<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>pargodungan.org</title>
	
	<link>http://pargodungan.org</link>
	<description>Situs referensi pelayanan dan kehidupan Kristen.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 May 2013 22:26:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.2</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/pargodungan/DWWn" /><feedburner:info uri="pargodungan/dwwn" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/3.0/</creativeCommons:license><image><link>http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/3.0/</link><url>http://creativecommons.org/images/public/somerights20.gif</url><title>Some Rights Reserved</title></image><xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" /><meta xmlns="http://pipes.yahoo.com" name="pipes" content="noprocess" /><feedburner:emailServiceId>pargodungan/DWWn</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Kejadian 24:26 – Mak Comblang</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pargodungan/DWWn/~3/INrxzfNwNvs/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/kejadian-2426-mak-comblang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 14:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Robert Lumbantobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kejadian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=2114</guid>
		<description><![CDATA[Lalu bersujudlah orang itu dan sujud menyembah TUHAN. (Kejadian 24:26) Abraham merasa bahwa sudah saatnya ia memiliki menantu dari Ishak, anak yang dikasihinya itu. Namun, Abraham pun tidak ingin agar menantunya dipilih sembarangan. Ia ingin agar Ishak memperoleh pasangan yang terbaik baginya. Demi itu, Abraham pun mengutus Eliezer, hambanya yang paling senior untuk menjadi Mak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><i>Lalu bersujudlah orang itu dan sujud menyembah TUHAN. (Kejadian 24:26)</i></p>
</blockquote>
<p>Abraham merasa bahwa sudah saatnya ia memiliki menantu dari Ishak, anak yang dikasihinya itu. Namun, Abraham pun tidak ingin agar menantunya dipilih sembarangan. Ia ingin agar Ishak memperoleh pasangan yang terbaik baginya. Demi itu, Abraham pun mengutus Eliezer, hambanya yang paling senior untuk menjadi Mak Comblang. </p>
<p>Tugas Eliezer adalah mencari pasangan dari kaum keluarga Abraham sendiri yang tinggal di Haran. Namun Abraham pun tak mau kalau Eliezer melakukan tugasnya serampangan. Eliezer harus mengangkat sumpah di hadapannya agar melakukan perintah sesuai dengan kehendaknya (Kejadian 24:2-9). </p>
<p>Tampaknya Eliezer bukanlah orang yang terlalu percaya pada Allah. Ia belum dapat mengakui Allah sebagai Allahnya sendiri, ia hanya menyebut Allah sebagai &#8216;Allah tuanku Abraham&#8217;. Meskipun demikian, ternyata ia mau juga berdoa demi tuannya kepada Allah untuk menolongnya. </p>
<p>Lebih tepatnya, Eliezer menetapkan syarat pertolongan Allah baginya: &quot;Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum — dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu.&quot; (Kejadian 24:14).</p>
<p><img style="margin: 0px 5px 5px 0px; display: inline; float: left" align="left" src="http://www.josephsmith.net/images/Magazines/Ensign/Archive/en06sep42a_deas.jpg" width="200" height="214" />Betapa ajaib! Apa yang Eliezer isyaratkan benar-benar terjadi. Tuhan menuntunnya sesuai dengan doanya tersebut. Setelah ia menerima pertolongan dari seorang gadis dan mengetahui bahwa ayahnya bernama Betuel dan cucu Nahor, Eliezer segera bersujud menyembah TUHAN (Kejadian 24:26). Kali ini, ia bersujud bukan demi tuannya Abraham. Ia bersujud demi dirinya sendiri di hadapan kuasa Allah. Ia sendiri telah benar-benar takluk dan takjub atas kuasa TUHAN. </p>
<p>Cerita ini telah menunjukkan pada Anda dan saya bagaimana penghuni rumah Abraham akhirnya dapat turut sujud dihadapan Allah. Mulanya Eliezer mengenal Allah hanya dari pengenalan Abraham akan Allah. Namun akhirnya ia mengenal kuasa Allah sendiri dan bersujud dihadapanNya. Bagaimana dengan seisi rumah Anda? Tuntunlah mereka untuk turut bersujud dihadapan Allah.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pargodungan/DWWn/~4/INrxzfNwNvs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/kejadian-2426-mak-comblang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pargodungan.org/kejadian-2426-mak-comblang/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mazmur 99:9 – Upah Jawaban Doa</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pargodungan/DWWn/~3/eco5yXhUTh8/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/mazmur-999-upah-jawaban-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2013 14:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Robert Lumbantobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Mazmur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=2112</guid>
		<description><![CDATA[Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunungNya yang kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita! (Mazmur 99:9) Andai Tuhan menjawab doaku, aku tentu akan memberikan janji imanku. Ya, siapa yang tak ingin membalas jasa Tuhan yang telah mengabulkan doaNya? Anda mau? Saya juga mau! Amboi, gampang sekali hidup ini rasanya kalau angan-angan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><i>Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunungNya yang kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita! (Mazmur 99:9)</i></p>
</blockquote>
<p>Andai Tuhan menjawab doaku, aku tentu akan memberikan janji imanku. Ya, siapa yang tak ingin membalas jasa Tuhan yang telah mengabulkan doaNya? Anda mau? Saya juga mau! Amboi, gampang sekali hidup ini rasanya kalau angan-angan itu benar-benar terjadi. Di mana-mana doa semua orang terjawab. Di mana-mana semua orang memberikan janji imannya. Akh… barangkali tidak terhitung banyaknya persembahan yang sampai ke gereja kalau semua itu nyata. Sayang, hal itu tidak mudah terjadi. Tuhan tidak mudah kita iming-imingi sesuatu agar Dia mau mengabulkan permintaan kita. </p>
<p>Tuhan bukan tidak mau menjawab doa-doa umatNya. Buktinya, Musa, Harun dan Samuel telah menerima jawaban doa-doanya. Namun, bukan persembahan yang Allah tuntut dari mereka. Pemazmur menegaskan bahwa Allah hanya menginginkan agar mereka semua tunduk pada penyataan Allah; berpegang pada peringatan dan ketetapanNya; dan memiliki disiplin dalam mengikuti kehendakNya. Mengapa? Sebab Ia bukan hanya sebagai Allah berkat, tetapi juga adalah Allah berkeadilan. Ia mau juga menyediakan hukuman bagi para penantangNya (bnd. Mazmur 99:6-8). </p>
<p>Allah tidak mengharapkan uang atas berkat yang telah diberikanNya. Ia tidak <i>matre</i>! Ia hanya mencari hati yang mau meninggikanNya. Ia hanya ingin menemukan hati yang mau menyembahNya. Ia ingin orang yang mau beribadah kepadaNya dengan kekudusan. Sebab orang yang demikianlah yang dapat mempersembahkan persembahan yang Allah tuntut. </p>
<p><img style="margin: 0px 5px 5px 0px; display: inline; float: left" align="left" src="http://1.bp.blogspot.com/_3TJu3N7BZvI/TOxz70pKdpI/AAAAAAAAAzw/DS4Wd5Or1u0/s1600/doa.jpg" width="200" height="139" />&quot;&#8217;Sebab di atas gunung-Ku yang kudus, di atas gunung Israel yang tinggi,&#8217; demikianlah firman Tuhan ALLAH, &#8216;di sana di tanah itu segenap kaum Israel dalam keseluruhannya akan beribadah kepada-Ku. Di sana Aku akan berkenan kepadamu dan di sana Aku akan menuntut dari kamu persembahan-persembahan khususmu dan sajian-sajianmu yang terpilih, segala yang kamu kuduskan.&#8217;&quot; (Yesaya 20:40).</p>
<p>Jika Allah menjawab doa Anda, tinggikanlah Allah TUHAN kita, dan sujudlah menyembah di hadapanNya yang kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita!</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pargodungan/DWWn/~4/eco5yXhUTh8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/mazmur-999-upah-jawaban-doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pargodungan.org/mazmur-999-upah-jawaban-doa/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Roma 6:16 – Hamba Dosa</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pargodungan/DWWn/~3/pfLZjihq9g8/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/roma-616-hamba-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Apr 2013 14:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Robert Lumbantobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Roma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=2107</guid>
		<description><![CDATA[Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? (Roma 6:16) Mungkin Anda pernah mendengar mitos dibalik lukisan The Last Supper-nya Leonardo da Vinci [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><i>Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? (Roma 6:16)</i></p>
</blockquote>
<p>Mungkin Anda pernah mendengar mitos dibalik lukisan <i>The Last Supper</i>-nya Leonardo da Vinci yang terkenal itu. Da Vinci melukis keduabelas rasul ditambah Yesus dalam <i>Perjamuan Terakhir</i> itu dengan menggunakan model manusia langsung. Saat melukis Yesus, da Vinci harus menemukan model yang sempurna. Ratusan laki-laki diwawancarai. Ia berharap dapat menemukan model wajah yang tanpa dosa, bebas dari carut-marut dan guratan-guratan dosa dalam rekam jejak hidupnya. Da Vinci menemukannya. Ia pun melukis wajah Yesus selama kurang lebih enam bulan. </p>
<p>Namun tugas belum selesai. Selama enam tahun berikutnya ia melukis 11 murid Yesus lainnya, masing-masing model harus sesuai dengan karakter sang murid secara pribadi. Tinggal yang terakhir, murid keduabelas. Ia pun harus mencari model untuk melukis Yudas Iskariot. Selama berminggu-minggu, da Vinci mencari-cari seseorang dengan wajah keras tanpa perasaan, wajah yang memancarkan ketamakan, tipu daya, kemunafikan dan kekejian. Tidak ada tempat yang cocok untuk menemukan profil orang seperti itu selain di penjara. Da Vinci pun pergi ke penjara, dan ia menemukan model yang sempurna untuk maksudnya itu. Atas usaha da Vinci orang yang diinginkannya pun boleh dilukis sesuai waktu yang ditentukan. </p>
<p><img style="margin: 0px auto 5px; display: block; float: none" src="http://3.bp.blogspot.com/-3Onz2hex5go/Ta92n9ERi7I/AAAAAAAADNk/KEc8i5wr8dU/s1600/The+Last+Supper+-+Da+Vinci+1495-98.jpg" width="400" height="212" />Setelah lukisannya hampir selesai, tahanan itu bertanya pada da Vinci, &quot;Da Vinci, pandang aku. Tidakkah engkau mengenali aku?&quot; Da Vinci tidak yakin pernah mengenal pria itu. &quot;Pandanglah aku sekali lagi, tujuh tahun yang lalu engkau memakai aku untuk melukis Yesus,&quot; kata tahanan itu lirih.</p>
<p>Ya, menjadi orang percaya tidak serta merta membuat seseorang menjadi terbebas dari kecenderungannya untuk terjatuh dalam dosa. Orang-orang percaya mau tidak mau harus bergulat sepanjang masa untuk selalu mereorientasi hidupnya. Pertanyaannya, kepada apakah atau kepada siapakah Anda sekarang sedang menundukkan diri Anda? </p>
<p>Jika Anda tunduk pada keinginan dosa, Anda adalah hamba dosa. Jika Anda tunduk pada keinginan kebenaran, Anda adalah hamba dosa. &quot;Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya,&quot; kata Paulus (Roma 6:11-12)</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pargodungan/DWWn/~4/pfLZjihq9g8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/roma-616-hamba-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pargodungan.org/roma-616-hamba-dosa/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mazmur 116:10 – Percaya Meski Tertindas</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pargodungan/DWWn/~3/mZDMkWUByGI/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/mazmur-11610-percaya-meski-tertindas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Apr 2013 13:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Robert Lumbantobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Mazmur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=2105</guid>
		<description><![CDATA[Aku percaya, sekalipun aku berkata: &#34;Aku ini sangat tertindas.&#34; (Mazmur 116:10) Parlindungan Lubis bukanlah orang Yahudi. Ia hanyalah seorang Batak tulen asal Mandailing. Tak dinyana, ia harus menerima siksaan sebagaimana ribuan orang Yahudi lainnya di kamp konsentrasi Nazi pada tahun 1941-1945. Kamp konsentrasi itu adalah tempat pembantaian yang sengaja dibangun Hitler untuk memusnahkan etnis Yahudi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><i>Aku percaya, sekalipun aku berkata: &quot;Aku ini sangat tertindas.&quot; (Mazmur 116:10)</i></p>
</blockquote>
<p>Parlindungan Lubis bukanlah orang Yahudi. Ia hanyalah seorang Batak tulen asal Mandailing. Tak dinyana, ia harus menerima siksaan sebagaimana ribuan orang Yahudi lainnya di kamp konsentrasi Nazi pada tahun 1941-1945. Kamp konsentrasi itu adalah tempat pembantaian yang sengaja dibangun Hitler untuk memusnahkan etnis Yahudi. </p>
<p>Parlindungan dipindahkan ke beberapa kamp yang berbeda selama 5 tahun di Belanda maupun Jerman. Namun dalam sebuah Kamp di Buchenwald Jerman-lah, Parlindungan mulai kehilangan harapan akan kebebasan. Di tempat itu mereka dipaksa untuk membuka hutan, memecah batu, dan berbagai kerja paksa lainnya selama 7 hari seminggu 14 jam sehari. </p>
<p>Tawanan lain, rekan-rekan Parlindungan, sering dipukuli hingga mati. Yang kedapatan ngobrol, tanpa peringatan akan langsung ditembak. Parlindungan yang harus menyaksikannya pun terpaksa membekukan hatinya untuk sekedar dapat bertahan. Yang adanya hanya sebuah mimpi yang nyaris mustahil diwujudkan ketika itu: kembali ke tanah air Indonesia. </p>
<p>Sangat sulit untuk bertahan dalam kondisi demikian. Sama seperti Parlindungan Lubis, Viktor Emil Frankl juga menjadi korban kekerasan Adolf Hitler dalam kamp konsentrasi Nazi. Frankl melihat bahwa dalam keadaan yang mencekam dan sarat dengan penderitaan, ada sebagian tahanan yang tetap tabah, bertahan bahkan berusaha membantu sesama tahanan. </p>
<p>Sementara di lain pihak, sebagian besar tahanan mengalami putus asa, merasa apatis dan kehilangan semangat hidup. Tidak jarang dari mereka yang bunuh diri agar terbebas dari penderitannya. Namun, Frankl selepas bebas dari kamp konsentrasi paska kekalahan Jerman, akhirnya dapat mengambil banyak makna dari penderitaannya. &quot;Semuanya dapat diambil dari seseorang, kecuali satu hal: kebebasan manusia &#8211; untuk memilih sikap terhadap setiap keadaan yang dialaminya,&quot; kata Frankl.</p>
<p>Frankl benar, tidak terkecuali sang Pemazmur! </p>
<p><img style="margin: 0px 5px 5px 0px; display: inline; float: left" align="left" src="http://www.bible-researcher.com/martyrdom.jpg" width="200" height="175" />Anda dan saya bebas untuk tetap memilih dan bertahan dalam kepercayaan kita pada Allah, sekalipun kita merintih kesakitan. Anda dan saya bebas untuk tetap percaya padaNya, sekalipun kita ditimpakan batu seberat 500 kg. Pengalaman pahit manapun yang kita hadapi, hendaknya membuat Anda dan saya semakin mengenal Allah dan makin bergantung kepadaNya. </p>
<p>&quot;Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana,&quot; kata Tuhan kita (Lukas 1:45).</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pargodungan/DWWn/~4/mZDMkWUByGI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/mazmur-11610-percaya-meski-tertindas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pargodungan.org/mazmur-11610-percaya-meski-tertindas/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Matius 23:33-39-Menyingkap Kegelapan Hati, Membongkar Kepalsuan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pargodungan/DWWn/~3/FBzwD4JcvbM/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/matius-2333-39-menyingkap-kegelapan-hati-membongkar-kepalsuan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Mar 2013 16:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Robert Lumbantobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Matius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=2099</guid>
		<description><![CDATA[Yesus telah mengetahui rencana pembunuhan terhadap diriNya yang semakin nyata (Mat 21:33-46; 26:3-4). Namun, Yesus tidak ingin menyimpannya dalam hati dan bersikap baik dihadapan mereka agar rencana mereka batal. Malahan, Ia ingin membeberkannya secara langsung, apalagi saat melihat bagaimana tradisi orang-orang Farisi menata kuburan. Biasanya setiap musim semi, sesudah musim hujan, setiap kuburan dilabur putih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yesus telah mengetahui rencana pembunuhan terhadap diriNya yang semakin nyata (Mat 21:33-46; 26:3-4). Namun, Yesus tidak ingin menyimpannya dalam hati dan bersikap baik dihadapan mereka agar rencana mereka batal. Malahan, Ia ingin membeberkannya secara langsung, apalagi saat melihat bagaimana tradisi orang-orang Farisi menata kuburan.</p>
<p>Biasanya setiap musim semi, sesudah musim hujan, setiap kuburan dilabur putih supaya orang-orang yang kurang waspada tidak menajiskan diri dengan menyentuh kuburan tersebut (Bil 19:16; bdk Yeh 39:15). Selain itu, mereka juga membangun dan memperindah kuburan dari para nabi yang terbunuh, untuk menunjukkan bahwa mereka adalah keturunan para nabi tersebut. Tetapi Yesus menyatakan bahwa tindakan mereka itu justru membuktikan yang sebaliknya! Tidak mungkin mereka berkata, &quot;Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.&quot; Malahan, mereka juga akan melakukan hal yang sama, dan dengan demikian hanya membuktikan diri sebagai keturunan dari para pembunuh nabi-nabi tersebut (Mat 23:29-31). </p>
<p><img style="margin: 0px 0px 5px 5px; display: inline; float: right" align="right" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/56/Gospel_of_Matthew_Chapter_27-13_(Bible_Illustrations_by_Sweet_Media).jpg/600px-Gospel_of_Matthew_Chapter_27-13_(Bible_Illustrations_by_Sweet_Media).jpg" width="200" height="152" />Menurut Yesus, mereka tidak boleh menganggap diri lebih baik daripada nenek moyang mereka yang telah membunuh nabi-nabi pada masa lampau. Sesungguhnya mereka sama sekali tidak lebih baik daripada nenek moyang mereka yang telah menganiaya para nabi. Andaikan mereka menerima nabi-nabi yang diutus Tuhan pada zaman lampau itu, mereka pasti juga akan menerima Yesus Kristus. Namun, kebencian mereka yang begitu nyata kepada Anak Allah, yang tentang Dia para nabi bernubuat, membuat jelas bahwa mereka layak menerima hukuman! </p>
<p>Melalui ucapan-ucapan ini Tuhan Yesus tidak saja membongkar kepalsuan dan kegelapan hati mereka, kini Tuhan Yesus juga ingin membongkar diri seluruh manusia &#8211; pada akhirnya &#8211; lewat peristiwa salib (Matius 23:33-39). Yesus tidak ingin kita kelihatan baik secara lahiriah dan menganggap diri lebih baik dari pada orang Farisi. Akan tetapi Yesus menginginkan kita untuk memperbaharui hidup kita dengan tunduk padaNya yang telah mati di kayu salib. Jadikan perayaan Jumat Agung ini sebagai momen pembaruan hidup yang sebenar-benarnya. Amin.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pargodungan/DWWn/~4/FBzwD4JcvbM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/matius-2333-39-menyingkap-kegelapan-hati-membongkar-kepalsuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pargodungan.org/matius-2333-39-menyingkap-kegelapan-hati-membongkar-kepalsuan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Yeremia 30:3-Memegang Harapan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pargodungan/DWWn/~3/UXHy3zpyFCM/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/yeremia-303-memegang-harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2013 16:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Robert Lumbantobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Yeremia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=2097</guid>
		<description><![CDATA[Sebab, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umatKu Israel dan Yehuda &#8211; firman TUHAN &#8211; dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya. Yeremia 30:3 Tak terperikan kesengsaraan yang dialami oleh Yehuda pada masa Nabi Yeremia. Bangsa itu telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Sebab, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umatKu Israel dan Yehuda &#8211; firman TUHAN &#8211; dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya. Yeremia 30:3</p>
</blockquote>
<p>Tak terperikan kesengsaraan yang dialami oleh Yehuda pada masa Nabi Yeremia. Bangsa itu telah menjadi lumpuh dan terpuruk total. Mereka tidak memiliki anak-anak bangsa yang menjadi harapan untuk melepaskan mereka dari kesengsaraan tersebut. Mereka silih berganti di jajah oleh bangsa-bangsa lain. Apakah mungkin menyelamatkan bangsa itu dari ancaman kepunahannya dengan kondisi demikian? Tidak mungkin! Bangsa ini tidak mungkin bangkit dengan kekuatannya sendiri. </p>
<p>Walaupun barangkali kondisi tersebut disebabkan oleh karena ulah ketidaksetiaan mereka sendiri, namun Allah dengan jelas mengatakan bahwa ‘akan datang waktunya’. Waktu-waktu penuh penderitaan itu bukanlah waktu yang tidak berkesudahan. Masa itu tunduk pada kuasa Allah &#8211; entah ia akan berakhir atau akan berlanjut. Penderitaan dan kegentaran akan berakhir jika Allah sendiri yang berkehendak untuk menyelamatkan bangsa itu. </p>
<p><img style="margin: 0px 5px 5px 0px" src="http://3.bp.blogspot.com/_U93Bx4yOut4/TOqEOlvdNyI/AAAAAAAABNM/YyB7_Bs7i8g/s1600/peace+with+God.jpg" width="419" height="250" /></p>
<p>Pertanyaannya, dalam kondisi apakah agar Allah berkehendak untuk turun tangan menyelamatkan bangsa itu? Jawabannya adalah dengan kondisi siap sedia. Persoalannya, bagaimanakah seseorang dapat siap sedia (tabah) bertahan menantikan Tuhan selama 70 tahun? </p>
<p>Siap sedia menanti pertolongan Allah bukan perkara waktu, akan tetapi perkara kesetiaan. Sering orang salah memahami rencana Allah saat menanti pertolongan Allah. Kita sering tidak sabar menanti Allah mewujudkan kehendakNya dalam hidup kita. Itu sebabnya mengapa ada sebagian orang yang lebih suka mencari alternatif lain: dukun, jimat, aji-ajin, dan sebagainya. Namun, marilah kita belajar untuk menghindari hal-hal semacam itu. Marilah kita tetap berpegang pada harapan keselamatan yang dari Allah. Sebab, hanya dari Dialah kita memperoleh keselamatan yang sejati.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pargodungan/DWWn/~4/UXHy3zpyFCM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/yeremia-303-memegang-harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pargodungan.org/yeremia-303-memegang-harapan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Yohanes 20:24-29 – Bukti Iman</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pargodungan/DWWn/~3/mZF-f28VFmM/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/yohanes-2024-29-bukti-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Mar 2013 13:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Reinhard PP Lumbantobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khotbah Minggu Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Yohanes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=2103</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun kesaksian dua orang biasanya sudah layak dipercaya (Yohanes 8:17), namun tidak bagi Tomas. Tomas bukan tipe orang yang mudah percaya atas sepotong informasi yang diterimanya sekalipun ada 10 orang yang menyaksikannya . Ia memerlukan verifikasi lebih lanjut atas informasi tersebut. Tomas bukan tidak yakin pada kredibilitas teman-temannya. Ia hanya ingin memiliki pengalaman yang sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun kesaksian dua orang biasanya sudah layak dipercaya (Yohanes 8:17), namun tidak bagi Tomas. Tomas bukan tipe orang yang mudah percaya atas sepotong informasi yang diterimanya sekalipun ada 10 orang yang menyaksikannya . Ia memerlukan verifikasi lebih lanjut atas informasi tersebut. </p>
<p>Tomas bukan tidak yakin pada kredibilitas teman-temannya. Ia hanya ingin memiliki pengalaman yang sama dengan mereka &#8211; menyaksikan langsung kehadiran Tuhan yang telah bangkit itu. Teman-teman Tomas sudah menyaksikan kehadiran Yesus. Sayang, tidak sekalipun Tomas mengalaminya karena sedang tidak hadir pada kesempatan itu (Yohanes 20:24). Juga, Tomas tidak berdiri sendirian pada posisinya. Toh, teman-temannya itu juga pernah tidak percaya pada kesaksian para perempuan yang telah menyaksikan kuburan yang kosong (Lukas 24:11). </p>
<p>Tuhan akhirnya merespon kebutuhan khusus Tomas akan pembuktian. Yesus datang ke hadapannya dengan kondisi yang memang sudah dibayangkannya. Tomas dapat melihat bekas paku itu, ia mencucukkan tangannya ke lobang di tangannya. Ia mencucukkan jarinya ke lambung Yesus, dan akhirnya menjadi pecaya.</p>
<p><img style="margin: 0px 5px 5px 0px; display: inline; float: left" align="left" src="http://2.bp.blogspot.com/-b2iWwRQsNbo/T4pRHwyTsxI/AAAAAAAAAh8/u71IfQ60A6I/s1600/thomas_caravaggio.jpg" width="200" height="165" />Seandainya boleh untuk berkhayal, saya juga ingin mengalami perjumpaan langsung dengan Tuhan yang telah bangkit seperti yang dialami Tomas dan murid-murid Yesus yang lain. Barangkali, iman saya akan menjadi jauh lebih teguh jika berhadapan langsung denganNya. Alangkah bedanya jika saya tidak hanya mendengar, tetapi juga dapat mengalaminya sendiri. Saya akan sangat berbahagia (Matius 13:16). Barangkali saja&#8230;</p>
<p>Namun, pertumbuhan iman &#8211; dan sebaliknya mengerdilnya iman &#8211; Anda dan saya sebenarnya tidak boleh tergantung pada penglihatan. Sebab banyak juga yang sudah melihat namun tetap tidak percaya pada kebangkitan Yesus Kristus. Bukankah imam-imam kepala telah mengetahui tentang kuburan yang kosong? Dan bukankah mereka malah menyuap para penjaga untuk memberikan kesaksian palsu? &quot;Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur,&quot; perintah mereka pada para penjaga (Matius 28:13). </p>
<p>Dan entahlah! </p>
<p>Barangkali jika saya telah menyaksikan langsung dan mengatakan pada Anda bahwa saya telah melihat fisik Yesus yang bangkit dari kubur, apakah Anda akan meyakininya? Atau apakah Anda menganggap saya sedang mengkhayal, sedang bermimpi, atau… GILA!!! Atau apakah Anda justru mengulangi lagi kata-kata Petrus, &quot;Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.&quot;</p>
<p>Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Karena imanlah Anda percaya bahwa Tuhan menciptakan dunia ini, sekalipun Anda tidak melihat proses penciptaanNya. Tanpa iman, tak mungkin Anda berkenan pada Allah. Itulah sebabnya mengapa imam-imam kepala tidak percaya pada apa yang mereka lihat. Mereka tidak memiliki iman khusus pada Tuhan kita Yesus Kristus. Tapi saat Anda percaya akan kebangkitan Yesus Kristus, Anda tidak perlu melihat atau membuktikannya. Sebab iman itu sendiri adalah buktinya. Iman para murid-murid Yesus dan para orang percaya lainnya menjadi bukti bagi kita.</p>
<p>&quot;Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya,&quot; kata Tuhan kita (Yohanes 20:24-29). Amin.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pargodungan/DWWn/~4/mZF-f28VFmM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/yohanes-2024-29-bukti-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pargodungan.org/yohanes-2024-29-bukti-iman/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Amsal 21:21-Mencari Kebenaran, Memadu Kasih</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pargodungan/DWWn/~3/C8I2IlNS8ow/</link>
		<comments>http://pargodungan.org/amsal-2121-mencari-kebenaran-memadu-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Mar 2013 16:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pdt. Robert Lumbantobing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Amsal]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Kebenaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pargodungan.org/?p=2095</guid>
		<description><![CDATA[Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan. Amsal 21:21 Vladimir Lenin adalah seorang arsitek dari bekas negara Uni Sovyet yang sangat fanatik. Ia merupakan pendiri negara komunis di Rusia. Seorang rekan kerjanya pernah berkata, &#34;Yang dipikirkan Lenin tak lain hanyalah revolusi. Ia bicara melulu tentang revolusi. Ia makan dan minum revolusi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan. Amsal 21:21</p>
</blockquote>
<p>Vladimir Lenin adalah seorang arsitek dari bekas negara Uni Sovyet yang sangat fanatik. Ia merupakan pendiri negara komunis di Rusia. Seorang rekan kerjanya pernah berkata, &quot;Yang dipikirkan Lenin tak lain hanyalah revolusi. Ia bicara melulu tentang revolusi. Ia makan dan minum revolusi. Dan kalau malam hari ia bermimpi, mimpinya pastilah juga tentang revolusi.&quot; Ironisnya, meski dia menghabiskan sepenuh umurnya dalam percobaan melenyapkan penindasan, hasil yang dicapainya dari perjuangan adalah penghancuran semua segi kebebasan pribadi. </p>
<p>Meskipun demikian, dari riwayat Lenin kita dapat melihat bagaimana hasrat seseorang dapat mempengaruhi seluruh jalan hidupnya. </p>
<p>Pertanyaannya, hal-hal apakah yang mengendalikan hasrat kita? Apakah yang membuat diri Anda antusias? Pada hal apa Anda rela memusatkan seluruh energi dan perhatian Anda? Tujuan apakah yang membuat Anda rela untuk mengejar-ngejarnya? Apa pun itu, hal itu akan mempengaruhi dan mengendalikan hidup Anda, dan tentu saja, saya termasuk di dalamnya. </p>
<p><img style="margin: 0px 5px 5px 0px; display: inline; float: left" align="left" src="http://1.bp.blogspot.com/-S6FfE1z3cNg/UBvtZk1-a8I/AAAAAAAABxk/o1Fbeq5DVXU/s640/Truth+and+Love.jpg" width="200" height="125" />Pada renungan hari ini Allah menunjukkan orientasi hidup yang harus kita tuju dalam kekristenan. Melalui hikmat ini, Allah ingin kita memiliki hasrat yang besar untuk mencapai kebenaran dan kasih. Itu berarti kita diminta untuk mencari kebenaran yang ada di dalam Yesus Kristus dan sekaligus diminta untuk melayani sesama manusia lewat pelayanan kasih. Mereka yang mengikuti kebenaran tentunya akan menemukan kebenaran itu sendiri. Mereka yang mengasihi akan menerimanya sendiri dari Allah sehingga kita dapat bersukacita dan merasa gembira melakukannya. </p>
<p>Orang-orang Yahudi selalu mencari kebenaran, tapi tidak menemukannya, karena mereka mencarinya dengan mengandalkan hukum (Rm 9:31). Mereka gagal menemukan kebenaran yang ada di depan matanya sendiri, yaitu Yesus Kristus. Itu sebabnya, mereka tidak dapat mengasihi lewat hukum tersebut. Namun, bagi mereka yang menemukan Yesus Kristus, akan dapat mengasihi lewat kebenaran yang dibawaNya. Maka, carilah kebenaran dan kasih, maka Anda akan menemukannya, dan dengan itu juga akan menemukan kehidupan dan kehormatan dari Allah, yaitu: kehidupan yang kekal dan mahkota kemuliaan surgawi. Amin.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pargodungan/DWWn/~4/C8I2IlNS8ow" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pargodungan.org/amsal-2121-mencari-kebenaran-memadu-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pargodungan.org/amsal-2121-mencari-kebenaran-memadu-kasih/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss><!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

 Served from: pargodungan.org @ 2013-05-23 11:43:08 by W3 Total Cache -->
