<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Majalah Pendidikan Online | Info Edukatif, Tips, Psikologi, Lifestyle &amp; HobiMajalah Pendidikan Online | Info Edukatif, Tips, Psikologi, Lifestyle &amp; Hobi</title>
	
	<link>http://mjeducation.co</link>
	<description>MJEDUCATION.CO</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 May 2013 08:00:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<!--Theme by MyThemeShop.com-->
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/mjeducationdotco" /><feedburner:info uri="mjeducationdotco" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>MJEDUCATION.CO</itunes:subtitle><feedburner:emailServiceId>mjeducationdotco</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><item>
		<title>Memperjuangkan Nilai Kejujuran di Dunia Pendidikan Nasional yang Lebay</title>
		<link>http://mjeducation.co/memperjuangkan-nilai-kejujuran-di-dunia-pendidikan-nasional-yang-lebay/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/memperjuangkan-nilai-kejujuran-di-dunia-pendidikan-nasional-yang-lebay/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 08:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugroho Angkasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film & Documentary]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[praktik contek massal]]></category>
		<category><![CDATA[Temani Aku Bunda]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11663</guid>
		<description><![CDATA[Jika dunia pendidikan nasional dianalogikan sebagai hutan rimba, aneka ragam satwa hidup di sana. Mulai dari semut, kelinci, kancil, trenggiling, monyet, harimau, sampai gajah. Anehnya, ujian kelulusan mereka diseragamkan, semua harus bisa memanjat pohon selincah monyet. Sama seperti Ujian Nasional (UN), walau kemampuan inteligensia anak didik majemuk dan kondisi geografis daerah dari Sabang sampai Merauke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11664" rel="attachment wp-att-11664"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/103_0793-300x225.jpg" alt="" title="mjeducation.co" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-11664" /></a></p>
<p align="justify">Jika dunia pendidikan nasional dianalogikan sebagai hutan rimba, aneka ragam satwa hidup di sana. Mulai dari semut, kelinci, kancil, trenggiling, monyet, harimau, sampai gajah. Anehnya, ujian kelulusan mereka diseragamkan, semua harus bisa memanjat pohon selincah monyet. Sama seperti Ujian Nasional (UN), walau kemampuan inteligensia anak didik majemuk dan kondisi geografis daerah dari Sabang sampai Merauke berbeda-beda, metode evaluasinya seragam, yakni dengan cara mengisi kolom pilihan ganda.</p>
<p align="justify">Selain itu, masih banyak ditemukan fakta kecurangan dalam praktik UN. Para guru, kepala sekolah, dan kepala dinas berlomba mengejar kelulusan 100 persen. Mereka menghalalkan segala macam cara, termasuk membocorkan jawaban UN kepada anak didik. Ada yang membagikan kertas-kertas kecil, ada yang mengirimkannya lewat sms dan <strong>blackberry messenger</strong>, bahkan ada juga yang membacakan kunci jawaban di depan kelas tepat 30 menit sebelum ujian berakhir.</p>
<p align="justify">Mau menjadi apa generasi masa depan bangsa ini? Dampaknya baru akan terasa 10-20 tahun mendatang. Bisa jadi para koruptor yang kini mengumbar senyum di depan kamera ialah produk model pendidikan tanpa hati nurani semacam itu di masa lalu. Ironisnya, status quo lingkaran setan pembodohan kehidupan bangsa secara sistemik tersebut terus dilanggengkan oleh pengampu kebijakan publik, terutama institusi yang bernama <strong>Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)</strong> Republik Indonesia (RI).</p>
<p align="justify">Kendati demikian, mendiang Cak Nur pernah berpesan agar kita selalu bersikap optimis. Walau berada dalam lingkaran setan masalah yang seolah tak kunjung usai sekalipun. Mengapa? Karena kalau kita berada dalam lingkaran setan maka dari titik mana pun &#8211; tepat di mana kita berdiri – setiap anak negeri dapat berbuat sesuatu dan berkontribusi bagi transformasi sosial dan proses pencerdasan kehidupan bangsa.</p>
<p align="justify"><em>Sacred mission</em> alias misi mulia tersebutlah yang menggerakkan ratusan orang untuk menghadiri acara nonton bareng (nobar) film, “<strong>Temani Aku Bunda</strong>” di Ruang Driyarkara, Gedung Pusat lantai 4, Universitas Sanata Dharma (USD), Mrican, Yogyakarta pada Kamis siang (16/5) pukul 14.00-16.00 WIB lalu. Walau biasanya saat-saat tersebut merupakan jam istirahat (<em>leisure time</em>) dan makan siang (<em>lunch</em>), toh tak menyurutkan tekad mereka untuk menjadi saksi perjuangan seorang anak bernama Abrar.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11665" rel="attachment wp-att-11665"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/103_0795-300x225.jpg" alt="" title="mjeducation.co" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-11665" /></a></p>
<p align="justify">Alkisah, pada hari pertama UN 2011 di SDN 06 Petang Pesanggrahan, Jakarta Selatan dua tahun silam, Muhammad Abrary Pulungan (14) dipaksa berbuat curang oleh gurunya. Dua hari sebelum UN, tepatnya hari Jumat, ia harus menandatangani perjanjian tertulis di atas kertas. Intinya para murid harus memberi tahu teman sekelas yang tak bisa menjawab soal. Tapi mereka dilarang mengatakan itu kepada orang tua, keluarga, dan orang lain sampai dewasa. Jika melanggar kesepakatan tersebut, hukumannya sangat berat, yakni tidak lulus UN.</p>
<p align="justify">Saat proses ujian berlangsung, Abrar merasa gelisah menyaksikan teman-temannya bebas berkeliaran bertukar kunci jawaban padahal ada guru pengawas di kelas. Ternyata kesepakatan untuk memberikan jawaban UN kepada teman alias praktik contek massal sungguh terjadi. Bagi Abrar, itu merupakan kesepakatan tolol yang digagas oleh sebuah lembaga yang semestinya menjunjung tinggi kejujuran.</p>
<p align="justify">Karena tidak tahan dan merasa kecewa akhirnya Abrar menceritakan pengalaman UN hari pertama tersebut kepada sang bunda, Irma Winda Lubis. Air mata tiada henti mengalir dari kedua matanya saat berbagi rasa dengan sang bunda. Padahal selama ini Abrar dikenal sebagai anak yang tabah. Tentu saja ibunya geram dan kesal mendengar kesaksian tersebut. Keesokan harinya, Winda mendatangi sekolah Abrar. Ia membawa kamera dan merekam aktivitas di kelas selama ujian berlangsung.</p>
<p align="justify">Film dokumenter berdurasi 77 menit ini menyuguhkan rekaman suara dan gambar percakapan seorang orang tua murid dengan kepala sekolah dan seorang guru yang telah membuat kesepakatan contek massal tersebut. Sebenarnya, Winda sekadar ingin menyampaikan protesnya kepada pihak sekolah. Ia meminta guru dan kepala sekolah yang bersangkutan meminta maaf secara terbuka agar tidak menjadi preseden bagi para murid bahwa berlaku tidak jujur itu baik.</p>
<p align="justify">Kendati demikian, pihak sekolah mengabaikannya. “Arusnya memang begini Bu, ya kita juga harus ikut arus,” ujar guru tersebut. Alhasil, kejujuran Abrar justru membuatnya dikucilkan oleh para guru dan teman-temannya di sekolah. Berikut ini puisi karya Elvira Yanti Mahyor, guru privat Abrar. Abrar selalu membacanya untuk mengobati luka batin dan membangkitkan semangat:</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11666" rel="attachment wp-att-11666"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/103_0800-300x225.jpg" alt="" title="mjeducation.co" width="300" height="225" class="alignright size-medium wp-image-11666" /></a></p>
<p><strong>Temani Aku Bunda</strong></p>
<p>Bunda,<br />
aku ingin menangis di pelukanmu,<br />
aku ingin bercerita kepadamu.<br />
Karena saat ini aku sendiri, bunda.</p>
<p>Semua kawan menatapku penuh benci,<br />
mengejekku sebagai anak yang sok jujur.<br />
Aku tidak melakukan apa-apa.<br />
Aku hanya melakukan apa yang seharusnya.<br />
Aku hanya melakukan apa yang selalu dinasihatkan oleh orang tua,<br />
yaitu JUJUR.</p>
<p>Bunda,<br />
aku tidak pernah menyangka jujur butuh keberanian baja,<br />
butuh kekuatan hati yang luar biasa,<br />
butuh kerja keras dan air mata<br />
Aku hampir tidak kuat, bunda.</p>
<p>Bunda,<br />
kini aku sedih melihat engkau,<br />
orang yang melahirkan aku ke dunia,<br />
orang yang membesarkan aku dengan penuh cinta,<br />
orang yang selalu hadir di saat aku terluka,<br />
harus menerima ejekan dari mereka,<br />
hanya karena aku ingin JUJUR saja,<br />
padahal JUJUR membuatku lega, bunda.</p>
<p>Maafkan aku, bunda<br />
Salahkah sikapku?<br />
Apakah aku tidak usah jujur saja?<br />
Agar engkau tak lagi terluka.<br />
Aku bingung, aku gelisah, aku cemas, aku takut.<br />
Tolong temani aku, bunda.<br />
Tolong lindungi aku, bunda.<br />
Aku hanya ingin jujur, karena jujur membuatku lega.</p>
<p align="justify">Merasa tidak puas dengan sikap lepas tangan sekolah, Winda memilih jalur hukum dan melaporkan kasus contek massal tersebut. Selain itu, ia juga mendatangi satu persatu instansi yang diharapkan bisa menolong, mulai dari Kemendiknas, Pemprov DKI Jakarta, hingga LBH. Pemerintah kemudian membentuk tim investigasi untuk mengungkap kebenaran dari kasus tersebut, tapi sampai sekarang belum ada hasilnya, bahkan seolah diabaikan demi “kebaikan bersama”.</p>
<p align="justify">Dalam konteks ini pendapat psikolog anak, Silmi Kamilah Risman, menjadi relevan. Apa pun risikonya, orang tua harus selalu menanamkan nilai-nilai kejujuran pada anak sejak dini karena begitu keluar rumah, anak  mulai mengikuti contoh-contoh yang ada di sekolah dan masyarakat. Orang tua perlu tetap kritis meski harus menentang arus. &#8220;Suara-suara yang kritis itu seperti suara sumbang dalam tim koor yang kompak,&#8221; tandasnya.</p>
<p align="justify">Film yang diproduseri oleh <strong>Yayasan Kampung Halaman</strong> tersebut disutradarai oleh Tedika Puri Amanda, Irma Winda Lubis dan <strong>Komunitas Roda</strong>. Proses produksinya sendiri memakan waktu 1 tahun. “Temani Aku Bunda” telah ditayangkan di Malang Film Festival pada 6 April 2013, 7 April 2013 di ITB (Institut Teknologi Bogor), IPB (Institut Pertanian Bogor), dan di Cinema 21 di beberapa wilayah Indonesia. Acara pemutaran di Universitas Sanata Dharma (USD) kali ini hasil kerja sama dengan ICW (Indonesian Corruption Watch) dan IRB (Ilmu Religi Budaya) Program Pascasarjana USD Yogyakarta.</p>
<p align="justify">Tak terasa sejam lebih ruangan sunyi senyap, para hadirin khusyuk menyaksikan adegan demi adegan serta meresapi setiap percakapan dalam film tersebut. Tampak pula beberapa guru membawa murid-muridnya untuk ikut nobar. Menurut Sisilia Maharani selaku Direktur Yayasan Kampung Halaman (YKH), “Temani Aku Bunda” memang diperuntukkan bagi segala umur.</p>
<p><strong>Kepedulian</strong></p>
<p align="justify">Acara selanjutnya adalah diskusi, tapi peserta boleh rehat sejenak untuk ke kamar kecil ataupun menyantap donat yang telah disediakan oleh panitia. Sembari menunggu, Sisilia Maharani memanggil dan memperkenalkan dua narasumber yang telah hadir sore itu.</p>
<p align="justify">Pertama, J. Sumardianta, Guru Sosiologi di SMA Kolese De Britto, Yogyakarta. Selama 20 tahun aktif mengajar di kelas, J. Sumardianta juga sering menulis di media massa nasional. Sebagian besar temanya tentu saja tentang dinamika pendidikan di Indonesia. Beberapa minggu lalu, ayah 3 putri tersebut baru saja meluncurkan sebuah buku baru, judulnya, “Guru Gokil Murid Unyu” (Bentang, 2013). Kedua, Ibu Anna, Ketua Laboratorium DED (Dinamika Edukasi Dasar), Yogyakarta. Lembaga yang fokus pada pelatihan dan penelitian seputar dunia pendidikan tersebut didirikan oleh almarhum Romo Mangunwijaya.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11667" rel="attachment wp-att-11667"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/103_0803-300x225.jpg" alt="" title="mjeducation" width="300" height="225" class="alignright size-medium wp-image-11667" /></a></p>
<p align="justify">Merespon film yang baru saja diputar, J. Sumardianta berpendapat itu bisa terjadi karena kita telah melupakan ajaran Ki Hadjar Dewantara. Pendiri Taman Siswa tersebut mendasarkan proses pembelajaran dalam 3 prinsip. Pertama, “<strong>Ing Ngarsa Sung Tuladha</strong>” (di depan memberi contoh) tapi yang kini  terjadi “<strong>Ing Ngarsa Golek Banda</strong>” (di depan mengumpulkan harta). Kedua, “<strong>Ing Madya  Mbangun Karsa</strong>” (di tengah memberi motivasi dan semangat) tapi yang kini terjadi “<strong>Ing Madya Waton Sulaya</strong>” (di tengah keras kepala dan mau menang sendiri). Ketiga, “<strong>Tut Wuri Handayani</strong>” (di belakang memberi dukungan) tapi yang kini terjadi “<strong>Tut Wuri Hanjegali</strong>” (di belakang menjegali langkah).</p>
<p align="justify">Lantas, pria kelahiran 23 November 1966 tersebut menawarkan solusi untuk menghindari praktik contek massal. Selama dua dasawarsa menjadi Guru Sosiologi di tingkat SMA, ia lebih suka memberi ulangan lisan. Sehingga tidak ada kesempatan bagi siswa untuk menyontek seperti halnya dalam tes tertulis. Bahan yang diujikan ialah kemampuan membaca dan daya nalar murid, sebelumnya para siswa diminta membaca buku-buku inspiratif setebal 750 halaman. Setelah itu, baru ditanyakan ihwal kondisi sosiologi masyarakat dalam novel tersebut. Misalnya dalam <em>City of Joy</em> karya <strong>Dominique Lapierre </strong>terungkap kondisi India pada era 1970-an,  yakni 3S: <em>Sickness</em> (orang sakit-sakitan), <em>Stolen</em> (banyak pencuri), dan <em>Sex</em> (marak terjadi seks bebas).</p>
<p align="justify">Alternatif model evaluasi lainnya ialah dengan presentasi kelompok. Tujuannya agar siswa tidak individualis dan mau bekerjasama. Sebelumnya mereka mencari bahan (<em>browsing</em>) di internet. “Saya mengizinkan para siswa membawa gadget di kelas, tapi bukan untuk chatting, update status Facebook dan twitter-an,“ ujarnya. Hasilnya sungguh menakjubkan, para siswa bila diberi kepercayaan dan kesempatan bisa menunjukkan bakat terpendamnya. Bahkan mereka sampai menggunakan slide film, program PowerPoint dan aneka tampilan visual yang memikat.</p>
<p align="justify">Selanjutnya, Bu Anna turut berbagi pengalamannya berkecimpung di dunia pendidikan. Ibu dua anak tersebut mengutip tesis Romo Mangun, <strong>sejatinya pendidikan harus bisa membebaskan anak dari rasa takut</strong>. “Selain itu, kita orang dewasa cenderung tak sabar dengan proses tumbuh kembang anak. Ibarat kepompong yang harus keluar dan menjadi kupu-kupu. Tapi dengan dalih “kasih sayang” orang tua dan guru justru menggunting kepompong tersebut. Misalnya dengan memberi bocoran kunci jawaban seperti di film tadi,” ujarnya.</p>
<p align="justify">Alhasil proporsi antara bobot tubuh dan rentangan sayapnya tak seimbang. Oleh sebab itu, biarkan anak-anak berjuang untuk mengatasi masalah-masalahnya sendiri, sebab itu sangat berguna bagi pendewasaan. “Intinya pendidikan adalah proses, bukan sekadar hasil,” pungkasnya.</p>
<p align="justify">Dari <em>floor</em> ada satu orang penanya, namanya Pak Jati. Beliau seorang orang tua murid. Menurutnya selama ini anak diteror dengan UN. Padahal kondisi daerah pusat dan wilayah pinggiran berbeda. Semestinya, anak yang kurang mampu didampingi secara khusus oleh guru-guru bidang studi. Tapi yang terjadi, banyak sekolah di daerah pedalaman yang gurunya harus mengampu banyak mata pelajaran di lebih dari satu kelas. “Bagaimana mungkin mereka bisa mendampingi masing-masing siswa secara intensif?” tanyanya.</p>
<p align="justify">Bu Anna menanggapi dengan nada lebih optimis, “Upaya membenahi dunia pendidikan di Indonesia memang sebuah perjuangan panjang. Saya pernah berkunjung ke daerah Wamena, Papua, untuk mencapai lokasi harus masuk hutan selama tiga jam dengan mobil Jeep. Bahkan kalau mau menyeberangi sungai hanya menggunakan dua bilah balok yang dijajarkan sebagai tumpuan roda-roda. “Oleh sebab itu, seluruh komponen masyarakat harus peduli pada perbaikan mutu pendidikan di tanah air,” ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/memperjuangkan-nilai-kejujuran-di-dunia-pendidikan-nasional-yang-lebay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berjuang, Dilupakan dan Terbuang</title>
		<link>http://mjeducation.co/berjuang-dilupakan-dan-terbuang/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/berjuang-dilupakan-dan-terbuang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 04:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Guritno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Korps Cacat Veteran Republik Indonesia 2013]]></category>
		<category><![CDATA[Hari veteran di berbagai negara]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[veteran]]></category>
		<category><![CDATA[Veterans Day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11659</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak yang tahu bahwa ada satu hari dalam setahun yang oleh pemerintah ditetapkan sebagai Hari Korps Cacat Veteran Republik Indonesia. Hari yang tepatnya diperingati setiap 19 Mei ini merupakan hari yang didedikasikan untuk menghormati para veteran yang mengalami cacat permanen karena berjuang demi negara. Selain itu hari korps cacat veteran juga bertujuan untuk melestarikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11660" rel="attachment wp-att-11660"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/indonesialucintaa.blogspot-300x173.jpg" alt="" title="indonesialucintaa.blogspot" width="300" height="173" class="alignright size-medium wp-image-11660" /></a></p>
<p align="justify">Tidak banyak yang tahu bahwa ada satu hari dalam setahun yang oleh pemerintah ditetapkan sebagai <strong>Hari Korps Cacat Veteran Republik Indonesia</strong>. Hari yang tepatnya diperingati setiap 19 Mei ini merupakan hari yang didedikasikan untuk menghormati para veteran yang mengalami cacat permanen karena berjuang demi negara. Selain itu hari korps cacat veteran juga bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus agar selalu berjuang mengharumkan nama bangsa dan mempertahankan kemerdekaan kedaulatan negara.</p>
<p align="justify">Veteran berasal dari Bahasa Latin <em>vetus</em> yang berarti tua. Sedangkan secara umum, veteran dapat diartikan sebagai orang yang pernah bekerja dalam sebuah institut militer atau memiliki pengalaman dalam suatu perang. Di Indonesia, veteran perang diklasifikasikan ke dalam tiga jenis. <strong>Pertama</strong> yaitu mereka yang berjuang dalam era perang. <strong>Kedua</strong> adalah mereka yang berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan dari agresi tentara asing. <strong>Ketiga</strong>, yakni mereka yang berjuang dalam perang untuk membela kepentingan bangsa atau bangsa-bangsa lain yang bersekutu dengan Indonesia. Walau begitu, seiring dengan berjalannya waktu, ada wacana untuk memperluas klasifikasi ini, seperti memasukkan para veteran Perang Timor-Timur dan para veteran yang ikut berperang menumpas gerakan separatis di beberapa daerah.</p>
<p><strong>Hari veteran di berbagai negara</strong></p>
<p align="justify">Hampir semua negara di dunia memiliki generasi veterannya masing-masing. Ini karena hampir semua negara di dunia pernah merasakan kejamnya tirani penjajahanm bahkan negara yang paling terkenal sebagai negara penjajah sekalipun, seperti Belanda dan Inggris. Belanda secara bergiliran dijajah Perancis, Spanyol dan Jerman, sedang Inggris selama ratusan tahun hidup dalam cengkeraman Romawi dan Perancis.</p>
<p align="justify">Ketika rakyat menjerit akibat begitu kejamnya para penjajah menindas, muncul para pahlawan yang dengan gagah berani mempertaruhkan nyawa untuk mengusir para kolonialis dari bumi pertiwi. Tentu risiko kematian sudah pasti begitu dekat dengan keseharian mereka selama berjuang. Khususnya  untuk korps cacat veteran, mereka adalah para pejuang yang berhasil lolos dari kematian pada waktu berjuang di medan laga. Tetapi mereka juga harus menjalani hidup yang tak kalah kerasnya, karena menderita cacat permanen akibat perang.</p>
<p align="justify">Cacat yang mereka derita bisa karena berbagai hal, seperti karena tertembak, terkena bom atau ranjau hingga harus diamputasi. Ada juga yang menjadi cacat karena tertangkap oleh para pasukan penjajah dan diamputasi paksa. Tetapi harus diingat, di balik tubuh mereka yang tua, rapuh dan cacat tersebut, tersembunyi kisah kepahlawanan yang mampu menggetarkan langit Indonesia. Kisah keberanian dan ketulusan yang membuahkan suatu cita-cita luhur yang kini dinikmati oleh para generasi sekarang, bangsa yang merdeka.</p>
<p align="justify">Selain di Indonesia, ada beberapa negara lain yang juga mengkhususkan satu hari dalam setahun untuk para veteran. Bahkan dalam kesehariannya, para veteran di sana ternyata mengalami hidup yang jauh lebih baik dibanding para veteran di Indonesia, seperti misalnya di Amerika Serikat.</p>
<p align="justify">Negeri <strong>Barrack Obama</strong> itu memiliki sebuah hari yang dikhususkan untuk para veteran bernama <strong>Veterans Day</strong>. Peringatan hari veteran di negeri Paman Sam itu sendiri jatuh setiap Senin kedua di bulan November. Pada saat itu hampir di seluruh sudut kota, suasana terlihat sangat meriah. Para veteran perang diarak di jalan-jalan menggunakan mobil atau kereta kuda, sedang orang-orang bersorak-sorak dan tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih. Hari veteran sendiri ditetapkan sebagai salah satu hari libur nasional di Amerika Serikat.</p>
<p align="justify">Amerika Serikat memang salah satu negara yang paling memperhatikan para veteran perangnya. Di sana, para veteran perang dianggap sebagai pahlawan yang sudah menunjukkan pengorbanan yang begitu besar bagi kepentingan Amerika Serikat. Mereka mendapat tunjangan pensiun yang layak, rumah dari negara, tunjangan beasiswa untuk anaknya, tunjangan pelayanan kesehatan hingga tunjangan kematian. Tetapi hebatnya, banyak pula dari veteran perang ini yang tidak mau hanya mengandalkan tunjangan-tunjangan tersebut. Mereka lebih suka untuk tetap produktif di usia tua,  bahkan bagi mereka yang cacat sekalipun.</p>
<p align="justify">Beda di Amerika, beda pula di Rusia. Negara yang sering dianggap sebagai penerus Uni Soviet ini juga sangat menghargai jasa para veterannya. Mereka memiliki berbagai tunjangan dan penghargaan dari negara. Khusus untuk para veteran yang pernah berjuang melawan agresi Jerman Nazi, mereka juga mendapat penghargaan khusus, yakni berupa penetapan <strong>Hari Kemenangan</strong>. Hari kemenangan adalah hari untuk memperingati kemenangan Uni Soviet melawan Jerman saat perang dunia II dulu. Pada hari itu, ribuan veteran dari belasan negara eks-federasi Uni Soviet (seperti Rusia, Belarusia, Lithuania, Moldova, dll) diarak dalam sebuah pawai super megah. Bahkan empat hari sebelum hari kemenangan, sekolah dan kantor sudah mulai diliburkan.</p>
<p align="justify">Lantas bagaimana dengan Indonesia? Dulu Bung Karno pernah mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Sudahkah bangsa ini melakukan seperti yang dikatakan Bung Karno tersebut? Atau bangsa ini tetap terkungkung dalam penyakit lamanya, amnesia sejarah?</p>
<p><strong>Hanya dimuliakan saat Agustusan</strong></p>
<p align="justify">Sering kita melihat ratusan veteran yang hadir pada saat upacara peringatan HUT (Hari Ulang Tahun) Kemerdekaan Indonesia. Mereka begitu rapuh, renta, dan lemah, walaupun sorot matanya masih menyiratkan keberanian dan kegagahan. Lantas pertanyaannya, apakah mereka hanya khusus dihadirkan, disorot kamera dan diberi bingkisan pada saat Agustusan saja? Apakah keberadaan mereka hanya terasa ketika Agustusan  saja? Atau apakah mereka manusia-manusia yang hanya patut dihargai dan diingat hanya ketika Agustusan?</p>
<p align="justify">Ini adalah sesuatu yang sangat miris, apalagi bagi para korps cacat veteran. Mereka telah rela kehilangan tangan, kaki, mata, atau bagian lainnya untuk kemerdekaan negeri ini. Mereka rela bertempur mati-matian, kadang dalam keadaan tanpa makanan dan minuman sekalipun, asal negeri ini merdeka. Bagi mereka, hanya ada dua hal dalam benaknya saat itu, merdeka atau mati.</p>
<p align="justify">Perjuangan mereka pun tidak sia-sia. Walau hanya bersenjatakan bambu runcing, tetapi terbukti mereka mampu mengusir pulang Belanda, Inggris, Portugis dan Jepang dari tanah pertiwi. Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa serta diiringi dengan kegigihan, mereka berhasil mempersembahkan sebuah negara yang merdeka dan berdaulat.</p>
<p align="justify">Lantas apakah mereka yang kemudian menikmati jalan aspal yang mulus, kemudahan mendapat akses pendidikan, serta kondisi yang jauh lebih sejahtera seperti sekarang ini? Tentu saja bukan. Kitalah, sebagai generasi penerus yang kemudian merasakan buah dari perjuangan mereka. Darah, jiwa dan perjuangan merekalah yang membuat kita tidak lagi hidup tertindas dan terhina akibat penjajahan oleh bangsa asing.</p>
<p><strong>Bangsa yang durhaka</strong></p>
<p align="justify">Lantas, sudah sepatutnya kita bertanya, apakah kita sebagai generasi penikmat kemerdekaan sudah memberikan penghargaan yang setidaknya memang pantas mereka terima? Tentu saja tidak. Bahkan andaikan semua kekayaan dari generasi sekarang dipersembahkan untuk mereka, para veteran perang tersebut, itu belum cukup untuk membayar segala pengorbanan yang sudah mereka tunjukkan bagi pertiwi.</p>
<p align="justify">Tetapi jangankan memberikan penghargaan yang layak, bangsa ini justru cenderung melupakan perjuangan yang dulu mereka lakukan. Tengok saja, masih sangat banyak veteran perang yang harus hidup menderita, tinggal di rumah reyot yang siap digusur kapan saja serta masih harus membanting tulang di usia tua. Inikah sesuatu yang pantas untuk mereka? Di saat pendidikan karakter digembar-gemborkan, bangsa ini ternyata masih saja mendustai sejarahnya sendiri, dengan membiarkan orang-orang yang telah berjuang bagi negara hidup sengsara dan lupa cara mengucapkan terima kasih dengan benar.</p>
<p><strong>Bukan hanya pemerintah</strong></p>
<p align="justify">Apakah semua ini tanggung jawab pemerintah? Jelas tidak. Mengurus bawang putih dan garam saja pemerintah sudah kalang kabut, bagaimana mau mengurus para veteran cacat ini, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tetapi untuk memberi tunjangan, jelas itu tanggung jawab pemerintah. Sedang masyarakat bisa membantu dengan memberikan pendampingan bagi para veteran ini agar bisa mendapatkan tunjangan tersebut. Jangan sampai para veteran ini sudah tidak mendapat tunjangan, malah hidup menjadi gembel di jalan-jalan kota.</p>
<p align="justify">Sebenarnya, para veteran ini tidak pernah berpikir akan mendapat tunjangan ketika dulu berjuang. Pemikiran mereka hanya satu, merdeka, entah harus dengan apa meraihnya. Tetapi kini, betapa tidak tahu malunya bangsa ini, ketika para legislator di senayan ngotot minta kenaikan gaji, sementara mereka, para eks pejuang bangsa ini, masih hidup sengsara.</p>
<p align="justify">Dengan darah mereka kita merdeka. Dengan peluh dan pengorbanan mereka, kita terbebas dari penjajahan. Tetapi apakah keberadaan mereka hanya untuk dipamerkan pada setiap Agustusan? Atau menjadi bahan kampanye bagi partai-partai politik? Hargai jasa mereka, dan jadilah bangsa yang besar. Merdeka!!! Hidup veteran, hidup Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/berjuang-dilupakan-dan-terbuang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HOROR DI PABRIK WAJAN</title>
		<link>http://mjeducation.co/horor-di-pabrik-wajan/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/horor-di-pabrik-wajan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 12:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Guritno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[CV Cahaya Logam]]></category>
		<category><![CDATA[monster wajan]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik panci]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik wajan]]></category>
		<category><![CDATA[Yuki Irawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11651</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa perbudakan yang dialami puluhan buruh pabrik wajan di Tangerang benar-benar sangat tragis. Korban yang jumlahnya sekitar 34 orang tersebut dipaksa bekerja keras di luar batas kewajaran. Selain itu, tidak sepeserpun upah yang mereka terima. Kondisi tempat tinggal mereka juga sangat memprihatinkan. Bahkan bisa dikatakan, penjara pun masih jauh lebih baik dari mess milik para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11653" rel="attachment wp-att-11653"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/id_openrice_com.jpg" alt="" title="id_openrice_com" width="242" height="208" class="alignright size-full wp-image-11653" /></a></p>
<p align="justify">Peristiwa perbudakan yang dialami puluhan buruh pabrik wajan di Tangerang benar-benar sangat tragis. Korban yang jumlahnya sekitar 34 orang tersebut dipaksa bekerja keras di luar batas kewajaran. Selain itu, tidak sepeserpun upah yang mereka terima. Kondisi tempat tinggal mereka juga sangat memprihatinkan. Bahkan bisa dikatakan, penjara pun masih jauh lebih baik dari mess milik para buruh itu. Inilah horor terbaru di negeri ini. Horor berisi rangkaian episode yang menggambarkan kekejaman dan kebengisan demi meraih keuntungan. Horor yang dilakukan oleh si pemilik pabrik, Yuki Irawan sang monster wajan.</p>
<p><strong>Disiksa dari pagi hingga pagi</strong></p>
<p align="justify">Menurut pengakuan para buruh, apa yang mereka alami benar-benar sangat menyedihkan. Mereka bekerja dari pukul setengah enam pagi hingga sepuluh malam. Bahkan ada yang bekerja hingga pukul dua belas malam. Pekerjaan mereka pun terbilang berat. Setiap hari mereka harus memenuhi target yang sudah ditetapkan oleh sang juragan.  Lantas bagaimana jika tidak bisa memenuhi target? Siksaan fisik pun harus diterima.</p>
<p align="justify">Menurut salah seorang buruh yang bernama Abdul Nawa Fikri, mereka harus memproduksi setidaknya 200 buah wajan sehari. Jika tidak sanggup, maka para centeng Yuki Irawan akan menganiaya mereka dengan sangat sadis. Pernah suatu kali ketika para buruh gagal mencapai target, para centeng monster wajan itu langsung menghadiahi mereka dengan tendangan, pukulan, tamparan dan siksaan lainnya. Bahkan mereka juga sering diancam akan ditembak.</p>
<p align="justify">Selain bekerja dengan tekanan yang luar biasa keras, para buruh juga tidak mendapatkan fasilitas yang layak. Mereka tidur di sebuah mess berukuran kecil dengan lantai yang dingin, lembab dan bau. Mess tersebut juga tidak dilengkapi dengan  penerangan yang baik. Bahkan tidak ada ventilasi di sana. Usai bekerja, mereka langsung digelandang ke mess oleh para kaki tangan Yuki Irawan. Setelah semua buruh masuk mess, pintu pun dikunci dari luar, persis seperti para budak semasa penjajahan Jepang.</p>
<p align="justify">Selain hidup di mess yang sempit, bau, kotor dan lembab, mereka juga tidak diberi sabun, shampoo atau pasta gigi. Praktis para buruh yang rata-rata sudah bekerja sejak empat bulan itu tidak pernah keramas atau sikat gigi. Bahkan yang lebih sadis lagi, mereka hanya diberi sabun colek untuk mandi. Ternyata Yuki memperlakukan buruhnya itu jauh lebih rendah dari hewan.</p>
<p align="justify">Menu makanan mereka pun hampir selalu sama setiap hari, nasi berlauk sepotong kecil tempe atau tahu.  Selain itu, mereka juga dilarang berinteraksi dengan warga sekitar. Sepanjang hari mereka hanya bekerja keras dan tanpa sedetikpun diberi keleluasaan untuk bersenda gurau atau melepas penat.</p>
<p><strong>Sosok Yuki, Si Monster wajan</strong></p>
<p align="justify">Yuki Irawan, sang pemilik pabrik wajan memang dikenal sebagai seorang pengusaha sukses. Selain rumah mewah bak istana, diduga ia juga memiliki beberapa pabrik lain di luar Tangerang dan seorang istri muda. Sayangnya, walau menjadi sosok yang cukup terkenal di masyarakat, selama ini ia dinilai angkuh oleh warga. Dia dianggap sebagai sosok yang arogan dan mudah naik pitam. Warga pun sebenarnya sudah lama geram dengan Yuki dan keluarganya. Mereka kesal karena keberadaan pabrik Yuki dinilai mencemari  dan mengganggu lingkungan. Anehnya tidak ada satu warga pun yang berani melakukan protes.</p>
<p align="justify">Ternyata selain memiliki banyak uang, Yuki sang monster wajan ini juga memiliki banyak relasi dengan orang penting, terutama aparat polisi dan TNI. Bahkan tak jarang warga melihat ada beberapa polisi dan aparat TNI yang rutin bertandang ke rumah Yuki. Yuki pun tak segan memanfaatkan kedekatannya dengan teman-teman aparatnya untuk menakuti warga. Karena tidak mau berurusan dengan polisi, warga pun selama ini memilih diam dan memendam amarahnya dalam-dalam. Amarah yang suatu saat akan meledak.</p>
<p align="justify">Selain memiliki kedekatan dengan oknum polisi dan TNI, ternyata pemilik CV Cahaya Logam ini adalah saudara ipar dari Lurah Musran, lurah di desa Yuki. Kedekatan Yuki dan Musram bukanlah sebuah rahasia lagi. Bahkan kabarnya Yuki adalah salah seorang penyumbang dana terbesar bagi Musram ketika sang lurah tersebut maju dalam pemilihan kepala desa beberapa tahun silam. Selain Yuki, istrinya, Maya, juga diduga mengetahui apa yang terjadi di pabrik wajan tersebut. Ini karena Maya juga menjabat sebagai manajer operasional di pabrik itu. Konsumsi para buruh sehari-hari juga merupakan tanggung jawabnya.</p>
<p><strong>Terbongkar</strong></p>
<p align="justify">Usaha Yuki untuk menutupi kebiadaban yang terjadi di pabriknya memang berhasil pada awalnya. Tetapi seperti kata pepatah, sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, pasti akhirnya tercium juga. Terbongkarnya praktik perbudakan ini bermula dari berhasil kaburnya dua orang pekerja. Mereka lantas melarikan diri ke Lampung Utara, tempat asal mayoritas buruh Yuki.</p>
<p align="justify">Begitu berhasil kembali ke kampung halamannya, buruh ini pun langsung melaporkan tindak perbudakan yang dialami kepada lurah setempat. Tak menunggu waktu lama, lurah tersebut langsung berkoordinasi dengan Polres Lampung Utara dan Komnas HAM. Puncaknya, pada Jumat, 3 Mei 2013, polisi pun menggerebek pabrik wajan milik Yuki tersebut. Di samping berhasil membebaskan para buruh, polisi juga menangkap para pelaku biadab tersebut, yakni Yuki, istrinya dan keempat centengnya. Mereka pun digelandang ke kantor polisi.</p>
<p><strong>Konspirasi keji</strong></p>
<p align="justify">Menurut pengakuan buruh, selama bekerja di pabrik wajan itu, mereka selalu mengalami siksaan dan penganiayaan yang sangat kejam. Selain itu, dompet dan handphone mereka juga disita. Di balik semua pengakuan para korban kerja rodi Yuki dan para centengnya, ada fakta yang sangat mengejutkan. Yuki ternyata memiliki backing aparat, khususnya dari satuan Brimob dan Polisi Militer.</p>
<p align="justify">Tidak sekali para aparat itu datang ke pabrik Yuki.  Bahkan mereka ikut melakukan kekerasan terhadap para buruh, seperti mengancam akan menembak, memukul dan menendang. Hal inilah yang makin menciutkan nyali para buruh untuk melarikan diri. Mereka pasrah pada nasib dan menanti ajal untuk membebaskan mereka dari semua siksaan itu.</p>
<p><strong>Lucunya negeri ini</strong></p>
<p align="justify">Tetapi para petinggi polisi dan TNI langsung menyanggah dugaan keterlibatan para anak buahnya. Menurut KASAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, memang ada beberapa anggota TNI yang memiliki hubungan dengan Yuki, karena anggota TNI yang bersangkutan memiliki usaha penyediaan kayu bakar untuk pabrik wajan Yuki, tidak lebih. Dengan kata lain, KSAD menolak jika dikatakan ada aparat TNI yang menjadi pelindung dan kaki tangan Yuki.</p>
<p align="justify">Senada dengan KASAD, Kapolri Timur Pradopo juga tidak yakin ada anggotanya yang menjadi pelindung dari usaha perbudakan Yuki Irawan. Tetapi beberapa petinggi kepolisian mengakui ada beberapa anggota polisi yang menjadi teman baik Yuki. Jika dikonfrontasi dengan kesaksian para buruh, sanggahan-sanggahan tersebut sungguh sangat menggelikan. Beberapa orang buruh mengaku bahwa beberapa kali anggota kepolisian dari kesatuan Brimob datang untuk mengancam dan bahkan juga turut melakukan kekerasan kepada mereka. Lantas bukti macam apalagi yang diinginkan oleh kepolisian.</p>
<p align="justify">Lucunya lagi, kebiadaban Yuki dan centeng-centengnya ini baru terbongkar ketika Lurah Lampung Utara melapor ke Polres Lampung Utara dan Komnas HAM. Menurut sang lurah yang telah berjasa membebaskan warganya itu, dirinya juga pernah melapor ke Polres Tangerang, tetapi tidak mendapat respon yang baik.</p>
<p align="justify">Lantas ada apa ini? Mengapa polisi terkesan tidak transparan? Benarkah pengakuan beberapa warga jika di rumah Yuki sering didatangi beberapa polisi yang bahkan masih berseragam. Benarkah polisi tidak tahu mengenai perbudakan keji ini? Benarkah pula berita yang menyebutkan Yuki sering memberikan uang bensin dan jajan bagi beberapa oknum kepolisian setempat?</p>
<p><strong>Mengkaji lagi keberadaan dan manfaat kepolisian</strong></p>
<p align="justify">Padahal jika direnungkan lebih dalam, tugas utama polisi adalah mengayomi warga. Tetapi dengan berbagai kasus kejahatan yang tenyata juga melibatkan kepolisian, seperti kasus perbudakan ini, apakah fungsi dari kepolisan sudah terlaksana? Atau apakah karena merasa berseragam dan memiliki senjata, polisi lantas seenaknya berbuat sewenang-wenang pada rakyat? Tidak ingatkah mereka bahwa gaji yang mereka terima dari negara, bersumber dari rakyat.</p>
<p align="justify">Terbongkarnya kasus ini juga menambah noda dalam lembar kepolisian kita. Kini tinggal menunggu waktu, apakah polisi mau menangkap semua pelaku dan menyeretnya ke depan hukum. Pelaku di sini tentu saja bukan Yuki si monster wajan dan Masrun si lurah wajan. Tetapi juga mereka, yang menurut pengakuan para buruh, sering menyiksa dan mengancam dengan senjata api.</p>
<p align="justify">Ataukah kasus ini akan menjadi semakin rumit, dengan munculnya berbagai manuver licik untuk menyelamatkan beberapa pihak tertentu? Apapun yang terjadi, terbongkarnya kasus ini merupakan bahwa Tuhan tidak pernah tidur. Tuhan mendengar setiap jerit pilu umatnya yang teraniaya, meskipun mereka hanya mampu menjerit dalam batin atau dalam ruangan sempit nan pengap. Ketika keadilan tidak datang dari para penegak hukum, maka jangan kaget jika Tuhan akan menurunkan keadilanNya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/horor-di-pabrik-wajan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BATAN Adakan Sosialisasi Jurnal Atom Indonesia</title>
		<link>http://mjeducation.co/batan-adakan-sosialisasi-jurnal-atom-indonesia/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/batan-adakan-sosialisasi-jurnal-atom-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 08:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anita Triska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Tenaga Nuklir Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal Atom Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal internasional]]></category>
		<category><![CDATA[penulisan jurnal ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[publikasi ilmiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11673</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu (Selasa, 14/5) bertempat di Gedung A lantai 1, Jalan Tamansari No.71 Bandung, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengadakan seminar yang bertajuk “Sosialisasi Jurnal Atom Indonesia”. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan jurnal yang diterbitkan oleh BATAN kepada kalangan peneliti baik yang berasal dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian lain non-universitas. Walaupun sudah ada sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Pagi itu (Selasa, 14/5) bertempat di Gedung A lantai 1, Jalan Tamansari No.71 Bandung, <a href="http://mjeducation.co/batan-adakan-sosialisasi-jurnal-atom-indonesia/20130514_093000/" rel="attachment wp-att-11674"><img class="alignright size-medium wp-image-11674" title="20130514_093000" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/20130514_093000-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengadakan seminar yang bertajuk “Sosialisasi Jurnal Atom Indonesia”. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan jurnal yang diterbitkan oleh BATAN kepada kalangan peneliti baik yang berasal dari perguruan tinggi maupun lembaga penelitian lain non-universitas. Walaupun sudah ada sejak tahun 1975, tetapi jurnal ini seolah tidak terdengar namanya di kalangan peneliti. Namun seiring kemajuan dan prestasi yang sudah dicapai, Jurnal Atom Indonesia (JAI) mulai mendapat apresiasi dari berbagai lembaga. Untuk itu melalui acara sosialisasi pagi itu, BATAN membuka kesempatan seluas-luasnya kepada akademisi dan peneliti untuk berkontribusi kepada jurnal tersebut.</p>
<p dir="ltr">Acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB hanya terbatas untuk 30 orang peserta dari kalangan akademisi dan peneliti yang diundang dari beberapa institusi seperti Universitas Padjadjaran (UNPAD), Institut Teknologi Bandung (ITB), Pusat Tenaga Nuklir Bahan dan Radiometri (PTNBR), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Departemen Pertanian. Setelah pembukaan dan sambutan dari ketua pelaksana, Dr. Muhayatun, MT, acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan oleh <em>keynote speaker</em>, Prof. Dr. Zaki Su&#8217;ud. Pada sesi tersebut, dosen pada jurusan Fisika ITB dengan bidang riset reaktor nuklir yang sekaligus bertindak sebagai editor JAI ini memaparkan dengan cukup rinci namun dalam bahasa sederhana tentang <em>“How to Publish International Journal”</em>. Beliau mengawali sesi pertama tersebut dengan menjelaskan pentingnya publikasi bertaraf internasional. Publikasi internasional diperlukan tidak saja untuk menambah nilai lebih untuk peneliti itu sendiri, tetapi yang jauh lebih penting daripada itu semua adalah nama dan prestise negara. Beliau menyebutkan, “Publikasi ilmiah merupakan cerminan dalam persaingan antar-bangsa. Saat ini negara yang memiliki jumlah publikasi internasional cukup banyak adalah Jepang, USA, dan UK”. Pada sesi tersebut beliau juga menyampaikan bahwa hal penting yang harus diperhatikan terkait penulisan jurnal ilmiah bertaraf internasional adalah kebaruan yang dihasilkan dalam riset. Aspek kebaruan dalam riset bisa saja meliputi topik baru atau metodologi yang benar-benar baru. Analisis lain yang sebelumnya belum pernah dilakukan  pada permasalahan yang sama juga bisa dipandang sebagai kebaruan dari sebuah riset. Beliau memberikan tips, “Jika topik yang dikerjakan adalah riset yang bersifat <em>frontier</em> dan sedang ramai dikerjakan oleh banyak peneliti, maka harus bergerak cepat untuk mempublikasikannya sebelum didahului oleh peneliti lain.”  Namun beliau memberi alternatif lain, “Atau lakukan riset spesifik yang dikerjakan oleh komunitas tertentu yang tidak terlalu besar sehingga tidak perlu buru-buru untuk publikasi”. Sesi ini berjalan cukup meriah dan hangat. Pada akhir presentasi beliau menyoroti tentang etika menulis. Beliau menyampaikan pentingnya untuk memeriksa riset yang akan dipublikasi terbebas dari unsur plagiarisme terhadap pekerjaan peneliti lainnya.</p>
<p dir="ltr">Tanpa diisi dengan sesi tanya jawab, acara kemudian dilanjutkan pada sesi kedua, yaitu presentasi oleh <em>chief editor</em> Jurnal Atom Indonesia, Prof. Dr.rer, Nat, Evvy Kartini. Pada sesi yang diberi judul <em>Introducing Journal Atom Indonesia Road to International Journal</em> beliau bercerita tentang seluk-beluk perjalanan jurnal yang pertama kali terbit pada tahun 1977 ini. Beliau mengakui, walaupun jurnal ini sudah ada sejak tahun 1975 dan terbit perdana dua tahun setelahnya, tetapi JAI seolah tidak terdengar gaungnya. Namun dengan seiring waktu dan kerja keras, sekarang jurnal tersebut sudah menunjukkan kualitasnya. “Alhamdulillah saat ini kami sudah diakreditasi oleh dua lembaga, yaitu oleh LIPI dan DIKTI dengan nilai masing-masing A dan B”, ujar beliau yang menamatkan sekolah doktoralnya di Jepang. Tahun 2009 JAI juga meraih prestasi dengan mendapatkan <em>block grant</em> dari DIKTI. Hal ini cukup membanggakan karena Jurnal Atom Indonesia adalah satu-satunya jurnal di Indonesia yang bersifat non-universitas yang mendapatkan program dari DIKTI. Kemudian sejak tahun 2012 JAI juga sudah terdaftar di <em>Google Scholar</em> dan <em>Directory of Open Access Journals</em> (DOAJ). “Jadi walaupun jurnal ini adalah jurnal nasional tetapi tarafnya internasional”, ungkapnya. Oleh sebab itu juga JAI yang terbit tiga kali dalam setahun ini diformat dalam bahasa Inggris untuk setiap karya ilmiah yang masuk. Tidak hanya itu, sebagian <em>editor-</em>nya pun juga berasal dari luar negeri. Sesi kedua ini berjalan hangat dan meriah dengan pembawaan beliau yang kocak, sehingga tidak jarang gelak tawa memenuhi ruangan seminar.</p>
<p dir="ltr">Selain mempromosikan jurnal, Evvy Kartini juga memberikan motivasi kepada peserta untuk terus menumbuhkan jiwa meneliti. Senada dengan yang disampaikan Prof. Dr. Zaki Su&#8217;ud pada sesi sebelumnya, beliau juga menyampaikan bahwa publikasi ilmiah tidak hanya membawa nama baik untuk penulis, tetapi juga mengangkat nama negara. “Kita bisa meyakinkan negara lain melalui tulisan. Ini adalah “perang” dalam <em>science</em>. <em>This is all about how you change your world”</em>, ungkap beliau dengan penuh semangat. Beliau juga berpesan untuk para penulis yang ingin mempublikasikan hasil risetnya untuk tidak patah semangat jika terjadi penolakan terhadap karya ilmiah yang ingin dipublikasikan. Penolakan adalah hal yang biasa. Selama ada nilai kebaruan dari penelitian yang dilakukan dan bebas plagiarisme, beliau yakin hasil penelitian yang dituangkan pada sebuah karya tulis tersebut bisa dimuat pada jurnal berskala nasional bahkan internasional selama mengikuti aturan-aturan yang berlaku pada jurnal yang dituju. Maklum saja, setiap jurnal mempunyai standar dan format penulisan masing-masing. Berdasarkan pengalaman selama menjadi <em>editor</em>, banyak karya ilmiah yang masuk dikembalikan kepada penulisnya tanpa dibaca oleh <em>editor</em>, hanya karena tidak mengikuti format yang ditetapkan. Sesi ini beliau akhiri dengan membicarakan etika yang harus dimiliki setiap peneliti. Karya tulis yang sedang dalam proses <em>review</em> pada sebuah jurnal dan belum dinyatakan ditolak dari pihak terkait sepatutnya tidak didaftarkan lagi pada jurnal lain untuk menghindari publikasi ganda.</p>
<p dir="ltr"><a href="http://mjeducation.co/batan-adakan-sosialisasi-jurnal-atom-indonesia/20130514_121456/" rel="attachment wp-att-11675"><img class="alignleft size-medium wp-image-11675" title="20130514_121456" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/20130514_121456-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Kemudian acara dilanjutkan dengan sebuah sesi tanya jawab yang dipandu oleh Dr. Ir. Hadi Suwarno, M.Eng selaku moderator yang juga merupakan salah seorang <em>editor</em> pada JAI yang sedang dibicarakan pada seminar tersebut. Antusiasme tergambar jelas dari banyaknya peserta yang ingin mengajukan pertanyaan pada <em>keynote speaker</em>. Pukul 12.30 sesi tanya jawab pun selesai. Seminar diakhiri dengan penutupan oleh ketua pelaksana, ramah tamah, dan foto bersama.</p>
<p>Pada kesempatan terpisah, ketua panitia menyampaikan bahwa acara ini bukan pertama kali dilaksanakan. “Acara seperti ini pernah kami lakukan tahun sebelumnya, walaupun bukan acara tahunan. Untuk tahun depan kami belum tahu apakah akan dilaksanakan atau tidak”, ujar Muhayatun disela acara ramah tamah. Acara sosialisasi ini juga disambut baik oleh para peserta. “Acaranya bagus, jadi tahu <em>gimana</em> buat publikasi di jurnal internasional dan memotivasi kita juga untuk terus publikasi”, kata salah seorang peserta yang berasal dari ITB. “Tapi diharapkan adanya <em>follow up</em> dari panitia setelah acara ini terhadap peserta untuk dapat mempublikasikan karya-karyanya terutama di jurnal ini”, ujarnya menutup komentar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/batan-adakan-sosialisasi-jurnal-atom-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wacana RUU Santet Dalam Pandangan Sains</title>
		<link>http://mjeducation.co/wacana-ruu-santet-dalam-pandangan-sains/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/wacana-ruu-santet-dalam-pandangan-sains/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 04:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aminuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Global]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[dukun santet]]></category>
		<category><![CDATA[Rancangan undang-undang]]></category>
		<category><![CDATA[Rancangan Undang-Undang Santet]]></category>
		<category><![CDATA[RUU]]></category>
		<category><![CDATA[santet]]></category>
		<category><![CDATA[sihhir]]></category>
		<category><![CDATA[tenung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11613</guid>
		<description><![CDATA[Teater panggung DPR di Senayan tidak henti-hentinya menampilkan sesuatu yang sensasional. Baru-baru ini, permasalahan santet sedang ramai diperbincangkan. Pasal santet masuk dalam wacana untuk dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Bahkan DPR berencana melakukan studi banding ke luar negeri demi menyempurnakan rancangan undang-undang tersebut. Wacana RUU tentang ilmu hitam pun banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11647" rel="attachment wp-att-11647"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/putracenterblogspot-300x292.jpg" alt="" title="putracenterblogspot" width="300" height="292" class="alignleft size-medium wp-image-11647" /></a></p>
<p align="justify">Teater panggung DPR di Senayan tidak henti-hentinya menampilkan sesuatu yang sensasional. Baru-baru ini, permasalahan santet sedang ramai diperbincangkan. Pasal santet masuk dalam wacana untuk dimasukkan dalam <strong>Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)</strong>. Bahkan DPR berencana melakukan studi banding ke luar negeri demi menyempurnakan rancangan undang-undang tersebut.</p>
<p align="justify">Wacana RUU tentang ilmu hitam pun banyak menimbulkan pro dan kontra. Selain menghambur-hamburkan uang negara, santet bukanlah hal yang keberadaannya empiris dan bisa dicerna oleh alasan akademis. Sulit dipungkiri bahwa masyarakat masih percaya hal-hal mistis seperti santet, teluh, tenung, pelet, gendam dan sebangsanya hingga pemerintah perlu turun tangan untuk menjatuhkan sanksi. Masyarakat masih banyak yang mengadu nasib dan mengambil jalan pintas untuk mencelakai orang lain dengan ilmu-ilmu hitam. Tidak hanya itu, masyarakat juga tidak jarang pergi ke orang pintar (dukun) dengan tujuan memperkaya diri.</p>
<p align="justify">Santet, teluh, tenung, pelet, gendam, dan lain sebagainya merupakan kemampuan supernatural yang tidak bisa dipelajari dan dibedah dengan sains dan sifatnya pun irasional. Sementara hukum positif negara dibangun dan dibentuk berdasarkan produk rasional yang bisa dicerna dengan logika dan bukti empiris tanpa mengandung unsur-unsur magic. Sejauh ini, belum ada bukti konkret yang menjelaskan bahwa santet merupakan hal nyata yang dapat diuji dengan kajian ilmiah. Santet bekerja di luar kemampuan orang biasa, sehingga akan sulit membuktikan siapa pelaku dan korban secara benar. Berkaitan dengan itu, banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam membentuk <strong>Rancangan Undang-Undang Santet</strong>. Sebagai contoh, ada orang ditembak orang lain dan langsung mati, di lain pihak ada orang disantet dan juga langsung mati. Pada dasarnya kasus tersebut sama, yakni pembunuhan, hanya saja korban meninggal dengan cara yang berbeda. Dalam dua kasus tersebut, jelas bahwa kasus pertama lebih mudah diusut daripada kasus yang kedua, karena alat bukti yang ada lebih diterima oleh akal sehat. Sedangkan kasus yang kedua, penegak hukum harus berhadapan dengan beberapa hal dalam proses pembuktian. Salah satunya adalah sulitnya mencari alat bukti yang kasat mata dan dapat dideteksi oleh indera fisik.</p>
<p align="justify">Dalam proses pembuktian, seorang hakim tidak mungkin dapat memutuskan perkara hanya berdasarkan pada efek korban melalui santet. Misalkan dengan mengedepankan bukti benda-benda seperti paku, kawat, silet, kaca, ataupun benda-benda lainnya yang keluar dari tubuh korban. Dalam menjalankan prosedur pembuktian, banyak risiko yang bisa terjadi jika dalam mencari fakta dan bukti tidak benar. Akibatnya bisa menimbulkan fitnah. Tidak jarang orang menjadi bulan-bulanan masyarakat karena disinyalir mempunyai ilmu santet tanpa ada bukti yang konkret. Kesalahpahaman itulah yang menjadikan masyarakat cenderung terprovokasi dan mudah main hakim sendiri. Selain itu, hukuman moral bagi orang yang dianggap pelaku santet akan membuatnya dikucilkan. Masyarakat tidak segan-segan memberi julukan tukang sihir.</p>
<p align="justify">Lebih jauh lagi, harus ada hakim ataupun saksi ahli yang paham tentang dunia santet-menyantet untuk memutuskan apakah kasus yang terjadi memang benar-benar santet atau bukan. Tentunya hal ini tidak mudah untuk dibuktikan, bahkan tidak mungkin. Pasalnya saksi ahli atau orang yang ahli dalam bidang persantetan tidak serta-merta lahir seperti pakar-pakar hukum positif lainnya. Misalnya seperti hakim, hakim lahir dengan keahliannya dari perguruan tinggi. Sedangkan perguruan tinggi tidak ada jurusan persantetan ataupun jurusan yang mempelajari tentang ilmu hitam (<em>black magic</em>). Berbeda halnya dengan dunia <strong>Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)</strong>. Dunia maya atau internet juga tidak nyata. Meski demikian, proses produksinya menggunakan nalar rasional dan pembuktian secara nyata di khalayak ramai. Sebagai contoh adalah ponsel, dalam menghubungkan komunikasi jarak jauh, tentunya tidak bisa dijangkau dengan kasat mata. Akan tetapi proses pengiriman atau koneksinya menggunakan gelombang yang diperoleh dari hasil cipta manusia. Sedangkan santet merupakan ilmu yang tidak dikaji dan tidak diuji secara ilmiah.</p>
<p align="justify">Lalu, akan sulit sekali mengkaji santet dari sudut pandang sains mengingat background keduanya berbeda. Misalnya TIK merupakan hal yang berkaitan dengan proses, pengelolaan informasi, dan alat bantu untuk menerjemahkan data yang telah diproses dari teknologi informasi. Secara logika bisa dicerna dengan akal sehat dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Sedangkan santet merupakan intuisi gaib dan keberadaannya tidak jelas. Berbeda halnya dengan dunia sains. Hampir semua orang di dunia ini mempercayai hasil cipta otak manusia tersebut. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika hal yang akan dirumuskan baik di kalangan pemerintah atau pun kalangan akademik harus diterima oleh akal sehat, sehingga tidak ada yang menjadi spekulatif yang berujung pada kemusyrikan. Akan sulit sekali merasionalkan konstitusi dengan santet yang irasional. Dengan demikian, masalah gaib diselesaikan dengan cara gaib, masalah hukum diselesaikan pasal hukum.</p>
<p align="justify">Di lain pihak, masih banyak pekerjaan rasional yang harus diselesaikan oleh para anggota DPR. Selain itu, fokus utama yang menjadi perhatian adalah edukasi terhadap generasi penerus bangsa agar terus diperbaiki. Pendekatan pendidikan agamis terus ditingkatkan agar tidak mudah percaya terhadap hal-hal mistis yang mengakibatkan kemusyrikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/wacana-ruu-santet-dalam-pandangan-sains/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membaca Puisi, Membaca Indonesia: Menjadikan Budaya Sebagai Panglima</title>
		<link>http://mjeducation.co/membaca-puisi-membaca-indonesia-menjadikan-budaya-sebagai-penglima/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/membaca-puisi-membaca-indonesia-menjadikan-budaya-sebagai-penglima/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 12:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugroho Angkasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Seni dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[budaya sebagai panglima]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[kultur]]></category>
		<category><![CDATA[membaca puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sosial budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11636</guid>
		<description><![CDATA[Selasa malam (14/5) Yogyakarta diguyur hujan rintik-rintik. Kendati demikian, kondisi cuaca tersebut tak menyurutkan kedatangan ratusan peserta dalam acara Pembacaan Puisi oleh sejumlah tokoh nasional di Tembi Rumah Budaya, Jl. Parangtritis, Bantul. Sederet nama beken siap menunjukkan kebolehannya dalam hajatan budaya bertajuk “Membaca Puisi, Membaca Indonesia” untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-105 pada 20 Mei [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Selasa malam (14/5) Yogyakarta diguyur hujan rintik-rintik. Kendati demikian, kondisi <a href="http://mjeducation.co/membaca-puisi-membaca-indonesia-menjadikan-budaya-sebagai-penglima/pendopo-tembi/" rel="attachment wp-att-11638"><img class="alignright size-medium wp-image-11638" title="Pendopo Tembi" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Pendopo-Tembi-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>cuaca tersebut tak menyurutkan kedatangan ratusan peserta dalam acara Pembacaan Puisi oleh sejumlah tokoh nasional di Tembi Rumah Budaya, Jl. Parangtritis, Bantul. Sederet nama beken siap menunjukkan kebolehannya dalam hajatan budaya bertajuk “Membaca Puisi, Membaca Indonesia” untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-105 pada 20 Mei 2013 mendatang.</p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Para tokoh yang langsung hadir dari ibu kota ke kota gudeg antara lain Ketua Lembaga Penjamin Saksi dan Korban (LPSK), Abdul Haris Semendawai, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Siti Noor Leilla, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud M.D. Selaku tuan rumah, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Gubernur DIY rencananya juga hadir, tapi kemudian batal karena beliau ada kegiatan di Bali.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kendati demikian, para pengunjung tak merasa kecewa, karena justru SBY bersedia <em>rawuh</em> (datang), <em>eit</em> jangan GR <em>(Gede Rumangsa)</em> dulu, SBY di sini singkatan dari Si Butet Yogya. Menurut Ons Untoro dalam situs</span><a style="font-size: 13px; line-height: 19px;" href="http://www.tembi.net/"> http://www.tembi.net</a><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">, Butet Kertaredjasa memang seorang seniman andal. Bahkan, oleh mendiang Romo Mangunwijaya, Butet diberi ‘gelar’ sebagai “Raja Monolog”. Pada tahun 1998 silam, Butet sering menirukan suara Presiden RI Soeharto dalam demo-demo mahasiswa di Yogyakarta. Tak pelak nama Butet kian dikenal luas dan dicintai oleh publik di Indonesia.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Penulis bersama istri hadir di lokasi acara di daerah pinggiran yang masuk wilayah Kabupaten Bantul tersebut pada pukul 19.30 WIB. Jarak tempuh dari rumah ke Tembi Rumah Budaya hanya sekitar 30 menit saja. Saat itu, parkiran motor dan mobil tampak telah penuh sesak oleh kendaraan. Uniknya, sebagian besar pengunjung ialah kaum muda. Bisa jadi mereka merupakan mahasiswanya Pak Mahfud, sebab pakar hukum dan tata negara tersebut memang Guru Besar di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Acara baru akan dimulai pukul 20.00 WIB, sembari menanti para tamu bisa menikmati sajian bakmi Jawa, suguhan angkringan, pisang rebus, kacang rebus, wedang secang, dan teh hangat. Khusus malam tersebut, hanya angkringan yang wajib membayar, sedangkan lainnya gratis karena sudah ditraktir oleh pihak penyelenggara. Sontak areal <em>food court</em> tempat makan tradisional tersebut diserbu oleh para pengunjung. Sebab sebagian besar adalah anak kost, sehingga mereka bisa memperbaiki gizi dan menghemat uang saku.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hajatan budaya malam itu terbilang edisi spesial. Biasanya Tembi Rumah Budaya memang menggelar acara pembacaan puisi setiap bulan purnama, tapi khusus untuk memperingati Harkitnas 2013 Tembi bekerjasama dengan Komunitas Indonesia Bermartabat (KIM). KIM adalah kumpulan aktivis 1998 yang merasa gerah kenapa pasca 15 tahun reformasi, bangsa ini masih jalan di tempat, bahkan tak tahu harus melangkah ke mana.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Saat ditanya oleh Ons Untoro selaku MC <em>(Master of Ceremony)</em> di awal acara, apa saja aktivitas KIM? Kusumo menjelaskan, ”Gerakan menuju Indonesia bermartabat sekadar menyapa petani, nelayan, buruh, mengajak <em>ngobrol</em> dan memberdayakan rakyat yang selama ini sering diabaikan dan dipandang sebelah mata. Kami berharap dari membenahi yang keci-kecil ini, semoga dapat bermanfaat bagi Indonesia masa depan.” Selain itu, Kusumo juga mengucapkan terima kasih kepada para tamu dari Jakarta, rekan-rekan Tembi dan seluruh hadirin yang telah meluangkan waktu berkumpul pada malam tersebut.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"><a href="http://mjeducation.co/membaca-puisi-membaca-indonesia-menjadikan-budaya-sebagai-penglima/suksesi-demang-dilucuti/" rel="attachment wp-att-11639"><img class="alignleft size-medium wp-image-11639" title="Suksesi Demang dilucuti" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Suksesi-Demang-dilucuti-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Sebelumnya untuk menghangatkan suasana, Tembi juga mengundang Paguyuban Seni Tradisional Srandul untuk tampil dan mengisi acara di pendopo utama. Mereka adalah kelompok ketoprak asal Sleman. Menurut Ons Untoro, untuk membeli peralatan musik gendang, rebab, angklung, menyewa kostum, dll, Srandul didanai oleh Pak Mahfud. Ternyata. Ternyata selain ahli hukum, pria kelahiran Sampang, Madura, 13 Mei 1957 tersebut juga peduli pada seni tradisional. Malam itu, Srandul membawakan lakon bertajuk “Demang Ketendang”, isinya tentang suksesi kepemimpinan di Padukuhan Karang Wetan.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ada kejadian unik ketika pentas ketoprak berlangsung, karena beberapa tamu dari Jakarta tak paham bahasa Jawa yang digunakan para pemain. Lantas, mereka berbisik-bisik bertanya pada teman yang asli dari Yogyakarta di sebelahnya, “Apa sih artinya?” Alhasil, muncullah penerjemah dadakan untuk menjelaskan alur cerita tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Intinya, warga Karang Wetan merasa resah dengan sikap Ki Demang yang mulai lupa pada amanah rakyat. Sebab, Ki Demang bergaulnya dengan koruptor, pengusaha nakal, bandar narkoba, mafia hukum, dll. Sedangkan penduduk setempat dibiarkan hidup sengsara dan terlunta-lunta. “Kita mencari uang Rp1.000 saja susahnya minta ampun, tapi para koruptor begitu mudah menjarah uang rakyat Rp 1 miliar lebih. Mereka pun dibiarkan berkeliaran bebas oleh Ki Demang,” ujar salah seorang pemain.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ketika Ki Demang diingatkan oleh istrinya agar lebih memperhatikan rakyat dengan cara <a href="http://mjeducation.co/membaca-puisi-membaca-indonesia-menjadikan-budaya-sebagai-penglima/ki-demang-dan-nyi-demang/" rel="attachment wp-att-11640"><img class="alignright size-medium wp-image-11640" title="Ki Demang dan Nyi Demang" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Ki-Demang-dan-Nyi-Demang-262x350.jpg" alt="" width="262" height="350" /></a>blusukan dan turun ke bawah, sang suami justru menjawab, “Lho saya kan sudah setiap malam Jumat kliwon mubeng (keliling) dusun Bu” “Itu bukan blusukan namanya, tapi tirakatan. Pak, seorang pemimpin itu harus siap <em>tombok bondo, tombok arto, lan tombok roso</em> (berkorban harta, uang, dan perasaan),” ujar Nyi Demang. Petuah bijak tersebut mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para penonton.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lantas, para warga berdemonstrasi dan menuntut Ki Demang <em>lengser keprabon</em> dari jabatannya. Tapi beliau terus menolak karena modal awal untuk kampanye pemilihan demang dulu belum kembali. Kendati demikian, Maling Suko selaku pimpinan demonstran pantang menyerah dan terus memobilisasi massa. Akhirnya, Ki Demang bersedia turun dari tahta demi menjaga ketertiban dan keamanan Padukuhan Karang Wetan.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Uniknya simbol pelengseran Ki Demang ialah dengan pelucutan pakaian beskap oleh seluruh warga masyarakat. Lantas untuk merayakan kemenangan rakyat, seluruh pemain ketoprak dan para hadirin bernyanyi bersama diiringi tabuhan gendang, rebab, dan irama rancak angklung, <em>“Sampun paripurno, sing salah mesti seleh, sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti!!!”</em> Terjemahan bebasnya begini, “Usailah sudah, yang salah pasti kalah, yang benar pasti menang, jayalah kita semua.”</span></p>
<h4 dir="ltr"><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Menu Utama</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ibarat jamuan santap malam, persembahan ketoprak dari kelompok Srandul tersebut merupakan hidangan pembuka. Menu utamanya ialah parade baca puisi dan orasi budaya oleh para tokoh nasional dari Jakarta dan seniman lokal dari Yogyakarta. Kesempatan pertama jatuh pada Ketua Lembaga Penjamin Saksi dan Korban (LPSK), Abdul Haris Semendawai. Ia membacakan puisi karya Wiji Thukul dan Rendra.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Semendawai memilih salah satu puisi Wiji Thukul yang berjudul “Apa Penguasa Kira” untuk mengingatkan kita semua pada aktivis pro demokrasi asal Solo tersebut. Hingga kini keberadaan penyair “cadel” yang tak bisa mengucapkan huruf “r” tersebut masih misterius. Menurut pendapat LPSK, penghilangan orang secara paksa merupakan sebuah pelanggaran HAM berat. Selama ini, LPSK juga pernah mendampingi beberapa korban penculikan. “Ternyata mereka mengalami trauma, jadi perlu penanganan medis dan terapi psikis agar pulih seperti sedia kala,” ujar pria kelahiran Ulak Baru Oku, Sumatera Selatan, 28 September 1964 tersebut. .</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Puisi kedua yang dibacakannya ialah karya Rendra, judulnya, “Sajak Bulan Mei 1998 di Indonesia”. Puisi tersebut dibuat di Jakarta pada 17 Mei 1998 silam dan dibacakan Rendra di DPR. Berikut ini kutipannya:</span></p>
<blockquote><address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Kitab undang-undang tergeletak di selokan</span></address>
<address dir="ltr">Kepastian hidup terhuyung-huyung dalam comberan.</address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">O, tatawarna fatamorgana kekuasaan!</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">O, sihir berkilauan dari mahkota raja-raja!</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dari sejak zaman Ibrahim dan Musa</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Allah selalu mengingatkan</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">bahwa hukum harus lebih tinggi</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">dari keinginan para politisi, raja-raja, dan tentara.</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">O, kebingungan yang muncul dari kabut ketakutan !</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">O, rasa putus asa yang terbentur sangkur !</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Berhentilah mencari ratu adil !</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ratu adil itu tidak ada. Ratu adil itu tipu daya !</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Apa yang harus kita tegakkan bersama</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">adalah Hukum Adil…”</span></address>
</blockquote>
<p dir="ltr">Lalu berturut-turut dua penyair perempuan mempersembahkan puisi karya Dhenok Kristianti. Umi Kulsum, penulis cerita anak di pelbagai media massa membacakan puisi “Cinta pada Rama”. Sedangkan Choen Supriyatmi, Guru SMP 1 Imogiri, Yogyakarta membacakan puisi “Bergurulah pada Rajawali.”</p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Giliran selanjutnya jatuh pada Siti Noor Leilla, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tersebut membacakan puisi “Orang-orang Miskin” karya Rendra. Menurut perempuan kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 30 November 1967 tersebut, acara ini semacam nostalgia. Dulu saat ia masih menjadi mahasiswa di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, ia sering mengikuti demonstrasi menuntut pergantian rezim. Puisi Rendra tersebut wajib dibacakan sebagai penyemangat dalam orasi-orasi di atas aspal jalanan yang panas. </span><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Berikut ini kutipannya:</span></p>
<blockquote><address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Gigi mereka yang kuning</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">akan meringis di muka agamamu.</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">akan hinggap di gorden presidena</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">dan buku programma gedung kesenian.</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah,</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">bagai udara panas yang selalu ada,</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">bagai gerimis yang selalu membayang.</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">tertuju ke dada kita,</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">atau ke dada mereka sendiri.</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">O, kenangkanlah :</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">orang-orang miskin</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">juga berasal dari kemah Ibrahim…”</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">(Yogyakarta, 4 Februari 1978)</span></address>
</blockquote>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sebagai intermezo, Angger Jati turut membacakan puisi karyanya sendiri. Seharusnya, ia mendapat giliran membaca puisi dalam Sastra Bulan Purnama edisi Februari 2013 silam. Tapi karena ia berhalangan hadir ia diminta Ons Untoro untuk membayar “utang” puisinya tersebut sekarang.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Mohon maaf sebenarnya saya tak siap untuk membaca puisi, sampai-sampai kacamata baca pun ketinggalan. Oleh sebab itu, saya akan membacakan puisi karya saya sendiri yang berjudul “Megatruh Indonesia,” ujar aktivis rekonsiliasi yang baru pulang dari Bima, NTB tersebut. </span><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Berikut ini kutipannya:</span></p>
<blockquote><address dir="ltr"> <span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Benarkah negeri ini masih akan bertahan sedikit lebih lama</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Setelah lagu kebangsaan kehilangan gema</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kepak sayap garuda tak sekokoh pada awalnya</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kibaran bendera dibiarkan kian tak berwarna</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dan anak anak kita tak lagi hapal pernyataan kemerdekaan negara</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ikrar sumpah pemuda dan wajah-wajah pendiri bangsa</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dengan cara apa kita kembalikan tanah ini</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pada wajah semestinya</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Seluruh penjuru negeri</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tak lagi milik saudara kita sendiri</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tapi orang-orang tak bernama</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Wajah wajah tak pernah bersapa</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Rumah-rumah tanpa pintu dan jendela</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tempat para kekasih seharusnya di situ menunggu</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Menggenggam  rindu di sekuntum bunga</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Negeri ini hampir hilang dari gambar di peta dunia…”</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">(Yogyakarta, 2011)</span></address>
</blockquote>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lantas, ia juga membacakan sebuah puisi karya Chairil Anwar yang berjudul “Prajurit Jaga Malam.” Itulah sajak favorit sejak kali pertama ia belajar membaca puisi. </span><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Berikut ini kutipannya:    </span></p>
<blockquote><address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">bermata tajam</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">kepastian</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Aku suka pada mereka yang berani hidup</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !</span></address>
<address dir="ltr"> </address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">1948</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Siasat,</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Th III, No. 96</span></address>
<address dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">1949</span></address>
</blockquote>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Setengah berkelakar Ons Untoro selaku MC menanggapi, “Sebenarnya Angger Jati itu bercita-cita menjadi tentara tapi tidak kesampaian. Ia hanya menjadi kamra. Toh keduanya sama-sama kerjanya jaga malam.” Dagelan tersebut sontak disambut tawa dan mencairkan suasana.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"><a href="http://mjeducation.co/membaca-puisi-membaca-indonesia-menjadikan-budaya-sebagai-penglima/butet-kertaredjasa/" rel="attachment wp-att-11641"><img class="alignleft  wp-image-11641" title="Butet Kertaredjasa" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Butet-Kertaredjasa-262x350.jpg" alt="" width="210" height="280" /></a>Kini giliran Butet Kertaredjasa untuk unjuk gigi lewat pembacaan puisi. Uniknya, ia tak sekadar membaca puisi tapi memberi interpretasi baru atas puisi Taufik Ismail yang berjudul “Kembalikan Indonesia Padaku”.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sekilas tentang profil Butet. Menurut Ons Untoro dalam</span><a style="font-size: 13px; line-height: 19px;" href="http://www.tembi.net/"> http://www.tembi.net</a><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"> Butet Kertaredjasa adalah aktor yang mempunyai kemampuan yang mengagumkan. Penampilan dia di panggung maupun di televisi acap mengundang rasa kagum bagi publik penggemarnya. Setiap minggu, sudah dua tahun lebih, bersama dengan aktor Slamet Raharjo, Butet tampil dalam acara Sentilan-Sentilun di Metro TV.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Teater memang dunia Butet sejak masih muda. Puluhan tahun yang lalu, Butet aktif di sejumlah grup teater di Yogykarta. Tahun 1977 Butet aktif di Teater Kita-Kita. Tahun 1978-1981 ia aktif di Teater SSRI. Pada tahun yang sama, Butet juga aktif di Sanggarbambu (1978-1981). Di Teater Dinasti, bersama Emha Ainun Najib, dan pimpinan teater dipegang Fajar Suharno dari Bengkel Teater pada tahun 1982-1985, Butet ikut aktif di teater ini.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Di Teater Gandrik, sejak tahun 1985 sampai sekarang, rasanya Butet tidak akan meninggalkan grup teater ini. Bahkan, kelompok teater ini memiliki penonton tersendiri, yang bukan dari kalangan teater saja, tapi mampu ‘menggoda’ beragam lapisan masyarakat untuk melihat pertunjukan teater Gandrik.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kini usia Butet Kertaredjasa 52 tahun. Ia lahir di Yogyakarta 21 November 1961. Sejak usia belasan tahun sampai sekarang, Butet tidak pernah jauh dari kesenian, terutama seni peran. Selain itu Butet pernah menjadi reporter. Kalau kita main ke rumah Butet, di tangga lantai dua rumahnya, setiap tangga dipasangi guntingan wesel kiriman honor. Rupanya, Butet mendokumentasikan bukti penerimaan honor tulisan yang dikirim melalui wesel. “Untuk tidak melupakan hidup prihatin di masa lalu,” kata Butet Kertaredjasa.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kini, jika sedang di Yogykarta, Butet kesehariannya selain bisa ditemui di rumahnya, bisa dikunjungi di Warung Bu Ageng miliknya di Jl. Tirtodipuran Yogyakarta. Di warung itulah, teman-temannya sering mampir menikmati menu masakan istrinya sekaligus bertemu dan ngobrol santai dengan Butet.</span></p>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Menurut Butet, sebuah puisi yang baik harus bisa menyesuaikan diri dengan setting zamannya. Puisi karya Taufik Ismail “Kembalikan Indonesia Padaku” ditulis pada tahun 1971 di Paris. Selama rentang waktu 42 tahun banyak perubahan yang telah terjadi. Misalnya jumlah penduduk Indonesia tak lagi seratus juta tapi sudah duaratus juta lebih, jadi amblasnya sampai ke dasar lautan. “<em>Nah</em> itu yang saya tambahkan,” ujarnya yang sontak disambut tepuk tangan penonton. </span><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Berikut ini kutipan puisi asli karya Taufik Ismail:</span></p>
<blockquote><address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Hari depan Indonesia adalah seratus juta orang yang main pingpong siang malam</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat,</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hari depan Indonesia adalah pulau jawa yang pelan-pelan tenggelam</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,</span></address>
<address> </address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat,</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,</span></address>
<address> </address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sambil main pingpong di atas pulau jawa yang tenggelam</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan</span></address>
<address> </address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kembalikan</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Indonesia</span></address>
<address><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Padaku”</span></address>
</blockquote>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Di sini saya memang merespon puisi tersebut, saya sudah minta ijin dan minta maaf kepada penciptanya. Kalian semua di sini menjadi saksi ya,” imbuhnya lagi. Dalam respon atas puisi Taufik Ismail tersebut Butet memasukkan kerisauannya ihwal tolerasi beragama di Indonesia yang kian pudar, polisi dan aparat keamanan yang tak tertib, pemimpin yang <em>leda-lede</em> dan memble, hakim korup yang doyan sogokan. “Kita merindukan hakim jujur yang berani menolak sogokan, sayang hakim MK-nya sudah mundur,” ujarnya sembari memandang ke Mahfud M.D. Sontak ekspresi tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh penonton.</span></p>
<h4 dir="ltr"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px; color: #ff6600;">Orasi Budaya</span></strong></h4>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Acara pamungkas ialah orasi budaya dari Mahfud M.D. Sebelumnya, beliau meminta maaf karena tak akan membaca puisi. “Malam ini saya mau agak serius guna merefleksikan apa yang dibaca, didengarkan, dilihat mengenai masalah bangsa,” ujarnya dengan logat Madura yang kental.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ia mengaku bahwa orasi budaya ini terinspirasi dari kotbah Gus Mus di Balai Kartini, Jakarta dalam perayaan Harlah Ansor belum lama ini. Intinya, KH A Mustofa Bisri menjabarkan proses perjalanan republik ini. Pada masa orde baru, ekonomi pernah menjadi panglima, tapi kemajuan yang diperoleh secara ekonomi begitu cepat hilang akibat praktek KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Sebelumnya, pada masa orde lama Soekarno menjadikan politik sebagai panglima. Kendati demikian, kondisi masyarakat tetap tak stabil. Oleh sebab itu, menurut Gus Mus kini saatnya bangsa ini menjadikan budaya sebagai panglima.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selanjutnya, Menteri Pertahanan pada era Gus Dur tersebut mengingatkan bangsa ini tengah berada dalam pusaran globalisasi. Sehingga sekat-sekat fisik antara negara yang satu dengan lainnya tidak ada lagi. &#8220;Dulu ada sungai, pagar, gunung, lautan dll yang memisahkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Kini, pembatas itu masih ada tapi semua bisa diatasi dengan pesatnya kemajuan sarana informasi, teknologi, komunikasi,&#8221; ujarnya. Mahfud memberi contoh dari kasus kejatuhan presiden ke-4 Mesir Hosni Mubarak. Para demonstran mengoptimalkan penggunaan sarana internet, BBM, dan sms untuk memobilisasi massa. Bisa jadi penggeraknya tak berada di lokasi kejadian, mereka ada di Amerika Serikat, tapi bisa leluasa memberi informasi penting lewat Facebook, Twitter, sms, <em>Blackberry Messenger</em>.</span></p>
<p dir="ltr">Mantan ketua Mahkamah Konsitusi (MK) itu juga memperkenalkan istilah baru, yakni lima Global Conciousness (5 Kesadaran Hati Nurani Global).</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pertama, perkembangan IT sungguh tak terbendung. Kita bisa berhubungan dengan siapapun dan di mana pun sejauh masih ada sinyal dan akses internet. Padahal 20 tahun lalu, sekitar tahun 1990-an itu semua belum mungkin. “Saat itu, saya masih ada di Amerika Serikat. Kalau mau menelepon istri di Indonesia harus janjian dulu, misalnya hari Senin, jam sekian. Lantas, di akhir percakapan lewat telepon tersebut kami harus janjian lagi kapan akan telepon-teleponan lagi,” ujarnya. Selain itu, dulu dalam ilmu politik dikenal ada istilah 3 pilar demokrasi. Tapi kini jumlahnya menjadi 5, yakni eksekutif, legislatif, yudikatif, media, dan sosial media. Sebab FB, Twitter, sms, BBM, dll begitu mudah diakses oleh siapa saja.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kedua, demokratisasi di seluruh penjuru dunia tak terbendung. Ibarat air bah, demokrasi mampu membuka jalannya sendiri. Walau ada beberapa rezim penguasa yang menghalangi, pada akhirnya harus membuka diri dan memberi jalan bagi lahirnya demokrasi. Ketiga, gerakan pembelaan Hak Asasi Manusia (HAM) aktif berjuang di mana-mana. Bahkan satu pelanggaran HAM di satu penjuru dunia bisa menjadi sorotan seluruh komunitas internasional. Keempat, isu lingkungan hidup kian santer. Kini begitu marak gugatan-gugatan masyarakat sipil terkait pengrusakan lingkungan oleh negara dan korporasi berskala global. Kelima, pasar bebas tanpa batas. Perdagangan tak lagi secara sektoral tapi lintas batas, negara, benua, dan mencakup seluruh dunia.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dalam konteks ini, menurut Mahfud, Indonesia perlu memiliki ketahanan budaya untuk menghadapi globalisasi tersebut. Ironisnya, bangsa ini justru mengalami 4D. Pertama, Disorientasi budaya. Indonesia memiliki budaya adiluhung di zaman Sriwijaya, Majapahit, dan lainnya. Tapi tetap saja kita tak bisa kembali ke masa-masa itu. Kendati demikian, menurutnya, semua nilai-nilai luhur tersebut telah tertuang dalam konstitusi. Kedua, Dismotivasi budaya, konsepsi adiluhung seperti menciptakan masyarakat adil makmur, rukun harmoni bersama kini mengalami guncangan serius. Karena globalisasi mendorong kita untuk bersikap kompetitif dan lebih individualis.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ketiga, Disfungsi budaya, dewasa ini sajian seni tak lagi memberi tontonan, tuntunan, dan tatanan tapi sekadar industri komersial belaka. Keempat, Dependensi budaya, kita mengalami ketergantungan pada budaya luar, entah itu dari Amerika, Jepang, Korea, India, Arab, dll. Padahal kita memiliki jati diri bangsa sendiri.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lalu sekarang kita hendak melangkah ke mana? Mahfud mengajak kita kembali ke jati diri bangsa. Sebab potensi historis Indonesia dan kepulauan Nusantara begitu kaya. Budaya-budaya lokal yang luhur perlu dikembangkan, misalnya dalam ranah hukum. Leluhur kita merancang hukum bukan untuk mempermalukan tapi untuk menciptakan harmoni. Dalam hukum modern, konsep itu disebut <em>restorative justice</em>. Seluruh pakar hukum dari penjuru dunia menjadikannya sebagai kajian mereka. Padahal konsep tersebut merupakan budaya kita sendiri.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Contoh lainnya, dalam kasus pencurian kakao. Memang unsur hukumnya terpenuhi dan bisa dijerat oleh pasal-pasal pidana dan masuk penjara. Rakyat tak punya pengacara yang mendampingi karena mereka tak punya uang. Tapi kalau mereka mencuri karena lapar, terpaksa, menurut konsep <em>restorative justice</em>, hukuman tak perlu ada. Sebaliknya, korupsi besar-besaran merajarela. Para tersangka yang diundang untuk diperiksa KPK juga tak mau segera datang. Mereka punya sederet pengacara karena punya banyak uang. Sedangkan rakyat, kalau tak datang langsung dijemput paksa.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Artinya tak hanya dalam ranah budaya, penegakan hukum kita pun mengalami disorientasi. Mau menjadi <em>restorative, normative</em>, atau sekadar main-main? Tak jelas!” ujarnya. Padahal jika dibiarkan seperti ini terus-menerus bisa menimbulkan <em>distrust</em> alias ketidakpercayaan publik kepada para penegak hukum. Bahkan bila terus menumpuk ketidakpercayaan tersebut niscaya menjadi <em>disobedience</em> atau pembangkangan hukum. Hakim dilawan, dst. Muaranya ialah disintegrasi bangsa seperti yang terjadi di semenanjung Balkan. Hancurlah kita sebagai negara bangsa.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Solusi selanjutnya, kita butuh <em>strong leadership</em>. Tapi jangan disamakan antara pemimpin yang kuat dan pemimpun yang kejam,” ujar anggota DPR periode 2004-2008 tersebut. Mahfud menjadikan budaya kita sendiri sebagai parameter kekuatan seorang pemimpin, yakni <em>Hastabrata</em>. Leluhur kita menjadikan instrumen-instrumen alam yang kita jumpai sehari-hari sebagai pedoman seorang pemimpin.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ia konsisten seperti matahari (surya). Kapan terbit, di sebelah mana akan tenggelam, jelas apa yang dimau, bangsa ini akan dibawa ke mana. Bulan (candra), ia lembut mengayomi rakyat. Bumi (buana), ia menjadi tempat tumbuhnya harapan-harapan demi masa depan yang lebih baik. Bintang (kartika), ia menjadi penanda pergantian musim, menjadi acuan arah pagi pelaut di tengah lautan. Angin (bayu), ia menyejukkan seperti semilir angin, pada saat yang sama ia juga dapat menjadi lesus (puting beliung) dan topan yang merobohkan batang-batang pohon yang selama ini menjadi penghalang kemajuan. Air (banyu), ia mengalir dan menyuburkan daerah di sekitarnya. Api (geni), ia membakar angkara murka yang kini merajerela dan menyengsarakan rakyatnya. Angkasa (akasa), ia terbuka seluas cakrawala.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Delapan pedoman kepemimpinan tersebut merupakan warisan nenek moyang kita. Lalu, para bapak bangsa <em>(founding fathers)</em> merumuskannya dalam konstitusi dan pembukaan UUD 1945. Isinya pun masih relevan untuk mengatasi tantangan zaman saat ini,” pungkas pria yang digadang-gadang menjadi kandidat Presiden RI pada Pemilu 2014 mendatang tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tak terasa 2 jam telah berlalu, Ons Untoro menarik benang merah dari acara malam itu. Ternyata para penyaji pembacaan puisi dan orasi budaya bisa – meminjam istilah Anthony Giddens – mencabut ruang dari waktu. Hebatnya, seluruh pengisi acara sebagian besar bukanlah budayawan ataupun seniman, beliau-beliau berasal dari disiplin ilmu hukum dan tata negara. Semoga lewat acara sederhana ini, budaya tak lagi diletakkan di pinggiran oleh para pejabat, tapi bisa mewarnai dinamika keseharian hidup berbangsa. Salam budaya!</span></p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/membaca-puisi-membaca-indonesia-menjadikan-budaya-sebagai-penglima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yuk, Kenalkan Buku Sejak Dini Kepada Anak</title>
		<link>http://mjeducation.co/yuk-kenalkan-buku-sejak-dini-kepada-anak/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/yuk-kenalkan-buku-sejak-dini-kepada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 08:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rika Setiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting Anak dan Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[agaranakgemarmembaca]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkanbukusejakbayi]]></category>
		<category><![CDATA[kenalkanbukusejakdini]]></category>
		<category><![CDATA[langkahagaranaksukamembaca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11615</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda bahwa pada lima tahun pertama kehidupannya, otak anak berkembang dengan sangat pesat dibanding pada tahapan usia selanjutnya? Oleh sebab itu, sangat penting bagi orang tua untuk memberikan rangsangan yang tepat agar perkembangan otak anak dapat berkembang maksimal di masa penting pertumbuhannya. Salah satunya adalah dengan membaca. Di sini, yang dimaksud bukanlah meminta anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11632" rel="attachment wp-att-11632"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/telegraph_co_uk-300x178.jpg" alt="" title="telegraph_co_uk" width="300" height="178" class="aligncenter size-medium wp-image-11632" /></a></p>
<p align="justify">Tahukah Anda bahwa pada lima tahun pertama kehidupannya, otak anak berkembang dengan sangat pesat dibanding pada tahapan usia selanjutnya? Oleh sebab itu, sangat penting bagi orang tua untuk memberikan rangsangan yang tepat agar perkembangan otak anak dapat berkembang maksimal di masa penting pertumbuhannya. Salah satunya adalah dengan membaca. Di sini, yang dimaksud bukanlah meminta anak untuk membaca buku sendiri, tapi mengenalkan buku sejak dini kepada anak. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan agar pengetahuan dan wawasan anak bertambah, namun juga mampu membuat anak gemar membaca. Berbeda dengan mengajari anak membaca. Mengajak anak belajar membaca di usia dini bukannya akan membuat anak gemar membaca, justru akan membuat anak benci dengan kegiatan membaca karena mengajarkan anak membaca di usia dini tidak sesuai dengan tahapan perkembangan kognitifnya (Selengkapnya silakan baca artikel <strong>“Calistung Untuk Anak Usia Dini, Tepatkah?”</strong>). Ada beberapa langkah yang dapat Anda terapkan untuk mengenalkan buku sejak dini kepada anak:</p>
<p><strong>Membacakan buku dengan suara keras, jelas dan berirama</strong></p>
<p align="justify">Mengenalkan bacaan bisa dimulai sejak minggu-minggu pertama kelahirannya dengan cara ibu membacakan buku dengan suara keras, jelas dan berirama, boleh pula disertai nyanyian atau variasi seperti menirukan suara binatang atau mengganti karakter suara sesuai tokoh yang diperankan. Walaupun kegiatan ini tampaknya “sia-sia” karena bayi belum bisa memberikan respon secara langsung, namun sebenarnya bayi sudah mampu menangkap suara sang ibu. Saat ibu membacakan buku cerita atau buku apapun, bayi merasa seperti diajak ngobrol dan bercerita. Pada saat inilah perkembangan bahasanya terangsang, keterampilan berpikirnya berkembang sedikit demi sedikit dan perkembangan emosinya pun semakin baik. Menurut penelitian, bayi yang dibacakan buku sejak lahir mempunyai kemampuan bahasa yang lebih tinggi daripada bayi lain yang tidak mendapat rangsangan baca. Bahkan bagi seorang anak yang terlahir dengan kebutuhan khusus seperti anak autis, down syndrome atau <strong>ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)</strong>, terapi “membaca” ini mampu membantu perkembangan otak, emosi dan perilaku ke arah yang lebih baik.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11631" rel="attachment wp-att-11631"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/f-buzzdotcom.jpg" alt="" title="f-buzz(dot)com" width="150" height="150" class="aligncenter size-full wp-image-11631" /></a></p>
<p><strong>Kapanpun setiap ada kesempatan</strong></p>
<p align="justify">Membacakan buku cerita bisa dilakukan kapan saja setiap ada kesempatan. Bisa dilakukan ketika anak menyusu, sehabis mandi atau sebelum tidur. Semakin sering Anda melakukan kegiatan ini, maka ketertarikan anak terhadap buku akan semakin besar. Usahakan tidak ada paksaan dalam melakukannya. Misalnya ketika Anda lelah setelah beraktivitas seharian, namun demi “kewajiban”, Anda terpaksa melakukannya. Sesuatu yang dikerjakan secara terpaksa memang tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali lelah yang bertambah. Bayi pun mampu merasakan bahwa sang ibu melakukannya dengan terpaksa, hasilnya bukannya sang anak akan lebih tertarik dengan buku malahan akan membuat anak membenci buku itu sendiri karena merasa tidak nyaman. Pokoknya yang terpenting lakukanlah kegiatan ini dalam keadaan seriang dan semenarik mungkin agar pesan Anda sampai padanya. Selain itu komunikasikan dengan bayi Anda posisi apa yang diinginkannya, apakah ingin dipangku, sambil duduk atau berbaring agar bayi merasa nyaman.</p>
<p><strong>Jadikan buku mainan pertama anak</strong></p>
<p align="justify">Orang tua hendaknya tidak perlu marah ketika mendapati sang anak melempar-lempar buku, menggigitnya atau menyobek tiap-tiap halamannya. Ini adalah salah satu cara anak berinteraksi dengan buku, dengan begini pula anak akan semakin akrab dengan buku. Menurut para ahli, sekali Anda memarahi ketika anak merusak atau menggigit buku, maka pada saat itu pula ketertarikan mereka terhadap buku berkurang. Untuk menghindari hal ini, pilihlah buku yang sesuai untuk bayi, biasanya yang terbuat dari kain, plastik atau karton tebal dengan warna-warni yang mencolok dan gambar yang besar. Seiring berjalannya waktu, anak akan mengerti bagaimana cara memperlakukan buku dengan baik. Kandungan isi buku juga perlu diperhatikan, pilihlah buku yang kaya makna dengan struktur penceritaan yang jelas. Artinya bacaan tidak hanya sekadar bacaan namun ada pesan moral baik yang dengan mudah dapat ditangkap oleh anak, karena bagaimanapun juga bacaan dapat mempengaruhi karakter anak.</p>
<p><strong>Beberapa menit pun berharga</strong></p>
<p align="justify">Menginjak umur satu tahun, biasanya anak mulai aktif bergerak dan cepat merasa bosan ketika harus duduk lama di tempat yang sama. Untuk itu, orang tua tidak perlu memberi target bahwa satu buku harus selesai pada saat itu juga. Tak apalah kali ini cerita terpotong, lain waktu bisa diteruskan kembali. Atau bisa juga Anda memilih buku yang memang memiliki alur cerita yang pendek, jadi tak perlu khawatir kalau harus menyambung cerita. Bisa juga Anda menyiasati dengan membiarkan anak membuka sendiri halaman bukunya. Ceritanya jadi lompat-lompat karena halamannya tidak urut? Tidak masalah, yang penting kegiatan membaca tetap berlangsung menyenangkan. Ketika Anda membacakan cerita, gunakanlah jari untuk menelusuri kata demi kata, selain untuk membantu menjaga konsentrasi, anak jadi lebih tahu di mana letak kata-kata tersebut berasal.</p>
<p><strong>Jangan bosan membacakan buku yang sama secara berulang-ulang</strong></p>
<p align="justify">Anak umur dua tahun biasanya sudah mempunyai buku favoritnya sendiri. Biasanya sebelum tidur atau pada kesempatan lain mereka minta dibacakan buku tersebut berulang-ulang. Orang tua hendaknya jangan merasa bosan ketika mereka meminta Anda melakukan itu. Percayalah, anak tidak bermaksud untuk mempermainkan Anda, melainkan mereka menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap buku tersebut. Kalaupun bosan melanda, Anda bisa berimprovisasi misalkan dengan mengubah gaya membaca atau divariasikan <em>ending</em>-nya menurut versi anak maupun Anda.</p>
<p><strong>Dengarkan cerita mereka</strong></p>
<p align="justify">Terkadang anak-anak mempunyai cerita yang ingin dibagikan pada keluarga dan orang-orang terdekatnya. Meskipun ceritanya tidak berurutan, susunan katanya tidak pas atau berulang-ulang, tetap harus didengarkan dan ditanggapi dengan baik. Hal ini dapat melatih anak dalam berkomunikasi sekaligus menambah kepercayaan diri anak. Selain beberapa langkah di atas, yang perlu diperhatikan agar anak gemar membaca adalah orang tua hendaknya memberikan contoh pembaca yang baik. Anak adalah peniru yang ulung, jadi untuk membiasakan anak membaca, orang tua juga harus suka membaca. Jangan ketika anak mulai tertarik membaca, orang tua malah asyik menonton televisi. Menonton televisi memang tidak dilarang, namun ada baiknya orang tua memberikan porsi yang tepat agar kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini tidak menguap sia-sia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/yuk-kenalkan-buku-sejak-dini-kepada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadikan Buku Selezat Cokelat, Mau?</title>
		<link>http://mjeducation.co/menjadikan-buku-selezat-cokelat-mau/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/menjadikan-buku-selezat-cokelat-mau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 04:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rika Setiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[agargemarmembaca]]></category>
		<category><![CDATA[membacadanmasadepanbangsa]]></category>
		<category><![CDATA[menumbuhkanminatbaca]]></category>
		<category><![CDATA[minatbacamasyarakatIndonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11562</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering bertanya pada diri sendiri, mengapa Indonesia tidak mengalami kemajuan, cenderung berjalan di tempat dan ada indikasi mengalami kemunduran? Padahal jika kita lihat, Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar. Wilayah yang luas dan subur dengan kekayaan alam yang melimpah serta bahasa dan budaya yang beragam. Bandingkan dengan negara tetangga kita, Singapura. Berapa besar luas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Saya sering bertanya pada diri sendiri, mengapa Indonesia tidak mengalami kemajuan, cenderung berjalan di tempat dan ada indikasi mengalami kemunduran? Padahal jika kita lihat, Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar. Wilayah yang luas dan subur dengan kekayaan alam yang melimpah serta bahasa dan budaya yang beragam. Bandingkan dengan negara tetangga kita, Singapura. Berapa besar luas wilayahnya dibanding Indonesia? Berapa banyak kekayaan alamnya? Tapi mengapa Singapura mampu berdiri menjadi negara yang maju? Begitu juga dengan Korea Selatan dan Jepang, yang walaupun wilayah negaranya tidak terlalu besar, namun kedua negara tersebut mampu berkembang menjadi negara yang mengalami kemajuan pesat. Mengapa? Ternyata kompleks sekali jawabannya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi dan saling berkaitan satu sama lain. Tapi satu yang perlu digarisbawahi, berkenaan dengan tema Hari Buku Nasional, adalah masyarakat Indonesia mempunyai minat baca yang rendah.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11587" rel="attachment wp-att-11587"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/slyhaycheltumblrcom.jpg" alt="" title="slyhaycheltumblrcom" width="242" height="209" class="alignright size-full wp-image-11587" /></a></p>
<p align="justify">Berbagai sumber menyatakan, minat baca suatu masyarakat akan berpengaruh pada kemajuan bangsanya. Artinya jika minat baca suatu masyarakat tinggi, bangsanya pun akan terus berkembang menjadi bangsa yang maju. Namun, bila minat baca dalam suatu masyarakat rendah, besar kemungkinan bangsanya akan mengalami kesulitan dalam mencapai kemajuan. Sebagai contoh Singapura, masyarakatnya memiliki budaya membaca yang tinggi. Perpustakaan layaknya mall yang tak pernah kehabisan pengunjung. Indeks minat baca masyarakat di sana mencapai 0,45 yang berarti dari 100 orang penduduk terdapat 45 orang yang gemar membaca. Di Korea Selatan, menurut hasil survei yang dikutip dari world.kbs.co.kr, pada tahun 2004 angka rasio membaca dalam sebulan mencapai 54,4%, lebih tinggi dibanding Jepang yang “hanya” mencapai 50%. Sedangkan di Indonesia, menurut data dari <strong>UNESCO</strong> <em>(United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization)</em>, indeks minat baca masyarakatnya sebesar 0,001 artinya dari 1000 orang penduduk hanya terdapat 1 orang yang mempunyai minat baca tinggi. Miris sekali memang.</p>
<p><strong>Membaca = mencerdaskan</strong></p>
<p align="justify">Seperti sebuah ungkapan lama yang mengatakan <strong>“Buku adalah Jendela Dunia”</strong>, jendela ini akan mengantarkan penikmatnya melihat berbagai macam ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan ragam budaya yang berkembang di belahan dunia lainnya. Kita tak perlu harus keliling dunia untuk mengetahui semua itu, buku menyediakan segalanya. Membaca mampu mewujudkan suatu masyarakat menjadi generasi yang unggul dan cerdas. Berbagai wawasan dan ilmu pengetahuan yang terserap akan terus dikembangkan dan pada akhirnya membawa kemajuan pada bangsanya. Jadi, jika ingin bangsanya maju, budayakan gemar membaca.</p>
<p align="justify">Selain mampu mencerdaskan bangsa, membaca juga dapat membuat kita semakin pintar dan tidak mudah pikun. Pintar di sini dimaksudkan bahwa otak akan terus berkembang karena kegiatan ini mendorong otak untuk berpikir secara aktif, merekam dan memahami isi bacaan. Kadang kala ketika kita membaca novel misalnya, imajinasi-imajinasi yang hadir tentang karakter tokoh dan gambaran tempat-tempat yang dipaparkan secara apik oleh sang pengarang, mampu menambah kreativitas si pembaca. Tak heran jika orang yang suka membaca, ide-ide segar selalu bermunculan. Bukan hanya itu, membaca buku dan bahan bacaan yang baik akan mampu membentuk karakter positif seseorang. Buku mampu mengajarkan nilai-nilai positif seperti kejujuran, kedisiplinan, rasa empati dan toleransi tanpa terkesan menggurui. Masih banyak lagi berbagai manfaat membaca yang lainnya. Dengan berbagai keuntungan seperti itu, apa lagi yang kurang? Mengapa kita tidak segera mengambil buku dan mulai membacanya?</p>
<p><strong>Alasan orang tidak suka membaca</strong></p>
<p align="justify">Banyak yang bilang, harga buku mahal. Benarkah? Untuk menjadi orang yang gemar membaca, kita tidak harus membeli buku. Kita bisa meminjam dari teman atau membaca di perpustakaan. Bahan bacaan pun bukan hanya buku. Artikel yang dimuat di koran, majalah ataupun yang tersebar di internet bisa menjadi bahan bacaan yang menarik. Pernah pula saya jumpai seorang nenek yang begitu inginnya membaca, namun karena kemiskinan yang melanda sehingga tak mampu membeli buku, akhirnya kertas atau koran bekas bungkus cabe pun menjadi bahan bacaan.</p>
<p align="justify">Buku pun tak harus dibeli setiap hari. Setiap bulan satu buku sudah sangat memadai untuk menambah wawasan. Kalau dalam satu keluarga ibaratnya mampu membeli rokok setiap hari, mengapa untuk membeli satu buku setiap bulan saja sulit? Masyarakat kita belum menganggap buku sebagai suatu kebutuhan. Bahkan masih banyak yang beranggapan kutu buku sama dengan kuper alias kurang pergaulan yang setiap hari hanya berkutat dengan buku. Berbeda dengan yang suka nongkrong, kumpul-kumpul sambil bergosip ria atau yang aktif update status di jejaring sosial setiap saat, justru dianggap gaul.</p>
<p align="justify">Kebiasaan membaca belum banyak dilibatkan dalam aktivitas keluarga sehari-hari. Bagi sebagian besar keluarga, menonton adalah hiburan utama. Bahkan televisi menjadi kebutuhan yang “wajib” dipenuhi oleh setiap keluarga, sedangkan buku bacaan entahlah berada di urutan nomor berapa atau mungkin malah tidak terpikir sama sekali. Inilah salah satu hal yang menyebabkan minat baca masyarakat Indonesia rendah. Anak-anak dan para generasi muda tidak dikenalkan dengan buku sejak kecil, mereka pun menjadi asing dengan buku. Para ibu lebih suka menonton sinetron ketimbang mendampingi sang anak membaca apalagi menyempatkan waktu untuk mendongeng.</p>
<p align="justify">Ada pula yang mengatakan akses buku sulit, terutama di daerah kecil. Toko buku sulit dijangkau, bahkan tidak ada sama sekali. Perpustakaan yang ada pun bukunya itu-itu saja, koleksinya terbatas. Ditambah lagi, suasana perpustakaan tidak mendukung kenyamanan dalam membaca.</p>
<p><strong>Menjadikan buku selezat cokelat</strong></p>
<p align="justify">Siapa <em>sih</em> yang tidak suka cokelat? Hampir semua orang pasti suka cokelat. Apabila buku selezat cokelat, pasti banyak yang pantang menolaknya. Lalu, bagaimana agar kita ketagihan membaca seperti ketagihan makan cokelat?</p>
<p>1.
<p align="justify">Bangun kesadaran diri dan tanamkan pemahaman bahwa membaca itu menyenangkan dan bermanfaat. Buang jauh-jauh anggapan bahwa orang yang gemar membaca menjadi <em>kuper</em>. Justru sebaliknya, dengan membaca pergaulan jadi lebih luas. Tidak percaya? Coba saja.</p>
<p>2.
<p align="justify">Mulailah dengan membaca buku tentang topik yang Anda sukai. Anda bisa mulai dengan bacaan ringan seperti majalah, koran, novel dengan cerita yang ringan dan tidak terlalu tebal atau bisa pula mulai dengan buku komik. Sekarang pun banyak komik yang memang diperuntukkan bagi orang dewasa.</p>
<p>3.
<p align="justify">Tidak harus membeli, untuk memulainya Anda bisa meminjam buku dari teman, perpustakaan atau taman bacaan terdekat. Dengan begini Anda bisa lebih menghemat uang.</p>
<p>4.
<p align="justify">Kurangi porsi menonton televisi dan usahakan untuk selalu membaca setiap hari meskipun hanya sedikit. Ini sangat berguna untuk melatih kebiasaan. Pilihlah waktu di mana pikiran sedang fresh, jadi kegiatan membaca benar-benar terasa menyenangkan dan Anda bisa lebih larut ke dalam buku yang sedang dibaca.</p>
<p>5.
<p align="justify">Sering-seringlah berkunjung ke toko buku atau pameran buku agar Anda makin akrab dengan buku.</p>
<p>6.
<p align="justify">Bagi orang tua, mulailah menyempatkan diri mendampingi anak membaca atau mendongeng bagi mereka. Lebih bagus lagi kalau orang tua pun ikut membaca buku, karena anak biasanya meniru kebiasaan orang tuanya. Jika orang tua biasa membaca buku, lama-kelamaan anak juga pasti mengikuti kebiasaan tersebut.</p>
<p>7.
<p align="justify">Bagi pemerintah, hendaknya gerakan gemar membaca benar-benar digalakkan. Salah satunya adalah dengan mulai mengoptimalkan fungsi perpustakaan, menjadikan perpustakaan senyaman rumah didukung dengan koleksi buku yang selalu beragam dan up to date. Bisa jadi, suatu hari nanti orang enggan berbondong-bondong ke mall atau pusat perbelanjaan tapi lebih memilih menghabiskan waktu liburan di perpustakaan untuk membaca buku. Semoga.</p>
<p align="justify">Ilmu adalah sahabat sepanjang hayat. Orang yang berilmu tak akan pernah merugi. Buku adalah penyedia ilmu yang murah dan ramah. Mungkin saja apa yang kita baca kurang bermanfaat untuk saat ini, tapi suatu hari nanti bisa jadi berguna untuk diri sendiri maupun orang lain.</p>
<p><strong>Selamat Hari Buku Nasional!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/menjadikan-buku-selezat-cokelat-mau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo Berteknologi Inovatif</title>
		<link>http://mjeducation.co/ayo-berteknologi-inovatif/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/ayo-berteknologi-inovatif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 12:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Siti Cholifah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[Institut Teknologi Sepuluh Nopember]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[simposium]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi inovatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11625</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya-12 Mei 2013. Hari Minggu pagi merupakan waktu yang tepat untuk bersantai bagi kebanyakan orang. Namun ada yang berbeda di hari Minggu kemarin, khususnya di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Suasana kampus ITS yang biasanya sepi, kali ini tampak ramai. Ratusan mahasiswa tampak memadati beberapa titik area di wilayah kampus, salah satunya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11626" rel="attachment wp-att-11626"><img class="alignleft size-medium wp-image-11626" title="IMG00336-20130512-1306" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/IMG00336-20130512-1306-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Surabaya-12 Mei 2013. Hari Minggu pagi merupakan waktu yang tepat untuk bersantai bagi kebanyakan orang. Namun ada yang berbeda di hari Minggu kemarin, khususnya di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Suasana kampus ITS yang biasanya sepi, kali ini tampak ramai. Ratusan mahasiswa tampak memadati beberapa titik area di wilayah kampus, salah satunya di Gedung SCC lantai III. Di gedung ini tengah digelar acara Simposium Teknologi Ekonomi Kerakyatan. Simposium ini merupakan salah satu rangkaian acara <em>ITS for Future of Indonesia</em> (IFFI) yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa ITS. Simposium ini membahas mengenai aplikasi teknologi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah.</p>
<p dir="ltr">Diawali dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama, simposium resmi dibuka oleh Dr. Ir. Bambang Sampurno, MT selaku Kepala Badan Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni ITS. Usai acara resmi dibuka, pembawa acara mulai membacakan profil singkat dari pembicara pertama, yakni Drs. Kresnayana Yahya M.Sc. Kresna yang berkesempatan untuk menyampaikan materi mengenai teknologi kreatif terlihat sangat antusias. Usia tak mampu menghalanginya untuk tetap bersemangat. Beliau menjelaskan tentang haluan pendidikan yang memang seharusnya diubah. “Dulu saya akan bangga jika banyak lulusan pendidikan yang bekerja di perusahaan (jadi pegawai, red), tapi sekarang saya akan sangat bangga ketika lulusan mampu menjadi pengusaha”, seru beliau.</p>
<p dir="ltr">Menurut Kresna, pendidikan belum terlalu membahas mengenai aplikasi teknologi untuk masyarakat. “Sebenarnya teknologi yang diterapkan di masyarakat nggak perlu yang muluk-muluk asalkan tepat guna”, ujar pakar ekonomi itu. Banyak permasalahan di masyarakat membutuhkan teknologi sederhana. Salah satu contoh yang diberikan adalah pemasangan ‘terpal’ sebagai alas pengeringan garam. Dengan menerapkan teknologi sederhana ini petani garam memperoleh keuntungan hingga 140%. Kresna yang juga merupakan seorang analis data ini mengajak mahasiswa untuk lebih bisa melihat peluang. Peluang bisa ditemukan ketika kita sering mengamati kehidupan nyata yang ada di sekitar. Permasalahan di masyarakat dapat diselesaikan dengan ide-ide kreatif. Dengan bahasa Inggrisnya yang lancar, beliau mengatakan <em>“We must all be designers.”</em></p>
<p dir="ltr">Usai mendapat siraman semangat untuk melakukan teknologi inovatif dari Pak Kresnayana, materi disambung oleh Eko Nurmianto MEngSc, DERT. Penemu alat pengasap ikan inovatif ini berbagi pengalamannya mulai dari melakukan teknologi kreatif hingga pemberdayaan masyarakat. Aplikasi nyata yang dilakukan Eko tampaknya dapat memberikan gambaran riil kepada mahasiswa mengenai cara memulai melakukan teknologi inovatif. Bahkan teknologi kreatif karya seorang<em> technopreneuship</em> ini mampu dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan penghasilan.</p>
<p dir="ltr">Ada yang unik dari pembicara yang satu ini. Selain berbagi pengalaman, Eko juga membawa contoh-contoh karya kreatifnya. Mulai dari hasil olahan rumput laut hingga kerajinan inovatif dari batok kelapa. Ide kerajinan batok kelapa didapat Eko yang juga merupakan dosen Teknik Industri ITS ini sewaktu berkunjung ke daerah Kalimantan. Beliau melihat tumpukan besar batok kelapa tak terurus. Sedikit kreativitas, batok-batok kelapa itu kini menjadi souvenir dengan harga jual menjanjikan. Di akhir pemberian materinya, Eko meminta setiap peserta menuangkan gagasan teknologi dan penerapannya. Empat peserta terpilih akan diberi kenang-kenangan berupa kaos CSR dan olahan rumput laut karyanya.</p>
<p dir="ltr">Pembicara terakhir adalah Faisal Basri yang juga seorang Pakar Ekonomi Nasional. Di <a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11627" rel="attachment wp-att-11627"><img class="alignright size-medium wp-image-11627" title="IMG00325-20130512-1129" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/IMG00325-20130512-1129-262x350.jpg" alt="" width="262" height="350" /></a>dalam materinya, beliau menunjukkan data mengenai perekonomian Indonesia. Peluang Indonesia menjadi negara dengan tingkat kenaikan ekonomi tinggi memang dapat terlihat jelas di sana. Namun sorotan lain dari Faisal Basri adalah semakin meningkatnya ketimpangan ekonomi masyarakat Indonesia. “Indeks ini meningkat menjadi 0.42”, paparnya. Dengan kata lain, semakin indeks ini mendekati angka 1 maka semakin besar <em>gap</em> (perbedaan) antara masyarakat kaya dan miskin di suatu negara. Menurutnya, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia dan indeks ketimpangan ini semakin naik, dapat disimpulkan bahwa masyarakat kaya semakin kaya sedangkan masyarakat miskin semakin miskin pula. Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia sedang defisit di bidang pangan dan energi.</p>
<p dir="ltr">Bukannya pesimis dengan data yang ditampilkan, tapi Faisal mengajak mahasiswa untuk bersama-sama membangun bangsa. Setidaknya dengan kenyataan Indonesia saat ini akan menambah semangat mahasiswa untuk membangun bangsanya. Salah satu pesan Faisal mengambil kutipan dari pesan Bung Karno adalah “Perkokoh maritim..!!”. Indonesia merupakan negara dengan dua pertiga luas wilayahnya merupakan lautan. Maka peluang ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda. Memperkokoh ketahanan maritim seperti membangun atau memperbaiki fasilitas baik transportasi laut maupun pelabuhan, mengolah hasil laut dengan baik, serta memanfaatkan sumber daya alam dengan bijaksana. “Saya yakin Indonesia bakal lebih baik”, ujarnya menutup materi diiringi dengan tepuk tangan meriah peserta.</p>
<p dir="ltr">Usai penyampaian materi, ada sesi tanya jawab antara pembicara dengan peserta. Diskusi terasa sangat menarik. Pandangan keyakinan dari para peserta menambah api semangat di dalam ruangan. Berpuluh menit sudah diskusi dilakukan, akhirnya tiba di akhir acara. Beberapa ide kreatif terbaik dari peserta pun telah terpilih. Keempat mahasiswa dari perguruan tinggi berbeda pun mendapat bingkisan yang telah dijanjikan sebelumnya.</p>
<p dir="ltr"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11628" rel="attachment wp-att-11628"><img class="alignleft size-medium wp-image-11628" title="IMG00338-20130512-1326" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/IMG00338-20130512-1326-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Hasil dari kegiatan ini adalah sebuah <em>“summary”</em> atau <em>press conference</em>. Secara garis besar <em>summary</em> berisi rekomendasi untuk memajukan bangsa Indonesia kepada calon gubernur Surabaya dan sepuluh partai politik yang akan mengikuti pemilu. <em>Press conference</em> ini nantinya akan dikirim oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi BEM ITS ke calon gubernur Surabaya dan sepuluh partai politik yang bersangkutan.</p>
<p dir="ltr">Simposium kali ini menyedot perhatian banyak mahasiswa dari beberapa universitas di Surabaya. Salah seorang di antaranya adalah mahasiswa dari Universitas Hang Tuah, Fatimah Azzahra. Ketika ditanya motivasinya datang ke acara ini, ia mengungkapkan memang dari awal penasaran dengan teknologi ekonomi kerakyatan. “Saya mendapatkan banyak wawasan baru”, tutur mahasiswa jurusan kedokteran ini senang.</p>
<p dir="ltr">Simposium ini berjalan sukses meskipun terdapat sedikit kendala. “Kendalanya <em>sih</em> dari panitia. Kebanyakan panitia OC adalah <em>open recruitment</em> dari luar BEM, sehingga kurang bisa mengontrol mereka”, ujar Irfan, ketua panitia acara ini. Untuk ke depannya ia berharap kegiatan ini terus dilanjutkan oleh para generasi BEM ITS yang akan datang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/ayo-berteknologi-inovatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukittinggi, Kota Wisata di Ranah Minang</title>
		<link>http://mjeducation.co/bukittinggi-kota-wisata-di-ranah-minang/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/bukittinggi-kota-wisata-di-ranah-minang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 04:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anita Triska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[Bendi]]></category>
		<category><![CDATA[Benteng Fort de Kock]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Jam Gadang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Lubang Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Ngarai Sianok]]></category>
		<category><![CDATA[objek wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[sumatera Barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11597</guid>
		<description><![CDATA[Sudah pernahkah Anda singgah ke kota yang dijuluki sebagai kota wisata di Provinsi Sumatera Barat? Menikmati keindahan objek wisata alamnya atau sekadar melintas ketika menuju kota-kota lain di Sumatera Barat. Jika belum, Bukittinggi bisa menjadi salah satu kota tujuan liburan bagi Anda dan keluarga. Bukittinggi, yang dijuluki kota wisata, memang menawarkan beragam wisata mulai dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/bukittinggi-kota-wisata-di-ranah-minang/notnowshare-blogspot/" rel="attachment wp-att-11601"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/notnowshare.blogspot.jpg" alt="" title="notnowshare.blogspot" width="275" height="183" class="alignleft size-full wp-image-11601" /></a></p>
<p align="justify">Sudah pernahkah Anda singgah ke kota yang dijuluki sebagai kota wisata di Provinsi Sumatera Barat? Menikmati keindahan objek wisata alamnya atau sekadar melintas ketika menuju kota-kota lain di Sumatera Barat. Jika belum, Bukittinggi bisa menjadi salah satu kota tujuan liburan bagi Anda dan keluarga.</p>
<p align="justify">Bukittinggi, yang dijuluki kota wisata, memang menawarkan beragam wisata mulai dari wisata alam, sejarah, budaya, belanja, sampai kuliner. Daya tarik ini mampu memikat minat wisatawan untuk datang berkunjung. Tidak hanya wisatawan domestik, wisatawan mancanegara pun ramai mengunjungi kota yang berpenduduk asli <strong>Suku Minangkabau</strong> ini. Untuk melakukan wisata alam di kota ini, Anda tidak perlu bersusah payah, karena letak objek-objek wisata tersebut berada tidak jauh dari pusat kota dan bisa dijangkau hanya dengan menggunakan transportasi umum dalam waktu beberapa menit saja. Bahkan Anda bisa mencapainya hanya dengan berjalan santai atau menggunakan bendi. <strong>Bendi</strong> adalah sarana transportasi tradisional yang sampai saat ini masih dipertahankan, berupa gerobak penumpang yang ditarik oleh kuda.</p>
<p align="justify">Objek wisata <strong>Ngarai Sianok</strong> adalah salah satu yang menjadi andalan. Panorama alam akan memanjakan wisatawan yang datang berkunjung. Ngarai Sianok merupakan sebuah tebing curam yang di bawahnya terhampar lembah. Di lembah tersebut mengalir sebuah anak sungai yang membelah hamparan lembah yang luas. Ngarai Sianok dipercantik oleh Gunung Marapi dan Singgalang yang menjadi latar belakangnya. Sungguh sebuah ciptaanNya yang sempurna. Lokasinya dapat dijangkau dalam waktu lima menit saja dari alun-alun yang menjadi sentra Kota Bukittinggi. Tepat di sebelah Ngarai Sianok, terdapat sebuah objek wisata sejarah, yaitu <strong>Lubang Jepang</strong>, yang berbentuk sebuah kanal atau terowongan bawah tanah. Dulunya terowongan ini digunakan sebagai tempat persembunyian para tentara Jepang. Namun tidak semua lorong bisa disusuri karena ada beberapa lorong yang tidak dibuka untuk umum. Terowongan yang didirikan pada tahun 1942 ini memiliki panjang kurang lebih 4 km dan lebar 2 meter membelah perut Kota Bukittinggi. Jika Anda sangat tertarik mendengar sejarah lengkapnya, Anda bisa menyewa jasa pemandu yang memang disediakan untuk menemani Anda selama berjalan menyusuri Lubang Jepang. Bukan hanya Jepang yang menuliskan sejarahnya di kota ini. Tidak jauh dari lokasi kedua objek wisata tersebut. Anda dapat menjumpai <strong>Benteng Fort de Kock</strong> peninggalan penjajah Belanda. Benteng ini terletak di sebuah bukit yang bernama Jirek. Di sini masih berdiri sebuah bangunan kokoh berupa benteng yang dikelilingi oleh beberapa meriam.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/bukittinggi-kota-wisata-di-ranah-minang/tunjuk-tangan-blogspot/" rel="attachment wp-att-11603"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/tunjuk-tangan.blogspot.jpg" alt="" title="tunjuk-tangan.blogspot" width="259" height="194" class="alignright size-full wp-image-11603" /></a></p>
<p align="justify">Beranjak ke pusat kota, Anda akan menemukan objek wisata sejarah lainya. <strong>Jam Gadang</strong> yang menjadi ikon kota wisata ini terletak tepat pada taman kota yang sekaligus berfungsi sebagai alun-alun di kawasan Pasar Atas. Bangunan ini berupa tower yang di atasnya terdapat sebuah lonceng besar dan menempel sebuah jam yang berukuran besar pula. Uniknya, salah satu huruf penunjuk pada jam ini lain daripada yang lain. Secara umum jam ini menggunkan angka Romawi, namun khusus untuk angka 4, tidak ditulis IV, melainkan IIII. Sebuah ketidaklaziman dalam menuliskan angka Romawi. Jam ini merupakan hadiah Ratu Belanda yang diberikan kepada sekretaris kota saat itu. Anda bisa memasuki Jam Gadang dan naik hingga lantai teratas untuk menikmati indahnya pemandangan Bukittinggi. Anda belum puas? Jangan khawatir, masih ada satu objek wisata sejarah lain yang sebaiknya tidak dilewatkan jika berkunjung ke Ranah Minang. Masih tidak jauh dari lokasi Jam Gadang terdapat rumah kelahiran tokoh proklamator Indonesia, <strong>Bung Hatta</strong>. Rumah ini masih berdiri kokoh dan dibuka sebagai salah satu objek wisata di kota yang berpenduduk kurang lebih 126 ribu jiwa ini.</p>
<p align="justify">Puas menikmati objek wisata alam dan sejarah, saatnya berburu souvenir khas Bukittinggi. Masih di kawasan Pasar Atas, tepatnya di depan Jam Gadang, terdapat sederetan toko kecil khusus menjual souvenir asal Bukittinggi. Miniatur Jam Gadang dan Rumah Adat Minangkabau, baju-baju bertuliskan Bukittinggi, sampai sandal dan dompet bermotif Rumah Gadang pun bisa dijumpai di sini. Sedangkan bagi Anda yang hobi berbelanja, juga bisa menikmati kain berbordir maupun tenun. Beragam kain tenun dan bordir tersedia dalam ragam baju dan mukena dengan corak bervariasi.</p>
<p align="justify">Tetapi liburan pasti tidak lengkap rasanya jika Anda tidak mencicipi masakan khas kota ini. Anda bisa memanjakan lidah dengan berbagai makanan khas urang minang yang dikenal bercita rasa pedas. Sebut saja rendang, kalio daging, nasi kapau, cincang, ayam pop, tambunsu, sampai daging tipis alias dendeng yang sudah terkenal hingga ke seluruh nusantara. Di kota asalnya ini, Anda bisa mencicipi dendeng dalam dua jenis, dendeng basah dan kering. Semua bisa Anda rasakan dengan cita rasa yang masih asli. Selain masakan khas tersebut, Bukittinggi juga terkenal dengan panganan-panganan ringan yang harus Anda coba ketika berkunjung ke kota ini. Sate dan lontong Padang pasti sudah sangat akrab di lidah walaupun Anda belum pernah berkunjung ke Bukittinggi. Maklum saja, dengan banyaknya perantau asal Sumatera Barat membuat masakan dan makanan khas Minang ini tersebar cukup luas. Tetapi Anda tidak akan menemukan istilah sate dan lontong Padang ketika mencobanya langsung di tempat asalnya. Sate dan lontong yang dijual biasanya diberi nama sesuai dengan nama penjualnya, tidak lagi menggunakan istilah &#8220;Padang&#8221; di belakang kata makanan yang mereka jual.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/bukittinggi-kota-wisata-di-ranah-minang/twicsydotcom/" rel="attachment wp-att-11604"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/twicsydotcom.jpg" alt="" title="twicsy(dot)com" width="273" height="185" class="alignleft size-full wp-image-11604" /></a></p>
<p align="justify">Nah, ada satu lagi panganan khas Bukittinggi yang harus dicicipi jika Anda berkesempatan menginjakkan kaki di kota ini. Namanya <em>pisang kapik</em>. Melihat namanya Anda pasti bisa menebak bahan utamanya. Berbeda dengan panganan pisang lainnya yang biasa digoreng atau direbus, pisang kapik ini dibakar. Namun, tidak semua jenis pisang bisa digunakan sebagai bahan baku utama pisang kapik. Biasanya pisang yang digunakan adalah jenis pisang raja. Agar hasilnya semakin menggigit lidah, pisang sebaiknya mempunyai tingkat kematangan sedang, tidak terlalu tua atau terlalu muda. Pisang yang terlalu tua biasanya menghasilkan rasa manis yang berlebih. Sebaliknya jika terlalu muda selain masih keras, rasanya pun juga belum manis.</p>
<p align="justify">Pisang yang telah dikupas dibakar di atas arang. Setelah bagian luar pisang sudah tampak kering, pisang diangkat dan diletakkan pada sebuah tempat penjepit terbuat dari kayu. Bentuknya menyerupai bet yang digunakan pada olahraga tenis meja. Tatakan ini berfungsi untuk mengapit pisang-pisang yang telah selesai dibakar sehingga melebar membentuk lempengan-lempengan tipis, dengan ketebalan kurang lebih 1 cm. Proses ini dalam bahasa penduduk setempat disebut kapik yang artinya apit. Karena itu panganan ini dinamakan pisang kapik. Satu pisang kapik merupakan gabungan dari dua sampai tiga buah pisang bakar yang diapit di tatakan secara bersamaan sehingga satu sama lain menyatu. Pisang-pisang yang sudah diangkat dari arang, harus segera dikapik agar pisang-pisang tersebut menyatu. Asap tipis akan tampak sesaat setelah pisang-pisang selesai dikapik. Pisang kapik yang hangat sangat cocok disajikan di Kota Bukittinggi yang berhawa sejuk. Untuk menambahkan kesempurnaan rasa, pisang kapik ditaburi dengan parutan kelapa yang sudah dibaluri lelehan gula merah sehingga warnanya menjadi cokelat menambah cantik penampilannya. Tidak hanya mempercantik, gula merah juga berfungsi sebagai pengawet sehingga parutan kelapa tidak mudah basi dan mampu bertahan hingga malam.</p>
<p align="justify">Namun sayang, saat ini jumlah penjual pisang kapik semakin sedikit. Lokasi penjualannya juga hanya ada di tempat-tempat tertentu. Walaupun sudah jarang ditemui, namun Anda bisa menemukan penjual pisang kapik yang berada  di lokasi strategis sehingga mudah terjangkau, yaitu kawasan Pasar Atas. Tempatnya tidak jauh dari lokasi objek wisata Jam Gadang. Anda hanya perlu berjalan sekitar 300 meter dari lokasi Jam Gadang di ujung deretan toko penjual souvenir. Harga satu porsi pisang kapik berkisar antara lima sampai delapan ribu rupiah saja.</p>
<p align="justify">Untuk penginapan, bisa disesuaikan dengan kocek Anda. Penginapan mewah seperti hotel berbintang hingga kelas melati bagi para wisatawan backpacker tersedia di Bukittinggi. Lokasinya pun berada di pusat kota dan tidak jauh dari objek-objek wisata sehingga Anda bisa leluasa untuk menikmati suasana malam hari di Bukittinggi. Bagaimana, Anda tertarik melakukan wisata ke Bukittinggi?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/bukittinggi-kota-wisata-di-ranah-minang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maldives, Sebuah Surga yang Tertinggal</title>
		<link>http://mjeducation.co/maldives-sebuah-surga-yang-tertinggal/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/maldives-sebuah-surga-yang-tertinggal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 04:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petty Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Internasional Ibrahim Nasir]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Maladewa]]></category>
		<category><![CDATA[hotel terapung]]></category>
		<category><![CDATA[Maldives Island]]></category>
		<category><![CDATA[Ocean Flower]]></category>
		<category><![CDATA[pulau berbentuk bintang]]></category>
		<category><![CDATA[Republik Maladewa]]></category>
		<category><![CDATA[SURGA YANG TERTINGGAL]]></category>
		<category><![CDATA[wisata pantai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11594</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda mendengar tentang sebuah negara bernama Republik Maladewa? Maladewa atau dalam istilah internasionalnya disebut Maldives Island merupakan sebuah negara kepulauan yang berada di seputar area Samudera Hindia. Negara yang memiliki ibu kota bernama Male ini berada di kawasan Asia Selatan. Selain memiliki populasi dan luas terkecil di Asia, Maldives Island juga memiliki beberapa keunikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/maldives-sebuah-surga-yang-tertinggal/maldives-justluxuryhotels_net/" rel="attachment wp-att-11608"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/maldives-justluxuryhotels_net-300x225.jpg" alt="" title="maldives (justluxuryhotels_net)" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-11608" /></a></p>
<p align="justify">Pernahkah Anda mendengar tentang sebuah negara bernama Republik Maladewa? Maladewa atau dalam istilah internasionalnya disebut <em>Maldives Island</em> merupakan sebuah negara kepulauan yang berada di seputar area Samudera Hindia. Negara yang memiliki ibu kota bernama Male ini berada di kawasan Asia Selatan. Selain memiliki populasi dan luas terkecil di Asia, Maldives Island juga memiliki beberapa keunikan lainnya. Berikut adalah <strong>keunikan–keunikan yang terdapat di Maldives Island</strong>:</p>
<p><strong>Permukaan tanah yang “tidak biasa”</strong></p>
<p align="justify">Luas Maldives Island adalah sekitar 300 kilometer persegi. Sebagian besar wilayah negara ini, yakni mencapai 80% merupakan pulau karang dengan permukaan tanah yang memiliki tinggi rata–rata sekitar 1,5 meter di atas permukaan laut, sehingga Maladewa dinyatakan sebagai negara dengan permukaan paling rendah di dunia. Puncak tertinggi permukaan tanah Maldives Island hanyalah 2,3 meter di atas permukaan laut, sehingga negara ini juga dinyatakan sebagai negara dengan puncak tertinggi paling rendah di dunia. Oleh sebab itu, Maldives Island begitu dominan dengan wisata lautnya.</p>
<p><strong>Sebutan surga yang tertinggal</strong></p>
<p align="justify">Maldives Island menempati jajaran tempat wisata pantai paling terkenal di dunia. Bahkan negara ini sering kali disebut sebagai <strong>SURGA YANG TERTINGGAL</strong>. Memang tidak mengherankan apabila negara kepulauan ini dipanggil dengan sebutan itu. Bagaimana tidak? Negara kecil ini mempunyai pesona pantai yang begitu eksotis dan juga memiliki pemandangan bawah laut yang sangat indah. Hal inilah yang membuat Maldives mampu menarik lebih dari 700.000 turis setiap tahunnya.</p>
<p><strong>Pesona pantai yang aduhai</strong></p>
<p align="justify">Keindahan pantai Maldives Island tersebar di pulau-pulau karangnya. Pantai-pantai indah yang aduhai tersebut terbentang di 26 pulau karang yang berada di selatan India. Pulau-pulau karangnya yang terkenal di antaranya adalah <em>Male, Hinnavaru, Addu City, Kulhudhuffushi, dan Fuvahmulah</em>. Kesibukan dan suara bising kendaraan hampir tidak terdengar di sini, yang terdengar hanyalah suara deburan ombak yang menenangkan pikiran.</p>
<p align="justify">Selain keindahan pantai berpasir putih, pesona matahari terbit maupun tenggelam dapat Anda saksikan dari Maldives Island. Tentu tempat ini sangat cocok bagi Anda yang menyukai fotografi, karena objek pemotretan yang menggoda mata sangat banyak terbentang di hadapan Anda. Bagi yang suka diving, perairan laut Maladewa sangat cocok karena menyimpan keindahan layaknya di Bunaken.</p>
<p><strong>Bandara terunik yang pernah ada</strong></p>
<p align="justify">Bila Anda berencana untuk berlibur ke negara ini, hal pertama yang harus anda lakukan adalah browsing untuk mencari informasi penjualan tiket pesawat ke Male, ibu kota Republik Maladewa. Sarana transportasi paling mudah ke Male adalah menggunakan pesawat terbang. Rute penerbangan menuju Kepulauan Maladewa dapat ditempuh dengan cara terbang menuju Kuala Lumpur terlebih dulu kemudian dilanjut dengan pesawat menuju <strong>Colombo (Sri Lanka)</strong>. Maskapai yang biasanya membuka rute untuk penerbangan tersebut adalah <strong>Air Asia</strong>, harga tiket untuk rute tersebut berkisar antara Rp 2.000.000-Rp 3.000.000 (PP) atau Rp 1.000.000 jika sedang promo. Dari Colombo (Sri Lanka) Anda dapat menggunakan pesawat <strong>Srilankan Airlines</strong> langsung menuju ibu kota Male, harganya berkisar Rp 2.000.000 (PP).</p>
<p align="justify">Bandara Maladewa termasuk salah satu bandara yang paling unik di dunia, karena dikelilingi oleh Samudera Hindia di setiap sisinya. Di samping itu tentunya juga menawarkan pemandangan yang sangat unik, menarik dan indah dari Kepulauan Maladewa. Bandara Male atau <strong>Bandara Internasional Ibrahim Nasir</strong> yang terletak di Pulau Hulhule, di mana pulau ini merupakan salah satu dari 26 pulau karang Maladewa dengan jarak paling dekat ke ibu kota pulau Male.</p>
<p><strong>Pulau buatan berbentuk bintang</strong></p>
<p align="justify">Maladewa saat ini tengah membangun sebuah pulau berbentuk bintang yang akan dinamakan <em>Star Island</em>. Pulau super mewah ini akan menjadi hotel konvensi terapung yang mewah setelah selesai nanti.</p>
<p align="justify"><strong>Star Island</strong> dirancang sedemikian rupa hingga hasil akhirnya nanti akan berbaur secara alami dengan pulau-pulau di sekitarnya. Pulau berbentuk bintang berwarna hijau ini melambangkan Maladewa yang ingin menaklukkan perubahan iklim.</p>
<p align="justify">Setelah selesai dibangun, hotel terapung ini rencananya akan menjadi lokasi utama konvensi perubahan iklim dan pengelolaan air berkelanjutan. Harga yang diajukan untuk menyewa sebuah bungalow di pulau ini pun tak main-main, yaitu mencapai milyaran rupiah. Saat ini pun, Maladewa juga sudah memiliki resort mewah yang bernama <em>Ocean Flower</em>, yakni berupa serangkaian bungalow mengapung yang dirancang dalam bentuk bunga khas Maladewa. Bungalow ini disewakan dengan harga termurah sekitar sembilan milyar rupiah.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/maldives-sebuah-surga-yang-tertinggal/abduzeedodotcom/" rel="attachment wp-att-11610"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/abduzeedodotcom.jpg" alt="" title="abduzeedo(dot)com" width="225" height="225" class="aligncenter size-full wp-image-11610" /></a></p>
<p align="justify">Setiap tempat wisata pasti memiliki kendala yang dihadapi, ketinggian permukaan tanah yang begitu rendah merupakan kendala utama bagi pariwisata di Maldives Island. Hal itu menyebabkan kekhawatiran tersendiri bagi pengembang pariwisata, karena kepulauan Maladewa bisa saja hilang bila terjadi peningkatan ketinggian air laut akibat pemanasan global. Bencana tsunami pun dikhawatirkan mengancam keberadaan pulau yang mengagumkan ini. Saat terjadinya tsunami di Aceh, kawasan pariwisata Maldives Island tak luput dari amukan alam tersebut.</p>
<p align="justify">Walaupun bayang-bayang ancaman kenaikan air laut selalu menghantui, namun hal tersebut tidak menyurutkan minat para wisatawan dunia untuk berkunjung ke salah satu tempat wisata terindah di dunia ini. Banyak artis dunia, <em>public figure</em>, maupun masyarakat umum yang menjadikan kepulauan ini sebagai tempat wisata favorit untuk liburan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/maldives-sebuah-surga-yang-tertinggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengintip Sejarah Bangsa di Negeri Orang</title>
		<link>http://mjeducation.co/mengintip-sejarah-bangsa-di-negeri-orang/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/mengintip-sejarah-bangsa-di-negeri-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 04:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sukmo Pinuji</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[belanda]]></category>
		<category><![CDATA[dokumentasi negara]]></category>
		<category><![CDATA[KILTV]]></category>
		<category><![CDATA[kolonial]]></category>
		<category><![CDATA[negeri kincir angin]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah bangsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11541</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Anda yang berkesempatan berkunjung ke Belanda, jika punya waktu, mampirlah ke Perpustakaan KILTV (The Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde atau Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Carribean Studies), sebuah institut milik Pemerintah Belanda yang mendedikasikan diri untuk mengumpulkan, mendokumentasikan dan mempelajari sejarah negara-negara bekas jajahan Kolonial Belanda di Asia Tenggara dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Bagi Anda yang berkesempatan berkunjung ke Belanda, jika punya waktu, mampirlah ke <a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11547" rel="attachment wp-att-11547"><img class="alignright size-medium wp-image-11547" title="leiden_kiltv_article" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/leiden_kiltv_article-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Perpustakaan KILTV <em>(The Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde atau Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Carribean Studies)</em>, sebuah institut milik Pemerintah Belanda yang mendedikasikan diri untuk mengumpulkan, mendokumentasikan dan mempelajari sejarah negara-negara bekas jajahan Kolonial Belanda di Asia Tenggara dan Kepulauan Karibia. Perpustakaan ini terletak di Leiden, sebuah kota kecil di sebelah Selatan Belanda, sekitar 1 jam dari Amsterdam.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bagi orang kebanyakan, berkunjung ke perpustakaan sepertinya menjadi pilihan yang kurang menarik. Orang akan lebih memilih berkunjung ke Keukenhoff, Volendam atau Madurodam yang terkenal sebagai ikon wisata Negeri Kincir Angin. Tapi, bagi para pecinta sejarah atau Anda yang sedang melakukan riset mengenai sejarah Indonesia, KILTV adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika  berkesempatan bertandang ke Belanda.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sebenarnya, apa sih yang menarik dari Perpustakaan KILTV ini? Didirikan tahun 1851, bangunan kuno bergaya arsitektur khas Belanda ini menyimpan koleksi dan informasi mengenai negara-negara bekas koloni Belanda, mulai dari buku, majalah, peta, kartu pos, surat-surat, selebaran, poster, foto, lukisan dan lain sebagainya. Semua ini ditujukan untuk merekam sejarah perkembangan dan pergerakan sosial budaya dari negara-negara tersebut, mulai dari era kolonial sampai sekarang. Ribuan koleksi ini disimpan, dirawat dan dikelola dengan baik, sehingga setiap orang dapat mengaksesnya dengan mudah. Saat ini, KILTV juga merupakan pusat penelitian untuk negara-negara eks koloni Belanda khususnya Indonesia, Suriname, Antiles Belanda dan Aruba.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bagi Anda yang tertarik mendalami sejarah Indonesia mulai dari era kolonial sampai sejarah modern Indonesia, atau sedang melakukan riset mengenai Indonesia, atau hanya ingin mengintip Indonesia tempo dulu, KILTV adalah tempat yang menarik untuk dijelajahi. Hampir seluruh sejarah panjang Indonesia didokumentasikan di tempat ini, yang direpresentasikan dengan berbagai bentuk media. Buku-buku yang tidak diterbitkan di Indonesia, buku-buku yang sudah dimusnahkan karena alasan tertentu, buku-buku langka, foto-foto jaman dulu, naskah-naskah kuno kerajaan-kerajaan di Indonesia, sampai laporan penelitian Douwes Dekker atau Junghuhn, dapat kita temui di tempat ini. Semua koleksi ini disimpan dalam bentuk <em>hard copy</em> maupun <em>soft copy</em> dengan berbagai format, bahkan juga dalam format audio visual, yang dapat diakses dengan mudah bagi para pengguna. Karena kebanyakan dokumen yang disimpan di perpustakaan ini merupakan dokumen lama yang rapuh dan rawan rusak, dengan alasan keamanan, sebagian besar koleksi-koleksi tersebut disimpan dan disajikan dalam bentuk <em>soft copy</em>, yang juga bertujuan untuk memudahkan pengguna mengakses dokumen-dokumen tersebut. Jangan khawatir jika membutuhkan dokumen-dokumen tersebut dalam bentuk <em>hard copy</em>, karena Anda dapat meminta tolong petugas untuk membuatkan salinan dokumen tersebut, tentu saja dengan biaya tambahan sebanyak halaman yang dibutuhkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bagaimana cara mengakses koleksi KILTV? Cara yang paling mudah tentu saja dengan mendaftar menjadi anggota Perpustakaan KILTV, dengan membayar biaya pendaftaran sebesar 10 Euro. Dengan mendaftar sebagai anggota, maka Anda memiliki hak untuk meminjam koleksi perpustakaan. Tapi, jika merasa keberatan dengan jumlah uang yang harus dibayarkan, Anda tetap bisa mengakses koleksi-koleksi tersebut di tempat meskipun tidak berstatus sebagai anggota, dengan memanfaatkan ruang baca yang nyaman digunakan. Ruangan ini dilengkapi dengan bilik-bilik pribadi, perangkat komputer, koneksi internet, serta ruang diskusi yang nyaman, di samping pula jendela-jendela yang lebar, sehingga membuat pengunjung bebas menikmati cahaya matahari dan hembusan angin, lengkap dengan kanal-kanalnya yang menjadi salah satu ciri khas kota-kota di Belanda. Dijamin, Anda akan betah menghabiskan waktu berjam-jam berada di tempat ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Butuh waktu sekitar satu sampai dua jam bagi petugas untuk menyediakan daftar koleksi yang ingin kita akses, sehingga disarankan bagi para pengunjung untuk melakukan <em>request</em> peminjaman secara <em>online</em> demi mengefektifkan waktu (perpustakaan ini memiliki fasilitas katalog<em> online</em>). Jika Anda belum berkesempatan untuk mengunjungi Negeri Kincir Angin ini, Anda juga bisa “mengintip” sebagian koleksi KILTV melalui <em>website</em> resminya dengan mengakses</span><a style="font-size: 13px; line-height: 19px;" href="http://www.kitlv.nl/"> http://www.kitlv.nl/</a><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">. Kabar gembiranya, KILTV juga memiliki cabang di Jakarta, yang bisa kita intip melalui tautan </span><a style="font-size: 13px; line-height: 19px;" href="http://www.kitlv.nl/home/Jakarta_Library">http://www.kitlv.nl/home/Jakarta_Library</a><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">. Meskipun koleksinya tidak selengkap yang terdapat di negara asalnya, tapi cukup berarti untuk mendukung dokumentasi sejarah Indonesia, dan tentunya lebih dekat dijangkau karena tidak perlu ke luar negeri.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selain sebagai sumber referensi sejarah Indonesia melalui ribuan koleksinya yang terawat baik, KILTV juga aktif melakukan riset dan publikasi dalam bentuk buku maupun jurnal ilmiah, yang berorientasi kepada perkembangan sosio-politik di negara-negara yang menjadi fokus penelitiannya. Maka tak heran jika KILTV menjadi tujuan para periset untuk melengkapi literatur dan data yang mereka butuhkan.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ingin karya Anda terekam dan tersimpan dalam catatan sejarah Indonesia? Jika berkesempatan berkunjung kemari, Anda bisa membawa hasil karya pribadi, baik buku, jurnal, majalah, foto dan lain sebagainya, untuk diserahkan dan disimpan dalam perpustakaan KILTV. Dijamin, hasil karya ini akan tersimpan sampai ratusan tahun mendatang dan dipelihara dengan baik, sehingga generasi mendatang kelak dapat mengakses dan mempelajari apa yang dipikirkan oleh para pendahulunya. Hal ini juga merupakan salah satu wujud sumbangan kita terhadap pelestarian sejarah Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selain mengunjungi KILTV, eksplorasi sejarah Anda juga akan menjadi lebih menarik dengan menjelajahi beberapa museum yang banyak terdapat di Leiden, seperti<em> Academic Historical Museum, Siebold House</em>, dan lain sebagainya. Untuk melengkapi kunjungan wisata, Anda bisa pula berfoto di depan kincir angin yang terdapat di <em>Molen Museum</em> yang terletak di tengah kota.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Mengunjungi Perpustakaan KILTV, bagi saya, memancing pemikiran yang cukup menggelitik, mengenai bagaimana Belanda, negeri asing yang pernah menjajah negara kita selama ratusan tahun, begitu<em> concern</em> dengan sejarah Indonesia dan perkembangannya. Padahal, tidak menutup mata, kita sendiri sering kurang peduli dengan apa yang terjadi dengan negeri kita. Jangankan untuk mendokumentasikan sejarah bangsa, untuk sekadar mempelajarinya pun kita jarang melakukannya. Sejarah, bagi banyak generasi muda saat ini, hanyalah sebuah bagian dari kurikulum sekolah yang tidak ikut diujikan dalam Ujian Nasional, yang segera akan terlupakan begitu kita meninggalkan bangku sekolah.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Mempelajari sejarah adalah merupakan salah satu bagian penting dalam menapaki masa depan. Dengan sejarah, kita bisa mengetahui, menyelami dan memahami bagaimana para pendahulu kita berpikir, bagaimana mereka memimpikan bangsa ini terbentuk dan bagaimana mereka bekerja keras mewujudkannya. Keping-keping sejarah tersebutlah yang akan dapat menumbuhkan jiwa patriotik generasi sekarang, sehingga memicu semangat untuk memberikan yang terbaik bagi negeri. Negara besar adalah negara yang menghargai sejarah bangsanya, karena dari sejarah itulah kita bisa melihat kebenaran, dan dari sejarah itu pula kita dapat menciptakan kemajuan.</span></p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/mengintip-sejarah-bangsa-di-negeri-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Alasan yang Membuat Belajar Sambil Bermain Penting</title>
		<link>http://mjeducation.co/5-alasan-yang-membuat-belajar-sambil-bermain-penting/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/5-alasan-yang-membuat-belajar-sambil-bermain-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 12:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sulthan A. Karimov</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[belajar sambil bermain]]></category>
		<category><![CDATA[metode belajar]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Rebekah Stathakis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11537</guid>
		<description><![CDATA[“Dunia anak adalah dunia bermain sambil belajar,” tulis Hedy Lim, salah seorang guru yang telah mendapatkan sertifikat guru profesional dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), dalam artikelnya di Kompasiana. Membaca ungkapan itu sebagai pengajar kita pasti setuju, hanya saja banyak pertimbangan untuk mulai menerapkannya dalam kelas. Mulai dari pertimbangan waktu yang dipakai hingga keseriusan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">“Dunia anak adalah dunia bermain sambil belajar,” tulis Hedy Lim, salah seorang guru <a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11538" rel="attachment wp-att-11538"><img class="alignright size-medium wp-image-11538" title="674843_45581144" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/674843_45581144-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>yang telah mendapatkan sertifikat guru profesional dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG), dalam artikelnya di<a href="http://edukasi.kompasiana.com/2013/02/07/belajar-sambil-bermain-532236.html"> Kompasiana</a>. Membaca ungkapan itu sebagai pengajar kita pasti setuju, hanya saja banyak pertimbangan untuk mulai menerapkannya dalam kelas. Mulai dari pertimbangan waktu yang dipakai hingga keseriusan siswa mengikuti pelajaran.</p>
<p dir="ltr">Terlepas dari anggapan-anggapan di atas, bermain sambil belajar tetaplah metode belajar paling efektif. Dengan metode ini siswa menjadi lebih kreatif dan aktif, mereka pun menjadi lebih senang mengikuti pelajaran dan tidak mudah bosan di kelas. Selain itu, para siswa juga bisa memperoleh beberapa keterampilan tambahan di luar materi yang diajarkan.</p>
<p dir="ltr">Mengenai hal ini<a href="http://www.eyeoneducation.com/Authors/Rebekah-Stathakis"> Rebekah Stathakis</a> memberikan lima alasan mengapa belajar sambil bermain menjadi penting diterapkan dalam kelas. “Selama bertahun-tahun, saya telah membuat daftar yang berisi lima alasan yang saya percayai menjadikan permainan sebagai alat pendidikan paling <em>powerful</em>,” tulisnya dalam artikel yang dimuat di situs<a href="http://www.educationworld.com/a_curr/reasons-to-play-games-in-the-classroom.shtml?utm_source=feedly"> educationworld</a>. Kelima alasan itu dia kemukakan berdasarkan pengalamannya mengajar bahasa asing di beberapa sekolah dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Dia selalu menggunakan permainan sebagai sarana menyampaikan materi pelajarannya. Berikut kelima alasan itu:</p>
<p dir="ltr"><strong>Pertama, siswa dapat belajar melalui proses berjalannya permainan.</strong> Rebekah menyatakan bahwa dengan permainan para siswa dapat belajar memahami konsep dan ide baru dalam belajar. Mereka juga dapat melihat materi yang diajarkan dari perspektif yang belum mereka ketahui sebelumnya, dengan begitu mereka akan mulai bereksperimen dengan kemungkinan-kemungkinan dan variabel-variabel baru.</p>
<p dir="ltr">Dia mencontohkan dengan permainan kartu yang sering digunakannya bersama siswa pada minggu pertama pelajaran. Dalam permainan itu, para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4 hingga 5 orang, mereka bermain sesuai dengan petunjuk yang tertulis pada kartu yang mereka dapatkan. Setiap kelompok mendapatkan aturan permainan yang berbeda. Permainan pun berjalan dengan penuh khidmat di setiap kelompok. Setelah ronde pertama, setiap pemenang dari tiap kelompok memiliki kesempatan untuk pindah ke kelompok lain.</p>
<p dir="ltr">Di kelompok lain, mereka mendapatkan aturan yang berbeda dengan permainan sebelumnya, sehingga harus menyesuaikan diri dengan aturan baru itu. Ada diantara mereka yang tidak terima dan mengatakan “cara bermainmu salah,” kepada siswa lain di kelompok barunya. Hal ini digunakan Rebekah sebagai <em>starting point</em> dalam menjelaskan tentang berpindahnya seseorang dari satu daerah ke daerah lain. Dia harus segera menyesuaikan diri dengan keadaan di daerah baru. “Saya menceritakan pengalaman pribadi saya ketika pindah dari Spanyol ke Venezuela lalu ke Amerika Serikat. Pada awalnya, saya pun merasa bahwa orang-orang di sana berbicara dengan bahasa yang salah,” lanjutnya.</p>
<p dir="ltr">Permainan dilanjutkan, tetapi dengan toleransi untuk mendiskusikan aturan baru kepada pemain yang baru saja pindah dari kelompok lain. Di akhir permainan, mereka mulai mengerti bahwa tujuan permainan ini adalah untuk menjelaskan pentingnya belajar bahasa baru. Hingga ada salah seorang dari mereka berkata “saya paham, ternyata Anda mencoba menunjukkan kepada kami mengapa kami perlu belajar bahasa lain. Agar kami bisa saling belajar satu sama lain.”</p>
<p dir="ltr"><strong>Kedua, permainan dapat menjadi perantara untuk mengikutsertakan siswa dalam proses belajar-mengajar.</strong> Beberapa pelajaran membutuhkan keaktifan siswa di dalamnya. Seperti pelajaran bahasa asing yang memerlukan wawasan tentang cara pengucapan dan penguasaan perbendaharaan kata yang cukup. Dengan permainan, guru lebih dapat mengajak mereka untuk mengucapkan beberapa kata atau kalimat, sehingga secara tidak langsung mereka telah berlatih mengucapkan kata-kata dan kalimat-kalimat itu. Metode ini justru lebih efektif daripada apa yang ada di dalam buku paket bahasa asing yang banyak berisi daftar kosakata.</p>
<p dir="ltr">“Saya biasa mengajak siswa untuk bermain ‘tebak kata’, dengan begitu mereka terdorong untuk mengucapkan jawaban dari teka-teki yang saya berikan dengan kosakata dan struktur kalimat yang benar. Secara berulang-ulang mereka mendapatkan latihan yang mereka butuhkan,” lanjut Rebekah.</p>
<p dir="ltr"><strong>Ketiga, lewat permainan siswa dapat mempelajari beberapa keterampilan penting.</strong> Ada banyak sekali keterampilan yang dapat dipelajari oleh siswa lewat permainan, seperti keterampilan berpikir kritis, kreativitas,<em> team work</em>, dan sportivitas. Sebagai contoh dalam pelajaran bahasa terdapat beberapa keterampilan dasar yang cukup penting, seperti keterampilan dalam pemakaian kata yang terlampau banyak. “Untuk melatihnya, saya biasa mengajak siswa untuk bermain ‘tebak kata’, setelah permainan ini selesai, saya merasakan adanya peningkatan pesat pada keterampilan siswa dalam menggunakan kata dengan jumlah banyak,” katanya.</p>
<p dir="ltr"><strong>Keempat, permainan dapat menjadi salah satu faktor penguat memori.</strong> Selama bermain, tanpa disadari para siswa banyak berinteraksi dengan materi yang sedang diajarkan, hal ini dapat menjadi salah satu faktor yang membuat mereka mudah mengingat materi itu. Dalam permainan, para siswa banyak melewati momen yang sulit mereka lupakan, dalam hal ini Rebekah menceritakan pengalamannya “momen yang paling saya suka selama mengajar adalah ketika tiba waktu bermain. Saya tidak akan lupa ketika Miguel, salah seorang murid saya, berlari mengelilingi kelas untuk memberitahukan teman-teman sekelasnya arti kata ‘mono’ (monyet), saya yakin teman-temannya juga tidak akan bisa melupakan momen lucu itu.”</p>
<p dir="ltr">Dengan memvariasikan jenis permainan yang kita berikan, stimulus yang diterima siswa pun akan bermacam-macam. Beberapa anak mengingat sesuatu dengan memperagakannya, yang lain dengan mengingat petunjuk-petunjuk yang mengarahkan kepada sesuatu itu, ada juga yang mengingatnya setelah mendengar temannya yang berteriak menjawab teka-teki. “Perasaan positif yang ekspresif dapat mendukung proses belajar” Rebekah menambahkan.</p>
<p dir="ltr"><strong>Kelima, permainan dapat menyerap perhatian siswa dan mengikutsertakan mereka dalam proses belajar secara aktif.</strong> Karena siswa sangat menyukai permainan, hal ini dapat menjadi cara yang baik untuk memusatkan fokus sekaligus menyerap perhatian mereka. Beberapa fenomena mungkin dapat menjelaskan hal ini. Setelah melewati masa liburan yang panjang, para siswa biasanya terlihat sangat energik dan mudah bosan duduk. Pada masa seperti ini permainan yang memakan banyak energi dapat segera mengembalikan pikiran mereka kepada pelajaran, sehingga mereka dapat kembali siap menerima pelajaran baru. “Permainan dapat dengan cepat mengikutsertakan mereka dalam pelajaran dan mengembalikan pikiran mereka kepada materi yang sedang kita ajarkan” tulis Rebekah.</p>
<p>Anak tumbuh dan berkembang melalui kegiatan bermain. Semakin mereka menikmati proses belajar, maka akan semakin banyak materi yang diserap dan dipahami oleh anak. Proses pengajaran materi oleh guru ke siswa sendiri lebih dari sekadar transfer informasi. Siswa perlu memahami konsep materi yang diajarkan agar dapat menguasainya dengan baik. <em>Nah</em>, dengan membuat belajar menyenangkan, siswa akan dapat lebih mudah memahami apa yang diajarkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/5-alasan-yang-membuat-belajar-sambil-bermain-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendaftaran SBMPTN 2013: Tersedia 90 Ribu Kursi yang Siap Diperebutkan</title>
		<link>http://mjeducation.co/pendaftaran-sbmptn-2013-tersedia-90-ribu-kursi-yang-siap-diperebutkan/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/pendaftaran-sbmptn-2013-tersedia-90-ribu-kursi-yang-siap-diperebutkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 04:00:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur An-Nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Laporan Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian pendidikan dan kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[pendaftaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaftaran SNMPTN online]]></category>
		<category><![CDATA[SBMPTN 2013]]></category>
		<category><![CDATA[seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri]]></category>
		<category><![CDATA[universitas negeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11557</guid>
		<description><![CDATA[Panitia pusat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) resmi mengumumkan dibukanya pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN yang akan dimulai Senin (13/5) depan. Pendaftaran online akan dilaksanakan serentak pada 13 Mei 2013 dan akan ditutup pada 7 Juni 2013 jam 22.00  WIB melalui website http://ujian.sbmptn.or.id. Ada 62 perguruan tinggi negeri yang bisa diperebutkan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Panitia pusat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) resmi <a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11559" rel="attachment wp-att-11559"><img class="alignright size-medium wp-image-11559" title="1193228_35828531" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/1193228_35828531-300x185.jpg" alt="" width="300" height="185" /></a>mengumumkan dibukanya pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN yang akan dimulai Senin (13/5) depan. Pendaftaran <em>online</em> akan dilaksanakan serentak pada 13 Mei 2013 dan akan ditutup pada 7 Juni 2013 jam 22.00  WIB melalui <em>website</em> <a href="http://ujian.sbmptn.or.id">http://ujian.sbmptn.or.id</a>. Ada 62 perguruan tinggi negeri yang bisa diperebutkan oleh para siswa yang mengikuti seleksi SBMPTN. Ujian ini akan dilaksanakan secara serentak dengan sistem terpadu, yaitu hanya satu panitia pusat dan beberapa panitia lokal.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tahun ini penerimaan mahasiswa baru di PTN dibuka melalui tiga jalur, di antaranya SNMPTN yang seleksinya tanpa tes tertulis karena menggunakan nilai rapor dan hasil UN, kemudian SBMPTN dan jalur Mandiri dengan tes tertulis. Selain ujian tertulis, program seni dan keolahragaan juga mengadakan uji keterampilan. Untuk ujian tertulis dilaksanakan pada 18 sampai 19 Juli 2013, sedangkan untuk uji keterampilan pada 20 dan 21 Juli. Adapun hasilnya akan diumumkan padal 12 Juli secara <em>online</em> pukul 17:00 WIB dan melalui media cetak pada 13 Juli 2013.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Setelah melakukan pendaftaran, peserta akan menerima bukti pembayaran yang berisi Kode Akses Pendaftaran (KAP) dan PIN yang selanjutnya digunakan untuk mendaftar online. Pembayaran SBMPTN 2013 menggunakan menu Pembayaran Pendidikan, jadi siswa tidak perlu mencantumkan nomor rekening karena sudah otomatis muncul pilihan pembayaran di<em> channel</em> Bank Mandiri. Pembayaran bisa dilakukan melalui Kantor Cabang Bank Mandiri, ATM Mandiri, SMS dan Internet Mandiri <em>banking</em>, atau melalui kantor pos dan ATM Bank lain berlogo ATM Bersama jika tinggal di daerah yang tidak ada Bank Mandiri.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Adapun biaya pendaftaran yang diambil untuk kelompok Saintek dan Soshum sebesar Rp. 175.000,00, sedangkan untuk kelompok campuran Rp. 200.000,00. Sementara biaya seleksi untuk ujian keterampilan sebesar Rp. 150.000,00 per jenisnya. Calon mahasiswa bisa memilih maksimal tiga program studi di masing-masing universitas.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selain itu, khusus untuk siswa dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas namun memiliki potensi akademik memadai dapat mengikuti seleksi. Bantuan biaya pendidikan disediakan oleh pemerintah melalui program beasiswa Bidikmisi. Siswa tetap dapat mengikuti seleksi di semua jalur penerimaan yang diselenggarakan tanpa dibebani pendaftaran dan peserta akan langsung diberi Kartu Peserta Bidikmisi yang berisi KAP dan PIN untuk mendaftar SBMPTN 2013.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Seleksi bersama ini diikuti 62 PTN yang berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ditambah sekitar 7 PTN yang dikelola oleh Kementerian Agama seperti Universitas Islam Negeri (UIN) dan IAIN. Kuota yang tersedia untuk jalur tes sekitar 90 ribu kursi atau sekitar 30 persen di masing-masing PTN. Meskipun ada beberapa PTN yang menjadikan SBMPTN sebagai seleksi terakhir penerimaan mahasiswa baru.</span></p>
<p>Untuk tahun ini, persaingan SBMPTN dinilai semakin ketat karena daya tampung yang disediakan hanya 30%. SBMPTN ini dapat diikuti oleh peserta lulusan SMA tahun 2011, 2012 dan 2013. Selain itu, siswa yang gagal dalam seleksi melalui jalur SNMPTN juga dapat mengikuti ujian SBMPTN. Jadi, siapkah kalian untuk bersaing dalam memperebutkan salah satu kursi di universitas yang diinginkan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/pendaftaran-sbmptn-2013-tersedia-90-ribu-kursi-yang-siap-diperebutkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar, Sebuah Kisah Tak Berujung</title>
		<link>http://mjeducation.co/belajar-sebuah-kisah-tak-berujung/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/belajar-sebuah-kisah-tak-berujung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 04:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anita Triska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[kisah tak berujung]]></category>
		<category><![CDATA[penyesuaian diri]]></category>
		<category><![CDATA[proses belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11393</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali kegiatan belajar diidentikkan dengan proses menimba ilmu di bangku pendidikan formal di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),  Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Perguruan Tinggi (PT). Bisa juga dilaksanakan pada lembaga non formal seperti kursus-kursus, misalnya kursus keterampilan menjahit, komputer, Bahasa Inggris, ataupun kursus lainnya. Pertanyaan sederhana namun cukup mengusik, apakah belajar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Sering kali kegiatan belajar diidentikkan dengan proses menimba ilmu di bangku <a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11394" rel="attachment wp-att-11394"><img class="alignright size-medium wp-image-11394" title="139391_2846" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/139391_2846-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>pendidikan formal di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP),  Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Perguruan Tinggi (PT). Bisa juga dilaksanakan pada lembaga non formal seperti kursus-kursus, misalnya kursus keterampilan menjahit, komputer, Bahasa Inggris, ataupun kursus lainnya. Pertanyaan sederhana namun cukup mengusik, apakah belajar hanya sebatas itu? Apakah setelah mengantongi ijazah di perguruan tinggi bahkan untuk strata tertinggi (S3) proses belajar menemukan titik ujungnya? Sampai kapan kita perlu belajar? Jika ruang lingkupnya adalah pendidikan formal, maka mungkin jawabannya ya. Tetapi belajar ternyata tidak sebatas pendidikan formal.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kata belajar mempunyai kata dasar ajar. Ajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) diartikan sebagai sebuah petunjuk yang diberikan kepada orang untuk diketahui (diturut). Sedangkan belajar adalah proses untuk mendapatkan pengetahuan atau ilmu. Namun para ahli menambahkan beberapa makna dari arti belajar, yakni sebuah proses mental dan psikis yang dilakukan oleh seseorang yang menghasilkan perubahan sikap antara sebelum dengan sesudah belajar.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dari definisi tersebut jelas bahwa belajar mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, tidak sebatas pada pendidikan formal saja. Belajar mencakup semua bidang. Seorang programmer perlu terus belajar tentang bahasa-bahasa pemrograman karena perubahan yang cukup cepat. Seorang operator mesin fotokopi dituntut untuk belajar mengoperasikan mesin fotokopi digital yang merupakan produk teknologi. Seorang montir dituntut untuk terus belajar sehingga bisa memperbaiki atau merawat mobil-mobil dengan transmisi otomatis yang berkembang pesat saat ini. Contoh-contoh tersebut hanya beberapa contoh sederhana pada profesi tertentu.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ternyata belajar juga telah dilakukan sejak lahir. Seorang bayi terlahir ke dunia pun belajar. Pelajaran pertama adalah belajar mengenal dan menyusu kepada ibunya. Berikutnya akan belajar untuk mengomunikasikan apa yang diinginkan dengan merengek dan menangis. Kemudian belajar melakukan gerakan-gerakan seperti duduk, merangkak, berdiri sampai akhirnya mampu berlari. Semua tidak terlepas dari proses belajar tiada henti. Ketika tumbuh menjadi anak-anak, remaja, dan dewasa proses belajar terus kita lakukan tanpa henti menurut tingkatan umur masing-masing. Seorang bayi belajar untuk tumbuh. Seorang anak belajar untuk menjadi remaja. Seorang remaja belajar mendewasakan dirinya. Manusia dewasa harus belajar untuk bersaing dan bertahan pada posisinya masing-masing. Seorang manula pun belajar untuk menyesuaikan dirinya dari yang terbiasa sibuk menjadi terbiasa hanya di rumah. Seorang laki-laki dan perempuan menikah belajar untuk melakukan perannya menjadi seorang suami dan istri. Pada masanya nanti, mereka juga harus belajar menjadi orang tua untuk buah hati tercinta. Hal ini mengindikasikan bahwa belajar dilakukan setiap orang tanpa terkecuali dan tanpa henti, tua dan muda, laki-laki dan perempuan. Bukan hanya belajar pada pendidikan formal saja, tetapi hal-hal non formal yang tidak dipelajari di bangku sekolah.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selain sisi mental, belajar juga menyentuh sisi psikis. Psikis manusia juga mengalami proses belajar. Mungkin belajar pada sisi ini tidak semudah seperti pada pendidikan formal. Psikis manusia adalah sesuatu yang abstrak dan tidak kasat mata, namun nyata. Misalnya kesalahan yang diperbuat seseorang. Setiap manusia pernah melakukan kesalahan, sehingga seharusnya bisa belajar dari kesalahan tersebut. Bagaimana membangun kembali kepercayaan diri, bagaimana agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi, dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana menumbuhkan keinginan untuk mencoba lagi? Semua hal tersebut tidak lepas dari proses belajar yang dilakukan setiap manusia, hanya saja proses tersebut tidak berwujud namun  akan terasa pada perubahan perilaku. Itulah esensi belajar, mengubah sikap dan perilaku antara sebelum dan sesudah belajar.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Belajar juga membuat hidup lebih mudah. Seorang bayi belajar berjalan mempermudah dirinya untuk bisa melangkah ke setiap sudut ruangan yang diinginkannya. Seorang istri belajar mengemudikan mobil akan mempermudah dirinya untuk bepergian tanpa lagi bergantung pada suaminya.</span></p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Mengapa manusia perlu belajar?</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Bumi tidak berhenti berputar. Di setiap putarannya, insan-insan di muka bumi terus berkarya dan  berinovasi. Menciptakan sesuatu untuk pemenuhan kebutuhan umat manusia atau untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat zaman semakin maju dan berkembang. Ini akan berlangsung sampai akhir zaman. Tetapi roda zaman siap melindas siapa saja yang tidak mau dan tidak bisa mengikuti putarannya. Untuk itu kita perlu belajar. Sepuluh tahun yang lalu komputer adalah barang mewah. Namun sekarang komputer merupakan salah satu alat perkantoran yang sudah lumrah. Maka tidak bisa tidak, pengoperasian komputer merupakan syarat standar seorang karyawan jika tidak mau tergeser dari posisinya. Lima tahun yang lalu media elektronik seperti<em> email</em> tidak terpikir bisa menggantikan cara konvensional dalam berkirim surat. Namun sekarang <em>email</em> sudah menjadi kebutuhan dalam berkomunikasi melihat nilai efektivitas dan efisiensinya. Kembali mau tidak mau kita harus memaksakan diri untuk mampu berkomunikasi melalui media ini secara <em>online</em>. Zaman menuntut kita untuk terus belajar, belajar, dan belajar.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sehingga jika dikaitkan dengan pertanyaan sampai kapan kita harus belajar, maka mungkin jawabannya adalah sampai kehidupan di muka bumi ini berakhir. Tetapi tidak seorang pun diantara manusia mengetahui kapan itu terjadi. Jawaban kembali mengarah kepada suatu titik yang tidak diketahui ujungnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sejatinya, tanpa disadari belajar adalah sebuah proses yang dikerjakan setiap hari oleh setiap insan di muka bumi ini. Tidak kenal usia atau jenis kelamin. Tidak hanya belajar ilmu pengetahuan pada pendidikan formal, tetapi juga belajar hal-hal lain bersifat non formal yang menyentuh sisi-sisi abstrak manusia. Belajar mulai terlahir di dunia sampai akhir hayat. Agaknya benar ungkapan hidup untuk belajar dan belajar untuk hidup. Belajar seperti sebuah kisah tak berujung dalam setiap episode kehidupan manusia.</span></p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/belajar-sebuah-kisah-tak-berujung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Say No To Drugs, Say Yes To Healthy</title>
		<link>http://mjeducation.co/say-no-to-drugs-say-yes-to-healthy/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/say-no-to-drugs-say-yes-to-healthy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 May 2013 04:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novita Kusumaningrum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Narkotika Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[penyalahgunaan narkoba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11533</guid>
		<description><![CDATA[Belum lama ini Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggelandang pesohor Indonesia yang disinyalir tengah melakukan pesta. Bukan pesta biasa tentunya, karena BNN turut hadir ke tempat itu. Kediaman seorang artis yang tengah naik daun, Raffi Ahmad, di Lebak Bulus Jakarta Selatan digerebek BNN pada Minggu (26/1/13) pukul 05.30 pagi. Sebuah portal berita mengabarkan bahwa dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11534" rel="attachment wp-att-11534"><img class="alignleft size-full wp-image-11534" title="drugs" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/drugs.jpg" alt="" width="300" height="218" /></a>Belum lama ini Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggelandang pesohor Indonesia yang disinyalir tengah melakukan pesta. Bukan pesta biasa tentunya, karena BNN turut hadir ke tempat itu. Kediaman seorang artis yang tengah naik daun, Raffi Ahmad, di Lebak Bulus Jakarta Selatan digerebek BNN pada Minggu (26/1/13) pukul 05.30 pagi. Sebuah portal berita mengabarkan bahwa dalam penggerebekan itu terdapat 16 artis yang turut diciduk aparat. Dikabarkan pula BNN menemukan narkoba jenis baru yang belum diatur dalam undang-undang dalam penggerebekan yang dilakukan di rumah aktor dan pemandu acara televisi tersebut.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Peristiwa ini menambah deret panjang kasus artis yang terjerat narkoba. Dilansir dari </span><a style="font-size: 13px; line-height: 19px;" href="http://detik.com/">detik.com</a><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"> tercatat 10 artis Indonesia yang tersangkut kasus narkoba pada beberapa tahun terakhir ini. Artis-artis tersebut antara lain Yoyo Padi yang tertangkap memiliki 0,5 gram sabu di sebuah apartemen pada 27 Februari 2011. Sammy &#8216;Kerispatih’, mantan vokalis band Kerispatih ini tertangkap di sebuah kamar kos di Setiabudi Jakarta pada 2 Februari 2010. Polisi menyita sabu seberat 0,33 gram dan sebuah alat hisap dari tangan Sammy. Selain Yoyo Padi dan Sammy Kerispatih dalam situs tersebut tercatat artis sinetron Revaldo, Gary Iskak, Roy Marten, Fariz RM, pelawak Gogon dan Doyok, Andika &#8216;Kangen Band’, serta Jennifer Dunn. Demikian banyak artis yang terjerat, namun lebih banyak pula anak dan remaja Indonesia yang juga bernasib sama dengan mereka namun tak terekspos media.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Mungkin kita perlu tahu apa dampak penyalahgunaan narkoba. Laman <em>Drugs Education and Drugs Information</em> (DEDI) Humas BNN menuliskan, narkoba berdampak secara fisik dan mental. Bagi pengguna yang ingin menghentikan <em>bad habbit</em>-nya tersebut dihantui Gejala Putus Obat (GPO). Gejala ini akan terasa bagi <em>Drug User</em> (pengguna narkoba) yang menghentikan penggunaan obat-obatan tersebut. Tubuh akan bereaksi secara berlebihan. Kondisi ini lebih dikenal dengan istilah ‘sakaw’. Gejalanya mungkin berbeda-beda, jika saat penggunaan narkoba individu tersebut mengalami konstipasi, maka saat GPO mereka mengalami diare. Kondisi ini menjadi momok yang menyeramkan bagi pengguna, sehingga memupuskan keinginan mereka untuk berhenti mengonsumsi narkoba.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selain ketergantungan sel-sel tubuh, organ-organ vital dalam tubuh seperti liver, jantung, paru-paru, ginjal, dan otak juga mengalami kerusakan akibat penggunaan narkoba jangka panjang. Banyak sekali pecandu narkoba yang berakhir hidupnya dengan katup jantung yang bocor, paru-paru yang bolong, gagal ginjal, serta liver yang rusak. Belum lagi kerusakan fisik yang muncul akibat infeksi virus (Hepatitis C dan HIV/AIDS) yang sangat umum terjadi di kalangan pengguna jarum suntik.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Paparan di atas barulah ancaman secara fisik, lalu bagaimana ancaman untuk mental pengguna narkoba? Ketergantungan mental ini lebih susah untuk dipulihkan daripada ketergantungan fisik. Ketergantungan yang dialami secara fisik akan lewat setelah GPO diatasi, tetapi setelah itu akan muncul ketergantungan mental, dalam bentuk yang dikenal dengan istilah ‘sugesti’. Sugesti adalah ketergantungan mental, berupa munculnya keinginan untuk kembali menggunakan narkoba. Gejala ini tidak akan hilang saat tubuh sudah kembali berfungsi secara normal. Sugesti dapat berupa suara-suara yang menggema di dalam kepala seorang pecandu yang menyuruhnya untuk menggunakan narkoba. Kondisi ini sering kali menyebabkan terjadinya &#8216;perang&#8217; dalam diri seorang pecandu, karena di satu sisi ada bagian dirinya yang sangat ingin menggunakan narkoba, sementara ada bagian lain yang mencegahnya. Peperangan ini sangat melelahkan. Bayangkan saja bila Anda harus berperang melawan diri sendiri, Anda sama sekali tidak bisa sembunyi dari suara-suara itu karena tidak ada tempat untuk bersembunyi dari diri sendiri. Tak jarang bagian dirinya yang ingin menggunakan narkobalah yang menang dalam peperangan ini.</span></p>
<p><em>Wouw</em>, mengerikan sekali dampak penyalahgunaan narkoba bagi fisik dan mental. Oleh karenanya jangan pernah mendekati atau bahkan berpikir untuk mencobanya. <em>Be healthy and say yes to healthy</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/say-no-to-drugs-say-yes-to-healthy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Fenomena Alam Gerhana Matahari Parsial di Pertengahan Tahun 2013</title>
		<link>http://mjeducation.co/menikmati-fenomena-alam-gerhana-matahari-parsial-di-pertengahan-tahun-2013/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/menikmati-fenomena-alam-gerhana-matahari-parsial-di-pertengahan-tahun-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 12:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Savila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[badan meteorologi klimatologi dan geofisika]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena alam]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari parsial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11549</guid>
		<description><![CDATA[Pertengahan Mei 2013 ini, kita akan disuguhi dengan pemandangan menakjubkan dari alam. Pemandangan ini tersaji dalam sebuah peristiwa langka yang hanya terjadi beberapa kali dalam setahun, serta hanya dapat melintasi tempat yang sama dalam jangka waktu beberapa ratus tahun sekali. Pada tanggal 9 dan 10 Mei  2013 ini, posisi matahari, bulan, dan bumi akan berada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Pertengahan Mei 2013 ini, kita akan disuguhi dengan pemandangan menakjubkan dari alam. Pemandangan ini tersaji dalam sebuah peristiwa langka yang hanya terjadi beberapa kali dalam setahun, serta hanya dapat melintasi tempat yang sama dalam jangka waktu beberapa ratus tahun sekali. Pada tanggal 9 dan 10 Mei  2013 ini, posisi matahari, bulan, dan bumi akan berada dalam sudut mati segaris dan menyebabkan fenomena gerhana matahari.</p>
<p dir="ltr">Gerhana matahari diprediksi akan terlihat dalam dua hari berturut-turut. Gerhana akan melintasi daerah Australia Selatan serta sebagian besar kawasan Samudera Pasifik. Pada daerah yang menjadi garis lintas tersebut, akan terlihat gerhana matahari cincin. Sedangkan untuk kawasan sekitarnya yaitu Australia bagian utara, tengah dan sebagian besar wilayah Indonesia akan terlihat gerhana matahari parsial alias gerhana matahari sebagian.</p>
<h4 dir="ltr"><span style="color: #ff6600;"><strong>Gambaran umum tentang gerhana matahari</strong></span></h4>
<p dir="ltr">Gerhana matahari merupakan sebuah fenomena saat matahari, bulan, dan bumi berada pada satu garis lurus. Perbedaan jarak bulan ke bumi serta lokasi pengamatan menjadikan fenomena gerhana terbagi dalam tiga macam, yakni gerhana matahari total, cincin, dan parsial.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Gerhana matahari total akan terjadi saat bayangan bulan terlihat lebih besar daripada bayangan matahari, sehingga bayangan bulan tersebut akan menutupi sinar matahari sepenuhnya. Gerhana ini hanya dapat terjadi apabila jarak bulan cukup dekat dengan bumi sehingga mampu menutupi seluruh bayangan matahari. Dalam hal ini, posisi revolusi bulan berperan penting untuk menciptakan jarak yang tepat sehingga dapat mengimbangi bayangan matahari.</span></p>
<p dir="ltr">Gerhana matahari cincin terjadi apabila bayangan bulan sedikit lebih kecil daripada bayangan matahari, sehingga menciptakan efek ‘cincin’ yang terlihat pada bagian pinggiran gerhana tersebut. Baik gerhana matahari cincin maupun total, keduanya hanya dapat dilihat saat lokasi pengamat berada pada jalur lintasan gerhana; yaitu pada jalur perpotongan antara revolusi bulan dan rotasi bumi. Itulah sebabnya mengapa gerhana hanya dapat melintasi daerah yang sama dalam kurun waktu beberapa ratus tahun sekali.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sedangkan gerhana matahari parsial (sebagian) terjadi saat bayangan bulan hanya menutupi sebagian kecil bayangan matahari. Hal ini terjadi sebab lintasan revolusi bulan serta revolusi bumi pada matahari tidak berada tepat pada satu garis lurus. Selain itu, gerhana matahari parsial juga diakibatkan oleh lokasi pengamat bukan pada lintasan gerhana, melainkan hanya mendekati lintasan tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Adakalanya tertutupnya bayangan matahari oleh bulan akan menimbulkan efek <em>‘sabit matahari’</em>, alias matahari yang terlihat berbentuk seperti ‘bulan sabit’ sebab tertutup oleh sebagian bayangan bulan.</span></p>
<h4><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px; color: #ff6600;">Gerhana matahari yang terjadi di Indonesia</span></strong></h4>
<p dir="ltr">Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG), 1 Mei 2013 silam, gerhana matahari pada 9-10 Mei akan terlihat pada wilayah Samudera Pasifik, Australia, Singapura, sebagian besar wilayah Indonesia (kecuali Sumatera bagian Utara) serta daerah Filipina Selatan. Gerhana Matahari Cincin (GMC) hanya akan terlihat di wilayah Australia Selatan dan Pasifik, sedangkan di wilayah Indonesia akan terlihat gerhana matahari sebagian.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Semi diameter (bayangan) sudut matahari saat gerhana matahari cincin ini akan mencapai maksimum 0º 15′ 50″.4, sedangkan bulan hanya 0º 14′ 53″.8 atau 94% lebih kecil daripada semi diameter sudut matahari; sehingga daerah yang dilintasi oleh gerhana bisa melihat fenomena gerhana matahari cincin.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Gerhana akan terjadi selama kurang lebih tujuh menit. Puncak terjadinya gerhana matahari akan terlihat berbeda-beda, mengacu pada lokasi pengamat saat itu. Lokasi yang paling mendekati  fenomena GMC sehingga dapat melihat efek ‘sabit matahari’ adalah wilayah bagian Merauke dan sekitarnya. Untuk lebih jelasnya, berikut acuan lokasi beserta perkiraan waktu klimaks gerhana tersebut:</span></p>
<div id="attachment_11550" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11550" rel="attachment wp-att-11550"><img class="size-medium wp-image-11550" title="1367951946613264005" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/1367951946613264005-300x322.jpg" alt="" width="300" height="322" /></a><p class="wp-caption-text">http://unik.kompasiana.com</p></div>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bagi umat muslim yang berniat melaksanakan salat gerhana, berikut tabel acuan mengenai berapa lama gerhana tersebut akan melintasi suatu daerah:</span></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11551" rel="attachment wp-att-11551"><img class="aligncenter  wp-image-11551" title="untitled2" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/untitled2.bmp" alt="" width="410" height="326" /></a></p>
<p dir="ltr">Karena gerhana akan terjadi saat matahari baru terbit dan tidak menyilaukan mata, maka fenomena ini masih tergolong aman dipandang oleh mata telanjang. Momen ini juga merupakan saat yang pas bagi para fotografer untuk mengabadikannya lewat lensa kamera.</p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Fenomena gerhana matahari selanjutnya</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Bagi Anda yang berminat untuk melihat fenomena gerhana matahari berikutnya, ada baiknya mencatat prediksi waktunya. Khusus untuk tahun 2016 mendatang, diperkirakan gerhana akan kembali melintasi bagian tengah wilayah Indonesia, khususnya daerah Ternate, Palu, Balikpapan, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Palembang. Gerhana ini digolongkan ke dalam gerhana matahari total.</p>
<p>Gerhana matahari diperkirakan akan terjadi sebanyak tiga kali pada tahun 2013. Kali kedua akan terjadi pada 24 Mei 2013 dan hanya akan terlihat di daerah Asia Tengah, Australia Barat, Eropa Timur, serta beberapa wilayah Afrika. Sedangkan gerhana matahari ketiga akan terjadi pada 3 November 2013 nanti.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/menikmati-fenomena-alam-gerhana-matahari-parsial-di-pertengahan-tahun-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolah, Pendidikan Atau Pengajaran?</title>
		<link>http://mjeducation.co/sekolah-pendidikan-atau-pengajaran/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/sekolah-pendidikan-atau-pengajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 04:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugroho Angkasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[hak asasi]]></category>
		<category><![CDATA[ki hajar dewantara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengajaran]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11382</guid>
		<description><![CDATA[Semula istilah “kelirumologi” dipopulerkan oleh Jaya Suprana. Menurut budayawan yang identik dengan kepala plontos dan gaya bicara ceplas-ceplos tersebut, “kelirumologi” bukanlah sebuah cabang ilmu pasti, “kelirumologi” sekadar paham untuk menemukan kekeliruan guna mencari kebenaran. Ketika diwawancarai secara eksklusif oleh Andy F. Noya, Jaya Suprana mengakui secara blak-blakan bahwa definisi “kelirumologi” sendiri telah mengalami otokritik berkali-kali. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11385" rel="attachment wp-att-11385"><img class="alignleft size-medium wp-image-11385" title="1089781_79250217" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/1089781_79250217-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Semula istilah “kelirumologi” dipopulerkan oleh Jaya Suprana. Menurut budayawan yang identik dengan kepala plontos dan gaya bicara ceplas-ceplos tersebut, “kelirumologi” bukanlah sebuah cabang ilmu pasti, “kelirumologi” sekadar paham untuk menemukan kekeliruan guna mencari kebenaran.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ketika diwawancarai secara eksklusif oleh Andy F. Noya, Jaya Suprana mengakui secara <em>blak-blakan</em> bahwa definisi “kelirumologi” sendiri telah mengalami otokritik berkali-kali.  “Kelirumologi” identik dengan niatan penemuan kekeliruan sekaligus kebenaran namun belakangan ini pencetus  Museum Rekor Indonesia (MURI) tersebut menyadari kalau proses menemukan kebenaran tak semudah membalikkan telapak tangan. Jadi konsekuensi yang paling realistis ialah sedapat mungkin berupaya mendekati kebenaran. Dalam konteks makro, metode ini pun sebuah cara efektif untuk menciptakan peradaban yang lebih baik.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Terkait “kelirumologi” sektor pendidikan, ada satu poin yang menarik sekali. Menurut Jaya Suprana, istilah “Departemen Pendidikan” itu sudah salah kaprah. Mengapa? Sebab saat Ki Hadjar Dewantara (1889-1959) masih hidup, beliau senantiasa menyebutnya “Departemen Pengajaran” saja.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Artinya, istilah “pendidikan” memang relatif terlalu luas. Alhasil, mustahil jika seluruh tanggung jawab tersebut dibebankan kepada para pengampu sekolah formal. Pada hakikatnya, pendidikan merupakan tanggung jawab keluarga, pemuka agama, dan komunitas sosial (termasuk media massa). Jadi kalau kita hendak mengacu pada tanggung jawab sekolah formal, istilah yang lebih tepat ialah “pengajaran”.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sedikit kilas balik <em>(flashback)</em>, lantas apakah tujuan sesungguhnya dari pendidikan? Menurut Anand Krishna Ph.D ialah menjadikan apa yang terpikir, itu pula yang terasa. Jadi ucapan dan tindakan sama alias satunya kata dan tindakan. Istilah “individual” dalam bahasa Inggris pun berasal dari kata<em> indivisible</em> &#8211; tidak dapat dibagi-bagi.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bisa jadi inilah biang keladi karut-marut dunia pendidikan nasional, yakni karena pemerintah (terlalu) berharap pada sekolah formal guna menjawab tujuan mulia di atas. Padahal kembali menyitir tesis awal Jaya Suprana, sejatinya proses pendidikan berlangsung sejak anak bangun tidur di pagi hari sampai ia menutup mata kembali pada malam hari. Jadi proses ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Senada dengan pendapat John Dewey (1859-1952), ”Pendidikan bukan persiapan untuk hidup tapi kehidupan itu sendiri.”</span></p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hak asasi</span></strong></span></h4>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pengajaran sejatinya bukan komoditi melainkan hak asasi. Dalam konteks ini, pemerintah wajib menjamin ketersediaan akses vital tersebut bagi setiap anak bangsa. Tapi faktanya, masih banyak anak berkeliaran di jalanan karena ketiadaan biaya sekolah. Saat ini tercatat 1 juta anak usia sekolah yang meninggalkan bangku sekolah karena kendala biaya. Data Menakertrans menyebut 85 persen anak putus sekolah tersebut menjadi pekerja anak.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Entah itu mereka bekerja di sektor informal sebagai nelayan, pembantu rumah tangga, kuli perkebunan, anak jalanan bahkan sampai pada sektor pariwisata dan bisnis hiburan. Ironisnya lagi, sebagian besar pekerjaan itu merupakan aktivitas terburuk bagi psikis dan &#8211; meminjam istilah Romo Mangun &#8211; pemekaran tumbuh kembang jiwa anak.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kendati demikian, Anies Baswedan mengajak setiap warga negara untuk berhenti mengecam kegelapan dan mulailah menyalakan lilin. Tak sekadar beretorika, Rektor Universitas Paramadina Jakarta tersebut menggagas Gerakan Indonesia Mengajar</span><a style="font-size: 13px; line-height: 19px;" href="https://indonesiamengajar.org/"> https://indonesiamengajar.org/</a><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">. Hingga tahun 2013 ini Indonesia Mengajar sudah memasuki proses pendaftaran angkatan VI.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Aksi nyata lainnya digagas oleh Yayasan Sekolah Kehidupan <em>(The School Of Life)</em>. TSOL didirikan oleh Priskilla Smith Jully pada 12 Desember 2005 silam. Uniknya, beliau ini seorang tuna netra sejak lahir yang pernah mengalami trauma sakitnya penolakan oleh keluarga dan masyarakat. Untungnya, ia bertemu dengan Sang Cahaya Hati yang mau menerima dirinya apa-adanya. Lantas, Priska membuka TSOL yang menerima semua orang, tanpa membedakan SARA dan latar belakang sosial-ekonomi.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dari kedua contoh di atas, terbukti bahwa pengajaran sungguh dapat menjadi hak asasi jika (dan hanya jika) setiap kaum terpelajar mau mengambil tanggung jawab dan berkontribusi nyata dalam proses pencerdasan kehidupan bangsa seturut janji Proklamasi Kemerdekaan dan Pembukaan UUD 1945 alinea 1, “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…”</span></p>
<h4><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px; color: #ff6600;">Budaya melungsur</span></strong></h4>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Menurut catatan statistik Adi Guritno, selama satu dasawarsa terakhir, Indonesia sudah berganti kurikulum sebanyak empat kali. Tak pelak jika ada sentilan miring bahwa setiap ganti menteri, ganti kurikulum juga. Dalam konteks ini, penulis bersepakat dengan analogi dari Nien Yudanto. Bukankah kalau sayuran kurang asin, kita hanya perlu membubuhkan tambahan garam, kenapa harus sayurnya yang dibuang?<span style="color: #ff6600;">*</span></span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Salah satu imbas perubahan kurikulum ialah pergantian buku pelajaran. Artinya, para orang tua &#8211; terutama yang berasal dari keluarga miskin &#8211; harus berpikir keras dan membanting tulang agar bisa membeli setumpuk buku baru untuk anaknya. Padahal jika masih menggunakan kurikulum terdahulu, siswa dapat melungsur (memakai ulang) buku pelajaran dari kakak-kakak kelasnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hal-hal sepele tapi signifikan (penting) semacam ini acap kali diabaikan oleh para penentu kebijakan publik. Sebagai perbandingan, pejabat di India sana tetap konsisten melestarikan budaya saling melungsurkan buku kakak kelas bagi adik-adiknya. Bukankah ini juga merupakan turunan nyata terkait semangat solidaritas dan gotong-royong?</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Terakhir tapi penting, kenapa “ritual” pergantian kurikulum selalu datang jelang perhelatan akbar pemilu? Bisa jadi dengan menggelontorkan dana APBN untuk mengganti kurikulum kian terbuka kesempatan untuk dikorupsi. Data ICW <em>(Indonesian Corruption Watch)</em> pun mencatat bahwa 40% dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) menguap di tengah jalan sebelum sampai ke sekolah. Sungguh sebuah ironi jika amanah almarhum bapak bangsa <em>(founding fathers)</em> untuk mencerdaskan kehidupan bangsa justru dijadikan proyek demi mencari tambahan dana kampanye, bukan? Dalam konteks tersebut, petuah Ki Hadjar Dewantara ini masih tetap relevan, “Pengajaran bertujuan untuk menjadikan siswa berkepribadian merdeka, sehat fisik, sehat mental, cerdas, menjadi anggota masyarakat yang berguna, dan bertanggung jawab atas kebahagiaan dirinya dan kesejahteraan orang lain.”</span></p>
<p><strong><strong><br />
</strong></strong></p>
<p dir="ltr"><em><span style="color: #ff6600;">*(Mjeducation.co, edisi cetak Februari 2013)</span></em></p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/sekolah-pendidikan-atau-pengajaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harajuku, Ikon Fashion Jepang</title>
		<link>http://mjeducation.co/harajuku-ikon-fashion-jepang/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/harajuku-ikon-fashion-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 May 2013 12:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petty Fathia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[fashion]]></category>
		<category><![CDATA[harajuku]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[style]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11311</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak mengenal Jepang? Negara bunga sakura ini terkenal dengan berbagai macam keunikan yang dimiliki. Salah satunya adalah jenis fashion unik ala Jepang yang berpusat di Harajuku. &#160; Harajuku merupakan surganya baju-baju hip ala Jepang. Daerah ini sangat terkenal di seluruh dunia. Di Harajuku memang ada banyak sekali toko pakaian dan pernak-pernik di sepanjang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Siapa yang tidak mengenal Jepang? Negara bunga sakura ini terkenal dengan berbagai macam keunikan yang dimiliki. Salah satunya adalah jenis fashion unik ala Jepang yang berpusat di Harajuku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_11313" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11313" rel="attachment wp-att-11313"><img class="size-medium wp-image-11313" title="1.-harajuku-style" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/04/1.-harajuku-style-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Sumber: www.langitberita.com</p></div>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Harajuku merupakan surganya baju-baju <em>hip</em> ala Jepang. Daerah ini sangat terkenal di seluruh dunia. Di Harajuku memang ada banyak sekali toko pakaian dan pernak-pernik di sepanjang jalan, terutama di jalan kecil berbentuk gang. Ujung sampai akhir gang tersebut dipenuhi  beragam toko yang menjual pakaian dan pernak-pernik. Area Harajuku meliputi Stasiun JR Harajuku, Takeshita – dori, Omotesando, hingga Yoyogi Park. Di dekat stasiun Harajuku terdapat taman yang pada akhir pekan sangat ramai dipenuhi oleh para pedagang yang menjual pernak-pernik. Taman Harajuku tersebut juga sering menjadi tempat pergelaran musik<em> band-band</em>. Terkadang <em>band</em> yang tampil adalah<em> band</em> Jepang yang sudah terkenal. Selain itu, lokasi Harajuku merupakan area yang terkenal sebagai tempat berkumpulnya para remaja Tokyo yang berpakaian dengan <em>style</em> yang heboh. Saking terkenalnya, tak jarang kita menemukan produk-produk Jepang yang menggunakan nama Harajuku sebagai <em>brand</em>-nya.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selain digunakan sebagai nama berbagai produk Jepang, Harajuku juga digunakan sebagai nama<em> fashion</em>, gaya rambut dan gaya dandan. Tren Harajuku ini berawal mulai tahun 90-an. Pada waktu itu, sekelompok anak muda datang ke stasiun Jepang dan bernyanyi di jalan Omotesando, Tokyo. Gaya berpakaian mereka sangat menarik perhatian publik, mereka berdandan layaknya tokoh kartun Jepang (anime) atau komik Jepang (manga). Tren baju tabrak warna pun terinspirasi dari sini sehingga terciptalah Harajuku <em>style</em>. <em>Nah</em>, berikut ini adalah beberapa jenis gaya Harajuku lainnya yang terkenal:</span></p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Gyaru</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Kata gyaru diambil dari istilah Jepang <em>gaaru</em>, di mana dalam bahasa Inggris disebut <em>gal</em>, yaitu kata slang untuk perempuan. Gaya gyaru digunakan untuk para gadis muda Jepang yang cantik, selalu mengenakan pakaian dengan model yang trendy sesuai dengan majalah mode yang mereka baca, berbadan seksi, berambut panjang yang diwarnai coklat keemasan, memiliki kuku lentik terawat dan diberi <em>nail art</em>, dan berdandan sempurna. Artis Jepang yang sering berdandan ala gyaru adalah Tomomi Itano dari <em>idol group</em> AKB48.</p>
<h4><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px; color: #ff6600;">Himegyaru</span></strong></h4>
<p dir="ltr">Himegyaru adalah remaja putri Jepang yang berdandan seperti putri. Rambut panjang bergelombang dan kadang disasak tinggi dan dibubuhi pita atau mahkota layaknya seorang putri. Rambutnya pun diwarnai coklat keemasan seperti rambut boneka. Untuk gaya berpakaiannya, Himegyaru mengenakan baju terusan berwarna pastel yang megar dan berlapis-lapis, sarung tangan berenda berwarna putih, sepatu hak tinggi, dan tas kecil. Kadang Himegyaru juga menggunakan rok mini yang megar dan dipadukan dengan <em>stocking</em> berwarna putih atau kaus kaki selutut.</p>
<h4><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px; color: #ff6600;">Ganguro</span></strong></h4>
<p dir="ltr">Ganguro merupakan bagian dari Gyaru <em>style</em>, namun lebih nyentrik. Jika ingin berdandan seperti Ganguro, para remaja putri harus menghitamkan kulit mereka terlebih dulu, misalnya dengan cara melakukan <em>tanning</em> di salon. Setelah cukup hitam, mereka lalu mendandani wajahnya dengan <em>make up</em> yang serba putih dan <em>lipstick</em> berwarna senada. Gaya berpakaiannya menggunakan busana <em>casual</em> yang berwarna mencolok dengan aksesoris yang <em>glamour</em>.</p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lolita</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Gaya Lolita mirip seperti Victorian<em> Style</em>. Umumnya, gaya Lolita mirip dengan Himegyaru, namun gaya Lolita ini biasanya menambahkan aksesoris seperti payung berenda dan umumnya lebih terlihat seperti boneka dibandingkan putri. Gaya Lolita sudah mengalami perkembangan dengan munculnya ragam baru, yakni gaya Gothic Lolita. Secara umum sama dengan gaya Lolita, namun dengan warna yang serba hitam mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. <em>Style</em> Lolita timbul dari pemikiran bahwa untuk terlihat cantik itu tidak perlu menggunakan pakaian yang seksi. Sehingga, gaya Lolita lebih terlihat anggun dan menampilkan kesan <em>cute</em> dibanding gaya lainnya.</p>
<h4><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px; color: #ff6600;">Decora</span></strong></h4>
<p dir="ltr">Decora yang artinya <em>decoration</em> merupakan gaya <em>fashion</em> Jepang yang memiliki ciri pakaian dengan warna cerah, menggunakan banyak jepit rambut. Aksesoris lain yang disertakan dalam gaya Decora ini adalah boneka plastik atau boneka yang berbulu dan perhiasan yang menimbulkan bunyi ketika si pemakai bergerak.</p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kawaii</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Kawaii dalam bahasa Jepang berarti imut. Dalam hal <em>fashion</em>, gaya Kawaii bercirikan seseorang yang memakai gaya lucu seperti anak-anak atau gaya yang menonjolkan kelucuan si pemakai. Ciri pakaiannya adalah baju dengan banyak kerutan dan berwarna pastel atau warna terang, lengkap dengan aksesoris seperti mainan atau boneka berukuran besar dan tas yang menampilkan karakter anime.</p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Visual Kei</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Visual Kei dianggap banyak orang sebagai gerakan dari musisi<em> rock</em> Jepang (JRock) yang tampil dengan kostum rumit dan detail, gaya eksentrik atau aneh, tampilan rambut yang ditata sedemikian rupa, dan penggunaan <em>make up</em> yang mencolok yang terkadang berkesan androgini. Visual Kei sendiri sudah banyak terlihat di Jingu Bashi (jembatan yang menghubungkan Harajuku dengan Meiji Shrine). Salah satu <em>band</em> Jepang yang memiliki sosok Visual Kei paling populer di dunia adalah L’Arc~en~Ciel.</p>
<h4><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px; color: #ff6600;">Yankii</span></strong></h4>
<p dir="ltr">Mereka yang menyukai Yankii <em>style</em> adalah orang-orang yang mewarnai rambutnya menjadi pirang dan oranye. Gaya hidup kalangan Yankii cukup bebas, cuek dan terkadang tidak mengikuti aturan yang berlaku. <em>Style</em> semacam ini sering dianggap sebagai ‘hantu’ dalam kebudayaan modern Jepang. Yankii lebih dikenal sebagai <em>style</em> <em>punk</em> Jepang yang menjalani hidup bebas dan menerobos paradigma.</p>
<h4><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px; color: #ff6600;">Gyaruo <em>(Male Hosts)</em></span></strong></h4>
<p dir="ltr">Gyaruo <em>style</em> ditujukan untuk para perempuan sedangkan Gyaruo style dipilih oleh generasi muda pria di Jepang. Gyaruo bercirikan para pria muda Jepang yang memakai pakaian mahal, parfum mahal, dan tata rambut ala eksekutif muda. Gyaruo juga identik dengan pria muda yang menghabiskan waktu di klub bersama perempuan lebih tua.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Remaja Jepang memang tidak malu untuk mengekspresikan <em>style</em> yang mereka sukai. Tabrak warna dan tabrak bahan bukanlah masalah bagi mereka selama mereka menyukainya. Walaupun Harajuku dijadikan tempat berkumpulnya para remaja Tokyo yang berdandan dengan gaya yang total dan heboh, namun tidak setiap waktu kita dapat menemukan mereka di tempat yang menjadi ikon fashion Jepang ini, terutama saat musim dingin. Saat akhir pekan, biasanya jumlah remaja yang berkumpul di Harajuku akan bertambah banyak.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Jadi, apakah Anda tertarik untuk melancong ke Jepang dan mengunjungi area Harajuku? Atau malah ingin mencoba gaya-gaya unik Harajuku seperti di atas? Jika Anda termasuk orang yang menyukai segala sesuatu yang “tidak biasa” Anda patut untuk mencobanya!</span></p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/harajuku-ikon-fashion-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pakai Tampon, Kenapa Tidak?</title>
		<link>http://mjeducation.co/pakai-tampon-kenapa-tidak/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/pakai-tampon-kenapa-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 May 2013 04:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Savila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Features]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[darah haid]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan reproduksi]]></category>
		<category><![CDATA[menstruasi]]></category>
		<category><![CDATA[pembalut]]></category>
		<category><![CDATA[tampon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11401</guid>
		<description><![CDATA[Pernah mendengar istilah tampon? Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, penggunaan alat penampung darah haid yang satu ini memang kurang umum sebab proses pemakaiannya terbilang cukup rumit, yaitu dengan memasukkan badan tampon ke dalam lubang vagina. Namun bagi mereka yang telah terbiasa menggunakan tampon, rata-rata berpendapat bahwa tampon lebih efisien untuk menyerap darah saat haid serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Pernah mendengar istilah tampon? Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, penggunaan alat penampung darah haid yang satu ini memang kurang umum sebab proses pemakaiannya terbilang cukup rumit, yaitu dengan memasukkan badan tampon ke dalam lubang vagina. Namun bagi mereka yang telah terbiasa menggunakan tampon, rata-rata berpendapat bahwa tampon lebih efisien untuk menyerap darah saat haid serta memiliki beberapa keunggulan yang tak dimiliki oleh pembalut <em>(sanitary napkin)</em>.</p>
<h3><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Apa itu tampon?</span></strong></span></h3>
<p dir="ltr">Secara umum, alat penampung darah saat haid dibedakan menjadi tiga, yaitu pembalut (disebut juga dengan istilah <em>nap</em> atau <em>sanitary napkin</em>), tampon, dan <em>menstrual cup</em>. Ketiganya memiliki keunggulan serta kelemahan yang berbeda-beda. Pembalut atau <em>nap</em> paling umum digunakan di Indonesia sebab penggunaannya yang praktis yaitu dengan cara ditempelkan pada bagian celana dalam wanita.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sama halnya dengan pembalut, tampon merupakan alat yang digunakan untuk menampung darah saat menstruasi berlangsung. Tampon terbuat dari serat kapas yang dipadatkan dan dibentuk menyerupai silinder, berukuran rata-rata 5 cm. Cara menggunakannya adalah dengan memasukkan badan tampon ke dalam lubang vagina melewati <em>hymen</em> (selaput dara) dengan menggunakan jari yang telah dibersihkan atau aplikator khusus yang tertempel pada badan tampon tersebut (biasanya tertera pada kemasan tampon, apakah suatu produk menyertakan aplikator tampon atau tidak).</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tampon digunakan saat siang hari dan harus diganti minimal 4-6 jam (sekitar 3-4 kali sehari). Penggantian tampon dilakukan dengan cara menarik tali yang terikat pada badan tampon di luar vagina secara hati-hati. Saat sedang buang air kecil, Anda tidak perlu mengeluarkan dan mengganti tampon tersebut, sebab keluaran air seni dan darah menstruasi memiliki jalur yang berbeda. Namun disarankan untuk membasuh keluaran air seni secara hati-hati (tidak ke arah dalam) agar tak membasahi tampon yang berada di dalam vagina.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Di Indonesia, tampon biasanya dijual di apotik-apotik. Jenis tampon dapat dibedakan berdasarkan daya serapnya, seperti<em> light/junior absorbency</em> yang memiliki daya serap rendah (digunakan saat awal dan akhir masa menstruasi), <em>normal flow/regular absorbency</em> (untuk kadar <em>flow</em> rata-rata saat menstruasi), <em>super absorbency</em>, <em>super plus absorbency</em>, hingga <em>super plus extra/ultra absorbency</em> (untuk menahan kadar <em>flow</em> yang amat tinggi, biasanya dipakai saat pertengahan masa menstruasi).</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px; color: #ff6600;">Keunggulan dan kelemahan tampon</span></strong></h3>
<p dir="ltr">Penggunaan tampon memang memiliki keunggulan tertentu yang tak dimiliki oleh pembalut, namun sekaligus memiliki beberapa kelemahan. Berikut beberapa keunggulan yang dimiliki oleh tampon:</p>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bentuknya lebih kecil daripada pembalut, sehingga mudah dibawa bahkan dalam tas kecil sekalipun.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Memudahkan Anda untuk menggunakannya sambil beraktivitas, seperti berolahraga atau berenang. Memakai tampon saat berenang tidak akan membasahi badan tampon, sebab letak tampon cukup dalam saat diletakkan di area vagina (otot vagina otomatis akan mengerut saat berada di dalam air).</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lebih fleksibel, dapat mengikuti gerak tubuh dan tidak mengganggu saat berpakaian.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hampir tidak terasa; Anda akan merasa seperti tidak memakai pengaman.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Cocok untuk Anda yang tergolong aktif. Penggunaan tampon memiliki karakteristik ‘anti tembus’ sebab darah haid telah terserap terlebih dahulu sebelum keluar melewati mulut vagina.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dapat mempersingkat waktu haid bila menggunakan tampon dengan daya serap tinggi.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sedangkan kelemahan tampon antara lain:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sulit saat penggunaan untuk pertama kalinya. Anda mungkin harus mencoba beberapa kali saat memposisikannya hingga tampon terasa pas saat dipakai.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lebih rentan terhadap infeksi dibanding saat menggunakan pembalut. Pada penggunaan tampon, ada yang disebut dengan <em>Toxic Shock Syndrome</em> yaitu infeksi yang disebabkan oleh bakteri saat penggunaan alat penahan ini. TSS dapat dicegah dengan penggunaan tampon yang baik serta disiplin saat menggantinya.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Meski terbilang aman, ada tipe selaput dara tertentu (biasanya jarang) yang memiliki lubang keluaran lebih kecil daripada wanita pada umumnya. Mereka yang memiliki tipe selaput dara seperti ini boleh mempertimbangkan kembali secara matang untuk menggunakan tampon atau tidak, sebab ada potensi untuk merobek selaput tipis <em>hymen</em> tersebut. Namun tentu saja, para dokter spesialis akan tahu persis perbedaan antara <em>hymen</em> yang robek akibat senggama versus  penggunaan tampon.</span></li>
</ul>
<h3><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tampon versus keperawanan wanita</span></strong></span></h3>
<p dir="ltr">Apa yang terjadi saat kita memakai tampon? Akankah tampon dapat merusak keperawanan, alias merobek selaput dara/<em>hymen</em> pada vagina?</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Umumnya, tampon tidak akan merusak selaput dara. Penggunaan normal pada tampon hanya akan menyentuh bibir selaput dara tanpa merobeknya, karena badan tampon akan masuk melewati lubang pada selaput yang telah ada sejak kecil dan merupakan jalan keluar bagi darah menstruasi. Ada beberapa tipe<em> hymen</em> pada wanita, dan dapat dilihat pada gambar di bawah ini:</span></p>
<div id="attachment_11402" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11402" rel="attachment wp-att-11402"><img class="size-full wp-image-11402" title="2008-06-12_073604_hymen_types1" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/2008-06-12_073604_hymen_types1.jpg" alt="" width="300" height="264" /></a><p class="wp-caption-text">www.fabremind.wordpress.com</p></div>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sebagian kecil wanita memiliki tipe </span><em style="font-size: 13px; line-height: 19px;">hymen</em><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"> dengan lubang kecil. Mereka yang memiliki </span><em style="font-size: 13px; line-height: 19px;">hymen</em><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"> dengan tipe ini disarankan untuk tetap memilih pembalut jika tidak ingin selaput daranya robek. Namun tidak menjadi masalah bagi mereka yang memiliki bentuk </span><em style="font-size: 13px; line-height: 19px;">septum</em><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"> (robekan pada </span><em style="font-size: 13px; line-height: 19px;">hymen</em><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">) cukup besar. Pastikan Anda tidak merasa tegang saat akan mengaplikasikan tampon, agar permukaan hymen tersebut tidak menegang sehingga memudahkan saat penggunaan tampon.</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px; color: #ff6600;">Bagaimana cara menggunakan tampon?</span></strong></h3>
<p dir="ltr">Penggunaan tampon biasanya tertera pada setiap bagian kemasan. Produk tampon ada yang dilengkapi oleh aplikator (alat untuk mendorong badan tampon), ada pula yang tidak. Aplikator berbentuk seperti silinder panjang, terbuat dari plastik atau karton tebal, dan terkadang dirancang menempel pada badan tampon. Selain aplikator, biasanya ada pula produk yang menyertakan gel/pelumas agar tampon lebih mudah dimasukkan ke dalam vagina.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Berikut langkah dalam menggunakan tampon:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Rilekskan diri sejenak. Cucilah tangan terlebih dahulu (lebih baik menggunakan sabun) sehingga higienis. Keringkan tangan, lalu bukalah bungkus bagian luar tampon.</span></li>
</ul>
<div id="attachment_11403" class="wp-caption aligncenter" style="width: 335px"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11403" rel="attachment wp-att-11403"><img class=" wp-image-11403" title="tampon" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/tampon.gif" alt="" width="325" height="287" /></a><p class="wp-caption-text">www.youngwomenshealth.org</p></div>
<p style="text-align: center;" dir="ltr">
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dalam posisi berdiri, angkat salah satu kaki dan buka labia vagina (bagian kiri dan kanan bibir vagina) dengan menggunakan kedua jari pada tangan kiri, sedangkan tangan kanan memegang aplikator tersebut. Cara memegang aplikator yang benar adalah menahannya menggunakan jari tengah dan jempol untuk bagian  antara aplikator dan tampon, serta telunjuk pada ujung aplikator (ujung yang berlawanan dengan letak tampon).</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Secara perlahan, masukkan badan tampon melalui labia menuju ke dalam, hingga jari tengah dan jempol menyentuh labia, lalu dorong jari telunjuk untuk memposisikan tampon tersebut ke area dalam vagina hingga terasa pas dan nyaman. Pastikan tali pengaman pada tampon berada di bagian luar vagina.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Jika masih terasa menggajal, berarti Anda kurang dalam memposisikan tampon tersebut. Bila hal ini terjadi, tarik tali pengaman dan keluarkan tampon lama, lalu ulangi lagi langkah tersebut dengan menggunakan tampon yang baru.</span></li>
</ul>
<h3><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tips menghindari Toxic Shock Syndrome saat memakai tampon</span></strong></span></h3>
<p dir="ltr"><em>Toxic Shock Syndrome</em> adalah infeksi yang terjadi sebab pemakaian tampon yang kurang benar, dan dipicu oleh bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. Bakteri ini timbul bila tampon dibiarkan berlama-lama di dalam vagina tanpa diganti. Gejala yang terjadi pada TSS umumnya yaitu demam, muntah-muntah, dan pusing.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">TSS dapat dihindari dengan langkah-langkah sebagai berikut:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Berhati-hati saat memasukkan tampon. Pastikan tampon dan aplikator berada dalam keadaan higienis, serta mencuci tangan tiap kali akan menggunakan tampon.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Mengganti tampon maksimal tiap enam jam sekali (idealnya adalah setiap 3-4 jam sekali).</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sesuaikan penggunaan tampon dengan daya serap yang tepat. Hindari pemakaian tampon dengan daya serap tinggi atau amat tinggi saat keluaran darah haid cukup rendah.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pada malam hari saat menjelang tidur, gunakan <em>nap</em> untuk menahan keluaran haid. Tampon lebih baik digunakan saat siang hari atau saat beraktivitas saja.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hindari penggunaan tampon selain untuk keperluan menstruasi, kecuali untuk keperluan atas saran dari dokter atau spesialis ahli.</span></li>
</ul>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Demikian uraian singkat mengenai tampon, alat penahan darah saat haid yang aman digunakan serta memberikan manfaat tertentu yang tidak dimiliki oleh pembalut maupun produk penahan lainnya. Bagaimana, Anda ingin mencobanya?</span></p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/pakai-tampon-kenapa-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibuka Pendaftaran Beasiswa Monbukagakusho Untuk Lulusan SMA/Sederajat</title>
		<link>http://mjeducation.co/dibuka-pendaftaran-beasiswa-monbukagakusho-untuk-lulusan-smasederajat/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/dibuka-pendaftaran-beasiswa-monbukagakusho-untuk-lulusan-smasederajat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 12:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rika Setiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Global]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa monbukagakusho]]></category>
		<category><![CDATA[college of technology]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[professional training college]]></category>
		<category><![CDATA[sederajat]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah ke luar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11513</guid>
		<description><![CDATA[Selepas SMA, ingin melanjutkan kuliah di luar negeri? Kuliah di Jepang bisa menjadi salah satu pilihannya. Mengapa? Pertama, Jepang memiliki lembaga pendidikan yang terbukti banyak menghasilkan ilmuwan peraih nobel dan pencipta teknologi yang andal, bisa dikatakan lembaga pendidikannya berkualitas tinggi. Siapa tahu nanti setelah lulus dari sana, dengan berbekal ilmu yang didapat kemudian dikembangkan, kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Selepas SMA, ingin melanjutkan kuliah di luar negeri? Kuliah di Jepang bisa menjadi salah <a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11515" rel="attachment wp-att-11515"><img class="alignright size-medium wp-image-11515" title="732803_54415233" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/732803_54415233-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>satu pilihannya. Mengapa? Pertama, Jepang memiliki lembaga pendidikan yang terbukti banyak menghasilkan ilmuwan peraih nobel dan pencipta teknologi yang andal, bisa dikatakan lembaga pendidikannya berkualitas tinggi. Siapa tahu nanti setelah lulus dari sana, dengan berbekal ilmu yang didapat kemudian dikembangkan, kita pun bisa menjadi salah satu peraih penghargaan nobel dan mengharumkan nama Indonesia, atau paling tidak, kita bisa ikut memajukan teknologi di Indonesia. Kedua, kehidupan di Jepang relatif aman dan nyaman. Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan masyarakatnya yang selalu jujur, menjaga sopan santun, disiplin, bekerja keras dan peduli dengan lingkungan sekitar. Ketiga, Jepang memiliki budaya ketimuran yang hampir sama dengan kita. Jadi, kemungkinan mengalami “kaget kebudayaan” sangatlah tipis. Selain itu, kita juga bisa belajar kebudayaan Jepang langsung dari sumbernya. Masih banyak alasan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Jangan khawatir, di sana pun kalian tidak akan sendirian, karena saat ini sudah ada sekitar 2200 siswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Jepang. Jadi, tunggu apalagi, segeralah bergabung untuk menjadi bagian dari mereka.</p>
<p dir="ltr">Beruntung, pendaftaran beasiswa Monbukagakusho untuk keberangkatan 2014 telah dibuka. Beasiswa Monbukagakusho merupakan beasiswa rutin tahunan yang ditawarkan oleh Pemerintah Jepang melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (MEXT) kepada para lulusan SMA/sederajat, mahasiswa, guru dan masyarakat umum. Beasiswa ini meliputi biaya kuliah dan biaya hidup selama di Jepang, tanpa ikatan apapun. Kali ini tawaran itu ditujukan untuk para lulusan SMA/sederajat melalui program pendidikan S1, <em>College of Technology</em> (D3) atau <em>Professional Training College</em> (D2).</p>
<h4 dir="ltr"><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Program Pendidikan S1<em> (undergraduate)</em></span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Untuk program ini, masa studi berlangsung selama 5 tahun termasuk 1 tahun belajar bahasa  Jepang. Khusus jurusan kedokteran umum, kedokteran gigi, kedokteran hewan dan sebagian jurusan farmasi, studi berlangsung selama 7 tahun termasuk 2 tahun pendidikan profesi.</p>
<p dir="ltr"><strong>Syarat:</strong></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lulusan SMA/sederajat.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 8,4.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lahir antara 2 April 1992 dan 1 April 1997.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bagi pendaftar S1 IPS, dapat pula mendaftar dengan melampirkan nilai <em>Japanese Language Proficiency Test</em> (JLPT) level N3 atau lebih.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lulusan SMA jurusan IPS tidak bisa mendaftar kategori jurusan IPA.</span></li>
</ul>
<p dir="ltr"><strong>Pilihan Jurusan:</strong></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">IPS   : hukum, ilmu politik, sosiologi, ilmu pendidikan, sastra, sejarah, bahasa Jepang dan lain-lain.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">IPA-a  : sains (matematika, fisika, kimia), teknik elektro, teknik informatika, teknik sipil, arsitektur, teknik kimia, kimia terapan, kimia industri dan lain-lain.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">IPA-b  : pertanian, kedokteran hewan, kehutanan, farmasi, biologi dan lain-lain.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">IPA-c  : kedokteran umum dan kedokteran gigi.</span></li>
</ul>
<p dir="ltr"><strong>Materi ujian tertulis:</strong></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">IPS   : bahasa Inggris, matematika, bahasa Jepang (bagi pendaftar dengan JLPT).</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">IPA-a  : bahasa Inggris, matematika, kimia dan fisika.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">IPA-b,c: bahasa Inggris, matematika, kimia dan biologi.</span></li>
</ul>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"><em>College of Technology</em> (D3)</span></strong></span></h4>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Program ini memang dirancang bagi mereka yang tidak ingin menghabiskan waktu lama di bangku kuliah, namun tetap bisa menjadi ahli teknik yang siap terjun di dunia kerja. Proses pembelajarannya sebagian besar berupa eksperimen/percobaan dan latihan praktik. Masa studi hanya berlangsung selama 4 tahun termasuk 1 tahun belajar bahasa Jepang. Pada dasarnya, di Jepang dibuka pula program 5 tahun yang dirancang untuk lulusan SMP, sehingga penerima beasiswa otomatis akan masuk sebagai mahasiswa tahun ketiga.</span></p>
<p dir="ltr"><strong>Syarat:</strong></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lulusan SMA IPA.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 8,0.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lahir antara 2 April 1992 dan 1 April 1997.</span></li>
</ul>
<p dir="ltr"><strong>Pilihan jurusan:</strong></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kimia  : jurusan yang terkait dengan bidang kimia seperti materials engineering.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Fisika  : teknik mesin, teknik elektro, teknik sipil dan lain-lain.</span></li>
</ul>
<p dir="ltr">Materi ujian tertulis mencakup matematika, kimia atau fisika (tergantung kategori pilihan jurusan yang diambil).</p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"><em>Professional Training College</em> (D2)</span></strong></span></h4>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Program ini dikhususkan bagi mereka yang ingin mendalami keahlian tertentu, yang nantinya diharapkan dapat langsung diterapkan saat terjun di masyarakat. Masa studinya sangat singkat, hanya berlangsung selama 3 tahun, itu pun sudah termasuk 1 tahun belajar bahasa Jepang.</span></p>
<p dir="ltr"><strong>Syarat:</strong></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lulusan SMA/sederajat.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 8,0.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Lahir antara 2 April 1992 dan 1 April 1997.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bagi pendaftar D2 IPS, dapat pula mendaftar dengan melampirkan nilai <em>Japanese Language Proficiency Test</em> (JLPT) level N4 atau lebih.</span></li>
</ul>
<p dir="ltr"><strong>Pilihan jurusan:</strong></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">IPA : teknik sipil, teknik elektro, komputer, <em>wireless communication</em> dan lain-lain.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">IPS  : <em>nourishment, cooking</em>, bisnis, musik, seni, desain, fotografi dan lain-lain.</span></li>
</ul>
<p dir="ltr">Materi ujian tertulis meliputi bahasa Inggris, matematika dan bahasa Jepang (khusus bagi pendaftar dengan JLPT).</p>
<p dir="ltr"><strong>Catatan:</strong></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Semua soal ujian dalam bahasa Inggris, kecuali soal bahasa Jepang.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bagi lulusan sekolah yang tidak berstandar nasional, misalnya sekolah standar IB <em>(International Baccalaureate)</em> yang tidak mengikuti Ujian Nasional, nilai yang digunakan adalah nilai akhir di sekolah dan seleksi dokumen akan dilakukan secara terpisah.</span></li>
</ul>
<p dir="ltr"><strong>Prosedur pendaftaran:</strong></p>
<ol>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Masa pendaftaran, terdiri dari dua tahap yaitu tahap I mulai tanggal <strong>1 – 24 Mei 2013</strong> untuk lulusan 2012 ke bawah dan tahap II mulai tanggal<strong> 27 Mei – 14 Juni 2013</strong> untuk lulusan 2013.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pendaftar melakukan registrasi secara online di</span><a style="font-size: 13px; line-height: 19px;" href="http://www.beasiswamext.or.id"> http://www.beasiswamext.or.id</a><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">. Setelah berhasil, pendaftar akan memperoleh nomor registrasi dan lembar data pendaftar yang dikirim melalui email yang bersangkutan. Pendaftar hanya boleh mendaftar satu program saja.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selanjutnya, pendaftar mencetak lembar data pendaftar, menempelkan foto, kemudian mengirimkannya beserta fotokopi nilai UN yang dilegalisir. Bagi pendaftar dengan JLPT, harap melampirkan fotokopi sertifikat JLPT yang bersangkutan.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dokumen bisa diantar langsung atau dikirim melalui pos ke alamat: </span><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang, </span></strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"><strong>Jl. M. H. Thamrin 24 Jakarta 10350</strong>. </span><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Jangan lupa, cantumkan nomor registrasi pada kanan amplop dan dokumen pelengkap.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dokumen harus sudah tiba di kantor kedutaan besar Jepang maksimal tanggal <strong>24 Mei 2013</strong> untuk pendaftar tahap I dan <strong>14 Juni 2013</strong> untuk pendaftar tahap II.</span></li>
</ol>
<p dir="ltr"><strong>Prosedur seleksi:</strong></p>
<ol>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Hasil seleksi dokumen akan ditampilkan di <em>website</em> kedutaan besar Jepang pada tanggal <strong>1 Juli 2013</strong>.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selanjutnya, pendaftar yang lolos seleksi dokumen akan dipanggil untuk mengikuti ujian tertulis pada tanggal <strong>8 atau 9 Juli 2013</strong>.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Setelah dinyatakan lulus dalam ujian tertulis, pendaftar akan melalui tahap wawancara. Wawancara akan dilakukan dalam bahasa Indonesia pada bulan Agustus di Jakarta.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bagi yang lulus wawancara, selanjutnya akan direkomendasikan ke Monbukagakusho (MEXT). Pihak MEXT yang akan menentukan siapakah yang layak mendapatkan beasiswa.</span></li>
<li><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Penetapan penerima beasiswa akan ditentukan pada bulan Januari 2014, yang kemudian akan berangkat ke Jepang pada awal bulan April 2014.</span></li>
</ol>
<p dir="ltr"> <span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Info lebih lanjut silakan kunjungi </span><a style="font-size: 13px; line-height: 19px;" href="http://www.id.emb-japan.go.jp">www.id.emb-japan.go.jp</a><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"> atau <a href="www.beasiswamext.or.id">www.beasiswamext.or.id</a>.</span></p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/dibuka-pendaftaran-beasiswa-monbukagakusho-untuk-lulusan-smasederajat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gerakan Kemanusiaan Terbesar dalam Sejarah Modern</title>
		<link>http://mjeducation.co/gerakan-kemanusiaan-terbesar-dalam-sejarah-modern/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/gerakan-kemanusiaan-terbesar-dalam-sejarah-modern/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 04:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Abduh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[ICRC]]></category>
		<category><![CDATA[IFRC]]></category>
		<category><![CDATA[Jean Henry Dunant]]></category>
		<category><![CDATA[Kontroversi Lambang Palang Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Palang Merah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Palang Merah]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[relawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11520</guid>
		<description><![CDATA[Dunia mungkin tak akan mengenang Jean Henry Dunant, seorang bangsawan Swiss, jika ia tidak ke Kota Solferino di Italia. Sebenarnya ia tengah dalam perjalanan guna menemui Napoleon III, Kaisar Perancis kala itu dan bermaksud mengadakan pembicaraan tentang urusan bisnis. Karena pada masa itu perjalanan jauh memerlukan waktu tempuh yang lama, ia memutuskan untuk singgah dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mjeducation.co/gerakan-kemanusiaan-terbesar-dalam-sejarah-modern/komite-lima-poscard/" rel="attachment wp-att-11522"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Komite-Lima-Poscard-300x230.jpg" alt="" title="Komite Lima Poscard" width="300" height="230" class="alignleft size-medium wp-image-11522" /></a></p>
<p align="justify">Dunia mungkin tak akan mengenang <strong>Jean Henry Dunant</strong>, seorang bangsawan Swiss, jika ia tidak ke Kota <strong>Solferino</strong> di Italia. Sebenarnya ia tengah dalam perjalanan guna menemui Napoleon III, Kaisar Perancis kala itu dan bermaksud mengadakan pembicaraan tentang urusan bisnis. Karena pada masa itu perjalanan jauh memerlukan waktu tempuh yang lama, ia memutuskan untuk singgah dan beristirahat di kota Castiglione, dekat Solferino. Namun betapa terkejutnya ia tatkala melintasi Solferino yang sedang mengalami perang dahsyat antara pasukan Perancis dan Italia melawan tentara Austria. Perang yang terjadi pada 24 Juni 1859 ini berlangsung sampai malam  dan menewaskan lebih dari 40.000 orang. Semakin menyayat hati tatkala terdengar jeritan korban perang yang terluka dan yang tengah sekarat akibat dehidrasi. Ia melihat banyak prajurit yang tewas bukan saja karena berlaga di medan perang, namun ketika mereka terluka parah, justru tidak segera diberi pertolongan karena terbatasnya tenaga medis dan obat-obatan. Melihat kondisi para prajurit yang sangat mengenaskan itu, ia lantas mengajak penduduk sekitar kota tersebut untuk menolong dan merawat korban yang terluka.</p>
<p align="justify">Sekembalinya ke Swiss, kenangan akan kepiluan <strong>“Perang Solferino”</strong> terus membayang di pikirannya. Pemuda kelahiran 8 Mei 1828 ini tidak bisa melupakan bagaimana para prajurit itu merintih kesakitan. Ternyata ada bencana kemanusiaan yang selama ini tidak disadari olehnya dan masyarakat, yaitu kurangnya pertolongan medis terhadap korban peperangan. Semua buah pikirannya ini kemudian ia tulis dalam sebuah buku. Tiga tahun setelah Perang Solferino berkecamuk, ia menerbitkan buku yang berjudul <strong>“Kenangan dari Solferino”</strong> dengan biaya sendiri. Terbitnya buku itu segera mendapat tanggapan yang luas dari para pemimpin negara-negara Eropa. Terbukti setahun kemudian, tepatnya 26 sampai 29 Oktober 1863, 14 negara berkumpul di Geneva, Swiss dan sepakat untuk membentuk suatu <strong>lembaga kemanusiaan</strong>. Di tahun berikutnya, yaitu pada 22 Agustus 1864, pemerintah Swiss mengundang delegasi dari berbagai negara dan menggelar pertemuan yang menghasilkan <strong>“The Convention of Geneva” (Konvensi Jenewa)</strong>. Perjanjian ini terdiri dari sepuluh artikel, pada intinya menjamin netralitas lembaga kemanusiaan yang bertugas saat terjadi perang dan setiap negara wajib melindungi kepentingan lembaga kemanusiaan ini sekalipun dari pihak musuh. Konvensi inilah yang menjadi salah satu rujukan hukum peperangan sampai sekarang.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/gerakan-kemanusiaan-terbesar-dalam-sejarah-modern/palang-merah/" rel="attachment wp-att-11527"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/palang-merah-300x221.jpg" alt="" title="palang merah" width="300" height="221" class="alignright size-medium wp-image-11527" /></a></p>
<p align="justify">Selain menghasilkan Konvensi Jenewa, dari gagasan Dunant ini juga terbentuk <strong>“International Committee for Relief to the Wounded”</strong> (Komite Internasional untuk Pertolongan terhadap Korban Cedera), yang kemudian berganti nama menjadi <strong>“International Committee of the Red Cross”</strong> atau ICRC (Komite Palang Merah Internasional) di tahun 1876. Dunant bersama empat orang lainnya menjadi pengurus di lembaga ini yang sering juga disebut dengan komite lima. Karena terlalu sibuk mengurusi komite ini, Dunant mengabaikan urusan bisnisnya hingga ia menjadi bangkrut. Untunglah masih ada yang peduli dengan nasibnya, di tahun 1901 komite Nobel menganugerahinya penghargaan Nobel pertama di bidang perdamaian bersama F. Passy. Hadiah ini menjadi nafkah hidupnya sampai ia wafat pada 30 Oktober 1910.</p>
<p><strong>Perkembangan Palang Merah di Seluruh Dunia</strong></p>
<p align="justify">Di awal abad ke 20, peran <strong>Palang Merah</strong> sebagai organisasi kemanusiaan semakin terasa dibutuhkan keberadaanya. Meskipun manusia telah melampaui teknologi yang teramat canggih, ternyata hal itu tidak menjamin dunia akan menjadi damai, justru sebaliknya karena ambisi dari setiap negara penjajah yang ingin menguasai negara lain, sehingga meletuslah Perang Dunia (PD) I dan II.</P></p>
<p align="justify">Dalam kedua perang terbesar sepanjang sejarah ini, Palang Merah punya andil yang sangat besar untuk menyelamatkan korban perang. Relawan dari seluruh dunia yang dikomando oleh ICRC menjalankan tugas mereka dalam misi kemanusiaan. Selama PD I, ICRC yang merupakan komite tertinggi dalam kepalangmerahan berhasil mengirim 20 juta surat dan pesan, 1,9 juta paket, dan sekitar 18 juta franc Swiss untuk sumbangan bagi tawanan perang. Bahkan mereka berhasil mengembalikan 200.000 tawanan perang ke negara asal masing-masing. Pada PD II ICRC juga sukses menyelamatkan puluhan ribu korban perang dari kekejaman NAZI dan berhasil mengirimkan 1,1 juta paket langsung ke dalam kamp konsentrasi yang terkenal angker. Atas jasa-jasa ini, Panitia Nobel menganugerahi ICRC dengan Hadiah Nobel di bidang perdamaian pada tahun 1914 dan 1944.</p>
<p align="justify">Meskipun bersifat internasional, <strong>ICRC</strong> bukanlah seperti PBB atau ASEAN yang keanggotaannya berasal dari semua negara. Sejatinya badan yang ikut didirikan oleh <strong>Dunant</strong> ini adalah sebuah asosiasi swasta yang tunduk pada hukum di Swiss dan mempunyai ruang kerja internasional. Sehingga anggota komite adalah warga negara Swiss yang berjumlah 15 sampai 25 orang. Oleh karena itu Palang Merah yang ada di setiap negara bukanlah cabang dari ICRC, seperti <strong>Palang Merah Indonesia (PMI)</strong> yang merupakan organisasi asli Indonesia, karena tugas ICRC adalah menyetujui pendirian organisasi palang merah di suatu negara dan tidak ikut campur tangan dalam masalah pendiriannya. Namun karena ICRC bertugas di bidang kemanusiaan dan merupakan penggagas <strong>Hukum Perang Internasional (HPI)</strong>, maka keberadaan ICRC wajib dilindungi oleh setiap negara yang menandatangani Konvensi Jenewa dan ICRC berhak mengawasi pelaksanaan HPI di setiap negara. Selain itu dalam ruang lingkup tugas kemanusiaan, ICRC berhak melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu seperti pelatihan tenaga medis, mendirikan rumah sakit, melaksanakan donor darah, dan berbagai aksi kemanusiaan lainnya.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/gerakan-kemanusiaan-terbesar-dalam-sejarah-modern/ifrc_logo/" rel="attachment wp-att-11523"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/IFRC_Logo-300x201.png" alt="" title="IFRC_Logo" width="300" height="201" class="alignright size-medium wp-image-11523" /></a></p>
<p align="justify">Akan tetapi tugas ICRC hanya terfokus pada korban peperangan saja, padahal tak jarang banyak korban berjatuhan akibat bencana alam atau penyebaran penyakit mematikan dan gangguan darurat lainnya. Maka atas dasar kemanusiaan, Henry Davison, Ketua Komite Bantuan untuk Korban Perang (<em>War Council</em>) Palang Merah Amerika, mengusulkan pembentukan <strong>Liga Perhimpunan Palang Merah</strong> yang mempunyai ruang lingkup tugas lebih luas, termasuk menangani masalah yang berkaitan dengan bencana alam, seperti penyaluran bantuan atau merawat korban bencana alam. Usul ini ia cetuskan dalam <strong>Konferensi Kesehatan Internasional</strong> di Cannes, Perancis pada April 1919 dan segera mendapat sambutan positif dari Palang Merah Prancis, Inggris, Italia dan Jepang yang kelak disebut sebagai negara pendiri. Liga ini berdiri pada 5 Mei 1919 dan segera memberikan bantuan kepada korban kelaparan dan selanjutnya korban epidemi tifus di Polandia. Pada tahun 1983, terjadi penambahan nama menjadi Liga Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah untuk merangkul organisasi <strong>Bulan Sabit Merah</strong> di berbagai negara dan menunjukkan kesetaraan antara Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Liga ini kembali merubah namanya menjadi <strong>International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC)</strong> di tahun 1991.</p>
<p align="justify">Awalnya ICRC khawatir pendirian IFRC akan menjadikan dualisme kepalangmerahan dan mengurangi netralitas Palang Merah. Namun IFRC berhasil membuktikan bahwa mereka tidak menjadi tandingan bagi ICRC dan tetap menjaga netralitas Palang Merah. Karena IFRC turut membantu ICRC dalam melaksanakan tugas-tugasnya dan turut berperan dalam  penciptaan organisasi Palang Merah Remaja di seluruh dunia. Kerjasama ini diikat dalam <strong>Perjanjian Seville</strong> yang ditandatangani tahun 1997 oleh ICRC dan IFRC dalam merumuskan peran dan tanggung jawab masing-masing. Keberadaan IFRC sangat terasa dalam menolong korban bencana alam dan masalah sosial yang masih berkaitan dalam misi kemanusiaan. Seperti pada bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004 silam yang meluluhlantakkan sebagian besar Aceh dan Nias serta negara-negara di Samudera Hindia. Atas semua jasa-jasa ini, pada tahun 1963 IFRC bersama dengan ICRC dianugerahi hadiah Nobel Bidang Perdamaian.</p>
<p align="justify">Di samping itu Palang Merah juga mempunyai <strong>tujuh prinsip dasar</strong> yaitu <strong>Kemanusian, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan dan Kesemestaan</strong>. Dalam menjalankan program kemanusiaan, Palang Merah juga menerapkan beberapa strategi, seperti Strategi 2020 yang secara garis besar bertujuan untuk menyelamatkan manusia dari bencana dan krisis, menggalakkan hidup sehat dan aman, serta mempromosikan budaya anti kekerasan.</p>
<p><strong>Kontroversi Seputar Penggunaan lambang Palang Merah.</strong></p>
<p align="justify">Lembaga yang diusulkan oleh Dunant sejatinya bukan bernama Palang Merah. Nama organisasi ini diadopsi dari simbolnya yang memang berupa palang berwarna merah. Di Belanda, organisasi ini dinamakan dengan Roode Kruis (Palang Merah) yang berdiri tanggal 19 Juli 1867. Setelah itu barulah penggunaan istilah Palang Merah menyebar ke negara Eropa lainnya dan diadopsi oleh ICRC. Asal simbol ini bermula pada 17 Februari 1863. Saat itu diputuskan untuk membuat suatu lambang bagi tenaga sukarela yang dapat dilihat dengan mudah dari jauh dan dapat dikenali oleh semua pihak. Akhirnya atas usul <strong>Jenderal Duffour</strong>, salah seorang komite lima, ditentukanlah lambang organisasi ini berupa palang berwarna merah di atas latar putih, atau kebalikan dari bendera Swiss. Adapun tanda pengenal bagi para sukarelawan ialah  palang merah di atas gelang yang terbuat dari kain putih. <strong>Perang Dybbol</strong> menjadi penggunaan pertama simbol ini di kancah perang. Pertempuran ini terjadi di tahun 1864 antara Denmark melawan Jerman.</p>
<p align="justify">Semenjak itu simbol Palang Merah dipakai di seluruh dunia untuk menangani masalah korban perang. Walaupun Daulah Utsmaniyah (Turki) mendukung gerakan Palang Merah, di sisi lain simbol Palang Merah tidak disetujui pemakaiannya oleh negara ini. Alasannya adalah simbol tersebut pernah digunakan menjadi bendera negara-negara musuh Daulah Utsmaniyah dan Kekhalifahan Islam. Apalagi ketika terjadi perang antara Kekaisaran Rusia berhadapan dengan Daulah Utsmaniyah tahun 1877-1878, simbol Palang Merah dianggap pengejawantahan lambang Kekaisaran Rusia yang menjadi seteru Daulah Utsmaniyah saat itu. Oleh karena itu, Daulah Utsmaniyah mengusulkan penggunaan simbol bulan sabit merah khusus di wilayahnya yang notabene mencakup hampir seluruh negara-negara Islam setelah Daulah ini runtuh di tahun 1923. Usul ini diterima oleh Komite Palang Merah dan berlaku sampai sekarang.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/gerakan-kemanusiaan-terbesar-dalam-sejarah-modern/singa-merah/" rel="attachment wp-att-11524"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/singa-merah-300x226.jpg" alt="" title="singa merah" width="300" height="226" class="aligncenter size-medium wp-image-11524" /></a></p>
<p align="justify">Selain itu, Kerajaan Iran mengajukan lambang khusus di negerinya, yaitu <strong>Singa Merah dan Matahari</strong>. Simbol ini berasal dari bendera Iran yang diwarnai merah. Kerajaan Iran beralasan bahwa mereka tidak mungkin menggunakan simbol Palang Merah yang telah digunakan oleh Rusia dan Bulan Sabit Merah yang dipakai Daulah Utsmaniyah. Padahal Iran masih bermusuhan dengan kedua negara ini. Usul ini diterima, namun Komite hanya membatasi tiga lambang ini sebagai simbol yang diakui secara resmi di seluruh dunia guna menjaga netralitas lembaga kemanusiaan ini dari intervensi politik.</p>
<p align="justify">Setelah Israel membuat negaranya di atas tanah Palestina, negeri ini mengajukan lambang sendiri pada konvensi Jenewa ke-4 (tahun 1949). Mereka membuat <strong>lambang bintang Daud merah (Magen David Adom)</strong> dan ingin mendapat kesetaraan dengan palang merah lainnya. Menurut mereka, palang merah diambil dari simbol nasrani dan bulan sabit adalah lambang agama Islam, sehingga kedua simbol ini tidak bisa dipakai di tanah suci umat Yahudi. Namun komite menolak usul ini karena Palang Merah dan Bulan Sabit Merah bukanlah lambang agama tertentu.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/gerakan-kemanusiaan-terbesar-dalam-sejarah-modern/webmagen_david_adom/" rel="attachment wp-att-11525"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/webmagen_david_adom-300x142.jpg" alt="" title="webmagen_david_adom" width="300" height="142" class="alignleft size-medium wp-image-11525" /></a></p>
<p align="justify">Perkembangan berikutnya, Kerajaan Iran berubah menjadi Republik Islam Iran setelah revolusi yang dilakukan rakyat berhasil menjungkalkan Reza Pahlevi dari tampuk kepemimpinan sebagai Syah (Raja) Iran. Semua lambang yang merupakan warisan dari Kerajaan dihapus, termasuk simbol Singa Merah dan Matahari. Pemerintah Iran memilih simbol bulan sabit merah dan menggunakannya sampai sekarang. Sementara itu Komite Palang Merah tetap mengakui lambang singa merah dan matahari sebagai simbol yang sah berdasarkan Protokol III Konvensi Jenewa.</p>
<p align="justify">Pada 1990-an perdebatan mengenai lambang palang merah terus berlanjut. Hal ini karena banyak usulan agar menggunakan lambang yang lebih universal dan tidak menggambarkan kelompok atau agama tertentu. Di samping itu, tekanan agar Magen David Adom (MDA) diakui semakin meningkat, terbukti sejak tahun 2000 sampai 2006 Palang Merah Amerika mengurangi iurannya ke IFRC sebagai protes karena MDA tidak diakui. Setelah berbagai diplomasi yang alot, akhirnya federasi mengambil jalan tengah, yaitu penambahan simbol <strong>kristal Merah</strong> di samping palang merah dan bulan sabit merah pada 8 Desember 2005 yang diresmikan 22 Juni 2006. Sekarang, 151 negara menggunakan lambang Palang Merah dan 33 negara memakai simbol Bulan Sabit Merah.</p>
<p><a href="http://mjeducation.co/gerakan-kemanusiaan-terbesar-dalam-sejarah-modern/red-crystal-hi/" rel="attachment wp-att-11526"><img src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/red-crystal-hi-300x300.jpg" alt="" title="red-crystal-hi" width="300" height="300" class="alignright size-medium wp-image-11526" /></a></p>
<p align="justify">Akan tetapi, penggunaan simbol palang merah menjadi masalah di beberapa negara karena ada perusahaan yang menggunakan simbol palang merah sebagai lambang perusahaan, padahal simbol palang merah tidak boleh digunakan untuk tujuan komersial dan setiap benda yang diberi simbol palang merah wajib dilindungi karena benda tersebut adalah alat dalam menjalankan misi kemanusiaan.</p>
<p align="justify">Terlepas dari berbagai kontroversi yang mendera Palang Merah, sesungguhnya peradaban kita tidak akan pernah melupakan jasa-jasa Palang Merah. <strong>Sejarah kemerdekaan Indonesia</strong> sendiri tidak bisa dilepaskan dari peran Palang Merah. Sebab organisasi ini ikut membantu para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan yang hendak diambil paksa oleh Belanda. Tanpa memperdulikan risiko, tenaga sukarela PMI memberikan pertolongan pertama kapanpun dan di manapun kepada para pejuang kita yang terluka. Sampai saat ini, para relawan Palang Merah terus berkontribusi untuk menolong sesama. Kita pun bisa menjadi pahlawan tanpa harus menjadi Super-Man, dengan cara ikut membantu Palang Merah dalam menjalankan tugasnya di bidang kemanusiaan. Dunant memang tak lebih dari manusia lainnya, namun karena ia punya kepedulian yang tinggi, dunia mengenangnya hingga kini. Karena sekecil apapun yang kita perbuat untuk menolong sesama adalah hal yang tak ternilai harganya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/gerakan-kemanusiaan-terbesar-dalam-sejarah-modern/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fanatisme K-Pop: Manfaat Atau Merugikan?</title>
		<link>http://mjeducation.co/fanatisme-k-pop-manfaat-atau-merugikan/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/fanatisme-k-pop-manfaat-atau-merugikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 04:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur An-Nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Tren]]></category>
		<category><![CDATA[demam korea]]></category>
		<category><![CDATA[k-pop]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[korea selatan]]></category>
		<category><![CDATA[korean pop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11319</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2013 seolah menjadi tahunnya musik K-Pop (Korean Pop), karena musik ini berkembang pesat bahkan mewabah di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Dimulai dengan kesuksesan rapper Korea, Psy yang booming di akhir tahun 2012 dengan lagu &#8220;Gangnam Style&#8221; membuat musik K-Pop terus melejit di kancah musik internasional bahkan sampai masuk dalam tangga musik Billboard dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11320" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://mjeducation.co/fanatisme-k-pop-manfaat-atau-merugikan/k-pop-korean-pop-music-mp3-24469406-1022-594/" rel="attachment wp-att-11320"><img class="size-medium wp-image-11320" title="K-pop-korean-pop-music-mp3-24469406-1022-594" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/04/K-pop-korean-pop-music-mp3-24469406-1022-594-300x174.jpg" alt="" width="300" height="174" /></a><p class="wp-caption-text">Sumber: www.fanpop.com</p></div>
<p dir="ltr">Tahun 2013 seolah menjadi tahunnya musik K-Pop (Korean Pop), karena musik ini berkembang pesat bahkan mewabah di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Dimulai dengan kesuksesan <em>rapper</em> Korea, Psy yang <em>booming</em> di akhir tahun 2012 dengan lagu &#8220;Gangnam Style&#8221; membuat musik K-Pop terus melejit di kancah musik internasional bahkan sampai masuk dalam tangga musik Billboard dan disejajarkan dengan penyanyi-penyanyi dunia lainnya seperti Lady Gaga, Rihanna, Bruno Mars, dan sebagainya.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Keberhasilan demam K-Pop juga mulai dirasakan di Indonesia. Saat ini banyak <em>boyband</em> dan <em>girlband</em> asal Korea Selatan yang terus berdatangan untuk menyelenggarakan konser di Indonesia seperti BEAST, Super Junior, MBLAQ, Big Bang, dan Wonder Girls yang telah merebut hati fans Indonesia melalui aksi panggung yang spektakuler. Selain melalui konser, tidak jarang pula banyak artis Korea yang mulai muncul dan meramaikan dunia hiburan Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Konsumen utama dari artis-artis asal Korea Selatan tersebut hampir 90% adalah remaja. Remaja Indonesia mulai terhipnotis dengan fenomena <em>Korean Wave</em> sejak tahun 2010 lalu yang menyebabkan euforia tersendiri bagi remaja Indonesia. Musik Korea yang semakin <em>easy-listening</em> membuatnya memiliki banyak penggemar setia sehingga setiap <em>boyband</em>, <em>girlband</em>, atau artis Korea lainnya memiliki<em> fansclub</em> masing-masing. Fans Korea sangat sensitif ketika suatu hal menyangkut dengan idola mereka, sama seperti remaja Indonesia yang menggemari K-Pop pada saat ini. Dari situlah mulai munculnya fanatisme tersendiri di kalangan remaja Indonesia terhadap grup asal Korea.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Akan tetapi, mulai muncul beberapa dampak negatif dari demam Korea ini. Hampir setiap remaja Indonesia menggunakan uang saku mereka untuk membeli sekotak album original yang disenangi meski harus merogoh kantong lebih dalam, sehingga timbul gaya hidup pemborosan di kalangan remaja. Hal yang paling mengejutkan adalah tidak sedikit dari mereka yang membeli aneka <em>merchandise</em> dari sang idola, salah satunya Photobook (buku kumpulan foto artis idola) dengan harga yang tak murah, yakni mencapai 700 ribu dan herannya banyak juga yang membeli. Selain itu, mereka cenderung lebih menyukai segala yang berbau Korea seperti lagu, drama, dan sebagainya. Hal tersebut menimbulkan berkurangnya rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia sendiri. Selain itu mulai bermunculan fans fanatik yang biasa dijuluki Sasaeng fans, yaitu fans yang sangat terobsesi dengan idola mereka dan seringkali melakukan hal yang tidak normal dan tergolong anarkis untuk menunjukkan rasa cinta mereka kepada sang idola.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Namun, dari segala dampak negatif ada pula dampak positif yang bisa kita rasakan dari demam K-Pop tersebut. Semakin maraknya peluang usaha yang berhubungan dengan demam K-Pop seperti banyaknya <em>online shop</em> yang menjual pernak-pernik K-Pop serta usaha restoran-restoran yang menyediakan makanan khas dari Negeri Gingseng. Dalam segi pendidikan, banyak bermunculan tempat kursus untuk belajar berbahasa Korea yang banyak diburu oleh para pecinta K-Pop. Fakultas Bahasa Korea di perguruan-perguruan tinggi juga semakin banyak peminatnya karena semakin terjamin untuk bekerja sebagai penerjemah bahasa Korea di Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Memang, K-Pop memiliki banyak dampak positif dan negatif bagi masyarakat Indonesia, khususnya kalangan remaja. Saat ini yang harus kita lakukan adalah memilih mana yang bermanfaat dan tidak bermanfaat untuk kehidupan kita. Fanatisme itu boleh, asal tetap tau batasan agar tidak mengganggu kenyamanan diri sendiri dan orang lain, serta selalu mengutamakan karya dari bangsa sendiri.</span></p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/fanatisme-k-pop-manfaat-atau-merugikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semarang Night Carnival 2013, Semaraknya Warna Semarang</title>
		<link>http://mjeducation.co/semarang-night-carnival-2013-semaraknya-warna-semarang/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/semarang-night-carnival-2013-semaraknya-warna-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 12:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nur An-Nisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Seni dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[semarang night carnival 2013]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11503</guid>
		<description><![CDATA[Perhelatan Semarang Night Carnival yang dilaksanakan pada 3 Mei 2013 terlihat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bertemakan “Semarak Warna”, ratusan peserta mengenakan kostum unik yang bertema flora yang terlihat glamor dan gemerlap, serta beberapa elemen yang mewakili elemen kebudayaan yang ada di kota Semarang. Tema ini dimaksudkan sebagai simbolisasi keberagaman etnis budaya di kota Semarang dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Perhelatan S<em>emarang Night Carnival</em> yang dilaksanakan pada 3 Mei 2013 terlihat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bertemakan “Semarak Warna”, ratusan peserta mengenakan kostum unik yang bertema flora yang terlihat glamor dan gemerlap, serta beberapa elemen yang mewakili elemen kebudayaan yang ada di kota Semarang. Tema ini dimaksudkan sebagai simbolisasi keberagaman etnis budaya di kota Semarang dan eksplorasi dari <em>Night Carnival</em> itu sendiri dengan eksplorasi warna yang menyala pada malam hari dan penggunaan aksesoris lampu.</p>
<div id="attachment_11504" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11504" rel="attachment wp-att-11504"><img class="size-medium wp-image-11504" title="semarang3 - nur an-nisa milyana" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/semarang3-nur-an-nisa-milyana-300x168.jpg" alt="" width="300" height="168" /></a><p class="wp-caption-text">dok.pribadi Nur An-nisa 2013</p></div>
<p><span style="font-size: 13px;"><em>Semarang Night Carnival</em> dalam penyelenggaraannya telah dirasakan oleh masyarakat Semarang sebagai media ekspresi sekaligus media apresiasi bentuk-bentuk kearifan lokal kota Semarang yang sangat majemuk dan berwarna-warni. Kekayaan itu ditampilkan dalam kostum karnaval yang tidak hanya kaya akan bentuk, namun juga kaya akan warna untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Semarang yang jatuh pada tanggal 2 Mei sekaligus menarik hati wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Tengah, khususnya Semarang. <em>Semarang Night Carnival</em> pada tahun ini digelar bersamaan dengan pelaksanaan Indonesia <em>Conference Meeting Insentive Travel Mart</em> (ICMITM) dan kehadiran 1000 <em>bikers</em> HD dari seluruh Indonesia, yang berkumpul di Semarang dalam acara Tugu Muda <em>Bikers Week</em>.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px;">Turut berpartisipasi 500 peserta kostum dari SMP, SMA, SMK, perguruan tinggi, sanggar seni, sekolah <em>modelling</em>, sekolah internasional, dan organisasi mahasiswa serta ada sekitar 150 personel pasukan yang mengusung tiga pilar budaya di Semarang, yaitu Belanda, Jawa, dan Tionghoa. Rute <em>Semarang Night Carnival</em> 2013 tetap sama seperti tahun lalu, yakni dari Halaman Balai Kota Semarang menuju ke Jalan Pemuda lalu Jalan Pandanaran dan berakhir di lapangan Simpang Lima. Terlihat pula ribuan masyarakat yang ikut hadir untuk melihat warna-warninya rangkaian dari perayaan HUT ke-466 Kota Semarang tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px;">Tidak hanya masyarakat lokal, turis mancanegara yang berwisata ke Semarang juga terlihat memadati Jalan Pemuda hingga lapangan Simpang Lima selama karnaval berlangsung. Tidak hanya menonton, sebagian warga juga mengabadikan kemeriahan itu dengan kamera digital maupun kamera ponsel. ‘’<em>Semarang Night Carnival</em> kali ini sangat meriah, kostumnya juga unik-unik,’’ kata Milya, salah satu penonton. Kepadatan penonton sudah terlihat di area tersebut sejak sore hari. Mereka rela menunggu berjam-jam demi menyaksikan kemeriahan festival <em>Semarang Night Carnival</em> 2013 tersebut. ”Saya sudah menunggu sejak pukul 16.00 WIB karena saking <em>pengennya</em> melihat acara festival ini,” katanya.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_11505" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11505" rel="attachment wp-att-11505"><img class="size-medium wp-image-11505" title="semarang2 - nur an-nisa milyana" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/semarang2-nur-an-nisa-milyana-300x225.jpeg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">dok.pribadi Nur An-nisa 2013</p></div>
<p><span style="font-size: 13px;">Sesuai dengan tema “Semarak Warna”, para penonton disuguhkan aneka warna yang mencolok dari kostum peserta. Para peserta terlihat mengenakan kostum bunga, binatang, peri, prajurit, raja, dan berbagai kostum indah lainnya. Perbedaan lain dari tahun-tahun sebelumnya adalah kostum dan mahkota yang dipakai para peserta dihiasi dg zat pendar (<em>fluorescent material</em>) sehingga begitu terkena sorotan cahaya akan berkelap-kelip dan dan pada tahun ini ada di penampilan tiga etnik budaya di panggung yang telah disiapkan di depan Balai Kota Semarang serta lapangan Simpang Lima.</span></p>
<p dir="ltr">Karnaval yang dimulai pada jam 19.00 WIB ini dibuka dengan tarian &#8220;Warak Ngendog&#8221;, sebuah tarian yang menggambarkan “warak” sebagai hewan mitologi simbol budaya masyarakat Kota Semarang yang disajikan oleh Sanggar Tari Wijoyo Laras pimpinan Ki Joko Hadi Wijoyo. Tarian yang melibatkan beberapa pelaku seni ini sekaligus juga sebagai pertanda pembukaan acara. Lalu ratusan orang mengenakan beraneka kostum berwarna-warni, yang terbagi atas empat kelompok budaya ditambah satu kelompok campuran yang mulai berjalan bersama-sama dari depan Kantor Balai Kota Semarang menuju lapangan Simpang Lima. Setiap kelompok elemen budaya menyertakan simbol-simbol yang khas dan diiringi alunan musik yang mewakili masing-masing kebudayaan. Mereka berbaris rapi dan menari sepanjang jalan dengan diiringi musik dan sorotan lampu dari komunitas Ford Semarang.</p>
<div id="attachment_11506" class="wp-caption alignright" style="width: 206px"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11506" rel="attachment wp-att-11506"><img class="size-medium wp-image-11506" title="semarang1 - nur an-nisa milyana" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/semarang1-nur-an-nisa-milyana-196x350.jpg" alt="" width="196" height="350" /></a><p class="wp-caption-text">dok.pribadi Nur An-nisa 2013</p></div>
<p dir="ltr"><span style="font-size: 13px;">Rombongan begitu mendekati kawasan lapangan Simpang Lima akan disambut oleh tari prajuritan dan dilanjutkan atraksi di panggung yang kemudian dipadukan dengan belasan artis MNCTV Music Festival. Setelah itu, mereka langsung menari di atas panggung besar yang sudah disiapkan bersama artis-artis dari Ibukota, seperti Giselle, The Changcuters, D’Masiv, Lyla, Last Child, Zigas, Endank Soekamti, Cakra Khan, Budi Doremi, Judika, Vicky Shu, Dragon Boyz, Super Girlies, S4, Giselle, Inul Daratista, Erie Suzan, Iis Dahlia, Fitri Carlina, Zaskia Gotik, Selfi, Eva Puka, Chintyasari, Elvy Zubay, Didi Kempot, Meggy Diaz, Echa Paramitha, Arie Untung, Lolita, grup lawak Bajaj dan Super Emak, serta seniman lokal Semarang. Acara tersebut disiarkan secara live oleh MNCTV kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Acara ini diselenggarakan hingga pukul 01.00 WIB dan ditutup dengan pesta kembang api di  lapangan Simpang Lima Semarang.</span></p>
<p dir="ltr">Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Nurjanah, mengatakan bahwa <em>Semarang Night Carnival</em> tersebut akan menjadi suguhan menarik bagi masyarakat, wisatawan, serta para tamu Indonesia <em>Conference, Meeting, Incentive, and Travel Mart</em> (ICMITM) yang berjumlah sekitar 256 orang dan 1.000 bikers yang juga menggelar gathering di Semarang. ICMITM yang merupakan acara <em>business gathering</em> pelaku MICE se-Asia Tenggara tersebut juga digelar di Kota Semarang tanggal 1-4 Mei 2013 lalu. Sementara<em> gathering</em> 1.000 bikers tersebut dikemas dalam Tugu Muda <em>Bikers Week</em> (TMBW) yang telah dilaksanakan tanggal 2 sampai 4 Mei 2013.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/semarang-night-carnival-2013-semaraknya-warna-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SBMPTN 2013 Di Depan Mata, Jangan Salah Jurusan!</title>
		<link>http://mjeducation.co/sbmptn-2013-di-depan-mata-jangan-salah-jurusan/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/sbmptn-2013-di-depan-mata-jangan-salah-jurusan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 04:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anita Triska</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[memilih jurusan]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[proses seleksi]]></category>
		<category><![CDATA[SBMPTN]]></category>
		<category><![CDATA[SBMPTN 2013]]></category>
		<category><![CDATA[ujian masuk perguruan tinggi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11361</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun ini kita disuguhi nama baru dari ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri di Indonesia. Tahun sebelumnya ujian ini dikenal dengan nama SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Namun tahun ini ujian tersebut berganti nama menjadi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Walau berbeda nama, tetapi pada dasarnya kedua seleksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Pada tahun ini kita disuguhi nama baru dari ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri di Indonesia. Tahun sebelumnya ujian ini dikenal dengan nama SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Namun tahun ini ujian tersebut berganti nama menjadi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Walau berbeda nama, tetapi pada dasarnya kedua seleksi tersebut sama saja, yaitu sebuah ujian untuk memperebutkan kursi di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) idaman. Proses seleksi ini rencananya dilaksanakan pada pertengahan Juni 2013. Bagi para siswa yang akan mengikuti seleksi ini, waktu yang tersisa sangat terbatas. Mengingat persiapan yang harus dilakukan tidak sesederhana mengikuti ujian sekolah. Mulai dari proses pendaftaran yang harus dilakukan dengan cermat, sampai dengan persiapan diri tentang penguasaan materi yang diujikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_11362" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11362" rel="attachment wp-att-11362"><img class="size-medium wp-image-11362" title="ID-10039043" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/04/ID-10039043-300x180.jpg" alt="" width="300" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">freedigitalphotos.net</p></div>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Selain persiapan teknis ada satu persiapan lain yang sangat penting dipikirkan matang-matang oleh para siswa, yaitu pemilihan jurusan. Pemilihan jurusan, sering kali  membuat para siswa kebingungan. Padahal keputusan ini harus sudah ditentukan saat melakukan pendaftaran dan tidak bisa diubah lagi. Tidak adanya kesempatan untuk mengubah pilihan jurusan menuntut para siswa harus yakin dalam menetapkan pilihan. Hal ini kadang membuat para siswa memilih jurusan yang sebenarnya tidak begitu diinginkannya. Jurusan yang dipilih adalah kehidupan yang akan dijalani oleh para siswa dalam jangka waktu tidak sebentar, kurang lebih empat tahun ke depan. Jika jurusan yang diambil adalah sesuai minat maka siswa akan menjalaninya dengan hati senang. Namun jika tidak, empat tahun akan terasa sangat menyiksa. Bisa dibayangkan jika salah dalam memilih jurusan di perguruan tinggi.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pada saat dinyatakan lulus seleksi masuk PTN tidak sedikit siswa memutuskan untuk melepaskan pilihannya begitu saja. Hal ini dikarenakan jurusan tersebut dirasa tidak cocok dengan keinginan. Tindakan ini sangat disayangkan, karena mengurangi kuota terhadap jurusan tersebut yang seharusnya bisa diisi oleh siswa lain yang benar-benar menginginkannya. Tetapi ada juga yang akhirnya memutuskan untuk mengambil jurusan tersebut dengan berbagai alasan walaupun tidak begitu diminati. Hal ini tentu saja akan berpengaruh dalam totalitas siswa dalam menjalani proses pembelajaran saat kuliah nanti.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ada satu kasus lagi yang sering terjadi. Ketika memilih suatu jurusan, siswa merasa yakin akan minatnya sehingga memutuskan pilihannya terhadap suatu jurusan. Namun saat menjalani perkuliahan siswa merasa tidak cocok terhadap jurusan tersebut. “Tidak sesuai dengan yang dibayangkan”, itulah sepenggal kalimat yang sering diucapkan ketika ditanya alasannya. Padahal sebelumnya merasa yakin akan minatnya pada jurusan tersebut. Tentu ini juga akan mempengaruhi totalitas dalam menjalani kegiatan perkuliahan. Lalu, apa yang salah? Apakah minatnya berubah di tengah jalan? Sepertinya tidak.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Untuk menghindari hal tersebut, maka perlu dipertimbangkan dengan matang jurusan apa yang akan dipilih. Beberapa tips berikut mungkin bisa membantu dalam memilih jurusan pada studi lanjut:</span></p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kenali bakat dan minat diri</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Hal ini mutlak dilakukan. Siswa yang mampu mengenali bakat dan minatnya, akan lebih mudah untuk menentukan jurusan yang akan dipilih di perguruan tinggi. Lalu bagaimana mengenali bakat dan minat dalam diri? Bakat dan minat biasanya bisa dirasakan. Salah satu indikasinya dengan melihat pelajaran-pelajaran apa yang disukai pada saat menempuh pendidikan pada tingkat dasar hingga menengah atas. Sebagai bahan pertimbangan, para siswa juga sebaiknya meminta pendapat orang tua dan kerabat dekat untuk menilai bakat dan jurusan apa yang cocok untuk dirinya.</p>
<p dir="ltr">Namun tidak sedikit siswa yang ragu akan bakat dan minat yang dirasakannya. Jika langkah ini belum banyak membantu untuk mengerucutkan pada jurusan tertentu, mendatangi biro konsultasi bakat dan minat adalah salah satu jalan yang bisa ditempuh. Melalui tes bakat dan minat, siswa akan sangat terbantu dalam mengenali bakat dan minat diri yang sebenarnya.</p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kenali lebih dekat jurusan yang dipilih</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Siswa membayangkan jurusan tertentu sesuai dengan imajinasi dan standar dirinya masing-masing. Hal ini yang menyebabkan banyak siswa merasa jurusan tertentu tidak sesuai dengan harapannya. Ada siswa yang memilih jurusan A untuk menghindari ketidaksukaannya terhadap mata pelajaran tertentu waktu di Sekolah Menengah Atas (SMA). Di luar dugaan, ternyata pelajaran yang dihindari muncul kembali di jurusan yang dipilih.  <em>Nah</em>, agar kalimat “Tidak sesuai dengan yang dibayangkan” ini tidak muncul lagi, maka para siswa harus mengenal tentang jurusan yang dipilihnya. Mulai dari mata kuliah yang membangun jurusan tersebut, teknis perkuliahan, sampai rata-rata masa studi. Informasi bisa didapat dari situs resmi jurusan tersebut. Biasanya situs resmi mencantumkan informasi yang dibutuhkan tadi. Selain itu, bertanya kepada senior yang sudah terlebih dahulu kuliah di jurusan tersebut adalah cara paling mudah untuk mengumpulkan informasi detail tentang perkuliahan di jurusan tersebut.</p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Cari informasi ruang lingkup pekerjaan setelah lulus</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Hal lain yang tidak kalah penting, apakah setelah lulus dari jurusan tersebut bisa mewadahi siswa untuk bekerja di lingkup pekerjaan yang dicita-citakan? Jika tidak, maka sebaiknya para siswa mempertimbangkan kembali jurusan yang tadi sudah dipilih. Jurusan yang dipilih, selayaknya membantu siswa untuk mewujudkan cita-citanya di masa depan.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Untuk itu carilah informasi tentang jurusan yang diminati sebanyak-banyaknya. Semakin kenal terhadap jurusan yang akan dipilih, maka akan semakin siap saat menjalaninya nanti.  Nah, mungkin tiga tips sederhana tersebut bisa membantu dalam menentukan pilihan jurusan pada SBMPTN yang akan segera datang. Tetap semangat, dan selamat berjuang!</span></p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/sbmptn-2013-di-depan-mata-jangan-salah-jurusan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eyang Subur Bikin Seluruh Media Televisi Kena Tegur KPI</title>
		<link>http://mjeducation.co/eyang-subur-bikin-seluruh-media-televisi-kena-tegur-kpi/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/eyang-subur-bikin-seluruh-media-televisi-kena-tegur-kpi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 May 2013 12:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novita Kusumaningrum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dialog Interaktif]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[eyang subur]]></category>
		<category><![CDATA[literasi media Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11493</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 11 media televisi mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait penayangan perseteruan Eyang Subur dengan artis Adi Bing Slamet. KPI mendapat banyak aduan dari masyarakat, yang menghawatirkan pengaruh kurang baik tayangan tersebut pada anak-anak dan remaja. Ada indikasi tayangan-tayangan itu mengumbar aib masing-masing pihak yang berkonflik.  Oleh karenanya, masyarakat perlu memiliki kecerdasan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Sebanyak 11 media televisi mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait penayangan perseteruan Eyang Subur dengan artis Adi Bing Slamet. KPI mendapat banyak aduan dari masyarakat, yang menghawatirkan pengaruh kurang baik tayangan tersebut pada anak-anak dan remaja. Ada indikasi tayangan-tayangan itu mengumbar aib masing-masing pihak yang berkonflik.  Oleh karenanya, masyarakat perlu memiliki kecerdasan dalam memanfaatkan media terutama media televisi. Masyarakat perlu memahami literasi media, sehingga dapat memilih tayangan yang sesuai dengan kebutuhan dan memberi dampak positif bagi mereka. Mereka hendaknya meninggalkan tayangan-tayangan yang kurang bermanfaat.</p>
<p><span style="font-size: 13px;">Demikian yang terungkap dalam Seminar Kebebasan Pers, di Gedung AR. Fachrudin B lantai 5, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), tadi pagi (4/5). Dalam acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers dan Penerbitan Mahasiswa (LPPM) Nuansa UMY itu, hadir sebagai pembicara, Rian Widaryanto dari Indosiar dan Hendrawan Setiawan dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI).</span></p>
<div id="attachment_11497" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://mjeducation.co/eyang-subur-bikin-seluruh-media-televisi-kena-tegur-kpi/img_2341/" rel="attachment wp-att-11497"><img class="size-medium wp-image-11497" title="IMG_2341" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/IMG_2341-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">dok. pribadi Novita 2013</p></div>
<p><span style="font-size: 13px;">Hendrawan mengatakan, dalam dunia pertelevisian di tanah air, rating masih menjadi “dewa”. Semakin banyak masyarakat menonton suatu acara, maka semakin tinggi <em>rating</em> dari program tersebut. Rating diketahui melalui survei AC Nielsen yang dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia. Melalui survei tersebut, naik turunnya rating dapat terpantau setiap saat.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px;">“Masyarakat perlu memiliki literasi media yang baik, jika masyarakatnya cerdas dalam memanfaatkan media maka lama kelamaan tayangan-tayangan yang dianggap tidak baik itu akan dihilangkan karena tidak memiliki penonton. Jangan sampai masyarakat merasa tidak suka, namun menjadi semakin tertarik dan penasaran untuk menontonnya,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px;">Pada kesempatan yang sama, Rian Widaryanto mengatakan, <em>rating</em> juga memberi pengaruh pada penentuan berita yang ditayangkan di televisi. Semakin tinggi minat masyarakat terhadap berita tertentu, semakin gencar media menayangkannya. Ia mencontohkan, pada kejadian kecelakaan yang dialami Ustad Jeffri Al Buchori baru-baru ini. Semakin banyak masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai kejadian dan akibat yang ditimbulkan, maka stasiun televisi berlomba-lomba untuk menayangkan berita tersebut.</span></p>
<p dir="ltr">“<em>Rating</em> juga mempengaruhi pemberitaan di media. Seperti halnya ketika Ustad Jeffri Al Buchori mengalami kecelakaan, media televisi memberitakan kejadian tersebut dari banyak sisi. Tidak dipungkiri, berita-berita itu menggeser tema berita lain. Saat ini rating masih menjadi pertimbangan penting dalam penentuan tayangan televisi,” terangnya lugas.</p>
<h6 dir="ltr"><span style="color: #ff6600;">Media independen</span></h6>
<p dir="ltr">Sesuai tema seminar yakni “Kebebasan Pers” sejumlah peserta menanyakan mengenai independensi media dalam hal pemberitaan, sebab saat ini media banyak digunakan sebagai senjata politik. Dari diskusi tersebut terungkap bahwa diyakini masih ada media pemberitaan yang independen, meski saat ini banyak kekuatan besar menguasai media. Menurut Hendrawan Setiawan, meskipun media dimiliki oleh kekuatan-kekuatan tertentu, tetapi Ia masih merasa yakin bahwa orang-orang di <em>news room</em> masih memiliki independensi.</p>
<p><span style="font-size: 13px;">“Saya merasa yakin meskipun saat ini televisi banyak dikuasai oleh kepentingan politik, namun orang-orang di <em>news room</em> masih ingin independen. Indikasi masih adanya resistensi terhadap kekuatan-kekuatan tersebut, yakni ketika adanya penolakan terhadap peliputan berita yang tidak sejalan dengan sikap independen. Saya yakin itu setiap orang-orang pemberitaan masih memiliki resistensi,” tegasnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px;">Sementara itu, ketua panitia Seminar Kebebasan Pers Shidqi Noer Salsa, yang juga Pimpinan Redaksi LPPM Nuansa, mengatakan, acara ini diselenggarakan untuk memperingati hari Kebebasan Pers Dunia yang jatuh pada 3 Mei. Pihaknya berharap dengan adanya acara ini, masyarakat dapat lebih mengetahui mengenai seluk beluk kebebasan pers. Menurutnya, kebebasan pers sesungguhnya memiliki rambu-rambu khusus sehingga tidak kebablasan.</span></p>
<p dir="ltr">“Kami ingin memberikan wadah edukasi bagi mahasiswa juga teman-teman pelajar, agar mereka mengetahui kebebasan pers itu bukan kebebasan yang kebablasan karena ada aturan dan pedoman yang harus dipatuhi oleh pers. Di lain sisi, pers juga dilindungi oleh konstitusi,” terangnya.</p>
<p dir="ltr">Hadir dalam acara tersebut puluhan mahasiswa dan pelajar se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pewarta media, Aparat Kepolisian, dan masyarakat dari berbagai kalangan.</p>
<p dir="ltr">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/eyang-subur-bikin-seluruh-media-televisi-kena-tegur-kpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kabupaten Bantul Luncurkan Buku Tata Krama</title>
		<link>http://mjeducation.co/kabupaten-bantul-luncurkan-buku-tata-krama/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/kabupaten-bantul-luncurkan-buku-tata-krama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 May 2013 12:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novita Kusumaningrum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar]]></category>
		<category><![CDATA[buku tata krama]]></category>
		<category><![CDATA[HARI PENDIDIKAN NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[idham samawi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten bantul]]></category>
		<category><![CDATA[pancasila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11484</guid>
		<description><![CDATA[Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meluncurkan buku panduan tata krama bagi siswa di Dinas Pendidikan setempat, kemarin (2/5). Buku berjudul “Panduan Tata Krama Berdasarkan Nilai Pancasila” ini, disebut-sebut sebagai yang pertama di Indonesia. Dalam pidato peluncuran buku tersebut, Ketua Dewan Pendidikan Bantul, Idham Samawi mengatakan, selama ini Pancasila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://mjeducation.co/kabupaten-bantul-luncurkan-buku-tata-krama/p1230743/" rel="attachment wp-att-11485"><img class="alignleft size-medium wp-image-11485" title="P1230743" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/P1230743-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meluncurkan buku panduan tata krama bagi siswa di Dinas Pendidikan setempat, kemarin (2/5). Buku berjudul “Panduan Tata Krama Berdasarkan Nilai Pancasila” ini, disebut-sebut sebagai yang pertama di Indonesia.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dalam pidato peluncuran buku tersebut, Ketua Dewan Pendidikan Bantul, Idham Samawi mengatakan, selama ini Pancasila masih dianggap keramat sehingga disimpan pada tempat khusus dan jarang terjamah. Menurutnya, Pancasila sebagai ideologi bangsa hendaknya tidak dikeramatkan, tetapi justru diterapkan dalam perilaku hidup sehari-hari. Saat ini, Kabupaten Bantul mulai meninggalkan budaya tersebut dan mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Kesalahan bangsa ini yakni menganggap Pancasila harus ditempatkan pada tempat wingit (angker/keramat), tidak diimplementasikan dan dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari. Sekarang warga Bantul mulai berubah dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Idham mengatakan, Indonesia harus berkaca pada Cina. Negara tersebut memiliki jumlah penduduk lebih banyak daripada Indonesia, namun dapat menghidupi rakyatnya. Cina merupakan satu-satunya negara yang memberikan pinjaman dana kepada Amerika. Hal ini sangat bertolak belakang dengan kehidupan di negara kita, di mana Indonesia masih mengimpor beras, kedelai, bahkan garam untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya. Menurut Idham, kesuksesan Cina ini ditengarai karena konsistensi mereka menerapkan ideologi dalam kehidupan. Meski demikian, Idham mengatakan, ideologi Cina tidak sejalan dengan semangat Indonesia yang ber-ketuhanan Yang Maha Esa.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Kita lihat Cina yang memiliki penduduk 1,2 miliar dapat menghidupi rakyatnya bahkan beberapa waktu lalu mereka menagih piutang kepada Amerika Serikat. Ini satu-satunya negara yang dapat memberi pinjaman kepada mereka. Cina menjadi besar karena dibangun dengan ideologi. Namun ideologi ini tidak cocok untuk Indonesia, karena mereka memiliki ideologi komunis. Mereka juga menerapkan empat poin dalam Pancasila, namun tidak mengamalkan poin Ketuhanan Yang Maha Esa,” ungkapnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sementara itu, salah seorang penyelenggara yang juga Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur), Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal (Dikmenof) Bantul, Drs. Totok Sudarto, M.Pd mengatakan, peluncuran buku ini sekaligus sebagai momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei. Buku ini berangkat dari kebutuhan warga Bantul untuk menerapkan visi cerdas, berakhlak mulia dan berkepribadian Indonesia. Untuk menerapkan visi tersebut, dibutuhkan sebuah buku panduan agar seluruh warga Bantul dapat menanamkan tata krama Pancasila dalam diri mereka.  </span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Sebagai tim penyusun buku tata krama ini, yakni Ketua Dewan Pendidikan Bantul Idham Samawi, Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof. Dr. Wuryadi, Ketua Pusat Studi Pancasila UGM Prof. Dr. Sutaryo, Sp.A (K) di bawah pengarahan tim dari Dinas Pendidikan Bantul. Buku ini berisi petunjuk penerapan nilai-nilai Pancasila baik di sekolah, di rumah, di jalan dan di mana saja. Demikianlah yang diharapkan, anak-anak Bantul yang memiliki jiwa Pancasila,” jelas Totok.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Totok melanjutkan, pihaknya menyadari buku tersebut belum sempurna sehingga membuka kesempatan bagi seluruh warga yang hendak memberikan masukan dan saran. Pada tahap pertama pihaknya mencetak sebanyak 5.000 eksemplar untuk dibagikan ke TK hingga SMA sederajat di wilayah tersebut.</span></p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/kabupaten-bantul-luncurkan-buku-tata-krama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negeri Di Atas Awan Puncak Nglanggeran</title>
		<link>http://mjeducation.co/negeri-di-atas-awan-puncak-nglanggeran/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/negeri-di-atas-awan-puncak-nglanggeran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 May 2013 04:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugroho Angkasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Did You Know?]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[katon bagaskara]]></category>
		<category><![CDATA[negeri di atas awan]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pegunungan nglanggeran]]></category>
		<category><![CDATA[puncak nglanggeran]]></category>
		<category><![CDATA[wonosari]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11352</guid>
		<description><![CDATA[“Di bayang wajahmu, kutemukan bahasa kasih, yang terungkapkan dengan pasti di masa lalu…Kau mainkan untukku, sebuah lagu tentang negeri di awan, di mana kedamaian menjadi istananya…” Anda tentu familiar dengan kutipan tembang di atas. Ya, betul sekali, judulnya “Negeri di Awan” yang dinyanyikan oleh Katon Bagaskara. Penyanyi asal Yogyakarta tersebut memang piawai menggubah lagu dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><em>“Di bayang wajahmu, kutemukan bahasa kasih, yang terungkapkan dengan pasti di masa lalu…Kau mainkan untukku, sebuah lagu tentang negeri di awan, di mana kedamaian menjadi istananya…”</em></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11354" rel="attachment wp-att-11354"><img class="alignleft size-medium wp-image-11354" title="DSCN0080" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/04/DSCN0080-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Anda tentu familiar dengan kutipan tembang di atas. <em>Ya</em>, betul sekali, judulnya “Negeri di Awan” yang dinyanyikan oleh Katon Bagaskara. Penyanyi asal Yogyakarta tersebut memang piawai menggubah lagu dengan syair nan puitis.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ketika minggu pagi lalu (20/4/2013) penulis berdiri di puncak Nglanggeran yang berkoordinat GPS S7°50&#8217;26.052&#8243; E110°32&#8217;41.964&#8243;  dan memandang hamparan awan putih di sekitar Gunung Api Purba itu sontak teringat lanjutannya, “Dan kini kau bawa aku menuju ke sana…”</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Gunung Nglanggeran merupakan peninggalan kawah vulkanik yang pernah aktif puluhan juta tahun silam. Letaknya di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. Lokasi tersebut bisa ditempuh dalam waktu sejam dengan kendaraan bermotor dari pusat kota gudeg.  </span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Uniknya, walau daerah tersebut termasuk kawasan karst (batu kapur), tapi lembahnya <a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11355" rel="attachment wp-att-11355"><img class="alignright size-medium wp-image-11355" title="DSCN0087" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/04/DSCN0087-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>tetap hijau dan subur. Sebagian besar penduduk setempat menggantungkan hidup dari berladang, beternak dan menanam padi di sawah.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Berdasarkan pengamatan penulis, Gunung Nglanggeran lebih tepat disebut pegunungan. Karena daerah tersebut berupa deretan gunung batu raksasa dengan pemandangan eksotik mirip <em>Grand Canyon</em>.  Bentuk dan nama kontur pahatan alam tersebut dinamai sesuai bentuknya, antara lain Gunung Wayang, Gunung 5 Jari, dan Gunung Kelir.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Secara lebih detail berikut ini aneka tempat di Pegunungan Nglanggeran:</span></p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Gunung Kelir</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Disebut Gunung Kelir karena bentuk dari gunung tersebut menyerupai kelir/layar. Tempat ini dipercaya sebagai petilasan dari Ongko Wijoyo dan Punokawan (Semar, Petruk, Gareng, Bagong)</p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sumber Air Comberan</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11356" rel="attachment wp-att-11356"><img class="alignleft size-medium wp-image-11356" title="DSCN0098" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/04/DSCN0098-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Sebuah mata air yang tidak pernah mengalami kekeringan di Puncak Gunung Nglanggeran. Di sana terdapat tempat pemujaan untuk mendapatkan anugerah dari Sang Pencipta bagi mereka yang memiliki keinginan (cita-cita).</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tepat di samping sumber Comberan terdapat pertapaan untuk melakukan ritual <em>Prehatin</em>. Biasanya pada hari-hari tertentu yang diyakini mempunyai nilai mistis (<em>Seloso Kliwon</em>, malam Jemuah Kliwon) berduyun-duyun wisatawan datang untuk melakukan ritual tersebut. Air di Sumber Comberan diyakini dapat membuat awet muda jika digunakan untuk membasuh wajah.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tempat tersebut juga digemari pelancong karena iklimnya yang sejuk. Di sana  masih ada Tangga Tataran yang dibuat pada zaman Jepang. Konon daerah itu dulunya pernah dipakai sebagai tempat persembunyian tentara Jepang.</span></p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Gunung Gedhe</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Sesuai dengan namanya Gunung Gedhe merupakan gunung terbesar diantara gunung-gunung lainnya. Inilah puncak tertinggi dari Gunung Nglanggeran. Para pendaki sering menggunakan tempat ini untuk tempat istirahat dan berkemah.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pemandangan luas terlihat jelas dari puncak tertinggi tersebut. Posisi yang sangat strategis di tengah-tengah Gunung Nglanggeran ini menjadi primadona para fotografer karena mereka bisa mengabadikan keindahan ciptaan Tuhan YME dari berbagai sudut pandang.</span></p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Gunung Bongos</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Tempat untuk meletakkan Blencong, alat penerangan yang berfungsi untuk menghidupkan bayangan wayang dilayar. Gunung tersebut berwarna hitam menyerupai arang.</p>
<h4><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"><span style="color: #ff6600;"><strong></strong>Gunung Blencong</span></span></h4>
<p dir="ltr">Gunung menyerupai Blencong. Alat penerangan/lampu yang konon dipakai Kyai Ongko Wijaya saat berkumpul dengan para Punokawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong).</p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Gunung Buchu</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Gunung yang bentuknya lancip. Menurut keyakinan masyarakat setempat, gunung tersebut berasal dari Puncak Gunung Merapi yang dipindah oleh Punokawan. Lantas, mereka meletakkannya di Desa Kemadang Gunungkidul. Para Punokawan memikulnya dengan kayu jarak.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bentuknya yang tinggi dan runcing menjadikan Gunung Buchu sebagai tempat favorit atlet panjat tebing. Kendati demikian, sampai saat ini pendaki yang berhasil menaklukkannya masih bisa dihitung dengan jari. Baru 3 tim pendaki yang sukses menancapkan bendera di puncak Gunung Buchu.</span></p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tlogo Wungu</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Hanya orang-orang tertentu yang dapat mengetahui keberadaannya. Pengunjung yang datang harus  benar-benar bersih dan betah menjalankan laku Prehatin. Nah baru mereka akan mengetahui keberadaan Tlogo Wungu, konon letaknya di sebelah ujung timur Gunung Nglanggeran.</p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tlogo Mardhido</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Tempat pemandian Jaran Sembrani tunggangan Widodari yang sedang turun dari kahyangan. Di sana terdapat tapak kuda yang membekas di atas bebatuan.</p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Talang Kencono</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Talang air dari Tlogo Mardhido sampai Jimatan Kota Gedhe Yogyakarta.</p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pemean Gadhung</span></strong></span></h4>
<p dir="ltr">Mitos dinamakan Pemean Gadhung karena batang gadhung tersebut ujungnya sampai di puncak gunung Merapi. Tempat ini sekarang dihuni banyak monyet, kelelawar dan juga ular.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Mitos-mitos memang menjadi bagian dari realitas hidup masyarakat setempat. Menurut Mbah Redjodimulyo selaku sesepuh yang tinggal di Nglanggeran, Dusun Tlogo Mardidho yang ada di puncak  hanya boleh dihuni oleh 7 kepala keluarga. Jika kepala keluarga yang tinggal di dusun ini kurang atau lebih maka akan terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, jika anak-anak mereka sudah berkeluarga maka keluarga baru tersebut harus segera meninggalkan Dusun Tlogo Mardhido.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dalam tradisi kejawen angka tujuh memang memiliki makna tersendiri. <em>Pitulungan</em> berarti pertolongan. Tapi bukan memohon pertolongan dari makhluk gaib melainkan dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, tujuh juga merupakan lapisan-lapisan kesadaran dalam diri manusia atau biasa disebut chakra. Mulai dari chakra dasar (di dekat tulang ekor) hingga chakra mahkota (beberapa sentimeter di atas kepala).</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Puncak Nglanggeran yang berketinggian 700 dpl tersebut dapat didaki hanya dalam waktu<a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11357" rel="attachment wp-att-11357"><img class="alignright size-medium wp-image-11357" title="DSCN0092" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/04/DSCN0092-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a> 1-1,5 jam saja. Medan ini sangat cocok bagi para<em> tracker</em> pemula karena memang relatif mudah. Bahkan di sepanjang rute sudah tersedia <em>undak-undakan</em> dan tali pegangan. Kendati demikian, bila turun hujan pengunjung harus ekstra hati-hati karena tanah liat menjadi becek dan licin.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sepanjang perjalanan kita disuguhi panorama alam nan cantik. Sejauh mata memandang tampak hamparan awan, jajaran gunung batu, perkampungan warga dusun, serta hijaunya sawah dan ladang. Bahkan saat senja tiba, kota Yogyakarta akan terlihat laksana lautan kunang-kunang. Taburan cahaya bintang dan gemerlap lampu kota berpadu menciptakan suasana romantis.</span></p>
<p>Terakhir tapi penting, berapa biaya untuk menikmati seluruh keindahan alam dan khasanah budaya tersebut? Hanya dengan Rp 3.000 (siang hari) dan Rp 5.000 (malam hari) Anda bisa merasakan sensasi tak terkatakan negeri di atas awan Puncak Nglanggeran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/negeri-di-atas-awan-puncak-nglanggeran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Parade Pantomim di Taman Budaya Yogyakarta, Seruan Penuh Makna Dalam Bahasa Kesunyian (Bagian 2)</title>
		<link>http://mjeducation.co/parade-pantomim-di-taman-budaya-yogyakarta-seruan-penuh-makna-dalam-bahasa-kesunyian-bagian-2/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/parade-pantomim-di-taman-budaya-yogyakarta-seruan-penuh-makna-dalam-bahasa-kesunyian-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 12:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugroho Angkasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teater]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa kesunyian]]></category>
		<category><![CDATA[pantomim]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Budaya Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[teater]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11475</guid>
		<description><![CDATA[Wajah-wajah Seusai pentas pantomim sesi pertama yang ditutup dengan gemuruh tepuk tangan dari ribuan hadirin yang memadati Concert Hall TBY, Agus RRI selaku pembawa acara kembali ke atas panggung. Lampu ruangan yang semula redup dihidupkan kembali. Lantas, penyiar Radio Republik Indonesia tersebut memanggil dua orang seniman besar pantomim Yogyakarta, yakni Tri Moerti Purnomo dan Broto [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 dir="ltr"><span style="color: #ff6600;"><strong>Wajah-wajah</strong></span></h4>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11479" rel="attachment wp-att-11479"><img class="alignleft size-medium wp-image-11479" title="Adegan Wajah-wajah 2" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Adegan-Wajah-wajah-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Seusai pentas pantomim sesi pertama yang ditutup dengan gemuruh tepuk tangan dari ribuan hadirin yang memadati <em>Concert Hall</em> TBY, Agus RRI selaku pembawa acara kembali ke atas panggung. Lampu ruangan yang semula redup dihidupkan kembali. Lantas, penyiar Radio Republik Indonesia tersebut memanggil dua orang seniman besar pantomim Yogyakarta, yakni Tri Moerti Purnomo dan Broto Wijayanto. Walau berasal dari dua generasi yang berbeda, tapi <em>toh</em> mereka dapat bersatu dalam <em>gawe</em> (upaya) mempopulerkan kembali pertunjukan seni teater dalam diam ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Ternyata Tri Moerti Purnomo merupakan pendiri bengkel teater “Timoer Mime”. Sejak 1960-an ia telah berproses bersama para penggiat pantomim di Indonesia. Jika dianalogikan dengan pentas pembacaan puisi, beliau ialah “Rendra”-nya pantomim. Lalu, pria yang kini berusia 73 tahun tersebut sedikit menjelaskan konsep lakon “Wajah-wajah” yang akan segera dipentaskan oleh anak-anak didiknya. “Pertunjukan kali ini termasuk gaya <em>modern mime</em>, karena diwarnai gerak stakato, stirilisasi, dan metode olah tubuh dari huruf latin A-Z,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pimpinan produksi pentas “Wajah-wajah” dipunggawai oleh Ign. Karyono. Staf pengajar di SMKI Yogyakarta itu menggambarkan lakon ini secara puitis, ”Wajah-wajah yang kosong menatap masa depan, berharap akan adanya perubahan. Orang-orang yang diharapkan menjadi penolong malah mempermainkan hati, rupa, bentuk dan karakter manusia. Wajah mereka berubah seturut yang mempermainkannya. Wajah-wajah yang dipermainkan melihat kondisi yang semakin mencengangkan, orang memperlakukan orang lain seenaknya sendiri. Konflik dan pertikaian tak terelakan lagi, yang tertindas berganti menindas. Mungkin akan adanya kesadaran atau kekosongan yang akan terus menghantui peradaban.”</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sebagian besar pemain lakon pantomim “Wajah-wajah” masih berusia muda. Mereka siswa-siswi dan alumnus SMKI Yogyakarta, sebuah sekolah menengah atas yang terletak di pinggiran kota Yogyakarta, tepatnya di Bugisan. Para pelakon muda ini memang memilih untuk fokus menggeluti dunia seni.  </span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tokoh utama lakon ini sepasang muda-mudi yang sedang dimabuk asmara. Mereka asyik <a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11480" rel="attachment wp-att-11480"><img class="alignright size-medium wp-image-11480" title="Muda-mudi Kasmaran dalam Lakon Wajah-wajah 3" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Muda-mudi-Kasmaran-dalam-Lakon-Wajah-wajah-3-262x350.jpg" alt="" width="262" height="350" /></a>bermain-main dengan aneka wajah yang berada di atas meja panjang. Semula atmosfer yang tercipta ialah keceriaan dan dagelan. Setiap kali mereka memainkan telapak tangannya, wajah-wajah tersebut mengikuti gerakan itu.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tapi kemudian datanglah dua orang penjagal berpakaian serba hitam.  Mereka memaksa kedua muda-mudi itu untuk memasung wajah-wajah tak berdosa tadi. Jika tidak mau menuruti perintah, mereka berdua yang akan dihabisi. Akhirnya, satu-persatu kepala-kepala tersebut dipenggal oleh kedua muda-mudi itu. Sepasang remaja yang semula polos kini menjadi beringas karena dipaksa keadaan. Ruh-ruh “Wajah-wajah” tadi berubah menjadi balon warna-warni. Bisa jadi sebagai representasi jiwa manusia yang tak pernah mati.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Tak kalah dengan pertunjukan sesi pertama, pentas kedua ini juga mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton yang memadati <em>Concert Hall</em> TBY. Guna memberi kesempatan bagi para hadirin untuk menghela nafas, Agus RRI mengumumkan bahwa pentas ketiga baru akan digelar 15 menit lagi. “Silakan jika hendak ke kamar kecil atau beristirahat menghirup udara segar sejenak di luar ruangan,” ujarnya.</span></p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sang Veteran</span></strong></span></h4>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">“Bengkel Mime Theatre (BMT) adalah kelompok seni pertunjukan yang menggeluti seni pantomim sebagai basis bentuk pertunjukan,” begitulah penjelasan Agus RRI sebelum pentas sesi ketiga yang bertajuk “Sang Veteran”.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Keunikan BMT terletak pada eksplorasi nilai-nilai seni pantomim dengan pendekatan di luar pantomim itu sendiri, antara lain lewat seni tari, teater, sastra, rupa, film, dan bahkan ilmu pengetahuan non seni. BMT didirikan pada 2 Mei 2004 di Yogyakarta. Pelopornya Andy Sri Wahyudi, Ari Dwianto, dan Asita.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"><a href="http://mjeducation.co/?attachment_id=11481" rel="attachment wp-att-11481"><img class="alignleft size-medium wp-image-11481" title="Sang Veteran 3" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Sang-Veteran-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Malam itu, BMT mempersembahkan lakon “Sang Veteran’. Kisah seorang mantan pejuang yang galau menghadapi perubahan zaman, “Ah, mengapa harus ada perang dan kenangan? Kini aku hanya duduk terpaku memandangi cerita masa lalu yang datang menghantui. Aku masih ingin bicara tentang perjuangan, cinta dan cita-cita, tapi masa jaya telah terlupa dan pekik merdeka telah berubah tawa…”</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Adegan pantomim dibuka dengan suasana perang di era revolusi fisik. Desingan peluru dan ledakan granat menjadi “santapan” sehari-hari kaum republikan. Kendati demikian, ancaman maut tersebut tak menyurutkan asa untuk meraih kemerdekaan. Selain itu, tersaji pula bumbu-bumbu perjuangan, yakni berupa kisah cinta sang jejaka dengan Rohayati. Dara jelita itu merupakan kenangan abadi dalam pelukan masa muda Sang Veteran.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, romantika mereka harus diakhiri dengan salam perpisahan. Rohayati tewas tertembak peluru nyasar di tengah amuk perang. Dalam hati Sang Veteran membatin, “Tak ada yang tahu bahwa masih ada bara dalam tubuh rapuh ini. Lalu untuk apa dan siapa perjuangan dan bara apiku ini?” Andy Sri Wahyudi selaku penulis naskah berhasil mengaduk-aduk emosi penonton. Ceritanya benar-benar menghanyutkan. Ia menyuguhkan dunia dengan setumpuk ironi. Karena berupa pentas pantomim, semua itu disampaikan lewat bahasa kesunyian.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Trotoar, Wajah-wajah, dan Sang Veteran, tiga suguhan pantomim nan kaya gizi bagi jiwa. Menurut pengakuan Jamaluddin Latif, sutradara lakon “Trotoar”, “Ini pertama kali dalam karyaku melibatkan anakku sendiri. Terima kasih ya, Risang.…” Peristiwa seni memang sejatinya bisa menyatukan kita semua. Salam budaya!</span></p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/parade-pantomim-di-taman-budaya-yogyakarta-seruan-penuh-makna-dalam-bahasa-kesunyian-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jagongan Wagen “Lestari Meruang Masa” Memang Keren</title>
		<link>http://mjeducation.co/jagongan-wagen-lestari-meruang-masa-memang-keren/</link>
		<comments>http://mjeducation.co/jagongan-wagen-lestari-meruang-masa-memang-keren/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 May 2013 08:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nugroho Angkasa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Seni dan Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[butet kertaredjasa]]></category>
		<category><![CDATA[jagongan wagen]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan jawa]]></category>
		<category><![CDATA[kontemporer]]></category>
		<category><![CDATA[padepokan seni bagong kussudiardja]]></category>
		<category><![CDATA[seni dan budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mjeducation.co/?p=11428</guid>
		<description><![CDATA[Minggu malam (28/3) purnama tak lagi bersinar penuh, tapi cahayanya masih mampu menerangi para pengunjung Jagongan Wagen. Perhelatan budaya yang rutin digelar di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Yogyakarta itu gratis dan terbuka untuk umum. Tepat di gerbang masuk tampak pihak tuan rumah menyapa dan menyambut dengan penuh keramahan. Mereka pun mempersilakan hadirin menghangatkan badan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Minggu malam (28/3) purnama tak lagi bersinar penuh, tapi cahayanya masih mampu menerangi para pengunjung <em>Jagongan Wagen</em>. Perhelatan budaya yang rutin digelar di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), Yogyakarta itu gratis dan terbuka untuk umum. Tepat di gerbang masuk tampak pihak tuan rumah menyapa dan menyambut dengan penuh keramahan. Mereka pun mempersilakan hadirin menghangatkan badan dengan menyeruput (meminum) <em>wedang</em> jahe dan <em>wedang setup</em> (sari buah jambu biji) yang telah disediakan dalam 3 wadah besar. Aroma wangi dupa juga menambah suasana nyaman dan sejenak mengendurkan urat saraf.</p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"><a href="http://mjeducation.co/jagongan-wagen-lestari-meruang-masa-memang-keren/menari-bersama/" rel="attachment wp-att-11430"><img class="alignleft size-medium wp-image-11430" title="Menari Bersama" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Menari-Bersama-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Tepat pukul 20.00 WIB acara pun dimulai. Ratusan penonton duduk lesehan mengitari pendopo utama. Alhasil, seolah tak ada jarak antara para hadirin dan pengisi acara. Sensasinya sangat berbeda dengan menonton konser musik ataupun acara di televisi yang relatif berjarak. Malam itu ada 6 penari muda berbakat yang mempersembahkan aneka tarian. Mereka menampilkan kebolehannya mengolah gerak tubuh seturut irama musik untuk menyampaikan pesan tertentu. Tema <em>Jagongan Wagen</em> edisi April 2013 ialah “Lestari Meruang Masa”. Selama sejam penuh, Aris, Punyk, Anggoro, Ayu, Dhahana, dan Prita berkolaborasi dalam dua sesi tari yang sarat inspirasi.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Menurut Ayu, di sini ia merasakan sesuatu yang berbeda. Proses yang sangat asyik, sangat mengejutkan baginya. Ia pun senang sekali bisa menjadi salah satu anggota yang terlibat di <em>Jagongan Wagen</em>, yaitu sebuah proses mencari ide untuk bergerak. Ternyata itu tidak sulit, yang penting harus sadar dengan apa yang ada di dekat kita sehingga dapat saling mengisi dan merespon. “Sungguh menarik dan menjadi tantangan tersendiri dalam kreativitas khususnya lewat gerak dan tari,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Mbak Sulis yang bertindak sebagai MC<em> (Master of Ceremony)</em> di awal acara juga <a href="http://mjeducation.co/jagongan-wagen-lestari-meruang-masa-memang-keren/mbak-sulis-selaku-mc/" rel="attachment wp-att-11431"><img class=" wp-image-11431 alignright" title="Mbak Sulis selaku MC" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Mbak-Sulis-selaku-MC-262x350.jpg" alt="" width="210" height="280" /></a>menjelaskan bahwa <em>Jagongan Wagen</em> merupakan wahana untuk melestarikan seni tradisi. Karena di era digital ini kesenian rakyat kian terpinggirkan. “Kenapa sih namanya <em>Wagen</em>? Karena berasal dari hari pasaran (kalender Jawa) Wage, kalau hari pasarannya Kliwon, ya namanya bisa jadi <em>Jagongan Kliwonan</em>,” ujarnya dan sontak disambut gelak tawa penonton.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sekilas kisah ihwal Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), padepokan ini berdiri pada 2 Oktober 1978. Pendirinya seorang seniman Yogyakarta yang bernama Bagong Kussudiardja. Beliau pelaku seni dan budaya yang konsisten malang-melintang nguri-uri kabudayan Jawi (melestarikan budaya Jawa) sejak tahun 1950-an. Tidak mengherankan jika beliau lantas mendirikan sebuah padepokan sebagai tempat pendidikan seni non formal.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Padepokan yang beralamat di Dusun Kembaran RT 04 RW 21, Kelurahan Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul ini merupakan satu  impian besar dari beliau. Sehingga siapa saja yang ingin berkreasi lewat seni dan budaya dapat belajar dan berproses di sana.  Secara geografis, PSBK berada di bawah bukit Sempu. Suasananya relatif tenang dan masih asri karena banyaknya pepohonan  rindang dan taman yang ditata sedemikian rupa.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Fasilitas pendukung padepokan ini adalah ruang pertunjukan utama dengan ukuran 12 m x 10,5 m. Selain itu, ada juga studio arena dan studio yang berbentuk pendopo. Masih ada pula, ruang rekaman (audio digital), ruang latihan karawitan, kantor, dan ruang pertunjukan yang mampu menampung 500 penonton lengkap dengan tempat khusus untuk tata lampu. Padepokan ini pun dipakai sebagai studio permanen untuk 3 grup kelompok seni, yakni Kua Etnika, Sinten Remen, dan Teater Gandrik.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Padepokan ini mempunyai 2 acara rutin, yakni <em>Jagongan Wagen</em> dan <em>Among Sedulur</em>. <em>Among Sedulur</em> merupakan pembelajaran dan aktivitas seni yang mengangkat serta melibatkan masyarakat sekitar dengan para seniman profesional.  <em>Among Sedulur</em> sendiri terbagi menjadi 2 kegiatan utama, yaitu <em>Anjangsana</em> dan <em>Among Seni</em>.  <em>Anjangsana</em> merupakan pertunjukan pergelaran yang mempunyai nilai edukasi terhadap masyarakat. Sedangkan <em>Among Seni</em> merupakan kegiatan yang mengikutsertakan masyarakat dengan basis seni untuk menciptakan kreativitas. Alhasil, masyarakat secara langsung dapat mengolah dan menciptakan kreativitas seni mereka sendiri.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Padepokan  ini memang sering mengadakan beberapa pertunjukan yang sangat menarik. Acara yang sering ditampilkan adalah tari-tari daerah, drama, wayang kulit, wayang golek, wayang boneka, dll. Pak Bagong Kussudiardjo wafat pada tahun 2004 &#8211; sebagai kelanjutan pengelolaan padepokan tersebut &#8211; lalu dibentuklah Yayasan Bagong Kussudiardja yang salah seorang pengurusnya adalah Butet Kertaredjasa, seorang monolog dan presiden dagelan Indonesia.</span></p>
<h4><span style="color: #ff6600;"><strong><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Kehangatan</span></strong></span></h4>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Dhanana, salah seorang pengisi acara malam itu juga mengatakan bahwa ia merasakan ada aura yang hangat di PSBK. “Saya merasa lebih terbuka dan bisa memahami tentang pribadi seseorang pasca bertemu teman-teman yang berbeda latar belakang. Ternyata perbedaan tidaklah menjadi masalah untuk kita berkesenian,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;"><a href="http://mjeducation.co/jagongan-wagen-lestari-meruang-masa-memang-keren/aris-total-mengeksplorasi-gerak-tubuh/" rel="attachment wp-att-11432"><img class="alignleft  wp-image-11432" title="Aris total mengeksplorasi gerak tubuh" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Aris-total-mengeksplorasi-gerak-tubuh-262x350.jpg" alt="" width="210" height="280" /></a>Menurut pengamatan penulis, tarian malam itu termasuk genre kontemporer. Karena tidak ada alur cerita yang baku. Semua mengalir mengikuti irama dan dorongan gerak tubuh para penari. Tampak tersaji pula adegan percintaan dua insan yang tengah dimabuk asmara, aneka laku permainan tradisional, dan gerakan akrobatik yang relatif sulit dilakukan kaum awam.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Pada saat jeda antara dua sesi yang ada, MC mengingatkan para penonton untuk mengisi saweran (sumbangan sukarela) sehingga <em>Jagongan Wagen</em> sungguh bisa lestari meruang masa. “Dana yang terkumpul akan dipakai untuk menyediakan <em>wedang</em> jahe dan <em>wedang</em> <em>setup</em> bulan depan,” ujar MC yang mengenakan pakaian mirip pemain <em>Jathilan</em> tersebut.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Seusai pertunjukan, Mbak Sulis juga mewawancarai beberapa penari. Walau masih terengah-engah napasnya, mereka “dipaksa” menjelaskan definisi “Lestari Meruang Masa” bagi mereka sendiri. “Lestari berarti menjaga. Meruang dapat dimaknai sebagai mengisi, memainkan, melompati, meniduri, menutup, membuka ruang, dst. Sedangkan masa sama dengan waktu, bisa jadi di masa lalu. Jadi “Lestari Meruang Masa” artinya mengambil inspirasi dari masa lalu untuk mengisi, memainkan, melompati, meniduri, menutup, membuka ruang sehingga lestari dan terjaga sampai ke masa depan,” jawab Punyk yang telah berganti kostum pasca menari.</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Sebagai intermezo, Mbak Sulis yang menjadi MC tak mau kalah dengan para penari <a href="http://mjeducation.co/jagongan-wagen-lestari-meruang-masa-memang-keren/lesehan-sembari-menikmati-wedang-setup/" rel="attachment wp-att-11433"><img class="alignright size-medium wp-image-11433" title="Lesehan sembari menikmati wedang setup" src="http://mjeducation.co/averroes/wp-content/uploads/2013/05/Lesehan-sembari-menikmati-wedang-setup-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>tersebut. Ia meminta operator musik memainkan irama gamelan untuk mengiringinya menari. “Saya dulu waktu kecil juga pernah belajar menari lho, tubuh saya ini masih bisa lentur menari,” ujarnya dengan penuh percaya diri. Tapi bukan irama  gamelan yang terdengar melainkan musik dangdut. Alhasil, ia batal menunjukkan kebolehannya menari Jawa. Kembali gemuruh tawa dan tepuk-tangan riuh-rendah membahana memecah kesunyian malam. Tak terasa <em>Jagongan Wagen</em> edisi April 2013 telah memasuki penghujung acara, seluruh penari berkumpul di tengah pendopo. Mereka mengucapkan terima kasih kepada seluruh penonton yang  hadir. “Lestari Meruang Masa!!!!” seru mereka sembari memberi salam penghormatan.</span></p>
<p>Bapak Puji salah seorang penonton yang datang langsung dari Jalan Kaliurang Km.7, Kentungan, Sleman, Yogyakarta menyampaikan kesan dan pesannya. Pria berusia 51 tahun tersebut mengapresiasi generasi muda yang mau belajar dan melestarikan kesenian tradisi. Tak hanya seni tari, tapi juga tembang Jawa (macapat), karawitan, wayang, ketoprak, dll. Ketika ditanya apakah beliau bisa menari juga, “Oh tidak saya hanya penikmat dan penonton saja Mas. Pertunjukan tari harus ada penontonnya, semua jadi bisa saling melengkapi,” ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mjeducation.co/jagongan-wagen-lestari-meruang-masa-memang-keren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	<media:rating>nonadult</media:rating></channel>
</rss><!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: mjeducation.co @ 2013-05-19 15:29:19 -->
