<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muslim.or.id</title>
	<atom:link href="https://muslim.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muslim.or.id/</link>
	<description>Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jul 2026 03:03:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-Favicon-muslimorid-32x32.webp</url>
	<title>Muslim.or.id</title>
	<link>https://muslim.or.id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114937-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114937-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 04:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114937</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di tengah banyaknya perpecahan, munculnya banyak kelompok yang menyimpang, dan pemikiran yang saling mengklaim berada di atas kebenaran, seorang muslim membutuhkan pegangan yang jelas agar tidak tersesat dari jalan yang lurus. Oleh karena itu, betapa pentingnya mengetahui jalan yang lurus yang diperintahkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk diikuti, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114937-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-1.html">Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114937-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fatwa Ulama: Keutamaan Amal Perbuatan Berbeda-Beda, Tergantung Pada Orang dan Keadaannya</title>
		<link>https://muslim.or.id/114858-fatwa-ulama-keutamaan-amal-perbuatan-berbeda-beda-tergantung-pada-orang-dan-keadaannya.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fatwa-ulama-keutamaan-amal-perbuatan-berbeda-beda-tergantung-pada-orang-dan-keadaannya</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114858-fatwa-ulama-keutamaan-amal-perbuatan-berbeda-beda-tergantung-pada-orang-dan-keadaannya.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2026 04:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114858</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertanyaan: Manakah yang lebih besar pahalanya: mengajarkan (menghafalkan -pent.) Al-Qur’an, menyebarkan ilmu syar’i, atau memberikan layanan (membuka pengobatan atau ruqyah) secara gratis? Mohon urutkan amalan-amalan tersebut berdasarkan besarnya pahala Jawaban: Segala puji bagi Allah, selawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, dan para sahabatnya. Amma ba’du: Pada mulanya, kami mengucapkan selamat kepadamu atas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114858-fatwa-ulama-keutamaan-amal-perbuatan-berbeda-beda-tergantung-pada-orang-dan-keadaannya.html">Fatwa Ulama: Keutamaan Amal Perbuatan Berbeda-Beda, Tergantung Pada Orang dan Keadaannya</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114858-fatwa-ulama-keutamaan-amal-perbuatan-berbeda-beda-tergantung-pada-orang-dan-keadaannya.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Riba (Bag. 15): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (3)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114814-fikih-riba-bag-15.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-riba-bag-15</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114814-fikih-riba-bag-15.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 04:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114814</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketentuan selanjutnya adalah taqabudh (serah terima). Ketentuan ini wajib hukumnya apabila transaksi jual beli barang ribawi berbentuk: Satu jenis dan satu ‘illat seperti: emas dengan emas; Beda jenis namun satu ‘illat seperti: emas dengan perak Pada dua kondisi di atas, hukumnya adalah harus ada taqabudh (serah terima) ketika akad terjadi. Tidak boleh ada penundaan dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114814-fikih-riba-bag-15.html">Fikih Riba (Bag. 15): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (3)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114814-fikih-riba-bag-15.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan</title>
		<link>https://muslim.or.id/114708-seni-menyanjung-sesuai-syariat-islam.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=seni-menyanjung-sesuai-syariat-islam</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114708-seni-menyanjung-sesuai-syariat-islam.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 04:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114708</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan kebaikan. Seorang anak merasa dihargai ketika dipuji oleh orang tuanya. Seorang murid semakin giat belajar ketika mendapatkan apresiasi dari gurunya. Begitu pula seorang muslim akan semakin termotivasi ketika kebaikannya disupport dan dihargai oleh saudaranya. Namun, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114708-seni-menyanjung-sesuai-syariat-islam.html">Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114708-seni-menyanjung-sesuai-syariat-islam.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Orang Lain Memuji Kita: Menundukkan Hati di Tengah Sanjungan</title>
		<link>https://muslim.or.id/114437-ketika-orang-lain-memuji-kita-menundukkan-hati-di-tengah-sanjungan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketika-orang-lain-memuji-kita-menundukkan-hati-di-tengah-sanjungan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114437-ketika-orang-lain-memuji-kita-menundukkan-hati-di-tengah-sanjungan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 04:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114437</guid>

					<description><![CDATA[<p>Siapa yang tidak senang ketika dipuji? Hampir setiap orang merasa bahagia saat mendengar kata-kata penghargaan, sanjungan, atau pengakuan dari orang lain. Namun, seorang mukmin tidak hanya memandang pujian sebagai sesuatu yang menyenangkan. Ia juga melihatnya sebagai ujian yang dapat mengangkat derajatnya atau justru menjerumuskannya ke dalam kesombongan. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita mengalami kondisi ketika [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114437-ketika-orang-lain-memuji-kita-menundukkan-hati-di-tengah-sanjungan.html">Ketika Orang Lain Memuji Kita: Menundukkan Hati di Tengah Sanjungan</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114437-ketika-orang-lain-memuji-kita-menundukkan-hati-di-tengah-sanjungan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fatwa Ulama: Hukum Menangis Dalam Salat Karena Musibah</title>
		<link>https://muslim.or.id/114435-fatwa-ulama-hukum-menangis-dalam-salat-karena-musibah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fatwa-ulama-hukum-menangis-dalam-salat-karena-musibah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114435-fatwa-ulama-hukum-menangis-dalam-salat-karena-musibah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2026 04:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114435</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus &#160; Pertanyaan: Kami sebelumnya mengira bahwa imam yang memimpin salat kami di masjid menangis saat membaca (Al-Qur&#8217;an) karena takut kepada Allah Ta&#8217;ala. Kemudian, ternyata kami mengetahui bahwa ia—saat teringat musibah dan kesulitan yang menimpanya—menangis dengan suara dan erangan, dan beberapa jemaah pun ikut menangis bersamanya. Ketika ia ditegur tentang hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114435-fatwa-ulama-hukum-menangis-dalam-salat-karena-musibah.html">Fatwa Ulama: Hukum Menangis Dalam Salat Karena Musibah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114435-fatwa-ulama-hukum-menangis-dalam-salat-karena-musibah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Kitab Ta&#8217;jilun Nada (Bag. 33): Huruf أَنْ yang Boleh Dilesapkan (Al-Mudhmarah Jawazan)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114400-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-33.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-33</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114400-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-33.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rafi Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2026 04:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bahasa Arab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114400</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ibnu Hisyam menjelaskan bahwa huruf أَنْ terkadang boleh ditampakkan dan boleh pula dilesapkan. Beliau mengatakan, مُضْمَرَةً جَوَازًا بَعْدَ عَاطِفٍ مَسْبُوقٍ بِاسْمٍ خَالِصٍ “Huruf أَنْ boleh dilesapkan apabila terletak setelah huruf athaf yang didahului oleh isim murni (isim khalish).” Beliau memberi contoh: وَلُبْسُ عَبَاءَاتٍ وَتَقَرَّ عَيْنِي “Memakai pakaian abaya dan mataku menjadi tenang.” Beliau juga menyebutkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114400-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-33.html">Penjelasan Kitab Ta&#8217;jilun Nada (Bag. 33): Huruf أَنْ yang Boleh Dilesapkan (Al-Mudhmarah Jawazan)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114400-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-33.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keteguhan Para Sahabat Pada Masa Awal Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114397-keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114397-keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Rianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 04:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114397</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas permulaan dakwah secara sembunyi-sembunyi atau dakwah sirriyyah. Pada artikel ini, kita akan melihat sebagian keteguhan para sahabat generasi awal setelah mereka menerima Islam. Tidak dipungkiri bahwa Abu Bakar ash-Shiddiq memiliki andil besar dalam mengajak orang-orang untuk masuk ke dalam agama Islam di masa dakwah secara sembunyi-sembunyi. Beliau aktif mendakwahkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114397-keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-1.html">Keteguhan Para Sahabat Pada Masa Awal Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114397-keteguhan-para-sahabat-pada-masa-awal-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertemuan Heraklius dengan Abu Sufyan</title>
		<link>https://muslim.or.id/114395-pertemuan-heraklius-dengan-abu-sufyan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pertemuan-heraklius-dengan-abu-sufyan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114395-pertemuan-heraklius-dengan-abu-sufyan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Firdian Ikhwansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 04:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114395</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika Rasulullah mengirim surat kepada Heraklius, saat itu bertepatan juga ketika Abu Sufyan dan para pedagang dari Quraisy sedang berdagang di Syam. Akhirnya, Heraklius pun menemui Abu Sufyan untuk menggali informasi tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari pertemuan Heraklius dengan Abu Sufyan inilah, Heraklius mengetahui tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meyakini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114395-pertemuan-heraklius-dengan-abu-sufyan.html">Pertemuan Heraklius dengan Abu Sufyan</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114395-pertemuan-heraklius-dengan-abu-sufyan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Riba (Bag. 14): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114454-fikih-riba-bag-14-ketentuan-ketentuan-pada-riba-jual-beli-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-riba-bag-14-ketentuan-ketentuan-pada-riba-jual-beli-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114454-fikih-riba-bag-14-ketentuan-ketentuan-pada-riba-jual-beli-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 04:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114454</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara ketentuan pada riba buyu’ (jual beli) adalah wajibnya sama rata (tamatsul) dalam takaran dan timbangan. Hal ini khusus untuk barang yang sejenis. Seperti menukar emas dengan emas, kurma dengan kurma, gandum dengan gandum, dan yang lainnya. Sebagaimana yang sudah dijelaskan (pada tulisan Fikih Riba Bag. 9) bahwa pada keadaan ini, wajib sama rata [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114454-fikih-riba-bag-14-ketentuan-ketentuan-pada-riba-jual-beli-2.html">Fikih Riba (Bag. 14): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114454-fikih-riba-bag-14-ketentuan-ketentuan-pada-riba-jual-beli-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah</title>
		<link>https://muslim.or.id/114433-fikih-akikah-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-akikah-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114433-fikih-akikah-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luqman Hasan Nahari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 04:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114433</guid>

					<description><![CDATA[<p>Waktu pelaksanaan akikah Waktu akikah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi tersebut lahir. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Sunahnya adalah menyembelihnya pada hari ketujuh, dan tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama mengenai hal ini berdasarkan hadis Samurah [1].” [2] Jika dianjurkan dilaksanakan pada hari ketujuh, apakah hari kelahiran termasuk dalam hitungannya? Terdapat perbedaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114433-fikih-akikah-bag-2.html">Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114433-fikih-akikah-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Akikah (Bag. 1): Hukum dan Makna di Balik Akikah</title>
		<link>https://muslim.or.id/114431-fikih-akikah-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-akikah-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114431-fikih-akikah-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luqman Hasan Nahari]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 04:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114431</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengertian akikah adalah kurban yang disembelih atas nama bayi yang baru lahir. Al-Mawardi rahimahullah berkata bahwa akikah adalah domba yang disembelih saat bayi lahir dan orang-orang Arab biasa melakukan hal tersebut sebelum datangnya Islam. [1] Dalil akikah Dalil yang mensyariatkan akikah adalah sebagai berikut, عن بريدة -رضي الله عنه- قال: (كنا في الجاهلية إذا ولد [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114431-fikih-akikah-bag-1.html">Fikih Akikah (Bag. 1): Hukum dan Makna di Balik Akikah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114431-fikih-akikah-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sikap Anak Ketika Orang Tua Bercerai</title>
		<link>https://muslim.or.id/114110-sikap-anak-ketika-orang-tua-bercerai.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sikap-anak-ketika-orang-tua-bercerai</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114110-sikap-anak-ketika-orang-tua-bercerai.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 04:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114110</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perceraian adalah salah satu peristiwa yang paling mengguncang dalam kehidupan keluarga. Ia bukan hanya tentang suami istri yang berpisah, tetapi tentang perubahan besar dalam kehidupan seorang anak. Rumah yang dulu terasa utuh, kini terbelah. Rutinitas berubah. Suasana berbeda. Kehangatan mungkin terasa berkurang. Bagi orang tua, perceraian mungkin adalah akhir dari sebuah hubungan. Namun bagi anak, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114110-sikap-anak-ketika-orang-tua-bercerai.html">Sikap Anak Ketika Orang Tua Bercerai</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114110-sikap-anak-ketika-orang-tua-bercerai.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah</title>
		<link>https://muslim.or.id/114403-mengingat-kembali-keutamaan-muharam.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengingat-kembali-keutamaan-muharam</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114403-mengingat-kembali-keutamaan-muharam.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 04:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114403</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114403-mengingat-kembali-keutamaan-muharam.html">Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114403-mengingat-kembali-keutamaan-muharam.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Surat Rasulullah Kepada Heraklius</title>
		<link>https://muslim.or.id/114347-surat-rasulullah-kepada-heraklius.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=surat-rasulullah-kepada-heraklius</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114347-surat-rasulullah-kepada-heraklius.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Firdian Ikhwansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 04:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114347</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam dari Nabi yang lainnya adalah beliau Allah utus untuk seluruh bangsa. Tidak terkhusus bangsa Arab saja, tapi seluruh penduduk bumi merupakan target dakwah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, upaya beliau berdakwah tidak hanya sebatas pada bangsa Arab saja, tapi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114347-surat-rasulullah-kepada-heraklius.html">Surat Rasulullah Kepada Heraklius</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114347-surat-rasulullah-kepada-heraklius.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kaidah Fikih: Keyakinan Tidak Dapat Dihilangkan oleh Keraguan (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114345-kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114345-kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 04:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114345</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perlu diketahui bahwasanya kaidah fikih yang dituliskan oleh para ulama, tidak serta merta para ulama tersebut menuliskannya di dalam kitab-kitab mereka tanpa ada landasan apapun. Namun, kaidah fikih dituliskan oleh para ulama dibangun di atas dalil yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunah. Sehingga setiap kaidah fikih yang ada perlu dilihat terlebih dahulu, dari manakah sumbernya? [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114345-kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-2.html">Kaidah Fikih: Keyakinan Tidak Dapat Dihilangkan oleh Keraguan (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114345-kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Ibnu Khuzaimah</title>
		<link>https://muslim.or.id/114337-biografi-ibnu-khuzaimah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-ibnu-khuzaimah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114337-biografi-ibnu-khuzaimah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 04:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114337</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nama dan kelahiran Beliau adalah Al-Hafizh, Al-Hujjah, Al-Faqih, Syekhul Islam, Imam para imam: Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah bin Al-Mughirah bin Shalih bin Bakr, Abu Bakar As-Sulami An-Naisaburi Asy-Syafi‘i. Beliau dilahirkan pada tahun 223 H. Sejak masa mudanya, ia menaruh perhatian besar terhadap ilmu hadis dan fikih, hingga menjadi sosok yang dijadikan perumpamaan dalam keluasan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114337-biografi-ibnu-khuzaimah.html">Biografi Ibnu Khuzaimah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114337-biografi-ibnu-khuzaimah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Ibnu Hibban</title>
		<link>https://muslim.or.id/114326-biografi-ibnu-hibban.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-ibnu-hibban</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114326-biografi-ibnu-hibban.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 04:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114326</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nama Beliau adalah seorang imam besar dan ulama terkemuka, hafizh hadis yang sangat teliti dan kuat hafalannya, serta dikenal sebagai Syekh Khurasan. Nama lengkapnya adalah Abu Hatim Muhammad bin Hibban bin Ahmad bin Hibban bin Mu‘adz bin Ma‘bad bin Suhaid bin Hadiyah bin Murrah bin Sa‘d bin Yazid bin Murrah bin Zaid bin Abdullah bin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114326-biografi-ibnu-hibban.html">Biografi Ibnu Hibban</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114326-biografi-ibnu-hibban.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Allah Tidak Terlihat?</title>
		<link>https://muslim.or.id/114301-mengapa-allah-tidak-terlihat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengapa-allah-tidak-terlihat</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114301-mengapa-allah-tidak-terlihat.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2026 04:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114301</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian yang menanyakan ini memanglah orang awam, sebagian lagi adalah kaum ateis atau juga agnostik yang mencoba mengkritisi konsep ketuhanan, khususnya dalam Islam. Namun, siapapun yang mengajukan pertanyaan ini, perlu sekali untuk dijawab dengan ilmu yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114301-mengapa-allah-tidak-terlihat.html">Mengapa Allah Tidak Terlihat?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114301-mengapa-allah-tidak-terlihat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah An-Nazi&#8217;at (Bag. 5): Keadaan Akhir Manusia di Hari Kiamat</title>
		<link>https://muslim.or.id/114280-tafsir-surah-an-naziat-bag-5.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-an-naziat-bag-5</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114280-tafsir-surah-an-naziat-bag-5.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 04:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114280</guid>

					<description><![CDATA[<p>Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala sebelumnya telah menjelaskan penciptaan langit dan bumi, serta berbagai keajaiban ciptaan dan pengaturan. Penyebutan berbagai hal tersebut untuk menunjukkan dalil adanya hari kiamat yang dapat direnungkan oleh akal. Allah mampu menciptakan langit dan bumi dari ketiadaan, maka Allah juga bisa menghancurkan dan menghidupkannya kembali. Kemudian di ayat-ayat setelahnya, Allah menjelaskan secara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114280-tafsir-surah-an-naziat-bag-5.html">Tafsir Surah An-Nazi&#8217;at (Bag. 5): Keadaan Akhir Manusia di Hari Kiamat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114280-tafsir-surah-an-naziat-bag-5.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih &#8220;DP&#8221; (Uang Muka): Mengenal Hukum Bay&#8217; Al-&#8216;Urbun dalam Jual Beli</title>
		<link>https://muslim.or.id/114278-fikih-dp-uang-muka-mengenal-hukum-bay-al-urbun-dalam-jual-beli.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-dp-uang-muka-mengenal-hukum-bay-al-urbun-dalam-jual-beli</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114278-fikih-dp-uang-muka-mengenal-hukum-bay-al-urbun-dalam-jual-beli.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 04:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114278</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara pembahasan-pembahasan dalam bidang fikih muamalah, terdapat satu masalah yang sangat penting untuk diketahui. Transaksi ini sangat sering dilaksanakan oleh kaum muslimin tatkala melakukan jual beli. Kita sering menyebutnya dengan “DP (down payment)&#8221;, “uang muka”, “panjer”, dan lain sebagainya. Transaksi ini sudah menjadi lumrah dan umum di kalangan kaum muslimin, mengingat praktik semacam ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114278-fikih-dp-uang-muka-mengenal-hukum-bay-al-urbun-dalam-jual-beli.html">Fikih &#8220;DP&#8221; (Uang Muka): Mengenal Hukum Bay&#8217; Al-&#8216;Urbun dalam Jual Beli</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114278-fikih-dp-uang-muka-mengenal-hukum-bay-al-urbun-dalam-jual-beli.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ta&#8217;zir dalam Islam: Salah Satu Bentuk Hukum Syariat</title>
		<link>https://muslim.or.id/114252-tazir-dalam-islam-salah-satu-bentuk-hukum-syariat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tazir-dalam-islam-salah-satu-bentuk-hukum-syariat</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114252-tazir-dalam-islam-salah-satu-bentuk-hukum-syariat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 04:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114252</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hukuman ada sebagai bentuk akibat dari perbuatan kesalahan. Umumnya, diharapkan muncul dari hukuman yang ditegakkan adanya perbaikan. Islam hadir bukan hanya memperbaiki cara beribadah dan berakhlak, Islam juga mengatur dengan sangat rinci bagaimana masyarakat ditegakkan, bagaimana pelanggar dihukum, dan siapa yang berhak menjalankan hukuman itu. Ini bukan soal kekejaman. Allah Ta&#8217;ala berfirman, لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114252-tazir-dalam-islam-salah-satu-bentuk-hukum-syariat.html">Ta&#8217;zir dalam Islam: Salah Satu Bentuk Hukum Syariat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114252-tazir-dalam-islam-salah-satu-bentuk-hukum-syariat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hukum PDKT Online via Sosmed dalam Islam</title>
		<link>https://muslim.or.id/114250-hukum-pdkt-online-via-sosmed-dalam-islam.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hukum-pdkt-online-via-sosmed-dalam-islam</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114250-hukum-pdkt-online-via-sosmed-dalam-islam.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 04:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114250</guid>

					<description><![CDATA[<p>Media sosial memang memudahkan banyak hal. Termasuk dalam urusan berkenalan. Yang awalnya hanya saling follow, lama-lama jadi sering lihat story, lalu mulai saling membalas pesan, dan akhirnya terbiasa berkomunikasi hampir setiap hari. Banyak orang menganggap ini hal yang biasa, selama belum bertemu langsung dan belum terjadi sesuatu yang lebih jauh. Padahal, syariat tidak hanya berbicara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114250-hukum-pdkt-online-via-sosmed-dalam-islam.html">Hukum PDKT Online via Sosmed dalam Islam</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114250-hukum-pdkt-online-via-sosmed-dalam-islam.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosa dan Bahaya Perselingkuhan</title>
		<link>https://muslim.or.id/114181-dosa-dan-bahaya-perselingkuhan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dosa-dan-bahaya-perselingkuhan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114181-dosa-dan-bahaya-perselingkuhan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 04:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114181</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perselingkuhan belakangan ini sering menjadi bahan pembicaraan nasional. Bukan tanpa alasan. Hal ini terjadi karena kasus perselingkuhan juga marak ditemukan di berbagai kalangan, baik skala regional maupun nasional. Tentu hal ini bukanlah hal yang baik. Karena perselingkuhan ini adalah salah satu jembatan menuju perzinaan. Allah Ta&#8217;ala sudah memperingatkan dengan firman-Nya, وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114181-dosa-dan-bahaya-perselingkuhan.html">Dosa dan Bahaya Perselingkuhan</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114181-dosa-dan-bahaya-perselingkuhan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudah Salat, Tapi Masih Depresi? Inilah Jawaban Islam</title>
		<link>https://muslim.or.id/114179-sudah-salat-tapi-masih-depresi-inilah-jawaban-islam.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sudah-salat-tapi-masih-depresi-inilah-jawaban-islam</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114179-sudah-salat-tapi-masih-depresi-inilah-jawaban-islam.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 04:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan Islami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114179</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap dari kita pasti pernah mengalami depresi, sedih, dan sebagainya. Islam adalah agama yang hadir sebagai solusi atas seluruh permasalahan kehidupan manusia. Tidak ada satu pun persoalan hidup yang luput dari perhatian Islam, baik urusan dunia maupun akhirat. Allah Ta&#8217;ala berfirman, الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا “Pada hari ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114179-sudah-salat-tapi-masih-depresi-inilah-jawaban-islam.html">Sudah Salat, Tapi Masih Depresi? Inilah Jawaban Islam</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114179-sudah-salat-tapi-masih-depresi-inilah-jawaban-islam.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Rezeki Dicari, Tapi Hati Tak Pernah Merasa Cukup</title>
		<link>https://muslim.or.id/113774-ketika-rezeki-dicari-tapi-hati-tak-pernah-merasa-cukup.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketika-rezeki-dicari-tapi-hati-tak-pernah-merasa-cukup</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113774-ketika-rezeki-dicari-tapi-hati-tak-pernah-merasa-cukup.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 04:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113774</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang bekerja keras siang dan malam, namun hatinya tetap gelisah. Rezeki datang, tetapi rasa cukup tidak pernah menetap. Yang sedikit terasa sempit, yang banyak pun tak menenangkan. Permasalahannya cenderung bukan pada berapa banyak rupiah yang diperoleh, tetapi pada cara hati memandang rezeki. Di tengah dunia yang membuka pintu halal dan haram tanpa sekat, godaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113774-ketika-rezeki-dicari-tapi-hati-tak-pernah-merasa-cukup.html">Ketika Rezeki Dicari, Tapi Hati Tak Pernah Merasa Cukup</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113774-ketika-rezeki-dicari-tapi-hati-tak-pernah-merasa-cukup.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Riba (Bag. 13): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114158-fikih-riba-bag-13.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-riba-bag-13</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114158-fikih-riba-bag-13.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2026 04:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114158</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah membahas ‘illat pada keenam komoditas riba jual beli, di antara pembahasan yang tidak kalah penting adalah mengetahui tentang ketentuan-ketentuan apa saja yang terdapat pada riba buyu’ (riba jual beli). Menyegarkan kembali ingatan, bahwasanya riba terbagi menjadi dua: Riba duyun (riba yang terkait dengan utang piutang) Riba buyu’ (riba yang terkait dengan jual beli) Perlu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114158-fikih-riba-bag-13.html">Fikih Riba (Bag. 13): Ketentuan-Ketentuan pada Riba Jual Beli (1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114158-fikih-riba-bag-13.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fatwa Ulama: Hukum Zikir Setelah Salat Ketika Safar</title>
		<link>https://muslim.or.id/114116-fatwa-ulama-hukum-zikir-setelah-salat-ketika-safar.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fatwa-ulama-hukum-zikir-setelah-salat-ketika-safar</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114116-fatwa-ulama-hukum-zikir-setelah-salat-ketika-safar.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Reza Mahendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 04:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114116</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah &#160; Pertanyaan: Apakah zikir tasbih (subhanallah) setelah salat wajib ketika safar hukumnya sunah? Ataukah tidak ada zikir tasbih setelah salat Asar atau Zuhur ketika safar? Jawaban:  Rangkaian zikir setelah salat hukumnya sunah, baik ketika safar maupun tidak, baik ketika sedang menunaikan ibadah haji maupun tidak, serta [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114116-fatwa-ulama-hukum-zikir-setelah-salat-ketika-safar.html">Fatwa Ulama: Hukum Zikir Setelah Salat Ketika Safar</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114116-fatwa-ulama-hukum-zikir-setelah-salat-ketika-safar.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teks Khotbah Jumat: Jadilah Rakyat Terbaik</title>
		<link>https://muslim.or.id/114112-teks-khotbah-jumat-jadilah-rakyat-terbaik.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=teks-khotbah-jumat-jadilah-rakyat-terbaik</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114112-teks-khotbah-jumat-jadilah-rakyat-terbaik.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 04:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Adab dan Akhlak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Khotbah pertama بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ  وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ له وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114112-teks-khotbah-jumat-jadilah-rakyat-terbaik.html">Teks Khotbah Jumat: Jadilah Rakyat Terbaik</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114112-teks-khotbah-jumat-jadilah-rakyat-terbaik.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tauhid: Kewajiban Pertama Bagi Seorang Hamba</title>
		<link>https://muslim.or.id/114114-tauhid-kewajiban-pertama-bagi-seorang-hamba.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tauhid-kewajiban-pertama-bagi-seorang-hamba</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114114-tauhid-kewajiban-pertama-bagi-seorang-hamba.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulian Purnama, S.Kom.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 04:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114114</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kewajiban pertama bagi seorang yang baru masuk Islam atau orang yang baru serius beragama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat dan mempelajari kandungannya. Dengan kata lain, kewajiban pertamanya adalah mempelajari tauhid. Allah Ta&#8217;ala berfirman, فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ &#8220;Ilmuilah bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah, dan mintalah ampunan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114114-tauhid-kewajiban-pertama-bagi-seorang-hamba.html">Tauhid: Kewajiban Pertama Bagi Seorang Hamba</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114114-tauhid-kewajiban-pertama-bagi-seorang-hamba.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Rupiah Melemah dan Krisis Ekonomi Melanda</title>
		<link>https://muslim.or.id/114417-ketika-rupiah-melemah-dan-krisis-ekonomi-melanda.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketika-rupiah-melemah-dan-krisis-ekonomi-melanda</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114417-ketika-rupiah-melemah-dan-krisis-ekonomi-melanda.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 04:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114417</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini, masyarakat kembali dihadapkan dengan berbagai kesulitan ekonomi. Nilai rupiah melemah, harga kebutuhan pokok meningkat, biaya hidup terasa semakin berat, sementara penghasilan banyak orang tidak bertambah bahkan ada yang terdampak PHK. Dampaknya bukan hanya terlihat pada angka-angka ekonomi atau laporan pasar keuangan, tetapi benar-benar terasa di meja makan keluarga. Harga beras naik, minyak goreng [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114417-ketika-rupiah-melemah-dan-krisis-ekonomi-melanda.html">Ketika Rupiah Melemah dan Krisis Ekonomi Melanda</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114417-ketika-rupiah-melemah-dan-krisis-ekonomi-melanda.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah An-Nazi&#8217;at (Bag. 4): Kokohnya Langit dan Bumi Sebagai Tanda Adanya Kiamat</title>
		<link>https://muslim.or.id/113975-tafsir-surah-an-naziat-bag-4.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-an-naziat-bag-4</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113975-tafsir-surah-an-naziat-bag-4.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 04:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113975</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada perenungan ayat-ayat dalam surah An-Naziat sebelumnya, Allah menceritakan kisah Nabi Musa dan Fir&#8217;aun serta bagaimana hasil akhir dari perbuatan buruk Fir&#8217;aun. Hal ini sebagai hiburan bagi baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa nantipun kaumnya yang memusuhi Nabi dan tidak bertobat, mereka akan mendapatkan kesudahan yang sama seperti Fir&#8217;aun. Kemudian pada ayat setelahnya, Allah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113975-tafsir-surah-an-naziat-bag-4.html">Tafsir Surah An-Nazi&#8217;at (Bag. 4): Kokohnya Langit dan Bumi Sebagai Tanda Adanya Kiamat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113975-tafsir-surah-an-naziat-bag-4.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Imam Muhibbuddin Ath-Thabari: Tokoh Mazhab Syafi&#8217;i dari Makkah Al-Mukarramah</title>
		<link>https://muslim.or.id/113987-biografi-imam-ath-thabari.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-imam-ath-thabari</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113987-biografi-imam-ath-thabari.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 04:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113987</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nama Ahmad bin Abdullah bin Muhammad bin Abu Bakar bin Muhammad bin Ibrahim, yang nasabnya bersambung kepada Ja‘far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib, Al-Hasyimi. Artinya, beliau termasuk keturunan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu melalui jalur Husain bin Ali, sehingga termasuk ahlul bait. Nisbah Disebut Ath-Thabari, yaitu nisbah kepada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113987-biografi-imam-ath-thabari.html">Biografi Imam Muhibbuddin Ath-Thabari: Tokoh Mazhab Syafi&#8217;i dari Makkah Al-Mukarramah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113987-biografi-imam-ath-thabari.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nafsu, Kekayaan, dan Kehancuran Moral Manusia</title>
		<link>https://muslim.or.id/113985-nafsu-kekayaan-dan-kehancuran-moral-manusia.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=nafsu-kekayaan-dan-kehancuran-moral-manusia</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113985-nafsu-kekayaan-dan-kehancuran-moral-manusia.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 04:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113985</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini, kita dikejutkan oleh terbongkarnya sebuah dokumen yang dikenal sebagai “Epstein files”. Dokumen itu memperlihatkan sisi gelap manusia ketika kekayaan, kekuasaan, dan akses terhadap kesenangan dunia berkumpul dalam satu tangan. Terlepas dari benar valid atau tidaknya berita tersebut, kita benar-benar mendapatkan sebuah hikmah penting, bahwa orang-orang yang secara materi tidak kekurangan apa pun, mereka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113985-nafsu-kekayaan-dan-kehancuran-moral-manusia.html">Nafsu, Kekayaan, dan Kehancuran Moral Manusia</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113985-nafsu-kekayaan-dan-kehancuran-moral-manusia.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wahai Jiwa, Jangan Kembali Kepada Kehinaan Maksiat!</title>
		<link>https://muslim.or.id/113983-wahai-jiwa-jangan-kembali-kepada-kehinaan-maksiat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=wahai-jiwa-jangan-kembali-kepada-kehinaan-maksiat</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113983-wahai-jiwa-jangan-kembali-kepada-kehinaan-maksiat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 04:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113983</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jiwa kita ibarat tunggangan berupa hewan ternak yang mudah tunduk pada tuannya. Namun, kehidupan dunia ibarat alam liar yang membuat hasrat melawannya terus terasah. Tugas kita adalah terus menjinakkannya agar senantiasa mengikuti arah menuju kebaikan. Namun, hewan yang telah menikmati bebasnya alam liar itu senantiasa memiliki hasrat untuk melawan. Oleh karena itu, di tengah hasrat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113983-wahai-jiwa-jangan-kembali-kepada-kehinaan-maksiat.html">Wahai Jiwa, Jangan Kembali Kepada Kehinaan Maksiat!</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113983-wahai-jiwa-jangan-kembali-kepada-kehinaan-maksiat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jawamiul Kalim: Salah Satu Keistimewaan Rasulullah</title>
		<link>https://muslim.or.id/113977-jawamiul-kalim-salah-satu-keistimewaan-rasulullah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jawamiul-kalim-salah-satu-keistimewaan-rasulullah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113977-jawamiul-kalim-salah-satu-keistimewaan-rasulullah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Firdian Ikhwansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 04:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113977</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika Allah mengutus seseorang untuk menjadi Nabi dan Rasul, Allah berikan kepada mereka juga mukjizat dan keistimewaan sebagai bekal berdakwah dan sebagai bukti kenabian mereka. Allah berikan keistimewaan kepada Nabi Sulaiman untuk bisa berbicara dengan hewan, Allah berikan keistimewaan kepada Nabi Nuh yang bisa membelah lautan dengan izin Allah, dan para Nabi lainnya juga demikian. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113977-jawamiul-kalim-salah-satu-keistimewaan-rasulullah.html">Jawamiul Kalim: Salah Satu Keistimewaan Rasulullah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113977-jawamiul-kalim-salah-satu-keistimewaan-rasulullah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Kitab Ta&#8217;jilun Nada (Bag. 32): Rahasia Fi‘il Setelah أَنْ Kadang Marfu’, Kadang Manshub</title>
		<link>https://muslim.or.id/113887-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-32.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-32</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113887-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-32.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rafi Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 04:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bahasa Arab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113887</guid>

					<description><![CDATA[<p>Huruf أَنْ dalam ilmu nahwu memiliki beberapa keadaan dan hukum yang berbeda. Terkadang fi‘il mudhari’ setelahnya dibaca marfu’, dan terkadang dibaca manshub. Pembahasan ini menjelaskan perbedaan tersebut beserta contoh-contohnya dalam Al-Qur’an dan penjelasan para ulama nahwu. Keadaan pertama Keadaan pertama terjadi ketika huruf أَنْ didahului oleh kata-kata yang menunjukkan makna yakin dan kepastian terjadinya sesuatu. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113887-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-32.html">Penjelasan Kitab Ta&#8217;jilun Nada (Bag. 32): Rahasia Fi‘il Setelah أَنْ Kadang Marfu’, Kadang Manshub</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113887-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-32.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Allah Inginkan dari Ibadah Kurban Kita? (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113981-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113981-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 04:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113981</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kurban mengajarkan tauhid dan keikhlasan karena Allah Para ulama salaf terdahulu mempelajari niat sebelum beramal sebagaimana seseorang mempelajari hakikat amal itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa urgensi niat harus dilandasi ikhlas karena Allah dalam setiap amal perbuatan. Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah pernah berkata, ما عالجت شيئًا أشدَّ عليَّ من نيتي، لأنها تتقلب عليَّ “Tidak ada sesuatu yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113981-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-2.html">Apa yang Allah Inginkan dari Ibadah Kurban Kita? (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113981-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Allah Inginkan dari Ibadah Kurban Kita? (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113979-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113979-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 04:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113979</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara syariat agung dalam Islam adalah ibadah yang dilaksanakan pada waktu tertentu sebagai bentuk ketundukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Salah satunya ialah ibadah kurban (udh-hiyah), yang memiliki keutamaan besar serta hikmah yang berkaitan dengan keimanan, pendidikan, dan kehidupan sosial. Namun, banyak orang mulai melupakan hakikat utama dari ibadah kurban. Kurban sering dipandang sekadar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113979-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-1.html">Apa yang Allah Inginkan dari Ibadah Kurban Kita? (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113979-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesibukan yang Menipu Prioritas: Terjerat Aktivitas, Terlupa Kewajiban</title>
		<link>https://muslim.or.id/113776-kesibukan-yang-menipu-prioritas-terjerat-aktivitas-terlupa-kewajiban.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kesibukan-yang-menipu-prioritas-terjerat-aktivitas-terlupa-kewajiban</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113776-kesibukan-yang-menipu-prioritas-terjerat-aktivitas-terlupa-kewajiban.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 May 2026 04:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113776</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam hidup ini, semua orang pasti memiliki kesibukan. Namun, tidak semua kesibukan itu bernilai di sisi Allah Ta&#8217;ala. Seorang muslim memiliki ciri khas yang membedakannya. Ia tidak hanya sibuk, tetapi sibuk dengan arah, sibuk dengan panduan, serta sibuk dengan sesuatu yang bernilai untuk akhiratnya. Ia memahami bahwa hidup di dunia bukan sekadar aktivitas tanpa tujuan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113776-kesibukan-yang-menipu-prioritas-terjerat-aktivitas-terlupa-kewajiban.html">Kesibukan yang Menipu Prioritas: Terjerat Aktivitas, Terlupa Kewajiban</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113776-kesibukan-yang-menipu-prioritas-terjerat-aktivitas-terlupa-kewajiban.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kembalinya Wahyu dan Awal Dakwah Sembunyi-Sembunyi</title>
		<link>https://muslim.or.id/113956-kembalinya-wahyu-dan-awal-dakwah-sembunyi-sembunyi.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kembalinya-wahyu-dan-awal-dakwah-sembunyi-sembunyi</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113956-kembalinya-wahyu-dan-awal-dakwah-sembunyi-sembunyi.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Rianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 04:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113956</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengangkatan Rasulullah ﷺ sebagai seorang Nabi dan Rasul merupakan peristiwa agung dalam sejarah manusia. Setelah wahyu pertama turun di Gua Hira’ (حراء), yaitu permulaan surah al-’Alaq, wahyu sempat terhenti untuk beberapa waktu sehingga membuat beliau ﷺ risau. Pada artikel ini, kita akan membahas kembalinya wahyu, turunnya surah al-Muddatstsir, dan awal dakwah Islam secara sembunyi-sembunyi. Masa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113956-kembalinya-wahyu-dan-awal-dakwah-sembunyi-sembunyi.html">Kembalinya Wahyu dan Awal Dakwah Sembunyi-Sembunyi</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113956-kembalinya-wahyu-dan-awal-dakwah-sembunyi-sembunyi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hukum Affiliate di Marketplace dengan Komisi yang Tidak Jelas (Majhul)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113904-hukum-affiliate-di-marketplace-dengan-komisi-yang-tidak-jelas-majhul.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hukum-affiliate-di-marketplace-dengan-komisi-yang-tidak-jelas-majhul</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113904-hukum-affiliate-di-marketplace-dengan-komisi-yang-tidak-jelas-majhul.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Junaidi, S.H., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 04:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113904</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bisnis affiliate marketing kini menjadi salah satu model penghasilan digital yang paling diminati. Cara kerjanya sederhana: seseorang mempromosikan produk melalui tautan khusus, dan bila ada pembeli yang bertransaksi melalui tautan tersebut, ia mendapat komisi. Namun di balik kemudahannya, muncul pertanyaan serius dari sisi fikih: bagaimana jika besaran komisi tidak jelas, tidak pasti, bahkan terkadang tidak diterima sama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113904-hukum-affiliate-di-marketplace-dengan-komisi-yang-tidak-jelas-majhul.html">Hukum Affiliate di Marketplace dengan Komisi yang Tidak Jelas (Majhul)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113904-hukum-affiliate-di-marketplace-dengan-komisi-yang-tidak-jelas-majhul.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teks Khotbah Jumat: Obat Penenang Tatkala Harga Menjulang</title>
		<link>https://muslim.or.id/113902-teks-khotbah-jumat-obat-penenang-tatkala-harga-menjulang.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=teks-khotbah-jumat-obat-penenang-tatkala-harga-menjulang</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113902-teks-khotbah-jumat-obat-penenang-tatkala-harga-menjulang.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 04:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Adab dan Akhlak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113902</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagian penting yang patut kita yakini bahwa rezeki kita telah ditentukan oleh Allah. Jatah rezeki yang Allah tetapkan tidak akan bertambah maupun berkurang.</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113902-teks-khotbah-jumat-obat-penenang-tatkala-harga-menjulang.html">Teks Khotbah Jumat: Obat Penenang Tatkala Harga Menjulang</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113902-teks-khotbah-jumat-obat-penenang-tatkala-harga-menjulang.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepuluh Wasiat Agung dari Surah Al-An’am (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113900-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113900-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 04:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113900</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wasiat keenam, menjaga harta anak yatim Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan wasiat yang keenam, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, وَلَا تَقْرَبُوا۟ مَالَ ٱلْيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُۥ ۖ “Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa.” (QS. Al-An’am: 152) Ayat ini mengajarkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113900-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-2.html">Sepuluh Wasiat Agung dari Surah Al-An’am (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113900-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bulan-Bulan Haram dan Ladang Amal</title>
		<link>https://muslim.or.id/114145-bulan-bulan-haram-dan-ladang-amal.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bulan-bulan-haram-dan-ladang-amal</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114145-bulan-bulan-haram-dan-ladang-amal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 04:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114145</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berakhirnya bulan Syawal adalah gerbang menuju fase untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan berikutnya. Tentunya, seorang mukmin tidak menjadikan ibadah sebagai musiman, tetapi sebagai napas kehidupan yang terus berlanjut.</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114145-bulan-bulan-haram-dan-ladang-amal.html">Bulan-Bulan Haram dan Ladang Amal</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114145-bulan-bulan-haram-dan-ladang-amal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beberapa Kesalahan Terkait Wukuf di Arafah</title>
		<link>https://muslim.or.id/114009-beberapa-kesalahan-terkait-wukuf-di-arafah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=beberapa-kesalahan-terkait-wukuf-di-arafah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114009-beberapa-kesalahan-terkait-wukuf-di-arafah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luqman Hasan Nahari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 04:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114009</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ibadah haji bagi kebanyakan kaum muslimin mungkin hanya dapat dilaksanakan sekali seumur hidup. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap jemaah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar dapat menunaikan haji sesuai sunah dan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Setiap orang tentu berharap hajinya diterima sebagai haji yang mabrur dan dosa-dosanya diampuni. Hal ini sangat wajar, karena pahala [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114009-beberapa-kesalahan-terkait-wukuf-di-arafah.html">Beberapa Kesalahan Terkait Wukuf di Arafah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114009-beberapa-kesalahan-terkait-wukuf-di-arafah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Penting Saat Wukuf di Arafah</title>
		<link>https://muslim.or.id/113998-catatan-penting-saat-wukuf-di-arafah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=catatan-penting-saat-wukuf-di-arafah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113998-catatan-penting-saat-wukuf-di-arafah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dr. Adika Mianoki, Sp.S.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 04:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113998</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari Arafah adalah hari yang penuh keutamaan dan merupakan hari terbaik untuk berdoa. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait ibadah wukuf dan berdoa di hari yang agung ini, khususnya bagi para jemaah haji. Di antara hal penting yang harus diperhatikan adalah: Pertama: Disunahkan pada hari ini bagi seorang muslim untuk memperbanyak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113998-catatan-penting-saat-wukuf-di-arafah.html">Catatan Penting Saat Wukuf di Arafah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113998-catatan-penting-saat-wukuf-di-arafah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Al-Imam Ath-Thabarani (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113772-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113772-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 04:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113772</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kebersihannya dari tuduhan ahli bid‘ah Imam Abu Al-Qasim Ath-Thabarani رحمه الله terbebas dari tuduhan yang dialamatkan kepadanya oleh sebagian ahli bid‘ah dan kelompok yang menyimpang. Beliau adalah seorang yang mengikuti jejak para imam dan salafus shalih sebelumnya. Para pelaku bid‘ah dan orang-orang yang menyelisihinya sebenarnya sangat ingin mendapatkan sanad yang tinggi (&#8216;uluww al-isnad) serta banyaknya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113772-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-2.html">Biografi Al-Imam Ath-Thabarani (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113772-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Al-Imam Ath-Thabarani (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113770-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113770-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 04:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113770</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nama Beliau adalah Imam, Al-Hafizh, tsiqah (orang yang terpercaya), pengembara yang banyak bepergian, ahli perjalanan, muhaddits besar Islam, sisa generasi salaf, di antara tokoh yang berumur panjang, Abu Al-Qasim Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub bin Muthir Al-Lakhmi, Asy-Syami, Ath-Thabarani. Nasabnya Al-Lakhmi adalah nisbah kepada Lakhm, yaitu salah satu kabilah Arab yang berasal dari Yaman, kemudian [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113770-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-1.html">Biografi Al-Imam Ath-Thabarani (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113770-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepuluh Wasiat Agung dari Surah Al-An’am (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113768-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113768-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 04:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113768</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sangat agung yang terdapat di dalam Al-Qur’an adalah sepuluh wasiat Allah di dalam Surah Al-An’am ayat 151–153. Para ulama menyebut ayat-ayat ini sebagai al-washaya al-‘asyrah atau sepuluh wasiat. Disebut demikian karena kandungannya mencakup prinsip-prinsip dasar dalam akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak. Wasiat-wasiat ini tidak hanya mengatur hubungan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113768-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-1.html">Sepuluh Wasiat Agung dari Surah Al-An’am (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113768-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
