<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0">

<channel>
	<title>mendrofa.com</title>
	
	<link>http://www.mendrofa.com</link>
	<description />
	<lastBuildDate>Fri, 24 Feb 2012 18:58:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/mendrofa" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="mendrofa" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:copyright>mendrofa.com</media:copyright><media:thumbnail url="http://www.mendrofa.com/images/logo/final.png" /><media:keywords>Kris,mendrofa,Jakarta,Nias,Indonesia</media:keywords><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Society &amp; Culture/Personal Journals</media:category><itunes:owner><itunes:email>kris@mendrofa.com</itunes:email><itunes:name>Kris J. Mendrofa</itunes:name></itunes:owner><itunes:author>Kris J. Mendrofa</itunes:author><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:image href="http://www.mendrofa.com/images/logo/final.png" /><itunes:keywords>Kris,mendrofa,Jakarta,Nias,Indonesia</itunes:keywords><itunes:subtitle>mendrofa.com</itunes:subtitle><itunes:summary>Personal blog, Kris J. Mendrofa. Indonesian blogger</itunes:summary><itunes:category text="Society &amp; Culture"><itunes:category text="Personal Journals" /></itunes:category><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">mendrofa</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>“Tola Mate Moroi Na Aila”</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2012/02/04/tola-mate-moroi-na-aila/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2012/02/04/tola-mate-moroi-na-aila/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 01:08:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=2517</guid>
		<description><![CDATA[Bangsa Jepang mengenal harakiri berupa tindakan bunuh diri untuk menunjukkan keberanian, kesetiaan dan harga diri. Ono Niha (suku Nias) seperti tidak mau kalah saja maka populerlah salah satu slogan legendaris serupa yaitu “tola mate moroi na aila” yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya “lebih baik mati dari pada malu”. Slogan “tola mate moroi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mendrofa.com/2012/02/04/tola-mate-moroi-na-aila/ilustrasi/" rel="attachment wp-att-2524"><img class="alignleft size-full wp-image-2524" title="ilustrasi" src="http://www.mendrofa.com/images/2012/02/ilustrasi.jpg" alt="" width="245" height="205" /></a>Bangsa Jepang mengenal <em>harakiri</em> berupa tindakan bunuh diri untuk menunjukkan keberanian, kesetiaan dan harga diri. <em>Ono Niha</em> (suku Nias) seperti tidak mau kalah saja maka populerlah salah satu slogan legendaris serupa yaitu <strong><em>“tola mate moroi na aila</em></strong>” yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya <strong>“lebih baik mati dari pada malu</strong>”. Slogan<strong> <em>“</em></strong><em>tola mate moroi na aila</em>” dalam konteks melawan korupsi seharusnya bisa dimanfaatkan berbagai pihak untuk dijadikan alat untuk mencegah perilaku korupsi di Nias bahkan Indonesia secara umum. Faktanya, sepertinya para pejabat di Indonesia tidak pernah merasa takut untuk korupsi <em>boro-boro</em> malu.</p>
<p>Selain dihukum, dalam konteks slogan di atas, koruptor juga harus dipermalukan. Perbuatan korup itu adalah memalukan, sebuah aib. Faktanya tidak jarang koruptor di negeri ini justru dianggap sebagai pahlawan dan entah dibayar atau atas kesadaran sendiri banyak juga pendukung sang koruptor yang seakan menjadi perisai hidup.</p>
<p>Kalau seluruh komponen bangsa ini mempunyai prinsip <strong><em>“tola mate moroi na aila</em></strong>” maka saya yakin perilaku korupsi akan lenyap karena pendahulu kita sudah mengajarkan kita budaya malu atas tindakan atau perbuatan yang tercela. Pertanyaannya dengan dipermalukan apakah akan membuat jera? Masih adakah harga diri itu? Kita semua sudah tahu jawabannya.</p>
<p>Bangsa ini secara umum akan maju bila salah satu penyakit birokrat, politisi, penegak hukum bahkan masyarakatnya yaitu korupsi “dimiskinkan” dalam arti korupsi itu tidak diberi tempat dan pelakunya dihukum seberat-beratnya. Saya sengaja “menyalahkan” masyarakat juga karena sesungguhnya di luar birokrat, politisi dan penegak hukum, kita juga sering menyaksikan perilaku masyarakat yang permisif dengan korupsi, seakan perilaku korupsi dimaklumi, sudah biasa bahkan dianggap sebagai “budaya” yang memang menjadi salah satu bumbu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Contoh konkrit dari perilaku buruk masyarakat adalah seperti kebiasaan untuk bersedia menyuap aparat pemerintah daerah ketika akan melamar menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), atau ketika tiba-tiba melanggar peraturan lalu-lintas maka baik oknum petugas maupun pelanggar sama-sama berniat dan sepakat untuk &#8220;damai&#8221; di tempat. Ibarat dalam hukum ekonomi, kalau ada permintaan, ada penawaran. Karena permintaan menyuap tinggi, maka otomatis yang menawarkan “jasa” untuk disuap tinggi pula. Kalau masyarakat sudah terinfeksi virus perilaku korupsi tentunya semakin berat memerangi para koruptor.</p>
<p>Lambat laun muncullah istilah <strong>budaya korupsi</strong>, korupsi dianggap sebagai budaya dan bukan kejahatan lagi, mengerikan. Maka (mungkin) tidak mengherankan, tren perilaku korupsi di tanah air semakin menjadi-jadi karena korupsi sudah mendapatkan satu tempat di masyarakat yaitu <strong>BUDAYA</strong>. Korupsi kejahatan <em>kok</em>, bukan budaya! Begitu pernyataan salah satu pendiri situs <em>detik.com</em> Budiono Darsono dengan gemas ketika diminta pendapatnya tentang korupsi di salah satu televisi swasta nasional.</p>
<p>Kita terlalu sering mendengar atau membaca kata budaya korupsi di media cetak maupun elektronik bahkan dalam percakapan sehari-hari juga kita sering memakai kata budaya korupsi. Marilah kita merubah pola pikir kita, salah satunya dengan membiasakan diri untuk tidak menyebut atau menulis <strong>budaya </strong>untuk <strong>korupsi</strong>, cukup <strong>korupsi</strong> saja karena sekali lagi korupsi itu bukan budaya tetapi kejahatan luar biasa.</p>
<p>Sekali lagi, korupsi itu bukan budaya, korupsi merupakan kejahatan. Saya Kris J. Mendrofa, mengucapkan selamat berakhir pekan buat teman-teman semuanya. <em>God Bless</em>!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2012/02/04/tola-mate-moroi-na-aila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OMG, Saya Sudah Lama Tidak Menulis</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2012/01/31/omg-saya-sudah-lama-tidak-menulis/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2012/01/31/omg-saya-sudah-lama-tidak-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 18:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=2506</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa terasa bulan Januari 2012 sebentar lagi akan kita lewati, perasaan baru kemarin merayakan tahun baru, perasaan seharusnya tulisan pertama saya di tahun 2012 ini telah terbit 1 Januari 2012 yang lalu untuk sekedar berbagi dan mengucapkan selamat Tahun Baru buat pengunjung yang masih setia mampir di blog saya. Saya masih bersyukur, Google PageRank mendrofa.com [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mendrofa.com/2012/01/31/omg-saya-sudah-lama-tidak-menulis/attachment/2012/" rel="attachment wp-att-2508"><img class="alignleft size-full wp-image-2508" title="2012" src="http://www.mendrofa.com/images/2012/01/2012.jpg" alt="" width="149" height="99" /></a>Tanpa terasa bulan Januari 2012 sebentar lagi akan kita lewati, perasaan baru kemarin merayakan tahun baru, perasaan seharusnya tulisan pertama saya di tahun 2012 ini telah terbit 1 Januari 2012 yang lalu untuk sekedar berbagi dan mengucapkan selamat Tahun Baru buat pengunjung yang masih setia mampir di blog saya. Saya masih bersyukur, Google PageRank mendrofa.com masih 3, statistik pengunjung juga belum menurun, stabil. Puji Tuhan!</p>
<p>Ingin rasanya menulis terus tetapi apa daya, butuh konsentrasi dan semangat juang tinggi seperti ketika baru mempunyai blog untuk sekedar menghasilkan satu artikel. Sepertinya saya dan mungkin rekan-rekan blogger lain perlu &#8220;jatuh cinta&#8221; lagi dengan blog kita masing-masing, dengan jatuh cinta maka blog kita tidak akan menjadi blog &#8220;jablay&#8221;.</p>
<p>Memasuki tahun 2012 banyak hal baru yang akan saya alami terutama dalam hal pekerjaan, dimana saya putuskan untuk tidak bekerja lagi (bekerja di perusahaan lain) dan fokus untuk menggarap bisnis di bidang IT, bisnis yang telah saya rintis 3 tahun lalu dan fokus untuk menyelesaikan pendidikan saya yang terbengkalai demi untuk meraih gelar S2 nantinya.</p>
<p>Masalah umur juga menjadi pergumulan saya, ya apalagi kalau bukan untuk mendapatkan pasangan hidup. Tetapi sampai sekarang ini belum dapat yang cocok bahkan sekedar mendapat pacar (<em>OMG, what`s wrong? LOL</em>), berharap juga untuk mendapatkan pasangan hidup secepatnya. Siapa sih yang akan menolak untuk mencari yang satu ini? Tentu ini merupakan salah satu <em>goal setting</em> tiap orang dalam hidupnya.</p>
<p>Akhirnya saya simpulkan bahwa perubahan dalam hidup itu mau tidak mau memang perlu dan harus terjadi, kita harus selalu siap untuk selalu <em>fight</em> untuk itu. Ayo rekan-rekan yang sedang bergumul, sedang <em>down</em>, sedang mencari pekerjaan dan atau bahkan yang sedang menikmati kesuksesannya agar selalu semangat menjalani kegiatan kita.</p>
<p>Saya <strong>Kris J. Mendrofa</strong> mengucapkan <strong>Selamat Tahun Baru</strong> buat Anda semua.</p>
<p>Ya`ahowu!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2012/01/31/omg-saya-sudah-lama-tidak-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasionalisme Sepak Bola, Partai “Berdarah-darah”</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/11/22/nasionalisme-sepak-bola-partai-berdarah-darah/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/11/22/nasionalisme-sepak-bola-partai-berdarah-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 04:13:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SEA GAMES Indonesia 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=2476</guid>
		<description><![CDATA[Pasukan merah putih sudah dipastikan meraih gelar juara umum pada perhelatan SEA Games ke-26. Dan publik tanah air jelas sangat terhibur dengan prestasi yang dicapai atlit-atlit kita, sepertinya nasionalisme kita sedang berada di titik puncak. Permainan ini (SEA Games) adalah sebuah &#8220;perang&#8221; yang berkobar bukan hanya terjadi di stadion tetapi menjalar ke seluruh pelosok negeri. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mendrofa.com/2011/11/22/nasionalisme-sepak-bola-partai-berdarah-darah/timnas-u-23-indonesia/" rel="attachment wp-att-2497"><img class="alignleft size-medium wp-image-2497" title="Fans Indonesia" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/11/Timnas-U-23-Indonesia-300x230.jpg" alt="" width="224" height="171" /></a>Pasukan merah putih sudah dipastikan meraih gelar juara umum pada perhelatan SEA Games ke-26. Dan publik tanah air jelas sangat terhibur dengan prestasi yang dicapai atlit-atlit kita, sepertinya nasionalisme kita sedang berada di titik puncak. Permainan ini (SEA Games) adalah sebuah &#8220;perang&#8221; yang berkobar bukan hanya terjadi di stadion tetapi menjalar ke seluruh pelosok negeri. Ada kebanggaan, haru dan solidaritas spontan yang bisa mempersatukan kita sebagai sebuah bangsa untuk melawan &#8220;musuh&#8221; bersama dan melupakan kesibukan masing-masing, melupakan hiruk-pikuk politik sejenak.<span id="more-2476"></span></p>
<p>Seandainya saja tim sepak bola Garuda muda (U-23) berhasil mengalahkan Malaysia di partai puncak semalam (21/11/2011) yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno maka bisa dipastikan kita dan atau setidaknya publik pecinta sepak bola akan berpesta semalam suntuk merayakan kemenangan ini. Tapi yang namanya permainan, terkadang menang dan atau kalah. Kali ini kita masih harus puas di posisi runner-up. Itulah permainan, sepak bola itu bundar. Tetapi walau kalah, perjuangan tim Garuda muda tidaklah mengecewakan dan sia-sia. Publik akan selalu mengingat prestasi mereka.</p>
<p>Setiap pesta akbar sekelas sepak bola yang merupakan olahraga yang paling digemari di seluruh dunia termasuk di Indonesia sudah hampir dipastikan akan memunculkan sosok &#8220;pahlawan&#8221; baru dan duo Papua yaitu Titus Bonai (Tibo) dan Patrich Wanggai orangnya.</p>
<p>Secara umum publik yang menonton langsung sepak bola di Gelora Bung Karno menunjukkan kedewasaanya dengan tidak melakukan pengrusakan atau berulah yang membuat tuan rumah disorot lagi. Namun ada beberapa insiden yang bahkan berujung hilangnya nyawa suporter yang berdesak-desakan untuk merengsek masuk karena kurangnya personil keamanan.</p>
<p>Alasan petugas keamanan di lapangan hal ini terjadi karena jumlah penonton tidak sebanding dengan jumlah petugas keamanan. Pertanyaannya, kenapa hal ini tidak dibenahi? Apalagi partai ini sudah dipastikan akan menyedot perhatian ratusan ribu penggemar sepak bola. Aparat harusnya tidak lengah dan tetap displin dalam menjalankan tugasnya. Contoh kasus yang hampir fatal adalah ketika babak kedua telah berakhir dan sudah dipastikan akan ada penambahan waktu maka petugas keamanan yang menjaga pintu-pintu masuk stadion justru asyik duduk-duduk dan meninggalkan posnya masing-masing bahkan banyak yang masuk ke dalam stadion dan ikut-ikutan menonton.</p>
<p>Dan yang terjadi, penonton yang tidak punya tiket leluasa bebas masuk ke dalam stadion untuk menonton partai penambahan waktu. Akibatnya tribun penonton penuh sesak, lorong-lorongnya juga penuh dengan penonton. Banyak penonton terutama perempuan yang pingsan, untung tidak ada korban jiwa.</p>
<p><strong>Sesuatu Banget Ya!</strong></p>
<p>Tanah Papua bolehlah berbangga dan menunjukkan kepada dunia dan setidaknya Indonesia bahwa daerah mereka bisa memberikan sesuatu prestasi yang membuat Indonesia bangga. Papua bolehlah <em>show off</em> sejenak bahwa mereka punya potensi dan tidak selalu tertinggal dengan saudara-saudara lainnya di tanah air. Jelas di stadion GBK nama Papua disanjung tinggi, ini awal yang baik semoga publik dan terlebih-lebih pemerintah tidak menganggap anak tiri daerah ini. Mereka itu saudara-saudari kita, Papua memang mutiara hitam yang terpendam!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/11/22/nasionalisme-sepak-bola-partai-berdarah-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia, Macan Asia Tenggara Yang Sedang Bangkit?</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/11/16/indonesia-macan-asia-tenggara-yang-sedang-bangkit/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/11/16/indonesia-macan-asia-tenggara-yang-sedang-bangkit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 04:46:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SEA GAMES 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=2421</guid>
		<description><![CDATA[Pesta olahraga antara bangsa-bangsa di Asia Tenggara kini sedang berlangsung di Jakarta &#8211; Palembang dan sejauh ini kita patut bangga dengan prestasi yang disumbangkan untuk Merah Putih. Bahkan emas di cabang sepatu roda disapu bersih, luar biasa! Jalan untuk menjadi macan Asia Tenggara terbuka lebar, tren medali yang direbut pasukan Merah Putih cenderung meningkat, jauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mendrofa.com/2011/11/16/indonesia-macan-asia-tenggara-yang-sedang-bangkit/logo_seagames/" rel="attachment wp-att-2422"><img class="alignleft size-full wp-image-2422" title="Logo_SEAGAMES" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/11/Logo_SEAGAMES.jpg" alt="" width="256" height="188" /></a>Pesta olahraga antara bangsa-bangsa di Asia Tenggara kini sedang berlangsung di Jakarta &#8211; Palembang dan sejauh ini kita patut bangga dengan prestasi yang disumbangkan untuk Merah Putih. Bahkan emas di cabang sepatu roda disapu bersih, luar biasa! Jalan untuk menjadi macan Asia Tenggara terbuka lebar, tren medali yang direbut pasukan Merah Putih cenderung meningkat, jauh di atas negara lainnya. Kini kita optimis, Indonesia bakal juara umum.<span id="more-2421"></span></p>
<p>Tidak bisa dipungkiri lagi, sepak bola merupakan olahraga favorit di belahan dunia  manapun begitu juga di tanah air selain bulu tangkis. Di tengah terpuruknya prestasi tim nasional sepak bola senior di ajang pra piala dunia, tim Garuda Muda atau tim sepak bola yunior U-23 menorehkan prestasi yang luar biasa dengan mencukur tim Kamboja 6-0, mencukur Singapura dengan skor 2-0 dan mengirim pulang tim U-23 Thailand dengan skor 3-1. Kini timnas sepak bola U-23 menatap semifinal, dengan melihat prestasi sepak bola U-23 maka sangat mungkin emas akan diraih di cabang ini.</p>
<p>Minggu tanggal 13 November 2011 kemarin merupakan pesta manis yang dipersembahkan tim sepak bola yunior, saya yang menonton di tribun atas begitu bangga menyaksikan dan bisa bersama sekitar 60.000 orang penonton di stadion Gelora Bung Karno, merayakan tiap gol-gol tim nasional yunior ke gawang lawan. Padahal partai ini baru fase penyisihan grup tetapi antusiasme penonton sangat tinggi, bahkan dari siang sampai sore hari penonton sudah antri di loket-loket pembelian tiket. Calon penonton bervariasi mulai dari remaja, dewasa dan orangtua yang membawa bayi dan anak-anaknya. Terlihat pula beberapa bule ikut menonton dengan menggunakan kostum tim nasional Indonesia tentunya.</p>
<p>Hal ini sangat kontras dengan prestasi tim nasional senior di ajang pra piala dunia, dan kemarin malam tanggal 15/11/2011 ketika melawan tim naisional Iran mungkin merupakan puncak dari keterpurukan tim nasional, kalah dan tidak didatangi ribuan fansnya seperti partai-partai sebelumnya, ini merupakan klimaks dari kekecewaan fans Indonesia atas tim nasional senior. Sepertinya tim nasional senior mendapat &#8220;hadiah&#8221; balasan dari fans: tidak ditonton karena tidak memberi tontonan memukau apalagi hadiah gol ke gawang lawan, impas titik.</p>
<p>Dalam pertandingan kalah dan menang biasa terjadi, lihatlah tim bulu tangkis nasional Thailand yang mengalahkan tim bulu tangkis beregu putri Indonesia, di atas kertas tim putri Indonesia lebih berpengalaman tetapi kenyataan berkata lain. Walaupun demikian prestasi tidaklah otomatis datang dengan sendirinya, dukungan pemerintah, swasta, masyarakat, fans mutlak dilakukan demi kejayaan dunia olahraga Indonesia. Saatnya Indonesia menjadi macan Asia Tenggara bahkan Asia. Semoga!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/11/16/indonesia-macan-asia-tenggara-yang-sedang-bangkit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolah Gratis Mungkinkah? Membedah Sekolah Gratis Ala Nias Selatan (II)</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/07/23/sekolah-gratis-mungkinkah-membedah-sekolah-gratis-ala-nias-selatan-ii/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/07/23/sekolah-gratis-mungkinkah-membedah-sekolah-gratis-ala-nias-selatan-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 10:50:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Nias]]></category>
		<category><![CDATA[Nias Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Gratis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=2207</guid>
		<description><![CDATA[Nias Selatan diresmikan sebagai daerah otonom baru tanggal 28 Juli 2003. Kepulauan Nias sendiri terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kotamadya. Dewasa ini Kabupaten Nias Selatan merupakan daerah yang terbesar di kepulauan Nias dilihat dari luas wilayah, jumlah pulau-pulau dan jumlah penduduk. Luas wilayah daerah ini 1.825,20 Km² dengan jumlah penduduk  275.422 jiwa (Januari 2005). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mendrofa.com/2011/07/23/sekolah-gratis-mungkinkah-membedah-sekolah-gratis-ala-nias-selatan-ii/logo-nias-selatan-2/" rel="attachment wp-att-2386"><img class="alignleft size-full wp-image-2386" title="" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/07/Logo-Nias-Selatan1.jpg" alt="" width="229" height="220" /></a>Nias Selatan diresmikan sebagai daerah otonom baru tanggal 28 Juli 2003. Kepulauan Nias sendiri terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kotamadya. Dewasa ini Kabupaten Nias Selatan merupakan daerah yang terbesar di kepulauan Nias dilihat dari luas wilayah, jumlah pulau-pulau dan jumlah penduduk. Luas wilayah daerah ini 1.825,20 Km² dengan jumlah penduduk  275.422 jiwa (Januari 2005).</p>
<p>Daerah ini juga merupakan salah satu destinasi wisata di Sumatera Utara dengan pantai Lagundri / Sorake dan Bawömataluo sebagai iconnya. Pantai Lagundri / Sorake terkenal dengan ombaknya sehingga cocok untuk berselancar sementara desa Bawömataluo terkenal dengan <em>Omo Hada</em> (rumah adat), lompat batu dan tari perangnya. Namun masih banyak lokasi wisata yang menarik tetapi belum digarap secara serius, misalnya mengunjungi daerah Gomo untuk melihat batu-batu megalit yang tersebar di berbagai titik. Daerah Gomo merupakan awal peradaban Nias di masa lalu. Keanekaragaman budaya dan lokasi wisata di Nias Selatan bisa dibaca di tulisan saya sebelumnya, untuk membacanya silahkan <strong><a title="Click to visit" href="http://www.mendrofa.com/2011/05/14/festival-bawomataluo-2011-momentum-bangkitnya-wisata-kepulauan-nias/" target="_blank">klik di artikel saya di link ini</a></strong>.</p>
<p>Tanpa bermaksud menyepelekan potensi daerah lain di kepulauan Nias, bisa dikatakan potensi wisata Nias Selatan lebih kaya dan beragam. Hotel bintang 3 juga ada di daerah ini, sementara di daerah lain di kepualaun Nias belum ada. Seperti daerah lain di kepulauan Nias, tingkat kejahatan di daerah ini juga rendah. Namun ada kesenjangan &#8220;kronis&#8221; di daerah ini, akses ke jenjang pendidikan tinggi sangat sulit, salah satu indikatornya adalah jumlah perguruan tingginya minim, akses untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang layak belum dinikmati penduduk.</p>
<p>Sebagai gambaran hanya ada satu kompleks perguruan tinggi di daerah ini, rumah sakit hanya ada 2 yaitu di desa Hilisimaetanö,  kecamatan Maenamölö dan satu di kepulauan Tello. Di Teluk Dalam sebagai ibu kota Kabupaten Nias Selatan memang ada rumah sakit tetapi sepertinya lebih cocok disebut Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Rumah sakit di desa Hilisimaetanö sekarang telah berstatus Rumah Sakit Daerah (RSUD Lukas), rumah sakit ini merupakan peninggalan zaman zending, jadi dibangun orang asing.  Sementara satu lagi rumah sakit di kepulauan Tello baru dibangun pasca gempa Nias. Sementara untuk level Puskesmas hampir tiap kecamatan atau desa ada kantornya, namun kebanyakan perawatnya belum memadai.</p>
<p>Memang &#8220;prestasi&#8221; ini tidak jauh beda dengan daerah lain di kepulauan Nias, bahkan rumah sakit di Nias Selatan masih terbilang lebih banyak dibanding wilayah lain di kepulauan Nias, setahu saya hanya ada Rumah Sakit Umum Gunung Sitoli di kota Gunung Sitoli, selanjutnya kabupaten Nias, kabupaten Nias Utara dan Kabupaten Nias Barat belum mempunyai rumah sakit, ironis. Seperti biasa hanya level Puskesmas yang ada di hampir tiap kecamatan atau desa, namun kebanyakan perawatnya belum memadai.</p>
<p>Dengan berbagai potensi dan ketertinggalannya, Nias Selatan mencoba terobosan baru dengan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) untuk pendidikan gratis dan pelayanan kesehatan dasar gratis yang disahkan di rapat paripurna DPRD Nias Selatan pada tanggal 6 Mei 2011 yang lalu.  Jelas Perda baru ini menjadi perbincangan di kepulauan Nias dan mungkin juga orang-orang di tanah air yang mendengarnya. Pertanyaannya mungkin beragam mulai dari yang memberi apresiasi sampai yang pesimis. Bagaimana mungkin, daerah yang masih tertinggal masih bisa royal (menggratiskan) <em>sih</em>? Mungkin ini salah satu pernyataan miring yang dilontarkan.</p>
<p>Tetapi seminim-minimnya atau semiskin-miskinnya kita masakan tidak sanggup mengalokasikan 20 % dari pendapatan kita untuk hal-hal &#8220;royal&#8221; seperti yang saya sebutkan tadi? Misalnya kita mempunyai uang Rp. 10.000 maka Rp. 2.000 untuk invetasi pendidikan. Dan mungkin inilah hitung-hitungan yang ada di benak pemerintah daerah Nias Selatan.</p>
<p>Kalau saya sendiri sangat senang dan mengapresiasi Perda ini, terlepas apakah kelak akan berjalan sesuai harapan atau sebaliknya. Setidaknya <strong>pemerintah daerah Nias Selatan punya niat baik untuk mencerdaskan dan menyehatkan warganya</strong>, sementara pemerintah daerah lain masih segan bahkan belum berniat melakukannya. Bukankah ini cita-cita luhur? Ayo Indonesia, doakan semoga program pendidikan gratis dan kesehatan gratis ala Nias Selatan bisa sukses terwujud. Siapa yang tahu model ini sukses dan bisa dicontoh oleh pemerintah daerah lain di Indonesia bahkan pemerintah pusat. Bukankah alokasi 20 % dari APBN / APBD untuk pendidikan sudah diamanatkan Undang-undang? Bukankah akses ke pendidikan merupakan hak tiap warga negara?</p>
<p>Saatnya Nias Selatan membuka mata kita semua&#8230;&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/07/23/sekolah-gratis-mungkinkah-membedah-sekolah-gratis-ala-nias-selatan-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Itu Selalu Penuh Perjuangan</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/07/19/hidup-itu-selalu-penuh-perjuangan/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/07/19/hidup-itu-selalu-penuh-perjuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 10:40:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Live to share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=2137</guid>
		<description><![CDATA[Saya telah sering mendengar bila berdiskusi dengan teman-teman saya yang kurang lebih mengatakan &#8220;&#8230;.. orang yang puas akan sesuatu yang telah ia capai, sesungguhnya akan &#8220;mati&#8221; pelan-pelan&#8221;, tentunya bukan mati benaran loh. Ini hanyalah semacam perumpamaan, &#8220;mati&#8221; disini bisa diartikan tidak akan maju-maju, tidak berkembang, mengalami stagnan. Sadar atau tidak sadar dengan adanya rasa puas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mendrofa.com/2011/07/19/hidup-itu-selalu-penuh-perjuangan/uniquefarm/" rel="attachment wp-att-2152"><img class="alignleft size-full wp-image-2152" title="" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/07/uniquefarm.jpg" alt="" width="175" height="207" /></a>Saya telah sering mendengar bila berdiskusi dengan teman-teman saya yang kurang lebih mengatakan &#8220;&#8230;.. orang yang puas akan sesuatu yang telah ia capai, sesungguhnya akan &#8220;mati&#8221; pelan-pelan&#8221;, tentunya bukan mati benaran <em>loh</em>. Ini hanyalah semacam perumpamaan, &#8220;mati&#8221; disini bisa diartikan tidak akan maju-maju, tidak berkembang, mengalami stagnan. Sadar atau tidak sadar dengan adanya rasa puas, seseorang tidak akan lebih produktif, tidak kreatif dan lama-lama akan ketinggalan banyak hal. Hal ini bukan semata-mata karena performa atau produktifitas sesorang yang puas tadi berkurang, tetapi didorong juga oleh faktor eksternal, <em>hei</em> dunia berubah begitu cepat dengan berbagai tantangan dan inovasinya.</p>
<p><em>Nah</em>, untuk mengantisipasi dunia yang berubah begitu cepat dengan berbagai tantangan dan inovasinya itu maka seseorang dituntut untuk selalu &#8220;berevolusi&#8221;, selalu &#8220;<em>fight</em>&#8220;. Setuju ya saudara-saudari setanah air? <em> </em>Selanjutnya untuk merujuk pada tindakan akan puas terhadap sesuatu hal yang dicapai saya menyebutnya zona kenyamanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">&#8221; Tinggalkanlah zona kenyamananmu &#8220;</span></h3>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tentunya Anda pernah berada di zona ini kan? Sebut saja hal kecil ini misalnya, kita dulunya semuanya pernah melalui masa-masa kecil yang istimewa: <em>dimandiin, dimanja, disuapin</em> kalau lapar tinggal teriak dan makanan akan segera tersedia. Singkatnya kita melalui masa-masa kecil yang istimewa, bahagia, <strong>nyaman</strong>. Inilah zona kenyamanan kita ketika masih kecil. Apakah kita mau mempertahankan kenyamanan ini terus-menerus? Tentunya tidak! Atau contoh lain, posisi Anda saati ini di kantor sudah di level Manager dengan umur masih 30-an tahun, tetapi jabatan ini tentunya Anda tidak butuhkan lagi 10 atau 15 tahun lagi bukan? Singkatnya Anda harus &#8220;keluar&#8221; dari zona ini, bila tidak, Anda akan &#8220;mati&#8221;.</p>
<p>Pembaca blog saya yang budiman <em>(*halah).</em> Harus diakui untuk meninggalkan zona kenyamanan kita memang agak berat akan tetapi disisi lain mau tidak mau zona kenyamanan kita tersebut haruslah segera ditinggalkan atau siap-siap si zona kenyamanan tadi justru akan mempersulit kita dikemudian hari, bukankah tidak ada hal di dunia ini yang abadi? Begitupun dengan zona kenyamanan kita, mau tidak mau suatu saat itu akan berakhir. Untuk mengantisipasi dan menghadapinya, maka kita selalu dituntut untuk tidak berlama-lama nyaman di tempat yang saya sebut zona kenyamanan tadi, singkatnya jangan berpuas diri bahkan putus asa menerima begitu saja sesuatu yang kita cap sebagai &#8220;nasib&#8221; belaka.</p>
<p>Tidak puas bukan berarti tidak bersyukur, justru sebagai wujud bersyukur maka salah satunya dibalas dengan selalu berjuang, semangat. Sudahkah meninggalkan zona kenyamanan Anda dan selalu siap berjuang?</p>
<p><em>Photo by: <a title="Click to visit" href="http://uniquefarm.com" target="_blank">uniquefarm.com</a></em></p>
<p><em>* Artikel ini saya tulis dalam rangka meramaikan ultah blog <strong> <a title="Click to visit" href="http://anny.blogdetik.com/2011/07/07/fight-never-ending-competition/" target="_blank">Fight Never Ending</a></strong> ke 3 milik Ani Berta</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/07/19/hidup-itu-selalu-penuh-perjuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolah Gratis Mungkinkah? Membedah Sekolah Gratis Ala Nias Selatan</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/07/09/sekolah-gratis-mungkinkah-membedah-sekolah-gratis-ala-nias-selatan/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/07/09/sekolah-gratis-mungkinkah-membedah-sekolah-gratis-ala-nias-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 12:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Nias]]></category>
		<category><![CDATA[Nias Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Gratis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=2058</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa, mengawali tahun ajaran baru Tahun Anggaran 2011/2012 ini sebagian besar orang tua siswa di tanah air dipusingkan dengan beberapa &#8220;ulah&#8221; pihak sekolah yang membebani siswa dengan berbagai biaya yang nilainya jutaan bahkan puluhan juta Rupiah, sekilas biaya-biaya tersebut tidak realistis. Bahkan di beberapa sekolah orang tua siswa sengaja tidak membayar iuran bulanan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mendrofa.com/2011/07/09/sekolah-gratis-mungkinkah-membedah-sekolah-gratis-ala-nias-selatan/logo-nias-selatan/" rel="attachment wp-att-2079"><img class="alignleft size-full wp-image-2079" title="Logo Nias Selatan" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/07/Logo-Nias-Selatan.jpg" alt="" width="229" height="220" /></a>Seperti biasa, mengawali tahun ajaran baru Tahun Anggaran 2011/2012 ini sebagian besar orang tua siswa di tanah air dipusingkan dengan beberapa &#8220;ulah&#8221; pihak sekolah yang membebani siswa dengan berbagai biaya yang nilainya jutaan bahkan puluhan juta Rupiah, sekilas biaya-biaya tersebut tidak realistis. Bahkan di beberapa sekolah orang tua siswa sengaja tidak membayar iuran bulanan yang ditetapkan oleh sekolah / komite sekolah karena para orang tua siswa merasa tidak pernah diajak berunding dan kalaupun ada orang tua siswa yang diajak berunding tidak semua menghadirinya dan menyetujui iuran tersebut, alasan lainnya iuran yang dibebankan kepada para siswa terlalu mahal, tidak realistis. Maka terjadilah tarik-ulur, tarik-menarik kepentingan antara para orang tua siswa, sekolah dan komite sekolah dan korbanya sudah jelas para siswa-siswa, tidak jarang kita mendengar berita: ijazah si A ditahan pihak sekolah karena belum bayar iuran atau si B bunuh diri karena malu dan tidak sanggup membayar / menebus ijazahnya karena belum membayar iuran atau biaya-biaya lain. Kasus-kasus seperti ini merupakan salah satu contoh dari banyak persoalan pendidikan di tanah air.</p>
<p>Amat disayangkan pendikan yang telah diamanatkan Undang-undang Dasar 1945 sebagai hak warga negara dan kewajiban negara untuk memenuhinya belum direalisasikan, padahal UUD 1945 sudah terang-benderang mengamanatkannya. UUD Negara Republik Indonesia 1945 (Amandemen IV) menyatakan &#8220;bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan; setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang; negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional&#8230;..&#8221; Selanjutnya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur beberapa pasal yang menjelaskan pendanaan pendidikan misalnyapada Pasal 11 Ayat 2 Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai lima belas tahun.</p>
<p>Kenyataannya walaupun sudah diwajibkan, pemerintah pusat maupun daerah belum serius untuk memenuhi atau mengalokasikan anggaran setidaknya 20 % dari APBN / APBD atau mungkin karena statusnya wajib? dan bukan harus? Kan bisa saja pemerintah <em>ngeles</em>, Undang-undang cuma wajibkan saja <em>kok.</em>&#8230; bukan mengharuskan. Atau alasan klasik, pemerintah belum cukup dana untuk itu. Wah, kapan-kapan <em>deh</em> kalau pakai alasan seperti ini. Kalau kita meneliti lagi UUD 1945 diatas maka terselip kalimat &#8220;&#8230; negara memprioritaskan anggaran pendidikan&#8221;, pendidikan itu prioritas dan bukan nomor dua, kenyataannya? Ternyata bukan prioritas, setidaknya kalau dilihat dari alokasi anggaran untuk pendidikan. Menariknya ataupun mungkin konyolnya, beberapa tahun yang lalu (sebelum dihentikan lewat peraturan Menteri), sepak bola justru disubsidi, dananya diambil dari APBN / APBD, ironis. Prioritasnya dibolak-balik.</p>
<p><strong>Sekolah Gratis Mungkinkah?</strong></p>
<p>Menurut saya, kalau ada pertanyaan semacam ini jawabannya bisa mungkin dan bisa juga tidak mungkin sama sekali, tergantung niat pemerintah, masyarakat atau lembaga yang berwenang dan berkepentingan langsung maupun tidak langsung di dunia pendidikan. Biaya operasional pendidikan harus diakui tiap saat meningkat, tidak mungkin dipangkas, masalahnya siapa yang akan membiayainya? Jelas pemerintah dengan alokasi 20% dari APBN dan APBD-nya ditambah masyarakat, masalahnya selama ini terkesan pemerintah mengabaikannya dan membiarkan masyarakat membiaya sendiri pendidikannya. Kalau saja pemerintah mengsubsidi (baca menggratiskan) biaya pendidikan dan bersama masyarakat bahu-membahu menanggung biaya ini maka tentunya kualitas pendidikan kita akan meningkat, akan tidak ada lagi anak yang putus sekolah ataupun bunuh diri hanya karena alasan tidak berkesempatan mengecap pendidikan yang seharusnya menjadi haknya sebagai warga negara.</p>
<p>Dan kalau pertanyaan di atas diajukan ke pemerintah Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara maka jawabannya ya mungkin, sangat bisa! dan bahkan sedang dijalankan lewat Peraturan Daerah (Perda) untuk pendidikan gratis dan pelayanan kesehatan dasar gratis pada 6 Mei 2011 yang lalu. Menariknya, Perda ini disahkan hanya kurang dari 3 bulan sejak Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi menjabat, pembahasannya di tangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Nias Selatan berjalan mulus dan tidak berlarut-larut dengan berbagai argumen seperti yang biasa terjadi pada pembahasan Perda ataupun Undang-undang di tingkat pusat ataupun di berbagai daerah lain misalnya. Menariknya kebijakan ini berlaku juga bagi siswa-siswi ataupun mahasiswa-mahasiswi dari daerah lain di luar Kabupaten Nias Selatan. Saatnya masyarakat Nias Selatan berbangga dan menikmati haknya  dalam bidang pendidikan secara layak. (Bersambung..)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/07/09/sekolah-gratis-mungkinkah-membedah-sekolah-gratis-ala-nias-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanpa Gelar Lagi Indonesia?</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/06/28/tanpa-gelar-lagi-indonesia/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/06/28/tanpa-gelar-lagi-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 10:35:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Badminton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=2025</guid>
		<description><![CDATA[Tidak diragukan lagi bulu tangkis merupakan salah satu cabang olahraga populer di Indonesia dan selalu mengharumkan nama bangsa di dunia olahraga misalnya di tingkat Olimpiade dan di event-event Internasional lainnya misalnya superseries. Bahkan di tingkat Olimpiade setidaknya sampai Olimpiade ke-29 tahun 1998 di Beijing &#8211; China medali emas hanya didapatkan dari cabang bulu tangkis, tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-2028" href="http://www.mendrofa.com/2011/06/28/tanpa-gelar-lagi-indonesia/indonesiaopen/"><img class="alignleft size-full wp-image-2028" title="IndonesiaOpen" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/06/IndonesiaOpen.jpg" alt="" width="187" height="170" /></a>Tidak diragukan lagi bulu tangkis merupakan salah satu cabang olahraga populer di Indonesia dan selalu mengharumkan nama bangsa di dunia olahraga misalnya di tingkat Olimpiade dan di event-event Internasional lainnya misalnya superseries. Bahkan di tingkat Olimpiade setidaknya sampai Olimpiade ke-29 tahun 1998  di Beijing &#8211; China medali emas hanya didapatkan dari cabang bulu tangkis, tanpa cabang bulu tangkis Indonesia bisa dipastikan hanya sebagai penggembira dan penonton diantara negara-negara peserta Olimpiade, ya karena Indonesia tidak mendapatkan medali emas selain dari cabang bulu tangkis.</p>
<p>Selain bulu tangkis, ada lagi olahraga populer di Indonesia yaitu sepak bola. Cuma kali ini walau cabang ini sangat populer bahkan jadi rebutan elit dan politisi untuk menjadi pengurusnya plus dukungan luar biasa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebelum dihentikan karena dana ke klub-klub tesebut dirasa menyimpang  tetapi prestasinya masih level &#8220;kampungan&#8221; dibanding bulu tangkis yang telah mengharumkan nama bangsa lewat prestasi demi prestasi yang dipersembahkan atlet-atletnya. Mengharapkan sepak bola untuk bisa mengharumkan nama bangsa di pentas dunia di level olimpiade ataupun piala dunia? Semua hampir sudah tahu jawabannya, walaupun mungkin tapi itu seperti mimpi di siang bolong, peluangnya masih jauh. Di level Asia tenggara saja sepak bola tidak bisa menunjukkan prestasi berarti.</p>
<p>Kembali ke Olimpiade, sebagai pesta olahraga sejagat sampai saat ini hanya bulu tangkislah yang bisa diharapkan menyumbang medali emas. Cabang olahraga lain? Sejarah mencatat di Olimpiade Seoul, Korea Selatan tahun 1988 trio pemanah Indonesia berhasil meraih medali perak di cabang panahan beregu putri. Selanjutnya di Olimpiade Sydney 2000 di Sydney, Australia, Indonesia mendapatkan medali perak dari cabang angkat berat melalui Raema Lisa Rumbewas (angkat berat putri 48 kg.), perunggu melalui Sri Indriyani (angkat berat, putri 48 kg.), Winarni, (angkat berat, putri 53 kg.) Di Olimpiade Beijing 2008 di Cina, Indonesia mendapatkan medali Perunggu lewat Eko Yuli Irawan (angkat besi, total angkatan 288 kg), Triyatno (angkat besi, total angkatan 298 kg).</p>
<p>Sedangkas emas di persembahkan lewat cabang bulu tangkis, dengan rincian:</p>
<ul>
<li>Olimpiade Barcelona 1992 di Barcelona, Spanyol, dipersembahkan oleh Susi Susanti (tunggal putri), Alan Budikusuma (tunggal putra).</li>
<li>Olimpiade Atlanta 1996 di Atlanta, Amerika Serikat, dipersembahkan oleh Rexy Mainaky/Ricky Subagja (ganda Putra). Kali ini semua medali dipersembahkan dari cabang bulu tangkis.</li>
<li>Olimpiade Sydney 2000 di Sydney, Australia, dipersembahkan oleh Tony Gunawan/Chandra Wijaya (ganda putra)</li>
<li>Olimpiade Athena 2004 di Athena, Yunani, dipersembahkan oleh Taufik Hidayat (tunggal putra)</li>
<li>Olimpiade Beijing 2008 di Beijing, Cina, dipersembahkan oleh Kido/Hendra Setiawan (ganda putra)</li>
</ul>
<blockquote><p>Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa bulu tangkis merupakan satu-satunya  cabang olahraga yang mempersembahkan medali emas di pesta Olimpiade,  rekor ini bahkan mungkin baru bisa dipecahkan cabang-cabang lain puluhan  tahun lagi&#8230;.</p></blockquote>
<p>Dengan melihat prestasi bulu tangkis selama ini maka tidak mengherankan kalau dukungan luar biasa penonton ditunjukkan ketika tim merah putih berlaga, seperti yang terjadi di Djarum Indonesia Open 2011 di Senayan, 21-26 Juni 2011 . Sayang tahun ini medali emas tidak bisa diraih, China memborong 4 gelar sementara Malaysia mendapatkan 1 gelar. Indonesia boleh berbangga karena dipercayakan untuk menyelenggarakan pertandingan bulu tangkis berlevel premier di dunia bersama Korea Selatan, China, Denmark dan Inggris.</p>
<p>Sayang dukungan luar biasa penonton maupun pemirsa di televisi tidak dibayar dengan prestasi. Seakan tim merah putih tidak berdaya di depan publik sendiri, jelas jutaan pecinta bulu tangkis di tanah air kecewa. Bikin sesak nafas, itulah komentar-komentar yang saya dengar di Istora Senayan ketika ganda campuran dan ganda putri Indonesia gagal meraih juara. Semoga prestasi bulu tangkis di tanah air kembali berjaya dan tidak mengikuti prestasi sepak bola yang tak kunjung membaik itu&#8230;&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/06/28/tanpa-gelar-lagi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatnya Memiliki Rekening “legal” di PayPal</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/06/22/saatnya-memiliki-rekening-legal-di-paypal/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/06/22/saatnya-memiliki-rekening-legal-di-paypal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 11:35:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[PayPal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=1906</guid>
		<description><![CDATA[Bagi sebagian besar blogger (yang menerima donasi di blognya), website jual beli (e-commerce) ataupun perusahaan media/jasa/hiburan yang mengandalkan internet sebagai salah satu media untuk menjual barang/jasa maka hampir pasti mengenal PayPal sebagai salah satu payment gateway terbesar di dunia yang memungkinkan terjadinya transaksi di lebih dari 190 negara. PayPal bisa juga dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga swadaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mendrofa.com/2011/06/22/saatnya-memiliki-rekening-legal-di-paypal/paypal-3/" rel="attachment wp-att-2012"><img class="alignleft size-full wp-image-2012" title="PayPal" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/06/PayPal1.jpg" alt="" width="179" height="190" /></a>Bagi sebagian besar blogger (yang menerima donasi di blognya), website jual beli (e-commerce) ataupun perusahaan media/jasa/hiburan yang mengandalkan internet sebagai salah satu media untuk menjual barang/jasa maka hampir pasti mengenal PayPal sebagai salah satu <em>payment gateway</em> terbesar di dunia yang memungkinkan terjadinya transaksi di lebih dari 190 negara. PayPal bisa juga dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga swadaya masyarakat ataupun politikus dalam mengumpulkan uang lewat donasi. Tanpa punya usaha ataupun website, seseorang juga bisa/perlu mempunyai rekening PayPal, rekening PayPal bisa diibaratkan sebagai rekening tabungan kita di salah satu bank walau cara kerjanya berbeda dan tentunya lebih aman dan canggih.</p>
<p>PayPal memungkinkan pemilik situs menerima pembayaran dengan kartu kredit berlogo Visa, MasterCard ataupun menggunakan saldo PayPal milik pembeli atau pengguna jasa. Pemilik rekening PayPal / penjual dapat menarik dananya kapan saja tanpa dibatasi dengan syarat apapun (kecuali dikenakan biaya untuk penarikan minimum), kurang lebih 2-4 hari kerja setelah permintaan pencairan dana maka PayPal akan mengirimkan uang tersebut ke rekening tabungan (rekening bank) penjual ataupun pemilik rekening PayPal. Menarik kan?</p>
<p>Sebenarnya siapa saja bisa mendaftarkan dirinya di PayPal bahkan sebelum terdaftar seseorang bisa menerima kiriman uang lewat PayPal, tentunya penerima uang harus punya email. Hal ini dimungkinkan karena uang dikirimkan ke rekening dalam bentuk email, ya rekening PayPal memang &#8220;hanya&#8221; dalam bentuk alamat email. Untuk seseorang yang belum terdaftar di Paypal namun telah menerima uang, maka PayPal akan memberitahukannya lewat email kemudian penerima uang bisa mengklaim uangnya itu dengan cara mendaftarkan diri di PayPal lalu meningkatkan statusnya menjadi terverifikasi / verified account. Penting mempunyai rekening PayPal terverifikasi karena hanya dengan cara inilah dana yang mengendap di Paypal bisa ditarik/ditransfer ke rekening bank ataupun digunakan untuk berbelanja menggunakan saldo PayPal.</p>
<p>Untuk mendapatkan status <em>verified</em> (terverifikasi) gampang-gampang susah, terutama untuk pengguna di wilayah Indonesia apalagi bagi seseorang yang belum mempunyai kartu kredit. Rekening PayPal bisa diverifikasi dengan menggunakan kartu kredit bagi yang punya ataupun menggunakan virtual credit card / vcc (pakai biaya). Sampai awal tahun 2010 yang lalu, rekening tabungan di wilayah Indonesia dapat digunakan untuk mengverifikasi PayPal, namun kemudian fitur tersebut dihentikan. Kemudian dari informasi terbaru di berbagai blog dan twitter maka ada informasi yang mengatakan ternyata PayPal bisa diverifikasi secara manual dan setelah saya coba ternyata berhasil. Untuk anda yang ingin mengverikasi dengan menggunakan PayPal maka bisa membaca tulisan saya pada tanggal 5 Februari 2010 yang lalu <a title="Click to visit" href="http://www.mendrofa.com/2010/02/panduan-verifikasi-paypal-dengan-kartu-debit/" target="_blank"><span style="color: #ff0000;">di alamat ini</span></a>, sebenarnya tulisan itu tentang tips verifikasi dengan menggunakan rekening tabungan namun caranya hampir sama dengan cara verifikasi dengan mengguankan kartu kredit. Verifikasi rekening PayPal dengan menggunakan rekening tabungan bank sendiri telah dinon-aktifkan fiturnya sejak tanggal 12 April 2010.</p>
<p>Namun ini bukan alasan untuk tidak mempunyai rekening PayPal berstatus verified, seperti kata pepatah banyak jalan ke Roma. PayPal sendiri memberi solusi dengan cara verifikasi manual. Nah, tips ini yang akan saya bagikan.</p>
<p>Langkah-langkahnya:</p>
<ul>
<li>Daftar di <a title="Click to visit" href="https://www.paypal.com/id/mrb/pal=SCR5CA5EBWG8L" target="_blank">www.paypal.com</a></li>
</ul>
<ul>
<li>Kemudian akan ada 3 pilihan rekening yaitu Personal, Premier dan Business. Pilih yang Premier. PayPal mensyaratkan jenis rekening ini untuk verifikasi manual. Namun kalau terlanjur memilih &#8220;personal&#8221; ataupun &#8220;Business&#8221; maka bisa di-<em>upgrade</em> / <em>downgrade</em> dengan login terlebih dahulu.</li>
</ul>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/2011/06/22/saatnya-memiliki-rekening-legal-di-paypal/mendrofadotcom-signup/" rel="attachment wp-att-2008"><img class="alignleft size-full wp-image-2008" title="MendrofaDotCom-SignUp" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/06/MendrofaDotCom-SignUp.png" alt="" width="594" height="178" /></a></p>
<ul>
<li>Kemudian isi data-data anda di formulir yang disediakan, jangan pilih &#8220;Link my credit card so I can start shopping right away (recommended)&#8221; kalau tidak punya kartu kredit / ingin verifikasi secara manual. Lalu klik &#8220;Agree And Create Account&#8221;</li>
<li>Account anda telah terdaftar. Selanjutnya masih di halaman yang sama klik &#8220;Go To My Account&#8221;</li>
<li>Kemudian konfirmasi email anda dengan nengklik &#8220;Confirm email address&#8221; yang ada di halaman kanan. Buka inbox email anda dan buka email yang bersubjek &#8220;Active Your PayPal Account&#8221; lalu klik link yang dikirimkan</li>
<li>Tambahkan rekening bank anda dengan memilih menu &#8220;Profile&#8221; &#8211;&gt; &#8220;Add/Edit Bank Account&#8221;</li>
</ul>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/2011/06/22/saatnya-memiliki-rekening-legal-di-paypal/mendrofadotcom-addbank/" rel="attachment wp-att-2009"><img class="alignleft size-full wp-image-2009" title="MendrofaDotCom-addBank" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/06/MendrofaDotCom-addBank.png" alt="" width="499" height="161" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Hubungi PayPal dengan mengklik menu &#8220;Contact Us&#8221; yang ada di bagian bawah website, lalu pilih email us dengan mengklik &#8220;Send us&#8221; a question by email, kemudian pilih Topic: &#8220;My Account&#8221; dan Subtopic &#8220;Becoming Verified&#8221;,</li>
</ul>
<ul>
<li>Kemudian isi permintaan di bagian kolom <em>message</em>, pesannya dalam bahasa Inggris. Sekitar 1 sampai 2 hari, maka PayPal akan membalas via email yang meminta salinan Passport/ SIM/KTP  (boleh salah satu) dan scan rekening Bank (halaman pertama yang ada nama pemilik berserta nomor rekening dan halaman transaksi terakhir) lalu dibalas lewat email yang terdaftar di PayPal</li>
<li>Kirim ke:<strong> manualverify@paypal.com</strong></li>
<li>Setelah 2-3 hari kerja, maka PayPal akan mengirimkan pemberitahuan ke email apakah account Paypal sudah berhasil diverifikasi.</li>
<li>Kalau email pemberitahuan belum dikirim, coba kirim ulang dokumen yang discan sebelumnya sampai ada pemberitahuan bahwa <em>account</em> anda telah diverifikasi.</li>
</ul>
<p>Selamat mencoba ya, semoga sukses memiliki rekening &#8220;legal&#8221; / verified account member&#8230;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;<br />
<!-- Begin PayPal Logo --><a href="https://www.paypal.com/id/mrb/pal=SCR5CA5EBWG8L" target="_blank"><img src="http://images.paypal.com/id_ID/i/bnr/paypal_mrb_banner.gif" alt="Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan." border="0" /></a><!-- End PayPal Logo --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/06/22/saatnya-memiliki-rekening-legal-di-paypal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Bawömataluo 2011, Momentum Bangkitnya Pariwisata Kepulauan Nias</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/05/14/festival-bawomataluo-2011-momentum-bangkitnya-wisata-kepulauan-nias/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/05/14/festival-bawomataluo-2011-momentum-bangkitnya-wisata-kepulauan-nias/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 13:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[Nias]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=1866</guid>
		<description><![CDATA[Siapa sih yang tidak kenal dengan atraksi lompat batu (hombo batu)? Gambar lompat batu pernah pula menghiasi mata uang Rupiah, bagi pengguna TransJakarta (BusWay) hampir tiap hari menonton iklan pariwisata yang salah satunya menampilkan atraksi lompat batu lewat monitor TV yang ada di tiap halte. Seakan kata lompat batu identik dengan Nias. Tetapi Nias tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa <em>sih</em> yang tidak kenal dengan atraksi lompat batu (<em>hombo batu</em>)? Gambar lompat batu pernah pula menghiasi mata uang Rupiah, bagi pengguna TransJakarta (BusWay) hampir tiap hari menonton iklan pariwisata yang salah satunya menampilkan atraksi lompat batu lewat monitor TV yang ada di tiap halte. Seakan kata lompat batu identik dengan Nias. Tetapi Nias tidak hanya lompat batu, Nias juga identik dengan surga bagi para <em>surfer</em> profesional dari mancanegara yang datang berbondong-bondong menaklukkan ombak Nias. Ada beberapa <em>spot surfing</em> selain pantai Lagundri / Sorake yang sudah melegenda di kalangan peselancar (<em>surfer</em>) misalnya seperti kepulauan Hinako khususnya di pulau Asu dan Bawa di Nias Barat, pantai Mo`ale dan pulau Sibaranun di Nias Selatan. Sebagai tambahan, ombak di pantai Lagundri/Sorake masuk dalam <em>top ten</em> dunia bahkan disebut-sebut yang terbaik di dunia setelah Hawai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1880" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/2011/05/14/festival-bawomataluo-2011-momentum-bangkitnya-wisata-kepulauan-nias/atraksi-hombo-batu/" rel="attachment wp-att-1880"><img class="size-medium wp-image-1880" title="Atraksi-Hombo-Batu" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/05/Atraksi-Hombo-Batu-300x224.jpg" alt="Atraksi Hombo Batu, foto Nitema Mendrofa / Nias-Bangkit.Com" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Atraksi Hombo Batu, foto: Nias-Bangkit.Com</p></div>
<p>Selain lompat batu dan <em>surfing</em>, Nias mempunyai kekayaan budaya seperti tari perang, mogaele (tari), hoho (semacam puisi / syair), tari moyo (tari elang), feta batu (musik tradisional), tari maena (tarian massal). Nias juga mempunyai berbagai macam ukiran baik yang dituangkan dalam media kayu maupun batu, punya puluhan situs megalitikum di berbagai tempat. Rumah adat Niaspun tidak ketinggalan unik dikarenakan arsitekturnya dan telah terbukti tahan gempa bahkan beberapa rumah adat yang diperuntukkan sebagai rumah raja (Omo Sebua) ada yang sudah berumur ratusan tahun, rumah tua ini dapat ditemukan di desa Bawömataluo, Hilinawalö Fau, Hilinawalömazinö dan Ono Hondrö.</p>
<p>Akan tetapi nasib rumah raja / Omo Sebua di Hilinawalömazinö dan Ono Hondrö tidak seperti di Bawömataluo yang selain terkenal juga terpelihara dengan baik dan dapat diakses dengan mudah. Omo Sebua di Hilinawalömazinö sudah sangat tua, sebagian kayunya ada yang lapuk, rumah adat inipun masih bisa berdiri dikarenakan ditopang oleh balok-balok kayu di kiri kanan rumah yang mampu menopang rumah adat ini dari keruntuhan, ironis. Bila turis ingin mengunjungi Omo Sebua di Hilinawalömazinö maka akan mengalami kesulitan transportasi karena tempat ini belum bisa dijangkau oleh kendaraan roda empat. Nasib hampir sama juga dialami oleh Omo Sebua di desa Ono Hondrö, rumah adat ini tampak tidak terawat, jalan raya ke desa ini juga belum diaspal. Kemudian Omo Sebua di Hilinawalö Fau, nasibnya juga sama tidak bisa diakses dengan mudah karena jalannya buruk, kendaraan roda dua sudah bisa masuk ke desa ini lewat desa Bawögosali.</p>
<p>Dari ke empat Omo Sebua tersebut maka yang gampang dikunjungi hanya yang ada di desa Bawömataluo, kalau pemerintah berniat memajukan pariwisata di daerah ini maka pembangungan infrastruktur jalan raya ke 3 desa adat ini tidak bisa ditawar lagi, harus dibangun. Heran juga dengan pemerintah daerah Nias (sebelum pemekaran Nias Selatan), walau desa-desa ini masuk ke brosur-brosur lokasi wisata Nias tetapi pemerintah tidak membangun infrastrukturnya, <em>uh</em> gerah/<em>gregetan</em> kan dengarnya? Padahal desa Ono Hondrö dan Hilinawalö tidak jauh dari desa Bawömataluo yang artinya wisatawan bisa mengunjungi ketiga daerah ini dalam satu rute perjalanan, sehari sudah lebih dari cukup. Setelah desa Bawömataluo, ada desa Siwalawa kemudian desa Ono Hondrö dan terakhir desa Hilinawalö. Kalau wisatawan masih cukup waktu, bisa mengunjungi desa Lahusa Fau, desa Hilisimaetanö, desa Orahili Fau dan sebagainya karena desa-desa adat ini saling berdekatan (kecuali Hilinawalömazinö).</p>
<p>Singkatnya, potensi wisata kepulauan Nias sangat beragam dan bisa dijual sebagai suatu industri yang bisa mensejahterakan warganya. Akan tetapi kenyataan yang terjadi di lapangan sebaliknya, pariwisata di kepulauan Nias tidak berkembang bahkan mundur dimulai sejak krisis ekonomi tahun 1998 disusul dengan tsunami dan gempa yang melanda daerah ini beberapa tahun lalu. Industri pariwisata di kepualauan Nias bisa dibilang mati suri. Kapal-kapal pesiar yang dulunya pernah merapat ke daerah ini tidak pernah muncul lagi, Sorake Beach Hotel yang merupakan hotel bintang 3 satu-satunya di Nias sepi, angka hunian hotel di Nias relatif tidak meningkat bahkan menurun.</p>
<p>Kalau diperhatikan, rata-rata wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Nias adalah wisatawan &#8220;nekat&#8221;, backpacker, petualang dan para penikmat <em>surfing</em> ataupun <em>surfer</em> profesional yang artinya industri pariwisata Nias masih eksklusif , seakaan hanya cocok bagi turis-turis tertentu. Walaupun keindahan alam dan budayanya tiada duanya tetapi kalau tidak dikelola sesuai dengan selera turisme maka pariwisata di kepulauan Nias khususnya dan di Indonesia secara umum hanya akan jadi tempat wisata nan indah namun sepi pengunjung. Sudah saatnya pemerintah dan pihak yang bekerpentingan dengan industri pariwisata untuk bekerja keras dan berniat memajukan industri ini.</p>
<p>Kita patut mengapresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif warga desa Bawömataluo yang menyelenggarakan event tahunan festival Bawömataluo 2011 yang bernama resmi Pagelaran Atraksi Budaya dan Pameran Promosi Hasil Kerajinan Bawömataluo 2011. Ternyata tanpa pemerintah sebagai pendukung utama warga bisa melakukannya sendiri. Kita berharap festival ini jadi momentum kebangkitan pariwisata kepulauan Nias khususnya dan Indonesia secara umum. Semoga!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/05/14/festival-bawomataluo-2011-momentum-bangkitnya-wisata-kepulauan-nias/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thailand, Tempat Wisata Alternatif Nan Murah (2)</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/04/21/thailand-tempat-wisata-alternatif-nan-murah-2/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/04/21/thailand-tempat-wisata-alternatif-nan-murah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 06:06:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[Bangkok]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=1789</guid>
		<description><![CDATA[Saya akan kembali ke Bangkok lagi, &#8220;misi&#8221; disana belum selesai. Ya, saya belum menikmati sensasi dan suasana dunia malam di kota itu, padahal ketika berangkat dari Jakarta 02 April 2011 lalu saya sudah punya agenda tersembunyi. Tetapi kenyataan berkata lain, dikarenakan saya berpergian bersama dua teman lainnya dimana dua-duanya cewek dan kebetulan bertiga jomblo semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1790" href="http://www.mendrofa.com/2011/04/thailand-tempat-wisata-alternatif-nan-murah-2/chaophrayariver/"><img class="alignleft size-full wp-image-1790" title="Chao Phraya River, Bangkok - Thailand" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/04/ChaoPhrayaRiver.jpg" alt="" width="347" height="255" /></a>Saya akan kembali ke Bangkok lagi, &#8220;misi&#8221; disana belum selesai. Ya, saya belum menikmati sensasi dan suasana dunia malam di kota itu, padahal ketika berangkat dari Jakarta 02 April 2011 lalu saya sudah punya agenda tersembunyi. Tetapi kenyataan berkata lain, dikarenakan saya berpergian bersama dua teman lainnya dimana dua-duanya cewek dan kebetulan bertiga jomblo semua (<em>loh</em>, penting emangnya?<em> lol</em>) maka niat saya untuk <em>ajeb-ajeb</em> menjadi obsesi yang belum kesampaian. Belum lengkap rasanya ke Bangkok kalau belum menikmati &#8220;<em>special show</em>&#8220;, demikian saran teman saya.</p>
<p>Seperti halnya Jakarta, transportasi di kota Bangkok bisa dibilang semrawut dan macet, bahkan jalan-jalan utamanya sempit-sempit. Jalanan yang hanya 2 jalur tidak jarang di kota ini. Siam, kawasan bisnis yang dipenuhi dengan deretan mall (Siam Paragon, Siam Square, Central World) dan menjadi salah satu pusat belanja terkenal di Bangkok bahkan punya masalah juga, jalan rayanya sempit, ada jalan yang hanya punya 3 jalur dan satu jalurnya dipakai berlawanan arah, lengkap sudah. Beruntung pedestriannya manusiawi, saking &#8220;manusiawinya&#8221; pedestrian ini maka tidak jarang kita menemukan lebar jalan raya dan pedestrian hampir sama bahkan di beberapa sudut lebih lebar pedestriannya, unik juga.</p>
<p>Trafik yang tinggi di Bangkok sangat terbantu dengan adanya mode transportasi massal BTS, SkyTrain dan MRT. Kalau ketiga transportasi itu tidak ada entah bagaimana &#8220;wujud&#8221; jalanan kota itu. BTS, SkyTrain dan MRT yang membuat Bangkok punya poin tambahan di mata saya. Ketiga mode transportasi massal inilah yang membuat kota Bangkok terkesan modern. Kapan Jakarta punya ya?</p>
<p>Biaya hidup di Bangkok lebih murah dibanding Jakarta. Kegiatan utama kalau melancong ke kota ini adalah menikmati dunia malam untuk pribadi yang berjiwa <del>muda</del> &#8220;petualang&#8221;. Untuk ibu-ibu dan kalangan yang senang dengan dunia <em>shopping</em> maka Bangkok menyediakan banyak tempat belanja murah mulai dari pasar tradisional sampai mall. Chatuchak Weekend Market merupakan pasar terbesar di Asia yang hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu, wisatawan dari berbagai negara senang belanja ke tempat ini, tidak jarang menemukan rombongan ibu-ibu dari Indonesia yang sedang asyik belanja. Kalau mau berbelanja di mall maka bisa mencobanya di MBK (Ma Boong Krong) ataupun di kawasan Siam yang punya sederet mall seperti Siam Paragon, Siam Square, Central World. Saya juga mengunjungi pasar dan mall-mall ini karena &#8220;virus&#8221; dari kedua teman saya yang hobi belanja, sepertinya seharian berbelanja tidak cukup, hanya uang yang semakin menipis yang bisa menghambat mereka untuk belanja.</p>
<p>Saatnya menelusuri sungai Chao Phraya, sungai ini merupakan sungai terpanjang dan terpenting di Thailand. Sungai ini sangat berkontribusi menjadi salah satu urat nadi pariwisata Thailand. Ada banyak dermaga di sepanjang sungai Chao Phraya. Sungai ini sangat indah bila dinikmati dari menara candi Wat Arun (Temple of Dawn), Selain Wat Pho, Wat Arun sendiri sangat terkenal dan menjadi icon pariwisata Thailand. Kuil Wat Pho dibangun pada tahun 1688 yang dianggap sebagai tempat <em>Reclining</em> Buddha. Patung ini berlapis emas dengan panjang 46 meter, tinggi 15 meter, mata dan kakinya dilapisi kerang mutiara, jadi tempat ini wajib untuk dikunjungi.</p>
<p>Khao San Road, nama ini sangat terkenal bagi turis <em>backpacker, </em>kawasan Khao San Road selalu menggeliat 24 jam. Saya <em>bela-belain</em> untuk berkunjung di tempat ini, maklum kami tinggal di pusat kota dan Khao San Road cenderung berada di pinggiran kota Bangkok. Sebelumnya saya berencana menginap di kawasan ini tetapi teman-teman saya tidak setuju karena alasan tempatnya kurang strategis. Sebagai kawasan <em>backpacker </em>maka makanan dan hotel kelas melati sampai berbintang sangat banyak, kalau mau berwisata hemat dan ingin merasakan sensasi riuhnya kota Bangkok maka sangat direkomendasikan untuk menginap disini.<em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/04/21/thailand-tempat-wisata-alternatif-nan-murah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thailand, Tempat Wisata Alternatif Nan Murah</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/04/13/thailand-tempat-wisata-alternatif-nan-murah/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/04/13/thailand-tempat-wisata-alternatif-nan-murah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 13:05:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[Bangkok]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=1753</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya menginjakkan kaki pertama kali di bandara Suvarnabhumi, Bangkok &#8211; Thailand 2 April 2011 lalu maka kesan pertama yang saya dapatkan di bandara ini adalah pemerintah dan warga Thailand sangat sadar akan potensi pariwisata dalam menunjang perekonomian mereka. Pemerintah dan warganya sepertinya punya niat untuk mengembangkan industri pariwisatanya. Mereka sadar bahwa bandara merupakan gerbang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1755" href="http://www.mendrofa.com/2011/04/thailand-tempat-wisata-alternatif-nan-murah/img_0098/"><img class="alignleft size-full wp-image-1755" title="IMG_0098" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/04/IMG_0098.jpg" alt="" width="374" height="292" /></a>Ketika saya menginjakkan kaki pertama kali di bandara Suvarnabhumi, Bangkok &#8211; Thailand 2 April 2011 lalu maka kesan pertama yang saya dapatkan di bandara ini adalah pemerintah dan warga Thailand sangat sadar akan potensi pariwisata dalam menunjang perekonomian mereka. Pemerintah dan warganya sepertinya punya niat untuk mengembangkan industri pariwisatanya.</p>
<p>Mereka sadar bahwa bandara merupakan gerbang utama yang sangat menentukan <em>mood</em> wisatawan dalam menikmati perjalanannya selama beberapa hari ke depan sampai wisatawan tersebut meninggalkan negara Thailand lagi. Bisa dibayangkan kalau mulai dari bandara sampai menuju hotel / penginapan saja wisatawan sudah mengalami berbagai kesulitan mulai dari bahasa, keramahan warganya dan yang utama pilihan transportasinya.</p>
<p>Sejenak kita bandingkan dengan bandara-bandara di tanah air, ketika kita keluar pintu bandara maka sambutan yang diberikan kepada kita adalah ketidaknyamanan karena tawaran supir taxi ataupun tukang ojek yang kadang setengah memaksa walaupun kita sudah angkat tangan tanda tidak butuh tawaran dia. Kesan dan <em>mood </em>kita kan jadi negatif terhadap suatu kota yang dikunjungi.</p>
<blockquote><p>&#8220;Satu yang unik dan membuat Thailand tampil beda adalah pedagang, sopir taxi, warga ataupun pihak-pihak yang menawarkan jasanya kepada wisatawan atau calon pembeli tidak agresif bahkan cenderung pasif. Di pasar sekalipun tidak ada teriakan &#8220;boleh! boleh&#8230;&#8221; murah pak, murah bu&#8230; apalagi ajakan yang setengah mendorong atau memaksa calon pembeli/pelanggan&#8221;</p></blockquote>
<p>Kalau kita mau jujur dan membandingkan industri pariwisata tanah air dengan negara-negara tetangga maka kita kalah. Kecuali di Bali, rata-rata tempat wisata di tanah air terkesan tidak ramah terhadap calon wisatawan, mengherankan juga karena pada dasarnya orang Indonesia secara umum terkenal ramah-ramah namun tiba-tiba berubah secara drastis kalau bertemu dengan wisatawan. Ada apa dengan kita?</p>
<p>Rata-rata pasti setuju bahwa keelokan alam, tempat wisata nan eksotis kelas dunia tidaklah cukup mendatangkan calon wisatawan kalau tidak dikelola sesuai selera turisme. Maka sia-sialah potensi itu semua. Yang ada hanyalah lokasi wisata yang sepi pengunjung, bagaikan masakan tanpa garam&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/04/13/thailand-tempat-wisata-alternatif-nan-murah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Moral Politisi Senayan Hanya Sebatas Proyek?</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/04/09/moral-politisi-senayan-hanya-sebatas-proyek/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/04/09/moral-politisi-senayan-hanya-sebatas-proyek/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Apr 2011 10:27:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=1719</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang tahu DPR itu merupakan lembaga tinggi negara yang mewakili kepentingan rakyat banyak, namanya saja sudah Dewan Perwakilan Rakyat / DPR. Tetapi dalam prakteknya, tindakan dan kebijakan para politisi Senayan (anggota DPR Republik Indonesia) itu berbanding terbalik dengan harapan kita. Anggota DPR era sekarang kalau boleh saya bilang, DPR kepala batu! Sudah dikritik rakyat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1722" href="http://www.mendrofa.com/2011/04/moral-politisi-senayan-hanya-sebatas-proyek/dpr/"><img class="alignleft size-full wp-image-1722" title="dpr" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/04/dpr.jpg" alt="" width="285" height="168" /></a>Semua orang tahu DPR itu merupakan lembaga tinggi negara yang mewakili kepentingan rakyat banyak, namanya saja sudah Dewan Perwakilan Rakyat / DPR. Tetapi dalam prakteknya, tindakan dan kebijakan para politisi Senayan (anggota DPR Republik Indonesia) itu berbanding terbalik dengan harapan kita. Anggota DPR era sekarang kalau boleh saya bilang, DPR kepala batu! Sudah dikritik rakyat agar jangan membangun gedung baru atau setidaknya menundanya dulu tetapi masih ngotot untuk terus maju. Saran dan kritik dari berbagai pihak yang meminta agar pembangunan gedung baru DPR agar dihentikan diabaikan semua.</p>
<p>Jangankan menghentikan secara permanen, ditunda saja tidak digubris. Bahkan himbauan presiden RI yang memberi sinyalemen agar uang negara dihemat diabaikan pula. Walaupun sebenarnya himbauan presiden RI ini juga seperti biasa terlambat datang dan terkesan basa-basi, setidaknya itu menurut hemat saya, anda setuju juga? Atau kontra?</p>
<p>Kembali ke pembahasan gedung baru DPR RI yang nilai proyeknya Rp. 1,138 tiliun. Angka diatas 1 triliun Rupiah itu merupakan angka fantastis di tengah kinerja DPR yang tidak maksimal bahkan masih jauh dari yang diharapkan. Lihat saja rancangan undang-undang yang masih &#8220;nongkrong&#8221; disana, banyak yang belum selesai, lucunya rancangan undang-undang pemekaran daerah yang banyak disahkan dan diloloskan DPR. Rancangan undang-undang lain yang sebenarnya sangat penting dan menyentuh kehidupan khalayak banyak sepertinya diabakan juga atau ditarik-ulur sesuai pesanan dan kepentingan.</p>
<p>Lalu optimiskah kita dengan penundaan bahkan penghentian pembangungan &#8220;mega&#8221; proyek DPR itu? Kalau melihat perkembangan di Senayan sana sepertinya susah meluluhkan hati anggota DPR yang terhormat untuk mengalah. Entah apa yang mereka pikirkan dan kepentingan apa yang mereka perjuangkan. Entah proyek apalagi sesudah ini, hanya mereka yang tahu.</p>
<p>Semoga kalau gedung baru itu tetap jadi dibangun, para politisi itu bisa bekerja maksimal seperti yang mereka klaim. Kalau tidak juga bisa bekerja maksimal, entah apalagi julukan yang cocok buat mereka&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/04/09/moral-politisi-senayan-hanya-sebatas-proyek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coca-Cola &amp; Musik</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/03/29/coca-cola-musik/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/03/29/coca-cola-musik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 06:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Coca Cola]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=1640</guid>
		<description><![CDATA[Siapa sih yang tak kenal dengan Maroon 5? Band beraliran rock yang berasal dari Los Angeles, California ini terkenal dengan komitmen dan konsistensi mereka untuk mendukung lembaga amal Global Cool dan NME dalam menyadarkan warga dunia akan perubahan iklim . Maroon 5 juga tidak segan-segan mengancam akan membatalkan konser bila konser mereka disponsori oleh produk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1693" href="http://www.mendrofa.com/2011/03/coca-cola-musik/maroon-5-coke-281-211-3/"><img class="alignleft size-full wp-image-1693" title="maroon-5-coke-281-211" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/maroon-5-coke-281-2112.jpg" alt="" width="216" height="163" /></a>Siapa sih yang tak kenal dengan Maroon 5? Band beraliran rock yang berasal dari Los Angeles, California ini terkenal dengan komitmen dan konsistensi mereka untuk mendukung lembaga amal Global Cool dan NME dalam menyadarkan warga dunia akan perubahan iklim . Maroon 5 juga tidak segan-segan mengancam akan membatalkan konser bila konser mereka disponsori oleh produk rokok. Jalan yang mereka ambil  yang berbanding terbalik dengan band <em>mainstream</em> saat ini dalam menyadarkan warga dunia akan dampak <em>global warming</em> patut diapresiasi tinggi oleh warga dunia khususnya yang peduli akan dampak pemanasan global.</p>
<p>Tur dunia Maroon 5 juga akan menyambangi kota jazz di Asia, Jakarta. Sebenarnya, julukan kota jazz untuk Jakarta belum &#8220;resmi&#8221; diberikan namun saya menganggap kota ini telah menjadi kota jazz karena reputasinya yang bisa menghadirkan musisi-musisi dunia dengan belasan panggung di setiap pergelarannya.Tulisan saya tentang musik jazz yang baru digelar bulan Maret kemarin bisa dilihat di <a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/jakarta-kota-jazz">www.mendrofa.com/2011/03/jakarta-kota-jazz</a></p>
<p>Penampilan Maroon 5 yang akan digelar di Istora &#8211; Senayan, Jakarta 27 April 2011 pun nyaris jadi &#8220;korban&#8221; pembatalan konser bila panitia lokal tidak menggubris himbauan band tersebut agar konser mereka terbebas dari iklan produk rokok. Seperti yang saya kutip dari website resmi Maroon 5, <a href="http://www.maroon5.com" target="_blank">www.maroon5.com</a>, konser Maroon 5 di Jakarta sudah <em>sold out</em>, habis terjual! Luar biasa. Sampai saat ini, konser mereka di tahun 2011 yang sudah <em>sold out</em> hanya terjadi di Jakarta. Bayangkan, selain menikmati performa Maroon 5 penonton juga akan mendapatkan pesan-pesan &#8220;moral&#8221; dalam ikut serta menyelamatkan bumi serta terbebas dari jeratan tembakau.</p>
<p><strong>Coca-Cola &amp; Musik</strong></p>
<p><a rel="attachment wp-att-1694" href="http://www.mendrofa.com/2011/03/coca-cola-musik/cocacola-4/"><img class="alignleft size-full wp-image-1694" title="CocaCola" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/CocaCola3.jpg" alt="" width="279" height="168" /></a>Musik hampir dipastikan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan umat manusia, dan tanpa sadar terkadang Coca-Cola menghadirkan sensasi seperti musik tadi. Betapa tidak, hampir semua penduduk bumi ini pernah mengkonsumsi Coca-Cola!</p>
<p>Mendengar kata Coca-Cola pasti donk kita teringat dengan produk minuman kaleng dan botol yang diproduksi The Coca Cola Company, merek ini menjadi salah satu merek dagang paling populer di dunia. Hampir dipastikan semua pelosok di dunia disasar oleh produk-produk Coca-Cola. Sepertinya hari-hari penduduk dunia diisi dengan Coca-Cola, slogan ”Hidup Ala Coca-Cola” ataupun &#8220;segarkan semangatmu&#8221; menjadi pilihan cerdas dan tepat. Dan Coca-Cola dengan musikpun menjadi perpaduan dari merek dagang dan musik yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Anda setuju?</p>
<p>Selamat menikmati konser Maroon 5 di Bangkok,  Thailand dan Jakarta. <em>Enjoy it with Coca-Cola!</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Photo by:</em></p>
<ul>
<li><a href="http://mtvnimages.com/" target="_blank">mtvnimages.com</a></li>
<li><a title="This external link will open in a new window" href="http://www.coca-cola.co.id/" target="_blank">www.coca-cola.co.id</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/03/29/coca-cola-musik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta, Kota Jazz</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/03/10/jakarta-kota-jazz/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/03/10/jakarta-kota-jazz/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 09:10:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Java Jazz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=1509</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, ibukota negara Republik Indonesia boleh berbangga mempunyai festival jazz tahunan bertaraf internasional yang diselenggarakan setiap bulan Maret yaitu Axis Jakarta International Java Jazz Festival. Festival tahunan ini yang dulunya sering disebut juga Java Jazz Festival merupakan salah satu yang terbesar dan terbaik di dunia baik dari segi jumlah penonton, artis dalam dan luar negeri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1556" href="http://www.mendrofa.com/2011/03/10/jakarta-kota-jazz/mendrofa01/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1556" title="Axis Java Jazz Festival" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/mendrofa01-300x225.jpg" alt="" width="261" height="197" /></a>Jakarta, ibukota negara Republik Indonesia boleh berbangga mempunyai festival jazz tahunan bertaraf internasional yang diselenggarakan setiap bulan Maret yaitu <strong>Axis Jakarta International Java Jazz Festival</strong>. Festival tahunan ini yang dulunya sering disebut juga Java Jazz Festival merupakan salah satu yang terbesar dan terbaik di dunia baik dari segi jumlah penonton, artis dalam dan luar negeri yang manggung maupun jumlah panggung.</p>
<p>Khusus di tahun 2011 ini sedikitnya ada 19 panggung <em>indoor</em> maupun <em>outdoor, </em>Java Jazz Festival kali ini diselenggarakan tanggal 4, 5, 6 Maret 2011.  Java Jazz tahun 2010 bahkan memecahkan rekor dunia sebagai festival jazz terbesar di dunia dengan 1.300 musisi dengan 21 panggung. Melihat prestasi tersebut maka tidaklah berlebihan kalau Jakarta layak disebut sebagai kota jazz dan  bisa disejajarkan dengan New York, Chicago bahkan mungkin bisa disejajarkan dengan New Orleans, kota awal lahirnya musik jazz . Axis Jakarta International Java Jazz Festival 2011  merupakan pergelaran yang ke-7 kalinya. Saya sendiri menonton Axis Java Jazz sejak tahun 2010, ini merupakan tahun kedua, sayapun telah mengagendakan Axis Java Jazz Festival sebagai acara tahunan yang wajib saya tonton.</p>
<p>Karena &#8220;sihir&#8221; Axis Java Jazz tahun lalu membuat saya benar-benar menikmatinya maka tahun ini saya memastikan untuk membeli tiket sebulan sebelumnya karena takut kehabisan tiket walau sebenarnya bisa mendapatkan tiket di lokasi namun dengan harga mahal tentunya. Di hari terakhir, harga <em>Daily Pass Ticket </em>sudah mencapai Rp. 500.00, bandingkan dengan harga tiket yang saya beli Rp. 350.000 namun dapat dua karena masih berlaku beli 1 dapat 2 untuk pembelian menggunakan kartu kredit atau bahkan dengan tiket gratis yang saya dapatkan dari Axis, tentunya Rp. 500.000 merupakan nominal yang lumayan menguras kocek. Di hari terakhir (06/03/2011) Axis Java Jazz saya menonton bareng 3 teman saya yang lain,  ini merupakan kali pertama mereka menonton Axis Java Jazz . Dini, salah satu teman saya dari Bandung malah <em>bela-belain</em> datang ke Jakarta hanya untuk bisa menonton Axis Java Jazz, cewek tanggung dan gigih.</p>
<p><strong>Tiket Gratis </strong></p>
<p>Siapa<em> sih </em>yang tidak  mau yang gratis?  Tanggal 1 Maret 2011 sekitar pukul 15.00 WIB saya ditelepon AXIS sebagai salah satu operator yang menjadi sponsor utama Java Jazz Festival, ternyata saya merupakan salah satu dari 30 orang blogger yang berhak mendapatkan <em>Daily Pass Ticket</em> untuk AXIS Java Jazz, saya mendapatkan 1 tiket untuk <em>show</em> tanggal 4 Maret 2011, tentu saya senang mendapat kabar ini. Jadilah saya menonton selama 2 hari yaitu hari Jum`at dan Minggu.</p>
<p>Karena saya mendapatkan 1 tiket gratis dari Axis maka saya mendapatkan beberapa kemudahan seperti mendapatkan jadwal manggung artis favorit, tanpa lama-lama antri di pintu karena ada jalur khusus bagi pemegang tiket dari Axis. Setelah masuk ke arena JIExpo tempat penyelenggaraan Axis Java Jazz maka saya langsung menuju Axis Lounge, disini saya menukarkan miniman gratis di bar yang terletak di lantai dua sambil melihat-lihat sekeliling dan meneliti jadwal artis mana saja yang akan ditonton.</p>
<p>Tiba-tiba saya mendapat sms dari <a href="http://nanathnadia.wordpress.com/" target="_blank">Nadia Sabrina</a> yang isinya mengajak teman-temabn blogger untuk datang ke Axis Lounge untuk <em>live blogging</em> dan menikmati fasilitas yang ada di tempat ini, seperti koneksi internetnya yang super kencang. Sebagai informasi, di arena JIExpo koneksi internet sebagian operator lain cenderung lambat bahkan tidak bisa akses data sama sekali. Browsing di Axis Lounge merupakan solusi kalau mau terhubung ke dunia maya. Sayapun langsung turun dari bar dan ketemu dengan <a href="http://nanathnadia.wordpress.com/" target="_blank">Nadia Sabrina</a>, walau baru ketemu dan kenal kami langsung akrab dan ternyata <a href="http://www.ceritaeka.com" target="_blank">Eka</a> salah satu blogger yang pernah kopdar dengan saya sebelumnya juga sedang asyik ngobrol dengan Nadia, kami terlibat pembicaraan dan akhirnya foto bareng dan langsung sadar untuk cepat-cepat menyelesaikan pembicaraabn ini karena jadwal-jadwal manggung artis idola telah menunggu kami, sayapun pamit dan bergegas mencari <em>stage</em> artis pilihan.</p>
<p><strong>Tompi dan Santana Keren!</strong></p>
<p>Ada fenomena yang cukup menarik perhatian saya di hari pertama Axis Java Jazz 2011 yaitu ada 2 musisi yang berhasil menyedot perhatian calon penonton. Siapa lagi kalau bukan gitaris legendaris asal Meksiko, Santana. Walau tiket untuk menonton pertunjukan Santana ini tidaklah gratis alias  harus beli lagi di luar <em>ticket daily pass</em> namun antusias penonton membludak. Calon penonton telah antri beberapa menit sebelum jadwal manggungnya dimulai.</p>
<p>Artis di dalam negeri sepertinya tidak mau kalah juga, performa Tompi di pembukaan Axis Java Jazz luar biasa. Penonton memenuhi ruangan bahkan masih ada calon penonton yang tidak bisa masuk dan terpaksa antri di luar sambil berharap ada yang ke luar hall dan bisa masuk. Yang menarik, walau pertunjukkan Tompi bukan merupakan <em>special show </em>tetapi calon penonton sudah antri di pintu masuk sebelum acara dimulai. Calon penonton bahkan sudah antri sejak pukul 22.17 WIB padahal jadwal pertujukannya baru dimulai pukul 22.45 WIB. Artis dalam negeri lainnya yang menarik perhatian penononton adalah Glenn Fredly.</p>
<p>Sekitar pukul 23.00 WIB saya menonton Zap Mama, awalnya penasaran dengan nama grup ini akhirnya saya putuskan untuk menontonnya. Performa Zap Mama luar biasa juga, namun penonton di ruangan ini tidak banyak dan rata-rata menghabiskan waktu nontonnya sambil santai. Tidak jarang para penonton sambil tiduran, saya sendiri sambil tiduran di karpet. Waktu santai sudah dirasa cukup, Fourplay sudah menunggu di ruangan lain. Baru kali ini menonton Fourplay dan langsung jatuh cinta, performa mereka benar-benar keren! Belakangan saya menonton lagi pertunjukan mereka di hari Minggu walau tidak sampai selesai karena sudah didesak teman saya yang lain agar segera pindah ke ruangan lain untuk menonton artis kesukaan mereka. Ada beberapa panggung yang belum sempat saya <em>samperin </em>karena jadwalnya bentrok dengan artis lain. Kadang ketika sudah sampai di lokasi, artis yang bersangkutan sudah selesai manggung  dan yang lebih &#8220;parah&#8221; lagi tidak bisa masuk karena ruangan sudah penuh sesak.</p>
<p>Malampun semakin larut, hari telah berganti, waktu sudah menunjukkan pukul 00.01 WIB lebih namun sebagian panggung masih menemani penonton yang masih setia menikmati penampilan sang bintang. Sebagian ada yang sudah tidur-tiduran di karpet karena sudah kelelahan, sepertinya tidak rela beranjak. Namun pertunjukkan akan segera selesai, masih ada waktu untuk menikmati jazz lagi. Terima kasih Axis, terima kasih Java Jazz. Sampai ketemu di Java Jazz 2012!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1565" href="http://www.mendrofa.com/2011/03/10/jakarta-kota-jazz/mendrofa-004/"><img class="size-medium wp-image-1565 alignnone" title="Axis Java Jazz Festival" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/mendrofa-004-300x225.jpg" alt="" width="272" height="205" /></a> <a rel="attachment wp-att-1568" href="http://www.mendrofa.com/2011/03/10/jakarta-kota-jazz/mendrofa-005/"><img class="size-medium wp-image-1568 alignnone" title="Axis Java Jazz Festival" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/mendrofa-005-300x225.jpg" alt="" width="273" height="205" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><a rel="attachment wp-att-1569" href="http://www.mendrofa.com/2011/03/10/jakarta-kota-jazz/mendrofa-006/"><img class="size-medium wp-image-1569" title="Axis Java Jazz Festival" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/mendrofa-006-300x225.jpg" alt="" width="273" height="203" /></a> <a rel="attachment wp-att-1573" href="http://www.mendrofa.com/2011/03/10/jakarta-kota-jazz/mendrofa-008/"><img class="size-medium wp-image-1573 alignnone" title="Axis Java Jazz Festival" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/mendrofa-008-300x225.jpg" alt="" width="273" height="204" /></a></p>
<p><a rel="attachment wp-att-1574" href="http://www.mendrofa.com/2011/03/10/jakarta-kota-jazz/mendrofa-009/"><img class="size-medium wp-image-1574" title="Axis Java Jazz Festival" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/mendrofa-009-300x225.jpg" alt="" width="272" height="204" /></a> <a rel="attachment wp-att-1578" href="http://www.mendrofa.com/2011/03/10/jakarta-kota-jazz/mendrofa-013/"><img class="size-medium wp-image-1578 alignleft" title="Axis Java Jazz Festival" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/mendrofa-013-300x225.jpg" alt="" width="270" height="204" /></a> <a rel="attachment wp-att-1580" href="http://www.mendrofa.com/2011/03/10/jakarta-kota-jazz/mendrofa-016/"></a></p>
<p><a rel="attachment wp-att-1580" href="http://www.mendrofa.com/2011/03/10/jakarta-kota-jazz/mendrofa-016/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1580" title="Axis Java Jazz Festival" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/mendrofa-016-300x225.jpg" alt="" width="265" height="199" /></a> <a rel="attachment wp-att-1581" href="http://www.mendrofa.com/2011/03/10/jakarta-kota-jazz/mendrofa-017/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1581" title="Axis Java Jazz Festival" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/mendrofa-017-300x225.jpg" alt="" width="275" height="199" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1570" href="http://www.mendrofa.com/2011/03/10/jakarta-kota-jazz/mendrofa-007/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1570" title="Axis Java Jazz Festival" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/mendrofa-007-225x300.jpg" alt="" width="155" height="207" /></a><img class="size-medium wp-image-1582 alignnone" title="Axis Java Jazz Festival" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/mendrofa-019-300x225.jpg" alt="" width="273" height="205" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/03/10/jakarta-kota-jazz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Java Jazz Festival Photo. Tompi dan Santana Keren!</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2011 05:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Java Jazz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=1471</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya pergelaran Axis Jakarta Java Jazz Festival 2011 dimulai lagi pada hari Jum`at 4 Maret 2011. Di acara pembukaan ini, artis luar negeri yang menyedot banyak pengunjung adalah special show Santana, walapun tiket untuk menonton pertunjukan Santana ini tidak gratis alias harus beli lagi di luar daily pass namun antusias penonton membludak. Antrian terlihat padat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya pergelaran Axis Jakarta Java Jazz Festival 2011 dimulai lagi pada hari Jum`at 4 Maret 2011. Di acara pembukaan ini, artis luar negeri yang menyedot banyak pengunjung adalah <em>special show</em> Santana, walapun tiket untuk menonton pertunjukan Santana ini tidak gratis alias harus beli lagi di luar <em>daily pass</em> namun antusias penonton membludak. Antrian terlihat padat merayap eh mengular he he.</p>
<p>Artis di dalam negeri sepertinya tidak kalah juga, performa Tompi di pembukaan Java Jazz luar biasa. Penonton memenuhi Nokia Hall, bahkan masih ada calon penonton yang tidak bisa masuk dan terpaksa antri di luar sambil berharap ada yang ke luar hall dan bisa masuk. Yang menarik, walau pertunjukkan Tompi bukan merupakan <em>special show</em> tetapi calon penonton sudah antri di pintu masuk sebelum acara dimulai. Calon penonton bahkan sudah antri sejak pukul 22.17 WIB padahal jadwal pertujukannya baru dimulai pukul 22.45 WIB. hari Minggu tanggal 6 Maret 2011 bareng teman-teman saya akan menonton lagi. Liputannya menyusul saya tulis.</p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4540/" rel="attachment wp-att-1474"><img class="alignleft size-full wp-image-1474" title="IMG_4540" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4540.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a> <a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4543/" rel="attachment wp-att-1475"><img class="alignleft size-full wp-image-1475" title="IMG_4543" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4543.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4544/" rel="attachment wp-att-1476"><img class="alignleft size-full wp-image-1476" title="IMG_4544" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4544.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4546/" rel="attachment wp-att-1477"><img class="alignleft size-full wp-image-1477" title="IMG_4546" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4546.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4496/" rel="attachment wp-att-1478"><img class="alignleft size-full wp-image-1478" title="IMG_4496" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4496.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4497/" rel="attachment wp-att-1479"><img class="alignleft size-full wp-image-1479" title="IMG_4497" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4497.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4498/" rel="attachment wp-att-1480"><img class="alignleft size-full wp-image-1480" title="IMG_4498" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4498.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4502/" rel="attachment wp-att-1481"><img class="alignleft size-full wp-image-1481" title="IMG_4502" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4502.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4507/" rel="attachment wp-att-1482"><img class="alignleft size-full wp-image-1482" title="IMG_4507" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4507.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4508/" rel="attachment wp-att-1486"><img class="alignleft size-full wp-image-1486" title="IMG_4508" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4508.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4509/" rel="attachment wp-att-1487"><img class="alignleft size-full wp-image-1487" title="IMG_4509" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4509.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4512/" rel="attachment wp-att-1488"><img class="alignleft size-full wp-image-1488" title="IMG_4512" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4512.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4513/" rel="attachment wp-att-1489"><img class="alignleft size-full wp-image-1489" title="IMG_4513" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4513.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4515/" rel="attachment wp-att-1490"><img class="alignleft size-full wp-image-1490" title="IMG_4515" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4515.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4517/" rel="attachment wp-att-1491"><img class="alignleft size-full wp-image-1491" title="IMG_4517" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4517.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4522/" rel="attachment wp-att-1494"><img class="alignleft size-full wp-image-1494" title="IMG_4522" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4522.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4523/" rel="attachment wp-att-1495"><img class="alignleft size-full wp-image-1495" title="IMG_4523" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4523.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4541/" rel="attachment wp-att-1496"><img class="alignleft size-full wp-image-1496" title="IMG_4541" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4541.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4549/" rel="attachment wp-att-1497"><img class="alignleft size-full wp-image-1497" title="IMG_4549" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4549.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><a href="http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/img_4550/" rel="attachment wp-att-1498"><img class="alignleft size-full wp-image-1498" title="IMG_4550" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/03/IMG_4550.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/03/05/java-jazz-festival-photo-tompi-dan-santana-keren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapal “Pesiar” PELNI, Nasibmu Kini</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/02/14/kapal-pesiar-pelni-nasibmu-kini/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/02/14/kapal-pesiar-pelni-nasibmu-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 05:15:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Pelni]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=1334</guid>
		<description><![CDATA[Bagi perantau asal pantai barat Sumatera (kepulauan Nias, Sibolga/Tapanuli, Padang) yang akan menuju ke pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan ke belahan Indonesia Timur di era tahun 90-an, tahun 2000 sampai tahun 2005 menggunakan jasa angkutan laut PELNI / Pelayaran Nasional Indonesia merupakan pilihan utama dibanding menggunakan transportasi darat yang tidak nyaman ataupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1335" href="http://www.mendrofa.com/2011/02/14/kapal-pesiar-pelni-nasibmu-kini/pelni/"><img class="size-full wp-image-1335 alignleft" title="pelni" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/02/pelni.jpg" alt="" width="230" height="151" /></a>Bagi perantau asal pantai barat Sumatera (kepulauan Nias, Sibolga/Tapanuli, Padang) yang akan menuju ke pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan ke belahan Indonesia Timur di era tahun 90-an, tahun 2000 sampai tahun 2005 menggunakan jasa angkutan laut PELNI / Pelayaran Nasional Indonesia merupakan pilihan utama dibanding menggunakan transportasi darat yang tidak nyaman ataupun menggunakan transportasi udara yang masih mahal ketika itu. Saya juga yakin, penduduk di bagian Indonesia Timur dulunya memanfaatkan transportasi laut.</p>
<p>Namun seiring dengan murahnya tiket pesawat, maka otomatis calon penumpang lebih memilih mode angkutan udara. Menggunakan jasa angkutan laut sepertinya tinggal kenangan saja. Memang untuk jarak dekat yang rata-rata dilayani kapal feri ataupun kapal cepat lainnya warga masih membutuhkannya. Pelayaran di selat Sunda misalnya masih ramai, begitu juga di ujung Sumatera antara Sibolga (daratan Sumatera) dengan kepulauan Nias masih ramai yang rata-rata dilayani kapal feri. Membayangkan kapal PELNI 10 tahun yang lalu dengan yang sekarang ternyata sangat kontras, bukan kemajuan yang ada tetapi kemunduran bagi perusahaan plat merah ini.</p>
<p>Saya sengaja menulis judul artikel ini dengan kapal &#8220;pesiar&#8221;, sesuatu ungkapan yang hiperbola mungkin, tetapi adakalanya memang benar seperti kapal pesiar saja. Bayangkan, misalnya seperti yang saya alami ketika dulu di era tahun 2000-an. Walaupun jarak tempuh dari kepulauan Nias menuju Jakarta kurang lebih 3 hari 2 malam, namun saya <em>enjoy </em>saja. Di kapal ada bar, ada cafe, ada bioskop, ada toko, ada klinik, ada telepon satelit, ada game center (tidak semua kapal), itu semua fasilitas standar yang ditawarkan.</p>
<p>Terlepas dari semua fasilitas di atas, kalau yang saya senangi adalah <em>view</em> sepanjang hari kalau kita berada di dek (bagian luar kapal). Sambil ngopi di kantin, kita bisa <em>kongkow-kongkow</em> (bahkan ada sebagian yang dapat jodoh disini<em> loh&#8230;</em>) dengan teman lama ataupun teman baru sambil menikmati birunya samudera Hindia yang diselingi dengan gugusan pulau-pulau kecil yang elok dipandang dari kejauhan, terkadang kita berpas-pasan dengan kapal nelayan ataupun kapal lainnya. Kita bisa menyaksikan proses terbitnya matahari lalu terbenam di sore harinya. Kalau lagi beruntung, di pagi ataupun sore hari kita bisa melihat atraksi ratusan bahkan mungkin ribuan lumba-lumba. Lumba-lumba ini akan meloncat, &#8220;menari&#8221; di sisi kiri kanan kapal, suatu atraksi gratis namun jarang bisa disaksikan kecuali di akuarium. Di malam harinya tidak kalah seru nan romantis, di kejauhan kita menyaksikan lampu-lampu kapal ataupun mercusuar lalu diselingi dengan pemandangan bintang-bintang di langit. Kalau saja angin tidak terlalu kencang yang beresiko untuk kesehatan misalnya mabuk laut kita bisa saja di dek sampai pagi.</p>
<p>Saya sendiri termasuk pelanggan tetap pengguna jasa kapal PELNI sejak tahun 2001 sampai tahun 2005, setiap libur semester saya pasti pulang ke Nias.  Nah, bulan Desember tahun 2010 lalu saya putuskan untuk naik kapal laut lagi. Ternyata saya sangat rindu menikmati suasana hiruk-pikuk di kapal, saya bahkan sengaja tidak memesan tiket pesawat yang biasanya saya pesan beberapa bulan sebelum keberangkatan, saya mau &#8220;berpesiar&#8221; lagi!</p>
<p>Tapi ibarat pepatah, lain dulu lain sekarang. Walaupun <em>view</em> gratis tetap menawarkan pesonanya, tidak dengan fasilitas dan kenyamanan  yang ditawarkan kapal PELNI. Ibarat naik kereta api, kapal PELNI  sekarang sudah menjelma dari kereta api eksekutif ke kereta api ekonomi  yang melayani JABODETABEK……. Tau <em>donk</em> seperti apa kualitas kereta api ekonomi di negeri ini? kacau balau tentunya.</p>
<p>Ketidaknyamanan yang terjadi sudah dimulai  ketika memasuki kapal, semua ranjang ternyata rata-rata kotor. Semua ranjang tidak dilengkapi dengan kasur. Padahal kasur ini bisa dibilang fasilitas paling dasar untuk  tiap penumpang, disinilah penumpang akan tidur dan menghabiskan hari-harinya selama di perjalanan.  Namun keanehan dan aroma bisnis sudah mulai terasa beberapa jam setelah kapal berangkat, ternyata kasur-kasur yang raib di tiap ranjang tadi sudah digudangkan, penumpang yang mau mendapatkan kasur dipersilahkan membayar Rp. 5.000 tiap kasur. Bayangkan, kalau ada 1000 <em>seat </em>(ranjang), Rp. 5.000.000 dalam sekejap sudah mereka (kru) kapal sudah kantongi. Yang paling parah lagi makanan penumpang, lauk-pauknya tidak memadai dan mungkin seperti jatah penghuni penjara saja, pernah yang diberi hanya nasi putih saja tanpa sayur ataupun ikan. Di saat bersamaan, kru kapal berjualan di sekitar tempat pengembilan makanan. Saya menduga, jangan-jangan jatah penumpang kapal justru &#8220;disunat&#8221; lalu dijual di lapak kru tadi. Parah!</p>
<p>Setiap pagi atau sore hari, kru kapal (ABK / Anak Buah Kapal) lalu-lalang menawarkan barang dagangannya, layaknya di kereta ekonomi saja. Lorong-lorong di kamar penumpang tidak pernah disapu dan dipel, apalagi dek di luar kapal, pemandangannya semakin &#8220;mengerikan&#8221; saja ketika sampah-sampah ada dimana-mana, padahal lorong-lorong ini dulu selalu bersih yang dilengkapi dengan karpet. Dulunya dek luar kapal yang terbuat dari kayu sangat bersi, bahkan penumpang bisa tiduran disini. Satu kata yang keluar dari mulut saya: jorok.</p>
<p>Ah, ternyata saya harus kapok, trauma menggunakan jasa kapal &#8220;pesiar&#8221; yang saya senangi dulu. Kecuali kalau terpaksa, saya tidak akan menumpang lagi&#8230;.. kapok!</p>
<p><em>Image by: <a href="http://www.pelni.co.id/" target="_blank">PELNI</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/02/14/kapal-pesiar-pelni-nasibmu-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Axis Jakarta Java Jazz Festival 2011: Harmony Under One Nation</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2011/02/10/java-jazz-festival-2011-harmony-under-one-nation/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2011/02/10/java-jazz-festival-2011-harmony-under-one-nation/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 06:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[Java Jazz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=1286</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya perhelatan musik jazz terbesar di tanah air dan bahkan salah satu yang terbesar di dunia diselenggarakan lagi, Axis Jakarta International Java Jazz Festival yang juga sering disebut Java Jazz.  Perhelatan Java Jazz yang memasuki tahun ke-7 ini akan berlangsung tanggal 4, 5, 6 Maret 2011 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Tahun 2010 lalu Java Jazz [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1288" href="http://www.mendrofa.com/2011/02/10/java-jazz-festival-2011-harmony-under-one-nation/java-jazz/"><img class="alignleft size-full wp-image-1288" title="java-jazz" src="http://www.mendrofa.com/images/2011/02/java-jazz.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Akhirnya perhelatan musik jazz terbesar di tanah air dan bahkan salah satu yang terbesar di dunia diselenggarakan lagi, Axis Jakarta International Java Jazz Festival yang juga sering disebut Java Jazz.  Perhelatan Java Jazz yang memasuki tahun ke-7 ini akan berlangsung tanggal 4, 5, 6 Maret 2011 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Tahun 2010 lalu Java Jazz bahkan memecahkan rekor dunia sebagai festival jazz terbesar dengan lebih dari 16 panggung, lebih dari 1300 musisi dalam negeri maupun luar negeri yang terlibat. Diane warren, Babyface adalah salah satu nama-nama artis top dunia yang berpartisipasi, apakah tahun ini artis yang bersangkutan datang lagi? Kita lihat saja nanti, karena sampai saat ini kedua nama tersebut belum ada di website resmi Java Jazz, <a href="http://www.javajazzfestival.com" target="_blank">www.javajazzfestival.com</a>.</p>
<p>Musik jazz buat saya adalah istimewa, luar biasa walaupun baru menyukai aliran musik ini justru ketika Java Jazz edisi perdana sampai edisi berikutnya gencar dipromosikan dimana-mana, lalu saya mulai menyukai aliran musik ini. Baru tahun lalu saya datang dan menikmatinya secara <em>live, </em>pukul 00 WIB saya masih belum meninggalkan arena JIExpo. Tua muda menyukai aliran musik ini, sebelumnya saya berprasangka bahwa yang menyukai musik jazz adalah generasi tua, anak muda apalagi ABG tidak menyukai aliran ini, ternyata anggapan itu salah, penonton yang berusia belasan tahun bahkan mendominasi arena Java Jazz. Ulasan tulisan saya tentang Java Jazz tahun lalu dapat ditemukan <a href="http://www.mendrofa.com/2010/03/09/sampai-ketemu-di-java-jazz-2011/" target="_blank">disini</a>.</p>
<p>Ada satu yang saya senangi dari sisi penjualan tiket Java Jazz yaitu sudah online semua dengan menggunakan tiket elektronik<em>, e-ticket</em>. Calon penonton tidak perlu repot antri lagi ke loket-loket penjualan yang telah ditentukan, calon penonton dari luar Jakarta bahkan dari luar negeripun dengan mudah bisa membeli tiket dan mencetaknya sendiri, suatu inovasi yang patut dicontoh oleh perusahaan media sejenis atapun lembaga/perusahaan yang dalam menyelenggarakan kegiatannya menggunakan tiket perlu mencoba inovasi ini. Tentunya dengan sistem tiket elektronik ini ada juga pihak yang &#8220;dirugikan&#8221; yaitu para calo, hampir dipastikan jarang ada calo tiket Java Jazz.</p>
<p>Ada yang &#8220;canggih&#8221; lagi yaitu pemesanan tiket acara yang diselenggarakan Blade Indonesia menggunakan PayPal account, semoga Java Jazz meniru metode ini sehingga<em> netter</em> dari Indonesia maupun luar negeri yang punya dana di PayPal bisa menggunakannya karena bagaimanapun menggunakan PayPal buat sebagian orang lebih nyaman dibanding harus memasukkan data kartu kredit. Sebenarnya baik pembayaran lewat kartu kredit maupun PayPal sama-sama mempunyai tingkat kenyamanan dan kemanan yang memadai, saya membeli <em>e-ticket </em>Java Jazz juga menggunakan kartu kredit tetapi kalau menerima PayPal sebagai <em>payment gateway</em> mereka tentunya saya pilih PayPal.</p>
<p><strong>Penawaran Spesial</strong></p>
<p><a href="http://www.axisworld.co.id" target="_blank">AXIS </a>sebagai salah satu operator pendukung/sponsor utama pergelaran Java Jazz Festifal tahun ini tidak ketinggalan memberikan penawaran terbaik untuk tiket Daily Pass, khusus untuk pengguna AXIS.  Dapatkan diskon sebesar 50% dari harga yang dijual di http://www.javajazzfestival.com/, dengan mengisi pulsa AXIS sebesar Rp 100.000 untuk setiap tiket. Penawaran terkini adalah Rp 172.500.  Penawaran ini berlaku di AXIS Shop Plaza Semanggi Jakarta, AXIS Shop Istana Plaza Bandung, atau kamu bisa menghubungi 838 atau 08388000838 untuk memesan tiket anda. Menarik juga bukan?</p>
<p>Java Jazz Festival membuat negara kita ‘remarkable’ seperti yang saya kutip dari situs resmi Java Jazz Festival:</p>
<blockquote><p>Salah satu hal yang menyebabkan Indonesia ‘remarkable’ adalah karena di negara yang bahkan jauh dari tanah kelahiran musik jazz, negara yang selama bertahun-tahun tidak terlalu dianggap di hingar bingar kiprah musik dunia (termasuk jazz), bisa menyelenggarakan sebuah festival jazz yang menjadi salah satu festival jazz terbaik dan terbesar di dunia. Beberapa musik ternama dunia menyebut Jakarta (Indonesia) telah menjelma jadi pusat jazz dunia, sejajar dengan New Orleans, New York, Chicago, yang telah lama dikenal sebagai pusat kehidupan jazz. <em>(<a href="http://www.wartajazz.com" target="_blank">www.wartajazz.com</a>, 09/02/2011)</em></p></blockquote>
<p>Indonesia yang sebelumnya tidak dikenal (dalam musik jazz) tiba-tiba menjadi terkenal, keren bukan? ayo kita dukung dan menikmati musik kelas dunia racikan Indonesia. Taglinenya keren banget &#8220;Harmony Under One Nation&#8221;, ya semoga negara ini tetap harmonis, tanpa kekerasan. Jadi siapkan dirimu, selamat menikmati Java Jazz Festival 2011!</p>
<p><em> </em></p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/03/MendrofaCom-JavaJazz-03.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1008" title="MendrofaCom-JavaJazz-03" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/03/MendrofaCom-JavaJazz-03-300x224.jpg" alt="" width="472" height="352" /></a></p>
<p><em>Suasana hari terakhir Axis Java Jazz Festival pada hari Minggu,  tanggal 7 Maret 2010</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2011/02/10/java-jazz-festival-2011-harmony-under-one-nation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesta Blogger 2010 Dalam Foto</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2010/11/01/pesta-blogger-2010-dalam-foto/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2010/11/01/pesta-blogger-2010-dalam-foto/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 08:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[PB2010]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mendrofa.com/?p=1188</guid>
		<description><![CDATA[Pesta Blogger berskala nasional yang ke-empat kali diadakan di Epicentrum Walk Jakarta tanggal 30 Oktober 2010. Tema Pesta Blogger kali ini adalah merayakan keragaman. Kopi darat berskala nasional ini bernama Pesta Blogger+ 2010 Empowered by Acer. Ada sekitar 1300 blogger yang hadir dengan puluhan komunitas blog dari seluruh Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pesta Blogger berskala nasional yang ke-empat kali diadakan di Epicentrum  Walk Jakarta tanggal 30 Oktober 2010. Tema Pesta Blogger kali ini adalah  merayakan keragaman. Kopi darat berskala nasional ini bernama Pesta Blogger+ 2010 Empowered by Acer. Ada sekitar 1300 blogger yang hadir dengan puluhan  komunitas blog dari seluruh Indonesia.</p>
<div id="attachment_1191" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-5-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1191" title="Sibuk, seorang panitia PB (cewek cantik, berbaju putih) terlihat sedang sibuk diantara para Blogger yang sibuk juga :)" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-5-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="Sibuk, seorang panitia PB (cewek cantik, berbaju putih) terlihat sedang sibuk diantara para Blogger yang sibuk juga :)" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Sibuk, seorang panitia PB (cewek cantik, berbaju putih) terlihat sedang sibuk diantara para Blogger yang sibuk juga <img src='http://www.mendrofa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<div id="attachment_1189" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-10-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1189" title="Seorang Blogger bersama anaknya, calon blogger cilik?" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-10-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Seorang Blogger bersama anaknya, calon blogger cilik?</p></div>
<div id="attachment_1193" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-4-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1193" title="Teman-teman dari komunitas Blogger Depok" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-4-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Teman-teman dari komunitas Blogger Depok</p></div>
<div id="attachment_1194" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-7-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1194" title="Jangan Penjarakan Blogger. Seorang blogger sedang mempersiapkan &quot;penjara&quot; dengan tulisan yang mengkritisi UU ITE" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-7-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Jangan Penjarakan Blogger. Seorang blogger sedang mempersiapkan &quot;penjara&quot; dengan tulisan yang mengkritisi UU ITE</p></div>
<div id="attachment_1195" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-2-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1195" title="Blog Star. Sarah Azhari merupakan salah satu peserta sekaligus nara sumber salah satu sesi di Pesta Blogger. Sarah punya alamat blog di http://sarahazhari.blogdetik.com" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-2-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Blog Star. Sarah Azhari merupakan salah satu peserta sekaligus nara sumber salah satu sesi di Pesta Blogger. Sarah punya alamat blog di http://sarahazhari.blogdetik.com</p></div>
<div id="attachment_1197" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-6-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1197" title="Setia. Mantan menkominfo M. Nuh yang sekarang menjadi Menteri Pendidikan tetap setia menghadiri Pesta Blogger yang pertama kali diadakan tahun 2007, ketika itu M. Nuh menetapkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-6-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Setia. Mantan menkominfo M. Nuh yang sekarang menjadi Menteri Pendidikan tetap setia menghadiri Pesta Blogger yang pertama kali diadakan tahun 2007, ketika itu M. Nuh menetapkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional</p></div>
<div id="attachment_1198" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/IMG_3193.jpg"><img class="size-medium wp-image-1198" title="Menteri Pendidikan M. Nuh sedang memberikan kata sambutan.  M. Nuh menetapkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/IMG_3193-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Menteri Pendidikan M. Nuh sedang memberikan kata sambutan.  M. Nuh menetapkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional</p></div>
<div id="attachment_1200" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-15-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1200" title="Rara, Chairwoman Pesta Blogger 2010" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-15-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Rara, Chairwoman Pesta Blogger 2010</p></div>
<div id="attachment_1201" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-19-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1201" title="Serius. Seorang blogger sedang serius membidik dengan kameranya" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-19-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Serius. Seorang blogger sedang serius membidik dengan kameranya</p></div>
<div id="attachment_1203" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-3-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1203" title="Salaman. Dua orang blogger sedang bersalaman di blogger yang sedang asyik berfoto ria dengan Sarah Azhari" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-3-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Salaman. Dua orang blogger sedang bersalaman di depan blogger yang sedang asyik berfoto ria dengan Sarah Azhari</p></div>
<div id="attachment_1204" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-16-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1204" title="Saykoji performance. Saykoji ikut memeriahkan PestaBlogger juga. Akun twitternya bisa ditemukan di @saykoji" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-16-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Saykoji performance. Saykoji ikut memeriahkan PestaBlogger juga. Akun twitternya bisa ditemukan di @saykoji</p></div>
<div id="attachment_1217" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-18-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1217" title="Melempar CD album ke arah blogger. Saya nyaris mendapatkan CD ini, sayang setelah berhasil pegang, banyak tangan-tangan yang memperebutkannya, gak dapat deh hik hiks..." src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-18-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Melempar CD album ke arah blogger. Saya nyaris mendapatkan CD ini, sayang setelah berhasil pegang, banyak tangan-tangan yang memperebutkannya, gak dapat deh hik hiks...</p></div>
<div id="attachment_1206" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-8-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1206" title="Wall para sponsor Pesta Blogger 2010" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-8-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Wall para sponsor Pesta Blogger 2010</p></div>
<div id="attachment_1207" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-11-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1207" title="Berfoto bersama" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-11-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Foto bersama, sepertinya ga afdol kalau ga abadikan diri anda di wall ini....</p></div>
<div id="attachment_1208" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-1-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1208" title="Sedang asyik update perkembangan Pesta Blogger lewat Twitter atau FB kayaknya nih, sementara disampingnya seorang petugas cleaning service sedang sibuk membersihkan sampah" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-1-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Sedang asyik update perkembangan Pesta Blogger lewat Twitter atau FB kayaknya nih, sementara disampingnya seorang petugas cleaning service sedang sibuk membersihkan sampah</p></div>
<div id="attachment_1210" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-9-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1210" title="Berpas-pasan di lorong. Salah seorang saya kenal deh, yang dibelakang namanya Rizki @benakribo yang punya blog di alamat: http://www.benablog.com" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-9-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Berpas-pasan di lorong. Salah seorang saya kenal deh, yang dibelakang namanya Rizki @benakribo yang punya blog di alamat: http://www.benablog.com</p></div>
<div id="attachment_1211" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-21-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1211" title="Senyum. Para teman-teman blogger, senyum mendengar ocehan panji di panggung" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-21-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Senyum. Para teman-teman blogger, senyum mendengar ocehan panji di panggung</p></div>
<div id="attachment_1213" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-12-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1213" title="Blogger dari Bogor tampak sedang memasuki arena PB 2010" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-12-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Blogger dari Bogor tampak sedang memasuki arena PB 2010</p></div>
<div id="attachment_1214" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-20-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1214" title="Panji sedang &quot;ngoceh&quot; di panggung" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-20-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Panji sedang &quot;ngoceh&quot; di panggung</p></div>
<div id="attachment_1215" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-22-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1215" title="Arena Pesta Blogger 2010" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-22-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Arena Pesta Blogger 2010</p></div>
<div id="attachment_1218" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-17-PestaBlogger-2010.JPG.jpg"><img class="size-medium wp-image-1218" title="Siapakah nama yang pakai baju merah ini? " src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa.com-17-PestaBlogger-2010.JPG-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Siapakah nama yang pakai baju merah ini? </p></div>
<div id="attachment_1221" class="wp-caption alignnone" style="width: 235px"><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa-Pesta-Blogger-2010.jpg"><img class="size-medium wp-image-1221" title="Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa gak afdol kalau gak berpose di wall ini. Sayapun tidak lupa menyempatkan diri berfoto di depan wall Pesta Blogger 2010" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/mendrofa-Pesta-Blogger-2010-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa gak afdol kalau gak berpose di wall ini. Sayapun tidak lupa menyempatkan diri berfoto di depan wall Pesta Blogger 2010</p></div>
<p><a rel="attachment wp-att-1272" href="http://www.mendrofa.com/2010/11/01/pesta-blogger-2010-dalam-foto/pestablogger/"><img class="alignnone size-full wp-image-1272" title="PestaBlogger" src="http://www.mendrofa.com/images/2010/11/PestaBlogger.jpg" alt="" width="300" height="148" /></a></p>
<p><em><span style="color: #ff0000;"><strong><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/11/PB2010.zip" target="_blank"></a></strong></span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2010/11/01/pesta-blogger-2010-dalam-foto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blog Dalam Aktifitas Anda, Berperankah?</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2010/10/21/sejauh-mana-peranan-blog-dalam-aktifitas-anda/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2010/10/21/sejauh-mana-peranan-blog-dalam-aktifitas-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 07:12:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[PB2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mendrofa.com/?p=1142</guid>
		<description><![CDATA[Bila kita mendengar kata blog maka yang terlintas di benak kita adalah suatu alamat website pribadi yang sebagian besar ditulis pemilik blog bersangkutan yang disebut blogger yang berisi curhatan, ulasan ataupun artikel yang gaya penulisannya tergantung dari mood maupun kreatifitas blogger itu sendiri, sepintas tidak ada aturan seperti halnya tulisan di media massa yang ditulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1281" href="http://www.mendrofa.com/2010/10/21/sejauh-mana-peranan-blog-dalam-aktifitas-anda/blog/"><img class="size-full wp-image-1281 alignleft" title="blog" src="http://www.mendrofa.com/images/2010/10/blog.jpg" alt="" width="285" height="177" /></a>Bila kita mendengar kata blog maka yang terlintas di benak kita adalah suatu alamat website pribadi yang sebagian besar ditulis pemilik blog bersangkutan yang disebut blogger yang berisi curhatan, ulasan ataupun artikel yang gaya penulisannya tergantung dari <em>mood </em>maupun kreatifitas blogger itu sendiri, sepintas tidak ada aturan seperti halnya tulisan di media massa yang ditulis oleh seorang jurnalis. Dalam artikel ini, saya tidak akan bahas pengertian blog ataupun blogger. Yang akan saya soroti kali ini, peranan media ini dalam aktifitas kita sehari-hari dalam mencari sesuatu jawaban akurat ataupun sekedar referensi yang kita butuhkan ketika kita berselancar (browsing) di dunia maya.</p>
<p>Kalau saya ditanya apakah peranan blog dalam hidup saya, tentu tanpa ragu akan saya jawab banyak. Blog telah mewarnai hidup saya, walaupun jarang meninggalkan jejak (komentar) di blog yang saya kunjungi, saya begitu banyak mendapatkan manfaat lewat artikel-artikel luar biasa yang ditulis pemilik blog bersangkutan. Mungkin tulisan sejenis akan sulit ditemukan di media arus utama (baca: Televisi, Radio, Majalah, Koran bahkan media online selain blog).</p>
<p>Lewat blog, jiwa <em>entrepreneurship</em> saya tiba-tiba datang dan terinspirasi untuk menggunakan media internet dalam berbisnis. Belakangan, saya punya usaha online <a href="http://www.duada.com" target="_blank">www.duada.com</a> yang sudah berjalan lebih 2 tahun. Situs duada.com merupakan usaha yang bergerak dalam bidang pendaftaran domain, hosting dan desain website. Omzet yang saya dapatkan dari situs ini sudah lumayan untuk usaha yang dimulai dari sekedar hobby dan dorongan untuk mendapatkan sesuatu dari internet.</p>
<p>Apakah blog telah mewarnai aktifitas anda juga? Kalau bagi rekan-rekan blogger mungkin jawaban ini sebagian besar ya. Namun bagi <em>netter</em> yang tidak punya blog mungkin pertanyaan ini tidak berperan dan mungkin juga tanpa disadari ternyata mereka (yang tidak punya blog) pernah berkunjung di salah satu blog dan mendapatkan sesuatu informasi yang bermanfaat buat dirinya. Saya melihat sebagian pelajar mencari materi pelajaran yang mereka butuhkan tanpa sengaja ketika mengetik kata tertentu di mesin pencari tiba-tiba diarahkan ke suatu alamat blog dan materi pelajaran yang mereka butuhkan ada di blog tersebut. Luar biasa kan? Suatu ketika waktu saya masih aktif kuliah dan mampir ke salah satu warnet dekat kampus, saya menyaksikan seorang pelajar dengan tekun mencari materi pelajaran yang dia butuhkan di salah satu blog yang kebetulan mengulas tentang dunia pendidikan.</p>
<p>Teruslah <em>ngeblog</em> rekan-rekan, teruslah sebarkan &#8220;virus-virus&#8221; blogmu walaupun terkadang rasa bosan selalu menghantui untuk tetap konsisten meng-<em>update</em> blog kita masing-masing.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Selamat Hari Blogger Nasional, 27 Oktober 2010!</strong></span></p>
<p><em>Keterangan: gambar diambil dari <a href="http://wisnunurcahyono.wordpress.com" target="_blank">wisnunurcahyono.wordpress.com</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2010/10/21/sejauh-mana-peranan-blog-dalam-aktifitas-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beriklan di Blog Anda, Mau?</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2010/10/15/beriklan-di-blog-anda-mau/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2010/10/15/beriklan-di-blog-anda-mau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Oct 2010 08:28:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mendrofa.com/?p=1101</guid>
		<description><![CDATA[Saya mau beriklan di blog anda, atau kami mau ajak saudara untuk memanfaatkan media (blog) yang anda kelola untuk mempromosikan produk/jasa kami, mau? Pastinya respon kita beragam dalam menyikapinya. Ada yang langsung merespon, boleh-boleh&#8230; ada juga yang masih mikir-mikir bahkan ada yang langsung menolak. Diskusi mengenai topik ini kami bahas hari Senin lalu ketika beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/10/kopdar1.jpg"><img class="size-medium wp-image-1103 alignleft" title="kopdar" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/10/kopdar1-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>Saya mau beriklan di blog anda, atau kami mau ajak saudara untuk memanfaatkan media (blog)  yang anda kelola untuk mempromosikan produk/jasa kami, mau? Pastinya respon kita beragam dalam menyikapinya. Ada yang langsung merespon, boleh-boleh&#8230; ada juga yang masih mikir-mikir bahkan ada yang langsung menolak.</p>
<p>Diskusi mengenai topik ini kami bahas hari Senin lalu ketika beberapa teman-teman blogger &#8220;kopdar&#8221; dan dinner di Thai Express Senayan City dengan salah satu perusahaan media. Pihak yang mengajak kami diskusi setidaknya ada 3 perusahaan yaitu<strong> </strong><a href="http://groupm.com" target="_blank"><strong>groupm interaction</strong></a><strong>, </strong><a href="http://mecglobal.com" target="_blank"><strong>mec</strong></a><strong> </strong>dan<strong> </strong><a href="http://maxusglobal.com" target="_blank"><strong>maxus Indonesia</strong></a>, hal ini terlihat dari kartu nama yang mereka berikan walaupun sepertinya mereka masih satu grup. Dari pihak blogger &#8220;diwakili&#8221; 9 orang, dari perusahaan 5 orang. Jadi <em>deh</em> diskusi kami padat, hangat dan interaktif walau acaranya dikemas dalam bentuk informal. Ternyata, perusahaan yang mengajak kami dinner itu adalah perusahaan global yang punya cabang di Indonesia, menarik juga.</p>
<p>Oh ya, kata kopdar saya ketik dalam tanda kutip karena sebenarnya ini bukan kopi darat melainkan dinner dengan perusahaan yang mengundang kami, dan kebetulan ketemu dengan teman-teman blogger lain tetapi seakan-akan kopdar karena diantara 8 blogger lain hanya mbak <a href="http://www.isnuansa.com" target="_blank">Nunik</a> yang sudah saya kenal, yang lain belum. Begitu juga teman-teman lain, pasti belum saling mengenal. Di tempat dinner, saya berbisik-bisik dengan mbak <span style="font-size: 13.3333px;"><a href="http://www.isnuansa.com" target="_blank">Nunik</a></span>: ini seperti kopdar saja, iya dari kemarin juga saya mikirnya begitu jawabnya.</p>
<p>Dari pihak perusahaan diwakili masing-masing Bussniness Manager, Associate Bussniness Manager, Digital Client Lead dan Social Media Specialist. Jabatan yang terakhir yang menarik perhatian saya yaitu Social Media Specialist, walaupun mungkin jabatan ini setingkat staff tetapi ternyata di beberapa perusahaan sekarang ada yang sudah sadar dan merekrut karyawannya dalam bidang khusus yaitu yang bekerja menangani media sosial. Hal ini sangat kontras dengan beberapa perusahaan &#8220;konservatif&#8221; yang masih menganggap media sosial (baca facebook, twitter, blog) seperti momok yang bisa mengurangi produktifitas karyawannya apalagi kalau sampai membayar satu atau beberapa karyawan untuk &#8220;mengurus&#8221; media sosial. Sepertinya, perusahaan &#8220;konservatif&#8221; tidak punya alokasi dana untuk itu.</p>
<p>Buat saya, diundang berdiksusi oleh perusahaan apalagi perusahaan global merupakan suatu kehormatan. Sedikit <em>geer</em> juga, penting <em>gak sih</em>..?? he he. Baik kita lupakan itu!. Terlepas apakah mereka mau meng-<em>follow up</em> apa saja yang kami diskusikan atau tidak itu lain cerita, yang saya maksud disini adalah ini merupakan suatu <em>moment</em> bagi penulis/pemilik blog bahwa kehadiran mereka sudah mewarnai dunia maya dan bahkan dunia bisnis. Sudah mulai ada perusahaan yang melirik potensi-potensi yang dimiliki blogger dalam hal mengiklankan produk mereka baik lewat media iklan di blog, review di blog ataupun mengajak si blogger untuk jalan-jalan gratis atau menikmati produk mereka lalu tentunya si blogger menulis pengalamannya selama &#8220;test drive&#8221; produk perusahaan tersebut. Si Blogger dapat produk gratis, perusahaan dapat publikasi gratis, impas bukan? Sebenarnya tidak gratis juga sih, mungkin lebih cocok barter ya, Pokoknya sama-sama untunglah.</p>
<p>Jadi, saudara mau ajak saya kopdar? ayo! Mau bahas bisnis? Ayo kita lakukan! Lebih cepat, lebih baik <img src='http://www.mendrofa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Special thanks to tweeps: @ceritaeka @TunggulKuning @pangeransiahaan @isnuansa @helgaindra @benakribo @indobrad @satanbed</p>
<p><em>Keterangan gambar: suasana dinner di Thai Express &#8211;  Senci. Koleksi pribadi.</em></p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;"><span style="line-height: 19px; font-size: 15.6px;">Di tempat dinner, saya berbisik-bisik dengan mbak Nunik: ini seperti kopdar saja, iya dari kemarin juga saya mikirnya begitu jawabnya.</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2010/10/15/beriklan-di-blog-anda-mau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maaf, Verifikasi PayPal Dengan Rekening Bank Sudah Tidak Bisa Lagi</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2010/07/26/maaf-verifikasi-paypal-dengan-rekening-bank-sudah-tidak-bisa-lagi/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2010/07/26/maaf-verifikasi-paypal-dengan-rekening-bank-sudah-tidak-bisa-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 08:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[PayPal]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=1047</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini saya mendapati beberapa komentar teman-teman yang mengaku kesulitan mengverifikasi rekening PayPal mereka. Sebagaimana kita ketahui bahwa PayPal sepertinya sudah mulai melunak dengan kebijakannya dibanding beberapa tahun lalu yang masih belum melirik seratus persen pasar Indonesia, hal ini terlihat dari beberapa fitur Paypal belum bisa dinikmati netter asal Indonesia, begitupun dengan bahasa Indonesia belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/09/paypal.jpg"><img class="size-medium wp-image-1093 alignleft" title="paypal" src="http://mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/07/paypal-286x300.jpg" alt="" width="286" height="300" /></a>Akhir-akhir ini saya mendapati beberapa komentar teman-teman yang mengaku kesulitan mengverifikasi rekening PayPal mereka. Sebagaimana kita ketahui bahwa PayPal sepertinya sudah mulai melunak dengan kebijakannya dibanding beberapa tahun lalu yang masih belum melirik seratus persen pasar Indonesia, hal ini terlihat dari beberapa fitur Paypal belum bisa dinikmati netter asal Indonesia, begitupun dengan bahasa Indonesia belum ada di situs pembayaran online terbesar ini. Tetapi akhir-akhir ini PayPal dalam bahasa Indonesia sudah ada bahkan untuk verifikasi rekening PayPal cukup dengan menggunakan rekening bank lokal.</p>
<p>Salah seorang pembaca blog ini yaitu bung <strong><a rel="external nofollow" href="http://dimasrlp.wordpress.com/">Dimasrlp</a> </strong>juga telah berhasil mengverifikasi rekening PayPalnya. Tentunya saya bertanya-tanya, heran dan bingung karena saya melakukan verifikasi PayPal dengan rekening bank tidak ada masalah, bisa dikatakan gampang: daftar, aktifasi e-mail, verifikasi rekekning PayPal lewat deposit yang dikirim dan beres (status: verified).</p>
<p>Sementara sebagian teman-teman yang mengunjungi blog saya ini khususnya yang mencoba mengverifikasi rekening PayPal dengan mengikuti panduan verifikasi dengan menggunakan rekening Bank (bukan dengan kartu kredit) yang saya tulis sebelumnya mengaku kesulitan bahkan tidak mendapatkan sejumlah deposit yang seharusnya dikirimkan PayPal ke rekening bank seperti yang saya klaim.</p>
<p>Karena penasaran, maka saya memutuskan untuk mendaftar lagi dengan rekening bank saya yang belum terdaftar di PayPal. Dan hasilnya? Ada yang aneh saudara-saudara setanah air, bagai tersambar petir di siang bolong ternyata ada yang kurang beres, ketika saya mendaftar dan menambahkan rekening bank lokal yaitu tampilan dan pesan yang muncul memang benar tidak seperti ketika saya mendaftar rekening PayPal di akhir Januari 2010 yang lalu yang saya tulis dengan judul &#8220;<a href="http://www.mendrofa.com/2010/02/05/panduan-verifikasi-paypal-dengan-kartu-debit/" target="_blank">Panduan Verifikasi PayPal Dengan Kartu Debit</a>&#8220;.</p>
<p>Saya lalu berinisiatif bertanya dan mengkonfirmasi ke pihak PayPal, dan jawaban mereka adalah:</p>
<blockquote><p><em>We apologize for your recent unsuccessful attempt at verifying yourPayPal account using your bank account. This feature has been disabledon the week of the <strong>12th of April 2010</strong></em><em> so as to work on improving ouruser experience. We are working to try to make this available to youshortly.</em></p>
<p><em>While our feature enhancement is taking place, you can still continue towithdraw/transfer your funds from your PayPal account to your bank account.</em></p></blockquote>
<p>Ternyata sejak tanggal <strong>12 April 2010</strong>, fitur verifikasi account Paypal dengan menggunakan rekening bank lokal Indonesia dinon-aktifkan sementara. Jadi terjawab sudah teka-teki yang selama ini menjadi pertanyaan sebagian teman-teman dan juga saya sendiri. Semoga PayPal segera mengaktifkan fitur ini lagi, bagaimanapun verifikasi dengan menggunakan rekening bank lokal Indonesia sangat membantu. Saya mohon maaf kepada teman-teman yang sudah mencoba panduan yang saya tulis sebelumnya dan gagal mengverifikasi rekening PayPalnya setelah tanggal 12 April 2010.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">&nbsp;</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2010/07/26/maaf-verifikasi-paypal-dengan-rekening-bank-sudah-tidak-bisa-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerak Telor</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2010/06/15/kerak-telor/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2010/06/15/kerak-telor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 07:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=1034</guid>
		<description><![CDATA[Ketika hari minggu kemarin (13/06/2010) berkunjung Jakarta Fair 2010, seperti biasa di sepanjang jalan sekitar komplek Jakarta Fair dipenuhi pedagang kerak telor, makanan khas Jakarta (Betawi) itu. Ada yang unik yang berhasil menarik perhatian saya, ternyata semua pedagang itu memakai semacam ID Card &#8220;resmi&#8221; untuk berjualan di sepanjang trotoar. ID Card itu digantung di setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika hari minggu kemarin (<em>13/06/2010</em>) berkunjung Jakarta Fair 2010, seperti biasa di sepanjang jalan sekitar komplek Jakarta Fair dipenuhi pedagang kerak telor, makanan khas Jakarta (Betawi) itu. Ada yang unik yang berhasil menarik perhatian saya, ternyata semua pedagang itu memakai semacam ID Card &#8220;resmi&#8221; untuk berjualan di sepanjang trotoar. ID Card itu digantung di setiap gerobak mereka, hampir dipastikan tidak ada yang belum memajangnya.  Ternyata ID Card itu dikeluarkan oleh salah satu organisasi kemasyarakatan yang sudah terkenal di ibukota. Yang tidak punya ID Card &#8220;resmi&#8221; tidak boleh berjualan, nanti akan ditegur oleh petugas dari organisasi kemasyarakatan tadi. Kata ditegur disini tentunya bermakna banyak, ujung-ujungnya mungkin bisa kekerasan fisik pikir saya.<span id="more-1034"></span></p>
<p>Layaknya ID Card, di ID Card itu tertera nama organisasi yang mengeluarkan beserta foto pemimpin mereka (narsis banget ya) terus disertai tanda tangan. Di belakang ID Card ada ketentuan pemakaian ID Card. Pedangang yang mangkal disini mungkin ratusan orang, dulu bisa sampai ribuan, kata salah satu pedagang. Pedagang disini biasanya pedagang musiman, hanya berdagang selama Jakarta fair berlangsung. Ini diperkuat dengan &#8220;izin&#8221; yang diberikan lewat ID Card. Bisa dibayangkan berapa perputaran ekonomi warga selama 1 bulan itu.</p>
<p>Apa itu kerak telor? Kerak telor adalah salah satu makanan khas Jakarta (Betawi) yang cukup unik yang terbuat dari bahan-bahan beras ketan putih, telur ayam, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir. Untuk masalah rasa, saya tidak bisa menjelaskannya dan membandingkannya. Maklum saya tidak suka dengan yang namanya wisata kuliner. Yang jelas kerak telor telah menjadi salah satu brand Jakarta, itupun kalau Pemerintah Daerah Jakarta punya niat untuk itu.</p>
<p><strong>Ironis</strong></p>
<p>Bisa dikatakan hampir semua pedagang musiman itu adalah warga biasa, bukan pengusaha. Lalu kalau untuk berjualan selama 1 bulan harus sewa tempat dengan biaya Rp. 350.000 tentunya merupakan biaya operasioanl tambahan yang sejujurnya cukup menyita pendapatan mereka. Tapi kenyataannya, untuk berjualan di trotoar  itu mereka dikutip retribusi Rp. 350.000 per bulan!</p>
<p>Pertanyaannya, Lho kok bisa? Ya bisa. Apakah biaya retribusi itu pemerintah daerah yang kutip? Bukan, itu organisasi kemasyarakatan yang punya &#8220;kerjaan&#8221;. ID Card menjadi medianya, dengan punya ID Card pedagang bisa leluasa berdagang. Untuk memperoleh ID Card, maka perlu mengurusnya di &#8220;markas&#8221; organisasi kemasyarakatan dengan biaya Rp. 350.000. Menurut salah seorang pedagang, uang sebasar itu dapat dicicil 3 kali. Bayangkan, kalau diasumsikan ada sekitar 300 orang pedagang yang membayar upeti maka Rp. 105.000.000 (seratus lima juta Rupiah) mengalir di kantong organisasi kemasyarakatan tadi, sungguh suatu  nominal yang besar juga! Ilegalkah kegiatan kutip-mengutip itu? Kurang tau juga, menurut hemat saya kalau memang harus ada retribusi dalam rangka mengatur para pedagang bukankah seharusnya instansi pemerintah yang melakukannya?</p>
<p>Satu hal lagi, walau kerak telor merupakan makanan khas asli Betawi ternyata sebagian besar pedagangnya berasal dari luar Jakarta, ada yang Sunda, Jawa. Mungkin pedagang (yang Betawi) sudah jadi juragan semua bang makanya mereka sudah tidak jualan lagi, kata salah satu pedagang mengakhiri pembicaraan kami.</p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/06/Mendrofa-001.jpg"><img title="Mendrofa-001" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/06/Mendrofa-001-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a> <a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/06/mendrofa-002.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1038" title="mendrofa-002" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/06/mendrofa-002-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2010/06/15/kerak-telor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Priok Berdarah, Klimaks "Dosa-dosa" Pol PP</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2010/04/15/priok-berdarah-klimaks-dosa-dosa-pol-pp-2/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2010/04/15/priok-berdarah-klimaks-dosa-dosa-pol-pp-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 05:20:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pol PP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=1020</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa bermaksud menyinggung perasaan keluarga korban tewas dari Pihak Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang masih berduka, kejadian tragis yang mengakibatkan kerugian materi bahkan korban jiwa di pihak pol PP maupun warga memang sudah selayaknya mereka (Pol PP) mendapatkan &#8220;ganjaran&#8221; itu. Publik sudah tahu &#8220;track record&#8221; Pol PP dalam menjalankan setiap tugasnya rata-rata berakhir dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanpa bermaksud menyinggung perasaan keluarga korban tewas dari Pihak Polisi Pamong Praja (Pol PP) yang masih berduka, kejadian tragis yang mengakibatkan kerugian materi bahkan korban jiwa di pihak pol PP maupun warga memang sudah selayaknya mereka (Pol PP) mendapatkan &#8220;ganjaran&#8221; itu.<span id="more-1020"></span></p>
<p>Publik sudah tahu &#8220;track record&#8221; Pol PP dalam menjalankan setiap tugasnya rata-rata berakhir dengan bentrokan dengan warga, sepertinya tidak afdol kalau setiap penggusuran tidak diakhiri dengan &#8220;ritual&#8221; bentrokan dengan warga. Pihak aparat kepolisian yang kadang turut serta membantu aparat Pol PP dalam melakukan penertiban tidak jarang berhadap-hadapan dengan Pol PP sendiri karena anggota Pol PP terus-menerus memukuli warga yang tidak berdaya sedangkan pihak aparat polisi berusaha melereai atau mengamankan warga yang sedang jadi bulan-bulanan aparat Pol PP.</p>
<p>Seperti kejadian kemarin (14/04/2010), kalau saja salah seorang warga yang sudah terpojok dan jadi bulan-bulanan aparat Pol PP tidak segera diamankan polisi maka mungkin warga itu akan babak belur. Menariknya walau warga tersebut sudah dibela/diselamatkan beberapa anggota polisi yang datang memasang badan, anggota Pol PP yang sudah beringas berusaha menerobos untuk memukuli warga tersebut di depan polisi. Polisi lalu beteriak agar anggota PP tersebut menjauh.</p>
<p>Semoga dengan kejadian Priok berdarah yang saya anggap sebagai klimaks dari &#8220;dosa-dosa&#8221; Polisi Pamong Praja selama ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi pengambil kebijakan seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, anggota DPR/DPRD maupun masyarakat untuk &#8220;mereview&#8221; apakah layak mempertahankan keberadaan Polisi Pamong Praja atau membubarkan saja lembaga itu dan atau membenahi dulu organisasi Pol PP sebelum melakukan &#8220;aksi-aksi&#8221; berikutnya agar mereka semakin profesional, sesuai harapan masyarakat dan dalam setiap aksinya di lapangan tentunya manusiawi dan mengedepankan pendekatan musyawarah dengan warga dan bukan sebaliknya langsung memakai cara-cara yang dipraktekkan selama ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2010/04/15/priok-berdarah-klimaks-dosa-dosa-pol-pp-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sampai Ketemu di Java Jazz 2011</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2010/03/09/sampai-ketemu-di-java-jazz-2011/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2010/03/09/sampai-ketemu-di-java-jazz-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 07:13:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Java Jazz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=977</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya perhelatan akbar Jakarta International Java Jazz Festival berakhir pada hari Minggu kemarin (7/3/2010). Selama 3 hari penggemar musik Jazz di tanah air dimanjakan oleh musisi kelas dunia, festival Jazz terbesar yang pernah ada sejagat dengan 20 panggung dan ribuan artis dalam dan luar negeri. Jakarta International Java Jazz Festival 2010 bahkan diganjar penghargaan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya perhelatan akbar Jakarta International Java Jazz Festival berakhir pada hari Minggu kemarin (7/3/2010). Selama 3 hari penggemar musik Jazz di tanah air dimanjakan oleh musisi kelas dunia, festival Jazz terbesar yang pernah ada sejagat dengan 20 panggung dan ribuan artis dalam dan luar negeri. Jakarta International Java Jazz Festival 2010 bahkan diganjar penghargaan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai festival Jazz terbesar dunia, luar biasa! Di tengah keterpurukan negeri ini, seperti rekor negara terkorup di Asia Pasifik yang baru saja dirilis, negara kita juga &#8220;mengimbanginya&#8221; dengan rekor baru dalam dunia musik.<span id="more-977"></span></p>
<p>Tua, muda bahkan banyak pelajar juga ikut menikmati setiap alunan musik yang dibawakan. Warga/turis asing, pejabat ataupun artis-artis tanah air juga &#8220;berkeliaran&#8221; menonton festival ini, teman-teman blogger juga ternyata banyak menonton acara ini. Singkatnya semua datang dengan segala perjuangan (baca bolak-balik stage dengan kaki pegal) hanya untuk satu tujuan menikmati alunan musik Jazz.</p>
<p>Ada beberapa kejadian yang menarik dan unik menurut saya yaitu ketika lagu terakhir yang dibawakan artis yang manggung berakhir dan menutupnya dengan ucapan terima kasih, para penonton sepertinya enggan meninggalkan arena konser, padahal masih ada belasan panggung lain yang sedang mengadakan pertunjukan serupa, justru sebagian meneriakkan &#8220;more, more&#8230;&#8230;&#8221;. Saya yakin para penonton banyak yang belum terlalu kenal dengan artis yang manggung bahkan bisa jadi baru mendengar namanya ketika perhelatan Java Jazz ini (seperti saya misalnya) tetapi sepertinya para penonton sudah mempunyai keterikatan seakan-akan sudah sangat familiar. Ini mengindikasikan bahwa musik Jazz telah menghipnotis penonton, bukan semata-mata karena menjadi penggemar (ngefans) dengan artis yang bersangkutan, para penonton bukan berbasiskan fans.</p>
<p>Saya sendiri masuk ke arena festival sekitar jam 4 sore dan baru meninggalkannya jam 00.35 WIB (7 jam lebih), menikmati musik Jazz 7 jam lebih dalam sehari merupakan rekor terlama buat saya, lebih-lebih dalam menikmati musik. Kali ini saya pergi nonton sendirian, saya menikmati kesendirian ini untuk benar-benar menonton Jazz. Beberapa kali membaca update-an twitternya mbak <a href="http://chikastuff.wordpress.com/">Chika</a> yang sedang nonton juga dan kami saling balas Twit deh dan akhirnya tidak bisa ketemuan juga padahal saya mau sekalian kopdar juga dengan mbak yang satu ini, memang pernah ketemuan di Pesta Blogger juga sih.</p>
<p>Terus terang, saya baru mengenal musik Jazz beberapa tahun terakhir berkat adanya festival Jazz yang diselenggarakan PT. JAVA FESTIVAL PRODUCTION ini. Java Festival Production telah berperan besar memperkenalkan musik Jazz di tanah air. Tahun lalu bahkan saya masih ragu dan akhirnya memutuskan untuk tidak menonton Java Jazz Festival karena takut perhelatannya mengecewakan saya, tetapi akhirnya tahun ini saya memutuskan untuk menonton dan ternyata luar biasa nikmatnya dan bahkan saya telah menetapkan festival ini ke dalam agenda tahunan saya yang wajib untuk didatangi, tentunya kalau perhelatan musik Jazz ini konsisten diselenggarakan.</p>
<p>Ketika waktu mulai masuk ke jam 00 WIB dini hari, saya masih menonton konser Gugun Blues Shelter di panggung terbuka, penampilan mereka keren banget walau aliran musiknya tidak terlalu Jazz bahkan mungkin bukan? kurang tau juga, mungkin sesuai namanya musik mereka beraliran Blues. Karena penampilan mereka keren, maka saya memutuskan untuk menontonnya sampai berakhir, lagi-lagi penonton minta nambah dan dipenuhi. Oh ya, Gugun Blues Shelter adalah grup musik lokal yang sudah dikenal luas di dunia Internasional ternyata, seorang personil mereka adalah bule yang sudah fasih berbahasa Indonesia. Gugun Blues Shelter akan manggung di Singapore dalam waktu dekat bareng musisi kaliber dunia tentunya.</p>
<p>Setelah puas menonton Gugun Blues Shelter, saya balik lagi ke gedung utama dan naik ke lantai 6 sekitar jam 00.15 WIB, Nita Aartsen-Latin Jazz Mania sudah menunggu disana. Kali ini yang menonton sedikit, tempatnya juga tidak luas. Penampilan Nita Aartsen-Latin Jazz termasuk pertunjukan terakhir selain Arturo O&#8217;Farril. Walau kaki sudah pegal dan sudah ngantuk para penonton termasuk saya (mungkinkah ini barisan penikmat Jazz sejati? he he he) dengan setia menikmati alunan Jazz yang mereka bawakan, pertunjukan ini suasananya seperti nonton pagelaran wayang saja, nonton semalam suntuk. Sampai ketemu di Java Jazz Festival 2011!</p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/03/MendrofaCom-JavaJazz-03.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1008" title="MendrofaCom-JavaJazz-03" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/03/MendrofaCom-JavaJazz-03-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a> <a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/03/MendrofaCom-JavaJazz-04.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1009" title="MendrofaCom-JavaJazz-04" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/03/MendrofaCom-JavaJazz-04-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a> <a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/03/MendrofaCom-JavaJazz-05.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1010" title="MendrofaCom-JavaJazz-05" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/03/MendrofaCom-JavaJazz-05-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a> <a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/03/MendrofaCom-JavaJazz-01.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1011" title="MendrofaCom-JavaJazz-01" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/03/MendrofaCom-JavaJazz-01-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a> <a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/03/MendrofaCom-JavaJazz-02.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1012" title="MendrofaCom-JavaJazz-02" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/03/MendrofaCom-JavaJazz-02-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2010/03/09/sampai-ketemu-di-java-jazz-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terima kasih Sudah Merokok</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2010/02/20/terima-kasih-sudah-merokok/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2010/02/20/terima-kasih-sudah-merokok/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 13:32:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Rokok]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=949</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih sudah merokok, judul yang aneh ya. Menyuruh orang &#8220;membunuh&#8221; secara pelan-pelan diri sendiri dan menguras isi kantong tetapi kenapa berterima kasih? Ya, harus berterima kasih. Produsen rokok untung, petani tembakau untung, negara untung dengan cukai rokoknya yang mahal tetapi masih murah dibanding dengan negara-negara lain. Mereka-mereka inilah yang berterima kasih. Perputaran roda ekonomi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih sudah merokok, judul yang aneh ya. Menyuruh orang &#8220;membunuh&#8221; secara pelan-pelan diri sendiri dan menguras isi kantong tetapi kenapa berterima kasih? Ya, harus berterima kasih. Produsen rokok untung, petani tembakau untung, negara untung dengan cukai rokoknya yang mahal tetapi masih murah dibanding dengan negara-negara lain. Mereka-mereka inilah yang berterima kasih. Perputaran roda ekonomi dengan industri rokoknya memang sangat pesat, sepesat dampak negatifnya juga bahkan kalau dipikir-pikir, kerugian yang diakibatkan rokok tidak sebanding dengan keuntungan yang didapat tadi. Tetapi kenapa masih banyak yang merokok justru dikalangan warga yang ekonominya pas-pasan? aneh juga.<span id="more-949"></span></p>
<p>Saya secara pribadi berterima kasih juga karena telah merokok! Karena dengan merokok, saya bisa menulis artikel ini dan bisa mengerti kenapa &#8220;harus&#8221; merokok dan kenapa harus berhenti merokok segera atau kapan &#8220;idealnya&#8221; merokok dan kapan tidak merokok. Saya dulunya sebagai perokok aktif juga, tetapi sekarang saya sudah bosan merokok karena bosan merokok maka saya berkomitmen untuk berhenti merokok. Ya, sudah berhenti merokok lebih 2 tahun yang lalu. Dulu ketika berhenti, banyak teman-teman yang tertawa mendengarnya. Menurut mereka itu lucu dan mustahil terjadi tetapi buat saya itu tidak lucu dan gampang untuk berhenti. Dengan kesadaran sendiri dan sedikit kemauan, saya bisa berhenti merokok. Tidak ada tips, tidak ada yang menekan untuk berhenti dan bahkan saya tidak tersiksa karena disebabkan keputusan berhenti yang tiba-tiba itu. Semuanya berjalan lancar, tanpa hambatan. Lalu apa yang membuat saya berhasil berhenti? Alasannya:  BOSAN!</p>
<p>Sejarah rokok dalam hidup saya sendiri sebanarnya cukup panjang dan mempunyai &#8220;3 fase&#8221; merokok yaitu pertama kali mengenal rokok ketika kelas 6 Sekolah Dasar (SD), waktu itu cuma merokok 1 batang tetapi dengan jantung berdebar berjuta rasa antara takut dan nikmat. Setelah lulus dan masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dari kelas 1 sampai 2 saya tidak merokok dan waktu kelas 3 saya merokok selama 1 tahun. Ketika lulus SMP dan masuk SMK, saya berhenti merokok lagi. Ketika kelas 3 SMK, saya telah menjelma jadi perokok berat! Wajib hukumnya untuk menyedot rokok minimal 1 bungkus setiap hari. Dalam fase ini, saya mempunyai &#8220;motto&#8221;: boleh tidak makan, asal merokok! Maklum waktu itu saya ngekos, uang kos dan uang untuk membeli keperluan sehari-hari sebagian dipakai untuk beli barang &#8220;haram&#8221; itu.</p>
<p>Ketika tamat SMK dan merantau untuk kuliah ke Jakarta, ternyata kebiasaan merokok ini tetap berjalan bahkan semakin parah, berinternet 2 atau 3 jam saja sudah menghabiskan 1 bungkus rokok. Ketika kuliah, selain merokok dibarengi dengan minum-minuman beralkohol, nongkrongnya di warung depan kampus yang tidak jauh dari pintu gerbang. Setiap cewek-cewek yang lewat disitu melihat kami dengan sinis  (belakangan baru sadar) tetapi saya menganggapnya keren, cool! Tidak sedikit kalau pulang kuliah saya dan beberapa teman melalui stasiun Megaria &#8211; Cikini dan bioskop Megaria di Jakarta Pusat yang legendaris itu  dengan berjalan  sempoyongan, lucu tetapi mungkin lebih cocok konyol.</p>
<p>Suatu saat sepeti biasa sambil menunggu dosen saya dan beberapa teman merokok di kelas yang ber-AC dan teman-teman lainnya yang tidak merokok menegur kami, teman saya yang lain mengalah keluar kelas walau dengan berat hati tetapi saya bersikeras untuk tidak meninggalkan kelas itu, sambil menghirup rokoknya dalam-dalam saya lalu balas mengecam mereka, kalau kalian tidak nyaman atau tidak senang kalian keluar ruangan. Jangan menyuruh saya keluar, hak saya untuk untuk santai dan merokok. Sayapun tidak menggubris protes mereka dan akhirnya teman-teman saya mengalah. Tinggallah sendirian di kelas sambil menikmati dan berpikir kenapa teman-teman saya pada protes? sampai mereka keluar kelas, padahal saya tahu mereka itu terpaksa karena sebenarnya mereka masih ingin berdiskusi dan menyelesaikan tugas-tugas mereka. Saya juga berpikir, dimana-mana orang-orang yang tidak merokok menghindari saya dan kalau sudah mulai pegang korek api dan rokok tiba-tiba tanpa diusir mereka sudah kabur.</p>
<p>Suatu saat saya berdebat sengit dengan seorang senior saya yang tidak merokok, menurut dia merokok itu dosa istilah sekarang haram. Sontak saya protes, mana ayat yang mendukung dalam kitab yang melarang atau mengharamkan rokok itu? teman saya lalu berkata, memang tidak ada tapi bukankah rokok itu merusak kesehatan yang merusak diri sendiri dan di Kitab agama manapun merusak kesehatan diri sendiri tidak boleh. Tapi jawaban saya sederhana, itu tidak relevan. Pokoknya merokok walaupun bisa merusak kesehatan tetapi bukan dosa.</p>
<p>Lalu lama-kelamaan, saya berpikir kenapa tidak berhenti merokok saja. Sudah jelas merokok itu banyak sisi negatifnya, kenapa saya harus bertahan untuk merokok? Terlepas apakah merokok itu dosa, haram atau bahkan sebaliknya.</p>
<p>Akhirnya saya mengambil keputusan untuk berhenti merokok, dan memotivasi diri-sendiri dengan berkata: saya bosan merokok! Kalau ketemu dengan teman-teman di kampus atau di kos, saya bilang maaf saya sudah berhenti merokok, saya bosan merokok. Kalau sudah bosan merokok apa yang anda lakukan? Teman saya menjawab: ya berhenti! Saya jawab benar, jadi jangan tawari saya rokok lagi.</p>
<p><strong>Merokok Itu Keren<br />
</strong></p>
<p>Dari dulu sampai sekarang, konon alasan orang merokok itu karena ingin tampil keren sambil menghindari sebutan bencong (banci) kalau dirinya tidak merokok dan kesenangan yang didapat dari merokok adalah bonus yang didapat dikemudian hari setelah terikat dengan rokok itu sendiri. Faktanya banyak bencong yang merokok, kalau masalah keren? itu relatif.</p>
<p>Biasanya orang-orang yang berhenti merokok akan mengalami tekanan dari diri-sendiri maupun dari luar misalnya dari teman-temannya maupun teman barunya ketika bertemu di suatu pesta misalnya. Seakan-akan orang lain berkata, anda payah, anda tidak punya solidaritas bahkan anda banci karena tidak merokok (padahal banyak banci yang merokok!) Salah satu alasan perokok pemula untuk nekat mencoba merokok karena alasan terakhir ini, menghindari cap banci dari teman-temannya oleh karena itu dia akan memulai merokok dan merasa itu keren. Pertanyaan saya, dengan banyak bencong (bahkan rata-rata merokok) apakah tidak sebaliknya perokok itu dicap sebagai banci? he he he</p>
<p>Mungkin bagi anda yang masih aktif merokok dan berkeinginan berhenti mempertimbangkan kata-kata terakhir ini untuk memotivasi diri-sendiri biar bisa berhenti merokok. Ucapkan berkali-kali: saya bosan merokok, saya bukan banci!! Tentunya semua hal adalah merupakan pilihan buat kita, anda punya pilihan untuk tetap merokok atau untuk berhenti merokok, itu adalah pilihan hidup anda, hak prerogatif anda.</p>
<p>Pesan moral: berhentilah merokok, sebelum rokok itu membunuh anda!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2010/02/20/terima-kasih-sudah-merokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RPP Konten Multimedia, Peraturan Reaktif</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2010/02/16/rpp-konten-multimedia-peraturan-reaktif/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2010/02/16/rpp-konten-multimedia-peraturan-reaktif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 04:53:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=905</guid>
		<description><![CDATA[Rancangan Peraturan Menteri tentang konten multimedia menurut saya merupakan rancangan peraturan reaktif atas &#8220;kegagalan&#8221; pemerintah dalam memerangi atau membendung aksi sebagian tulisan di blog, forum maupun di situs-situs lainnya yang melanggar hukum ataupun ada indikasi melanggar hukum di Indonesia ataupun menghina tokoh-tokoh tertentu seperti artikel dan gambar yang menghina nabi salah satu agama beberapa waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rancangan Peraturan Menteri tentang konten multimedia menurut saya merupakan rancangan peraturan reaktif atas &#8220;kegagalan&#8221; pemerintah dalam memerangi atau membendung aksi sebagian tulisan di blog, forum maupun di situs-situs lainnya yang melanggar hukum ataupun ada indikasi melanggar hukum di Indonesia ataupun menghina tokoh-tokoh tertentu seperti artikel dan gambar yang menghina nabi salah satu agama beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Tuduhan saya ini berdasarkan atas salah satu pasal yang justru menghukum penyelenggara (provider) yang belum tentu berperan sebagai penulis konten dan bukan menghukum penulis konten misalnya. Dan cara ini dianggap efektif karena kalau ada pelanggaran maka tinggal meminta pertanggungjawaban provider tadi, mencari biang kerok atau penulis konten tidak perlu lagi karena sudah otomatis ada tersangkanya. Kalau pakai cara ini, betapa &#8220;praktisnya&#8221; mencari pelaku kejahatan di dunia maya. Tanpa bantuan pakar, ahli IT atau pakar forensik, pihak berwajib sudah dapat tersangkanya, instan!<span id="more-905"></span></p>
<p>Kasus yang berusaha menyeret penyelenggara konten misalnya pernah dialami Youtube karena dianggap telah mempublikasi hak cipta dari para penyedia materi yang videonya diupload di situs <a href="http://youtube.com/" target="_blank">youtube.com</a>. Dan hasilnya apa? Apakah Youtube sukses dijerat? Jawabannya hampir tidak mungkin dan mereka akhirnya terbebas dari jeratan hukum.</p>
<p>RPM tentang multimedia ini seperti peraturan yang berusaha mencari tikus dalam lumbung padi, gudang makanan atau gudang penyimpanan. Karena rasa frustasi dan ketidakberdayaan mencari tikus itu, maka gudangnya dihanguskan, dibakar! Segitunyakah sampai membakar gudang tersebut? Sepertinya tidak tepat dan tidak bijaksana. Tetapi ya itu tadi, karena panik makanya timbullah kebijakan yang reaktif itu dengan membakar gudang atau lumbung padinya. Tentunya cara ini bukan menyelesaikan masalah.</p>
<p>Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) saja perlu ditinjau kembali karena sudah ada korbannya, kementrian komunikasi dan informasi justru menambah peraturan yang kontroversial. Semoga peraturan ataupun undang-undang yang dibuat pemerintah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mengayomi dan melindungi masyarakat dari kejahatan atau kerugian yang ditimbulkan dari penyebaran konten multimedia dan bukan justru sebaliknya menjadi media baru dalam &#8220;membunuh&#8221; kreatifitas khususnya di dunia maya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2010/02/16/rpp-konten-multimedia-peraturan-reaktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prahara BENDERA</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2010/02/13/prahara-bendera/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2010/02/13/prahara-bendera/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 05:23:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=892</guid>
		<description><![CDATA[Markas Benteng Demokrasi Indonesia (Bendera) semalam tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal (12/02/2010). Sepintas ini merupakan hal yang luar biasa, namun sebenarnya menurut saya ini adalah hal yang wajar. Wajar karena di negeri nan demokratis ini, kritik tajam yang dibarengi dengan tindakan kekerasan sepertinya telah menjadi salah satu paket yang setiap hari kita saksikan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Markas Benteng Demokrasi Indonesia (Bendera) semalam tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal (12/02/2010). Sepintas ini merupakan hal yang luar biasa, namun sebenarnya menurut saya ini adalah hal yang wajar. Wajar karena di negeri nan demokratis ini, kritik tajam yang dibarengi dengan tindakan kekerasan sepertinya telah menjadi salah satu paket yang setiap hari kita saksikan di media televisi.</p>
<p>Lihat saja di kampus-kampus yang menjadi &#8220;sarang&#8221;nya calon intelektual muda, setiap kritik yang disalurkan melalui demonstrasi kalau boleh dibilang selalu dibarengi dengan bumbu kekerasan, dorong-dorngan dengan aparat. Sebenarnya saya dulu salah satu yang senang dengan berdemo pakai pola ini, tetapi lama-kelamaan kok perasaan demonstrasi sekarang semakin banyak tindakan kekerasan yang tidak perlu dibanding dengan isi tuntutan para pendemo itu ya. Saya bukan anti demo, malah mendukung tetapi menurut saya berdemo yang wajarlah. Kalau tuntutan tidak didengar, tidak harus melakukan provokasi yang menjurus ketindakan kekerasan. <span id="more-892"></span></p>
<p>Aparat di lapangan juga kadang menambah ricuh suasana. Lihat saja beberapa kasus penggusuran yang dilakukan aparat polisi pamong praja yang kurang bersahabat. Lalu apa hubungan tindakan-tindakan tidak wajar ini dengan penyerangan markas Bendera diatas? Hubungannya adalah bahwa kelompok tertentu yang tidak suka dengan tindakan aktifis Bendera itu akan mengkritik dalam bentuk penyerangan, intimidasi dan bukan adu argumen atau mengklarifikasi dengan memberikan data-data yang bisa membantah tuduhan itu dan bukan malah sebaliknya langsung mengkriminalkan pelapor dengan memakai pasal pencemaran nama baik atau menganggap difitnah.</p>
<p>Saya dizolimi, difitnah dibilang ini dan itu. Pernyataan semacam ini sering kita dengar dari para politisi dan pemimpin negeri. Sering curhat, seakan-akan apa yang dikeluhkan warga atau LSM semuanya fitnah dan tidak benar. Dan kalaupun tidak benar, kenapa harus repot-repot curhat, cengeng sekali (meminjam kata salah satu keomentator di televisi)<em>.</em></p>
<p>Hentikan kekerasan, dukung sikap kritis dan berani aktifis Bendera dan usut penyerang markas Bendera itu biar anak bangsa tidak takut bersuara dan bebas dari intimidasi.<em> Jangan lebay plis!<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2010/02/13/prahara-bendera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Verifikasi PayPal Dengan Kartu Debit</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2010/02/05/panduan-verifikasi-paypal-dengan-kartu-debit/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2010/02/05/panduan-verifikasi-paypal-dengan-kartu-debit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 09:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[PayPal]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=829</guid>
		<description><![CDATA[Update (26/07/20/2010): sejak tanggal 12 April 2010, verifikasi PayPal dengan menggunakan rekening bank lokal Indonesia telah dinon-aktifkan, semoga fitur ini diaktifkan kembali Verifikasi rekening PayPal sudah bisa dilakukan dengan kartu debit atau rekening tabungan di Bank lokal tanpa harus menggunakan kartu kredit ataupun menggunakan virtual credit card (VCC). Cara aktifasinya juga sangat mudah dan prosesnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color: #ff0000;">Update <em>(26/07/20/2010)</em>: sejak tanggal 12 April 2010, verifikasi PayPal dengan menggunakan rekening bank lokal Indonesia telah dinon-aktifkan, semoga fitur ini diaktifkan kembali <img src='http://www.mendrofa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p></blockquote>
<p>Verifikasi rekening PayPal sudah bisa dilakukan dengan <strong>kartu debit</strong> atau rekening tabungan di Bank lokal tanpa harus menggunakan kartu kredit ataupun menggunakan virtual credit card (VCC). Cara aktifasinya juga sangat mudah dan prosesnya cepat, namun perlu sedikit cara yang gak &#8220;biasa&#8221; untuk verifikasinya. Berikut panduan pendaftaran sampai proses verifikasi account PayPal. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Silahkan melakukan pendaftaran di <strong>www.payPal.com</strong>. Di formulir yang tersedia, isi data seperti: alamat e-mail, password, nama, tanggal lahir, negara, alamat, kota, kode pos dan nomor telepon. Identitas harus diisi dengan jelas dan bukan nama samaran. Selanjutnya klik <strong>&#8220;Agree and Create Account&#8221;</strong> sehingga akan muncul formulir pengisian data kartu kredit seperti gambar berikut:</p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-daftar2.png"><img class="alignnone size-full wp-image-838" title="MendrofaDotCom-daftar2" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-daftar2.png" alt="" width="553" height="328" /></a></p>
<p>Nah, di tahap pengisian formulir kartu kredit inilah yang selama ini menghambat proses verifikasi rekening PayPal khususnya bagi pendaftar yang belum mempunyai kartu kredit. Untuk itu abaikan saja tahap ini, langsung klik <strong>&#8220;Go to My Account&#8221;</strong>.</p>
<p>Konfirmasi kepemilikan e-mail dengan mengklik link yang telah dikirimkan PayPal ke e-mail, buka e-mail lalu klik <strong>&#8220;Link your card&#8221;</strong></p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-konfirmasi-e-mail.png"><img class="alignnone size-full wp-image-849" title="MendrofaDotCom-konfirmasi e-mail" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-konfirmasi-e-mail.png" alt="" width="438" height="320" /></a></p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Verifikasi-e-mail.png"><img class="alignnone size-full wp-image-847" title="MendrofaDotCom-Verifikasi e-mail" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Verifikasi-e-mail.png" alt="" width="568" height="177" /></a></p>
<p>Setelah konfirmasi kepemilikan e-mail sudah sukses, langkah selanjutnya adalah menautkan (link) rekening Bank ke PayPal. Klik <strong>&#8220;My Account&#8221;</strong> lalu pilih <strong>&#8220;Profile&#8221;</strong>, pilih <strong>&#8220;Add/Edit Bank Account&#8221;</strong>. Perhatikan gambar berikut:</p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-addBank.png"><img class="alignnone size-full wp-image-852" title="MendrofaDotCom-addBank" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-addBank.png" alt="" width="581" height="247" /></a></p>
<p>Penggunaan nama samaran/nama yang tidak sesuai dengan identitas akan menghambat proses verifikasi dan konsekuensinya PayPal akan mengenakan biaya sebesar Rp. 50.000, selain itu proses penarikan uang dari PayPal ke rekening Bank nantinya akan dikenakan biaya juga. Untuk itu nama yang didaftarkan harus sesuai identitas (lihat gambar berikut).</p>
<p>PayPal menanyakan informasi negara, nama Bank secara lengkap, kode Bank dan nomor rekening tabungan. Untungnya PayPal sudah membantu dengan menyertakan nama lengkap Bank yang ada di Indonesia beserta kode Bank sehingga gak perlu menghubungi pihak Bank untuk menanyakan kode mereka. Klik <strong>&#8220;What this?&#8221;</strong> untuk melihat daftar Bank beserta kodenya. Setelah pengisian data sudah lengkap klik <strong>&#8220;Continue&#8221;</strong></p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-isi-data.png"><img class="alignnone size-full wp-image-857" title="MendrofaDotCom-isi data" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-isi-data.png" alt="" width="509" height="433" /></a></p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Kode-Bank.png"><img class="alignnone size-full wp-image-861" title="MendrofaDotCom - Kode Bank" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Kode-Bank.png" alt="" width="550" height="358" /></a></p>
<p><em>Nama bank beserta kodenya</em></p>
<p>Gambar di bawah adalah konfirmasi keakuratan data rekening Bank, kalau sudah benar klik<strong> &#8220;Add Bank Account&#8221;</strong><em><br />
</em></p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Konfirmasi-dari-Paypal.png"><img class="alignnone size-full wp-image-858" title="MendrofaDotCom - Konfirmasi dari Paypal" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Konfirmasi-dari-Paypal.png" alt="" width="447" height="307" /></a></p>
<p><em> </em>Setelah rekening Bank dikonfirmasi, akan muncul pemberitahuan dari PayPal bahwa 1-3 hari kerja mereka akan mengirimkan deposit ke rekening Bank dalam jumlah kecil. Silahkan cek rekening Bank anda lewat internet Banking ataupun mencetak buku tabungan ke Bank.</p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Tambah-bank-Sukses.png"><img class="alignnone size-full wp-image-860" title="MendrofaDotCom -  Tambah bank Sukses" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Tambah-bank-Sukses.png" alt="" width="499" height="266" /></a></p>
<p>Di halaman depan (My account) klik <strong>&#8220;Get Verified</strong>&#8221; dan akan muncul seperti pada gambar berikut. Ada tiga tahapan disini yaitu menambah Bank (Add bank account), memulai proses konfirmasi Bank untuk mendapatkan verifikasi (start process to confirm bank account dan get verified) dan mengkonfirmasi rekening bank (Confirm bank account). Tahapan pertama dan kedua sudah dilakukan yang berstatus &#8220;Complete&#8221; dan tinggal tahapan ketiga yang masih berstatus &#8220;To do&#8221;.</p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Tahapan-verifikasi.png"><img class="alignnone size-full wp-image-864" title="MendrofaDotCom - Tahapan verifikasi" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Tahapan-verifikasi.png" alt="" width="574" height="275" /></a></p>
<p>Setelah beberapa jam atau hari berikutnya, silahkan cek halaman ini lagi. Anda akan mendaoatkan status baru yaitu &#8220;In progress&#8221; yang artinya konfirmasi verifikasi rekening Bank sudah siap dilakukan. Klik link &#8220;Confirm bank account&#8221; dan cek juga histori transaksi rekening bank.</p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Tahapan-verifikasi-2.png"><img class="alignnone size-full wp-image-867" title="MendrofaDotCom - Tahapan verifikasi 2" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Tahapan-verifikasi-2.png" alt="" width="587" height="287" /></a></p>
<p>Deposit dari PayPal dalam bentuk kliring di histori transaksi rekeninng bank, masing-masing Rp. 11.00 dan Rp. 3.00.</p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-deposit-Bank.png"><img class="alignnone size-full wp-image-868" title="MendrofaDotCom - deposit Bank" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-deposit-Bank.png" alt="" width="575" height="161" /></a></p>
<p>Silahkan mengkonfirmasi deposit yang diterima dengan mengisi formulir yang disediakan seperti pada gambar berikut:</p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-konfirmasi-deposit.png"><img class="alignnone size-full wp-image-869" title="MendrofaDotCom - konfirmasi deposit" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-konfirmasi-deposit.png" alt="" width="383" height="334" /></a></p>
<p>Tahapan verifikasi rekening bank telah selesai, rekening/account PayPal sudah aktif. Perhatikan gambar berikut:</p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Verifikasi-sukses.png"><img class="alignnone size-full wp-image-872" title="MendrofaDotCom - Verifikasi sukses" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Verifikasi-sukses.png" alt="" width="556" height="332" /></a></p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Verified.png"><img class="alignnone size-full wp-image-873" title="MendrofaDotCom - Verified" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Verified.png" alt="" width="505" height="305" /></a></p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Verified-PayPal.png"><img class="alignnone size-full wp-image-874" title="MendrofaDotCom - Verified PayPal" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/02/MendrofaDotCom-Verified-PayPal.png" alt="" width="556" height="197" /></a></p>
<p>Rekening PayPal sudah aktif dan sudah siap melakukan transaksi. Selamat mencoba&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2010/02/05/panduan-verifikasi-paypal-dengan-kartu-debit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Verifikasi PayPal Dengan Kartu Debit</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2010/01/30/verifikasi-paypal-dengan-kartu-debit/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2010/01/30/verifikasi-paypal-dengan-kartu-debit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 09:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[PayPal]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[Update (26/07/20/2010): sejak tanggal 12 April 2010, verifikasi PayPal dengan menggunakan rekening bank lokal Indonesia telah dinon-aktifkan, semoga fitur ini diaktifkan kembali Bertransaksi online sudah jamak dilakukan dewasa ini, salah satu alat pembayaran yang terbukti aman, mudah dan cepat adalah PayPal. Lebih aman dibanding bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit secara langsung, maksud saya secara langsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color: #ff0000;">Update <em>(26/07/20/2010)</em>: sejak tanggal 12 April 2010, verifikasi PayPal dengan menggunakan rekening bank lokal Indonesia telah dinon-aktifkan, semoga fitur ini diaktifkan kembali <img src='http://www.mendrofa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p></blockquote>
<p>Bertransaksi online sudah jamak dilakukan dewasa ini, salah satu alat pembayaran yang terbukti aman, mudah dan cepat adalah PayPal. Lebih aman dibanding bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit secara langsung, maksud saya secara langsung disini adalah sebenarnya kartu kredit tetap kita butuhkan untuk membayar bila saldo di rekening PayPal gak cukup untuk membayar transaksi yang kita lakukan. Tetapi nomor kartu kredit ga disertakan pada setiap transaksi karena kita hanya menggunakan alamat e-mail dalam melakukan pembayaran sehingga informasi nomor kartu kredit kita gak akan bisa disalahgunakan pihak lain. PayPal sudah menautkan kartu kredit kita sehingga setiap melakukan eksekusi/pembayaran, maka akan menariknya dari kartu kredit.<span id="more-808"></span></p>
<p>PayPal sendiri mendefinisikan dirinya sebagai cara membayar dan dibayar online setiap saat di mana saja. Rekening PayPal ada tiga kategori yaitu perorangan, primer dan bisnis. Mempunyai rekening PayPal yang berstatus terverifikasi (verified) merupakan impian sebagian blogger (matre?) termasuk impian saya juga yang berbisnis <span style="color: #000000;"><a title="your hosting &amp; domain provider" href="http://www.hoster2u.com" target="_blank">hosting dan pendaftaran domain</a></span>, pebisnis online dan juga siapa saja yang mau berbisnis dan ingin bertransaksi dengan memakai jasa PayPal.</p>
<p>Saya gak akan membahas secara rinci kelebihan dan kekurangan dari ketiga jenis rekening ini karena di website PayPal kita bisa menemukannya. Saya akan membahas proses verifikasi rekening PayPal dengan menggunakan kartu debit. Karena beberapa tahun lalu, hanya pengguna kartu kredit yang bisa meng-verifikasi PayPal. Bahkan saya sendiri karena mempunyai keinginan kuat untuk mempunyai rekening PayPal (terverifikasi tentunya, bukan hanya sekedar terdaftar) sering browsing dan membeli buku yang membahas tentang PayPal, sayang dalam pembahasan buku itu mengatakan bahwa rekening tabungan/kartu debit belum bisa dipakai untuk mengverifikasi rekening PayPal.</p>
<p>Ada alternatif lain yaitu dengan menggunakan VCC atau virtual credit card dengan menggunakan biaya tentunya, biayanya bervariasi antara Rp. 70.000 sampai Rp. 150.000. Cukup banyak yang menawarkan VCC di internet. Tapi kalau ada yang gratis kenapa harus bayar? Kita bisa melakukan verifikasi sendiri tanpa bantuan pihak lain.</p>
<p>Akhirnya verifikasi account PayPal kedua saya berhasil, yang cukup menggembirakan adalah ternyata hanya butuh waktu 2 hari untuk mendapatkan status verified (terverifikasi) bahkan bisa 1 hari bila pendaftaran dilakukan pagi hari, sore harinya sudah bisa verifikasi rekening PayPal dengan catatan pendaftaran dilakukan sesuai hari kerja bank. Kalau hari minggu/libur, akan dilakukan pada hari kerja berikutnya.</p>
<p>Verifikasi kedua ini sebenarnya saya lakukan untuk mengkonfirmasi dan mengetahui secara detail cara aktifasi denbgan menggunakan rekening tabungan (baca kartu debit), maklum pada verifikasi pertama, saya gak terlalu memperhatikan step by step proses pendaftarannya karena waktu itu hanya coba dan coba karena gak terlalu yakin kalau kartu debit bisa digunakan walaupun sebelumnya saya googling disana-sini dan ada yang menulis kalau memang bisa tapi rinciannya kurang lengkap.</p>
<p>Berhubung karena saya tiba-tiba ada kerjaan yang mendesak maka panduan lengkapnya akan saya tulis terpisah dari artikel ini, silahkan blog walking lagi. Semoga bermanfaat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2010/01/30/verifikasi-paypal-dengan-kartu-debit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Verifikasi PayPal Pakai Debit BCA, Bisa!</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2010/01/26/verifikasi-paypal-pakai-debit-bca-bisa/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2010/01/26/verifikasi-paypal-pakai-debit-bca-bisa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 12:36:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[PayPal]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=763</guid>
		<description><![CDATA[Update (26/07/20/2010): sejak tanggal 12 April 2010, verifikasi PayPal dengan menggunakan rekening bank lokal Indonesia telah dinon-aktifkan, semoga fitur ini diaktifkan kembali Siapa bilang kalau verifikasi account PayPal yang memakai kartu debit gak bisa? susah? buktinya PayPal saya aktif cuma pakai kartu debit kok&#8230;. Your PayPal account is Verified You are now a Verified PayPal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><span style="color: #ff0000;">Update </span><em><span style="color: #ff0000;">(26/07/20/2010)</span></em><span style="color: #ff0000;">: sejak tanggal 12 April 2010, verifikasi PayPal dengan menggunakan rekening bank lokal Indonesia telah dinon-aktifkan, semoga fitur ini diaktifkan kembali <img src='http://www.mendrofa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p></blockquote>
<p>Siapa bilang kalau verifikasi account PayPal yang memakai kartu debit gak bisa? susah? buktinya PayPal saya aktif cuma pakai kartu debit kok&#8230;.</p>
<blockquote><p><span style="color: #0000ff;"><strong>Your PayPal account is Verified</strong></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">You are now a Verified PayPal user. In addition to increased security, buyers and sellers value your Verified status because it indicates you have passed PayPal security checks.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Your member status is: Verified</span></p>
</blockquote>
<p><span style="text-decoration: line-through;">Konfirmasi diatas didapatkan sesaat setelah memasukkan sejumlah nominal uang yang sebelumnya didebit oleh PayPal dari rekening BCA melalui kliring otomatis. Nominal uang yang dipotong dari rekening saya juga terbilang sangat kecil, masing-masing 11.00 IDR dan 3.00 IDR atau totalnya Rp. 14 (empat belas Rupiah!)</span></p>
<p>Ternyata ada sedikit yang perlu saya ralat atau koreksi, makanya saya menambahkan keterangan ini dan menggaris tengah kalimat diatas karena ternyata saya salah memperhatikan histori transaksi di rekening saya karena saking semangatnya mau menuliskan artikel ini. Ternyata uang yang masing-masing nominalnya 11.00 IDR dan 3.00 IDR atau totalnya Rp. 14 (empat belas Rupiah) adalah dalam bentuk deposit dari PayPal dan bukan debit dari rekening BCA saya alias rekening saya justru bertambah 14.oo IDR dan berarti verifikasi account PayPal saya gratis.</p>
<p><span id="more-763"></span></p>
<p>Hampir ga bisa dipercaya, kok bisa? Tetapi kenyataannya account PayPal saya berstatus <strong>Verified</strong><strong>! </strong></p>
<p>Sebenarnya saya juga gak tahu kalau pakai kartu debit bisa dipakai untuk verifikasi account PayPal karena selama ini<strong> </strong>yang saya baca dari berbagai blog mengatakan kalau hanya kartu kredit dan kartu kredit virtual yang bisa, untuk kartu debit ada beberapa bank yang bisa tapi sepertinya hanya bank yang berlokasi di Amerika aja.</p>
<p>Cimb Niaga sempat disebut-sebut bisa dipakai, tetapi setelah dikonfirmasi ke bank yang bersangkutan katanya sudah gak bisa lagi sekarang. Yang agak aneh lagi dan sedikit membingungkan, setelah saya cek lagi ternyata di kartu ATM BCA gak ada logo Mastercard maupun Visa seperti yang disyaratkan PayPal, yang ada justru logo Maestro dan Cirrus. Kok bisa? gak tau ah, masih bingung he he.</p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/01/klik-BCA11.png"><img class="alignnone size-full wp-image-783" title="klik BCA" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/01/klik-BCA11.png" alt="" width="599" height="168" /></a></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><em>Histori transaksi (internet banking) yang dibebankan PayPal di rekening BCA. Sebagian dikaburkan untuk menjaga privasi. </em></span></p>
<p>&#8220;Biaya&#8221; yang dibebankan juga jauh lebih murah dibanding memakai kartu kredit. Uang yang dipotong itu sebenarnya bukan biaya karena akan dikembalikan ke account PayPal kita kecuali kalau kita memakai jasa pihak ketiga untuk mengurus verifikasi account PayPal yaitu memakai VCC (Virtual Credit Card).</p>
<p>Nah untuk mendapatkan VCC sebenarnya gampang, banyak yang menawarkannya dengan pakai biaya tentunya. Biayanya bervariasi antara Rp. 70.000 sampai 150.000. Saya juga sempat sms dan chat via Yahoo Messenger ke salah satu penyedia VCC tetapi saya mendapatkan layanan yang kurang bersahabat, pertanyaan saya via sms dan chat tidak memuaskan. Jawaban mereka sederhana dan singkat: untuk panduan transfer dan cara aktifasi silahkan lihat di website kami.</p>
<p>Sebagai calon klien yang belum terlalu kenal dengan layanan mereka tentunya masih ragu-ragu untuk transfer uang ke rekening mereka kalau seperti itu caranya. Akhirnya saya mencoba memakai kartu debit BCA. Sebagai informasi tambahan, saya mendaftar di PayPal pada tanggal 5 Januari 2010 dan mengverifikasi account PayPal pada hari ini (26/01/2010). Di internet banking saya, PayPal mengirimkan konfirmasi ke rekening saya pada tanggal 25 Januari 2009. Agak terlambat memang dari jadwal yang diberikan oleh PayPal sendiri yang katanya akan dikirimkan pada tanggal 20 Januari, ini mungkin karena transaksinya dalam bentuk kliring. <strong> </strong></p>
<p><strong>Pendaftaran dan Aktifasi</strong></p>
<p>Ada satu hal yang sangat disayangkan yaitu gak antisipasi sebelumnya untuk mengambil gambar screenshoot ketika mulai mendaftar di PayPal sampai proses verifikasi account biar ilustrasi dalam artikel ini lebih jelas/rinci karena waktu itu saya cuma trial and error aja, belum yakin kalau cara ini akan berhasil.</p>
<p>Namun saya yakin, rata-rata pasti sudah familiar untuk mendaftar, data yang diminta juga masih standar. Setelah mendaftar, silahkan verifikasi e-mail anda dengan mengklik alamat link yang dikirimkan via e-mail. Setelah e-mail diverifikasi, klik <strong>Get verified</strong> lalu isi data rekening.</p>
<p>Namun ada kalanya setelah form isian diisi dan submit PayPal gak bisa menerimanya. Untuk itu pakai cara lain yaitu cari <strong>Profile</strong> lalu pilih <strong>Add/edit Bank Account </strong>lalu isi data sesuai yang diminta. PayPal akan mengkonfirmasi apakah rekening anda telah berhasil dan kapan mengirimkan tagihan ke rekening bank anda, pengalaman saya kurang lebih 1 minggu.</p>
<p>Setelah 1 minggu silahkan cek histori transaksi rekening anda lalu apakah ada yang terdebit dari PayPal.</p>
<p>Disarankan memakai internet banking, bukan dicetak pakai buku tabungan karena rincian di rekening koran kurang lengkap. Silahkan konfirmasi sejumlah uang yang tertera di rekening anda ke rekening PayPal anda, login di <strong>www.paypal.com</strong> lalu masukkan username dan password, klik <strong>Get Verified</strong> di form yang tersedia. Ada 2 formulir yang perlu diisi, ketika saya konfirmasi angka yang saya masukkan adalah 11.00 dan 3.00 Demikian pengalaman saya dalam mengverifikasi account PayPal pakai kartu debit, semoga bermanfaat bagi teman-teman yang selama ini mengidamkan untuk punya account PayPal. Silahkan mencoba, semoga bermanfaat.</p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/01/Status-PayPal11.png"><img class="alignnone size-full wp-image-771" title="Status PayPal" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/01/Status-PayPal11.png" alt="" width="594" height="297" /></a></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><em>Status PayPal account: Verified</em></span></p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/01/inbox021.png"><img class="alignnone size-full wp-image-773" title="inbox02" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/01/inbox021.png" alt="" width="596" height="427" /></a></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><em>Konfirmasi penambahan rekening BCA</em></span></p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/01/inbox011.png"><img class="alignnone size-full wp-image-774" title="inbox01" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/01/inbox011.png" alt="" width="601" height="296" /></a> <em></em></p>
<p><em><span style="color: #ff0000;">E-mail konfirmasi yang dikirimkan setelah memasukan angka yang dikirimkan PayPal lewat tagihan rekening</span></em></p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/01/inbox031.png"><img class="alignnone size-full wp-image-775" title="inbox03" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/01/inbox031.png" alt="" width="595" height="409" /></a></p>
<p><em><span style="color: #ff0000;">Isi e-mail konfirmasi dari PayPal (e-mail pertama)</span></em></p>
<p><a href="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/01/inbox041.png"><img title="inbox04" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2010/01/inbox041.png" alt="" width="601" height="358" /></a></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><em>Isi e-mail konfirmasi dari PayPal (e-mail kedua) </em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2010/01/26/verifikasi-paypal-pakai-debit-bca-bisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memaknai &amp; Menghayati Sumpah Pemuda</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/10/29/memaknai-menghayati-sumpah-pemuda/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/10/29/memaknai-menghayati-sumpah-pemuda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 13:21:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Hari sumpah pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=742</guid>
		<description><![CDATA[Dulu: Nasionalisme, Kini: Sektarianisme? Kita baru saja memperingati hari sumpah pemuda yang menjadi cikal bakal kesadaran para pemuda 81 yang lalu untuk bersatu membulatkan tekad bahwa kita bertumpah darah satu, berbangsa satu dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Dengan pemikiran itulah maka negara ini berdiri dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Uniknya (menurut saya) mungkin ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dulu: </strong><strong>Nasionalisme, Kini: </strong><strong>Sektarianisme?</strong></p>
<p>Kita baru saja memperingati hari sumpah pemuda yang menjadi cikal bakal kesadaran para pemuda 81 yang lalu untuk bersatu membulatkan tekad bahwa kita bertumpah darah satu, berbangsa satu dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Dengan pemikiran itulah maka negara ini berdiri dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Uniknya (menurut saya) mungkin ketika itu defenisi bertumpah darah satu, berbangsa satu bahkan berbahasa satu sangat sulit digambarkan dan sangat kabur, coba bayangkan butir ketiga yaitu berbahasa satu bahasa Indoensia. Ketika itu mana ada yang namanya bahasa Indonesia? yang ada bahasa Melayu yang ketika itu menjadi bahasa pemersatu di nusantara ini, sementara masing-masing etnis mempunyai bahasa sendiri-sendiri.<span id="more-742"></span></p>
<p>Tapi kok mereka mau ya mengaku mempunyai bahasa satu? bahasa Indonesia pula! Tentunya para pemuda waktu itu mempunyai cita-cita yang sangat luhur dalam arti mereka rela berkorban, rela meninggalkan kenyamanan dan rela membuang ego dan kepentingan masing-masing dan mau menciptakan suatu &#8220;wadah&#8221; baru dengan &#8220;menciptakan&#8221; yang namanya Indonesia, menciptakan dan mengaku bertumpah darah satu, berbangsa satu dan berbahasa satu bahasa Indonesia.</p>
<p>Ketika semalam menonton MetroTV dalam program Save Our Nation yang menghadirkan nara sumber Pak Adnan Buyung Nasution, saya sangat menyukai salah satu pernyataan beliau yang menyatakan bahwa demokrasi itu bukan cuma setuju atau tidak setuju, bukan cuma mayoritas dan minoritas. Demokrasi yang kita jalankan sekarang ini (sebenarnya saya tidak suka mengatakan ini) adalah demokrasi yang kebablasan, demokrasi yang kita jalankan sekarang ini adalah demokrasi yang berdasarkan &#8220;suara/kepentingan&#8221; mayoritas, bukan demokrasi yang berdasarkan kepentingan bersama. Kepentingan mayoritas dan kepentingan bersama jelas makna dan penjabarannya beda donk&#8230;..</p>
<p>Singkatnya kepentingan mayoritas adalah kepentingan yang seakan-akan demokratis tapi sebenarnya melupakan esensi dari demokrasi itu sendiri. Kepentingan bersamalah yang harusnya kita pelihara, karena semua elemen ikut dilibatkan dan mendapatkan apa yang menjadi haknya. Esensi dari sumpah pemuda yang diikrarkan ketika itu adalah berdasarkan kepentingan bersama dan bukan berdasarkan kepentingan &#8220;demokratis&#8221; yang mayoritas tadi, kalau itu terjadi saya yakin dari dulu republik ini tidak akan berdiri.</p>
<p>Saya heran, di negara kita tercinta ini kok masih ada praktek-praktek yang menodai demokrasi? Contohnya: Kok orang yang mau mendirikan rumah ibadah harus diatur oleh SKB (surat Keterangan Bersama) 3 menteri? kok kalau akan mendirikan rumah ibadah harus meminta izin dalam bentuk tandatangan 200 warga sekitar agar rumah ibadah di lingkungan mereka bisa berdiri? apakah ini yang namanya demokrasi, pendirian rumah ibadah yang merupakan hak setiap warga negara harus ditentukan/diputuskan lewat voting terbanyak? dan kalau kalah voting maka rumah ibadah tersebut tidak jadi di bangun, mengerikan.</p>
<p>Saya merasa Republik ini sedang &#8220;diperebutkan&#8221; dan diarahkan untuk kepentingan kelompok tertentu, betapa tidak, sudah 200 lebih peraturan daerah (perda) sektarian yang jelas sudah melenceng dari cita-cita luhur pendiri bangsa ini bahwa negara ini berdiri diatas semua golongan dan kepentingan. Jakarta sebagai ibukota negara ini sudah dikelilingi oleh perda-perda sektarian, mungkin selangkah lagi (semoga tidak terjadi) di ibukota negeri ini akan berlaku perda sektarian juga dan kalau itu terjadi maka terbuka lebarlah bagi kelompok-kelompok terntentu yang menginginkan piagam Jakarta dijadikan sebagai landasan negara kita ini.</p>
<p>Dan kalau praktek-praktek yang tidak memperhatikan kepentingan bersama masih berlanjut, maka habis sudah yang namanya nasionalisme, nasionalisme akan tingggal jadi kenangan. Selamat hari sumpah pemuda, ayo bangkit pemuda Indonesia!</p>
<input id="gwProxy" type="hidden" />
<input id="jsProxy" onclick="jsCall();" type="hidden" />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/10/29/memaknai-menghayati-sumpah-pemuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendrofa.Com @ Pesta Blogger 2009</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/10/27/mendrofa-com-pesta-blogger-2009/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/10/27/mendrofa-com-pesta-blogger-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 11:09:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[pb2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=725</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya usai sudah perhelatan tahunan Pesta Blogger 2009, saya share foto pribadi saya (agak narsis?) ketika ikut ambil bagian di acara blogger terbesar tanah air ini bahkan mungkin pertemuan blogger terbesar di dunia. Salah satu yang perlu dibanggakan dalam acara ini bahwa blogger asing cukup mengapresiasi acara ini dan menganggapnya unik karena di luar negeri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya usai sudah perhelatan tahunan Pesta Blogger 2009, saya share foto pribadi saya (agak narsis?) ketika ikut ambil bagian di acara blogger terbesar tanah air ini bahkan mungkin pertemuan blogger terbesar di dunia. Salah satu yang perlu dibanggakan dalam acara ini bahwa blogger asing cukup mengapresiasi acara ini dan menganggapnya unik karena di luar negeri acara semacam ini jarang bahkan tidak pernah dilakukan dalam skala besar. Dengan kehadiran blogger asing maka secara tidak langsung mempromosikan kepada dunia bahwa Indonesia aman, layak dikunjungi dan mempunyai potensi yang begitu besar.<span id="more-725"></span></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-729" title="Pesta Blogger 2009" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2009/10/IMG_0351-300x200.jpg" alt="Pesta Blogger 2009" width="247" height="167" /></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-732" title="Pesta Blogger 2009" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2009/10/IMG_0384-300x236.jpg" alt="Pesta Blogger 2009" width="248" height="194" /></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-733" title="Pesta Blogger 2009" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2009/10/IMG_0364-300x217.jpg" alt="Pesta Blogger 2009" width="245" height="179" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/10/27/mendrofa-com-pesta-blogger-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PestaBlogger 2009 Sukses</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/10/24/pestablogger-2009-sukses/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/10/24/pestablogger-2009-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 02:59:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[pb2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/2009/10/24/pestablogger-2009-sukses/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya PestaBlogger 2009 diselenggarakan dengan lebih meriah pastinya. Penyelenggaraan PestaBlogger kali ini merupakan yang ketiga kali. Pesta Blogger adalah ajang pertemuan para Blogger berskala nasional, bukan hanya dari Jakarta. Tadi saya sempat ketemu Mr. Brown, masih ingat denghan blogger yang satu ini kan? Mr. Brown adalah blogger dari negeri jiran Singapur, tahun lalu dia ikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya PestaBlogger 2009 diselenggarakan dengan lebih meriah pastinya. Penyelenggaraan PestaBlogger kali ini merupakan yang ketiga kali. Pesta Blogger adalah ajang pertemuan para Blogger berskala nasional, bukan hanya dari Jakarta.</p>
<p>Tadi saya sempat ketemu Mr. Brown, masih ingat denghan blogger yang satu ini kan? Mr. Brown adalah blogger dari negeri jiran Singapur, tahun lalu dia ikut sebagai peserta blog, tahun ini ternyata Mr. Brown ikut lagi. Luar biasa, jadi langganan peserta blog nih.<span id="more-721"></span></p>
<p>Satu komengtar Mr. Brown, acara PestaBlogger kali ini sangat ramai dan tempatnya luar biasa luas. Saya mau jalan-jalan dulu akh&#8230;. Disini sepertinya akan banyak hadiah yang akan meluncur he he he. Tadi saya dapatkan sekitar 5 buku dari US Embassy stand, lumayan untuk bahan bacaan.</p>
<p>Akhirnya saya ucapkan selamat atas penyelenggaraan Pesta Blogger 2009, mantap..!!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/10/24/pestablogger-2009-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setahun Menanti, Akhirnya Datang Juga</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/10/16/setahun-menanti-akhirnya-datang-juga/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/10/16/setahun-menanti-akhirnya-datang-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 07:12:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[pb2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=713</guid>
		<description><![CDATA[Sudah beberapa minggu saya terus membuka dan selalu memeriksa bagian pendaftaran di website www.pestablogger.com, tapi pendaftaran belum dibuka juga. Seperti biasa hari ini berkunjung lagi dan akhirnya pendaftaran telah dibuka, tentu saja saya langsung daftar! Pesta blogger adalah pertemuan blogger skala terbesar di tanah air, pesta blogger yang diadakan pada tanggal 24 Oktober 2009 ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-714" title="pestablogger.com" src="http://www.mendrofa.com/wp-content/uploads/2009/10/pestablogger.com.jpg" alt="pestablogger.com" width="150" height="120" />Sudah beberapa minggu saya terus membuka dan selalu memeriksa bagian pendaftaran di website www.pestablogger.com, tapi pendaftaran belum dibuka juga. Seperti biasa hari ini berkunjung lagi dan akhirnya pendaftaran telah dibuka, tentu saja saya langsung daftar!</p>
<p>Pesta blogger adalah pertemuan blogger skala terbesar di tanah air, pesta blogger yang diadakan pada tanggal 24 Oktober 2009 ini merupakan acara rutin yang diadakan tiap tahun dan memasuki tahun ketiga. Tanggal 24 Oktober merupakan hari blogger nasioanl, harap dicatat ya he he</p>
<p>Selamat hari Blogger Nasional, sampai jumpa di Pesta Blogger 2009!<span id="more-713"></span></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><em>Lampiran e-mail konfirmasi dari admin PestaBlogger.Com</em></span></p>
<p>Terima kasih atas registrasi anda di Pesta Blogger 2009.<br />
Registrasi anda sukses.<br />
Berikut Informasi Registrasi Anda:</p>
<p>Nama : Kris J. Mendrofa<br />
Email : <a href="mailto:kris@mendrofa.com">kris@mendrofa.com</a><br />
Nomor Registrasi: PB2009-434xxxxxx<br />
Sesi Breakout : Leadership for A New Era</p>
<p>Untuk menghindari antrian, Anda dapat mengambil tiket di beberapa pick-up<br />
point yang tersedia.<br />
Lokasi pickup point ini akan kami umumkan segera melalui<br />
pestablogger.com.Tunjukkan Nomor Registrasi anda pada saat pengambilan<br />
ticket.</p>
<p>Sampai jumpa di Pesta Blogger 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/10/16/setahun-menanti-akhirnya-datang-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permen &amp; Uang Receh</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/09/16/permen-uang-receh/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/09/16/permen-uang-receh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 08:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=700</guid>
		<description><![CDATA[Seratus rupiah, lima ratus rupiah, seribu rupiah bahkan lima ribu rupiah tidak membuat bapak, ibu, tante, kakak dan abang jatuh miskin. Demikian pantun sumbang yang keluar dan mengalir begitu saja dari mulut &#8220;seniman&#8221; jalanan ibukota yang mengaku baru saja keluar dari penjara di depan penumpang angkutan umum (biasanya bus PATAS, metromini). Kejadian ini hampir tiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seratus rupiah, lima ratus rupiah, seribu rupiah bahkan lima ribu rupiah tidak membuat bapak, ibu, tante, kakak dan abang jatuh miskin. Demikian pantun sumbang yang keluar dan mengalir begitu saja dari mulut &#8220;seniman&#8221; jalanan ibukota yang mengaku baru saja keluar dari penjara di depan penumpang angkutan umum (biasanya bus PATAS, metromini). Kejadian ini hampir tiap hari dialami oleh pengguna jasa kendaraan umum, nah bagaimana kalau kejadian serupa kita alami ketika berbelanja dengan modus yang berbeda tentunya?<span id="more-700"></span></p>
<p>Pernahkah berbelanja di mall, pasar swalayan, toko ataupun di pusat perbelanjaan modern dimana ketika membayar di kasir kita &#8220;ditodong&#8221; oleh satu atau beberapa permen bahkan kotak amal atau sumbangan? dan bukan sebaliknya kita mendapatkan uang kembalian?</p>
<p>Respon kita pasti diam saja sambil mengambil permen itu ataupun mengangguk saja dengan tawaran sikasir, mungkin kita berpikir berapa sih nilai uang itu ataupun berpikir ngapain sih repot-repot ambil recehen itu, toh nilainya gak seberapa. Atau kita masih ingat kata-kata &#8220;seniman&#8221; jalanan tadi? ya kita tidak akan jatuh miskin! *_*</p>
<p>Biasanya sambil menyodorkan permen, sikasir memberi alasan kalau mereka tidak punya uang recehan. Tapi anehnya kejadian yang sama terus-menerus terjadi dan sepertinya tanpa niat yang baik dari pihak manajemen mereka untuk menyediakan uang receh.</p>
<p>Sebenarnya solusinya sederhana saja, kalau mereka gak mau atau ogah menyediakan uang receh mendingan harga-harga barang yang mereka jual didesain agar harganya uang pas semua. Kalau kejadian yang sama berulang-ulang terus, kita juga sebagai konsumen lama-kelamaan merasa tidak nyaman.</p>
<p>Saya teringat dengan dosen saya dulu yang ketika mengajar suatu saat &#8220;curhat&#8221; tentang kejadian yang beliau alami ketika berbelanja dimana beliau langsung disodorkan permen oleh sikasir dan tanpa diduga oleh sikasir, sang dosen langsung marah-marah. Saya waktu itu berpikir tindakan dosen saya ini tidak perlu dan berlebihan. Masakan dia tega memarahi kasir itu hanya gara-gara uang recehan. Argumen sang dosen waktu itu adalah uang sebagai alat pembayaran dan bukannya permen sambil mengancam beliau berkata akan melaporkan pihak manajemen ke bank sentral (BI).</p>
<p>Akhir-akhir ini juga saya sering mengalami kejadian yang sama di minimarket dekat kos saya di kawasan Pulomas. Nama minimarketnya gak usah dikasih tahulah, nanti saya dituntut dengan pasal bodoh itu lagi, anda tahu sendiri pasal bodoh itu kan? ya pasal pencemaran nama baik!</p>
<p>Karena minimarket ini buka 24 jam dan cocok dengan karakteristik saya yang gak teratur tidur, bangun dan berbelanjanya maka kadang tengah malam saya belanja di tempat itu dan celakanya mereka tidak pernah punya uang recehan untuk mengembalikan uang kembalian saya, sebagai penggantinya disodorkanlah permen sebagai &#8220;alat pembayaran&#8221; baru mereka, canggih kan?</p>
<p>Maksud saya canggih disini adalah pihak manajemen minimarket itu gak mau repot untuk menyediakan uang receh, mereka cukup mengambil jalan pintas saja dengan cara menyediakan permen dan atau menambah 1 kotak dengan embel-embel kotak amal di depan kasir. Lalu terpecahkan sudah 1 masalah buat mereka dalam meyediakan uang receh.</p>
<p>Nah dengan entengnya, sikasir menawarkan saya, pak kembaliannya disumbangkan ke kotak amal ya? iya deh saya bilang. Kejadian sumbang-menyumbang ke kotak amal itu terus berlanjut, tiap belanja menyumbang lagi, sumbang trus&#8230;?? pantang mundur ha ha seperti iklan aja&#8230;.</p>
<p>Tapi ada satu yang aneh saudara-saudara sekalian, uang sumbangan saya tadi tidak langsung dimasukkan ke kotak amal itu sepeti yang ditawarkan sikasir. Harusnya uang hasil sumbangan saya langsung dimasukkan ke kotak amal itu, tapi karena mereka belum punya uang receh ya tetap saja uang saya gak jelas statusnya dan lebih parah dari tawaran permen.</p>
<p>Kalau tawaran permen saya bisa melihat, meraba dan memakan (3 M he he he) tuh permen tapi menyumbang di kotak amal tadi? ya saya gak bisa melihat pertanggungjawaban mereka, apakah nanti mereka menghitung semua uang sumbangan pelanggan lalu memasukkannya ke kotak sumbangan itu lalu hasil sumbangan itu disalurkan sesuai dengan peruntukannya atau tidak.</p>
<p>Sampai suatu saat saya datang lagi untuk belanja dan dan kasir menawarkan lagi, pak uang kembalian yang Rp. 800 disumbangkan ke kotak amal ya? saya bilang tidak!! ogah! gak mau menyumbang titik&#8230;.. bukannya saya gak mau menyumbang, tapi masa tiap belanja disini langsung ditodong dengan kotak amal dan permen?</p>
<p>saya mau uang kembalian saya. Saya langsung marah-marah dengan kasir itu, kalian jualan serius gak sih? yang profesioanl donk&#8230;. kasir yang disebelahnya ikut nimbrung dan membela, pak uang receh kami lagi habis. Lagi habis? gak deh, kayaknya gak habis, kalian tiap saat begini trus kok, kalau gak menawarkan permen langsung menawarkan kotak amal. Kotak amal apaan ini? cuma kedok tau, kalian gak mau repot menyediakn uang receh sih.</p>
<p>Jadi ingat kata-kata seniman jalanan tadi yang ngaku baru keluar dari penjara: seratus rupiah, lima ratus rupiah, seribu rupiah bahkan lima ribu rupiah tidak membuat bapak, ibu, tante, kakak dan abang jatuh miskin, mungkin kata-kata ini yang membuat manajemen minimarket itu terinspirasi dan mau melakukan hal yang sama, cuape deh&#8230; jadi emosi jiwa nih&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/09/16/permen-uang-receh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monster Itu: Pasal Pencemaran Nama Baik</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/06/08/monster-itu-pasal-pencemaran-nama-baik/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/06/08/monster-itu-pasal-pencemaran-nama-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 08:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Pencemaran nama baik]]></category>
		<category><![CDATA[UU ITE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=658</guid>
		<description><![CDATA[Menarik juga ketika saya membaca Koran Tempo dan beberapa media lain yang intinya memberitakan bahwa pasal pencemaran nama baik sudah saatnya dihapus. Bahkan Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Abdul Kadir Mappong menilai pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencemaran nama baik sebenarnya sudah sepantasnya dihapus karena sudah tidak relevan untuk digunakan saat ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik juga ketika saya membaca Koran Tempo dan beberapa media lain yang intinya memberitakan bahwa pasal pencemaran nama baik sudah saatnya dihapus. Bahkan Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, Abdul Kadir Mappong menilai pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencemaran nama baik sebenarnya sudah sepantasnya dihapus karena sudah tidak relevan untuk digunakan saat ini (<a href="http://www.depkominfo.go.id/2009/06/06/ma-pasal-pencemaran-nama-baik-sebaiknya-dihapus/" target="_blank">www.depkominfo.go.id</a>, 6/6/2009).<span id="more-658"></span></p>
<p>Sebagaimana kita ketahui pasal pencemaran nama baik sebagai delik dimulai pada abad 13 (masyarakat Feodalisme) untuk menjaga kehormatan kaum bangsawan, nah sekarang pasal ini dipakai untuk menjaga kehormatan kaum tertentu yang merasa dicemarkan nama baiknya, celakanya defenisi pencemaran nama baik itu sampai sekarang belum jelas kriteria dan batasannya, jadilah pencemaran nama baik diartikan sesuai dengan pesanan, kebutuhan dan tuntutan pelapor yang merasa nama baiknya dicemarkan, parah!</p>
<p>Lalu oleh beberapa kalangan menilai pasal pencemaran nama baik merupakan pasal karet dan kalau saya bilang itu pasal karet dan pasal &#8220;bodoh&#8221; karena siapapun oknum yang mencoba menggunakannya baik sebagai pribadi yang mengaku sebagai &#8220;korban&#8221; pencemaran nama baik maupun oknum-oknum aparat, akan terlihat bodoh bila menggunakan pasal karet ini walaupun diatas kertas dan bahkan dalam prakteknya memang mereka cukup pintar dan intelek tetapi pasal &#8220;monster&#8221; itulah yang membuat mereka terkesan payah.</p>
<p>Lalu pertanyaannya kalau kita menghapus pasal pencemaran nama baik itu, akan membuat Negara ini sangat liberal seperti Amerika? Dan akan mengakibatkan semakin banyaknya pencemaran nama baik di negeri ini? Sepertinya tidak juga, sudah banyak negara-negara di dunia ini yang telah menghapuskan pasal pencemaran nama baik, negera bekas &#8220;jajahan&#8221; kita Timor Leste saja tidak memakai pasal pencemaran nama baik dalam undang-undangnya begitu juga negara-negara miskin di Afrika seperti Ghana, Ukraina dan Srilanka. Negara kita bukan seperti Amerika dan bukan juga seperti Negara-negara miskin, Negara kita adalah Negara demokratis yang seharusnya menghargai kebebasan berpendapat warganya.</p>
<p>Di tengah hiruk-pikuknya proses demokrasi di Indonesia yang telah menjelma menjadi Negara demokrasi terbesar ketiga di dunia ternyata masih saja menyimpan atau menyelipkan &#8220;monster&#8221; dalam undang-undangnya yang siap membungkam sesuatu informasi yang dianggap mencemarkan nama baik, apalagi kalau tulisan atau pendapat itu merupakan kritik keras dari masyarakat. Sudah beberapa orang yang telah menjadi korban pasal pencemaran nama baik ini salah satu yang sedang hangat dibicarakan adalah kasus Prita Mulyasari yang hanya sekedar curhat lewat e-mail mengenai pengalamannya di salah satu rumah sakit dan kemudian diganjar dengan ancaman hukuman pidana.</p>
<p>Ada hal-hal yang lucu dan menggelikan juga buat saya, mengapa KUHP yang kita pakai sekarang masih mengadopsi peninggalan zaman Hindia Belanda diantara pasal-pasal tersebut misalnya yang mengatur pencemaran nama baik dan kesusilaan. Wajar saja pasal pencemaran nama baik diselipkan dalam undang-undang waktu itu, maklum mereka penjajah dan celakanya pasal tersebut diadopsi setelah Indonesia merdeka bahkan pasal pencemaran nama baik tersebut semakin hidup dan dipakai sebagai alat oleh pihak penguasa, pengusaha maupun perorangan dalam membungkam opini publik atau opini perorangan dalam zaman yang katanya reformasi ini.</p>
<p>Kadang kalau mengingat pasal pencemaran nama baik ini, saya belum terlalu yakin kalau Indonesia ini merupakan Negara demokratis, bagaimana demokratis bila sedikit saja yang bersuara lantang langsung diganjar dengan hukuman penjara, yang sedang hangat kasus Prita Mulyasari yang oleh berbagai kalangan dianggap sebagai &#8220;korban&#8221; dari aparat yang tidak profesioanal, celakanya saya juga tidak tahu siapa yang tidak profesional itu apakah jaksa atau polisi, wong mereka saling melempar berbagai argumen yang membingungkan, ya sudahlah memang biasa di negeri ini kalau sudah namanya tanggungjawab pastilah pada dilempar kesana-kemari kita berharap ke depan tidak ada korban-korban lagi dan sesegera mungkin mencabut atau membatalkan pasal pencemaran nama baik dengan menggunakan mekanisme yang ada.</p>
<p>Pasal-pasal &#8220;karet&#8221; pencemaran nama baik dalam undang-undang RI ada dalam:</p>
<ul>
<li>UU ITE: Pasal 27 Ayat (3) berbunyi, &#8220;Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.&#8221;</li>
<li>Dalam Undang-undang KUHP terdapat dalam pasal  310 ayat 1 dan 2, ps. 311 ayat 1, ps.316, 207,208</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/06/08/monster-itu-pasal-pencemaran-nama-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prita Mulyasari Terjerat UU ITE, Kebebasan Berpendapat di Internet Terancam</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/06/03/prita-mulyasari-terjerat-uu-ite-kebebasan-berpendapat-di-internet-terancam/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/06/03/prita-mulyasari-terjerat-uu-ite-kebebasan-berpendapat-di-internet-terancam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 05:36:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pencemaran nama baik]]></category>
		<category><![CDATA[Prita Mulyasari]]></category>
		<category><![CDATA[UU ITE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=630</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari terakhir ini nama Prita Mulyasari tiba-tiba saja ramai dibahas di berbagai media baik cetak maupun elektronik terlebih-lebih di dunia maya, ibu dua anak ini yang sekedar curhat ke teman-temannya lewat e-mail yang menceritakan perlakuan salah satu rumah sakit terhadapnya justru membuat dia terjerat dengan Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) nomor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<dl id="attachment_637" class="wp-caption alignleft" style="width: 141px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class="size-full wp-image-637" title="Prita Mulyasari" src="http://192.168.0.11/blog/wp-content/uploads/2009/06/prita-mulyasari1.jpg" alt="Prita Mulyasari" width="131" height="162" /></dt>
</dl>
<p>Beberapa hari terakhir ini nama Prita Mulyasari tiba-tiba saja ramai dibahas di berbagai media baik cetak maupun elektronik terlebih-lebih di dunia maya, ibu dua anak ini yang sekedar curhat ke teman-temannya lewat e-mail yang menceritakan perlakuan salah satu rumah sakit terhadapnya justru membuat dia terjerat dengan Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) nomor 11 Tahun 2008 yang ancaman hukumannya 6 tahun penjara atau denda Rp 1 miliar.</p>
<p>Beberapa pasal dalam UU ITE yang bisa menjerat seseorang yang menulis sesuatu yang dianggap merugikan atau mencemarkan nama baik diantaranya pada Bab VII (perbuatan yang dilarang) pasal 27 ayat 1-4 dan pasal 28 ayat 1-2.<span id="more-630"></span></p>
<p>Salah satu yang dikenakan kepada ibu Prita Mulyasari: Pasal 27 ayat 3 UU ITE yang berbunyi: &#8220;setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik&#8221;</p>
<p>Yang perlu dicatat dalam UU ITE saya tidak menemukan salah satu ayat yang secara khusus menjelaskan pencemaran nama baik terhadap suatu lembaga apalagi badan usaha hanya ada pencemaran nama baik terhadap perorangan dan suatu kelompok. Rumah sakit termasuk dalam kategori kelompok?? tentunya badan usaha kan? Jadi seharusnya pasal Pasal 27 ayat 3 UU ITE diabaikan dan tidak bisa menjerat seseorang yang bahkan telah dinilai mencemarkan nama baik suatu badan usaha.</p>
<p><strong>Ancaman Bersama</strong></p>
<p>Saya tidak mengenal ibu Prita Mulyasari tetapi saya merasa ini merupakan ancaman bersama, ancaman buat saya, buat anda, buat keluarga anda dan buat siapapun yang memanfaatkan internet sebagai media interaksi sosial di tanah air.</p>
<p>Ini suatu tindakan yang keterlaluan dan tidak perlu terjadi seharusnya konsumen dan warga negara dijamin kebebasannya dalam mengungkapkan pendapat, kritik, maupun informasi yang memang perlu publik ketahui bukan sebaliknya mengbungkam kritikan bahkan informasi dari masyarakat.</p>
<p><strong>Ancaman Buat Blogger</strong></p>
<p>Saya sebagai blogger yang<span style="text-decoration: line-through;"> aktif</span> menulis sesuatu apa saja yang saya lihat dan alami terus terang merasa terancam dan gelisah dengan tindakan aparat yang menangkap saudara Prita Mulyasari, ini merupakan ancaman bersama dan terutama rekan-rekan blogger tanah air, mungkin sudah saatnya meng-<em>review</em> Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) agar menghormati prinsip kebebasan berpendapat terutama kebebasan berpendapat di internet.</p>
<p>Memang Undang-undang ini sewaktu dibuat beberapa waktu yang lalu banyak mengundang pro dan kontra dan kali ini undang-undang tersebut sudah memakan &#8220;korban&#8221;, anda, saudara anda, teman anda, keluarga anda ataukah saya yang akan jadi &#8220;korban&#8221; berikutnya?? mudah-mudahan tidak!</p>
<p>Mudah-mudahan masih ada aparat yang &#8220;waras&#8221; yang masih menjunjung tinggi prinsip kebebasan berpendapat, tentunya pendapat yang santun, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenaran datanya.</p>
<p><strong>Lampiran:</strong><br />
<a href="http://mendrofa.com/UU-ite.pdf">Download Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)</a></p>
<p>Keterangan: photo diambil dari <a href="www.detik.com" target="_blank">www.detik.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/06/03/prita-mulyasari-terjerat-uu-ite-kebebasan-berpendapat-di-internet-terancam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nah ini dia…… Empat Anggota DPD Kalimantan Barat Akan Diisi Oleh Perempuan Semua!</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/04/28/nah-ini-dia-empat-anggota-dpd-kalimantan-barat-akan-diisi-oleh-perempuan-semua/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/04/28/nah-ini-dia-empat-anggota-dpd-kalimantan-barat-akan-diisi-oleh-perempuan-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 07:26:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah tercipta di Kalimantan Barat. Alokasi empat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) semuanya diisi oleh perempuan, Sri Kadarwati, Maria Goretti, Hairiah dan Erma Suryani Ranik. Mereka menyisihkan 22 calon laki-laki lainnya. Maria Goretti memperoleh suara sebanyak 157.279, disusul Sri Kadarwati 151.602. Setelah kedua incumbent tersebut, dua pendatang baru, Hairiah mendapatkan suara 124.854 dan Erma Suryani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah tercipta di Kalimantan Barat. Alokasi empat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) semuanya diisi oleh perempuan, Sri Kadarwati, Maria Goretti, Hairiah dan Erma Suryani Ranik. Mereka menyisihkan 22 calon laki-laki lainnya. Maria Goretti memperoleh suara sebanyak 157.279, disusul Sri Kadarwati 151.602. Setelah kedua incumbent tersebut, dua pendatang baru, Hairiah mendapatkan suara 124.854 dan Erma Suryani Ranik 118.340. (sumber: tribunbatam.co.id / 28/04/2009)<em><span id="more-614"></span></em></p>
<p>Ini merupakan prestasi luar biasa dan ke depan akan semakin biasa terjadi, yang penting kualitas dan pengabdiannya yang dilihat oleh masyarakat dan bukan karena latarbelakangnya apalagi hanya melihat jenis kelaminnya saja atau bahkan hanya melihat garis keturunannya saja.</p>
<p>Saya sangat senang sekaligus bangga dengan srikandi-srikandi Kalimantan Barat yang berhasil menang dan &#8220;mempercundangi&#8221; calon laki-laki yang merasa lebih layak menang.</p>
<p>Selama kampanye bahkan sebelum kampanye berlangsung, para politisi negeri ini memang selalu mengatakan bahwa masih belum saatnya perempuan bersaing secara terbuka dengan laki-laki padahal sebaliknya. Selamat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/04/28/nah-ini-dia-empat-anggota-dpd-kalimantan-barat-akan-diisi-oleh-perempuan-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemilu Legislatif 2009: Pemilu Paling Brengsek !</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/04/20/pemilu-legislatif-2009-pemilu-paling-brengsek/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/04/20/pemilu-legislatif-2009-pemilu-paling-brengsek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 05:19:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Pemilu Legislatif 2009 merupakan pemilu yang paling brengsek. Kebrengsekan itu bermula dari daftar pemilih tetap (DPT) yang brengsek. Kemudian bertambah brengsek menjadi superbrengsek karena tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas DPT yang brengsek itu. Siapakah yang bersalah? Pemerintah tidak mau disalahkan sendiri. Pemerintah juga menunjuk Komisi Pemilihan Umum, partai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Pemilu Legislatif 2009 merupakan pemilu yang paling <strong>brengsek</strong>. Ke<strong>brengsek</strong>an itu bermula dari daftar pemilih tetap (DPT) yang <strong>brengsek</strong>. Kemudian bertambah brengsek menjadi super<strong>brengse</strong>k karena tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas DPT yang <strong>brengsek</strong> itu. Siapakah yang bersalah? Pemerintah tidak mau disalahkan sendiri. Pemerintah juga menunjuk Komisi Pemilihan Umum, partai politik, bahkan rakyat yang memiliki hak pilih ikut bersalah. (Kutipan dari Editorial <a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2009/04/04/70179/70/13/Melempar-Tanggung-Jawab" target="_blank">Media Indonesia</a> yang berjudul &#8220;<strong>Melempar Tanggung Jawab</strong>&#8220;, edisi Jum`at 17 April 2009).</p>
<p>Membaca editorial Media Indonesia edisi Jum`at ini, pastilah pembaca akan segera memberi respon yang berbeda-beda khususnya mengenai kata <strong>brengsek</strong> itu, sengaja saya menebalkan hurufnya karena saya akan membahas kata itu memang dan betapa buruknya hasil perhitungan pusat tabulasi nasional yang akan ditutup hari ini.<span id="more-602"></span></p>
<p>Yang menarik, dalam edisi editorial itu, kata brengsek diulang-ulang sampai 9 kali, untuk jelasnya silahkan baca editorail Media Indonesia edisi Jum`at atau bisa dibaca di <a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2009/04/04/70179/70/13/Melempar-Tanggung-Jawab" target="_blank">versi onlinenya</a>, kata brengsek mendominasi editorial itu: <strong>brengsek, brengsek, brengsek, brengsek, brengsek, brengsek, brengsek, brengsek, brengsek. </strong></p>
<p>Saya sendiri yang termasuk dalam barisan super cuek dalam hal maki-memaki (maksudnya, saya tidak suka/senang memaki, tapi tidak anti/benci orang yang memaki juga, itu hak mereka) merasa kata-kata itu tidak wajar dan membuat kuping saya agak panas mendengarnya.</p>
<p>Setelah menghela nafas sejenak, dan melihat realita yang ada saya memutuskan memang benar kata itu cocok diberikan pada hasil pemilu 2009 ini. Lebih-lebih setelah kita saksikan bersama, hari ini tanggal 20 April 2009 pusat tabulasi nasional akan ditutup sesuai ketentuan sebelumnya, kecuali ada perpanjangan waktu.</p>
<p>Setelah berhari-hari menunggu dan akan ditutup hari ini, apa hasilnya? <strong>brengsek</strong>! baru terhitung 12.938.889 dari total 171,2 juta orang pemilih. Jumlah TPS yang masuk baru 66.947 dari total 59 ribu TPS (data diambil dari TNP KPU: 20-04-2009 11:30:16).</p>
<p>Logikanya atau perhitungannya begini:</p>
<ul>
<li>Anggap saja perhitungan dimulai dari tanggal <strong>10 April 2009</strong> lalu</li>
<li>Hari ini tanggal <strong>20 April</strong></li>
<li>Berarti ada 10 hari, <strong>10: 12.938.889 = 1.293.888,9</strong> ( keterangan: 10= jumlah hari, 12.938.889= total yang sudah dihitung, 1.293.888,9= rata-rata perhitungan tiap hari, kayak versi quick count aja he he he)</li>
<li>Jadi, rata-rata hanya dapat <strong>1.293.888,9</strong> / hari</li>
<li>1.293.888,9 : 100.071.200 = 77,35 (*)</li>
</ul>
<p>* keterangan: 1.293.888,9= jumlah hitungan harian, 100.071.200= total jumlah pemilih, 77,35= total hari.</p>
<p>Jadi, perhitungan tabulasi nasional akan selesai dalam 77 hari, lebih 2 bulan! ini perhitungan kasar sih, bisa cepat (saya berharap) tetapi bisa juga lebih dari perhitungan diatas, wong server KPU lelet banget.</p>
<p>Jadi siapa yang paling bertanggungjawab atas kebrengsekan ini semua? biarlah Undang-undang yang menjawabnya.</p>
<p>Pasal 32 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang pemilu legislatif: mengatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah yang menyediakan data kependudukan. Data kependudukan itu diserahkan kepada KPU 12 bulan sebelum tanggal pemungutan suara</p>
<p>Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, pasal 39 ayat (1) huruf b: dalam hal penyelenggaraan seluruh tahapan pemilu dan tugas lainnya KPU memberi laporan kepada DPR dan presiden</p>
<p>Jadi kalau berdasarkan Undang-undang, pemerintah dan KPU yang paling bertanggungjawab. Sayang, seribu sayang pemerintah dan KPU sepertinya menyalahkan masyarakat, laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang berniat memperkarakan KPU langsung ditolak oleh kepolisian karena alasan belum cukup bukti, padahal menurut peraturan perundangan yang ada Banwaslu tidak diperkenankan mengakses bukti yang diminta pihak kepolisian itu, repot deh&#8230;&#8230;..</p>
<p>Baiklah kita harus menatap masa depan bangsa ini, ke depan pendataan penduduk harus dibenahi dan tidak boleh ada kesalahan lagi, kesalahan yang mengakibatkan hilangnya hak seorang warga negara yang diakibatkan pendataan petugas terkait harus diganjar dengan hukuman seberat-beratnya bahkan hukuman pidana karena kesempatan untuk menyalurkan hak suara/memilih merupakan hak setiap warga negara. Singkatnya semua warga negara harus terdaftar sebagai calon pemilih. Terlepas apakah warga negara yang terdaftar tidak menggunakan hak pilihnya ataupun menggunakan hak pilihnya, itu merupakan urusan yang bersangkutan (kutipan dari tulisan <a href="http://www.mendrofa.com/2009/04/09/selamat-bercontreng-ria/" target="_blank">saya sebelumnya</a>, 9 April 2009)</p>
<p>Semoga pemilu 2009 ini tidak brengsek-brengsek amat dan terus dibenahi, semoga!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/04/20/pemilu-legislatif-2009-pemilu-paling-brengsek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gratis Domain dan Hosting Selama 2 Tahun</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/04/17/gratis-domain-dan-hosting-selama-2-tahun/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/04/17/gratis-domain-dan-hosting-selama-2-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 13:03:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Hosting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Mau domain dan hosting gratis selama 2 tahun&#8230;??? Dalam rangka menyambut ulang tahun pertama situs www.hoster2u.com pada tanggal 26 Juni 2009, maka kami membagi-bagikan domain dan hosting gratis, seratus persen gratis tanpa syarat dan tanpa bayar sepersenpun selama 2 tahun! Rincian domain dan hosting gratis yang kami bagikan: 5 domain ditambah paket hosting sebesar 100 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mau domain dan hosting gratis selama 2 tahun&#8230;???</p>
<p>Dalam rangka menyambut ulang tahun pertama situs <strong>www.hoster2u.com</strong> pada tanggal 26 Juni 2009, maka kami membagi-bagikan domain dan hosting gratis, seratus persen gratis tanpa syarat dan tanpa bayar sepersenpun selama 2 tahun!</p>
<p>Rincian domain dan hosting gratis yang kami bagikan:</p>
<ul>
<li><strong>5 domain</strong> ditambah<strong> paket hostin</strong>g sebesar <strong>100 MB</strong> selama 2 tahun (masa aktif tahun pertama domain 1 tahun, tahun berikutnya diperpanjang lagi sehingga total menjadi 2 tahun gratis)</li>
<li><strong>5 paket hosting</strong> masing-masing berkapasitas <strong>100 MB</strong></li>
</ul>
<p>Pilihan domain gratis: .com, .net, .org, .biz, .us, .name (boleh memilih salah satu domain)<span id="more-595"></span></p>
<p>Khusus untuk paket kedua (gratis hosting saja) dikarenakan kami tidak memberi domain, setelah dinyatakan menanng nanti silahkan mendaftarkan domain baik yang berbayar maupun yang gratisan seperti domain .co.cc ataupun memakai domain lama anda.</p>
<p>Syaratnya? hampir tidak ada, kami akan memilih secara acak maupun lewat undian dan sebagian lewat survei atas aktifitas anda di blog/website yang anda kelola. Jadi, baik blogger maupun yang tidak punya blog alias masyarakat umum mempunyai kesempatan yang sama dalam memperoleh domain dan hosting gratis dari kami.</p>
<p>Buruan daftar, kesempatan pendafataran hanya dibuka untuk 150 orang pertama setelah itu program ini akan ditutup dan akan memasuki proses seleksi. Jangan lupa beritahu teman-teman anda tentang program ini.</p>
<p>Pengumuman pemenang tanggal 20 Juni 2006, pendaftaran/pengaktifan account domain dan hosting tanggal 26 Juni 2009.</p>
<p>Silahkan daftarkan diri anda <strong><a href="http://hoster2u.com/myaccount/submitticket.php?step=2&amp;deptid=004" target="_blank">disini</a></strong></p>
<p>Pertanyaan tentang program ini? silahkan <strong><a href="http://hoster2u.com/myaccount/contact.php" target="_blank">klik disini</a> </strong>atau silahkan menghubungi 0813.88383.011 atau 021 26269926</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/04/17/gratis-domain-dan-hosting-selama-2-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Bercontreng Ria!</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/04/09/selamat-bercontreng-ria/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/04/09/selamat-bercontreng-ria/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 03:53:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[* Ribuan bahkan jutaan penduduk &#8220;dipaksa&#8221; untuk golput Hari ini seluruh negeri berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara, dan juga mungkin ribuan bahkan jutaan warga yang golput (golongan putih). Alasan mereka golput sangat bervariasi mulai dari kekecewaan terhadap pemerintahan sekarang ini yang masih belum terlalu berhasil memberantas korupsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>* Ribuan bahkan jutaan penduduk &#8220;dipaksa&#8221; untuk golput</strong></p>
<p>Hari ini seluruh negeri berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara, dan juga mungkin ribuan bahkan jutaan warga yang golput (golongan putih). Alasan mereka golput sangat bervariasi mulai dari kekecewaan terhadap pemerintahan sekarang ini yang masih belum terlalu berhasil memberantas korupsi dan kemiskininan maupun golput karena hal sepele yaitu mereka tidak didata oleh petugas terkait.<span id="more-591"></span></p>
<p>Saya katakan hal sepele karena pendataan calon pemilih seharusnya tidak kacau-balau bila instansi terkait yang berwenang mendata penduduk bekerja dengan baik, banyak petugas yang ogah-ogahan mendata penduduk yang akhirnya hasilnya sangat fatal, ribuan bahkan jutaan penduduk &#8220;dipaksa&#8221; untuk tidak menggunakan hak pilihnya.</p>
<p>Kita sering menyaksikan di media masa baik elektronik maupun cetak tentang berita-berita betapa semangat/antusiasnya warga untuk dapat ikut berpartisipasi dalam pemilihan umum tetapi hasilnya mungkin sangat menyakitkan bahkan banyak yang gigit jari dan terpaksa mememinta-minta untuk mencontreng tetapi tidak digubris juga karena alasan mereka belum terdaftar. Disisi lain ribuan nama-nama pemilih ganda, pemilih yang sudah meninggal bahkan nama pemilih fiktif justru terdaftar, ironis!</p>
<p>Mereka tidak &#8220;diberi&#8221; kesempatan untuk memilih karena berbagai alasan teknis dari petugas. Lalu apakah petugas terkait yang harus disalahkan? atau penduduknya yang disalahkan karena tidak berperan aktif dalam mendaftarkan dirinya? sepertinya warga yang aktif masih belum terlalu membantu dalam menekan angka golput bila koordinasi dari petugas tidak jelas karena sebenarnya warga harusnya dilayani. Lalu menyalakan petugas? kita tahu sendiri di negeri ini untuk mencari siapa yang salah sangat susah bagai mencari jarum dalam tumpukan jerami.</p>
<p>Baiklah kita harus menatap masa depan bangsa ini, ke depan pendataan penduduk harus dibenahi dan tidak boleh ada kesalahan lagi, kesalahan yang mengakibatkan hilangnya hak seorang warga negara yang diakibatkan pendataan petugas terkait harus diganjar dengan hukuman seberat-beratnya bahkan hukuman pidana karena kesempatan untuk menyalurkan hak suara/memilih merupakan hak setiap warga negara. Singkatnya semua warga negara harus terdaftar sebagai calon pemilih. Terlepas apakah warga negara yang terdaftar tidak menggunakan hak pilihnya ataupun menggunakan hak pilihnya, itu merupakan urusan yang bersangkutan.</p>
<p>Biarlah rakyat yang menentukan apakah menggunakan hak pilihnya atau tidak mengunakan hak pilihnya dengan ikut golput (golongan putih), bukankah memilih merupakan hak dasar setiap manusia? jadi kalau warga golput, itu hak dia dan tidak boleh ada cap haram, tidak bertanggungjawab, munafik dan lain-lain bagi warga yang golput.</p>
<p>Selamat bercontreng ria!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/04/09/selamat-bercontreng-ria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Kembali Indonesia Raya</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/04/04/membangun-kembali-indonesia-raya/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/04/04/membangun-kembali-indonesia-raya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 08:38:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=586</guid>
		<description><![CDATA[Baru! saya baru launching logo dukungan dengan tagline: &#8220;I SUPPORT Prabowo Subianto president 2009&#8243; di FaceBook dan blog. Tertarik untuk memajang logo ini di FB atau blog anda? silahkan!!! copy paste scriptnya di www.mendrofa.com Perhatian: logo dukungan ini merupakan inisiatif sendiri karena saya (kris J. Mendrofa) tertarik dengan program kerja Prabowo Subianto yg pro rakyat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru! saya baru launching logo dukungan dengan tagline: &#8220;I SUPPORT Prabowo Subianto president 2009&#8243; di FaceBook dan blog. Tertarik untuk memajang logo ini di FB atau blog anda? silahkan!!! copy paste scriptnya di www.mendrofa.com Perhatian: logo dukungan ini merupakan inisiatif sendiri karena saya (kris J. Mendrofa) tertarik dengan program kerja Prabowo Subianto yg pro rakyat dan petani. Berikut program aksi Prabowo Subianto yang saya kutip dari <strong>PerubahanUntukRakyat.Com:</strong></p>
<p align="center"><strong>8 PROGRAM AKSI UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT</strong></p>
<p align="center">
<p align="center">
<p><strong>1. </strong><strong>Menjadwalkan Kembali Pembayaran Utang Luar Negeri</strong></p>
<ul class="unIndentedList">
<li>Mengalihkan dana pembayaran utang luar negeri sebagai modal untuk membiayai program pendidikan, kesehatan, pangan dan energi, yang murah serta ramah lingkungan.<span id="more-586"></span></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Menyelamatkan Kekayaan Negara untuk Menghilangkan Kemiskinan</strong></p>
<ul class="unIndentedList">
<li>Menjadikan BUMN sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan ekonomi.<strong></strong></li>
<li>Menghentikan penjualan aset negara yang strategis dan atau yang menguasai hajat hidup orang banyak.<strong></strong></li>
<li>Meninjau kembali semua kontrak pemerintah yang merugikan kepentingan nasional.<strong></strong></li>
<li>Mewajibkan eksportir nasional yang menikmati fasilitas kredit dari negara untuk menyimpan dana hasil ekspornya di bank dalam negeri.<strong></strong></li>
<li>Membangun industri pengolahan untuk memperoleh nilai tambah.<strong></strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Melaksanakan Ekonomi Kerakyatan</strong></p>
<ul class="unIndentedList">
<li>Mencetak 2 juta Ha lahan baru untuk meningkatkan produksi beras, jagung, kedelai, tebu yang dapat mempekerjakan 12 juta orang.<strong></strong></li>
<li>Mencetak 4 juta Ha lahan untuk aren (bahan baku bio ethanol) yang dapat mempekerjakan 24 juta orang.<strong></strong></li>
<li>Membangun pabrik pupuk Urea dan NPK dengan total kapasitas 4 juta ton.<strong></strong></li>
<li>Memperbesar permodalan lembaga keuangan mikro untuk menyalurkan kredit bagi rakyat kecil.<strong></strong></li>
<li>Membangun sarana transportasi massal.<strong></strong></li>
<li>Modernisasi pasar tradisional untuk pedagang kecil.<strong></strong></li>
<li>Meningkatkan pendapatan per kapita dari USD 2000 menuju USD 4000.<strong></strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Delapan Program Desa</strong></p>
<ul type="disc">
<li><strong>Listrik desa</strong></li>
<li><strong>Bank dan lembaga keuangan desa</strong></li>
</ul>
<ul type="disc">
<li><strong>Koperasi desa, lumbung desa, pasar desa</strong></li>
<li><strong>Air bersih desa</strong></li>
<li><strong>Klinik desa</strong></li>
<li><strong>Pendidikan desa</strong></li>
<li><strong>Infrastruktur pedesaan dan daerah pesisir</strong></li>
<li><strong>Rumah sehat pedesaan</strong></li>
</ul>
<p><strong>5. </strong><strong>Memperkuat Sektor Usaha Kecil</strong></p>
<ul class="unIndentedList">
<li>Prioritas penyaluran kredit perbankan kepada petani, nelayan dan pedagang kecil.</li>
<li>Melarang penyaluran kredit bank pemerintah untuk pembangunan perumahan dan apartemen mewah, mall, serta proyek-proyek mewah lainnya.</li>
<li>Melindungi pedagang pasar trasdisional dengan melarang pembangunan pasar swalayan berskala besar yang tidak sesuai undang-undang.</li>
<li>Melindungi dan memperjuangkan hak-hak buruh, termasuk buruh migran (TKI/TKW).</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>6. </strong><strong>Kemandirian Energi</strong></p>
<ul class="unIndentedList">
<li>Membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan air (10.000 MW).<strong></strong></li>
<li>Menyediakan sumber energi dengan mendirikan kilang-kilang minyak, pabrik bio ethanol dan pabrik DME (Pengganti LPG).<strong></strong></li>
<li>Membuka 2 juta hingga 4 juta Ha hutan aren &#8211; dengan sistem tanam tumpangsari &#8211; untuk produksi bahan bakar ethanol, sebagai pengganti BBM impor. Pembukaan lahan ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara pengekpor bahan bakar nabati setelah 7 tahun masa tanam (4 juta Ha hutan aren menghasilkan sekitar 56 juta mt ethanol/tahun).<strong></strong></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>7. </strong><strong>Pendidikan &amp; Kesehatan</strong></p>
<ul type="disc">
<li>Mencabut Undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP).</li>
<li>Menghapus pajak buku pelajaran dan menghentikan model penggantian buku pelajaran setiap tahun.</li>
<li>Membagi sedikitnya 1 juta lap-top kepada mahasiswa per tahun.</li>
<li>Mengaktifkan kembali program KB (Keluarga Berencana).</li>
</ul>
<ul type="disc">
<li>Meningkatkan peran PKK, Posyandu dan Puskesmas.</li>
<li>Menempatkan sarjana dan dokter baru melalui program pemerintah terutama di kantong-kantong kemiskinan.</li>
<li>Menggerakkan Revolusi Putih dengan menyediakan susu untuk anak-anak miskin.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>8. </strong><strong>Menjaga Kelestarian Alam dan Lingkungan Hidup</strong></p>
<ul class="unIndentedList">
<li>Melakukan penghijauan kembali 59 juta Ha hutan yang rusak serta konservasi aneka ragam hayati dan hutan lindung.</li>
<li>Mengamankan dan merehabilitasi daerah aliran sungai</li>
<li>Mencegah dan menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan.</li>
<li>Melindungi flora dan fauna sebagai bagian dari aset bangsa.</li>
</ul>
<p><em>Sumber: http://perubahanuntukrakyat.com/2009/03/14/membangun-kembali-indonesia-raya/</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/04/04/membangun-kembali-indonesia-raya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengangguran &amp; Kemiskinan: Turun atau Turun-menurun?</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/03/26/pengangguran-kemiskinan-turun-atau-turun-menurun/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/03/26/pengangguran-kemiskinan-turun-atau-turun-menurun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 08:23:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=583</guid>
		<description><![CDATA[Dalam salah satu orasi capres dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) beberapa saat lalu mengatakan bahwa klaim pemerintah yang mengatakan bahwa bahan bakar minyak (BBM), pengangguran dan kemiskinan turun memang benar, ya benar turun. Pengangguran, kemiskinan turun dari kakek lalu turun ke anak lalu turun ke cucu. Pengangguran dan kemiskinan warga memang turun, turun-menurun! Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam salah satu orasi capres dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) beberapa saat lalu mengatakan bahwa klaim pemerintah yang mengatakan bahwa bahan bakar minyak (BBM), pengangguran dan kemiskinan turun memang benar, ya benar turun. Pengangguran, kemiskinan turun dari kakek lalu turun ke anak lalu turun ke cucu. Pengangguran dan kemiskinan warga memang turun, turun-menurun!<span id="more-583"></span></p>
<p>Saya sebagai warga negara <span style="text-decoration: line-through;">yang baik</span> sangat mengapresiasi sikap Prabowo yang kritis dan memasyarakat ini, pernyataannya sangat relevan dan juga realistis dibanding klaim-klaim maupun janji-janji capres lain. Misalnya Ibu Megawati dari PDI-Perjuangan bilang dalam 100 hari sembako akan diturunkan, memangnya beliau bisa memenuhi janji itu bila beliau kelak terpilih lagi jadi presiden? saya tidak yakin bahkan pesimis janji itu bisa diwujudkan.</p>
<p>Sejarah membuktikan atau minimal dari sudut pandangan saya, ibu Megawati ketika menjabat sebagai presiden republik ini tidak terlalu bagus-bagus amat, zaman pemerintahannya justru banyak BUMN dijual bahkan diobral dengan alasan privatisasi. Nah sekarang dengan gampang mengatakan akan bisa mensejahterakan rakyat.</p>
<p>Lalu pemerintahan SBY mengklaim bahwa telah berhasil menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), kata-kata berhasil ini yang terus terang saya tidak suka mendengar dan menurut saya menyesatkan. Memangnya harga BBM turun karena perjuangan pemerintah yang pro rakyat? tidak! BBM turun karena harga minyak dunia memang lagi turun makanya mau tidak mau harga BBM didalam negeri juga harus disesuaikan.</p>
<p>Masih sangat jelas diingatan kita ketika pemerintahan SBY menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu yang ditentang keras oleh mahasiswa dan masyarakat dimana demo itu berakhir anarkhis. Lalu aparat menangkap orang yang diklaim sebagai aktor intelektualnya dan sekarang sang aktor intelektual bahkan belum selesai proses hukumnya, belakangan sang aktor dijadikan tahanan kota. Ini membuktikan bahwa pemerintah pernah mengecewakan rakyat dengan cara menaikkan BBM, tetapi sekarang kok sepertinya jadi pahlawan yang telah menurunkan BBM?</p>
<p>Ini membuktikan bahwa baru beberapa saat yang lalu, di negeri ini telah terjadi penolakan kenaikan harga BBM karena kebijakan pemerintah yang tidak sensitif akan kesejahteraan rakyat. Tetapi sekarang pada saat kampanye seakan-akan pemerintah sangat-sangat berusaha menurunkan harga. Kemiskinan juga diklaim turun, tetapi saya melihat kok di Jakarta saja semakin banyak pengemis dan penjahat jalanan ya?</p>
<p>Jangan-jangan kata turun yang diklaim pemerintah beserta kroninya itu benar tetapi turun-menurun? Mari kita pilih pemimpin yang cerdas, pro rakyat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/03/26/pengangguran-kemiskinan-turun-atau-turun-menurun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya Golput ?</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/03/23/saya-golput/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/03/23/saya-golput/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 05:44:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=578</guid>
		<description><![CDATA[Pemilu 2009 sudah semakin dekat saja, saya sendiri sudah pasti tidak akan menggunakan hak pilih saya pada pemilu kali ini. Pada pemilu 2004 lalu juga saya tidak gunakan hak pilih saya juga, jadi bisa dipastikan saya masih belum gunakan hak pilih saya sebagai warga negara yang baik, ini suatu kebanggaan saya? atau suatu kebodohan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemilu 2009 sudah semakin dekat saja, saya sendiri sudah pasti tidak akan menggunakan hak pilih saya pada pemilu kali ini. Pada pemilu 2004 lalu juga saya tidak gunakan hak pilih saya juga, jadi bisa dipastikan saya masih belum gunakan hak pilih saya sebagai warga negara <span style="text-decoration: line-through;">yang baik</span><del datetime="2009-03-23T04:37:49+00:00"></del>, ini suatu kebanggaan saya? atau suatu kebodohan dan atau tindakan yang sangat tidak bertanggungjawab?? entahlah.<span id="more-578"></span></p>
<p>Sekedar informasi, saya mempunyai beberapa teman dekat maupun sekedar kenalan yang ikut jadi calon legislatif bahkan adik perempuan saya yang masih kuliah dan juga sambil bekerja di salah satu instansi pemerintah daerah ikut juga mencalonkan diri menjadi anggota legislatif (caleg) tingkat kabupaten.</p>
<p>Jadi sebelum saya mengvonis diri sendiri sebagai seorang golput ada baiknya mengetahui seluk beluk pertama kali mengapa saya tidak mencoblos atau ikut pemilu.</p>
<p>Tahun 2001, saya sudah di Jakarta dan masih memegang KTP daerah asal saya. KTP Jakarta masih belum punya karena sudah rahasia umum, untuk membuat KTP di DKI Jakarta bila mau terima bersih saja biayanya tidak gratis bahkan mencapai ratusan ribu. Ada cara yang murah yaitu mengurusnya secara langsung dengan mendatangi RT lalu RW dan terakhir ke kelurahan. Kebetulan ketua RT kami berada di sebelah tempat kos saya jadi saya gampang menghubunginya, lalu ketemu ketua RW? astaga ini yang repot banget, ketua RWnya seperti pejabat saja, susah banget ditemui!</p>
<p>Akhirnya karena sudah malas mengurus kesana-sini, saya lalu meminta &#8220;bantuan&#8221; ketua RT yang kebetulan sudah kenal baik dengan saya, istilah yang mereka pakai nembak KTP. Tetapi namanya &#8220;bantuan&#8221; ya ini seperti uang &#8220;damai&#8221;lah untuk pihak oknum polisi yang menilang kita di lampu merah.</p>
<p>Akhirnya sebelum pemilu tahun 2004 saya sudah punya KTP DKI Jakarta dan harusnya sudah didata sebagai penduduk Jakarta donk tapi yang anehnya ketika pemilu tahun 2004 saya tidak didata sebagai calon pemilih tetap dan tidak mendapat kartu pemilih. Anehnya petugas juga bahkan ketua RT tidak mendata warganya apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau tidak dan ternyata bukan saya saja, tetangga kami yang sejak lahir sudah jadi warga Jakarta tidak didata juga. Warga harus terlibat aktif mungkin, jadi harus datangi KPU atau instansi terkait untuk mendata mereka. Dan ternyata ada saja warga yang mendatangi petugas, tetapi permintaan mereka lama juga baru direspon karena berbagai alasan.</p>
<p>Tetapi waktu itu ada yang aneh menurut saya, kok KPU sepertinya rajin banget mendata WNI yang ada di luar negeri ya? sampai petugas KPU nya mendatangi negara-negara yang ada WNI nya, giliran di negeri sendiri saja yang jarak dan biaya operasionalnya kecil justru tidak <em>disamperin</em> untuk didata.</p>
<p>Ternyata jawabannya sederhana, kalau WNI di luar negeri didata dengan baik sudah pasti sang petugas akan kesana. Dan sudah bisa ditebak, selain mendata warga disana ya sekalian jalan-jalan dan menjadi wisatawan disana modus ini juga banyak dilakukan oleh wakil-wakil rakyat yang sedang duduk di Senayan sekarang. Padahal kalau dihitung-hitung berapa sih suara luar negeri itu dibanding dengan biaya yang dikeluarkan. Mendingan benahi dalam negeri dulu baru deh benahi luar negeri, bukannya saya tidak menganggap mereka tetapi ini masalah prioritas dan efektifitas saja.</p>
<p>Jadi saya golput karena tidak punya akses untuk membuat pilihan dalam hal ini saya tidak punya kartu pemilih dan juga kalaupun saya punya kartu pemilih belum tentu saya menggunakannya. Golput juga merupakan hak dan bagian dari demokrasi sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/03/23/saya-golput/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HP LG Mengecewakan (update)</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/03/23/hp-lh-mengecewakan-update/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/03/23/hp-lh-mengecewakan-update/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 04:36:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Gadget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[Hari minggu kemarin saya datangi LG Roxy untuk mengambil HP saya, setelah petugasnya periksa sana-sini akhirnya dia menemui saya dan memberikan jawaban yang cukup konyol: HP bapak belum selesai kami kan belum telepon bapak, jadi kalau belum ditelepon berarti HPnya belum selesai direparasi. waduh&#8230;!! Padahal mereka sudah janji cuma 3 hari akan selesai, hari minggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari minggu kemarin saya datangi LG Roxy untuk mengambil HP saya, setelah petugasnya periksa sana-sini akhirnya dia menemui saya dan memberikan jawaban yang cukup konyol: HP bapak belum selesai kami kan belum telepon bapak, jadi kalau belum ditelepon berarti HPnya belum selesai direparasi. waduh&#8230;!!</p>
<p>Padahal mereka sudah janji cuma 3 hari akan selesai, hari minggu kemarin sudah hari kelima malah.<span id="more-575"></span></p>
<p>Respon saya sederhana: saya gak mau tau bu! pokoknya hari ini saya mau ambil HP saya dalam keadaan normal, kalau gak balikin uang saya!</p>
<p>Akhirnya petugasnya kembali repot lagi dan menelpon kesana-sini, ternyata HP saya sudah selesai diperbaiki, wah ternyata harus diancam dulu ya baru mereka ngaku sudah selesai perbaiki, coba kalau gak saya ancam, pasti saya disuruh balik dan kembali dalam beberapa hari.</p>
<p>Ternyata ancam-mengancam ada manfaatnya juga ya he he he.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/03/23/hp-lh-mengecewakan-update/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HP LG Mengecewakan !</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/03/20/hp-lg-mengecewakan/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/03/20/hp-lg-mengecewakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 05:23:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Gadget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[Hari minggu tanggal 15 Maret 2009 kemarin saya ke Roxy untuk membeli handphone dan pilihan saya jatuh pada merek LG 380 yang harganya cukup murah Rp. 1.200.000. Fitur yang saya sukai dan satu-satunya alasan untuk beli HP ini sih karena ada fasilitas 3G nya karena saya sebelumnya sudah punya handphone 3 unit nan murahan tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari minggu tanggal 15 Maret 2009 kemarin saya ke Roxy untuk membeli handphone dan pilihan saya jatuh pada merek LG 380 yang harganya cukup murah Rp. 1.200.000. Fitur yang saya sukai dan satu-satunya alasan untuk beli HP ini sih karena ada fasilitas 3G nya karena saya sebelumnya sudah punya handphone 3 unit nan murahan tapi cukup untuk bisa dijadikan ajang berkomunikasi.<span id="more-572"></span></p>
<p>HP LG saya beli langsung di distributor resmi LG yang berada di lantai 1, dan garansinya bukan garansi toko atau garansi distributor tapi langsung garansi resmi dari LG. Setelah saya membayar ke kasir, HP nya dicoba apakah fitur-fiturnya berfungsi semua dan ternyata baik-baik saja.</p>
<p>Sesampai di kosan, saya langsung charge selama 6 jam dan mematikan handphone, mengikuti panduan sebagaimana yang disyaratkan bila baru membeli handphone. Besok paginya, tepatnya hari senin setelah bangun, saya langsung menghidupkan handphone LG tadi dan betapa kagetnya saya, ternyata HP nya tidak hidup sama sekali! sontak saya kaget, tetapi saya masih beralasan mungkin sebentar lagi akan hidup lalu saya biarkan saja dan stop kontaknya saya cabut.</p>
<p>Setelah itu seharian saya coba hidupkan terus dan tidak hidup-hidup juga, ternyata HP nya mati total! tragis, HP baru sudah rusak, sms an atau telepon aja belum sempat saya pakai apalagi browsing tetapi HP nya sudah rusak, kacau!</p>
<p>Hari selasanya saya ke Roxy untuk protes kejadian tersebut, tetapi petugasnya bilang diperbaiki saja waktu perbaikannya selama 3 hari. Nah loh, HP baru masak sudah diperbaiki?? yang benar saja pak saya bilang. Saya mau ganti deh, kalau mau ganti, 3 minggu baru dapat penggantinya. Lama amat!</p>
<p>Setelah berpikir sebentar, akhirnya saya putuskan untuk diperbaiki saja dan mau ambil HP nya hari minggu besok, semoga HP nya bisa normal. Kalau gak, saya kutuk habis-habisan LG nya deh!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/03/20/hp-lg-mengecewakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yes You Can (2)</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/01/28/yes-you-can-2/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/01/28/yes-you-can-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 05:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;&#8230;&#8230; Ahirnya pelantikan Barack Obama benar-benar terjadi walaupun dalam keadaan sederhana, jutaan warga berkumpul di sekitar lokasi pelantikan, jutaan warga Amerika lainnya menyaksikan proses pelantikan lewat berbagai media elektronik: televisi, radio, internet dan sebagainya dan bahkan tidak luput juga penduduk dunia ikut menyaksikan proses pelantikan ini. Singkatnya jutaan dan mungkin ratusan juta mata tertuju pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;&#8230;&#8230; Ahirnya pelantikan Barack Obama benar-benar terjadi walaupun dalam keadaan sederhana, jutaan warga berkumpul di sekitar lokasi pelantikan, jutaan warga Amerika lainnya menyaksikan proses pelantikan lewat berbagai media elektronik: televisi, radio, internet dan sebagainya dan bahkan tidak luput juga penduduk dunia ikut menyaksikan proses pelantikan ini. Singkatnya jutaan dan mungkin ratusan juta mata tertuju pada satu sosok yaitu pelantikan presiden baru barack Obama.&#8221; Ini merupakan cupliklan artikel saya sebelumnya yang masih berjudul yang sama yaitu &#8220;Yes You Can&#8221;</p>
<p>Setelah dunia maupun negeri ini puas menyaksikan &#8220;atraksi&#8221; dari suksesnya Barack Obama menjadi orang nomor satu di AS, maka duniapun akan segera menonton atraksi serupa di negeri yang namanya Indonesia dalam arti Indonesia juga akan memilih presidennya secara demokratis, tetapi akankah calon presiden maupun presiden terpilih Indonesia di pemilihan umum 2009 ini akan dielu-elukan oleh warganya sendiri? akankan pelajar SD merayakan kemenangan RI satu nanti? apakah akan ada ribuan bahkan jutaan fans di negeri ini? akankah dunia memberi apresiasi tinggi kepada presiden terpilih nanti?<span id="more-563"></span></p>
<p>Semuanya ini hanya waktu yang akan menjawab, tetapi sejak sekarang kita sudah dapat menebak siapa-siapa saja calon yang akan bertarung nantinya, sebagian masih muka-muka lama dengan pakai gaya lama pula! Yang merasa tua dan senior  dan merasa banyak pengalaman karena pernah memimpin memandang sinis calon yang muda/junior, calon junior juga menganggap calon tua sudah tidak bisa apa-apa karena mereka tidak berhasil membawa negeri ini keluar dari keterpurukan ketika mereka memimpin.</p>
<p>Sementara calon-calon yang bertarung nanti masing-masing sibuk membentengi diri dengan berbagi argumen dangkal, mereka lupa ataupun mungkin sudah tertutup pintu hati nuraninya bahwa sebenarnya yang harus mereka bahas dan perdebatkan adalah bagaimana memberikan solusi dan bukan sekedar argumen  yang tidak akan selesai dibahas-bahas.</p>
<p>Di acara debat televisi para politisi kita yang akan bertarung ataupun yang berandai-andai kalau dipilih nanti mereka akan melakukan inovasi ini, inovasi itulah yang bahkan terlalu dipaksakan dan terlalu berlebihan.</p>
<p>Mereka bilang: kalau ada koruptor dihukum mati saja, kalau masih mencuri ikan, tenggelamkan saja kapalnya, agenda pertama saya ketika memimpin negeri ini adalah memberi sembako murah untuk rakyat, pertama dalam sejarah harga minyak turun 3 kali dan seterusnya, semuanya gombal dan berlebihan semua.  Kesan yang didapat dari pernyataan-pernyataan diatas, sepertinya mereka dengan mudah menghentikan pencuri ikan di laut, menghentikan koruptor, menurunkan harga.</p>
<p>Kadang pernyataan politisi negeri ini di berbagai media  membuat bulu kuduk merinding karena saking keras dan kritisnya pernyataan mereka, tetapi kalau mereka sudah masuk ke sistem atau tujuan mereka sudah tercapai, suara-suara &#8220;sumbang&#8221; tadi nyaris tidak terdengar dan bahkan tiba-tiba berubah wujud menjadi &#8220;makhluk&#8221; yang gampang marah/ngambek kalau posisi mereka terancam atau gagal mendapatkan apa yang mereka impikan.</p>
<p>Ketika pemilihan umum, tiba-tiba saja mereka jadi pahlawan rakyat dengan berbagai kunjungan dan ketika menang tempat usaha atau rumah-rumah warga mereka gusur dengan dalih demi ketertiban dan keamanan umum. Di Jawa Timur tepatnya di pulau Madura, para politisi lokal berusaha memperebutkan suara rakyat lewat pemilihan ulang yang curang sebelumnya dan kalau mereka sudah menang akankah mereka memperebutkan dan berbondong-bondong mendengarkan aspirasi warga yang memilih disana?</p>
<p>Yang tidak memilih atau golput dianggap dosa/haram, tetapi kalau pemerintah tidak memenuhi kewajibannya untuk memenuhi amanat Undang-Undang Dasar tentang alokasi 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan karena alasan kurang dana atau apapun alasannya tidak dianggap haram, tidak dianggap berdosa padahal telah melanggar amanat konstitusi kita.</p>
<p>Yang golput &#8220;dihujat&#8221; seperti warga negara yang tidak bertanggungjawab, yang korup disanjung-sanjung telah berbuat sesuatu untuk negeri ini, sehingga pengadilan cuma menjatuhkan hukuman ringan kepada mereka karena mungkin sudah terbawa dengan opini pengabdian tadi, warga miskin yang mencuri besi tua atau sandal tua dihukum seberat-beratnya.</p>
<p>Kita masih bersyukur masih ada lembaga yang independen dan &#8220;waras&#8221; yaitu Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan salah satu pasal UU Pemilu pada 23 Desember 2008. Pasal yang dibatalkan yakni pasal 214 huruf a, b, c, d, e Undang-undang (UU) nomor 10 tahun 2008 tentang Pemilu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang mengatur soal sistem nomor urut dan menggantinya dengan suara terbanyak. Semoga memilih kucing dalam karung tidak terjadi lagi, semoga!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/01/28/yes-you-can-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yes You Can!</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2009/01/23/yes-you-can/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2009/01/23/yes-you-can/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 05:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mendrofa.com/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[Nih posting baru, baru posting nih&#8230;&#8230; Tanpa terasa sudah tanggal 24 Januari 2009 yang berarti tinggal beberapa hari lagi bulan Januari ini akan berakhir, padahal perasaan baru kemarin merayakan tahun baru. Semoga tahun 2009 ini lebih baik dari tahun 2008 kemarin: keamanan dunia stabil, perekonomian stabil, politik dalam negeri stabil, mendapatkan pemimpin baru yang mampu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nih posting baru, baru posting nih&#8230;&#8230; Tanpa terasa sudah tanggal 24 Januari 2009 yang berarti tinggal beberapa hari lagi bulan Januari ini akan berakhir, padahal perasaan baru kemarin merayakan tahun baru.</p>
<p>Semoga tahun 2009 ini lebih baik dari tahun 2008 kemarin: keamanan dunia stabil, perekonomian stabil, politik dalam negeri stabil, mendapatkan pemimpin baru yang mampu mengangkat negeri ini dari keterpurukan.<span id="more-559"></span></p>
<p>Ngomong-ngomong tentang pemimpin, ada baiknya saya membahas sedikit fenomena Barack Obama yang baru saja dilantik menjadi presiden ke-44 negara adidaya Amerika Serikat, sekarang ini siapa yang tidak kenal Obama? siapa yang tidak ngefans dengan Obama? (ada yang tidak kenal dan ngefans dengan Obama juga sih) sepertinya dunia sedang &#8220;dimabuk cinta&#8221; dengan presiden baru itu mulai dari gosip ibu-ibu, warung kopi, cafe, bar, kantor pemerintahan, pusat hibuaran bahkan para politisi dunia tanpa terkecuali politisi di negeri ini ikut mengomentari suksesi kepemimpinan Barack Obama.</p>
<p>Bahkan anak SD pun (di Indonesia) ikut-ikutan merayakan kemenangan Barack Obama bahkan beberapa jam waktu mereka tersita untuk merayakan kemenangan ini yang berarti proses belajar mengajar di kelas terganggu, apakah pihak sekolahnya yang berinisiatif &#8220;merayakan&#8221; atau memang anak didiknya yang dengan sukarela, entahlah.  Fenomena ini sungguh luar biasa dan juga sekaligus mencemaskan.</p>
<p>Akhirnya pelantikan Barack Obama benar-benar terjadi walaupun dalam keadaan sederhana, jutaan warga berkumpul di sekitar lokasi pelantikan, jutaan warga Amerika lainnya menyaksikan proses pelantikan lewat berbagai media lektronik: televisi, radio, internet dan sebagainya dan bahkan tidak luput juga penduduk dunia ikut menyaksikan proses pelantikan ini. Singkatnya jutaan dan mungkin ratusan juta mata tertuju pada satu sosok yaitu pelantikan presiden baru barack Obama.</p>
<p>Selamat bekerja presiden Barack Obama, Yes <span style="font-style: italic; text-decoration: line-through;">We</span> You Can !!  <span style="font-style: italic;"> (bersambung yach&#8230;)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2009/01/23/yes-you-can/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hoster2u.Com Beri Diskon 35% Untuk Pemesanan Hosting nih….</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/12/14/hoster2ucom-beri-diskon-35-untuk-pemesanan-hosting-nih/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/12/14/hoster2ucom-beri-diskon-35-untuk-pemesanan-hosting-nih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 13:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Domain]]></category>
		<category><![CDATA[Hosting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://krismendrofa.com/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka menyambut Hari Natal 25 Desember 2008 dan Tahun baru 1 Januari 2009, maka Hoster2u.Com memberi hadiah dalam bentuk diskon 35% (tiga puluh lima persen) untuk semua pemesanan paket hosting kami baik pemesanan per bulan, per tiga bulan, per enam bulan maupun per tahun. Promosi berlaku bagi pelanggan lama maupun pelanggan baru yang akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka menyambut Hari Natal 25 Desember 2008 dan Tahun baru 1 Januari 2009, maka <strong><a href="http://www.hoster2u.com" target="_blank">Hoster2u.Com</a></strong> memberi hadiah dalam bentuk diskon 35% (tiga puluh lima persen) untuk semua pemesanan paket hosting kami baik pemesanan per bulan, per tiga bulan, per enam bulan maupun per tahun. Promosi berlaku bagi pelanggan lama maupun pelanggan baru yang akan mendaftar.</p>
<p>Promosi ini berlaku sampai dengan tanggal 15 Januari 2009.</p>
<p>Untuk memanfaatkan diskon ini caranya mudah yaitu:<br />
- Silahkan melakukan pemesanan hosting<br />
- Ketik 35% (tidak pakai spasi) di form isian Kode Promosi<br />
- Lalu klik kode validasi<span id="more-551"></span></p>
<p>Sebelum melanjutkan proses pemesanan, pastikan kode promosi yang anda masukkan telah berhasil dengan melihat apakah tagihan anda sudah dikurangi dari total yang harus dibayar sebelum memasukkan promosi.</p>
<p>Setelah anda yakin, klik Lanjutkan dan proses. Sesaat kemudian anda akan menerima invoice, silahkan melakukan pembayaran. Dan jangan lupa melakukan konfirmasi kepada kami dengan mengisi formulir konfirmasi pembayaran di: <a href="http://www.hoster2u.com/myaccount/submitticket.php?step=2&amp;deptid=003">http://www.hoster2u.com/myaccount/submitticket.php?step=2&amp;deptid=003</a></p>
<p>Catatan: Bila paket pesanan hosting anda belum diproses dalam jangka waktu 1&#215;24 setelah konfirmasi pembayaran, silahkan lapor/klaim/jitak kami *_* he he he, cukup dengan sms kami di nomor: 0856-701-5151 untuk meminta aktivasi hosting anda.</p>
<p>Terima kasih atas perhatiannya. Selamat Hari Natal dan Tahun Baru !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/12/14/hoster2ucom-beri-diskon-35-untuk-pemesanan-hosting-nih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dikejar-Kejar SPG Rokok Gara-gara Genit</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/11/23/dikejar-kejar-spg-rokok-gara-gara-genit/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/11/23/dikejar-kejar-spg-rokok-gara-gara-genit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 15:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata gw genit juga yach&#8230;&#8230;. ceritanya malam ini gw nongkrong di salah tempat hiburan yang ada failitas billyard, internet, bar, study roomnya di kawasan Jakarta Pusat, gw kesini dari jam 09.00. Salah satu bukti bahwa gw cukup genit: gw main mata dengan salah satu SPG rokok yang tentunya cakep nan aduhai lalu SPG yang bersangkutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata gw genit juga yach&#8230;&#8230;. ceritanya malam ini gw nongkrong di salah tempat hiburan yang ada failitas billyard, internet, bar, study roomnya di kawasan Jakarta Pusat, gw kesini dari jam 09.00. Salah satu bukti bahwa gw cukup genit: gw main mata dengan salah satu SPG rokok yang tentunya cakep nan aduhai lalu SPG yang bersangkutan memberi respon dengan langsung menyamperin gw. Mungkin pikirnya ini cowok cocok untuk diprospekin, jadi deh dia nawarin rokok ma gw.<span id="more-548"></span></p>
<p>Pertama gw nolak, karena dia merayu trus lalu timbullah rasa solidaritas gw, lalu saya kasih uang ma SPG itu tetapi tokoknya gak gw ambil, silahkan ambil aja mbak dan jual lagi gw gak pakai rokok itu. Eh belakangan dia gencar nawarin rokok malah, gak tanggung-tanggung 1 slop, &#8220;bantuin gw donk kak&#8230;.&#8221; katanya, lagi sepi nih&#8230;..</p>
<p>Tanpa terasa dia duduk disamping gw sampai sejam untuk merayu dan merayu lagi, sampai akhirnya kami nyaris tukar-menukar nomor handphone dan malah semakin jauh dari tugasnya untuk menjual rokok ke gw. Akhirnya karena uda lama dan tampaknya dia gak mau ngalah gw akhirnya bilang gw gak bakalan beli, kalau mau kenalan sih ayo aja, apalagi malam semakin larut he he he, rada-rada kapok deh jadinya godain cewek</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/11/23/dikejar-kejar-spg-rokok-gara-gara-genit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PestaBlogger 2008: Selamat Datang di Republik Blog</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/11/22/pestablogger-2008-selamat-datang-di-republik-blog/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/11/22/pestablogger-2008-selamat-datang-di-republik-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 16:03:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[PB2008]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa terasa PestaBlogger 2008 yang kita nanti-nantikan telah berakhir dengan kenangan manis: ketemu dengan blogger lain yang hanya kenal lewat dunia maya. Terus terang sebelumnya saya tidak pernah bertemu dengan teman-teman blogger yang hadir dalam PestaBlogger 2008 ini, blogger yang terdaftar di blogboleh.com merupakan satu-satunya komunitas blogger yang pernah bertemu dengan saya karena sekitar 1 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanpa terasa PestaBlogger 2008 yang kita nanti-nantikan telah berakhir dengan kenangan manis: ketemu dengan blogger lain yang hanya kenal lewat dunia maya. Terus terang sebelumnya saya tidak pernah bertemu dengan teman-teman blogger yang hadir dalam PestaBlogger 2008 ini, blogger yang terdaftar di <a href="http://www.blogboleh.com" target="_blank">blogboleh.com</a> merupakan satu-satunya komunitas blogger yang pernah bertemu dengan saya karena sekitar 1 tahun lalu kami sempat gathering di Solaria Semanggi, cuma kali ini kalau saya lihat di daftar peserta PestaBlogger 2008 teman-teman blogger dari BlogBoleh sepertinya tidak ada yang hadir atau alamat blog mereka sudah berganti alamat (tidak pakai blogboleh.com lagi). Memang belakangan ini, blogger yang aktif dan mendaftar di BlogBoleh.Com sepertinya tidak semeriah tahun 2006/2007 lalu bahkan <a href="http://www.blogdetik.com" target="_blank">BlogDetik.Com</a> yang terbilang masih baru dalam menyediakan blog gratisan justru semakin populer.<span id="more-543"></span></p>
<p>Di tengah meriahnya acara blogger ini saya sempat berfantasi: &#8220;wah saya seperti berada di dunia lain aja, Republik Blog!&#8221; semuanya membahas tentang blog, blog dan blog lagi, asyikkan? dan bukan sedang berada di <a href="http://www.krismendrofa.com/2008/11/10/republik-kupret/">Republik Kupret</a> yang menyebalkan seperti pada postingan saya sebelumnya.</p>
<p>Ikut hadir dalam Pestablogger 2008 ini merupakan pengalaman indah yang tidak mungkin saya lupakan dan juga merupakan media yang bisa membangkitkan semangat saya lagi dalam ngeblog karena memang belakangan ini saya sepertinya semakin jauh saja dari aktifitas blog dalam arti jarang menulis artikel, saya harap teman-teman blogger yang lain juga akan semakin termotivasi dan semakin inovatif dalam mengembangkan tulisannya dalam perspektif masing-masing.</p>
<p>Di sesi diskusi, panitia membagi beberapa kelompok sesuai dengan ketertarikannya masing-masing dan saya bergabung dalam diskusi &#8220;sosial politik&#8221;. Yang menjadi fasilitator kami adalah bung <a href="http://www.martinmanurung.com/">Martin Manurung</a>, Mr. Brown dari Singapura dan Jeff Ooi yang juga anggota parleman Malaysia menjadi nara sumber di kelompok diskusi ini. Peserta yang tertarik dalam diskusi tentang sosial politik sendiri cuma sedikit dan jadi minoritas, ternyata blogger Indonesia masih belum terlalu tertarik dengan yang namanya politik ya??? Blog yang berkaitan dengan politik juga jarang, kata salah satu peserta.</p>
<p>Baik Mr. Brown maupun Jeff Ooi menceritakan betapa Blogger di negara mereka tidak diberi ruang untuk berekspresi secara bebas seperti yang didapatkan blogger di Indonesia akan tetapi mereka masih tetap menulis artikel yang tetap kritis tetapi dalam format lain sehingga walaupun ditekan mereka masih bisa mengungkapkan idenya bahkan Jeff Ooi sudah 4 kali berurusan dengan pihak pemerintah Malaysia dan 1 lagi masih sedang diproses terkait tuduhan pencemaran nama baik.</p>
<p>Satu hal lagi yang menarik, politisi-politisi partai oposisi di Malaysia sebagian besar sudah ngeblog, sangat kontras dengan politisi di Indonesia yang masih belum memanfaatkan blog sebagai media mereka dalam menyampaikan dan menampung aspirasi masyarakat.</p>
<p>Saya sendiri juga sebenarnya pengen membuat blog politik, tapi belum terealisasi sampai sekarang, wong blog ini saja masih kurang terurus kok he he he.</p>
<p>Sampai ketemu di PestaBlogger 2009!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/11/22/pestablogger-2008-selamat-datang-di-republik-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Republik Kupret</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/11/10/republik-kupret/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/11/10/republik-kupret/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 06:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya saya bingung mau kasih apa judul postingan ini, daripada tanpa judul mending kasih judulnya &#8220;Republik Kupret&#8221; saja deh. Lalu apa yang saya mau tulis dalam postingan ini? sebenarnya sederhana: hal-hal yang lucu, konyol, menyebalkan yang kita lihat atau minimal yang saya lihat akhir-akhir ini. Siang kemarin misalnya saya sedikit kesal lalu ketawa lalu bingung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya saya bingung mau kasih apa judul postingan ini, daripada tanpa judul mending kasih judulnya &#8220;Republik Kupret&#8221; saja deh. Lalu apa yang saya mau tulis dalam postingan ini? sebenarnya sederhana: hal-hal yang lucu, konyol, menyebalkan yang kita lihat atau minimal yang saya lihat akhir-akhir ini.</p>
<p>Siang kemarin misalnya saya sedikit kesal lalu ketawa lalu bingung lalu gak habis pikir lalu beri kesimpulan: biarin aja lah&#8230; emang gue pikirin! Anda yang baca saja sedikit kesal kan? wong kata lalunya banyak amat, la lu la lu la lu, lu&#8230;.. lagi cuape deh&#8230;&#8230;<span id="more-539"></span></p>
<p>Ceritanya begini ketika sedang di perempatan lampu merah, saya mau menyeberang karena sudah lampu hijau dan kendaraan dari kedua arah yang berlawanan juga tentunya sudah boleh jalan tetapi apa yang terjadi? tiba-tiba ada suara sirene mengaung-ngaung dengan iringan puluhan motor dan sedikitnya 3 mobil &#8220;patroli&#8221; dan tentunya lampu merahpun pasti diterobos dengan modal sirene tadi bahkan mereka terlihat arogan ketika pengendara lain tidak mau memberi jalan .</p>
<p>Ternyata iring-iringan yang barusan lewat tadi, bukan patroli pengawal pejabat negara atau mobil patroli dari kepolisian atau mobil yang diperbolehkan/dilegalkan memakai sirene. Ternyata &#8220;patroli&#8221; tadi adalah milik masyarakat sipil yang tergabung dalam salah satu organisasi. Sebagai gambaran, mobil yang disulap menjadi &#8220;mobil patroli&#8221; itu terkesan seperti mobil salah satu pasukan elit dengan tulisan komando disertai nama organisasi mereka, padahal sesuai ketentuan mobil masyarakat/organisasi sipil tidak boleh memakai sirene.</p>
<p>Lalu ada lagi yang membuat saya sedikit kesal lalu ketawa lalu bingung lalu gak habis pikir lalu beri kesimpulan: biarin aja lah&#8230; emang gue pikirin!</p>
<p>Ya, sikap terlalu perasa dan betapa tersinggungnya elit politik kita kalau sedikit saja &#8220;kepentingan/nama baik&#8221; mereka sedikit disentil padahal sudah jelas nama tokoh yang bersangkutan tidak disebut secara langsung tetapi tetap saja memprotes dan bahkan menyewa pengacara tidak tanggung-tanggung puluhan orang entah berapa biaya yang dikeluarkan untuk menyewa pengacara-pengacara itu, padahal kalau seandainya masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan atau bahkan dianggap angin lalu saja dan dianggap wajar dalam kehidupan berdemokrasi yang kita anut, waktu mauoun dana yang dikeluarkan itu bisa dipakai untuk amal misalnya atau disumbangkan ke masyarakat miskin atau kegiatan yang ada &#8220;manfaatnya&#8221;. wah saya jadi takut juga nih, jangan-jangan saya disomasi juga karena menulis artikel ini, maaf deh kalau tersinggung bung/pak, ini suara hati saya.</p>
<p>Ada satu hal lagi dari puluhan hal yang membuat edikit kesal lalu ketawa lalu bingung lalu gak habis pikir lalu beri kesimpulan: biarin aja lah&#8230; emang gue pikirin!</p>
<p>Kali ini mengenai pemilu 2009, KPU mengharuskan media massa untuk memberikan porsi yang adil dan merata dalam pemberitaan mereka.Â  Baik, porsi yang adil dan merata itu bagus dan memang perlu dikembangkan. Tetapi kalau KPU mengancam menindak mereka dengan menarik SIUP (surat izin usaha penerbitan) media massa yang dianggap melanggar ketentuan? Nah ini yang konyol dan terkesan mengada-ada atau kalau saya bilang (maaf) bodoh karena sudah jelas-jelas SIUP tidak berlaku lagi, nah mau cabut SIUP apa mereka? wong SIUP gak pernah ada, edan!</p>
<p>Lalu saya sedikit berpikir bahkan paranoid, kalau media massa saja mau dicabut surat izinnya walaupun sebenarnya tidak ada yang perlu dicabut karena gak ada yang pantas dicabut, kalau blogger melanggar &#8220;ketentuan&#8221; lalu yang dicabut apanya? untung kerisauan ini tidak lama mengalir dalam benak saya, karena dalam satu kesempatan Menkoninfo M. Nuh sudah berjanji bahwa tidak ada penangkapan terhadap blogger kalau tindakan mereka sesuai ketemtuan, saya baru deh lega. gw jadi mikir yang aneh-aneh nih, <em>kupret&#8230;!!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/11/10/republik-kupret/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Congratulations Barack Obama ..!!</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/11/06/congratulations-barack-obama/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/11/06/congratulations-barack-obama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 06:10:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Selamat! selamat! kata-kata itulah yang sering keluar dari mulut jutaan umat manusia di seluruh dunia beberapa hari terakhir ini menyusul menangnya Barack Obama menjadi presiden AS ke 44 yang mengalahkan rivalnya senator Mc Cain, saya juga mengucapkan selamat buat Mr. President Obama. Indonesia sebagai negara demokratis terbesar ketiga di dunia juga tentunya menyambut kemenangan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat! selamat! kata-kata itulah yang sering keluar dari mulut jutaan umat manusia di seluruh dunia beberapa hari terakhir ini menyusul menangnya Barack Obama menjadi presiden AS ke 44 yang mengalahkan rivalnya senator Mc Cain, saya juga mengucapkan selamat buat Mr. President Obama. Indonesia sebagai negara demokratis terbesar ketiga di dunia juga tentunya menyambut kemenangan ini sebagaimana terlihat dalam berbagai komentar di tanah air, dengan kemenangan Obama ini otomatis isu ras tidak penting lagi dibahas dalam peta politik di Amerika, kredibilitas seseorang yang penting apakah bisa memimpin atau tidak, tidak memandang apakah tua atau muda seperti yang gencar dibahas di Indonesia akhir-akhir ini.</p>
<p><strong>Politisi Indonesia, Belajar Dari Mc Cain!</strong></p>
<p>Sesaat setelah Â Barack Obama dipastikan menang, rivalnya senator Mc cain dengan mata berkaca-kaca langsung menggelar &#8220;pidato penyambutan&#8221; kekalahan dihadapan pendukungnya untuk mengucapkan terima kasih atas dukungan mereka, tidak lupa Mc Cain terlihat beberapa kali menenangkan pendukungnya yang meneriakkan huuuu ketika nama Obama disebutkan dengan isyarat tangan agar ikhlas menerima kekalahan dan sekaligus mengajak mereka untuk mendukung presiden baru Amerika terpilih.<span id="more-532"></span></p>
<p>Mc Cain juga menelpon Barack Obama untuk mengucapkan selamat danÂ bersediaÂ bekerjasama memberikan ide-ide cemerlangnya untuk mendukung Presiden Barack Obama dalam memimpin Amerika ke depan.</p>
<p>Melihat contoh yang diberikan oleh Mc Cain itu, saya melihat betapa terhormatnya dia karena walaupun dia kalah masih sempat-sempatnya memberi ucapan dan bersedia mendukung presiden baru Amerika yang baru saja menjadi rivalnya, yang baru saja menggagalkan ambisinya untuk menjadi orang nomor satu. Pasti timbul pergulatan yang hebat dalam dirinya untuk meyakinkan dirinya menerima kenyataan dilakalahkan oleh Barack Obama yang masih muda, yang masih &#8220;bau kencur&#8221; dibanding dirinya yang dianggap cukup pengalaman dan telah mengabdi kepada bangsanya baik kapasitasnya sebagai veteran perang maupun politisi senior.</p>
<p>Apakah ucapan selamat juga dengan mudahnya diucapkan oleh politisi yang kalah di Indonesia? sepertinya tidak!! masih jauh..!! Sebagai contoh konkrit, calon presiden yang kalah pada pemilu 2004 sampai sekarang tidak mengucapkan selamat kepada presiden terpilih, sampai sekarang masih gontok-gontokan, ngambek-ngambekan seperti remaja yang putus cinta saja, diundang bersilaturahmi juga mereka ogah melakukannya, diundang untuk merayakan 17 Agustusan dalam rangka menyambut kemerdekaan Republik mereka juga agak segan menghadirinya yang kalau menurut saya sihÂ beliau ogah menghadirinya, lalu kalau sudah ogah untuk menghadiri suatu perayaan nasional apakah masih layakkah dikatakan sebagai tokoh nasionalis? saya meragukan hal itu, jangan-jangan ketokohannya sudah pudar dan hanya mementingkan kelompoknya saja.</p>
<p>Lalu politisi yang gontok-gontokan atau ngambek-ngambekan tadi masih dengan percaya diri alias <em>pede</em> mau mencalonkan diri lagi untuk ikut meramaikan pemilu 2009 yang akan datang, menurutnya atau mereka pemerintah yang sekarang tidak benar mengurus negara, tidak jelas lah, pokoknya tidak becus deh&#8230;.. Lalu kalau mereka menang pasti senyumnya selebar-lebarnya, kalau kalah? sudahÂ bisa ditebak:gontok-gontokan, ngambek-ngambekan!!! <em>cuape deh&#8230;!!</em></p>
<p>Padahal kalau dilihat dari kinerja mereka juga sewaktu rakyat di republik ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk memimpin toh mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa, tidak ada kebijakan mereka yang Â membuat kita terpana yang membuat kita sadar/tidak sadar mengatakan wow&#8230;.. tidak ada kebijakan mereka yang <em>ngekick abis!! </em>Tidak ada kata-kata/perbuatan/kebijakan mereka yang membuat duniaÂ begitu terpesona mengagumi mereka seperti yang diberikan kepada Mc Cain maupun Obama.</p>
<p>Membuat dunia terpesona sepertinya terlalu muluk juga, tetapi minimal rakyat bisa senyum dan menyambut mereka dengan hangat kalau berhasil menang karena dapur mereka tetap mengepul, tidak ada lagi rakyat yang kelaparan, tidak ada lagi penggusuran, pokoknya kebijakan mereka <em>ngekick deh</em>, gak pakai acara ngambek!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/11/06/congratulations-barack-obama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koran Gratis, Selamat Datang!</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/09/20/koran-gratis-selamat-datang/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/09/20/koran-gratis-selamat-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 05:59:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Share]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini kita sering mendapatkan tabloid maupun majalah gratis. Namanya juga gratisan otomatis media-media semacam ini mengandalkan iklan sebagai sumber pendapatan mereka, konsekuensinya iklan-iklan bertebaran dimana-mana dan kadang cukup mengganggu. Bahkan artikel/berita di media-media tersebut seakan-akan telah berubah perannya menjadi bagian dari iklan itu sendiri dan sebaliknya iklan menjadi artikel/berita, prosentasi iklan dan berita sering [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini kita sering mendapatkan tabloid maupun majalah gratis. Namanya juga gratisan otomatis media-media semacam ini mengandalkan iklan sebagai sumber pendapatan mereka, konsekuensinya iklan-iklan bertebaran dimana-mana dan kadang cukup mengganggu. Bahkan artikel/berita di media-media tersebut seakan-akan telah berubah perannya menjadi bagian dari iklan itu sendiri dan sebaliknya iklan menjadi artikel/berita, prosentasi iklan dan berita sering tidak berimbang karena saking banyaknya iklan. Contohnya, saya dulu sering &#8220;berlangganan&#8221; salah satu majalah gratis yang mengupas tentang billiard dengan cara mengambilnya tiap bulan di tempat billiard yang sering saya kunjungi, berita/artikel mereka memang cukup informatif, tetapi iklan mendominasi majalah ini. Misalnya tiap edisi ada 40 halaman, maka alokasi untuk iklan saja sudah mencapai 25 halaman.<span id="more-524"></span></p>
<p>Mau membaca koran gratis dari koran terkemuka pula? hemm&#8230; selama ini jarang ada dan kalaupun ada, koran-koran gratis ini sifatnya hanya musiman dan hanya ditujukan untuk komunitas dan tujuan tertentu. Kalau versi koran digital? Nah ini yang belum pernah ada di Indonesia, sepertinya mustahil mewujudkan hal ini. Tetapi pertanyaan ini segera terjawab sudah, pada hari Rabu yang lalu (17/09/2008), saya membaca iklan di koran Kompas. Iklannya cukup menarik, kurang lebih isinya: kunjungi <strong>epaper.kompas.com</strong>, koran digital pertama di Indonesia. Respon saya ketika membaca iklan tersebut masih biasa-biasa saja, dibenak saya koran digital ini (yang diklaim Kompas) paling formatnya seperti situs portal biasa yang sudah lazim dimiliki koran-koran lokal/nasional lainnya.</p>
<p>Setelah saya berkunjung ke <strong>epaper.kompas.com </strong>ternyata format koran Kompas versi digital ini memang layaknya seperti koran aslinya. Perbedaannya hanya pada medianya saja. Semua halamannya mulai dari halaman pertama sampai halaman terakhir bisa diakses.</p>
<p>Satu hal yang menarik, iklan-iklan yang dipasang di koran tersebut muncul juga di versi digitalnya, termasuk kolom khusus iklan baris &#8220;KLASIKA&#8221; ikut dipasang, sehingga kalau kita mau mencari iklan yang dibutuhkan tinggal bolak-balik halamannya lalu diperbesar (zoom) sehingga bisa dibaca dengan normal. Di pihak pemasang iklan, mereka juga dapat nilai tambah.</p>
<p>Kalau nilai tambah bagi konsumen? Jelas ada, saya sendiri sangat mengapresiasi inisiatif ini dan satu hal saya sepertinya <strong>akan berhenti membeli koran lagi!</strong> kan cukup buka koran digital saja. Lagian selama ini, saya membeli koran Kompas (misalnya) bukan karena alasan mau headlinenya saja akan tetapi dengan tujuan yang sangat luas, mau membaca semua isi korannya mulai dari kolom halaman 1 yang berisi headline, terus halaman berikutnya yang diisi dengan suara pembaca, pendapat pribadi, cari iklan sampai bolak-balik iklan baris untuk sekedar mencari sesuatu informasi.</p>
<p>Nah selama ini kan portal-portal yang dipunyai media-media cetak, tidak mengakomodasi semua keinginan tersebut (maksudnya tidak semua isi koran versi cetak ditampilkan ke versi digital/portal milik mereka), sehingga walaupun saya sudah membaca berita-berita di internet masih merasa ada yang kurang kalau belum membeli koran versi cetak saya kira begitu juga dengan yang lainnya.</p>
<p><strong>Butuh Inovasi?</strong></p>
<p>Sebagai catatan terakhir, alangkah baiknya kalau versi koran digital ini dikemas dalam bentuk e-book misalnya agar bisa didownload (diunduh), dengan demikian pembaca bisa mengaksesnya di notebook atau perangkat lainnya kapan saja walau mereka tidak terkoneksi dengan internet.</p>
<p><a href="http://www.krismendrofa.com/wp-content/uploads/2008/09/kompas-koran-digital-2.jpg"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/09/20/koran-gratis-selamat-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belah Duren Nih…..</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/08/04/belah-duren-nih/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/08/04/belah-duren-nih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 12:56:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Kira-kira seminggu yang lalu saya di telepon oleh teman, bung Si*** mau menikah (namanya disensor). Undangannya sudah dikirimkan semua ke kampus tadi. Oh ya, loe jadi sekretariatnya bung ya?, undangan buat gue ada gak?? kalau gak ada gue gak bakal hadir. Tenang bung, kita semua alumni maupun yang masih kuliah diundang kok. Baik baik&#8230;, nikahnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kira-kira seminggu yang lalu saya di telepon oleh teman, bung Si*** mau menikah (namanya disensor). Undangannya sudah dikirimkan semua ke kampus tadi. Oh ya, loe jadi sekretariatnya bung ya?, undangan buat gue ada gak?? kalau gak ada gue gak bakal hadir. Tenang bung, kita semua alumni maupun yang masih kuliah diundang kok. Baik baik&#8230;, nikahnya hari apa? Teman-teman pada janjian dimana? tanya saya. Ada yang mau berangkat bareng dengan titik temu di Atrium Senen ada juga yang langsung jawab sipenelepon dari seberang sana. Tolong sms-in alamatnya ya bung, gue tunggu ya. Ini perintah&#8230; hi hi hi<span id="more-511"></span></p>
<p>Wuih gak terasa juga ya, teman saya yang cuma 1 tahun diatas saya sudah akan menikah, nah loh saya kapan ya? sambil berpikir ke arah yang jorok-jorok jadinya hi hi hi. Tibalah saat yang ditunggu-tunggu, hari minggu kemarin saya dan teman-teman menghadiri resepsi pernikahannya.</p>
<p>Seperti biasa, undangan memberikan selamat kepada kedua mempelai. Rombongan kami juga ikut memberikan selamat. Tibalah giliran saya memberikan selamat, rasanya kesenangan teman ini ikut kami rasakan apalagi saya juga, cuma kesenangan yang satu itu gak mungkinlah dirasakan bersama-sama.</p>
<p>Bro, selamat ya! sambil saya peluk. Lalu saya minta waktu sedikit dan berbisik ditelinganya. Belah duren nih bos!, kampret&#8230;&#8230;. balasnya. saya langsung ketawa sambil ditahan-tahan hi hi hi&#8230;..</p>
<p><strong>Salah Obat</strong></p>
<p>Tadi pagi saya di telepon teman sebut saja namanya Mr. P: bos coba elo cari di google kata &#8220;Dexteem Plus&#8221; atau langsung kunjungi http://www.dechacare.com/DEXTEEM-PLUS-P575.html. Kenapa loe, pagi-pagi udah nyuruh gue browsing?. Gak bos, gila juga loe. Masak elo kasih gue obat yang salah?? oh ya, Mr. P ini terkenal akan play boynya.</p>
<p>Ha ha ha saya langsung ketawa, masa salah sih&#8230;&#8230;&#8230; Akhirnya saya buka situs yang dia maksud dan benar obatnya salah. Seperti yang saya lansir dari situs <em>www.dechacare.com, Dextem Plus<strong></strong></em><strong></strong>berguna untuk: <span class="textCilik">Kasus alergi dimana diperlukan terapi dengan kortikosteroid, </span><span class="textCilik">Kontra Indikasi:</span><span class="textCilik"> bayi yang baru lahir dan prematur, </span><span class="textCilik">penderita dengan infeksi jamur sistemik dan lain-lain. wah ternyata salah kasih obat he he he.</span></p>
<p>Ceritanya obat, teman yang satu ini meminta obat agar <span style="text-decoration: line-through;">masalahnya</span> stresnya selesai, yang pada akhirnya dia mengaku kalau ceweknya ada tanda-tanda terlambat datang bulan, wah pergaulan bebas nih anak&#8230;.</p>
<p>Nah obat yang saya kasih kedia itu, sudah beberapa bulan ada di kamar saya. Saya nebaknya itu punya mantan pacar saya yang kebetulan kuliah di akademi perawat. Atau mungkin punya teman saya yang gak sadar meletakkannya begitu saja di kamar</p>
<p>Karena teman ini, sebut saja namanya Mr. P, terus-menerus meminta obat agar pacarnya &#8220;aman&#8221; maka saya bilang: bos kayaknya di kamar saya ada deh, pasti itu dia, kesini aja kalau kamu ada waktu.</p>
<p>Dengan hati berbunga-bunga Mr. P. mengambilnya, dan akan segera memanfaatkannya sebelum akhirnya tahu bahwa itu obat salah. Untung bos gue gak suruh dia minum, bisa lewat dia, abis deh gw, protes Mr. P lewat telepon. Rasain elo bos, pergaulan bebas sih.</p>
<p>Wah parah elo, masa gak kasihan ma teman sendiri? Hah ha ha tampang mesum kayak loe gak kasihan gw bos he heh he. Maaf bos just kidding. Peace&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/08/04/belah-duren-nih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Finally, I`m Coming</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/07/23/finally-im-coming/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/07/23/finally-im-coming/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 11:49:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Hoster2u.Com was Launched Akhirnya saya bisa posting blog tercinta ini lagi, setelah beberapa tahun minggu tidak kirim-kirim artikel. Terakhir posting tanggal 17/05/2008, gak terasa sudah lebih dari 2 bulan! Sebenarnya sih saya online tiap hari (kecuali hari minggu) tetapi hanya memeriksa e-mail masuk, chating sebentar dan tentunya blog walking juga, ya akhir-akhir ini saya disibukkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hoster2u.Com was Launched</strong></p>
<p><a title="Hoster2u.Com" href="http://www.hoster2u.com" target="_blank"><img class="alignnone alignleft" style="float: left;" src="http://hoster2u.com/icon/hoster2u.jpg" alt="Hoster2u.Com" /></a> Akhirnya saya bisa posting blog tercinta ini lagi, setelah beberapa <span style="text-decoration: line-through;">tahun </span>minggu tidak kirim-kirim artikel. Terakhir posting tanggal <a title="Postingan terakhir" href="http://www.krismendrofa.com/2008/05/17/tim-uber-indonesia-terima-kasih/" target="_blank">17/05/2008</a>, gak terasa sudah lebih dari 2 bulan! Sebenarnya sih saya online tiap hari (kecuali hari minggu) tetapi hanya memeriksa e-mail masuk, chating sebentar dan tentunya blog walking juga, ya akhir-akhir ini saya disibukkan dengan setingan, desain website baru saya yang beralamat di www.hoster2u.com. Dan akhirnya lega juga rasanya setalah situs ini berserta fitur-fiturnya sudah berjalan 100 persen.<span id="more-463"></span></p>
<p>Ngomong-ngomong tentang Hoster2u.com, situs ini bukan blog baru saudara-saudari tetapi lebih dari itu, situs ini merupakan situs penyedia domain dan hosting yang lumayan murah. Jadi bila anda, saudara-saudara anda, perusahaan anda, tetangga, atapun teman anda membutuhkan domain maupun hosting silahkan berlangganan ke Hoster2u.Com nanti kita ketemu disana (he he berpromosi).</p>
<p>Top Level Domain (TLD) yang bisa dipesan di Hoster2u.Com: <em>.com, net, org. info, .biz,.name, .us </em>dengan biaya pendaftaran domain baru, transfer/perpanjangan Rp. 80.000/tahun; <em>.in</em> Rp. 185.000/tahun; <em>.tv</em> Rp. 285.000/tahun; <em>.cc</em> Rp. 285.000 per tahun dan<em> .mobi</em> Rp. 490.000/tahun.</p>
<p>Untuk hosting, tersedia berbagai pilihan paket antara lain: paket personal (A, B, C), paket silver (A, B, C), paket Gold (A, B, C), dan paket Platinum (A, B, C) untuk kebutuhan hosting dalam jumlah besar. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi <a title="Hoster2u.Com" href="http://www.hoster2u.com" target="_blank">Hoster2u.Com.</a></p>
<p>Ucapan terima kasih saya ucapkan kepada teman saya <a title="Lihat foto" href="http://hoster2u.com/images/header3.jpg" target="_blank">Prilly</a> yang dengan senang hati mau menjadi model yang foto close-upnya saya letakkan di header situs saya, sehingga gak perlu bayar &#8220;artis&#8221; lagi he he he. Karena sebelumnya saya berniat mengadakan kompetisi kecil-kecilan lewat blog maupun situs jejaring sosial yang tentunya bagi sang terpilih akan mendapatkan bingkisan hadiah berupa uang dengan tujuan agar bisa diseleksi jadi &#8220;model&#8221; situs ini.</p>
<p>Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang selalu setia mengunjugi blog saya ini dan buat teman-teman yang selalu mengingatkan saya untuk meng-up date blog ini, jangan lupa meninggalkan &#8220;jejak&#8221; dengan mengisi komentar ya. Ya`ahowu ! Salam blogger</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/07/23/finally-im-coming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suporter Bola Jadi Suporter Dadakan Tim Uber &amp; Thomas 2008? Boleh Juga!</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/05/13/suporter-bola-jadi-suporter-dadakan-tim-uber-thomas-2008-boleh-juga/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/05/13/suporter-bola-jadi-suporter-dadakan-tim-uber-thomas-2008-boleh-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 05:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Badminton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar cerita yang menggambarkan kalau suporter fanatik sepakbola tiba-tiba beralih &#8220;profesi&#8221; menjadi suporter dadakan olahraga lain seperti bulu tangkis? Apakah kejadian seperti ini pernah terjadi sebelumnya tidak? apakah di negara lain juga pemandangan seperti ini pernah terjadi? Saya juga tidak tahu. Di piala Thomas dan Uber Cup 2008 kejadian seperti ini sungguh terjadi. Tepatnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah dengar cerita yang menggambarkan kalau suporter fanatik sepakbola tiba-tiba beralih &#8220;profesi&#8221; menjadi suporter dadakan olahraga lain seperti bulu tangkis? Apakah kejadian seperti ini pernah terjadi sebelumnya tidak? apakah di negara lain juga pemandangan seperti ini pernah terjadi? Saya juga tidak tahu.</p>
<p>Di piala Thomas dan Uber Cup 2008 kejadian seperti ini sungguh terjadi. Tepatnya babak penyisihan grup hari Minggu kemarin (12/5/2008) sekelompok suporter yang berada di tribun atas jadi perhatian suporter lainnya, begitu juga dengan media. Apa pasal? wah tenyata para suporter ini bukan &#8220;suporter biasa&#8221; mereka adalah suporter sepakbola yang mendadak jadi suporter tim Thomas dan Uber Indonesia.<span id="more-461"></span></p>
<p>Para supoter dadakan ini tidak luput memakai atribut klub kesayangan, mereka juga menyanyikan lagu <strong><em>&#8221; ayo ayo&#8230;. ayo Indonesia&#8230;. kuingin&#8230; kita menang!&#8221;</em></strong> mereka menyanyikan lagu ini berulang-ulang dengan serentak, seakan-akan suporter lainnya juga dikomandoi ikut-ikutan menyanyikan lagu ini. Sungguh kreatif!</p>
<p>Lalu mereka siapa? mereka adalah The JakMania, suporter setia klub Persija Jakarta yang terkanal itu. Tiba-tiba para suporter ini dengan semangat dan setia mendukung tim Tomas dan Uber Indonesia. Suasananya jadi seperti pertandingan kesebelasan sepakbola aja, cuma perbedaannya tidak ada tawuran dalam pertandingan ini seperti pada kompetisi sepakbola lokal, pemandangan menarik dan patut dikembangkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/05/13/suporter-bola-jadi-suporter-dadakan-tim-uber-thomas-2008-boleh-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susahnya Mendapat Tiket Thomas &amp; Uber cup 2008</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/05/12/susahnya-mendapat-tiket-thomas-uber-cup-2008/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/05/12/susahnya-mendapat-tiket-thomas-uber-cup-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 04:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Badminton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Kejuaraan bulu tangkis dunia Thomas &#38; Uber cup 2008 akhirnya dimulai juga, Indonesia sebagai tuan rumah sangat antusias menyambut kejuaraan beregu bergengsi ini termasuk juga para masyarakat sangat senang menyambutnya baik kapasitasnya sebagai fans, penonton biasa, partisipan atau sebagai pencari hiburan &#8220;murah&#8221; namun berkualitas. Saya bilang murah karena harga tiket untuk babak penyisihannya cuma Rp. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kejuaraan bulu tangkis dunia Thomas &amp; Uber cup 2008 akhirnya dimulai juga, Indonesia sebagai tuan rumah sangat antusias menyambut kejuaraan beregu bergengsi ini termasuk juga para masyarakat sangat senang menyambutnya baik kapasitasnya sebagai fans, penonton biasa, partisipan atau sebagai pencari hiburan &#8220;murah&#8221; namun berkualitas. Saya bilang murah karena harga tiket untuk babak penyisihannya cuma Rp. 20.000,- sementara nontonnya sampai puas, 1 tiket berlaku seharian untuk semua pertandingan mulai dari jam 8 pagi sampai malam. Jadi semua partai bisa ditonton hanya dengan 1 tiket. Walaupun murah tetapi tidak murahan bahkan berkualitas karena olahraga ini benar-benar menghibur dengan tontonan menarik dari alet-atlet profesional dibidangnya. <span id="more-460"></span></p>
<p>Seakan tidak mau kalah dengan antusiasme masyarakat saya juga dengan semangatnya ikut meramaikan suasana ini dengan menonton langsung di Istora Senayan. Tibalah saatnya pada hari minggu kemarin saya mendarat di Senayan he he he emang pesawat bisa mendarat. Ketika memasuki pintu gerbang Senayan maka saya disambut dengan ramah tentunya bukan panitia atau pejabat terkait yang memberi penyambutan ini, ya disambut oleh calo yang mencoba meraup untung.</p>
<p>Karena di pintu masuk sudah disambut dengan ramah oleh calo saya jadi curiga dan was-was jangan-jangan tiketnya sudah habis terjual dan tidak bakal dapat lagi, dan memang terjawab sudah ketika saya mendekati loket penjualan tiketnya ternyata masih tutup.</p>
<p>Ketika jam 1 siang tim Uber Indonesia sudah mulai berjuang melawan Jepang, calon penonton masih berjuang mengantri di depan loket penjulalan tiket. Yang anehnya walaupun loketnya belum dibuka, tidak ada pemberitahuan secara resmi dari panitia apakah loketnya akan dibuka jam berapa atau memang sudah tidak dibuka lagi karena tiketnya sudah habis. Ratusan calon penontonpun hanya rela antri dan menununggu kapan loketnya dibuka.</p>
<p>Sekitar jam 2.30 sore tiba-tiba calon penonton yang sedang antri pada lari, ada apa gerangan? ternyata sekitar puluhan penonton menerobos pintu masuk yang sepertinya sudah longgar penjagaannya dan mereka berhasil masuk ke stadion. Melihat kejadian ini aparat terkait baru sigap dan menutup pintu gerbang, penonton lalu antri lagi menunggu pembukaan loket.</p>
<p>Setelah saya bosan menunggu di loket lalu saya pengen masuk di sekitar lokasi stadion, tetapi pintu masuk komplek stadion sudah dijaga ketat, disini puluhan calon penonton masih pada berdiri. Lalu saya cari akal dengan berbelok ke arah kiri dengan tujuan mau masuk ke areal stadion, di pintu masuk yang lainnya ternyata tidak dijaga dan calon penonton bisa dengan leluasa masuk ke komplek stadion, wah ternyata penjagaannya kacau juga. Di areal komplek stadion inilah puluhan bahkan ratusan calon penonton berteriak-teriak agar panitia membuka loket penjualan bahkan mereka meminta kalau tiketnya tidak dijual mereka bersedia membayar langsung di pintu masuk. Pokoknya kami mau nonton dan mau bayar, kami masuk tidak gratis kok tetapi kenapa kami tidak diperbolehkan masuk? kenapa tiketnya tidak dijual juga? teriak para penonton.</p>
<p>Karena suasana sudah semakin tidak terkendali, lalu beberapa petugas kepolisian sepertinya bernegosiasi dengan pihak panitia agar loket tiketnya dibuka. Tidak lama kemudian, polisi datang menghampiri calon penonton untuk memberitahukan dan memastikan loket tiket dibuka. Sekitar jam 4 loket baru dibuka, penonton langsung menyerbu untuk membeli tiket. Saya sendiri termasuk kelompok pertama yang mendapatkan tiket. Ya begitulah Indonesia: beli BBM antri, beli beras antri, bayar pajak antri, beli tiket juga antri komentar sebagian calon penonton. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/05/12/susahnya-mendapat-tiket-thomas-uber-cup-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Just Visit Mendrofa.com</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/03/25/just-visit-mendrofacom/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/03/25/just-visit-mendrofacom/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 12:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/2008/03/25/just-visit-mendrofacom/</guid>
		<description><![CDATA[Alamat blog saya ini ternyata buat sebagian orang agak susah diingat ataupun dieja ya, kemungkinan karena alamatnya lumayan panjang (2 kata Kris dan Mendrofa) dan juga karena Mendrofa.Com merupakan nama marga/keluarga Nias yang berakibat kata ini kurang familiar bagi sebagian netter. Bila anda mengalami kesulitan seperti diatas, silahkan mengunjungi web blog saya dalam alamat singkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alamat blog saya ini ternyata buat sebagian orang agak susah diingat ataupun dieja ya, kemungkinan karena alamatnya lumayan panjang (2 kata Kris dan Mendrofa) dan juga karena Mendrofa.Com merupakan nama marga/keluarga Nias yang berakibat kata ini kurang familiar bagi sebagian netter.<br />
Bila anda mengalami kesulitan seperti diatas, silahkan mengunjungi web blog saya dalam alamat singkat yaitu www.mendrofa.com, anda nanti akan diarahkan ke alamat web blog ini (www.krismendrofa.com). Terima kasih atas perhatiannya, salam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/03/25/just-visit-mendrofacom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy Easter</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/03/20/happy-easter/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/03/20/happy-easter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 09:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/2008/03/20/happy-easter/</guid>
		<description><![CDATA[Keep Jesus alive in your heart, happy easter! Selamat Paskah, kebangkitan-Nya membuat kita semua menjadi baru dan diperbaharui.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><span style="font-size: medium; font-family: Trebuchet MS; color: #000080;">K</span><span style="font-size: large; font-family: Trebuchet MS; color: #000080;">eep Jesus alive in your heart, happy easter!</span></p>
<p align="center">
<p align="center"><span style="font-size: medium; font-family: Times New Roman; color: #800080;">Selamat Paskah, kebangkitan-Nya membuat kita semua menjadi baru dan diperbaharui.</span></p>
<pre><span style="color: #800080;">
</span></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/03/20/happy-easter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trash</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/03/16/trash/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/03/16/trash/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 16:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/index.php/2008/03/16/trash/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa, kalau hari minggu pasti bangunnya kesiangan. Lagi enak-enaknya tidur eh ada pesan singkat dari teman, isinya mengingatkan agar tidak lupa pergi ke gereja. Sebelum berangkat saya nyalain TV untuk mengikuti berita sejenak, tetapi berita yang diharapkan tidak kunjung datang, wong sudah kesiangan. Lalu saya pindah channel ke CNN walaupun tidak jago banget bahasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa, kalau hari minggu pasti bangunnya kesiangan. Lagi enak-enaknya tidur eh ada pesan singkat dari teman, isinya mengingatkan agar tidak lupa pergi ke gereja. Sebelum berangkat saya nyalain TV untuk mengikuti berita sejenak, tetapi berita yang diharapkan tidak kunjung datang, wong sudah kesiangan. Lalu saya pindah channel ke CNN <span id="more-455"></span>walaupun tidak jago banget bahasa Inggris (cuma mengerti sekian persen saja he he) tetapi akhir-akhir ini saya suka menonton acara-acara dari CNN, ya selain melatih pendengaran tentunya untuk mengikuti perkembangan berita dunia. Cuma CNN juga sering dikritik orang Timur dengan alasan berita mereka kurang berimbang, but whatever lah bukankah semua hal pasti ada kekurangannya?</p>
<p>Dan untuk pertama kalinya di tahun 2008, hari ini saya main futsal lagi bareng teman-teman. Sejak bulan Desember saya memang tidak pernah main futsal, karena akhir tahun kemarin saya menghabiskan waktu di Nias dan juga karena paha saya barusan di operasi yang membuat saya harus istrahat sekitar 3 minggu.</p>
<p>Kalau dipikir-pikir ada sedikit yang aneh: saya suka main sepakbola tetapi tidak terlalu suka menonton sepakbola bahkan kalau boleh dibilang tidak suka menonton sepakbola, sangat kontras kan ? he he</p>
<p>Tapi ada pengecualian: kalau tim sepakbola Indonesia bertanding saya pasti menyempatkan diri untuk menontonnya. Bahkan di piala Asia kemarin maupun pada pra piala dunia saya bela-belain nonton langsung pertandingannya di Senayan. Tapi&#8230;. pra dunia kemarin merupakan mimpi buruk bagi sepakbola tanah air, ya setelah dipuji-puji pas piala Asia walau sebenarnya prestasinya tidak ada tetapi lumayanlah bisa memberikan perlawanan, eh pada pra piala dunia tim sepakbola Indonesia dibantai abis lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/03/16/trash/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KrisMendrofa.blogdetik.com Diluncurkan</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/03/07/krismendrofablogdetikcom-diluncurkan/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/03/07/krismendrofablogdetikcom-diluncurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 10:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Saya akhirnya tergoda juga untuk mendaftar blog baru di blogdetik.com walau sudah punya blog dengan domain sendiri. Alasannya sederhana: program yang mereka pakai (blogdetik.com) dengan program yang saya pakai di blog ini sama-sama menggunakan wordpress. Jadi untuk masalah impor/ekpor artikel maupun komentar dari blog lama ke blog baru maupun sebaliknya sangat gampang dilakukan. Jadi jangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="NewBlog" href="http://krismendrofa.blogdetik.com/files/2008/03/krismendrofa-01.jpg"><img src="http://krismendrofa.blogdetik.com/files/2008/03/krismendrofa-01.jpg" alt="NewBlog" /></a></p>
<p><span id="more-454"></span></p>
<p>Saya akhirnya tergoda juga untuk mendaftar blog baru di blogdetik.com walau sudah punya blog dengan domain sendiri. Alasannya sederhana: program yang mereka pakai (blogdetik.com)  dengan program yang saya pakai di blog ini sama-sama menggunakan wordpress. Jadi untuk masalah impor/ekpor artikel maupun komentar dari blog lama ke blog baru maupun sebaliknya sangat gampang dilakukan. Jadi jangan heran kalau postingan di blog ini beserta komentarnya sama dengan di blog baru saya.</p>
<p>Alamat blog baru saya: <strong><a href="http://krismendrofa.blogdetik.com/" target="_blank">krismendrofa.blogdetik.com</a></strong>, walau punya blog baru bukan berarti blog ini mau ditinggalkan. <strong>www.krismendrofa.com</strong> ini merupakan blog utama saya, alamat lainnya cuma sekedar iseng saja he he he.</p>
<p><a title="NewBlog" href="http://krismendrofa.blogdetik.com/files/2008/03/krismendrofa-03.jpg"><img src="http://krismendrofa.blogdetik.com/files/2008/03/krismendrofa-03.jpg" alt="NewBlog" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/03/07/krismendrofablogdetikcom-diluncurkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Tragis Anak Bangsa</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/02/24/kisah-tragis-anak-bangsa/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/02/24/kisah-tragis-anak-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 16:17:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Keterangan: waktu Kris kunjungi situs bung Andy, hati ini tergugah melihat perjuangan seorang guru dan dokter disana yang tanpa mengenal lelah berjuang demi orang lain, sangat kontras dengan pejabat kita yang ada di Senayan yang terlalu memikirkan zona kenyamanan mereka, huh mereka (penghuni senayan) memang cengeng &#8230;!! Judul asli: NYANYIAN SUNYI DI BELANTARA PAPUA Seorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Keterangan: waktu Kris kunjungi situs bung Andy, hati ini tergugah melihat perjuangan seorang guru dan dokter disana yang tanpa mengenal lelah berjuang demi orang lain, sangat kontras dengan pejabat kita yang ada di Senayan yang terlalu memikirkan zona kenyamanan mereka, huh mereka (penghuni senayan) memang cengeng &#8230;!!</em></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><em>Judul asli:</em></span></p>
<p><strong>NYANYIAN SUNYI DI BELANTARA PAPUA</strong></p>
<p>Seorang guru yang pernah kelaparan nyaris dipanah oleh orangtua muridnya. Di tempat lain, seorang dokter melakukan operasi bedah dengan menggunakan silet, gergaji, palu, dan obeng!</p>
<p>Anda boleh percaya, boleh tidak. Ini bukanlah sebuah cerita fiksi, tapi kisah nyata dari pegawai negeri sipil yang bertugas di belantara pedalaman Papua. Mereka adalah seorang guru bernama Frederick Sitaung dan seorang dokter bernama John Manangsang.<span id="more-452"></span></p>
<p>Untuk menuju tempat Frederick mengajar di Kampung Poepe, Distrik Okaba, Merauke, reporter Kick Andy harus melewati perjalanan yang panjang. Ia harus naik motor selama 7 jam, menyebrangi dua sungai, kembali naik motor selama 3 jam dan kemudian mendayung di rawa-rawa. Setelah itu barulah ia sampai ke sebuah sekolah, yang sungguh jauh dari sempurna. Bangunan kayu yang sudah rusak dengan atap seng yang sudah bolong di sana-sini.</p>
<p>Tak heran, jika Guru Frederick yang merangkap kepala sekolah ini harus menghabiskan waktu banyak untuk mengambil gajinya di Distrik Okaba. &#8220;Kalau tidak naik motor, saya harus menginap di hutan saat mengambil gaji,&#8221; kata pria asal Toraja ini.</p>
<p>Perjuangan Frederick sebagai Guru tak hanya sebatas urusan pengambilan gaji saja. Kondisi budaya masyarakat dan lingkungan seringkali menimbulkan masalah-masalah bagi keberadaannya sebagai guru. Misalnya, ketika ia memberi peringatan pada siswanya yang melakukan kenakanan remaja. &#8220;Plek! Saya memukul pipi anak itu sebagai peringatan. Tapi ada yang melaporkan ke orang tuanya sehingga saya nyaris dipanah.&#8221;</p>
<p>Di kesempatan lain, Frederick mengaku pernah hampir kelaparan dengan sejumlah muridnya, karena semua orang tua di Kampung Poepe, pergi ke hutan selama satu bulan untuk membuat sagu, sebagai persiapan natal. &#8220;Anak-anak yang tidak ikut ke hutan, dititipkan bersama saya. Karena persiapan makanan habis, selama sembilan hari kami hanya makan daun ubi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Meski demikian berat perjuangannya sebagai guru, Frederick yang sudah 15 tahun ditugaskan di Kampung Poepe, tak pernah ingin pindah dari Papua. &#8220;Bagi saya ini tanggung jawab dan Papua sudah menjadi bagian dari hidup saya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain menjadi guru, Frederick pun didaulat masyarakat untuk menjadi pendeta, karena pendeta yang ditugaskan di sana, tak pernah kembali.</p>
<p>Kisah lainya yang Kick Andy angkat dalam episode ini adalah tentang Dokter John Manangsang yang pernah menjalakan tugas sebagai dokter muda selama dua tahun di Puskesmas Tanah Merah, Boven Digul, Merauke, Papua. Tempat terpencil yang pernah menjadi tempat pembuangan para aktivis kemerdekaan di jaman penjajahan Belanda.</p>
<p>Minimnya prasarana, tidak menyurutkan semangat Dokter John untuk memberi bantuan kesehatan pada masyarakat di sana. Walaupun kemudian, banyak operasi bedah yang ia lakukan, hanya dengan peralatan seadanya, atau boleh dibilang sedikit &#8220;nekat&#8221;.</p>
<p>Bayangkan, ia melakukan operasi bedah sesar dengan sebuah silet. Di lain waktu ia mengoperasi kaki seorang Bapak yang mengalami masalah sendi dengan mengundang alat-alat seorang tukang di meja operasi.&#8221;Karena alatnya tak ada, saya suruh suster meminjam hammer, gergaji dan palu, kemudian, karena ada bagian tulang yang kecil, saya memintanya untuk mencari obeng juga,&#8221; kata John.</p>
<p>Karena minimnya prasarana juga, operasi-operasi yang dilakukan John memiliki keunikan tersendiri. Misalnya, seorang suster harus mengipasi kepala bagian atas pasien, agar kebutuhan oksigen pasien bisa terpenuhi. Agar ia bisa mengetahui kondisi jantung pasien, maka seorang mantri harus membantunya menyuarakan suara detak jantung pasien. &#8220;Suaranya harus sesuai dengan kecepatan detak jantung plup dug.. plup dug.. plup dug.. begitulah, suasana di ruang operasi memang jadi rame.&#8221;</p>
<p>Ketika ditanya soal jaminan keselamat pasien dengan operasi-operasi itu, John mengatakan bahwa ia selalu memberi pilihan pada pasien dan keluarganya. &#8220;Saya bilang mau milih meninggal karena penyakit atau di operasi? Maka jawaban mereka adalah ingin sembuh.&#8221;</p>
<p>Dokter John telah menuliskan semua kisah pengabdiannya tahun 1990-1991 ini dalam satu buku berjudul &#8220;Papua, Sebuah Fakta dan Tragedi Anak Bangsa&#8221;. Sebuah buku yang mampu menggetarkan hati, tentang tanggung jawab dan idealisme seorang dokter dalam membantu sesama.</p>
<p><em>Sumber: <a href="http://www.kickandy.com" target="_blank">www.kickandy.com</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/02/24/kisah-tragis-anak-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjangkau Yang Gak Terjangkau</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/02/23/menjangkau-yang-gak-terjangkau/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/02/23/menjangkau-yang-gak-terjangkau/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 13:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Dalam minggu-minggu ini gue dapat dua permintaan dari teman lewat chat room, satunya adek kelas di kampus namanya Putra yang kedua Budi (gak sekampus). Permintaan mereka cuma satu: diajarin dan dipandu untuk buatin blog&#8230;!!. Sebelumnya Budi dan Putra gue pernah gue ajak untuk buat blog, respon mereka waktu pertama sih bagus dan tertarik untuk ngeblog, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam minggu-minggu ini gue dapat dua permintaan dari teman lewat chat room, satunya adek kelas di kampus namanya Putra yang kedua Budi (gak sekampus). Permintaan mereka cuma satu: diajarin dan dipandu untuk buatin blog&#8230;!!. Sebelumnya Budi dan Putra gue pernah gue ajak untuk buat blog, respon mereka waktu pertama sih bagus dan tertarik untuk ngeblog, eh setelah dibuatin malah gak pernah up date blognya lagi. Tiap kali gue nanya kok gak up date blog lagi pasti jawabannya kelupaan password, terus gue inisiatif sendiri untuk buat blog mereka lagi dan memberitahukan user name beserta sandinya lagi, uh cape deh gitu trus&#8230;.<span id="more-451"></span></p>
<p>Back 2 topic, nah beberapa hari yang lalu mereka meminta dibuatin blog lagi, respon gue pertama sih malas banget buatin dan ngajarin. Padahal kalau jujur juga, buat blog itu kan gampang, tinggal daftar, posting selesai deh.</p>
<p>Tiba-tiba gue ingat satu hal, ini kesempatan untuk mengajak mereka ngeblog lagi. Biar 1 juta blogger Indonesia cepat tercapai, seperti yang dimpi-impikan sebagian oknum blogger tanah air. Ceritanya gue ambil bagian dalam suksesi 1 juta blogger Indonesia lewat &#8220;penjangkauan&#8221; teman-teman yang belum ngeblog. Hasilnya <a href="http://budizend.blogspot.com/">Budi</a> sudah rajin up date blognya, walau cuma say hello doank di blognya dan cuma upload MP3, sementara <a href="http://putramoenthe.blogspot.com/">Putra</a> masih belum posting satupun di blognya yang baru, &#8220;gue lagi bergumul untuk pelajarinya bung&#8221; kata Putra, oke deh silahkan belajar dulu bung gue bilang, semoga loe cepat bertobat, halah &#8230;.!!</p>
<p>Ada satu lagi teman yang gue udah buatin akunnya, bahkan domainnya juga udah dia beli beberapa bulan yang lalu , namanya <a href="http://www.rivandi.web.id/">Rivandi</a>. Mungkin dia sibuk kerja, makanya gak mengurus blognya. Bagaimana teman-teman anda, apakah ada juga yang mau ngeblog ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/02/23/menjangkau-yang-gak-terjangkau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bingung Pilih Themes</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/02/19/bingung-pilih-themes/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/02/19/bingung-pilih-themes/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 09:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Themes merupakan salah satu unsur penting dalam blog / website, theme bisa mewakili isi blog maupun siapa pemilik blog sebenarnya walau teori ini tidak mutlak sih. Nah dengan pemikiran seperti ini, maka aku sudah lama memburu theme yang sesuai dengan keinginan dan tentunya menarik. Tapi&#8230;. sampai sekarang belum ketemu tuh, tadi saja mulai dari jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Themes</em> merupakan salah satu unsur penting dalam blog / website, theme bisa mewakili isi blog maupun siapa pemilik blog sebenarnya walau<img src="http://www.krismendrofa.com/gallery/2008/03/themes.jpg" alt="themes.jpg" align="left" /> teori ini tidak mutlak<em> sih</em>. Nah dengan pemikiran seperti ini, maka aku sudah lama memburu theme yang sesuai dengan</p>
<p>keinginan dan tentunya menarik. <span id="more-450"></span>Tapi&#8230;. sampai sekarang belum ketemu tuh, tadi saja mulai dari jam 11.00 sampai jam 4.45 lewat masih saja browsing, tanpa terasa sudah nyaris 6 jam hanya untuk cari theme ..!!</p>
<p>Bikin theme sendiri merupakan solusinya, tetapi&#8230;. belum pernah buat theme wordpress, akhirnya untuk saat ini aku ambil theme yang &#8220;lumayan&#8221; sesuai tetapi dengan modifikasi disana-sini. So, mungkin beberapa hari ke depan tampilan blog ini akan berubah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/02/19/bingung-pilih-themes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy Valentine</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/02/14/happy-valentine/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/02/14/happy-valentine/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 03:07:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Valentine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Kris ucapin: &#8220;Happy Valentine&#8221; Ke semua teman-teman yang mengunjungi blog Kris ini, teman-teman di kampus khususnya di FKMK i love u all, ke semua blogger tanpa menyebut namanya satu-persatu, eh aku sebutin sebagian dari bloger deh buat mewakili blogger lain:buat Ve,buat Irish, buat Tcha,buat Nibiru, buat Agie, buat Amel dan buat blogger yang lain tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="font-size: medium; color: #ff00ff;">Kris ucapin:</span></em></p>
<p align="center"><strong><span style="color: #ff00ff;"><span style="font-size: medium;"><em>&#8220;Happy Valentine&#8221;</em></span></span> </strong></p>
<p align="left"><span style="font-size: medium; color: #ff00ff;">Ke semua teman-teman yang mengunjungi blog Kris ini, teman-teman di kampus khususnya di FKMK i love u all, </span><span style="font-size: medium; color: #ff00ff;">ke semua blogger tanpa menyebut namanya satu-persatu, </span><span style="font-size: medium; color: #ff00ff;">eh aku sebutin sebagian dari bloger deh buat mewakili blogger lain:</span><span style="font-size: medium;"><a href="http://www.blogboleh.com/perssik"><span style="color: #ff00ff;">buat Ve</span></a><span style="color: #ff00ff;">,</span></span><span style="font-size: medium;"><a href="http://www.blogboleh.com/salsaoy"><span style="color: #ff00ff;">buat Irish</span></a><span style="color: #ff00ff;">, </span></span><span style="font-size: medium;"><a href="http://www.blogboleh.com/alwaysicha"><span style="color: #ff00ff;">buat Tcha</span></a><span style="color: #ff00ff;">,</span></span><span style="font-size: medium;"><a href="http://www.blogboleh.com/lovedago"><span style="color: #ff00ff;">buat Nibiru</span></a><span style="color: #ff00ff;">,</span></span><span style="font-size: medium;"><span style="color: #ff00ff;"> buat </span><a href="http://www.blogboleh.com/gie"><span style="color: #ff00ff;">Agie,</span></a> </span><span style="font-size: medium;"><span style="color: #ff00ff;">buat <a href="http://www.blogboleh.com/life_love"><span style="color: #ff00ff;">Amel </span></a></span></span></p>
<p><span style="font-size: medium; color: #ff00ff;">dan buat blogger yang lain tanpa menyebut namanya satu-persatu.</span></p>
<p><span style="font-size: medium; color: #ff00ff;">Semoga teman-teman tambah cinta pasangan (bagi yang sudah punya pasangan), cinta keluarga, cinta orangtua, cinta adek/kakak di rumah dan tentunya cinta Tuhan.</span></p>
<p><span style="font-size: medium; color: #ff00ff;">Amin!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/02/14/happy-valentine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta Banjir Lagi, Monyet Saja Tidak Mau Terjebak Dalam Lubang Yang Sama</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/02/02/jakarta-banjir-lagi-lagi-dan-lagi/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/02/02/jakarta-banjir-lagi-lagi-dan-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 04:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Monyet Saja Tidak Mau Terjebak Dalam Lubang Yang Sama Jakarta banjir lagi?? oh no &#8230;.!!! i`ts so bad guys&#8230;&#8230;. Tapi aku gak heran dan kita juga semua gak heran lagi, wong sistem drainasenya buruk banget, bagaimana airnya mau mengalir. Tapi walau pemerintah daerah, LSM, masyarakat ataupun siapa saja yang berkepentingan dengan Jakarta sudah tahu dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: medium; color: #ff0000;">Monyet </span><span style="font-size: medium; color: #0000ff;">Saja</span><span style="font-size: medium; color: #ff0000;"> Tidak Mau Terjebak </span><span style="font-size: medium; color: #0000ff;">Dalam Lubang Yang Sama</span></p>
<p>Jakarta banjir lagi?? oh no &#8230;.!!! i`ts so bad guys&#8230;&#8230;. Tapi aku gak heran dan kita juga semua gak heran lagi, wong sistem drainasenya buruk banget, bagaimana airnya mau mengalir. Tapi walau pemerintah daerah, LSM, masyarakat ataupun siapa saja yang berkepentingan dengan Jakarta sudah tahu dan mengerti hal ini, akan tetapi Jakarta juga tidak dibenahi. Bahkan yang lebih parah lagi, menyalahkan alam, mungkin menyalahkan Tuhan kali ya?? Padahal masalahnya tidak jauh-jauh dari drainase yang buruk, sungai yang dangkal karena pola tingkah laku kita yang jorok dimana dengan seenaknya membuang sampah sembarangan. Jadi kesimpulannya, banjir pasti terus akan melanda Jakarta bila sistem drainasenya tidak dibenahi, gitu aja kok repot&#8230;&#8230;..<span id="more-448"></span></p>
<p>Pada pilkada DKI Jakarta tahun lalu, salah satu bakal pasangan Calon Gubernur &#8211; Wakil Gubernur mengiklankan diri dengan slogan &#8220;ayo benahi Jakarta&#8221;, benahi dalam segi apa? tidak jelas juga yang mau dibenahi. Yang jelas masalah banjir Jakarta sampai sekarang tidak dibenahi terus sementara tiap ada hujan sejam saja kita tenggelam dalam banjir.</p>
<p>Kemarin DKI 1 dengar-dengar memanggil kontraktor-kontraktor yang dinilai tidak becus dalam bekerja, kalau perlu mereka diomeli dan disuruh kerja membersihkan drainase itu kata DKI 1, wah mantap tuh pak. Tetapi apakah pernyataan Bapak cuma panas tahi ayam kah??? Semoga tidak, semoga pada musimn kemarau yang akan datang dimanfaatkan untuk membersihkan drainase yang buruk ini, untuk menyambut hujan yang akan datang. Jangan nanti kalau sudah musim kemarau bapak cuek lagi cape deh&#8230;&#8230;.</p>
<p>Semoga slogan &#8220;ayo benahi Jakarta&#8221; bukan sekedar iklan tetapi memang benar-benar diterapkan. Ingat, monyet saja tidak mau terjebak dalam lubang yang sama, manusia mau terjebak dalam lubang yang sama?? Ayo Benahi Jakarta &#8230;!!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/02/02/jakarta-banjir-lagi-lagi-dan-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My First Posting in 2008</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2008/01/28/my-first-posting-in-2008/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2008/01/28/my-first-posting-in-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 05:39:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Tanpa terasa hari ini tanggal 28 Oktober 2008, tanpa terasa aku sudah lebih 4 bulan tidak ngeblog ..!! (postingan terakhir kali 12/10/2007). Kalau dipikir-pikir ternyata lama juga tidak aktif ngeblog, padahal dulu minimal minimal 1x dalam seminggu harus menyetor muka untuk posting sesuatu walau sedikit kontennya, kalau ada teman-teman blogger lain yang juga tidak posting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanpa terasa hari ini tanggal 28 Oktober 2008, tanpa terasa aku sudah lebih 4 bulan tidak <em>nge</em>blog ..!! <em>(postingan terakhir kali 12/10/2007)</em>. Kalau dipikir-pikir ternyata lama juga tidak aktif <em>nge</em>blog, padahal dulu minimal minimal 1x dalam seminggu harus menyetor muka untuk posting sesuatu walau sedikit kontennya, kalau ada teman-teman blogger lain yang juga tidak posting aku selalu kirim pesan di blog mereka agar meng-<em>up date</em> blog mereka lagi bahkan tidak segan-segan untuk menelpon mereka biar <em>nge</em>blog dan tetap semangat.<span id="more-447"></span></p>
<p>Sekarang aku yang jadi tidak semangat dan cuek untuk <em>nge</em>blog lagi, ah&#8230; alasannya kan karena memang sibuk untuk mengurus <a title="NiasPost.Com" href="http://www.niaspost.com" target="_blank">web portal lain</a> yang aku kelola makanya kurang perhatian dengan blog sendiri, tetapi itu bukan alasan utama sebenarnya, dasar manusia: cari kambing hitam he he he. Ya ada waktunya kita<em> bete</em> tentang suatu hal, tetapi harus bangkit juga (<em>nge</em>blog lagi he he).</p>
<p>Tanggal 6 Desember kemarin aku pulkam (pulang kampung, red) ke Nias. Naik pesawat AirAsia dengan tiket seharga Rp. 265.000-, sangat murah kan?? Maklum aku sudah beli tiketnya pada bulan Juni 2006 via intenet, sampai di Medan menginap semalam di rumah paman, lalu sorenya naik Simpati Taxi dengan harga tiket Rp. 90.000-, sampai di Sibolga pagi banget dan langsung nembak pulang ke Gunung Sitoli Nias naik kapal cepat KM Minokota dengan harga tiket Rp. 110.000-, dan sampai deh di Nias sore harinya (8/12/2007) dengan dijemput oleh saudara Agus yang sedang kuliah di STT Sunderman lalu menginap di Hotel Olayama untuk menghadiri acara mahasiswa disana dan baru pulang ke Teluk Dalam (ke rumah) hari Rabu (12/12/2007).</p>
<p>Selama ini kalau pulang ke Nias aku selalu lewat jalur Barat baik kalau lewat kapal laut maupun pesawat dengan transit di Padang lalu melanjutkan perjalanan ke Nias tanpa lewat Medan. Dan ini kali pertama saya menginjakkan kaki di kota Medan (tanggal 6/12/2007), sangat lucu juga sih tiap kali teman-teman di Jakarta menanyakan informasi tentang Kota Medan dan aku memberi jawaban tidak tahu, dan mereka langsung memberi respon dengan muka bingung: lha kamu kan orang Sumatera Utara kok kamu sendiri tidak tahu? Wong belum pernah kesana kok jawabku.</p>
<p>Sesampai di Nias, aku tidak langsung pulang karena masih menghadiri acara pembentukan organisasi mahasiswa di Kota Gunung Sitoli sehingga Papa dan Mama di Teluk Dalam sering sms dan nelpon untuk meminta segera pulang rumah dan akhirnya hari Rabunya ketemu orang tua juga beserta keluarga lainnya. Perjalanan yang melelahkan dan menyenangkan, thanks God.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2008/01/28/my-first-posting-in-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogger Jakarta masuk 30 besar dunia</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/08/22/blogger-jakarta-masuk-30-besar-dunia/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/08/22/blogger-jakarta-masuk-30-besar-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Aug 2007 02:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Nih kabar baru buat semua blogger Indonesia, kemarin Kris baca tabloid yang dibeli teman (lupa nama tabloidnya). Blogger Jakarta ternyata termasuk dalam daftar 30 besar di dunia dan ketiga di Asia, hanya kalah dari China dan India di Asia, Asia sendiri cuma diwakili 3 negara tadi yaitu China, India dan Indonesia. Hidup blogger Indonesia! Merdeka!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nih kabar baru buat semua blogger Indonesia, kemarin Kris baca tabloid yang dibeli teman (lupa nama tabloidnya). Blogger Jakarta ternyata termasuk dalam daftar 30 besar di dunia dan ketiga di Asia, hanya kalah dari China dan India di Asia, Asia sendiri cuma diwakili 3 negara tadi yaitu China, India dan Indonesia. Hidup blogger Indonesia! Merdeka!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/08/22/blogger-jakarta-masuk-30-besar-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia Patut Belajar Dari Irak</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/07/30/indonesia-patut-belajar-dari-irak/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/07/30/indonesia-patut-belajar-dari-irak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jul 2007 03:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kalau Irak bisa juara, Indonesia mestinya bisa juga donk. Indonesia punya stadiun gede begini (Stadiun Gelora Bung Karno maksudnya), kalau Irak mereka tidak punya lapangan sepakbola, hanya di padang pasir&#8221; kata salah seorang polisi yang kebetulan sedang berjaga membentuk pagar betis untuk mengawal kepergian tim Irak ke tempat mereka menginap sambil ngobrol dengan gw dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kalau Irak bisa juara, Indonesia mestinya bisa juga donk. Indonesia punya stadiun gede begini (Stadiun Gelora Bung Karno maksudnya), kalau Irak mereka tidak punya lapangan sepakbola, hanya di padang pasir&#8221; kata salah seorang polisi yang kebetulan sedang berjaga membentuk pagar betis untuk mengawal kepergian tim Irak ke tempat mereka menginap sambil ngobrol dengan gw dan 2 orang fans cewek yang dengan semangatnya meneriaki yel-yel dengan memegang bendera Irak, gw jadi akrab dengan cewek ini tapi namanya gak tau, gak sempat kenalan!<span id="more-445"></span></p>
<p>Sambil menunggu tim Irak pergi, cewek disamping gw tadi berandai-andai lagi dengan menunjuk tim Irak yang sedang berada dalam bus: &#8220;coba Indonesia yang juara dan ada dalam bus itu, pasti gw nginap di Senayan ini untuk rayainnya dan gak tau deh bagaimana rasanya&#8230;..&#8221;</p>
<p>Dengan berkaca pada kesuksesan tim Irak yang mempunyai segudang masalah, minim fasilitas dan sebagainya, mereka masih bisa tampil mengesankan. Indonesia patut belajar dari Irak! Tidak ada alasan aneh-aneh untuk mencapai sukses dalam level regional dan bahkan dunia, Irak telah membuktikannya.</p>
<p>Gw baru pertama kali nonton pertandingan sepakbola secara langsung (event internasional, lokal gak pernah nonton), gw gak nyesal nontonnya, seru banget!</p>
<p>Semoga sepakbola Indonesia semakin maju dan semangat, jadikanlah Irak sebagai sumber inspirasi untuk mencapai sukses dalam sepakbola.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/07/30/indonesia-patut-belajar-dari-irak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Test Akses Free Internet di Halte Bus Way</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/07/29/test-akses-free-internet-di-halte-bus-way/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/07/29/test-akses-free-internet-di-halte-bus-way/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 09:56:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Sore ini gw berkesempatan untuk test fitur &#8220;free internet di halte Bus way&#8221; dengar-dengar sih dari pemberitaan media massa kecepatan aksesnya lumayam cepat. Free internet ini ada berkat U&#124;Net yang berlamat di &#60;a href=&#8221;http://www.u.net.id&#8221;&#62;www.u.net.id&#60;/a&#62;, sebenarnya sih tujuan gw bukan main internet disini. gw malam ini mau nonton pertandingan sepak bola antara Irak VS Arab Saudi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sore ini gw berkesempatan untuk test fitur &#8220;free internet di halte Bus way&#8221; dengar-dengar sih dari pemberitaan media massa kecepatan aksesnya lumayam cepat.<span id="more-444"></span></p>
<p>Free internet ini ada berkat U|Net yang berlamat di &lt;a href=&#8221;http://www.u.net.id&#8221;&gt;www.u.net.id&lt;/a&gt;, sebenarnya sih tujuan gw bukan main internet disini. gw malam ini mau nonton pertandingan sepak bola antara Irak VS Arab Saudi, nah kebetulan gw transit di halte dukuh atas 2 dan langsung menyambar komputer yang ada di pojok halte untuk browsing, sambil mencari tahu berita piala Asia terkini.</p>
<p>gw mendukung Irak, mereka punya tim yang kren banget, mantap deh buat mereka! Semoga malam ini Irak benar-benar menjadi kampiun piala Asia. Bravo Irak!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/07/29/test-akses-free-internet-di-halte-bus-way/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Website PSSI kehabisan Bandwidth</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/07/16/website-pssi-kehabisan-bandwidth/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/07/16/website-pssi-kehabisan-bandwidth/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 03:05:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Jam 10:31 pagi ini (16/07/2007), saya membuka website Persatuan Sepakbola Indonesia (PSSI) yang beralamat di www.pssi-football.com untuk melihat perkembangan berita tentang piala Asia dan juga berita timnas. Dan betapa kagetnya saya, bandwidth website PSSI sudah habis! Akibatnya website PSSI tidak dapat diakses, hanya ada tulisan: Bandwidth Limit Exceeded The server is temporarily unable to service [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jam 10:31 pagi ini (16/07/2007), saya membuka website Persatuan Sepakbola Indonesia (PSSI) yang beralamat di www.pssi-football.com untuk melihat perkembangan berita tentang piala Asia dan juga berita timnas. Dan betapa kagetnya saya, bandwidth website PSSI sudah habis! Akibatnya website PSSI tidak dapat diakses, hanya ada tulisan:<span id="more-436"></span></p>
<p><strong>Bandwidth Limit Exceeded</strong><br />
The server is temporarily unable to service your request due to the site owner reaching his/her bandwidth limit. Please try again later</p>
<p>Jadi saya terdiam sejenak, kok bandwidthnya bisa habis ya. Kalau begitu pasti mereka mengambil paket bandwidth yang terbatas.</p>
<p>Mungkin karena banyaknya yang mengakses website mereka sehingga kehabisan bandwidth. Itu berarti masyarakat sangat antusias mengunjungi website PSSI ini, bahkan mungkin saja negara-negara lain juga ikut membukanya. Mungkin jutaan orang mengunjungi website PSSI ini.</p>
<p>Sebagai informasi, selama piala ASIA 2007 ini, website PSSI rajin di up date bahkan tiap menit di up date, terbukti sewaktu laga Arab VS Indonesia di Senayan malam minggu kemarin, berita perkembangan pertandingan bisa kita ikuti trus di website PSSI.</p>
<p>Ini sangat memalukan kalau hanya gara-gara bandwidth saja, informasi yang sangat berharga dari perkembangan berita piala Asia ini tidak dapat diakses lewat website mereka.</p>
<p>Organisasi sekelas PSSI yang merupakan induk olahraga sepak bola di Indonesia, mempunyai website yang tidak optimal dan kehabisan bandwidth, waduh&#8230;.! cape deh..</p>
<p><a title="pssi.gif" href="http://www.mendrofa.com/?attachment_id=9" rel="attachment wp-att-9"><img src="http://www.krismendrofa.com/kris/wp-content/uploads/2007/07/pssi.gif" alt="pssi.gif" /></a></p>
<p><em>Gambar atas: tampilan website PSSI, Senen, 16/07/2007</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/07/16/website-pssi-kehabisan-bandwidth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Ayo benahi Jakarta” vs “Jakarta Untuk Semua”</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/07/10/ayo-benahi-jakarta-vs-jakarta-untuk-semua/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/07/10/ayo-benahi-jakarta-vs-jakarta-untuk-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 03:12:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Slogan itu yang muncul dalam berbagai poster dan spanduk yang akhir-akhir ini marak &#8211; walaupun kampanye pilkada jakarta baru mulai tanggal 22 juli &#8211; di berbagai belahan ibu kota. Entah siapa yang memulai duluan memasang slogan &#8220;provokatif&#8221; di berbagai tempat itu, yang jelas kedua kubu bersikeras untuk tidak menurunkannya, jika hanya sepihak. &#8220;Ayo benahi Jakarta&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Slogan itu yang muncul dalam berbagai poster dan spanduk yang akhir-akhir ini marak &#8211; walaupun kampanye pilkada jakarta baru mulai tanggal 22 juli &#8211; di berbagai belahan ibu kota. Entah siapa yang memulai duluan memasang slogan &#8220;provokatif&#8221; di berbagai tempat itu, yang jelas kedua kubu bersikeras untuk tidak menurunkannya, jika hanya sepihak.<span id="more-435"></span></p>
<p>&#8220;Ayo benahi Jakarta&#8221; adalah sebuah slogan strategis dari kubu adang-dani dalam memanfaatkan problematika jakarta yang tidak kunjung terselesaikan. Kemacetan, banjir, kesempatan kerja, adalah problem-problem utama yang memang menjadi keluhan dan hambatan warga ibu kota. Betapa tidak, banjir jakarta awal februari 2007 lalu sungguh-sungguh menjadi bencana yang menimbulkan kerugian milyaran<br />
rupiah, lumpuhnya perekonomian ibu kota, terhentinya aktivitas dan sendi-sendi kehidupan warga (termasuk pendidikan), serta perasaan tramumatik akibat tidak memadainya penanganan banjir oleh pemerintah ibu kota. Belum lagi kemacetan yang membuang begitu energi minyak bumi, mengurangi produktivitas warga, dan belum lagi penyakit stres yang harus dihadapi warga. Sungguh jeli! Adang-dani mengambil mementum &#8220;kebosanan&#8221; masyarakat jakarta akan problem kesehariannya yang tak kunjung terselesaikan. Dengan warna oranye, kebanggaan kesebelasan persija, Adang-dani meneriakan slogan atas ketidakbecusan pemerintah daerah sekarang dalam mengelola dan mengurus kota jakarta.</p>
<p>Tentu slogan itu masih sebatas janji. Tidak terungkap sama sekali bagaimana janji itu akan direalisasikan. Warga yang cerdas, pasti akan bertanya bagaimana Adang-dani mengatasi keruwetan lalu lintas ibu kota dan banjir. Jika memang sudah memiliki konsep dan rencana, Adang-dani harus memaparkannya. Tentu warga akan melihat dan menganalisa apakah konsep dan rencana itu realistis atau tidak. Kalau realistis, bagaimana menghimpun potensi dan partisipasi warga untuk bekerja mensukseskan rencana itu. Salah satu bentuk partisipasi warga yang paling berat dan sulit untuk dikerjakan adalah membangun sikap disiplin warga. Inilah<br />
problematika utama banjir dan kemacetan. Tetapi bagian inilah yang paling sulit yang harus dilalui Adang-dani, jika ingin dipilih menjadi gubernur dan wakil gubernur dki jakarta. Sebuah &#8220;mission impossible&#8221; yang sedang dibuat &#8220;possible&#8221;.</p>
<p>Lain adang-dani, lain lagi fauzi-prijanto. Slogan &#8220;Jakarta untuk semua&#8221; terasa menjadi slogan yang hambar. Tanpa ada &#8220;stressing&#8221; yang ingin disampaikan. Memang ide yang akan diusung adalah bahwa kota jakarta terbuka untuk semua komunitas, golongan, suku, dan kepentingan. Dan konsekuensi dari itu adalah kemungkinan perbenturan sosial dan budaya. Tentu ini adalah sebuah fakta. Tetapi fauzi-prijanto ingin menyampaikan pesan bahwa karena keterbukaannya itu, jakarta harus dimaknai sebagai sebuah model kota yang pluralis dimana ada penghargaan dan kesempatan untuk semua golongan dan kepentingan. Slogan ini ingin meng-&#8221; counter attack&#8221; ketakutan dari sekelompok golongan tentang kemungkinan<br />
adang-dani melakukan &#8220;penghijauan&#8221; Jakarta, yang membuat kota jakarta<br />
tidak lagi plural.</p>
<p>Sayang sungguh sayang, slogan &#8220;mulia&#8221; itu ternoda oleh sikap primordial<br />
dari kubu fauzi-prijanto. Bagaimana tidak ternoda, jika isu yang ditonjolkan untuk mengangkat sosok fauzi adalah isu &#8220;anak betawi&#8221;? Berbagai iklan di televisipun tak urung menegaskan sikap primordial tersebut. Jika ingin menekankan wajah plural jakarta, maka janganlah mengusung isu-isu primordial tersebut. Warga akan melihat sebuah standar ganda dari sang calon pemimpin jakarta.</p>
<p>Siapa pilihan anda? Wallaualam. Keduanya tidak menjanjikan sesuatu.</p>
<p><span style="color: #ff0000;">Catatan:</span><br />
<span style="color: #ff0000;"><em>dikirim oleh teman via e-mail</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/07/10/ayo-benahi-jakarta-vs-jakarta-untuk-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>test test posting ……..</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/07/06/test-test-posting/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/07/06/test-test-posting/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jul 2007 02:23:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[sejak 2007/05/22 10:32 saya gak pernah posting lagi, padahal tiap hari online. pengen sih posting tapi perasaan malas banget ngetik. kunjungi blog lain juga jarang banget bahkan blog sendiri jarang juga dikunjungi. Bukan cuma blog saya yang tidak pernah di up date akhir-akhir ini, tapi teman-teman blogger lain yang dulunya rajin banget posting juga kelihatannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sejak 2007/05/22 10:32 saya gak pernah posting lagi, padahal tiap hari online. pengen sih posting tapi perasaan malas banget ngetik. kunjungi blog lain juga jarang banget bahkan blog sendiri jarang juga dikunjungi. Bukan cuma blog saya yang tidak pernah di up date akhir-akhir ini, tapi teman-teman blogger<span id="more-434"></span> lain yang dulunya rajin banget posting juga kelihatannya jarang posting sekarang, mungkin lagi saat-saatnya mengalami rasa bosan tingkat tinggi kali ya&#8230;</p>
<p>Kemarin coba ngetik dan posting eh langsung dicancel lagi, pagi ini dengan memaksakan diri sedikit biar up date blog lagi dan mulai aktif ngeblog lagi ke depan.<br />
Kalau sempat gak ngeblog beberapa minggu teryata bikin malas ngeblog deh jadinya.</p>
<p>Tanggal 4 Juli kemarin saya mendesain kaos untuk ikut lomba desain kaos detikINET dan langsung memajang di website sebagai persyaratan agar bisa diseleksi nantiya, desain saya ada di wwww.krismendrofa.com</p>
<p>Selain ikut lomba desain kaos detikINET, saya juga ikut lomba membuat logo salah satu situs dan juga ikut desain logo komunitas anak muda yang ada di Jakarta Pusat. Ya lumayan buat ngembangin kratifitas dan dengan harapan mudah-mudahan bisa memang buat nambah kocek he he</p>
<p><a title="detikinet3.jpg" href="http://www.mendrofa.com/?attachment_id=8" rel="attachment wp-att-8"><img src="http://www.krismendrofa.com/kris/wp-content/uploads/2007/07/detikinet3.thumbnail.jpg" alt="detikinet3.jpg" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/07/06/test-test-posting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reshufle, Reshufle…..!!</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/05/08/reshufle-reshufle/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/05/08/reshufle-reshufle/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2007 03:17:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[May Be Yes, May Be No. Inilah komentar miring dari media maupun masyarakat menanggapi reshufle kabinet dan ternyata jawabannya yes. Ya, kemarin kabinet direshufle walaupun cuma sedikit saja dan sepertinya reshufle kali ini tidak akan memberi dampak yang sangat berarti bagi kinerja pemerintah selama pola pikir atau paradigma birokratnya belum berubah. Buat apa ada menteri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>May Be Yes, May Be No. Inilah komentar miring dari media maupun masyarakat menanggapi reshufle kabinet dan ternyata jawabannya yes. Ya, kemarin kabinet direshufle walaupun cuma sedikit saja dan sepertinya reshufle kali ini tidak akan memberi dampak yang sangat berarti bagi kinerja pemerintah selama pola pikir atau paradigma birokratnya belum berubah.<span id="more-433"></span></p>
<p>Buat apa ada menteri yang jago dan profesional dibidangnya tapi anak buahnya dilapangan seperti yang bekerja di departemen-departemen maupun pejabat mulai dari teras atas sampai teras teri (<em>teras bawah, red</em>) tidak berubah pola pikirnya. Pola pikir disini banyak, mulai dari mental korupsi, mental pemalas, ugal-ugalan dan yang lebih parah lagi sering sekali pejabat terasnya (baik teras atas maupun teras teri tadi) bermental mesum walau diatas kertas mereka menolak praktek mesum, sebuah kata yang cuma lima huruf tapi bisa membuat seseorang pejabat dipecat atau kehilangan jabatannya. Sudah banyak pejabat yang telah &#8220;tercium&#8221; berbuat mesum dan akan bertambah lagi seiring dengan era keterbukaan dewasa ini, baik keterbukaan informasi maupun keterbukaan pasangan mesum di kamar Hotel, <em>halah!</em></p>
<p>Selamat atas terpilihnya menteri baru kita, dan selamat tinggal buat menteri yang telah diPHK, semoga pemerintahannya berjalan efektif.</p>
<p>Ngomong-ngomong masalah reshufle, aku juga mau reshufle blog aku bulan ini. gak mau kalah juga ah! Rekan-rekan blogger yang tercinta, tunggu saja reshufle blog aku ya. Yang jelas reshufle blog aku kali ini tidak akan membuat jantungan orang lain seperti yang dialami beberapa menteri akhir-akhir ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/05/08/reshufle-reshufle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uda Lama Gak NgeBlog</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/03/16/uda-lama-gak-ngeblog/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/03/16/uda-lama-gak-ngeblog/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2007 03:19:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Aku terakhir posting tanggal 9 APril 2007 alias seminggu yang lalu setelah pulang dari Madiun. Akan tetapi perasaan gak posting uda berbulan-bulan! kangen deh posting lagi he he Sebenarnya sih aku pengen banget posting, tapi&#8230;. selama seminggu ini aku sibuk desain website dan upload file-file website baru aku, belum lagi databasenya sering eror, bikin sebel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku terakhir posting tanggal 9 APril 2007 alias seminggu yang lalu setelah pulang dari Madiun. Akan tetapi perasaan gak posting uda berbulan-bulan! kangen deh posting lagi he he<span id="more-432"></span></p>
<p>Sebenarnya sih aku pengen banget posting, tapi&#8230;. selama seminggu ini aku sibuk desain website dan upload file-file website baru aku, belum lagi databasenya sering eror, bikin sebel jadinya. oh ya web baru aku ini bukan <a href="http://blogboleh.com/URL">www.ngetem.com</a> loh, tapi website baru. Tapi alamat websitenya disini gak usah disebutin, rahasia!</p>
<p>Aku pengen di website baru ini, siapa pemilik dan administrator website ini gak diketahui orang lain, cukup karya aku saja yang mereka nikmati, istilahnya kalau mereka puas nikmati karya aku, aku jadi lemas disini walah&#8230;. ngawur</p>
<p>Hari Minggu kemarin, untuk pertama kalinya aku main futsal lagi bareng teman-teman, ya gak terasa sudah 1 bulan terakhir ini gak main futsal. Akibatnya karena baru main futsal lagi, badan ini pegal-pegal, pengen dipijitin deh pas balik kos. Tapi masalahnya siapa yang pijitin? hik hik hiks&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/03/16/uda-lama-gak-ngeblog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>To Be Max</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/02/26/to-be-max/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/02/26/to-be-max/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2007 03:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Hari sabtu kemarin aku ikut Camp ke Puncak, ini adalah kunjungan aku di awal tahun 2007 tapi ada satu hal yang beda kali ini, jalanan gak macet! Keadaan kawasan Puncak-Bogor sekarang sudah berbeda dibanding dengan beberapa bulan yang lalu sebelum tol Cipularang dibuka. Sewaktu rombongan kami lewat jam 09.00 pagi, jalan raya Puncak masih lengang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari sabtu kemarin aku ikut Camp ke Puncak, ini adalah kunjungan aku di awal tahun 2007 tapi ada satu hal yang beda kali ini, jalanan gak macet!<span id="more-431"></span></p>
<p>Keadaan kawasan Puncak-Bogor sekarang sudah berbeda dibanding dengan beberapa bulan yang lalu sebelum tol Cipularang dibuka. Sewaktu rombongan kami lewat jam 09.00 pagi, jalan raya Puncak masih lengang dan jauh dari macet. Hal ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana kalau sudah week end pasti kawasan Puncak akan mengalami kemacetan.</p>
<p>Setelah sampai Hotel rombongan kami langsung mencari kamar masing-masing dan ternyata aku gak dapat kamar favorit aku, ya kalau aku kunjungi Hotel ini, aku punya kamar favorit!</p>
<p>Setelah istrahat dan makan snack yang disediain panitia kami menuju ruang pertemuan untuk memulai acara camp kali ini, acaranya seru dan aku dapat banyak hal yang memotivasi hidup aku agar dalam hidup ini lebih maksimal lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/02/26/to-be-max/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagi Lagi AdamAir</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/02/22/lagi-lagi-adamair/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/02/22/lagi-lagi-adamair/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2007 07:36:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Belum sampai 2 bulan pasca kecelakaan AdamAir yang menewaskan semua penumpangnya kemarin AdamAir celaka lagi walaupun semua penumpangnya selamat. Tapi istilah yang mereka pakai bukan celaka tapi istilah lain yang ringan alias masih insiden kecil-kecilan. Memakai kata insiden aja mereka ogah, tapi dicarilah kata-kata/istilah yang halus. Bukan hard Landing katanya tapi apa donk? kalau bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belum sampai 2 bulan pasca kecelakaan AdamAir yang menewaskan semua penumpangnya kemarin AdamAir celaka lagi walaupun semua penumpangnya selamat. Tapi istilah yang mereka pakai bukan celaka tapi istilah lain yang ringan alias masih insiden kecil-kecilan.<span id="more-430"></span></p>
<p>Memakai kata insiden aja mereka ogah, tapi dicarilah kata-kata/istilah yang halus. Bukan hard Landing katanya tapi apa donk? kalau bukan hard landing berarti smooth landing dong&#8230;. Tapi kok badan pesawatnya sampai keriput ya yah??? Mestinya kalau smooth landing badan pesawatnya gak keriput begitu.</p>
<p>Ketawa juga sih dari pernyataan mereka yang bilang badan pesawatnya cuma keriput, emang besi bisa keriput? bisa aja mereka. Apapunlah istilah yang mereka pakai yang jelas badan pesawatnya ada kerusakan.</p>
<p>Seperti gak mau ketinggalan kapal laut jurusan Bangka-Tj. Priok Jakarta juga kebakaran, untung penumpangnya selamat semua!! Masih adakah transportasi yang layak dan aman di negeri tercinta ini?</p>
<table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td height="20"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/02/22/lagi-lagi-adamair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ABG dan Friendster</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/02/16/abg-dan-friendster/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/02/16/abg-dan-friendster/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Feb 2007 06:09:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Friendster]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Hampir semua ABG di Indonesia, umumnya di kota-kota besar menggandrungi Friendster, situs pertemanan online di dunia maya. Pada jam-jam pulang sekolah warnet-warnet dipastikan pada penuh sesak ditongkrongi. Bahkan tidak jarang dari mereka belum sempat makan siang. Ekspresi mereka kalau buka Friendster.com lucu-lucu dan bahkan ada yang teriak karena teman mereka di dunia maya menarik buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir semua ABG di Indonesia, umumnya di kota-kota besar menggandrungi Friendster, situs pertemanan online di dunia maya. Pada jam-jam pulang sekolah warnet-warnet dipastikan pada penuh sesak ditongkrongi. Bahkan tidak jarang dari mereka belum sempat makan siang.<span id="more-429"></span></p>
<p>Ekspresi mereka kalau buka Friendster.com lucu-lucu dan bahkan ada yang teriak karena teman mereka di dunia maya menarik buat mereka atau mereka gemas lihatnya.</p>
<p>Nah fenomena ini Kris ambil lewat web camera dan berhasil deh merekam aktifitas mereka pada hari ini (jam 13.00 PM), dimana semua pengunjung warnetnya ABG semua! masih SMP semua lagi, warnetnya 1 pun gak ada cowok! (selain aku yang lagi asyik foto mereka he he he),</p>
<p>Makanya gak heran kalau Indonesia menempati posisi ketiga (980.0000 orang <span style="color: #ff0000;">**</span>) di seluruh dunia yang terdaftar di Friendster.Com setelah America dan Filipina.</p>
<p>Nih warnet kayak &#8220;Ladies Day&#8221; aja&#8230;. gerutu aku.</p>
<p><em><span style="color: #ff0000;">**</span> data yang dikeluarkan Friendster.com per Juni 2005</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/02/16/abg-dan-friendster/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy Valentine to All Blogger</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/02/14/happy-valentine-to-all-blogger/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/02/14/happy-valentine-to-all-blogger/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Feb 2007 03:54:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Valentine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Kris ucapin: &#160; &#8220;Happy Valentine&#8221;ke semua blogger tanpa menyebut namanya satu-persatu, eh aku sebutin sebagian dari bloger deh buat mewakili blogger lain: buat Ve, buat Amel, buat Irish, buat Tcha, buat Nibiru, buat Agie, dan buat blogger yang lain tanpa menyebut namanya satu-persatu. Semoga blogger tambah cinta pasangan (bagi yang sudah punya pasangan), cinta keluarga, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="font-size: medium; color: #ff00ff;">Kris ucapin:</span></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #ff00ff;"><strong><em><span style="font-size: large;">&#8220;Happy Valentine&#8221;</span></em></strong></span><span style="font-size: medium; color: #ff00ff;">ke semua blogger tanpa menyebut namanya satu-persatu, </span><span id="more-428"></span><span style="font-size: medium; color: #ff00ff;">eh aku sebutin sebagian dari bloger deh buat mewakili blogger lain:</span></p>
<p><span style="font-size: medium;"><a href="http://www.blogboleh.com/perssik"><span style="color: #ff00ff;">buat Ve</span></a><span style="color: #ff00ff;">,</span></span></p>
<p><span style="font-size: medium;"><span style="color: #ff00ff;">buat <a href="http://www.blogboleh.com/life_love"><span style="color: #ff00ff;">Amel</span></a>,<br />
</span></span></p>
<p><span style="font-size: medium;"><a href="http://www.blogboleh.com/salsaoy"><span style="color: #ff00ff;">buat Irish</span></a><span style="color: #ff00ff;">, </span></span></p>
<p><span style="font-size: medium;"><a href="http://www.blogboleh.com/alwaysicha"><span style="color: #ff00ff;">buat Tcha</span></a><span style="color: #ff00ff;">,<br />
</span><br />
<a href="http://www.blogboleh.com/lovedago"><span style="color: #ff00ff;">buat Nibiru</span></a><span style="color: #ff00ff;">,</span></span></p>
<p><span style="font-size: medium;"><span style="color: #ff00ff;">buat </span><a href="http://www.blogboleh.com/gie"><span style="color: #ff00ff;">Agie</span></a></span><span style="font-size: medium; color: #ff00ff;">,</span></p>
<p><span style="font-size: medium; color: #ff00ff;">dan buat blogger yang lain tanpa menyebut namanya satu-persatu.</span></p>
<p><span style="font-size: medium; color: #ff00ff;">Semoga blogger tambah cinta pasangan (bagi yang sudah punya pasangan), cinta keluarga, cinta orangtua, cinta adek/kakak di rumah dan tentunya cinta Tuhan.</span></p>
<p><span style="font-size: medium; color: #ff00ff;">Amin!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/02/14/happy-valentine-to-all-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Merayakan Valentine Jarak Jauh dengan Pasangan</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/02/13/tips-merayakan-valentine-jarak-jauh-dengan-pasangan/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/02/13/tips-merayakan-valentine-jarak-jauh-dengan-pasangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Feb 2007 06:21:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Valentine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Tepatnya pada tanggal 14 Februari ini. Peringatan tersebut memang datang dari Barat. Ini dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta, namun memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih antara sesama, orangtua, anak, kakak-adik dan juga suami-istri. Pastilah banyak yang sudah mempersiapkan diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tepatnya pada tanggal 14 Februari ini. Peringatan tersebut memang datang dari Barat. Ini dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta, namun memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih antara sesama, orangtua, anak, kakak-adik dan juga suami-istri.<span id="more-427"></span></p>
<p>Pastilah banyak yang sudah mempersiapkan diri untuk memberikan hadiah atau kejutan terhadap orang-orang yang dikasihi, seperti bunga, cokelat, makan malam yang romantis, atau hal-hal lainnya.</p>
<p>Tetapi bagaimana kalau saat ini pasangan kita sedang berada jauh di luar kota atau bahkan mungkin berada di luar negeri karena tugas dan pekerjaannya? Yang pasti tentu saja timbul rasa kangen dan sedih karena harus melewati hari kasih sayang sendirian.</p>
<p>Setiap hari saja sudah kangen, apalagi di hari Valentine. Pasangan yang terpisah jarak akan merasa jauh lebih berat di bulan penuh cinta ini. Tapi jangan kuatir. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk membuat hari Valentine Anda menjadi hari yang paling spesial, walau Anda dan pasangan terpisah ratusan kilometer jauhnya.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Fasilitas Pos</strong></span><br />
Fasilitas pos adalah cara lama yang paling klasik untuk membawakan pasangan Anda, apapun yang ingin Anda kirimkan. Yang harus diusahakan ialah waktu tiba paket tersebut. Usahakan tidak terlambat sehingga tidak &#8220;basi&#8221;.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">1. Kartu Valentine.</span> Ini adalah cara mudah yang cukup efektif. Pilih kartu romantis yang bergambar, dan selipkan juga puisi cinta untuknya. Jangan lupa semprotkan parfum Anda di dalam amplop, agar cukup wangi jika dibuka.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">2. Makanan</span>. Pastikan letak tempat tinggal pasangan Anda tidak membutuhkan waktu sampai bermingu-minggu untuk paket tersebut tiba. Cokelat atau permen memang sangat identik dengan Valentine. Tetapi kue buatan sendiri akan meninggalkan &#8220;bekas&#8221; yang lebih berarti buatnya. Kue kering berbentuk hati akan menjadi pilihan yang paling standar. Yang jelas, rasanya harus enak!</p>
<p><span style="color: #ff3399;">3. Paket Valentine.</span> Paket ini dapat berbentuk apa saja. Peralatan mandi, peralatan cukur, baju, atau apapun yang sedang menjadi kebutuhannya saat itu. Mengirim foto terbaru Anda sendiri yang sudah dibingkai juga dapat menjadi alternatif. Yang jelas, perhiasan jangan Anda kirim lewat pos, karena akan menghilangkan makna di balik pemberiannya.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">4. Paket Musik</span>. Dari judulnya, sudah jelas yang Anda kirimkan ialah kaset atau cd atau mp3 atau vcd/dvd konser penyanyi favoritnya. Tetapi yang lebih berjiwa Valentine ialah jika Anda merekam sendiri kaset tersebut. Isinya tentu saja lagu-lagu cinta atau lagu-lagu favorit Anda berdua. Cara ini juga sudah biasa. Tetapi bagi si penerima, tentu tetap penuh arti.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Fasilitas Telepon</strong></span><br />
Dijamin Anda punya handphone. Atau minimal memiliki telepon rumah. Atau paling tidak Anda tinggal dekat wartel. Jika demikian, cara ini berlaku untuk Anda.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">1. Teleponlah pasangan Anda di waktu yang tepat.</span> Jika perlu, luangkan waktu bicara yang sedikit lebih lama dari biasanya. Berbincang tentang kehidupan dan terutama tentang cinta. Mendengar suara orang yang Anda cintai pasti merupakan hiburan yang terindah. Jangan menelepon saat dia sedang mengerjakan sesuatu yang penting. Jangan menelepon dalam keadaan kesal. Jangan menelepon di tengah keramaian, dan jangan memaksa untuk menelepon lama ke handphone jika roaming.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">2. Jika Anda seorang romantis yang masih klasik,</span> bacakan puisi atau bernyanyilah untuknya. Seorang pria biasa menciptakan lagu untuk orang yang dicintainya dan bermain gitar sambil menyanyikannya di telepon. Seberapapun anehnya ini, pasangan Anda pasti akan merah merona di ujung telepon.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">3. SMS.</span> Selagi Anda bisa menelepon, sebaiknya jangan sms. Tetapi fasilitas ini akan menjadi berkesan jika Anda mengirim pesan-pesan bagus yang tidak norak dan berlebihan. Anda juga bisa mengirim foto Anda pada menit itu juga padanya. Dan ini adalah cara mengusir kangen yang cukup canggih.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">4. MMS.</span> Rekam ekspresi anda dan kirim ke pasangan.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">5. Fasilitas 3G,</span> nah kalau blogger punya HP fasilitas 3G gak ada salahnya untuk menelpon pasangan memakai fasilitas ini.</p>
<p><strong>Fasilitas Web</strong><br />
Hari ini, rugi jika Anda belum terbiasa dengan internet. Ada hal-hal tertentu yang hanya bisa dibuat lewat fasilitas ini.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">1. Jika Anda suka surfing,</span> Anda bisa memesan bunga atau barang apapun via internet yang akan dikirimkan ke alamat pasangan Anda. Ini juga unik, karena Anda bisa memesan benda-benda yang sulit dicari di pasaran. Buku, dvd film, cd, atau karangan bunga yang indah dapat dikirim lewat cara ini.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">2. Bukalah web berisi pengiriman kartu.</span> Kartu via internet bisa lebih beragam karena memuat gambar bergerak dan suara. Anda bisa memilih yang paling sesuai dengan kepribadian Anda. Pastikan saja pasangan Anda rajin membuka internetnya.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">3. Anda bisa forward e-mail yang bagus dan romantis yang Anda dapat dari teman untuknya.</span>.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">4. Anda bisa membuatkan pasangan Anda sebuah website khusus yang berisi cerita tentang Anda berdua atau tentang pasangan Anda sendiri.</span> Ini harus dipersiapkan jauh-jauh hari agar menjadi surprise yang sempurna.</p>
<p><strong>Valentine Sederhana nan Romantis</strong></p>
<p>Tapi bagaimana kalau pada hari Valentine nanti kita tidak punya duit? Santai saja! Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk tetap bisa melewati hari kasih sayang dengan indah. Ini dia beberapa tips dan cara yang bisa Anda manfaatkan untuk merayakan hari kasih sayang dengan sederhana namun tetap berkesan.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">1. Buat Valentine sebagai hari yang sangat penting.</span><br />
Valentine kan tidak harus makan malam berduaan? Anda bisa merancang sebuah acara makan malam di rumah bersama keluarga ataupun teman-teman. Dengan mengundang teman datang ke acara itu, mereka akan tahu bahwa Anda menyayangi mereka. Cara yang mudah untuk mengungkapkan cinta tanpa harus bicara bukan?</p>
<p><span style="color: #ff3399;">2. Nikmati makanan seadanya.</span><br />
Jika makan malam menjadi hal yang sangat penting bagi Anda dan pasangan, tak perlu juga ngotot harus makan di restoran. Anda bisa menyiapkan hidangan spesial di rumah. Dengan biaya minim Anda bisa menciptakan suasana romantis di halaman belakang rumah. Dengan sedikit hiasan lilin, Valentine Anda akan tambah menyenangkan. Bisa saja Anda membuat hidangan makan malam bersama pasangan. Masak bersama akan seru untuk meningkatkan kemesraan Anda berdua.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">3. Jalan-jalan santai.</span><br />
Lupakan makan malam, cari suasana yang berbeda. Anda bisa pergi berkendaraan mengelilingi kota dengan pasangan. Tak perlu ngebut-ngebut, jalan-jalan santai saja. Anda juga bisa singgah di alun-alun kota untuk sesaat menikmati suasana dan kemudian meneruskan perjalanan. Berhenti untuk membeli jagung bakar.</p>
<p>Carilah tempat keramaian gratis. Biasanya banyak juga event musik gratis yang diselenggarakan di hari kasih sayang ini. Tak perlu malu atau gengsi untuk menikmati Valentine dengan cara ini. Yang penting Anda ditemani oleh pasangan. Bukankah makna hari kasih sayang adalah merayakan kebersamaan berdua yang selalu diselimuti cinta.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">4. Surat cinta.</span><br />
Tak perlu hadiah yang berlebihan juga. Anda masih bisa menyampaikan rasa cinta lewat surat cinta. Bisa Anda tulis singkat saja atau berpuisi juga indah. Ataupun Anda berencana untuk mengirimkan kartu ucapan melalui e-mail. Semua boleh dicoba.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">5. Buat bioskop mini.</span><br />
Jika Anda berencana merayakan Valentine di rumah, cara yang satu ini patut dicoba. Anda bisa menyewa film romantis dari rental VDC/DVD.</p>
<p>Pastikan Anda dan pasangan belum pernah menonton film tersebut agar tambah seru.<br />
Atau bisa juga Anda menyewa film yang dulu punya kenangan tersendiri bagi Anda berdua.</p>
<p><span style="color: #ff3399;"><strong><span style="color: #ff3399;">10 Hadiah Valentine Paling Berkesan</span></strong></span></p>
<p>Valentine atau Hari Kasih Sayang sebentar lagi akan tiba. Biasanya untuk menunjukkan perhatian dan rasa kasih kepada orang-orang yang disayangi, hadiah adalah ungkapan yang paling tepat.</p>
<p>Bagi Anda yang belum dapat ide untuk memberi hadiah bagi orang-orang yang dikasihi, mungkin ada baiknya menyimak beberapa usulan di bawah ini. Siapa tahu ide Anda timbul setelah mengintip contekan berikut:</p>
<p><span style="color: #ff3399;">1. Buket Bunga</span><br />
Wanita mana yang tidak luluh hatinya jika diberi sebuket bunga mawar nan cantik apalagi jika disisipkan sepucuk kartu Valentine dan surat cinta di sela-sela bunga tersebut. Hmm.. romantis sekali rasanya</p>
<p><span style="color: #ff3399;">2. Candle Light Dinner</span><br />
Malas mengantre di restoran mewah? Kenapa tidak menyewa kokinya saja ke rumah Anda? Coba tata ruang makan Anda seindah mungkin, kemudian minta koki menyiapkan hidangan istimewa dan juga hidangan kesukaan Anda berdua. Keluar uang ekstra tak apa-apa bukan? Asal Anda berdua mendapatkan kenangan istimewa, bukankah hal itu jauh lebih berarti?</p>
<p><span style="color: #ff3399;">3. Lingerie</span><br />
Memang tak semua wanita suka diberi lingerie, namun memberi hadiah berupa pakaian dalam sebenarnya memerhatikan dirinya dan merasa intim dengannya.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">4. CD lagu</span><br />
Istri Anda adalah wanita yang romantis? Kalau begitu, hadiahkan saja CD lagu-lagu romantis kesukaan si dia. Jangan lupa tempelkan cover CD dengan foto atau ilustrasi gambar Anda berdua.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">5. Perhiasan</span><br />
Rasanya tak ada kaum wanita yang tak senang diberi perhiasan seperti cincin atau kalung. Selain untuk bergaya, tentunya perhiasan juga menjadi simbol kedekatan Anda dan si dia.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">6. Cokelat dalam Kotak Berbentuk Hati</span><br />
Cokelat senantiasa menjadi teman setia yang selalu hadir dalam berbagai suasana terutama pada hari Valentine. Karena rasanya yang manis dan bentuknya yang unik, cokelat kerap dijadikan simbol kasih sayang antar pasangan.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">7. Bersepeda</span><br />
Biasanya Anda dan pasangan ke mana-mana mengendarai mobil? Nah, untuk sementara biarkan mobil kesayangan berada di garasi. Sesekali coba bersepeda bersama pasangan. Selain tubuh lebih sehat, bukankah Anda berdua menjadi lebih mesra?</p>
<p><span style="color: #ff3399;">8. Surat Cinta</span><br />
Coba ingat-ingat kapan terakhir kalinya Anda menulis surat atau catatan kecil berisi kata-kata cinta kepada pasangan? Dalam kesempatan kali ini, coba sisipkan notes kecil berisi catatan cinta di tempat-tempat yang sering dilaluinya, misalnya di meja rias atau kulkas.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">9. Voucher Hotel</span> <span style="color: #ff0000;">(Awas! ini hanya untuk yang sudah menikah saja! he he he)</span><br />
Bosan kan bercinta terus-terusan di kamar tidur? Mengapa tidak mencoba di tempat lain, seperti hotel misalnya. Untuk Valentine kali ini, tak ada salahnya memberikan voucher menginap semalam di hotel dan perbaharuilah cinta Anda berdua.</p>
<p><span style="color: #ff3399;">10. Bercinta Semalam Suntuk</span> <span style="color: #ff0000;">(Awas! ini hanya untuk yang sudah menikah saja! he he he)</span><br />
Anda dan pasangan sama-sama sibuk bekerja sehingga seks menjadi sedikit terabaikan? Kalau begitu, Valentine menjadi momen yang paling pas untuk menyalakan kembali api cinta Anda berdua. Cobalah luangkan waktu di malam Valentine untuk bercinta semalaman bersama pasangan. Beri pasangan &#8220;servis&#8221; terbaik yang mampu Anda lakukan. Dijamin pasangan akan semakin tergila-gila pada Anda.<em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/02/13/tips-merayakan-valentine-jarak-jauh-dengan-pasangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikut Camp</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/02/13/ikut-camp/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/02/13/ikut-camp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Feb 2007 06:18:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Camp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Gak terasa hari ini uda Jum`at! Bararti uda mau week end donk ya.Besok aku mau ke Puncak-Bogor, ikut Camp selama 2 hari. Berangkat dari Jakarta jam 07.00 pagi dan mungkin akan balik dari Puncak hari Minggu malam, lumayan untuk &#8220;refreshing&#8221; sedikit walau tujuan aku kesana bukan untuk refreshing tapi untuk ikut camp. uda lama juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gak terasa hari ini uda Jum`at! Bararti uda mau week end donk ya.Besok aku mau ke Puncak-Bogor, ikut Camp selama 2 hari.<span id="more-426"></span></p>
<p>Berangkat dari Jakarta jam 07.00 pagi dan mungkin akan balik dari Puncak hari Minggu malam, lumayan untuk &#8220;refreshing&#8221; sedikit walau tujuan aku kesana bukan untuk refreshing tapi untuk ikut camp. uda lama juga sih gak ngunjungi Puncak.</p>
<p>Semoga pagi Sabtu aku cepat bangun, kalau terlambat bangun resikonya akan ditinggalin! Sebenarnya malas juga sih ikut Camp ini, tetapi karena diajak trus-menerus sama teman akhirnya aku nyerah dan ikut. Semoga acaranya asyik dan gak membosankan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/02/13/ikut-camp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I`m Come Back</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/02/12/im-come-back/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/02/12/im-come-back/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2007 04:01:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Sejak hari Sabtu tanggal 3 Februari 2007 sampai hari Sabtu tanggal 10 Februari 2007 aku gak posting sama sekali !! ya internet di tempat aku jaringannya ikut &#8220;ngungsi&#8221; juga alias gak konek alias budek alias off line alias bla bla&#8230;&#8230;. Bukan hanya masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang mengungsi tapi jaringan internet dan telepon juga ikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak hari Sabtu tanggal 3 Februari 2007 sampai hari Sabtu tanggal 10 Februari 2007 aku gak posting sama sekali !! ya internet di tempat aku jaringannya ikut &#8220;ngungsi&#8221; juga alias gak konek alias budek alias off line alias bla bla&#8230;&#8230;.<span id="more-425"></span></p>
<p>Bukan hanya masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang mengungsi tapi jaringan internet dan telepon juga ikut &#8220;ngungsi&#8221;. Tapi aku bersyukur walaupun aku gak bisa posting, kos aku gak kena banjir bahkan got di depan kos aku kering-kering aja tuh. Cuma aku ruginya selama Jakarta kebanjiran kemarin aku gak bisa posting, seandainya aku bisa posting waktu itu, aku bisa posting tentang keadaan banjir Jakarta berserta foto-foto pendukungnya.</p>
<p>Posting ini menandakan hari pertama untuk posting lagi, <strong><span style="color: #c1c1c1;">I`m Come Back !!</span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/02/12/im-come-back/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku baru bisa online!</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/02/04/aku-baru-bisa-online/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/02/04/aku-baru-bisa-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2007 04:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Hari Sabtu kemarin seharian komputer aku gak bisa online! Aku pengen banget posting tapi harus sabar karena sampai malam koneksi internetnya juga gak bisa. Koneksi internetnya lagi budek kali ya. Tapi aku baru sadar kalau ternyata banjir di Jakarta sudah parah, lebih parah dari tahun lalu, jadi aku bisa maklumi kalau internetnya jadi disconect. Warnet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Sabtu kemarin seharian komputer aku gak bisa online! Aku pengen banget posting tapi harus sabar karena sampai malam koneksi internetnya juga gak bisa. Koneksi internetnya lagi budek kali ya.<span id="more-424"></span></p>
<p>Tapi aku baru sadar kalau ternyata banjir di Jakarta sudah parah, lebih parah dari tahun lalu, jadi aku bisa maklumi kalau internetnya jadi disconect.</p>
<p>Warnet dekat kos aku juga pada off semua, kecuali 1 lagi warnet satelit namanya &#8220;warnet H@lte&#8221; yang memakai wireless, warnet ini gak memakai kabel. Jadi koneksi internet mereka lancar-lancar saja, bahkan semakin cepat aja koneksinya.</p>
<p>Malam minggu kemarin jam 08.00 aku ke warnet Halte ini, akan tetapi walau jumlah PC di warrnet ini 30 an gak ada satupun komputernya yang kosong! Warnetnya kayak pasar malah banyak banget yang ngantri, aku jadinya gak bisa browsing deh dan balik ke kos lagi.</p>
<p>Tadi pagi aku berniat berangkat ke Gunung Sahari, di perjalanan aku melihat lampu merah Matraman kebanjiran dan gak bisa dilewati bus lagi, air sudah setinggi 1 Meter! Dalam perjalanan aku berpikir jangan-jangan Gunung Sahari juga banjir. Maka aku telepon teman yang rumahnya ada disana dan ternyata dugaanku benar. Jadinya aku gak jadi ke Gunung Sahari.</p>
<p>Sekarang pas nulis posting ini, aku posting dari warnet di dekat kampus aku di Cikini, agak heran juga kok warnetnya masih buka padahal warnet dekat kos aku yang memakai dial up pada tutup.</p>
<p>Hari ini aku gak jadi deh main futsal, aku bingung mau kemana sekarang, sore ini mau habisin waktu kemana ya? Barusan sih aku berniat ke Bogor untuk habisin waktu disana, kalau jadi aku abis posting ini ke Bogor untuk ketemuan sama teman.</p>
<p>Kemarin juga ternyata blog aku gak ada pengunjungnya. Mungkin blogger lain rumahnya atau kantornya juga kebanjiran, jadi pada gak bisa browsing deh. Mudah-mudahan banjirnya cepat surut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/02/04/aku-baru-bisa-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awas “Flu Banjir” bikin anda sebel</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/02/02/awas-flu-banjir-bikin-anda-sebel/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/02/02/awas-flu-banjir-bikin-anda-sebel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2007 05:03:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Banjir, banjir lagi pls deh&#8230;&#8230; Aku uda bosan baca beritanya, bukan karena gak peduli tapi karena uda kesal melihat fenomena ini tiap tahun terus menerus terjadi bahkan tambah parah aja. Sebenarnya banjir di Jakarta dan di Indonesia pada umumnya murni kesalahan manusia dan ini bukan kesalahan alam yang kadang dilontarkan para politisi nasional kita maupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banjir, banjir lagi <em>pls deh&#8230;&#8230; </em></p>
<p>Aku uda bosan baca beritanya, bukan karena gak peduli tapi karena uda kesal melihat fenomena ini tiap tahun terus menerus terjadi bahkan tambah parah aja. <span id="more-423"></span>Sebenarnya banjir di Jakarta dan di Indonesia pada umumnya murni kesalahan manusia dan ini bukan kesalahan alam yang kadang dilontarkan para politisi nasional kita maupun politisi lokal, politisi-politisi ini sih asal ngomong <em>doank</em>, gak bertanggungjawab banget ngomongnya apalagi bertanggungjwab ngurus banjir, ngomong aja gak bertanggungjawab kok.</p>
<p>Walau banjir terus-menerus melanda Jakarta, akan tetapi kayaknya gak ada pencegahan berarti dari pemerintah daerah Jakarta, waduh pemerintah lagi, <em>please deh.!!</em>. Pemerintah baru sibuk kalau sudah banjir melanda warganya, mencegah banjir jelas mereka ogah-ogahan.</p>
<p>Mungkin karena mencegah banjir gak ada uang masuknya kali ya (proyek) sementara kalau masyarakat sudah kebanjiran dan mengungsi kan proyeknya banyak, jadi para politisi itu memanfaatkan banjir untuk jadi ajang tebar pesona dengan mendatangkan posko-posko dan menyumbang bantuan ke masyarakat walau bantuan itu juga kadang dari hasil rampasan juga.</p>
<p>Atau juga lewat musibah banjir dana kemanusiaan akan mengalir dan tentunya ini akan dipakai untuk lahan korupsi, ya lahan basah lah.</p>
<p>Jadi mungkin pemerintah malah senang kalau ada banjir trus.</p>
<p>Singkatnya begini:</p>
<p><span style="font-weight: bold; color: #ff0000;"><span style="font-size: medium;"><br />
Ada Banjir, Ada Proyek</span></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong><span style="font-size: medium;">Banjir dijadiin proyek, Tanya kenapa!</span></strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/02/02/awas-flu-banjir-bikin-anda-sebel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta siang ini</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/02/01/jakarta-siang-ini/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/02/01/jakarta-siang-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Feb 2007 03:29:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam hujan di tempat aku deras banget, terasa kamar aku dingin dan enak banget tidur sambil berlindung dibalik selimut yang jarang aku pakai itu. Sambil aku berkhayal coba kalau uda merid pasti klonan (pelukan, red) sama istri aku, tapi itu mimpi doank he he he Setelah bangun pagi-pagi (jam 07.00, dalam kamus aku pagi-pagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi malam hujan di tempat aku deras banget, terasa kamar aku dingin dan enak banget tidur sambil berlindung dibalik selimut yang jarang aku pakai itu. Sambil aku berkhayal coba kalau uda merid pasti <em>klonan</em> (pelukan, red) sama istri aku, tapi itu mimpi doank he he he<span id="more-422"></span></p>
<p>Setelah bangun pagi-pagi (jam 07.00, dalam kamus aku pagi-pagi itu jam segini, aku suka bangun kesiangan!) langit Jakarta masih mendung, aku berangkat dari kos masih disambut dengan gerimis. Di tengah jalan hujan deras, aku turun dari Bus dan langsung jalan dengan memakai payung yang sengaja aku bawa, coba gak ada payung ini pasti aku kehujanan.</p>
<p>Jam 10 an tadi aku di telepon teman, ternyata di tempat kerjaan dia juga hujan. Aku bilang dia kok blog kamu gak di update lagi? jawabannya klise, lagi sibuk! ya aku baru sadar kalau memang dia sibuk sih, dibanding dengan aku yang nyaris gak ada kerjaan yang cuma jadi pengacara (pengangguran banyak acara, yang nyambi kuliah, red)</p>
<p>Jam 11.00 aku baca <em>detik.com</em> yang jadi perhatian aku tentang berita banjir, ya banjir lagi. Warga di bantaran kali di Kampung Melayu mengungsi bahkan sudah ada yang mulai sakit-sakitan, disaat aku dan blogger lain beraktifitas bahkan ngeblog, saudara-saudara kita ini sibuk malah untuk mengungsi, sedih! sedih..!! Kenapa kejadian yang sama terulang trus? Pemerintah sebenarnya lagi ngerjain apa sih, kok masalah banjir saja gak bisa diatasi? <span style="color: #ff0000;"><strong>Tanya kenapa!</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/02/01/jakarta-siang-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta pagi ini</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/01/31/jakarta-pagi-ini-2/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/01/31/jakarta-pagi-ini-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Jan 2007 02:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini terasa lain dari biasanya, ya udara Jakarta terasa dingin mencekam seperti cuaca di Puncak Bogor sana aja, gak ada terik matahari yang menyengat dan panas itu. Tadi jam 08.30 aku berangkat dari kos menuju Pulomas, ternyata hujan. Jadi daripada naik bus umum biasa aku memilih Busway biar bisa berteduh di haltenya daripada berdiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini terasa lain dari biasanya, ya udara Jakarta terasa dingin mencekam seperti cuaca di Puncak Bogor sana aja, gak ada terik matahari yang menyengat dan panas itu.<span id="more-421"></span></p>
<p>Tadi jam 08.30 aku berangkat dari kos menuju Pulomas, ternyata hujan. Jadi daripada naik bus umum biasa aku memilih Busway biar bisa berteduh di haltenya daripada berdiri di pinggir jalan yang gak ada haltenya, bisa kehujanan aku.</p>
<p>Setelah sampai di halte Busway aku beli tiket dan langsung duduk. Tidak lama kemudian petugas Busway menghampiri menyapa aku, sehingga terjadi percakapan seperti ini:</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Petugas</span>: Mau berangkat kuliah ya?<br />
<span style="color: #0000ff;">aku</span> : gak, mau ke Pulomas<br />
<span style="color: #0000ff;">Petugas</span> : sabar ya, busway nya lama nih<br />
<span style="color: #0000ff;">aku</span> : gak apa-apa, kok busnya bisa lama ya?<br />
<span style="color: #0000ff;">petugas</span> : karena Busway nya kurang<br />
<span style="color: #0000ff;">aku</span> : emangnya jumlah Busway di koridor ini berapa?<br />
<span style="color: #0000ff;">Petugas</span> : 10<br />
<span style="color: #0000ff;">aku</span> : ha&#8230; 10 doank? di koridor I-III yang lama berapa?<br />
<span style="color: #0000ff;">Petugas</span> : 40<br />
<span style="color: #0000ff;">aku</span> : jadi di koridor ini Bus nya kurang banget donk ya?<br />
<span style="color: #0000ff;">Petugas</span> : iya, tapi penumpang kadang mengomelin kami terus, mereka gak mengerti posisi kami, kami hanya petugas disini, bukan pengambil kebijakan. Tadi ada seorang karyawan bank ngotot untuk mau menorobos untuk masuk Bus padahal kan Bus nya uda penuh sesak. Dia malah minta saya untuk melapor kejadian ini ke Sutiyoso<br />
<span style="color: #0000ff;">Aku</span> : nah lo&#8230;.. aneh juga, emang kamu pernah ketemu Sutiyoso apa? mendingan dia ngisi kotak saran daripada ngomel-ngomel sama petugas.<br />
<span style="color: #0000ff;">Petugas</span> : ya begitulah mas, kadang penumpang ngotot dan ngomel trus, kami kan manusia juga, kesabaran kami juga ada batasnya.<br />
<span style="color: #0000ff;">aku </span> : iya sih, tapi kalau ada yang ngotot seperti itu tetap sabar aja ya, sambil berusaha profesional gak usah ditanggapi nanti mereka capek sendiri kok.</p>
<p>oh ya di Halte ini juga aku masih melihat seseorang entah dia itu wartawan atau pencatat waktu yang masih setia memantau penumpang. Ternyata wartawan media cetak dan elektronik masih tertarik untuk meliput Busway ya? apa uda gak basi untuk dijadikan berita apalagi head line news mereka?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/01/31/jakarta-pagi-ini-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Naik Busway nyaman memang, tapi bikin terlambat</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/01/29/naik-busway-nyaman-memang-tapi-bikin-terlambat/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/01/29/naik-busway-nyaman-memang-tapi-bikin-terlambat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2007 03:57:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Hari minggu biasanya aku berangkat dari kos di daerah Utan Kayu Utara pergi ke Gereja di daerah Gunung Sahari jam 12.00, biasanya kalau naik Bus 905 cuma butuh waktu 20 menit sampai ke Gunung Sahari karena memang hari minggu tidak macet. Karena Busway beroperasi, aku naik Busway berharap sampai di tempat tujuan 20 menit dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari minggu biasanya aku berangkat dari kos di daerah Utan Kayu Utara pergi ke Gereja di daerah Gunung Sahari jam 12.00, biasanya kalau naik Bus 905 cuma butuh waktu 20 menit sampai ke Gunung Sahari karena memang hari minggu tidak macet.<span id="more-420"></span></p>
<p>Karena Busway beroperasi, aku naik Busway berharap sampai di tempat tujuan 20 menit dan berharap tentunya nyaman.</p>
<p>Setelah naik Busway dari Halte Pasar Genjing, aku turun di Halte Matraman untuk menyambung perjalanan ke Gunung Sahari. Nah di Halte Matraman inilah penumpang pada numpuk dan ngantri. Buswaynya sih datangnya gak terlambat akan tetapi penumpangnya berdesak-desakan didalam saking penuhnya, aku ingat kayak naik kereta api ekonmi yang ke Bogor saja nih jadinya.</p>
<p>Akhirnya aku sampai di Gunung Sahari, tapi bukan 20 menit seperti biasanya kalau aku naik Bus umum biasa akan tetapi 1 jam. aku baru sampai di Gunung Sahari jam 01.00. Naik Busway ternyata membuat aku terlambat 40 menit. Bagimana kalau pekerja kantoran terlambat beberapa menit juga hanya gara-gara naik Busway?</p>
<p>Ada satu hal menarik lagi yang aku perhatikan, ternyata sebagian dari penumpang Busway ini hanya ingin jalan-jalan dan keliling-keliling kota Jakarta naik Busway ini saja. Jadi mereka sebenarnya gak punya tujuan mau kemana, tujuan mereka hanya ingin menghabiskan waktu di Busway, hal ini terjadi pas seorang ibu di depan aku dengan beberapa orang anaknya yang sedang antri mau ke arah Ancol eh tiba-tiba karena lama dan mereka gak sabar lalu mereka sepakat untuk naik ke arah Kampung Melayu saja, &#8220;nanti kita dari Kampung Melayu turun lagi dan naik ke arah Ancol lagi deh&#8221; begitu kira-kira percakapan ibu ini kepada anak-anaknya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/01/29/naik-busway-nyaman-memang-tapi-bikin-terlambat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat atas pembukaan Koridor Busway</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/01/27/selamat-atas-pembukaan-koridor-busway/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/01/27/selamat-atas-pembukaan-koridor-busway/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2007 06:45:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi pas berangkat aku lihat spanduk yang mengucapkan ucapan selamat atas pembukaan koridor Busway. Ternyata hari ini Busway koridor IV-VII resmi dibuka oleh pemerintah DKI. Aku senang juga, jadi mulai hari ini bila pergi ke kampus atau pergi kemana aja, tinggal jalan dari kos trus naik Halte Busway dan jalan deh. Mudah-mudahan layanan Busway [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi pagi pas berangkat aku lihat spanduk yang mengucapkan ucapan selamat atas pembukaan koridor Busway. Ternyata hari ini Busway koridor IV-VII resmi dibuka oleh pemerintah DKI.<span id="more-419"></span></p>
<p>Aku senang juga, jadi mulai hari ini bila pergi ke kampus atau pergi kemana aja, tinggal jalan dari kos trus naik Halte Busway dan jalan deh. Mudah-mudahan layanan Busway semakin membaik dan gak berdesak-desakan banget dan tentunya harganya juga gak ditambah.</p>
<p>Mudah-mudahan kemacetan Jakarta semakin berkurang dengan pembukaan koridor baru ini.<br />
oh ya di Pusat Grosir Cililitan (PGC) ada jembatan penghubungnya loh, jadi buat blogger yang suka shoping dan doyan jalan-jalan tapi gak mau panas-panasan mungkin ke PGC jadi pilihannya. Soalnya tinggal naik Busway Blogger langsung jalan ke jembatan penghubungnya dan otomatis masuk ke dalam area PGC. Jadi kayak jembatan penghubung di Mangga Besar gitu loh, cuma ini antara Halte dengan pusat perbelanjaannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/01/27/selamat-atas-pembukaan-koridor-busway/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepak Bola Indonesia, sudah profesional kah?</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/01/26/sepak-bola-indonesia-sudah-profesional-kah/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/01/26/sepak-bola-indonesia-sudah-profesional-kah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2007 02:30:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Waktu baca baca koran Kompas aku kaget setengah kesal perilaku klub-klub sepak bola peserta Liga Indonesia 2007 yang sebagian besar mengandalkan biaya operasional mereka dari keungan Pemerintah Daerah (PemDa) setempat. Jadi aku bisa maklumi kalau sebagian besar pecinta sepak bola di Indonesia malah suka menonton Liga-liga Eropa bukan Liga Indonesia malah, karena liga-liga Eropa itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu baca baca koran <em>Kompas</em> aku kaget setengah kesal perilaku klub-klub sepak bola peserta Liga Indonesia 2007 yang sebagian besar mengandalkan biaya operasional mereka dari keungan Pemerintah Daerah (PemDa) setempat. <span id="more-418"></span>Jadi aku bisa maklumi kalau sebagian besar pecinta sepak bola di Indonesia malah suka menonton Liga-liga Eropa bukan Liga Indonesia malah, karena liga-liga Eropa itu sangat jauh berkualitas dibanding dengan liga Indonesia.</p>
<p>Berikut daftar klub peserta liga Indonesia tahun 2007 <em>(sumber: Kompas, 12 Januari 2007):</em></p>
<p><ins><strong>Wilayah Barat:</strong></ins><br />
1. Persiraja Banda Aceh<br />
2. PSSB Bireun<br />
3. PSMS Medan<br />
4. PSDS Deli Serdang<br />
5. Semen Padang<br />
6. Sriwijaya FC<br />
7. Pelita Jaya<br />
8. Persita Tangerang<br />
9. Persikota Tangerang<br />
10. Persikabo Kabupaten Bogor<br />
11. Persitara Jakarta Utara<br />
12. Persija Jakarta<br />
13. Persib Bandung<br />
14. PSIS Semarang<br />
15. PSS Sleman<br />
16. Persik Kediri<br />
17. Persema Malang<br />
18. Persela Lamongan<br />
<ins><strong>Wilayah Timur:</strong></ins><br />
1. Persipura Jayapura<br />
2. Persiwa Wamena<br />
3. Persiter Ternate<br />
4. Persmin Minahasa<br />
5. Persibom Bolaang Mongondow<br />
6. PSM Makasar<br />
7. Bontang PKT<br />
8. Persiba Balikpapan<br />
9. Persegi Gianyar<br />
10. Perseman Monokwari<br />
11. Persma Manado<br />
12. Persebaya Surabaya<br />
13. Persis Solo<br />
14. Persijap Jepara<br />
15. PSIM Yogyakarta<br />
16. Deltras Sidoarjo<br />
17. Arema Malang<br />
18. Persekabpas Kapupaten Pasuruan</p>
<p>Kata &#8220;profesional&#8221; kurang lebih pengertiannya sudah ahli, mampu melakukan sesuatu inovasi, tidak tergantung dari pemberian atau subsidi orang lain atau singkatnya profesional itu bukan amatiran. Pengertian ini gak ada di kamus, hanya menurut pendapat Kris.</p>
<p>Nah dari ilustrasi diatas, kalau aku kaitkan dengan klub-klub sepak bola di Indonesia, jadinya begini: klub-klub sepakbola itu mestinya tidak mengharapkan pemberian subsidi dari pemerintah daerah donk mestinya.</p>
<p>Nah, sebagian besar klub-klub peserta liga Indonesia tahun 2007 diatas mengandalkan pemasukan keuangan (dana) dari Pemerintah Daerah (PemDa) lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) daerah setempat dimana klub itu berada. Masing-masing klub meminta dana dari pemerintah Daerah bervariasi akan tetapi umumnya kurang lebih 15 Milyar, dananya besar sekali kan?</p>
<p>Coba kalau pemerintah Daerah memberhentikan aliran dana ini bagi klub-klub ini, maka bisa dipastikan mereka akan bangkrut. Ada satu yang aneh, hampir semua klub sepakbloa profesional di dunia tidak pernah di subsidi pemerintah setempat karena mereka mengandalkan keuangan dari sponsor tapi di Indonesia lain.</p>
<p><ins><strong>Klub-Klub Sepakbola Indonesia Masih Amatiran</strong></ins></p>
<p>Siapa yang tidak kenal Persija Jakarta? mereka di kenal selain karena ada di Jakarta, mereka juga terkenal dari JakMania yang kadang-kadang bikin ulah kalau klub kesayangan mereka kalah.</p>
<p>Nah Persija Jakarta ini juga mengandalkan keuangan dari hasil &#8220;mengemis&#8221; dana APBD dari pemerintah DKI. Jadi layakkah menyebut Persija Jakarta sudah profesional? jawabnya masih jauh! mereka masih amatiran. Jadi wajar saja olahraga di Indonesia semakin terpuruk. Amatiran disebut profesional, <span style="color: #ff0000;"><em><strong>Tanya kenapa!</strong></em></span></p>
<p><ins><strong>Masih ada juga klub yang Profesional</strong></ins></p>
<p>Dari 32 klub diatas masih ada juga yang aku nilai profesional bahkan profesional (walau prestasi mereka belum terlalu menggembirakan) dan tidak jadi beban keuangan pemerintah daerah yaitu:<br />
1. Semen Padang<br />
2. Pelita Jaya<br />
3. PKT Bontang<br />
4. Arema Malang</p>
<p>Nah mereka ini baru profesional karena mengandalakan keuangan dari sponsor mereka sendiri bukan dari hasil &#8220;mengemis-ngemis&#8221; dari sisa Anggaran Pendapatan Daerah setempat.</p>
<table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td height="20"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/01/26/sepak-bola-indonesia-sudah-profesional-kah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Horee…. Indonesia sudah mau bubarkan CGI</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/01/24/horee-indonesia-sudah-mau-bubarkan-cgi/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/01/24/horee-indonesia-sudah-mau-bubarkan-cgi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 08:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia uda gak mau jadi budak IMF! ini sudah terjadi, dimana akhirnya Indonesia sudah membayar lunas utangnya ke IMF (International Money Found) Nah dengar-dengar Presiden SBY mau bubarkan CGI (Consulative Group on Indonesia)juga (sumber: detik.com), mantap!! Biar bangsa kita gak jadi bangsa pengutang dan bangsa yang didikte trus, kalau perlu kita punya piutang (kasih pinjaman) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia uda gak mau jadi budak IMF! ini sudah terjadi, dimana akhirnya Indonesia sudah membayar lunas utangnya ke IMF (International Money Found) <span id="more-417"></span></p>
<p>Nah dengar-dengar Presiden SBY mau bubarkan CGI (Consulative Group on Indonesia)juga <em>(sumber: detik.com)</em>, mantap!!</p>
<p>Biar bangsa kita gak jadi bangsa pengutang dan bangsa yang didikte trus, kalau perlu kita punya piutang (kasih pinjaman) ke negara lain bukan utang malah.</p>
<p>Aku senang, blogger juga senang kan? tapi bukannya masalah bangsa kita uda selesai semua. Masih banyak yang dibenahi, mulai transportasi udara yang hancur-hancuran itu dimana bandara Soekarno Hatta nyaris kayak terminal bis dan pesawatnya kayak Metro Mini. AKu sebutin kayak Metro Mini karena pesawatnya kecelakaan trus, baik kecelakaan ringan (mati mesin mendadak, nyasar ke bandara lain, dll) maupun pesawatnya terjun bebas dan jatuh deh ke bumi seperti Mandala yang di Medan maupun Adam Air.</p>
<p>Ngomong-ngomong tentang masalah transportasi udara ini, aku juga sempat baca di koran bahwa beberapa hari lalu, salah satu pesawat di bandara Soekarno Hatta mesinnya mati pas sudah mau lepas landas/take off. Bayangin kalau mesin nya mati pas uda di udara kebayang gak sih? ngeri banget kan?? Lebih ngeri kalau naik Bis Metro Mini walau sopirnya ngebut dan ngetem sembarangan sekalipun atau banyak jambretnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/01/24/horee-indonesia-sudah-mau-bubarkan-cgi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta pagi ini</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/01/24/jakarta-pagi-ini/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/01/24/jakarta-pagi-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 02:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta dan banjir sepertinya gak pernah habis dibahas. Sedih banget membaca berita di detik.com dimana diberitakan warga Kampung Pulo sudah mulai mengungsi. Belum banjir saja mereka sudah ketekutan dan mengungsi. Hal ini juga terjadi di daerah-daerah yang tiap tahunnya pada bulan tertentu jadi langganan banjir. Tapi anehnya kok kejadian banjir ini terulang trus? kenapa ya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta dan banjir sepertinya gak pernah habis dibahas. Sedih banget membaca berita di <em>detik.com</em> dimana diberitakan warga Kampung Pulo sudah mulai mengungsi. Belum banjir saja mereka sudah ketekutan dan mengungsi.<span id="more-416"></span> Hal ini juga terjadi di daerah-daerah yang tiap tahunnya pada bulan tertentu jadi langganan banjir.</p>
<p>Tapi anehnya kok kejadian banjir ini terulang trus? kenapa ya pihak terkait tidak mencari solusi penanganan banjir ini?</p>
<p>Banjir di Jakarta sebenarnya bukan karena faktor alam, tetapi karena memang Jakarta tercinta tidak bersahabat dengan alam. Coba saja perhatikan, hujan mengguyur sedikit saja sudah banjir, jalanan dipenuhi genangan air, bahkan gak hujan aja uda banjir apalagi hujan, konyol juga memang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/01/24/jakarta-pagi-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prestasi Klub-klub Sepak Bola Indonesia: antara kampungan dan cengeng</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/01/13/prestasi-klub-klub-sepak-bola-indonesia-antara-kampungan-dan-cengeng/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/01/13/prestasi-klub-klub-sepak-bola-indonesia-antara-kampungan-dan-cengeng/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jan 2007 08:29:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Judul diatas sengaja saya pilih, tetapi saya tidak berniat menghujat atau merendahkan bangsa ini, saya cinta bangsa Indonesia ini! Hari ini saya baca koran dan betapa kagetnya saya setelah membacanya (sebelumnya saya juga sudah tahu). Kenapa tidak kaget, lihat saja perilaku hampir semua klub-klub peserta liga divisi utama, ternyata mereka terus-terus mengemis untuk minta uang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul diatas sengaja saya pilih, tetapi saya tidak berniat menghujat atau merendahkan bangsa ini, saya cinta bangsa Indonesia ini!<span id="more-415"></span></p>
<p>Hari ini saya baca<em> </em>koran dan betapa kagetnya saya setelah membacanya (sebelumnya saya juga sudah tahu).<br />
Kenapa tidak kaget, lihat saja perilaku hampir semua klub-klub peserta liga divisi utama, ternyata mereka terus-terus mengemis untuk minta uang ke Pemerintah Daerah setempat dimana mereka berada.</p>
<p>Dan tidak tanggung-tanggung nyaris lebih setengah dari dana klub-klub ini diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat. Jadi artinya kalau Pemerintah Daerah setempat berhenti memberikan uang klubnya bakal bangkrut.</p>
<p>Dan anggaran dari pemerintah daerah tersebut ternyata prosentasenya sangat besar. Ada daerah yang APBD sebenarnya sangat minim eh mereka (Pemerintah Daerah setempat, <em>red</em>) malah memberikan dan menghamburkan uang untuk klub sepakbola sampai puluhan milyar rupiah<em>.</em> Sungguh mencengangkan! Kenapa itu anggaran tidak dialokasikan untuk pendidikan gratis untuk memenuhi kuota 20 % untuk anggaran pendidikan dari total APBD sesuai dengan amanat UUD 1945?</p>
<p>Dan ada satu ya aneh lagi, ternyata masyarakat tidak pernah protes ke DPRD atau Pemerintah daerah (Pemda) setempat tentang fenomena ini, padahal uang tersebut sangat besar nilainya.</p>
<p>Di negera lain, klub-klub itu tidak pernah meminta uang apalagi mengemis ke pihak manapun. Mereka profesional dan mendapat uang dari sponsor mereka dan penjualan tiket pertandingan mereka.</p>
<p>Tetapi di Indonesia aneh dan ajaib, uang rakyat malah dihamburkan untuk klub-klub itu yang prestasi mereka juga sangat menyedihkan dan tragis!: tawuran dimana-mana oleh pendukung mereka, pemain yang kasar terhadap wasit dan masih bayak lagi.</p>
<p>Jadi tidak salah kalau klub-klub sepak bola di Indonesia saya juluki kampungan dan cengeng, anda sependapat? atau malah kontra? Terserah yang jelas ini realita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/01/13/prestasi-klub-klub-sepak-bola-indonesia-antara-kampungan-dan-cengeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemakaian kalimat “putra keturunan” dan “WNI keturunan”</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/01/11/pemakaian-kalimat-putra-keturunan-dan-wni-keturunan/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/01/11/pemakaian-kalimat-putra-keturunan-dan-wni-keturunan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2007 14:48:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian media massa (walau sekarang sudah ada yang sadar dan sudak tidak &#8220;bodoh&#8221; lagi, dibanding beberapa tahun yang lalu). Kalimatnya misalnya begini: &#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..Seorang putra keturunan yang bernama asli Cheng Terry Yang (kalau ada kesamaan nama, ini bukan disengaja hanya sebagai contoh) sangat berhasil dalam bisnis property di tanah air&#8230;.&#8221; Atau kalimat lain misalnya begini: &#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian media massa (walau sekarang sudah ada yang sadar dan sudak tidak &#8220;bodoh&#8221; lagi, dibanding beberapa tahun yang lalu).<span id="more-414"></span></p>
<p>Kalimatnya misalnya begini:</p>
<p>&#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..Seorang putra keturunan yang bernama asli Cheng Terry Yang <span style="font-size: xx-small;">(kalau ada kesamaan nama, ini bukan disengaja hanya sebagai contoh)</span> sangat berhasil dalam bisnis property di tanah air&#8230;.&#8221;</p>
<p>Atau kalimat lain misalnya begini:</p>
<p>&#8220;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; banyak WNI keturunan yang masih agak takut pulang ke tanah air menyusul trauma mereka atas peristiwa Juli 1998&#8230;&#8221;</p>
<p>Saya kalau membaca artikel yang menulis kalimat-kalimat &#8220;bodoh&#8221; ini terus terang saya terganggu walaupun saya bukan etnis Tionghoa.</p>
<p>Penggunan kalimat &#8220;putra keturunan&#8221; diatas maupun penggunaan kalimat &#8220;WNI keturunan&#8221; di beberapa media massa sangat diskrimatif bagi etnis tertentu dan sebaliknya melecehkan etnis tertentu yang mengaku dirinya pribumi.</p>
<p>Mengapa tidak dikatakan putra keturunan Tionghoa/China, dan atau putra keturunan Batak, dan atau putra keturunan Nias saja?<br />
Atau menggunakan kalimat: WNI keturunan China, WNI keturunan Jawa, WNI keturunan Nias dan sebagainya tanpa menggantung pemakaian kalimat: &#8220;putra keturunan&#8221; dan &#8220;WNI keturunan&#8221;.</p>
<p>kalau ada kalimat &#8220;putra keturunan&#8221; dan &#8220;WNI keturunan&#8221; berarti etnis lain (yang notabene menyebut dirinya pribumi, walau sebenarnya kita sama-sama pribumi, hanya etnis/suku bangsalah yang membedakannya) bukan keturunan donk?</p>
<p>Pribumi ini yang tidak dilabeli &#8220;putra keturunan&#8221; atau &#8220;WNI keturunan&#8221; lalu mereka siapa? apakah mereka bukan keturunan ayah/ibu mereka? (maaf ini agak kasar) dan atau apakah etnis lain ini bukan &#8220;putra keturunan&#8221; atau &#8220;WNI keturunan&#8221; Nias sesuai dengan etnis yang kebetulan dia lahir sebagai etnis Nias/etnis tertentu misalnya?</p>
<p>Saya berharap media massa ini yang mestinya berusaha mengedukasi masyarakat tidak sengaja mengetik kalimat-kalimat bodoh dan konyol seperti ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/01/11/pemakaian-kalimat-putra-keturunan-dan-wni-keturunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun baru, bencana baru, Indonesia baru?</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/01/07/tahun-baru-bencana-baru-indonesia-baru/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/01/07/tahun-baru-bencana-baru-indonesia-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jan 2007 00:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Saya mencoba ingat-ingat dan berusaha menghafal: Tsunami Aceh, gempa Nias, banjir di Aceh, gempa Nabire, longsor di Sumatera Barat, banjir di daerah itu, longsor di daerah ini, dan seterusnya. wah saking banyaknya sampai bingung dan suda gak hafal peristiwa apa saja yang telah melanda bangsa ini. Belum selesai bencana semburan lumpur di porong, beberapa kapal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mencoba ingat-ingat dan berusaha menghafal:</p>
<p>Tsunami Aceh, gempa Nias, banjir di Aceh, gempa Nabire, longsor di Sumatera Barat, banjir di daerah itu, longsor di daerah ini, dan seterusnya. <span id="more-413"></span>wah saking banyaknya sampai bingung dan suda gak hafal peristiwa apa saja yang telah melanda bangsa ini.</p>
<p>Belum selesai bencana semburan lumpur di porong, beberapa kapal nelayan dan kapal penumpang tenggelam dan merenggut ratusan orang. Sebelum saya bernafas lega dan menarik nafas dalam-dalam semoga bencana yang melanda bangsa ini berakhir tapi kenyataan lain muncul: Adam Air jatuh!! Astaga bangsa kita sepertinya jadi langganan bencana!</p>
<p>Ini salah siapa? manusianya kah? alam nya kah? atau.. atau?? wah gak bisa jawab, hanya Tuhan yang bisa jawab. Tapi yang jelas ratusan nyawa hilang dengan sia-sia. Tetapi kenapa bangsa ini belum juga berbenah diri? kenapa pas peristiwa kecelakaan datang baru pada sibuk berbenah? Ada apa dengan bangsa ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/01/07/tahun-baru-bencana-baru-indonesia-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sedih sedih…… (bercampur kesal tentunya) aku uda 2 hari gak bisa posting blog!</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/01/02/sedih-sedih-bercampur-kesal-tentunya-aku-uda-2-hari-gak-bisa-posting-blog/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/01/02/sedih-sedih-bercampur-kesal-tentunya-aku-uda-2-hari-gak-bisa-posting-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jan 2007 11:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Sedih sedih&#8230;&#8230; (bercampur kesal tentunya) aku uda 2 hari gak bisa posting blog! kalau aku klik write blog/posting maka sign out trus secara otomatis. Baru sekarang bisa login dengan lancar itupun lambat banget aksesnya. Aku uda e-mail admin tapi admin belum jawab-jawab juga tentang keluhan aku ini. Admin kemanakah kamu? Lega juga uda bisa posting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedih sedih&#8230;&#8230; (bercampur kesal tentunya) aku uda 2 hari gak bisa posting blog!</p>
<p>kalau aku klik write blog/posting maka sign out trus secara otomatis. Baru sekarang bisa login dengan lancar itupun lambat banget aksesnya. Aku uda e-mail admin tapi admin belum jawab-jawab juga tentang keluhan aku ini. Admin kemanakah kamu?<span id="more-412"></span></p>
<p>Lega juga uda bisa posting lagi, aku jufa sempat baca posting seorang blogger yang mengeluh: ternyata uda 1 bulan blognya dia gak bisa posting karena gak bisa log in.<br />
Dibanding dengan aku dia lama donk, kirain aku doank yang ngalami <em>trouble</em> yang sama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/01/02/sedih-sedih-bercampur-kesal-tentunya-aku-uda-2-hari-gak-bisa-posting-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngeblog emang asyik</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2007/01/01/ngeblog-emang-asyik/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2007/01/01/ngeblog-emang-asyik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2007 03:22:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Biasanya aku sejak dulu kalau surfing internet yang aku buka pertama e-mail, terus forum diskusi dimana aku sebagai moderatornya. Tapi sejak ngeblog, cek e-mail jadi belakangan. Aku lebih suka cek blog baik blognya blogger lain maupun punya senidiri sekalain untuk baca posting-posting mereka dan mengomentarinya dan aku kira blogger yang lain juga sering cek blog [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biasanya aku sejak dulu kalau surfing internet yang aku buka pertama e-mail, terus forum diskusi dimana aku sebagai moderatornya.<span id="more-411"></span></p>
<p>Tapi sejak ngeblog, cek e-mail jadi belakangan. Aku lebih suka cek blog baik blognya blogger lain maupun punya senidiri sekalain untuk baca posting-posting mereka dan mengomentarinya dan aku kira blogger yang lain juga sering cek blog dibanding emailnya kan?</p>
<p>Pagi ini aku langsung buka blogboleh.com dan cek blog nya Ve (silahkan buka blog ve di:http://www.blogboleh.com/perssik/entry/blog-boleh-ada-di-GENIE-lohhh) , disana ada posting Ve, ternyata Blogboleh.com muncul dimajalah <strong>Genie</strong>. Berarti Blog di Indonesia sudah mulai digemari walaupun secara global blog sudah ada lama bersinar.</p>
<p>Oh ya sebagai informasi menurut penelitian, blogger di Indonesia sudah mencapai 20.000 an loh dan akan terus bertambah.</p>
<p>Tapi jumlah blogger dibanding dengan pengguna internet di Indonesia yang nongkrong di Friendster jauh banget. Di Frienster jumlah penggunanya dari Indonesia sudah mencapai 980.000 orang (nyaris 1 juta) sehingga Indonesia menjadi peringkat 3 pendafatar anggota Friendster di dunia setalah Amerika Serikat dan Filipina.</p>
<p>Sungguh mencengangkan kan? padahal bila dibanding Blog, Friendster masih baru akan tetapi jumlah pemakainya di Indonesia sudah melebihi blogger. Mari kita berblog trus dan ajak teman kita untuk ngeblog okey&#8230;</p>
<p>Tapi sangat disayangkan sebagian besar blogger dari Indonesia mendaftar di situs luar negeri bukan di situs lokal Indonesia. Hal ini mungkin karena masih belum banyak situs penyedia blog di Indonesia. BlogBlogger.com saja kan baru kurang lebih 2 tahun meyediakan blog gratis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2007/01/01/ngeblog-emang-asyik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HP CDMA saya hilang</title>
		<link>http://www.mendrofa.com/2006/11/28/hp-cdma-saya-hilang/</link>
		<comments>http://www.mendrofa.com/2006/11/28/hp-cdma-saya-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2006 15:26:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kris@mendrofa.com (Kris J. Mendrofa)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sisi Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[CDMA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.krismendrofa.com/kris/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Update (23/07/2011) : Artikel ini merupakan salah satu artikel yang &#8220;selamat&#8221; dari blog-blog saya sebelumnya yang dihosting di URL lain dan saya upload di mendrofa.com sebagai kenang-kenangan &#160; Pada hari minggu, tanggal 26 November 2006 HP CDMA saya serta kartu AS hilang ditelan bumi! (diamankan oleh orang iseng gitu loh). Tetapi saya bersyukur dompet saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><em>Update (23/07/2011) : Artikel ini merupakan salah satu artikel yang &#8220;selamat&#8221; dari blog-blog saya sebelumnya yang dihosting di URL lain dan saya upload di mendrofa.com sebagai kenang-kenangan <img src='http://www.mendrofa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada hari minggu, tanggal 26 November 2006 HP CDMA saya serta kartu AS hilang ditelan bumi! (diamankan oleh orang iseng gitu loh). Tetapi saya bersyukur dompet saya tidak ikut hilang, bayangin kalau dompet saya hilang: KTP hilang, ATM BNI hilang, ATM Mandiri hilang, ATM Bank Sumut hilang. <span id="more-410"></span>Wah makan apa saya? (maklum anak kos) belum lagi mengurus KTP baru yang repot banget dan mahal lagi! Belum lagi bikin ketiga ATM baru: lama dan pakai biaya lagi.</p>
<p>Kejadiannya sendiri berawal ketika saya sudah bersiap-siap untuk pulang ke kos. Sebelumnya saya jam 4 sore bersama teman-teman main futsal seperti biasa sampai jam 6 sore, setelah itu kami sparing dengan tim lain sampai jam 8 malam. Setelah itu saya istrahat sambil bercanda sama teman-teman dan HP saya masih ada waktu itu. Pas saya mau pulang saya buka sepatu dan pakai sandal setelah itu pamit saya teman-teman dan pulang bareng Putra, kami berjalan kaki sekitar 200 meter untuk menunggu bus di halte, tidak lama kemudian bus datang dan kami naik. Sesaat kemudian saya bayar ongkos ke kondektur, setelah itu saya ingat HP saya dikantong, dan ternyata HP nya sudah hilang!</p>
<p>Sungguh kejadian yang nyebelin dan tidak akan saya lupakan. Walaupun HP saya ini termasuk murah tetapi saya sangat terpukul dengan kehilangan HP saya ini, soalnya semua data email, catatan-catatan dan nomor-nomor HP serta telepon rumah maupun telepon kantor teman-teman saya pada hilang semua!</p>
<p>Dan celakanya lagi sebagian nomor-nomor HP dan telepon rumah teman saya, belum sempat saya catat di kertas ataupun simpan di email saya. Harap ke teman-teman yang baca posting saya ini agar mengirimkan nomor HP, telepon rumah dan emailnya lagi ke email saya ya, silahkan kirim ke: kris(at)ngetem.com atau ke krismendrofa(at)yahoo.com.</p>
<p>Ya begitulah, di Jakarta tercinta ini kita memang dituntut ekstra hati-hati kalau mau aman dari hal-hal yang tidak kita inginkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mendrofa.com/2006/11/28/hp-cdma-saya-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	<copyright>mendrofa.com</copyright><media:credit role="author">Kris J. Mendrofa</media:credit><media:rating>nonadult</media:rating><media:description type="plain">mendrofa.com</media:description></channel>
</rss>

