<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muslim.or.id</title>
	<atom:link href="https://muslim.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muslim.or.id/</link>
	<description>Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jun 2026 02:40:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-Favicon-muslimorid-32x32.webp</url>
	<title>Muslim.or.id</title>
	<link>https://muslim.or.id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penjelasan Kitab Ta&#8217;jilun Nada (Bag. 32): Rahasia Fi‘il Setelah أَنْ Kadang Marfu’, Kadang Manshub</title>
		<link>https://muslim.or.id/113887-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-32.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-32</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113887-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-32.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rafi Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 04:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bahasa Arab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113887</guid>

					<description><![CDATA[<p>Huruf أَنْ dalam ilmu nahwu memiliki beberapa keadaan dan hukum yang berbeda. Terkadang fi‘il mudhari’ setelahnya dibaca marfu’, dan terkadang dibaca manshub. Pembahasan ini menjelaskan perbedaan tersebut beserta contoh-contohnya dalam Al-Qur’an dan penjelasan para ulama nahwu. Keadaan pertama Keadaan pertama terjadi ketika huruf أَنْ didahului oleh kata-kata yang menunjukkan makna yakin dan kepastian terjadinya sesuatu. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113887-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-32.html">Penjelasan Kitab Ta&#8217;jilun Nada (Bag. 32): Rahasia Fi‘il Setelah أَنْ Kadang Marfu’, Kadang Manshub</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113887-penjelasan-kitab-tajilun-nada-bag-32.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Allah Inginkan dari Ibadah Kurban Kita? (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113981-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113981-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 04:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113981</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kurban mengajarkan tauhid dan keikhlasan karena Allah Para ulama salaf terdahulu mempelajari niat sebelum beramal sebagaimana seseorang mempelajari hakikat amal itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa urgensi niat harus dilandasi ikhlas karena Allah dalam setiap amal perbuatan. Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah pernah berkata, ما عالجت شيئًا أشدَّ عليَّ من نيتي، لأنها تتقلب عليَّ “Tidak ada sesuatu yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113981-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-2.html">Apa yang Allah Inginkan dari Ibadah Kurban Kita? (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113981-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Allah Inginkan dari Ibadah Kurban Kita? (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113979-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113979-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 04:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113979</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara syariat agung dalam Islam adalah ibadah yang dilaksanakan pada waktu tertentu sebagai bentuk ketundukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Salah satunya ialah ibadah kurban (udh-hiyah), yang memiliki keutamaan besar serta hikmah yang berkaitan dengan keimanan, pendidikan, dan kehidupan sosial. Namun, banyak orang mulai melupakan hakikat utama dari ibadah kurban. Kurban sering dipandang sekadar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113979-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-1.html">Apa yang Allah Inginkan dari Ibadah Kurban Kita? (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113979-apa-yang-allah-inginkan-dari-ibadah-kurban-kita-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesibukan yang Menipu Prioritas: Terjerat Aktivitas, Terlupa Kewajiban</title>
		<link>https://muslim.or.id/113776-kesibukan-yang-menipu-prioritas-terjerat-aktivitas-terlupa-kewajiban.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kesibukan-yang-menipu-prioritas-terjerat-aktivitas-terlupa-kewajiban</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113776-kesibukan-yang-menipu-prioritas-terjerat-aktivitas-terlupa-kewajiban.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 May 2026 04:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113776</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam hidup ini, semua orang pasti memiliki kesibukan. Namun, tidak semua kesibukan itu bernilai di sisi Allah Ta&#8217;ala. Seorang muslim memiliki ciri khas yang membedakannya. Ia tidak hanya sibuk, tetapi sibuk dengan arah, sibuk dengan panduan, serta sibuk dengan sesuatu yang bernilai untuk akhiratnya. Ia memahami bahwa hidup di dunia bukan sekadar aktivitas tanpa tujuan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113776-kesibukan-yang-menipu-prioritas-terjerat-aktivitas-terlupa-kewajiban.html">Kesibukan yang Menipu Prioritas: Terjerat Aktivitas, Terlupa Kewajiban</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113776-kesibukan-yang-menipu-prioritas-terjerat-aktivitas-terlupa-kewajiban.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kembalinya Wahyu dan Awal Dakwah Sembunyi-Sembunyi</title>
		<link>https://muslim.or.id/113956-kembalinya-wahyu-dan-awal-dakwah-sembunyi-sembunyi.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kembalinya-wahyu-dan-awal-dakwah-sembunyi-sembunyi</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113956-kembalinya-wahyu-dan-awal-dakwah-sembunyi-sembunyi.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Rianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 04:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jejak Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113956</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pengangkatan Rasulullah ﷺ sebagai seorang Nabi dan Rasul merupakan peristiwa agung dalam sejarah manusia. Setelah wahyu pertama turun di Gua Hira’ (حراء), yaitu permulaan surah al-’Alaq, wahyu sempat terhenti untuk beberapa waktu sehingga membuat beliau ﷺ risau. Pada artikel ini, kita akan membahas kembalinya wahyu, turunnya surah al-Muddatstsir, dan awal dakwah Islam secara sembunyi-sembunyi. Masa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113956-kembalinya-wahyu-dan-awal-dakwah-sembunyi-sembunyi.html">Kembalinya Wahyu dan Awal Dakwah Sembunyi-Sembunyi</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113956-kembalinya-wahyu-dan-awal-dakwah-sembunyi-sembunyi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hukum Affiliate di Marketplace dengan Komisi yang Tidak Jelas (Majhul)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113904-hukum-affiliate-di-marketplace-dengan-komisi-yang-tidak-jelas-majhul.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hukum-affiliate-di-marketplace-dengan-komisi-yang-tidak-jelas-majhul</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113904-hukum-affiliate-di-marketplace-dengan-komisi-yang-tidak-jelas-majhul.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Junaidi, S.H., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 04:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113904</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bisnis affiliate marketing kini menjadi salah satu model penghasilan digital yang paling diminati. Cara kerjanya sederhana: seseorang mempromosikan produk melalui tautan khusus, dan bila ada pembeli yang bertransaksi melalui tautan tersebut, ia mendapat komisi. Namun di balik kemudahannya, muncul pertanyaan serius dari sisi fikih: bagaimana jika besaran komisi tidak jelas, tidak pasti, bahkan terkadang tidak diterima sama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113904-hukum-affiliate-di-marketplace-dengan-komisi-yang-tidak-jelas-majhul.html">Hukum Affiliate di Marketplace dengan Komisi yang Tidak Jelas (Majhul)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113904-hukum-affiliate-di-marketplace-dengan-komisi-yang-tidak-jelas-majhul.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teks Khotbah Jumat: Obat Penenang Tatkala Harga Menjulang</title>
		<link>https://muslim.or.id/113902-teks-khotbah-jumat-obat-penenang-tatkala-harga-menjulang.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=teks-khotbah-jumat-obat-penenang-tatkala-harga-menjulang</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113902-teks-khotbah-jumat-obat-penenang-tatkala-harga-menjulang.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 04:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Adab dan Akhlak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113902</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagian penting yang patut kita yakini bahwa rezeki kita telah ditentukan oleh Allah. Jatah rezeki yang Allah tetapkan tidak akan bertambah maupun berkurang.</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113902-teks-khotbah-jumat-obat-penenang-tatkala-harga-menjulang.html">Teks Khotbah Jumat: Obat Penenang Tatkala Harga Menjulang</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113902-teks-khotbah-jumat-obat-penenang-tatkala-harga-menjulang.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepuluh Wasiat Agung dari Surah Al-An’am (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113900-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113900-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 04:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113900</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wasiat keenam, menjaga harta anak yatim Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan wasiat yang keenam, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, وَلَا تَقْرَبُوا۟ مَالَ ٱلْيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُۥ ۖ “Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa.” (QS. Al-An’am: 152) Ayat ini mengajarkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113900-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-2.html">Sepuluh Wasiat Agung dari Surah Al-An’am (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113900-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bulan-Bulan Haram dan Ladang Amal</title>
		<link>https://muslim.or.id/114145-bulan-bulan-haram-dan-ladang-amal.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bulan-bulan-haram-dan-ladang-amal</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114145-bulan-bulan-haram-dan-ladang-amal.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 04:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114145</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berakhirnya bulan Syawal adalah gerbang menuju fase untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan berikutnya. Tentunya, seorang mukmin tidak menjadikan ibadah sebagai musiman, tetapi sebagai napas kehidupan yang terus berlanjut.</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114145-bulan-bulan-haram-dan-ladang-amal.html">Bulan-Bulan Haram dan Ladang Amal</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114145-bulan-bulan-haram-dan-ladang-amal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beberapa Kesalahan Terkait Wukuf di Arafah</title>
		<link>https://muslim.or.id/114009-beberapa-kesalahan-terkait-wukuf-di-arafah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=beberapa-kesalahan-terkait-wukuf-di-arafah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/114009-beberapa-kesalahan-terkait-wukuf-di-arafah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Luqman Hasan Nahari]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 04:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=114009</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ibadah haji bagi kebanyakan kaum muslimin mungkin hanya dapat dilaksanakan sekali seumur hidup. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap jemaah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar dapat menunaikan haji sesuai sunah dan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Setiap orang tentu berharap hajinya diterima sebagai haji yang mabrur dan dosa-dosanya diampuni. Hal ini sangat wajar, karena pahala [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/114009-beberapa-kesalahan-terkait-wukuf-di-arafah.html">Beberapa Kesalahan Terkait Wukuf di Arafah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/114009-beberapa-kesalahan-terkait-wukuf-di-arafah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Penting Saat Wukuf di Arafah</title>
		<link>https://muslim.or.id/113998-catatan-penting-saat-wukuf-di-arafah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=catatan-penting-saat-wukuf-di-arafah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113998-catatan-penting-saat-wukuf-di-arafah.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dr. Adika Mianoki, Sp.S.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 04:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Ibadah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113998</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari Arafah adalah hari yang penuh keutamaan dan merupakan hari terbaik untuk berdoa. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait ibadah wukuf dan berdoa di hari yang agung ini, khususnya bagi para jemaah haji. Di antara hal penting yang harus diperhatikan adalah: Pertama: Disunahkan pada hari ini bagi seorang muslim untuk memperbanyak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113998-catatan-penting-saat-wukuf-di-arafah.html">Catatan Penting Saat Wukuf di Arafah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113998-catatan-penting-saat-wukuf-di-arafah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Al-Imam Ath-Thabarani (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113772-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113772-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 04:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113772</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kebersihannya dari tuduhan ahli bid‘ah Imam Abu Al-Qasim Ath-Thabarani رحمه الله terbebas dari tuduhan yang dialamatkan kepadanya oleh sebagian ahli bid‘ah dan kelompok yang menyimpang. Beliau adalah seorang yang mengikuti jejak para imam dan salafus shalih sebelumnya. Para pelaku bid‘ah dan orang-orang yang menyelisihinya sebenarnya sangat ingin mendapatkan sanad yang tinggi (&#8216;uluww al-isnad) serta banyaknya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113772-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-2.html">Biografi Al-Imam Ath-Thabarani (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113772-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Al-Imam Ath-Thabarani (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113770-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113770-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 04:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113770</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nama Beliau adalah Imam, Al-Hafizh, tsiqah (orang yang terpercaya), pengembara yang banyak bepergian, ahli perjalanan, muhaddits besar Islam, sisa generasi salaf, di antara tokoh yang berumur panjang, Abu Al-Qasim Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub bin Muthir Al-Lakhmi, Asy-Syami, Ath-Thabarani. Nasabnya Al-Lakhmi adalah nisbah kepada Lakhm, yaitu salah satu kabilah Arab yang berasal dari Yaman, kemudian [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113770-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-1.html">Biografi Al-Imam Ath-Thabarani (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113770-biografi-al-imam-ath-thabarani-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepuluh Wasiat Agung dari Surah Al-An’am (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113768-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113768-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 04:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113768</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sangat agung yang terdapat di dalam Al-Qur’an adalah sepuluh wasiat Allah di dalam Surah Al-An’am ayat 151–153. Para ulama menyebut ayat-ayat ini sebagai al-washaya al-‘asyrah atau sepuluh wasiat. Disebut demikian karena kandungannya mencakup prinsip-prinsip dasar dalam akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak. Wasiat-wasiat ini tidak hanya mengatur hubungan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113768-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-1.html">Sepuluh Wasiat Agung dari Surah Al-An’am (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113768-sepuluh-wasiat-agung-dari-surah-al-anam-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kaidah Fikih: Keyakinan Tidak Dapat Dihilangkan oleh Keraguan (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113766-kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113766-kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 04:00:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113766</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kaidah fikih ini merupakan kaidah kubra kedua yang disebutkan oleh para ulama. Kaidah ini berbunyi, اليَقِيْنُ لَا يَزُوْلُ بِالشَّكِ “Keyakinan tidak dapat dihilangkan oleh keraguan.” Tentang kaidah ini Di antara ulama yang membawakan kaidah ini adalah Al-Imam Abu Hanifah rahimahullah dalam bentuk lafaz yang berbeda, namun senada dalam makna. Dinukil dari kitab Ta’sis An-Nadzar karya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113766-kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-1.html">Kaidah Fikih: Keyakinan Tidak Dapat Dihilangkan oleh Keraguan (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113766-kaidah-fikih-keyakinan-tidak-dapat-dihilangkan-oleh-keraguan-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masa Kecil dan Remaja Rasulullah: Dari Asuhan Halimah Hingga Perang Fijar</title>
		<link>https://muslim.or.id/113764-masa-kecil-dan-remaja-rasulullah-dari-asuhan-halimah-hingga-perang-fijar.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=masa-kecil-dan-remaja-rasulullah-dari-asuhan-halimah-hingga-perang-fijar</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113764-masa-kecil-dan-remaja-rasulullah-dari-asuhan-halimah-hingga-perang-fijar.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Rianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 04:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah sebelumnya membahas kisah kelahiran dan masa penyusuan Rasulullah ﷺ, kini kita beralih pada fase masa kecil dan remaja beliau ﷺ. Pada fase ini, terdapat berbagai kisah yang mengharukan sekaligus menakjubkan. Halimah meminta izin kepada Aminah Setelah sekian lama Nabi Muhammad tinggal di perkampungan Bani Sa’d, tibalah masanya Halimah mengantarkan beliau kepada ibunya untuk memulangkannya. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113764-masa-kecil-dan-remaja-rasulullah-dari-asuhan-halimah-hingga-perang-fijar.html">Masa Kecil dan Remaja Rasulullah: Dari Asuhan Halimah Hingga Perang Fijar</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113764-masa-kecil-dan-remaja-rasulullah-dari-asuhan-halimah-hingga-perang-fijar.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah An-Nazi&#8217;at (Bag. 3): Hiburan Kepada Rasulullah dengan Kisah Nabi Musa</title>
		<link>https://muslim.or.id/113749-tafsir-surah-an-naziat-bag-3.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-an-naziat-bag-3</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113749-tafsir-surah-an-naziat-bag-3.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2026 04:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113749</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada kesempatan sebelumnya, kita telah membaca bahwa orang-orang musyrik Quraisy mendustakan hari kiamat, bahkan mereka mengolok-ngolok hari tersebut, juga mengolok-ngolok Rasulullah. Allah menurunkan surah An-Nazi&#8217;at ayat 15 sampai 26 sebagai tasliyah atau hiburan bagi Rasulullah, bahwa bukan hanya beliau yang diolok-olok oleh obyek dakwahnya, para Nabi terdahulu juga dihina oleh obyek dakwahnya. Namun pada akhirnya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113749-tafsir-surah-an-naziat-bag-3.html">Tafsir Surah An-Nazi&#8217;at (Bag. 3): Hiburan Kepada Rasulullah dengan Kisah Nabi Musa</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113749-tafsir-surah-an-naziat-bag-3.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Kaidah: &#8220;Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan&#8221;?</title>
		<link>https://muslim.or.id/113731-benarkah-kaidah-semakin-banyak-ilmu-semakin-sedikit-menyalahkan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=benarkah-kaidah-semakin-banyak-ilmu-semakin-sedikit-menyalahkan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113731-benarkah-kaidah-semakin-banyak-ilmu-semakin-sedikit-menyalahkan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulian Purnama, S.Kom.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 04:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113731</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tersebar di tengah masyarakat perkataan: “Semakin banyak ilmu, akan semakin sedikit menyalahkan.” Kaidah tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ قَلَّ إِنْكَارُهُ &#8220;Siapa yang banyak ilmunya, akan sedikit pengingkarannya.&#8221; Apakah perkataan ini benar? Kita bahas dalam beberapa poin berikut ini: Pertama, perkataan ini bukanlah ayat Al-Qur&#8217;an, bukan hadis Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam, dan bukan pula [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113731-benarkah-kaidah-semakin-banyak-ilmu-semakin-sedikit-menyalahkan.html">Benarkah Kaidah: &#8220;Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan&#8221;?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113731-benarkah-kaidah-semakin-banyak-ilmu-semakin-sedikit-menyalahkan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjawab Syubhat: &#8220;Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil&#8221;</title>
		<link>https://muslim.or.id/113729-menjawab-syubhat-jika-perkataan-ulama-bukan-dalil-perkataan-kamu-lebih-bukan-dalil.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menjawab-syubhat-jika-perkataan-ulama-bukan-dalil-perkataan-kamu-lebih-bukan-dalil</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113729-menjawab-syubhat-jika-perkataan-ulama-bukan-dalil-perkataan-kamu-lebih-bukan-dalil.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulian Purnama, S.Kom.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2026 04:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113729</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terkadang ketika kita menasihati seseorang untuk tidak taklid buta kepada pendapat ulama dan kembali kepada dalil Al-Qur&#8217;an dan As-Sunah, biasanya ada yang berceloteh: “Jika perkataan ulama bukan dalil, perkataan kamu lebih bukan dalil!” Maka kita jawab syubhat ini dalam beberapa poin: Pertama, kentara sekali perkataan ini ingin memaksakan bahwa perkataan ulama harus dianggap sebagai dalil. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113729-menjawab-syubhat-jika-perkataan-ulama-bukan-dalil-perkataan-kamu-lebih-bukan-dalil.html">Menjawab Syubhat: &#8220;Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil&#8221;</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113729-menjawab-syubhat-jika-perkataan-ulama-bukan-dalil-perkataan-kamu-lebih-bukan-dalil.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelecehan Seksual Sebagai Kegagalan Peradaban: Bagaimana Syariat Islam Menyikapinya?</title>
		<link>https://muslim.or.id/113681-pelecehan-seksual-sebagai-kegagalan-peradaban-bagaimana-syariat-islam-menyikapinya.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pelecehan-seksual-sebagai-kegagalan-peradaban-bagaimana-syariat-islam-menyikapinya</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113681-pelecehan-seksual-sebagai-kegagalan-peradaban-bagaimana-syariat-islam-menyikapinya.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2026 04:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113681</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelecehan seksual bukan fenomena baru. Ia sudah ada sejak lama. Yang berubah hanya caranya dikemas. Dulu ditutup dengan nama adat atau tradisi. Sekarang bahkan ada yang membungkusnya dengan narasi kebebasan dan ekspresi diri. Lebih rapi, tapi sama rusaknya. Di tengah banyaknya kampanye perlindungan perempuan, peradaban modern masih gagal menyelesaikannya. Angka kasus terus naik, pelaku sering [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113681-pelecehan-seksual-sebagai-kegagalan-peradaban-bagaimana-syariat-islam-menyikapinya.html">Pelecehan Seksual Sebagai Kegagalan Peradaban: Bagaimana Syariat Islam Menyikapinya?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113681-pelecehan-seksual-sebagai-kegagalan-peradaban-bagaimana-syariat-islam-menyikapinya.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teks Khotbah Jumat: Peringatan Keras Islam bagi Sikap Mujaharah (Terang-Terangan Bermaksiat)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113722-teks-khotbah-jumat-peringatan-keras-islam-bagi-sikap-mujaharah-terang-terangan-bermaksiat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=teks-khotbah-jumat-peringatan-keras-islam-bagi-sikap-mujaharah-terang-terangan-bermaksiat</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113722-teks-khotbah-jumat-peringatan-keras-islam-bagi-sikap-mujaharah-terang-terangan-bermaksiat.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 04:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Adab dan Akhlak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113722</guid>

					<description><![CDATA[<p>Khotbah pertama إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ قَالَ اللَّهُ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113722-teks-khotbah-jumat-peringatan-keras-islam-bagi-sikap-mujaharah-terang-terangan-bermaksiat.html">Teks Khotbah Jumat: Peringatan Keras Islam bagi Sikap Mujaharah (Terang-Terangan Bermaksiat)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113722-teks-khotbah-jumat-peringatan-keras-islam-bagi-sikap-mujaharah-terang-terangan-bermaksiat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kaidah Fikih: Dampak Menyegerakan Hak Sebelum Waktunya</title>
		<link>https://muslim.or.id/113635-kaidah-fikih-dampak-menyegerakan-hak-sebelum-waktunya.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kaidah-fikih-dampak-menyegerakan-hak-sebelum-waktunya</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113635-kaidah-fikih-dampak-menyegerakan-hak-sebelum-waktunya.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2026 04:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113635</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembahasan tentang kaidah fikih kali ini masih berpijak pada kaidah kubra yang berbunyi, الأُمُوْرُ بِمَقَاصِدِهَا “Segala sesuatu tergantung tujuannya.” Kaidah berikut ini adalah kaidah yang pembahasannya dikategorikan oleh para ulama termasuk dalam kadiah kubra tentang masalah niat. Namun, kaidah ini merupakan kaidah pengecualian dari kaidah kubra di atas. Kaidah ini berbunyi, مَنِ اسْتَعْجَلَ شَيْئًا قَبْلَ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113635-kaidah-fikih-dampak-menyegerakan-hak-sebelum-waktunya.html">Kaidah Fikih: Dampak Menyegerakan Hak Sebelum Waktunya</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113635-kaidah-fikih-dampak-menyegerakan-hak-sebelum-waktunya.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penguasa adalah Cerminan Rakyatnya: Sebuah Sebab Syar&#8217;i yang Wajib Kita Yakini</title>
		<link>https://muslim.or.id/113624-penguasa-adalah-cerminan-rakyatnya-sebuah-sebab-syari-yang-wajib-kita-yakini.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=penguasa-adalah-cerminan-rakyatnya-sebuah-sebab-syari-yang-wajib-kita-yakini</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113624-penguasa-adalah-cerminan-rakyatnya-sebuah-sebab-syari-yang-wajib-kita-yakini.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 04:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113624</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita sering marah melihat pemimpin yang zalim, korup, dan jauh dari keadilan. Reaksi pertama yang muncul biasanya adalah menuding, mencaci, bahkan menuntut penguasa diganti. Wajar memang. Tapi, Islam punya cara pandang yang lebih jujur dalam membaca realitas ini. Islam tidak membela penguasa zalim. Tapi Islam mengajarkan sesuatu yang lebih dalam, bahwa kondisi pemimpin suatu kaum [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113624-penguasa-adalah-cerminan-rakyatnya-sebuah-sebab-syari-yang-wajib-kita-yakini.html">Penguasa adalah Cerminan Rakyatnya: Sebuah Sebab Syar&#8217;i yang Wajib Kita Yakini</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113624-penguasa-adalah-cerminan-rakyatnya-sebuah-sebab-syari-yang-wajib-kita-yakini.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Hadiah (Bag. 2): Politik Uang, Hadiah atau Sogokan?</title>
		<link>https://muslim.or.id/113590-fikih-hadiah-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-hadiah-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113590-fikih-hadiah-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Idris, Lc.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 04:00:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113590</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memberi hadiah adalah perbuatan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena dapat menumbuhkan rasa kasih sayang. Namun, dalam konteks politik atau kampanye, pemberian barang, uang, atau fasilitas kepada calon pemilih sering kali diklaim sebagai &#8220;hadiah&#8221; atau &#8220;sedekah&#8221;. Benarkah klaim tersebut? Bagaimanakah tinjauan fikih mengenai hal ini? Apakah ia tetap berstatus sebagai hadiah yang mubah, ataukah berubah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113590-fikih-hadiah-bag-2.html">Fikih Hadiah (Bag. 2): Politik Uang, Hadiah atau Sogokan?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113590-fikih-hadiah-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Wasiat Indah Bagi Seorang Mukmin Setelah Bulan Ramadan</title>
		<link>https://muslim.or.id/113587-tiga-wasiat-indah-bagi-seorang-mukmin-setelah-bulan-ramadan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tiga-wasiat-indah-bagi-seorang-mukmin-setelah-bulan-ramadan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113587-tiga-wasiat-indah-bagi-seorang-mukmin-setelah-bulan-ramadan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 04:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113587</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bulan Ramadan merupakan madrasah yang membentuk ketakwaan, melatih kesabaran, dan memperbaiki hubungan seorang muslim dengan Allah dan sesama manusia. Namun, hakikat keberhasilan seorang muslim tidak hanya diukur dari kesungguhannya selama Ramadan saja, melainkan dari konsistensinya dalam beribadah setelah bulan tersebut berlalu. Pertanyaan penting yang patut direnungkan adalah apakah seorang muslim tetap istikamah dalam kebaikan setelah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113587-tiga-wasiat-indah-bagi-seorang-mukmin-setelah-bulan-ramadan.html">Tiga Wasiat Indah Bagi Seorang Mukmin Setelah Bulan Ramadan</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113587-tiga-wasiat-indah-bagi-seorang-mukmin-setelah-bulan-ramadan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Riba (Bag. 12): Memahami ‘Illat dalam Riba (3)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113585-fikih-riba-bag-12.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-riba-bag-12</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113585-fikih-riba-bag-12.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113585</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berangkat dari pembahasan ‘illat pada emas dan perak, pembahasan kali ini adalah tentang ‘illat pada empat komoditas riba lainnya. Keempat komoditas tersebut adalah, Gandum Sya’ir (salah satu jenis gandum) Kurma Garam Sebagaimana dalam hadis ‘Ubadah bin Shamith, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113585-fikih-riba-bag-12.html">Fikih Riba (Bag. 12): Memahami ‘Illat dalam Riba (3)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113585-fikih-riba-bag-12.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Menonton Pertandingan Sepak Bola?</title>
		<link>https://muslim.or.id/113583-bolehkah-menonton-pertandingan-sepak-bola.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bolehkah-menonton-pertandingan-sepak-bola</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113583-bolehkah-menonton-pertandingan-sepak-bola.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 04:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113583</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia. Hampir setiap negara memiliki klub, tim nasional, dan suporter fanatiknya. Stadion penuh, layar televisi ramai, media sosial riuh dengan komentar dan analisis. Pertandingan besar seperti Piala Dunia, Liga Champions, atau Liga Indonesia bisa membuat jutaan manusia terpaku berjam-jam di depan layar. Namun, di balik keseruan itu, seorang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113583-bolehkah-menonton-pertandingan-sepak-bola.html">Bolehkah Menonton Pertandingan Sepak Bola?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113583-bolehkah-menonton-pertandingan-sepak-bola.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saat Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Hati Kita Bergantung?</title>
		<link>https://muslim.or.id/113581-saat-semua-sandaran-runtuh-di-mana-hati-kita-bergantung.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=saat-semua-sandaran-runtuh-di-mana-hati-kita-bergantung</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113581-saat-semua-sandaran-runtuh-di-mana-hati-kita-bergantung.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2026 04:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113581</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu terakhir, sebagian wilayah Sumatera dilanda musibah banjir. Rumah-rumah terendam, harta benda hanyut, ladang rusak, kendaraan tak tersisa, bahkan nyawa melayang. Bagi banyak keluarga, apa yang dikumpulkan bertahun-tahun seolah hilang dalam hitungan jam. Tangisan terdengar di pengungsian, doa dipanjatkan dengan suara bergetar, dan hati manusia diuji pada titik yang paling dalam. Di tengah peristiwa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113581-saat-semua-sandaran-runtuh-di-mana-hati-kita-bergantung.html">Saat Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Hati Kita Bergantung?</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113581-saat-semua-sandaran-runtuh-di-mana-hati-kita-bergantung.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catatan Adab bagi Penuntut Ilmu di Era AI (Artificial Intelligence)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113560-catatan-adab-bagi-penuntut-ilmu-di-era-ai-artificial-intelligence.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=catatan-adab-bagi-penuntut-ilmu-di-era-ai-artificial-intelligence</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113560-catatan-adab-bagi-penuntut-ilmu-di-era-ai-artificial-intelligence.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 04:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113560</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di zaman ini, banyak yang terlena dengan kemudahan mendapatkan jawaban agama dalam hitungan detik. Cukup beberapa ketikan, lalu penjelasan pun datang, ringkas, dan terasa meyakinkan. Kemudahan ini memang menggiurkan; namun di balik kesan tersebut, tersembunyi bahaya besar. Ia bisa membuat seorang penuntut ilmu merasa cukup tanpa melalui proses yang semestinya. Padahal, Rasulullah ﷺ telah bersabda, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113560-catatan-adab-bagi-penuntut-ilmu-di-era-ai-artificial-intelligence.html">Catatan Adab bagi Penuntut Ilmu di Era AI (Artificial Intelligence)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113560-catatan-adab-bagi-penuntut-ilmu-di-era-ai-artificial-intelligence.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenali Diri Sendiri, Jalan Menuju Ketenangan Hati</title>
		<link>https://muslim.or.id/113513-mengenali-diri-sendiri-jalan-menuju-ketenangan-hati.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengenali-diri-sendiri-jalan-menuju-ketenangan-hati</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113513-mengenali-diri-sendiri-jalan-menuju-ketenangan-hati.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 04:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113513</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam perjalanan hidup yang penuh liku, manusia kerap tersesat bukan karena gelapnya jalan, tetapi karena tidak mengenal dirinya sendiri. Kita berjalan jauh, mencari makna ke berbagai arah, padahal kunci ketenangan itu bersemayam di dalam diri. Saat seseorang mulai mengenali dirinya, ia tidak lagi asing dengan asal-usulnya, mengerti apa yang benar-benar ia butuhkan, dan mampu membedakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113513-mengenali-diri-sendiri-jalan-menuju-ketenangan-hati.html">Mengenali Diri Sendiri, Jalan Menuju Ketenangan Hati</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113513-mengenali-diri-sendiri-jalan-menuju-ketenangan-hati.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Syawal adalah Indikator Diterimanya Amalan Ramadan</title>
		<link>https://muslim.or.id/113442-syawal-adalah-indikator-diterimanya-amalan-ramadan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=syawal-adalah-indikator-diterimanya-amalan-ramadan</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113442-syawal-adalah-indikator-diterimanya-amalan-ramadan.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 04:00:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113442</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keadaan kita di bulan Syawal adalah indikator hasil pekerjaan kita di bulan Ramadan. Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, أن معاوَدَةَ الصِّيام بعدَ صِيام رمضانَ علامةٌ على قَبُولِ صَوْمِ رمضانَ &#8220;Melanjutkan puasa setelah Ramadan (dengan puasa Syawal–pen) adalah tanda diterimanya puasa Ramadan kita.&#8221; (Lathaiful Maarif, hal. 394) Hal ini berdasarkan kaidah besar yang disebutkan oleh para ulama, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113442-syawal-adalah-indikator-diterimanya-amalan-ramadan.html">Syawal adalah Indikator Diterimanya Amalan Ramadan</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113442-syawal-adalah-indikator-diterimanya-amalan-ramadan.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fikih Riba (Bag. 11): Memahami ‘Illat dalam Riba (2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113439-fikih-riba-bag-11.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=fikih-riba-bag-11</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113439-fikih-riba-bag-11.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Zia Abdurrofi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 04:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113439</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelumnya, telah dijelaskan terkait ‘illat riba pada emas dan perak. Pendapat yang terkuat adalah pendapat dari Syekhul Islam Ibnu Taimiyah serta murid beliau, Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, bahwa ‘illat dalam emas dan perak adalah muthlaqu ats-tsamaniyyah (sebagai nilai dan alat tukar secara mutlak). Dari standar ‘illat ini, maka segala yang digunakan sebagai alat tukar secara [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113439-fikih-riba-bag-11.html">Fikih Riba (Bag. 11): Memahami ‘Illat dalam Riba (2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113439-fikih-riba-bag-11.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menggunakan Al-Quran dan As-Sunah dalam Dialog Eksistensi Tuhan (Bag. 3)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113432-menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-3.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-3</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113432-menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-3.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2026 04:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113432</guid>

					<description><![CDATA[<p>Al-Quran dan As-Sunah mengandung petunjuk yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Semua pertanyaan dan kebingungan telah terjawab oleh keduanya, atau ditunjukkan jalan kepada jawaban oleh keduanya. Inilah esensi Al-Quran sebagai hudan lil muttaqin (هدى للمتقين) atau petunjuk bagi orang yang bertakwa. Semua hal yang samar menjadi terang di sisi orang yang bertakwa dan menggunakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113432-menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-3.html">Menggunakan Al-Quran dan As-Sunah dalam Dialog Eksistensi Tuhan (Bag. 3)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113432-menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-3.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menggunakan Al-Quran dan As-Sunah dalam Dialog Eksistensi Tuhan (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113429-menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113429-menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 04:00:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113429</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ragam argumen dan narasi tentang eksistensi Tuhan mendorong kita sebagai ahli tauhid untuk menggunakannya demi membela hak Allah ﷻ. Namun, saking banyaknya, kita sampai tidak sempat untuk menelaah argumennya lebih dalam beserta konsekuensinya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk merujuk kepada Al-Quran dan As-Sunah sebagai sumber argumentasi, khususnya dalam bab kewujudan Allah ﷻ. Setelah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113429-menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-2.html">Menggunakan Al-Quran dan As-Sunah dalam Dialog Eksistensi Tuhan (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113429-menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Tujuh Keutamaan Hari Arafah (Bag. 3)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113427-inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-3.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-3</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113427-inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-3.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dr. Adika Mianoki, Sp.S.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 04:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keutamaan keempat: Allah mendekat kepada para hamba-Nya Di dalam hadis dari Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha yang telah lalu disebutkan, وإنَّه لَيَدْنُو، ثُمَّ يُبَاهِي بهِمُ المَلَائِكَةَ، فيَقولُ: ما أَرَادَ هَؤُلَاءِ؟ “Sesungguhnya Allah mendekat dan membanggakan mereka di hadapan para malaikat seraya berfirman, ‘Apa yang mereka inginkan?‘” (HR. Muslim no. 1348) Makna sabda Nabi (وإنَّه لَيَدْنُو) [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113427-inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-3.html">Inilah Tujuh Keutamaan Hari Arafah (Bag. 3)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113427-inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-3.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Tujuh Keutamaan Hari Arafah (Bag. 2)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113425-inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113425-inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dr. Adika Mianoki, Sp.S.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 04:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113425</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keutamaan kedua: Hari Arafah adalah hari di mana Allah menyempurnakan agama Islam dan memberikan kesempurnaan nikmat Allah menurunkan firman-Nya kepada Nabi-Nya pada hari Arafah, ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu jadi agama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113425-inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-2.html">Inilah Tujuh Keutamaan Hari Arafah (Bag. 2)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113425-inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Tujuh Keutamaan Hari Arafah (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113423-inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113423-inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dr. Adika Mianoki, Sp.S.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 04:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113423</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mukadimah Ibadah haji merupakan rukun keempat dari lima rukun Islam. Haji merupakan kewajiban bagi setiap muslim mukallaf yang memiliki kemampuan. Allah berfirman, وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113423-inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-1.html">Inilah Tujuh Keutamaan Hari Arafah (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113423-inilah-tujuh-keutamaan-hari-arafah-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Batasan Hibah dalam Hukum Islam dan Hukum Positif</title>
		<link>https://muslim.or.id/113368-batasan-hibah-dalam-hukum-islam-dan-hukum-positif.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=batasan-hibah-dalam-hukum-islam-dan-hukum-positif</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113368-batasan-hibah-dalam-hukum-islam-dan-hukum-positif.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Junaidi, S.H., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 04:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Muamalah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113368</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelumnya sudah dibahas terkait hibah orang tua yang tidak proporsional, dan dari sebab itu akan sangat mungkin terjadi polemik keluarga, baik di waktu itu atau masa yang akan datang ketika orang tua sudah meninggal dunia. Maka pada kesempatan ini, akan dibahas bagaimana menyikapi dan menyelesaikan polemik tersebut, baik dalam tinjauan hukum Islam maupun hukum positif [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113368-batasan-hibah-dalam-hukum-islam-dan-hukum-positif.html">Batasan Hibah dalam Hukum Islam dan Hukum Positif</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113368-batasan-hibah-dalam-hukum-islam-dan-hukum-positif.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hidup Hemat di Tengah Zaman Konsumtif</title>
		<link>https://muslim.or.id/113351-hidup-hemat-di-tengah-zaman-konsumtif.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hidup-hemat-di-tengah-zaman-konsumtif</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113351-hidup-hemat-di-tengah-zaman-konsumtif.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gazzeta Raka Putra Setyawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 04:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113351</guid>

					<description><![CDATA[<p>Zaman ini bukan hanya zaman kemudahan, tetapi juga zaman yang penuh dengan ujian yang tersirat dan tak terasa. Ujian itu tidak selalu datang dalam bentuk kekurangan dan kesulitan, justru sering datang dalam bentuk kelapangan dan kemudahan. Apa yang dahulu sulit didapat, kini begitu mudah dibeli. Apa yang dahulu harus ditunggu, kini bisa diperoleh dalam hitungan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113351-hidup-hemat-di-tengah-zaman-konsumtif.html">Hidup Hemat di Tengah Zaman Konsumtif</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113351-hidup-hemat-di-tengah-zaman-konsumtif.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 2): Keadaan Mengerikan Bagi Orang Kafir di Akhirat</title>
		<link>https://muslim.or.id/113295-tafsir-surah-an-naziat-bag-2.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-an-naziat-bag-2</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113295-tafsir-surah-an-naziat-bag-2.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 04:00:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113295</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tafsir ringkas kita memasuki bagian kedua dari tafsir surah An-Nazi’at. Pada bagian ini, fokus penekanan adalah tentang keadaan mengerikan yang dialami orang-orang kafir karena mendustakan dan bahkan meledek akan datangnya hari kiamat. Ketika Nabi Muhammad berdakwah tentang hari kiamat, kaum musyrik menghina beliau dengan mengucapkan perkataan yang menyakitkan hati. Ketidakpercayaan terhadap hari kiamat ini masih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113295-tafsir-surah-an-naziat-bag-2.html">Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 2): Keadaan Mengerikan Bagi Orang Kafir di Akhirat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113295-tafsir-surah-an-naziat-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awal Kehidupan Rasulullah: Kelahiran dan Masa Penyusuan di Bani Sa’d</title>
		<link>https://muslim.or.id/113421-awal-kehidupan-rasulullah-kelahiran-dan-masa-penyusuan-di-bani-sad.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=awal-kehidupan-rasulullah-kelahiran-dan-masa-penyusuan-di-bani-sad</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113421-awal-kehidupan-rasulullah-kelahiran-dan-masa-penyusuan-di-bani-sad.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fajar Rianto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 04:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113421</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah sebelumnya kita membahas sosok ayah Rasulullah ﷺ, Abdullah bin Abdul Muththalib, pada artikel ini kita akan mulai menelusuri kisah kehidupan beliau ﷺ sejak awal. Pembahasan diawali dari peristiwa kelahiran beliau, kemudian berlanjut hingga masa penyusuan di perkampungan Halimah as-Sa’diyah. Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ Rasulullah, pemimpin para Nabi, lahir di rumah Abu Thalib, perkampungan Bani [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113421-awal-kehidupan-rasulullah-kelahiran-dan-masa-penyusuan-di-bani-sad.html">Awal Kehidupan Rasulullah: Kelahiran dan Masa Penyusuan di Bani Sa’d</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113421-awal-kehidupan-rasulullah-kelahiran-dan-masa-penyusuan-di-bani-sad.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hibah Orang Tua yang Tidak Proporsional</title>
		<link>https://muslim.or.id/113370-hibah-orang-tua-yang-tidak-proporsional.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hibah-orang-tua-yang-tidak-proporsional</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113370-hibah-orang-tua-yang-tidak-proporsional.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Junaidi, S.H., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 04:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113370</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pendahuluan Hibah merupakan salah satu bentuk pemberian harta secara sukarela oleh seseorang kepada pihak lain semasa hidupnya, tanpa imbalan apa pun. Dalam praktiknya, tidak jarang orang tua memberikan hibah secara tidak proporsional kepada sebagian anaknya, baik karena alasan kasih sayang, jasa, atau faktor lainnya. Perilaku ini berpotensi menimbulkan konflik keluarga yang berkepanjangan, terutama ketika orang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113370-hibah-orang-tua-yang-tidak-proporsional.html">Hibah Orang Tua yang Tidak Proporsional</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113370-hibah-orang-tua-yang-tidak-proporsional.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teks Khotbah Jumat: Sikap Seorang Muslim di Tengah Fitnah</title>
		<link>https://muslim.or.id/113376-teks-khotbah-jumat-sikap-seorang-muslim-di-tengah-fitnah.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=teks-khotbah-jumat-sikap-seorang-muslim-di-tengah-fitnah</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113376-teks-khotbah-jumat-sikap-seorang-muslim-di-tengah-fitnah.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 04:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Adab dan Akhlak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113376</guid>

					<description><![CDATA[<p>Khotbah pertama إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113376-teks-khotbah-jumat-sikap-seorang-muslim-di-tengah-fitnah.html">Teks Khotbah Jumat: Sikap Seorang Muslim di Tengah Fitnah</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113376-teks-khotbah-jumat-sikap-seorang-muslim-di-tengah-fitnah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Beginilah Indahnya Islam dalam Mengatur Hak-Hak Para Pekerja (Bag. 3)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113344-beginilah-indahnya-islam-dalam-mengatur-hak-hak-para-pekerja-bag-3.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=beginilah-indahnya-islam-dalam-mengatur-hak-hak-para-pekerja-bag-3</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113344-beginilah-indahnya-islam-dalam-mengatur-hak-hak-para-pekerja-bag-3.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Chrisna Tri Hartadi, A. Md.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 04:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fikih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113344</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesembilan, pekerja berhak mendapatkan kenaikan jabatan Islam sebenarnya telah mengenal konsep kenaikan jabatan atau promosi bagi para pekerja sejak awal berdirinya negara Islam. Konsep ini tidak berhenti sebagai teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam praktik, meskipun pada masa itu belum ada aturan tertulis seperti sistem promosi pegawai dalam regulasi modern. Namun demikian, praktik kenaikan jabatan sudah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113344-beginilah-indahnya-islam-dalam-mengatur-hak-hak-para-pekerja-bag-3.html">Beginilah Indahnya Islam dalam Mengatur Hak-Hak Para Pekerja (Bag. 3)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113344-beginilah-indahnya-islam-dalam-mengatur-hak-hak-para-pekerja-bag-3.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menggunakan Al-Quran dan As-Sunah dalam Dialog Eksistensi Tuhan (Bag. 1)</title>
		<link>https://muslim.or.id/113342-menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113342-menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Glenshah Fauzi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 04:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113342</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di zaman dahulu, argumen keberadaan Tuhan tidak menjadi pembahasan yang begitu signifikan di kalangan para ulama yang membahas akidah. Namun, di masa kini, urgensinya kian terasa karena syubhat kuffar sudah menyentuh fundamen keimanan, yakni eksistensi atau keberadaan Tuhan dalam semesta ini. Akan tetapi, sejatinya para ulama Islam tidak sepenuhnya meninggalkan pembahasan ini. Justru pijakan dasar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113342-menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-1.html">Menggunakan Al-Quran dan As-Sunah dalam Dialog Eksistensi Tuhan (Bag. 1)</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113342-menggunakan-al-quran-dan-as-sunah-dalam-dialog-eksistensi-tuhan-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 1): Allah Bersumpah dengan Para Malaikat</title>
		<link>https://muslim.or.id/113293-tafsir-surah-an-naziat-bag-1.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tafsir-surah-an-naziat-bag-1</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113293-tafsir-surah-an-naziat-bag-1.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dany Indra Permana, S.Si., M.H.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 04:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113293</guid>

					<description><![CDATA[<p>Muqaddimah surah Surah An-Naziat adalah surah ke-79 dalam Al-Qur&#8217;an. Surah ini adalah surah Makkiyah yang dominan isinya adalah akidah dan keyakinan seorang muslim. Nama An-Naziat diambil dari penggalan awal surat ini, yang bermakna, &#8220;Malaikat yang mencabut ruh dengan keras/kasar&#8221;. Surah ini memiliki beberapa tema utama. Pertama, penjelasan tentang sebagian malaikat dan tugas yang mereka emban. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113293-tafsir-surah-an-naziat-bag-1.html">Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 1): Allah Bersumpah dengan Para Malaikat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113293-tafsir-surah-an-naziat-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Scrolling yang Melemahkan Akal dan Iman</title>
		<link>https://muslim.or.id/113281-scrolling-yang-melemahkan-akal-dan-iman.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=scrolling-yang-melemahkan-akal-dan-iman</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113281-scrolling-yang-melemahkan-akal-dan-iman.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fauzan Hidayat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 04:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasihat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113281</guid>

					<description><![CDATA[<p>Zaman ini tidak kekurangan ilmu, tetapi kekurangan akal yang fokus dan hati yang hidup. Di hadapan kita terbentang layar kecil yang setiap hari kita genggam, yang sekilas tampak netral, namun perlahan membentuk cara berpikir, merusak fokus, dan melemahkan daya tahan ruhani. Fenomena scrolling tanpa henti bukan lagi sekadar kebiasaan, tetapi telah berubah menjadi pola hidup [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113281-scrolling-yang-melemahkan-akal-dan-iman.html">Scrolling yang Melemahkan Akal dan Iman</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113281-scrolling-yang-melemahkan-akal-dan-iman.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Khawarij dengan Bughat</title>
		<link>https://muslim.or.id/113279-perbedaan-khawarij-dengan-bughat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=perbedaan-khawarij-dengan-bughat</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113279-perbedaan-khawarij-dengan-bughat.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Insan Fathin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 04:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113279</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam pembahasan syariat, ada istilah-istilah yang sekilas tampak mirip, padahal tidak sama. Di antara istilah itu adalah khawarij dan bughat. Keduanya memang sama-sama berkaitan dengan sikap keluar dari ketaatan kepada imam kaum muslimin. Oleh karena itu, sebagian orang menyamakan keduanya. Padahal, para ulama membedakan antara khawarij dan bughat dari sisi hakikat, sebab munculnya, dan hukum [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113279-perbedaan-khawarij-dengan-bughat.html">Perbedaan Khawarij dengan Bughat</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113279-perbedaan-khawarij-dengan-bughat.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Nama Allah &#8220;Al-Qaabidh” dan “Al-Baasith&#8221;</title>
		<link>https://muslim.or.id/113211-mengenal-nama-allah-al-qaabidh-dan-al-baasith.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengenal-nama-allah-al-qaabidh-dan-al-baasith</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113211-mengenal-nama-allah-al-qaabidh-dan-al-baasith.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prasetyo Abu Ka'ab]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 04:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113211</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semakin dalam seorang hamba mengenal Rabb-nya, maka semakin kuat tawakalnya, semakin tenang hatinya dalam menghadapi takdir, dan semakin yakin bahwa segala sesuatu berada di bawah pengaturan Allah. Di antara nama Allah yang menunjukkan kesempurnaan pengaturan-Nya terhadap makhluk adalah Al-Qaabidh Al-Baasith —Yang Maha Menyempitkan lagi Yang Maha Melapangkan— dua nama yang saling berkaitan dan menunjukkan kesempurnaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113211-mengenal-nama-allah-al-qaabidh-dan-al-baasith.html">Mengenal Nama Allah &#8220;Al-Qaabidh” dan “Al-Baasith&#8221;</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113211-mengenal-nama-allah-al-qaabidh-dan-al-baasith.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Nama Allah &#8220;Al-Jaliil&#8221;</title>
		<link>https://muslim.or.id/113209-mengenal-nama-allah-al-jaliil.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengenal-nama-allah-al-jaliil</link>
					<comments>https://muslim.or.id/113209-mengenal-nama-allah-al-jaliil.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Prasetyo Abu Ka'ab]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 04:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akidah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muslim.or.id/?p=113209</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semakin dalam seorang hamba mengenal Rabb-nya, maka semakin tumbuh rasa pengagungan di dalam hatinya, semakin tunduk ia kepada-Nya, dan semakin kecil dunia di hadapannya. Di antara nama Allah yang menunjukkan keagungan dan kemuliaan-Nya adalah Al-Jaliil —Yang Maha Agung lagi Maha Mulia— yang mengandung makna kebesaran, keagungan, dan kemuliaan yang sempurna. Dalam artikel ini, kita akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://muslim.or.id/113209-mengenal-nama-allah-al-jaliil.html">Mengenal Nama Allah &#8220;Al-Jaliil&#8221;</a> appeared first on <a href="https://muslim.or.id">Muslim.or.id</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://muslim.or.id/113209-mengenal-nama-allah-al-jaliil.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
