<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>penerjemahan</title><description>translator english to indonesia</description><managingEditor>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</managingEditor><pubDate>Mon, 21 Sep 2026 17:54:01 +0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">153</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle> linguistics, translation, literature</itunes:subtitle><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Language Courses"/></itunes:category><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Language Courses"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Harta Karun Kubangan</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/harta-karun-kubangan.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Mon, 21 Sep 2026 17:53:58 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-1178223920284579896</guid><description>21 September 2026&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini udara sangat berasap. Kebakaran hutan itu nyata. Kejadian ini ada tepat di depan mata.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi ini ada agenda visitasi. Kegiatannya sebenarnya hanya tiga macam. Yaitu telaah dokumen, wawancara, dan observasi. Kami mengecek semua dokumen sekolah. Kami juga mewawancarai semua warga sekolah. Mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, hingga wali siswa. Lalu, kami mengobservasi pembelajaran di kelas. Kami juga mengecek seluruh sarana dan prasarana sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekolah ini masuk kawasan 3T. Yaitu daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Listrik di sini hanya mengandalkan tenaga surya. Tenaga ini hanya kuat menyala beberapa menit saja. Jika cuaca mendung, listrik sudah pasti mati. Sinyal telepon juga sangat sulit dicari. Warung jualan juga tidak punya banyak pilihan. Nama dusun ini sangat mantap. Namanya adalah Dusun Liang Buaya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari dermaga Muara Kaman, kami masih harus naik perahu ces. Punggung saya terasa sangat pegal selama menaiki perahu kecil ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di perjalanan balik ke penginapan, kami melihat kebakaran hutan lagi. Banyak orang menuduh ini ulah pembuka lahan sawit. Tetapi, kali ini alasannya berbeda. Area ini sebelumnya adalah semacam rawa. Saat ini airnya sedang surut parah. Lahan ini sengaja dibakar oknum. Tujuannya untuk mencari sisa-sisa kubangan akibat kekeringan. Di kubangan itulah tersimpan harta karun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Satu kubangan bisa berisi sampai 200 kilogram ikan. Oknum tidak usah merawatnya. Mereka juga tidak perlu repot memancing. Lahan ini harus dibakar karena tanamannya sangat tinggi. Sehingga, kubangan air tidak terlihat dari luar. Tetapi, setelah dibakar, titik-titik kubangan ini akan langsung terlihat. Di situlah ikan-ikan terjebak dan berkumpul pada sisa air yang ada.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kabupaten Kaya</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/kabupaten-kaya.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Sun, 20 Sep 2026 17:50:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-1895058809533536372</guid><description>&lt;div&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.2px;"&gt;20 September 2026&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini adalah hari Minggu. Seharusnya hari ini adalah hari libur. Tetapi, saya tetap berangkat untuk bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya menempuh perjalanan ke Muara Kaman. Saya berangkat dari rumah pada pukul sembilan pagi. Lalu, saya sampai di Muara Kaman sekitar pukul 11.45. Sesampainya di dermaga, ternyata perjalanan menuju sekolah masih harus dilanjutkan. Saya masih perlu naik perahu ces lagi. Dan, perahu jenis ini tidak banyak tersedia. Selain itu, tidak ada penginapan di sekitar kawasan sekolah. Jadi, saya memutuskan lebih baik menginap di Muara Kaman bagian kotanya saja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya juga mendapat beberapa informasi tambahan. Kawasan ini ternyata masuk kategori daerah 3T. 3T itu berarti Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Sinyal telepon di sini tidak lancar. Aliran listriknya juga belum maksimal. Padahal, tempat ini berada di kabupaten terkaya se-Indonesia. Dan, sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kabupaten ini sangat besar. Kenyataan ini sungguh terasa ironis.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ekstra Kerupuk </title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/ekstra-kerupuk.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Sat, 19 Sep 2026 18:50:10 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-4803752572717959528</guid><description>19 September 2026&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;div&gt;Pagi ini, saya dan anak kedua bangun sejak subuh. Kami berdua melaksanakan salat berjamaah. Setelah itu, kami lanjut memasak nasi dan menggoreng telur. Sementara itu, istri dan anak pertama sedang berhalangan. Oleh karena itu, mereka berdua bangun lebih siang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menu sarapan pagi ini awalnya adalah nasi dengan telur dadar. Namun, istri ternyata membuat mi ayam. Akhirnya, saya memilih untuk menyantap mi ayam buatan istri. Anak pertama saya hari ini mengikuti ekstrakurikuler Creative English di sekolah. Sedangkan, anak kedua saya hanya belajar melalui Zoom.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sepulang menjemput anak, istri membawakan gorengan dan sebungkus gado-gado. Saya memang memesan gado-gado yang sangat pedas dengan ekstra kerupuk. Selain itu, istri juga membeli air kelapa murni. Rasanya sungguh segar. Siang harinya, saya pun langsung menyantap gado-gado tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah makan siang, saya tertidur pulas. Saya baru terbangun saat magrib tiba. Pada sore harinya, istri ternyata membelikan Bakso Bintang Malang. Saat ini, ini adalah bakso urat yang paling enak menurut saya. Saya memakannya menggunakan taburan remukan emping. Rasanya benar-benar segar dan nikmat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tadi sore, saya juga sempat pergi ke Era Mart. Saya membeli air mineral Pristine ber-pH tinggi. Air ini dipersiapkan untuk bekal perjalanan besok. Rencananya, saya akan berangkat untuk melakukan tugas visitasi akreditasi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk makan malam, kami berencana membuat ayam saus. Resep masakan ini didapat dari TikTok. Ayam goreng tepung digeprek terlebih dahulu. Kemudian, dagingnya dimasak menggunakan mayones dan saus tomat. Supaya pedas, bumbunya tinggal ditambahkan cabai rawit dan sedikit kaldu Totole.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mempersiapkan kesehatan dengan air mineral ber-pH tinggi untuk tugas akreditasi besok sepertinya menjadi sia-sia karena perut ini sudah digempur gado-gado super pedas, bakso urat, dan ayam saus TikTok seharian penuh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kado Brimo</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/kado-brimo.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Fri, 18 Sep 2026 20:48:22 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-5321592552696870163</guid><description>&lt;div&gt;18 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;​Anak-anak masih belajar di rumah. Anak kedua belajar menggunakan Google Meet. Anak pertama menerima penugasan di rumah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;​Pagi ini saya berangkat ke kantor. Syukurlah, kabut asap sudah tidak separah kemarin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;​Hari ini ada acara yudisium untuk periode September. Acara ini diselenggarakan di gedung iLab Unmul. Pesertanya mencapai 70 mahasiswa. Jumlah ini lumayan banyak. Menariknya, sepertiga peserta adalah angkatan 2019. Mereka menghabiskan masa studi pas tujuh tahun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;​Selesai yudisium, saya langsung kembali ke kantor. Saya segera menyelesaikan laporan visitasi Kutim kemarin. Laporan tersebut sebenarnya sudah siap. Saya tinggal mengeklik tombol submit saja. Namun, saya memilih untuk mengendapkannya dulu. Rencananya, tombol itu baru akan saya klik besok.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;​Sesampainya di rumah, saya makan sedikit nasi goreng ikan asin. Nasi goreng ini adalah sisa masakan sarapan tadi. Setelah itu, saya lanjut menyantap mi ayam. Keduanya adalah buatan istri yang rasanya sangat enak. Alhamdulillah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;​Hari ini saya berulang tahun yang ke-41. Lucunya, ucapan pertama justru datang dari aplikasi Brimo. Setelah itu, baru datang ucapan dari bapak, ibuk, dan kakak-kakak saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;​Alhamdulillah, hari ini saya mendapat hadiah yang istimewa. Punggung saya diinjak-injak oleh kedua anak saya. Selain pijatan injakan, mereka juga mendoakan saya. Di setiap harinya, doa saya selalu berkisar pada urusan kesehatan dan keimanan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;​Kesehatan sangat penting karena sakit itu merepotkan dan berada di luar kuasa saya. Oleh karena itu, kesehatan benar-benar perlu dimohonkan. Selanjutnya adalah keimanan. Sama seperti kesehatan, keimanan ini juga perlu terus didoakan. Sebab, iman manusia itu selalu naik turun. Suatu kali kita bisa ingin sekali salat, tetapi di waktu lain kita bisa merasa sangat malas. Doakan saya agar selalu sehat dan tetap ber-Islam. Aamiin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;​Ternyata di usia ke-41 ini, sistem aplikasi perbankan bisa jauh lebih sigap mengingat hari lahir daripada manusia, tetapi pijakan kaki anak-anak di punggung tetaplah menjadi kado paling melegakan.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Asap Gerimis</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/asap-gerimis.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 22:02:10 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-6749908484912845488</guid><description>&lt;div&gt;17 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi ini Samarinda diselimuti asap. Beberapa situs web menyatakan kondisi udara sangat berbahaya bagi pernapasan. Perjalanan ke kantor penuh dengan asap. Untunglah saya memakai masker.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anak kedua saya sudah mendapat edaran belajar di rumah sejak semalam. Dia tentu saja merasa senang. Sementara itu, anak pertama baru mendapat edaran serupa pada pukul enam pagi. Situasi ini benar-benar darurat. Kita sangat membutuhkan masker. Suasana ini jadi mengingatkan saya pada zaman Covid-19 dahulu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya sendiri berangkat ke kampus agak terlambat. Sebab, di grup WA kantor ada arahan untuk mengalihkan kelas menjadi online. Jadi, tidak ada kelas tatap muka hari ini. Namun, saya tetap ngantor karena ada rapat. Rapat ini mempertemukan para pimpinan FIB. Kami membahas bermacam-macam hal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di sela rapat, kami sadar perlunya membeli masker untuk antisipasi. Tetapi ternyata, stok masker di Samarinda sedang kosong. Saya mengecek harga di toko online, dan harganya sudah melonjak berlipat-lipat dari harga biasa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selesai rapat, saya langsung mengajar kelas pengganti. Kelas ini dimajukan karena minggu depan saya ada rencana visitasi. Saya akan turun ke sekolah di Muara Kaman.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah mengajar, saya menyantap makan siang. Bekal ini disiapkan oleh istri. Lauknya adalah ikan layang, sambal terasi, dan kerupuk.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selesai makan, saya kembali fokus. Saya harus menyelesaikan laporan visitasi di Kutim. Saya bertahan di depan laptop sampai menjelang magrib. Sayangnya, laporan itu tetap belum selesai. Target saya besok harus tuntas. Mudah-mudahan bisa lekas rampung.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah magrib, saya mampir ke rumah ibu. Katanya, HP beliau sedang rusak. Setelah saya cek, ternyata layarnya terus-menerus memunculkan pop-up iklan. Akhirnya, saya menggunakan panduan dari Gemini. Saya ikuti petunjuknya langkah demi langkah. Cara tadi sih berhasil, tetapi saya belum tahu apakah iklannya akan muncul lagi nanti. Saat pulang, ibu membawakan saya sebuah cincin hijau. Cincin itu adalah punya bapak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam harinya, saya menyantap menu spesial. Hidangannya berupa sayur bening bayam dan ikan layang goreng. Sayur bayam ini diracik khas Solo. Bumbunya hanya memakai bawang merah dan kencur tanpa bawang putih. Gulanya ditaruh sebanyak dua sendok makan penuh, lalu diberi sedikit garam. Rasanya sungguh manis dan segar. Ini adalah bayam bening favorit saya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam ini, Samarinda sempat gerimis sedikit sekali. Walaupun begitu, status WA di HP saya langsung heboh seketika. Ke depannya, saya akan melarang keras keluarga saya untuk mengeluh jika hujan turun.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kira-kira lebih langka mana, stok masker di Samarinda saat darurat asap atau orang yang tidak update status WA saat gerimis pertama turun?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Layang Goreng Asap</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/layang-goreng-asap.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 18:23:06 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-8563453720132246850</guid><description>&lt;div _ngcontent-ng-c2981689662="" inline-copy-host="" class="markdown markdown-main-panel md-content enable-luminous-fast-follows enable-updated-hr-color stronger tutor-markdown-rendering" id="model-response-message-contentr_3eb89e8e1a73ec8d" aria-busy="false" aria-live="off" dir="ltr" style="--animation-duration: 400ms; --fade-animation-function: ease-out; animation: auto ease 0s 1 normal none running none; appearance: none; background: none 0% 0% / auto repeat scroll padding-box border-box rgba(0, 0, 0, 0); border: 0px rgb(31, 31, 31); inset: auto; clear: none; clip: auto; color: rgb(31, 31, 31); columns: auto; contain: none; container: none; content: normal; cursor: auto; cx: 0px; cy: 0px; d: none; direction: ltr; fill: rgb(0, 0, 0); filter: none; flex: 0 1 auto; flex-direction: row; float: none; gap: normal; hyphens: manual; interactivity: auto; isolation: auto; margin-bottom: 0px; marker: none; mask: none; offset: normal; opacity: 1; order: 0; outline: rgb(31, 31, 31) none 2.7444px; overlay: none; padding: 0px; page: auto; perspective: none; position: static; quotes: auto; r: 0px; resize: none; rotate: none; rule: 1.17617px rgb(31, 31, 31); rx: auto; ry: auto; scale: none; speak: normal; stroke: none; transform: none; transition: all; translate: none; visibility: visible; x: 0px; y: 0px; zoom: 1; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-left: 0px !important; font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, sans-serif !important; line-height: 1.15 !important;"&gt;&lt;div style="animation: auto ease 0s 1 normal none running none; appearance: none; background: none 0% 0% / auto repeat scroll padding-box border-box rgba(0, 0, 0, 0); border: 0px rgb(31, 31, 31); inset: auto; clear: none; clip: auto; columns: auto; contain: none; container: none; content: normal; cursor: auto; cx: 0px; cy: 0px; d: none; direction: ltr; fill: rgb(0, 0, 0); filter: none; flex: 0 1 auto; flex-direction: row; float: none; gap: normal; hyphens: manual; interactivity: auto; isolation: auto; margin-bottom: 0px; marker: none; mask: none; offset: normal; opacity: 1; order: 0; outline: rgb(31, 31, 31) none 2.7444px; overlay: none; padding: 0px; page: auto; perspective: none; position: static; quotes: auto; r: 0px; resize: none; rotate: none; rule: 1.17617px rgb(31, 31, 31); rx: auto; ry: auto; scale: none; speak: normal; stroke: none; transform: none; transition: all; translate: none; visibility: visible; x: 0px; y: 0px; zoom: 1; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-left: 0px !important; line-height: 1.15 !important;"&gt;&lt;b data-path-to-node="0" data-index-in-node="0" style="animation: auto ease 0s 1 normal none running none; appearance: none; background: none 0% 0% / auto repeat scroll padding-box border-box rgba(0, 0, 0, 0); border: 0px rgb(31, 31, 31); inset: auto; clear: none; clip: auto; columns: auto; contain: none; container: none; content: normal; cursor: auto; cx: 0px; cy: 0px; d: none; direction: ltr; display: inline; fill: rgb(0, 0, 0); filter: none; flex: 0 1 auto; flex-direction: row; float: none; gap: normal; hyphens: manual; interactivity: auto; isolation: auto; margin-bottom: 0px; marker: none; mask: none; offset: normal; opacity: 1; order: 0; outline: rgb(31, 31, 31) none 2.7444px; overlay: none; padding: 0px; page: auto; perspective: none; position: static; quotes: auto; r: 0px; resize: none; rotate: none; rule: 1.17617px rgb(31, 31, 31); rx: auto; ry: auto; scale: none; speak: normal; stroke: none; transform: none; transition: all; translate: none; visibility: visible; x: 0px; y: 0px; zoom: 1; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-left: 0px !important; line-height: 1.15 !important;"&gt;16 September 2026&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="animation: auto ease 0s 1 normal none running none; appearance: none; background: none 0% 0% / auto repeat scroll padding-box border-box rgba(0, 0, 0, 0); border: 0px rgb(31, 31, 31); inset: auto; clear: none; clip: auto; columns: auto; contain: none; container: none; content: normal; cursor: auto; cx: 0px; cy: 0px; d: none; direction: ltr; fill: rgb(0, 0, 0); filter: none; flex: 0 1 auto; flex-direction: row; float: none; gap: normal; hyphens: manual; interactivity: auto; isolation: auto; margin-bottom: 0px; marker: none; mask: none; offset: normal; opacity: 1; order: 0; outline: rgb(31, 31, 31) none 2.7444px; overlay: none; padding: 0px; page: auto; perspective: none; position: static; quotes: auto; r: 0px; resize: none; rotate: none; rule: 1.17617px rgb(31, 31, 31); rx: auto; ry: auto; scale: none; speak: normal; stroke: none; transform: none; transition: all; translate: none; visibility: visible; x: 0px; y: 0px; zoom: 1; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-left: 0px !important; line-height: 1.15 !important;"&gt;Membuka media sosial hari ini, saya melihat kabar bahwa beberapa wilayah di Samarinda akhirnya mulai diguyur hujan. Alhamdulillah. Kondisi udara di Samarinda belakangan ini memang sudah mulai terasa berasap akibat kemarau dan kebakaran lahan. Sepertinya, kita sudah harus mulai mengenakan masker lagi saat beraktivitas di luar ruangan.&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="animation: auto ease 0s 1 normal none running none; appearance: none; background: none 0% 0% / auto repeat scroll padding-box border-box rgba(0, 0, 0, 0); border: 0px rgb(31, 31, 31); inset: auto; clear: none; clip: auto; columns: auto; contain: none; container: none; content: normal; cursor: auto; cx: 0px; cy: 0px; d: none; direction: ltr; fill: rgb(0, 0, 0); filter: none; flex: 0 1 auto; flex-direction: row; float: none; gap: normal; hyphens: manual; interactivity: auto; isolation: auto; margin-bottom: 0px; marker: none; mask: none; offset: normal; opacity: 1; order: 0; outline: rgb(31, 31, 31) none 2.7444px; overlay: none; padding: 0px; page: auto; perspective: none; position: static; quotes: auto; r: 0px; resize: none; rotate: none; rule: 1.17617px rgb(31, 31, 31); rx: auto; ry: auto; scale: none; speak: normal; stroke: none; transform: none; transition: all; translate: none; visibility: visible; x: 0px; y: 0px; zoom: 1; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-left: 0px !important; line-height: 1.15 !important;"&gt;Agenda akademik saya hari ini berfokus pada kelas penerjemahan. Materi yang saya sampaikan kepada mahasiswa masih sama dengan kelas kemarin, yakni membahas rincian teknik penerjemahan berdasarkan teori dari Molina dan Albir. Di luar tugas mengajar, rutinitas administratif fakultas juga tetap berjalan. Hari ini saya memaraf beberapa surat resmi FIB serta mengurus sejumlah dokumen penting yang membutuhkan tanda tangan persetujuan dari Dekan.&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="animation: auto ease 0s 1 normal none running none; appearance: none; background: none 0% 0% / auto repeat scroll padding-box border-box rgba(0, 0, 0, 0); border: 0px rgb(31, 31, 31); inset: auto; clear: none; clip: auto; columns: auto; contain: none; container: none; content: normal; cursor: auto; cx: 0px; cy: 0px; d: none; direction: ltr; fill: rgb(0, 0, 0); filter: none; flex: 0 1 auto; flex-direction: row; float: none; gap: normal; hyphens: manual; interactivity: auto; isolation: auto; margin-bottom: 0px; marker: none; mask: none; offset: normal; opacity: 1; order: 0; outline: rgb(31, 31, 31) none 2.7444px; overlay: none; padding: 0px; page: auto; perspective: none; position: static; quotes: auto; r: 0px; resize: none; rotate: none; rule: 1.17617px rgb(31, 31, 31); rx: auto; ry: auto; scale: none; speak: normal; stroke: none; transform: none; transition: all; translate: none; visibility: visible; x: 0px; y: 0px; zoom: 1; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-left: 0px !important; line-height: 1.15 !important;"&gt;Selain itu, hari ini FIB juga menerima kedatangan tamu dari Jakarta. Tim ini datang untuk meninjau langsung kesiapan fasilitas fakultas kita yang akan menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan dari Kementerian Kebudayaan pada bulan Oktober mendatang, khususnya terkait lokakarya promosi budaya.&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="animation: auto ease 0s 1 normal none running none; appearance: none; background: none 0% 0% / auto repeat scroll padding-box border-box rgba(0, 0, 0, 0); border: 0px rgb(31, 31, 31); inset: auto; clear: none; clip: auto; columns: auto; contain: none; container: none; content: normal; cursor: auto; cx: 0px; cy: 0px; d: none; direction: ltr; fill: rgb(0, 0, 0); filter: none; flex: 0 1 auto; flex-direction: row; float: none; gap: normal; hyphens: manual; interactivity: auto; isolation: auto; margin-bottom: 0px; marker: none; mask: none; offset: normal; opacity: 1; order: 0; outline: rgb(31, 31, 31) none 2.7444px; overlay: none; padding: 0px; page: auto; perspective: none; position: static; quotes: auto; r: 0px; resize: none; rotate: none; rule: 1.17617px rgb(31, 31, 31); rx: auto; ry: auto; scale: none; speak: normal; stroke: none; transform: none; transition: all; translate: none; visibility: visible; x: 0px; y: 0px; zoom: 1; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-left: 0px !important; line-height: 1.15 !important;"&gt;Sepulang dari kampus, saya menyempatkan diri mampir untuk membeli gorengan di tempat yang baru. Sayangnya, rasanya ternyata biasa saja. Namun, rasa kurang puas itu langsung terobati begitu saya sampai di rumah. Istri saya ternyata sudah membelikan bakso dari warung Bakso Bintang 86 di dekat rumah. Menikmati semangkuk bakso hangat yang diberi tambahan remukan emping benar-benar terasa mantap dan nikmat.&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="animation: auto ease 0s 1 normal none running none; appearance: none; background: none 0% 0% / auto repeat scroll padding-box border-box rgba(0, 0, 0, 0); border: 0px rgb(31, 31, 31); inset: auto; clear: none; clip: auto; columns: auto; contain: none; container: none; content: normal; cursor: auto; cx: 0px; cy: 0px; d: none; direction: ltr; fill: rgb(0, 0, 0); filter: none; flex: 0 1 auto; flex-direction: row; float: none; gap: normal; hyphens: manual; interactivity: auto; isolation: auto; margin-bottom: 0px; marker: none; mask: none; offset: normal; opacity: 1; order: 0; outline: rgb(31, 31, 31) none 2.7444px; overlay: none; padding: 0px; page: auto; perspective: none; position: static; quotes: auto; r: 0px; resize: none; rotate: none; rule: 1.17617px rgb(31, 31, 31); rx: auto; ry: auto; scale: none; speak: normal; stroke: none; transform: none; transition: all; translate: none; visibility: visible; x: 0px; y: 0px; zoom: 1; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-left: 0px !important; line-height: 1.15 !important;"&gt;Malam harinya, perut saya kembali dimanjakan. Istri sudah menyiapkan makan malam berupa ikan layang goreng, lengkap dengan lalapan segar dan sambal. Alhamdulillah, saya makan dengan sangat kenyang malam ini.&lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;div style="animation: auto ease 0s 1 normal none running none; appearance: none; background: none 0% 0% / auto repeat scroll padding-box border-box rgba(0, 0, 0, 0); border: 0px rgb(31, 31, 31); inset: auto; clear: none; clip: auto; columns: auto; contain: none; container: none; content: normal; cursor: auto; cx: 0px; cy: 0px; d: none; direction: ltr; fill: rgb(0, 0, 0); filter: none; flex: 0 1 auto; flex-direction: row; float: none; gap: normal; hyphens: manual; interactivity: auto; isolation: auto; margin-bottom: 0px; marker: none; mask: none; offset: normal; opacity: 1; order: 0; outline: rgb(31, 31, 31) none 2.7444px; overlay: none; padding: 0px; page: auto; perspective: none; position: static; quotes: auto; r: 0px; resize: none; rotate: none; rule: 1.17617px rgb(31, 31, 31); rx: auto; ry: auto; scale: none; speak: normal; stroke: none; transform: none; transition: all; translate: none; visibility: visible; x: 0px; y: 0px; zoom: 1; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-left: 0px !important; line-height: 1.15 !important;"&gt;Mengurus birokrasi dokumen dan memastikan kesiapan fakultas menyambut tamu kementerian memang cukup menyita fokus, tetapi rasa lelah itu selalu menguap begitu saja saat menyantap hidangan nikmat yang disiapkan istri di rumah.&lt;/div&gt;&lt;div class="attachment-container unknown" style="animation: auto ease 0s 1 normal none running none; appearance: none; background: none 0% 0% / auto repeat scroll padding-box border-box rgba(0, 0, 0, 0); border: 0px rgb(31, 31, 31); inset: auto; clear: none; clip: auto; columns: auto; contain: none; container: none; content: normal; cursor: auto; cx: 0px; cy: 0px; d: none; direction: ltr; fill: rgb(0, 0, 0); filter: none; flex: 0 1 auto; flex-direction: row; float: none; gap: normal; hyphens: manual; interactivity: auto; isolation: auto; margin-bottom: 0px; marker: none; mask: none; offset: normal; opacity: 1; order: 0; outline: rgb(31, 31, 31) none 2.7444px; overlay: none; padding: 0px; page: auto; perspective: none; position: static; quotes: auto; r: 0px; resize: none; rotate: none; rule: 1.17617px rgb(31, 31, 31); rx: auto; ry: auto; scale: none; speak: normal; stroke: none; transform: none; transition: all; translate: none; visibility: visible; x: 0px; y: 0px; zoom: 1; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-left: 0px !important; line-height: 1.15 !important;"&gt;&lt;response-element class="no-md" ng-version="0.0.0-PLACEHOLDER" style="animation: auto ease 0s 1 normal none running none; appearance: none; background: none 0% 0% / auto repeat scroll padding-box border-box rgba(0, 0, 0, 0); border: 0px rgb(31, 31, 31); inset: auto; clear: none; clip: auto; columns: auto; contain: none; container: none; content: normal; cursor: auto; cx: 0px; cy: 0px; d: none; direction: ltr; display: inline; fill: rgb(0, 0, 0); filter: none; flex: 0 1 auto; flex-direction: row; float: none; gap: normal; hyphens: manual; interactivity: auto; isolation: auto; margin-bottom: 0px; marker: none; mask: none; offset: normal; opacity: 1; order: 0; outline: rgb(31, 31, 31) none 2.7444px; overlay: none; padding: 0px; page: auto; perspective: none; position: static; quotes: auto; r: 0px; resize: none; rotate: none; rule: 1.17617px rgb(31, 31, 31); rx: auto; ry: auto; scale: none; speak: normal; stroke: none; transform: none; transition: all; translate: none; visibility: visible; x: 0px; y: 0px; zoom: 1; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-left: 0px !important; line-height: 1.15 !important;"&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;elicitations class="lm-enabled ng-star-inserted" style="animation: auto ease 0s 1 normal none running none; appearance: none; background: none 0% 0% / auto repeat scroll padding-box border-box rgba(0, 0, 0, 0); border: 0px rgb(31, 31, 31); inset: auto; clear: none; clip: auto; columns: auto; contain: none; container: none; content: normal; cursor: auto; cx: 0px; cy: 0px; d: none; direction: ltr; display: inline; fill: rgb(0, 0, 0); filter: none; flex: 0 1 auto; flex-direction: row; float: none; gap: normal; hyphens: manual; interactivity: auto; isolation: auto; margin-bottom: 0px; marker: none; mask: none; offset: normal; opacity: 1; order: 0; outline: rgb(31, 31, 31) none 2.7444px; overlay: none; padding: 0px; page: auto; perspective: none; position: static; quotes: auto; r: 0px; resize: none; rotate: none; rule: 1.17617px rgb(31, 31, 31); rx: auto; ry: auto; scale: none; speak: normal; stroke: none; transform: none; transition: all; translate: none; visibility: visible; x: 0px; y: 0px; zoom: 1; margin-top: 0px !important; margin-right: 0px !important; margin-left: 0px !important; line-height: 1.15 !important;"&gt;&lt;!----&gt;&lt;/elicitations&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;!----&gt;&lt;/response-element&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sambal Tengah Semester</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/sambal-tengah-semester.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Tue, 15 Sep 2026 18:57:34 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-9012497186357588047</guid><description>&lt;div&gt;15 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi ini saya membaca berita yang menyebutkan bahwa intrusi air laut ke Sungai Mahakam sudah kembali pada batas normal. Alhamdulillah, pelayanan distribusi air PDAM pun kini sudah berangsur normal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya pagi ini ada jadwal rapat, tetapi waktunya bertepatan dengan jam mengajar. Saya pun meminta izin kepada pimpinan untuk tidak mengikuti rapat dan memilih tetap masuk kelas. Saya harus mengambil keputusan ini karena kelas minggu lalu sudah terpaksa kosong, dan minggu depan pun rencananya akan kembali kosong. Terlebih lagi, jadwal ujian tengah semester sudah semakin dekat. Di kelas hari ini, saya menyampaikan materi mengenai teknik penerjemahan, khususnya merujuk pada teori yang dikemukakan oleh Molina dan Albir. Selesai mengajar, saya memeriksa beberapa berkas disposisi dari Dekan dan langsung meneruskannya kepada Kabag Umum untuk ditindaklanjuti.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siang harinya, saya makan dengan lauk ayam goreng dan sambal buatan istri. Rasanya sungguh enak sekali. Lalu pada sore harinya, saya kembali menyantap sambal yang sama, tetapi kali ini disandingkan dengan lauk bebek goreng. Makan sore tadi terasa sangat nikmat dan mengenyangkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam ini, saya berencana untuk melanjutkan pekerjaan menyusun laporan akreditasi. Saya sengaja mengerjakannya dengan cara menyicil sedikit demi sedikit, karena saya tahu betul bahwa draf laporan tersebut tidak akan mungkin selesai dalam satu malam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengejar ketertinggalan materi kuliah sebelum UTS rupanya cukup menguras energi, tetapi lelahnya langsung terbayar lunas oleh nikmatnya sambal buatan istri di rumah.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bakso Keju</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/bakso-keju.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Mon, 14 Sep 2026 19:02:28 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-3291153372415146962</guid><description>&lt;div&gt;14 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alhamdulillah. Semalam aliran air PDAM akhirnya kembali menyala. Saya pun sempat memenuhkan tandon air di rumah. Selain itu, kami juga bisa menuntaskan cucian baju.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi ini saya kembali masuk ke kantor. Sebelumnya, saya bertugas PKM di Kutai Timur selama seminggu penuh. Tumpukan berkas disposisi di meja ternyata ada beberapa. Padahal, saya tetap mengerjakan disposisi secara daring saat berada di Kutim. Selanjutnya, pagi ini saya berencana menyelesaikan laporan kegiatan tersebut. Saya mengerjakannya dengan cara menyicil sedikit demi sedikit. Sebab, jumlah dokumen laporannya memang lumayan banyak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siang harinya, saya bergegas pergi ke apotek. Saya harus mengambil beberapa macam obat rutin. Salah satunya adalah obat penurun tekanan darah. Selain itu, saya juga membeli beberapa jenis suplemen vitamin. Sebelum sampai di rumah, saya menyempatkan untuk mampir sebentar. Saya membeli camilan di tempat gorengan Om Beg.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesampainya di rumah, saya menyantap gorengan tersebut bersama istri. Kemudian, saya langsung merebahkan diri untuk tidur siang. Kondisi badan saya memang belum terasa bugar sepenuhnya. Di usia empat puluhan ini, tubuh saya butuh waktu beberapa hari untuk pemulihan setiap habis dinas luar kota. Bahkan, kondisinya malah sering jatuh seperti orang sakit. Padahal, dulu badan ini selalu segar bugar sehabis menempuh perjalanan jauh. Sayangnya, fisik saya sekarang menjadi jauh lebih gampang lelah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sore harinya, saya bangun dan langsung menyantap bakso. Istri saya sengaja menggilingkan daging bakso ini di Pasar Kedondong. Rasanya sungguh sangat enak. Apalagi, bakso buatan sendiri ini diberi tambahan isian keju. Sementara itu, malam ini saya berencana makan menu yang lebih sederhana. Saya hanya ingin menyantap seporsi mi Indomie goreng.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fisik rentan usia empat puluhan yang gampang rebah ini rupanya bisa seketika pulih hanya dengan melihat tandon air yang penuh dan menyantap semangkuk bakso isi keju buatan istri.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Targedi Keran</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/targedi-keran.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Sun, 13 Sep 2026 18:04:21 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-4966660984032192151</guid><description>&lt;div&gt;13 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini air PDAM tidak mengalir. Oleh karena itu, saya hanya bisa berharap pada stok tandon air di rumah. Sayangnya, sempat terjadi insiden kecil. Istri saya menyalakan keran air. Kemudian, ia menyuruh anak kedua saya untuk mematikannya. Karena kelupaan, keran tersebut menyala berjam-jam. Akibatnya, air bersih terbuang sia-sia di tengah kondisi sulit ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi ini saya sarapan Indomie rebus. Sebenarnya, saya sudah sangat ingin memakannya sejak berada di Kutim. Namun, saat perjalanan saya harus makan makanan berat agar tubuh tetap fit. Indomie ini dimasak dengan balutan telur dadar yang penuh irisan bawang merah. Menurut Jahidul si pakar makanan sehat, campuran bawang-bawangan bisa mengurangi efek buruk mi instan. Walaupun begitu, saya jadi terheran-heran. Indonesia sudah merdeka sekian lama. Tetapi, mengapa kita belum bisa menciptakan makanan sehat yang rasa dan harganya setara Indomie?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siang ini saya memilih tidur seharian. Badan saya masih terasa pegal-pegal. Saat bangun, istri sudah memasak ayam goreng. Hidangan ini disajikan bersama sambal terasi dan lalapan timun. Rasa sambal terasinya benar-benar enak luar biasa. Alhasil, saya menyantap nasi dalam porsi yang sangat banyak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sore harinya, saya mengajak anak ke Era Mart. Rencana utamanya adalah mencari perangkap tikus untuk dipasang di rumah. Kami juga sekalian membeli beberapa camilan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesampainya di rumah, saya mulai menyicil laporan visitasi. Saat ini, saya baru berhasil merampungkan beberapa butir. Rencananya, besok saya akan&lt;span style="letter-spacing: 0.2px;"&gt;&amp;nbsp;melanjutkannya sedikit demi sedikit di kantor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.2px;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kira-kira lebih banyak mana, takaran air yang terbuang sia-sia dari keran tadi atau porsi nasi yang saya habiskan gara-gara sambal terasi?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cobaan Samarinda</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/cobaan-samarinda.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Sat, 12 Sep 2026 23:41:19 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-3742945163164798590</guid><description>&lt;div&gt;12 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini kita masih terus menunggu turunnya hujan. Kebetulan hari ini adalah hari Sabtu. Jadi, jadwal kerja saya sedang libur. Sebenarnya, ada kegiatan &lt;i&gt;fun walk&lt;/i&gt; di kampus. Namun, saya tidak bisa ikut berpartisipasi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini saya mencoba mengecek ulang dokumen pekerjaan. Sayangnya, progresnya masih belum terlalu maksimal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam harinya, listrik di rumah tiba-tiba padam. Oleh karena itu, kami memutuskan jalan ke Big Mall. Ternyata, mal tersebut sangat penuh. Bahkan, semua tempat makan memberlakukan &lt;i&gt;waiting list&lt;/i&gt;. Pertama, kami mendatangi restoran Lapangan Tembak. Sayangnya, tempat itu sudah penuh. Kemudian, kami pergi ke Hypermart. Niatnya ingin mencari kue kering keju. Ternyata, stoknya sudah habis terjual. Lalu, kami beralih ke toko roti Mako. Saya membeli sepotong kue &lt;i&gt;red velvet&lt;/i&gt;. Sementara itu, istri saya membeli &lt;i&gt;milk bun&lt;/i&gt;&amp;nbsp;rasa susu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selanjutnya, kami mencoba mampir ke restoran Cabe Merah. Namun, tempat itu juga penuh dengan antrean. Kami pun bergeser ke area &lt;i&gt;food court&lt;/i&gt;. Sayangnya, tidak ada makanan yang cocok di lidah. Di dekat area tersebut sebenarnya ada sebuah restoran ramen. Kami sempat ingin mencoba makan di sana. Ternyata, restoran itu juga antre. Akhirnya, kami memutuskan untuk pulang. Di tengah jalan, kami mampir makan Nasi Goreng Damar Wulan. Rasanya memang lumayan. Tetapi, rasanya sudah tidak seenak zaman dulu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesampainya di rumah, alhamdulillah lampu sudah kembali menyala. Saat ini kondisi Kota Samarinda memang sedang serba sulit. Sungai Mahakam mulai mengering. Sehingga, aliran air PDAM menjadi sangat susah. Bahkan, kebakaran lahan mulai memicu kabut asap. Selain itu, warga harus antre panjang hanya untuk membeli Pertalite. Penderitaan ini semakin lengkap karena listrik PLN tiba-tiba ikut padam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Paket cobaan beruntun di Samarinda ini rasanya sudah sangat cukup, jangan sampai candaan lama tentang PLN yang menyebut ini bukan pemadaman bergilir melainkan penyalaan bergilir benar-benar terulang kembali.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pulang dan Anak</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/pulang-dan-anak.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Fri, 11 Sep 2026 21:57:02 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-8735575616929796188</guid><description>&lt;div&gt;11 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini adalah hari kedua saya di Bengalon. Saya di sini masih sama-sama menunggu turunnya hujan. Warga Bengalon bahkan sudah mulai membeli air bersih. Sebab, sumur-sumur mereka kini sudah mengering.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Agenda saya hari ini berfokus pada kegiatan berkeliling sekolah. Saya bertugas mengecek kondisi sarana dan prasarana. Selain itu, saya juga harus memeriksa kembali kelengkapan dokumen.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi ini saya sarapan nasi goreng di penginapan. Saya menyantapnya dengan tambahan sambal terasi. Ternyata, rasanya sungguh sangat enak. Semalam saya juga membeli nasi goreng di warung sebelah penginapan. Namun, rasanya justru terasa biasa saja. Tahu begitu, saya tentu akan memesan nasi goreng di penginapan saja dari awal.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siang harinya, saya menyempatkan makan nasi Padang sebelum berangkat salat Jumat. Sayangnya, hidangan tersebut kurang cocok di lidah saya. Nasi yang disajikan bertekstur terlalu pulen. Padahal, masakan Padang itu paling cocok menggunakan jenis beras yang *ngepyar*. Selain itu, telur dadarnya juga terasa terlalu banyak campuran tepung.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sore harinya, saya langsung bertolak kembali ke Samarinda. Rute kepulangan kami melewati Bengalon, Sangatta, Bontang, lalu perlahan masuk ke Samarinda. Perjalanan darat ini terasa lumayan menguras tenaga. Untungnya, kondisi jalanan yang kami lewati sudah relatif bagus. Saya sungguh sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan anak wedhok di rumah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sumur kering dan nasi Padang yang kelewat pulen ini memang sedikit mengecewakan, tetapi bayangan bertemu anak&lt;span style="letter-spacing: 0.2px;"&gt;&amp;nbsp;sukses menyapu habis semua kelelahan di sepanjang jalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kemarau Visitasi</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/kemarau-visitasi.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Thu, 10 Sep 2026 19:14:14 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-8616546144168998522</guid><description>&lt;div&gt;10 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hujan di kawasan Kaltim masih juga belum turun. Saat ini saya berada di Bengalon dan kondisinya juga sama. Sumber air mulai mengering. Akibatnya, warga harus membeli air bersih. Sementara itu, aliran air PDAM di Samarinda juga mulai tersendat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini adalah hari pertama kegiatan visitasi. Jadwalnya sangat padat seharian penuh sampai pukul lima sore. Kegiatannya meliputi observasi kelas dan sesi wawancara. Besok, rencananya saya akan melakukan telaah dokumen. Saya juga akan mengecek kelengkapan sarana dan prasarana. Selain itu, saya akan mewawancarai pihak yang belum atau sempat terlewat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di sela-sela kesibukan, kami beristirahat sejenak pada siang hari. Saya menyantap menu ikan nila bakar untuk makan siang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sore harinya, saya akhirnya tiba di penginapan. Saya langsung mandi dan beristirahat santai sambil bermain ponsel. Sekarang, saya sedang bersiap-siap untuk makan malam. Sepertinya, malam ini saya akan mencari semangkuk mi kuah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menuntaskan jadwal visitasi seharian ini ternyata sama menguras tenaganya dengan menanti tetes hujan di tanah Kaltim.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sawit Gandul</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/sawit-gandul_0501155104.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Wed, 9 Sep 2026 20:07:41 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-8165347699170024625</guid><description>&lt;div&gt;9 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini saya harus kembali melanjutkan perjalanan. Rutenya bermula dari Muara Bengkal menuju kawasan Bengalon di Kutai Timur. Perjalanan darat ini memakan waktu hingga lima setengah jam. Sepanjang jalan, pemandangan di sisi kanan dan kiri terasa sangat monoton. Kami hanya melihat hamparan kelapa sawit dan pohon-pohon yang kayunya dijadikan bahan pembuat buku. Selain itu, kondisi jalanannya juga relatif rusak. Sehingga, kendaraan kami sama sekali tidak bisa melaju dengan cepat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di tengah perjalanan, kami menyempatkan mampir untuk beristirahat sebentar di sebuah masjid. Setelah itu, kami lanjut mencari tempat untuk mengisi perut. Pilihan kami akhirnya jatuh pada sebuah warung Melayu Pontianak. Saya langsung memesan menu nasi goreng khas Pontianak. Namun setelah dicicipi, cita rasanya ternyata cenderung manis.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kami akhirnya tiba di Bengalon sekitar pukul dua siang. Setelah itu, saya langsung bergegas menuju tempat menginap. Syukurlah, fasilitas penginapan kali ini terbilang lumayan bagus. Sebab, kamarnya sudah dilengkapi dengan fasilitas air hangat dan pendingin ruangan. Lalu pada malam harinya, saya memutuskan untuk berjalan keluar. Saya sengaja mencoba kuliner nasi gandul untuk menu makan malam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menikmati fasilitas air hangat di penginapan ini nyatanya melegakan setelah rentetan jalanan yang rusak.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Debu-debu Almuni</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/debu-debu-almuni.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Tue, 8 Sep 2026 21:43:39 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-2220599325173693185</guid><description>&lt;div&gt;8 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ini adalah hari kedua saya di Long Mesangat. Jalanan di sini masih dipenuhi debu. Bahkan, tanaman di sekitarnya seolah kehilangan klorofil. Kondisi ini persis seperti Samarinda yang terus menunggu turunnya hujan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Agenda hari ini lumayan padat. Saya harus melakukan observasi lingkungan sekolah. Lalu, kegiatannya bersambung pada telaah dokumen dan wawancara guru. Saat di perjalanan, kami sempat berhenti sejenak. Tanpa disangka, saya bertemu dengan alumni Sasing FIB. Kami pun asyik mengobrol dan bercerita. Saat ini dia sudah menjadi guru bahasa Inggris di sebuah SMA. Saya sempat bertanya mengenai gajinya. Ternyata, pendapatannya sudah terbilang lumayan. Kami lanjut bercerita tentang kabar dosen-dosen sasing sekarang. Selain itu, kami juga membahas urusan pekerjaan dan rencananya untuk lanjut kuliah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesampainya di sekolah, saya langsung berkeliling. Saya meninjau area sekolah dari ujung ke ujung. Kemudian, saya mengambil beberapa foto beserta kelengkapannya. Selanjutnya, saya mulai menelaah dokumen. Ternyata masih ada beberapa berkas yang perlu disiapkan lagi. Saat sedang berada di sekolah, cuaca sebetulnya sempat akan hujan. Rintik kecil bahkan sudah mulai turun. Namun, tiba-tiba cuaca kembali berubah menjadi sangat panas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sore harinya, saya balik ke penginapan. Sebab, besok saya harus melanjutkan perjalanan menuju Bengalon melalui Rantau Pulung. Perjalanan tersebut akan memakan waktu hingga tujuh jam melewati jalan rusak dan berdebu. Sebelum sampai di penginapan, saya sempat mampir makan. Menunya adalah nasi Padang khas Medan. Menurut saya, bumbu dan rasanya memang agak unik. Sesampainya di penginapan, saya langsung mandi. Setelah itu, saya buru-buru melaksanakan salat jamak Zuhur dan Asar. Waktunya sangat mepet karena sudah mendekati azan Magrib. Malam harinya, saya menyempatkan makan mi kuah di dekat penginapan. Namun, rasanya standar saja seperti mi pada umumnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menemukan alumni yang sukses bekerja di tengah jalanan berdebu ini rupanya jauh lebih enak daripada rintik hujan palsu yang tiba-tiba kembali panas.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Visitasi Sawit</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/visitasi-sawit.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Mon, 7 Sep 2026 23:11:24 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-1458917114268993953</guid><description>&lt;div&gt;7 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi ini saya masih menanti turunnya hujan. Di media sosial, kabarnya Kota Balikpapan sudah mulai hujan. Alhamdulillah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi ini saya mendapatkan sarapan dari penginapan. Menunya adalah nasi kuning dengan lauk telur. Uniknya, ini adalah telur rebus yang kemudian digoreng. Pokoknya, nasi kuning tidak pernah salah bagi lidah orang Samarinda. Setelah itu, saya juga sempat meminum secangkir kopi hitam Kapal Api.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perjalanan menuju sekolah memakan waktu yang lumayan. Sebetulnya, jarak lokasi tersebut tidak terlalu jauh. Namun, kondisi jalannya belum rata disemen. Kami harus masuk melewati area hutan sawit. Sehingga, kendaraan tidak bisa melaju dengan cepat. Hari ini adalah hari pertama pelaksanaan visitasi. Agendanya adalah mewawancarai seluruh warga sekolah. Kegiatan ini ternyata lumayan menguras tenaga. Selain itu, saya juga sempat melakukan observasi ke dalam kelas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini saya baru sampai di penginapan saat sudah cukup sore. Sebelumnya, kami menyempatkan mampir makan di jalan. Saya menyantap menu ayam goreng bagian dada. Saya memang tidak bisa menikmati ayam goreng bagian paha. Sebab, sepertinya ada aroma tertentu yang terasa kurang enak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rencananya, besok saya akan berdiskusi dengan para guru sekaligus memeriksa kelengkapan dokumen. Tahapan ini biasanya paling banyak menyita waktu. Selain itu, rencananya besok juga akan ada observasi lapangan. Lalu, saya juga harus menyelesaikan sesi obrolan dengan kepala sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesampainya di penginapan, saya langsung bergegas mandi. Airnya terasa sungguh sangat menyegarkan. Setelah itu, saya pun sempat bersantai sejenak sambil meminum teh.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menggali informasi dari warga sekolah seharian rupanya sama melelahkannya dengan menembus jalanan bergelombang di tengah rimbunnya hutan sawit.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Susu Debu</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/susu-debu.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Sun, 6 Sep 2026 20:54:02 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-4297602948942635189</guid><description>&lt;div _ngcontent-ng-c3844624135="" aria-busy="false" aria-live="off" class="markdown markdown-main-panel md-content enable-luminous-fast-follows enable-updated-hr-color tutor-markdown-rendering" dir="ltr" id="model-response-message-contentr_fbcd5c3efb616d00" inline-copy-host="" style="font-family: &amp;quot;Google Sans Text&amp;quot;, sans-serif !important; line-height: 1.15 !important; margin-top: 0px !important;"&gt;&lt;div style="line-height: 1.15 !important; margin-top: 0px !important;"&gt;&lt;span data-index-in-node="0" data-path-to-node="0" style="line-height: 1.15 !important; margin-top: 0px !important;"&gt;6 September 2026&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 1.15 !important; margin-top: 0px !important;"&gt;Alhamdulillah, aliran air PDAM sudah kembali menyala pagi ini. Saya pun sempat memenuhkan tandon air di rumah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.15 !important; margin-top: 0px !important;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 1.15 !important; margin-top: 0px !important;"&gt;Hari Minggu ini adalah hari libur. Pagi ini saya sarapan dengan menu mihun. Mihun langganan ini dijual di perempatan KS Tubun menuju arah Pasundan. Teksturnya terasa sangat lembut. Istri saya juga membeli gorengan tahu isi sayur dan ote-ote. Gorengan tersebut dibeli di tempat penjual mihun yang sama. Selain itu, istri juga membelikan saya nasi kuning dengan lauk ikan haruan. Rasanya sungguh sangat enak. Sebagai orang kelahiran Samarinda, nasi kuning adalah menu sarapan yang paling cocok.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 1.15 !important; margin-top: 0px !important;"&gt;Sekitar pukul setengah sebelas, saya memulai perjalanan darat. Tujuannya adalah daerah Long Mesangat di Kutai Timur. Sebelum berangkat, saya sengaja meminum segelas susu. Kebiasaan ini merupakan salah satu trik perjalanan saya. Tujuannya agar saya bisa tertidur pulas di jalan. Tidur memang hal yang paling enak dilakukan saat menempuh perjalanan panjang. Oleh karena itu, meminum kopi adalah pilihan yang kurang pas untuk situasi ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 1.15 !important; margin-top: 0px !important;"&gt;Sekitar pukul dua belas siang, kami mampir di sebuah warung makan. Lokasinya berada di sekitaran Sebulu sebelum memasuki jalan HTI. Saya memesan menu nasi sop ayam dan segelas es jeruk. Setelah itu, kami mulai memasuki jalur jalan HTI. Jalanan tersebut terasa sangat penuh debu. Truk-truk pengangkut kayu juga tampak terus berseliweran. Kami pun sempat berhenti sejenak di sebuah pos pinggir jalan. Tujuannya adalah untuk menumpang buang air kecil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 1.15 !important; margin-top: 0px !important;"&gt;Akhirnya, kami tiba di Muara Bengkal sekitar pukul setengah empat sore. Saya menginap di penginapan terdekat dari kawasan Long Mesangat. Sesampainya di penginapan, saya langsung mandi. Selesai mandi, saya berjalan mencari warung terdekat. Saya ingin mencari minuman es segar tetapi tidak menemukannya. Untungnya, saya mendapatkan sebotol Pocari Sweat dingin. Alhamdulillah rasanya sangat menyegarkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 1.15 !important; margin-top: 0px !important;"&gt;Malam harinya, saya makan sate ayam di sebelah penginapan. Rasanya seperti sate pada umumnya dan cukup enak. Sebelum tidur, saya menyempatkan diri untuk membaca dokumen. Saya mempelajari fail rangkuman dari berkas yang telah diunggah oleh pihak sekolah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 1.15 !important; margin-top: 0px !important;"&gt;Menemukan minuman es segar di Muara Bengkal rupanya jauh lebih menantang daripada menemukan posisi tidur yang nyaman di sepanjang jalan berdebu.&lt;/div&gt;&lt;div class="attachment-container unknown" style="line-height: 1.15 !important; margin-top: 0px !important;"&gt;&lt;response-element class="no-md" ng-version="0.0.0-PLACEHOLDER" style="line-height: 1.15 !important; margin-top: 0px !important;"&gt;&lt;follow-up _nghost-ng-c2698936353="" class="lm-enabled ng-star-inserted" style="line-height: 1.15 !important; margin-top: 0px !important;"&gt;&lt;/follow-up&gt;&lt;/response-element&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PDAM Gudeg</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/pdam-gudeg.html</link><category>Dosen Note's</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Sat, 5 Sep 2026 07:19:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-1809598898454770701</guid><description>&lt;div&gt;5 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejak semalam, aliran air PDAM di rumah saya daerah Juanda tidak menyala. Padahal, saya tidak melihat ada pengumuman pemadaman di media sosial.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini adalah hari Sabtu yang merupakan hari libur. Pagi ini saya hanya bertugas mengantar anak pergi ekskul di sekolahnya. Kemudian, istri saya yang ganti menjemputnya pulang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekitar pukul sebelas, saya baru sarapan. Menunya adalah Gudeg Bu Susi yang berjualan di pinggir Jalan Siradj Salman. Untuk ukuran gudeg di Samarinda, rasanya sudah masuk kategori sangat enak. Tentu saja, rasanya masih kalah jika dibandingkan dengan Gudeg Hj. Ahmad di Jogja. Porsinya komplet dengan harga dua puluh lima ribu rupiah. Isiannya sudah memakai ayam, telur, tempe, dan krecek.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menjelang sore, saya kembali makan berat. Kali ini menunya adalah sayur asem yang dibeli di warteg daerah Pasundan. Sayur asem di warung ini memang terkenal sangat sedap. Sebagai pelengkap, istri membelikan lauk ayam dari Mimi Chicken. Setelah makan, saya menyempatkan diri untuk tidur siang sebentar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu, saya pergi ke Eramart. Saya membeli roti, air mineral, dan pasta gigi untuk persiapan perjalanan besok ke Kutai Timur. Total belanjanya habis hingga seratus dua puluh ribu rupiah. Memang agak mahal karena saya membawa anak kedua. Dia asyik mengambil bermacam-macam camilan. Namun tidak apa-apa. Sebab, bocah ini memang paling gampang diajak pergi menemani saya. Sedangkan, kakaknya sekarang sudah mulai agak sulit diajak keluar rumah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk makan malam, kami memutuskan menyantap mi ayam. Sebetulnya, saya ingin membeli mi pangsit Jakarta di Jalan Siradj Salman. Sayangnya, warung langganan tersebut sedang tutup. Akhirnya, kami mencoba mi ayam di Jalan Antasari. Ternyata, rasanya kurang cocok di lidah kami. Sementara itu, istri menitip dibelikan minuman sarabba di Jalan Siradj Salman. Minuman sarabba di tempat ini memang terbukti benar-benar enak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mencari gudeg yang rasanya lezat di Samarinda ini rupanya jauh lebih mudah daripada mengharapkan aliran air PDAM menyala tanpa hambatan.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hujan Timbil</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/hujan-timbil.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Fri, 4 Sep 2026 19:13:30 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-8829070874080935949</guid><description>&lt;div&gt;4 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alhamdulillah, kabarnya kawasan Loa Janan di Samarinda sudah diguyur hujan. Semoga saja kabut asap segera berkurang. Selain itu, air Sungai Mahakam juga bisa kembali terisi. Kadang saya berpikir, jangan-jangan Samarinda ini terkena kutukan akibat masifnya penebangan pohon. Kota ini punya Sungai Mahakam yang sangat besar. Namun, kalau tidak turun hujan, kita malah kekeringan. Lalu, begitu musim kemarau panjang, kebakaran hutan merajalela. Padahal, katanya kota ini masih dikelilingi banyak hutan. Tetapi, hujan sedikit saja bisa langsung memicu banjir. Kondisi ini memang terasa aneh dan sangat membingungkan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kegiatan pagi ini lumayan padat. Padahal, hari Jumat ini jadwalnya WFA atau bekerja dari mana saja. Pagi ini saya harus mengajar kelas pengganti. Sebab, kemarin jadwalnya sempat libur dan minggu depan saya berencana pergi ke Kutai Timur. Tentu saja, kelas pengganti ini sebenarnya tidak nyaman. Saya harus repot mencari waktu kosong lagi untuk mengajar. Mahasiswa pun juga merasakan hal yang sama. Mereka harus meluangkan waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk kegiatan lain. Namun, saya tetap mengadakan kelas ini. Karena, materi untuk ujian tengah semester harus tuntas tersampaikan. Sebetulnya, mahasiswa ini pasti sangat senang jika kelas dibiarkan kosong. Bahkan, rasanya mereka mau-mau saja kalau sekadar mengisi presensi tanpa ada perkuliahan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat sedang mengajar, saya tiba-tiba dipanggil untuk rapat. Tetapi, saya menyelesaikan kelas terlebih dahulu. Setelah itu, saya baru bergabung dalam rapat pimpinan terbatas. Kami membahas beberapa agenda rencana kegiatan fakultas terdekat. Salah satunya adalah keikutsertaan mahasiswa tari FIB Unmul untuk ajang Peksiminas. Waktu pelaksanaannya tinggal menghitung hari. Selain itu, hari ini juga ada informasi penting yang ditunggu-tunggu. Pemilihan Rektor atau Pilrek Unmul akhirnya akan segera dilaksanakan setelah mengalami beberapa kali penundaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siang harinya, saya melaksanakan salat Jumat di masjid kampus. Khatib hari ini menyinggung masalah pelayanan masyarakat. Beliau berpesan agar kita tidak mempersulit urusan orang lain. Isi ceramah ini terasa sangat cocok dan pas sasaran. Sebab, jemaahnya banyak yang berprofesi sebagai dosen dan tenaga kependidikan Unmul. Sebelum jadwal mengajar tadi, saya juga sempat membimbing dua orang mahasiswa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat ini, penggunaan AI memang menjadi tantangan baru. Padahal, &lt;i&gt;artificial intelligence&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini harus bisa dimanfaatkan oleh &lt;i&gt;original intelligence&amp;nbsp;&lt;/i&gt;alias otak manusia. Jangan sampai kita malah yang dimanfaatkan oleh AI.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah semua urusan kampus selesai, saya mulai menyiapkan berbagai keperluan untuk tugas ke Kutim.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sore harinya, saya tiba di rumah saat waktu hampir Magrib. Istri saya ternyata sudah membelikan dan menyiapkan makanan. Menunya adalah nasi bebek dengan bumbu hitam yang terasa sangat enak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.2px;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.2px;"&gt;Sudah tiga hari ini mata saya timbilan. Oleh karena itu, malam ini saya mau mencari salep mata di apotek. Dulu ada kenalan pegawai apotek yang pernah merekomendasikan satu obat andalan. Namanya adalah salep mata Erlamycetin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Samarinda yang dikelilingi air tetapi bisa kekeringan ini memang seaneh otak manusia yang perlahan rela dikendalikan oleh kecerdasan buatan.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kemarau Capcai</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/kemarau-capcai.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Thu, 3 Sep 2026 08:11:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-7644769679907060463</guid><description>&lt;div&gt;3 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini status darurat hujan masih terus berlanjut. Kota Samarinda terasa sangat kering.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi ini rutinitas saya terasa cukup berbeda. Saya terjadwal melakukan presentasi di sebuah konferensi internasional. Nama acaranya adalah ICCL. Penyelenggaranya adalah kampus UIN Surakarta. Saya mempresentasikan artikel tentang penerjemahan defamiliarisasi. Gagasan ini diangkat sebagai usaha mempromosikan keberagaman budaya. Seperti biasa, sesi saya diwarnai dengan tanya jawab. Selain itu, ada juga sesi tanggapan dari pembahas.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siang harinya, tugas presentasi saya akhirnya selesai. Saya pun langsung bergegas lanjut mengajar. Hari ini saya mengadakan kelas pengganti. Sebab, minggu depan kelas tersebut akan saya kosongkan. Materi hari ini membahas tentang efektivitas dalam penerjemahan. Lalu, saya menyambungnya dengan materi lanjutan. Isinya mengupas permasalahan yang berpotensi mengganggu proses penerjemahan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah semua selesai, badan terasa lumayan capek. Namun sebelum pulang, saya menemui mahasiswa bimbingan skripsi. Sebelumnya, kami sempat melakukan bimbingan secara daring. Ternyata hasilnya terasa kurang maksimal. Jadi, saya memutuskan untuk menyetop bimbingan &lt;i&gt;online&lt;/i&gt;&amp;nbsp;tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesampainya di rumah, saya langsung makan. Menunya adalah oseng-oseng kacang panjang, tahu, dan tempe. Sebagai pelengkap, ada tambahan lauk hati goreng. Alhamdulillah, perut saya terasa sangat kenyang. Malam harinya, saya kembali makan dengan menu capcai goreng. Rasanya sungguh sangat enak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam itu juga, saya harus membeli dua galon air minum. Sebab, tukang galon langganan kami sedang kehabisan stok. Akhirnya, saya membeli galon tersebut di Indomaret.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lebih menguras pikiran mana, menanggapi pertanyaan dari pembahas konferensi internasional atau membimbing mahasiswa skripsi yang lama?&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Klorida Makna</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/klorida-makna.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Wed, 2 Sep 2026 18:34:56 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-3729399160347872225</guid><description>&lt;div&gt;2 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini Samarinda masih juga belum diguyur hujan. Akibatnya, kadar klorida di sungai kembali naik dan membuat kualitas air menjadi kurang maksimal. Kondisi ini sampai memaksa pihak PDAM untuk mematikan mesin operasional mereka. Saya hanya bisa berharap semoga hujan lekas turun di kota ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setibanya di kampus, saya langsung memulai hari dengan rutinitas administratif seperti biasa, yakni menyelesaikan beberapa lembar disposisi dari Dekan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah urusan tersebut beres, saya bersiap untuk jadwal mengajar. Hari ini saya mengampu mata kuliah ITS yang kini sudah memasuki minggu keempat. Materi yang saya sampaikan berfokus pada tipe-tipe penerjemahan yang disesuaikan dengan tujuan dan jenis teksnya. Setelah itu, perkuliahan berlanjut pada materi mengenai &lt;i&gt;meaning in translation&lt;/i&gt;. Kami mengobrol panjang lebar tentang bagaimana sebuah teks memiliki lapisan-lapisan makna. Tentu saja, sebuah proses penerjemahan tidak boleh berhenti hanya sampai pada makna di permukaan saja, melainkan harus menukik lebih dalam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selesai mengajar, saya langsung kembali ke ruangan untuk menyelesaikan laporan pravisitasi. Rencananya, dalam waktu dekat saya akan bertugas untuk akreditasi sekolah ke kawasan Kutai Timur.&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;Siang harinya, saya memutuskan untuk makan nasi Padang di dekat kampus. Ini memang warung nasi Padang favorit saya di sekitar sini. Saya memesan lauk ikan bandeng goreng dan telur dadar. Rasanya sungguh enak. Menariknya lagi, dengan dua macam lauk tersebut saya hanya perlu membayar sembilan belas ribu rupiah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beranjak siang, saya menyempatkan diri untuk mengikuti pembukaan &lt;i&gt;international conference&lt;/i&gt;&amp;nbsp;melalui Zoom. Sayangnya, jaringan internet saat itu sedang kurang maksimal. Insyaallah, besok adalah giliran saya untuk melakukan presentasi di acara tersebut. Oleh karena itu, saya menghabiskan waktu sore untuk menyiapkan &lt;i&gt;file&lt;/i&gt;&amp;nbsp;PPT presentasinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat pulang ke rumah, ternyata istri sudah membungkuskan nasi campur yang dibelinya di dekat rumah. Lauk utamanya berupa ayam goreng tepung, lalu ditambahkan lagi dengan sepotong telur dadar buatan istri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lebih menantang mana, menggali lapisan makna terdalam sebuah teks atau menyiapkan materi presentasi di tengah koneksi internet yang kurang maksimal?&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kabut Klorida</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/09/kabut-klorida.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Tue, 1 Sep 2026 18:49:59 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-8488281110633813236</guid><description>&lt;div&gt;1 September 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemarin status darurat kemarau resmi diumumkan. Bapak Walikota mengabarkan bahwa air laut mulai masuk ke sungai. Jika kadar klorida terlalu tinggi, maka mesin air PDAM harus segera dimatikan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain itu, pagi ini cuaca juga terasa sangat berkabut. Asap kebakaran hutan ternyata sudah sampai ke kawasan Samarinda. Akibatnya, anak-anak sekolah diminta untuk kembali memakai masker. Situasi ini seketika membuat saya teringat pada zaman pandemi Covid.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setibanya di kampus, saya mengerjakan tugas administratif seperti biasa. Saya menyelesaikan beberapa disposisi dari Dekan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah itu, saya mengajar mata kuliah ITS yang kini memasuki pertemuan ketiga. Materi hari ini mengupas tentang hal-hal mendasar dalam dunia penerjemahan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selesai mengajar, saya sempat mengobrol santai bersama pimpinan. Kami membahas banyak hal, termasuk persiapan acara Peksiminas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah itu, saya juga berdiskusi dengan Dekan saja terkait urusan tugas belajar. Saya telah menyusun jadwal tugas belajar dosen FIB secara bergiliran hingga tahun 2030. Urutan tersebut sudah tersusun rapi dan disepakati. Sehingga, tidak bisa jika ada dosen yang tiba-tiba ingin berangkat duluan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siang harinya, saya makan ayam bakar Mas Mentri. Rasanya lumayan enak. Meskipun, porsi nasi dan saus kacangnya tergolong sedikit. Sambil bersantai, saya asyik mengemil kacang kulit. Saya juga menyempatkan diri mendengarkan Podcast Seminggu. Hari ini saya memang sedang suka mendengarkan lagu-lagu di album lama The Killers melalui Spotify. Menjelang sore, ada pertunjukan untuk mahasiswa baru prodi Tari FIB. Acaranya berlangsung dengan sangat seru dan ramai.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sore harinya, saya bergegas pulang. Saya mampir menjemput anak yang pulang sore karena ada kegiatan ekskul. Sebelum tiba di rumah, saya mampir sebentar ke rumah eyang. Tujuannya adalah untuk mengambil kartu ATM. Sebab, setiap tanggal satu saya selalu bertugas mengambil uang pensiun eyang dan ibu. Sesampainya di rumah, saya langsung menyantap bakso yang sudah disiapkan oleh istri. Lalu, saat waktu Magrib tiba, saya pergi ke ATM untuk mengambil uang sekaligus mentransfernya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lebih menyesakkan mana, menghirup tebalnya asap kebakaran hutan atau melihat sedikitnya bumbu kacang ayam Mas Mentri?&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tensi 154</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/08/tension-154.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Mon, 31 Aug 2026 18:15:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-5125367109471267628</guid><description>&lt;div&gt;31 Agustus 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini Samarinda masih terus berharap turunnya hujan. Bahkan, air laut perlahan mulai masuk ke Sungai Mahakam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya berangkat ke kantor seperti biasa. Kemarin saya baru saja memotong rambut karena sudah terasa agak gondrong.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setibanya di kampus, saya menyelesaikan beberapa berkas paraf dan disposisi dari Dekan. Kemudian, urusan tersebut langsung saya teruskan kepada Kabag Umum. Setelah itu, saya menghadiri rapat keuangan. Rapat ini khusus membicarakan skema pembiayaan untuk acara Peksiminas. Insya Allah, tim tari dari FIB Unmul akan ikut tampil dalam ajang tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sayangnya, hari ini tekanan darah saya mendadak naik menyentuh angka 154. Sehingga, badan saya terasa agak kurang enak. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk beristirahat dan pulang lebih cepat. Saat perjalanan pulang, saya menyempatkan mampir membeli gorengan di dekat &lt;i&gt;flyover&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Juanda.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesampainya di rumah, saya langsung disambut dengan lauk favorit. Menunya masih berupa sajian limpa goreng yang super enak. Selain itu, hari ini juga ada tambahan menu berupa otak goreng.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lebih mendebarkan mana, memantau naiknya air laut ke Mahakam atau melihat naiknya angka tensi darah ke 154?&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Libur Makan Limpa</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/08/libur-makan-limpa.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Sun, 30 Aug 2026 19:54:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-2143590068719747499</guid><description>&lt;div&gt;30 Agustus 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini hujan belum juga turun. Suasananya persis seperti kemarin dan hari-hari sebelumnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena kebetulan ini adalah hari libur, saya hanya bersantai di rumah sambil bermain ponsel.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi harinya, saya sarapan dengan lauk limpa goreng. Menurut saya, jeroan sapi yang paling enak adalah limpa. Bahkan saat menyantap Coto Makassar, saya pasti hanya memesan isian limpa atau campuran limpa dan daging. Begitu pula saat hari raya kurban, saya selalu berusaha meminta bagian limpa. Hari ini istri sengaja membeli menu spesial tersebut di Pasar Ijabah. Sebab, stok limpa ini tidak selalu ada dan terkadang harus dipesan terlebih dahulu. Menu sarapan ini semakin lengkap dengan tambahan telur dadar dan sambal bawang. Selain itu, ada juga hidangan sayur pepaya muda bumbu santan kuning. Lalu, istri turut membelikan buah jambu air dan jeruk untuk dibuat minuman.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Siang harinya, saya memutuskan untuk tidur seharian. Menjelang sore, saya beranjak jalan-jalan ke tepian di Teras Samarinda. Saya sempat membeli pentol rebus seharga dua puluh ribu rupiah. Sayangnya, rasa pentol tersebut ternyata kurang memuaskan. Oleh karena itu, saya akhirnya kembali membeli Pizza Candu dan dimsum Sumbuddy.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah waktu Magrib tiba, saya langsung bersiap untuk makan malam. Lauk utamanya tentu saja kembali menyantap limpa goreng. Sayurnya juga masih sama persis seperti hidangan sarapan pagi. Namun, malam ini ada tambahan menu berupa empal goreng.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lebih mengecewakan mana, kemarau panjang tanpa hujan atau menyantap pentol mahal yang kurang enak?&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gemoy Ngantuk</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/08/gemoy-ngantuk.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Sat, 29 Aug 2026 20:49:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-3389797553515390865</guid><description>&lt;div&gt;29 Agustus 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini rasanya sungguh sangat mengantuk. Bahkan, rasanya sengantuk saat jarum jam menunjuk pukul sebelas malam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span&gt;Hari ini saya menghabiskan waktu seharian di rumah. Tidak banyak aktivitas yang saya lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pagi harinya, saya menyeduh kopi buatan sendiri. Kemudian, sekitar pukul sepuluh pagi saya sarapan. Menunya adalah sayur bening bayam dan ikan layang. Lalu, ada tambahan lauk telur puyuh serta kulit ayam goreng. Rasanya sungguh enak dan kuah beningnya segar. Selain itu, istri juga merebus kacang tanah untuk camilan. Kacang tersebut dipresto sehingga teksturnya menjadi sangat lembut. Setelah kenyang, saya langsung tertidur seharian hingga sore hari.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sore harinya, saya berkunjung ke rumah eyang. Di sana ada keponakan saya yang berkuliah di ITS Surabaya. Namanya adalah Naufal Tsaqif dan anaknya gemoy. Saat ini dia sedang menjalani kuliah praktik di Balikpapan. Namun, besok dia harus segera kembali ke Surabaya. Sebab, hari Senin besok dia sudah mulai masuk kuliah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari rumah eyang, saya meluncur ke Teras Samarinda. Tujuannya adalah membeli dimsum Sumbuddy. Sayangnya, varian yang tersisa hanya saus mentai. Padahal, saya jauh lebih menyukai varian saus putih atau brulee. Setelah itu, saya melihat ada penjual pizza bernama Candu. Saya pun iseng mencoba membelinya. Ternyata, rasanya juga sangat enak.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat Magrib tiba, saya bergegas pulang ke rumah. Sebab, rencananya malam ini saya masih ingin menyantap sisa sayur bening tadi pagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lebih menggemaskan mana, pipi keponakan yang gemoy atau lembutnya kacang rebus presto buatan istri?&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tahu Kangkung</title><link>http://linguistik-penerjemahan.blogspot.com/2026/08/tahu-kangkung.html</link><category>Dosen's Note</category><author>noreply@blogger.com (S. D. Kuncara)</author><pubDate>Fri, 28 Aug 2026 17:22:00 +0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-674299297829689181.post-7548130428638367794</guid><description>&lt;div&gt;28 Agustus 2026&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hari ini cuaca sungguh sangat kering. Bahkan, rasanya sekering sungai yang mulai kemasukan air laut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Agenda hari ini adalah mengikuti kegiatan penguatan program studi. Adapun materi utamanya adalah mendudukkan posisi prodi di dalam rumah besar kementerian. Sementara itu, kudapan paginya berupa kue bolu dan keripik pisang. Selain itu, ada juga camilan asin isi sayuran yang saya lupa namanya. Tentu saja sajian kopi dan teh juga turut tersedia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu, menu makan siang hari ini terasa sangat enak. Panitia menyajikan mi goreng dengan ukuran mi yang besar-besar. Kemudian, ada ikan bakar berkuah dan ayam masak manis. Selain itu, ada sayur oseng labu siam yang sulit dibedakan dengan pepaya muda. Lalu, hidangan tersebut dilengkapi dengan sajian tongseng sapi yang lezat. Sore harinya, panitia menghidangkan tahu isi sayur. Tentu saja ini adalah gorengan favorit saya. Sehingga, saya sanggup menghabiskan hingga empat buah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menjelang sore, saya bergegas pulang. Selesai mandi, saya pergi ke rumah eyang untuk mengisikan token listrik. Saat mampir sebentar, saya malah dibawakan cokelat untuk anak-anak. Selain itu ibuk saya juga membawakan keripik singkong.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menjelang magribnya, saya makan oseng kangkung buatan istri. Lalu, ada tambahan lauk telur puyuh masak cokelat. Bentuk dan rasanya persis seperti sate sundukan di HIK atau angkringan khas Solo. Sungguh rasanya sangat enak. Sebab, sejauh ini belum ada angkringan di Samarinda yang bisa membuat telur puyuh seenak di Solo.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lebih sulit mana, membedakan oseng labu siam dengan pepaya muda atau mencari sate telur puyuh asli di Samarinda?&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>