<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Nofie Iman</title>
	
	<link>http://nofieiman.com</link>
	<description>A notable words of Nofie Iman, a business consultant, majoring at investment and strategic management issues. If you are a looking for business/financial related information, you've come to the right place.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Nov 2009 09:24:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/nofieiman" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>nofieiman</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><feedburner:feedFlare href="http://add.my.yahoo.com/rss?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif">Subscribe with My Yahoo!</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.newsgator.com/ngs/subscriber/subext.aspx?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://www.newsgator.com/images/ngsub1.gif">Subscribe with NewsGator</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://feeds.my.aol.com/add.jsp?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://o.aolcdn.com/favorites.my.aol.com/webmaster/ffclient/webroot/locale/en-US/images/myAOLButtonSmall.gif">Subscribe with My AOL</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.bloglines.com/sub/http://feeds.feedburner.com/nofieiman" src="http://www.bloglines.com/images/sub_modern11.gif">Subscribe with Bloglines</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.netvibes.com/subscribe.php?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://www.netvibes.com/img/add2netvibes.gif">Subscribe with Netvibes</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://fusion.google.com/add?feedurl=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://buttons.googlesyndication.com/fusion/add.gif">Subscribe with Google</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.pageflakes.com/subscribe.aspx?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://www.pageflakes.com/ImageFile.ashx?instanceId=Static_4&amp;fileName=ATP_blu_91x17.gif">Subscribe with Pageflakes</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.live.com/?add=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://tkfiles.storage.msn.com/x1piYkpqHC_35nIp1gLE68-wvzLZO8iXl_JMledmJQXP-XTBOLfmQv4zhj4MhcWEJh_GtoBIiAl1Mjh-ndp9k47If7hTaFno0mxW9_i3p_5qQw">Subscribe with Live.com</feedburner:feedFlare><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Bagaimana Mendapatkan Rp 1 Miliar dalam 3 Hari</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/nofieiman/~3/nh3r6inabRk/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2009/11/bagaimana-mendapatkan-rp-1-miliar-dalam-3-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 09:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investment]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[Saya akan mengajari Anda trik melakukan tipuan yang gampang namun mujarab. Di Inggris, tipuan ini konon dilakukan para bandar kepada para penggemar sepakbola untuk memasang taruhan skor pertandingan. Tapi kali ini akan saya jelaskan aplikasinya untuk dunia investasi karena lebih applicable. It does work, karena orang-orang kebanyakan ketika berurusan dengan uang cenderung bodoh, ignorant, sekaligus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya akan mengajari Anda trik melakukan tipuan yang gampang namun mujarab. Di Inggris, tipuan ini konon dilakukan para bandar kepada para penggemar sepakbola untuk memasang taruhan skor pertandingan. Tapi kali ini akan saya jelaskan aplikasinya untuk dunia investasi karena lebih <em>applicable</em>. <em>It does work</em>, karena orang-orang kebanyakan ketika berurusan dengan uang <span class="highlight">cenderung bodoh, <em>ignorant</em>, sekaligus serakah (<em>greed</em>),</span> sehingga trik ini hampir pasti 100% berhasil.</p>
<p>Pertama, kumpulkan daftar kontak 1,000 orang&#8212;-bisa offline atau online. Anda bisa memanfaatkan buku/direktori telepon, buku alumni, daftar email, Facebook, Twitter, dan masih banyak lagi. Katakan pada mereka bahwa Anda punya informan/orang dalam yang terpercaya, atau katakan bahwa Anda punya metode analisis saham yang sangat canggih, dan Anda tahu 100% seperti apa harga saham X selama 3 hari ke depan.</p>
<p>Yakinkan kepada mereka bahwa mereka mungkin tidak percaya kepada Anda, tapi Anda punya sesuatu yang sangat valid dan tidak dimiliki investor lain. Sebagai pembuktian (<em>free trial</em>), Anda akan menginformasikan pada mereka pergerakan salah satu saham (misalnya saham X) selama 3 hari ke depan secara cuma-cuma.<span id="more-526"></span></p>
<p>Kemudian, bagi 1,000 kontak tersebut jadi dua kelompok (masing-masing 500 orang). Kepada kelompok pertama, Anda mengatakan bahwa saham X besok pagi akan naik. Sementara kepada kelompok kedua, Anda mengatakan bahwa saham X akan turun. Ternyata keesokan harinya saham X naik. Lupakan kelompok kedua. Hubungi lagi kontak Anda di kelompok pertama. Katakan, &#8220;Tuh kan bener metode/informasi saya. Coba kita lihat lagi besok pagi.&#8221;</p>
<p>Bagi kembali kelompok kedua jadi dua (masing-masing 250 orang). Kepada 250 orang pertama, Anda mengatakan bahwa besok saham X akan naik. Sebaliknya, kepada 250 kedua, Anda mengatakan bahwa saham X besok akan turun. Ternyata saham X keesokan harinya turun. Lupakan kontak 250 orang pertama tadi. Hubungi kembali kontak 250 orang Anda yang kedua. Lakukan lagi trik serupa. Bagi 250 orang tadi jadi dua kelompok, masing-masing 125 orang, katakan pada 125 orang pertama bahwa saham X besok akan naik, dan kepada 125 orang lainnya bahwa saham X akan turun.</p>
<p>Kalau ternyata besok saham X turun, maka Anda hanya perlu fokus pada 125 orang terakhir. Mereka akan menganggap Anda seorang &#8220;dewa&#8221; karena mampu menebak harga saham secara tepat selama tiga hari berturut-turut. Dijamin, 125 orang tersebut <span class="highlight">mau melakukan apa saja</span> karena Anda sudah terbukti &#8220;jagoan&#8221; dalam menebak harga saham.</p>
<p>Sekarang tinggal bagaimana Anda &#8220;memanfaatkan&#8221; 125 orang calon korban tersebut. Misalnya, Anda bisa menjual <em>membership</em> situs Anda yang berisikan tebakan terhadap harga saham-saham lainnya dengan iuran keanggotaan misal Rp 1 juta sebulan. Atau, Anda bisa memprospek agar mereka mau &#8220;menitipkan&#8221; investasi misal Rp 10 juta saja kepada Anda untuk Anda kelola. Jadilah kreatif. Gunakan imajinasi Anda.</p>
<p>Kalau Anda ingin mendapatkan tangkapan yang besar, Anda harus melakukan tipuan jangka panjang (<em>long con</em>). Caranya, lakukan tipuan tadi selama 1 minggu atau 2 minggu agar calon korban lebih percaya kepada trik Anda. Ada baiknya Anda mengumpulkan daftar kontak yang lebih besar. Misalnya Anda punya 1 juta kontak, dengan metode tersebut (<em>split half, keep contacting correct leads</em>), selama seminggu Anda akan punya 15 ribu kontak yang percaya kepada Anda.</p>
<p>Makin besar daftar kontak Anda tentu makin besar pula jumlah yang calon korban yang bisa Anda tipu. Anda bisa juga memanfaatkan orang lain supaya bisa menjangkau daftar kontak yang lebih banyak. Gunakan trik-trik persuasif dan buat <em>twists</em> sebagai bumbu jualan. Kalau perlu gunakan metode <em>viral</em>, kepada calon korban Anda, bujuk supaya mereka mau mengajak teman/saudara dengan iming-iming persentase keuntungan.  </p>
<p>Dengan asumsi Anda punya 1,000 kontak dan melakukan tipuan ini selama 3 hari, maka Anda akan punya 125 orang calon korban. Seandainya masing-masing menitipkan Rp 10 juta kepada Anda, maka Anda akan mendapatkan Rp 1,25 miliar. <em>Not a bad idea.</em> Jaman serba susah begini, nggak gampang lho mendapatkan Rp 1,25 miliar dalam 3 hari tanpa perlu susah payah. :)</p>
<p><center>* * *</center></p>
<p><strong>Tulisan di atas bukan untuk mengajari Anda menjadi penipu dan berbuat kriminal.</strong> Sebaliknya, tulisan ini saya buat agar Anda lebih <em>aware</em> terhadap penipuan. Tulisan tersebut terinspirasi dari seorang teman yang nyaris tertipu oleh oknum broker yang berusaha menjual produk investasi bodong dengan metode mirip seperti di atas. Ada baiknya Anda mempelajari logika berpikir seorang penipu karena mereka selalu dua-tiga langkah di depan korbannya.</p>
<p><em>Last but not least</em>, tidak ada cara cepat untuk mendapatkan uang tanpa susah payah. Semua dibangun dengan pondasi kerja keras, semangat, dan perjuangan yang sungguh-sungguh. Tidak ada formula rahasia. Kalau tidak banyak orang yang sukses, bukan karena formulanya yang salah, <span class="highlight">tetapi karena hanya sedikit orang yang punya persistensi semacam itu</span>.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/nofieiman?a=nh3r6inabRk:NwBjDGdY0vs:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/nofieiman?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~4/nh3r6inabRk" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2009/11/bagaimana-mendapatkan-rp-1-miliar-dalam-3-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://nofieiman.com/2009/11/bagaimana-mendapatkan-rp-1-miliar-dalam-3-hari/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bank dan Ekonomi Kapitalis yang Sakit</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/nofieiman/~3/S3N3WhNG0g0/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2009/09/bank-dan-ekonomi-kapitalis-yang-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 16:54:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Economics]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalis]]></category>
		<category><![CDATA[krisis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Let me issue and control a nation&#8217;s money and I care not who writes the laws.&#8221; &#8212;-Mayer Amschel Rothschild
&#8220;I believe that banking institutions are more dangerous to our liberties than standing armies.&#8221; &#8212;-Thomas Jefferson
&#8220;It is well enough that people of the nation do not understand our banking and money system, for if they did, I [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nofieiman.com/wp-content/images/bank-on-fire.jpg" alt="Bank dan Ekonomi Kapitalis yang Sakit" /></p>
<blockquote><p>&#8220;Let me issue and control a nation&#8217;s money and I care not who writes the laws.&#8221; &#8212;-Mayer Amschel Rothschild</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8220;I believe that banking institutions are more dangerous to our liberties than standing armies.&#8221; &#8212;-Thomas Jefferson</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8220;It is well enough that people of the nation do not understand our banking and money system, for if they did, I believe there would be a revolution before tomorrow morning.&#8221; &#8212;-Henry Ford</p></blockquote>
<p>Asal mula bank bisa ditelusur dari Inggris abad pertengahan (900-1000 M) yang waktu itu dikuasai oleh para <em>money changer</em> atau <em>goldsmith</em>. Sederhana saja. Di masa itu, menenteng emas kemana-mana selain tidak aman juga repot. Oleh karena itu pemilik emas menitipkan emasnya kepada <em>goldsmith</em>. Mereka kemudian membuat semacam nota sebagai bukti kepemilikan emas. Lambat laun, proses ini menjadi lebih berkembang. Nota kepemilikan tadi bisa dipindahtangankan sebagai alat tukar tanpa perlu tanda tangan pemiliknya. Inilah yang menjadi cikal bakal uang fiat seperti yang kita kenal sekarang.<span id="more-523"></span></p>
<p>Sayangnya, cuma ada sedikit pemilik emas yang mau menitipkan emasnya. Akibatnya, para <em>goldsmith</em> juga tidak bisa mencetak uang (nota) sebanyak mereka mau karena setiap &#8220;uang&#8221; yang mereka buat harus sebanding dengan deposit emas yang ada. Tapi para <em>goldsmith</em> pun tak kurang akal. Mereka mulai mencetak lebih banyak &#8220;uang&#8221; dari emas yang ada dan meminjamkannya dengan bunga tertentu. <span class="highlight">Inilah cikal bakal sistem yang disebut sebagai <em>fractional reserve banking</em>.</span></p>
<p>Bisnis ini tentu saja sangat menguntungkan. Misalkan <em>goldsmith</em> bersedia membayar bunga 5% terhadap emas yang Anda setor kepada mereka. Di saat yang sama, mereka meminjamkan uang kepada orang lain dengan bunga yang sama, 5% juga, namun dengan jumlah hingga 10 kali dari jumlah emas yang Anda depositkan. Jadi, keuntungan yang mereka dapatkan sebesar 50% dikurangi 5% bunga yang dibayarkan kepada Anda, atau 45%. Tentu saja ini angka yang sangat konservatif. Bagaimana kalau mereka membayar Anda cuma 2-3%, sementara mereka meminta bunga dari orang lain sebesar 8-10%?</p>
<p>Hal ini tak cuma membuat <em>goldsmith</em> mengendalikan peredaran uang, tapi juga mengendalikan perekonomian dan aset yang dimiliki orang-orang. Caranya adalah dengan mengatur jumlah/sirkulasi uang fiat yang beredar. Misalnya, uang yang beredar di masyarakat dibuat berlimpah, namun kemudian dikurangi atau dihentikan tiba-tiba. Akibatnya, ada sejumlah orang yang kesulitan membayar pinjamannya. Dengan cara begini, <em>goldsmith</em> bisa menarik paksa aset yang dimiliki para peminjam yang gagal bayar dengan harga murah.</p>
<p>Pada 3 Agustus 1100, King Henry 1 memerintah Inggris dan mengambil alih kekuasaan <em>money changer/goldsmith</em>. Ia membuat bentuk uang baru yang dinamai <em>tally stick</em>. Sesuai namanya, uang ini berwujud sebatang kayu yang dipoles dan diberi tanda tertentu. Batang kayu ini kemudian dibelah dua dimana satu disimpan oleh raja, sementara potongan lainnya beredar di masyarakat. Rakyat hanya bisa membayar pajak dengan menggunakan <em>tally stick</em>. Cara ini dianggap ideal karena tidak ada bunga dan peredaran uang dikendalikan oleh raja yang tidak bersifat oportunis.</p>
<p>Kita tahu bahwa dalam perekonomian Islam tidak ada istilah bunga. Di Eropa abad pertengahan, riba (<em>usury</em>) juga dianggap kriminal oleh gereja. Biarpun ada sejumlah mata uang jenis baru yang diperkenalkan, <em>tally stick</em> sendiri bertahan hingga 1826. Tapi selama 700 tahun itu bukan berarti sistem uang berbunga juga musnah. Tahun 1642, para <em>money changer</em> berkongsi membayari Oliver Cromwell untuk membuat revolusi di Inggris dan mengembalikan kekuasaan membuat uang kepada para <em>money changer</em> namun gagal. Lalu, 40 tahun kemudian, mereka membiayai invasi William of Orange terhadap Inggris dan berhasil.</p>
<p>Kehabisan uang karena perang, pemerintah Inggris kemudian meminta pinjaman pada para <em>money changer</em>. Sebagai imbalannya, <em>money changer</em> meminta pemerintah untuk menghukum bank swasta lain yang mencetak uang. <em>Money changer</em> kemudian membentuk &#8220;Bank of England&#8221; dengan menyetor modal koin emas senilai £1,25 juta pada pemerintah. Nama tersebut dipilih untuk &#8220;menipu&#8221; publik agar bank tersebut seolah-olah milik pemerintah. Biarpun konon cuma sekitar separonya saja yang disetor, tapi mereka mulai mencetak uang sebanyak mereka mau. Sampai saat ini bahkan <span class="highlight">tidak ada yang tahu siapa investor rahasia di balik Bank of England tersebut.</span></p>
<p>Bank sentral dari waktu ke waktu juga berevolusi. Dari semula mereka meminjamkan kepada individu, kemudian mereka lebih suka meminjamkan uang kepada pemerintah. Alasannya, jumlahnya lebih besar juga lebih aman karena di-<em>backup</em> oleh pajak yang dibayar rakyat kepada pemerintah. Alhasil bank sentral dari waktu ke waktu bertumbuh makin besar. Sebaliknya, utang pemerintah kepada Bank of England yang semula cuma £1,25 juga melonjak jadi £16 juta hanya dalam waktu 4 tahun. Karena jumlah uang beredar begitu besar, lahirlah inflasi yang menyebabkan nilai (<em>value</em>) uang kian surut dari waktu ke waktu.</p>
<p>Akibat dari inflasi, kekayaan seseorang akan terus menyusut dari waktu ke waktu. Mereka kemudian meminjam uang kepada bank demi memenuhi kebutuhannya. Tentu saja, bank bisa seenaknya membatasi peredaran uang yang menyebabkan sejumlah orang gagal bayar dan bangkrut. Bank kemudian menarik aset-aset yang dimiliki orang tersebut. Jelas bahwa inflasi sebenarnya merugikan semua orang, kecuali bank yang bisa mencetak uang. Karena secara teori, mereka bisa <em>create money out of nothing</em>. <span class="highlight">Inilah penyakit yang terus diwariskan hingga saat ini.</span></p>
<p>Bicara soal bank sentral, maka kita tak bisa lepas dari nama Mayer Amschel Rothschild. Tak cuma mendirikan <em>money changer</em> sendiri, ia juga mendidik lima orang anaknya untuk membuat &#8220;bisnis&#8221; serupa. Pengaruh Rothschild tak cuma ada di Inggris, tapi juga di Amerika, Perancis, Jerman, dan sejumlah negara lainnya. JP Morgan adalah salah satu agennya yang kemudian mendirikan bank sendiri. Sejumlah agen Rothschild yang lain mendirikan Bank of International Settlement (BIS) di Swiss. Keluarga Rothschild juga punya pengaruh besar terhadap IMF dan World Bank.</p>
<p>Bankir-bankir tersebut memang punya <em>power</em> yang luar biasa besar. Mereka bisa memaksa pemerintah untuk membuat peraturan yang menguntungkan mereka&#8212;-misalnya Coinage Act dan Sherman Law yang membatasi pembuatan koin, Aldrich Bill dan Glass-Owen Bill tentang legalisasi pencetakan uang, maupun Federal Reserve Act 1913 tentang pendirian Federal Reserve. Konon, bahkan presiden seperti Theodore Roosevelt, Woodrow Wilson, sampai JF Kennnedy &#8220;dibunuh&#8221; karena tidak mau memberikan dukungan pada bankir Federal Reserve. (Note: &#8220;Bankir&#8221; yang saya maksud di sini bukan bankir kelas &#8220;ecek-ecek&#8221; seperti Citigroup, apalagi bankir yang membawa kabur duit nasabah Century.)</p>
<p>Besarnya kekuatan para bankir tersebut juga bisa dilihat dari <em>Black Thursday</em> atau <em>The Great Depression 1929</em>. Milton Friedman, peraih nobel ekonomi, mengatakan bahwa depresi tersebut disebabkan karena Federal Reserve sengaja memangkas peredaran uang menjadi sepertiga dari tahun 1929 hingga 1933. Sejarah juga mencatat jelas bahwa orang-orang besar seperti John Rockefeller, Bernard Baruch, atau JP Morgan sudah lebih dulu menjual sahamnya dan meletakkan aset mereka dalam bentuk kas atau emas sesaat sebelum depresi. Hal yang kurang lebih sama juga terjadi terhadap krisis 1998 maupun resesi keuangan yang terjadi tahun lalu.</p>
<p>Joseph Stiglitz (World Bank) punya formula penyembuhan krisis yang terkenal: privatisasi, liberalisasi pasar modal, pemberlakuan <em>market-based pricing</em>, dan perdagangan bebas. Formula ini memang merugikan banyak pihak, terutama dari negara-negara berkembang di Asia, Amerika Latin, atau Afrika. Tapi tentu saja ada yang diuntungkan dari formula tersebut, yaitu para bankir. Saat ini, cadangan emas terbesar dimiliki oleh IMF&#8212;-jauh lebih besar dari yang dimiliki bank-bank sentral. IMF dan World Bank juga menangguk untung luar biasa besar dari pinjaman yang diberikan kepada negara-negara berkembang, termasuk dari privatisasi sektor-sektor strategis di negara-negara tersebut.</p>
<p>Akibat efek dari sistem uang dengan bunga-berbunga (<em>compounding interest</em>), secara teori, setiap penduduk Amerika punya utang sekitar $80 ribu kepada para bankir tersebut. Milton Friedman mengusulkan sebuah solusi dimana pencetakan uang mustinya dikembalikan kepada pemerintah, semua bentuk utang segera dilunasi, dan pemerintah harus menjaga agar inflasi maupun deflasi tidak terjadi. Efeknya, pajak yang dibayarkan rakyat akan menurun dan mereka tidak lagi terbebani lilitan bunga utang yang menggunung. Masih untung bank sentral di Indonesia dikuasai pemerintah, bukan swasta seperti halnya di Amerika atau di negara-negara lain. Tapi bukan berarti kita 100% aman. Apalagi Bank Indonesia seperti &#8220;negara&#8221; yang punya kekuasaan sendiri.</p>
<p>Lalu, apa yang bisa kita perbuat sekarang? <span class="highlight">Jujur saja, tidak banyak.</span> :)</p>
<p>Tapi yang pasti, usahakan untuk menghindari utang, apapun bentuknya, apalagi utang yang tidak bersifat produktif dan berbunga tinggi. Hiduplah sederhana dan bersahaja, dengan <em>living standard</em> yang wajar. Kalau Anda punya kekayaan berlebih, pertimbangkan untuk diversifikasi dalam bentuk lain seperti logam mulia atau properti. Pertimbangkan juga menyimpan aset dalam mata uang lain, selain Rupiah atau Dollar. Tapi yang juga tak kalah penting adalah <em>educate yourself, educate your family, educate your friends</em>. Kita semua perlu membangun <em>society</em> yang paham bagaimana uang itu dibentuk, bagaimana manipulasi sistem ekonomi ini terjadi, dan bagaimana jalan keluar atas persoalan ini.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/nofieiman?a=S3N3WhNG0g0:ehGJNGsI6Os:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/nofieiman?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~4/S3N3WhNG0g0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2009/09/bank-dan-ekonomi-kapitalis-yang-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://nofieiman.com/2009/09/bank-dan-ekonomi-kapitalis-yang-sakit/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Malaysia Mengklaim (Lagi) Budaya Indonesia</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/nofieiman/~3/YbAFYCFdK3Q/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2009/08/malaysia-mengklaim-lagi-budaya-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 17:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[klaim]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=516</guid>
		<description><![CDATA[
Entah sudah berapa banyak produk budaya dan kesenian negeri ini yang diklaim oleh negara lain, terutama Malaysia. Sebut saja Reog Ponorogo, kain batik, angklung, rendang, Rasa Sayange, hingga terakhir, Tari Pendet yang jelas-jelas milik rakyat Bali. Untungnya baru saja Norman Abdul Halim, produser film dokumenter Malaysia, meminta maaf atas klaim batik dan tari pendet serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/chenxiao/3103636317/"><img src="http://nofieiman.com/wp-content/images/tari-pendet.jpg" alt="Tari Pendet" /></a></p>
<p>Entah sudah berapa banyak produk budaya dan kesenian negeri ini yang diklaim oleh negara lain, terutama Malaysia. Sebut saja Reog Ponorogo, kain batik, angklung, rendang, Rasa Sayange, hingga terakhir, Tari Pendet yang jelas-jelas milik rakyat Bali. Untungnya baru saja Norman Abdul Halim, produser film dokumenter Malaysia, meminta maaf atas klaim batik dan tari pendet serta menghentikan iklan <em>Enigmatic Malaysia</em> di <em>Discovery Chanel</em>.</p>
<p>Menurut saya, hal ini sebenarnya bisa &#8220;dimaklumi&#8221; mengingat penduduk Malaysia dulunya adalah orang Indonesia yang kemudian terpisahkan karena imperialisme. Jadi &#8220;wajar&#8221; bila budaya Indonesia diamalkan di Malaysia dan diturunkan ke generasi mereka selanjutnya. Yang jadi masalah adalah ketika budaya tersebut tidak di-<em>acknowledge</em> dengan jelas sebagai budaya milik Indonesia. Kedua, budaya tersebut dimanfaatkan hanya untuk kepentingan intern Malaysia. Ini tentu tidak bisa dibenarkan.<span id="more-516"></span></p>
<p>Dilihat dari sejarahnya, selepas masa Soekarno, hubungan Indonesia-Malaysia sebenarnya relatif mesra. Malaysia juga sangat menyadari bahwa mereka membutuhkan Indonesia. Namun sejak Mahathir Mohamad mencanangkan slogan &#8220;<em>Malaysia boleh</em>&#8220;, orang-orang Malaysia kemudian menjadi lebih eksklusif dan tidak mau lagi &#8220;disamakan&#8221; sebagai rumpun Melayu/Indonesia. Satu-dua kasus, orang-orang Indonesia di Malaysia pernah membuat masalah, namun hal ini terlalu dibesar-besarkan. Akibatnya, orang Indonesia kemudian dicap inferior, sampai muncul istilah ejekan &#8220;<em>indon</em>&#8220;.</p>
<p>Media juga sebenarnya berperan dalam membuat urusan bertetangga ini menjadi kian memanas. Tengok kasus pulau Sipadan-Ligitan. Walaupun dalam sengketa, berdasarkan Undang-undang, kedua pulau itu bukan milik Indonesia&#8212;-kendati Indonesia akan diuntungkan seandainya kedua pulau tersebut jatuh ke tangan Indonesia. Namun yang terjadi, media menulis seolah-olah kedua pulau tersebut hilang dari genggaman kita. Tentu saja hal ini menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat.</p>
<p>Apapun itu, harusnya kasus semacam ini bisa menjadi peringatan. Bangsa ini sepertinya kurang bersyukur. Sudah diberi Tuhan 17 ribu pulau lebih, namun sampai sekarang masih banyak yang belum dinamai. Kita punya begitu banyak kesenian dan tarian yang mempesona, namun tak banyak dari kita yang mau mempelajari dan melestarikan. Papan-papan penunjuk jalan di Jogja banyak yang dituliskan dalam aksara Jawa, tapi berapa banyak anak muda sekarang yang bisa membaca &#8220;<em>hanacaraka</em>&#8221; itu?</p>
<p>Pemerintah sudah tentu harus bertindak cepat, tegas, namun juga <em>smart</em>. Berbagai produk kesenian dan budaya kita musti didata dan didaftarkan hak miliknya agar tak perlu lagi kecolongan di kemudian hari. Kedua, kita juga tidak boleh kalah dalam memasarkan Indonesia di luar negeri. Harapannya, tentu saja agar orang asing lebih &#8220;<em>nyantol</em>&#8221; dengan tarian, masakan, maupun produk budaya kita lainnya. Kalau tarian ini, atau kesenian itu, sudah dikenal orang asing, maka sulit bagi bangsa lain untuk mengklaim budaya tersebut sebagai miliknya. Pemerintah juga tidak boleh merasa inferior, karena sesungguhnya <span class="highlight">bukan kita yang membutuhkan bangsa lain melainkan bangsa lain yang membutuhkan Indonesia</span>.</p>
<p>Untungnya, kasus-kasus pencurian budaya semacam ini juga memberikan <em>blessing in disguise</em> buat kita. Sejak batik diklaim negara sebelah, sekarang banyak instansi yang mewajibkan penggunaan seragam batik di hari-hari tertentu. Anak muda pun tak lagi canggung mengenakan batik karena desain dan motifnya terus berkembang menyesuaikan jaman. Teman-teman di luar negeri pun kian bersemangat dalam mempromosikan budaya Indonesia kepada orang asing. Banyak orang Indonesia yang sebelumnya cuek dengan budaya Indonesia, kini menjadi lebih peduli terhadap nasionalisme dan identitas bangsa ini.</p>
<p>Saya sendiri bangga dan bahagia menjadi bangsa Indonesia. Negeri ini memang masih jauh dari ideal. Namun perjalanan bangsa ini sudah menorehkan sejarah panjang. Kita memperjuangkan sendiri kemerdekaan kita. Beragam suku dan golongan berhasil disatukan dengan susah payah. Seperti kata Hillary Clinton, Indonesia adalah model dunia masa depan, dimana demokrasi, modernitas, dan Islam berada dalam satu wadah yang harmonis. Kita memang masih berkutat soal korupsi, pengangguran, kemiskinan, dan keamanan. Tapi negeri ini punya potensi untuk menjadi besar dan <em>superpower</em> di masa depan. <span class="highlight">Dan banyak bangsa yang iri denggan potensi yang kita punya</span>.</p>
<p>Sebagai catatan dan renungan akhir, jangan sampai kasus semacam ini justru menjadi maling teriak maling. Kita mengeluh negara lain membajak kekayaan negeri ini. Sementara di sisi lain kita lupa bahwa pembajakan di negeri ini sebenarnya masih cukup tinggi. Jangankan produk <em>software</em> atau musik luar negeri, karya bangsa sendiri saja masih sering dibajak. Bukankah itu juga sesuatu yang cukup memalukan? Ingat bahwa Indonesia adalah bangsa yang bermartabat dan berwibawa.</p>
<p>Merdeka!</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/nofieiman?a=YbAFYCFdK3Q:L8qKF0KvCXI:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/nofieiman?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~4/YbAFYCFdK3Q" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2009/08/malaysia-mengklaim-lagi-budaya-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://nofieiman.com/2009/08/malaysia-mengklaim-lagi-budaya-indonesia/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>The Economics of Cristiano Ronaldo</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/nofieiman/~3/Dc68nd0G8Ig/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2009/06/the-economics-of-cristiano-ronaldo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 23:17:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[bola]]></category>
		<category><![CDATA[pemain]]></category>
		<category><![CDATA[sepak]]></category>
		<category><![CDATA[transfer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[
Jual beli pemain bola mirip-mirip dengan jual beli saham. Membeli pemain di peak performance bisa dibilang bad timing, sama seperti membeli saham di harga tertingginya. Membeli pemain di puncak permainannya memang bisa jadi pisau bermata dua. Di satu sisi, ia mungkin bisa berpotensi mendongkrak prestasi klub barunya. Tapi di sisi lain, ia pasti dibanderol dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nofieiman.com/wp-content/images/ronaldo-madrid.jpg" alt="The Economics of Cristiano Ronaldo" /></p>
<p><span class="highlight">Jual beli pemain bola mirip-mirip dengan jual beli saham.</span> Membeli pemain di <em>peak performance</em> bisa dibilang <em>bad timing</em>, sama seperti membeli saham di harga tertingginya. Membeli pemain di puncak permainannya memang bisa jadi pisau bermata dua. Di satu sisi, ia mungkin bisa berpotensi mendongkrak prestasi klub barunya. Tapi di sisi lain, ia pasti dibanderol dengan harga premium melebihi harga wajarnya.</p>
<p>Setelah mendapatkan Kaka seharga £56 juta kini Madrid menggaet Ronaldo di harga £80 juta. Jumlah yang sebenarnya luar biasa fantastis, sekalipun untuk seorang pemain top kelas dunia. Pembelian ini konon memberikan keuntungan bersih sekitar £67,5 bagi Glazer family, pemilik Manchester United. Untuk ukuran sebuah klub sepakbola&#8212;-apalagi di jaman krisis seperti sekarang&#8212;-angka tersebut tentu saja luar biasa.</p>
<p>Menurut penelitian Stefan Szymanski (Cass Business School, London), korelasi antara transfer pemain dengan peringkat klub di liga sebenarnya hanya sekitar 16% saja. Sebaliknya, pengeluaran untuk membayar gaji korelasinya cukup signfikan, sekitar 92%. Makin tinggi klub berani membayar pemainnya, biasanya makin tinggi pula peringkatnya di liga. Namun, berapa besar jumlah yang dibayarkan dalam bentuk <em>transfer fee</em> rasanya tidak terlalu memberikan kontribusi signifikan.<span id="more-509"></span></p>
<p>Sayangnya para manajer dan pemilik klub rasanya <span class="highlight">jarang membaca jurnal dan riset ilmiah semacam ini.</span> :)</p>
<p>Jujur saja, saya fans Real Madrid sejak sekitar tahun 1996&#8212;-bukan seperti kebanyakan orang yang baru kenal Madrid di era Galacticos. Di musim 1996 itu Madrid masih diperkuat Santiago Canizares, Fernando Hierro, Manuel Sanchis, Fernando Redondo, Ivan Zamorano, disusul kemudian masuknya Roberto Carlos, Clarence Seedorf, dan duo Predrag Mijatovic-Davor Suker. Di masa itu, Guti dan Raul Gonzales masih sama-sama debutan.</p>
<p>Tapi sepanjang yang saya tahu, <span class="highlight">sejarah Real Madrid memang selalu unik</span>. Selain punya prestasi segudang, Madrid juga punya rekor panjang dalam hal pembelian pemain yang memecahkan rekor transfer. Tak sedikit transfer pemain yang dilakukan secara cukup kontroversial, seperti Luis Figo yang dicomot dari Barcelona atau David Beckham dan Kaka yang sebelumnya dianggap banyak orang &#8220;<em>untouchable</em>&#8221; di klub masing-masing. Selain itu, baik pemain maupun pelatih sama-sama punya <em>turnover</em> tinggi di Madrid.</p>
<p>Tetap saja, Real Madrid tidak pernah kapok membeli pemain dengan harga premium. Nampaknya, Madrid selalu punya cara untuk meng-<em>cover</em> pembelian itu&#8212;-entah dari kontrak hak siar, penjualan <em>merchandise</em>, atau pertandingan persahabatan. Dampak negatifnya, pemain binaan akademi sendiri seolah jadi anak tiri. Sebut saja Roberto Soldado atau Juan Manuel Mata yang malah berkembang (dan berlipat ganda harganya) di klub lain. Akibatnya, setelah era Raul dan Casillas, tidak ada lagi <em>icon</em> Madrid yang bisa dibanggakan.</p>
<p>Memang benar bahwa <span class="highlight">pasar transfer pemain bola bisa dibilang irasional</span>. Di pasar ini, tujuan jual-beli pemain tidak selalu untuk <em>profit maximization</em>. Bisnis pada umumnya biasanya selalu sengit dalam kompetisi. Kesalahan setitik saja bisa berujung kebangkrutan. Tapi bisnis sepakbola berbeda. Kerugian atau kesalahan fatal pun jarang berujung pada kebangkrutan, merjer, atau akuisisi oleh klub lain. Sekalipun mereka punya rasio utang yang tinggi, rasanya tak ada yang perlu dikuatirkan.</p>
<p>Irasionalitas lain biasanya juga nampak pada posisi pemain yang dijualbelikan. Penyerang dan pemain tengah lazimnya dihargai jauh lebih mahal daripada penjaga gawang dan pemain bertahan&#8212;-walaupun baik penyerang dan penjaga gawang memegang peranan sama pentingnya. Selain itu, pemain dari negara sepakbola (seperti Brazil, Argentina, Italia, Spanyol, Portugal) cenderung dihargai lebih mahal daripada pemain dari negara &#8220;asing&#8221; seperti Mesir atau Albania misalnya.</p>
<p>Betapapun, Madrid adalah klub dengan bentuk demokrasi populis yang unik. Real Madrid dimiliki oleh sekitar 70 ribu <em>socios</em>, bukan oleh pemegang saham. Florentino Perez dipilih oleh mereka dan sudah tentu pembelian Kaka dan Ronaldo adalah cara untuk menjawab amanah mereka. Tentu &#8220;wajar&#8221; kalau pembelian pemain seringkali tidak masuk di akal. Siapapun presidennya, apapun akan dilakukan demi memuaskan fans, sponsor, dan media setempat. Padahal Perez tentu masih ingat bahwa Galacticos bentukannya di era 2003-2006 tidak banyak memberi prestasi.</p>
<p>Tapi itulah Real Madrid. Mereka tak melulu mengejar uang. Ada kebanggaan, gengsi, dan prestise yang seringkali harus dinomorsatukan. Madrid tahu bahwa <em>brand</em> mereka terlalu kuat untuk bangkrut begitu saja. Madrid selalu punya cara untuk mengembalikan <em>return on investment</em> mereka. Inilah yang mungkin menjelaskan mengapa uang £80 juta sekalipun dianggap lumrah hanya untuk seorang pemain. <span class="highlight">Inilah <em>the economics of Cristiano Ronaldo</em>.</span></p>
<p>Sementara untuk Manchester United, ada &#8220;teori&#8221; yang mengatakan bahwa pemain yang cemerlang lalu meninggalkan Theatre of Dreams tidak akan pernah bisa mendapatkan kesuksesannya kembali. Sebut saja George Best, Lee Sharpe, Jaap Stam, Andrei Kanchelskis, bahkan David Beckham sekalipun. Best, Kanchelskis, Beckham&#8212;-dan sekarang Ronaldo&#8212;-bahkan sama-sama menggunakan nomor punggung &#8220;keramat&#8221; 7. Menarik untuk ditunggu siapa incaran Ferguson untuk mengganti CR7. Tapi yang juga tak kalah seru adalah menyimak bagaimana dua matahari terbit di Bernabeu nanti.</p>
<p><em>Hala Madrid!</em></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/nofieiman?a=Dc68nd0G8Ig:xhTDNSW5gjs:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/nofieiman?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~4/Dc68nd0G8Ig" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2009/06/the-economics-of-cristiano-ronaldo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://nofieiman.com/2009/06/the-economics-of-cristiano-ronaldo/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Narsis 2.0</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/nofieiman/~3/yjMDsIgPLsA/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2009/04/narsis-20/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 15:49:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[narsis]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin Anda sudah tahu. Dalam mitologi Yunani kuno, konon seorang pemuda bernama Narcissus sedang berjalan-jalan menyusuri danau. Suatu saat ia membungkuk di tepi danau hendak meminum sedikit airnya. Narcissus baru sadar betapa tampan dirinya dari bayangan yang tercermin di atas permukaan danau dan jatuh cinta pada bayangannya sendiri. Ia mencoba mengulurkan tangannya dan hendak mencium [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin Anda sudah tahu. Dalam mitologi Yunani kuno, konon seorang pemuda bernama Narcissus sedang berjalan-jalan menyusuri danau. Suatu saat ia membungkuk di tepi danau hendak meminum sedikit airnya. Narcissus baru sadar betapa tampan dirinya dari bayangan yang tercermin di atas permukaan danau dan jatuh cinta pada bayangannya sendiri. Ia mencoba mengulurkan tangannya dan hendak mencium bayangannya sendiri. Sayangnya, Narcissus kemudian tergelincir dan mati tenggelam. Para dewa mereinkarnasi jasadnya menjadi bunga yang dinamai bunga narcissus.</p>
<p><span class="highlight">Agak sulit menebak kapan pertama kali gelombang narsis 2.0 menyerbu dunia maya di Indonesia.</span> Sejak kali pertama blog menjadi populer di Indonesia, gelagatnya memang sudah terlihat. Orang-orang ngeblog hanya untuk menunjukkan bahwa dirinya eksis di dunia maya&#8212;-atau lebih parah lagi, biar nongol kalau kita <em>googling</em> namanya. Tapi gelombang yang agak santer mungkin terjadi ketika Friendster menjadi sangat ngetren ditunjang dengan murahnya ponsel-ponsel berkamera VGA.<span id="more-507"></span></p>
<p>Bisa ditebak, semua jadi berlomba-lomba mengoptimalkan jumlah foto di Friendster. Foto dilakukan di mana saja demi kejar setoran. Posenya juga benar-benar <em>gak nahan</em>&#8212;-dengan gaya diimut-imutkan, didekatkan kamera dengan <em>angle</em> yang tinggi, sudut bibir sedikit dimonyongkan, dan mata disipitkan agar mirip artis Jepang. Kalau kurang, Photoshop bisa dikerahkan untuk memanipulasi foto, terutama untuk menyembunyikan jerawat dan tanda lahir yang tidak diinginkan.</p>
<p>Friendster mendadak jadi aneh. Kosakata baru seperti &#8220;akyu&#8221;, &#8220;luthu&#8221;, &#8220;kamuwh&#8221; mendadak jadi populer. Friendster sontak penuh dengan <em>glitter</em> dan <em>blip</em> animasi yang menyolok mata. Profil ditulis dengan kombinasi huruf kapital dan huruf kecil yang menyusahkan pembacanya. Jumlah teman dan testimonial sudah menjadi indikator populer tidaknya seseorang. Inilah mengapa akhirnya saya menutup Friendster sejak sekitar setahun lalu.</p>
<p><span class="highlight">Kini, penderita <em>narcissistic personality disorder</em> (NPD) nampaknya justru kian akut.</span> Kehadiran Facebook (dan microblogging seperti Twitter dan Plurk) agaknya membuat narsisme kian populer. Banyak anak sekolah merengek minta dibelikan Blackberry dengan alasan untuk menunjang tugas&#8212;-padahal hanya untuk <em>update</em> status atau chatting dengan teman di jam pelajaran. Mejeng di kafe dan mall menjadi rutinitas wajib dengan &#8220;sengaja&#8221; menonjolkan Blackberry. Walhasil, ponsel berfitur canggih itu hanya digunakan sepersekian dari kemampuan maksimalnya.</p>
<p>Dulu, bermain laptop cuma menjadi <em>privilege</em> para eksekutif muda. Tapi sekarang, banyak anak muda yang pamer laptop di <em>coffee shop</em>. Masa bodoh dengan spesifikasi, chipset, dan semacamnya. Kalau perlu beli Apple yang lebih cute dan seksi&#8212;-walaupun tak tahu bagaimana mendayagunakan MacOS. Hotspot gratisan menjadi target utama demi mengakses Facebook atau bermain game online. Kalau perlu, pesan minum satu tapi buat barengan dan pura-pura cuek nongkrong berjam-jam.</p>
<p>Kamera SLR, yang dulunya cuma dipakai para profesional, kini menjadi kamera sejuta umat. Dengan dalih hobi dan meningkatkan kreatifitas, kamera canggih ini malah cuma jadi senjata untuk menambah foto-foto narsis dengan resolusi tinggi. Kamera yang setidaknya dibanderol Rp 7-15 juta menjadi tidak optimal karena setting yang dipakai hanya default/auto. Album di Facebook penuh dengan foto diri sendiri. Yang lebih parah, setiap teman di-tag di foto-foto tersebut.</p>
<p>Facebook memang fenomena. Ia bisa membuat penggunanya seolah wartawan infotainment yang selalu memburu informasi tentang dapur orang lain. Ia membuat penggunanya sibuk memelototi status orang lain, memberi komentar, atau bergantian menulis di wall orang lain. Sama seperti yang terjadi di Friendster, <a href="http://www.indosat.com/Indosat_Program/Indosat_Program/Indosat_FansBerry">makin gaul di Facebook berarti makin eksis</a>. Hari ini add 100 orang, besok 200, minggu depan 1000 orang&#8212;-padahal yang benar-benar dikenal cuma 50an saja. Menulis notes di Facebook menjadi wajib, walaupun cuma asal comot dari tulisan/blog orang lain.</p>
<p>Bisa disimpulkan bahwa <span class="highlight"><em>we have trained our selves and our communities to be narcissistic</em></span>. Memang benar, Freud pernah mengatakan bahwa narsis &#8220;<em>is an essential part of all of us from birth</em>.&#8221; Manusia, <em>by its nature</em>, memang punya hasrat ingin dicintai, dihormati, dan dipuji. Namun segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak bisa dibenarkan. Apalagi kalau ujung-ujungnya justru membuat kita sombong dan cenderung menganggap remeh orang lain.</p>
<p>Dalam mitosnya, ketampanan Narcissus sampai membuat orang mempertanyakan umurnya kepada peramal Tiresias. Kata Tiresias, &#8220;Narcissus bisa hidup lama, kecuali jika dia belajar mengetahui dirinya sendiri.&#8221; <span class="highlight">Jadi, jangan terlalu narsis deh, kalau kita ingin berumur panjang.</span> :)</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/nofieiman?a=yjMDsIgPLsA:eWdG4shs7I0:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/nofieiman?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~4/yjMDsIgPLsA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2009/04/narsis-20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://nofieiman.com/2009/04/narsis-20/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
