<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Majalah Pendidikan Online | Info Edukatif, Tips, Psikologi, Lifestyle &amp; HobiMajalah Pendidikan Online | Info Edukatif, Tips, Psikologi, Lifestyle &amp; Hobi</title>
	
	<link>http://mjeducation.co</link>
	<description>MJEDUCATION.CO</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 May 2013 12:00:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<!--Theme by MyThemeShop.com-->
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/mjeducationco" /><feedburner:info uri="mjeducationco" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>MJEDUCATION.CO</itunes:subtitle><feedburner:emailServiceId>mjeducationco</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Menjadikan Lembaga Pendidikan Berlandaskan Kasih, Sebuah Kuliah Umum dan Diskusi Publik bersama Mgr. Johannes Pujasumarta</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/8O6AFX5VV5M/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/menjadikan-lembaga-pendidikan-berlandaskan-kasih-sebuah-kuliah-umum-dan-diskusi-publik-bersama-mgr-johannes-pujasumarta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2013 12:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugroho Angkasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[GANN (Gerakan Anti Nyontek Nasional)]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Agung Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Mother Teresa]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan berbasis kasih]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Kolese De Britto Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11757</guid>
		<description><![CDATA[Mother Teresa (26 Agustus 1910 – 5 September 1997) merupakan simbol kasih dan pelayanan tanpa pamrih. Biarawati dari ordo Missionaries of Charity tersebut berkeliling menyusuri gang-gang sempit perkampungan kumuh di Kalkuta, India untuk menemani kaum miskin papa pada saat-saat terakhir kehidupan mereka (sakratulmaut). Tujuannya tak lain agar para orang miskin tersebut menyadari bahwa masih ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11758" rel="attachment wp-att-11758"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/apb.or_.id_-300x154.jpg" alt="" title="apb.or.id" width="300" height="154" class="alignright size-medium wp-image-11758" /></a></p>
<p align="justify"><strong>Mother Teresa</strong> (26 Agustus 1910 – 5 September 1997) merupakan simbol kasih dan pelayanan tanpa pamrih. Biarawati dari ordo <em>Missionaries of Charity</em> tersebut berkeliling menyusuri gang-gang sempit perkampungan kumuh di Kalkuta, India untuk menemani kaum miskin papa pada saat-saat terakhir kehidupan mereka (<em>sakratulmaut</em>). Tujuannya tak lain agar para orang miskin tersebut menyadari bahwa masih ada orang-orang yang peduli. Semboyan hidup peraih nobel perdamaian tahun 1979 tersebut sungguh menggetarkan, “<strong>Lakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar</strong>”.</p>
<p align="justify">Begitulah salah satu paparan yang disampaikan Bu Rosa dalam acara diskusi publik dan kuliah umum “<strong>Konsep dan Implementasi Pendidikan Berbasis Kasih di Indonesia</strong>” di lantai 3, gedung Perpustakaan <strong>Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY)</strong>, Senin (20/5/2013) silam. “Semangat <em>one to one service</em> Bunda Teresa tersebut perlu diterapkan dalam sektor pendidikan di Indonesia juga,“ imbuhnya.</p>
<p align="justify">Sebelum sesi <em>sharing</em>, diskusi dan tanya-jawab, <strong>Mgr. Johannes Maria Trilaksyanta Pujasumarta</strong>, Uskup Keuskupan Agung Semarang turut menyampaikan pendapat beliau terkait gerakan awam, dinamika pastoral, dokumen Gereja sebagai acuan pendidikan humanis, dan harapan-harapan ke depan seturut butir-butir Surat Gembala tertanggal 21 April 2013.</p>
<p align="justify">Misalnya dari aspek iman, Tuhan telah membentuk hati manusia agar memiliki kehendak kuat untuk mewujudkan cita-cita kehidupan. Tuhan juga telah menganugerahkan sumber kekuatan yang memberdayakan untuk menjadi manusia dewasa. Oleh sebab itu, guru, pengajar, pendidik serta pamong harus menjadi teladan bagi para muridnya. Sehingga kita dapat sungguh saling mengasihi. “Dalam konteks ini, sinergi antara keluarga, komunitas, dan sekolah menjadi penting untuk mewujudkan pendidikan berlandaskan kasih di lingkungan masing-masing,” ujarnya.</p>
<p align="justify">Satu hal lain yang menjadi keprihatinan Romo Uskup ialah praktik ketidakjujuran dalam dunia pendidikan kita. Menurutnya itu bisa terjadi karena saat bersekolah anak hanya mengejar nilai akademis. Alhasil, segala cara digunakan termasuk dengan menyontek. “Padahal ketidakjujuran merupakan benih korupsi dan kebohongan publik dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuh pria kelahiran Surakarta, 27 Desember 1949 tersebut.</p>
<p align="justify">Acara kuliah umum dan diskusi publik ini memang cenderung cair dan informal. Dalam pengertian terjadi dialog antara narasumber dan para peserta. Pak Sigit, Dosen Ekonomi yang telah bekerja selama dua puluh tahun lebih di UAJY (Universitas Atma Jaya Yogyakarta) pun menyampaikan tawaran solusi atas maraknya praktik contek-menyontek dan ketidakjujuran tersebut. Selama ini ada kebijakan di kelasnya, siapa saja yang ketahuan menyontek dalam ujian otomatis tiga mata kuliah yang lainnya gugur. Oleh sebab itu, si mahasiswa harus mengulang kembali semester depan alias <em>see you next semester</em>.</p>
<p align="justify">Selain itu, ia bersama rekan-rekan praktisi pendidikan lainnya di seluruh Indonesia mendirikan <strong>GANN (Gerakan Anti Nyontek Nasional)</strong>. Pada tahun 2011 silam, mereka sempat menggelar aksi besar-besaran di Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta. “Kami juga membagikan stiker secara cuma-cuma, harapannya agar stiker-stiker anti nyontek tersebut ditempel di kelas-kelas sehingga para murid dan mahasiswa yang hendak menyontek akan berpikir dua kali sebelum melakukan perbuatan tak terpuji tersebut,” ujarnya.</p>
<p align="justify">Ternyata Romo Uskup mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurut alumnus <strong>Universitas St. Thomas Aquinas</strong>, Roma, Italia ini,  gerakan komunitas basis semacam itu niscaya membawa perubahan, seperti telah terbukti keampuahannya di Amerika Latin, Filipina, dan berbagai belahan dunia lain. “Memang harus ada <em>creative minority</em> (minoritas kreatif) yang berjuang di tengah arus besar yang <em>inhuman</em> (tidak manusiawi),” imbuhnya.</p>
<p align="justify">Selanjutnya, minoritas kreatif yang kecil-kecil tersebut akan bergabung menjadi satu kekuatan besar yang dinamai critical mass (massa yang kritis). Bila kerja sama, dialog, sinergi tersebut terus dilakukan secara konsisten maka akan tercipta sebuah kultur sekaligus struktur yang saling mendukung. Alhasil, terciptalah masyarakat yang memiliki habitus baik.</p>
<p align="justify">Dari aspek para pendidiknya sendiri, Pak Hariadi turut memberikan sumbang saran. Menurutnya perlu ada semacam pemurnian motivasi internal dalam diri para guru (di sekolah) dan dosen (di universitas). “Sebab selama ini, masih sedikit sekali jumlah pendidik yang sungguh berniat mengabdi. Sebagian besar mentalnya masih berlindung pada institusi pendidikan tempat ia bekerja, bisa jadi itu pun termasuk saya,” akunya yang disambut tepuk tangan peserta lain.</p>
<p align="justify">Tak ketinggalan salah satu orang tua murid menceritakan pengalamannya yang cukup mengusik kenyamanan. Anaknya yang masih duduk di bangku SD kelas 2 harus membayar SPP Rp280.000 per bulan, bahkan setiap tahun nominal tersebut terus naik. “Saya terus terang keberatan kalau terus naik seperti itu, karena saat kelas 6 SD bisa jadi jumlah SPP-nya semakin besar,” ujar ibu tersebut.</p>
<p align="justify">Ironisnya, tatkala ibu tadi bertanya kepada Kepala Yayasan sekolah tempat anaknya menuntut ilmu. Sang Kepala Yayasan tersebut malah menjawab dengan ketus, intinya kalau memang tak kuat membayar SPP tak usah bersekolah di sini. “Di mana implementasi konsep pendidikan berlandaskan kasih tersebut Romo Uskup?” tanya ibu tersebut.</p>
<p align="justify">Menurut Romo Uskup, pendidikan berbasis kasih memang tak cukup diucapkan tapi harus dilaksanakan. Bahkan ungkapan-ungkapan tak semestinya dari Kepala Yayasan semacam itu juga termasuk kategori kekerasan secara verbal. Sebagai solusinya, beliau mengusulkan adanya code of conduct, etika atau aturan dasar yang disepakati bersama antara pihak yayasan, sekolah, para pendidik, dan orang tua murid. Alhasil, lembaga pendidikan berlandaskan kasih sungguh dapat menjadi kenyataan.</p>
<p align="justify">Secara lebih mendalam, Mgr. Johannes Pujasumarta juga mengatakan bahwa esensi pendidikan ialah melatih kemampuan <em>discernment</em> (memilah) siswa. Sehingga anak didik dapat membedakan apa yang menjadi sarana dan apa yang menjadi tujuan. Konkritnya terkait gadget atau alat komunikasi. “Kalau menggunakan satu model HP selama setahun penuh, itu berarti menempatkannya sebagai sarana komunikasi. Tapi kalau terus bergonta-ganti HP sesuai mode keluaran terbaru, maka itu sudah menjadikan sarana sebagai tujuan,” ujarnya.</p>
<p align="justify">Masih terkait sarana komunikasi modern seperti HP, iPad, internet, dll, salah seorang peserta dari floor menyampaikan tesisnya. “Semua peralatan modern tersebut memang bisa mendekatkan orang yang jauh tapi justru menjauhkan orang-orang yang dekat.” Misalnya kini jarang kita menjumpai anggota keluarga bisa berkumpul bersama menyantap <em>telo</em> (singkong) goreng di sore hari sembari menikmati teh hangat. Mengapa? Karena semua sibuk dengan <em>gadget</em>-nya sendiri-sendiri.</p>
<p align="justify">Ternyata fenomena keterasingan tersebut juga terjadi di sekolah. Hubungan antara guru dan murid lebih bersifat transaksional karena jeratan materialisme yang sedemikian kuat. Padahal dulu bila seorang siswa sakit, seorang guru sampai menyempatkan diri untuk datang ke rumah siswa tersebut. Ternyata si anak tak masuk sekolah karena malu tak bisa membayar SPP. “Kamu harus tetap masuk sekolah, urusan SPP tak usah dipikirkan yang penting kamu bisa terus sekolah,” tutur salah satu peserta dari <em>floor</em> menirukan ungkapan tulus gurunya semasa di <strong>SMA Kolese De Britto Yogyakarta</strong>.</p>
<p align="justify">Tak terasa diskusi selama kurang lebih satu setengah jam tersebut telah usai. Sebagai kata penutup, Romo Uskup mengakui bahwa ia banyak terinspirasi dari Romo Utomo, rekan biarawan yang fokus pada pemberdayaan masyarakat pedesaan dan pertanian organik di Bantul, Yogyakarta. Analoginya mirip seperti bercocok tanam, “Jika kita menabur benih-benih kebencian di kelas maka di masa depan kita akan menuai kehancuran, sebab seperti kata pepatah barang siapa menabur angin maka ia akan menuai badai. Tapi sebaliknya, kalau kita menabur benih-benih kasih maka kelak akan bertunas, tumbuh dan berbuah lebat. Habitus baik itulah yang akan mengubah struktur dosa menjadi struktur rahmat untuk kita semua.” Salam pendidikan!</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/8O6AFX5VV5M" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/menjadikan-lembaga-pendidikan-berlandaskan-kasih-sebuah-kuliah-umum-dan-diskusi-publik-bersama-mgr-johannes-pujasumarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/menjadikan-lembaga-pendidikan-berlandaskan-kasih-sebuah-kuliah-umum-dan-diskusi-publik-bersama-mgr-johannes-pujasumarta/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hindari Kejahatan Melalui Jejaring Sosial</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/8bpKjDsHOS8/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/hindari-kejahatan-melalui-jejaring-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 May 2013 04:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anita Triska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[akun palsu di jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan melalui jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tindak kejahatan]]></category>
		<category><![CDATA[tips terhindar kejahatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11751</guid>
		<description><![CDATA[Jejaring sosial dan sosial media memang tengah marak saat ini. Sebut saja situs jejaring sosial yang mendulang sukses seperti Facebook dan Twitter. Apalagi sejak semakin berkembangnya teknologi telepon genggam atau handphone, semua seperti dalam genggaman. Difasilitasi handphone yang kompatibel dengan situs-situs jejaring sosial tersebut, Anda bisa mendapatkan akses lebih cepat, di mana saja dan kapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11752" rel="attachment wp-att-11752"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/komputer-muter_blogspot.jpg" alt="" title="komputer-muter_blogspot" width="260" height="194" class="alignleft size-full wp-image-11752" /></a></p>
<p align="justify">Jejaring sosial dan sosial media memang tengah marak saat ini. Sebut saja situs jejaring sosial yang mendulang sukses seperti Facebook dan Twitter. Apalagi sejak semakin berkembangnya teknologi telepon genggam atau handphone, semua seperti dalam genggaman. Difasilitasi handphone yang kompatibel dengan situs-situs jejaring sosial tersebut, Anda bisa mendapatkan akses lebih cepat, di mana saja dan kapan saja. Indonesia termasuk salah satu negara dengan pengguna Facebook dan Twitter terbanyak di dunia. </p>
<p align="justify">Sebenarnya, banyak manfaat yang bisa dirasakan atas kehadiran situs-situs jejaring sosial tersebut. Informasi bisa dengan cepat dibagi kepada siapa saja yang diinginkan, hanya dalam hitungan detik. Anda pun bisa berbagi momen-momen tertentu dengan kerabat lain hanya dengan mengunggah foto pada akun pribadi. Itu semua bisa dilakukan dengan mudah tanpa dipungut biaya, hanya perlu berbekal koneksi internet saja. Untuk mereka yang berjiwa bisnis, kemudahan ini pun bisa dijadikan peluang yang cukup menjanjikan. Jejaring sosial yang dikunjungi ribuan para pengguna setiap harinya bisa dijadikan media promosi gratis dan tidak terbatas. Anda bisa mempromosikan apapun jenis bisnisnya, baik berupa produk maupun jasa. Bukan hanya sebagai media promosi saja, untuk mereka yang masih coba-coba berbisnis bisa membuka toko maya di akun pribadi dan berjualan secara online.</p>
<p align="justify">Kemudahan ini memang menjadi hak semua orang, tanpa terkecuali. Jika tidak digunakan secara benar, adanya jejaring sosial tidak hanya mempermudah tindakan-tindakan positif tetapi juga negatif. Oknum yang menyalahgunakan fungsi jejaring sosial untuk hal-hal negatif juga akan ikut merasakan kemudahan tersebut. Saat ini, sudah banyak tindak kejahatan yang dilaporkan terjadi melalui perantara jejaring sosial, seperti kasus pencemaran nama baik, penipuan, pemerkosaan tidak terencana maupun terencana, sampai kasus pembunuhan. Terutama pada usia remaja yang belum matang sehingga mudah percaya dengan iming-iming  dari orang yang tidak dikenal. Sampai saat ini sudah banyak kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh orang yang baru saja dikenal pada jejaring sosial. Berteman dan saling bertegur sapa di dunia maya, lalu diajak bertemu dan terjadi pemerkosaan. Bahkan baru-baru ini, ada kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dengan membuat akun palsu di jejaring sosial. Pada akun palsu miliknya tersebut, sang pelaku mengaku sebagai seorang perempuan, mencantumkan foto dan identitas diri layaknya seorang perempuan pada umumnya. Teman maya yang sudah menjadi target diajak bertemu. Namun karena teman baru ini disangka adalah seorang perempuan, korban pun  tidak menaruh curiga dan menerima ajakan untuk bertemu, dan terjadilah perkosaan. Tidak tanggung-tanggung, pelaku tidak segan menghilangkan nyawa korban setelah diperkosa untuk menutupi jejak kejahatan yang diperbuatnya. </p>
<p align="justify">Agar terhindar dari kejahatan serupa pada diri dan kerabat, mulai saat ini waspada dan bijaklah menggunakan jejaring sosial yang saat ini sudah menjadi gaya hidup. Beberapa tips berikut mungkin bisa bermanfaat:</p>
<p><strong>1. Selektif dalam mencantumkan identitas pada akun pribadi</strong></p>
<p align="justify">Memang tidak ada salahnya mencantumkan identitas selengkap-lengkapnya pada akun pribadi, seperti alamat rumah, pekerjaan, sekolah, nomor telepon genggam, email, dan data keluarga. Hal ini akan mempermudah orang lain untuk mengenali Anda. Tetapi untuk keamanan diri, sebaiknya tidak mencantumkan alamat lengkap dan nomor telepon genggam. Jika seseorang merasa perlu mengontak Anda, bisa dilakukan dengan mengirim pesan di inbox yang tersedia pada akun pribadi atau melaui email. Dengan demikian Anda bisa memilah mana yang akan direspon dan mana yang ingin dibiarkan saja. Dengan begini Anda terhindar dari intaian pengguna jejaring sosial yang sedang mencari korbannya.</p>
<p><strong>2. Manfaatkan pengaturan informasi yang disediakan jejaring sosial</strong></p>
<p align="justify">Kenali sistem pengaturan informasi yang ditawarkan oleh jejaring sosial yang Anda pakai. Biasanya situs jejaring sosial memberikan pilihan-pilihan tentang siapa saja yang bisa melihat akun Anda dengan lengkap. Jika masih merasa perlu mencantumkan identitas lengkap, Anda bisa memilih pengaturan tertentu yang disediakan situs jejaring sosial tersebut. Aturlah akun sehingga informasi tentang diri hanya bisa dilihat oleh teman-teman Anda saja.</p>
<p><strong>3. Selektif dalam meng-<em>approve</em> permintaan pertemanan dari orang tidak dikenal</strong></p>
<p align="justify">Jika masih ingin mencantumkan detail identitas diri pada akun pribadi, maka sebaiknya Anda lebih selektif dalam meng-approve permintaan pertemanan yang datang dari orang yang tidak dikenal. Jangan mudah menerima permintaan pertemanan dari siapa saja hanya untuk mendapatkan jumlah teman yang banyak. Sebaiknya cari informasi tentang orang yang ingin menjadi teman terlebih dahulu dengan membuka akun pribadinya pada situs jejaring tersebut. Selain itu, dengan melihat siapa saja teman Anda yang juga menjadi teman orang tersebut bisa dijadikan pertimbangan. Dengan demikian jika Anda mencantumkan informasi diri secara lengkap, hanya terbuka untuk kalangan yang sudah diseleksi terlebih dahulu.</p>
<p><strong>4. Bijak dalam mengelola akun pribadi</strong></p>
<p align="justify">Akun pribadi selayaknya menjadi media sosial yang menyenangkan. Jangan sampai tanpa sengaja dan disadari mengundang kejahatan datang pada diri sendiri. Untuk itu bijaklah dalam memasang status, komentar dan foto pada akun Anda sehingga tidak memancing niat jahat orang lain. Kelola akun pribadi Anda secara positif dan sebagaimana mestinya. Akun sesorang pada sebuah jejaring sosial, sedikit banyak mencerminkan pribadi pemiliknya. </p>
<p><strong>5. Selektif dalam menerima ajakan kopi darat teman yang baru dikenal</strong></p>
<p align="justify">Sebaiknya Anda tidak langsung menerima ajakan kopi darat dari teman yang baru saja dikenal melalui jejaring sosial. Terbukti dari kasus-kasus pemerkosaan yang terjadi dengan menjerat korban melalui jejaring sosial dilakukan oleh orang yang baru saja dikenal. Namun jika Anda sangat berminat untuk menemui teman baru tersebut, sebaiknya ajaklah beberapa orang teman lainnya. Selain itu, lakukan pertemuan di tempat umum dan ramai.</p>
<p align="justify">Semoga beberapa tips di atas bisa mencegah kejahatan yang mengintai. Jangan biarkan akun pribadi menjadi pengundang kejahatan terhadap diri sendiri dan keluarga. Lebih baik mencegah sebelum terlambat. Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/8bpKjDsHOS8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/hindari-kejahatan-melalui-jejaring-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/hindari-kejahatan-melalui-jejaring-sosial/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Komunitas Motor dan Kekerasan Geng Motor</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/mNxU5fHyIpI/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/komunitas-motor-dan-kekerasan-geng-motor/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 20:47:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugraha danu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta_mods_mayday]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan_geng_motor]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas_motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11769</guid>
		<description><![CDATA[Acara Jakarta Scooter Mods Mayday bisa menjadi salah satu contoh positif yang seharusnya ditiru para geng motor yang sering melakukan kekerasan. Acara yang digelar komunitas skuter ini menggelar kegiatan yang berkaitan dengan hari buruh internasional. Sebuah motor vespa berwarna putih terparkir di antara sederetan motor-motor skuter di Parkiran Senayan, Jakarta. Motor tersebut terlihat unik jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Acara Jakarta Scooter Mods Mayday bisa menjadi salah satu contoh positif yang seharusnya ditiru para geng motor yang sering melakukan kekerasan. Acara yang digelar komunitas skuter ini menggelar kegiatan yang berkaitan dengan hari buruh internasional.</strong></p>
<div id="attachment_11770" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://mjeducation.co/komunitas-motor-dan-kekerasan-geng-motor/dscn5174/" rel="attachment wp-att-11770"><img class="size-medium wp-image-11770" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/DSCN5174-e1369254717863-300x185.jpg" alt="" width="300" height="185" /></a><p class="wp-caption-text">dok. Rahmat</p></div>
<p>Sebuah motor vespa berwarna putih terparkir di antara sederetan motor-motor skuter di Parkiran Senayan, Jakarta. Motor tersebut terlihat unik jika dibandingkan dengan motor lainnya. Sekilas, mirip bajaj yaitu memiliki tiga roda, satu di depan dua di belakang. Layaknya sebuah bajaj kendaraan tersebut memiliki tempat duduk yang cukup untuk ditempati tiga penumpang termasuk pengemudi. Motor skuter tersebut sengaja dimodifikasi oleh Feri, pemiliknya yang mempunyai hobi mengoleksi motor vespa. Motor yang mirip bajaj tersebut merupakan skuter vespa jenis Ape keluaran tahun 1964 yang sengaja dibawanya dalam acara Jakarta Scooter Mods Mayday. Tak hanya motor itu, ia membawa satu koleksi motor lainnya yaitu vespa congo keluaran tahun 1963. Feri sendiri mengaku memiliki 15 motor skuter di rumahnya yang semuanya terbilang antik.</p>
<p>Feri merupakan salah satu peserta yang ikut dalam acara Jakarta Scooter Mods Mayday yang diselenggarakan Sabtu (18/05). Tak hanya motor milik Feri yang datang ke acara tersebut. Masih banyak motor yang antik dan unik lainnya yang dibawa para pecinta motor skuter.<br />
Perhelatan Jakarta Scooter Mods Mayday ini merupakan acara keempat yang diselenggarakan di Jakarta. Kali ini tema yang diusung adalah Live &amp; Loud. Live artinya, adanya rekaman live audio dan visual oleh tim dokumentasi dan tim stage dari Jakarta Mods Mayday mulai dari scooter riding hingga penampilan pengisi acara. Sementara untuk Loud atau keras, hal ini sesuai dengan ibukota yang menjadi saksi kerasnya perjuangan hidup, hingga butuh kerja keras dan perjuangan yang tak henti untuk mencapai kata kesejahteraan.</p>
<p>Acara ini menyimpan pesan untuk tetap semangat, berjuang dengan keras, untuk mencapai sebuah bahtera, dari kerasnya serta kesombongan kota. Khususnya kaum terpinggirkan seperti buruh atau kelas pekerja.</p>
<p>Acara Jakarta Scooter Mods Mayday ini diikuti sekitar 2000 pecinta motor skuter yang ada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Bahkan menurut panitianya, peserta dari Singapura juga turut hadir. Menurut Uthai, panitia acara, pergelaran Jakarta Scooter Mods Mayday 2013 bertujuan untuk memperingati hari buruh sedunia. Selain itu acara tersebut sebagai ajang silaturahim para pecinta motor skuter. ”Acara ini sih lebih ke having fun bareng, riding bareng untuk menyambut Mayday, selain itu untuk mempererat silaturahim dengan skuter lainnya”, ujar Uthai.</p>
<div id="attachment_11771" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://mjeducation.co/komunitas-motor-dan-kekerasan-geng-motor/dscn5173/" rel="attachment wp-att-11771"><img class="size-medium wp-image-11771" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/DSCN5173-e1369254626898-300x292.jpg" alt="" width="300" height="292" /></a><p class="wp-caption-text">Uthai, Panitia Pelaksana Jakarta Mods Mayday 2013</p></div>
<p>Berbagai kegiatan dilakukan dalam acara tersebut. Sebelumnya para scooterist, sebutan untuk para pecinta motor skuter berkumpul di Parkiran Senayan, Jakarta Selatan. Mereka akan berputar berkeliling Jakarta dengan tujuan kawasan Pulomas, Jakarta Timur. Saat konvoi itulah Jakarta seolah menjadi lautan asap yang dikeluarkan knalpot motor skuter.</p>
<p>Selain scooter riding keliling Jakarta kegiatan lain yang digelar adalah live music , Bazaar, Live DJ’s, Scooter Contest, Best Dress, Video screening about Mods Mayday. Di acara ini, para peserta terutama para pecinta motor skuter bisa bertukar informasi mengenai hobinya dalam mengoleksi atau memodifikasi barang berharga yang dimiliknya tersebut. “ Saya harap, acara ini banyak positifnya dan lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang”, ujar Feri.</p>
<p><strong>Sekilas tentang budaya mod</strong><br />
Mod merupakan sebuah kultur yang lahir di Inggris pada tahun 1950-an dan berkembang pada tahun 1960-an. Mod sendiri merupakan istilah untuk menamakan diri modern. Gerakan ini sendiri tercipta atas kegelisahan para pemuda yang saat itu jenuh dengan kondisi ekonomi, sosial dan politik di Inggris pasca perang dunia kedua. Saat itu, keadaan perekonomian Inggris compang-camping, negara tersebut meninggalkan utang besar kepada negara adidaya, Amerika Serikat. Para pemuda ini, juga mulai membenci terhadap apa yang dilakukan pemerintahnya yang selalu mengikuti Amerika Serikat termasuk dalam hal bermusik dan mode. Mereka pun bangkit untuk menciptakan budayanya sendiri sehingga akhirnya memunculkan ide budaya mod.</p>
<p>Gerakan ini lahir dari para kelas pekerja atau buruh yang berdandan rapi dan menurut mereka hal tersebut menjadi ciri khasnya. akhirnya muncul simbolik mod yang selalu lekat dengan boots Dr.Martens dan Adidas, jaket bomber dan harrington atau setelan jas necis layaknya mafia italia. Selain itu yang menjadi ciri khas mereka adalah pekerja keras, menyukai alunan musik seperti RnB dan Jazz. Saat itu musik-musik tersebut dinikmati usai mereka melakukan rutinitas sehari-hari.</p>
<p>Momentum gerakan mod mulai meledak pada tahun 1963 dan 1964. Di tahun 1967 sebuah film Quadrophenia yang dibuat sejak tahun 1964 mendapat perhatian publik. Film tersebut telah menginspirasi lebih banyak lagi gerakan mod dan menjadi gerakan internasional. Film ini menceritakan tentang kehidupan para scooterist pada saat itu. Film yang mengisahkan tentang kehidupan Jimmy yang dibintangi oleh Phil Daniels. Jimmy adalah seorang pemuda dari golongan masyarakat kelas menengah ke bawah penganut paham Mods. Dia melakukan apa saja yang dia suka, tidak suka hidup dengan berbagai banyak aturan, maka dari itu dia sangat membenci keluarganya yang menurutnya terlalu kolot dalam menjalani hidup ala kaum bangsawan.</p>
<p>Selain keluarga, pekerjaan yang selama ini dia geluti juga tidak membuatnya nyaman, Jimmy adalah seorang karyawan di salah satu perusahaan pos di kota London, menurutnya lagi, bekerja di sana sangat membuang-buang waktu. Selama ini yang dia suka adalah, berkumpul dan having fun bersama teman-teman sepemikiran. Keliling kota dengan skuter (Lambretta) kesayangannya, menikmati alunan lagu <strong>The Who</strong> ataupun <strong>The High Number</strong> dan yang lebih ekstrem adalah rusuh dengan penganut paham di luar Mods yakni Rockers.<br />
Sampai sekarang gerakan mod tetap kuat di negara-negara seperti Jerman, Amerika Serikat, Jepang dan tentu saja Inggris. Di Indonesia sendiri, budaya mod masuk sekitar tahun 2000-an dan berkembang hingga saat ini.</p>
<p><strong>Kekerasan geng motor</strong><br />
Banyak kasus kekerasan di tanah air yang melibatkan perkumpulan geng motor sebagai pelakunya. Salah satu peristiwa yang terjadi adalah kasus yang melibatkan Mardijo alias Klewang. Ia telah melakukan berbagai kekerasan termasuk kekerasan seksual terhadap gadis di di bawah umur di Pekanbaru, Riau. Klewang sendiri merekrut anggota terutama anak-anak usia pelajar SMP dan SMA untuk menjadi pengikut dan membantunya melakukan berbagai tindak kriminal.</p>
<p>Polisi sudah menangkap dan menetapkan Klewang menjadi tersangka dengan tuduhan melakukan tindak kekerasan dan pemerkosaan. Kini polisi masih memburu para pengikut dan jaringan Klewang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan yang dilakukannya.</p>
<p>Tak hanya di Pekanbaru, Riau, kekerasan yang melibatkan anggota geng motor. Di Bandung, Jawa Barat dan di Makassar, Sulawesi Selatan anggota geng motor kerap melakukan tindakan kekerasan. Di Makassar, anggota geng motor melakukan pelemparan bom molotov ke sebuah tempat ibadah. Tak hanya itu, mereka juga kerap melakukan balapan liar yang mengganggu ketertiban dan meresahkan warga.</p>
<p>Berbagai tindak kekerasan yang dilakukan anggota geng motor telah mencoreng komunitas motor lainnya. Padahal menurut Chandra, salah satu anggota klub motor, geng motor tidak bisa disamakan dengan klub motor. Karena menurutnya, klub motor merupakan sebuah organisasi yang memiliki AD/ART yang jelas. “Kita tidak pernah melakukan kekerasan, termasuk kepada anggota kami sendiri, yang kita lakukan seperti bakti sosial, touring dan tindakan positif lainnya”, ujarnya.</p>
<p>Sumber: http://www.itsamodthing.com/ahistoryofmod.html</p>
<p>http://dwinugros.wordpress.com/2010/11/05/quadrophenia-1979-gambaran-era-mods-generation-dari-inggris/</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/mNxU5fHyIpI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/komunitas-motor-dan-kekerasan-geng-motor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/komunitas-motor-dan-kekerasan-geng-motor/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Cermat Memilih Buah-Buahan Segar di Swalayan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/z-i3OIAPjpY/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/cermat-memilih-buah-buahan-segar-di-swalayan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 08:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Savila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Sehat dan Bugar]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[buahsegar]]></category>
		<category><![CDATA[swalayan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11740</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai salah satu sumber kebutuhan mineral dan vitamin bagi tubuh, dewasa ini buah-buahan menjadi konsumsi wajib bagi keluarga. Baik untuk diolah lebih lanjut maupun dikonsumsi secara langsung, pastinya buah-buahan yang dicari adalah buah yang masih segar serta minim pestisida. Saat ini, berbagai jenis buah-buahan telah tersedia lengkap di swalayan dan biasanya dipajang dalam cooling display [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/cermat-memilih-buah-buahan-segar-di-swalayan/blogklinikcom/" rel="attachment wp-att-11742"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/blogklinikcom-300x154.jpg" alt="" title="blogklinikcom" width="300" height="154" class="alignright size-medium wp-image-11742" /></a></p>
<p align="justify">Sebagai salah satu sumber kebutuhan mineral dan vitamin bagi tubuh, dewasa ini buah-buahan menjadi konsumsi wajib bagi keluarga. Baik untuk diolah lebih lanjut maupun dikonsumsi secara langsung, pastinya buah-buahan yang dicari adalah buah yang masih segar serta minim pestisida. Saat ini, berbagai jenis buah-buahan telah tersedia lengkap di swalayan dan biasanya dipajang dalam cooling display demi mempertahankan kesegaran buah tersebut.</p>
<p align="justify">Namun tahukah Anda, ada saja akal para produsen buah-buahan untuk menjaga keutuhan dan kesegaran buah agar bisa bertahan lebih lama. Mereka sering kali mengawetkan buah dengan menggunakan teknik kimiawi yang bisa mengancam kesehatan bila dikonsumsi rutin dalam jangka waktu lama. Selain itu, ada pula taktik produsen yang sengaja memetik buah dalam keadaan masih mentah (dengan tujuan agar buah tersebut matang saat terjual), sehingga buah yang dijual di swalayan masih rentan terhadap kondisi mentah.</p>
<p align="justify">Bila Anda berniat untuk berbelanja buah-buahan di swalayan, ada baiknya Anda mengenal terlebih dulu ciri-ciri buah yang masih segar, matang, serta aman untuk dikonsumsi. Berikut adalah cara praktis untuk memilih buah menurut jenis buahnya:</p>
<p><strong>Alpukat</strong></p>
<p align="justify">Coba kocok perlahan buah alpukat. Jika terdengar bunyi biji yang terlepas dari badan buah, berarti alpukat tersebut telah matang. Produsen buah biasanya memetik alpukat yang hampir matang/masih belum matang dan membiarkannya matang di perjalanan hingga sampai ke tangan konsumen, sehingga buah ini cukup rentan terhadap kondisi mentah. Perhatikan juga bagian kulit alpukat, biasanya berwarna hijau mulus apabila alpukat tersebut telah matang. </p>
<p><strong>Anggur</strong></p>
<p align="justify">Pilih anggur yang masih melekat di tangkai dengan warna tangkai yang masih segar. Perhatikan ketebalan kulitnya, jika anggur terlihat berkulit tipis dengan daging buah yang masih membulat serta tidak mengerut artinya anggur tersebut masih segar untuk dikonsumsi.</p>
<p><strong>Apel</strong></p>
<p align="justify">Ketuk Apel dengan jari tangan dan dengarkan bunyinya. Biasanya, apel yang masih segar dan mengandung banyak kadar air akan mengeluarkan bunyi nyaring. Pilihlah apel yang masih terasa keras bila ditekan. Pastikan tampilan luar kulit apel terlihat segar dan tidak memiliki bercak putih untuk menghindari konsumsi apel dengan kadar pestisida tinggi. Untuk mengecek berapa lama apel tersebut telah dipetik dari pohonnya, Anda dapat melihatnya dari warna batang apel yang sudah menghitam atau belum, sebab warna batang yang telah menghitam menandakan bahwa apel tersebut telah dipetik lebih dari tiga bulan. </p>
<p><strong>Duku</strong></p>
<p align="justify">Cara praktis untuk mengecek kematangan buah duku adalah dengan memperhatikan tekstur dan warna kulitnya. Duku yang telah matang dan tidak terasa asam akan berwarna kecokelatan (terkadang sedikit kehitaman) dengan kulit yang agak tipis dan terasa lembut.</p>
<p><strong>Durian</strong></p>
<p align="justify">Untuk durian, pilih yang berbau harum serta sedikit merekah. Biasanya durian semacam ini kulitnya sudah terasa agak lunak dan memiliki kerapatan duri yang wajar. Pilih juga durian yang memiliki bentuk bulat dan berjuring lima atau enam, karena biasanya buah durian yang memiliki juring-juring (bagian-bagian pada buah durian saat dibelah; dapat dilihat dari garis belahan di permukaan kulitnya) memiliki daging buah yang lebih tebal. </p>
<p><strong>Jambu biji</strong></p>
<p align="justify">Ambil jambu biji yang memiliki kulit mulus tanpa memar, lalu genggam badan buahnya. Jambu biji yang terlalu lembek menandakan buah yang hampir busuk. Perhatikan bagian antara buah dan bonggol, hindari memilih buah yang memiliki lubang bekas suntikan. Aroma buah jambu biji juga seharusnya tidak terlalu menyengat.</p>
<p><strong>Jeruk</strong></p>
<p align="justify">Varietas pada jeruk relatif berbeda-beda. Untuk jeruk yang memiliki kulit tebal, perhatikan warna pada kulit jeruk tersebut. Pilihlah warna kuning yang tidak benar-benar kuning (bebas dari pewarna buatan) serta memiliki penampakan mulus tak berbintik. Tancapkan pelan ujung kuku Anda ke bagian kulit luar jeruk tersebut. Jika terasa lembut, berarti jeruk tersebut masih segar. Pilih juga jeruk yang tak terlalu lembek saat digenggam. Sedangkan untuk jeruk yang memiliki kulit cenderung tipis (jeruk hijau), pilihlah jeruk yang mantap digenggam (tidak lembek) serta memiliki kulit tipis mengkilap. Ukuran jeruk hijau yang terlalu besar biasanya memiliki rasa asam.</p>
<p><strong>Mangga</strong></p>
<p align="justify">Buah mangga yang telah matang pas akan mengeluarkan aroma khas mangga  yang keluar  dari pangkal hingga ujung buah mangga tersebut. Perhatikan juga warna ujung batang/bonggol mangga. Buah mangga yang baik memiliki warna khas bonggol kekuningan. Bila Anda jeli, perhatikan bagian antara bonggol dan buah serta bagian ujungnya; pastikan tak ada bekas bolong/suntikan di daerah tersebut.</p>
<p><strong>Manggis</strong></p>
<p align="justify">Tekan bagian badan buah manggis. Apabila ada yang terasa terlalu keras atau lembek, berarti manggis tersebut masih belum matang atau justru sudah busuk. Manggis yang baik memiliki warna ungu gelap mengkilat, tidak terasa kopong/terlalu ringan, serta memiliki bonggol yang masih berwarna segar kehijauan.</p>
<p><strong>Melon</strong></p>
<p align="justify">Bagian kulit melon yang memiliki urat padat serta sedikit empuk jika ditekan menandakan bahwa melon tersebut matang dalam keadaan pas. Selain itu, melon yang matang akan mengeluarkan aroma yang khas dengan warna daging kekuningan. Bonggol melon akan terlihat merekah. Sedangkan bila diguncang, buah melon tersebut akan berbunyi seolah biji dari daging buah di dalamnya terlepas.</p>
<p><strong>Pepaya</strong></p>
<p align="justify">Amati badan buah pepaya tersebut. Pilih buah pepaya yang memiliki bentuk lurus (ukuran kedua ujung buah pepaya kurang lebih sama, bukan berbentuk seperti badan gitar yang melengkung). Selain itu, pilih juga yang kulitnya masih mulus dan tidak memar, serta tidak berbintik. Bila pepaya dipajang dalam keadaan setengah dipotong, jangan pilih warna pepaya dengan warna terlalu jingga kemerahan tanpa adanya gradasi antara daging dekat kulit dengan daging di pusat buah.</p>
<p><strong>Pisang</strong></p>
<p align="justify">Cermati warna serta tekstur dan ketebalan buah pisang. Pisang yang baik memiliki warna kuning yang pas, tekstur terasa mulus, serta kulit yang agak tipis (kulit tebal bisa mengindikasikan buah pisang yang belum matang). Pilih juga pisang dengan bonggol yang belum terlalu mengering.</p>
<p><strong>Sawo</strong></p>
<p align="justify">Sawo yang matang akan terasa empuk bila digenggam, tapi juga tidak terasa lembek. Lihat bagian kulit sawo, jangan pilih buah yang terdapat bekas getah di bagian kulitnya. Getah menandakan buah tersebut dipanen jauh sebelum buah matang, sehingga kurang enak rasanya. </p>
<p><strong>Semangka</strong></p>
<p align="justify">Sama halnya dengan durian, semangka yang baik akan mengeluarkan bunyi yang mantap (tidak terlalu padat maupun kopong) saat dipukul. Bila semangka tersebut masih memiliki batang, pilih batang yang sudah agak mekar serta belum berwarna kehitaman. Semangka yang telah dibelah dua saat dijual akan terlihat berserat dagingnya dan agak pudar warnanya bila masih dalam keadaan segar.</p>
<p>Tips tambahan saat memilih buah di swalayan:<br />
1. 	Utamakan untuk memilih buah yang belum disatukan, alias masih tertumpuk bersama buah-buahan lainnya. Meski tidak selalu terjadi, terkadang buah-buahan yang telah dikemas/disatukan dengan buah lainnya mengindikasikan bahwa kondisi buah tersebut sudah hampir busuk.</p>
<p>2. 	Untuk buah-buahan impor (terutama apel), hindari memilih buah yang kulitnya terlihat terlalu mengkilap. Kulit mengkilap pada buah disebabkan oleh lapisan lilin yang sengaja ditambahkan produsen pada buah tersebut untuk memperpanjang umur buah. Untuk menghilangkan lapisan lilin pada buah-buahan tersebut, Anda dapat merendam buah sejenak ke dalam air hangat atau dengan mengupas kulitnya sebelum dikonsumsi.  </p>
<p>3. 	Bukan berarti varietas unggulan/mahal adalah yang terbaik dari segi kesegaran buah. Tetaplah cermat dalam memperhatikan buah yang akan Anda beli demi menjamin kesegaran isi daging buah tersebut.</p>
<p>Itulah beberapa tips penting dalam memilih buah-buahan di swalayan. Semoga bermanfaat untuk Anda.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/z-i3OIAPjpY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/cermat-memilih-buah-buahan-segar-di-swalayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/cermat-memilih-buah-buahan-segar-di-swalayan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>UN Berbasis Teori Multi Inteligensia</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/2_Gu3oxxe5E/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/un-berbasis-teori-multi-inteligensia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 May 2013 04:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugroho Angkasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arita Gloria Zulkifli]]></category>
		<category><![CDATA[kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[LJUN (Lembar Jawaban Ujian Nasional)]]></category>
		<category><![CDATA[multiinteligensia]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Charitas Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[UN (Ujian Nasional)]]></category>
		<category><![CDATA[UN (Ujian Nasional) 2013]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11721</guid>
		<description><![CDATA[Saat pengumuman UN (Ujian Nasional) telah menjadi hari penghakiman (judgement day). Betapa tidak, saat itulah “nilai” diri seorang siswa diverifikasi oleh otoritas bernama negara. Anehnya proses evaluasi bukan dilakukan oleh para guru tapi oleh Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Bukankah yang mengajar para pendidik di kelas, tapi kenapa yang menguji seluruh siswa dari Sabang sampai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11737" rel="attachment wp-att-11737"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/alami.web_.id_.jpg" alt="" title="alami.web.id" width="230" height="219" class="alignleft size-full wp-image-11737" /></a></p>
<p align="justify">Saat pengumuman UN (Ujian Nasional) telah menjadi hari penghakiman (<em>judgement day</em>).  Betapa tidak, saat itulah “nilai” diri seorang siswa diverifikasi oleh otoritas bernama negara. Anehnya proses evaluasi bukan dilakukan oleh para guru tapi oleh Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Bukankah yang mengajar para pendidik di kelas, tapi kenapa yang menguji seluruh siswa dari Sabang sampai Merauke justru kaum birokrat di pusat sana?</p>
<p align="justify">Jika untuk tingkat SMP dan SMA mungkin (walau dengan berat hati) masih bisa ditolerir. Sebab para siswa sudah menginjak usia remaja bahkan mulai beranjak dewasa. Sehingga mereka relatif dapat mengolah beban stres dan belajar menentukan pilihan yang tepat bagi masa depannya. Tapi kalau untuk anak-anak setingkat SD (Sekolah Dasar)/MI (Madrasah Ibtidaiyah), menurut penulis UN sama sekali belum perlu. Sebab mereka masih asyik menikmati indahnya masa kanak-kanak untuk belajar sambil bermain. Mata pelajaran yang diujikan dalam UN seperti Bahasa Indonesia, Matematika, IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) perlu disampaikan lewat cara-cara yang menyenangkan, bukan lewat drilling latihan pilihan ganda.</p>
<p align="justify">Lewat opini ini, penulis sekadar melontarkan sederet pertanyaan reflektif. Logikanya sederhana, jawaban normatif merupakan hasil dari pertanyaan normatif. Ibarat puncak gunung es, itu hanya 12 persen yang tampak di permukaan lautan. Padahal jauh di bawah laut masih tersembunyi 88 persen gugusan badan dan kaki gunung es tersebut. Dalam konteks ini, pertanyaan-pertanyaan reflektif menemukan relevansinya, yakni untuk “mengguncang” sistem keyakinan (belief system) Mendikbud, M. Nuh yang berasumsi bahwa UN 2013 baik-baik saja. Jadi keberlangsungan UN harus tetap dilestarikan. Kalau toh ada sedikit kendala di tingkat SMA itu hanya soal teknis di percetakan.</p>
<p align="justify">Apakah sungguh demikian? Menurut petuah bijak, sebelum seseorang berbicara &#8211; terlebih bagi seorang pejabat publik &#8211; seyogianya THINK. Apakah itu Truth (benar), Helpful (menolong), Inspiring (menginspirasi), Necessary (bermanfaat), dan Kind (baik). Uniknya, kalau sesuatu itu benar otomatis menolong, menginspirasi, bermanfaat (migunani), dan baik/indah. Faktanya kenapa UN justru begitu merepotkan? TNI (Tentara Nasional Indonesia) sampai harus turun tangan mendistribusikan soal dan LJUN (Lembar Jawaban Ujian Nasional).</p>
<p align="justify">Pertanyaan selanjutnya, apakah tepat membuat soal beserta lembar jawab UN (LJUN) dengan begitu banyak variasi? Kalau tujuannya sekadar mengantisipasi kebocoran dan praktik contek-menyontek,  betapa mahal ongkos produksi yang harus dibayar. Dalam pepatah Jawa memang ada peribahasa “jer basuki mawa bea”, tapi alangkah lebih baik jika pendidikan karakter dan budi pekerti lebih diutamakan. Dalam konteks ini, Kemendikbud dan segenap jajarannya &#8211; harus menyitir petuah Ki Hadjar Dewantara &#8211; “Ing Ngarso Sung Tulodho” di depan memberi contoh untuk mengutamakan kejujuran, menyatukan kata dan tindakan.</p>
<p align="justify">Bagi kalangan yang pesimis barangkali langsung menyanggah, apakah itu mungkin di tengah mentalitas koruptif dewasa ini? Jawabannya mungkin sekali. Arita Gloria Zulkifli (Arita Kiefl) layak disebut sebagai pelopor transformasi dunia pendidikan di republik tercinta. Ia siswi kelas XII SMA Charitas Jakarta yang berani berbicara blak-blakan ihwal karut-marut pelaksanaan UN tingkat SMA. Wawancara eksklusif dengan pemudi yang masih berusia 16 tahun ini ditayangkan live oleh MetroTV pada Jumat malam (19/4). Rekamannya pun kini beredar luas di Youtube.</p>
<p align="justify">Semula Arita menulis di sebuah portal jurnalisme warga pada Senin siang (15/4). Ia baru pulang merampungkan UN hari pertama dan langsung menumpahkan isi hati di http://edukasi.kompasiana.com/2013/04/15/keluhan-ljun-curahan-hati-seorang-pelajar-551326.html. Ihwal nilai kejujuran ia menulis begini, “Tak bisa dipungkiri kecurangan UN memang ada dimana-mana, bahkan aku ditawari bocoran secara cuma-cuma, dan bukan munafik teman tercinta pun banyak yang mengandalkannya. Syukur, teman-teman yang aku maksud bukan teman sekolah, kami semua bersih. Sampai mati aku gak bakal pakai &#8216;contekan&#8217;, aku bukan pecundang. Lebih baik aku gagal karena prinsip, keteguhan hati, nurani dan akhlak, daripada berhasil karena curang. Bukan idealis, hanya realistis.”</p>
<p align="justify">Tapi kalau seumpama pemerintah hendak meneruskan model soal dan LJUN beragam tersebut. Ada baiknya riset intensif Prof. Howard Gardner dari Harvard University dijadikan referensi. Prof. Gardner ialah penemu 8 jenis kecerdasan anak. Tipe musikal lebih suka belajar sambil mendengarkan musik. Tipe visual-spasial lebih suka memperhatikan media gambar warna-warni. Tipe logis-matematis lebih suka bergelut dengan angka. Tipe linguistik kaya perbendaharaan kata dan bahasa. Tipe kinestetik lebih suka belajar menggunakan gerakan. Tipe intrapersonal rajin mencatat di buku harian. Tipe interpersonal menikmati proses belajar bersama teman-teman. Tipe naturalis biasanya suka belajar di bawah langit di tengah alam terbuka.</p>
<p align="justify">Artinya, orang tua dan para guru perlu memperhatikan anak secara cermat. Sehingga dapat mengenali kecenderungan gaya belajar mereka. Alhasil, proses pembelajaran menjadi aktivitas yang mudah, lancar, dan menyenangkan. Prinsipnya sederhana tapi universal. Tidak ada anak bodoh di dunia ini. Mereka hanya perlu diberi kesempatan untuk mengeluarkan potensi diri secara optimal. Nah dalam konteks ini teori Multiple Intelligent sungguh menemukan relevansinya. Jika tahun depan UN 2014 masih akan tetap diadakan, Kemendikbud perlu membuat UN seturut teori multi inteligensia di atas. Salam pendidikan!</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/2_Gu3oxxe5E" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/un-berbasis-teori-multi-inteligensia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/un-berbasis-teori-multi-inteligensia/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Membentangkan Ilmu Bersama Buku, Reportase Perayaan Hari Buku Nasional di Bentang Pustaka Yogyakarta</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/M3jzReWGw0U/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/membentangkan-ilmu-bersama-buku-reportase-perayaan-hari-buku-nasional-di-bentang-pustaka-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 12:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugroho Angkasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Gokil Murid Unyu]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Buku Nasional 2013]]></category>
		<category><![CDATA[Ikapi (Ikatan Penerbit Indonesia)]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Kolese De Britto]]></category>
		<category><![CDATA[Tapal Batas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11712</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang butuh makan untuk mengenyangkan perut. Tapi bagaimana untuk “mengenyangkan” jiwa? Ternyata aneka ragam bacaan merupakan asupan bergizi untuk mengembangkan inteligensi. Menurut J. Sumardianta, kualitas kehidupan seseorang lima tahun ke depan dapat diprediksi. Caranya dengan meneliti apa saja buku yang biasa ia baca dan dengan siapa ia bergaul dalam keseharian. Artinya, seseorang memang perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Setiap orang butuh makan untuk mengenyangkan perut. Tapi bagaimana untuk “mengenyangkan” jiwa? Ternyata aneka ragam bacaan merupakan asupan bergizi untuk mengembangkan inteligensi. Menurut J. Sumardianta, kualitas kehidupan seseorang  lima tahun ke depan dapat diprediksi. Caranya dengan meneliti apa saja buku yang biasa ia baca dan dengan siapa ia bergaul dalam keseharian. Artinya, seseorang memang perlu selektif dalam memilih bacaan dan lingkungan pergaulan.</p>
<p align="justify">Begitulah salah satu poin penting dalam bincang santai <strong>Klub Baca Bentang</strong> di halaman belakang kantor <strong>Penerbit Bentang Pustaka</strong>, Jalan Kalimantan, Yogyakarta, Jumat (17/5) lalu. Acara sederhana tersebut untuk memperingati <strong>Hari Buku Nasional 2013</strong>. Ada tiga narasumber yang berbagi inspirasi dan pengalaman mereka, yakni Salman Faridi selaku CEO Bentang, Arif Zulkifli selaku aktivis Ikapi (Ikatan Penerbit Indonesia) Yogyakarta, dan J. Sumardianta, seorang Guru Sosiologi SMA Kolese De Britto sekaligua penulis buku GGMU (Guru Gokil Murid Unyu).</p>
<p align="justify">Sebelum acara dimulai, para peserta boleh menyantap aneka minuman dan makanan di warung angkringan, misalnya seperti wedang jahe, teh hangat, es jeruk, nasi kucing, tempe goreng, krupuk, slondok, tahu bacem, dll. Semua gratis dan prasmanan, para peserta memesan langsung ke bakul yang biasanya mangkal di Jalan Timor-Timur. Khusus Jumat malam tersebut, seluruh dagangannya telah diborong oleh pihak tuan rumah. Lantas, peserta boleh lesehan di atas tikar atau duduk di bangku panjang sembari menikmati alunan musik live. Malam itu, kelompok musik Suara Minoritas membawakan tembang-tembang lawas karya Franky Sahilatua dan Iwan Fals.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11732" rel="attachment wp-att-11732"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Angkringan-2-300x225.jpg" alt="" title="mjeducation.co" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-11732" /></a></p>
<p align="justify">“Musik memang sempurna untuk menciptakan suasana romantis,” ujar Nurjannah Intan selaku MC (Master of Ceremony). Intan juga menjelaskan bahwa bincang santai Klub Baca Bentang ini merupakan edisi kedua. Bulan April 2013 lalu yang menjadi narasumber ialah dari Persia. Kemudian, tak lupa ia menyapa para tamu undangan dari Radio Buku, Pro2 RRI, Akademi Bercerita, dan Ikapi (Ikatan Penerbit Indonesia) Yogyakarta.  </p>
<p align="justify">Pada sesi pertama, Salman menyampaikan orasi kebudayaan singkat, judulnya, “<strong>Buku Masa Depan Indonesia</strong>”. Menurut CEO Bentang tersebut keberadaan buku sangat penting karena usianya sama tua dengan peradaban manusia itu sendiri. Bahkan pada 5000 tahun sebelum masehi, bangsa Mesir telah mengenal huruf Hieroglyph. Lalu, ayah dua anak tersebut juga meredefinisi makna buku. Buku ialah apa saja yang bisa dibaca, bukan sekadar apa yang tertulis di atas kertas. Nabi Musa pun telah membaca perintah Allah walau saat itu masih tertulis di atas lempengan batu.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11733" rel="attachment wp-att-11733"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Mbak-Ega-dan-J-Sumardianta-300x225.jpg" alt="" title="mjeducation.co" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-11733" /></a></p>
<p align="justify">Selanjutnya, pria yang telah bertahun-tahun berkecimpung di dunia penerbitan ini mengakui, “Saya memang bukan seorang aktivis yang suka berdemonstrasi di jalanan dan berani berhadap-hadapan dengan aparat, tapi bagi saya menerbitkan dan menyebarluaskan buku juga  sebuah perjuangan, yakni perjuangan agar wacana dibaca mahasiswa dan publik sehingga bisa menggerakkan mereka demi melakukan perubahan yang lebih baik.” Pernyataan tersebut sontak disambut tepuk tangan para hadirin sekalian.</p>
<p align="justify">Saat giliran Arif Zulkifli tiba, ia menggunakan cara berbeda untuk berbagi rasa cintanya pada buku. Aktivis <strong>Ikapi (Ikatan Penerbit Indonesia)</strong> itu Yogyakarta sekadar mau mendongeng saja. “Pada suatu hari, saya bertemu dengan para ahli di bidangnya masing-masing, ada yang Profesor Ahli Matematika, Doktor Sosiologi, Pakar IT, Politisi, Peneliti Maritim, dan Praktisi Manajemen,” ujarnya mengawali cerita.</p>
<p align="justify">Lantas, kami berdiskusi tentang acara apa yang paling mengasyikkan untuk dilakukan? Salah satu orang mengusulkan agar bagaimana kalau kita berpetualang ke masa depan saja. Mengapa? “Sebab bernostalgia ke masa lalu dan berjalan-jalan di masa kini itu sudah biasa dan suatu keniscayaan. Sedangkan, berpetualang ke masa depan sangatlah mengasyikkan, luar biasa, dan misterius (tak pasti),” imbuhnya.</p>
<p align="justify">Pertanyaannya kini ialah bagaimana cara berpetualang ke masa depan? Ternyata sangat mudah, yakni dengan berimajinasi. Masing-masing segera berpetualang ke masa depan. Singkat cerita, pasca puas mengekplorasi, kami pun kembali ke masa kini. Uniknya, cara pandang kami dalam menyikapi masa kini pun berubah sepulang bepergian tadi.</p>
<p align="justify">Sang Doktor Sosiologi misalnya, ia mengatakan bahwa ternyata di masa depan ruang publik menjadi virtual. Sehingga tak diperlukan lagi pertemuan fisik <em>face to face</em>. Kemudian Profesor Ahli Matematika turut memaparkan teori himpunan. Intinya, garis adalah himpunan titik-titik. Lalu, bidang merupakan himpunan garis-garis. Nah ruang merupakan himpunan bidang. Tapi ternyata di masa depan ruang tak lagi tiga dimensi melainkan multi dimensi.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11734" rel="attachment wp-att-11734"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Para-Peserta-2-300x225.jpg" alt="" title="mjeducation.co" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-11734" /></a></p>
<p align="justify">“Terkait momentum Hari Buku Nasional saat ini, bagaimana nasib buku di masa depan?” tanyanya kepada peserta secara retoris. Menurut Arif, segala kemungkinan masih bisa terjadi. “Bisa jadi buku cetak mati karena kehadiran <em>e-book</em> seperti banyak diprediksi publik. Tapi sesungguhnya – maaf kepada teman-teman IT – dunia buku cenderung menumpang pada produknya teman-teman IT. Padahal semestinya, aktivis perbukuan harus berani berimajinasi tentang masa depannya sendiri,” ujarnya dan kembali disambut tepuk tangan meriah segenap hadirin.</p>
<p align="justify">Tibalah saat yang ditunggu-tunggu, narasumber utama J. Sumardianta siap berbagi pengalamannya di dunia buku dan pendidikan humanis. Guru <strong>SMA Kolese De Britto</strong> itu setuju dengan hukum Pareto, ternyata 80 persen pendidik tergolong <em>mediocre, superior, dan good </em>(terpuji). Sedangkan hanya 20 persen pendidik yang masuk kategori guru hebat (inspiratif). “Guru Gokil merupakan istilah untuk menyebut para pendidik yang 20 persen tersebut,” ujarnya.</p>
<p align="justify">Dari pengalamannya untuk menjadi Guru Gokil seorang pendidik harus mengenal dirinya terlebih dulu. “Menurut teori kecerdasan jamak ala <strong>Howard Gardner</strong>, saya termasuk <em>man of letters</em>, yakni orang yang kecerdasan utamanya ialah berbahasa. Oleh sebab itu, saya relatif tekun kalau disuruh membaca dan menulis, karena aktivitas tersebut memang berurusan dengan semak belukar kata dan huruf-huruf,” ujar ayah tiga putri tersebut.</p>
<p align="justify">Kebiasaan membaca dan menulis (<em>reading and writing habit</em>) itu yang ditularkannya juga kepada para siswa SMA Kolese De Britto. “Di kelas saya memiliki agenda unik, namanya <em>Silent Reading Habit</em> alias program membaca senyap. Selama 45 menit seluruh siswa diam dan membaca dengan tekun. Kegiatan itu dalam rangka memperkenalkan kebiasaan membaca buku kepada generasi <em>gadget</em>,” ujarnya.</p>
<p align="justify">Lantas, apa saja materi bacaan mereka? Ternyata beraneka ragam, misalnya novel <em>City of Joy</em>, Tetralogi-nya <strong>Andrea Hirata</strong>, biografi <strong>Barack Obama</strong>, dan novel-novel petualangan back packer karya <strong>Agustinus Wibowo</strong>. Uniknya, Pak Guru bertekad agar setiap angkatan materi bacaannya selalu berbeda, agar cerita dan refleksi mereka pun beragam. “Oleh sebab itu, saya harus terus belajar dan mengikuti perkembangan dunia buku,” ujarnya.</p>
<p align="justify">Secara khusus terkait teknik menulis, kolumnis di aneka media nasional tersebut berbagi tips sederhana bagi para hadirin yang sebagian besar kaum muda. <strong>Pertama</strong>, pilihlah judul yang unik. “Misalnya saat saya memilih judul untuk buku “<strong>Guru Gokil Murid Unyu</strong>”, Pak Salman dari Bentang langsung <em>searching</em> di Google, ternyata judul tersebut belum ada,” ujar penulis yang memang dikenal piawai mereproduksi istilah-istilah baru dan segar.</p>
<p align="justify"><strong>Kedua</strong>, alinea pertama (untuk artikel) dan kata pengantar (untuk buku) harus <em>nyulek mata</em>, bahasa kerennya <em>eye catching</em>. Sehingga menarik minat pembaca untuk mendalaminya lebih lanjut. <strong>Ketiga</strong>, tubuh tulisan harus sintal dan berbobot. “Saya bukan tipe penulis 10 senti, yang hanya berbicara dari leher sampai 10 cm ke atas, tapi penulis yang mengeksplorasi dari ujung kaki sampai ujung rambut. Oleh sebab itu, tulisalah apa yang kita lihat, alami, dengar, dan rasakan. Tulisan yang berasal dari hati niscaya sampai ke hati pembacanya juga,” tandasnya.</p>
<p align="justify"><strong>Keempat</strong>, alinea terakhir harus menendang. Oleh sebab itu, ada program di salah satu stasiun televisi swasta berjudul, “<strong>Kick Andy</strong>”. Andy F. Noya memang berniat memberi kesan mendalam kepada jutaan pemirsa lewat “tendangannya”.</p>
<p align="justify">Dalam sesi yang dimoderatori Mbak Eva tersebut, Pak Guru juga mengatakan bahwa ia lebih suka bercerita, bahkan termasuk lewat tulisan-tulisannya. “Di sekolah tempat saya bekerja, De Britto ada program <strong>Imersi</strong> setiap tahunnya. Para murid wajib hidup bersama orang miskin selama 1 minggu penuh. Sehingga murid-murid yang sebagian besar berasal dari kelas menengah ke atas tersebut juga bisa merasakan kesulitan hidup kaum marginal,” ujarnya.</p>
<p align="justify">Dari Yogyakarta menuju Jakarta mereka tak berangkat dengan bis AC seperti dalam acara <em>study tour</em> yang marak dewasa ini, melainkan dengan bis ekonomi. Salah satu anak yang hobi main basket dan berwajah orientalis seperti artis Korea, Suju mendapat tempat di daerah Kebon Nanas Jakarta. Ia tinggal bersama keluarga tukang penggali kubur.</p>
<p align="justify">Pada hari Senin malam, ia dibangunkan oleh induk semangnya tersebut karena ada orang meninggal yang akan dimakamkan besok pagi. Malam ini, mereka harus menggali kubur. Ternyata dari pengalaman tersebut, si murid belajar nilai-nilai multikultural. Bukan dari mendengar ceramah di kelas tapi dari refleksi pengalaman riil di lapangan.</p>
<p align="justify">Dalam buku “<strong>Tapal Batas</strong>”, si murid tadi menulis, “Saya seorang Katolik, sedangkan keluarga induk semangnya yang berprofesi sebagai penggali kubur menganut agama Islam, orang yang meninggal dunia juga Muslim. Saat menggali dan menutup liang kubur, saya sempat khawatir kalau saya ikut dalam upacara pemakaman tersebut, bisa melanggar <em>syariah</em>. Tapi ternyata asal tidak memegang tubuh jenazah dan ikut membopongnya, itu tetap <em>afdol</em> dan sah secara agama.“Orang Jakarta (dan bisa jadi kita semua) baru bisa rukun dalam upacara kematian,” imbuhnya.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/M3jzReWGw0U" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/membentangkan-ilmu-bersama-buku-reportase-perayaan-hari-buku-nasional-di-bentang-pustaka-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/membentangkan-ilmu-bersama-buku-reportase-perayaan-hari-buku-nasional-di-bentang-pustaka-yogyakarta/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Agenda Reformasi yang Terlupakan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/Eb_c4Wz2C1o/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/agenda-reformasi-yang-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 08:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Guritno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Era reformasi]]></category>
		<category><![CDATA[generasi 1998]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kebangkitan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Reformasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kudatuli]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[orde baru]]></category>
		<category><![CDATA[PDI (Partai Demokrasi Indonesia)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11720</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya bulan Mei adalah salah satu bulan yang paling spesial bagi bangsa Indonesia. Setelah merayakan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional pada 2 dan 20 Mei, pada 21 Mei rakyat Indonesia juga memperingati Hari Reformasi. Hari Reformasi adalah suatu hari untuk memperingati pengorbanan dan perjuangan generasi 1998 dalam upaya menuntut perubahan di Indonesia. Era [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11727" rel="attachment wp-att-11727"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/seasite.niu_.edu_-300x203.jpg" alt="" title="seasite.niu.edu" width="300" height="203" class="alignleft size-medium wp-image-11727" /></a></p>
<p align="justify">Rasanya bulan Mei adalah salah satu bulan yang paling spesial bagi bangsa Indonesia. Setelah merayakan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional pada 2 dan 20 Mei, pada 21 Mei rakyat Indonesia juga memperingati Hari Reformasi. Hari Reformasi adalah suatu hari untuk memperingati pengorbanan dan perjuangan generasi 1998 dalam upaya menuntut perubahan di Indonesia. </p>
<p align="justify">Era reformasi juga merupakan penanda bagi berakhirnya kekuasaan Orde Baru yang despotik, militeristik, dan diktator. Pasca berakhirnya era orde baru, Indonesia memasuki sebuah era baru di mana <strong>HAM (Hak Asasi Manusia)</strong>, kebebasan pers, kebebasan berkumpul dan berserikat semakin dihargai. Lantas apakah yang melatarbelakangi munculnya gerakan reformasi 1998 tersebut?</p>
<p><strong>Kudatuli</strong></p>
<p align="justify">Salah satu faktor pendorong terjadinya gerakan reformasi 1998 ternyata hanyalah sebuah akumulasi dari rasa muak rakyat akan pengekangan demokrasi yang dilakukan oleh pemerintahan Soeharto. Salah satu bukti yang paling nyata adalah terjadinya peristiwa Kudatuli 1996.</p>
<p align="justify">Kudatuli merupakan kependekan dari kerusuhan dua puluh tujuh Juli. Nama lain dari peristiwa ini adalah peristiwa Sabtu kelabu. Pada saat itu terjadi  peristiwa perebutan kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro No 58 Jakarta. Ditengarai telah terjadi pelanggaran HAM berat di sana.</p>
<p align="justify">Pada saat itu, kantor DPP PDI diduduki oleh massa <strong>PDI (Partai Demokrasi Indonesia)</strong> pendukung <strong>Megawati Soekarnoputri</strong>. Tiba-tiba, ratusan massa yang mengaku berasal dari PDI pimpinan Suryadi (bentukan Soeharto) menyerang kantor tersebut. Dengan batu dan senjata tajam mereka menyerbu dan membantai puluhan kader PDI pro-Mega. Hingga saat ini, jumlah korban tewas, cedera ataupun yang hilang  masih simpang siur.</p>
<p align="justify">Peristiwa berdarah itu benar-benar membuka mata rakyat Indonesia. Simpati kepada Megawati pun mengalir. Sayangnya ketika yang bersangkutan menjabat presiden, para tersangka dan dalang peristiwa Kudatuli tidak juga diseret ke penjara. Bahkan anehnya, Megawati justru mendukung penuh Sutiyoso, salah seorang petinggi militer yang turut andil dalam pembantaian dan penculikan kader-kader PDI saat itu, menjadi Gubernur DKI Jakarta.</p>
<p><strong>Pemilu dagelan 1997</strong></p>
<p align="justify">Setahun setelah peristiwa Kudatuli, Indonesia menggelar pemilihan umumnya. Sayangnya, PDI pimpinan Megawati tidak diperkenankan ikut. Selain itu, dua partai lain yang juga tidak diperkenankan ikut adalah <strong>Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI)</strong>. Alhasil pemilu 1997 hanya diikuti oleh PDI Suryadi, PPP dan tentu saja Golkar.</p>
<p align="justify">Jauh sebelum pencoblosan, seluruh dunia sudah menduga jika lagi-lagi Golkar akan memenangkan pemilu. Golkar memang menjadi salah satu pilar utama penyangga <strong>orde baru</strong>. Partai yang sarat dengan korupsi dan nepotisme itu terlihat makin jumawa. Apalagi Megawati, saingan politik terkuat orde baru, dilarang ikut pemilu.</p>
<p>Tetapi di tengah-tengah masyarakat, muncul rasa muak akan kondisi ini. Seperti diketahui, kemenangan Golkar selalu diwarnai dengan berbagai kecurangan, seperti politik uang, pemaksaan, hingga tindak kekerasan. Pada waktu itu pegawai negeri sipil pasti dipecat jika ketahuan tidak mencoblos Golkar. Sedang yang menjadi simpatisan PDI atau PRD akan disematkan gelar “komunis”. Selain munculnya gerakan golongan putih (golput), sejak saat itu, rakyat mulai berani untuk melakukan demonstrasi, sesuatu yang sangat diharamkan oleh orde baru.</p>
<p><strong>Kenaikan harga BBM</strong><br />
Dari semua faktor di atas, yang dianggap berperan paling besar dalam menyulut gerakan reformasi adalah kenaikan harga BBM. Pada waktu itu, selain BBM, harga sembilan bahan pokok juga melonjak tajam. Di lain pihak, rupiah terus anjlok dan para investor yang dekat dengan Soeharto mulai melarikan hartanya ke Hongkong atau Singapura.</p>
<p align="justify">Di saat yang sama, utang luar negeri Indonesia juga sudah jatuh tempo. Maka lengkaplah sudah keterpurukan ekonomi yang melanda Indonesia saat itu. Sontak rakyat yang menjadi korban.  Seakan terpanggil oleh jeritan hati nurani rakyat, puluhan ribu mahasiswa di berbagai daerah turun ke jalan. Dengan tujuan utama menggulingkan rezim Soeharto, mereka berdemo di bawah hujan peluru dan ancaman tank ABRI.</p>
<p><strong>Heroisme mahasiswa 1998</strong></p>
<p align="justify">Mahasiswa generasi 1998 seolah memiliki satu panggilan yang sama, membela rakyat dan menghentikan rezim yang diktator Soehartoi. Mereka pun melupakan perbedaan kampus maupun organisasi, kemudian menyatu dan menyerukan sebuah perubahan mendasar bagi Indonesia.</p>
<p align="justify">Beberapa kampus yang menjadi pusat pergerakan mahasiswa antara lain Universitas Indonesia, Universitas Kristen Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan tentu saja, Universitas Trisakti. Beberapa organisasi mahasiswa ekstra kampus pun juga tak ketinggalan. Mereka sejenak menyingkirkan perbedaan ideologi untuk  tujuan bersama. Hal ini sungguh sangat menakjubkan. GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) yang nasionalis, HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) yang berazas Islam, dan SMID (Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi) yang sosialis mampu menunjukkan kekompakan yang luar biasa. Bersama dengan organisasi mahasiswa lainnya, mereka berdemo dan mempelopori gerakan reformasi.</p>
<p><strong>Antara hidup dan mati</strong></p>
<p align="justify">Situasi di Jakarta kian mencekam. Pada 12 Mei 1998, terjadi demonstrasi besar-besaran yang dipelopori oleh mahasiswa dari kampus Trisakti. Aparat bersenjata meresponnya dengan tindakan yang kelewat reaksioner. Akhirnya, melalui moncong kamera para wartawan pemberani, bisa terlihat jelas mahasiswa yang bersenjatakan batu dan pengeras suara melawan para aparat militer yang memakai helm, rompi anti peluru, tameng, tongkat besi dan peluru.</p>
<p align="justify">Bentrokan pun tidak terelakkan. Dalam peristiwa tersebut, empat mahasiswa Trisakti tewas tertembak. Publik pun marah. Peristiwa kejam tersebut langsung memantik solidaritas mahasiswa seluruh Indonesia. Sejak saat itu, hampir semua kampus di seluruh Indonesia mengirimkan utusannya untuk ‘menyerbu’ Jakarta.</p>
<p align="justify">Bukannya insaf, pemerintah makin brutal menindas aksi demo tersebut. Tetapi itu sama sekali tidak menyurutkan niat mahasiswa untuk melakukan perubahan. Hampir setiap hari media massa diisi oleh foto para mahasiswa yang tergeletak, tersungkur atau digotong kawannya karena tindakan brutal aparat.</p>
<p align="justify">Makin hari, rakyat pun makin bersimpati. Banyak masyarakat yang membukakan pintu rumahnya untuk menyembunyikan para mahasiswa yang dikejar-kejar oleh aparat. Pedagang pun juga sering memberikan bantuan berupa ‘diskon harga’ makanan dan air mineral. Bahkan tidak sedikit yang memberikannya dengan gratis.</p>
<p><strong>Noda di tengah perjuangan</strong></p>
<p align="justify">Dari serentetan peristiwa yang terjadi selama bulan Mei tersebut, ada satu peristiwa yang terasa sangat janggal, yakni penjarahan dan pemerkosaan terhadap perempuan etnis Tionghoa di Jakarta, Solo dan beberapa kota lainnya. Jelas ini menodai perjuangan reformasi yang digelorakan mahasiswa.</p>
<p align="justify">Peristiwa penjarahan dan pemerkosaan tersebut seolah dibiarkan oleh aparat keamanan. Ada apa ini? Mengapa terhadap mahasiswa yang bersenjatakan pengeras suara dan selebaran, mereka hadapi dengan tank dan peluru, sementara para kriminal bejat itu dibiarkan saja? Mengapa peristiwa pemerkosaan ini terasa begitu sistematis? Mengapa para pemerkosa dan provokator aksi penjarahan ini tampak begitu terlatih, tiba-tiba datang-beraksi-lalu menghilang? Apakah ada sebuah konspirasi maha jahat di balik ini semua?</p>
<p><strong>Akhirnya rezim itu tumbang</strong></p>
<p align="justify">Pada 21 Mei 1998 pukul 09.00 WIB, Soeharto, yang sudah berkuasa di negeri ini selama 32 tahun, akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya selaku Presiden Republik Indonesia. Hal ini langsung disambut sujud syukur dan sorak-sorai rakyat Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Di pihak lain, Golkar dan para petingginya merasakan ketakutan yang luar biasa. Sementara ABRI di bawah komandan tertingginya, Wiranto, menyatakan akan menjamin keselamatan dan kehormatan  sang mantan presiden. Sesuatu yang tidak pernah dilakukan terhadap Soekarno, presiden pertama yang harus hidup dalam tahanan rumah karena ulah licik Soeharto.</p>
<p align="justify">Sejatinya, reformasi Indonesia 1998 adalah akumulasi dari kekecewaan rakyat yang selama puluhan tahun hidup di bawah ancaman moncong senapan. Setelah Soeharto tumbang, kebebasan pers dan HAM ditegakkan. Lantas, dengan cepat kebusukan rezim penuh darah ala Jenderal Soeharto pun terbongkar. Ternyata pembangunan yang selama ini terlihat bersumber dari utang luar negeri.  Di beberapa daerah kaya sumber daya alam, ternyata rakyatnya masih terbelakang, hidup dalam kebodohan dan kemiskinan akut. Pemilu hanya sebuah drama dengan Golkar yang harus menang. Para pengusaha dan kroni-kroni Cendana menikmati berbagai kemudahan dari negara dan korupsi sudah sangat parah.</p>
<p>Berikut adalah beberapa kejahatan yang dilakukan oleh rezim Orde Baru selama berkuasa:</p>
<p>1.Pelanggaran HAM berat di Papua, Aceh, Timor Timur,  Lampung, 2.peristiwa Kudatuli 1996, Tanjung Priok, Bondowoso, Banjarmasin berdarah, dan masih banyak lagi.<br />
3.Penjualan kekayaan negara kepada pihak asing.<br />
Korupsi dan nepotisme, terutama kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia)  yang hingga kini belum terungkap.<br />
4.Melecehkan demokrasi dan kecurangan pemilu.<br />
5.Melakukan kejahatan terhadap  Bung Karno dan menghabisi para pendukung PNI.<br />
6.Mengkhianati agenda reformasi</p>
<p align="justify">Melihat itu semua, maka mahasiswa pun mengajukan tuntutan reformasi yang sangat mendesak dan harus dilakukan. Dua di antaranya adalah: Adili Soeharto dan bubarkan partai Golkar. Tetapi hingga ganti presiden berkali-kali dan bahkan hingga  Soeharto meninggal, semua tuntutan itu seperti menguap ke langit biru.<br />
Justru kini KKN semakin menjadi-jadi dan kemiskinan masih belum bisa teratasi. Lihat saja di televisi, ada banyak pejabat negara, anggota legislatif, menteri, pejabat kepolisian hingga para kepala daerah yang tersandung kasus KKN.</p>
<p align="justify">Ternyata darah dari para pahlawan reformasi belum cukup dihargai oleh para pembesar negeri ini. Lantas bagaimana negeri ini mau menjadi negeri yang terhormat, jika terus-menerus pikun dan tidak mau belajar dari sejarah. Siapapun pemenang pemilu 2014 nanti, beranikah untuk melaksanakan agenda reformasi yang tertunda selama 15 tahun ini? Semoga saja.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/Eb_c4Wz2C1o" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/agenda-reformasi-yang-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/agenda-reformasi-yang-terlupakan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mau Dapat Uang Saat Liburan? Magang Yuk!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/Omy7XCwB_oA/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/mau-dapat-uang-saat-liburan-magang-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 04:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur An-Nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[magang]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatmagang]]></category>
		<category><![CDATA[pengalamanmagang]]></category>
		<category><![CDATA[waktu kosong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11718</guid>
		<description><![CDATA[Perasaan lega menyelimuti sebagian besar siswa di Indonesia karena Ujian Nasional telah mereka lalui. Satu langkah dalam kehidupan mereka telah terlampaui. Musim liburan pun mulai menyapa kita. Sudah siapkah mengisi liburan panjang setelah Ujian Nasional? Bagi kalian yang belum punya ide untuk mengisi liburan, magang adalah salah satu pilihan yang menarik. Magang bisa jadi kegiatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11724" rel="attachment wp-att-11724"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/magang-231x350.jpg" alt="" title="magang" width="231" height="350" class="alignright size-medium wp-image-11724" /></a></p>
<p align="justify">Perasaan lega menyelimuti sebagian besar siswa di Indonesia karena Ujian Nasional telah mereka lalui. Satu langkah dalam kehidupan mereka telah terlampaui. Musim liburan pun mulai menyapa kita. Sudah siapkah mengisi liburan panjang setelah Ujian Nasional? Bagi kalian yang belum punya ide untuk mengisi liburan, magang adalah salah satu pilihan yang menarik. Magang bisa jadi kegiatan bermanfaat untuk mengisi kekosongan waktu dan alternatif untuk menghasilkan uang sendiri. Selain itu, kita bisa menambah pengalaman untuk pekerjaan yang sesungguhnya di masa depan.</p>
<p align="justify">Magang merupakan sarana untuk uji coba diri dalam dunia kerja. Setidaknya, kita bisa tahu apa yang harus diperbaiki sehingga nilai jual kita semakin tinggi. Lalu, dimana kita bisa melamar untuk magang? Bisa di mana saja, entah magang di sebuah perusahaan atau hanya menjadi pekerja paruh waktu di minimarket.  Selain itu, kita bisa mencari tawaran magang secara bebas melalui internet. Meski bayaran yang diterima tidak terlalu tinggi, akan tetapi cukup untuk jadi uang saku selama liburan.</p>
<p><strong>Manfaat yang diperoleh saat magang</strong></p>
<p align="justify">Selain pengalaman, ada banyak manfaat yang bisa kita peroleh saat magang yang tidak bisa ditemukan saat berada di bangku sekolah, antara lain:</p>
<p><strong>Pengalaman bekerja</strong></p>
<p align="justify">Magang bisa menjadi peluang membuka karier dari pengalaman yang telah Anda peroleh saat bekerja. Perlu diingat, jangan lihat berapa besar uang yang diperoleh, tapi lihat pengalaman baru yang akan membuat kemampuan kita semakin bertambah.</p>
<p><strong>Belajar beradaptasi di lingkungan kerja</strong></p>
<p align="justify">Dalam program magang, kita bisa belajar beradaptasi dengan lingkungan kerja, baik bekerja sama satu tim sampai mencari solusi saat ada masalah. Hal ini bisa menjadi bekal berharga Anda saat memulai kerja yang sesungguhnya.</p>
<p><strong>Memperoleh banyak koneksi</strong></p>
<p align="justify">Magang membuat Anda dapat menjalin hubungan dengan berbagai orang penting di lingkungan kerja. Hal tersebut bisa menjadi investasi masa depan karena semakin banyak koneksi dalam membangun karier yang lebih baik.</p>
<p><strong>Mendapat informasi yang berkualitas</strong></p>
<p align="justify">Tidak hanya pengalaman, ada banyak pula informasi yang bisa diperoleh saat magang. Kita bisa mengetahui apakah jenis pekerjaan kita suka atau tidak. Kita juga bisa menggali lebih banyak informasi dari orang-orang yang sudah berpengalaman saat magang.</p>
<p><strong>Pelajaran berharga dalam hidup</strong></p>
<p align="justify">Bukan hanya pengalaman baru, magang juga memberikan pelajaran berharga dalam hidup Anda. Kita bisa melakukan pekerjaan yang berguna bagi diri sendiri serta masa depan.</p>
<p><strong>Hal yang harus diperhatikan saat magang</strong></p>
<p align="justify">Walaupun hanya sebagai pengisi liburan semata, namun ada pula hal yang harus diperhatikan saat magang, yaitu:</p>
<p><strong>Ciptakan prestasi kerja yang memuaskan</strong></p>
<p align="justify">Meski bekerja paruh waktu di bidang yang tidak sesuai latar belakang, bukan berarti Anda tidak bisa mengukir prestasi. Bekerjalah sepenuh hati dan selalu ramah kepada semua orang. Resume baik dari tempat magang bisa menjadi nilai lebih dalam curriculum vitae di masa depan.</p>
<p><strong>Tinggalkan kesan baik di tempat Anda magang</strong></p>
<p align="justify">Menunjukkan antusiasme dan semangat meski di situasi kerja paling buruk sekalipun, tidak hanya akan meningkatkan nilai jualmu di mata atasan, tetapi mungkin juga membuat suasana hatimu lebih ceria dalam bekerja.</p>
<p><strong>Jangan terpaku dengan gaji, cari pengalamannya</strong></p>
<p align="justify">Hanya karena bayaran dari kerja magang tergolong rendah, jangan kehilangan semangat dari nominal uangnya saja. Berpikirlah ke hal yang lebih menguntungkan dari hasil magang seperti pengalaman baru atau rekan baru yang jarang anda temui saat berada di sekolah. Hal itu bisa menjadi motivasi atau semangat untuk bekerja lebih baik lagi.</p>
<p align="justify">Walaupun hanya sebatas kerja sambilan saat liburan, magang bisa jadi kegiatan yang bermanfaat bagi Anda. Seperti yang kita sadari, tidak semua yang dipelajari di bangku sekolah bisa diterapkan langsung di dunia kerja, beberapa hal harus dipelajari langsung di lapangan dan salah satunya melalui magang. Maka dari itu, magang saat liburan bisa memberikan kita banyak ilmu yang berharga ke depannya. Jadi, tertarik untuk mengisi liburan Anda dengan magang?</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/Omy7XCwB_oA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/mau-dapat-uang-saat-liburan-magang-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/mau-dapat-uang-saat-liburan-magang-yuk/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>KENANGAN TIMOR LESTE, 23 TAHUN BERSAMA INDONESIA</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/4PnxZRrDQXM/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/kenangan-timor-leste-23-tahun-bersama-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 12:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Guritno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Restorasi Kemerdekaan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[jajahan Portugis]]></category>
		<category><![CDATA[kitab Negarakertagama]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Timor]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Leste]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11688</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini, tepatnya pada 20 Mei 2013, Timor Leste merayakan Hari Restorasi Kemerdekaan Nasional yang kesebelas. Sebagai sebuah negeri yang bisa dikatakan masih sangat muda, Timor Leste jelas memiliki segudang permasalahan yang harus diselesaikan. Berbagai permasalahan yang melanda Timor Leste, seperti di negeri-negeri lain yang baru merdeka, lebih banyak berkutat dalam hal pembangunan infrastruktur, pengembangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/kenangan-timor-leste-23-tahun-bersama-indonesia/latitudes_nu/" rel="attachment wp-att-11689"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/latitudes_nu.jpg" alt="" title="latitudes_nu" width="268" height="188" class="aligncenter size-full wp-image-11689" /></a></p>
<p align="justify">Tahun ini, tepatnya pada 20 Mei 2013, Timor Leste merayakan Hari Restorasi Kemerdekaan Nasional yang kesebelas. Sebagai sebuah negeri yang bisa dikatakan masih sangat muda, Timor Leste jelas memiliki segudang permasalahan yang harus diselesaikan. </p>
<p align="justify">Berbagai permasalahan yang melanda Timor Leste, seperti di negeri-negeri lain yang baru merdeka, lebih banyak berkutat dalam hal pembangunan infrastruktur, pengembangan pendidikan dan penegakan hukum. Tetapi ada satu permasalahan unik yang melanda negeri yang kaya minyak mentah ini, yakni rekonsiliasi antara pemerintah dan warga Timor Leste dengan para mantan anggota milisi pro-Indonesia dan warga Timor Leste yang memilih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).</p>
<p align="justify">Seperti apakah wajah Timor Leste kini? Apakah negeri bekas jajahan Portugis ini sudah semakin mantap menatap masa depan sebagai sebuah negeri yang merdeka, mandiri dan berdaulat? Atau adakah semacam kerinduan dan kenangan yang muncul ketika menatap Indonesia, negara yang pernah merangkulnya selama kurang lebih dua puluh tiga tahun? Inilah secuil kisah mengenai Timor Leste, sebuah negeri mungil yang mencoba merangkak dari keterpurukan.</p>
<p><strong>Berbagi tanah air</strong></p>
<p align="justify">Secara geografis, Timor Leste terletak di sebelah Timur pulau Timor. Pulau Timor sendiri terbagi menjadi dua, yakni Timor Barat (Timor Indonesia), atau yang kini disebut provinsi Nusa Tenggara Timur di bagian barat, dan Timor Leste di sebelah Timur. Wilayah Timor Leste  berbatasan dengan Indonesia di sebelah barat, utara dan timur, sedang di sebelah selatan berbatasan dengan Australia.</p>
<p align="justify">Mengingat wilayahnya yang terkepung oleh Indonesia, maka jangan heran jika kebanyakan penduduk Timor Leste juga mengandalkan distribusi barang dari Indonesia, terutama bahan makanan, kendaraan bermotor dan pakaian. Selain itu, tidak sedikit pula jumlah penduduk Timor Leste yang mencari mata pencaharian atau menempuh pendidikan di Indonesia.</p>
<p align="justify">Penduduk asli Timor Leste adalah orang Timor. Mereka berkerabat sangat erat dengan penduduk di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bahkan bisa dikatakan bahwa satu-satunya yang membedakan orang Timor Leste dan penduduk NTT hanyalah status kewarganegaraan.</p>
<p><strong>Ditelantarkan Portugis, dianaktirikan Indonesia</strong></p>
<p align="justify">Nama Timor ternyata sudah tercatat dalam berbagai literasi sejarah. Dalam kitab Negarakertagama, nama Timor beberapa kali disebut sebagai sebuah wilayah seberang lautan dari kerajaan Hindu Kediri dan Majapahit. Sedangkan dari berbagai kitab sejarah Cina, nama Timor sangat popular karena memiliki berbagai komoditi menarik, terutama kayu cendana. Hingga saat ini, provinsi NTT masih dikenal sebagai wilayah penghasil kayu cendana.</p>
<p align="justify">Jauh sebelum masuk menjadi provinsi ke-27 Indonesia, tanah Timor sudah berada dalam cengkeraman dua bangsa asal Eropa, Portugis dan Belanda. Kedua bangsa kulit putih tersebut memang terkenal sebagai bangsa yang haus tanah jajahan, selain juga sebagai bangsa pelaut dan pedagang ulung.</p>
<p align="justify">Bangsa Portugis lebih dulu datang dan menguasai tanah Timor. Kedatangan bangsa Portugis dipercaya terjadi pada awal abad 16 sesudah masehi. Bangsa yang berasal dari Eropa Selatan ini bahkan juga sempat menegakkan kekuasaannya mulai dari Pulau Sumbawa hingga Sulawesi Tenggara.</p>
<p align="justify">Untuk beberapa waktu, Portugis bisa dengan tenang menjajah tanah Timor. Tetapi kemudian, bangsa Portugis mulai mendapat saingan baru sesama bangsa Eropa, orang Belanda. Pertempuran pun tidak terelakkan. Sudah sejak lama Belanda mengincar Timor dan sekitarnya, tetapi perlawanan sengit dari Portugis, membuat Belanda harus bekerja ekstra keras mewujudkan keinginannya.</p>
<p align="justify">Portugis yang pada saat itu sudah kehilangan banyak wilayah jajahannya karena diserobot Belanda, juga tidak mau begitu saja menyerahkan tanah Timor. Pertempuran panjang dan melelahkan itu sendiri berakhir pada tahun 1859, ketika kedua bangsa kolonialis itu menandatangani Perjanjian Lisabon.</p>
<p align="justify">Isi dari perjanjian tersebut adalah penghentian perang dan pembagian pulau Timor menjadi dua, wilayah Timor bagian barat untuk Belanda (Timor Belanda) dan wilayah bagian timur dikuasai oleh Portugis, atau Timor Portugis.</p>
<p align="justify">Selama dalam penjajahan Portugis, rakyat Timor Leste hidup dalam penderitaan. Orang Portugis memang terkenal sangat kejam dan bengis. Bagi Portugis, kesejahteraan rakyat di wilayah jajahan adalah nomor sekian. Maka jangan kaget jika perkembangan politik dan budaya di Timor Leste benar-benar sangat dipengaruhi oleh Portugis.</p>
<p align="justify">Portugis juga tidak segan-segan menghabisi para pemberontak yang melawan kekuasaannya. Sedangkan tanah Timor terus diisap kekayaannya, penduduk dibiarkan menderita. Pembangunan berjalan lambat, kesehatan dan pendidikan terbengkalai serta kemakmuran rakyat tidak pernah masuk agenda.</p>
<p align="justify">Perkembangan pendidikan yang lambat membuat penduduk di Timor Leste terus hidup dalam kemelaratan dan kebodohan. Ketika Indonesia merdeka tahun 1945, Portugis masih berusaha mencengkeram Timor Leste dengan begitu hebatnya.</p>
<p><strong>Aneksasi oleh Soeharto</strong></p>
<p align="justify">Pada tahun 1975, terjadi revolusi anyelir di Portugis. Revolusi yang digagas oleh para tentara dan aktivis komunis itu berhasil menumbangkan rezim Estado Nuedo yang sudah berkuasa sangat lama di Portugis. Akibat dari revolusi tersebut, Portugis kemudian memutuskan untuk memberikan kemerdekaan kepada para jajahannya. Pada saat itu, jajahan Portugis terbentang di tiga benua, mulai dari Brazil di Amerika, Mozambique, Angola dan Tanjung Verde di Afrika, serta Macau dan Timor Portugis di Asia.</p>
<p><strong>Menuju kemerdekaan</strong></p>
<p align="justify">Sebelum memberikan kemerdekaan sepenuhnya, Portugis memberikan kebebasan bagi warga Timor Leste untuk membentuk partai politik. Ada tiga partai terkuat di Timor Leste, yakni FRETELIN yang Komunis, UDT yang demokratik dan APODATI yang disinyalir dibentuk oleh intelijen Indonesia semasa orde baru.</p>
<p align="justify">Tiga kekuatan politik tersebut benar-benar saling bersaing menjadi penguasa Timor Leste pasca kepergian Portugis. Timor Leste sendiri memproklamasikan kemerdekaan pada 28 November 1975. Tetapi kemudian pada 1976, Tentara Nasional Indonesia atas komando diktator Soeharto menyerbu dan merampas kemerdekaan bangsa Timor.</p>
<p align="justify">Secara senjata, taktik dan pasukan, TNI tidak menemui kesulitan berarti untuk menguasai Timor Leste yang kemudian menjadi provinsi ke-27 dengan nama Timor Timur. Tetapi kesulitan baru dialami TNI justru ketika Timor Leste sudah berhasil dikuasai. Para pejuang FRETELIN yang lari ke gunung-gunung ternyata tidak menyerah. Mereka secara rutin menyerang pos-pos TNI di seluruh Timor Leste. Oleh Soeharto, para gerilyawan FRETELIN ini disebut sebagai gerakan pengacau keamanan, tetapi kini, warga Timor Leste menyebut mereka sebagai pahlawan pemberani pejuang kemerdekaan.</p>
<p align="justify">Sebenarnya begitu bergabung dalam NKRI, keadaan Timor Leste bertambah baik. Ekonomi rakyat mulai bergerak, pendidikan mulai ditingkatkan dan kehidupan rakyat mulai membaik. Tetapi jika dibandingkan dengan wilayah lain, terutama Jawa, Timor Timur masih sangat jauh tertinggal. Selain itu, tidak sedikit warga Timor Timur yang menganggap orang Indonesia sebagai penjajah. Banyak juga warga Timor Timur yang ternyata bersimpati dengan para pemberontak FRETELIN, itulah mengapa hingga dua puluh tiga tahun berada dalam naungan NKRI, TNI tetap gagal menghancurkan FRETELIN. Hal ini mirip dengan keadaan Indonesia waktu dijajah Belanda.</p>
<p align="justify">Pada tahun 1999, ketika krisis melanda Indonesia, Timor Timur langsung bergejolak. Kerusuhan yang kemudian berkembang menjadi perang saudara membuat Timor Timur larut dalam kekacauan.<br />
Sayangnya, lebih sering terjadi, dua pihak yang berseteru di Timor-Timur adalah sesama warga Timor, baik mereka yang mendukung FRETELIN maupun para warga Timor yang menjadi simpatisan Indonesia. Dua di antaranya adalah Enricco Gueterez dan Hercules Marshall.</p>
<p align="justify">Ketika rakyat Timor Timur memutuskan untuk berpisah dari Indonesia melalui referendum 1999, TNI meninggalkan dua kelompok tersebut untuk saling bantai. Ketakutan kubu pro Indonesia bahwa mereka pasti akan dibunuh oleh para pendukung kemerdekaan Timor Leste, membuat mereka berpikir tidak ada cara lain, selain bertempur habis-habisan. Di tengah pertempuran, ternyata ada pasukan misterius yang membakar bangunan dan fasilitas yang selama ini dibangun oleh pemerintah Indonesia. Media asing menganggap bahwa ini ulah TNI, khususnya dari divisi Kopassus dan Kostrad. Hal inilah yang  membuat kebencian orang Timor Leste makin memuncak.</p>
<p align="justify">Keadaan baru membaik ketika PBB dan tentara asing turun tangan. Kini Timor Leste pun berganti tuan. PBB mengontrol hampir semua bidang di negara itu. Baru pada 20 Mei 2002, negeri Xanana Gusmao itu diakui kemerdekaannya. Hubungan Timor Leste dengan Indonesia sering mengalami pasang surut. Banyak orang Timor Leste menilai, Indonesia telah menghancurkan sendiri apa yang telah mereka bangun selama 23 tahun. Bahkan mereka menganggap Indonesia juga turut menghancurkan apa yang tidak mereka bangun. Selama operasi Seroja (operasi perebutan Timor Leste oleh orde baru), ada ribuan putra bangsa yang tewas. Begitu pula ada puluhan ribu tentara dan warga Timor Leste yang gugur karena mempertahankan kemerdekaannya dari ancaman TNI.</p>
<p align="justify">Tragedi menyedihkan yang mungkin masih membekas dalam luka-luka sejarah antar-kedua negara sebenarnya tidak perlu terjadi, jika pemerintah Orde Baru tidak terlalu arogan. Tidak seperti kasus Papua dan Aceh, di mana hampir seluruh negara di dunia mengakui kedua wilayah tersebut adalah bagian dari NKRI, kemerdekaan Timor Leste justru mendapat dukungan dari mayoritas negara di dunia. Mereka bersimpati terhadap negeri mungil yang kemerdekaannya dirampas oleh tetangganya sendiri.</p>
<p><strong>Menatap masa depan</strong></p>
<p align="justify">Kini Timor Leste mulai melesat menjadi negara berkembang yang terus bergeliat. Roda ekonomi semakin bertumbuh dan kesejahteraan rakyat makin meningkat. Hebatnya, negeri mungil ini berani menendang Australia untuk keluar dari proyek pengelolaan minyak di celah Timor. Suatu hal yang tidak pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia, yang justru makin mesra dengan para ekspolitator asing.</p>
<p align="justify">Tidak dapat dipungkiri, untuk beberapa hal, ada semacam kebencian yang dalam di hati rakyat Timor terhadap Indonesia. Tetapi, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Timor Timur juga sangat tergantung kepada Indonesia. Adalah hal yang baik, jika Timor Leste mulai melupakan luka-luka sejarah di masa lampau, dan menjadi bangsa yang benar-benar merdeka. Termasuk merdeka dari kebencian dan phobia terhadap Indonesia, tetangga dan saudara tuanya.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/4PnxZRrDQXM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/kenangan-timor-leste-23-tahun-bersama-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/kenangan-timor-leste-23-tahun-bersama-indonesia/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>TAN MALAKA, PAHLAWAN YANG DIHILANGKAN DARI BUKU SEJARAH</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/w7uZFeF0vfE/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/tan-malaka-pahlawan-yang-dihilangkan-dari-buku-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 08:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Guritno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Legend]]></category>
		<category><![CDATA[anti-imperialisme]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kebangkitan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kweekschool]]></category>
		<category><![CDATA[madilog]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan kemerdekaan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Komunis Indonesia (PKI)]]></category>
		<category><![CDATA[revolusioner]]></category>
		<category><![CDATA[si pacar merah]]></category>
		<category><![CDATA[STOVIA]]></category>
		<category><![CDATA[tan malaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11683</guid>
		<description><![CDATA[Setiap 20 Mei, bangsa ini memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Di setiap tanggal itu, tokoh seperti dr. Sutomo, dr. Wahidin Sudirohusodo, dan para tokoh pergerakan organisasi Budi Utomo diulas kembali. Budi Utomo adalah organisasi pergerakan bersifat nasional yang pertama berdiri di Indonesia, walau pada tahun-tahun awal pendiriannya nuansa Java-sentris masih sangat kental terlihat. Budi Utomo dianggap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11684" rel="attachment wp-att-11684"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/salmande_net.jpg" alt="" title="salmande_net" width="253" height="199" class="alignleft size-full wp-image-11684" /></a></p>
<p align="justify">Setiap 20 Mei, bangsa ini memperingati <strong>Hari Kebangkitan Nasional</strong>. Di setiap tanggal itu, tokoh seperti dr. Sutomo, dr. Wahidin Sudirohusodo, dan para tokoh pergerakan organisasi <strong>Budi Utomo</strong> diulas kembali. Budi Utomo adalah organisasi pergerakan bersifat nasional yang pertama berdiri di Indonesia, walau pada tahun-tahun awal pendiriannya nuansa Java-sentris masih sangat kental terlihat.</p>
<p align="justify">Budi Utomo dianggap sebagai pelopor bagi era baru pergerakan perjuangan rakyat, dari yang awalnya sporadis, bersifat kedaerahan dan mengandalkan aksi militer menjadi lebih terorganisir, bersifat nasional dan mulai menggunakan pendidikan serta diplomasi. Dengan alasan tersebut, Budi Utomo dianggap sebagai pembawa angin perubahan dan penyebar benih kesadaran nasional bagi bangsa ini.</p>
<p align="justify">Tokoh utama di balik pembentukan Budi Utomo adalah dr. Sutomo dan para mahasiswa kedokteran asal kampus <strong>STOVIA</strong>. Setelah Budi Utomo berdiri, dalam waktu yang tidak terlalu lama, berdirilah lusinan organisasi bersifat nasional lain yang turut berjuang memancarkan cahaya pencerahan bagi rakyat untuk menuntut kemerdekaannya.</p>
<p align="justify">Tokoh lain yang sering dikaitkan dengan Hari Kebangkitan Nasional adalah <strong>Bung Karno, Bung Hatta, Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara</strong>. Bung Karno adalah pendiri sekaligus ketua Partai Nasional Indonesia. Partai beraliran nasionalis marhaenis itu sejak awal memang didirikan untuk menghimpun kekuatan politik guna  mencapai Indonesia merdeka.</p>
<p align="justify">Sedang Bung Hatta adalah tokoh Perhimpunan Indonesia, sebuah perkumpulan para pelajar Indonesia yang belajar di Eropa. Dengan kegigihan serta keberaniannya, ia turut menyemaikan rasa nasionalisme di kalangan rakyat. Jika Bung Karno dan Bung Hatta lebih terkenal sebagai sosok politikus, maka Ki Hajar Dewantara lebih dikenal karena perjuangannya di bidang pendidikan. Pendiri perguruan Taman Siswa ini menumbuhkan rasa kebangsaan dan kesadaran nasional melalui lembaga pendidikannya. Dari semua tokoh tersebut, yang unik adalah Douwes Dekker. Sinyo Belanda ini memang terlahir sebagai seorang Belanda, tetapi jiwanya seratus persen Indonesia. Wartawan dan tokoh politik kawakan ini sempat membuat pemerintah Kolonial kebakaran jenggot lewat tulisannya yang berjudul “<strong>Bagaimana cara yang paling cepat agar Belanda segera kehilangan tanah jajahannya</strong>”.</p>
<p align="justify">Tetapi sebenarnya, ada satu tokoh lagi yang sangat layak disandingkan dengan nama-nama besar di atas. Sayangnya, karena kepentingan politik, nama tokoh ini bahkan hampir tidak pernah disebutkan dalam teks-teks pelajaran sejarah di sekolah. Tokoh ini tidak lain adalah <strong>Tan Malaka, si pacar merah</strong>.</p>
<p><strong>Nasionalis tulen</strong></p>
<p align="justify">Membaca kisah Tan Malaka sebenarnya lebih mirip membaca sosok petualang ala Indiana Jones. Sosok yang misterius dan memiliki lusinan nama samaran ini adalah salah satu buron nomor satu pemerintah Belanda. Ia telah berpetualang ke berbagai tempat, mulai dari Moskow di Rusia hingga Banten. Di berbagai tempat, hanya satu pemikirannya, menyemaikan benih perjuangan kepada bangsanya.</p>
<p align="justify">Lantas siapakah sosok yang dalam kisah novel dijuluki sebagai pacar merah ini? Tan Malaka sendiri lahir di Suliki, Sumatera Barat pada 2 Juni 1897. Ia lahir dengan nama Sultan Ibrahim. Sejak muda sosok Tan Malaka memang dikenal sangat cerdas, berani dan berjiwa petualang. Ia tidak hanya dikenal sebagai tokoh politik, tetapi juga sebagai pendidik yang <strong>revolusioner</strong>, ahli strategi gerilya, ekonom yang visoner dan penulis yang produktif.</p>
<p align="justify">Tan Malaka adalah anak dari pasangan Rasad Chaniago dan Sinah Simabur. Ia menghabiskan masa kecilnya di lingkungan Islam Minangkabau yang kuat. Ia kemudian melanjutkan sekolahnya di Kweekschool Bukittinggi (sekolah guru). Ia juga sempat mengenyam pendidikan di Belanda, tepatnya di Rijks Kweekschool di kota Harleem. Sesudah tamat, Tan Malaka kembali ke tanah air dan mengajar di daerah Deli, Sumatera Utara.</p>
<p align="justify">Tempat di mana Tan Malaka mengajar sangat dekat dengan wilayah perkebunan yang dikelola Belanda. Pada saat itulah ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana menderitanya para petani yang ditindas oleh tuan tanah dan para pengawas perkebunan milik kompeni tersebut. Dari situ, semangat juangnya terpanggil. Ia kemudian memutuskan untuk memulai aksi perjuangannya melawan kolonialis Belanda yang sudah menimbulkan penderitaan bagi rakyat.</p>
<p align="justify">Pada tahun 1921 ia pergi ke Semarang dan bertemu dengan para anggota Sarekat Islam faksi komunis. Sarekat Islam faksi komunis inilah yang kemudian berubah nama menjadi <strong>Partai Komunis Indonesia (PKI)</strong>. Kedekatannya dengan tokoh PKI membuat gerak-geriknya masuk daftar pengawasan Belanda. Maklum, PKI pada saat itu adalah organisasi yang paling keras melawan Belanda.</p>
<p align="justify">Di PKI, karirnya meningkat dengan pesat. Kemampuan orasi dan pemahaman Tan Malaka yang luas di berbagai bidang membuatnya tidak kesulitan untuk meraih banyak simpati atau pengikut. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan, di antaranya pemogokan buruh kereta api, pendirian berbagai kursus kepemudaan dan rapat-rapat umum. Tapi sayangnya, pada Januari 1922,  ia kemudian ditangkap oleh Belanda dan dibuang ke Kupang. Dua bulan kemudian ia dibebaskan tetapi diusir dari Indonesia.</p>
<p align="justify">Sejak saat itu petualangannya dimulai. Pertama-tama ia pergi ke Berlin, Jerman. Di sana ia berusaha menjalin komunikasi dengan para tokoh anti-imperialisme dari banyak negara. Kemudian ia diterima bekerja di Komintern, sebuah federasi partai-partai komunis sedunia yang pada waktu itu berada di bawah kendali Joseph Stalin, pemimpin tertinggi Uni Soviet.</p>
<p align="justify">Sayangnya, banyak petinggi Komintern yang kemudian memusuhinya.  Ini karena perbedaan pandangan antara Tan Malaka dan para petinggi Komintern lain. Mayoritas tokoh Komintern menilai gerakan Islam sebagai penghalang dan juga sisa-sisa feodalisme yang harus dibasmi, sedang Tan Malaka sangat tidak setuju. Ia bahkan menilai gerakan Islam sebagai kawan seperjuangan untuk memusnahkan kapitalisme dan kolonialisme. Atas perbedaan itulah ia kemudian dipecat dari Komintern.</p>
<p align="justify">Selanjutnya ia menjadi buronan, tidak hanya oleh para polisi Belanda, tetapi juga kaki tangan Komintern. Tan kemudian berpindah dari satu negeri ke negeri lain dengan lusinan nama samaran. Ia pernah menjadi pengajar di Shanghai, Cina. kemudian menjadi pengawas sekolah di Singapura. Ia juga turut andil dalam mendirikan partai komunis Filipina. Hampir setiap hari ia hidup dalam bayang-bayang penangkapan. Tetapi karena Tan Malaka seorang yang cerdas dan berani, Ia selalu dapat meloloskan diri.</p>
<p align="justify">Setelah dua puluh tahun berkelana (menurut kisahnya dalam pendahuluan di buku berjudul Madilog), ia kembali ke Indonesia. Di sini, ia kemudian mengorganisir para pejuang serta memberikan berbagai taktik dan strategi politik yang berguna untuk mengenyahkan Belanda dari bumi pertiwi.</p>
<p><strong>Penulis yang produktif</strong></p>
<p align="justify">Walau hidup dalam pelarian, ternyata di benak Tan Malaka selalu teringat nasib bangsanya. Itu dibuktikannya melalui berbagai buku yang ia tulis. Buku-bukunya sangat berkelas dan tak lekang oleh waktu. Semua karya tulisnya menyiratkan bahwa selain sebagai seorang nasionalis tulen, ia adalah seorang penulis produktif.</p>
<p align="justify">Banyak dari karyanya kini diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan dibaca  beragam kalangan, mulai dari para sarjana asing hingga aktivis kampus. Karya-karya besar dari putra Minang ini antara lain: <strong>Menuju Indonesia Merdeka (Naar de Republiek Indonesia), Aksi Massa, Semangat Muda dan yang paling fenomenal, Madilog (Materia-Dialektika-Logika)</strong>.</p>
<p><strong>Madilog yang fenomenal</strong></p>
<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11685" rel="attachment wp-att-11685"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/ibaratskata66_blogspot.jpg" alt="" title="ibaratskata66_blogspot" width="262" height="300" class="alignright size-full wp-image-11685" /></a></p>
<p align="justify">Madilog adalah karya Tan Malaka yang paling terkenal. Di dalamnya, Tan Malaka memberikan warisannya yang paling berharga bagi rakyat Indonesia, yakni cara berpikir yang logis dan mengenyahkan cara berpikir yang berdasarkan takhayul belaka. Madilog pun dicetak dalam berbagai bahasa di dunia dan dipajang di berbagai toko buku besar maupun perpustakaan megah di seluruh dunia, walau di Indonesia hanya membusuk di koridor usang di lapak penjual buku bekas.</p>
<p><strong>Pahlawan tanpa gelar</strong></p>
<p align="justify">Tidak dapat dipungkiri bahwa Tan Malaka memiliki kedekatan dengan komunisme, walau begitu banyak pula yang meyakini ia hanya seorang muslim taat yang bersimpati dengan ajaran komunis, tanpa menjadi komunis. Bahkan kabarnya, ketika terjadi pemberontakan komunis di Madiun pada tahun 1948, Tan Malaka yang saat itu berada di penjara, sengaja dikeluarkan untuk menghadapi pasukan PKI pimpinan Musso.</p>
<p align="justify">Jika ditilik, sudah banyak jasa yang diberikan oleh Tan Malaka bagi republik ini. Ia sering tampil di barisan paling depan dalam berbagai aksi rakyat. Ia juga turut menyemaikan kesadaran nasional yang kemudian membuahkan kebangkitan semangat perjuangan rakyat Indonesia. Mantan guru ini juga adalah idola bagi banyak tokoh bangsa saat itu, termasuk Bung Karno.</p>
<p align="justify">Tan Malaka sendiri kemudian hilang tak tentu rimbanya. Menurut Pozie, salah satu ahli sejarah asal Belanda, Tan Malaka dan pasukannya dieksekusi mati oleh sepasukan tentara di bawah komando Letda Soekotjo pada 21 Februari 1949 di Kediri. Hanya tanah dan langit yang berkabung atas tewasnya salah seorang bapak bangsa tersebut.</p>
<p align="justify">Menurut Keputusan Presiden No 53 Tahun 1969, Tan Malaka ditetapkan oleh Bung Karno sebagai salah satu pahlawan kemerdekaan nasional. Tetapi di era Soeharto, namanya dikubur dalam-dalam, bahkan Madilog serta karya-karyanya yang lain dibakar oleh kaki tangan orde baru. Orde baru memang sangat alergi terhadap segala hal yang berkaitan dengan komunisme. Itulah akhir nasib Tan Malaka, pembangkit nasionalisme, yang kemudian terhapus jejaknya di buku sejarah bangsanya sendiri, bangsa yang ia perjuangkan untuk merdeka. <em>God bless you</em>, Tan.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/w7uZFeF0vfE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/tan-malaka-pahlawan-yang-dihilangkan-dari-buku-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/tan-malaka-pahlawan-yang-dihilangkan-dari-buku-sejarah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Film “Temani Aku Bunda”, Bukti Kecurangan UN</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/6sSrf8hL7Kk/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/film-temani-aku-bunda-bukti-kecurangan-un/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 04:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novita Kusumaningrum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film & Documentary]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11704</guid>
		<description><![CDATA[Ujian Nasional (UN) selain menjadi momok bagi siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), juga menyimpan berjuta persoalan. Guru dan siswa terfokus untuk berorientasi pada hasil UN dan melupakan tujuan utama dari pendidikan itu sendiri. Mengingat kembali peristiwa pengakuan jujur seorang siswa di Jakarta pada 2011 lalu, yang menceritakan tentang arahan guru agar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/memperjuangkan-nilai-kejujuran-di-dunia-pendidikan-nasional-yang-lebay/103_0795/" rel="attachment wp-att-11665"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/103_0795-300x225.jpg" alt="" title="mjeducation.co" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-11665" /></a></p>
<p align="justify"><strong>Ujian Nasional (UN)</strong> selain menjadi momok bagi siswa Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), juga menyimpan berjuta persoalan. Guru dan siswa terfokus untuk berorientasi pada hasil UN dan melupakan tujuan utama dari pendidikan itu sendiri. Mengingat kembali peristiwa pengakuan jujur seorang siswa di Jakarta pada 2011 lalu, yang menceritakan tentang arahan guru agar para siswa bertindak curang dalam pelaksanaan UN, sepertinya membuktikan bahwa kini Indonesia semakin kehilangan arah pendidikan.</p>
<p align="justify">Berawal dari keprihatinan inilah <strong>Yayasan Kampung Halaman Yogyakarta </strong>menggelar pemutaran film “<strong>Temani Aku Bunda</strong>”. Film ini merupakan hasil karya Yayasan Kampung Halaman yang memiliki perhatian khusus pada remaja. Pemutaran film berlangsung di Ruang Driyarkara lantai 4, Kampus Realino, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, pada Kamis (16/5/2013) mulai pukul 14.00 – 16.00 WIB. Hadir dalam acara tersebut guru dan penulis buku “<strong>Guru Gokil Murid Unyu</strong>”, J. Sumardianta, dan Kepala Laboratorium Dinamika Edukasi Dasar Yogyakarta, Prasena Nawak Santi, SSi.Mpd. Keduanya membagikan pengalaman mereka selama menjadi orang tua sekaligus pengajar.</p>
<p align="justify">Film berdurasi 84 menit itu, menceritakan mengenai kisah <strong>Muhammad Abrary Pulungan</strong> atau Abrar yang diminta berbuat curang saat UN 2011 di SD Negeri 06 Petang, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Karena merasa perbuatan itu tidak benar, maka Abrar mengungkapkan hal tersebut kepada orang tuanya. Namun tidak disangka, kejujurannya itu malah membuat dia diasingkan di sekolah. Ibu Abrar, Winda Irma Lubis, meminta guru dan kepala sekolah terkait untuk meminta maaf di depan publik agar kasus kecurangan itu tidak terjadi kembali. Namun upaya itu tidak berhasil dan keluarga Winda pun menempuh jalur hukum untuk kasus ini. Kasus kecurangan UN yang terjadi pada Mei 2011 silam, belum selesai hingga video tersebut diproduksi pada Maret 2012.</p>
<p align="justify">Melalui <em>release</em>nya, Yayasan Kampung Halaman menyebutkan bahwa film yang disutradarai Winda Irma Lubis dan Tedika Puri Amanda ini dibuat selama lebih dari satu tahun untuk merefleksikan suara anak yang perlu didengarkan, lemahnya guru dalam proses pendidikan, perlunya peran aktif orang tua dalam proses belajar anaknya di sekolah. <em>Release</em> tersebut juga memuat dukungan kejujuran pada semua pihak untuk Indonesia yang lebih baik. Yayasan tersebut juga mengajak orang tua, guru, pemerhati anak dan pendidikan untuk merefleksi apakah sudah mendidik anak dengan kejujuran.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/memperjuangkan-nilai-kejujuran-di-dunia-pendidikan-nasional-yang-lebay/103_0800/" rel="attachment wp-att-11666"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/103_0800-300x225.jpg" alt="" title="mjeducation.co" width="300" height="225" class="alignright size-medium wp-image-11666" /></a></p>
<p><strong>Pendidikan di Indonesia dan Peran Guru</strong></p>
<p align="justify">Dalam kesempatan itu, penulis buku “Guru Gokil Murid Unyu” yang juga seorang guru Sosiologi <strong>SMA Kolesse De Britto Yogyakarta</strong>, J. Sumardianta berbagi pengalamannya. Ia mengatakan, pendidikan hendaknya dimulai dari pengalaman. Sementara, saat ini kurikulum yang ada di Indonesia membuat semua pihak menjadi tegang karena kelulusan setiap jenjang pendidikan ditentukan oleh Ujian Nasional yang berlangsung hanya beberapa hari saja.</p>
<p align="justify">“Apapun namanya, baik Kurikulum 2004, Kurikulum 2006 atau Kurikulum 2013 bagi saya semua itu kurikulum berbasis ketegangan. Sebab semua jenis kurikulum itu mengakibatkan ketegangan semua pihak. Bagaimana tidak tegang jika SD masa studi selama 6 tahun, SMP dan SMA masing-masing selama 3 tahun, ditetapkan oleh <strong>Kemendiknas</strong> (Kementerian Pendidikan Nasional, red) kelulusannya hanya ditentukan oleh beberapa hari saja melalui pelaksanaan UN,” ujarnya.</p>
<p align="justify">Sumardianta menyebutkan, hal kedua yang membuat tegang yakni <strong>Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas)</strong> yang menyebutkan bahwa evaluasi pendidikan dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan diubah menjadi kewenangan negara. Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 yang kemudian direvisi menjadi PP No 33 Tahun 2013 tentang <strong>Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)</strong>.</p>
<p align="justify">“Disayangkan bahwa sebenarnya yang mengetahui mengenai kemampuan siswa dan perkembangan mereka adalah pendidik di masing-masing satuan pendidikan. Namun saat ini pemerintah mengambil alih evaluasi pendidikan secara nasional dan menjadikan itu sebagai syarat kelulusan. Terlebih lagi saat ini pelaksanaan UN terjadi kekacauan di sana-sini,” imbuhnya lagi.</p>
<p align="justify">Ia juga menyoroti pendidik yang seharusnya menjadi tauladan, kini tidak berfungsi. Para pejabat kementerian banyak yang menjadi pelaku korupsi. Bahkan institusi pendidikan banyak berlomba-lomba untuk mencari keuntungan. Selain itu fungsi guru sebagai motivator bagi peserta didik disalahartikan menjadi “penjegal” perkembangan mereka. Diprediksi hal ini masih akan terus berlangsung karena masih banyak pihak yang memburu keuntungan materi melalui pendidikan. Indonesia perlu mengajarkan kejujuran dan memangkas kesempatan untuk berbuat curang.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/memperjuangkan-nilai-kejujuran-di-dunia-pendidikan-nasional-yang-lebay/103_0803/" rel="attachment wp-att-11667"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/103_0803-300x225.jpg" alt="" title="mjeducation.co" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-11667" /></a></p>
<p align="justify">“Saya kalau mengajar tidak memberi kesempatan kepada siswa berbuat curang. Pertama saya minta mereka untuk membaca buku kemudian diberi waktu beberapa saat, setelah itu saya lakukan ujian dengan wawancara mengenai isi buku tersebut. Jika ada ujian tertulis saya biarkan soal dan lembar jawaban itu terbuka tidak perlu ditutup pada saat dibagikan. Biarkan mereka menumbuhkan rasa jujur dalam diri mereka sendiri. Selain itu, sebagai pengajar kita memiliki 2 telinga dan 1 mulut, oleh karenanya kita perlu lebih banyak mendengar daripada berbicara,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak</strong></p>
<p align="justify">Sementara itu, turut hadir sebagai pemateri Kepala Bagian Laboratorium <strong>Dinamika Edukasi Dasar (DED)</strong> Yogyakarta, Prasena Nawak Susanti, SSi.Mpd. Ia memaparkan mengenai peran orang tua dalam mendidik anak. Ia menyebutkan, terkadang orang tua dan guru tidak sabar menyertai proses belajar anak. Hal ini seperti yang terjadi pada Abrar yang termuat dalam film di atas, di mana guru berdalih ingin membantu siswa agar tidak terpuruk nilainya sehingga menyarankan mereka untuk berbuat curang.</p>
<p align="justify">“Analoginya seperti seorang yang melihat kupu-kupu yang hendak keluar dari kepompong dan ia merasa kasihan. Kemudian kulit kepompong itu digunting agar kupu-kupu bisa keluar dengan mudah. Namun apa yang terjadi, si kupu-kupu tidak dapat terbang karena badannya terlalu besar dan berat sehingga tidak seimbang dengan bentangan sayapnya. Kalau dia melalui proses ini dengan benar, mestinya ketika dia keluar dia akan melatih otot-ototnya untuk merobek kepompongnya dan menghabiskan sebagian besar cairan tubuhnya, kemudian ototnya kuat, cukup ringan dan bisa terbang. Ini yang sering kita lakukan sebagai orang tua terhadap anak-anak, kita berusaha membantu tetapi tidak tepat,” tegasnya.</p>
<p align="justify">Terkait UN ia berpendapat, perlu ditanamkan kepada anak-anak bahwa UN bukan segalanya dan perlu bersabar dengan prosesnya. Begitu juga pada orang tua agar tidak menyingkirkan rintangan yang seharusnya dilewati oleh anak-anak. Sebab melalui rintangan itu, mereka belajar dan mendapatkan ilmu berharga.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/memperjuangkan-nilai-kejujuran-di-dunia-pendidikan-nasional-yang-lebay/103_0793/" rel="attachment wp-att-11664"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/103_0793-300x225.jpg" alt="" title="mjeducation.co" width="300" height="225" class="alignright size-medium wp-image-11664" /></a></p>
<p align="justify">Sementara itu Direktur Yayasan Kampung Halaman yang bertindak sebagai moderator dalam acara tersebut, <strong>Cicilia Maharani</strong>, mengatakan, melalui acara ini pihaknya ingin menggugah kesadaran semua pihak untuk lebih peduli pada pendidikan. Menurutnya, pendidikan perlu digarap bersama sesuai dengan kapasitas masing-masing. Namun sayangnya saat ini banyak pihak belum bersatu untuk bergerak bersama-sama. Diharapkan diskusi tersebut menjadi awal munculnya gerakan bersama menuju pendidikan yang lebih baik.</p>
<p align="justify">Salah seorang peserta, Ken Fitriani berpendapat, kecurangan UN menjadi rahasia umum. Namun belum ada langkah nyata dari pihak-pihak terkait untuk mengubah kondisi ini agar lebih baik. “Kasihan sekali jika ada anak yang jujur dan berani mengungkapkan keburukan malah dituding sebagai pihak yang bersalah. Saat ini masyarakat kita masih menilai baik apapun yang dianggap umum itu baik, meskipun hal tersebut adalah sesuatu yang salah,” ujarnya.</p>
<p align="justify">Sebagai insan yang peduli pendidikan, marilah kita berbuat apa saja yang kita bisa sesuai bidang masing-masing menuju pendidikan Indonesia yang lebih baik.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/6sSrf8hL7Kk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/film-temani-aku-bunda-bukti-kecurangan-un/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/film-temani-aku-bunda-bukti-kecurangan-un/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>All Germany Final, Kunci Sukses Pembinaan Pemain Jerman</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/IxkWtwAMj6g/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/all-germany-final-kunci-sukses-pembinaan-pemain-jerman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 12:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hotnida Novitasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Munich]]></category>
		<category><![CDATA[Borussia Dortmund]]></category>
		<category><![CDATA[Bundesliga]]></category>
		<category><![CDATA[Football Association (FA)]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Jerman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11669</guid>
		<description><![CDATA[Pada Rabu (1/5) dan Kamis (2/5) dini hari lalu, akhirnya terpilih dua tim terbaik yang layak bertemu di partai puncak Liga Champions. Keduanya adalah Bayern Munich dan Borussia Dortmund. Dua tim raksasa asal Jerman ini berhasil mengandaskan asa dua tim tradisi juara Spanyol sekaligus Eropa: Real Madrid dan Barcelona. Tak tanggung-tanggung, Dortmund berhasil mengalahkan Madrid [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11679" rel="attachment wp-att-11679"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/indervilladotcom.jpg" alt="" title="indervilladotcom" width="259" height="194" class="alignright size-full wp-image-11679" /></a></p>
<p align="justify">Pada Rabu (1/5) dan Kamis (2/5) dini hari lalu, akhirnya terpilih dua tim terbaik yang layak bertemu di partai puncak Liga Champions. Keduanya adalah Bayern Munich dan Borussia Dortmund. Dua tim raksasa asal Jerman ini berhasil mengandaskan asa dua tim tradisi juara Spanyol sekaligus Eropa: Real Madrid dan Barcelona. Tak tanggung-tanggung, Dortmund berhasil mengalahkan Madrid dengan agregat 4-3; sedangkan Bayern lebih meyakinkan dengan memberondong gawang Barca 7-0 tanpa balas.</p>
<p align="justify">Dua tim papan atas Liga Jerman itu berhak tampil di partai puncak yang diselenggarakan di Wembley, Inggris, pada 25 Mei. Pada tanggal 25 Mei, Wembley akan menandai ulang tahun Football Association (FA) atau federasi sepak bola Inggris, ke-150 dengan menjadi tuan rumah final Liga Champions. Hal ini tentu menambah keistimewaan final tahun ini.</p>
<p align="justify">Di luar itu, kenyataan bahwa dua tim Bundesliga (liga utama Jerman) yang di luar dugaan berhasil melangkah ke final adalah bukti bahwa liga ini jauh berkembang dalam beberapa tahun belakangan. Bundesliga kini menjelma menjadi salah satu liga terbaik di Eropa (meskipun Spanyol atau Inggris masih unggul menurut data UEFA). Kedua belah pihak, baik Dortmund atau Bayern, telah mengalahkan tim-tim dari liga-liga paling kompetitif se-Eropa, sebut saja Liga Premier di Inggris, La Liga di Spanyol, atau Serie A di Italia.</p>
<p align="justify">Tak ayal, Jerman telah berubah menjadi tempat yang subur bagi pesepak bola beken dunia, semisal Arjen Robben, Thomas Mueller, dan Franck Ribery. Bahkan Pep Guardiola, salah satu pelatih terbaik di dunia, akan bergabung dengan salah satu tim Bundesliga, Bayern Munich musim mendatang. Para pengamat berpendapat untuk tahun ini tampaknya La Liga dan Liga Premier perlu mengambil tempat di bangku penonton untuk sementara waktu; menjilat “luka-luka” mereka dan membangun kembali industri sepak bolanya. Mereka menambahkan bahwa ibu kota baru sepak bola akan berada di Bavaria (Jerman), bukan lagi di Barcelona (Spanyol).</p>
<p align="justify">Para pecinta sepak bola tampaknya sepakat dengan lima liga terbaik di Eropa saat ini adalah La Liga (Spanyol), Liga Premier (Inggris), Serie A (Italia), Bundesliga (Jerman), dan Ligue 1 (Perancis). Di antara liga-liga besar itu, Bundesliga tampaknya telah menjadi “penemuan baru” bagi banyak orang. Beberapa pujian dilontarkan ke arah pemerintah Jerman dalam menjalankan regulasi, struktur, dan organisasi liga lokal mereka dengan rapi, seperti harga tiket serta efisiensi dan struktur liga. Namun, kunci kesuksesan Jerman membangun sepak bola bukan hanya itu. Lebih dalam, Jerman tampaknya telah sukses membangun sistem pembinaan usia muda karena mayoritas pemain Bayern Munich dan Borussia Dortmund adalah pemain muda Jerman.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11680" rel="attachment wp-att-11680"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/shop_bvb_de.jpg" alt="" title="shop_bvb_de" width="225" height="225" class="alignleft size-full wp-image-11680" /></a></p>
<p align="justify">Kemajuan klub-klub lokal Jerman hari ini adalah hasil dari apa yang mereka tanam selama beberapa dekade. Setelah regulator Bundesliga membuat kesepakatan televisi yang menguntungkan pada tahun 1992, klub-klub kaya Jerman baru mulai mencari pemain di luar negeri untuk transfer. Lima tahun berikutnya, proporsi pemain asing di Bundesliga meningkat dua kali lipat, naik dari 17 persen menjadi 34 persen.</p>
<p align="justify">Namun tampaknya keran “ekspor” pemain kebablasan di Bundesliga. Hingga pada tahun 2000, sebanyak 50 persen pemain sepak bola di Bundesliga berkewarganegaraan asing. Akibatnya tim nasional Jerman gagal total di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 karena banyak diisi pemain tua. Hal ini menjadi tamparan keras bagi pengurus DFB (PSSI-nya Jerman). Hal inilah yang membawa Jerman ke sebuah era baru revolusi metode pembinaan pemain dan pengembangan akademi di seluruh Jerman. Konsep yang sangat terencana dan rapi tersebut dimulai pada tahun 2002. DFB mereka membangun 121 pusat pelatihan di seluruh Jerman, serta membekali teknik yang kuat dan matang bagi pemain berumur 10-17 tahun. Tak hanya itu, pemerintah mewajibkan setiap klub Bundesliga 1 dan Bundesliga 2 untuk memiliki akademi sepak bola junior sendiri.</p>
<p align="justify">Selama berada di dalam akademi para pemain muda lebih dibekali dengan kemampuan skill individu dan kolektif yang baik, serta berteknik tinggi. Untuk mendukung sistem yang sedang mereka bangun, DFB kemudian mendesak pemerintah Jerman agar sistem pendidikan bisa berintegrasi dengan sistem sepak bola. Dengan demikian, pendidikan maupun latihan dapat dijalankan si pemain muda secara bersama-sama. Oleh karena pendekatan itu, anak-anak Jerman dapat berlatih hingga 18 jam per minggu, tanpa khawatir pendidikannya terganggu. Sebagai perbandingan, anak-anak di Inggris per minggu hanya latihan 2-4 jam saja karena mereka masih harus bersekolah.</p>
<p align="justify">Data pemerintah mencatat bahwa setiap tahun sekitar 5.000 anak usia 12 tahun bergabung dengan akademi sepak bola. Angka ini jauh meninggalkan jago-jago sepak bola di Eropa semisal Inggris, Perancis, dan Italia. Tak hanya itu, negeri asal Adolf Hitler ini juga memiliki pemain sepak bola empat kali lebih banyak dari negara-negara tersebut. Di dalam akademi tersebut, dibuat juga liga menurut jenjang umur, wilayah, atau negara bagian. DFB secara rutin juga mengirim tim nasional Jerman berbagai umur ke turnamen-turnamen, baik lokal maupun mancanegara.</p>
<p align="justify">Dengan adanya kesinambungan dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan DFB, Jerman kini kebanjiran pemain muda. Di dua klub calon juara Liga Champions tahun ini setidaknya beberapa pemain muda di bawah 25 tahun menjadi pilihan utama pelatih. Misalnya Thomas Mueller (23), Toni Kroos (23), dan Jerome Boateng (24) dari Bayern Munich; Marco Reus (23), Mats Hummels (24), dan Mario Gotze (20) dari Borussia Dortmund.</p>
<p align="justify">Jadi, di tengah masa penantian mendapat juara baru Liga Champions pada 25 Mei nanti, ada baiknya Indonesia belajar dari Jerman. Tidak hanya membangun industri sepak bola, Indonesia juga harus membangun sistem pembinaan pemain yang berkelanjutan dan terintegrasi. Kalau Jerman bisa, mengapa Indonesia tidak. (Berbagai Sumber)</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/IxkWtwAMj6g" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/all-germany-final-kunci-sukses-pembinaan-pemain-jerman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/all-germany-final-kunci-sukses-pembinaan-pemain-jerman/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Memperjuangkan Nilai Kejujuran di Dunia Pendidikan Nasional yang Lebay</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/VfzfodutN5E/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/memperjuangkan-nilai-kejujuran-di-dunia-pendidikan-nasional-yang-lebay/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 08:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugroho Angkasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film & Documentary]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[praktik contek massal]]></category>
		<category><![CDATA[Temani Aku Bunda]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11663</guid>
		<description><![CDATA[Jika dunia pendidikan nasional dianalogikan sebagai hutan rimba, aneka ragam satwa hidup di sana. Mulai dari semut, kelinci, kancil, trenggiling, monyet, harimau, sampai gajah. Anehnya, ujian kelulusan mereka diseragamkan, semua harus bisa memanjat pohon selincah monyet. Sama seperti Ujian Nasional (UN), walau kemampuan inteligensia anak didik majemuk dan kondisi geografis daerah dari Sabang sampai Merauke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/memperjuangkan-nilai-kejujuran-di-dunia-pendidikan-nasional-yang-lebay/103_0793/" rel="attachment wp-att-11664"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/103_0793-300x225.jpg" alt="" title="mjeducation.co" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-11664" /></a></p>
<p align="justify">Jika dunia pendidikan nasional dianalogikan sebagai hutan rimba, aneka ragam satwa hidup di sana. Mulai dari semut, kelinci, kancil, trenggiling, monyet, harimau, sampai gajah. Anehnya, ujian kelulusan mereka diseragamkan, semua harus bisa memanjat pohon selincah monyet. Sama seperti Ujian Nasional (UN), walau kemampuan inteligensia anak didik majemuk dan kondisi geografis daerah dari Sabang sampai Merauke berbeda-beda, metode evaluasinya seragam, yakni dengan cara mengisi kolom pilihan ganda.</p>
<p align="justify">Selain itu, masih banyak ditemukan fakta kecurangan dalam praktik UN. Para guru, kepala sekolah, dan kepala dinas berlomba mengejar kelulusan 100 persen. Mereka menghalalkan segala macam cara, termasuk membocorkan jawaban UN kepada anak didik. Ada yang membagikan kertas-kertas kecil, ada yang mengirimkannya lewat sms dan <strong>blackberry messenger</strong>, bahkan ada juga yang membacakan kunci jawaban di depan kelas tepat 30 menit sebelum ujian berakhir.</p>
<p align="justify">Mau menjadi apa generasi masa depan bangsa ini? Dampaknya baru akan terasa 10-20 tahun mendatang. Bisa jadi para koruptor yang kini mengumbar senyum di depan kamera ialah produk model pendidikan tanpa hati nurani semacam itu di masa lalu. Ironisnya, status quo lingkaran setan pembodohan kehidupan bangsa secara sistemik tersebut terus dilanggengkan oleh pengampu kebijakan publik, terutama institusi yang bernama <strong>Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)</strong> Republik Indonesia (RI).</p>
<p align="justify">Kendati demikian, mendiang Cak Nur pernah berpesan agar kita selalu bersikap optimis. Walau berada dalam lingkaran setan masalah yang seolah tak kunjung usai sekalipun. Mengapa? Karena kalau kita berada dalam lingkaran setan maka dari titik mana pun &#8211; tepat di mana kita berdiri – setiap anak negeri dapat berbuat sesuatu dan berkontribusi bagi transformasi sosial dan proses pencerdasan kehidupan bangsa.</p>
<p align="justify"><em>Sacred mission</em> alias misi mulia tersebutlah yang menggerakkan ratusan orang untuk menghadiri acara nonton bareng (nobar) film, “<strong>Temani Aku Bunda</strong>” di Ruang Driyarkara, Gedung Pusat lantai 4, Universitas Sanata Dharma (USD), Mrican, Yogyakarta pada Kamis siang (16/5) pukul 14.00-16.00 WIB lalu. Walau biasanya saat-saat tersebut merupakan jam istirahat (<em>leisure time</em>) dan makan siang (<em>lunch</em>), toh tak menyurutkan tekad mereka untuk menjadi saksi perjuangan seorang anak bernama Abrar.</p>
<p align="justify">Alkisah, pada hari pertama UN 2011 di SDN 06 Petang Pesanggrahan, Jakarta Selatan dua tahun silam, Muhammad Abrary Pulungan (14) dipaksa berbuat curang oleh gurunya. Dua hari sebelum UN, tepatnya hari Jumat, ia harus menandatangani perjanjian tertulis di atas kertas. Intinya para murid harus memberi tahu teman sekelas yang tak bisa menjawab soal. Tapi mereka dilarang mengatakan itu kepada orang tua, keluarga, dan orang lain sampai dewasa. Jika melanggar kesepakatan tersebut, hukumannya sangat berat, yakni tidak lulus UN.</p>
<p align="justify">Saat proses ujian berlangsung, Abrar merasa gelisah menyaksikan teman-temannya bebas berkeliaran bertukar kunci jawaban padahal ada guru pengawas di kelas. Ternyata kesepakatan untuk memberikan jawaban UN kepada teman alias praktik contek massal sungguh terjadi. Bagi Abrar, itu merupakan kesepakatan tolol yang digagas oleh sebuah lembaga yang semestinya menjunjung tinggi kejujuran.</p>
<p align="justify">Karena tidak tahan dan merasa kecewa akhirnya Abrar menceritakan pengalaman UN hari pertama tersebut kepada sang bunda, Irma Winda Lubis. Air mata tiada henti mengalir dari kedua matanya saat berbagi rasa dengan sang bunda. Padahal selama ini Abrar dikenal sebagai anak yang tabah. Tentu saja ibunya geram dan kesal mendengar kesaksian tersebut. Keesokan harinya, Winda mendatangi sekolah Abrar. Ia membawa kamera dan merekam aktivitas di kelas selama ujian berlangsung.</p>
<p align="justify">Film dokumenter berdurasi 77 menit ini menyuguhkan rekaman suara dan gambar percakapan seorang orang tua murid dengan kepala sekolah dan seorang guru yang telah membuat kesepakatan contek massal tersebut. Sebenarnya, Winda sekadar ingin menyampaikan protesnya kepada pihak sekolah. Ia meminta guru dan kepala sekolah yang bersangkutan meminta maaf secara terbuka agar tidak menjadi preseden bagi para murid bahwa berlaku tidak jujur itu baik.</p>
<p align="justify">Kendati demikian, pihak sekolah mengabaikannya. “Arusnya memang begini Bu, ya kita juga harus ikut arus,” ujar guru tersebut. Alhasil, kejujuran Abrar justru membuatnya dikucilkan oleh para guru dan teman-temannya di sekolah. Berikut ini puisi karya Elvira Yanti Mahyor, guru privat Abrar. Abrar selalu membacanya untuk mengobati luka batin dan membangkitkan semangat:</p>
<p><strong>Temani Aku Bunda</strong></p>
<p>Bunda,<br />
aku ingin menangis di pelukanmu,<br />
aku ingin bercerita kepadamu.<br />
Karena saat ini aku sendiri, bunda.</p>
<p>Semua kawan menatapku penuh benci,<br />
mengejekku sebagai anak yang sok jujur.<br />
Aku tidak melakukan apa-apa.<br />
Aku hanya melakukan apa yang seharusnya.<br />
Aku hanya melakukan apa yang selalu dinasihatkan oleh orang tua,<br />
yaitu JUJUR.</p>
<p>Bunda,<br />
aku tidak pernah menyangka jujur butuh keberanian baja,<br />
butuh kekuatan hati yang luar biasa,<br />
butuh kerja keras dan air mata<br />
Aku hampir tidak kuat, bunda.</p>
<p>Bunda,<br />
kini aku sedih melihat engkau,<br />
orang yang melahirkan aku ke dunia,<br />
orang yang membesarkan aku dengan penuh cinta,<br />
orang yang selalu hadir di saat aku terluka,<br />
harus menerima ejekan dari mereka,<br />
hanya karena aku ingin JUJUR saja,<br />
padahal JUJUR membuatku lega, bunda.</p>
<p>Maafkan aku, bunda<br />
Salahkah sikapku?<br />
Apakah aku tidak usah jujur saja?<br />
Agar engkau tak lagi terluka.<br />
Aku bingung, aku gelisah, aku cemas, aku takut.<br />
Tolong temani aku, bunda.<br />
Tolong lindungi aku, bunda.<br />
Aku hanya ingin jujur, karena jujur membuatku lega.</p>
<p align="justify">Merasa tidak puas dengan sikap lepas tangan sekolah, Winda memilih jalur hukum dan melaporkan kasus contek massal tersebut. Selain itu, ia juga mendatangi satu persatu instansi yang diharapkan bisa menolong, mulai dari Kemendiknas, Pemprov DKI Jakarta, hingga LBH. Pemerintah kemudian membentuk tim investigasi untuk mengungkap kebenaran dari kasus tersebut, tapi sampai sekarang belum ada hasilnya, bahkan seolah diabaikan demi “kebaikan bersama”.</p>
<p align="justify">Dalam konteks ini pendapat psikolog anak, Silmi Kamilah Risman, menjadi relevan. Apa pun risikonya, orang tua harus selalu menanamkan nilai-nilai kejujuran pada anak sejak dini karena begitu keluar rumah, anak  mulai mengikuti contoh-contoh yang ada di sekolah dan masyarakat. Orang tua perlu tetap kritis meski harus menentang arus. &#8220;Suara-suara yang kritis itu seperti suara sumbang dalam tim koor yang kompak,&#8221; tandasnya.</p>
<p align="justify">Film yang diproduseri oleh <strong>Yayasan Kampung Halaman</strong> tersebut disutradarai oleh Tedika Puri Amanda, Irma Winda Lubis dan <strong>Komunitas Roda</strong>. Proses produksinya sendiri memakan waktu 1 tahun. “Temani Aku Bunda” telah ditayangkan di Malang Film Festival pada 6 April 2013, 7 April 2013 di ITB (Institut Teknologi Bogor), IPB (Institut Pertanian Bogor), dan di Cinema 21 di beberapa wilayah Indonesia. Acara pemutaran di Universitas Sanata Dharma (USD) kali ini hasil kerja sama dengan ICW (Indonesian Corruption Watch) dan IRB (Ilmu Religi Budaya) Program Pascasarjana USD Yogyakarta.</p>
<p align="justify">Tak terasa sejam lebih ruangan sunyi senyap, para hadirin khusyuk menyaksikan adegan demi adegan serta meresapi setiap percakapan dalam film tersebut. Tampak pula beberapa guru membawa murid-muridnya untuk ikut nobar. Menurut Sisilia Maharani selaku Direktur Yayasan Kampung Halaman (YKH), “Temani Aku Bunda” memang diperuntukkan bagi segala umur.</p>
<p><strong>Kepedulian</strong></p>
<p align="justify">Acara selanjutnya adalah diskusi, tapi peserta boleh rehat sejenak untuk ke kamar kecil ataupun menyantap donat yang telah disediakan oleh panitia. Sembari menunggu, Sisilia Maharani memanggil dan memperkenalkan dua narasumber yang telah hadir sore itu.</p>
<p align="justify">Pertama, J. Sumardianta, Guru Sosiologi di SMA Kolese De Britto, Yogyakarta. Selama 20 tahun aktif mengajar di kelas, J. Sumardianta juga sering menulis di media massa nasional. Sebagian besar temanya tentu saja tentang dinamika pendidikan di Indonesia. Beberapa minggu lalu, ayah 3 putri tersebut baru saja meluncurkan sebuah buku baru, judulnya, “Guru Gokil Murid Unyu” (Bentang, 2013). Kedua, Ibu Anna, Ketua Laboratorium DED (Dinamika Edukasi Dasar), Yogyakarta. Lembaga yang fokus pada pelatihan dan penelitian seputar dunia pendidikan tersebut didirikan oleh almarhum Romo Mangunwijaya.</p>
<p align="justify">Merespon film yang baru saja diputar, J. Sumardianta berpendapat itu bisa terjadi karena kita telah melupakan ajaran Ki Hadjar Dewantara. Pendiri Taman Siswa tersebut mendasarkan proses pembelajaran dalam 3 prinsip. Pertama, “<strong>Ing Ngarsa Sung Tuladha</strong>” (di depan memberi contoh) tapi yang kini  terjadi “<strong>Ing Ngarsa Golek Banda</strong>” (di depan mengumpulkan harta). Kedua, “<strong>Ing Madya  Mbangun Karsa</strong>” (di tengah memberi motivasi dan semangat) tapi yang kini terjadi “<strong>Ing Madya Waton Sulaya</strong>” (di tengah keras kepala dan mau menang sendiri). Ketiga, “<strong>Tut Wuri Handayani</strong>” (di belakang memberi dukungan) tapi yang kini terjadi “<strong>Tut Wuri Hanjegali</strong>” (di belakang menjegali langkah).</p>
<p align="justify">Lantas, pria kelahiran 23 November 1966 tersebut menawarkan solusi untuk menghindari praktik contek massal. Selama dua dasawarsa menjadi Guru Sosiologi di tingkat SMA, ia lebih suka memberi ulangan lisan. Sehingga tidak ada kesempatan bagi siswa untuk menyontek seperti halnya dalam tes tertulis. Bahan yang diujikan ialah kemampuan membaca dan daya nalar murid, sebelumnya para siswa diminta membaca buku-buku inspiratif setebal 750 halaman. Setelah itu, baru ditanyakan ihwal kondisi sosiologi masyarakat dalam novel tersebut. Misalnya dalam <em>City of Joy</em> karya <strong>Dominique Lapierre </strong>terungkap kondisi India pada era 1970-an,  yakni 3S: <em>Sickness</em> (orang sakit-sakitan), <em>Stolen</em> (banyak pencuri), dan <em>Sex</em> (marak terjadi seks bebas).</p>
<p align="justify">Alternatif model evaluasi lainnya ialah dengan presentasi kelompok. Tujuannya agar siswa tidak individualis dan mau bekerjasama. Sebelumnya mereka mencari bahan (<em>browsing</em>) di internet. “Saya mengizinkan para siswa membawa gadget di kelas, tapi bukan untuk chatting, update status Facebook dan twitter-an,“ ujarnya. Hasilnya sungguh menakjubkan, para siswa bila diberi kepercayaan dan kesempatan bisa menunjukkan bakat terpendamnya. Bahkan mereka sampai menggunakan slide film, program PowerPoint dan aneka tampilan visual yang memikat.</p>
<p align="justify">Selanjutnya, Bu Anna turut berbagi pengalamannya berkecimpung di dunia pendidikan. Ibu dua anak tersebut mengutip tesis Romo Mangun, <strong>sejatinya pendidikan harus bisa membebaskan anak dari rasa takut</strong>. “Selain itu, kita orang dewasa cenderung tak sabar dengan proses tumbuh kembang anak. Ibarat kepompong yang harus keluar dan menjadi kupu-kupu. Tapi dengan dalih “kasih sayang” orang tua dan guru justru menggunting kepompong tersebut. Misalnya dengan memberi bocoran kunci jawaban seperti di film tadi,” ujarnya.</p>
<p align="justify">Alhasil proporsi antara bobot tubuh dan rentangan sayapnya tak seimbang. Oleh sebab itu, biarkan anak-anak berjuang untuk mengatasi masalah-masalahnya sendiri, sebab itu sangat berguna bagi pendewasaan. “Intinya pendidikan adalah proses, bukan sekadar hasil,” pungkasnya.</p>
<p align="justify">Dari <em>floor</em> ada satu orang penanya, namanya Pak Jati. Beliau seorang orang tua murid. Menurutnya selama ini anak diteror dengan UN. Padahal kondisi daerah pusat dan wilayah pinggiran berbeda. Semestinya, anak yang kurang mampu didampingi secara khusus oleh guru-guru bidang studi. Tapi yang terjadi, banyak sekolah di daerah pedalaman yang gurunya harus mengampu banyak mata pelajaran di lebih dari satu kelas. “Bagaimana mungkin mereka bisa mendampingi masing-masing siswa secara intensif?” tanyanya.</p>
<p align="justify">Bu Anna menanggapi dengan nada lebih optimis, “Upaya membenahi dunia pendidikan di Indonesia memang sebuah perjuangan panjang. Saya pernah berkunjung ke daerah Wamena, Papua, untuk mencapai lokasi harus masuk hutan selama tiga jam dengan mobil Jeep. Bahkan kalau mau menyeberangi sungai hanya menggunakan dua bilah balok yang dijajarkan sebagai tumpuan roda-roda. “Oleh sebab itu, seluruh komponen masyarakat harus peduli pada perbaikan mutu pendidikan di tanah air,” ujarnya.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/VfzfodutN5E" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/memperjuangkan-nilai-kejujuran-di-dunia-pendidikan-nasional-yang-lebay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/memperjuangkan-nilai-kejujuran-di-dunia-pendidikan-nasional-yang-lebay/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Berjuang, Dilupakan dan Terbuang</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/jCB43BBPnSg/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/berjuang-dilupakan-dan-terbuang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 04:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Guritno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Korps Cacat Veteran Republik Indonesia 2013]]></category>
		<category><![CDATA[Hari veteran di berbagai negara]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[veteran]]></category>
		<category><![CDATA[Veterans Day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11659</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak yang tahu bahwa ada satu hari dalam setahun yang oleh pemerintah ditetapkan sebagai Hari Korps Cacat Veteran Republik Indonesia. Hari yang tepatnya diperingati setiap 19 Mei ini merupakan hari yang didedikasikan untuk menghormati para veteran yang mengalami cacat permanen karena berjuang demi negara. Selain itu hari korps cacat veteran juga bertujuan untuk melestarikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11660" rel="attachment wp-att-11660"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/indonesialucintaa.blogspot-300x173.jpg" alt="" title="indonesialucintaa.blogspot" width="300" height="173" class="alignright size-medium wp-image-11660" /></a></p>
<p align="justify">Tidak banyak yang tahu bahwa ada satu hari dalam setahun yang oleh pemerintah ditetapkan sebagai <strong>Hari Korps Cacat Veteran Republik Indonesia</strong>. Hari yang tepatnya diperingati setiap 19 Mei ini merupakan hari yang didedikasikan untuk menghormati para veteran yang mengalami cacat permanen karena berjuang demi negara. Selain itu hari korps cacat veteran juga bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus agar selalu berjuang mengharumkan nama bangsa dan mempertahankan kemerdekaan kedaulatan negara.</p>
<p align="justify">Veteran berasal dari Bahasa Latin <em>vetus</em> yang berarti tua. Sedangkan secara umum, veteran dapat diartikan sebagai orang yang pernah bekerja dalam sebuah institut militer atau memiliki pengalaman dalam suatu perang. Di Indonesia, veteran perang diklasifikasikan ke dalam tiga jenis. <strong>Pertama</strong> yaitu mereka yang berjuang dalam era perang. <strong>Kedua</strong> adalah mereka yang berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan dari agresi tentara asing. <strong>Ketiga</strong>, yakni mereka yang berjuang dalam perang untuk membela kepentingan bangsa atau bangsa-bangsa lain yang bersekutu dengan Indonesia. Walau begitu, seiring dengan berjalannya waktu, ada wacana untuk memperluas klasifikasi ini, seperti memasukkan para veteran Perang Timor-Timur dan para veteran yang ikut berperang menumpas gerakan separatis di beberapa daerah.</p>
<p><strong>Hari veteran di berbagai negara</strong></p>
<p align="justify">Hampir semua negara di dunia memiliki generasi veterannya masing-masing. Ini karena hampir semua negara di dunia pernah merasakan kejamnya tirani penjajahanm bahkan negara yang paling terkenal sebagai negara penjajah sekalipun, seperti Belanda dan Inggris. Belanda secara bergiliran dijajah Perancis, Spanyol dan Jerman, sedang Inggris selama ratusan tahun hidup dalam cengkeraman Romawi dan Perancis.</p>
<p align="justify">Ketika rakyat menjerit akibat begitu kejamnya para penjajah menindas, muncul para pahlawan yang dengan gagah berani mempertaruhkan nyawa untuk mengusir para kolonialis dari bumi pertiwi. Tentu risiko kematian sudah pasti begitu dekat dengan keseharian mereka selama berjuang. Khususnya  untuk korps cacat veteran, mereka adalah para pejuang yang berhasil lolos dari kematian pada waktu berjuang di medan laga. Tetapi mereka juga harus menjalani hidup yang tak kalah kerasnya, karena menderita cacat permanen akibat perang.</p>
<p align="justify">Cacat yang mereka derita bisa karena berbagai hal, seperti karena tertembak, terkena bom atau ranjau hingga harus diamputasi. Ada juga yang menjadi cacat karena tertangkap oleh para pasukan penjajah dan diamputasi paksa. Tetapi harus diingat, di balik tubuh mereka yang tua, rapuh dan cacat tersebut, tersembunyi kisah kepahlawanan yang mampu menggetarkan langit Indonesia. Kisah keberanian dan ketulusan yang membuahkan suatu cita-cita luhur yang kini dinikmati oleh para generasi sekarang, bangsa yang merdeka.</p>
<p align="justify">Selain di Indonesia, ada beberapa negara lain yang juga mengkhususkan satu hari dalam setahun untuk para veteran. Bahkan dalam kesehariannya, para veteran di sana ternyata mengalami hidup yang jauh lebih baik dibanding para veteran di Indonesia, seperti misalnya di Amerika Serikat.</p>
<p align="justify">Negeri <strong>Barrack Obama</strong> itu memiliki sebuah hari yang dikhususkan untuk para veteran bernama <strong>Veterans Day</strong>. Peringatan hari veteran di negeri Paman Sam itu sendiri jatuh setiap Senin kedua di bulan November. Pada saat itu hampir di seluruh sudut kota, suasana terlihat sangat meriah. Para veteran perang diarak di jalan-jalan menggunakan mobil atau kereta kuda, sedang orang-orang bersorak-sorak dan tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih. Hari veteran sendiri ditetapkan sebagai salah satu hari libur nasional di Amerika Serikat.</p>
<p align="justify">Amerika Serikat memang salah satu negara yang paling memperhatikan para veteran perangnya. Di sana, para veteran perang dianggap sebagai pahlawan yang sudah menunjukkan pengorbanan yang begitu besar bagi kepentingan Amerika Serikat. Mereka mendapat tunjangan pensiun yang layak, rumah dari negara, tunjangan beasiswa untuk anaknya, tunjangan pelayanan kesehatan hingga tunjangan kematian. Tetapi hebatnya, banyak pula dari veteran perang ini yang tidak mau hanya mengandalkan tunjangan-tunjangan tersebut. Mereka lebih suka untuk tetap produktif di usia tua,  bahkan bagi mereka yang cacat sekalipun.</p>
<p align="justify">Beda di Amerika, beda pula di Rusia. Negara yang sering dianggap sebagai penerus Uni Soviet ini juga sangat menghargai jasa para veterannya. Mereka memiliki berbagai tunjangan dan penghargaan dari negara. Khusus untuk para veteran yang pernah berjuang melawan agresi Jerman Nazi, mereka juga mendapat penghargaan khusus, yakni berupa penetapan <strong>Hari Kemenangan</strong>. Hari kemenangan adalah hari untuk memperingati kemenangan Uni Soviet melawan Jerman saat perang dunia II dulu. Pada hari itu, ribuan veteran dari belasan negara eks-federasi Uni Soviet (seperti Rusia, Belarusia, Lithuania, Moldova, dll) diarak dalam sebuah pawai super megah. Bahkan empat hari sebelum hari kemenangan, sekolah dan kantor sudah mulai diliburkan.</p>
<p align="justify">Lantas bagaimana dengan Indonesia? Dulu Bung Karno pernah mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Sudahkah bangsa ini melakukan seperti yang dikatakan Bung Karno tersebut? Atau bangsa ini tetap terkungkung dalam penyakit lamanya, amnesia sejarah?</p>
<p><strong>Hanya dimuliakan saat Agustusan</strong></p>
<p align="justify">Sering kita melihat ratusan veteran yang hadir pada saat upacara peringatan HUT (Hari Ulang Tahun) Kemerdekaan Indonesia. Mereka begitu rapuh, renta, dan lemah, walaupun sorot matanya masih menyiratkan keberanian dan kegagahan. Lantas pertanyaannya, apakah mereka hanya khusus dihadirkan, disorot kamera dan diberi bingkisan pada saat Agustusan saja? Apakah keberadaan mereka hanya terasa ketika Agustusan  saja? Atau apakah mereka manusia-manusia yang hanya patut dihargai dan diingat hanya ketika Agustusan?</p>
<p align="justify">Ini adalah sesuatu yang sangat miris, apalagi bagi para korps cacat veteran. Mereka telah rela kehilangan tangan, kaki, mata, atau bagian lainnya untuk kemerdekaan negeri ini. Mereka rela bertempur mati-matian, kadang dalam keadaan tanpa makanan dan minuman sekalipun, asal negeri ini merdeka. Bagi mereka, hanya ada dua hal dalam benaknya saat itu, merdeka atau mati.</p>
<p align="justify">Perjuangan mereka pun tidak sia-sia. Walau hanya bersenjatakan bambu runcing, tetapi terbukti mereka mampu mengusir pulang Belanda, Inggris, Portugis dan Jepang dari tanah pertiwi. Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa serta diiringi dengan kegigihan, mereka berhasil mempersembahkan sebuah negara yang merdeka dan berdaulat.</p>
<p align="justify">Lantas apakah mereka yang kemudian menikmati jalan aspal yang mulus, kemudahan mendapat akses pendidikan, serta kondisi yang jauh lebih sejahtera seperti sekarang ini? Tentu saja bukan. Kitalah, sebagai generasi penerus yang kemudian merasakan buah dari perjuangan mereka. Darah, jiwa dan perjuangan merekalah yang membuat kita tidak lagi hidup tertindas dan terhina akibat penjajahan oleh bangsa asing.</p>
<p><strong>Bangsa yang durhaka</strong></p>
<p align="justify">Lantas, sudah sepatutnya kita bertanya, apakah kita sebagai generasi penikmat kemerdekaan sudah memberikan penghargaan yang setidaknya memang pantas mereka terima? Tentu saja tidak. Bahkan andaikan semua kekayaan dari generasi sekarang dipersembahkan untuk mereka, para veteran perang tersebut, itu belum cukup untuk membayar segala pengorbanan yang sudah mereka tunjukkan bagi pertiwi.</p>
<p align="justify">Tetapi jangankan memberikan penghargaan yang layak, bangsa ini justru cenderung melupakan perjuangan yang dulu mereka lakukan. Tengok saja, masih sangat banyak veteran perang yang harus hidup menderita, tinggal di rumah reyot yang siap digusur kapan saja serta masih harus membanting tulang di usia tua. Inikah sesuatu yang pantas untuk mereka? Di saat pendidikan karakter digembar-gemborkan, bangsa ini ternyata masih saja mendustai sejarahnya sendiri, dengan membiarkan orang-orang yang telah berjuang bagi negara hidup sengsara dan lupa cara mengucapkan terima kasih dengan benar.</p>
<p><strong>Bukan hanya pemerintah</strong></p>
<p align="justify">Apakah semua ini tanggung jawab pemerintah? Jelas tidak. Mengurus bawang putih dan garam saja pemerintah sudah kalang kabut, bagaimana mau mengurus para veteran cacat ini, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tetapi untuk memberi tunjangan, jelas itu tanggung jawab pemerintah. Sedang masyarakat bisa membantu dengan memberikan pendampingan bagi para veteran ini agar bisa mendapatkan tunjangan tersebut. Jangan sampai para veteran ini sudah tidak mendapat tunjangan, malah hidup menjadi gembel di jalan-jalan kota.</p>
<p align="justify">Sebenarnya, para veteran ini tidak pernah berpikir akan mendapat tunjangan ketika dulu berjuang. Pemikiran mereka hanya satu, merdeka, entah harus dengan apa meraihnya. Tetapi kini, betapa tidak tahu malunya bangsa ini, ketika para legislator di senayan ngotot minta kenaikan gaji, sementara mereka, para eks pejuang bangsa ini, masih hidup sengsara.</p>
<p align="justify">Dengan darah mereka kita merdeka. Dengan peluh dan pengorbanan mereka, kita terbebas dari penjajahan. Tetapi apakah keberadaan mereka hanya untuk dipamerkan pada setiap Agustusan? Atau menjadi bahan kampanye bagi partai-partai politik? Hargai jasa mereka, dan jadilah bangsa yang besar. Merdeka!!! Hidup veteran, hidup Indonesia.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/jCB43BBPnSg" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/berjuang-dilupakan-dan-terbuang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/berjuang-dilupakan-dan-terbuang/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>HOROR DI PABRIK WAJAN</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/S-MNcIrf4mE/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/horor-di-pabrik-wajan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 12:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Guritno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[CV Cahaya Logam]]></category>
		<category><![CDATA[monster wajan]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik panci]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik wajan]]></category>
		<category><![CDATA[Yuki Irawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11651</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa perbudakan yang dialami puluhan buruh pabrik wajan di Tangerang benar-benar sangat tragis. Korban yang jumlahnya sekitar 34 orang tersebut dipaksa bekerja keras di luar batas kewajaran. Selain itu, tidak sepeserpun upah yang mereka terima. Kondisi tempat tinggal mereka juga sangat memprihatinkan. Bahkan bisa dikatakan, penjara pun masih jauh lebih baik dari mess milik para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11653" rel="attachment wp-att-11653"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/id_openrice_com.jpg" alt="" title="id_openrice_com" width="242" height="208" class="alignright size-full wp-image-11653" /></a></p>
<p align="justify">Peristiwa perbudakan yang dialami puluhan buruh pabrik wajan di Tangerang benar-benar sangat tragis. Korban yang jumlahnya sekitar 34 orang tersebut dipaksa bekerja keras di luar batas kewajaran. Selain itu, tidak sepeserpun upah yang mereka terima. Kondisi tempat tinggal mereka juga sangat memprihatinkan. Bahkan bisa dikatakan, penjara pun masih jauh lebih baik dari mess milik para buruh itu. Inilah horor terbaru di negeri ini. Horor berisi rangkaian episode yang menggambarkan kekejaman dan kebengisan demi meraih keuntungan. Horor yang dilakukan oleh si pemilik pabrik, Yuki Irawan sang monster wajan.</p>
<p><strong>Disiksa dari pagi hingga pagi</strong></p>
<p align="justify">Menurut pengakuan para buruh, apa yang mereka alami benar-benar sangat menyedihkan. Mereka bekerja dari pukul setengah enam pagi hingga sepuluh malam. Bahkan ada yang bekerja hingga pukul dua belas malam. Pekerjaan mereka pun terbilang berat. Setiap hari mereka harus memenuhi target yang sudah ditetapkan oleh sang juragan.  Lantas bagaimana jika tidak bisa memenuhi target? Siksaan fisik pun harus diterima.</p>
<p align="justify">Menurut salah seorang buruh yang bernama Abdul Nawa Fikri, mereka harus memproduksi setidaknya 200 buah wajan sehari. Jika tidak sanggup, maka para centeng Yuki Irawan akan menganiaya mereka dengan sangat sadis. Pernah suatu kali ketika para buruh gagal mencapai target, para centeng monster wajan itu langsung menghadiahi mereka dengan tendangan, pukulan, tamparan dan siksaan lainnya. Bahkan mereka juga sering diancam akan ditembak.</p>
<p align="justify">Selain bekerja dengan tekanan yang luar biasa keras, para buruh juga tidak mendapatkan fasilitas yang layak. Mereka tidur di sebuah mess berukuran kecil dengan lantai yang dingin, lembab dan bau. Mess tersebut juga tidak dilengkapi dengan  penerangan yang baik. Bahkan tidak ada ventilasi di sana. Usai bekerja, mereka langsung digelandang ke mess oleh para kaki tangan Yuki Irawan. Setelah semua buruh masuk mess, pintu pun dikunci dari luar, persis seperti para budak semasa penjajahan Jepang.</p>
<p align="justify">Selain hidup di mess yang sempit, bau, kotor dan lembab, mereka juga tidak diberi sabun, shampoo atau pasta gigi. Praktis para buruh yang rata-rata sudah bekerja sejak empat bulan itu tidak pernah keramas atau sikat gigi. Bahkan yang lebih sadis lagi, mereka hanya diberi sabun colek untuk mandi. Ternyata Yuki memperlakukan buruhnya itu jauh lebih rendah dari hewan.</p>
<p align="justify">Menu makanan mereka pun hampir selalu sama setiap hari, nasi berlauk sepotong kecil tempe atau tahu.  Selain itu, mereka juga dilarang berinteraksi dengan warga sekitar. Sepanjang hari mereka hanya bekerja keras dan tanpa sedetikpun diberi keleluasaan untuk bersenda gurau atau melepas penat.</p>
<p><strong>Sosok Yuki, Si Monster wajan</strong></p>
<p align="justify">Yuki Irawan, sang pemilik pabrik wajan memang dikenal sebagai seorang pengusaha sukses. Selain rumah mewah bak istana, diduga ia juga memiliki beberapa pabrik lain di luar Tangerang dan seorang istri muda. Sayangnya, walau menjadi sosok yang cukup terkenal di masyarakat, selama ini ia dinilai angkuh oleh warga. Dia dianggap sebagai sosok yang arogan dan mudah naik pitam. Warga pun sebenarnya sudah lama geram dengan Yuki dan keluarganya. Mereka kesal karena keberadaan pabrik Yuki dinilai mencemari  dan mengganggu lingkungan. Anehnya tidak ada satu warga pun yang berani melakukan protes.</p>
<p align="justify">Ternyata selain memiliki banyak uang, Yuki sang monster wajan ini juga memiliki banyak relasi dengan orang penting, terutama aparat polisi dan TNI. Bahkan tak jarang warga melihat ada beberapa polisi dan aparat TNI yang rutin bertandang ke rumah Yuki. Yuki pun tak segan memanfaatkan kedekatannya dengan teman-teman aparatnya untuk menakuti warga. Karena tidak mau berurusan dengan polisi, warga pun selama ini memilih diam dan memendam amarahnya dalam-dalam. Amarah yang suatu saat akan meledak.</p>
<p align="justify">Selain memiliki kedekatan dengan oknum polisi dan TNI, ternyata pemilik CV Cahaya Logam ini adalah saudara ipar dari Lurah Musran, lurah di desa Yuki. Kedekatan Yuki dan Musram bukanlah sebuah rahasia lagi. Bahkan kabarnya Yuki adalah salah seorang penyumbang dana terbesar bagi Musram ketika sang lurah tersebut maju dalam pemilihan kepala desa beberapa tahun silam. Selain Yuki, istrinya, Maya, juga diduga mengetahui apa yang terjadi di pabrik wajan tersebut. Ini karena Maya juga menjabat sebagai manajer operasional di pabrik itu. Konsumsi para buruh sehari-hari juga merupakan tanggung jawabnya.</p>
<p><strong>Terbongkar</strong></p>
<p align="justify">Usaha Yuki untuk menutupi kebiadaban yang terjadi di pabriknya memang berhasil pada awalnya. Tetapi seperti kata pepatah, sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, pasti akhirnya tercium juga. Terbongkarnya praktik perbudakan ini bermula dari berhasil kaburnya dua orang pekerja. Mereka lantas melarikan diri ke Lampung Utara, tempat asal mayoritas buruh Yuki.</p>
<p align="justify">Begitu berhasil kembali ke kampung halamannya, buruh ini pun langsung melaporkan tindak perbudakan yang dialami kepada lurah setempat. Tak menunggu waktu lama, lurah tersebut langsung berkoordinasi dengan Polres Lampung Utara dan Komnas HAM. Puncaknya, pada Jumat, 3 Mei 2013, polisi pun menggerebek pabrik wajan milik Yuki tersebut. Di samping berhasil membebaskan para buruh, polisi juga menangkap para pelaku biadab tersebut, yakni Yuki, istrinya dan keempat centengnya. Mereka pun digelandang ke kantor polisi.</p>
<p><strong>Konspirasi keji</strong></p>
<p align="justify">Menurut pengakuan buruh, selama bekerja di pabrik wajan itu, mereka selalu mengalami siksaan dan penganiayaan yang sangat kejam. Selain itu, dompet dan handphone mereka juga disita. Di balik semua pengakuan para korban kerja rodi Yuki dan para centengnya, ada fakta yang sangat mengejutkan. Yuki ternyata memiliki backing aparat, khususnya dari satuan Brimob dan Polisi Militer.</p>
<p align="justify">Tidak sekali para aparat itu datang ke pabrik Yuki.  Bahkan mereka ikut melakukan kekerasan terhadap para buruh, seperti mengancam akan menembak, memukul dan menendang. Hal inilah yang makin menciutkan nyali para buruh untuk melarikan diri. Mereka pasrah pada nasib dan menanti ajal untuk membebaskan mereka dari semua siksaan itu.</p>
<p><strong>Lucunya negeri ini</strong></p>
<p align="justify">Tetapi para petinggi polisi dan TNI langsung menyanggah dugaan keterlibatan para anak buahnya. Menurut KASAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, memang ada beberapa anggota TNI yang memiliki hubungan dengan Yuki, karena anggota TNI yang bersangkutan memiliki usaha penyediaan kayu bakar untuk pabrik wajan Yuki, tidak lebih. Dengan kata lain, KSAD menolak jika dikatakan ada aparat TNI yang menjadi pelindung dan kaki tangan Yuki.</p>
<p align="justify">Senada dengan KASAD, Kapolri Timur Pradopo juga tidak yakin ada anggotanya yang menjadi pelindung dari usaha perbudakan Yuki Irawan. Tetapi beberapa petinggi kepolisian mengakui ada beberapa anggota polisi yang menjadi teman baik Yuki. Jika dikonfrontasi dengan kesaksian para buruh, sanggahan-sanggahan tersebut sungguh sangat menggelikan. Beberapa orang buruh mengaku bahwa beberapa kali anggota kepolisian dari kesatuan Brimob datang untuk mengancam dan bahkan juga turut melakukan kekerasan kepada mereka. Lantas bukti macam apalagi yang diinginkan oleh kepolisian.</p>
<p align="justify">Lucunya lagi, kebiadaban Yuki dan centeng-centengnya ini baru terbongkar ketika Lurah Lampung Utara melapor ke Polres Lampung Utara dan Komnas HAM. Menurut sang lurah yang telah berjasa membebaskan warganya itu, dirinya juga pernah melapor ke Polres Tangerang, tetapi tidak mendapat respon yang baik.</p>
<p align="justify">Lantas ada apa ini? Mengapa polisi terkesan tidak transparan? Benarkah pengakuan beberapa warga jika di rumah Yuki sering didatangi beberapa polisi yang bahkan masih berseragam. Benarkah polisi tidak tahu mengenai perbudakan keji ini? Benarkah pula berita yang menyebutkan Yuki sering memberikan uang bensin dan jajan bagi beberapa oknum kepolisian setempat?</p>
<p><strong>Mengkaji lagi keberadaan dan manfaat kepolisian</strong></p>
<p align="justify">Padahal jika direnungkan lebih dalam, tugas utama polisi adalah mengayomi warga. Tetapi dengan berbagai kasus kejahatan yang tenyata juga melibatkan kepolisian, seperti kasus perbudakan ini, apakah fungsi dari kepolisan sudah terlaksana? Atau apakah karena merasa berseragam dan memiliki senjata, polisi lantas seenaknya berbuat sewenang-wenang pada rakyat? Tidak ingatkah mereka bahwa gaji yang mereka terima dari negara, bersumber dari rakyat.</p>
<p align="justify">Terbongkarnya kasus ini juga menambah noda dalam lembar kepolisian kita. Kini tinggal menunggu waktu, apakah polisi mau menangkap semua pelaku dan menyeretnya ke depan hukum. Pelaku di sini tentu saja bukan Yuki si monster wajan dan Masrun si lurah wajan. Tetapi juga mereka, yang menurut pengakuan para buruh, sering menyiksa dan mengancam dengan senjata api.</p>
<p align="justify">Ataukah kasus ini akan menjadi semakin rumit, dengan munculnya berbagai manuver licik untuk menyelamatkan beberapa pihak tertentu? Apapun yang terjadi, terbongkarnya kasus ini merupakan bahwa Tuhan tidak pernah tidur. Tuhan mendengar setiap jerit pilu umatnya yang teraniaya, meskipun mereka hanya mampu menjerit dalam batin atau dalam ruangan sempit nan pengap. Ketika keadilan tidak datang dari para penegak hukum, maka jangan kaget jika Tuhan akan menurunkan keadilanNya sendiri.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/S-MNcIrf4mE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/horor-di-pabrik-wajan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/horor-di-pabrik-wajan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>BATAN Adakan Sosialisasi Jurnal Atom Indonesia</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/dMAZcGeGO5c/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/batan-adakan-sosialisasi-jurnal-atom-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 08:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anita Triska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Tenaga Nuklir Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal Atom Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal internasional]]></category>
		<category><![CDATA[penulisan jurnal ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[publikasi ilmiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11673</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu (Selasa, 14/5) bertempat di Gedung A lantai 1, Jalan Tamansari No.71 Bandung, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengadakan seminar yang bertajuk “Sosialisasi Jurnal Atom Indonesia”. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan jurnal yang diterbitkan oleh BATAN kepada kalangan peneliti baik yang berasal dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian lain non-universitas. Walaupun sudah ada sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Pagi itu (Selasa, 14/5) bertempat di Gedung A lantai 1, Jalan Tamansari No.71 Bandung, <a href="http://mjeducation.co/batan-adakan-sosialisasi-jurnal-atom-indonesia/20130514_093000/" rel="attachment wp-att-11674"><img class="alignright size-medium wp-image-11674" title="20130514_093000" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/20130514_093000-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengadakan seminar yang bertajuk “Sosialisasi Jurnal Atom Indonesia”. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan jurnal yang diterbitkan oleh BATAN kepada kalangan peneliti baik yang berasal dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian lain non-universitas. Walaupun sudah ada sejak tahun 1975, tetapi jurnal ini seolah tidak terdengar namanya di kalangan peneliti. Namun seiring kemajuan dan prestasi yang sudah dicapai, Jurnal Atom Indonesia (JAI) mulai mendapat apresiasi dari berbagai lembaga. Untuk itu melalui acara sosialisasi pagi itu, BATAN membuka kesempatan seluas-luasnya kepada akademisi dan peneliti untuk berkontribusi kepada jurnal tersebut.</p>
<p dir="ltr">Acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB hanya terbatas untuk 30 orang peserta dari kalangan akademisi dan peneliti yang diundang dari beberapa institusi seperti Universitas Padjadjaran (UNPAD), Institut Teknologi Bandung (ITB), Pusat Tenaga Nuklir Bahan dan Radiometri (PTNBR), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Departemen Pertanian. Setelah pembukaan dan sambutan dari ketua pelaksana, Dr. Muhayatun, MT, acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan oleh <em>keynote speaker</em>, Prof. Dr. Zaki Su&#8217;ud. Pada sesi tersebut, dosen pada jurusan Fisika ITB dengan bidang riset reaktor nuklir yang sekaligus bertindak sebagai editor JAI ini memaparkan dengan cukup rinci namun dalam bahasa sederhana tentang <em>“How to Publish International Journal”</em>. Beliau mengawali sesi pertama tersebut dengan menjelaskan pentingnya publikasi bertaraf internasional. Publikasi internasional diperlukan tidak saja untuk menambah nilai lebih untuk peneliti itu sendiri, tetapi yang jauh lebih penting daripada itu semua adalah nama dan prestise negara. Beliau menyebutkan, “Publikasi ilmiah merupakan cerminan dalam persaingan antar-bangsa. Saat ini negara yang memiliki jumlah publikasi internasional cukup banyak adalah Jepang, USA, dan UK”. Pada sesi tersebut beliau juga menyampaikan bahwa hal penting yang harus diperhatikan terkait penulisan jurnal ilmiah bertaraf internasional adalah kebaruan yang dihasilkan dalam riset. Aspek kebaruan dalam riset bisa saja meliputi topik baru atau metodologi yang benar-benar baru. Analisis lain yang sebelumnya belum pernah dilakukan  pada permasalahan yang sama juga bisa dipandang sebagai kebaruan dari sebuah riset. Beliau memberikan tips, “Jika topik yang dikerjakan adalah riset yang bersifat <em>frontier</em> dan sedang ramai dikerjakan oleh banyak peneliti, maka harus bergerak cepat untuk mempublikasikannya sebelum didahului oleh peneliti lain.”  Namun beliau memberi alternatif lain, “Atau lakukan riset spesifik yang dikerjakan oleh komunitas tertentu yang tidak terlalu besar sehingga tidak perlu buru-buru untuk publikasi”. Sesi ini berjalan cukup meriah dan hangat. Pada akhir presentasi beliau menyoroti tentang etika menulis. Beliau menyampaikan pentingnya untuk memeriksa riset yang akan dipublikasi terbebas dari unsur plagiarisme terhadap pekerjaan peneliti lainnya.</p>
<p dir="ltr">Tanpa diisi dengan sesi tanya jawab, acara kemudian dilanjutkan pada sesi kedua, yaitu presentasi oleh <em>chief editor</em> Jurnal Atom Indonesia, Prof. Dr.rer, Nat, Evvy Kartini. Pada sesi yang diberi judul <em>Introducing Journal Atom Indonesia Road to International Journal</em> beliau bercerita tentang seluk-beluk perjalanan jurnal yang pertama kali terbit pada tahun 1977 ini. Beliau mengakui, walaupun jurnal ini sudah ada sejak tahun 1975 dan terbit perdana dua tahun setelahnya, tetapi JAI seolah tidak terdengar gaungnya. Namun dengan seiring waktu dan kerja keras, sekarang jurnal tersebut sudah menunjukkan kualitasnya. “Alhamdulillah saat ini kami sudah diakreditasi oleh dua lembaga, yaitu oleh LIPI dan DIKTI dengan nilai masing-masing A dan B”, ujar beliau yang menamatkan sekolah doktoralnya di Jepang. Tahun 2009 JAI juga meraih prestasi dengan mendapatkan <em>block grant</em> dari DIKTI. Hal ini cukup membanggakan karena Jurnal Atom Indonesia adalah satu-satunya jurnal di Indonesia yang bersifat non-universitas yang mendapatkan program dari DIKTI. Kemudian sejak tahun 2012 JAI juga sudah terdaftar di <em>Google Scholar</em> dan <em>Directory of Open Access Journals</em> (DOAJ). “Jadi walaupun jurnal ini adalah jurnal nasional tetapi tarafnya internasional”, ungkapnya. Oleh sebab itu juga JAI yang terbit tiga kali dalam setahun ini diformat dalam bahasa Inggris untuk setiap karya ilmiah yang masuk. Tidak hanya itu, sebagian <em>editor-</em>nya pun juga berasal dari luar negeri. Sesi kedua ini berjalan hangat dan meriah dengan pembawaan beliau yang kocak, sehingga tidak jarang gelak tawa memenuhi ruangan seminar.</p>
<p dir="ltr">Selain mempromosikan jurnal, Evvy Kartini juga memberikan motivasi kepada peserta untuk terus menumbuhkan jiwa meneliti. Senada dengan yang disampaikan Prof. Dr. Zaki Su&#8217;ud pada sesi sebelumnya, beliau juga menyampaikan bahwa publikasi ilmiah tidak hanya membawa nama baik untuk penulis, tetapi juga mengangkat nama negara. “Kita bisa meyakinkan negara lain melalui tulisan. Ini adalah “perang” dalam <em>science</em>. <em>This is all about how you change your world”</em>, ungkap beliau dengan penuh semangat. Beliau juga berpesan untuk para penulis yang ingin mempublikasikan hasil risetnya untuk tidak patah semangat jika terjadi penolakan terhadap karya ilmiah yang ingin dipublikasikan. Penolakan adalah hal yang biasa. Selama ada nilai kebaruan dari penelitian yang dilakukan dan bebas plagiarisme, beliau yakin hasil penelitian yang dituangkan pada sebuah karya tulis tersebut bisa dimuat pada jurnal berskala nasional bahkan internasional selama mengikuti aturan-aturan yang berlaku pada jurnal yang dituju. Maklum saja, setiap jurnal mempunyai standar dan format penulisan masing-masing. Berdasarkan pengalaman selama menjadi <em>editor</em>, banyak karya ilmiah yang masuk dikembalikan kepada penulisnya tanpa dibaca oleh <em>editor</em>, hanya karena tidak mengikuti format yang ditetapkan. Sesi ini beliau akhiri dengan membicarakan etika yang harus dimiliki setiap peneliti. Karya tulis yang sedang dalam proses <em>review</em> pada sebuah jurnal dan belum dinyatakan ditolak dari pihak terkait sepatutnya tidak didaftarkan lagi pada jurnal lain untuk menghindari publikasi ganda.</p>
<p dir="ltr"><a href="http://mjeducation.co/batan-adakan-sosialisasi-jurnal-atom-indonesia/20130514_121456/" rel="attachment wp-att-11675"><img class="alignleft size-medium wp-image-11675" title="20130514_121456" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/20130514_121456-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Kemudian acara dilanjutkan dengan sebuah sesi tanya jawab yang dipandu oleh Dr. Ir. Hadi Suwarno, M.Eng selaku moderator yang juga merupakan salah seorang <em>editor</em> pada JAI yang sedang dibicarakan pada seminar tersebut. Antusiasme tergambar jelas dari banyaknya peserta yang ingin mengajukan pertanyaan pada <em>keynote speaker</em>. Pukul 12.30 sesi tanya jawab pun selesai. Seminar diakhiri dengan penutupan oleh ketua pelaksana, ramah tamah, dan foto bersama.</p>
<p>Pada kesempatan terpisah, ketua panitia menyampaikan bahwa acara ini bukan pertama kali dilaksanakan. “Acara seperti ini pernah kami lakukan tahun sebelumnya, walaupun bukan acara tahunan. Untuk tahun depan kami belum tahu apakah akan dilaksanakan atau tidak”, ujar Muhayatun disela acara ramah tamah. Acara sosialisasi ini juga disambut baik oleh para peserta. “Acaranya bagus, jadi tahu <em>gimana</em> buat publikasi di jurnal internasional dan memotivasi kita juga untuk terus publikasi”, kata salah seorang peserta yang berasal dari ITB. “Tapi diharapkan adanya <em>follow up</em> dari panitia setelah acara ini terhadap peserta untuk dapat mempublikasikan karya-karyanya terutama di jurnal ini”, ujarnya menutup komentar.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/dMAZcGeGO5c" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/batan-adakan-sosialisasi-jurnal-atom-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/batan-adakan-sosialisasi-jurnal-atom-indonesia/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Wacana RUU Santet Dalam Pandangan Sains</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/ppBt2tggec4/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/wacana-ruu-santet-dalam-pandangan-sains/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 04:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aminuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Global]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[dukun santet]]></category>
		<category><![CDATA[Rancangan undang-undang]]></category>
		<category><![CDATA[Rancangan Undang-Undang Santet]]></category>
		<category><![CDATA[RUU]]></category>
		<category><![CDATA[santet]]></category>
		<category><![CDATA[sihhir]]></category>
		<category><![CDATA[tenung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11613</guid>
		<description><![CDATA[Teater panggung DPR di Senayan tidak henti-hentinya menampilkan sesuatu yang sensasional. Baru-baru ini, permasalahan santet sedang ramai diperbincangkan. Pasal santet masuk dalam wacana untuk dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bahkan DPR berencana melakukan studi banding ke luar negeri demi menyempurnakan rancangan undang-undang tersebut. Wacana RUU tentang ilmu hitam pun banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11647" rel="attachment wp-att-11647"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/putracenterblogspot-300x292.jpg" alt="" title="putracenterblogspot" width="300" height="292" class="alignleft size-medium wp-image-11647" /></a></p>
<p align="justify">Teater panggung DPR di Senayan tidak henti-hentinya menampilkan sesuatu yang sensasional. Baru-baru ini, permasalahan santet sedang ramai diperbincangkan. Pasal santet masuk dalam wacana untuk dimasukkan dalam <strong>Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)</strong>. Bahkan DPR berencana melakukan studi banding ke luar negeri demi menyempurnakan rancangan undang-undang tersebut.</p>
<p align="justify">Wacana RUU tentang ilmu hitam pun banyak menimbulkan pro dan kontra. Selain menghambur-hamburkan uang negara, santet bukanlah hal yang keberadaannya empiris dan bisa dicerna oleh alasan akademis. Sulit dipungkiri bahwa masyarakat masih percaya hal-hal mistis seperti santet, teluh, tenung, pelet, gendam dan sebangsanya hingga pemerintah perlu turun tangan untuk menjatuhkan sanksi. Masyarakat masih banyak yang mengadu nasib dan mengambil jalan pintas untuk mencelakai orang lain dengan ilmu-ilmu hitam. Tidak hanya itu, masyarakat juga tidak jarang pergi ke orang pintar (dukun) dengan tujuan memperkaya diri.</p>
<p align="justify">Santet, teluh, tenung, pelet, gendam, dan lain sebagainya merupakan kemampuan supernatural yang tidak bisa dipelajari dan dibedah dengan sains dan sifatnya pun irasional. Sementara hukum positif negara dibangun dan dibentuk berdasarkan produk rasional yang bisa dicerna dengan logika dan bukti empiris tanpa mengandung unsur-unsur magic. Sejauh ini, belum ada bukti konkret yang menjelaskan bahwa santet merupakan hal nyata yang dapat diuji dengan kajian ilmiah. Santet bekerja di luar kemampuan orang biasa, sehingga akan sulit membuktikan siapa pelaku dan korban secara benar. Berkaitan dengan itu, banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam membentuk <strong>Rancangan Undang-Undang Santet</strong>. Sebagai contoh, ada orang ditembak orang lain dan langsung mati, di lain pihak ada orang disantet dan juga langsung mati. Pada dasarnya kasus tersebut sama, yakni pembunuhan, hanya saja korban meninggal dengan cara yang berbeda. Dalam dua kasus tersebut, jelas bahwa kasus pertama lebih mudah diusut daripada kasus yang kedua, karena alat bukti yang ada lebih diterima oleh akal sehat. Sedangkan kasus yang kedua, penegak hukum harus berhadapan dengan beberapa hal dalam proses pembuktian. Salah satunya adalah sulitnya mencari alat bukti yang kasat mata dan dapat dideteksi oleh indera fisik.</p>
<p align="justify">Dalam proses pembuktian, seorang hakim tidak mungkin dapat memutuskan perkara hanya berdasarkan pada efek korban melalui santet. Misalkan dengan mengedepankan bukti benda-benda seperti paku, kawat, silet, kaca, ataupun benda-benda lainnya yang keluar dari tubuh korban. Dalam menjalankan prosedur pembuktian, banyak risiko yang bisa terjadi jika dalam mencari fakta dan bukti tidak benar. Akibatnya bisa menimbulkan fitnah. Tidak jarang orang menjadi bulan-bulanan masyarakat karena disinyalir mempunyai ilmu santet tanpa ada bukti yang konkret. Kesalahpahaman itulah yang menjadikan masyarakat cenderung terprovokasi dan mudah main hakim sendiri. Selain itu, hukuman moral bagi orang yang dianggap pelaku santet akan membuatnya dikucilkan. Masyarakat tidak segan-segan memberi julukan tukang sihir.</p>
<p align="justify">Lebih jauh lagi, harus ada hakim ataupun saksi ahli yang paham tentang dunia santet-menyantet untuk memutuskan apakah kasus yang terjadi memang benar-benar santet atau bukan. Tentunya hal ini tidak mudah untuk dibuktikan, bahkan tidak mungkin. Pasalnya saksi ahli atau orang yang ahli dalam bidang persantetan tidak serta-merta lahir seperti pakar-pakar hukum positif lainnya. Misalnya seperti hakim, hakim lahir dengan keahliannya dari perguruan tinggi. Sedangkan perguruan tinggi tidak ada jurusan persantetan ataupun jurusan yang mempelajari tentang ilmu hitam (<em>black magic</em>). Berbeda halnya dengan dunia <strong>Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)</strong>. Dunia maya atau internet juga tidak nyata. Meski demikian, proses produksinya menggunakan nalar rasional dan pembuktian secara nyata di khalayak ramai. Sebagai contoh adalah ponsel, dalam menghubungkan komunikasi jarak jauh, tentunya tidak bisa dijangkau dengan kasat mata. Akan tetapi proses pengiriman atau koneksinya menggunakan gelombang yang diperoleh dari hasil cipta manusia. Sedangkan santet merupakan ilmu yang tidak dikaji dan tidak diuji secara ilmiah.</p>
<p align="justify">Lalu, akan sulit sekali mengkaji santet dari sudut pandang sains mengingat background keduanya berbeda. Misalnya TIK merupakan hal yang berkaitan dengan proses, pengelolaan informasi, dan alat bantu untuk menerjemahkan data yang telah diproses dari teknologi informasi. Secara logika bisa dicerna dengan akal sehat dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Sedangkan santet merupakan intuisi gaib dan keberadaannya tidak jelas. Berbeda halnya dengan dunia sains. Hampir semua orang di dunia ini mempercayai hasil cipta otak manusia tersebut. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika hal yang akan dirumuskan baik di kalangan pemerintah atau pun kalangan akademik harus diterima oleh akal sehat, sehingga tidak ada yang menjadi spekulatif yang berujung pada kemusyrikan. Akan sulit sekali merasionalkan konstitusi dengan santet yang irasional. Dengan demikian, masalah gaib diselesaikan dengan cara gaib, masalah hukum diselesaikan pasal hukum.</p>
<p align="justify">Di lain pihak, masih banyak pekerjaan rasional yang harus diselesaikan oleh para anggota DPR. Selain itu, fokus utama yang menjadi perhatian adalah edukasi terhadap generasi penerus bangsa agar terus diperbaiki. Pendekatan pendidikan agamis terus ditingkatkan agar tidak mudah percaya terhadap hal-hal mistis yang mengakibatkan kemusyrikan.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/ppBt2tggec4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/wacana-ruu-santet-dalam-pandangan-sains/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/wacana-ruu-santet-dalam-pandangan-sains/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Membaca Puisi, Membaca Indonesia: Menjadikan Budaya Sebagai Panglima</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/lmqv_EfiYqY/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/membaca-puisi-membaca-indonesia-menjadikan-budaya-sebagai-penglima/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 12:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugroho Angkasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Seni dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[budaya sebagai panglima]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[kultur]]></category>
		<category><![CDATA[membaca puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sosial budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11636</guid>
		<description><![CDATA[Selasa malam (14/5) Yogyakarta diguyur hujan rintik-rintik. Kendati demikian, kondisi cuaca tersebut tak menyurutkan kedatangan ratusan peserta dalam acara Pembacaan Puisi oleh sejumlah tokoh nasional di Tembi Rumah Budaya, Jl. Parangtritis, Bantul. Sederet nama beken siap menunjukkan kebolehannya dalam hajatan budaya bertajuk “Membaca Puisi, Membaca Indonesia” untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-105 pada 20 Mei [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Selasa malam (14/5) Yogyakarta diguyur hujan rintik-rintik. Kendati demikian, kondisi <a href="http://mjeducation.co/membaca-puisi-membaca-indonesia-menjadikan-budaya-sebagai-penglima/pendopo-tembi/" rel="attachment wp-att-11638"><img class="alignright size-medium wp-image-11638" title="Pendopo Tembi" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Pendopo-Tembi-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>cuaca tersebut tak menyurutkan kedatangan ratusan peserta dalam acara Pembacaan Puisi oleh sejumlah tokoh nasional di Tembi Rumah Budaya, Jl. Parangtritis, Bantul. Sederet nama beken siap menunjukkan kebolehannya dalam hajatan budaya bertajuk “Membaca Puisi, Membaca Indonesia” untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-105 pada 20 Mei 2013 mendatang.</p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Para tokoh yang langsung hadir dari ibu kota ke kota gudeg antara lain Ketua Lembaga Penjamin Saksi dan Korban (LPSK), Abdul Haris Semendawai, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Siti Noor Leilla, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud M.D. Selaku tuan rumah, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Gubernur DIY rencananya juga hadir, tapi kemudian batal karena beliau ada kegiatan di Bali.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kendati demikian, para pengunjung tak merasa kecewa, karena justru SBY bersedia <em>rawuh</em> (datang), <em>eit</em> jangan GR <em>(Gede Rumangsa)</em> dulu, SBY di sini singkatan dari Si Butet Yogya. Menurut Ons Untoro dalam situs</span><a style="font-size: 13px; line-height: 19px;" href="http://www.tembi.net/"> http://www.tembi.net</a><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">, Butet Kertaredjasa memang seorang seniman andal. Bahkan, oleh mendiang Romo Mangunwijaya, Butet diberi ‘gelar’ sebagai “Raja Monolog”. Pada tahun 1998 silam, Butet sering menirukan suara Presiden RI Soeharto dalam demo-demo mahasiswa di Yogyakarta. Tak pelak nama Butet kian dikenal luas dan dicintai oleh publik di Indonesia.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Penulis bersama istri hadir di lokasi acara di daerah pinggiran yang masuk wilayah Kabupaten Bantul tersebut pada pukul 19.30 WIB. Jarak tempuh dari rumah ke Tembi Rumah Budaya hanya sekitar 30 menit saja. Saat itu, parkiran motor dan mobil tampak telah penuh sesak oleh kendaraan. Uniknya, sebagian besar pengunjung ialah kaum muda. Bisa jadi mereka merupakan mahasiswanya Pak Mahfud, sebab pakar hukum dan tata negara tersebut memang Guru Besar di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Acara baru akan dimulai pukul 20.00 WIB, sembari menanti para tamu bisa menikmati sajian bakmi Jawa, suguhan angkringan, pisang rebus, kacang rebus, wedang secang, dan teh hangat. Khusus malam tersebut, hanya angkringan yang wajib membayar, sedangkan lainnya gratis karena sudah ditraktir oleh pihak penyelenggara. Sontak areal <em>food court</em> tempat makan tradisional tersebut diserbu oleh para pengunjung. Sebab sebagian besar adalah anak kost, sehingga mereka bisa memperbaiki gizi dan menghemat uang saku.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hajatan budaya malam itu terbilang edisi spesial. Biasanya Tembi Rumah Budaya memang menggelar acara pembacaan puisi setiap bulan purnama, tapi khusus untuk memperingati Harkitnas 2013 Tembi bekerjasama dengan Komunitas Indonesia Bermartabat (KIM). KIM adalah kumpulan aktivis 1998 yang merasa gerah kenapa pasca 15 tahun reformasi, bangsa ini masih jalan di tempat, bahkan tak tahu harus melangkah ke mana.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Saat ditanya oleh Ons Untoro selaku MC <em>(Master of Ceremony)</em> di awal acara, apa saja aktivitas KIM? Kusumo menjelaskan, ”Gerakan menuju Indonesia bermartabat sekadar menyapa petani, nelayan, buruh, mengajak <em>ngobrol</em> dan memberdayakan rakyat yang selama ini sering diabaikan dan dipandang sebelah mata. Kami berharap dari membenahi yang keci-kecil ini, semoga dapat bermanfaat bagi Indonesia masa depan.” Selain itu, Kusumo juga mengucapkan terima kasih kepada para tamu dari Jakarta, rekan-rekan Tembi dan seluruh hadirin yang telah meluangkan waktu berkumpul pada malam tersebut.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"><a href="http://mjeducation.co/membaca-puisi-membaca-indonesia-menjadikan-budaya-sebagai-penglima/suksesi-demang-dilucuti/" rel="attachment wp-att-11639"><img class="alignleft size-medium wp-image-11639" title="Suksesi Demang dilucuti" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Suksesi-Demang-dilucuti-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Sebelumnya untuk menghangatkan suasana, Tembi juga mengundang Paguyuban Seni Tradisional Srandul untuk tampil dan mengisi acara di pendopo utama. Mereka adalah kelompok ketoprak asal Sleman. Menurut Ons Untoro, untuk membeli peralatan musik gendang, rebab, angklung, menyewa kostum, dll, Srandul didanai oleh Pak Mahfud. Ternyata. Ternyata selain ahli hukum, pria kelahiran Sampang, Madura, 13 Mei 1957 tersebut juga peduli pada seni tradisional. Malam itu, Srandul membawakan lakon bertajuk “Demang Ketendang”, isinya tentang suksesi kepemimpinan di Padukuhan Karang Wetan.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ada kejadian unik ketika pentas ketoprak berlangsung, karena beberapa tamu dari Jakarta tak paham bahasa Jawa yang digunakan para pemain. Lantas, mereka berbisik-bisik bertanya pada teman yang asli dari Yogyakarta di sebelahnya, “Apa sih artinya?” Alhasil, muncullah penerjemah dadakan untuk menjelaskan alur cerita tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Intinya, warga Karang Wetan merasa resah dengan sikap Ki Demang yang mulai lupa pada amanah rakyat. Sebab, Ki Demang bergaulnya dengan koruptor, pengusaha nakal, bandar narkoba, mafia hukum, dll. Sedangkan penduduk setempat dibiarkan hidup sengsara dan terlunta-lunta. “Kita mencari uang Rp1.000 saja susahnya minta ampun, tapi para koruptor begitu mudah menjarah uang rakyat Rp 1 miliar lebih. Mereka pun dibiarkan berkeliaran bebas oleh Ki Demang,” ujar salah seorang pemain.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ketika Ki Demang diingatkan oleh istrinya agar lebih memperhatikan rakyat dengan cara <a href="http://mjeducation.co/membaca-puisi-membaca-indonesia-menjadikan-budaya-sebagai-penglima/ki-demang-dan-nyi-demang/" rel="attachment wp-att-11640"><img class="alignright size-medium wp-image-11640" title="Ki Demang dan Nyi Demang" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Ki-Demang-dan-Nyi-Demang-262x350.jpg" alt="" width="262" height="350" /></a>blusukan dan turun ke bawah, sang suami justru menjawab, “Lho saya kan sudah setiap malam Jumat kliwon mubeng (keliling) dusun Bu” “Itu bukan blusukan namanya, tapi tirakatan. Pak, seorang pemimpin itu harus siap <em>tombok bondo, tombok arto, lan tombok roso</em> (berkorban harta, uang, dan perasaan),” ujar Nyi Demang. Petuah bijak tersebut mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para penonton.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lantas, para warga berdemonstrasi dan menuntut Ki Demang <em>lengser keprabon</em> dari jabatannya. Tapi beliau terus menolak karena modal awal untuk kampanye pemilihan demang dulu belum kembali. Kendati demikian, Maling Suko selaku pimpinan demonstran pantang menyerah dan terus memobilisasi massa. Akhirnya, Ki Demang bersedia turun dari tahta demi menjaga ketertiban dan keamanan Padukuhan Karang Wetan.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Uniknya simbol pelengseran Ki Demang ialah dengan pelucutan pakaian beskap oleh seluruh warga masyarakat. Lantas untuk merayakan kemenangan rakyat, seluruh pemain ketoprak dan para hadirin bernyanyi bersama diiringi tabuhan gendang, rebab, dan irama rancak angklung, <em>“Sampun paripurno, sing salah mesti seleh, sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti!!!”</em> Terjemahan bebasnya begini, “Usailah sudah, yang salah pasti kalah, yang benar pasti menang, jayalah kita semua.”</span></p>
<h4 dir="ltr"><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Menu Utama</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ibarat jamuan santap malam, persembahan ketoprak dari kelompok Srandul tersebut merupakan hidangan pembuka. Menu utamanya ialah parade baca puisi dan orasi budaya oleh para tokoh nasional dari Jakarta dan seniman lokal dari Yogyakarta. Kesempatan pertama jatuh pada Ketua Lembaga Penjamin Saksi dan Korban (LPSK), Abdul Haris Semendawai. Ia membacakan puisi karya Wiji Thukul dan Rendra.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Semendawai memilih salah satu puisi Wiji Thukul yang berjudul “Apa Penguasa Kira” untuk mengingatkan kita semua pada aktivis pro demokrasi asal Solo tersebut. Hingga kini keberadaan penyair “cadel” yang tak bisa mengucapkan huruf “r” tersebut masih misterius. Menurut pendapat LPSK, penghilangan orang secara paksa merupakan sebuah pelanggaran HAM berat. Selama ini, LPSK juga pernah mendampingi beberapa korban penculikan. “Ternyata mereka mengalami trauma, jadi perlu penanganan medis dan terapi psikis agar pulih seperti sedia kala,” ujar pria kelahiran Ulak Baru Oku, Sumatera Selatan, 28 September 1964 tersebut. .</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Puisi kedua yang dibacakannya ialah karya Rendra, judulnya, “Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia”. Puisi tersebut dibuat di Jakarta pada 17 Mei 1998 silam dan dibacakan Rendra di DPR. Berikut ini kutipannya:</span></p>
<blockquote><address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Kitab undang-undang tergeletak di selokan</span></address>
<address dir="ltr">Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan.</address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">O, tatawarna fatamorgana kekuasaan!</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">O, sihir berkilauan dari mahkota raja-raja!</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dari sejak zaman Ibrahim dan Musa</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Allah selalu mengingatkan</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">bahwa hukum harus lebih tinggi</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">dari keinginan para politisi, raja-raja, dan tentara.</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">O, kebingungan yang muncul dari kabut ketakutan !</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">O, rasa putus asa yang terbentur sangkur !</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Berhentilah mencari ratu adil !</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ratu adil itu tidak ada. Ratu adil itu tipu daya !</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Apa yang harus kita tegakkan bersama</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">adalah Hukum Adil…”</span></address>
</blockquote>
<p dir="ltr">Lalu berturut-turut dua penyair perempuan mempersembahkan puisi karya Dhenok Kristianti. Umi Kulsum, penulis cerita anak di pelbagai media massa membacakan puisi “Cinta pada Rama”. Sedangkan Choen Supriyatmi, Guru SMP 1 Imogiri, Yogyakarta membacakan puisi “Bergurulah pada Rajawali.”</p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Giliran selanjutnya jatuh pada Siti Noor Leilla, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tersebut membacakan puisi “Orang-orang Miskin” karya Rendra. Menurut perempuan kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 30 November 1967 tersebut, acara ini semacam nostalgia. Dulu saat ia masih menjadi mahasiswa di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, ia sering mengikuti demonstrasi menuntut pergantian rezim. Puisi Rendra tersebut wajib dibacakan sebagai penyemangat dalam orasi-orasi di atas aspal jalanan yang panas. </span><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Berikut ini kutipannya:</span></p>
<blockquote><address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Gigi mereka yang kuning</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">akan meringis di muka agamamu.</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">akan hinggap di gorden presidena</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">dan buku programma gedung kesenian.</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah,</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">bagai udara panas yang selalu ada,</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">bagai gerimis yang selalu membayang.</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">tertuju ke dada kita,</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">atau ke dada mereka sendiri.</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">O, kenangkanlah :</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">orang-orang miskin</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">juga berasal dari kemah Ibrahim…”</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">(Yogyakarta, 4 Februari 1978)</span></address>
</blockquote>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sebagai intermezo, Angger Jati turut membacakan puisi karyanya sendiri. Seharusnya, ia mendapat giliran membaca puisi dalam Sastra Bulan Purnama edisi Februari 2013 silam. Tapi karena ia berhalangan hadir ia diminta Ons Untoro untuk membayar “utang” puisinya tersebut sekarang.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Mohon maaf sebenarnya saya tak siap untuk membaca puisi, sampai-sampai kacamata baca pun ketinggalan. Oleh sebab itu, saya akan membacakan puisi karya saya sendiri yang berjudul “Megatruh Indonesia,” ujar aktivis rekonsiliasi yang baru pulang dari Bima, NTB tersebut. </span><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Berikut ini kutipannya:</span></p>
<blockquote><address dir="ltr"> <span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Benarkah negeri ini masih akan bertahan sedikit lebih lama</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Setelah lagu kebangsaan kehilangan gema</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kepak sayap garuda tak sekokoh pada awalnya</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kibaran bendera dibiarkan kian tak berwarna</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dan anak anak kita tak lagi hapal pernyataan kemerdekaan negara</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ikrar sumpah pemuda dan wajah-wajah pendiri bangsa</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dengan cara apa kita kembalikan tanah ini</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pada wajah semestinya</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Seluruh penjuru negeri</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tak lagi milik saudara kita sendiri</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tapi orang-orang tak bernama</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Wajah wajah tak pernah bersapa</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Rumah-rumah tanpa pintu dan jendela</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tempat para kekasih seharusnya di situ menunggu</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Menggenggam  rindu di sekuntum bunga</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Negeri ini hampir hilang dari gambar di peta dunia…”</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">(Yogyakarta, 2011)</span></address>
</blockquote>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lantas, ia juga membacakan sebuah puisi karya Chairil Anwar yang berjudul “Prajurit Jaga Malam.” Itulah sajak favorit sejak kali pertama ia belajar membaca puisi. </span><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Berikut ini kutipannya:    </span></p>
<blockquote><address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">bermata tajam</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">kepastian</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Aku suka pada mereka yang berani hidup</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">1948</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Siasat,</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Th III, No. 96</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">1949</span></address>
</blockquote>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Setengah berkelakar Ons Untoro selaku MC menanggapi, “Sebenarnya Angger Jati itu bercita-cita menjadi tentara tapi tidak kesampaian. Ia hanya menjadi kamra. Toh keduanya sama-sama kerjanya jaga malam.” Dagelan tersebut sontak disambut tawa dan mencairkan suasana.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"><a href="http://mjeducation.co/membaca-puisi-membaca-indonesia-menjadikan-budaya-sebagai-penglima/butet-kertaredjasa/" rel="attachment wp-att-11641"><img class="alignleft  wp-image-11641" title="Butet Kertaredjasa" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Butet-Kertaredjasa-262x350.jpg" alt="" width="210" height="280" /></a>Kini giliran Butet Kertaredjasa untuk unjuk gigi lewat pembacaan puisi. Uniknya, ia tak sekadar membaca puisi tapi memberi interpretasi baru atas puisi Taufik Ismail yang berjudul “Kembalikan Indonesia Padaku”.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sekilas tentang profil Butet. Menurut Ons Untoro dalam</span><a style="font-size: 13px; line-height: 19px;" href="http://www.tembi.net/"> http://www.tembi.net</a><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"> Butet Kertaredjasa adalah aktor yang mempunyai kemampuan yang mengagumkan. Penampilan dia di panggung maupun di televisi acap mengundang rasa kagum bagi publik penggemarnya. Setiap minggu, sudah dua tahun lebih, bersama dengan aktor Slamet Raharjo, Butet tampil dalam acara Sentilan-Sentilun di Metro TV.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Teater memang dunia Butet sejak masih muda. Puluhan tahun yang lalu, Butet aktif di sejumlah grup teater di Yogykarta. Tahun 1977 Butet aktif di Teater Kita-Kita. Tahun 1978-1981 ia aktif di Teater SSRI. Pada tahun yang sama, Butet juga aktif di Sanggarbambu (1978-1981). Di Teater Dinasti, bersama Emha Ainun Najib, dan pimpinan teater dipegang Fajar Suharno dari Bengkel Teater pada tahun 1982-1985, Butet ikut aktif di teater ini.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Di Teater Gandrik, sejak tahun 1985 sampai sekarang, rasanya Butet tidak akan meninggalkan grup teater ini. Bahkan, kelompok teater ini memiliki penonton tersendiri, yang bukan dari kalangan teater saja, tapi mampu ‘menggoda’ beragam lapisan masyarakat untuk melihat pertunjukan teater Gandrik.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kini usia Butet Kertaredjasa 52 tahun. Ia lahir di Yogyakarta 21 November 1961. Sejak usia belasan tahun sampai sekarang, Butet tidak pernah jauh dari kesenian, terutama seni peran. Selain itu Butet pernah menjadi reporter. Kalau kita main ke rumah Butet, di tangga lantai dua rumahnya, setiap tangga dipasangi guntingan wesel kiriman honor. Rupanya, Butet mendokumentasikan bukti penerimaan honor tulisan yang dikirim melalui wesel. “Untuk tidak melupakan hidup prihatin di masa lalu,” kata Butet Kertaredjasa.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kini, jika sedang di Yogykarta, Butet kesehariannya selain bisa ditemui di rumahnya, bisa dikunjungi di Warung Bu Ageng miliknya di Jl. Tirtodipuran Yogyakarta. Di warung itulah, teman-temannya sering mampir menikmati menu masakan istrinya sekaligus bertemu dan ngobrol santai dengan Butet.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Menurut Butet, sebuah puisi yang baik harus bisa menyesuaikan diri dengan setting zamannya. Puisi karya Taufik Ismail “Kembalikan Indonesia Padaku” ditulis pada tahun 1971 di Paris. Selama rentang waktu 42 tahun banyak perubahan yang telah terjadi. Misalnya jumlah penduduk Indonesia tak lagi seratus juta tapi sudah duaratus juta lebih, jadi amblasnya sampai ke dasar lautan. “<em>Nah</em> itu yang saya tambahkan,” ujarnya yang sontak disambut tepuk tangan penonton. </span><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Berikut ini kutipan puisi asli karya Taufik Ismail:</span></p>
<blockquote><address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Hari depan Indonesia adalah seratus juta orang yang main pingpong siang malam</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat,</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hari depan Indonesia adalah pulau jawa yang pelan-pelan tenggelam</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,</span></address>
<address> </address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat,</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,</span></address>
<address> </address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sambil main pingpong di atas pulau jawa yang tenggelam</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan</span></address>
<address> </address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kembalikan</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Indonesia</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Padaku”</span></address>
</blockquote>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Di sini saya memang merespon puisi tersebut, saya sudah minta ijin dan minta maaf kepada penciptanya. Kalian semua di sini menjadi saksi ya,” imbuhnya lagi. Dalam respon atas puisi Taufik Ismail tersebut Butet memasukkan kerisauannya ihwal tolerasi beragama di Indonesia yang kian pudar, polisi dan aparat keamanan yang tak tertib, pemimpin yang <em>leda-lede</em> dan memble, hakim korup yang doyan sogokan. “Kita merindukan hakim jujur yang berani menolak sogokan, sayang hakim MK-nya sudah mundur,” ujarnya sembari memandang ke Mahfud M.D. Sontak ekspresi tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh penonton.</span></p>
<h4 dir="ltr"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px; color: #ff6600;">Orasi Budaya</span></strong></h4>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Acara pamungkas ialah orasi budaya dari Mahfud M.D. Sebelumnya, beliau meminta maaf karena tak akan membaca puisi. “Malam ini saya mau agak serius guna merefleksikan apa yang dibaca, didengarkan, dilihat mengenai masalah bangsa,” ujarnya dengan logat Madura yang kental.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ia mengaku bahwa orasi budaya ini terinspirasi dari kotbah Gus Mus di Balai Kartini, Jakarta dalam perayaan Harlah Ansor belum lama ini. Intinya, KH A Mustofa Bisri menjabarkan proses perjalanan republik ini. Pada masa orde baru, ekonomi pernah menjadi panglima, tapi kemajuan yang diperoleh secara ekonomi begitu cepat hilang akibat praktek KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Sebelumnya, pada masa orde lama Soekarno menjadikan politik sebagai panglima. Kendati demikian, kondisi masyarakat tetap tak stabil. Oleh sebab itu, menurut Gus Mus kini saatnya bangsa ini menjadikan budaya sebagai panglima.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selanjutnya, Menteri Pertahanan pada era Gus Dur tersebut mengingatkan bangsa ini tengah berada dalam pusaran globalisasi. Sehingga sekat-sekat fisik antara negara yang satu dengan lainnya tidak ada lagi. &#8220;Dulu ada sungai, pagar, gunung, lautan dll yang memisahkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Kini, pembatas itu masih ada tapi semua bisa diatasi dengan pesatnya kemajuan sarana informasi, teknologi, komunikasi,&#8221; ujarnya. Mahfud memberi contoh dari kasus kejatuhan presiden ke-4 Mesir Hosni Mubarak. Para demonstran mengoptimalkan penggunaan sarana internet, BBM, dan sms untuk memobilisasi massa. Bisa jadi penggeraknya tak berada di lokasi kejadian, mereka ada di Amerika Serikat, tapi bisa leluasa memberi informasi penting lewat Facebook, Twitter, sms, <em>Blackberry Messenger</em>.</span></p>
<p dir="ltr">Mantan ketua Mahkamah Konsitusi (MK) itu juga memperkenalkan istilah baru, yakni lima Global Conciousness (5 Kesadaran Hati Nurani Global).</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pertama, perkembangan IT sungguh tak terbendung. Kita bisa berhubungan dengan siapapun dan di mana pun sejauh masih ada sinyal dan akses internet. Padahal 20 tahun lalu, sekitar tahun 1990-an itu semua belum mungkin. “Saat itu, saya masih ada di Amerika Serikat. Kalau mau menelepon istri di Indonesia harus janjian dulu, misalnya hari Senin, jam sekian. Lantas, di akhir percakapan lewat telepon tersebut kami harus janjian lagi kapan akan telepon-teleponan lagi,” ujarnya. Selain itu, dulu dalam ilmu politik dikenal ada istilah 3 pilar demokrasi. Tapi kini jumlahnya menjadi 5, yakni eksekutif, legislatif, yudikatif, media, dan sosial media. Sebab FB, Twitter, sms, BBM, dll begitu mudah diakses oleh siapa saja.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kedua, demokratisasi di seluruh penjuru dunia tak terbendung. Ibarat air bah, demokrasi mampu membuka jalannya sendiri. Walau ada beberapa rezim penguasa yang menghalangi, pada akhirnya harus membuka diri dan memberi jalan bagi lahirnya demokrasi. Ketiga, gerakan pembelaan Hak Asasi Manusia (HAM) aktif berjuang di mana-mana. Bahkan satu pelanggaran HAM di satu penjuru dunia bisa menjadi sorotan seluruh komunitas internasional. Keempat, isu lingkungan hidup kian santer. Kini begitu marak gugatan-gugatan masyarakat sipil terkait pengrusakan lingkungan oleh negara dan korporasi berskala global. Kelima, pasar bebas tanpa batas. Perdagangan tak lagi secara sektoral tapi lintas batas, negara, benua, dan mencakup seluruh dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dalam konteks ini, menurut Mahfud, Indonesia perlu memiliki ketahanan budaya untuk menghadapi globalisasi tersebut. Ironisnya, bangsa ini justru mengalami 4D. Pertama, Disorientasi budaya. Indonesia memiliki budaya adiluhung di zaman Sriwijaya, Majapahit, dan lainnya. Tapi tetap saja kita tak bisa kembali ke masa-masa itu. Kendati demikian, menurutnya, semua nilai-nilai luhur tersebut telah tertuang dalam konstitusi. Kedua, Dismotivasi budaya, konsepsi adiluhung seperti menciptakan masyarakat adil makmur, rukun harmoni bersama kini mengalami guncangan serius. Karena globalisasi mendorong kita untuk bersikap kompetitif dan lebih individualis.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ketiga, Disfungsi budaya, dewasa ini sajian seni tak lagi memberi tontonan, tuntunan, dan tatanan tapi sekadar industri komersial belaka. Keempat, Dependensi budaya, kita mengalami ketergantungan pada budaya luar, entah itu dari Amerika, Jepang, Korea, India, Arab, dll. Padahal kita memiliki jati diri bangsa sendiri.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lalu sekarang kita hendak melangkah ke mana? Mahfud mengajak kita kembali ke jati diri bangsa. Sebab potensi historis Indonesia dan kepulauan Nusantara begitu kaya. Budaya-budaya lokal yang luhur perlu dikembangkan, misalnya dalam ranah hukum. Leluhur kita merancang hukum bukan untuk mempermalukan tapi untuk menciptakan harmoni. Dalam hukum modern, konsep itu disebut <em>restorative justice</em>. Seluruh pakar hukum dari penjuru dunia menjadikannya sebagai kajian mereka. Padahal konsep tersebut merupakan budaya kita sendiri.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Contoh lainnya, dalam kasus pencurian kakao. Memang unsur hukumnya terpenuhi dan bisa dijerat oleh pasal-pasal pidana dan masuk penjara. Rakyat tak punya pengacara yang mendampingi karena mereka tak punya uang. Tapi kalau mereka mencuri karena lapar, terpaksa, menurut konsep <em>restorative justice</em>, hukuman tak perlu ada. Sebaliknya, korupsi besar-besaran merajarela. Para tersangka yang diundang untuk diperiksa KPK juga tak mau segera datang. Mereka punya sederet pengacara karena punya banyak uang. Sedangkan rakyat, kalau tak datang langsung dijemput paksa.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Artinya tak hanya dalam ranah budaya, penegakan hukum kita pun mengalami disorientasi. Mau menjadi <em>restorative, normative</em>, atau sekadar main-main? Tak jelas!” ujarnya. Padahal jika dibiarkan seperti ini terus-menerus bisa menimbulkan <em>distrust</em> alias ketidakpercayaan publik kepada para penegak hukum. Bahkan bila terus menumpuk ketidakpercayaan tersebut niscaya menjadi <em>disobedience</em> atau pembangkangan hukum. Hakim dilawan, dst. Muaranya ialah disintegrasi bangsa seperti yang terjadi di semenanjung Balkan. Hancurlah kita sebagai negara bangsa.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Solusi selanjutnya, kita butuh <em>strong leadership</em>. Tapi jangan disamakan antara pemimpin yang kuat dan pemimpun yang kejam,” ujar anggota DPR periode 2004-2008 tersebut. Mahfud menjadikan budaya kita sendiri sebagai parameter kekuatan seorang pemimpin, yakni <em>Hastabrata</em>. Leluhur kita menjadikan instrumen-instrumen alam yang kita jumpai sehari-hari sebagai pedoman seorang pemimpin.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ia konsisten seperti matahari (surya). Kapan terbit, di sebelah mana akan tenggelam, jelas apa yang dimau, bangsa ini akan dibawa ke mana. Bulan (candra), ia lembut mengayomi rakyat. Bumi (buana), ia menjadi tempat tumbuhnya harapan-harapan demi masa depan yang lebih baik. Bintang (kartika), ia menjadi penanda pergantian musim, menjadi acuan arah pagi pelaut di tengah lautan. Angin (bayu), ia menyejukkan seperti semilir angin, pada saat yang sama ia juga dapat menjadi lesus (puting beliung) dan topan yang merobohkan batang-batang pohon yang selama ini menjadi penghalang kemajuan. Air (banyu), ia mengalir dan menyuburkan daerah di sekitarnya. Api (geni), ia membakar angkara murka yang kini merajerela dan menyengsarakan rakyatnya. Angkasa (akasa), ia terbuka seluas cakrawala.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Delapan pedoman kepemimpinan tersebut merupakan warisan nenek moyang kita. Lalu, para bapak bangsa <em>(founding fathers)</em> merumuskannya dalam konstitusi dan pembukaan UUD 1945. Isinya pun masih relevan untuk mengatasi tantangan zaman saat ini,” pungkas pria yang digadang-gadang menjadi kandidat Presiden RI pada Pemilu 2014 mendatang tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tak terasa 2 jam telah berlalu, Ons Untoro menarik benang merah dari acara malam itu. Ternyata para penyaji pembacaan puisi dan orasi budaya bisa – meminjam istilah Anthony Giddens – mencabut ruang dari waktu. Hebatnya, seluruh pengisi acara sebagian besar bukanlah budayawan ataupun seniman, beliau-beliau berasal dari disiplin ilmu hukum dan tata negara. Semoga lewat acara sederhana ini, budaya tak lagi diletakkan di pinggiran oleh para pejabat, tapi bisa mewarnai dinamika keseharian hidup berbangsa. Salam budaya!</span></p>
<div></div>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/lmqv_EfiYqY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/membaca-puisi-membaca-indonesia-menjadikan-budaya-sebagai-penglima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/membaca-puisi-membaca-indonesia-menjadikan-budaya-sebagai-penglima/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Yuk, Kenalkan Buku Sejak Dini Kepada Anak</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/FSuD4uig1p4/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/yuk-kenalkan-buku-sejak-dini-kepada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 08:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rika Setiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting Anak dan Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[agaranakgemarmembaca]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkanbukusejakbayi]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkanbukusejakdini]]></category>
		<category><![CDATA[langkahagaranaksukamembaca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11615</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda bahwa pada lima tahun pertama kehidupannya, otak anak berkembang dengan sangat pesat dibanding pada tahapan usia selanjutnya? Oleh sebab itu, sangat penting bagi orang tua untuk memberikan rangsangan yang tepat agar perkembangan otak anak dapat berkembang maksimal di masa penting pertumbuhannya. Salah satunya adalah dengan membaca. Di sini, yang dimaksud bukanlah meminta anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11632" rel="attachment wp-att-11632"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/telegraph_co_uk-300x178.jpg" alt="" title="telegraph_co_uk" width="300" height="178" class="aligncenter size-medium wp-image-11632" /></a></p>
<p align="justify">Tahukah Anda bahwa pada lima tahun pertama kehidupannya, otak anak berkembang dengan sangat pesat dibanding pada tahapan usia selanjutnya? Oleh sebab itu, sangat penting bagi orang tua untuk memberikan rangsangan yang tepat agar perkembangan otak anak dapat berkembang maksimal di masa penting pertumbuhannya. Salah satunya adalah dengan membaca. Di sini, yang dimaksud bukanlah meminta anak untuk membaca buku sendiri, tapi mengenalkan buku sejak dini kepada anak. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan agar pengetahuan dan wawasan anak bertambah, namun juga mampu membuat anak gemar membaca. Berbeda dengan mengajari anak membaca. Mengajak anak belajar membaca di usia dini bukannya akan membuat anak gemar membaca, justru akan membuat anak benci dengan kegiatan membaca karena mengajarkan anak membaca di usia dini tidak sesuai dengan tahapan perkembangan kognitifnya (Selengkapnya silakan baca artikel <strong>“Calistung Untuk Anak Usia Dini, Tepatkah?”</strong>). Ada beberapa langkah yang dapat Anda terapkan untuk mengenalkan buku sejak dini kepada anak:</p>
<p><strong>Membacakan buku dengan suara keras, jelas dan berirama</strong></p>
<p align="justify">Mengenalkan bacaan bisa dimulai sejak minggu-minggu pertama kelahirannya dengan cara ibu membacakan buku dengan suara keras, jelas dan berirama, boleh pula disertai nyanyian atau variasi seperti menirukan suara binatang atau mengganti karakter suara sesuai tokoh yang diperankan. Walaupun kegiatan ini tampaknya “sia-sia” karena bayi belum bisa memberikan respon secara langsung, namun sebenarnya bayi sudah mampu menangkap suara sang ibu. Saat ibu membacakan buku cerita atau buku apapun, bayi merasa seperti diajak ngobrol dan bercerita. Pada saat inilah perkembangan bahasanya terangsang, keterampilan berpikirnya berkembang sedikit demi sedikit dan perkembangan emosinya pun semakin baik. Menurut penelitian, bayi yang dibacakan buku sejak lahir mempunyai kemampuan bahasa yang lebih tinggi daripada bayi lain yang tidak mendapat rangsangan baca. Bahkan bagi seorang anak yang terlahir dengan kebutuhan khusus seperti anak autis, down syndrome atau <strong>ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)</strong>, terapi “membaca” ini mampu membantu perkembangan otak, emosi dan perilaku ke arah yang lebih baik.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11631" rel="attachment wp-att-11631"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/f-buzzdotcom.jpg" alt="" title="f-buzz(dot)com" width="150" height="150" class="aligncenter size-full wp-image-11631" /></a></p>
<p><strong>Kapanpun setiap ada kesempatan</strong></p>
<p align="justify">Membacakan buku cerita bisa dilakukan kapan saja setiap ada kesempatan. Bisa dilakukan ketika anak menyusu, sehabis mandi atau sebelum tidur. Semakin sering Anda melakukan kegiatan ini, maka ketertarikan anak terhadap buku akan semakin besar. Usahakan tidak ada paksaan dalam melakukannya. Misalnya ketika Anda lelah setelah beraktivitas seharian, namun demi “kewajiban”, Anda terpaksa melakukannya. Sesuatu yang dikerjakan secara terpaksa memang tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali lelah yang bertambah. Bayi pun mampu merasakan bahwa sang ibu melakukannya dengan terpaksa, hasilnya bukannya sang anak akan lebih tertarik dengan buku malahan akan membuat anak membenci buku itu sendiri karena merasa tidak nyaman. Pokoknya yang terpenting lakukanlah kegiatan ini dalam keadaan seriang dan semenarik mungkin agar pesan Anda sampai padanya. Selain itu komunikasikan dengan bayi Anda posisi apa yang diinginkannya, apakah ingin dipangku, sambil duduk atau berbaring agar bayi merasa nyaman.</p>
<p><strong>Jadikan buku mainan pertama anak</strong></p>
<p align="justify">Orang tua hendaknya tidak perlu marah ketika mendapati sang anak melempar-lempar buku, menggigitnya atau menyobek tiap-tiap halamannya. Ini adalah salah satu cara anak berinteraksi dengan buku, dengan begini pula anak akan semakin akrab dengan buku. Menurut para ahli, sekali Anda memarahi ketika anak merusak atau menggigit buku, maka pada saat itu pula ketertarikan mereka terhadap buku berkurang. Untuk menghindari hal ini, pilihlah buku yang sesuai untuk bayi, biasanya yang terbuat dari kain, plastik atau karton tebal dengan warna-warni yang mencolok dan gambar yang besar. Seiring berjalannya waktu, anak akan mengerti bagaimana cara memperlakukan buku dengan baik. Kandungan isi buku juga perlu diperhatikan, pilihlah buku yang kaya makna dengan struktur penceritaan yang jelas. Artinya bacaan tidak hanya sekadar bacaan namun ada pesan moral baik yang dengan mudah dapat ditangkap oleh anak, karena bagaimanapun juga bacaan dapat mempengaruhi karakter anak.</p>
<p><strong>Beberapa menit pun berharga</strong></p>
<p align="justify">Menginjak umur satu tahun, biasanya anak mulai aktif bergerak dan cepat merasa bosan ketika harus duduk lama di tempat yang sama. Untuk itu, orang tua tidak perlu memberi target bahwa satu buku harus selesai pada saat itu juga. Tak apalah kali ini cerita terpotong, lain waktu bisa diteruskan kembali. Atau bisa juga Anda memilih buku yang memang memiliki alur cerita yang pendek, jadi tak perlu khawatir kalau harus menyambung cerita. Bisa juga Anda menyiasati dengan membiarkan anak membuka sendiri halaman bukunya. Ceritanya jadi lompat-lompat karena halamannya tidak urut? Tidak masalah, yang penting kegiatan membaca tetap berlangsung menyenangkan. Ketika Anda membacakan cerita, gunakanlah jari untuk menelusuri kata demi kata, selain untuk membantu menjaga konsentrasi, anak jadi lebih tahu di mana letak kata-kata tersebut berasal.</p>
<p><strong>Jangan bosan membacakan buku yang sama secara berulang-ulang</strong></p>
<p align="justify">Anak umur dua tahun biasanya sudah mempunyai buku favoritnya sendiri. Biasanya sebelum tidur atau pada kesempatan lain mereka minta dibacakan buku tersebut berulang-ulang. Orang tua hendaknya jangan merasa bosan ketika mereka meminta Anda melakukan itu. Percayalah, anak tidak bermaksud untuk mempermainkan Anda, melainkan mereka menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap buku tersebut. Kalaupun bosan melanda, Anda bisa berimprovisasi misalkan dengan mengubah gaya membaca atau divariasikan <em>ending</em>-nya menurut versi anak maupun Anda.</p>
<p><strong>Dengarkan cerita mereka</strong></p>
<p align="justify">Terkadang anak-anak mempunyai cerita yang ingin dibagikan pada keluarga dan orang-orang terdekatnya. Meskipun ceritanya tidak berurutan, susunan katanya tidak pas atau berulang-ulang, tetap harus didengarkan dan ditanggapi dengan baik. Hal ini dapat melatih anak dalam berkomunikasi sekaligus menambah kepercayaan diri anak. Selain beberapa langkah di atas, yang perlu diperhatikan agar anak gemar membaca adalah orang tua hendaknya memberikan contoh pembaca yang baik. Anak adalah peniru yang ulung, jadi untuk membiasakan anak membaca, orang tua juga harus suka membaca. Jangan ketika anak mulai tertarik membaca, orang tua malah asyik menonton televisi. Menonton televisi memang tidak dilarang, namun ada baiknya orang tua memberikan porsi yang tepat agar kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini tidak menguap sia-sia.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/FSuD4uig1p4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/yuk-kenalkan-buku-sejak-dini-kepada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/yuk-kenalkan-buku-sejak-dini-kepada-anak/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Menjadikan Buku Selezat Cokelat, Mau?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/qo4EcHKTAfY/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/menjadikan-buku-selezat-cokelat-mau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 04:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rika Setiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[agargemarmembaca]]></category>
		<category><![CDATA[membacadanmasadepanbangsa]]></category>
		<category><![CDATA[menumbuhkanminatbaca]]></category>
		<category><![CDATA[minatbacamasyarakatIndonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11562</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering bertanya pada diri sendiri, mengapa Indonesia tidak mengalami kemajuan, cenderung berjalan di tempat dan ada indikasi mengalami kemunduran? Padahal jika kita lihat, Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar. Wilayah yang luas dan subur dengan kekayaan alam yang melimpah serta bahasa dan budaya yang beragam. Bandingkan dengan negara tetangga kita, Singapura. Berapa besar luas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Saya sering bertanya pada diri sendiri, mengapa Indonesia tidak mengalami kemajuan, cenderung berjalan di tempat dan ada indikasi mengalami kemunduran? Padahal jika kita lihat, Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar. Wilayah yang luas dan subur dengan kekayaan alam yang melimpah serta bahasa dan budaya yang beragam. Bandingkan dengan negara tetangga kita, Singapura. Berapa besar luas wilayahnya dibanding Indonesia? Berapa banyak kekayaan alamnya? Tapi mengapa Singapura mampu berdiri menjadi negara yang maju? Begitu juga dengan Korea Selatan dan Jepang, yang walaupun wilayah negaranya tidak terlalu besar, namun kedua negara tersebut mampu berkembang menjadi negara yang mengalami kemajuan pesat. Mengapa? Ternyata kompleks sekali jawabannya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi dan saling berkaitan satu sama lain. Tapi satu yang perlu digarisbawahi, berkenaan dengan tema Hari Buku Nasional, adalah masyarakat Indonesia mempunyai minat baca yang rendah.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11587" rel="attachment wp-att-11587"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/slyhaycheltumblrcom.jpg" alt="" title="slyhaycheltumblrcom" width="242" height="209" class="alignright size-full wp-image-11587" /></a></p>
<p align="justify">Berbagai sumber menyatakan, minat baca suatu masyarakat akan berpengaruh pada kemajuan bangsanya. Artinya jika minat baca suatu masyarakat tinggi, bangsanya pun akan terus berkembang menjadi bangsa yang maju. Namun, bila minat baca dalam suatu masyarakat rendah, besar kemungkinan bangsanya akan mengalami kesulitan dalam mencapai kemajuan. Sebagai contoh Singapura, masyarakatnya memiliki budaya membaca yang tinggi. Perpustakaan layaknya mall yang tak pernah kehabisan pengunjung. Indeks minat baca masyarakat di sana mencapai 0,45 yang berarti dari 100 orang penduduk terdapat 45 orang yang gemar membaca. Di Korea Selatan, menurut hasil survei yang dikutip dari world.kbs.co.kr, pada tahun 2004 angka rasio membaca dalam sebulan mencapai 54,4%, lebih tinggi dibanding Jepang yang “hanya” mencapai 50%. Sedangkan di Indonesia, menurut data dari <strong>UNESCO</strong> <em>(United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization)</em>, indeks minat baca masyarakatnya sebesar 0,001 artinya dari 1000 orang penduduk hanya terdapat 1 orang yang mempunyai minat baca tinggi. Miris sekali memang.</p>
<p><strong>Membaca = mencerdaskan</strong></p>
<p align="justify">Seperti sebuah ungkapan lama yang mengatakan <strong>“Buku adalah Jendela Dunia”</strong>, jendela ini akan mengantarkan penikmatnya melihat berbagai macam ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan ragam budaya yang berkembang di belahan dunia lainnya. Kita tak perlu harus keliling dunia untuk mengetahui semua itu, buku menyediakan segalanya. Membaca mampu mewujudkan suatu masyarakat menjadi generasi yang unggul dan cerdas. Berbagai wawasan dan ilmu pengetahuan yang terserap akan terus dikembangkan dan pada akhirnya membawa kemajuan pada bangsanya. Jadi, jika ingin bangsanya maju, budayakan gemar membaca.</p>
<p align="justify">Selain mampu mencerdaskan bangsa, membaca juga dapat membuat kita semakin pintar dan tidak mudah pikun. Pintar di sini dimaksudkan bahwa otak akan terus berkembang karena kegiatan ini mendorong otak untuk berpikir secara aktif, merekam dan memahami isi bacaan. Kadang kala ketika kita membaca novel misalnya, imajinasi-imajinasi yang hadir tentang karakter tokoh dan gambaran tempat-tempat yang dipaparkan secara apik oleh sang pengarang, mampu menambah kreativitas si pembaca. Tak heran jika orang yang suka membaca, ide-ide segar selalu bermunculan. Bukan hanya itu, membaca buku dan bahan bacaan yang baik akan mampu membentuk karakter positif seseorang. Buku mampu mengajarkan nilai-nilai positif seperti kejujuran, kedisiplinan, rasa empati dan toleransi tanpa terkesan menggurui. Masih banyak lagi berbagai manfaat membaca yang lainnya. Dengan berbagai keuntungan seperti itu, apa lagi yang kurang? Mengapa kita tidak segera mengambil buku dan mulai membacanya?</p>
<p><strong>Alasan orang tidak suka membaca</strong></p>
<p align="justify">Banyak yang bilang, harga buku mahal. Benarkah? Untuk menjadi orang yang gemar membaca, kita tidak harus membeli buku. Kita bisa meminjam dari teman atau membaca di perpustakaan. Bahan bacaan pun bukan hanya buku. Artikel yang dimuat di koran, majalah ataupun yang tersebar di internet bisa menjadi bahan bacaan yang menarik. Pernah pula saya jumpai seorang nenek yang begitu inginnya membaca, namun karena kemiskinan yang melanda sehingga tak mampu membeli buku, akhirnya kertas atau koran bekas bungkus cabe pun menjadi bahan bacaan.</p>
<p align="justify">Buku pun tak harus dibeli setiap hari. Setiap bulan satu buku sudah sangat memadai untuk menambah wawasan. Kalau dalam satu keluarga ibaratnya mampu membeli rokok setiap hari, mengapa untuk membeli satu buku setiap bulan saja sulit? Masyarakat kita belum menganggap buku sebagai suatu kebutuhan. Bahkan masih banyak yang beranggapan kutu buku sama dengan kuper alias kurang pergaulan yang setiap hari hanya berkutat dengan buku. Berbeda dengan yang suka nongkrong, kumpul-kumpul sambil bergosip ria atau yang aktif update status di jejaring sosial setiap saat, justru dianggap gaul.</p>
<p align="justify">Kebiasaan membaca belum banyak dilibatkan dalam aktivitas keluarga sehari-hari. Bagi sebagian besar keluarga, menonton adalah hiburan utama. Bahkan televisi menjadi kebutuhan yang “wajib” dipenuhi oleh setiap keluarga, sedangkan buku bacaan entahlah berada di urutan nomor berapa atau mungkin malah tidak terpikir sama sekali. Inilah salah satu hal yang menyebabkan minat baca masyarakat Indonesia rendah. Anak-anak dan para generasi muda tidak dikenalkan dengan buku sejak kecil, mereka pun menjadi asing dengan buku. Para ibu lebih suka menonton sinetron ketimbang mendampingi sang anak membaca apalagi menyempatkan waktu untuk mendongeng.</p>
<p align="justify">Ada pula yang mengatakan akses buku sulit, terutama di daerah kecil. Toko buku sulit dijangkau, bahkan tidak ada sama sekali. Perpustakaan yang ada pun bukunya itu-itu saja, koleksinya terbatas. Ditambah lagi, suasana perpustakaan tidak mendukung kenyamanan dalam membaca.</p>
<p><strong>Menjadikan buku selezat cokelat</strong></p>
<p align="justify">Siapa <em>sih</em> yang tidak suka cokelat? Hampir semua orang pasti suka cokelat. Apabila buku selezat cokelat, pasti banyak yang pantang menolaknya. Lalu, bagaimana agar kita ketagihan membaca seperti ketagihan makan cokelat?</p>
<p>1.
<p align="justify">Bangun kesadaran diri dan tanamkan pemahaman bahwa membaca itu menyenangkan dan bermanfaat. Buang jauh-jauh anggapan bahwa orang yang gemar membaca menjadi <em>kuper</em>. Justru sebaliknya, dengan membaca pergaulan jadi lebih luas. Tidak percaya? Coba saja.</p>
<p>2.
<p align="justify">Mulailah dengan membaca buku tentang topik yang Anda sukai. Anda bisa mulai dengan bacaan ringan seperti majalah, koran, novel dengan cerita yang ringan dan tidak terlalu tebal atau bisa pula mulai dengan buku komik. Sekarang pun banyak komik yang memang diperuntukkan bagi orang dewasa.</p>
<p>3.
<p align="justify">Tidak harus membeli, untuk memulainya Anda bisa meminjam buku dari teman, perpustakaan atau taman bacaan terdekat. Dengan begini Anda bisa lebih menghemat uang.</p>
<p>4.
<p align="justify">Kurangi porsi menonton televisi dan usahakan untuk selalu membaca setiap hari meskipun hanya sedikit. Ini sangat berguna untuk melatih kebiasaan. Pilihlah waktu di mana pikiran sedang fresh, jadi kegiatan membaca benar-benar terasa menyenangkan dan Anda bisa lebih larut ke dalam buku yang sedang dibaca.</p>
<p>5.
<p align="justify">Sering-seringlah berkunjung ke toko buku atau pameran buku agar Anda makin akrab dengan buku.</p>
<p>6.
<p align="justify">Bagi orang tua, mulailah menyempatkan diri mendampingi anak membaca atau mendongeng bagi mereka. Lebih bagus lagi kalau orang tua pun ikut membaca buku, karena anak biasanya meniru kebiasaan orang tuanya. Jika orang tua biasa membaca buku, lama-kelamaan anak juga pasti mengikuti kebiasaan tersebut.</p>
<p>7.
<p align="justify">Bagi pemerintah, hendaknya gerakan gemar membaca benar-benar digalakkan. Salah satunya adalah dengan mulai mengoptimalkan fungsi perpustakaan, menjadikan perpustakaan senyaman rumah didukung dengan koleksi buku yang selalu beragam dan up to date. Bisa jadi, suatu hari nanti orang enggan berbondong-bondong ke mall atau pusat perbelanjaan tapi lebih memilih menghabiskan waktu liburan di perpustakaan untuk membaca buku. Semoga.</p>
<p align="justify">Ilmu adalah sahabat sepanjang hayat. Orang yang berilmu tak akan pernah merugi. Buku adalah penyedia ilmu yang murah dan ramah. Mungkin saja apa yang kita baca kurang bermanfaat untuk saat ini, tapi suatu hari nanti bisa jadi berguna untuk diri sendiri maupun orang lain.</p>
<p><strong>Selamat Hari Buku Nasional!</strong></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/qo4EcHKTAfY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/menjadikan-buku-selezat-cokelat-mau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/menjadikan-buku-selezat-cokelat-mau/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ayo Berteknologi Inovatif</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/r9PTTtgI-do/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/ayo-berteknologi-inovatif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 12:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Siti Cholifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[Institut Teknologi Sepuluh Nopember]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[simposium]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi inovatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11625</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya-12 Mei 2013. Hari Minggu pagi merupakan waktu yang tepat untuk bersantai bagi kebanyakan orang. Namun ada yang berbeda di hari Minggu kemarin, khususnya di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Suasana kampus ITS yang biasanya sepi, kali ini tampak ramai. Ratusan mahasiswa tampak memadati beberapa titik area di wilayah kampus, salah satunya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11626" rel="attachment wp-att-11626"><img class="alignleft size-medium wp-image-11626" title="IMG00336-20130512-1306" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/IMG00336-20130512-1306-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Surabaya-12 Mei 2013. Hari Minggu pagi merupakan waktu yang tepat untuk bersantai bagi kebanyakan orang. Namun ada yang berbeda di hari Minggu kemarin, khususnya di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Suasana kampus ITS yang biasanya sepi, kali ini tampak ramai. Ratusan mahasiswa tampak memadati beberapa titik area di wilayah kampus, salah satunya di Gedung SCC lantai III. Di gedung ini tengah digelar acara Simposium Teknologi Ekonomi Kerakyatan. Simposium ini merupakan salah satu rangkaian acara <em>ITS for Future of Indonesia</em> (IFFI) yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa ITS. Simposium ini membahas mengenai aplikasi teknologi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah.</p>
<p dir="ltr">Diawali dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama, simposium resmi dibuka oleh Dr. Ir. Bambang Sampurno, MT selaku Kepala Badan Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni ITS. Usai acara resmi dibuka, pembawa acara mulai membacakan profil singkat dari pembicara pertama, yakni Drs. Kresnayana Yahya M.Sc. Kresna yang berkesempatan untuk menyampaikan materi mengenai teknologi kreatif terlihat sangat antusias. Usia tak mampu menghalanginya untuk tetap bersemangat. Beliau menjelaskan tentang haluan pendidikan yang memang seharusnya diubah. “Dulu saya akan bangga jika banyak lulusan pendidikan yang bekerja di perusahaan (jadi pegawai, red), tapi sekarang saya akan sangat bangga ketika lulusan mampu menjadi pengusaha”, seru beliau.</p>
<p dir="ltr">Menurut Kresna, pendidikan belum terlalu membahas mengenai aplikasi teknologi untuk masyarakat. “Sebenarnya teknologi yang diterapkan di masyarakat nggak perlu yang muluk-muluk asalkan tepat guna”, ujar pakar ekonomi itu. Banyak permasalahan di masyarakat membutuhkan teknologi sederhana. Salah satu contoh yang diberikan adalah pemasangan ‘terpal’ sebagai alas pengeringan garam. Dengan menerapkan teknologi sederhana ini petani garam memperoleh keuntungan hingga 140%. Kresna yang juga merupakan seorang analis data ini mengajak mahasiswa untuk lebih bisa melihat peluang. Peluang bisa ditemukan ketika kita sering mengamati kehidupan nyata yang ada di sekitar. Permasalahan di masyarakat dapat diselesaikan dengan ide-ide kreatif. Dengan bahasa Inggrisnya yang lancar, beliau mengatakan <em>“We must all be designers.”</em></p>
<p dir="ltr">Usai mendapat siraman semangat untuk melakukan teknologi inovatif dari Pak Kresnayana, materi disambung oleh Eko Nurmianto MEngSc, DERT. Penemu alat pengasap ikan inovatif ini berbagi pengalamannya mulai dari melakukan teknologi kreatif hingga pemberdayaan masyarakat. Aplikasi nyata yang dilakukan Eko tampaknya dapat memberikan gambaran riil kepada mahasiswa mengenai cara memulai melakukan teknologi inovatif. Bahkan teknologi kreatif karya seorang<em> technopreneuship</em> ini mampu dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan penghasilan.</p>
<p dir="ltr">Ada yang unik dari pembicara yang satu ini. Selain berbagi pengalaman, Eko juga membawa contoh-contoh karya kreatifnya. Mulai dari hasil olahan rumput laut hingga kerajinan inovatif dari batok kelapa. Ide kerajinan batok kelapa didapat Eko yang juga merupakan dosen Teknik Industri ITS ini sewaktu berkunjung ke daerah Kalimantan. Beliau melihat tumpukan besar batok kelapa tak terurus. Sedikit kreativitas, batok-batok kelapa itu kini menjadi souvenir dengan harga jual menjanjikan. Di akhir pemberian materinya, Eko meminta setiap peserta menuangkan gagasan teknologi dan penerapannya. Empat peserta terpilih akan diberi kenang-kenangan berupa kaos CSR dan olahan rumput laut karyanya.</p>
<p dir="ltr">Pembicara terakhir adalah Faisal Basri yang juga seorang Pakar Ekonomi Nasional. Di <a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11627" rel="attachment wp-att-11627"><img class="alignright size-medium wp-image-11627" title="IMG00325-20130512-1129" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/IMG00325-20130512-1129-262x350.jpg" alt="" width="262" height="350" /></a>dalam materinya, beliau menunjukkan data mengenai perekonomian Indonesia. Peluang Indonesia menjadi negara dengan tingkat kenaikan ekonomi tinggi memang dapat terlihat jelas di sana. Namun sorotan lain dari Faisal Basri adalah semakin meningkatnya ketimpangan ekonomi masyarakat Indonesia. “Indeks ini meningkat menjadi 0.42”, paparnya. Dengan kata lain, semakin indeks ini mendekati angka 1 maka semakin besar <em>gap</em> (perbedaan) antara masyarakat kaya dan miskin di suatu negara. Menurutnya, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia dan indeks ketimpangan ini semakin naik, dapat disimpulkan bahwa masyarakat kaya semakin kaya sedangkan masyarakat miskin semakin miskin pula. Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia sedang defisit di bidang pangan dan energi.</p>
<p dir="ltr">Bukannya pesimis dengan data yang ditampilkan, tapi Faisal mengajak mahasiswa untuk bersama-sama membangun bangsa. Setidaknya dengan kenyataan Indonesia saat ini akan menambah semangat mahasiswa untuk membangun bangsanya. Salah satu pesan Faisal mengambil kutipan dari pesan Bung Karno adalah “Perkokoh maritim..!!”. Indonesia merupakan negara dengan dua pertiga luas wilayahnya merupakan lautan. Maka peluang ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda. Memperkokoh ketahanan maritim seperti membangun atau memperbaiki fasilitas baik transportasi laut maupun pelabuhan, mengolah hasil laut dengan baik, serta memanfaatkan sumber daya alam dengan bijaksana. “Saya yakin Indonesia bakal lebih baik”, ujarnya menutup materi diiringi dengan tepuk tangan meriah peserta.</p>
<p dir="ltr">Usai penyampaian materi, ada sesi tanya jawab antara pembicara dengan peserta. Diskusi terasa sangat menarik. Pandangan keyakinan dari para peserta menambah api semangat di dalam ruangan. Berpuluh menit sudah diskusi dilakukan, akhirnya tiba di akhir acara. Beberapa ide kreatif terbaik dari peserta pun telah terpilih. Keempat mahasiswa dari perguruan tinggi berbeda pun mendapat bingkisan yang telah dijanjikan sebelumnya.</p>
<p dir="ltr"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11628" rel="attachment wp-att-11628"><img class="alignleft size-medium wp-image-11628" title="IMG00338-20130512-1326" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/IMG00338-20130512-1326-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Hasil dari kegiatan ini adalah sebuah <em>“summary”</em> atau <em>press conference</em>. Secara garis besar <em>summary</em> berisi rekomendasi untuk memajukan bangsa Indonesia kepada calon gubernur Surabaya dan sepuluh partai politik yang akan mengikuti pemilu. <em>Press conference</em> ini nantinya akan dikirim oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi BEM ITS ke calon gubernur Surabaya dan sepuluh partai politik yang bersangkutan.</p>
<p dir="ltr">Simposium kali ini menyedot perhatian banyak mahasiswa dari beberapa universitas di Surabaya. Salah seorang di antaranya adalah mahasiswa dari Universitas Hang Tuah, Fatimah Azzahra. Ketika ditanya motivasinya datang ke acara ini, ia mengungkapkan memang dari awal penasaran dengan teknologi ekonomi kerakyatan. “Saya mendapatkan banyak wawasan baru”, tutur mahasiswa jurusan kedokteran ini senang.</p>
<p dir="ltr">Simposium ini berjalan sukses meskipun terdapat sedikit kendala. “Kendalanya <em>sih</em> dari panitia. Kebanyakan panitia OC adalah <em>open recruitment</em> dari luar BEM, sehingga kurang bisa mengontrol mereka”, ujar Irfan, ketua panitia acara ini. Untuk ke depannya ia berharap kegiatan ini terus dilanjutkan oleh para generasi BEM ITS yang akan datang.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/r9PTTtgI-do" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/ayo-berteknologi-inovatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/ayo-berteknologi-inovatif/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bukittinggi, Kota Wisata di Ranah Minang</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/CsocMd2XO5k/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/bukittinggi-kota-wisata-di-ranah-minang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 04:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anita Triska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[Bendi]]></category>
		<category><![CDATA[Benteng Fort de Kock]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Jam Gadang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Lubang Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Ngarai Sianok]]></category>
		<category><![CDATA[objek wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[sumatera Barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11597</guid>
		<description><![CDATA[Sudah pernahkah Anda singgah ke kota yang dijuluki sebagai kota wisata di Provinsi Sumatera Barat? Menikmati keindahan objek wisata alamnya atau sekadar melintas ketika menuju kota-kota lain di Sumatera Barat. Jika belum, Bukittinggi bisa menjadi salah satu kota tujuan liburan bagi Anda dan keluarga. Bukittinggi, yang dijuluki kota wisata, memang menawarkan beragam wisata mulai dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/bukittinggi-kota-wisata-di-ranah-minang/notnowshare-blogspot/" rel="attachment wp-att-11601"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/notnowshare.blogspot.jpg" alt="" title="notnowshare.blogspot" width="275" height="183" class="alignleft size-full wp-image-11601" /></a></p>
<p align="justify">Sudah pernahkah Anda singgah ke kota yang dijuluki sebagai kota wisata di Provinsi Sumatera Barat? Menikmati keindahan objek wisata alamnya atau sekadar melintas ketika menuju kota-kota lain di Sumatera Barat. Jika belum, Bukittinggi bisa menjadi salah satu kota tujuan liburan bagi Anda dan keluarga.</p>
<p align="justify">Bukittinggi, yang dijuluki kota wisata, memang menawarkan beragam wisata mulai dari wisata alam, sejarah, budaya, belanja, sampai kuliner. Daya tarik ini mampu memikat minat wisatawan untuk datang berkunjung. Tidak hanya wisatawan domestik, wisatawan mancanegara pun ramai mengunjungi kota yang berpenduduk asli <strong>Suku Minangkabau</strong> ini. Untuk melakukan wisata alam di kota ini, Anda tidak perlu bersusah payah, karena letak objek-objek wisata tersebut berada tidak jauh dari pusat kota dan bisa dijangkau hanya dengan menggunakan transportasi umum dalam waktu beberapa menit saja. Bahkan Anda bisa mencapainya hanya dengan berjalan santai atau menggunakan bendi. <strong>Bendi</strong> adalah sarana transportasi tradisional yang sampai saat ini masih dipertahankan, berupa gerobak penumpang yang ditarik oleh kuda.</p>
<p align="justify">Objek wisata <strong>Ngarai Sianok</strong> adalah salah satu yang menjadi andalan. Panorama alam akan memanjakan wisatawan yang datang berkunjung. Ngarai Sianok merupakan sebuah tebing curam yang di bawahnya terhampar lembah. Di lembah tersebut mengalir sebuah anak sungai yang membelah hamparan lembah yang luas. Ngarai Sianok dipercantik oleh Gunung Marapi dan Singgalang yang menjadi latar belakangnya. Sungguh sebuah ciptaanNya yang sempurna. Lokasinya dapat dijangkau dalam waktu lima menit saja dari alun-alun yang menjadi sentra Kota Bukittinggi. Tepat di sebelah Ngarai Sianok, terdapat sebuah objek wisata sejarah, yaitu <strong>Lubang Jepang</strong>, yang berbentuk sebuah kanal atau terowongan bawah tanah. Dulunya terowongan ini digunakan sebagai tempat persembunyian para tentara Jepang. Namun tidak semua lorong bisa disusuri karena ada beberapa lorong yang tidak dibuka untuk umum. Terowongan yang didirikan pada tahun 1942 ini memiliki panjang kurang lebih 4 km dan lebar 2 meter membelah perut Kota Bukittinggi. Jika Anda sangat tertarik mendengar sejarah lengkapnya, Anda bisa menyewa jasa pemandu yang memang disediakan untuk menemani Anda selama berjalan menyusuri Lubang Jepang. Bukan hanya Jepang yang menuliskan sejarahnya di kota ini. Tidak jauh dari lokasi kedua objek wisata tersebut. Anda dapat menjumpai <strong>Benteng Fort de Kock</strong> peninggalan penjajah Belanda. Benteng ini terletak di sebuah bukit yang bernama Jirek. Di sini masih berdiri sebuah bangunan kokoh berupa benteng yang dikelilingi oleh beberapa meriam.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/bukittinggi-kota-wisata-di-ranah-minang/tunjuk-tangan-blogspot/" rel="attachment wp-att-11603"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/tunjuk-tangan.blogspot.jpg" alt="" title="tunjuk-tangan.blogspot" width="259" height="194" class="alignright size-full wp-image-11603" /></a></p>
<p align="justify">Beranjak ke pusat kota, Anda akan menemukan objek wisata sejarah lainya. <strong>Jam Gadang</strong> yang menjadi ikon kota wisata ini terletak tepat pada taman kota yang sekaligus berfungsi sebagai alun-alun di kawasan Pasar Atas. Bangunan ini berupa tower yang di atasnya terdapat sebuah lonceng besar dan menempel sebuah jam yang berukuran besar pula. Uniknya, salah satu huruf penunjuk pada jam ini lain daripada yang lain. Secara umum jam ini menggunkan angka Romawi, namun khusus untuk angka 4, tidak ditulis IV, melainkan IIII. Sebuah ketidaklaziman dalam menuliskan angka Romawi. Jam ini merupakan hadiah Ratu Belanda yang diberikan kepada sekretaris kota saat itu. Anda bisa memasuki Jam Gadang dan naik hingga lantai teratas untuk menikmati indahnya pemandangan Bukittinggi. Anda belum puas? Jangan khawatir, masih ada satu objek wisata sejarah lain yang sebaiknya tidak dilewatkan jika berkunjung ke Ranah Minang. Masih tidak jauh dari lokasi Jam Gadang terdapat rumah kelahiran tokoh proklamator Indonesia, <strong>Bung Hatta</strong>. Rumah ini masih berdiri kokoh dan dibuka sebagai salah satu objek wisata di kota yang berpenduduk kurang lebih 126 ribu jiwa ini.</p>
<p align="justify">Puas menikmati objek wisata alam dan sejarah, saatnya berburu souvenir khas Bukittinggi. Masih di kawasan Pasar Atas, tepatnya di depan Jam Gadang, terdapat sederetan toko kecil khusus menjual souvenir asal Bukittinggi. Miniatur Jam Gadang dan Rumah Adat Minangkabau, baju-baju bertuliskan Bukittinggi, sampai sandal dan dompet bermotif Rumah Gadang pun bisa dijumpai di sini. Sedangkan bagi Anda yang hobi berbelanja, juga bisa menikmati kain berbordir maupun tenun. Beragam kain tenun dan bordir tersedia dalam ragam baju dan mukena dengan corak bervariasi.</p>
<p align="justify">Tetapi liburan pasti tidak lengkap rasanya jika Anda tidak mencicipi masakan khas kota ini. Anda bisa memanjakan lidah dengan berbagai makanan khas urang minang yang dikenal bercita rasa pedas. Sebut saja rendang, kalio daging, nasi kapau, cincang, ayam pop, tambunsu, sampai daging tipis alias dendeng yang sudah terkenal hingga ke seluruh nusantara. Di kota asalnya ini, Anda bisa mencicipi dendeng dalam dua jenis, dendeng basah dan kering. Semua bisa Anda rasakan dengan cita rasa yang masih asli. Selain masakan khas tersebut, Bukittinggi juga terkenal dengan panganan-panganan ringan yang harus Anda coba ketika berkunjung ke kota ini. Sate dan lontong Padang pasti sudah sangat akrab di lidah walaupun Anda belum pernah berkunjung ke Bukittinggi. Maklum saja, dengan banyaknya perantau asal Sumatera Barat membuat masakan dan makanan khas Minang ini tersebar cukup luas. Tetapi Anda tidak akan menemukan istilah sate dan lontong Padang ketika mencobanya langsung di tempat asalnya. Sate dan lontong yang dijual biasanya diberi nama sesuai dengan nama penjualnya, tidak lagi menggunakan istilah &#8220;Padang&#8221; di belakang kata makanan yang mereka jual.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/bukittinggi-kota-wisata-di-ranah-minang/twicsydotcom/" rel="attachment wp-att-11604"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/twicsydotcom.jpg" alt="" title="twicsy(dot)com" width="273" height="185" class="alignleft size-full wp-image-11604" /></a></p>
<p align="justify">Nah, ada satu lagi panganan khas Bukittinggi yang harus dicicipi jika Anda berkesempatan menginjakkan kaki di kota ini. Namanya <em>pisang kapik</em>. Melihat namanya Anda pasti bisa menebak bahan utamanya. Berbeda dengan panganan pisang lainnya yang biasa digoreng atau direbus, pisang kapik ini dibakar. Namun, tidak semua jenis pisang bisa digunakan sebagai bahan baku utama pisang kapik. Biasanya pisang yang digunakan adalah jenis pisang raja. Agar hasilnya semakin menggigit lidah, pisang sebaiknya mempunyai tingkat kematangan sedang, tidak terlalu tua atau terlalu muda. Pisang yang terlalu tua biasanya menghasilkan rasa manis yang berlebih. Sebaliknya jika terlalu muda selain masih keras, rasanya pun juga belum manis.</p>
<p align="justify">Pisang yang telah dikupas dibakar di atas arang. Setelah bagian luar pisang sudah tampak kering, pisang diangkat dan diletakkan pada sebuah tempat penjepit terbuat dari kayu. Bentuknya menyerupai bet yang digunakan pada olahraga tenis meja. Tatakan ini berfungsi untuk mengapit pisang-pisang yang telah selesai dibakar sehingga melebar membentuk lempengan-lempengan tipis, dengan ketebalan kurang lebih 1 cm. Proses ini dalam bahasa penduduk setempat disebut kapik yang artinya apit. Karena itu panganan ini dinamakan pisang kapik. Satu pisang kapik merupakan gabungan dari dua sampai tiga buah pisang bakar yang diapit di tatakan secara bersamaan sehingga satu sama lain menyatu. Pisang-pisang yang sudah diangkat dari arang, harus segera dikapik agar pisang-pisang tersebut menyatu. Asap tipis akan tampak sesaat setelah pisang-pisang selesai dikapik. Pisang kapik yang hangat sangat cocok disajikan di Kota Bukittinggi yang berhawa sejuk. Untuk menambahkan kesempurnaan rasa, pisang kapik ditaburi dengan parutan kelapa yang sudah dibaluri lelehan gula merah sehingga warnanya menjadi cokelat menambah cantik penampilannya. Tidak hanya mempercantik, gula merah juga berfungsi sebagai pengawet sehingga parutan kelapa tidak mudah basi dan mampu bertahan hingga malam.</p>
<p align="justify">Namun sayang, saat ini jumlah penjual pisang kapik semakin sedikit. Lokasi penjualannya juga hanya ada di tempat-tempat tertentu. Walaupun sudah jarang ditemui, namun Anda bisa menemukan penjual pisang kapik yang berada  di lokasi strategis sehingga mudah terjangkau, yaitu kawasan Pasar Atas. Tempatnya tidak jauh dari lokasi objek wisata Jam Gadang. Anda hanya perlu berjalan sekitar 300 meter dari lokasi Jam Gadang di ujung deretan toko penjual souvenir. Harga satu porsi pisang kapik berkisar antara lima sampai delapan ribu rupiah saja.</p>
<p align="justify">Untuk penginapan, bisa disesuaikan dengan kocek Anda. Penginapan mewah seperti hotel berbintang hingga kelas melati bagi para wisatawan backpacker tersedia di Bukittinggi. Lokasinya pun berada di pusat kota dan tidak jauh dari objek-objek wisata sehingga Anda bisa leluasa untuk menikmati suasana malam hari di Bukittinggi. Bagaimana, Anda tertarik melakukan wisata ke Bukittinggi?</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/CsocMd2XO5k" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/bukittinggi-kota-wisata-di-ranah-minang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/bukittinggi-kota-wisata-di-ranah-minang/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Maldives, Sebuah Surga yang Tertinggal</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/SKc1EV9rJkU/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/maldives-sebuah-surga-yang-tertinggal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 04:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petty Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Internasional Ibrahim Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Maladewa]]></category>
		<category><![CDATA[hotel terapung]]></category>
		<category><![CDATA[Maldives Island]]></category>
		<category><![CDATA[Ocean Flower]]></category>
		<category><![CDATA[pulau berbentuk bintang]]></category>
		<category><![CDATA[Republik Maladewa]]></category>
		<category><![CDATA[SURGA YANG TERTINGGAL]]></category>
		<category><![CDATA[wisata pantai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11594</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda mendengar tentang sebuah negara bernama Republik Maladewa? Maladewa atau dalam istilah internasionalnya disebut Maldives Island merupakan sebuah negara kepulauan yang berada di seputar area Samudera Hindia. Negara yang memiliki ibu kota bernama Male ini berada di kawasan Asia Selatan. Selain memiliki populasi dan luas terkecil di Asia, Maldives Island juga memiliki beberapa keunikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/maldives-sebuah-surga-yang-tertinggal/maldives-justluxuryhotels_net/" rel="attachment wp-att-11608"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/maldives-justluxuryhotels_net-300x225.jpg" alt="" title="maldives (justluxuryhotels_net)" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-11608" /></a></p>
<p align="justify">Pernahkah Anda mendengar tentang sebuah negara bernama Republik Maladewa? Maladewa atau dalam istilah internasionalnya disebut <em>Maldives Island</em> merupakan sebuah negara kepulauan yang berada di seputar area Samudera Hindia. Negara yang memiliki ibu kota bernama Male ini berada di kawasan Asia Selatan. Selain memiliki populasi dan luas terkecil di Asia, Maldives Island juga memiliki beberapa keunikan lainnya. Berikut adalah <strong>keunikan–keunikan yang terdapat di Maldives Island</strong>:</p>
<p><strong>Permukaan tanah yang “tidak biasa”</strong></p>
<p align="justify">Luas Maldives Island adalah sekitar 300 kilometer persegi. Sebagian besar wilayah negara ini, yakni mencapai 80% merupakan pulau karang dengan permukaan tanah yang memiliki tinggi rata–rata sekitar 1,5 meter di atas permukaan laut, sehingga Maladewa dinyatakan sebagai negara dengan permukaan paling rendah di dunia. Puncak tertinggi permukaan tanah Maldives Island hanyalah 2,3 meter di atas permukaan laut, sehingga negara ini juga dinyatakan sebagai negara dengan puncak tertinggi paling rendah di dunia. Oleh sebab itu, Maldives Island begitu dominan dengan wisata lautnya.</p>
<p><strong>Sebutan surga yang tertinggal</strong></p>
<p align="justify">Maldives Island menempati jajaran tempat wisata pantai paling terkenal di dunia. Bahkan negara ini sering kali disebut sebagai <strong>SURGA YANG TERTINGGAL</strong>. Memang tidak mengherankan apabila negara kepulauan ini dipanggil dengan sebutan itu. Bagaimana tidak? Negara kecil ini mempunyai pesona pantai yang begitu eksotis dan juga memiliki pemandangan bawah laut yang sangat indah. Hal inilah yang membuat Maldives mampu menarik lebih dari 700.000 turis setiap tahunnya.</p>
<p><strong>Pesona pantai yang aduhai</strong></p>
<p align="justify">Keindahan pantai Maldives Island tersebar di pulau-pulau karangnya. Pantai-pantai indah yang aduhai tersebut terbentang di 26 pulau karang yang berada di selatan India. Pulau-pulau karangnya yang terkenal di antaranya adalah <em>Male, Hinnavaru, Addu City, Kulhudhuffushi, dan Fuvahmulah</em>. Kesibukan dan suara bising kendaraan hampir tidak terdengar di sini, yang terdengar hanyalah suara deburan ombak yang menenangkan pikiran.</p>
<p align="justify">Selain keindahan pantai berpasir putih, pesona matahari terbit maupun tenggelam dapat Anda saksikan dari Maldives Island. Tentu tempat ini sangat cocok bagi Anda yang menyukai fotografi, karena objek pemotretan yang menggoda mata sangat banyak terbentang di hadapan Anda. Bagi yang suka diving, perairan laut Maladewa sangat cocok karena menyimpan keindahan layaknya di Bunaken.</p>
<p><strong>Bandara terunik yang pernah ada</strong></p>
<p align="justify">Bila Anda berencana untuk berlibur ke negara ini, hal pertama yang harus anda lakukan adalah browsing untuk mencari informasi penjualan tiket pesawat ke Male, ibu kota Republik Maladewa. Sarana transportasi paling mudah ke Male adalah menggunakan pesawat terbang. Rute penerbangan menuju Kepulauan Maladewa dapat ditempuh dengan cara terbang menuju Kuala Lumpur terlebih dulu kemudian dilanjut dengan pesawat menuju <strong>Colombo (Sri Lanka)</strong>. Maskapai yang biasanya membuka rute untuk penerbangan tersebut adalah <strong>Air Asia</strong>, harga tiket untuk rute tersebut berkisar antara Rp 2.000.000-Rp 3.000.000 (PP) atau Rp 1.000.000 jika sedang promo. Dari Colombo (Sri Lanka) Anda dapat menggunakan pesawat <strong>Srilankan Airlines</strong> langsung menuju ibu kota Male, harganya berkisar Rp 2.000.000 (PP).</p>
<p align="justify">Bandara Maladewa termasuk salah satu bandara yang paling unik di dunia, karena dikelilingi oleh Samudera Hindia di setiap sisinya. Di samping itu tentunya juga menawarkan pemandangan yang sangat unik, menarik dan indah dari Kepulauan Maladewa. Bandara Male atau <strong>Bandara Internasional Ibrahim Nasir</strong> yang terletak di Pulau Hulhule, di mana pulau ini merupakan salah satu dari 26 pulau karang Maladewa dengan jarak paling dekat ke ibu kota pulau Male.</p>
<p><strong>Pulau buatan berbentuk bintang</strong></p>
<p align="justify">Maladewa saat ini tengah membangun sebuah pulau berbentuk bintang yang akan dinamakan <em>Star Island</em>. Pulau super mewah ini akan menjadi hotel konvensi terapung yang mewah setelah selesai nanti.</p>
<p align="justify"><strong>Star Island</strong> dirancang sedemikian rupa hingga hasil akhirnya nanti akan berbaur secara alami dengan pulau-pulau di sekitarnya. Pulau berbentuk bintang berwarna hijau ini melambangkan Maladewa yang ingin menaklukkan perubahan iklim.</p>
<p align="justify">Setelah selesai dibangun, hotel terapung ini rencananya akan menjadi lokasi utama konvensi perubahan iklim dan pengelolaan air berkelanjutan. Harga yang diajukan untuk menyewa sebuah bungalow di pulau ini pun tak main-main, yaitu mencapai milyaran rupiah. Saat ini pun, Maladewa juga sudah memiliki resort mewah yang bernama <em>Ocean Flower</em>, yakni berupa serangkaian bungalow mengapung yang dirancang dalam bentuk bunga khas Maladewa. Bungalow ini disewakan dengan harga termurah sekitar sembilan milyar rupiah.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/maldives-sebuah-surga-yang-tertinggal/abduzeedodotcom/" rel="attachment wp-att-11610"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/abduzeedodotcom.jpg" alt="" title="abduzeedo(dot)com" width="225" height="225" class="aligncenter size-full wp-image-11610" /></a></p>
<p align="justify">Setiap tempat wisata pasti memiliki kendala yang dihadapi, ketinggian permukaan tanah yang begitu rendah merupakan kendala utama bagi pariwisata di Maldives Island. Hal itu menyebabkan kekhawatiran tersendiri bagi pengembang pariwisata, karena kepulauan Maladewa bisa saja hilang bila terjadi peningkatan ketinggian air laut akibat pemanasan global. Bencana tsunami pun dikhawatirkan mengancam keberadaan pulau yang mengagumkan ini. Saat terjadinya tsunami di Aceh, kawasan pariwisata Maldives Island tak luput dari amukan alam tersebut.</p>
<p align="justify">Walaupun bayang-bayang ancaman kenaikan air laut selalu menghantui, namun hal tersebut tidak menyurutkan minat para wisatawan dunia untuk berkunjung ke salah satu tempat wisata terindah di dunia ini. Banyak artis dunia, <em>public figure</em>, maupun masyarakat umum yang menjadikan kepulauan ini sebagai tempat wisata favorit untuk liburan.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/SKc1EV9rJkU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/maldives-sebuah-surga-yang-tertinggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/maldives-sebuah-surga-yang-tertinggal/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mengintip Sejarah Bangsa di Negeri Orang</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/5eX8hpEdnO0/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/mengintip-sejarah-bangsa-di-negeri-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 04:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sukmo Pinuji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[belanda]]></category>
		<category><![CDATA[dokumentasi negara]]></category>
		<category><![CDATA[KILTV]]></category>
		<category><![CDATA[kolonial]]></category>
		<category><![CDATA[negeri kincir angin]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah bangsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11541</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Anda yang berkesempatan berkunjung ke Belanda, jika punya waktu, mampirlah ke Perpustakaan KILTV (The Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde atau Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Carribean Studies), sebuah institut milik Pemerintah Belanda yang mendedikasikan diri untuk mengumpulkan, mendokumentasikan dan mempelajari sejarah negara-negara bekas jajahan Kolonial Belanda di Asia Tenggara dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Bagi Anda yang berkesempatan berkunjung ke Belanda, jika punya waktu, mampirlah ke <a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11547" rel="attachment wp-att-11547"><img class="alignright size-medium wp-image-11547" title="leiden_kiltv_article" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/leiden_kiltv_article-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Perpustakaan KILTV <em>(The Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde atau Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Carribean Studies)</em>, sebuah institut milik Pemerintah Belanda yang mendedikasikan diri untuk mengumpulkan, mendokumentasikan dan mempelajari sejarah negara-negara bekas jajahan Kolonial Belanda di Asia Tenggara dan Kepulauan Karibia. Perpustakaan ini terletak di Leiden, sebuah kota kecil di sebelah Selatan Belanda, sekitar 1 jam dari Amsterdam.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bagi orang kebanyakan, berkunjung ke perpustakaan sepertinya menjadi pilihan yang kurang menarik. Orang akan lebih memilih berkunjung ke Keukenhoff, Volendam atau Madurodam yang terkenal sebagai ikon wisata Negeri Kincir Angin. Tapi, bagi para pecinta sejarah atau Anda yang sedang melakukan riset mengenai sejarah Indonesia, KILTV adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika  berkesempatan bertandang ke Belanda.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sebenarnya, apa sih yang menarik dari Perpustakaan KILTV ini? Didirikan tahun 1851, bangunan kuno bergaya arsitektur khas Belanda ini menyimpan koleksi dan informasi mengenai negara-negara bekas koloni Belanda, mulai dari buku, majalah, peta, kartu pos, surat-surat, selebaran, poster, foto, lukisan dan lain sebagainya. Semua ini ditujukan untuk merekam sejarah perkembangan dan pergerakan sosial budaya dari negara-negara tersebut, mulai dari era kolonial sampai sekarang. Ribuan koleksi ini disimpan, dirawat dan dikelola dengan baik, sehingga setiap orang dapat mengaksesnya dengan mudah. Saat ini, KILTV juga merupakan pusat penelitian untuk negara-negara eks koloni Belanda khususnya Indonesia, Suriname, Antiles Belanda dan Aruba.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bagi Anda yang tertarik mendalami sejarah Indonesia mulai dari era kolonial sampai sejarah modern Indonesia, atau sedang melakukan riset mengenai Indonesia, atau hanya ingin mengintip Indonesia tempo dulu, KILTV adalah tempat yang menarik untuk dijelajahi. Hampir seluruh sejarah panjang Indonesia didokumentasikan di tempat ini, yang direpresentasikan dengan berbagai bentuk media. Buku-buku yang tidak diterbitkan di Indonesia, buku-buku yang sudah dimusnahkan karena alasan tertentu, buku-buku langka, foto-foto jaman dulu, naskah-naskah kuno kerajaan-kerajaan di Indonesia, sampai laporan penelitian Douwes Dekker atau Junghuhn, dapat kita temui di tempat ini. Semua koleksi ini disimpan dalam bentuk <em>hard copy</em> maupun <em>soft copy</em> dengan berbagai format, bahkan juga dalam format audio visual, yang dapat diakses dengan mudah bagi para pengguna. Karena kebanyakan dokumen yang disimpan di perpustakaan ini merupakan dokumen lama yang rapuh dan rawan rusak, dengan alasan keamanan, sebagian besar koleksi-koleksi tersebut disimpan dan disajikan dalam bentuk <em>soft copy</em>, yang juga bertujuan untuk memudahkan pengguna mengakses dokumen-dokumen tersebut. Jangan khawatir jika membutuhkan dokumen-dokumen tersebut dalam bentuk <em>hard copy</em>, karena Anda dapat meminta tolong petugas untuk membuatkan salinan dokumen tersebut, tentu saja dengan biaya tambahan sebanyak halaman yang dibutuhkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bagaimana cara mengakses koleksi KILTV? Cara yang paling mudah tentu saja dengan mendaftar menjadi anggota Perpustakaan KILTV, dengan membayar biaya pendaftaran sebesar 10 Euro. Dengan mendaftar sebagai anggota, maka Anda memiliki hak untuk meminjam koleksi perpustakaan. Tapi, jika merasa keberatan dengan jumlah uang yang harus dibayarkan, Anda tetap bisa mengakses koleksi-koleksi tersebut di tempat meskipun tidak berstatus sebagai anggota, dengan memanfaatkan ruang baca yang nyaman digunakan. Ruangan ini dilengkapi dengan bilik-bilik pribadi, perangkat komputer, koneksi internet, serta ruang diskusi yang nyaman, di samping pula jendela-jendela yang lebar, sehingga membuat pengunjung bebas menikmati cahaya matahari dan hembusan angin, lengkap dengan kanal-kanalnya yang menjadi salah satu ciri khas kota-kota di Belanda. Dijamin, Anda akan betah menghabiskan waktu berjam-jam berada di tempat ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Butuh waktu sekitar satu sampai dua jam bagi petugas untuk menyediakan daftar koleksi yang ingin kita akses, sehingga disarankan bagi para pengunjung untuk melakukan <em>request</em> peminjaman secara <em>online</em> demi mengefektifkan waktu (perpustakaan ini memiliki fasilitas katalog<em> online</em>). Jika Anda belum berkesempatan untuk mengunjungi Negeri Kincir Angin ini, Anda juga bisa “mengintip” sebagian koleksi KILTV melalui <em>website</em> resminya dengan mengakses</span><a style="font-size: 13px; line-height: 19px;" href="http://www.kitlv.nl/"> http://www.kitlv.nl/</a><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">. Kabar gembiranya, KILTV juga memiliki cabang di Jakarta, yang bisa kita intip melalui tautan </span><a style="font-size: 13px; line-height: 19px;" href="http://www.kitlv.nl/home/Jakarta_Library">http://www.kitlv.nl/home/Jakarta_Library</a><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">. Meskipun koleksinya tidak selengkap yang terdapat di negara asalnya, tapi cukup berarti untuk mendukung dokumentasi sejarah Indonesia, dan tentunya lebih dekat dijangkau karena tidak perlu ke luar negeri.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selain sebagai sumber referensi sejarah Indonesia melalui ribuan koleksinya yang terawat baik, KILTV juga aktif melakukan riset dan publikasi dalam bentuk buku maupun jurnal ilmiah, yang berorientasi kepada perkembangan sosio-politik di negara-negara yang menjadi fokus penelitiannya. Maka tak heran jika KILTV menjadi tujuan para periset untuk melengkapi literatur dan data yang mereka butuhkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ingin karya Anda terekam dan tersimpan dalam catatan sejarah Indonesia? Jika berkesempatan berkunjung kemari, Anda bisa membawa hasil karya pribadi, baik buku, jurnal, majalah, foto dan lain sebagainya, untuk diserahkan dan disimpan dalam perpustakaan KILTV. Dijamin, hasil karya ini akan tersimpan sampai ratusan tahun mendatang dan dipelihara dengan baik, sehingga generasi mendatang kelak dapat mengakses dan mempelajari apa yang dipikirkan oleh para pendahulunya. Hal ini juga merupakan salah satu wujud sumbangan kita terhadap pelestarian sejarah Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selain mengunjungi KILTV, eksplorasi sejarah Anda juga akan menjadi lebih menarik dengan menjelajahi beberapa museum yang banyak terdapat di Leiden, seperti<em> Academic Historical Museum, Siebold House</em>, dan lain sebagainya. Untuk melengkapi kunjungan wisata, Anda bisa pula berfoto di depan kincir angin yang terdapat di <em>Molen Museum</em> yang terletak di tengah kota.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Mengunjungi Perpustakaan KILTV, bagi saya, memancing pemikiran yang cukup menggelitik, mengenai bagaimana Belanda, negeri asing yang pernah menjajah negara kita selama ratusan tahun, begitu<em> concern</em> dengan sejarah Indonesia dan perkembangannya. Padahal, tidak menutup mata, kita sendiri sering kurang peduli dengan apa yang terjadi dengan negeri kita. Jangankan untuk mendokumentasikan sejarah bangsa, untuk sekadar mempelajarinya pun kita jarang melakukannya. Sejarah, bagi banyak generasi muda saat ini, hanyalah sebuah bagian dari kurikulum sekolah yang tidak ikut diujikan dalam Ujian Nasional, yang segera akan terlupakan begitu kita meninggalkan bangku sekolah.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Mempelajari sejarah adalah merupakan salah satu bagian penting dalam menapaki masa depan. Dengan sejarah, kita bisa mengetahui, menyelami dan memahami bagaimana para pendahulu kita berpikir, bagaimana mereka memimpikan bangsa ini terbentuk dan bagaimana mereka bekerja keras mewujudkannya. Keping-keping sejarah tersebutlah yang akan dapat menumbuhkan jiwa patriotik generasi sekarang, sehingga memicu semangat untuk memberikan yang terbaik bagi negeri. Negara besar adalah negara yang menghargai sejarah bangsanya, karena dari sejarah itulah kita bisa melihat kebenaran, dan dari sejarah itu pula kita dapat menciptakan kemajuan.</span></p>
<div></div>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/5eX8hpEdnO0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/mengintip-sejarah-bangsa-di-negeri-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/mengintip-sejarah-bangsa-di-negeri-orang/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>5 Alasan yang Membuat Belajar Sambil Bermain Penting</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/3xNb0K-h3nk/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/5-alasan-yang-membuat-belajar-sambil-bermain-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 12:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sulthan A. Karimov</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sambil bermain]]></category>
		<category><![CDATA[metode belajar]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Rebekah Stathakis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11537</guid>
		<description><![CDATA[“Dunia anak adalah dunia bermain sambil belajar,” tulis Hedy Lim, salah seorang guru yang telah mendapatkan sertifikat guru profesional dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), dalam artikelnya di Kompasiana. Membaca ungkapan itu sebagai pengajar kita pasti setuju, hanya saja banyak pertimbangan untuk mulai menerapkannya dalam kelas. Mulai dari pertimbangan waktu yang dipakai hingga keseriusan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">“Dunia anak adalah dunia bermain sambil belajar,” tulis Hedy Lim, salah seorang guru <a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11538" rel="attachment wp-att-11538"><img class="alignright size-medium wp-image-11538" title="674843_45581144" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/674843_45581144-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>yang telah mendapatkan sertifikat guru profesional dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), dalam artikelnya di<a href="http://edukasi.kompasiana.com/2013/02/07/belajar-sambil-bermain-532236.html"> Kompasiana</a>. Membaca ungkapan itu sebagai pengajar kita pasti setuju, hanya saja banyak pertimbangan untuk mulai menerapkannya dalam kelas. Mulai dari pertimbangan waktu yang dipakai hingga keseriusan siswa mengikuti pelajaran.</p>
<p dir="ltr">Terlepas dari anggapan-anggapan di atas, bermain sambil belajar tetaplah metode belajar paling efektif. Dengan metode ini siswa menjadi lebih kreatif dan aktif, mereka pun menjadi lebih senang mengikuti pelajaran dan tidak mudah bosan di kelas. Selain itu, para siswa juga bisa memperoleh beberapa keterampilan tambahan di luar materi yang diajarkan.</p>
<p dir="ltr">Mengenai hal ini<a href="http://www.eyeoneducation.com/Authors/Rebekah-Stathakis"> Rebekah Stathakis</a> memberikan lima alasan mengapa belajar sambil bermain menjadi penting diterapkan dalam kelas. “Selama bertahun-tahun, saya telah membuat daftar yang berisi lima alasan yang saya percayai menjadikan permainan sebagai alat pendidikan paling <em>powerful</em>,” tulisnya dalam artikel yang dimuat di situs<a href="http://www.educationworld.com/a_curr/reasons-to-play-games-in-the-classroom.shtml?utm_source=feedly"> educationworld</a>. Kelima alasan itu dia kemukakan berdasarkan pengalamannya mengajar bahasa asing di beberapa sekolah dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Dia selalu menggunakan permainan sebagai sarana menyampaikan materi pelajarannya. Berikut kelima alasan itu:</p>
<p dir="ltr"><strong>Pertama, siswa dapat belajar melalui proses berjalannya permainan.</strong> Rebekah menyatakan bahwa dengan permainan para siswa dapat belajar memahami konsep dan ide baru dalam belajar. Mereka juga dapat melihat materi yang diajarkan dari perspektif yang belum mereka ketahui sebelumnya, dengan begitu mereka akan mulai bereksperimen dengan kemungkinan-kemungkinan dan variabel-variabel baru.</p>
<p dir="ltr">Dia mencontohkan dengan permainan kartu yang sering digunakannya bersama siswa pada minggu pertama pelajaran. Dalam permainan itu, para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4 hingga 5 orang, mereka bermain sesuai dengan petunjuk yang tertulis pada kartu yang mereka dapatkan. Setiap kelompok mendapatkan aturan permainan yang berbeda. Permainan pun berjalan dengan penuh khidmat di setiap kelompok. Setelah ronde pertama, setiap pemenang dari tiap kelompok memiliki kesempatan untuk pindah ke kelompok lain.</p>
<p dir="ltr">Di kelompok lain, mereka mendapatkan aturan yang berbeda dengan permainan sebelumnya, sehingga harus menyesuaikan diri dengan aturan baru itu. Ada diantara mereka yang tidak terima dan mengatakan “cara bermainmu salah,” kepada siswa lain di kelompok barunya. Hal ini digunakan Rebekah sebagai <em>starting point</em> dalam menjelaskan tentang berpindahnya seseorang dari satu daerah ke daerah lain. Dia harus segera menyesuaikan diri dengan keadaan di daerah baru. “Saya menceritakan pengalaman pribadi saya ketika pindah dari Spanyol ke Venezuela lalu ke Amerika Serikat. Pada awalnya, saya pun merasa bahwa orang-orang di sana berbicara dengan bahasa yang salah,” lanjutnya.</p>
<p dir="ltr">Permainan dilanjutkan, tetapi dengan toleransi untuk mendiskusikan aturan baru kepada pemain yang baru saja pindah dari kelompok lain. Di akhir permainan, mereka mulai mengerti bahwa tujuan permainan ini adalah untuk menjelaskan pentingnya belajar bahasa baru. Hingga ada salah seorang dari mereka berkata “saya paham, ternyata Anda mencoba menunjukkan kepada kami mengapa kami perlu belajar bahasa lain. Agar kami bisa saling belajar satu sama lain.”</p>
<p dir="ltr"><strong>Kedua, permainan dapat menjadi perantara untuk mengikutsertakan siswa dalam proses belajar-mengajar.</strong> Beberapa pelajaran membutuhkan keaktifan siswa di dalamnya. Seperti pelajaran bahasa asing yang memerlukan wawasan tentang cara pengucapan dan penguasaan perbendaharaan kata yang cukup. Dengan permainan, guru lebih dapat mengajak mereka untuk mengucapkan beberapa kata atau kalimat, sehingga secara tidak langsung mereka telah berlatih mengucapkan kata-kata dan kalimat-kalimat itu. Metode ini justru lebih efektif daripada apa yang ada di dalam buku paket bahasa asing yang banyak berisi daftar kosakata.</p>
<p dir="ltr">“Saya biasa mengajak siswa untuk bermain ‘tebak kata’, dengan begitu mereka terdorong untuk mengucapkan jawaban dari teka-teki yang saya berikan dengan kosakata dan struktur kalimat yang benar. Secara berulang-ulang mereka mendapatkan latihan yang mereka butuhkan,” lanjut Rebekah.</p>
<p dir="ltr"><strong>Ketiga, lewat permainan siswa dapat mempelajari beberapa keterampilan penting.</strong> Ada banyak sekali keterampilan yang dapat dipelajari oleh siswa lewat permainan, seperti keterampilan berpikir kritis, kreativitas,<em> team work</em>, dan sportivitas. Sebagai contoh dalam pelajaran bahasa terdapat beberapa keterampilan dasar yang cukup penting, seperti keterampilan dalam pemakaian kata yang terlampau banyak. “Untuk melatihnya, saya biasa mengajak siswa untuk bermain ‘tebak kata’, setelah permainan ini selesai, saya merasakan adanya peningkatan pesat pada keterampilan siswa dalam menggunakan kata dengan jumlah banyak,” katanya.</p>
<p dir="ltr"><strong>Keempat, permainan dapat menjadi salah satu faktor penguat memori.</strong> Selama bermain, tanpa disadari para siswa banyak berinteraksi dengan materi yang sedang diajarkan, hal ini dapat menjadi salah satu faktor yang membuat mereka mudah mengingat materi itu. Dalam permainan, para siswa banyak melewati momen yang sulit mereka lupakan, dalam hal ini Rebekah menceritakan pengalamannya “momen yang paling saya suka selama mengajar adalah ketika tiba waktu bermain. Saya tidak akan lupa ketika Miguel, salah seorang murid saya, berlari mengelilingi kelas untuk memberitahukan teman-teman sekelasnya arti kata ‘mono’ (monyet), saya yakin teman-temannya juga tidak akan bisa melupakan momen lucu itu.”</p>
<p dir="ltr">Dengan memvariasikan jenis permainan yang kita berikan, stimulus yang diterima siswa pun akan bermacam-macam. Beberapa anak mengingat sesuatu dengan memperagakannya, yang lain dengan mengingat petunjuk-petunjuk yang mengarahkan kepada sesuatu itu, ada juga yang mengingatnya setelah mendengar temannya yang berteriak menjawab teka-teki. “Perasaan positif yang ekspresif dapat mendukung proses belajar” Rebekah menambahkan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Kelima, permainan dapat menyerap perhatian siswa dan mengikutsertakan mereka dalam proses belajar secara aktif.</strong> Karena siswa sangat menyukai permainan, hal ini dapat menjadi cara yang baik untuk memusatkan fokus sekaligus menyerap perhatian mereka. Beberapa fenomena mungkin dapat menjelaskan hal ini. Setelah melewati masa liburan yang panjang, para siswa biasanya terlihat sangat energik dan mudah bosan duduk. Pada masa seperti ini permainan yang memakan banyak energi dapat segera mengembalikan pikiran mereka kepada pelajaran, sehingga mereka dapat kembali siap menerima pelajaran baru. “Permainan dapat dengan cepat mengikutsertakan mereka dalam pelajaran dan mengembalikan pikiran mereka kepada materi yang sedang kita ajarkan” tulis Rebekah.</p>
<p>Anak tumbuh dan berkembang melalui kegiatan bermain. Semakin mereka menikmati proses belajar, maka akan semakin banyak materi yang diserap dan dipahami oleh anak. Proses pengajaran materi oleh guru ke siswa sendiri lebih dari sekadar transfer informasi. Siswa perlu memahami konsep materi yang diajarkan agar dapat menguasainya dengan baik. <em>Nah</em>, dengan membuat belajar menyenangkan, siswa akan dapat lebih mudah memahami apa yang diajarkan.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/3xNb0K-h3nk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/5-alasan-yang-membuat-belajar-sambil-bermain-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/5-alasan-yang-membuat-belajar-sambil-bermain-penting/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pendaftaran SBMPTN 2013: Tersedia 90 Ribu Kursi yang Siap Diperebutkan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/P3_5Rjg5_WI/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/pendaftaran-sbmptn-2013-tersedia-90-ribu-kursi-yang-siap-diperebutkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 04:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur An-Nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian pendidikan dan kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[pendaftaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaftaran SNMPTN online]]></category>
		<category><![CDATA[SBMPTN 2013]]></category>
		<category><![CDATA[seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri]]></category>
		<category><![CDATA[universitas negeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11557</guid>
		<description><![CDATA[Panitia pusat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) resmi mengumumkan dibukanya pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN yang akan dimulai Senin (13/5) depan. Pendaftaran online akan dilaksanakan serentak pada 13 Mei 2013 dan akan ditutup pada 7 Juni 2013 jam 22.00  WIB melalui website http://ujian.sbmptn.or.id. Ada 62 perguruan tinggi negeri yang bisa diperebutkan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Panitia pusat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) resmi <a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11559" rel="attachment wp-att-11559"><img class="alignright size-medium wp-image-11559" title="1193228_35828531" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/1193228_35828531-300x185.jpg" alt="" width="300" height="185" /></a>mengumumkan dibukanya pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN yang akan dimulai Senin (13/5) depan. Pendaftaran <em>online</em> akan dilaksanakan serentak pada 13 Mei 2013 dan akan ditutup pada 7 Juni 2013 jam 22.00  WIB melalui <em>website</em> <a href="http://ujian.sbmptn.or.id">http://ujian.sbmptn.or.id</a>. Ada 62 perguruan tinggi negeri yang bisa diperebutkan oleh para siswa yang mengikuti seleksi SBMPTN. Ujian ini akan dilaksanakan secara serentak dengan sistem terpadu, yaitu hanya satu panitia pusat dan beberapa panitia lokal.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tahun ini penerimaan mahasiswa baru di PTN dibuka melalui tiga jalur, di antaranya SNMPTN yang seleksinya tanpa tes tertulis karena menggunakan nilai rapor dan hasil UN, kemudian SBMPTN dan jalur Mandiri dengan tes tertulis. Selain ujian tertulis, program seni dan keolahragaan juga mengadakan uji keterampilan. Untuk ujian tertulis dilaksanakan pada 18 sampai 19 Juli 2013, sedangkan untuk uji keterampilan pada 20 dan 21 Juli. Adapun hasilnya akan diumumkan padal 12 Juli secara <em>online</em> pukul 17:00 WIB dan melalui media cetak pada 13 Juli 2013.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Setelah melakukan pendaftaran, peserta akan menerima bukti pembayaran yang berisi Kode Akses Pendaftaran (KAP) dan PIN yang selanjutnya digunakan untuk mendaftar online. Pembayaran SBMPTN 2013 menggunakan menu Pembayaran Pendidikan, jadi siswa tidak perlu mencantumkan nomor rekening karena sudah otomatis muncul pilihan pembayaran di<em> channel</em> Bank Mandiri. Pembayaran bisa dilakukan melalui Kantor Cabang Bank Mandiri, ATM Mandiri, SMS dan Internet Mandiri <em>banking</em>, atau melalui kantor pos dan ATM Bank lain berlogo ATM Bersama jika tinggal di daerah yang tidak ada Bank Mandiri.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Adapun biaya pendaftaran yang diambil untuk kelompok Saintek dan Soshum sebesar Rp. 175.000,00, sedangkan untuk kelompok campuran Rp. 200.000,00. Sementara biaya seleksi untuk ujian keterampilan sebesar Rp. 150.000,00 per jenisnya. Calon mahasiswa bisa memilih maksimal tiga program studi di masing-masing universitas.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selain itu, khusus untuk siswa dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas namun memiliki potensi akademik memadai dapat mengikuti seleksi. Bantuan biaya pendidikan disediakan oleh pemerintah melalui program beasiswa Bidikmisi. Siswa tetap dapat mengikuti seleksi di semua jalur penerimaan yang diselenggarakan tanpa dibebani pendaftaran dan peserta akan langsung diberi Kartu Peserta Bidikmisi yang berisi KAP dan PIN untuk mendaftar SBMPTN 2013.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Seleksi bersama ini diikuti 62 PTN yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ditambah sekitar 7 PTN yang dikelola oleh Kementerian Agama seperti Universitas Islam Negeri (UIN) dan IAIN. Kuota yang tersedia untuk jalur tes sekitar 90 ribu kursi atau sekitar 30 persen di masing-masing PTN. Meskipun ada beberapa PTN yang menjadikan SBMPTN sebagai seleksi terakhir penerimaan mahasiswa baru.</span></p>
<p>Untuk tahun ini, persaingan SBMPTN dinilai semakin ketat karena daya tampung yang disediakan hanya 30%. SBMPTN ini dapat diikuti oleh peserta lulusan SMA tahun 2011, 2012 dan 2013. Selain itu, siswa yang gagal dalam seleksi melalui jalur SNMPTN juga dapat mengikuti ujian SBMPTN. Jadi, siapkah kalian untuk bersaing dalam memperebutkan salah satu kursi di universitas yang diinginkan?</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/P3_5Rjg5_WI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/pendaftaran-sbmptn-2013-tersedia-90-ribu-kursi-yang-siap-diperebutkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/pendaftaran-sbmptn-2013-tersedia-90-ribu-kursi-yang-siap-diperebutkan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Belajar, Sebuah Kisah Tak Berujung</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/lqiDi2xS9t8/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/belajar-sebuah-kisah-tak-berujung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 04:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anita Triska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[kisah tak berujung]]></category>
		<category><![CDATA[penyesuaian diri]]></category>
		<category><![CDATA[proses belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11393</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali kegiatan belajar diidentikkan dengan proses menimba ilmu di bangku pendidikan formal di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),  Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Perguruan Tinggi (PT). Bisa juga dilaksanakan pada lembaga non formal seperti kursus-kursus, misalnya kursus keterampilan menjahit, komputer, Bahasa Inggris, ataupun kursus lainnya. Pertanyaan sederhana namun cukup mengusik, apakah belajar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Sering kali kegiatan belajar diidentikkan dengan proses menimba ilmu di bangku <a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11394" rel="attachment wp-att-11394"><img class="alignright size-medium wp-image-11394" title="139391_2846" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/139391_2846-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>pendidikan formal di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),  Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Perguruan Tinggi (PT). Bisa juga dilaksanakan pada lembaga non formal seperti kursus-kursus, misalnya kursus keterampilan menjahit, komputer, Bahasa Inggris, ataupun kursus lainnya. Pertanyaan sederhana namun cukup mengusik, apakah belajar hanya sebatas itu? Apakah setelah mengantongi ijazah di perguruan tinggi bahkan untuk strata tertinggi (S3) proses belajar menemukan titik ujungnya? Sampai kapan kita perlu belajar? Jika ruang lingkupnya adalah pendidikan formal, maka mungkin jawabannya ya. Tetapi belajar ternyata tidak sebatas pendidikan formal.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kata belajar mempunyai kata dasar ajar. Ajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) diartikan sebagai sebuah petunjuk yang diberikan kepada orang untuk diketahui (diturut). Sedangkan belajar adalah proses untuk mendapatkan pengetahuan atau ilmu. Namun para ahli menambahkan beberapa makna dari arti belajar, yakni sebuah proses mental dan psikis yang dilakukan oleh seseorang yang menghasilkan perubahan sikap antara sebelum dengan sesudah belajar.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dari definisi tersebut jelas bahwa belajar mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, tidak sebatas pada pendidikan formal saja. Belajar mencakup semua bidang. Seorang programmer perlu terus belajar tentang bahasa-bahasa pemrograman karena perubahan yang cukup cepat. Seorang operator mesin fotokopi dituntut untuk belajar mengoperasikan mesin fotokopi digital yang merupakan produk teknologi. Seorang montir dituntut untuk terus belajar sehingga bisa memperbaiki atau merawat mobil-mobil dengan transmisi otomatis yang berkembang pesat saat ini. Contoh-contoh tersebut hanya beberapa contoh sederhana pada profesi tertentu.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ternyata belajar juga telah dilakukan sejak lahir. Seorang bayi terlahir ke dunia pun belajar. Pelajaran pertama adalah belajar mengenal dan menyusu kepada ibunya. Berikutnya akan belajar untuk mengomunikasikan apa yang diinginkan dengan merengek dan menangis. Kemudian belajar melakukan gerakan-gerakan seperti duduk, merangkak, berdiri sampai akhirnya mampu berlari. Semua tidak terlepas dari proses belajar tiada henti. Ketika tumbuh menjadi anak-anak, remaja, dan dewasa proses belajar terus kita lakukan tanpa henti menurut tingkatan umur masing-masing. Seorang bayi belajar untuk tumbuh. Seorang anak belajar untuk menjadi remaja. Seorang remaja belajar mendewasakan dirinya. Manusia dewasa harus belajar untuk bersaing dan bertahan pada posisinya masing-masing. Seorang manula pun belajar untuk menyesuaikan dirinya dari yang terbiasa sibuk menjadi terbiasa hanya di rumah. Seorang laki-laki dan perempuan menikah belajar untuk melakukan perannya menjadi seorang suami dan istri. Pada masanya nanti, mereka juga harus belajar menjadi orang tua untuk buah hati tercinta. Hal ini mengindikasikan bahwa belajar dilakukan setiap orang tanpa terkecuali dan tanpa henti, tua dan muda, laki-laki dan perempuan. Bukan hanya belajar pada pendidikan formal saja, tetapi hal-hal non formal yang tidak dipelajari di bangku sekolah.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selain sisi mental, belajar juga menyentuh sisi psikis. Psikis manusia juga mengalami proses belajar. Mungkin belajar pada sisi ini tidak semudah seperti pada pendidikan formal. Psikis manusia adalah sesuatu yang abstrak dan tidak kasat mata, namun nyata. Misalnya kesalahan yang diperbuat seseorang. Setiap manusia pernah melakukan kesalahan, sehingga seharusnya bisa belajar dari kesalahan tersebut. Bagaimana membangun kembali kepercayaan diri, bagaimana agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi, dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana menumbuhkan keinginan untuk mencoba lagi? Semua hal tersebut tidak lepas dari proses belajar yang dilakukan setiap manusia, hanya saja proses tersebut tidak berwujud namun  akan terasa pada perubahan perilaku. Itulah esensi belajar, mengubah sikap dan perilaku antara sebelum dan sesudah belajar.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Belajar juga membuat hidup lebih mudah. Seorang bayi belajar berjalan mempermudah dirinya untuk bisa melangkah ke setiap sudut ruangan yang diinginkannya. Seorang istri belajar mengemudikan mobil akan mempermudah dirinya untuk bepergian tanpa lagi bergantung pada suaminya.</span></p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Mengapa manusia perlu belajar?</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Bumi tidak berhenti berputar. Di setiap putarannya, insan-insan di muka bumi terus berkarya dan  berinovasi. Menciptakan sesuatu untuk pemenuhan kebutuhan umat manusia atau untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat zaman semakin maju dan berkembang. Ini akan berlangsung sampai akhir zaman. Tetapi roda zaman siap melindas siapa saja yang tidak mau dan tidak bisa mengikuti putarannya. Untuk itu kita perlu belajar. Sepuluh tahun yang lalu komputer adalah barang mewah. Namun sekarang komputer merupakan salah satu alat perkantoran yang sudah lumrah. Maka tidak bisa tidak, pengoperasian komputer merupakan syarat standar seorang karyawan jika tidak mau tergeser dari posisinya. Lima tahun yang lalu media elektronik seperti<em> email</em> tidak terpikir bisa menggantikan cara konvensional dalam berkirim surat. Namun sekarang <em>email</em> sudah menjadi kebutuhan dalam berkomunikasi melihat nilai efektivitas dan efisiensinya. Kembali mau tidak mau kita harus memaksakan diri untuk mampu berkomunikasi melalui media ini secara <em>online</em>. Zaman menuntut kita untuk terus belajar, belajar, dan belajar.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sehingga jika dikaitkan dengan pertanyaan sampai kapan kita harus belajar, maka mungkin jawabannya adalah sampai kehidupan di muka bumi ini berakhir. Tetapi tidak seorang pun diantara manusia mengetahui kapan itu terjadi. Jawaban kembali mengarah kepada suatu titik yang tidak diketahui ujungnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sejatinya, tanpa disadari belajar adalah sebuah proses yang dikerjakan setiap hari oleh setiap insan di muka bumi ini. Tidak kenal usia atau jenis kelamin. Tidak hanya belajar ilmu pengetahuan pada pendidikan formal, tetapi juga belajar hal-hal lain bersifat non formal yang menyentuh sisi-sisi abstrak manusia. Belajar mulai terlahir di dunia sampai akhir hayat. Agaknya benar ungkapan hidup untuk belajar dan belajar untuk hidup. Belajar seperti sebuah kisah tak berujung dalam setiap episode kehidupan manusia.</span></p>
<div></div>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/lqiDi2xS9t8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/belajar-sebuah-kisah-tak-berujung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/belajar-sebuah-kisah-tak-berujung/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Say No To Drugs, Say Yes To Healthy</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/5w7nZXbhDAA/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/say-no-to-drugs-say-yes-to-healthy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 04:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novita Kusumaningrum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Narkotika Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[penyalahgunaan narkoba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11533</guid>
		<description><![CDATA[Belum lama ini Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggelandang pesohor Indonesia yang disinyalir tengah melakukan pesta. Bukan pesta biasa tentunya, karena BNN turut hadir ke tempat itu. Kediaman seorang artis yang tengah naik daun, Raffi Ahmad, di Lebak Bulus Jakarta Selatan digerebek BNN pada Minggu (26/1/13) pukul 05.30 pagi. Sebuah portal berita mengabarkan bahwa dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11534" rel="attachment wp-att-11534"><img class="alignleft size-full wp-image-11534" title="drugs" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/drugs.jpg" alt="" width="300" height="218" /></a>Belum lama ini Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggelandang pesohor Indonesia yang disinyalir tengah melakukan pesta. Bukan pesta biasa tentunya, karena BNN turut hadir ke tempat itu. Kediaman seorang artis yang tengah naik daun, Raffi Ahmad, di Lebak Bulus Jakarta Selatan digerebek BNN pada Minggu (26/1/13) pukul 05.30 pagi. Sebuah portal berita mengabarkan bahwa dalam penggerebekan itu terdapat 16 artis yang turut diciduk aparat. Dikabarkan pula BNN menemukan narkoba jenis baru yang belum diatur dalam undang-undang dalam penggerebekan yang dilakukan di rumah aktor dan pemandu acara televisi tersebut.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Peristiwa ini menambah deret panjang kasus artis yang terjerat narkoba. Dilansir dari </span><a style="font-size: 13px; line-height: 19px;" href="http://detik.com/">detik.com</a><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"> tercatat 10 artis Indonesia yang tersangkut kasus narkoba pada beberapa tahun terakhir ini. Artis-artis tersebut antara lain Yoyo Padi yang tertangkap memiliki 0,5 gram sabu di sebuah apartemen pada 27 Februari 2011. Sammy &#8216;Kerispatih’, mantan vokalis band Kerispatih ini tertangkap di sebuah kamar kos di Setiabudi Jakarta pada 2 Februari 2010. Polisi menyita sabu seberat 0,33 gram dan sebuah alat hisap dari tangan Sammy. Selain Yoyo Padi dan Sammy Kerispatih dalam situs tersebut tercatat artis sinetron Revaldo, Gary Iskak, Roy Marten, Fariz RM, pelawak Gogon dan Doyok, Andika &#8216;Kangen Band’, serta Jennifer Dunn. Demikian banyak artis yang terjerat, namun lebih banyak pula anak dan remaja Indonesia yang juga bernasib sama dengan mereka namun tak terekspos media.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Mungkin kita perlu tahu apa dampak penyalahgunaan narkoba. Laman <em>Drugs Education and Drugs Information</em> (DEDI) Humas BNN menuliskan, narkoba berdampak secara fisik dan mental. Bagi pengguna yang ingin menghentikan <em>bad habbit</em>-nya tersebut dihantui Gejala Putus Obat (GPO). Gejala ini akan terasa bagi <em>Drug User</em> (pengguna narkoba) yang menghentikan penggunaan obat-obatan tersebut. Tubuh akan bereaksi secara berlebihan. Kondisi ini lebih dikenal dengan istilah ‘sakaw’. Gejalanya mungkin berbeda-beda, jika saat penggunaan narkoba individu tersebut mengalami konstipasi, maka saat GPO mereka mengalami diare. Kondisi ini menjadi momok yang menyeramkan bagi pengguna, sehingga memupuskan keinginan mereka untuk berhenti mengonsumsi narkoba.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selain ketergantungan sel-sel tubuh, organ-organ vital dalam tubuh seperti liver, jantung, paru-paru, ginjal, dan otak juga mengalami kerusakan akibat penggunaan narkoba jangka panjang. Banyak sekali pecandu narkoba yang berakhir hidupnya dengan katup jantung yang bocor, paru-paru yang bolong, gagal ginjal, serta liver yang rusak. Belum lagi kerusakan fisik yang muncul akibat infeksi virus (Hepatitis C dan HIV/AIDS) yang sangat umum terjadi di kalangan pengguna jarum suntik.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Paparan di atas barulah ancaman secara fisik, lalu bagaimana ancaman untuk mental pengguna narkoba? Ketergantungan mental ini lebih susah untuk dipulihkan daripada ketergantungan fisik. Ketergantungan yang dialami secara fisik akan lewat setelah GPO diatasi, tetapi setelah itu akan muncul ketergantungan mental, dalam bentuk yang dikenal dengan istilah ‘sugesti’. Sugesti adalah ketergantungan mental, berupa munculnya keinginan untuk kembali menggunakan narkoba. Gejala ini tidak akan hilang saat tubuh sudah kembali berfungsi secara normal. Sugesti dapat berupa suara-suara yang menggema di dalam kepala seorang pecandu yang menyuruhnya untuk menggunakan narkoba. Kondisi ini sering kali menyebabkan terjadinya &#8216;perang&#8217; dalam diri seorang pecandu, karena di satu sisi ada bagian dirinya yang sangat ingin menggunakan narkoba, sementara ada bagian lain yang mencegahnya. Peperangan ini sangat melelahkan. Bayangkan saja bila Anda harus berperang melawan diri sendiri, Anda sama sekali tidak bisa sembunyi dari suara-suara itu karena tidak ada tempat untuk bersembunyi dari diri sendiri. Tak jarang bagian dirinya yang ingin menggunakan narkobalah yang menang dalam peperangan ini.</span></p>
<p><em>Wouw</em>, mengerikan sekali dampak penyalahgunaan narkoba bagi fisik dan mental. Oleh karenanya jangan pernah mendekati atau bahkan berpikir untuk mencobanya. <em>Be healthy and say yes to healthy</em>.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/5w7nZXbhDAA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/say-no-to-drugs-say-yes-to-healthy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/say-no-to-drugs-say-yes-to-healthy/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Menikmati Fenomena Alam Gerhana Matahari Parsial di Pertengahan Tahun 2013</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/aaF_ZrGZbto/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/menikmati-fenomena-alam-gerhana-matahari-parsial-di-pertengahan-tahun-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 12:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Savila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[badan meteorologi klimatologi dan geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena alam]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari parsial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11549</guid>
		<description><![CDATA[Pertengahan Mei 2013 ini, kita akan disuguhi dengan pemandangan menakjubkan dari alam. Pemandangan ini tersaji dalam sebuah peristiwa langka yang hanya terjadi beberapa kali dalam setahun, serta hanya dapat melintasi tempat yang sama dalam jangka waktu beberapa ratus tahun sekali. Pada tanggal 9 dan 10 Mei  2013 ini, posisi matahari, bulan, dan bumi akan berada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Pertengahan Mei 2013 ini, kita akan disuguhi dengan pemandangan menakjubkan dari alam. Pemandangan ini tersaji dalam sebuah peristiwa langka yang hanya terjadi beberapa kali dalam setahun, serta hanya dapat melintasi tempat yang sama dalam jangka waktu beberapa ratus tahun sekali. Pada tanggal 9 dan 10 Mei  2013 ini, posisi matahari, bulan, dan bumi akan berada dalam sudut mati segaris dan menyebabkan fenomena gerhana matahari.</p>
<p dir="ltr">Gerhana matahari diprediksi akan terlihat dalam dua hari berturut-turut. Gerhana akan melintasi daerah Australia Selatan serta sebagian besar kawasan Samudera Pasifik. Pada daerah yang menjadi garis lintas tersebut, akan terlihat gerhana matahari cincin. Sedangkan untuk kawasan sekitarnya yaitu Australia bagian utara, tengah dan sebagian besar wilayah Indonesia akan terlihat gerhana matahari parsial alias gerhana matahari sebagian.</p>
<h4 dir="ltr"><span style="color: #ff6600;"><strong>Gambaran umum tentang gerhana matahari</strong></span></h4>
<p dir="ltr">Gerhana matahari merupakan sebuah fenomena saat matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus. Perbedaan jarak bulan ke bumi serta lokasi pengamatan menjadikan fenomena gerhana terbagi dalam tiga macam, yakni gerhana matahari total, cincin, dan parsial.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Gerhana matahari total akan terjadi saat bayangan bulan terlihat lebih besar daripada bayangan matahari, sehingga bayangan bulan tersebut akan menutupi sinar matahari sepenuhnya. Gerhana ini hanya dapat terjadi apabila jarak bulan cukup dekat dengan bumi sehingga mampu menutupi seluruh bayangan matahari. Dalam hal ini, posisi revolusi bulan berperan penting untuk menciptakan jarak yang tepat sehingga dapat mengimbangi bayangan matahari.</span></p>
<p dir="ltr">Gerhana matahari cincin terjadi apabila bayangan bulan sedikit lebih kecil daripada bayangan matahari, sehingga menciptakan efek ‘cincin’ yang terlihat pada bagian pinggiran gerhana tersebut. Baik gerhana matahari cincin maupun total, keduanya hanya dapat dilihat saat lokasi pengamat berada pada jalur lintasan gerhana; yaitu pada jalur perpotongan antara revolusi bulan dan rotasi bumi. Itulah sebabnya mengapa gerhana hanya dapat melintasi daerah yang sama dalam kurun waktu beberapa ratus tahun sekali.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sedangkan gerhana matahari parsial (sebagian) terjadi saat bayangan bulan hanya menutupi sebagian kecil bayangan matahari. Hal ini terjadi sebab lintasan revolusi bulan serta revolusi bumi pada matahari tidak berada tepat pada satu garis lurus. Selain itu, gerhana matahari parsial juga diakibatkan oleh lokasi pengamat bukan pada lintasan gerhana, melainkan hanya mendekati lintasan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Adakalanya tertutupnya bayangan matahari oleh bulan akan menimbulkan efek <em>‘sabit matahari’</em>, alias matahari yang terlihat berbentuk seperti ‘bulan sabit’ sebab tertutup oleh sebagian bayangan bulan.</span></p>
<h4><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px; color: #ff6600;">Gerhana matahari yang terjadi di Indonesia</span></strong></h4>
<p dir="ltr">Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG), 1 Mei 2013 silam, gerhana matahari pada 9-10 Mei akan terlihat pada wilayah Samudera Pasifik, Australia, Singapura, sebagian besar wilayah Indonesia (kecuali Sumatera bagian Utara) serta daerah Filipina Selatan. Gerhana Matahari Cincin (GMC) hanya akan terlihat di wilayah Australia Selatan dan Pasifik, sedangkan di wilayah Indonesia akan terlihat gerhana matahari sebagian.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Semi diameter (bayangan) sudut matahari saat gerhana matahari cincin ini akan mencapai maksimum 0º 15′ 50″.4, sedangkan bulan hanya 0º 14′ 53″.8 atau 94% lebih kecil daripada semi diameter sudut matahari; sehingga daerah yang dilintasi oleh gerhana bisa melihat fenomena gerhana matahari cincin.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Gerhana akan terjadi selama kurang lebih tujuh menit. Puncak terjadinya gerhana matahari akan terlihat berbeda-beda, mengacu pada lokasi pengamat saat itu. Lokasi yang paling mendekati  fenomena GMC sehingga dapat melihat efek ‘sabit matahari’ adalah wilayah bagian Merauke dan sekitarnya. Untuk lebih jelasnya, berikut acuan lokasi beserta perkiraan waktu klimaks gerhana tersebut:</span></p>
<div id="attachment_11550" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11550" rel="attachment wp-att-11550"><img class="size-medium wp-image-11550" title="1367951946613264005" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/1367951946613264005-300x322.jpg" alt="" width="300" height="322" /></a><p class="wp-caption-text">http://unik.kompasiana.com</p></div>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bagi umat muslim yang berniat melaksanakan salat gerhana, berikut tabel acuan mengenai berapa lama gerhana tersebut akan melintasi suatu daerah:</span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11551" rel="attachment wp-att-11551"><img class="aligncenter  wp-image-11551" title="untitled2" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/untitled2.bmp" alt="" width="410" height="326" /></a></p>
<p dir="ltr">Karena gerhana akan terjadi saat matahari baru terbit dan tidak menyilaukan mata, maka fenomena ini masih tergolong aman dipandang oleh mata telanjang. Momen ini juga merupakan saat yang pas bagi para fotografer untuk mengabadikannya lewat lensa kamera.</p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Fenomena gerhana matahari selanjutnya</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Bagi Anda yang berminat untuk melihat fenomena gerhana matahari berikutnya, ada baiknya mencatat prediksi waktunya. Khusus untuk tahun 2016 mendatang, diperkirakan gerhana akan kembali melintasi bagian tengah wilayah Indonesia, khususnya daerah Ternate, Palu, Balikpapan, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Palembang. Gerhana ini digolongkan ke dalam gerhana matahari total.</p>
<p>Gerhana matahari diperkirakan akan terjadi sebanyak tiga kali pada tahun 2013. Kali kedua akan terjadi pada 24 Mei 2013 dan hanya akan terlihat di daerah Asia Tengah, Australia Barat, Eropa Timur, serta beberapa wilayah Afrika. Sedangkan gerhana matahari ketiga akan terjadi pada 3 November 2013 nanti.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/aaF_ZrGZbto" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/menikmati-fenomena-alam-gerhana-matahari-parsial-di-pertengahan-tahun-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/menikmati-fenomena-alam-gerhana-matahari-parsial-di-pertengahan-tahun-2013/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Sekolah, Pendidikan Atau Pengajaran?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mjeducationco/~3/nsFSd5BlsWc/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/sekolah-pendidikan-atau-pengajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 04:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugroho Angkasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[hak asasi]]></category>
		<category><![CDATA[ki hajar dewantara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengajaran]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11382</guid>
		<description><![CDATA[Semula istilah “kelirumologi” dipopulerkan oleh Jaya Suprana. Menurut budayawan yang identik dengan kepala plontos dan gaya bicara ceplas-ceplos tersebut, “kelirumologi” bukanlah sebuah cabang ilmu pasti, “kelirumologi” sekadar paham untuk menemukan kekeliruan guna mencari kebenaran. Ketika diwawancarai secara eksklusif oleh Andy F. Noya, Jaya Suprana mengakui secara blak-blakan bahwa definisi “kelirumologi” sendiri telah mengalami otokritik berkali-kali. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11385" rel="attachment wp-att-11385"><img class="alignleft size-medium wp-image-11385" title="1089781_79250217" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/1089781_79250217-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Semula istilah “kelirumologi” dipopulerkan oleh Jaya Suprana. Menurut budayawan yang identik dengan kepala plontos dan gaya bicara ceplas-ceplos tersebut, “kelirumologi” bukanlah sebuah cabang ilmu pasti, “kelirumologi” sekadar paham untuk menemukan kekeliruan guna mencari kebenaran.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ketika diwawancarai secara eksklusif oleh Andy F. Noya, Jaya Suprana mengakui secara <em>blak-blakan</em> bahwa definisi “kelirumologi” sendiri telah mengalami otokritik berkali-kali.  “Kelirumologi” identik dengan niatan penemuan kekeliruan sekaligus kebenaran namun belakangan ini pencetus  Museum Rekor Indonesia (MURI) tersebut menyadari kalau proses menemukan kebenaran tak semudah membalikkan telapak tangan. Jadi konsekuensi yang paling realistis ialah sedapat mungkin berupaya mendekati kebenaran. Dalam konteks makro, metode ini pun sebuah cara efektif untuk menciptakan peradaban yang lebih baik.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Terkait “kelirumologi” sektor pendidikan, ada satu poin yang menarik sekali. Menurut Jaya Suprana, istilah “Departemen Pendidikan” itu sudah salah kaprah. Mengapa? Sebab saat Ki Hadjar Dewantara (1889-1959) masih hidup, beliau senantiasa menyebutnya “Departemen Pengajaran” saja.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Artinya, istilah “pendidikan” memang relatif terlalu luas. Alhasil, mustahil jika seluruh tanggung jawab tersebut dibebankan kepada para pengampu sekolah formal. Pada hakikatnya, pendidikan merupakan tanggung jawab keluarga, pemuka agama, dan komunitas sosial (termasuk media massa). Jadi kalau kita hendak mengacu pada tanggung jawab sekolah formal, istilah yang lebih tepat ialah “pengajaran”.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sedikit kilas balik <em>(flashback)</em>, lantas apakah tujuan sesungguhnya dari pendidikan? Menurut Anand Krishna Ph.D ialah menjadikan apa yang terpikir, itu pula yang terasa. Jadi ucapan dan tindakan sama alias satunya kata dan tindakan. Istilah “individual” dalam bahasa Inggris pun berasal dari kata<em> indivisible</em> &#8211; tidak dapat dibagi-bagi.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bisa jadi inilah biang keladi karut-marut dunia pendidikan nasional, yakni karena pemerintah (terlalu) berharap pada sekolah formal guna menjawab tujuan mulia di atas. Padahal kembali menyitir tesis awal Jaya Suprana, sejatinya proses pendidikan berlangsung sejak anak bangun tidur di pagi hari sampai ia menutup mata kembali pada malam hari. Jadi proses ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Senada dengan pendapat John Dewey (1859-1952), ”Pendidikan bukan persiapan untuk hidup tapi kehidupan itu sendiri.”</span></p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hak asasi</span></strong></span></h4>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pengajaran sejatinya bukan komoditi melainkan hak asasi. Dalam konteks ini, pemerintah wajib menjamin ketersediaan akses vital tersebut bagi setiap anak bangsa. Tapi faktanya, masih banyak anak berkeliaran di jalanan karena ketiadaan biaya sekolah. Saat ini tercatat 1 juta anak usia sekolah yang meninggalkan bangku sekolah karena kendala biaya. Data Menakertrans menyebut 85 persen anak putus sekolah tersebut menjadi pekerja anak.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Entah itu mereka bekerja di sektor informal sebagai nelayan, pembantu rumah tangga, kuli perkebunan, anak jalanan bahkan sampai pada sektor pariwisata dan bisnis hiburan. Ironisnya lagi, sebagian besar pekerjaan itu merupakan aktivitas terburuk bagi psikis dan &#8211; meminjam istilah Romo Mangun &#8211; pemekaran tumbuh kembang jiwa anak.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kendati demikian, Anies Baswedan mengajak setiap warga negara untuk berhenti mengecam kegelapan dan mulailah menyalakan lilin. Tak sekadar beretorika, Rektor Universitas Paramadina Jakarta tersebut menggagas Gerakan Indonesia Mengajar</span><a style="font-size: 13px; line-height: 19px;" href="https://indonesiamengajar.org/"> https://indonesiamengajar.org/</a><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">. Hingga tahun 2013 ini Indonesia Mengajar sudah memasuki proses pendaftaran angkatan VI.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Aksi nyata lainnya digagas oleh Yayasan Sekolah Kehidupan <em>(The School Of Life)</em>. TSOL didirikan oleh Priskilla Smith Jully pada 12 Desember 2005 silam. Uniknya, beliau ini seorang tuna netra sejak lahir yang pernah mengalami trauma sakitnya penolakan oleh keluarga dan masyarakat. Untungnya, ia bertemu dengan Sang Cahaya Hati yang mau menerima dirinya apa-adanya. Lantas, Priska membuka TSOL yang menerima semua orang, tanpa membedakan SARA dan latar belakang sosial-ekonomi.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dari kedua contoh di atas, terbukti bahwa pengajaran sungguh dapat menjadi hak asasi jika (dan hanya jika) setiap kaum terpelajar mau mengambil tanggung jawab dan berkontribusi nyata dalam proses pencerdasan kehidupan bangsa seturut janji Proklamasi Kemerdekaan dan Pembukaan UUD 1945 alinea 1, “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…”</span></p>
<h4><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px; color: #ff6600;">Budaya melungsur</span></strong></h4>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Menurut catatan statistik Adi Guritno, selama satu dasawarsa terakhir, Indonesia sudah berganti kurikulum sebanyak empat kali. Tak pelak jika ada sentilan miring bahwa setiap ganti menteri, ganti kurikulum juga. Dalam konteks ini, penulis bersepakat dengan analogi dari Nien Yudanto. Bukankah kalau sayuran kurang asin, kita hanya perlu membubuhkan tambahan garam, kenapa harus sayurnya yang dibuang?<span style="color: #ff6600;">*</span></span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Salah satu imbas perubahan kurikulum ialah pergantian buku pelajaran. Artinya, para orang tua &#8211; terutama yang berasal dari keluarga miskin &#8211; harus berpikir keras dan membanting tulang agar bisa membeli setumpuk buku baru untuk anaknya. Padahal jika masih menggunakan kurikulum terdahulu, siswa dapat melungsur (memakai ulang) buku pelajaran dari kakak-kakak kelasnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hal-hal sepele tapi signifikan (penting) semacam ini acap kali diabaikan oleh para penentu kebijakan publik. Sebagai perbandingan, pejabat di India sana tetap konsisten melestarikan budaya saling melungsurkan buku kakak kelas bagi adik-adiknya. Bukankah ini juga merupakan turunan nyata terkait semangat solidaritas dan gotong-royong?</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Terakhir tapi penting, kenapa “ritual” pergantian kurikulum selalu datang jelang perhelatan akbar pemilu? Bisa jadi dengan menggelontorkan dana APBN untuk mengganti kurikulum kian terbuka kesempatan untuk dikorupsi. Data ICW <em>(Indonesian Corruption Watch)</em> pun mencatat bahwa 40% dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) menguap di tengah jalan sebelum sampai ke sekolah. Sungguh sebuah ironi jika amanah almarhum bapak bangsa <em>(founding fathers)</em> untuk mencerdaskan kehidupan bangsa justru dijadikan proyek demi mencari tambahan dana kampanye, bukan? Dalam konteks tersebut, petuah Ki Hadjar Dewantara ini masih tetap relevan, “Pengajaran bertujuan untuk menjadikan siswa berkepribadian merdeka, sehat fisik, sehat mental, cerdas, menjadi anggota masyarakat yang berguna, dan bertanggung jawab atas kebahagiaan dirinya dan kesejahteraan orang lain.”</span></p>
<p><strong><strong><br />
</strong></strong></p>
<p dir="ltr"><em><span style="color: #ff6600;">*(Mjeducation.co, edisi cetak Februari 2013)</span></em></p>
<div></div>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mjeducationco/~4/nsFSd5BlsWc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/sekolah-pendidikan-atau-pengajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://mjeducation.co/sekolah-pendidikan-atau-pengajaran/</feedburner:origLink></item>
	<media:rating>nonadult</media:rating></channel>
</rss><!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: mjeducation.co @ 2013-05-23 19:18:39 -->
