<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-36624319</atom:id><lastBuildDate>Wed, 28 Feb 2024 20:59:30 +0000</lastBuildDate><category>Boy and Girl</category><title>Love and Live Touching Stories</title><description>this is collection of my favorite story that i collected from email or other media.
so very thanks to the author to share this story  and please allow me to share to other.</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Monasku)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>this is collection of my favorite story that i collected from email or other media. so very thanks to the author to share this story and please allow me to share to other.</itunes:summary><itunes:subtitle>this is collection of my favorite story that i collected from email or other media. so very thanks to the author to share this story and please allow me to share to other.</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-6756885563871384966</guid><pubDate>Thu, 08 Jan 2009 03:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-08T11:41:32.965+08:00</atom:updated><title>Dua orang yang baik, tapi, mengapa perkawinan tidak berakhir bahagia</title><description>Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik, pagi hari hanya bisa makan bubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi, dengan begitu baru tidak akan lapar seharian di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sore, ibu selalu membungkukkan badan menyikat panci, setiap panci di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinci demi seinci, lantai di rumah tampak lebih bersih dibanding sisi tempat tidur orang lain, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki telanjang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat rajin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di mata ayahku, ia (ibu) bukan pasangan yang baik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pertumbuhan saya, tidak hanya sekali saja ayah selalu menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, tidak memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istrirahat anak-anak, ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berpretasi dalam pelajaran.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia suka main catur, suka larut dalam dunia buku-buku kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya adalah seoang laki-laki yang baik, di mata anak-anak, ia maha besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, di mata ibuku, ia juga bukan seorang pasangan yang baik, dalam proses pertumbuhan saya, kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam di sudut halaman.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah menyatakannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi, menyatakan kepedihan yang dijalani dalam perkawinan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pertumbuhan, aku melihat juga mendengar ketidakberdayaan dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka, dan mereka layak mendapatkan sebuah perkawinan yang baik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, dalam masa-masa keberadaan ayah di dunia, kehidupan perkawinan mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam kebingungan, dan aku bertanya pada diriku sendiri : Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan yang dianggap benar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dewasa, saya akhirnya memasuki usia perkawinan, dan secara perlahan-lahan saya pun mengetahui akan jawaban ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa awal perkawinan, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga keutuhan keluarga, menyikat panci dan membersihkan lantai, dengan sungguh-sungguh berusaha memelihara perkawinan sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, saya tidak merasa bahagia ; dan suamiku sendiri, sepertinya juga tidak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merenung, mungkin lantai kurang bersih, masakan tidak enak, lalu, dengan giat saya membersihkan lantai lagi, dan memasak dengan sepenuh hati.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, rasanya,  kami berdua tetap saja tidak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan lantai, suami saya berkata : istriku, temani aku sejenak mendengar alunan musik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mimik tidak senang saya berkata : apa tidak melihat masih ada separoh lantai lagi yang belum di pel ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang sangat tidak asing di telinga, dalam perkawinan ayah dan ibu saya, ibu juga kerap berkata begitu sama ayah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang mempertunjukkan kembali perkawinan ayah dan ibu, sekaligus mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkawinan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kesadaran muncul dalam hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kamu inginkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan teringat akan ayah saya...&lt;br /&gt;Ia selalu tidak mendapatkan pasangan yang dia inginkan dalam perkawinannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu ibu menyikat panci lebih lama daripada menemaninya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga, adalah cara ibu dalam mempertahankan perkawinan, ia memberi ayah sebuah rumah yang bersih, namun, jarang menemaninya, sibuk mengurus rumah, ia berusaha mencintai ayah dengan caranya, dan cara ini adalah mengerjakan urusan rumah tangga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku, aku juga menggunakan caraku berusaha mencintai suamiku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara saya juga sama seperti ibu, perkawinan saya sepertinya tengah melangkah ke dalam sebuah cerita, dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran saya membuat saya membuat keputusan (pilihan) yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami, menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel di atas lantai seperti menatapi nasib ibu.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertanya pada suamiku :  apa yang kau butuhkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membutuhkanmu untuk menemaniku mendengar musik, rumah kotor sedikit tidak apa-apa-lah, nanti saya carikan pembantu untukmu, dengan begitu kau bisa menemaniku! ujar suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira kamu perlu rumah yang bersih, ada yang memasak untukmu, ada yang mencuci pakianmu....dan saya mengatakan sekaligus serentetan hal-hal yang dibutuhkannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu tidak penting-lah!ujar suamiku. Yang paling kuharapkan adalah kau bisa lebih sering menemaniku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar-benar membuat saya terkejut.&lt;br /&gt;Kami meneruskan menikmati kebutuhan masing-masing, dan baru saya sadari ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara pihak kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan meletakkanya di atas meja buku,&lt;br /&gt;Begitu juga dengan suamiku, dia juga menderetkan sebuah daftar kebutuhanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan kebutuhan yang panjang lebar dan jelas, seperti misalnya, waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk kalau sempat, setiap pagi memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yang cukup sulit, misalnya dengarkan aku, jangan memberi komentar.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kebutuhan suami. Kalau saya memberinya usul, dia bilang akan merasa dirinya akan tampak seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya pada saya, kalau tidak saya hanya boleh mendengar dengan serius, menurut sampai tuntas, demikian juga ketika salah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yang sulit dipelajari, namun, jauh lebih santai daripada mengepel, dan dalam kepuasan kebutuhan kami ini, perkawinan yang kami jalani juga kian hari semakin penuh daya hidup.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya lelah, saya memilih beberapa hal yang gampang dikerjakan, misalnya menyetel musik ringan, dan kalau lagi segar bugar merancang perjalanan keluar kota .    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, pergi ke taman flora adalah hal bersama dan kebutuhan kami, setiap ada pertikaian, selalu pergi ke taman flora, dan selalu bisa menghibur gejolak hati masing-masing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebenarnya, kami saling mengenal dan mencintai juga dikarenakan kesukaan kami pada taman flora, lalu bersama kita menapak ke tirai merah perkawinan, kembali ke taman bisa kembali ke dalam suasana hati yang saling mencintai bertahun-tahun silam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanya pada pihak kedua : apa yang kau inginkan, kata-kata ini telah menghidupkan sebuah jalan kebahagiaan lain dalam perkawinan.  Keduanya akhirnya melangkah ke jalan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah ibu tidak bisa bahagia, mereka terlalu bersikeras menggunakan cara sendiri dalam mencintai pihak kedua, bukan mencintai pasangannya dengan cara pihak kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diri sendiri lelahnya setengah mati, namun, pihak kedua tidak dapat merasakannya, akhirnya ketika menghadapi penantian perkawinan, hati ini juga sudah kecewa dan hancur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Tuhan telah menciptakan perkawinan, maka menurut saya, setiap orang pantas dan layak memiliki sebuah perkawinan yang bahagia, asalkan cara yang kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan pihak kedua! Bukannya memberi atas keinginan kita sendiri, perkawinan yang baik, pasti dapat diharapkan.</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2009/01/dua-orang-yang-baik-tapi-mengapa.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-4043535393541818418</guid><pubDate>Wed, 10 Dec 2008 10:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-10T18:14:14.970+08:00</atom:updated><title>MENJUAL KEPERAWANAN</title><description>Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang&lt;br /&gt;petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap&lt;br /&gt;kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas&lt;br /&gt;ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di&lt;br /&gt;lounge yang agak di pojok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus&lt;br /&gt;dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya&lt;br /&gt;tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak&lt;br /&gt;ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri.&lt;br /&gt;Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe&lt;br /&gt;wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak&lt;br /&gt;belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia&lt;br /&gt;remaja yang tengah beranjak dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk&lt;br /&gt;mendekati meja wanita itu dan bertanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Tidak! '' Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Lantas untuk apa anda duduk disini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Apakah tidak boleh? '' Wanita itu mulai memandang ke arah sang&lt;br /&gt;petugas satpam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang&lt;br /&gt;yang ingin menikmati layanan kami.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Maksud, bapak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk disini untuk sesuatu yang akan&lt;br /&gt;saya jual '' Kata wanita itu dengan suara lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Jual? Apakah anda menjual sesuatu disini? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang&lt;br /&gt;yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya&lt;br /&gt;membawa brosur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk&lt;br /&gt;berjualan. Mohon mengerti. ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya ingin menjual diri saya, '' Kata wanita itu dengan tegas&lt;br /&gt;sambil menatap dalam dalam kearah petugas satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Mari ikut saya, '' Kata petugas satpam itu memberikan isyarat&lt;br /&gt;dengan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil&lt;br /&gt;senyum diwajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah&lt;br /&gt;mengikuti petugas satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di koridor hotel itu terdapat korsi yang hanya untuk satu orang. Di&lt;br /&gt;sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi&lt;br /&gt;pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di&lt;br /&gt;tempat inilah deal berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Apakah anda serius? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya serius '' Jawab wanita itu tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Berapa tarif yang anda minta? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Setinggi tingginya..' '&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Mengapa? Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya masih perawan ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Perawan? '' Sekarang petugas satpam itu benar benar terperanjat.&lt;br /&gt;Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih&lt;br /&gt;hari ini.. Pikirnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Bagaimana saya tahu anda masih perawan?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan&lt;br /&gt;mana bukan.. Ya kan...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Kalau tidak terbukti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Tidak usah bayar ...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Baiklah ...'' Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik&lt;br /&gt;ke kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli&lt;br /&gt;keperawanan anda. ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Cobalah. ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Berapa tarif yang diminta? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Setinggi tingginya. ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Berapa? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Setinggi tingginya. Saya tidak tahu berapa? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya. ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Ini termasuk yang tertinggi, '' Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya ingin yang lebih tinggi...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Baiklah. Tunggu disini ...'' Petugas satpam itu berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila&lt;br /&gt;anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau&lt;br /&gt;andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan&lt;br /&gt;mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan&lt;br /&gt;menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya&lt;br /&gt;anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi,&lt;br /&gt;anda juga telah berbuat baik terhadap saya. Karena saya akan&lt;br /&gt;mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita&lt;br /&gt;sama sama butuh ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya ingin tawaran tertinggi ... '' Jawab wanita itu, tanpa peduli&lt;br /&gt;dengan celoteh petugas satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebaiknya anda ikut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli. '' Kata&lt;br /&gt;petugas satpam itu dengan agak kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap&lt;br /&gt;mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit&lt;br /&gt;agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? " Kata petugas&lt;br /&gt;satpam itu dengan sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama kesekujur tubuh wanita itu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Berapa? '' Tanya pria itu kepada Wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Setinggi tingginya '' Jawab wanita itu dengan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? '' Kata pria itu&lt;br /&gt;kepada sang petugas satpam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Rp.. 6 juta, tuan ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam. ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada&lt;br /&gt;jawaban bagus dari wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Bagaimana? '' tanya pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saya ingin lebih tinggi lagi ...'' Kata wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu tersenyum kecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Bawa pergi wanita ini. '' Kata pria itu kepada petugas satpam&lt;br /&gt;sambil menutup pintu kamar dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin&lt;br /&gt;menjual? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Tentu! ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya minta yang lebih tinggi lagi ...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia&lt;br /&gt;pun tak ingin kesempatan ini hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Kalau begitu, kamu tunggu ditempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba&lt;br /&gt;mencari penawar yang lainnya. ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu&lt;br /&gt;pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita&lt;br /&gt;melaluinya. Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun,&lt;br /&gt;tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara&lt;br /&gt;lewat telepon genggamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Ripiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu tidak cukup? Terdengar suara pria itu berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah pria itu nampak masam seketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan&lt;br /&gt;diwajah pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: '' Pak,&lt;br /&gt;apakah anda butuh wanita ... ??? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian&lt;br /&gt;memalingkan wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Ada wanita yang duduk disana, '' Petugas satpam itu menujuk kearah&lt;br /&gt;wanita tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.&lt;br /&gt;'' Dia masih perawan..''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu mendekati petugas satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah mereka hanya berjarak setengah meter. '' Benarkah itu? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Benar, pak. ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi tingginya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya tidak peduli ... '' Pria itu menjawab dengan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu menyalami hangat wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang&lt;br /&gt;seriuslah ....'' Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Mari kita bicara dikamar saja.'' Kata pria itu sambil menyisipkan&lt;br /&gt;uang kepada petugas satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kamar ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Beritahu berapa harga yang kamu minta? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Maksud kamu? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk&lt;br /&gt;kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterimakasih .... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Hanya itu ...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Ya ...! ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk&lt;br /&gt;menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula&lt;br /&gt;menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung&lt;br /&gt;gagah berani ditengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini&lt;br /&gt;sadar, bahwa dihadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai.&lt;br /&gt;Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan&lt;br /&gt;untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan&lt;br /&gt;gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada&lt;br /&gt;kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan&lt;br /&gt;selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara&lt;br /&gt;terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Siapa nama kamu? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... ''&lt;br /&gt;Kata wanita itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu&lt;br /&gt;yang pantas ditawar. ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Ada ! Kata pria itu seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Sebutkan! ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu&lt;br /&gt;kerumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang pulanglah ... '' Kata pria itu sambil menyerahkan uang&lt;br /&gt;dari dalam tas kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Saya tidak mengerti ...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terimakasih dari seorang wanita&lt;br /&gt;yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Dan, apakah bapak ikhlas...? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Apakah uang itu kurang? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Lebih dari cukup, pak ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Silahkan ...''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Mengapa kamu begitu beraninya ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Siapa bilang saya berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya takut pak ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa&lt;br /&gt;ibu saya kerumah sakit dan semuanya gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu&lt;br /&gt;bukanlah karena dorongan nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Keyakinan apa? ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Allah&lt;br /&gt;lah yang akan menjaga kehormatan kita ... '' Wanita itu kemudian&lt;br /&gt;melangkah keluar kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Kesadaran... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah rumah dipemukiman kumuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Kamu sudah pulang, nak ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Ya, bu ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Kemana saja kamu, nak ... ???''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Menjual sesuatu, bu ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Apa yang kamu jual?'' Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi&lt;br /&gt;wanita muda itu hanya tersenyum ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di&lt;br /&gt;tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada&lt;br /&gt;lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah&lt;br /&gt;keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Allah selalu memberi tanpa&lt;br /&gt;pamrih, tanpa perhitungan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Kini saatnya ibu untuk berobat ... ''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: '' Allah telah&lt;br /&gt;membeli yang saya jual... ''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan&lt;br /&gt;rumahnya. Dimasukannya ibunya kedalam taksi dengan hati-hati dan&lt;br /&gt;berkata kepada supir taksi: '' Antar kami kerumah sakit ...''</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2008/12/menjual-keperawanan.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-4628566181704841651</guid><pubDate>Wed, 26 Nov 2008 14:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-26T22:30:21.706+08:00</atom:updated><title>Puisi sederhana Jomblo</title><description>Malamku sepi........&lt;br /&gt;Bertaburan wangi bunga depan mata ..&lt;br /&gt;Coba kusingkap panas dinding diri..&lt;br /&gt;Akankah indraku sanggup cium pesona?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kuterdiam......?&lt;br /&gt;Ketika hati berbicara cinta..&lt;br /&gt;Untuk apa cinta kubenam&lt;br /&gt;Jika akhirnya rasa terlipat kurenda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganja Kering,2 oktober 2008</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2008/11/puisi-sederhana-jomblo.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-1029519632708602276</guid><pubDate>Wed, 26 Nov 2008 13:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-26T21:57:42.834+08:00</atom:updated><title>Saya Belajar</title><description>Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya&lt;br /&gt;Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk&lt;br /&gt;membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja&lt;br /&gt;untuk menghancurkannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat,&lt;br /&gt;justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal&lt;br /&gt;dan kami selalu memiliki waktu terbaik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh,&lt;br /&gt;walau dipisahkan oleh jarak yang jauh.&lt;br /&gt;Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan&lt;br /&gt;perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya sahabat itu,&lt;br /&gt;mereka pasti pernah melukai perasaan saya...dan untuk itu saya harus memaafkannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri...&lt;br /&gt;kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus-menerus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu,&lt;br /&gt;dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya tidak dapat merubah sahabat,&lt;br /&gt;tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya,&lt;br /&gt;tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,&lt;br /&gt;tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki,&lt;br /&gt;tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa tidak ada yang instan atau serba cepat di dunia ini,&lt;br /&gt;semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi&lt;br /&gt;atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah,&lt;br /&gt;tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan&lt;br /&gt;adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi&lt;br /&gt;justru sering diambil segera dari kehidupan saya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya|&lt;br /&gt;Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk&lt;br /&gt;membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja&lt;br /&gt;untuk menghancurkannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat,&lt;br /&gt;justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal&lt;br /&gt;dan kami selalu memiliki waktu terbaik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh,&lt;br /&gt;walau dipisahkan oleh jarak yang jauh.&lt;br /&gt;Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan&lt;br /&gt;perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya sahabat itu,&lt;br /&gt;mereka pasti pernah melukai perasaan saya...dan untuk itu saya harus memaafkannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri...&lt;br /&gt;kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus-menerus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu,&lt;br /&gt;dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya tidak dapat merubah sahabat,&lt;br /&gt;tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya,&lt;br /&gt;tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,&lt;br /&gt;tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki,&lt;br /&gt;tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa tidak ada yang instan atau serba cepat di dunia ini,&lt;br /&gt;semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi&lt;br /&gt;atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah,&lt;br /&gt;tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan&lt;br /&gt;adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi&lt;br /&gt;justru sering diambil segera dari kehidupan saya...</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2008/11/saya-belajar.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-3823612775100061641</guid><pubDate>Thu, 13 Nov 2008 11:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-13T19:38:02.980+08:00</atom:updated><title>Cinta &amp; Sayang</title><description>Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.&lt;br /&gt;Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.&lt;br /&gt;Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau menyukai seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"&lt;br /&gt;Saat kau menyayangi seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"&lt;br /&gt;Saat kau mencintai seseorang dan berada disisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jgn menangis."&lt;br /&gt;SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.&lt;br /&gt;CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Ia sangat cantik dan menawan."&lt;br /&gt;SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.&lt;br /&gt;CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat orang yang kau suka menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.&lt;br /&gt;Pada saat orang yang kau sayang menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.&lt;br /&gt;Pada saat orang yang kau cintai menyakitimu, kau akan berkata,"Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kau suka padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.&lt;br /&gt;Pada saat kau sayang padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.&lt;br /&gt;Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.&lt;br /&gt;SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.&lt;br /&gt;CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUKA adalah hal yang menuntut.&lt;br /&gt;SAYANG adalah hal memberi dan menerima.&lt;br /&gt;CINTA adalah hal yang memberi dengan rela</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2008/11/cinta-sayang.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-7600497077217112495</guid><pubDate>Thu, 13 Nov 2008 11:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-13T19:34:01.331+08:00</atom:updated><title>Cerita si tukang Cukur</title><description>Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut merapikan brewoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang," Saya tidak percaya Tuhan itu ada".&lt;br /&gt;"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.&lt;br /&gt;"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan.... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.&lt;br /&gt;Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar mlungker-mlungker- istilah jawa-nya", kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata," Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."&lt;br /&gt;Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"&lt;br /&gt;"Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada,&lt;br /&gt;tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana ", si konsumen menambahkan.&lt;br /&gt;"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur. " Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cocok!"-kata si konsumen menyetujui." Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu&lt;br /&gt;banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur terbengong !!!!</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2008/11/cerita-si-tukang-cukur.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-752050937934990532</guid><pubDate>Thu, 13 Nov 2008 11:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-13T19:27:15.774+08:00</atom:updated><title>The Right One</title><description>My grandma and grandpa celebrated their fifty-fifth anniversary surrounded by their children, grandchildren and a lifetime collection of friends. I thought that Grandma had forgotten anything she may have known about being single. I was wrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As she was getting ready for the party, arranging her long white hair in a French twist, my grandma commented, "I'm always surprised when I look in the mirror and see all these wrinkles." Holding her hand over her heart, she added, "In here, I'm still a young woman." She applied bright red lipstick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I sat on the bed watching her primp. "So, what is the secret of a long, happy marriage?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She sprayed floral cologne on her wrists. "Don't settle."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I must have looked puzzled.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Don't settle. That is all you need to know." She tucked a stray wisp of hair in place.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I twisted my own hair around my fingers hoping to coax it into a curl. Turning the page of Grandma's photo album, I saw an out-of-focus photo of nondescript steps. "Where's this?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"That is where your grandpa proposed to me; we had known each other six weeks. When he first saw me, he told his cousin that he had seen the girl he was going to marry. That was before we had even spoken one word to each other."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Six weeks?" My images of Edwardian modesty shattered. My grandma was born in 1890. Opposite the picture of the steps was a sepia studio portrait of a ringleted young woman with limpid eyes. That was Grandma, in the high-collared lace blouse, her mouth primly shut, her huge eyes staring off into the unknown future. "I thought people used to have long courtships."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I had a long courtship, it just wasn't with your grandfather." She giggled. Grandma's eyes had not changed since that young girl held her rigid pose for the photographer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My grandma was one of thirteen children. Her parents had a large house that Grandma described as a mansion. They were an unusual family for the turn of the century. One of Grandma's sisters was a bookkeeper. Her sister Ceil was an attorney; a plaque on a building in McKeesport, Pennsylvania, marks the site of her office.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grandma always wanted to be a wife and mother. She was twenty-five when she married my grandfather.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Grandma, I always thought things were different back then. I thought maybe Grandpa came over and sat around the den or parlor or whatever for years before he proposed."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grandma smiled and moved closer, just like one of my friends settling in for a good gossip. "I kept company with another man for six years. He kept pushing me to marry him. I kept saying, 'I don't want to leave my mother,' or 'I'm not ready.' I said this, I said that. The truth was, there was no spark. He was nice but...he just wasn't the one."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I leaned forward. The years had fallen off Grandma's voice. Her speech sounded young, expectant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Everyone kept saying, 'Annie, so when are we dancing at your wedding?' People talked--people have always liked to talk. There was talk I'd end up an old maid. We took that kind of thing seriously. I didn't say anything. I kept going out with him, but something stopped me from getting engaged. He wasn't the one. My mother was worried about me. I wasn't worried. I knew that there was someone, somewhere. I wasn't ready to settle."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She squeezed my hand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"So, then I met your grandfather. He saw me out walking with my friends and found--who knows how--that he knew my cousin. In a few days, he managed to come calling with my cousin. I never saw the other man again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Six weeks later your grandpa proposed." She started laughing until tears gathered in her eyes. "He said he needed a wife to manage his money. He didn't have two dimes to rub together."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Did you know that before you married him?" I asked, thinking of the tales I had heard about her well-off parents.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Of course I knew that. I also knew he was the one I had waited for," she said. She looked at our faces in the ornately framed mirror. In my face she saw the young woman she had been; in her face I saw my future. I kissed Grandma's cheek, knowing I would never settle. I would wait for the right one, and now I was certain I would know him when I saw him.</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2008/11/right-one.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-8146208888449250124</guid><pubDate>Thu, 13 Nov 2008 11:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-13T19:26:28.058+08:00</atom:updated><title>You Become What You Want to Be</title><description>Growing up the fifth of six children was a challenge, the struggle for placement and acceptance being the usual issues. Personally, I never felt I needed to be heard or seen. Taught to be seen and not heard from the time we were born, when we broke that rule we were punished severely.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I had several strikes against me growing up. I had very little self-esteem, if any. Our mother had a hair-trigger temper and we constantly had to avoid her wrath, learning to fear and not thrive as children. Even when we weren't in trouble, we felt like we had done something wrong. Talking about love or sex in our house was totally taboo. Our home lacked warmth and my fears of incurring my mother's anger outweighed my desire to talk to her about very important things that should have been dealt with as a child, not as an adult.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My childhood was short. I always say I graduated from the school of hard knocks, and meant it. I was molested between the ages of ten and thirteen by four different family friends and a family member. I was an alcoholic by the time I was fourteen and a frequent user of drugs when I wasn't drunk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was not popular in school, my grades were not great and the only thing I excelled at was spelling, which would not carry me far. My mom planted the seeds and watered them daily, telling me I wasn't smart enough or good enough to reach the goals I set for myself in life. I wanted to be a teacher, a stewardess or a nurse. At one time, I had many, many dreams. Not one of them was something my mother encouraged or thought I could accomplish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I made mistakes, too many to mention and some so humiliating that I cringe inside today as I recall them. The drugs, the alcohol and the self-destructive path I was on were not things I was proud of. I wanted so desperately to change, but I had no idea how. I just wasn't good enough to succeed at anything. The only positive thing left was my desire to try.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I started dating a guy when I was thirteen, falling hopelessly in love with him. True to form, my mother told me I would never do better and on my sixteenth birthday we were engaged. We moved in together after high school and married at nineteen. We had two beautiful kids together, and that was the turning point in my life. Being a good mother was something I could accomplish.</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2008/11/you-become-what-you-want-to-be.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-963885136437840273</guid><pubDate>Thu, 13 Nov 2008 11:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-13T19:23:11.835+08:00</atom:updated><title>Hidup Adalah Pilihan</title><description>Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit&lt;br /&gt;yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku&lt;br /&gt;dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya&lt;br /&gt;tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam&lt;br /&gt;musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun&lt;br /&gt;pagi di pucuk-pucuk daunku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit yang kedua bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah&lt;br /&gt;ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana&lt;br /&gt;sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan&lt;br /&gt;tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan&lt;br /&gt;terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan&lt;br /&gt;pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk&lt;br /&gt;mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai&lt;br /&gt;semuanya aman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2008/11/hidup-adalah-pilihan.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-7099085532508961140</guid><pubDate>Wed, 12 Nov 2008 10:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-12T19:23:32.795+08:00</atom:updated><title>Life Is a Gift</title><description>Today before you say an unkind word - Think of someone who can't speak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before you complain about the taste of your food - Think of someone who has nothing to eat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before you complain about your husband or wife - Think of someone who's crying out to GOD for a companion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today before you complain about life - Think of someone who went too early to heaven.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before you complain about your children - Think of someone who desires children but they're barren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before you argue about your dirty house someone didn't clean or sweep - Think of the people who are living in the streets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Before whining about the distance you drive Think of someone who walks the same distance with their feet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And when you are tired and complain about your job - Think of the unemployed, the disabled, and those who wish they had your job.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But before you think of pointing the finger or condemning another - Remember that not one of us is without sin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And when depressing thoughts seem to get you down - Put a smile on your face and think: you're alive and still around.</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2008/11/life-is-gift.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-1759141704342738316</guid><pubDate>Wed, 12 Nov 2008 10:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-12T18:58:43.847+08:00</atom:updated><title>Six words of wisdom</title><description>Standing for what you believe in, regardless of the odds against you,&lt;br /&gt;and the pressure that tears at your resistance, means COURAGE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keeping a smile on your face, when inside you feel like dying,&lt;br /&gt;for the sake of supporting others, means STRENGTH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stopping at nothing, and doing what in your heart you know is right,&lt;br /&gt;to make another's life a little more bearable, without uttering a single complaint,&lt;br /&gt;means COMPASSION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helping a friend in need, no matter the time or effort,&lt;br /&gt;to the best of your ability, means LOYALTY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giving more than you have and expecting absolutely nothing in return,&lt;br /&gt;means SELFLESSNESS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Holding your head high, and being the best you know you can be&lt;br /&gt;when life seems to fall apart at your feet, and facing each difficulty&lt;br /&gt;with the confidence that time will bring you better tomorrows,&lt;br /&gt;and never giving up, means CONFIDENCE</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2008/11/six-words-of-wisdom.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-6594681956776176150</guid><pubDate>Wed, 12 Nov 2008 10:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-12T18:55:57.601+08:00</atom:updated><title>Bacalah Saat Kau Sakit Hati</title><description>Masih banyak yang belum kau lalui, jangan anggap pencarianmu telah selesai, apalagi menganggap bahwa apa yang kau temukan sekarang adalah kesempurnaan hidupmu. Biarkan saja hidupmu menggelinding seperti bola salju yang akan semakin membesar. Kau merasakan seperti sekarang ini hanya sebagai agar kau tak menyesal telah berpikir begitu sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebuah kepingan kenangan masa lalu kelak akan menjadi keping-keping emas yang berharga. Sangat berharga sampai kau enggan menceritakannya kepada anak cucumu. “Terlalu berharga..” Alasanmu kepada mereka. Padahal kau terlalu takut jika nanti anak cucumu menyimpulkan bahwa leluhurnya dulu seorang pengecut yang posesif dan picik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan, jangan sesali warna hidupmu yang nanti pasti akan memudar, dan akan meninggalkan dua warna sejati. Sebuah warna yang sama sekali tidak mengenakkan dipandang sebagai keindahan. Tapi begitulah kebenaran, kebenaran sering berada pada nuansa yang membosankan. Kau bahkan akan lebih menyesal jika hidupmu lurus tanpa tantangan, tanpa penanda kepada generasi bahwa kau pernah ada. Terjalan batu-batu lah yang akan menentukan kualitasmu sebagai manusia. Sepi dan hambar adalah dua rasa yang sama-sama datang dari ketakutan atas fluktuasi. Dua rasa yang sama-sama menjadi obat yang kadaluwarsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kau menjejalkan pada dirimu tentang rupa-rupa sakit hati yang pernah kau alami, seperti ingin membuktikan bahwa hidupmu sudah cukup berwarna. Bahkan terlalu berwarna hingga seluruh hidupmu menjadi pekat, sebab warna yang menghiasi hidupmu sudah bercampur menjadi satu akibat larut oleh air matamu yang terlalu sering keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahukah kau? Kau terlalu cengeng, menganggap kisah-kisah sedih yang kau alami harus ditangisi, hingga hidupmu tak lagi lembab, bahkan becek oleh air mata yang tak perlu. Sesekali kita memang perlu menangis, tapi bukan tangisan sepertimu yang aku maksud. Tangis itu tangis haru atas perjuangan hidupmu yang telah sampai saat itu. Tangis itu adalah tangis buat sekadar istirahat dan berhenti sejenak, merancang rencana dan menilai langkah-langkah masa lalu untuk kau jadikan bekal bagi hidupmu selanjutnya. Hidup tak selalu bergerak maju, terkadang kita juga perlu mundur beberapa langkah untuk sebuah loncatan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta? Kau masih tega bicara tentang cinta? Pada situasi seperti ini sangat memalukan bicara tentang cinta. Cinta akan datang sendiri tanpa dibicarakan, cinta akan datang pada saatnya nanti. Jika masih merasa sebagai bagian dari manusia, tengoklah saudara semanusiamu dulu, adakah yang tengah melambai-lambai dan menengadahkan tangan? Jangan pura-pura tidak tahu, kau cukup tahu untuk mengetahui keadaan mereka, kau manusia yang diberi Tuhan sebuah kecerdasan yang melebihi saudara-saudara yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyatakan cintamu pada manusia-manusia tidak dengan cara yang cengeng seperti sebelumnya, nyatakan dengan sikap terbaikmu. Bukan dengan bunga, sebaris puisi, atau berlembar-lembar mantra pengasihan. Dengan kecerdasanmu, tentu kau sudah tahu maksudku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh saja mereka mengatakan bahwa kata adalah senjata, tapi bicara saja tak akan cukup menolong. Memang, pada awalnya kata-kata cukup menghibur dan membius. Tapi akan sangat membosankan jika kata-kata yang sama terus menerus kau dengar, sama dan tanpa nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau! Menunggu tidak akan menghasilkan apa-apa…!!</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2008/11/bacalah-saat-kau-sakit-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-4466775069888914351</guid><pubDate>Wed, 12 Nov 2008 10:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-12T18:51:43.473+08:00</atom:updated><title>About Guys...Before u regret</title><description>1) Guys may be flirting around all day, but before they go to sleep, they always think about the girl they truly care about....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Guys are more emotional then you think, if they loved you at one point, it'll take them a lot longer then you think to let you go, and it hurts every second that they try.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Guys go crazy over a girl's smile(:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) A guy who likes you wants to be the only guy you talk to.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Giving a guy a hanging message like "You know what?..uh...nevermind.." would make him jump to a conclusion that is far from what you are thinking. And he'll assume he did something wrong and he'll obsess about it trying to figure it out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) If a guy tells you about his problems, he just needs someone to listen to him. You don't need to give advice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) A usual act that proves that the guy likes you is when he teases you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) GUYS LOVE YOU MORE THEN YOU LOVE THEM!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Guys use words like hot or cute to describe girls. They rarely use beautiful or gorgeous. If a guy uses that, he loves you or likes you a whole heck of a lot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10)If the guy does something stupid in front of the girl, he will think about it for the next couple days or until the next time he spends time with the girl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11)If a guy looks unusually calm and laid back, he's probably faking it and he is really thinking about something&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12) When a guy says he is going crazy about the girl, he really is. Guys rarely say that&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13)When a guy asks you to leave him alone, he's just actually saying, "Please come and listen to me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14)If a guy starts to talk seriously, listen to him. It doesn't happen that often, so when it does, you know something's up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15) When a guy looks at you for longer than a second, he's definitely thinking something.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16) Guys really think that girls are strange and have unpredictable decisions and are MAD confusing but somehow are drawn even more to them&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17)A guy would give the world to be able to read a girl's mind for a day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18)No guy can handle all his problems on his own. He's just too stubborn to admit it&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19)NOT ALL GUYS ARE RUDE!!!&lt;br /&gt;Just because ONE is RUDE doesnt mean he represents ALL of them&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20)WHEN A GUY SACRIFICES HIS SLEEP AND HEALTH JUST TO TALK TO YOU, HE REALLY LIKES YOU AND WANTS TO BE WITH YOU AS MUCH AS POSSIBLE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21)Even if you dump a guy months ago and he loved you he probably still does and if he had one wish it would be you to come back into his life</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2008/11/about-guysbefore-u-regret.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-9181996282394218477</guid><pubDate>Sat, 27 Oct 2007 12:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-27T20:05:45.417+08:00</atom:updated><title>Barang milikku yg paling berharga</title><description>Aku sangat menyukai ucapan mama : "Barang milikku yg paling berharga&lt;br /&gt;adalah kamu!" ucapan yang sangat menyejukkan hati. Dan sampai sekarang aku&lt;br /&gt;masih mengingatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Papa Dan mama menikah karena dijodohkan orang tua, demikianlah yg&lt;br /&gt;dialami para muda-mudi dizaman itu, tapi hal ini sudah umum, tapi dizaman&lt;br /&gt;sekarang peristiwa itu sudah jarang terjadi, kebanyakan adalah hasil pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masing-masing.Tapi mama sangat mencintai papa, demikian juga dg papa Dan&lt;br /&gt;tampak selalu mesra, akur bagaikan pasangan cinta sejoli. Sangat sulit&lt;br /&gt;dibayangkan bahwa pernikahan mereka pernah diterjang badai! Yang nyaris&lt;br /&gt;memisahkan mereka hanya karena emosi sesaat saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Papa Dan mama bekerja di perusahaan yg sama, oleh karena itu setiap&lt;br /&gt;Hari berangkat Dan pulang bersama. Suatu Hari mereka kerja lembur,&lt;br /&gt;mengadakan stock opname digudang, hingga pukul 02.00 dinihari Dan baru&lt;br /&gt;pulang kerumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Papa sangat letih Dan lapar, sampai dirumah tidak Ada makanan maupun&lt;br /&gt;minuman yg siap disaji. Papa yg lapar minta mama  untuk menyiapkan makanan&lt;br /&gt;Dan minuman.Beberapa Hari belakangan ini emosi mama memang tidak stabil,&lt;br /&gt;ditambah lagi dng adanya lembur, badan Dan pikiran sungguh melelahkan,&lt;br /&gt;sehigga dng kondisi yg labil itu, mama spontan menjawab dg nada keras, " mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makan Dan minum, memangnya tidak bisa masak sendiri? Apa tidak punya tangan&lt;br /&gt;Dan kaki lagi, ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Karena papa juga terlalu capek Dan langsung menjawab dg acuh tak acuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" kamu ini isteriku, memasak adalah sudah menjadi kewajibanmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mama langsung merespon, "tengah malam begini mau masak apa? Sudah lewat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktunya makan, orang laki seharusnya lebih kuat dari pada perempuan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Mendengar itu, marahlah papa, beliau langsung berteriak dg emosi,&lt;br /&gt;"kamu salah makan obat apa kemarin? Mau sengaja cari ribut,ya? Istri memasak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk suami adalah wajar, kenapa harus tergantung pada waktu? Kamu tidak&lt;br /&gt;senang, ya? Kalau  tidak senang, kamu pergi saja sekarang dari rumah ini!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Mama tidak menyangka akan menerima reaksi yg begitu keras,setelah&lt;br /&gt;terdiam sesaat, mama kemudian berkata sambil menitikkan air Mata, "kamu&lt;br /&gt;ingin aku pergi........aku akan pergi sekarang!" mama segera kembali kekamar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk mengemasi barang2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Melihat mama masuk kamar Dan berkemas-kemas, papa berkata kepada mama&lt;br /&gt;yg membelakanginya, "bagus! Pergi sana! Ambil semua barang2mu Dan jangan&lt;br /&gt;kembali lagi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Beberapa saat kemudian suasana menjadi sunyi senyap, tak Ada kata2&lt;br /&gt;kebencian lagi yg muncul, menit demi menit berlalu, tapi mama  tetap tak&lt;br /&gt;kunjung keluar dari kamar, merasakan keanehan itu, papa kemudian menyusul&lt;br /&gt;masuk kamar Dan melihat mama sedang duduk diranjang penuh dengan linangan&lt;br /&gt;air Mata. Sambil menatap koper kulit besar yg masih tergeletak diatas&lt;br /&gt;ranjang. Melihat papa datang, dng ter-isak2 mama berkata, "duduklah diatas&lt;br /&gt;koper kulit itu, supaya aku boleh mengenang masa2 perpisahan Kita yg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Terakhir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Merasa aneh, maka dengan sendu papa akhirnya  tidak tahan juga untuk&lt;br /&gt;tidak bertanya, " "untuk apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sambil menangis dng ter-putus2 mama berkata, "emas Dan perak aku tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memilikinya,"  tapi milikku  yang paling berharga adalah kamu!" Kamu Dan&lt;br /&gt;anak2ku, aku tidak memiliki apapun...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Meskipun kejadian itu telah lewat lama sekali, tapi aku masih&lt;br /&gt;mengingatnya terus sampai sekarang. Apalagi ketika mama mengucapkan kata2&lt;br /&gt;terakhir itu, papa merasa sangat tergoncang, sejak malam itu, papa telah&lt;br /&gt;diubah Dan telah menjadi sangat  hormat Dan sayang kepada mama. Menggandeng&lt;br /&gt;tangan anak2, merangkul mama serta senantiasa saling berpelukan kelak aku&lt;br /&gt;juga bercita-cita ingin mendapatkan pasangan yg seperti papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kehidupan apapun yg Kita jalani saat ini tidaklah penting yang&lt;br /&gt;terpenting adalah bagaimana sikap Kita  dalam menghadapi hidup ini terutama&lt;br /&gt;disaat-saat badai itu muncul."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Author : Unknown</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2007/10/barang-milikku-yg-paling-berharga.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-2861658046468688991</guid><pubDate>Sat, 27 Oct 2007 11:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-27T20:04:14.699+08:00</atom:updated><title/><description>jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;ia tidak mendengar...&lt;br /&gt;namun senantiasa bergetar....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika ia sebuah cinta..... &lt;br /&gt;ia tidak buta..&lt;br /&gt;namun senantiasa melihat dan merasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;ia tidak menyiksa..&lt;br /&gt;namun senantiasa menguji..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;ia tidak memaksa..&lt;br /&gt;namun senantiasa berusaha.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;ia tidak cantik..&lt;br /&gt;namun senantiasa menarik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;ia tidak datang dengan kata-kata..&lt;br /&gt;namun senantiasa menghampiri dengan&lt;br /&gt;hati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika ia sebuah cinta..... &lt;br /&gt;ia tidak terucap dengan kata..&lt;br /&gt;namun senantiasa hadir dengan sinar &lt;br /&gt;mata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;ia tidak hanya berjanji..&lt;br /&gt;namun senantiasa mencoba&lt;br /&gt;memenangi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika ia sebuah cinta..... &lt;br /&gt;ia mungkin tidak suci..&lt;br /&gt;namun senantiasa tulus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika ia sebuah cinta..... &lt;br /&gt;ia tidak hadir karena permintaan..&lt;br /&gt;namun hadir karena ketentuan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika ia sebuah cinta.....&lt;br /&gt;ia tidak hadir dengan kekayaan dan &lt;br /&gt;kebendaan...&lt;br /&gt;namun hadir karena pengorbanan dan&lt;br /&gt;kesetiaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Author : Unknown&lt;/span&gt;</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2007/10/jika-ia-sebuah-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-2888479026712030755</guid><pubDate>Sat, 19 May 2007 09:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-19T17:29:43.729+08:00</atom:updated><title>Cerita CINTA</title><description>Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak ada CINTA, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama CINTA melihat kekayaan sedang mengayuh perahu, “Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!,” teriak CINTA “Aduh! Maaf, CINTA!,” kata kekayaan “Aku tak dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh perahunya. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!,” teriak CINTA. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat mendengar teriakan CINTA. Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama lewatlah kecantikan “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!,” teriak CINTA “Wah, CINTA kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti kau mengotori perahuku yang indah ini,” sahut kecantikan. CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itulah lewat kesedihan “Oh kesedihan, bawlah aku bersamamu!,” kata CINTA. “Maaf CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..,” kata kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara “CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!” CINTA menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, CINTA turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya. CINTA segera bertanya pada penduduk pulau itu. “Yang tadi adalah WAKTU,” kata penduduk itu “Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolong” tanya CINTA heran. “Sebab HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU”</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2007/05/cerita-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-6377152885647602388</guid><pubDate>Sat, 12 May 2007 12:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-12T20:38:07.856+08:00</atom:updated><title>JANGAN LEPASKAN CINTA</title><description>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Cerita saya ini hanyalah sebuah cerita biasa dari kehidupan seorang wanita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya membagi cerita karena ingin membagi kebahagian yang telah saya dapatkan dalam kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya dilahirkan dari sebuah keluarga pekerja keras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Papa adalah seorang pengusaha yang berhasil. Sejak kecil, saya lebih dekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dengan Papa, hal itu membuat saya menjadi seperti seorang laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Bukan dalam penampilan, tapi dari cara berpikir dan cara mengambil keputusan dan cara saya berbuat. Dan saya pun seorang pekerja keras seperti Papa. Dengan bekerja keras dan adanya emansipasi, saya berhasil memiliki semua yang saya inginkan dalam hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, saya agak nakal, keras kepala dan suka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;berganti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;pacar dan mencoba sesuatu yang baru. Saya mempunyai jiwa petualang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;layaknya seorang laki-laki mungkin karena dekat dengan Papa saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Pada suatu kegiatan, saya bertemu dengan seorang pria, yang kemudian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;menjadi suami saya. Calon suami saya itu sebenarnya bukan type ideal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;saya. Saya melihat banyak kekurangan dari nya karena dia tidak seperti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;layaknya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;laki-laki yang saya idamkan sebagai laki-laki ideal. Tapi ada hal yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;menarik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dari nya dan saya pun tidak tahu itu apa, yang membuat saya senang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;bersama dengan dia. Dan anehnya kami pun berpacaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Pacaran kami tidak seindah seperti layaknya cerita cinta Cinderella.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kami sering bertengkar, kami sering saling menyakiti satu sama lain. Mungkin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;calon suami saya tersebut malu karena dia tidak memiliki banyak hal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;seperti yang saya miliki. Dia sangat angkuh dan sombong seakan-akan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dialah orang yang paling pintar diantara kami berdua. Kami pun seperti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;kucing dengan tikus, selalu bertengkar sehingga kami pun berpisah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;walaupun kami kembali pacaran lagi. Yang terjadi kemudian adalah kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;menjadi putus dan sambung berulang kali. Saya pun lelah dan menjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;sangat membenci dia lalu memutuskan untuk meninggalkannya. Lagipula keluarga Saya tidak menyukainya karena dianggap hanya akan mengambil keuntungan materi yang keluarga kami miliki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya pun mencoba menjalin hubungan dengan pria lain. Ketika gagal, saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mencoba pria lain lagi dan begitulah seterusnya. Satu hal yang saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tidak mengerti kenapa saya selalu mengingat pada calon suami saya tsb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Begitulah saya melewati hari-hari dalam tahun-tahun yang berlalu dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;kehidupan saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Waktu berjalan dan secara kebetulan saya pun bertemu dengannya lagi di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Suatu kota. Dia mengajak saya untuk meluangkan waktu luang bersama. Saya pun setuju walaupun sebenarnya saya sangat enggan karena mengingat rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;benci saya kepadanya dan sikapnya yang angkuh dan sombong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Kami pun bertukar cerita tentang kehidupan kami masing-masing. Saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Melihat bagaimana keangkuhan dan kesombongan seorang pria ketika bercerita tentang keinginannya dan bagaimana menjalani hidup dengan kesendiriannya. Sampai pada akhirnya kami pun bernostalgia tentang hubungan kami. Saya melihat perubahan wajah padanya, matanya seakan-akan menerawang dengan kosong. Tiba-tiba saya melihat wajahnya seperti seorang yang tak berdaya. Saya tidak melihat lagi keangkuhan dan kesombongan dari seorang pria dalam dirinya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;yang saya rasakan kelembutan hati seorang pria.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya melihat dia hanyalah seorang manusia biasa yang mencoba bertahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; tegar dalam masalah-masalah yang dihadapinya. Saat itu juga saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;menyadari, bahwa dia tidaklah seangkuh dan sesombong yang selama ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;saya rasakan. Saya bisa merasakan sedih yang dia rasakan ketika saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;memutuskan untuk berpisah dengan dia. Saya baru menyadari bahwa dia sudah merasa tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;mampu membuktikan betapa dia sangat mencintai saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Ketika saya kembali ke hotel, saya pun menangis dan menyesali semua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;kebodohan yang telah terjadi. Saya kehilangan calon suami saya karena&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;saya menginginkan dia sesuai dengan apa yang saya inginkan, dan ketika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dia tidak mampu seperti yang saya inginkan, saya pun marah dan membenci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dia tanpa melihat diri saya sendiri apakah saya juga mau berubah seperti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;apa yang diinginkan olehnya. Saya tidak bisa melihat dia sebagai seorang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;yang sempurna dengan kekurangan dan kelebihan yang dimiliknya dan saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;tidak menyadari bahwa dia telah berubah seperti kemauan saya dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;semua kemampuan dia. Saya pun jadi membenci diri saya karena tidak mampu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;melihat begitu banyak hal baik yang diberikan olehnya untuk membahagiakan saya. Saya tidak mampu melihat kebahagian dan tawa yang diberikan olehnya dalam hidup saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Kemudian saya akhirnya menyadari, apa yang saya suka darinya yang tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; mampu diberikan oleh pria lain adalah dia telah membuat hidup saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;seperti alunan nada yang indah. Terkadang, nada itu sangat tinggi sehingga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;menyayat hati, terkadang sangat rendah sampai tidak bisa di dengar kemudian mengalun dengan cepat dan penuh dentaman tetapi penuh keriangan. Calon suami saya bukan seperti pria lainnya. Dia mengajar saya melihat dengan cara yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;berbeda. Kejujuran dia kadang menyakitkan hati saya, tapi itulah yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;membuat saya mencintai dia, karena dia mau mencintai saya dengan cara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;yang berbeda dengan pria lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dia ingin agar saya menjadi lebih baik. Dan saya pun melihat bahwa dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sama seperti Papa saya, seorang laki-laki yang tahu apa yang diinginkan dalam hidupnya dan mau berjuang untuk cita-citanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya memutuskan mengajaknya bertemu dan saya pun melamar dia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Suami saya kaget tapi dia menerima lamaran saya. Saya menangis bahagia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dan untuk pertama kali saya melihatnya menangis. Saya bahagia karena saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Telah menyia-nyiakan cinta saya selama ini dan ketika saya memutuskan untuk merengkuh cinta itu kembali, cinta masih berpihak pada saya. Dan itulah keputusan paling gila yang saya lakukan dalam hidup saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya mendapat banyak cobaan untuk cinta yang saya inginkan terutama dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;keluarga saya, tetapi saya tetap percaya pada cinta. Memang saya tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;mendapatkan semua yang saya inginkan dalam hidup, tetapi saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;mendapatkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;satu hal yang paling indah dan berharga yang dapat diberikan oleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;kehidupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;yang tidak mungkin saya tukar dengan apapun. Saya mempunyai keluarga dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;anak-anak yang membuat saya bisa ketawa dan bisa menangis, bisa membuat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;saya senang dan marah, tapi itulah kehidupan. Dan seperti itulah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;kehidupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;semestinya di jalani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saat ini sebagai wanita, saya pun menyadari bahwa saya memang diambil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;tulang rusuk laki-laki. Dan saya sadar bahwa Pria adalah mahluk paling&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;sempurna yang di ciptakan Allah. Pria adalah mahluk yang paling tegar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;tapi juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;paling sensitif setelah saya menyadari bahwa sebagian besar perancang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;busana, juru masak, ahli seni, arsitek, akuntan dll adalah pria. Mereka,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;kaum pria mampu kelihatan tegar dan keras di depan orang banyak bahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;mungkin di depan wanita yang dicintainya tapi hatinya tetap sensitif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;melebihi wanita. Saya selalu mengutamakan kepentingan suami dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;anak-anak saya. Saya mau mengorbankan karir dan keinginan saya pribadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ketika saya mengorbankan kepentingan pribadi demi cinta, saya memperoleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;lebih dari yang saya inginkan, karena saya mendapatkan seorang suami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;yang selalu mempunyai waktu untuk selalu berbagi. Suami yang mau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;mengajak saya jalan berdua di malam hari, mencuci piring bersama dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;memberi kejutan-kejutan yang menyenangkan hati saya di kala gundah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Hampir tiap hari saya bertengkar dengan suami saya. Dari hal kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;pakaian dan belok kiri atau kanan ketika jalan,sampai masalah besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;seperti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;suami saya yang memilih jalan dengan teman-temannya daripada ke rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;orang tua  yang membuat saya membenci dia lalu kami diam bermusuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;selama beberapa hari. Terkadang kami bertengkar karena suami saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;melakukan sesuatu yang saya tidak suka tanpa mau menyadari bahwa apa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;yang dibuat oleh suami saya adalah untuk kebaikan saya. Tapi itulah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;cinta ketika saya merasa saya tidak malu menunjukkan diri saya apa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;adanya ke suami saya. Dan semua pertengkaran itu tidak ada artinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dibanding kebahagiaan dan kedamaian yang mampu suami saya berikan. Saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dapat tidur dengan tenang karena suami saya akan memeriksa anak- anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;kami dan semua pintu dan jendela pada malam hari. Ketika saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;berpura-pura tidur dengan sembarangan maka suami saya akan merapikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;selimut saya dan menyingkir agar saya tidur tenang. Suami saya akan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;membereskan berkas-berkas di meja saya agar saya bisa langsung berangkat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;ke kantor dan jika ada yang ketinggalan suami mau memutar balik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;kendaraan kami walaupun dia tetap marah. Tapi apapun yang terjadi kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;tetap bersama bukan karena kami diikat dalam sebuah pernikahan tetapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;kami mengikatkan diri dalam cinta kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya dapat bertengkar dengan hebatnya tanpa takut karena saya yakin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;kami lebih besar dari keegoisan kami masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Apa yang ingin saya sampaikan kepada anda semua kaum wanita adalah hal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;yang sederhana. Pertama adalah salah ketika anda berpikiran anda akan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;berhasil meraih karir atau cita-cita pribadi anda dengan hidup sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;alasan apapun, karena sudah tertulis bahwa manusia hidup berpasangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Karena setiap pria dan wanita akan saling memberi dan saling berbagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kedua, kehidupan berkeluarga itu sangat rumit dan kompleks, jauh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;melebihi mengurus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;perusahaan-perusahaan, karena tidak ada struktur organisasi, SOP,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;manajemen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;tertulis dll. Bisa anda bayangkan anak anda yang tidak mau menurut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;perintah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;anda, tetapi anda tidak bisa memecat dia atau pun ketika anda sedang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;capek dan tiba-tiba suami anda bertanya dimana kaos dalam di taruh dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;anda tidak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;bisa menggantung di pintu anda tulisan "Jangan Diganggu, Lagi Sibuk"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;karena&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;anda satu kamar dengan dia atau anda harus mengeluarkan dana non budget&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;hanya karena tembok anda di coret-coret oleh anak anda tanpa bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;mengeluarkan Surat Peringatan. Tetapi kalau anda bisa mengatasi dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;menikmati kehidupan keluarga anda dan mampu belajar dari kehidupan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;berkeluarga, maka percayalah anda akan menjadi wanita yang berhasil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tidak ada wanita yang berhasil dan terkenal dalam dunia ini yang hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;sendirian. Semua wanita yang berhasil selalu mempunyai keluarga yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;baik,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;karena wanita lah yang mengatur sebuah keluarga. Dan saat itulah anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;akan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;menyadari kenapa wanita diambil dari tulang rusuk pria. Bahkan saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;berbagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;cerita ini untuk wanita-wanita yang menginginkan semua hal yang terbaik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dirinya. Saya tetap seorang isteri yang menyiapkan pakaian suami saya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;menyiapkan makan di rumah saya dan segala sesuatu dalam rumah tangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;saya. Dan jika saya harus memilih, maka saya memilih keluarga saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dibanding&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dengan karir saya yang terkenal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Akhir kata, jika anda percaya sudah menemukan cinta anda dan pasangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;anda, berjuang lah mendapatkannya dan jangan lepaskan cinta anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mungkin jalan cerita cinta anda tidak semulus cerita teman anda atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;orang tua anda, tetapi ketika anda mau berjuang demi cinta anda, anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;akan melihat dalam cinta, segala sesuatu akan tampak lebih indah.Jangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;terpaku pada hal-hal kecil, nasehat saya, jika anda mampu menghitung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;semua kesalahan dan sikap dia yang membuat anda benci pada pasangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;anda, percayalah anda tidak akan pernah sanggup menghitung kebaikan,tawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dan kebahagiaan yang dia berikan pada anda, dan itulah cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Hidup itu indah bukan karena jalan yang harus kita lalui itu mudah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;tetapi karena jalan kehidupan itu berat dan berliku kadang menanjak dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;menukik turun dengan tajam dan bergelombang dan akhirnya anda akan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;merasa bahagia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;tanpa mengingat apa yang telah anda lalui jika anda mau tetap teguh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;cinta anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya tidak mau anda mengalami hidup seperti saya yang telah menyia-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;nyiakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;cinta saya karena ke egoisan saya. Terkadang kita baru menyadari sesuatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;itu begitu berharga ketika kita kehilangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Diantara semua yang ada didunia, maka cintalah yang paling terbesar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya adalah seorang CEO di salah satu perusahaan terbesar di Amerika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;bahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dan saya lebih bangga menyebut diri saya sebagai seorang isteri dan ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;yang bahagia karena untuk itulah Allah menciptakan saya di dunia ini.&lt;/span&gt;</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2007/05/jangan-lepaskan-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-8090958727451930041</guid><pubDate>Sat, 12 May 2007 12:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-12T20:34:31.740+08:00</atom:updated><title>Taman di Dalam Diri</title><description>Noge, seorang remaja dari sebuah dusun di pedalaman Irian sana suatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika diajak oleh pamannya untuk jalan-jalan ke kota Jakarta. Sang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;paman yang seorang pengusaha sukses di ibukota itu kemudian membawa Si&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noge berkeliling kota. Seperti rusa masuk kampung, Noge begitu tertegun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat gemerlapnya kota metropolitan itu. Ia berdecak kagum menyaksikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gedung-gedung pencakar lagi di Jalan Thamrin, Sudirman dan Gatot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subroto. Ia membayangkan betapa enaknya hidup di kota yang semuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serba "wah" dibandingkan di desanya yang listrik saja belum terpasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sang paman, Noge kemudian diajak makan siang di sebuah restoran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eropa terkenal. Saat sang paman sibuk memilih menu makan siangnya, Si&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noge hanya terdiam sambil memelototi menu tersebut. Ia merasa sangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asing karena belum pernah mengenal makanan-makanan dalam menu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum anak kampung! Meski telah dipersilakan untuk memilih sendiri, Si&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noge tetap saja bingung. Semula ia ingin menanyakan kepada sang paman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aneka makanan dalam menu tersebut. Namun niat itu diurungkanya mengingat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;restoran tersebut sangat ramai siang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula ia merasa malu dan gengsi kalau sampai ketahuan ia dari dusun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Noge memutuskan untuk memilih masakan yang serupa dengan yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dipesan oleh sang paman. Misalnya ketika sang paman minta tenderloin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;steak, ia pun langsung angkat suara, "Saya juga tenderloin steak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang paman mengatakan, "Well done", Noge pun mengikutinya dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sempurna, "Well done." Tak ada yang tahu kalau Si Noge tak sedikit pun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memahami apa yang diucapkannya. Ketika makanan disajikan di meja, Si&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noge pun menunggu apa yang akan dilakukan sang paman. Ketika sang paman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memegang pisau, ia pun ikut memegang pisau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang paman memegang garpu, ia pun ikut mengangkat garpu. Siang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu, Si Noge betul-betul menjadi hasil fotokopi yang sempurna alias&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seindah aslinya (baca: sang paman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikmati menu penutup, sang paman kemudian mengambil tisu dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tusuk gigi lalu membersihkan sisa makanan yang masih terselip di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gigi-giginya. Sayangnya Si Noge tak bisa melihat jelas apa yang sedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dilakukan sang paman karena mulut sang paman tertutup tisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ia pun enggan untuk bertanya. Ia tetap mengikuti gerakan sang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;paman. Usai membereskan tagihan, keduanya pun keluar dari restoran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebut. Sang paman lalu bertanya, "Noge, bagaimana makan siang kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu kenyang dan bisa menikmatinya?" Dengan tersenyum Noge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjawab, "Luar biasa, paman! Semua makanan enak-enak dan saya suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma menu yang terakhir itu saya kurang suka. Kenapa keras dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pahit-pahit seperti rasa kayu?" Oh, oh... rupanya Si Noge memakan tusuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gigi yang dianggapnya sebagai menu terakhir. Sang paman pun hanya bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersenyum melihat ulah keponakannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hikmah yang bisa kita petik dari cerita di atas? Sadar atau tidak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam hidup ini kita cenderung ingin menjadi orang lain. Kita sering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meniru habis-habisan apa yang dilakukan oleh tokoh idola kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingin menjadi seperti mereka. Saya pun pernah mengalami hal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebut yang akhirnya membuat saya sadar kalau saya tidak akan pernah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencapai potensi maksimal saya jika mencoba menjadi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia unik adanya. Ada kelebihan dan kekurangan. Jika kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencoba menjadi orang lain, keunikan kita akan hilang. Kita hanya akan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi sebuah barang imitasi yang buruk! Kita akan kehilangan jati diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita. Saya tidak sedang mengajak Anda untuk memusuhi orang lain. Sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekali tidak! Seberapa pun hebatnya orang itu, kita hendaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menempatkan orang tersebut hanya sebagai tokoh panutan untuk memotivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita bergerak maju tetapi kita tetap harus bertumbuh menjadi diri kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sendiri. Terlalu sayang kalau keunikan yang diberikan Tuhan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sia-siakan begitu saja hanya karena terlalu mengidolakan seseorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara berlebihan. Oleh karena itu, ambillah waktu untuk memeriksa diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita. Apa saja keunikan diri kita? Apa kelebihan yang kita miliki yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak dimiliki orang lain? Apa saja ketrampilan dan keunggulan saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dibandingkan orang lain? Temukan itu dan kembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda masih ingat lagu Hero yang dilantukan oleh Mariah Carey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu yang sangat memotivasi itu jelas-jelas menyatakan ada seorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pahlawan yang sedang bersembunyi dalam diri kita. There's a hero when&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you look inside your heart! Memang terkadang diperlukan waktu yang cukup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lama untuk bisa menemukan sang pahlawan itu. Namun percayalah jika Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa menemukannya, perjalanan sukses Anda akan terasa lebih bermakna dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indah. Hati Anda pun akan bernyanyi riang, penuh sukacita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Injinkanlah saya menceritakan langkah-langkah yang telah saya tempuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk bisa menemukannya. Pertama melalui dialog intensif dengan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sendiri. Saya mencoba berdamai dengan diri sendiri dan minta maaf kepada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diri sendiri karena selama ini telah mengabaikan potensi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sembari melakukan proses ini saya pun memperkuat hubungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komunikasi saya dengan-Nya. Ketiga, saya berdiskusi dengan orang-orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terdekat saya yang mencintai saya tanpa syarat. Mereka mengasihi saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan berharap saya bisa bertumbuh sesuai dengan talenta yang diberikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat proses ini saya kemudian menemukan kelebihan dan kekurangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya makin bisa menerima diri ini dan mencintainya sepenuh hati. Ken&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blanchard pernah berujar, "People who feel good about themselves produce&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;good results." Ya, orang-orang yang merasa OK dengan dirinya akan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghasilkan hal-hal baik. Ingat, orang yang tidak bisa mencintai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dirinya cenderung sulit untuk bisa mencintai orang lain. Saya pun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkomitmen untuk mengembangkan kelebihan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda memulai perjalanan sukses dengan potensi yang telah Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;miliki, Anda akan lebih mudah menggapai impian Anda dibandingkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berusaha mencari sesuatu di luar sana. Rumput tetangga (tidak) selalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebih hijau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun teringat sebuah cerita tentang jendral terbesar yang ditulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh Mark Twain. Konon, suatu ketika ada seorang pria meninggal dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bertemu dengan penjaga pintu surga. Menyadari sang penjaga pintu surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pastilah orang yang bijaksana dan berpengetahuan luas, si pria ini mulai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bertanya, "Bapak penjaga pintu surga yang saya hormati, saya selalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tertarik dengan sejarah militer selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah bapak katakan kepada saya, siapa jenderal terbesar sepanjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masa?" Sang penjaga pintu surga menanggapinya dengan segera. "Oh itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertanyaan mudah. Orang yang kau maksud itu ada di sana," kata sang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penjaga pintu surga sambil menunjuk ke arah seorang pria lainnya di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pojok. "Bapak, engkau pasti keliru. Aku mengenal orang itu di dunia dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia cuma pegawai rendahan biasa," kata pria yang masih penasaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjaga pintu surga pun menjelaskan, "Benar katamu bahwa ia cuma pegawai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rendahan biasa. Tetapi ia sebetulnya bisa menjadi jenderal terbesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepanjang masa kalau saja ia menjadi jenderal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya ingin kita semua sadar kalau hari ini adalah hari pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari sisa kehidupan kita di muka bumi ini. Buatlah itu berarti. Daripada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sibuk memandangi rumput di halaman tetangga, lebih baik Anda mencari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"taman" di dalam diri Anda, mengolahnya dengan serius, mengembangkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga suatu saat ia akan menghasilkan "buah" berlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Taman di Dalam Diri oleh oleh Paulus Winarto. Paulus Winarto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah pemegang dua Rekor Indonesia dari MURI (Museum Rekor Indonesia),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yakni sebagai pembicara seminar pertama yang berbicara dalam seminar di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angkasa dan penulis buku yang pertama kali bukunya diluncurkan di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angkasa.</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2007/05/taman-di-dalam-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-6174057381805247303</guid><pubDate>Sat, 12 May 2007 12:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-12T20:31:47.114+08:00</atom:updated><title>Kehidupan yang Berarti</title><description>Berapa umur anda saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 tahun, 35 tahun, 45 tahun, 55 tahun atau bahkan sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendekati 60 tahun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa lama anda telah melalui kehidupan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa lama lagi sisa waktu anda untuk menjalani kehidupan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karyawan, sebagai pelajar, sebagai seorang profesional, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memulai hari yang baru. Macetnya jalan membuat kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semakin tegang menjalani hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pusing, sikap anak buah yang tidak memuaskan, dan banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;problematika pekerjaan harus kita hadapi di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, siang menjemput..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktunya istirahat..makan-makan.." Perut lapar, membuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia sulit berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak serasa buntu. Pekerjaan menjadi semakin berat untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diselesaikan. Matahari sudah berada tepat diatas kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panas betul hari ini... Akhirnya jam istirahat selesai,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktunya kembali bekerja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngantuk. Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlihat di sebelah barat...Matahari telah tersenyum seraya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengucapkan selamat berpisah. Gelap mulai menjemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah sekali hari ini. Sekarang jalanan macet. Kapan saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai di rumah. Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmatnya air hangat saat mandi nanti. Segar segar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segera, dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin sampai di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamis sekali kehidupan ini. Waktunya makan malam tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri atau mungkin Ibu kita telah menyiapkan makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesukaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh..ada sop ayam" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah soto daging buatan ibu memang enak sekali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami memuji masakan istrinya, atau anak memuji masakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya. Itu juga kan yang sering kita lakukan. Selesai makan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersantai sambil nonton TV. Tak terasa heningnya malam telah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiba. Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidur dengan lelap. Terlelap sampai akhirnya pagi kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjemput dan mulailah hari yang baru lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan... ya seperti itu lah kehidupan di mata sebagian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;besar orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa bernapas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang atau malam adalah sama. Hanya rutinitas...sampai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya maut menjemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;arti yang luas. Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam menjalankan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diri kita untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan orang yang kita sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belajar tentang arti kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada Yang Maha Kuasa .. Kehidupan adalah ... dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa tahun anda telah melalui kehidupan anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa tahun anda telah menjalani kehidupan rutinitas anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah sisa waktu anda sebelum ajal menjemput hanya anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;korbankan untuk sebuah rutinitas belaka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;besok, atau mungkin 1 menit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Tuhanlah yang tahu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanglah di sekeliling kita... ada segelintir orang yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membutuhkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menanti kehadiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menanti dukungan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas....</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2007/05/kehidupan-yang-berarti.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-5082869295870776085</guid><pubDate>Sat, 12 May 2007 12:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-12T20:30:09.501+08:00</atom:updated><title>Kuatnya Sebongkah Harapan</title><description>Dahulu, ada seorang pengusaha yang cukup berhasil di kota ini. Ketika sang suami jatuh sakit, satu per satu pabrik mereka dijual. Harta mereka terkuras untuk berbagai&lt;br /&gt;biaya pengobatan. Hingga mereka harus pindah ke pinggiran kota dan membuka rumah makan sederhana. Sang suami pun telah tiada. Beberapa tahun kemudian, rumah makan itu pun harus berganti rupa menjadi warung makan yang lebih kecil sebelah pasar. Setelah lama tak mendengar kabarnya, kini setiap malam tampak sang istri dibantu oleh anak dan menantunya menggelar tikar berjualan lesehan di alun-alun kota. Cucunya sudah beberapa. Orang-orang pun masih mengenal masa lalunya yang berkelimpahan. Namun, ia tak kehilangan senyumnya yang tegar saat meladeni para pembeli.&lt;br /&gt;Wahai ibu, bagaimana kau sedemikian kuat?&lt;br /&gt;"Harapan nak! Jangan kehilangan harapan. Bukankah seorang guru dunia pernah berujar, karena harapanlah seorang ibu menyusui anaknya. Karena harapanlah kita menanam pohon&lt;br /&gt;meski kita tahu kita tak kan sempat memetik buahnya yang ranum bertahun-tahun kemudian. Sekali kau kehilangan harapan, kau kehilangan seluruh kekuatanmu untuk&lt;br /&gt;menghadapi dunia".</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2007/05/kuatnya-sebongkah-harapan.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-7370445118879712163</guid><pubDate>Sat, 12 May 2007 12:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-12T20:27:00.770+08:00</atom:updated><title>Hebatnya Cinta</title><description>Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu mencintai&lt;br /&gt;seseorang, meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan&lt;br /&gt;meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas, tapi&lt;br /&gt;kamu tetap mencintainya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sanggup&lt;br /&gt;melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai,&lt;br /&gt;meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia&lt;br /&gt;peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta, tersenyum&lt;br /&gt;kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala&lt;br /&gt;bersama, tertawa kala berpisah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah,.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah tersenyum meski kuterluka karena kuyakin&lt;br /&gt;Tuhan tak menjadikannya untukku,&lt;br /&gt;Aku pernah menangis kala bahagia, karena kutakut kebahagiaan cinta&lt;br /&gt;ini akan sirna begitu saja,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah bersedih kala bersamanya, karena kutakut&lt;br /&gt;aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya,&lt;br /&gt;karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan&lt;br /&gt;Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain&lt;br /&gt;untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat&lt;br /&gt;kurengkuh dalam pelukanku, karena memang cinta ada&lt;br /&gt;dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email ini gue dapet dari salah satu temen baik gue..&lt;br /&gt;Dan sangat menyentuh gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pasti pernah merasakan cinta.. baik dari&lt;br /&gt;orang tua... sahabat.. kekasih dan akhirnya pasangan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah..&lt;br /&gt;karena cinta itu sangat indah. Semoga kalian selalu berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat temanku yg sedang terluka karena cinta...&lt;br /&gt;Hidup itu bagaikan Roda yang terus berputar,&lt;br /&gt;satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit,&lt;br /&gt;tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya,&lt;br /&gt;bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain&lt;br /&gt;akan datang dan menghampirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat temanku yang tidak percaya akan cinta... buka&lt;br /&gt;hatimu jangan menutup mata akan keindahan yang ada&lt;br /&gt;di dunia maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah..&lt;br /&gt;karena cinta yang indah tidak terjadi dalam&lt;br /&gt;sekejab.. Tuhan sedang mempersiapkan segala yang&lt;br /&gt;terbaik bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat temanku yang mempermainkan cinta.... Sesuatu&lt;br /&gt;yang begitu murni dan tulus bukanlah untuk&lt;br /&gt;dipermainkan. Cinta bukan suatu kehampaan. Semoga&lt;br /&gt;kalian berhenti mempermainkan cinta dan mulai&lt;br /&gt;merasakan kebahagiaan yang seutuhnya.</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2007/05/hebatnya-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-36624319.post-3523902379309673449</guid><pubDate>Sat, 12 May 2007 12:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-05-12T20:39:36.131+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Boy and Girl</category><title>Boy and Girl</title><description>Sewaktu Boy dan Girl baru berpacaran, Boy melipat&lt;br /&gt;1000 burung kertas&lt;br /&gt;buat Girl, dan menggantungkannya di dalam kamar&lt;br /&gt;Girl. Boy mengatakan,&lt;br /&gt;1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan&lt;br /&gt;hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, Boy dan Girl, setiap detik selalu&lt;br /&gt;merasakan betapa indahnya&lt;br /&gt;cinta mereka berdua....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pada suatu saat, Girl mulai menjauhi Boy.&lt;br /&gt;Ternyata! Girl menikah&lt;br /&gt;dan pergi ke Perancis, Paris tempat impiannya, yang&lt;br /&gt;selalu muncul dalam&lt;br /&gt;setiap mimpi-mimpinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Girl mau mutusin Boy, Girl bilang sama Boy&lt;br /&gt;kayak gini nich:&lt;br /&gt;"Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang&lt;br /&gt;dewasa, Boy...&lt;br /&gt;Menikah bagi cewek adalah kehidupan yang kedua&lt;br /&gt;kalinya! Aku harus bisa&lt;br /&gt;memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Kamu&lt;br /&gt;terlalu miskin, Boy.&lt;br /&gt;Sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana&lt;br /&gt;kehidupan kita setelah&lt;br /&gt;menikah nanti... Good bye, Boy!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daaannn... setelah Girl pergi ke Perancis, Boy&lt;br /&gt;bekerja keras, dia&lt;br /&gt;berjuang dengan sekuat tenaga, dia pernah menjual&lt;br /&gt;koran, menjadi&lt;br /&gt;karyawan sementara, bisnis kecil-kecilan, dan setiap&lt;br /&gt;pekerjaan dia&lt;br /&gt;kerjakan dengan sangat baik dan tekun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lewat beberapa tahun. Karena pertolongan teman&lt;br /&gt;dan kerja kerasnya,&lt;br /&gt;akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah&lt;br /&gt;kaya, tetapi hatinya&lt;br /&gt;masih tertuju pada Girl, dia masih tidak bisa&lt;br /&gt;melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, waktu itu hujan, dari dalam&lt;br /&gt;mobilnya, Boy melihat&lt;br /&gt;sepasang orang tua sedang berjalan sangat pelan di&lt;br /&gt;samping mobilnya. Dia&lt;br /&gt;mengenali mereka! Mereka adalah orang tuanya Girl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boy ingin menunujukkan kepada kedua orang tua itu&lt;br /&gt;bahwa sekarang ia&lt;br /&gt;telah menjadi orang yang sukses. Ia tidak hanya&lt;br /&gt;mempunyai beberapa rumah&lt;br /&gt;pribadi, tetapi juga mempunyai beberapa villa,&lt;br /&gt;perusahaan sendiri, dan&lt;br /&gt;beberapa buah istri (eh salah jack!) maksud gua,&lt;br /&gt;beberapa buah mercy,&lt;br /&gt;gitchuu lhooo! Btw Boy ingin agar mereka tahu kalau&lt;br /&gt;Boy bukan orang yang&lt;br /&gt;miskin lagi, dia sekarang adalah seorang "boss". Dan&lt;br /&gt;Boy mengendarai&lt;br /&gt;mobilnya dengan sangat pelan sambil mengikuti&lt;br /&gt;sepasang orang tua&lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua orang&lt;br /&gt;tua itu memakai&lt;br /&gt;payung, tetapi badan mereka tetap basah kuyup karena&lt;br /&gt;hujan. Sewaktu&lt;br /&gt;mereka sampai di tempat tujuan, Boy tercengang oleh&lt;br /&gt;pemandangan yang ada&lt;br /&gt;di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman! Dan&lt;br /&gt;dia melihat di atas&lt;br /&gt;papan nisan, ada sebuah foto Girl yang sedang&lt;br /&gt;tersenyum, senyum yang&lt;br /&gt;sangat manis, hanya untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping makamnya yang kecil itu, tergantung&lt;br /&gt;burung-burung kertas yang&lt;br /&gt;dibuatkan Boy, dalam hujan, burung-burung kertas itu&lt;br /&gt;terlihat begitu&lt;br /&gt;hidup. Kedua orang tua Girl memberitahu Boy, bahwa&lt;br /&gt;Girl tidak pergi ke&lt;br /&gt;Paris, Girl terserang kanker darah, Girl pergi ke&lt;br /&gt;surga. Girl ingin Boy&lt;br /&gt;menjadi "orang", mempunyai keluarga yang harmonis,&lt;br /&gt;maka dengan terpaksa&lt;br /&gt;Girl berbuat demikian terhadap Boy. Girl bilang&lt;br /&gt;bahwa dia sangat&lt;br /&gt;mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan&lt;br /&gt;berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Girl juga mengatakan, kalau pada suatu hari Boy&lt;br /&gt;datang ke makamnya, Girl&lt;br /&gt;berharap agar Boy mau membawakan beberapa burung&lt;br /&gt;kertas untuknya. Boy&lt;br /&gt;langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, dan&lt;br /&gt;menangis dengan&lt;br /&gt;begitu sedihnya. Hujan pada hari itu terasa tidak&lt;br /&gt;akan pernah berhenti,&lt;br /&gt;membasahi sekujur tubuh Boy. Boy teringat akan&lt;br /&gt;senyum Girl yang begitu&lt;br /&gt;manis dan polos. Dan mengingat semua itu, serasa&lt;br /&gt;hatinya pedih dan mulai&lt;br /&gt;membeku, serasa matanya meneteskan air mata darah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu kedua orang tua ini keluar dari pemakaman,&lt;br /&gt;mereka melihat Boy&lt;br /&gt;sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Dan lagu&lt;br /&gt;sedih pun mengalun&lt;br /&gt;dari dalam mobil tersebut.&lt;br /&gt;"Hatiku tidak pernah menyesal&lt;br /&gt;Semuanya hanya untukmu...&lt;br /&gt;Seribu burung kertas, seribu ketulusan hatiku&lt;br /&gt;Beterbangan di dalam angin&lt;br /&gt;Menginginkan bintang-bintang bersebaran di langit&lt;br /&gt;Bersama-sama melewati sungai perak&lt;br /&gt;Apakah aku bisa bertemu denganmu lagi?&lt;br /&gt;Tidak takut berapapun jauhnya&lt;br /&gt;Sekarang,&lt;br /&gt;Aku hanya ingin langsung berlari ke sampingmu&lt;br /&gt;Dan menggapaimu...&lt;br /&gt;Masa lalu seperti asap&lt;br /&gt;Hilang dan tak'kan pernah akan kembali&lt;br /&gt;Dan itu semua menambah kerinduan di hatiku&lt;br /&gt;Bagaimanapun dicari&lt;br /&gt;Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan pernah berubah</description><link>http://emotional-story.blogspot.com/2007/05/sewaktu-boy-dan-girl-baru-berpacaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Monasku)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>