<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>MSC Indonesia</title>
	
	<link>http://www.misacorindo.org</link>
	<description>Misionaris Hati Kudus Propinsi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Mar 2013 16:57:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
<image>
<link>http://www.misacorindo.org</link>
<url>http://www.misacorindo.org/wp-content/cbnet-favicon/msc_favicon.png</url>
<title>MSC Indonesia</title>
</image>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/misacorindo/GjyR" /><feedburner:info uri="misacorindo/gjyr" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><item>
		<title>Rapat DPL 2013 Hari Ketiga</title>
		<link>http://www.misacorindo.org/?p=1229</link>
		<comments>http://www.misacorindo.org/?p=1229#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Mar 2013 16:55:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misacorindo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Antar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[antar kita]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[DPL]]></category>
		<category><![CDATA[MSC Provinsi Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.misacorindo.org/?p=1229</guid>
		<description><![CDATA[Hari ke-3 Rapat Dewan Provinsi Lengkap (DPL) 2013 di Coolibah diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh P. Tarsisius Siswanto MSC, Pemimpin Daerah Jawa Tengah – Kalimantan Selatan. Dalam renungannya, P. Siswanto mengingatkan kita akan “kebesaran” kita. Secara de facto Provinsi Indonesia adalah provinsi terbesar dan seperti yang telah beberapa kali disinggung dalam DPL hal [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0837.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1230" alt="Rm Siswanto MSC" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0837.jpg" width="600" height="411" /></a>Hari ke-3 Rapat Dewan Provinsi Lengkap (DPL) 2013 di Coolibah diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh P. Tarsisius Siswanto MSC, Pemimpin Daerah Jawa Tengah – Kalimantan Selatan. Dalam renungannya, P. Siswanto mengingatkan kita akan “kebesaran” kita. Secara de facto Provinsi Indonesia adalah provinsi terbesar dan seperti yang telah beberapa kali disinggung dalam DPL hal itu menjadi hiburan tersendiri bagi para MSC di belahan dunia yang lain. Akan tetapi “kebesaran” yang sejati bukan hanya terletak dalam jumlah, melainkah kualitas para Misionaris Hati Kudus, yang didasarkan pada relasi yang dekat dengan Allah.</p>
<p>Sidang-sidang pada pagi hari masih melanjutkan laporan-laporan dari Komunitas-komunitas Daerah, yakni Komunitas Daerah Sulawesi – Kalimantan Timur, Komunitas Daerah Jawa Tengah – Kalimantan Selatan, serta Komunitas-Komunitas Bina yakni Skolastikat, Novisiat, Pranovisiat, Yuniorat Bruder dan Postulan Bruder.</p>
<p>Perkembangan Provinsi Indonesia menarik untuk diamati. Yang menonjol adalah bertumbuhnya karya-karya kategorial yang menyiratkan pergeseran dari karya-karya teritorial ke karya-karya kategorial. Per 31 Desember 2012, anggota MSC berkarya di 83 paroki (73 di Indonesia dan 10 di luar negeri) yang dilayani oleh 107 imam. Anggota provinsi Indonesia yang berkarya dalam karya kategorial baik milik Tarekat maupun mitra sebanyak 127 orang. Dengan demikian para anggota Provinsi Indonesia yang berkarya di luar paroki semakin bertambah dari tahun ke tahun. Hal itu berdampak pada pentingnya pengembangan SDM sehingga studi lanjut dalam pelbagai bidang diperlukan. Nampak pula bahwa di masing-masing Daerah kini berkembang sentra-sentra spiritualitas.</p>
<p>Pada akhir laporan-laporan disampaikan pengantar untuk melihat Peta Karya Pelayanan Provinsi MSC Indonesia. Dalam pengantar tesebut, kita belajar sejarah dan tradisi misioner tarekat kita khususnya di Indonesia:</p>
<ol>
<li>Karya utama : karya teritorial di Paroki-Paroki. Selain itu, ada karya-karya khusus (Sekolah, Rumah Sakit, bengkel, pertanian, asrama, dan lain-lain,  mendukung dan  mengukuhkan  pewartaan verbal tentang Injil cinta kasih Tuhan.</li>
<li>Semangat persaudaraan kasih dalam komunitas Biara yang didasarkan dan bersumber pada  spiritualitas yang kokoh menjadi kekuatan dalam menjalankan perutusan (<i>missio</i>). Identitas sebagai religius, biarawan yang misionaris (MSC), khususnya spirit Misioner sangat dihayati dan dihidupi oleh para misionaris perintis, menjadi kekuatan dalam hidup dan karya pelayanan.</li>
<li>Cinta dan komitmen para misionaris, apa yang mereka miliki (bakat, kemampuan, tenaga, uang dikerahkan untuk karya misi, total dan tanpa pamrih. Kehadiran yang  tetap di tempat tugas pelayanan walaupun sulit dan berat membuktikan cinta dan komitmen mereka pada tugas perutusan.</li>
<li>Pada masa itu, semua karya adalah milik Gereja lokal. Kini situasi berubah . Misionaris asing semakin berkurang, misionaris pribumi semakin bertambah, termasuk klerus diosesan semakin banyak.</li>
<li>Karya teritorial di paroki cenderung diberikan kepada klerus diosesan. Kapitel Provinsi 1978, mulai menyinggung tentang kemungkinan menjalankan karya-karya sosial. Beberapa kapitel provinsi terakhir ini (Kapitel Tomohon 2005, Kapitel Merauke 2008, Kapitel Ambon, 2011) berbicara dengan tegas tentang karya-karya kategorial milik Tarekat.</li>
<li>Muncullah di mana-mana di pelbagai Komunitas Daerah, karya-karya kategorial yang pada umumnya dimulai oleh konfrater secara pribadi, kemudian ditetapkan menjadi karya Tarekat. Ada karya yang dijalankan dengan baik tetapi kebanyakan mengalami kesulitan baik di bidang SDM (kompetensi /komitmen) maupun dana. Sekarang sangat ditekankan pentingnya perencanaan karya baru yang dibuat dan diputuskan bersama dengan pertimbangan matang melalui <i>communal discernment</i>.</li>
<li>Konstitusi Tarekat mengingatkan: “<i>Tugas perutusan kita, dinyatakan dalam pelbagai tugas kewajiban tertentu yang dilaksanakan baik oleh perorangan maupun oleh komunitas. Tugas-tugas itu hendaknya dipilih dan dinilai terus-menerus dalam cahaya semangat kita, kebutuhan dan tugas perutusan Gereja dan tradisi misioner kita sendiri”</i> <i>(Konstitusi. no, 23, Statuta, no. 145,3).</i></li>
<li>Dewasa ini, kita mulai alami dan rasakan bahwa kita tidak selalu mudah menangani semua karya tersebut. Tantangan dan kendala mulai terasa justru ada dalam diri MSC sendiri. Rasanya sekarang ini, kita butuh pertama-tama adalah penguatan identitas sebagai biarawan MSC (Misionaris)  sambil memperhatikan pemberdayaan diri anggota di pelbagai bidang (kompetensi/skill).</li>
<li>Tanpa penguatan dan pengokohan identitas diri sebagai biarawan MSC, tanpa cinta, kompetensi dan komitmen terhadap Tarekat, komunitas dan misinya, maka karya sebagus apapun akan mengalami kemandekan bahkan kehancuran. Sebagai biarawan MSC kadang kita harus belajar untuk mencintai juga apa yang mungkin kurang kita minati. Perhitungan manusiawi yang ujung-ujungnya  memenangkan keinginan diri pribadi menjadi kendala riil bagi tugas perutusan dan pengembangan karya kita dewasa ini.</li>
<li>Tujuan hidup (<i>being</i>) dan karya (<i>doing</i>) kita sebagai MSC  tidak lain,  untuk membuat nyata dan  kelihatan Kasih Allah dalam Hati KudusYesus kepada sesama di mana-mana sesuai moto Tarekat kita: “<i>Ametur ubique terrarum Cor Iesu</i><i> Sacratissimum in aeternum”.</i></li>
</ol>
<p>Pada sidang sore hari, para peserta rapat mulai membicarakan mutasi anggota.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.misacorindo.org/?feed=rss2&amp;p=1229</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rapat DPL 2013 Hari Kedua</title>
		<link>http://www.misacorindo.org/?p=1195</link>
		<comments>http://www.misacorindo.org/?p=1195#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Mar 2013 14:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misacorindo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Antar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[antar kita]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[DPL]]></category>
		<category><![CDATA[MSC Provinsi Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.misacorindo.org/?p=1195</guid>
		<description><![CDATA[Pagi-pagi sekali dua rombongan peserta Rapat Dewan Provinsi Lengkap (DPL) menggunakan dua mobil bergerak dari Villa Theresa di kawasan Coolibah, Cipanas, menuju Villa Keluarga Korompis yang berada di kawasan yang sama, tempat Rapat DPL diselenggarakan. Kamar di Villa keluarga Korompis tidak mencukupi untuk semua peserta Rapat DPL sehingga sebagian menginap di Villa Theresa. Pukul 6 [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0810.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1196" alt="Rapat DPL 2013" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0810.jpg" width="599" height="399" /></a>Pagi-pagi sekali dua rombongan peserta Rapat Dewan Provinsi Lengkap (DPL) menggunakan dua mobil bergerak dari Villa Theresa di kawasan Coolibah, Cipanas, menuju Villa Keluarga Korompis yang berada di kawasan yang sama, tempat Rapat DPL diselenggarakan. Kamar di Villa keluarga Korompis tidak mencukupi untuk semua peserta Rapat DPL sehingga sebagian menginap di Villa Theresa. Pukul 6 pagi, udara masih terasa dingin ketika terdengar alunan pendarasan madah Ibadat Pagi (Laudes) dari ruang tengah villa. Ibadat pagi disambung dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh P. Samuel Maranresy MSC.</p>
<p>Pada pukul 8, sesudah sarapan pagi, sidang-sidang hari kedua Rapat DPL dimulai. Rapat hari mempunyai agenda Laporan-laporan Pemimpin Provinsi, Evaluasi Kapitel 2011/DPL 2012/Rencana Strategis Provinsi/Komunitas-Komunitas Daerah/Komunitas Rumah/Komunitas-Komunitas Bina.</p>
<p>Dari laporan Pemimpin Provinsi dapat dicatat statistik keanggotaan Provinsi MSC Indonesia:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="340">Uskup</td>
<td valign="top" width="170">4</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="340">Imam</td>
<td valign="top" width="170">222</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="340">Frater Skolastik berkaul kekal</td>
<td valign="top" width="170">8</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="340">Frater Skolastik berkaul sementara</td>
<td valign="top" width="170">77</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="340">Bruder berkaul kekal</td>
<td valign="top" width="170">18</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="340">Bruder berkaul sementara</td>
<td valign="top" width="170">7</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="340">Total</td>
<td valign="top" width="170">336</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Penyebaran anggota Provinsi MSC Indonesia dapat dilihat sebagai berikut:</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="149">Indonesia</td>
<td valign="top" width="94">309</td>
<td valign="top" width="391">Pastoral paroki, karya-karya kategorial, tugas belajar, dosen, pembina, pimpinan/administratif, purna karya, cuti</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="149">Australia</td>
<td valign="top" width="94">4</td>
<td valign="top" width="391">Pastoral paroki &amp; kategorial (2), studi lanjut (2)</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="149">Austria</td>
<td valign="top" width="94">1</td>
<td valign="top" width="391">Studi lanjut</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="149">Amerika Serikat</td>
<td valign="top" width="94">3</td>
<td valign="top" width="391">Pastoral kategorial (1), Pastoral paroki (1), studi lanjut (1)</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="149">Ekuador</td>
<td valign="top" width="94">2</td>
<td valign="top" width="391">Pastoral paroki</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="149">Perancis</td>
<td valign="top" width="94">2</td>
<td valign="top" width="391">Karya kategorial (1 Cor Novum Centre), Paroki (1)</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="149">Jepang</td>
<td valign="top" width="94">5</td>
<td valign="top" width="391">Paroki (3), Cross Cultural Program (2 frater)</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="149">Italia</td>
<td valign="top" width="94">3</td>
<td valign="top" width="391">Pimpinan/administrative (2), studi lanjut (1)</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="149">Kep. Marshall</td>
<td valign="top" width="94">2</td>
<td valign="top" width="391">Pastoral Paroki</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="149">Filipina</td>
<td valign="top" width="94">4</td>
<td valign="top" width="391">Studi lanjut</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="149">Vietnam</td>
<td valign="top" width="94">1</td>
<td valign="top" width="391">Pembina</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="149">Total</td>
<td valign="top" width="94">336</td>
<td valign="top" width="391"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu di Novisiat ada 6 calon Imam, di Pra-novisiat ada 26 calon imam dan 3 calon bruder, serta di Postulat ada 1 calon bruder</p>
<p>Jumlah anggota berkaul seluruhnya 336 naik dibandingkan dengan laporan tahun 2012 dikarenakan oleh keadaan Skolastik yang mulai stabil. Di pihak lain jumlah novis menurun tajam. Pergeseran dari Teritorial ke kategorial memang semakin nampak. Dalam Rekapitulasi Personalia (Peta Personalia) tercatat bahwa selain 84 konfrater berkaul sementara yang masih berada dalam pembinaan awal (baik calon imam mau pun calon bruder), 140 anggota berkaul kekal ditempatkan di karya-karya Keuskupan/Mitra, 112 anggota berkaul kekal hidup dan berkarya di dalam lingkungan Tarekat.</p>
<p>Jumlah yang menggembirakan, dan seringkali dalam pertemuan-pertemuan bersama para Pimpinan Umum dan Para Pimpinan dari negara-negara lain Provinsi MSC Indonesia menjadi “Hiburan” tersendiri, seperti juga terungkap dalam laporan Pemimpin Provinsi.</p>
<p>Nampak pula gerak untuk semakin mendalami identitas sebagai biarawan Hati Kudus Yesus dengan penekanan pada aspek misionernya tetap dipelihara dan ditingkatkan baik dalam bentuk pembinaan biasa maupun luar biasa. Ada upaya-upaya revitalisasi dengan kembali kepada sumber (c<em>onsecration, communion, mission</em> &amp; hidup rohani) agar Hati Kudus Yesus dikasihi mulai di antara para konfrater. Pertemuan rutin dengan sharing dan evaluasi, saling mengunjungi, rekreasi &amp; membangun komunikasi sangat membantu di dalam menciptakan iklim hidup bersama &amp; persaudaraan dalam konteks Tarekat kita yang beraneka-ragam. Rasa ke-MSC-an, semangat perutusan, komitmen disegarkan dengan memperdalam sejarah Tarekat, Konstitusi, Kharisma &amp; Spiritualitas melalui studi bersama, pengajaran &amp; rekoleksi, retret &amp; sharing, tinggal bersama. Memang diakui bahwa hal itu tidak berarti bahwa tidak ada kendala sama sekali. Perjuangan membangun hidup berkomunitas, khususnya di wilayah-wilayah kerja yang berjauhan dan terpencil mengalami kesulitan.</p>
<p>Di bidang pembinaan, program pembinaan di rumah-rumah bina dengan sarana-prasarana yang memadai dengan system kerja dan manajemen yang baik membantu pembinaan. Kita besyukur karena memiliki jumlah Pembina cukup memadai. Kerja sama antar para Pembina tetap diupayakan lewat pertemuan para Pembina, dan pertemuan para Pembina dengan Pemimpin Daerah/Rumah lain seperti dalam rapat tahunan DPL.</p>
<p>Di bidang karya, nampak nyata adanya pergeseran dari karya teritorial ke karya kategorial. Per 31 Desember 2012, anggota MSC bekarya di 83 paroki (73 di Indonesia dan 10 di luar negeri) yang dilayani oleh 107 imam. Anggota yang berkarya di karya kategorial baik milik Tarekat maupun para mitra sebanyak 127 orang. Dengan demikian anggota yang berkarya di luar paroki semakin bertambah dari tahun ke tahun. Nampak pula upaya-upaya dari daerah-daerah untuk memberdayakan karya-karya khusus. Memang hal ini membawa tantangan tersendiri untuk menyediakan tenaga yang memadai dan bisa diandalkan.</p>
<p>Perlu dicatat pula bahwa para biarawan MSC terdiri dari para imam dan para bruder. Kehadiran para bruder memberi kekhasan tersendiri.</p>
<p>Ada banyak hal yang menggembirakan. Namun tidak sedikit pula hal-hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan. Tidak sedikit pula tantangan yang ada.</p>
<p>Rapat DPL masih akan berlanjut hinga 9 Maret. Di hari kedua ini, laporan-laporan dari Komunitas-komunitas Daerah belum selesai disampaikan. Demikian pula dari komunitas-komunitas rumah dan komunitas bina. Semuanya akan dilanjutkan dalam Rapat DPL hari ketiga.</p>

<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1197' title='Misa Harian'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0772-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Misa Harian" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1198' title='P. Albert Jamlean'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0773-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="P. Albert Jamlean" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1199' title='P. Samuel Maranresy'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0777-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="P. Samuel Maranresy" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1200' title='Misa Harian'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0783-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Misa Harian" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1201' title='Misa Harian'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0786-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Misa Harian" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1202' title='Misa Harian'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0792-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Misa Harian" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1203' title='P. Sam Maranresy'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0795-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="P. Sam Maranresy" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1204' title='Provinsial MSC Indonesia'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0797-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Provinsial MSC Indonesia" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1205' title='Serius menyimak rapat'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0799-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Serius menyimak rapat" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1206' title='Serius menyimak laporan'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0800-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Serius menyimak laporan" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1207' title='Serius menyimak laporan'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0801-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Serius menyimak laporan" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1208' title='Serius menyimak laporan'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0802-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Serius menyimak laporan" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1209' title='Serius menyimak laporan'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0804-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Serius menyimak laporan" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1210' title='Serius menyimak laporan'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0806-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Serius menyimak laporan" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1211' title='Serius menyimak laporan'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0809-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Serius menyimak laporan" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1212' title='Cuaca cukup dingin'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0812-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Cuaca cukup dingin" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1213' title='Serius menyimak laporan'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0813-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Serius menyimak laporan" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1214' title='Serius menyimak laporan'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0814-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Serius menyimak laporan" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1215' title='Diskusi saat istirahat'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0826-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Diskusi saat istirahat" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1216' title='Yang bahagia saat break'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0827-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Yang bahagia saat break" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1217' title='Yang bahagia saat break'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0828-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Yang bahagia saat break" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1218' title='Yang bahagia saat break'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0829-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Yang bahagia saat break" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1219' title='Peregangan sejenak'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0830-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Peregangan sejenak" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1220' title='Peregangan sejenak'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0832-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Peregangan sejenak" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1221' title='Lihat apa ya?'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0833-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Lihat apa ya?" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1222' title='Yang serius berdiskusi'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0834-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Yang serius berdiskusi" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1223' title='Serius berdiskusi'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0836-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Serius berdiskusi" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.misacorindo.org/?feed=rss2&amp;p=1195</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rapat Dewan Provinsi Lengkap (DPL) 2013 Dimulai</title>
		<link>http://www.misacorindo.org/?p=1181</link>
		<comments>http://www.misacorindo.org/?p=1181#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Mar 2013 16:15:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misacorindo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Antar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[antar kita]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[MSC Provinsi Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.misacorindo.org/?p=1181</guid>
		<description><![CDATA[Rapat tahunan Dewan Provinsi Lengkap (DPL) 2013 dimulai pada hari ini, Senin 4 Maret 2013 dan akan berlangsung sampai Sabtu, 9 Maret 2013, di villa Kel. Korompis di Coolibah, Cipanas. Rapat DPL 2013 ini dibuka dengan perayaan Ekaristi di kapel Provinsialat MSC Jakarta. Pada pukul 09.00 pagi, para peserta menuju ke Coolibah, Cipanas tempat rapat [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0762.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1182" alt="IMG_0762" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0762.jpg" width="600" height="400" /></a>Rapat tahunan Dewan Provinsi Lengkap (DPL) 2013 dimulai pada hari ini, Senin 4 Maret 2013 dan akan berlangsung sampai Sabtu, 9 Maret 2013, di villa Kel. Korompis di Coolibah, Cipanas. Rapat DPL 2013 ini dibuka dengan perayaan Ekaristi di kapel Provinsialat MSC Jakarta. Pada pukul 09.00 pagi, para peserta menuju ke Coolibah, Cipanas tempat rapat dilaksanakan.</p>
<p>Pada siang hari, ketika hujan lebat mengguyur kawasan Puncak, tepatnya pukul 16.00 Rapat DPL secara resmi dibuka dengan sidang pembukaan. Dalam Sidang Pembukaan ini P. Yance Mangkey MSC memberikan refleksi pembukaan. Dalam refleksi pembukaan P. Yance mengajak para peserta rapat untuk merenungkan:</p>
<ul>
<li>Perlunya belajar dari Bapa Pendiri tentang betapa sentralnya pengalaman personal akan kasih Allah dalam seluruh hidup dan karyanya.</li>
<li>Rapat Dewan Provinsi Lengkap (DPL) merupakan wadah pimpinan Provinsi dan para pemimpin komunitas-komunitas lokal untuk merefleksikan kembali, menjalankan dan menerapkan secara bersama-sama (kolegial) wewenang, tugas, tanggungjawabnya sebagai Pemimpin. Dalam hal ini para peserta rapat diajak mendengarkan Maria, Bunda Hati Kudus, yang berkata: “Apa yang dikatakan-Nya kepadamu, buatlah itu!” (Yoh 2:5). Para peserta rapat mau mendengarkan dan melakukan apa yang Yesus katakan kepada para peserta rapat sebagai pemimpin. Sambil memohonkan bimbingan Roh-Nya, serentak para peserta rapat juga mau membaca situasi, kebutuhan, peta karya pelayanan dan personalia serta menatap/berprospek ke depan. Caranya melalui dialog baik personal maupun communal.</li>
<li>Sekarang Provinsi MSC Indonesia sedang berada pada tahap implementasi amanat Kapitel Provinsi 2011 di Ambon, yang merupakan Kapitel Evaluasi Hidup dan Karya Provinsi MSC Indonesia.</li>
<li>Kuantitas yang menunjukkan grafik perkembangan, serta prospek ke depan semakin menyadarkan kita betapa pentingnya kita terus menerus menumbuhkan sense of mission dalam kesatuan sebagai Provinsi.</li>
<li>Karya-karya kita seyogianya mengalir dari identitas dan spiritualitas kita (consecratio, communio, missio). Kita hendaknya bertanya: sejauh mana setiap anggota Provinsi dan komunitas-komunitas (KBM / Rumah / Daerah / Bina / Provinsi) menghidupi identitas kita, khususnya sense of mission sebagai MSC.</li>
<li>Menegaskan kembali Realitas dan tantangan kepemimpinan menurut Kapitel Ambon 2011: Desentralisasi dirasa paling cocok dengan situasi Provinsi Indonesia, kendati ada pelbagai macam kesulitan. Oleh sebab itu Kapitel merasa perlu untuk mengatur kejelasan sistem ini dengan memperjelas kewenangan Kapitel, Dewan Provinsi Lengkap, Dewan Provinsi Harian, kuasa jabatan (potestas ordinaria) Pemimpin Provinsi dan bagaimana kewenangan itu didelegasikan kepada pemimpin-pemimpin komunitas Daerah/Rumah/Bina. Untuk itu Kapitel menandaskan pentingnya pengesahan Statuta Provinsi yang sudah diperbaharui.</li>
</ul>
<p>Setelah refleksi pembukaan Pemimpin Provinsi, P. Benedictus Estephanus Untu MSC memanggil semua peserta rapat, mengesahkan para petugas rapat dan menyerahkan mandat rapat kepada para moderator.</p>
<p>Pokok-pokok utama yang akan dibahas adalah laporan pimpinan provinsi, laporan komunitas-komunitas rumah/daerah/bina, evaluasi Renstra Kapitel provinsi 2011, peta personalia dan karya teritorial dan kategorial, mutasi, lanjutan revisi statuta provinsi, dokumen pimpinan umum tentang protokol perlindungan dan penanganan masalah terhadap minors, keuangan dan harta benda, serta varia.</p>

<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1183' title='Misa Pembukaan'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0739-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Misa Pembukaan" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1184' title='Saat Hening'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0747-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Saat Hening" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1185' title='Pemimpin Rapat dan Para Moderator'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0748-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pemimpin Rapat dan Para Moderator" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1186' title='P. Wignyo dan P. Siswanto'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0753-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="P. Wignyo dan P. Siswanto" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1187' title='P. H. Suhendro'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0757-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="P. H. Suhendro" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1188' title='Para Peserta Rapat'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0758-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Para Peserta Rapat" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1189' title='Pemimpin Provinsi'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0760-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pemimpin Provinsi" /></a>
<a href='http://www.misacorindo.org/?attachment_id=1190' title='P. Wensy'><img width="150" height="150" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2013/03/IMG_0764-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="P. Wensy" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.misacorindo.org/?feed=rss2&amp;p=1181</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Natal dan Tahun Baru</title>
		<link>http://www.misacorindo.org/?p=1176</link>
		<comments>http://www.misacorindo.org/?p=1176#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2012 04:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misacorindo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Antar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[antar kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.misacorindo.org/?p=1176</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Hari Raya Natal 2012 dan Tahun Baru 2013. &#160;]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2012/12/kartunatal.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1177" title="Selamat Natal dan Tahun Baru" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2012/12/kartunatal.jpg" alt="" width="600" height="304" /></a></p>
<p>Selamat Hari Raya Natal 2012 dan Tahun Baru 2013.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.misacorindo.org/?feed=rss2&amp;p=1176</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>P. Tarsisius Leisubun Merayakan 40 Tahun Imamat</title>
		<link>http://www.misacorindo.org/?p=1168</link>
		<comments>http://www.misacorindo.org/?p=1168#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2012 02:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misacorindo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Antar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[antar kita]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.misacorindo.org/?p=1168</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 18 Desember 2012 merupakan hari istimewa bagi P. Tarsisius Leisubun MSC. Empat puluh (40) tahun yang lalu P. Tarsis menerima tahbisan imamat di Woloan, Sulawesi Utara, dari Mgr. Nicolas Verhoeven MSC. Pada waktu itu beliau ditahbiskan bersama dengan alm. P. Julius Palit MSC. Rangkaian acara cukup beragam dan meriah diadakan pada perayaan 40 tahun [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2012/12/IMG_3764.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1169" title="IMG_3764" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2012/12/IMG_3764.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a>Tanggal 18 Desember 2012 merupakan hari istimewa bagi P. Tarsisius Leisubun MSC. Empat puluh (40) tahun yang lalu P. Tarsis menerima tahbisan imamat di Woloan, Sulawesi Utara, dari Mgr. Nicolas Verhoeven MSC. Pada waktu itu beliau ditahbiskan bersama dengan alm. P. Julius Palit MSC.</p>
<p>Rangkaian acara cukup beragam dan meriah diadakan pada perayaan 40 tahun imamat ini. Pkl. 05.00  WIB P. Tarsis menjadi selebran utama novena Kanak-Kanak Yesus (Ayam Berkokok) hari ke-4 di Gereja St Kristoforus, Grogol Jakarta. Pkl.18.00 diadakan doa Koronka   di Gereja Bunda Hati Kudus, Kemakmuran, Jakarta dan dilanjutkan dengan Misa Konselebrasi dipimpin oleh P. Tarsis di Gereja Bunda Hati Kudus, Kemakmuran, Jakarta, dan Pkl. 20.00 Resepsi di aula paroki Bunda Hati Kudus, Kemakmuran, Jakarta.</p>
<p>Perayaan di Gereja Bunda hati Kudus, Kemakmuran bernuansa khas, karena P. Tarsis cukup aktif dalam mempromosikan Devosi kepada Kerahiman Ilahi di Indonesia. Misa didahului dengan doa Koronka yang dipimpin oleh pastor Yos Somar Pr, teman dekat P. Tarsis dalam mempromosikan devosi ini. Perarakan para imam bersama dengan P. Tarsis didahului oleh gambar St. Faustina Kowalska dan gambar Kerahiman Ilahi, diiringi kumandang lagu "<em>Misericordias Domini</em>." Homili disampaikan oleh P. Yos Somar Pr yang mengupas harta kasih Allah yang ditunjukkan kepada umat manusia, khususnya melalui Kerahiman Ilahi.</p>
<p>Pastor Tarsisius Leisubun dilahirkan di Saumlaki, Tanimbar, Maluku Tenggara Barat, 14 Juli 1942. Ia adalah anak keempat dari 7 bersaudara. Ayahnya, Celsus Leisubun adalah seorang misionaris awam yang ditugaskan di Maluku Tenggara. Lingkungan yang religius membuat Tarsis dan adiknya, Engelberta, sejak kecil merasa bahwa hidup membiara adalah panggilan hidup mereka. Adiknya kemudian bergabung dengan Para Suster Puteri Bunda Hati Kudus (PBHK).  Ayahnya meninggal pada tahun 1950. Namun Ibunya, Coleta Yamrewaw, terus mendukung keinginan Tarsis. Setelah lulus Sekolah Rakyat  di Langgur, Tarsis melanjutkan pendidikan di Seminari. Dukungan kakaknya, Maria Leisubun, yang membiayai pendidikannya, merupakan dorongan tersendiri untuk Tarsis dalam menempuh pendidikan di Seminari. Setelah selesai menempuh pendidikan di Seminari Menengah, Tarsis memutuskan untuk bergabung dengan Tarekat Misionaris Hati Kudus (MSC) dan memulai perjalanan sebagai calon MSC di Novisiat MSC di Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah, pada tahun 1964. Pada tanggal 15 Agustus 1965 ia mengikrarkan kaul-kaul kebiaraan untuk yang pertama kalinya.</p>
<p>Setelah selesai menempuh pendidikan dan pembinaan sebagai calon imam, ia ditahbiskan menjadi imam di Woloan, Sulawesi Utara, pada tanggal 18 Desember 1972, oleh Mgr. Nicolas Verhoeven MSC.</p>
<p>Sebagai seorang imam, P. Tarsisius Leisubun MSC pernah memangku pelbagai tugas. Tugas yang pertama adalah sebagai Rektor Seminari menengah St. Yudas Tadheus di Langgur. Bakat kepemimpinannya membantunya untuk menyelesaikan tugas itu dengan baik.</p>
<p>P. Tarsis pernah pula menjabat sebagai wakil Uskup di Kepulauan Kei-Aru. Sebagai wakil Uskup ia amat disegani oleh umat di sana. Jabatan itu dipangkunya selama 7 tahun.</p>
<p>Pada tahun 1986 P. Tarsis diutus untuk menjadi Pastor Paroki Bunda Hati Kudus Kemakmuran,  Jakarta.  Selama bertugas di Paroki Kemakmuran, beliau merenovasi gedung gereja dan pastoran. Selain memangku tugas sebagai pastor paroki, P. Tarsis juga mengemban beberapa tugas lain seperti Deken Jakarta Barat I, mengajar liturgi di KPA St. Paulus di Teresia serta aktif dalam panitia persiapan Sinode I Keuskupan Agung Jakarta.</p>
<p>Pada tahun 1993, ia ditugaskan di Paroki Maria Bunda Perantara Cideng. Di sana pun ia membangun gedung gereja dan pastoran.</p>
<p>Selain bertugas sebagai pastor paroki, P. Tarsis juga selama beberapa periode menjadi anggota Dewan Pimpinan Harian Provinsi MSC Indonesia.</p>
<p>Tahun 1999 - 2002 P. Tarsis menjadi Wakil Provinsial dan Pemimpin Rumah Induk MSC di Jakarta.</p>
<p>Thun 2002 – 2008 beliau menjadi Pastor Rekan di Paroki St. Kristoforus, Grogol dan Penasihat Rohani DPP WKRI.</p>
<p>Orang yang belum mengenal P. Tarsis sering mendapat kesan bahwa ia adalah seorang yang “angker”. Namun bila sudah mengenalnya lebih dekat, anda akan menjumpai seorang gembala yang baik. Walau kadang nampak diam, perhatiannya terhadap umat sungguh besar  Sifatnya yang tenang dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan membantunya dalam mengemukakan ide-ide cemerlang untuk kemajuan banyak orang.</p>
<p>Sejak Juni 2008 hingga kini, P. Tarsis bertugas dalam karya kategorial Keuskupan Agung Palembang dan Pastor Rekan di Paroki St. Joseph, Palembang.</p>
<p>Kepercayaannya akan kasih setia Tuhan bergema dalam mottonya: “Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya,” (Mzm 89: 2). Devosinya yang dalam terhadap Kerahiman Ilahi mengajaknya untuk menggemakan motto itu menjadi “<em>Misericordias Domini in aeternum cantabo</em>,” “Kerahiman Ilahi akan kunyanyikan selalu.</p>
<p>Ada beberapa MSC lain yang memperingati tahbisan imamatnya pada hari yang sama: P. John Tinggogoy (tahbisan 1968), P. Piet Mogie (tahbisan 1974), P. Chris Santie,  P. Andrie Santie, dan Mgr PC Mandagi (tahbisan 1975)</p>
<p><object width="600" height="400" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" /><param name="flashvars" value="host=picasaweb.google.com&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F113520598415500734721%2Falbumid%2F5823526173032745745%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26authkey%3DGv1sRgCMLdotXTnY2iqwE%26hl%3Den_US" /><param name="pluginspage" value="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" /><embed width="600" height="400" type="application/x-shockwave-flash" src="https://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" flashvars="host=picasaweb.google.com&amp;hl=en_US&amp;feat=flashalbum&amp;RGB=0x000000&amp;feed=https%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2F113520598415500734721%2Falbumid%2F5823526173032745745%3Falt%3Drss%26kind%3Dphoto%26authkey%3DGv1sRgCMLdotXTnY2iqwE%26hl%3Den_US" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" /></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.misacorindo.org/?feed=rss2&amp;p=1168</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refleksi 8 Desember 2012</title>
		<link>http://www.misacorindo.org/?p=1163</link>
		<comments>http://www.misacorindo.org/?p=1163#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Dec 2012 03:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misacorindo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[HUT MSC]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.misacorindo.org/?p=1163</guid>
		<description><![CDATA[Hari raya Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda mengandung pesan bagi kita betapa luhurnya martabat Maria sebagai Bunda Yesus, sang Penebus. Walaupun dogma ini baru secara resmi ditetapkan oleh Paus Pius IX melalui Konstitusi Apostolik “Ineffabilis Deus” pada 8 Desember 1854, namun ajaran, kepercayaan, sensus fidelium dan perayaannya sudah mendahului jauh sebelumnya sejak masa para [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1164" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2012/12/Murillo_immaculate_conception.jpg"><img class=" wp-image-1164" title="Murillo_immaculate_conception" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2012/12/Murillo_immaculate_conception.jpg" alt="" width="300" height="444" /></a><p class="wp-caption-text">The Immaculate Conception of the Venerable Ones, or of Soult, oleh Bartolomé Esteban Murillo (1617–1682)</p></div>
<p>Hari raya Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda mengandung pesan bagi kita betapa luhurnya martabat Maria sebagai Bunda Yesus, sang Penebus. Walaupun dogma ini baru secara resmi ditetapkan oleh Paus Pius IX melalui Konstitusi Apostolik “<em>Ineffabilis Deus</em>” pada 8 Desember 1854, namun ajaran, kepercayaan, <em>sensus fidelium</em> dan perayaannya sudah mendahului jauh sebelumnya sejak masa para Bapak Gereja. Dogma ini bukan pengajaran kagetan. Ketika pada 1858 Maria menampakkan diri di Lourdes kepada Bernadette Soubirous ia menyebut dirinya “<em>Que soy era immaculada councepciou</em>” (saya adalah yang dikandung tanpa noda dosa).</p>
<p>Martabat Maria yang luhur itu ditunjukkan oleh keterpilihannya oleh Allah sejak awal mula menjadi satu-satunya manusia yang dikecualikan dari warisan dosa Adam. Sudah sejak awal mula ia ditentukan Allah untuk menjadi Bunda Putera-Nya. Ia ditentukan Allah untuk melahirkan Yesus. Ia ditentukan Allah menjadi saluran keselamatan-Nya dan olehnya ia menjadi penuh rahmat. “Salam, engkau yang dikaruniai (penuh rahmat), Tuhan menyertai engkau” (Luk 1:28), demikian malaikat Gabriel menyapanya. Dalam keterkejutannya dan penuh pertanyaan dalam hatinya tentang arti kata-kata itu, malaikat meyakinkan dia: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya, engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus” (Luk 1:30-31). Maria pun menanggapi dengan kesiapan dalam iman. "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu" (Luk 1:38).</p>
<p>Bagi Pater Jules Chevalier hari pemakluman dogma SP Maria dikandung tanpa noda sangatlah penting dan tepat waktu untuk mewujudkan cita-citanya membentuk suatu kelompok religius baru, yang dinamainya “para Misionaris Hati Kudus Yesus”. Chevalier begitu yakin akan peran dan pengantaraan Bunda Maria. Untuk mendapatkan suatu kepastian ilahi tentang rencananya itu ia membawanya dalam novena kepada Bunda Maria, yang dimulai pada 30 Nopember dan berakhir pada 8 Desember 1854, disertai suatu janji khusus. “<em>Selama novena ini, kami berjanji kepada Perawan Terberkati bahwa jika ia mengabulkan doa kami, kami akan memilih nama Misionaris Hati Kudus Yesus dan akan berusaha keras untuk melaksanakan secara utuh makna yang indah dan mendalam dari nama itu</em>” (1862). Di akhir novena itu Chevalier menjadi yakin bahwa rencananya itu bukan rencana pribadinya, tetapi rencana ilahi melalui dirinya. Ia mengatributkan semuanya itu pada campur tangan Maria. Ia pun bersyukur atas pengantaraan dan peran Bunda Maria dengan berujar: “<em>Sebagai tanda terima kasih kepada Bunda Maria, para anggota akan menghormatinya sebagai pendiri mereka; semua karya mereka akan dihubungkan dengan Maria dan mereka akan berusaha agar Maria dicintai atas cara yang khusus</em>” (1855).</p>
<p>Tanda terima kasihnya diungkapkan dalam dua hal nyata, yakni pertama-tama ia memberi gelar khusus kepada Bunda Maria yakni “Bunda Hati Kudus.” Dalam percakapan pada musim semi tahun 1859 (atau 1857?) di taman biara Issoudun Chevalier bertanya kepada para konfrater yang ada: “Gelar apa yang akan diberikan pada kapel Bunda kita yang ada di gereja kita?” Masing-masing menjawab sesuai daya tarik dan devosinya, seperti “Hati Maria Tanpa Noda Dosa”, “Bunda Kemenangan”, “Ratu Rosario” atau “Bunda Berbelaskasih.” Chevalier lalu berkata: “Bukan, bukan itu. Kita akan menyebutnya “Bunda Hati Kudus”. Ada konfrater yang tidak setuju, tetapi ada juga yang mengatakan: “Itu sesuatu yang baru.” Untuk pertama kali gelar itu diucapkan! Kedua, ia mendirikan suatu Tarekat wanita yang diberi nama “Putri-Putri Bunda Hati Kudus” pada 20 Agustus 1874.</p>
<p>Bagi Tarekat baru yang dilahirkan pada 8 Desember 1854 dengan tegas Chevalier memberi nama yang penuh makna mendalam ialah “Tarekat para Misionaris Hati Kudus Yesus.” Mereka akan pergi ke mana-mana (<em>ubique</em>) untuk menghadirkan dan mengejawantahkan cinta dan kebaikan Allah yang tidak berkesudahan. Nama ini menunjuk pada identitas mereka yang bergabung di dalamnya. Nama ini menunjuk pada semangat dan perutusan mereka. Nama ini mengungkapkan siapa mereka itu. Surat pimpinan umum untuk 8 Desember 2012 menegaskan hal ini: “<em>Identitas kita tidak dibungkus dalam apa yang kita kerjakan, tetapi menunjuk pada siapa kita sesungguhnya. Kita Misionaris Hati Kudus. Jikalau imamat kita ditanggalkan atau pekerjaan atau gelar kita dilucuti, siapakah kita sesungguhnya? Identitas kita, mandat kita, kehidupan kita hanya dapat kita hayati sebagai Misionaris Hati Kudus.</em>”</p>
<p>Dalam merayakan Pesta Kelahiran Tarekat kita MSC dan sekaligus Pesta Bunda Maria dikandung tanpa noda, kita diajak untuk membarui dan menegaskan lagi identitas kita sebagai Misionaris Hati Kudus Yesus. Sekaligus kita diingatkan tentang tempat dan peran sentral Bunda Maria, yang kita sapa sebagai Bunda Hati Kudus Yesus, dalam seluruh hidup dan perutusan kita.</p>
<p>Kita memohonkan pengantaraan Maria Bunda Hati Kudus agar kita selalu dekat, akrab dengan Yesus, Putra-nya, yang senantiasa harus menjadi <em>inspirasi dan daya dorong kita</em> (surat pimpinan umum, 8 Desember 2012), agar hidup dan perutusan kita sebagai misionaris hati-Nya menjadi kesaksian kredibel akan cintakasih Allah yang tidak berkesudahan.</p>
<p>(J. Mangkey, MSC)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.misacorindo.org/?feed=rss2&amp;p=1163</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Kelahiran MSC</title>
		<link>http://www.misacorindo.org/?p=1159</link>
		<comments>http://www.misacorindo.org/?p=1159#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2012 15:33:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misacorindo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Antar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[antar kita]]></category>
		<category><![CDATA[HUT MSC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.misacorindo.org/?p=1159</guid>
		<description><![CDATA[Pimpinan Provinsi MSC Indonesia mengucapkan SELAMAT MERAYAKAN KELAHIRAN TAREKAT MSC ke 158 pada 8 Desember 2012, bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Kita mengingat kata-kata Pater Pendiri kita dalam kaitan dengan asal usul Tarekat kita, yang tidak dapat dipisahkan dari peran Bunda Maria: “Selama novena ini, kami berjanji kepada Perawan Terberkati [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2012/12/jules-maugenest-novena.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1160" title="jules-maugenest-novena" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2012/12/jules-maugenest-novena.jpg" alt="" width="600" height="450" /></a>Pimpinan Provinsi MSC Indonesia mengucapkan SELAMAT MERAYAKAN KELAHIRAN TAREKAT MSC ke 158 pada 8 Desember 2012, bertepatan dengan Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Kita mengingat kata-kata Pater Pendiri kita dalam kaitan dengan asal usul Tarekat kita, yang tidak dapat dipisahkan dari peran Bunda Maria: “<em>Selama novena ini, kami berjanji kepada Perawan Terberkati bahwa jika ia mengabulkan doa kami, kami akan memilih nama Misionaris Hati Kudus Yesus dan akan berusaha keras untuk melaksanakan secara utuh makna yang indah dan mendalam dari nama itu</em>” (1862). “<em>Sebagai tanda terima kasih kepada Bunda Maria, para anggota akana menghormatinya sebagai pendiri mereka; semua karya mereka akan dihubungkan dengan Maria dan mereka akan berusaha agar Maria dikasihi atas cara yang khusus</em>” (1855). Perayaan Santa Maria Dikandung Tanpa Noda, 8 Desember, adalah salah satu perayaan utama bagi seluruh Tarekat kita (Konstitusi dan Statuta, 141). “<em>Sebagai tanda kesatuan, pada kesempatan Pesta Hati Kudus dan Maria Dikandung Tanpa Noda <strong>semua imam diharapkan mempersembahkan Misa untuk kesejahteraan rohani Tarekat dan semua ujud Pemimpin Umum</strong>. Para Pemimpin hendaknya memperhatikan untuk mengingatkan para anggota mengenai hal itu, dan mengajak semua konfrater agar berdoa untuk ujud-ujud yang sama</em>” (Konstitusi dan Statuta, 142).</p>
<p>Pada kesempatan Perayaan Kelahiran Tarekat MSC Pimpinan Umum di Roma mengeluarkan surat yang ditujukan kepada para anggota sebagai bahan permenungan. Untuk membaca surat tersebut silahkan klik <a href="http://www.misacorindo.org/?p=1155">halaman ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.misacorindo.org/?feed=rss2&amp;p=1159</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Pimpinan Umum dalam Rangka Hari Ulang Tahun Tarekat</title>
		<link>http://www.misacorindo.org/?p=1155</link>
		<comments>http://www.misacorindo.org/?p=1155#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2012 15:16:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misacorindo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Antar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[antar kita]]></category>
		<category><![CDATA[Generalat]]></category>
		<category><![CDATA[jules chevalier]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.misacorindo.org/?p=1155</guid>
		<description><![CDATA[8 December 2012: Yesus – Inspirasi Dan Daya Dorong Kita. Tugas perutusan kita ialah – “semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana” - menjadi hati Tuhan di dunia. Dalam setiap pemberitaan kita menyaksikan dan mendengar tentang suatu dunia yang ditandai oleh konflik, prasangka, kebencian rasial dan keagamaan, pelecehan, dsb. Sebagai Misionaris Hati Kudus kita mempunyai [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong><a href="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2012/12/sacred-heart-hand.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1156" title="sacred-heart-hand" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2012/12/sacred-heart-hand.jpg" alt="" width="600" height="381" /></a></strong></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><strong>8 December 2012: Yesus – <em>Inspirasi Dan Daya Dorong Kita</em>.</strong></p>
<p>Tugas perutusan kita ialah – “semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana” - menjadi hati Tuhan di dunia.</p>
<p>Dalam setiap pemberitaan kita menyaksikan dan mendengar tentang suatu dunia yang ditandai oleh konflik, prasangka, kebencian rasial dan keagamaan, pelecehan, dsb. Sebagai Misionaris Hati Kudus kita mempunyai jalan keluar. Pendiri kita, Jules Chevalier msc, melihat dengan jelas bahwa karisma dan spiritulitas kita merupakan jawaban atas semua penyakit zaman kita.</p>
<p>Lebih dari sebelumnya, di zaman ini, kita sungguh-sungguh membutuhkan suatu spiritualitas hati, spiritualitas belarasa, spiritualitas kasih dan spiritualitas perutusan. Konstitusi kita, yang disetujui oleh Gereja Universal, memberikan suatu mandat kepada kita, yakni:</p>
<ul>
<li>Mandat untuk “menyerupai Yesus yang mencintai dengan hati manusiawi"</li>
<li>Mandat untuk “menghantar orang-orang lain kepada Allah dengan kebaikan dan kelembutan hati"</li>
<li>Mandat untuk “mempersatukan semua orang dengan Yesus dan membebaskan mereka dari ketakutan”</li>
<li>Mandat untuk “keadilan dan keprihatinan terhadap semua orang, khususnya yang paling miskin”.</li>
</ul>
<p>Karena Yesus adalah <em>inspirasi dan daya dorong kita</em>.</p>
<p>Tidak seperti para Fransiskan yang namanya diambil dari Fransiskus atau para Dominikan yang namanya diambil dari Dominikus atau para Benediktin yang namanya diambil dari Benediktus, atau pun para Yesuit yang mengikuti spiritualitas Ignatius, kita adalah Misionaris Hati Kudus .... kita bukan misionaris Jules Chevalier! Bahkan pikiran yang menyebut kita ‘para Misionaris dari Issoudun’ diprotes oleh Chevalier: “Marilah kita hanya menyebut diri Misionaris Hati Kudus.” Kita yakin bahwa tidak ada hal apapun yang mengalahkan hal ini; itulah yang ditunjuk oleh Injil-Injil, itulah yang ditunjuk oleh Konsitusi kita, itulah yang ditunjuk oleh Bunda Hati Kudus; semua menunjuk ke hati Yesus! Fokus kita, perutusan kita adalah satu dan sama sebagaimana halnya dengan perutusan Yesus – kita ingin menyerupai Dia yang mencintai dengan hati manusiawi – karena Dia adalah <em>inspirasi dan daya dorong kita</em>.</p>
<p>Oleh karena itu, atas salah satu cara, tugas perutusan kita ialah bukan menjadi imam, atau bruder atau awam MSC. Identitas kita tidak dibungkus dalam apa yang kita kerjakan tetapi siapa kita sesungguhnya. Kita adalah Misionaris Hati Kudus. Jikalau imamat kita ditanggalkan atau pekerjaan atau gelar kita dilucuti – siapakah kita sesungguhnya? Identitas kita, mandat kita, kehidupan kita hanya dapat kita hayati sebagai Misionaris Hati Kudus.</p>
<p>Dalam survei-survei akhir-akhir ini di dunia barat muncul lagi minat akan kehidupan membiara. Panggilan-panggilan tidak akan pernah sama dengan di era tahun 50an dan 60an. Tetapi apa yang diungkapkan oleh survei-survei itu ialah di mana lembaga-lembaga hidup membiara mempunyai suatu perutusan (misi) yang terfokus dan hidup komunitas serta menjalani hidup doa dan sakramen, maka kaum muda merasa tertarik. Tidak ada alasan bagi kita mengapa seorang anak muda tidak merasa tertarik akan kehidupan dan perutusan kita. Sebagaimana disampaikan dengan benar oleh Pater Chevalier: kita mempunyai jawaban atas semua penyakit zaman kita. Tidak ada hal yang lebih menarik dan lebih memberi energi daripada spiritualitas kita. Sebagaimana telah dikatakan, tidak ada hal lain yang dapat mengalahkannya: “Hati Kristus merangkul segala sesuatu dan merupakan jawaban atas segala sesuatu!” Hati Kristus merupakan “pusat di mana segala sesuatu dalam Perjanjian Lama dan Baru bertemu”. Secara sederhana dikatakan: menyerupai Yesus yang mencintai dengan hati manusiawi – karena Ia adalah <em>inspirasi dan daya dorong kita</em>.</p>
<p>Maka, apakah yang dapat menghentikan kita untuk menghidupi mandat ini? Apakah yang dapat menghentikan kita untuk mengundang seorang anak muda menjadi bagian dari tugas perutusan kita? Apakah kita telah kehilangan rasa keterutusan? Apakah kita telah melupakan kerinduan asali yang mendorong kita merangkul kehidupan membiara? Apakah kita telah kehilangan pijar itu? Apakah api itu telah hilang dari kita? Di manakah rasa keberanian mengambil risiko, ketegaran dan semangat misioner itu? Apakah perhatian kita lebih terarah pada pemeliharaan karya atau pada perutusan itu sendiri? Apakah kita telah menyerah? Karena di saat-saat ini tidak ada yang lebih kuat daripada hati seorang sukarelawan yang memberikan seluruh hidupnya bagi perutusan.</p>
<p>Pada pesta Tarekat kita didirikan kita berdoa: “Tuhan Yesus Kristus, berikanlah kepada kami keberanian untuk masuk ke dalam hati kami masing-masing, untuk dipenuhi dengan semangat-Mu, untuk terbebas dari ketakutan-ketakutan, untuk memilah-milah secara penuh apa yang Engkau pinta dari kami, untuk memaklumkan dan menjadikan cinta-Mu menyata bagi seluruh dunia, untuk mempersembahkan kehidupan kami secara utuh dan untuk berani ambil risiko - untuk menjadi hati Tuhan di dunia - karena Engkau adalah <em>inspirasi dan daya dorong kami</em>!”</p>
<p>Akhirnya, di saat kita mendekati akhir tahun, kami di Roma mengucapkan kepada setiap konfrater selamat merayakan Hari Natal yang penuh berkat! “Kristus lahir; semoga Ia lahir di hati kita. Maria mengandung Dia di dalam rahimnya; semoga kita mengandung Dia di hati kita. Sang Perawan menjadi hamil melalui Roh; semoga hati kita penuh iman akan Kristus. Jiwa kita harus melahirkan Allah ke dalam dunia.” (St. Agustinus)</p>
<p>“Menjadi hati Allah di dunia!”</p>
<p>Selamat merayakan Hati Natal disertai berkat untuk Tahun Baru, dengan banyak cinta dan dukungan dari kami semua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam hati-Nya,</p>
<p>Mark McDonald, msc<br />
Raphael Rodriguez, msc<br />
Franciscus X Wahudi, msc<br />
Carl Tranter, msc<br />
Chris R McPhee, msc</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.misacorindo.org/?feed=rss2&amp;p=1155</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenang Rm. Gerardus Widyo-Soewondo MSC</title>
		<link>http://www.misacorindo.org/?p=1149</link>
		<comments>http://www.misacorindo.org/?p=1149#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2012 11:29:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misacorindo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Antar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[antar kita]]></category>
		<category><![CDATA[MSC Provinsi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Obituari]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.misacorindo.org/?p=1149</guid>
		<description><![CDATA[Rm. Widyo telah dipanggil Tuhan 40 hari yang lalu. Kehadirannya yang istimewa akan selalu dikenang. Perayaan Ekaristi 40 hari wafat beliau diadakah pada hari ini, 7 Desember 2012, di Aula Provinsialat MSC. Hadir anggota keluarga, para konfrater MSC, para Suster, serta cukup banyak umat. Dalam homilinya, P. Albertus Jamlean MSC menyebut bahwa Rm. Widyo, walaupun [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2012/12/rm-wied.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1150" title="rm-wied" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2012/12/rm-wied.jpg" alt="" width="599" height="380" /></a></p>
<p>Rm. Widyo telah dipanggil Tuhan 40 hari yang lalu. Kehadirannya yang istimewa akan selalu dikenang.</p>
<p>Perayaan Ekaristi 40 hari wafat beliau diadakah pada hari ini, 7 Desember 2012, di Aula Provinsialat MSC. Hadir anggota keluarga, para konfrater MSC, para Suster, serta cukup banyak umat.</p>
<p>Dalam homilinya, P. Albertus Jamlean MSC menyebut bahwa Rm. Widyo, walaupun belum pernah bertugas di kepulauan Aru, merupakan Misionaris pertama yang wafat di kepulauan Aru. Rm. Widyo sendiri dalam hidupnya telah membuktikan apa yang dikatakan oleh St Paulus bahwa  "tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi, baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan," (Rm 14: 7-8)</p>
<p>Berikut adalah kompilasi foto-foto beliau dalam pelbagai kesempatan.</p>
<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/D9DwFSzsCKU" frameborder="0" width="600" height="450"></iframe></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.misacorindo.org/?feed=rss2&amp;p=1149</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>In Memoriam RP. Gerardus Widyo-Soewondo MSC</title>
		<link>http://www.misacorindo.org/?p=1142</link>
		<comments>http://www.misacorindo.org/?p=1142#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2012 07:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>misacorindo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Antar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[antar kita]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[Obituari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.misacorindo.org/?p=1142</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 30 Oktober 2012; jam 11.30 – 13.30 wita, di Seminari Hati Kudus Pineleng dirayakan Misa Requiem mengenangkan P. Gerardus Widyo-Soewondo MSC. Misa diikuti oleh sekitar 20 pastor; para frater, kateketik, alumni dan beberapa umat yang hadir.Renungan yang dibawakan oleh P. Jan van Paassen memperkenalkan kembali sosok P. Widyo kepada para mahasiswa yang tidak sempat [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2012/10/g-widyo-soewondo-msc.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1143" title="g-widyo-soewondo-msc" src="http://www.misacorindo.org/wp-content/uploads/2012/10/g-widyo-soewondo-msc.jpg" alt="" width="601" height="671" /></a>Selasa, 30 Oktober 2012; jam 11.30 – 13.30 wita, di Seminari Hati Kudus Pineleng dirayakan Misa Requiem mengenangkan P. Gerardus Widyo-Soewondo MSC.</p>
<p>Misa diikuti oleh sekitar 20 pastor; para frater, kateketik, alumni dan beberapa umat yang hadir.Renungan yang dibawakan oleh P. Jan van Paassen memperkenalkan kembali sosok P. Widyo kepada para mahasiswa yang tidak sempat mengalami beliau dan kepada para pastor <em>concelebrantes</em> yang menjadi murid-muridnya. Berikut saya bahasakan kembali apa yang menjadi renungan P. Jan van Paassen.</p>
<p>Bacaan Injil diambil dari perumpamaan tentang Kerajaan Allah di mana setiap hamba diberikan masing-masing 5, 2 dan 1 talenta. Namun YvP minta supaya berhenti pada bagian 5 talenta saja, karena P. Widyo diberikan bakat oleh Tuhan 5 talenta. Dan sekarang Widyo sebagai hamba yang baik dan setia menyerahkan 5 talenta itu beserta dengan 5 talenta tambahannya dengan bahasa Manado: <em>napa... Tuhan, laba 5 talenta!</em> Dan Tuhan menjawab: marilah masuk ke dalam kebahagiaan Tuhanmu!</p>
<p>Widyo memiliki kecerdasan yang sangat baik dan mempunyai banyak bakat. Hal itu sudah nampak sejak di Seminari Mertoyudan dan kemudian sebagai frater di Seminari Pineleng. (Menurut cerita dari Opa van Baars yang bertemu dengan Pst. Soenarjo SJ (provinsial Jesuit waktu itu) kakak dari uskup Leo Soekoto) sebenarnya dulu  Jesuit mengharapkan lulus dari Mertoyudan Widyo masuk Jesuit. Tapi dia pilih MSC).</p>
<p>Sebagai frater ia menjadi organis selama 6 tahun, karena dialah yang bisa main organ dan piano dengan baik. Kalau ada acara-acara, maka Fr. Widyo-lah yang menjadi penggerak utama karena bakatnya yang banyak itu.Dia bersama John Lengkong membuat Mars STF SP. Teks Mars itu dalam bahasa Latin dan Indonesia digubah oleh Widyo dan John Lengkong. Logo Seminari Pileneng itu juga dibuat oleh Widyo. Widyo pandai menggambar juga dan tulisannya sangat baik. Ia juga menggambar Lambang Uskup Manado, mungkin juga Amboina dan uskup-uskup lain tamatan Pineleng? Luar biasa!</p>
<p>Dia termasuk kelompok frater Jawa pertama yang datang ke Seminari Pineleng, setelah Permesta. Dialah frater pertama yang lengkap selama 6 tahun menempuh kuliah di Pineleng. Teman frater Jawa lainnya: Sukmana; Soesilo, Hendrowirjana, sudah mendapat kuliah filsafat di Jogya, jadi mereka hanya 4 tahun di Pineleng. Fr. Suwatan juga bergabung setelah dari Filipina.</p>
<p>Pada waktu kelompok Fr. Jawa itu datang, keadaan Seminari Pineleng kotor dan kacau balau akibat dipakai tentara waktu perang Permesta. Kalau siang dipakai tentara pusat, kalau malam dipakai tentara Permesta. Siang hari tentara Permesta mengungsi ke Warembungan. Sedangkan malam hari, tentara pusat turun ke desa Pineleng. Waktu itu buku-buku perpustakaan dipakai untuk tameng dari peluru, karena kertas bisa menahan peluru dengan baik, kecuali mortir. Dan banyak parit-parit kotor di sekeliling Seminari sebagai benteng pertahanan. Para frater itu bertugas untuk membersihkan kompleks Seminari.</p>
<p>Ia adalah frater pertama yang mencapai puncak gunung Klabat. Karena pada waktu Perang permesta tentu tidak ada orang yang naik ke Klabat. Kami naik dari belakang lewat Paniki dan ke Klabat, bukan lewat Airmadidi. Dari rombongan frater dan YvP itu, Widyolah yang paling cepat dan pertama sampai di puncak.</p>
<p>Dia adalah Pastor pertama lulusan Pineleng yang dicoba untuk studi di luar negeri (bersama Pastor Suwatan waktu itu). Tetapi YvP yang mengantarnya ke Leuven merasa ragu apakah ia dapat mengikuti pelajaran di Leuven yang sulit; karena maklumlah dosen-dosen di Pineleng hanyalah diambil dari pastor-pastor paroki yang sudah tua-tua; dan YvP yang masih muda tetapi bahasa Indonesia saja belum betul. Namun Widyo membuktikan dirinya mampu studi dalam bahasa Belanda di Leuven.</p>
<p>Widyo juga sebagai Dekan (Ketua STF) pertama hampir selama 16 tahun, dari tahun 1978 – 1994. Dan berkat kepiawaiannya meladeni Kopertis, maka STF-SP berubah dari Sekolah untuk calon Imam saja, menjadi Sekolah Tinggi Swasta yang terbaik di wilayah Kopertis wilayah IX. Waktu Kopertis bertanya: mana laboratorium; widyo menjawab: kapel ini adalah laboratorium kami, tempat belajar untuk berkhotbah, membuat doa umat dll. Waktu YvP pulang cuti dari Belanda dan melihat calculator di Singapura dan membelinya, Widyo mencantumkan dalam laporan ke Kopertis, bahwa STF SP sudah punya Calculator, sehingga peringkatnya lebih naik lagi. Maklumlah, waktu itu calculator adalah alat canggih.</p>
<p>Bakat elektroniknya luar biasa. Ia sangat kreatif dan inovatif untuk membuat pintu kamarnya dihiasi dengan lampu-lampu warna-warni yang menyala sesuai dengan status P. Widyo sedang ada di mana. Di bawah lampu itu ada bel yang bisa ditekan, kalau ada orang yang perlu.</p>
<p>Waktu komputer mulai masuk, maka Widyo adalah orang pertama yang menguasainya bahkan belajar sendiri untuk membuat program-program. Program laporan nilai mahasiswa yang dipakai di kantor STF-SP sekarang ini adalah hasil karya dan warisan dari P. Widyo. P. Widyo langsung tahu bahwa komputer itu sistem kerjanya hanya 0 dan 1 atau on dan off; jadi kalau dibuat jika... begini, maka...begitu. Contoh: jika nilai frater A dan kredit 3 maka angka kwalitas langsung muncul 12. Karena A berbobot 4.</p>
<p>Karena saking pinternya, maka Fr. Widyo sering hanya suka bermain-main. Hanya Widyo yang mengajari anjingnya untuk membuat tanda salib! Kalau sementara ujian Semester dan teman-teman di kamar belajar setengah mati, Widyo hanya bermain dengan capung dan kupu-kupu di pohon-pohon bunga yang dia tembak dengan karet. Tetapi nilainya selalu bagus. Mungkin cara belajarnya memang begitu?</p>
<p>Karena suka bermain-main, maka Uskup Purwokerto Mgr. Soemacher MSC menunda tahun pastoralnya dan Ia diminta mengajar bahasa Latin dan menggambar di Seminari Kakaskasen.</p>
<p>Pastor Widyo juga adalah pastor paroki Warembungan – Sea yang hampir 25 tahun. Mungkin ia juga pastor paroki pertama dan terakhir yang selama itu.</p>
<p>Pokoknya, P. Gerardus Widyo-Soewondo MSC adalah <em>pioneer</em> (perintis) atau orang pertama dalam banyak hal di Seminari Pineleng.</p>
<p><strong>Sujoko</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.misacorindo.org/?feed=rss2&amp;p=1142</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
