<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820</id><updated>2017-03-03T01:22:48.377+07:00</updated><category term="Pengajaran"/><category term="zikir"/><category term="penyucian jiwa"/><category term="ulul albab"/><category term="Al-Quran"/><category term="jihad"/><category term="ketakwaan"/><category term="pezikir"/><category term="ahli zikir"/><category term="allah peduli"/><category term="hati"/><category term="kebenaran"/><category term="ulil al-bab"/><category term="umat manusia"/><category term="zikir khafi"/><category term="Al-Hikmah"/><category term="Sucinya hati"/><category term="adab orang berzikir"/><category term="akhlak"/><category term="apa yang belum diketahui"/><category term="asma Allah"/><category term="berbasis hati"/><category term="berkah"/><category term="berpikir negatif"/><category term="berpikir positif"/><category term="berzikir kepada Allah"/><category term="cahaya Al-Quran"/><category term="cara bijaksana"/><category term="cara meraih"/><category term="catatan malaikat"/><category term="ikhlas"/><category term="jiwa takwa"/><category term="kaum takwa"/><category term="kebenaran milik allah"/><category term="kefasikan"/><category term="keimanan"/><category term="keindahan"/><category term="kepedulian allah"/><category term="kesabaran"/><category term="liberal"/><category term="malaikat atid"/><category term="malaikat rakib"/><category term="membela agama Allah"/><category term="mendalam ilmunya"/><category term="mengingat Allah"/><category term="menyiapkan jiwa"/><category term="menyucikan jiwa"/><category term="nasehat"/><category term="orang suci"/><category term="orang takwa"/><category term="orang-orang beriman"/><category term="pemikir"/><category term="pengajaran Al-Hikmah"/><category term="perang melawan hawa nafsu"/><category term="pola pikir"/><category term="rahasia pengajaran Al-Hikmah"/><category term="semangat juang"/><category term="strategi perang"/><category term="tenteram"/><category term="terbaik"/><category term="tidak melupakan allah"/><category term="tugas"/><category term="wasilah"/><title type='text'>Majelis Dzikir Tawashow</title><subtitle type='html'>&quot;Jangan kau lupakan Aku&quot;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-4667748592438845814</id><published>2017-01-08T21:25:00.000+07:00</published><updated>2017-01-12T10:35:30.006+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="jihad"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kebenaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kebenaran milik allah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="penyucian jiwa"/><title type='text'>Kebenaran Itu Milik Allah Bukan Milik Produk Pemikiran</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-mD2tMpGakPI/WHb5OxFJIvI/AAAAAAAABuU/drMT3RWYZ64axpsJgEInvPHIKHtZGDYVwCLcB/s1600/Kebenaran%2Bitu%2Bmilik%2BAllah%2B%25281%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Milik Allah takkan dapat disamai oleh milik makhluk-Nya&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;268&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-mD2tMpGakPI/WHb5OxFJIvI/AAAAAAAABuU/drMT3RWYZ64axpsJgEInvPHIKHtZGDYVwCLcB/s320/Kebenaran%2Bitu%2Bmilik%2BAllah%2B%25281%2529.jpg&quot; title=&quot;Kebenaran Itu Milik Allah Bukan Milik Produk Pemikiran&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sehebat apa pun cara orang berpikir tidaklah disebut hasil pemikirannya adalah kebenaran. Sekalipun yang dirujuk ayat-ayat Allah, bila tercampur dengan hasil olahan akal pikiran, maka keluarannya (output) tetap masih tidak dapat disebut sebagai kebenaran. Jika kebenaran disejajarkan dengan kemampuan mengungkapkan ayat-ayat Allah, maka semua orang beriman tidak mengatakan bahwa Al-Quran, sekalipun telah keluar dari mulut mulia Nabi saw, adalah produk pemikiran yang mulia Rasulullah saw. Kenyataan yang telah diyakini kebenarannya, Al-Quran adalah firman (perkataan) Allah. Sangat jelas, kebenaran itu milik Allah, bukan milik produk pemikiran.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesalahan terbesar selama ini, yang tidak disadari oleh kaum mukmin, adalah tidak menempatkan produk pemikiran sebagai pengetahuan umat manusia yang telah terfokus mendalami bidang kajian suatu materi kebenaran ke dalam lokusnya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pemisahan antara kebenaran dengan pemikiran telah mengalami distorsi karena hasutan hawa nafsu. Rasulullah saw sebagai pribadi agung yang terpilih sebagai utusan Allah tidak berkata-kata dan berbuat dengan hawa nafsu selain dengan wahyu yang diturunkan oleh Allah melalui perantaraan Jibril as ke dalam hatinya. Nabi tidak memikirkan apa yang akan disampaikan, melainkan apa yang disampaikan dengan mulut mulia beliau dan berbuat dengan tangan dan kaki mengikuti wahyu dan petunjuk yang diturunkan Allah ke dalam hatinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan-pernyataan orang beriman tentang ayat-ayat Allah seharusnya keluar dari hatinya, bukan dari hasil olahan akal pikirannya. Kedewasaan seseorang sebagai orang beriman bukan diletakkan pada keinginan hawa nafsunya, melainkan lahir dari kehendak Allah yang telah ditetapkan kepada siapa yang Dia kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan muncul ketika tidak menyadari bahwa kehendak Allah ditujukan kepada siapa di antara orang-orang beriman tersebut. Inilah yang menjadi rahasia Allah yang tidak dapat dijangkau oleh seorang manusia pun kecuali kepada siapa yang sudah dikehendaki oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran atas kekuasaan Allah dan kehendak-Nya memilih siapa yang Dia kehendaki akan terjadi sekiranya orang beriman tersebut benar-benar telah berjuang di jalan Allah. Konsep jihad yang telah berkembang selama ini masih banyak didekati dengan pemikiran, bukan dengan apa yang telah ditetapkan hukumnya oleh Allah dan Rasul-Nya saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw telah menyatakan: &lt;i&gt;&quot;Jihadul akbar jihadun nafs.&quot;&lt;/i&gt;&amp;nbsp; Perang terbesar adalah memerangi diri sendiri. Tidak ditujukan untuk memerangi diri orang lain. Pernyataan beliau tersebut sudah lama diproklamirkan seusai perang badar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan itu, Allah pun telah berketetapan kepada orang beriman untuk bertakwa melalui perantaraan (wasilah) orang yang sudah bertakwa sebenar-benar bertakwa kepada-Nya. Bersama perantaraan tersebut, orang beriman diperintahkan untuk berjihad di jalan Allah supaya mendapatkan keberuntungan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan&quot; (QS. Al-Ma&#39;idah: 35).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Ini adalah start awal untuk memulai jihad bersama dengan seorang wasilah. Ajakan seorang wasilah untuk berperang (berjihad) di jalan Allah pastilah karena beliau seorang pejuang yang telah meraih puncak keridaan Allah (takwa sebenar-benar bertakwa kepada-Nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan simak artikel: &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/10/zikir-khafi-strategi-perang-melawan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Zikir Khafi: Strategi Perang (Jihad) Melawan Hawa Nafsu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, orang-orang beriman telah diperintahkan oleh Allah untuk mencari orang takwa sebagai perantaraannya dalam berjuang di jalan Allah agar sampailah kepada-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt telah menerangkan perihal orang-orang bertakwa di dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 5:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;Maka, sangat jelaslah ketika orang takwa berbicara kebenaran dibandingkan dengan orang yang masih hanya mengandalkan kecerdasan otaknya. Petunjuk selalu dijadikan sandaran orang bertakwa dalam seluruh amaliah peribadatannya karena Allah telah meridainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan seperti itu, orang takwa tidak lagi mengandalkan otaknya melainkan hatinya lah yang dijadikan sandaran disebabkan petunjuk diturunkan oleh Allah ke dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang takwa itu adalah orang suci. Bagaimana untuk mengetahui penjelasannya, silakan baca: &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/06/penyucian-jiwa.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Penyucian Jiwa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/4667748592438845814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2017/01/kebenaran-itu-milik-allah-bukan-milik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/4667748592438845814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/4667748592438845814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2017/01/kebenaran-itu-milik-allah-bukan-milik.html' title='Kebenaran Itu Milik Allah Bukan Milik Produk Pemikiran'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-mD2tMpGakPI/WHb5OxFJIvI/AAAAAAAABuU/drMT3RWYZ64axpsJgEInvPHIKHtZGDYVwCLcB/s72-c/Kebenaran%2Bitu%2Bmilik%2BAllah%2B%25281%2529.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-6462818060151055012</id><published>2016-12-10T19:02:00.000+07:00</published><updated>2016-12-27T12:00:56.732+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cara meraih"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="jihad"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="keimanan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ketakwaan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="membela agama Allah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="semangat juang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="zikir khafi"/><title type='text'>Cara Meraih Keimanan dan Ketakwaan Sejalan dengan Pulihnya Semangat Juang Membela Agama Allah</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-qEt0SUUeWeg/WGH1SUz-nxI/AAAAAAAABqQ/2lMbf2A6PlswYTVMkV142-eG8Qa-TcHUACLcB/s1600/Meraih%2BKeimanan%2Bdan%2BKetakwaan%2BButuh%2BPerjuangan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Meraih Keimanan dan Ketakwaan Butuh Perjuangan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;268&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-qEt0SUUeWeg/WGH1SUz-nxI/AAAAAAAABqQ/2lMbf2A6PlswYTVMkV142-eG8Qa-TcHUACLcB/s320/Meraih%2BKeimanan%2Bdan%2BKetakwaan%2BButuh%2BPerjuangan.jpg&quot; title=&quot;Cara Meraih Keimanan dan Ketakwaan Sejalan dengan Pulihnya Semangat Juang Membela Agama Allah&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang Muslim tidaklah semudah yang dibayangkan oleh akal pikiran kebanyakan kaum mukmin. Muslim, secara hakiki, memuat makna berserah diri. Pemahamannya adalah keimanan seseorang pasti akan diuji oleh Allah hingga mendapati mereka tidak diam, melainkan berjuang di jalan Allah dengan bersungguh-sungguh mencapai puncak keridaan-Nya (takwa). Keimanan dan ketakwaan akan segera diraih sejalan dengan pulihnya&amp;nbsp;&lt;i&gt;ghirah &lt;/i&gt;(semangat) juang membela agama Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keikhlasan mengikuti apa yang menjadi kehendak Allah akan mengantarkan seorang mukmin ditinggikan derajatnya oleh Allah menjadi orang bertakwa. Hal demikian tidak dapat terhindar bagi siapa pun yang telah berketetapan menjadi seorang Muslim. Inilah sebuah konsekuensi yang harus disadari dan harus diperjuangkan oleh orang-orang beriman.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena itu, lemahnya semangat (&lt;i&gt;ghirah&lt;/i&gt;) seseorang yang telah berikrar menyatakan kesaksiannya atas keesaan Allah (tauhid) dan mengakui Nabi Muhammad saw sebagai utusan-Nya dalam menegakkan kebenaran akan menurunkan derajat keimanannya di hadapan Allah. Pengakuan keimanan seseorang boleh-boleh saja diungkapkan, tetapi akhlaknya tidak sejalan dengan pengakuannya hanyalah dusta dalam keimanan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan tegas, jika hal demikian tetap berada di dalam ruang kehidupan, Allah telah menerangkan dengan firman-Nya:&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Di antara manusia ada yang mengatakan: &quot;Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian&quot;, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman&quot; (QS. Al-Baqarah: 8).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Begitulah Allah berfirman. Adakah orang-orang beriman dapat memahami apa yang Allah kehendaki? Jelas, dengan firman yang sangat tegas tersebut, Dia (Allah) sangat menghendaki orang-orang yang mengaku beriman tidaklah cukup hanya mengaku-aku beriman selain harus dibuktikan dengan praktek peribadatan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya saw.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jihad Fi Sabilillah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berjuang di jalan Allah --&amp;nbsp;&lt;i&gt;jihad fi sabilillah -- &lt;/i&gt;telah&amp;nbsp;diperintahkan oleh Allah kepada orang-orang beriman. Hal demikian tidak lagi ada yang harus membantah atas perintah Allah tersebut. Berjuang di jalan Allah sejalan dengan praktek peribadatan yang sarat dengan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat berjuang di jalan Allah adalah membela agama Allah dengan menegakkan kebenaran. Bukanlah disebut orang yang telah membela agama Allah kalau orang tersebut malas untuk berjuang di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar&quot; (QS. An-Nisa: 95).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Bagaimanakah yang disebut berjuang di jalan Allah itu? Untuk menjawab atas pertanyaan ini, akan menjadi lebih baik jika disandarkan pada apa yang Allah kehendaki sebagaimana yang telah disebutkan di dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan&quot; (QS. Al-Ma&#39;idah: 35).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Makna jihad jika disimak pada ayat ini (QS. Al-Ma&#39;idah: 35), maka Anda akan menemukan perbedaannya dengan ayat sebelumnya (QS. An-Nisa:95). Perbedaannya adalah pada ayat 95 Surat An-Nisa kata jihad dimaknai sebagai perang fisik yang harus diikuti dengan pengorbanan harta dan jiwanya sampai titik darah penghabisan. Sedangkan pada ayat 35 Surat Al-Ma&#39;idah lebih menunjuk kepada memerangi hawa nafsu (&lt;i&gt;Jihadul akbar jihadun nafs).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;Itulah sebabnya, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Sukuni dari Abu ‘Abdillah Al-Shadiq (a.s.), ketika Rasul saw melihat pasukan yang kembali dari sebuah peperangan, beliau bersabda:&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Selamat datang, wahai orang-orang yang telah melaksanakan jihad kecil, dan masih harus melaksanakan jihad akbar.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Ketika orang-orang bertanya tentang makna jihad akbar itu, Rasul saw menjawab:&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Jihad melawan diri sendiri (jihad al-nafs)”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Khomeini, Imam,&amp;nbsp;&lt;i&gt;40 hadis&lt;/i&gt;, 1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad yang dilakukan untuk memerangi hawa nafsu adalah dengan mendengarkan hati berzikir secara istiqamah&amp;nbsp;atau yang lebih dikenal dengan zikir khafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan simak tulisan: &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/10/zikir-khafi-strategi-perang-melawan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Zikir Khafi: Strategi Perang Melawan Hawa Nafsu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuat baik jika hatinya tidak bersih dari penyakit hati, maka hasilnya tidak membuahkan kemanfaatan. Kerap kali orang beriman yang tidak melakukan &lt;i&gt;tazqiyatun nafs &lt;/i&gt;(penyucian jiwa) terjebak dengan niat berbuat baiknya diselimuti oleh unsur riya yang tersembunyi di dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati bersih dari berbagai penyakit hati dapat mengantarkan seseorang kepada tindakan dan perkataan yang benar, tidak lagi di hatinya menyimpan dusta. Karena itu, memerangi hawa nafsu tidaklah dapat dipandang mudah jika tidak dilandaskan dengan niat yang tulus untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jihad al-nafs, &lt;/i&gt;seusai perang Badar, merupakan kewajiban yang harus diikuti oleh orang-orang beriman. Tanpa berjuang menyucikan jiwa dengan zikir khafi, banyak amal saleh tampak terlihat di lahirnya saja, sedangkan di dalam hatinya masih menyimpan kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan simak tulisan: &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/06/penyucian-jiwa.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Penyucian Jiwa&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/6462818060151055012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/12/cara-meraih-keimanan-dan-ketakwaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/6462818060151055012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/6462818060151055012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/12/cara-meraih-keimanan-dan-ketakwaan.html' title='Cara Meraih Keimanan dan Ketakwaan Sejalan dengan Pulihnya Semangat Juang Membela Agama Allah'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-qEt0SUUeWeg/WGH1SUz-nxI/AAAAAAAABqQ/2lMbf2A6PlswYTVMkV142-eG8Qa-TcHUACLcB/s72-c/Meraih%2BKeimanan%2Bdan%2BKetakwaan%2BButuh%2BPerjuangan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-1738642835371015966</id><published>2016-11-24T21:46:00.000+07:00</published><updated>2016-12-28T15:37:17.441+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cara bijaksana"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hati"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ikhlas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mengingat Allah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="menyiapkan jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="penyucian jiwa"/><title type='text'>Cara Bijaksana Allah Menyiapkan Jiwa Untuk Ikhlas Mengingat Allah di Hati</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-P6tB2EGuUck/WGN5X_IFvMI/AAAAAAAABr0/veW2j7t6Hokz1tN6dfHDWWwmwcv9r0zlQCLcB/s1600/Zakat%252C%2BInfak%252C%2BSedekah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Zakat, infak dan sedekah cara menyiapkan jiwa ingat Allah di hati&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;268&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-P6tB2EGuUck/WGN5X_IFvMI/AAAAAAAABr0/veW2j7t6Hokz1tN6dfHDWWwmwcv9r0zlQCLcB/s320/Zakat%252C%2BInfak%252C%2BSedekah.jpg&quot; title=&quot;Cara Bijaksana Allah Menyiapkan Jiwa Untuk Ikhlas Mengingat Allah di Hati&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Allah swt menunjuki cara yang paling bijak untuk orang-orang beriman agar dapat mengingat Allah di hati. &amp;nbsp;Hal demikian sesungguhnya telah diketahui oleh kebanyakan kaum mukmin. Di antaranya adalah Allah telah memerintahkan orang-orang beriman agar menunaikan zakat, infak dan sedekah dari sebagian hartanya untuk dibelanjakan di jalan Allah. Dengan semua itu, Allah akan membersihkan dan menyucikan jiwa serta menenteramkannya melalui perantaraan orang terpilih (amil) yang telah mendapatkan perintah untuk memungutnya. Inilah cara bijaksana Allah untuk memberi kesempatan kepada kaum mukmin menyiapkan jiwanya secara ikhlas mengingat Allah di hati.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari ayat-ayat Allah yang telah diturunkan, sebenarnya kaum mukmin telah mengetahui akan perintah Allah untuk berzikir sebanyak-banyaknya (lihat QS. Al-Ahzab: 41) yang dilakukan di dalam hati (lihat QS. Al-A&#39;raaf: 205) baik di waktu berdiri, di waktu duduk maupun di waktu berbaring (lihat QS. An-Nisaa; 103; QS. Ali Imran: 191). Akan tetapi, pada kenyataannya, masih belum juga di antara mereka menjalankan perintah Allah tersebut. Sebagai Tuhan Yang Maha Baik lagi Maha Bijaksana, Allah masih tetap memberikan kesempatan terbaik untuk menolong hamba-hamba-Nya agar dapat mengingat diri-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara mengeluarkan sebagian harta (zakat, infak dan sedekah), hati kaum mukmin terlebih dahulu dibersihkan dan ditenteramkan. Berikut ini adalah ayat yang menegaskan hal tersebut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Ambillah zakat (infak dan sedekah) dari sebagian harta mereka, dengan semua itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui&quot; (QS. At-Taubah: 103).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Adakah Allah juga membalas selain dengan keterangan ayat di atas? Subhanallah, inilah dua ayat yang menguatkan kaum mukmin untuk tidak lagi meragukan akan perintah Allah menunaikan zakat, infak dan sedekah.&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui&quot; (QS. Al-Baqarah: 261).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat&quot; (QS. Al-Baqarah: 265).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Sudah sangat mencukupi untuk menerangkan atas kemahabaikan Allah kepada orang-orang beriman dengan ayat-ayat tersebut. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, dengan ayat 103 Surat At-Taubah, Allah membersihkan, menyucikan dan menenangkan hati atau jiwa para penginfak, sekalipun harus diantarkan oleh seseorang atau lembaga yang kredibel (dapat dipercaya) untuk memungut dana infak dan membalanjakannya &amp;nbsp;di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, mengeluarkan sebagian harta untuk dibelanjakan di jalan Allah dibalas oleh Allah dengan melipatgandakan ganjaran kepada mereka. Janji Allah pasti akan dipenuhi bagi kaum mukmin yang menunaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Allah Sangat Menghargai Nilai-Nilai Kesucian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Jika zakat, infak dan sedekah menjadi pintu pembuka hati, maka tingkat keikhlasan menunaikannya merupakan jalan menuju pada nilai-nilai kesucian jiwa atau hati itu sendiri. Pada kondisi jiwa bersih dari kekotoran yang ada pada harta, sesungguhnya Allah sangat baik lagi bijaksana memberitakan perkara-perkara gaib yang terdapat pada harta tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluasan kasih sayang Allah tak terbantahkan. Begitu agung dan mulianya Dia. Seolah kita mendapati bahwa Allah tak pernah berhenti memperhatikan kaum mukmin agar lebih berhati-hati dalam setiap langkah yang dilakukannya. Dan, memang demikianlah Allah dalam mengurus seluruh makhluk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, kembali kepada kaum mukmin itu sendiri. Adakah mereka benar-benar beriman kepada Allah? Atau sebatas mengaku-aku beriman kepada-Nya? Jika benar-benar beriman kepada Allah, maka setiap perintah dan larangan-Nya seharusnya dipatuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah membersihkan, menyucikan dan menenteramkan jiwa melalui zakat, infak dan sedekah yang harus ditunaikan, maka tak ada lagi kaum mukmin yang mengabaikannya. Peraturan-peraturan Allah telah dibukukan dalam Kitab Suci Al-Quran. Bagi yang mengimani Al-Quran, maka setiap perkataan Allah yang menjadi perintah dan larangan-Nya sudah seharusnya diikuti dan dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengeluarkan sebagian harta di jalan Allah sangat dihargai oleh Allah karena mengandung nilai-nilai kesucian. Sedangkan, di sisi lain, berzikir tersembunyi di dalam hati (khafi) merupakan strategi perang melawan hawa nafsu &amp;nbsp;yang pada hakikatnya adalah juga sebagai proses penyucian jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan baca: &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/10/zikir-khafi-strategi-perang-melawan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Zikir Khafi: Strategi Perang Melawan Hawa Nafsu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Keduanya, mengeluarkan harta di jalan Allah dan mengingat Allah di dalam hati, merupakan kegiatan (amal) saleh&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;yang mengantarkan para pelakunya akan mendapati jiwa dirahmati oleh Allah. Jika berinfak dijalankan untuk menyiapkan jiwa bersih, suci dan tenteram, maka berzikir di dalam hati menyebut asma Allah menjadi penguat hati semakin bersih dan tenteram secara istiqamah di setiap keadaan dan waktu (berdiri, duduk dan berbaring).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistiqamahan mengingat Allah di hati hanya dapat dilakukan melalui zikir khafi. Dan, demikian Allah berfirman di dalam Al-Quran, bahwa hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram (lihat QS. Ar-Ra&#39;d: 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Majelis Dzikir Tawashow Menghimpun Infak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Tidaklah berlebihan jika Majelis Dzikir Tawashow (MADZIKTA) harus berbuat memperantarai para penginfak menyerahkan sebagian hartanya untuk dibelanjakan di Jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membelanjakan harta di Jalan Allah bermuatan makna mengoptimalkan harta para penginfak yang telah dikeluarkan untuk didayagunakan sebagai penghasil ganjaran di Hari Kemudian melalui kegiatan (amal) saleh yang dibutuhkan untuk menegakkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, orang-orang yang tergabung dalam sebuah lembaga penghimpun dana infak haruslah benar-benar memiliki niat yang tulus dengan hati yang bersih, suci dan tenteram. Mereka termasuk orang-orang yang telah disebut pada ayat 103 Surat At-Taubah sebagai &lt;i&gt;&quot;Orang yang dapat membersihkan dan menyucikan jiwa para penginfak dan doanya dapat menenteramkan hati.&quot;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kriteria itu harus terpenuhi bagi para penghimpun dana yang bersumber dari zakat, infak dan sedekah? Tentu saja harus demikian karena sangat sulit jika hati para penghimpun dana zakat, infak dan sedekah diliputi oleh dusta. Bagaimana mereka akan &quot;mampu&quot; membersihkan, menyucikan dan menenteramkan hati para penginfak sedangkan mereka sendiri di dalam hatinya ada dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penghimpun dana tidak dapat tidak harus melampaui terlebih dahulu proses penyucian jiwa. Allah Maha Mengetahui isi hati, maka Dia (Allah) pastilah tidak akan meridai perbuatannya jika hatinya tidak bersih, suci dan tenteram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan baca: &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/06/penyucian-jiwa.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Penyucian Jiwa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itulah kami dari Majelis Dzikir Tawashow -- yang telah berjuang di Jalan Allah dengan bimbingan dan &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/p/pengajaran.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;pengajaran&lt;/a&gt; dari seorang Waliyyan Mursyida, dan dengan keridaan Allah -- menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh Allah pada QS. At-Taubah: 103. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui penghimpunan dana infak, cita-cita kami membangun &lt;a href=&quot;https://docs.google.com/presentation/d/1LIsQKUSmpqUFopjv5ov3B0h8xAXP6RnTBT3aQo5WVsk/edit#slide=id.g9a8b3c334_2_75&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;komplek Gedung Majelis Dzikir Tawashow&lt;/a&gt; dapatlah terwujud. Semogalah Allah menjadikan Majelis Dzikir Tawashow sebagai Taman Surga, sebagaimana perkataan Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Jika kamu melewati taman-taman surga, singgalah dengan senang.&quot; Para sahabat bertanya: &quot;Apakah taman-taman surga itu?&quot; Beliau menjawab, &quot;Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.&quot; (HR. Tirmidzi, nomor 3510 dan lainnya. Lihatlah Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah, no. 2562).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/1738642835371015966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/11/cara-bijaksana-allah-menyiapkan-jiwa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/1738642835371015966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/1738642835371015966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/11/cara-bijaksana-allah-menyiapkan-jiwa.html' title='Cara Bijaksana Allah Menyiapkan Jiwa Untuk Ikhlas Mengingat Allah di Hati'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-P6tB2EGuUck/WGN5X_IFvMI/AAAAAAAABr0/veW2j7t6Hokz1tN6dfHDWWwmwcv9r0zlQCLcB/s72-c/Zakat%252C%2BInfak%252C%2BSedekah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-9001963643275432150</id><published>2016-11-14T15:34:00.000+07:00</published><updated>2017-01-01T14:39:31.130+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="allah peduli"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berkah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hati"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tenteram"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tidak melupakan allah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="zikir"/><title type='text'>Berkah Orang yang Tidak Melupakan Allah</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-oFhAzc8065o/WGix2LTCNyI/AAAAAAAABs0/j77zNN4oelo4AizEfNAQvuB26D_b2Z6DQCLcB/s1600/4%2BKeberuntungan%2BOrang%2Byang%2BTenteram%2BHatinya%2BKarena%2BBerzikir%2B%25282%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;335&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-oFhAzc8065o/WGix2LTCNyI/AAAAAAAABs0/j77zNN4oelo4AizEfNAQvuB26D_b2Z6DQCLcB/s400/4%2BKeberuntungan%2BOrang%2Byang%2BTenteram%2BHatinya%2BKarena%2BBerzikir%2B%25282%2529.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adakah Allah menyia-nyiakan orang yang selalu mengingat-Nya? Semua orang beriman pasti menjawab: &lt;i&gt;&quot;Mustahil Allah mengabaikannya.&quot;&lt;/i&gt; Apa maknanya dari ucapan itu? Orang-orang beriman telah mengetahui dari perkataan Allah langsung sebagaimana telah disebutkan di dalam Al-Quran. Inilah berkah orang yang tidak melupakan Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikut ayat Allah yang sangat masyhur tentang kepedulian Allah terhadap orang-orang beriman yang selalu mengingat-Nya:&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Karena itu, &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu&lt;/span&gt;, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku&quot; (QS. Al-Baqarah: 152).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketetapan hukum Allah adalah kepastian yang tidak terabaikan oleh Dia (Allah). Maka, orang-orang beriman yang tidak meragukan perkataan Allah pasti akan mendapatkan keberuntungan dari-Nya. Jika dikatakan oleh Allah, sebagaimana tersebut pada ayat di atas, &lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;...&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu&lt;/span&gt;...,&quot;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp; maka pastilah Allah memenuhi janji-Nya, yaitu Allah benar-benar peduli memperhatikan hamba-Nya yang dengan penuh keyakinan dan ketulusan hati mengikuti apa yang Allah kehendaki.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Silakan baca: &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/10/kepedulian-allah-kepada-para-pezikir.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kepedulian Allah Kepada Para Pezikir&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kepedulian Allah terhadap orang-orang yang selalu mengingat diri-Nya sangat jelas. Dia (Allah) pasti menurunkan ketenteraman ke dalam hati orang-orang beriman yang mengingat-Nya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram&quot; (QS. Ar-Ra&#39;d: 28).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Tenteram&quot; adalah kata kunci yang diperoleh bagi orang-orang beriman yang selalu mengingat Allah (zikir). Petunjuk apa yang didapatkan dengan kata kunci tersebut? Perhatikan ayat berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;supaya keimanan mereka bertambah&lt;/span&gt; di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi&lt;/span&gt; dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga&lt;/span&gt; yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka&lt;/span&gt;. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah,&amp;nbsp;dan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah&lt;/span&gt;. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahanam. Dan (neraka Jahanam) itulah sejahat-jahat tempat kembali&quot; (QS Al-Fath: 4-6).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari ayat di atas, terdapat petunjuk bagi orang-orang beriman yang selalu berzikir sehingga hatinya tenteram.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ditambah keimanannya oleh Allah sehingga benar-benar beriman kepada-Nya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dijaga oleh Allah dengan diturunkan kepada mereka tentara langit dan bumi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dimasukkan oleh Allah ke dalam surga-Nya;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ditutupi segala kesalahannya (diampuni dosa-dosanya) oleh Allah;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diazab oleh Allah laki-laki dan perempuan munafik;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diazab oleh Allah laki-laki dan perempuan musyrik.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sangat jelas berkah atau keberuntungan yang didapatkan jika orang-orang beriman selalu berzikir (mengingat Allah) hingga hatinya menjadi tenteram (lihat item 1-4 di atas). Sedangkan bagi mereka, di saat bersamaan ada orang-orang yang selalu berzikir, yang berburuk sangka kepada Allah (orang-orang munafik dan musyrik baik laki-laki maupun perempuan) Allah hadirkan kepada mereka azab (lihat item 5-6 di atas).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/9001963643275432150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/11/berkah-orang-yang-tidak-melupakan-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/9001963643275432150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/9001963643275432150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/11/berkah-orang-yang-tidak-melupakan-allah.html' title='Berkah Orang yang Tidak Melupakan Allah'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-oFhAzc8065o/WGix2LTCNyI/AAAAAAAABs0/j77zNN4oelo4AizEfNAQvuB26D_b2Z6DQCLcB/s72-c/4%2BKeberuntungan%2BOrang%2Byang%2BTenteram%2BHatinya%2BKarena%2BBerzikir%2B%25282%2529.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-7249913013111902058</id><published>2016-11-09T15:45:00.001+07:00</published><updated>2016-12-27T12:30:54.042+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berbasis hati"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berpikir negatif"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berpikir positif"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="liberal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pezikir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pola pikir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ulul albab"/><title type='text'>Berubahnya Pola Pikir Liberal Menuju Pola Pikir Berbasis Hati</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-BidpWBG3WZY/WGH8SvWvC4I/AAAAAAAABqg/0sdit81uoZEtCCrwhbEZMvBcIqb-6KYwgCLcB/s1600/Pola%2Bpikir%2Bsudah%2Bharus%2Bberubah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pola pikir sudah harus berubah&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;268&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-BidpWBG3WZY/WGH8SvWvC4I/AAAAAAAABqg/0sdit81uoZEtCCrwhbEZMvBcIqb-6KYwgCLcB/s320/Pola%2Bpikir%2Bsudah%2Bharus%2Bberubah.jpg&quot; title=&quot;Berubahnya Pola Pikir Liberal Menuju Pola Pikir Berbasis Hati&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berpikir positif dapat mengajak seseorang menjadi lebih tercerahkan daripada berpikir negatif. Pengaruhnya dapat menguatkan jiwa semakin bertambah positif juga. Pola pikir yang diterapkan dalam kehidupan sepatutnya dapat berdampak postif, bukan negatif. Secara teknis, sebenarnya berpikir dapat diarahkan untuk menghasilkan yang terbaik, bukan yang terburuk. Caranya adalah dengan berubahnya pola pikir liberal menuju pola pikir berbasis hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir liberal (bebas tanpa mengikuti aturan) sesungguhnya berpikir yang lebih membiarkan seseorang tanpa mengenal hukum-hukum yang melandaskan kepada baik atau buruknya seseorang mengemukakan gagasan-gagasannya. Dampak buruknya dapat mengancam pada sistem kerja otak yang digunakan untuk berpikir liberal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya para pemikir bebas, tanpa berdasarkan pada norma-norma yang mengikat dirinya untuk menjadi orang yang lebih baik, cenderung mudah mengalami keguncangan jiwa. Jeratan hukum yang bersifat normatif akan mendera jiwanya tanpa dia sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan baca terlebih dahulu: &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/10/akhlak-pezikir-dan-pemikir.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Akhlak Pezikir dan Pemikir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemikir bebas tidak menempatkan segala yang dipikirkannya didasarkan atas pertimbangan hatinya sendiri (yang cenderung memiliki pertimbangan normatif), selain apa yang terdapat dalam dunia yang menjadi acuannya. Bebas tidak terikat hukum-hukum Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak yang muncul tidak lagi mengacu pada hukum atau syariat agama (hukum Islam), melainkan lebih condong kepada hawa nafsunya. Pasti, jika dalam kondisi semacam itu, cenderung selalu mengarah kepada perbuatan jahat. Cobalah perhatikan ayat berikut tentang penetapan hukum Allah atas hawa nafsu manusia:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&quot; (QS. Yusuf: 53).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Hukum Allah dalam penciptaan manusia ini tidak dapat berubah, selain Allah sendiri yang dapat mengubahnya. Siapa pun takkan mampu untuk menghindar dari ketetapan Allah tersebut. Oleh karena itu, berpikir yang dapat mengantarkan kepada tercurahkannya rahmat Allah adalah berpikir dengan menerapkan pola hati (Pola Pikir Berbasis Hati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berpikir dengan Pola Hati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berpikir bebas dapat menghasilkan keguncangan jiwa, maka berpikir dengan pola hati akan dapat menenangkan jiwa. Dasar hukumnya tetap mengacu kepada ketentuan hukum Allah sebagaimana tersebut pada ayat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;..., kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku...&quot;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Dengan bersandar pada ayat tersebut, maka orang yang berpikir tidak melepas pada rahmat Allah dia akan mendapati jiwanya menjadi tenang. Berpikir dengan pola hati disandarkan pada apa yang ada di hatinya diikutsertakan dalam pengambilan keputusan. Ayat-ayat Allah terukur di dalam hatinya sejalan dengan kapasitas hati yang dapat menghasilkan nilai-nilai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terdukung hati yang telah diperintahkan oleh Allah untuk berzikir (lihat QS. Al-A&#39;raaf: 205), maka berpikir dalam kondisi hati berzikir dapat mengubah fungsionalitas akal untuk mau mendengarkan apa yang ada di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatiannya penuh untuk mendengarkan hati diperbuat oleh akal pikirannya. Kekuatan memikirkan (bukan mendengarkan) dunia diperlemah karena mau mendengarkan hatinya. Efek positif akan segera terbangun karena lebih memilih mendengarkan hati berzikir. Akal yang demikian adalah akal yang tidak angkuh, melainkan akal yang bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal demikian dilakukan secara istiqamah (terus menerus) saat berdiri, duduk dan berbaring, maka pastilah Allah akan membalasnya dengan menganugerahkan Al-Hikmah kepadanya. Kedudukannya tidak lagi menjadi pemikir, tetapi menjadi pezikir (mendengarkan zikir) di hati (pezikir khafi). Orang-orang yang selalu dalam keadaan berzikir semacam itu, disebut oleh Allah sebagai &lt;i&gt;ulul albab&lt;/i&gt; (orang-orang berakal) (lihat QS. Ali Imran: 190-191).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hal yang demikian telah diterangkan oleh Allah, bahwa manusia telah terikat perjanjian dengan Allah untuk &lt;i&gt;&quot;Kami dengar dan kami taati&quot;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;. Berikut ayat yang telah menerangkan hal tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: &quot;Kami dengar dan kami taati&quot;. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)&quot; (QS. Al-Ma&#39;idah: 7).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Dengan kata lain, berpikir dengan pola hati adalah akal pikiran yang bersedia mendengarkan apa kata hati. Tentu saja, hati yang tidak pernah melupakan Allah di hati.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/7249913013111902058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/11/berubahnya-pola-pikir-liberal-menuju.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/7249913013111902058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/7249913013111902058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/11/berubahnya-pola-pikir-liberal-menuju.html' title='Berubahnya Pola Pikir Liberal Menuju Pola Pikir Berbasis Hati'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-BidpWBG3WZY/WGH8SvWvC4I/AAAAAAAABqg/0sdit81uoZEtCCrwhbEZMvBcIqb-6KYwgCLcB/s72-c/Pola%2Bpikir%2Bsudah%2Bharus%2Bberubah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-7648870305096473278</id><published>2016-11-05T03:28:00.000+07:00</published><updated>2016-11-05T03:28:41.013+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="catatan malaikat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="malaikat atid"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="malaikat rakib"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="penyucian jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="umat manusia"/><title type='text'>Catatan Malaikat Rakib dan Atid Bagi Umat Manusia</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-xzmMDGfTe3U/WBzpwgQbWuI/AAAAAAAABls/MG8bs58zVLsVGwGJRwl1j4zc4ZVUIZW9QCLcB/s1600/catatan%2Bmalaikat%2Brakib%2Bdan%2Batid.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;http://www.madzikta.id&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-xzmMDGfTe3U/WBzpwgQbWuI/AAAAAAAABls/MG8bs58zVLsVGwGJRwl1j4zc4ZVUIZW9QCLcB/s200/catatan%2Bmalaikat%2Brakib%2Bdan%2Batid.jpg&quot; title=&quot;Catatan Malaikat Rakib dan Atid Bagi Umat Manusia&quot; width=&quot;182&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Persoalan catatan Malaikat Rakib dan Atid, hingga saat ini -- waktu hidup dan kehidupan umat manusia -- baru menjadi wacana bagi orang-orang beriman. Belum menjadi perhatian penuh untuk tidak diabaikan begitu saja dalam setiap langkah mereka di dunia fana ini. Percaya tapi tidak meyakini keberadaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika orang-orang beriman yakin akan eksistensi kedua malaikat Allah ini, tentu saja, mereka tidak gegabah dalam mengambil setiap tindakannya. Keyakinan akhirnya menjadi salah satu ukuran bagi orang-orang beriman: Adakah mereka benar-benar beriman atau tidak terhadap ayat-ayat Allah?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Anda bagaimanakah respon keimanan Anda atas ayat berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya,&amp;nbsp;(yaitu) &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri&lt;/span&gt;&quot; (QS. Qaaf: 16-17).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagi yang benar-benar memperhatikan ayat di atas, tentu saja, dia akan benar-benar berbuat tidak asal berbuat selain selalu berjuang untuk tidak melanggar dari aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya saw.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari ayat tersebut di atas, Allah hendak menerangkan bahwa:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Allah telah menciptakan manusia;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Allah Maha Mengetahui isi hati;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Allah telah memilih hati untuk mendekati hamba-hamba-Nya;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Allah telah memberikan perintah kepada dua orang malaikat-Nya untuk mencatat amal perbuatan manusia;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keduanya tetap duduk, satu di sebelah kanan, dan yang lain duduk di sebelah kiri.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adakah orang-orang beriman, sekali lagi, telah benar-benar sangat meyakini apa yang difirmankan oleh Allah, sebagaimana ayat di atas? Pertanyaan ini akan memberikan perhatian kepada orang-orang beriman:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagaimanakah hati orang-orang beriman hingga saat ini, adakah hatinya selalu mengingat Allah?&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adakah orang beriman telah meyakini dan memulai zikir di dalam hati?&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sudahkah orang-orang beriman meyakini bahwa Allah telah mendekati hatinya?&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selama ini, adakah keyakinan bahwa kedua malaikat Allah senantiasa bersamanya, yang telah diperintahkan oleh Allah untuk mencatat seluruh amal perbuatannya?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apabila keempat pertanyaan tersebut dijawab dengan hati yang jujur, maka akan dapat terjadi ada dua kelompok orang-orang beriman:&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Orang-orang beriman yang hatinya istiqamah berzikir hingga tercurahkan keyakinan yang sangat kuat hadirnya Allah di hati dan, tentu saja, Dia (Allah) pun benar-benar telah menunjuki atas hadirnya dua malaikat-Nya tersebut;&lt;/li&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Orang-orang beriman yang hatinya kosong tidak berzikir (berzikirnya jika telah ada hanya sewaktu-waktu, tidak istiqamah) sehingga masih terjadi rasa keraguan bahwa Allah benar-benar hadir termasuk juga adanya kedua malaikat Allah tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Orang-orang beriman yang masih sulit untuk berzikir khafi (tersembunyi di dalam hati) adalah orang-orang yang masih suka memberi perhatian kepada kehidupan dunia yang fana ini. Akalnya masih di depan hatinya. Masih jauh ada niat untuk segera mengakhiri pengejaran kenikmatan dunia.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berjuang Mengubah Catatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Untuk mendapatkan kepastian atas keimanan kepada Allah dan Rasulullah saw, maka tidak dapat tertolak bagi orang-orang beriman harus berjuang mengubah catatan yang ada pada dua orang malaikat Allah (Rakib dan Atid). Tanpa ada perjuangan, maka takkan dapat mengubah catatan dosa menjadi catatan pahala. Kedua catatan tersebut akan dilaporkan kepada Allah dan terus tidak berubah hingga sampailah pada &lt;i&gt;yaumil hisab &lt;/i&gt;(hari perhitungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan keimanan dan keyakinan ibarat dua keadaan yang saling mendukung. Jika sudah beriman, maka tak ada keraguan. Artinya pada pengakuan keimanan seseorang sudah pasti terdapat kemelakatan keyakinan. Persoalan yang muncul adalah lepasnya keyakinan &amp;nbsp;tersebut dari dalam hatinya karena tiadanya perhatian yang sangat kuat kepada hati itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut bukanlah persoalan sepele. Mengembalikan sesuatu yang telah lepas sangat membutuhkan perjuangan yang sungguh-sungguh. Hati itu telah diciptakan oleh Allah untuk menempatkan cahaya-Nya bagi orang-orang yang telah mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya Allah adalah eksistensi akan perwujudan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Pencipta lagi Maha Luas ilmu-Nya. Zat-Nya tidak melekat pada keberadaan hati yang telah melepaskan cahaya-Nya itu. Dalam kondisi hati yang tak ada cahaya-Nya, maka Dia (Allah) pun takkan mencurakan rahmat-Nya. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Penyucian Jiwa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Dia (Allah) yang telah menerangkan ada keberuntungan bagi orang-orang yang menyucikan jiwanya. Keberuntungannya adalah diilhamkan oleh Allah ketakwaan. Dan merugilah orang yang mengotorinya. Kerugiannya adalah diilhamkan oleh Allah kefasikan (lihat QS, Asy-Syams: 8-10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus berjuang melakukan proses penyucian jiwa? Dengan proses penyucian jiwa, maka di dalam hati orang beriman tidak ada penyakit. Jika berpenyakit, seluruh ibadah orang beriman masih tercampur dengan kebatilan. Sedangkan Allah telah memerintahkan agar memisahkan di antara keduanya dari dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui&quot; (QS. Al-Baqarah: 42).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Untuk mengetahui secara rinci proses penyucian jiwa, silakan klik &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/06/penyucian-jiwa.html&quot;&gt;di sini&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/7648870305096473278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/11/catatan-malaikat-rakib-dan-atid-bagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/7648870305096473278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/7648870305096473278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/11/catatan-malaikat-rakib-dan-atid-bagi.html' title='Catatan Malaikat Rakib dan Atid Bagi Umat Manusia'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-xzmMDGfTe3U/WBzpwgQbWuI/AAAAAAAABls/MG8bs58zVLsVGwGJRwl1j4zc4ZVUIZW9QCLcB/s72-c/catatan%2Bmalaikat%2Brakib%2Bdan%2Batid.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-8343470904602527115</id><published>2016-10-25T07:22:00.001+07:00</published><updated>2016-11-05T03:33:25.158+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="perang melawan hawa nafsu"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="strategi perang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="zikir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="zikir khafi"/><title type='text'>Zikir Khafi: Strategi Perang Melawan Hawa Nafsu</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-oQRkwn99aQE/WA6lgjNnU4I/AAAAAAAABkY/sOokgjvPbLEvLP-Gh5Nw6UXjyNp4-hHPgCLcB/s1600/jihad%2Bmelawan%2Bhawa%2Bnafsu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;http://www.madzikta.id&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;112&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-oQRkwn99aQE/WA6lgjNnU4I/AAAAAAAABkY/sOokgjvPbLEvLP-Gh5Nw6UXjyNp4-hHPgCLcB/s200/jihad%2Bmelawan%2Bhawa%2Bnafsu.jpg&quot; title=&quot;Zikir Khafi: Strategi Perang Melawan Hawa Nafsu&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar&lt;/i&gt;...terus bersuara di dalam hati. Sang Pezikir dengan penuh bersemangat mendengarkan kalimat-kalimat yang mengagungkan Allah sebagai Tuhannya. Tanpa henti, dia menebarkan Cahaya Ilahi melalui zikir khafi ke seluruh anggota tubuhnya. Bergetar jiwanya karena Allah telah meridainya. Bisikan setan telah dihancurkan dengan takbir, tahmid dan tahlil. Iblis &lt;i&gt;laknatullah &#39;alaih &lt;/i&gt;&amp;nbsp;lari tunggang langgang. Strategi perang melawan hawa nafsu telah dimulai.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perjuangan mengendalikan hawa nafsu merupakan perang besar yang tak pernah berhenti. Sejak yang mulia Rasulullah saw menerangkan kepada para sahabat yang telah tiba dari perang Badar, bahwa perang besar adalah perang melawan hawa nafsu. &lt;i&gt;&quot;Jihadul akbar jihadun nafs,&quot;&lt;/i&gt; kata Nabi saw. Maka, bagi umat Rasulullah saw, mengendalikan hawa nafsu mutlak harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanpa perjuangan dengan sungguh-sungguh, maka tak ada seorang beriman pun berhasil terhindar dari berbuat jahat. Allah swt telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&quot; (QS. Yusuf: 53).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Berperang melawan hawa nafsu menjadi wajib bagi orang-orang beriman yang sangat mendambakan turunnya rahmat Allah ke dalam dirinya. Adakah setiap diri mengenali siapakah yang sesungguhnya dirinya itu? Inilah &lt;i&gt;the big problem&lt;/i&gt; yang selama ini tidak disadari oleh kebanyakan kaum mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sesungguhnya sangat menghendaki, melalui firman-Nya itu, agar mengenali diri sendiri, jauh sebelum mengenal diri orang lain. Perbuatan untuk mengenali diri dimaksudkan agar eksistensinya sebagai seorang manusia dapat menyesuaikan dengan apa yang menjadi kehendak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diri, sebagaimana disebutkan pada ayat di atas, sesungguhnya tidak dapat melepas dari kesalahan dan, karena itu, selalu mengajak berbuat buruk, apa yang akan terjadi akan kehadirannya sebagai seorang manusia? Dapat dipastikan, bahwa manusia tersebut selalu diliputi oleh kecenderungan berbuat jahat selama hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana jadinya jika hal tersebut dibiarkan tanpa berjuang untuk memerangi kejahatan hawa nafsu? Itulah sebabnya setiap diri agar segera menyadari untuk bermohon ampunan kepada Allah tanpa henti. Kodrat hawa nafsu tercipta dengan ketetapan hukum Allah yang melekat pada setiap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, betapa pun cerdas otak manusia, jika tidak segera memerangi hawa nafsu, maka manusia itu dapat terseret pada kedudukan sebagai manusia jahat. &lt;i&gt;Naudzu billahi min dzalik&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Zikir Khafi: Strategi Perang yang Ditawarkan Allah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Tuhan Yang Maha Pencipta, Allah telah menawarkan sekaligus memberikan perintah untuk berlindung kepada-Nya dari godaan setan yang terkutuk. Hawa nafsu manusia pada hakikatnya merupakan kontributor terbesar yang dimelekatkan oleh Allah menyuruh untuk melawan hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diciptakan hal demikian pada keberadaan manusia, sesungguhnya Allah hendak menguji mana di antara manusia yang benar-benar beriman kepada-Nya. Diberinya kenikmatan, pandangan indah dan kecerdasan otak untuk berbuat di dalam kehidupan di dunia ini. Berpikir, mengkhayalkan, menghitung, mengoperasionalkan setiap hal yang ada di dalam kehidupan, sekali lagi, menjadi ujian bagi manusia atas keberadaannya sebagai seorang makhluk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sangat menghendaki kehadiran manusia di muka bumi untuk memakmurkannya, bukan untuk membuat kerusakan, Maka, dengan penganugerahan akal pikiran, seharusnya manusia dapat memahami apa yang menjadi kehendak Allah. Tetapi, kenyataannya, tidak mencukupi atas diri manusia untuk memahami apa yang menjadi kehendak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kodrat dan iradat Allah, maka Dia (Allah) menempatkan kasih sayang pada Diri-Nya sendiri untuk dapat dicurahkan kepada siapa yang sangat mengharapkannya. Tawaran-Nya ini, tentu saja, sebagai wujud atas keluasan kasih sayang-Nya. Tak ada kebaikan, selain Dia-lah yang mencurahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca: &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/10/kepedulian-allah-kepada-para-pezikir.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kepedulian Allah Kepada Para Pezikir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan pun muncul bagi yang berharap meraih kasih sayang-Nya. Allah akan menurunkan rahmat-Na bagi orang-orag beriman yang menyadari dan mengakui atas segala kesalahan dan dosa-dosa yang telah dipebuatnya lalu memohon ampunan dengan tidak lagi mengulangi serta mengadakan perubahan-perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermohon ampunan dengan kalimat &lt;i&gt;astaghfirullahal &#39;adhim&lt;/i&gt;&amp;nbsp;disertai salat taubatan nasuha. Itikad untuk berubah menjadi tidak melakukan pelanggaran dan dosa syarat dimulainya untuk mengharapkan rahmat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimaklumi bahwa kecenderungan nafs tidak berubah, selain harus diperjuangkan dengan cara mengendalikannya, maka berzikir di dalam hati secara istiqamah pada akhirnya mutlak dilakukan. Menyeru asma Allah secara tersembunyi (di dalam hati) sebagai strategi perang untuk melumpuhkan kecenderungan menyuruh berbuat jahat. Cara ini sekaligus untuk mengusir jin kafir yang biasa bersembunyi di dada manusia untuk membisikkan kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai&quot; (QS. Al-A&#39;raaf: 205).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/8343470904602527115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/10/zikir-khafi-strategi-perang-melawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/8343470904602527115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/8343470904602527115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/10/zikir-khafi-strategi-perang-melawan.html' title='Zikir Khafi: Strategi Perang Melawan Hawa Nafsu'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-oQRkwn99aQE/WA6lgjNnU4I/AAAAAAAABkY/sOokgjvPbLEvLP-Gh5Nw6UXjyNp4-hHPgCLcB/s72-c/jihad%2Bmelawan%2Bhawa%2Bnafsu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-7487068580462650421</id><published>2016-10-23T16:55:00.000+07:00</published><updated>2016-12-26T07:17:21.351+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kaum takwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kebenaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesabaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nasehat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengajaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tugas"/><title type='text'>Inilah Tugas Kaum Takwa dalam Memberikan Nasehat</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-jXo8B7t-sAg/WGBhJKHpjsI/AAAAAAAABpk/IlwffJ55BZACRiDkMoSJRZzLMgq8dYQ0QCLcB/s1600/Nasehat%2Borang%2Btakwa%2Bkepada%2Borang%2Bberiman.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Nasehat orang takwa kepada orang beriman&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;167&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-jXo8B7t-sAg/WGBhJKHpjsI/AAAAAAAABpk/IlwffJ55BZACRiDkMoSJRZzLMgq8dYQ0QCLcB/s200/Nasehat%2Borang%2Btakwa%2Bkepada%2Borang%2Bberiman.jpg&quot; title=&quot;Inilah Tugas Kaum Takwa dalam Memberikan Nasehat&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya tugas yang harus diemban oleh kaum takwa sangat berat. Keluasan kasih sayang Allah yang telah sampai kepada orang-orang bertakwa mengharuskan untuk saling berbagi di dalam kebenaran dan kesabaran. Tugas ini bukanlah merupakan beban, melainkan Allah sangat menghendaki rasa sayang kepada orang-orang beriman harus tertanam dalam jiwanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penugasan itu untuk semakin memperkuat kedudukan orang-orang bertakwa menjadi semakin bertakwa (&lt;i&gt;haqqa tuqatih&lt;/i&gt;). Putusnya ketakwaan seorang hamba sangat kontroversial. Maka, atas perintah dan keridaan Allah, menjalankan &lt;i&gt;tawashow&lt;/i&gt; (nasehat menasehati) bagi kaum takwa tidak dapat terhindar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penganugerahan karunia kepada mereka dalam wujud petunjuk sangat membantu pelaksanaan tugas tersebut. Dengan petunjuk, tugas menasehati orang-orang beriman takkan menemukan kesulitan, selain harus menghadapinya dengan penuh kesabaran, Membangunkan kesadaran atas pribadi orang-orang beriman harus dilalui dengan Al-Hikmah dan pengajaran yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baca: &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/05/pengajaran-al-hikmah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pengajaran Al-Hikmah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Memberikan Nasehat di dalam Kebenaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Inilah tugas kaum takwa setelah rasa keberimanannya kepada Allah diperkuat dengan keistiqamahan berbuat kebajikan (amal saleh). Yaitu memberikan nasehat di dalam kebenaran. Dalam kedudukannya sebagai seorang penasehat, maka petunjuk yang telah diturunkan oleh Allah akan memberikan kemampuan menerangkan kebenaran ayat-ayat Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Petunjuk yang telah ditetapkan oleh Allah di dalam jiwanya itu termaktub di dalam Al-Quran:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, Mereka itulah orang-orang yang beruntung&quot; (QS, Al-Baqarah: 5). &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tugas yang diemban oleh orang takwa mengantarkan orang-orang beriman agar juga menjadi orang bertakwa. Akan menemukan kesulitan bila dilakukan oleh orang-orang yang belum bertakwa menasehati orang untuk bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maqam atau kedudukan seorang hamba bukan seperti yang diduga oleh kebanyakan manusia. Andalan yang digunakan mereka dalam menilai kapasitas seseorang berkedudukan sebagai penasehat lebih kepada kredebilitas ilmu pengetahuan (agama) yang dimilikinya, Tidak berdasarkan kepada keutamaan-keutamaan (tingkat ketakwaannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang bertakwa bukanlah didudukkan oleh manusia, melainkan Allah-lah yang mengangkat derajat mereka. Setidaknya, Allah telah memberikan apresiasi atas perjuangannya di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Secara istiqamah melakukan proses penyucian jiwa (&lt;i&gt;tazqiyatun nafs&lt;/i&gt;);&lt;br /&gt;2. Beriman kepada perkara gaib;&lt;br /&gt;3. Mendirikan (bukan sebatas melaksanakan) salat;&lt;br /&gt;4. Mengeluarkan sebahagian rezeki&lt;br /&gt;5. Beriman kepada Al-Quran dan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya;&lt;br /&gt;6. Meyakini akan adanya akhirat;&lt;br /&gt;7. Tidak meragukan sedikit pun atas ayat-ayat Allah;&lt;br /&gt;8. Diajarkan Al-Quran, Al-Hikmah, dan apa yang belum diketahuinya oleh&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Rasulullah saw secara langsung;&lt;br /&gt;9. Berkedudukan sebagai ahli zikir;&lt;br /&gt;10. Diberi ilmu oleh Allah di dada, bukan di otaknya;&lt;br /&gt;11. Telah berjumpa dengan Allah (makrifat);&lt;br /&gt;12. Menyeru ke jalan Allah dengan Al-Hikmah dan pengajaran yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah bukan tidak membolehkan orang tua yang menasehati anaknya, guru mendidik murid-muridnya, atau Anda menasehati kerabat dan handai taulan. Hanya saja, nasehat menashati itu tidak menjadikan seseorang yang telah merasa mampu menasehati tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lupa akan dirinya;&lt;br /&gt;2. Tidak pernah bermohon ampunan;&lt;br /&gt;3. Merasa dirinya sudah menjadi orang benar;&lt;br /&gt;4. Berpenyakit hati;&lt;br /&gt;5. Jauh dari Allah karena hatinya cenderung kepada kesesatan;&lt;br /&gt;6. Berorientasi hanya pada apa yang dipikirkan;&lt;br /&gt;7. Hubbuddunya&lt;br /&gt;8. Tidak mau memerangi hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut menjadi sangat penting untuk tidak asal-asalan (yang penting dapat menasehati). Terhadap kebenaran, nasehat seseorang harus didasarkan atas kehendak Allah yang telah sampai kepada dirinya. Bukan mengikuti hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran itu milik Allah, bukan milik pemikiran dan hawa nafsu. Al-Quran diturunkan ke dalam hati Nabi yang mulia saw atas seizin Allah. Bukan ke dalam otaknya. Keterangan-keterangan yang keluar dari mulut beliau bukan keluar dari hasil pemikirannya. Hati Nabi suci. Allah-lah yang telah menyucikan hati beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Al-Quran, Allah hendak menerangkan melalui apa yang sudah diterangkan oleh Rasulullah saw kepada segenap umat manusia untuk diimani dan diyakini akan kebenarannya. Jangan diragukan, selain harus diikuti dengan sepenuh keyakikan melalui perantaraan seorang &lt;i&gt;waliyyan mursyida &lt;/i&gt;(pemimpin atau imam yang dapat menunjuki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui perantaraan beliau, orang-orang beriman seharusnya belajar dan diajarkan kebenaran Al-Quran, diajarkan Al-Hikmah dan diajarkan dari apa yang belum diketahuinya. Dengan pertolongan Allah, beliau dapat menyucikan jiwa orang-orang beriman yang hatinya masih condong kepada kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca: 1. &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/04/pengajaran-al-quran.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pengajaran Al-Quran&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 2. &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/05/pengajaran-apa-yang-belum-kamu-ketahui.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pengajaran apa yang belum diketahui&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 3. &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/06/penyucian-jiwa.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Penyucian jiwa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Memberikan Nasehat di dalam Menetapi Kesabaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah persoalan besar orang-orang beriman sepanjang zaman. Mereka selalu tidak mampu bersabar menghadapi ujian dan cobaan hidup di dunia yang fana ini. Allah sat telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,&amp;nbsp;(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, &quot;Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun.&quot;&amp;nbsp;Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk&quot; (QS. Al-Quran: 155-157).&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Karena itu, menjadi seorang penasehat kebenaran, dengan berbagai persyaratan yang harus ditempuhnya, juga harus memiliki jiwa kesabaran. Tanpa kesabaran dalam menegakkan kebenaran, maka takkan dapat meraih kesempurnaan berkah, rahmat dan petunjuk dari Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang takwa, dengan kedudukannya tersebut, telah meraih maqam ketakwaannya melalui proses perjuangan yang ditempa dengan banyak ujian dan cobaan. Ini adalah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegas untuk menasehati orang bukanlah tujuan yang dinginkan oleh orang-orang takwa, melainkan karena Allah telah menghendakinya. Berjuang untuk selalu mendahulukan kehendak Allah adalah kemelakatan sifat dasar orang-orang takwa. Allah-lah yang telah menolong mereka karena kesungguhannya dalam berjuang di jalan-Nya yang lurus (&lt;i&gt;thariqin mustaqim&lt;/i&gt;). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya ber-tawashow di dalam menetapi kesabaran hanya akan mudah dilakukan oleh orang-orang sabar. Orang takwa adalah orang yang sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/7487068580462650421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/10/inilah-tugas-kaum-takwa-dalam-memberkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/7487068580462650421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/7487068580462650421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/10/inilah-tugas-kaum-takwa-dalam-memberkan.html' title='Inilah Tugas Kaum Takwa dalam Memberikan Nasehat'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-jXo8B7t-sAg/WGBhJKHpjsI/AAAAAAAABpk/IlwffJ55BZACRiDkMoSJRZzLMgq8dYQ0QCLcB/s72-c/Nasehat%2Borang%2Btakwa%2Bkepada%2Borang%2Bberiman.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-4715064716189683735</id><published>2016-10-18T08:27:00.001+07:00</published><updated>2017-01-10T21:08:49.065+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="adab orang berzikir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ahli zikir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berzikir kepada Allah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengajaran"/><title type='text'>Adab Orang Berzikir Kepada Allah</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-XIgDq7pYd2U/WHTqhJFpcsI/AAAAAAAABtk/c40Qcok6IYAceNg1EVvV4UdXGdQjH9DBACLcB/s1600/Adab%2BBerzikir.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tanyakanlah olehmu kepada ahli zikir jika kamu tidak mengetahui&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;268&quot; src=&quot;https://2.bp.blogspot.com/-XIgDq7pYd2U/WHTqhJFpcsI/AAAAAAAABtk/c40Qcok6IYAceNg1EVvV4UdXGdQjH9DBACLcB/s320/Adab%2BBerzikir.jpg&quot; title=&quot;Adab Orang Berzikir Kepada Allah&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adakah Anda menduga bahwa berzikir itu tiada ber-adab? Berzikir kepada Allah itu wajib hukumnya. Maka, terkait dengan itu, seorang yang telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya saw tidak hanya menjalankan ibadah zikir dengan sekedarnya saja, selain dia harus mengikuti aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya saw. Allah telah menerangkan adab orang berzikir kepada-Nya.&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;maka tanyakanlah olehmu kepada ahli zikir (orang yang diberi ilmu oleh Allah), jika kamu tiada mengetahui&lt;/span&gt;&quot; (QS. Al-Anbiya: 7).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kepada ahli zikir, begitu Allah hendak menerangkan kepada orang-orang beriman melalui Rasul-Nya saw, untuk bertanya perkara yang sulit dijangkau oleh akal pikiran kebanyakan manusia. Pada ayat itu, Allah telah menegaskan bahwa seorang ahli zikir telah diridai oleh Allah hingga dia mengetahui orang-orang saleh dari kalangan para nabi (selain Nabi Muhammad saw) menerima wahyu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana telah mengajarkan kepada ahli zikir dari apa yang tidak diketahuinya (&lt;i&gt;&#39;allamal insaan maalam ya&#39;lam&lt;/i&gt;). Ditugaskan oleh Allah, sesudah itu setelah mencukupi apa yang telah diajarkan-Nya, untuk mengajarkan kembali kepada orang-orang beriman untuk berzikir.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akal pikiran yang belum sampai kepada pemahaman ayat di atas akan menguraikan tanpa petunjuk. Karena itu, masih banyak orang-orang beriman yang belum berjuang mencari ahli zikir, selain yang dicari hanya orang-orang yang menguasai ilmu-ilmu al-kalam.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari ayat di atas, seorang ahli zikir diajarkan oleh Allah. Banyak hal yang tidak dipahami oleh kecerdasan berpikir diterangkan oleh Allah. Dia (Allah) Maha Mengetahui segala sesuatu. Atas keridaan-Nya, ahli zikir mendapati pemahaman yang mendalam atas ayat-ayat Allah. Allah telah menganugerahkan dan mengajarkan al-hikmah kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Baca: &amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/05/pengajaran-al-hikmah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pengajaran Al-Hikmah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Adab Orang Berzikir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saudaraku, Anda sesungguhnya tidak mengetahui apa-apa tentang perkara gaib. Berzikir itu tidaklah sama dengan ibadah yang lain. Jika Anda harus salat, misalnya, maka Allah telah menerangkan bahwa salat itu didirikan untuk mengingat Dia. Maka, tidaklah salat seseorang jika di dalam salatnya tidak mengingat Allah.&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;dirikanlah salat untuk mengingat Aku&lt;/span&gt;&quot; (QS. Thahaa: 14).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pertanyaan yang muncul atas ayat di atas adalah bagaimanakah Anda mengingat Allah di dalam salat? Adakah dalam benak pikiran Anda, bahwa karena Anda salat maka Anda berzikir? Seperti itukah telah berzikir kepada Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, itu adalah penafsiran konyol. Jika begitu, Anda telah berlari untuk mau mendengarkan apa yang sudah dianugerahkan oleh Allah di dalam hati. Bahwa Allah telah menganugerahkan ke dalam hati orang-orang beriman suatu keadaan yang dapat menenangkan dan, Allah telah memerintahkan, agar hal yang demikian itu harus dicari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah Allah telah menunjukkan bagaimana cara mencarinya? Inilah jawaban Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu&lt;/span&gt; dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai&quot; (QS. Al-A&#39;raaf: 205).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Perintah Allah untuk mengingat (menyebut asma-Nya) di hati merupakan perwujudan dari keterangan Allah atas perjanjian-Nya dengan manusia saat masih berada di dalam kandungan ibunya, yakni saat ruh-Nya ditiup kepadanya. Hal demikian telah ditegaskan oleh Allah karena manusia itu (ruh tersebut) telah berkata: &quot;Kami dengar dan kami taati.&quot;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&quot;Kami dengar dan kami taati&quot;&lt;/span&gt;. Dan bertakwalah kepada Allah, &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)&lt;/span&gt;&quot; (QS. Al-Ma&#39;idah: 7).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;Allah telah memastikan, siapa pun orang-orang beriman yang mengingat (menyebut asma Allah) di hati, maka hatinya menjadi tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;(yaitu) orang-orang yang beriman dan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram&lt;/span&gt;&quot; (QS. Ar-Ra&#39;d: 28).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Adab orang berzikir kepada Allah tidak akan sampai hatinya menjadi tenteram jika Allah tidak meridainya. Keridaan Allah bukan atas dasar keinginan hamba-Nya, melainkan karena kehendak-Nya. Betapa pun Anda pandai mengucapkan kalimat thayyibah, tetapi Anda tidak mengindahkan kehendak-Nya, maka Dia (Allah) pun tidak akan meridainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah menetapkan hukum-Nya untuk ditaati. Ketetapan Allah itu sudah mengikat. Dia (Allah) telah berkata kepada Rasul-Nya saw untuk orang-orang yang mau berzikir kepada Allah agar &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&quot;....tanyakan olehmu kepada ahli zikir jika kamu tiada mengetahui.&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli zikir akan memandu bagaimana seharusnya Anda berzikir. Anda akan mendapati keridaan Allah jika bertaklid (taat mengikuti apa yang diajarkan) kepadanya. Ahli zikir telah mendapatkan pengajaran dari Allah dan Rasul-Nya saw. secara langsung. Anda pasti sangat sulit untuk menerimanya jika Allah belum menurunkan hidayah kepada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli zikir saat disebut dalam Al-Quran bukanlah hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang hadir bersama Rasulullah saw saat beliau masih hidup. Al-Quran diturunkan untuk orang-orang beriman hingga akhir zaman. Kehadiran Rasulullah saw bukan sesuatu yang harus diperdebatkan. selain bagi orang-orang beriman cukuplah dia berpegang teguh kepada firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;(bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya&lt;/span&gt;&quot; (QS. Al-Baqarah: 154).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Nur Muhammad&lt;/span&gt; hadir atas seizin Allah mendekati ahli zikir yang hatinya tak pernah putus mengingat Allah, baik di waktu berdirinya, di waktu duduknya dan di waktu berbaringnya. Beliau mengajarkan, sebagaimana telah diterangkan oleh Allah di dalam Al-Quran, kepada ahli zikir:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;&lt;i style=&quot;background-color: white; color: #2b2b2b; font-family: Arial, serif;&quot;&gt;Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang &lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;background-color: white; color: #2b2b2b; font-family: Arial, serif;&quot;&gt;&quot; (QS. Al-Baqarah: 151)&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #2b2b2b; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Ketetapan hukum Allah dibuat bukan atas apa yang diinginkan manusia, tetapi Dia (Allah) adalah Tuhan Yang Maha Berkuasa lagi Maha Berkehendak. Jika telah diturunkan ayat-ayat-Nya, maka pastilah berlaku hukum Allah itu. Dalam hal belum sampai kepada keyakinan tentang perkara ruh (dalam hal ini &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Nur yang mulia Baginda Nabi Muhammad saw&lt;/span&gt;), maka Allah telah memperingatkan:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&quot;Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit&quot;&lt;/span&gt; (QS. Al-Isra: 85).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Benarlah perkataan Allah atas orang-orang yang belum diberi pengetahuan tentang ruh hingga mereka tidak mengetahui (tetap tidak memiliki keyakinan yang kuat) perkara ruh. Tentang mereka Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: &quot;Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?&quot; &lt;/span&gt;Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin&lt;/span&gt;&quot; (QS. Al-Baqarah: 118). &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Pengajaran yang Harus Diikuti&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Sangat jelas bahwa berzikir bukanlah ibadah biasa, melainkan bagi orang-orang yang berjuang di jalan Allah, berzikir itu adalah pengajaran dari Allah yang diantarkan melalui Rasulullah saw kepada ahlinya (ahli zikir). Tidaklah berzikir seseorang jika adab yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya saw tidak diikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketetapan hukum Allah sudah sangat jelas. Maka, bagi yang tidak mengikuti apa yang Allah kehendaki, Dia (Allah) telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Barang siapa yang berpaling dari pengajaran (dzikr)Tuhan Yang Maha Pemurah&lt;/span&gt;, &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk&quot; (QS. Az-Zukhruf: 36-37).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Anda akan menemukan kesulitan apabila keterangan Allah tidak dapat diterima dengan sepenuh keyakinan. Maknanya, apabila Anda masih mengandalkan akal pemikiran saja terhadap ayat-ayat Allah, pastilah Anda termasuk yang telah diterangkan oleh Allah pada ayat 118 surat Al-Baqarah di tas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, adab orang yang berzikir kepada Allah adalah mematuhi kehendak Allah agar bertanya (belajar) kepada ahlinya yang Allah dan Rasul-Nya saw telah mengajarkan kepadanya. Pengajaran &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/04/pengajaran-al-quran.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Al-Quran&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/05/pengajaran-al-hikmah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Al-Hikmah&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/05/pengajaran-apa-yang-belum-kamu-ketahui.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;apa yang belum kamu ketahui&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli zikir adalah orang yang tak pernah putus berhubungan dengan Allah di hatinya pada setiap keadaan dan waktu, baik pagi, petang, siang maupun malam. Apakah dalam berdirinya, duduknya ataupun berbaringnya, dia tak pernah melupakan Allah di hati. Berjuang dengan sungguh-sungguh di jalan Allah tanpa mengenal lelah dan letih. Menempuh perjalanan ke hadirat Allah merupakan bagian dari kehidupannya di dunia ini. Ahli zikir adalah ahli hikmah, juga ahli tasawuf. Berthariqah ke jalan yang lurus hingga Allah pun rida menjumpainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca: 1)&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://agamahatidanilahi.blogspot.co.id/2010/12/berjumpa-dengan-allah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Berjumpa dengan Allah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 2)&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://agamahatidanilahi.blogspot.co.id/2011/11/ahli-dzikir-ahli-hikmah-dan-ahli.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ahli Zikir, Ahli Hikmah dan Ahli Tasawuf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/4715064716189683735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/10/adab-orang-berzikir-kepada-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/4715064716189683735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/4715064716189683735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/10/adab-orang-berzikir-kepada-allah.html' title='Adab Orang Berzikir Kepada Allah'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://2.bp.blogspot.com/-XIgDq7pYd2U/WHTqhJFpcsI/AAAAAAAABtk/c40Qcok6IYAceNg1EVvV4UdXGdQjH9DBACLcB/s72-c/Adab%2BBerzikir.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-8709456231631141235</id><published>2016-10-13T09:01:00.002+07:00</published><updated>2016-11-05T03:38:39.058+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="akhlak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemikir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pezikir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ulul albab"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="zikir"/><title type='text'>Akhlak Pezikir dan Pemikir</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-ad6n_t28B9s/V_7qyJskrBI/AAAAAAAABiw/6dI6HIPjUXkg-QOliMTypk-d-4eWxL4yQCLcB/s1600/pezikir%2Bdan%2Bpemikir.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;http://www.madzikta.id&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-ad6n_t28B9s/V_7qyJskrBI/AAAAAAAABiw/6dI6HIPjUXkg-QOliMTypk-d-4eWxL4yQCLcB/s200/pezikir%2Bdan%2Bpemikir.jpg&quot; title=&quot;Akhlak Pezikir dan Pemikir&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Adakah perbedaan antara seorang pezikir dengan pemikir? Jika ada, di manakah perbedaannya? Pertanyaan ini lahir karena situasi yang memungkinkan terjadinya perbedaan tersebut. Persoalan yang kemudian muncul adalah mengapa harus membandingkan di antara keduanya? Bukankah otak diciptakan oleh Allah untuk berpikir, dan karena itu, seorang hamba Allah tidak dapat menghindarinya?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ada apa dengan pemikir dan bagaimana pula dengan pezikir? Jika keduanya dipersatukan, adakah terlihat perbedaannya? Adakah setiap insan tidak sama dalam menyikapi karunia yang telah diberikan oleh Allah?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saudaraku, sekilas sepertinya ada sesuatu yang niscaya mengejutkan bagi sementara orang-orang beriman. Hal ini dapat terjadi karena perbandingannya sangat memungkinkan adanya dikotomi. Perilaku (akhlak) pemikir berbeda dengan pezikir.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Pemikir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apabila Anda menyimak pembicaraan seseorang atau Anda membaca hasil pemikiran seorang penulis buku, Anda akan dapat mengetahui tingkat kecerdasan si penulis atau penyampai pesan tadi. Anda dapat mengacungkan jempol atau, setidaknya, Anda sangat merasa kagum atas pemikirannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seorang pemikir adalah seorang yang mengerahkan seluruh kemampuan berpikirnya dengan dasar-dasar yang disimpan dalam laci memorinya. Tingkat intelegensinya (IQ) berada di atas rata-rata kebanyakan orang. Terikat oleh kaidah berpikir logis dan sistemik.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagi seorang pemikir, setiap informasi (objek yang dipikirkan) sangat mengandung muatan yang harus diinput ke dalam laci memorinya. Langkah yang selanjutnya dilakukan secara spontan akan memenuhi daya olah intelegensinya. Proses berpikir logis memulai aksinya untuk menentukan ke arah penetapan tingkat pemahaman yang harus diwujudkan dalam pengkategorian atau penjelasan-penjelasan detil. Dari situ, kekuatan memberikan pengklarifikasian setiap informasi yang sudah diolah dan dianalisis berakhir dalam penyimpulan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tentu saja, semua itu dilakukan dengan mengerahkan sistem kerja otak yang menuntut kecekatan dan kekuatan daya dukung proses berpikir berlangsung. Jika dalam situasi berpikir yang menuntut banyak perhatian, maka seorang pemikir tidak dapat membiarkan penjelajahan otak, selain harus benar-benar fokus.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anda, sekiranya dalam kategori IQ di bawah rata-rata, pastilah sangat melelahkan untuk berpikir logis analitis. Itu sudah menjadi hukum kepastian dalam proses berpikir semacam itu. Bahkan. sang pemikir pun tidak dapat menghindar akan terjadinya penegangan sel-sel saraf otak saat berpikir itu harus berlangsung.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akibatnya, seorang pemikir akan mudah tersinggung apabila proses berpikir yang dilakukannya tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Daya kreasinya mengalami distorsi karena sebab-sebab tertentu yang sangat sulit didapatkan dengan cepat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanpa disadari, bahwa ternyata berpikir yang sangat mengerahkan sistem kerja otak dapat menumpulkan kondisi jiwanya ke arah ketidakstabilan. Ketersinggungan merupakan salah satu indikasi tidak stabilnya jiwa saat otak tidak lagi mampu memperoleh hasil yang tercerahkan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keangkuhan akan muncul manakala dirinya telah menemukan hasil yang sangat menakjubkan saat orang lain tidak mendapatkannya. Akhlaknya menjadi semakin tidak kondusif terhadap pemikiran-pemikiran yang tidak secemerlang dirinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adakah dalam kondisi jiwa yang semacam itu dapat melahirkan rasa keberimanan yang sejalan dengan kehendak Allah? Sangat sulit akal cerdas tanpa diimbangi dengan ketenangan jiwa dapat menimbulkan rasa cinta kepada Allah dengan setulus hati. Keberimanan tidak cukup dengan kekuatan akal pemikiran sedangkan hatinya tidak tenteram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selemah-lemahnya iman ada di hati. Bagaimana iman akan meningkat sedangkan hatinya tidak tenang (tidak stabil)? Kekuatan iman sangat membutuhkan hati atau jiwa yang sejalan dengan kehendak Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram&quot; (QS. Ar-Ra&#39;d: 28).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Pezikir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah seorang pezikir sangat mendukung rasa keberimanannya kepada Allah? Sebagaimana diterangkan pada ayat di atas, bahwa orang beriman hatinya tenteram karena mengingat Allah (&lt;i&gt;zikrullah&lt;/i&gt;). Ayat Allah tersebut, sekali lagi, telah menetapkan akan kedudukan orang beriman dengan hati yang tenteram karena zikir (mengingat) Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa zikir (di hati), sangat sulit seseorang akan dapat meningkatkan keimanannya karena hatinya tidak tenteram. Ada hubungan yang sangat signifikan antara ketenteraman hati karena berzikir dengan bertambahnya keimanan seseorang. Allah sendiri yang telah menerangkan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana&quot; (QS. Al-Fath: 4).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Para pezikir, khususnya pezikir khafi, adalah orang-orang yang telah memenuhi perjanjiannya dengan Allah. Maka, Dia (Allah) pun membalas dengan ketetapan-Nya, yakni mengikat kuat rasa cinta-Nya kepada hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikat-Nya dengan kamu, ketika kamu mengatakan: &quot;Kami dengar dan kami taati&quot;. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)&quot; (QS. Al-Ma&#39;idah: 7).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Keterikatan dengan Allah dapat melahirkan hubungan yang sangat dekat dengan-Nya. Segala hal yang di luar hatinya hanyalah merupakan sekumpulan godaan dan gangguan yang dapat membuat jarak menjadi semakin jauh dengan Allah. Para pezikir khafi melepaskan kepenatan berpikir atas segala sesuatu yang ada dalam kehidupan di dunia yang fana ini. Perhatiannya ke dalam hati telah menemukan rasa ketenteraman. Allah disebut-sebut oleh hatinya dengan asma dan kalimat-kalimat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang waktu, baik waktu berdiri, waktu duduk dan waktu berbaringnya, Allah selalu diseru dengan penuh kelembutan. Allah adalah tujuan hidupnya dan keridaan-Nya adalah dambaannya. Dunia sudah tidak lagi menjadi perhatian yang harus selalu dipikirkan oleh otak cerdasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pezikir khafi, dunia laksana fatamorgana yang sangat menipu. Banyak kebohongan terjadi dalam kehidupan di dunia. Para musuhnya, yakni setan &lt;i&gt;laknatullah &#39;alaih&lt;/i&gt;, telah dijauhkan dari kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan berpikirnya dialihkan hanya untuk mendengarkan dan menaati apa yang disuarakan di hati. Sebagaimana telah diterangkan oleh Allah, bahwa sesungguhnya Dia (Allah) telah menganugerahkan kepada semua jiwa orang-orang beriman rasa kebahagiaan hidup di akhirat. Dengan keterangan-Nya itu, Allah telah memberi perintah untuk menemukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan&quot; (QS. Al-Qashash: 77).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Para pezikir khafi bukanlah tipikal orang yang lari dari kehidupan dunia (berputus asa untuk memikirkannya), melainkan seorang berakal (ulul albab) yang telah menemukan jalan menuju Tuhannya azza wa jalla. Mereka bukanlah orang yang sekedar berzikir tanpa ada perjuangan mencapai derajat ikhlas menjalankan perintah Allah kepada dirinya untuk mendengarkan zikir di hati secara istiqamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang tidak melupakan Allah di hati telah berhasil mencegah hawa nafsunya untuk mengikuti apa yang diinginkannya dari kehidupan di dunia ini. Akhirat sebagai tempat hidup dan kehidupan yang sesungguhnya telah dipersiapkan saat masih dalam kehidupan di dunia yang fana ini. Mereka telah berjuang menaati Allah dari sisa waktu hidupnya di dunia ini sebagaimana Allah telah memperingatkannya pada ayat di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik&quot; (QS. Al-Hadid: 16).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/8709456231631141235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/10/akhlak-pezikir-dan-pemikir.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/8709456231631141235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/8709456231631141235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/10/akhlak-pezikir-dan-pemikir.html' title='Akhlak Pezikir dan Pemikir'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-ad6n_t28B9s/V_7qyJskrBI/AAAAAAAABiw/6dI6HIPjUXkg-QOliMTypk-d-4eWxL4yQCLcB/s72-c/pezikir%2Bdan%2Bpemikir.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-6903687347875020635</id><published>2016-10-09T16:12:00.000+07:00</published><updated>2017-01-12T09:34:02.509+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="allah peduli"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kepedulian allah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pezikir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ulil al-bab"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ulul albab"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="zikir"/><title type='text'>Kepedulian Allah Kepada Para Pezikir</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-A-uGCYutRL0/WHbq4nvbiNI/AAAAAAAABuE/krOg6ycp5xMrW03fUsLD3Tx0A3H5ZHkowCLcB/s1600/Allah%2Bpeduli%2Bkepada%2Borang-orang%2Bberiman%2Byang%2Bbanyak%2Bmengingat-Nya.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Allah peduli kepada orang-orang beriman yang banyak mengingat-Nya&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;268&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-A-uGCYutRL0/WHbq4nvbiNI/AAAAAAAABuE/krOg6ycp5xMrW03fUsLD3Tx0A3H5ZHkowCLcB/s320/Allah%2Bpeduli%2Bkepada%2Borang-orang%2Bberiman%2Byang%2Bbanyak%2Bmengingat-Nya.jpg&quot; title=&quot;Kepedulian Allah Kepada Para Pezikir&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang belum mengetahui bagaimana Allah menilai orang-orang yang selalu menyeru Diri-Nya? Al-Quran yang mulia (Al-Karim) telah menerangkan akan kepedulian Allah terhadap orang-orang yang selalu mengingat-Nya. Allah SWT telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Karena itu, &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu&lt;/span&gt;, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku&quot;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;(QS. Al-Baqarah: 152).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Cobalah perhatikan ayat di atas bagaimana Allah peduli kepada orang-orang yang mengingat Diri-Nya! Adakah Anda telah menyadari bahwa apa yang dikatakan Allah adalah kebenaran mutlak? Perkataan Allah bukanlah sebagaimana perkataan makhluk-Nya. Allah peduli karena hamba-Nya telah menjalankan perintah-Nya untuk berzikir.&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Hai orang-orang yang beriman, &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;berzikirlah&lt;/span&gt; (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya&quot; (QS. Al-Ahzab: 41).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Dengan keluasan kasih sayang-Nya dan kemahaluasan ilmu-Nya, Allah mengetahui akan kepedulian hamba-hamba-Nya atas perintah yang telah diturunkan Allah kepadanya melalui Rasul-Nya saw. Allah sesungguhnya tidak pernah membiarkan hamba-hamba-Nya yang berzikir (para pezikir) dengan setulus hati, selain Dia (Allah) akan membalasnya dengan keluasan kasih sayang (rahmat)-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar rahmat-Nya, Allah telah berketetapan menyebut para pezikir sebagai &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: medium;&quot;&gt;ulul albab (orang-orang berakal).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Coba perhatikan ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;orang-orang yang berakal (ulul albab)&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;(yaitu) orang-orang yang &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;mengingat Allah (berzikir) sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring&lt;/span&gt; dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &quot;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka&quot; (QS. Ali Imran: 190-191).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Adalah Allah benar dalam perkataan (firman)-Nya. Adakah yang sanggup untuk mengatakan: &quot;Itu tidak benar?&quot; &lt;i&gt;Naudzu billahi min dzalik&lt;/i&gt;. Hanya orang-orang zalim-lah yang berani berkata seperti itu. Di manakah Dia (Allah) berada? Adakah Anda akan berkata: &quot;Allah ada di &#39;arasy-Nya, dan &#39;arasy Allah ada di atas air.&quot; ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah Anda menyadari di mana &#39;arasy Allah, yang di atas air itu, berada? Adakah Anda akan berkata: &quot;Itu kata Al-Quran?&quot; &amp;nbsp;Anda benar telah mengutip ayat Al-Quran. Akan tetapi, Anda tidak tahu di mana &#39;arasy Allah itu jika Allah tidak mengizinkan untuk memperlihatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benar-benar tidak tahu, maka cukuplah Al-Quran itu dapat dijadikan sandaran sebagai kebenaran akan keberadaan-Nya. Dari situ, adakah masih menyangkal bahwa &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;ulul albab&lt;/span&gt; itu, sebagaimana telah diterangkan pada ayat di atas, adalah &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;orang-orang yang suka berzikir, tafakur, bertasbih, dan selalu berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk yang selalu mengajak kepada api neraka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benar-benar tidak tahu &#39;arasy Allah, mengapa masih juga tidak berbuat mengikuti ayat-ayat Allah? Jika Anda orang-orang berakal, pastilah Anda akan mengikuti perintah Allah, yaitu&amp;nbsp;&lt;i style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;berzikir di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Orang-orang yang suka berzikir, dia juga suka bertafakur, bertasbih dan juga selalu berlindung kepada Allah di setiap keadaan dan waktu. Hatinya tidak pernah melupakan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/6903687347875020635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/10/kepedulian-allah-kepada-para-pezikir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/6903687347875020635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/6903687347875020635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/10/kepedulian-allah-kepada-para-pezikir.html' title='Kepedulian Allah Kepada Para Pezikir'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-A-uGCYutRL0/WHbq4nvbiNI/AAAAAAAABuE/krOg6ycp5xMrW03fUsLD3Tx0A3H5ZHkowCLcB/s72-c/Allah%2Bpeduli%2Bkepada%2Borang-orang%2Bberiman%2Byang%2Bbanyak%2Bmengingat-Nya.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-4638853793216825900</id><published>2016-09-02T07:30:00.000+07:00</published><updated>2016-12-26T06:37:54.246+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="asma Allah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="keindahan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="terbaik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="zikir"/><title type='text'>Keindahan Berzikir dengan Penyebutan Asma-asma Allah yang Terbaik</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-xiXd_RuQZdk/WGBXvkHXmGI/AAAAAAAABpU/nzJnz2lCCv0hbH0mvQIPbJSiUBbrAhbTwCLcB/s1600/Asmaul%2Bhusna%2Bsangat%2Bindah%2Buntuk%2Bdisebut.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;asmaul husna sangat indah untuk disebut&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;167&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-xiXd_RuQZdk/WGBXvkHXmGI/AAAAAAAABpU/nzJnz2lCCv0hbH0mvQIPbJSiUBbrAhbTwCLcB/s200/Asmaul%2Bhusna%2Bsangat%2Bindah%2Buntuk%2Bdisebut.jpg&quot; title=&quot;Keindahan Berzikir dengan Penyebutan Asma-asma Allah yang Terbaik&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berzikir untuk mengingat Allah sangat perlu mengetahui asma-asma Allah yang terbaik. Akan tetapi, keindahan dalam menyebut asma-Nya harus dilakukan dengan ketulusan hati. Indah bukan hanya dalam pandangan, juga penyebutan. Maka, yang disebut &#39;indah&#39; dalam menyebut asma Allah dapat dimaknai sebagai &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;tulus hati dalam mengingat Allah&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketulusan hati saat menyebut asma Allah akan menghasilkan keikhlasan dalam berzikir. Jika Anda, misalnya, berzikir menyebut asma Allah: &quot;Allah,&quot; maka keindahan berzikir di dalam hati akan terdengar sangat interaktif dengan keridaan Allah. Maksudnya adalah zikir Anda seakan terangkat ke &#39;arasy Allah dengan keadaan jiwa sangat menikmati akan zikir yang tersebut di dalam hati Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adakah zikir Anda sampai kepada keluasan ilmu Allah? Apa lagi ini maksudnya? Gambarannya adalah bahasa hati yang digunakan untuk menyebut asma Allah sangat terasa seakan Allah sedang mendengarkan zikir Anda, sekalipun Anda belum sampai dijumpai oleh Allah. Inilah yang dimaksud dengan &lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://goo.gl/8AFfDP&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Keindahan Berzikir dengan Penyebutan Asma-asma Allah yang Terbaik&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saudaraku, Anda sudah pasti yakin bahwa Allah itu Ada. Sekalipun dalam hal Anda belum berjumpa dengan Allah, maka itu adalah hal lain yang tidak mempengaruhi keyakinan Anda akan keberadaan Allah dalam kehidupan Anda. Sebagai orang beriman, tentu saja, Anda tidak akan menolak bahwa kesukaan dalam berzikir bukanlah perbuatan yang menyia-nyiakan kesempatan dalam berhubungan dengan Allah. Justru sebaliknya, hubungan Anda dengan Allah akan sangat terasa indah. Kualitas hubungan Anda dengan Allah semakin bertambah berkualitas.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hubungan dengan Allah yang sedemikian itu harus terus dipertahankan dan ditingkatkan sedemikian hingga sejalan dengan yang dikehendaki Allah:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman&quot;&lt;/i&gt; (QS. An-Nisa: 103).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Keindahan dalam berzikir akan terus terpatri hingga ajal menjemput. Allah swt pasti akan menanamkan ketenteraman ke dalam hati Anda, dan Allah pasti akan memanggil Anda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Hai jiwa yang tenang.&amp;nbsp;Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya.&amp;nbsp;Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku,&amp;nbsp;dan masuklah ke dalam surga-Ku&quot;&lt;/i&gt; (QS. Al-Fajr: 27-30). &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/4638853793216825900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/09/keindahan-berzikir-dengan-penyebutan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/4638853793216825900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/4638853793216825900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/09/keindahan-berzikir-dengan-penyebutan.html' title='Keindahan Berzikir dengan Penyebutan Asma-asma Allah yang Terbaik'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-xiXd_RuQZdk/WGBXvkHXmGI/AAAAAAAABpU/nzJnz2lCCv0hbH0mvQIPbJSiUBbrAhbTwCLcB/s72-c/Asmaul%2Bhusna%2Bsangat%2Bindah%2Buntuk%2Bdisebut.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-1080439322572352868</id><published>2016-06-24T21:22:00.002+07:00</published><updated>2016-11-05T03:41:50.363+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="jiwa takwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ketakwaan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="orang suci"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="orang takwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="penyucian jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sucinya hati"/><title type='text'>Penyucian Jiwa</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-0W_Z2FPx9cQ/V21B-WoRW1I/AAAAAAAAAFY/-XRJrUh3-VIXXdRPb0vBGe7o42RyEkIWQCLcB/s1600/jiwa%2Bsuci.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;http://www.madzikta.id/&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;180&quot; src=&quot;https://4.bp.blogspot.com/-0W_Z2FPx9cQ/V21B-WoRW1I/AAAAAAAAAFY/-XRJrUh3-VIXXdRPb0vBGe7o42RyEkIWQCLcB/s200/jiwa%2Bsuci.jpg&quot; title=&quot;Penyucian Jiwa&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seolah bahwa istilah &quot;Penyucian Jiwa&quot; hanyalah isapan jempol bagi kalangan yang tidak memiliki keyakinan yang kuat. Hal semacam itu hanya dapat ditempuh oleh orang-orang pada masa lampau (terdahulu), semisal di zaman para aulia Allah (wali Allah).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Suatu keajaiban sekiranya ada seorang hamba yang masih dapat menyisihkan waktunya untuk melakukan proses &quot;Penyucian Jiwa&quot;. Pada era seperti sekarang ini terasa sangat sulit apabila ditemukan ada seorang hamba yang benar-benar berjuang untuk melakukan &lt;i&gt;tazqiyatun nafs&lt;/i&gt; (penyucian jiwa).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya tidak tahu mengapa masih banyak orang-orang beriman berpandangan semacam itu. Al-Quran-nya sama, Nabi-nya sama, Tuhan-nya sama. Tetapi, pandangan atas apa yang diterangkan oleh Allah untuk berbuat kesalehan, seolah-olah bermuatan nilai yang tidak sama.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adakah telah disadari, bahwa Allah swt telah memberi perintah kepada orang-orang beriman untuk bertakwa sebenar-benar bertakwa kepada-Nya? Sangat disayangkan jika masih ada orang-orang beriman yang belum mengetahui perintah Allah tersebut. Atau, sesungguhnya tahu, tapi tidak mau tahu? Inilah ayat-Nya:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan berserah diri&quot; (QS. Ali Imran: 102).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Janganlah dikatakan bahwa ayat ini hanya berlaku untuk orang-orang terdahulu. Dengan dasar hukum mana jika dinyatakan ayat ini hanya berlaku untuk orang-orang yang hadir di zaman Nabi saw? Adakah juga, bahwa ayat ini hanya dapat terjadi bagi orang-orang yang lahir sesudah Nabi, tetapi tidak untuk era saat ini. Sangat tidak beralasan atas perkataan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hanya orang-orang zalim saja yang berani menolak ayat tersebut berlaku untuk orang-orang beriman sejak diturunkan ayat tersebut hingga akhir zaman. Adakah mereka (orang-orang zalim) berani membuktikan atas keangkuhannya siap menerima hukuman dari Allah? Pasti dan tak ada seorang pun yang akan mampu menghadapi azab dari Allah azza wa jalla.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka, sangat jelas bahwa untuk orang-orang beriman telah menyadari akan perintah Allah tersebut. Jika masih ada yang tidak mengindahkan ayat tersebut, tidaklah berarti tidak berlaku lagi ayat tersebut untuk orang-orang yang sedang benar-benar berjuang di jalan Allah. Adakah orang-orang zalim telah menyadari hal demikian?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adakah seandainya Allah berbuat bajik untuk menolong orang-orang beriman yang berjuang di jalan-Nya? Niscayakah Allah dapat berbuat untuk menunjuki ke jalan-Nya yang lurus bagi orang-orang beriman yang sungguh-sungguh berjuang memenuhi kehendak Allah? Bagaimana pula orang-orang zalim dapat menolak keniscayaan tersebut?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Orang Takwa Adalah Orang Suci&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perbuatan untuk menyucikan jiwa sangat dibutuhkan agar mencapai derajat &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Takwa&lt;/span&gt;. Ketakwaan seorang hamba takkan mungkin dapat terwujud bila di dalam hatinya berpenyakit, tidak bersih dari berbagai penyakit hati.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu&quot; (QS. Asy-syams: 9).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ayat tersebut adalah keterangan atas ayat sebelumnya:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;kefasikan&lt;/span&gt; dan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;ketakwaannya&lt;/span&gt;&quot; (QS. Asy-Syams: 8).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Allah menegaskan bahwa Diri-Nya mengilhamkan kepada jiwa&amp;nbsp;itu&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;k&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;etakwaan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;disebabkan&amp;nbsp;karena jiwa itu suci. Sedangkan pada jiwa yang diilhamkan ke dalamnya&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;kefasikan&lt;/span&gt;, Allah menerangkannya demikian:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya&quot; &amp;nbsp; &amp;nbsp;(QS. Asy-Syams: 10).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Perintah Allah Untuk Berzikir di Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah caranya menyucikan jiwa itu? Adakah ayat-ayat Allah dapat menerangkan suatu&amp;nbsp;perbuatan sedemikian hingga apa yang diperbuat oleh seorang hamba hatinya menjadi suci-bersih dari berbagai penyakit hati? Jawabnya sangat jelas, yakni hatilah yang harus menjalankannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Adalah Dia (Allah) telah menerangkan di dalam Al-Quran:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta&quot; (QS. Al-Baqarah: 9).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa yang disebut sebagai penyakit hati lebih disebabkan karena apa yang ada di hatinya tidak sama dengan dilisannya (yang diucapkannya). Allah menyebutnya, disebabkan mereka &lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;berdusta&lt;/span&gt;. Bagi mereka yang berpenyakit di dalam hatinya, apakah diberi peringatan atau tidak diberi peringatan, mereka tidak beriman sekali pun di lisan mereka berkata: &quot;aku beriman kepada Allah dan Hari Akhir.&quot;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Atas dasar itulah Allah sangat menghendaki agar orang-orang beriman, bukan sekedar mengaku beriman, untuk mengingat Allah di hati.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu&lt;/span&gt; dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai&quot; (QS. Al-A&#39;raaf: 205).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berzikir di hati, bukan di lisan, dengan begitu telah diwajibkan oleh Allah karena Dia (Allah) telah memberi perintah untuk melakukannya. Pada hati yang berzikir akan dirasakan ketenangannya langsung oleh hati itu sendiri. &quot;Hati&quot; atau qalbun (atau disebut juga dengan istilah &#39;nafs&#39; atau &#39;shudur&#39;) akan tetap merasakan tenteram karena berzikir (mengingat Allah dengan menyebut asma-Nya) secara istiqamah. Hanya dengan berzikir di hati, hati menjadi tenteram atau tenang.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram&lt;/span&gt;&quot; (QS. Ar-Ra&#39;d: 28).&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk mencapai keistiqamahan tenteramnya hati, maka Allah memerintahkan agar berzikir di setiap keadaan dan waktu:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring&lt;/span&gt;. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman&quot; (QS. An-Nisa: 103).&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada jiwa atau hati yang tenang atau tenteram, Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana akan menambahkan keimanannya (dari keimanan yang telah ada sebelumnya).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)&lt;/span&gt;. Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,&quot; (QS. Al-Fath: 4)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Maka, sangat jelaslah hubungan orang yang menyucikan jiwanya melalui berzikir di hati, yang dilakukan secara istiqamah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring, dengan meningkatnya keimanan dirinya kepada Allah sebagai wujud adanya tanda-tanda ketakwaaan pada jiwa seorang hamba yang selalu berzikir tersebut. ***&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/1080439322572352868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/06/penyucian-jiwa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/1080439322572352868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/1080439322572352868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/06/penyucian-jiwa.html' title='Penyucian Jiwa'/><author><name>Akun Bersama</name><uri>https://plus.google.com/116312586923647725661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://4.bp.blogspot.com/-0W_Z2FPx9cQ/V21B-WoRW1I/AAAAAAAAAFY/-XRJrUh3-VIXXdRPb0vBGe7o42RyEkIWQCLcB/s72-c/jiwa%2Bsuci.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-4538116310327576167</id><published>2016-05-26T11:33:00.000+07:00</published><updated>2017-01-11T11:56:11.241+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ahli zikir"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Al-Quran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="apa yang belum diketahui"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="jihad"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kefasikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ketakwaan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mendalam ilmunya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="menyucikan jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="orang-orang beriman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengajaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ulil al-bab"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ulul albab"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="umat manusia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wasilah"/><title type='text'>Pengajaran Apa yang Belum Kamu Ketahui</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-scusr4RaSOc/WHW6q4i4V0I/AAAAAAAABt0/a4sc0J6TeN4jACxSdtDHowR36OFFg-2dwCLcB/s1600/Pengajaran%2Byang%2Bsulit%2Bdijangkau%2Boleh%2Bakal.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pengajaran yang sulit dijangkau oleh akal&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;268&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-scusr4RaSOc/WHW6q4i4V0I/AAAAAAAABt0/a4sc0J6TeN4jACxSdtDHowR36OFFg-2dwCLcB/s320/Pengajaran%2Byang%2Bsulit%2Bdijangkau%2Boleh%2Bakal.jpg&quot; title=&quot;Pengajaran Apa yang Belum Kamu Ketahui&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini: &lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&quot;Mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui&quot;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (QS. Al-Baqarah: 151) sangat memperkuat akan keberadaan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Mengetahui. Al-Quran telah menerangkan hal demikian untuk mempertegas akan kedudukan manusia di hadapan Allah sebagai hamba yang tidak mengetahui apa-apa.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena itulah Allah menurunkan seorang Rasul di antara umat manusia untuk mengajarkan apa-apa yang belum diketahuinya. Ayat tersebut secara keseluruhan berbunyi demikian:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah), serta &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui&lt;/span&gt;&quot; (QS. Al-Baqarah: 151).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Banyak hal yang selama ini tidak diketahui, atas kemahabaikan Allah, pada akhirnya diterangkan oleh Allah melalui Rasul-Nya saw. Berbagai persoalan hidup dan kehidupan umat manusia di dunia ini, juga di akhirat kelak, tetap tidak dapat diketahui jika tidak ada keterangan dari Allah melalui Rasul-Nya saw.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ayat tersebut sangat jelas, bahwa tak ada seorang pun jika Allah tidak menurunkan Rasul-Nya akan memahami atas apa yang Allah kehendaki dalam penciptaan langit dan bumi, termasuk penciptaan umat manusia di dalamnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kehadiran umat manusia di muka bumi tidaklah didasarkan atas keinginan manusia itu sendiri, melainkan karena Allah menghendaki atas kehadiran mereka. Untuk apa, mengapa dan bagaimana yang sesungguhnya Allah telah berbuat demikian?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sekali lagi, bahwa apa yang sesungguhnya Allah kehendaki tidak dapat diketahui jika tidak diturunkan seorang Rasul untuk menerangkannya. Karena itu, seorang Rasul telah diperintahkan, sebagaimana tersebut pada ayat di atas, untuk &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;membacakan ayat-ayat Kami&lt;/span&gt; (Kami adalah Allah dalam kedudukan sebagai Tuhan yang memiliki kekuasaan untuk mendatangkan Rasul-rasul-Nya).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dengan ayat-ayat-Nya, Allah hendak menerangkan dari apa yang belum diketahui umat manusia. Sangat jelas, bahwa ayat-ayat Allah tidaklah selalu mudah untuk dipahami selain harus diterangkan oleh Rasul-rasul-Nya. Hal demikian telah diterangkan oleh Allah sendiri di dalam Al-Quran:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dia-lah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;muhkamaat&lt;/span&gt; itulah pokok-pokok isi Al-Quran dan yang lain (ayat-ayat) &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;mutasyaabihaat&lt;/span&gt;. Adapun &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan&lt;/span&gt;, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;orang-orang yang&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;mendalam ilmunya&lt;/span&gt; berkata: &quot;Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.&quot; Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal&quot; (QS. Ali Imran: 7).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari ayat tersebut di atas, jelas bahwa ayat-ayat Allah itu terdapat dua keadaan: 1) &lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Muhkamaat&lt;/span&gt;; 2) &lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Mutasyaabihaat&lt;/span&gt;. Dan, dari dua keadaan tersebut, juga ada dua kelompok umat manusia, terutama dalam merespon kedua keadaan ayat-ayat Allah tersebut, yakni 1) &lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;Orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan&lt;/span&gt;; 2) &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Orang-orang yang mendalam ilmunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Siapakah yang disebut orang-orang yang mendalam ilmunya itu?&lt;/span&gt; Al-Quran sendiri telah memuat perkataan Allah terkait orang-orang yang mendalam ilmunya dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu&lt;/span&gt;. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim&quot; (QS. Al-&#39;Ankabuut: 49).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi, hanya &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;orang-orang yang diberi ilmu oleh Allah di dada&lt;/span&gt; &amp;nbsp;yang dapat menerangkan ayat-ayat-Nya. Bukan &lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;orang-orang zalim yang hatinya condong kepada kesesatan&lt;/span&gt;. Merekalah para utusan (rasul) di antara umat manusia (orang-orang beriman) yang hatinya bersih dari kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang utusan yang dihadirkan oleh Allah sesudah Nabi yang mulia saw adalah orang yang hatinya selalu berzikir, bertafakur, bertasbih dan senantiasa berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Baik ketika duduk, berdiri maupun berbaringnya selalu dilakukan karena ketundukan dan kepatuhan kepada Allah dan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran menyebutnya &lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Ulil Al-Bab (orang-orang yang berakal):&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;ulil al-bab (orang-orang yang berakal&lt;/span&gt;),&amp;nbsp;(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &quot;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka&quot; (QS. Ali Imran: 190-191).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Anda jangan terburu-buru untuk menjadi terkejut dengan istilah utusan (rasul) yang dimunculkan di sini. Saya hanya untuk menjelaskan bahwa kerisalahan Nabi Muhammad saw tidak boleh berhenti, selain harus ada di antara umatnya untuk tetap menegakkan agama Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang=orang yang terpilih untuk melanjutkan kerisalahan Nabi saw adalah dari umatnya sendiri. Allah menyebutnya dengan &quot;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Ulul Amri minkum&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.&quot; &lt;/b&gt;Penghargaan Allah untuk mendudukkan seorang hamba-Nya sebagai &quot;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;b&gt;Orang yang Patut untuk Diikuti&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;,&quot; bukan tidak beralasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Allah menunjuk seorang hamba sebagai &quot;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;b&gt;Orang yang Patut untuk Diikuti&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&quot;? Karena dia telah benar-benar berjuang di Jalan Allah hingga Allah rida kepadanya. Keridaan Allah bukan ditentukan oleh ukuran-ukuran kecerdasan otak manusia, melainkan apa yang sudah ditetapkan oleh Allah sebagaimana yang telah diterangkan di dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah, maka dia akan mengikuti Allah dan Rasul-Nya saw yang sudah ditulis di dalam Kitab-Nya (Al-Quran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. Allah berfirman: &quot;Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami&lt;/span&gt;&quot;.&quot; (QS. Al-A&#39;raf: 156)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;(Yaitu) &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi&lt;/span&gt; yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung&lt;/span&gt;&quot; (QS. Al-A&#39;raf: 157)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Allah pun mempertegas kembali:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Katakanlah: &quot;Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk&lt;/span&gt;&quot;.&quot; (QS. Al-A&#39;raf: 158).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Maka, sangat jelas atas keterangan Allah dalam 3 (tiga) ayat tersebut di atas, bahwa orang-orang yang yang beriman kepada Allah dan Rasulullah saw, Nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kitab-kitab-Nya akan beroleh keberuntungan (mendapatkan petunjuk) dari Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka, dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 5, adalah orang-orang yang bertakwa, yang karena ketakwaannya, Allah menegaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung&quot; (QS. Al-Baqarah: 5).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Bagaimanakah mereka menjadi orang bertakwa, sehingga Allah rida memberikan petunjuk yang dimelekatkan pada jiwanya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Al-Quran yang mulia (Al-Karim) telah menegaskan, bahwa Allah telah memberi perintah kepada orang-orang beriman untuk mencari &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;wasilah&lt;/span&gt; dalam menjalankan pendekatan diri kepada Allah untuk meraih ketakwaan. Bersama wasilah itu, Allah memerintahkan untuk &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;berjuang (jihad)&lt;/span&gt; di Jalan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;wasilah&lt;/span&gt;&amp;nbsp;(perantaraan) yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;berjihadlah pada jalan-Nya&lt;/span&gt;, supaya kamu mendapat keberuntungan&quot; (QS. Al-Ma&#39;idah: 35).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&quot;Secara teknis operasional&quot; dalam menjalankan pendekatan diri kepada Allah untuk menjadi orang bertakwa adalah dengan &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;menyucikan jiwa&lt;/span&gt;. Tentang hal ini, Allah Yang Maha Baik lagi Maha Mengetahui isi hati telah bersumpah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,&amp;nbsp;dan bulan apabila mengiringinya,&amp;nbsp;dan siang apabila menampakkannya,&amp;nbsp;dan malam apabila menutupinya,&amp;nbsp;dan langit serta pembinaannya,&amp;nbsp;dan bumi serta penghamparannya,&amp;nbsp;dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),&quot; (QS. Asy-Syams: 1-7).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dengan sumpahnya tersebut, Allah menegaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;kefasikan&lt;/span&gt; dan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;ketakwaannya&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu&lt;/span&gt;,&amp;nbsp;dan &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya&lt;/span&gt;&quot; (QS. Asy-Syams: 8-10).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sumpah Allah pada ayat-ayat-Nya tersebut telah memberikan kepastian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Orang-orang yang &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;menyucikan jiwanya&lt;/span&gt; akan beroleh keberuntungan, yakni Allah mengilhamkan ke dalam jiwa tersebut &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Ketakwaan (jalan menuju takwa)&lt;/span&gt;;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang-orang yang &lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;mengotori jiwanya&lt;/span&gt; akan beroleh kerugian, yaitu Allah mengilhamkan ke dalam jiwa tersebut &lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;kefasikan (jalan kegelapan).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Adakah cara yang dapat mengantarkan jiwa menjadi bersih (suci) selain dari berzikir di dalam hati (khafi)?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit untuk menolaknya, bahwa berzikir di dalam hati, sebagaimana Allah memerintahkannya di dalam Al-Quran, adalah cara terbaik untuk menyucikan jiwa. Berikut adalah perintah Allah untuk berzikir di dalam hati:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Dan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu&lt;/span&gt; dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai&quot; (QS. Al-A&#39;raaf: 205).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika menyucikan jiwa dengan ibadah yang lain, salat, misalnya? Adakah yang dapat menolak ayat Allah berikut ini, bahwa di saat salat dan sesudah salat pun telah diperintahkan kepada orang-orang beriman untuk berzikir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;dirikanlah salat untuk mengingat Aku&lt;/span&gt;&quot; (QS. Thahaa: 14).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring&lt;/span&gt;. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman&quot; (QS. An-Nisaa: 103).&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Perkara ini (berzikir di dalam hati) hampir jarang diperhatikan, selain dipandang bahwa berzikir itu adalah tidak merupakan rukun Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Kapankah orang-orang beriman bersungguh-sungguh akan mengingat Allah di hati?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;Bukankah Allah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu telah mengingatkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka),&lt;/span&gt; dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik&quot; (QS. Al-Hadiid: 16).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sangat beralasan sekiranya orang-orang yang suka berzikir hatinya bertambah tenteram karena hanya Allah yang diingat di dalam hatinya. Tidak ada persoalan yang singgah di dalam otaknya, selain akal pikirannya senantiasa memperhatikan hatinya berzikir, bertasbih dan berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram&quot; (QS. Ar-Ra&#39;d: 28).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana&quot; (QS. Al-Fath: 4).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Adalah kebijaksanaan Allah jika telah dihadirkan seorang &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;ahli zikir&lt;/span&gt; di antara mereka yang benar-benar berzikir. Allah pun sangat meridainya, bahkan Dia (Allah) telah menetapkan di dalam Al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;tanyakanlah olehmu kepada&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;ahli zikir&lt;/span&gt; (orang yang diberi ilmu), jika kamu tiada mengetahui&quot; (QS. Al-Anbiya;: 7).&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/4538116310327576167/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/05/pengajaran-apa-yang-belum-kamu-ketahui.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/4538116310327576167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/4538116310327576167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/05/pengajaran-apa-yang-belum-kamu-ketahui.html' title='Pengajaran Apa yang Belum Kamu Ketahui'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-scusr4RaSOc/WHW6q4i4V0I/AAAAAAAABt0/a4sc0J6TeN4jACxSdtDHowR36OFFg-2dwCLcB/s72-c/Pengajaran%2Byang%2Bsulit%2Bdijangkau%2Boleh%2Bakal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-8305191131196104361</id><published>2016-05-21T10:00:00.000+07:00</published><updated>2017-01-13T10:09:08.648+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Al-Hikmah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Al-Quran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cahaya Al-Quran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengajaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pengajaran Al-Hikmah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="rahasia pengajaran Al-Hikmah"/><title type='text'>Pengajaran Al-Hikmah</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Gl-mQPuftL8/WHhEogfGmpI/AAAAAAAABuk/DmADcxmwRPkLxjtxVNre4BBroAB2AVPFACLcB/s1600/Al-Quran%2BPenuh%2BAl-Hikmah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Al-Quran penuh Al-Hikmah&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;268&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Gl-mQPuftL8/WHhEogfGmpI/AAAAAAAABuk/DmADcxmwRPkLxjtxVNre4BBroAB2AVPFACLcB/s320/Al-Quran%2BPenuh%2BAl-Hikmah.jpg&quot; title=&quot;Pengajaran Al-Hikmah&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Al-Quran itu penuh dengan Al-Hikmah,&quot;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; demikian Allah berfirman di dalam Al-Quran Surat Yaasin ayat 2. Tidak ada Al-Quran, maka tidak ada Al-Hikmah. Sedangkan Al-Quran itu adalah Al-Kitab. Karena itu, seorang ahli hikmah, dia sesungguhnya adalah ahli kitab. Tidaklah disebut ahli hikmah jika dia tidak menguasai Al-Kitab.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apa maknanya itu? Adakah sudah seharusnya seorang ahli hikmah harus menguasai Al-Quran? Apakah setiap orang beriman yang mendapatkan atau dianugerahi Al-Hikmah oleh Allah secara otomatis dapat menjadi ahli hikmah?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jawabannya sangat relatif. Anda adalah seorang hamba Allah, jika dianugerahi Al-Hikmah tetapi menjauhi Al-Quran, maka sangat sulit Anda memahami ayat-ayat Allah (Al-Quran). Sudah pasti Anda harus benar-benar mendekati (secara ruhaniah) Al-Quran, bukan sebatas Al-Quran hanya untuk bacaan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cahaya Al-Quran harus benar-benar meresap ke dalam hati atau jiwa Anda. Dengan cahayanya (Al-Quran) itu, hati Anda akan disucikan dari berbagai penyakit yang ada di hati. Anda akan benar-benar merasakan bahwa Al-Quran itu hidup lagi bercahaya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Itulah &lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Rahasia Pengajaran Al-Hikmah&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&amp;nbsp; Dengan Al-Hikmah, Anda akan diberi tahu dari apa yang belum Anda ketahui sebelumnya. Siapa yang akan memberi tahu Anda? Seorang &quot;penasehat&quot; yang dihadirkan Allah ke dalam hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya&quot; (QS. Al-Baqarah: 154). &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ruh-ruh suci (Nur) seorang atau beberapa orang Awliya Allah atas seizin Allah Yang Maha Baik lagi Maha Bijaksana benar-benar hadir memberikan nasehat kepada Anda, sedangkan Anda tidak menyadarinya. Pikiran Anda akan tetap sulit untuk memahaminya hingga Allah mendatangkan seorang ahli zikir yang ahli hikmah untuk menerangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah hubungan Anda dengan Nur Awliya Allah dan ahli hikmah yang ahli zikir? Anda, dalam hal ini adalah hati atau ruh Anda, sama sekali belum mendapatkan pengajaran dari siapa pun di dalam qalbu Anda. Sedangkan Allah telah menghendaki dengan kemahabajikan-Nya menganugerahkan Al-Hikmah kepada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya Anda menyadari atas apa yang sedang berlangsung di dalam qalbu Anda, maka Anda akan mengikuti perintah Allah sebagaimana diterangkan di dalam Al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada ahli zikir (orang yang diberi ilmu oleh Allah), jika kamu tiada mengetahui&quot; (QS. Al-Anbiyaa&#39;: 7).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ahli zikir yang ahli hikmah, yang telah ditetapkan oleh Allah, adalah seseorang yang masih hidup berada di sekitar orang-orang beriman. Dengan kedudukan yang telah diakui oleh Allah dan Rasulullah saw, beliau adalah seorang Marja&#39; (seseorang yang kepadanya Allah telah memerintahkan Rasulullah saw agar orang-orang beriman untuk bertanya kepadanya terkait dengan hal-hal yang sulit dijangkau oleh akal pikiran manusia pada umumnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, bagi Anda yang telah mendapatkan anugerah Al-Hikmah, sudah sepatutnya Anda mendekati beliau. Kepadanya Anda berwasilah (berperantara) untuk mendapatkan pengajaran Al-Hikmah. Adakah Anda dijamin memahami apakah itu Al-Hikmah jika tanpa pengajaran? Bukankah Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui&quot; (QS. Al-Baqarah: 151).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Beliau sudah terlebih dahulu memperoleh pengajaran secara langsung dari Rasulullah saw terkait dengan yang telah diterangkan oleh Allah di dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 151 tersebut di atas. Adakah bahwa hal demikian musykil terjadi? Anda pasti akan sulit untuk menerimanya bila belum mengenal secara pribadi siapa beliau. Dia-lah seorang ahli zikir yang ahli hikmah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas seizin Allah dan kekuasaan-Nya sebagai Tuhan Yang Maha Mengetahui, maka dipilihnya beliau untuk melaksanakan &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/04/pengajaran-al-quran.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;pengajaran Al-Quran&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/05/pengajaran-al-hikmah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Al-Hikmah&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://www.madzikta.id/2016/05/pengajaran-apa-yang-belum-kamu-ketahui.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;apa-apa yang belum diketahui oleh kebanyakan manusia&lt;/a&gt;, tentu saja bagi Allah sangat mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar apa lagi yang menjadi bukti untuk mengabaikan Al-Quran terkait dengan pengajaran Al-Quran, Al-Hikmah dan apa-apa yang belum diketahui kebanyakan manusia? Jawabnya hanyalah tiadanya keyakinan yang kuat untuk menerima keterangan-keterangan tersebut karena hatinya condong pada kesesatan. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/8305191131196104361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/05/pengajaran-al-hikmah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/8305191131196104361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/8305191131196104361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/05/pengajaran-al-hikmah.html' title='Pengajaran Al-Hikmah'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-Gl-mQPuftL8/WHhEogfGmpI/AAAAAAAABuk/DmADcxmwRPkLxjtxVNre4BBroAB2AVPFACLcB/s72-c/Al-Quran%2BPenuh%2BAl-Hikmah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1692460736010814820.post-4476144642469199014</id><published>2016-04-25T13:44:00.000+07:00</published><updated>2017-01-15T09:40:15.696+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Al-Quran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengajaran"/><title type='text'>Pengajaran Al-Quran</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-qq_m19imtxo/WHrgyF9WUeI/AAAAAAAABu0/puW0uV-k2_gzD7gsSq0DO6oboE20mLARgCLcB/s1600/Pengajaran%2BAl-Quran.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Al-Quran bukan bacaan biasa&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;268&quot; src=&quot;https://3.bp.blogspot.com/-qq_m19imtxo/WHrgyF9WUeI/AAAAAAAABu0/puW0uV-k2_gzD7gsSq0DO6oboE20mLARgCLcB/s320/Pengajaran%2BAl-Quran.jpg&quot; title=&quot;Pengajaran Al-Quran&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Jika ada seseorang yang membacakan ayat-ayat Allah, maka dia bukan sedang mengajarkan Al-Quran, selain sedang mengagungkan firman (perkataan) Allah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pengajaran, dalam hal ini, mengandung muatan mendidik, menuntun, membimbing, mengarahkan, memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan Allah, merahmati (mencurahkan kasih sayang), melindungi, mengevaluasi, mendoakan, mengizinkan atau tidak mengizinkan melakukan suatu perbuatan dan mensahkan suatu keadaan hati atau jiwa seorang murid (salik) telah dianggap bersih untuk diikuti dalam beribadah kepada Allah swt.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pengajaran Al-Quranul Karim dilandaskan dengan suatu kondisi yang semacam itu. Bukan digunakan untuk sesuatu tujuan yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Adakah Al-Quran hingga saat ini benar-benar telah digunakan untuk kebutuhan mengajarkan atas kebenaran yang telah diturunkan oleh Allah melalui Rasul-Nya saw? Bergantung dari masing-masing orang beriman menanggapinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Al-Quran sudah sangat jelas sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: large;&quot;&gt;&quot;Hudan&quot;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt; atau petunjuk dan &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&quot;Bayyinat&quot;&lt;/span&gt; atau keterangan-keterangan (tentang petunjuk itu) bagi manusia, dan &lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&quot;Al-Furqan&quot;&lt;/span&gt; atau pembeda (antara hak dan batil).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mengajarkan Al-Quran berarti menunjuki sekaligus menerangkan serta mampu membedakan antara hak dan batil kepada umat manusia, terutama bagi orang-orang beriman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Karena itu, mengajarkan Al-Quran tidak sekedar membacakan ayat-ayat tanpa berjuang untuk menyucikan jiwa &lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;tazkiah&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;)&lt;/span&gt; seseorang yang sedang diajarkan Al-Quran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Di sini, pengajaran Al-Quran menuntut orang yang mengajarkannya (Al-Quran) harus benar-benar sudah bersih hatinya atau jiwanya dari berbagai penyakit hati atau jiwa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Karena yang diajarkan adalah Kitab Suci. Bukan bacaan biasa, melainkan bacaan yang mulia (Al-Quranul Karim). Ini sangat penting untuk dipahami. Tidak asal mengajarkan tetapi tidak mengetahui tujuan dari pengajaran itu (&quot;Untuk apa?&quot;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Akankah menjadi penting jika Al-Quran diajarkan dengan tujuan seperti itu? Tentu saja sangat penting.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mengapa menjadi sangat penting Al-Quran diajarkan untuk mendapatkan petunjuk dan mampu membedakan antara hak dan batil? Karena itu adalah tujuan diturunkannya (Al-Quran).&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan)&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)&quot; &amp;nbsp;&lt;/i&gt;(QS. Al-Baqarah: 185).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Al-Quran diajarkan bukan untuk memberatkan orang yang diajarkannya, melainkan diantarkan agar dapat melepaskan beban-beban penyakit (hati) yang telah berakar, sedemikian hingga benar-benar bersih atau suci dari rongrongan iblis laknatullah &#39;alaih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Mengajarkan Al-Quran, membacakan ayat dan menyucikan jiwa adalah sejalan dengan diturunkan seorang rasul dari kalangan umat Rasulullah saw.&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab&amp;nbsp;(Al-Quran)&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan Al-Hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui&quot;&lt;/i&gt;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(QS. Al-Baqarah: 151).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Allah swt menurunkan Al-Quran dan Rasulullah saw untuk diikuti dengan penuh keimanan. Mengikutinya berarti menaati akan perintah-Nya. Allah ditaati atas perintah-Nya, juga mengikuti Rasul-Nya saw berarti telah dicatat sebagai seorang hamba yang telah menaati Allah dan Rasul-Nya saw.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya akan terus dilanjutkan sekali pun beliau telah jauh dari umatnya yang lahir kemudian. Maka, bagi Allah sangat mudah untuk mendatangkan beliau agar mengajarkan kepada umatnya yang telah diridai oleh Allah swt.&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Dari situlah Allah menghadirkan umat Rasulullah saw yang mendapatkan pengajaran langsung dari beliau saw. Anda jangan bingung karena Allah telah menerangkan di dalam Al-Quran:&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&quot;Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki&quot; (QS. Ali Imran: 169). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Pada ayat lain, Allah juga telah berfirman:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: large;&quot;&gt;&quot;&lt;i&gt;Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya&quot;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;(QS. Al-Baqarah: 154).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Umat Rasulullah saw yang lahir kemudian tetap mendapatkan pengajaran langsung dari yang mulia Rasulullah saw sebagai hak atas umatnya yang tidak meragukan akan kebenaran firman Allah swt. Keyakinannya sangat kuat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Jika ada orang yang bertanya mengapa Allah menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada umat Rasulullah saw yang sangat kuat keyakinannya, Allah telah berfirman:&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&quot;Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: &quot;Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?&quot; Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin&quot;&lt;/i&gt;&lt;span class=&quot;apple-converted-space&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(QS. Al-Baqara: 118).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Anda yakin atas firman Allah atau Anda tidak yakin, Allah tetap akan menunjukkan dan menerangkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kaum yang yakin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Orang yang tidak meragukan sedikit pun ayat-ayat Allah di dalam Al-Quran, maka sesungguhnya dia orang yang bertakwa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; font-size: 10pt;&quot;&gt;Persoalannya adalah sejauh mana yang disebut seseorang telah yakin itu? Adakah keyakinan itu hanya sebatas dilisankan saja, sedangkan hatinya tak bersuara apa-apa selain masih meragukannya?&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;Itulah fakta, banyak kaum mukmin yang masih jauh meyakini kebenaran Al-Quran. Percaya? Ya, mereka percaya. Tetapi, untuk meyakini bahwa Rasulullah saw masih hidup dan mengajarkan langsung kepada umatnya yang hadir saat ini, sulit untuk menerimanya dengan penuh keyakinan dan keimanan.&amp;nbsp; Jika tidak ragu, maka orang-orang beriman seharusnya akan mendatangi orang-orang yang telah diajarkan langsung oleh Rasulullah saw. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;Ah, masa sih? Itulah, sekali lagi, fakta jika saat ini keragu-raguan atas kebenaran firman Allah bertambah kuat. Maka, tak heran jika ada sejumlah orang yang pandai atas segala pembahasan tentang &lt;i&gt;syar’iyyah&lt;/i&gt;, tetapi untuk mendapati adanya keutamaan meyakini akan kebenaran firman Allah di dalam dada, terasa masih sulit untuk memperjuangkannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;Jika telah disebutkan, bahwa hati adalah ‘bejana’ yang telah dipersiapkan oleh Allah untuk diperjuangkan agar dapat menerima cahaya-Nya, bagi mereka tetap terasa amat berat untuk menerimanya. Maka, juga tak heran, jika&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; line-height: 18.4px;&quot;&gt;masih terasa berat bagi mereka untuk mengamalkannya apabila&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Allah dalam firman-Nya telah memerintahkan:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: large; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;i&gt;“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”&lt;/i&gt;(QS. Al-A’raaf: 205)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;Itulah indikasi bahwa tingkat keyakinan orang-orang beriman terhadap isi (ayat-ayat) Al-Quran masih rendah. Artinya, tingkat keragu-raguan mereka menjadi sebab setan untuk menggoda, masih sangat tinggi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;Jadi,&amp;nbsp; bagaimana mengajarkan Al-Quran dalam kondisi jiwa (hati) yang semacam itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;Keimanan dan ketakwaaan adalah suatu derajat (&lt;i&gt;maqam&lt;/i&gt;) seseorang hamba di hadapan Allah swt, yang dengan itu telah didudukkan sebagai seorang hamba yang dimuliakan oleh Allah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;Berada di dalam kondisi suatu jiwa yang dihimpun kemuliaan oleh Allah sangat berbeda dengan kondisi yang sebaliknya. Yaitu suatu keadaan jiwa yang sangat direndahkan atau dihinakan oleh Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;Sangat boleh jadi, seorang hamba yang tingkat intelegensinya sangat kuat (jenius) akan mampu menjelaskan hal-hal yang sangat mengait dengan wacana keislaman. Mereka sangat menguasai ilmu-ilmu keislaman dari berbagai kitab yang dipelajarinya, walaupun didapatkannya dari keterangan-keterangan seorang ahli ilmu kalam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;Namun, apabila di dalam hatinya sangat keras membatu tidak berzikir, maka sesungguhnya mereka belum memahami apa yang Allah kehendaki atas dirinya. Sedangkan, apa yang diinginkannya untuk saling berbagi atas keilmuannya, justru semakin kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Keinginan diri untuk berbuat kebaikan didahulukan, sementara kehendak Allah untuk berzikir di hati diakhirkan. Berpikir untuk pengembangan keislaman sangat dihargai, tetapi Allah sangat menghargai orang-orang yang selalu mengikuti apa yang Allah kehendaki.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Bagi mereka yang selalu mendahulukan kehendak Allah, maka Allah sangat menyukainya. ***&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , serif; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.madzikta.id/feeds/4476144642469199014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/04/pengajaran-al-quran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/4476144642469199014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1692460736010814820/posts/default/4476144642469199014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.madzikta.id/2016/04/pengajaran-al-quran.html' title='Pengajaran Al-Quran'/><author><name>Ahmad Yuli Yanto</name><uri>https://plus.google.com/113010868743817713326</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-fA9UfHPc2WU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA7g/hKSPAdFgrns/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://3.bp.blogspot.com/-qq_m19imtxo/WHrgyF9WUeI/AAAAAAAABu0/puW0uV-k2_gzD7gsSq0DO6oboE20mLARgCLcB/s72-c/Pengajaran%2BAl-Quran.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>