<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1138340579576619655</id><updated>2024-11-08T21:50:43.827+07:00</updated><category term="Tokoh"/><category term="Sejarah"/><category term="Misteri"/><category term="Pengetahuan"/><title type='text'>Pelita Melati</title><subtitle type='html'>Sumber Referensi Ilmu Pengetahuan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://pelitamelati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pelita melati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15944139539121899803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1138340579576619655.post-6867669369338619592</id><published>2018-03-16T13:17:00.000+07:00</published><updated>2018-03-16T13:27:48.992+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengetahuan"/><title type='text'>Rahmat dan Azab</title><content type='html'>&lt;b&gt;Rahmat dan Azab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bismillahirrohmanirrohim,&lt;br /&gt;
Assalamualaikum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rezeki kita di dunia pasti sudah ada yang menentukan sejak kita berada di dalam kandungan. Dari seberapa banyaknya, habisnya kapan, dan kita gunakan untuk kebaikan atau keburukan nantinya. Siapa yang menentukan itu semua? Sudah pasti Allah SWT. Apakah rezeki yang diberikan kepada kita itu hanya uang saja? Jawabnya, tidak! Karena kita terlahir di dunia saja sudah termasuk rezeki dari Allah. lalu apalagi selain itu? Udara, tumbuhan, air, dan masih banyak lagi yang jumlahnya tak terhingga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiauCMJ5q86Ff7PErHdsMGtzCckVBAH9otKP1bOAsgBsXL5RbT77dnXKP54SxeRkv_IByS5iByDblKdJXv208EF-YMg0XPEm9fbwvtakRYH7Tc-qsdD0x9ZoCoC1p-8-L_OZK65bz83p0/s1600/20180315_065542.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;868&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;271&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiauCMJ5q86Ff7PErHdsMGtzCckVBAH9otKP1bOAsgBsXL5RbT77dnXKP54SxeRkv_IByS5iByDblKdJXv208EF-YMg0XPEm9fbwvtakRYH7Tc-qsdD0x9ZoCoC1p-8-L_OZK65bz83p0/s400/20180315_065542.png&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rahmat dan Azab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air hujan juga merupakan rezeki, apakah air hujan itu? Air hujan air yang turun dari langit, air yang mengandung mineral-mineral yang mempunyai sifat menyuburkan tanah. Karenanya hujan nmerupakan rahmat dari Allah. Kadangkala karena kebesaran Allah, hujan diturunkan oleh Allah sebagai azab, untuk mengingatkan&amp;nbsp; kepada kita yang tidak taat pada Allah. Hujan sebagai rahmat dengan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan di bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi manusia cenderung mempunyai sifat dengan banyak keinginan, kadangkala karena ada sesuatu hal yang menurut kita penting, kita tidak menghendaki turunnya hujan. Sehingga hujan diupayakan untuk dihentikan ataupun di pindah ke daerah lain. Padahal hujan turun di tempat kita itu bukan hanya untuk kita saja, tetapi juga mahkluk lain seperti tumbuhan dan&amp;nbsp; hewan yang tidak mungkin kita yang memberi mereka air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pawang Hujan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberhasilan suatu usaha untuk memindahkan hujan maupun menghentikannya, semuanya ditentukan oleh Allah. Dalam bahsa keseharian kita sering menyebutkan, orang yang menghentikan atau memindahkan hujan disebut dengan pawing hujan. Memindahkan hujan dari satu tempat ke tempat lain merupakan suatu bukti kekuasaan dan kebesaran Allah, manusia hanyalah berusaha untuk mencapai tujuannya. Dalam agama Islam diperbolehkan untuk memohon kepada Allah untuk tidak menurunkan hujan apabila hujan tersebut dapat mendatangkan kemadharatan bagi manusia di wilayah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dan tidak ada dosa atas kamu meletakkan senjata-senjatamu jika kamu mendapat sesuatu kesukaran karena hujan atau kamu&amp;nbsp; sedang sakit dan siap siagalah kamu.&quot; (QS. an-Nisa: 102)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Dan kami turunkan hujan (hujan azab) kepada mereka, maka perhatikanlah bagaimana akibatnya orang-orang yang berdosa.&quot; (QS. al-A&#39;raf: 84)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pawang hujan bukan salah satu upaya untuk menghentikan hujan akan tetapi meminta dan berdoa pada yang Maha kuasa untuk menggeser hujan agar jatuhnya&amp;nbsp; agak ke pinggir-pinggir. Bukan di lokasi yang mestinya jatuhnya hujan, kegunung, lembah, laut atau hutan karena ada sesuatu hajat atau hujannya mendatangkan mudharat. Pemindahan hujan lebih ditekankan sebagai usaha manusia untuk memenuhi suatu keinginan dengan tetap memohon kepada Allah sebagai pencipta dan pengatur alam semesta ini.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Memindahkan Hujan dalam Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memindahkan hujan dalam agama Islam, tetap memperhatikan apa tujuannya sangat mendesak, sangat penting dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar, selain itu juga memperhatikan kondisi lingkungan, apa memungkinkan hujan dipindahkan ke daerah lain. Kesemua usaha tersebut juga diimbangi dengan memanjatkan doa untuk memohon kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suatu riwayat Bukhari-Muslim disebutkan bahwa, konon kami tidak melihat gumpalan antara kami dan sela-sela gunung Sal&#39;a dan tidak nampak pula awan diatas runah kami. Tiba-tiba datang gumpalan awan seperti perisai, maka tatkala gumpalan awan tersebut menyebar menutupi sebagian langit maka turunlah hujan. Demi Allah pada hari Sabtu kami tidak melihat matahar, kemudian datang seorang pada hari jumat berikutnya untuk menemui Nabi. Tatkala itu Nabi sedang berkhutbah, orang itu mengadu kepada Nabi:&quot; Ya Rasulullah binasalah harta kami dan terputuslah jalan-jalan kami&quot;, Nabi bersabda: &quot;Memohonlah kamu kepada Allah karena hanya Dialah yang dapat menolak hujan, kemudian Nabi mengangkat kedua tangan-Nya sambil berdo&#39;a: &quot;Ya Allah jadikanlah hujan ini pindah pada sekitar kami jangan jadikan hujan ini untuk kami. Ya Allah pindahkanlah hujan ini di atas gunung, bukit yang lembab, lembah gunung atau tempat tumbuhnya pohon (hutan)&quot;. (HR. Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hikmah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hal yang dapat dijadikan hikmah, bahwa untuk memindahkan hujan haruslah diperhitungkan dengan matang dengan ketentuan syarat-syarat sebagai berikut:&lt;br /&gt;
Meneliti terlebih dahulu kondisi langit&lt;br /&gt;
Hujannya memberi mudharat&lt;br /&gt;
Memohon kepada Allah&lt;br /&gt;
Tawassul kepada Nabi Muhammad saw&lt;br /&gt;
Memindahkan hujan pada tempat lain seperti pegunungan, lembah-lembah atau hutan dengan berdoa kepada Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memohon memberhentikan hujan di sisi lain berarti menolak rahmat Allah yang dibutuhkan oleh semua alam seperti: manusia, hewan, tumbuhan-tumbuhan dan bumi dan menghambat permohonan manusia yang sedang menjalankan Istisqa sesungguhnya hanya Allah yang dapat memberhentikan hujan. Akan tetapi memberhentikan hujan ini juga sebagai upaya dalam menghindari manusia dan alam dari ancaman bahaya yang lebih mengancam sehingga membawa kerugian yang lebih besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagaimana kasus yang sekarang terjadi di daerah bencana lumpur Lapindo. Tim ahli penanggulangan bencana dan masyarakat di sekitarnya&amp;nbsp; lebih menginginkan tidak turun hujan di daerah sumber bencana, karena hujan lebat dapat meneyebabkan tanggul-tanggul&amp;nbsp; tanah penahan lumpur akan mudah hancur/jebol tergerus oleh air hujan yang turun tiap hari dengan volume berjuta-juta ton. Selama itu ancaman banjir akan terjadi karena sungai yang semakin dangkal, yang disebabkan buangan lumpur ke sungai-sungai di sekitarnya. Karenanya salah satu usaha yang dilakukan dengan memohon dan berdoa kepada Allah untuk memindakan hujan ke daerah lain misalnya gunung atau lautan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Maka aku berkata: Minta ampunlah kepada Tuhan kamu sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan hebat&quot;. (QS Nuh: 10-11)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obrolan dalam masyarakat sering menyebutkan, mengapa kita tidak menggunakan jasa pawang hujan dalam mengatasi banjir ataupun kekeringan yang terjadi dalam masyarakat akhir-akhir ini. Haruslah kita tekankan bahwa turun atau tidak turunnya hujan semua berada dalam ketentuan Allah, sebagai manusia begitu juga pawang hujan, kita hanyalah memohon melalui doa untuk memindahkan hujan yang akan turun dalam suatu wilayah, dan untuk mencegah terjadinya banjir adalah lebih ditekankan pada upaya manusia untuk lebih dapat menjaga kelestarian lingkungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus bersyukur akan adanya rahmat dan azab dari datangnya hujan yang diberikan Allah. Karena dengan kita bersyukur kita akan selalu merasa dekat dengan Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalamualaikum.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelitamelati.blogspot.com/feeds/6867669369338619592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/2018/03/rahmat-dan-azab-bismillahirrohmanirrohi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default/6867669369338619592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default/6867669369338619592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/2018/03/rahmat-dan-azab-bismillahirrohmanirrohi.html' title='Rahmat dan Azab'/><author><name>Pelita melati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15944139539121899803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiauCMJ5q86Ff7PErHdsMGtzCckVBAH9otKP1bOAsgBsXL5RbT77dnXKP54SxeRkv_IByS5iByDblKdJXv208EF-YMg0XPEm9fbwvtakRYH7Tc-qsdD0x9ZoCoC1p-8-L_OZK65bz83p0/s72-c/20180315_065542.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1138340579576619655.post-5489126892402268543</id><published>2018-03-08T11:44:00.001+07:00</published><updated>2018-03-08T12:00:41.272+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Dasa Dharma</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sejarah Dasa Dharma Pramuka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #444444; font-family: &amp;quot;Open Sans&amp;quot;; font-size: 15px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: normal; margin: 0px 0px 0px 0cm; padding: 0px; text-indent: 0cm; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;border: 0px; box-sizing: border-box; font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Bismillahirrohmaanirrohiim&lt;o:p style=&quot;box-sizing: border-box; margin: 0px; padding: 0px;&quot;&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #444444; font-family: &amp;quot;Open Sans&amp;quot;; font-size: 15px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: normal; margin: 0px 0px 0px 0cm; padding: 0px; text-indent: 0cm; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;border: 0px; box-sizing: border-box; font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br style=&quot;box-sizing: border-box; margin: 0px; padding: 0px;&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #444444; font-family: &amp;quot;Open Sans&amp;quot;; font-size: 15px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: normal; margin: 0px 0px 0px 0cm; padding: 0px; text-indent: 0cm; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;border: 0px; box-sizing: border-box; font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;Assalamualaikum,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #444444; font-family: &amp;quot;Open Sans&amp;quot;; font-size: 15px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: normal; margin: 0px 0px 0px 0cm; padding: 0px; text-indent: 0cm; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;border: 0px; box-sizing: border-box; font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyghgNW2kORpXrEhSfeAmLJwVB2w7JntIjl0HDsakKUTsHcLAfj2M_Xf9CIvfMKMFdnXTofUQ2ag6CuQsj4zZf9xSeDn5dON7skS0J3pifew8cz6EtAC_Ox12sTRshX0DExHJtPD_6f2c/s1600/20180308_112606.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;852&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyghgNW2kORpXrEhSfeAmLJwVB2w7JntIjl0HDsakKUTsHcLAfj2M_Xf9CIvfMKMFdnXTofUQ2ag6CuQsj4zZf9xSeDn5dON7skS0J3pifew8cz6EtAC_Ox12sTRshX0DExHJtPD_6f2c/s320/20180308_112606.png&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #444444; font-family: &amp;quot;Open Sans&amp;quot;; font-size: 15px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: normal; margin: 0px 0px 0px 0cm; padding: 0px; text-indent: 0cm; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;border: 0px; box-sizing: border-box; font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; font-stretch: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;background-color: white; border: 0px; box-sizing: border-box; color: #444444; font-family: &amp;quot;Open Sans&amp;quot;; font-size: 15px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; line-height: normal; margin: 0px 0px 0px 0cm; padding: 0px; text-indent: 0cm; vertical-align: baseline;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
Sejak berdirinya
Organisasi gerakan Pramuka di tahun 1961, Dasa Dharma yang kita kenal sekarang
ini tidaklah sama seperti ditahun pertama terciptanya.
Dasa Dharma telah beberapa kali mengalami perubahan, dimulai dari tahun 1961 hingga
tahun 1978 Dasa Dharma telah mengalami 4 kali perubahan, dan sampailah kepada
Dasa Dharma yang saat ini kita pakai. Sejarah perubahannya adalah sebagai
berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
I. Rumusan Dasa
Dharma Pertama Tahun 1961-1966&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
Dasa Dharma itu
merupakan lampiran dari KEPRES 238 tahun 1961. Hasil rumusan yang pertama kali
diberikan oleh Panitia V Pembentukan Gerakan Pramuka. Rumusan Dasa Dharma
tersebut adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
1. Pramuka itu dapat
dipercaya&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
2. Pramuka itu setia&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
3. Pramuka itu sopan
dan perwira&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
4. Pramuka itu
sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap pramuka&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
5. Pramuka itu
penyayang sesama makhluk&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
6. Pramuka itu siap
menolong dan wajib berjasa&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
7. Pramuka itu dapat
menjalankan perintah tanpa membantah&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
8. Pramuka itu sabar
dan riang gembira dalam segala kesukaran&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
9. Pramuka itu hemat
dan cermat&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
10.Pramuka itu suci
dalam fikiran, perkataan dan perbuatan.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-indent: 0cm;&quot;&gt;tidak lama dari adanya pramuka di Indonesia kemudian dibentuklah Dasa Dharma.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
II. Rumusan Dasa
Dharma Kedua Tahun 1966-1974&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Rumusan Dasa Dharma
yang kedua ini merupakan hasil dari Muker Anpuda. Muker Anpuda sendiri
merupakan singkatan dari Musyawarah Kerja Andalan Pusat dan Daerah yang
sekarang ini telah menjadi Munas atau Musyawarah Nasional. Berikut ini adalah
Rumusan Dasa Dharma yang kedua :&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
1. Kami Pramuka
Indonesia, bertakwa kepada Tuhan YME&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
2. Kami Pramuka
Indonesia, berjiwa pancasila dan patriot Indonesia yang setia&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
3. Kami Pramuka
Indonesia, giat melaksanakan amanat penderitaan rakyat&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
4. Kami Pramuka
Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan kemuliaan Indonesia&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
5. Kami Pramuka
Indonesia, bergotong royong membangun masyarakat Pancasila&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
6. Kami Pramuka
Indonesia, dapat dipercaya dan berbudi luhur&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
7. Kami Pramuka
Indonesia, hemat, cermat dan bersahaja&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
8. Kami Pramuka
Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kesukaran&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
9. Kami Pramuka
Indonesia, berjuang dengan rasa tanggungjawab dan gembira utk dapat berguna&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
10.Kami Pramuka
Indonesia, berwatak kasatria dan bertindak dengan disiplin&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-indent: 0cm;&quot;&gt;setelah merumuskan Dasa Dharma yang pertama kemudian pada tahun 1966 di ubah seperti diatas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
III. Rumusan Dasa
Dharma Ketiga tanggal 25-26 September 1978.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
Ini merupakan
kesepakatan dari Munas Bukit Tinggi, berdasarkan amanat MPP tahun 1970 dan
Munas tahun 1974, yang merekomendasikan perubahan dari teks Dasa Dharma.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
Dasa Darma Pramuka
PRAMUKA ITU :&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
1. Takwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
2. Kasih sayang
sesama manusia dan cinta alam&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
3. Patriot yang
sopan dan perwira&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
4. Suka
bermusyawarah dan patuh&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
5. Rela menolong dan
tabah&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
6. Rajin, riang dan
terampil&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
7. Hemat, cermat dan
bersahaja&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
8. Disiplin, setia
dan berani&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
9. Bertanggung jawab
dan dapat dipercaya&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
10.Suci dalam fikiran,
perkataan dan perbuatan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
IV. Rumusan Dasa
Dharma Keempat tahun 1978&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
Munas Gerakan
Pramuka di Manado, mengeluarkan memorandum tentang perumusan ulang dari Dasa
Dharma Pramuka, dan setelah itu diterbitkan dalam SK Kwartir Nasional Nomor.
036 / KN/ 79. Dan inilah yang menjadi Dasa Dharma yang kita gunakan pada saat
ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
Dasa Dharma Pramuka
:&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
1. Takwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
2. Cinta alam dan
kasih sayang sesama manusia&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
3. Patriot yang
sopan dan ksatria&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
4. Patuh dan suka
bermusyawarah&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
5. Rela menolong dan
tabah&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
6. Rajin, terampil
dan gembira&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
7. Hemat, cermat dan
bersahaja&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
8. Disiplin, berani
dan setia&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
9. Bertanggungjawab
dan dapat dipercaya&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
10.Suci dalam
pikiran, perkataan dan perbuatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
itulah beberapa perubahan Dasa Dharma yang ada sejak tahun 1961 hingga sekarang ini. semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;background-color: white; color: #444444; font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 16px;&quot;&gt;Wassalamualaikum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelitamelati.blogspot.com/feeds/5489126892402268543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/2018/03/sejarah-dasa-dharma.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default/5489126892402268543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default/5489126892402268543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/2018/03/sejarah-dasa-dharma.html' title='Sejarah Dasa Dharma'/><author><name>Pelita melati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15944139539121899803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyghgNW2kORpXrEhSfeAmLJwVB2w7JntIjl0HDsakKUTsHcLAfj2M_Xf9CIvfMKMFdnXTofUQ2ag6CuQsj4zZf9xSeDn5dON7skS0J3pifew8cz6EtAC_Ox12sTRshX0DExHJtPD_6f2c/s72-c/20180308_112606.png" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1138340579576619655.post-5100675114512318550</id><published>2018-03-05T22:26:00.000+07:00</published><updated>2018-03-05T22:26:26.722+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh"/><title type='text'>8 Komponis dan Ahli Musik Indonesia</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-align: center; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;8 Komponis dan Ahli Musik Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-align: center; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-align: center; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Bismillahirrohmaanirrohiim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Assalamualaikum,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Di dunia ini sangat banyak yang menyukai musik, termasuk di Indonesia. Hampir seluruh masyarakat Indonesia menyukai musik yang berbeda dari satu orang dengan orang lainnya. Bahkan kita saja suka musik yang berbeda. Kita pasti tidak akan bisa mendengarkan musik-musik yang kita suka jika tidak ada yang menciptakannya. Di Indonesia para pencipta musik sangat banyak, hampir setiap tahun ada pencipta musik baru. Tapi apakah kita kenal dengan para pencipta musik yang banyak dinyanyikan anak-anak kecil pada zaman dulu hingga saat ini ? Berikut 8 komponis dan ahli musik Indonesia yang berbakat dan telah&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&amp;nbsp;menciptakan banyak karya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6lB4WLbI3s2E-nsdqXgyKoMFm6iSa5hN8IQEQDQh-xR2THkp4xfjz-hQsrKAQ9-K2wz6V1amogaYDC8QSOxSFyE7-TGdgDCiH-_x9lZBitFqkQGwqpsvJhEA5Yu5Nic0Lkn1a6sdp5eY/s1600/20180305_192718.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1024&quot; data-original-width=&quot;1024&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6lB4WLbI3s2E-nsdqXgyKoMFm6iSa5hN8IQEQDQh-xR2THkp4xfjz-hQsrKAQ9-K2wz6V1amogaYDC8QSOxSFyE7-TGdgDCiH-_x9lZBitFqkQGwqpsvJhEA5Yu5Nic0Lkn1a6sdp5eY/s320/20180305_192718.png&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;1. W.R. Supratman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQVLp6imKecia4ABnfs3JgWdItLhjlGDkAactS8-PPwbvmbFCIksNwrDLm8noNtHqp7kxEV3jbja-MpcgwZtikrV8G1ES7iVaHtTUBq1_d7hpBp3OldHuuzEn6UJOROZrlBZZoopsFJ70/s1600/wage-rudolph-soepratman.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;200&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQVLp6imKecia4ABnfs3JgWdItLhjlGDkAactS8-PPwbvmbFCIksNwrDLm8noNtHqp7kxEV3jbja-MpcgwZtikrV8G1ES7iVaHtTUBq1_d7hpBp3OldHuuzEn6UJOROZrlBZZoopsFJ70/s200/wage-rudolph-soepratman.jpg&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;133&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;W.R. Supratman&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Wage Rudolf Supratman (W.R. Supratman) lahir di Purworejo, Jawa Tengah tahun 1903. Selain menjadi komponis dia juga seorang wartawan. Pada tahun 1928, dia menciptakan lagu yang sampai saat ini selalu kita nyanyikan di saat upacara bendera, yaitu &lt;i&gt;Indonesia Raya&lt;/i&gt;. Lagu tersebut pertama kali dinyanyikan pada saat Kongres Pemuda bulan Oktober 1928 di Jakarta. Lagu Indonesia Raya yang diciptakannya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia, sehingga saat Upacara Proklamasi 17 Agustus 1945, Lagu Indonesia Raya berkumandang membahana di segala penjuru Nusantara. Selain Indonesia Raya dia juga mencipatkan lagu &lt;i&gt;Ibu Kita Kartini&lt;/i&gt; yang tidak kalah terkenal dengan lagu Indonesia Raya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;2. Ismail Marzuki&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_hY1t8jqnhRf6SvkiL2_ioNJm40JJ9diAUUsC_K7z_zXrNid-XspgwtH4rMKh2Ox0-MLeUsxZ9XUS-MWbDrNX1U-je1uD-WBEk06Gt2vLYo-2t08kl8ktPLRHI4p-zGF1wSoRUGJcxdA/s1600/ismail+marzuki.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;197&quot; data-original-width=&quot;158&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_hY1t8jqnhRf6SvkiL2_ioNJm40JJ9diAUUsC_K7z_zXrNid-XspgwtH4rMKh2Ox0-MLeUsxZ9XUS-MWbDrNX1U-je1uD-WBEk06Gt2vLYo-2t08kl8ktPLRHI4p-zGF1wSoRUGJcxdA/s200/ismail+marzuki.jpg&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;160&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ismail Marzuki&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-align: center; text-indent: 0cm;&quot;&gt;Ismail Marzuki lahir di Jakarta tahun 1914. Dia mulai menciptakan lagu pada saat berusia 17 tahun. Sejak saat itu hingga tutup usia dia telah menhasilkan lebih dari 200 judul lagu. Lagu-lagunya yang terkenal adalah &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-align: center; text-indent: 0cm;&quot;&gt;Halo-Halo Bandung&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-align: center; text-indent: 0cm;&quot;&gt; (1945), &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-align: center; text-indent: 0cm;&quot;&gt;Rayuan Pulau Kelapa&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-align: center; text-indent: 0cm;&quot;&gt; (1944), &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-align: center; text-indent: 0cm;&quot;&gt;Kalau Anggrek Berbunga, Jauh di Mata di Hati Jangan&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-align: center; text-indent: 0cm;&quot;&gt;. Sebagai jasa-jasanya di Jakarta berdiri Taman Ismail Marzuki tepatnya di Salemba. Dia meninggal pada 25 Mei 1958, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;3. Cornel Simanjuntak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtkUKSsr_ubMFLKNWW2bfSPRss8zcP9WenPy8CO_wIUO690-FHSUa8O_Wkm5gpEuCHbyx56X3EmetUfl7dPnufoAEyCrebZnw29A9S3Ta2OqKkS-6UsqtXhY-Bj7zVRlzNrR3OX7f0eL4/s1600/c+simanjuntak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;273&quot; data-original-width=&quot;185&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtkUKSsr_ubMFLKNWW2bfSPRss8zcP9WenPy8CO_wIUO690-FHSUa8O_Wkm5gpEuCHbyx56X3EmetUfl7dPnufoAEyCrebZnw29A9S3Ta2OqKkS-6UsqtXhY-Bj7zVRlzNrR3OX7f0eL4/s200/c+simanjuntak.jpg&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;135&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;C. Simanjuntak&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Cornel Simanjuntak lahir di kota Pematang Siantar, Sumatra Utara tahun 1921. Komponis produktif ini sebelumnya pernah sekolah musik di Muntilan, Jawa Tengah tahun 1937. Lagu yang diciptakannya juga banyak. Lagu-lagunya yang terkenal &lt;i&gt;Maju Tak Gentar&lt;/i&gt; (1945), &lt;i&gt;Citra, Kupinta Lagi, Mekar Melati, Mari Berdendang, dan O angin&lt;/i&gt;. C Simanjuntak meninggal tahun 1946 di Yogyakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;4. Kusbini&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI-cE6-fa8kzo93tFQO64hS_NGH36WFuztNLcYQudzZuYT1dRxXT-I90B53nMwq1G2h8Su15Qg4osdjF4QukXYZH6sQ6Dqw8flzoyLozN8GWBMfnzKck5-72tT8tnaZdjL2Xkl8Ch7SoQ/s1600/kusbini.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;271&quot; data-original-width=&quot;186&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI-cE6-fa8kzo93tFQO64hS_NGH36WFuztNLcYQudzZuYT1dRxXT-I90B53nMwq1G2h8Su15Qg4osdjF4QukXYZH6sQ6Dqw8flzoyLozN8GWBMfnzKck5-72tT8tnaZdjL2Xkl8Ch7SoQ/s1600/kusbini.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kusbini lahir di Mojokerto, Jawa Timur tahun 1906. Dia seorang komponis yang komplit. Di sebut sebagai komponis komplit karena segala bentuk musik dia bisa, dari klasik, keroncong, sampai lagu anak-anak. Salah satu lagu ciptaanya yang terkenal adalah &lt;i&gt;Padamu Negeri &lt;/i&gt;(1942). Kusbini meninggal pada tahun 1991. Dia telah berhasil mendirikan sekolah musik di Yogyakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;5. K. Suryono&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibKEQEI91r_EeRwpu13JD4gI1Dnf0UjxiRjbp-N5uS7msp1hrMI5V2PvDaxK5aqHlgFrN3q0bU-1-yd4kTGEi5RuuhWeWO-l-tnjxUcs-40U8NUiqQ0VtBHmV0n5rrFVEOMxmZeEWsZ60/s1600/pak+kasur.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;272&quot; data-original-width=&quot;185&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibKEQEI91r_EeRwpu13JD4gI1Dnf0UjxiRjbp-N5uS7msp1hrMI5V2PvDaxK5aqHlgFrN3q0bU-1-yd4kTGEi5RuuhWeWO-l-tnjxUcs-40U8NUiqQ0VtBHmV0n5rrFVEOMxmZeEWsZ60/s200/pak+kasur.jpg&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;136&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pak Kasur&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Dia lebih akrab dipanggil Pak Kasur. Bagi yang sering melihat salah satu stasiun tv di Indonesia pasti sudah tak asing lagi. Pak Kasur secara rutin mengisi acara anak-anak di stasiun tv itu. Lagu-lagu ciptaannya, &lt;i&gt;Naik Delman, Bangun Pagi, Harmonikaku, Balonku Ada Lima, Cicak-Cicak di Dinding. Amri Membolos&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;6. Gesang Martohartono&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1uvVIfrnPBNym5OT3jjk0xiVwffaNyCbU2qoG7HoaEDhLYt5SaVXbsDy2SAxC_6hECm-sHgrG9y6WbZLv5WVGE-37KTt_4zbH-qrQoYlYf2MpRgYDQBlZhJF2jBj6CpW6KnP2zhN-oPY/s1600/gesang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;274&quot; data-original-width=&quot;184&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1uvVIfrnPBNym5OT3jjk0xiVwffaNyCbU2qoG7HoaEDhLYt5SaVXbsDy2SAxC_6hECm-sHgrG9y6WbZLv5WVGE-37KTt_4zbH-qrQoYlYf2MpRgYDQBlZhJF2jBj6CpW6KnP2zhN-oPY/s200/gesang.jpg&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;134&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gesang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Komponis musik keroncong ini lahir di Solo, 1 Oktober 1917. Bakat mulai tampak ketika ia ikut group musik &quot;Marko&quot; (1935). Lagu pertama yang diciptakannya, &lt;i&gt;Si Piatu&lt;/i&gt; (1938) kemudian &lt;i&gt;Roda Dunia&lt;/i&gt; (1939). Lagu yang terkenal &lt;i&gt;Bengawan Solo&lt;/i&gt; (1940), &lt;i&gt;Sapu Tangan &lt;/i&gt;(1941)&lt;i&gt;, Tirtonadi &lt;/i&gt;(1942),&lt;i&gt; &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; Jembatan Merah &lt;/i&gt;(1943).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;7. Ibu Sud&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0jvgIq2eTiTs9zBriXo3Yy3HnYTNIGtOe3kbKSS3f7DhO8k-p_uI31fUaoan8PK3hg_MtJqoOurd4l1A6zCZ7-81TWIlt9ajWbYrYXyyWgik_RFWXgM-MAYLmDTkObOy0HNy05zUwYv4/s1600/ibu+sud.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;237&quot; data-original-width=&quot;213&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0jvgIq2eTiTs9zBriXo3Yy3HnYTNIGtOe3kbKSS3f7DhO8k-p_uI31fUaoan8PK3hg_MtJqoOurd4l1A6zCZ7-81TWIlt9ajWbYrYXyyWgik_RFWXgM-MAYLmDTkObOy0HNy05zUwYv4/s200/ibu+sud.jpg&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;179&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ibu Sud&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Nama asli Ibu Sud adalah Saridjah Niung Bintang. Setelah menikah dengan Bapak Soedibyo lebih akrab dipanggil Ibu Soed. Lahir pada tahun 1905 dan meingal di tahun 1995. Lagu-lagu yang diciptakannya lebih banyak lagu anak-anak. Lagu ciptaannya yang terkenal &lt;i&gt;Hai becak, Kupu-Kupu, Tik-Tik-Tik Bunyi Hujan, Mananam Jagung, Naik Kereta Api, Bila Sekolah Usai, Bung Polisi&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;8. Mochtar Embut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSvvejOL10rYQmJFo3_hN1ZjktEyIFzkZxBlXaHKGttLq-znUWOC7L6BrvmGZ1UKbfsYJgMlhke158cCpz8iCnZpeWcZCdJ1IH_g-3SYg4pBkms4eMXWwDCBpZPME04GbX7RrupzuzpL8/s1600/m+embut.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;94&quot; data-original-width=&quot;73&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSvvejOL10rYQmJFo3_hN1ZjktEyIFzkZxBlXaHKGttLq-znUWOC7L6BrvmGZ1UKbfsYJgMlhke158cCpz8iCnZpeWcZCdJ1IH_g-3SYg4pBkms4eMXWwDCBpZPME04GbX7RrupzuzpL8/s200/m+embut.jpg&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;155&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;M. Embut&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Komponis yang kreatif dan produktif. Sepanjang hayatnya ia menggubah tidak kurang dari 100 lagu baik pop, seriosa, maupun keroncong. Ia juga mengaransir lagu-lagu untuk orkes besar. Mochtar Embut dilahirkan dari seorang ayah asal Medan dan ibu asal Ngawi, Jawa Timur. Ketika usianya tiga tahun, Mochtar sudah mengenal pendidikan musik yang diperoleh dari orang tuanya. Pada usia 12 tahun, ia sudah menjadi anggota orkes Kesejahteraan Angkatan Darat Territorium VII sebagai pianis. Setamat SMA Ujungpandang, ia pindah ke Jakarta dan bekerja pada RRI sebagai penggubah lagu. Diantara lagu-lagu ubahannya adalah &lt;i&gt;Di Wajahmu Kulihat Bulan, Di Sudut Bibirmu, Mars Pemilihan Umum, Mars Keluarga Berencana, Swa Bhuwana Paksa&lt;/i&gt;. Tahun 1971, ia pergi ke Tokyo untuk mengikuti festival lagu pop sedunia, lagunya ketika itu, &lt;i&gt;With the Deepest Love from Jakarta&lt;/i&gt;, dibawakan oleh biduanita Elly Srie Kudus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kita sudah pasti kenal dengan mereka, karena kita dulu waktu kecil juga pernah menyanyikan lagu-lagu yang diciptakannya. Selain mereka masih banyak lagi komponis dan ahli musik yang ada di&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Indonesia. Bahkan mungkin saat ini sudah lebih dari seratus orang komponis dan ahli musik yang ada di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 200%;&quot;&gt;Wassalamualaikum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0cm; text-indent: 0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelitamelati.blogspot.com/feeds/5100675114512318550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/2018/03/8-komponis-dan-ahli-musik-indonesia.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default/5100675114512318550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default/5100675114512318550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/2018/03/8-komponis-dan-ahli-musik-indonesia.html' title='8 Komponis dan Ahli Musik Indonesia'/><author><name>Pelita melati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15944139539121899803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6lB4WLbI3s2E-nsdqXgyKoMFm6iSa5hN8IQEQDQh-xR2THkp4xfjz-hQsrKAQ9-K2wz6V1amogaYDC8QSOxSFyE7-TGdgDCiH-_x9lZBitFqkQGwqpsvJhEA5Yu5Nic0Lkn1a6sdp5eY/s72-c/20180305_192718.png" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total><georss:featurename>Wonocoyo, Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-8.2517133 111.43653180000001</georss:point><georss:box>-8.2831413 111.39619130000001 -8.2202853 111.47687230000001</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1138340579576619655.post-8707437459211197929</id><published>2018-03-03T08:35:00.002+07:00</published><updated>2018-03-04T10:18:41.508+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh"/><title type='text'>Sang Raja Laut</title><content type='html'>&lt;b&gt;Sang Raja Laut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bismillahirrohmannirrohiim&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamualaikum,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai kaum muslimin, kita tidak kehilangan tokoh panutan ilmuwan. Ada banyak ilmuwan yang berpengaruh di dunia, berasal dari Islam. Umat Islam selain memiliki penjelajah dunia yang setara dengan Marco Polo, Hsien Tsieng, Drake, dan Magellan, juga mempunyai raja laut yang hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIqn9C08cp7moF7dvNJOY2tsOfpjkN9lrgOuDkoEEwnyBRIq6o69MEs4D_v_jRr8DoF7_iRb4zYn_VUckPt1fDCvQKTGLmH2DQEJBMEQevGpJbVVFfpdBdjyg8118HUR4TfcOWgNp947U/s1600/20180303_081121.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;831&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;208&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIqn9C08cp7moF7dvNJOY2tsOfpjkN9lrgOuDkoEEwnyBRIq6o69MEs4D_v_jRr8DoF7_iRb4zYn_VUckPt1fDCvQKTGLmH2DQEJBMEQevGpJbVVFfpdBdjyg8118HUR4TfcOWgNp947U/s320/20180303_081121.png&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Majid bernama lengkap Shihab ad-Din Ahmad bin Majid bin Muhammad bin Amir bin Duwayk bin Yusuf bin Husayn bin Abi Ma&#39;lak as-Sa&#39;di bin Abi ar-Rakaib an-Najdi. Ia diperkirakan hidup pada pertengahan abad XV M atau ke-IX H. Ibnu Majid adalah seorang navigator andal. Kemampuan tersebut diwarisinya dari ayah dan kakeknya, yang juga dikenal sebagai mualim dan ahli navigasi yang sangat menguasai seluk-beluk Laut Merah. Ayah Ibnu Majid merintis penulisan buku tentang navigasi yang diberi judul al-Hijaziyya. Buku yang membahas tentang kondisi kelautaan sekitar kawasan Hejaz.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lautan menjadi tempat yang tidak asing bagi Ibnu Majid. Ia sering mengikuti pelayaran yang dilakukan ayahnya di kawasan Laut Merah. Ketika beranjak dewasa, pelayaran bersama kawan-kawannya dilakukan tidak hanya dikawasan Laut Merah, tetapi sudah merambah Samudra Hindia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sang Raja Laut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Jazirah Arab, nama Ibnu Majid sangat terkenal. Ia adalah seorang pelaut yang mendapat julukan Singa Laut. Di pihak lain, orang-orang portugis menjulukinya al-Malande atau al-Marante yang berarti Raja Laut. Menurut catatan Vasco da Gama, pelaut Arab ini memiliki kemampuan yang luar biasa. Ia menolong Vasco da Gama menyelesaikan pelayarannya dari Tanjung Harapan, Afrika Utara, menuju India. Institut Studi Ketimuran Leningrad menyimpan sebuah manuskrip berbahsa Arab yang berisi tiga bait puisi karya Ibnu Majid. Di samping itu, Ibnu Majid juga menyisipkan rute pelayaran yang melintasi Laut Merah, Samudera Hindia, dari berbagai kawasan yang berbeda. Dalam hal ini, Ibnu Majid telah menunjukkan kepiawaiannya sebagai ahli navigasi andal. Manuskripnya merupakan warisan yang sangat penting bagi dunia pelayaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKq5OC4W-7jMl09YKTa942j8WS6lD2JEce5xUFtOhd0vqp7tP0mkn3Ks_rM6r6f31UEeThU6mpPDlsH6yYRq8_KrKIN1mU-KhRVV-r_2EkYA3S8vBUsh3BxPD4-54kNyTzsi_S_f_iD5E/s1600/Ibnu-Majid-Ilmuwan-Muslim-Penemu-Kompas-Modern-Bag.1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;510&quot; data-original-width=&quot;800&quot; height=&quot;204&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKq5OC4W-7jMl09YKTa942j8WS6lD2JEce5xUFtOhd0vqp7tP0mkn3Ks_rM6r6f31UEeThU6mpPDlsH6yYRq8_KrKIN1mU-KhRVV-r_2EkYA3S8vBUsh3BxPD4-54kNyTzsi_S_f_iD5E/s320/Ibnu-Majid-Ilmuwan-Muslim-Penemu-Kompas-Modern-Bag.1.jpg&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produktivitas Ibnu Majid dalam menulis memberi sumbangan tidak terhingga pada dunia pelayaran sesudahnya. Pada masa sebelum kehadiran Ibnu Majid, hanya sedikit pelaut Arab yang berani  mengarungi lebih jauh dari kawasan Laut Merah, Pantai Timur Afrika, hingga Pantai Tenggara Afrika atau Sofala, wilayah dekat Madagaskar. Alsan mereka, ketiadaan pedoman navigasi atas wilayah tersebut dapat menyesatkan mereka, terutama arus laut yang memang ganas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Madagaskar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konon, wilayah pesisir Afrika Barat sangat tertutup bagi orang-orang Eropa. Pantai tersebut sangat menyeramkan dan penuh misteri, khususnya di seputar kawasan yang dilalui garis khatulistiwa. Setiap kapal pasti mengalami kesulitan ketika hendak melewatinya, kecuali kapal tersebut dilengkapi layar besar yang berfungsi sebagai alat bantu pendorong. Kalaupun kapal itu tidak meiliki layar yang besar, para awaknya harus bekerja sama mendayung kuat-kuat agar kapal bisa berjalan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa itu, orang-orang Eropa percaya pada mitos yang mengatakan bahwa setiap kapal yang melintasi kawasan itu tidak akan pernah bisa kembali. Namun, mitos itu akhirnya memudar seiring waktu berjalan. Pada tahun 1461, orang-orang Portugis mulai melakukan perjalanan mengarungi laut dan samudera. Meskipun begitu, untuk membuktikan kalau mitos tersebut tidak benar, orang-orang Portugis mengirim delegasi mereka ke India melalui jalur Mesir pada tahun 1484. Di tengah perjalanan, sang pemimpin delegasi yang bernama Kopelhaem memutuskan singgah sebentar di sekitar kawasan Sokoth Selatan, Semenanjung Arab. Tanpa sengaja, ia bertemu Ibnu Majid Sang Raja Laut. Di tempat inilah para petualang Portugis mendengar cerita tentang Kepulauan Madagaskar untuk pertama kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kopelhaem tiba di Kairo, ia bergegas mengirim surat kepada Raja Portugis yang isinya meminta sang raja mengirimkan utusannya untuk melakukan sebuah misi baru, mengelilingi Afrika untuk mencari Kepulauan Madagaskar. Saat itu, Kopelhaem mendapat bantuan dari Ibnu Majid. Pada tahun 1498, atas bantuan Ibnu Majid, Raja Laut Arab, petualangan Vasco da Gama dinyatakan berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Majid atau Sang Raja Laut adalah seorang navigator Arab terbesar pada abad pertengahan. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pelaut yang berpengatuan luas. Ia ahlli di bidang pemetaan, astronomi, dan geografi. Disepanjang hidupnya, ia telah menghasilkan sejumlah karya. Karya Ibnu Majid tersebut di dasarkan pada pengalaman dirinya sendiri selaku navigator dan dipadukan dengan teori-teori navigasi yang diperoleh melalui kitab-kitab para pendahulunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalamualaikum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Artikel ini dikutip dari: Biografi Para Ilmuwan Muslim dan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia&lt;/i&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelitamelati.blogspot.com/feeds/8707437459211197929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/2018/03/sang-raja-laut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default/8707437459211197929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default/8707437459211197929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/2018/03/sang-raja-laut.html' title='Sang Raja Laut'/><author><name>Pelita melati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15944139539121899803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIqn9C08cp7moF7dvNJOY2tsOfpjkN9lrgOuDkoEEwnyBRIq6o69MEs4D_v_jRr8DoF7_iRb4zYn_VUckPt1fDCvQKTGLmH2DQEJBMEQevGpJbVVFfpdBdjyg8118HUR4TfcOWgNp947U/s72-c/20180303_081121.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1138340579576619655.post-7163464973384660622</id><published>2018-03-01T18:09:00.001+07:00</published><updated>2018-03-04T10:25:50.354+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>115 KM Dari Teluk Persia</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;115 KM Dari Teluk Persia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Bismillahirrohmaanirrohiim&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Assalamualaikum&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Kota kedua terbesar dan terpenting di Irak, ibu kota Propinsi Basra. Kota itu di bangun pada awal perkembangan islam, kemudian menjadi pusat perdagangan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Kini kota itu penting bagi Irak sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan minyak.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJWYcHEl7RG4luau4yLEGelZwCbpDyyIvotb_3FIeYZzaB6mafI9lWokdohLd7B799IKYyfeCtWXN5ULWIsyU7rsmoIEjQ01hWizaULwq4YlgAHeyCGHrH523fDywlsUvDjxPlq7wozMI/s1600/20180301_160311.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;850&quot; data-original-width=&quot;1280&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJWYcHEl7RG4luau4yLEGelZwCbpDyyIvotb_3FIeYZzaB6mafI9lWokdohLd7B799IKYyfeCtWXN5ULWIsyU7rsmoIEjQ01hWizaULwq4YlgAHeyCGHrH523fDywlsUvDjxPlq7wozMI/s320/20180301_160311.png&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Basra terletak di Shatt el-Arab di bagian tenggaa Irak, sekitar 115 km dari Teluk Persia dan sekitar 15 km dari sungai Tigris. Kota itu dikelilingi padang pasir. Iklimnya kering. Suhu udara sekitar 25 derajat C. Curah hujan rata-rata 185 mm/tahun.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Jumlah penduduk tahun 1991 diperkirakan sekitar satu juta jiwa, diantaranya mayoritas Arab Irak dari suku Rabi’ah dan Mudar, lainnya Kurdi, Persia dan Turki. Mayoritas penduduk Basra adalah muslim Suni (95%), penganut agama lain Yahudi dan Kristen. Lembaga-lembaga pendidikan umum dan agama, mulai dari tingkat dasar sampai universitas, tersedia di kota basra.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Hasil utama kota Basra adalah kurma, di sekeliling kota terdapat kebun kurma yang amat penting di Irak. Gandum dan padi juga ditanam. Peternakan biri-biri menghasilkan wol. Terdapat pertambangan minyak bumi untuk di ekspor.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sejarah Kota Basra&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Kota Basra dibangun pada tahun 16 H (636 M) pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab, setelah wilayah Irak dikuasai oleh tentara islam di bawah pimpinan Sa’ad bin Abi Waqqas tahun 635. Lokasi pembangunan kota Basra ditetapkan sendiri oleh Khalifah Umar di daerah Kharibah yang berdekatan dengan kota pelabuhan Ubullah di Teluk Persia. Arsitekturnya dipercayakan kepada Utbah bin Gaswan yang mempekerjakan 800 pekerja. Utbah menamakan kota yang dibangunnya itu menurut nama bahan yang digunakan untuk membangun kota itu, yaitu al-basrah (sejenis batu putih). Di pusat kota dibangun masjid dan tempat tinggal panglima. Di sekeliling kedua bangunan ini dibangun tempat tinggal tentara.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Adapun kompleks-kompleks pemukiman penduduk disusun berdasarkan kelompok suku, kelompok suku tertentu menempati perkampungan tertentu pula. Untuk memenuhi kebutuhan akan air, Khalifah Umar memerintahkan membuat sebuah saluran air dari sungai Tigris ke kota itu.&lt;br /&gt;
Selama pemerintahan Khalifah Umar, Basra menjadi markas tentara islam. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Umat islam kota Basra dan kota Kufah berjasa besar menaklukan daerah-daerah Persia, Khurasan (Iran Timur) dan Ma Wara an-Nahr (Transoksania, Samarkand) pada masa Umar dan sesudahnya. Dalam perkembangannya, setelah banyak didatangi para pedagang, Basra menjadi pusat perdagangan, baik pada masa al-Khulafa ar-Rasyidun berikutnya, maupun pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Seribu Satu Malam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Untuk mengajarkan Islam kepada penduduk Basra, Khalifah Umar mengirimkan ulama-ulama dari Madinah ke kota itu, antara lain Abu Musa al-Asy,ari. Sejak itu sampai di masa pemerintahan Umayyah dan Abbasiyah, Basra menjadi salah satu pusat pendidikan di dunia Islam. Para siswa berdatangan ke kota itu mempelajari berbagai cabang ilmu pengetahuan. Kota itu menjadi tempat bertemunya Persia dan Arab.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Ketika ilmu pengetahuan dan peradaban Islam mencapai puncak kemajuan dengan berpusat di Baghdad, Basra menjadi pusat kajian bahasa Arab, sastra dan sains yang penting, serta menjadi tempat berkumpulnya para pujangga Arab, sehingga kota itu disebut “khazanah al-Arab”. Kemajuan Basra di bidang perdagangan, bahasa, sastra dan ilmu pengetahuan serta peradaban Islam disebut dalam buku cerita terkenal Seribu Satu Malam (Alf lailah wa lailah).&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Sebagai kota ilmu pengetahuan, bahasa dan sastra, kota Basra telah melahirkan sejumlah ulama, tokoh pemikir dan penyair. Ulama yang terkenal antara lain Amr bin al-Ula, Yunus bin Habib, Isa bin Amr, al-Khalil bin Ahmad bin Amr, dan al-Asmai, serta Sibawahi. Tokoh pemikirnya antara lain Farazdaq, Bisyar bin Bard, Muslim bin Wahid, dan Abu Nuwas.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Sejak tahun 1534 hingga tahun 1918, kota Basra dikuasai oleh pemerintah Turki Usmani. Ketika Inggris menaklukan Irak dalam Perang Dunia I, pemerintah Inggris membangun pelabuhan modern di al-Askar, pinggiran kota Basra. Kemudian kota ini menjadi salah satu propinsi Irak sejak merdeka tahun 1932.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Nah pembaca, itulah kota yang berada di 115 KM dari Teluk Persia (BASRA) dan menjadi kota terbesar dan terpenting di Irak.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Wassalamualaikum&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;i&gt;Artikel ini dikutip dari : Ensiklopedi Islam&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelitamelati.blogspot.com/feeds/7163464973384660622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/2018/03/115-km-dari-teluk-persia_1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default/7163464973384660622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default/7163464973384660622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/2018/03/115-km-dari-teluk-persia_1.html' title='115 KM Dari Teluk Persia'/><author><name>Pelita melati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15944139539121899803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJWYcHEl7RG4luau4yLEGelZwCbpDyyIvotb_3FIeYZzaB6mafI9lWokdohLd7B799IKYyfeCtWXN5ULWIsyU7rsmoIEjQ01hWizaULwq4YlgAHeyCGHrH523fDywlsUvDjxPlq7wozMI/s72-c/20180301_160311.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1138340579576619655.post-8940002606689479164</id><published>2017-11-19T09:02:00.000+07:00</published><updated>2018-03-04T10:26:33.966+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh"/><title type='text'>Penakluk Iblis Dan Penulis Basmalah</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Penakluk Iblis Dan Penulis Basmalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;Bismillaahirrohmaanirrohiim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
Assalamualaikum&lt;br /&gt;
Anda sudah pasti tahu bahwa di dunia ini banyak orang - orang hebat yang sudah menciptakan karya - karya besar yang berguna sampai saat ini. Tapi apakah anda tahu siapa penulis basmalah pertama kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxV2xcGtUVGCO4hm3_Tn1aDHGXPS9i9vTzH-mT0k37VM9GJpR7YTn4aHCc2f-usEsWiLbht_7gOl9yH9TIMu0lBJQ6RpbJMlUnPzejTU1_5W8ecPjzJWoCzWPGqh73hRYtiG3zirTn8os/s1600/PicsArt_11-19-08.30.33.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1068&quot; data-original-width=&quot;1600&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxV2xcGtUVGCO4hm3_Tn1aDHGXPS9i9vTzH-mT0k37VM9GJpR7YTn4aHCc2f-usEsWiLbht_7gOl9yH9TIMu0lBJQ6RpbJMlUnPzejTU1_5W8ecPjzJWoCzWPGqh73hRYtiG3zirTn8os/s320/PicsArt_11-19-08.30.33.jpg&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang pertama kali menulis basmalah adalah Nabi Sulaiman Alaihissalam. Dia menulisnya di dalam sebuah kitab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, selain nabi Sulaiman Alaihissalam juga ada orang mekah yang menulis basmalah pertama kali dia adalah Khalid bin Sa’id bin ‘Ash.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanakah bacaan basmalah ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Bismillaahirrohmaanirrohiim&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasululloh mengajarkan kepada kita agar kita senantiasa membaca basmalah ketika akan melakukan suatu aktivitas. Mau duduk, mau berjalan, mau memegang handphone. Alangkah baiknya jika diawali dengan membaca basmalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulaiman bin Daud bin Aisya bin Awid dari keturunan Yahuza bin Ya&#39;qub (sekitar 975-935 SM) adalah putra dari Nabi Daud, beliau diangkat menjadi nabi dan rasul pada tahun 970 SM. Nabi Sulaiman &#39;alaihissalam wafat di Rahbaam, Baitul Maqdis-Palestina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi sulaiman mempunyai mukjizat yang terkenal. Ia mempunyai keistimewaan yang diberikan oleh Allah SWT yaitu dapat berbicara dengan semua jenis hewan, angin, dan jin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Sulaiman Alaihissalam dapat memerintahkan angin kemana saja sesuai dengan kehendaknya sendiri. Syaitan - syaitan pun tunduk kepada Nabi Sulaiman Alaihissalam. Diantara mereka ada yang bisa membangun istana dan benteng, selain itu juga ada yang mampu menyelam ke lautan untuk mengambil mutiara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah memberi kekuasaan kepada Nabi Sulaiman Alaihissalam atas syaitan - syaitan yang kafir, sehingga Nabi Sulaiman Alaihissalam mampu mengikat mereka untuk mencegah kejahatan yang akan mereka lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi Sulaiman memohon kepada Allah untuk menagkap iblis, &quot;Yaa Allah, Engkau telah menundukkan manusia, jin, binatang buas, burung-burung dan malaikat-malaikat. Ya Allah aku ingin menangkap iblis, memenjarakan, merantai dan mengikatnya, sehingga manusia tidak melakukan dosa maksiat lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah kemudian mewahyukan kepada Nabi Sulaiman, &quot;Wahai Sulaiman, tidak ada baiknya jika iblis ditangkap.&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Nabi Sulaiman tetap memohon kepada Allah, &quot;Ya Allah, keberadaan makhluk terkutuk ini tidak ada kebaikan didalamnya&quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah berfirman, &quot; Jika iblis ditangkap banyak pekerjaan manusia yang akan ditinggalkan&quot;. Nabi Sulaiman Alaihissalam kemudian berkata, &quot;Ya Allah aku ingin menangkap makhluk ini beberapa hari saja&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah SWT kemudian menjawab, &quot;Bismillah (dengan menyebut nama Allah) tangkaplah iblis&quot;.&lt;br /&gt;
Kemudian Nabi Sulaiman Alaihissalam dapat menangkap iblis, mengikat dan memenjarakannya..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Sulaiman Alaihissalam adalah seorang raja yang agung. Tetapi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya beliau lebih memilih makan dari hasil usahanya sendiri, yaitu dengan membuat kerajinan tas yang dijual ke pasar. Beliau lebih memilih tidak makan dari uang kerajaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika iblis sudah tertangkap.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada suatu hari ketika Nabi Sulaiman Alaihissalam mengutus pekerjanya untuk menjual tas hasil buatannya ke pasar. Setelah sampai di pasar mereka mendapati pasar tutup semuanya, tak ada satupun orang yang berjualan. Lalu mereka memberitahukan hal itu kepada Nabi Sulaiman Alaihissalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari berikutnya mereka kemudian datang lagi kepasar tetapi mereka mendapati pasar tetap sepi seperti kemarin. Pasar pasar pada tutup, orang orang pergi ke kuburan mengingat kematian, menangis dan meratap. Mereka mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat tanpa mempedulikan lagi kehidupan duniawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Sulaiman Alaihissalam yang heran dengan sikap masyarakat itu, kemudian bertanya kepada Allah,&quot; Ya Allah apa yang sebenarnya telah terjadi ? Kenapa orang orang tidak bekerja mencari nafkah ?&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Allah mewahyukan kepada Nabi Sulaiman Alaihissalam, &quot;Wahai Sulaiman, engkau telah menangkap iblis itu, sehingga akibatnya manusia tidak bergairah mencari nafkah. Bukankah sebelumnya telah Ku katakan kepadamu bahwa menangkap iblis tidak mendatangkan kebaikan&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian setelah mendapatkan jawaban dari Allah SWT, maka Nabi Sulaiman Alaihissalam &amp;nbsp;segera melepaskan iblis dari penjara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya, orang orang kembali ke pasar, mereka membuka kios masing masing. Orang orang kembali bersemangat bekerja mencari harta dunia untuk makan dan memenuhi kebutuhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, ternyata jika tidak ada iblis di dunia yang menggoda, memberikan angan angan, kehidupan manusia juga akan kacau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembaca itulah orang yang menulis basmalah pertama kali, siapa dia ? Dia adalah Nabi Sulaiman Alaihissalam seorang Nabi yang juga menjadi raja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalamualaikum</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelitamelati.blogspot.com/feeds/8940002606689479164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/2017/11/penakluk-iblis-dan-penulis-basmalah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default/8940002606689479164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default/8940002606689479164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/2017/11/penakluk-iblis-dan-penulis-basmalah.html' title='Penakluk Iblis Dan Penulis Basmalah'/><author><name>Pelita melati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15944139539121899803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxV2xcGtUVGCO4hm3_Tn1aDHGXPS9i9vTzH-mT0k37VM9GJpR7YTn4aHCc2f-usEsWiLbht_7gOl9yH9TIMu0lBJQ6RpbJMlUnPzejTU1_5W8ecPjzJWoCzWPGqh73hRYtiG3zirTn8os/s72-c/PicsArt_11-19-08.30.33.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1138340579576619655.post-5118611116520775525</id><published>2017-11-19T09:01:00.000+07:00</published><updated>2018-03-13T19:30:29.848+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Misteri"/><title type='text'>Bisa Menghilang Tak Bisa Kembali</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;Bisa Menghilang Tak Bisa Kembali&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamu&#39;alaikum&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Seharusnya kita sudah tau jika hingga saat ini ada pahlawan nasional yang keberadaannya masih menjadi misteri. Siapakah dia ? Agar kita lebih tau lagi siapa pahlawan nasional itu.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Mari kita simak ulasan berikut ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_AnZUuAnSNZG7NWzsJ70AtyiFIENvgtRj_C07hsKNUUkvwwP4jWNteqvoX6gcd6yCgyVgYnLxuOUbgnNlfY3-B9R6_Ign7Q3x_FcJc2ZFazvEGjXVvRaoFWKWTj5mlVnk18E1IO8K5cQ/s1600/PicsArt_11-03-08.28.23.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;450&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_AnZUuAnSNZG7NWzsJ70AtyiFIENvgtRj_C07hsKNUUkvwwP4jWNteqvoX6gcd6yCgyVgYnLxuOUbgnNlfY3-B9R6_Ign7Q3x_FcJc2ZFazvEGjXVvRaoFWKWTj5mlVnk18E1IO8K5cQ/s320/PicsArt_11-03-08.28.23.jpg&quot; title=&quot;pelitamelati.blogspot.com&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;Peristiwa&lt;/b&gt;&lt;b&gt; Bersejarah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Blitar, 14 Februari 1945, telah terjadi peristiwa yang hingga kini menjadi sejarah bagi Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi kurang lebih setengah tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Peristiwa itu tidak lain adalah Pemberontakan yang dilakukan oleh sejumlah tentara Pembela Tanah Air (PETA) melawan Jepang.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;Rencana Pemberontakan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Rencana Pemberontakan yang dilakukan dipimpin oleh tiga orang perwira dan seorang bintara. Mereka adalah Muradi, Supriyadi, Suparjono dan Sunanto.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Pemberontakan akan dilakukan karena akan ada pertemuan besar seluruh anggota dan komandan PETA di Blitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Rencana pemberontakan yang akan dilakukan oleh PETA sudah dipersiapkan dengan baik. Tetapi hal tidak terduga terjadi, pimpinan tentara kekaisaran jepang membatalkan pertemuan besar seluruh anggota dan komandan PETA di Blitar, karena mereka telah mengetahui rencana pemberontakan yang akan dilakukan&amp;nbsp; tentara PETA.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pemberontakan Supriyadi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Meskipun pertemuan yang dilakukan sudah dibatalkan, Supriyadi tetap akan melanjutkan pemberontakan kepada Jepang.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, pada 14 Februari 1945 pukul 03.00 ketika masyarakat Blitar sedang tidur, para tentara PETA melancarkan serangan kepada sejumlah orang - orang jepang.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Para masyarakat yang terbangun karena mendengar suara peluru, pada awalnya mereka hanya mengira bahwa itu adalah latihan perang. Tetapi&amp;nbsp; pada saat ada teriakan dan suara lonceng berbunyi perkiraan masyarakat berubah, mereka berhamburan keluar rumah melihat apa yang sedang terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;Operasi Militer Jepang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Markas militer jepang yang mengetahui adanya pemberontakan yang dilakukan Supriyadi&amp;nbsp; tidak hanya diam. Mereka mengerahkan seluruh militernya ke Blitar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Operasi militer yang dilakukan Jepang dipimpin oleh perwira - perwira yang tangkas. Setelah sampai di Blitar Jepang tidak langsung menggempur pertahanan pemberontak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Langkah pertama yang mereka lakukan adalah memblokade pintu keluar bagi para pemberontak.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun para pemberontak melakukan perlawanan tetapi Jepang berhasil melumpuhkan mereka. Pasukan yang pertama kali berhasil dilumpuhkan oleh Jepang adalah pasukan Supriyadi kemudian disusul dengan pasukan Suparjono dan Muradi.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pengadilan Jepang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Para pemimpin pemberontak yang berhasil ditangkap diadili di pengadilan Jepang. Mereka diadili dan di vonis mati dengan dipenggal kepalanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Mereka yang diadili dan dipenggal kepalanya berjumlah enam orang, terdiri dari Dr Ismail, Muradi, Suparjono, Sunanto, Sujarno, dan Halir. Sejumlah pemberontak juga dikabarkan tewas di dalam penjara Cipinang dan Sukamiskin.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Ada empat orang yang tewas tanpa diadili mereka adalah Sumardi, Sunardjo, Atmadja dan Sukaeni.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;Panglima TKR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Karena dianggap&amp;nbsp; lolos dari hukuman mati dan masih hidup, Supriyadi diangkat Menteri Keamanan Rakyat pada 6 Oktober 1945 menjadi Panglima Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 20 Oktober 1945.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Tetapi karena sosoknya tidak pernah terlihat, maka posisi Panglima TKR diserahkan kepada Jenderal Soedirman. Keberadaan Supriyadi yang tidak diketahui membuat sosoknya misterius.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Suatu sumber Terpercaya menyatakan, pada Juni 1965 ada salah satu laporan pers menyebutkan pada 28 Mei 1965 Letnan R Sain kesurupan roh Supriyadi dan menceritakan bahwa dia sudah mati dan kepalanya dipenggal oleh Jepang.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pencarian Supriyadi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Kabar meninggalnya Supriyadi tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya, karena tidak ditemukan kuburnya dan kalau masih hidup juga tidak diketahui keberadaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Saat pencarian dilakukan sedikitnya sudah lima orang yang mengaku sebagai Supriyadi, tetapi saat dibuktikan Supriyadi asli atau bukan, tidak ada yang berhasil membuktikan bahwa dirinya Supriyadi asli.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pahlawan Nasional&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
Untuk menghentikan pencarian, pada 9 Agustus 1975 Presiden Soeharto secara resmi mengangkat Supriyadi sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan surat keterangan No 063/TK/Tahun 1975.&lt;/div&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun sudah diberi gelar pahlawan nasional untuk memutuskan pencarian, tetapi&amp;nbsp; tidak serta merta memutus pencarian terhadap supriyadi yang hingga kini menjadi misteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Nah pembaca itu tadi adalah ulasan tentang pahlawan nasional yang menjadi misteri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
Terimakasih&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
Wassalamu&#39;alaikum&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://pelitamelati.blogspot.com/feeds/5118611116520775525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/2017/11/bisa-menghilang-tak-bisa-kembali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default/5118611116520775525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/1138340579576619655/posts/default/5118611116520775525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://pelitamelati.blogspot.com/2017/11/bisa-menghilang-tak-bisa-kembali.html' title='Bisa Menghilang Tak Bisa Kembali'/><author><name>Pelita melati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15944139539121899803</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_AnZUuAnSNZG7NWzsJ70AtyiFIENvgtRj_C07hsKNUUkvwwP4jWNteqvoX6gcd6yCgyVgYnLxuOUbgnNlfY3-B9R6_Ign7Q3x_FcJc2ZFazvEGjXVvRaoFWKWTj5mlVnk18E1IO8K5cQ/s72-c/PicsArt_11-03-08.28.23.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>