<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><!-- generator="Joomla! 1.5 - Open Source Content Management" --><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0">
	<channel>
		<title>Pemerintah Kota Banjarbaru</title>
		<description>Situs Resmi Pemerintah Kota Banjarbaru</description>
		<link>http://banjarbarukota.go.id/component/content/frontpage.html</link>
		<lastBuildDate>Sat, 25 Feb 2012 19:35:11 +0000</lastBuildDate>
		<generator>Joomla! 1.5 - Open Source Content Management</generator>
		<language>id-id</language>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/pemkobanjarbaru" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="pemkobanjarbaru" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">pemkobanjarbaru</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
			<title>DPRD Rembang Studi Banding Ke Banjarbaru</title>
			<link>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1121-dprd-rembang-studi-banding-ke-banjarbaru.html</link>
			<guid>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1121-dprd-rembang-studi-banding-ke-banjarbaru.html</guid>
			<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><strong>BANJARBARU</strong> - DPRD Banjarbaru kedatangan  tamu. Kali ini, delapa<img class="caption" src="http://banjarbarukota.go.id/files/img/dprd banjarbaru kedatangan tamu.jpg" border="0" alt="DPRD Banjarbaru kedatangan tamu. Kali ini, delapan orang anggota Komisi D DPRD Rembang yang berkunjung ke DPRD setempat" width="294" height="210" align="right" />n orang anggota Komisi D DPRD Rembang yang  berkunjung ke DPRD setempat, Kamis (23/2/2112. Mereka disambut Wakil  Ketua DPRD Banjarbaru Joko Triono dan anggota Komisi 1 dan Komisi 2 DPRD  Banjarbaru.<br /><br />Kunjungan kerja komisi D DPRD Kabupaten Rembang ini  dalam rangka studi banding bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan  tenaga kerja, pemberdayaan masyarakat dan KB, Perpustakaan dan arsip  serta kebudayaan dan pariwisata.<br /><br />Tampak, Kepala kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Banjarbaru Hj Nurliani menjelaskan jalannya Pustarda Banjarbaru.</p>
]]></description>
			<author>admin2@banjarbarukota.go.id (Pemko Banjarbaru)</author>
			<category>frontpage</category>
			<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 00:42:09 +0000</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Keputusan Dikti Tak Populer</title>
			<link>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1117-keputusan-dikti-tak-populer.html</link>
			<guid>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1117-keputusan-dikti-tak-populer.html</guid>
			<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><strong>BANJARBARU</strong> - Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi  (Dikti) Nomor 15/E/T/2012 tentang Publikasi Karya Ilmiah,  terhitung  kelulusan Agustus 2012 mulai diberlakukan.  Namun, keputusan itu  ternyata tak populer alias banyak kalangan civitas akademika di Kalsel  yang tak mengetahuinya. Baik dosen maupun mahasiswa. <br />Seperti  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Yani  (Uvaya). “Belum ada surat resmi dari Dikti sampai sekarang, walaupun isu  itu sudah saya dengar jauh-jauh hari. Yang jelas bila sudah ada surat  edaran Dikti tersebut di tangan saya, kami mengikuti aturan pemerintah,”  kata Fauzani, dekan FKIP Uvaya. <br />Lain dengan Fakultas Matematika dan  Ilmu Pengetahuan (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (Unlam)  Banjarbaru,  FMIPA sendiri sudah sangat siap dengan keputusan Dikti  tersebut. FMIPA sudah 5 tahun memberlakukan peraturan setiap mahasiswa  yang akan menjadi sarjana harus membuat poster dan menulis karya tulis  ilmiah.</p>
]]></description>
			<author>admin2@banjarbarukota.go.id (Pemko Banjarbaru)</author>
			<category>frontpage</category>
			<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 00:26:58 +0000</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Dua Rumah Tiap Kelurahan</title>
			<link>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1116-bantuan-perbaikan-dari-bpmp-kb-.html</link>
			<guid>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1116-bantuan-perbaikan-dari-bpmp-kb-.html</guid>
			<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><strong>BANJARBARU</strong> – Kabar gembira bagi warga miskin yang memiliki rumah tak  layak huni di Banjarbaru. Pasalnya, Badan Pemberdayaan Masyarakat  Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Pemkot Banjarbaru meluncurkan  program renovasi rumah di 40 kelurahan.<br />“Satu kelurahan kita pilih  dua yang menjadi prioritas perbaikan. Jadi nanti ada penyeleksian dulu,”  ucap Kepala BPMP-KB Rustam Effendi kepada Radar Banjarmasin disela  Rapat Koordinasi (Rakor) bersama semua lurah Banjarbaru.<br />Syarat rumah  yang mendapat perbaikan kata Rustam, si pemilik memiliki Kartu Tanda  Penduduk (KTP) Banjarbaru dan memiliki surat keterangan kepemilikan  tanah. Kemudian tambahnya, yang bersangkutan atau Kepala Keluarga (KK)  tidak memiliki pekerjaan. “Atau kalau misalnya ada pekerjaan pun,  penghasilannya itu tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,”  ujarnya.<br />Kriteria lain sambung Rustam, warga yang dibantu masih  memerlukan bantuan pangat, infak atau zakat dan Beras Miskin (Raskin).  Kemudian juga, tidak mempunyai asset lain, kalau pun ada tidak cukup  juga untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.</p>
]]></description>
			<author>admin2@banjarbarukota.go.id (Pemko Banjarbaru)</author>
			<category>frontpage</category>
			<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 00:25:41 +0000</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Saya Berharap Buku Jangan Ditarik</title>
			<link>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1115-saya-berharap-buku-jangan-ditarik.html</link>
			<guid>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1115-saya-berharap-buku-jangan-ditarik.html</guid>
			<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><strong>BANJARBARU</strong> – Setelah mengalami penundaan pertemuan antara pihak DPRD  Kota Banjarbaru dengan penggagas Lakas Idaman dan Dinas Pendidikan,   akhirnya pertemuan itu kemarin bisa terlaksana. Meski demikian, setelah  terjadi berbagai diskusi dengan banyak argumen Koordinator penerbitan  Lakas Idaman, Balawi berharap agar DPRD jangan meminta Lakas ditarik  dari peredaran. Tetapi Balawi tidak menampik kalau Lakas tersebut masih  banyak kekurangan.<br />“Saya berharap pihak dewan tidak meminta agar kami  menarik buku Lakas Idaman yang sudah beredar. Kami justru meminta  bimbingan agar Lakas itu menjadi lebih baik, untuk itu kami sudah  menunjuk beberapa pakar dari Unlam untuk melakukan verifikasi dari Lakas  tersebut,” terangnya di hadapan anggota Komisi I dan  wakil ketua DPRD  Joko Triono kemarin.<br />Balawi juga mengatakan, kalau Dinas Pendidikan  tidak mendaptkan fee apapun dari penjualan Lakas Idaman tersebut. Namun  sayang Balawi tidak menjawab ketika salah seorang anggota Komisi I  menanyakan kenapa nama penerbit  tidak dicantumkan dalam buku Lakas  tersebut. Ia hanya menjawab kalau sekali menerbitkan buku Lakas tersebut  dananya sekitar Rp300-400 juta.</p>
]]></description>
			<author>admin2@banjarbarukota.go.id (Pemko Banjarbaru)</author>
			<category>frontpage</category>
			<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 00:24:09 +0000</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Lakas Mestinya Digratiskan</title>
			<link>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1114-lakas-mestinya-digratiskan.html</link>
			<guid>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1114-lakas-mestinya-digratiskan.html</guid>
			<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><strong>BANJARBARU</strong> – Semenjak mencuatnya Lakas Idaman yang disoal oleh orang tua siswa karena adanya kesalahan dalam isinya, sampai sekarang masih belum selesai. Kalau beberapa waktu lalu Ketua DPRD Kota Banjarbaru Arie Sophian menegaskan Lakas harus dibawah pengawasan Dinas Pendidikan, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Joko Triono mempunyai pikiran lain.</p>
]]></description>
			<author>admin2@banjarbarukota.go.id (Pemko Banjarbaru)</author>
			<category>frontpage</category>
			<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 00:22:07 +0000</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Pertamina Ingkar Janji</title>
			<link>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1113-soal-jaminan-stok-gas-lpg-.html</link>
			<guid>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1113-soal-jaminan-stok-gas-lpg-.html</guid>
			<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><strong>BANJARBARU</strong> – PT Pertamina wilayah Kalsel ingkar janji. Pasalnya, jaminan pasokan gas LPG yang merupakan program konversi minyak tanah ke gas tahun 2011 tidak terbukti. Termasuk Banjarbaru yang sempat mengalami kelangkaan gas. <br />Kondisi memprihatinkan itupun disesalkan anggota DPRD Kota Banjarbaru. Wakil rakyat kecewa, karena pada saat sosialiasi 2011 tadi, Pertamina menjanjikan stok gas baik 3 atau 12 kilogram selalu ada. Sementara Januari kemarin, masyarakat kata Imung tampak resah karena gas LPG langka.<br />“Saya sangat menyesalkan kondisi ini. Saat sosialisasi kemarin Hiswana (Himpunan Pengusaha Nasional) Migas mengatakan siap. Stok selalu ready. Gas LPG lebih murah dan efisien dari mitan. Tapi faktanya di lapangan tidak seperti itu. Malah harga melonjak 100 persen,” sesal Muriyadi yang akrab disapa Imung saat rapat koordinasi bersama PT Pertamina, Hiswana, Polresta Banjarbaru dan Kodim belum lama tadi.</p>
]]></description>
			<author>admin2@banjarbarukota.go.id (Pemko Banjarbaru)</author>
			<category>frontpage</category>
			<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 00:14:39 +0000</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Sanksi Terberat, Aipda Ud Dipecat</title>
			<link>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1112-sanksi-terberat-aipda-ud-dipecat.html</link>
			<guid>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1112-sanksi-terberat-aipda-ud-dipecat.html</guid>
			<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><strong>BANJARBARU</strong> – Ulah oknum Polresta Banjarbaru Aipda Ud bikin pusing Kapolresta Banjarbaru AKBP Budi Santoso. Bahkan saking parahnya kelakuan Ud pada masyarakat Banjarbaru, ia pun terancam dipecat. <br />Sebelumnya, digelar sebuah rapat intern di Polresta Banjarbaru yang membahas tindak lanjut kasus Ud soal pemukulan terhadap pemilik café hobbies Minggu Raya dan tindakan lainnya yang merugikan banyak pihak. Hasilnya, Ud rencananya bakal menjalani sidang komisi kode etik profesi (KKEP) usai kasus pidananya di Minggu Raya tersebut diusut tuntas Reskrim Polresta Banjarbaru. <br />“Rencananya setelah kasus tindak pidananya selesai, Kemungkinan akan disidangkan,” tegasnya di sela serah terima jabatan dan pisah sambut Kapolsek Banjarbaru dan Kasat Narkoba yang baru Rabu (22/2) kemarin kepada Radar Banjarmasin.</p>
]]></description>
			<author>admin2@banjarbarukota.go.id (Pemko Banjarbaru)</author>
			<category>frontpage</category>
			<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 00:13:18 +0000</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>BAB Saja ke Toilet Tetangga</title>
			<link>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1111-bab-saja-ke-toilet-tetangga.html</link>
			<guid>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1111-bab-saja-ke-toilet-tetangga.html</guid>
			<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><strong>BANJARBARU</strong> - SEJAK tahun 1982, Sugianto (67) hidup bersama seorang istri, Jawiyah (55) dan tiga orang anak perempuannya di sebuah rumah gubuk Jalan Arjuna RT 06 Kelurahan Guntung Paikat. Dulunya kawasan itu laiknya hutan, karena tidak berpenghuni. Namun seiring berjalannya waktu, kawasan itu menjadi komplek perumahan megah. Sayang, kemegahan itu tak pernah dirasakan Sugianto yang kini berprofesi sebagai tukang becak.<br />Usianya yang sudah tua, membuat Sugianto tak bisa lama menarik becak. Pukul 07.00 Wita berangkat dari rumah dan kembali sekitar pukul 09.00 Wita. Penghasilan yang tidak tetap, membuatnya tak berpikir panjang untuk merenovasi rumahnya tersebut. <br />Pasalnya, dari hasil menarik becak selama beberapa jam Sugianto biasanya hanya  mendapatkan Rp20 ribu seharinya. Sementara Jawiyah, yang sehari-hari berprofesi mengupas kulit diupah Rp1000 per kilonya. “Jangankan membaiki rumah, untuk makan saja pas-pasan,” ujar Sugianto.<br />Atap rumah dari daun ditambah seng itu tak kunjung membuat Sugianto bersama istri tidur nyenyak ketika hujan tiba. Kendati sudah dipasang terpal di dalam rumah, tetap saja air hujan dingin kerap menjatuhi batang tubuhnya. Kala itu, ia pun keluar dari rumah dan terpaksa bermalam di rumah tetangga.</p>
]]></description>
			<author>admin2@banjarbarukota.go.id (Pemko Banjarbaru)</author>
			<category>frontpage</category>
			<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 00:11:58 +0000</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Kasus Perceraian Akibat Perselingkugan di Banjarbaru</title>
			<link>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1110-diawali-dari-dunia-maya-hingga.html</link>
			<guid>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1110-diawali-dari-dunia-maya-hingga.html</guid>
			<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"> </p>
<p>Faktor perselingkuhan, ternyata makin marak menghiasi kasus perceraian di Kota Banjarbaru. Berdasarkan data pengadilan Agama Banjarbaru, peran orang ketiga yang menjadi penyebab retaknya rumah tangga ini hingga mencapai 59 kasus dari 332 akta cerai yang ditangani.<br /><strong><br />BANJARBARU</strong> - PETUGAS pengadilan Agama kota Banjarbaru Ratna SAg mengatakan, dari 332 akta cerai tersebut, cerai talak 79 perkara dan cerai gugat 254.  “Memang masalah perceraian menempati tingkat pertama disusul dengan perkara tentang itsbat pernikahan” ujarnya <br />Terkait kasus perselingkuhan, hal ini terungkap dari keterangan sejumlah sumber Radar Banjarmasin. Seperti dituturkan K, (38). Ia terpaksa mengakhiri bahtera rumah tangga yang sudah dijalin hingga  12 tahun. <br />Wanita yang cukup berumur ini (38) mulanya bersama suami, sama-sama sibuk mencari nafkah. Kesibukkan itulah yang memancing kehadiran pihak ketiga. “Malam hari kami berdua baru ketemu, tidak ada komunikasi, akhirnya saya asyik dengan dunia maya. Awalnya saya mencari teman untuk mengusir penat, tidak pernah ada terpikir untuk selingkuh, tapi ada pria datang dengan semua perhatiannya” ujar ibu 2 anak ini mengawali ceritanya.</p>
]]></description>
			<author>admin2@banjarbarukota.go.id (Pemko Banjarbaru)</author>
			<category>frontpage</category>
			<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 00:09:46 +0000</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Dewan Bahas Masalah BBM</title>
			<link>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1109-dewan-bahas-masalah-bbm.html</link>
			<guid>http://banjarbarukota.go.id/info-media/1109-dewan-bahas-masalah-bbm.html</guid>
			<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="caption" src="http://banjarbarukota.go.id/files/img/antrean-bbm.jpg" border="0" alt="ilustrasi antrean bbm" width="265" height="176" align="right" />BANJARBARU</strong> - Rapat kerja komisi III koordinasi evaluasi masalah BBM di Kota Banjarbaru dengan Pemko, Kapolres Banjarbaru, Dandim Martapura, Hiswana Migas, Pertamina dan Disperindagtamben digelar di ruang Aula Utama DPRD Banjarbaru, Senin (20/2).<br /><br />Wakil Ketua DPRD Banjarbaru, Joko Triono mengatakan, sengaja menggelar rapat BBM menindaklanjuti apa yang dirasakan dengan makin terjadinya kelangkaan BBM di Kota Banjarbaru.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p>Dampak kelangkaan ini, multiefek mengganggu lalulintas di Banjarbaru. Antrean di SPBU di Simpang Empat berlangsung hingga malam. Pemandangan yang sama juga terlihat di Landasan Ulin atau Liang Anggang.</p>
]]></description>
			<author>admin2@banjarbarukota.go.id (Pemko Banjarbaru)</author>
			<category>frontpage</category>
			<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 01:05:06 +0000</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>

