<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:31:01 +0000</lastBuildDate><category>headline</category><category>Tentang PKS</category><category>Ammah</category><category>Berita</category><category>Kepanduan</category><category>Ruhiah</category><category>Bidpuan</category><category>DKI 1</category><title>PKS 2</title><description></description><link>http://pksdua.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Admin)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-3617639822750342363</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 17:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.093-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ammah</category><title>Pelajaran Dari Kematian Tokoh Munafiq Abdullah Bin Ubay</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                    &lt;/div&gt;&lt;div class="postcontent" style="text-align: justify;"&gt;                          &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2011/07/munafik.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-950" height="269" src="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2011/07/munafik.jpg" title="munafik" width="350" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Cyber Sabili&lt;/em&gt;-Jakarta.&lt;/strong&gt; Berkali-kali  al-Qur’an menunjuk orang ini sebagai sosok kontroversi dalam tutur kata  dan perbuatannya&amp;nbsp; yang merugikan Islam dan kaum Muslimin. Hampir setiap  ada fitnah yang menimpa kaum Muslimin di Madinah selalu ada peran  Abdullah bin Ubay sebagai provokatornya, bahkan peristiwa haditsul ifki  (berita palsu) yang menimpa Ummul Mukminin “Aisyah” ra al Qur’an  mengisyaratkan Abdullah bin Ubay sebagai pembesar yang mengendalikannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Muhith Muhammad Ishaq&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga tahun ke sembilan Hijriyah, sepulang Rasulullah saw dari  perang Tabuk, di akhir bulan Syawwal Abdullah bin Ubay menderita sakit.  Mendengar Abdullah bin Ubay sakit, Rasulullah saw menyempatkan diri  untuk membesuknya. Usamah bin Zaid bercerita: “Saya bersama Rasulullah  saw mengunjungi Abdullah bin Ubay yang sedang sakit untuk membesuknya.  Rasulullah saw mengingatkan Abdullah bin Ubay “Bukankah saya sudah  melarang kamu dari dahulu agar tidak mencintai orang-orang Yahudi?”  Abdullah bin Ubay menjawab sekenanya, “Dulu Sa’d bin Zurarah membenci  orang-orang Yahudi, kemudian Sa’d bin Zurarah mati.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah saw tidak kehilangan sisi kemanusiaan yang bermartabat  meskipun kepada orang yang sering Rasulullah ketahui dari Allah SWT  sebagai pembuat masalah dan fitnah di dalam barisan kaum Muslimin.  Secara zahir Abdullah bin Ubay menunjukkan dirinya sebagai seorang  Muslim, maka ia berhak mendapatkan hak keIslaman itu dengan dibesuk  ketika sakit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada bulan kerikutnya, bulan Dzulqa’dah Abdullah bin Ubay wafat. Anak  lelaki Abdullah bi Ubay, yang bernama Abdullah bin Abdullah bin Ubay  datang menemui Rasulullah saw, meminta salah satu kain Rasulullah saw  untuk dijadikan sebagai kafan bagi Abdullah bin Ubay, ayahnya. Dan  Rasulullah saw mengabulkan permintaan itu dan memberikan kainnya kepada  Abdullah bin Abdullah bin Ubay untuk menjadi kafan bagi jenazah ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian Abdullah bin Abdullah juga meminta agar Rasulullah saw  berkenan datang menshalatkannya. Maka Rasulullah saw datang untuk  menshalatkan jenazah itu. Ketika Rasulullah saw berdiri hendak  menshalatkannya, Umar bin Khaththab menarik baju Rasulullah saw dari  belakang dan berkata: “Wahai Rasulullah, Engkau akan menshalatkannya?  Bukankah Allah melarangmu untuk menshalatkannya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah saw menjawab: “Sesungguhnya Allah SWT memberikan kepadaku  dua pilihan kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan  ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun  bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi  ampunan kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir  kepada Allah dan Rasul-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum  yang fasik. (QS at-Taubah:80) Dan saya akan menambahnya lebih dari  tujuh puluh kali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umar berkata: “&lt;em&gt;Sesungguhnya dia itu orang munafiq”. Setelah Rasulullah saw menshalatkannya, barulah turun ayat: “D&lt;/em&gt;&lt;em&gt;an  janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati  di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya.  Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka  mati dalam Keadaan fasik&lt;/em&gt;. (QS. At-Taubah:84)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah saw menshalatkannya ketika itu karena memperlakukannya  secara zahir, yaitu pengakuan Abdullah bin Ubay bahwa ia seorang Muslim.  Dan Islam mengajarkan ummatnya untuk memperlakukan manusia sesuai  dengan kondisi zahirnya, urusan hati dan batinnya adalah kewenangan  Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisa juga dimaknai bahwa Rasulullah saw menshalatkan Abdullah bin  Ubay –tokoh munafiq itu- untuk menghormati anaknya –Abdullah bin  Abdullah bin Ubay- yang merupakan salah satu sahabat mulia. Sedangkan  pemberian kain Rasulullah saw sebagai kain kafan Abdullah bin Ubay bisa  difahami sebagai pembuktian karakter Rasulullah saw yang tidak pernah  menolak permintaan siapapun selama Rasulullah saw memilikinya. Bisa juga  difahami bahwa Rasulullah saw tidak pernah melupakan kebaikan Abdullah  bin Ubay –tokoh munafiq itu- di samping keburukannya yang tidak  terhitung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi Abdullah bin Abdullah bin Ubay kematian ayahnya itu menjadi  salah satu bukti bahwa berbakti kepada orang tua tetap dilakukan oleh  seorang anak, meskipun ia tahu bahwa ayahnya bergelimang dosa dan  berlumur maksiat. Selama orang tua itu tidak menyuruhnya berbuat maksiat  atau melarangnya beramal shalih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang baik akan senantiasa membuat kebaikan meskipun kepada orang&amp;nbsp;  yang tidak baik. Sedangkan orang yang tidak baik akan terus membuat  keburukan meskipun kepada orang yang membuat kebaikan.&amp;nbsp;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a’lam.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Penulis: Pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Dirasah Islamiyah Al Hikmah, &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Jakarta&lt;strong&gt;&lt;em&gt;.  Pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darul Hikmah Bekasi. Anggota  Badan Pengembangan Yayasan Islamic Center IQRO Pondok Gede Bekasi.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/pelajaran-dari-kematian-tokoh-munafiq.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-3311988344018647094</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 17:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.107-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ammah</category><title>Mujahid Badui Penakluk Imperium</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/03/Serial-Pembelajaran21.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-full wp-image-1573" height="200" src="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/03/Serial-Pembelajaran21.jpg" title="Serial-Pembelajaran21" width="148" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Apa penjelasannya, bahwa 3.000 mujahid dari badui-badui gurun  jazirah Arab, berani melawan 200.000 pasukan Romawi dalam perang  Muktah? Mereka tidak menang, memang, dalam pertempuran yang berlangsung  tahun kedelapan hijriah itu. Tiga panglima mereka gugur sebagai syuhada;  Zaid Bin Haritsah, Ja’far Bin Abi Thalib, Abdullah Bin Rawahah. Ketika  Khalid mengambil alih kepemimpinan, yang ia lakukan adalah mundur  teratur untuk menyelamatkan nyawa mujahidin yang tersisa.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara anak-anak melempari mereka dengan batu saat kembali ke  Madinah, karena dianggap melarikan diri, Rasulullah justru menggelari  Khalid sebagai Syaifullah Al Maslul. Pedang Allah yang terhunus.  Menyelamatkan nyawa pasukan adalah keputusan bijak seorang pemberani.  Berhasil mundur dari kejaran pasukan sebesar itu adalah keahlian tempur  seorang jenius perang. Tapi berani melawan pasukan sebesar itu adalah  pesan penting bagi Romawi; pertempuran sudah kita mulai, dan kami akan  kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perang Yarmuk adalah saksi kejeniusan perang Khalid. Pertempuran yang  terjadi sekitar enam tahun setelah setelah pertempuran Muktah itu,  memang terlalu legendaris. Bayangkan 36.000 mujahid Muslim melawan  240.000 pasukan Romawi. Gelar Rasulullah Saw kepada Khalid jadi  kenyataan. Sejak itu Romawi diusir dari wilayah jazirah Arab, Syam  kemudian Mesir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa penjelasannya, bahwa mujahid Badui itu bisa menaklukkan imperium  besar seperti Romawi dan Persi? Dalam pendekatan aqidah dan iman,  kemenangan itu dapat dengan mudah ditafsirkan. Tapi dalam pendekatan  strategi perang, kita mungkin perlu mempelajari The Art of War dari Sun  Tzu, strategi perang tertua yang ditulis 500 tahun sebelum Masehi dan  telah mengilhami China dan Jepang selama 2400 tahun. Atau The Military  Institution of The Romans yang ditulis oleh Vegetius kepada Valentinian  II sekitar tahun 390 M, dan kelak mengawali pengembangan tentara regular  di Eropa. Atau My Reveries Upon Art of War yang ditulis Jenderal  Maurice De Saxe tahun 1732 M. Strategi ini merupakan kembangan ide-ide  Vegetius dan kelak banyak mengilhami Napoleon seperti diurai Stonewall  Jackson dalam The Military Maxims of Napoleon. Atau The Secrets  Instruction Frederick The Great to His Generals yang secara kebetulan  ditemukan dalam kopor kecil Jenderal Czetteritz tahun 1760. Atau On War  dari Carl Von Clausewitz’s tahun 1832. Kedua pemikiran strategi militer  inilah yang melatari semua pengembangan strategi perang Jerman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebesaran Mujahid Badui yang telah menaklukkan Imperium Persi dan  Romawi itu hanya mungkin kita pahami dalam kerangka pemikiran-pemikiran  strategi perang itu. Khalid tumbuh dalam tradisi perang gerilya yang  menjadi ciri perang masyarakat jazirah. Tapi ia menguasai cara berpikir  tentara regular Romawi yang mengusai pola perang konvensional dengan  alutsista besar sejak 200 tahun sebelumnya. Keteraturan adalah ciri  pasukan Persi dan Romawi, atau tentara Modern. Ketidakteraturan adalah  ciri pasukan gerilya. Diperlukan waktu untuk menemukan pola dalam  ketidakteraturan itu. Khalid mempelajari keteraturan itu sebagai sebuah  kekuatan, tapi tetap menggunakan pola perang gerilya sebagai kombinasi  dari pusat kekuatannya. Tapi mereka gerilyawan yang agresif. Jadi secara  strategi ia unggul. Ia tahu cara berpikir musuhnya. Tapi musuh tidak  tahu keseluruhan cara berpikirnya. Ketahuilah cara berpikir musuhmu,  tapi jangan berpikir dengan cara berpikirnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;[Anis Matta, sumber :  Serial Pembelajaran, Majalah Tarbawi]&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/mujahid-badui-penakluk-imperium.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-5575856097310008330</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 17:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.117-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ammah</category><title>Nol Bukan Kosong</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                    &lt;/div&gt;&lt;div class="postcontent" style="text-align: justify;"&gt;                          &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/01/gelas-kosong-250x2051.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1441" height="150" src="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/01/gelas-kosong-250x2051-150x150.jpg" title="gelas-kosong-250x205" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;“Isi adalah kosong. Kosong adalah berisi”&lt;/em&gt;  Kalimat itu pernah kudapat dari film kera sakti. Kalimat yang pernah  diucapkan oleh guru sun go kong, biksu Tong Sam Cong.  Sedangkan salah  satu dosenku pernah bilang bahwa perkataan itu tidaklah benar. Kosong,  ya tetap kosong. Berisi, ya berisi. Tidak mungkin orang yang tidak  pernah mau mengisi otaknya dengan belajar bisa serta merta otaknya  menjadi berisi dan bisa disamakan dengan orang pintar. Oleh karena itu,  kosong tidak berisi dan berisi tidaklah kosong.  Berbicara tentang  kosong, aku teringat pada sebuah angka yang ditemukan oleh Al  Khawarizmi. Angka nol. Angka yang kemudian menyempurnakan banyak  bilangan.  Apakah nol sama dengan kosong? Jawabannya adalah belum tentu.   Jika nol berdiri sendiri, angka ini tidak mempunyai arti, alias nol  sama dengan kosong. Tapi tanpa angka nol, semua bilangan bisa menjadi  kacau. Tak kan ada bilangan ganjil dan genap jika tidak ada angka nol.  Bayangkan jika orang berhitung dari angka 1. Setelah angka 9, lalu angka  apa? kalau saja tak ada angka nol, setelah Sembilan langsung angka 11.  Lalu pertanyaannya, angka 11 itu ganjil ataukah genap? Jika ganjil, maka  angka 9 angka ganjil atau genap? Jika hitungan itu diteruskan, akan  terjadi ke-tidak-konsekuen-an antara bilangan ganjil dan genap. Angka 1  disebut ganjil, lalu angka 11 termasuk apa? angka 21, 31, 41, jenis  bilangan apa?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah seorang ilmuwan muslim telah memecahkan  permasalahan ini. Dengan angka nol yang telah ditemukan oleh Al  Khwarizmi, masalah itu bisa dibereskan dan ilmu menjadi berkembang  seperti saat ini.  Segala hal yang diciptakan oleh Allah mengandung  banyak pelajaran. Tak terkecuali angka nol. Banyak orang yang menganggap  amalan-amalan kecil bernilai kosong, bukan nol. Akibatnya, banyak yang  tidak mau mengerjakan amal-amal kecil. Memungut sampah di jalan,  misalnya. Menyelamatkan semut yang berada di tengah-tengah air yang  sedang berjuang mencapai daratan, menyirami bunga yang layu, memberikan  uang recehan pada anak jalanan yang mengelap motor di perempatan lampu  merah, membantu menyeberangkan orang tua, mengucapkan salam setiap  bertemu saudaranya, tersenyum, atau amalan-amalan kecil lainnya yang  sering kali enggan dilakukan karena “nilainya” kecil.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal sesuatu  yang kecil yang dilakukan secara terus-menerus lebih baik dari pada  sesuatu yang besar, tapi bersifat insidental.&amp;nbsp;&lt;em&gt;Sedikit-sedikit, lama-lama akan jadi bukit.&lt;/em&gt;  Layaknya angka nol yang seringkali disamakan dengan kosong.  Amalan-amalan kecil pun sering dianggap kosong. Padahal sebenarnya  tergantung dimana meletakkan angka nol itu. Jika nol diletakkan sebelum  angka 1, maka nilainya hanya 1, meskipun jumlah yang dituliskan banyak.  Inilah gambaran orang yang menyepelekan amalan kecil. Tapi jika letaknya  setelah angka 1, nilainya akan jauh lebih besar, walaupun jumlah angka  nol yang ada hanya sedikit. Dua buah angka nol dituliskan sebelum angka  1, akan menjadi sia-sia, 001 tetap sama dengan 1. Jika dibalik, akan  menjadi 100, lebih banyak dari angka 1. Jika melakukan amalan, meskipun  kecil, tapi diniatkan untuk ibadah, maka ibarat angka nol yang  diletakkan setelah angka 1, Ia berlipat ganda.  Terkadang sesuatu yang  kecil itu sering disepelekan, tapi sesungguhnya dari hal-hal yang kecil  inilah bisa menghasilkan sebuah perubahan besar.  Jika belum mampu  melaksanakan yang besar, istiqamahlah pada yang kecil. Karena segala hal  yang besar itu tersusun oleh hal-hal yang kecil. Tanpa adanya  sekumpulan sel, otot tidak akan pernah terbentuk. Tanpa adanya  proton-netron, atom tak akan ada. Tanpa adanya tentara-tentara yang  hebat, panglima perang tidak akan berdaya melawan musuhnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2012/01/18127/nol-bukan-kosong/#ixzz1jm90BMV8"&gt;http://www.dakwatuna.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/nol-bukan-kosong.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-3418072188580923080</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 17:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.130-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ammah</category><title>Fenomena “Komunitas PKS” yang tak ada di partai lain</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/02/header-mukernas-copy.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter size-medium wp-image-1523" height="115" src="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/02/header-mukernas-copy-300x115.jpg" title="header mukernas copy" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suka atau tidak suka,&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Partai Keadilan Sejahtera&lt;/strong&gt; (PKS) telah menjadi sebuah&lt;em&gt;fenomena&lt;/em&gt;.  PKS telah membuktikan diri sebagai parpol yang solid, hidup, dan kuat.  PKS tampaknya bukanlah parpol biasa yang konvensional. PKS adalah parpol  dengan genre baru yang unik yang telah menjadi semacam komunitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang disebut dengan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;“komunitas PKS”&lt;/strong&gt; itu ada dan  nyata. Salah satu karakteristik dari partai dengan genre ini adalah apa  kata partai, itulah kata anggotanya! Sementara dalam parpol lain, apa  kata partai tidak selalu paralel dengan apa kata anggota. Padahal&lt;em&gt;paralelisme&lt;/em&gt; seperti itu sangatlah sentral dan signifikan dalam sebuah partai politik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Paralelisme ini bukan hanya menunjukkan soliditas dan solidaritas  internal partai, tetapi juga merefleksikan adanya saling kepercayaan  (mutual trust) antara anggota dan pimpinan yang juga menunjukkan  berjalannya mesin politik sebuah partai. Manakala mesin politik tidak  berjalan, sejatinya partai politik tersebut telah kehilangan&amp;nbsp;&lt;em&gt;raison d’etre&lt;/em&gt;-nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tan Malaka dalam bukunya Aksi Maksa (1926) menegaskan bahwa  “keputusan yang setengah betul tetapi dengan gembira dikerjakan oleh  seluruh barisan anggota lebih baik daripada keputusan yang bagus sekali  tetapi dikhianati oleh setengah anggota”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Frase&amp;nbsp;&lt;em&gt;‘dengan gembira dikerjakan oleh seluruh barisan anggota’&lt;/em&gt;  ini penting karena perasaan gembira inilah yang menjadi roh partai.  Seluruh barisan anggota bersedia bekerja menjalankan keputusan partai  dengan gembira-meski keputusannya hanya setengah betul-,ini menunjukkan  mesin politik dalam partai tersebut berjalan. Inilah yang disebut dengan  partai politik yang sebenarnya alias partai politik&amp;nbsp;&lt;em&gt;par excellence&lt;/em&gt;!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sangat sedikit&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Indonesia sangatlah sedikit parpol yang organisasinya hidup,  solid, dan kuat seperti itu. Di antara yang sedikit itu,demikian menurut  banyak studi, adalah-jangan terkejut-Partai Komunis Indonesia (PKI).  Antonie CA Dake dalam In The Spirit of The Red Banteng: Indonesian  Communists Between Moscow and Peking (2002) menggambarkan betapa hidup  dan dinamisnya PKI di bawah kepemimpinan Aidit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di samping berhasil menghela partai keluar dari isolasi politik,  Aidit menerapkan disiplin partai serta membuka diri dengan menggandeng  aliansi dengan kalangan borjuis nasional. Begitu pula,&amp;nbsp;&lt;em&gt;“The party  was to increase its membership in six months from around 7,000 to  100,000. At the same time, a multitude of mass organizations were to be  created or revamped, encompassing not only workers and peasents but also  youth, women, poor people,ex-servicemen, and others.”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara Tempo (7 Oktober 2007) melukiskan dengan sangat baik  sebagai berikut, “Kantor PKI adalah markas yang hidup dan bergerak.  Organisasi tak hanya mengurus program partai tapi juga tetek bengek  lainnya seperti anggota yang meninggal dan melahirkan”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PKI tak hanya menjadi organisasi politik tapi juga menjadi komunitas.  Ketika kantor pusat PKI dibangun di Jalan Kramat Raya, Jakarta,  sebagian besar dananya diperoleh dari sumbangan anggota yang  pengelolaannya dilaporkan secara transparan. Koran Harian Rakjat  digenjot oplahnya hingga mencapai 60 ribu eksemplar–jumlah yang  fantastis untuk zaman itu!”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kini PKS&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi benarkah hanya PKI yang berhasil membangun partai politik yang  solid, hidup, dan dinamis seperti itu? Dake dan Tempo harus melakukan  koreksi atas teorinya itu atau setidaknya menoleh ke PKS.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pasalnya, kini telah muncul partai seperti itu, yaitu PKS! Meski  secara ideologi dan cita-cita berbeda secara diametral, PKS seperti  halnya PKI memiliki mesin organisasi yang hidup, kuat, dan dinamis.  Rapat-rapat massa dan rally PKS yang selalu rapi dan disiplin menambah  bukti hidupnya partai ini. PKS mengurus anggotanya dan karena itu  anggotanya juga menjalankan keputusan partainya, termasuk membayar iuran  karena merasakan manfaat dari kehadiran partainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Partai bukan hanya menguntungkan dan menjadi alat bagi elitenya,  melainkan juga bagi anggotanya dan cita-citanya. Di PKS, presiden partai  harus berkonsentrasi penuh untuk mengurus partai dengan segala tetek  bengeknya. Ada konvensi yang unik dan menarik di PKS: jika presiden  partai terpilih menduduki jabatan publik, dia harus melepaskan  jabatannya di partai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walhasil, dengan tradisi ini, orang yang bersangkutan bukan hanya  tidak dihadapkan pada situasi dilematis karena konflik kepentingan  akibat perangkapan jabatan, melainkan juga waktu, energi, dan pikirannya  tercurah untuk partai atau jabatan politik yang dipegangnya. Sementara  partai-partai politik lain justru punya kelaziman yang sebaliknya:  memilih orang yang sedang menduduki jabatan publik (berkuasa) untuk  menjadi ketua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sisi lain, untuk mengamankan jabatan publik yang sudah diraihnya  (menteri, gubernur, bupati, dan lain-lain), orang tersebut justru  semakin memperkuat cengkeramannya dalam partainya. Rupanya ada psikologi  ketakutan dalam diri orang-orang ini bahwa jika posisinya di partai  lepas akan membahayakan jabatan politiknya itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walhasil, alih-alih membangun partai menjadi kuat, mereka justru  memperalat partai! Dalam suasana kepartaian yang seperti itulah PKS  dengan spirit yang merona menyeruak ke depan dalam pentas politik  nasional. Primus inter minus malum! (*)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/fenomena-komunitas-pks-yang-tak-ada-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-9060324301055953292</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 10:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.146-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DKI 1</category><title>Yang tak terliput dari Pak Dayat</title><description>&lt;div class="post-body entry-content" id="post-body-6471182243858321537" style="text-align: justify;"&gt; &lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs3gDH4h-xDd_UFyFrDn_WvZhRc00NCYEqLVmgOFJ2kuDommuhUvo06Gzut4h8Gew5zEjT771fhPkcSnVTeeeyAfQ-PlZh33ssNdnR68Sx9kkyxhkEtIRdXGOOFrCuwQywQsWl53UJAoxv/s1600/HNW+gempa+jogja.png" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs3gDH4h-xDd_UFyFrDn_WvZhRc00NCYEqLVmgOFJ2kuDommuhUvo06Gzut4h8Gew5zEjT771fhPkcSnVTeeeyAfQ-PlZh33ssNdnR68Sx9kkyxhkEtIRdXGOOFrCuwQywQsWl53UJAoxv/s1600/HNW+gempa+jogja.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Siang  yang terik tak mengurangi antusiasme warga Pleret Bantul berkumpul di  lapangan Pleret. Duka akibat gonjangan gempa dua pekan lalu yang  menewaskan ribuan orang juga belum hilang. Apa yang membuat mereka  begitu antusias mendatangi lapangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, ada tamu istimewa yang hadir ke desa mereka di Pleret Bantul.  Tamu itu adalah Hidayat Nur Wahid, yang saat itu menjabat sebagai Ketua  Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pak Dayat, begitu beliau dipanggil  akan berkunjung ke desa yang terkena dampak gempa sangat parah di Jogya  sekaligus peletakan batu pertama pembangunan rumah bantuan dari  donatur. Masyarakat begitu merindukan kehadiran pejabat negara yang  memang juga berasal dari daerah yang dekat dengan lokasi mereka. Menurut  berita, Pak Dayat keluarga Pak Dayat di Klaten juga terkena musibah  gempa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang makin terik, masyarakat tak juga melihat ada tanda-tanda seorang  pejabat negara datang. Tiba-tiba saja, bunyi mikrophone dari tengah  lapangan berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang Terhormat, Ketua MPR, Bapak Hidayat Nur Wahid selamat datang di desa kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara pembawa acara sudah bergema sampai terdengat sekitar 25 m dari tempat acara yang berada di tengah lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, sudah datang, toh. Kapan datangnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah lima belas menit lalu, Pak” saya menimpali pertanyaan seorang bapak tua yang dari tadi menunggu kedatangan Ketua MPR itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, biasanya ada sirine dan banyak polisi toh. Lah, ini seperti tidak ada apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak tua itu heran karena biasanya selalu ada kehebohan kendaraan  pengawal dan rombongan pejabat lainnya yang mengiringi. Ternyata Pak  Dayat menaiki mobil biasa tanpa pengawalan. Bahkan Camat Pleret sampai  tergopoh-gopoh mengejar Pak Dayat karena keduluan ketua MPR datangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara diadakan di tengah lapangan. Para pejabat disediakan kursi empuk  sementara warga hanya duduk lesehan beralaskan tikar. Ketika giliran Pak  Dayat member sambutan, beliau kemudian turun dari kursinya dan duduk  lesehan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf bapak Ibu, bukannya saya tidak menghargai, supaya kita lebih  dekat. Saya duduk nggih.” Begitulah perkataan yang saya tangkap dari  obrolan beliau dengan warga dalam bahasa jawa yang sangat halus.  Akhirnya pejabat dan tokoh masyarakat yang mendampingi Pak Dayat ikut  lesehan. Jadilah kursi empuk yang disediakan panitia jadi kosong  melompong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kagum dengan sikap sederhana beliau. Datang tidak mau merepotkan  dan ketika diberi fasilitas beliau memilih fasilitas yang sama dengan  warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara peletakan batu pertama pembangunan rumah bantuan untuk  korban gempa yang difasilitasi oleh Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat  Tanggap (ACT), Pak Dayat dikerumuni oleh warga untuk bersalaman. Beliau  menyambut uluran tangan warga dengan senyum sambil menyempatkan  berbincang walau sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum, Pak Dayat.” Saya memberanikan diri menyapa beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam. Apa Kabar Mas. Terima kasih ya sudah bantu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkesiap saya menerima uluran tangan dan kata-kata yang indah ini.  Kata-kata beliau memberi energi baru bagi saya untuk menjalani tugas  kemanusiaan sebagai relawan di Jogja saat itu, Juni 2006. Keletihan saya  selama sepekan mendadak sirna oleh sapaan hangat dan rendah hati dari  seorang pejabat tinggi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi saksi atas pengakuan banyak orang tentang kesederhanaan dan  kerendahan hati Dr. Hidayat Nur Wahid yang saat ini mencalonkan diri  menjadi Calon Gubernur Jakarta. Warga Jakarta kini memiliki banyak  pilihan untuk mengangkat pemimpin daerahnya dan Hidayat Nur Wahid  memberikan pilihan bagi warga yang ingin pemimpin berkarakter sederhana,  rendah hati serta dekat dengan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Achmad Siddik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; | &lt;span style="color: #0b5394;"&gt;@achmadsiddik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Relawan Gempa Jogja | Perawat Komunitas Pohon Inspirasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*http://politik.kompasiana.com/2012/03/22/kisah-yang-tak-terliput-dari-hidayat-nur-wahid/&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/yang-tak-terliput-dari-pak-dayat.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs3gDH4h-xDd_UFyFrDn_WvZhRc00NCYEqLVmgOFJ2kuDommuhUvo06Gzut4h8Gew5zEjT771fhPkcSnVTeeeyAfQ-PlZh33ssNdnR68Sx9kkyxhkEtIRdXGOOFrCuwQywQsWl53UJAoxv/s72-c/HNW+gempa+jogja.png" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-8400665670244942095</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 10:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.159-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DKI 1</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">headline</category><title>Wawancara Hidayat Nur Wahid: &amp;quot;Tidak ada istilah &amp;#39;turun pangkat&amp;#39; dalam pengabdian&amp;quot;</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;Nama &lt;b&gt;Hidayat Nur Wahid &lt;/b&gt;mengejutkan  setiap orang pada akhir masa pendafaran bakal calon Gubernur dan Wakil  Gubernur DKI Jakarta di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta  pada Senin (19/3).&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9aQM8f2-BfN7TeRSr807MhyphenhyphenSkXTBMBnak_uhfjX8lVFSkCWd4xLT7oKUqKFysYCOxhpQw7HN5_y2bdYNNDfIcBCubj8ciV0wjGv3Duo3uCzlHpSAQ-JmMwx60ngfLv5I-bXl6tj9z0GBF/s1600/hidayat-nur-wahid-3a.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9aQM8f2-BfN7TeRSr807MhyphenhyphenSkXTBMBnak_uhfjX8lVFSkCWd4xLT7oKUqKFysYCOxhpQw7HN5_y2bdYNNDfIcBCubj8ciV0wjGv3Duo3uCzlHpSAQ-JmMwx60ngfLv5I-bXl6tj9z0GBF/s1600/hidayat-nur-wahid-3a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mantan Ketua MPR itu didaftarkan Partai Keadilan Sejahtera bersama Didik J Rachbini sebagai pendampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kalangan yang menganggap keputusan Hidayat tersebut konyol.  Apalagi terkait pencitraan terhadap dirinya yang turun tangga dari Ketua  MPR menjadi calon gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut petikan wawancara singkat bersama Hidayat Nur Wahid perihal pencalonannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana ceritanya bapak tahu-tahu dicalonkan sebagai gubernur,  sedangkan selama ini bapak tidak pernah tampil atau digadang-gadangkan  namanya oleh PKS?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri juga terkejut sebenarnya. Saya berkali-kali bilang kepada  teman-teman pers dan siapa saja yang bertanya langsung tentang hal ini.  Saya tidak pernah mencalonkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah saya itu sampai hari terakhir pendaftaran pekan lalu masih  berusaha keras mendorong Triwisaksana untuk maju dan mencarikan  wakilnya. Tahu-tahu musyawarah justru mencalonkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana dengan banyak pernyataaan bapak seolah-olah tengah  menurunkan citra sendiri, dari Ketua MPR kemudian pernah juga dicalonkan  sebagai Presiden kok sekarang malah mengincar DKI 1?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya tegaskan saya tidak pernah mencalonkan diri, melainkan  diajukan partai. Bagi saya tidak ada istilah turun gunung, karena  mengabdi itu bisa di mana saja dengan profesi apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titel, jabatan itu sama sekali tidak mempengaruhi fungsi pengabdian.  Kami terbiasa dengan budaya ini. Jadi tidak ada istilah 'turun gunung'  (turun pangkat) dalam pengabdian. Mengabdi ya mengabdi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terkait dengan isu pluralisme yang selama ini melekat dalam diri  anda, apakah anda tidak merasa hal itu akan menjadi penghambat jalan  anda menuju DKI 1?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru menurut saya hal itu malah akan menjadi pemulus langkah saya.  Saya ini seorang pluralis sesuai dengan karakter Jakarta yang lekat  dengan perbedaan.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*http://kabarpolitik.com/2012/03/25/wawancara-hidayat-nur-wahid/&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/wawancara-hidayat-nur-wahid-ada-istilah.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9aQM8f2-BfN7TeRSr807MhyphenhyphenSkXTBMBnak_uhfjX8lVFSkCWd4xLT7oKUqKFysYCOxhpQw7HN5_y2bdYNNDfIcBCubj8ciV0wjGv3Duo3uCzlHpSAQ-JmMwx60ngfLv5I-bXl6tj9z0GBF/s72-c/hidayat-nur-wahid-3a.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-5461219835329634887</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 09:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.183-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ruhiah</category><title>Emak, ku pinta Doamu</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bismillahirrahmanirrahim..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A true Story. Sebuah kisah menggugah, diceritakan sendiri oleh pelaku sejarah yang monumental yaitu Imam Bukhari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2011/12/sujud-ibu.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-1295" height="202" src="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2011/12/sujud-ibu-300x202.jpg" title="sujud-ibu" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;Saat berada di Mekkah, beliau sempat  mengalami sebuah kebutaan,  tetapi kemudian beliau sembuh.  So..bagaimana beliau bisa sembuh ?? benar  sekali, Doa dari Ibu beliau  adalah Kuncinya. Ibu beliau sangat prihatin  dengan keadaannya, sang Ibu  banyak mendoakan untuk kesembuhan putranya.  Suatu ketika Ibunya  bermimpi. Dia melihat Nabi Ibrahim dalam mimpinya  berkata kepadanya “  Sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan  anakmu, berkat doamu  yang banyak “&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Bukhari mengisahkan : “ Benar, pagi-pagi sekali, Allah mengembalikan penglihatan mataku “&amp;nbsp; &lt;strong&gt;( The Great Power of Do’a, Solikhin Abu Izzuddin )&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Subhanallah, luar biasa kisah diatas. Bagaimana doa membuat seorang   Imam Bukhari kembali bisa menatap indahnya dunia. Dahsyatnya doamu Mak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Coba kamu ingat-ingat, berapa kali kamu meminta doa ibumu sampai kamu   dewasa ?? sekali ?? dua kali ?? atau bahkan kamu tidak pernah meminta   hanya menunggu partisipasi ibumu untuk mendoakan kamu ??&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang, tanpa diminta juga ibumu akan selalu mendoakanmu, itu tanpa   kamu minta. Bayangkan bila kamu meminta doa kepada ibumu, tentu ibumu   gak akan nolak kan ?? Pernah kah kamu minta doa terhadap ibumu ?? kenapa   ?? malu yaa minta doa sama ibu ??&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lho ngapain sih pake minta didoain toh ibu juga udah sering doain ??&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Why not ?? Banyak pentingnya. Salah satunya kamu bisa menyamakan   kemauanmu, keinginanmu, mimpimu dengan doa ibumu. Kalo kamu memimpikan   seseorang yang shaleh atau shalehah untuk sebuah pernikahan, kamu bisa   meminta ibumu untuk menyamakan doamu dengan doa beliau yaitu memberikan   pendamping yang shaleh. Pasti lebih dahsyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;“ Tiga orang yang doanya tidak ditolak adalah doa orangtua (   ibu bapak ), doa orang yang dianiaya dan doa orang yang sedang dalam   perjalanan ( musafir ) “ ( Hr Al Baihaqi )&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisa jadi, kehidupan mu yang sekarang ini tak lepas dari doa ibumu.   Atau mungkin kamu sekarang merasa hidupmu tertekan, keinginan, kemauanmu   atau mimpimu belum terwujud, mungkin saja karna kamu gak pernah  meminta  ibumu untuk mendoakan harapan dan cita-citamu. Bagaimana ibumu  tahu apa  yang kamu mau, yang kamu impikan kalo kamu gak ngasih tahu  ibumu ??&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mulailah dari sekarang, jadikanlah doa ibumu sebagai sebuah   kebutuhanmu. Beritahukan keinginamu terhadap ibumu agar doamu dan doa   beliau menjadi satu pilar untuk menggapai keinginanmu. Karna doa ibumu   adalah kunci suksesmu sekarang dan dimasa akan datang. Yakinlah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;kaulah&amp;nbsp;ibuku&amp;nbsp;cinta&amp;nbsp;kasihku&lt;br /&gt;terima&amp;nbsp;kasihku&amp;nbsp;takkan&amp;nbsp;pernah&amp;nbsp;terhenti&lt;br /&gt;kau&amp;nbsp;bagai&amp;nbsp;matahari&amp;nbsp;yang&amp;nbsp;selalu&amp;nbsp;bersinar&lt;br /&gt;sinari&amp;nbsp;hidupku&amp;nbsp;dengan&amp;nbsp;kehangatanmu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;bagaikan&amp;nbsp;embun&amp;nbsp;kau&amp;nbsp;sejukkan&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;hati&amp;nbsp;ini&amp;nbsp;dengan&amp;nbsp;kasih&amp;nbsp;sayangmu&lt;br /&gt;betapa&amp;nbsp;kau&amp;nbsp;sangat&amp;nbsp;berarti&lt;br /&gt;dan&amp;nbsp;bagiku&amp;nbsp;kau&amp;nbsp;takkan&amp;nbsp;pernah&amp;nbsp;terganti&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;( Ibu, hadad alwi dan Farhan )&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wallahua’lam bish shawwab.&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/emak-ku-pinta-doamu.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-6908863650398334895</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 09:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.196-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bidpuan</category><title>Keluarga Bahagia Bukanlah Keluarga Tanpa Masalah</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/01/KELUARGA-BAHAGIA.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1402" height="150" src="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/01/KELUARGA-BAHAGIA-150x150.jpg" title="KELUARGA BAHAGIA" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sesungguhnya,  keluarga tanpa masalah tidak pernah benar-benar ada. Suami istri  bukanlah pasangan malaikat (dan malaikat memang tidak berpasangan).  Keduanya adalah manusia yang kadang berbeda karakter dan sering kali  berbeda pendapat. Tidak jarang suami istri terlibat saling menyalahkan,  dan di sisi lain syetan selalu menggoda manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keluarga bahagia bukanlah keluarga tanpa masalah, tetapi keluarga  bahagia adalah keluarga yang mampu memecahkan masalah. Jika niat awal  menikah untuk mencapai ridha Ilahi, maka dalam perjalanannya ketika  menghadapi masalah, solusinya pun harus solusi islami. Maka seorang  suami akan memandang masalah yang terjadi bukanlah bersumber dari  istrinya. Demikian pula sang istri tidak mempersepsikan suaminya sebagai  biang masalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal terpenting dalam menyelesaikan masalah keluarga adalah komitmen  menjalankan konsep Islam. Kesalahan memahami posisi suami menjadikan  sebagian laki-laki merasa memiliki otoritas tak terbatas kepada  istrinya. Sementara sebagian wanita beranggapan bahwa kefeminimannya  adalah permainan bagi laki-laki. Persepsi ini membuat suami istri sulit  untuk hidup dalam nuansa saling menasehati dan bermusyawarah atas  permasalahan yang terjadi. Padahal diantara poin utama ajaran Islam  adalah semangat syura, musyawarah. Termasuk dalam kehidupan berkeluarga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan adanya tujuan yang sama dan referensi pemecahan masalah yang  sama, kebahagiaan berkeluarga lebih mudah direalisasikan. Tujuan yang  sama –dengan ridha Ilahi sebagai tujuan terbesar- menjadikan suami istri  mampu mengatasi segala permasalahan yang kelaki datang menyapa biduk  pernikahan. Sekaligus mampu meminimalisir tekanan yang mungkin timbul.  Referensi pemecahan masalah yang sama, dengan menjadikan Al-Qur’an dan  sunnah sebagai undang-undang utama, membuat suami dan istri merasakan  keadilan dalam setiap keputusan dan menanggalkan ego yang justru bisa  mengancam utuhnya bahtera rumah tangga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hak ketiga untuk merealisasikan kebahagiaan adalah bersifat  realistis, yakni dengan menerima kesalahan suami atau istri yang telah  terjadi dan memaafkannya setelah ia menyadari serta berkomitmen akan  memperbaikinya. Realistis juga berarti saling memahami karakter pasangan  kita dan latar belakangnya. Mendapati suatu hal yang menurut kita  masalah, tidak serta merta memandangnya sebagai kesalahan. Tetapi hal  pertama yang kita tanyakan adalah mengapa terjadi demikian atau adakah  latar belakang yang menjadi dasar hingga hal itu terjadi atau mengapa  pasangan kita melakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita mau melihat kehidupan rumah tangga Rasulullah, sungguh kita  akan mendapati perlakuan beliau kepada istri-istrinya sangat sesuai  dengan karakter dan keadaan masing-masing istrinya. Aisyah yang saat itu  masih muda, ia adalah istri yang paling “manja”. Maka Rasulullah pun  menyediakan dirinya sebagai tempat bermanja. Pun saat Aisyah cemburu dan  memecahkan tempat minum sewaktu Rasulullah sedang bersama sahabatnya.  Rasulullah tidak berbalik marah, beliau hanya meminta maaf kepada  sahabatnya jika merasa terganggu atas hal itu seraya mengatakan, “ibu  kalian sedang marah.” Subhaanallah, mulia dan indahnya. Bisakah kita?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;[Sumber: &lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Renew Your Marriage&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; karya Mohammad Al-Khady, Psy.D, dll]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/keluarga-bahagia-bukanlah-keluarga.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-2335718148708296580</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 09:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.210-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ruhiah</category><title>5 Sebab Melemahnya Iman Aktifis Dakwah</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/02/tarbiyah2-300x224.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-1551" height="224" src="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/02/tarbiyah2-300x224.jpg" title="tarbiyah2-300x224" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelemahan yang paling lemah dan melemahkan seorang muslim adalah  lemah iman. Dengan mengetahui sebabnya, diharapkan kita mampu  mengatasinya, sehingga iman kita semakin kuat dan kokoh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Berikut ini 5 sebab kelemahan iman, khususnya pada aktifis dakwah :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tenggelam dalam Kesibukan Duniawi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tak seorang pun yang luput dari urusan dunia, termasuk seorang dai.  Bahkan Al-Qur’an sendiri mengingatkan kita agar mencari akhirat tanpa  melupakan dunia. Namun, ketika kesibukan dunia yang menguasai jiwa,  ketika seseorang tenggelam dalam kesibukan duniawi, maka iman akan  melemah segera.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka ampunilah kami.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Lalai terhadap Faktor Penguat Iman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lalai dalam mengetahui faktor-faktor yang dapat menguatkan dan  meningkatkan iman kepada Allah adalah sebab melemahnya iman. Yakni  ketika seseorang tidak memahami dan mengamalkan bahwa ibadah, dzikir,  dan kebajikan itulah penguat iman. Saat seseorang menambah kebaikan,  sejatinya ia meningkatkan iman. Sebaliknya, siapa yang memilih  malas-malasan dari beramal kebajikan, pada saat yang sama ia telah  membuat imannya lemah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian sahabat berkata, “Iman itu bertambah dan berkurang. Ia  bertambah dengan ketaatan dan zikir kepada-Nya, ia berkurang dengan  kemaksiatan dan lupa kepada-Nya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menumpuknya Aktifitas dan Beban yang Membuat Ruh dan Jiwa Kehilangan Haknya&lt;br /&gt;Aktifitas yang padat dan beban kerja yang menumpuk -termasuk aktifitas  politik dan kerja-kerja sosial- jika tidak dimenej dengan baik akan  berakibat pada melemahnya iman. Mengapa? Karena padatnya aktifitas dan  menumpuknya beban kerja bisa menjadikan seseorang mengabaikan hak-hak  ruh dan jiwanya. Ketika hak-hak ruhiyah itu tak dipenuhi, kegersangan  jiwa terasa. Hilangnya sikap bijaksana, pudarnya ketenangan dan  kedamaian, dan sempitnya dada adalah indikasi melemahnya iman akibat hak  ruh yang tak tertunaikan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mengejar Target Dakwah, Melupakan Penguat Iman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian aktifis yang sangat bersemangat dalam aktifitas dakwah  untuk mengejar target-target kuantitas, namun ia lupa faktor-faktor yang  dapat meningkatkan iman. Ia menyeru orang lain, namun meninggalkan  dirinya sendiri. Merasa kesibukan sebagai aktifis dan pekerjaan dakwah  sudah cukup menjamin menguatnya iman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Aktifitas dan Peran yang Tak Seimbang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang Muslim, khususnya seorang dai, pasti memiliki lebih dari satu  peran dalam hidupnya. Ada peran keluarga sebagai suami (bagi yang sudah  menikah), ayah (bagi yang telah memiliki anak), anak (khususnya bagi  aktifis muda yang belum menikah), karyawan atau pimpinan di tempat  kerja, anggota masyarakat di lingkungannya, organisatoris dan aktifis di  organisasinya yang kadang-kadang lebih dari dua, dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika aktifitas hanya difokuskan pada satu peran, sementara pada  banyak peran yang lain ia abai kemudian gagal, maka iman bisa melemah  karena ia akan tersibukkan dengan banyak lubang masalah yang ia gali  sendiri. Aktifitas yang seimbang, pemenuhan semua peran dengan seimbang  lebih menjamin seorang aktifis dakwah untuk tidak hanya imannya tak  terganggu dari arah itu, namun juga membuatnya menjadi lebih ideal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : http://www.bersamadakwah.com/2012/02/5-sebab-melemahnya-iman-aktifis-dakwah.html&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/5-sebab-melemahnya-iman-aktifis-dakwah.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-2100364215063619714</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 07:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.247-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ruhiah</category><title>10 Tanda Degradasi Ruhiyah Aktifis Dakwah</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                    &lt;/div&gt;&lt;div class="postcontent" style="text-align: justify;"&gt;                          &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/03/meraih-ampunan.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-1635" height="193" src="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/03/meraih-ampunan.jpg" title="meraih-ampunan" width="317" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda seorang aktifis dakwah? Waspadailah jika salah satu dari sepuluh  hal berikut menimpa Anda, karena ia mengindikasikan terjadinya  degradasi ruhiyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Dusta&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah mengingatkan bahwa seorang mukmin tak mungkin menjadi  pembohong. Jika aktifis dakwah mulai berani berbohong, saat itulah  indikasi degradasi ruhiyah terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang kebohongan terjadi pada saat seseorang terjepit atau ingin  mengais keuntungan tertentu. Misalnya untuk mendapatkan “pembenaran”  atas ketidaksertaannya dalam aktifitas dakwah yang berat, yang  sebenarnya ia tak memiliki alasan untuk meninggalkannya kecuali sikap  malas. Di zaman Rasulullah, ini pernah terjadi pada perang Tabuk. Di  mana kaum munafikin yang tidak ikut berangkat perang membohongi  Rasulullah dengan berbagai alasan saat beliau kembali di Madinah; agar  keabsenannya dimaklumi dan dimaafkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebohongan juga bisa terjadi pada saat munculnya momentum yang  memberikan peluang keuntungan besar melalui kebohongan. Yang jika ia  jujur, menurut pertimbangannya, peluang itu akan lewat begitu saja.  Ingatlah, bahwa tujuan yang baik harus dicapai dengan cara yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Tak memenuhi janji&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah jika Anda tidak memenuhi janji untuk menjalankan  kewajiban dakwah yang telah Anda sepakati. Atau Anda mulai “toleran”  dengan keterlambatan menghadiri forum-forum dakwah pekanan dan  sebagainya. Kita patut waspada bahwa itu merupakan ingkar janji yang  termasuk tanda-tanda kemunafikan, di mana saat itu terjadi degradasi  ruhiyah dan keimanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Ada tiga tanda kemunafikan,” sabda Rasulullah dalam riwayat Al  Bukhari, “yaitu bila bicara ia dusta, bila berjanji ia ingkar, dan bila  diberi amanah ia berkhianat.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Mengkhianati amanah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tiga hal pertama, termasuk mengkhianati amanah ini juga merupakan tanda  kemunafikan seperti disebutkan dalam terjemah hadits di atas. Sekecil  apapun amanah yang diembankan kepada Anda, termasuk amanah kepanitiaan,  amanah di wajihah, amanah di struktur dakwah; pada saat Anda  menyia-nyiakannya, tidak mau menunaikannya, itu merupakan indikasi  degradasi ruhiyah. Perlu sebuah introspeksi mengapa kita tak mau  menunaikan amanah yang sudah kita terima; apakah kita menerima amanah  karena Allah, atau karena mengincar tujuan duniawi? Jika karena Allah,  bangkitlah! Jangan biarkan degradasi ruhiyah berkelanjutan dan  menggerogoti keimanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Takut berjuang dan berdakwah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ini juga tanda degradasi ruhiyah. Jika Anda tak lagi berani bergerak,  berharakah, berjuang mendakwahkan Islam; ketahuilah bahwa saat itu  sedang terjadi degradasi ruhiyah. Kembalilah kepada keyakinan yang benar  bahwa rezeki ditentukan Allah dan masa depan dalam genggaman Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa takut lingkungan membenci Anda jika Anda sedang bergerak  meraih ridha Allah dan cinta-Nya? Perusahaan mungkin bisa memecat Anda  karena aktif berdakwah, tetapi ia takkan melakukannya selama Anda tetap  profesional dalam bekerja. Lebih dari itu, tak seorang pun bisa  menghalangi Anda dari rezeki yang lebih besar yang sudah Allah siapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Barangsiapa yang tidak berjihad dan tidak meniatkan dalam hatinya  untuk melakukannya, ia membawa satu cabang kemunafikan pada  kematiannya.” (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Su’udhan (Buruk Sangka)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di saat Anda berprasangka buruk terhadap sesama aktifis dakwah yang  berubah menjadi kaya, khawatirlah bahwa degradasi ruhiyah sedang  melanda. Aktifis dakwah yang menjadi kaya setelah mendapatkan jabatan  publik memang menimbulkan godaan untuk berburuk sangka. Tapi itulah cara  syetan menyerang, padahal kita tak pernah tahu bahwa pada saat yang  sama usaha atau bisnis aktifis dakwah itu berhasil setelah  bertahun-tahun sebelumnya ia rintis dan ia kembangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang buruk sangka juga menjadikan qiyadah dakwah sebagai  sasarannya. Bahkan pada kisah haditsul ifki kita bisa mengambil ibrah  betapa pemimpin terbaik seperti Rasulullah pun, keluarganya pernah  menjadi sasaran buruk sangka sebagian orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Hindarilah oleh kalian prasangka,” sabda Rasulullah dalam riwayat Muslim, “karena itu seburuk-buruknya perkataan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6. Ghibah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tanda degradasi ruhiyah berikutnya adalah ghibah. Yakni ketika seorang  aktifis dakwah membincangkan hal-hal yang tak disukai seadainya didengar  oleh orang yang dibincangkan. Ghibah juga menjadi tanda memudarnya  ukhuwah sehingga ketika ada kelemahan, kekurangan atau kesalahan aktifis  dakwah, yang bersangkutan tidak diingatkan dan dikoreksi, malah aibnya  disebarkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sukakah salah seorang diantara kalian memakan daging saudaranya yang  telah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al Hujurat  : 12)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7. Hasad (dengki)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hasad kepada sesama aktifis dakwah umumnya sulit ditemui pada fase awal  atau perintisan dakwah. Di masa-masa sulit seperti itu, ketika semua  aktifis dakwah berjuang “mati-matian” dalam kesulitan, hasad adalah  penyakit hati yang sangat langka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, seiring dengan kemajuan dakwah, terbukanya kesempatan, dan  teraksesnya kekuasaan, hasad bisa menjadi ancaman. Nah, aktifis dakwah  yang tidak suka dengan kemajuan saudaranya, kesuksesannya, jabatannya,  kekuasaannya, lalu berupaya menghilangkan nikmat itu; itulah hasad yang  menjadi tanda degradasi ruhiyah. Bahkan saat ketidaksukaan muncul saja,  hanya karena alasan dunia –mengapa dia dan bukan saya- itu saja sudah  sangat mengkhawatirkan bahwa keruntuhan ruhiyah kita sedang berjalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;8. Sering lalai dan mencari-cari alasan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Lalai terhadap komitmen amal ibadah yaumiyahnya, lalai terhadap  amanahnya, lalai syura dakwahnya, lalai agenda pekanannya, lalu berupaya  mencari alasan pembenar agar bisa disebut udzur adalah bagian dari  tanda degradasi ruhiyah. Demikian pula saat aktifis dakwah mencari-cari  celah atau menabrak hal-hal makruh dan syubhat sehingga akhirnya  terjerembab dalam dosa dan pelanggaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Seorang hamba takkan mencapai derajat ketaqwaan, sehingga ia  meninggalkan perkara mubah baginya karena khawatir terjerumus masalah  yang mengandung dosa.” (HR. Tirmidzi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;9. Suka popularitas, tak semangat dalam amal rahasia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di saat mihwar dakwah telah sampai pada mihwar muasasi, gerbang amal  amah terbuka gegap gempita. Banyak peluang popularitas di sana, banyak  kemasyhuran menanti pelakunya. Jika pada saat seperti ini agenda dakwah  khas dinomorduakan, tak ada gairah dan semangat menempuhnya, ketahuilah  bahwa itu bagian dari riya’ yang menunjukkan degradasi ruhiyah kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;10. Menjauhi syura&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda tak lagi menyukai syura, ingin menghasilkan keputusan dakwah  sendiri, ingin mengambil kebijakan sendiri, sangat boleh jadi saat itu  ruhiyah sedang melemah. Sebab ia hanya bermuara pada dua hal; pertama,  menganggap orang lain dan jamaah dakwah tidak lebih baik dan lebih  pintar dari Anda. Artinya ujub dan takabur tengah menjangkiti. Kedua,  timbul keinginan untuk “berkuasa” diantaranya dengan bebas menentukan  segalanya, termasuk menentukan arah dakwah demi kepentingan pribadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syura adalah prinsip dalam amal jamai dan harus selalu ditegakkan  dalam semua marhalah yang dilalui. “..sedang urusan mereka (diputuskan)  dengan syura diantara mereka…” (QS. Asy Syura : 38).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;sumber.www.bersamadakwah.com&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/10-tanda-degradasi-ruhiyah-aktifis.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-3525937526543684066</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 06:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.264-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bidpuan</category><title>Memelihara Rasa Suka kepada Pasangan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                    &lt;/div&gt;&lt;div class="postcontent" style="text-align: justify;"&gt;                          &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/03/cahyadi-takariawan4-300x238.png" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1581" height="150" src="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/03/cahyadi-takariawan4-300x238-150x150.png" title="cahyadi-takariawan4-300x238" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Konsentrasikan ingatan anda. Hadirkan semua sisi kebaikan pasangan  anda selama ini. Kumpulkan semua sisi positif pasangan anda”, demikian  kalimat perintah saya kepada para peserta Pelatihan Wonderful Family di  Kota Makassar, beberapa waktu yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Waktu anda tiga menit untuk menuliskan semua sisi kebaikan dan sisi  positif pasangan anda. Silakan mulai menulis !” lanjut saya. Sekitar 100  pasangan suami isteri peserta Pelatihan tersebut segera menulis di atas  kertas yang telah disediakan panitia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu menit berlalu. Saya perhatikan peserta serius mengingat kebaikan  pasangan untuk dituliskan. Dua menit berlalu. Beberapa peserta tampak  sudah selesai menulis. Tak ada lagi kalimat yang akan dituliskan. Tiga  menit sudah, waktu untuk peserta habis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Waktu habis. Silakan berhenti menulis”, ungkap saya. “Sekarang  hitung berapa poin kebaikan pasangan yang berhasil anda hadirkan dalam  tiga menit ini”. Tampak para peserta menghitung poin yang barusan  selesai mereka tuliskan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Siapa yang menulis di atas 20 poin?” tanya saya. Tidak seorangpun angkat tangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Siapa yang menulis lebih dari 15 poin?” Seorang wanita angkat  tangan. Segera saya minta ia maju ke depan forum. Ternyata ia menulis 16  poin kebaikan suaminya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Tolong bacakan 16 poin kebaikan suami tersebut”, pinta saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Pertama, suami saya rajin ibadah. Kedua, ia ganteng. Ketiga, sangat  romantis. Keempat, setiap hari selalu ada kata sayang untuk saya…..”  jawab wanita tersebut terbata-bata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Terus?” tanya saya. Ia tidak mampu meneruskan. Matanya berkaca-kaca.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Biar saya yang membacanya”, ungkap saya. Iapun memberikan kertas kerjanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“….Kelima, senang memijit isteri. Keenam, senang membantu pekerjaan  isteri. Ketujuh, pandai mendidik anak-anak. Kedelapan, suami saya sangat  sabar. Kesembilan, menghormati orang tua dan mertua. Kesepuluh, tidak  rewel dalam urusan makan…..” dan seterusnya. Saya membacakan enambelas  poin kebaikan suami yang ia tuliskan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Luar biasa. Sangat jarang kami temukan peserta yang mampu menulis  kebaikan pasangan dalam waktu sesingkat itu. Hanya tiga menit saja,  namun ia mampu menuliskan enambelas poin kebaikan pasangan. Saya segera  mengapresiasi dengan memberikan hadiah kepadanya. Saya katakan di forum,  “Bersyukurlah suami yang isterinya mampu melihat sangat banyak kebaikan  suami. Bersyukurlah isteri yang suaminya mampu melihat sangat banyak  kebaikan isteri”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjaga dan Memelihara Rasa Suka kepada Pasangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah yang sering saya sampaikan di berbagai forum, bahwa cara untuk  menjaga rasa suka kepada pasangan adalah dengan jalan mengingat  berbagai kebaikan pasangan. Fokus melihat sisi positif, sisi kelebihan,  sisi kebaikan pasangan yang ada pada pasangan. Kenyataannya, setiap hari  pasangan hidup kita melakukan sangat banyak perbuatan baik kepada kita,  sejak bangun tidur di pagi hari hingga berangkat tidur lagi di malam  hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sangat banyak perbuatan baik yang dilakukan pasangan kepada kita,  namun karena dilakukan setiap hari maka dianggap sebagai sesuatu yang  biasa. Isteri memasak setiap hari untuk keperluan keluarga, dianggap hal  biasa. Bahkan sebagian suami menganggapnya sebagai kewajiban, bukan  kebaikan. Suami yang setiap hari bekerja keras mencari nafkah adalah  kebaikan. Namun karena itu yang menjadi kegiatannya setiap hari, maka  dianggap sebagai hal yang lumrah dan wajar saja. Bahkan sebagian isteri  mengatakan, itu bukan kebaikan karena memang menjadi kewajiban para  suami untuk melakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tanyakan kepada para peserta laki-laki, “Apakah para suami di  sini rutin memberikan nafkah kepada isterinya ?” Para suami menjawab,  “Ya, kami rutin memberi nafkah untuk keluarga”. Pertanyaan saya kepada  para peserta perempuan, “Siapakah di antara anda yang menuliskan  pemberian nafkah rutin sebagai kebaikan suami?” Ternyata hanya tiga  peserta perempuan yang angkat tangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika saya tanyakan kepada para isteri di forum itu, “Mengapa anda  tidak menuliskan pemberian nafkah sebagai kebaikan suami?” Jawaban para  isteri beragam. Ada yang menjawab, “Karena itu sudah biasa dilakukan,  jadi wajar saja”. Ada yang menjawab, “Karena itu memang sudah menjadi  kewajibannya”. Ada pula yang menjawab, “Karena itu sudah menjadi  rutinitas, sehingga tidak dicatat sebagai kebaikan”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tanyakan kepada para peserta perempuan, “Apakah para isteri di  sini rutin memasak untuk keluarga di rumah?” Para isteri menjawab, “Ya  setiap hari kami memasak”. Pertanyaan saya kepada peserta laki-laki,  “Siapakah di antara anda yang menuliskan, isteri rutin memasak untuk  keluarga sebagai kebaikan isteri?” Ternyata hanya dua peserta yang  angkat tangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika saya tanyakan kepada para suami, “Mengapa anda tidak  menuliskan memasak sebagai kebaikan isteri anda?” Jawaban para suami,  “Itu kan sudah menjadi kewajibannya”. Sebagian lain mengatakan, “Itu  sudah biasa dilakukan semua perempuan dimana-mana”. Begitulah mereka  memahami tentang aktivitas memasak yang dilakukan isteri setiap hari di  rumah. Seakan-akan sudah menjadi kewajaran sehingga tidak dicatat  sebagai kebaikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika saya tanyakan di forum, “Orang yang melakukan kewajiban itu  orang baik atau tidak baik?” Serentak mereka menjawab, “Orang baik”.  Nah, jadi mengapa anda tidak menganggap kewajiban yang dilakukan  pasangan anda sebagai kebaikan? Bukankah orang yang menunaikan kewajiban  adalah orang baik? Kenyataannya, kita semua akan bersedih apabila  pasangan kita menolak melakukan kewajibannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang Menutupi Mata Anda?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Percayakah anda bahwa selembar daun bisa menutupi dunia? Ya, ketika  daun itu menutupi mata anda, maka tertutuplah dunia. Anda tidak bisa  melihat apapun lagi, karena mata anda tertutup oleh selembar daun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka, janganlah kekurangan pasangan menutupi mata anda, sehingga anda  tidak bisa lagi melihat sangat banyak kebaikan yang ia lakukan. Apabila  mata anda ditutupi oleh kekurangan pasangan, maka anda tidak sanggup  melihat berbagai kelebihan yang dimilikinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mulai sekarang, fokuskan perhatian anda kepada sisi kebaikan dan sisi  positif pasangan anda. Jika kebaikan dan kelebihan pasangan yang selalu  anda ingat, maka anda akan selalu bersyukur karena memiliki pasangan  hidup yang sangat banyak memiliki kebaikan. Sebaliknya, anda akan selalu  mengeluhkan pasangan, jika yang anda ingat hanyalah sisi kekurangan dan  sisi negatif pasangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah Testimoni&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usai acara tersebut, keesokan harinya saya dikejutkan oleh sebuah SMS  dari seorang suami yang menjadi peserta Pelatihan, “Saya merasa  menyesal telah menyimpan sisi kekurangan dan sisi negatif isteri saya  selama duapuluh tahun pernikahan kami. Terimakasih telah mengingatkan”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari berikutnya, SMS datang dari isterinya. “Alhamdulillah, suami  saya dengan tulus menyampaikan permintaan maaf kepada saya sepulang  mengikuti acara Pelatihan Wonderful Family kemarin. Setelah duapuluh  tahun kami menikah, baru kali ini ia meminta maaf kepada saya. Duapuluh  tahun saya jalani dengan penuh kegetiran, karena sikap suami saya yang  selalu mencari-cari kesalahan dan mengungkiut kekurangan saya. Ini  adalah hari yang sangat membahagiakan saya setelah duapuluh tahun  berkeluarga, bahwa suami saya berjanji akan menjadi lebih baik, dan  menyesali sikapnya kepada saya selam ini. Terimakasih telah berbagai  dengan kami”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/memelihara-rasa-suka-kepada-pasangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-7998252149553472682</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 06:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.287-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepanduan</category><title>DPP PKS Latih Relawan Perempuan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                              &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/01/relawan-perempuan.png" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-full wp-image-1396" height="114" src="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2012/01/relawan-perempuan.png" title="relawan perempuan" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan  Sejahtera (DPP PKS) memanfaatkan awal tahun 2012 ini sebagai momentum  penguatan sumberdaya manusia (SDM) relawannya dengan menggelar Training  For Trainer (TFT) Nasional Penggerak Relawan Perempuan di Madani  Leadership Center, Lembang Bandung akhir pekan lalu. Kegiatan yang  dihelat salah satu organ PKS, Barisan Putri Keadilan (Santika) itu  bertujuan menyiapkan SDM instruktur yang andal dari kalangan perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kami ingin mencetak kader-kader penggerak yang peduli persoalan  lingkungan dan kemanusiaan. Relawan yang berkarakter, siaga, peduli,  siap bekerja tanpa meninggalkan fitrah sebagai perempuan“, ujar Ketua  Departemen Kepanduan DPP PKS Cahya Zailani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut Cahya mengatakan, membantu masyarakat, dan peduli  terhadap lingkungan dan kemanusiaan merupakan tradisi yang sudah  mengakar di PKS. Untuk menjaga keberlangsungan tradisi yang baik  tersebut, dibutuhkan pembaruan SDM secara berkesinambungan, terutama  yang sigap bergerak di lapangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan atau utusan dari 33 provinsi  yang ada di seluruh Indonesia, kecuali Papua Barat dan Bangka Belitung.  Semua Peserta sangat antusias dalam mengikuti semua materi yang ada,  karena semua materi yang di isi oleh para pakar dibidangnya contohnya  pemateri dari BSMI, Relawan Indonesia, Lembaga Pengembangan Diri Trusco,  Pakar bidang Pengelolaan Sampah, serta Akademisi dari ITB dan Unpad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Kami juga membekali para relawan kemampuan jurnalistik dan fotografi  agar setiap kegiatan bisa dipublikasikan guna menggugah banyak pihak  ikut serta dalam kepedulian,” pungkas Cahya.&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/dpp-pks-latih-relawan-perempuan.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-3370650818255761293</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 06:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.306-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepanduan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ruhiah</category><title>JIDDIYAH, Ciri Kader Militan…</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div class="cleaner" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2011/02/kader-militan.png" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-500" height="225" src="http://pkspringsewu.org/wp-content/uploads/2011/02/kader-militan-300x225.png" title="kader militan" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;Tujuan  da’wah jangka panjang adalah khilafah fil ‘ardl. “Memimpin dunia.”  Untuk mencapai cita-cita besar itu diperlukan umat yang kuat dan hebat  berbasis pada kader-kader militan yang bercirikan penuh keseriusan.  Mereka mengutamakan kerja daripada hanya sekedar pandai mengkritik,  berinisiatif daripada hanya menunggu perintah, memahami betul apa tugas  dan perannya dalam hidup ini, dengan disertai usaha maksimal disertai  dengan pendekatan diri kepada Allah dalam rangka meraih bimbingan dan  pertolongan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="cleaner" style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="postcontent" style="text-align: justify;"&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Definisi jiddiyah adalah: menjalankan tugas-tugas syar’i, tarbawi,  tanzhimi, dengan cepat, tabah, mengerahkan seluruh potensi secara  maksimal serta dapat mengatasi hambatan yang dihadapinya demi  terlaksananya tugas tersebut secara optimal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Syarat-Syarat Jiddiyah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari definisi di atas, maka jiddiyah memiliki 5 syarat:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Al-istijabah al-fauriyah (responsif)&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Al-azmul Qowiy (kesungguhan yang kuat)&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Al-mutsabarah (tabah dan ulet)&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Taskhiru kullil imkanat (mengerahkan seluruh potensi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mughalabatul ‘adzar (dapat mengatasi segala permasalahan hidup)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Al Istijabah Al Fauriyah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kader militan adalah kader yang ketika mendapat tugas dan mendengar  perintah dari qiyadah (pemimpin, murobbi, atau pembina) meresponnya  dengan cepat-cepat tanpa ragu atau berkomentar, karena ia memahami bahwa  tugas dan perintah yang datang dari qiyadah adalah untuk segera  dilaksanakan bukan untuk didiskusikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah para sahabat memahami perintah ketika turun ayat yang  mengharamkan khamar (Al-Maidah : 90-91). Begitu mereka mendengar  perintah untuk meninggalkan khanar langsung mereka tinggalkan seraya  berkata intahaina.. intahaina.. (kami telah tinggalkan, kami telah  tinggalkan). Contoh lain tentang perpindahan kiblat dari Masjidil Aqsho  ke Masjidil Haram (Al-Baqarah: 143). Disaat mereka sedang sholat datang  berita tentang berubahnya arah kiblat, mereka langsung berbalik arah  dari menghadap utara (arah Baitul Maqdis) menjadi menghadap selatan  (arah Ka’bah) sehingga masjid tempat mereka sholat saat itu diberi nama  Masjid Qiblatain (masjid dua qiblat).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan contoh yang ketiga adalah mengenai para sahabat wanita dalam  melaksanakan perintah menutup aurat (hijab) (QS An-Nur 31). Begitu  mereka mendengar perintah memakai hijab melalui para suami mereka,  langsung mereka laksanakan perintah itu. Selain itu masih banyak  contoh-contoh lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Al Azmul Qowiy.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aktifis dan kader dakwah harus memiliki semangat dan kesungguhan yang  kuat, karena amanah yang diembannya sangat berat. Di antara do’a Rasul :  “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ketidak berdayaan dan malas,  aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan kikir, aku berlindung  kepada-Mu dari hutang yang membelenggu dan tertindas oleh orang yang  jahat.” Dan Umar bin Khattab berdoa, “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu  dari ketidakberdayaan orang sholeh dan keberdayaan orang jahat.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di dalam surat Ali-Imran ayat 146 Allah telah menjelaskan sifat kader  militan: ” Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka  sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi  lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu  dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang  yang sabar. ”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para sahabat yang baru saja selesai perang uhud dalam kondisi  luka-luka dan belum sempat istirahat menerima tugas baru yaitu mengejar  pasukan musyrikin Quraisy dalam perang Hamra Al Asad, mereka  melaksanakan perintah qiyadah (Rasul) walaupun harus dengan menandu dan  menggendong sebagian sahabat yang tidak mampu berjalan. Kita tahu betapa  sahabat Mush’ab bin Umair pada perang Uhud membawa panji pasukan Islam.  Tangan kanannya putus terkena pedang musuh, lalu panji dipegang dengan  tangan kiri, tangan kirinya putus kemudian ia merangkulnya dengan kedua  sikunya dan ia terus maju sampai syahid.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Al Mutsabarah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerja da’wah adalah kerja besar yang tak kan berakhir kecuali dengan  kematian. Perjalanan dakwah penuh dengan ujian, cobaan, tantangan dan  rintangan. Tidak ada yang sanggup menjalaninya kecuali orang-orang yang  telah menjadikannya tugas pokok dan utama yang tidak bisa dikalahkan  dengan tugas apapun, keberlangsungan dakwah menjadi fokus perhatiannya  seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah, beliau tidak mengenal  lelah, letih, capek, jenuh, atau malas. Beliau tidak pernah menyerah  atau mundur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika orang-orang kafir Quraisy musuh dakwah mengancam untuk  menghabisi nyawanya, ia berkata: “Demi Allah, sekalipun mereka dapat  meletakkan matahari di samping kananku dan bulan di samping kiriku, aku  tidak akan berhenti berdakwah dan meninggalkannya sampai Allah  memenangkannya atau aku mati di jalannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para sahabat generasi terbaik yang langsung di bawah arahan Rasul  meneruskan jalan Rasul. Mereka berdakwah dengan meninggalkan kampung  halaman, negeri dan tanah air, isteri, anak, dan harta benda sehingga  panji Islam berkibar di seluruh dunia. Kehidupan mereka adalah jihad  yang tak henti-henti dan pengorbanan yang tanpa batas dalam membela  Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Taskhir Kullil Imkanat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Da’wah menuntut para aktifis dan kader untuk mengerahkan seluruh  potensi yang dimiliki berupa pemikiran, harta, waktu, tenaga, jiwa dan  raga. Sehingga tidak ada potensi yang dimilikinya kecuali telah  diberikan untuk kepentingan dakwah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini sebagian kader belum maksimal dalam memperjuangkan dakwah.  Kita baru memberikan sisa potensi untuk dakwah, sisa waktu, sisa  pikiran, sisa tenaga, dan sisa dana. Sehingga hasilnya pun belum  terlihat nyata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah telah mengingatan kita: “Katakanlah, “Jika bapak-bapak,  anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta  kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya,  dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu  cintai daripada Allah, Rasul-Nya, dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka  tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak  memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS At-Taubah 24).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan  harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada  jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi)  janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan  siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka  bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah  kemenangan yang besar.” (QS At-Taubah 111)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mughalabatul ‘Adzar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Amanah dakwah hanya dapat diemban oleh orang-orang yang memiliki  azimah (idealisme yang tinggi) bukan orang yang memilih tujuan yang  rendah, senang dengan hidup santai dan rileks, memilih istirahat dan  tidak mau susah. Da’wah hanya dapat dikerjakan oleh orang yang dapat  mengalahkan udzur bukan pandai membuat udzur, berupaya maksimal untuk  terus aktif di medan jihad dan memberikan kontribusi yang terbaik buat  dakwah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu contoh sahabat bernama Amru bin Jamuh, seorang tua renta  yang kakinya pincang dan nyaris buta. Begitu mendengar seruan jihad, ia  langsung menyatakan ingin bergabung dalam barisan para mujahidin  walaupun ketiga anaknya melarang dengan alasan mereka sudah mewakili  keluarga dan sudah sangat cukup udzur baginya untuk tidak ikut jihad.  Tapi apa komentarnya? Ia berkata masalahnya adalah surga. “Apakah kalian  dapat memberikan jaminan surga buat saya kalau saya tidak ikut jihad?”  Hingga akhirnya ia mendapat restu dan do’a dari Rasul. “Ya Allah  masukkanlah ia ke dalam surga dengan kakinya yang pincang!” Akhirnya ia  mati syahid di medan perang. Ia tidak menjadikan udzur sebagai hambatan  dan penghalang untuk ikut berperang. Walaupu tidak bisa angkat senjata,  tapi dengan ia bergabung ke dalam barisan mujahidin, ia dapat menambah  jumlah tentara. Walaupun ia tidak berhadapan langsung dengan musuh, ia  dapat menjaga barang-barang milik tentara di belakang. Ia selalu  berpandangan positif ingin memberikan kontribusi langsung dan nyata  untuk dakwah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Urgensi Jiddiyah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jiddiyah merupakan sifat asasi serta akhlak yang harus dimiliki oleh  kader dan aktifis dakwah yang telah berbai’at kepada Allah, menjual  dirinya untuk hidup dan mati demi dakwah. Jiddiyah dalam dakwah  merupakan suatu keniscayaan, karena hanya dengannya amanah risalah dan  kewajiban dakwah akan dapat diemban dan terealisasi dengan maksimal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ciri-ciri Jiddiyah:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menjaga dan memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang positif dan berguna untuk dakwah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghindari dari banyak bergurau dan bercanda. Di antara wasiat  Imam Al-Banna adalah: “Janganlah kamu bercanda karena umat yang sedang  berjihad tidak mengenal canda. Demikian juga dengan Sholahuddin  Al-Ayyubi yang berkata: “Sungguh saya malu kepada Allah melihat saya  tertawa sementara Baitul Maqdis sedang berada dalam genggaman  orang-orang salibiyin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memilih azimah ‘idealisme’ yang berat dan tifak memilih kemudahan-kemudahan karena dakwah tidak tegak di atas rukhsah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melaksanakan tugas dengan segera, tidak menunda pekerjaan hari ini sampai besok, tidak lambat dan tidak malas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu mengintrospeksi diri, memperbaharui janji kepada Allah dan  selalu istighfar serta taubat atas segala dosa dan kesalahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam kondisi siaga selalu menanti perintah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ikhwah fillah, jadilah aktivis harokah dan praktisi dakwah. Jadilah  orang yang terlibat di dalamnya, bekerja secara produktif. Dan jangan  menjadi orang yang pandai mengkritik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;(Mjlh Tarbiyah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ustadz Abdul Muiz M.A.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/jiddiyah-ciri-kader-militan.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-3783803776982426602</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 01:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.322-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepanduan</category><title>Pandu Qurani (bagian 2 tamat)</title><description>&lt;div class="entry" style="text-align: justify;"&gt;       &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivTk6Lezt-tqINiEotvdmNCVF8uNiHxxWDffmKXgaTiQ3o8yaphyLmTJTBQ8IkoW_UkrE1yp751OdFpm9rJolCFv3iVNxtXpR9qf9i9S3ZBi1xyNnClsNAmLJ9mwn7KbFlh305nutkhcUj/s1600/00x.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivTk6Lezt-tqINiEotvdmNCVF8uNiHxxWDffmKXgaTiQ3o8yaphyLmTJTBQ8IkoW_UkrE1yp751OdFpm9rJolCFv3iVNxtXpR9qf9i9S3ZBi1xyNnClsNAmLJ9mwn7KbFlh305nutkhcUj/s1600/00x.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Konsekwensi logis&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Besarnya peran dan tanggung jawab pandu qur’ani menuntutnya menjadi  pribadi yang cekatan berlandaskan empat karakter yaitu; cerdas , kuat,  terampil, dan berani.Pandu qur’ani mesti cekatan dalam merespon seruan  Allah dan RasulNya, memenuhi panggilan dakwah, dan dalam memberikan  berbagai pelayanan kepada masyarakat luas berlandaskan semangat  kompetisi dalam kebajikan demi meraih ampunan dan ganjaran Allah. &lt;span id="more-34"&gt;&lt;/span&gt;Allah berfirman;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Dan bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan menuju sorga yang  luas seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang  bertaqwa&lt;/em&gt;”.QS:3:133.&lt;br /&gt;“Maka berlomba di dalam kebaikan….”.QS:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika tidak maka segala afiliasi yang disandangnya tidak akan memberinya arti apa-apa.&lt;br /&gt;”Barang siapa yang tidak dipercepat oleh amal perbuatannya, ia tidak  akan dipercepat oleh afiliasinya”.Sebuah kata hikmah dijalan dakwah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kecerdasan &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang Pandu Qur’ani memiliki kecerdasan spiritual sebagai hasil  interaksi ta’abbudi dengan Allah ‘azza wa jalla, dan melalui penghayatan  terhadap nilai-nilai aqidah dan akhlak islami.Nilai-nilai spiritual  Islam terhimpun dalam satu gudang bernama taqwa, didalamnya terdapat  perbendaharaan spiritual bernilai tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;firman Allah:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Alif, laam, miim.Kitab (Al-Qur’an) itu tidak ada keraguan,  didalamnya terdapat petunjuk bagi orang-orang bertaqwa.Yaitu orang-orang  yang beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat, dan mereka yang  menginfakkan sebagian harta yang Kami karuniakan kepada mereka.Dan  orang-orang yang beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan yang  diturunkan sebelummu, dan mereka meyakini hari akhirat.Mereka itulah  yang mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang  yang beruntung&lt;/em&gt;”.QS;2:1-4.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Bukanlah kebaktian itu dengan menghadapkan wajahmu ke timur dan  ke barat, akan tetapi kebaktian ialah siapa yang beriman kepada Allah,  hari akhir, malaikat, Al-Kitab, dan para Nabi, menyerahkan harta dengan  rasa senang kepada kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin,  ibnu sabil, orang-orang yang meminta bantuan, dan untuk pembebasan  budak,&amp;nbsp; menegakkan shalat dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang  menepati janji.Dan orang-orang yang sabar dalam bencana dan kesulitan  serta dalam pertempuran.Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka  itulah orang-orang yang bertaqwa&lt;/em&gt;”.QS:2:177.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Dan bersegeralah menuju ampunan ampunan dari Tuhanmu dan surga  yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang  yang bertaqwa.Yaitu orang-orang yang berinfaq di waktu lapang maupun  sempit,mampu mengendalikan amarah, dan pemaaf kepada manusia.Dan Allah  mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.Dan orang-orang yang yang  mengingat Allah ketika melakukan perbuatan keji atau berbuat aniaya  terhadap diri, maka mereka memohon ampunan Allah, dan siapakah yang  mengampuni dosa-dosa selain Allah.Dan mereka tidak terus menerus  melakukan dosa sedang mereka mengetahui&lt;/em&gt;”.QS:3:133-135.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taqwa sebagai kecerdasan spiritual sangat berperan dalam membangun  kecerdasan emosional, dan membuka jalan yang luas untuk menghasilkan  kecerdasan intelektual.Allah berfirman:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;…Dan bertaqwalah kepada Allah niscaya Allah mengajari kalian,dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu&lt;/em&gt;”.QS:2:282.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecerdasan yang integral membangun kepahaman yang jelas, utuh, dan  benar terhadap manhaj Islam, persoalan dakwah, dan sangat membantu  menemukan solusi dan format penyelesaian segala persoalan sesuai manhaj  islami sejalan situasi dan kondisi yang ada, serta strategi-strategi  guna memenangkan dakwah Islam sesuai amanat risalah ilahiyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan yang pasti soliditas adalah anak yang lahir dari rahim  kecerdasan.Tanpa soliditas maka segala format dan strategi dakwah tidak  akan memberi hasil yang optimal, atau tidak sama sekali, bahkan mungkin  menimbulkan kerugian.Soliditas individu dapat meredam fitnah dunia yang  sangat berpotensi menimbulkan insoliditas kolektif sebagaimana yang  pernah menimpa para sahabat sehabis perang Badar seperti dikisahkan  didalam surat Al-Anfaal ayat satu sampai empat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry" style="text-align: justify;"&gt;       &lt;strong&gt;Kekuatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya tugas yang diemban pandu qur’ani lebih banyak dari waktu  yang dimiliki, serta beratnya beban, rintangan dan tantangan tidak hanya  memerlukan kecerdasan namun juga kekuatan dan ketahanan fisik yang  tinggi.Mungkin disinilah letak rahasia mengapa Allah lebih mencintai  mukmin yang kuat daripada yang lemah.Allah menilai seseorang berdasarkan  amal perbuatannya.Seorang mukmin yang kuat akan sanggup melakukan amal  yang lebih banyak dibanding mukmin yang lemah. &lt;span id="more-38"&gt;&lt;/span&gt;Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran jika pemimpin yang dipilihkan Allah untuk memimpin Bani  Israil melawan kezaliman adalah orang yang memiliki keluasan ilmu  sekaligus kekuatan fisik yang lebih baik daripada yang lainnya.Allah  berfirman:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Dan Nabi mereka berkata; sesungguhnya Allah telah mengutus Thalut  menjadi raja kalian.Mereka berkata bagaimana mungkin ia menjadi raja  kami sementara kami lebih berhak menjadi raja dibanding ia, dan ia tidak  tidak memiliki harta yang banyak.Ia (Nabi mereka) berkata; sesunguhnya  Allah telah memilihnya (Thalut) diantara kalian dan memberinya kelebihan  dalam ilmu dan fisik&lt;/em&gt;”.QS:2:247.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keterampilan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi bahwa keterampilan sangat dibutuhkan untuk  menyelesaikan setiap tugas dan persoalan yang dihadapi.Keterampilan  sangat menentukan efisiensi dan efektifitas kerja, dua hal yang  mendasari amal yang berkualitas. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam  memerintahkan untuk membina keterampilan sejak dini.Beliau bersabda:&lt;br /&gt;”&lt;em&gt;Ajarilah anak-anak kalian memanah dan berenang&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;Demikian juga Umar bin Khaththab berkata:&lt;br /&gt;”&lt;em&gt;ajarilah anak-anak kalian menaiki kuda dengan sekali lompatan”.&lt;br /&gt;Kecerdasan dan kekuatan seseorang yang dipadukan dalam latihan yang memadai menghasilkan keterampilan yang baik.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keberanian&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan, kekuatan, dan keterampilan akan menjadi sia-sia dihadapan  tugas dan persoalan tanpa keberanian bertindak dan menanggung  resiko.Keberanian adalah salah satu indikasi frekwensi iman  seseorang.Rasulullah bersabda:”Barangsiapa di antara kalian yang melihat  kemunkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya.Jika tidak  sanggup maka dengan lisannya.Jika tidak sanggup lagi maka dengan  hatinya, dan itulah iman yang paling lemah”.Hanya diatas iman dapat  terukir amal saleh yang menghindarkan dari berbagai kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandu Keadilan hanyalah bahagian dari Pandu Qur’ani.Siapakah yang  termasuk Pandu Keadilan?Yaitu semua kader Partai Keadilan Sejahtera.Agar  memenuhi karakter pandu Qurani semua anggota pria Pandu Keadilan  berkewajiban mengikuti mukhayyam kepanduan yang diselenggarakan  Departemen Kepanduan dan turunannya di daerah minimal sekali setahun.&lt;br /&gt;Kita berharap melalui mukhayyam terbangun dan terasah kecerdasan,  kekuatan, keterampilan, dan keberanian serta buah dari keempatnya berupa  keikhlasan, kepahaman, amal, jihad, tha’ah, tadlhiyah, tsiqah, tsabat,  tajarrud, dan ukhuwwah yang membawa kepada kejayaan Islam, ampunan dan  rahmat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kita berlindung  kepada Allah dari segala hal yang meruntuhkan karakter Pandu Qur’ani:”&lt;em&gt;Ya  Allah kami berlindung kepadamu dari berbuat syirik kepadamu secara  sadar, dan kami memohohon ampunanmu terhadap (perbuatan syirik) yang  tidak kami sadari.Ya Allah kami berlindung kepadamu dari kegundahan dan  kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari kepengecutan dan  kekikiran, dan dari lilitan utang dan penindasan orang-orang yang kuat&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;Selain mukhayyam wajib ada LPK (Latsar Pandu Keadilan) untuk  berkiprah dalam regu-regu Pandu yang berada di bawah payung besar  BRIGADE 2009, baik regu Pandu Reguler, RSP (Regu Siaga Pemilu), KORSAD  (Korps Satuan Tugas Keadilan), maupun SANTIKA (Barisan Putri  Keadilan).Allahu Akbar! Allahu Akbar! Walillahilhamdu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(tamat)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/pandu-qurani-bagian-2-tamat.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivTk6Lezt-tqINiEotvdmNCVF8uNiHxxWDffmKXgaTiQ3o8yaphyLmTJTBQ8IkoW_UkrE1yp751OdFpm9rJolCFv3iVNxtXpR9qf9i9S3ZBi1xyNnClsNAmLJ9mwn7KbFlh305nutkhcUj/s72-c/00x.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-6065348504593361328</guid><pubDate>Wed, 28 Mar 2012 01:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.336-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kepanduan</category><title>Pandu Qurani (bagian 1)</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2YLUUy8Vwe64ohabkx2YhXxzt32Vc6SomOUJohVYEeasKeiyTHsoRpb0pxEzU3WrNG-9hIjWGzy6fIOJT8kbjtQFpVL1h5ZjdD3YqgJo5Hb-lzCcZrwgCOqDUsNPdONahLYBRNHw8t10e/s1600/lpk73021.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="342" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2YLUUy8Vwe64ohabkx2YhXxzt32Vc6SomOUJohVYEeasKeiyTHsoRpb0pxEzU3WrNG-9hIjWGzy6fIOJT8kbjtQFpVL1h5ZjdD3YqgJo5Hb-lzCcZrwgCOqDUsNPdONahLYBRNHw8t10e/s640/lpk73021.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pandu adalah kata yang digunakan sebagai istilah bagi orang yang  memiliki karakter yang berporos pada kebaikan.Di negeri ini pandu  disimbolkan dengan cikal kelapa yang bermakna proses pertumbuhan yang  berkelanjutan di satu sisi,dimana ia dapat tumbuh dengan mudah sehingga  bisa mempertahankan eksistensinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-11"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sisi lain bermakna manfaat yang dihasilkan oleh setiap aspek yang  dimiliki, dari akar sampai ke buah.Di kebanyakan negeri-negeri lain,  sebagaimana Pandu Keadilan, ia disimbolkan dengan bunga leli yang  memiliki multi manfaat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya kita akan membicarakan pandu yang berorientasi kepada  kitabullah Al-Qur’an yang dalam bahasa da’wah disebut orang yang  ‘shaalihun fii nafsihii naafi’un li ghairihii mujaahidun fillaah’.Pandu  yang satu ini kita sebut sebagai ‘Pandu Qur’ani’.Pandu Qur’ani adalah  imam bagi orang-orang bertaqwa dalam ketauladanan, pelayanan serta  dakwah dan jihad.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;A.Ketauladanan Pandu Qur’ani &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Qur’an menggambarkan pandu sebagai orang saleh yang patut ditauladani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sungguh terdapat suri tauladan bagi kalian pada diri Ibrahim dan  orang-orang yang bersamanya ketika berkata kepada kaum mereka,‘sungguh  kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain  Allah, kami ingkar terhadap kalian, dan telah nyata permusuhan dan  kebencian antara kami dan kalian selamanya hingga kalian beriman kepada  (mengilahkan) Allah semata’, kecuali perkataan Ibrahim kepada  ayahnya,’akan saya mintakan ampunan untukmu, dan saya tidak memiliki  apa-apa untuk (menyelamatkannmu) dari (adzab) Allah.Tuhan kami, kepadamu  kami berserah diri, kepadamu kami bertobat, dan kepadamu kami akan  kembali’.Tuhan kami jangan engkau biarkan kami dicelakai oleh  orang-orang kafir, dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Perkasa  lagi Maha Bijaksana.Sungguh terdapat pada mereka suri tauladan bagi  orang-orang yang menginginkan (rahmat) Allah dan (kebahagiaan) akhirat&lt;/em&gt;”.Qs:60:4-6.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“&lt;em&gt;Sungguh pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan bagi kalian yang menginginkan (rahmat) Allah dan (kebahagiaan) akhirat&lt;/em&gt;”.Qs:33:21.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tauladan utama dalam segala  hal dari segala sisi kehidupan, baik&amp;nbsp; dalam hal ilmu, iman maupun amal,  dan baik beliau sebagai pribadi, kepala keluarga, anggota dan tokoh  masyarakat, maupun sebagai pemimpin ummat dan negara.Beliau kuat dalam  ruhiyah, aqliyah dan jasadiah sekaligus.Beliau adalah sebaik-baik mukmin  yang dicintai oleh Allah karena dengan iman dan kekuatannya lahirlah  amal-amal ibadah baik mahdlah maupun sosial yang mengagumkan.Dengan iman  dan kekuatannya pula beliau berjuang menunaikan risalah Allah yang  diembannya, menegakkan dinullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat tekun dalam mengejar  pahala yang terbaik dari Allah meskipun ia sudah dijamin masuk sorga.  Ketika berangkat menuju perang Uhud, beliau bersama Ali dan seorang  sahabat lainnya radliallahu ‘anhuma mempunyai jatah seekor onta untuk  dikendarai secara bergantian.Ali dan temannya sepakat menyerahkan jatah  tunggangan mereka kepada Rasulullah yang membuat Rasulullah tersinggung  dan berkata,”kalian tidak lebih kuat daripada saya ( untuk berjalan),  dan kalian tidak lebih membutuhkan pahala daripada saya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau mengajari ummatnya untuk tekun mengejar pahala dari  Allah.Sabda beliau:“Shalat (berjama’ah) yang paling berat bagi  orang-orang munafik adalah shalat Isya dan Subuh.Seandainya mereka  mengetahui pahala yang didapatkan pada keduanya maka mereka pasti  menghadirinya meskipun harus datang dengan merangkak”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam beramal jama’i Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bukanlah seorang pemimpin yang pintar menyuruh belaka melainkan memberi  contoh kerja yang optimal, seperti ketika beliau bersama para sahabat  membangun masjid Qubaa’.Badan beliau penuh tanah karena bolak balik  memanggul tanah.Sikap beliau memberi semangat bagi para sahabat sehingga  dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan dengan hasil yang  memuaskan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau suritauladan dalam mengamalkan Al-Qur’an, dan seperti itulah  ummatnya seharusnya.Bukankah para hamba Allah selalau memanjatkan  do’a;”Wahai Tuhan kami karuniailah kami dari istri-istri dan  keturunan-keturunan kami penyejuk mata bagi kami dan jadikanlah kami  imam (pemimpin/tauladan) bagi bagi orang-orang yang bertaqwa”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entry" style="text-align: justify;"&gt;       &lt;strong&gt;B.Pandu Qur’ani menebar kebaikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ummat Islam dikeluarkan Allah untuk manusia.Artinya ummat Islam  dirancang untuk membawa manfaat yang seluas-luasnya untuk  manusia.Manfaaat itu diwujudkan dengan amar ma’ruf nahi munkar.Amar  ma’ruf adalah setiap upaya menumbuhkan dan memelihara kebaikan dan  sumber-sumbernya baik fisik maupun non fisik.Sebaliknya nahi munkar  adalah setiap upaya mencegah,menghentikan dan memberantas kerusakan dan  sumber-sumbernya baik fisik maupun non fisik.Dalam syariat Islam dikenal  apa yang disebut dengan Maqaashid Asy-Syarii’ah Al-Khamsah yaitu&amp;nbsp; lima  objek perlindungan syariat yaaitu; agama, akal, jiwa, harta benda, dan  kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-27"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Amar ma’ruf nahi munkar akan langgeng jika dilandasi iman kepada  Allah dan sebaliknya iman kepada Allah mengharuskan amar ma;ruf nahi  munkar.Allah berfirman:”&lt;em&gt;Kalian sebaik-baik ummat yang dikeluarkan  bagi manusia, menyerukan kebaikan (amar ma’ruf) dan mencegah keburukan  (nahi munkar) dan kalian beriman kepada Allah&lt;/em&gt;”.Qs:3:110&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandu Qur’ani adalah pelayan ummat yang kebaikannya senantiasa  diharapkan.Diantara mereka terdapat pemimpin publik, guru, aleg,  praktisi hukum, muballigh, relawan kemanusiaan dsb.Pandu qur’ani adalah  penolong manusia setiap saat seperti yang dicontohkan Rasulullah  shallallahu ‘alahi wa sallam dan sahabatnya ketika di keheningan malam  di Madinah terdengar suara meminta pertolongan.Para sahabat yang  mendengarnya bergegas menuju sumber suara namun ditengah jalan bertemu  Rasulullah yang telah kembali dan mengatakan bahwa masalahnya sudah  teratasi.Atau seperti yang dilakukan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar  bin Khaththab yang berlomba membereskan rumah seorang nenek tua yang  hidup sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandu Qur’ani pemburu cinta Allah yang terinsfirasi berita Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi wa sallam;”sebaik-baik manusia adalah yang paling  bermanfaat bagi manusia”.Kesalihan Pandu Qur’ani membuahkan karya dan  perbuatan (al-‘amal) dengan manfaat sosial yang sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C.Jihad Pandu Qur’ani&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah jalla wa ‘alaa mengutus RasulNya shallallahu ‘alaihi wasallam  membawa risalah agung agar dimenangkannya atas segala agama dan  isme-isme buatan manusia.&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Dialah (Allah) yang telah mengutus RasulnNya dengan petunjuk dan  Din yang haq agar dimenangkannya atas din-din (agama-agama) yang lain,  dan cukuplah Allah yang menjadi saksinya&lt;/em&gt;”.Qs:48:28.&lt;br /&gt;Ini adalah proyek sangat besar yang diserukan Allah atas orang-orang beriman, Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman jadilah penonlong-penolong (agama)Allah,  sebagaimana Isa bin Maryam berkata:”Siapakah penolong-penolongku (untuk  menegakkan agama) Allah?”P&lt;em&gt;engikut-pengikut yang setia itu  berkata:”Kamilah penolong-penolong (agama) Allah”, lalu segolongan dari  Bani Israel beriman dan segolongan lain kafir;maka kami berikan kekuatan  kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu  mereka menjadi orang-orang yang menang&lt;/em&gt;”.Qs:61:14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega proyek ini telah dirintis dan diletakkan pondasi bangunannya  oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabat  beliau radliallahu ‘anhum sebagai pola bagi penerus-penerus sampai ke  akhir zaman.Allah berfirman:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Muhammad Rasulullah, dan orang-orang yang bersamamnya bersikap  keras terhadap oang-orang kafir dan penuh kasih sayang antar sesama  mereka.Engkau melihat mereka rukuk dan sujud dengan mengharap keutamaan  dan keridlaan dari Allah.Ciri mereka terdapat tanda sujud di  wajah.Itulah perumpamaan mereka di dalam Taurat dan Injil, bagaikan  tanaman yang mengeluarkan tunas dan menyanggahnya, maka ia (tunas itu)  menguat, lantas (tanaman itu) berdiri kokoh diatas cabang-cabangnya yang  membuat kagum para petani, agar orang-orang kafir murka terhadap  mereka.Allah menjanjikan ampunan dan ganjaran yang agung bagi  orang-orang beriman dan beramal saleh dari mereka&lt;/em&gt;”.Qs:48:29.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegakan agama Allah berbanding lurus dengan kebencian orang-orang musyrik.Allah berfirman:&lt;br /&gt;”&lt;em&gt;Dialah (Allah) yang telah mengutus RasulNya dengan petunjuk dan Din  yang haq agar dimenangkannya atas din-din yang lain walau orang-orang  musyrik membencinya&lt;/em&gt;”.Qs:9:33,Qs:61:9.&lt;br /&gt;Pandu qur’ani berjuang menegakkan bangunan Islam dan sendi-sendi  ajarannya dalam kehidupan nyata, dan menempatkan diri sebagai pembela  dari serangan-serangan yang bermaksud meruntuhkannya.Sepanjang masa  Allah senantiasa menghadirkan para pembela agamaNya dari ekspresi  kebencian orang-orang musyrik.Allah berfirman:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Wahai orang-orang beriman, barang siapa diantara kalian berpaling  dari agamanya maka Allah akan mendatangkan satu kaum yang Allah cintai,  dan merekapun mencintai Allah, bersikap tinggi di hadapan orang-oraang  kafir dan merendahkan diri terhadap orang-orang beriman.Mereka berjihad  di jalan Allah tanpa takut dicela.Itulah keutamaan Allah yang diberikan  kepada orang yang dikehendakiNya.Dan Allah Maha Luas lagi Maha  Mengetahui&lt;/em&gt;”.Qs:5:54.&lt;br /&gt;Pandu qur’ani hidup dalam tiga kesalehan yaitu: kesalehan ta’abbudi,  kesalehan sosial, dan kesalehan prajurit sejati.Ali bin Abi Thalib  mengungkapkan kesalehan ini dengan kalimat pendek;”rahib di malam hari  penunggang kuda disiang hari (ruhbaanun billail fursaanun binnahar)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;bersambung&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/pandu-qurani-bagian-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2YLUUy8Vwe64ohabkx2YhXxzt32Vc6SomOUJohVYEeasKeiyTHsoRpb0pxEzU3WrNG-9hIjWGzy6fIOJT8kbjtQFpVL1h5ZjdD3YqgJo5Hb-lzCcZrwgCOqDUsNPdONahLYBRNHw8t10e/s72-c/lpk73021.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-3834087231299662129</guid><pubDate>Tue, 27 Mar 2012 04:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.354-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">headline</category><title>Kader PKS : Inilah Bagaimana Kami di Bentuk</title><description>&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" class="aligncenter" height="192" src="http://beritapks.com/wp-content/uploads/2011/08/elit-pks-300x192.jpg" width="300" /&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di  PKS kami kader kadernya diwajibkan menghadiri pengajian rutin sepekan  sekali. Mempelajari ilmu ilmu agama, akhlak akhlak yang baik, nilai  nilai kemanusiaan, dan nilai nilai ketuhanan. Bertahun –  tahun,  pengajian itu kami lakukan. Sampai membentuk karakter manusia yang baik.  Bernurani jernih, dan berjiwa lembut. Itulah mengapa, kami selalu  bersemangat mengadakan baksos, membatu korban bencana alam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan semata karena alasan politik,  kalau hanya karena alasan  politik, nisacaya kami tidak akan mau melakukan pekerjaan pekerjaan  sosial itu. Yang kami cari jauh melebihi motivasi motivasi duniawi  tersebut. Menembus langit, yaitu dalam rangka menyenangkan tuhan kami,  Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di pengajian pekanan itulah, kami kader PKS dikontrol, dievalusai,  kehidupan kami dalam kurun sepekan tersebut. Kehidupan ruhiyah (amalan  amalan) kami, dan kehidupan sosial kami. Diantara kami ada yang grafik  nya naik turun. Tetapi naik turun semangat tadi, masih dalam  kecenderungan meningkat. Dan dengan proses  penjagaan itulah, kami,  kader – kader pks dapat memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa kami  dapat menjaga amanah, amanah dari rakyat, amanah dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahwasannya kami punya mekanisme, kami punya instrument penjagaan  yang begitu kami taati, begitu kami rindukan dari pekan ke pekannya..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di pengajian pekanan itulah, poin poin seperti shalat lima  waktu –  tepat waktu – di masjid, di evaluasi. Dan tidak sekedar dievaluasi,  disanalah kami menemukan alasannya, mengapa kami diperintahkan Allah  begitu, apa enaknya buat kami melaksanakan perintah perintah Allah  tersebut. Disanalah kami menemukan kawan berlomba, menjadi yang terbaik  dimata Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya yang bisa kami sampaikan adalah setiap pekan rata rata  kader pks diajak untuk adalah Shaum senin kamis, Shalat Dhuha, Shalat  tahajud minimal dua kali, berinfak, dan seterusnya.. termasuk  mengkhatamkan Al-Qur’an paling lama sebulan sekali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan dengan semua ketentuan partai itulah kami mendewasakan diri kami,  sebagai bagian dari masyarakat, juga sebagai kader partai yang suatu  saat akan diamanahkan ke parlemen, atau menjadi kepala daerah, menteri,  dan presiden. Menyiapkan kualitas kualitas diri kami, sampai Allah  melihat telah sampailah waktunya kami diberi amanah kepemimpinan  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka, kami bisa sampaikan, bahwa calon calon legislatif dari PKS,  calon calon kepala daerah dari pks memiliki kualifikasi kedekatan dengan  Allah yang kurang lebih seperti penjelasan diatas. Dan terus dijaga  setiap pekannya. Memiliki akhlak baik, hati yang peka, dan semangat yang  terjaga. Karena untuk itulah kami diwajibkan mengikuti pengajian  pekanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi kami kader PKS, jabatan kepala daerah, jabatan di legislative,  menteri dan presiden. Adalah amanah amanah yang kami kejar, bukan  sebagai ambisi duniawi. Kalau sebatas itu saja alasannya, kalau hanya  untuk keuntungan pribadi, kenikmatan dunia, niscaya kami tidak akan mau  mengejarnya. Karena kami menyadari betul hakikat kehidupan kami yang  teramat singkat ini. Tentang kenikmatan, nanti saja, kami hanya mau  kenikmatan abadi, Surga Firdaus..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://lh6.ggpht.com/_tsIkwFP-edY/TMgsYhXLLlI/AAAAAAAABgw/PPNwhS7aeVw/P1040053%5B4%5D.jpg&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi, bagi kami kader PKS, kekuasaan kekuasaan itu adalah jalan untuk  memperbaiki sebanyak banyaknya, sebesar besarnya negara kita tercinta  Indonesia ini, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan menebar sebanyak  banyaknya manfaat dimuka bumi. Dan untuk itu semua, cukup bagi kami,  upahnya adalah senangnya tuhan kami, Allah swt. Dan nanti hadiahnya,  sama Allah dikasih surga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan karena, begitulah kami kader kader PKS memandang dunia ini, kami  selalu dijaga, selalu saling menjaga, untuk tidak tergoda akannya, yang  biasa kita kenal dengan korupsi dan sejenisnya..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semangat, pemahaman, dan  kualifikasi kedekatan dengan Tuhan kami  tadi, berlaku untuk semua kader di seluruh bumi Indonesia, di posisi  apapun kami berada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat lalu bertanya, apa untungnya buatmu, bersusah payah  memperjuangkan orang lain. Tidak! Karena kami tidak melihat jabatan ini  sebagai sesuatu yg harus kami miliki secara pribadi, maka jangan heran  kalau kami selalu bersemangat mengusung ‘orang lain – orang lain’  tersebut, Dengan bensin dari kantong kantong pribadi kami sendiri.  Karena dimata Allah, kami yang memperjuangkan pemimpin pemimpin kami itu  memperoleh nialainya sendiri. Dan sungguh kami bersenang hati dengan  senangnya Tuhan kami, Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya kami dapat deskripsikan siapa kader PKS itu dengan deskripsi dari ustadz kami,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ustadz Rahmat Abdullah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ada kenyataan seseorang berkat mujahadah keras yang dilakukannya  mampu menjaga wudhunya sepanjang hari, mengkhatamkan Al-Qur’an paling  lama sebulan, tak putus tahajud, selalu shalat jamaah di Masjid dan  selalu puasa senin kamis atau ayamul bidh. dalam muamalah selalu tepat  waktu, berbakti kepada kedua orang tua, cair dalam bergaul, argumentatif  dalam diskusi, elegan, cemerlang dalam karir dan sejumlah lagi  kelebihan”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan kami akan terus menyampaikan kepada masyarakat, bagaimana  kader  kader PKS itu dibentuk. Dan kami akan perlihatkan pada masyarakat  kenyataannya, buktinya, deskripsi dari ustadz kami tersebut, Ustadz  Rahmat Abdullah diatas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan Riya’, karena kami tau betul betapa tidak berartinya amalan  kami jika tidak dibarengi keikhlasan. Tapi beginilah kami harus  berdakwah, menyebarluaskan Syiar, dan mengajak masyarakat, dari kalangan  manapun untuk bersama kami, berjuang bersama kami. dan beginilah kami  menjawab persepsi dari banyak masyarakat, kalau semua partai itu sama  saja, maka jawaban kami tidak, PKS berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://www.facebook.com/aki.awan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : islamedia&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/kader-pks-inilah-bagaimana-kami-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-7895444704738028839</guid><pubDate>Tue, 27 Mar 2012 04:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.369-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">headline</category><title>Sambut Mukernas 2012, PKS Gelar Jalan Santai</title><description>&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" src="http://pks.or.id/contentAsset/resize-image/61cc49e7-411a-4b08-8898-49e51c07475a/image/?byInode=true&amp;amp;w=250" width="250" /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="float: right;"&gt;           &lt;div id="gambar_konten"&gt;                                                    &lt;/div&gt;&lt;br clear="right" /&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;     Menyambut Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2012,  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar kegiatan jalan santai. Ribuan  masyarakat mulai bayi, anak-anak, pemuda, pemudi para orang tua hingga  usia lanjut tumpah ruah di lapangan Benteng bersama Menteri Komunikasi  dan Informatika, Tikaful Sembiring dan Plt Gubernur Sumatera Utara H  Gatot Pujo Nugroho ST, Minggu pagi (25/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menkominfo didampingi  Plt Gubsu yang melepas langsung kegiatan jalan santai di lapangan  Benteng Medan menyampaikan 'didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang  kuat' , maka untuk itu mari kita gerakkan tubuh kita dengan jalan  santai. "Mungkin acara seperti ini dapat pula dilakukan tiap minggunya,"  harap Tifatul Sembiring yang diamini Gatot Pujo Nugroho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  diiringi &amp;nbsp;drum band Sinar Husni serta drum band MAN 2 Medan, peserta  gerak jalan santai langsung bergerak setelah dilepas. Mereka terlihat  begitu antusias dan bergembira ria memenuhi ruas jalan meunuju garis  finish di Lapangan Benteng Medan. Tak kelihatan rasa lelah dalam  melintasi jalan yang hampir berjarang lebih kurang 5 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkah  ada balita yang tertidur dalam gendongan orangtuanya saat melakukan  jalan santai. Itu akibat respon positif terhadap kegiatan yang dilakukan  PKS dalam rangka Mukernas 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini memang sudah  ditunggu-tunggu anak saya, dia yang mengingatkan saya untuk hadir ke  lapangan benteng ini usai shalat shubuh tadi," ujar salah satu peserta  yang mennceritakan besarkan minat anaknya untuk mengikuti jalan santai  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga terlihat pada Saula yang berumur satu  tahun. Ditemani orangtuanya, Balita ini sampai juga di garis finis.  Bahkan, orang tuanya semakin erat memegang anaknya agar tak hilang dari  keramaian orang. Keringat bercucuran tak menjadi penghalang bagi semua  peserta untuk menuntaskan hingga akhir kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah dari jam  07.30 tadi kami sekeluarga hadir di lapangan ini, semuanya senang ikut.  Selain sehat kalau beruntung juga dapat hadiah," ujar orang tua Saula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih,  keceriaan dan kegembiraan peserta terlihat juga terjadi pada acara  pengundian hadiah/door prize di lapangan Merdeka. Yang beruntung  langsung berteriak dan bersyukur mengucapkan nama besar Allah SWT saat  nomor undiannya disebut pembawa acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan pelaksanaan  gerak jalan santai tersebut merupakan kesuksesan dari DPW PKS Sumut yang  menjadi tuan rumah Mukernas Nasional 2012. Usai melakukan gerak jalan  para peserta juga bisa bersantai sambil melihat bazar yang ada di  lapangan Benteng. berbagai produk unggulan, serta sovenir dan juga  permainan anak tersedia ditempat itu. berbagai jajanan berupa makanan  dan minuman juga dapat dinikmati di tempat itu.&lt;/span&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/sambut-mukernas-2012-pks-gelar-jalan.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-5622998865829436535</guid><pubDate>Tue, 27 Mar 2012 04:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.380-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">headline</category><title>Dana Amal PKS Setahun Capai Rp 300 Miliar</title><description>&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" src="http://pks.or.id/contentAsset/resize-image/fa1986ee-8d4c-4961-9912-ddbc54fa8c6f/image/?byInode=true&amp;amp;w=250" width="250" /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="float: right;"&gt;           &lt;div id="gambar_konten"&gt;                                                    &lt;/div&gt;&lt;br clear="right" /&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;     Partai Keadilan Sejahtera  (PKS) dalam setahun mampu mengumpulkan dana amal dari para kadernya  sekitar Rp 300 miliar. Dana itu, selain dari pemotongan gaji politisi  PKS yang menjadi anggota dewan, juga hasil dari sumbangan simpatisan,  serta beragam aktivitas yang digelar partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dana charity kami  lebih 300 miliar per tahun. Tapi tidak cukup untuk membiayai roda  organisasi PKS,” ujar Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta dalam diskusi  'Partai Politik Masih Perlu Ga Sih? Mencari Akar dan Solusi Korupsi  Politik'. &amp;nbsp;Acara tersebut dihelat Harian Republika bekerja sama dengan  Kementerian Dalam Negeri di Universitas Padjadjaran (Unpad), Ahad  (18/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anis, setiap anggota Fraksi PKS DPR, gajinya  setiap bulan dipotong Rp 20 juta. Untuk DPRD provinsi dipotong Rp 6 juta  per bulan, dan potongan Rp 2 juta per bulan bagi DPRD kabupaten/kota.  Adapun kalau kader PKS mendapat honor tambahan, imbuh dia, maka  diberlakukan sumbangan absolut kepada partai sebanyak puluhan persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski  dana yang berhasil dikumpulkan cukup banyak, Anis mengaku pengeluaran  PKS lebih besar dari itu. Karena itu, pihaknya mengusulkan agar ada  anggaran yang diambil dari APBN untuk dialokasikan kepada partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya,  kata dia, agar parpol bisa hidup normal dan tidak mencari pembiayaan  lewat jalur ilegal. “Perlu ada kontribusi APBN untuk program pendidikan  dan pengkaderan parpol. Ini agar politisi yang duduk di DPR bisa  berperan memperjuangkan aspirasi rakyat,” saran wakil ketua DPR  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.republika.co.id/"&gt;Republika&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/dana-amal-pks-setahun-capai-rp-300.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-3113711397594786425</guid><pubDate>Tue, 27 Mar 2012 03:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.395-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DKI 1</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">headline</category><title>60 Ribu Kader PKS Bergerilya di Jakarta Menangkan Hidayat-Didik</title><description>&lt;div class="pic_artikel" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img height="212" src="http://images.detik.com/content/2012/03/24/10/didik-hnw-dalam.jpg" width="320" /&gt;              &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="artikel" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="banner_inside_article"&gt;&lt;div class="banner_reg"&gt;&lt;div id="beacon_4d751f194d" style="left: 0px; position: absolute; top: 0px; visibility: hidden;"&gt;&lt;img alt="" height="0" src="http://openx.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=33216&amp;amp;campaignid=6904&amp;amp;zoneid=24&amp;amp;channel_ids=,&amp;amp;loc=http%3A%2F%2Fnews.detik.com%2Fread%2F2012%2F03%2F24%2F100220%2F1875312%2F10%2F60-ribu-kader-pks-bergerilya-di-jakarta-menangkan-hidayat-didik%3Fn990102mainnews&amp;amp;referer=http%3A%2F%2Fpks.or.id%2Fcontent%2F60-ribu-kader-pks-bergerilya-di-jakarta-menangkan-hidayat-didik&amp;amp;cb=4d751f194d" style="height: 0px; width: 0px;" width="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="googleads"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jakarta &lt;/b&gt;                  PKS mengerahkan kekuatan penuh untuk pasangan Hidayat  Nurwahid-Didik J Rachbini di Pilkada DKI. Seluruh kader PKS yang ada di  Jakarta akan bergerak memenangkan Hidayat-Didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jumlah kader di  DKI mendekati angka 60 ribu. Semuanya kader militan komitmen untuk  memenangkan pasangan Hidayat-Didik," jelas juru bicara PKS Mardani Ali  Sera saat berbincang, Sabtu (24/3/2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengerahkan puluhan ribu kader militan, strategi lainnya yakni melakukan pendekatan ke masyarakat DKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita  punya kelebihan pasangan Hidayat-Didik ini kepemimpinan tegas pada  figur Dr Dayat dan penguasaan strategi pembangunan ekonomi Jakarta pada  figur Pak Didik," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mardani pun menatap optimis Pilkada DKI. Namun dia pun tidak memandang remeh kandidat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua lawan berat. Semua punya program dan kekhasan untuk ditawarkan," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah  pasangan dari baik dari parpol dan jalur independen akan bertarung di  Pilkada DKI Juli mendatang. Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli diusung PD, PAN,  PKB, Hanura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex Noerdin-Nono Sampono diusung Golkar, PPP, dan PDS. Jokowi-Ahok diusung Gerindra dan PDIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayat  Nurwahid-Didik J Rachbini diusung PKS. Faisal Basri dan Biem Benyamin  serta Hendardji Soepandji- A Mirza dari jalur independen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://news.detik.com/read/2012/03/24/100220/1875312/10/60-ribu-kader-pks-bergerilya-di-jakarta-menangkan-hidayat-didik?n990102mainnews"&gt;Detik.com&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/60-ribu-kader-pks-bergerilya-di-jakarta.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-1705608917080882636</guid><pubDate>Tue, 27 Mar 2012 03:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.409-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bidpuan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">headline</category><title>Soal Rok Mini, Laki-laki &amp;amp; Perempuan Sama-sama Bertanggungjawab</title><description>&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" src="http://pks.or.id/contentAsset/resize-image/7f1193bf-4645-4050-add0-fc7b3ea0365b/image/?byInode=true&amp;amp;w=250" width="250" /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="float: right;"&gt;           &lt;div id="gambar_konten"&gt;                                                    &lt;/div&gt;&lt;br clear="right" /&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;     Jakarta - Isu larangan berpakaian mini di areal gedung DPR &amp;nbsp;pada  akhirnya menjadi sebuah perdebatan yang tidak sehat ketika arahnya  menjadi seolah-olah laki-laki dan perempuan saling bertikai untuk  memperebutkan hak. Hak untuk berpakaian mini dan hak untuk &amp;nbsp;meliarkan  pandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perempuan sewot dan menuding laki-laki terlalu  berpikiran kotor dan kurang kerjaan sehingga mengurusi rok mini. Ada  laki-laki geram karena perempuan seenaknya berpakaian mini dan seksi  hingga mengganggu pandangan dan konsentrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini jelas menjadi  tidak sehat kalau semua pihak hanya berpikir tentang dirinya dan  “haknya” masing-masing. Padahal soal menjaga kepatutan bersikap,  berperilaku, berkata-kata, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama  bertanggungjawab.” Kata Ledia Hanifa, aleg Komisi VIII DPR RI yang salah  satunya mengurusi soal Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di  DPR, Kamis (7/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pergaulan sehari-hari, meninggikan  tanggungjawab semestinya lebih diutamakan daripada menuntut hak. Bahkan  dengan menegakkan tanggungjawab, hak-hak diri kita pun akan terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak  usah marah, sewot, atau geramlah. Coba kita penuhi dulu tanggungjawab  kita dalam kehidupan sosial, dengan menjadi orang yang sadar dan selalu  menjaga kepatutan, kesantunan dalam berperilaku, bersikap, berkata-kata,  maka hasilnya, hak kita untuk hidup bersosial dengan nyaman, tenang  &amp;nbsp;dan damai juga akan didapat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk para lelaki, misalnya, Ledia  mengingatkan untuk menjaga diri tidak mengumbar pandangan, bersenda  gurau yang mengarah pada omongan jorok, sexis atau melecehkan perempuan.  “Seringnya kan begitu, sebagian laki-laki suka jelalatan, bercanda rada  porno, sexis atau malah berkata yang merendahkan perempuan, seperti,  alaah perempuan bisa apa sih. Atau kalau ada pekerjaan perempuan yang  tidak beres, berkata, dasar perempuan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Ledia juga  menghimbau para perempuan juga menjaga sikap, kata-kata &amp;nbsp;dan perilaku.  “Kalau dihimbau tidak berpakaian mini ya jangan sewotlah. Kan kita semua  sama-sama bertanggungjawab menjaga kepatutan. Jangan karena laki-laki  tidak boleh mengumbar pandangan, tidak boleh melakukan pelecehan,  menghina, merendahkan perempuan, lantas berarti perempuan jadi boleh  seenaknya dalam bersikap, berperilaku, termasuk berpakaian.“ papar Ketua  Bidang Humas Kaukus Perempuan Parlemen RI ini pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu,  aleg FPKS ini merasa himbauan tidak berpakaian mini di lingkungan DPR  jangan ditanggapi sebagai pertarungan menuntut hak apalagi sampai  terkesan ada dominasi pengaturan laki-laki atas perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menjaga kesantunan itu tanggungjawab kita bersama kok. Jadi, ya semua ditanggapi positip sajalah.” Pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.fpks.or.id/"&gt;Fraksi PKS DPR RI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/soal-rok-mini-laki-laki-perempuan-sama.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-7444713873247625477</guid><pubDate>Tue, 27 Mar 2012 03:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.420-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">headline</category><title>Kenaikan BBM, FPKS Tawarkan 3 Solusi</title><description>&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;img alt="" src="http://pks.or.id/contentAsset/resize-image/acc201af-a990-4e39-88ad-22f572ddfe90/image/?byInode=true&amp;amp;w=250" width="250" /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="float: right; text-align: justify;"&gt;&lt;div id="gambar_konten"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br clear="right" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;     PKS menganggap bahwa kenaikan harga BBM Bersubsidi  belum tentu menjadi solusi terbaik bagi persoalan APBN 2012. Untuk itu,  FPKS menawarkan 3 solusi guna mengatasi tekanan anggaran akibat  membengkaknya subsidi BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris FPKS DPR RI KH Abdul Hakim,  Kamis (22-3) mengatakan, solusi pertama yang ditawarkan fraksinya untuk  mengatasi membengkaknya subsidi BBM yaitu &lt;b&gt;tidak menaikan harga BBM&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FPKS,  kata Hakim, berpandangan bahwa ketika harga BBM tidak dinaikkan, maka  anggaran subsidi BBM dalam RAPBNP akan membutuhkan tambahan sekitar Rp60  triliun. Namun dengan tidak ada kenaikan harga BBM maka tentunya tidak  ada dana untuk kompensasi sebesar Rp 25 triliun dalam RAPBNP 2012,  sehingga kekurangan dana dalam RAPBNP menjadi sebesar Rp 35 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk  menutupi kekurangan dana sebesar Rp 35 triliun tersebut diambil jalan  yang tidak mengubah postur belanja dan penerimaan RAPBNP 2012, yaitu  menambah defisit 0,41% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sehingga  defisit seluruhnya akan menjadi sebesar Rp225,1 triliun atau 2,64% dari  PDB. Rasio defisit ini naik 0,41% (Rp 35 triliun) dari rencana dalam  RAPBNP 2012 sebesar 2,23% (Rp 190,1 triliun) tetapi masih dibawah batas  yang dibolehkan Undang-undang sebesar 3% dari PDB,” Kata Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif  lain untuk menutupi kekurangan dana tersebut adalah dengan sedikit  mengubah postur RAPBNP 2012 dengan mempertahankan penerimaan pajak  sebesar Rp1.032 Triliun seperti target dalam APBN 2012, mengoptimalkan  penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan pemanfaatan Saldo anggaran  lebih (SAL) yang mencapai Rp96,6 Triliun serta melakukan penghematan  terhadap belanja barang dan pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai solusi kedua, FPKS menawarkan pemberlakukan &lt;b&gt;BBM Bersubsidi dengan Dua Harga&lt;/b&gt;.  &amp;nbsp;“Jika pemerintah ingin mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM,  maka sebaiknya memilih kebijakan “pemilahan” sekaligus “pemihakan”  (discriminative and affirmative policy) yaitu melalui skema BBM  Bersubsidi 2 harga (dual price), yaitu Rp 6.000/liter untuk Mobil  Pribadi sesuai usulan RAPBNP 2012, sementara Kendaraan Umum, Angkutan  Pedesaan, Kendaraan Barang/Usaha Kecil Menengah, dan motor tetap seharga  Rp 4.500/liter,” kata Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan skema ini, FPKS berkeyakinan  subsidi BBM akan tepat sasaran sehingga pemerintah tidak perlu lagi  memberikan skema kompensasi yang cenderung rumit dan berpotensi terjadi  penyimpangan dan dipolitisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan pemberlakukan BBM dua  harga ini, maka masyarakat yang harus menerima subsidi ‘dipastikan’  menerima haknya sejak awal, sehingga pemerintah tidak perlu memberikan  skema kompensasi yang cenderung rumit dan berpotensi terjadi  penyimpangan dan politisasi.” Kata politisi PKS asal Lampung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  skema BBM Bersubsidi 2 harga ini, kata Hakim, jumlah tambahan beban  subsidi yang dibutuhkan hanya sekitar Rp 25,34 triliun. Bila kemudian  ditambah dengan investasi untuk infrastruktur pengaturan ini sebesar  ‘kurang’ dari Rp1,2 triliun maka tambahan kenaikan defisit hanya 0,31%  (Rp 26,54 triliun) sehingga defisit dalam RAPBNP 2012 menjadi 2,54% dan  masih dibawah ambang batas yang diijinkan dalam peraturan  perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika Pemerintah tetap berkeinginan menaikan BBM Bersubsidi, maka FPKS meminta agar &lt;b&gt;kenaikan BBM hanya sebesar Rp500/liter&lt;/b&gt;.  “Pemerintah dapat menaikan BBM Bersubsidi dengan angka kenaikan yang  minimal dalam tenggat waktu tertentu untuk kemudian dikombinasikan  dengan kebijakan BBM Bersubsidi dua harga. BBM Bersubsidi naik sementara  Rp500, sampai kemudian infrastruktur pengaturan yang sebelumnya  tertunda dapat diselesaikan.” Kata Hakim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan skema ini,  jumlah tambahan beban subsidi yang dibutuhkan sekitar Rp 19,05 triliun.  Maka tambahan kenaikan defisit hanya 0,22% sehingga defisit dalam RAPBNP  2012 menjadi 2,45%. Tambahan beban subisidi tersebut dapat ditutup  dengan penghematan dari penetapan subsidi listrik sebesar Rp29 triliun  yang telah diputuskan oleh Menteri ESDM dan Komisi VII, Kamis, 15 Maret  2012, mempertahankan penerimaan pajak tetap seperti target dalam APBN  2012 dan optimalisasi PNBP serta pemanfaatan SAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.fpks.or.id/"&gt;Fraksi PKS DPR RI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/kenaikan-bbm-fpks-tawarkan-3-solusi.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-3979823620521350574</guid><pubDate>Tue, 27 Mar 2012 03:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.431-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tentang PKS</category><title>Sejarah Ringkas</title><description>&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;img alt="" src="http://www.pks.or.id/contentAsset/resize-image/c959e6fe-c643-443f-a73c-1efa3d5fe4ac/image/?byInode=true&amp;amp;w=250" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;Pada 20 Juli 1998 PKS berdiri dengan nama awal  Partai Keadilan (disingkat PK) dalam sebuah konferensi pers di Aula  Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Presiden (ketua) partai ini  adalah Nurmahmudi Isma'il.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;Pada 20 Oktober 1999 PK menerima tawaran kursi  kementerian Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) dalam kabinet pemerintahan  KH Abdurrahman Wahid, dan menunjuk Nurmahmudi Isma'il (saat itu  presiden partai) sebagai calon menteri. Nurmahmudi kemudian mengundurkan  diri sebagai presiden partai dan digantikan oleh Hidayat Nur Wahid yang  terpilih pada 21 Mei 2000. Pada 3 Agustus 2000 Delapan partai Islam  (PPP, PBB, PK, Masyumi, PKU, PNU, PUI, PSII 1905) menggelar acara  sarasehan dan silaturahmi partai-partai Islam di Masjid Al-Azhar dan  meminta Piagam Jakarta masuk dalam Amandemen UUD 1945.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;Akibat UU Pemilu Nomor 3 Tahun 1999 tentang  syarat berlakunya batas minimum keikut sertaan parpol pada pemilu  selanjutnya (electoral threshold) dua persen, maka PK harus merubah  namanya untuk dapat ikut kembali di Pemilu berikutnya. Pada 2 Juli 2003,  Partai Keadilan Sejahtera (PK Sejahtera) menyelesaikan seluruh proses  verifikasi Departemen Kehakiman dan HAM (Depkehham) di tingkat Dewan  Pimpinan Wilayah (setingkat Propinsi) dan Dewan Pimpinan Daerah  (setingkat Kabupaten/Kota). Sehari kemudian, PK bergabung dengan PKS dan  dengan penggabungan ini, seluruh hak milik PK menjadi milik PKS,  termasuk anggota dewan dan para kadernya. Dengan penggabungan ini maka  PK (Partai Keadilan) resmi berubah nama menjadi PKS (Partai Keadilan  Sejahtera).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;Setelah Pemilu 2004, Hidayat Nur Wahid (Presiden  PKS yang sedang menjabat) kemudian terpilih sebagai ketua MPR masa bakti  2004-2009 dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden PK  Sejahtera. Pada Sidang Majelis Syuro I PKS pada 26 - 29 Mei 2005 di  Jakarta, Tifatul Sembiringterpilih menjadi Presiden PK Sejahtera periode  2005-2010. Seperti Nurmahmudi Isma'il dan Hidayat Nur Wahid disaat  Tifatul Sembiring dipercaya oleh Susilo Bambang Yudhoyono Presiden  Indonesia ke 6 sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Maka estafet  kepemimpinan pun berpindah ke Luthfi Hasan Ishaq sebagai pjs Presiden PK  Sejahtera. Pada Sidang Majelis Syuro PKS II pada 16 - 20 Juni 2010 di  Jakarta, Luthfi Hasan Ishaq terpilih menjadi Presiden PK Sejahtera  periode 2010-2015.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/sejarah-ringkas.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-8667651773268257146</guid><pubDate>Tue, 27 Mar 2012 03:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.441-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tentang PKS</category><title>Visi dan Misi</title><description>&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" src="http://pks.or.id/contentAsset/resize-image/9ab42fed-3a97-4189-8ba3-1d8c8ebe3f04/image/?byInode=true&amp;amp;w=250" width="250" /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="float: right;"&gt;           &lt;div id="gambar_konten"&gt;                                                    &lt;/div&gt;&lt;br clear="right" /&gt;       &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;     &lt;div align="center" style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Visi&lt;/b&gt; Indonesia yang dicita-citakan Partai Keadilan Sejahtera adalah:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Terwujudnya Masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Madani adalah masyarakat berperadaban tinggi dan maju yang  berbasiskan pada: nilai-nilai, norma, hukum, moral yang ditopang oleh  keimanan; menghormati pluralitas; bersikap terbuka dan demokratis; dan  bergotong-royong menjaga kedaulatan Negara. Pengertian genuin dari  masyarakat madani itu perlu dipadukan dengan konteks masyarakat  Indonesia di masa kini yang merealisasikan Ukhuwwah Islamiyyah (ikatan  keislaman), Ukhuwwah Wathaniyyah (ikatan kebangsaan) dan Ukhuwwah  Basyariyyah (ikatan kemanusiaan), dalam bingkai NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan untuk mewujudkan masyarakat madani, baik secara struktural  maupun kultural, sebagai bagian dari dakwah dalam maknanya yang  historik, positif dan obyektif bagi umat Islam dalam bingkai NKRI adalah  bagian dari upaya merealisasikan tujuan didirikannya PK Sejahtera  sebagaimana dicantumkan dalam Anggaran Dasar PK Sejahtera. Masyarakat  Madani sebagai warisan Sunnah Nabawiyah adalah komunitas yang hadir  melalui perjuangan yang dipimpin langsung Rasulullah Saw dengan bingkai  Piagam Madinah. Piagam Madinah diakui oleh para para pakar studi Islam  dari kalangan Muslim atau Non-Muslim sebagai konstitusi tertua di dunia  yang sangat modern dan menghadirkan fakta historis tentang pengelolaan  negara berbasiskan pada prinsip hukum, moral, dan gotong-royong menjaga  kedaulatan negara. Piagam itu juga menghormati pluralitas dan  merealisasikan Ukhuwwah Islamiyyah, Ukhuwwah Wathaniyyah dan Ukhuwwah  Basyariyyah sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai basis lain berdirinya Masyarakat Madani, Rasulullah telah  menegaskan pentingnya melaksanakan nilai-nilai fundamental yang  disampaikan secara terbuka, ketika pertama kali menginjakkan kaki di  tanah Madinah sesudah hijrah dari kota Mekkah. Nilai-nilai itu bisa  disebut sebagai “Manifesto berdirinya Masyarakat Madani” yang antara  lain menetapkan: prinsip memanusiakan manusia dan melibatkan mereka  secara keseluruhan dalam risalah dakwah, apapun latar belakangnya;  ajakan untuk menyebarluaskan budaya hidup yang aman dan damai;  mengokohkan sikap solidaritas sosial dan menguatkan semangat  silaturrahim; serta mewujudkan manusia yang seutuhnya dengan menguatkan  kedekatan kepada Allah Swt. Aktualisasi nilai-nilai fundamental itu  menjadi dasar kehidupan bermasyarakat dan bernegara sangatlah positif,  bahkan terbukti dalam sejarah Indonesia telah berhasil menggelorakan  semangat umat Islam untuk terlibat aktif menghadirkan kebangkitan  nasional dengan puncaknya Proklamasi Kemerdekaan NKRI (1945) dan  selanjutnya hadir gelombang Reformasi (1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memang telah masuk ke Indonesia secara damai sejak abad pertama  Hijriyah, dan berinteraksi secara dinamis, konstruktif dan positif  dengan beragam realita yang sudah ada di Nusantara, baik ideologi,  kultural, sosial budaya, profesi politik dan lainnya, dengan semangat  agama dakwahnya yang Rahmatan Lil Alamiin, jadilah Islam sebagai agama  yang menyebar di Seluruh Nusantara bahkan menjadi agama yang dianut oleh  mayoritas bangsa Indonesia. Sejarah Indonesia pun telah mencatat  berdirinya beragam kerajaankerajaan Islam dan hadirnya budaya dan  tradisi ke-Islam-an yang tetap hidup dan bahkan menjadi kontribusi yang  cerdas sampai hari ini sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamisasi secara kultural seperti tersebut di atas juga mempunyai  pijakan historiknya dalam konteks Indonesia, seperti hadirnya wayang,  batik, maupun ragam budaya yang diwariskan oleh para Wali Songo. Ia  adalah pengejawantahan kongkret dari Syumuliyyatul Islam dan risalahnya  yang Rahmatan Lil Alamin. Karenya agenda ini tentu tidak dimaksudkan  untuk menghadirkan konflik budaya apalagi pembenaran terhadap stigma  Islam yang dihubungkan dengan ke-Arab-an apalagi terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Islamisasi secara struktural dilakukan melalui jalur  politik. Islam memang tidak dapat dipisahkan dari politik sebagai bentuk  dari pengamalan Syuro, serta Amar Ma’ruf Nahi Munkar, memperjuangkan  keadilan, mengkoreksi kezhaliman dan mendakwahkan amal sholeh. Politik  berguna untuk mendekatkan perjuangan kaum Muslimin dalam menjalankan  kehidupan serta mendakwahkan kebudayaannya serta solusi-solusi kreatif  yang dimilikinya agar mereka dapat mewujudkan nilai-nilai Islami itu  sesudah pada tingkat kehidupan individual, keluarga, agar ajaran agama  dapat terwujud juga pada lingkungan masyarakat, organisasi bahkan pada  penyelenggaraan kehidupan bernegara. Baik melalui aktifitas kontrol,  maupun Legislasi dengan membuat undangundang, peraturan pemerintah  maupun kebijakan publik lainnya. Dalam konteks ini maka pilihannya bukan  negara Islam yang menerapkan Syariah atau negara sekuler yang menolak  Syariah, tapi yang kita inginkan adalah negara Indonesia yang  merealisasikan ajaran agama yang menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan  yang luhur dan universal, melalui perjuangan konstitusional dan  demokratis, agar dapat hadirlah Masyarakat Madani yang dicitakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memisahkan umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia  dari keterlibatan dalam kehidupan berpolitik dan bernegara adalah hal  yang mustahil dan absurd bahkan ahistoric, bahkan tidak sesuai dengan  prinsip dasar berdemokrasi konstitusional seperti yang tertera di dalam  UUD NRI 1945. Karenanya wajar saja bila pada masa awal pembentukan NKRI  ini, Bung Karno telah dengan tegas mempersilahkan umat Islam untuk  memperjuangkan ideologi dan aspirasinya melalui lembaga Parlemen. Dan  umat pun memang telah dan akan terus secara  rasional-objektif-konstitusional berjuang melalui jalur politik sehingga  dapat turut serta menghadirkan kemerdekaan Republik Indonesia,  menggagalkan kudeta PKI yang akan menggantikan ideologi negara dengan  Komunisme, dan kemudian turut menghadirkan era Reformasi dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Masyarakat Madani dapat diwujudkan, dan karenanya umat pun dapat  melaksanakan ajaran agama dan menghadirkan Syariah Islam yang Rahmatan  Lil Alamin, sangat penting untuk merujuk pada faktor-faktor utama yang  dulu menjadi pilar kokoh dan telah sukses menghadirkan Masyarakat Madani  seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang secara positif dan  konstruktif menerima dan menghormati asas pluralitas baik karena faktor  suku, agama, asal-usul maupun profesi untuk disinergikan bagi hadirnya  masyarakat yang saling menghormati, saling menguatkan, gotongroyong dan  bersatu padu bela kedaulatan negara, menegakkan hukum, menjunjung  moralitas, menghadirkan masyarakat yang dinamis dan bersemangat untuk  ber-silaturrahim dan ber-ta’awun untuk mewujudkan Ukhuwwah Islamiyyah,  Ukhuwwah Wathaniyyah dan Ukhuwwah Basyariyyah, kemudian  mengaktualisasikannya dalam konteks Keindonesiaan kontemporer dengan  segala peluang dan tantangannya. Karenanya perjuangan Islamisasi secara  struktural tetap harus menghadirkan alternatif solusi yang lebih baik  dan sikap adil dan bijaksana terhadap non-Muslim maupun yang berbeda  latar organisasi politik dengan PK Sejahtera, serta mengacu pada prinsip  konstitusional, proporsional dan demokratis, agar hadirlah hasil  perjuangan yang betul-betul dapat merealisasikan cita-cita berdirinya  NKRI dan hadirnya era Reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PK Sejahtera sebagai Partai Dakwah akan berjuang secara  konstitusional, baik dalam lingkup kultural maupun struktural, dengan  memaksimalkan peran berpolitiknya demi terwujudnya Masyarakat Madani  dalam bingkai NKRI. Caranya, dengan mempercepat realisasi target PK  Sejahtera dari “partai kader” menjadi “partai kader berbasis massa yang  kokoh”, agar dapat memberdayakan komponen mayoritas bangsa Indonesia,  yaitu kalangan perempuan, generasi muda, petani, buruh, nelayan dan  pedagang. Melalui musyarakah (partisipasi politik) yang aktif seperti  itu akan hadir pemimpin negeri serta wakil rakyat yang betul-betul  bersih, peduli dan profesional, sehingga bangsa dan rakyat Indonesia  dapat menikmati karunia Allah berwujud NKRI yang maju dan makmur.  Partisipasi politik secara sinergis dapat merealisasikan tugas ibadah,  fungsi khalifah dan memakmurkan kehidupan, sehingga tampil kekuatan baru  untuk membangun Indonesia menjadi negeri yang relijius, sejahtera,  aman, adil, berdaulat dan bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adil&lt;/b&gt; adalah kondisi dimana entitas dan kualitas kehidupan baik  pembangunan politik, ekonomi, hukum, dan sosial-budaya ditempatkan  secara proporsional dalam ukuran yang pas dan seimbang, tidak melewati  batas. Itulah sikap moderat, suatu keseimbangan yang terhindar dari  jebakan dua kutub ekstrem: mengurangi dan melebihi (ifrath dan tafrith).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memandang nilai keadilan dan HAM melekat dengan penciptaan  manusia. Keadilan adalah nilai yang bersifat intrinsik, baik dalam  struktur ataupun perilaku manusia. Tuhan Yang Mahakuasa menciptakan  manusia dalam keadaan adil dan seimbang. Semenetara itu, Islam  ditegaskan sebagai agama fitrah kemanusiaan. Situasi-situasi psikis dan  sosiologis manusia, sesuai dengan fitrahnya, memerlukan nilai-nilai  keadilan. Sebab, dengan tegaknya keadilan di tengah-tengah situasi  kemanusiaannya, setiap individu dapat memerankan dirinya sebagai makhluk  moral yang merdeka dalam memilih dan berkehendak. Selain itu, keadilan  menjadi tonggak utama bangunan masyarakat, apapun agama dan keyakinan  yang mereka anut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud konkret nilai-nilai keadilan pada dalam aspek kemanusiaan  adalah sikap "pertengahan" yang telah menjadi salah satu kekhususan umat  Islam dan telah menjadi karakteristik metodologi Islam dalam  menyelesaikan berbagai persoalan hidup. Para cendekiawan muslim  melukiskan sikap itu dengan istilah moderasi, suatu keseimbangan yang  terhindar dari jebakan dua kutub ekstrem. Keseimbangan hidup merupakan  buah dari kemampuan seseorang dalam memenuhi tuntutan-tuntutan dasar  seluruh dimensi dirinya (ruh, akal, dan jasad). Itulah pangkal  kesejahteraan dalam maknanya yang sejati. Kesejahteraan paripurna akan  melahirkan kebahagiaan hakiki. Itu sebabnya keseimbangan yang sempurna  di antara kualitas-kualitas moral yang tampak bertentangan hanya mungkin  diwujudkan dengan keadilan, sesuai dengan makna asasi keadilan  ('adalah) yang berasal dari akar yang sama dengan kata keseimbangan  (i`tidal). Oleh sebab itu, para ulama menegaskan nilai keadilan sebagai  kebaikan yang paling sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi keadilan dalam kehidupan manusia dan alam semesta amat  fundamental. Sebuah hadits Nabi Saw menyebutkan: ”Sesungguhnya  orang-orang yang berbuat adil itu kelak di sisi Allah Swt berada di atas  mimbar-mimbar cahaya. Yaitu, mereka yang bertindak adil dalam  pemerintahan, terhadap keluarga, dan terhadap bawahan mereka.”  Konsekuensinya, setiap ketidakadilan dan kezaliman harus dipandang  sebagai tindakan dosa dan kejahatan terhadap manusia dan kemanusiaan.  Kezaliman itu kegelapan, sedangkan keadilan itu cahaya. Maka, kewajiban  menegakkan keadilan dan menumbangkan segala bentuk kezaliman,  penindasan, sikap berlebih-lebihan, merugikan orang lain, kebencian,  diskriminasi, dan kesewenang-wenangan harus menjadi bagian dari ideologi  Islam. Semangat ini harus mewarnai setiap aksi dan menjadi pola  perjuangan otentik manusia sepanjang sejarahnya. Manusia, baik secara  individual maupun kolektif, bertanggungjawab menegakkan keadilan dalam  seluruh dimensi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sejahtera&lt;/b&gt; secara standar berarti aman dan makmur. Aman adalah  situasi kemanusiaan yang terbebas dari rasa takut, secara psikis  sejahtera, sedangkan makmur adalah situasi kemanusiaan yang terbebas  dari rasa lapar, secara fisik sejahtera. . Firman Allah Swt menegaskan,  “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang  dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah  dari segenap tempat, tetapi (penduduk)-nya mengingkari nikmat-nikmat  Allah; karena itu, Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan  ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." (QS, al-Nahl 16:  112).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejahtera mengarahkan pembangunan pada pemenuhan kebutuhan lahir dan  batin, agar manusia dapat memfungsikan dirinya sebagai hamba dan  khalifah Allah. Kesejahteraan tidak mencerminkan jumlah alat pemenuhan  kebutuhan, tetapi keseimbangan antara kebutuhan dan sumber pemenuhannya.  Kesejahteraan dalam artinya yang sejati adalah keseimbangan hidup yang  merupakan buah dari kemampuan seseorang memenuhi tuntutan-tuntutan dasar  seluruh dimensi dirinya (ruh, akal, dan jasad). Kesejahteraan seperti  itu yang akan melahirkan kebahagiaan hakiki bagi bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesejahteraan menuntut pengelolaan ekonomi berbasis sektor riil yang  menitikberatkan pada kesempatan berusaha di sektor riil bukan semata  sektor finansial. Prinsip itu menyetarakan peran kapital (modal) dan  usaha (buruh) serta berbasis ekonomi pasar yang memberi kesempatan  berkompetisi secara adil. Ekonomi berkeadilan yang mencitakan  kesejahteraan untuk semua warga akan terlepas dari penyimpangan moral  (moral hazard) akibat tindak kezaliman terhadap sesama manusia maupun  tindakan eksploitatif yang merusak alam. Hanya dengan sistem  perekonomian yang berkeadilan terwujudnya pembangunan yang  berkesinambungan (sustainable development) yang menjamin kesetaraan  sosial (social equity), kelestarian lingkungan (environmental prudence),  dan efisiensi ekonomi (economic efficiency). Semua itu tidak lain  merupakan cita-cita bersama umat manusia sedunia (Our Common Future,  World Comittee for Environment and Development, United Nation, 1987).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi yang maju ialah kondisi yang dibangun di atas kesadaran  adanya misi peradaban untuk kesejahteraan manusia. Dalam konteks ini,  keterpeliharaan moralitas manusia, baik secara individual maupun  kolektif, keseimbangan kemajuan ekonomi, kemandirian, kesatuan ekonomi  nasional, dan kelestarian alam semesta menjadi patokan utama pembangunan  bangsa. Oleh karena itu, di tengah dinamika meraih kemajuan ekonomi,  maka penyimpangan etika, perilaku eksploitatif, konsumtivisme, dan  hedonistik-materialistik harus dapat diminimalisasi. Karena, pembangunan  ditujukan bukan untuk kemajuan materi saja, melainkan juga demi tetap  terpeliharanya sifat asasi dan martabat seluruh manusia. Pada titik itu,  kemajuan ekonomi harus benarbenar dapat dinikmati oleh seluruh komponen  bangsa, bahkan umat manusia, secara adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu perlu ditegakkan prinsip penyatuan moralitas dan etik  dalam seluruh aktivitas ekonomi guna meminimalisasi, bahkan  menghilangkan, berbagai bentuk kezaliman. Memprioritaskan kepentingan  umum dan kemaslahatan bersama harus dilakukan di atas keuntungan pribadi  dan kelompok, guna menjamin hak-hak ekonomi semua pihak dan menghindari  dominasi satu pihak terhadap pihak lain. Pengutamaan ini harus menjadi  kebijakan yang dipatuhi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bermartabat&lt;/b&gt; menuntut bangsa Indonesia untuk menempatkan  dirinya sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Bangsa yang  bermartabat adalah bangsa yang mampu menampilkan dirinya, baik dalam  aspek sosial, politik, ekonomi, maupun budaya secara elegan sehingga  memunculkan penghormatan dan kekaguman dari bangsa lain. Martabat muncul  dari akhlak dan budi pekerti yang baik, mentalitas, etos kerja dan  akhirnya bermuara pada produktivitas dan kreativitas. Kreativitas bangsa  yang tinggi dapat mewujud dalam karya-karya adiluhung dalam berbagai  bidang yang tak ternilai. Dari sana muncul rasa bangga pada diri sendiri  dan penghormatan dari bangsa lain. Martabat memunculkan rasa percaya  diri yang memungkinkan kita berdiri sama tegak, dan tidak didikte oleh  bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu semua warga negara dapat mengambil peran dalam membangun  negara sehingga menjadi masyarakat madani berdaya dan berkeadilan,  masyarakat yang tidak mudah dipatronisasi oleh kekuatan manapun. Sebab,  kehidupan sosial manusia di muka bumi akan lebih tertata dengan sistem  sosial yang berkeadilan walau masih disertai suatu perbuatan dosa,  daripada dengan sistem tirani yang zalim. Kewajiban individu untuk  menegakkan keadilan harus dipandang sebagai prosedur regulatif bagi  tindakan sosial dan etik, sehingga akhirnya menghasilkan keadilan sosial  yang efek kebaikannya akan dirasakan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Substansi keadilan sosial ialah terciptanya suatu masyarakat yang di  dalamnya tidak ada lagi pihak yang dinafikan kebutuhan dasarnya. Setiap  individu mendapat hak-hak sosialnya secara penuh dan utuh, memperoleh  jaminan sosial secara proporsional, serta manfaat dari sumber-sumber  daya alam dan kekayaan negara dapat dinikmati oleh semua elemen  masyarakat. Dalam waktu yang sama ia harus melaksanakan segala sesuatu  yang menjadi tanggungjawab sosialnya dalam rangka merealisasikan  keadilan menyeluruh dalam kehidupan. Hak-hak ini merangkumi semua  hak-hak individual dan sosial manusia Indonesia yang bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegaknya keadilan sosial akan mewujudkan masyarakat yang egaliter dan  menghargai orang berdasarkan keutamaan dan prestasinya, bukan pada  etnisitas, entitas, keturunan, dan faktor bawaan lainnya. Oleh sebab  pluralitas kebudayaan merupakan realitas yang melekat dalam sebuah  bangsa, masyarakat, atau komunitas, maka perlu kearifan dalam memandang  dan menyikapnya. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk berlaku adil  kepada setiap komunitas atau bangsa dengan cara menghargai  kebudayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim, maka  secara budaya dan agama, Islam dapat tampil memberikan model masyarakat  yang bisa mempertemukan nilai-nilai keislaman dengan pluralitas budaya  lokal dan sekaligus aspirasi kemodernan dalam sebuah rumah besar bernama  Indonesia. Hal itu mensyaratkan pandangan keagamaan yang lebih  menekankan aspek substansial yang universal daripada simbolik, dan  tumbuhnya sikap saling menghargai serta kearifan di kalangan masyarakat.  Dalam kerangka itulah kita memandang dan menyikapi pluralitas  kebudayaan hingga pada akhirnya dapat memperkaya kebudayaan nasional  menjadi satu sistem yang indah, efektif, dan saling bersinergi.  Pluralitas sebagai karunia Tuhan, baik itu terkait dengan ras, budaya  maupun profesi, seharusnya dilihat sebagai suatu kekayaan yang patut  dikelola dengan penuh keadilan bagi bangsa yang bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu adalah kondisi yang kita citakan sekaligus, kondisi  kehidupan berdakwah yang diharapkan, yang bermuara pada terjaminnya  manusia dalam memenuhi lima kebutuhan primer hidupnya, yakni  perlindungan atas: agama, jiwa, akal, harta dan keturunan. Itulah  masyarakat Indonesia yang relijius, masyarakat madani, yang seluruh  komponennya bekerja sama dalam kebaikan, tolong-menolong dalam  mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan keimanan. Masyarakat yang  adil, sejahtera dan bermartabat, yang melindungi warganya, mewujudkan  kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan turut menjaga  ketertiban dunia. Suatu masyarakat dan bangsa yang dapat berdampingan  sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia, masyarakat dengan budaya  khas takwa. Indonesia yang kita citakan adalah masyarakat yang hidup  penuh dengan kasih-sayang, yang muda menghormati yang tua, yang tua  menghargai yang muda, lakilaki bahu membahu dengan perempuan, dalam  pluralitas kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat madani merupakan model masyarakat berkeadilan, tatkala  keragaman menjadi sumber dinamika bangsa. Para kritikus  kreatif-konstruktif memenuhi parlemen, kaum profesional mengisi kabinet,  dan orang-orang bijak yang pemberani menjaga benteng peradilan. Para  pengusaha menjadi berkah bagi negara dan rakyat, demikian pula para  ulama, cendekiawan dan budayawan berdiri di garda depan peradaban  bangsa. Prajurit dan perwira TNI dan Polri menjadi pengawal negara dan  penjaga keamanan yang profesional, sebuah kekuatan yang menyebarkan rasa  aman di hati rakyat tanpa harus kehilangan hak-hak politik yang wajar  sebagai warga negara. Kalangan perempuan menjadi saudara kaum lelaki,  yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama sesuai dengan fitrahnya, dan  bekerjasama secara setara bagi kemajuan bangsa. Kaum muda mempunyai  peran strategis sebagai pelopor peradaban untuk perbaikan. Setiap  kelompok mengembangkan budaya demokrasi produktif, berinteraksi secara  positif dengan semangat kebersamaan dalam kerangka persatuan dan  kesatuan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mencitakan Indonesia menjadi negara kuat yang membawa misi  rahmat keadilan bagi segenap umat manusia, agar bangsanya menjadi  kontributor peradaban manusia dan buminya menjelma menjadi taman  kehidupan yang tenteram dan damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Misi&lt;/b&gt; yang diemban Partai Keadilan Sejahtera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mempelopori reformasi sistem politik, pemerintahan dan birokrasi,  peradilan, dan militer untuk berkomitmen terhadap penguatan demokrasi.  Mendorong penyelenggaraan sistem ketatanegaraan yang sesuai dengan  fungsi dan wewenang setiap lembaga agar terjadi proses saling mengawasi.  Menumbuhkan kepemimpinan yang kuat, yang mempunyai kemampuan membangun  solidaritas masyarakat untuk berpartisipasi dalam seluruh dinamika  kehidupan berbangsa dan bernegara, yang memiliki keunggulan moral,  kepribadian, dan intelektualitas. Melanjutkan reformasi birokrasi dan  lembaga peradilan dengan memperbaiki sistem rekrutmen dan pemberian  sanksi-penghargaan, serta penataan jumlah pegawai negeri dan  memfokuskannya pada posisi fungsional, untuk membangun birokrasi yang  bersih, kredibel, dan efisien. Penegakan hukum yang diawali dengan  membersihkan aparat penegaknya dari perilaku bermasalah dan koruptif.  Mewujudkan kemandirian dan pemberdayaan industry pertahanan nasional.  Mengembangkan otonomi daerah yang terkendali serta berorientasi pada  semangat keadilan dan proporsionalitas melalui musyawarah dalam  lembagalembaga kenegaraan di tingkat pusat, provinsi dan daerah.  Menegaskan kembali sikap bebas dan aktif dalam mengupayakan stabilitas  kawasan dan perdamaian dunia berdasarkan prinsip kesetaraan, saling  menghormati, saling menguntungkan, dan penghormatan terhadap martabat  kemanusiaan. Menggalang solidaritas dunia demi mendukung bangsa-bangsa  yang tertindas dalam merebut kemerdekaannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan  kesejahteraan seluruh rakyat melalui strategi pemerataan pendapatan,  pertumbuhan bernilai tambah tinggi, dan pembangunan berkelanjutan, yang  dilaksanakan melalui langkah-langkah utama berupa pelipatgandaan  produktifitas sektor pertanian, kehutanan, dan kelautan; peningkatan  dayasaing industri nasional dgn pendalaman struktur &amp;amp; upgrading  kemampuan teknologi; dan pembangunan sektor-sektor yang menjadi sumber  pertumbuhan baru berbasis resources &amp;amp; knowledge. Semua itu  dilaksanakan di atas landasan (filosofi) ekonomi egaliter yang akan  menjamin kesetaraan atau valuasi yang sederajat antara (pemilik) modal  dan (pelaku) usaha, dan menjamin pembatasan tindakan spekulasi,  monopoli, dan segala bentuk kriminalitas ekonomi yang dilakukan oleh  penguasa modal dan sumber-sumber ekonomi lain untuk menjamin terciptanya  kesetaraan bagi seluruh pelaku usaha.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menuju pendidikan yang berkeadilan dengan memberikan kesempatan yang  seluas-luasnya bagi seluruh rakyat Indonesia. Membangun sistem  pendidikan nasional yang terpadu, komprehensif dan bermutu untuk  menumbuhkan SDM yang berdaya saing tinggi serta guru yang professional  dan sejahtera. Menuju sehat paripurna untuk semua kelompok warga, dengan  visi sehat badan, mental spiritual, dan sosial sehingga dapat beribadah  kepada Allah SWT untuk membangun bangsa dan negara; dengan cara  mengoptimalkan anggaran kesehatan dan seluruh potensi untuk mendukung  pelayanan kesehatan berkualitas. Mengembangkan seni dan budaya yang  bersifat etis dan relijius sebagai faktor penentu dalam membentuk  karakter bangsa yang tangguh, disiplin kuat, etos kerja kokoh, serta  daya inovasi dan kreativitas tinggi. Terciptanya masyarakat sejahtera,  melalui pemberdayaan masyarakat yang dapat mewadahi dan membantu proses  pembangunan berkelanjutan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;PK Sejahtera meyakini bahwa pembangunan merupakan hak sekaligus  kewajiban masyarakat, bukan hanya negara. Karenanya pemberdayaan  masyarakat, baik dalam aspek politis maupun ekonomis, akan mengantarkan  rakyat pada posisi sejajar sebagai mitra pemerintah, yang duduk satu  meja bersama-sama untuk mencapai situasi saling menguntungkan. PK  Sejahtera memandang partisipasi total masyarakat madani, pengusaha,  pemerintah serta kerjasama internasional, yang merupakan lintas komponen  dan aktor, adalah sebuah keniscayaan dalam mengelola pembangunan. Semua  itu dilaksanakan dalam kerangk yang bersifat integral, global dan  universal menuju keadilan dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor swasta adalah operator pembangunan utama, sementara pemerintah  mengambil peran regulasi. Berbagai kekurangan di antara kedua sektor  itu ditutupi oleh peran sektor ketiga, kelompok masyarakat madani yang  berbasis kompetensi. Ketiga komponen negara ini adalah actor pembangunan  nasional yang mesti bekerjasama secara egaliter tanpa ada upaya saling  mendominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bingkai egalitarianisme, pemerintah sedapat mungkin mengambil  fungsi minimalis menjadi fasilitator dan dinamisator melalui berbagai  regulasi strategis. Pemerintah yang berkuasa sebagai entitas politik  adalah produk dari amanat rakyat, karena itu tidak boleh menciderai  amanat untuk melayani semua warga dari manapun afiliasi  sosial-politiknya. Agar roda pembangunan yang digerakkan rakyat (sektor  swasta dan sektor ketiga) dapat terlaksana dengan baik, maka pemerintah  menyusun regulasi melalui seperangkat peraturan perundangan yang  non-diskriminatif. Berbagai upaya, program dan kebijakan pemerintah  secara prinsip adalah cerminan dari platform partai yang memenangkan  Pemilu secara demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&amp;nbsp;&lt;img height="233" src="http://pks.or.id/dotAsset/eea2bfe5-2668-4045-a86d-4757189db062.png" style="border: 2px solid black;" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Gambar 5-1. Pemerintah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang  adil,sejahtera dan bermartabat menjadi fasilitator dan dinamisator  melaluiberbagai regulasi strategis.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;Sebagai wujud dari rasa tanggung-jawab politik PK Sejahtera bagi  kehidupan bangsa dan negara, untuk turut serta berperan aktif sebagai  bagian dari penyelesaian masalah bangsa, dalam rangka mewujudkan  Indonesia yang adil, sejahtera dan bermartabat, sebagaimana yang  dicitakan PK Sejahtera, maka disusunlah Platform Kebijakan Pembangunan  PK Sejahtera sebagai arah dan pedoman perjuangan bagi kader dan  sekaligus komitmen politik partai. Komitmen politik ini adalah konsepsi  kebijakan pembangunan yang akan diperjuangkan PK Sejahtera. Dengan  demikian menjadi jelas posisi Platform Kebijakan Pembangunan PK  Sejahtera ini dengan peran sektor pemerintah dalam pembangunan melalui  berbagai regulasi yang digulirkannya. Platform ini terdiri dari tiga  bidang besar, yakni politik, perekonomian dan sosial-budaya yang saling  terkait satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img height="338" src="http://pks.or.id/dotAsset/d2505c5c-687d-4b2a-9caf-c513e66aca17.png" style="border: 2px solid black;" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Gambar 5-2. Irisan tiga bidang platform kebijakan pembangunan PKSejahtera.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/visi-dan-misi.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-5513570619540577946</guid><pubDate>Tue, 27 Mar 2012 03:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.455-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tentang PKS</category><title>Piagam Deklarasi</title><description>&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.pks.or.id/contentAsset/resize-image/5f21b4de-5d13-4f13-8e14-978ff5c30736/image/?byInode=true&amp;amp;w=250" width="250" /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="float: right;"&gt;&lt;div id="gambar_konten"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br clear="right" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Bismilllahirrahmaanirrahiim&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;Bangsa Indonesia telah menjalani  sebuah sejarah panjang yang sangat menentukan dalam waktu lebih dari  lima dekade ini dengan sebuah perjuangan yang berat dan kritis. Setelah  lepas dari penjajahan Belanda dan Jepang selama tiga setengah abad,  Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;Kebangkitan ini berjalan hingga  tahun 1959 ketika upaya untuk membangun bangsa yang demokratis dan  sejahtera mengalami kebuntuan dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5  Juli 1959 yang menandai awal diktaktorisme di Indonesia. Orde Baru  muncul pada tahun 1966 tetapi ternyata hanya merupakan sebuah  perpanjangan tangan kekuasaan militer yang benih-benihnya sudah mulai  bersemi pada masa Orde Lama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 21 Mei 1998 bangsa  Indonesia mengukir kembali harapannya untuk hidup dalam suasana yang  mampu memberi harapan ke depan dengan digulirkannya Reformasi Nasional  yang didorong oleh perjuangan mahasiswa dan rakyat. Reformasi Nasional  pada hakekatnya adalah sebuah kelanjutan dari upaya mencapai  kemerdekaan, keadilan dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia dari  perjuangan panjang yang telah ditempuh selama berabad-abad.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;Demokratisasi menjadi tulang  punggung perjuangan tersebut yang mewadahi partisipasi masyarakat dalam  keseluruhan aspeknya. Bertolak dari kesadaran tersebut, dibentuklah  sebuah partai politik yang akan menjadi wahana dakwah untuk mewujudkan  cita-cita universal dan menyalurkan aspirasi politik kaum muslimin  khususnya beserta seluruh lapisan masyarakat Indonesia umumnya. Partai  tersebut bernama Partai Keadilan Sejahtera.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;Semoga Allah SWT memberikan hidayah  dan inayah-Nya kepada kita, mengikatkan hati diantara para pengikut  agama-Nya dan menolong perjuangan mereka dimana pun mereka berada. Amin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;Jakarta, 20 April 2002&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Atas Nama Pendiri Partai Keadilan Sejahtera&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; (Drs. Almuzzammil Yusuf) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;  &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;  &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (Drs. Haryo Setyoko)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ketua Umum &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;  &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sekretaris Jenderal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/piagam-deklarasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3665895712860377928.post-8301804835012637580</guid><pubDate>Tue, 27 Mar 2012 03:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-03-28T12:05:05.471-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tentang PKS</category><title>Kepengurusan</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img height="225" src="http://www.pks.or.id/dotAsset/d2e20e4a-4216-4a68-a909-60f0ec38da47.jpg" width="600" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; margin-left: 1em; margin-right: 1em; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt; &lt;img height="880" src="http://www.pks.or.id/dotAsset/84851865-5f4c-49cd-9610-cc5ab8d4a8ca.jpg" width="600" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13px; padding-top: 3px; text-align: justify;"&gt;    &lt;/span&gt;</description><link>http://pksdua.blogspot.com/2012/03/kepengurusan.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>