<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301</atom:id><lastBuildDate>Sun, 12 Apr 2026 19:14:11 +0000</lastBuildDate><category>Lukman</category><category>monyet666</category><title>pintukecilunderground</title><description></description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><blogger:adultContent>true</blogger:adultContent><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:category text="Music"/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-648296183904681498</guid><pubDate>Thu, 28 Sep 2017 13:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-09-28T06:54:31.938-07:00</atom:updated><title>SOUNDANGER 2017</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
#jembermetalheads #soundanger2017&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akhirnyaaaaaaaaa!!!!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cukup sudah basa-basi yang dianggap omong kosong dan sama sekali tidak membentuk apa-apa dan tidak melahirkan suatu kegiatan apapun!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selama 3 bulan belakangan ini ramai sudah yang berbicara tentang betapa suksesnya sebuah even di Kota Jember ini disela-sela pekerjaan kita masing-masing. Dari membantu Batman begadang sambil mengurusi kedai sampai jadi sidekick-nya Spiderman merajut serat kain untuk bahan kaos dan menyablon. Yap that its; SOUNDANGER 2017!!! ( diiringi gemuruh suara snare dan cymbal hahahaha...)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berkenaan dengan skena Underground di Kota Jember Yang semakin sekarat dan tidak produktif, beberapa teman deka akhirnya terjadilah apa yang diidam-idamkan banyak Metalheads dimanapun ia berada. 2 hari digelar dengan penuh perjuangan, kerja keras, memeras otak dan derai keringat, tentunya tanpa air mata (karena kita gak sempet nangis, soalnya capek dan perasaan girang luar biasa itu yang tercampur aduk hahahaha...)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalang dan aktor dibalik layar dari acara tematik Soundanger 2017 ini lagi-lagi digawangi oleh Metalheads senior. Hey, bukan karena senioritas, tapi entah karena nyali atau keberanian para Metalheads muda yang kurang atau bagaimana. Yah itu sekedar opini, tapi bisa lah buat Kickstarter untuk melecutkan energi besar yang para Metalheads miliki khususnya yang muda-muda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Oke mari sekarang kita bahas seberapa besarnya dampak dari ledakan tenaga SOUNDANGER 2017 bagi telinga kota Jember dan sekitarnya saat ini dan masa depan skena musik extreme. Tentang bagaimana merakit impian dan keinginan akan bebasnya berekspresi juga merdeka dalam berkarya, baik oleh pekerja seni dan pelaku skena Underground tanpa jajahan dari pihak manapun. Baik dari jajahan dalam bentuk laten maupun jajahan kinetik seperti hak warga negara Indonesia yang dijelaskan oleh&lt;b&gt; UUD 1945&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemerdekaan bagi setiap orang sangatlah penting dan juga berbeda secara tafsir, orang-orang mempunyai gaya berbeda dalam memaknai sebuah kemerdekaan. Contoh kecil saja kebebasan dalam berekspresi bagaimana seseorang berani menyampaikan apa yang dia rasakan dan disandarkan pada kebenaran menurut keyakinanya. Kemerdekaan yang diartikan sebagai kebebasan berekspresi sering kali dijumpai dalam bermusik, &lt;b&gt;&lt;i&gt;"sebab musik adalah bahasa yang luas dan bisa terjadi dimanapun."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;(BUSUK WEBZINE.com : Interview Addy Gembel)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena menurut saya &lt;b&gt;&lt;i&gt;Musik merupakan sesuatu yang bisa menggambarkan dan menceritakan suatu hal yang luas menjadi ringkas dibalut lengkap beserta emosi yang tertoreh melalui komposisi suara/bunyi instrumen dan kata-kata yang di-nada-kan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Boleh kita review sedikit tentang bagaimana even ini berlangsung selama 2 hari dan support yang luar biasa dari 60 band lokal, bukankah ini mencengangkan!? Ya tentu saja ini adalah salah satu kejadian yang harus dicatat dalam sejarah perkembangan musik di Kota Jember. Mungkin 10-20 tahun kedepan; SOUNDANGER masih menggurita dan mencengkeram skena Underground dan bukan tidak mungkin nantinya menjadi perbincangan kontroversial karena sebuah skena yang dianggap kacau ini bisa bikin even musik selama 2 hari tanpa henti dengan suasana tetap kondusif dan terkendali... Hell yeah, we should be proud, man!!!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari beberapa interview yang dilakukan oleh salah satu media partner yang ikut ambil andil dalam kesuksesan even tersebut; yaitu sebuah tv lokal disebutkan bahwa hingar bingar pesta dan pertunjukan musik anak muda perlu sering diadakan karena ini adalah wadah bagi anak-anak muda dan ajang silaturahmi bagi berbagai genre musik cadas seperti Punk, Hardcore, Grindcore, Deathmetal, Blackmetal dll.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Semua genre berkontribusi di event ini dan sebagai wadah lintas genre musik extreme agar bersatu. (Fahmi –ketua panitia Soundanger 2017)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Saya rasa ini acara pertama di Jember yang menggabungkan segala genre musik dan bisa dibilang ini acara halal bihalal akbar. Karena di musik gak ada senioritas, yang ada adalah siapa yang mau maju dan berkarya. (Andy Bottle)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Acara yang sangat tematik dengan genre musik, patut di-apresiasi dan kalo bisa terus lanjut dan ber-regenasi (Agus Murdock)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lebih lanjut tentang SOUNDANGER 2017 bisa kalian check @Interview SBCTV &lt;a href="https://www.youtube.com/watch?v=mCLTIbowu8w"&gt;https://www.youtube.com/watch?v=mCLTIbowu8w&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti yang kita tahu bahwa Extreme musik di tanah air semakin berkembang dan terus berlari kencang tak mengenal usia dan jaman, jadi sekali lagi mari kita bersatu dan tetap pelihara persaudaraan dan kesadaran. Kita sudah mendekati era extreme musik yang masif dan dinamika didalamnya sangatlah spartan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hail Jember Metalheads!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Stand on your own feet to feed your own!!!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2017/09/soundanger-2017.html</link><author>noreply@blogger.com (Salam Sayang Dari Setan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-7260549865833006133</guid><pubDate>Mon, 29 Aug 2016 12:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-09-27T01:57:06.614-07:00</atom:updated><title>YANG MULAI HILANG DAN DITINGGALKAN</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa dunia kini berlari kencang, betapa cepat sesuatu jadi masa lalu. Serasa ribuan tahun sudah media ini stagnan dan tidak memproduksi apapun. Tak ada tangan usil dan jari-jari nakal yang menyentuhnya... Dan saya sendiri?? Njiiirrr ane sibuk, sesibuk sibuknya alien yang sedang berencana untuk menguasai alam semesta setelah menulis skripsi lalu menulis lamaran kerja, lalu ada saat memulai hari-hari dengan Alkohol, mengakhirinya dengan Cannabinoids dan kemudian bla bla bla.. HAHAHAHAHA...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa tahun ini perkembangan musik Metal dan geliat Undergrounder di kota Jember nampak LESU, kenapa?? -Sebuah pertanyaan besar yang ane dapet dari beberapa teman dari luar kota Jember dan seorang Metalheads dari negara tetangga, Malaysia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang harus anda jawab jika berada diposisi ane?? Tidak ada!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa ane harus posting keluh kesah ini mungkin kalian semua tau. Ini karena kecintaan ane pada skena musik extreme dikota Jember, tetapi mungkin beberapa penggiat musik Metal dan Undergrounders merasakan juga hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah gejala yang lumrah saja, sebagai bagian dari dinamika budaya kita saat berhadapan dengan kultur global yang dipenetrasi dengan deras melalui perkembangan genre musik lain??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ohh tidak, jangan!!! Musik Metal dan para Metalheads tidak selemah itu!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin para generasi penerus kita lebih malas dari yang ane bayangin, mungkin juga mereka nggak punya motivasi untuk belajar dan meminta bimbingan pada senior?? Pendorong dan starter engine yang saya tau kemana aja tuh kok gak bergeming, menularkan ide dan merubah adik-adik kita jadi produktif?? Apa pada sibuk membesarkan bandnya sendiri?? &lt;b&gt;Fuck you man, you should died strucked by lightning!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah, periksa baik-baik bagi jawaban yang dengan segera mengafirmasikan dan mengiyakan pertanyaan-pertanyaan itu. Karenaa, sadar atau tidak, semua perilaku diatas sekedar permukaan atau simtom dari pergeseran sikap para senior yang lebih dominan sebenernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berarti ini adalah sebuah ancaman eksternal skena kita, hambatan yang menengarai sikap apatis generasi Metalheads berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah intervensi diperlukan agar kita para penggeliat skena bisa menularkan skill, ideologi dan kemampuan kita agar skena kita lebih kaya, diperhitungkan, dikenal dan berbahaya?? jawabannya; &lt;b&gt;100% IYA!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekedar saran; Kita harus lebih keras dan ganas dengan intervensi internalisasi kultur terlebih dahulu pada generasi Metalheads di skena kita dengan beberapa media ataupun gawai teknologis terbaru dengan fitur futuristik jika perlu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin kita tetap mencintai musik Metal, kita juga masih menggunakan atribut-atribut Metal dan apapun itu tidak akan menjadi besar dan hanya menjadi ampas yang tidak bernilai jika kita sikap kita masih skiptis-apatis terhadan skena kita dikota Jember.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dan selama punya sikap "ingin belajar" maka menjadi tua bukan lagi perihal yang mencemaskan.&lt;/b&gt;</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2016/08/yang-mulai-hilang-dan-ditinggalkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Salam Sayang Dari Setan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-3899355031242592683</guid><pubDate>Tue, 29 Oct 2013 23:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-10-29T16:25:59.249-07:00</atom:updated><title>Octopuz - Semarang Stoner Rock</title><description>&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;strong&gt;&lt;span style="background: white; color: #222222; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;Semarang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="background: white; color: #222222; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; color: #222222; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;-
Lambat, bertenaga, dalam, dan berat. Empat hal tersebut yang menggambarkan
musik yang diusung oleh Octopuz, unit stoner metal asal kota Semarang. Secara
nama band pun mereka rasa cocok dengan musik yang mereka mainkan; Octopus atau
gurita, sebuah makhluk dalam air berukuran raksasa, lambat namun bertenaga dan
buas, sangat mewakili musik stoner metal yang mereka bawakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background: white; color: #222222; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Mereka adalah Haryo (vokal), Brury (gitar),
Gatot (gitar), Inu (bass), dan Asa (drum). Lima pemuda kugiran yang sebenarnya
telah lama malang melintang di dalam&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;scene&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="border: none windowtext 1.0pt; mso-border-alt: none windowtext 0cm; padding: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;musik bawah
tanah di kota Semarang, apalagi Brury dan Inu yang merupakan pentolan band
death metal yang disegani, Throats Of Panic.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: #222222; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Terbentuk di akhir 2008 ketika Brury ingin
membentuk band metal yang berbeda dari band-band metal lainnya di Semarang yang
pada saat itu cukup seragam, dimana death metal dan metalcore mendominasi
band-band metal kota atlas saat itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: #222222; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Brury lalu mengajak kawan-kawannya, Gatot, Eka,
dan Asa untuk turut memperkuat band yang baru dibentuknya. Lalu mereka merekrut
Haryo sebagai vokalis, yang sebenarnya sudah lama vakum dari kegiatan bermusik
namun kemudian terbujuk dan ikut mengisi formasi Octopuz. Namun tak berselang
lama, Eka digantikan oleh Inu karena masalah pekerjaan, dan formasi tersebut
bertahan hingga kini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: #222222; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Tak lama setelah terbentuk formasi yang kokoh,
mereka langsung masuk studio rekaman dan mengeksekusi materi-materi yang telah
terkumpul dan semuanya terangkum dalam album mini bertajuk&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang berisi empat lagu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: #222222; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Wah, prosesnya sangat panjang sekali. Kami&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;take&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="border: none windowtext 1.0pt; mso-border-alt: none windowtext 0cm; padding: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;dari pagi
hingga sore, mungkin ada personel yang kerja sampai dibela-belain bolos kerja,
bolos kuliah juga. Kami&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;take&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="border: none windowtext 1.0pt; mso-border-alt: none windowtext 0cm; padding: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;setelah
beberapa bulan setelah band terbentuk,” ungkap Inu mengenai penggarapan album
mini pertama mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Mereka pun sempat mencicipi ajang-ajang seperti
LA Light Indiefest. Saat kompetisi band tersebut digelar pada 2009, Octopuz
sempat masuk ke dalam 100 band terbaik nasional, kemudian pada gelaran 2010
mereka mencapai tahap 50 band terbaik nasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background: white; color: #222222; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Sebenarnya sih kami nggak terlalu berharap
banyak dari ajang itu, cuma kami pengin tahu gimana sih respon audiens dan
khalayak musik Indonesia dengan konsep musik yang Octopuz sajikan. Pengin jadi
tolok ukur saja,” tutur Brury.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background: white; color: #222222; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;span style="background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Pada 2010, Octopuz sempat meluncurkan single
“Purifikasi Dosa Semesta”, yang nantinya masuk di album mini mereka. Lagu
tersebut juga yang berhasil membawa mereka menuju panggung Rock In Solo 2011
dan menarik perhatian Girez Records sehingga kontrak pun ditandatangani di awal
2012.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Setelah dua tahun berselang, mereka akhirnya
melepas rilisan baru berbentuk album mini beramunisi enam lagu sarat riff-riff
stoner rock yang&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;bluesy&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="border: none windowtext 1.0pt; mso-border-alt: none windowtext 0cm; padding: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;namun
bertenaga. Pengaruh dari band seperti Down dan Maylene And The Sons Of Disaster
terasa kental disana-sini. Mereka juga mengaku ketika proses penggarapan cukup
dipengaruhi oleh band Seattle seperti Alice In Chains, band pionir heavy metal
seperti Led Zeppelin, Dokken, dan Whitesnake, bahkan sang bassist menyebutkan
Pink Floyd sebagai salah satu referensi dalam album mini tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background: white; color: #222222; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Mereka juga mengungkapkan bahwa pengaturan drums
yang mereka gunakan ketika proses rekaman telah diupayakan sedemikian rupa
mirip seperti drum set milik mendiang drummer legendaris Led Zeppelin, John
Bonham, agar mendapatkan&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;sound&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="border: none windowtext 1.0pt; mso-border-alt: none windowtext 0cm; padding: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;yang
menurut mereka mentah dan tidak terkesan modern.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Musik stoner rock atau sludge metal di luar sana
kita tahu selalu identik dengan ganja atau rawa-rawa, karena konon banyak
daerah rawa-rawa di New Orleans dan Lousiana atau tempat-tempat di selatan
Amerika Serikat dimana musik seperti itu tumbuh berkembang dengan subur seperti
layaknya tanaman&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;cannabis&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="border: none windowtext 1.0pt; mso-border-alt: none windowtext 0cm; padding: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;yang mereka
hisap. Bahkan band lokal seperti Komunal sempat menggunakan pernak-pernik itu
dalam&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="border: 1pt none windowtext; padding: 0cm;"&gt;artwork&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space" style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="border: none windowtext 1.0pt; mso-border-alt: none windowtext 0cm; padding: 0cm;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #222222; font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;mereka. Octopuz sendiri mengaku tidak ambil
pusing dengan hal-hal seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background: white; color: #222222; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Kalau disana emang bener seperti itu kan. Kita
sesuaikan dengan kondisi aja, masak ‘Wah kita harus ngeganja melulu nih,
nggele’ melulu,’ susah juga kan. Jadi kami cuma pengin nyampein bahwa Octopuz
itu ya seperti ini. Kalau memang pengin identik dengan hal-hal seperti itu, itu
sih kalau memang menurut kami tergantung invidu itu sendiri menyikapinya,”
seloroh Brury.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;Untuk rencana berikutnya, Octopuz ingin
mengadakan tur kecil-kecilan di pulau Jawa, terutama bagian timur pada akhir
tahun ini. Dan tak lupa pula mereka bertekad ingin merilis album penuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Tahoma, sans-serif; font-size: 9pt; line-height: 115%;"&gt;“Dimana di album baru nanti Octopuz akan
menuangkan sesuatu yang baru di album tersebut dan lebih mengeksplor lagi dari
album sebelumnya,” pungkas Inu. Dan mereka telah siap melebarkan jangkauan
tentakel mereka ke pelosok negeri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2013/10/octopuz-semarang-stoner-rock.html</link><author>noreply@blogger.com (Salam Sayang Dari Setan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-1439731452024149883</guid><pubDate>Thu, 10 Oct 2013 05:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-10-09T22:00:43.280-07:00</atom:updated><title>Budaya Kota Terpapar Mapan</title><description>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Beberapa
saa lalu ada pertunjukan tradisional yang sanggup mencuri perhatian, khususnya
yang kebetulan bermukim ataupun sekedar mengunjungi daerah kota. Tepatnya pada
tanggal 20 juli 2013 UMKM universitas Jember bersama pemerintah kota Jember
mengadakan pesta dan karnaval musik Patrol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Karnaval
ini mengambil rute dari jl. Kalimantan, jl. PB soedirman, melewati alun-alun,
memutar jl. Trunojoyo, dan finish di jl. Sultan agung. Yang sengaja
dilaksanakan pada malam hari sekaligus mengusung tradisi patrol sahur di bulan
Ramadhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Ini
adalah karnaval musik Patrol yang layak untuk di adakan kembali, tidak hanya
pada saat bulan Ramadan saja. Pemerintah kota saat ini menunjukkan semakin
pedulinya akan kesenian-kesenian daerah yang ada di jember. Dan menurut saya
antusiasme warga kota Jember sangat besar pada kesenian ini, dan tidak menutup
kemunginan pada pelestarian kesenian ini di kemudian hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Ada
beberapa teman kita yang kebetulan juga pecinta musik Metal turut ambil bagian
dalam kepanitiaan dan sebagai aktivis pelestari Musik Patrol kota barbar kita
ini. Sempat juga saya berbincang dengan mereka tentang masa depan dan
perkembangan musik Patrol di Jember. Sangat menggairahkan mendengar banyak
pemuda yang juga peduli terhadap kesenian tradisional, dan patutlah kita acungi
salam dua jari pada mereka pejuang seni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Di
kehidupan sehari-hari yang nampaknya sungguh berat untuk dijalani, para
pejuang-pejuang musik patrol ini sungguh sangat memotivasi kita para pemuda
yang mengaku masyarakat modern dan yang katanya gaul. Mereka mendirikan satu
grup musik Patrol ini dengan biaya dan semngat mereka sendiri.seperti para
pendahulu mereka, mereka tidak merasa ini suatu kerugian ataupun membuang waktu
mereka. Para pejuang ini sepertinya memiliki prestise dan kebanggaan luar biasa
dalam melestarikan musik Patrol mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Seperti
yang kita tahu setiap group memiliki ciri khas mereka sendiri, baik dalam
permainan maupun instrumen tambahan disamping istrumen asli musik
Patrol.Biasanya tiap-tiap daerah mempunyai group andalan, seperti Kecamatan
kaliwates, patrang dan daerah lainnya, dimana seiring perkembangan modernisasi
mereka juga berkembang di jamannya tetapi tidak meninggalkan unsur keaslian
musiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Patrol
sendiri berasal dari budaya masyarakat madura, dimana musiknya berunsur “kotek’an”
atau perkusi, alat musik pukul yang digunakan pada orisinilnya ialah
“kentongan”. Kentongan sendiri dibuat beragam ukuran agar bunyi yang dihasilkan
bermacam-macam.Seiring berkembangnya teknologi, kentongan pada musik Patrol ini
juga mengalami kemajuan.Biasanya di dalam kentongan terdapat besi bebentuk
ulir/pegas yang berguna sebagai resonan suara.Ini juga berpengaruh terhadap
bungi/gaung yang dihasilkan kentongan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Kemudian
yang paling penting dalam musik patrol ini adalah seruling. Pada era era awal
musik Patrol, seruling dimainkan dominan sebagai pembawa nada / melodi.Dan
nada-nada yang dimainkan ialah nada tradisional madura atau jawa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Pada
saat ini group-group yang ada di Jember mulai memaikan musik modern seperti
dangdut koplo, keroncong pop, pop modern dan bahkan pada saat yang lalu saya
mendengarkan musik R &amp;amp; B dimainkan dalam nada rancak Patrol yang juga.Disamping
itu instrumen tambahan yang saya jumpai juga beragam, ada yang menamba kendang
jawa, kenong, tamborine dan tidak ketinggalan mereka juga menggunakan vokalis
dan pengeras suara agar seruling dan vokal terdengar jelas.Daya yang digunakan
berasal dari genset dan kendaraan pengusung juga mulai menggunakan kendaraan
bermotor meskipun masih ada sebagian group yang masih mengunakan kendaraan
beroda tapi tidak bermesin melainkn didorong ataupun ditarik oleh beberapa
personilnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;



















&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Itu
sebagian review tentang “musikkotakita” yang bisa saya sajikan sederhana untuk
kita semua para pemuda-pemudi masa kini. Semoga kita semua sadar jika bukan
karena musik konfensional kita tidak akan semaju ini. Mengkonsumsi nada dan
musik modern haruslah juga mengenal bahan dasar dan asal muasalnya. We learn,
we get, and spreads the goodness&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2013/10/budaya-kota-terpapar-mapan.html</link><author>noreply@blogger.com (Salam Sayang Dari Setan)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-4597612532598570031</guid><pubDate>Wed, 14 Aug 2013 03:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-08-14T03:35:24.157-07:00</atom:updated><title>Menggagas Musik Extreme Experimental - Futuristik</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebuah genre musik dalam ranah kesenian kontemporer, sering memunculkan rasa
tidak puas terhadap konvensi atau nilai yang sudah dianggap mapan oleh
masyarakat kolektifnya, apabila hal ini kita kaitkan dengan sebuah genre musik
anak muda indonesia hari ini, salah satunya genre musik metal, mungkin akan
menjadi hal yang menarik untuk disimak, didiskusikan atau bahkan
didekonstruksi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Musik metal sebagai subkultur yang rata-rata digandrungi oleh anak muda, tentu
saja memiliki dialektikanya sendiri untuk hidup, tumbuh dan berpengaruh pada
terbentuknya karakter, mentalitas, dan attitude sehingga melahirkan
bentuk-bentuk ekspresi-kreatif yang semakin &lt;em&gt;open mind&lt;/em&gt;, dan untuk itu
memerlukan semacam&lt;em&gt; “pembelotan” &lt;/em&gt;untuk mendobrak konvensi, menerobos
ruang kedap untuk mendapat ruang hidup, untuk kemudian menyorongkan sebuah
value baru kepada publik, tak ayal menimbulkan interpretasi yang beragam / &lt;em&gt;multi
interpretable. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Merunut sejarah perkembangan musik cadas di tanah air, pada dekade70-an
misalnya, ada sederet nama macam GODBLESS (Jkt), SAS (Sby), SUPERKID (Bdg).
Band-band ini telah menunjukan eksistensinya serta teridentifikasi sebagai
band-band yang memainkan musik &lt;em&gt;“keras, liar,dan ekstrem”&lt;/em&gt; untuk ukuran
zamannya, kemudian kita melongok jauh pada dekade 98-an, mencuat nama GRAUSIG,
TENGKORAK, TRAUMA(jkt), JASAD (bdg), FORGOTTEN (bdg), BURGERKILL (bdg), HELL GODS
(bdg), DEATH VOMIT (jogja), FEAR INSIDE, SLOW DEATH (sby), yang juga berhasil
meneriakan suara zamannya, apa yang terpapar diatas hanyalah &lt;em&gt;“ Random
Sampling”&lt;/em&gt; untuk menarik benang merah, bahwa percaya ataupun tidak, dalam
belantika musik cadas &lt;em&gt;(metal)&lt;/em&gt; juga terdapat semacam trend, gerakan
sporadis yang secara tidak langsung merepresentasikan semangat zamannya
masing-masing ? dari masing-masing itulah, kemudian membangun sendiri
konvensinya, aturan mainnya, hingga kompleksitas dari estetika yang coba di
usung&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Persoalannya kemudian,
bagaimana dengan musik metal hari ini?. Apabila kita memposisikan diri sebagai
umat metal yang telah&lt;em&gt; “di baptis”&lt;/em&gt; menjadi subjek dalam
menggelindingkan dinamika musik metal, sudah puskah kita?, pertanyaan yang
sudah lapuk sebenarnya, tetapi sangat penting untuk diseriusi atau lebih
tepatnya digagas kembali, dan kali ini kita hanya akan membincang aspek
musikalitas pada genre musik metal secara general, simak contoh komparasi dua
era diatas, logika kita secara awam (Common Sense) akan berkata : hal itu
wajar, itu evolusi, perkembangan yang lumrah sesuai dengan &lt;em&gt;“tuntutan zaman”&lt;/em&gt;
dimana musik itu hidup dan berpengaruh, selanjutnya mari kita bandingkan antara
metal hari ini dengan era 98 an terlepas dari konsistensi atas genre yang di
usung, apabila masih sama, tanpa perubahan yang signifikan, boleh dibilang kita
masih stagnan, pergerakan daya cipta kreatif masih terkungkung dalam sebuah
frame pemikiran konservatif, apalagi jika kita hanya merepetisi &lt;em&gt;“ide”&lt;/em&gt;
yang sudah ada sebelumnya.&amp;nbsp;Sebenarnya sah-sah saja, mengingat kita tidak
mungkin&amp;nbsp; terlepas sepenuhnya dari konsep Hipogram, dimana karya yang
terdahulu pasti menginfluence karya-karya yang lahir selanjutnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lebih mudahnya kita ambil contoh : kita sangat memuja, menggilai
SUFFOCATION, misalnya, kemudian dalam bermusik, kita menciptakan
bentuk/komposisi yang nyaris sama dengan SUFFOCATION, it’s ok but not fun! Bisa
dibilang kali ini kita cuma &lt;em&gt;“mendaur ulang”&lt;/em&gt; selebrasi dari orang lain.
Fenomena ini deras menggejala dalam belantika musik metal lokal sampai hari
ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika kita tidak mau dibilang&lt;em&gt; “Mesin photocopy”&lt;/em&gt;, maka kita mesti
menciptakan yang beda, sama sekali berbeda dengan bentuk yang sudah ada
sebelumnya, taruh misal musik metal&amp;nbsp; kita kawinkan dengan musik etnis,
atau mungkin fusion, jazz, blues, bossanova, swing, etc seperti yang digagas
oleh Sleep Terror (Band Death Metal-Funk dari US) Contoh lain, Sick Drummer
Derek Roddy yang pernah mengkolaborasi Death Metal dengan ASU Orchestra (US)
sehingga melahirkan Bentuk baru. Freak, dan tentunya menimbulkan Korsluiting
dibenak Audience.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ini sekedar contoh ketegangan antara konvensi dengan inovasi, tentunya kita
akan mengerjakan yang lain. menciptakan musik yang agitatif, kontemplatif, dan
mampu mengeksplorasi atau bahkan menjajah wilayah imajinatif yang belum
terjamah oleh siapapun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Meskipun awalnya kita akan ditertawakan orang, diumpat, dicuekin, atau bahkan
dilemparin botol air mineral, it’s ok inilah proses menuju progress, dan
sesuatu yang beda itu berarti kita harus &lt;em&gt;“menyelingkuhi konvensi”&lt;/em&gt;,
melompati trend yang ada, mengubur pakem, membunuh struktur dan meniadakan
pusat, bebaskan ide-ide gila itu muncrat dan mendistorsi realita, bahwa
bermusik (Metal) itu nggak harus begini-begitu, yang kita butuhkan Cuma
kebebasan, karena dari situlah segalanya menjadi mungkin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti Aforisma seorang filsuf Post-modern F Nietzsche yang demikian: &lt;em&gt;“Semua
gendang telinga sekarang ini sudah digetarkan oleh musik masa depan itu…”&lt;/em&gt;.
Kini saatnya kita memberi ruang pada diri kita untuk menertawakan definisi yang
selama ini kita anggap final. Selamat bereksperimen, muntahkan kebaharuan yang
spektakel, dan percayalah suatu saat musikmu akan terdengar oleh
telinga-telinga yang haus akan kebaharuan! Cheers!!&lt;/div&gt;
</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2013/08/menggagas-musik-extreme-experimental.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-5129858419962195693</guid><pubDate>Mon, 24 Dec 2012 06:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-23T22:10:38.241-08:00</atom:updated><title>PROPAGANDA  REALITA EKSISTENSI</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;Solve this, Smart’ass…
!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;Sadar
atau tidak, eksistensi musik kita terancam dan kita dalam keadaan perang saat
ini. butuh otak yang lebih cemerlang dari pribadi ataupun kelompok bahkan
lembaga formal yang lebih tinggi lagi untuk mengatasi dan memberi solusi jitu
atas kegalauan kita. Karena pamflet/leaflet pesan-pesan pembangkangan sipil yang
tertempel di tembok-tembok bangunan sudah tak dapat menjadi stimultan dan mengakselerasi
kencang perkembangan seni dan musik kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;Cukup
untuk sekedar diketahui dan mengingatkan sodara-sodara pelaku ataupun pecinta
musik metal khususnya yang menetap di kota Jember, bahwa &lt;b&gt;Musick Kita Semakin Tersingkir!!! &lt;/b&gt;baik dari peradaban normal masa
kini dan dari pikiran masyarakat dan daerah keramaian umum (itu adalah area
dimana kita bisa memperkenalkan pada masyarakat luas tentang eksistensi kita
-Metalheads) dan tidak lain karena kebijakan semu dan supremasi aturan pemimpin
yang semena-mena juga sok suci dan serakah ternyata sangat menyakitkan hati,
karena sampai saat ini kita masih dihajar kekecewaan dan terpaksa kita telan
bulat kepahitan ini. &lt;b&gt;Dan akhirnya keluh
kesah ini saya bagi pada kalian lewat lembar murahan yang berisi beberapa
rangkaian kata dan kalimat menjadi tulisan yang harus dimaknai. Mungkin saja kita
berpikiran sama.&lt;/b&gt; Dan kalian bebas membagi lembaran ini kepada siapa saja
yang mungkin dapat menjadi inspirasi dan menemukan solusi dan langkah tepat tentang
bagaimana kita seharusnya menyikapi sebuah tragedi. Ini merupakan kejutan yang
memuakkan menurut saya !!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;Pengalaman
ini didapat ketika mencoba membangun sebuah image baru Musik Metal dalam sebuah
even dengan konsep tradisional-modern bersama beberapa teman dan sodara-sodara
seperjuangan yang kemudian rela menemani hari-hari berat ini, dan mustahil saya
tuliskan satu persatu nama-nama mereka karena telah terukir mengakar dalam
sanubari saya seperti logo-logo band seram extreme metal. Dalam atmosfir kota
kita yang semakin berkembang pesat dalam dunia seni dan fashion. Betapa
menyedihkan dan sakit hati hingga menyeret kesumat pedih saat musik kita
dianggap rendah dengan label musik yang identik dengan Narkoba dan minuman
keras oleh beberapa pihak (damn, it’s Bullshit!!!). Akhirnya kita dipaksa dan tereksploit
atas paradigma rendahan seperti itu oleh kebodohan dan pemahaman sempit yang
akhirnya menyebabkan tertendangnya pantat genre musik kita dari publik dan
khalayak umum hingga harus tersungkur ke tempat lain di pinggiran kota, itulah
kenapa kita harus lebih bisa memahami dan berpikir cerdas ketika beberapa Gigs
dari teman-teman lain yang harus di undur karena beberapa hal ataupun alasan
yang saya yakin semua METALHEADS memaklumi, karena saat ini kita harus bertobat
kembali bergerilya dan benar-benar ber-Underground saat ini. Musik kita segmented
/ hanya d dengar oleh kalangan tertentu kan?? Oleh sebab itu &lt;b&gt;Paham saja tidak cukup jika hanya mengerti.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;Kenapa
kita harus diam saja mendengar dan melihat stigma sosial yang sensi seperti ini???
pendidikan macam apa yang membuat kebodohan dan peng-artikulasi-an sempit
kegiatan positif anak muda ini diciutkan tapak langkahnya dan menjadi suatu
aturan sepihak yang sangat menyebalkan??? Apakah benar musik keras dan beringas
kita identik dengan narkotika??? Bagaimana dengan penikmat dan pelaku musik
lain dengan individu-individu junky di habitat mereka yang boleh dibilang
mainstream, gaul atau alay??? Ini kejahatan penindasan dan penjajahan batin
atas prasangka kaum kuasa yang harus kita perangi, sodara-sodara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;Musik Kita Bukan Genre Musik Sampah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;!!! Kita bukan penikmat musik kacangan, kita bukan pemadat,
kita hanya mencoba apa adanya dan bersikap normal selaknya manusia jaman
sekarang berperilaku. Sangat mengerikan-kah kita jika apa yang kita dengar dan
mainkan terlalu keras, berdistorsi tinggi??? ataukah kita terlalu genius dalam
bermusik dan bersikap??? Dengan musik cerdas kita yang membutuhkan sel otak
lebih banyak dari yang dibutuhkan manusia normal untuk berpikir hingga
menghasilkan karya-karya musik keren dan ditambah dengan lirik yang tak ada
satupun ber-esensi mempengaruhi jiwa seseorang agar menjadi lemah dan alay,
tanpa zat-zat kimia dan adiktif-pun kita bisa tetap berkarya dan bahagia!!!
untuk yang memang junky dari sejak lahir, harusnya berdiri tegak dan tanggalkan
saja di kamar mandi bersama noda hasil orgasme ringan dari gengaman tangan dan
jari lentik pada kelamin kita segala sesuatu yang bernama Acuh, Sok Keren, Sok
Artis, dan pada akhirnya lose control pada tampang kecut pihak-pihak bodoh birokrat
disekitar kita yang sengaja / tidak kita jilat pantat mereka. &lt;b&gt;Kita menghirup udara, menapak tanah dan
merasakan angin perkembangan di planet yang sama. &lt;/b&gt;So,&lt;b&gt; &lt;/b&gt;salinglah menjaga teman di samping, depan dan belakang kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;Kalianlah
yang benar-benar berhak menentukan sikap dan melabrak siapa-siapa saja yang
menyatakan musik metalheads sampah dan unrespect terhadap MUSIK extreme ini!!! &lt;b&gt;Kita harus lebih pintar dan peduli, Cheers…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 15.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;Be Young, Wild and Aggressive on the MOSHPIT. Not on the ROAD
!!! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-no-proof: yes;"&gt;#salam sayang dari
setan:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: right; text-indent: 0in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;‘Nyet’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 10pt; text-align: right; text-indent: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: right; text-indent: 0in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;Twitter: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;@hendrique nyet |
@immoralincest&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: right; text-indent: 0in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;Facebook: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;@hendrique
novianovsky soesilo | @immoral incest / @pintu kecil underground | @sociopathia
gore blasphemies&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormalCxSpMiddle" style="text-align: right; text-indent: 0in;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;Blogs: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-no-proof: yes;"&gt;pintukecilunderground.blogspot.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2012/12/propaganda-realita-eksistensi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-5170423061670251647</guid><pubDate>Tue, 16 Oct 2012 07:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-16T00:53:12.898-07:00</atom:updated><title>Cinta Retorika</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-X734a-QXE_0/UH0RlG_w_oI/AAAAAAAAANQ/dUxUAEQ3UQY/s1600/lonely_rose_by_demonmiss273.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-X734a-QXE_0/UH0RlG_w_oI/AAAAAAAAANQ/dUxUAEQ3UQY/s200/lonely_rose_by_demonmiss273.jpg" width="130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #e69138; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: BatangChe; mso-themecolor: background2; mso-themeshade: 26;"&gt;Cinta
adalah retorika yang menggebu-gebu dan berbuntut sebuah kepentingan. Inilah
style atau koridor cinta remaja jaman dewasa ini, kata cinta diucap bukan dari
hati tapi dari libido. Itu penilaian subyektif yang 98% dapat dibenarkan,
mungkin sebab maraknya sinetron di televisi yang menghagemoni rasional mereka
para remaja sehingga berlaku cengeng dan menganggap cinta adalah hal yang
sepele dan disepelekan. Kata cinta di ucapkan sebagai tiket untuk dapat tidur
dengan pasangan nya, atau juga proses produksi seorang bayi yang tak legal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #e69138; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: BatangChe; mso-themecolor: background2; mso-themeshade: 26;"&gt;Anehnya,
pihak Negara juga mendukung program cinta gila ini. Mulai dari program kondomisasi,
yang mengajakarkan sex bebas adalah hal yang tak tabu lagi. Menjual kondom
dengan harga sangat ekonomis sehingga membuat jembatan untuk mempermudah proses
penggilaan cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #e69138; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: BatangChe; mso-themecolor: background2; mso-themeshade: 26;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #e69138; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: BatangChe; mso-themecolor: background2; mso-themeshade: 26;"&gt;Agama
yang ada telah mengajarkan dan menyerukan tanpa bosan bahwa tindak pembuatan
bayi di luar nikah adalah hal salah dan tak bisa dibenarkan. Maka jangan bunuh
tuhanmu dengan perangaimu. Jangan bunuh tuhanmu dengan keadaanmu. Tuhanmu ada
dekat bahkan sangat dekat dari pangkal leher mu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #e69138; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: BatangChe; mso-themecolor: background2; mso-themeshade: 26;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="color: #e69138; font-size: 12.0pt; mso-themecolor: background2; mso-themeshade: 26;"&gt;Cinta ladang dusta
para manusia, karena cinta lebih terprioritas pada birahi semata. Wanita jalang
dan lelaki hidung belang beraksi untuk revolusi sex dan penodaan subtansi
cinta. Ini lah cinta pada masa dewasanya hadir dengan pembodohan dan tumpukan
retorika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="color: #e69138; font-size: 12.0pt; mso-themecolor: background2; mso-themeshade: 26;"&gt;Rayuan, dan
gombalan para penjilat wangi sorga cinta hanyalah proses untuk mencapai sebuah
upacara sex atau pemroduksian bayi yang tak legal. Cinta adalah bahasa sayang
itu kata &lt;i&gt;khalil Gibran&lt;/i&gt;, tapi sekarang
cinta adalah bahasa kemolekan tubuh dan bahasa kemasan yang sarat kebohongan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="color: #e69138; font-size: 12.0pt; mso-themecolor: background2; mso-themeshade: 26;"&gt;Kali ini ku temui
banyak penggadai cinta berserakan, mereka menggadainya dengan uang, jabatan,
atau kebebasan dan kekuasaan.&lt;b&gt;&lt;i&gt; Dewa amor&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; seharusnya marah karena
para biadab telah memperkosa cinta. Anehnya manusia telah sekongkol untuk sebuah
perusakan citra cinta yang subtantif. Mulai dari anak kecil beringus tebal yang
mampu melayani gairah &lt;i&gt;sex&lt;/i&gt; ibunya.
Atau juga anak ingusan yang berlomba mengoleksi selir layaknya maha raja untuk
dinodai di kamar &lt;i&gt;kosan-nya&lt;/i&gt;. Serta
pihak pemerintah Negara yang mendukung program penggilaan cinta dengan program
kondomisasinya sehingga cinta harus dipaksa jadi gila. Apa kali ini aku harus
percaya cinta?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="color: #e69138; font-size: 12.0pt; mso-themecolor: background2; mso-themeshade: 26;"&gt;Cinta adalah cinta
dan bukan selain cinta karena cinta adalah cinta. Terkutuklah kalian yang
menganggap cinta adalah desahan serak para wanita, hancurlah kalian yang
menganggap cinta hanya ada di balik kolor semata, dan matilah kalian yang
menganggap sex adalah bentuk selebrasi cinta. &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #e69138; font-size: 12.0pt; mso-themecolor: background2; mso-themeshade: 26;"&gt;Lantas apa aku
harus berhenti suarakan anti kemapanan?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #e69138;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #e69138; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: BatangChe; mso-themecolor: background2; mso-themeshade: 26;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #1d1b11; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin; mso-fareast-font-family: BatangChe; mso-themecolor: background2; mso-themeshade: 26;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2012/10/cinta-retorika.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://2.bp.blogspot.com/-X734a-QXE_0/UH0RlG_w_oI/AAAAAAAAANQ/dUxUAEQ3UQY/s72-c/lonely_rose_by_demonmiss273.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-8842846817845101570</guid><pubDate>Tue, 16 Oct 2012 07:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-16T00:38:38.218-07:00</atom:updated><title>Mengenal Aleister Crowley</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-no-proof: yes;"&gt;Satanisme
merupakan landasan penting pada pembentukan dan perkembangan kebudayaan modern.
Dan jauh sebelum manusia modern sekarang mengenalnya dan jauh sebelum anton la
vey mempraktekkan satanisme itu sendiri dialah Aleister Crowley sang pelopor
satanisme modern yang meletakkan landasan bagi kebudayaan modern. Pondasi dari
sistem dajjal, bukan saja dikenal sebagai pelopor kebudayaan satanis tapi dia
juga dikenal sebagai bapak kebudayaan modern dan sepanjang masa dikenal sebagai
manusia paling terkutuk di muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-no-proof: yes;"&gt;Aleister Crowley
juga menciptakan buku “The Law” berdasar dari Iblis yang merasuki dirinya
dibawah judul bab hukum Thelema yang menyatakan “buku ini meletakkan undang –
undang tingkah laku yang sederhana” lakukan apa kehendakmu “DO WHAT THOU WILL”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-no-proof: yes;"&gt;Salah satu
kutipan dari tulisan Aleister Crowley dalam bukunya "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 12pt; text-indent: 85.05pt;"&gt;Satan! cry a loud, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 12pt; text-indent: 85.05pt;"&gt;Thou exalted most high!,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 12pt; text-indent: 85.05pt;"&gt;Oh my father satan!,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 12pt; text-indent: 85.05pt;"&gt;The eye!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-sbctcnfcNOg/UH0OqcZG_rI/AAAAAAAAAM4/gF93QvgZ4bQ/s1600/aleister-crowley.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-sbctcnfcNOg/UH0OqcZG_rI/AAAAAAAAAM4/gF93QvgZ4bQ/s200/aleister-crowley.jpg" width="121" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-no-proof: yes;"&gt;Setan
menangis keras! Engkau yang paling mulia, yang paling tinggi, oh bapa hamba
setan! Sebuah mata! (Mata satu). Aleister Crowley (magnum opus-buku 4)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-no-proof: yes;"&gt;Aleister
Crowley lahir di warwichshire, dia seorang pemberontak dalam keluarga&amp;nbsp; semenjak masa kecil, meninggalkan sekolah dan
kemudian setelah beranjak remaja menjadi anggota “secret order of the golden
dawn” yang telah mencoba berhubungan dengan Iblis sejak tahun 1898, dan pada
tahun1990 dia telah bergaul dengan masyarakat elite inggris, memberikan
pengetahuannya tentang pemujaan Setan kepada pemimpin politik Mason, bangsawan
dan keluarga kerajaan. Dia Adalah akultis sejati yang tak punya pekerjaan lain
dimana dia harus menyembunyikan ketertarikannya kepada freemason dan satanisme.
Dia dan Albert Pike sama-sama gila akan satanisme dan dalam bukunya yang
berjudul Black Magic, Crowley menulis;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-no-proof: yes;"&gt;Sang
Iblis adalah ular. Setan, dia hidup dan dicintai, dia adalah cahaya dan
gambaran zodiaknya adalah capricornus, kambing / kepala kambing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2012/10/mengenal-aleister-crowley.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://1.bp.blogspot.com/-sbctcnfcNOg/UH0OqcZG_rI/AAAAAAAAAM4/gF93QvgZ4bQ/s72-c/aleister-crowley.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-6304843138812744919</guid><pubDate>Tue, 16 Oct 2012 07:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-16T00:40:18.741-07:00</atom:updated><title>Makna dan arti daru lagu "Gundul Pacul"</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;"Gundul gundul pacul-cul, gembelengan&lt;br /&gt;
Nyunggi nyunggi wakul-kul, gembelengan&lt;br /&gt;
Wakul ngglimpang segane dadi sak latar...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembang Jawa ini konon diciptakan tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan
teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yang dalam dan
sangat mulia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr9dBZPbRo-TRbJz3tGetyfxfEPuGWQwLagCxXWZOwMUyUOQZe-MoUfeng_KzCcQKIPYeYY11eMppCAY_V0yNDvkD3AMWw8aNOzuH6MIFjdeQpen7FZNP6SoqLgEQtG90-y-CoZt0CJsl1/s1600/486756_531585496867435_1822296926_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr9dBZPbRo-TRbJz3tGetyfxfEPuGWQwLagCxXWZOwMUyUOQZe-MoUfeng_KzCcQKIPYeYY11eMppCAY_V0yNDvkD3AMWw8aNOzuH6MIFjdeQpen7FZNP6SoqLgEQtG90-y-CoZt0CJsl1/s320/486756_531585496867435_1822296926_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Gundul&lt;/i&gt; adalah kepala plonthos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan,
kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Jadi
gundul adalah kehormatan tanpa mahkota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pacul&lt;/i&gt; adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi
empat. jadi pacul adalah lambang kawula rendah, kebanyakan petani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Gundul pacul&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; artinya adalah bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang
yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul,
mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (4 yang lepas).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemuliaan seseorang tergantung 4 hal, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung,
telinga dan mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.&lt;br /&gt;
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.&lt;br /&gt;
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.&lt;br /&gt;
4. Mulut digunakan untuk berkata adil dan bijaksana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Gembelengan&lt;/i&gt; artinya besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan
kehormatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;‎&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;i&gt;Gundul-gundul Pacul Cul&lt;/i&gt; artinya jika orang yang
kepalanya sudah k&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ehilangan 4 indera itu mengakibatkan
&lt;i&gt;GEMBELENGAN&lt;/i&gt; (= congkak/sombong).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;i&gt;
Nyunggi-nyunggi Wakul Kul&lt;/i&gt; (menjunjung amanah rakyat) dengan GEMBELENGAN (=
sombong hati), akhirnya WAKUL NGGLIMPANG (amanah jatuh tidak bisa
dipertahankan) &lt;i&gt;SEGANE DADI SAK LATAR&lt;/i&gt; (berantakan sia-sia, tidak bermanfaat bagi
kesejahteraan rakyat).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span lang="IN"&gt;&lt;a href="https://www.google.co.id/webhp?source=search_app#hl=id&amp;amp;output=search&amp;amp;sclient=psy-ab&amp;amp;q=arti+lagu+gundul-gundul+pacul&amp;amp;oq=arti+lagu+gundul&amp;amp;gs_l=hp.3.0.0l2j0i30j0i8i30.1422.6987.0.8906.16.16.0.0.0.0.1273.14725.4-1j0j5j9.15.0...0.0...1c.1.ChgQIAwh8a4&amp;amp;pbx=1&amp;amp;bav=on.2,or.r_gc.r_pw.r_cp.r_qf.&amp;amp;fp=10da7ad55a6abf31&amp;amp;bpcl=35277026&amp;amp;biw=1280&amp;amp;bih=933" target="_blank"&gt;Sumbernya di Google banyak&lt;/a&gt; bos, ini posting dari buku yang kita baca, lupa juga judulnya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2012/10/makna-dan-arti-daru-lagu-gundul-pacul.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjr9dBZPbRo-TRbJz3tGetyfxfEPuGWQwLagCxXWZOwMUyUOQZe-MoUfeng_KzCcQKIPYeYY11eMppCAY_V0yNDvkD3AMWw8aNOzuH6MIFjdeQpen7FZNP6SoqLgEQtG90-y-CoZt0CJsl1/s72-c/486756_531585496867435_1822296926_n.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-8049989486583475651</guid><pubDate>Sun, 14 Oct 2012 14:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-16T00:44:20.390-07:00</atom:updated><title>Siapa bilang musik haram ???</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-1wWiNU_MXRw/UH0QRC_hDhI/AAAAAAAAANI/-tVQekVX_aU/s1600/hukum-musik-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-1wWiNU_MXRw/UH0QRC_hDhI/AAAAAAAAANI/-tVQekVX_aU/s1600/hukum-musik-2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;"Yang bilang Allah azza wa jalla dan Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: Times, Times New Roman, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna sehingga dia menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan.” (QS. Luqman: 6)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Abdullah bin Mas’ud berkata menafsirkan ‘perkataan yang tidak berguna’, “Dia -demi Allah- adalah nyanyian.” Dalam riwayat lain beliau berkata, “Itu adalah nyanyian, demi yang tidak ada sembahan yang berhak selain-Nya,” beliau mengulanginya sebanyak 3 kali.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiallahu anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ الْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعازِفَ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Kelak akan ada sekelompok kaum dari umatku yang akan menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khamar, dan alat-alat musik.” (HR. Al-Bukhari no. 5590)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kalimat ‘akan menghalalkan’ menunjukkan bahwa keempat hal ini asalnya adalah haram, lalu mereka menghalalkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lihat pembahasan lengkap mengenai keshahihan hadits ini serta sanggahan bagi mereka yang menyatakannya sebagai hadits yang lemah, di dalam kitab Fath Al-Bari: 10/52 karya Al-Hafizh dan kitab Tahrim Alat Ath-Tharb karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalil lengkap:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertama:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari Abu Amir atau Abu Malik al Asy'ari:“Akan muncul di kalangan umatku, kaum-kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat-alat musik. Dan akan ada kaum yang menuju puncak gunung kembali bersama ternak mereka, lalu ada orang miskin yang datang kepada mereka meminta satu kebutuhan, lalu mereka mengatakan: ‘Kembalilah kepada kami besok.’ Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala membinasakan mereka di malam hari dan menghancurkan bukit tersebut. Dan Allah mengubah yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi, hingga hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari, 10/5590)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari Anas bin Malik: Ada dua suara yg terlaknat didunia &amp;amp; akhirat: seruling ketika ada kenikmatan, dan gemerincing ketika terjadi musibah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
dikeluarkan oleh al Bazzar&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketiga:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari Abdullah bin Abbas: Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas diriku minuman keras, judi, genderang dan segala yg memabukkan adalah haram&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
oleh Qais bin Habtar an Nahsyali&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keempat:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari Abdullah bin Amr: Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr, judi, gendang dan ghubaira dan setiap yg memabukkan adalah haram&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kelima:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari Imran bin Hushain: Umatku suatu saat akan mengalami bencana pelemparan batu (dr langit), pengubahan bentuk dan pembenaman, ada yg bertanya "wahai Rasulullah bilakah itu akan terjadi" Beliau menjwb "Apabila alat2 musik &amp;amp; para penyanyi tlh memasyarakat &amp;amp; berbagai mcm khamr dikonsumsi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
oleh At Tirmidzi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hadits rebana:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nyanyian pada hari Raya ‘Idain (Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha). Dalilnya adalah pada hadits ‘Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk menemui ‘Aisyah dan disana ada dua orang budak perempuan kecil yang memukul-mukul rebana, maka Abu Bakar membentak keduanya. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Biarkanlah mereka, karena setiap kaum memiliki hari raya, dan hari raya kita adalah hari ini,”. (HR. Bukhari)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nyanyian dan rebana pada saat pernikahan. Dalilnya adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pemisah antara yang halal dan yang haram adalah pukulan rebana dan nyanyian pada saat pernikahan (nyanyian hanya untuk anak perempuan saja),”. (Hadits shahih riwayat Ahmad).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rebana diperbolehkan digunakan saat hari Raya dan pernikahan. Juga dimainkan hanya oleh anak-anak perempuan yang masih kecil. Dan tidak boleh, -perhatikan- tidak boleh menggunakan rebana atau alat musik lainnya untuk berdzikir, sebagaimana orang-orang sufi menggunakannya untuk berdzikir dan menganggapnya sunnah. Padahal hal tersebut adalah bid’ah selama-lamanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penjelasan:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nyanyian secara mutlak adalah hal yang diharamkan, baik disertai dengan musik maupun tanpa alat musik, baik liriknya berbau maksiat maupun yang sifatnya religi (nasyid). Hal itu karena dalil-dalil di atas bersifat umum dan tidak ada satupun dalil yang mengecualikan nasyid atau nyanyian tanpa musik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jadi nyanyian dan musik ini adalah dua hal yang mempunyai hukum tersendiri. Surah Luqman di atas mengharamkan nyanyian, sementara hadits di atas mengharamkan alat musik. Jadi sebagaimana musik tanpa nyanyian itu haram, maka demikian pula nyanyian tanpa musik juga haram, karena keduanya mempunyai dalil tersendiri yang mengharamkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai pelengkap, berikut kami membawakan beberapa ucapan dari keempat mazhab mengenai haramnya musik dan nyanyian:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
A. Al-Hanafiah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Abu Hanifah rahimahullah berkata, “Nyanyian itu adalah haram dalam semua agama.” (Ruh Al-Ma’ani: 21/67 karya Al-Alusi)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Abu Ath-Thayyib Ath-Thabari berkata, “Abu Hanifah membenci nyanyian dan menghukumi perbuatan mendengar nyanyian adalah dosa.” (Talbis Iblis hal. 282 karya Ibnu Al-Jauzi)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
B. Al-Malikiah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ishaq bin Isa Ath-Thabba’ berkata, “Aku bertanya kepada Malik bin Anas mengenai nyanyian yang dilakukan oleh sebagian penduduk Madinah. Maka beliau menjawab, “Tidak ada yang melakukukan hal itu (menyanyi) di negeri kami ini kecuali orang-orang yang fasik.” (Riwayat Al-Khallal dalam Al-Amru bil Ma’ruf wan Nahyu anil Munkar hal. 142, Ibnu Al-Jauzi dalam Talbis Iblis hal. 282, dan sanadnya dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Tahrim Alat Ath-Tharb hal. 98)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Abu Ath-Thayyib Ath-Thabari berkata, “Adapun Malik bin Anas, maka beliau telah melarang dari menyanyi dan mendengarkan nyanyian. Dan ini adalah mazhab semua penduduk Madinah.” (Talbis Iblis hal. 282)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
C. Asy-Syafi’iyah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Aku mendapati di Iraq sesuatu yang bernama taghbir, yang dimunculkan oleh orang-orang zindiq guna menghalangi orang-orang dari membaca AL-Qur`an.” (Riwayat Abu Nuaim dalam Al-Hilyah: 9/146 dan Ibnu Al-Jauzi dalam Talbis Iblis hal. 283 dengan sanad yang shahih)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Taghbir adalah kumpulan bait syair yang berisi anjuran untuk zuhud terhadap dunia, yang dilantunkan oleh seorang penyanyi sementara yang hadir memukul rebana mengiringinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kami katakan: Kalau lirik taghbir ini seperti itu (anjuran zuhur terhadap dunia) dan hanya diiringi dengan satu alat musik sederhana, tapi tetap saja dibenci oleh Imam Asy-Syafi’i, maka bagaimana lagi kira-kira jika beliau melihat nasyid yang ada sekarang, apalagi jika melihat nyanyian non religi sekarang?!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiah berkata mengomentari ucapan Asy-Syafi’i di atas, “Apa yang disebutkan oleh Asy-Syafi’i bahwa taghbir ini dimunculkan oleh orang-orang zindiq adalah ucapan dari seorang imam yang mengetahui betul tentang landasan-landasan Islam. Karena mendengar taghbir ini, pada dasarnya tidak ada yang senang dan tidak ada yang mengajak untuk mendengarnya kecuali orang yang tertuduh sebagai zindiq.” (Majmu’ Al-Fatawa: 11/507)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ibnu Al-Jauzi berkata, “Murid-murid senior Asy-Syafi’i radhiallahu anhum mengingkari perbuatan mendengar (nyanyian).” (Talbis Iblis hal. 283)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ibnu Al-Qayyim juga berkata dalam Ighatsah Al-Luhfan hal. 350, “Asy-Syafi’i dan murid-murid seniornya serta orang-orang yang mengetahui mazhabnya, termasuk dari ulama yang paling keras ibaratnya dalam hal ini (pengharaman nyanyian).”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karenanya Ibnu Al-Jauzi berkata dalam Talbi Iblis hal. 283, “Maka inilah ucapan para ulama Syafi’iyah dan orang-orang yang baik agamanya di antara mereka (yakni pengharaman nyanyian). Tidak ada yang memberikan keringanan mendengarkan musik kecuali orang-orang belakangan dalam mazhabnya, mereka yang minim ilmunya dan telah dikuasai oleh hawa nafsunya.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
D. Al-Hanabilah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata, “Aku bertanya kepada ayahku tentang nyanyian, maka beliau menjawab, “Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan di dalam hati, saya tidak menyukainya.” (Riwayat Al-Khallal dalam Al-Amru bil Ma’ruf hal. 142)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ibnu Al-Jauzi berkata dalam Talbis Iblis hal. 284, “Adapun nyanyian yang ada di zaman ini, maka terlarang di sisi beliau (Imam Ahmad), maka bagaimana lagi jika beliau mengetahui tambahan-tambahan yang dilakukan orang-orang di zaman ini.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kami katakan: Itu di zaman Ibnu Al-Jauzi, maka bagaimana lagi jika Ibnu Al-Jauzi dan Imam Ahmad mengetahui bentuk alat musik dan lirik nyanyian di zaman modern seperti ini?!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kesimpulannya:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ibnu Taimiah rahimahullah berkata, “Imam Empat, mereka telah bersepakat mengharamkan alat-alat musik yang merupakan alat-alat permainan yang tidak berguna.” (Minhaj As-Sunnah: 3/439)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata, “Hendaknya diketahui bahwa jika rebana, penyanyi wanita, dan nyanyian sudah berkumpul maka mendengarnya adalah haram menurut semua imam mazhab dan selain mereka dari para ulama kaum muslimin.” (Ighatsah Al-Luhfan: 1/350)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Al-Albani rahimahullah berkata dalam Tahrim Alat Ath-Tharb hal. 105 berkata, “Para ulama dan fuqaha -dan di antara mereka ada Imam Empat- telah bersepakat mengharamkan alat-alat musik, guna mengikuti hadits-hadits nabawiah dan atsar-atsar dari para ulama salaf.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tulisan yang TS posting dalam thread ini diambil dari beberapa sumber, seperti &lt;a href="http://www.almanhaj.or.id/"&gt;www.almanhaj.or.id&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.abul-jauzaa.blogspot.com/"&gt;www.abul-jauzaa.blogspot.com&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://www.asysyariah.com/"&gt;www.asysyariah.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.muslim.or.id/"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.rumaysho.com/"&gt;www.rumaysho.com&lt;/a&gt; dll&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai tambahan industri musik sudah sebagai alat sarana penyebaran iluminati / satanisme bisa gogling diyoutube "Satanisme kebudayaan modern"&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Wallohu A'lam&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=13082199" target="_blank"&gt;Sumber KASKUS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
thanks &lt;a href="http://www.kaskus.co.id/member.php?u=1719437" target="_blank"&gt;saciladpabu&lt;/a&gt; &lt;img alt="saciladpabu is offline" border="0" class="inlineimg" src="http://static.kaskus.co.id/images/statusicon/user_offline.gif" style="background-color: #eae5ce; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px; vertical-align: middle;" title="saciladpabu is offline" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;illegal function="" style="background-color: #eae5ce; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;/illegal&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h2 style="font-size: 10pt; font-weight: normal; margin: 0px;"&gt;
kaskus addict&lt;/h2&gt;
</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2012/10/siapa-bilang-musik-haram.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://4.bp.blogspot.com/-1wWiNU_MXRw/UH0QRC_hDhI/AAAAAAAAANI/-tVQekVX_aU/s72-c/hukum-musik-2.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-5869729232164030093</guid><pubDate>Wed, 10 Oct 2012 08:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-10T03:22:17.647-07:00</atom:updated><title>Underground Undercover</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pendidikan raja tega karena yang lemah harus mengalah. Pendidikan hanya milik kaum kaya dan penguasa sejahtera, maka panjang umurlah maha raja. Jangan mimpi kemapanan, karena awal kebodohan. Suarakan lantang anti kemapanan untuk penindasan dengan dalang para raja jahanam. Semangat di jalanan, hantam rata hajar saja. Para raja kirim dogma gila pada prajuritnya untuk kepentingan pribadinya. Kecurangan tak jadi soal, asal semua lunas terbayar. Politik anjing dimainkan meski dalam medan yang miring. Politik dan dogma anjing dipamah mentah tanpa muntah. Hanya telusuri teritori buah pikir maha raja dan para pemuka. Tak mengerti benar salah yang penting pamah, makan dan laksanakan hingga para raja durhaka tertawa. Mengaku berjuang untuk rakyat dan masyarakat, padahal hanya demi uang dan jabatan semata. Masih sekolah sudah pintar berpolitik, beretorika, dan perang saudara. Lantas bagaimana masa tua mereka, apa memang selamanya harus jadi anjing rakus di atas panggung kegilaan atas kehormatan.Kewajaran kini&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;kosong, karena wajar memang hanya kosong. Yang ada hanya anjing dan serangkaian mainset juga doktrinnya. Organisasi terstruktur bukan komunitas, bukan juga ajang dan wadah cari jodoh, tapi wadah dan media perjuangan untuk sebuah perubahan. Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata, bukan hanya membual seperti pemabuk pinggiran jalan. Kalau didik anak dan saudara, ajarkan kebaikan. Jangan kalian jadikan mereka kelinci percobaan dengan transformasi doktrin setan yang menyesatkan. Kita hidup memang penuh gesekan, tapi tak selamanya harus terjadi karna kita pasti mati. Maha raja yang gila hormat memperkosa dengan wibawa yang memaksa, sehingga harus menunduk ketika bicara padanya. Senioritas benih kehancuran system kerajaan, karena ada strata baru yang dibangun untuk sebuah perbedaan. Kekuatan berpikir para abdi tak harus kalah dan dikalahkan para maha raja, karena tak munafik usia hanya angka bagitupun strata. Hai, kalian para anjing bertobatlah dan menangislah malu, Agar dibaptis semua hilafmu. Atau mati saja sekalian agar musuh kalian senang dan memaafkanmu ketika melihatmu terpejam paksa di liang kuburan. Suarakan anti kemapanan untuk system jahanam kehidupan. jangan bicara tentang dosa, karena system ini sudah kami anggap sebagai neraka. Suarakan anti kemapanan, dan lakukan apa yang jadi keinginan dalam koridor yang benar. Suarakan anti kemapanan untuk perangi doktrin anjing yang menjalar. Suarakan anti kemapanan, untuk pembantaian jiwa rakus raja jahanam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-hJIRkLKOy3g/UHU3h2-A56I/AAAAAAAAAMQ/iJab2FEg-C0/s1600/potret_pendidikan_indonesia_by_MusiKeras.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-hJIRkLKOy3g/UHU3h2-A56I/AAAAAAAAAMQ/iJab2FEg-C0/s1600/potret_pendidikan_indonesia_by_MusiKeras.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Lalu apa kita harus berhenti suarakan anti kemapanan?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak perlu bisu mulut kita, ketika melihat banyak fenomena sarat retorika di kolong langit ini. Bagaimana kaum pecundang yang bermodal bahasa kemasan berutopia mejadi pemimpin Negara atau instansi dan kemudian terpilih. Apa kita tak takut dipecundangi oleh sang pecundang. Bahkan ada professor bodoh yang bermodal jas agar dianggap jenius, karangan buku pesanan yang tanpa pemikiran hanya bersifat instan di jual di pasaran untuk menguasai pasar bebas pendidikan, Kasihan sekali anak bangsa. Lantas apa kita berhenti suarakan anti kemapanan?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jangan dulu, suarakan lantang anti kemapanan untuk penghapusan retorika dan kepalsuan. Bungkam mulut mereka yang sarat bahasa kebohongan, cekal mereka yang berperangai antipati minoritas atau berlagak angkuh terhadap kemarginalan yang termarginalkan.&lt;/div&gt;
</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2012/10/underground-undercover.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://2.bp.blogspot.com/-hJIRkLKOy3g/UHU3h2-A56I/AAAAAAAAAMQ/iJab2FEg-C0/s72-c/potret_pendidikan_indonesia_by_MusiKeras.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-4517228027898588588</guid><pubDate>Mon, 01 Oct 2012 12:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-10T03:22:46.612-07:00</atom:updated><title>Sejarah Musik Rock Indonesia</title><description>&lt;span style="text-align: justify;"&gt;Musik rock di Indonesia mulai menjejak pada tahun 1970-an. Dan kemunculannya pun tidak bisa dilepaskan dari para pionir mulai&amp;nbsp;dari Giant Step, God Bless, Gang Pegangsaan, Gypsy, Super Kid, Terncem, KA/SAS, Bentoel, hingga Rawe Rontek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tapi sebelum tahun 1970-an, sebenarnya sudah ada sebuah band bernama The Rollies, yakni grup band beraliran jazz rock yang&amp;nbsp;dibentuk di Bandung dan menjadi kebanggaan Kota Kembang pada tahun 1967, bahkan sempat populer hingga awal 1980-an. Para&amp;nbsp;personelnya terdiri dari Bangun Sugito (vokal), Uce F. Tekol (bas), Jimmy Manoppo (drum), Benny Likumahuwa (trombon), Delly&amp;nbsp;Joko Arifin (keyboards/vokal), Bonny Nurdaya (gitar), dan Teungku Zulian Iskandar (saksofon).&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
The Rollies adalah kelompok rock tertua Indonesia dan termasuk grup yang paling sering mengalami bongkar pasang pemain. Dalam&amp;nbsp;perjalanannya, grup yang telah merintis ke dunia rekaman pada tahun 1967 ini sempat menjadi grup papan atas yang disegani&amp;nbsp;penonton Bandung, Jakarta, Medan, dan Malang. Banyak yang menganggap The Rollies sebagai peletak dasar band rock Indonesia&amp;nbsp;yang telah memberikan kontribusi bagi musik Indonesia masa kini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Giant Step&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama Giant Step memang tidak sefenomenal dan melegenda seperti halnya The Rollies atau God Bless. Meski demikian, grup era&amp;nbsp;1970-an asal Kota Bandung ini bisa dikatakan sebagai satu-satunya band rock Indonesia pada masa itu yang paling tidak suka&amp;nbsp;membawakan lagu-lagu orang lain atau grup lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan kata lain, Giant Step merupakan band rock yang berani "melawan arus" pada masa itu. Ketika band-band rock pribumi lain&amp;nbsp;gemar membawakan lagu-lagu karya The Beatles, Rolling Stones, Led Zeppelin, Deep Purple, Black Sabbath, atau Grand Funk&amp;nbsp;Railroad, Giant Step justru lebih bangga membawakan lagu-lagu karya mereka sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka juga termasuk band rock yang lumayan produktif. Setidaknya ada tujuh album yang dihasilkan dalam kurun waktu 1975-1985. Tentu bukan hanya itu, Giant Step pun termasuk dari sedikit band rock pribumi yang berkiblat pada jenis musik progresif yang&amp;nbsp;pada masa itu lebih sering disebut sebagai art rock, seperti yang diusung grup-grup Inggris macam King Crimson, Jethro Tull, Pink&amp;nbsp;Floyd, Gentle Giant, Yes, Genesis, dan ELP (Emerson, Lake, and Palmer). Benny Soebardja dan Albert Warnerin adalah dua orang&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
yang membidani kelahiran Giant Step pada awal 1970-an di Bandung, kota yang sering dijuluki sebagai gudangnya para seniman&amp;nbsp;musik yang kreatif.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;God Bless&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah The Rollies dan Giant Step, God Bless gantian menyandang predikat sebagai grup band rock papan atas di Indonesia pada&amp;nbsp;masa itu. Bahkan bisa dibilang, God Bless adalah raja panggungnya musik Indonesia. God Bless mendeklarasikan diri sebagai grup&amp;nbsp;band rock pada 5 Mei 1973, dengan formasi awal Achmad Albar (vokal), Fuad Hassan (drum), Ludwig Lemans (gitar), Donny Fattah&amp;nbsp;(bas), dan Jockie Soeryoprayogo (keyboards).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di antara beberapa band rock yang hadir di masa itu, seperti Giant Step dan The Rollies, God Bless bisa dibilang hampir tak&amp;nbsp;tertandingi. Kendati kerap mengusung repertoar asing milik Deep Purple, ELP hingga Genesis, namun aksi panggung serta skill&amp;nbsp;masing-masing personelnya boleh dibilang di atas rata-rata. Tapi karena terlalu sering menyanyikan lagu asing, gaya musik para&amp;nbsp;personel God Bless sedikit banyak terpengaruh. Hal tersebut tergambar jelas dalam garapan musik album perdana mereka, Rumah di Atas Bukit, yang cukup banyak terpengaruh sound Genesis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain tidak memiliki gaya bermusik yang solid, keanggotaan God Bless juga bisa dibilang kurang solid. Sebab, dalam perjalanannya&amp;nbsp;grup ini terhitung sangat sering gonta-ganti personel. Dari grup ini, nama Ian Antono mulai menarik perhatian dan menjadi gitaris&amp;nbsp;pertama yang berkibar di jalur rock Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Grup-Grup Lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya cukup banyak grup band rock Indonesia yang eksis di tahun 1970-an. Tapi, lagu-lagu yang dimainkan di era itu&amp;nbsp;kebanyakan bukanlah lagu karya mereka sendiri, melainkan milik band-band luar negeri, misalnya lagu milik Deep Purple, Jefferson&amp;nbsp;Airplane, Black Sabbath, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Rolling Stones hingga ELP. Tradisi yang kontraproduktif itu kemudian&amp;nbsp;melahirkan beberapa band Indonesia yang namanya sempat mengharum di pentas nasional. Sebut saja misalnya El Pamas, Grass&amp;nbsp;Rock (Malang), Power Metal (Surabaya), Adi Metal Rock (Solo), Val Halla (Medan) hingga Roxx (Jakarta).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalu, sejak awal tahun 1980-an, musik rock agak sedikit terlupakan lantaran booming-nya musik thrash metal di&amp;nbsp;kalangan anak-anak muda, bahkan di seluruh dunia. Sejak saat itu, mulailah bermunculan warna-warna baru dalam musik rock&amp;nbsp;dengan sound yang lebih garang, speed menonjol, lengkingan vokal yang tinggi, dan distorsi gitar yang lebih tebal, seiring dengan&amp;nbsp;majunya perangkat efek gitar dan teknologi sound system-nya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada Era 1980-an hingga 1990-an akhirnya muncul mazhab-mazhab musik heavy metal, hard rock, dan speed metal. Penampilanpenampilan&amp;nbsp;musisi pada era ini tergolong "gila". Bahkan para fans-nya juga membuat geng-geng guna mendukung grup band-nya&amp;nbsp;masing-masing, dan ini menjadi cikal bakal seringnya tawuran di saat live music. Pada era ini pula mulai ada fans yang melakukan&amp;nbsp;head banger alias mengibaskan rambut yang gondrong atau menggoyang-goyang kepala sambil mengikuti beat lagu, disertai salam&amp;nbsp;metal tiga jari (yang kemudian salam ini dipakai oleh salah satu partai di Indonesia).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Meski band-band rock di tahun 1980-an sedikit terlindas oleh roda musik heavy metal, tidak demikian halnya dengan musisi rock&amp;nbsp;solo. Sebab, pada tahun 1985, muncul nama Nicky Astria dengan albumnya, “Jarum Neraka”, yang digarap bersama&amp;nbsp;Ian Antono. Album itu ternyata laris di pasaran hingga terjual di atas 250 ribu kaset. Album "Jarum Neraka" itu disebutsebut&amp;nbsp;sebagai album rock Indonesia pertama yang mampu menyaingi album lagu pop dalam mendobrak angka penjualannya. BASF&amp;nbsp;Awards menganugerahi album ini sebagai album rock terlaris di tahun yang sama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Roxx, Sebuah Kegairahan Baru&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada tahun 1980-an juga di Indonesia muncul sebuah kegairahan baru dalam musik rock. Sebuah grup band bernama Roxx&amp;nbsp;dianggap sebagai icon kegairahan baru tadi. Roxx adalah grup cadas era 80-an yang pernah menjadi fenomen pada masanya.&amp;nbsp;Mereka pun dianggap sebagai grup yang paling beruntung karena dengan mudah bisa melakukan rekaman untuk single pertama&amp;nbsp;mereka, "Rock Bergema". Kemudahan itu bisa mereka raih setelah menjadi salah satu finalis "Festival Rock Se-Indonesia ke-V". Bagi Roxx, mendapat kontrak rekaman dari label adalah obsesi yang terlalu muluk pada saat itu. Jangankan&amp;nbsp;rekaman, demo rekaman bisa diputar di radio saja mereka sudah bahagia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saat itu, stasiun radio yang rutin mengudarakan musik- musik rock atau metal adalah Radio Bahama, Radio Metro Jaya, dan Radio&amp;nbsp;SK. Dari beberapa radio tersebut mungkin yang paling legendaris adalah Radio Mustang. Sebab, mereka punya program bernama "Rock N Rhythm" yang mengudara setiap Rabu malam dari pukul 19.00 - 21.00 WIB.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada era 1980-an pula para pencinta musik rock mencicipi masa-masa kejayaan di seluruh Indonesia. Tetapi kejayaan itu tidak&amp;nbsp;bertahan lama lantaran para fans masing-masing band yang memiliki geng-geng-nya sendiri-sendiri mulai bersikap anarkis dan mau&amp;nbsp;menang sendiri. Mereka ingin diakui sebagai geng yang terkuat, terbesar, dan anggotanya terbanyak. Sejak saat itu mulailah setiap&amp;nbsp;pentas musik rock diwarnai dengan tawuran, kekacauan, bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Musik Independen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Memasuki era 1990-an, muncul gerakan baru dalam industri musik Indonesia yang independen. Gerakan ini muncul karena begitu&amp;nbsp;banyaknya artis dan grup yang tak berhasil menembus perusahaan rekaman besar atau major label. Gerakan independen ini muncul&amp;nbsp;juga karena para pemusik tak rela kreativitasnya diutak-atik dan didikte oleh perusahaan-perusahaan rekaman yang besar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Gerakan independen ini digagas oleh kelompok rock asal Bandung, PAS Band, yang bergerilya memasarkan album mereka sendiri.&amp;nbsp;Ternyata, usaha PAS Band berbuah sukses. Gerakan independen ini pun tak hanya berhenti di situ, malah terus merambah ke manamana.&amp;nbsp;Beberapa grup musik independen ini malah melakukan terobosan pasar secara internasional, seperti yang telah dilakukan&amp;nbsp;oleh kelompok Tengkorak, Discus, dan Mocca.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Begitu riuh dan dinamis adegan musik Indonesia saat ini. Semakin yakinlah kita bahwa musik Indonesia masih tetap bernapas, masih&amp;nbsp;tetap menggeliat walaupun didera pelbagai kendala.&lt;/div&gt;
</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2012/10/sejarah-musik-rock-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-140413167182483680</guid><pubDate>Tue, 25 Sep 2012 18:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-10T03:22:59.247-07:00</atom:updated><title>Music Apartheid</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Oleh: &lt;/span&gt;&lt;b style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Adib Hidayat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt; - Ringback tone
(RBT) yang menjadi penyelamat sebagian pihak di industri musik Indonesia mulai
mengalami penurunan drastis! Kasus pencurian pulsa dari SMS premium membuat
pihak Menkominfo dan BRTI (Badan Regulasi Teknologi Indonesia) melakukan
pengaturan ulang untuk menertibkan beberapa layanan ponsel berlangganan
termasuk RBT. Hal tersebut dilakukan mulai 18 Oktober 2011.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa pihak seperti perusahaan rekaman dan beberapa artisnya meradang! Mereka
langsung menggelar jumpa pers dengan membuat gerakan Selamatkan Musik Indonesia
#SaveRBT. Bertempat di Hard Rock Cafe, EX Plaza, Jakarta Pusat (17/10/2011),
mereka meminta agar pemerintah tidak memberhentikan la-yanan RBT meskipun hanya
sementara.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut para pelaku industri musik, penonaktifan RBT tersebut membawa dampak
berkurangnya pendapatan musisi atau pencipta lagu. Kepada Rolling Stone
Indonesia beberapa musisi berkomentar, “RBT itu bukan hal yang haram. Kami
berharap adanya keadilan. Memang katanya untuk menyelamatkan bagian masyarakat
lain. Tapi itu tak ada kaitannya dengan RBT,” ujar vokalis band Ungu, Pasha.
“Kalau mau ditutup saya mau teriak. Jangan cuma kita diminta bayar pajak. Masa
sih nggak adil,” tandas Maia Estianty. “Masih banyak hal untuk dibahas dan
diberantas,” jelas &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;keyboardist&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; band
Kerispatih, Badai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun lewat akun Twitter pribadinya, Menteri Kominfo Tifatul Sembiring langsung
memberi bantahan soal penutupan RBT tersebut. Malah dirinya berjanji akan
meneruskan layanan RBT yang baik dan benar. Berikut lima hal yang disampaikan
Tifatul Sembiring yang ditulis tanpa edit: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Saya tegaskan TIDAK ADA penghapusan layanan RBT. Tapi semua pelanggan YG MAU
RBT harus register ulang. Yang TIDAK MAU, tdk boleh dipaksa.&lt;br /&gt;
2. Jadi sistem POTONG PULSA otomatis ditiadakan. Sebab pengguna hp tidak tahu
mengapa pulsanya dipotong. Hrs ditawarkan ulang mrk mau/tidak&lt;br /&gt;
3. Bagi penyedia jasa RBT yg baik2, tentu dibutuhkan pengguna hp dan mrk akan
daftar ulang dg KESADARAN. Jadi hal ini seperti reset ulang sj.&lt;br /&gt;
4. Semua cp harus memudahkan proses UNREG, dan pelanggan hrs mengerti betul
semua resikonya jika melakukan REG.&lt;br /&gt;
5. Pemotongan pulsa tanpa seizin/sepengetahuan pemilik hp adalah PENCURIAN,
akan sgr diusut pihak kepolisian sebagai aparat penegak hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika melihat penjelasan dari Tifatul Sembiring di atas, persoalan penertiban
tentang layanan konten SMS Premium tersebut jelas menguntungkan konsumen. &lt;br /&gt;
Mafia SMS Premium yang menyedot pulsa pelanggan menjadi persoalan serius ketika
proses pencurian pulsa ini berlangsung secara massal. Bayangkan berapa juta
penduduk Indonesia yang terkena korban akibat pulsa mereka menguap begitu saja.
&lt;br /&gt;
Dalam siaran pers, pihak label yang tergabung dalam ASIRI menulis: “RBT sebagai
penyelamat musik Indonesia karena inovasi teknologi layanan ini yang tidak
dapat dibajak, dapat dinikmati oleh konsumen, harganya terjangkau, mudah dibeli
dan lain-lain. Sangat ironis jika dihadapkan dengan kenyataan bahwa pada hari
ini terdapat wacana deaktivasi layanan RBT dilakukan sedangkan situs situs &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;illegal download&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; tetap saja eksis
dan bajakan CD/VCD masih marak terjadi di pasar. Kami sangat mengkhawatirkan
perkembangan musik Indonesia saat ini akan terpukul dan menimbulkan resiko
fatal bilamana penanganan dan regulasi yang akan diterapkan kurang spesifik
pada inti penyimpangannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pro dan kontra tentang &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Ringback Tone&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;
menuai debat terbuka antarmusisi sendiri. Antara mereka yang mendukung terus
RBT dan mereka yang setuju jika misalnya RBT dihentikan. Mereka yang mendukung
RBT jelas yang mendapat pemasukan dari layan-an 30 detik ini. Mereka yang
menolak adalah musisi yang tidak bisa menikmati. Namun ada pula yang memiliki
pemikiran bahwa dengan berkurangnya RBT, maka CD sebagai media yang masih
diproduksi akan meningkat penjualannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembagian royalti di wilayah musik saat ini sedang mengalami persoalan.
Beberapa musisi dunia mulai mengajukan tuntutan kepada pihak label berkaitan
dengan pembagian royalti yang menurut mereka tidak sesuai aturan. Seperti
Eminem bertarung dengan Interscope/Universal berkaitan dengan royalti yang
diterima Eminem dari penjualan konten digital di iTunes. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Steve Knopper, kontributor Rolling Stone US dan penulis Music Biz yang
menulis buku &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;Appetite For Self Destruction&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;
(2009), dalam artikelnya berjudul &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;The New Economics of the
Music Industry&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; mengatakan, ”Di masa lalu jauh lebih mudah untuk
menjadi bintang pop dan bersaing dengan berapa banyak mereka dibayar. Seseorang
akan membeli CD di Tower Records sebesar $15 dan beberapa dolar akan muncul
bulan kemudian pada lembaran royalti bintang tersebut. Kemudian iTunes dari
Apple mengambil alih bisnis rekaman, dan itu lebih mudah (jika tidak lebih
menguntungkan) - setiap kali seseorang membeli lagu 99-sen, beberapa sen masuk
ke rekening bank artis. Hari ini, penggemar musik memainkan video musik gratis
di YouTube, lagu &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;streaming&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; gratis
di Spotify, Mog atau Rdio, stasiun radio Internet menyesuaikan pada Pandora
atau Slacker dan mengkonsumsi musik miliaran dengan cara yang berbeda. Pecahan
royalti dana untuk seniman membuat masing-masing layanan ini hampir mustahil
untuk dilacak - setidaknya untuk saat ini. “Orang menyederhanakan ini dan
berkata, ‘Tidak ada uang di dalamnya,’” kata Jeff Harga, pendiri TuneCore, yang
menangani banyak musisi untuk menempatkan lagu mereka langsung ke iTunes,
Spotify dan lain-lain. “Tapi itu kompleks, rumit dan masih dikerjakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamis malam 10 November 2011 di jejaring Twitter berlangsung diskusi menarik
tentang musik digital. Mulanya Indra Q, pemain keyboard dari BIP yang pernah
memperkuat Slank dan sekarang sibuk dengan pekerjaan barunya sebagai &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;sound engineer&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; andal untuk &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;mixing&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;mastering&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; album-album band
Indonesia, melemparkan wacana tentang perusahaan rekaman yang mau menghentikan
produksi CD karena dianggap sudah tidak bisa dijual lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percakapan di &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;micro blog&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; itu berlanjut soal
bagaimana masa depan berikutnya musik digital di Indonesia? Apakah RBT juga
akan segera tamat? Triawan Munaf, praktisi iklan yang juga ayah dari Sherina
dan pernah memperkuat band Giant Steps, kemudian berbagi cerita tentang
bagaimana susahnya membeli lagu, aplikasi, dan film di iTunes/App Store di
Indonesia. Karena akses membeli lagu, aplikasi, film di iTunes negara seperti
Inggris atau Amerika yang memiliki koleksi lengkap tidak bisa dilakukan di Indonesia
dengan memakai kartu kredit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;gift card&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; iTunes susah ditemukan di
Indonesia. Bayangkan jika iTunes/App Store Indonesia dipenuhi oleh musik
Indonesia dari era baru dan era sekarang. Video klip dulu dan video klip
sekarang. Serta pertunjukan &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;live&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; atau film
Indonesia yang mudah dibeli dengan memakai &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;voucher&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; iTunes
Indonesia yang mudah didapatkan dimana-mana atau lewat kartu kredit. Harus
diakui bahwa iTunes dan Apple memiliki pesona berbeda jika dibandingkan dengan
layanan konten lain yang menjual musik digital. iTunes dan ragam produk Apple
menjadi bentuk bentuk ”budaya” tersendiri yang memiliki banyak penggemar
militan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kasus ini, Mathew Danile, &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-hansi-theme-font: minor-latin;"&gt;vice president&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;
sebuah distributor musik digital di Cina memiliki pemikiran menarik. Menurutnya,
apa yang terjadi di Asia, termasuk Indonesia, adalah ”Music Apartheid”.
Penikmat musik di Asia tidak diberi hak yang sama untuk menikmati musik
digital. Berbagai gadget mutakhir dirilis tiap hari. Namun akses membeli musik
secara legal lewat Amazon dan iTunes tidak bisa diakses di Asia. Padahal
penjualan iPod dan MP3 player sangat tinggi di kawasan Asia. ”Ke mana konsumen
mengisi lagu-lagu untuk iPod dan MP3 Player mereka? Sudah pasti akan mencari di
Internet. Mengunduh lagu-lagu tanpa harus membayar!” Walau beberapa telco telah
berusaha membuat teroboson dengan mendirikan portal yang menjual musik secara
legal, seperti LangitMusik dan Melon. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dody Is dari Kahitna lewat akun Twitter-nya sempat melempar pernyataan menarik
saat berdiskusi dengan Indra Q dan Triawan Munaf. ”Masyarakat kita termasuk
musisinya tampaknya belum siap dengan industri musik digital. Hanya lingkaran
kecil. Kalau musisinya kompak dan tidak gampang diadu domba, percaya kalau
tatanan musik industri yang baru akan lahir, di mana lebih memperhatikan
semua.”&lt;/div&gt;
</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2012/09/music-apartheid.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-664559617325473159</guid><pubDate>Tue, 25 Sep 2012 18:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-10T03:23:15.760-07:00</atom:updated><title>Musik VS Emosi !!</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;oleh: rahadian alif rachman, Bogor&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Apa yang dirasaain kalo dengerin musik rock?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Kalo musik pop? Gimana dengan musik jazz?&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Apa sama?&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Musik adalah salah satu bentuk komunikasi &lt;em&gt;nonverbal&lt;/em&gt;, dimana dalam
musik -termasuk &lt;em&gt;lyric &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;arrangement &lt;/em&gt;yang dibentuknya- mengandung
ajakan terhadap si pendengar untuk merasakan emosi apa yang diekspresikan oleh
si pencipta atau si &lt;em&gt;arranger&lt;/em&gt;. Emosi dapat dikatakan bentuk aksi yang
berhubungan dengan pengalaman sehari-hari, kebiasaan, persepsi-persepsi,
memori, suasana hati, dan lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;
Musik diyakini dapat mempengaruhi emosi si pendengar, dalam arti aktifnya
berbagai kognisi dan perasaan si pendengar tersebut. Sebuah penelitian
neurologis yang dilakukan Kaufmann dan Frisina* (1992) menyatakan bahwa separuh
dari otak manusia memiliki tugas untuk memproses berbagai aspek pengalaman yang
diperoleh dari kegiatan musikal.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Modus (tangga nada mayor atau minor), harmoni (sederhana atau rumit), irama
(monoton atau lancar), tempo (cepat atau lambat), dan garis melodi (naik atau
turun) merupakan elemen-elemen dalam musik dalam mengekspresikan emosi. Elemen
tersebut dapat mempengaruhi emosi pendengarnya, seperti contoh: Bila musik
dimainkan secara cepat pada modus mayor, pendengar akan menangkap kesan riang
gembira. Sebaliknya bila dalam tempo lambat dan modus minor, pendengar akan
menangkap kesan perasaan yang sensitif.&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;“Apa yang mempengaruhi penciptaan sebuah musik -dalam menentukan
kombinasi modus, harmoni, irama, tempo, garis melodi-? Lalu apa yang membuat lw
lebih memilih mendengarkan musik yang ini daripada musik yang itu? …Emosi!!”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
Musik biasa digunakan sebagai “agen perubahan”, untuk merubah tahapan
suasana hati (&lt;em&gt;mood&lt;/em&gt;)-nya, seperti sering kita mendengar: ‘musik membuat
saya lebih rileks saat cemas’. Musik juga biasa digunakan sebagai sarana
pelepasan emosi. Sesungguhnya musik tidak berperan menghasilkan emosi, tetapi
lebih menyediakan akses bagi seseorang untuk emosi-nya.&lt;br /&gt;
Untuk itu jangan takut untuk mengekspresikan emosi dalam bermusik. Sampaikan
‘emosi’ itu dengan emosimu sendiri. Karena musik tanpa emosi adalah hambar!!
Karena “&lt;em&gt;Music is an emotional communication&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;* : Kaufmann, W. and Frisina, R. 1992. &lt;u&gt;Preface: the Fusion of
Neuroscience and Music&lt;/u&gt;. Psychomusicology, 11, 76-78.&lt;/em&gt;</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2012/09/musik-vs-emosi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-551997323179537347</guid><pubDate>Tue, 25 Sep 2012 18:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-25T11:54:06.308-07:00</atom:updated><title/><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Beberapa hal baru yang kami coba lakukan, coba aja liat
dibawah ini. Tnyalah jika ingin Tanya, proteslah jika itu menyakitkan hati
lemah kalian, dan support jika itu layak untuk kalian, Beware for this shit!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2012/09/beberapa-hal-baru-yang-kami-coba.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-2066525128770066304</guid><pubDate>Wed, 27 Jun 2012 08:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-10-10T03:24:29.201-07:00</atom:updated><title>Kenali, Pahami, Cintai Musik Metal</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya menulis tulisan ini bukan sebagai pengamat musik, apalagi seorang kritikus musik. tetapi saya menulis tulisan ini hanyalah untuk menyuarakan rasa kepedulian saya terhadap realita-realita yang terjadi pada komunitas metal negeri ini, khususnya kota Jakarta, kota dimana saya lahir dan tinggal. Kondisi kota Jakarta semakin tidak terkendali, masalah kemacetan, banjir hingga cuaca ekstrim seolah tidak berhenti menggempur ibu kota kita yang konon lebih kejam dari ibu tiri ini. Tidak sedikit dari anak muda kota ini yang membutuhkan sebuah “pelarian” untuk melupakan sejenak semua masalah yang mereka hadapi di tiap detik kehidupan mereka. Acara musik konon sudah menjadi salah satu “sarana” pelarian yang paling diminati. Beda kalangan tentu acara yang didatangi juga berbeda, bagi mereka yang rela menghabiskan uang orang tua demi meminum sebotol Jack Daniels bersama kerabat dekat di dalam ruangan sempit penuh tata cahaya dan diiringi musik dance gaya eropa dan kroni-kroninya, sudah tentu klub malam di seputaran kemang dan &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;menteng lah yang mereka pilih. Tapi bagi mereka yang sudah muak dengan kemunafikan dari gengsi insan-insan ibukota yang setiap hari selalu menghantui kehidupan mereka, sudah tentu mereka memilih acara metal sebagai tempat pelarian. Disinilah sebenarnya yang banyak salah kaprah, banyak dari mereka yang baru mengenal acara metal (walaupun tidak semua) hanya menjadikannya sebagai tempat pelarian dan ajang cari ribut, tanpa peduli dengan musik macam apa yang mereka dengar, lyric macam apa yang disampaikan pengisi acara kepada mereka. Dan yang lebih menyedihkannya lagi, sebagian besar diantara mereka hanya menunggu “jebolan” sebagaimana layaknya supporter sepak bola. Jika panitia tidak memberikan apa yang mereka inginkan, mereka tidak segan-segan memaksa, membuat onar atau apapun yang bisa membuat pihak panitia berubah pikiran dan mengizinkan mereka masuk tanpa bayar, alias gratis. Alhasil keributan pun sering kali tidak bisa dihindari dan aparat terkadang harus memberhentikan acara dengan paksa. Mungkin bedasarkan fakta-fakta inilah pandangan khalayak luas terhadap komunitas metal selalu diidentikan dengan hal-hal yang cenderung kasar, urakan dan tidak berkelakuan baik, tidak ada yang bisa disalahkan, pandangan mereka terbentuk bedasarkan apa yang mereka lihat. Dan pandangan khalayak luas bukanlah hal yang mudah untuk dirubah. Tetapi sayangnya, mereka hanya menilai dari segelintir orang yang sama sekali tidak mengerti mengenai musik metal yang selalu menyuarakan isu-isu tentang perdamaian, kebebasan, kebersamaan dan kritik-kritik sosial politik. Saya yakin bahwa mereka yang merusak citra komunitas metal dimuka khalayak luas bukanlah anak metal sejati. Mereka hanyalah kumpulan bocah-bocah ABG berpakaian hitam-hitam penuh tatoo dan piercing yang datang ke acara metal bukan bedasarkan “panggilan jiwa” , tetapi hanya bedasarkan gensi yang mengatasnamakan eksistensi. Jika orang-orang seperti ini tidak pernah berubah, maka persepsi khalayak luas terhadap komunitas metal pun tidak akan pernah berubah pula. “Insan-insan underground kita sudah banyak berubah” begitu tanggapan kawan saya Janger (bukan nama asli). “ dan sebenernya bukan komunitasnya yang salah menurut gue, tapi anak-anak yang baru kenal metal itu yang menurut gue harus lebih dewasa dulu” begitu tambahnya . Janger dan saya berselisih umur cukup jauh. Dia merupakan salah satu dari ribuan saksi hidup konser metallica di jakarta pada tahun 1993. Dan Janger juga memberikan beberapa kesaksian mengenai pengalaman pahitnya menjadi anak metal pada zamannya. Kesaksian tersebut jelas tidak jauh berbeda dengan Kesaksian yang dipaparkan oleh Andre Tiranda (Siksa Kubur) dan Arian 13 (Seringai) Dalam film “Global metal” karya sutradara asal Kanada Scot McFadyen dan seorang antropologist Sam Dunn. Bedasarkan kesaksian mereka dalam film itu, seharusnya kita sudah bisa membayangkan betapa tidak bebasnya perkembangan musik metal dizaman orde baru masih mengendalikan kekuasaan penuh terhadap negri ini dan bagaimana sulitnya perjuangan mereka membangun komunitas metal setelah rezim orde baru digulingkan oleh gerakan mahasiswa pada tahun 1998. Kita juga bisa melihat betapa pedulinya mereka mengenai keadaan-keadaan sosial politik negri ini, yang selalu mereka suarakan melalui lyric-lyric dari musik yang mereka sajikan. Dan saya semakin tidak bisa membayangkan betapa sakit hatinya mereka jika lyric yang mereka sudah tulis sepenuh hati tidak digubris oleh anak-anak yang mengaku anak metal itu. Kita yang sudah hidup dizaman reformasi ini seharusnya bersyukur atas kebebasan kita dalam berekspresi, terutama dalam musik, pada saat kini kita bisa bebas mengenakan pakaian hitam dan datang ke acara metal tanpa harus takut difinah sebagai simpatisan komunis. Oleh karena itu, kita yang mengaku sebagai bagian dari komunitas metal harus menjalin kerja sama dengan individu-individu didalam komunitas tersebut terlebih dahulu jika ingin merubah pandangan khalayak luas. Berbeda dengan mengubah pandangan, menjalin kerjasama bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, seperti membeli tiket jika ingin menonton acara yang akan diselenggarakan dan menonton serta memahami setiap band-band yang akan tampil. Moshing memang dianjurkan tetapi tidak di buntuti dengan perkelahian yang dipicu oleh hal-hal sepele, jika kerjasama yang baik sudah dapat kita lakukan, bukan hal yang mustahil pandangan khalayak luas terhadap komunitas metal juga akan berubah ke arah yang lebih positif. Bahkan mungkin komunitas metal dapat dijadikan standar kebersamaan yang patut dicontoh oleh setiap elemen masyarakat. Semoga saja (Diego batara = Mahasiswa Universitas Al-Azhar, Indonesia).&lt;/div&gt;
</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2012/06/kenali-pahami-cintai-musik-metal.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-9056683825280442351</guid><pubDate>Thu, 17 Dec 2009 05:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-16T22:51:56.963-08:00</atom:updated><title>SINERGY HEAVY FEST</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_-hzc45WI9Z0/SynUsQ2twiI/AAAAAAAAAFA/yF3rNUtTGX0/s1600-h/12131_1169896569735_1297605393_30425347_1949936_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 257px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_-hzc45WI9Z0/SynUsQ2twiI/AAAAAAAAAFA/yF3rNUtTGX0/s400/12131_1169896569735_1297605393_30425347_1949936_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416093883793523234" /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2009/12/sinergy-heavy-fest.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://2.bp.blogspot.com/_-hzc45WI9Z0/SynUsQ2twiI/AAAAAAAAAFA/yF3rNUtTGX0/s72-c/12131_1169896569735_1297605393_30425347_1949936_n.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-1595977026711956181</guid><pubDate>Tue, 27 Oct 2009 18:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-27T11:53:17.858-07:00</atom:updated><title/><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_-hzc45WI9Z0/SudBHS69UsI/AAAAAAAAAEo/RG08n8E8Db0/s1600-h/12631_1140255508727_1297605393_30363112_8240217_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 315px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_-hzc45WI9Z0/SudBHS69UsI/AAAAAAAAAEo/RG08n8E8Db0/s400/12631_1140255508727_1297605393_30363112_8240217_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397354272020845250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIKET Rp 40.000,00</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2009/10/tiket-rp-40.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="http://4.bp.blogspot.com/_-hzc45WI9Z0/SudBHS69UsI/AAAAAAAAAEo/RG08n8E8Db0/s72-c/12631_1140255508727_1297605393_30363112_8240217_n.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-4294724990189691010</guid><pubDate>Fri, 02 Oct 2009 14:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-16T09:44:37.598-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lukman</category><title>Salam Tiga Jari \m/</title><description>Kata cerita orang – orang terdahulu salam metal yang tiga jari itu udah cukup uzur usianya. Kalo gak salah, adalah Ronnie James Dio (Vokalisnya Back Sabbath, Dio) yang awal –awalnya getol banget mengenalkan salam itu.&lt;br /&gt;Lantas, salam itu sempet juga di tengarai sebagai pesan terselubung. Berhubung metal itu di anggap deket dengan ke-setan-an (bukan kesetanan) maka salam itu di anggap sebagai perwujudan setan. Memang sih, di agama tertentu, setan alias iblis itu konon berwujud kambing jantan, dan kalo di bedah, salam tiga jari itu mirip kepala kambing. Anggapan itu kayaknya masih berlanjut sampai sekarang di kalangan puritan pembenci metal.&lt;br /&gt;Nah, kemudian bantahan muncul dari para metalista/metalheads. Adalah salam itu menunjukkan isyarat ” I LOVE YOU ”. Jari telunjuk yang teracung menunjukkan huruf ” I ”. Jempol, jari tengah, dan jari manis yang tertutup menunjukkan hati, alias simbol cinta. Sementara kurva yang dibalik telunjuk dan kelinking adalah ” U ”..&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mau percaya yang mana?? Terserah kalian aja deh..kalo aku sih prefer/interest menikmati metal sebagai musick bukan kosmetika..&lt;/div&gt;</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2009/10/salam-tiga-jari-kata-cerita-orang-orang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8561840995311601301.post-5463735700487484592</guid><pubDate>Wed, 30 Sep 2009 20:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-02T07:50:39.895-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">monyet666</category><title>Metal dan unsur psikologis di dalamnya..</title><description>&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;Menurut pandangan orang-orang awam, metal itu sendiri di ibaratkan dengan kekerasan,  kriminal, penyimpangan perilaku dan tak beradab…yaah..mau gimana lagi, itu kan pandangan sebagian orang yang gak sempet mikir gimana Metal itu…Cuma kita yang tau dan mungkin kita harus bener-bener memberikan suatu pandangan yang lebih luas terhadap masyarakat luas mengenai Musik, pola pikir, dan style kita.&lt;br /&gt;Sambil menyelam minum susu, nah..jika kita pengen belajar sesuatu agar lebih paham, baiknya kita masuk dan mempelajari khasanah-khasanah yang terdapat di dalamnya. Begitu pula di dalam Dunia Metal ini. Sejak tahun 60’an heavy metal itu sudah merangkak naik dan nggak sedikit yang suka genre seperti ini. STEPPEN WOLF, Band Hard Rock ini lah yang pertama kali menggagas Heavy Metal itu sendiri. Tetapi belum dipakai secara tepat istilah ini hingga pada tahun berikutnya yaitu tahun 70’an BLACK SABBATH yang mengusung Heavy Metal dan mengangkat pandangan baru suatu literatur Musik dan gaya hidup.&lt;br /&gt;Para Metalheads pada jaman tersebut sudah dapat mengenalkan atribut-atribut agar mudah dikenali dan diingat, apakah cara berpakaian dan dandanan urakan tersebut suatu penyimpangan?? Tentu saja tidak, itu kan hanya melambangkan kecintaan kita terhadap apa yang kita segani dan elu-elukan. Coba aja kita nonton konser METALLICA kita pake sorban atau jubah pendeta, bisa-bisa kita yang dianggap udah gila. Hehe….&lt;br /&gt;Sebenarnya nggak susah memahami apa itu Metal, di sekitar kita sudah sering kita lihat dan sudah sering kita dengerin. Internet pada masa sekarang sudah menjadi kebutuhan, kita semakin mudah dalam memahami sesuatu dan dunia sebesar ini menjadi sangat dekat dan terjangkau. Kemajuan teknologi juga berpengaruh terhadap perkembangan Musik khususnya Musik Metal itu sendiri. Dari tahun-tahun awal Musik Metal ada sampai sekarang sudah banyak mengalami perubahan dan semakin banyak genre dan sub-sub genre di dalamnya, tetapi tidak meninggalkan ciri-ciri Metal dalam inti musiknya.&lt;br /&gt;Suatu imajinasi  tertuang dalam setiap kata-kata dan pengucapan yang tertulis dalam setiap lirik lagu disajikan dalam setiap musik. Pada Musik Metal lirik yang sarkasme, kasar, tidak sopan, jorok dan bahkan mengintimidasi tertuang cukup liar dan kadang semakin mengerikan ditambah dengan nada vokal yang berat dan bertenaga. Kebebasan ber eksplorasi dengan fantasi  menciptakan ledakan imajinasi yang paling tidak mungkin kita lakukan menjadi sedikit terwujud dalam semua lirik, karena batasan-batasan dalam bermusik seharusnya dihapuskan. Nah dlam musik metal ini kita bebas dengan apa yang akan kita tuangkan dan sajikan dengan selera musik kita sendiri.&lt;br /&gt;Kenapa harus ada batasan-batasan dan aturan dalam menulis lirik lagu??misalnya ada tulisan dalam label CD / Kaset “…perental advisory…” Ahh.. fuck with that..!! menurutku fantasi dan imajinasi gak pernah ada betasanya. Tempat sepeti itu lebih cocok berada di dunia Musik yang terlihat lebih kuat dan keras. Dunia itu disebut Metal.&lt;br /&gt;Jadi mari merenung sejenak, tanya pada diri sendiri, sakit jiwakah kita jika berdandan urakan dan suka musik keras. Menurutku nggak itulah cara kita membebaskan diri kita. Kita nggak akan pernah bisa disalahkan. Rasanya semakin bersemangat ketika dengerin Rock Out-nya MOTORHEAD dengan sebatang rokok dan pasangan mesra-nya (pikir sendiri pasangan yang paling tapat buat kalian)hehehe….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pintukecilunderground.blogspot.com/2009/09/metal-dan-unsur-psikologis-di-dalamnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>1</thr:total></item></channel></rss>