<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muslimah.or.id</title>
	<atom:link href="https://muslimah.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muslimah.or.id/</link>
	<description>Menggapai Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Jul 2026 07:59:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2024/10/Favicon-Muslimahorid-75x75.webp</url>
	<title>Muslimah.or.id</title>
	<link>https://muslimah.or.id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Belajar Menjadi Istri yang Pandai Bersyukur (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslimah.or.id/34201-belajar-menjadi-istri-yang-pandai-bersyukur-bag-2.html</link>
					<comments>https://muslimah.or.id/34201-belajar-menjadi-istri-yang-pandai-bersyukur-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nurur Rohmah Azzahra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2026 04:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga dan Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimah.or.id/?p=34201</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hubungan bersyukur kepada manusia dan Allah ​Kewajiban bersyukur kepada suami bersifat berkelanjutan (kontinu), karena setiap hari seorang istri membutuhkan suaminya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ​لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ ​“Tidak dikatakan bersyukur kepada Allah orang yang tidak tahu berterima kasih kepada manusia.” (HR. Abu Dawud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954. Disahihkan oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslimah.or.id/34201-belajar-menjadi-istri-yang-pandai-bersyukur-bag-2.html" data-wpel-link="internal" target="_self" rel="follow">Belajar Menjadi Istri yang Pandai Bersyukur (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslimah.or.id" data-wpel-link="internal" target="_self" rel="follow">Muslimah.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslimah.or.id/34201-belajar-menjadi-istri-yang-pandai-bersyukur-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Menjadi Istri yang Pandai Bersyukur (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslimah.or.id/34199-belajar-menjadi-istri-yang-pandai-bersyukur-bag-1.html</link>
					<comments>https://muslimah.or.id/34199-belajar-menjadi-istri-yang-pandai-bersyukur-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nurur Rohmah Azzahra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 04:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga dan Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimah.or.id/?p=34199</guid>

					<description><![CDATA[<p>​Sebab terbesar wanita masuk neraka ​Perlu kita ketahui bersama bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwasanya banyak wanita yang tidak pandai bersyukur terhadap suaminya, kemudian mengingkari kebaikan-kebaikan sang suami. Akhirnya, sikap tersebut menjadi sebab terbesar mereka terjerumus ke dalam neraka Jahanam. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, ​يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslimah.or.id/34199-belajar-menjadi-istri-yang-pandai-bersyukur-bag-1.html" data-wpel-link="internal" target="_self" rel="follow">Belajar Menjadi Istri yang Pandai Bersyukur (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslimah.or.id" data-wpel-link="internal" target="_self" rel="follow">Muslimah.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslimah.or.id/34199-belajar-menjadi-istri-yang-pandai-bersyukur-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membantah Tuduhan Pedofilia terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslimah.or.id/34197-membantah-tuduhan-pedofilia-terhadap-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam-bag-2.html</link>
					<comments>https://muslimah.or.id/34197-membantah-tuduhan-pedofilia-terhadap-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Triani Pradinaputri]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2026 04:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga dan Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimah.or.id/?p=34197</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Aisyah radhiyallahu ‘anha Lebih dari sekedar cinta, Nabi menikahi Aisyah karena beberapa sebab, yaitu: Karena perintah langsung dari Allah Sebab terkuat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Aisyah adalah karena perintah dari Allah langsung. Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أُرِيتُكِ فِي الْمَنَامِ مَرَّتَيْنِ، إِذَا رَجُلٌ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslimah.or.id/34197-membantah-tuduhan-pedofilia-terhadap-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam-bag-2.html" data-wpel-link="internal" target="_self" rel="follow">Membantah Tuduhan Pedofilia terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslimah.or.id" data-wpel-link="internal" target="_self" rel="follow">Muslimah.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslimah.or.id/34197-membantah-tuduhan-pedofilia-terhadap-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membantah Tuduhan Pedofilia terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslimah.or.id/34195-membantah-tuduhan-pedofilia-terhadap-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam-bag-1.html</link>
					<comments>https://muslimah.or.id/34195-membantah-tuduhan-pedofilia-terhadap-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Triani Pradinaputri]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 04:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga dan Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimah.or.id/?p=34195</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menurut banyak penentang Islam dari kalangan Yahudi, Kristen, dan Hindu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang penyimpang seksual dan pedofil karena beliau menikah dengan Aisyah pada usia 6 tahun dan satu rumah dengannya pada usia 9 tahun. (Teeluckdharry, 2025). Mereka melayangkan tuduhan tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, أَنَّ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslimah.or.id/34195-membantah-tuduhan-pedofilia-terhadap-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam-bag-1.html" data-wpel-link="internal" target="_self" rel="follow">Membantah Tuduhan Pedofilia terhadap Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslimah.or.id" data-wpel-link="internal" target="_self" rel="follow">Muslimah.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslimah.or.id/34195-membantah-tuduhan-pedofilia-terhadap-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menimbang Praktik Poligami Diam-Diam dan Nikah Siri (Bag. 3)</title>
		<link>https://muslimah.or.id/34203-menimbang-praktik-poligami-diam-diam-dan-nikah-siri-bag-3.html</link>
					<comments>https://muslimah.or.id/34203-menimbang-praktik-poligami-diam-diam-dan-nikah-siri-bag-3.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nurur Rohmah Azzahra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 04:00:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga dan Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimah.or.id/?p=34203</guid>

					<description><![CDATA[<p>​Solusi syar’i bagi yang terlanjur memiliki kecondongan, namun belum mampu Bagi seorang pria Muslim yang di dalam hatinya telah terlanjur tumbuh keinginan kuat untuk menikah lagi atau merasakan adanya kecondongan emosional yang besar kepada wanita lain, namun setelah mengukur diri ia menyadari belum memiliki kemampuan yang mumpuni secara utuh—baik aspek fisik, mental, finansial, kepemimpinan, maupun [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslimah.or.id/34203-menimbang-praktik-poligami-diam-diam-dan-nikah-siri-bag-3.html" data-wpel-link="internal" target="_self" rel="follow">Menimbang Praktik Poligami Diam-Diam dan Nikah Siri (Bag. 3)</a> appeared first on <a href="https://muslimah.or.id" data-wpel-link="internal" target="_self" rel="follow">Muslimah.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslimah.or.id/34203-menimbang-praktik-poligami-diam-diam-dan-nikah-siri-bag-3.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menimbang Praktik Poligami Diam-Diam dan Nikah Siri (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslimah.or.id/34180-menimbang-praktik-poligami-diam-diam-dan-nikah-siri-bag-2.html</link>
					<comments>https://muslimah.or.id/34180-menimbang-praktik-poligami-diam-diam-dan-nikah-siri-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nurur Rohmah Azzahra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 04:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga dan Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimah.or.id/?p=34180</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tinjauan secara etika dan sunah mengumumkan pernikahan Meskipun Syekh al-‘Utsaimin menyatakan izin istri pertama bukan syarat sah, beliau memberikan catatan penting dari sudut pandang adab (etika) Islam. Beliau menyatakan bahwa sepatutnya seorang suami tetap bermusyawarah dan berupaya meyakinkan istri pertamanya hingga hatinya tenang, serta menjelaskan hikmah atau alasan logis di balik keputusan tersebut. Tujuannya adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslimah.or.id/34180-menimbang-praktik-poligami-diam-diam-dan-nikah-siri-bag-2.html" data-wpel-link="internal" target="_self" rel="follow">Menimbang Praktik Poligami Diam-Diam dan Nikah Siri (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslimah.or.id" data-wpel-link="internal" target="_self" rel="follow">Muslimah.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslimah.or.id/34180-menimbang-praktik-poligami-diam-diam-dan-nikah-siri-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menimbang Praktik Poligami Diam-Diam dan Nikah Siri (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslimah.or.id/34151-menimbang-praktik-poligami-diam-diam-dan-nikah-siri-bag-1.html</link>
					<comments>https://muslimah.or.id/34151-menimbang-praktik-poligami-diam-diam-dan-nikah-siri-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nurur Rohmah Azzahra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2026 04:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keluarga dan Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslimah.or.id/?p=34151</guid>

					<description><![CDATA[<p>Poligami merupakan salah satu syariat dalam Islam yang memiliki landasan hukum berdasarkan Al-Quran dan As-Sunah. Namun, dalam dinamika sosial, sering kali terjadi distorsi besar dalam penerapannya. Salah satu fenomena yang paling disorot adalah praktik poligami yang dilakukan secara diam-diam (tanpa sepengetahuan istri pertama) dan dilaksanakan melalui mekanisme nikah siri (pernikahan di bawah tangan tanpa pencatatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslimah.or.id/34151-menimbang-praktik-poligami-diam-diam-dan-nikah-siri-bag-1.html" data-wpel-link="internal" target="_self" rel="follow">Menimbang Praktik Poligami Diam-Diam dan Nikah Siri (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslimah.or.id" data-wpel-link="internal" target="_self" rel="follow">Muslimah.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslimah.or.id/34151-menimbang-praktik-poligami-diam-diam-dan-nikah-siri-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
