung-masih-ramadhan-ayoo-zakat-gan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah Memberi Apa yang Kita Butuhkan</title>
		<link>http://lutviavandi.com/allah-memberi-apa-yang-kita-butuhkan.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/allah-memberi-apa-yang-kita-butuhkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 22:47:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Narsis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=605</guid>
		<description><![CDATA[Judul diatas lebih lengkapnya seperti ini, &#8220;Allah selalu memberi apapun yang kita butuhkan, bukan apapun yang kita inginkan&#8221;. Seringkali kita ingin sesuatu tapi ternyata kita tidak membutuhkannya. Sehingga Allah belum juga mengabulkan keinginan kita. Tapi seringkali Allah justru memberikan sesuatu yang tidak kita inginkan, padahal kita sangat membutuhkannya. Sebut saja Bejo yang baru saja memperoleh [...]

<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/allah-lebih-jenius-dari-yang-anda-kira.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Allah Lebih Jenius dari yang Anda Kira'>Allah Lebih Jenius dari yang Anda Kira</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul diatas lebih lengkapnya seperti ini, &#8220;Allah selalu memberi apapun yang kita butuhkan, bukan apapun yang kita inginkan&#8221;. Seringkali kita ingin sesuatu tapi ternyata kita tidak membutuhkannya. Sehingga Allah belum juga mengabulkan keinginan kita.</p>
<p>Tapi seringkali Allah justru memberikan sesuatu yang tidak kita inginkan, padahal kita sangat membutuhkannya.</p>
<p>Sebut saja Bejo yang baru saja memperoleh sebuah mobil baru. Bukan baru dari pabrik sih, tapi mobil bekas yang baru di beli. Atas skenario Allah, mobil itupun nangkring di depan rumahnya.<span id="more-605"></span></p>
<p>Akibatnya Bejo pun harus mulai belajar setir mobil. Bagi orang lain bejo dinilai beruntung bisa membeli mobil. Statusnya meningkat walaupun itu cuma mobil bekas.</p>
<p>Tapi bagi Bejo, mobil itu bukanlah yang dia inginkan. Dia memang ingin punya mobil baru, tapi untuk mengendarainya, itu soal yang lain. Tapi demi istrinya, diapun rela kursus setir mobil. Hari pertama, udah merasa capek karena kebanyakan instruksi dari pelatihnya. Malamnya Bejo memberontak. Istilah anak kecil, ngambek.</p>
<p>Ya, Bejo tidak ingin belajar menyetir. Dia tidak mau lama-lama di jalan gara-gara macet. Dia juga takut dengan tanggung jawab besar yang harus diembannya sebagai seorang pengemudi mobil. Maklum di negeri si Bejo, kalau ada tabrakan antara mobil dan motor, gak peduli siapa yang salah, pasti pengemudi mobil yang disalahkan. Karena negerinya baru berpedoman pada rasa, bukan pada fakta. Keadilan adalah relatif katanya.</p>
<p>Tapi bagaimanapun Allah telah mengirim mobil itu untuknya. Jadi, pasti ada rahasia tersembunyi  di baliknya. Entah kapan, Bejo pasti akan membutuhkannya. Cepat atau lambat Allah akan membuka tabir kenapa mobil itu bisa ada di rumahnya.</p>
<p>Semoga Bejo dan mobilnya bisa membawa lebih banyak manfaat daripada Bejo dan motornya. Ada yang punya opini bagaimana agar si Bejo semangat lagi belajar nyopir? Silahkan komentar yach&#8230;</p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><div id="key"><a href="http://lutviavandi.com/search/siapa+allah" title="siapa allah">siapa allah</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.905 ms -->

<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/allah-lebih-jenius-dari-yang-anda-kira.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Allah Lebih Jenius dari yang Anda Kira'>Allah Lebih Jenius dari yang Anda Kira</a></li>
</ol><div style='display:none' id="post-refEl-605"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/allah-memberi-apa-yang-kita-butuhkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbuat Baiklah Walau Pintu Neraka Sudah di Depan Mata</title>
		<link>http://lutviavandi.com/berbuat-baiklah-walau-pintu-neraka-sudah-di-depan-mata.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/berbuat-baiklah-walau-pintu-neraka-sudah-di-depan-mata.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 23:38:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar dan Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[Manusia itu tempat salah dan dosa. Cobaan di dunia ini memang berat bagi sebagian orang. Kita tak pernah tahu apa yang menjadi sebab seseorang terjerumus ke lembah hitam. Kita juga tak pernah tahu apakah kita mampu menghadapi cobaan yang sama dengan orang tersebut. Tapi yang harus tetap diingat adalah bahwa kita punya Allah dan rahmat-Nya [...]

<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/khutbah-rasulullah-menjelang-ramadhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khutbah Rasulullah menjelang Ramadhan'>Khutbah Rasulullah menjelang Ramadhan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia itu tempat salah dan dosa. Cobaan di dunia ini memang berat bagi sebagian orang. Kita tak pernah tahu apa yang menjadi sebab seseorang terjerumus ke lembah hitam. Kita juga tak pernah tahu apakah kita mampu menghadapi cobaan yang sama dengan orang tersebut. Tapi yang harus tetap diingat adalah bahwa kita punya Allah dan rahmat-Nya tiada batasnya.</p>
<p>Saya ingat kisah dua orang umat nabi Musa as (terlepas kisah ini nyata atau tidak wallahu A&#8217;lam). Di jaman nabi Musa ada dua orang umatnya. Yang satu sangat sholeh, rajin beribadah dan taat pada Allah. Satu lagi selalu bergelimang dengan kemaksiatan dan kesesatan. Suatu ketika dua orang ini menghadap nabi Musa as. Mereka menanyakan pertanyaan yang berbeda</p>
<p>Si sholeh bertanya, &#8220;Apakah saya ini  akan masuk surga?&#8221;</p>
<p>Si maksiat bertanya, &#8220;Apakah saya ini akan masuk neraka?&#8221;</p>
<p>Nabi Musa kemudian meminta petunjuk Allah untuk menjawab pertanyaan dua orang umatnya ini. Oleh Allah di jawab bahwa si Sholeh akan masuk surga dan si maksiat akan masuk neraka. Setelah disampaikan kepada si sholeh, dia pun bergembira tersenyum dan pulang. Saat disampaikan ke si maksiat, dia pun bersujud penuh syukur, tersenyum dan pulang.<span id="more-602"></span></p>
<p>Alkisah saat keduanya meninggal, nabi Musa mendapat petunjuk bahwa si sholeh telah masuk neraka dan si maksiat telah masuk surga. nabi Musa bertanya, &#8220;Kok bisa?&#8221;</p>
<p>Allah menjawab, &#8220;Saat si sholeh tahu dia masuk surga, dia mengatakan bahwa dia memang pantas masuk surga. Dia sudah punya banyak amal. Padahal amal itu tiada dapat menolongnya sedikitpun kecuali atas Rahmat Allah SWT. Maka dia masuk neraka&#8221;. Sedangkan si maksiat setelah mendapat kabar dia tersenyum dan mengatakan, &#8220;Alhamdulillah, Allah begitu baik. Walaupun aku sudah banyak berbuat maksiat Ia masih memberikan rahmat-Nya&#8221;. Sejak itu si maksiat bertaubat dan mendapatkan surga Allah.</p>
<p>Ada begitu banyak kisah dimana Allah menurunkan rahmat-Nya atas hamba-hamba-Nya. Karena itulah, walaupun saat ini kita sedang duduk di jurang kemaksiatan, bangkitlah dan bertaubatlah. Jika saat ini kita bergelimang dosa, berupayalah untuk berhenti dan berbuat baiklah sebanyak yang kita bisa. Kita mungkin tak bisa lepas dari belenggu dosa, tapi dengan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan, mudah-mudahan Allah menurunkan rahmat-Nya atas kita.</p>
<p>Semua manusia berhak atas surga Allah.. Tapi hanya bagi mereka yang mau bersungguh-sungguh meraihnya. Hidayah bukan ditunggu, tapi hidayah harus diraih dan diperjuangkan. Surga bukanlah hadiah karena surga adalah buah perjuangan panjang&#8230; Moga kita semua senantiasa mendapatkan rahmat Allah SWT.. Aamiin <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><div id="key"><a href="http://lutviavandi.com/search/berbuat+baiklah" title="berbuat baiklah">berbuat baiklah</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/hidayah+di+depan+mata+tapi+tidak+di+ambil" title="hidayah di depan mata tapi tidak di ambil">hidayah di depan mata tapi tidak di ambil</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/maksiat+depan+mata" title="Maksiat depan mata">Maksiat depan mata</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/nabi+musa+dan+pintu+neraka+di+xinjia" title="nabi musa dan pintu neraka di xinjia">nabi musa dan pintu neraka di xinjia</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.114 ms -->

<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/khutbah-rasulullah-menjelang-ramadhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Khutbah Rasulullah menjelang Ramadhan'>Khutbah Rasulullah menjelang Ramadhan</a></li>
</ol><div style='display:none' id="post-refEl-602"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/berbuat-baiklah-walau-pintu-neraka-sudah-di-depan-mata.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resep Sukses ala Chef</title>
		<link>http://lutviavandi.com/resep-sukses-ala-chef.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/resep-sukses-ala-chef.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 02:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[Puasa, enaknya ngomong soal makanan.. hehehe&#8230; Kali ini saya ingin menghadirkan resep sukses ala chef. Resep maknyus yang insya Allah bikin hidup lebih BEUUUH!! Oke, mari kita mulai resep kita kali ini: Untuk membuat resep sukses, maka anda butuh air doa kepada Allah SWT. Murnikan airnya dengan sholat dhuha. Kemudian panaskan air doa diatas api [...]

<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/sukses-itu-kosong.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sukses itu Kosong'>Sukses itu Kosong</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/mohon-maaf-dan-moga-sukses.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mohon Maaf dan Moga Sukses!'>Mohon Maaf dan Moga Sukses!</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Puasa, enaknya ngomong soal makanan.. hehehe&#8230; Kali ini saya ingin menghadirkan resep sukses ala chef. Resep maknyus yang insya Allah bikin hidup lebih BEUUUH!! Oke, mari kita mulai resep kita kali ini:</p>
<p>Untuk membuat resep sukses, maka anda butuh air doa kepada Allah SWT.<br />
Murnikan airnya dengan sholat dhuha.<br />
Kemudian panaskan air doa diatas api semangat dan harapan.<br />
Jangan biarkan api mati sebelum resep anda jadi.</p>
<p>Jika air sudah cukup mendidih, masukkan sayur kerja keras ke dalamnya.<br />
Rebus beberapa saat.<br />
Sebelum layu, masukkan bumbu penghargaan dan perayaan.<br />
Tambahkan sedikit garam kritikan agar rasanya tidak hambar.</p>
<p>Segera angkat masakan kita sebelum sayur menjadi layu dan kehilangan vitamin<br />
Suguhkan di piring keterbukaan dan tawakkal.<br />
Sekarang resep sukses telah siap anda nikmati.<span id="more-599"></span>Itulah resep yang selama ini biasa saya pakai dalam mengerjakan semua rencana-rencana saya. Alhamdulillah, banyak sekali rencana saya yang berjalan dengan baik selama mengikuti resep itu.</p>
<p>Apakah anda bisa menerjemahkan resep itu? Hayo silahkan terjemahkan dengan bahasa anda sendiri. 10 orang pertama yang menerjemahkan dengan tepat akan mendapatkan backlink dari artikel ini.. hehehe..</p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><div id="key"><a href="http://lutviavandi.com/search/chef+sukses" title="chef sukses">chef sukses</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/resep+ala+chef" title="resep ala chef">resep ala chef</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/ala+chef" title="ala chef">ala chef</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/cara+sukses+menjadi+chef" title="cara sukses menjadi chef">cara sukses menjadi chef</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/chef+yg+sukses" title="chef yg sukses">chef yg sukses</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.736 ms -->

<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/sukses-itu-kosong.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sukses itu Kosong'>Sukses itu Kosong</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/mohon-maaf-dan-moga-sukses.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mohon Maaf dan Moga Sukses!'>Mohon Maaf dan Moga Sukses!</a></li>
</ol><div style='display:none' id="post-refEl-599"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/resep-sukses-ala-chef.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis Buku ke-2</title>
		<link>http://lutviavandi.com/menulis-buku-ke-2.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/menulis-buku-ke-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 07:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Narsis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, kemarin saya dapat kabar dari Elex Media Computindo kalau proposal buku saya yang kedua diterima. Bahkan mereka memancing saya untuk memberikan ide buku-buku saya berikutnya.. hehehe&#8230; Saya sendiri agak bingung lha yang ini aja belum selesai kok udah diminta yang lain. Tapi itulah bisnis. Kita harus terus berjalan dan tak boleh menunggu. Coba bayangkan [...]

<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/menulis-untuk-majalah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menulis untuk Majalah'>Menulis untuk Majalah</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, kemarin saya dapat kabar dari Elex Media Computindo kalau proposal buku saya yang kedua diterima. Bahkan mereka memancing saya untuk memberikan ide buku-buku saya berikutnya.. hehehe&#8230; Saya sendiri agak bingung lha yang ini aja belum selesai kok udah diminta yang lain. Tapi itulah bisnis. Kita harus terus berjalan dan tak boleh menunggu.</p>
<p>Coba bayangkan seandainya saat saya menyelesaikan buku kedua saya ini, lalu saya juga mengirimkan proposal untuk buku saya yang ketiga, ini akan banyak menghemat waktu mereka kan? Sambil menunggu buku saya selesai, mereka mereview proposal buku ketiga saya. Nanti buku kedua saya selesai, buku ketiga telah ada keputusan. Asyik kan jadinya? Apalagi menjadi penulis buku tuh enak sebenarnya. Duitnya sih kalah jauh dari jualan ebook, tapi popularitasnya itu lho.. hehehe&#8230;<span id="more-595"></span></p>
<p>Lagipula pengalaman buku saya yang pertama, dari 2000 exp buku yang terjual yang bertanya kepada saya gak sampai 10 an orang. Beda kalau ebook, terjualnya gak sampai 2000 tapi tiap hari minimal 10 orang yang tanya.. hahaha&#8230; Meski begitu kalau ndak ada yang tanya ke saya, boleh jadi saya ini akan jadi tambah bego. Otak gak pernah dilatih untuk mengatasi masalah. Karena itulah di cafebisnis saya senang sekali memanjakan member-membernya. Karena saya bisa seperti ini kan gara-gara mereka juga.. <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Coba kalau sejak awal saya cuma penulis buku dan jarang ditodong pertanyaan oleh pembaca, wah bisa tumpul otak saya. Gak pernah ada pelatihannya. Karena itulah, cafebisnis dibuat mahal aja, biar yang gabung merasa udah bayar mahal sehingga gak malu-malu kalau mau tanya. Tul kan?</p>
<p>Oke deh, ditunggu informasi berikutnya ya? Judulnya masih dirahasiakan dulu.. xixixixi.. Pokoknya maknyuss deh nanti. Soalnya banyak membongkar rahasia terpendam saya hahaha&#8230;</p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><div id="key"><a href="http://lutviavandi.com/search/menulis+buku" title="menulis buku">menulis buku</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.199 ms -->

<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/menulis-untuk-majalah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menulis untuk Majalah'>Menulis untuk Majalah</a></li>
</ol><div style='display:none' id="post-refEl-595"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/menulis-buku-ke-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memperbudak Manusia dengan 3F</title>
		<link>http://lutviavandi.com/memperbudak-manusia-dengan-3f.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/memperbudak-manusia-dengan-3f.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 23:40:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=590</guid>
		<description><![CDATA[<br />
<b>Warning</b>:  array_map() [<a href='function.array-map'>function.array-map</a>]: Argument #2 should be an array in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>287</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  join() [<a href='function.join'>function.join</a>]: Invalid arguments passed in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>27</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Invalid argument supplied for foreach() in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>54</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  array_map() [<a href='function.array-map'>function.array-map</a>]: Argument #2 should be an array in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>287</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  join() [<a href='function.join'>function.join</a>]: Invalid arguments passed in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>27</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Invalid argument supplied for foreach() in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>54</b><br />
Salah satu metode untuk menjadikan manusia sebagai robot-robot yang siap digerakkan kapanpun dan untuk apapun adalah dengan 3F (Food, Fun and Fashion). Mungkin anda menganggap teori ini mengada-ada dan terlalu dibesar-besarkan. Tapi apa yang menjadi kenyataan di masa lampau hingga masa sekarang bahkan mungkin di masa mendatang karena racun 3F ini masih juga dinikmati oleh [...]


Belum ada.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br />
<b>Warning</b>:  array_map() [<a href='function.array-map'>function.array-map</a>]: Argument #2 should be an array in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>287</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  join() [<a href='function.join'>function.join</a>]: Invalid arguments passed in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>27</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Invalid argument supplied for foreach() in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>54</b><br />
<p>Salah satu metode untuk menjadikan manusia sebagai robot-robot yang siap digerakkan kapanpun dan untuk apapun adalah dengan 3F (Food, Fun and Fashion). Mungkin anda menganggap teori ini mengada-ada dan terlalu dibesar-besarkan. Tapi apa yang menjadi kenyataan di masa lampau hingga masa sekarang bahkan mungkin di masa mendatang karena racun 3F ini masih juga dinikmati oleh generasi muda kita.</p>
<p>Dan hebatnya lagi, Food, Fun dan Fashion mendapatkan payung hukum yang kuat dari pemerintah dan disetujui masyarakat serta didukung oleh para orang tua. Jadi, lengkaplah sudah peralihan dari manusia menjadi robot di masa mendatang. Jika anda menganggap humanoid itu robot besi yang mirip manusia, sebenarnya anda keliru. Misi mereka saat ini adalah membuat humanoid dimana manusia bertindak seperti robot. Mereka tak punya pikiran dan walau punya pikiran mereka tak punya pilihan. Sehingga mau tidak mau harus nurut apa kata mereka.</p>
<p>Bagaimana mungkin 3F itu bisa menjadikan kita sebagai robot? Yuk kita simak.<span id="more-590"></span></p>
<h3><strong>Food</strong></h3>
<p>Makanan adalah bahan bakar utama manusia. Makanan membentuk watak manusia. Makanan juga bisa menjadi penyebab kita sakit atau sehat. Penyebab orang sakit terbesar setelah pikiran adalah makanan. Melalui makanan, kita disuguhkan aneka makanan siap saji. Makanan instant dan praktis. Kita diajari untuk berhenti memasak dan cukup mengangkat telepon untuk kebutuhan akan makanan. Anak-anak kita sudah mulai belajar bahwa untuk makan, mereka cukup ke restoran cepat saji atau ke kantin. Kegiatan-kegiatan memasak bersama dianggap kuno.</p>
<p>Wanita-wanita dibuat enggan ke dapur. Yang ke dapur dianggap kuno dan suaminya dianggap telah memperbudak istri. Kalaupun mereka masih tetap ke dapur, maka di dapur telah siap aneka makanan siap masak. Tak perlu mikir bumbu-bumbunya apa. Cukup buka bungkus dan masukkan ke air mendidih sudah jadi kuah rendang, gulai, sayur asem, dll.</p>
<p>Intinya kita dibuat menjauh sejauh mungkin dari kegiatan pengadaan makanan. Kita dibuat tergantung pada makanan siap saji. Dan saat kita benar-benar tergantung, maka apapun yang dimasukkan ke dalam makanan itu akan kita makan karena tidak ada pilihan lain. Saat itulah kita sudah jadi robot mereka. Junk Food itu kan artinya Makanan Sampah. Herannya di negeri kita orang suka makan sampah <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Bahkan rela antri untuk beli sampah yang mahal itu.</p>
<h3>Fun</h3>
<p>Fun artinya kesenangan. Kesenangan inilah yang saat ini mampu mendobrak batas halal dan haram. Coba cari hukum negara kita soal perzinahan. Jawabnya kalau dilakukan suka sama suka (fun) maka diperbolehkan. Jadi, bisa dikatakan, apapun yang anda lakukan terhadap orang lain asal suka dan fun atau menyenangkan itu halal menurut pemerintah kita. Pacaran juga begitu. Pacaran adalah metode bersenang-senang dengan wanita tanpa ikatan tanggung jawab apapun. Herannya, banyak wanita suka dimainkan seperti ini.</p>
<p>Minuman yang memabukkan misalnya. Siapa sih yang nggak tahu minuman apa yang dijual di klub-klub malam? Kenapa mereka masih boleh menjual sedangkan pedagang minuman keras di kampung kok diobrak? Lagi-lagi jawabnya adalah Fun. Di klub, orang mabuk karena fun dan semua yang ada disana merasa fun. Jadi boleh kata pemerintah kita. Sedangkan di kampung, orang mabuk bikin resah dan gak fun, karena itu diobrak.</p>
<p>Siapa bilang aturan itu dibuat untuk melindungi masyarakat? Aturan buatan manusia dibuat untuk melindungi kepentingan pembuatnya. Jangan harap anda mendapat keuntungan dari aturan-aturan itu selama anda tidak ikut membuatnya.</p>
<p>Musik misalnya. Tak peduli adegan apa yang anda lakukan selama itu fun maka boleh. Pakai rok setinggi apapun, baju serendah apapun, bagian tubuh dibuka selebar apapun maka akan diijinkan karena itu fun.</p>
<p>Semua kesenangan sifatnya selalu sama yaitu melalaikan. Orang yang asyik bersenang-senang biasanya akan melalaikan banyak waktunya. Bahkan mereka akan protes ketika kesenangan itu diberangus untuk sesuatu yang lebih penting. Manusia saat ini tengah dimanja dengan aneka kesenangan. Artis-artis baru direkrut untuk misi ini. Aneka audisi-audisi di gelar. Tujuannya cuma satu memperbanyak kesenangan sehingga manusia semakin lalai.</p>
<p>Setelah mereka cukup bersenang-senang, apapun perintah mereka akan dituruti. Lihatlah para fans-fans artis-artis kita. Bagaimana mereka telah berubah dari manusia berakal menjadi manusia yang gila. Memberikan tubuhnya secara cuma-cuma untuk dipeluk dan dicium sang artis. Berteriak-teriak histeris bahkan ada yang meregang nyawa hanya demi melihat artis pujaannya manggung.</p>
<h3><strong>Fashion</strong></h3>
<p>Fashion atau pakaian. Dulu mungkin info pakaian-pakaian terbaru cuma bisa disaksikan di siaran dunia dalam berita. Tapi sekarang, trend fashion terbaru bisa ditemui di semua sudut pandang mata kita. Mereka yang menjaga kesuciannya, yang mempersembahkan keindahan tubuhnya hanya pada yang berhak dianggap kuno dan teroris. Sedangkan mereka yang mengobral tubuhnya seperti pelacur. Mempertontonkan auratnya dengan gratis dan menjual keindahan tubuh dengan harga murah dianggap sebagai trendsetter.</p>
<p>Hasil akhirnya mereka jauh dari nilai-nilai luhur manusia. Wanita-wanita telah menjadi budak-budak murahan. Coba perhatikan siaran ramadhan tahun ini. Berapa banyak anda melihat wanita dengan jilbab yang sesuai syariah? Mereka telah menurunkan jilbab sedikit demi sedikit. Bahkan untuk acara sinetron yang sifatnya keislamanpun pembawa acaranya tak berjilbab dan berperilaku seperti orang gila (jungkir balik, teriak-teriak). Sama sekali tak menunjukkan keanggunan dan kecantikan seorang wanita.</p>
<p>Tiga unsur diatas benar-benar sangat berkaitan dan berhubungan. Fashion melahirkan sex bebas (Fun). Fun melahirkan makanan dan minuman yang haram (Food). Makanan yang haram menjadikan watak yang jelek yang mempengaruhi cara berpikiran dan berperilaku (Fashion).</p>
<p>Allah sejak awal telah berusaha memberikan petunjuk-Nya kepada manusia agar mereka terbebas dari belenggu ini. Agar mereka menjadi manusia sejati, manusia seutuhnya. Makanlah yang halal dan benar-benar halal (masak dan racik sendiri bumbunya). Batasi kesenangan dengan memperbanyak ibadah, puasa dan dzikir serta infaq. Pakailah pakai yang benar-benar dianjurkan Allah. Semoga Allah menolong kita dan membantu kita keluar dari belenggu perbudakan manusia.. Aamiin</p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><div id="key"><a href="http://lutviavandi.com/search/3+f+food+fashion+faund" title="3 f food fashion faund">3 f food fashion faund</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.29 ms -->

<p>Belum ada.</p><div style='display:none' id="post-refEl-590"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/memperbudak-manusia-dengan-3f.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akibat Selingkuh?</title>
		<link>http://lutviavandi.com/akibat-selingkuh.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/akibat-selingkuh.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 22:46:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Jahil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini jalan-jalan sama istri keliling kampung.. walaupun Ramadhan tetap harus olah raga dong biar tubuh tetap fresh dan bisa ngeblog dengan lebih asooyy&#8230; Nah, baru beberapa meter keluar rumah, nemu pemandangan aneh. Langsung cek hasil jepretan subuh-subuh ini gan Ente ndak salah lihat gan. Yang besar itu ayam asli dan yang kecil-kecil itu bukan [...]

<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/mesum-di-bulan-ramadhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mesum di bulan Ramadhan'>Mesum di bulan Ramadhan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini jalan-jalan sama istri keliling kampung.. walaupun Ramadhan tetap harus olah raga dong biar tubuh tetap fresh dan bisa ngeblog dengan lebih asooyy&#8230; Nah, baru beberapa meter keluar rumah, nemu pemandangan aneh. Langsung cek hasil jepretan subuh-subuh ini gan</p>
<div id="attachment_585" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-585" title="ayam-tiri1" src="http://lutviavandi.com/wp-content/uploads/ayam-tiri1.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Aya(m) Tiri</p></div>
<p><span id="more-584"></span>Ente ndak salah lihat gan. Yang besar itu ayam asli dan yang kecil-kecil itu bukan ayam abis kecepit paruhnya tapi benar-benar meri alias anak bebek. Mungkin ente akan menganggap saya cuma ambil angle yang pas aja sehingga kebetulan anak-anak bebek itu dekat dengan si ayam. So, ini foto yang agak jauh</p>
<div id="attachment_586" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-586" title="ayam-tiri2" src="http://lutviavandi.com/wp-content/uploads/ayam-tiri2.jpg" alt="" width="400" height="302" /><p class="wp-caption-text">Ayam beranak Bebek?</p></div>
<p>Dan walaupun digiring kemana-mana tuh bebek mungil masih ngikut aja bersama aya<span style="text-decoration: line-through;">h</span>m tirinya. Gerombolan aneh ini sebenarnya sudah saya incar beberapa hari yang lalu. Saya pikir kebetulan aja mereka ngumpul. Tapi rupanya hingga hari ketiga ternyata mereka masih juga bersama. Dan ini foto yang saya ambil dengan jarang lebih jauh lagi</p>
<div id="attachment_587" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-587" title="ayam-tiri3" src="http://lutviavandi.com/wp-content/uploads/ayam-tiri3.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Kemanapun dikau pergi aku ikuut !!</p></div>
<p>Jalan subuh yang masih sepi, mereka asyik berjalan-jalan. Subhanallah&#8230; apa ini tanda-tanda akhir jaman ya? Banyak anak nggak tahu siapa orang tuanya. Sampai-sampai anak bebek pun udah gak tahu siapa ibunya. Makanya gan.. jangan suka selingkuh.. kasihan anak-anak ente nantinya. Masih untung kalau anak ente dipelihara manusia, kalau sampai kayak anak bebek ini gimana? Dipelihara sama ayam!!</p>


<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/mesum-di-bulan-ramadhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mesum di bulan Ramadhan'>Mesum di bulan Ramadhan</a></li>
</ol><div style='display:none' id="post-refEl-584"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/akibat-selingkuh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mesum di bulan Ramadhan</title>
		<link>http://lutviavandi.com/mesum-di-bulan-ramadhan.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/mesum-di-bulan-ramadhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 05:46:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jahil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=578</guid>
		<description><![CDATA[Dua makhluk Allah ini kayaknya lupa kalau sekarang bulan Ramadhan. Lha masak ba&#8217;da subuh malah berbuat mesum. Yang lebih nekat lagi, berani-beraninya mereka melakukan tindakan itu di depan rumah saya. Ya udah, biar nggak dianggap asal ngomong dan punya bukti otentik, saya jepret deh aksi keduanya. hahaha.. Kena kalian !! Don&#8217;t try this at home [...]

<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/ramadhan-kurang-10-hari-lagi-gan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ramadhan kurang 10 hari lagi Gan!!'>Ramadhan kurang 10 hari lagi Gan!!</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/hikmah-ramadhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hikmah Ramadhan'>Hikmah Ramadhan</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/ramadhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ramadhan'>Ramadhan</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/31-hari-menjelang-ramadhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: 31 Hari Menjelang Ramadhan'>31 Hari Menjelang Ramadhan</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/ramadhan-sebentar-lagi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ramadhan Sebentar Lagi'>Ramadhan Sebentar Lagi</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua makhluk Allah ini kayaknya lupa kalau sekarang bulan Ramadhan. Lha masak ba&#8217;da subuh malah berbuat mesum. Yang lebih nekat lagi, berani-beraninya mereka melakukan tindakan itu di depan rumah saya. Ya udah, biar nggak dianggap asal ngomong dan punya bukti otentik, saya jepret deh aksi keduanya. hahaha.. Kena kalian !!</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-579" title="Cicak Mesum" src="http://lutviavandi.com/wp-content/uploads/cicak.jpg" alt="" width="250" height="361" />Don&#8217;t try this at home yach.. Ingat gan Puasa.. puasaaaa !!!</p>
<p><img src="http://lutviavandi.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/takut.gif" style="border:none;background:none;" alt=":takut" /></p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><div id="key"><a href="http://lutviavandi.com/search/mesum+di+bulan+puasa" title="mesum di bulan puasa">mesum di bulan puasa</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/mesum" title="mesum">mesum</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/mesum+bulan+ramadhan" title="mesum bulan ramadhan">mesum bulan ramadhan</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/mesum+di+bulan+ramadhan" title="mesum di bulan ramadhan">mesum di bulan ramadhan</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/mesum+dibulan+ramadhan" title="mesum dibulan ramadhan">mesum dibulan ramadhan</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/ngintip+ramadhan+mesum" title="ngintip ramadhan mesum">ngintip ramadhan mesum</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/ngintip+romadhon" title="ngintip romadhon">ngintip romadhon</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.61 ms -->

<h4>Artikel Setopik:</h4><ol><li><a href='http://lutviavandi.com/ramadhan-kurang-10-hari-lagi-gan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ramadhan kurang 10 hari lagi Gan!!'>Ramadhan kurang 10 hari lagi Gan!!</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/hikmah-ramadhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Hikmah Ramadhan'>Hikmah Ramadhan</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/ramadhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ramadhan'>Ramadhan</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/31-hari-menjelang-ramadhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: 31 Hari Menjelang Ramadhan'>31 Hari Menjelang Ramadhan</a></li>
<li><a href='http://lutviavandi.com/ramadhan-sebentar-lagi.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ramadhan Sebentar Lagi'>Ramadhan Sebentar Lagi</a></li>
</ol><div style='display:none' id="post-refEl-578"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/mesum-di-bulan-ramadhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adil itu Relatif</title>
		<link>http://lutviavandi.com/adil-itu-relatif.html</link>
		<comments>http://lutviavandi.com/adil-itu-relatif.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 02:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutvi Avandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sabar dan Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviavandi.com/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[<br />
<b>Warning</b>:  array_map() [<a href='function.array-map'>function.array-map</a>]: Argument #2 should be an array in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>287</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  join() [<a href='function.join'>function.join</a>]: Invalid arguments passed in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>27</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Invalid argument supplied for foreach() in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>54</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  array_map() [<a href='function.array-map'>function.array-map</a>]: Argument #2 should be an array in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>287</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  join() [<a href='function.join'>function.join</a>]: Invalid arguments passed in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>27</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Invalid argument supplied for foreach() in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>54</b><br />
Sudah lama saya mencoba membuat konsep sederhana tentang keadilan. Walaupun saya sudah menjadi anggota Partai Keadilan Sejahtera sejak partai ini masih bernama Partai Keadilan dan walaupun sudah sering mendengar konsep tentang keadilan, tapi saya masih belum puas dengan konsep-konsep tersebut. Karena kecenderungannya justru malah tidak adil dan susah diterapkan dalam kehidupan nyata. Untuk sementara ini, [...]


Belum ada.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br />
<b>Warning</b>:  array_map() [<a href='function.array-map'>function.array-map</a>]: Argument #2 should be an array in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>287</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  join() [<a href='function.join'>function.join</a>]: Invalid arguments passed in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>27</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Invalid argument supplied for foreach() in <b>/home/bisnis2/public_html/lutviavandi.com/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/magic.php</b> on line <b>54</b><br />
<p>Sudah lama saya mencoba membuat konsep sederhana tentang keadilan. Walaupun saya sudah menjadi anggota Partai Keadilan Sejahtera sejak partai ini masih bernama Partai Keadilan dan walaupun sudah sering mendengar konsep tentang keadilan, tapi saya masih belum puas dengan konsep-konsep tersebut. Karena kecenderungannya justru malah tidak adil dan susah diterapkan dalam kehidupan nyata.</p>
<p>Untuk sementara ini, saya menganggap keadilan itu adalah sama-sama ikhlas diantara kedua pihak saat transaksi berlangsung. Inipun belum sepenuhnya benar, karena boleh jadi ada situasi dan kondisi tertentu sehingga seseorang itu merasa ikhlas saat transaksi.</p>
<p>Sebagai contoh saat ada 2 orang berhutang. Menurut hukum Islam, kita tidak boleh meminta tambahan nilai atas hutang yang kita berikan. Contohnya hutang Rp. 100 juta, maka harus dikembalikan Rp. 100 juta. Gak boleh kita minta mereka mengembalikan Rp. 110 juta. Nah, saat transaksi hutang piutang, maka pemberi hutang mungkin ikhlas memberikan uangnya dengan akad akan dikembalikan dalam tempo tertentu dan nilainya tetap.<span id="more-575"></span></p>
<p>Tapi jika kemudian si penghutang mangkir dan molor dari jadwal pembayaran, maka pemilik uang kemungkinan akan kesal. Dan jika penghutang mencoba minta hutang lagi dengan alasan apapun, kemungkinan akan ditolak. Saat itu akad yang awalnya sama-sama ikhlas kemudian menjadi tidak ikhlas salah satunya akibat suatu kondisi tertentu.</p>
<p><strong>Adil = Menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya / kondisinya</strong></p>
<p>Maka adil itu mungkin seperti kalimat diatas. Menempatkan sesuatu sesuai kondisi atau tempatnya. Atau lebih sederhananya lagi, adil itu relatif. Kita harus mampu membaca situasi dan kondisi agar bisa berlaku adil. Dalam kasus hutang diatas, untuk akad kedua kita bisa mengubah kursnya bukan dengan rupiah, tapi menggunakan emas.</p>
<p>Saat akad, kita gunakan nilai yang akan senantiasa stabil dari waktu ke waktu contohnya emas. Jadi akadnya anda hutang 100 gr emas. Maka dia harus mengembalikan dalam bentuk 100 gr emas juga. Jadi jika suatu saat dia mangkir maka nilainya akan tetap. Inipun sebenarnya rugi bagi pemilik uang karena dia tak bisa memanfaatkan uangnya untuk hal lain yang mungkin lebih menghasilkan.</p>
<p>Yah, memang itulah keadilan di dunia ini. Sangat relatif dan karena menyangkut hubungan dengan orang lain, maka jadilah makin membingungkan. Karena boleh jadi yang menurut kita sudah adil, tapi menurut orang lain sangat tidak adil. Karena adil itu relatif.</p>
<p><strong>So, bagaimana caranya berlaku adil?</strong></p>
<p>Tak ada teori yang bisa dipakai sebagai patokan dalam hal ini. Bahkan pengadilan di negeri kita pun seringkali mendzolimi pihak-pihak tertentu. Tapi untunglah bagi umat Islam kita mengenal pengadilan hari akhir. Dan kita juga sudah yakin bahwa dunia ini hanyalah sementara.</p>
<p>Jika kita yang memiliki kekuasaan dalam menentukan pilihan, maka selalulah istighfar setelah memberi keputusan. Karena boleh jadi, apa yang kita putuskan belum tentu adil bagi pihak-pihak tertentu. Jangan sampai keputusan yang benar menurut kita, justru akan menyeret kita ke gerbang neraka. Islam mengenal sholat istikharah untuk memohon kemantapan hati dalam menentukan keputusan. Kita juga punya Allah yang senantiasa membimbing kita. Kita juga punya Al-Quran dan Sunnah sebagai bahan pertimbangan. Kita juga punya ulama-ulama yang begitu banyak dan begitu mudah ditemui untuk menambah pertimbangan-pertimbangan.</p>
<p>Berlaku adil memang sulit tapi kita harus memutuskan sesuatu. Maka, musyawarahlah jalan terbaik mengatasi semuanya <img src='http://lutviavandi.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Diakses dengan kata kunci:</h4><div id="key"><a href="http://lutviavandi.com/search/adil" title="adil">adil</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/adil+itu+susah" title="adil itu susah">adil itu susah</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/arti+menempatkan+sesuatu+sesuai+dengan+tempatnya" title="arti menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya">arti menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/berlaku+adil" title="berlaku adil">berlaku adil</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/hukum+minta+ikhlas+hutang" title="hukum minta ikhlas hutang">hukum minta ikhlas hutang</a>, <a href="http://lutviavandi.com/search/shalat+istikharah" title="SHALAT ISTIKHARAH">SHALAT ISTIKHARAH</a></div><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.868 ms -->

<p>Belum ada.</p><div style='display:none' id="post-refEl-575"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviavandi.com/adil-itu-relatif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
