<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muslim.or.id</title>
	<atom:link href="https://muslim.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muslim.or.id/</link>
	<description>Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Oct 2026 00:35:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-Favicon-muslimorid-32x32.webp</url>
	<title>Muslim.or.id</title>
	<link>https://muslim.or.id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Ulama Berkata, &#8220;Aku Tidak Tahu&#8221; (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/117065-ketika-ulama-berkata-aku-tidak-tahu-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketika-ulama-berkata-aku-tidak-tahu-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/117065-ketika-ulama-berkata-aku-tidak-tahu-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dimas Setiaji]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2026 04:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=117065</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suatu hari di Mina, orang-orang datang membawa pertanyaan kepada salah seorang ulama, namun jawaban yang keluar dari lisan beliau adalah, لا أدري، لا أعلم “Aku tidak tahu, aku tidak tahu.” (Shifatus Safwah, hal. 351) Setelah beliau mengatakan hal tersebut, pertanyaan bukannya berkurang, akan tetapi semakin bertambah banyak, sehingga beliau mengatakan, والله لا نعلم كلّ ما [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/117065-ketika-ulama-berkata-aku-tidak-tahu-bag-1.html">Ketika Ulama Berkata, &#8220;Aku Tidak Tahu&#8221; (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/117065-ketika-ulama-berkata-aku-tidak-tahu-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Imam Asy-Syathibi</title>
		<link>https://muslim.or.id/117063-biografi-imam-asy-syathibi.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-imam-asy-syathibi</link>
					<comments>https://muslim.or.id/117063-biografi-imam-asy-syathibi.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2026 04:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=117063</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nama dan nasabnya Beliau adalah Imam dan ulama besar, Abu Muhammad al-Qasim bin Fairruh. Nama Fairruh dalam bahasa Arab bermakna besi. Nisbah ar-Ru‘aini merujuk kepada Dzu Ru‘ain, salah seorang aqyal (penguasa atau pemimpin) Yaman. Beliau dikenal dengan nama asy-Syathibi, seorang ulama qira’at yang tunanetra, dan termasuk salah satu tokoh terkemuka pada abad ke-6 Hijriah. Kelahiran, masa pertumbuhan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/117063-biografi-imam-asy-syathibi.html">Biografi Imam Asy-Syathibi</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/117063-biografi-imam-asy-syathibi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jika Allah Tidak Membutuhkan Ibadah Kita, Mengapa Kita Diperintahkan Beribadah?</title>
		<link>https://muslim.or.id/117056-jika-allah-tidak-membutuhkan-ibadah-kita-mengapa-kita-diperintahkan-beribadah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jika-allah-tidak-membutuhkan-ibadah-kita-mengapa-kita-diperintahkan-beribadah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/117056-jika-allah-tidak-membutuhkan-ibadah-kita-mengapa-kita-diperintahkan-beribadah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mochammad Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2026 04:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=117056</guid>

					<description><![CDATA[<p>Azan sudah terdengar, tetapi tubuh masih enggan beranjak. Pekerjaan terasa belum selesai, badan lelah, atau hati sedang penuh masalah. Kita tahu salat itu wajib. Pengetahuan kita tentang kewajiban itu tidak selalu membuat langkah menuju tempat wudu terasa ringan. Di tengah keadaan itu, mungkin muncul pertanyaan: “Jika Allah tidak membutuhkan ibadah saya, mengapa saya tetap diperintahkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/117056-jika-allah-tidak-membutuhkan-ibadah-kita-mengapa-kita-diperintahkan-beribadah.html">Jika Allah Tidak Membutuhkan Ibadah Kita, Mengapa Kita Diperintahkan Beribadah?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/117056-jika-allah-tidak-membutuhkan-ibadah-kita-mengapa-kita-diperintahkan-beribadah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sikap Pertengahan dan Moderat dalam Syariat Islam (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/117054-sikap-pertengahan-dan-moderat-dalam-syariat-islam-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sikap-pertengahan-dan-moderat-dalam-syariat-islam-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/117054-sikap-pertengahan-dan-moderat-dalam-syariat-islam-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2026 04:00:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=117054</guid>

					<description><![CDATA[<p>Islam adalah agama yang dibangun di atas prinsip wasathiyyah (pertengahan) dan i‘tidal (keseimbangan). Prinsip ini menjadi ciri khas ajaran Islam yang tampak dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam akidah, syariat, ibadah, muamalah, akhlak, amar makruf nahi mungkar, jihad, pengelolaan harta, maupun dalam memenuhi kebutuhan dan naluri manusia. Dengan prinsip tersebut, Islam menjaga umatnya dari dua [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/117054-sikap-pertengahan-dan-moderat-dalam-syariat-islam-bag-1.html">Sikap Pertengahan dan Moderat dalam Syariat Islam (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/117054-sikap-pertengahan-dan-moderat-dalam-syariat-islam-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Riba (Bag. 18): Jual Beli Muzabanah  </title>
		<link>https://muslim.or.id/117026-fikih-riba-bag-18.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-riba-bag-18</link>
					<comments>https://muslim.or.id/117026-fikih-riba-bag-18.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2026 04:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=117026</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu hal yang diwajibkan dalam transaksi jual beli barang ribawi yaitu adanya tamatsul (samarata) antara barang yang ditukar atau diperjualbelikan. Jika tidak, maka akan ada penambahan (selisih), dan penambahan itu termasuk riba. Telah disebutkan sebuah kaidah terkait hal ini, الجَهْلُ بِالتَّمَاثُلِ كَالْعِلْمِ بِالتَّفَاضُلِ “Ketidaktahuan tentang adanya kesamaan itu hukumnya seperti mengetahui adanya kelebihan.” Dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/117026-fikih-riba-bag-18.html">Fikih Riba (Bag. 18): Jual Beli Muzabanah  </a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/117026-fikih-riba-bag-18.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 7): Fokus Bekerja dengan Baik</title>
		<link>https://muslim.or.id/117024-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-7.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-7</link>
					<comments>https://muslim.or.id/117024-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-7.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2026 04:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=117024</guid>

					<description><![CDATA[<p>Resep kepemimpinan hebat adalah fokus bekerja dengan baik Jangan sampai ada sesuatu yang menyibukkanmu di luar urusan kepemimpinan. Karena seorang pemimpin yang fokus, mengutamakan amanah, dan menunaikan kewajibannya akan mendapatkan: Tambahan nikmat dari Allah ﷻ. Memperoleh sebutan serta reputasi yang baik dalam tugas dan kepemimpinannya. Rasa cinta rakyat. Pertolongan untuk mewujudkan kebaikan, sehingga berbagai kebaikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/117024-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-7.html">Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 7): Fokus Bekerja dengan Baik</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/117024-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-7.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 8): Amar Ma&#8217;ruf Nahi Mungkar</title>
		<link>https://muslim.or.id/116899-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-8.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-8</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116899-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-8.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2026 04:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116899</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keenam, amar ma’ruf dan nahi mungkar Di antara prinsip dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah berikutnya adalah mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari segala kemungkaran. Mereka mengamalkan hal tersebut sebagai bukti pengamalan terhadap firman Allah ‘Azza wa Jalla, كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116899-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-8.html">Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 8): Amar Ma&#8217;ruf Nahi Mungkar</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116899-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-8.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesyirikan yang Mengancam Akal</title>
		<link>https://muslim.or.id/116897-kesyirikan-mengancam-akal.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kesyirikan-mengancam-akal</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116897-kesyirikan-mengancam-akal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2026 04:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116897</guid>

					<description><![CDATA[<p>Besarnya gelombang informasi membawa berbagai macam pemikiran ke kehidupan kita. Ada yang membersihkan dan memperbaiki, tetapi ada juga yang mengotori bahkan meracuni. Tak jarang dari tren pemikiran itu justru bertentangan dengan Islam bahkan di level asasi. Islam merupakan syariat yang menjaga lima perkara fundamental, salah satunya adalah akal manusia. Tauhid sebagai pondasi syariat memiliki fungsi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116897-kesyirikan-mengancam-akal.html">Kesyirikan yang Mengancam Akal</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116897-kesyirikan-mengancam-akal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelajaran dari Bal&#8217;am bin Ba&#8217;ura dan Para Penyihir Fir&#8217;aun</title>
		<link>https://muslim.or.id/116858-pelajaran-dari-balam-bin-baura-dan-para-penyihir-firaun.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pelajaran-dari-balam-bin-baura-dan-para-penyihir-firaun</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116858-pelajaran-dari-balam-bin-baura-dan-para-penyihir-firaun.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2026 04:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116858</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bismillah. Segala puji bagi Allah Ta’ala, selawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam yang telah mengajarkan kita -melalui petunjuk Rabb-nya- prinsip-prinsip kehidupan untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Di antara ajaran mulia tersebut adalah anjuran untuk mempelajari dan mengambil ibrah dari faidah kisah-kisah di dalam Al-Qur&#8217;an, salah satunya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116858-pelajaran-dari-balam-bin-baura-dan-para-penyihir-firaun.html">Pelajaran dari Bal&#8217;am bin Ba&#8217;ura dan Para Penyihir Fir&#8217;aun</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116858-pelajaran-dari-balam-bin-baura-dan-para-penyihir-firaun.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Tempat Umum, Kita Tidak Sendirian</title>
		<link>https://muslim.or.id/116856-di-tempat-umum-kita-tidak-sendirian.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=di-tempat-umum-kita-tidak-sendirian</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116856-di-tempat-umum-kita-tidak-sendirian.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mochammad Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2026 04:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116856</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bayangkan kita sedang duduk di ruang tunggu. Seseorang memutar video dari ponselnya dengan suara keras. Ia tampak menikmati tayangan itu, tetapi orang-orang di sekitarnya ikut mendengar tanpa memilihnya. Sebagian mungkin sedang membaca, beristirahat, atau menenangkan anak. Bagi pemilik ponsel, itu sekadar hiburan. Bagi orang lain, belum tentu demikian. Gambaran sederhana ini mengajak kita bertanya: apakah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116856-di-tempat-umum-kita-tidak-sendirian.html">Di Tempat Umum, Kita Tidak Sendirian</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116856-di-tempat-umum-kita-tidak-sendirian.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fatwa Ulama: Hukum Berbicara ketika Salat karena Lupa</title>
		<link>https://muslim.or.id/116854-fatwa-ulama-hukum-berbicara-ketika-salat-karena-lupa.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fatwa-ulama-hukum-berbicara-ketika-salat-karena-lupa</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116854-fatwa-ulama-hukum-berbicara-ketika-salat-karena-lupa.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Reza Mahendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2026 04:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116854</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah Pertanyaan: Apabila seseorang berbicara ketika salat karena lupa, apakah salatnya batal? Jawaban: Apabila seorang Muslim berbicara ketika salat karena lupa atau tidak tahu, maka salatnya tidak batal, baik salat tersebut adalah salat fardu maupun salat sunah, sebagaimana firman Allah ﷻ, رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116854-fatwa-ulama-hukum-berbicara-ketika-salat-karena-lupa.html">Fatwa Ulama: Hukum Berbicara ketika Salat karena Lupa</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116854-fatwa-ulama-hukum-berbicara-ketika-salat-karena-lupa.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Imam Ali bin al-Madini (Bag. 2): Ujian, Warisan Karya, dan Akhir Hayat Imam Ali bin al-Madini</title>
		<link>https://muslim.or.id/116814-biografi-imam-ali-bin-al-madini-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-imam-ali-bin-al-madini-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116814-biografi-imam-ali-bin-al-madini-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2026 04:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116814</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keterlibatan Ali bin al-Madini dalam mihnah (ujian) tentang pernyataan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, dampaknya, dan akhir perkaranya Ali bin al-Madini رحمه الله termasuk ulama yang terlibat dalam mihnah (ujian) terkait pendapat bahwa Al-Qur’an adalah makhluk. Keterlibatannya tersebut terjadi karena rasa takut terhadap keselamatan dirinya. Ia tidak mampu bertahan sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal dan ulama lainnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116814-biografi-imam-ali-bin-al-madini-bag-2.html">Biografi Imam Ali bin al-Madini (Bag. 2): Ujian, Warisan Karya, dan Akhir Hayat Imam Ali bin al-Madini</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116814-biografi-imam-ali-bin-al-madini-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Imam Ali bin al-Madini (Bag. 1): Profil, Nasab, dan Kekuatan Hafalannya</title>
		<link>https://muslim.or.id/116811-biografi-imam-ali-bin-al-madini-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-imam-ali-bin-al-madini-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116811-biografi-imam-ali-bin-al-madini-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2026 04:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116811</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nasabnya Nasab lengkan Ali bin al-Madini adalah Ali bin Abdullah bin Ja‘far bin Najih bin Bakr bin Sa‘d. Demikianlah nasab beliau yang disebutkan oleh al-Khatib al-Baghdadi dalam kitab Tarikh Baghdad. Kunyah dan nisbah-nya Kunyah beliau adalah Abu al-Hasan. Beliau masyhur dengan nama Ibnu al-Madini yang merupakan nisbah kepada Madinah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bentuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116811-biografi-imam-ali-bin-al-madini-bag-1.html">Biografi Imam Ali bin al-Madini (Bag. 1): Profil, Nasab, dan Kekuatan Hafalannya</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116811-biografi-imam-ali-bin-al-madini-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khotbah Jumat: Menjaga Ukhuwah dan Manajemen Konflik yang Harus Kembali Diperhatikan Umat</title>
		<link>https://muslim.or.id/116588-khotbah-jumat-menjaga-ukhuwah-dan-manajemen-konflik-yang-harus-kembali-diperhatikan-umat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=khotbah-jumat-menjaga-ukhuwah-dan-manajemen-konflik-yang-harus-kembali-diperhatikan-umat</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116588-khotbah-jumat-menjaga-ukhuwah-dan-manajemen-konflik-yang-harus-kembali-diperhatikan-umat.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2026 04:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Adab dan Akhlak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116588</guid>

					<description><![CDATA[<p>Khotbah pertama إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ قَالَ اللَّهُ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116588-khotbah-jumat-menjaga-ukhuwah-dan-manajemen-konflik-yang-harus-kembali-diperhatikan-umat.html">Khotbah Jumat: Menjaga Ukhuwah dan Manajemen Konflik yang Harus Kembali Diperhatikan Umat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116588-khotbah-jumat-menjaga-ukhuwah-dan-manajemen-konflik-yang-harus-kembali-diperhatikan-umat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Iman kepada Para Rasul: Dari Mengagumi Menuju Mengikuti</title>
		<link>https://muslim.or.id/116812-iman-kepada-para-rasul-dari-mengagumi-menuju-mengikuti.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=iman-kepada-para-rasul-dari-mengagumi-menuju-mengikuti</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116812-iman-kepada-para-rasul-dari-mengagumi-menuju-mengikuti.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mochammad Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2026 04:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116812</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cinta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibuktikan dengan menempuh jalan yang beliau tunjukkan. Mengagumi seorang tokoh jauh lebih mudah daripada mengikuti jalannya. Nama dapat dipuji, kisah dapat diceritakan, dan simbol-simbol yang berkaitan dengannya dapat dibela. Akan tetapi, apabila petunjuk tokoh tersebut bertentangan dengan kebiasaan atau keinginan, kekaguman sering berhenti sebelum berubah menjadi ketaatan. Hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116812-iman-kepada-para-rasul-dari-mengagumi-menuju-mengikuti.html">Iman kepada Para Rasul: Dari Mengagumi Menuju Mengikuti</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116812-iman-kepada-para-rasul-dari-mengagumi-menuju-mengikuti.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Mencari Rezeki Ala Para Sahabat Nabi</title>
		<link>https://muslim.or.id/116809-belajar-mencari-rezeki-ala-para-sahabat-nabi.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=belajar-mencari-rezeki-ala-para-sahabat-nabi</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116809-belajar-mencari-rezeki-ala-para-sahabat-nabi.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2026 04:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116809</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau kita bayangkan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang muncul di kepala kebanyakan orang mungkin sosok yang sepanjang hari duduk di masjid, menangis di sepertiga malam, lalu berangkat jihad. Hal itu tentulah benar dan tidak salah. Namun, kalau cuma sampai di situ bayangan kita dan hanya terbatas di sana, kita kehilangan separuh cerita penting [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116809-belajar-mencari-rezeki-ala-para-sahabat-nabi.html">Belajar Mencari Rezeki Ala Para Sahabat Nabi</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116809-belajar-mencari-rezeki-ala-para-sahabat-nabi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 7): Pelaku Dosa Besar Tidak Kekal di Neraka</title>
		<link>https://muslim.or.id/116595-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-7.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-7</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116595-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-7.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116595</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kelima, pelaku dosa besar dari orang-orang mukmin diazab karena dosanya, tetapi tidak kekal di neraka Di antara prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam menyikapi pelaku dosa besar, selama dosa tersebut bukan dosa syirik yang menyebabkan seseorang keluar dari Islam, adalah bahwa pelakunya masih dianggap sebagai seorang mukmin, meskipun keimanannya tidak sempurna. Ia tidak dianggap murtad [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116595-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-7.html">Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 7): Pelaku Dosa Besar Tidak Kekal di Neraka</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116595-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-7.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muslim dan Kebiasaan Membaca</title>
		<link>https://muslim.or.id/116593-muslim-dan-kebiasaan-membaca.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=muslim-dan-kebiasaan-membaca</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116593-muslim-dan-kebiasaan-membaca.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2026 04:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bismillah. Segala puji bagi Allah Ta’ala, salawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam yang telah mengajarkan kita -melalui petunjuk Rabb-nya- prinsip-prinsip kehidupan untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Di antara ajaran mulia tersebut adalah anjuran untuk mempunyai kebiasaan ‘membaca’. Saudaraku, Allah mentakdirkan kita hidup di era di mana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116593-muslim-dan-kebiasaan-membaca.html">Muslim dan Kebiasaan Membaca</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116593-muslim-dan-kebiasaan-membaca.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 6): Karakter Pejabat Publik Ideal dan Supremasi Hukum</title>
		<link>https://muslim.or.id/116586-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-bag-6.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-bag-6</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116586-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-bag-6.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2026 04:00:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116586</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kepemimpinan itu memiliki banyak aspek dengan kompleksitas tinggi. Salah satu pondasi penting dalam kepemimpinan ialah kuatnya hukum dan kepercayaan pada sosok pemangku kebijakan. Aspek ini menjadi perhatian Thahir bin Al-Husain juga. Menurutnya, peradilan harus mendapatkan perhatian besar karena alasan yang sangat fundamental sekali. Tidak hanya itu, karakter para pemangku jabatan pun perlu diperhatikan dan menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116586-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-bag-6.html">Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 6): Karakter Pejabat Publik Ideal dan Supremasi Hukum</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116586-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-bag-6.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah Al-Mutaffifin (Bag. 4): Balasan atas Buruknya Perilaku Orang Kafir Kepada Kaum Muslimin di Dunia</title>
		<link>https://muslim.or.id/116584-tafsir-surah-al-mutaffifin-4.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-al-mutaffifin-4</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116584-tafsir-surah-al-mutaffifin-4.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2026 04:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116584</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tafsir sebelumnya, kita telah membaca bagaimana balasan kebaikan yang Allah janjikan bagi jiwa-jiwa yang taat, serta berbuat kebaikan untuk kehidupan bermasyarakat, serta Allah tutup dengan motivasi untuk berlomba mengejar balasan surga tersebut. Pada tafsir potongan surah Al-Mutaffifin ayat 29-36 ini, Allah berbicara kepada kita tentang bagaimana busuknya perilaku kehidupan bersosial orang-orang kafir, dimana mereka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116584-tafsir-surah-al-mutaffifin-4.html">Tafsir Surah Al-Mutaffifin (Bag. 4): Balasan atas Buruknya Perilaku Orang Kafir Kepada Kaum Muslimin di Dunia</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116584-tafsir-surah-al-mutaffifin-4.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Kitab Ta&#8217;jilun Nada (Bag. 36): Rahasia أَنْ yang Tersembunyi Setelah أَوْ Ketika Bermakna إِلَى dan إِلَّا</title>
		<link>https://muslim.or.id/116577-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-36.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-36</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116577-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-36.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rafi Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2026 04:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bahasa Arab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116577</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ibnu Hisyam menjelaskan, قَوْلُهُ: (وَبَعْدَ أَوِ الَّتِي بِمَعْنَى إِلَى) نَحْوُ: لَأَسْتَسْهِلَنَّ الصَّعْبَ أَوْ أُدْرِكَ الْمُنَى، أَوِ الَّتِي بِمَعْنَى إِلَّا “Dan setelah huruf أَوْ yang bermakna إِلَى (hingga), seperti ucapan, لَأَسْتَسْهِلَنَّ الصَّعْبَ أَوْ أُدْرِكَ الْمُنَى “Sungguh aku akan menganggap ringan setiap kesulitan hingga aku meraih cita-cita.” Atau أَوْ yang bermakna إِلَّا (kecuali), seperti perkataan penyair: وَكُنْتُ إِذَا غَمَزْتُ قَنَاةَ قَوْمٍ كَسَرْتُ كُعُوبَهَا [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116577-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-36.html">Penjelasan Kitab Ta&#8217;jilun Nada (Bag. 36): Rahasia أَنْ yang Tersembunyi Setelah أَوْ Ketika Bermakna إِلَى dan إِلَّا</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116577-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-36.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berbagai Metode Kaum Musyrikin Quraisy dalam Menentang Dakwah Rasulullah ﷺ</title>
		<link>https://muslim.or.id/116579-metode-kaum-musyrikin-quraisy-dalam-menentang-dakwah-rasulullah-%ef%b7%ba.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=metode-kaum-musyrikin-quraisy-dalam-menentang-dakwah-rasulullah-%25ef%25b7%25ba</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116579-metode-kaum-musyrikin-quraisy-dalam-menentang-dakwah-rasulullah-%ef%b7%ba.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Rianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2026 04:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116579</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas bagaimana rencana jahat musyrikin Quraisy dalam menghalangi dakwah Rasulullah ﷺ saat musim haji. Pada artikel kali ini, kita akan membahas berbagai metode yang dilakukan oleh kaum musyrikin Quraisy dalam menentang dakwah Rasulullah ﷺ sebagaimana dipaparkan oleh Syekh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri rahimahullah. Setelah musim haji usai, kaum musyrikin Quraisy mulai memikirkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116579-metode-kaum-musyrikin-quraisy-dalam-menentang-dakwah-rasulullah-%ef%b7%ba.html">Berbagai Metode Kaum Musyrikin Quraisy dalam Menentang Dakwah Rasulullah ﷺ</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116579-metode-kaum-musyrikin-quraisy-dalam-menentang-dakwah-rasulullah-%ef%b7%ba.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karnaval Bertema &#8220;Satanic&#8221; dan Apa Hukumnya bagi Seorang Muslim?</title>
		<link>https://muslim.or.id/116582-karnaval-bertema-satanic-dan-apa-hukumnya-bagi-muslim.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=karnaval-bertema-satanic-dan-apa-hukumnya-bagi-muslim</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116582-karnaval-bertema-satanic-dan-apa-hukumnya-bagi-muslim.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2026 04:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116582</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, media sosial kita sempat ramai disebabkan karnaval yang menampilkan atribut bertema satanik di ruang publik. Ditemukan pentagram terbalik, kostum menyerupai Baphomet berkepala kambing, angka 666, sampai berbagai simbol yang lekat dengan gerakan pemujaan setan dibawa berkeliling di depan ribuan warga. Rekaman videonya langsung viral dan menuai keprihatinan luas dari kaum muslimin. Pihak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116582-karnaval-bertema-satanic-dan-apa-hukumnya-bagi-muslim.html">Karnaval Bertema &#8220;Satanic&#8221; dan Apa Hukumnya bagi Seorang Muslim?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116582-karnaval-bertema-satanic-dan-apa-hukumnya-bagi-muslim.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 5): Tips Berinteraksi dan Memilih Pertemanan</title>
		<link>https://muslim.or.id/116548-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-5.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-5</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116548-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-5.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 04:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116548</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa larangan dalam memilih pertemanan Ingatlah bahwa agama kita sangat memperhatikan sirkel pertemanan. Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam memberikan wasiat, اَلْمَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ &#8220;Seseorang akan mengikuti perilaku orang yang sering bergaul dengannya; maka hendaknya setiap orang dari kalian memperhatikan dengan siapa ia bergaul.&#8221; (HR. Ahmad) Renungilah penyesalan orang-orang di hari kiamat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116548-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-5.html">Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 5): Tips Berinteraksi dan Memilih Pertemanan</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116548-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-5.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Nama Allah &#8220;Al-Haqq&#8221;</title>
		<link>https://muslim.or.id/116546-mengenal-nama-allah-al-haqq.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengenal-nama-allah-al-haqq</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116546-mengenal-nama-allah-al-haqq.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2026 04:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116546</guid>

					<description><![CDATA[<p>Allah Ta&#8217;ala menamai Diri-Nya dengan Al-Haqq di dalam Al-Qur&#8217;an sebanyak sepuluh kali. Nama ini bukan sekadar gelar, melainkan penegasan bahwa Dzat-Nya, sifat-Nya, firman-Nya, janji-Nya, syariat-Nya, dan seluruh kabar yang Dia sampaikan adalah kebenaran yang tidak bercampur dengan kebatilan sedikit pun. Lawan dari Al-Haqq adalah al-baathil, dan Allah sendiri yang menegaskan pemisahan itu dalam firman-Nya (yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116546-mengenal-nama-allah-al-haqq.html">Mengenal Nama Allah &#8220;Al-Haqq&#8221;</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116546-mengenal-nama-allah-al-haqq.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah Al-Mutaffifin (Bag. 3): Berlombalah, Raih Kenikmatan Surga Allah</title>
		<link>https://muslim.or.id/116452-tafsir-surah-al-mutaffifin-3.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-al-mutaffifin-3</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116452-tafsir-surah-al-mutaffifin-3.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2026 04:00:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116452</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada bagian kedua tadabbur surah ini, kita telah membaca bagaimana akhir kisah dari orang-orang yang durhaka, durhaka kepada Allah dengan tidak beriman kepada hari kiamat serta apa yang dibawa pada Rasul, serta berbuat zalim dengan berlaku curang dalam timbangan. Pada tulisan ketiga ini, Allah berbicara kepada kita tentang kebalikannya, yaitu kisah kesudahan orang-orang yang taat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116452-tafsir-surah-al-mutaffifin-3.html">Tafsir Surah Al-Mutaffifin (Bag. 3): Berlombalah, Raih Kenikmatan Surga Allah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116452-tafsir-surah-al-mutaffifin-3.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kaidah Fikih: Hukum Asal Setiap Manusia adalah Terlepas dari Tanggungan</title>
		<link>https://muslim.or.id/116449-kaidah-fikih-hukum-asal-setiap-manusia-terlepas-dari-tanggungan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kaidah-fikih-hukum-asal-setiap-manusia-terlepas-dari-tanggungan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116449-kaidah-fikih-hukum-asal-setiap-manusia-terlepas-dari-tanggungan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 04:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116449</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kaidah ini berbicara tentang hak seorang manusia. Tatkala berbicara tentang hak manusia, seringkali mengharuskan kita untuk berbicara soal adil dan tidaknya. Pada kaidah ini, terdapat poin-poin yang sangat penting untuk menjunjung tinggi suatu keadilan pada hak-hak manusia, terlebih tatkala terjadi sengketa atau pemasalahan di antara mereka. Seringkali terjadi pertikaian, sengketa, dan permusuhan dalam masalah muamalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116449-kaidah-fikih-hukum-asal-setiap-manusia-terlepas-dari-tanggungan.html">Kaidah Fikih: Hukum Asal Setiap Manusia adalah Terlepas dari Tanggungan</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116449-kaidah-fikih-hukum-asal-setiap-manusia-terlepas-dari-tanggungan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Cincin Rasulullah</title>
		<link>https://muslim.or.id/116447-mengenal-cincin-rasulullah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengenal-cincin-rasulullah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116447-mengenal-cincin-rasulullah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Firdian Ikhwansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 04:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116447</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahukah Anda bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenakan cincin? Pernahkah terpikirkan cincin seperti apa yang Rasulullah kenakan? Mari kita pelajari tentang cincin Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pada artikel ini. Alasan Rasulullah mengenakan cincin Syekh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr menjelaskan dalam kitab Syarah Syamail Nabi bahwa Rasulullah baru sering mengenakan cincin pada akhir-akhir [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116447-mengenal-cincin-rasulullah.html">Mengenal Cincin Rasulullah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116447-mengenal-cincin-rasulullah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Riba (Bag. 17): Hilangnya Kesamarataan Dalam Transaksi Barang Ribawi (2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/116445-fikih-riba-bag-17.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-riba-bag-17</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116445-fikih-riba-bag-17.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 04:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116445</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada seri sebelumnya, telah dibahas terkait dengan adanya penambahan atau pengurangan pada salah satu dari dua barang ribawi yang sejenis beserta dengan keadaannya. Dalam seri kali ini, akan dijelaskan tentang beberapa keadaan hilangnya kesamarataan dalam transaksi jual beli barang ribawi yang selanjutnya, yaitu: Adanya penambahan atau pengurangan pada salah satu dari dua barang ribawi yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116445-fikih-riba-bag-17.html">Fikih Riba (Bag. 17): Hilangnya Kesamarataan Dalam Transaksi Barang Ribawi (2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116445-fikih-riba-bag-17.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekonomi Umat yang Berdaya: Visi Islam untuk Kaum Muslimin yang Kuat dan Mandiri</title>
		<link>https://muslim.or.id/116443-ekonomi-umat-yang-berdaya.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ekonomi-umat-yang-berdaya</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116443-ekonomi-umat-yang-berdaya.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 04:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116443</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terdapat sebuah pemahaman keliru yang menyebar dan terkadang menjadi hal yang diperdebatkan di tengah umat, juga disalahpahami. Orang yang saleh dianggap semestinya menjauh dari urusan dunia, kerja keras dicurigai mengganggu ibadah, dan harta yang banyak dianggap sebagai tanda hati terikat pada dunia. Turunan dari pemahaman seperti ini di antaranya adalah kemiskinan dianggap bukti ketakwaan, sementara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116443-ekonomi-umat-yang-berdaya.html">Ekonomi Umat yang Berdaya: Visi Islam untuk Kaum Muslimin yang Kuat dan Mandiri</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116443-ekonomi-umat-yang-berdaya.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah Al-Mutaffifin (Bag. 2): Akhir Kisah Para Fujjar, Orang-orang Durhaka</title>
		<link>https://muslim.or.id/116335-tafsir-surah-al-mutaffifin-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-al-mutaffifin-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116335-tafsir-surah-al-mutaffifin-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 04:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116335</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tulisan kedua dari surah Al-Mutaffifin ini, Allah berbicara kepada kita tentang bagaimana akhir hidup para pendosa, orang-orang yang mendurhakai aturan Allah Ta’ala, menyebabkan kerusakan bagi banyak orang di muka bumi. Termasuk salah satu bentuk durhaka tersebut adalah mengurangi takaran dan timbangan. Mereka nekat melakukan yang demikian karena merasa tidak akan dibangkitkan di hari kiamat, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116335-tafsir-surah-al-mutaffifin-2.html">Tafsir Surah Al-Mutaffifin (Bag. 2): Akhir Kisah Para Fujjar, Orang-orang Durhaka</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116335-tafsir-surah-al-mutaffifin-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Seni Memaafkan: Investasi Terbaik untuk Ketenangan Jiwa</title>
		<link>https://muslim.or.id/116332-seni-memaafkan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=seni-memaafkan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116332-seni-memaafkan.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2026 04:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116332</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam kehidupan sosial yang dinamis, konflik adalah sunnatullah dan suatu keniscayaan. Namun, kemampuan untuk memberi maaf bukan sekadar tindakan sosial, ia adalah mekanisme psikologis dan spiritual untuk menjaga kesehatan mental. Memberi maaf adalah kunci utama menuju ketenangan hati. Islam memberikan panduan komprehensif dalam berinteraksi dengan sesama, terutama saat kita disakiti. Salah satu landasan utamanya adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116332-seni-memaafkan.html">Seni Memaafkan: Investasi Terbaik untuk Ketenangan Jiwa</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116332-seni-memaafkan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah Al-Mutaffifin (Bag. 1): Azab Mengerikan Bagi Al-Muthaffif</title>
		<link>https://muslim.or.id/116318-tafsir-surah-al-mutaffifin-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-al-mutaffifin-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116318-tafsir-surah-al-mutaffifin-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2026 04:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116318</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembaca sekalian, tadabbur Al-Qur’an kita saat ini telah mencapai surah Al-Mutaffifin (الْمُطَفِّفينَ), yaitu surah  yang berada pada nomor 83 dalam urutan mushaf Utsmani. Nama lain surah ini adalah surah ويل للمطففين sesuai dengan ayat pertamanya, atau surah التطفيف. Surah ini adalah surah yang memiliki 36 ayat. Ulama tafsir berbeda pendapat apakah surah ini termasuk golongan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116318-tafsir-surah-al-mutaffifin-1.html">Tafsir Surah Al-Mutaffifin (Bag. 1): Azab Mengerikan Bagi Al-Muthaffif</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116318-tafsir-surah-al-mutaffifin-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musyawarah Kaum Kafir Quraisy untuk Menghalangi Jemaah Haji dari Dakwah Rasulullah ﷺ</title>
		<link>https://muslim.or.id/116315-musyawarah-kaum-kafir-quraisy.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=musyawarah-kaum-kafir-quraisy</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116315-musyawarah-kaum-kafir-quraisy.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Rianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 04:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116315</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada artikel sebelumnya, kita telah melihat bagaimana para pembesar Quraisy gagal menekan Abu Thalib agar menghentikan dakwah Rasulullah ﷺ. Kegagalan itu tidak membuat mereka berhenti. Menjelang musim haji, mereka justru menyusun strategi baru, yaitu menyatukan tuduhan yang akan disebarkan kepada kabilah-kabilah Arab agar manusia menjauh dari Rasulullah ﷺ. Kekhawatiran Quraisy menjelang musim haji Pada suatu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116315-musyawarah-kaum-kafir-quraisy.html">Musyawarah Kaum Kafir Quraisy untuk Menghalangi Jemaah Haji dari Dakwah Rasulullah ﷺ</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116315-musyawarah-kaum-kafir-quraisy.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hukum Suara Bising Menurut Islam: Batas Etika dan Hak Tetangga</title>
		<link>https://muslim.or.id/116313-hukum-suara-bising-menurut-islam-batas-etika-dan-hak-tetangga.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hukum-suara-bising-menurut-islam-batas-etika-dan-hak-tetangga</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116313-hukum-suara-bising-menurut-islam-batas-etika-dan-hak-tetangga.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mochammad Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 04:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116313</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suara tidak selalu berhenti di tempat ia berasal. Ia dapat melewati pagar, menembus dinding, dan menjangkau rumah-rumah yang tidak ikut dalam kegiatan yang sedang berlangsung. Di balik dinding itu mungkin ada orang sakit, bayi yang baru terlelap, orang yang sedang belajar, pekerja yang membutuhkan istirahat, atau keluarga yang sedang beribadah. Sering kali kita tidak bermaksud [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116313-hukum-suara-bising-menurut-islam-batas-etika-dan-hak-tetangga.html">Hukum Suara Bising Menurut Islam: Batas Etika dan Hak Tetangga</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116313-hukum-suara-bising-menurut-islam-batas-etika-dan-hak-tetangga.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ikhtilath (Campur Baur) Laki-Laki dan Perempuan, yang Boleh dan Tidak Boleh</title>
		<link>https://muslim.or.id/116254-ikhtilath-campur-baur-laki-laki-dan-perempuan-yang-boleh-dan-tidak-boleh.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ikhtilath-campur-baur-laki-laki-dan-perempuan-yang-boleh-dan-tidak-boleh</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116254-ikhtilath-campur-baur-laki-laki-dan-perempuan-yang-boleh-dan-tidak-boleh.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulian Purnama, S.Kom.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2026 04:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116254</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak sekali definisi dari para ulama tentang apa itu ikhtilath yang terlarang dalam agama. Syekh Muhammad Ismail al-Muqaddam mendefinisikan, هو اجتماع الرجل بالمرأة التي ليست بمحرم له اجتماعاً يؤدي إلى ريبة &#8220;Ikhtilath adalah berkumpulnya laki-laki dan wanita yang bukan mahram sehingga memungkinkan mereka terkena prasangka buruk.&#8221; (&#8216;Audatul Hijab, 3: 52) Syekh Abu Muhammad bin Abdillah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116254-ikhtilath-campur-baur-laki-laki-dan-perempuan-yang-boleh-dan-tidak-boleh.html">Ikhtilath (Campur Baur) Laki-Laki dan Perempuan, yang Boleh dan Tidak Boleh</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116254-ikhtilath-campur-baur-laki-laki-dan-perempuan-yang-boleh-dan-tidak-boleh.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 6): Mencintai Seluruh Sahabat Nabi</title>
		<link>https://muslim.or.id/116247-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-6.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-6</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116247-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-6.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 04:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116247</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keempat, mencintai seluruh sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Ciri manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah berikutnya adalah kecintaan mereka kepada seluruh sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka sangat memuliakan, menghormati, dan menjadikan para sahabat radhiyallahu ‘anhum sebagai suri teladan dalam memahami serta mengamalkan sunah. Mereka tidak membahas perselisihan yang terjadi di antara para sahabat pada masa fitnah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116247-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-6.html">Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 6): Mencintai Seluruh Sahabat Nabi</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116247-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-6.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Memperindah Rumah dan Menghias Bangunan?</title>
		<link>https://muslim.or.id/116244-bolehkah-memperindah-rumah-dan-menghias-bangunan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bolehkah-memperindah-rumah-dan-menghias-bangunan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116244-bolehkah-memperindah-rumah-dan-menghias-bangunan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 04:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116244</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rumah bukan sekadar tempat berteduh. Ia adalah tempat kembali setelah lelah bekerja, tempat berkumpul bersama keluarga, tempat anak-anak tumbuh, dan tempat beribadah kepada Allah Ta&#8217;ala. Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang ingin memiliki rumah yang indah, nyaman, dan enak dipandang. Namun muncul pertanyaan, apakah Islam membolehkan memperindah rumah dan menghias bangunan? Dari Abu Hurairah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116244-bolehkah-memperindah-rumah-dan-menghias-bangunan.html">Bolehkah Memperindah Rumah dan Menghias Bangunan?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116244-bolehkah-memperindah-rumah-dan-menghias-bangunan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teks Khotbah Jumat: Istikamah Beribadah adalah Sebuah Keberhasilan yang Hakiki</title>
		<link>https://muslim.or.id/116081-teks-khotbah-jumat-istiqamah-beribadah-adalah-sebuah-keberhasilan-yang-hakiki.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=teks-khotbah-jumat-istiqamah-beribadah-adalah-sebuah-keberhasilan-yang-hakiki</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116081-teks-khotbah-jumat-istiqamah-beribadah-adalah-sebuah-keberhasilan-yang-hakiki.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2026 04:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Motivasi dan Inspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116081</guid>

					<description><![CDATA[<p>Khotbah pertama إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116081-teks-khotbah-jumat-istiqamah-beribadah-adalah-sebuah-keberhasilan-yang-hakiki.html">Teks Khotbah Jumat: Istikamah Beribadah adalah Sebuah Keberhasilan yang Hakiki</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116081-teks-khotbah-jumat-istiqamah-beribadah-adalah-sebuah-keberhasilan-yang-hakiki.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jika Diberi Hadiah, Apakah Wajib Membalasnya?</title>
		<link>https://muslim.or.id/116188-jika-diberi-hadiah-apakah-wajib-membalasnya.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jika-diberi-hadiah-apakah-wajib-membalasnya</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116188-jika-diberi-hadiah-apakah-wajib-membalasnya.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 04:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116188</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memberi hadiah merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang telah dikenal sejak dahulu dalam kehidupan manusia. Hampir di setiap masyarakat, hadiah menjadi simbol penghormatan, kasih sayang, persahabatan, atau rasa terima kasih. Dalam Islam, praktik memberi hadiah bukan sekadar kebiasaan sosial, tetapi juga termasuk bagian dari akhlak yang dianjurkan oleh syariat. Hadiah dapat mempererat hubungan antarindividu, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116188-jika-diberi-hadiah-apakah-wajib-membalasnya.html">Jika Diberi Hadiah, Apakah Wajib Membalasnya?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116188-jika-diberi-hadiah-apakah-wajib-membalasnya.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag 4): Agar Tidak Menjadi Pemimpin Otoriter</title>
		<link>https://muslim.or.id/116194-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-4.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-4</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116194-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-4.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 04:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116194</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagian emas dari wasiat Thahir Paragraf yang mengalir di bawah ini adalah bagian paling istimewa menurut penulis. Kekuasaan cenderung menghadirkan rasa tamak pada pribadi. Sementara kenikmatan dunia selalu menuntut saudarinya. Sebagaimana yang diisyaratkan oleh Nabi ﷺ, apabila sudah mendapatkan satu gunung emas, jiwa manusia ingin mendapatkan dua atau lebih gunung lainnya. Lantas, bagaimana mencegah hasrat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116194-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-4.html">Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag 4): Agar Tidak Menjadi Pemimpin Otoriter</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116194-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-4.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fatwa Ulama: Hukum Memelihara Jenggot</title>
		<link>https://muslim.or.id/116192-fatwa-ulama-memelihara-jenggot.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fatwa-ulama-memelihara-jenggot</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116192-fatwa-ulama-memelihara-jenggot.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 04:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116192</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus  Pertanyaan: Sebagian imam menyampaikan kepada saya bahwa tidak ada dalil yang menunjukkan wajibnya memelihara jenggot. Menurutnya, membiarkan jenggot tumbuh bukan termasuk ibadah yang diperintahkan, melainkan hanya merupakan kebiasaan orang Arab. Apakah pendapat ini benar? Apa dalil yang mendukungnya? Mohon berikan fatwa kepada kami, semoga Allah memberi pahala kepada Anda. Jawaban: [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116192-fatwa-ulama-memelihara-jenggot.html">Fatwa Ulama: Hukum Memelihara Jenggot</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116192-fatwa-ulama-memelihara-jenggot.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Iman kepada Kitab Allah: Ketika Wahyu Menjadi Penentu Arah</title>
		<link>https://muslim.or.id/116053-iman-kepada-kitab-allah-ketika-wahyu-menjadi-penentu-arah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=iman-kepada-kitab-allah-ketika-wahyu-menjadi-penentu-arah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116053-iman-kepada-kitab-allah-ketika-wahyu-menjadi-penentu-arah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mochammad Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 04:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116053</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menempatkan petunjuk Allah di atas derasnya opini, tren, dan pembenaran diri. Kita tidak kekurangan informasi. Dalam beberapa menit, seseorang dapat menemukan ratusan penjelasan tentang satu masalah. Namun, banyaknya jawaban tidak selalu membuat arah menjadi lebih jelas. Tidak jarang, orang justru terus mencari sampai menemukan pendapat yang paling sesuai dengan keinginannya. Pertanyaannya bukan lagi, “Apa yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116053-iman-kepada-kitab-allah-ketika-wahyu-menjadi-penentu-arah.html">Iman kepada Kitab Allah: Ketika Wahyu Menjadi Penentu Arah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116053-iman-kepada-kitab-allah-ketika-wahyu-menjadi-penentu-arah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag 3): Manajemen Tim dan Waspadai Penjilat</title>
		<link>https://muslim.or.id/116190-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-3.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-3</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116190-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-3.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 04:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116190</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak hanya kepada Allah ﷻ, tetapi pemimpin pun harus menaruh kepercayaan kepada bawahannya ولا تتهمن أحدا من الناس فيما توليه من عملك قبل أن تكشف أمره &#8220;Janganlah engkau mencurigai siapapun yang bekerja untukmu terkait tugas yang telah engkau percayakan kepadanya, sebelum engkau memastikan apa yang sebenarnya terjadi dengannya.&#8221; Mencurigai orang-orang yang tak bersalah dan berprasangka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116190-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-3.html">Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag 3): Manajemen Tim dan Waspadai Penjilat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116190-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-3.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apakah Membayar Pajak Itu Sama dengan Membayar Zakat? Meluruskan Kesalahpahaman yang Beredar di Tengah Umat</title>
		<link>https://muslim.or.id/116056-apakah-membayar-pajak-sama-dengan-membayar-zakat-meluruskan-kesalahpahaman-yang-beredar-di-tengah-umat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=apakah-membayar-pajak-sama-dengan-membayar-zakat-meluruskan-kesalahpahaman-yang-beredar-di-tengah-umat</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116056-apakah-membayar-pajak-sama-dengan-membayar-zakat-meluruskan-kesalahpahaman-yang-beredar-di-tengah-umat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 04:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116056</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang di zaman sekarang merasa bahwa membayar pajak penghasilan, PBB, PPN, dan pungutan lain kepada negara sudah dirasa menggugurkan kewajiban pembayaran zakat. Urusan zakat dianggap selesai dengan sendirinya. Ada juga yang berpikir bahwa zakat dan pajak itu sama-sama kewajiban finansial kepada negara, jadi bayar yang satu otomatis menutup yang lain. Bahkan sekarang ini, tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116056-apakah-membayar-pajak-sama-dengan-membayar-zakat-meluruskan-kesalahpahaman-yang-beredar-di-tengah-umat.html">Apakah Membayar Pajak Itu Sama dengan Membayar Zakat? Meluruskan Kesalahpahaman yang Beredar di Tengah Umat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116056-apakah-membayar-pajak-sama-dengan-membayar-zakat-meluruskan-kesalahpahaman-yang-beredar-di-tengah-umat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buah dari Iman kepada Malaikat: Tetap Jujur Saat Tidak Dilihat Manusia</title>
		<link>https://muslim.or.id/116050-iman-kepada-malaikat-tetap-jujur-saat-tidak-dilihat-manusia.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=iman-kepada-malaikat-tetap-jujur-saat-tidak-dilihat-manusia</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116050-iman-kepada-malaikat-tetap-jujur-saat-tidak-dilihat-manusia.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mochammad Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 04:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116050</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesadaran terhadap alam gaib yang menumbuhkan integritas dalam kehidupan nyata. Kita hidup pada masa ketika seseorang dapat membangun citra publik dengan sangat rapi. Unggahan dapat dipilih, komentar dapat dihapus, riwayat penelusuran dapat dibersihkan, dan percakapan dapat disembunyikan. Seseorang mungkin tampak santun di ruang terbuka, tetapi kasar dalam pesan pribadi. Ia dapat terlihat amanah di hadapan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116050-iman-kepada-malaikat-tetap-jujur-saat-tidak-dilihat-manusia.html">Buah dari Iman kepada Malaikat: Tetap Jujur Saat Tidak Dilihat Manusia</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116050-iman-kepada-malaikat-tetap-jujur-saat-tidak-dilihat-manusia.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 5): Keimanan yang Benar kepada Allah dan Rasul-Nya</title>
		<link>https://muslim.or.id/116023-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-5.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-5</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116023-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-5.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 04:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116023</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketiga, keimanan yang benar kepada Allah dan Rasul-Nya Di antara ciri manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah berikutnya dalam masalah iman adalah meyakini bahwa Allah memiliki hak yang wajib ditunaikan oleh setiap hamba-Nya, yaitu beribadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dan meyakini risalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kenabiannya, dicintai, ditaati, dan dijadikan teladan dalam menjalankan agama. Oleh karena [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116023-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-5.html">Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 5): Keimanan yang Benar kepada Allah dan Rasul-Nya</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116023-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-5.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Nama Allah “Asy-Syaakir” dan “Asy-Syakuur”</title>
		<link>https://muslim.or.id/116025-asy-syaakir-dan-asy-syakuur.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=asy-syaakir-dan-asy-syakuur</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116025-asy-syaakir-dan-asy-syakuur.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 04:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116025</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara perkara yang paling menenteramkan hati seorang mukmin saat mengarungi ujian kehidupan adalah keyakinan bahwa tidak ada satu pun kebaikan yang menguap sia-sia di sisi Allah. Sekalipun suatu amalan terlihat begitu sederhana dalam pandangan manusia, bahkan ketika tidak ada lisan yang menyanjungnya, Allah Ta’ala tidak pernah mengabaikannya. Dia membalas ketaatan yang sedikit dengan pahala [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116025-asy-syaakir-dan-asy-syakuur.html">Mengenal Nama Allah “Asy-Syaakir” dan “Asy-Syakuur”</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116025-asy-syaakir-dan-asy-syakuur.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teks Khotbah Jumat: Jangan Lupa Tentang Darimana Datangnya Musibah</title>
		<link>https://muslim.or.id/116027-teks-khotbah-jumat-jangan-lupa-tentang-darimana-datangnya-musibah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=teks-khotbah-jumat-jangan-lupa-tentang-darimana-datangnya-musibah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116027-teks-khotbah-jumat-jangan-lupa-tentang-darimana-datangnya-musibah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2026 04:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Motivasi dan Inspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116027</guid>

					<description><![CDATA[<p>Khotbah pertama إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ  وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ له وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّكَ المُصْطَفَى وَ عَلَى [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116027-teks-khotbah-jumat-jangan-lupa-tentang-darimana-datangnya-musibah.html">Teks Khotbah Jumat: Jangan Lupa Tentang Darimana Datangnya Musibah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116027-teks-khotbah-jumat-jangan-lupa-tentang-darimana-datangnya-musibah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awal Fase Dakwah Islam Secara Terang-Terangan (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/116020-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116020-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Rianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 04:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://muslim.or.id/?p=116020</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas bagaimana awal perintah dakwah secara terang-terangan turun kepada Rasulullah ﷺ. Pada artikel kali ini, kita akan lanjutkan bagaimana para pembesar kafir Quraisy melakukan perundingan dengan Abu Thalib agar mau menghentikan dakwah sang keponakan. Mengapa Quraisy mendatangi Abu Thalib? Mungkin akan ada yang bertanya, “Mengapa para pembesar Quraisy tidak langsung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116020-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan-2.html">Awal Fase Dakwah Islam Secara Terang-Terangan (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116020-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
