<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Islam Protest Islam Proletar</title>
	
	<link>http://muhsinlabib.com</link>
	<description>Islam Protest Islam Proletar</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Nov 2009 19:04:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/muhsinlabib" /><feedburner:info uri="muhsinlabib" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>Ahmadinejad: Aliansi Iran-Venezuela Penting</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/muhsinlabib/~3/0MzyARk_PwI/</link>
		<comments>http://muhsinlabib.com/2009/11/ahmadinejad-aliansi-iran-venezuela-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 03:10:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/?p=8011</guid>
		<description><![CDATA[
Sebuah aliansi antara Iran dan Venezuela penting pada tahapan ini menurut Presiden Iran Mahmoud Amhadinejad, kata sejumlah pejabat Venezuela di Caracas, Rabu.
Pemimpin Iran itu menyampaikan pernyataan tersebut selama kunjungan Menteri Luar Negeri Venezuela Nicolas Maduro ke Teheran, kata kementerian luar negeri.
&#8220;Kerja sama antara negara-negara revolusioner Iran dan Venezuela penting selama kurun waktu ini,&#8221; kata Ahmadinejad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2009/11/venezuelan_president_hugo_chavez_greets__iranian_president_mahmoud_ahmadinejad1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-8016" title="Hugo_Chavez &amp; President_Mahmoud_Ahmadinejad" src="http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2009/11/venezuelan_president_hugo_chavez_greets__iranian_president_mahmoud_ahmadinejad1.jpg" alt="" width="342" height="345" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sebuah aliansi antara Iran dan Venezuela penting pada tahapan ini menurut Presiden Iran Mahmoud Amhadinejad, kata sejumlah pejabat Venezuela di Caracas, Rabu.<span id="more-8011"></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pemimpin Iran itu menyampaikan pernyataan tersebut selama kunjungan Menteri Luar Negeri Venezuela Nicolas Maduro ke Teheran, kata kementerian luar negeri.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Kerja sama antara negara-negara revolusioner Iran dan Venezuela penting selama kurun waktu ini,&#8221; kata Ahmadinejad dalam sebuah pernyataan, dan ia mendesak hubungan bilateral diperluas.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Maduro berangkat menuju Teheran pada Senin untuk mempersiapkan kujungan mendatang Ahmadinejad ke Venezuela, sekutu utama Iran di Amerika Latin. Tanggal pasti lawatan itu belum diumumkan, namun pemimpin Iran tesebut akan mengunjungi Brasil pada 23 November.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kunjungan sebelumnya pada Mei dibatalkan karena pemilihan presiden Iran pada 12 Juni yang dimenangi oleh Ahmadinejad namun dipermasalahkan oleh oposisi.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Presiden Venezuela Hugo Chavez mengunjungi Iran pada September dan menyuarakan dukungan bagi program nuklir Iran, yang disebut Israel dan negara Barat sebagai selubung untuk membuat senjata nuklir namun Teheran membantahnya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Venezuela dan Iran telah menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama dalam beberapa tahun ini, yang mencakup bidang-bidang politik, keuangan, pertahanan dan teknologi.(antara)</strong></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/muhsinlabib/~4/0MzyARk_PwI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhsinlabib.com/2009/11/ahmadinejad-aliansi-iran-venezuela-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://muhsinlabib.com/2009/11/ahmadinejad-aliansi-iran-venezuela-penting/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>KCB II</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/muhsinlabib/~3/4aNTEWXqJHk/</link>
		<comments>http://muhsinlabib.com/2009/11/ketika-cicak-bersaksi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 08:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto & Karikatur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/?p=8008</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2009/11/ketika-cicak-bersaksi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-8007" title="KETIKA CICAK BERSAKSI" src="http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2009/11/ketika-cicak-bersaksi.jpg" alt="" width="393" height="382" /></a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/muhsinlabib/~4/4aNTEWXqJHk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhsinlabib.com/2009/11/ketika-cicak-bersaksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://muhsinlabib.com/2009/11/ketika-cicak-bersaksi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bunuh Bayi, Eh Malah Diberi Pesangon</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/muhsinlabib/~3/N_3McjrnLKU/</link>
		<comments>http://muhsinlabib.com/2009/11/bunuh-bayi-eh-malah-diberi-pesangon/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 06:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ada-ada aja]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/?p=8000</guid>
		<description><![CDATA[
Seorang imigran yang dituduh telah melakukan pembunuhan keji pada seorang bayi berusia 17 bulan disuap 4.500 pounsterling oleh pemerintah Inggris agar meninggalkan negara itu. 
Imigran itu adalah Agnes Wong, 29. Warga Malaysia ini telah dipenjara sejak 2008 untuk waktu lima tahun atas tindakan brutalnya membunuh seorang balita, yang seharusnya ia rawat.  Namun pada Juli, dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-8003" title="0106551p" src="http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2009/11/0106551p.jpg" alt="0106551p" width="208" height="157" /></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Seorang imigran yang dituduh telah melakukan pembunuhan keji pada seorang bayi berusia 17 bulan disuap 4.500 pounsterling oleh pemerintah Inggris agar meninggalkan negara itu. <span id="more-8000"></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Imigran itu adalah Agnes Wong, 29. Warga Malaysia ini telah dipenjara sejak 2008 untuk waktu lima tahun atas tindakan brutalnya membunuh seorang balita, yang seharusnya ia rawat.  Namun pada Juli, dia bisa keluar penjara dan dua pekan lalu dikirim dengan sebuah pesawat dari Heathrow ke Malaysia dengan hadiah voucer senilai 4.500 pounsterling untuk ia gunakan setibanya di sana.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Wong ditahan setelah pengadilan mendengar bagaimana dia membunuh bayi itu, Hugo Wang, mengayunkannya dengan kaki dan membenturkannya dengan kepala hingga meninggal dengan luka-luka di bagian otak.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pemberian duit kepada Wong telah memicu kemarahan dan ketidak percayaan publik, hanya beberapa hari setelah perdana menteri setempat menyatakan dia memahami bagaimana harapan publik terhadap imigrasi.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Juru bicara imigrasi Damian Green mengatakan minggu lalu Gordon Brown menyatakan, dia &#8216;mendapatkannya&#8217; di imigrasi, tapi buktinya tidak mendapatkan. Bagi seorang imigran yang membunuh balita kemudian mendapatkan bantuan untuk membantu hidupnya di masa depan adalah sesuatu yang mengejutkan.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Green ingin tahu mengapa Wong tidak serta merta dideportasi tanpa diberikan uang publik. Cerita yang mengejutkan tentang Hugo itu telah menyebabkan sikap &#8216;jijik&#8217; yang meluas saat perilaku sadis Wong diperlihatkan di pengadilan.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Wong datang ke Inggris pada tahun 2003. Ia dibayar 120 poundsterling per seminggu untuk merawat Hugo di rumahnya di Salford, Greater Manchester, karena orangtuanya bekerja 16-20 jam sehari. Ia  dituduh telah melakukan teror, dengan menyiksa sang bayi dengan pengering rambut dan memukulnya dengan keras.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hugo meninggal pada Januari 2007, sehari setelah tak sadarkan diri saat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Otaknya telah terluka dan mengalami pergeseran dalam tengkorak. Dokter juga menemukan adanya luka bekas gigitan dan luka bakar di tubuhnya.(kompas)</strong></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/muhsinlabib/~4/N_3McjrnLKU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhsinlabib.com/2009/11/bunuh-bayi-eh-malah-diberi-pesangon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://muhsinlabib.com/2009/11/bunuh-bayi-eh-malah-diberi-pesangon/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Nasrullah : Obama, Pendusta</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/muhsinlabib/~3/eauFqJxbvNM/</link>
		<comments>http://muhsinlabib.com/2009/11/nasrullah-obama-pendusta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 03:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/?p=7997</guid>
		<description><![CDATA[Pemimpin Hezbollah Lebanon Hassan Nasrallah menuding Presiden AS Barack Obama berbohong soal hubungan orang nomor satu di negeri adidaya itu dengan dunia Islam. Menurut Nasrallah, Amerika menunjukkan komitmennya ke Israel dengan mengirimkan bantuan militer lebih banyak dan tidak menuntut penghentian permukiman Tepi Barat.
Dia mengatakan, dunia Arab tidak bisa tergantung kepada Amerika untuk menyelesaikan masalahnya karena Amerika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Pemimpin Hezbollah Lebanon Hassan Nasrallah menuding Presiden AS Barack Obama berbohong soal hubungan orang nomor satu di negeri adidaya itu dengan dunia Islam. Menurut Nasrallah, Amerika menunjukkan komitmennya ke Israel dengan mengirimkan bantuan militer lebih banyak dan tidak menuntut penghentian permukiman Tepi Barat.<span id="more-7997"></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dia mengatakan, dunia Arab tidak bisa tergantung kepada Amerika untuk menyelesaikan masalahnya karena Amerika justru menyebabkan masalah itu.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bulan Juni, Obama menyerukan &#8220;awal baru&#8221; antara Amerika Serikat dan Muslim.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Para wartawan, sebagaimana ditulis BBC, Kamis (12/11), mengatakan, pidato Nasrallah merupakan kritik paling keras terhadap Presiden Amerika Serikat. &#8220;Beberapa bulan lalu, ketika Barack Obama terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat dan pemerintah baru Amerika, muncul banyak harapan dan keyakinan bahwa perubahan besar akan terjadi menguntungkan dunia Arab dan Islam,&#8221; ujar Nasrallah seperti dikutip televisi Hezbollah, Al Manar.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Namun, kata Nasrallah, kebenaran terungkap cepat dan semua ilusi ini tidak benar.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Akibatnya, malah komitmen penuh Amerika terhadap kepentingan dan keamanan Israel tidak memedulikan martabat dan perasaan masyarakat dan pemerintah Arab dan Muslim, lanjut Nasrallah.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dia menambahkan, &#8220;Kami katakan kepada mereka yang mengatakan untuk memberikan waktu kepada Amerika, namun adanya presiden berkulit hitam dari dunia ketiga merupakan tipuan yang berakhir lebih cepat dari perkiraan.&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sebelumnya kepala militer Israel mengatakan, Hezbollah sekarang memiliki roket berkemampuan mencapai kota-kota besar Israel.(kompas)</strong></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/muhsinlabib/~4/eauFqJxbvNM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhsinlabib.com/2009/11/nasrullah-obama-pendusta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://muhsinlabib.com/2009/11/nasrullah-obama-pendusta/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Dahsyatnya 25 Dzulqa'dah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/muhsinlabib/~3/DAdpeNRrx_E/</link>
		<comments>http://muhsinlabib.com/2009/11/dahsyatnya-25-dzulqadah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 07:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Munajat dan Doa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/?p=7995</guid>
		<description><![CDATA[Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. . Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (an-Nazi’at 28-30)
 
Dengan menyebut nama Allah di waktu berangkat dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. . Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya. (an-Nazi’at 28-30)<span id="more-7995"></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dengan menyebut nama Allah di waktu berangkat dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat, dan langit digulung dengan kekuasaan-Nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>persekutukan.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Imam Muhammad Baqir AS berkata, ketika Allah hendak menciptakan bumi, Ia memerintahkan empat angin memukul air hingga menimbulkan gelombang, lalu menimbulkan buih, lalu mengumpulkannya di bumi, lalu membuatnya jadi gunung buih, lalu membentangkan tanah di bawahnya, sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam 96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia[214]. Surah Ali Imran: 96</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hari dibentangkannya bumi jatuh pada 25 Dzulq’dah. Sejumlah riwayat menyebutkan tentang kemuliaan dan kesitimewaan hari itu. Karenanya, dianjurkan melakukan amalan-amalan sebagai berikut:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.         Puasa. Rasulullah saw bersabda, barang siapa berpuasa pada hari itu, maka sama dengan puasa 70 tahun.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2.         Melaksanakan dua rakaat shalat sunnah saat dhuha. Pada rakaat pertama dan kedua membaca alfatihah dan surah Asy-syams lima kali. Usai  shalat, dianjurkan membaca</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>لا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إلا بِاللهِ الْعَلىِّ الْعَظيمِ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>يا مُقيلَ العَثَراتِ اَقِلْني عَثْرَتي، يا مُجيبَ الدَّعَواتِ اَجِبْ دَعْوَتي، يا سامِعَ الاَْصْواتِ اِسْمَعْ صَوْتي، وَارْحَمْني وَتَجاوَزْ عَنْ سَيِّئاتي، وَما عِنْدي يا ذَا الْجَلالِ وَالاكْرامِ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3.         Mandi sunnah</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4.         Membaca doa-doa sebagai berikut:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>(اَللّهُمَّ داحِيَ الْكَعْبَةِ، وَفالِقَ الْحَبَّةِ، وَصارِفَ اللَّزْبَةِ، وَكاشِفَ كُلِّ كُرْبَة، اَسْاَلُكَ في هذَا الْيَوْمِ مِنْ اَيّامِكَ الَّتي اَعْظَمْتَ حَقَّها، وَاَقْدَمْتَ سَبْقَها، وَجَعَلْتَها عِنْدَ الْمُؤْمِنينَ وَديعَةً، وَاِلَيْكَ ذَريعَةً، وَبِرَحْمَتِكَ الْوَسيعَةِ اَنْ تُصَلِّيَ عَلى مُحَمَّد عَبْدِكَ الْمُنْتَجَبِ فِى الْميثاقِ الْقَريبِ يَوْمَ التَّلاقِ، فاتِقِ كُلِّ رَتْق، وَداع إِلى كُلِّ حَقِّ، وَعَلى اَهْلِ بَيْتِهِ الاَْطْهارِ الْهُداةِ الْمَنارِ دَعائِمِ الْجَبّارِ، وَوُلاةِ الْجَنَّةِ وَالنّارِ، وَاَعْطِنا في يَوْمِنا هذا مِنْ عَطائِكَ الَْمخْزوُنِ غَيْرَ مَقْطوُع وَلا مَمْنوُع، تَجْمَعُ لَنا بِهِ التَّوْبَةَ وَحُسْنَ الاَْوْبَةِ، يا خَيْرَ مَدْعُوٍّ، وَاَكْرَمُ مَرْجُوٍّ.</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>يا كَفِيُّ يا وَفِيُّ يا مَنْ لُطْفُهُ خَفِيٌّ اُلْطُفْ لي بِلُطْفِكَ، وَاَسْعِدْني بِعَفْوِكَ، وَاَيِّدْني بِنَصْرِكَ، وَلا تُنْسِني كَريمَ ذِكْرِكَ بِوُلاةِ اَمْرِكَ، وَحَفَظَةِ سِرِّكَ، وَاحْفَظْني مِنْ شَوائِبِ الدَّهْرِ إِلى يَوْمِ الْحَشْرِ وَالنَّشْرِ، وَاَشْهِدْني اَوْلِياءِكَ عِنْدَ خُرُوجِ نَفْسي، وَحُلُولِ رَمْسي، وَانْقِطاعِ عَمَلي، وَانْقِضاءِ اَجَلي.</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>اَللّهُمَّ وَاذْكُرْني عَلى طُولِ الْبِلى إِذا حَلَلْتُ بَيْنَ اَطْباقِ الثَّرى، وَنَسِيَنِى النّاسُونَ مِنَ الْوَرى، وَاحْلِلْني دارَ الْمُقامَةِ، وَبَوِّئْني مَنْزِلَ الْكَرامَةِ، وَاجْعَلْني مِنْ مُرافِقي اَوْلِيائِكَ وَاَهْلِ اجْتِبائِكَ وَاصْطَفائِكَ، وَباركْ لي في لِقائِكَ، وَارْزُقْني حُسْنَ الْعَمَلِ قَبْلَ حُلُولِ الاَْجَلِ، بَريئاً مِنَ الزَّلَلِ وَسوُءِ الْخَطَلِ، اَللّهُمَّ وَاَوْرِدْني حَوْضَ نَبِيِّكَ مُحَمَّد صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ، وَاسْقِني مِنْهُ مَشْرَباً رَوِيّاً سائِغاً هَنيئاً لا اَظْمَأُ بَعْدَهُ وَلا اُحَلاَُّ وِرْدَهُ وَلا عَنْهُ اُذادُ، وَاجْعَلْهُ لي خَيْرَ زاد، وَاَوْفى ميعاد يَوْمَ يَقُومُ الاَْشْهادُ.</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>اَللّهُمَّ وَالْعَنْ جَبابِرَةَ الاَْوَّلينَ وَالاْخِرينَ، وَبِحُقُوقِ اَوْلِيائِكَ الْمُسْتَأثِرِينَ اَللّهُمَّ وَاقْصِمْ دَعائِمَهُمْ وَاَهْلِكْ اَشْياعَهُمْ وَعامِلَهُمْ، وَعَجِّلْ مَهالِكَهُمْ، وَاسْلُبْهُمْ مَمالِكَهُمْ، وَضَيِّقْ عَلَيْهِمْ مَسالِكَهُمْ، وَالْعَنْ مُساهِمَهُمْ وَمُشارِكَهُمْ.</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>اَللّهُمَّ وَعَجِّلْ فَرَجَ أَوْلِيائِكَ، وَارْدُدْ عَلَيْهِمْ مَظالِمَهُمْ، وَاَظْهِرْ بِالْحَقِّ قائِمَهُمْ، وَاجْعَلْهُ لِدينِكَ مُنْتَصِراً، وَبِاَمْرِكَ في اَعْدائِكَ مُؤْتَمِراً اَللّهُمَّ احْفُفْهُ بِمَلائِكَةِ النَّصْرِ وَبِما اَلْقَيْتَ اِلَيْهِ مِنَ الاَْمْرِ في لَيْلَةِ الْقَدْرِ، مُنْتَقِماً لَكَ حَتّى تَرْضى وَيَعوُدَ دينُكَ بِهِ وَعَلى يَدَيْهِ جَديداً غَضّاً، وَيَمْحَضَ الْحَقَّ مَحْضاً، وَيَرْفُضَ الْباطِلَ رَفْضاً.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلى جَميعِ آبائِهِ، وَاجْعَلْنا مِنْ صَحْبِهِ وَاُسْرَتِهِ، وَابْعَثْنا في كَرَّتِهِ حَتّى نَكُونَ في زَمانِهِ مِنْ اَعْوانِهِ.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>اَللّهُمَّ اَدْرِكْ بِنا قِيامَهُ، وَاَشْهِدْنا اَيّامَهُ، وَصَلِّ عَلَيْهِ وَارْدُدْ اِلَيْنا سَلامَهُ، وَالسَّلامُ عَلَيْهِ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاتُهُ)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pustaka:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Man La Yahdhuruhl-faqih, Juz 2/hal. 241, juz 2/ hal 89</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Wasa’il Al-Syi’ah, juz 10/ hal,, 450, 451</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Iqbal al-A’mal, juz 2/ hal. 37</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Al-Kafi, juz 4/ hal. 150</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Dikutip dari RAHASIA HARI &amp; PRIMBON ISLAM, Zahra Publishing House)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>NB: Penulis note ini mohon titip doa untuk dia dan keluarga serta org2 yang menitipkan doa kepadanya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>NB: Mohon titp doa untuk saya dan keluarga bagi yang mengamalkannya&#8230;</strong></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/muhsinlabib/~4/DAdpeNRrx_E" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhsinlabib.com/2009/11/dahsyatnya-25-dzulqadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://muhsinlabib.com/2009/11/dahsyatnya-25-dzulqadah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ahmadinejad : Kapitalisme, Sumber Krisis Dunia</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/muhsinlabib/~3/hMh_RN1RWbQ/</link>
		<comments>http://muhsinlabib.com/2009/11/ahmadinejad-kapitalisme-sumber-krisis-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 07:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/2009/11/10/ahmadinejad-kapitalisme-sumber-krisis-dunia/</guid>
		<description><![CDATA[Orde ekonomi global membutuhkan &#8220;perubahan radikal&#8221;, kata Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, yang meminta diadopsinya prinsip-prinsip Islam ketimbang nilai-nilai kapitalis.
&#8220;Krisis ekonomi sekarang ini karena sistem kapitalis. Dunia memerlukan perubahan radikal,&#8221; kata Ahmadinejad pada pertemuan puncak ekonomi satu hari Organisasi Konferensi Islam (OKI).
Melukiskan suku bunga sebagai &#8220;persoalan paling besar dan paling fundamental dari sistem kapitalis&#8221;, Ahmadinejad menyatakan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Orde ekonomi global membutuhkan &#8220;perubahan radikal&#8221;, kata Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, yang meminta diadopsinya prinsip-prinsip Islam ketimbang nilai-nilai kapitalis.<span id="more-7992"></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Krisis ekonomi sekarang ini karena sistem kapitalis. Dunia memerlukan perubahan radikal,&#8221; kata Ahmadinejad pada pertemuan puncak ekonomi satu hari Organisasi Konferensi Islam (OKI).</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Melukiskan suku bunga sebagai &#8220;persoalan paling besar dan paling fundamental dari sistem kapitalis&#8221;, Ahmadinejad menyatakan, program-program ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip Islam telah menmberikan jalan keluar. &#8220;Dunia sedang mencari nilai-nilai yang lebih adil yang kita tidak bisa temukan dalam sistem skapitalis. Sistem dunia berdasarkan pada praktik riba telah runtuh, membuktikan kegagalannya,&#8221; ia menegaskan dalam pernyataan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Turki.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Kita harus menyusun program berdasarkan pada para pemikir ekonomi Islam. Cara itulah yang dapat memandu orang kepada kebahagiaan, keamanan, keadilan, dan kejujuran. Ini cara yang paling benar ke keselamatan,&#8221; tuturnya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ahmadinejad juga mendesak negara-negara anggota OKI untuk setuju melakukan perdagangan dalam mata uang nasional mereka dan membentuk pasar bersama. &#8220;Dengan mengumumkan macam mata uang yang akan digunakan di antara negara-negara anggota, kita akan selamat dari pengaruh yang merugikan dari kapitalisme global,&#8221; tutur Ahmadinejad.(kompas)</strong></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/muhsinlabib/~4/hMh_RN1RWbQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhsinlabib.com/2009/11/ahmadinejad-kapitalisme-sumber-krisis-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://muhsinlabib.com/2009/11/ahmadinejad-kapitalisme-sumber-krisis-dunia/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mencari Pluralisme yang Proporsional</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/muhsinlabib/~3/al_Tms8C0No/</link>
		<comments>http://muhsinlabib.com/2009/11/mencari-pluralisme-yang-proporsional/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 12:51:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muhsinlabib.wordpress.com/2007/07/13/mencari-pluralisme-yang-proporsional/</guid>
		<description><![CDATA[


 
Dalam The Oxford English Dictionary disebutkan, bahwa pluralisme ini dipahami sebagai semangat atau kesadaran kolektif dan personal akan realitas keragaman etnik atau kelompok-kelompok kultural dalam suatu masyarakat atau negara, Tapi definisi ini sama sekali tidak komprehensif karena mengarah kepada suatu bentuk tertentu dari pluralisme, yaitu pluralisme sosial.
 
Sejauh yang penulis temukan, ada tiga interpretasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;"><span style="color:black;"><img src="http://muhsinlabib.files.wordpress.com/2007/07/pluralism.jpg" alt="" align="left" /></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dalam The Oxford English Dictionary disebutkan, bahwa pluralisme ini dipahami sebagai semangat atau kesadaran kolektif dan personal akan realitas keragaman etnik atau kelompok-kelompok kultural dalam suatu masyarakat atau negara, Tapi definisi ini sama sekali tidak komprehensif karena mengarah kepada suatu bentuk tertentu dari pluralisme, yaitu pluralisme sosial.<span id="more-160"></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sejauh yang penulis temukan, ada tiga interpretasi tentang pluralisme agama sebagai berikut:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pluralisme: “Kebenaran elementer bertebaran dalam aneka agama”</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Besar kemungkinan, maksud para pendukung pluralisme agama adalah bahwa tak satupun agama atau mazhab memiliki kebenaran absolut, namun setiap agama dan mazhab memiliki sebagian kebenaran, sebagaimana tak satupun agama atau mazhab yang salah total, bahkan dalam penyembahan berhalapun kebenaran dapat ditemukan. Ia tak ubahnya partai-partai dalam pentas politik.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tanpa mempertimbangkan bahwa klaim-klaim tentang agama-agama dari aspek epistemologi dan teologi yang membutuhkan argumen dan tidak dapat diargumentasikan adalah hanya mengandalkan satu analogi. Pluralisme agama dengan arti demikian menegasikan prinsip-prinsip dasar Islam. Inti semua agama-agama monoteis yang tercampur dengan mitos-mitos (sinkretis) adalah kebenaran yang satu, yaitu penyerahan dan pasrah total dihadapan Sang Ultim. Pada prinsipnya, sampul-sampul agama-agama yang merupakan ajaran-ajaran normatif yang bermacam-macam tersebut berbeda dalam beberapa hal. Dari sisi ini, Islam menganjurkan para penganutunya untuk mengimani kerasulan para nabi dan kitab-kitab samawi&lt;!–[if !supportFootnotes]–&gt;[1]&lt;!–[endif]–&gt;. Ayat-ayat yang menekankan adanya kalimah sawa’ dalam al-Qur’an sangatlah banyak.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Konon, setiap agama monoteis adalah manifestasi wahyu Ilahi pada masa tertentu pada person tertentu yang memilik fase tertentu pula, yang pada fase lain tidak diterima dan tidak relevan.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Adalah jelas bahwa tidak relevan tidak berarti palsu dan tidak benar. Dengan alasan partikular inilah, revisi menjadi mungkin dilakukan dan dapat terjadi. Sebagian agama menghapus sebagian ritus sebelumnya. Kemudian ritus normatif (syariat) menggantinya dengan yang baru. Sampai suatu ketika gulita menutupi ummat manusia. Karenanya terbit cahaya Islam dengan ditunjuknya Muhammad sebagai Rasul. Pada masa sekarang, Islam telah merevisi agama-agama sebelumnya dan yang diridhai Allah hanyalah syariatNya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menurut para pendukung pengertuan pertama ini, apabila kepalsuan tidak bercampur dengan kebenaran, maka kreativitas menjadi sia-sia dan tidak berarti. Andaikan ajaran-ajaran yang menyimpang dan palsu tidak menyembunyikan wajah aslinya, mana mungkin ia dapat memberikan warna kebenaran dan mendapatkan pendukung.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dengan demikian, ditolaknya agama-agama lain pada masa kenabian Muhammad bukan karena tidak memiliki kebenaran atau karena salah secara total, namun iman dalam setiap periode sejarah memiliki terminologi yang khas. Apabila seseorang menolak kenabian Muhammad, padahal ajaran Islam telah sampai dan bukti-buktinya telah diketengahkan dihadapannya secara sempurna, maka ia berhak menerima sanksi abadi, karena pada kenyataannya ia telah mengumumkan penentangan terhadap wahyu secara sengaja dan memilahnya, fanatisme dan egoisme&lt;!–[if !supportFootnotes]–&gt;[2]&lt;!–[endif]–&gt;</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pluralisme: “Semua agama adalah benar”</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Semua agama adalah tampilan-tampilan yang berbeda dari satu kebenaran. Agama yang beragam adalah persepsi subjektif tentang Yang Absolut. Menurut Hick, manusia di berbagai penjuru menunjukkan kean kepada kebenaran. Perbedaan-perbedaan yang merupakan produk dan akibat dari faktor-faktor kemanusiaan dan historis inilah yang menyebabkan setiap agen memiliki ciri khas dan mandiri&lt;!–[if !supportFootnotes]–&gt;[3]&lt;!–[endif]–&gt;.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagi sebagian, mungkin pendapat dan interpretasi demikian telah mereduksi arti agama, karena agama adalah suatu objek permanen dan unik, sedangkan persepsi manusia tentang agama berubah dan dinamis. Dengan demikian perbedaan-perbedaan persepsi keagamaan dalam diri setiap manusia di hadapan kebenaran merupakan konsekuensi dari perbedaan agama.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menurut Nurcholis, perbedaan yang ada hanyalah dalam bentuk responsi khusus tugas seorang Rasul kepada tuntutan zaman dan tempatnya. Maka perbedaan itu tidaklah prinsipil, sedangkan ajaran yang pokok atau syariat para Nabi dan Rasul adalah sama, sebagaima ditegaskan dalam sejumlah ayat Al-Qur‘an&lt;!–[if !supportFootnotes]–&gt;[4]&lt;!–[endif]–&gt;.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pluralisme: “Hidup dalam kerukunan”</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Boleh jadi yang dimaksud dengan pluralisme agama oleh pendukungnya adalah bahwa para pemeluk berbagai macam agama meski berbeda pandangan, kean, dan ritus, hidup rukun dan menghindari setiap tindakan ekstrim dan represif (anarkis) yang dapat merusak perdamaian, keamanan, dan sikap saling menghormati.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dalam khazanah Islam, pluralisme sama dengan arti demikian selalu menjadi objek perhatian dan diterima. Hingga ketika para penguasa tiran dan bejat yang melindungi dirinya pun terpaksa mengakuinya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Teks-teks utama Islam dan sejarah Nabi memberikan jaminan kehidupan yang penuh kedamaian kepada para penganut agama monoteis (ahl al-kitab) yang tidak berencana melakukan konspirasi dan pengkhiantan serta bersedia untuk hidup rukun dengan orang-orang muslim. Para penganut Islam Syiah, sebagai minoritas, dianjurkan berkorban dengan perasaan, dan hidup rukun dengan para penganut Mazhab Islam lainnya. Lihatlah kesabaran mayoritas Syiah di Irak yang tidak pernah membalas aksi teror bom, pembunuhan dan penyanderaan yang dilakukan oleh kelompok ekstrim yang ‘secara sepihak’ mengaku sebagai golongan Sunni. (Tentu, mereka sama sekali tidak merepresentasi Islam Sunni yang mayoritas hidup damai dengan warga Muslim Syiah selama berabad-abad, apalagi dipelopori oleh orang-orang non Irak).</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Boleh jadi, pandangan tentang keragaman yang disebut peluralisme inilah yang dapat menciptakan toleransi. Inilah yang semestinya disebut pluralisme politik dan sosial. Pendek kata, atas dasar interprestasi ini, meskipun masing-masing mengklaim dirinya sebagai benar dan lainnya sebagai salah, dengan melakukan diskusi dan dialog konstruktif dan adil serta dan melakukan misionari yang diatur oleh uandan-undang, para penganut agama monoteis atau para pemeluk sekte dalam agama monoteis hidup rukun dan menghindari anarkisme&lt;!–[if !supportFootnotes]–&gt;[5]&lt;!–[endif]–&gt;.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menurut Arkoun, untuk mewujudkan dan mendukung pluralisme tersebut, diperlukan toleransi. Meskipun hampir semua masyarakat yang berbudaya kini sudah mengakui adanya kemajemukan sosial, namun dalam kenyataannya, intoleransi ini masih sering muncul, termasuk di dunia Barat. Persoalan ini terutama berhubungan dengan ras atau agama. Kedua hal ini bahkan kadang-kadang menyatu, seperti dalam kasus Israel-Palestina, Serbia-Bosnia, dan sebagainya&lt;!–[if !supportFootnotes]–&gt;[6]&lt;!–[endif]–&gt;.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Indentifikasi “Area Sengketa”</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Menurut penulis, para pemuka agama harus mampu mengidentifikasi area kontroversi dalam dialog antar agama. Hal ini penting agar dialog yang dilakukan tidak hanya bersifat ‘basa-basi” dan tidak produktif. Mengurut tema dialog secara metodis dengan menyepakati sejumlah prinsip yang menjadi titik temu, misalnya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ada beberapa titik temu yang, menurut penulis, bisa menjadi daya perekat masing-masing agama. Dengan menjadikan ini sebagai aturan yang disepakati dan terapkan bersama, maka kerukunan hidup akan tercipta. Titik temu-titik temu itu adalah sebagai berikut:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama, adalah prinsip immaterialisme. Prinsip ini adalah sebuah keyakinan akan adanya sesuatu yang non material. Bila ini dispekati, maka titik temu kedua dapat ditemukan dan disepakati.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua, adalah prinisp teisme, yaitu keyakinan akan adanya Sang Ultim dalam realitas eksistensi. Kesepakatan tentang titik temu kedua ini, akan membuka jalan bagi munculnya titik temu ketiga yang lebih sempit.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketiga, adalah prinsip monoteisme. Yaitu keyakinan akan keesaan Tuhan Pencipta. Keyakinan akan keesaan Tuhan ini, demi kepentingan dialog, harus bersifat umum dan tidak menyinggung sub-sub tema di dalamnya yang masih diperselisihkan, seperti sifat-sifat Tuhan dan lainnya. Dalam konteks keindonesiaan, sila pertama Pancasila mungkin dapat dianggap sebagai salah satu contoh prinsip yang digagas demi meraih cita-cita Bhineka Tunggal Ika.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keempat, adalah prinsip relijiusitas. Prinsip ini merupakan hasil pengejawantahan akan keyakinan keesan Tuhan yaitu keyakinan akan adanya aturan Tuhan bagi manusia. Pada titik inilah masyarakat beragama dapat membangun bersama gagasan-gagasan universal, seperti penentangan terhadap aborsi dan agresi negara adi daya atas nama agama.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kelima, adalah prinsip relijiusitas profektik, yaitu keyakinan akan adanya aturan Tuhan yang disampaikan orang-orang yang ditunjuk sebagai penerima wahyuNya. Tentu sekup kesamaan dalam tahap ini lebih sempit karena ia hanya menjadi titik temu para penganut agama “poros Yerussalem” yang biasa disebut ‘agama Ibrahim’. Ismail Faruqi dan Syed Hossein Nasr adalah pemikir Islam Sunni dan Syiah yang aktif mengikuti trialog agama-agama Ibrahimi, Yahudi, Kristen dan Islam.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keenam, adalah prinsip Muhammadisme, yaitu keyakinan akan kenabian Muhammad sebagai utusan terakhir Tuhan. Di sinilah umat Islam dari berbagai mazhab dapat bersatu dan hidup berdampingan atas dasar sikap saling menghormati.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Islam Syiah dan Islam Sunni adalah realitas yang determinan. Keduanya adalah sebuah fenomena intelektual yang harus dicermati, dikritisi dan diapresiasi, dan tidak semestinya didikotomikan. Usaha-usaha apapun untuk menolaknya baik dengan provokasi, selebaran atau penistaan baik secara akademik (menggunakan dalil sepihak) maupun non akademik (retorika sarkastik) terhadap masing-masing ajaran dan para tokoh-tokohnya hanya akan menguntungkan pihak-pihak eksternal, terutama sentra-sentra hegemoni yang kapitalistik dan sekular.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Lebih dari itu, memaksakan “satu Islam” kepada semua penganut Islam yang terpencar dalam berbagai mazhab dan pandangan tentulah menyalahi watak toleransi Islam. Obsesi seseorang atau suatu kelompok terhadap yang “satu” hanya mungkin dilakukan lewat pemaksaan, seringkali lewat kekuasaan senjata, dan tindakan ini menyalahi konsepsi Islam yang dasar. Dengan kata lain, menginginkan ‘satu pemahaman tentang Islam’ adalah utopia dan anarkisme! Karena itulah, pluralism sebagai sikap social harus didukung.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Pustaka:<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 2001.</strong></li>
<li><strong>Jurnal filsfat berbahasa Parsi, Ma’rifat Vol 22 wawancara Prof M. T. Misbah Yazdi seputar Pluralisme Agama.</strong></li>
<li><strong>Komaruddin Hidayat dan M. Wahyuni Nafis, Agama Masa Depan, Perspektif Filsafat Perennial, Paramadina, 1995..</strong></li>
<li><strong>Hick and Nasr, The Religions and The Concept of Zat Gha’iy, Jurnal berbahasa Parsi Makrefat. Vol 23.</strong></li>
<li><strong>Ali R. Golpaigani, Roots and Signs of Secularism, The Center of Islamic Propagation, Qo, 1999, hal.35-40.</strong></li>
<li><strong>Harold Coward, Pluralisme agama, Kanisius, Jogjakarta, 1998, hal. 47</strong></li>
<li><strong>M. Hasan Karamilki, Secularisme in Islam and Christianity, The Center of Islamic Propagation, Qom 2000.</strong></li>
<li><strong>Abdollah Nasri, The Man’s Expectation of Religion, Study of Contemporary Theology, Danesh Publishing, Teheran, 2001.</strong></li>
<li><strong>Abuddin Nata., Metodologi Studi Islam, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2001</strong></li>
<li><strong>Munadhar Soelaiman, Ilmu Sosial Dasar, Teori dan Konsep Ilmu Sosial, Pteresco, Bandung,1995.</strong></li>
<li><strong>Clifford Geertz, The Religion of Java (1960), Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa, terj. Aswab Mahasin, Pustaka Jaya, Jakarta, 1983.</strong></li>
<li><strong>Amin Abdullah, Studi Agama Normativitas atau Historisitas? Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1996.</strong></li>
<li><strong>Nurcholis Madjid, Islam, Kemodernan dan keIndonesiaan, Mizan, Bandung, 1987.</strong></li>
<li><strong>Bactiar Effendy, Masyarakat Agama dan tantangan Globalisasi: mempertimbangkan Konsep Deprivatisasi Agama, dalam Jurnal Kebudayaan dan Peradaban, Ulummul Qur’an, Etika bisnis dalam Al-Qur’an, 3/VII/97, Grafikamatra Tatamedia. 1997.</strong></li>
<li><strong>Jurnal Naqd, tahun pertama, Vol. 4,</strong></li>
</ul>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/muhsinlabib/~4/al_Tms8C0No" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muhsinlabib.com/2009/11/mencari-pluralisme-yang-proporsional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://muhsinlabib.com/2009/11/mencari-pluralisme-yang-proporsional/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
