<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Catatan Pendita</title>
	
	<link>http://pendita.com</link>
	<description>Detik kehidupan untuk renungan bersama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Aug 2010 00:18:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/pendita" /><feedburner:info uri="pendita" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>Hanya Kerana Sebutir Kurma</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pendita/~3/1dl03EKV4z0/</link>
		<comments>http://pendita.com/2010/hanya-kerana-sebutir-kurma/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 00:18:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pendita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[hak]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[kurma]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendita.com/2010/hanya-kerana-sebutir-kurma/</guid>
		<description><![CDATA[Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1kg kurma dari pedagang tua di dekat Mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak di dekat timbangan. Menyangka kurma itu sebagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Fhanya-kerana-sebutir-kurma%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Fhanya-kerana-sebutir-kurma%2F&amp;source=pendeta&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1kg kurma dari pedagang tua di dekat Mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak di dekat timbangan. Menyangka kurma itu sebagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. </p>
<p><img style="margin: 0px 10px 0px 0px; display: inline" title="Buah Kurma" alt="Buah Kurma" align="left" src="http://a.imageshack.us/img818/4472/kurmax.jpg" /> Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. Empat Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra.&#160; Ia shalat dan berdoa khusuk sekali.&#160; Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya, </p>
<p>&quot;Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,&quot; kata malaikat yang satu.</p>
<p>&quot;Tetapi sekarang tidak lagi. Doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,&quot; jawab malaikat yang satu lagi. </p>
<p> <span id="more-591"></span>
<p>Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. &quot;Astaghfirullahal adzhim&quot; Ibrahim beristighfar.&#160; Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.</p>
<p>Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda, </p>
<p>&quot;4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. Kemana ia sekarang?&quot; tanya Ibrahim. </p>
<p>&quot;Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma&quot; jawab anak muda itu.</p>
<p>&quot;Innalillahi wa innailaihi roji&#8217;un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?&quot; </p>
<p>Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat.&#160; </p>
<p>“Nah, begitulah&quot; kata Ibrahim setelah bercerita, </p>
<p>&quot;Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?&quot; </p>
<p>&quot;Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang.&#160; Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.&quot; </p>
<p>&quot;Dimana alamat saudara-saudaramu?Biar saya temui mereka satu persatu.&quot; </p>
<p>Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalalkan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim. 4 bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada dibawah kubah Sakhra. Tiba-tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap.</p>
<p>&quot;Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain.&quot; </p>
<p>&quot;O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat halalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.&quot; </p>
<p>Kesimpulannya pastikan kita tidak mengambil hak orang lain walau sekecil mana pun. Berhati-hatilah juga dengan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita, pastikan ia benar-benar halal.</p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://pendita.com/2010/hanya-kerana-sebutir-kurma/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://pendita.com/2010/hanya-kerana-sebutir-kurma/&amp;title=Hanya+Kerana+Sebutir+Kurma" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://pendita.com/2010/hanya-kerana-sebutir-kurma/&amp;title=Hanya+Kerana+Sebutir+Kurma" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://pendita.com/2010/hanya-kerana-sebutir-kurma/&amp;t=Hanya+Kerana+Sebutir+Kurma" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://pendita.com/2010/hanya-kerana-sebutir-kurma/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://pendita.com/2010/hanya-kerana-sebutir-kurma/&amp;title=Hanya+Kerana+Sebutir+Kurma" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://pendita.com/2010/hanya-kerana-sebutir-kurma/&amp;title=Hanya+Kerana+Sebutir+Kurma" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://pendita.com/2010/hanya-kerana-sebutir-kurma/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Hanya+Kerana+Sebutir+Kurma+-+http://b2l.me/akhsuc&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>


	<h4>Artikel Yang Berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://pendita.com/2008/menjauhi-makanan-yang-haram/" title="Menjauhi Makanan Yang Haram (5 November 2008)">Menjauhi Makanan Yang Haram</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/makanan-berzat-bentuk-umat-pintar/" title="Makanan Berzat Bentuk Umat Pintar (20 March 2009)">Makanan Berzat Bentuk Umat Pintar</a> (1)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/syahid-kerana-mempertahankan-harta/" title="Syahid Kerana Mempertahankan Harta (30 August 2009)">Syahid Kerana Mempertahankan Harta</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/solat-penanda-aras-kekuatan-akhlak/" title="Solat Penanda Aras Kekuatan Akhlak (12 June 2009)">Solat Penanda Aras Kekuatan Akhlak</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/seimbang-dunia-dan-akhirat/" title="Seimbang Dunia Dan Akhirat (4 March 2009)">Seimbang Dunia Dan Akhirat</a> (0)</li>
</ul>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pendita/~4/1dl03EKV4z0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendita.com/2010/hanya-kerana-sebutir-kurma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pendita.com/2010/hanya-kerana-sebutir-kurma/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tanda-Tanda Kecil Kiamat</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pendita/~3/Rz_4S0oHwcY/</link>
		<comments>http://pendita.com/2010/tanda-tanda-kecil-kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2010 09:55:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pendita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[akhir zaman]]></category>
		<category><![CDATA[hari kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[tanda kecil kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda]]></category>
		<category><![CDATA[video kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[video tanda kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendita.com/?p=583</guid>
		<description><![CDATA[Video Tanda Kecil Kiamat Dunia kita sudah semakin uzur dan umurnya sudah semakin singkat. Ini bermakna kita sudah menghampiri Hari Kiamat. Tanda-tanda hari kiamat sudah hampir boleh kita lihat sudah dan sedang berlaku di sekeliling kita sekarang. Sebagai ingatan dan renungan bersama bahawa kita sudah berada di akhir zaman, lihatlah video yang disediakan oleh Shafiq [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Ftanda-tanda-kecil-kiamat%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Ftanda-tanda-kecil-kiamat%2F&amp;source=pendeta&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<h2>Video Tanda Kecil Kiamat</h2>
<p>Dunia kita sudah semakin uzur dan umurnya sudah semakin singkat. Ini bermakna kita sudah menghampiri Hari Kiamat. Tanda-tanda hari kiamat sudah hampir boleh kita lihat sudah dan sedang berlaku di sekeliling kita sekarang.</p>
<p>Sebagai ingatan dan renungan bersama bahawa kita sudah berada di akhir zaman, lihatlah video yang disediakan oleh Shafiq Khaliq ini.</p>
<p><center><br />
<iframe class="youtube-player" type="text/html" width="500" height="405" src="http://www.youtube.com/embed/cJLes85UFFE?hl=en_US" frameborder="0"></iframe><br />
</center></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://pendita.com/2010/tanda-tanda-kecil-kiamat/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://pendita.com/2010/tanda-tanda-kecil-kiamat/&amp;title=Tanda-Tanda+Kecil+Kiamat" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://pendita.com/2010/tanda-tanda-kecil-kiamat/&amp;title=Tanda-Tanda+Kecil+Kiamat" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://pendita.com/2010/tanda-tanda-kecil-kiamat/&amp;t=Tanda-Tanda+Kecil+Kiamat" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://pendita.com/2010/tanda-tanda-kecil-kiamat/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://pendita.com/2010/tanda-tanda-kecil-kiamat/&amp;title=Tanda-Tanda+Kecil+Kiamat" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://pendita.com/2010/tanda-tanda-kecil-kiamat/&amp;title=Tanda-Tanda+Kecil+Kiamat" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://pendita.com/2010/tanda-tanda-kecil-kiamat/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Tanda-Tanda+Kecil+Kiamat+-+http://b2l.me/ahw83v&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>


	<h4>Artikel Yang Berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://pendita.com/2008/beriman-kepada-hari-kiamat/" title="Beriman Kepada Hari Kiamat (12 November 2008)">Beriman Kepada Hari Kiamat</a> (0)</li>
</ul>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pendita/~4/Rz_4S0oHwcY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendita.com/2010/tanda-tanda-kecil-kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pendita.com/2010/tanda-tanda-kecil-kiamat/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ramadan Bulan Pemutihan Akhlak</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pendita/~3/EWMqhDibHYc/</link>
		<comments>http://pendita.com/2010/ramadhan-bulan-pemutihan-akhlak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 08:56:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pendita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadat khusus]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[tarawih]]></category>
		<category><![CDATA[witir]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendita.com/2010/ramadhan-bulan-pemutihan-akhlak/</guid>
		<description><![CDATA[Saya berpesan kepada para pembaca dan diri saya sendiri marilah sama-sama kita bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa. Dalam bulan Ramadhan di mana siang dan malam dipenuhi keberkatan ini, maka marilah kita mengambil peluang keemasan ini untuk menghasilkan ibadat puasa yang memenuhi standard atau kualiti yang ditentukan Allah SWT. Mudah-mudahan Ramadhan kali ini menempatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Framadhan-bulan-pemutihan-akhlak%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Framadhan-bulan-pemutihan-akhlak%2F&amp;source=pendeta&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Saya berpesan kepada para pembaca dan diri saya sendiri marilah sama-sama kita bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa. Dalam bulan Ramadhan di mana siang dan malam dipenuhi keberkatan ini, maka marilah kita mengambil peluang keemasan ini untuk menghasilkan ibadat puasa yang memenuhi standard atau kualiti yang ditentukan Allah SWT. Mudah-mudahan Ramadhan kali ini menempatkan kita insan yang dikasihi Allah, membawa kebahagian di dunia dan akhirat. </p>
<p><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto" title="Puasa Ramadhan" alt="Puasa Ramadhan" src="http://farm5.static.flickr.com/4094/4862086149_6721c9dea0_z.jpg" /></p>
<p> <span id="more-582"></span>Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa berbanding bulan-bulan yang lain. Ia menjadi istimewa kerana di dalamnya terkumpul hampir semua ibadat khusus seperti solat tarawih, solat witir, tilawah al-Quran, beriktikaf, berzakat, sedekah dan amalan kebajikan yang lain. Setiap ibadah khusus ini pula mempunyai kelebihan pahala tertentu yang menjadi ransangan untuk kita menjadi insan soleh.
</p>
<p>Selari dengan keberkatan bulan suci ini, maka Allah SWT menjanjikan rahmat, pengampunan dan jaminan syurga. Berdasarkan ganjaran pahala yang hebat inilah maka Rasulullah SAW sendiri merasa gembira setiap kali kedatangan bulan ini dan kegembiraannya di sampaikan pula kepada para sahabat baginda. </p>
<p>Hadith Rasulullah SAW yang di riwayatkan oleh Iman Ahmad bermaksud: </p>
<p><i>Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan. Allah telah memfardukan ke atas kamu puasanya. Di dalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu syurga dan dikunci segala pintu neraka dan diikat syaitan-syaitan. Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan</i>.</p>
<p>Persoalan besar timbul ialah puasa bagaimanakah yang mampu meraih ganjaran pahala yang hebat itu?. Firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 183, maksudnya<i>: </i></p>
<p><i>“</i><i>Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang yang terdahulu daripada kamu, supaya kamu bertakwa”.</i></p>
<p>Takwa adalah buah dan hasil yang diharapkan dari amalan puasa. Buah tersebut akan menjadi bekalan orang beriman dan menjadi perisai agar diri manusia tidak terjebak dalam jurang maksiat dan kejahatan. Bagi orang yang bertakwa kepada Allah SWT, ia akan melaksanakan ajaran Islam secara menyeluruh. Dia tidak akan melihat, mendengar, mengucapkan dan melakukan perkara yang diharamkan. Dia hanya melakukan sesuatu yang dituntut dan diperbolehkan Allah. Dia hanya berada di tempat yang mendatangkan keredhaan Allah dan menjauhi tempat yang mendatangkan kemurkaan Allah. </p>
<p><i>Abu Umamah</i><i> berkata Rasulullah SAW bersabda, “ Barang siapa mengambil hak seorang muslim, maka Allah Taala mewajibkannya masuk ke dalam neraka dan mengharamkaannya masuk ke dalam syurga. Seorang bertanya , meskipun dari sesuatu yang sangat remeh, wahai Rasulullah’. Ya meskipun barang itu hanya sepotong kayu sugi”. Demikian sabda Rasulullah bahawa hanya sepotong kayu sugi yang diambil dengan tanpa izin pun masuk neraka. </i></p>
<p>Dengan demikian menurut hadith ini, kita mesti berwaspada mengenai mengambil hak-hak orang lain atau melanggar amanah yang ditetapkan dan perbuatan yang diharamkan. Di dalam al-Quran disebutkan bahwa mereka yang bertakwa akan dimasukkan ke dalam syurga secara berkumpulan dan pintu-pintu syurga dibuka seluas-luasnya. </p>
<p>Takwa yang menjadi tujuan utama kita berpuasa bukanlah perkara mudah yang hendak dicapai. Bahkan para sahabat pun melahirkan kerisauan membentuk sebenar-benar takwa sehingga turun ayat al- Quran dalam surah at- Taghaabun ayat 16, maksudnya:<i> </i></p>
<p><i>“</i><i>Oleh itu bertakwalah kamu kepada Allah sedaya upaya kamu; dan dengarlah serta taatlah; dan membelanjakan harta kamu (dijalan kebaikan) adalah baik untuk diri kamu. Dan sesiapa yang menjaga dirinya daripada dipengaruhi oleh tabiat bakhilnya, maka merekalah orang yang berjaya.</i><i>”.</i></p>
<p>Seorang muslim itu adalah orang yang taat kepada Tuhan dan tidak mengikut perintah hawa nafsu. Pertembungan kepentingan antara takwa dan kehendak gelojak hawa nafsu manusia sentiasa menimbulkan konflik dalam diri manusia. Pertembungan ini akan menentukan halatuju dan status fitrah kehidupan kita. Tetapi untuk mencapai kecemerlangan takwa ini, maka seseorang itu memerlukan penglibatan diri dalam perjuangan, kesabaran dan jihad melawan nafsu. Jika gagal maka kita akan mengikut telunjuk hawa nafsu. </p>
<p>Salah satu perjuangan hebat yang perlu diamalkan oleh kita ialah puasa wajib Ramadhan. Puasa adalah ibadat yang sukar dan menjadi perjuangan secara senyap melawan hawa nafsu. Perjuangan ini juga adalah rahsia antara seseorang hamba dengan Tuhannya kerana gerak geri amalan puasa tidak dapat dinilai oleh orang lain. Ketika berpuasa kita bukan sahaja menahan diri dari keinginan makan dan minum tetapi seluruh anggota badan kita seperti mulut, mata, hati dan kemaluan juga hendaklah hendaklah turut berpuasa. </p>
<p>Kita juga dituntut memperbanyakkan amal ibadah yang lain dengan mengisi ruang-ruang yang ada seperti bersolat tarawih, bertadarus, bersedekah, membaca al-Quran, beriktikaf, menuntut ilmu dan sebagainya. Amalan wajib dan sunat yang padat dalam bulan Ramadhan ini memberi tumpuan latih tubi pembersihan hati, pembersihan dalaman, mendisiplinkan anggota badan, mengukuhkan akhlak mulia dan mencegah penyakit. </p>
<p>Oleh sebab itu terdapat dua penanda aras atau pengukuran menilai prestasi puasa iaitu apakah puasa Ramadhan kita semata-mata menahan lapar atau kita berpuasa dan dalam waktu yang sama mengambil berat juga aspek pembersihan hati dan akhlak kita. Rasulullah SAW bersabda, bermaksud: </p>
<p><i>“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ganjaran pahala nescaya diampunkan baginya segala dosa yang terdahulu”.</i>(Riwayat Bukhari)</p>
<p>Selari dengan prinsip keluarga bertakwa dan soleh yang bermula di rumah, maka mimbar menyeru, marilah para jemaah, ibubapa serta umat Islam hiasilah, bentuklah ahli keluarga kita menjadi insan bertakwa dengan amalan latih tubi puasa wajib dan digilap pula dengan amalan–amalan sunat siang dan malam serta dengan memilih makanan dan premis yang halal di sepanjang Ramadhan. Walaupun bulan impian ini kelihatan memberi kesukaran dan ujian berat kepada umat Islam tetapi ia adalah anugerah Allah kepada hamba-Nya yang hanya datang setahun sekali. Penuhilah ruang dan masa dengan melakukan perkara-perkara kebaikan kerana mungkin bagi tahun yang mendatang kita tidak merasainya lagi.</p>
<p>Sebaagai penutup marilah sama-sama kita merenung firman Allah SWT dalam surah an-Nahl ayat 97: maksudnya<i>:<strong> </strong></i></p>
<p><i>“</i><i>Sesiapa yang beramal salih, dari lelaki atau perempuan sedang ia beriman, maka sungguh Kami akan menghidupkan dia dengan kehidupan yang baik; dan sesungguhnya Kami akan membalas mereka, dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka telah kerjakan”.</i></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://pendita.com/2010/ramadhan-bulan-pemutihan-akhlak/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://pendita.com/2010/ramadhan-bulan-pemutihan-akhlak/&amp;title=Ramadan+Bulan+Pemutihan+Akhlak" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://pendita.com/2010/ramadhan-bulan-pemutihan-akhlak/&amp;title=Ramadan+Bulan+Pemutihan+Akhlak" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://pendita.com/2010/ramadhan-bulan-pemutihan-akhlak/&amp;t=Ramadan+Bulan+Pemutihan+Akhlak" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://pendita.com/2010/ramadhan-bulan-pemutihan-akhlak/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://pendita.com/2010/ramadhan-bulan-pemutihan-akhlak/&amp;title=Ramadan+Bulan+Pemutihan+Akhlak" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://pendita.com/2010/ramadhan-bulan-pemutihan-akhlak/&amp;title=Ramadan+Bulan+Pemutihan+Akhlak" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://pendita.com/2010/ramadhan-bulan-pemutihan-akhlak/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Ramadan+Bulan+Pemutihan+Akhlak+-+http://b2l.me/agzzyx&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>


	<h4>Artikel Yang Berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://pendita.com/2009/menghayati-kesan-ramadan/" title="Menghayati Kesan Ramadan (25 September 2009)">Menghayati Kesan Ramadan</a> (1)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/solat-penanda-aras-kekuatan-akhlak/" title="Solat Penanda Aras Kekuatan Akhlak (12 June 2009)">Solat Penanda Aras Kekuatan Akhlak</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/10-malam-terakhir-meriahkan-dengan-ibadat/" title="10 Malam Terakhir Meriahkan Dengan Ibadat (16 September 2009)">10 Malam Terakhir Meriahkan Dengan Ibadat</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/seimbang-dunia-dan-akhirat/" title="Seimbang Dunia Dan Akhirat (4 March 2009)">Seimbang Dunia Dan Akhirat</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2008/sedekah/" title="Sedekah (7 October 2008)">Sedekah</a> (0)</li>
</ul>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pendita/~4/EWMqhDibHYc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendita.com/2010/ramadhan-bulan-pemutihan-akhlak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pendita.com/2010/ramadhan-bulan-pemutihan-akhlak/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Fatwa ESQ Leadership Training</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pendita/~3/SZuT2zW3I4M/</link>
		<comments>http://pendita.com/2010/fatwa-esq-leadership-training/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 03:36:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pendita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[ESQ]]></category>
		<category><![CDATA[ESQ Course]]></category>
		<category><![CDATA[ESQ Leadership Training]]></category>
		<category><![CDATA[JAWI]]></category>
		<category><![CDATA[Kursus ESQ]]></category>
		<category><![CDATA[majlis fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[mufti]]></category>
		<category><![CDATA[muzakarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendita.com/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[Berikut merupakan kenyataan media Pengerusi Jawatankuasa Majlis Fatwa Kebangsaan, Professor Tan Sri Dato&#8217; Dr. Abdul Syukor bin Hj Husin mengenai isu Kursus ESQ Leadership Training pada 14 Julai yang lalu. Sidang media tersebut telah dihadiri oleh hampir 50 wartawan dari seluruh akhbar nasional dan tabloid termasuk akhbar Indonesia. KENYATAAN MEDIA &#8211; ESQ Leadership Training Sepertimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Ffatwa-esq-leadership-training%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Ffatwa-esq-leadership-training%2F&amp;source=pendeta&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Berikut merupakan kenyataan media Pengerusi Jawatankuasa Majlis Fatwa Kebangsaan, Professor Tan Sri Dato&#8217; Dr. Abdul Syukor bin Hj Husin mengenai isu <strong>Kursus ESQ Leadership Training</strong> pada 14 Julai yang lalu. Sidang media tersebut telah dihadiri oleh hampir 50 wartawan dari seluruh akhbar nasional dan tabloid termasuk akhbar Indonesia.</p>
<h4>KENYATAAN MEDIA &#8211; ESQ Leadership Training</h4>
<ol>
<li>Sepertimana yang termaktub di dalam undang-undang, kuasa untuk mengeluarkan fatwa adalah terletak di bawah bidang kuasa negeri. Muzakarah menghormati fatwa yang dikeluarkan oleh negeri-negeri termasuklah fatwa mengenai ESQ yang dikeluarkan oleh Mufti Wilayah Persekutuan.</li>
<li>Merujuk kepada isu kursus ESQ Leadership Training yang diasaskan oleh Dr. Ary Ginanjar Agustian, suka saya memaklumkan bahawa Muzakarah telah membincangkan isu ini sebanyak 7 kali bermula pada April 2009 sehinggalah dimuktamadkan pada 16 Jun 2010. Kajian telah dibuat oleh Jakim dan Panel Pemantau ESQ yang ditubuhkan oleh Jakim. Selain itu, Muzakarah juga telah mengadakan perbincangan dan dialog dengan pihak pengurusan tertinggi ESQ yang dihadiri oleh Dr. Ary Ginanjar Agustian bersama Panel Syariah ESQ yang dipengerusikan oleh Dato’ Mustafa Abd. Rahman, mantan Ketua Pengarah Jakim.</li>
<li>Setelah meneliti hasil kajian dan pandangan daripada Panel Pemantau Jakim dan penjelasan-penjelasan daripada pihak ESQ, maka Muzakarah Khas Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia yang telah bersidang pada 16 Jun 2010 telah memutuskan bahawa <strong>Kursus ESQ Leadership Training boleh dilaksanakan di Malaysia dengan pengawasan sepenuhnya oleh Panel Syariah yang dilantik oleh ESQ.</strong> Keputusan ini dibuat setelah Muzakarah berpuashati dan berpandangan bahawa kebanyakan <strong>unsur-unsur keraguan yang terkandung dalam kursus ESQ Leadership Training boleh diperbetul dan diperjelaskan</strong>.</li>
<p><span id="more-579"></span></p>
<li>Muzakarah juga memutuskan supaya pihak ESQ membuat perubahan dan memperbetulkan dengan segera fakta-fakta, kenyataan atau apa jua aktiviti/perlakuan yang boleh menimbulkan keraguan atau yang boleh ditafsirkan sebagai bertentangan dengan Syariat Islam.</li>
<li>Muzakarah juga bersetuju membuat ketetapan bahawa Panel Syariah ESQ perlu bertanggungjawab dan memantau sepenuhnya pembetulan atau pindaan yang dibuat dan pelaksanaan tindakan tersebut hendaklah dilaporkan secara berterusan kepada Muzakarah.</li>
<li>Keputusan Muzakarah ini juga dibuat berasaskan pertimbangan-pertimbangan berikut:
<ol>
<li>Ahli-ahli Muzakarah bersetuju mengambil pendekatan berbincang, mendidik dan memperbetulkan apa jua keraguan yang ditimbulkan daripada terus menghukum.</li>
<li>Sikap keterbukaan dan kesediaan pihak Eksekutif ESQ dan Panel Syariah ESQ untuk berbincang dan menerima teguran serta pembetulan terhadap apa jua yang difikirkan boleh mendatangkan kekeliruan kepada umat Islam. Selain itu, program ESQ juga dijalankan secara terbuka dan sesiapa sahaja boleh mengikuti dan memberi komen.</li>
<li>8 orang Mufti yang merupakan ahli Muzakarah dan beberapa orang Timbalan Mufti telah menyertai program ESQ dan telah memaklumkan bahwa tiada unsur-unsur percanggahan terhadap prinsip-prinsip asas akidah dan syariah Islam.</li>
<li>Panel Syariah ESQ yang dilantik oleh pihak ESQ yang terdiri daripada Dato’ Mustafa Abd. Rahman (mantan Ketua Pengarah Jakim), Dato’ as-Sheikh Nooh bin Gadut (Penasihat Majlis Agama Johor), Dato’ Paduka Sheikh Hasbullah bin Abdul Halim (mantan Mufti Kedah), Tan Sri Kadir Talib (mantan Mufti W. Persekutuan) dan Dr. Adnan Yusof (Dekan Fakulti al-Quran dan Sunnah USIM) merupakan tokoh-tokoh agama dan ahli akademik yang sememangnya telah lama berkecimpung dalam bidang keilmuan Islam. Muzakarah menghormati keilmuan tokoh-tokoh ini dan memberi kepercayaan sepenuhnya kepada mereka untuk menilai kandungan program ESQ.</li>
<li>Pandangan-pandangan yang telah dikemukakan oleh para ulama’ dan persatuan Islam Indonesia seperti Nahdatul Ulama’, Majelis Ulama Indonesia, Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia, Persatuan Muhammadiah, Dewan Dakwah Islamiah Indonesia bahawa kandungan program ESQ tidak mengandungi unsur-unsur yang bercanggah dengan syariat Islam.</li>
<li>Program ESQ ini juga telah dilaksanakan di beberapa negara Islam lain seperti Brunei dan Arab Saudi, juga di Singapura. Tokoh-tokoh agama, ahli-ahli politik, ahli-ahli akademik dan pelbagai peringkat ahli profesional, artis, pelajar dan sebagainya telah mengikuti program ESQ . Tidak dinafikan ia telah membantu peserta membina peribadi yang lebih baik dan cemerlang.</li>
</ol>
</li>
<li>Di sini juga ingin saya menjelaskan bahawa keputusan yang dibuat oleh Muzakarah tidak mempunyai kuatkuasa dari segi undang-undang dan hanya bersifat pandangan hukum, terpulanglah kepada pihak negeri untuk menerima pakai atau sebaliknya. Walau bagaimanapun, sepertimana yang diperuntukkan di bawah Enakmen Pentadbiran Agama Islam Negeri-Negeri, sekiranya isu yang berlaku menyentuh kepentingan nasional, maka pandangan Muzakarah perlu dirujuk terlebih dahulu sebelum sebarang fatwa dikeluarkan oleh negeri. Matlamatnya ialah bagi mewujudkan penyelarasan dalam hukum hakam yang dikeluarkan di Malaysia.</li>
<li>Suka juga saya memaklumkan bahawa dalam apa jua isu hukum hakam yang dibincangkan, Muzakarah lebih mengutamakan pendekatan berbincang dan membuat keputusan secara jama&#8217;i.</li>
</ol>
<p>Sekian, terima kasih.</p>
<p><strong>PROF. TAN SRI DATO’ DR. ABDUL SHUKOR BIN HJ. HUSIN</strong></p>
<p>PENGERUSI</p>
<p>JAWATANKUASA FATWA MAJLIS KEBANGSAAN BAGI HAL EHWAL UGAMA ISLAM MALAYSIA</p>
<p>14 Julai 2010</p>
<p>Berikut pula adalah Keputusan Muzakarah Khas Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan bagi Hal Ehwal Agama Islam mengenai kedudukan Kursus ESQ Leadership Training;<br />
<a style="margin: 12px auto 6px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none; display: block; text-decoration: underline;" title="View Fatwa Kebangsaan 2010 - ESQ Leadership Training on Scribd" href="http://www.scribd.com/doc/34405376/Fatwa-Kebangsaan-2010-ESQ-Leadership-Training">Fatwa Kebangsaan 2010 &#8211; ESQ Leadership Training</a> <object id="doc_88144100127843" style="outline: none;" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="100%" height="500" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="name" value="doc_88144100127843" /><param name="data" value="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf" /><param name="wmode" value="opaque" /><param name="bgcolor" value="#ffffff" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="FlashVars" value="document_id=34405376&amp;access_key=key-28l0gcl6j59shinca3oq&amp;page=1&amp;viewMode=list" /><param name="src" value="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed id="doc_88144100127843" style="outline: none;" type="application/x-shockwave-flash" width="100%" height="500" src="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf" flashvars="document_id=34405376&amp;access_key=key-28l0gcl6j59shinca3oq&amp;page=1&amp;viewMode=list" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" bgcolor="#ffffff" wmode="opaque" data="http://d1.scribdassets.com/ScribdViewer.swf" name="doc_88144100127843"></embed></object></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://pendita.com/2010/fatwa-esq-leadership-training/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://pendita.com/2010/fatwa-esq-leadership-training/&amp;title=Fatwa+ESQ+Leadership+Training" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://pendita.com/2010/fatwa-esq-leadership-training/&amp;title=Fatwa+ESQ+Leadership+Training" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://pendita.com/2010/fatwa-esq-leadership-training/&amp;t=Fatwa+ESQ+Leadership+Training" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://pendita.com/2010/fatwa-esq-leadership-training/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://pendita.com/2010/fatwa-esq-leadership-training/&amp;title=Fatwa+ESQ+Leadership+Training" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://pendita.com/2010/fatwa-esq-leadership-training/&amp;title=Fatwa+ESQ+Leadership+Training" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://pendita.com/2010/fatwa-esq-leadership-training/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Fatwa+ESQ+Leadership+Training+-+http://b2l.me/adrq5d&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>


	<h4>Artikel Yang Berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://pendita.com/2009/kajian-terperinci-isu-semasa-sebelum-fatwa-dibuat/" title="Kajian Terperinci Isu Semasa Sebelum Fatwa Dibuat (3 May 2009)">Kajian Terperinci Isu Semasa Sebelum Fatwa Dibuat</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/fatwa-ulama-dan-institusi-islam-berkenaan-yoga/" title="Fatwa Ulama Dan Institusi Islam Berkenaan Yoga (10 February 2009)">Fatwa Ulama Dan Institusi Islam Berkenaan Yoga</a> (1)</li>
</ul>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pendita/~4/SZuT2zW3I4M" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendita.com/2010/fatwa-esq-leadership-training/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pendita.com/2010/fatwa-esq-leadership-training/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Qadha Dan Qadar Ketentuan Ilahi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pendita/~3/COiofdqkvbQ/</link>
		<comments>http://pendita.com/2010/qadha-dan-qadar-ketentuan-ilahi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 08:05:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pendita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[gadar]]></category>
		<category><![CDATA[hadis]]></category>
		<category><![CDATA[ketentuan]]></category>
		<category><![CDATA[nasib]]></category>
		<category><![CDATA[qadha]]></category>
		<category><![CDATA[redha]]></category>
		<category><![CDATA[takdir]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendita.com/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[Kita sebagai makhluk-Nya wajib meyakini tentang qadha&#8217; dan qadar Allah Subhanahu Wata&#8217;ala sebagaimana terkandung di dalam rukun iman yang enam. Beriman kepada qadha&#8217; dan qadar ertinya kita percaya dan yakin dengan sapenuh hati bahawa Allah Subhanahu Wata&#8217;ala telah menentukan tentang segala sesuatu bagi makhluk-Nya . Di dalam Masyarakat Melayu kita istilah qadha&#8217; dan qadar kadangkala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Fqadha-dan-qadar-ketentuan-ilahi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Fqadha-dan-qadar-ketentuan-ilahi%2F&amp;source=pendeta&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Kita sebagai makhluk-Nya wajib meyakini tentang qadha&#8217; dan qadar Allah  Subhanahu Wata&#8217;ala sebagaimana terkandung di dalam rukun iman yang enam. Beriman kepada  qadha&#8217; dan qadar ertinya kita percaya dan yakin dengan sapenuh hati bahawa Allah  Subhanahu Wata&#8217;ala telah menentukan tentang segala sesuatu bagi makhluk-Nya .</p>
<p>Di dalam Masyarakat Melayu kita istilah qadha&#8217; dan qadar kadangkala disebut dengan &#8220;Takdir Tuhan&#8221; atau &#8220;Ketentuan Tuhan&#8221;.  Kedua-duanya memberi maksud qadha&#8217; dan qadar.</p>
<p>Berkaitan dengan qadha&#8217; dan qadar, Rasulullah s.a.w. bersabda di dalam sebuah  hadith yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas&#8217;ud Radhiallahu ‘Anhu yang bermaksud:</p>
<p><em> &#8220;Sesungguhnya seseorang itu diciptakan dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah, 40 hari menjadi  segumpal darah, 40 hari menjadi segumpal daging, kemudian Allah mengutus malaikat  untuk meniupkan roh ke dalamnya dan menuliskan 4 ketentuan, iaitu tentang  rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan (jalan hidupnya) sengsara atau bahagia&#8221;.</em></p>
<p>(Riwayat Bukhari dan Muslim) .</p>
<p>Dari hadith tersebut dapatlah kita ketahui bahawa nasib manusia telah  ditentukan oIeh Allah Subhanahu Wata&#8217;ala sejak sebelum ia dilahirkan. Walau pun   setiap manusia telah ditentukan nasibnya, ianya tidaklah bererti bahawa manusia hanya duduk diam menunggu nasib  tanpa berusaha dan berikhtiar. Walau apa pun keadaannya, manusia tetap  berkewajipan untuk berusaha, sebab kejayaan sesuatu itu tidak akan datang dengan  sendirinya. Firman Allah Subhanahu Wata&#8217;ala dalam surah Ar-Ra&#8217;du ayat  11:<br />
<span id="more-575"></span><br />
<em>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah  apa yang ada pada diri mereka sendiri. Apabila Allah menghendaki untuk menimpakan  kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka  tiada sesiapa pun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkan-Nya itu,  dan tidak ada sesiapa pun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain  Dia&#8221;. </em></p>
<p>Berdasarkan ayat yang dibacakan tadi jelaslah bahawa setiap perkara yang berlaku  merupakan ketentuan Allah Subhanahu Wata&#8217;ala, namun hakikatnya manusia tetap  diberikan peluang oleh-Nya untuk terus berusaha mengubah sesuatu keadaan yang  tidak baik kepada yang lebih baik. Kita harus yakin dengan sepenuh hati bahawa  segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, baik yang menyenangkan mahu pun yang susah  adalah atas kehendak Allah Subhanahu Wata&#8217;ala.</p>
<p>Kejadian bencana yang sering berlaku seperti banjir besar, gempa bumi, ombak  besar sunami dan sebagainya hendaklah diterima dengan penuh keinsafan dan meyakini kesemuanya itu adalah ujian dari Allah Subhanahu Wata&#8217;ala. Kita juga  mesti meyakini bahawa di sebalik kejadian-kejadian itu ada hikmah yang amat  bernilai, seumpama khazanah yang tersimpan di dalam perut bumi yang perlu digali  untuk mendapatkannya.</p>
<p>Segelintir masyarakat kita pada hari ini menjadikan takdir dan ketentuan Tuhan itu  sebagai alasan untuk malas berusaha dan berbuat kebaikan.  Segelintir yang lain  pula meletakkan kesalahan dan kejahatan yang mereka lakukan kepada takdir dan ketentuan.  Sesungguhnya perbuatan-perbuatan seperti ini merupakan satu fitnah yang boleh  menjejaskan kemuliaan agama Islam itu sendiri.  Islam tidak pernah mengajar umatnya supaya malas berusaha. Islam juga tidak  pernah menyuruh umatnya melakukan sebarang bentuk kejahatan.</p>
<p>Pernah terjadi pada Zaman Khalifah ‘Umar bin Al-Khattab, seorang pencuri  tertangkap dan dibawa ke hadapan Khalifah ‘Umar.  Beliau bertanya: &#8220;Mengapa engkau mencuri?&#8221;.  Pencuri itu menjawab: &#8220;Memang  Allah sudah mentakdirkan saya menjadi pencuri&#8221;. Mendengar jawapan demikian, Khalifah  ‘Umar pun marah lalu berkata: &#8220;Pukul sahaja orang ini dengan cemeti setelah  itu potonglah tangannya&#8221;. Orang-orang yang berada di situ bertanya: &#8220;Mengapa hukumannya diberatkan seperti itu?&#8221;.  Khalifah ‘Umar menjawab: &#8221; Ya,  itulah yang setimpal. Ia wajib dipotong tangannya sebab mencuri dan wajib  dipukul kerana berdusta atas nama Allah&#8221;.</p>
<p>Di dalam sebuah kisah yang lain pada Zaman Nabi Muhammad s.a.w. pernah  terjadi di mana seorang Arab Badwi datang menghadap Nabi. Orang itu datang dengan  menunggang kuda. Setelah sampai, ia turun dari kudanya dan terus menghadap Nabi,  tanpa terlebih dahulu mengikat kudanya. Nabi menegur orang itu, &#8220;Kenapa kuda  itu tidak engkau ikat?&#8221;.  Orang Arab Badwi itu menjawab: &#8220;Biarlah, saya bertawakkal kepada Allah&#8221;.  Nabi pun  bersabda: &#8220;Ikatlah kudamu, setelah itu bertawakkallah kepada Allah&#8221;.</p>
<p>Terdapat banyak hikmah yang amat berharga bagi kita apabila kita meyakini dan  redha dengan sepenuhnya segala ketentuan Ilahi.  Di antara hikmah tersebut ialah:</p>
<p>1.           Melatih diri untuk bersyukur dan bersabar.</p>
<p>Firman Allah SWT. dalam Surah An-Nahl ayat 53:</p>
<p><em>&#8220;Segala nikmat yang ada kepada kamu, maka adalah daripada Allah, kemudian  apabila kamu ditimpa kesusahan, maka hanya kepada-Nyalah kamu meminta  pertolongan&#8221;. </em></p>
<p>2.           Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa. Sabda Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan oIeh Muslim bermaksud:</p>
<p><em>&#8220;Tidak akan masuk syurga orang yang di dalam hatinya ada sebiji sawi dari sifat kesombongan&#8221;. </em></p>
<p>3.          Memupuk sifat optimis dan giat bekerja.</p>
<p>Manusia tidak mengetahui takdir apa yang terjadi pada dirinya. Semua orang inginkan  keberuntungan tetapi ianya tidak datang begitu sahaja. Ia haruslah diusahakan. OIeh  sebab itu, orang yang beriman kepada qadha&#8217; dan qadar sentiasa optimis dan giat  bekerja untuk meraih kebahagiaan dan keberuntungan  itu.</p>
<p>4.      Dapat  menenangkan jiwa.  Firman Allah dalam surah Al-Fajr ayat 27 &#8211; 30 bermaksud:</p>
<p><em> &#8220;Wahai jiwa yang tenang!, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diredhai-Nya. Maka masuklah  engkau di dalam kumpulan hamba-hamba-Ku yang berbahagia; dan masuklah ke dalam  syurga-Ku&#8221;. </em></p>
<p>Sebagai orang beriman!, kita harus redha menerima segala ketentuan Allah  Subhanahu Wata&#8217;ala atas diri kita. Di dalam sebuah hadith  Qudsi Allah Subhanahu Wata&#8217;ala berfirman yang maksudnya:</p>
<p><em> &#8220;Siapa yang tidak redha dengan qadha&#8217; dan qadar-Ku dan tidak Sabar terhadap bencana-Ku yang Aku timpakan atas-Nya,  maka hendaklah mencari Tuhan selain  Aku&#8221;. </em></p>
<p><em>(Riwayat At-Thabrani). </em></p>
<p>Takdir Allah merupakan kehendak-Nya semata-mata. OIeh sebab itu takdir tidak  selalu bersesuaian dengan keinginan kita. Tatkala takdir kita sesuai dengan  keinginan kita, hendaklah kita bersyukur kerana hal itu merupakan nikmat yang  diberikan oIeh Allah kepada kita. Ketika takdir yang kita alami tidak menyenangkan  atau merupakan musibah, maka hendaklah kita terima dengan sabar dan ikhlas.   Kita harus yakin, bahawa di sebalik musibah itu ada hikmah yang kita belum mengetahuinya. Sesungguhnya Allah  Subhanahu Wata&#8217;ala Maha Mengetahui setiap apa yang dilakukan-Nya.</p>
<p><strong> </strong><em>&#8220;Apa sahaja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa sahaja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan)  dirimu sendiri.  Kami mengutusmu menjadi rasul kepada segenap manusia.  Dan cukuplah Allah menjadi saksi&#8221;.</em></p>
<p><strong>(An-Nisa&#8217;:79)</strong><strong><br />
</strong></p>
<p><em>Sumber </em><strong>: Jabatan Agama Islam Selangor</strong></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://pendita.com/2010/qadha-dan-qadar-ketentuan-ilahi/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://pendita.com/2010/qadha-dan-qadar-ketentuan-ilahi/&amp;title=Qadha+Dan+Qadar+Ketentuan+Ilahi" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://pendita.com/2010/qadha-dan-qadar-ketentuan-ilahi/&amp;title=Qadha+Dan+Qadar+Ketentuan+Ilahi" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://pendita.com/2010/qadha-dan-qadar-ketentuan-ilahi/&amp;t=Qadha+Dan+Qadar+Ketentuan+Ilahi" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://pendita.com/2010/qadha-dan-qadar-ketentuan-ilahi/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://pendita.com/2010/qadha-dan-qadar-ketentuan-ilahi/&amp;title=Qadha+Dan+Qadar+Ketentuan+Ilahi" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://pendita.com/2010/qadha-dan-qadar-ketentuan-ilahi/&amp;title=Qadha+Dan+Qadar+Ketentuan+Ilahi" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://pendita.com/2010/qadha-dan-qadar-ketentuan-ilahi/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Qadha+Dan+Qadar+Ketentuan+Ilahi+-+http://b2l.me/adukgm&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>


	<h4>Artikel Yang Berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://pendita.com/2008/tabir-takdir/" title="Tabir Takdir (14 October 2008)">Tabir Takdir</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/berusaha-supaya-tidak-menjadi-miskin/" title="Berusaha Supaya Tidak Menjadi Miskin (18 August 2009)">Berusaha Supaya Tidak Menjadi Miskin</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/status-orang-mati-bunuh-diri/" title="Status Orang Mati Bunuh Diri (24 June 2009)">Status Orang Mati Bunuh Diri</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2010/kafir-dzimmi-dan-kafir-harbi/" title="Kafir Dzimmi Dan Kafir Harbi (22 January 2010)">Kafir Dzimmi Dan Kafir Harbi</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2008/balasan-mentauhidkan-allah/" title="Balasan Mentauhidkan Allah (25 October 2008)">Balasan Mentauhidkan Allah</a> (0)</li>
</ul>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pendita/~4/COiofdqkvbQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendita.com/2010/qadha-dan-qadar-ketentuan-ilahi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pendita.com/2010/qadha-dan-qadar-ketentuan-ilahi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Panduan Qunut Nazilah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pendita/~3/IQjiCAvk8d4/</link>
		<comments>http://pendita.com/2010/panduan-qunut-nazilah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 10:30:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pendita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[doa qunut]]></category>
		<category><![CDATA[nazilah]]></category>
		<category><![CDATA[qunut]]></category>
		<category><![CDATA[qunut nazilah]]></category>
		<category><![CDATA[sembahyang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendita.com/2010/panduan-qunut-nazilah/</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan Qunut merujuk kepada doa yang dibaca di dalam solat pada tempat yang khusus sewaktu berdiri. Qunut nazilah merupakan salah satu daripada tiga jenis qunut yang sunat dibaca dalam solat mengikut mazhab syafie selain qunut dalam solat subuh dan qunut pada separuh malam kedua terakhir dalam solat witir di bulan Ramadhan. Qunut nazilah sunat dibacakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Fpanduan-qunut-nazilah%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Fpanduan-qunut-nazilah%2F&amp;source=pendeta&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Bacaan Qunut merujuk kepada doa yang dibaca di dalam solat pada tempat yang khusus sewaktu berdiri.</p>
<p>Qunut nazilah merupakan salah satu daripada tiga jenis qunut yang sunat dibaca dalam solat mengikut mazhab syafie selain qunut dalam solat subuh dan qunut pada separuh malam kedua terakhir dalam solat witir di bulan Ramadhan.</p>
<p>Qunut nazilah sunat dibacakan ketika umat Islam didatangi bala bencana atau ditimpa musibah seperti ketakutan, ditimpa wabak, diserang belalang dan sebagainya. Qunut ini tidak dibacakan jika umat Islam tidak didatangi dengan cubaan-cubaan seperti ini.</p>
<h3>Cara Membaca Qunut Nazilah</h3>
<ol>
<li>Qunut ini boleh dibacakan pada setiap sembahyang fardhu jika kedatangan bala atau sebarang cubaan dari Allah SWT.</li>
<li>Qunut ini dibacakan pada waktu ‘iktidal selepas ruku’ pada rakaat terakhir.</li>
<li>Lafaz doa qunut nazilah adalah seperti di bawah.</li>
<li>Sunat ditambah bacaan doa ini selepas bacaan qunut harian.</li>
<li>Disunatkan kepada Imam untuk membacanya secara kuat dan diaminkan oleh makmum dalam solat yang berjemaah.</li>
<li>Sebagai peringatan, qunut nazilah hanya dibacakan apabila manusia ditimpa sesuatu musibah. Maka, solat fardhu selain solat subuh tidak dibaca qunut melainkan jika berlaku sesuatu perkara buruk.</li>
</ol>
<p><span id="more-572"></span><br />
Ada tiga cara membaca doa tersebut. Imam boleh memilih salah satu dari cara-cara berikut:</p>
<ol>
<li>Membaca doa Qunut sepertimana yang biasa dibaca ketika solat Subuh.</li>
<li>Membaca doa Qunut Nazilah sahaja.</li>
<li>Membaca doa Qunut subuh dan diikuti dengan doa Qunut Nazilah .</li>
</ol>
<p>Peringatan:</p>
<ul>
<li>Jika para Imam tidak menghafal Qunut Nazilah yang dilampirkan, bolehlah membaca doa qunut sepertimana dalam solat subuh. Kemudian doa nazilah ini boleh dibaca selepas solat.</li>
<li>Imam hendaklah meberitahu para jemaah bahawa qunut akan dibaca di dalam solat agar mereka meng-aminkan bersama doa tersebut.</li>
</ul>
<h3>Doa Qunut Nazilah</h3>
<p><img src="http://www.islam.gov.my/cms/upload/ksm/qunutnazliah2.bmp" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.islam.gov.my/cms/upload/ksm/qunutnazliah2.bmp" alt="" /></p>
<p><strong>Maksudnya</strong>;</p>
<p><em>&#8216;Ya Allah, sesungguhnya kami bermohon pertolongan Mu, kami meminta ampun kepada Mu, kami memohon petunjuk dari Mu, kami beriman kepada Mu, kami berserah kepada Mu dan kami memuji Mu dengan segala kebaikan, kami mensyukuri dan tidak mengkufuri Mu, kami melepaskan diri daripada sesiapa yang durhaka kepada Mu. </em></p>
<p><em>Ya Allah, Engkau yang kami sembah dan kepada Engkau kami bersalat dan sujud, dan kepada Engkau jualah kami datang bergegas, kami mengharap rahmat Mu dan kami takut akan azab Mu kerana azab Mu yang sebenar akan menyusul mereka yang kufur </em></p>
<p><em>Ya Allah, Muliakanlah Islam dan masyarakat Islam. Hentikanlah segala macam kezaliman dan permusuham, Bantulah saudara-saudara kami di mana sahaja mereka berada. Angkatlah dari mereka kesusahan, bala, peperangan dan permusuhan. </em></p>
<p><em>Ya Allah, selamatkanlah kami dari segala keburukan dan janganlah Engkau jadikan kami tempat turunnya bencana, hindarkanlah kami dari segala bala kerana tidak sesiapa yang dapat menghindarkannya melainkan Engkau, ya Allah.”</em></p>
<p><strong>Sumber</strong> : <em>Jabatan Kemajuan Islam Malaysia</em></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://pendita.com/2010/panduan-qunut-nazilah/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://pendita.com/2010/panduan-qunut-nazilah/&amp;title=Panduan+Qunut+Nazilah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://pendita.com/2010/panduan-qunut-nazilah/&amp;title=Panduan+Qunut+Nazilah" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://pendita.com/2010/panduan-qunut-nazilah/&amp;t=Panduan+Qunut+Nazilah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://pendita.com/2010/panduan-qunut-nazilah/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://pendita.com/2010/panduan-qunut-nazilah/&amp;title=Panduan+Qunut+Nazilah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://pendita.com/2010/panduan-qunut-nazilah/&amp;title=Panduan+Qunut+Nazilah" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://pendita.com/2010/panduan-qunut-nazilah/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Panduan+Qunut+Nazilah+-+http://b2l.me/adukgt&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>


	<h4>Artikel Yang Berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://pendita.com/2008/solat-dalam-keadaan-tenang/" title="Solat Dalam Keadaan Tenang (2 November 2008)">Solat Dalam Keadaan Tenang</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/rumahku-syurgaku/" title="Rumahku Syurgaku (25 August 2009)">Rumahku Syurgaku</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/merancang-kehidupan-hakiki/" title="Merancang Kehidupan Hakiki (17 July 2009)">Merancang Kehidupan Hakiki</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2008/memelihara-amal-kebaikan/" title="Memelihara Amal Kebaikan (16 November 2008)">Memelihara Amal Kebaikan</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/larangan-bercakap-semasa-mengerjakan-solat/" title="Larangan Bercakap Semasa Mengerjakan Solat (20 August 2009)">Larangan Bercakap Semasa Mengerjakan Solat</a> (0)</li>
</ul>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pendita/~4/IQjiCAvk8d4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendita.com/2010/panduan-qunut-nazilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pendita.com/2010/panduan-qunut-nazilah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Integriti Ulama Umara Penentu Kekuatan Ummah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pendita/~3/ikjNfhrbpvM/</link>
		<comments>http://pendita.com/2010/integriti-ulama-umara-penentu-kekuatan-ummah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 00:51:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pendita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Naim]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[integriti]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah Umar ibnu al-Khattab]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[penguasa]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Umara]]></category>
		<category><![CDATA[ummah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendita.com/?p=569</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu perkara utama yang sering menjadi perhatian masyarakat dalam sesebuah negara Islam ialah sejauh mana dua golongan yang amat berpengaruh iaitu ulama’ dan umara’ berperanan memperkasakan ummah. Menurut hadith yang diriwayatkan daripada Abu Naim bahawa Rasulullah SAW bersabda mafhumnya: “Ada dua kelompok manusia, jika kedua-duanya baik, maka masyarakat akan jadi baik, dan jika kedua-duanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Fintegriti-ulama-umara-penentu-kekuatan-ummah%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Fintegriti-ulama-umara-penentu-kekuatan-ummah%2F&amp;source=pendeta&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Salah satu perkara utama yang sering menjadi perhatian masyarakat dalam sesebuah negara Islam ialah sejauh mana dua golongan yang amat berpengaruh iaitu ulama’ dan umara’ berperanan memperkasakan ummah. Menurut hadith yang diriwayatkan daripada Abu Naim bahawa Rasulullah SAW bersabda mafhumnya:</p>
<p>“<em>Ada dua kelompok manusia, jika kedua-duanya baik, maka masyarakat akan jadi baik, dan jika kedua-duanya rosak, maka masyarakat akan rosak, mereka itu ialah ulama’ dan  umara</em>’&#8217;.</p>
<p>Secara ringkasnya dalam konteks umat Islam di rantau ini ulama’ adalah merujuk kepada mereka yang mengetahui dan memahami agama secara mendalam. Tanpa ulama’ semua orang akan menjadi jahil dan akan bertindak mengikut hawa nafsu semata-mata. Kerana itu para ulama’ merupakan anugerah besar buat umat manusia bagi membimbing mereka ke jalan yang benar.</p>
<p>Imam Ahmad meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda yang mafhumnya:</p>
<p>“ <em>Bandingan para ulama’ di bumi ini samalah seperti bintang-bintang di langit yang dijadikan pedoman dalam kegelapan di laut dan di darat. Kalau bintang-bintang itu pudar maka mereka yang berpandukannya nyaris sesat</em> ”.</p>
<p>Manakala umara’ pula merujuk kepada pemerintah yang memimpin sesebuah masyarakat. Tanpa pemerintah, masyarakat menjadi kacau bilau. Malah ajaran Islam dan syariah tidak akan dapat dilaksanakan. Imam al-Baihaqi meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda yang mafhumnya:</p>
<p>“ <em>Sesungguhnya penguasa atau pemerintah yang adil itu adalah bayangan Allah di bumi yang menjadi tempat berlindung bagi setiap orang yang dizalimi</em>”.<br />
<span id="more-569"></span><br />
Menjelaskan betapa berat peranan sebagai umara’ ini, <strong>Khalifah Umar ibnu al-Khattab</strong> pernah memberi nasihat dan peringatan kepada Abu Musa al-Asy’ari, Gabenor Mesir ketika itu bahawa:<br />
“ <em>Penguasa yang paling berbahagia ialah mereka yang rakyatnya merasa bahagia hidup di bawah pemerintahannya. Sementara penguasa yang paling celaka pula ialah mereka yang rakyatnya merasa celaka hidup dibawah pemerintahannya. Ingat jangan hidup bermewahan kerana para pegawai kamu akan meniru kamu. Bandingkan diri kamu sama seperti binatang ternakan. Apabila binatang itu dibawa ke padang rumput yang menghijau ia akan makan banyak sehingga menjadi gemuk. Kegemukannya itu akan menjadi sebab kepada kebinasaannya kerana ia akan disembelih untuk dimakan</em>”.</p>
<p><strong>Imam al-Ghazali</strong> ketika mengulas peranan ulama’ dan umara’ pada zamannya pula menyatakan bahawa:<br />
“ <em>Adalah menjadi kebiasaan bagi ulama’ untuk melakukan kerja amar makruf dan nahi munkar tanpa mengira sangat tentang kekejaman pemerintah. Mereka percaya bahawa Allah akan menjaga mereka. Mereka rela menjadi syahid kalau ditakdirkan begitu oleh Allah. Oleh kerana mereka itu ikhlas, bersikap jujur dan menyumbangkan tenaga semata-mata untuk menegakkan ilmu, maka orang ramai mudah menerima nasihatnya. Tetapi sekarang lidah para ulama’ telah menjadi kelu kerana diikat oleh kepentingan. Kalaupun mereka bercakap, tidak akan berjaya kerana pembawaan hidup mereka sendiri berbeza dengan apa yang dicakapkan. Sesungguhnya rakyat rosak kerana pemerintah dan pemerintah rosak kerana ulama’. Sementara ulama’ pula rosak kerana tamak harta dan pangkat</em>”.</p>
<p>Berdasarkan hadith-hadith dan pandangan tokoh-tokoh ulama’ tersebut ternyata terdapat kebimbangan bahawa kelemahan integriti atau kekurangan sifat amanah, kejujuran, keikhlasan dan jatidiri di kalangan ulama’-umara’ itu akan menjejaskan kekuatan ummah. Oleh kerana itu berdasarkan pemerhatian mimbar isu-isu integriti inilah yang menimbulkan ketegangan hubungan di antara ulama’ dengan umara’ dan ulama’-sesama ulama’. Persoalan besar timbul ialah apakah kaedah untuk mengukuhkan dan mempertingkatkan integriti ulama’ dan umara’.</p>
<p>Firman Allah SWT dalam surah an- Nisaa’ ayat 59 maksudnya:</p>
<p>“ <em>Wahai orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan Rasul dan kepada Ulil-Amri dari kalangan kamu. Kemudian jika kamu berselisih dalam sesuatu perkara, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul-Nya jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu), dan lebih elok pula kesudahannya</em>.”</p>
<p>Berdasarkan ayat ini jelas Allah mencabar dan memberi peringatan jika kita beriman, maka rujuklah dan berpeganglah dengan al-Quran dan sunnah untuk mencari jalan penyelesaian dalam isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan Islam dan ummah.</p>
<p>Islam adalah agama yang mewujudkan sistem cara hidup menyeluruh kepada manusia dari segi akidah, syariah, akhlak, politik, ekonomi, dan sosial yang berkait rapat satu sama lain. Sistem cara hidup ini mempengaruhi pembangunan duniawi dan ukhrawi manusia. Dengan demikian kerjasama dan hubungan harmoni ulama’ dan umara’ akan membantu memperkasakan ummah dan menentukan negara berada di landasan yang selari dengan Siasah Shar’iyah. Memang disedari bahawa bidang kuasa ulama’ di negara ini adalah terbatas berbanding bidang kuasa umara’ yang luas. Oleh itu, walaupun tinggi integriti ulama’, dan hebat kewara’kan ulama’ tetapi keputusan terakhir merancang dan melaksanakan pembangunan umat dan negara terletak di bawah bidang kuasa umara’.</p>
<p>Selari dengan tanggungjawab ulama’, maka menjadi tanggungjawab bersama mengingatkan bahawa ulama’ tidak boleh berdiam diri dalam memperjuangkan hak-hak kepentingan Islam dan menyelesaikan masalah ummah. Suara ulama’ sentiasa ditunggu dan diperhatikan oleh masyarakat Islam yang cintakan agamanya.</p>
<p>Firman Allah SWT dalam surah Faathir ayat 28 maksudnya:</p>
<p>“<em>Sebenarnya yang takut kepada Allah dari kalangan hamba-Nya hanyalah ulama’ </em>(orang yang berilmu).”</p>
<p>Mimbar amat yakin langkah umara’ atau pemerintah menjemput ulama’ dalam membincangkan isu-isu negara dari masa ke masa adalah selari dengan tuntutan Islam.</p>
<p>Adalah diseru ulama’-umara’ yang berada di kampung-kampung dan di bandar-bandar serta sidang jemaah sekalian dalam usaha memperkasakan ummah, marilah kita mewujudkan dan mengekalkan integriti berdasarkan syor seperti berikut:</p>
<ol>
<li>Bercakap benar dan mengakui kesilapan,</li>
<li>Mengamalkan apa yang dicakapkan,</li>
<li>Menunaikan janji dan komitmen yang dibuat,</li>
<li>Bersedia menanggung risiko dalam usaha mempertahankan pendapat; dan</li>
<li>Tidak mengambil kesempatan untuk kepentingan diri.</li>
</ol>
<p>Maksudnya: “<em>Sesiapa yang berkehendakkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka Kami penuhi usaha mereka di dunia, dan mereka tidak dikurangkan daripadanya. Mereka tidak beroleh di akhirat kelak selain daripada neraka, dan gugurlah apa yang mereka lakukan di dunia, dan batallah apa yang mereka telah kerjakan)</em>”. (Sural Huud: 15-16)</p>
<p><strong>Sumber</strong> : <em>Jabatan Kemajuan Islam Malaysia</em></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://pendita.com/2010/integriti-ulama-umara-penentu-kekuatan-ummah/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://pendita.com/2010/integriti-ulama-umara-penentu-kekuatan-ummah/&amp;title=Integriti+Ulama+Umara+Penentu+Kekuatan+Ummah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://pendita.com/2010/integriti-ulama-umara-penentu-kekuatan-ummah/&amp;title=Integriti+Ulama+Umara+Penentu+Kekuatan+Ummah" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://pendita.com/2010/integriti-ulama-umara-penentu-kekuatan-ummah/&amp;t=Integriti+Ulama+Umara+Penentu+Kekuatan+Ummah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://pendita.com/2010/integriti-ulama-umara-penentu-kekuatan-ummah/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://pendita.com/2010/integriti-ulama-umara-penentu-kekuatan-ummah/&amp;title=Integriti+Ulama+Umara+Penentu+Kekuatan+Ummah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://pendita.com/2010/integriti-ulama-umara-penentu-kekuatan-ummah/&amp;title=Integriti+Ulama+Umara+Penentu+Kekuatan+Ummah" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://pendita.com/2010/integriti-ulama-umara-penentu-kekuatan-ummah/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Integriti+Ulama+Umara+Penentu+Kekuatan+Ummah+-+http://b2l.me/adukgx&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>


	<h4>Artikel Yang Berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://pendita.com/2009/kasih-sayang-pupuk-kesejahteraan-ummah/" title="Kasih Sayang Pupuk Kesejahteraan Ummah (29 May 2009)">Kasih Sayang Pupuk Kesejahteraan Ummah</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/integriti-dalam-kepimpinan-rasulullah-saw/" title="Integriti Dalam Kepimpinan Rasulullah SAW (17 April 2009)">Integriti Dalam Kepimpinan Rasulullah SAW</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/toleransi-dengan-orang-bukan-islam-suatu-tuntutan-dakwah/" title="Toleransi Dengan Orang Bukan Islam Suatu Tuntutan Dakwah (9 October 2009)">Toleransi Dengan Orang Bukan Islam Suatu Tuntutan Dakwah</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/tertib-solat-rasulullah-saw/" title="Tertib Solat Rasulullah SAW (14 April 2009)">Tertib Solat Rasulullah SAW</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/rahsia-kebersihan-jiwa-dalam-israk-mikraj/" title="Rahsia Kebersihan Jiwa Dalam Israk Mikraj (21 August 2009)">Rahsia Kebersihan Jiwa Dalam Israk Mikraj</a> (1)</li>
</ul>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pendita/~4/ikjNfhrbpvM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendita.com/2010/integriti-ulama-umara-penentu-kekuatan-ummah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pendita.com/2010/integriti-ulama-umara-penentu-kekuatan-ummah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Melihat Allah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pendita/~3/MWmhpcyYHz4/</link>
		<comments>http://pendita.com/2010/melihat-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 06:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pendita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[melihat allah]]></category>
		<category><![CDATA[mengenali tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[nabi musa]]></category>
		<category><![CDATA[nama allah]]></category>
		<category><![CDATA[nikmat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendita.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu nikmat besar yang Allah beri kepada manusia ialah dapat melihat alam nyata yang wujud di hadapan kita ini. Kita dapat melihat dengan mata kasar makhluk-makhluk Allah seperti manusia itu sendiri, gunung ganang, matahari, bulan, bintang, bumi dan sebagainya. Hakikatnya kewujudan makhluk-makhluk Allah ini tidak sempurna kerana berdasarkan kajian sains tempoh kewujudan alam ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Fmelihat-allah%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Fmelihat-allah%2F&amp;source=pendeta&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Salah satu nikmat besar yang Allah beri kepada manusia ialah dapat melihat alam nyata yang wujud di hadapan kita ini. Kita dapat melihat dengan mata kasar makhluk-makhluk Allah seperti manusia itu sendiri, gunung ganang, matahari, bulan, bintang, bumi dan sebagainya. Hakikatnya kewujudan makhluk-makhluk Allah ini tidak sempurna  kerana berdasarkan kajian sains tempoh kewujudan alam ini terbatas, ruang lingkupnya terhad, ukuran tinggi rendahnya terbatas, dan tempoh hayatnya juga terbatas.</p>
<p>Dalam Islam Allah adalah zat yang mencipta alam ini. Sebagai pencipta alam, maka Allah memiliki kesempurnaan sifatnya, ia tidak terikat dengan sebarang batasan, tidak terbatas tinggi-rendahnya-Nya, tidak terbatas kekuasaan-Nya, tidak terbatas ruang waktunya dan segala-galanya tidak terbatas. Oleh itu, Allah dalam Islam adalah ghaib dari kita dan kita tidak dapat melihat Allah.</p>
<p>Kalau kita pergi ke kedai-kedai tertentu atau kita singgah di rumah-rumah ibadat agama lain kita boleh melihat wajah-wajah Tuhan dalam pelbagai ragam, tinggi, rendah, mempunyai ruang lingkup dan sebagainya. Tuhan boleh dilukis dan direka bentuk. Apa yang jelas tuhan-tuhan berkenaan mempunyai batasan dan had-had tertentu. Malah penganut agama berkenaan boleh melihat dan mengenali tuhan mereka secara nyata. Bagaimana pun persoalan besar timbul ialah apakah kita boleh melihat Allah Yang Maha Esa di dunia ini.<br />
<span id="more-563"></span><br />
Diterangkan di dalam al-Quran <strong>surah al-A’raf, ayat 143</strong> bahawa nabi Musa a.s. diseru oleh Allah ke Bukit Thur Sina untuk menerima wahyu Kitab Taurat. Selama 40 hari 40 malam Nabi Musa bermunajat untuk menerima wahyu Allah. Sesudah menerima wahyu timbul keinginan pula Nabi Musa untuk melihat Allah.</p>
<p>Nabi Musa a.s bermohon: “<em>Ya Allah! berilah kesempatan kepadaku melihatmu</em>”.<br />
Allah menjawab: “<em>Engkau tidak dapat melihat-Ku wahai Musa, tetapi cubalah engkau lihat ke gunung itu. Sekiranya gunung itu kukuh di tempatnya itu, engkau tentu dapat melihat Aku</em>.&#8221;</p>
<p>Kemudian Allah memperlihatkan diri-Nya terhadap gunung itu. Apabila Allah memperlihatkan diri-Nya kepada gunung itu, maka gunung itu menjadi cair dan lenyap sama sekali dari permukaan bumi. Melihat peristiwa kehancuran gunung itu, maka Nabi Musa pengsan. Sesudah Nabi Musa sedar, maka terus Nabi Musa sujud dan memimta ampun.</p>
<p>Menurut ahli-ahli tafsir jika gunung yang kuat itu pun tidak sanggup dan tergaman melihat kehebatan Allah, apatah lagi manusia yang lemah badannya itu. Apabila Allah memperlihatkan diri-Nya kepada bumi, matahari atau bulan, maka matahari atau bulan akan pecah. Demikian juga apabila Allah memperlihatkan diri kepada manusia atau malaikat, maka semua manusia dan malaikat itu akan musnah.</p>
<p>Rasulullah saw bersabda:<br />
Mafhumnya: “ <em>Aku pernah bertanya kepada Malaikat Jibril, pernahkan engkau melihat Tuhanmu ya Jibril?. Jibril menjawab: Di antara aku dan Allah ada 70 lapis dinding yang terdiri daripada cahaya. Bila aku melihat kepada lapisan cahaya yang paling luar, aku pasti terbakar</em> ”.<br />
(<strong>Hadith Riwayat at-Tabrani</strong>).</p>
<p>Dengan hadis ini, ternyata bahawa manusia tidak dapat melihat Allah. Bagaimana pun banyak ayat al-Quran yang menerangkan bahawa orang yang beriman akan diberi kesempatan di akhirat untuk melihat Allah.</p>
<p>Firman Allah dalam <strong>surah al-Qiyamah ayat 22 dan 23</strong> maksudnya: &#8220;<em>Pada hari akhirat itu, muka (orang yang beriman) berseri-seri. Melihat kepada Tuhannya</em>”.</p>
<p>Di nyatakan lagi dalam al-Quran bahawa bagi mereka yang melakukan amal soleh dan tidak mensyirikkan Allah semasa di dunia maka di akhirat nanti akan dipertemukan dengan Allah sebagaimana firman-Nya dalam <strong>surah al-Kahfi ayat 110</strong> maksudnya:<br />
“<em>Maka sesiapa yang berharap akan bertemu Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang soleh, dan janganlah ia mempersekutukan sesiapapun dalam ibadatnya kepada Tuhannya</em> ”.</p>
<p>Menurut Tafsir fi Zilal al-Quran, Asy-Syahid Sayyid Qutb rahimahullah bahawa menjadi syarat bagi seorang hamba yang berharap untuk bertemu dengan Allah di akhirat nanti ialah dengan melakukan amal soleh dan tidak mensyirikkan-Nya.</p>
<p>Syirik adalah perbuatan menyamakan atau menyekutukan Allah SWT dengan makhluk dalam apa jua bentuk sama ada perkataan, kepercayaan, perbuatan dan iktikad. Para ulama membahagikan syirik kepada dua kategori iaitu syirik akbar (besar) dan syirik asghar (kecil). Syirik besar seperti menyekutukan Allah secara terang-terangan termasuk menyembah sesuatu selain Allah atau menyamakan kuasa Allah dengan makhluk. Manakala syirik kecil seperti riak, beramal untuk manusia, perasaan dengki, mengharap reda manusia dan sebagainya.</p>
<p>Apa yang sangat mendukacitakan kita lagi ialah ada segelintir orang Islam yang sanggup mencadangkan supaya pengunaan kalimah-kalimah Islam termasuk nama Allah SWT dibenarkan pengunaannya oleh orang yang bukan Islam. Amat dibimbangkan cadangan tersebut boleh terjerumus dalam perbuatan syirik. Tiada faedah seseorang itu beribadat siang dan malam, jika imannya rosak dan dipengaruhi oleh unsur-unsur syirik, perbuatan syirik hanya akan menghalang seseorang mukmin dari mendapat keredaan dan syurga Allah SWT.</p>
<p>Firman Allah SWT dalam <strong>surah al-Ma’idah ayat 72</strong> maksudnya:<br />
“<em>Bahawasanya sesiapa yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya Allah haramkan kepadanya Syurga, dan tempat kembalinya ialah neraka; dan tiadalah seorang penolong pun bagi orang yang berlaku zalim</em>.”</p>
<p>Ayat ini menjelaskan bahawa mereka yang melakukan syirik adalah berdosa besar dan tidak diampunkan oleh Allah SWT dan tempat mereka di akhirat nanti adalah di neraka.</p>
<p>Islam sangat mengambil berat dalam memperbetulkan pegangan akidah umatnya supaya pandangan dan sikap mereka menjadi lurus dan tasawwur mereka tentang sesuatu perkara menjadi jelas. Jangan kita mengikut contoh umat jahiliyah dahulu yang menganggap bahawa iman sekadar mengumumkan identiti diri dan melahirkan perbuatan baik sahaja sedangkan hakikat iman ialah paduan antara keyakinan di hati tentang dasar-dasar akidah dengan melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan tegahan-Nya. Ini bermakna kepercayaan tanpa diikuti dengan amal ibadah, atau tanpa meninggalkan maksiat, maka belum dikira sempurna iman.</p>
<p>Firman Allah SWT dalam <strong>surah al-Hujurat ayat 15</strong> maksudnya:<br />
&#8220;<em>Sesungguhnya orang yang benar-benar beriman ialah orang yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu lagi, serta mereka berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah; mereka itulah orang yang benar</em>&#8220;.</p>
<p>Islam tidak pernah menyekat umatnya daripada mengeluarkan kata-kata atau pun memberi pandangan atas dasar ilmu dan iman. Namun dengan sikap segelintir umat Islam yang sanggup bertindak melampaui batas syarak sehingga mencabuli hak manusia, hak Rasul dan hak Allah SWT; maka ia perlu dibenteras.</p>
<p>Oleh yang demikian, menjadi tanggunjawab kita bersama menyeru semua pihak, marilah sama-sama kita memperkasakan akidah kita, keluarga dan masyarakat kita demi masa depan agama, ummah dan negara dengan langkah berikut:</p>
<ol>
<li>Berwaspada bahaya syirik kerana ia boleh membawa kepada kekufuran;</li>
<li>Umat Islam perlu berhati-hati dalam mengeluarkan kenyataan yang berkaitan akidah;</li>
<li>Menanam rasa cinta dan kasih sayang kepada Allah SWT dan rasul-Nya; dan</li>
<li>Mempertahankan kesucian Islam dengan tidak membenarkan pihak lain menghinanya adalah sesuatu yang di tuntut.</li>
</ol>
<p>Firman Allah SWT dalam <strong>surah az-Zumar ayat 65</strong> maksudnya;</p>
<p>“<em>Dan sesungguhnya telah diwahikan kepadamu dan Nabi-nabi sebelummu: Sesungguhnya! Jika engkau mempersekutukan Allah tentulah akan gugur amalmu, dan engkau akan tetap menjadi dari orang yang rugi</em>”.</p>
<p><strong>Sumber</strong> : <em>Jabatan Kemajuan Islam Malaysia</em></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://pendita.com/2010/melihat-allah/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://pendita.com/2010/melihat-allah/&amp;title=Melihat+Allah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://pendita.com/2010/melihat-allah/&amp;title=Melihat+Allah" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://pendita.com/2010/melihat-allah/&amp;t=Melihat+Allah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://pendita.com/2010/melihat-allah/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://pendita.com/2010/melihat-allah/&amp;title=Melihat+Allah" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://pendita.com/2010/melihat-allah/&amp;title=Melihat+Allah" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://pendita.com/2010/melihat-allah/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Melihat+Allah+-+http://b2l.me/adukgz&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>


	<h4>Artikel Yang Berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://pendita.com/2008/menjaga-keteguhan-aqidah/" title="Menjaga Keteguhan Aqidah (18 November 2008)">Menjaga Keteguhan Aqidah</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/kufur-nikmat-negara-tenat/" title="Kufur Nikmat Negara Tenat (23 October 2009)">Kufur Nikmat Negara Tenat</a> (2)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/fatwa-ulama-dan-institusi-islam-berkenaan-yoga/" title="Fatwa Ulama Dan Institusi Islam Berkenaan Yoga (10 February 2009)">Fatwa Ulama Dan Institusi Islam Berkenaan Yoga</a> (1)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/bulan-safar-bawa-sial/" title="Bulan Safar Bawa Sial? (18 March 2009)">Bulan Safar Bawa Sial?</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2008/berpada-dengan-pemberian-allah-qana%e2%80%99ah/" title="Berpada Dengan Pemberian Allah-Qana’ah (19 November 2008)">Berpada Dengan Pemberian Allah-Qana’ah</a> (0)</li>
</ul>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pendita/~4/MWmhpcyYHz4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendita.com/2010/melihat-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pendita.com/2010/melihat-allah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kafir Dzimmi Dan Kafir Harbi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pendita/~3/FEYDXQpI8oQ/</link>
		<comments>http://pendita.com/2010/kafir-dzimmi-dan-kafir-harbi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 01:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pendita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[Kafir Dzimmi]]></category>
		<category><![CDATA[Kafir Harbi]]></category>
		<category><![CDATA[kalimah Allah]]></category>
		<category><![CDATA[negara Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendita.com/2010/kafir-dzimmi-dan-kafir-harbi/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam konteks kehidupan beragama di negara ini penduduknya terdiri daripada Islam dan bukan Islam. Menurut syariat Islam, pada dasarnya terdapat dua jenis status orang bukan Islam atau Non-muslim iaitu Kafir Harbi dan Kafir Dzimmi. Secara ringkasnya Kafir Harbi adalah merujuk kepada orang bukan Islam yang terlibat dalam peperangan membunuh orang Islam di dalam wilayah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Fkafir-dzimmi-dan-kafir-harbi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Fkafir-dzimmi-dan-kafir-harbi%2F&amp;source=pendeta&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Dalam konteks kehidupan beragama di negara ini penduduknya terdiri daripada Islam dan bukan Islam. Menurut syariat Islam, pada dasarnya terdapat dua jenis status orang bukan Islam atau Non-muslim iaitu Kafir Harbi dan Kafir Dzimmi. </p>
<p>Secara ringkasnya <u><strong>Kafir Harbi</strong></u> adalah merujuk kepada orang bukan Islam yang terlibat dalam peperangan membunuh orang Islam di dalam wilayah yang bergolak. Pada masa ini, mimbar amat meyakini terdapat ejen-ejen kafir harbi yang bergerak secara senyap menimbulkan perpecahan atau pun menggunakan isu-isu agama di negara Islam. Contoh jelas ialah apa yang berlaku di beberapa negara Asia Barat.</p>
<p>Manakala orang <u><strong>Kafir Dzimmi</strong></u> pula merujuk kepada orang bukan Islam yang menetap dalam negara Islam, mendapat kerakyatan, membayar cukai yang ditetapkan dan mendapat jaminan keamanan daripada pemerintah Islam berdasarkan perjanjian yang dipersetujui. </p>
<p>Persoalan besar timbul ialah apakah jenis status orang bukan Islam yang terdapat di negara kita samada digolongkan sebagai Kafir Harbi atau Kafir Dzimmi. Berdasarkan pemerhatian, status orang bukan Islam di negara ini digolongkan sebagai ahli Dzimmi kerana pada prinsipnya mereka mentaati dan mengakui untuk tunduk kepada perjanjian kontrak sosial yang diwujudkan di bawah Perlembagaan Persekutuan. </p>
<p> <span id="more-562"></span>
<p>Salah satu persetujuan penting dalam perlembagaan itu ialah mengakui Islam adalah agama Persekutuan yang membuka jalan Islam menjadi agama yang berkuasa di negara ini. Pada masa yang sama Yang Dipertuan Agong dan Raja-Raja Melayu sekaligus menjadi Ketua Agama Islam dan pelindung memartabatkan Islam di negeri-negeri yang berkaitan. Selari dengan kontrak sosial itu mereka tinggal aman damai, tinggal bersama dalam masyarakat Islam sebagai jiran tetangga, menjadi rakan sekerja, rakan kongsi berpolitik, rakan sepermainan dan menjadi rakan sekolah. Malah mereka diberi peluang pula berkongsi menyumbangkan tenaga memerintah negara ini. </p>
<p>Mesyuarat Jemaah Menteri juga memain peranan besar dalam menentukan ketinggian Islam dalam perlembagaan. Pada 16 Mei 1986 Mesyuarat Jemaah Menteri memutuskan kalimah Allah adalah termasuk antara beberapa kalimah yang dilarang penggunaannya oleh mereka bukan beragama Islam. Malah pada 3 Jan 2008 Jemaah Menteri sekali lagi mengulangi bahawa orang bukan Islam dilarang menggunakan kalimah Allah dalam penerbitan agama mereka. Malah sepuluh buah negeri telah menguatkuasakan Enakmen Kawalan Sekatan Pengembangan Agama Bukan Islam yang bertujuan melarang orang bukan Islam menggunakan secara bertulis atau lisan atas perkataan yang dilarang. Semua peraturan ini dibuat bagi menjamin keharmonian hidup beragama dan perlu ditaati oleh pihak berkaitan. </p>
<p>Menurut prinsip hukum Islam, memberi perlindungan dan layanan baik kepada ahli Dzimmi adalah wajib. Firman Allah SWT dalam surah al-Mumtahanah, ayat 8, Maksudnya:</p>
<p>“<i>Allah tidak melarang kamu daripada berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tidak memerangi kamu kerana agamamu, dan tidak mengeluarkan kamu dari kampung halaman kamu; sesungguhnya Allah mengasihi orang yang berlaku adil</i>”.</p>
<p>Menurut al-Quran, orang Islam dikehendaki mengadakan hubungan mesra dan baik dengan ahli Dzimmi serta bersikap adil selagi mereka tidak menentang dan menindas orang Islam atau menghalang penyebaran Islam. </p>
<p>Isam adalah agama yang membawa rahmat kepada manusia sejagat. Saidina Abu Bakar As- Siddiq pernah berpesan kepada kaum muslimin sebelum berangkat ke medan perang dengan mengingatkan tenteranya supaya jangan berbuat khianat, membunuh bayi, membunuh orang tua, membunuh kaum wanita, menyembelih binatang ternakan, menebang pokok, menghancurkan rumah penduduk, membakar ladang pertanian, mengganggu orang beribadat , merosakkan rumah ibadat, dan menyerang mereka pada waktu subuh untuk mengelak kaum wanita dan kanak-kanak menjadi panik. Kisah Saidina Umar Al-Khatab yang memasuki gereja Yahudi ketika Baitulmaqdis ditawan juga tidak menyuruh tenteranya membakar gereja, buku bible dan salib bahkan membiarkannya sahaja.</p>
<p>Berdasarkan ajaran al-Quran dan tindakan bijak pemimpin Islam di zaman Rasulullah SAW jelas kepada kita bahawa menzalimi dan memusuhi orang bukan Islam adalah bukan ajaran Islam. Dengan demikian perbuatan membakar gereja dan rumah ibadat orang bukan Islam menyalahi bercanggah dengan hukum Islam. Islam juga mengajar kita jangan terikut-ikut dengan emosi liar. </p>
<p>Bagaimana pun diingatkan kepada umat Islam sekalian bahawa mengadakan hubungan baik dengan orang bukan Islam bukanlah bermakna kita lupa tanggungjawab kita kepada Islam. Islam menetapkan bahawa persoalan iman dan ibadat tidak ada toleransi. Oleh itu apabila masuk waktu solat ketika melaksanakan program bersama dengan orang bukan Islam, kita utamakan bersolat, apabila kita makan pastikan apa yang kita makan itu adalah halal. Jika terdapat aktiviti yang bercampur halal dengan haram maka kita hendaklah jauhi. Apa yang lebih malang lagi dalam menjayakan toleransi itu kadang kala kelihatan penampilan akhlak orang Islam itu sama dengan tabiat orang bukan Islam.</p>
<p>Perlu diingatkan bahawa apabila kita ditekan dan dituntut oleh pihak tertentu untuk memenuhi tuntutan mereka, maka hendaklah kita terus berpegang kepada ajaran Islam supaya kita tidak mudah hilang pedoman. Firman Allah SWT dalam Surah al-An’aam ayat 153, Maksudnya:</p>
<p><i>”Dan bahawa sesungguhnya inilah jalan-Ku yang betul lurus, maka hendaklah kamu menurutnya; dan janganlah kamu menurut jalan-jalan (lain dari Islam), kerana jalan-jalan (yang lain itu) mencerai-beraikan kamu dari jalan Allah. Dengan yang demikian itulah Allah perintahkan kamu, supaya kamu bertaqwa.”</i></p>
<p>Diseru semua umat Islam sekalian agar berwaspada dengan muslihat ejen-ejen kafir harbi ini dan jangan sekali-kali kita menggadai akidah, menggadai jati diri muslim, menggadai integriti demi untuk menjaga ketinggian agama Islam di negara ini. </p>
<p><b>Maksudnya :</b> “<i>Katakanlah wahai Muhammad: Hai orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak mahu menyembah (Allah) yang aku sembah. Dan aku tidak akan beribadat secara kamu beribadat. Dan kamu pula tidak mahu beribadat secara aku beribadat. Bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku.</i>&#8221; (Surah Al-Kaafirun: 1-6)</p>
<p>Sumber : <b>Jabatan Kemajuan Islam Malaysia</b></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://pendita.com/2010/kafir-dzimmi-dan-kafir-harbi/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://pendita.com/2010/kafir-dzimmi-dan-kafir-harbi/&amp;title=Kafir+Dzimmi+Dan+Kafir+Harbi" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://pendita.com/2010/kafir-dzimmi-dan-kafir-harbi/&amp;title=Kafir+Dzimmi+Dan+Kafir+Harbi" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://pendita.com/2010/kafir-dzimmi-dan-kafir-harbi/&amp;t=Kafir+Dzimmi+Dan+Kafir+Harbi" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://pendita.com/2010/kafir-dzimmi-dan-kafir-harbi/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://pendita.com/2010/kafir-dzimmi-dan-kafir-harbi/&amp;title=Kafir+Dzimmi+Dan+Kafir+Harbi" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://pendita.com/2010/kafir-dzimmi-dan-kafir-harbi/&amp;title=Kafir+Dzimmi+Dan+Kafir+Harbi" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://pendita.com/2010/kafir-dzimmi-dan-kafir-harbi/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Kafir+Dzimmi+Dan+Kafir+Harbi+-+http://b2l.me/adrz3g&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>


	<h4>Artikel Yang Berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://pendita.com/2010/qadha-dan-qadar-ketentuan-ilahi/" title="Qadha Dan Qadar Ketentuan Ilahi (13 July 2010)">Qadha Dan Qadar Ketentuan Ilahi</a> (1)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/pencegahan-jenayah-juvana/" title="Pencegahan Jenayah Juvana (1 May 2009)">Pencegahan Jenayah Juvana</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/mewarisi-tugas-rasulullah-saw/" title="Mewarisi Tugas Rasulullah SAW (24 April 2009)">Mewarisi Tugas Rasulullah SAW</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/mantap-iman-ummah-cemerlang/" title="Mantap Iman Ummah Cemerlang (13 March 2009)">Mantap Iman Ummah Cemerlang</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/makanan-berzat-bentuk-umat-pintar/" title="Makanan Berzat Bentuk Umat Pintar (20 March 2009)">Makanan Berzat Bentuk Umat Pintar</a> (1)</li>
</ul>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pendita/~4/FEYDXQpI8oQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendita.com/2010/kafir-dzimmi-dan-kafir-harbi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pendita.com/2010/kafir-dzimmi-dan-kafir-harbi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gerhana Matahari Satu Peringatan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/pendita/~3/fklgnc6fijQ/</link>
		<comments>http://pendita.com/2010/gerhana-matahari-satu-peringatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 15:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pendita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[cakerawala]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari]]></category>
		<category><![CDATA[matahari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pendita.com/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya kejadian gerhana bulan dan matahari adalah dua tanda yang membuktikan bekesaran, keluasan, kehebatan ciptaan, dan kasih sayang Allah SWT kepada umat manusia. Dua minggu lalu kita menyaksikan kebesaran Allah SWT melalui kejadian gerhana bulan. Hari ini, kita sekali lagi berpeluang menyaksikan pula kejadian gerhana matahari yang jatuh pada hari Jumaat di bulan Muharram 1431. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Fgerhana-matahari-satu-peringatan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fpendita.com%2F2010%2Fgerhana-matahari-satu-peringatan%2F&amp;source=pendeta&amp;style=normal&amp;service=bit.ly" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sesungguhnya kejadian gerhana bulan dan matahari adalah dua tanda yang membuktikan bekesaran, keluasan, kehebatan ciptaan, dan kasih sayang Allah SWT kepada umat manusia. Dua minggu lalu kita menyaksikan kebesaran Allah SWT melalui kejadian gerhana bulan. Hari ini, kita sekali lagi berpeluang menyaksikan pula kejadian gerhana matahari yang jatuh pada hari Jumaat di bulan Muharram 1431.</p>
<p>Dengan mengamati kehebatan dan kesempurnaan sistem perjalanan bulan dan matahari ini, maka akan semakin tinggi ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Walaupun ada di kalangan sesetengah pihak mengatakan kejadian ini sebagai fenomena astronomi dan sifat alam semulajadi, tetapi Islam mengajar umatnya agar menjadikan kejadian yang jarang-jarang berlaku ini sebagai peluang meyingkap tanda keagungan dan kebesaran Allah SWT.</p>
<p>Allah SWT telah banyak menyebut tentang kebesaran dan kekuasaan-Nya ke atas kejadian langit, bumi dan apa juga yang ada di antara kedua-duanya. Tidak ada satu zarah pun dari alam cakerawala ini yang terlepas dari pengawasan Allah termasuk matahari. Tabiat matahari yang beredar di atas paksinya adalah bukti kepatuhan makhluk ini kepada ketentuan Allah SWT.</p>
<p><span id="more-560"></span></p>
<p>Firman Allah SWT dalam surah Yaasin ayat 38-40: Maksudnya:</p>
<p>“<em>Dan matahari; ia kelihatan beredar ke tempat yang ditetapkan baginya; itu adalah takdir Tuhan yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengetahui</em>.”</p>
<p>Menginsafi betapa kehebatan kejadian di alam ini, maka Islam menganjurkan umatnya mendirikan solat khusus sempena kejadian gerhana matahari. Hakikatnya, kejadian ini memberi banyak pengajaran khususnya dalam mengukuhkan hubungan kita dengan Allah SWT.</p>
<p>Gerhana matahari yang berlaku adalah perintah Allah untuk mengingatkan manusia supaya bertaubat, memohon ampun dan sentiasa membesarkannya. Perbuatan ini adalah sunat muakkad kerana Rasulullah SAW pernah melakukannya ketika berlaku gerhana matahari. Apabila terjadinya gerhana matahari, baginda SAW bergegas ke masjid menyeru kaum muslimin untuk bersama solat gerhana matahari. Selesai daripada solat, baginda SAW naik ke mimbar menyampaikan khutbah yang mengandungi nasihat yang sangat penting.</p>
<p>Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan daripada Abi Bakrah r.a: Mafhumnya:</p>
<p>“<em>Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan itu bukanlah kerana kematian seseorang atau kehidupannya. Maka jikalau kamu melihatnya bertakbirlah, berdoalah kepada Allah, bersolatlah dan bersedekahlah. Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih cemburu (marah) mengatasi kemarahan Allah atas perbuatan zina di kalangan hamba-Nya sama ada lelaki atau perempuan. Wahai Umat Muhammad, demi Allah, jika kamu mengetahui apa yang aku ketahui, nescaya kamu akan sedikit ketawa dan banyak menangis</em>”.</p>
<p>(Hadith riwayat Muslim)</p>
<p>Antara intisari nasihat baginda ini ialah</p>
<ol>
<li>Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta berserah diri hanya kepada Allah;</li>
<li>banyak merenung rahsia ciptaan Allah supaya memperoleh rasa cinta yang tinggi;</li>
<li>Berwaspada menghadapi fitnah zina;</li>
<li>Kemuncak taqwa ialah kurangkan keseronokan dan banyakkan keinsafan.</li>
</ol>
<p>Perlu kita insafi bahawa sekalipun matahari adalah makhluk Allah yang hebat dan tidak pernah derhaka kepada Allah, namun ia tidak terlepas daripada ujian dan dugaan Allah. Justeru, tidak hairan manusia yang merupakan makhluk kerdil ini pun ditimpa pelbagai kesulitan dan kepayahan; lebih-lebih lagi di kalangan mereka yang menderhakai Allah SWT.</p>
<p>Firman Allah SWT dalam surah al-Mu’min ayat 58: Maksudnya:</p>
<p>“<em>Dan sememanganya tidaklah sama orang yang buta dan orang yang celik, dan juga tidaklah sama orang yang beriman serta beramal salih dengan orang yang melakukan kejahatan. Sedikit sangat kamu beringat dan insaf</em>.”</p>
<p>Ayat tadi mengingatkan bahawa seseorang itu tidak akan ditimpa mudarat kecuali pada dua perkara. Pertama, mereka enggan atau lalai mengingati kebesaran Allah SWT; dan kedua, mereka ingkar mematuhi perintah dan tegahan Allah SWT. Ingatlah, golongan yang lalai daripada mengingati Allah adalah golongan yang rugi sepanjang hidup dan tertutup pintu ke syurga. Manakala golongan yang ingkar perintah Allah adalah golongan yang melakukan maksiat dan terbuka untuknya pintu ke neraka.</p>
<p>Ingin sekali lagi ditegaskan bahawa kejadian gerhana matahari ini memberi iktibar kepada kita beberapa perkara iaitu:</p>
<ol>
<li>Menambah keyakinan kita bahawa sekalian makhluk adalah di bawah penguasaan Allah.</li>
<li>Menunjukkan bahawa kita sentiasa terdedah kepada cubaan dan dugaan Allah.</li>
<li>Memperlihatkan bayangan peristiwa yang akan berlaku pada hari kiamat kelak, dan</li>
<li>Kedatangan azab Allah bukan sahaja terkena kepada yang berdosa, malah kepada mereka yang salih.</li>
</ol>
<p>Berdoa sewaktu melihat kebesaran Allah adalah amalan golongan solihin.</p>
<p>Oleh yang demikian, marilah kita bersama-sama menghidupkan sunnah Rasulullah SAW kerana ia adalah jalan yang membawa kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Semoga dengan itu kita lebih bertaqwa dan mendapat kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT.</p>
<p>Maksudnya: “<em>Dan tiada yang menghalang Kami dari menghantar turun mukjizat yang mereka minta itu melainkan telah didustakan oleh kaum-kaum yang telah lalu; dan Kami telah berikan kepada kaum Thamud unta betina sebagai mukjizat yang nyata, lalu mereka berlaku zalim kepadanya; dan biasanya Kami tidak menurunkan tanda-tanda itu melainkan untuk menjadi amaran</em>”</p>
<p>(Sural al-Israa’: 59)</p>
<p>Maksudnya: “<em>Ia bertanya (secara mengejek): Bilakah datangnya hari kiamat itu? Maka (hari kiamat akan datang) apabila pandangan menjadi berpendar-pendar (kerana gerun takut). Dan bulan hilang cahayanya. Dan matahari serta bulan dihimpunkan bersama. Maka pada hari itu, berkatalah manusia: Ke manakah hendak melarikan diri? Tak usahlah bertanya demikian! Tidak ada lagi tempat perlindungan! Pada hari itu, kepada Tuhanmulah sahaja terserahnya ketetapan segala perkara</em>”</p>
<p>Sumber : <strong>Jabatan Kemajuan Islam Malaysia</strong></p>


<div class="shr-bookmarks shr-bookmarks-expand shr-bookmarks-center shr-bookmarks-bg-knowledge">
<ul class="socials">
		<li class="shr-comfeed">
			<a href="http://pendita.com/2010/gerhana-matahari-satu-peringatan/feed" rel="nofollow" class="external" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="shr-delicious">
			<a href="http://delicious.com/post?url=http://pendita.com/2010/gerhana-matahari-satu-peringatan/&amp;title=Gerhana+Matahari+Satu+Peringatan" rel="nofollow" class="external" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="shr-digg">
			<a href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://pendita.com/2010/gerhana-matahari-satu-peringatan/&amp;title=Gerhana+Matahari+Satu+Peringatan" rel="nofollow" class="external" title="Digg this!">Digg this!</a>
		</li>
		<li class="shr-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?v=4&amp;src=bm&amp;u=http://pendita.com/2010/gerhana-matahari-satu-peringatan/&amp;t=Gerhana+Matahari+Satu+Peringatan" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="shr-googlebuzz">
			<a href="http://www.google.com/buzz/post?url=http://pendita.com/2010/gerhana-matahari-satu-peringatan/&amp;imageurl=" rel="nofollow" class="external" title="Post on Google Buzz">Post on Google Buzz</a>
		</li>
		<li class="shr-reddit">
			<a href="http://reddit.com/submit?url=http://pendita.com/2010/gerhana-matahari-satu-peringatan/&amp;title=Gerhana+Matahari+Satu+Peringatan" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Reddit">Share this on Reddit</a>
		</li>
		<li class="shr-stumbleupon">
			<a href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://pendita.com/2010/gerhana-matahari-satu-peringatan/&amp;title=Gerhana+Matahari+Satu+Peringatan" rel="nofollow" class="external" title="Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon">Stumble upon something good? Share it on StumbleUpon</a>
		</li>
		<li class="shr-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://pendita.com/2010/gerhana-matahari-satu-peringatan/" rel="nofollow" class="external" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="shr-twitter">
			<a href="http://twitter.com/home?status=Gerhana+Matahari+Satu+Peringatan+-+http://b2l.me/adukg3&amp;source=shareaholic" rel="nofollow" class="external" title="Tweet This!">Tweet This!</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>


	<h4>Artikel Yang Berkaitan</h4>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://pendita.com/2009/pencegahan-jenayah-juvana/" title="Pencegahan Jenayah Juvana (1 May 2009)">Pencegahan Jenayah Juvana</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/mewarisi-tugas-rasulullah-saw/" title="Mewarisi Tugas Rasulullah SAW (24 April 2009)">Mewarisi Tugas Rasulullah SAW</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/mantap-iman-ummah-cemerlang/" title="Mantap Iman Ummah Cemerlang (13 March 2009)">Mantap Iman Ummah Cemerlang</a> (0)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2009/makanan-berzat-bentuk-umat-pintar/" title="Makanan Berzat Bentuk Umat Pintar (20 March 2009)">Makanan Berzat Bentuk Umat Pintar</a> (1)</li>
	<li><a href="http://pendita.com/2010/kafir-dzimmi-dan-kafir-harbi/" title="Kafir Dzimmi Dan Kafir Harbi (22 January 2010)">Kafir Dzimmi Dan Kafir Harbi</a> (0)</li>
</ul>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/pendita/~4/fklgnc6fijQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pendita.com/2010/gerhana-matahari-satu-peringatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://pendita.com/2010/gerhana-matahari-satu-peringatan/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
