<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>MukaBantal</title>
	
	<link>http://www.mukabantal.com</link>
	<description>tempat dimana otak kita beristirahat.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Nov 2011 22:50:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/mukabantal" /><feedburner:info uri="mukabantal" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /><meta xmlns="http://pipes.yahoo.com" name="pipes" content="noprocess" /><feedburner:emailServiceId>mukabantal</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Ngetes Posting Aja</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mukabantal/~3/Exs7Xbzmi9E/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2011/ngetes-posting-aja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 22:32:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sketsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/2011/ngetes-posting-aja/</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah Excerpt]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi handphone Samsung-ku yang sudah menemaniku selama kurang dari dua tahun telah tewas dengan sukses. Setelah melihat-lihat pilihan yang ada&#8230; Sepertinya aku jadin ingin mencoba Smartphone karena berbagai macam faktor.</p>
<p>Aku memutuskan untuk membeli Blueberry deh, yang ternyata cukup mempesona juga&#8230; harganya. Nggak kok, fasilitasnya juga lumayan, dan aku mulai terbiasa mengetik di keypadnya yang mini ini (<em>lebih kecil setengahnya dibandikan almarhum Samsung ku</em>)</p>
<p>Dan omong-omong, postingan ini juga ditulis menggunakan Blue&#8230; eh Blackberry. Ah tulisan yang diatas ternyata juga salah. Males ngganti ah, biarkan saja toh sama-sama segernya ya tho. Sekian sekilas bantal <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://www.mukabantal.com/wp-content/uploads/2011/11/bbm_barcode.png"><img class="alignnone size-full" title="bbm_barcode.png" src="http://www.mukabantal.com/wp-content/uploads/2011/11/bbm_barcode.png" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mukabantal/~4/Exs7Xbzmi9E" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2011/ngetes-posting-aja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.mukabantal.com/2011/ngetes-posting-aja/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Menghidupi Hidup Ini</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mukabantal/~3/JmHvidd8ClU/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2011/menghidupi-hidup-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 07:11:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1443</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kita hidup bukan untuk mati.&#8221; &#8212; entah kenapa perkataan Pendeta itu terus terngiang dalam kepalaku akhir-akhir ini. Ada titik-titik yang lebih penting dalam hidup kita ketimbang titik A (kelahiran) sampai ke titik B (kematian); Yaitu setiap titik-titik yang tersebar di antara keduanya. Titik yang mewakili setiap nilai kehidupan kita. Ceritanya nih, berapa banyak dari kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<em>Kita hidup bukan untuk mati.</em>&#8221; &#8212; entah kenapa perkataan Pendeta itu terus terngiang dalam kepalaku akhir-akhir ini. Ada titik-titik yang lebih penting dalam hidup kita ketimbang titik A (<em>kelahiran</em>) sampai ke titik B (<em>kematian</em>); Yaitu setiap titik-titik yang tersebar di antara keduanya. Titik yang mewakili setiap nilai kehidupan kita.</p>
<p><span id="more-1443"></span></p>
<p>Ceritanya nih, berapa banyak dari kita yang sadar dan merasakan hempasan berita-berita besar yang akhir-akhir ini terkumandangkan lewat layar kaca, radio, koran, internet dan lainnya? Bencana alam, perang, politik, konflik, dan sebagainya.</p>
<p>Menyikapi fenomena tersebut, ada <strong>3 tipe</strong> orang tentunya. <strong>Satu</strong>, yang terus mengikuti perkembangan berita dengan semangatnya dan ikut melibatkan diri; <strong>Dua</strong>, yang sekedar tahu tapi tetap adem-ayem saja dan bersikap netral; dan <strong>Tiga</strong>, yang cuek bebek, seolah-olah dunia mau gempar seperti apa, dia tetap berjualan nasi tahu dengan santainya (<em>no offense buat para penjual nasi tahu lho ya.. hanya contoh)</em>.</p>
<p>Memang suka-suka kita mau menghidupi hidup ini seperti apa. Aku sebelumnya juga berkata: &#8220;<em>Ah, semua berita isinya jelek-jelek doang&#8230; daripada stress mending ga usah dipikirin deh&#8230; enjoy aja,</em>&#8221; mengingat sudah bertahun-tahun tidak pernah nonton televisi (berita), apalagi baca koran&#8230;</p>
<p>Tetapi makin lama kok rasanya makin salah ya? Apakah benar bagi kita untuk menutup mata kepada dunia?</p>
<p>Benar adanya kalau kita berkata &#8220;<em>Kan sudah ada yang ngurusin negara, tuh DPR, MPR, Presiden&#8230; suara kita toh gak pernah di anggap</em>&#8221; &#8212; tapi apakah terus itu menjadi alasan kita memisahkan diri dari peran kita sebagai contohnya, seorang penduduk Indonesia terhadap perkembangan Negara Indonesia itu sendiri?</p>
<p>Kalau di ilustrasikan mungkin itu seperti seorang anak yang berkata kepada Orang Tua-nya: &#8220;<em>Mam, Pap, berikan aku makan, beri aku uang jajan, dan cukup, diamlah</em>.&#8221;</p>
<p>Kejadian demi kejadian besar yang terjadi kurang lebih semenjak dua dekade yang lalu, sepertinya menjadi semakin besar sehingga hampir tidak mungkin lagi untuk tidak di hiraukan, terlebih lagi dengan adanya fasilitas media jejaring sosial online yang sanggup menyalurkan berita terbaru dalam waktu kurang dari <strong>5 detik</strong> (<em>tergantung kecepatan tangan yang ngetik di Twitter sih</em>).</p>
<p><em>Terlepas dari itu semua, pernah gak kita berpikir seperti ini.</em></p>
<p>Contohnya, di <strong>Indonesia</strong>: Lengsernya kekuasaan Soeharto, revolusi dan reformasi negara dari Orde Baru, Tragedi Mei 1998, Presiden Wanita pertama di Indonesia, Lumpur Lapindo, Tsunami Aceh, Gunung Merapi, Bom Bali, etc&#8230; hingga ke <strong>Mancanegara</strong>: Tragedi 9/11, Perang Afgan, Presiden Kulit Hitam pertama di USA, Gempa tertinggi dalam sejarah dunia di Jepang, Tsunami, Pernikahan Megah Kerajaan Inggris, Kematian Raja Pop Michael Jackson dan juga pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden &#8212; Itu semua adalah hal-hal yang begitu besar dan dengan jelas akan menorehkan tulisan terdalam di lembaran sejarah dunia.</p>
<p>Kemudian kita; kita hidup dan melewati itu semua. Kita hidup di dalam era dimana kita akan menjadi bagian sejarah terbesar dunia ini di masa depan. Sementara suatu hari nanti kalau kita melihat ke belakang, apa yang akan kita lihat dari kisah kehidupan kita sendiri saat ini? Tenggelam dan hanya menjadi penonton saja?</p>
<p>Sepertinya memang sudah saatnya buat setiap kita untuk mulai membuka mata dan hati. Jadilah peduli, mulai dari hal-hal yang kecil di lingkungan rumah, kota, propinsi, negara dan sampai ke dunia.</p>
<p>Ada baiknya juga bukan hanya sekedar mengetahui atau up-to-date, tetapi juga bergeraklah, jadilah bagian dari kisah sejarah yang akan terus berjalan. Bantuan dana, tenaga, doa, ataupun aspirasi, apapun juga yang bisa kita salurkan, biarlah itu menjadi respon dan tanda bahwa kita pernah hidup di saat ini.</p>
<p>Jangan jadi pesimis, sarkatis atau pencibir lah&#8230; Hal-hal kecil yang bisa kita lakukan itu berarti. Seperti earth-hour, penggunaan kantong plastik, penanaman pohon, bakti amal, sukarelawan bagi korban bencana alam, bukankah lebih baik kita menyalurkan tenaga dan pikiran kita untuk mendukung hal-hal sederhana seperti itu, daripada menghabiskan otak dan waktu memeras keringat untuk menganalisa dan memikirkan penyangkalan ilmiah demi membuktikan kalau semua aktifitas itu adalah bodoh dan tidak berguna?</p>
<p>Contohnya: &#8220;<em>Halah, semua-semua di kaitkan dengan global warming&#8230; Emang botol plastik bisa nyelametin dunia? Hahaha&#8230; dasar bodoh, naif</em>.&#8221;</p>
<p>Sikap negatif&#8230; sikap seperti itu apa gunanya toh?</p>
<p>Jangan jadi manusia acuh. Atas dasar apapun baik kemanusiaan, kepedulian sosial ataupun merupakan salah satu bentuk ibadah dari Tuhan yang kamu percaya, jadilah sedikit aktif terhadap lingkup sosial. Lihatlah sekelilingmu, ambil peranmu, jalankan panggilanmu, dan hidupilah hidup ini, yang kelak akan menjadi sebuah sejarah kita bersama-sama dengan negara dan dunia ini tempat kita berpijak.</p>
<p><em>Gaya banget ya postingan gua kali ini, macam social activist aja, ckckck&#8230;</em></p>
<p><em>Terinspirasi <a href="http://bestpostarchive.com/post/5145384712/i-have-lived-through-death-of-michael-jackson-first" target="_blank">dari quote di sini</a>.</em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mukabantal/~4/JmHvidd8ClU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2011/menghidupi-hidup-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.mukabantal.com/2011/menghidupi-hidup-ini/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kenaifan Seorang Bocah Dari Jepara</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mukabantal/~3/2b37bh8MR60/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2011/kenaifan-seorang-bocah-dari-jepara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 07:22:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1432</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 5 jam 20 menit&#8230; Umur ini yang semakin merenta, keterbatasan daya ingatku juga semakin menampak. Untunglah ada seorang sahabat lama yang mengingat beberapa lembar kisah kehidupanku tempo dulu, mulai dari yang mulia sampe yang rusak sekalipun. Siapa sih yang nggak pernah naif? Pasti dalam satu titik dalam kehidupan kita, ada masa dimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 5 jam 20 menit</em>&#8230;</p>
<p>Umur ini yang semakin merenta, keterbatasan daya ingatku juga semakin menampak. Untunglah ada seorang sahabat lama yang mengingat beberapa lembar kisah kehidupanku tempo dulu, mulai dari yang mulia sampe yang rusak sekalipun.</p>
<p>Siapa sih yang nggak pernah naif? Pasti dalam satu titik dalam kehidupan kita, ada masa dimana kita bergelagat naif luar biasa. Pahlawan pembela kebenaranpun mungkin kalah pamornya kalau dihubungkan dengan kegigihan kita membela idealisme pribadi, contohnya ngomong kalau &#8220;<em>Gak perlu duit, yang penting cinta!</em>&#8221;</p>
<p><em>Ah gombal&#8230; cium dulu bantal saya&#8230;</em></p>
<p><em><span id="more-1432"></span></em></p>
<p><em>Anyway,</em> barusan tadi dinihari jam 1, sohib lama saya<strong> Messach</strong> mengingatkanku kembali kepada <strong>sesi wawancara</strong> kerja yang aku hadapi ketika sedang mengadu nasib di kota <strong>Surabaya</strong>.</p>
<p>Lupa-lupa ingat sih diriku, tetapi dia berkata kalau wawancara itu begitu inspirasional-nya sampai tak mungkin terlupakan olehnya.</p>
<p>Jadi ceritanya sewaktu aku mendekam di kota kecil Jepara, ada tawaran kerja di Surabaya, dan akupun berangkat untuk wawancara.</p>
<p>Datang dengan pakaian kebesaranku <em>aka</em> kaos oblong di-dobel dengan kemeja yang dikancingkan setengah, plus <em>jean</em> kusem dengan sepatu <em>ket</em>.</p>
<p>Sementara para pelamar kerja lainnya yang berdasi bercelana formal, dengan sepatu mengkilap pun duduk berjejer membarisi dinding.</p>
<p>Resepsionis-nya, yang kemudian aku paham adalah Istri dari juragan perusahaan tersebut, memandangku dengan ragu, dan mungkin sempat berpikir &#8220;<em>ini pembeli, sales, pelamar kerja atau preman?</em>&#8221; tapi berhubung mustahil kalo orang keturunan Cina Imut begini jadi preman di Surabaya, maka dia senyumin saja diriku ini. Akupun tersenyum balik&#8230; &#8220;<em>mau wawancara, Tan.&#8221;</em></p>
<p>Singkat cerita akupun mulai berdialog dengan si Juragan, dan sampai satu point dia bertanya, <em>&#8220;Bisa pake Flash nggak?</em>&#8221; &#8212; biasanya orang kan jawab &#8220;<em>sedikit-sedikit pak</em>&#8221; atau <em>&#8220;belajar, dan saya cepat nangkapnya</em>&#8221; atau seputar omong-kosong lainnya yang biar nggak dipikir bego-bego amat gitu lah.</p>
<p>Dengan super PeDe &#8220;<em>Oh, tidak bisa Pak&#8230; itu kan bukan bagian saya</em>.&#8221; jawabku tegas.</p>
<p>Beberapa pertanyaan bergulir lagi&#8230; kemudian..</p>
<p>&#8220;<em>Jadi masalah gaji, kamu masih minta sesuai yang kamu berikan di surat lamaranmu?</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Iya pak, 3.5 juta per bulan <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em>&#8221; dengan senyumku yang paling manis.</p>
<p>Maklum, saya dari dusun, yang gelar saja tidak punya selain lulusan SMA; dan mana saya tahu kalau upah standard anak design lulusan kuliah itu paling berkisar di sekitar 1 juta waktu itu?</p>
<p>Tentu saja aku nggak mendapatkan sebanyak itu, setelah sedikit bernegosiasi akhirnya kamipun sepakat memutuskan sebuah angka yang jauh dibawah 3.5 itu, tetapi bisa aku terima.</p>
<p>Singkat cerita lagi, akhirnya aku langsung diterima, dan&#8230;</p>
<p>&#8220;<em>Jadi kapan kamu bisa mulai masuk kerja? Besok bisa?</em>&#8221; &#8212; lagi lagi, biasanya orang kan pasti bilang &#8220;<em>Bisa pak! Terima kasih banyak!</em>&#8221; atau misal perlu waktu untuk keluar dari pekerjaan lamanya, 1 minggu adalah patokan yang lazim kan?</p>
<p>Aku menjawab: &#8220;<em>Ya ndak bisa tho Pak&#8230; kan saya mesthi pindahan dulu, angkut-angkut barang dari Jepara, nyari kost, dll dsb&#8230;. bulan depan bisa pak?&#8221;</em></p>
<p>Entah yang gila itu siapa, akhirnya aku tetap saja di terima di perusahaan itu. Perusahaan kecil yang menyenangkan dan giat. Tempat dimana aku belajar banyak hal dan pengenalan kepada ladang untuk mencari peluang bisnis dan negosiasi. Belajar menjadi seorang Biksu kepada para kostumer dan lain-lain sebagainya.</p>
<p>Sebetulnya aku sama sekali tidak mengingat lagi peristiwa maupun percakapan ini pernah terjadi pada tahun 2004 silam, tetapi sekarang semua seperti kembali lagi muncul di kepalaku. Kalau nggak salah, aku akhirnya pindah Surabaya bulan Maret tanggal 15, 2004 =))</p>
<p>Penutup cerita yang gak kalah hebatnya, di suatu malam, hari kedua setelah aku bekerja, aku mengirimkan SMS kepada sahabatku ini yang isinya:</p>
<p>&#8220;<em>Selamat kepada Octavianus Asoka, hari pertama dan kedua masuk kerja, telat!!! Jancukkk!!</em>&#8221;</p>
<p>Telat dikarenakan aku masih belum bisa mengira-ngira jarak tempuh dari tempat kost ke tempat kerja&#8230; berjalan kaki&#8230;</p>
<p>Ah&#8230; ternyata aku dulu senaif itu; Dan kayaknya sekarang masih sama deh <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8212; namun yang lebih penting lagi, <em>I&#8217;m proud to be me. Aren&#8217;t we all unique in our own way?</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mukabantal/~4/2b37bh8MR60" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2011/kenaifan-seorang-bocah-dari-jepara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.mukabantal.com/2011/kenaifan-seorang-bocah-dari-jepara/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Derita Seorang Fotografer #2</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mukabantal/~3/SHC62SoIdWk/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/derita-seorang-fotografer-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Nov 2010 13:18:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1410</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 4 bulan 13 hari&#8230; *hoahmm.. &#8220;It&#8217;s not the camera, but the man behind the camera!&#8221; &#8212; filosofi yang cukup sering kudengar dulu waktu pertama kali mengikuti kegiatan Ekstra Kurikuler di SMA. Mirip sih dengan filosofi kebahagiaan, dimana uang tidak bisa membeli segalanya&#8230; ya, setidaknya sampai saat itu masih terdengar keren; Sebuah idealisme [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 4 bulan 13 hari&#8230; *hoahmm..</em></p>
<p><em>&#8220;It&#8217;s not the camera, but the man behind the camera!&#8221;</em> &#8212; filosofi yang cukup sering kudengar dulu waktu pertama kali mengikuti kegiatan Ekstra Kurikuler di SMA.</p>
<p>Mirip sih dengan filosofi kebahagiaan, dimana uang tidak bisa membeli segalanya&#8230; ya, setidaknya sampai saat itu masih terdengar keren; Sebuah idealisme seorang fotografer&#8230; Tetapi dalam realita kok sepertinya kalimat di atas tadi menjadi pedang bermata dua yah?</p>
<p><span id="more-1410"></span></p>
<p>Biasanya diucapkan, ketika bangga dengan hasil jepretan yang luar biasa menggunakan kamera yang biasa-biasa saja.</p>
<p><strong>Namun selain itu juga&#8230;.</strong></p>
<ul>
<li>Ketika sirik sampe misuh-misuh ngelihat kamera dan lensa keren yang harganya sangat-sangat nggak masuk di akal&#8230;</li>
<li>Ketika sirik dan iri, kumpul dengan para professional yang lensanya segede gaban dan sepanjang hidung gajah&#8230;</li>
<li>Ketika sirik dan takjub melihat kualitas gambar dari piranti mahal dimana detil dari bulu hidung dan upilnya tetap terlihat tajam dan bening saat di zoom 100% dalam ribuan pixel.</li>
<li>Ketika sirik dan minder untuk berpose dengan kameranya untuk dijadikan <em>profile picture</em> di Facebook, bersaing dengan para fotografer <em>beken </em>lainnya.</li>
<li>Ketika sirik sampe akhirnya menuliskan penderitaannya lewat sebuah media sosial yang disebut sebagai blog.</li>
</ul>
<p>Memang uang tidak bisa membeli segalanya, dan bukan sepenuhnya menjadi penjamin keberhasilan seorang fotografer&#8230; tetapi kalau sudah memiliki bakat, pengetahuan, kemampuan, mata seorang seniman dan kreatifitas, apalagi yang tersisa? Kecanggihan peralatan dan aksesoris tentunya. <strong>Harga berbicara</strong>.</p>
<p><em>&#8220;Bukan tentang sebuah kamera, melainkan tentang orang yang memegangnya&#8221; &#8212; </em>mungkin sepenuhnya benar bila diterapkan dalam garis pemula, tetapi begitu memasuki kancah professional dan dunia antusiasme, mau tidak mau, kualitas dari peralatan akan mulai mengambil peranan terpenting untuk melangkah lebih jauh lagi.</p>
<p>&#8220;<em>Wih <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bokeh">BOKEH</a> nya top markotop, Gan!&#8221; &#8212; </em>sampe bosen dengarnya&#8230; Demi bokeh, orang memang rela membuang jutaan rupiah&#8230;</p>
<p>Padahal 15 menit pake Photoshop aku bisa bikin hasil jepretan pake<em> Pocket-Camera</em> memiliki Bokeh layaknya lensa seharga 20 juta&#8230; <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oh, tunggu dulu&#8230; &#8220;<em>It&#8217;s not the camera, it&#8217;s the man behind the computer, and Photoshop.&#8221;</em></p>
<p><em>Cih.. <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Pengen lensa baru&#8230; ada yang mau nyumbang US$ 1000? </em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mukabantal/~4/SHC62SoIdWk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/derita-seorang-fotografer-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.mukabantal.com/2010/derita-seorang-fotografer-2/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Percaya Deh Kalau Aku Itu Bisa Dipercaya&#x2026;</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mukabantal/~3/0sTmLVbqhBw/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/percaya-deh-kalau-aku-itu-bisa-dipercaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 03:53:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1392</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 2 jam + 4 jam 45 menit. Aku teringat kejadian dimana aku dalam masa perekrutan menjadi pegawai tetap (Full-time Worker) di tempat aku bekerja sekarang. Jadi, sebelumnya aku hanyalah seekor pekerja sementara (Temporary Worker) yang telah bekerja di situ selama 4 bulan. Nah, dalam proses perekrutan itu ada sebuah insiden terjadi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 2 jam + 4 jam 45 menit.</em></p>
<p>Aku teringat kejadian dimana aku dalam masa perekrutan menjadi pegawai tetap (<em>Full-time Worker</em>) di tempat aku bekerja sekarang. Jadi, sebelumnya aku hanyalah seekor pekerja sementara (<em>Temporary Worker</em>) yang telah bekerja di situ selama 4 bulan.</p>
<p>Nah, dalam proses perekrutan itu ada sebuah insiden terjadi di tempat kerja. Tiang penyangga sebuah rak tempat menyusun material produk didapati patah. Sepertinya ada seseorang yang menubruknya dengan<a href="http://www.forklifttruckhiredirectory.co.uk/uploads/elec%2520forklift%2520new.jpg"> </a><em><a href="http://www.forklifttruckhiredirectory.co.uk/uploads/elec%2520forklift%2520new.jpg">fork-lift</a>. </em>Aku juga nggak tau siapa yang mematahkannya, dan tak ada seorangpun yang mengaku.</p>
<p>Akhirnya mereka memutuskan untuk melacaknya melalu kamera pengawas yang kebetulan dipasang di atap gedung ruangan tersebut&#8230;</p>
<p><span id="more-1392"></span></p>
<p><strong>Ternyata aku adalah pelakunya</strong> <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  &#8212; pagi hari ketika aku sedang sibuk memindahkan barang-barang tersebut dari lantai dan menyusunnya ke atas rak tersebut, tak sengaja aku menyenggol tiang tersebut yang memang selama ini sudah rapuh karena telah dihantam berkali-kali dalam aktifitas sehari-hari.</p>
<p>Akhirnya aku diinterogasi oleh pihak <em>Human Resources</em> berkenaan dengan insiden tersebut.</p>
<p>Aku dianggap telah berbohong dan tidak dapat dipercaya.</p>
<p>Sejujurnya, aku sendiri memang betul-betul nggak sadar kalau sentuhan lembutku itu mematahkan tiang tersebut, bukan lantas aku memang berniat berbohong dan menutupi kesalahanku.</p>
<p>Berikut percakapan yang terjadi di dalam ruangan interogasi:</p>
<p><em>&#8220;Kami mencari pekerja yang dapat dipercaya&#8230; kenapa kamu harus berbohong?</em>&#8221;<br />
&#8220;<em>Aku tidak bermaksud berbohong, aku memang nggak tahu&#8230;&#8221;</em> bela ku&#8230;<br />
&#8220;<em>Tapi bukannya kamu barusan mengaku kalau kamu yang melakukannya?</em>&#8221; desak si wanita galak itu&#8230;<br />
&#8220;<em>Ya karena sekarang aku juga baru tahu kalau aku yang melakukannya&#8230; waktu itu terjadi aku memang betul-betul nggak tahu kok. Lihat saja di video rekamannya, apakah aku tampak seperti orang yang sadar kalau aku telah mematakahkan tiang tersebut, dan kemudian pura-pura untuk tidak melihatnya? <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> &#8220;</em></p>
<p><em>Aku pun tetap meminta maaf karena memang faktanya aku adalah pelakunya.</em></p>
<p><em> </em>Setelah dipertimbangkan dan didiskusikan dengan beberapa Supervisors bersangkutan, akhirnya proses perekrutanku menjadi pekerja tetap pun ditunda selama satu bulan, <strong>alasannya</strong>?</p>
<p><em>&#8220;Dalam satu bulan ini kami ingin melihat apakah kamu memang bisa dipercaya atau tidak</em>.&#8221;</p>
<p><em>Aku pun melongo&#8230;</em></p>
<p><em>&#8220;Lho&#8230; bagaimana bisa aku membuat seseorang percaya denganku kalau mereka memang dasarnya memang sudah tidak mempercayaiku?&#8221;</em></p>
<p>Aku kemudian menjelaskan&#8230; apakah sebuah kepercayaan itu bisa didapat ketika aku meminta mereka untuk mempercayaiku? Atau mereka hanya sekedar memberi hukuman atas kesalahanku dan mengharuskanku untuk <strong>tidak berbuat kesalahan sama sekali</strong> dalam sebulan itu? <em>Wah&#8230; berat&#8230;</em></p>
<p>Apakah kalau aku tidak melakukan kesalahan selama satu bulan, lantas aku bisa menjadi seseorang yang bisa dipercaya? Tentu saja tidak&#8230;</p>
<p>Lalu? Apakah juga mereka ingin aku <strong>melakukan suatu kesalahan </strong>yang kemudian <strong>mengakuinya </strong>sehingga aku <em>tampak</em> seperti orang yang bisa dipercaya? Kuragukan&#8230; dipecat malah iya kalau kebanyakan berbuat kesalahan.</p>
<p><em>Mereka terdiam</em>&#8230;</p>
<p>Tetapi karena itu memang telah menjadi keputusan bersama, mau tak mau aku harus menelan hukuman tunda selama satu bulan itu. Aku juga tidak keberatan sih, karena aku anggap itu adalah sangsi atas keteledoranku sendiri, hanya saja aku masih tetap merasa kesal bersangkutan dengan hal kepercayaan tersebut.</p>
<p>Bukankah sebuah kepercayaan adalah sesuatu yang dilahirkan, bukan sesuatu yang bisa diberikan, dipinta, dipamerkan maupun dikatakan?</p>
<p>Karena tidak peduli seberapa keras aku berusaha menunjukkan kepada mereka kalau aku adalah pegawai yang hebat, ganteng, keren, pintar dan tidak pernah berbuat salah, kalau mereka tidak bisa mempercayaiku dari dalam lubuk hatinya, semua itu hanyalah usaha yang sia-sia&#8230;</p>
<p><em>Percaya deh sama aku <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mukabantal/~4/0sTmLVbqhBw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/percaya-deh-kalau-aku-itu-bisa-dipercaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.mukabantal.com/2010/percaya-deh-kalau-aku-itu-bisa-dipercaya/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bola Kaki Itu Bola Yang Disepak&#x2026; Pake Kaki!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mukabantal/~3/rwIOtrpKqag/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/bola-kaki-itu-bola-yang-disepak-pake-kaki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 04:40:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1384</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 4 jam 40 menit + 3 jam. Semerbak dan pesona pertandingan piala dunia masih serasa belum pudar juga, walaupun 1 minggu telah berlalu. Perjalanan yang penuh perjuangan, darah, keringat, diiringi dengan berbagai intrik dan penuh drama, memang layak menjadi sebuah event yang layak untuk dinantikan-nantikan selama 4 tahun oleh seluruh umat manusia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 4 jam 40 menit + 3 jam.</em></p>
<p>Semerbak dan pesona pertandingan piala dunia masih serasa belum pudar juga, walaupun 1 minggu telah berlalu.</p>
<p>Perjalanan yang penuh perjuangan, darah, keringat, diiringi dengan berbagai intrik dan penuh drama, memang layak menjadi sebuah <em>event</em> yang layak untuk dinantikan-nantikan selama 4 tahun oleh seluruh umat manusia dari berbagai belahan dunia.</p>
<p>Kabar anginnya sih, ketika pertandingan Piala Dunia dimulai, ada sekitar <strong>3 milliar</strong> makhluk luar angkasa berdatangan mendekati Bumi dengan UFO mereka, untuk menyaksikan semua pertandingan yang ada &#8212; dan kemudian jumlah itu mencapai <strong>5,6 milliar</strong> saat memasuki pertandingan finalnya.</p>
<p><em>Entah berita cacad dari mana itu, tapi masuk akal sih.</em></p>
<p><em><span id="more-1384"></span></em></p>
<p>Sepak bola adalah permainan rakyat. Seluruh dunia pasti akan bersorak karenanya. Tetapi lain dengan <strong>Amerika</strong>, atau lebih tepatnya <strong>United States</strong>.</p>
<p>Entah kenapa disini permainan sepak-bola yang disebutnya sebagai <strong>Soccer</strong> itu sangat-sangat tidak populer. Aku juga nggak jelas kenapa diberi nama Soccer sementara seluruh dunia menyebutnya sebagai <strong>Football </strong>alias <strong>Bola Kaki</strong>.</p>
<p>Nggak cuman itu, di USA, yang disebut Football itu adalah permainan yang mirip Rugby dengan semua alat-alat proteksinya. Cara bermainnya pun tidak menggunakan kaki melainkan dipeluk dan dibawa lari.<em>..</em></p>
<p><em>Udah gitu bolanya lonjong pula&#8230; bukannya yang namanya bola itu bulat?</em></p>
<p>Mereka menyebutnya <strong>American Football</strong>, dan mayoritas orang Bule itu memandang remeh Sepak Bola kita dengan banyak alasan (<em>ngga perlu aku jelasin deh, bikin jengkel </em> <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Gemerlap Piala Dunia kemarinpun tidak begitu meriah, apalagi di kota-kota kecil seperti yang aku tinggali. Nonton bareng juga sebatas teman-teman main dirumah mereka. Acara taruhan juga nggak begitu gila-gilaan (<em>justru bagus kali ya?&#8230;</em>), dan atmosfernya pun tidak terasa di dalam masyarakat.</p>
<p>Garing lah pokoknya&#8230; Dipasangin layar tancep buat nonton bersama, penontonnya juga kurang entusias&#8230; ngobrol-ngobrol sendiri, jalan-jalan, uh&#8230; <em>bule koplok. </em></p>
<p><em>Ngomong-ngomong masalah World Cup, </em>nanti tahun 2014 akan diselenggarakan di <strong>Brazil </strong>kan?;</p>
<p>Nah, gara-gara perkataan temanku, aku semalam jadi bermimpi naik sepeda motor menuju ke Brazil. Jarak tempuhnya sekitar 8000 kilometer, kira-kira berapa lama coba kalau pakai motor bebek?</p>
<p>Sepertinya kalau beneran mau di<em>lakoni</em>, besok pagi harus mulai berangkat nih&#8230; hitung-hitung menabung perjalanan yang mungkin akan memakan waktu 4 tahun, belum karena kepotong jam tidur, mandi, dikejar-kejar binatang buas, polisi, ban gembes, bajing lompat dan para blogger yang ngajak kopdar ditengah jalan <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Walau jagoanku, German, kalah di perempat final, tetapi aku puas terhadap semua performa mereka; Dan juga selamat buat Spanyol atas juara dunianya, disusul oleh si Londo. Fifa!</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mukabantal/~4/rwIOtrpKqag" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/bola-kaki-itu-bola-yang-disepak-pake-kaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.mukabantal.com/2010/bola-kaki-itu-bola-yang-disepak-pake-kaki/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>&#x201c;Udah&#x2026; Iya&#x2026; Ho&#x2019;oh&#x2026; Nggak&#x2026; Thx, Bye&#x2026;&#x201d;</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mukabantal/~3/-bIdCN3JNys/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/udah-iya-hooh-nggak-thx-bye/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 06:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sketsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1371</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 3 jam + 2 jam 30 menit. Aku tiba-tiba teringat percakapan dengan salah seorang temanku sewaktu kami berangkat bersama-sama untuk makan malam. Dia seorang cewek, dan sepertinya ada seorang cowok yang selama ini berusaha untuk mendekatinya. Pe-de-ka-te lah istilahnya. Sayangnya, temanku ini tidak begitu tertarik untuk mendekatkan dirinya kepada si cowok, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 3 jam + 2 jam 30 menit.</em></p>
<p>Aku tiba-tiba teringat percakapan dengan salah seorang temanku sewaktu kami berangkat bersama-sama untuk makan malam.</p>
<p>Dia seorang cewek, dan sepertinya ada seorang cowok yang selama ini berusaha untuk mendekatinya. <strong>Pe-de-ka-te</strong> lah istilahnya. Sayangnya, temanku ini tidak begitu tertarik untuk mendekatkan dirinya kepada si cowok, dan berakhir dengan percakapan seperti ini di dalam mobil&#8230;</p>
<p><span id="more-1371"></span></p>
<p>&#8220;<em>Ya dia SMS in gue bilang.. &#8220;Udah makan?&#8221; &#8230; ya gw jawab &#8220;Udah.&#8221;"<br />
</em><em>&#8220;Terus tanya lagi&#8230; &#8220;Makan apa?&#8221; &#8230; gue bilang &#8220;Soto.&#8221;"<br />
</em><em>&#8220;Iya kan? Dia tanya, aku jawab. Habis gitu nggak ada suaranya lagi dia&#8230; ga penting banget yah?&#8221; </em></p>
<p>Aku ketawa sewaktu mendengar dia bercerita tentang hal itu. Yah Nona, itu juga namanya basa basi. Kalau jawabannya seperti itu sih, tentu saja lawan bicara bakal mati rasa dan bingung sendiri harus berkata apa lagi <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dalam percakapan yang kadang diawali dengan basa-basi memang banyak sekali jenis dan variasinya, demikian juga jawaban-jawaban yang bisa diberikan.</p>
<p>Mengobrol itu memang ada seninya. Aku juga dulu sedikit mengalami masalah dalam membawaku untuk menjaga sebuah percakapan agar tetap mengalir dengan nyaman.</p>
<p>Percakapan itu saling sahut menyahut dan merespon satu dengan lainnya, bukan sebuah <strong>sesi tanya jawab</strong>. Aku yakin kalian pasti tahu maksudku <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8212; contoh sederhananya saja:</p>
<p>&#8220;<em>Eh, sudah makan belum?&#8221; &#8212; </em>daripada sekedar menjawab &#8220;S<em>udah,</em>&#8221; mungkin lebih leluasa kalau kita menjawabnya seperti: &#8220;<em>Sudah di atas tadi, Roti Keju <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em>&#8221;</p>
<p>Hanya dengan sedikit tambahan keterangan, kita seperti bisa memberikan ruang gerak kepada lawan bicara untuk meneruskan percakapan, misalnya &#8220;<em>Oh.. Aku lebih suka Roti Pisang lho.&#8221; </em>dan seterusnya.</p>
<p>&#8220;<em>Semalam kamu mbantal jam berapa?</em>&#8221; &#8212; jangan hanya bilang &#8220;<em>12 malam.&#8221; &#8212; </em>Mungkin bisa deh ditambahin <em>&#8220;Jam 12 malam , habis nyoba baju baru kemarin sambil nonton TV terus ketiduran&#8230; hahaha.&#8221;</em></p>
<p><em>A little bit more information won&#8217;t hurt anyone right?</em></p>
<p>Intinya, dengan sedikit ruang gerak untuk meneruskan pertanyaan, atau balik bertanya, adalah unsur utama untuk menikmati sebuah percakapan. Aku kadang sebal sendiri kalau bertemu dengan seseorang, yang ketika aku ajak bercakap dia hanya merespon &#8220;<em>Ohh&#8230; gitu ya..</em>&#8221; &#8212; &#8220;<em>Iya&#8230; hehehe..</em>&#8221; &#8212; &#8220;<em>Hu uh.</em>&#8221; &#8212; &#8220;<em>Betul&#8230;</em>&#8221;</p>
<p>Memang terkadang ada sih orang yang kurang pintar untuk bercakap dan hanya bisa menjawab seperlunya.</p>
<p>Tetapi jawaban-jawaban yang demikian kadang memberikan sebuah kesan bahwa <em>&#8220;Aku nggak terlalu tertarik untuk bercakap denganmu sekarang. Make it simple, okay?&#8221;</em> &#8212; dengan kata lain&#8230; <em>garing</em>.</p>
<p>Yah, tinggal sekarang permasalahannya adalah sejauh mana kamu ingin menikmati sebuah percakapan dengan orang lain. Akankah kita belajar dan berusaha menjadi orang yang menyenangkan, atau sekedar acuh tak acuh berkedok &#8220;<em><a href="http://www.mukabantal.com/2010/apa-urusanmu-kalau-aku-suka-mbantal/">Be yourself</a>&#8220;</em>? Menjadi orang yang menyenangkan itu memang susah, dan untuk menyenangkan semua orang itu jauh lebih susah.</p>
<p>Kalau dalam kasus temanku sih jelas, dia nggak terlalu berminat untuk melanjutkan percakapan, walau barangkali agak kejam juga kalau terlalu ketus yah? <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Namun yang pasti, <a href="http://www.mukabantal.com/2010/aku-cinta-kamu-deh-mati-bareng-yuk/">segala sesuatu yang terlalu berlebihan itu tidak baik</a>. Ini lho contohnya yang berlebihan itu:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1372" title="basabasi" src="http://www.mukabantal.com/wp-content/uploads/2010/07/basabasi.jpg" alt="" width="229" height="209" /></p>
<p><em>Aku yang sedang kumat&#8230; hahaha&#8230;. </em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mukabantal/~4/-bIdCN3JNys" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/udah-iya-hooh-nggak-thx-bye/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.mukabantal.com/2010/udah-iya-hooh-nggak-thx-bye/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Apa Urusanmu Kalau Aku Suka Mbantal?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mukabantal/~3/qDuDc0WcHUI/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/apa-urusanmu-kalau-aku-suka-mbantal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 04:51:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1353</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 5 jam + 2 jam. &#8220;Keinginan untuk menjadi orang lain, adalah penyia-nyiaan terhadap seorang Kamu.&#8221; Itu sebetulnya sebuah kalimat dalam bahasa Inggris, aku coba terjemahkan ke bahasa Indo kok agak aneh ya jadinya? Yang penting kamu ngerti kan maksudnya? Menjadi diri sendiri. Mungkin itu merupakan suatu patokan yang (terlalu banyak) dianut oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 5 jam + 2 jam. </em></p>
<p><em>&#8220;Keinginan untuk menjadi orang lain, adalah penyia-nyiaan terhadap seorang Kamu.&#8221;</em></p>
<p>Itu sebetulnya sebuah kalimat dalam bahasa Inggris, aku coba terjemahkan ke bahasa Indo kok agak aneh ya jadinya? Yang penting kamu ngerti kan maksudnya?</p>
<p>Menjadi diri sendiri. Mungkin itu merupakan suatu patokan yang (<em>terlalu banyak</em>) dianut oleh manusia modern, terutama di kalangan anak-anak muda. Dan parahnya, kadang pedoman &#8220;<em>be yourself&#8221;</em> itu kecampur aduk dengan yang namanya <strong>Keras Kepala</strong>.</p>
<p><span id="more-1353"></span>Misalnya, cewek yang luar biasa gemuknya, mengenakan T-Shirt ukuran Balita tanpa peduli apa kata orang, dan selalu berdalih &#8220;I j<em>ust be myself, I like this!</em>&#8221; &#8212; gimana aku gak ingin berkata &#8220;<em>That&#8217;s not yourself! Itu malah seperti babi yang dibalut daun bambu siap potong dijadikan Bakcang!&#8221;</em></p>
<p><em>Maaf kalau perkataanku terlalu vulgar, tapi ya mau gimana lagi</em>&#8230;</p>
<p>Dalam dunia persahabatan, karir dan rumah tangga, sering kita menemukan sosok seperti itu. Orang yang nggak mau diatur dan tidak mau diajak kompromi, terutama kalau melibatkan sebuah peraturan yang harus ditaati.</p>
<p>&#8220;<em><strong>I don&#8217;t give a shit, man&#8230;</strong>&#8220;</em></p>
<p>Contoh di dunia kerja yang paling sering aku temui disini adalah <em>harassment </em>atau <em>disrespect behavior. </em>Walaupun sudah tertulis dalam daftar peraturan di setiap tempat-tempat kerja, banyak orang yang kerap kali masih dengan bebasnya melontarkan guyonan-guyonan saru, rasis serta penggunaan kata f<em>uck, fuckin, fucker</em> yang terlalu berlebihan dalam percakapan sehari-hari.</p>
<p>Kalau ada yang tersinggung pasti berdalih &#8220;<em>Ah, sudah biasa lah yang begini, jangan dianggap serius</em>.&#8221;</p>
<p>Biarpun begitu, apa nggak bete coba kalau setiap saat selalu ngeliat orang-orang mengacungkan jari tengah mereka persis didepan hidungmu? <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>&#8220;<strong>This is who I am, you don&#8217;t like me, I don&#8217;t care</strong></em>.&#8221;</p>
<p>Pedoman orang-orang cuek biasanya begini. Aku juga dulu tipe begini sampai akhirnya beberapa keadaan memaksaku untuk berbelok sedikit dari gaya hidup seperti ini. Apa benar kita bisa berkata &#8220;<em>I don&#8217;t care about you</em>&#8221; kepada seseorang yang harus kita temui setiap hari di tempat kerja misalnya?</p>
<p>Ada suatu titik di dalam hidup kita dimana kita harus mulai belajar untuk saling berkompromi baik untuk kepentingan pribadi maupun bersama. Tujuannya apa? Ya berusaha untuk saling memuaskan kedua belah pihak. Kalau di dunia bisnis kesannya jadi kayak penjilat yah? Hahaha&#8230; kalau masalah penjilat sih tinggal masalah hati, kita sendiri yang tahu <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tetapi karena keterbatasan manusia, tentu saja memuaskan semua pihak itu hampir sesuatu yang nyaris mustahil. Di sinilah kemudian kita mulai masuk ke langkah selanjutnya setelah berkompromi, yaitu <strong>berkorban</strong>.</p>
<p><strong>Musyawarah untuk mufakat</strong>. Jaman sekarang, namanya mufakat kayaknya semakin langka untuk ditemui yah? Sedikit-sedikit demo, dan sistematis paling beradab sekalipun adalah melalui jalur pengambilan suara alias voting.</p>
<p>Manusia mulai berani untuk memperjuangkan idealisasinya dengan sedemikian bebasnya &#8212; selain persaingan yang semakin keras, pemahaman bahwa kemenangan mutlak adalah syarat utama untuk menunjukkan betapa hebatnya sebuah individu itu.</p>
<p>Aku heran kok banyak sekali orang yang terkagum-kagum melihat seseorang yang jago berdebat bersenjatakan ratusan alasan-alasan disertai pembuktian-pembuktian ilmiah, kalau sedang beradu mulut, mulai dari Youtube, Online Game sampai ke Layar Kaca. Padahal bagiku mereka itu malah seperti orang yang sulit untuk bergaul&#8230; dan menyebalkan.</p>
<p><strong>Bukan berdebat tapi berdiskusi.</strong></p>
<p>Perbedaannya kalau menurutku sih, sebuah <strong>debat</strong> adalah ketika seseorang ingin mempengaruhi lawannya untuk mengaku &#8220;<em>salah&#8221; </em>dan menganggapnya benar; sedangkan <strong>diskusi </strong>adalah ketika seseorang berniat dan siap untuk merubah sebuah pendirian, prinsip dan pendapatnya pribadi ketika mendengarkan lawan bicara mulai bersuara. Bukan berarti seorang yang plin-plan lho&#8230; tentu saja harus dipertimbangkan antara perlu atau tidaknya.</p>
<p>Daripada melontarkan argumen dan penyangkalan secara tegas, dalam diskusi biasanya kita memaparkan sebuah solusi dan alternatif untuk dibicarakan dan tawar menawar pasti terjadi, dengan kepala dingin tentunya. Pernahkah kamu ngelihat seorang pembeli berantem di pasar gara-gara seorang Nenek menolak untuk menjual 1 kg buah Jeruk seharga Rp. 100,- kepadanya?</p>
<p><em>Mungkin sih ada&#8230; tapi gila aja itu orang kalau sampai ada&#8230; <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p>Jadi, membabi-buta dengan sikap &#8220;<em>be yourself</em>&#8221; mungkin kurang baik juga untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan jati diri dan karakter seseorang itu terjadi terus menerus seumur hidup, terutama ketika kita terus menerus bertemu dengan orang-orang baru ke dalam hidup kita.</p>
<p>Karena hal yang perlu kita jaga dalam hidup ini adalah <strong>integritas diri</strong>&#8230; bukan <strong>gaya </strong>&amp;<strong> </strong><strong>gengsi</strong>.</p>
<p>&#8220;<em>Pokoknya gua harus mbantal 10 jam! Bodo amat lu besok mau naik apa, jalan kaki sana!&#8221;<br />
</em><em>*Brak!!!</em>* (<em>menggebrak meja dan meninggalkan ruangan<span style="font-style: normal;">). </span> </em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mukabantal/~4/qDuDc0WcHUI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/apa-urusanmu-kalau-aku-suka-mbantal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.mukabantal.com/2010/apa-urusanmu-kalau-aku-suka-mbantal/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Google Yang (Tidak) Tahu Segalanya</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mukabantal/~3/2rITnr0Y4FA/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/google-yang-tidak-tahu-segalanya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 04:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1321</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 5 jam 20 menit + 1 jam 15 menit. Asik tambah njlimet&#8230; Setujukah kamu kalau kita anggap Google adalah sosok terkuat di dunia ini? Setujukah kamu kalau kita anggap Google adalah sosok Tuhan di dunia ini? Yang mengetahui dan menjawab segalanya? &#8220;Ha? Googling aja sana&#8230; pasti ada jawabannya.&#8221; &#8211; sahut si Jono [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 5 jam 20 menit + 1 jam 15 menit. Asik tambah njlimet&#8230;</em></p>
<p><em><img class="alignnone size-full wp-image-1324" title="google_classic" src="http://www.mukabantal.com/wp-content/uploads/2010/06/google_classic.jpg" alt="" width="512" height="363" /></em></p>
<blockquote><p>Setujukah kamu kalau kita anggap Google adalah sosok terkuat di dunia ini?<br />
Setujukah kamu kalau kita anggap Google adalah sosok Tuhan di dunia ini?<br />
Yang mengetahui dan menjawab segalanya?</p></blockquote>
<p><em>&#8220;Ha? Googling aja sana&#8230; pasti ada jawabannya.&#8221; &#8211; </em>sahut si Jono enteng.</p>
<p><span id="more-1321"></span></p>
<p>Jawaban seperti di atas itu, entah sudah berapa ratus kali telah aku telan dengan telingaku ini. Jengkel nggak sih kalau setiap kali kita bertanya sesuatu kepada seseorang yang dengan mentahnya menjawab &#8220;<em>Cari aja di Google!</em>&#8221;</p>
<p>Meskipun kita benar-benar sudah memancarkan sebuah pandangan iba seraya memelas &#8212; &#8220;<em>Gua tanya elo, karena gua ga ketemu jawabannya di Google!</em>&#8221; &#8212; atau memang hanya sekedar <em>&#8220;Males ah!</em>&#8221;</p>
<p>Kadang kegagalan menemukan sebuah jawaban itu seringkali disebabkan karena kita kurang canggih saja dalam bermain <em>keywords</em>; dan itulah yang seringkali menjadi kendala bagiku untuk menemukan <strong><em>harta karun</em> </strong>yang tersimpan di dalam situs nomor satu di dunia itu.</p>
<p>Karena itulah aku sering jengkel sendiri kalau mendengar mereka yang menjawab &#8220;<em>Googling dong</em>&#8221; ketika mereka seharusnya bisa menuliskan jawaban itu kepadaku dalam waktu yang kurang dari <em>5 detik saja, </em>karena aku bahkan tidak tahu harus bertanya bagaimana kepada Google&#8230;. Lain hal-nya kalau memang sedang sibuk, atau dikarenakan oleh kesetaraan kebodohan kita saja&#8230; <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Padahal sebenarnya Google itu tidak memberikan sebuah jawaban. Dia hanyalah sebuah mesin pencari, yang mencarikan kamu jawaban dari seluruh penjuru dunia Internet. <strong>Yahoo!</strong> lah (<em>Yahoo! Answer</em>) yang justru kebanyakan menduduki peringkat teratas dari hasil pencarian Google dari hampir semua jenis pertanyaan terlontar.</p>
<p>Tapi ya, semenjak banyak yang nggak peduli dengan sistematisnya, ya sudah lah&#8230; ngapain diributin <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Banyak orang yang memuji kebesaran Google sebagai sebuah mesin pencari segala jawaban yang kamu ingin ketahui; yang kemudian membuatku bertanya-tanya&#8230;</p>
<p>&#8220;<strong>Ada nggak sih sebuah pertanyaan yang Google tidak mampu menemukan jawabannya?</strong>&#8221;</p>
<p><em>Nah, gimana menurutmu?</em></p>
<p><strong>Memang mungki</strong>n Google bisa memberikan jawaban terhadap pertanyaan seperti:</p>
<ul>
<li><em>&#8220;Ada berapa banyak Bantal di dunia ini?&#8221;</em></li>
<li><em>&#8220;Bantal apakah yang paling empuk di dunia ini? Dan di mana ia berada?&#8221;</em></li>
<li><em>&#8220;Siapakah nama penemu Bantal?&#8221;</em></li>
<li><em>&#8220;Berapa banyak Bantal bermotif kambing homo di dunia ini?&#8221;</em></li>
</ul>
<p><strong>Tetapi mungkinkah</strong> Google bisa memberikan sebuah penjelasan ilmiah? Kalau aku bertanya:</p>
<ul>
<li>&#8220;<em>Siapakah nama ayah dari anak ipar, suami/istrinya sang penemu Bantal dalam sejarah?</em>&#8220;</li>
<li><em>&#8220;Apakah perkataan dan pesan terakhir dari sang penemu Bantal sebelum dia meninggal?&#8221;</em></li>
<li><em>&#8220;Ada berapa banyak kerusakan Bantal yang disebabkan oleh Kecoak tahun 1927?&#8221;</em></li>
</ul>
<p>Hmm&#8230; Inti postingan ini sebetulnya bukan bermaksud ngejek Google, tapi nyindir kamu-kamu yang selalu spontan menyebut kata &#8220;<strong>Google</strong>&#8221; dengan sembarangan setiap kali dihadapkan dengan sebuah pertanyaan. Kalau tau mbok di jawab sebentar <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8212; kecuali kamu memang berniat menjalin komunikasi yang dingin dan tak acuh dengan para teman-temanmu yang nggak hobi <em>Googlingan</em> <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mukabantal/~4/2rITnr0Y4FA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/google-yang-tidak-tahu-segalanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.mukabantal.com/2010/google-yang-tidak-tahu-segalanya/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Jumlah Kesetiaan Di Balik Setiap Postingan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/mukabantal/~3/65Zc4nNWOVw/</link>
		<comments>http://www.mukabantal.com/2010/jumlah-kesetiaan-di-balik-setiap-postingan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 22:17:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dewa Bantal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mukabantal.com/?p=1302</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku mbantal 5 + 1,5 jam. Akhir-akhir ini aku sedang membiasakan mbantal siang lagi (1-2 jam setiap pulang kerja), biar malamnya nggak terlalu ngantuk ketika harus mengerjakan urusan yang gak-penting itu (dari postingan sebelumnya) *slentik* Nah, kurang tidur memang penyebab utama kantuk, dan kurang komentar juga bisa menjadi penyebab utama lesunya sebuah blog beraktifitas. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Semalam aku mbantal 5 + 1,5 jam.</em></p>
<p>Akhir-akhir ini aku sedang membiasakan <em>mbantal </em>siang lagi (<em>1-2 jam setiap pulang kerja</em>), biar malamnya nggak terlalu ngantuk ketika harus mengerjakan <em>urusan yang gak-penting</em> itu (<em>dari postingan sebelumnya</em>) *<em>slentik</em>*</p>
<p>Nah, kurang tidur memang penyebab utama kantuk, dan kurang komentar juga bisa menjadi penyebab utama lesunya sebuah blog beraktifitas.</p>
<p>Belakangan ini beberapa blog yang ku kunjungi sepertinya sedang asik membicarakan masalah<strong> jumlah komentar</strong> yang mereka tuai dari setiap postingan. Ada yang berbangga, menggerutu, tapi ada juga yang netral dan berusaha menganggapnya bukan sesuatu yang patut untuk diperjuangkan.</p>
<p>Kemudian aku memutuskan untuk nimbrung deh, <em>yuuuk&#8230;</em></p>
<p><em><span id="more-1302"></span></em></p>
<p><strong>Sebuah komentar</strong> bagiku adalah sebuah hadiah dan hiasan.</p>
<p>Aku menulis blog pada awalnya karena ingin menyuarakan isi kepalaku menjadi untaian kata di layar monitor ini. Untuk kalian yang sinis, ya anggap saja kalau aku pengen eksis gitu &#8212; gak papa, aku terima kok dengan hati <em>terbantal ^^</em></p>
<p>Nah, semakin lama tentu saja iming-iming dan ambisi menjadi populer itu ada. Mulai pengen dikenal oleh para blogger lain, ingin dikunjungin balik, dipuji dan diberi tepuk tangan&#8230; semuanya itu adalah menjadi satu paket yang diberi nama NARSIS. <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  <em>sadis banget.</em></p>
<p>Kemudian jalinan pertemanan mulai berkembang. Aku kenal Si A, B, C dan D, dan menemukan banyak sekali tulisan yang menyenangkan untuk dinikmati, walau aku bukan penggemar Novel ataupun Surat Kabar (<em>sama sekali</em>). Kegiatan silaturahmi dan tukar menukar komentarpun menjadi lazim.</p>
<p>Setelah itu aku juga mulai mengetahui bahwa ada Si E, F, G dan H yang <strong>nggak pernah</strong> meninggalkan jejak komentar, sebagai <strong>pembaca pasif </strong>yang hanya menyapaku melalui E<em>mail, Twitter </em>maupun M<em>essenger</em> mengenai postingan terbaruku, entah itu hanya tertawa, menyindir, mengkritik maupun berdiskusi.</p>
<p>Dan biasanya pembaca pasif itu justru adalah mereka yang membaca setiap tulisanku secara detil, gak pake joged-joged, lompat tinggi, apalagi lompat jauh (<em>langsung sampe akhir</em>).</p>
<p>Entah apa yang menyebabkan hal itu, aku juga nggak tahu&#8230; <em>sudah dari sononya kali ya?</em></p>
<p><strong>Tetapi <span style="font-weight: normal;">bu</span></strong>kan berarti aku menganggap yang suka berkomentar gak pernah baca postingan orang sampai tuntas lho ya&#8230; <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Inti dari postingan kali ini adalah tentang sikapku terhadap jumlah komentar yang aku dapatkan, sejalan dengan semangatku untuk ngeblog.</p>
<blockquote><p>Aku nggak terlalu pusing dengan jumlah komentar yang kudapat, karena aku menulis untuk para pembaca&#8230; bukan untuk para penulis, apalagi untuk mesin.</p></blockquote>
<p>Semenjak aku menerima beberapa tanggapan dari Si E, F, G dan H tadi, aku sadar kalau mereka selalu hadir walaupun di sebuah postingan yang tanpa komentar sekalipun. Kehadiran mereka itu terasa spesial bagiku.</p>
<p>Hasilnya, semenjak saat itu, setiap kali aku akan menuliskan sesuatu&#8230; aku selalu berpikir demikian:</p>
<p>&#8220;<em>Saat tulisan ini ku terbitkan&#8230; aku tahu dan yakin, kalau sedikitnya paling tidak ada 5 orang yang akan benar-benar membaca dan menikmati tulisan ini.</em>&#8221;</p>
<p>Nah, aku menulis untuk mereka. Para pembaca <img src='http://www.mukabantal.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8211; dan tentu saja kemudian untuk kalian para komentator, yang memang dateng kesini niatnya membaca, bukan untuk nge-<em>bully </em>aku yang lugu ini. Cuih~ Apalagi jualan video bokepnya <em>Ariporn</em>,<em>Cut Taporn</em> dan <em>Luporn Maya</em> ituh&#8230;</p>
<p>Jadi tips dari <strong>Dewa Bantal</strong> buat kalian yang moodnya berantakan karena sepi komentar dan jadi males ngeblog:</p>
<blockquote><p>Carilah tahu, siapa di antara teman-temanmu yang benar-benar bisa membaca dan menikmati setiap tulisanmu. Hitung ada berapa, dan menulislah untuk mereka.</p></blockquote>
<p><strong>Peringatan</strong>: Tips ini nggak manjur buat orang serakah&#8230;</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/mukabantal/~4/65Zc4nNWOVw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mukabantal.com/2010/jumlah-kesetiaan-di-balik-setiap-postingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.mukabantal.com/2010/jumlah-kesetiaan-di-balik-setiap-postingan/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

