<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633</atom:id><lastBuildDate>Wed, 06 Nov 2024 03:06:01 +0000</lastBuildDate><category>KOLOM GURU</category><category>PKN SMP</category><category>WAWASAN</category><category>SUDUT KAMPUS</category><category>PKN SMA</category><category>TIPS KITA</category><category>KUMPULAN TEKS</category><category>BANK SOAL</category><category>PENDIDIKAN ISLAM</category><category>THE MOMENT</category><category>ILMU SOSIAL</category><title>Pendidikan Kewarganegaraan</title><description>UNTUK INDONESIA CERDAS DAN BERAKHLAK</description><link>http://pknkita.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (papadiva)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>83</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>UNTUK INDONESIA CERDAS DAN BERAKHLAK</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-3979641308074511109</guid><pubDate>Thu, 26 Apr 2012 19:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-27T20:23:27.271+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PKN SMP</category><title>Instrumen Hak Asasi Manusia di Indonesia</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyID0sbcGJER-cu5yAD5y5eI1GDRuvxmH9_htlW7GYpyfHmJbnxzkHeU5bBPIU-p185XFmIaRUF6H4qKM4ubM3lQpiQd02gKrozfP-Lejuc9_y38ECtNEhcR_znYruo03Bwt0eG7kVaEo/s1600/ham.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyID0sbcGJER-cu5yAD5y5eI1GDRuvxmH9_htlW7GYpyfHmJbnxzkHeU5bBPIU-p185XFmIaRUF6H4qKM4ubM3lQpiQd02gKrozfP-Lejuc9_y38ECtNEhcR_znYruo03Bwt0eG7kVaEo/s1600/ham.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/instrumen-hak-asasi-manusia-di.html"&gt;Instrumen Hak Asasi Manusia di Indonesia&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;- Perjalanan sejarah bangsa Indonesia telah mencatat berbagai penderitaan, kesengsaraan, dan kesenjangan sosial yang disebabkan oleh perilaku diskriminatif atas dasar etnis, ras, warna kulit, budaya, bahasa, agama, golongan, jenis kelamin, dan status sosial lainnya. Perilaku tidak adil dan diskriminatif tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Adanya &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/instrumen-hak-asasi-manusia-di.html"&gt;pelanggaran hak asasi manusia&lt;/a&gt; tersebut mendorong pemerintah untuk menciptakan suatu instrumen dan lembaga perlindungan hak asasi manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai instrumen hak asasi manusia itu adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/instrumen-hak-asasi-manusia-di.html"&gt;Intrumen hak asasi manusia dalam Konstitusi&lt;/a&gt; (Undang-Undang Dasar 1945)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada perubahan kedua &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/instrumen-hak-asasi-manusia-di.html"&gt;Undang-Undang Dasar 1945&lt;/a&gt; oleh MPR RI yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 2000, hak asasi manusia diatur dalam Bab XA, yang selengkapnya berbunyi sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasal 28A&lt;br /&gt;
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasal 28B&lt;br /&gt;
(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.&lt;br /&gt;
(2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasal 28C&lt;br /&gt;
(1) Setiaporangberhakmengembangkandirimelaluipemenuhankebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.&lt;br /&gt;
(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasal 28D&lt;br /&gt;
(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.&lt;br /&gt;
(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.&lt;br /&gt;
(3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.&lt;br /&gt;
(4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasal 28E&lt;br /&gt;
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempattinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.&lt;br /&gt;
(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya.&lt;br /&gt;
(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasal 28F&lt;br /&gt;
Setiaporang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi danlingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasal 28G&lt;br /&gt;
(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.&lt;br /&gt;
(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari ngara lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasal 28H&lt;br /&gt;
(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.&lt;br /&gt;
(2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.&lt;br /&gt;
(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.&lt;br /&gt;
(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasal 28I&lt;br /&gt;
(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.&lt;br /&gt;
(2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.&lt;br /&gt;
(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.&lt;br /&gt;
(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah.&lt;br /&gt;
(5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, di atur, dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasal 28J&lt;br /&gt;
(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.&lt;br /&gt;
(2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasannya yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud sematamata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, danketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/instrumen-hak-asasi-manusia-di.html"&gt;Instrumen HAM dalam ketetapan MPR RI&lt;/a&gt; dapat dilihat dalam Tap. MPR No. XVII/ 1996 tentang Pandangan dan Sikap Bangsa Indonesia terhadap HAM dan Piagam HAM Nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Instrumen HAM dalam UU yang pernah dikeluarkan pemerintah, antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;
a) UU No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.&lt;br /&gt;
b) UU No. 5 Tahun 1998 tentang Ratifikasi Konvensi Anti Penyiksaan, Perlakuan atau Penghukuman yang Kejam Tidak Manusiawi dan Merendahkan Martabat.&lt;br /&gt;
c) UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.&lt;br /&gt;
d) UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kebebasan Menyatakan Pendapat.&lt;br /&gt;
e) UU No. 11 Tahun 1998 tentang Amandemen terhadap UU No. 25 Tahun 1997 tentang Hubungan Perburuhan.&lt;br /&gt;
f) UU No. 19 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 105 tentang Penghapusan Pekerja secara Paksa.&lt;br /&gt;
g) UU No. 20 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 138 tentang Usia Minimum bagi Pekerja.&lt;br /&gt;
h) UU No. 21 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 11 tentang Diskriminasi dalam Pekerjaan.&lt;br /&gt;
i) UU No. 26 Tahun 1999 tentang Pencabutan UU No. 11 Tahun 1963 tentang Tindak Pidana Subversi.&lt;br /&gt;
j) UU No. 29 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi.&lt;br /&gt;
k) UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.&lt;br /&gt;
l) UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.&lt;br /&gt;
m) UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/instrumen-hak-asasi-manusia-di.html"&gt;Instrumen hak asasi manusia dalam peraturan pemerintah&lt;/a&gt;, Keputusan Presiden, dan Instruksi Presiden, antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;
a) Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perpu) No. 1 Tahun 1999 tentang Pengadilan HAM.&lt;br /&gt;
b) Keputusan Presiden RI Nomor 50 Tahun 1993 tentang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.&lt;br /&gt;
c) Keputusan Presiden RI Nomor 181 Tahun 1998 tentang Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan.&lt;br /&gt;
d). Keputusan Presiden RI Nomor 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi Nasional Hak-Hak Asasi Manusia Indonesia.&lt;br /&gt;
e) Instruksi Presiden RI Nomor 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Nonpribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Program, ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
___________________&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Dari: BSE PKn SMP/MTs Kls. VII&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/04/instrumen-hak-asasi-manusia-di.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyID0sbcGJER-cu5yAD5y5eI1GDRuvxmH9_htlW7GYpyfHmJbnxzkHeU5bBPIU-p185XFmIaRUF6H4qKM4ubM3lQpiQd02gKrozfP-Lejuc9_y38ECtNEhcR_znYruo03Bwt0eG7kVaEo/s72-c/ham.jpg" width="72"/><thr:total>9</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-2661158649516036991</guid><pubDate>Fri, 20 Apr 2012 14:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-20T21:56:55.483+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">WAWASAN</category><title>Biografi R.A Kartini</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOne1lAzQMWzpUrPmARJfARcS_wsUjVJTgB5XRmMoMKVguRcZ_FA38G4-dfXN_e3d_kOSzEsnLwsgzUFRR9FCDkTJJT8qEwpCAFh3fXIiySW9lYmkKjRrmeYtJmsfjzZhb6TjoYuNJ7ys/s1600/rakartini.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOne1lAzQMWzpUrPmARJfARcS_wsUjVJTgB5XRmMoMKVguRcZ_FA38G4-dfXN_e3d_kOSzEsnLwsgzUFRR9FCDkTJJT8qEwpCAFh3fXIiySW9lYmkKjRrmeYtJmsfjzZhb6TjoYuNJ7ys/s200/rakartini.jpg" width="174" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/biografi-ra-kartini.html"&gt;Biografi R.A Kartini&lt;/a&gt; - &lt;/b&gt;Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini
 adalah seorang tokoh dari suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. 
Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/biografi-ra-kartini.html"&gt;Raden Adjeng Kartini&lt;/a&gt; adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ayahnya bernama &lt;b&gt;Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat&lt;/b&gt;, bupati Jepara. Ibunya bernama &lt;b&gt;M.A. Ngasira.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari 
semua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya 
adalah &lt;b&gt;Pangeran Ario Tjondronegoro IV&lt;/b&gt;, yang diangkat sebagai bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini bernama &lt;b&gt;Sosrokartono&lt;/b&gt;, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kartini bersekolah hingga usia 12 tahun di ELS Europese  Lagere 
School). Setelah 12 tahun, beliau harus tinggal dirumah untuk 
dipingit. Dalam masa pingitan, Kartini kemudian belajar sendiri di 
rumah. Dengan bekal kemampuannya berbahasa Belanda, Kartini kemudian 
menjalin hubungan korespondensi dengan teman-teman dari negeri Belanda. 
Dari hubungan surat-menyurat itulah Kartini banyak tertarik dengan 
pemikira-pemikiran maju perempuan Eropa. Dari titik inilah semua 
berawal, &lt;b style="font-weight: normal;"&gt;dari sebuah pemikiran seorang perempuan muda Kartini, yang kemudian mengubah sejarah Bangsa&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;Indonesia&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 12 November 1903, Kartini dinikahkan oleh orang tuanya dengan Bupati Rembang &lt;b&gt;K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat&lt;/b&gt; yang telah memiliki tiga istri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai seorang suami, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat 
sangat mengerti keinginan Kartini. Beliau kemudian mendukung cita-cita 
Kartini untuk mendirikan Sekolah wanita. Sekolah Wanita pertama yang 
didirikan adalah Sekolah Wanita di Rembang, tepatnya di sebelah timur 
pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan
 yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo 
Adhiningrat, Kartini melahirkah seorang putra bernama R.M. Soesalit yang
 lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari setelah melahirkan 
putra pertama sekaligus terakhirnya, Kartini menghembuskan nafas 
terakhir yaitu pada tanggal 17  September 1904. pada saat meninggal, 
Kartini berusia 25 tahun dan dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, 
Rembang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon mengumpulkan dan membukukan 
surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya 
di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya
 “Habis Gelap Terbitlah Terang”.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkat kegigihan Kartini, kemudian didirikan sekolah wanita oleh 
yayasan Kartini di Semarang pada tahun 1912 dan kemudian di Surabaya, 
Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon, dan daerah lainnya. Nama sekolah 
tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh 
keluarga Van Deventer, seorang tokoh politik etis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/05/biografi-presiden-soekarno.html"&gt;&lt;b&gt;Presiden Soekarno&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/biografi-ra-kartini.html"&gt;&lt;b&gt;R.A. Kartini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; sebagai &lt;i&gt;Pahlawan Kemerdekaan Nasional&lt;/i&gt;
 sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk 
diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal 
sebagai &lt;b&gt;Hari Kartini&lt;/b&gt;. /dari berbagai sumber</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/04/biografi-ra-kartini.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOne1lAzQMWzpUrPmARJfARcS_wsUjVJTgB5XRmMoMKVguRcZ_FA38G4-dfXN_e3d_kOSzEsnLwsgzUFRR9FCDkTJJT8qEwpCAFh3fXIiySW9lYmkKjRrmeYtJmsfjzZhb6TjoYuNJ7ys/s72-c/rakartini.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-401916750518769615</guid><pubDate>Tue, 17 Apr 2012 12:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-17T19:52:22.224+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KOLOM GURU</category><title>Menjaga Kewibawaan Pendidik</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmzLL3d1Sv9we-PmsbUdL0HQSN3FsxdyoCi9KZt1Aq6YcgMZFF1wO7DHqIP47wB9BZ_brcQNZuz6TEAK0u6Aoz8D_D19ECkLzTEnwLPQjH1TLCjahdE3ACKm9oALA_GlSXOmhGOJaxVIQ/s1600/wibawa+guru.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmzLL3d1Sv9we-PmsbUdL0HQSN3FsxdyoCi9KZt1Aq6YcgMZFF1wO7DHqIP47wB9BZ_brcQNZuz6TEAK0u6Aoz8D_D19ECkLzTEnwLPQjH1TLCjahdE3ACKm9oALA_GlSXOmhGOJaxVIQ/s200/wibawa+guru.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/menjaga-kewibawaan-pendidik.html"&gt;&lt;b&gt;Menjaga Kewibawaan Pendidik&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/menjaga-kewibawaan-pendidik.html"&gt;Pendidik&lt;/a&gt; ialah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/menjaga-kewibawaan-pendidik.html"&gt;Peserta didik&lt;/a&gt; mengalami pendidikannya dalam 3 lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan dan masyarakat/organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada prakteknya, pendidik harus mempunyai kewibawaan (kekuasaan batin mendidik) dan menghindari penggunaan kekuasaan lahir, yaitu kekuasaan yang semata-mata didasarkan kepada unsur wewenang jabatan. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/menjaga-kewibawaan-pendidik.html"&gt;Kewibawaan&lt;/a&gt; justru merupakan sesuatu pancaran batin yang dapat menimbulkan pada pihak lain sikap untuk mengakui, menerima, dan menuruti dengan penuh pengertian atas kekuasaan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/menjaga-kewibawaan-pendidik.html"&gt;&lt;b&gt;Cara Memelihara Kewibawaan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibarat cahaya lampu, bagaimanapun juga kewibawaan dapat memudar jika tidak dirawat dan dibina. Ada 3 sendi kewibawaan yang menurut M. J. Langeveld harus dibina yaitu kepercayaan, kasih sayang dan kemampuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kepercayaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pendidik harus percaya bahwa dirinya bisa mendidik dan juga harus percaya bahwa peserta didik dapat dididik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kasih sayang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kasih sayang mengandung dua makna yakni penyerahan diri kepada yang disayangi dan pengendalian terhadap yang disayangi. Dengan adanya sifat penyerahan diri maka pada pendidik timbul kesediaan untuk berkorban yang dalam bentuk konkretnya berupa pengabdian dalam kerja. Pengendalian terhadap yang disayangi dimaksudkan agar peserta didik tidak berbuat sesuatu yang merugikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kemampuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kemampuan mendidik dapat dikembangkan melalui beberapa cara, antara lain pengkajian ilmu pengetahuan kependidikan, mengambil manfaat dari pengalaman kerja dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bacaan: Prof. Dr. Umar Tirtahardja, Drs. S. L. La Sulo 2008. Pengantar Pendidikan. Rineka Cipta</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/04/menjaga-kewibawaan-pendidik.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmzLL3d1Sv9we-PmsbUdL0HQSN3FsxdyoCi9KZt1Aq6YcgMZFF1wO7DHqIP47wB9BZ_brcQNZuz6TEAK0u6Aoz8D_D19ECkLzTEnwLPQjH1TLCjahdE3ACKm9oALA_GlSXOmhGOJaxVIQ/s72-c/wibawa+guru.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-7578823611599706458</guid><pubDate>Tue, 17 Apr 2012 07:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-17T14:39:57.666+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SUDUT KAMPUS</category><title>Pendidikan untuk Masa Depan</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-zuhzdTM6Yc48Wkb7BCW8FffTFmjRXMQwh_4OimxElsHQSCJPUw0-8gPvI_ho3VU5M9A4Vv59e_LqkL2vT8gjKzsN67jpJjKwNEIn1r6aFvMhMXxVHfWlpAP6xQp4ISgx659jdIf6sAA/s1600/astronot.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-zuhzdTM6Yc48Wkb7BCW8FffTFmjRXMQwh_4OimxElsHQSCJPUw0-8gPvI_ho3VU5M9A4Vv59e_LqkL2vT8gjKzsN67jpJjKwNEIn1r6aFvMhMXxVHfWlpAP6xQp4ISgx659jdIf6sAA/s200/astronot.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/pendidikan-untuk-masa-depan.html"&gt;&lt;b&gt;Pendidikan untuk Masa Depan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; - Masyarakat masa depan dengan ciri globalisasi, kemajuan iptek dan kesempatan menerima arus informasi yang padat dan cepat tentulah memerlukan warga negara yang mau dan mampu menghadapi segala permasalahan serta siap menyesuaikan diri dengan situasi baru tersebut. Pendidikan berkewajiban mempersiapkan generasi baru yang sanggup menghadapi tantangan zaman yang akan datang. Manusia masa depan yang harus dihasilkan oleh pendidikan antara lain manusia yang melek teknologi dan melek pikir yang keseluruhannya disebut melek kebudayaan.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan akan menyiapkan peserta didik memasuki masyarakat masa depan. Oleh karena itu, keputusan dan tindakan dalam &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/pendidikan-untuk-masa-depan.html"&gt;bidang pendidikan&lt;/a&gt; seharusnya berorientasi ke masyarakat masa depan tersebut. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/pendidikan-untuk-masa-depan.html"&gt;Ciri masyarakat masa depan&lt;/a&gt; itu antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Globalisasi, utamanya dalam iptek, ekonomi, lingkungan hidup, pendidikan dan sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perkembangan iptek makin cepat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Arus komunikasi yang semakin padat dan cepat, yang mengubah masyarakat menjadi masyarakat informasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peningkatan layanan profesional dalam berbagai segi kehidupan manusia. Khusus yang terakhir tersebut, perlu lebih dimantapkan profesionalisasi tenaga kependidikan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Berdasarkan perkiraan tersebut, pendidikan telah/sedang mengambil langkah-langkah mengantisipasinya baik pada lapisan sistem maupun institusional dan individual. Dengan demikian, pendidikan diharapkan mampu menghasilkan manusia yang dapat menyesuaikan diri serta mampu mengembangkan masyarakat masa depannya itu. Secara khusus dapat dikemukakan beberapa upaya antisipasi masa depan itu antara lain: Perubahan nilai dan sikap, pengembangan kebudayaan dan pengembangan sarana pendidikan.</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/04/pendidikan-untuk-masa-depan.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-zuhzdTM6Yc48Wkb7BCW8FffTFmjRXMQwh_4OimxElsHQSCJPUw0-8gPvI_ho3VU5M9A4Vv59e_LqkL2vT8gjKzsN67jpJjKwNEIn1r6aFvMhMXxVHfWlpAP6xQp4ISgx659jdIf6sAA/s72-c/astronot.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-3664868847493651282</guid><pubDate>Sun, 15 Apr 2012 21:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-17T20:10:38.192+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">THE MOMENT</category><title>Ujian Nasional ( UN )</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;SELAMAT MENEMPUH UJIAN NASIONAL&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeh4FbTou91YXl_rEApbaYKuOyUbArdXXuDxUae27Ih2MbynN-bUtEIRn2EZqCXaGCHr8M71nW5l_NV6EKF87ZuSj8fveBpTnk4Mnn33Qb-5yQF-4eDdTLZLTLkKklGk5yJ2pNNPa_meo/s1600/ujian+nasional.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeh4FbTou91YXl_rEApbaYKuOyUbArdXXuDxUae27Ih2MbynN-bUtEIRn2EZqCXaGCHr8M71nW5l_NV6EKF87ZuSj8fveBpTnk4Mnn33Qb-5yQF-4eDdTLZLTLkKklGk5yJ2pNNPa_meo/s1600/ujian+nasional.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;SEMOGA SUKSES!!!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/ujian-nasional-un.html"&gt;Ujian Nasional&lt;/a&gt; :: SD / Sederajat :: SMP / Sederajat :: SMA / Sederajat&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/04/ujian-nasional-un.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeh4FbTou91YXl_rEApbaYKuOyUbArdXXuDxUae27Ih2MbynN-bUtEIRn2EZqCXaGCHr8M71nW5l_NV6EKF87ZuSj8fveBpTnk4Mnn33Qb-5yQF-4eDdTLZLTLkKklGk5yJ2pNNPa_meo/s72-c/ujian+nasional.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-6021878869198733679</guid><pubDate>Tue, 03 Apr 2012 18:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-04T01:13:59.408+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KOLOM GURU</category><title>Membangun Karakter Guru</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOjl2PKhTZ8b1KmYi3v8qWF53DUIpx6fXJ1R0HF5frn9fPZ-ZAT0PRnDMmJJfFiySuiYOY1iDhhUUyl83T_zpa3g4AcE5lbHgXBLiwHeZhn3malvojFdbB9JYBY3wnZtjNdgXSMpEAAQo/s1600/ngajar+guru.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="188" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOjl2PKhTZ8b1KmYi3v8qWF53DUIpx6fXJ1R0HF5frn9fPZ-ZAT0PRnDMmJJfFiySuiYOY1iDhhUUyl83T_zpa3g4AcE5lbHgXBLiwHeZhn3malvojFdbB9JYBY3wnZtjNdgXSMpEAAQo/s200/ngajar+guru.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/membangun-karakter-guru.html"&gt;&lt;b&gt;Membangun Karakter Guru&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; - &lt;i&gt;Guru&lt;/i&gt; merupakan faktor penting yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar, bahkan sangat menentukan berhasil-tidaknya peserta didik dalam belajar. Demikian halnya dengan pengembangan &lt;u&gt;KTSP&lt;/u&gt; yang menuntut aktivitas dan kreativitas guru dalam membentuk &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/membangun-karakter-guru.html"&gt;kompetensi&lt;/a&gt; pribadi peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran harus sebanyak mungkin melibatkan peserta didik agar mampu berekplorasi untuk membentuk kompetensi dengan menggali berbagai potensi, dan membangun guru agar mereka mampu menjadi fasilitator dan mitra belajar bagi peserta didiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar guru mampu memerankan dirinya sebagai fasilitator pembelajaran, terdapat beberapa hal yang harus dipahami peserta didik yaitu kemampuan, potensi, minat, hobi, sikap, kepribadian, kebiasaan, catatan kesehatan, latar belakang keluarga, dan kegiatannya di sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehubungan dengan &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/membangun-karakter-guru.html"&gt;pengambangan &lt;b&gt;KTSP&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, guru perlu memperhatikan perbedaan individual peserta didik, sehingga dalam pembelajaran harus berusaha untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;mengurangi metode ceramah;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;memberikan&amp;nbsp; tugas yang berbeda bagi setiap peserta didik;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuannya serta disesuaikan dengan mata pelajaran;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;memodifikasi dan memperkaya bahan pembelajaran;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;menghubungi spesialis bila ada peserta didik yang mempunyai kelainan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;menggunakan prosedur yang bervariasi dalam membuat penilaian dan laporan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;memahami bahwa peserta didik tidak berkembang dalam kecepatan yang sama;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mengembangkan situasi belajar yang memungkinkan setiap anak bekerja dengan kemampuan masing-masing pada setiap pelajaran; dan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mengusahakan keterlibatan peserta didik dalam berbagai kegiatan pembelajaran.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber bacaan: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan - ROSDA&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/04/membangun-karakter-guru.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOjl2PKhTZ8b1KmYi3v8qWF53DUIpx6fXJ1R0HF5frn9fPZ-ZAT0PRnDMmJJfFiySuiYOY1iDhhUUyl83T_zpa3g4AcE5lbHgXBLiwHeZhn3malvojFdbB9JYBY3wnZtjNdgXSMpEAAQo/s72-c/ngajar+guru.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-34085956480806171</guid><pubDate>Tue, 03 Apr 2012 16:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-03T23:24:35.953+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KOLOM GURU</category><title>Karakteristik dan Tujuan KTSP</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-vyjBub79ORYWgGhhGsU0sF1nOMcLjQ_I8IYM5yo_V6Gh5sAHQrDl4oS6SZVPZaDzzWbLGXppTeCSEpNpXk5GooCaJvu4QZJJqXURiimRE5QPp7_aPOWlaPpu_F6-XyewqLkcseHBRIM/s1600/gagasan.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-vyjBub79ORYWgGhhGsU0sF1nOMcLjQ_I8IYM5yo_V6Gh5sAHQrDl4oS6SZVPZaDzzWbLGXppTeCSEpNpXk5GooCaJvu4QZJJqXURiimRE5QPp7_aPOWlaPpu_F6-XyewqLkcseHBRIM/s200/gagasan.gif" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/karakteristik-dan-tujuan-ktsp.html"&gt;&lt;b&gt;Karakteristik dan Tujuan KTSP&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; - Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan bentuk operasional &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/karakteristik-dan-tujuan-ktsp.html"&gt;pengembangan kurikulum&lt;/a&gt; dalam konteks desentralisasi pendidikan dan otonomi daerah yang akan memberikan wawasan baru terhadap sistem yang sedang berjalan selama ini. Hal tersebut diharapkan dapat membawa dampak terhadap peningkatan efisiensi dan efektifitas kinerja sekolah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu perhatian sekolah harus ditujukan pada asas pemerataan baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi, maupun bidang sosial. Ini disebabkan karena peserta didik datang dari berbagai latar belakang kesukuan dan tingkat sosial. Di sisi lain, sekolah harus juga meningkatkan efisiensi, partisipasi dan mutu, serta bertanggungjawab kepada masyarakat dan pemerintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/karakteristik-dan-tujuan-ktsp.html"&gt;Karakteristik KTSP&lt;/a&gt; bisa diketahui antara lain dari bagaimana sekolah dan satuan pendidikan dapat mengoptimalkan kinerja, proses pembelajaran, pengelolaan sumber belajar, profesionalisme tenaga kependidikan, serta sistem penilaian. Berdasarkan uraian di atas, dapat dikemukakan beberapa karakteristik KTSP sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pemberian otonomi luas Kepala Sekolah dan satuan pendidikan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kepemimpinan yang demokratis dan profesional&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tim kerja yang kompak dan transparan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tujuan KTSP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/karakteristik-dan-tujuan-ktsp.html"&gt;tujuan diterapkannya KTSP&lt;/a&gt; adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonom) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. Sedangkan secara khusus &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/04/karakteristik-dan-tujuan-ktsp.html"&gt;KTSP bertujuan&lt;/a&gt; untuk:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui keputusan bersama.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber bacaan: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan - ROSDA&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/04/karakteristik-dan-tujuan-ktsp.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-vyjBub79ORYWgGhhGsU0sF1nOMcLjQ_I8IYM5yo_V6Gh5sAHQrDl4oS6SZVPZaDzzWbLGXppTeCSEpNpXk5GooCaJvu4QZJJqXURiimRE5QPp7_aPOWlaPpu_F6-XyewqLkcseHBRIM/s72-c/gagasan.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-1127500917903916525</guid><pubDate>Wed, 21 Mar 2012 18:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-22T01:44:27.943+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KOLOM GURU</category><title>Perkembangan Kurikulum di Indonesia</title><description>&lt;b&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/03/perkembangan-kurikulum-di-indonesia.html"&gt;Perkembangan Kurikulum di Indonesia&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;- &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/03/perkembangan-kurikulum-di-indonesia.html"&gt;Kurikulum&lt;/a&gt; adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi  dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman  penyelenggara kegiatan belajar mengajar untuk mencapai &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/03/perkembangan-kurikulum-di-indonesia.html"&gt;tujuan pendidikan&lt;/a&gt;  tertentu (Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional no. 20 Tahun 2003) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/03/perkembangan-kurikulum-di-indonesia.html"&gt;sejarah pendidikan di Indonesia&lt;/a&gt; yang dimulai sejak diproklamirkannya  kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, tercatat sudah 8 kali  &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/03/perkembangan-kurikulum-di-indonesia.html"&gt;kurikulum pendidikan nasional&lt;/a&gt; mengalami pengembangan, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kurikulum pertama tahun 1947. Kurikulum ini disebut sebagai rencana pelajaran 1947.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tahun 1964. Kurikulum ini disebut rencana pendidikan 1964.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tahun 1968.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tahun 1975. Dapat disebut kurikulum tahun 1975 lebih sistematik dari kurikulum-kurikulum sebelumnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tahun 1984. Kurikulum ini adalah penyempurnaan kurikulum tahun 1975.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tahun 1994 ditambah dengan suplemen tahun 1999.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tahun 2004. Kurikulum ini disebut &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/03/perkembangan-kurikulum-di-indonesia.html"&gt;Kurikulum Berbasis Kompetensi&lt;/a&gt;  (KBK). Walaupun kurikulum ini belum memiliki landasan hukum pelaksanaan,  menurut Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas dalam buku berjudul  Kurikulum Berbasis Kompetensi (2002:19) bahwa kurikulum ini telah  diuji-cobakan terhadap beberapa sekolah rintisan dan perluasan rintisan  dari bulan Juli 2001 sampai dengan Juni 2004. Kurikulum inilah yang  menjadi cikal-bakal munculnya Peraturan menteri Pendidikan Nasional  (Permen Diknas) nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, nomor 23 tahun  2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan nomor 24 tahun 2006  tentang pelaksanaan Permen Diknas nomor 22 dan 23.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tahun 2006. Kurikukum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/03/perkembangan-kurikulum-di-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-232977596938505826</guid><pubDate>Wed, 14 Mar 2012 17:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-15T00:44:06.181+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SUDUT KAMPUS</category><title>Memberi Kuliah yang Efektif</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_1veG0RYl2O_4f2R76ip5EjsT3G8KMn1Yp2FSZJzD2ViXsvcyhxQa4F12_LrS2J8FQpfoq5QvG1PuqNCirh7kzdFOh41ZVXr0z_zo_tRAC2651TdrlRebHnE9Sr1rZDA-8E6CQhF4gts/s1600/kuliah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="165" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_1veG0RYl2O_4f2R76ip5EjsT3G8KMn1Yp2FSZJzD2ViXsvcyhxQa4F12_LrS2J8FQpfoq5QvG1PuqNCirh7kzdFOh41ZVXr0z_zo_tRAC2651TdrlRebHnE9Sr1rZDA-8E6CQhF4gts/s200/kuliah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setiap dosen tentu menginginkan dirinya menjadi dosen yang efektif.&amp;nbsp; Artinya, dosen yang berhasil dalam mendidik mahasiswanya.&amp;nbsp; Ukuran keefektivan dosen ini biasanya dilihat dari apakah ia berhasil mengubah mahasiswanya (atau membantu mahasiswa mengubah dirinya) dari posisi semula tidak tahu menjadi tahu, tidak trampil menjadi trampil, tidak memiliki sikap baik tertentu menjadi memiliki sikap baik tertentu.&amp;nbsp; Untuk itu, banyak dosen yang kemudian mencari dan menciptakan berbagai cara pembelajaran yang efektif.&amp;nbsp; Banyak penelitian telah dilakukan di bidang itu dan hasilnya telah semakin mengembangkan ilmu pendidikan.&amp;nbsp; Berbagai metode pembelajaran telah ditemukan seperti metode belajar aktif, belajar secara kolaborasi, problem-based learning, quantum learning, accelerated learning, di samping metode-metode pembelajaran yang telah lama dikenal seperti metode kuliah (ceramah), diskusi, belajar kelompok, pemberian tugas, membuat rangkuman isi buku, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Di antara metode-metode tersebut, metode kuliah (ceramah) adalah salah satu cara menyajikan materi pembelajaran yang paling sering dipakai di kalangan dosen karena metode ini dikenal sebagai metode mengajar yang murah, mudah dipersiapkan, dan dapat menyampaikan informasi/materi pembelajaran kepada banyak mahasiswa sekaligus.&amp;nbsp; Namun, bahyak juga orang yang mengkiritik metode ini karena mempunyai banyak kelemahan, antara lain, perhatian dan komunikasi pribadi dosen terhadap mahasiswa secara individu menjadi kurang,&amp;nbsp; pengenalan dosen terhadap perkembangan intelektual tiap-tiap mahasiswa juga menjadi kurang, terutama di kelas-kelas besar.&amp;nbsp; Kelemahan-kelemahan tersebut dapat menyebabkan metode ini menjadi tidak/kurang efektif.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
Mengutip tulisan Good &amp;amp; Brophy (1995), Glenda Wilkes, Ph.D1 mengatakan bahwa metode kuliah dapat menjadi metode mengajar yang efektif apabila disusun dan disajikan secara sistematis.&amp;nbsp; Ia juga menyajikan beberapa hasil penelitian yang membuktikan bahwa kejelasan, organisasi, dan pengaturan kecepatan (pacing) merupakan ciri utama kuliah yang efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kejelasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Hasil penelitian McCaleb dan White (1980) menunjukkan bahwa metode kuliah (ceramah) yang dibagi menjadi empat bagian dapat membantu pemahaman mahasiswa akan materi ceramah.&amp;nbsp; Empat bagian itu adalah: (1) tujuan kuliah (ceramah) dinyatakan secara jelas di awal kuliah; (2) pokok-pokok bahasan penting disajikan dan kemudian dirangkum ulang; (3) di antara bagian-bagian itu diberikan transisi (jembatan yang menyambungkan antara satu bagian dengan bagian berikutnya); dan (4) isi kuliah (ceramah) tersebut kemudian dirangkum pada akhir kuliah.&amp;nbsp; Penelitian Smith dan Land (1981) menemukan bahwa kejelasan dalam suatu kuliah dapat dicapai dengan mengurangi hal-hal yang tidak jelas (samar-samar) dalam materi kuliah tersebut.&amp;nbsp; Istilah-istilah yang tidak jelas itu meliputi kata-kata seperti ‘seseorang,’ ‘sesuatu,’ ‘di suatu tempat,’ ‘di suatu saat,’ dsb.&amp;nbsp; Kata-kata tersebut tidak memberikan gambaran yang jelas tentang siapa, apa, di mana, dan kapan yang dimaksudkan..&amp;nbsp; Kata-kata seperti ‘hampir’ dan ‘semacam’ juga termasuk kata-kata yang tidak jelas gambarannya.&amp;nbsp; Demikian pula dengan kata-kata ‘beberapa,’ ‘sebagian,’ dan ‘banyak’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, bila Anda ingin meningkatkan efektivitas kuliah (ceramah) Anda, cobalah menyusun materi kuliah Anda menjadi empat bagian seperti hasil penelitian McCaleb dan White di atas dan perhatikan serta kurangi kata-kata tidak jelas yang Anda gunakan dalam kuliah Anda.&amp;nbsp; Tentu saja, sebagai dosen yang juga peneliti, Anda perlu memperhatikan hasil percobaan itu dan mencari tahu mengapa berhasil atau mengapa tidak berhasil (dan tunjukkan bukti/datanya!).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pengorganisasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil penelitian Mayer (1982) menunjukkan bahwa apa yang diucapkan dosen di awal dan di akhir kuliah akan diingat paling lama oleh mahasiswa.&amp;nbsp; Dengan memperhatikan bagian awal (pembukaan) dan akhir (penutup) kuliah, ketika perhatian mahasiswa lebih terfokus, akan membuat kuliah tersebut semakin efektif (Murray dan Murray, 1992).&amp;nbsp; Bagian awal kuliah adalah saat-saat yang kritis untuk menarik perhatian mahasiswa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk meningkatkan kejelasan kuliah Anda, cobalah mengajukan pertanyaan, di awal kuliah, yang jawabannya akan Anda berikan dalam materi kuliah tersebut.&amp;nbsp; Dengan demikian, Anda membuat mahasiswa memikirkan pertanyaan tersebut dan memusatkan perhatiannya untuk menemukan jawaban itu dalam materi kuliah yang akan Anda berikan.&amp;nbsp; Anda juga dapat menarik perhatian mahasiswa dengan menunjukkan, di awal kuliah Anda, adanya suatu dilemma (yang nanti Anda pecahkan dalam materi kuliah), data statistik yang menarik, atau menceritakan suatu kisah atau kejadian yang menarik dan relevan, atau menempatkan kuliah Anda pada konteks sejarah.&amp;nbsp; Demikian pula, manfaatkan sebaik-baiknya beberapa menit di akhir kuliah Anda untuk membuat mahasiswa lebih lama mengingat isi kuliah Anda pada hari itu.&amp;nbsp; Cobalah merangkum konsep-konsep penting dalam kuliah yang Anda berikan dengan menggunakan overhead projector (OHP) sehingga memudahkan mahasiswa menuliskannya dalam catatan kuliah mereka.&amp;nbsp; Atau, ajukan pertanyaan-pertanyaan yang akan Anda jawab dalam perkuliahan berikutnya agar mahasiswa terbiasa mengharapkan adanya sesuatu yang penting dan relevan di akhir setiap kuliah Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatur kecepatan bicara merupakan unsur penting dalam berkomunikasi yang baik.&amp;nbsp; Penyajian kuliah secara cepat mungkin dapat dilakukan ketika membicarakan materi sudah dikenal atau sudah diketahui mahasiswa sebelumnya.&amp;nbsp; Akan tetapi, untuk materi baru, atau yang belum dikenal baik, dan yang di dalamnya terdapat beberapa struktur kognitif, Anda mungkin perlu menyajikannya dengan lebih pelan.&amp;nbsp; Dalam periode kuliah selama 50 menit, variasi kecepatan penyajian kuliah ini perlu ada guna mempertahankan perhaian mahasiswa terhadap isi kuliah.&amp;nbsp; Penelitian Beard dan Hartley (1984) menemukan bahwa, tanpa variasi kecepatan penyajian kuliah, jumlah periode di mana mahasiswa tidak memperhatikan isi kuliah menjadi semakin meningkatkan.&amp;nbsp; Cobalah untuk mengubah kecepatan pembicaraan Anda setiap 10 atau 20 menit untuk mengajukan pertanyaan, berpindah ke bagian lain ruang kuliah, atau meminta mahasiswa menulis selama satu menit seperti untuk merangkum isi kuliah yang telah diberikan 15 menit sebelumnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beard, R.M., and Hartley, J. (1984). Teaching and Learning in Higher Education (4th ed.). London: Paul Chapman.&lt;br /&gt;
Good, T.L., and Brophy, J. (1995). Contemporary Educational Psychology. New York: Longman.&lt;br /&gt;
Mayer, R. (1982). Learning. In H. Mitzel (Ed.), Encyclopedia of Educational Research (5th ed., Vol. 2). New York: The Free Press.&lt;br /&gt;
McCaleb, J., and White, J. (1980). Critical Dimensions in Evaluating Teacher Clarity. Journal of Classroom Interaction, 15, 27-30.&lt;br /&gt;
Murray, J., and Murray, J. (1992). How Do I Lecture Thee? College Teaching, Vol. 40 (3), pp. 109-113.&lt;br /&gt;
Smith, L., and Land, M. (1981). Low-inference Verbal Behaviors Related to Teacher Clarity. Journal of Classroom Interaction, 17, 37-42.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Sumber:   &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;http://www.pendidikanislam.net/&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/03/memberi-kuliah-yang-efektif.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_1veG0RYl2O_4f2R76ip5EjsT3G8KMn1Yp2FSZJzD2ViXsvcyhxQa4F12_LrS2J8FQpfoq5QvG1PuqNCirh7kzdFOh41ZVXr0z_zo_tRAC2651TdrlRebHnE9Sr1rZDA-8E6CQhF4gts/s72-c/kuliah.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-2041872614208771873</guid><pubDate>Thu, 23 Feb 2012 16:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-23T23:57:45.427+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PKN SMP</category><title>Jenis-Jenis Hak Asasi Manusia</title><description>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita mengenal macam-macam hak asasi, diantaranya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Hak asasi pribadi atau personal rights, yang meliputi hak untuk bebas menyatakan pendapat, bebas memeluk agama, bebas bergerak, dan lain sebagainya. Contohnya, di kelas setiap siswa memiliki hak untuk menyatakan pikirannya, termasuk untuk bertanya atau &lt;/span&gt;meminta penjelasan guru.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hak asasi ekonomi atau property rights, yaitu hak untuk memiliki sesuatu, membeli atau menjual serta memanfaatkannya. Contohnya, setiap orang memiliki hak untuk membeli beras.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hak asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan atau disebut rights of legal quality. Contohnya setiap warga negara Indonesia dari latar belakang apapun memiliki hak yang sama untuk hidup aman. Oleh karena itu, setiap warga&lt;span style="font-size: small;"&gt; berhak mendapatkan perlindungan dari aparat keamanan.&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hak asasi politik atau political rights, yaitu hak ikut serta dalam pemerintahan, hak pilih (memilih dan dipilih) dalam pemilu. Contohnya, setiap warga negara Indonesia berhak mencalonkan diri sebagai presiden, gubernur, bupati, walikota, camat, atau lurah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hak asasi sosial dan kebudayaan atau social and cultural rights, misalnya hak pendidikan, hak mengembangkan kebudayaan. Contohnya, setiap anak Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan formal di sekolah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hak asasi untuk mendapatkan perlakuan tata cara peradilan perlindungan atau procedural rights, misalnya hak perlakuan yang wajar dan adil dalam penggeledahan (razia), penangkapan, peradilan, dan pembelaan. Contohnya setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan bantuan pengacara saat menghadapi sebuah&lt;span style="font-size: small;"&gt; kasus.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/02/jenis-jenis-hak-asasi-manusia.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-3569818410066083217</guid><pubDate>Thu, 23 Feb 2012 16:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-01T05:54:33.070+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PKN SMP</category><title>Hak Asasi Manusia (HAM)</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIdWxAgdZIJ6f8fJ11tf7VRPXUQNN2RFpxAkBQExfRaj9sCPZk-QBnJBfAV38pwYKw7zeAvc7vucaBnnwj9WChO-MDxXtt1p0NNHps-Qk40Sd4KR_DgZnDASvqfYX7s-JrCW515QuEDLE/s1600/gambar+ham.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIdWxAgdZIJ6f8fJ11tf7VRPXUQNN2RFpxAkBQExfRaj9sCPZk-QBnJBfAV38pwYKw7zeAvc7vucaBnnwj9WChO-MDxXtt1p0NNHps-Qk40Sd4KR_DgZnDASvqfYX7s-JrCW515QuEDLE/s1600/gambar+ham.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/hak-asasi-manusia-ham.html"&gt;Hak  asasi manusia&lt;/a&gt; (&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/hak-asasi-manusia-ham.html"&gt;HAM&lt;/a&gt;) terbentuk dari tiga kata, yaitu; hak, asasi, dan  manusia. Hak berarti milik atau kepunyaan. Hak juga didefinisikan  sebagai kekuasaan untuk berbuat sesuatu. Asas berarti pokok, dasar, atau  utama. Asasi berarti yang dasar atau yang pokok. Manusia didefinisikan  sebagai orang, insan, atau makhluk yang berakal budi. Dengan demikian  hak asasi manusia dapat didefinisikan sebagai milik atau kepunyaan yang  bersifat mendasar atau pokok yang melekat pada seseorang sebagai  anugerah Tuhan Yang Maha Esa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/hak-asasi-manusia-ham.html"&gt;Hak  asasi&lt;/a&gt; manusia lahir dari keyakinan bahwa semua manusia sebagai makhluk  Tuhan memiliki kedudukan yang sama dan sederajat. Manusia dilahirkan  bebas dan memiliki martabat dan hak yang sama. Oleh karena itu, manusia  harus diperlakukan secara sama, adil, dan beradab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Secara mendasar, hak asasi manusia meliputi hak untuk hidup, hak untuk  merdeka, dan hak untuk memiliki sesuatu. Hak-hak asasi tersebut terus  berkembang menurut tingkat kemajuan kebudayaan. Adapun hak asasi manusia  dalam kehidupan dapat dibedakan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Hak asasi pribadi, misalnya hak memeluk agama dan hak berpendapat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hak asasi ekonomi (hak milik), misal hak membeli dan menjual, hak melakukan kontrak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hak asasi persamaan hukum, misalnya hak pengayoman dan hak perlakuan adil dalam hukum pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Hak asasi politik, misal hak memilih dan dipilih.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Hak asasi sosial budaya, misalnya hak mendapat pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/02/hak-asasi-manusia-ham.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIdWxAgdZIJ6f8fJ11tf7VRPXUQNN2RFpxAkBQExfRaj9sCPZk-QBnJBfAV38pwYKw7zeAvc7vucaBnnwj9WChO-MDxXtt1p0NNHps-Qk40Sd4KR_DgZnDASvqfYX7s-JrCW515QuEDLE/s72-c/gambar+ham.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-4750082965240808159</guid><pubDate>Thu, 23 Feb 2012 15:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-23T22:29:02.573+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PKN SMP</category><title>Pengertian Konstitusi</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgZkpSDGVD6BwSyCu1unKA1H_E1vYZbdtnB85XYKUt8JkQPilYxkZv0voLN8fbEmhFSJXhUEEJMKeD8Fk_d6dxyYDkCKyT7moWwJaamIIZs0HU9KZMzSt2b1xPAfuPN41uQdHU0B2NmTE/s1600/uud+1945.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgZkpSDGVD6BwSyCu1unKA1H_E1vYZbdtnB85XYKUt8JkQPilYxkZv0voLN8fbEmhFSJXhUEEJMKeD8Fk_d6dxyYDkCKyT7moWwJaamIIZs0HU9KZMzSt2b1xPAfuPN41uQdHU0B2NmTE/s1600/uud+1945.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/pengertian-konstitusi.html"&gt;Konstitusi&lt;/a&gt; berasal dari istilah bahasa Latin, yaitu constituo atau constitutum&amp;nbsp; yang bermakna ganda tergantung dari sudut pandang mana kita mengartikannya. Apabila kita memandang secara menyeluruh, konstitusi adalah setiap ketentuan yang ada kaitannya dengan keorganisasian negara yang terdapat dalam UUD. Pengertian itulah yang merupakan pengertian konstitusi secara luas. Artinya, konstitusi&amp;nbsp; merupakan dokumen hukum resmi dengan kedudukan yang sangat istimewa, baik dalam bentuk tertulis maupun tidak tertulis. Konstitusi merupakan sesuatu yang istimewa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keistimewaan konstitusi terletak pada sifatnya yang mulia yang mencakup kesepakatan-kesepakatan tentang prinsip-prinsip pokok organisasi dan kekuasaan negara serta upaya pembatasan kekuasaan negara. Konstitusi dalam pengertian sempit adalah &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/pengertian-konstitusi.html"&gt;undang-undang dasar&lt;/a&gt;. Beberapa ahli ketatanegaraan yang menyatakan pengertian konstitusi, yaitu sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a. E. C. S. Wade&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Konstitusi adalah naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan pokok cara kerja badan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;b. Chairul Anwar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Konstitusi adalah fundamental laws tentang pemerintahan suatu negara dan nila-nilai fundamentalnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;c. Sri Soemantri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Konstitusi adalah suatu naskah yang memuat suatu bangunan negara dan sendi-sendi sistem pemerintahan negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Konstitusi sebagai suatu aturan dasar yang dibentuk dalam mengatur hubungan antarnegara dan warganegara harus memuat unsur-unsur. Menurut Sovernin Lohman, konstitusi harus memuat unsur sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a. Konstitusi dipandang sebagai perwujudan perjanjian masyarakat, artinya konstitusi merupakan hasil kesepakatan masyarakat untuk membina negara dan pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;b. Konstitusi merupakan piagam yang menjamin hak asasi manusia dan warga negara serta menentukan batas hak dan kewajiban warga negara dan alat pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;c. Konstitusi sebagai forma regimenis, artinya kerangka bangunan pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apabila unsur-unsur tersebut termuat dalam sebuah konstitusi, maka tujuan konstitusi akan terwujud.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/pengertian-konstitusi.html"&gt;Tujuan konstitusi&lt;/a&gt; adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a. memberikan pembatasan sekaligus pengawasan terhadap kekuasaan politik;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;b. melepaskan kontrol kekuasaan dari penguasa sendiri;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;c. memberikan batasan-batasan ketetapan bagi para penguasa dalam menjalankan kekuasaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;___________________&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dari: BSE PKn SMP/MTs Kls. VII&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/02/pengertian-konstitusi.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgZkpSDGVD6BwSyCu1unKA1H_E1vYZbdtnB85XYKUt8JkQPilYxkZv0voLN8fbEmhFSJXhUEEJMKeD8Fk_d6dxyYDkCKyT7moWwJaamIIZs0HU9KZMzSt2b1xPAfuPN41uQdHU0B2NmTE/s72-c/uud+1945.jpg" width="72"/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-4686898034597671223</guid><pubDate>Fri, 10 Feb 2012 19:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-11T02:29:08.017+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PKN SMP</category><title>Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia</title><description>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFbiFTeQtKftzS4e6UwH1uYqPt3mvzULIQ1sbmtnYQ70w0DzmTKteAH1gUergw6QMc7jXh0YPT3ZdQauEaI_TBsUuC0HNyyCUVqvjtZmEE6thid804kQUcbaNUiKandqoItY1-B00VEZA/s1600/sumpah+pemuda+1928.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="157" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFbiFTeQtKftzS4e6UwH1uYqPt3mvzULIQ1sbmtnYQ70w0DzmTKteAH1gUergw6QMc7jXh0YPT3ZdQauEaI_TBsUuC0HNyyCUVqvjtZmEE6thid804kQUcbaNUiKandqoItY1-B00VEZA/s200/sumpah+pemuda+1928.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu sebelum tahun 1908 dan sesudah tahun 1908. Perjuangan sebelum tahun 1908 selalu dapat digagalkan oleh penjajah. Hal itu karena perjuangan masih bersifat kedaerahan, dan perjuangan masih berupa perjuangan fisik dengan senjata yang sederhana.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kegagalan perjuangan yang telah dilakukan mendorong pejuang mengubah taktik perjuangan melalui organisasi sosial politik. Awal tahun 1908 mulailah bermunculan berbagai organisasi pergerakan nasional seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Indische Partij, dan PNI. Sejak saat itu arah perjuangan bangsa Indonesia pun makin tegas, yaitu mewujudkan persatuan nasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Langkah konkret para pemuda dalam mewujudkan persatuan adalah mengadakan rapat besar para pemuda Indonesia. Rapat itu dikenal dengan Kongres Pemuda I. Kongres Pemuda I dihadiri oleh beberapa wakil organisasi pemuda di daerah seperti Jong Java (Trikoro Dharmo), Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Batavia, dan Jong Islamitent. Kongres Pemuda I ini dipimpin oleh M. Tabrani. Tujuan kongres ini adalah memajukan paham persatuan dan kebangsaan, serta mempererat hubungan antara semua perkumpulan pemuda.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/sejarah-proklamasi-kemerdekaan.html"&gt;Kongres Pemuda I&lt;/a&gt; belum berhasil membentuk suatu organisasi yang bersifat nasional. Untuk itu, para pemuda menyelenggarakan Kongres Pemuda II. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/sejarah-proklamasi-kemerdekaan.html"&gt;Kongres Pemuda II&lt;/a&gt; dimulai tanggal 27 Oktober 1928 di Jakarta, tepatnya di Gedung Katholieke Jongelingen Bond (Gedung Pemuda Katolik) di Lapangan Banteng. Kemudian, tanggal 28 Oktober 1928 mengadakan rapat kedua di Gedung Oost Java Bioscoop mulai pukul 8.00 – 12.00. Rapat dilanjutkan di Gedung Indonesch Clubhuis (Gedung Sumpah Pemuda) Jl. Kramat Raya 106 Jakarta. Organisasi pemuda yang hadir dalam kongres ini adalah dari Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Ambon, Jong Celebes, Pemuda Betawi, Sekar Rukun, dan lain-lain. Dalam kongres ini, para pemuda mencetuskan ikrar yang dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Isi ikrar tersebut adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/sejarah-proklamasi-kemerdekaan.html"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;SUMPAH PEMUDA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air yang satu, tanah air Indonesia.&lt;br /&gt;
2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;
3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfbBbZ6W1qIEcZ9sX0jhsWwEgbVLtRsnCGdqjzU3KOQubDPCaTMF8goIjorwxdL_ndaleBc3pHgsu2aGJvicpm_sd-r0xUxrQ7ehxl-rD3X2bE9P_QjztI8cXluKFH6T4Jr6QYWXHBUOg/s1600/bom+nagasaki.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfbBbZ6W1qIEcZ9sX0jhsWwEgbVLtRsnCGdqjzU3KOQubDPCaTMF8goIjorwxdL_ndaleBc3pHgsu2aGJvicpm_sd-r0xUxrQ7ehxl-rD3X2bE9P_QjztI8cXluKFH6T4Jr6QYWXHBUOg/s200/bom+nagasaki.jpg" width="166" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Awal tahun 1945, kedudukan Jepang di Indonesia makin berkurang. Jepang terlibat perang besar yang dikenal dengan Perang Dunia II. Pada tanggal 6 Agustus 1945, jatuhlah bom atom Amerika Serikat di kota Hiroshima. Pemimpin-pemimpin Jepang menyadari bahwa negaranya telah mendekati kekalahan. Selain kota Hisroshima, kota Nagasakipun dibom oleh Amerika Serikat pada tanggal 9 Agustus 1945. Akibat ledakan dua bom tersebut, ratusan ribu penduduk kota Nagasaki dan Hiroshima meninggal dan luka berat. Hal itu yang menyebabkan Kaisar Jepang, Hirohito menyerah kepada Sekutu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada tanggal 14 Agustus Jepang resmi menyerah kepada Sekutu. Berita penyerahan Jepang tersebut sampai kepada salah satu pemuda Indonesia, Sutan Syahrir. Ia pun segera menemui Bung Karno dan Bung Hatta dan mendesak agar kemerdekaan Indonesia diproklamasikan. Namun, kedua pemimpin bangsa itu menolak mengumumkan &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/sejarah-proklamasi-kemerdekaan.html"&gt;kemerdekaan Indonesia&lt;/a&gt; sebelum bermusyawarah dengan anggota PPKI lainnya. Para pemuda segera melakukan pertemuan di Lembaga Bakteriologi di Jalan Pengangsaan Timur, Jakarta tanggal 15 Agustus 1945. Pertemuan itu memutuskan bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, Bung Karno dan Bung Hatta sebagai tokoh bangsa diharapkan ikut menyatakan proklamasi. Namun, Sukarno tetap menolak dan ingin bermusyawarah dengan anggota PPKI lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akhirnya, para pemuda mengadakan pertemuan di Asrama Baperpi di Jalan Cikini 71, Jakarta. Pertemuan itu memutuskan untuk mengamankan Sukarno dan Hatta ke luar kota agar jauh dari pengaruh Jepang. Usaha menjauhkan Sukarno dan Hatta inilah yang melahirkan peristiwa Rengas dengklok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/sejarah-proklamasi-kemerdekaan.html"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Peristiwa Rengasdengklok&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
Pada Tanggal 16 Agustus 1945 Pukul 4.00 WIB, Bung Karno dan Bung Hatta berhasil diamankan oleh para pemuda ke luar kota Jakarta menuju Rengasdengklok. Kewibawaan kedua tokoh itu membuat para pemuda tidak melakukan penekanan kepada Bung Karno dan Bung Hatta. Namun, dalam pembicaraan antara kedua tokoh bangsa itu dengan Scudanco Singgih, tersirat adanya kesediaan Sukarno untuk memproklamasikan kemerdekaan segera setelah kembali ke Jakarta. Scudanco Singgih pun segera mengabarkan berita tersebut kepada para pemuda di Jakarta.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sementara itu, terjadi kesepakatan antara Mr. Ahmad Subardjo (wakil golongan tua) dengan para pemuda. Kedua kelompok tersebut sepakat untuk membawa kedua tokoh bangsa yang diamankan di Rengasdengklok kembali ke Jakarta. Untuk itu, pada 16 Agustus 1945 pukul 16.00 WIB Ahmad Subardjo dan para pemuda menjemput Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok. Akhirnya, pada pukul 21.00 WIB Bung Karno sampai di kediamannya. Malam itu juga pukul 02.00 WIB di rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta diadakan pembicaraan persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terkait: &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/proklamasi-kemerdekaan-indonesia.html"&gt;Proklamasi Kemerdekaan Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;___________________&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Dari: BSE PKn SMP/MTs Kls. VII&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/02/sejarah-proklamasi-kemerdekaan.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFbiFTeQtKftzS4e6UwH1uYqPt3mvzULIQ1sbmtnYQ70w0DzmTKteAH1gUergw6QMc7jXh0YPT3ZdQauEaI_TBsUuC0HNyyCUVqvjtZmEE6thid804kQUcbaNUiKandqoItY1-B00VEZA/s72-c/sumpah+pemuda+1928.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-6040344205902313888</guid><pubDate>Fri, 10 Feb 2012 18:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-11T01:32:29.382+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PKN SMP</category><title>Arti dan Pentingnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia</title><description>&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/arti-dan-pentingnya-proklamasi.html"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Arti Proklamasi Kemerdekaan Indonesia &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/arti-dan-pentingnya-proklamasi.html"&gt;Kemerdekaan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; adalah cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bangsa dimanapun berada. Demikian halnya bangsa Indonesia yang mengalami masa penjajahan sangat panjang dan membuat penderitaan rakyat. Oleh karena itu, bangsa Indonesia berusaha untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Pada akhirnya harapan untuk&amp;nbsp; merdeka itu terwujud dengan dicetuskannya Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/arti-dan-pentingnya-proklamasi.html"&gt;&lt;b&gt;Proklamasi kemerdekaan &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;bagi bangsa Indonesia berarti berakhirnya masa penjajahan dan mulainya kehidupan sebagai bangsa merdeka. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/arti-dan-pentingnya-proklamasi.html"&gt;&lt;b&gt;Proklamasi&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; kemerdekaan merupakan titik puncak atau peristiwa puncak dalam perkembangan perjuangan bangsa Indonesia menentang penjajahan. Proklamasi kemerdekaan mengumandang kan suatu berita kegembiraan bagi bangsa Indonesia ke segenap penjuru dunia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/arti-dan-pentingnya-proklamasi.html"&gt;&lt;b&gt;Proklamasi Kemerdekaan Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah sumber hukum bagi pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pembentukan negara yang dicetuskan melalui proklamasi tersebut bukanlah merupakan tujuan semata-mata, melainkan hanya sebagai alat untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan negara. Proklamasi kemerdekaan Indonesia menjadi sarana untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur serta lepas dari belenggu penjajahan bangsa lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Secara garis besar, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga memiliki arti sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Merupakan titik awal penghentian segala bentuk penjajahan di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Merupakan titik puncak perjuangan pergerakan kemerdekaan, setelah berjuang berpuluh-puluh tahun sejak 20 Mei 1908.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;  &lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Titik tolak pelaksanaan amanat penderitaan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/02/arti-dan-pentingnya-proklamasi.html"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pentingnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Akhirnya, dunia mengetahui bahwa bangsa Indonesia telah merdeka. Dengan demikian, proklamasi bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi hal penting, karena:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="color: black;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;bangsa-bangsa di dunia mengetahui bahwa bangsa Indonesia telahmerdeka;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;kemerdekaan adalah hak segala bangsa sehingga bangsa Indonesia berhak mengatur dan menentukan nasibnya sendiri;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Indonesia memiliki kedaulatan penuh, tanpa dicampuri oleh kekuasaan dari negara lain;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;bangsa Indonesia tidak ingin kehilangan kemerdekaan yang telah dicapai dengan penuh pengorbanan;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;  &lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;bangsa Indonesia dapat melaksanakan pembangunan karena telah merdeka.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;___________________&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Dari: BSE PKn SMP/MTs Kls. VII&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/02/arti-dan-pentingnya-proklamasi.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-1579102167706770182</guid><pubDate>Fri, 03 Feb 2012 16:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-02-03T23:22:19.039+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KOLOM GURU</category><title>Pengaruh Lingkungan Terhadap Keberhasilan Pendidikan</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEPHGVf2iCw9fPE5K1mYu-h7eRYTjoyBROcjZR0baRgQO79XfL_3KH2LTRyWDADjFA2fy0cph3ucFOoOMfQfx7f9aBUyyARlCIl1DVVCrj4IGNAbUmuk1mU0RX6_f_jQ5OE5s-vKS4vnU/s1600/jembatan-rusak-di-lebak-banten.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEPHGVf2iCw9fPE5K1mYu-h7eRYTjoyBROcjZR0baRgQO79XfL_3KH2LTRyWDADjFA2fy0cph3ucFOoOMfQfx7f9aBUyyARlCIl1DVVCrj4IGNAbUmuk1mU0RX6_f_jQ5OE5s-vKS4vnU/s200/jembatan-rusak-di-lebak-banten.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Lembaga pendidikan sebagai salah satu bentuk sistem sosial, senantiasa bersifat terbuka. Artinya pendidikan tersebut selalu menerima masukan (input) dari lingkungan dan memberikan hasil berupa output pada lingkungan. Keberhasilan suatu lembaga pendidikan dalam mencapai tujuannya dipengaruhi oleh kondisi dan situasi yang ada di sekelilingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Konsep dan Jenis Lingkungan Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kehidupannya sebagai makhluk sosial, manusia akan berhadapan dan berinteraksi dengan segala sesuatu yang berada di sekelilingnya, baik yang hidup (biotik) berupa manusia maupun bukan manusia seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan serta yang tidak hidup (abiotik) misalnya lingkungan alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segala sesuatu yang berada di sekeliling manusia disebut lingkungan. Dengan demikian yang tergolong pada lingkungan adalah makhluk yang berada di alam (dunia) ini, yang hidup (biotik) maupun yang tidak hidup (abiotik) yang mempengaruhi perilaku, pertumbuhan dan perkembangan kehidupan manusia, termasuk kegiatan pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lingkungan hidup manusia dapat dibedakan menjadi lingkungan alam dan lingkungan sosial.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Lingkungan alam&lt;/b&gt; ialah segala sesuatu atau benda di luar manusia yang berada di alam dunia ini seperti batu, rumah, tumbuh-tumbuhan, hewan, iklim, siang dan malam dan sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Lingkungan sosial &lt;/b&gt;ialah semua manusia atau orang lain yang berinteraksi dengan diri kita baik langsung maupun tidak langsung yang saling mempengaruhi antara manusia yang satu dan yang lainnya. Sebagai makhluk sosial, manusia akan saling mempengaruhi dan dipengaruhi orang lain.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Sebagai sebuah sistem, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh salah satu komponen yang ada di dalamnya, tetapi juga oleh seluruh komponen dari sistem pendidikan tersebut yang masing-masing mempunyai andil dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Salah satu komponen penting yang turut mempengaruhi keberhasilan pendidikan adalah situasi dan kondisi tempat berlangsungnya kegiatan pendidikan tersebut. Oleh karena itu baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik dan alam sebagai tempat berlangsungnya pendidikan dengan segala situasi dan kondisinya akan turut berpengaruh pada keberhasilan proses pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lingkungan pendidikan merupakan suatu keadaan atau berupa tempat yang memungkinkan terjadinya pendidikan. Karena pendidikan merupakan interaksi antar manusia, maka yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan adalah suatu tempat dimana memungkinkan terjadinya suatu interaksi manusia dalam proses pendidikan dan untuk mencapai tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari kondisi lingkungan dimana pendidikan itu berlangsung. Semakin kondusif suatu lingkungan tempat berlangsungnya pendidikan, maka semakin mendukung terhadap keberhasilan pendidikan dalam mencapai tujuannya.***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber bacaan: Pedagogik, UPI Press</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/02/pengaruh-lingkungan-terhadap.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEPHGVf2iCw9fPE5K1mYu-h7eRYTjoyBROcjZR0baRgQO79XfL_3KH2LTRyWDADjFA2fy0cph3ucFOoOMfQfx7f9aBUyyARlCIl1DVVCrj4IGNAbUmuk1mU0RX6_f_jQ5OE5s-vKS4vnU/s72-c/jembatan-rusak-di-lebak-banten.jpg" width="72"/><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-3595565372712855123</guid><pubDate>Thu, 19 Jan 2012 07:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-19T14:55:57.918+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KOLOM GURU</category><title>Jenis Alat Pendidikan non Material; perbuatan dan tindakan</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwvK1zwV7bRBGCc7IQuFwqZwaJsNbT4ZzMArdmstXMGFVlHLQcjOG-e0Oizm71X25gID1m3Wprd-ZHbvxvtumC-QGUX7WWSmrpuakDtvM6j0dGhsVl_ISBLBuYFt_q-oLSNwX_NjqN_co/s1600/mendidik.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwvK1zwV7bRBGCc7IQuFwqZwaJsNbT4ZzMArdmstXMGFVlHLQcjOG-e0Oizm71X25gID1m3Wprd-ZHbvxvtumC-QGUX7WWSmrpuakDtvM6j0dGhsVl_ISBLBuYFt_q-oLSNwX_NjqN_co/s200/mendidik.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/01/jenis-alat-pendidikan-non-material.html"&gt;&lt;b&gt;Pengertian alat pendidikan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/01/jenis-alat-pendidikan-non-material.html"&gt;Alat pendidikan&lt;/a&gt; dapat diartikan segala sesuatu yang digunakan untuk kegiatan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Alat pendidikan terdiri dari 2 jenis, yakni yang bersifat non material (perbuatan/tindakan) dan yang bersifat material atau kebendaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika dalam artikel sebelumnya telah dibahas lebih rinci tentang alat pendidikan material "&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/alat-pendidikan-material-dan-non.html"&gt;alat pendidikan: material dan non material&lt;/a&gt;", maka kali ini PKn-kita akan merinci jenis alat pendidikan non material.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/01/jenis-alat-pendidikan-non-material.html"&gt;&lt;b&gt;Jenis alat pendidikan non Material&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Pembiasaan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Pada terdidik yang masih kecil, hal ini amat penting karena banyak hal dalam hidupnya itu adalah berupa kebiasaan ini. Kebiasaan itu adalah suatu tingkah laku tertentu yang sifatnya otomatis, tanpa direncanakan terlebih dahulu, serta berlaku begitu saja tanpa dipikir lagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Suruhan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Di dalam proses transpormasi, suruhan adalah hal yang harus dikerjakan (kebersihan badan, kerapihan, ketelitian dan sebagainya). Suruhan merupakan jenis alat pendidikan yang tergolong banyak dilakukan karena memang dalam keehidupan manusia itu ada hal yang harus dihindarkan dan sebaliknya ada hal yang harus dikerjakan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Larangan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/01/jenis-alat-pendidikan-non-material.html"&gt;Larangan&lt;/a&gt; adalah bentuk alat pendidikan untuk pembiasaan dalam hal-hal yang tidak boleh dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Menganjurkan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Menganjurkan mempunyai sifat tidak mengikat dan terasa tidak memaksa pada terdidik. Menganjurkan tidak terlalu tepat untuk dijadikan alat pendidikan meskipun dalam situasi tertentu dapat juga digunakan, misalnya pada situasi terdidik telah baik melakukan sesuatu akan tetapi akan lebih baik lagi kalau ia menambah suatu kegiatan untuk membuat kegiatan terdahulu itu lebih sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Mengajak&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Dalam menjalankan perannya, yang paling dilakukan oleh pendidik ialah mengajak. Mengajak kedengarannya lebih simpatik, dan karena itu tidak bersifat memaksakan kehendak pendidik. Meskipun demikian ajakan itu tidak pula harus demikian lemah sehingga sifatnya seperti anjuran. Ajakan adalah suruhan halus, dengan jalan menunjukan terlebih dahulu segi baiknya daripada sesuatu kegiatan yang ingin kita lakukan. Misalnya: kita ingin agar anak-anak kita suka akan kegiatan membersihkan rumah tempat tinggal. Kita mula-mula menunjukan enaknya rumah yang bersih dan sehat, betapa senangnya kita tinggal di rumah yang demikian.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;f.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Memberi contoh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Memberi contoh adalah alat pedidikan yang banyak dan sudah lama sekali dipakai. Bahkan barangkali secara alamiah memberi contoh adalah alat pendidikan yang tertua, disamping suruhan dan larangan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Yang dimaksud memberi contoh adalah:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;Memberi contoh dalam arti sengaja berbuat untuk secara sadar ditiru oleh terdidik.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;Berlaku sesuai norma dan nilai yang akan kita tanamkan pada terdidik sehingga tanpa sengaja menjadi contoh (teladan) bagi terdidik.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;g.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;Memuji&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Cara memuji banyak juga memberi efek yang baik pada terdidik. Secara manusiawi siapakah yang tak senang kalau mendapat pujian. Para pribadi-pribadi yang kurang berniat baik cara ini dibesarkannya untuk mendapat keuntungan tertentu dari orang yang ia puji. Cara ini licik dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang berniat tidak baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;h.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/01/jenis-alat-pendidikan-non-material.html"&gt;Menghukum&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: .25in; mso-add-space: auto; text-align: justify;"&gt;Ada suatu cara mendidik yang paling banyak harus kita hindari dan sedapat mungkin diberikan dengan jalan edukatif. Cara ini ialah menghukum! Kita baru menghukum kalau kita tau bahwa terdidik sadar bahwa ia melakukan pelanggaran atas suatu aturan. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/01/jenis-alat-pendidikan-non-material.html"&gt;Menghukum terdidik&lt;/a&gt; yang tidak tahu kesalahannya adalah pekerjaan yang tidak edukatif. Kecuali tidak edukatif maka tujuan menghukum juga tidak tercapai, sebab tujuan menghukum seharusnya menyadarkan orang akan kesalahannya serta menanamkan keinginan memperbaiki diri. Hal itu tidak akan tercapai kalau terdidik tidak tahu akan kesalahannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2012/01/jenis-alat-pendidikan-non-material.html"&gt;Yang harus diperhatikan dalam memberi hukuman pada terdidik&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;Hukuman itu hendaknya edukatif (mendidik), berangkat dari kesediaan kita membantu terdidik untuk berkembang, dengan kata lain bukan membalas dendam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;Bentuk hukuman hendaknya sedapat mungkin ada hubungannya dengan bentuk kesalahan. Misalnya tidak melakukan kewajiban seharusnya ditebus dengan melakukan kewajiban lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;Jangan menyakiti harga diri terdidik. Betapapun ia bersalah tetapi ia adalah tetap terdidik dengan kediri-sendiriannya. Harga diri tidak boleh terluka.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;Jangan memberi hukuman badan. Sedapat mungkin hindari ini, karena menyinggung harga diri, juga akan mengakibatkan banyak hal. Baik dari segi hukuman maupun dari segi kesulitan hubungan dengan pihak lain.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;_______________________________&lt;br /&gt;
sumber bacaan: Pedagogik, UPI Press&lt;br /&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;/ol&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/01/jenis-alat-pendidikan-non-material.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwvK1zwV7bRBGCc7IQuFwqZwaJsNbT4ZzMArdmstXMGFVlHLQcjOG-e0Oizm71X25gID1m3Wprd-ZHbvxvtumC-QGUX7WWSmrpuakDtvM6j0dGhsVl_ISBLBuYFt_q-oLSNwX_NjqN_co/s72-c/mendidik.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-6368756742627145892</guid><pubDate>Thu, 19 Jan 2012 07:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-01-19T14:02:17.348+07:00</atom:updated><title>Tukar Link</title><description>&lt;div style="background-color: white; text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk sahabat Blogger yang ingin bertukar link dengan blog ini, dengan senang hati saya akan menerimanya. Silahkan pilih link atau banner di bawah ini untuk disimpan di blog sobat.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: red; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Text Link:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Pendidikan Kewarganegaraan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Copy/Paste Kode HTML di bawah ini dan letakan di Website / Blog Anda:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt;&amp;lt;a href="http://pknkita.blogspot.com" target="_blank"&amp;gt;Pendidikan Kewarganegaraan&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: red; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Mini banner:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" src="data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAAHcAAAAgCAIAAACn0HCSAAAQ9ElEQVRogcWaeVxT17bHTwJcTECr0uHV0n6u0trWPmy1tteKEgZDAorIrIhQHGtbFREc6m1r9drWXmud0bZWOzgrjoCIrYrWESQJCThggEAwYTIkZDw55/f+OAkECIgV+/Znf/jsbPZea5/vWWfvtdY5BJhCA7S9SdtbDylUTwYxwhzEOx1jpWlrj/U6ldDjud0v5QkUmqYJmqZBUyBJmC0wGqC3V0MLDC1tPztU5r/dDDAaYLaAJNEDygDV4Z49DvGHFIr+mykDIACAJJ8niGEE4UcQQQQRTBDBBBH0GO1ggvAjiGEE8TxB9CGeVGERBOuJCe/FYqdstgwjiE3Dhx/xGZz/ovdZb++z3t75Lw7Kf3GQve3t0N99+6Wz3i+d9fbOGjJ40/DhaGyE2cKYEAAasAIkYO1o2t3bMgVQtH2iw1xbP82Itv+0OpH//1YcKBsNfgSRNcRH5uWl4nJUXI7ag8s0Hqne5/RRcbgqDlfF5UgHDjwyeAhq7sNgAijQJGiQgBHQAnrA2n41XW8RFCgSNMnMNQIm21wKsAAUCVgZtBTF/NR3kv+QU8HJfzve9UcqjtfiQFlvCCaIs97eKg6XJoheqSoO96z3S1DUQG8AjbKbxeP8/Ef5C3wDIt4an1jRBCsA2mbdtL1aATNAtl42DdAUDMb46JhDOWfK1Dr/8PevihU0AJA0LHoLNTFmbtbJaypFQ1RomFRcWFRSEpq0sNoCY5uNt1m3Uy29Ttmx2CjTNN2BMtWblKsZyreKSgL8gwtKy5RAUHz62q1HmYsz223TCsoM6AEN0AyQrYgpUAYqMmb6nrxL9YAGMNnYWcxAAwV+XPqBUxJYASsJqqVYKhqfsuiOFc0ASdtwdaflifFtRxlos2U116PXbJnL6Uz5QuntGiB56Y5ZizaCQubGze+MjRgdHFvb1HxdWjoiKCo8ZbkvL3bO4tWMoX23+cf3xvLjo6YKhZN/zbssbqD8Ij64KlKCQuam70YGBAROnf3OxAV7s0trFZoYobDs5p9FJcVBKRklJgROXTwvbbW6RhUuCH3Xb9KY4BhVo+a6VDYiODJ8xlJfXuys9P8YAfPDTojHKTRNPy7lVpMHi9WhwVDOf+FFG2WKvl1UHOAffEFWXgWMnfL5mq15kpv3QnghtQ2mr7f9/N/tuwtkNS/zZ52R6apq9BFhk2+Kiq/K7g4NSvjltEhVrY4IERw4/bu43vKvyQsLih9Ib5bz/MYeyMsRN+hGhX+871SpukoTJxSWiK5dl8pCkpYt/PZo0IwVNRY01KutWo3VgtT0lVnZ+ZekVUP5KWdkWkW1fmJYbIFUrgHMXULqhTO0y32Z6sSxhxUsVuuUDjvG7aLicX4BvoFhPkExviGz5fXYsuFn3pjAd8cFj+Tx5y3+d4Gs1id0QUkzrHrMjI4Tiwp/y/3dJ+wjsRaUgUqMDD+cmyeqM787efEFsf5kVgE/IKRK26AEeFOW7DtVWl+piROEiUWF16S3hvEShgnmiXSoBygaZTeLeWP8/cYGfrtt5zmpcojwY6kWVj2SYhLPyRR1zBb091DmOzn92DTBppwZbw8quyPlwpKAcSHMVbUAJLBlw0/TpqQ8MFpMAA1cK7k3VPiRtBmUHrOjYuyU54l1oE3WxMgJh3PzJA3ku5MXXRDrTxy9xA8QVGnrajtRviIrfS0wVjj3y9glO+qBQyf+DA4IbVLXZqSnrt/6w3mZyid0gVQDqgVJ0dMuSBX13VDujeKcssHFTcntV9G3v9LDs5bLrfbkqDnuRhe20YWt5nBUXI7Bxb3F1b3Wg1Pr4W5wZVMsp9tIR8plhVKef8gFWWUj84TSkBbLeP4h1yS3123bvnXLhiJJ6TDhrDINKD1mRMcVi0WXZOWv86f/Ia2vrVGHC/kHT+dJ64yjIxZclDRLblYEjg26LJOUNGjeCZ974JSovrIpRhgmFhVelUpD3l94y4DgxBUXJE3rNu9NTf3EbDLExESt3/pDgaz2VeE8RktSTOKFknuN3ewYvU65dcdQcvth33HcroZEBkkxiv885+2l5rirOe749WcsXVrNfaaS+zRSP4LoT7z5isWFcARtJQiKRYDF6ki5SMbzH39Retd+slOwmNLTMkb6T5qc+KFerxNJxCNCpt57AKsBSbFTrktkemDd5p2jx/Jj4pNmf5h68HT+LXWzf8TMq6Jq5uQc4S8ISfww4eOVh7Mvq6rrokLDxKLC61LZhKT5NWZcLqmJSZhzt7wqVBjuFxAyJXnut9t2XpZWDA9JYrQkxiVckZZrnXsaT5iyvG9/HMu7/82mQz6vHPcZjB2ZEN2QP+Uuf8odR/aTq9dcecYHgkiUFjdPj1D0dde4sRWenvJ+/ao9uUpPd0Vfd5WHi9GF3cHHAAXQMAHG1piCsoCGEdAzP0Ex0QQz2Gw3edCwAibY5hoZKBQFimoNcMz2Wa1RSUubLwjA5skxf7XttRg7xUdPhDINwNBGuaqvJ7KOkKtXiZ72Khn4XI4vD7IKRPCkzxI4euDB1+uyRo6DpBTRfHl/l2ZXT9WAf+Lc1ZrUxSgTo/QqZJcqA0aquW7tKKNjdAAbWVsPU2xt2hattJpYa9DcNt1Ov12wTrcNJtufW62xT9sUuxZrp5G9G5o/hLL4maelA56TR8+B6K75nVdKnmXj2FHVxkzcLMHKz+4MdDG4ERaiv2Lga7hSDEXF1dCgg0OfR+5e/LRB0ZfTtmO06O1M22cqmNo5sHbMwf4t6QjHNTwpykDnHeP0/W82HX556PEhL+H4EZw6UvGU250BXBw/DVUjau5dDvOXP+VOslxIwqt2gA/+PCufE3fz2X6iZ/q3LE9H9gmFJ7ddhN1Wejmyclqe6L3pYBXd66JAE6yuKB/Pg6IOpbcgKcLJ/Rdf6F/PdZX364djpyvWb8FPP6D4msSL09DH3cDyUg34Jy6eVM8MU3i6Vnl4kBlLkJ2j8PTskMcAZWU2TbN9ZWSn57rXQDyKWJqmH+vtwcPyUHbKdDvKDvvywFoPd6Wnex3HzejCrurriaxDzV+uO/3yGJy+gsy1VwZx6/7hdX/Aiwzl6r4uCk9uJ8pM7GdtqrwXLhDszTvfBFQo9SGhCXPSv2jp2fneW7b5qHI6Z1//gi4Wi4XOlJUeHOz/DSuW3vdsl59TenCw/xd8uqpowLBy7xGQXscnHyk4A1QD/gfnj7VMF9Z6utRwOUhdhOPHa7nc9j4Gqa0sjxDw9+RdqgZC4hbOSfu6xe4eWNCWzelwsrWm0Eh7Fo3pIu23h3kmGA+EdLi+1okmu3fhXBpsyVJTq/fiIMFqf+BIh5SetW1uR11mB10W+xQn+/L9PpyGPu7Y9QMWL2x0d3cMnW39aWlK7kAlx4sSRuBaEQTCOq9+yN2PGH5jH5eGPu6Y+wH27290d29HmSK1leWRfP7BnILPth99VTi3rNm20HVbdr3Jm/R2SPydRnr+8rVFxXdholcuXVajaWoG0j/58qa4MjgsZsS40Lf50xQPoFbUTQ6NjHw/YxQ/vqGpccPWjb68CYGJi2Lnr9mXc61GqZ4oDB07RsALDFc3Nl2Tlg4PnhI249++vPi5i1czvP67ddebvIgRIdOqHlhBk5mbvhvBCwtOTI2dv2Zv7o0aZV24YMI4PyEvMLxG03Snro4XkRydnOEXPLmw5F5wWNQo/7C3+dMqmlCjrJsomOBU16z0/+jtduM8W6Rzc6no6ynv59ni6uIYUjv261zdKzyev9v3uTqOex2XKO/vVtXPrcWNrXNzk3v2lffr1+Lq5pRy/MxFQwMTo5btvA+ARllx4ejxUbc0+HTH8ZU7ju47dWXj5t31ivsTBRMO5v5eptalr1xfU082GtEEJC3P3JMjUVc1hfMn78ktagRE4lK/sf6/5BcUNuLt8AV7syUNag2p1ZMWLEhflZVz+pKs/JXxKbkyc9l98CcmFoplN0pKR/Hjb2mwYkf2msxDsuKSgDFj9uQVFDZixKSP9+RIGtRaUmskLZifsWpfXp60QfPuhDl7s6Um4H59S5MBD2gkLc/8NVdSX6cltXoriQXpq47m5l2U3m3VFRSeUiBVMPGOcx/Dwma3uLro3FxIFtsxL2Fhs3UubKbfwma3uHB0ru5GF7bRldC6slrc2CSbIF1cWlzddG5uFoLlZMcIEfwvL3xwcPIQ/sJ8iRYU+f3GdcN50T5BKT5BSckZ6yqUus8+XZ114uS0GR98mPrl/hM3DuRe0gKXpRW+vOiXA1NWZeaoK3WThbEXpIom4MSxP4ICQ+W6JiUQHJd++IQUJG4ViUePFYz0D/smc1eBrOaV0I+kzTAZkRSTWFxcvHbbj68GThkclOITlDQjfd3Jo+f5AQK5rqkGCIpPP3hS0irhzYCw1d/vFtWZ/xWx6IJEQ1MAjRvSe/aVnIK1S11T41KYXIIJIFgETdM9fFfCpgm24wbyiPllG+XkJV/KAV788jlp60Bhy6bNodMzyi2oBZoA0oplS5ZOnfXBuaI7kfGLkmasUDbpD2bnjRofWdaIact/WLUtT1VpjJ4wRa41a4CTR3/nBwjkugYlEBy35OCJ0pysfCEvSKnWfrh05drM3edKVT6h86XNoA2YHRUjEt38OvPH8e8vu0OiFtAADOWKlkY7ZalNQp1m7rKVq77/TVRPvxe9TN4IUDh9/NCY8eHMSlZm5pw8li/wD+ysi9IjOSbxgqyyzk65nS3nv/CCLfPJIjrkgGyZoC76nWbsnFEO/fVMoRrIOl4QME54XVx2RVbpG5hwVqZbsSN79fYDgCX7xJHw6R/XmPD15n0bt+wEbdq2ef2s9NXVNN6b+vmqbXmqSlP0hAR5s7EZKCsuChgzZs+Zc0UN9IjwtN9y7mzYtGvxoiUmEybFJn/T/spnRsfdEBdfLC33DZyaL9W27Rh+o/ecOVfYSL81Ke3X7NsbNv2clpphMGNiXPLqHQzlJRWNAGX5fuM3c9K/YFby+fbc7zbvSkvNMJttus6XqTtQZrJ9XeeX/xLlbm2ZelAlDxeE7s290gxYjVRCZEzU9JlKI+YuWTvcPzY0abHaAsBksWh3HT7bDBSWKopFElC6+ho5b0K8b3BC2IzPvtp6TFWpj5o4pUqj0wOgWnZsXO8bOPG9aelvTUrfnXtbXqsLFYbz/MdPS5q9fuvOi7Lq1wUpdzSwGpAcG1cokTQD85Z8xWisNwJWy46N630Dw95LTBs+KX1X7m25Uh8qDPfnjU9Inv3V9l3SOqN/1PzqJoCy1NeUt65kTebRilpNB13DhDMYXUmxCZel95j3A+0oBxHEGe8XHuftare2DNBUmwfm4KuRdlfM0a8iW5MblIWJZxgnyWLPOpEADepO4bVgf78CqbwSCEj84g+JrjWH2Rr4GB2yTjRgYdws2hYc3S0q5I/zK5CVVwG86Z+fLdGaHCS08xFpC0A6umt0t7pa46+OlPNf7IV32GA5o/yInjych2Tt4wKagtm4LC1tRIBgWGBkcvp3TE71UT7lskkYyeO/ERiRnPFtM4PGLoF2qLaPPboQ3o1S59mix6Ts3Jadg3xIKOZ06W2d9ueDsa923xf0sHSS0I2QLvk+TKkDZbNpJEHsfu31gkGDxF5ef7lKnn66tXF+0KDdr70OdR2MFueLevzA+TEkdJW+eOQovIeUAcBKDSAIb4J4lSB829c3COKNTp0PrW8QxFCC8CaIAQTxD9vXYmyH2vPiZDyL5eTrOKed3cvpSWkV28U3eT2Saafc9a35a+bSw1lP4MNOx7275/mdHoxsd0ldju/qiv4PxL0AB58mOQcAAAAASUVORK5CYII=" /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Copy/Paste Kode HTML di bawah ini dan letakan di Website / Blog Anda:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f3f3f3; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;lt;a  href="http://pknkita.blogspot.com/" target="_blank" title="Pendidikan  Kewarganegaraan"&amp;gt;&amp;lt;img   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3Wv3GVrML02YDrSy07UFdxA0wpQz674RYgXuyI5CZQ_X2uY3MhYlSfzGIcNxB3otHQ4e-nmIQ2cYa85kfzeORghUJHJXPi-jOWNu0zkdKcobdkKniAJ2OqyzjwqZ91ZNGoKYI9YRU2Dc/s1600/banner+pkn.jpg  "  alt=" http://pknkita.blogspot.com/" /&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="" src="data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAALYAAAAUCAIAAACvRlC2AAAUrElEQVRoge1Ue3RU1b0+Ca+QQF7zSCCQhPiAAAkBRBFqFakvFIuiFeS2q9rWWhXUuqrVpVYEKiQB8ySBRJFAgJBMJq+ZM+ecOWfO3uf9mpPJTGYyMxkePmutt63tvbX1MfePM4QQAsZbvXete7vWt2bt83t837d/+7cG0ULvcHqU88ZGg9WGGT3G6LExcc4bOxc/nYjoUV4/xXljvBbjtXHqL80QMxqNA6+fYrXh0dnR4PVTrDcy1qce5fSo0WX8XojT502O0h0RHcMzxttXsn1zmCjzqMlfWD/K/7cBRBk8y3ojrDYsKpF+MeQXBvvFQV0a1KVQvzgY4AeD3GCAH+wXBxUlJKohSQkpSkiXQpo0xKsRo9cAo0aN17o8oHcYeseJG71Gdhweb4T1Rhg1OiZyaaFTrHZqIrojzEbB+DUXsX1zmCjzOW8X1X/FHP5ZIMrgWUYLM2pUF4KfiIG4Eoy/+8f4J5/FP/ki/qfP4sG3/70D9zcc+Svvi38aj38Wj/89Hv/bF/H3//wX/xlFCjJqNAEtbAyaUaNAi9JqBCoR43y+ZtQn0CZ6HgGtRhg1xqixC2tiQIt9Xc7xzjGgxYzPkTirDU+sNwy08Ff6n6gfLcxo4Ynzj3sePfB/0s/5FQmyA1W3/2D7FUv3rLj5zQ0/pJ96yfmjJ+qX3FC78PodVyx5cGZO269f/lQf/LOb5Xfu27HqFtcre318gNHCnDbEqiFOCXFKiFXDjBqltVO0FqPVYahEJrwiYUYLMVqYUWOMGuWUMKuGaS1GeWMXZWOsGmbVENDCtDcKtdNAPWV0jXAauuNqQe9w4qyFgTdEq0MXr92Iz//hFUnoXrQiRuR/bUVk/9tQiUAlEga+1ts2N+Quqsi+aldq/qG8smP5y96yLOxbfFNb6U2/nGq5G5n0QlFpw/zr9mRf9UpWkXd7dZAdgGqQUX28osuSLot+Xhqi1WFCe4fQznrUmME8IahBRvVBzQ/lGCsNK6JfkvykFiO0s7Q6zGihUdmYLAcEWfd4B93eCK2chvJZqAyPIaTViPFPNgZADo8oQi3BCeXTjBZmlCAjRxh5LNVX4gItdQiqQ1+XYWIYHnXN4TFXvtR9x6sZ23t5INLAWSCHgRyOerwda+4/Zi4+bCo+nH01VbRSKl7TbVqIFl3bu2D1K1NyfoGkl+ctwktu6i64ps6yILSjNkT3QyXAqAoFgTlrThKShiDTkCmZe5p6Ue09SjllME8EUB2EqoIxbEbO4pr99pPHe2bOzKloaie0sx4lCpUAVBWc5TOtpbUNXSeO9aZlZO9rfqOPU2fmllY19AJpeAyhRwl7lHGEaGko8TuKs7rBzkkDgFcXLL25ZOVdQI5O3PlYLSUElNDXagdyGEphKH1lNjrKWHSMyUvdd7yasb2XB8IPnKLkIC0NxShv+3c3tuWUHsqa3zSjEM1bKhbf2JVd7CpcgZfc9NtpuQ8jKdstV/YVf+d47uK91uIPm9oHaR3IPqgybkiZLAvr6k8qAr/1yW3ZRatt9BlSOm08xsTQD1UGZ+hMa1lVvQMKESgGKTlCyRFaGjJURmcZuR+orIuFGday1+sdUDwFxPNsl9WNnKvRRzhr67pkUbtr/ffXP7gVU94h5eiEbf+3IAdpOWicKXmIkkd7i3wbihNRubDmfOT8igyTmu2m+ztmLz1sKn4z44q+vDKldG23ZZFj7jJYdktl2tyHkdQXMgpcJTcfn7Vkb/6Sv/fAAeADsg5VgDNUprWstr5TFQAAWGru8t2NOJTCrOgDUpCSI6QcoaUhVvRxoo+WgyNWKDlIywEoBlhJY1WAM3SGddnr9SjHD7Gin5KHSGUIikFONLLU+aykAo1xcjDdsqSq3sEKESgGjJWCYgBKfiAFaTlIKQFaDkAxyApBVvQDKUDKMUI+TckRIOtApUhIWC3zG2o7tm59btn1a3HlNC6fBVJgxDklRRNrKgWg5IOSn5KitBRhxcSZlGNAGkcRisaIg1AMGpZoOUBJUUqKGlRA9tFygJSjlBRlRT8n+mhpiJIT70fJQUoOQjHAigFWDAApSCpDpDIEpCCU/EAezTYSCVJSlBajrOhnRT8tRSg5QstBWj6fvXS98S6GesR4ssSKCL6YRxr0iKGoW7Xf/IAtr+ywqbgpfV5Xbomy5JaunMXds0ph6fdeTy98GEn91Yw8Z8maI7NLK65cERdDOuinJS9QaAySmday2lqbKgCadqXmLt/T0CdzysnWlkmpZmSyGUkrOOlkeYrIt2RueugxJDkbScre8OAjuDJAKt5jre0zUqYjSci6e+9LzV2+t66bJ5g5Vuvug0edavjIMfuMaWlIMrJu472pucv31fdwBJNnzdzTvN8uKDNzympq7TQpZmfPXrRqPS4N37X+niQEQZDpS1etdauKg2Gt1qKfbHl0MoIgyJRbtzzbrf4el07RkpdRKJrum5dt+cmWx7KLVreBGCadoUW/zDMJ58kmJHXecadyy/e3PPvCS6JIU7RnRm5ZZYNN5pnjx44uX/tvLum9devvu1CRsVqLbvjOXUhabhtKt7baU1NmIknIHfc+kJq7rKKhmxX616+/E0lGkORpC1dtJIUznJvMt2RufvhxJNmEIKYNmx/DFb9b6W9ttc2Ylj4JmTI5JesIxjvVcMsxe2pK2iXYpi9cdR8pnOHcnrlmyzU33oOkFXSg5G0b1o9kcfGd8erJxLtMMiGIacOmxzE54lIibinsEUMIp0dJwU/ygwOkevSeh5pLbqi6asVrcxY3XnWtc809by26oWnB9V03bdhZtOT+aeaHTIVHV6+rWrhy5+pb46d+JwEvJXg9EoXRmMmysK7mpMhyT2zbmjVvVZd7gMFc88zpVQ2HUDHyUnXb+s0/F7Ge/IyUklVrnUK4fN/BydMzWlG0C8JM05wXnv8Ny4OfP/k0MqVwX22X6CIKzOmvHXyrjdVnZBc+/+tXWIH++VNPnstiBZYZv32joY2TsqzF1fuOlJasfub5XS4hQgiDPMspDKAImJWb/1pzQxeEmVlXrF62VmHovfuqkLQFbzjCLuEUJahAoihPd356+lRk+uMvHuwSf4+Kw4DzckRPgWVG9f5mlzj0UnXbui1Plu87sPLa60TOvff1ypyilRs2bRU5etvWR+/Y8nSfeJblJIkFFAEzc+a+1tzQxQBTdtGm+x8lRW8vYDOy8kf7r6jrFhlJYSlWoPs8TMqsFRX1nSLmNCaDipHyvW9OmWZqRbEuCK05cw7UHJSgVLGv/rYf/bSDUWaaCp7/9ctQAI889TQydd4IGxToXsCmzFpRUd8lulxzM2as3/xkn3jGI0isQEOBdtBsyqwVu/d386wkMyR7LrK3rutC9ebkFOthp9StDONCiOQHEU6PuvkBNxfggP6eoMf6cPVoB17bKL5x9BNRPd1HDJzo+CMvwzdbHr/73l9t+uEZFz1g6+NO2uN//QwwOslrlOjBKNScWZCEZCNIOpJiaekTMWGg4/Ah01QESZqGTM5GJuUtWXkH73IUmLN3Nbb1CMMenJprzaxsrKs/aZ+9cI0d91ICdHrcGdZl1VV2yYkXmtLKD+yvae+ZtfB7dsJHCdDpwTOsZdXVNsnpMlaknWHyzHlFOfPXbXqmmz+L8wM0J+6rfH0ygkxFkidNTtnRfOAEK87MWVZV0wZZgHnImTnLyutQNxsleYUWSYLqnW2Z8+zTu6alXVleZ3MKYZLXOw83maYiSPIUw/ni6+9qbWkrvepqHMfvuueBbb96bd6ClQ7UuWTF8l0HWhxSoHxvzSQEmYwkJ01J2dHceIIVMqxl1TXHWRYePtaSv2BN1zn/6ZYl1dU2neYaynciyQgyOQ2ZVlhZ18670MRkpKgHp+daTBUH6xva2iZNtyDIDASZjiRNWbJ69YET9tkLbra7dUqAKE1mWJdV13SpNFtfvhOZhCBT0pBphRW1JxNsDbYe8bTAsHUVO5FJCa3yOptCs/srdiXUpxZW1rULKFpgzt7ZcKJXjHpwarZl1quNtg75bZQPu7nA+RWh2P533/ldcMAnMGxPpx1z9L3/9tlIcJCH4N0zpxkP9ehPf/bTHz/k07yBfh/w0J/+/QuK7R9ZkVzzFfVVx2kYxrmwQwyRorfzcFNe+tT2HpdDDPUKp91ckHeh+WbTq432HjHGYK555rQ9jbV17b2zF64dfe2qqg7Jic8zz7j8iuxq3t/OMDmZuVfmLV64cmOvcJrklSOtR7MyLX12p+CGy5eveLW56RirpuZct7fWRgms04NnWsv2VvdRbITkFUokXR7UbL2qtrqtcs/BKdOsR/tYUvB1HG6alTH1ZG/COc6FOLdnVdmS3ZUNxctv7HV6rrnuuxV1b+QvWmr3eA6eODEz29rT5eBJuGz5iu1vHjzGyam5K6pq2jmWPtr6VuGCG8+tiNvwbz/Ukpc+1dbb3cOpRdfeXVnXxrtc+WbLKwdsXVKMxQnj7vUnbWlZc7vsJGA1ipdIQWw+bptbvMaYlcFWVW3rPNSSlz71ZG9nN68YbBw6MufTJw+35KVPbe9LaJXXt3W8ZUTsPZxy5bV3V9a1Cagr32x6tdFmvItxbpffdwrhxL8IwfkI1k8y+tvvfKBrXkgDW3tHV6c9MhQODQYpNxkZCrOQefwXj21+YBOkgU/vZxjmiy/jbuh1c6qbJ1ASM1kW7q2yEyBEsIMubtDDyhxmm5s57Z5NP3bwkR7+NMEOcqgz32za3tDRLQwzmKvAnL6rsfk4VGaaCp579kXIeh7Z9hQypbCyupN3EIWWrJ0HjOy85559GXLUI09uM7IC6iqwzNjZVH+cETKti2uqTqxb94P7Nm2heX733qo5BQswFJ48dHzmzIztTQdbGSU157rKmg6SZxwUlmktq6juJZghNydTIolSaJZ1cXW1jQXyE48/nVO4tAfnAN41Kztlw+aHHXykhz+FcX4J4r98/GeWohXrNm9jGbD1iUevXfuDOx7cRgl8xb7X5hRcibnotrdaZ8zM+E1z4xFWSs1dUVll87Cii8RMWXOee/blkdtV1HTW7a6cP9fsJND9xzuRzAUVtSc4FM03W37T2GEXhwHqKjBn7jzQ3AalTNOcB+/7EcMobk51Ct4uSsjImjt6VhU1nbW7K+fPNTsuZJtryt7e0GEXh6vKy0dn99SdqN2TiDQe70QyF1TWtfFOdORdoAvNN5t+c+DkCfkdBz9EsH6E0cI4248zAwTjfe/93+u6zjGs3dbZ2dk5ODgYGQrTlCcYDCqK8swzz2zcuNHpdAYCAUVRPovH3dBLsJqbo/vcVIalpLy6E4eDBOvHmQGKkXhAHDvcNGm6BUnKQZJnlV53O43is8y5O+rberkw6XLPsph3NLzVLQT2VNYnIclIEnLbhvun5y4pr26nndQsi3VUdnIim7O0vLqdRt2zLdk7GxtO0HJaztLKqjaPm1lSunhO4RWdDmJ+yfUIMiM/t2hBcemOxqYTtDw9Z1l5TRvB8b2kO9064lMjWE8f6U43L6ysaoNAAlD43p1bcgtLXFhfy5E3k1NzDOeLV97KQfJIy5tIxtW76toZSB89chjJuHpnnc3D8JQHX1S6AkHS5swqurq4dPuBpmNATMtZWlHdTrAaxfB7y6snIclJSci6DRtScq7ZVdvlcTPLShYiSZOz8ufnLb6pvKaVRt2zzLnb97d188ZkrK/uP9QtBA61tKelZCHIdCQ5rfj6W1Guv6KidhKCTEKQO7+/ISV32c4ae4ItOTkrf/6cRTeX1xwfmXM3H6YoellJMZKcnJV/9ZySNbtrW4GbHl1fUXuCRvFcU875dzHnbt9/3CaccnCDGPQhUB3CGB1jdJxR3//gI6/Xy3FcV1eXzWbTdT0cDlGUu7+/X9f1F198cePGjZ2dncFgMBAIfB6PE0AzGnGoYdDvov0Y9GPQh0EfwXhJIJNAxqGOQT8KAxj0UVAjgepk/E7GTwKVBKqT9TkZPwF0EqgEVDFGQ2EAAwESaIks68OhTgDtwqxKAhllNSfrQ2EAB34CaCRQCaDhUMOhjkOdBBoBNCer97E+FAYw6McYFWNUDPoxYHwmnONMgoEAWsI8lAkoY9CHwoDhnAQyAWXjk4AqAVXjjDMqAWVD1FAfUcThIMboONQIoAHIC8BxuOWNZFNJc5cPg34SyDjUDAkMGtPQnEzAyYy9O06rONQxRkcZH8r4CKDRgBNpR8vhC9kYFWP0UWyJOeNAIYGMQQVjdJTxn8vKOKO6oNeod9PK6HehoIYy/j42gDJ+DPoQoIRc0OuCXgwqZ979QNd1SZJ6enra2tp4nh8aCno8pNfrDQQCe/bsuf322xsaGvx+fzgc/jIex4DqAv2XghP2O2G/C/RjdL8L9KO0Pl7ZgAsMYHSi5mJg0PeVkRHyS/EknECvC3ovtDHgAgPjiqK0fq7ygppR8X4XSHBeypULejGg4kDx0BzrwdatW5dZtKoFG+qFoUuoj+/nYjbeg915R4Ktjwle5hUuM7TL1Y+aJELLQRRoDqC7aCUcO6OqKsuyPT093d3diqJEo1GWZTmO8/v9v92565dPPR2JRD7++OM/fPThl/G4i1YcQEdp3enxGrMbDQfQjez/UwDNBWQnAZaUlE1CJiPI9KSU3KYuxsYM9YEBlPYZq/ZVPL5EJfSiQO4bxZacYn3DztjYYB/wGXIo0BIb7NFdnm/sIggtDjo8Sq9Hc3ik9z/683sf/uH9Dz76w5/+8rdPP//Hl/HPv4j/9dPPfvfhx2fffl9R+//jP//xZTxu4PN43ElJvR7NQY2PXo92mez/fXgUp0fEKJZyeygCYm6tlxqw0/2doL/XozsofWI85yo9ipOW0IvY7EBPDNmjODyK0eUkNSf5jV0EIRlfDy5041I3LvXgQg/O9eF8D871Ytzos4EeFzty6MG5biLR+C+MD0LoJfhenO3FuB5M6sYVO6F0Eso3wmYnFDuh2Ilv/RYIAXQ7ynaifIeL70TFTlTsRPkR2Jzc6M9OlLe7hDGRf2FcjDuorzW9keLRXcaLdLj4Dhdvd/JdqPBtP8p/AdzD0TSaKzKiAAAAAElFTkSuQmCC" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Copy/Paste Kode HTML di bawah ini dan letakan di Website / Blog Anda:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: #f3f3f3; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;lt;a  href="http://pknkita.blogspot.com/" target="_blank" title="Pendidikan  Kewarganegaraan"&amp;gt;&amp;lt;img   src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRiJjSwwRT0px8r15nCN6LJFPmj9WE0s7DiOrTyVO4bTus0GfKR4_gMAMM2eRSQ5AI8rkUfX1HAP6JpIm8WxUrmtVPef9wcZThP5wUT-iwVHYyB-Uv82g8FGHn6qIBOSL_mvbA3HmJeJE/s1600/banner+kn.jpg  "  alt=" http://pknkita.blogspot.com/" /&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Harap konfirmasi setelah meletakan link atau banner di atas pada  website / blog anda di kotak komentar atau buku tamu. Terimakasih atas  perhatian dan kerjasamanya.&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2012/01/tukar-link.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><thr:total>7</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-4394473832231313968</guid><pubDate>Fri, 30 Dec 2011 06:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-30T13:56:00.666+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PKN SMP</category><title>Proklamasi Kemerdekaan Indonesia</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Perumusan Teks Proklamasi&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieGsvA42HB11xJNJmMMMNN9agZEXXik1uP7qgyH3sDleXFgNkcEXMmGKy2NTF_EIeIYC0ryOgXdjGLU90ivsDLS4Apl0H7iAv1FwDTMpn6Tm5G1W0x6m0zcspJrYQMkh_C-vwG_w_A9dA/s1600/teks+proklamasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieGsvA42HB11xJNJmMMMNN9agZEXXik1uP7qgyH3sDleXFgNkcEXMmGKy2NTF_EIeIYC0ryOgXdjGLU90ivsDLS4Apl0H7iAv1FwDTMpn6Tm5G1W0x6m0zcspJrYQMkh_C-vwG_w_A9dA/s200/teks+proklamasi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Pada pertemuan di rumah Laksamana Maeda dihadiri anggota PPKI, pemimpin pergerakan, serta anggota Cuo Sangiin. Semua peserta yang hadir kira-kira 40 – 50 orang. Di rumah inilah naskah proklamasi dirumuskan oleh tiga tokoh, yaitu Bung Karno, Bung Hatta, dan Ahmad Subardjo dengan disaksikan oleh tiga orang pemuda, yaitu Sukarni, B.M. Diah, dan Mbah Diro.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah rumusan teks proklamasi itu selesai, Sukarno kemudian membacakannya perlahan-lahan agar dapat didengar semua peserta rapat di serambi muka di hadapan peserta yang hadir. Bung Karno juga menyarankan agar naskah itu ditandatangani seluruh peserta rapat. Setelah dimusyawarah kan dan disepakati, naskah itu ditandatangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia. Naskah itu kemudian diketik oleh Sayuti Melik. Selain itu, pertemuan juga disepakati agar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diumumkan pada pukul 10.00 WIB. tanggal 17 Agustus 1945.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Detik-Detik Proklamasi &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teks proklamasi yang asli berupa tulisan tangan. Pada awalnya proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada. Atas usul Bung Karno, maka proklamasi dibacakan di rumahnya di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Berita pembacaan proklamasi kemerdekaan itu segera menyebar ke berbagai daerah sehingga keesokan harinya secara serentak warga Jakarta berkumpul di rumah Bung Karno. Rakyat Indonesia tidak sabar ingin menyaksikan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan yang diimpikannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya, penantian rakyat Indonesia selama bertahun-tahun terwujud. Tepatnya pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB dibacakanlah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung khidmat dalam sebuah upacara sederhana. Rakyat pun menyambut dengan suka cita. Saat pengibaran Sang Merah Putih, rakyat menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh semangat. Bangsa Indonesia pun telah merdeka dan berdaulat penuh. ***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;____________________&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dari: BSE PKn SMP/MTs Kls. VII&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2011/12/proklamasi-kemerdekaan-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieGsvA42HB11xJNJmMMMNN9agZEXXik1uP7qgyH3sDleXFgNkcEXMmGKy2NTF_EIeIYC0ryOgXdjGLU90ivsDLS4Apl0H7iAv1FwDTMpn6Tm5G1W0x6m0zcspJrYQMkh_C-vwG_w_A9dA/s72-c/teks+proklamasi.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-691732937838369617</guid><pubDate>Thu, 29 Dec 2011 16:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-06T13:06:41.529+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KOLOM GURU</category><title>Download File</title><description>Selain artikel-artikel yang telah dimuat dalam blog ini, kami juga menyisipkan link dari berbagai situs yang berisi file dalam bentuk pdf, software dan lain-lain. Berikut adalah file-file yang bisa anda download secara gratis:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/download-file.html"&gt;Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/17999895/UUNo.20Tahun2003TentangSisdiknas.pdf.html" style="color: red;" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/download-file.html"&gt;UU NO. 14 Th. 2005 Tentang Guru dan Dosen&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/17999896/UUNO.14Th.2005TentangGurudanDosen.pdf.html" style="color: red;" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/download-file.html"&gt;Software Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://nuptk.kemdiknas.go.id/nuptkwebbrowser161.exe" style="color: red;" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/download-file.html"&gt;Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.kemenkumham.go.id/attachments/article/170/uu39_1999.pdf" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/download-file.html"&gt;Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.mastel.or.id/files/regulasi/UU_No._23_Tahun_2002_tentang_Perlindungan_Anak.pdf" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/download-file.html"&gt;Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan RI&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.embassyofindonesia.org/consular/pdf/UU_no_12_th_2006.pdf" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/download-file.html"&gt;Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://prokum.esdm.go.id/uu/2003/uu-13-2003.pdf" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/download-file.html"&gt;Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan Kewarganegaraan&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://litbang.kemdikbud.go.id/content/06_%20PENDIDIKAN%20KEWARGANEGARAAN%20%28C%29.pdf" style="color: red;" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/download-file.html"&gt;Buku Standar Isi untuk SMP / MTs&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://litbang.kemdikbud.go.id/content/Buku%20Standar%20Isi%20SMP%281%29.pdf" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/download-file.html"&gt;Buku Standar Isi untuk SMA / MA&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://litbang.kemdiknas.go.id/content/BUKUST%7E1%284%29.pdf" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penting!!&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mohon informasikan pada kami apabila terdapat link yang rusak melalui kotak komentar. Terimakasih. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.ziddu.com/register.php?referralid=%28ykvoaPyUmb" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.ziddu.com/banners/images/1185859864@ban_468x60.gif" /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2011/12/download-file.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-191502369993870715</guid><pubDate>Thu, 29 Dec 2011 12:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-29T21:31:27.929+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SUDUT KAMPUS</category><title>Teori Terbentuknya Negara (bagian 3)</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaMxOTKtNJBcSne6nTA6nGOKQNj8ZB6roDbgj17l_NXV0UK-WvmQPIyA-VGFi9OT7f74kVRFa0-fmEnvtu5Tzokl5usr13Oak2jmFSnfWt9L21mEhV44pzhzkiUQMuM5-IhZjdOB2LOIA/s1600/hukum.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaMxOTKtNJBcSne6nTA6nGOKQNj8ZB6roDbgj17l_NXV0UK-WvmQPIyA-VGFi9OT7f74kVRFa0-fmEnvtu5Tzokl5usr13Oak2jmFSnfWt9L21mEhV44pzhzkiUQMuM5-IhZjdOB2LOIA/s1600/hukum.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Teori Hukum Murni&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Menurut &lt;b&gt;Hans Kelsen&lt;/b&gt;, negara adalah suatu kesatuan tata hukum yang bersifat memaksa. Setiap orang harus taat dan tunduk. Kehendak negara adalah kehendak hukum. Negara identik dengan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Paul Laband&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; (1838-1918) dari Jerman memelopori aliran yang meneliti negara semata-mata dari segi hukum. Pemikirannya diteruskan oleh Hans Kelsen (Austria) yang mendirikan Mazhab Wina. Hans Kelsen mengemukakan pandangan yuridis yang sangat ekstrim: menyamakan negara dengan tata hukum nasional (&lt;i&gt;national legal order&lt;/i&gt;) dan berpendapat bahwa problema negara harus diselesaikan dengan cara normatif. Ia mengabaikan faktor sosiologis karena hal itu hanya akan mengaburkan analisis yuridis. Hans Kelsen dikenal sebagai pejuang teori hukum murni (r&lt;i&gt;eine rechtslehre&lt;/i&gt;), yaitu teori mengenai mengenai pembentukan dan perkembangan hukum secara formal, terlepas dari isi material dan ideal norma-norma hukum yang bersangkutan. Menurut dia, negara adalah suatu badan hukum (&lt;i&gt;rechtspersoon, juristic person&lt;/i&gt;), seperti halnya NV, CV, PT. Dalam definisi Hans Kelsen, badan hukum adalah “sekelompok orang yang oleh hukum diperlakukan sebagai suatu kesatuan, yaitu sebagai suatu person yang memiliki hak dan kewajiban.” (&lt;i&gt;General Theory of Law and State, 1961&lt;/i&gt;). Perbedaan antara negara sebagai badan hukum dengan badan-badan hukum lain adalah bahwa negara merupakan badan badan hukum tertinggi yang bersifat mengatur dan menertibkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Teori Modern&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Teori modern menitikberatkan fakta dan sudut pandangan tertentu untuk memeroleh kesimpulan tentang asal mula, hakikat dan bentuk negara. Para tokoh Teori Modern adalah Prof.Mr. R. Kranenburg dan Prof.Dr. J.H.A. Logemann.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; tab-stops: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kranenburg&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; mengatakan bahwa pada hakikatnya negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang diciptakan sekelompok manusia yang disebut bangsa. Sebaliknya, &lt;b&gt;Logemann&lt;/b&gt; mengatakan bahwa negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang menyatukan kelompok manusia yang kemudian disebut bangsa. Perbedaan pandangan mereka sesungguhnya terletak pada pengertian istilah bangsa. Kranenburg menitikberatkan pengertian bangsa secara etnologis, sedangkan Logemann lebih menekankan pengertian rakyat suatu negara dan memperhatikan hubungan antarorganisasi kekuasaan dengan kelompok manusia di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Menurut &lt;b&gt;Georg Jellinek&lt;/b&gt; pun, terjadinya negara dapat dilihat secara primer dan sekunder dengan pembahasan yang agak berbeda sebagai berikut:&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;a)&amp;nbsp; Terjadinya negara secara primer melalui empat tahap:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Persekutuan masyarakat (genootschap)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Tahap ini merupakan suatu masa ketika masyarakat hidup dalam suatu kelompok dengan kedudukan yang sama. Mereka bergabung dalam kelompok untuk kepentingan bersama dan didasarkan pada persamaan. Untuk mengurus kepentingan mereka, dipilihlah seorang yang terkemuka di antara mereka (&lt;i&gt;primus inter pares&lt;/i&gt;) yang diberi wewenang memimpin menurut adat istiadat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kerajaan (rijk)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Primus inter pares&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;span style="color: black;"&gt;dari suatu persekutuan lambat laun menguasai pula kelompok-kelompok lain sebagai akibat dari kemenangannya dalam pertentangan antarkelompok. Berkat kekuasaannya itu ia menjadi raja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Negara (staat)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pada masa kerajaan, sudah ada pemerintah pusat, tetapi belum mampu mengurus dan mengendalikan pemerintah daerah-daerah taklukannya. Karena itu raja kemudian bertindak sewenang-wenang untuk menyebarkan kewibawaannya di seluruh daerah yang dikuasainya dan menyatukan semuanya dalam suatu pemerintahan absolut. Kesatuan kewibawaan itu melahirkan negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Negara demokrasi (democratische natie)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Negara demokrasi lahir sebagai reaksi terhadap kekuasaan raja yang sewenang-wenang. Pada masa ini, rakyat yang menyadari kedaulatannya bertindak merebut kekuasaan pemerintahan dari raja. Untuk mencegah kembalinya kekuasaan absolut, rakyat membentuk undang-undang yang menjamin hak-hak rakyat dan membatasi kekuasaan raja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diktatur (dictatuur)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diktatur adalah pemerintahan yang dipimpin oleh seorang pilihan rakyat yang kemudian berkuasa secara mutlak. Istilah Kranenburg untuk diktatur adalah autokrasi, sedangkan &lt;b&gt;Otto Koelreuter&lt;/b&gt; menyebutnya &lt;i&gt;autoritaire fuhrerstaat&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ada dua kelompok pendapat yang berlainan tentang diktatur. Kelompok pertama berpendapat bahwa diktatur merupakan perkembangan lebih lanjut dari negara demokrasi, sedangkan kelompok lainnya menganggap diktatur sebagai variasi atau penyelewengan dari negara demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Diktatur dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 13.5pt; mso-list: l0 level2 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;diktatur legal (legale dictatuur)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;, yaitu suatu pemerintahan yang dipegang oleh seseorang dalam suatu masa tertentu untuk mengatasi keadaan bahaya yang mengancam negara;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 13.5pt; mso-list: l0 level2 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;diktatur nyata (feitelijk dictatuur)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; atau diktatur ilegal yang terjadi dalam keadaan negara masih berstatus negara demokrasi;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 13.5pt; mso-list: l0 level2 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;diktatur partai (party dictatuur)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;, yaitu diktatur yang didukung oleh satu partai politik saja (misalnya: Partai Fascis di Italia pada masa Mussolini dan Partai Nazi di Jerman pada masa Hitler);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 13.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;diktatur proletar (proletare dictatuur)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;, yaitu diktatur yang didukung oleh kaum proletar (buruh dan petani kecil). Dalam diktatur proletariat ini kekuasaan negara dipegang oleh sekelompok pemimpin Partai Komunis yang menganggap dirinya sebagai wakil dari golongan proletar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 13.5pt; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;b)&amp;nbsp; Terjadinya negara secara sekunder:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Terjadinya negara secara primer membicarakan bagaimana kelompok atau persekutuan masyarakat yang sederhana berkembang menjadi suatu negara. Sedangkan terjadinya negara secara sekunder membicarakan bagaimana terbentuknya negara baru yang dihubungkan dengan pengakuan dari negara lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pengakuan dari negara lain dibedakan menjadi dua macam, yaitu pengakuan &lt;i&gt;de facto &lt;/i&gt;dan pengakuan &lt;i&gt;de jure&lt;/i&gt;. &lt;span style="color: navy;"&gt;Pengakuan &lt;i&gt;de facto&lt;/i&gt; adalah pengakuan menurut kenyataan bahwa di suatu wilayah telah berdiri suatu negara&lt;/span&gt;. Pengakuan ini bersifat sementara karena masih perlu dilakukan penelitian mengenai prosedur terjadinya negara tersebut berdasarkan hukum yang berlaku. &lt;span style="color: navy;"&gt;Pengakuan &lt;i&gt;de facto&lt;/i&gt; dapat meningkat menjadi pengakuan &lt;i&gt;de jure&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: navy;"&gt;(menurut hukum) setelah persyaratan hukum berdirinya suatu negara baru dipenuhi. &lt;/span&gt;Pengakuan &lt;i&gt;de jure&lt;/i&gt; yang bersifat tetap dan seluas-luasnya biasa diberikan kepada negara baru setelah pemerintahannya r&lt;span style="color: black;"&gt;elatif st&lt;/span&gt;abil. ***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Artikel lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/teori-terbentuknya-negara-bagian-1.html"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Teori terbentuknya negara (bagian 1)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/teori-terbentuknya-negara-bagian-2.html"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Teori terbentuknya negara (bagian 2)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2011/12/teori-terbentuknya-negara-bagian-3.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaMxOTKtNJBcSne6nTA6nGOKQNj8ZB6roDbgj17l_NXV0UK-WvmQPIyA-VGFi9OT7f74kVRFa0-fmEnvtu5Tzokl5usr13Oak2jmFSnfWt9L21mEhV44pzhzkiUQMuM5-IhZjdOB2LOIA/s72-c/hukum.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-1544528813201684687</guid><pubDate>Thu, 29 Dec 2011 12:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-29T21:37:17.352+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SUDUT KAMPUS</category><title>Teori Terbentuknya Negara (bagian 2)</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pendekatan teoritis (sekunder)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;, yaitu dengan menyoal tentang bagaimana asal mula terbentuknya negara melalui metode filosofis tanpa mencari bukti-bukti sejarah tentang hal tersebut (karena sulit dan bahkan tak mungkin), melainkan dengan dugaan-dugaan berdasarkan pemikiran logis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Teori Kenyataan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Timbulnya suatu negara merupakan soal kenyataan. Apabila pada suatu ketika unsur-unsur negara (wilayah, rakyat, pemerintah yang berdaulat) terpenuhi, maka pada saat itu pula negara itu menjadi suatu kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Teori Ketuhanan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Timbulnya negara itu adalah atas kehendak Tuhan. Segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa kehendak-Nya. &lt;b&gt;Friederich Julius Stahl&lt;/b&gt; (1802-1861) menyatakan bahwa negara tumbuh secara berangsur-angsur melalui proses evolusi, mulai dari keluarga, menjadi bangsa dan kemudian menjadi negara. “Negara bukan tumbuh disebabkan berkumpulnya kekuatan dari luar, melainkan karena perkembangan dari dalam. Ia tidak tumbuh disebabkan kehendak manusia, melainkan kehendak Tuhan,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Demikian pada umumnya negara mengakui bahwa selain merupakan hasil perjuangan atau revolusi, terbentuknya negara adalah karunia atau kehendak Tuhan. Ciri negara yang menganut teori Ketuhanan dapat dilihat pada UUD berbagai negara yang antara lain mencantumkan frasa: “Berkat rahmat Tuhan…” atau &lt;i&gt;“By the grace of God”. &lt;/i&gt;Doktrin tentang raja yang bertahta atas kehendak Tuhan (&lt;i&gt;divine right of king&lt;/i&gt;) bertahan hingga abad XVII.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Teori Perjanjian Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Teori ini disusun berdasarkan anggapan bahwa sebelum ada negara, manusia hidup sendiri-sendiri dan berpindah-pindah. Pada waktu itu belum ada masyarakat dan peraturan yang mengaturnya sehingga kekacauan mudah terjadi di mana pun dan kapan pun. Tanpa peraturan, kehidupan manusia tidak berbeda dengan cara hidup binatang buas, sebagaimana dilukiskan oleh &lt;b&gt;Thomas Hobbes&lt;/b&gt;: &lt;i&gt;Homo homini lupus&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Bellum omnium contra omnes&lt;/i&gt;. Teori Perjanjian Masyarakat diungkapkannya dalam buku &lt;i&gt;Leviathan&lt;/i&gt;. Ketakutan akan kehidupan berciri &lt;i&gt;survival of the fittest &lt;/i&gt;itulah yang menyadarkan manusia akan kebutuhannya: negara yang diperintah oleh seorang raja yang dapat menghapus rasa takut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Demikianlah akal sehat manusia telah membimbing dambaan suatu kehidupan yang tertib dan tenteram. Maka, dibuatlah perjanjian masyarakat (&lt;i&gt;contract social&lt;/i&gt;). Perjanjian antarkelompok manusia yang melahirkan negara dan perjanjian itu sendiri disebut &lt;i&gt;pactum unionis&lt;/i&gt;. Bersamaan dengan itu terjadi pula perjanjian yang disebut &lt;i&gt;pactum subiectionis&lt;/i&gt;, yaitu perjanjian antarkelompok manusia dengan penguasa yang diangkat dalam &lt;i&gt;pactum unionis&lt;/i&gt;. Isi &lt;i&gt;pactum subiectionis&lt;/i&gt; adalah pernyataan penyerahan hak-hak alami kepada penguasa dan berjanji akan taat kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Penganut teori Perjanjian Masyarakat antara lain: Grotius (1583-1645), John Locke (1632-1704), Immanuel Kant (1724-1804), Thomas Hobbes (1588-1679), J.J. Rousseau (1712-1778).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ketika menyusun teorinya itu, Thomas Hobbes berpihak kepada Raja Charles I yang sedang berseteru dengan Parlemen. Teorinya itu kemudian digunakan untuk memperkuat kedudukan raja. Maka ia hanya mengakui &lt;i&gt;pactum subiectionis&lt;/i&gt;, yaitu &lt;i&gt;pactum&lt;/i&gt; yang menyatakan penyerahan seluruh haknya kepada penguasa dan hak yang sudah diserahkan itu tak dapat diminta kembali. Sehubungan dengan itulah Thomas Hobbes menegaskan idealnya bahwa negara seharusnya berbentuk kerajaan mutlak/ absolut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;John Locke&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; menyusun teori Perjanjian Masyarakat dalam bukunya &lt;i&gt;Two Treaties on Civil Government&lt;/i&gt; bersamaan dengan tumbuh kembangnya kaum borjuis (golongan menengah) yang menghendaki perlindungan penguasa atas diri dan kepentingannya. Maka John Locke mendalilkan bahwa dalam pactum subiectionis tidak semua hak manusia diserahkan kepada raja. Seharusnya ada beberapa hak tertentu (yang diberikan alam) tetap melekat padanya. Hak yang tidak diserahkan itu adalah hak azasi manusia yang terdiri: hak hidup, hak kebebasan dan hak milik. Hak-hak itu harus dijamin raja dalam UUD negara. Menurut John Locke, negara sebaiknya berbentuk kerajaan yang berundang-undang dasar atau monarki konstitusional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;J.J. Rousseau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; dalam bukunya &lt;i&gt;Du Contract Social&lt;/i&gt; berpendapat bahwa setelah menerima mandat dari rakyat, penguasa mengembalikan hak-hak rakyat dalam bentuk hak warga negara (&lt;i&gt;civil rights&lt;/i&gt;). Ia juga menyatakan bahwa negara yang terbentuk oleh Perjanjian Masyarakat harus menjamin kebebasan dan persamaan. Penguasa sekadar wakil rakyat, dibentuk berdasarkan kehendak rakyat (&lt;i&gt;volonte general&lt;/i&gt;). Maka, apabila tidak mampu menjamin kebebasan dan persamaan, penguasa itu dapat diganti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Mengenai kebenaran tentang terbentuknya negara oleh Perjanjian Masyarakat itu, para penyusun teorinya sendiri berbeda pendapat. &lt;b&gt;Grotius&lt;/b&gt; menganggap bahwa Perjanjian Masyarakat adalah kenyataan sejarah, sedangkan Hobbes, Locke, Kant, dan Rousseau menganggapnya sekadar khayalan logis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Teori Kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Teori Kekuasaan menyatakan bahwa negara terbentuk berdasarkan kekuasaan. Orang kuatlah yang pertama-tama mendirikan negara, karena dengan kekuatannya itu ia berkuasa memaksakan kehendaknya terhadap orang lain sebagaimana disindir oleh &lt;b&gt;Kallikles&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Voltaire&lt;/b&gt;: “Raja yang pertama adalah prajurit yang berhasil”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Karl Marx &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;berpandangan bahwa negara timbul karena kekuasaan. Menurutnya, sebelum negara ada di dunia ini telah terdapat masyarakat komunis purba. Buktinya pada masa itu belum dikenal hak milik pribadi. Semua alat produksi menjadi milik seluruh masyarakat. Adanya hak milik pribadi memecah masyarakat menjadi dua kelas yang bertentangan, yaitu kelas masyarakat pemilik alat-alat produksi dan yang bukan pemilik. Kelas yang pertama tidak merasa aman dengan kelebihan yang dimilikinya dalam bidang ekonomi. Mereka memerlukan organisasi paksa yang disebut negara, untuk mempertahankan pola produksi yang telah memberikan posisi istimewa kepada mereka dan untuk melanggengkan pemilikan atas alat-alat produksi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;H.J. Laski&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; berpendapat bahwa negara berkewenangan mengatur tingkah laku manusia. Negara menyusun sejumlah peraturan untuk memaksakan ketaatan kepada negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Leon Duguit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; menyatakan bahwa seseorang dapat memaksakan kehendaknya terhadap orang lain karena ia memiliki kelebihan atau keistimewaan dalam bentuk lahiriah (fisik), kecerdasan, ekonomi dan agama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Teori Hukum Alam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Para penganut teori hukum alam menganggap adanya hukum yang berlaku abadi dan universal (tidak berubah, berlaku di setiap waktu dan tempat). Hukum alam bukan buatan negara, melainkan hukum yang berlaku menurut kehendak alam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Penganut Teori Hukum Alam antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 13.5pt; mso-list: l0 level2 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Masa Purba: Plato (429-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 13.5pt; mso-list: l0 level2 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Masa Abad Pertengahan: Augustinus (354-430) dan Thomas Aquino (1226-1234)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 13.5pt; mso-list: l0 level2 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Masa Renaissance: para penganut teori Perjanjian Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Menurut &lt;b&gt;Plato&lt;/b&gt;, asal mula terjadinya negara adalah karena:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 13.5pt; mso-list: l1 level2 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;adanya keinginan dan kebutuhan manusia yang beraneka ragam sehingga menyebabkan mereka harus bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidup;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 13.5pt; mso-list: l1 level2 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa berhubungan dengan manusia lain dan harus menghasilkan segala sesuatu yang bisa melebihi kebutuhannya sendiri untuk dipertukarkan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 13.5pt; mso-list: l1 level2 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;mereka saling menukarkan hasil karya satu sama lain dan kemudian bergabung dengan sesamanya membentuk desa;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-left: 13.5pt; mso-list: l1 level2 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;o&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;hubungan kerja sama antardesa lambat laun menimbulkan masyarakat (negara kota).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Aristoteles&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; meneruskan pandangan Plato tentang asal mula terjadinya negara. Menurutnya, berdasarkan kodratnya manusia harus berhubungan dengan manusia lain dalam mempertahankan keberadaannya dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Hubungan itu pada awalnya terjadi di dalam keluarga, kemudian berkembang menjadi suatu kelompok yang agak besar. Kelompok-kelompok yang terbentuk dari keluarga-keluarga itu kemudian bergabung dan membentuk desa. Dan kerja sama antardesa melahirkan negara kecil (negara kota).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Maka, jika digambarkan, terbentuknya negara menurut Aristoteles adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik6cH51zaVpUGnZ_miVl5GSiK8VtMf1grMv9K2l9pX6T3P3E9oeDEX6nW95mEuYQEmMIHB8sLsP0qCMWwiDLcm-Vin-BNhuq2DVv_ODp51YhNXf3IIY4dAd1vbm9HfZnZsTtPnjNk1OvU/s1600/negara+kota.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik6cH51zaVpUGnZ_miVl5GSiK8VtMf1grMv9K2l9pX6T3P3E9oeDEX6nW95mEuYQEmMIHB8sLsP0qCMWwiDLcm-Vin-BNhuq2DVv_ODp51YhNXf3IIY4dAd1vbm9HfZnZsTtPnjNk1OvU/s1600/negara+kota.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 3.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Augustinus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; dan &lt;b&gt;Thomas Aquino&lt;/b&gt; mendasarkan teori mereka pada ajaran agama. Augustinus menganggap bahwa negara (kerajaan) yang ada di dunia ini adalah ciptaan iblis (&lt;i&gt;Civitate Diaboli&lt;/i&gt;), sedangkan Kerajaan Tuhan (&lt;i&gt;Civitate Dei&lt;/i&gt;) berada di alam akhirat. Gereja dianggap sebagai bayangan Civitate Dei yang akan mengarahkan hukum buatan manusia kepada azas-azas Kristen yang abadi. Sedangkan Thomas Aquino berpendapat bahwa negara merupakan lembaga alamiah yang lahir karena kebutuhan sosial manusia. Negara adalah lembaga yang bertujuan menjamin ketertiban dalam kehidupan masyarakat, penyelenggara kepentingan umum, dan penjelmaan yang tidak sempurna dari kehendak masyarakatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Artikel terkait:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/teori-terbentuknya-negara-bagian-1.html"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Teori terbentuknya negara (bagian 1)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/teori-terbentuknya-negara-bagian-3.html"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Teori terbentuknya negara (bagian 3)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2011/12/teori-terbentuknya-negara-bagian-2.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik6cH51zaVpUGnZ_miVl5GSiK8VtMf1grMv9K2l9pX6T3P3E9oeDEX6nW95mEuYQEmMIHB8sLsP0qCMWwiDLcm-Vin-BNhuq2DVv_ODp51YhNXf3IIY4dAd1vbm9HfZnZsTtPnjNk1OvU/s72-c/negara+kota.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-920919549359207138</guid><pubDate>Thu, 29 Dec 2011 12:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-29T21:38:51.529+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SUDUT KAMPUS</category><title>Teori Terbentuknya Negara (bagian 1)</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE7AH6P8zXQ-4afk5ivTdh6eZc0CvxKJevOHxLcnoYf6SL1yKv9Qr2NAkK7fWdjZFrAYhVf0omj2vNoQIC7TyNIj0-_ZjKffXY5og2s8YCDQqNRdXRqcSD2Mq-S6q7Bv6gQ6SRewBypNg/s1600/proklamasi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="130" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE7AH6P8zXQ-4afk5ivTdh6eZc0CvxKJevOHxLcnoYf6SL1yKv9Qr2NAkK7fWdjZFrAYhVf0omj2vNoQIC7TyNIj0-_ZjKffXY5og2s8YCDQqNRdXRqcSD2Mq-S6q7Bv6gQ6SRewBypNg/s200/proklamasi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori hukum alam: Pemikiran pada masa plato dan aristoteles kondisi alam tumbuhnya manusia berkembangnya Negara.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori ketuhanan (Islam + Kristen): &amp;nbsp;segala sesuatu adalah ciptaan tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Teori perjanjian.: Manusia menghadapi kondisi alam dan timbullah kekerasan. Manusia akan musnah bila ia tidak mengubah cara-caranya. Manusia pun bersatu utk mengatasi tantangan dan menggunakan persatuan dlm gerak tunggal utk kebutuhan bersama.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Proses terbentuknya Negara di zaman modern: Proses terbentuknya negara dapat berupa penaklukan, peleburan, pemisahan diri, dan pendudukan atas Negara atau wilayah yg blm ada pemerintahan sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 3pt 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pendekatan faktual (primer)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;, berdasarkan kenyataan yang sungguh-sungguh terjadi (sudah menjadi&amp;nbsp; pengalaman sejarah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="text-align: justify;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Occupatie&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;: pendudukan suatu wilayah yang semula tidak bertuan      oleh sekelompok manusia/ suatu bangsa yang kemudian mendirikan negara di      wilayah tersebut. Contoh: Liberia yang diduduki budak-budak Negro yang      dimerdekakan pada tahun 1847.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Separatie&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;: Suatu wilayah yang semula merupakan bagian dari      negara tertentu, kemudian memisahkan diri dari negara induknya dan      menyatakan kemerdekaan. Contoh: Belgia pada tahun 1839 melepaskan diri      dari Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Fusi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;: beberapa negara melebur menjadi satu negara baru.      Contoh: pembentukan Kerajaan Jerman pada tahun 1871.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Inovatie&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;: Suatu negara pecah dan lenyap, kemudian di atas bekas      wilayah negara itu timbul negara(-negara) baru. Contoh: pada tahun 1832      Colombia pecah menjadi negara-negara baru, yaitu Venezuela dan Colombia      Baru (ingat pula negara-negara baru pecahan dari Uni Sovyet!).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Cessie&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;: penyerahan suatu daerah kepada negara lain. Contoh:      Sleeswijk diserahkan oleh Austria kepada Prusia (Jerman).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Accessie&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;: bertambahnya tanah dari lumpur yang mengeras di kuala      sungai (atau daratan yang timbul dari dasar laut) dan menjadi wilayah yang      dapat dihuni manusia sehingga suatu ketika telah memenuhi unsur-unsur      terbentuknya negara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Anexatie&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;: penaklukan suatu wilayah yang memungkinkan pendirian      suatu negara di wilayah itu setelah 30 tahun tanpa reaksi yang memadai      dari penduduk setempat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: navy; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Proklamasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;: pernyataan kemerdekaan yang dilakukan setelah      keberhasilan merebut kembali wilayah yang dijajah bangsa/ negara asing.      Contoh: Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Artikel terkait:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt; &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/teori-terbentuknya-negara-bagian-2.html"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Teori terbentuknya negara (bagian 2)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/teori-terbentuknya-negara-bagian-3.html"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Teori terbentuknya negara (bagian 3)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2011/12/teori-terbentuknya-negara-bagian-1.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhE7AH6P8zXQ-4afk5ivTdh6eZc0CvxKJevOHxLcnoYf6SL1yKv9Qr2NAkK7fWdjZFrAYhVf0omj2vNoQIC7TyNIj0-_ZjKffXY5og2s8YCDQqNRdXRqcSD2Mq-S6q7Bv6gQ6SRewBypNg/s72-c/proklamasi.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-4792470551258095614</guid><pubDate>Mon, 26 Dec 2011 05:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-26T13:04:53.550+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TIPS KITA</category><title>Cara Memanfaatkan Indeks Buku</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijd-ZmBTT2gT881a_crtwx2256llRGeNpZWzQC9vfp9-uyO1f96IHKF3QpAzn9H7-eDf_DQQgu3n9wTZj0SGJYSBZfxSZBgR2dh9kt2tnMBvaRG7Mq7q474SIHfIxgAT0gPqcQSJHpKJE/s1600/indek.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijd-ZmBTT2gT881a_crtwx2256llRGeNpZWzQC9vfp9-uyO1f96IHKF3QpAzn9H7-eDf_DQQgu3n9wTZj0SGJYSBZfxSZBgR2dh9kt2tnMBvaRG7Mq7q474SIHfIxgAT0gPqcQSJHpKJE/s1600/indek.jpg" style="cursor: move;" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi sebagian orang mungkin ada yang belum bisa atau belum faham bagaimana cara memanfaatkan indeks dalam sebuah buku. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah uraian bagaimana cara memanfaatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/cara-memanfaatkan-indeks-buku.html"&gt;Indeks&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;  ialah suatu daftar kata-kata penting dalam sebuah buku, dimana tercantum  setelah daftar rujukan sebelum lampiran-lampiran (jika ada), atau  biasanya juga terdapat pada halaman akhir buku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;Fungsi Indeks :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
1. Mempermudah pembaca memahami suatu kata yang belum dimengerti.&lt;br /&gt;
2. Mempercepat pembaca ketika ingin menemukan suatu topik pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;Jenis-jenis Indeks : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1. indeks subjek&lt;/span&gt;  :&lt;/b&gt;  adalah indeks yang merujuk pada suatu topik&lt;br /&gt;
contoh :  K&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Korupsi  28&lt;br /&gt;
Krisis ekonomi 30&lt;br /&gt;
Krisis sosial 30&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style="color: black;"&gt;2. indeks nama  :&lt;/b&gt;  adalah indeks yang merujuk kepada nama-nama pengarang atau           pemilik teori yang disebut dalam buku.&lt;br /&gt;
Contoh  :  A&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abraham  281&lt;br /&gt;
Aji   287&lt;br /&gt;
Anwar, Chairil 290&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam  penyajiannya, indeks subjek juga disajikan secara terpisah  (sendiri-sendiri), adapula yang disajikan menjadi satu (digabung) dengan  nama indeks saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Membaca Memindai Indeks&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membaca  cepat dengan teknik memindai (scanning) dapat memanfaatkan Indeks.  Ketika membaca Indeks, kamu harus terampil, teliti dan cermat dalam  mecatat isi informasi, yang terdapat pada setiap halaman yang dirujuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/cara-memanfaatkan-indeks-buku.html"&gt;Langkah-langkah menggunakan indeks&lt;/a&gt; :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
1. Tetapkan subjek/ nama pengarang yang akan dicari!&lt;br /&gt;
2. Kemudian bukalah daftar indeks!&lt;br /&gt;
3. Berdasarkan petunjuk nomor halaman, segerelah mencari ke nomor halaman yang ditunjuk tersebut.&lt;br /&gt;
4.  Dalam halaman itu, akan ditemukan subjek/ nama pengarang yang dicari,  subjek itu ada yang disebut hanya di satu halaman dan ada juga yang  disebut di beberapa halaman. &lt;/div&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2011/12/cara-memanfaatkan-indeks-buku.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijd-ZmBTT2gT881a_crtwx2256llRGeNpZWzQC9vfp9-uyO1f96IHKF3QpAzn9H7-eDf_DQQgu3n9wTZj0SGJYSBZfxSZBgR2dh9kt2tnMBvaRG7Mq7q474SIHfIxgAT0gPqcQSJHpKJE/s72-c/indek.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-6616406443761888720</guid><pubDate>Mon, 26 Dec 2011 04:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-26T13:20:41.182+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KOLOM GURU</category><title>Istilah-istilah dalam Pendidikan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkUuAfPTpd52f_Pf1Kz9AQtuh9pMJ_6g8iY6RV7ca5AhKUQTSlSoNq7D4Hm8lLzcBRosL_P2DQCWlSd6ADflZKUNv8UxS8ouutpE1ubvxXzggwvkcOzQ5G1IFJTibX4L38Kxp67xdhB_I/s1600/definisi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkUuAfPTpd52f_Pf1Kz9AQtuh9pMJ_6g8iY6RV7ca5AhKUQTSlSoNq7D4Hm8lLzcBRosL_P2DQCWlSd6ADflZKUNv8UxS8ouutpE1ubvxXzggwvkcOzQ5G1IFJTibX4L38Kxp67xdhB_I/s1600/definisi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam dunia pendidikan dikenal berbagai istilah dan penting untuk diketahui khususnya oleh para pelaku  pendidikan serta masyarakat yang peduli terhadap dunia  pendidikan pada umumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah beberapa definisi seputar  pendidikan menurut &lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional&lt;/a&gt;:&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  adalah  usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan  proses  pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan  potensi  dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,  pengendalian diri,  kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta  keterampilan yang  diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Pendidikan&lt;/b&gt; &lt;b&gt; nasional&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang  Dasar  Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai   agama, kebudayaan nasional Indonesia dantanggap terhadap tuntutan   perubahan zaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Sistem pendidikan&lt;/b&gt;  &lt;b&gt;nasional&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait  secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Peserta didik&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;   adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri   melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis   pendidikan tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Tenaga kependidikan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Pendidik&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  adalah  tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen,  konselor,  pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator,  dan sebutan  lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi  dalam  menyelenggarakan pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Jalur pendidikan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;   adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi   diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;Jenjang  pendidikan&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;adalah  tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat  perkembangan  peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan  yang  dikembangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Jenis pendidikan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Satuan  pendidikan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan  pendidikan  pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap  jenjang dan  jenis pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Pendidikan  formal&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang  terdiri  atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan  tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Pendidikan  nonformal&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat  dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Pendidikan informal&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Pendidikan anak  usia dini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak  lahir  sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian   rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan   jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan   lebih lanjut.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Pendidikan jarak  jauh&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan   pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi   komunikasi, informasi, dan media lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Pendidikan  berbasis masyarakat&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan  kekhasan agama, sosial,  budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai  perwujudan pendidikan  dari, oleh, dan untuk masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Standar nasional  pendidikan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh  wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Wajib belajar&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;   adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh Warga Negara   Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Kurikulum&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  adalah  seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan  bahan  pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman  penyelenggaraan  kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan  tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Pembelajaran&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Evaluasi  pendidikan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu   pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur,   jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban   penyelenggaraan pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Akreditasi&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah kegiatan penilaian kelayakan program dalam satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Sumber daya  pendidikan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  adalah segala sesuatu yang dipergunakan dalam penyelenggaraan   pendidikan yang meliputi tenaga kependidikan, masyarakat, dana, sarana,   dan prasarana.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Dewan pendidikan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah lembaga mandiri yang beranggotakan berbagai unsur masyarakat yang peduli pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0 .0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html"&gt;&lt;b&gt;Komite  sekolah / madrasah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;  adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang  tua / wali peserta  didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang  peduli  pendidikan.&lt;/div&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2011/12/istilah-istilah-dalam-pendidikan.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkUuAfPTpd52f_Pf1Kz9AQtuh9pMJ_6g8iY6RV7ca5AhKUQTSlSoNq7D4Hm8lLzcBRosL_P2DQCWlSd6ADflZKUNv8UxS8ouutpE1ubvxXzggwvkcOzQ5G1IFJTibX4L38Kxp67xdhB_I/s72-c/definisi.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-503622514154369633.post-4676031214724032690</guid><pubDate>Sun, 25 Dec 2011 17:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-26T00:26:29.713+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PKN SMA</category><title>Pengertian Nilai</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsdUpFOyykvWQGZqPGRh2mH0nGrLvPOLDekv9lWtj7qmy6cZ-aIiyX4VX1oGqDh697QD0gGiTfc0-wsPiT77-40xehlekKFDMPGqFbEaZHN_GSAZUIL_nK284CNtJPvGZ0xRaKABYjlak/s1600/salaman.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsdUpFOyykvWQGZqPGRh2mH0nGrLvPOLDekv9lWtj7qmy6cZ-aIiyX4VX1oGqDh697QD0gGiTfc0-wsPiT77-40xehlekKFDMPGqFbEaZHN_GSAZUIL_nK284CNtJPvGZ0xRaKABYjlak/s1600/salaman.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam pandangan filsafat, nilai (&lt;i&gt;value;&lt;/i&gt; inggris) sering dihubungkan dengan masalah kebaikan. Sesuatu dikatakan mempunyai nilai apabila sesuatu itu berguna, &lt;i&gt;benar&lt;/i&gt; (nilai kebenaran), &lt;i&gt;indah&lt;/i&gt; (nilai estetika), &lt;i&gt;baik&lt;/i&gt; (nilai moral), &lt;i&gt;religius&lt;/i&gt; (nilai religi), dan sebagainya. Nilai itu ideal, bersifat ide. Karena itu nilai adalah sesuatu yang abstrak dan tidak dapat disentuh oleh panca indera. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa pengertian tentang nilai:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Kamus Ilmiah Populer&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nilai adalah ide tentang apa yang baik, benar, bijaksana dan apa yang berguna, sifatnya lebih abstrak dari norma.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Laboratorium IKIP Malang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nilai adalah sesuatu yang berharga, yang berguna yang indah, yang memperkaya batin, yang menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya. Nilai bersumber pada budi yang berfungsi mendorong, mengarahkan sikap dan perilaku manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Nursal Luth dan Daniel Fernandes&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nilai adalah perasaan-perasaan tentang apa yang diinginkan atau tidak diinginkan yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu. Nilai bukanlah sekedar benar salah, soal dikehendaki atau tidak, disenangi atau tidak. Nilai merupakan kumpulai sikap dan perasaan-perasaan yang selalu diperlihatkan melalui perilaku oleh manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari pengertian nilai di atas, dapat dipahami bahwa nilai adalah kualitas ketentuan yang bermakna bagi kehidupan manusia perorangan, masyarakat, bangsa dan negara. ***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
________________________&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Budiyanto. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA Kelas XII. Erlangga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pknkita.blogspot.com/2011/12/pengertian-nilai.html</link><author>noreply@blogger.com (papadiva)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsdUpFOyykvWQGZqPGRh2mH0nGrLvPOLDekv9lWtj7qmy6cZ-aIiyX4VX1oGqDh697QD0gGiTfc0-wsPiT77-40xehlekKFDMPGqFbEaZHN_GSAZUIL_nK284CNtJPvGZ0xRaKABYjlak/s72-c/salaman.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>