<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muslim.or.id</title>
	<atom:link href="https://muslim.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muslim.or.id/</link>
	<description>Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Sep 2026 06:22:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-Favicon-muslimorid-32x32.webp</url>
	<title>Muslim.or.id</title>
	<link>https://muslim.or.id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fatwa Ulama: Hukum Memelihara Jenggot</title>
		<link>https://muslim.or.id/116192-fatwa-ulama-memelihara-jenggot.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fatwa-ulama-memelihara-jenggot</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116192-fatwa-ulama-memelihara-jenggot.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 04:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116192</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus  Pertanyaan: Sebagian imam menyampaikan kepada saya bahwa tidak ada dalil yang menunjukkan wajibnya memelihara jenggot. Menurutnya, membiarkan jenggot tumbuh bukan termasuk ibadah yang diperintahkan, melainkan hanya merupakan kebiasaan orang Arab. Apakah pendapat ini benar? Apa dalil yang mendukungnya? Mohon berikan fatwa kepada kami, semoga Allah memberi pahala kepada Anda. Jawaban: [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116192-fatwa-ulama-memelihara-jenggot.html">Fatwa Ulama: Hukum Memelihara Jenggot</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116192-fatwa-ulama-memelihara-jenggot.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Iman kepada Kitab Allah: Ketika Wahyu Menjadi Penentu Arah</title>
		<link>https://muslim.or.id/116053-iman-kepada-kitab-allah-ketika-wahyu-menjadi-penentu-arah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=iman-kepada-kitab-allah-ketika-wahyu-menjadi-penentu-arah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116053-iman-kepada-kitab-allah-ketika-wahyu-menjadi-penentu-arah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mochammad Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 04:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116053</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menempatkan petunjuk Allah di atas derasnya opini, tren, dan pembenaran diri. Kita tidak kekurangan informasi. Dalam beberapa menit, seseorang dapat menemukan ratusan penjelasan tentang satu masalah. Namun, banyaknya jawaban tidak selalu membuat arah menjadi lebih jelas. Tidak jarang, orang justru terus mencari sampai menemukan pendapat yang paling sesuai dengan keinginannya. Pertanyaannya bukan lagi, “Apa yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116053-iman-kepada-kitab-allah-ketika-wahyu-menjadi-penentu-arah.html">Iman kepada Kitab Allah: Ketika Wahyu Menjadi Penentu Arah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116053-iman-kepada-kitab-allah-ketika-wahyu-menjadi-penentu-arah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag 3): Manajemen Tim dan Waspadai Penjilat</title>
		<link>https://muslim.or.id/116190-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-3.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-3</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116190-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-3.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 04:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116190</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak hanya kepada Allah ﷻ, tetapi pemimpin pun harus menaruh kepercayaan kepada bawahannya ولا تتهمن أحدا من الناس فيما توليه من عملك قبل أن تكشف أمره &#8220;Janganlah engkau mencurigai siapapun yang bekerja untukmu terkait tugas yang telah engkau percayakan kepadanya, sebelum engkau memastikan apa yang sebenarnya terjadi dengannya.&#8221; Mencurigai orang-orang yang tak bersalah dan berprasangka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116190-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-3.html">Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag 3): Manajemen Tim dan Waspadai Penjilat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116190-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-3.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apakah Membayar Pajak Itu Sama dengan Membayar Zakat? Meluruskan Kesalahpahaman yang Beredar di Tengah Umat</title>
		<link>https://muslim.or.id/116056-apakah-membayar-pajak-sama-dengan-membayar-zakat-meluruskan-kesalahpahaman-yang-beredar-di-tengah-umat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=apakah-membayar-pajak-sama-dengan-membayar-zakat-meluruskan-kesalahpahaman-yang-beredar-di-tengah-umat</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116056-apakah-membayar-pajak-sama-dengan-membayar-zakat-meluruskan-kesalahpahaman-yang-beredar-di-tengah-umat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 04:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116056</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang di zaman sekarang merasa bahwa membayar pajak penghasilan, PBB, PPN, dan pungutan lain kepada negara sudah dirasa menggugurkan kewajiban pembayaran zakat. Urusan zakat dianggap selesai dengan sendirinya. Ada juga yang berpikir bahwa zakat dan pajak itu sama-sama kewajiban finansial kepada negara, jadi bayar yang satu otomatis menutup yang lain. Bahkan sekarang ini, tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116056-apakah-membayar-pajak-sama-dengan-membayar-zakat-meluruskan-kesalahpahaman-yang-beredar-di-tengah-umat.html">Apakah Membayar Pajak Itu Sama dengan Membayar Zakat? Meluruskan Kesalahpahaman yang Beredar di Tengah Umat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116056-apakah-membayar-pajak-sama-dengan-membayar-zakat-meluruskan-kesalahpahaman-yang-beredar-di-tengah-umat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buah dari Iman kepada Malaikat: Tetap Jujur Saat Tidak Dilihat Manusia</title>
		<link>https://muslim.or.id/116050-iman-kepada-malaikat-tetap-jujur-saat-tidak-dilihat-manusia.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=iman-kepada-malaikat-tetap-jujur-saat-tidak-dilihat-manusia</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116050-iman-kepada-malaikat-tetap-jujur-saat-tidak-dilihat-manusia.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mochammad Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 04:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116050</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesadaran terhadap alam gaib yang menumbuhkan integritas dalam kehidupan nyata. Kita hidup pada masa ketika seseorang dapat membangun citra publik dengan sangat rapi. Unggahan dapat dipilih, komentar dapat dihapus, riwayat penelusuran dapat dibersihkan, dan percakapan dapat disembunyikan. Seseorang mungkin tampak santun di ruang terbuka, tetapi kasar dalam pesan pribadi. Ia dapat terlihat amanah di hadapan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116050-iman-kepada-malaikat-tetap-jujur-saat-tidak-dilihat-manusia.html">Buah dari Iman kepada Malaikat: Tetap Jujur Saat Tidak Dilihat Manusia</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116050-iman-kepada-malaikat-tetap-jujur-saat-tidak-dilihat-manusia.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 5): Keimanan yang Benar kepada Allah dan Rasul-Nya</title>
		<link>https://muslim.or.id/116023-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-5.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-5</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116023-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-5.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2026 04:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116023</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketiga, keimanan yang benar kepada Allah dan Rasul-Nya Di antara ciri manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah berikutnya dalam masalah iman adalah meyakini bahwa Allah memiliki hak yang wajib ditunaikan oleh setiap hamba-Nya, yaitu beribadah hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dan meyakini risalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kenabiannya, dicintai, ditaati, dan dijadikan teladan dalam menjalankan agama. Oleh karena [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116023-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-5.html">Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 5): Keimanan yang Benar kepada Allah dan Rasul-Nya</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116023-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-5.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Nama Allah “Asy-Syaakir” dan “Asy-Syakuur”</title>
		<link>https://muslim.or.id/116025-asy-syaakir-dan-asy-syakuur.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=asy-syaakir-dan-asy-syakuur</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116025-asy-syaakir-dan-asy-syakuur.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 04:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116025</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara perkara yang paling menenteramkan hati seorang mukmin saat mengarungi ujian kehidupan adalah keyakinan bahwa tidak ada satu pun kebaikan yang menguap sia-sia di sisi Allah. Sekalipun suatu amalan terlihat begitu sederhana dalam pandangan manusia, bahkan ketika tidak ada lisan yang menyanjungnya, Allah Ta’ala tidak pernah mengabaikannya. Dia membalas ketaatan yang sedikit dengan pahala [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116025-asy-syaakir-dan-asy-syakuur.html">Mengenal Nama Allah “Asy-Syaakir” dan “Asy-Syakuur”</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116025-asy-syaakir-dan-asy-syakuur.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teks Khotbah Jumat: Jangan Lupa Tentang Darimana Datangnya Musibah</title>
		<link>https://muslim.or.id/116027-teks-khotbah-jumat-jangan-lupa-tentang-darimana-datangnya-musibah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=teks-khotbah-jumat-jangan-lupa-tentang-darimana-datangnya-musibah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116027-teks-khotbah-jumat-jangan-lupa-tentang-darimana-datangnya-musibah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2026 04:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Motivasi dan Inspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116027</guid>

					<description><![CDATA[<p>Khotbah pertama إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ  وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ له وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّكَ المُصْطَفَى وَ عَلَى [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116027-teks-khotbah-jumat-jangan-lupa-tentang-darimana-datangnya-musibah.html">Teks Khotbah Jumat: Jangan Lupa Tentang Darimana Datangnya Musibah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116027-teks-khotbah-jumat-jangan-lupa-tentang-darimana-datangnya-musibah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awal Fase Dakwah Islam Secara Terang-Terangan (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/116020-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/116020-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Rianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 04:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=116020</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas bagaimana awal perintah dakwah secara terang-terangan turun kepada Rasulullah ﷺ. Pada artikel kali ini, kita akan lanjutkan bagaimana para pembesar kafir Quraisy melakukan perundingan dengan Abu Thalib agar mau menghentikan dakwah sang keponakan. Mengapa Quraisy mendatangi Abu Thalib? Mungkin akan ada yang bertanya, “Mengapa para pembesar Quraisy tidak langsung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/116020-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan-2.html">Awal Fase Dakwah Islam Secara Terang-Terangan (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/116020-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Kitab Ta&#8217;jilun Nada (Bag. 35): Kapan Huruf أَنْ Wajib Tersembunyi? Rahasia لَامُ الْجُحُودِ dan حَتَّى</title>
		<link>https://muslim.or.id/115947-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-35.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-35</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115947-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-35.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rafi Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 04:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bahasa Arab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115947</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ibnu Hisyam mengatakan, قَوْلُهُ: وَنَحْوُهُ: ﴿وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ﴾  [الْأَنْفَالِ: ٣٣] فَتُضْمَرُ لَا غَيْرُ “Dan yang semisal dengannya adalah firman Allah, “Dan Allah sungguh tidak akan mengazab mereka” (QS. Al-Anfal: 33). Maka pada contoh seperti ini, huruf “أَنْ” di-idhmar-kan (disembunyikan), tidak ditampakkan.&#8221; Penulis mulai masuk ke dalam pembahasan keadaan ketiga, yaitu keadaan ketika huruf (أَنْ) wajib di-idhmar-kan (disembunyikan). [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115947-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-35.html">Penjelasan Kitab Ta&#8217;jilun Nada (Bag. 35): Kapan Huruf أَنْ Wajib Tersembunyi? Rahasia لَامُ الْجُحُودِ dan حَتَّى</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115947-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-35.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah Al-Infitar (Bag. 2): Amalmu Tercatat dan Engkau Harus Bertanggungjawab</title>
		<link>https://muslim.or.id/115944-tafsir-surah-al-infitar-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-al-infitar-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115944-tafsir-surah-al-infitar-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 04:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115944</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelumnya, kita telah ber-tadabbur tentang hal-hal luar biasa yang terjadi pada hari kiamat. Setelah itu, manusia akan ingat segala amal yang telah dikerjakan di dunia, mereka ingat dan ketakutan karena harus mempertanggungjawabkan amal tersebut di akhirat. Allah juga mencela manusia-manusia yang durhaka kepada-Nya, padahal Allah telah memberikan banyak sekali kenikmatan yang tidak dapat dihitung jumlahnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115944-tafsir-surah-al-infitar-bag-2.html">Tafsir Surah Al-Infitar (Bag. 2): Amalmu Tercatat dan Engkau Harus Bertanggungjawab</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115944-tafsir-surah-al-infitar-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah Al-Infitar (Bag. 1): Wahai Manusia, Apa yang Membuat Kalian Durhaka kepada Allah?</title>
		<link>https://muslim.or.id/115940-tafsir-surah-al-infitar-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-al-infitar-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115940-tafsir-surah-al-infitar-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 04:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115940</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surah Al-Infithar adalah surah Makiyah yang teletak setelah surah At-Takwir. Dinamakan dengan surah Al-Infitar atau “sesuatu yang terbelah” karena dibuka dengan ayat pertama yang menyebutkan langit yang terbelah pada hari kiamat. Surah ini adalah surah nomor 82 dalam urutan mushaf. Adapun dalam urutan turunnya, maka surah ini turun sebelum surah An-Naziat dan setelah surah Al-Insyiqaq. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115940-tafsir-surah-al-infitar-bag-1.html">Tafsir Surah Al-Infitar (Bag. 1): Wahai Manusia, Apa yang Membuat Kalian Durhaka kepada Allah?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115940-tafsir-surah-al-infitar-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Akidah Maturidiyyah (Bag. 2): Pokok-Pokok Keyakinan Maturidiyyah dan Bantahan Ahlus Sunnah</title>
		<link>https://muslim.or.id/115893-mengenal-akidah-maturidiyyah-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengenal-akidah-maturidiyyah-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115893-mengenal-akidah-maturidiyyah-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 04:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115893</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mempelajari sejarah aliran teologi tidak cukup hanya dengan mengetahui siapa tokoh pendirinya dan di wilayah mana mazhab tersebut menyebar. Bagi seorang penuntut ilmu, kajian sejarah hanyalah pintu masuk untuk menelaah hal yang jauh lebih esensial, yaitu menimbang pokok-pokok keyakinan yang dibangun aliran tersebut dengan neraca Al-Qur&#8217;an, As-Sunah, dan pemahaman generasi salaf. Langkah ini sangat diperlukan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115893-mengenal-akidah-maturidiyyah-bag-2.html">Mengenal Akidah Maturidiyyah (Bag. 2): Pokok-Pokok Keyakinan Maturidiyyah dan Bantahan Ahlus Sunnah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115893-mengenal-akidah-maturidiyyah-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memilih Hobi yang Bermanfaat</title>
		<link>https://muslim.or.id/115891-hobi-yang-bermanfaat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hobi-yang-bermanfaat</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115891-hobi-yang-bermanfaat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 04:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115891</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap manusia pasti memiliki waktu luang. Di sela kesibukan belajar, bekerja, atau menjalani berbagai aktivitas kehidupan, selalu ada saat-saat ketika seseorang bebas memilih apa yang ingin ia lakukan. Pada waktu itulah manusia biasanya melakukan sesuatu yang ia sukai, yang sering disebut sebagai hobi. Bagi sebagian orang, hobi dianggap sebagai hal yang ringan, sekadar hiburan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115891-hobi-yang-bermanfaat.html">Memilih Hobi yang Bermanfaat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115891-hobi-yang-bermanfaat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antara Ibnul ‘Arabi dengan Ibnu ’Arabi (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/115889-antara-ibnul-arabi-dan-ibnu-arabi-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=antara-ibnul-arabi-dan-ibnu-arabi-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115889-antara-ibnul-arabi-dan-ibnu-arabi-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 04:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115889</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perbedaan antara Ibnul ‘Arabi dengan Ibnu ‘Arabi mengantarkan kita untuk mengetahui perbedaan antara kebenaran dan kekeliruan. Dengan mengetahui keduanya, akan dapat dipahami bagaimana perhatian para ulama dalam menjelaskan kesalahan dan penyimpangan dalam keyakinan dan pemikiran tanpa melihat person tertentu. Penyimpangan dijelaskan agar terbedakan antara yang haq dengan yang bathil, sehingga kalaupun dalam penjelasan tersebut terdapat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115889-antara-ibnul-arabi-dan-ibnu-arabi-2.html">Antara Ibnul ‘Arabi dengan Ibnu ’Arabi (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115889-antara-ibnul-arabi-dan-ibnu-arabi-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Allah Memasukkan Manusia ke Surga dan Neraka dengan Keadilan-Nya (Bag. 3)</title>
		<link>https://muslim.or.id/115852-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-3.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-3</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115852-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-3.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 04:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115852</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memasukkan surga dan neraka adalah hak prerogatif Allah ﷻ Memasukkan surga dan neraka adalah hak prerogatif Allah ﷻ. Tidak ada yang bisa mengintervensi keputusan ini. Namun, Allah ﷻ memberikan ketetapan bahwa siapa saja yang kafir akan masuk neraka, dan siapa saja yang beriman akan masuk surga. Sehingga siapapun yang beriman, meskipun banyak maksiatnya, bisa saja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115852-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-3.html">Allah Memasukkan Manusia ke Surga dan Neraka dengan Keadilan-Nya (Bag. 3)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115852-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-3.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 4): Mengikuti Rasulullah dan Meninggalkan Bid&#8217;ah</title>
		<link>https://muslim.or.id/115699-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-4.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-4</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115699-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-4.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 04:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115699</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kedua, mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meninggalkan bid’ah (perkara-perkara baru dalam agama) Di antara prisnsip manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah berikutnya adalah beriman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mencintai beliau melebihi kecintaan kepada dirinya sendiri, kedua orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia, serta mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dengan mengikuti (ittiba’) sunah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115699-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-4.html">Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 4): Mengikuti Rasulullah dan Meninggalkan Bid&#8217;ah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115699-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-4.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Akidah Maturidiyyah (Bag. 1): Pendiri, Perkembangan, dan Penyebaran</title>
		<link>https://muslim.or.id/115685-mengenal-akidah-maturidiyyah-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengenal-akidah-maturidiyyah-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115685-mengenal-akidah-maturidiyyah-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 04:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115685</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam sejarah pemikiran Islam, tidak sedikit aliran teologi yang muncul sebagai respons terhadap pergolakan intelektual di masanya. Sebagian dari aliran itu berkembang menjadi arus besar yang mempengaruhi cara beragama banyak orang hingga hari ini. Maturidiyyah adalah salah satunya. Aliran ini sering disebut beriringan dengan Asy&#8217;ariyyah, bahkan keduanya kerap diklaim sebagai representasi Ahlussunnah oleh para pengikutnya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115685-mengenal-akidah-maturidiyyah-1.html">Mengenal Akidah Maturidiyyah (Bag. 1): Pendiri, Perkembangan, dan Penyebaran</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115685-mengenal-akidah-maturidiyyah-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Kitab Ta&#8217;jilun Nada (Bag. 34): Pengecualian dalam Kaidah أن Mudmarah Setelah Lam</title>
		<link>https://muslim.or.id/115637-penjelasan-kitab-tajilun-nada-34.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=penjelasan-kitab-tajilun-nada-34</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115637-penjelasan-kitab-tajilun-nada-34.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rafi Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2026 04:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bahasa Arab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115637</guid>

					<description><![CDATA[<p>Adapun maksud Ibnu Hisyam, مَسْبُوقٍ بِاسْمٍ خَالِصٍ “Bisa didahului oleh isim murni (isim khalish)” ini merupakan batasan untuk mengecualikan isim yang tidak murni, yaitu isim yang mengandung makna fi’il, seperti isim fa’il. Contohnya adalah: الْمُتَكَلِّمُ فَيَسْتَفِيدُ الطَّالِبُ، هُوَ الْمُحَاضِرُ &#8220;Pembicaranya adalah dosen, sehingga mahasiswa memperoleh manfaat.&#8221; Kata الْمُتَكَلِّمُ merupakan shigoh isim fa’il. Pada isim fa’il tersebut terdapat makna fi’il, dan dia menggantikan fi’il. Kata الْمُتَكَلِّمُ merupakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115637-penjelasan-kitab-tajilun-nada-34.html">Penjelasan Kitab Ta&#8217;jilun Nada (Bag. 34): Pengecualian dalam Kaidah أن Mudmarah Setelah Lam</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115637-penjelasan-kitab-tajilun-nada-34.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Iman kepada Allah: Kepada Siapa Hati Bergantung?</title>
		<link>https://muslim.or.id/115687-iman-kepada-allah-kepada-siapa-hati-bergantung.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=iman-kepada-allah-kepada-siapa-hati-bergantung</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115687-iman-kepada-allah-kepada-siapa-hati-bergantung.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mochammad Wibisono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2026 04:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115687</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tetap menempuh sebab (usaha) dengan sungguh-sungguh, tanpa menyerahkan hati kepada sebab (usaha kita sendiri). Manusia menyukai kepastian. Kita menyusun rencana, menyiapkan tabungan, menambah keterampilan, menjaga relasi, dan berusaha memperoleh kepercayaan orang lain. Semua itu dapat menjadi ikhtiar yang baik. Masalahnya muncul ketika sebab-sebab yang semula berada di tangan, perlahan-lahan mengambil tempat di hati. Selama pekerjaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115687-iman-kepada-allah-kepada-siapa-hati-bergantung.html">Iman kepada Allah: Kepada Siapa Hati Bergantung?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115687-iman-kepada-allah-kepada-siapa-hati-bergantung.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fatwa Ulama: Kapan dan Berapa Kali Disunahkan Membaca Tahlil?</title>
		<link>https://muslim.or.id/115642-kapan-dan-berapa-kali-disunnahkan-membaca-tahlil.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kapan-dan-berapa-kali-disunnahkan-membaca-tahlil</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115642-kapan-dan-berapa-kali-disunnahkan-membaca-tahlil.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Reza Mahendra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 04:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115642</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah &#160; Pertanyaan: Samahatus Syaikh, dalam kitab Anda, yaitu Tuhfatul Akhyar, Anda menyebutkan bahwa disyariatkan bagi setiap Muslim pada setiap pagi untuk mengucapkan, لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ “Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115642-kapan-dan-berapa-kali-disunnahkan-membaca-tahlil.html">Fatwa Ulama: Kapan dan Berapa Kali Disunahkan Membaca Tahlil?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115642-kapan-dan-berapa-kali-disunnahkan-membaca-tahlil.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Hadis Arba&#8217;in An-Nawawiyah (Bag. 4): Hadis 3, Islam Dibangun di Atas Lima Perkara</title>
		<link>https://muslim.or.id/115640-penjelasan-hadis-arbain-4.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=penjelasan-hadis-arbain-4</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115640-penjelasan-hadis-arbain-4.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 04:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hadis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115640</guid>

					<description><![CDATA[<p>Teks hadis عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ “ Dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115640-penjelasan-hadis-arbain-4.html">Penjelasan Hadis Arba&#8217;in An-Nawawiyah (Bag. 4): Hadis 3, Islam Dibangun di Atas Lima Perkara</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115640-penjelasan-hadis-arbain-4.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antara Ibnul ‘Arabi dengan Ibnu ’Arabi (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/115631-ibnul-arabi-dan-ibnu-arabi-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ibnul-arabi-dan-ibnu-arabi-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115631-ibnul-arabi-dan-ibnu-arabi-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 04:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115631</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seringkali dalam mempelajari ilmu, terkhusus ilmu agama, kita dihadapkan dengan nama-nama para ulama yang sangat berjasa terhadap ilmu yang kita pelajari, rahimahumullahu jami’an. Secara tidak langsung, kita diharuskan untuk mengenal nama-nama mereka (para ulama). Menariknya, ada di antara mereka yang namanya sama persis, di antara mereka ada yang namanya sama dengan nama ayahnya, seperti contohnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115631-ibnul-arabi-dan-ibnu-arabi-1.html">Antara Ibnul ‘Arabi dengan Ibnu ’Arabi (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115631-ibnul-arabi-dan-ibnu-arabi-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjadi Seorang Muslim yang Visioner</title>
		<link>https://muslim.or.id/115524-menjadi-muslim-visioner.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menjadi-muslim-visioner</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115524-menjadi-muslim-visioner.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 04:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115524</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Impulsif”, sebuah kata yang maknanya sederhana: tindakan tiba-tiba tanpa dipikir panjang. Dalam keseharian, kita mengenalnya sebagai keputusan yang diambil saat emosi memuncak—marah, kecewa, atau sekadar kesal—tanpa sempat menimbang dampaknya. Orang yang impulsif biasanya hanya merespons, bukan merencanakan. Ia bergerak karena pancingan, bukan karena tujuan. Dan di zaman yang serba cepat ini, di mana segala sesuatu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115524-menjadi-muslim-visioner.html">Menjadi Seorang Muslim yang Visioner</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115524-menjadi-muslim-visioner.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hijrah Nabi dan Cinta Tanah Air: Pelajaran Berharga bagi Setiap Muslim</title>
		<link>https://muslim.or.id/115719-hijrah-nabi-dan-cinta-tanah-air-pelajaran-berharga-bagi-setiap-muslim.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hijrah-nabi-dan-cinta-tanah-air-pelajaran-berharga-bagi-setiap-muslim</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115719-hijrah-nabi-dan-cinta-tanah-air-pelajaran-berharga-bagi-setiap-muslim.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Firdian Ikhwansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2026 04:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115719</guid>

					<description><![CDATA[<p>Peristiwa hijrah ke Madinah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat merupakan peristiwa bersejarah yang di dalamnya terdapat banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Salah satunya adalah tentang cinta tanah air. Pada artikel ini, akan kami bahas tentang hijrah Nabi dan tanah air. Peristiwa hijrah ke Madinah ini merupakan peristiwa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115719-hijrah-nabi-dan-cinta-tanah-air-pelajaran-berharga-bagi-setiap-muslim.html">Hijrah Nabi dan Cinta Tanah Air: Pelajaran Berharga bagi Setiap Muslim</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115719-hijrah-nabi-dan-cinta-tanah-air-pelajaran-berharga-bagi-setiap-muslim.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apakah Kaum Muslimin Mungkin Bersatu Meskipun Mereka Memiliki Perbedaan dalam Akidah dan Manhaj?</title>
		<link>https://muslim.or.id/115695-bersatu-meskipun-berbeda-akidah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bersatu-meskipun-berbeda-akidah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115695-bersatu-meskipun-berbeda-akidah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luqman Hasan Nahari]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 04:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115695</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perbedaan di antara manusia merupakan sunnatullah Adanya perbedaan di antara manusia dalam masalah akidah dan manhaj merupakan sesuatu yang bersifat sunnatullah (ketetapan Allah pada alam semesta). Allah Ta’ala telah mengabarkan kepada kita bahwa hal itu memang akan terjadi di tengah-tengah manusia. Allah juga mengabarkan bahwa Dia Mahakuasa untuk menjadikan seluruh manusia berada di atas satu agama. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115695-bersatu-meskipun-berbeda-akidah.html">Apakah Kaum Muslimin Mungkin Bersatu Meskipun Mereka Memiliki Perbedaan dalam Akidah dan Manhaj?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115695-bersatu-meskipun-berbeda-akidah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Enam Dosa yang Dianggap Biasa Saat Perayaan Kemerdekaan</title>
		<link>https://muslim.or.id/115227-dosa-saat-perayaan-kemerdekaan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dosa-saat-perayaan-kemerdekaan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115227-dosa-saat-perayaan-kemerdekaan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 04:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115227</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap tanggal 17 Agustus, negeri ini dipenuhi warna dan kegembiraan. Warna merah putih menghiasi jalanan. Lomba-lomba digelar. Panggung hiburan berdiri. Tawa dan sorak sorai terdengar di berbagai sudut kampung dan kota. Tidak ada yang salah dengan bergembira. Islam bukan agama yang mematikan rasa cinta tanah air atau melarang kegembiraan. Namun, kegembiraan dalam Islam memiliki adab. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115227-dosa-saat-perayaan-kemerdekaan.html">Enam Dosa yang Dianggap Biasa Saat Perayaan Kemerdekaan</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115227-dosa-saat-perayaan-kemerdekaan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Riba (Bag. 16): Hilangnya Kesamarataan Dalam Transaksi Barang Ribawi (1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/115476-fikih-riba-bag-16.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-riba-bag-16</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115476-fikih-riba-bag-16.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 04:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115476</guid>

					<description><![CDATA[<p>Telah disebutkan sebelumnya terkait beberapa poin penting pada riba jual beli yang sejenis, sekaligus dengan ketentuan-ketentuannya pada masing-masing poin, yaitu: 1) Harus ada tamatsul (sama rata) ketika terjadi penukaran barang ribawi yang sejenis. 2) Taqabudh (serah terima) secara langsung dan tidak boleh ada penundaan. Dengan adanya poin-poin ini, maka dapat diketahui bahwa transaksi barang ribawi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115476-fikih-riba-bag-16.html">Fikih Riba (Bag. 16): Hilangnya Kesamarataan Dalam Transaksi Barang Ribawi (1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115476-fikih-riba-bag-16.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khotbah Jumat Kemerdekaan: Langkah Nyata Membangun Negeri yang Amanah</title>
		<link>https://muslim.or.id/115635-khotbah-jumat-kemerdekaan-langkah-nyata-membangun-negeri-yang-amanah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=khotbah-jumat-kemerdekaan-langkah-nyata-membangun-negeri-yang-amanah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115635-khotbah-jumat-kemerdekaan-langkah-nyata-membangun-negeri-yang-amanah.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2026 04:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Motivasi dan Inspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115635</guid>

					<description><![CDATA[<p>Khotbah pertama إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ قَالَ اللَّهُ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115635-khotbah-jumat-kemerdekaan-langkah-nyata-membangun-negeri-yang-amanah.html">Khotbah Jumat Kemerdekaan: Langkah Nyata Membangun Negeri yang Amanah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115635-khotbah-jumat-kemerdekaan-langkah-nyata-membangun-negeri-yang-amanah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membaca Al-Qur&#8217;an Berhadiah Khamr (Bir) </title>
		<link>https://muslim.or.id/115818-membaca-al-quran-berhadiah-khamr.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=membaca-al-quran-berhadiah-khamr</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115818-membaca-al-quran-berhadiah-khamr.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Junaidi, S.H., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2026 04:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115818</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pendahuluan Al-Qur&#8217;an memiliki kedudukan suci (ḥurmah) yang wajib dijaga oleh setiap Muslim. Menjadikannya sebagai &#8220;gimmick&#8221; dalam sebuah kegiatan yang hadiahnya adalah barang haram — apalagi khamr, yang Allah sebut sebagai rijs (najis/kotor) dari perbuatan setan — adalah pelanggaran ganda: merendahkan kesucian Al-Qur&#8217;an sekaligus mempromosikan keharaman. Khamr telah diharamkan secara tegas dalam Al-Qur’an. Allah Ta&#8217;ala berfirman, إِنَّمَا [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115818-membaca-al-quran-berhadiah-khamr.html">Membaca Al-Qur&#8217;an Berhadiah Khamr (Bir) </a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115818-membaca-al-quran-berhadiah-khamr.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Allah Memasukkan Manusia ke Surga dan Neraka dengan Keadilan-Nya (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/115464-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115464-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 04:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115464</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam tulisan sebelumnya, telah terjawab bahwa Allah ﷻ tidak akan menghukum orang yang taat luar biasa kepada-Nya di neraka dan orang yang mendurhakai-Nya diberi nikmat di surga. Bahkan bantahan tersebut datang dari Allah ﷻ secara langsung. Selanjutnya, kita perlu memahami hikmah dari mengetahui akidah yang benar tentang hal ini. Serta kita perlu mengulas konsekuensi dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115464-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-2.html">Allah Memasukkan Manusia ke Surga dan Neraka dengan Keadilan-Nya (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115464-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panduan Lengkap Zikir</title>
		<link>https://muslim.or.id/108832-panduan-lengkap-zikir.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=panduan-lengkap-zikir</link>
					<comments>https://muslim.or.id/108832-panduan-lengkap-zikir.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Firdian Ikhwansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 08:54:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Doa dan Zikir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=108832</guid>

					<description><![CDATA[<p>Zikir merupakan salah satu ibadah agung yang menjadi kunci ketenangan hati dan kekuatan iman seorang muslim. Berzikir merupakan suatu amalam yang senantiasa dilakukan oleh seorang muslim setiap saat. Banyak berzikir merupakan suatu hal yang Allah Ta’ala perintahkan kepada hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرً “Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/108832-panduan-lengkap-zikir.html">Panduan Lengkap Zikir</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/108832-panduan-lengkap-zikir.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merenungi Usia yang Tak Pernah Kembali</title>
		<link>https://muslim.or.id/115420-merenungi-usia-yang-tak-pernah-kembali.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=merenungi-usia-yang-tak-pernah-kembali</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115420-merenungi-usia-yang-tak-pernah-kembali.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 04:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah Anda berdiri di depan cermin, lalu tertegun sejenak? Sekedar untuk memandangi sosok di hadapan Anda. Adakah yang berbeda? Lihatlah helai-helai rambut yang dahulu hitam pekat, kini mulai disusupi uban. Kulit yang dulu kencang mulai mengendur di sana-sini. Tenaga yang dulunya seolah tak pernah habis, kini mudah terkuras, dan tubuh lebih sering menuntut untuk istirahat. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115420-merenungi-usia-yang-tak-pernah-kembali.html">Merenungi Usia yang Tak Pernah Kembali</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115420-merenungi-usia-yang-tak-pernah-kembali.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 2): Jauhi Favoritisme</title>
		<link>https://muslim.or.id/115416-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115416-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 04:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115416</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jauhi favoritisme Thahir memberikan wasiat, ولا تمل عن العدل فيما أحببت أو كرهت لقريب من الناس أو بعيد “Jangan sekali-kali menyimpang dari keadilan dalam hal yang engkau cintai atau benci, hanya karena kedekatanmu dengan sebagian orang.” Wasiat ini ringkas, di awal paragraf, tetapi mengandung hikmah besar yang sangat relevan dengan kita di hari ini. Jangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115416-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-bag-2.html">Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 2): Jauhi Favoritisme</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115416-bekal-menjadi-pemimpin-terbaik-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah At-Takwir (Bag. 2): Allah Bersumpah Atas Benarnya Al-Qur’an dan Rasul-Nya</title>
		<link>https://muslim.or.id/115376-tafsir-surah-at-takwir-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-at-takwir-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115376-tafsir-surah-at-takwir-bag-2.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2026 04:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115376</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada penggalan tafsir sebelumnya, kita telah melihat bagaimana keadaan menjelang dan ketika hari kiamat terjadi. Huru-hara serta berbagai hal mengerikan yang membuat takut manusia, bahkan hewan yang tidak berakal juga ketakutan. Setelah itu, manusia akan ingat semua yang telah dia kerjakan, dirinya kemudian menanti apakah akan dilemparkan ke dalam neraka yang sangat dalam atau didekatkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115376-tafsir-surah-at-takwir-bag-2.html">Tafsir Surah At-Takwir (Bag. 2): Allah Bersumpah Atas Benarnya Al-Qur’an dan Rasul-Nya</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115376-tafsir-surah-at-takwir-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 3)</title>
		<link>https://muslim.or.id/115414-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-3.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-3</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115414-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-3.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 04:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115414</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berikut adalah beberapa prinsip atau karakteristik manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang sangat nampak dalam kehidupan mereka: Pertama, sangat perhatian dalam masalah akidah dan tauhid Di antara prinsip pertama manhaj ini adalah bahwa mereka sangat menaruh perhatian besar kepada tauhid dan akidah yang benar. Mereka mempelajarinya, mengajarkannya, berpegang teguh kepadanya, dan mengajak manusia untuk berpegang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115414-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-3.html">Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 3)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115414-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-3.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 1): Wasiat Thahir bin Al-Husain</title>
		<link>https://muslim.or.id/115379-wasiat-thahir-bin-al-husain.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=wasiat-thahir-bin-al-husain</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115379-wasiat-thahir-bin-al-husain.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 04:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Politik merupakan permasalahan yang amat pelik, tetapi memiliki urgensi sangat tinggi. Ia menjadi struktur tatanan kehidupan manusia. Hal sepenting ini tentu saja tidak terlewatkan dalam khazanah ilmu Islam. Bekal kepemimpinan politik pun menjadi sangat penting, agar urusan orang jamak ini bisa diurus dengan baik. Bukan hanya bagi pemimpin publik, tetapi juga penting bagi masing-masing kita. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115379-wasiat-thahir-bin-al-husain.html">Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 1): Wasiat Thahir bin Al-Husain</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115379-wasiat-thahir-bin-al-husain.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah At-Takwir (Bag. 1): Kiamat Datang dan Manusia Ingat Segala Amalnya</title>
		<link>https://muslim.or.id/115290-tafsir-surah-at-takwir-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-at-takwir-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115290-tafsir-surah-at-takwir-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2026 04:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115290</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surah At-Takwir adalah surah ke-81 dalam Al-Qur’an, sebuah surat Makiyah yang banyak berbicara tentang kejadian-kejadian luar biasa pada hari kiamat, kejadian besar yang menggemparkan manusia, yang dapat mereka saksikan di bumi maupun di langit. Setelah membahas hari kiamat, kemudian Allah berbicara tentang keagungan Al-Qur’an, dibawa oleh malaikat Jibril dari langit, disampaikan kepada Manusia paling mulia, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115290-tafsir-surah-at-takwir-bag-1.html">Tafsir Surah At-Takwir (Bag. 1): Kiamat Datang dan Manusia Ingat Segala Amalnya</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115290-tafsir-surah-at-takwir-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kaidah Fikih: Hukum Asalnya adalah Tetap Dalam Keadaan Semula</title>
		<link>https://muslim.or.id/115287-kaidah-fikih-hukum-asal-tetap-dalam-keadaan-semula.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kaidah-fikih-hukum-asal-tetap-dalam-keadaan-semula</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115287-kaidah-fikih-hukum-asal-tetap-dalam-keadaan-semula.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115287</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seringkali dalam suatu keadaan, kita dituntut untuk mengetahui secara cepat dan praktis dalam memahami suatu hukum. Apakah hukumnya sah atau tidak? Halal atau haram? Ketika terdapat suatu keadaan yang berubah disebabkan hal-hal yang mengharuskan untuk mengubahnya, apakah hukum tersebut ikut berubah? Ataukah tetap pada hukum asalnya? Pembahasan kaidah fikih kali ini akan menjawab seputar pertanyaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115287-kaidah-fikih-hukum-asal-tetap-dalam-keadaan-semula.html">Kaidah Fikih: Hukum Asalnya adalah Tetap Dalam Keadaan Semula</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115287-kaidah-fikih-hukum-asal-tetap-dalam-keadaan-semula.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Al-Hasan Al-Bashri (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/115241-biografi-al-hasan-al-bashri-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-al-hasan-al-bashri-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115241-biografi-al-hasan-al-bashri-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 04:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115241</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ibadah Al-Hasan Al-Bashri Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله dikenal sebagai seorang yang tekun beribadah dan sangat menjaga hubungannya dengan Allah. As-Sarri bin Yahya berkata, كان الحسن يصومُ مِن السنة أيام البيض، وأشهر الحرم، والاثنين والخميس “Al-Hasan biasa berpuasa dalam setahun pada Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah), pada bulan-bulan haram, serta pada hari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115241-biografi-al-hasan-al-bashri-bag-2.html">Biografi Al-Hasan Al-Bashri (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115241-biografi-al-hasan-al-bashri-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Matang Bersama Al-Qur&#8217;an di Usia Empat Puluh</title>
		<link>https://muslim.or.id/115243-matang-bersama-al-quran-di-usia-empatpuluh.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=matang-bersama-al-quran-di-usia-empatpuluh</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115243-matang-bersama-al-quran-di-usia-empatpuluh.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 04:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115243</guid>

					<description><![CDATA[<p>Segala puji hanya milik Allah, Rabb yang telah menetapkan usia 40 tahun sebagai masa kematangan seorang hamba. Selawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ, sang teladan agung yang dengan mencontohnya kita akan selalu berada dalam petunjuk Allah, juga kepada keluarga, sahabat, dan setiap orang yang berusaha taat kepada Rabb-nya. Izinkan kami mengajak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115243-matang-bersama-al-quran-di-usia-empatpuluh.html">Matang Bersama Al-Qur&#8217;an di Usia Empat Puluh</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115243-matang-bersama-al-quran-di-usia-empatpuluh.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berbakti Kepada Orang Tua yang Zalim: Masih Wajibkah Kita Berbakti?</title>
		<link>https://muslim.or.id/115237-berbakti-kepada-orang-tua-yang-zalim-masih-wajibkah-kita-berbakti.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=berbakti-kepada-orang-tua-yang-zalim-masih-wajibkah-kita-berbakti</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115237-berbakti-kepada-orang-tua-yang-zalim-masih-wajibkah-kita-berbakti.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Firdian Ikhwansyah]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 04:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115237</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika kita mendengar atau membaca pertanyaan seseorang, “Apa alasan kita perlu berbakti kepada orangtua?” Tentunya hal yang aneh bagi kita mendengar pertanyaan tersebut. Orang tua jelas sekali memiliki jasa yang besar dalam kehidupan kita sehingga kita perlu berbakti kepada mereka. Akan tetapi di luar sana, ada orang-orang yang orang tuanya malah menjadi sumber luka mereka, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115237-berbakti-kepada-orang-tua-yang-zalim-masih-wajibkah-kita-berbakti.html">Berbakti Kepada Orang Tua yang Zalim: Masih Wajibkah Kita Berbakti?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115237-berbakti-kepada-orang-tua-yang-zalim-masih-wajibkah-kita-berbakti.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Al-Hasan Al-Bashri (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/115235-biografi-al-hasan-al-bashri-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-al-hasan-al-bashri-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115235-biografi-al-hasan-al-bashri-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2026 04:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115235</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nama dan nasab Beliau adalah Al-Hasan bin Abi Al-Hasan Al-Bashri. Nama ayahnya adalah Yasar, seorang maula (bekas budak yang telah dimerdekakan) milik Zaid bin Tsabit Al-Anshari. Beliau termasuk salah satu imam besar dan tokoh terkemuka dalam Islam, serta dikenal sebagai salah satu penghafal Al-Qur’an. Kun-yah (nama panggilan kehormatan) beliau adalah Abu Sa‘id. Kelahiran Al-Hasan Al-Bashri [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115235-biografi-al-hasan-al-bashri-bag-1.html">Biografi Al-Hasan Al-Bashri (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115235-biografi-al-hasan-al-bashri-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah Abasa (Bag. 3): Takut dan Berlarian di Hari Kiamat</title>
		<link>https://muslim.or.id/114847-tafsir-surah-abasa-bag-3.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-abasa-bag-3</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114847-tafsir-surah-abasa-bag-3.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2026 04:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114847</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah Allah menceritakan tentang kufurnya sebagian manusia, mereka tidak beriman kepada Allah, padahal Allah telah memberikan berbagai kenikmatan pada dirinya yang dapat dia saksikan sendiri, maka setelahnya Allah menjelaskan tentang nikmat-nikmat yang ada di alam semesta ini sebagai bukti bahwa Dia adalah Sang Maha Pencipta. Setelah itu, Allah menjelaskan tentang keadaan manusia di hari kiamat, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114847-tafsir-surah-abasa-bag-3.html">Tafsir Surah Abasa (Bag. 3): Takut dan Berlarian di Hari Kiamat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114847-tafsir-surah-abasa-bag-3.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114981-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114981-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2026 04:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114981</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Mereka disebut Al-Jama’ah karena bersatu di atas kebenaran, bukan karena banyaknya jumlah atau fanatisme kepada golongan tertentu. Mengapa mereka disebut Al-Jama’ah? Mereka disebut Al-Jama’ah karena bersatu di atas kebenaran. Salah satu karakteristik mereka adalah tetap [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114981-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-2.html">Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114981-prinsip-prinsip-manhaj-ahlus-sunnah-wal-jamaah-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Allah Memasukkan Manusia ke Surga dan Neraka dengan Keadilan-Nya (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/115139-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115139-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 04:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115139</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terdapat sebuah pertanyaan: mungkinkah Allah ﷻ menghukum orang yang taat luar biasa kepada-Nya di neraka dan orang yang mendurhakai-Nya diberi nikmat di surga? Pertanyaan ini muncul dari kajian pemikiran atau penalaran sebagian orang yang sibuk menguji konsep ketuhanan. Lantas, bagaimana perspektif ahlus sunah dalam hal ini? Ibnul Qayyim rahimahullah sudah menjawab hal ini dalam kitabnya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115139-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-1.html">Allah Memasukkan Manusia ke Surga dan Neraka dengan Keadilan-Nya (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115139-allah-memasukkan-manusia-ke-surga-dan-neraka-dengan-keadilan-nya-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saat Tak Ada yang Melihat</title>
		<link>https://muslim.or.id/115025-saat-tak-ada-yang-melihat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=saat-tak-ada-yang-melihat</link>
					<comments>https://muslim.or.id/115025-saat-tak-ada-yang-melihat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 04:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=115025</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kita berhenti sejenak dan merasakan betapa nikmatnya momen saat pintu kamar tertutup rapat? Di ruang itu, tidak ada atasan yang mengawasi kinerja, tidak ada tetangga yang mengomentari penampilan, dan tidak ada kawan yang siap melontarkan kritik. Hanya ada kita, helaan napas, dan mungkin selimut yang hangat. Di sanalah kita merasa menjadi raja atas diri [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/115025-saat-tak-ada-yang-melihat.html">Saat Tak Ada yang Melihat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/115025-saat-tak-ada-yang-melihat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awal Fase Dakwah Islam Secara Terang-Terangan (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114973-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114973-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Rianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 04:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114973</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fase dakwah secara sembunyi-sembunyi telah berlangsung kurang lebih tiga tahun. Dalam masa tersebut, jumlah orang yang menerima Islam terus bertambah. Lalu, bagaimana Rasulullah ﷺ mulai membawa dakwah ini ke ruang publik? Dalam artikel ini, kita akan membahas awal fase dakwah secara terang-terangan atau jahriyyah. Perintah memperingatkan kerabat terdekat Salah satu perintah awal yang berkaitan dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114973-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan.html">Awal Fase Dakwah Islam Secara Terang-Terangan (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114973-awal-fase-dakwah-islam-secara-terang-terangan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kemunculan Asy&#8217;ariyyah (Bag. 2): Tokoh-Tokoh, Pergeseran Corak, dan Penyebarannya di Dunia Islam</title>
		<link>https://muslim.or.id/114997-sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114997-sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2026 04:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114997</guid>

					<description><![CDATA[<p>Asy&#8217;ariyyah tidak berhenti pada sosok Abu al-Hasan al-Asy&#8217;ari semata. Setelah muncul sebagai salah satu arus teologi dalam Islam, aliran ini terus berkembang melalui tangan para murid, penerus, dan tokoh-tokoh sesudahnya. Dalam proses itu, coraknya tidak selalu tetap. Ada fase ketika ia masih dekat dengan bentuk awalnya, ada pula fase ketika perangkat ilmu kalam semakin dominan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114997-sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-2.html">Sejarah Kemunculan Asy&#8217;ariyyah (Bag. 2): Tokoh-Tokoh, Pergeseran Corak, dan Penyebarannya di Dunia Islam</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114997-sejarah-kemunculan-asyariyyah-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/114839-masih-ada-waktu-untuk-berbuat-dosa-belum-tentu-ada-waktu-untuk-bertobat-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=masih-ada-waktu-untuk-berbuat-dosa-belum-tentu-ada-waktu-untuk-bertobat-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114839-masih-ada-waktu-untuk-berbuat-dosa-belum-tentu-ada-waktu-untuk-bertobat-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 04:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114839</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah memahami betapa pentingnya tobat dalam kehidupan seorang mukmin, hendaknya ia tidak menunda-nundanya karena ajalnya dapat datang kapan saja. Setiap manusia pasti pernah berbuat salah dan membutuhkan tobat, tetapi Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa membuka pintu rahmat-Nya bagi hamba yang ingin bertobat dan kembali kepada-Nya dengan penuh kesungguhan. Syarat-syarat taubat nasuha Syekh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114839-masih-ada-waktu-untuk-berbuat-dosa-belum-tentu-ada-waktu-untuk-bertobat-bag-2.html">Masih Ada Waktu untuk Berbuat Dosa, Belum Tentu Ada Waktu untuk Bertobat (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114839-masih-ada-waktu-untuk-berbuat-dosa-belum-tentu-ada-waktu-untuk-bertobat-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
