<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Internet Sehat - InternetSehat</title>
	<atom:link href="https://ictwatch.com/internetsehat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ictwatch.com/internetsehat</link>
	<description>Wise While Online, Think Before Posting</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Sep 2014 08:31:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.0.35</generator>
	<item>
		<title>Situs Kami Sudah Pindah Ke&#8230;</title>
		<link>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/09/18/situs-kami-sudah-pindah-ke/</link>
		<comments>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/09/18/situs-kami-sudah-pindah-ke/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2014 08:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Tim Internet Sehat]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[a. Headline]]></category>
		<category><![CDATA[h. Dari Rumah Tebet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ictwatch.com/internetsehat/?p=13188</guid>
		<description><![CDATA[<div id="crp_related"> </div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://internetsehat.id" target="_blank"><img class="aligncenter size-full wp-image-13185" src="http://ictwatch.com/internetsehat/wp-content/uploads/2014/09/banner-pindah.jpg" alt="internetsehat-moved" width="540" height="353" /></a></p>
<div id="crp_related"> </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/09/18/situs-kami-sudah-pindah-ke/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Keluarga Bantu Diagnosis Kelainan Genetik Langka</title>
		<link>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/27/foto-keluarga-bantu-diagnosis-kelainan-genetik-langka/</link>
		<comments>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/27/foto-keluarga-bantu-diagnosis-kelainan-genetik-langka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2014 02:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Tim Internet Sehat]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[a. Headline]]></category>
		<category><![CDATA[d. Kolom Kalam]]></category>
		<category><![CDATA[down syndrome]]></category>
		<category><![CDATA[facial recognition]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ictwatch.com/internetsehat/?p=13172</guid>
		<description><![CDATA[Berkat kemajuan teknologi, foto keluarga kini dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosis kelainan genetik langka yang ada di suatu keluarga tertentu. Dengan demikian, dokter kini bisa memanfaatkan foto keluarga atau album keluarga tersebut untuk melakukan diagnosis terhadap kelainan genetik langka yang diderita salah satu anggota keluarga, misalnya Down Syndrome. Berkat perangkat lunak pengenalan wajah yang baru dikembangkan [...]<div id="crp_related"> </div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://www.extremetech.com/wp-content/uploads/2011/12/facial-recognition-markers-640x353.jpg" alt="extremetech.com" width="540" height="353" /></p>
<p style="text-align: left;">Berkat kemajuan teknologi, foto keluarga kini dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosis kelainan genetik langka yang ada di suatu keluarga tertentu. Dengan demikian, dokter kini bisa memanfaatkan foto keluarga atau album keluarga tersebut untuk melakukan diagnosis terhadap kelainan genetik langka yang diderita salah satu anggota keluarga, misalnya <em>Down Syndrome</em>.</p>
<p>Berkat perangkat lunak pengenalan wajah yang baru dikembangkan memungkinkan komputer untuk menjelajahi foto keluarga untuk kemudian menentukan karakteristik wajah yang terkait dengan kelainan genetik seperti <em>Down Syndrome</em>. Di masa depan, teknologi pengenalan wajah ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi bayi yang lahir dengan gangguan tersebut sehingga memungkinkan mereka untuk diberikan pengobatan dini.</p>
<p>Perangkat lunak yang dikembangkan di Universitas Edinburgh dan Oxford tersebut memanfaatkan  kecerdasan buatan atau <em>artificial intelligence</em> untuk mempelajari aspek wajah seseorang terkait dengan kondisi tertentu. Perangkat lunak tersebut mampu membangun deskripsi struktur wajah dengan mengidentifikasi sudut mata, hidung, mulut dan fitur lain dan membandingkan hasilnya dengan database.</p>
<p>Hal ini dimungkinkan karena sebagian besar gen yang terlibat dalam perkembangan wajah dan tengkorak serupa dengan janin tumbuh di dalam rahim. Peneliti berharap di masa depan dokter akan dapat mengambil foto dengan smartphone pasien dan dan menghasilkan diagnosis hanya dalam beberapa jam. Menurut Peneliti utama Dr. Christopher Nellaker, diagnosis kelainan genetik langka dapat menjadi langkah yang sangat penting dan dapat memberikan pertolongan dan kepastian kepada orang tua terkait konseling genetik terhadap anak lain yang berisiko.</p>
<p><strong>Sumber:</strong> The Telegraph</p>
<p><strong>Sumber Gambar:</strong> <em>extremetech.com</em></p>
<div id="crp_related"> </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/27/foto-keluarga-bantu-diagnosis-kelainan-genetik-langka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagi, Seorang Gadis Bunuh Diri Karena Dihina di Facebook</title>
		<link>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/26/lagi-seorang-gadis-bunuh-diri-karena-dihina-di-facebook/</link>
		<comments>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/26/lagi-seorang-gadis-bunuh-diri-karena-dihina-di-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2014 11:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Tim Internet Sehat]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[a. Headline]]></category>
		<category><![CDATA[e. Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[cyber bullying]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ictwatch.com/internetsehat/?p=13168</guid>
		<description><![CDATA[Penghinaan yang dilakukan pengguna Facebook terhadap pengguna lainnya masih terus memakan korban. Seorang gadis usia remaja di India pada hari Selasa yang lalu memutuskan untuk bunuh diri setelah dirinya mengalami cyber bully oleh temannya di Facebook. Gadis yang masih sekolah di kelas XI di sebuah sekolah menengah top di Kolkata tersebut meninggalkan catatan bunuh diri [...]<div id="crp_related"> </div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://www.stylensound.co.uk/wp-content/uploads/2014/04/stalking3n-1-web.jpg" alt="stylensound.co.uk" width="540" height="350" /></p>
<p style="text-align: left;">Penghinaan yang dilakukan pengguna Facebook terhadap pengguna lainnya masih terus memakan korban. Seorang gadis usia remaja di India pada hari Selasa yang lalu memutuskan untuk bunuh diri setelah dirinya mengalami cyber bully oleh temannya di Facebook. Gadis yang masih sekolah di kelas XI di sebuah sekolah menengah top di Kolkata tersebut meninggalkan catatan bunuh diri sebanyak enam halaman.</p>
<p>Polisi yang menyelidiki kasus ini merasa terguncang. Mereka mengatakan, seandainya remaja perempuan tersebut terlebih dahulu melapor kepada polisi, tentu akhirnya akan berbeda. Namun apa daya, remaja putri tersebut lebih memilih bunuh diri.</p>
<p>Sebab bunuh diri itu ketika ditelusuri oleh polisi adalah karena dihina atau dilecehkan oleh teman yang dikenalnya di Facebook. Sang gadis kenal satu orang pemuda di Facebook berusia 23 tahun beberapa bulan yang lalu. Pemuda ini memiliki dua orang teman lainnya yang turut bersekongkol dalam melakukan pelecehan terhadap remaja perempuan tersebut.</p>
<p>Pertemanan mereka di Facebook cepat menjadi akrab. Namun kemudian keakraban mereka berangsur-angsur berkurang karena remaja perempuan tersebut berubah pikiran karena satu dan lain hal. Remaja perempuan tersebut mulai menjauhi si pemuda. Karena dijauhi, pemuda tersebut ingin melakukan balas dendam dengan cara menyebarkan fitnah.</p>
<p>Dengan bantuan dua orang teman lainnya, pemuda tersebut membuat profil palsu remaja perempuan tersebut. Mereka mengedit foto-fotonya dan kemudian di posting di Facebook lengkap dengan nomor telepon  yang dapat dihubungi. Posting tersebut menyebutkan si remaja perempuan mencari teman (tidur) dan untuk berhubungan (intim).</p>
<p>Tidak perlu waktu lama, masuklah berbagai telepon cabul ke ponsel remaja perempuan tersebut. Ia kemudian menyadari bahwa dirinya telah dijebak. Mungkin karena sedemikian banyaknya panggilan cabul yang masuk ke ponselnya, ia akhirnya memutuskan untuk bunuh diri dengan cara gantung diri. Sebuah akhir yang menyedihkan.</p>
<p><strong>Sumber:</strong> Times of India</p>
<p><strong>Sumber Gambar: </strong><em>stylensound.co.uk</em></p>
<div id="crp_related"> </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/26/lagi-seorang-gadis-bunuh-diri-karena-dihina-di-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Glass dan Smartwatch Bisa Mencuri PIN</title>
		<link>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/26/google-glass-dan-smartwatch-bisa-mencuri-pin/</link>
		<comments>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/26/google-glass-dan-smartwatch-bisa-mencuri-pin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2014 02:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Tim Internet Sehat]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[a. Headline]]></category>
		<category><![CDATA[g. Privasi & Sekuriti]]></category>
		<category><![CDATA[Google Glass]]></category>
		<category><![CDATA[privacy]]></category>
		<category><![CDATA[security]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ictwatch.com/internetsehat/?p=13163</guid>
		<description><![CDATA[PIN yang anda masukkan ketika hendak membuka layar iPad mungkin tidak akan bisa diketahui oleh orang lain dengan cara melirik atau memiringkan kacamata yang dipakainya, tetapi dengan Google Glass atau smartwatch PIN tersebut bisa saja diketahui. Para peneliti di University of Massachusetts Lowell menemukan bahwa mereka bisa menggunakan video dari wearables seperti Google Glass dan Samsung smartwatch [...]<div id="crp_related"> </div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://cnet4.cbsistatic.com/hub/i/r/2013/05/01/1feb4532-67c3-11e3-a665-14feb5ca9861/thumbnail/770x433/5f1b6d0d986cd419a2f72ded80277492/GoogleGlass_35339166_09.jpg" alt="cnet.com" width="540" height="350" /></p>
<p style="text-align: left;">PIN yang anda masukkan ketika hendak membuka layar iPad mungkin tidak akan bisa diketahui oleh orang lain dengan cara melirik atau memiringkan kacamata yang dipakainya, tetapi dengan Google Glass atau <em>smartwatch</em> PIN tersebut bisa saja diketahui.</p>
<p>Para peneliti di University of Massachusetts Lowell menemukan bahwa mereka bisa menggunakan video dari <em>wearables</em> seperti Google Glass dan Samsung smartwatch untuk diam-diam mengambil empat digit kode PIN yang diketikkan ke iPad dari jarak hampir 10 kaki dan ketinggian 150 kaki dengan menggunakan <em>high-def camcorder</em>.</p>
<p>Perangkat lunak mereka menggunakan algoritma pengenalan video yang sudah dikustomisasi bisa melacak bayangan dari gerakan jari, bisa melihat kode PIN bahkan ketika video tidak menangkap gambar pada layar perangkat.</p>
<p>Menurut  Xinwen Fu, seorang profesor ilmu komputer di University Mass Lowell hal ini merupakan peringatan terhadap perangkat Google Glass, smartwatch, dan semua perangkat yang mirip dengan keduanya. Jika seseorang dapat mengambil video ketika anda mengetik PIN pada layar, Anda bisa kehilangan segalanya.</p>
<p>Fu dan mahasiswanya menguji berbagai perangkat <em>video-enabled</em> termasuk Google Glass, iPhone 5, dan Logitech <em>webcam</em> seharga 72 dollar AS. Mereka menggunakan Google Glass untuk melihat empat digit PIN dari jarak tiga meter dengan akurasi 83 persen dan akurasi lebih besar dari 90 persen dengan beberapa koreksi kesalahan manual. Video dari <em>webcam</em> bisa mengungkapkan PIN 92 persen dalam beberapa kali, sedangkan kamera iPhone bisa menangkap PIN dalam setiap kasus. Para peneliti juga menguji Samsung <em>smartwatch</em> beberapa kali dan bisa menangkap PIN sasaran sama seringnya dengan Google Glass.</p>
<p><strong>Sumber:</strong> Wired</p>
<p><strong>Sumber Gambar:</strong> CNet</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="crp_related"> </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/26/google-glass-dan-smartwatch-bisa-mencuri-pin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>80% Software Komputer Pribadi Bajakan</title>
		<link>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/25/80-software-komputer-pribadi-bajakan/</link>
		<comments>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/25/80-software-komputer-pribadi-bajakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2014 11:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Tim Internet Sehat]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[a. Headline]]></category>
		<category><![CDATA[f. Perilaku & Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[pirated software]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ictwatch.com/internetsehat/?p=13160</guid>
		<description><![CDATA[Software bajakan masih menjadi primadona pengguna komputer pribadi di Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh BSA Global Software terbaru ditemukan fakta 80% sofware yang terpasang di komputer-komputer pribadi di Indonesia merupakan software bajakan. Riset tersebut dilakukan sekali dalam dua tahun meliputi 34 negara termasuk Indonesia. Riset yang dilakukan pada tahun 2013 tersebut menunjukkan perbaikan sedikit dalam persentase [...]<div id="crp_related"> </div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://images.solopos.com/2013/06/190613_RHN-BISNIS-01-SOFTWARE-BAJAKAN.jpg" alt="solopos.com" width="540" height="350" /></p>
<p style="text-align: left;">Software bajakan masih menjadi primadona pengguna komputer pribadi di Indonesia. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh BSA Global Software terbaru ditemukan fakta 80% sofware yang terpasang di komputer-komputer pribadi di Indonesia merupakan software bajakan.</p>
<p>Riset tersebut dilakukan sekali dalam dua tahun meliputi 34 negara termasuk Indonesia. Riset yang dilakukan pada tahun 2013 tersebut menunjukkan perbaikan sedikit dalam persentase penggunaan software bajakan di Indonesia, yaitu turun 2% dari riset sebelumnya.</p>
<p>Menurut laporan <em>kontan.co.id</em>, banyak pengguna menggunakan software bajakan dikarenakan mereka tidak mengetahui apa yang dipasang di sistem komputer mereka. Ini artinya, banyak pengguna cenderung membiarkan saja apa yang ada di dalam sistem komputer atau terima jadi.</p>
<p>Bila ditinjau lebih jauh, penurunan 2% dalam dua tahun dalam penggunaan software bajakan bukanlah sebuah prestasi bagus. Banyak diketahui bahwa sofware bajakan merugikan produsen software. Kerugiannya tidak sedikit, yaitu sebesar 1,46 miliar dollar AS atau sekitar 17,3 triliun rupiah.</p>
<p>Hal yang perlu lebih diperhatikan adalah fakta bahwa penggunaan software bajakan secara global justru makin meningkat dari 42% di tahun 2011 menjadi 43% di tahun 2013.</p>
<p>Untuk mengatasi hal ini mungkin tidak hanya cukup melakukan razia sofware, namun lebih kepada edukasi dan penggunaan software alternatif gratis berbasis <em>open source</em> seperti Linux. Sudah seharusnya, penggunaan software berbasis <em>open source</em> lebih diutamakan dan dikampanyekan karena jika pengguna software ini meningkat, otomatis akan mengurangi banyaknya pengguna software bajakan.</p>
<p><strong>Sumber:</strong> Kontan</p>
<p><strong>Sumber Gambar:</strong> <em>solopos.com</em></p>
<div id="crp_related"> </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/25/80-software-komputer-pribadi-bajakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi Koneksi WiFi dengan Orang Asing, Mau?</title>
		<link>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/25/berbagi-koneksi-wifi-dengan-orang-asing-mau/</link>
		<comments>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/25/berbagi-koneksi-wifi-dengan-orang-asing-mau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2014 02:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Tim Internet Sehat]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[a. Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Cyberwise]]></category>
		<category><![CDATA[free wifi]]></category>
		<category><![CDATA[wifi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ictwatch.com/internetsehat/?p=13158</guid>
		<description><![CDATA[Berbagi koneksi Wifi bukan sesuatu yang asing lagi. Kini banyak pengguna smartphone yang membagi koneksinya dengan pengguna lain yang mereka kenal. Demikian juga tempat-tempat nongkrong seperti restoran menyediakan akses internet melalui koneksi Wifi. Namun, siapkah anda berbagi koneksi internet melalui Wifi dengan orang yang sama sekali tidak anda kenal atau orang yang benar-benar asing? Aktivis [...]<div id="crp_related"> </div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://i.cbc.ca/1.1936240.1381377877!/httpImage/image.jpg_gen/derivatives/16x9_620/li-wifi-00557100.jpg" alt="cbc.ca" width="540" height="350" /></p>
<p style="text-align: left;">Berbagi koneksi Wifi bukan sesuatu yang asing lagi. Kini banyak pengguna smartphone yang membagi koneksinya dengan pengguna lain yang mereka kenal. Demikian juga tempat-tempat nongkrong seperti restoran menyediakan akses internet melalui koneksi Wifi. Namun, siapkah anda berbagi koneksi internet melalui Wifi dengan orang yang sama sekali tidak anda kenal atau orang yang benar-benar asing?</p>
<p>Aktivis internet baru-baru ini telah menciptakan sebuah <em>router open source</em> yang memungkinkan berbagi Wi-Fi dengan orang asing untuk membuat web lebih efisien dan meningkatkan keamanan dengan mengakhiri hubungan eksplisit antara aktivitas jaringan dan orang yang membayar tagihan.</p>
<p>The Electronic Frontier Foundation akan mengumumkan perangkat lunak Open Wireless Router di konferensi <em>Hackers on Planet Earth</em> bulan depan. Wireless Router ini telah dirancang untuk bekerja pada merek router tertentu yang belum disebutkan namanya, tetapi jika proyek ini sukses, nantinya akan mencakup dukungan untuk berbagai perangkat.</p>
<p>Setelah diinstal, perangkat lunak akan memungkinkan orang asing melakukan akses ke bagian yang ditentukan oleh pengguna dari koneksi internet. Misalnya, ketika Anda berada di tempat kerja Anda mungkin ingin menyumbangkan 95 persen dari bandwidth yang Anda miliki, tetapi ketika Anda berada di rumah porsi yang bisa disumbangkan tersebut mungkin hanya lima persen. Hal ini akan membuat <em>web</em> lebih efisien karena akan meningkatkan jumlah rata-rata bandwidth yang digunakan pada masing-masing sambungan.</p>
<p>Kelompok pengembang <em>wireless router</em> tersebut berpendapat bahwa pada akhirnya router tersebut akan membuat internet lebih aman dan meningkatkan privasi dengan memutuskan hubungan antara alamat IP dan pengguna. Jika orang asing yang menggunakan koneksi maka akan lebih sulit untuk menentukan siapa yang mengakses apa, membuat pengawasan secara online oleh pemerintah dan organisasi lainnya jauh lebih sulit.</p>
<p>Namun tentu tetap ada risiko karena terkait dengan orang yang benar-benar asing yang bisa memanfaatkan koneksi melalui Wifi tersebut. Bisa saja koneksi tersebut dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan.</p>
<p><strong>Sumber:</strong> The Telegraph</p>
<p><strong>Sumber Gambar: </strong><em>cbc.ca</em></p>
<div id="crp_related"> </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/25/berbagi-koneksi-wifi-dengan-orang-asing-mau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa Kekurangan Teknologi Penterjemahan</title>
		<link>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/24/beberapa-kekurangan-teknologi-penterjemahan/</link>
		<comments>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/24/beberapa-kekurangan-teknologi-penterjemahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2014 11:30:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Tim Internet Sehat]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[a. Headline]]></category>
		<category><![CDATA[b. Berita & Fakta]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[translate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ictwatch.com/internetsehat/?p=13153</guid>
		<description><![CDATA[Zaman serba maju seperti sekarang ini memungkinkan banyak hal yang bisa dikerjakan oleh mesin, termasuk proses penterjemahan naskah dari satu bahasa ke bahasa lain, misalnya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Fungsi teknologi perterjemahan ini tentu saja mempermudah pekerjaan manusia dan membuat hasil terjemahan lebih banyak dibandingkan jika dikerjakan secara manual. Namun demikian, hasil tersebut [...]<div id="crp_related"> </div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://media.gizmodo.co.uk/wp-content/uploads/2013/01/18cyi49rufs01jpg.jpg" alt="gizmodo.co.uk" width="540" height="350" /></p>
<p style="text-align: left;">Zaman serba maju seperti sekarang ini memungkinkan banyak hal yang bisa dikerjakan oleh mesin, termasuk proses penterjemahan naskah dari satu bahasa ke bahasa lain, misalnya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.</p>
<p>Fungsi teknologi perterjemahan ini tentu saja mempermudah pekerjaan manusia dan membuat hasil terjemahan lebih banyak dibandingkan jika dikerjakan secara manual. Namun demikian, hasil tersebut tidak selalu diperoleh, terutama karena teknologi mesin penterjemahan tersebut tidak selalu disukai oleh para penterjemah. Alasannya adalah sebagai berikut.</p>
<p>1. Perubahan Definisi Terjemahan</p>
<p>Mesin terjemahan seperti Google Translate telah merubah pengertian terjemahan yang selama ini dipahami masyarakat. Mesin terjemahan Google Translate ini merupakan sebuah usaha paling baik dan sekaligus paling buruk dalam kehidupan para penterjemah profesional. Paling baik karena bisa membantu, namun di sisi lain masyarakat kini tidak lagi terlalu bergantung kepada penterjemah profesional, cukup dengan mengandalkan mesin. Oleh karenanya pengertian penterjemahan bergeser dari suatu usaha profesional menjadi kerja mesin.</p>
<p>2. Pengembangan Alat Terjemahan Stagnan</p>
<p>Pengembangan alat terjemahan sebagian besar mengalami stagnasi. Antarmuka untuk sebagian besar alat terjemahan hari ini tampak hampir identik dengan antarmuka yang digunakan pada tahun 1996. Dua dekade, hampir tidak ada alat yang tersedia yang memberikan penerjemah secara persis apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda dapatkan.</p>
<p>Hal yang lebih membuat frustrasi adalah fakta bahwa penerjemah harus bekerja di banyak sistem yang berbeda untuk benar-benar mendapatkan file untuk menerjemahkan, melakukan penerjemahan, dan untuk memberikan hasil terjemahan.</p>
<p>3. Penterjemah Profesional Mengutamakan Mutu</p>
<p>Salah satu kekurangan mesin penterjemah seperti Google Translate adalah mutu terjemahan yang belum sebaik penterjemah profesional. Jika anda pernah menterjemahkan suatu naskah tertentu pasti mengetahui masalah ini. Sementara para penterjemah profesional mengutamakan mutu, tidak peduli apakah konsumen butuh atau tidak. Hal ini membuat kualitas naskah terjemahan mesin berada jauh di bawah penterjemah profesional, namun pengguna makin cenderung menggunakan mesin dibandingkan penterjemah profesional.</p>
<p><strong>Sumber: </strong><em>huffingtonpost.com</em></p>
<p><strong>Sumber Gambar:</strong> Gizmodo</p>
<div id="crp_related"> </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/24/beberapa-kekurangan-teknologi-penterjemahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dominasi dot com Habis di Tahun 2020</title>
		<link>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/24/dominasi-dot-com-habis-di-tahun-2020/</link>
		<comments>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/24/dominasi-dot-com-habis-di-tahun-2020/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2014 02:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Tim Internet Sehat]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[a. Headline]]></category>
		<category><![CDATA[b. Berita & Fakta]]></category>
		<category><![CDATA[domain]]></category>
		<category><![CDATA[dot com]]></category>
		<category><![CDATA[dot net]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ictwatch.com/internetsehat/?p=13149</guid>
		<description><![CDATA[Domain dot-com saat ini merupakan 42 persen dari semua alamat web dan telah menjadi pendorong utama untuk pertumbuhan eksponensial dari internet dalam 20 tahun terakhir. Akan tetapi para ahli nama domain memprediksi bahwa dot-com bisa kehilangan dominasi pada tahun 2020 karena munculnya ratusan alamat web online  baru. Internet saat ini sedang mengalami perubahan terbesar dengan menculnya lebih dari 1.000 [...]<div id="crp_related"> </div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/01901/dotcom_1901404b.jpg" alt="telegraph.co.uk" width="540" height="350" /></p>
<p style="text-align: left;">Domain<em> dot-com</em> saat ini merupakan 42 persen dari semua alamat web dan telah menjadi pendorong utama untuk pertumbuhan eksponensial dari internet dalam 20 tahun terakhir. Akan tetapi para ahli nama domain memprediksi bahwa <em>dot-com</em> bisa kehilangan dominasi pada tahun 2020 karena munculnya ratusan alamat web online  baru.</p>
<p>Internet saat ini sedang mengalami perubahan terbesar dengan menculnya lebih dari 1.000 akhiran alamat web baru yang memasuki pasar tahun ini, mulai dari yang berbahasa Arab,<em> dot-sexy, dot-technology</em>  dan<em> dot-single</em>. Akibatnya, web pada tahun 2020 akan menjadi tempat yang sangat berbeda dengan yang kita ketahui dan gunakan saat ini.</p>
<p>Sebelum seluruh proses ini terjadi hanya ada 22 <em>generic top-level domains </em>(gTLD), termasuk yang terkenal seperti<em> dot-com, dot-net </em>dan<em> dot-org</em>. Namun internet dengan cepat kehabisan ruang  yang dapat digunakan dan kapling berharga seperti<em> dot-com </em>menyusut.</p>
<p>Berbagai macam alamat baru yang diluncurkan, termasuk  domain geografis sepert<em>i dot-London, dot-Nyc</em>, dan akhiran internasional menggunakan karakter Cina, Rusia dan Arab, tidak hanya akan membantu untuk mengatasi masalah ini, tetapi juga akan membuat web lebih mudah diakses pengguna di seluruh dunia.</p>
<p>Akibatnya, <em>dot-com</em> dan <em>dot-net</em> dan <em> top-level domain</em> negara seperti <em>dot-co-dot-uk</em> tidak lagi ada karena ketinggalan dan pengguna memilih yang baru sebab lebih deskriptif dan ramah terhadap mesin pencari.</p>
<p>Menurut<em> NetNames&#8217; Internet 2020 report</em>, 92 persen dari perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Jerman berencana untuk berinvestasi dalam nama domain baru selama tiga tahun ke depan dan 46 persen mengatakan mereka sudah mulai berinvestasi dalam hal ini. Meskipun dot-com akan tetap populer, pendaftaran nama domain baru akan secara signifikan menyusul pendaftaran baru dot-com dan dot-net karena kedua domain ini telah menjadi jenuh.</p>
<p>Sumber: The Telegraph</p>
<p>Sumber Gambar:<em> telegraph.co.uk</em></p>
<div id="crp_related"> </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/24/dominasi-dot-com-habis-di-tahun-2020/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akun Bot di Twitter Marak Menjelang Pilpres</title>
		<link>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/23/akun-bot-di-twitter-marak-menjelang-pilpres/</link>
		<comments>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/23/akun-bot-di-twitter-marak-menjelang-pilpres/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2014 11:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Tim Internet Sehat]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[a. Headline]]></category>
		<category><![CDATA[b. Berita & Fakta]]></category>
		<category><![CDATA[akun bot]]></category>
		<category><![CDATA[fake twitter account]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ictwatch.com/internetsehat/?p=13144</guid>
		<description><![CDATA[Kampanye kini tidak lagi dengan cara-cara konvensional seperti pengumpulan massa. Dengan adanya media sosial seperti Twitter, ladang kampanye bertambah dan mungkin hiruk-pikuknya melebihi cara-cara kampanye konvensional. Salah satu faktor yang membuat kampanye di media sosial seperti Twitter marak adalah kemudahan memiliki akun. Selanjutnya tersedianya paket berlangganan dan koneksi internet yang cukup bagus (meskipun tidak kencang) [...]<div id="crp_related"> </div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://www.hurriyetdailynews.com/images/news/201403/n_63826_1.jpg" alt="hurriyetdailynews.com" width="540" height="350" /></p>
<p style="text-align: left;">Kampanye kini tidak lagi dengan cara-cara konvensional seperti pengumpulan massa. Dengan adanya media sosial seperti Twitter, ladang kampanye bertambah dan mungkin hiruk-pikuknya melebihi cara-cara kampanye konvensional.</p>
<p>Salah satu faktor yang membuat kampanye di media sosial seperti Twitter marak adalah kemudahan memiliki akun. Selanjutnya tersedianya paket berlangganan dan koneksi internet yang cukup bagus (meskipun tidak kencang) turut memengaruhi.</p>
<p>Dengan kemudahan tersebut, terutama dalam pembuatan akun, tidak mengherankan munculnya fenomena akun robot. Akun robot atau biasa disebut <em>bot</em> adalah akun palsu yang dikendalikan secara terkomputerisasi untuk melakukan<em> tweet</em>.</p>
<p>Berbeda dengan Facebook yang hanya mengizinkan setiap satu pengguna memiliki satu akun (dengan email yang sama) Twitter membolehkan satu pengguna membuat sekian banyak akun dengan satu email. Hal ini membuat akun bot seperti memiliki peluang legal untuk memiliki eksistensi di Twitter. Selain itu, Twitter membolehkan pembuatan nama palsu yang memungkinkan banyak pengguna membuat akun dengan berbagai nama yang dipalsukan.</p>
<p>Menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden tanggal 9 Juli nanti, akun bot di Twitter semakin marak. Sebagaimana dicatat oleh <em>detik.com</em> jumlah akun bot yang muncul dan berkicau pada tanggal 19 Juni yang lalu sebanyak 27.000 akun. Jumlah ini merupakan rekor tertinggi yang pernah ada sebagaimana dicatat oleh Indeks Digital.</p>
<p>Menurut Direktur Eksekutif Indeks Digital Jimmi Kembaren tugas akun robot atau bot tersebut adalah me-<em>retweet</em>, bahkan juga bisa berkicau menanggapi tweet akun real. Salah satu contoh tweet yang di-<em>retweet</em> oleh akun robot dalam jumlah besar adalah tweet @DennyJA_world pada tanggal 18 Juni. Akun @DennyJA_world diretweet 14 ribu kali dan kemudian 9 ribu kali pada hari berikutnya.</p>
<p>Menurut Jimmi, fenomena akun robot ini sudah sejak lama,  namun akhir-akhir ini jadi semakin masif terutama ketika terkait Pilpres. Akun robot kini juga sulit dibedakan dengan akun real karena juga memiliki foto dan biodata. Jimmi menilai ini cukup memengaruhi opini masyarakat.</p>
<p>Tentu saja, karena keleluasaan dalam membuat akun di Twitter ini membuat keberadaan akun <em>bot</em> menjadi semakin masif. Oleh karena itu, pengguna Twitter harus makin hati-hati untuk melihat fenomena yang ada di Twitter menjelang Pilpres 9 Juli. <em>Trending topic</em> yang terjadi, belum tentu disebabkan oleh banyaknya akun nyata yang melakukan <em>tweet</em>, mungkin saja hal itu disebabkan oleh akun <em>bot</em> yang didesain untuk tujuan tersebut.</p>
<p><strong>Sumber:</strong> detik.com</p>
<p><strong>Sumber Gambar:</strong> <em>hurriyetdailynews.com</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="crp_related"> </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/23/akun-bot-di-twitter-marak-menjelang-pilpres/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Tipe Teman Anda di Facebook</title>
		<link>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/23/4-tipe-teman-anda-di-facebook/</link>
		<comments>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/23/4-tipe-teman-anda-di-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2014 02:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Tim Internet Sehat]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[a. Headline]]></category>
		<category><![CDATA[e. Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ictwatch.com/internetsehat/?p=13142</guid>
		<description><![CDATA[Facebook telah menjadi pelabuhan banyak orang untuk saling berinteraksi satu sama lain. Dengan sistem yang ada di Facebook, satu pengguna dapat berkomunikasi melaui update status dan saling memberikan komentar meskipun pada dasarnya mungkin mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Namun Facebook (dan internet) pada umumnya memungkinkan interaksi tersebut terjadi. Di antara teman Facebook Anda [...]<div id="crp_related"> </div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/01949/facebook-friends_1949650b.jpg" alt="telegraph.co.uk" width="540" height="350" /></p>
<p style="text-align: left;">Facebook telah menjadi pelabuhan banyak orang untuk saling berinteraksi satu sama lain. Dengan sistem yang ada di Facebook, satu pengguna dapat berkomunikasi melaui update status dan saling memberikan komentar meskipun pada dasarnya mungkin mereka tidak saling mengenal satu sama lain. Namun Facebook (dan internet) pada umumnya memungkinkan interaksi tersebut terjadi.</p>
<p>Di antara teman Facebook Anda tersebut ada yang benar-benar anda kenal di dunia nyata dan ada yang hanya dikenal melalui Facebook. Pada dasarnya <em>newsfeed</em> Anda di Facebook diisi oleh dua jenis ini, yaitu orang yang anda kenal secara langsung dan berinteraksi dengan mereka di dunia nyata serta mereka yang hanya anda kenal di Facebook.</p>
<p>Dua kelompok teman yang menghiasi <em>newsfeed</em> tersebut dapat dibagi menjadi 4 tipe yang mungkin sering luput anda perhatikan. Empat tipe teman di Facebook tersebut adalah sebagai berikut.</p>
<p>1. Teman yang Membuat Hidup Mereka Terlihat Lebih Baik daripada yang Sebenarnya</p>
<p>Bisa dikatakan sangat banyak teman anda yang masuk tipe ini. Tipe ini membuat hidup mereka seolah-olah lebih baik daripada kondisi sebenarnya dengan berbagai cara. Melalui jejalan foto di Instagram atau update status sedang berada di suatu tempat atau acara yang mewah atau bahkan bertemu dengan seorang superstar. Padahal kondisi sebenarnya bertolak belakang. Hal ini dimungkinkan karena sebagian pengguna media sosial cenderung memanipulasi kondisi yang ada.</p>
<p>2. Teman yang Menceritakan Soal Pribadi secara Detail</p>
<p>Coba perhatikan di antara teman anda di Facebook ada yang sangat sering bahkan setiap update statusnya bercerita tentang masalah-masalah pribadi yang dialaminya secara detail. Ada yang dalam perang memperebutkan hak asuh terhadap anaknya, ada yang menceritakan pertengkaran dengan pasangan, ada juga yang menceritakan betapa menumpuknya cucian dan pakaian yang harus diseterika.</p>
<p>3. Tertutup di Dunia Nyata, Terbuka di Facebook</p>
<p>Ada di antara teman anda di dunia nyata, apakah itu rekan kerja, kerabat atau bahkan pacar yang canggung atau cenderung tertutup di dunia nyata, namun ketika di Facebook sangat terbuka. Segala sesuatu yang ia ketahui, ia posting di Facebook, entah itu soal film, musik, atau perjalanan liburannya, lengkap dengan detail-detail seperti waktu, hari dan tanggalnya. Ia juga memposting rencana-rencana yang akan dilakukannya untuk beberapa waktu ke depan sehingga anda pun akan heran karena di dunia nyata ia begitu tertutup.</p>
<p>4. Si Penguntit Diam-diam</p>
<p>Ada teman yang mungkin anda pikir tidak pernah <em>login</em> ke Facebook. Ia tidak pernah hadir di <em>newsfeed</em> anda untuk berkomentar atau memberikan LIKE. Gambar profilnya mungkin dirinya sendiri atau foto lain. Anda mengira bahwa ia tidak hadir di Facebook karena memang tidak tampak di <em>newsfeed</em> anda.</p>
<p>Padahal teman jenis ini adalah teman yang paling <em>tuned</em> dengan postingan anda. Ia tahu di restoran mana Anda berada di Sabtu lalu, ia tahu teman-teman anda bahkan apa pun yang anda lakukan. Anda tidak akan menemukan teman jenis ini di <em>newsfeed</em>, tetapi dia melihat Anda. Teman ini adalah apa yang disebut penguntit diam. Dia memiliki akun Facebook semata-mata untuk mengawasi orang lain, tidak untuk berbagi apa-apa tentang dirinya.</p>
<p><strong>Sumber:</strong> diadaptasi dari <em>huffingtonpost.com/tech/</em></p>
<p><strong>Sumber Gambar</strong>: <em>telegraph.co.uk</em></p>
<div id="crp_related"> </div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://ictwatch.com/internetsehat/2014/06/23/4-tipe-teman-anda-di-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
