<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muslim.or.id</title>
	<atom:link href="https://muslim.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muslim.or.id/</link>
	<description>Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Jul 2026 03:38:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-Favicon-muslimorid-32x32.webp</url>
	<title>Muslim.or.id</title>
	<link>https://muslim.or.id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114981-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114981-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2026 04:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114981</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Mereka disebut Al-Jama’ah karena bersatu di atas kebenaran, bukan karena banyaknya jumlah atau fanatisme kepada golongan tertentu. Mengapa mereka disebut Al-Jama’ah? Mereka disebut Al-Jama’ah karena bersatu di atas kebenaran. Salah satu karakteristik mereka adalah tetap [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114981-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-2.html">Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114981-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Allah Memasukkan Manusia ke Surga dan Neraka dengan Keadilan-Nya (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/115139-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115139-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 04:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115139</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terdapat sebuah pertanyaan: mungkinkah Allah ﷻ menghukum orang yang taat luar biasa kepada-Nya di neraka dan orang yang mendurhakai-Nya diberi nikmat di surga? Pertanyaan ini muncul dari kajian pemikiran atau penalaran sebagian orang yang sibuk menguji konsep ketuhanan. Lantas, bagaimana perspektif ahlus sunah dalam hal ini? Ibnul Qayyim rahimahullah sudah menjawab hal ini dalam kitabnya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115139-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-1.html">Allah Memasukkan Manusia ke Surga dan Neraka dengan Keadilan-Nya (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115139-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saat Tak Ada yang Melihat</title>
		<link>https://muslim.or.id/115025-saat-tak-ada-yang-melihat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=saat-tak-ada-yang-melihat</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115025-saat-tak-ada-yang-melihat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 04:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115025</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kita berhenti sejenak dan merasakan betapa nikmatnya momen saat pintu kamar tertutup rapat? Di ruang itu, tidak ada atasan yang mengawasi kinerja, tidak ada tetangga yang mengomentari penampilan, dan tidak ada kawan yang siap melontarkan kritik. Hanya ada kita, helaan napas, dan mungkin selimut yang hangat. Di sanalah kita merasa menjadi raja atas diri [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115025-saat-tak-ada-yang-melihat.html">Saat Tak Ada yang Melihat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115025-saat-tak-ada-yang-melihat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awal Fase Dakwah Islam Secara Terang-Terangan (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114973-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114973-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Rianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 04:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114973</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fase dakwah secara sembunyi-sembunyi telah berlangsung kurang lebih tiga tahun. Dalam masa tersebut, jumlah orang yang menerima Islam terus bertambah. Lalu, bagaimana Rasulullah ﷺ mulai membawa dakwah ini ke ruang publik? Dalam artikel ini, kita akan membahas awal fase dakwah secara terang-terangan atau jahriyyah. Perintah memperingatkan kerabat terdekat Salah satu perintah awal yang berkaitan dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114973-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan.html">Awal Fase Dakwah Islam Secara Terang-Terangan (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114973-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kemunculan Asy&#8217;ariyyah (Bag. 2): Tokoh-Tokoh, Pergeseran Corak, dan Penyebarannya di Dunia Islam</title>
		<link>https://muslim.or.id/114997-sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114997-sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2026 04:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114997</guid>

					<description><![CDATA[<p>Asy&#8217;ariyyah tidak berhenti pada sosok Abu al-Hasan al-Asy&#8217;ari semata. Setelah muncul sebagai salah satu arus teologi dalam Islam, aliran ini terus berkembang melalui tangan para murid, penerus, dan tokoh-tokoh sesudahnya. Dalam proses itu, coraknya tidak selalu tetap. Ada fase ketika ia masih dekat dengan bentuk awalnya, ada pula fase ketika perangkat ilmu kalam semakin dominan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114997-sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-2.html">Sejarah Kemunculan Asy&#8217;ariyyah (Bag. 2): Tokoh-Tokoh, Pergeseran Corak, dan Penyebarannya di Dunia Islam</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114997-sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114839-masih-ada-waktu-untuk-berbuat-dosa-belum-tentu-ada-waktu-untuk-bertobat-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=masih-ada-waktu-untuk-berbuat-dosa-belum-tentu-ada-waktu-untuk-bertobat-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114839-masih-ada-waktu-untuk-berbuat-dosa-belum-tentu-ada-waktu-untuk-bertobat-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 04:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114839</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah memahami betapa pentingnya tobat dalam kehidupan seorang mukmin, hendaknya ia tidak menunda-nundanya karena ajalnya dapat datang kapan saja. Setiap manusia pasti pernah berbuat salah dan membutuhkan tobat, tetapi Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa membuka pintu rahmat-Nya bagi hamba yang ingin bertobat dan kembali kepada-Nya dengan penuh kesungguhan. Syarat-syarat taubat nasuha Syekh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114839-masih-ada-waktu-untuk-berbuat-dosa-belum-tentu-ada-waktu-untuk-bertobat-bag-2.html">Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114839-masih-ada-waktu-untuk-berbuat-dosa-belum-tentu-ada-waktu-untuk-bertobat-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Nama Allah &#8220;Al-Khaafidh&#8221; dan &#8220;Ar-Raafi&#039;&#8221;</title>
		<link>https://muslim.or.id/114993-mengenal-nama-allah-al-khaafidh-dan-ar-raafi.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengenal-nama-allah-al-khaafidh-dan-ar-raafi</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114993-mengenal-nama-allah-al-khaafidh-dan-ar-raafi.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 04:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114993</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara nama-nama Allah yang menanamkan rasa tunduk, tawadhu&#8217;, takut, dan berharap kepada-Nya adalah Al-Khaafidh dan Ar-Raafi&#8217;. Keduanya sering dibahas secara berpasangan, karena kesempurnaan maknanya lebih tampak ketika dipahami bersama. Allah merendahkan siapa yang Dia kehendaki dengan keadilan-Nya, dan meninggikan siapa yang Dia kehendaki dengan hikmah serta rahmat-Nya. Seorang hamba yang memahami dua nama ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114993-mengenal-nama-allah-al-khaafidh-dan-ar-raafi.html">Mengenal Nama Allah &#8220;Al-Khaafidh&#8221; dan &#8220;Ar-Raafi&#039;&#8221;</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114993-mengenal-nama-allah-al-khaafidh-dan-ar-raafi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kemunculan Asy&#8217;ariyyah (Bag. 1): Latar Belakang, Tokoh Pendiri, dan Faktor Kemunculannya</title>
		<link>https://muslim.or.id/114995-sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114995-sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 04:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114995</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejarah pemikiran Islam tidak pernah adanya perbedaan pendapat dan pemikiran. Sejak abad pertama Hijriah, berbagai pertanyaan besar tentang sifat Allah, takdir, dan hakikat iman mulai bermunculan, mendorong para ulama untuk merumuskan jawaban yang mereka yakini paling sesuai dengan Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah. Dari pergulatan intelektual inilah, berbagai aliran teologi Islam terbentuk, salah satunya adalah Asy&#8217;ariyyah, yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114995-sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-1.html">Sejarah Kemunculan Asy&#8217;ariyyah (Bag. 1): Latar Belakang, Tokoh Pendiri, dan Faktor Kemunculannya</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114995-sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menggunakan ‘Privilege’ untuk Ketaatan (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114829-menggunakan-privilege-untuk-ketaatan-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menggunakan-privilege-untuk-ketaatan-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114829-menggunakan-privilege-untuk-ketaatan-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 04:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114829</guid>

					<description><![CDATA[<p>Privilege popularitas dan pengaruh Di era digital, popularitas dan pengaruh di media sosial termasuk privilege yang sangat besar. Satu unggahan, satu video, atau satu pernyataan bisa menjangkau ribuan, atau bahkan jutaan orang dalam hitungan menit. Ini adalah kekuatan yang dulu tidak dimiliki banyak orang, tetapi hari ini bisa dimiliki siapa saja. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114829-menggunakan-privilege-untuk-ketaatan-bag-2.html">Menggunakan ‘Privilege’ untuk Ketaatan (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114829-menggunakan-privilege-untuk-ketaatan-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menggunakan ‘Privilege’ untuk Ketaatan (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114825-menggunakan-privilege-untuk-ketaatan-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menggunakan-privilege-untuk-ketaatan-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114825-menggunakan-privilege-untuk-ketaatan-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 04:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114825</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam kehidupan ini, tidak semua orang memulai dari titik yang sama. Ada yang lahir dalam keluarga terpandang, ada yang tumbuh dalam kesederhanaan. Ada yang memiliki akses pendidikan tinggi, ada yang harus berjuang sejak kecil. Ada yang memiliki relasi luas, jabatan strategis, pengaruh sosial, dan kemudahan ekonomi. Di zaman sekarang, istilah yang sering digunakan adalah privilege, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114825-menggunakan-privilege-untuk-ketaatan-bag-1.html">Menggunakan ‘Privilege’ untuk Ketaatan (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114825-menggunakan-privilege-untuk-ketaatan-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah Abasa (Bag. 2): Al-Qur’an adalah Nasihat bagi Jiwa Manusia</title>
		<link>https://muslim.or.id/114805-tafsir-surah-abasa-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-abasa-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114805-tafsir-surah-abasa-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 04:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114805</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada penggalan ayat sebelumnya, Allah bercerita tentang Nabi yang bermuka masam ketika konsentrasi beliau dalam mendakwahi pembesar Quraisy “diganggu” oleh Abdullah bin Ummi Maktum yang buta. Maka dalam penggalan ayat berikutnya, Allah memulai dengan kalimat “Kalla” yang bermakna “Jangan melakukan hal seperti itu lagi”, menjadi pelajaran bagi kita semua untuk memperhatikan para orang-orang lemah dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114805-tafsir-surah-abasa-bag-2.html">Tafsir Surah Abasa (Bag. 2): Al-Qur’an adalah Nasihat bagi Jiwa Manusia</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114805-tafsir-surah-abasa-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah Abasa (Bag. 1): Teguran Lembut Kepada Rasulullah</title>
		<link>https://muslim.or.id/114766-tafsir-surah-abasa-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-abasa-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114766-tafsir-surah-abasa-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2026 04:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114766</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surah Abasa adalah surah Makiyah, di dalamnya terdapat berbagai kabar berkenaan dengan akidah dan risalah Nabi. Pada surah ini juga, Allah menceritakan tentang bukti kebesaran dan tauhid rububiyah berupa penciptaan manusia, tumbuhan, pepohonan, serta berbagai makanan. Kemudian surah ini ditutup dengan kengerian yang terjadi di hari kiamat. Sebab turunnya awal surah ini adalah pada suatu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114766-tafsir-surah-abasa-bag-1.html">Tafsir Surah Abasa (Bag. 1): Teguran Lembut Kepada Rasulullah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114766-tafsir-surah-abasa-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Akikah (Bag. 4): Masalah-Masalah yang Berkaitan dengan Akikah</title>
		<link>https://muslim.or.id/114652-fikih-akikah-bag-4.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-akikah-bag-4</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114652-fikih-akikah-bag-4.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luqman Hasan Nahari]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2026 04:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114652</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hukum akikah untuk janin yang mengalami keguguran Jika keguguran terjadi sebelum usia kehamilan 4 bulan, maka akikah tidak perlu dilakukan karena ruh belum ditiupkan ke dalam janin. Namun, jika keguguran terjadi pada usia 4 bulan, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama mengenai hal tersebut. Fatwa Lajnah Daimah dan Syekh Utsaimin rahimahullah menyatakan bahwa akikah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114652-fikih-akikah-bag-4.html">Fikih Akikah (Bag. 4): Masalah-Masalah yang Berkaitan dengan Akikah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114652-fikih-akikah-bag-4.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Akikah (Bag. 3): Karakteristik, Syarat-Syarat Hewan Akikah, dan Pembagian</title>
		<link>https://muslim.or.id/114641-fikih-akikah-bag-3.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-akikah-bag-3</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114641-fikih-akikah-bag-3.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luqman Hasan Nahari]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2026 04:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114641</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karakteristik hewan akikah Sunahnya adalah menyembelih 2 ekor domba untuk bayi laki-laki dan 1 ekor domba untuk bayi perempuan. Hal ini berdasarkan riwayat Umm Kurz yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ وَعَنْ الْأُنْثَى وَاحِدَةٌ “Dua ekor domba untuk anak laki-laki dan satu ekor domba untuk anak perempuan.” [1] Ibnul Qayyim rahimahullah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114641-fikih-akikah-bag-3.html">Fikih Akikah (Bag. 3): Karakteristik, Syarat-Syarat Hewan Akikah, dan Pembagian</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114641-fikih-akikah-bag-3.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114629-bahaya-menunda-tobat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bahaya-menunda-tobat</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114629-bahaya-menunda-tobat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 04:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114629</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu bentuk kasih sayang Allah Ta&#8217;ala kepada hamba-Nya adalah dibukanya pintu tobat selama masih hidup di dunia. Tidak ada manusia yang terbebas dari dosa dan kesalahan. Setiap anak Adam pasti pernah tergelincir dalam dosa dan maksiat, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Oleh karena itu, Islam mengajarkan agar seorang mukmin senantiasa kembali kepada Allah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114629-bahaya-menunda-tobat.html">Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114629-bahaya-menunda-tobat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keteguhan Para Sahabat Pada Masa Awal Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114618-keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114618-keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Rianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 04:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114618</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas beberapa kisah keteguhan para sahabat pada awal masa dakwah sirriyyah. Pada bagian kedua ini, kita akan melanjutkan kisah Abu Dzar al-Ghifari dan Khalid bin Sa’id radhiyallahu ‘anhuma, dua sahabat yang menunjukkan keberanian dan keteguhan setelah menerima Islam. Selain itu, kita juga akan melihat perkembangan syariat salat serta sikap masyarakat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114618-keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-2.html">Keteguhan Para Sahabat Pada Masa Awal Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114618-keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Allah Mengganti yang Hilang</title>
		<link>https://muslim.or.id/114602-allah-mengganti-yang-hilang.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=allah-mengganti-yang-hilang</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114602-allah-mengganti-yang-hilang.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 04:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114602</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan sosok yang dicintai—ayah, ibu, saudara, pasangan, atau bahkan anak. Luka itu nyata, sunyi itu terasa, dan rindu itu tidak pernah benar-benar pergi. Mungkin seringkali kita mendengar berbagai kalimat nasihat untuk menenangkan hati yang dilanda duka, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114602-allah-mengganti-yang-hilang.html">Allah Mengganti yang Hilang</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114602-allah-mengganti-yang-hilang.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Makna Tobat dan Istigfar</title>
		<link>https://muslim.or.id/114587-perbedaan-makna-tobat-dan-istigfar.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=perbedaan-makna-tobat-dan-istigfar</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114587-perbedaan-makna-tobat-dan-istigfar.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 04:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114587</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam banyak ayat, Allah ﷻ mengabarkan bahwa seorang hamba dapat diampuni dosa-dosanya dengan sebab tobat dan istigfar. Setelah menjelaskan ancaman bagi pelaku dosa dan maksiat, lantas ancaman itu dikecualikan bagi orang yang bertobat dan beristigfar. Allah ﷻ berfirman, إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْـًٔا &#8220;Kecuali orang yang bertobat, beriman, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114587-perbedaan-makna-tobat-dan-istigfar.html">Perbedaan Makna Tobat dan Istigfar</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114587-perbedaan-makna-tobat-dan-istigfar.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114576-biografi-muhammad-al-amin-asy-syinqithi-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-muhammad-al-amin-asy-syinqithi-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114576-biografi-muhammad-al-amin-asy-syinqithi-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 04:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114576</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akidah beliau Salah satu hal yang sangat menonjol dari pelajaran Syekh (rahimahullah), baik yang didengar langsung maupun yang dibaca dari tulisan-tulisannya, adalah seringnya beliau menegaskan akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam seluruh pembahasan akidah, terutama yang berkaitan dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah. Beliau menjelaskan masalah-masalah tersebut dengan bahasa yang jelas, berdasarkan kaidah yang kuat, serta [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114576-biografi-muhammad-al-amin-asy-syinqithi-bag-2.html">Biografi Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114576-biografi-muhammad-al-amin-asy-syinqithi-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Nama Allah &#8220;Al-Hafiizh&#8221; dan &#8220;Al-Haafizh&#8221;</title>
		<link>https://muslim.or.id/114991-mengenal-nama-allah-al-hafiizh-dan-al-haafizh.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengenal-nama-allah-al-hafiizh-dan-al-haafizh</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114991-mengenal-nama-allah-al-hafiizh-dan-al-haafizh.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114991</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta&#8217;ala tidak pernah lalai menjaga makhluk-Nya. Langit dan bumi berdiri kokoh karena Dia yang menjaganya. Amalan manusia tidak ada yang hilang karena Dia yang mencatatnya. Para wali-Nya selamat dari tipu daya musuh karena Dia yang memelihara mereka. Semua [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114991-mengenal-nama-allah-al-hafiizh-dan-al-haafizh.html">Mengenal Nama Allah &#8220;Al-Hafiizh&#8221; dan &#8220;Al-Haafizh&#8221;</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114991-mengenal-nama-allah-al-hafiizh-dan-al-haafizh.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114574-biografi-muhammad-al-amin-asy-syinqithi-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-muhammad-al-amin-asy-syinqithi-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114574-biografi-muhammad-al-amin-asy-syinqithi-bag-1.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 04:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114574</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nama dan nasabnya Beliau bernama Muhammad al-Amin bin Muhammad al-Mukhtar bin Abdul Qadir bin Muhammad bin Ahmad Nuh bin Muhammad bin Sayyidi Ahmad bin al-Mukhtar. Beliau termasuk keturunan Ath-Thalib Aubak, yang berasal dari keturunan Karir bin Al-Muwafi bin Ya‘qub bin Jakin Al-Abar. Jakin Al-Abar adalah leluhur kabilah yang dikenal dengan nama Al-Jakniyyin (kabilah) Jakni. Kabilah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114574-biografi-muhammad-al-amin-asy-syinqithi-bag-1.html">Biografi Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114574-biografi-muhammad-al-amin-asy-syinqithi-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114937-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114937-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 04:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114937</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di tengah banyaknya perpecahan, munculnya banyak kelompok yang menyimpang, dan pemikiran yang saling mengklaim berada di atas kebenaran, seorang muslim membutuhkan pegangan yang jelas agar tidak tersesat dari jalan yang lurus. Oleh karena itu, betapa pentingnya mengetahui jalan yang lurus yang diperintahkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk diikuti, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114937-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-1.html">Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114937-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fatwa Ulama: Keutamaan Amal Perbuatan Berbeda-Beda, Tergantung Pada Orang dan Keadaannya</title>
		<link>https://muslim.or.id/114858-fatwa-ulama-keutamaan-amal-perbuatan-berbeda-beda-tergantung-pada-orang-dan-keadaannya.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fatwa-ulama-keutamaan-amal-perbuatan-berbeda-beda-tergantung-pada-orang-dan-keadaannya</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114858-fatwa-ulama-keutamaan-amal-perbuatan-berbeda-beda-tergantung-pada-orang-dan-keadaannya.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2026 04:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114858</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertanyaan: Manakah yang lebih besar pahalanya: mengajarkan (menghafalkan -pent.) Al-Qur’an, menyebarkan ilmu syar’i, atau memberikan layanan (membuka pengobatan atau ruqyah) secara gratis? Mohon urutkan amalan-amalan tersebut berdasarkan besarnya pahala Jawaban: Segala puji bagi Allah, selawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, dan para sahabatnya. Amma ba’du: Pada mulanya, kami mengucapkan selamat kepadamu atas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114858-fatwa-ulama-keutamaan-amal-perbuatan-berbeda-beda-tergantung-pada-orang-dan-keadaannya.html">Fatwa Ulama: Keutamaan Amal Perbuatan Berbeda-Beda, Tergantung Pada Orang dan Keadaannya</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114858-fatwa-ulama-keutamaan-amal-perbuatan-berbeda-beda-tergantung-pada-orang-dan-keadaannya.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Riba (Bag. 15): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (3)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114814-fikih-riba-bag-15.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-riba-bag-15</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114814-fikih-riba-bag-15.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 04:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114814</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketentuan selanjutnya adalah taqabudh (serah terima). Ketentuan ini wajib hukumnya apabila transaksi jual beli barang ribawi berbentuk: Satu jenis dan satu ‘illat seperti: emas dengan emas; Beda jenis namun satu ‘illat seperti: emas dengan perak Pada dua kondisi di atas, hukumnya adalah harus ada taqabudh (serah terima) ketika akad terjadi. Tidak boleh ada penundaan dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114814-fikih-riba-bag-15.html">Fikih Riba (Bag. 15): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (3)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114814-fikih-riba-bag-15.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan</title>
		<link>https://muslim.or.id/114708-seni-menyanjung-sesuai-syariat-islam.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=seni-menyanjung-sesuai-syariat-islam</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114708-seni-menyanjung-sesuai-syariat-islam.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 04:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114708</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan kebaikan. Seorang anak merasa dihargai ketika dipuji oleh orang tuanya. Seorang murid semakin giat belajar ketika mendapatkan apresiasi dari gurunya. Begitu pula seorang muslim akan semakin termotivasi ketika kebaikannya disupport dan dihargai oleh saudaranya. Namun, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114708-seni-menyanjung-sesuai-syariat-islam.html">Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114708-seni-menyanjung-sesuai-syariat-islam.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Orang Lain Memuji Kita: Menundukkan Hati di Tengah Sanjungan</title>
		<link>https://muslim.or.id/114437-ketika-orang-lain-memuji-kita-menundukkan-hati-di-tengah-sanjungan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketika-orang-lain-memuji-kita-menundukkan-hati-di-tengah-sanjungan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114437-ketika-orang-lain-memuji-kita-menundukkan-hati-di-tengah-sanjungan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 04:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114437</guid>

					<description><![CDATA[<p>Siapa yang tidak senang ketika dipuji? Hampir setiap orang merasa bahagia saat mendengar kata-kata penghargaan, sanjungan, atau pengakuan dari orang lain. Namun, seorang mukmin tidak hanya memandang pujian sebagai sesuatu yang menyenangkan. Ia juga melihatnya sebagai ujian yang dapat mengangkat derajatnya atau justru menjerumuskannya ke dalam kesombongan. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita mengalami kondisi ketika [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114437-ketika-orang-lain-memuji-kita-menundukkan-hati-di-tengah-sanjungan.html">Ketika Orang Lain Memuji Kita: Menundukkan Hati di Tengah Sanjungan</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114437-ketika-orang-lain-memuji-kita-menundukkan-hati-di-tengah-sanjungan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fatwa Ulama: Hukum Menangis Dalam Salat Karena Musibah</title>
		<link>https://muslim.or.id/114435-fatwa-ulama-hukum-menangis-dalam-salat-karena-musibah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fatwa-ulama-hukum-menangis-dalam-salat-karena-musibah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114435-fatwa-ulama-hukum-menangis-dalam-salat-karena-musibah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 04:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114435</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus &#160; Pertanyaan: Kami sebelumnya mengira bahwa imam yang memimpin salat kami di masjid menangis saat membaca (Al-Qur&#8217;an) karena takut kepada Allah Ta&#8217;ala. Kemudian, ternyata kami mengetahui bahwa ia—saat teringat musibah dan kesulitan yang menimpanya—menangis dengan suara dan erangan, dan beberapa jemaah pun ikut menangis bersamanya. Ketika ia ditegur tentang hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114435-fatwa-ulama-hukum-menangis-dalam-salat-karena-musibah.html">Fatwa Ulama: Hukum Menangis Dalam Salat Karena Musibah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114435-fatwa-ulama-hukum-menangis-dalam-salat-karena-musibah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Kitab Ta&#8217;jilun Nada (Bag. 33): Huruf أَنْ yang Boleh Dilesapkan (Al-Mudhmarah Jawazan)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114400-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-33.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-33</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114400-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-33.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rafi Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2026 04:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bahasa Arab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114400</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ibnu Hisyam menjelaskan bahwa huruf أَنْ terkadang boleh ditampakkan dan boleh pula dilesapkan. Beliau mengatakan, مُضْمَرَةً جَوَازًا بَعْدَ عَاطِفٍ مَسْبُوقٍ بِاسْمٍ خَالِصٍ “Huruf أَنْ boleh dilesapkan apabila terletak setelah huruf athaf yang didahului oleh isim murni (isim khalish).” Beliau memberi contoh: وَلُبْسُ عَبَاءَاتٍ وَتَقَرَّ عَيْنِي “Memakai pakaian abaya dan mataku menjadi tenang.” Beliau juga menyebutkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114400-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-33.html">Penjelasan Kitab Ta&#8217;jilun Nada (Bag. 33): Huruf أَنْ yang Boleh Dilesapkan (Al-Mudhmarah Jawazan)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114400-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-33.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keteguhan Para Sahabat Pada Masa Awal Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114397-keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114397-keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Rianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 04:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114397</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas permulaan dakwah secara sembunyi-sembunyi atau dakwah sirriyyah. Pada artikel ini, kita akan melihat sebagian keteguhan para sahabat generasi awal setelah mereka menerima Islam. Tidak dipungkiri bahwa Abu Bakar ash-Shiddiq memiliki andil besar dalam mengajak orang-orang untuk masuk ke dalam agama Islam di masa dakwah secara sembunyi-sembunyi. Beliau aktif mendakwahkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114397-keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-1.html">Keteguhan Para Sahabat Pada Masa Awal Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114397-keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertemuan Heraklius dengan Abu Sufyan</title>
		<link>https://muslim.or.id/114395-pertemuan-heraklius-dengan-abu-sufyan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pertemuan-heraklius-dengan-abu-sufyan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114395-pertemuan-heraklius-dengan-abu-sufyan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Firdian Ikhwansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 04:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114395</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika Rasulullah mengirim surat kepada Heraklius, saat itu bertepatan juga ketika Abu Sufyan dan para pedagang dari Quraisy sedang berdagang di Syam. Akhirnya, Heraklius pun menemui Abu Sufyan untuk menggali informasi tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari pertemuan Heraklius dengan Abu Sufyan inilah, Heraklius mengetahui tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meyakini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114395-pertemuan-heraklius-dengan-abu-sufyan.html">Pertemuan Heraklius dengan Abu Sufyan</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114395-pertemuan-heraklius-dengan-abu-sufyan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Riba (Bag. 14): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114454-fikih-riba-bag-14-ketentuan-ketentuan-pada-riba-jual-beli-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-riba-bag-14-ketentuan-ketentuan-pada-riba-jual-beli-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114454-fikih-riba-bag-14-ketentuan-ketentuan-pada-riba-jual-beli-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 04:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114454</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara ketentuan pada riba buyu’ (jual beli) adalah wajibnya sama rata (tamatsul) dalam takaran dan timbangan. Hal ini khusus untuk barang yang sejenis. Seperti menukar emas dengan emas, kurma dengan kurma, gandum dengan gandum, dan yang lainnya. Sebagaimana yang sudah dijelaskan (pada tulisan Fikih Riba Bag. 9) bahwa pada keadaan ini, wajib sama rata [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114454-fikih-riba-bag-14-ketentuan-ketentuan-pada-riba-jual-beli-2.html">Fikih Riba (Bag. 14): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114454-fikih-riba-bag-14-ketentuan-ketentuan-pada-riba-jual-beli-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah</title>
		<link>https://muslim.or.id/114433-fikih-akikah-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-akikah-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114433-fikih-akikah-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luqman Hasan Nahari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 04:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114433</guid>

					<description><![CDATA[<p>Waktu pelaksanaan akikah Waktu akikah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi tersebut lahir. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Sunahnya adalah menyembelihnya pada hari ketujuh, dan tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama mengenai hal ini berdasarkan hadis Samurah [1].” [2] Jika dianjurkan dilaksanakan pada hari ketujuh, apakah hari kelahiran termasuk dalam hitungannya? Terdapat perbedaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114433-fikih-akikah-bag-2.html">Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114433-fikih-akikah-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Akikah (Bag. 1): Hukum dan Makna di Balik Akikah</title>
		<link>https://muslim.or.id/114431-fikih-akikah-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-akikah-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114431-fikih-akikah-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luqman Hasan Nahari]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 04:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114431</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengertian akikah adalah kurban yang disembelih atas nama bayi yang baru lahir. Al-Mawardi rahimahullah berkata bahwa akikah adalah domba yang disembelih saat bayi lahir dan orang-orang Arab biasa melakukan hal tersebut sebelum datangnya Islam. [1] Dalil akikah Dalil yang mensyariatkan akikah adalah sebagai berikut, عن بريدة -رضي الله عنه- قال: (كنا في الجاهلية إذا ولد [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114431-fikih-akikah-bag-1.html">Fikih Akikah (Bag. 1): Hukum dan Makna di Balik Akikah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114431-fikih-akikah-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sikap Anak Ketika Orang Tua Bercerai</title>
		<link>https://muslim.or.id/114110-sikap-anak-ketika-orang-tua-bercerai.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sikap-anak-ketika-orang-tua-bercerai</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114110-sikap-anak-ketika-orang-tua-bercerai.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 04:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114110</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perceraian adalah salah satu peristiwa yang paling mengguncang dalam kehidupan keluarga. Ia bukan hanya tentang suami istri yang berpisah, tetapi tentang perubahan besar dalam kehidupan seorang anak. Rumah yang dulu terasa utuh, kini terbelah. Rutinitas berubah. Suasana berbeda. Kehangatan mungkin terasa berkurang. Bagi orang tua, perceraian mungkin adalah akhir dari sebuah hubungan. Namun bagi anak, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114110-sikap-anak-ketika-orang-tua-bercerai.html">Sikap Anak Ketika Orang Tua Bercerai</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114110-sikap-anak-ketika-orang-tua-bercerai.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah</title>
		<link>https://muslim.or.id/114403-mengingat-kembali-keutamaan-muharam.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengingat-kembali-keutamaan-muharam</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114403-mengingat-kembali-keutamaan-muharam.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 04:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114403</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114403-mengingat-kembali-keutamaan-muharam.html">Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114403-mengingat-kembali-keutamaan-muharam.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Surat Rasulullah Kepada Heraklius</title>
		<link>https://muslim.or.id/114347-surat-rasulullah-kepada-heraklius.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=surat-rasulullah-kepada-heraklius</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114347-surat-rasulullah-kepada-heraklius.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Firdian Ikhwansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 04:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114347</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam dari Nabi yang lainnya adalah beliau Allah utus untuk seluruh bangsa. Tidak terkhusus bangsa Arab saja, tapi seluruh penduduk bumi merupakan target dakwah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, upaya beliau berdakwah tidak hanya sebatas pada bangsa Arab saja, tapi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114347-surat-rasulullah-kepada-heraklius.html">Surat Rasulullah Kepada Heraklius</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114347-surat-rasulullah-kepada-heraklius.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kaidah Fikih: Keyakinan Tidak Dapat Dihilangkan oleh Keraguan (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114345-kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114345-kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 04:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114345</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perlu diketahui bahwasanya kaidah fikih yang dituliskan oleh para ulama, tidak serta merta para ulama tersebut menuliskannya di dalam kitab-kitab mereka tanpa ada landasan apapun. Namun, kaidah fikih dituliskan oleh para ulama dibangun di atas dalil yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunah. Sehingga setiap kaidah fikih yang ada perlu dilihat terlebih dahulu, dari manakah sumbernya? [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114345-kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-2.html">Kaidah Fikih: Keyakinan Tidak Dapat Dihilangkan oleh Keraguan (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114345-kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Ibnu Khuzaimah</title>
		<link>https://muslim.or.id/114337-biografi-ibnu-khuzaimah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-ibnu-khuzaimah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114337-biografi-ibnu-khuzaimah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 04:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114337</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nama dan kelahiran Beliau adalah Al-Hafizh, Al-Hujjah, Al-Faqih, Syekhul Islam, Imam para imam: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah bin Al-Mughirah bin Shalih bin Bakr, Abu Bakar As-Sulami An-Naisaburi Asy-Syafi‘i. Beliau dilahirkan pada tahun 223 H. Sejak masa mudanya, ia menaruh perhatian besar terhadap ilmu hadis dan fikih, hingga menjadi sosok yang dijadikan perumpamaan dalam keluasan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114337-biografi-ibnu-khuzaimah.html">Biografi Ibnu Khuzaimah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114337-biografi-ibnu-khuzaimah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Ibnu Hibban</title>
		<link>https://muslim.or.id/114326-biografi-ibnu-hibban.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-ibnu-hibban</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114326-biografi-ibnu-hibban.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 04:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114326</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nama Beliau adalah seorang imam besar dan ulama terkemuka, hafizh hadis yang sangat teliti dan kuat hafalannya, serta dikenal sebagai Syekh Khurasan. Nama lengkapnya adalah Abu Hatim Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban bin Mu‘adz bin Ma‘bad bin Suhaid bin Hadiyah bin Murrah bin Sa‘d bin Yazid bin Murrah bin Zaid bin Abdullah bin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114326-biografi-ibnu-hibban.html">Biografi Ibnu Hibban</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114326-biografi-ibnu-hibban.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Allah Tidak Terlihat?</title>
		<link>https://muslim.or.id/114301-mengapa-allah-tidak-terlihat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengapa-allah-tidak-terlihat</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114301-mengapa-allah-tidak-terlihat.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 04:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114301</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian yang menanyakan ini memanglah orang awam, sebagian lagi adalah kaum ateis atau juga agnostik yang mencoba mengkritisi konsep ketuhanan, khususnya dalam Islam. Namun, siapapun yang mengajukan pertanyaan ini, perlu sekali untuk dijawab dengan ilmu yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114301-mengapa-allah-tidak-terlihat.html">Mengapa Allah Tidak Terlihat?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114301-mengapa-allah-tidak-terlihat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah An-Nazi&#8217;at (Bag. 5): Keadaan Akhir Manusia di Hari Kiamat</title>
		<link>https://muslim.or.id/114280-tafsir-surah-an-naziat-bag-5.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-an-naziat-bag-5</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114280-tafsir-surah-an-naziat-bag-5.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 04:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114280</guid>

					<description><![CDATA[<p>Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala sebelumnya telah menjelaskan penciptaan langit dan bumi, serta berbagai keajaiban ciptaan dan pengaturan. Penyebutan berbagai hal tersebut untuk menunjukkan dalil adanya hari kiamat yang dapat direnungkan oleh akal. Allah mampu menciptakan langit dan bumi dari ketiadaan, maka Allah juga bisa menghancurkan dan menghidupkannya kembali. Kemudian di ayat-ayat setelahnya, Allah menjelaskan secara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114280-tafsir-surah-an-naziat-bag-5.html">Tafsir Surah An-Nazi&#8217;at (Bag. 5): Keadaan Akhir Manusia di Hari Kiamat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114280-tafsir-surah-an-naziat-bag-5.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih &#8220;DP&#8221; (Uang Muka): Mengenal Hukum Bay&#8217; Al-&#8216;Urbun dalam Jual Beli</title>
		<link>https://muslim.or.id/114278-fikih-dp-uang-muka-mengenal-hukum-bay-al-urbun-dalam-jual-beli.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-dp-uang-muka-mengenal-hukum-bay-al-urbun-dalam-jual-beli</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114278-fikih-dp-uang-muka-mengenal-hukum-bay-al-urbun-dalam-jual-beli.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 04:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114278</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara pembahasan-pembahasan dalam bidang fikih muamalah, terdapat satu masalah yang sangat penting untuk diketahui. Transaksi ini sangat sering dilaksanakan oleh kaum muslimin tatkala melakukan jual beli. Kita sering menyebutnya dengan “DP (down payment)&#8221;, “uang muka”, “panjer”, dan lain sebagainya. Transaksi ini sudah menjadi lumrah dan umum di kalangan kaum muslimin, mengingat praktik semacam ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114278-fikih-dp-uang-muka-mengenal-hukum-bay-al-urbun-dalam-jual-beli.html">Fikih &#8220;DP&#8221; (Uang Muka): Mengenal Hukum Bay&#8217; Al-&#8216;Urbun dalam Jual Beli</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114278-fikih-dp-uang-muka-mengenal-hukum-bay-al-urbun-dalam-jual-beli.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ta&#8217;zir dalam Islam: Salah Satu Bentuk Hukum Syariat</title>
		<link>https://muslim.or.id/114252-tazir-dalam-islam-salah-satu-bentuk-hukum-syariat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tazir-dalam-islam-salah-satu-bentuk-hukum-syariat</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114252-tazir-dalam-islam-salah-satu-bentuk-hukum-syariat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 04:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114252</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hukuman ada sebagai bentuk akibat dari perbuatan kesalahan. Umumnya, diharapkan muncul dari hukuman yang ditegakkan adanya perbaikan. Islam hadir bukan hanya memperbaiki cara beribadah dan berakhlak, Islam juga mengatur dengan sangat rinci bagaimana masyarakat ditegakkan, bagaimana pelanggar dihukum, dan siapa yang berhak menjalankan hukuman itu. Ini bukan soal kekejaman. Allah Ta&#8217;ala berfirman, لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114252-tazir-dalam-islam-salah-satu-bentuk-hukum-syariat.html">Ta&#8217;zir dalam Islam: Salah Satu Bentuk Hukum Syariat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114252-tazir-dalam-islam-salah-satu-bentuk-hukum-syariat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hukum PDKT Online via Sosmed dalam Islam</title>
		<link>https://muslim.or.id/114250-hukum-pdkt-online-via-sosmed-dalam-islam.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hukum-pdkt-online-via-sosmed-dalam-islam</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114250-hukum-pdkt-online-via-sosmed-dalam-islam.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 04:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114250</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media sosial memang memudahkan banyak hal. Termasuk dalam urusan berkenalan. Yang awalnya hanya saling follow, lama-lama jadi sering lihat story, lalu mulai saling membalas pesan, dan akhirnya terbiasa berkomunikasi hampir setiap hari. Banyak orang menganggap ini hal yang biasa, selama belum bertemu langsung dan belum terjadi sesuatu yang lebih jauh. Padahal, syariat tidak hanya berbicara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114250-hukum-pdkt-online-via-sosmed-dalam-islam.html">Hukum PDKT Online via Sosmed dalam Islam</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114250-hukum-pdkt-online-via-sosmed-dalam-islam.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosa dan Bahaya Perselingkuhan</title>
		<link>https://muslim.or.id/114181-dosa-dan-bahaya-perselingkuhan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dosa-dan-bahaya-perselingkuhan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114181-dosa-dan-bahaya-perselingkuhan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 04:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114181</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perselingkuhan belakangan ini sering menjadi bahan pembicaraan nasional. Bukan tanpa alasan. Hal ini terjadi karena kasus perselingkuhan juga marak ditemukan di berbagai kalangan, baik skala regional maupun nasional. Tentu hal ini bukanlah hal yang baik. Karena perselingkuhan ini adalah salah satu jembatan menuju perzinaan. Allah Ta&#8217;ala sudah memperingatkan dengan firman-Nya, وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114181-dosa-dan-bahaya-perselingkuhan.html">Dosa dan Bahaya Perselingkuhan</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114181-dosa-dan-bahaya-perselingkuhan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudah Salat, Tapi Masih Depresi? Inilah Jawaban Islam</title>
		<link>https://muslim.or.id/114179-sudah-salat-tapi-masih-depresi-inilah-jawaban-islam.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sudah-salat-tapi-masih-depresi-inilah-jawaban-islam</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114179-sudah-salat-tapi-masih-depresi-inilah-jawaban-islam.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 04:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan Islami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114179</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap dari kita pasti pernah mengalami depresi, sedih, dan sebagainya. Islam adalah agama yang hadir sebagai solusi atas seluruh permasalahan kehidupan manusia. Tidak ada satu pun persoalan hidup yang luput dari perhatian Islam, baik urusan dunia maupun akhirat. Allah Ta&#8217;ala berfirman, الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا “Pada hari ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114179-sudah-salat-tapi-masih-depresi-inilah-jawaban-islam.html">Sudah Salat, Tapi Masih Depresi? Inilah Jawaban Islam</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114179-sudah-salat-tapi-masih-depresi-inilah-jawaban-islam.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Rezeki Dicari, Tapi Hati Tak Pernah Merasa Cukup</title>
		<link>https://muslim.or.id/113774-ketika-rezeki-dicari-tapi-hati-tak-pernah-merasa-cukup.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketika-rezeki-dicari-tapi-hati-tak-pernah-merasa-cukup</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113774-ketika-rezeki-dicari-tapi-hati-tak-pernah-merasa-cukup.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 04:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113774</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang bekerja keras siang dan malam, namun hatinya tetap gelisah. Rezeki datang, tetapi rasa cukup tidak pernah menetap. Yang sedikit terasa sempit, yang banyak pun tak menenangkan. Permasalahannya cenderung bukan pada berapa banyak rupiah yang diperoleh, tetapi pada cara hati memandang rezeki. Di tengah dunia yang membuka pintu halal dan haram tanpa sekat, godaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113774-ketika-rezeki-dicari-tapi-hati-tak-pernah-merasa-cukup.html">Ketika Rezeki Dicari, Tapi Hati Tak Pernah Merasa Cukup</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113774-ketika-rezeki-dicari-tapi-hati-tak-pernah-merasa-cukup.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Riba (Bag. 13): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114158-fikih-riba-bag-13.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-riba-bag-13</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114158-fikih-riba-bag-13.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 04:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114158</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah membahas ‘illat pada keenam komoditas riba jual beli, di antara pembahasan yang tidak kalah penting adalah mengetahui tentang ketentuan-ketentuan apa saja yang terdapat pada riba buyu’ (riba jual beli). Menyegarkan kembali ingatan, bahwasanya riba terbagi menjadi dua: Riba duyun (riba yang terkait dengan utang piutang) Riba buyu’ (riba yang terkait dengan jual beli) Perlu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114158-fikih-riba-bag-13.html">Fikih Riba (Bag. 13): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114158-fikih-riba-bag-13.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fatwa Ulama: Hukum Zikir Setelah Salat Ketika Safar</title>
		<link>https://muslim.or.id/114116-fatwa-ulama-hukum-zikir-setelah-salat-ketika-safar.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fatwa-ulama-hukum-zikir-setelah-salat-ketika-safar</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114116-fatwa-ulama-hukum-zikir-setelah-salat-ketika-safar.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Reza Mahendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 04:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114116</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah &#160; Pertanyaan: Apakah zikir tasbih (subhanallah) setelah salat wajib ketika safar hukumnya sunah? Ataukah tidak ada zikir tasbih setelah salat Asar atau Zuhur ketika safar? Jawaban:  Rangkaian zikir setelah salat hukumnya sunah, baik ketika safar maupun tidak, baik ketika sedang menunaikan ibadah haji maupun tidak, serta [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114116-fatwa-ulama-hukum-zikir-setelah-salat-ketika-safar.html">Fatwa Ulama: Hukum Zikir Setelah Salat Ketika Safar</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114116-fatwa-ulama-hukum-zikir-setelah-salat-ketika-safar.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teks Khotbah Jumat: Jadilah Rakyat Terbaik</title>
		<link>https://muslim.or.id/114112-teks-khotbah-jumat-jadilah-rakyat-terbaik.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=teks-khotbah-jumat-jadilah-rakyat-terbaik</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114112-teks-khotbah-jumat-jadilah-rakyat-terbaik.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 04:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Adab dan Akhlak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Khotbah pertama بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ  وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ له وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114112-teks-khotbah-jumat-jadilah-rakyat-terbaik.html">Teks Khotbah Jumat: Jadilah Rakyat Terbaik</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114112-teks-khotbah-jumat-jadilah-rakyat-terbaik.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
