<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423</id><updated>2024-12-18T19:25:47.026-08:00</updated><category term="Online Shop"/><category term="Tutorial"/><category term="Classic Rock Indonesia"/><category term="Motivasi"/><category term="Branding"/><category term="Tips Dan Trik"/><category term="Keuangan"/><category term="Kisah Sukses"/><category term="Management"/><category term="Pop Daerah"/><category term="Undang-Undang"/><category term="Bisnis"/><category term="Tembang Kenangan"/><category term="Dangdut"/><category term="Info Kesehatan"/><category term="Kunci Sukses"/><category term="Classic Rap Rock Indonesia"/><category term="Fotografi"/><category term="Cara Download Video Youtube"/><category term="Video Unik &amp; Lucu"/><category term="Classic Pop Indonesia"/><category term="Download"/><category term="Marketing"/><category term="Otomotif"/><category term="Browser"/><category term="Classic Rap Indonesia"/><category term="Hukum"/><category term="Kamus Bahasa Online"/><category term="Mahkamah Konstitusi"/><category term="Musik Player"/><category term="Undang-Undang Dasar"/><title type='text'>Nanya Mulu - Cari Berita Dan Informasi Disini</title><subtitle type='html'>Berita, Tutorial dan Informasi terbaru</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>123</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-4643998496446064428</id><published>2017-05-10T21:18:00.001-07:00</published><updated>2017-05-10T21:18:13.417-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Kesehatan"/><title type='text'>Jaga Kesehatan Payudara Dengan 5 Makanan Ini</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvoq1EHWTZ1W0wtJpz1ntVqfNaurJgHB4JEtPk6hPA0-FrptgUGQ_ZWs6IbLi33pab9xGlxgp1OlgqG-xrMH_APKbQab6MX2hgdgUgbBmv0d3y53GL-bhaCMJ5CFCrN7wW2YFRZ2WFwKrN/s1600/nutrisi+payudara.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;nanya mulu&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;175&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvoq1EHWTZ1W0wtJpz1ntVqfNaurJgHB4JEtPk6hPA0-FrptgUGQ_ZWs6IbLi33pab9xGlxgp1OlgqG-xrMH_APKbQab6MX2hgdgUgbBmv0d3y53GL-bhaCMJ5CFCrN7wW2YFRZ2WFwKrN/s320/nutrisi+payudara.jpg&quot; title=&quot;5 Makanan Untuk Menjaga Kesehatan Payudara&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Setiap orang akan menjaga kesehatan organ dalam tubuhnya. Bagi wanita, kesehatan payudara juga penting diperhatikan untuk menghindari berbagai masalah dan meningkatkan kepercayaan diri. Untuk perawatannya pun mudah karena tidak perlu melakukan banyak hal. Apa yang dibutuhkan hanya memastikan payudara mendapatkan propernutrition agar tetap sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada nutrisi tertentu yang penting untuk payudara dan harus dimasukkan dalam makanan sehari-hari, seperti dikutip dari Lifemojo, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Makan sayuran berdaun hijau&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jangan lupa untuk menyertakan sayuran berdaun hijau seperti brokoli, kembang kol, dan baby kailan dalam menu sehari-hari. Hal ini karena sayuran ini kaya akan vitamin antioksidan (vitamin E, C dan A) dan serat. Antioksidan ini akan menghilangkan radikal bebas dan racun dari tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayuran berdaun hijau juga mengandung sejumlah indoles, dan sulforaphane (fitokimia yang membantu melawan karsinogen dan racun). Gabungan senyawa ini akan melindungi dari kanker payudara dan tumor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Makan ikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ikan dikenal kaya asam lemak omega-3 dan vitamin D yang sangat tinggi. Kedua komponen ini sangat baik agar payudara sehat, jadi pastikan ada ikan dalam menu makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Makan protein nabati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Makanan kedelai seperti tahu dan miso kaya protein, sedangkan produk-produk nabati lainnya seperti kacang-kacangan mengandung protein, asam folat dan serat yang baik untuk Payudara Sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Makan buah berry&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika Anda tidak benar-benar suka sayuran, tak ada salahnya untuk mengganti dengan buah. Buah berry diketahui mengandung serat dan vitamin C yang tinggi, sehingga dapat ditambahkan dalam yoghurt, sereal, salad atau dimakan langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Mengkonsumsi segelas jus jeruk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jus jeruk kaya akan vitamin C yang efektif dapat membantu menjaga payudara fit dan sehat. Jika Anda tidak suka dijus, tak ada salahnya untuk makan buah secara langsung. Peran buah ini sangat aktif dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, termasuk melindungi payudara dari infeksi.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/4643998496446064428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/jaga-kesehatan-payudara-dengan-5.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/4643998496446064428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/4643998496446064428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/jaga-kesehatan-payudara-dengan-5.html' title='Jaga Kesehatan Payudara Dengan 5 Makanan Ini'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvoq1EHWTZ1W0wtJpz1ntVqfNaurJgHB4JEtPk6hPA0-FrptgUGQ_ZWs6IbLi33pab9xGlxgp1OlgqG-xrMH_APKbQab6MX2hgdgUgbBmv0d3y53GL-bhaCMJ5CFCrN7wW2YFRZ2WFwKrN/s72-c/nutrisi+payudara.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-8663272142592379912</id><published>2017-05-10T21:16:00.000-07:00</published><updated>2017-05-10T21:16:08.345-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Kesehatan"/><title type='text'>3 Makanan Yang Bikin Kita Cepet Tua</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_M5vMPDg4Zrdhyphenhyphenc3y2GGsl0z9ykVazX75VAd8FVQzZhSDzPymdBRc6GnTV_n6EwvFJzvCOYxdk2MfADxb06AAv8xCW5wVwCVxDWxDmxcL_UCOX4Rhig5x5zzEQM4BoJeou2MtMo8FCDw/s1600/penuaan+dini.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;nanya mulu&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_M5vMPDg4Zrdhyphenhyphenc3y2GGsl0z9ykVazX75VAd8FVQzZhSDzPymdBRc6GnTV_n6EwvFJzvCOYxdk2MfADxb06AAv8xCW5wVwCVxDWxDmxcL_UCOX4Rhig5x5zzEQM4BoJeou2MtMo8FCDw/s320/penuaan+dini.jpg&quot; title=&quot;3 Makanan Yang Bikin Kita Cepet Tua&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kita memang tidak bisa memutar kembali waktu dan mencegah penuaan. Namun akan jadi pengalaman yang menyenangkan jika kita bisa melakukan perubahan untuk mencegah penyakit dan kerusakan tubuh lebih awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika Anda beranjak tua, peradangan menjadi masalah yang terbesar,“ ujar spesialis penyakit, Erika Schwarts, yang berfokus pada pengobatan preventif. &quot;Peradangan menciptakan penuaan dan penyakit. Untuk mengalahkannya, yaitu dengan cara mengonsumsi makanan anti-peradangan,&quot; ucapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, penelitian juga telah mengaitkan berbagai penyakit kronis akibat peradangan, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Dilansir dari Huffingtonpost, Senin (8/8/2016), berikut adalah tiga makanan yang harus dihindari dan tiga makanan yang harus dimasukkan dalam diet, agar Anda tidak mengalami penuaan dini, seperti:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Hindari Alkohol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sensitivitas Anda terhadap alkohol meningkat seiring bertambahnya usia karena kadar air dalam tubuh rendah. Selain itu, alkohol juga dikenal dapat membuat kulit dehidrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih baik, coba minum air ditambah dengan irisan lemon. Minuman ini memiliki banyak manfaat karena membantu pencernaan yang kadang melambat seiring usia bertambah. Air dan lemon memberikan vitamin C serta antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel dari kerusakan dan penuaan dini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Makanan yang diproses&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Makanan yang dikemas atau makanan olahan akan sulit diproses oleh tubuh, apalagi jika makanan tersebut mengandung bahan-bahan yang tidak perlu dan tidak memiliki nilai gizi untuk tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih baik pilih makanan sehat seperti avokad, karena buah ini dapat membuat Anda merasa kenyang akibat kandungan serat dan antioksidannya yang tinggi. Selain itu, avokad juga kaya akan karotenoid yang membantu melawan peradangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Gula pengganti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Merupakan ide yang baik jika Anda membatasi asupan gula. Namun jangan berpikir untuk menggunakan gula pengganti, karena mereka adalah pemanis buatan yang sayangnya seringkali disebut-sebut dalam makanan sebagai “bebas gula”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Anda ingin memuaskan rasa manis di lidah, Anda bisa mencoba yogurt dan buah. Karena yogurt tinggi kalsium yang membantu mencegah osteoporosis, sedangkan buah tentu saja penuh dengan vitamin C dan antioksidan yang mencegah penuaan dini.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/8663272142592379912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/3-makanan-yang-bikin-kita-cepet-tua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/8663272142592379912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/8663272142592379912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/3-makanan-yang-bikin-kita-cepet-tua.html' title='3 Makanan Yang Bikin Kita Cepet Tua'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ_M5vMPDg4Zrdhyphenhyphenc3y2GGsl0z9ykVazX75VAd8FVQzZhSDzPymdBRc6GnTV_n6EwvFJzvCOYxdk2MfADxb06AAv8xCW5wVwCVxDWxDmxcL_UCOX4Rhig5x5zzEQM4BoJeou2MtMo8FCDw/s72-c/penuaan+dini.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-8388632266489528098</id><published>2017-05-10T21:14:00.000-07:00</published><updated>2017-05-10T21:14:00.454-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Kesehatan"/><title type='text'>7 Manfaat Rambut Jagung</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcvNTBZm2qbmBrBCQ-AIjKjnvDXRw_m0k0biltszbb3-geX9BHrNf0HeFGKmtAb_zTr0Ox6y0rkyiL4wJnMFFZFKZ68Mxc2w_FSMjLF24_c4DFkLWutSdJSYGwIYINDBhh3hBi3M9tVVgv/s1600/rambut+jagung.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;nanya mulu&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcvNTBZm2qbmBrBCQ-AIjKjnvDXRw_m0k0biltszbb3-geX9BHrNf0HeFGKmtAb_zTr0Ox6y0rkyiL4wJnMFFZFKZ68Mxc2w_FSMjLF24_c4DFkLWutSdJSYGwIYINDBhh3hBi3M9tVVgv/s320/rambut+jagung.jpg&quot; title=&quot;7 Manfaat Unik Rambut Jagung Bagi Kesehatan&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kebanyakan orang mungkin hanya terpikir untuk mengonsumsi biji jagung. Selain mudah untuk dijadikan bahan makanan, biji jagung juga memiliki banyak nutrisi seperti karbohidrat, protein, vitamin, besi, kalium dan sebagainya. Namun ada yang sering terlewatkan, rambut jagung yang muncul dalam sekam ternyata juga memiliki manfaat kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini ada beberapa manfaat teh rambut jagung yang mungkin belum Anda ketahui, seperti dilansir Step to Health, Kamis (15/12/2016):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Melindungi saluran kemih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sifat antiseptik dan diuretik dari rambut jagung mampu mencegah infeksi yang mempengaruhi saluran kemih. Ketika Anda mengonsumsi teh ini, bisa membantu mengurangi peradangan, mencegah iritasi, dan mengurangi pertumbuhan bakteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Mengatasi nyeri sendi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sifat anti-inflamasi dan basa dari bahan organik ini sangat baik untuk pengobatan nyeri sendi. Teh rambut jagung dapat mengurangi tingkat keasaman tubuh, dan mengurangi kemungkinan reaksi inflamasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Mengatur tekanan darah tinggi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rambut jagung sangat baik bagi orang-orang yang sedang berjuang dengan tekanan darah tinggi. Kandungan flavonoid di dalamnya dapat meningkatkan sirkulasi dan mengatur tekanan darah ke seluruh tubuh Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Rambut jagung juga membantu mengontrol tingkat natrium dalam tubuh yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Melawan hidung tersumbat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Rambut jagung dapat membantu membersihkan saluran pernapasan, mengurangi peradangan di tenggorokan dan mengendalikan gejala utama dari pilek dan flu. Sifat ekspektoran yang dimilikinya mampu meredakan hidung tersumbat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Membantu detoksifikasi tubuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Antioksidan yang terkandung dalam rambut jagung juga dapat merangsang penghapusan racun yang disimpan dalam tubuh. Tentunya hal ini akan mengurangi kerja hati sehingga tubuh dapat mengoptimalkan fungsi ekskresi dan penurunan risiko perlemakan hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Mengatur gula darah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pasien yang memiliki diabetes tipe 2 juga dapat mengambil keuntungan dari rambut jagung. Sebab rambut jagung dapat membantu mengatur produksi insulin dan meningkatkan daya tahan tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Meringankan sakit kepala&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daripada mengonsumsi obat-obatan, ada baiknya megonsumsi teh rambut jagung untuk mengurangi sakit kepala kronis. Rambut jagung bisa menenangkan saraf, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi kekakuan di bahu, leher, dan rahang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara membuat teh rambut jagung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teh rambut jagung ini adalah cara yang paling dianjurkan untuk mendapatkan manfaat kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Bahan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
3 sendok makan sutra jagung (30 g) dan 1 liter air&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Persiapan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
- Didihkan air, lalu kecilkan api dan masukkan rambut jagung.&lt;br /&gt;
- Biarkan mendidih ini selama dua menit, angkat, dan saring airnya.&lt;br /&gt;
- Minum antara tiga sampai empat cangkir sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kontraindikasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita hamil atau orang yang menderita penyakit ginjal sebaiknya tidak minum teh rambut jagung. Jika Anda mengonsumsi obat untuk tekanan darah tinggi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dengan dokter sebelum mencobanya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/8388632266489528098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/7-manfaat-rambut-jagung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/8388632266489528098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/8388632266489528098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/7-manfaat-rambut-jagung.html' title='7 Manfaat Rambut Jagung'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcvNTBZm2qbmBrBCQ-AIjKjnvDXRw_m0k0biltszbb3-geX9BHrNf0HeFGKmtAb_zTr0Ox6y0rkyiL4wJnMFFZFKZ68Mxc2w_FSMjLF24_c4DFkLWutSdJSYGwIYINDBhh3hBi3M9tVVgv/s72-c/rambut+jagung.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-4045353110872733912</id><published>2017-05-10T21:12:00.000-07:00</published><updated>2017-05-10T21:12:06.799-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Kesehatan"/><title type='text'>Ternyata Air Lemon Banyak Manfaatnya</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmtRqJlHQvfvcuIXHg6Q9-AEYmX4Jm9El__tJAFuDpqmVGwvcPUCpGikHYWxTQa3qF_32DWpovGT6o5xXw54Jmz635wL5V7MmYdwI7myaxHIEvtDFmiD-xxYU55JGk5zKHqCrfp_3bEyTB/s1600/air+lemon.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;nanya mulu&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmtRqJlHQvfvcuIXHg6Q9-AEYmX4Jm9El__tJAFuDpqmVGwvcPUCpGikHYWxTQa3qF_32DWpovGT6o5xXw54Jmz635wL5V7MmYdwI7myaxHIEvtDFmiD-xxYU55JGk5zKHqCrfp_3bEyTB/s1600/air+lemon.jpg&quot; title=&quot;Manfaat Minum Air Lemon Dipagi Hari&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Meminum air lemon yang dicampur dengan air hangat saat perut kosong di pagi hari, sangat bagus untuk kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Terlepas dari menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, air lemon sangat baik untuk menetralisir racun dalam tubuh dan menjaga kondisi kulit wajah serta tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, berikut beberapa alasan yang patut Anda ketahui mengapa Anda harus minum air lemon setiap pagi seperti dikutip dari situs Pulse, Rabu (25/1/2017).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Menghilangkan bau mulut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kombinasi lemon dan air membantu menyingkirkan bau mulut. Air lemon dapat membersihkan mulut dan membantu proses produksi saliva untuk membunuh bakteri penyebab bau mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Air lemon bekerja dengan baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena kaya akan vitamin C, yang membantu membangun sistem kekebalan tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Kulit tubuh dan wajah ulus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Air lemon juga dapat menjaga kondisi kulit tubuh dan wajah. Hal ini terjadi karena metabolisme tubuh yang baik setelah rutin minum air lemon, maka otomatis proses regenari kulit tubuh dan wajah pun juga berlangsung maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Berat Badan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Air lemon dapat membantu menurunkan dan menjaga berat badan tetap ideal dan menghancurkan lemak berlebih yang mengendap dalam tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Memperbaiki sistem pencernaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Air lemon dapat membantu merangsang empedu dan membilas racun keluar dari tubuh yang dapat memperlancar proses pencernaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Infeksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Air lemon juga dapat membantu mengatasi infeksi dalam dan luar tubuh.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/4045353110872733912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/ternyata-air-lemon-banyak-manfaatnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/4045353110872733912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/4045353110872733912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/ternyata-air-lemon-banyak-manfaatnya.html' title='Ternyata Air Lemon Banyak Manfaatnya'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmtRqJlHQvfvcuIXHg6Q9-AEYmX4Jm9El__tJAFuDpqmVGwvcPUCpGikHYWxTQa3qF_32DWpovGT6o5xXw54Jmz635wL5V7MmYdwI7myaxHIEvtDFmiD-xxYU55JGk5zKHqCrfp_3bEyTB/s72-c/air+lemon.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-344283809651031275</id><published>2017-05-10T21:08:00.001-07:00</published><updated>2017-05-10T21:08:40.686-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Kesehatan"/><title type='text'>Apa Manfaat Minum Air Putih Di Pagi Hari ?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtXlwVqGgab3znweA7VhTajPUiUxND0h4dMVKvTCVsgQw4Hfk51dSL3WVERJqFoirTvI9cCAk9B3PUpiF1bD8JWZZIVjPl9KlFUUuCuGAQU_kqsVfIT-ARpS4u6zykL0-OEOThaUyRz_-9/s1600/minum+air+putih.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Manfaat Minum air putih&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtXlwVqGgab3znweA7VhTajPUiUxND0h4dMVKvTCVsgQw4Hfk51dSL3WVERJqFoirTvI9cCAk9B3PUpiF1bD8JWZZIVjPl9KlFUUuCuGAQU_kqsVfIT-ARpS4u6zykL0-OEOThaUyRz_-9/s320/minum+air+putih.png&quot; title=&quot;Manfaat Minum air putih&quot; width=&quot;268&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tahukah kamu ternyata minum air putih di pagi hari (pada waktu perut kosong) bisa membantu membersihkan organ-organ internal ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air putih dikenal dapat membersihkan usus serta memastikan nutrisi dalam makanan mudah diserap yang membantu sistem pencernaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berikut beberapa manfaat minum air putih untuk kesehatan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Kulit Jadi Berkilau&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Karena mengonsumsi air putih bisa membantu kita merontokkan racun di dalam tubuh, maka kulit pun jadi tidak kusam lagi. Bahkan konsumsi air putih setiap pagi setelah bangun tidur bisa membantu membersihkan racun dalam darah sehingga wajah kita bersemu cantik dan berkilau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Peremajaan Otot Dan Sel-Sel Darah Anda&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Minum air putih di pagi hari bermanfaat untuk memperbaharui organ otot serta seluruh sel darah di tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Penyeimbang Sistem Getah Bening&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saat sistem getah bening dapat bekerja dengan optimal, maka tubuh akan memiliki kekuatan lebih untuk melawan infeksi yang dapat menganggu kualitas kesehatan tubuh yang anda miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Menyeimbangkan Sistem Limpa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Air di pagi hari bisa membantu menyeimbangkan sistem limpa. Dengan menghidrasi tubuh, bisa memaksimalkan fungsi tubuh Anda dalam seharian, menyeimbangkan cairan tubuh dan mencegah infeksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Melangsingkan Tubuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berat badan yang ideal merupakan impian setiap orang. Bagi anda yang ingin menyesuaikan berat badan yang proporsional, maka mulailah mencukupi kebutuhan air putih di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Membersihkan Usus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Usus besar merupakan salah satu organ di sistem pencernan kita. Dengan meminum air dalam keadaan perut kosong, kita membantu memurnikan usus kembali dan membuatnya lebih mudah menyerap nutrisi makanan yang masuk berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Menambah Darah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saat Anda merasa lemas, pusing dan anemia, ada baiknya minum air dalam jumlah yang cukup. Dengan begitu, kita bisa membantu tubuh membentuk sel darah yang baru dan membantu pembentukan sel otot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Organ Ginjal Yang Lebih Sehat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mencukupi kebutuhan asupan air putih di pagi hari dapat membantu meringankan kerja organ ginjal sekaligus menjaga kesehatan organ ginjal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Memperlancar Buang Air Besar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bagi seseorang yang mengalami sembelit atau susah air besar di pagi hari, maka sebaiknya minum air putih saat bangun tidur yang mana bertujuan untuk membantu melancarkan buang air besar.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/344283809651031275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/apa-manfaat-minum-air-putih-di-pagi-hari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/344283809651031275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/344283809651031275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/apa-manfaat-minum-air-putih-di-pagi-hari.html' title='Apa Manfaat Minum Air Putih Di Pagi Hari ?'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtXlwVqGgab3znweA7VhTajPUiUxND0h4dMVKvTCVsgQw4Hfk51dSL3WVERJqFoirTvI9cCAk9B3PUpiF1bD8JWZZIVjPl9KlFUUuCuGAQU_kqsVfIT-ARpS4u6zykL0-OEOThaUyRz_-9/s72-c/minum+air+putih.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-8188165272503363608</id><published>2017-05-09T21:15:00.001-07:00</published><updated>2017-05-09T21:15:16.567-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Dan Trik"/><title type='text'>Cara Usir Semut Menggunakan Bahan Alami</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEouAkOJ5Smd4DnIGe36PI3mhN1pF_BSHhdX-xuuv0fIUenMt4aylMY-U-ILAA_VOkAseB6K6kzeZF7miFvwTtgGNiuijpzXsKX9D91FsJWAIuQmgRoCPn9CjIybmHYfnDcICbkQeluBt7/s1600/semut.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;nanya mulu&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEouAkOJ5Smd4DnIGe36PI3mhN1pF_BSHhdX-xuuv0fIUenMt4aylMY-U-ILAA_VOkAseB6K6kzeZF7miFvwTtgGNiuijpzXsKX9D91FsJWAIuQmgRoCPn9CjIybmHYfnDcICbkQeluBt7/s1600/semut.jpg&quot; title=&quot;Usir Semut Menggunakan Bahan Alami&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Cara mengusir semut yang alami, ampuh, dan efektif. Permasalahan yang sering mengganggu kenyamanan sebuah rumah selain masalah tikus dan permasalahan kecoa &amp;nbsp;ternyata semut juga kadang menjadi salah satu masalah. Semut jika hanya satu atau dua saja sih masih tidak masalah. Namun ketika jumlah mereka semakin banyak maka akan mulai mengganggu kenyamanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi jika mereka mulai melakukan ekspansinya menyerang makanan dan gula. Maka akan mengganggu dan membuat kita semakin jengkel. Biasanya jenis semut merah suka menyerang makanan berupa lauk, ikan, dan makanan lainnya. Sedangkan jenis semut hitam meyerang yang manis-manis seperti gula, minuman manis yang terbuka tutupnya, dan makanan manis lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ketika permasalahan tersebut menyerang biasanya seseorang akan mulai berfikir bagaimana cara mengusir semut-semut tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian terbesit untuk membeli obat anti semut yang sudah banyak dijual di pasaran. Biasanya obat tersebut cenderung berhasil mengatasi semut. Namun akan menjadi masalah jika kita memiliki anak kecil yang suka memegang-megang sembarangan.&lt;br /&gt;
Apa jadinya jika mereka pegang obat semut yang sudah di tabur kemudian memasukannya ke mulut mereka. Secara obat yang digunakan mengusir semut itu terbuat dari bahan kimia yang bisa saja berbahaya jika masuk ke dalam tubuh&lt;br /&gt;
Jika sudah demikian pilihan selanjutnya jatuh pada cara alami mengusir semut. Cara tersebut tentunya tidak menggunakan bahan berbahaya melainkan bahan-bahan alami yang sangat tidak disukai oleh semut. Berikut bahan-bahan yang bisa dugunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Usir Semut Dengan Daun Sirih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daun sirih acap kali dijumpai sebagai bahan susur (yang dikunyah-kunyah) oleh orang tua jaman dulu. Biasanya digunakan agar gigi awet. Ternyata daun tanaman yang satu ini juga mampu mengtasi masalah semut di rumah. Anda hanya perlu menggunakan beberapa lembar daun yang diremas hingga mengeluarkan aroma. Aroma tersebut sangat dibenci oleh para semut sehingga mereka akan menjauhi area yang terdapat remasan daun sirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Usir Semut Dengan Bubuk Kopi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika kita para manusia umumnya menyukai kopi maka tidak demikian halnya dengan semut. Para semut sangat tidak suka dengan yang namanya kopi terlebih yang berupa bubuk. Cara mengusir semut menggunakan bubuk kopi ini cukup mudah. Hanya dengan menaburkan bubuk kopi pada area yang kita inginkan agar tidak dijamah semut maka mereka akan menjauhinya. Selain itu bisa juga di taburkan di sarang semut agar mereka kabur selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Usir Semut Dengan Mentimun/Timun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ada fakta menarik yang perlu anda ketahui seputar semut. Umumnya serangga yang berkoloni ini sangat tidak suka dengan yang namanya mentimun. Maka dengan menempatkan potongan mentimun pada sarang semut akan membuat mereka pergi. Bisa juga dengan meletakkanya di jalur semut berlalu lalang mentumun yang diblender.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Usir Semut Menggunakan Garam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cara mengusir semut selanjutnya yaitu memanfaatkan salah satu bahan dapur yaitu garam. Rasa garam yang asin sangat mengganggu semut sehingga mereka akan menghindarinya. Cara menggunakan garam untuk mengusir semut bisa dengan di campur dengan air hangat dan disemprotkan ke sarang semut atau area yang ingin agar dijauhi semut.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/8188165272503363608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/cara-usir-semut-menggunakan-bahan-alami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/8188165272503363608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/8188165272503363608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/cara-usir-semut-menggunakan-bahan-alami.html' title='Cara Usir Semut Menggunakan Bahan Alami'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEouAkOJ5Smd4DnIGe36PI3mhN1pF_BSHhdX-xuuv0fIUenMt4aylMY-U-ILAA_VOkAseB6K6kzeZF7miFvwTtgGNiuijpzXsKX9D91FsJWAIuQmgRoCPn9CjIybmHYfnDcICbkQeluBt7/s72-c/semut.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-7315624551206739995</id><published>2017-05-09T21:13:00.002-07:00</published><updated>2017-05-09T21:13:25.478-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Dan Trik"/><title type='text'>Cara Paling Jitu Usir Tikus Dirumah 1000% Ampuh</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3ZPkCI3Z0dDDbHi0iF1hB6RC32ZidDBjA4bAwlx0lLnDgcnPnNG03SUpn_OBHO7VJKJ5KPHPb_XXbPB5W7m-D9e2uw5vfQQIHqnspZTiXJbPhg82qcnUuovfWwyRRRuXKNw8kpq_QXZN6/s1600/tikus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;nanya mulu&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3ZPkCI3Z0dDDbHi0iF1hB6RC32ZidDBjA4bAwlx0lLnDgcnPnNG03SUpn_OBHO7VJKJ5KPHPb_XXbPB5W7m-D9e2uw5vfQQIHqnspZTiXJbPhg82qcnUuovfWwyRRRuXKNw8kpq_QXZN6/s320/tikus.jpg&quot; title=&quot;Cara Unik Usir Tikus Dirumah 1000% Ampuh&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Bagaimana cara mengusir tikus dirumah yang mengganggu ?&lt;br /&gt;
Selain karena jijik, keberadaan tikus di lingkungan sekitar kita juga sangat merugikan entah itu dari segi kesehatan makanan maupun kesehatan manusia itu sendiri. Bagaimana mengusir tikus menggunakan cara-cara alami ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan alami kita pilih sebagai pilihan bukannya tanpa alasan tetapi kita memikirkan faktor keamanannya. Menggunakan bahan kimia memang praktis tetapi kita tidak tahu jaminan keamanan untuk keluarga tercinta. Maka sudah sepatutnya memilih cara alami ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara Mengusir Tikus Menggunakan Binatang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jangkrik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tikus mempunyai sifat yang tidak terlalu nyaman dengan suasana yang ramai, nah maka dari itu anda harus mencari jangkrik yang bisa mengerik. Jangkrik seperti ini biasanya juga digunakan untuk ajang aduan. Setelah mendapatkan jangkrik yang dimaksud, taruhlah jangkrik-jangkrik itu di lokasi-lokasi yang sering dilalui oleh tikus. Maka bisa dipastikan, rumah dan lingkungan anda akan terbebas dari gangguan tikus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kucing Atau Ular&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seperti sudah menjadi rahasia umum kalau kucing selalu menjadi musuh bebuyutan tikus. Nah, hal ini bisa anda gunakan sebagai cara mengusir tikus yang ampuh. Namun tentunya kucing yang anda pilih pun yang mau memangsa tikus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, jika kucing sudah tidak mempan untuk tikus-tikus rumah, anda bisa menggunakan cara yang sedikit ekstrim yaitu memelihara ular. Karena salain kucing, ular juga salah satu hewan yang sangat di takuti oleh tikus. Walaupun memelihara hewan melata yang satu ini tidak dianjurkan untuk setiap orang, karena diperlukan keahlian khusus dalam perawatannya. Baca tips unik lainnya Cara mengusir kecoak yang terbukti ampuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara Mengusir Tikus Menggunakan Bahan Alami&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Buah Mengkudu &amp;amp; Durian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selain mempunyai kandungan yang sangat bermanfaat untuk manusia ternyata aroma mengkudu yang tidak enak juga mampu mengusir tikus lho. Caranya pun cukup mudah, anda tinggal menyiapkan 2 atau 3 buah mengkudu. Potong buah ini menjadi beberapa bagian, lalu letakkan potongan-potongan tersebut di tempat-tempat yang sering dilalui tikus. Bisa dipastikan rumah anda akan terbebas dari gangguan tikus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau anda juga bisa menggunakan buah durian, yaitu siapkan satu buah durian. Belah hingga menjadi beberapa bagian, buahnya dapat anda makan. Sedangkan untuk isi buah dan kulitnya yang berduri, taruhlah di tempat-tempat yang sering dilalui tikus. Tikus tidak menyukai bau-bau yang menyengat sehingga memilih buah durian ini bisa menjadi solusi ampuh untuk mengusir tikus-tikus liar tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Minyak Mint&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cara mengusir tikus yang terakhir adalah minyak mint. Sama halnya dengan bau menyengat dari buah mengkudu dan durian, ternyata tikus juga tidak menyukai bau mint. Nah, hal ini bisa anda gunakan untuk mengusir hewan pengerat tersebut dengan cara mengoleskan minyak mint pada beberapa lembar karton, lalu letakkan di area-area yang biasa dilalui tikus. Dengan beberapa kali pemasangan, tikus-tikus tidak akan berani untuk mendekat di area-area tersebut.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/7315624551206739995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/cara-paling-jitu-usir-tikus-dirumah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/7315624551206739995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/7315624551206739995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/cara-paling-jitu-usir-tikus-dirumah.html' title='Cara Paling Jitu Usir Tikus Dirumah 1000% Ampuh'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3ZPkCI3Z0dDDbHi0iF1hB6RC32ZidDBjA4bAwlx0lLnDgcnPnNG03SUpn_OBHO7VJKJ5KPHPb_XXbPB5W7m-D9e2uw5vfQQIHqnspZTiXJbPhg82qcnUuovfWwyRRRuXKNw8kpq_QXZN6/s72-c/tikus.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-7808028416856256756</id><published>2017-05-09T21:11:00.002-07:00</published><updated>2017-05-09T21:11:24.595-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Dan Trik"/><title type='text'>Cara Usir Kecoa Dengan Bahan Alami</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5ms2-ZIHl9aZ45gtDNl3i78yTaknqDcKicJJRMy8_9Bonol75sL9TNFAAXM0nLPIaXGSm7SjT8I872oqonwI588HT7GjMxMOZXI5K66_ZrkiLl_TC8UnC9n1YpdtdhquRsWUKcPr-YEif/s1600/kecoa.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;nanya mulu&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;230&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5ms2-ZIHl9aZ45gtDNl3i78yTaknqDcKicJJRMy8_9Bonol75sL9TNFAAXM0nLPIaXGSm7SjT8I872oqonwI588HT7GjMxMOZXI5K66_ZrkiLl_TC8UnC9n1YpdtdhquRsWUKcPr-YEif/s320/kecoa.png&quot; title=&quot;Cara Ampuh Usir Kecoa Dengan Bahan Alami&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kecoa adalah binatang yang sering kita hindari karena keberadaan yang membuat tidak nyaman. Selain membuat jijik binatang yang gemar keluar malam ini termasuk binatang pembawa penyakit yang biasanya disebarkan melalui makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, tentunya anda tidak ingin kan binatang satu ini berada di rumah anda?&lt;br /&gt;
Bagaimana cara mengusir kecoa dengan bahan-bahan alami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa harus alami ketika sekarang ini begitu banyak racun pembasmi yang bekerja secara aktif dan praktis? Mungkin pertanyaan ini akan anda utarakan ketika pertamakali anda melihat judul artikel cara mengusir kecoa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang produk pembasmi serangga telah terbukti lebih handal mengusir kecoa, tapi apakah anda yakin bahwa kandungan racun pembasmi tersebut aman untuk keluarga anda?. Nah, berdasarkan pemikiran tersebut sangat dianjurkan untuk menjadikan cara-cara alami mengusir kecoa alami sebagai prioritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara Mengusir Kecoa Menggunakan Mentimun &amp;amp; Daun Salam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anda memilih menggunakan mentimun, caranya sangat mudah yaitu cukup menyiapkan buah mentimun satu buah lalu kupas. Ambil kulitnya dan taruhlah di sebuah wadah alumunium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahukah anda bahwa reaksi kulit mentimun dan alumunium bisa mematikan kecoak dengan baunya yang menyengat. Tidak percaya? Silahkan buktikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu sama halnya dengan mentimun, ternyata daun salam merupakan cara ampuh mengusir kecoa selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Caranya mudah saja, cukup haluskan daun salam lalu taburkanlah di area-area yang sering disinggahi kecoa. Maka bisa dipastikan rumah anda akan segera terbebas dari gangguan binatang satu ini karena tidak tahan dengan baunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Cara Mengusir Kecoa Dengan Air Sabun &amp;amp; Amonia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan air sabun untuk mengusir kecoa juga solusi ampuh yang bisa anda praktikkan di rumah. Caranya pun sangat mudah, yaitu cukup larutkan sabun ke dalam sebuah wadah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu larutan sabun tersebut anda percikkan ke kecoa yang sedang berkeliaran di rumah anda. Maka tunggulah hasilnya dan bisa dipastikan kecoa tersebut akan mati, kemudian kawan-kawannya pun tak akan berani mendekat area itu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara jitu mengusir kecoa berikutnya adalah amonia. Seperti yang kita ketahui bahwa kecoa memang bermusuhan dengan amonia. Nah, hal ini bisa kita manfaatkan untuk memastikan kecoa pergi secara sukarela dari rumah anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Caranya tuangkan 2 gelas penuh amonia ke dalam ember berisi air. Lalu, siramkan melalui wastafel di dapur anda. Amonia yang bereaksi dengan air akan berkonsentrasi untuk menimbulkan bau yang tidak disukai oleh kecoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup mudah bukan? Jadi apa salahnya menggunakan bahan-bahan yang tidak berbahaya untuk mengusir binatang menjijikkan satu ini. Nah, semoga artikel tentang cara mengusir kecoa satu ini bermanfaat untuk anda.&lt;br /&gt;
Jangan biarkan keluarga anda tertular penyakit berbahaya yang disebarkan oleh kecoa rumah anda.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/7808028416856256756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/cara-usir-kecoa-dengan-bahan-alami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/7808028416856256756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/7808028416856256756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/cara-usir-kecoa-dengan-bahan-alami.html' title='Cara Usir Kecoa Dengan Bahan Alami'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5ms2-ZIHl9aZ45gtDNl3i78yTaknqDcKicJJRMy8_9Bonol75sL9TNFAAXM0nLPIaXGSm7SjT8I872oqonwI588HT7GjMxMOZXI5K66_ZrkiLl_TC8UnC9n1YpdtdhquRsWUKcPr-YEif/s72-c/kecoa.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-4080477978745343024</id><published>2017-05-09T21:08:00.001-07:00</published><updated>2017-05-09T21:08:37.014-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cara Download Video Youtube"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video Unik &amp; Lucu"/><title type='text'>Cara Rebus Telur Agar Bagian Kuningnya Berada Diluar</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/WO2lxNXA0qI&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;

Anak-anak pada umumnya lebih menyukai makan kuning telur ketimbang bagian putih telur. Saat makan telur rebus, anak-anak cenderung akan membuang bagian putih telur karena tidak berasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal ketika direbus, bagian putih telur akan menutupi bagian kuning telur. Sehingga akan sedikit merepotkan jika memang hanya ingin memakan bagian kuning telur saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun sebuah video berdurasi singkat diatas mengajarkan pada kita cara merebus telur agar bagian kuning telur berada di luar. Hal itu terdengar aneh, tetapi berikut caranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, tutup telur dengan selotip plastik hingga menutupi seluruh bagian telur. Lalu masukkan telur ke dalam kain semacam kaus kaki dan putar-putar selayaknya memainkan gangsing. Setelah dirasa cukup, rebus telur ke dalam panci seperti biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dirasa cukup matang, kupas telur dan lihat hasilnya. Ketika dikupas telur itu akan berwarna kuning dengan bagian putih di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silahkan cek video diatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber video :&amp;nbsp;Budiono Bws&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/4080477978745343024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/cara-rebus-telur-agar-bagian-kuningnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/4080477978745343024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/4080477978745343024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/cara-rebus-telur-agar-bagian-kuningnya.html' title='Cara Rebus Telur Agar Bagian Kuningnya Berada Diluar'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/WO2lxNXA0qI/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-7544914597052095469</id><published>2017-05-09T21:05:00.000-07:00</published><updated>2017-05-09T21:05:02.056-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cara Download Video Youtube"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video Unik &amp; Lucu"/><title type='text'>Helikopter Nyasar Pilot Nanya Alamat Ama Supir Truk</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/0aTg1z2_Z-I&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;

&lt;b&gt;Video&amp;nbsp;Helikopter Nyasar Pilot Nanya Alamat Sama Supir Truk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akibat cuaca buruk, helikopter terpaksa mendarat di jalan raya dan nanya alamat sama supir truk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber video :&amp;nbsp;MediaTube IND&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/7544914597052095469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/helikopter-nyasar-pilot-nanya-alamat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/7544914597052095469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/7544914597052095469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/helikopter-nyasar-pilot-nanya-alamat.html' title='Helikopter Nyasar Pilot Nanya Alamat Ama Supir Truk'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/0aTg1z2_Z-I/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-5200333748543018257</id><published>2017-05-09T20:58:00.000-07:00</published><updated>2017-05-09T20:58:42.888-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cara Download Video Youtube"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video Unik &amp; Lucu"/><title type='text'>Gaya Kocak Tukang Sayuran Ngitung Belanjaan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/j2O0yPxr4mQ&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;

Video Gaya Unik Tukang Sayuran Ngitung Belanjaan Pembeli&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber video :&amp;nbsp;Celebes Creative&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/5200333748543018257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/gaya-kocak-tukang-sayuran-ngitung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/5200333748543018257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/5200333748543018257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/05/gaya-kocak-tukang-sayuran-ngitung.html' title='Gaya Kocak Tukang Sayuran Ngitung Belanjaan'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/j2O0yPxr4mQ/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-4331286220740931797</id><published>2017-04-16T05:47:00.000-07:00</published><updated>2017-05-21T06:08:39.380-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Online Shop"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Dan Trik"/><title type='text'>Cara Cek Toko Online Penipu Melalui Google</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjekxROaHjmqDPIbE7lpIZzmi4soGG0fejIAVC_vBOPaPbXMFbkmWqhyy2mvNQEqGdF_NKKXbQtESGZ6pkVG4LJ5ugMq4SShs2D0z5KDl8BG3fdwb9JrSQutryPJgM2BwePapQyUrgfrvpl/s1600/online+shop+penipu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Cek Toko Online Penipu Melalui Google&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjekxROaHjmqDPIbE7lpIZzmi4soGG0fejIAVC_vBOPaPbXMFbkmWqhyy2mvNQEqGdF_NKKXbQtESGZ6pkVG4LJ5ugMq4SShs2D0z5KDl8BG3fdwb9JrSQutryPJgM2BwePapQyUrgfrvpl/s320/online+shop+penipu.jpg&quot; title=&quot;Cara Cek Toko Online Penipu Melalui Google&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Umumnya yang namanya toko online pasti mencantumkan nomor telpon/wa dan pin BB di lapak jualan mereka dan pada saat anda disuruh transfer oleh si toko online pasti si toko online ituh kasih info nomor rekening. Nah ketiga nomor itu (telpon, pin bb, nomor rekening) bisa anda jadikan bahan untuk melacak status toko online itu. Apakah statusnya toko online penipu atau toko online baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Langsung aje nih ane jelasin cara cek status toko online itu penipu atau bukan penipu melalui mas google.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Begini Nih Caranya :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
Tanya sama mas google dengan cara tulis nomor telpon si toko online itu di google, misalkan nomor telpon si toko online 0812345678910 tulis saja nomor tersebut di google, nanti akan muncul beberapa informasi mengenai nomor tersebut (jika tidak muncul apa-apa saya juga gak tau deh kenapa begitu, begitu kenapa, kenapa kenapa, begitu begitu).&lt;br /&gt;
Telusuri semua informasi yang muncul, kalo ada sumber yang menginformasikan bahwa nomor tersebut pernah melakukan penipuan silahkan cek kebenaran info tersebut dan jangan langsung percaya kalo baru liat informasi tanpa ada kejelasan yang akurat mengenai informasi itu, karna dunia online lebih kejam dari pada dunia lain. Silahkan selidiki informasi yang anda lihat secara detail dan kalo perlu minta bukti foto percakapan atau cek kronologis perkara sebelum anda menyimpulkan bahwa nomor itu beneran penipu, untuk menghindari persaingan usaha yang gak sehat (nomor saingan usaha di jelek-jelekin secara umum di berbagai media) atau hal lainnya, untuk itu sekali lagi ane bilangin ada baiknya menanyakan kronolgis dan minta bukti foto percakapan dengan pelaku sebelum anda pastikan nomor tersebut bener-bener penipu.&lt;br /&gt;
Setelah cek nomor telpon cek juga pin bbm, nomor wa dan nomor rekening si toko online itu, caranya sama kaya cek nomor telpon, nanyanya sama mas google juga ye.&lt;br /&gt;
Kalo misalkan banyak informasi yang menyatakan si toko online itu penipu mendingan jangan lanjutkan transaksi deh atau masih mau coba-coba ngetes transaksi, silahkan saja karna resiko anda sendiri yang nerima. Ane mah cuman ngasih tau ajeh, ane mah apah atuhhhhh :(&#39;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat mencoba dan tetap selalu waspada dengan berbagai modus kejahatan dunia online.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/4331286220740931797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/04/cara-cek-toko-online-penipu-melalui.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/4331286220740931797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/4331286220740931797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/04/cara-cek-toko-online-penipu-melalui.html' title='Cara Cek Toko Online Penipu Melalui Google'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjekxROaHjmqDPIbE7lpIZzmi4soGG0fejIAVC_vBOPaPbXMFbkmWqhyy2mvNQEqGdF_NKKXbQtESGZ6pkVG4LJ5ugMq4SShs2D0z5KDl8BG3fdwb9JrSQutryPJgM2BwePapQyUrgfrvpl/s72-c/online+shop+penipu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-5058273707224438301</id><published>2017-04-15T19:32:00.001-07:00</published><updated>2017-05-21T06:07:39.566-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Online Shop"/><title type='text'>Perbedaan Online Shop Dengan Kurir</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-FYzF33OsYT6DzO4OgIhQh703xWqF0XN2akCdJM3Q2E-ewcXALooQC3BR2FxY7B6smUrvIw4w8VtNhJG7jtgcKubwhMzVHIRjha7Vbgp8DJz7RtZLVuUKzh-hmycSfu0qaITR1enz03MY/s1600/onlineshop.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;online shop&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;297&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-FYzF33OsYT6DzO4OgIhQh703xWqF0XN2akCdJM3Q2E-ewcXALooQC3BR2FxY7B6smUrvIw4w8VtNhJG7jtgcKubwhMzVHIRjha7Vbgp8DJz7RtZLVuUKzh-hmycSfu0qaITR1enz03MY/s320/onlineshop.jpg&quot; title=&quot;online shop&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Perbedaan tugas dan tanggung jawab antara pihak Online Shop dengan pihak JNE, POS, TIKI, J&amp;amp;T, DLL&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Jika masih ada yang belum mengerti tugas dan tanggung jawab online shop terhadap customer, berikut ini saya jelaskan beberapa point penting yang wajib anda fahami.&lt;br /&gt;
Karna masih seringnya saya mendengar masih ada saja keluhan dari beberapa rekan sesama online shop maupun keluhan langsung dari pihak pembeli yang umumnya jika barang pesanannya lama sampai selalu yang dikejar-kejar pihak online shop. Bukannya mau menyalahkan pihak ekspedisi atau menghindar dari komplain pembeli yang paketnya lama sampai, tapi disini saya mau memberikan penjelasan singkat saja, khusus bagi anda yang belum mengerti tugas dan tanggung jawab antara pihak online shop dengan pihak ekspedisi termasuk hak dan kewajiban pembeli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam penjelasan ini pihak penjual kita sebut sebagai pihak online shop, sedangkan pihak customer kita sebut pihak pembeli dan pihak JNE, POS, TIKI dan jasa ekspedisi lainnya kita sebut sebagai pihak pengiriman barang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Untuk mengurangi pertanyaan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kapan paket sampai &amp;nbsp;? kok paket saya belum sampai ya ? kira-kira paket saya sampai rumah hari apa dan jam berapa ya ? yang anter paket saya posisi udah dimana sekarang ? boleh minta pin bbm mas kurir ga ?&lt;br /&gt;
Silahkan baca terlebih dahulu informasi berikut ini :&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Tugas &amp;amp; Tanggung Jawab Online Shop Terhadap Pembeli :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
- Menjawab berbagai pertanyaan pembeli yang berkaitan dengan produk yang dijual&lt;br /&gt;
- Merespon pesan yang masuk dari berbagai contact yang tersedia (sms, bbm, wa, dll)&lt;br /&gt;
- Memberikan informasi warna, ukuran dan informasi yang berkaitan dengan produk yang dijual secara jelas di deskripsi iklan&lt;br /&gt;
- Konfirmasi ketersediaan produk&lt;br /&gt;
- Menginformasikan ketersediaan rekening dan layanan pengiriman yang digunakan&lt;br /&gt;
- Memberikan informasi tarif ongkos kirim&lt;br /&gt;
- Memberikan perincian totalan yang harus dibayar pembeli&lt;br /&gt;
- Memastikan dan melakukan proses penagihan pembayaran ke pihak pembeli&lt;br /&gt;
- Melakukan pengecekan isi paket sebelum diantar ke pihak pengiriman barang, untuk memastikan bahwa isi paket sesuai dengan yang dipesan pembeli dan dalam keadaan baik/tidak rusak.&lt;br /&gt;
- Mengantar paket pesanan pembeli ke biro pengiriman barang&lt;br /&gt;
- Memberikan informasi nomor resi pengiriman barang ke pembeli&lt;br /&gt;
- Menjaga kerahasiaan data pihak pembeli yang menggunakan sistem dropship&lt;br /&gt;
- Tidak mencantumkan nama dan nomor telpon pribadi jika ada yang menggunakan sistem dropship&lt;br /&gt;
- Tidak mempublikasikan data alamat dan nomor telpon pembeli secara umum&lt;br /&gt;
- Merespon komplain yang diajukan pembeli jika barang yang diterima pembeli tidak sesuai atau kurang dari total pesanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tugas Tambahan Online Shop Terhadap Pembeli :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
- Memantau status paket via resi&lt;br /&gt;
- Membantu pihak pembeli komplain ke pihak pengiriman barang jika paket ngaret atau melebihi waktu estimasi barang sampai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tanggung Jawab Pembeli Terhadap Online Shop :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
- Membayar biaya barang yang dipesan&lt;br /&gt;
- Membayar biaya ongkos kirim, termasuk membayar asuransi pengiriman barang jika digunakan&lt;br /&gt;
- Memberikan penjelasan jika tidak jadi order&lt;br /&gt;
- Memberikan laporan penerimaan barang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hak Pembeli Terhadap Online Shop :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
- Menanyakan ketersediaan ukuran, warna dan informasi lainnya yang berkaitan dengan produk yang ingin dipesan&lt;br /&gt;
- Minta perincian harga produk yang dipesan dan biaya ongkos kirim&lt;br /&gt;
- Menerima informasi resi pengiriman barang&lt;br /&gt;
- Komplain jika barang yang dipesan tidak sesuai atau kurang jumlahnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hak Pembeli Terhadap Pihak Pengiriman Barang :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
- Mengajukan komplain dengan menyertakan resi pengiriman jika paket lama sampai atau melebihi waktu estimasi barang sampai&lt;br /&gt;
- Mengajukan klaim jika isi paket ada yang hilang, rusak/hancur yang disebabkan oleh berbagai faktor kelalaian pengiriman, jika menggunakan layanan asuransi pengiriman dan mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tugas Dan Tanggung Jawab Pihak Pengiriman Barang Terhadap Customer :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
- Mengantar paket sampai ke alamat tujauan dan diterima oleh yang bersangkutan&lt;br /&gt;
- Merespon jika ada laporan paket belum sampai ke alamat tujuan&lt;br /&gt;
- Merespon jika ada laporan paket yang statusnya sudah sampai tapi belum diterima oleh yang bersangkutan&lt;br /&gt;
- Bertanggung jawab atas klaim yang diajukan customer yang menggunakan layanan asuransi, sesuai dengan ketentuan yang berlaku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NB :&lt;br /&gt;
Jika ada kesalahan atau kekurangan penulisan silahkan informasikan hal itu kepada kami.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/5058273707224438301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/04/perbedaan-online-shop-dengan-kurir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/5058273707224438301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/5058273707224438301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/04/perbedaan-online-shop-dengan-kurir.html' title='Perbedaan Online Shop Dengan Kurir'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-FYzF33OsYT6DzO4OgIhQh703xWqF0XN2akCdJM3Q2E-ewcXALooQC3BR2FxY7B6smUrvIw4w8VtNhJG7jtgcKubwhMzVHIRjha7Vbgp8DJz7RtZLVuUKzh-hmycSfu0qaITR1enz03MY/s72-c/onlineshop.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-6203437428537146317</id><published>2017-03-22T06:29:00.000-07:00</published><updated>2017-03-22T06:29:50.110-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Undang-Undang"/><title type='text'>Pengesahan Convention Against Torture And Other Cruel, Inhuman Or Degrading Treatment Or Punishment (1998)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuWVrnz-NyAhz_I_srDEc5lS7SBILbZHWtpRhvayCniEH6t4eZQJJH9nc0HIv0mrHQV8huf7koVNR-hgyTZhsP-5I7wY5556XtIG4RzC8k7N8M2Smuvdwk1gGt-viSmGW_fdNCIS46Wug/s1600/garuda+indonesia.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pengesahan Convention Against Torture And Other Cruel, Inhuman Or Degrading Treatment Or Punishment &quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuWVrnz-NyAhz_I_srDEc5lS7SBILbZHWtpRhvayCniEH6t4eZQJJH9nc0HIv0mrHQV8huf7koVNR-hgyTZhsP-5I7wY5556XtIG4RzC8k7N8M2Smuvdwk1gGt-viSmGW_fdNCIS46Wug/s1600/garuda+indonesia.png&quot; title=&quot;Pengesahan Convention Against Torture And Other Cruel, Inhuman Or Degrading Treatment Or Punishment &quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Undang-Undang&lt;br /&gt;
Nomor : 5&lt;br /&gt;
Tahun : 1998&lt;br /&gt;
Tentang : PENGESAHAN CONVENTION AGAINST TORTURE AND OTHER CRUEL, INHUMAN OR DEGRADING TREATMENT OR PUNISHMENT (KONVENSI MENENTANG PENYIKSAAN DAN PERLAKUAN ATAU PENGHUKUMAN LAIN YANG KEJAM, TIDAK MANUSIAWI, ATAU MERENDAHKAN MARTABAT MANUSIA).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
PRESIDEN&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
REPUBLIK INDONESIA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NOMOR 5 TAHUN 1998&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENGESAHAN CONVENTION AGAINST TORTURE AND OTHER CRUEL, INHUMAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;OR DEGRADING TREATMENT OR PUNISHMENT (KONVENSI MENENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENYIKSAAN DAN PERLAKUAN ATAU PENGHUKUMAN LAIN YANG KEJAM,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TIDAK MANUSIAWI, ATAU MERENDAHKAN MARTABAT MANUSIA)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
DENGAN RAHMAT TUHAN Y ANG MAHA ESA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menimbang :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. bahwa negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan&lt;br /&gt;
Undang-Undang Dasar 1945 adalah negara hukum yang menjunjung&lt;br /&gt;
tinggi harkat dan martabat manusia serta menjamin semua warga&lt;br /&gt;
negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum. sehingga segala&lt;br /&gt;
bentuk penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam.&lt;br /&gt;
tidak manusiawi. atau merendahkan martabat manusia harus dicegah&lt;br /&gt;
dan dilarang;&lt;br /&gt;
b. bahwa bangsa Indonesia sebagai bagian masyarakat internasional&lt;br /&gt;
menghormati, menghargai, dan menjunjung tinggi prinsip dan tujuan&lt;br /&gt;
Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta Deklarasi Universal Hakhak&lt;br /&gt;
Asasi Manusia;&lt;br /&gt;
c. bahwa Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di dalam&lt;br /&gt;
sidangnya pada tanggal 10 Desember 1984 telah menyetujui&lt;br /&gt;
Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading&lt;br /&gt;
Treatment or Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan&lt;br /&gt;
Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak -Manusiawi.&lt;br /&gt;
atau Merendahkan Martabat Manusia) dan Pemerintah Republik&lt;br /&gt;
Indonesia telah menandatangani konvensi tersebut pada tanggal 23&lt;br /&gt;
Oktober 1985;&lt;br /&gt;
d. bahwa konvensi tersebut pada dasarnya tidak bertentangan dengan&lt;br /&gt;
Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan peraturan perundangundangan&lt;br /&gt;
Republik Indonesia serta selaras dengan keinginan bangsa&lt;br /&gt;
Indonesia untuk secara terus menerus menegakkan dan memajukan&lt;br /&gt;
pelaksanaan hak asasi manusia dalam kehidupan berbangsa dan&lt;br /&gt;
bernegara;&lt;br /&gt;
e. bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut dalam huruf a, b, c. dan d&lt;br /&gt;
dipandang perlu mengesahkan Convention Against Torture and Other&lt;br /&gt;
Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (Konvensi&lt;br /&gt;
Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang&lt;br /&gt;
Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan Martabat Manusia)&lt;br /&gt;
dengan Undang-undang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengingat :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pasal 5 ayat (1), Pasal 11, Pasal 20 ayat (1), Pasal 21 ayat (1), dan Pasal&lt;br /&gt;
27 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dengan Persetujuan:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MEMUTUSKAN:&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menetapkan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
UNDANG-UNDANG TENTANG PENGESAHAN CONVENTION&lt;br /&gt;
AGAINST TORTURE AND OTHER CRUEL, INHUMAN OR DEGRADING&lt;br /&gt;
TREATMENT OR PUNISHMENT (KONVENSI MENENTANG&lt;br /&gt;
PENYIKSAAN DAN PERLAKUAN ATAU PENGHUKUMAN LAIN YANG&lt;br /&gt;
KEJAM, TIDAK MANUSIAWI, ATAU MERENDAHKAN MARTABAT&lt;br /&gt;
MANUSIA)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Mengesahkan Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading&lt;br /&gt;
Treatment or Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau&lt;br /&gt;
Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusia, atau Merendahkan Martabat&lt;br /&gt;
Manusia) dengan Declaration (Pernyataan) terhadap Pasal 20 dan Reservation&lt;br /&gt;
(Pensyaratan) terhadap Pasal 30 ayat (1).&lt;br /&gt;
(2) Salinan naskah asli Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman or&lt;br /&gt;
Degrading Treatment or Punishment (Konvensi Menentang Penyiksaan dan&lt;br /&gt;
Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau&lt;br /&gt;
Merendahkan Martabat Manusia), Declaration (Pernyataan) terhadap Pasal 20, dan&lt;br /&gt;
Reservation (Pensyaratan) terhadap Pasal 30 ayat (1) dalam bahasa Inggris, dan&lt;br /&gt;
terjemahannya dalam bahasa Indonesia sebagaimana terlampir merupakan bagian&lt;br /&gt;
yang tak terpisahkan dari Undang-undang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.&lt;br /&gt;
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini&lt;br /&gt;
dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Disahkan Di Jakarta,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pada Tanggal 28 September 1998&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Diundangkan Di Jakarta,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pada Tanggal 28 September 1998&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
AKBAR TANDJUNG&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1998 NOMOR 164&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENJELASAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NOMOR 5 TAHUN 1998&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENGESAHAN CONVENTION AGAINST TORTURE AND OTHER CRUEL, INHUMAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;OR DEGRADING TREATMENT OR PUNISHMENT (KONVENSI MENENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENYIKSAAN DAN PERLAKUAN ATAU PENGHUKUMAN LAIN YANG KEJAM,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TIDAK MANUSIAWI, ATAU MERENDAHKAN MARTABAT MANUSIA)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;I. UMUM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada tanggal 9 Desember Tahun 1975 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa&lt;br /&gt;
telah menerima Deklarasi tentang Perlindungan Semua Orang dari Penyiksaan dan&lt;br /&gt;
Perlakuan atau Penghukuman yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan&lt;br /&gt;
Martabat Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deklarasi tersebut memuat perlindungan terhadap semua orang dari sasaran&lt;br /&gt;
penyiksaan dan perlakuan atau hukuman yang kejam, tidak manusiawi, atau&lt;br /&gt;
merendahkan martabat manusia, dan menyatakan perlunya langkah-langkah yang&lt;br /&gt;
efektif untuk menjamin pelaksanaan Deklarasi tersebut. Langkah-langkah ini&lt;br /&gt;
mencakup antara lain perbaikan cara&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Interogasi dan pelatihan bagi setiap aparatur penegak hukum dan pejabat publik lain&lt;br /&gt;
yang bertanggungjawab terhadap orang-orang yang dirampas kemerdekaannya.&lt;br /&gt;
Adapun pengertian penyiksaan dalam Deklarasi ini adalah tindak pidana menurut&lt;br /&gt;
ketentuan dalam hukum pidana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, karena deklarasi itu bersifat tidak mengikat secara hukum, Komisi Hak&lt;br /&gt;
Asasi Manusia Perserikatan Bangsa- Bangsa telah menyusun rancangan Konvensi&lt;br /&gt;
Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak&lt;br /&gt;
Manusiawi, atau Merendahkan Martabat Manusia yang selanjutnya diajukan kepada&lt;br /&gt;
Sidang Majelis Umum PBB untuk disahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui secara konsensus&lt;br /&gt;
rancangan konvensi tersebut pada tanggal 10 Desember 1984 yang menyatakan&lt;br /&gt;
mulai berlaku secara efektif pada tanggal 26 Juni 1987. Pemerintah Republik&lt;br /&gt;
Indonesia menandatangani konvensi itu pada tanggal 23 Oktober 1985.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deklarasi dan Program Aksi Wina 1993 sepakat antara lain menghimbau negaranegara&lt;br /&gt;
anggota PBB untuk secepatnya mengesahkan perangkat-perangkat&lt;br /&gt;
internasional yang sangat penting di bidang hak asasi manusia (HAM), termasuk&lt;br /&gt;
Konvensi Menentang Penyiksaan. Sesuai dengan isi Deklarasi Wina 1993,&lt;br /&gt;
Pemerintah Indonesia telah menyusun Rencana Aksi Nasional HAM Indonesia&lt;br /&gt;
1998-2003 yang berisi kegiatan-kegiatan prioritas dalam rangka pemajuan dan&lt;br /&gt;
perlindungan HAM. Prioritas kegiatan tahun pertama Rencana Aksi tersebut&lt;br /&gt;
mencakup pengesahan tiga perangkat internasional di bidang HAM, termasuk&lt;br /&gt;
Konvensi Menentang Penyiksaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena didorong oleh rasa tanggung jawab untuk memajukan dan menegakkan hak&lt;br /&gt;
asasi manusia dan pembangunan hukum di Indonesia, DPR-RI memutuskan&lt;br /&gt;
menggunakan hak inisiatifnya untuk mengajukan Rancangan Undang-Undang&lt;br /&gt;
tentang Pengesahan Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau&lt;br /&gt;
Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan Martabat&lt;br /&gt;
Manusia yang telah diterima oleh masyarakat internasional sebagai salah satu&lt;br /&gt;
perangkat internasional di bidang HAM yang sangat penting. Saat ini Konvensi telah&lt;br /&gt;
disahkan oleh 105 negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai negara berdaulat dan sesuai dengan ketentuan hukum internasional yang&lt;br /&gt;
berlaku, Indonesia memutuskan untuk menyampaikan suatu pernyataan&lt;br /&gt;
(declaration) terhadap Pasal 20 Konvensi. Pernyataan ini menegaskan bahwa&lt;br /&gt;
dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagaimana dimuat dalam konvensi,&lt;br /&gt;
kedaulatan nasional dan keutuhan wilayah Negara Pihak harus tetap dihormati dan&lt;br /&gt;
dijunjung tinggi. Pernyataan (declaration) ini tidak mempunyai kekuatan mengikat&lt;br /&gt;
secara hukum sehingga pernyataan tersebut sama sekali tidak menghapuskan&lt;br /&gt;
kewajiban atau tanggung jawab Negara Pihak untuk melaksanakan isi Konvensi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai dengan ketentuan Konvensi, Indonesia juga menyatakan Pensyaratan&lt;br /&gt;
(Reservation) terhadap Pasal 30 ayat (1) Konvensi yang mengatur upaya&lt;br /&gt;
penyelesaian sengketa mengenai penafsiran dan pelaksanaan konvensi melalui&lt;br /&gt;
Mahkamah Internasional (International Court of Justice). Sikap ini diambil antara lain&lt;br /&gt;
atas pertimbangan bahwa Indonesia tidak mengakui jurisdiksi yang mengikat secara&lt;br /&gt;
otomatis (compulsory jurisdiction) dari Mahkamah Internasional. Pensyaratan&lt;br /&gt;
tersebut bersifat prosedural sesuai dengan ketentuan hukum internasional yang&lt;br /&gt;
berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;II. POKOK-POKOK PIKIRAN YANG MENDORONG LAHIRNYA KONVENSI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1 Penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak&lt;br /&gt;
manusiawi, atau merendahkan martabat manusia masih terus terjadi di&lt;br /&gt;
berbagai negara dan kawasan dunia, yang diakui secara luas akan dapat&lt;br /&gt;
merapuhkan sendi-sendi tegaknya masyarakat yang tertib, teratur, dan&lt;br /&gt;
berbudaya. Dalam rangka menegakkan sendi-sendi masyarakat demikian itu,&lt;br /&gt;
seluruh masyarakat internasional bertekad bulat melarang dan mencegah&lt;br /&gt;
segala bentuk tindak penyiksaan, baik jasmaniah maupun rohaniah.&lt;br /&gt;
Masyarakat internasional sepakat untuk pelarangan dan pencegahan tindak&lt;br /&gt;
penyiksaan ini dalam suatu wadah perangkat internasional yang mengikat&lt;br /&gt;
semua Negara Pihak secara hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 Dalam kaitan itu. Majelis Umum PBB telah menerima Deklarasi Universal&lt;br /&gt;
HAM pada tanggal 10 Desember 1948. Pasal 5 Deklarasi ini menjamin&lt;br /&gt;
sepenuhnya hak setiap orang untuk bebas dari segala bentuk penyiksaan dan&lt;br /&gt;
perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi, atau&lt;br /&gt;
merendahkan martabat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3 Selanjutnya perangkat internasional di bidang HAM yang bersifat sangat&lt;br /&gt;
penting lainnya, yakni Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik&lt;br /&gt;
(Pasal 7), menetapkan bahwa hak tersebut merupakan hak fundamental yang&lt;br /&gt;
tidak boleh dikurangi dengan alasan apapun (nonderoglabe rights).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;III. ALASAN INDONESIA MENJADI NEGARA PIHAK DALAM KONVENSI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1 Pancasila sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia dan&lt;br /&gt;
Undang-Undang Dasar 1945 sebagai sumber dan landasan hukum nasional,&lt;br /&gt;
menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia seperti tercermin dalam Sila&lt;br /&gt;
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Asas ini merupakan amanat&lt;br /&gt;
konstitusional bahwa bangsa Indonesia bertekad untuk mencegah dan&lt;br /&gt;
melarang segala bentuk penyiksaan, sesuai dengan ini Konvensi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 Dalam rangka pengamalan Pancasila dan pelaksanaan Undang-Undang&lt;br /&gt;
Dasar 1945, Indonesia pada dasarnya telah menetapkan peraturan&lt;br /&gt;
perundang-undangan yang langsung mengatur pencegahan dan pelarangan,&lt;br /&gt;
segala bentuk penyiksaan yang tidak manusiawi dan merendahkan martabat&lt;br /&gt;
manusia. Namun perundang-undangan itu karena belum sepenuhnya sesuai&lt;br /&gt;
dengan Konvensi, masih perlu disempurnakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3 Penyempurnaan perundang-undangan nasional tersebut, akan meningkatkan&lt;br /&gt;
perlindungan hukum secara lebih efektif, sehingga akan lebih menjamin hak-&lt;br /&gt;
hak setiap warga negara bebas dari penyiksaan dan perlakuan atau&lt;br /&gt;
penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat&lt;br /&gt;
manusia, demi tercapainya suatu masyarakat Indonesia yang tertib, teratur,&lt;br /&gt;
dan berbudaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4 Suatu masyarakat Indonesia yang tertib, teratur, dan berbudaya akan mampu&lt;br /&gt;
mewujudkan upaya bersama untuk memelihara perdamaian, ketertiban&lt;br /&gt;
umum, dan kemakmuran dunia serta melestarikan peradaban umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5 Pengesahan dan pelaksanaan isi Konvensi secara bertanggungjawab&lt;br /&gt;
menunjukkan kesungguhan Indonesia dalam upaya pemajuan dan&lt;br /&gt;
perlindungan HAM, khususnya hak bebas dari penyiksaan. Hak ini juga akan&lt;br /&gt;
lebih meningkatkan citra positif Indonesia di dunia internasional dan&lt;br /&gt;
memantapkan kepercayaan masyarakat internasional terhadap Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;IV. POKOK-POKOK ISI KONVENSI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1 Konvensi menentang penyiksaan terdiri atas pembukuan dengan 6 paragraf&lt;br /&gt;
dan batang tubuh dengan 3 bab yang terdiri atas 33 pasal.&lt;br /&gt;
a. Pembukaan meletakkan dasar-dasar dan tujuan Konvensi. Dalam&lt;br /&gt;
konsideran secara tegas dinyatakan bahwa tujuan Konvensi ini adalah&lt;br /&gt;
lebih mengefektifkan perjuangan di seluruh dunia dalam menentang&lt;br /&gt;
penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak&lt;br /&gt;
manusiawi, atau merendahkan martabat manusia.&lt;br /&gt;
b. Bab I (Pasal 1-16) memuat ketentuan-ketentuan pokok yang mengatur&lt;br /&gt;
definisi tentang penyiksaan dan kewajiban Negara Pihak untuk&lt;br /&gt;
mencegah dan melarang penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman&lt;br /&gt;
lain yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat manusia.&lt;br /&gt;
c. Bab II (Pasal 17-24) mengatur ketentuan mengenai Komite Menentang&lt;br /&gt;
Penyiksaan (Committee Against Torture)dan tugas serta&lt;br /&gt;
kewenangannya dalam melakukan pemantauan atas pelaksanaan&lt;br /&gt;
Konvensi.&lt;br /&gt;
d. Bab III (Pasal 25-33) merupakan ketentuan penutup yang memuat halhal&lt;br /&gt;
yang berkaitan dengan mulai berlakunya Konvensi, perubahan,&lt;br /&gt;
pensyaratan (reservation), ratifikasi dan aksesi, pengunduran diri serta&lt;br /&gt;
mekanisme penyelesaian perselisihan antar Negara Pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 Ketentuan-ketentuan Pokok Konvensi&lt;br /&gt;
Konvensi mengatur pelarangan penyiksaan baik fisik maupun mental, dan&lt;br /&gt;
perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi, atau&lt;br /&gt;
merendahkan martabat manusia yang dilakukan oleh atau atas hasutan dari&lt;br /&gt;
atau dengan persetujuan/sepengetahuan pejabat publik (public official) dan&lt;br /&gt;
orang lain yang bertindak dalam jabatannya.&lt;br /&gt;
Adapun pelarangan penyiksaan yang diatur dalam Konvensi ini tidak&lt;br /&gt;
mencakup rasa sakit atau penderitaan yang timbul, melekat, atau diakibatkan&lt;br /&gt;
oleh suatu sanksi hukum yang berlaku. Negara Pihak wajib mengambil&lt;br /&gt;
langkah-langkah legislatif, administratif, hukum, dan langkah efektif lainnya&lt;br /&gt;
guna mencegah tindak penyiksaan di dalam wilayah yurisdiksinya. Tidak&lt;br /&gt;
terdapat pengecualian apapun, baik dalam keadaan perang, ketidakstabilan&lt;br /&gt;
politik dalam negeri, maupun keadaan darurat lainnya yang dapat dijadikan&lt;br /&gt;
sebagai pembenaran atas tindak penyiksaan. Dalam kaitan ini, perintah dari&lt;br /&gt;
atasan atau penguasa (public authority) juga tidak dapat digunakan sebagai&lt;br /&gt;
pembenaran atas suatu penyiksaan.&lt;br /&gt;
Negara Pihak diwajibkan mengatur semua tindak penyiksaan sebagai tindak&lt;br /&gt;
pidana dalam peraturan perundang-undangannya. Hal yang sama berlaku&lt;br /&gt;
pula bagi siapa saja yang melakukan percobaan, membantu, atau turut serta&lt;br /&gt;
melakukan tindak penyiksaan. Negara Pihak juga wajib mengatur bahwa&lt;br /&gt;
pelaku tindak pidana tersebut dapat dijatuhi hukuman yang setimpal dengan&lt;br /&gt;
sifat tindak pidananya.&lt;br /&gt;
Konvensi juga mewajibkan Negara Pihak memasukkan tindak penyiksaan&lt;br /&gt;
sebagai tindak pidana yang dapat diekstradisikan. Konvensi selanjutnya&lt;br /&gt;
melarang Negara Pihak untuk mengusir, mengembalikan, atau&lt;br /&gt;
mengekstradisikan seseorang ke negara lain apabila terdapat alasan yang&lt;br /&gt;
cukup kuat untuk menduga bahwa orang itu menjadi sasaran penyiksaan.&lt;br /&gt;
Negara Pihak lebih lanjut harus melakukan penuntutan terhadap seseorang&lt;br /&gt;
yang melakukan tindak penyiksaan apabila tidak mengekstradiksikannya.&lt;br /&gt;
Negara Pihak lebih lanjut wajib saling membantu dalam proses peradilan atas&lt;br /&gt;
tindak penyiksaan dan menjamin bahwa pendidikan dan penyuluhan&lt;br /&gt;
mengenai larangan terhadap penyiksaan sepenuhnya dimasukkan ke dalam&lt;br /&gt;
program pelatihan bagi para aparat penegak hukum, sipil, atau militer,&lt;br /&gt;
petugas kesehatan, pejabat publik dan orang-orang lain yang terlibat dalam&lt;br /&gt;
proses penahanan, permintaan keterangan (interogasi), atau perlakuan&lt;br /&gt;
terhadap setiap pribadi/individu yang ditangkap, ditahan, atau dipenjarakan.&lt;br /&gt;
Negara Pihak juga wajib mengatur dalam sistem hukumnya bahwa korban&lt;br /&gt;
suatu tindak penyiksaan memperoleh ganti rugi dan mempunyai hak untuk&lt;br /&gt;
mendapatkan kompensasi yang adil dan layak, termasuk sarana untuk&lt;br /&gt;
mendapatkan rehabilitasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3 Implementasi Konvensi&lt;br /&gt;
Implementasi Konvensi dipantau oleh Komite Menentang Penyiksaan&lt;br /&gt;
(Committee Againts Torture) yang terdiri dari sepuluh orang pakar yang&lt;br /&gt;
bermoral tinggi dan diakui kemampuannya di bidang HAM.&lt;br /&gt;
Negara pihak harus menanggung pembiayaan yang dikeluarkan oleh para&lt;br /&gt;
anggota Komite dalam menjalankan tugasnya dan pembiayaan&lt;br /&gt;
penyelenggaraan sidang Negara pihak dan sidang Komite.&lt;br /&gt;
Menurut ketentuan Pasal 19, Negara Pihak harus menyampaikan kepada&lt;br /&gt;
Komite, melalui Sekretaris Jenderal PBB, laporan berkala mengenai langkahlangkah&lt;br /&gt;
yang telah mereka lakukan dalam melaksanakan kewajibannya&lt;br /&gt;
menurut Konvensi. Setiap laporan akan dipertimbangkan oleh Komite, yang&lt;br /&gt;
selanjutnya dapat memberikan tanggapan umum dan memasukkan informasi&lt;br /&gt;
tersebut dalam laporan tahunannya kepada Negara pihak dan kepada&lt;br /&gt;
Sekretaris Jenderal PBB.&lt;br /&gt;
Selanjutnya melalui penyampaian laporan berkala oleh Negara Pihak,&lt;br /&gt;
pemantauan atas pelaksanaan Konvensi juga dapat dilakukan melalui caracara&lt;br /&gt;
berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Menurut Pasal 20, apabila Komite menerima informasi yang dapat&lt;br /&gt;
dipertanggungjawabkan (reliable), bahwa penyiksaan dilakukan secara&lt;br /&gt;
sistematis di wilayah suatu Negara Pihak. Komite harus mengundang&lt;br /&gt;
Negara pihak tersebut untuk bekerja sama membahas informasi&lt;br /&gt;
tersebut dan Komite menyampaikan hasil pengamatannya. Komite&lt;br /&gt;
dapat memutuskan, apabila informasi tersebut benar-benar dapat&lt;br /&gt;
dipertanggungjawabkan, segera melaporkannya kepada Komite dan&lt;br /&gt;
menugaskan anggotanya seorang atau lebih, melakukan suatu&lt;br /&gt;
penyelidikan rahasia dan segera melaporkan hasilnya kepada Komite.&lt;br /&gt;
Dengan persetujuan Negara Pihak, penyelidikan semacam itu dapat&lt;br /&gt;
berupa kunjungan ke wilayah Negara Pihak tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Negara Pihak. sesuai dengan ketentuan Pasal 21, dapat membuat&lt;br /&gt;
deklarasi yang mengakui kewenangan Komite untuk menerima dan&lt;br /&gt;
membahas laporan pengaduan (communications) suatu Negara Pihak&lt;br /&gt;
yang menyatakan bahwa Negara Pihak lain tidak memenuhi&lt;br /&gt;
kewajibannya berdasarkan Konvensi. Komite hanya berwenang&lt;br /&gt;
menerima dan membahas laporan pengaduan oleh Negara Pihak yang&lt;br /&gt;
telah membuat Deklarasi. Komite tidak berhak menerima dan&lt;br /&gt;
membahas laporan pengaduan tentang suatu Negara Pihak yang tidak&lt;br /&gt;
membuat suatu Deklarasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Negara Pihak, sesuai dengan ketentuan Pasal 22, dapat membuat&lt;br /&gt;
deklarasi mengakui kewenangan Komite untuk menerima dan&lt;br /&gt;
membahas laporan pengaduan dari atau atas nama pribadi individu&lt;br /&gt;
yang berada dalam yurisdiksinya,yang menyatakan diri menjadi korban&lt;br /&gt;
pelanggaran yang dilakukan Negara Pihak itu terhadap Konvensi.&lt;br /&gt;
Komite tidak berhak menerima dan membahas laporan pengaduan jika&lt;br /&gt;
menyangkut suatu Negara Pihak yang tidak membuat Deklarasi. Komite&lt;br /&gt;
juga tidak berhak menerima dan membahas laporan pengaduan dari&lt;br /&gt;
seseorang, kecuali jika Komite menyatakan bahwa:&lt;br /&gt;
1) Pengaduan tersebut belum pernah atau tidak sedang dibahas oleh&lt;br /&gt;
prosedur penyelesaian atau penyelidikan internasional lainnya;&lt;br /&gt;
2) Perorangan yang dimaksudkan sudah menggunakan segala&lt;br /&gt;
upaya penyelesaian hukum di dalam negerinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4 Pensyaratan (Reservation) dan Deklarasi (Declaration)&lt;br /&gt;
Konvensi ini memperbolehkan Negara Pihak mengajukan pensyaratan&lt;br /&gt;
terhadap 2 pasal, yakni:&lt;br /&gt;
a. Menyatakan tidak mengakui kewenangan Komite Menentang&lt;br /&gt;
Penyiksaan dalam Pasal 20, sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat&lt;br /&gt;
(1) Konvensi.&lt;br /&gt;
b. Menyatakan tidak terikat pada pengajuan penyelesaian suatu&lt;br /&gt;
perselisihan di antara Negara Pihak kepada Mahkamah Internasional,&lt;br /&gt;
berdasarkan Pasal 30 ayat (1) Konvensi.&lt;br /&gt;
c. Konvensi ini juga memungkinkan Negara Pihak membuat deklarasi&lt;br /&gt;
mengenai kewenangan Komite Menentang Penyiksaan, sebagaimana&lt;br /&gt;
diatur oleh Pasal 21 dan Pasal 22 Konvensi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;V. PASAL DEMI PASAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Diajukannya DekIarasi (Declaration) terhadap PasaI 20 adalah berdasarkan prinsip&lt;br /&gt;
untuk menghormati kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Negara Pihak dan&lt;br /&gt;
diajukannya Pensyaratan (Reservation) terhadap Pasal 30 ayat (1) adalah&lt;br /&gt;
berdasarkan prinsip untuk tidak menerima kewajiban dalam pengajuan perselisihan&lt;br /&gt;
kepada Mahkamah Internasional, kecuali dengan kesepakatan Para Pihak.&lt;br /&gt;
Ayat(2)&lt;br /&gt;
Apabila terjadi perbedaan penafsiran terhadap terjemahannya dalam bahasa&lt;br /&gt;
Indonesia, naskah yang berlaku adalah naskah asli Konvensi. Deklarasi terhadap&lt;br /&gt;
Pasal 20 dan Pensyaratan terhadap Pasal 30ayat (1) dalam bahasa Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3783&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;LAMPIRAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NOMOR 5 TAHUN 1998&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENGESAHAN CONVENTION AGAINST TORTURE AND OTHER, CRUEL, INHUMAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;OR DEGRADING TREA TMENT OR PUNISHMENT (KONVENSI MENENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENYIKSAAN DAN PERLAKUAN ATAUPENGHUKUMAN LAIN YANG KEJAM, TIDAK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;MANUSIAWI, ATAU MERENDAHKAN MARTABAT MANUSIA)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DEKLARASI TERHADAP PASAL 20 DAN PENSYARATAN TERHADAP PASAL 30&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;AYAT (1) KONVENSI MENENTANG PENYIKSAAN DAN PERLAKUAN ATAU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENGHUKUMAN LAIN YANG KEJAM, TIDAK MANUSIAWI, DAN MERENDAHKAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;MARTABAT MANUSIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pernyataan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemerintah Republik Indonesia menyatakan bahwa ketentuan Pasal 20 ayat (1), ayat (2)&lt;br /&gt;
dan ayat (3) Konvensi akan dilaksanakan dengan memenuhi prinsip-prinsip kedaulatan&lt;br /&gt;
dan keutuhan wilayah suatu negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pensyaratan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemerintah Republik Indonesia menyatakan tidak terikat pada ketentuan Pasal 30 ayat&lt;br /&gt;
(1) Konvensi dan berpendirian bahwa apabila terjadi perselisihan akibat perbedaan&lt;br /&gt;
penafsiran atau penerapan isi Konvensi, yang tidak terselesaikan melalui jalur&lt;br /&gt;
sebagaimana diatur dalam ayat (1) pasal tersebut, dapat menunjuk Mahkamah&lt;br /&gt;
Internasional! hanya berdasarkan kesepakatan para Pihak yang berselisih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;LAMPIRAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG REPUDLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NOMOR 5 TAHUN 1998&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENGESAHAN CONVENTION AGAINST TORTURE AND OTHER, CRUEL, INHUMAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;OR DEGRADING TREATMENT OR PUNISHMENT (KONVENSI MENENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENYIKSAAN DAN PERLAKUAN ATAU PENGHUKUMAN LAIN YANG KEJAM,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TIDAK MANUSIA WI, ATAU MERENDAHKAN MARTABA T MANUSIA)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DECLARATION TO ARTICLE 20 AND RESERVATION TO ARTICLE 30 PARAGRAPH I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;CONVENTION AGAINTST TORTURE AND OTHER CRUEL, INHUMAN OR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DEGRADING TREATMENT OR PUNISHMENT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Declaration:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
The Government of the republic of Indonesia declares that the provisions of paragraphs 1,&lt;br /&gt;
2 and 3 of Article 20 of the Convention will have to be implemented strict compliance with&lt;br /&gt;
the principles of the sovereignty and territorial integrity of States.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Reservation:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
The Government of the Republic of Indonesia does not consider itself bound by the&lt;br /&gt;
provision of Article 30, paragraph 1, and takes the position that relating to the&lt;br /&gt;
interpretation and application of the Convention which cannot besettled through the&lt;br /&gt;
channel provided for in paragraph I of the said article, may be referred to the International&lt;br /&gt;
Court of Justice only with the consent of all parties to the disputes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE.&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/6203437428537146317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/pengesahan-convention-against-torture.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/6203437428537146317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/6203437428537146317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/pengesahan-convention-against-torture.html' title='Pengesahan Convention Against Torture And Other Cruel, Inhuman Or Degrading Treatment Or Punishment (1998)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuWVrnz-NyAhz_I_srDEc5lS7SBILbZHWtpRhvayCniEH6t4eZQJJH9nc0HIv0mrHQV8huf7koVNR-hgyTZhsP-5I7wY5556XtIG4RzC8k7N8M2Smuvdwk1gGt-viSmGW_fdNCIS46Wug/s72-c/garuda+indonesia.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-3400027231656320548</id><published>2017-03-22T03:12:00.000-07:00</published><updated>2017-03-22T06:06:53.283-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Undang-Undang"/><title type='text'>Pengesahan Convention On The Prohibition Of The Development, Production, Stockpiling And Use Of Chemical Weapons And On Their Destruction (1998)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU6CaOtA_QdQk9XIeZo00bPdfVGG9tKnPHVcaMYSVtmchCB55lx3pcoamcosmo_5sWBJTqqqDZ0eP-Rg6G842vp-mGCZLUeyWZoKej4JrKroAgDi_7IhHP2x0VpNsMsQzcVdz0vM1aZ7Q/s1600/garuda+indonesia.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pengesahan Convention On The Prohibition Of The Development, Production, Stockpiling And Use Of Chemical Weapons And On Their Destruction (1998)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU6CaOtA_QdQk9XIeZo00bPdfVGG9tKnPHVcaMYSVtmchCB55lx3pcoamcosmo_5sWBJTqqqDZ0eP-Rg6G842vp-mGCZLUeyWZoKej4JrKroAgDi_7IhHP2x0VpNsMsQzcVdz0vM1aZ7Q/s1600/garuda+indonesia.png&quot; title=&quot;Pengesahan Convention On The Prohibition Of The Development, Production, Stockpiling And Use Of Chemical Weapons And On Their Destruction (1998)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Undang-Undang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Nomor : 6&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tahun : 1998&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tentang : PENGESAHAN CONVENTION ON THE PROHIBITION OF THE DEVELOPMENT, PRODUCTION, STOCKPILING AND USE OF CHEMICAL WEAPONS AND ON THEIR DESTRUCTION (KONVENSI TENTANG PELARANGAN PENGEMBANGAN, PRODUKSI, PENIMBUNAN, DAN PENGGUNAAN SENJATA KIMIA SERTA TENTANG PEMUSNAHANNYA.&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;PRESIDEN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NOMOR 6 TAHUN 1998&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENGESAHAN CONVENTION ON THE PROHIBITION OF THE DEVELOPMENT,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PRODUCTION, STOCKPILING AND USE OF CHEMICAL WEAPONS AND ON THEIR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DESTRUCTION (KONVENSI TENTANG PELARANGAN PENGEMBANGAN,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PRODUKSI, PENIMBUNAN, DAN PENGGUNAAN SENJATA KIMIA SERTA TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PEMUSNAHANNYA)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menimbang :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. bahwa sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,&lt;br /&gt;
kebijakan Pemerintah Negara Republik Indonesia mengenai&lt;br /&gt;
perlucutan senjata bertujuan untuk ikut melaksanakan ketertiban,&lt;br /&gt;
keamanan, dan perdamaian dunia, antara lain dengan membebaskan&lt;br /&gt;
dunia dari ancaman bencana yang dapat ditimbulkan dari keberadaan&lt;br /&gt;
dan penggunaan senjata pemusnah massal, yaitu senjata nuklir,&lt;br /&gt;
biologi, dan kimia;&lt;br /&gt;
b. bahwa dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut Pemerintah Negara&lt;br /&gt;
Republik Indonesia aktif mengambil bagian dalam usaha yang&lt;br /&gt;
dilakukan masyarakat internasional bagi pelarangan menyeluruh&lt;br /&gt;
senjata kimia, dan telah menandatangani Convention on the&lt;br /&gt;
Prohibition of the Development, Production, Stockpiling and Use of&lt;br /&gt;
Chemical Weapons and on their Destruction (Konvensi tentang&lt;br /&gt;
Pelarangan Pengembangan, Produksi, Penimbunan, dan Penggunaan&lt;br /&gt;
Senjata Kimia serta tentang Pemusnahannya) di Paris pada tanggal 13&lt;br /&gt;
Januari 1993;&lt;br /&gt;
c. bahwa Convention on the Prohibition of the Development, Production,&lt;br /&gt;
Stockpiling and Use of Chemical Weapons and on their Destruction&lt;br /&gt;
(Konvensi tentang Pelarangan Pengembangan, Produksi, Penimbunan&lt;br /&gt;
dan Penggunaan Senjata Kimia serta tentang Pemusnahannya)&lt;br /&gt;
memuat ketentuan-ketentuan, termasuk sistem verifikasi, yang wajib&lt;br /&gt;
diberlakukan dan diterapkan oleh Negara Pihak dalam berbagai sektor,&lt;br /&gt;
termasuk sektor industri, khususnya subsektor industri kimia dan&lt;br /&gt;
industri farmasi;&lt;br /&gt;
d. bahwa dengan menjadi Pihak pada Convention on the Prohibition of&lt;br /&gt;
the Development, Production, Stockpiling and Use of Chemical&lt;br /&gt;
Weapons and on their Destruction (Konvensi tentang Pelarangan&lt;br /&gt;
Pengembangan, Produksi, Penimbunan, dan Penggunaan Senjata&lt;br /&gt;
Kimia serta tentang Pemusnahannya), Indonesia dapat memperoleh&lt;br /&gt;
manfaat dalam upaya mengembangkan industri kimia dan industri&lt;br /&gt;
farmasi nasional baik melalui jaminan pertukaran informasi dan&lt;br /&gt;
teknologi, maupun melalui kerja sama internasional dalam&lt;br /&gt;
perdagangan bahan-bahan kimia demi pembangunan ekonomi&lt;br /&gt;
nasional;&lt;br /&gt;
e. bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut dalam huruf a, b, c, dan d&lt;br /&gt;
dipandang perlu mengesahkan Convention on the Prohibition of the&lt;br /&gt;
Development, Production on the Prohibition of the Development,&lt;br /&gt;
Production, Stockpiling and Use of Chemical Weapons and on their&lt;br /&gt;
Destruction (Konvensi tentang Pelarangan Pengembangan, Produksi,&lt;br /&gt;
Penimbunan, dan Penggunaan, Senjata Kimia serta tentang&lt;br /&gt;
Pemusnahannya) dengan Undang-undang.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Mengingat :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pasal 5 ayat (1), Pasal 11, dan Pasal 20 ayal (1) Undang-Undang Dasar&lt;br /&gt;
1945.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dengan Persetujuan:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MEMUTUSKAN:&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menetapkan :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
UNDANG-UNDANG TENTANG PENGESAHAN CONVENTION ON THE&lt;br /&gt;
PROHIBITION OF THE DEVELOPMENT, PRODUCTION, STOCKPILING&lt;br /&gt;
AND USE OF CHEMICAL WEAPONS AND ON THEIR DESTRUCTION&lt;br /&gt;
(KONVENSI TENTANG PELARANGAN PENGEMBANGAN, PRODUKSI,&lt;br /&gt;
PENIMBUNAN, DAN PENGGUNAAN SENJATA KIMIA SERTA&lt;br /&gt;
TENTANG PEMUSNAHANNYA)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mengesahkan Convention on the Prohibition of the Development, Production, Stockpiling&lt;br /&gt;
and Use of Chemical Weapons and on their Destruction (Konvensi Tentang Pelarangan,&lt;br /&gt;
Pengembangan, Produksi, Penimbunan, dan Penggunaan Senjata Kimia serta tentang&lt;br /&gt;
Pemusnahannya) yang salinan naskah asli beserta lampiran-lampirannya dalam bahasa&lt;br /&gt;
Inggeris, dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia sebagaimana terlampir merupakan&lt;br /&gt;
bagian yang tidak terpisahkan dari Undang-undang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.&lt;br /&gt;
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini&lt;br /&gt;
dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ditetapkan Di Jakarta,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pada Tanggal 30 September 1998&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Diundangkan Di Jakarta,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pada Tanggal 30 September 1998&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
AKBAR TANDJUNG&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1998 NOMOR 171&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENJELASAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NOMOR 6 TAHUN 1998&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENGESAHAN CONVENTION ON THE PROHIBITION OF THE DEVELOPMENT,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PRODUCTION, STOCKPILING AND USE OF CHEMICAL WEAPONS AND ON THEIR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DESTRUCTION (KONVENSI TENTANG PELARANGAN PENGEMBANGAN,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PRODUKSI, PENIMBUNAN, DAN PENGGUNAAN SENJATA KIMIA SERTA TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PEMUSNAHANNYA)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;I. UMUM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1 Upaya pelarangan senjata kimia telah dimulai sejak lebih dari satu abad yang&lt;br /&gt;
lalu. Tahun 1874 negara-negara Eropa bersepakat mengeluarkan Brussels&lt;br /&gt;
Declaration (Deklarasi Brussel) yang melarang penggunaan racun dan peluru&lt;br /&gt;
beracun di dalam peperangan. Pada tahap berikutnya berhasil ditandatangani&lt;br /&gt;
satu deklarasi dalam The Hague Conference (Konferensi Den Haag) tahun&lt;br /&gt;
1899 yang mengutuk penggunaan proyektil tunggal yang merupakan difusi&lt;br /&gt;
dari gas-gas yang mengakibatkan sesak napas (asphyxiating) atau merusak&lt;br /&gt;
(deleterious).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 Meskipun telah ada deklarasi-deklarasi tersebut, senjata kimia tetap dipakai,&lt;br /&gt;
bahkan dalam Perang Dunia I telah mengakibatkan korban lebih dari seratus&lt;br /&gt;
ribu orang meninggal dan sekitar satu juta orang cedera. Keadaan tersebut&lt;br /&gt;
sangat memprihatinkan masyarakat internasional, sehingga kemudian&lt;br /&gt;
tercapai protocol for the Prohibition of the Use in War of Asphyxiating.&lt;br /&gt;
Poisonous or Other Gases, and of Bacteriological Methods of Warfare&lt;br /&gt;
(Protokol Pelarangan Penggunaan dalam Perang Gas Penyesak Pernapasan,&lt;br /&gt;
Gas Beracun atau Gas lainnya, dan tentang Metode Peperangan dengan&lt;br /&gt;
Menggunakan Bakteri), yang ditandatangani pada tanggal 7 Juni 1925,&lt;br /&gt;
selanjutnya disebut protokol Jenewa tahun 1925. Protokol Jenewa melarang&lt;br /&gt;
penggunaan dalam peperangan gas-gas yang mengakibatkan sesak napas&lt;br /&gt;
dan beracun, cairan, benda atau peralatan sejenis, serta melarang juga&lt;br /&gt;
penggunaan bakteri dalam metode peperangan. Walaupun Protokol Jenewa&lt;br /&gt;
1925 melarang penggunaan senjata biologi dan senjata kimia, tetapi tidak&lt;br /&gt;
melarang pengembangan, produksi, penimbunan atau penyebarannya,&lt;br /&gt;
demikian juga tidak mengatur mekanisme dan prosedur penanganan dalam&lt;br /&gt;
hal terjadi pelanggaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3 Karena kelemahan-kelemahan Protokol Jenewa 1925, sekaligus karena mulai&lt;br /&gt;
meningkatnya kesadaran terhadap bahaya pemusnahan massal oleh senjata&lt;br /&gt;
ini. maka masyarakat internasional terus mengupayakan tercapainya&lt;br /&gt;
pelarangan total senjata kimia. Pada tahun 1948, Komisi Senjata&lt;br /&gt;
Konvensional PBB menetapkan senjata kimia dan senjata kuman sebagai&lt;br /&gt;
senjata pemusnah massal. Pada tahun 1966 disahkan satu Resolusi Majelis&lt;br /&gt;
Umum PBB sebagai Resolusi pertama yang meminta agar diadakan&lt;br /&gt;
perundingan bagi pelarangan senjata kimia dan senjata kuman. Pada tahun&lt;br /&gt;
1968 The figtheen-nations Committee on Disarmament (Komite Perlucutan&lt;br /&gt;
senjata 18 Negara) mulai merundingkan cara-cara pelarangan senjata ini.&lt;br /&gt;
Keprihatinan masyarakat internasional pada waktu itu terhadap bahaya&lt;br /&gt;
senjata kimia juga tercermin dalam laporan Sekjen PBB tahun 1969 berjudul&lt;br /&gt;
Chemical and Bacteriological (Biological) Weapons and the Effect of their&lt;br /&gt;
Possible Use (Senjata Kimia dan Bakteri (Biologi) dan Dampak dari&lt;br /&gt;
Kemungkinan Penggunaannya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4 Pada mulanya masalah senjata kimia dan senjata biologi ditangani&lt;br /&gt;
bersamaan dengan satu pendekatan di dalam Komite Perlucutan Senjata 18&lt;br /&gt;
Negara tersebut. Akan tetapi, pada tahun 1971 disepakati untuk&lt;br /&gt;
memisahkannya, agar dapat tercapai pelarangan senjata biologi terlebih&lt;br /&gt;
dahulu mengingat aspek militer senjata biologi dianggap lebih berbahaya&lt;br /&gt;
dibandingkan senjata kimia. Pada tahun 1972, setelah diserahkan rancangan&lt;br /&gt;
naskah oleh negara-negara Eropa Timur di satu pihak dan Amerika Serikat di&lt;br /&gt;
pihak lain berhasil disepakati Konvensi Pelarangan Pengembangan, Produksi&lt;br /&gt;
dan Penimbunan Senjata Bakteri (Biologi), Senjata Beracun serta tentang&lt;br /&gt;
Pemusnahannya, yang nama lengkapnya Convention on the Prohibition of the&lt;br /&gt;
Development, Production and Stockpiling of Bacteriological (Biological) and&lt;br /&gt;
Toxin Weapons and on their Destruction. Konvensi ini terbuka&lt;br /&gt;
penandatanganannya pada tanggal 10 April 1972 dan mulai berlaku pada&lt;br /&gt;
tanggal 26 Maret 1975.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5 Tercapainya Konvensi Pelarangan Senjata Biologi dipandang sebagai langkah&lt;br /&gt;
pertama bagi kemungkinan tercapainya pelarangan menyeluruh senjata kimia&lt;br /&gt;
Bersamaan dengan meningkatnya keberhasilan industri kimia modem di&lt;br /&gt;
banyak negara, jumlah negara yang berpotensi memiliki senjata kimia pun&lt;br /&gt;
meningkat tajam. Pada tahun 1980 Konferensi Perlucutan Senjata yang&lt;br /&gt;
melaksanakan sidang-sidangnya di Jenewa mulai merundingkan satu&lt;br /&gt;
konvensi tentang pelarangan senjata kimia. Meskipun demikian, kemajuan&lt;br /&gt;
penyelesaian konvensi tersebut baru tercapai dalam waktu satu dekade&lt;br /&gt;
kemudian, yaitu setelah tercapai kesepakatan-kesepakatan prinsip mengenai&lt;br /&gt;
masalah-masalah sensitif yang menyangkut verifikasi terhadap implementasi&lt;br /&gt;
konvensi. Penyelesaian konvensi tersebut juga didukung adanya kemajuan&lt;br /&gt;
perundingan bilateral antara dua negara adidaya, Uni Soviet dan Amerika&lt;br /&gt;
Serikat. Pada tahun 1989 kedua negara bahkan dapat mencapai satu&lt;br /&gt;
perjanjian bilateral bagi penghapusan sebagian besar timbunan senjata kimia&lt;br /&gt;
mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6 Pada tanggal 3 September 1992 Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa&lt;br /&gt;
berhasil merampungkan negosiasinya dan mengesahkan teks Convention on&lt;br /&gt;
the Prohibition of the Development, Production, Stockpiling and Use of&lt;br /&gt;
Chemical Weapons and on their Destruction yang selanjutnya disebut&lt;br /&gt;
Konvensi Senjata Kimia (KSK). Pada Konferensi Penandatanganan KSK yang&lt;br /&gt;
diadakan pada tanggal 13 Januari 1993 di Paris, KSK ditandatangani oleh 130&lt;br /&gt;
negara, termasuk Indonesia. Saat ini KSK telah ditandatangani oleh 169&lt;br /&gt;
negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7 Tercapainya KSK merupakan keberhasilan upaya multilateral yang belum&lt;br /&gt;
pernah ada sebelumnya. Dengan KSK, satu kategori senjata pemusnah&lt;br /&gt;
massal (senjata kimia) dihapus, dan penghapusan tersebut diawasi dengan&lt;br /&gt;
sistem verifikasi universal yang sangat ketat. Dengan adanya sistem verifikasi&lt;br /&gt;
bagi ketaatan terhadap ketentuan yang ada di dalamnya, KSK merupakan&lt;br /&gt;
tonggak baru bagi penyelesaian masalah keamanan internasional, khususnya&lt;br /&gt;
penyelesaian masalah perlucutan senjata yang berdasarkan kesepakatan&lt;br /&gt;
serta pengawasan pelaksanaannya mengikat secara internasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;II. ALASAN INDONESIA MENJADI NEGARA PIHAK KSK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Indonesia perlu menjadi Negara Pihak dalam KSK dengan alasan-alasan sebagai&lt;br /&gt;
berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 yang menempatkan manusia pada&lt;br /&gt;
keluhuran harkat dan martabatnya. Indonesia telah turut aktif dalam upaya&lt;br /&gt;
memelihara ketertiban dan ancaman internasional dalam rangka mewujudkan&lt;br /&gt;
perdamaian dunia, khususnya dalam perundingan selama dua belas tahun&lt;br /&gt;
(1980-1992) hingga tercapainya KSK;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 sebagai Negara Pihak Indonesia dapat lebih meningkatkan citra yang lelah&lt;br /&gt;
tercipta selama ini, baik di tingkat regional maupun global;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3 sebagai Negara Pihak, Indonesia dapat memperoleh manfaat dalam upaya&lt;br /&gt;
mengembangkan industri kimia nasional baik melalui jaminan pertukaran&lt;br /&gt;
informasi dan teknologi, maupun melalui kerja sama internasioi1al dalam&lt;br /&gt;
perdagangan bahan-bahan kimia demi pembangunan ekonomi nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;III. POKOK-POKOK PIKIRAN YANG MENDORONG LAHIRNYA KONVENSI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pokok-pokok pikiran yang mendorong bangsa-bangsa di dunia menyusun KSK&lt;br /&gt;
adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 tekad untuk mewujudkan tercapainya perlucutan senjata yang bersifat umum&lt;br /&gt;
dan menyeluruh di bawah pengawasan internasional yang ketat dan efektif&lt;br /&gt;
termasuk pelarangan dan penghapusan semua senjata pemusnah massal;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 keinginan untuk memberikan sumbangan bagi terwujudnya tujuan dan prinsipprinsip&lt;br /&gt;
Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta untuk menegaskan&lt;br /&gt;
kembali komitmen terhadap Protocol for the Prohibition of the Use in War of&lt;br /&gt;
Asphyxiating Poisonous or Other Gases, and of Bacteriological Methods of&lt;br /&gt;
Warfare (ProtokoI Pelarangan Penggunaan dalam Perang Gas Penyesak&lt;br /&gt;
Pernapasan, Gas Beracun atau Gas Lainnya, dan tentang Metode&lt;br /&gt;
Peperangan dengan Menggunakan Bakteri) tahun 1925 dan Convention on&lt;br /&gt;
the Prohibition or the Development, Production and Stockpiling of&lt;br /&gt;
Bacteriological (Biological) and Toxin Weapons and on their Destruction&lt;br /&gt;
(Konvensi tentang Pelarangan Pengembangan, Produksi, dan Penimbunan&lt;br /&gt;
Senjata-senjata Bakteri (Biologi) dan Senjata Beracun dan tentang&lt;br /&gt;
Pemusnahannya) tahun 1972;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3 tekad untuk menutup kemungkinan digunakannya senjata kimia melalui&lt;br /&gt;
ketentuan-ketentuan baru untuk melengkapi kewajiban-kewajiban yang diatur&lt;br /&gt;
oleh protokol Jenewa tahun 1925;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4 keyakinan bahwa kemajuan di bidang kimia harus dipergunakan semata-mata&lt;br /&gt;
untuk kesejahteraan umat manusia dan meningkatkan perdagangan bahanbahan&lt;br /&gt;
kimia secara bebas, serta kerja sama pertukaran informasi ilmiah dan&lt;br /&gt;
teknik di bidang kegiatan kimia bagi tujuan-tujuan damai guna meningkatkan&lt;br /&gt;
pembangunan ekonomi dan teknologi di seluruh dunia;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5 keyakinan bahwa pelarangan yang menyeluruh dan efektif mengenai&lt;br /&gt;
pengembangan, produksi, pengadaan, penimbunan, penyimpanan,&lt;br /&gt;
pemindahan, dan penggunaan senjata kimia, serta tentang pemusnahannya&lt;br /&gt;
merupakan langkah yang penting ke arah tercapainya tujuan bersama di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;IV. POKOK-POKOK ISI KONVENSI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1 Konvensi Senjata Kimia terdiri dari Pembukaan, 24 pasal, dan 3 buah&lt;br /&gt;
lampiran, masing-masing adalah: Lampiran tentang bahan-bahan Kimia.&lt;br /&gt;
Lampiran tentang Implementasi dan Verifikasi; dan Lampiran tentang&lt;br /&gt;
Perlindungan Informasi Rahasia, yang keseluruhannya merupakan bagian tak&lt;br /&gt;
terpisahkan. Secara umum KSK memuat ketentuan mengenai:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. pelarangan total pengembangan, pembuatan, penimbunan, transfer. dan&lt;br /&gt;
penggunaan senjata kimia beserta fasilitas produksinya. Dengan&lt;br /&gt;
ketentuan dalam KSK ini, timbunan yang ada di Negara Pihak di&lt;br /&gt;
manapun diatur penghancurannya. Demikian pula upaya memproduksi&lt;br /&gt;
dan memindahkan senjata ini ke mana pun juga dilarang;&lt;br /&gt;
b. pemeriksaan di tempat (on-site inspection under verification) oleh&lt;br /&gt;
Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (Organization for Prohibition of&lt;br /&gt;
Chemical Weapons/OPCW) yang bermarkas besar di Den Haag,&lt;br /&gt;
Belanda, terhadap pemusnahan senjata kimia dan fasilitas produksinya;&lt;br /&gt;
c. pemeriksaan (inspeksi-verifikasi) terhadap industri kimia komersial yang&lt;br /&gt;
oleh KSK digolongkan mampu memproduksi senjata kimia karena&lt;br /&gt;
memproduksi, memproses atau mengkonsumsi bahan-bahan kimia&lt;br /&gt;
tertentu seperti terdapat dalam daftar (schedule) yang bila&lt;br /&gt;
disalahgunakan dapat memproduksi senjata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2 Kewajiban Umum&lt;br /&gt;
Kewajiban umum yang terdapat dalam Pasal I KSK meliputi pelarangan&lt;br /&gt;
pengembangan, produksi, pemilikan, penguasaan, penimbunan, transfer, dan&lt;br /&gt;
penggunaan senjata kimia. Pasal ini mensyaratkan setiap Negara Pihak untuk&lt;br /&gt;
memusnahkan senjata kimia dan fasilitas produksi senjata kimia yang&lt;br /&gt;
mungkin dimilikinya, baik dalam wilayah yurisdiksi dan pengawasannya,&lt;br /&gt;
maupun di Wilayah negara lain. Negara-negara Pihak tidak diperkenankan&lt;br /&gt;
terlibat dalam persiapan-persiapan militer dengan menggunakan senjata&lt;br /&gt;
kimia; membantu atau mendorong negara lain terlibat dalam kegiatan&lt;br /&gt;
tersebut; dan menggunakan bahan-bahan kimia bagi pengendalian huru-hara&lt;br /&gt;
sebagai metode peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3 Pengertian dan Kriteria&lt;br /&gt;
Pengertian dan kriteria senjata kimia seperti disebutkan dalam Pasal II KSK&lt;br /&gt;
meliputi semua bahan kimia beracun (toxic) dan komponen dasarnya&lt;br /&gt;
(precursor) yang diperuntukkan bagi kegiatan-kegiatan selain yang tidak&lt;br /&gt;
dilarang oleh Konvensi yang mencakup penggunaan untuk maksud-maksud&lt;br /&gt;
damai, perlindungan terhadap bahan-bahan kimia beracun, tujuan-tujuan&lt;br /&gt;
militer yang tidak melibatkan bahan-bahan kimia beracun sebagai suatu&lt;br /&gt;
metode peperangan. dan penegakan hukum. Definisi senjata kimia juga&lt;br /&gt;
meliputi amunisi dan perlengkapan yang didesain khusus untuk melepaskan&lt;br /&gt;
bahan-bahan kimia beracun tersebut. serta peralatan apapun yang didesain&lt;br /&gt;
secara khusus untuk maksud-maksud tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4 Deklarasi&lt;br /&gt;
Berdasarkan Pasal III KSK. selambat-lambatnya 30 hari setelah KSK berlaku&lt;br /&gt;
bagi suatu Negara Pihak. negara tersebut berkewajiban mendeklarasikan&lt;br /&gt;
kepada OPCW hal-hal sebagai berikut: senjata kimia dan fasilitas produksi&lt;br /&gt;
senjata kimia yang dimilikinya. dengan menunjukkan lokasi dan jumlahnya,&lt;br /&gt;
serta dengan memberikan gambaran umum tentang rencana&lt;br /&gt;
pemusnahannya. Negara tersebut juga diwajibkan mendeklarasikan bahanbahan&lt;br /&gt;
kimia yang dimilikinya untuk pengendalian huru-hara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5 Senjata Kimia dan Fasilitas Produksi Senjata Kimia&lt;br /&gt;
Pasal IV dan Pasal V KSK bersama Lampiran tentang Implementasi dan&lt;br /&gt;
Verifikasi memuat ketentuan-ketentuan terinci mengenai pemusnahan senjata&lt;br /&gt;
kimia dan fasilitas produksi senjata kimia. termasuk verifikasi tentang&lt;br /&gt;
pemusnahan tersebut. Pemusnahan senjata kimia dan fasilitas produksi&lt;br /&gt;
senjata kimia harus diselesaikan dalam waktu sepuluh tahun. Dalam kasuskasus&lt;br /&gt;
tertentu. batas akhir pemusnahan senjata kimia dapat diperpanjang&lt;br /&gt;
lima tahun lagi, dan fasilitas produksi senjata kimia dapat dikonversikan&lt;br /&gt;
menjadi fasilitas untuk tujuan-tujuan damai. dengan cara-cara sedemikian&lt;br /&gt;
rupa untuk memastikan bahwa fasilitas tersebut tidak akan dikonversikan&lt;br /&gt;
kembali untuk kegiatan- kegiatan yang dilarang. Setiap Negara Pihak&lt;br /&gt;
diharuskan pula membiayai verifikasi internasional dalam pemusnahan&lt;br /&gt;
senjata kimia dan fasilitas kimia dan fasilitas produksi senjata kimia mereka,&lt;br /&gt;
kecuali ditentukan lain oleh Dewan Eksekutif, yang menjadi pelaksana OPCW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6 Kegiatan-kegiatan yang tidak dilarang menurut KSK&lt;br /&gt;
Pasal VI KSK beserta Lampiran tentang Implementasi dan Verifikasi merinci&lt;br /&gt;
rezim yang komprehensif bagi kegiatan pengawasan industri kimia yang&lt;br /&gt;
dilakukan OPCW melalui deklarasi-deklarasi dan pemeriksaan di tempat (onsite&lt;br /&gt;
inspection) secara rutin. Negara Pihak wajib membuat deklarasi bahanbahan&lt;br /&gt;
kimia yang disebut dalam ketiga daftar, dan fasilitas-fasilitas yang&lt;br /&gt;
dilibatkan dalam semua kegiatan baik yang menyangkut bahan-bahan kimia&lt;br /&gt;
tersebut maupun bahan-bahan kimia organik yang tidak termasuk dalam&lt;br /&gt;
daftar seperti yang disebut dalam KSK. Bahan kimia dalam ketiga daftar&lt;br /&gt;
tersebut akan diinspeksi dengan cara yang berbeda-beda, bergantung pada&lt;br /&gt;
tingkat ancaman yang dapat ditimbulkannya terhadap maksud dan tujuan&lt;br /&gt;
KSK. Verifikasi fasilitas-fasilitas lain yang menghasilkan bahan-bahan kimia&lt;br /&gt;
organik yang tidak termuat dalam daftar akan dimulai pada tahun ke-4 setelah&lt;br /&gt;
berlakunya KSK, kecuali Konferensi Negara Pihak menentukan lain pada&lt;br /&gt;
Sidang Reguler Ketiga. Prosedur-prosedur Deklarasi dan Inspeksi tersebut&lt;br /&gt;
diterapkan pada fasilitas-fasilitas industri kimia jika jumlah bahan-bahan kimia&lt;br /&gt;
yang ditangani oleh fasilitas-fasilitas tersebut melampaui ambang batas yang&lt;br /&gt;
ditentukan bagi setiap daftar seperti disebut dalam KSK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7 Langkah-langkah Implementasi Nasional&lt;br /&gt;
Sesuai dengan Pasal VII KSK, Negara Pihak wajib mengambil langkahlangkah&lt;br /&gt;
dalam pembuatan peraturan perundang-undangan yang relevan&lt;br /&gt;
untuk menjamin implementasi KSK di tingkat nasional. Negara Pihak juga&lt;br /&gt;
diminta untuk membentuk dan menunjuk Otorita Nasional, yang akan&lt;br /&gt;
berfungsi sebagai pusat penghubung (focal point for liaison) dengan OPCW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 Organisasi&lt;br /&gt;
Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (Organisation for Prohibition of&lt;br /&gt;
Chemical Weapons) dibentuk berdasarkan Pasal VIII KSK. Konferensi&lt;br /&gt;
Negara-negara Pihak adalah lembaga pembuat keputusan tertinggi, yang&lt;br /&gt;
bertemu setiap tahun dan mengadakan sidang istimewa bila perlu. Dewan&lt;br /&gt;
Eksekutif, yang beranggotakan 41 negara pihak yang mewakili 5 kelompok&lt;br /&gt;
regional secara bergiliran mengawasi kegiatan OPWC dan bertanggungjawab&lt;br /&gt;
kepada Konferensi Negara-negara Pihak. Sekretariat Teknis, yang diketuai&lt;br /&gt;
oleh seorang Direktur Jenderal, menjalankan tugas-tugas praktis organisasi.&lt;br /&gt;
Komponen utama Sekretariat Teknis adalah para inspektur yang menjalankan&lt;br /&gt;
kegiatan verifikasi berdasarkan KSK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9 Konsultasi. Kerja Sama. dan Pencarian Fakta&lt;br /&gt;
Pasal IX KSK beserta Lampiran tentang Implementasi dan Verifikasi mengatur&lt;br /&gt;
masalah inspeksi paksaan berdasarkan pemberitahuan mendadak (shortnotice&lt;br /&gt;
challenge inspections) yang dilakukan oleh OPCW terhadap setiap&lt;br /&gt;
fasilitas atau lokasi yang terletak di wilayah atau tempat-tempat lain di bawah&lt;br /&gt;
yurisdiksi atau pengawasan suatu Negara Pihak, yang bertujuan untuk&lt;br /&gt;
memberikan kejelasan mengenai fakta tentang kemungkinan adanya&lt;br /&gt;
ketidaktaatan (non compliance) dan menyelesaikan setiap masalah. Negara&lt;br /&gt;
Pihak yang diinspeksi dapat memanfaatkan teknik-teknik akses terbatas&lt;br /&gt;
berdasarkan kesepakatan (managed access) untuk melindungi instalasiinstalasi&lt;br /&gt;
sensitif dan informasi-informasi yang tidak ada kaitannya dengan&lt;br /&gt;
KSK. Pasal ini memuat pula ketentuan-ketentuan tentang konsultasi dan&lt;br /&gt;
klarifikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10 Bantuan dan Perlindungan terhadap Ancaman Senjata Kimia&lt;br /&gt;
Berdasarkan Pasal X KSK, Negara Pihak yang menghadapi ancaman atau&lt;br /&gt;
serangan yang melibatkan senjata kimia dapat memperoleh bantuan,&lt;br /&gt;
termasuk peralatan pertahanan, seperti alat-alat sensor, pakaian pelindung,&lt;br /&gt;
peralatan dekontaminasi dan penawar, serta saran-saran mengenai langkah-&lt;br /&gt;
langkah defensif terhadap serangan senjata kimia. Negara-negara pihak&lt;br /&gt;
diwajibkan memberikan bantuan dengan memilih satu atau lebih langkah&lt;br /&gt;
berikut: sumbangan kepada Dana Sukarela yang dibentuk oleh Konferensi&lt;br /&gt;
Negara-negara Pihak; membuat persetujuan dengan OPCW untuk&lt;br /&gt;
memperoleh bantuan, dan deklarasi mengenai jenis-jenis bantuan yang harus&lt;br /&gt;
diberikan dalam keadaan darurat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11 Pembangunan Ekonomi dan Teknologi&lt;br /&gt;
Pasal XI KSK menjamin pertukaran secara luas dari bahan-bahan kimia,&lt;br /&gt;
peralatan, informasi ilmiah dan teknis yang berkaitan dengan pengembangan&lt;br /&gt;
dan penerapan proses kimiawi untuk tujuan-tujuan yang tidak dilarang oleh&lt;br /&gt;
KSK di antara sesama Negara Pihak. Negara Pihak juga sepakat untuk&lt;br /&gt;
menyesuaikan peraturan nasionalnya di bidang perdagangan bahan kimia&lt;br /&gt;
dengan tujuan dan maksud dari KSK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12 Langkah untuk Memulihkan Keadaan dan Menjamin Ketaatan Termasuk&lt;br /&gt;
Sanksi&lt;br /&gt;
Pasal XII KSK mengatur sejumlah hukuman. termasuk sanksi, dalam hal&lt;br /&gt;
suatu Negara Pihak tidak dapat mengambil tindakan pemulihan yang&lt;br /&gt;
berkenaan dengan ketaatan kepada KSK. Kasus-kasus yang cukup berat&lt;br /&gt;
dapat diserahkan kepada Dewan Keamanan untuk diambil tindakan lebih&lt;br /&gt;
lanjut, termasuk yang bersifat memaksa sesuai dengan Piagam PBB.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13 Pasal XIII sampai dengan Pasal XXIV KSK mengatur hubungan Konvensi ini&lt;br /&gt;
dengan perjanjian internasional lain. penyelesaian sengketa, amandemen,&lt;br /&gt;
masa berlaku dan penarikan diri, status lampiran, penandatanganan, mulai&lt;br /&gt;
berlakunya KSK, pensyaratan, penyimpanan. dan naskah-naskah otentik.&lt;br /&gt;
KSK tidak memungkinkan adanya pensyaratan (reservation), kecuali terhadap&lt;br /&gt;
lampiran sepanjang tidak bertentangan dengan maksud dan tujuan KSK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14 Lampiran tentang Bahan Kimia memuat tiga daftar bahan kimia yang&lt;br /&gt;
dibedakan menurut tingkat kegiatan verifikasi dan pedoman bagi ketiga daftar&lt;br /&gt;
tersebut;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15 Lampiran tentang Implementasi dan Verifikasi memuat 11 bagian tentang&lt;br /&gt;
verifikasi tertentu dan prosedur-prosedur lain yang dimaksudkan untuk&lt;br /&gt;
pemusnahan senjata kimia dan fasilitas produksi senjata kimia, inspeksiinspeksi&lt;br /&gt;
rutin terhadap industri, inspeksi paksaan, dan langkah-Iangkah&lt;br /&gt;
tertentu bagi penyelidikan terhadap kasus-kasus yang dicurigai menggunakan&lt;br /&gt;
senjata kimia. Lampiran ini juga memuat ketentuan-ketentuan khusus yang&lt;br /&gt;
mengatur perdagangan bahan-bahan kimia yang termasuk dalam daftar&lt;br /&gt;
dengan negara-negara yang bukan pihak KSK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16 Lampiran tentang Perlindungan terhadap Informasi Rahasia berisi prinsipprinsip&lt;br /&gt;
umum bagi penanganan informasi rahasia, penempatan dan&lt;br /&gt;
pengaturan personil dalam Sekretariat Teknis OPCW, langkah-langkah untuk&lt;br /&gt;
menjamin kerahasiaan informasi dan instalasi sensitif selama inspeksi&lt;br /&gt;
berlangsung, serta prosedur-prosedur dalam hal bocornya kerahasiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;V. PASAL DEMI PASAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang disahkan dengan Undang-undang ini adalah Convention on the Prohibition of&lt;br /&gt;
the Development, Production Stockpiling and Use of Chemical Weapons and on&lt;br /&gt;
their Destruction sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1.&lt;br /&gt;
Untuk kepentingan pemasyarakatannya, salinan naskah asli beserta lampirannya&lt;br /&gt;
dalam bahasa Inggeris sebagaimana dimaksud dalam Pasal l diterjemahkan ke&lt;br /&gt;
dalam bahasa Indonesia, dan apabila terjadi perbedaan pengertian terhadap&lt;br /&gt;
terjemahan dalam bahasa Indonesia maka dipergunakan salinan naskah aslinya&lt;br /&gt;
dalam bahasa Inggeris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3786&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/3400027231656320548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/pengesahan-convention-on-prohibition-of.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/3400027231656320548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/3400027231656320548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/pengesahan-convention-on-prohibition-of.html' title='Pengesahan Convention On The Prohibition Of The Development, Production, Stockpiling And Use Of Chemical Weapons And On Their Destruction (1998)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjU6CaOtA_QdQk9XIeZo00bPdfVGG9tKnPHVcaMYSVtmchCB55lx3pcoamcosmo_5sWBJTqqqDZ0eP-Rg6G842vp-mGCZLUeyWZoKej4JrKroAgDi_7IhHP2x0VpNsMsQzcVdz0vM1aZ7Q/s72-c/garuda+indonesia.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-2064390792910734491</id><published>2017-03-22T02:48:00.000-07:00</published><updated>2017-03-22T06:06:38.001-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Undang-Undang"/><title type='text'>Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum (1998)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSU4YLA34_MwsgTeGTsTyOrJfXWIOVV6wtzVDJ03tkjS-WRfPBakBHwtmXpxkRVWx-Wn-qVeqQrhPfXXXKylUOdldObFbK_eDOEM-CJ18TR81HvDcdP0pc9IzJNmGnU5SNaYWk5kzeSlE/s1600/garuda+indonesia.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum (1998)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSU4YLA34_MwsgTeGTsTyOrJfXWIOVV6wtzVDJ03tkjS-WRfPBakBHwtmXpxkRVWx-Wn-qVeqQrhPfXXXKylUOdldObFbK_eDOEM-CJ18TR81HvDcdP0pc9IzJNmGnU5SNaYWk5kzeSlE/s1600/garuda+indonesia.png&quot; title=&quot;Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum (1998)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Undang-Undang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Nomor : 9&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tahun : 1998&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tentang : KEMERDEKAAN MENYAMPAIKAN PENDAPAT DI MUKA UMUM&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
PRESIDEN&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
REPUBLIK INDONESIA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NOMOR 9 TAHUN I998&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KEMERDEKAAN MENYAMPAIKAN PENDAPAT DI MUKA UMUM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menimbang :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum adalah&lt;br /&gt;
hak asasi manusia yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan&lt;br /&gt;
Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia;&lt;br /&gt;
b. bahwa kemerdekaan setiap warga negara untuk menyampaikan&lt;br /&gt;
pendapat di muka umum merupakan perwujudan demokrasi dalam&lt;br /&gt;
tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;&lt;br /&gt;
c. bahwa untuk membangun negara demokrasi yang menyelenggarakan&lt;br /&gt;
keadilan sosial dan menjamin hak asasi manusia diperlukan adanya&lt;br /&gt;
suasana yang aman, tertib,dan damai;&lt;br /&gt;
d. bahwa hak menyampaikan pendapat di muka umum dilaksanakan&lt;br /&gt;
secara bertanggungjawab sesuai dengan ketentuan peraturan&lt;br /&gt;
perundang-undangan yang berlaku;&lt;br /&gt;
e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam&lt;br /&gt;
huruf a, b, c, dan d, perlu dibentuk Undang-undang tentang&lt;br /&gt;
Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengingat :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), dan Pasal 28 Undang-Undang Dasar&lt;br /&gt;
1945.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dengan Persetujuan:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MEMUTUSKAN:&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menetapkan :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
UNDANG-UNDANG TENTANG KEMERDEKAAN MENYAMPAIKAN&lt;br /&gt;
PENDAPAT DI MUKA UMUM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KETENTUAN UMUM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:&lt;br /&gt;
1. Kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk&lt;br /&gt;
menyampaikan pikiran dengan lisan. tulisan. dan sebagainya secara bebas dan&lt;br /&gt;
bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang&lt;br /&gt;
berlaku.&lt;br /&gt;
2. Di muka umum adalah dihadapan orang banyak, atau orang lain termasuk juga di&lt;br /&gt;
tempat yang dapat didatangi dan atau dilihat setiap orang.&lt;br /&gt;
3. Unjuk rasa atau Demonstrasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau&lt;br /&gt;
lebih untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara&lt;br /&gt;
demonstratif di muka umum.&lt;br /&gt;
4. Pawai adalah cara penyampaian pendapat dengan arak-arakan di jalan umum.&lt;br /&gt;
5. Rapat umum adalah pertemuan terbuka yang dilakukan untuk menyampaikan&lt;br /&gt;
pendapat dengan tema tertentu.&lt;br /&gt;
6. Mimbar bebas adalah kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang&lt;br /&gt;
dilakukan secara bebas terbuka tanpa tema tertentu.&lt;br /&gt;
7. Warga negara adalah warga negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
8. Polri adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setiap warga negara, secara perorangan atau kelompok, bebas menyampaikan&lt;br /&gt;
pendapat sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab berdemokrasi dalam&lt;br /&gt;
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.&lt;br /&gt;
(2) Penyampaian pendapat di muka umum dilaksanakan sesuai dengan ketentuan&lt;br /&gt;
Undang-undang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB II&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;ASAS DAN TUJUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum dilaksanakan berlandaskan pada:&lt;br /&gt;
a. asas keseimbangan antara hak dan kewajiban;&lt;br /&gt;
b. asas musyawarah dan mufakat;&lt;br /&gt;
c. asas kepastian hukum dan keadilan;&lt;br /&gt;
d. asas profesionalitas; dan&lt;br /&gt;
e. asas manfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tujuan pengaturan tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum&lt;br /&gt;
adalah:&lt;br /&gt;
a. mewujudkan kebebasan yang bertanggung jawab sebagai salah satu pelaksanaan&lt;br /&gt;
hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;&lt;br /&gt;
b. mewujudkan perlindungan hukum yang konsisten dan berkesinambungan dalam&lt;br /&gt;
menjamin kemerdekaan menyampaikan pendapat;&lt;br /&gt;
c. mewujudkan iklim yang kondusif bagi berkembangnya partisipasi dan kreativitas&lt;br /&gt;
setiap warga negara sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab dalam kehidupan&lt;br /&gt;
berdemokrasi;&lt;br /&gt;
d. menempatkan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,&lt;br /&gt;
dan bernegara, tanpa mengabaikan kepentingan perorangan atau kelompok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB III&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;HAK DAN KEWAJIBAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 5&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum berhak untuk:&lt;br /&gt;
a. mengeluarkan pikiran secara bebas;&lt;br /&gt;
b. memperoleh perlindungan hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 6&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum berkewajiban dan&lt;br /&gt;
bertanggung jawab untuk:&lt;br /&gt;
a. menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain;&lt;br /&gt;
b. menghormati aturan-aturan moral yang diakui umum;&lt;br /&gt;
c. menaati hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;&lt;br /&gt;
d. menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum; dan&lt;br /&gt;
e. menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 7&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum oleh warga negara. aparatur&lt;br /&gt;
pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab untuk:&lt;br /&gt;
a. melindungi hak asasi manusia;&lt;br /&gt;
b. menghargai asas legalitas;&lt;br /&gt;
c. menghargai prinsip praduga tidak bersalah; dan&lt;br /&gt;
d. menyelenggarakan pengamanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 8&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Masyarakat berhak berperan serta secara bertanggung jawab untuk berupaya agar&lt;br /&gt;
penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung secara aman, tertib, dan&lt;br /&gt;
damai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB IV&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BENTUK-BENTUK DAN TATA CARA PENYAMPAIAN PENDAPAT DI MUKA UMUM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 9&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Bentuk penyampaian pendapat di muka umum dapat dilaksanakan dengan:&lt;br /&gt;
a. unjuk rasa atau demonstrasi;&lt;br /&gt;
b. pawai;&lt;br /&gt;
c. rapat umum; dan atau&lt;br /&gt;
d. mimbar bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(2) Penyampaian pendapat di muka umum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)&lt;br /&gt;
dilaksanakan di tempat-tempat terbuka untuk umum, kecuali:&lt;br /&gt;
a. di lingkungan istana kepresidenan, tempat ibadah. instalasi militer, rumah&lt;br /&gt;
sakit, pelabuhan udara atau laut, stasiun kereta api. terminal angkutan darat,&lt;br /&gt;
dan obyek-obyek vital nasional;&lt;br /&gt;
b. pada hari besar nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(3) Pelaku atau peserta penyampaian pendapat di muka umum sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
dalam ayat (1) dilarang membawa benda-benda yang dapat membahayakan&lt;br /&gt;
keselamatan umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 10&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Penyampaian pendapat di muka umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9&lt;br /&gt;
wajib diberitahukan secara tertulis kepada Polri.&lt;br /&gt;
(2) Pemberitahuan secara tertulis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disampaikan&lt;br /&gt;
oleh yang bersangkutan. pemimpin, atau penanggungjawab kelompok.&lt;br /&gt;
(3) Pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) selambat-lambatnya 3 x 24&lt;br /&gt;
(tiga kali dua puluh empat ) jam sebelum kegiatan dimulai telah diterima oleh Polri&lt;br /&gt;
setempat.&lt;br /&gt;
(4) Pemberitahuan secara tertulis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku&lt;br /&gt;
bagi kegiatan ilmiah di dalam kampus dan kegiatan keagamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 11&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Surat pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal l0 ayat (1) memuat:&lt;br /&gt;
a. maksud dan tujuan;&lt;br /&gt;
b. tempat, lokasi, dan rute;&lt;br /&gt;
c. waktu dan lama;&lt;br /&gt;
d. bentuk;&lt;br /&gt;
e. penanggung jawab;&lt;br /&gt;
f. nama dan alamat organisasi, kelompok atau perorangan;&lt;br /&gt;
g. alat peraga yang dipergunakan; dan atau&lt;br /&gt;
h. jumlah peserta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 12&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Penanggungjawab kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Pasal 9, dan&lt;br /&gt;
Pasal 11 wajib bertanggungjawab agar kegiatan tersebut terlaksana secara aman,&lt;br /&gt;
tertib, dan damai.&lt;br /&gt;
(2) Setiap sampai 100 (seratus) orang pelaku atau peserta unjuk rasa atau demonstrasi&lt;br /&gt;
dan pawai harus ada seorang sampai dengan 5 (lima)orang penanggungjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 13&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setelah menerima surat pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11&lt;br /&gt;
Polri wajib:&lt;br /&gt;
a. segera memberikan surat tanda terima pemberitahuan;&lt;br /&gt;
b. berkoordinasi dengan penanggung jawab penyampaian pendapat di muka&lt;br /&gt;
umum;&lt;br /&gt;
c. berkoordinasi dengan pimpinan instansi/lembaga yang akan menjadi tujuan&lt;br /&gt;
penyampaian pendapat;&lt;br /&gt;
d. mempersiapkan pengamanan tempat, lokasi, dan rute.&lt;br /&gt;
(2) Dalam pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum. Polri&lt;br /&gt;
bertanggungjawab memberikan perlindungan keamanan terhadap pelaku atau&lt;br /&gt;
peserta penyampaian pendapat di muka umum.&lt;br /&gt;
(3) Dalam pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum, Polri bertanggung&lt;br /&gt;
jawab menyelenggarakan pengamanan untuk menjamin keamanan dan ketertiban&lt;br /&gt;
umum sesuai dengan prosedur yang berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 14&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pembatalan pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum disampaikan secara&lt;br /&gt;
tertulis dan langsung oleh penanggung jawab kepada Polri selambat-lambatnya 24 (dua&lt;br /&gt;
puluh empat) jam sebelum waktu pelaksanaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BABV&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;SANKSI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 15&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum dapat dibubarkan apabila tidak&lt;br /&gt;
memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Pasal 9 ayat (2) dan ayat&lt;br /&gt;
(3), Pasal 10, dan Pasal 11.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 16&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pelaku atau peserta pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum yang&lt;br /&gt;
melakukan perbuatan melanggar hukum, dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan&lt;br /&gt;
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 17&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penanggung jawab pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum yang melakukan&lt;br /&gt;
tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 Undang-undang ini dipidana sesuai&lt;br /&gt;
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan pidana yang berlaku ditambah dengan&lt;br /&gt;
1/3 (satu per tiga) dari pidana pokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 18&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan menghalang-halangi hak&lt;br /&gt;
warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang telah memenuhi&lt;br /&gt;
ketentuan Undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu)&lt;br /&gt;
tahun.&lt;br /&gt;
(2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat ( 1) adalah kejahatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB VI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KETENTUAN PERALIHAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 19&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Segala ketentuan peraturan perundang-undangan yang telah ada dinyatakan tetap&lt;br /&gt;
berlaku sepanjang tidak diatur khusus atau bertentangan dengan ketentuan-ketentuan&lt;br /&gt;
dalam Undang-undang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB VII&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 20&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.&lt;br /&gt;
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini&lt;br /&gt;
dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Disahkan Di Jakarta,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pada Tanggal 26 Oktober 1998&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Diundangkan Di Jakarta,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pada Tanggal 26 Oktober 1998&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
AKBARTANDJUNG&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1998 NOMOR 181&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENJELASAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NOMOR 9 TAHUN 1998&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KEMERDEKAAN MENYAMPAIKAN PENDAPAT DI MUKA UMUM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;UMUM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menyampaikan pendapat di muka umum merupakan salah satu hak asasi manusia yang&lt;br /&gt;
dijamin dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi:&lt;br /&gt;
“Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan&lt;br /&gt;
dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang&quot;.&lt;br /&gt;
Kemerdekaan menyampaikan pendapat tersebut sejalan dengan Pasal 19 Deklarasi&lt;br /&gt;
Universal Hak-hak Asasi Manusia yang berbunyi: &quot;Setiap orang berhak atas kebebasan&lt;br /&gt;
mempunyai dan mengeluarkan pendapat, dalam hak ini termasuk kebebasan mempunyai&lt;br /&gt;
pendapat dengan tidak mendapat gangguan dan untuk mencari, menerima, dan&lt;br /&gt;
menyampaikan keterangan dan pendapat dengan cara apa pun juga dan dengan tidak&lt;br /&gt;
memandang batas-batas&quot;.&lt;br /&gt;
Perwujudan kehendak warga negara secara bebas dalam menyampaikan pikiran secara&lt;br /&gt;
lisan dan tulisan dan sebagainya harus tetap dipelihara agar seluruh layanan sosial dan&lt;br /&gt;
kelembagaan baik infrastruktur maupun suprastruktur tetap terbebas dari penyimpangan&lt;br /&gt;
atau pelanggaran hukum yang, bertentangan dengan maksud, tujuan dan arah dari&lt;br /&gt;
proses keterbukaan dalam pembentukan dan penegakan hukum sehingga tidak&lt;br /&gt;
menciptakan disintegrasi sosial, tetapi justru harus dapat menjamin rasa aman dalam&lt;br /&gt;
kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;
Dengan demikian, maka kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum harus&lt;br /&gt;
dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, sejalan dengan ketentuan peraluran&lt;br /&gt;
perundang-undangan yang berlaku dan prinsip hukum internasional sebagaimana&lt;br /&gt;
tercantum dalam Pasal 29 Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia yang antara lain&lt;br /&gt;
menetapkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. setiap orang memiliki kewajiban terhadap masyarakat yang memungkinkan&lt;br /&gt;
pengembangan kepribadiannya secara bebas dan penuh;&lt;br /&gt;
2. dalam pelaksanaan hak dan kebebasannya, setiap orang harus tunduk sematamata&lt;br /&gt;
pada pembatasan yang ditentukan oleh undang-undang dengan maksud&lt;br /&gt;
untuk menjamin pengakuan dan penghargaan terhadap hak serta kebebasan orang&lt;br /&gt;
lain, dan untuk memenuhi syarat-syarat yang adil bagi moralitas, ketertiban. serta&lt;br /&gt;
kesejahteraan umum dalam suatu masyarakat yang demokratis;&lt;br /&gt;
3. hak dan kebebasan ini sama sekali tidak boleh dijalankan secara bertentangan&lt;br /&gt;
dengan tujuan dan asas Perserikatan Bangsa-Bangsa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikaitkan dengan pembangunan bidang hukum yang meliputi materi hukum, aparatur&lt;br /&gt;
hukum, sarana dan prasarana hukum, budaya hukum dan hak asasi manusia. pemerintah&lt;br /&gt;
Republik Indonesia berkewajiban mewujudkannya dalam bentuk sikap politik yang&lt;br /&gt;
aspiratif terhadap keterbukaan dalam pembentukan dan penegakan hukum.&lt;br /&gt;
Bertitik tolak dari pendekatan perkembangan hukum, baik yang dilihat dari sisi&lt;br /&gt;
kepentingan nasional maupun dari sisi kepentingan hubungan antar bangsa, maka&lt;br /&gt;
kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum harus berlandaskan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. asas keseimbangan antara hak dan kewajiban;&lt;br /&gt;
2. asas musyawarah dan mufakat;&lt;br /&gt;
3. asas kepastian hukum dan keadilan;&lt;br /&gt;
4. asas proporsionalitas;&lt;br /&gt;
5. asas manfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima asas tersebut merupakan landasan kebebasan yang bertanggungjawab dalam&lt;br /&gt;
berpikir dan bertindak untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Berlandaskan atas&lt;br /&gt;
kelima asas kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum tersebut maka&lt;br /&gt;
pelaksanaannya diharapkan dapat mencapai tujuan untuk:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. mewujudkan kebebasan yang bertanggung jawab sebagai salah satu hak asasi&lt;br /&gt;
manusia sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;&lt;br /&gt;
2. mewujudkan perlindungan hukum yang konsisten dan berkesinambungan dalam&lt;br /&gt;
menjamin kemerdekaan menyampaikan pendapat;&lt;br /&gt;
3. mewujudkan iklim yang kondusif bagi berkembangnya partisipasi dan kreativitas&lt;br /&gt;
setiap warga negara sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab dalam kehidupan&lt;br /&gt;
berdemokrasi;&lt;br /&gt;
4. menempatkan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,&lt;br /&gt;
dan bernegara, tanpa mengabaikan kepentingan perorangan atau kelompok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejalan dengan tujuan di atas rambu-rambu hukum harus memiliki karakteristik otonom,&lt;br /&gt;
responsif dan mengurangi atau meninggalkan karakteristik yang represif.&lt;br /&gt;
Dengan berpegang teguh pada karakteristik tersebut, maka Undang-undang tentang&lt;br /&gt;
Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum. merupakan ketentuan peraturan&lt;br /&gt;
perundang-undangan yang bersifat regulatif. sehingga disatu sisi dapat melindungi hak&lt;br /&gt;
warga negara sesuai dengan Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945. dan di sisi lain dapat&lt;br /&gt;
mencegah tekanan-tekanan, baik fisik maupun psikis, yang dapat mengurangi jiwa dan&lt;br /&gt;
makna dari proses keterbukaan dalam pembentukan dan penegakan hukum.&lt;br /&gt;
Undang-undang ini mengatur bentuk dan tata cara penyampaian pendapat di muka&lt;br /&gt;
umum. dan tidak mengatur penyampaian pendapat melalui media massa, baik cetak&lt;br /&gt;
maupun elektronika dan hak mogok bekerja di lingkungan kerjanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PASAL DEMI PASAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “Penyampaian pendapat di muka umum”, adalah&lt;br /&gt;
penyampaian pendapat secara lisan, tulisan. dan sebagainya.&lt;br /&gt;
“Penyampaian pendapat secara lisan” antara lain; pidato. dialog, dan diskusi.&lt;br /&gt;
“Penyampaian pendapat secara tulisan” antara lain: petisi, gambar, pamflet, poster,&lt;br /&gt;
brosur, selebaran, dan spanduk. Adapun yang dimaksud dengan:dan sebagainya&quot;&lt;br /&gt;
antara lain: sikap, membisu dan mogok makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf c&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf d&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “asas proporsionalitas” adalah asas yang meletakkan&lt;br /&gt;
segala kegiatan sesuai dengan konteks atau tujuan kegiatan tersebut, baik yang&lt;br /&gt;
dilakukan oleh warga negara, institusi, maupun aparatur pemerintah, yang dilandasi&lt;br /&gt;
oleh etika individual, etika sosial, dan etika institusional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf e&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 5&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “mengeluarkan pikiran secara bebas” adalah mengeluarkan&lt;br /&gt;
pendapat, pandangan, kehendak, atau perasaan yang bebas dari tekanan fisik,&lt;br /&gt;
psikis, atau pembatasan yang bertentangan dengan tujuan sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
dalam Pasal 4 Undang-undang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “memperoleh perlindungan hukum” termasuk di dalamnya&lt;br /&gt;
jaminan keamanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 6&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain&quot; adalah&lt;br /&gt;
ikut memelihara dan menjaga hak dan kebebasan orang lain untuk hidup aman,&lt;br /&gt;
tertib, dan damai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan &quot;menghormati aturan-aturan moral yang diakui umum”&lt;br /&gt;
adalah mengindahkan norma agama, kesusilaan, dan kesopanan dalam kehidupan&lt;br /&gt;
masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf c&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf d&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan &quot;menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban&lt;br /&gt;
umum” adalah perbuatan yang dapat mencegah timbulnya bahaya bagi&lt;br /&gt;
ketenteraman dan keselamatan umum, baik yang menyangkut orang, barang&lt;br /&gt;
maupun kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf e&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa&quot;&lt;br /&gt;
adalah perbuatan yang dapat mencegah timbulnya permusuhan, kebencian atau&lt;br /&gt;
penghinaan terhadap suku, agama, ras, dan antar golongan dalam masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 7&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan &quot;aparatur pemerintah&quot; adalah aparatur pemerintah yang&lt;br /&gt;
menyelenggarakan pengamanan.&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf c&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf d&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “menyelenggarakan pengamanan” adalah segala daya&lt;br /&gt;
upaya untuk menciptakan kondisi aman, tertib, dan damai, termasuk mencegah&lt;br /&gt;
timbulnya gangguan atau tekanan, baik fisik maupun psikis yang berasal dari mana&lt;br /&gt;
pun juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 8&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “berperan serta secara bertanggungjawab” adalah hak&lt;br /&gt;
masyarakat untuk memberi dan memperoleh informasi atau konfirmasi kepada atau dari&lt;br /&gt;
aparatur pemerintah agar terjamin keamanan dan ketertiban lingkungannya, tanpa&lt;br /&gt;
menghalangi terlaksananya penyampaian pendapat di muka umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 9&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat(1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan pengecualian “di lingkungan istana kepresidenan&quot;&lt;br /&gt;
adalah istana presiden dan istana wakil presiden dengan radius 100 meter&lt;br /&gt;
dari pagar luar.&lt;br /&gt;
Pengecualian untuk “instalasi militer” meliputi radius 150 meter dari pagar&lt;br /&gt;
luar.&lt;br /&gt;
Pengecualian untuk “obyek-obyek vital nasional” meliputi radius 500 meter&lt;br /&gt;
dari pagar luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan hari-hari besar nasional adalah:&lt;br /&gt;
1. Tahun Baru;&lt;br /&gt;
2. Hari Raya Nyepi;&lt;br /&gt;
3. Hari Wafat Isa Almasih;&lt;br /&gt;
4. Isra Mi’raj;&lt;br /&gt;
5. Kenaikan Isa Almasih;&lt;br /&gt;
6. Hari Raya Waisak;&lt;br /&gt;
7. Hari Raya Idul Fitri;&lt;br /&gt;
8. Hari Raya Idul Adha;&lt;br /&gt;
9. Hari Maulid Nabi;&lt;br /&gt;
10. 1 Muharam;&lt;br /&gt;
11. Hari Natal;&lt;br /&gt;
12. Agustus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 10&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat(2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “Polri setempat” adalah satuan Polri terdepan dimana&lt;br /&gt;
kegiatan penyampaian pendapat akan dilakukan apabila kegiatan dilaksanakan&lt;br /&gt;
pada:&lt;br /&gt;
a. 1 (satu) kecamatan. pemberitahuan ditujukan kepada Polsek setempat;&lt;br /&gt;
b. 2 (dua) kecamatan atau lebih dalam lingkungan kabupaten/kotamadya.&lt;br /&gt;
pemberitahuan ditujukan kepada Polres setempat;&lt;br /&gt;
c. 2 (dua) kabupaten/kotamadya atau lebih dalam 1 (satu) propinsi,&lt;br /&gt;
pemberitahuan ditujukan kepada Polda setempat;&lt;br /&gt;
d. 2 (dua) propinsi atau lebih, pemberitahuan ditujukan kepada Markas Besar&lt;br /&gt;
Kepolisian Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat(4)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 11&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “tempat” dalam Pasal ini adalah tempat peserta berkumpul&lt;br /&gt;
dan berangkat ke lokasi. Yang dimaksud dengan &quot;Lokasi” dalam Pasal ini adalah&lt;br /&gt;
tempat penyampaian pendapat di muka umum.&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan &quot;rute.” dalam Pasal ini adalah jalan yang dilalui oleh peserta&lt;br /&gt;
penyampaian pendapat di muka umum dari tempat berkumpul dan berangkat&lt;br /&gt;
sampai di lokasi yang dituju dan atau sebaliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf c&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf d&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan &quot;bentuk” adalah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9&lt;br /&gt;
ayat (1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf e&lt;br /&gt;
Penanggung jawab adalah orang yang memimpin dan atau menyelenggarakan&lt;br /&gt;
pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum yang bertanggung jawab agar&lt;br /&gt;
pelaksanaannya berlangsung dengan aman, tertib, dan damai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf f&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf g&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf h&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 12&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 13&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Koordinasi antara Polri dengan penanggungjawab dimaksudkan untuk&lt;br /&gt;
mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mengganggu terlaksananya&lt;br /&gt;
penyampaian pendapat di muka umum secara aman tertib, dan damai,&lt;br /&gt;
terutama penyelenggaraan pada malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf c&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf d&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat(3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 14&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 15&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kewajiban dan tanggungjawab yang dimaksud dalam Pasa1 6 huruf a, b, d, dan e adalah&lt;br /&gt;
kewajiban dan tanggungjawab sebagaimana telah diatur dalam ketentuan peraturan&lt;br /&gt;
perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 16&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “sanksi hukum” adalah sanksi hukum pidana, sanksi hukum&lt;br /&gt;
perdata, atau sanksi administrasi. Yang dimaksud dengan “ketentuan peraturan&lt;br /&gt;
perundang-undangan” adalah ketentuan peraturan perundang-undangan hukum pidana,&lt;br /&gt;
hukum perdata, dan hukum administrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 17&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “melakukan tindak pidana” dalam Pasal ini adalah termasuk&lt;br /&gt;
perbuatan-perbuatan yang diatur dalam Pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 18&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 19&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 20&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3789&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/2064390792910734491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/kemerdekaan-menyampaikan-pendapat-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/2064390792910734491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/2064390792910734491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/kemerdekaan-menyampaikan-pendapat-di.html' title='Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum (1998)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSU4YLA34_MwsgTeGTsTyOrJfXWIOVV6wtzVDJ03tkjS-WRfPBakBHwtmXpxkRVWx-Wn-qVeqQrhPfXXXKylUOdldObFbK_eDOEM-CJ18TR81HvDcdP0pc9IzJNmGnU5SNaYWk5kzeSlE/s72-c/garuda+indonesia.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-8941258321675697971</id><published>2017-03-21T23:44:00.000-07:00</published><updated>2017-03-22T06:06:07.040-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Undang-Undang"/><title type='text'>Undang-Undang Daruat Republik Indonesia Serikat Nomor 2 Tahun 1950 (1950)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhF0lizSilMhyphenhyphenY3GXvx7bJfXjVoV3jhBx034Lgk8V_lUQ59GueqrgEqjYn3OmHA7g40l0W87OxomGN0l5mAxtDs3-ru_0qVhEEBFS_hGXwdi-f4ugnVCzF5010nb1rMskqiz9i0coOfDr8/s1600/garuda+indonesia.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Undang-Undang Daruat Republik Indonesia Serikat Nomor 2 Tahun 1950 (1950)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhF0lizSilMhyphenhyphenY3GXvx7bJfXjVoV3jhBx034Lgk8V_lUQ59GueqrgEqjYn3OmHA7g40l0W87OxomGN0l5mAxtDs3-ru_0qVhEEBFS_hGXwdi-f4ugnVCzF5010nb1rMskqiz9i0coOfDr8/s1600/garuda+indonesia.png&quot; title=&quot;Undang-Undang Daruat Republik Indonesia Serikat Nomor 2 Tahun 1950 (1950)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Undang-Undang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Nomor : 2&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tahun : 1950&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tentang : PENERBITAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERIKAT DAN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERIKAT TENTANG MENGELUARKAN, MENGUMUMKAN DAN MULAI BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG FEDERAL DAN PERATURAN PEMERINTAH&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
PRESIDEN&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
REPUBLIK INDONESIA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA SERIKAT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NOMOR 2 TAHUN 1950&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENERBITAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERIKAT DAN BERITA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERIKAT TENTANG MENGELUARKAN,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;MENGUMUMKAN DAN MULAI BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG FEDERAL DAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERATURAN PEMERINTAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SERIKAT,&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menimbang :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. bahwa perlu diadakan peraturan tentang mengeluarkan,&lt;br /&gt;
mengumumkan dan mulai berlakunya undang-undang federal dan&lt;br /&gt;
peraturan Pemerintah;&lt;br /&gt;
b. bahwa untuk pengumuman Undang-undang dan Peraturan Pemerintah&lt;br /&gt;
itu, begitu pula untuk pengumuman atau penyiaran peraturanperaturan&lt;br /&gt;
dan surat-surat lain, perlu diadakan alat pengumuman dan&lt;br /&gt;
penyiaran resmi dari Pemerintah dengan aturan-aturan yang tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menimbang :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bahwa karena keadaan-keadaan yang mendesak, peraturan-peraturan&lt;br /&gt;
tersebut di atas perlu segera diadakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengingat :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pasal 143 dan pasal 139 Konstitusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;MEMUTUSKAN:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mencabut Undang-undang darurat Nomor 1 tertanggal 27 Desember 1949.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menetapkan:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
UNDANG-UNDANG DARURAT TENTANG PENERBITAN LEMBARAN&lt;br /&gt;
NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERIKAT DAN BERITA NEGARA&lt;br /&gt;
REPUBLIK INDONESIA SERIKAT DAN TENTANG MENGELUARKAN,&lt;br /&gt;
MENGUMUMKAN DAN MULAI BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG&lt;br /&gt;
FEDERAL DAN PERATURAN PEMERINTAH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG PENERBITAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERIKAT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DAN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERIKAT&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemerintah menerbitkan suatu Lembaran Negara Republik Indonesia Serikat dan suatu&lt;br /&gt;
Berita Negara Republik Indonesia Serikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Lembaran Negara dicetak dalam ukuran oktavo, dan Berita Negara dalam ukuran folio.&lt;br /&gt;
Waktu penerbitannya tidak ditentukan dan dua-duanya disebut dengan tahun&lt;br /&gt;
penerbitannya dan nomor berturut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam selembar Lembaran Negara tersendiri dimuat sebagai pengumuman tiap-tiap&lt;br /&gt;
undang-undang federal dan tiap-tiap peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;
Dalam Berita Negara dimuat peraturan mengenai hal-hal yang dengan undang-undang&lt;br /&gt;
federal atau dengan peraturan Pemerintah diserahkan kepada alat perlengkapan&lt;br /&gt;
Republik Indonesia Serikat lain, dan juga surat-surat lain yang harus ataupun dianggap&lt;br /&gt;
perlu atau berguna disiarkan dalam Berita Negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penyelenggaraan penerbitan Lembaran Negara dan Berita Negara,teristimewa pemuatan&lt;br /&gt;
Undang-undang federal dan Peraturan Pemerintah dalam Lembaran Negara, diserahkan&lt;br /&gt;
kepada Menteri Kehakiman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 5&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Undang-undang federal dan Peraturan Pemerintah, setelah di tanda tangani oleh&lt;br /&gt;
Presiden dan di tanda tangani serta oleh menteri yang bersangkutan, diumumkan oleh&lt;br /&gt;
Presiden.&lt;br /&gt;
Menteri tersebut mengirimkan Undang-undang atau Peraturan Pemerintah itu kepada&lt;br /&gt;
Menteri Kehakiman, yang menyelenggarakan dengan segera termuatnya dalam&lt;br /&gt;
Lembaran Negara.&lt;br /&gt;
Jikalau diperlukan penandatanganan serta oleh lebih dari satu menteri, maka pengiriman&lt;br /&gt;
itu dilakukan oleh menteri yang terakhir menandatanganinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 6&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Menteri Kehakiman memberi nomor kepada Undang-undang atau Peraturan Pemerintah&lt;br /&gt;
yang dimuatnya dalam Lembaran Negara, masing-masing menurut nomor urutan sendiri&lt;br /&gt;
dan tiap-tiap tahun dimulai dengan nomor 1, dan menulis nama Undang-undang atau&lt;br /&gt;
peraturan Pemerintah itu pada pucuknya.&lt;br /&gt;
Pada kaki sebelah kiri Undang-undang atau Peraturan Pemerintah itu Menteri Kehakiman&lt;br /&gt;
membubuh catatan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Diumumkan di ....... (nama tempat)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pada ...... (hari bulan dan tahun)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MENTERI KEHAKIMAN,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
.......... (tanda tangan)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(........... nama Menteri)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 7&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Surat-surat asli mengenai Undang-undang atau Peraturan Pemerintah itu oleh Menteri&lt;br /&gt;
Kehakiman dikirimkan kepada Direktur Kabinet Presiden untuk disimpan dalam arsip&lt;br /&gt;
Kabinet Presiden.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 8&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jikalau dalam sesuatu peraturan yang telah ada dan yang menjadi peraturan yang&lt;br /&gt;
dilakukan untuk penyelenggaraan Pemerintahan Republik Indonesia Serikat, disebut atau&lt;br /&gt;
dimaksud &quot;Staatsblad voor Indonesië&quot; atau &quot;Javase Courant&quot;, maka sejak berlakunya&lt;br /&gt;
undang-undang darurat ini harus dibaca sebagai gantinya &quot;Lembaran Negara Republik&lt;br /&gt;
Indonesia Serikat&quot; atau &quot;Berita Negara Republik Indonesia Serikat&quot;, tergantung pada jenis&lt;br /&gt;
peraturan atau hal yang dimuat dalam lembaran-lembaran resmi tersebut di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB II&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG MENGELUARKAN, MENGUMUMKAN DAN MULAI BERLAKUNYA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG FEDERAL DAN PERATURAN PEMERINTAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 9&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Undang-undang federal dikeluarkan dengan bentuk dan keterangan-keterangan sebagai&lt;br /&gt;
berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Presiden Republik Indonesia Serikat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menimbang:&lt;br /&gt;
bahwa.... dst.; (alasan-alasan pembentukan undang-undang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengingat:&lt;br /&gt;
......;(pasal-pasal Konstitusi atau Undang-undang lain yang menjadi dasar kekuasaan atau&lt;br /&gt;
kewajiban pengundang-undang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (dan Senat: jika diperlukan);&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;MEMUTUSKAN:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Menetapkan: ........ (nama undang-undang)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian dimuat isi undang-undang, dan sesudah itu ditulis di sebelah kanan, sebagai&lt;br /&gt;
tanda pensahan oleh Pemerintah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disahkan di ....... (nama tempat)&lt;br /&gt;
pada .......... (hari bulan dan tahun)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SERIKAT,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(tanda tangan Presiden)&lt;br /&gt;
(nama Presiden)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MENTERI ...... (yang bersangkutan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(tanda tangan serta Menteri)&lt;br /&gt;
(nama Menteri).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikalau Pemerintah mempergunakan kuasanya termaktub pada pasal 132 Konstitusi,&lt;br /&gt;
maka hal ini dinyatakan dengan menghapuskan perkataan-perkataan: &quot;dan Senat&quot;&lt;br /&gt;
tersebut di atas, dan dengan memuat pasal 132 Konstitusi dalam: Mengingat:.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikalau Pemerintah mempergunakan kuasanya termaktub pada pasal 136 ayat 3&lt;br /&gt;
Konstitusi, maka hal ini dinyatakan dengan menghapuskan perkataan-perkataan: &quot;dan&lt;br /&gt;
Senat&quot; seperti di atas, dan dengan memuat dalam: Menimbang: keterangan: bahwa usul&lt;br /&gt;
undang-undang ini telah ditolak oleh Senat, serta dengan memuat dalam: Mengingat:&lt;br /&gt;
pasal 136 ayat 3 dan pasal 137 ayat 1 Konstitusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 10&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Undang-undang darurat dikeluarkan dengan bentuk dan keterangan-keterangan seperti&lt;br /&gt;
undang-undang biasa dengan perbedaan:&lt;br /&gt;
1. dalam: Menimbang:, harus diterangkan:&lt;br /&gt;
bahwa karena keadaan-keadaan yang mendesak, peraturan ini perlu segera&lt;br /&gt;
diadakan;&lt;br /&gt;
2. keterangan-keterangan: &quot;Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat&quot;,&lt;br /&gt;
dihapuskan;&lt;br /&gt;
3. perkataan: &quot;Disahkan&quot; di bawah isi undang-undang diganti dengan&lt;br /&gt;
perkataan:&quot;Ditetapkan&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 11&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Peraturan Pemerintah dikeluarkan dengan bentuk dan perkataan-perkataan seperti&lt;br /&gt;
Undang-undang darurat, dengan perbedaan, bahwa keterangan: &quot;bahwa karena&lt;br /&gt;
keadaan-keadaan yang mendesak......... dst. &quot; tidak dimuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 12&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pengumuman oleh Presiden sebagaimana tertera dalam pasal 5 dilakukan atas ketentuan&lt;br /&gt;
yang dinyatakan dalam akhir isi undang-undang atau Peraturan Pemerintah sebagai&lt;br /&gt;
berikut:&lt;br /&gt;
Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengumuman undangundang/undang-undang&lt;br /&gt;
darurat/peraturan Pemerintah ini dengan penempatan dalam&lt;br /&gt;
Lembaran Negara Republik Indonesia Serikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 13&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jikalau dalam sesuatu peraturan tidak ditentukan tanggal yang lain, maka peraturan itu&lt;br /&gt;
berlaku mulai pada hari ketiga puluh sesudah hari diumumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 14&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Undang-undang darurat ini dapat disebut &quot;Undang-undang Lembaran Negara dan&lt;br /&gt;
pengumuman&quot;, dan mulai berlaku pada 17 Januari 1950.&lt;br /&gt;
Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Undangundang/Undang-undang&lt;br /&gt;
darurat/Peraturan Pemerintah ini dengan penempatan dalam&lt;br /&gt;
Lembaran Negara Republik Indonesia Serikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ditetapkan Di Jakarta,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pada Tanggal 17 Januari Tahun 1950&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SERIKAT,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(SOEKARNO)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MENTERI KEHAKIMAN,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(SOEPOMO)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Diumumkan Di Jakarta,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pada Tanggal 19 Januari 1950&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MENTERI KEHAKIMAN,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(SOEPOMO).&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/8941258321675697971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/undang-undang-daruat-republik-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/8941258321675697971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/8941258321675697971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/undang-undang-daruat-republik-indonesia.html' title='Undang-Undang Daruat Republik Indonesia Serikat Nomor 2 Tahun 1950 (1950)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhF0lizSilMhyphenhyphenY3GXvx7bJfXjVoV3jhBx034Lgk8V_lUQ59GueqrgEqjYn3OmHA7g40l0W87OxomGN0l5mAxtDs3-ru_0qVhEEBFS_hGXwdi-f4ugnVCzF5010nb1rMskqiz9i0coOfDr8/s72-c/garuda+indonesia.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-4812752897612082115</id><published>2017-03-21T23:24:00.000-07:00</published><updated>2017-03-22T06:05:51.923-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Undang-Undang"/><title type='text'>Perubahan Undang-Undang NO. 2 Tahun 1956 (1956)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfebc-3jz_t_3GJfezOrg4C21rmU-Y6bDQNf5Dpm_Hf6aFMMzOJOKuGzvBnfXvQfEPBDRcA2f8MzO5NVlUaasCLP8WTsnBrzNwvPxzcMVYrow2KacOl2cXdTMW0-Sma0I-Ldy1OLCjJns/s1600/garuda+indonesia.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perubahan Undang-Undang NO. 2 Tahun 1956 (1956)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfebc-3jz_t_3GJfezOrg4C21rmU-Y6bDQNf5Dpm_Hf6aFMMzOJOKuGzvBnfXvQfEPBDRcA2f8MzO5NVlUaasCLP8WTsnBrzNwvPxzcMVYrow2KacOl2cXdTMW0-Sma0I-Ldy1OLCjJns/s1600/garuda+indonesia.png&quot; title=&quot;Perubahan Undang-Undang NO. 2 Tahun 1956 (1956)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Undang-Undang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Nomor : 2&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tahun : 1956&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tentang : PERUBAHAN UNDANG-UNDANG NO. 2 TAHUN 1956&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
PRESIDEN&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
REPUBLIK INDONESIA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NOMOR 2 TAHUN 1956&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERUBAHAN UNDANG-UNDANG NO. 2 TAHUN 1956&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menimbang :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. bahwa pembentukan Konstituante dapat dipercepat dengan&lt;br /&gt;
mengadakan perubahan seperlunya terhadap Undang-undang No. 2&lt;br /&gt;
tahun 1956;&lt;br /&gt;
b. bahwa karena keadaan-keadaan yang mendesak, peraturan ini perlu&lt;br /&gt;
segera diadakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengingat :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pasal 96 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;MEMUTUSKAN:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menetapkan :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
UNDANG-UNDANG DARURAT TENTANG PERUBAHAN UNDANGUNDANG&lt;br /&gt;
NO. 2 TAHUN 1956&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 1&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
Pasal 1 Undang-undang No. 2 tahun 1956 huruf 1 di rubah sehingga berbunyi:&lt;br /&gt;
1. Pasal 107 ditambah dengan ayat 4 yang berbunyi:&lt;br /&gt;
(4) Dalam tempo tujuh hari sesudah Panitia Pemeriksaan Menerima surat-surat&lt;br /&gt;
tersebut dalam ayat 1. Panitia tersebut harus sudah selesai dengan&lt;br /&gt;
pekerjaannya dan melaporkan hasil-hasilnya kepada Pemerintah.&lt;br /&gt;
Jika menurut laporan itu, jumlah terpilih yang diterima sebagai anggota Dewan&lt;br /&gt;
Perwakilan Rakyat sudah berjumlah dua ratus, atau yang diterima sebagai&lt;br /&gt;
anggota Konstituante sudah berjumlah empat ratus, maka Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;
Rakyat atau Konstituante dapat dilantik oleh Presiden.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
Undang-undang Darurat ini berlaku sejak diundangkan.&lt;br /&gt;
Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undangundang&lt;br /&gt;
Darurat ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ditetapkan Di Jakarta,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pada Tanggal 4 Oktober 1956&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MUHAMMAD HATTA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MENTERI KEHAKIMAN,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(MOELJATNO)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MENTERI DALAM NEGERI,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(SOENARJO)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Diundangkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pada Tanggal 4 Oktober 1956&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MENTERI KEHAKIMAN,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(MOELJATNO)&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
LEMBARAN NEGARA TAHUN 1956 NOMOR 4&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENJELASAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NOMOR 2 TAHUN 1956&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERUBAHAN UNDANG-UNDANG NO. 2 TAHUN 1956&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan Undang-undang No. 2 tahun 1956 pasal 107 Undang-undang No.7 tahun 1953&lt;br /&gt;
telah ditambah dengan sebuah ayat.&lt;br /&gt;
Dalam alinea kedua ayat yang ditambah itu terdapat ketentuan, bahwa Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;
Rakyat sudah dapat dilantik, jika jumlah terpilih yang diterima sebagai anggota sudah dua&lt;br /&gt;
ratus.&lt;br /&gt;
Agar Konstituante juga telah dapat hendaknya dilantik apabila jumlah terpilih yang&lt;br /&gt;
diterima sebagai anggota telah mencapai suatu jumlah tertentu, maka Pasal I sub 1 dari&lt;br /&gt;
Undang-undang No.2 tahun 1956 tersebut ditambah dengan suatu ketentuan bahwa&lt;br /&gt;
Konstituante dapat dilantik, jika jumlah terpilih yang diterima sebagai anggota telah&lt;br /&gt;
sebanyak empat ratus orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tambahan Lembaran Negara No.46.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/4812752897612082115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/perubahan-undang-undang-no-2-tahun-1956.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/4812752897612082115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/4812752897612082115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/perubahan-undang-undang-no-2-tahun-1956.html' title='Perubahan Undang-Undang NO. 2 Tahun 1956 (1956)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfebc-3jz_t_3GJfezOrg4C21rmU-Y6bDQNf5Dpm_Hf6aFMMzOJOKuGzvBnfXvQfEPBDRcA2f8MzO5NVlUaasCLP8WTsnBrzNwvPxzcMVYrow2KacOl2cXdTMW0-Sma0I-Ldy1OLCjJns/s72-c/garuda+indonesia.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-1366236971047771766</id><published>2017-03-21T23:02:00.000-07:00</published><updated>2017-03-22T06:05:34.612-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Undang-Undang"/><title type='text'>Perlindungan Anak (2003)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4g43Ug_PQqyNXrW_4LUVpBrTaSDhC_Y4KfWqIHWVwkqpKvRPp-gh1Tqn3E6RqXISYQzfu1s6wXjWVPqp1bWxP8LTc_mWafOFLvRbryGg1G3aUktPUKxz66kuMHEbZu4Q0igdLuHBrKjo/s1600/garuda+indonesia.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Perlindungan Anak (2003)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4g43Ug_PQqyNXrW_4LUVpBrTaSDhC_Y4KfWqIHWVwkqpKvRPp-gh1Tqn3E6RqXISYQzfu1s6wXjWVPqp1bWxP8LTc_mWafOFLvRbryGg1G3aUktPUKxz66kuMHEbZu4Q0igdLuHBrKjo/s1600/garuda+indonesia.png&quot; title=&quot;Perlindungan Anak (2003)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Undang-Undang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Nomor : 23&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tahun : 2003&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tentang : PERLINDUNGAN ANAK&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NOMOR 23 TAHUN 2002&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERLINDUNGAN ANAK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Menimbang :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kesejahteraan tiap-tiap&lt;br /&gt;
warga negaranya, termasuk perlindungan terhadap hak anak yang merupakan hak&lt;br /&gt;
asasi manusia;&lt;br /&gt;
b. bahwa anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam&lt;br /&gt;
dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya;&lt;br /&gt;
c. bahwa anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita&lt;br /&gt;
perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus&lt;br /&gt;
yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan;&lt;br /&gt;
d. bahwa agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut, maka ia&lt;br /&gt;
perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang&lt;br /&gt;
secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial, dan berakhlak mulia, perlu&lt;br /&gt;
dilakukan upaya perlindungan serta untuk mewujudkan kesejahteraan anak&lt;br /&gt;
dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya serta adanya&lt;br /&gt;
perlakuan tanpa diskriminasi;&lt;br /&gt;
e. bahwa untuk mewujudkan perlindungan dan kesejahteraan anak diperlukan&lt;br /&gt;
dukungan kelembagaan dan peraturan perundang-undangan yang dapat menjamin&lt;br /&gt;
pelaksanaannya;&lt;br /&gt;
f. bahwa berbagai undang-undang hanya mengatur hal-hal tertentu mengenai anak&lt;br /&gt;
dan secara khusus belum mengatur keseluruhan aspek yang berkaitan dengan&lt;br /&gt;
perlindungan anak;&lt;br /&gt;
g. bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut pada huruf a, b, c, d, e, dan f perlu&lt;br /&gt;
ditetapkan Undang-undang tentang Perlindungan Anak;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengingat :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
1. Pasal 20, Pasal 20A ayat (1), Pasal 21, Pasal 28B ayat (2), dan Pasal 34 UndangUndang&lt;br /&gt;
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;&lt;br /&gt;
2. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak (Lembaran&lt;br /&gt;
Negara Tahun 1979 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3143);&lt;br /&gt;
3. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Penghapusan Segala Bentuk&lt;br /&gt;
Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on The Elimination of all Forms of&lt;br /&gt;
Discrimination Against Women) (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 29,&lt;br /&gt;
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3277);&lt;br /&gt;
4. Undang-undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (Lembaran&lt;br /&gt;
Negara Tahun 1997 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3668);&lt;br /&gt;
5. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat (Lembaran&lt;br /&gt;
Negara Tahun 1997 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3670);&lt;br /&gt;
6. Undang-undang Nomor 20 Tahun 1999 tentang Pengesahan ILO Convention No.&lt;br /&gt;
138 Concerning Minimum Age for Admission to Employment (Konvensi ILO&lt;br /&gt;
mengenai Usia Minimum untuk Diperbolehkan Bekerja) (Lembaran Negara Tahun&lt;br /&gt;
1999 Nomor 56, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3835);&lt;br /&gt;
7. Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran&lt;br /&gt;
Negara Tahun 1999 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3886);&lt;br /&gt;
8. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Pengesahan ILO Convention No.&lt;br /&gt;
182 Concerning The Prohibition and Immediate Action for The Elimination of The&lt;br /&gt;
Worst Forms of Child Labour (Konvensi ILO No. 182 mengenai Pelarangan dan&lt;br /&gt;
Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak)&lt;br /&gt;
(Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 30, Tambahan Lembaran Negara Nomor&lt;br /&gt;
3941);&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Dengan persetujuan :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;MEMUTUSKAN :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERLINDUNGAN ANAK.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KETENTUAN UMUM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan :&lt;br /&gt;
1. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang&lt;br /&gt;
masih dalam kandungan.&lt;br /&gt;
2. Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya&lt;br /&gt;
agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat&lt;br /&gt;
dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.&lt;br /&gt;
3. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami istri dan&lt;br /&gt;
anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya, atau keluarga sedarah dalam garis&lt;br /&gt;
lurus ke atas atau ke bawah sampai dengan derajat ketiga.&lt;br /&gt;
4. Orang tua adalah ayah dan/atau ibu kandung, atau ayah dan/atau ibu tiri, atau ayah dan/atau ibu&lt;br /&gt;
angkat.&lt;br /&gt;
5. Wali adalah orang atau badan yang dalam kenyataannya menjalankan kekuasaan asuh sebagai&lt;br /&gt;
orang tua terhadap anak.&lt;br /&gt;
6. Anak terlantar adalah anak yang tidak terpenuhi kebutuhannya secara wajar, baik fisik, mental,&lt;br /&gt;
spiritual, maupun sosial.&lt;br /&gt;
7. Anak yang menyandang cacat adalah anak yang mengalami hambatan fisik dan/atau mental&lt;br /&gt;
sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya secara wajar.&lt;br /&gt;
8. Anak yang memiliki keunggulan adalah anak yang mempunyai kecerdasan luar biasa, atau&lt;br /&gt;
memiliki potensi dan/atau bakat istimewa.&lt;br /&gt;
9. Anak angkat adalah anak yang haknya dialihkan dari lingkungan kekuasaan keluarga orang tua,&lt;br /&gt;
wali yang sah, atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan, dan&lt;br /&gt;
membesarkan anak tersebut, ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkatnya berdasarkan&lt;br /&gt;
putusan atau penetapan pengadilan.&lt;br /&gt;
10. Anak asuh adalah anak yang diasuh oleh seseorang atau lembaga, untuk diberikan bimbingan,&lt;br /&gt;
pemeliharaan, perawatan, pendidikan, dan kesehatan, karena orang tuanya atau salah satu&lt;br /&gt;
orang tuanya tidak mampu menjamin tumbuh kembang anak secara wajar.&lt;br /&gt;
11. Kuasa asuh adalah kekuasaan orang tua untuk mengasuh, mendidik, memelihara, membina,&lt;br /&gt;
melindungi, dan menumbuhkembangkan anak sesuai dengan agama yang dianutnya dan&lt;br /&gt;
kemampuan, bakat, serta minatnya.&lt;br /&gt;
12. Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh&lt;br /&gt;
orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara.&lt;br /&gt;
13. Masyarakat adalah perseorangan, keluarga, kelompok, dan organisasi sosial dan/atau organisasi&lt;br /&gt;
kemasyarakatan.&lt;br /&gt;
14. Pendamping adalah pekerja sosial yang mempunyai kompetensi profesional dalam bidangnya.&lt;br /&gt;
15. Perlindungan khusus adalah perlindungan yang diberikan kepada anak dalam situasi darurat,&lt;br /&gt;
anak yang berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, anak yang&lt;br /&gt;
dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual, anak yang diperdagangkan, anak yang menjadi&lt;br /&gt;
korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza), anak&lt;br /&gt;
korban penculikan, penjualan, perdagangan, anak korban kekerasan baik fisik dan/atau mental,&lt;br /&gt;
anak yang menyandang cacat, dan anak korban perlakuan salah dan penelantaran.&lt;br /&gt;
16. Setiap orang adalah orang perseorangan atau korporasi.&lt;br /&gt;
17. Pemerintah adalah Pemerintah yang meliputi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB II&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;ASAS DAN TUJUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penyelenggaraan perlindungan anak berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang&lt;br /&gt;
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta prinsip-prinsip dasar Konvensi Hak-Hak Anak&lt;br /&gt;
meliputi :&lt;br /&gt;
a. non diskriminasi;&lt;br /&gt;
b. kepentingan yang terbaik bagi anak;&lt;br /&gt;
c. hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan; dan&lt;br /&gt;
d. penghargaan terhadap pendapat anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh,&lt;br /&gt;
berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan,&lt;br /&gt;
serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia&lt;br /&gt;
yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB III&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;HAK DAN KEWAJIBAN ANAK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai&lt;br /&gt;
dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan&lt;br /&gt;
diskriminasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 5&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 6&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, berpikir, dan berekspresi sesuai dengan&lt;br /&gt;
tingkat kecerdasan dan usianya, dalam bimbingan orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 7&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan, dan diasuh oleh orang tuanya&lt;br /&gt;
sendiri.&lt;br /&gt;
(2) Dalam hal karena suatu sebab orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh kembang anak, atau&lt;br /&gt;
anak dalam keadaan terlantar maka anak tersebut berhak diasuh atau diangkat sebagai anak&lt;br /&gt;
asuh atau anak angkat oleh orang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan&lt;br /&gt;
yang berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 8&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan&lt;br /&gt;
fisik, mental, spiritual, dan sosial.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 9&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan&lt;br /&gt;
pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya.&lt;br /&gt;
(2) Selain hak anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), khusus bagi anak yang menyandang&lt;br /&gt;
cacat juga berhak memperoleh pendidikan luar biasa, sedangkan bagi anak yang memiliki&lt;br /&gt;
keunggulan juga berhak mendapatkan pendidikan khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 10&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari, dan memberikan&lt;br /&gt;
informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan&lt;br /&gt;
nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 11&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan anak yang&lt;br /&gt;
sebaya, bermain, berekreasi, dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya&lt;br /&gt;
demi pengembangan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 12&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap anak yang menyandang cacat berhak memperoleh rehabilitasi, bantuan sosial, dan&lt;br /&gt;
pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 13&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang&lt;br /&gt;
bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan:&lt;br /&gt;
a. diskriminasi;&lt;br /&gt;
b. eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual;&lt;br /&gt;
c. penelantaran;&lt;br /&gt;
d. kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan;&lt;br /&gt;
e. ketidakadilan; dan&lt;br /&gt;
f. perlakuan salah lainnya.&lt;br /&gt;
(2) Dalam hal orang tua, wali atau pengasuh anak melakukan segala bentuk perlakuan sebagaimana&lt;br /&gt;
dimaksud dalam ayat (1), maka pelaku dikenakan pemberatan hukuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 14&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap anak berhak untuk diasuh oleh orang tuanya sendiri, kecuali jika ada alasan dan/atau aturan&lt;br /&gt;
hukum yang sah menunjukkan bahwa pemisahan itu adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan&lt;br /&gt;
merupakan pertimbangan terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 15&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari :&lt;br /&gt;
a. penyalahgunaan dalam kegiatan politik;&lt;br /&gt;
b. pelibatan dalam sengketa bersenjata;&lt;br /&gt;
c. pelibatan dalam kerusuhan sosial;&lt;br /&gt;
d. pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan; dan&lt;br /&gt;
e. pelibatan dalam peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 16&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari sasaran penganiayaan, penyiksaan, atau&lt;br /&gt;
penjatuhan hukuman yang tidak manusiawi.&lt;br /&gt;
(2) Setiap anak berhak untuk memperoleh kebebasan sesuai dengan hukum.&lt;br /&gt;
(3) Penangkapan, penahanan, atau tindak pidana penjara anak hanya dilakukan apabila sesuai&lt;br /&gt;
dengan hukum yang berlaku dan hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 17&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setiap anak yang dirampas kebebasannya berhak untuk :&lt;br /&gt;
a. mendapatkan perlakuan secara manusiawi dan penempatannya dipisahkan dari orang&lt;br /&gt;
dewasa;&lt;br /&gt;
b. memperoleh bantuan hukum atau bantuan lainnya secara efektif dalam setiap tahapan upaya&lt;br /&gt;
hukum yang berlaku; dan&lt;br /&gt;
c. membela diri dan memperoleh keadilan di depan pengadilan anak yang objektif dan tidak&lt;br /&gt;
memihak dalam sidang tertutup untuk umum.&lt;br /&gt;
(2) Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku kekerasan seksual atau yang berhadapan dengan&lt;br /&gt;
hukum berhak dirahasiakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 18&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku tindak pidana berhak mendapatkan bantuan hukum&lt;br /&gt;
dan bantuan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 19&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap anak berkewajiban untuk :&lt;br /&gt;
a. menghormati orang tua, wali, dan guru;&lt;br /&gt;
b. mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi teman;&lt;br /&gt;
c. mencintai tanah air, bangsa, dan negara;&lt;br /&gt;
d. menunaikan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya; dan&lt;br /&gt;
e. melaksanakan etika dan akhlak yang mulia.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB IV&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bagian Kesatu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Umum&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 20&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab&lt;br /&gt;
terhadap penyelenggaraan perlindungan anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bagian Kedua&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kewajiban dan Tanggung Jawab&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Negara dan Pemerintah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 21&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab menghormati dan menjamin hak asasi&lt;br /&gt;
setiap anak tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, etnik, budaya dan&lt;br /&gt;
bahasa, status hukum anak, urutan kelahiran anak, dan kondisi fisik dan/atau mental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 22&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab memberikan dukungan sarana dan&lt;br /&gt;
prasarana dalam penyelenggaraan perlindungan anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 23&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Negara dan pemerintah menjamin perlindungan, pemeliharaan, dan kesejahteraan anak dengan&lt;br /&gt;
memperhatikan hak dan kewajiban orang tua, wali, atau orang lain yang secara hukum&lt;br /&gt;
bertanggung jawab terhadap anak.&lt;br /&gt;
(2) Negara dan pemerintah mengawasi penyelenggaraan perlindungan anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 24&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Negara dan pemerintah menjamin anak untuk mempergunakan haknya dalam menyampaikan&lt;br /&gt;
pendapat sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasan anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bagian Ketiga&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kewajiban dan Tanggung Jawab Masyarakat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 25&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kewajiban dan tanggung jawab masyarakat terhadap perlindungan anak dilaksanakan melalui&lt;br /&gt;
kegiatan peran masyarakat dalam penyelenggaraan perlindungan anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bagian Keempat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kewajiban dan Tanggung Jawab&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Keluarga dan Orang Tua&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 26&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk :&lt;br /&gt;
a. mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak;&lt;br /&gt;
b. menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya; dan&lt;br /&gt;
c. mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak.&lt;br /&gt;
(2) Dalam hal orang tua tidak ada, atau tidak diketahui keberadaannya, atau karena suatu sebab,&lt;br /&gt;
tidak dapat melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya, maka kewajiban dan tanggung&lt;br /&gt;
jawab sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat beralih kepada keluarga, yang dilaksanakan&lt;br /&gt;
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB V&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KEDUDUKAN ANAK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bagian Kesatu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Identitas Anak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 27&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Identitas diri setiap anak harus diberikan sejak kelahirannya.&lt;br /&gt;
(2) Identitas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dituangkan dalam akta kelahiran.&lt;br /&gt;
(3) Pembuatan akta kelahiran didasarkan pada surat keterangan dari orang yang menyaksikan&lt;br /&gt;
dan/atau membantu proses kelahiran.&lt;br /&gt;
(4) Dalam hal anak yang proses kelahirannya tidak diketahui, dan orang tuanya tidak diketahui&lt;br /&gt;
keberadaannya, pembuatan akta kelahiran untuk anak tersebut didasarkan pada keterangan&lt;br /&gt;
orang yang menemukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Pembuatan akta kelahiran menjadi tanggung jawab pemerintah yang dalam pelaksanaannya&lt;br /&gt;
diselenggarakan serendah-rendahnya pada tingkat kelurahan/desa.&lt;br /&gt;
(2) Pembuatan akta kelahiran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus diberikan paling lambat&lt;br /&gt;
30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal diajukannya permohonan.&lt;br /&gt;
(3) Pembuatan akta kelahiran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak dikenai biaya.&lt;br /&gt;
(4) Ketentuan mengenai tata cara dan syarat-syarat pembuatan akta kelahiran sebagaimana&lt;br /&gt;
dimaksud dalam ayat (1), diatur dengan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bagian Kedua&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Anak yang Dilahirkan dari&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Perkawinan Campuran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 29&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Jika terjadi perkawinan campuran antara warga negara Republik Indonesia dan warga negara&lt;br /&gt;
asing, anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut berhak memperoleh kewarganegaraan dari&lt;br /&gt;
ayah atau ibunya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;
(2) Dalam hal terjadi perceraian dari perkawinan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), anak&lt;br /&gt;
berhak untuk memilih atau berdasarkan putusan pengadilan, berada dalam pengasuhan salah&lt;br /&gt;
satu dari kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;
(3) Dalam hal terjadi perceraian sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), sedangkan anak belum&lt;br /&gt;
mampu menentukan pilihan dan ibunya berkewarganegaraan Republik Indonesia, demi&lt;br /&gt;
kepentingan terbaik anak atau atas permohonan ibunya, pemerintah berkewajiban mengurus&lt;br /&gt;
status kewarganegaraan Republik Indonesia bagi anak tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB VI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KUASA ASUH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 30&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Dalam hal orang tua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26, melalaikan kewajibannya,&lt;br /&gt;
terhadapnya dapat dilakukan tindakan pengawasan atau kuasa asuh orang tua dapat dicabut.&lt;br /&gt;
(2) Tindakan pengawasan terhadap orang tua atau pencabutan kuasa asuh sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
dalam ayat (1) dilakukan melalui penetapan pengadilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 31&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Salah satu orang tua, saudara kandung, atau keluarga sampai derajat ketiga, dapat mengajukan&lt;br /&gt;
permohonan ke pengadilan untuk mendapatkan penetapan pengadilan tentang pencabutan&lt;br /&gt;
kuasa asuh orang tua atau melakukan tindakan pengawasan apabila terdapat alasan yang kuat&lt;br /&gt;
untuk itu.&lt;br /&gt;
(2) Apabila salah satu orang tua, saudara kandung, atau keluarga sampai dengan derajat ketiga,&lt;br /&gt;
tidak dapat melaksanakan fungsinya, maka pencabutan kuasa asuh orang tua sebagaimana&lt;br /&gt;
dimaksud dalam ayat (1) dapat juga diajukan oleh pejabat yang berwenang atau lembaga lain&lt;br /&gt;
yang mempunyai kewenangan untuk itu.&lt;br /&gt;
(3) Penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat menunjuk orang&lt;br /&gt;
perseorangan atau lembaga pemerintah/masyarakat untuk menjadi wali bagi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;
(4) Perseorangan yang melaksanakan pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (3)&lt;br /&gt;
harus seagama dengan agama yang dianut anak yang akan diasuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 32&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (3) sekurang-kurangnya memuat&lt;br /&gt;
ketentuan :&lt;br /&gt;
a. tidak memutuskan hubungan darah antara anak dan orang tua kandungnya;&lt;br /&gt;
b. tidak menghilangkan kewajiban orang tuanya untuk membiayai hidup anaknya; dan&lt;br /&gt;
c. batas waktu pencabutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB VII&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERWALIAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 33&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Dalam hal orang tua anak tidak cakap melakukan perbuatan hukum, atau tidak diketahui tempat&lt;br /&gt;
tinggal atau keberadaannya, maka seseorang atau badan hukum yang memenuhi persyaratan&lt;br /&gt;
dapat ditunjuk sebagai wali dari anak yang bersangkutan.&lt;br /&gt;
(2) Untuk menjadi wali anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui penetapan&lt;br /&gt;
pengadilan.&lt;br /&gt;
(3) Wali yang ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) agamanya harus sama dengan agama&lt;br /&gt;
yang dianut anak.&lt;br /&gt;
(4) Untuk kepentingan anak, wali sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) wajib mengelola harta milik&lt;br /&gt;
anak yang bersangkutan.&lt;br /&gt;
(5) Ketentuan mengenai syarat dan tata cara penunjukan wali sebagaimana dimaksud dalam ayat&lt;br /&gt;
(1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 34&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Wali yang ditunjuk berdasarkan penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33,&lt;br /&gt;
dapat mewakili anak untuk melakukan perbuatan hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan&lt;br /&gt;
untuk kepentingan yang terbaik bagi anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 35&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Dalam hal anak belum mendapat penetapan pengadilan mengenai wali, maka harta kekayaan&lt;br /&gt;
anak tersebut dapat diurus oleh Balai Harta Peninggalan atau lembaga lain yang mempunyai&lt;br /&gt;
kewenangan untuk itu.&lt;br /&gt;
(2) Balai Harta Peninggalan atau lembaga lain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bertindak&lt;br /&gt;
sebagai wali pengawas untuk mewakili kepentingan anak.&lt;br /&gt;
(3) Pengurusan harta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) harus mendapat&lt;br /&gt;
penetapan&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 36&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Dalam hal wali yang ditunjuk ternyata di kemudian hari tidak cakap melakukan perbuatan hukum&lt;br /&gt;
atau menyalahgunakan kekuasaannya sebagai wali, maka status perwaliannya dicabut dan&lt;br /&gt;
ditunjuk orang lain sebagai wali melalui penetapan pengadilan.&lt;br /&gt;
(2) Dalam hal wali meninggal dunia, ditunjuk orang lain sebagai wali melalui penetapan pengadilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB VIII&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENGASUHAN DAN PENGANGKATAN ANAK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bagian Kesatu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pengasuhan Anak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 37&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Pengasuhan anak ditujukan kepada anak yang orang tuanya tidak dapat menjamin tumbuh&lt;br /&gt;
kembang anaknya secara wajar, baik fisik, mental, spiritual, maupun sosial.&lt;br /&gt;
(2) Pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan oleh lembaga yang&lt;br /&gt;
mempunyai kewenangan untuk itu.&lt;br /&gt;
(3) Dalam hal lembaga sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) berlandaskan agama, anak yang&lt;br /&gt;
diasuh harus yang seagama dengan agama yang menjadi landasan lembaga yang&lt;br /&gt;
bersangkutan.&lt;br /&gt;
(4) Dalam hal pengasuhan anak dilakukan oleh lembaga yang tidak berlandaskan agama, maka&lt;br /&gt;
pelaksanaan pengasuhan anak harus memperhatikan agama yang dianut anak yang&lt;br /&gt;
bersangkutan.&lt;br /&gt;
(5) Pengasuhan anak oleh lembaga dapat dilakukan di dalam atau di luar Panti Sosial.&lt;br /&gt;
(6) Perseorangan yang ingin berpartisipasi dapat melalui lembaga-lembaga sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
dalam ayat (3), ayat (4), dan ayat (5).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 38&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, dilaksanakan tanpa membedakan&lt;br /&gt;
suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, etnik, budaya dan bahasa, status hukum anak, urutan&lt;br /&gt;
kelahiran anak, dan kondisi fisik dan/atau mental.&lt;br /&gt;
(2) Pengasuhan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diselenggarakan melalui kegiatan&lt;br /&gt;
bimbingan, pemeliharaan, perawatan, dan pendidikan secara berkesinambungan, serta dengan&lt;br /&gt;
memberikan bantuan biaya dan/atau fasilitas lain, untuk menjamin tumbuh kembang anak secara&lt;br /&gt;
optimal, baik fisik, mental, spiritual maupun sosial, tanpa mempengaruhi agama yang dianut&lt;br /&gt;
anak.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bagian Kedua&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pengangkatan Anak&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 39&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Pengangkatan anak hanya dapat dilakukan untuk kepentingan yang terbaik bagi anak dan&lt;br /&gt;
dilakukan berdasarkan adat kebiasaan setempat dan ketentuan peraturan perundang-undangan&lt;br /&gt;
yang berlaku.&lt;br /&gt;
(2) Pengangkatan anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), tidak memutuskan hubungan darah&lt;br /&gt;
antara anak yang diangkat dan orang tua kandungnya.&lt;br /&gt;
(3) Calon orang tua angkat harus seagama dengan agama yang dianut oleh calon anak angkat.&lt;br /&gt;
(4) Pengangkatan anak oleh warga negara asing hanya dapat dilakukan sebagai upaya terakhir.&lt;br /&gt;
(5) Dalam hal asal usul anak tidak diketahui, maka agama anak disesuaikan dengan agama&lt;br /&gt;
mayoritas penduduk setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 40&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Orang tua angkat wajib memberitahukan kepada anak angkatnya mengenai asal usulnya dan&lt;br /&gt;
orang tua kandungnya.&lt;br /&gt;
(2) Pemberitahuan asal usul dan orang tua kandungnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)&lt;br /&gt;
dilakukan dengan memperhatikan kesiapan anak yang bersangkutan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 41&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Pemerintah dan masyarakat melakukan bimbingan dan pengawasan terhadap pelaksanaan&lt;br /&gt;
pengangkatan anak.&lt;br /&gt;
(2) Ketentuan mengenai bimbingan dan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur&lt;br /&gt;
dengan Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB IX&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bagian Kesatu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Agama&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 42&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setiap anak mendapat perlindungan untuk beribadah menurut agamanya.&lt;br /&gt;
(2) Sebelum anak dapat menentukan pilihannya, agama yang dipeluk anak mengikuti agama orang&lt;br /&gt;
tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 43&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, orang tua, wali, dan lembaga sosial menjamin&lt;br /&gt;
perlindungan anak dalam memeluk agamanya.&lt;br /&gt;
(2) Perlindungan anak dalam memeluk agamanya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi&lt;br /&gt;
pembinaan, pembimbingan, dan pengamalan ajaran agama bagi anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bagian Kedua&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kesehatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 44&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan menyeleng-garakan upaya kesehatan yang&lt;br /&gt;
komprehensif bagi anak, agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak&lt;br /&gt;
dalam kandungan.&lt;br /&gt;
(2) Penyediaan fasilitas dan penyelenggaraan upaya kesehatan secara komprehensif sebagaimana&lt;br /&gt;
dimaksud dalam ayat (1) didukung oleh peran serta masyarakat.&lt;br /&gt;
(3) Upaya kesehatan yang komprehensif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi upaya&lt;br /&gt;
promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, baik untuk pelayanan kesehatan dasar maupun&lt;br /&gt;
rujukan.&lt;br /&gt;
(4) Upaya kesehatan yang komprehensif sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diselenggarakan&lt;br /&gt;
secara cuma-cuma bagi keluarga yang tidak mampu.&lt;br /&gt;
(5) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4)&lt;br /&gt;
disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 45&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Orang tua dan keluarga bertanggung jawab menjaga kesehatan anak dan merawat anak sejak&lt;br /&gt;
dalam kandungan.&lt;br /&gt;
(2) Dalam hal orang tua dan keluarga yang tidak mampu melaksanakan tanggung jawab&lt;br /&gt;
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), maka pemerintah wajib memenuhinya.&lt;br /&gt;
(3) Kewajiban sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan&lt;br /&gt;
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 46&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Negara, pemerintah, keluarga, dan orang tua wajib mengusahakan agar anak yang lahir terhindar&lt;br /&gt;
dari penyakit yang mengancam kelangsungan hidup dan/atau menimbulkan kecacatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 47&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Negara, pemerintah, keluarga, dan orang tua wajib melindungi anak dari upaya transplantasi&lt;br /&gt;
organ tubuhnya untuk pihak lain.&lt;br /&gt;
(2) Negara, pemerintah, keluarga, dan orang tua wajib melindungi anak dari perbuatan :&lt;br /&gt;
a. pengambilan organ tubuh anak dan/atau jaringan tubuh anak tanpa memperhatikan&lt;br /&gt;
kesehatan anak;&lt;br /&gt;
b. jual beli organ dan/atau jaringan tubuh anak; dan&lt;br /&gt;
c. penelitian kesehatan yang menggunakan anak sebagai objek penelitian tanpa seizin orang&lt;br /&gt;
tua dan tidak mengutamakan kepentingan yang terbaik bagi anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bagian Ketiga&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 48&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan dasar minimal 9 (sembilan) tahun untuk semua&lt;br /&gt;
anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 49&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Negara, pemerintah, keluarga, dan orang tua wajib memberikan kesempatan yang seluas-luasnya&lt;br /&gt;
kepada anak untuk memperoleh pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 50&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 diarahkan pada :&lt;br /&gt;
a. pengembangan sikap dan kemampuan kepribadian anak, bakat, kemampuan mental dan fisik&lt;br /&gt;
sampai mencapai potensi mereka yang optimal;&lt;br /&gt;
b. pengembangan penghormatan atas hak asasi manusia dan kebebasan asasi;&lt;br /&gt;
c. pengembangan rasa hormat terhadap orang tua, identitas budaya, bahasa dan nilai-nilainya&lt;br /&gt;
sendiri, nilai-nilai nasional di mana anak bertempat tinggal, dari mana anak berasal, dan&lt;br /&gt;
peradaban-peradaban yang berbeda-beda dari peradaban sendiri;&lt;br /&gt;
d. persiapan anak untuk kehidupan yang bertanggung jawab; dan&lt;br /&gt;
e. pengembangan rasa hormat dan cinta terhadap lingkungan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 51&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anak yang menyandang cacat fisik dan/atau mental diberikan kesempatan yang sama dan&lt;br /&gt;
aksesibilitas untuk memperoleh pendidikan biasa dan pendidikan luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 52&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anak yang memiliki keunggulan diberikan kesempatan dan aksesibilitas untuk memperoleh&lt;br /&gt;
pendidikan khusus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 53&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan biaya pendidikan dan/atau bantuan cumacuma&lt;br /&gt;
atau pelayanan khusus bagi anak dari keluarga kurang mampu, anak terlantar, dan anak&lt;br /&gt;
yang bertempat tinggal di daerah terpencil.&lt;br /&gt;
(2) Pertanggungjawaban pemerintah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) termasuk pula&lt;br /&gt;
mendorong masyarakat untuk berperan aktif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 54&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan&lt;br /&gt;
oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temannya di dalam sekolah yang bersangkutan, atau&lt;br /&gt;
lembaga pendidikan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bagian Keempat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sosial&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 55&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Pemerintah wajib menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan anak terlantar, baik dalam&lt;br /&gt;
lembaga maupun di luar lembaga.&lt;br /&gt;
(2) Penyelenggaraan pemeliharaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan oleh&lt;br /&gt;
lembaga masyarakat.&lt;br /&gt;
(3) Untuk menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan anak terlantar, lembaga pemerintah dan&lt;br /&gt;
lembaga masyarakat, sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), dapat mengadakan kerja sama&lt;br /&gt;
dengan berbagai pihak yang terkait.&lt;br /&gt;
(4) Dalam hal penyelenggaraan pemeliharaan dan perawatan sebagaimana dimaksud dalam ayat&lt;br /&gt;
(3), pengawasannya dilakukan oleh Menteri Sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 56&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Pemerintah dalam menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan wajib mengupayakan dan&lt;br /&gt;
membantu anak, agar anak dapat :&lt;br /&gt;
a. berpartisipasi;&lt;br /&gt;
b. bebas menyatakan pendapat dan berpikir sesuai dengan hati nurani dan agamanya;&lt;br /&gt;
c. bebas menerima informasi lisan atau tertulis sesuai dengan tahapan usia dan perkembangan&lt;br /&gt;
anak;&lt;br /&gt;
d. bebas berserikat dan berkumpul;&lt;br /&gt;
e. bebas beristirahat, bermain, berekreasi, berkreasi, dan berkarya seni budaya; dan&lt;br /&gt;
f. memperoleh sarana bermain yang memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan.&lt;br /&gt;
(2) Upaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dikembangkan dan disesuaikan dengan usia,&lt;br /&gt;
tingkat kemampuan anak, dan lingkungannya agar tidak menghambat dan mengganggu&lt;br /&gt;
perkembangan anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 57&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam hal anak terlantar karena suatu sebab orang tuanya melalaikan kewajibannya, maka lembaga&lt;br /&gt;
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55, keluarga, atau pejabat yang berwenang dapat mengajukan&lt;br /&gt;
permohonan ke pengadilan untuk menetapkan anak sebagai anak terlantar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 58&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Penetapan pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 sekaligus menetapkan tempat&lt;br /&gt;
penampungan, pemeliharaan, dan perawatan anak terlantar yang bersangkutan.&lt;br /&gt;
(2) Pemerintah atau lembaga yang diberi wewenang wajib menyediakan tempat sebagaimana&lt;br /&gt;
dimaksud dalam ayat (1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bagian Kelima&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Perlindungan Khusus&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 59&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemerintah dan lembaga negara lainnya berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan&lt;br /&gt;
perlindungan khusus kepada anak dalam situasi darurat, anak yang berhadapan dengan hukum,&lt;br /&gt;
anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, anak tereksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual,&lt;br /&gt;
anak yang diperdagangkan, anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol,&lt;br /&gt;
psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza), anak korban penculikan, penjualan dan perdagangan,&lt;br /&gt;
anak korban kekerasan baik fisik dan/atau mental, anak yang menyandang cacat, dan anak korban&lt;br /&gt;
perlakuan salah dan penelantaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 60&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anak dalam situasi darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 terdiri atas :&lt;br /&gt;
a. anak yang menjadi pengungsi;&lt;br /&gt;
b. anak korban kerusuhan;&lt;br /&gt;
c. anak korban bencana alam; dan&lt;br /&gt;
d. anak dalam situasi konflik bersenjata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 61&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perlindungan khusus bagi anak yang menjadi pengungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60&lt;br /&gt;
huruf a dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum humaniter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 62&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perlindungan khusus bagi anak korban kerusuhan, korban bencana, dan anak dalam situasi konflik&lt;br /&gt;
bersenjata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf b, huruf c, dan huruf d, dilaksanakan&lt;br /&gt;
melalui :&lt;br /&gt;
a. pemenuhan kebutuhan dasar yang terdiri atas pangan, sandang, pemukiman, pendidikan,&lt;br /&gt;
kesehatan, belajar dan berekreasi, jaminan keamanan, dan persamaan perlakuan; dan&lt;br /&gt;
b. pemenuhan kebutuhan khusus bagi anak yang menyandang cacat dan anak yang mengalami&lt;br /&gt;
gangguan psikososial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 63&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang dilarang merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer dan/atau lainnya dan&lt;br /&gt;
membiarkan anak tanpa perlindungan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 64&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum sebagaimana dimaksud dalam&lt;br /&gt;
Pasal 59 meliputi anak yang berkonflik dengan hukum dan anak korban tindak pidana,&lt;br /&gt;
merupakan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat.&lt;br /&gt;
(2) Perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum sebagaimana dimaksud dalam&lt;br /&gt;
ayat (1) dilaksanakan melalui :&lt;br /&gt;
a. perlakuan atas anak secara manusiawi sesuai dengan martabat dan hak-hak anak;&lt;br /&gt;
b. penyediaan petugas pendamping khusus anak sejak dini;&lt;br /&gt;
c. penyediaan sarana dan prasarana khusus;&lt;br /&gt;
d. penjatuhan sanksi yang tepat untuk kepentingan yang terbaik bagi anak;&lt;br /&gt;
e. pemantauan dan pencatatan terus menerus terhadap perkembangan anak yang berhadapan&lt;br /&gt;
dengan hukum;&lt;br /&gt;
f. pemberian jaminan untuk mempertahankan hubungan dengan orang tua atau keluarga; dan&lt;br /&gt;
g. perlindungan dari pemberitaan identitas melalui media massa dan untuk menghindari&lt;br /&gt;
labelisasi.&lt;br /&gt;
(3) Perlindungan khusus bagi anak yang menjadi korban tindak pidana sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
dalam ayat (1) dilaksanakan melalui :&lt;br /&gt;
a. upaya rehabilitasi, baik dalam lembaga maupun di luar lembaga;&lt;br /&gt;
b. upaya perlindungan dari pemberitaan identitas melalui media massa dan untuk menghindari&lt;br /&gt;
labelisasi;&lt;br /&gt;
c. pemberian jaminan keselamatan bagi saksi korban dan saksi ahli, baik fisik, mental, maupun&lt;br /&gt;
sosial; dan&lt;br /&gt;
d. pemberian aksesibilitas untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan perkara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 65&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Perlindungan khusus bagi anak dari kelompok minoritas dan terisolasi sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
dalam Pasal 59 dilakukan melalui penyediaan prasarana dan sarana untuk dapat menikmati&lt;br /&gt;
budayanya sendiri, mengakui dan melaksanakan ajaran agamanya sendiri, dan menggunakan&lt;br /&gt;
bahasanya sendiri.&lt;br /&gt;
(2) Setiap orang dilarang menghalang-halangi anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) untuk&lt;br /&gt;
menikmati budayanya sendiri, mengakui dan melaksanakan ajaran agamanya, dan&lt;br /&gt;
menggunakan bahasanya sendiri tanpa mengabaikan akses pembangunan masyarakat dan&lt;br /&gt;
budaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 66&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Perlindungan khusus bagi anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual&lt;br /&gt;
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 merupakan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah&lt;br /&gt;
dan masyarakat.&lt;br /&gt;
(2) Perlindungan khusus bagi anak yang dieksploitasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)&lt;br /&gt;
dilakukan melalui :&lt;br /&gt;
a. penyebarluasan dan/atau sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan yang&lt;br /&gt;
berkaitan dengan perlindungan anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual;&lt;br /&gt;
b. pemantauan, pelaporan, dan pemberian sanksi; dan&lt;br /&gt;
c. pelibatan berbagai instansi pemerintah, perusahaan, serikat pekerja, lembaga swadaya&lt;br /&gt;
masyarakat, dan masyarakat dalam penghapusan eksploitasi terhadap anak secara ekonomi&lt;br /&gt;
dan/atau seksual.&lt;br /&gt;
(3) Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut&lt;br /&gt;
serta melakukan eksploitasi terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 67&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Perlindungan khusus bagi anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol,&lt;br /&gt;
psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, dan terlibat&lt;br /&gt;
dalam produksi dan distribusinya, dilakukan melalui upaya pengawasan, pencegahan,&lt;br /&gt;
perawatan, dan rehabilitasi oleh pemerintah dan masyarakat.&lt;br /&gt;
(2) Setiap orang dilarang dengan sengaja menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh&lt;br /&gt;
melibatkan anak dalam penyalahgunaan, produksi dan distribusi napza sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
dalam ayat (1).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 68&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Perlindungan khusus bagi anak korban penculikan, penjualan, dan perdagangan anak&lt;br /&gt;
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui upaya pengawasan, perlindungan,&lt;br /&gt;
pencegahan, perawatan, dan rehabilitasi oleh pemerintah dan masyarakat.&lt;br /&gt;
(2) Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut&lt;br /&gt;
serta melakukan penculikan, penjualan, atau perdagangan sebagaimana dimaksud dalam ayat&lt;br /&gt;
(1).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 69&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Perlindungan khusus bagi anak korban kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59&lt;br /&gt;
meliputi kekerasan fisik, psikis, dan seksual dilakukan melalui upaya :&lt;br /&gt;
a. penyebarluasan dan sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan yang melindungi&lt;br /&gt;
anak korban tindak kekerasan; dan&lt;br /&gt;
b. pemantauan, pelaporan, dan pemberian sanksi.&lt;br /&gt;
(2) Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut&lt;br /&gt;
serta melakukan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 70&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Perlindungan khusus bagi anak yang menyandang cacat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59&lt;br /&gt;
dilakukan melalui upaya :&lt;br /&gt;
a. perlakuan anak secara manusiawi sesuai dengan martabat dan hak anak;&lt;br /&gt;
b. pemenuhan kebutuhan-kebutuhan khusus; dan&lt;br /&gt;
c. memperoleh perlakuan yang sama dengan anak lainnya untuk mencapai integrasi sosial&lt;br /&gt;
sepenuh mungkin dan pengembangan individu.&lt;br /&gt;
(2) Setiap orang dilarang memperlakukan anak dengan mengabaikan pandangan mereka secara&lt;br /&gt;
diskriminatif, termasuk labelisasi dan penyetaraan dalam pendidikan bagi anak-anak yang&lt;br /&gt;
menyandang cacat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 71&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Perlindungan khusus bagi anak korban perlakuan salah dan penelantaran sebagaimana&lt;br /&gt;
dimaksud dalam Pasal 59 dilakukan melalui pengawasan, pencegahan, perawatan, dan&lt;br /&gt;
rehabilitasi oleh pemerintah dan masyarakat.&lt;br /&gt;
(2) Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam&lt;br /&gt;
situasi perlakuan salah, dan penelantaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB X&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERAN MASYARAKAT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 72&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Masyarakat berhak memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk berperan dalam perlindungan&lt;br /&gt;
anak.&lt;br /&gt;
(2) Peran masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan oleh orang perseorangan,&lt;br /&gt;
lembaga perlindungan anak, lembaga sosial kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat,&lt;br /&gt;
lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, badan usaha, dan media massa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 73&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Peran masyarakat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang&lt;br /&gt;
berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB XI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 74&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam rangka meningkatkan efektivitas penyelenggaraan perlindungan anak, dengan undangundang&lt;br /&gt;
ini dibentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang bersifat independen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 75&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Keanggotaan Komisi Perlindungan Anak Indonesia terdiri dari 1 (satu) orang ketua, 2 (dua) orang&lt;br /&gt;
wakil ketua, 1 (satu) orang sekretaris, dan 5 (lima) orang anggota.&lt;br /&gt;
(2) Keanggotaan Komisi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri dari unsur pemerintah, tokoh&lt;br /&gt;
agama, tokoh masyarakat, organisasi sosial, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi,&lt;br /&gt;
lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, dan kelompok masyarakat yang peduli terhadap&lt;br /&gt;
perlindungan anak.&lt;br /&gt;
(3) Keanggotaan Komisi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diangkat dan&lt;br /&gt;
diberhentikan oleh Presiden setelah mendapat pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Republik&lt;br /&gt;
Indonesia, untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun, dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali&lt;br /&gt;
masa jabatan.&lt;br /&gt;
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai kelengkapan organisasi, mekanisme kerja, dan pembiayaan&lt;br /&gt;
ditetapkan dengan Keputusan Presiden.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 76&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Komisi Perlindungan Anak Indonesia bertugas :&lt;br /&gt;
a. melakukan sosialisasi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan&lt;br /&gt;
perlindungan anak, mengumpulkan data dan informasi, menerima pengaduan masyarakat,&lt;br /&gt;
melakukan penelaahan, pemantauan, evaluasi, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan&lt;br /&gt;
perlindungan anak;&lt;br /&gt;
b. memberikan laporan, saran, masukan, dan pertimbangan kepada Presiden dalam rangka&lt;br /&gt;
perlindungan anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB XII&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KETENTUAN PIDANA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 77&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan :&lt;br /&gt;
a. diskriminasi terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami kerugian, baik materiil maupun&lt;br /&gt;
moril sehingga menghambat fungsi sosialnya; atau&lt;br /&gt;
b. penelantaran terhadap anak yang mengakibatkan anak mengalami sakit atau penderitaan, baik&lt;br /&gt;
fisik, mental, maupun sosial,&lt;br /&gt;
c. dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp&lt;br /&gt;
100.000.000,00 (seratus juta rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 78&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang yang mengetahui dan sengaja membiarkan anak dalam situasi darurat sebagaimana&lt;br /&gt;
dimaksud dalam Pasal 60, anak yang berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan&lt;br /&gt;
terisolasi, anak yang tereksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual, anak yang diperdagangkan,&lt;br /&gt;
anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya&lt;br /&gt;
(napza), anak korban penculikan, anak korban perdagangan, atau anak korban kekerasan&lt;br /&gt;
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, padahal anak tersebut memerlukan pertolongan dan harus&lt;br /&gt;
dibantu, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak&lt;br /&gt;
Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 79&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang yang melakukan pengangkatan anak yang bertentangan dengan ketentuan&lt;br /&gt;
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1), ayat (2), dan ayat (4), dipidana dengan pidana&lt;br /&gt;
penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta&lt;br /&gt;
rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 80&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau&lt;br /&gt;
penganiayaan terhadap anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6&lt;br /&gt;
(enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).&lt;br /&gt;
(2) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) luka berat, maka pelaku dipidana dengan&lt;br /&gt;
pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00&lt;br /&gt;
(seratus juta rupiah).&lt;br /&gt;
(3) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan&lt;br /&gt;
pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00&lt;br /&gt;
(dua ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;
(4) Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan&lt;br /&gt;
ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 81&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa&lt;br /&gt;
anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana&lt;br /&gt;
penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling&lt;br /&gt;
banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam&lt;br /&gt;
puluh juta rupiah).&lt;br /&gt;
(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku pula bagi setiap orang yang&lt;br /&gt;
dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak&lt;br /&gt;
melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 82&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa,&lt;br /&gt;
melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau&lt;br /&gt;
membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas)&lt;br /&gt;
tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta&lt;br /&gt;
rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 83&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang yang memperdagangkan, menjual, atau menculik anak untuk diri sendiri atau untuk&lt;br /&gt;
dijual, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga)&lt;br /&gt;
tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp&lt;br /&gt;
60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 84&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan transplantasi organ dan/atau jaringan tubuh&lt;br /&gt;
anak untuk pihak lain dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dipidana&lt;br /&gt;
dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp&lt;br /&gt;
200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 85&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setiap orang yang melakukan jual beli organ tubuh dan/atau jaringan tubuh anak dipidana&lt;br /&gt;
dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp&lt;br /&gt;
300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;
(2) Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan pengambilan organ tubuh dan/atau&lt;br /&gt;
jaringan tubuh anak tanpa memperhatikan kesehatan anak, atau penelitian kesehatan yang&lt;br /&gt;
menggunakan anak sebagai objek penelitian tanpa seizin orang tua atau tidak mengutamakan&lt;br /&gt;
kepentingan yang terbaik bagi anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh)&lt;br /&gt;
tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 86&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan tipu muslihat, rangkaian kebohongan, atau&lt;br /&gt;
membujuk anak untuk memilih agama lain bukan atas kemauannya sendiri, padahal diketahui atau&lt;br /&gt;
patut diduga bahwa anak tersebut belum berakal dan belum bertanggung jawab sesuai dengan&lt;br /&gt;
agama yang dianutnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda&lt;br /&gt;
paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 87&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang yang secara melawan hukum merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer&lt;br /&gt;
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 atau penyalahgunaan dalam kegiatan politik atau pelibatan&lt;br /&gt;
dalam sengketa bersenjata atau pelibatan dalam kerusuhan sosial atau pelibatan dalam peristiwa&lt;br /&gt;
yang mengandung unsur kekerasan atau pelibatan dalam peperangan sebagaimana dimaksud dalam&lt;br /&gt;
Pasal 15 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak&lt;br /&gt;
Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 88&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual anak dengan maksud untuk&lt;br /&gt;
menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh)&lt;br /&gt;
tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 89&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setiap orang yang dengan sengaja menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh&lt;br /&gt;
melibatkan anak dalam penyalahgunaan, produksi atau distribusi narkotika dan/atau psikotropika&lt;br /&gt;
dipidana dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama&lt;br /&gt;
20 (dua puluh) tahun dan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan denda paling banyak&lt;br /&gt;
Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta&lt;br /&gt;
rupiah).&lt;br /&gt;
(2) Setiap orang yang dengan sengaja menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh&lt;br /&gt;
melibatkan anak dalam penyalahgunaan, produksi, atau distribusi alkohol dan zat adiktif lainnya&lt;br /&gt;
dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan paling singkat 2 (dua) tahun&lt;br /&gt;
dan denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan denda paling sedikit Rp&lt;br /&gt;
20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 90&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77, Pasal 78, Pasal 79, Pasal 80,&lt;br /&gt;
Pasal 81, Pasal 82, Pasal 83, Pasal 84, Pasal 85, Pasal 86, Pasal 87, Pasal 88, dan Pasal 89&lt;br /&gt;
dilakukan oleh korporasi, maka pidana dapat dijatuhkan kepada pengurus dan/atau korporasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(2) Pidana yang dijatuhkan kepada korporasi hanya pidana denda dengan ketentuan pidana denda&lt;br /&gt;
yang dijatuhkan ditambah 1/3 (sepertiga) pidana denda masing-masing sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
dalam ayat (1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB XIII&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KETENTUAN PERALIHAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 91&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada saat berlakunya undang-undang ini, semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan&lt;br /&gt;
dengan perlindungan anak yang sudah ada dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan&lt;br /&gt;
dengan undang-undang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB XIV&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 92&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada saat berlakunya undang-undang ini, paling lama 1 (satu) tahun, Komisi Perlindungan Anak&lt;br /&gt;
Indonesia sudah terbentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 93&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.&lt;br /&gt;
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan&lt;br /&gt;
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Disahkan di Jakarta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pada tanggal 22 Oktober 2002&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MEGAWATI SOEKARNOPUTRI&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Diundangkan di Jakarta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pada tanggal 22 Oktober 2002&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
BAMBANG KESOWO&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2002 NOMOR 109&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Salinan sesuai dengan aslinya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
SEKRETARIAT KABINET RI&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan II&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Edy Sudibyo&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;P E N J E L A S A N&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;A T A S&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;NOMOR 23 TAHUN 2002&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERLINDUNGAN ANAK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;UMUM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Anak adalah amanah sekaligus karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa harus kita jaga&lt;br /&gt;
karena dalam dirinya melekat harkat, martabat, dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung&lt;br /&gt;
tinggi. Hak asasi anak merupakan bagian dari hak asasi manusia yang termuat dalam UndangUndang&lt;br /&gt;
Dasar 1945 dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Anak. Dari sisi&lt;br /&gt;
kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah masa depan bangsa dan generasi penerus citacita&lt;br /&gt;
bangsa, sehingga setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang,&lt;br /&gt;
berpartisipasi serta berhak atas perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi serta hak sipil&lt;br /&gt;
dan kebebasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia telah mencantumkan&lt;br /&gt;
tentang hak anak, pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab orang tua, keluarga, masyarakat,&lt;br /&gt;
pemerintah, dan negara untuk memberikan perlindungan pada anak masih memerlukan suatu&lt;br /&gt;
undang-undang mengenai perlindungan anak sebagai landasan yuridis bagi pelaksanaan kewajiban&lt;br /&gt;
dan tanggung jawab tersebut. Dengan demikian, pembentukan undang-undang ini didasarkan pada&lt;br /&gt;
pertimbangan bahwa perlindungan anak dalam segala aspeknya merupakan bagian dari kegiatan&lt;br /&gt;
pembangunan nasional, khususnya dalam memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang tua, keluarga, dan masyarakat bertanggung jawab untuk menjaga dan memelihara hak asasi&lt;br /&gt;
tersebut sesuai dengan kewajiban yang dibebankan oleh hukum. Demikian pula dalam rangka&lt;br /&gt;
penyelenggaraan perlindungan anak, negara dan pemerintah bertanggung jawab menyediakan&lt;br /&gt;
fasilitas dan aksesibilitas bagi anak, terutama dalam menjamin pertumbuhan dan perkembangannya&lt;br /&gt;
secara optimal dan terarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Undang-undang ini menegaskan bahwa pertanggungjawaban orang tua, keluarga, masyarakat,&lt;br /&gt;
pemerintah dan negara merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara terus-menerus&lt;br /&gt;
demi terlindunginya hak-hak anak. Rangkaian kegiatan tersebut harus berkelanjutan dan terarah&lt;br /&gt;
guna menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik, mental, spiritual maupun sosial.&lt;br /&gt;
Tindakan ini dimaksudkan untuk mewujudkan kehidupan terbaik bagi anak yang diharapkan sebagai&lt;br /&gt;
penerus bangsa yang potensial, tangguh, memiliki nasionalisme yang dijiwai oleh akhlak mulia dan&lt;br /&gt;
nilai Pancasila, serta berkemauan keras menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dan negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upaya perlindungan anak perlu dilaksanakan sedini mungkin, yakni sejak dari janin dalam&lt;br /&gt;
kandungan sampai anak berumur 18 (delapan belas) tahun. Bertitik tolak dari konsepsi perlindungan&lt;br /&gt;
anak yang utuh, menyeluruh, dan komprehensif, undang-undang ini meletakkan kewajiban&lt;br /&gt;
memberikan perlindungan kepada anak berdasarkan asas-asas sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. nondiskriminasi;&lt;br /&gt;
b. kepentingan yang terbaik bagi anak;&lt;br /&gt;
c. hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan; dan&lt;br /&gt;
d. penghargaan terhadap pendapat anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam melakukan pembinaan, pengembangan dan perlindungan anak, perlu peran masyarakat, baik&lt;br /&gt;
melalui lembaga perlindungan anak, lembaga keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi&lt;br /&gt;
kemasyarakatan, organisasi sosial, dunia usaha, media massa, atau lembaga pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PASAL DEMI PASAL&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Pasal 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Asas perlindungan anak di sini sesuai dengan prinsip-prinsip pokok yang terkandung dalam Konvensi&lt;br /&gt;
Hak-Hak Anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan asas kepentingan yang terbaik bagi anak adalah bahwa dalam semua&lt;br /&gt;
tindakan yang menyangkut anak yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, badan legislatif, dan&lt;br /&gt;
badan yudikatif, maka kepentingan yang terbaik bagi anak harus menjadi pertimbangan utama.&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan asas hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan adalah hak&lt;br /&gt;
asasi yang paling mendasar bagi anak yang dilindungi oleh negara, pemerintah, masyarakat,&lt;br /&gt;
keluarga, dan orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan asas penghargaan terhadap pendapat anak adalah penghormatan atas hakhak&lt;br /&gt;
anak untuk berpartisipasi dan menyatakan pendapatnya dalam pengambilan keputusan terutama&lt;br /&gt;
jika menyangkut hal-hal yang mempengaruhi kehidupannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hak ini sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 28B ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 dan prinsipprinsip&lt;br /&gt;
pokok yang tercantum dalam Konvensi Hak-Hak Anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 5&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 6&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketentuan ini dimaksudkan untuk memberi kebebasan kepada anak dalam rangka mengembangkan&lt;br /&gt;
kreativitas dan intelektualitasnya (daya nalarnya) sesuai dengan tingkat usia anak. Ketentuan pasal&lt;br /&gt;
ini juga menegaskan bahwa pengembangan tersebut masih tetap harus berada dalam bimbingan&lt;br /&gt;
orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 7&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Ketentuan mengenai hak anak untuk mengetahui siapa orang tuanya, dalam arti asal-usulnya&lt;br /&gt;
(termasuk ibu susunya), dimaksudkan untuk menghindari terputusnya silsilah dan hubungan darah&lt;br /&gt;
antara anak dengan orang tua kandungnya, sedangkan hak untuk dibesarkan dan diasuh orang&lt;br /&gt;
tuanya, dimaksudkan agar anak dapat patuh dan menghormati orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Pengasuhan atau pengangkatan anak dilaksanakan sesuai dengan norma-norma hukum, adat&lt;br /&gt;
istiadat yang berlaku, dan agama yang dianut anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 8&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 9&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 10&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 11&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 12&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Hak dalam ketentuan ini dimaksudkan untuk menjamin kehidupannya sesuai dengan martabat&lt;br /&gt;
kemanusiaan, meningkatkan rasa percaya diri, dan kemampuan berpartisipasi dalam kehidupan&lt;br /&gt;
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 13&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Perlakuan diskriminasi, misalnya perlakuan yang membeda-bedakan suku, agama, ras, golongan,&lt;br /&gt;
jenis kelamin, etnik, budaya dan bahasa, status hukum anak, urutan kelahiran anak, dan kondisi fisik&lt;br /&gt;
dan/atau mental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Perlakuan ekploitasi, misalnya tindakan atau perbuatan memperalat, memanfaatkan, atau memeras&lt;br /&gt;
anak untuk memperoleh keuntungan pribadi, keluarga, atau golongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf c&lt;br /&gt;
Perlakuan penelantaran, misalnya tindakan atau perbuatan mengabaikan dengan sengaja kewajiban&lt;br /&gt;
untuk memelihara, merawat, atau mengurus anak sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf d&lt;br /&gt;
Perlakuan yang kejam, misalnya tindakan atau perbuatan secara zalim, keji, bengis, atau tidak&lt;br /&gt;
menaruh belas kasihan kepada anak. Perlakuan kekerasan dan penganiayaan, misalnya perbuatan&lt;br /&gt;
melukai dan/atau mencederai anak, dan tidak semata-mata fisik, tetapi juga mental dan sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf e&lt;br /&gt;
Perlakuan ketidakadilan, misalnya tindakan keberpihakan antara anak yang satu dan lainnya, atau&lt;br /&gt;
kesewenang-wenangan terhadap anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf f&lt;br /&gt;
Perlakuan salah lainnya, misalnya tindakan pelecehan atau perbuatan tidak senonoh kepada anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 14&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemisahan yang dimaksud dalam ketentuan ini tidak menghilangkan hubungan anak dengan orang&lt;br /&gt;
tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 15&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Perlindungan dalam ketentuan ini meliputi kegiatan yang bersifat langsung dan tidak langsung, dari&lt;br /&gt;
tindakan yang membahayakan anak secara fisik dan psikis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 16&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 17&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan bantuan lainnya misalnya bimbingan sosial dari pekerja sosial, konsultasi&lt;br /&gt;
dari psikolog dan psikiater, atau bantuan dari ahli bahasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huruf c&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 18&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bantuan lainnya dalam ketentuan ini termasuk bantuan medik, sosial, rehabilitasi, vokasional, dan&lt;br /&gt;
pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 19&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 20&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 21&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 22&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dukungan sarana dan prasarana, misalnya sekolah, lapangan bermain, lapangan olahraga, rumah&lt;br /&gt;
ibadah, balai kesehatan, gedung kesenian, tempat rekreasi, ruang menyusui, tempat penitipan anak,&lt;br /&gt;
dan rumah tahanan khusus anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 23&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 24&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 25&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 26&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 27&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (4)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (4)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 29&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 30&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 31&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (4)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 32&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 33&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Pengadilan yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah Pengadilan Agama bagi yang beragama&lt;br /&gt;
Islam dan Pengadilan Negeri bagi yang beragama selain Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (4)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (5)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 34&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 35&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 36&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Lihat penjelasan Pasal 33 Ayat (2)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Lihat penjelasan Pasal 33 Ayat (2)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 37&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan kata seyogianya dalam ketentuan ini adalah sepatutnya; selayaknya;&lt;br /&gt;
semestinya; dan sebaiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (4)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (5)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (6)&lt;br /&gt;
Pengasuhan anak dalam panti sosial merupakan upaya terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 38&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 39&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (4)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (5)&lt;br /&gt;
Ketentuan ini berlaku untuk anak yang belum berakal dan bertanggung jawab, dan penyesuaian&lt;br /&gt;
agamanya dilakukan oleh mayoritas penduduk setempat (setingkat desa atau kelurahan) secara&lt;br /&gt;
musyawarah, dan telah diadakan penelitian yang sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 40&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan kesiapan dalam ketentuan ini diartikan apabila secara psikologis dan&lt;br /&gt;
psikososial diperkirakan anak telah siap. Hal tersebut biasanya dapat dicapai apabila anak sudah&lt;br /&gt;
mendekati usia 18 (delapan belas) tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 41&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 42&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Anak dapat menentukan agama pilihannya apabila anak tersebut telah berakal dan bertanggung&lt;br /&gt;
jawab, serta memenuhi syarat dan tata cara sesuai dengan ketentuan agama yang dipilihnya, dan&lt;br /&gt;
ketentuan peraturan perundang-unangan yang berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 43&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 44&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (4)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (5)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 45&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 46&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penyakit yang mengancam kelangsungan hidup dan menimbulkan kecacatan, misalnya HIV/AIDS,&lt;br /&gt;
TBC, kusta, polio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 47&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 48&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 49&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 50&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 51&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 52&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 53&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 54&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 55&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan frasa dalam lembaga adalah melalui sistem panti pemerintah dan panti&lt;br /&gt;
swasta, sedangkan frasa di luar lembaga adalah sistem asuhan keluarga/perseorangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (4)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 56&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 57&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 58&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 59&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 60&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 61&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 62&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan frasa gangguan psikososial antara lain trauma psikis dan gangguan&lt;br /&gt;
perkembangan anak di usia dini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 63&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 64&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 65&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 66&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 67&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 68&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 69&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 70&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 71&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 72&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 73&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 74&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 75&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan frasa tokoh masyarakat dalam ayat ini termasuk tokoh adat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (4)&lt;br /&gt;
Kelengkapan organisasi yang akan diatur dalam Keputusan Presiden termasuk pembentukan&lt;br /&gt;
organisasi di daerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 76&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 77&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 78&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 79&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 80&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (4)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 81&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 82&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 83&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 84&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 85&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 86&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 87&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 88&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 89&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 90&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 91&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 92&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 93&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4235&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/1366236971047771766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/perlindungan-anak-2003.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/1366236971047771766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/1366236971047771766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/perlindungan-anak-2003.html' title='Perlindungan Anak (2003)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4g43Ug_PQqyNXrW_4LUVpBrTaSDhC_Y4KfWqIHWVwkqpKvRPp-gh1Tqn3E6RqXISYQzfu1s6wXjWVPqp1bWxP8LTc_mWafOFLvRbryGg1G3aUktPUKxz66kuMHEbZu4Q0igdLuHBrKjo/s72-c/garuda+indonesia.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-6279184413222913273</id><published>2017-03-20T07:58:00.004-07:00</published><updated>2017-03-22T06:05:14.769-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Undang-Undang"/><title type='text'>Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (2004)</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMSXmKvI7f5qmRI2SKU6H3T4IsnbPuw2__k5RLDEV6MV-UnDMwvKvIR9HvLe2cDQ3lcWVl9m4500F_JUYkiCD9AGvbBsHcQs6UemX2xt543wmgRaM1iMP8mspZi_RB5HG2PjfmabEYRHo/s1600/garuda+indonesia.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (2004)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMSXmKvI7f5qmRI2SKU6H3T4IsnbPuw2__k5RLDEV6MV-UnDMwvKvIR9HvLe2cDQ3lcWVl9m4500F_JUYkiCD9AGvbBsHcQs6UemX2xt543wmgRaM1iMP8mspZi_RB5HG2PjfmabEYRHo/s1600/garuda+indonesia.png&quot; title=&quot;Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (2004)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Undang-Undang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Nomor : 23&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tahun : 2004&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tentang : PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NOMOR 23 TAHUN 2004&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Menimbang :&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
a. bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan rasa aman&lt;br /&gt;
dan bebas dari segala bentuk kekerasan sesuai dengan&lt;br /&gt;
falsafah Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara&lt;br /&gt;
Republik Indonesia Tahun 1945;&lt;br /&gt;
b. bahwa segala bentuk kekerasan, terutama kekerasan dalam&lt;br /&gt;
rumah tangga, merupakan pelanggaran hak asasi manusia&lt;br /&gt;
dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan serta bentuk&lt;br /&gt;
diskriminasi yang harus dihapus;&lt;br /&gt;
c. bahwa korban kekerasan dalam rumah tangga, yang&lt;br /&gt;
kebanyakan adalah perempuan, harus mendapat&lt;br /&gt;
perlindungan dari negara dan/atau masyarakat agar&lt;br /&gt;
terhindar dan terbebas dari kekerasan atau ancaman&lt;br /&gt;
kekerasan, penyiksaan, atau perlakuan yang merendahkan&lt;br /&gt;
derajat dan martabat kemanusiaan;&lt;br /&gt;
d. bahwa dalam kenyataannya kasus kekerasan dalam rumah&lt;br /&gt;
tangga banyak terjadi, sedangkan sistem hukum di&lt;br /&gt;
Indonesia belum menjamin perlindungan terhadap korban&lt;br /&gt;
kekerasan dalam rumah tangga;&lt;br /&gt;
e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu dibentuk&lt;br /&gt;
Undang-Undang tentang Penghapusan Kekerasan Dalam&lt;br /&gt;
Rumah Tangga;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Mengingat :&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
Pasal 20, Pasal 21, Pasal 28A, Pasal 28B, Pasal 28D ayat (1) dan&lt;br /&gt;
ayat (2), Pasal 28E, Pasal 28F, Pasal 28G, Pasal 28H, Pasal 28I,&lt;br /&gt;
Pasal 28J, dan Pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara&lt;br /&gt;
Republik Indonesia Tahun 1945;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Dengan Persetujuan Bersama&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;dan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;MEMUTUSKAN :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DALAM RUMAH TANGGA.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KETENTUAN UMUM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan :&lt;br /&gt;
1. Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap&lt;br /&gt;
perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan,&lt;br /&gt;
yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau&lt;br /&gt;
penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau&lt;br /&gt;
penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk&lt;br /&gt;
melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan&lt;br /&gt;
kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup&lt;br /&gt;
rumah tangga.&lt;br /&gt;
2. Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah&lt;br /&gt;
jaminan yang diberikan oleh negara untuk mencegah&lt;br /&gt;
terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, menindak&lt;br /&gt;
pelaku kekerasan dalam rumah tangga, dan melindungi&lt;br /&gt;
korban kekerasan dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;
3. Korban adalah orang yang mengalami kekerasan&lt;br /&gt;
dan/atau ancaman kekerasan dalam lingkup rumah&lt;br /&gt;
tangga.&lt;br /&gt;
4. Perlindungan adalah segala upaya yang ditujukan untuk&lt;br /&gt;
memberikan rasa aman kepada korban yang dilakukan&lt;br /&gt;
oleh pihak keluarga, advokat, lembaga sosial, kepolisian,&lt;br /&gt;
kejaksaan, pengadilan, atau pihak lainnya baik&lt;br /&gt;
sementara maupun berdasarkan penetapan pengadilan.&lt;br /&gt;
5. Perlindungan Sementara adalah perlindungan yang&lt;br /&gt;
langsung diberikan oleh kepolisian dan/atau lembaga&lt;br /&gt;
sosial atau pihak lain, sebelum dikeluarkannya&lt;br /&gt;
penetapan perintah perlindungan dari pengadilan.&lt;br /&gt;
6. Perintah Perlindungan adalah penetapan yang&lt;br /&gt;
dikeluarkan oleh Pengadilan untuk memberikan&lt;br /&gt;
perlindungan kepada korban.&lt;br /&gt;
7. Menteri adalah menteri yang lingkup tugas dan tanggung&lt;br /&gt;
jawabnya di bidang pemberdayaan perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Lingkup rumah tangga dalam Undang-Undang ini&lt;br /&gt;
meliputi :&lt;br /&gt;
a. suami, isteri, dan anak;&lt;br /&gt;
b. orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga&lt;br /&gt;
dengan orang sebagaimana dimaksud pada huruf a&lt;br /&gt;
karena hubungan darah, perkawinan, persusuan,&lt;br /&gt;
pengasuhan, dan perwalian, yang menetap dalam&lt;br /&gt;
rumah tangga; dan/atau&lt;br /&gt;
c. orang yang bekerja membantu rumah tangga dan&lt;br /&gt;
menetap dalam rumah tangga tersebut.&lt;br /&gt;
(2) Orang yang bekerja sebagaimana dimaksud pada huruf c&lt;br /&gt;
dipandang sebagai anggota keluarga dalam jangka waktu&lt;br /&gt;
selama berada dalam rumah tangga yang bersangkutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB II&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;ASAS DAN TUJUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dilaksanakan&lt;br /&gt;
berdasarkan asas :&lt;br /&gt;
a. penghormatan hak asasi manusia;&lt;br /&gt;
b. keadilan dan kesetaraan gender;&lt;br /&gt;
c. nondiskriminasi; dan&lt;br /&gt;
d. perlindungan korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga bertujuan :&lt;br /&gt;
a. mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah&lt;br /&gt;
tangga;&lt;br /&gt;
b. melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga;&lt;br /&gt;
c. menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga; dan&lt;br /&gt;
d. memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis dan&lt;br /&gt;
sejahtera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB III&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;LARANGAN KEKERASAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DALAM RUMAH TANGGA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 5&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah&lt;br /&gt;
tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya,&lt;br /&gt;
dengan cara :&lt;br /&gt;
a. kekerasan fisik;&lt;br /&gt;
b. kekerasan psikis;&lt;br /&gt;
c. kekerasan seksual; atau&lt;br /&gt;
d. penelantaran rumah tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 6&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kekerasan fisik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf&lt;br /&gt;
a adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh&lt;br /&gt;
sakit, atau luka berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 7&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kekerasan psikis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf&lt;br /&gt;
b adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan,&lt;br /&gt;
hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk&lt;br /&gt;
bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis&lt;br /&gt;
berat pada seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 8&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5&lt;br /&gt;
huruf c meliputi :&lt;br /&gt;
a. pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap&lt;br /&gt;
orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga&lt;br /&gt;
tersebut;&lt;br /&gt;
b. pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang&lt;br /&gt;
dalam lingkup rumah tangganya dengan orang lain&lt;br /&gt;
untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 9&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setiap orang dilarang menelantarkan orang dalam&lt;br /&gt;
lingkup rumah tangganya, padahal menurut hukum yang&lt;br /&gt;
berlaku baginya atau karena persetujuan atau perjanjian&lt;br /&gt;
ia wajib memberikan kehidupan, perawatan, atau&lt;br /&gt;
pemeliharaan kepada orang tersebut.&lt;br /&gt;
(2) Penelantaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga&lt;br /&gt;
berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan&lt;br /&gt;
ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi&lt;br /&gt;
dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam&lt;br /&gt;
atau di luar rumah sehingga korban berada di bawah&lt;br /&gt;
kendali orang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB IV&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;HAK-HAK KORBAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 10&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Korban berhak mendapatkan :&lt;br /&gt;
a. perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian, kejaksaan,&lt;br /&gt;
pengadilan, advokat, lembaga sosial, atau pihak lainnya&lt;br /&gt;
baik sementara maupun berdasarkan penetapan&lt;br /&gt;
perintah perlindungan dari pengadilan;&lt;br /&gt;
b. pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medis;&lt;br /&gt;
c. penanganan secara khusus berkaitan dengan&lt;br /&gt;
kerahasiaan korban;&lt;br /&gt;
d. pendampingan oleh pekerja sosial dan bantuan hukum&lt;br /&gt;
pada setiap tingkat proses pemeriksaan sesuai dengan&lt;br /&gt;
ketentuan peraturan perundang-undangan; dan&lt;br /&gt;
e. pelayanan bimbingan rohani.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB V&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KEWAJIBAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 11&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemerintah bertanggung jawab dalam upaya pencegahan&lt;br /&gt;
kekerasan dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 12&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
dalam Pasal 11, Pemerintah :&lt;br /&gt;
a. merumuskan kebijakan tentang penghapusan&lt;br /&gt;
kekerasan dalam rumah tangga;&lt;br /&gt;
b. menyelenggarakan komunikasi, informasi, dan&lt;br /&gt;
edukasi tentang kekerasan dalam rumah tangga;&lt;br /&gt;
c. menyelenggarakan sosialisasi dan advokasi tentang&lt;br /&gt;
kekerasan dalam rumah tangga; dan&lt;br /&gt;
d. menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan&lt;br /&gt;
sensitif gender dan isu kekerasan dalam rumah&lt;br /&gt;
tangga serta menetapkan standar dan akreditasi&lt;br /&gt;
pelayanan yang sensitif gender.&lt;br /&gt;
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&lt;br /&gt;
dilaksanakan oleh Menteri.&lt;br /&gt;
(3) Menteri dapat melakukan koordinasi dengan instansi&lt;br /&gt;
terkait dalam melaksanakan ketentuan sebagaimana&lt;br /&gt;
dimaksud pada ayat (2).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 13&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk penyelenggaraan pelayanan terhadap korban,&lt;br /&gt;
pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan fungsi dan&lt;br /&gt;
tugas masing-masing dapat melakukan upaya :&lt;br /&gt;
a. penyediaan ruang pelayanan khusus di kantor&lt;br /&gt;
kepolisian;&lt;br /&gt;
b. penyediaan aparat, tenaga kesehatan, pekerja sosial, dan&lt;br /&gt;
pembimbing rohani;&lt;br /&gt;
c. pembuatan dan pengembangan sistem dan mekanisme&lt;br /&gt;
kerja sama program pelayanan yang melibatkan pihak&lt;br /&gt;
yang mudah diakses oleh korban; dan&lt;br /&gt;
d. memberikan perlindungan bagi pendamping, saksi,&lt;br /&gt;
keluarga, dan teman korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 14&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk menyelenggarakan upaya sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
dalam Pasal 13, pemerintah dan pemerintah daerah sesuai&lt;br /&gt;
dengan fungsi dan tugas masing-masing, dapat melakukan&lt;br /&gt;
kerja sama dengan masyarakat atau lembaga sosial lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 15&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang yang mendengar, melihat, atau mengetahui&lt;br /&gt;
terjadinya kekerasan dalam rumah tangga wajib melakukan&lt;br /&gt;
upaya-upaya sesuai dengan batas kemampuannya untuk :&lt;br /&gt;
a. mencegah berlangsungnya tindak pidana;&lt;br /&gt;
b. memberikan perlindungan kepada korban;&lt;br /&gt;
c. memberikan pertolongan darurat; dan&lt;br /&gt;
d. membantu proses pengajuan permohonan penetapan&lt;br /&gt;
perlindungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB VI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERLINDUNGAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 16&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Dalam waktu 1 x 24 (satu kali dua puluh empat) jam&lt;br /&gt;
terhitung sejak mengetahui atau menerima laporan&lt;br /&gt;
kekerasan dalam rumah tangga, kepolisian wajib segera&lt;br /&gt;
memberikan perlindungan sementara pada korban.&lt;br /&gt;
(2) Perlindungan sementara sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;
ayat (1) diberikan paling lama 7 (tujuh) hari sejak korban&lt;br /&gt;
diterima atau ditangani.&lt;br /&gt;
(3) Dalam waktu 1 x 24 (satu kali dua puluh empat) jam&lt;br /&gt;
terhitung sejak pemberian perlindungan sebagaimana&lt;br /&gt;
dimaksud pada ayat (1), kepolisian wajib meminta surat&lt;br /&gt;
penetapan perintah perlindungan dari pengadilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 17&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam memberikan perlindungan sementara, kepolisian&lt;br /&gt;
dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan, pekerja sosial,&lt;br /&gt;
relawan pendamping, dan/atau pembimbing rohani untuk&lt;br /&gt;
mendampingi korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 18&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kepolisian wajib memberikan keterangan kepada korban&lt;br /&gt;
tentang hak korban untuk mendapat pelayanan dan&lt;br /&gt;
pendampingan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 19&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kepolisian wajib segera melakukan penyelidikan setelah&lt;br /&gt;
mengetahui atau menerima laporan tentang terjadinya&lt;br /&gt;
kekerasan dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 20&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kepolisian segera menyampaikan kepada korban tentang :&lt;br /&gt;
a. identitas petugas untuk pengenalan kepada korban;&lt;br /&gt;
b. kekerasan dalam rumah tangga adalah kejahatan&lt;br /&gt;
terhadap martabat kemanusiaan; dan&lt;br /&gt;
c. kewajiban kepolisian untuk melindungi korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 21&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada korban,&lt;br /&gt;
tenaga kesehatan harus :&lt;br /&gt;
a. memeriksa kesehatan korban sesuai dengan standar&lt;br /&gt;
profesinya;&lt;br /&gt;
b. membuat laporan tertulis hasil pemeriksaan terhadap&lt;br /&gt;
korban dan visum et repertum atas permintaan&lt;br /&gt;
penyidik kepolisian atau surat keterangan medis yang&lt;br /&gt;
memiliki kekuatan hukum yang sama sebagai alat&lt;br /&gt;
bukti.&lt;br /&gt;
(2) Pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat&lt;br /&gt;
(1) dilakukan di sarana kesehatan milik pemerintah,&lt;br /&gt;
pemerintahdaerah, atau masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 22&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Dalam memberikan pelayanan, pekerja sosial harus :&lt;br /&gt;
a. melakukan konseling untuk menguatkan dan&lt;br /&gt;
memberikan rasa aman bagi korban;&lt;br /&gt;
b. memberikan informasi mengenai hak-hak korban&lt;br /&gt;
untuk mendapatkan perlindungan dari kepolisian&lt;br /&gt;
dan penetapan perintah perlindungan dari&lt;br /&gt;
pengadilan;&lt;br /&gt;
c. mengantarkan korban ke rumah aman atau tempat&lt;br /&gt;
tinggal alternatif; dan&lt;br /&gt;
d. melakukan koordinasi yang terpadu dalam&lt;br /&gt;
memberikan layanan kepada korban dengan pihak&lt;br /&gt;
kepolisian, dinas sosial, lembaga sosial yang&lt;br /&gt;
dibutuhkan korban.&lt;br /&gt;
(2) Pelayanan pekerja sosial sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;
ayat (1) dilakukan di rumah aman milik pemerintah,&lt;br /&gt;
pemerintah daerah, atau masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 23&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam memberikan pelayanan, relawan pendamping dapat :&lt;br /&gt;
a. menginformasikan kepada korban akan haknya untuk&lt;br /&gt;
mendapatkan seorang atau beberapa orang pendamping;&lt;br /&gt;
b. mendampingi korban di tingkat penyidikan, penuntutan&lt;br /&gt;
atau tingkat pemeriksaan pengadilan dengan&lt;br /&gt;
membimbing korban untuk secara objektif dan lengkap&lt;br /&gt;
memaparkan kekerasan dalam rumah tangga yang&lt;br /&gt;
dialaminya;&lt;br /&gt;
c. mendengarkan secara empati segala penuturan korban&lt;br /&gt;
sehingga korban merasa aman didampingi oleh&lt;br /&gt;
pendamping; dan&lt;br /&gt;
d. memberikan dengan aktif penguatan secara psikologis&lt;br /&gt;
dan fisik kepada korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 24&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam memberikan pelayanan, pembimbing rohani harus&lt;br /&gt;
memberikan penjelasan mengenai hak, kewajiban, dan&lt;br /&gt;
memberikan penguatan iman dan taqwa kepada korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 25&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam hal memberikan perlindungan dan pelayanan, advokat&lt;br /&gt;
wajib :&lt;br /&gt;
a. memberikan konsultasi hukum yang mencakup informasi&lt;br /&gt;
mengenai hak-hak korban dan proses peradilan;&lt;br /&gt;
b. mendampingi korban di tingkat penyidikan, penuntutan,&lt;br /&gt;
dan pemeriksaan dalam sidang pengadilan dan membantu&lt;br /&gt;
korban untuk secara lengkap memaparkan kekerasan&lt;br /&gt;
dalam rumah tangga yang dialaminya; atau&lt;br /&gt;
c. melakukan koordinasi dengan sesama penegak hukum,&lt;br /&gt;
relawan pendamping, dan pekerja sosial agar proses&lt;br /&gt;
peradilan berjalan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 26&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Korban berhak melaporkan secara langsung kekerasan&lt;br /&gt;
dalam rumah tangga kepada kepolisian baik di tempat&lt;br /&gt;
korban berada maupun di tempat kejadian perkara.&lt;br /&gt;
(2) Korban dapat memberikan kuasa kepada keluarga atau&lt;br /&gt;
orang lain untuk melaporkan kekerasan dalam rumah&lt;br /&gt;
tangga kepada pihak kepolisian baik di tempat korban&lt;br /&gt;
berada maupun di tempat kejadian perkara.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 27&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam hal korban adalah seorang anak, laporan dapat&lt;br /&gt;
dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh, atau anak yang&lt;br /&gt;
bersangkutan yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan&lt;br /&gt;
peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketua pengadilan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari sejak&lt;br /&gt;
diterimanya permohonan wajib mengeluarkan surat penetapan&lt;br /&gt;
yang berisi perintah perlindungan bagi korban dan anggota&lt;br /&gt;
keluarga lain, kecuali ada alasan yang patut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 29&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Permohonan untuk memperoleh surat perintah perlindungan&lt;br /&gt;
dapat diajukan oleh :&lt;br /&gt;
a. korban atau keluarga korban;&lt;br /&gt;
b. teman korban;&lt;br /&gt;
c. kepolisian;&lt;br /&gt;
d. relawan pendamping; atau&lt;br /&gt;
e. pembimbing rohani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 30&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Permohonan perintah perlindungan disampaikan dalam&lt;br /&gt;
bentuk lisan atau tulisan.&lt;br /&gt;
(2) Dalam hal permohonan diajukan secara lisan, panitera&lt;br /&gt;
pengadilan negeri setempat wajib mencatat permohonan&lt;br /&gt;
tersebut.&lt;br /&gt;
(3) Dalam hal permohonan perintah perlindungan diajukan&lt;br /&gt;
oleh keluarga, teman korban, kepolisian, relawan pendamping,&lt;br /&gt;
atau pembimbing rohani maka korban harus&lt;br /&gt;
memberikan persetujuannya.&lt;br /&gt;
(4) Dalam keadaan tertentu, permohonan dapat diajukan&lt;br /&gt;
tanpa persetujuan korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 31&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Atas permohonan korban atau kuasanya, pengadilan dapat&lt;br /&gt;
mempertimbangkanuntuk :&lt;br /&gt;
a. menetapkan suatu kondisi khusus;&lt;br /&gt;
b. mengubah atau membatalkan suatu kondisi khusus&lt;br /&gt;
dari perintah perlindungan.&lt;br /&gt;
(2) Pertimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat&lt;br /&gt;
diajukan bersama-sama dengan proses pengajuan perkara&lt;br /&gt;
kekerasan dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 32&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Perintah perlindungan dapat diberikan dalam waktu&lt;br /&gt;
paling lama 1 (satu) tahun.&lt;br /&gt;
(2) Perintah perlindungan dapat diperpanjang atas penetapan&lt;br /&gt;
pengadilan.&lt;br /&gt;
(3) Permohonan perpanjangan Perintah Perlindungan&lt;br /&gt;
diajukan 7 (tujuh) hari sebelum berakhir masa&lt;br /&gt;
berlakunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 33&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Pengadilan dapat menyatakan satu atau lebih tambahan&lt;br /&gt;
perintah perlindungan.&lt;br /&gt;
(2) Dalam pemberian tambahan perintah perlindungan,&lt;br /&gt;
pengadilan wajib mempertimbangkan keterangan dari&lt;br /&gt;
korban, tenaga kesehatan, pekerja sosial, relawan&lt;br /&gt;
pendamping, dan/atau pembimbing rohani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 34&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Berdasarkan pertimbangan bahaya yang mungkin timbul,&lt;br /&gt;
pengadilan dapat menyatakan satu atau lebih tambahan&lt;br /&gt;
kondisi dalam perintah perlindungan.&lt;br /&gt;
(2) Dalam pemberian tambahan kondisi dalam perintah&lt;br /&gt;
perlindungan, pengadilan wajib mempertimbangkan&lt;br /&gt;
keterangan dari korban, tenaga kesehatan, pekerja sosial,&lt;br /&gt;
relawan pendamping, dan/atau pembimbing rohani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 35&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Kepolisian dapat menangkap untuk selanjutnya&lt;br /&gt;
melakukan penahanan tanpa surat perintah terhadap&lt;br /&gt;
pelaku yang diyakini telah melanggar perintah&lt;br /&gt;
perlindungan, walaupun pelanggaran tersebut tidak&lt;br /&gt;
dilakukan di tempat polisi itu bertugas.&lt;br /&gt;
(2) Penangkapan dan penahanan sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
pada ayat (1) wajib diberikan surat perintah penangkapan&lt;br /&gt;
dan penahanan setelah 1 x 24 (satu kali dua puluh empat)&lt;br /&gt;
jam.&lt;br /&gt;
(3) Penangguhan penahanan tidak berlaku terhadap&lt;br /&gt;
penahanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat&lt;br /&gt;
(2).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 36&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Untuk memberikan perlindungan kepada korban,&lt;br /&gt;
kepolisian dapat menangkap pelaku dengan bukti&lt;br /&gt;
permulaan yang cukup karena telah melanggar perintah&lt;br /&gt;
perlindungan.&lt;br /&gt;
(2) Penangkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat&lt;br /&gt;
dilanjutkan dengan penahanan yang disertai surat&lt;br /&gt;
perintah penahanan dalam waktu 1 x 24 (satu kali dua&lt;br /&gt;
puluh empat) jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 37&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Korban, kepolisian atau relawan pendamping dapat&lt;br /&gt;
mengajukan laporan secara tertulis tentang adanya&lt;br /&gt;
dugaan pelanggaran terhadap perintah perlindungan.&lt;br /&gt;
(2) Dalam hal pengadilan mendapatkan laporan tertulis&lt;br /&gt;
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pelaku&lt;br /&gt;
diperintahkan menghadap dalam waktu 3 x 24 (tiga kali&lt;br /&gt;
dua puluh empat) jam guna dilakukan pemeriksaan.&lt;br /&gt;
(3) Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)&lt;br /&gt;
dilakukan oleh pengadilan di tempat pelaku pernah&lt;br /&gt;
tinggal bersama korban pada waktu pelanggaran diduga&lt;br /&gt;
terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 38&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Apabila pengadilan mengetahui bahwa pelaku telah&lt;br /&gt;
melanggar perintah perlindungan dan diduga akan&lt;br /&gt;
melakukan pelanggaran lebih lanjut, maka Pengadilan&lt;br /&gt;
dapat mewajibkan pelaku untuk membuat pernyataan&lt;br /&gt;
tertulis yang isinya berupa kesanggupan untuk mematuhi&lt;br /&gt;
perintah perlindungan.&lt;br /&gt;
(2) Apabila pelaku tetap tidak mengindahkan surat&lt;br /&gt;
pernyataan tertulis tersebut sebagaimana dimaksud pada&lt;br /&gt;
ayat (1), pengadilan dapat menahan pelaku paling lama&lt;br /&gt;
30 hari.&lt;br /&gt;
(3) Penahanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)&lt;br /&gt;
disertai dengan surat perintah penahanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB VII&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PEMULIHAN KORBAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 39&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk kepentingan pemulihan, korban dapat memperoleh&lt;br /&gt;
pelayanan dari :&lt;br /&gt;
a. tenaga kesehatan;&lt;br /&gt;
b. pekerja sosial;&lt;br /&gt;
c. relawan pendamping; dan/atau&lt;br /&gt;
d. pembimbing rohani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 40&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Tenaga kesehatan wajib memeriksa korban sesuai dengan&lt;br /&gt;
standar profesinya.&lt;br /&gt;
(2) Dalam hal korban memerlukan perawatan, tenaga&lt;br /&gt;
kesehatan wajib memulihkan dan merehabilitasi&lt;br /&gt;
kesehatan korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 41&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pekerja sosial, relawan pendamping, dan/atau pembimbing&lt;br /&gt;
rohani wajib memberikan pelayanan kepada korban dalam&lt;br /&gt;
bentuk pemberian konseling untuk menguatkan dan/atau&lt;br /&gt;
memberikan rasa aman bagi korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 42&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam rangka pemulihan terhadap korban, tenaga kesehatan,&lt;br /&gt;
pekerja sosial, relawan pendamping dan/atau pembimbing&lt;br /&gt;
rohani dapat melakukan kerja sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 43&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan upaya&lt;br /&gt;
pemulihan dan kerja sama diatur dengan Peraturan&lt;br /&gt;
Pemerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB VIII&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KETENTUAN PIDANA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 44&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik&lt;br /&gt;
dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
dalam Pasal 5 huruf a dipidana dengan pidana penjara&lt;br /&gt;
paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak&lt;br /&gt;
Rp15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).&lt;br /&gt;
(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat&lt;br /&gt;
(1) mengakibatkan korban mendapat jatuh sakit atau luka&lt;br /&gt;
berat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10&lt;br /&gt;
(sepuluh) tahun atau denda paling banyak&lt;br /&gt;
Rp30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah).&lt;br /&gt;
(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat&lt;br /&gt;
(2) mengakibatkan matinya korban, dipidana dengan&lt;br /&gt;
pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun atau&lt;br /&gt;
denda paling banyak Rp 45.000.000,00 (empat puluh lima&lt;br /&gt;
juta rupiah).&lt;br /&gt;
(4) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat&lt;br /&gt;
(1) dilakukan oleh suami terhadap isteri atau sebaliknya&lt;br /&gt;
yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk&lt;br /&gt;
menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian&lt;br /&gt;
atau kegiatan sehari-hari, dipidana dengan pidana penjara&lt;br /&gt;
paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak&lt;br /&gt;
Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 45&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
(1) Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan psikis&lt;br /&gt;
dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
dalam Pasal 5 huruf b dipidana dengan pidana penjara&lt;br /&gt;
paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp&lt;br /&gt;
9.000.000,00 (sembilan juta rupiah).&lt;br /&gt;
(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat&lt;br /&gt;
(1) dilakukan oleh suami terhadap isteri atau sebaliknya&lt;br /&gt;
yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk&lt;br /&gt;
menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian&lt;br /&gt;
atau kegiatan sehari-hari, dipidana dengan pidana penjara&lt;br /&gt;
paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp&lt;br /&gt;
3.000.000,00 (tiga juta rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 46&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan seksual&lt;br /&gt;
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a dipidana&lt;br /&gt;
dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun atau&lt;br /&gt;
denda paling banyak Rp 36.000.000,00 (tiga puluh enam juta&lt;br /&gt;
rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 47&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Setiap orang yang memaksa orang yang menetap dalam rumah&lt;br /&gt;
tangganya melakukan hubungan seksual sebagaimana&lt;br /&gt;
dimaksud dalam Pasal 8 huruf b dipidana dengan pidana&lt;br /&gt;
penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan pidana penjara&lt;br /&gt;
paling lama 15 (lima belas) tahun atau denda paling sedikit Rp&lt;br /&gt;
12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) atau denda paling&lt;br /&gt;
banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 48&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46&lt;br /&gt;
dan Pasal 47 mengakibatkan korban mendapat luka yang&lt;br /&gt;
tidak memberi harapan akan sembuh sama sekali, mengalami&lt;br /&gt;
gangguan daya pikir atau kejiwaan sekurang-kurangnya&lt;br /&gt;
selama 4 (empat) minggu terus menerus atau 1 (satu)&lt;br /&gt;
tahun tidak berturut-turut, gugur atau matinya janin dalam&lt;br /&gt;
kandungan, atau mengakibatkan tidak berfungsinya alat&lt;br /&gt;
reproduksi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5&lt;br /&gt;
(lima) tahun dan pidana penjara paling lama 20 (dua&lt;br /&gt;
puluh) tahun atau denda paling sedikit Rp 25.000.000,00 (dua&lt;br /&gt;
puluh lima juta rupiah) dan denda paling banyak Rp&lt;br /&gt;
500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 49&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun&lt;br /&gt;
atau denda paling banyak Rp 15.000.000,00 (lima belas juta&lt;br /&gt;
rupiah), setiap orang yang :&lt;br /&gt;
a. menelantarkan orang lain dalam lingkup rumah&lt;br /&gt;
tangganya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1);&lt;br /&gt;
b. menelantarkan orang lain sebagaimana dimaksud dalam&lt;br /&gt;
Pasal 9 ayat (2).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 50&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Selain pidana sebagaimana dimaksud dalam Bab ini hakim&lt;br /&gt;
dapat menjatuhkan pidana tambahan berupa :&lt;br /&gt;
a. pembatasan gerak pelaku baik yang bertujuan untuk&lt;br /&gt;
menjauhkan pelaku dari korban dalam jarak dan waktu&lt;br /&gt;
tertentu, maupun pembatasan hak-hak tertentu dari&lt;br /&gt;
pelaku;&lt;br /&gt;
b. penetapan pelaku mengikuti program konseling di bawah&lt;br /&gt;
pengawasan lembaga tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 51&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tindak pidana kekerasan fisik sebagaimana dimaksud dalam&lt;br /&gt;
Pasal 44 ayat (4) merupakan delik aduan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 52&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tindak pidana kekerasan psikis sebagaimana dimaksud dalam&lt;br /&gt;
Pasal 45 ayat (2) merupakan delik aduan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 53&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tindak pidana kekerasan seksual sebagaimana dimaksud&lt;br /&gt;
dalam Pasal 46 yang dilakukan oleh suami terhadap isteri atau&lt;br /&gt;
sebaliknya merupakan delik aduan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB IX&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KETENTUAN LAIN-LAIN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 54&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang&lt;br /&gt;
pengadilan dilaksanakan menurut ketentuan hukum acara&lt;br /&gt;
pidana yang berlaku, kecuali ditentukan lain dalam Undangundang&lt;br /&gt;
ini.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 55&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai salah satu alat bukti yang sah, keterangan seorang&lt;br /&gt;
saksi korban saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa&lt;br /&gt;
terdakwa bersalah, apabila disertai dengan suatu alat bukti&lt;br /&gt;
yang sah lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB X&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 56&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan&lt;br /&gt;
pengundangan Undang-undang ini dengan penempatannya&lt;br /&gt;
dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Disahkan di Jakarta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pada tanggal 22 September2004&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
MEGAWATI SOEKARNOPUTRI&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Diundangkan di Jakarta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pada tanggal 22 September 2004&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
SEKRETARIS NEGARA&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
REPUBLIK INDONESIA,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
ttd.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
BAMBANG KESOWO&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2004 NOMOR 95&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;P E N J E L A S A N&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;A T A S&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NOMOR 23 TAHUN 2004&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TENTANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;I. UMUM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Keutuhan dan kerukunan rumah tangga yang bahagia, aman, tenteram, dan&lt;br /&gt;
damai merupakan dambaan setiap orang dalam rumah tangga. Negara&lt;br /&gt;
Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha&lt;br /&gt;
Esa dijamin oleh Pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia&lt;br /&gt;
Tahun 1945. Dengan demikian, setiap orang dalam lingkup rumah tangga&lt;br /&gt;
dalam melaksanakan hak dan kewajibannya harus didasari oleh agama. Hal&lt;br /&gt;
ini perlu terus ditumbuhkembangkan dalam rangka membangun keutuhan&lt;br /&gt;
rumah tangga.&lt;br /&gt;
Untuk mewujudkan keutuhan dan kerukunan tersebut, sangat tergantung&lt;br /&gt;
pada setiap orang dalam lingkup rumah tangga, terutama kadar kualitas&lt;br /&gt;
perilaku dan pengendalian diri setiap orang dalam lingkup rumah tangga&lt;br /&gt;
tersebut.&lt;br /&gt;
Keutuhan dan kerukunan rumah tangga dapat terganggu jika kualitas dan&lt;br /&gt;
pengendalian diri tidak dapat dikontrol, yang pada akhirnya dapat terjadi&lt;br /&gt;
kekerasan dalam rumah tangga sehingga timbul ketidakamanan atau&lt;br /&gt;
ketidakadilan terhadap orang yang berada dalam lingkup rumah tangga&lt;br /&gt;
tersebut.&lt;br /&gt;
Untuk mencegah, melindungi korban, dan menindak pelaku kekerasan&lt;br /&gt;
dalam rumah tangga, negara dan masyarakat wajib melaksanakan&lt;br /&gt;
pencegahan, perlindungan, dan penindakan pelaku sesuai dengan falsafah&lt;br /&gt;
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun&lt;br /&gt;
1945.&lt;br /&gt;
Negara berpandangan bahwa segala bentuk kekerasan, terutama kekerasan&lt;br /&gt;
dalam rumah tangga, adalah pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan&lt;br /&gt;
terhadap martabat kemanusiaan serta bentuk diskriminasi.&lt;br /&gt;
Pandangan negara tersebut didasarkan pada Pasal 28 Undang-Undang Dasar&lt;br /&gt;
Negara Republik Indonesia Tahun 1945, beserta perubahannya. Pasal 28G&lt;br /&gt;
ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945&lt;br /&gt;
menentukan bahwa “Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi,&lt;br /&gt;
keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah&lt;br /&gt;
kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman&lt;br /&gt;
ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak&lt;br /&gt;
asasi”. Pasal 28H ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia&lt;br /&gt;
Tahun 1945 menentukan bahwa “Setiap orang berhak mendapat kemudahan&lt;br /&gt;
dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang&lt;br /&gt;
sama guna mencapai persamaan dan keadilan”.&lt;br /&gt;
Perkembangan dewasa ini menunjukkan bahwa tindak kekerasan secara&lt;br /&gt;
fisik, psikis, seksual, dan penelantaran rumah tangga pada kenyataannya&lt;br /&gt;
terjadi sehingga dibutuhkan perangkat hukum yang memadai untuk&lt;br /&gt;
menghapus kekerasan dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;
Pembaruan hukum yang berpihak pada kelompok rentan atau&lt;br /&gt;
tersubordinasi, khususnya perempuan, menjadi sangat diperlukan&lt;br /&gt;
sehubungan dengan banyaknya kasus kekerasan, terutama kekerasan dalam&lt;br /&gt;
rumah tangga. Pembaruan hukum tersebut diperlukan karena undangundang&lt;br /&gt;
yang ada belum memadai dan tidak sesuai lagi dengan&lt;br /&gt;
perkembangan hukum masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan&lt;br /&gt;
tentang tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga secara tersendiri&lt;br /&gt;
karena mempunyai kekhasan, walaupun secara umum di dalam Kitab&lt;br /&gt;
Undang-Undang Hukum Pidana telah diatur mengenai penganiayaan dan&lt;br /&gt;
kesusilaan serta penelantaran orang yang perlu diberikan nafkah dan&lt;br /&gt;
kehidupan.&lt;br /&gt;
Undang-undang tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga ini terkait erat&lt;br /&gt;
dengan beberapa peraturan perundang-undangan lain yang sudah berlaku&lt;br /&gt;
sebelumnya, antara lain, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang&lt;br /&gt;
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta Perubahannya, Undang-Undang&lt;br /&gt;
Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana,&lt;br /&gt;
Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Undang-undang&lt;br /&gt;
Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi mengenai Penghapusan&lt;br /&gt;
Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Wanita (Convention on the Elimination&lt;br /&gt;
of All Forms of Discrimination Against Women), dan Undang-Undang Nomor&lt;br /&gt;
39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.&lt;br /&gt;
Undang-undang ini, selain mengatur ihwal pencegahan dan perlindungan&lt;br /&gt;
serta pemulihan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga, juga&lt;br /&gt;
mengatur secara spesifik kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga&lt;br /&gt;
dengan unsur-unsur tindak pidana yang berbeda dengan tindak pidana&lt;br /&gt;
penganiayaan yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.&lt;br /&gt;
Selain itu, Undang-undang ini juga mengatur ihwal kewajiban bagi aparat&lt;br /&gt;
penegak hukum, tenaga kesehatan, pekerja sosial, relawan pendamping,&lt;br /&gt;
atau pembimbing rohani untuk melindungi korban agar mereka lebih sensitif&lt;br /&gt;
dan responsif terhadap kepentingan rumah tangga yang sejak awal&lt;br /&gt;
diarahkan pada keutuhan dan kerukunan rumah tangga.&lt;br /&gt;
Untuk melakukan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, Menteri yang&lt;br /&gt;
tugas dan tanggung jawabnya di bidang pemberdayaan perempuan&lt;br /&gt;
melaksanakan tindakan pencegahan, antara lain, menyelenggarakan&lt;br /&gt;
komunikasi, informasi, dan edukasi tentang pencegahan kekerasan dalam&lt;br /&gt;
rumah tangga.&lt;br /&gt;
Berdasarkan pemikiran tersebut, sudah saatnya dibentuk Undang-Undang&lt;br /&gt;
tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga yang diatur secara&lt;br /&gt;
komprehensif, jelas, dan tegas untuk melindungi dan berpihak kepada&lt;br /&gt;
korban, serta sekaligus memberikan pendidikan dan penyadaran kepada&lt;br /&gt;
masyarakat dan aparat bahwa segala tindak kekerasan dalam rumah tangga&lt;br /&gt;
merupakan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;II. PASAL DEMI PASAL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 1&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan anak dalam ketentuan ini adalah termasuk&lt;br /&gt;
anak angkat dan anak tiri.&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan hubungan perkawinan dalam ketentuan ini,&lt;br /&gt;
misalnya mertua, menantu, ipar, dan besan.&lt;br /&gt;
Huruf c&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan kesetaraan gender adalah suatu keadaan di&lt;br /&gt;
mana perempuan dan laki-laki menikmati status yang setara dan&lt;br /&gt;
memiliki kondisi yang sama untuk mewujudkan secara penuh hak-hak&lt;br /&gt;
asasi dan potensinya bagi keutuhan dan kelangsungan rumah tangga&lt;br /&gt;
secara proporsional.&lt;br /&gt;
Huruf c&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Huruf d&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 4&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 5&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 6&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 7&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 8&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan ‘kekerasan seksual” dalam ketentuan ini adalah&lt;br /&gt;
setiap perbuatan yang berupa pemaksaan hubungan seksual, pemaksaan&lt;br /&gt;
hubungan seksual dengan cara tidak wajar dan/atau tidak disukai,&lt;br /&gt;
pemaksaan hubungan seksual dengan orang lain untuk tujuan komersial&lt;br /&gt;
dan/atau tujuan tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 9&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 10&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “lembaga sosial” adalah lembaga atau&lt;br /&gt;
organisasi sosial yang peduli terhadap masalah kekerasan dalam&lt;br /&gt;
rumah tangga, misalnya lembaga-lembaga bantuan hukum.&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Huruf c&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Huruf d&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “pekerja sosial” adalah seseorang yang&lt;br /&gt;
mempunyai kompetensi profesional dalam pekerjaan sosial yang&lt;br /&gt;
diperoleh melalui pendidikan formal atau pengalaman praktik di&lt;br /&gt;
bidang pekerjaan sosial/kesejahteraan sosial yang diakui secara&lt;br /&gt;
resmi oleh pemerintah dan melaksanakan tugas profesional&lt;br /&gt;
pekerjaan sosial.&lt;br /&gt;
Huruf e&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 11&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 12&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 13&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “tenaga kesehatan” adalah setiap orang&lt;br /&gt;
yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki&lt;br /&gt;
pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di&lt;br /&gt;
bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan&lt;br /&gt;
kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan, sebagaimana&lt;br /&gt;
dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang&lt;br /&gt;
Kesehatan.&lt;br /&gt;
Huruf c&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Huruf d&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 14&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan kerja sama adalah sebagai wujud peran serta&lt;br /&gt;
masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 15&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 16&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 17&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “relawan pendamping” dalam ketentuan ini&lt;br /&gt;
adalah orang yang mempunyai keahlian untuk melakukan konseling,&lt;br /&gt;
terapi, dan advokasi guna penguatan dan pemulihan diri korban&lt;br /&gt;
kekerasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 18&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 19&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 20&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 21&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 22&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Huruf c&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “rumah aman” dalam ketentuan ini&lt;br /&gt;
adalah tempat tinggal sementara yang digunakan untuk&lt;br /&gt;
memberikan perlindungan terhadap korban sesuai dengan&lt;br /&gt;
standar yang ditentukan. Misalnya, trauma center di&lt;br /&gt;
Departemen Sosial.&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “tempat tinggal alternatif” dalam&lt;br /&gt;
ketentuan ini adalah tempat tinggal korban yang terpaksa&lt;br /&gt;
ditempatkan untuk dipisahkan dan/atau dijauhkan dari&lt;br /&gt;
pelaku.&lt;br /&gt;
Huruf d&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 23&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 24&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 25&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 26&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 27&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 29&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 30&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Ayat (3)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Ayat (4)&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan ”keadaan tertentu” dalam ketentuan ini,&lt;br /&gt;
misalnya: pingsan, koma, dan sangat terancam jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 31&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ayat (1)&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Yang dimaksud “kondisi khusus” dalam ketentuan ini adalah&lt;br /&gt;
pembatasan gerak pelaku, larangan memasuki tempat&lt;br /&gt;
tinggal bersama, larangan membuntuti, mengawasi, atau&lt;br /&gt;
mengintimidasi korban.&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Ayat (2)&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 32&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 33&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 34&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 35&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 36&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 37&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 38&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 39&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 40&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 41&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 42&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 43&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 44&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 45&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 46&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 47&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 48&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Pasal 49&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 50&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Huruf a&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
Huruf b&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan “lembaga tertentu” adalah lembaga yang&lt;br /&gt;
sudah terakreditasi menyediakan konseling layanan bagi pelaku.&lt;br /&gt;
Misalnya rumah sakit, klinik, kelompok konselor, atau yang&lt;br /&gt;
mempunyai keahlian memberikan konseling bagi pelaku selama&lt;br /&gt;
jangka waktu tertentu.&lt;br /&gt;
Ketentuan ini dimaksudkan untuk memberikan kebebasan kepada&lt;br /&gt;
hakim menjatuhkan pidana percobaan dengan maksud untuk&lt;br /&gt;
melakukan pembinaan terhadap pelaku dan menjaga keutuhan&lt;br /&gt;
rumah tangga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 51&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 52&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 53&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 54&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 55&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Alat bukti yang sah lainnya dalam kekerasan seksual yang dilakukan&lt;br /&gt;
selain dari suami isteri adalah pengakuan terdakwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pasal 56&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Cukup jelas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2004 NOMOR 4419&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/6279184413222913273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/penghapusan-kekerasan-dalam-rumah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/6279184413222913273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/6279184413222913273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/penghapusan-kekerasan-dalam-rumah.html' title='Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (2004)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMSXmKvI7f5qmRI2SKU6H3T4IsnbPuw2__k5RLDEV6MV-UnDMwvKvIR9HvLe2cDQ3lcWVl9m4500F_JUYkiCD9AGvbBsHcQs6UemX2xt543wmgRaM1iMP8mspZi_RB5HG2PjfmabEYRHo/s72-c/garuda+indonesia.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-2307197597705357570</id><published>2017-03-20T06:36:00.003-07:00</published><updated>2017-03-22T06:04:43.508-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Undang-Undang Dasar"/><title type='text'>Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Sesudah Amandemen</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYvUSYBJwZiD4uLvxHQQvAa1rwKNbxnWndNc-2ZBSyUuuEVtd_kZbbOs4szXWD218YkjfmtlxFFgNrpS4MICOp5ddKZFnh_O6DrvEKAN_uPfslVA6CkFxfL6nrUeEcMEPeJXNN7EsbEJM/s1600/garuda+indonesia.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Sesudah Amandemen&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYvUSYBJwZiD4uLvxHQQvAa1rwKNbxnWndNc-2ZBSyUuuEVtd_kZbbOs4szXWD218YkjfmtlxFFgNrpS4MICOp5ddKZFnh_O6DrvEKAN_uPfslVA6CkFxfL6nrUeEcMEPeJXNN7EsbEJM/s1600/garuda+indonesia.png&quot; title=&quot;Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Sesudah Amandemen&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG DASAR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;NEGARA REPUBLIK INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TAHUN 1945&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PEMBUKAAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;( P r e a m b u l e)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan peri-keadilan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
bersatu, berdaulat, adil dan makmur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
menyatakan dengan ini kemerdekaannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
serta dengan mewujudkan suatu Keadilan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;UNDANG-UNDANG DASAR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BENTUK DAN KEDAULATAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 1&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Republik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
menurut Undang-Undang Dasar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Negara Indonesia adalah negara hukum.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB II&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Daerah yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
lebih lanjut dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Majelis Permusyawaratan Rakyat bersidang sedikitnya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sekali dalam lima tahun di ibukota negara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Segala putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan suara yang terbanyak.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 3&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan menetapkan Undang-Undang Dasar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan/atau Wakil Presiden./&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dapat memberhentikan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
jabatannya menurut Undang-Undang Dasar./&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB III&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KEKUASAAN PEMERINTAHAN NEGARA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 4&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
menurut Undang-Undang Dasar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
satu orang Wakil Presiden.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 5&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kepada Dewan Perwakilan Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
undang-undang sebagaimana mestinya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 6&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus seorang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Syarat-syarat untuk menjadi Presiden dan Wakil&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden diatur lebih lanjut dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 6A&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
secara langsung oleh rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
umum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Dalam hal tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden terpilih, dua pasangan calon yang memperoleh&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
umum dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sebagai Presiden dan Wakil Presiden.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(5) Tata cara pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden lebih lanjut diatur dalam undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 7&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 7A&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dalam masa jabatannya oleh Majelis Permusyawaratan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Rakyat atas usul Dewan Perwakilan Rakyat, baik apabila&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden dan/atau Wakil Presiden.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 7B&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dapat diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat kepada&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dengan terlebih&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dahulu mengajukan permintaan kepada Mahkamah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Konstitusi untuk memeriksa, mengadili, dan memutus&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pendapat Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tercela; dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden dan/atau Wakil Presiden.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Pendapat Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hukum tersebut ataupun telah tidak lagi memenuhi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Perwakilan Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat kepada&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Mahkamah Konstitusi hanya dapat dilakukan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang hadir dalam&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sidang paripurna yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Mahkamah Konstitusi wajib memeriksa, mengadili, dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
memutus dengan seadil-adilnya terhadap pendapat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lama sembilan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
puluh hari setelah permintaan Dewan Perwakilan Rakyat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
itu diterima oleh Mahkamah Konstitusi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(5) Apabila Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden dan/atau Wakil Presiden terbukti melakukan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
atau perbuatan tercela; dan/atau terbukti bahwa&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
syarat sebagai Presiden dan/ atau Wakil Presiden,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dewan Perwakilan Rakyat menyelenggarakan sidang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
paripurna untuk meneruskan usul pemberhentian&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden dan/atau Wakil Presiden kepada Majelis&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Permusyawaratan Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(6) Majelis Permusyawaratan Rakyat wajib menyelenggarakan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sidang untuk memutuskan usul Dewan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Perwakilan Rakyat tersebut paling lambat tiga puluh hari&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sejak Majelis Permusyawaratan Rakyat menerima usul&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(7) Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden harus&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diambil dalam rapat paripurna Majelis&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Permusyawaratan Rakyat yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
3/4 dari jumlah anggota dan disetujui oleh&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hadir, setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kesempatan menyampaikan penjelasan dalam rapat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 7C&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dewan Perwakilan Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 8&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Jika Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
habis masa jabatannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden, selambatlambatnya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dalam waktu enam puluh hari, Majelis&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diusulkan oleh Presiden.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dalam masa jabatannya secara bersamaan, pelaksana&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tugas kepresidenan adalah Menteri Luar Negeri,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Pertahanan secara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
bersama-sama. Selambat-lambatnya tiga puluh hari&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
setelah itu, Majelis Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sidang untuk memilih Presiden dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Wakil Presiden dari dua pasangan calon Presiden dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
gabungan partai politik yang pasangan calon Presiden&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya, sampai&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
berakhir masa jabatannya.&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 9&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan Wakil&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden bersumpah menurut agama, atau berjanji&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan sungguh-sungguh di hadapan Majelis&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Rakyat sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sumpah Presiden (Wakil Presiden) :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp;“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadiladilnya,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
memegang teguh Undang-Undang Dasar dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
menjalankan segala undang-undang dan peraturannya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Bangsa.”&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;b&gt;Janji Presiden (Wakil Presiden) :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp;“Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaikbaiknya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan seadil-adilnya, memegang teguh UndangUndang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dasar dan menjalankan segala undang-undang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
berbakti kepada Nusa dan Bangsa”.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Jika Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Perwakilan Rakyat tidak dapat mengadakan sidang,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh di&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hadapan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan disaksikan oleh Pimpinan Mahkamah Agung.&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 10&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 11&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan negara lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Presiden dalam membuat perjanjian internasional&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
lainnya yang menimbulkan akibat yang luas dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
beban keuangan negara, dan/atau mengharuskan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
perubahan atau pembentukan undang-undang harus&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Ketentuan lebih lanjut tentang perjanjian internasional&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diatur dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 12&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden menyatakan keadaan bahaya. Syarat-syarat dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
akibatnya keadaan bahaya ditetapkan dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 13&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Presiden mengangkat duta dan konsul.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Dalam hal mengangkat duta, Presiden memperhatikan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Presiden menerima penempatan duta negara lain&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 14&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pertimbangan Mahkamah Agung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 15&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain tanda&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kehormatan yang diatur dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 16&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden, yang selanjutnya diatur dalam undangundang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB IV&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dihapus.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB V&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KEMENTERIAN NEGARA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 17&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pemerintahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
negara diatur dalam undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB VI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PEMERINTAHAN DAERAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 18&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerahdaerah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diatur dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kepala pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dipilih secara demokratis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(5) Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluasluasnya,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kecuali urusan pemerintahan yang oleh&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pusat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(6) Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
otonomi dan tugas pembantuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(7) Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
daerah diatur dalam undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 18A&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Hubungan wewenang antara pemerintah pusat dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pemerintahan daerah provinsi, kabupaten, dan kota,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
atau antara provinsi dan kabupaten dan kota, diatur&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan undang-undang dengan memperhatikan kekhususan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan keragaman daerah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Hubungan keuangan, pelayanan umum, pemanfaatan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sumber daya alam dan sumber daya lainnya antara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pemerintah pusat dan pemerintahan daerah diatur dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 18B&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
istimewa yang diatur dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Indonesia, yang diatur dalam undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB VII&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DEWAN PERWAKILAN RAKYAT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 19&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih melalui pemilihan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
umum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Susunan Dewan Perwakilan Rakyat diatur dengan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Dewan Perwakilan Rakyat bersidang sedikitnya sekali&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dalam setahun.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 20&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Setiap rancangan undang-undang dibahas oleh Dewan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Perwakilan Rakyat dan Presiden untuk mendapat persetujuan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
bersama.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Jika rancangan undang-undang itu tidak mendapat persetujuan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
bersama, rancangan undang-undang itu tidak&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
boleh diajukan lagi dalam persidangan Dewan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Perwakilan Rakyat masa itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Presiden mengesahkan rancangan undang-undang yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
telah disetujui bersama untuk menjadi undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(5) Dalam hal rancangan undang-undang yang telah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
disetujui bersama tersebut tidak disahkan oleh Presiden&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dalam waktu tiga puluh hari semenjak rancangan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
undang-undang tersebut disetujui, rancangan undangundang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tersebut sah menjadi undang-undang dan wajib diundangkan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 20A&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi legislasi,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Dalam melaksanakan fungsinya, selain hak yang diatur&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dalam pasal-pasal lain Undang-Undang Dasar ini,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak interpelasi,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hak angket, dan hak menyatakan pendapat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Selain hak yang diatur dalam pasal-pasal lain UndangUndang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dasar ini, setiap anggota Dewan Perwakilan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Rakyat mempunyai hak mengajukan pertanyaan,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
menyampaikan usul dan pendapat serta hak imunitas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Ketentuan lebih lanjut tentang hak Dewan Perwakilan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Rakyat dan hak anggota Dewan Perwakilan Rakyat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diatur dalam undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 21&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan usul&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
rancangan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 22&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa, Presiden&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
berhak menetapkan peraturan pemerintah sebagai&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pengganti undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Peraturan pemerintah itu harus mendapat persetujuan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dewan Perwakilan Rakyat dalam persidangan yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Jika tidak mendapat persetujuan, maka peraturan pemerintah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
itu harus dicabut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 22A&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara pembentukan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
undang-undang diatur dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 22B&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dapat diberhentikan dari&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
jabatannya, yang syarat-syarat dan tata caranya diatur&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dalam undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB VIIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DEWAN PERWAKILAN DAERAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 22C&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Anggota Dewan Perwakilan Daerah dipilih dari setiap&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
provinsi melalui pemilihan umum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari setiap provinsi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
jumlahnya sama dan jumlah seluruh anggota Dewan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Perwakilan Daerah itu tidak lebih dari sepertiga jumlah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
anggota Dewan Perwakilan Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Dewan Perwakilan Daerah bersidang sedikitnya sekali&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dalam setahun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Susunan dan kedudukan Dewan Perwakilan Daerah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diatur dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 22D&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Dewan Perwakilan Daerah dapat mengajukan kepada&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dewan Perwakilan Rakyat rancangan undang-undang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
perimbangan keuangan pusat dan daerah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Dewan Perwakilan Daerah ikut membahas rancangan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hubungan pusat dan daerah; pembentukan, pemekaran,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan penggabungan daerah; pengelolaan sumber daya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
perimbangan keuangan pusat dan daerah; serta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
memberikan pertimbangan kepada Dewan Perwakilan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Rakyat atas rancangan undang-undang anggaran&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pendapatan dan belanja negara dan rancangan undangundang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
agama.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Dewan Perwakilan Daerah dapat melakukan pengawasan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
atas pelaksanaan undang-undang mengenai:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
ekonomi lainnya, pelaksanaan anggaran pendapatan dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
belanja negara, pajak, pendidikan, dan agama serta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
menyampaikan hasil pengawasannya itu kepada Dewan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Perwakilan Rakyat sebagai bahan pertimbangan untuk&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
ditindaklanjuti.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Anggota Dewan Perwakilan Daerah dapat diberhentikan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dari jabatannya, yang syarat-syarat dan tata caranya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diatur dalam undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB VIIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PEMILIHAN UMUM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 22E&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Perwakilan Rakyat Daerah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Rakyat Daerah adalah partai politik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Perwakilan Daerah adalah perseorangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(5) Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
mandiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(6) Ketentuan lebih lanjut tentang pemilihan umum diatur&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB VIII&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;HAL KEUANGAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 23&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai wujud&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tahun dengan undang-undang dan dilaksanakan secara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kemakmuran rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Rancangan undang-undang anggaran pendapatan dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
belanja negara diajukan oleh Presiden untuk dibahas&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
bersama Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang diusulkan oleh Presiden, Pemerintah menjalankan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
lalu.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 23A&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
keperluan negara diatur dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 23B&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undangundang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 23C&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Hal-hal lain mengenai keuangan negara diatur dengan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 23D&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Negara memiliki suatu bank sentral yang susunan, kedudukan,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kewenangan, tanggung jawab, dan independensinya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diatur dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB VIIIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BADAN PEMERIKSA KEUANGAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 23E&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
keuangan negara diadakan satu Badan Pemeriksa&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Keuangan yang bebas dan mandiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Hasil pemeriksaan keuangan negara diserahkan kepada&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sesuai dengan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kewenangannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Hasil pemeriksaan tersebut ditindaklanjuti oleh lembaga&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
perwakilan dan/atau badan sesuai dengan undangundang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 23F&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Presiden.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan dipilih dari dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
oleh anggota.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 23G&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Badan Pemeriksa Keuangan berkedudukan di ibu kota&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
negara, dan memiliki perwakilan di setiap provinsi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai Badan Pemeriksa&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Keuangan diatur dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB IX&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KEKUASAAN KEHAKIMAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 24&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
menegakkan hukum dan keadilan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Agung dan badan peradilan yang berada di&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
peradilan agama, lingkungan peradilan militer,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Mahkamah Konstitusi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kekuasaan kehakiman diatur dalam undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 24A&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Mahkamah Agung berwenang mengadili pada tingkat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kasasi, menguji peraturan perundang-undangan di&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
bawah undang-undang terhadap undang-undang, dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Hakim agung harus memiliki integritas dan kepribadian&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang tidak tercela, adil, profesional, dan berpengalaman&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
di bidang hukum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Calon hakim agung diusulkan Komisi Yudisial kepada&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dewan Perwakilan Rakyat untuk mendapatkan persetujuan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan selanjutnya ditetapkan sebagai hakim agung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
oleh Presiden.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Ketua dan wakil ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
oleh hakim agung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(5) Susunan, kedudukan, keanggotaan, dan hukum acara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Mahkamah Agung serta badan peradilan di bawahnya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diatur dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 24B&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pengangkatan hakim agung dan mempunyai&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hakim.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Anggota Komisi Yudisial harus mempunyai pengetahuan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan pengalaman di bidang hukum serta memiliki&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
integritas dan kepribadian yang tidak tercela.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Anggota Komisi Yudisial diangkat dan diberhentikan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Susunan, kedudukan, dan keanggotaan Komisi Yudisial&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diatur dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 24C&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
final untuk menguji undang-undang terhadap UndangUndang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
negara yang kewenangannya diberikan oleh UndangUndang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dasar, memutus pembubaran partai politik, dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan atas&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
menurut Undang-Undang Dasar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Mahkamah Konstitusi mempunyai sembilan orang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
anggota hakim konstitusi yang ditetapkan oleh Presiden,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang diajukan masing-masing tiga orang oleh&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Mahkamah Agung, tiga orang oleh Dewan Perwakilan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Rakyat, dan tiga orang oleh Presiden.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi dipilih&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dari dan oleh hakim konstitusi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(5) Hakim konstitusi harus memiliki integritas dan kepribadian&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang tidak tercela, adil, negarawan yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
menguasai konstitusi dan ketatanegaraan, serta tidak&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
merangkap sebagai pejabat negara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(6) Pengangkatan dan pemberhentian hakim konstitusi,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hukum acara serta ketentuan lainnya tentang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Mahkamah Konstitusi diatur dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 25&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Syarat-syarat untuk menjadi dan untuk diperhentikan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sebagai hakim ditetapkan dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB IXA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;WILAYAH NEGARA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 25A&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undangundang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB X&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;WARGA NEGARA DAN PENDUDUK&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 26&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang bertempat tinggal di Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 27&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang layak bagi kemanusiaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
upaya pembelaan negara.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB XA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;HAK ASASI MANUSIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28A&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hidup dan kehidupannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28B&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kekerasan dan diskriminasi.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28C&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kebutuhan dasarnya, berhak mendapat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
umat manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
masyarakat, bangsa, dan negaranya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28D&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang sama di hadapan hukum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hubungan kerja.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang sama dalam pemerintahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28E&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
memilih tempat tinggal di wilayah negara dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
meninggalkannya, serta berhak kembali.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hati nuraninya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan mengeluarkan pendapat.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28F&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tersedia.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28G&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28H&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kesehatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
keadilan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pengembangan dirinya secara utuh sebagai&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
manusia yang bermartabat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sewenang-wenang oleh siapa pun.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
bersifat diskriminatif itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
peradaban.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
terutama pemerintah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan dituangkan dalam peraturan perundangundangan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 28J&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
berbangsa, dan bernegara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan undang-undang dengan maksud semata-mata&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dalam suatu masyarakat demokratis.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB XI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;AGAMA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 29&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB XII&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERTAHANAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DAN KEAMANAN NEGARA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 30&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Angkatan Laut, dan Angkatan Udara sebagai alat negara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
keutuhan dan kedaulatan negara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
negara yang menjaga keamanan dan ketertiban&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
masyarakat, serta menegakkan hukum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(5) Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Kepolisian Negara Republik Indonesia, hubungan kewenangan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, serta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
hal-hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diatur dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB XIII&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 31&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan pemerintah wajib membiayainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dua puluh persen dari anggaran pendapatan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan belanja negara serta dari anggaran&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
penyelenggaraan pendidikan nasional.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kesejahteraan umat manusia.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 32&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
nilai-nilai budayanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sebagai kekayaan budaya nasional.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB XIV&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;PEREKONOMIAN NASIONAL DAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KESEJAHTERAAN SOSIAL&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 33&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
atas asas kekeluargaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
negara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sebesar-besar kemakmuran rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kemajuan dan kesatuan ekonomi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
nasional.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diatur dalam undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 34&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
oleh negara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
kemanusiaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
layak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
diatur dalam undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB XV&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA,&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;SERTA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;LAGU KEBANGSAAN**)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 35&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 36&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 36A&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Bhinneka Tunggal Ika.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 36B&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 36C&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ketentuan lebih lanjut mengenai Bendera, Bahasa, dan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan diatur dengan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
undang-undang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAB XVI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal 37&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Rakyat apabila diajukan oleh sekurangkurangnya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar,&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Permusyawaratan Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
lima puluh persen ditambah satu anggota dari&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
(5) Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;ATURAN PERALIHAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Segala peraturan perundang-undangan yang ada masih&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
tetap berlaku selama belum diadakan yang baru menurut&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Undang-Undang Dasar ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal II&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Semua lembaga negara yang ada masih tetap berfungsi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
sepanjang untuk melaksanakan ketentuan Undang-Undang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dasar dan belum diadakan yang baru menurut UndangUndang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dasar ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal III&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Mahkamah Konstitusi dibentuk selambat-lambatnya pada 17&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Agustus 2003 dan sebelum dibentuk segala kewenangannya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dilakukan oleh Mahkamah Agung.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;ATURAN TAMBAHAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
peninjauan terhadap materi dan status hukum Ketetapan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pada Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
2003.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pasal II&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Dengan ditetapkannya perubahan Undang-Undang Dasar&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
ini, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Tahun 1945 terdiri atas Pembukaan dan pasal-pasal.&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/2307197597705357570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/undang-undang-dasar-negara-republik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/2307197597705357570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/2307197597705357570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/undang-undang-dasar-negara-republik.html' title='Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Sesudah Amandemen'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYvUSYBJwZiD4uLvxHQQvAa1rwKNbxnWndNc-2ZBSyUuuEVtd_kZbbOs4szXWD218YkjfmtlxFFgNrpS4MICOp5ddKZFnh_O6DrvEKAN_uPfslVA6CkFxfL6nrUeEcMEPeJXNN7EsbEJM/s72-c/garuda+indonesia.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-722971918579829864</id><published>2017-03-20T04:59:00.000-07:00</published><updated>2017-03-20T07:11:22.380-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hukum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mahkamah Konstitusi"/><title type='text'>Prosedur Pendaftaran Permohonan Pekara ke Mahkamah Konstitusi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha2aXCNcJxYsWRjRc_VEr727jxNCPj2_R3d1GFVjEYW7Um9QhVFOBaAvZCmfhg0lQkiIO-D7wTBvuh3Y4n4DLUO2swnTeGd0PEb7OP6iswt9AIgapGqHFZOkVq5IuoAb53TCHS-zkI8es/s1600/garuda+indonesia.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Prosedur Pendaftaran Permohonan Pekara ke Mahkamah Konstitusi&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha2aXCNcJxYsWRjRc_VEr727jxNCPj2_R3d1GFVjEYW7Um9QhVFOBaAvZCmfhg0lQkiIO-D7wTBvuh3Y4n4DLUO2swnTeGd0PEb7OP6iswt9AIgapGqHFZOkVq5IuoAb53TCHS-zkI8es/s1600/garuda+indonesia.png&quot; title=&quot;Prosedur Pendaftaran Permohonan Pekara ke Mahkamah Konstitusi&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Prosedur Pendaftaran Permohonan Pekara ke Mahkamah Konstitusi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pendaftaran Permohonan Langsung :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1JIaE4fcg6_0QqFh0RcmR8yToMCyoA79OWEEHwFUbjBCMlpOLqGUVFNbo_ssTU2c-fTNGdhLUphz6YE7tzSWdyHPerjK0ggCg95HhgBL2-dh5DOUSsiwDV8EuRDs6n2mn6yEuMDqWHB8/s1600/Pendaftaran+Permohonan+Langsung.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pendaftaran Permohonan Langsung Pendaftaran Permohonan Online&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1JIaE4fcg6_0QqFh0RcmR8yToMCyoA79OWEEHwFUbjBCMlpOLqGUVFNbo_ssTU2c-fTNGdhLUphz6YE7tzSWdyHPerjK0ggCg95HhgBL2-dh5DOUSsiwDV8EuRDs6n2mn6yEuMDqWHB8/s320/Pendaftaran+Permohonan+Langsung.png&quot; title=&quot;Pendaftaran Permohonan Langsung Pendaftaran Permohonan Online&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Pemohon datang menghadap pranata peradilan registrasi perkara untuk mendaftarkan permohonan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pranata peradilan registrasi perkara menerima dan mencatat pihak yang mengajukan permohonan dalam buku penerimaan permohonan, selanjutnya pemohon menyerahkan berkas permohonannya sebanyak 12 rangkap.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pranata peradilan perkara memeriksa kelengkapan berkas permohonan sesuai dengan ketentuan pasal 29 dan 31 UU nomor 8 tahun 2011, yang hasilnya dituangkan dalam formulir ceklis dan membuat lembar disposisi selanjutnya disampaikan kepada panitera muda.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berkas diproses oleh internal mahkamah konstitusi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pranata peradilan perkara menerima berkas permohonan yang telah lengkap dan memenuhi syarat. Kemudian mencatat dalam BRPK dan membuat tanda terima permohonan untuk selanjutnya diserahkan kepada pemohon.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selesai&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pendaftaran Permohonan Online&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjF-qnEHkpCV0FTe0vpQiJe6FitvKmieXybyw1jLiQ4fPBZAoZCqetmxoXMA2VAjO5h-cRVJXOdI9lLi-hjOqqQd3NwzTQ4u40zM8qiypJT5R2IOEAeDP5vXEiFxSStUJlN0ejznmhyphenhyphen4Aw/s1600/Pendaftaran+Permohonan+Online.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pendaftaran Permohonan Online&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;290&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjF-qnEHkpCV0FTe0vpQiJe6FitvKmieXybyw1jLiQ4fPBZAoZCqetmxoXMA2VAjO5h-cRVJXOdI9lLi-hjOqqQd3NwzTQ4u40zM8qiypJT5R2IOEAeDP5vXEiFxSStUJlN0ejznmhyphenhyphen4Aw/s320/Pendaftaran+Permohonan+Online.png&quot; title=&quot;Pendaftaran Permohonan Online&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Pemohon atau kuasanya mengajukan permohonan online. Selanjutnya pemohon atau kuasanya mengunjungi halaman Mahkamah Konstitusi : &lt;a href=&quot;http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/&quot;&gt;www.mahkamahkonstitusi.go.id&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemohon atau kuasanya melakukan : registrasi secara online untuk mendapatkan nama identifikasi (username) dan kode akses (password) untuk mengakses sistem informasi manajemen penerimaan permohonan perkara (SIMPEL) secara elektronik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meng-upload softcopy permohonan (syarat permohonan online diatur dalam pasal 8 PMK nomor 18 tahun 2009) ke dalam SIMPEL.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menccetak atau mem-print tanda terima pengajuan permohonan online yang telah tersedia dalam SIMPEL.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permohonan online diterima dalam SIMPEL Mahkamah Konstitusi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pranata peradilan registrasi perkara menerima dan menyampaikan konfirmasi kepada pemohon atau kuasanya dalam 1 hari setelah dokumen permohonan masuk dalam SIMPEL Mahkamah Konstitusi (pasal 9 ayat (1) PMK nomor 18 tahun 2009).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemohon atau kuasanya menjawab konfirmasi dengan menyampaikan secara tertulis kepada kepaniteraan Mahkamah Konstitusi dalam jangka waktu selambat-lambatnya 3 hari sejak permohonan diterima oleh Mahkamah Konstitusi, dengan disertai penyerahan 12 rangkap dokumen asli (hard copy) permohonan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber : Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/722971918579829864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/prosedur-pendaftaran-permohonan-pekara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/722971918579829864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/722971918579829864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/prosedur-pendaftaran-permohonan-pekara.html' title='Prosedur Pendaftaran Permohonan Pekara ke Mahkamah Konstitusi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha2aXCNcJxYsWRjRc_VEr727jxNCPj2_R3d1GFVjEYW7Um9QhVFOBaAvZCmfhg0lQkiIO-D7wTBvuh3Y4n4DLUO2swnTeGd0PEb7OP6iswt9AIgapGqHFZOkVq5IuoAb53TCHS-zkI8es/s72-c/garuda+indonesia.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-4550872037489055254</id><published>2017-03-19T03:35:00.001-07:00</published><updated>2017-05-21T05:34:32.681-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tembang Kenangan"/><title type='text'>Katakan Sejujurnya - Christine Panjaitan</title><content type='html'>&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/38Ux2lmSVfk?rel=0&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;b&gt;Syair/Lirik Lagu&amp;nbsp;Katakan Sejujurnya - Christine Panjaitan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dulu kita tak bertemu&lt;br /&gt;
Takkan pernah ku rasakan artinya rindu&lt;br /&gt;
Kalau kita dulu tak kenalan&lt;br /&gt;
Takkan pernah ku rasakan jatuh cinta&lt;br /&gt;
Kau berikan aku cinta dan semua yang terindah&lt;br /&gt;
Namun hanya sehari saja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katakanlah katakana sejujurnya&lt;br /&gt;
Apa mungkin kita bersatu&lt;br /&gt;
Kalau tak mungkin lagi hujan menyejukan hati kita&lt;br /&gt;
Untuk apa kau dan aku bersatu&lt;br /&gt;
Kalau tak mungkin lagi kita bercerita tentang cinta&lt;br /&gt;
Biarkanlah ku pergi jauh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau memang hatimu tak sayang&lt;br /&gt;
Mengapa dulu kau kirim surat padaku&lt;br /&gt;
Sampul biru bertulis namaku&lt;br /&gt;
Serasa terbang seluruh jiwa ragaku&lt;br /&gt;
Namun apa yang terjadi kau hancurkan semua mimpi&lt;br /&gt;
Yang menyakitkan hati ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katakanlah katakana sejujurnya&lt;br /&gt;
Apa mungkin kita bersatu&lt;br /&gt;
Kalau tak mungkin lagi hujan menyejukan hati kita&lt;br /&gt;
Untuk apa kau dan aku bersatu&lt;br /&gt;
Kalau tak mungkin lagi kita bercerita tentang cinta&lt;br /&gt;
Biarkanlah ku pergi jauh&lt;br /&gt;
Kalau tak mungkin lagi menyanyikan lagu cinta&lt;br /&gt;
Untuk apa aku disini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber video :&amp;nbsp;Memori Indah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/4550872037489055254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/katakan-sejujurnya-christine-panjaitan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/4550872037489055254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/4550872037489055254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/katakan-sejujurnya-christine-panjaitan.html' title='Katakan Sejujurnya - Christine Panjaitan'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/38Ux2lmSVfk/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-9134603122958128209</id><published>2017-03-19T03:22:00.002-07:00</published><updated>2017-05-21T05:35:08.626-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tembang Kenangan"/><title type='text'>Jangan Sakiti Hatinya - Iis Sugianto</title><content type='html'>&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/fddpaqeHZ3w?rel=0&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;b&gt;Syair/Lirik Lagu&amp;nbsp;Jangan Sakiti Hatinya - Iis Sugianto&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masihkah kau ingat, sayang&lt;br /&gt;
Gadis yang pernah kau sayang&lt;br /&gt;
Dia menunggumu sayang cintanya&lt;br /&gt;
Kau berikan dia janji&lt;br /&gt;
Kau berikan dia cinta yang indah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau nyanyikan lagu sayang&lt;br /&gt;
Tentang rembulan yang indah&lt;br /&gt;
Semua lagu-lagu indah darimu&lt;br /&gt;
Kau berikan dia mimpi&lt;br /&gt;
Kau berikan dia senyum yang indah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan jangan kau sakiti hatinya&lt;br /&gt;
Jangan lagi sayang&lt;br /&gt;
Jangan jangan kau hancurkan cintanya&lt;br /&gt;
Jangan lagi sayang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan bunga tak ingin layu&lt;br /&gt;
Sedangkan hujan bernyanyi merdu&lt;br /&gt;
Jangan jangan lagi&lt;br /&gt;
Kau redupkan cinta&lt;br /&gt;
Yang indah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan kau bersedih sayang&lt;br /&gt;
Esok kan berganti sayang&lt;br /&gt;
Masih ada lagi sayang&lt;br /&gt;
Gantinya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau nyanyikan lagu sayang&lt;br /&gt;
Tentang rembulan yang indah&lt;br /&gt;
Semua lagu-lagu indah darimu&lt;br /&gt;
Kau berikan dia mimpi&lt;br /&gt;
Kau berikan dia senyum yang indah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan jangan kau sakiti hatinya&lt;br /&gt;
Jangan lagi sayang&lt;br /&gt;
Jangan jangan kau hancurkan cintanya&lt;br /&gt;
Jangan lagi sayang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan bunga tak ingin layu&lt;br /&gt;
Sedangkan hujan bernyanyi merdu&lt;br /&gt;
Jangan jangan lagi&lt;br /&gt;
Kau redupkan cinta&lt;br /&gt;
Yang indah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber video :&amp;nbsp;Memori Indah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/9134603122958128209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/jangan-sakiti-hatinya-iis-sugianto.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/9134603122958128209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/9134603122958128209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/jangan-sakiti-hatinya-iis-sugianto.html' title='Jangan Sakiti Hatinya - Iis Sugianto'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/fddpaqeHZ3w/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6480353320065140423.post-1338690836007482097</id><published>2017-03-19T03:11:00.002-07:00</published><updated>2017-05-21T05:35:31.566-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tembang Kenangan"/><title type='text'>Seandainya Aku Punya Sayap - Rita Butar-Butar</title><content type='html'>&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/-KZQn4IzeOg?rel=0&quot; width=&quot;450&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;b&gt;Syair/Lirik Lagu&amp;nbsp;Seandainya Aku Punya Sayap - Rita Butar-Butar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seandainya aku punya sayap&lt;br /&gt;
Terbang terbanglah aku&lt;br /&gt;
Ku cari dunia yang lain&lt;br /&gt;
Untuk apa disini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seandainya dapat kau rasakan&lt;br /&gt;
Kejam kejamnya dunia&lt;br /&gt;
Tiada lagi kehadiran&lt;br /&gt;
Untuk apa ku disini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjerit dan menangis&lt;br /&gt;
Pilu dan derita&lt;br /&gt;
Merintih dan berdoa&lt;br /&gt;
Dimanapun berada oh duniaku yang fana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seandainya aku punya sayap&lt;br /&gt;
Terbang terbanglah aku&lt;br /&gt;
Ku cari dunia yang lain&lt;br /&gt;
Untuk apa ku disini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seandainya dapat kau rasakan&lt;br /&gt;
Kejam kejamnya dunia&lt;br /&gt;
Tiada lagi kehadiran&lt;br /&gt;
Untuk apa ku disini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjerit dan menangis&lt;br /&gt;
Pilu dan derita&lt;br /&gt;
Merintih dan berdoa&lt;br /&gt;
Dimanapun berada oh duniaku yang fana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seandainya aku punya sayap&lt;br /&gt;
Terbang terbanglah aku&lt;br /&gt;
Ku cari dunia yang lain&lt;br /&gt;
Untuk apa ku disini&lt;br /&gt;
Ku cari dunia yang lain&lt;br /&gt;
Untuk apa daku disini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber video :&amp;nbsp;Memori Indah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/feeds/1338690836007482097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/seandainya-aku-punya-sayap-rita-butar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/1338690836007482097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/6480353320065140423/posts/default/1338690836007482097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://nanya-mulu.blogspot.com/2017/03/seandainya-aku-punya-sayap-rita-butar.html' title='Seandainya Aku Punya Sayap - Rita Butar-Butar'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02756532880810612025</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/-KZQn4IzeOg/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>