<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4245083402433679442</id><updated>2024-12-18T19:22:41.975-08:00</updated><category term="Hot News"/><category term="Aqidah Dan Tauhid"/><category term="Indahnya Islam"/><category term="My Product"/><category term="Kepribadian Islam"/><category term="Link Rujukan"/><category term="Bengkel Hati"/><category term="Kesehatan"/><category term="Tuntunan Ibadah"/><category term="Dunia Hari Ini"/><category term="Kisah-Kisah Terbaik"/><category term="Profil Saya"/><category term="Untukmu Ukti Muslimah"/><title type='text'>Permana Yusuf&#39;s Blog</title><subtitle type='html'>&quot; Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga.&quot; (HR Ahmad, dll)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://permanayusuf.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4245083402433679442/posts/default?max-results=3&amp;redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permanayusuf.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4245083402433679442/posts/default?start-index=4&amp;max-results=3&amp;redirect=false'/><author><name>Yusuf Permana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13401121261512519574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjy0-aKVRar4IhuHUdlrJOpfFvvjaUMn9f5K33O3Fj5qJpLW4A3HAQHN3BmKczvISkOV6avjqDVuyOsg8btsS9C0rj9X7PYo8DlklHEQWbdKpRLeTR-GPoWMDEI5SWXJg/s220/164552_101702063239946_100002004576993_9630_7221583_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>73</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>3</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4245083402433679442.post-7972328522657503701</id><published>2011-04-11T19:06:00.000-07:00</published><updated>2011-04-11T19:07:28.196-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bengkel Hati"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hot News"/><title type='text'>Bermekarlah Kuncup-kuncup Bunga Keimanan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;color: blue; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioSu25rzN5YWK6ve4Z4WPQwJTlHTGJX4eZpb1pXAz_d0dCksorBrE1VAkkcB1w3yNDHoGv_q8Ub5shprPrg_4-opSVvRBZJxncnpaoCzU_KiAwpoZYbW-FZYs9L89lCCDsmmZmCbzliQ9L/s1600/1294198818.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioSu25rzN5YWK6ve4Z4WPQwJTlHTGJX4eZpb1pXAz_d0dCksorBrE1VAkkcB1w3yNDHoGv_q8Ub5shprPrg_4-opSVvRBZJxncnpaoCzU_KiAwpoZYbW-FZYs9L89lCCDsmmZmCbzliQ9L/s1600/1294198818.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dengan  bismillah mesra, kami semburkan tinta ini untuk hati yang tengah gundah  dan gulana. Semoga Alloh meridhoi dan menjadikan kami dan anda sebagai  orang yang ikhlas dalam beramal. Pula, semoga dengan hitam diatas putih  ini adalah saksi agar kami dapat menatap wajah-Nya kelak di Surga,  sebuah negeri penuh cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabat, &amp;nbsp;begitu sering  kegalauan jiwa menginangi hati. Jadilah hati itu gundah. Gelisah pun  secara perlahan mendominasi hingga pikiran jernih tak lagi diraih. Telah  tiba musim jenuh yang memalaskan raga untuk peragakan amal shalih,  mendiamkan hati agar tak terpaut dengan Allah, dan membisukan lisan agar  tak semburatkan sejuta kebaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapankah datang musim semi yang menghadiahkan pucuk-pucuk keimanan bagi dahan jiwa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapankah bertandang musim hujan yang menunaskan rumput-rumput ketakwaan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenanglah  sahabat. Kepadamu, dari sudut beranda kalbu, kami bisikkan semilir  untaian kata bahwa hanya karena Alloh lah kami mencintaimu. Sehingga tak  pelak kami goreskan tinta ini untuk kami dan untukmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pun  kiranya tak perlu banyak kata untuk membuatmu menjauhi tulisan ini, dan  tak perlu pula sajak bintang berirama indah untuk membuatmu punah dari  gundah. Tapi di tulisan ini, kami berharap ada banyak rasa yang akan  membuatmu jadi permatanya. Maka tetaplah disini. Buka mata dan hati.  Tersenyumlah, karena senyummu adalah begitu indah sejukkan hati.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;photo photo_none&quot;&gt;&lt;div class=&quot;photo_img&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;-&lt;strong&gt;--000----000---&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Sahabat,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“Salah  satu di antara tujuh golongan orang yang akan diberi naungan Allah pada  hari kiamat adalah; seorang yang mengingat Allah lantas kedua matanya  pun mengalirkan air mata.” &lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;[1].&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana  mungkin hati bisa tersentuh dan mata membulirkan air yang menandakan  sejuknya keimanan sementara saat ini hati kita tengah mati?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh  kita adalah orang-orang yang menzhalimi diri sendiri dengan kemaksiatan  yang kita lakukan. Mata kita ini bukan menangis karena takut pada  Alloh, namun karena sinetron cinta picisan. Mata ini terbangun pula di  gulita malam namun bukan untuk bermunajat pada-Nya namun hanyalah sekedar  untuk menelpon si “dia”, menonton acara-acara murahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara  serak kita ini bukanlah karena bacaan tilawah Al-qur’an atau  mengulang-ngulang hafalannya namun karena bersenandung lagu-lagu cinta  ala anak muda. Hingga bait-bait lirik lagu lebih kita kenal dibanding  bacaan indah Al-qur’an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan pula kata-kata yang baik dan enak terdengar namun kata-kata yang penuh dusta dan menusuklah yang terlontar.Kaki  kitapun, jarang kita dapati langkahnya untuk menuju majelis zikir,  majelis ilmu, beribadah lima waktu di masjid, malahan degup langkah  bertapak ke konser musik, Mall dan tempat shopping lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya Robbi, sungguh kami termasuk orang yang merugi. Ampunilah diri kami. Ampunilah kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takutlah  kita dengan azab Allohu ta’ala. Cobalah renungilah tentang maut. Saat  sakaratul maut, terlihat demikian mudahnya arwah orang mukmin keluar  dari raganya, akan tetapi bukan berarti bebas dari rasa sakit! Tidak,  sekali-kali tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adakah keraguan pada diri kita bahwa  Nabi Muhammad Shallallahu &#39;alaihi wa sallam adalah orang mukmin yang  paling sempurna keimanannya? Akan tetapi kemulian dan kesempurnaan iman  beliau tidak dapat melindungi beliau dari dahsaytnya sakaratul maut.  Oleh karena itu, tatkala beliau menghadapi sakaratul maut, beliau begitu  gundah. Beliau berusaha menenangkan dirinya dengan mengusap wajahnya  dengan tangannya yang telah dicelupkan ke dalam bejana berisi air.  Beliau mengusap wajahnya berkali-kali, sambil bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;&quot;Tiada Tuhan Yang berhak diibadahi selain Allah. Sesungguhnya kematian itu disertai oleh rasa pedih.&quot; &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Pada  suatu hari sahabat Umar bin Al Khatthab Radhiyallahu &#39;anhu bertanya  kepada Ka&#39;ab Al Ahbaar: &quot;Wahai Ka&#39;ab, ceritakan kepada kita tentang  kematian!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Ka&#39;ab pun berkata: &lt;em&gt;“Wahai Amirul Mukminin!  Gambaran sakitnya kematian adalah bagaikan sebatang dahan yang banyak  berduri tajam, tersangkut di kerongkongan anda, sehingga setiap duri  menancap di setiap syarafnya. Selanjutnya dahan itu sekonyong-konyong  ditarik dengan sekuat tenaga oleh seorang yang gagah perkasa.  Bayangkanlah, apa yang akan turut tercabut bersama dahan itu dan apa  yang akan tersisa!&quot; &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;3]&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Syaddaad bin Al Aus berkata: &lt;em&gt;&quot;Kematian  adalah pengalaman yang paling menakutkan bagi seorang mukmin, baik di  dunia ataupun di akhirat. Kematian itu lebih menyakitkan dibanding anda  digergaji, atau dipotong dengan gunting, atau direbus dalam periuk.  Andai ada seseorang yang telah mati diizinkan untuk menceritakan tentang  apa yang ia rasakan pada saat menghadapi kematian, niscaya mereka tidak  akan pernah bisa menikmati kehidupan dan juga tidak akan pernah tidur  nyenyak.&quot;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Bila demikian dahsyatnya rasa  sakit yang menimpa seorang mukmin ketika menghadapi sakaratul maut, maka  bagaimana dengan diri kita wahai saudara-saudara kami? Betapa banyak  dosa dan kemaksiatan yang menodai lembaran amal kita? Sedang masihkah  kita masih terpaku dengan pacaran, taruhan, judi, minum minuman keras  dan tidak menutup aurat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabat..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cobalah  ingat kembali, rasa pedih dan sakit yang pernah kita rasakan ketika  tertusuk atau tersengat api! Sangat menyakitkan bukan? Padahal syaraf  yang merasakan rasa sakit hanyalah sebagiannya. Walau demikian, rasanya  begitu menyakitkan, sehingga susah untuk dilupakan? Bagaimana halnya  bila kelak pada saat sakaratul maut seluruh syaraf kita merasakan sakit.  Disaat ruh kita berusaha berpegangan erat-erat dengan setiap syaraf  anda sedangkan Malaikat Maut mencabutnya dengan keras dan kuat.  Betul-betul menyakitkan. Penampilan Rasa Malaikat Maut yang begitu seram  dan menakutkan akan semakin menambah pedih rasa sakit yang kita  rasakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabat,..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapkah kita menjalani pengalaman yang begitu menakutkan dan begitu menyakitkan?&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Bila  kita tidak kuasa menjalani sakaratul maut yang sangat menyakitkan  seperti ini, maka mengapa noda-noda maksiat terus mengotori lembaran  amal dan menghitamkan hati kita? Mengapa kaki terasa kaku, tangan serasa  terbelenggu, mata seakan melekat dan pintu hati seakan terkunci ketika  ada seruan beribadah kepada Allah?’&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt; [4]&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Ketahuilah bahwa  itu hanyalah sedikit kabar bagaimana pedihnya sakaratul maut. Belum lagi  ditambah dengan siksa kubur yang tak&amp;nbsp; kalah dahsyatnya dan juga  pedihnya siksa api neraka. Sedang siksa neraka yang paling ringan saja  adalah ketika kaki menginjak neraka dan membuat otak mendidih. Lemas  diri ini membuat tulisan ini. Takut sekali rasanya. Ya robbi, sungguh  zholim diri ini, maka ampunilah kami, jikalau Kau tidak mengampuni  kepada siapa lagi hendak kami akan mohon ampun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiranya, kami goreskan pena ini hanyalah untuk diri kami karena hati kami mati, kami yakin hati kalian masih bersemi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Penulis : Erlan Eskandar&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black;&quot;&gt;Penyunting &amp;amp; Penyelaras&amp;nbsp; Bahasa : Abdullah Akiera Van As-samawiey&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Copas From : Group &quot;Ketika Wanita Ingin Dimengerti&quot; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
________&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Footnote :::&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;[1] HR. Bukhari dalam      Kitab Ar-Riqaq [6114][2] HR. Imam Bukhari&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;[3] Riwayat Abu Nu&#39;aim      Al Asfahani dalam kitabnya Hilyatul Auliya&#39;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red;&quot;&gt;[4] Sebuah renungan      terhadap kematian, ust Arifin Badri, dari &lt;a href=&quot;http://www.almanhaj.or.id/&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;www.almanhaj.or.id&lt;/a&gt; , dengan sdikit      editing&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permanayusuf.blogspot.com/feeds/7972328522657503701/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permanayusuf.blogspot.com/2011/04/bermekarlah-kuncup-kuncup-bunga.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4245083402433679442/posts/default/7972328522657503701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4245083402433679442/posts/default/7972328522657503701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permanayusuf.blogspot.com/2011/04/bermekarlah-kuncup-kuncup-bunga.html' title='Bermekarlah Kuncup-kuncup Bunga Keimanan'/><author><name>Yusuf Permana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13401121261512519574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjy0-aKVRar4IhuHUdlrJOpfFvvjaUMn9f5K33O3Fj5qJpLW4A3HAQHN3BmKczvISkOV6avjqDVuyOsg8btsS9C0rj9X7PYo8DlklHEQWbdKpRLeTR-GPoWMDEI5SWXJg/s220/164552_101702063239946_100002004576993_9630_7221583_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioSu25rzN5YWK6ve4Z4WPQwJTlHTGJX4eZpb1pXAz_d0dCksorBrE1VAkkcB1w3yNDHoGv_q8Ub5shprPrg_4-opSVvRBZJxncnpaoCzU_KiAwpoZYbW-FZYs9L89lCCDsmmZmCbzliQ9L/s72-c/1294198818.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4245083402433679442.post-1699666120680658354</id><published>2011-04-10T02:36:00.000-07:00</published><updated>2011-04-10T02:40:02.090-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dunia Hari Ini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hot News"/><title type='text'>Facebook Haram...?? What...???</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgykSzN8a3ppjiFxT-yo4buNAHcFj21x0_o2DtLq-SVBunwhDPOM0JF9ByKBABDWFcM-zn5iHEIAIeTR_fX-HjS9nhhXg3ghcDuad9t6n0j6vcII1qWyk_C8JDK3znbECPQcuLywKJr5W-t/s1600/candy_colors-small.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgykSzN8a3ppjiFxT-yo4buNAHcFj21x0_o2DtLq-SVBunwhDPOM0JF9ByKBABDWFcM-zn5iHEIAIeTR_fX-HjS9nhhXg3ghcDuad9t6n0j6vcII1qWyk_C8JDK3znbECPQcuLywKJr5W-t/s1600/candy_colors-small.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah Ta’ala. Belakangan  ini  di antara kita pernah mendengar fatwa haramnya Facebook, sebuah layanan  pertemanan di dunia maya yang hampir serupa dengan Friendster dan  layanan pertemanan lainnya. Banyak yang bingung dalam menyikapi fatwa  semacam ini. Namun, bagi orang yang diberi anugerah ilmu oleh Allah  tentu tidak akan bingung mengenai fatwa tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dalam tulisan yang singkat ini, dengan izin dan pertolongan Allah  kami akan membahas tema yang cukup menarik ini, yang sempat membuat  sebagian orang kaget. Tetapi sebelumnya, ada beberapa preface yang akan  kami kemukakan.Semoga Allah memudahkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;more-2473&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Dua Kaedah yang Mesti Diperhatikan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;Saudaraku&lt;/em&gt;, yang semoga selalu mendapatkan taufik dan hidayah  Allah Ta’ala. Dari hasil penelitian dari Al Qur’an dan As Sunnah, para  ulama membuat dua kaedah ushul fiqih berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;Hukum asal untuk perkara ibadah adalah terlarang dan tidaklah disyari’atkan sampai Allah dan Rasul-Nya mensyari’atkan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;Sebaliknya, hukum asal untuk perkara ‘aadat (non ibadah)  adalah dibolehkan dan tidak diharamkan sampai Allah dan Rasul-Nya  melarangnya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;Apa yang dimaksud dua kaedah di atas?&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk kaedah pertama yaitu hukum asal setiap perkara ibadah adalah  terlarang sampai ada dalil yang mensyariatkannya. Sebagaimana yang kita  ketahui bahwa ibadah adalah sesuatu yang diperintahkan atau dianjurkan  oleh Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang memerintahkan atau  menganjurkan suatu amalan yang tidak ditunjukkan oleh Al Qur’an dan  hadits, maka orang seperti ini berarti telah mengada-ada dalam beragama  (baca: berbuat bid’ah). Amalan yang dilakukan oleh orang semacam ini pun  &lt;em&gt;tertolak &lt;/em&gt;karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; مَ&lt;span style=&quot;color: #6aa84f;&quot;&gt;نْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;(HR. Muslim no. 1718)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Namun, untuk perkara ‘aadat (non ibadah) seperti makanan, minuman,  pakaian, pekerjaan, dan mu’amalat, hukum asalnya adalah diperbolehkan  kecuali jika ada dalil yang mengharamkannya. Dalil untuk kaedah kedua  ini adalah firman Allah Ta’ala,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #6aa84f; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu”. &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;(QS. Al Baqarah: 29)&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Maksudnya, adalah Allah menciptakan segala yang ada di muka bumi ini  untuk dimanfaatkan. Itu berarti diperbolehkan selama tidak dilarangkan  oleh syari’at dan tidak mendatangkan bahaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Allah Ta’ala juga berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;color: #6aa84f;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللّهِ الَّتِيَ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ  وَالْطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِي لِلَّذِينَ آمَنُواْ فِي  الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ  الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;“Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang  telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang  mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan)  bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk  mereka saja) di hari kiamat .” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat  itu bagi orang-orang yang mengetahui.” &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;(QS. Al A’raaf: 32).&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dalam ayat ini, Allah Ta’ala mengingkari siapa saja yang mengharamkan makanan, minuman, pakaian, dan semacamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jadi, jika ada yang menanyakan mengenai hukum makanan “tahu”? Apa  hukumnya? Maka jawabannya adalah “tahu” itu halal dan diperbolehkan.&lt;br /&gt;
Jika ada yang menanyakan lagi mengenai hukum minuman “Coca-cola”? Apa  hukumnya? Maka jawabannya juga sama yaitu halal dan diperbolehkan.&lt;br /&gt;
Begitu pula jika ada yang menanyakan mengenai jual beli laptop? Apa hukumnya? Jawabannya adalah halal dan diperbolehkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Jadi, untuk perkara non ibadah seperti tadi, hukum asalnya adalah halal  dan diperbolehkan kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Makan bangkai  menjadi haram, karena dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Begitu pula  pakaian sutra bagi laki-laki diharamkan karena ada dalil yang  menunjukkan demikian. Namun asalnya untuk perkara non ibadah adalah  halal dan diperbolehkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Oleh karena itu, jika ada yang menanyakan pada kami &lt;strong&gt;bagaimana hukum Facebook&lt;/strong&gt;?  Maka kami jawab bahwa hukum asal Facebook adalah sebagaimana handphone,  email, blog, internet, radio, dan alat-alat teknologi lainnya yaitu  sama-sama mubah dan diperbolehkan. &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Hukum Sarana sama dengan Hukum Tujuan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Perkara mubah (yang dibolehkan) itu ada dua macam. Ada perkara mubah  yang dibolehkan dilihat dari dzatnya dan ada pula perkara mubah yang  menjadi wasilah (perantara) kepada sesuatu yang diperintahkan atau  sesuatu yang dilarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di –rahimahullah- mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;“Perkara mubah dibolehkan dan diizinkan oleh syari’at  untuk dilakukan. Namun, perkara mubah itu dapat pula mengantarkan kepada  hal-hal yang baik maka dia dikelompokkan dalam hal-hal yang  diperintahkan. Perkara mubah terkadang pula mengantarkan pada hal yang  jelek, maka dia dikelompokkan dalam hal-hal yang dilarang.&lt;br /&gt;
Inilah landasan yang harus diketahui setiap muslim bahwa &lt;strong&gt;hukum sarana sama dengan hukum tujuan &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;(al wasa-il laha hukmul maqhosid)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;Maksud perkataan beliau di atas:&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Apabila perkara mubah tersebut mengantarkan pada kebaikan, maka  perkara mubah tersebut diperintahkan, baik dengan perintah yang wajib  atau pun yang sunnah. Orang yang melakukan mubah seperti ini akan diberi  ganjaran sesuai dengan niatnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Misalnya : Tidur adalah suatu hal yang mubah. Namun, jika tidur itu  bisa membantu dalam melakukan ketaatan pada Allah atau bisa membantu  dalam mencari rizki, maka tidur tersebut menjadi mustahab  (dianjurkan/disunnahkan) dan akan diberi ganjaran jika diniatkan untuk  mendapatkan ganjaran di sisi Allah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Begitu pula jika perkara mubah dapat mengantarkan pada sesuatu yang  dilarang, maka hukumnya pun menjadi terlarang, baik dengan larangan  haram maupun makruh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Misalnya : Terlarang menjual barang yang sebenarnya mubah namun nantinya  akan digunakan untuk maksiat. Seperti menjual anggur untuk dijadikan  khomr. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Contoh lainnya adalah makan dan minum dari yang thoyib dan mubah,  namun secara berlebihan sampai merusak sistem pencernaan, maka ini  sebaiknya ditinggalkan (makruh).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Bersenda gurau atau guyon juga asalnya adalah mubah.  Sebagian ulama  mengatakan, “Canda itu bagaikan garam untuk makanan. Jika terlalu banyak  tidak enak, terlalu sedikit juga tidak enak.” Jadi, jika guyon tersebut  sampai melalaikan dari perkara yang wajib seperti shalat atau  mengganggu orang lain, maka guyon seperti ini menjadi terlarang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Oleh karena itu, jika sudah ditetapkan hukum pada tujuan, maka sarana  (perantara) menuju tujuan tadi akan memiliki hukum yang sama. Perantara  pada sesuatu yang diperintahkan, maka perantara tersebut diperintahkan.  Begitu pula perantara pada sesuatu yang dilarang, maka perantara  tersebut dilarang pula. Misalnya tujuan tersebut wajib, maka sarana yang  mengantarkan kepada yang wajib ini ikut menjadi wajib.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Contohnya : Menunaikan shalat lima waktu adalah sebagai tujuan. Dan  berjalan ke tempat shalat (masjid) adalah wasilah (perantara). Maka  karena tujuan tadi wajib, maka wasilah di sini juga ikut menjadi wajib.  Ini berlaku untuk perkara sunnah dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Intinya, Hukum Facebook adalah Tergantung Pemanfaatannya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jadi intinya, hukum facebook adalah tergantung pemanfaatannya. Kalau  pemanfaatannya adalah untuk perkara yang sia-sia dan tidak bermanfaat,  maka facebook pun bernilai sia-sia dan hanya membuang-buang waktu.  Begitu pula jika facebook digunakan untuk perkara yang haram, maka  hukumnya pun menjadi haram. Hal ini semua termasuk dalam kaedah “al  wasa-il laha hukmul maqhosid (hukum sarana sama dengan hukum tujuan).”  Di bawah kaedah ini terdapat kaedah derivat atau turunan yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;1. &lt;em&gt;Maa laa yatimmul wajibu illah bihi fa huwa wajib&lt;/em&gt; (Suatu yang wajib yang tidak sempurna kecuali dengan sarana ini, maka sarana ini menjadi wajib)&lt;br /&gt;
2. &lt;em&gt;Maa laa yatimmul masnun illah bihi fa huwa masnun&lt;/em&gt; (Suatu yang sunnah yang tidak sempurna kecuali dengan sarana ini, maka sarana ini menjadi wajib)&lt;br /&gt;
3. &lt;em&gt;Maa yatawaqqoful haromu ‘alaihi fa huwa haromun&lt;/em&gt; (Suatu yang bisa menyebabkan terjerumus pada yang haram, maka sarana menuju yang haram tersebut menjadi haram)&lt;br /&gt;
4. &lt;em&gt;Wasail makruh makruhatun&lt;/em&gt; (Perantara kepada perkara yang makruh juga dinilah makruh)&lt;br /&gt;
Maka lihatlah kaedah derivat yang ketiga di atas. Intinya, jika facebook  digunakan untuk yang haram dan sia-sia, maka facebook menjadi haram dan  terlarang.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kita dapat melihat bahwa tidak sedikit di antara pengguna facebook  yang melakukan hubungan gelap di luar nikah di dunia maya. Padahal lawan  jenis yang diajak berhubungan bukanlah mahram dan bukan istri. Sungguh,  banyak terjadi perselingkuhan karena kasus semacam ini. Jika memang  facebook banyak digunakan untuk tujuan-tujuan seperti ini, maka sungguh  kami katakan, “&lt;em&gt;Hukum facebook sebagaimana hukum pemanfaatannya. Kalau dimanfaatkan untuk yang haram, maka facebook pun menjadi haram&lt;/em&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Waktu yang Sia-sia Di Depan Facebook&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;Saudaraku&lt;/em&gt;, inilah yang kami ingatkan untuk para pengguna  facebook. Ingatlah waktumu! Kebanyakan orang betah berjam-jam di depan  facebook, bisa sampai 5 jam bahkan seharian, namun mereka begitu tidak  betah di depan Al Qur’an dan majelis ilmu. Sungguh, ini yang kami  sayangkan bagi saudara-saudaraku yang begitu gandrung dengan facebook.  Oleh karena itu, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;sadarlah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Semoga beberapa nasehat ulama kembali menyadarkanmu tentang waktu dan hidupmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;“Aku pernah bersama dengan seorang sufi. Aku tidaklah  mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan  bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya  (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.” &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Lanjutan dari perkataan Imam Asy Syafi’i di atas, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;“Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain:  Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti  akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).” &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;(Al Jawabul Kafi,  109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;“Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu  tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang  abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang  pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya  awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan  beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya.  Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap  seperti kehidupan binatang ternak.”&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;Ingatlah … kematian lebih layak bagi orang yang menyia-nyiakan waktu.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ibnul Qayyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qolbu, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;“Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat  lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan  yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam  kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.” (Al Jawabul  Kafi, 109)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Marilah Memanfaatkan Facebook untuk Dakwah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Inilah pemanfaatan yang paling baik yaitu facebook dimanfaatkan untuk  dakwah. Betapa banyak orang yang senang dikirimi pesan nasehat agama  yang dibaca di inbox, note atau melalui link mereka. Banyak yang sadar  dan kembali kepada jalan kebenaran karena membaca nasehat-nasehat  tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain apalagi dalam masalah  agama yang dapat mendatangkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; &lt;span style=&quot;color: #6aa84f;&quot;&gt;خيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; “Sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi orang lain.” &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;(Al Jaami’ Ash Shogir, no. 11608)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dari Abu Mas’ud Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; &lt;span style=&quot;color: #6aa84f;&quot;&gt;مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; “Barangsiapa memberi petunjuk pada orang lain, maka dia mendapat  ganjaran sebagaimana ganjaran orang yang melakukannya.” &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;(HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; &lt;span style=&quot;color: #6aa84f;&quot;&gt;لأَنْ يَهْدِىَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; “Jika Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui perantaraanmu  maka itu lebih baik bagimu daripada mendapatkan unta merah (harta yang  paling berharga orang Arab saat itu).” &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Lihatlah saudaraku, bagaimana jika tulisan kita dalam note, status,  atau link di facebook dibaca oleh 5, 1o bahkan ratusan orang, lalu  mereka amalkan, betapa banyak pahala yang kita peroleh. Jadi, facebook  jika dimanfaatkan untuk dakwah semacam ini, sungguh sangat bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Penutup: Nasehat bagi Para Pengguna Facebook&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Faedah dari perkataan Imam Asy Syafi’i:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;“Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik,  pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil)”.&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;(Al Jawabul  Kafi, 109) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kami hanya bisa berdoa kepada Allah, semoga Allah memberikan taufik  dan hidayah bagi orang yang membaca tulisan ini. Semoga kita dimudahkan  oleh Allah untuk memanfaatkan waktu dengan baik, dalam hal-hal yang  bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa  shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Rujukan:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;em&gt;Al Jawabul Kafi&lt;/em&gt;, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Al Qowa’id wal Ushul Al Jaami’ah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, Darul Wathon Lin Nasyr&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Jam’ul Mahshul fi Syarhi Risalah Ibni Sya’di fil Ushul&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, Abdullah bin Sholeh Al Fauzan, Dar Al Muslim&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Risalah Lathifah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;, Abdurrahman bin Nashir As Sa’di&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;***&lt;br /&gt;
&lt;em style=&quot;color: red;&quot;&gt;Al Faqir Ilallah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: small;&quot;&gt;: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;br /&gt;
Disusun di Mediu Learning Center, Rabu, 10 Jumadits Tsani 1430 H&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permanayusuf.blogspot.com/feeds/1699666120680658354/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permanayusuf.blogspot.com/2011/04/facebook-haram-what.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4245083402433679442/posts/default/1699666120680658354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4245083402433679442/posts/default/1699666120680658354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permanayusuf.blogspot.com/2011/04/facebook-haram-what.html' title='Facebook Haram...?? What...???'/><author><name>Yusuf Permana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13401121261512519574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjy0-aKVRar4IhuHUdlrJOpfFvvjaUMn9f5K33O3Fj5qJpLW4A3HAQHN3BmKczvISkOV6avjqDVuyOsg8btsS9C0rj9X7PYo8DlklHEQWbdKpRLeTR-GPoWMDEI5SWXJg/s220/164552_101702063239946_100002004576993_9630_7221583_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgykSzN8a3ppjiFxT-yo4buNAHcFj21x0_o2DtLq-SVBunwhDPOM0JF9ByKBABDWFcM-zn5iHEIAIeTR_fX-HjS9nhhXg3ghcDuad9t6n0j6vcII1qWyk_C8JDK3znbECPQcuLywKJr5W-t/s72-c/candy_colors-small.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4245083402433679442.post-7302112940035129612</id><published>2011-04-10T01:49:00.001-07:00</published><updated>2011-04-12T09:57:15.426-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Aqidah Dan Tauhid"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hot News"/><title type='text'>Ingkar Kepada Thogut</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha5T2rRrJYkd0mful_qK6rUCgi7WWHQsGCM6Z9t0XuajB7JdA6H22XnhF-SKrZV-YUGOxu2vQjVcYRbn3cI3qA0W03eMVzdHvM9k16_6xY0nJ7ZkssrXQWHGzIvvqmQ7Iz3QozqYgQicbH/s1600/thunder-9895-sm.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha5T2rRrJYkd0mful_qK6rUCgi7WWHQsGCM6Z9t0XuajB7JdA6H22XnhF-SKrZV-YUGOxu2vQjVcYRbn3cI3qA0W03eMVzdHvM9k16_6xY0nJ7ZkssrXQWHGzIvvqmQ7Iz3QozqYgQicbH/s1600/thunder-9895-sm.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Ibnu Al-Qayyim  [19] Rahimahullah Ta’ala telah menjelaskan pengertian thaghut dengan mengatakan  :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #6aa84f; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Traditional Arabic; font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 17pt;&quot;&gt;( الطاغوت : ما تجاوز به العبد حده من معبود، أو متبوع، أو  مطاع ).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;“Thaghut,  ialah segala sesuatu yang diperlakukan menusia  secara melampaui batas  (yang telah ditentukan oleh Allah), seperti dengan  disembah, atau  diikuti, atau dipatuhi.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Thaghut itu banyak macamnya,  tokoh-tokohnya ada empat:&lt;br /&gt;
1-Iblis, yang telah dilaknat oleh Allah,&lt;br /&gt;
1.Orang  yang disembah, sedang ia sendiri rela,&lt;br /&gt;
2.Orang yang mengajak manusia untuk  menyembah dirinya,&lt;br /&gt;
3.Orang yang mengaku tahu sesuatu yang ghaib,&lt;br /&gt;
4.Orang  yang memutuskan sesuatu tanpa berdasarkan hukum yang telah diturunkan oleh  Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;Allah Ta’ala berfirman  :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #6aa84f; text-align: right;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Traditional Arabic; font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 17pt;&quot;&gt;لا إكرا في الدين قد تبين الرشد من الغي فمن يكفر بالطاغوت  ويؤمن بالله فقد استمسك بالعروة الوثقى لا انفصام لها والله سميع  عليم&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; text-align: right;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;“Tiada  paksaan dalam (memeluk) agama ini. Sungguh telah  jelas kebenaran dari  kesesatan. Untuk itu, barangsiapa yang ingkar kepada  thaghut dan iman  kepada Allah, maka dia benar-benar telah berpegang teguh dengan  tali  yang amat kuat, yang tidak akan terputus tali itu. Dan Allah Maha  Mendengar  lagi Maha Mengetahui.” &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;(QS. Al-Baqarah ; 256).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Ingkar kepada semua  thaghut dan iman kepada Allah saja, sebagaimana  dinyatakan dalam ayat tadi,  adalah hakekat syahadat “La Ilaha  Illallah”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Dan diriwayatkan dalam hadits,  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #6aa84f; text-align: right;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Traditional Arabic; font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 17pt;&quot;&gt;رأس هذا الأمر الإسلم، وعموده الصلاة، وذروة سنامه الجهاد  في سبيل الله.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;“Pokok agama ini adalah Islam &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;[20]&lt;/span&gt;, dan tiangnya adalah  shalat, sedang ujung tulang punggungnya adalah jihad fi sabilillah  &lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;[21].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Wallahu a’lam. Hanya Allahlah yang Maha Tahu. Semoga shalawat dan  salam  senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan   para sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;-------------&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;(19)  Abu Abdillah : Muhamad bin Abu  Bakar bin Ayyub bin Sa’ad Az-zur’i Ad-  Dimasyqi, terkenal dengan Ibnu Al-qayyim  atau Ibnu Qayim al-Jauziyah  (691-751 H = 1292-1350 M). Seorang ulama yang giat  dan gigih dalam  mengajak ummat Islam pada zamannya untuk kembali kepada tuntunan   Al-Qur’an dan Sunnah serta mengikuti jejak para salafus shalih.  Mempunyai banyak  karya tulis, antara lain : Madarij-assalikin, Zaad  Al-Ma’ad, Thariq Al-Hijratain  wa Baab As-Sa’adatain, At- tibyan fi  Aqsam Al-Qur’an, Miftah Dar  As-sa’adah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: black; font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;(20) Silahkan melihat kembali  pengertian Islam yang disebutkan oleh penulis pada hal 23.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;__________________________&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Disadur Ulang dari buku karya :&amp;nbsp; Syaikh Muhammad At-Tamimi dengan Judul &quot;Tiga Landasan Utama&quot;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: red; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Diterbitkan oleh Kementrian Urusan Islam, Waqaf, Da&#39;wah,  dan Penyuluhan Urusan Penerbitan &amp;amp; Penyebaran Saudi  Arabia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://permanayusuf.blogspot.com/feeds/7302112940035129612/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://permanayusuf.blogspot.com/2011/04/ingkar-kepada-thogut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4245083402433679442/posts/default/7302112940035129612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4245083402433679442/posts/default/7302112940035129612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permanayusuf.blogspot.com/2011/04/ingkar-kepada-thogut.html' title='Ingkar Kepada Thogut'/><author><name>Yusuf Permana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13401121261512519574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjy0-aKVRar4IhuHUdlrJOpfFvvjaUMn9f5K33O3Fj5qJpLW4A3HAQHN3BmKczvISkOV6avjqDVuyOsg8btsS9C0rj9X7PYo8DlklHEQWbdKpRLeTR-GPoWMDEI5SWXJg/s220/164552_101702063239946_100002004576993_9630_7221583_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha5T2rRrJYkd0mful_qK6rUCgi7WWHQsGCM6Z9t0XuajB7JdA6H22XnhF-SKrZV-YUGOxu2vQjVcYRbn3cI3qA0W03eMVzdHvM9k16_6xY0nJ7ZkssrXQWHGzIvvqmQ7Iz3QozqYgQicbH/s72-c/thunder-9895-sm.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>