<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>pendidikan kewarganegaraan</title><description>pendidikan adalah sarana untuk mencerdaskan bangsa dan mengentaskan
pkn adalah pndidikan yang melatari atau menjadi sarana untuk membentuk manusia yang berbudi luhur dan berbudi pekerti</description><managingEditor>noreply@blogger.com (samsudin)</managingEditor><pubDate>Wed, 18 Dec 2024 19:32:47 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><blogger:adultContent xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008">true</blogger:adultContent><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:image href="http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/pendidikan-karakter-sebagai-pondasi.html"/><itunes:summary>pendidikan adalah sarana untuk mencerdaskan bangsa dan mengentaskan pkn adalah pndidikan yang melatari atau menjadi sarana untuk membentuk manusia yang berbudi luhur dan berbudi pekerti</itunes:summary><itunes:subtitle>pendidikan adalah sarana untuk mencerdaskan bangsa dan mengentaskan pkn adalah pndidikan yang melatari atau menjadi sarana untuk membentuk manusia yang berbudi luhur dan berbudi pekerti</itunes:subtitle><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Higher Education"/></itunes:category><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Higher Education"/></itunes:category><itunes:category text="Games &amp; Hobbies"><itunes:category text="Video Games"/></itunes:category><itunes:category text="TV &amp; Film"/><itunes:category text="Technology"><itunes:category text="Gadgets"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title/><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/04/rencana-pelaksanaan-januari-21-2009.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Sat, 9 Apr 2011 12:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-6347103925201672054</guid><description>&lt;div class="post-389 post type-post status-publish format-standard hentry category-rpp-pkn-smp-kelas-vii" style="color: blue;"&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://cafestudi061.wordpress.com/2009/01/21/rencana-pelaksanaan-pembelajaran/" title="Permalink for : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"&gt;RENCANA PELAKSANAAN&amp;nbsp;PEMBELAJARAN&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;em class="info"&gt;Posted by cafestudi061 in &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/rpp-pkn-smp-kelas-vii/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam RPP PKn SMP Kelas VII"&gt;RPP PKn SMP Kelas VII&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;
&lt;a class="comments" href="http://cafestudi061.wordpress.com/2009/01/21/rencana-pelaksanaan-pembelajaran/#respond" title="Komentar pada RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"&gt;add a comment&lt;/a&gt; &lt;/em&gt;        Nama Sekolah  : SMP&lt;br /&gt;
Mata Pelajaran  : Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;
Kelas/Semester  : VII / satu&lt;br /&gt;
Standar Kompetensi       : 1. Menunjukkan sikap positif  terhadap  norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan  bernegara&lt;br /&gt;
Kompetensi Dasar          : 1.1 Mendeskripsikan hakikat norma-norma,  kebiasaan, adat istiadat, peraturan yang berlaku dalam masyarakat&lt;br /&gt;
Indikator   :&lt;br /&gt;
• Menjelaskan hakekat norma&lt;br /&gt;
• Menjelaskan pentingnya norma dalam kehidupan bermasyarakat&lt;br /&gt;
• Menguraikan macam-macam norma&lt;br /&gt;
Alokasi Waktu  :    8 x 40 menit ( 4 X pertemuan )&lt;br /&gt;
1. Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat :&lt;br /&gt;
• Menjelaskan pengertian norma&lt;br /&gt;
• Menjelaskan tujuan norma&lt;br /&gt;
• Menjelaskan fungsi norma&lt;br /&gt;
• Menguraikan macam-macam norma&lt;br /&gt;
• Menganalisis hubungan norma, kebiasaan, adat istiadat dan peraturan yang berlaku dalam masyarakat&lt;br /&gt;
• Menganalisis perbedaan norma kesusilaan, kemasyarakatan, agama dan hukum dilihat dari sumber, kekuatan mengikat dan sanksinya&lt;br /&gt;
2. Materi Ajar&lt;br /&gt;
• Pengertian norma&lt;br /&gt;
• Tujuan norma&lt;br /&gt;
• Fungsi norma&lt;br /&gt;
• Macam-mcam norma&lt;br /&gt;
• Hubungan norma, kebiasaan, adat istiadat dan peraturan&lt;br /&gt;
• Sumber-sumber norma&lt;br /&gt;
• Kekuatan mengikat norma&lt;br /&gt;
• Sanksi norma&lt;br /&gt;
3. Metode&lt;br /&gt;
Ceramah bervariasikan tanya jawab, inquiry, penugasan, dan diskusi kelas&lt;br /&gt;
4. Langkah-langkah Kegiatan&lt;br /&gt;
Pertemuan 1&lt;br /&gt;
Pendahuluan ( 10 menit )&lt;br /&gt;
a. Siswa menyimak penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai  melalui kegiatan pembelajaran sejarah perkembangan norma; tujuan dan  fungsi norma yang ada di masyarakat&lt;br /&gt;
b. Siswa mencermati skema, bagan atau gambar-gambar yang disajikan guru,  baik yang dibuatnya sendiri maupun yang diambil dari media massa.  Setelah itu siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan guru  berkenaan dengan gambar-gambar tersebut.&lt;br /&gt;
c. Siswa menyimak penjelasan atau klarifikasi guru tentang jawaban-jawaban yang diberikan siswa.&lt;br /&gt;
d. Siswa membagi diri ke dalam kelompok-kelompok yang diminta guru untuk  mengerjakan dan menjawab berbagai pertanyaan yang ada dalam LKS&lt;br /&gt;
e. Siswa menerima LKS yang dibagikan guru&lt;br /&gt;
Kegiatan Inti ( 60 menit )&lt;br /&gt;
a. Siswa membaca dan mendiskusikan serta mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam LKS&lt;br /&gt;
b. Siswa dengan difasilitasi oleh guru mendiskusikan dan membahas LKS&lt;br /&gt;
c. Siswa menyimak dan mencermati uraian materi pokok norma-norma dalam  msyarakatyl, khususnya sub tentang   sejarah perkembangan norma; tujuan  dan fungsi norma serta macam-macam norma yang ada di masyarakat .&lt;br /&gt;
d. Siswa dengan difasilitasi guru, mengerjakan dan mendiskusikan soal-soal yang ada dalam buku siswa dan LKS&lt;br /&gt;
e. Siswa menyimak penjelasan dan klarifikasi guru mengenai konsep-konsep  inti yang berkaitan dengan sejarah perkembangan norma; tujuan dan  kegunaan norma serta macam-macam norma yang ada di masyarakat&lt;br /&gt;
f. Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab kelas yang difasilitasi oleh guru&lt;br /&gt;
g. Siswa mengerjakan tugas-tugas kelompok&lt;br /&gt;
h. Siswa mempresentasikan hasil tugas kelompok.&lt;br /&gt;
Kegiatan Penutup ( 10 menit )&lt;br /&gt;
a. Siswa dengan dibimbing dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi  tentang sejarah perkembangan norma; tujuan dan fungsi norma serta  macam-macam norma yang ada di masyarakat&lt;br /&gt;
b. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru&lt;br /&gt;
Pertemuan 2&lt;br /&gt;
Pendahuluan ( 10 menit )&lt;br /&gt;
a. Siswa menyimak penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai  melalui kegiatan pembelajaran tentang macam-macam norma yang ada dalam  masyarakat&lt;br /&gt;
b. Siswa mencermati skema, bagan atau gambar-gambar yang disajikan guru,  baik yang dibuatnya sendiri maupun yang diambil dari media massa.  Setelah itu siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan guru  berkenaan dengan gambar-gambar tersebut.&lt;br /&gt;
c. Siswa menyimak penjelasan atau klarifikasi guru tentang jawaban-jawaban yang diberikan siswa.&lt;br /&gt;
d. Siswa membagi diri ke dalam kelompok-kelompok yang diminta guru untuk  mengerjakan dan menjawab berbagai pertanyaan yang ada dalam LKS&lt;br /&gt;
e. Siswa menerima LKS yang dibagikan guru&lt;br /&gt;
Kegiatan Inti ( 60 menit )&lt;br /&gt;
a. Siswa membaca dan mendiskusikan serta mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam LKS&lt;br /&gt;
b. Siswa dengan difasilitasi oleh guru mendiskusikan dan membahas LKS&lt;br /&gt;
c. Siswa menyimak dan mencermati uraian materi pokok norma-norma dalam  masyarakat, khususnya sub tentang  macam-macam norma  yang ada dalam  masyarakat&lt;br /&gt;
d. Siswa dengan difasilitasi guru, mengerjakan dan mendiskusikan soal-soal yang ada dalam buku siswa dan LKS&lt;br /&gt;
e. Siswa menyimak penjelasan dan klarifikasi guru mengenai konsep-konsep  inti yang berkaitan dengan sumber, sanksi, dan ruang lingkup  norma-norma yang ada dalam masyarakat&lt;br /&gt;
f. Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab kelas yang difasilitasi oleh guru&lt;br /&gt;
g. Siswa mengerjakan tugas-tugas kelompok&lt;br /&gt;
h. Siswa mempresentasikan hasil tugas kelompok.&lt;br /&gt;
Kegiatan Penutup ( 10 menit )&lt;br /&gt;
a. Siswa dengan dibimbing dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi  tentang sumber, sanksi, dan ruang lingkup norma-norma yang ada dalam  masyarakat&lt;br /&gt;
b. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru&lt;br /&gt;
Pertemuan 3&lt;br /&gt;
Pendahuluan ( 10 menit )&lt;br /&gt;
a. Siswa menyimak penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai  melalui kegiatan pembelajaran tentang sumber-sumber norma dan kekuatan  mengikat norma yang ada  dalam masyarakat&lt;br /&gt;
b. Siswa mencermati skema, bagan atau gambar-gambar yang disajikan guru,  baik yang dibuatnya sendiri maupun yang diambil dari media massa.  Setelah itu siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan guru  berkenaan dengan gambar-gambar tersebut.&lt;br /&gt;
c. Siswa menyimak penjelasan atau klarifikasi guru tentang jawaban-jawaban yang diberikan siswa.&lt;br /&gt;
d. Siswa membagi diri ke dalam kelompok-kelompok yang diminta guru untuk  mengerjakan dan menjawab berbagai pertanyaan yang ada dalam LKS&lt;br /&gt;
e. Siswa menerima LKS yang dibagikan guru&lt;br /&gt;
Kegiatan Inti ( 60 menit )&lt;br /&gt;
a. Siswa membaca dan mendiskusikan serta mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam LKS&lt;br /&gt;
b. Siswa dengan difasilitasi oleh guru mendiskusikan dan membahas LKS&lt;br /&gt;
c. Siswa menyimak dan mencermati uraian materi pokok sumber-sumber norma dan kekuatan mengikat norma  yang ada dalam masyarakat&lt;br /&gt;
d. Siswa dengan difasilitasi guru, mengerjakan dan mendiskusikan soal-soal yang ada dalam buku siswa dan LKS&lt;br /&gt;
e. Siswa menyimak penjelasan dan klarifikasi guru mengenai konsep-konsep  inti yang berkaitan dengan sumber-sumber dan kekuatan mengikat norma,  yang ada dalam masyarakat&lt;br /&gt;
f. Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab kelas yang difasilitasi oleh guru&lt;br /&gt;
g. Siswa mengerjakan tugas-tugas kelompok&lt;br /&gt;
h. Siswa mempresentasikan hasil tugas kelompok.&lt;br /&gt;
Kegiatan Penutup ( 10 menit )&lt;br /&gt;
a. Siswa dengan dibimbing dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi  tentang sumber, sanksi, dan ruang lingkup norma-norma yang ada dalam  masyarakat&lt;br /&gt;
b. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru&lt;br /&gt;
Pertemuan 4&lt;br /&gt;
Pendahuluan ( 10 menit )&lt;br /&gt;
a. Siswa menyimak penjelasan guru tentang indikator yang akan dicapai  melalui kegiatan pembelajaran tentang pelaksanaan sanksi terhadap pelaku  pelanggaran norma yang ada  dalam masyarakat&lt;br /&gt;
b. Siswa mencermati skema, bagan atau gambar-gambar yang disajikan guru,  baik yang dibuatnya sendiri maupun yang diambil dari media massa.  Setelah itu siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan guru  berkenaan dengan gambar-gambar tersebut.&lt;br /&gt;
c. Siswa menyimak penjelasan atau klarifikasi guru tentang jawaban-jawaban yang diberikan siswa.&lt;br /&gt;
d. Siswa membagi diri ke dalam kelompok-kelompok yang diminta guru untuk  mengerjakan dan menjawab berbagai pertanyaan yang ada dalam LKS&lt;br /&gt;
e. Siswa menerima LKS yang dibagikan guru&lt;br /&gt;
Kegiatan Inti ( 60 menit )&lt;br /&gt;
a. Siswa membaca dan mendiskusikan serta mengerjakan tugas-tugas yang ada dalam LKS&lt;br /&gt;
b. Siswa dengan difasilitasi oleh guru mendiskusikan dan membahas LKS&lt;br /&gt;
c. Siswa menyimak dan mencermati uraian materi pokok jenis-jenis sanksi yang diberikan terhadap pelanggar norma&lt;br /&gt;
d. Siswa dengan difasilitasi guru, mengerjakan dan mendiskusikan soal-soal yang ada dalam buku siswa dan LKS&lt;br /&gt;
e. Siswa menyimak penjelasan dan klarifikasi guru mengenai konsep-konsep  inti yang berkaitan dengan jenis-jenis dan pelaksanaan sanksi terhadap  pelanggar norma  yang ada dalam masyarakat&lt;br /&gt;
f. Siswa berperan secara aktif dalam kegiatan tanya jawab kelas yang difasilitasi oleh guru&lt;br /&gt;
g. Siswa mengerjakan tugas-tugas kelompok&lt;br /&gt;
h. Siswa mempresentasikan hasil tugas kelompok.&lt;br /&gt;
Kegiatan Penutup ( 10 menit )&lt;br /&gt;
a. Siswa dengan dibimbing dan difasilitasi guru membuat rangkuman materi  tentang jenis-jenis dan pelaksanaan sanksi bagi pelanggar norma yang  ada dalam masyarakat&lt;br /&gt;
b. Siswa mencatat tugas-tugas kegiatan yang diberikan guru&lt;br /&gt;
5. Alat/Sumber Belajar&lt;br /&gt;
• Buku teks siswa kelas VII&lt;br /&gt;
• Buku Pengayaan siswa kelas VII&lt;br /&gt;
• Contoh norma,&lt;br /&gt;
• Orang tua&lt;br /&gt;
• Tokoh masyarakat setempat&lt;br /&gt;
• artikel/berita di media massa&lt;br /&gt;
6. Penilaian&lt;br /&gt;
Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah  proses pembelajaran.  Penilaian tertulis diberikan setelah pertemuan keempat. Sedangkan untuk  pertemuan ke-1 s.d. 3 penilaian lebih ditekankan melalui kegiatan tanya  jawab di kelas, aktivitas siswa saat diskusi, dan mengerjakan  tugas-tugas.&lt;br /&gt;
Adapun teknik penilaian yang digunakan adalah tes tertulis dengan bentuk tes uraian dan pilihan ganda, &lt;br /&gt;
Bagian I&lt;br /&gt;
Pilihlah salah satu jawaban di bawah ini dengan cara memberi tanda  silang (X) pada alternatif yang benar atau paling benar di antara empat  kemungkinan jawaban yang tersedia!&lt;br /&gt;
1. Bila Anda berbicara tentang kualitas kebaikan seseorang, maka yang dimaksud hal itu adalah……&lt;br /&gt;
A. materi&lt;br /&gt;
B. norma&lt;br /&gt;
C. nilai&lt;br /&gt;
D. moral&lt;br /&gt;
2. Materi nilai kesatuan, kerukunan dan tanggung jawab, termasuk ke dalam norma……….&lt;br /&gt;
A. agama&lt;br /&gt;
B. hukum&lt;br /&gt;
C. sosial&lt;br /&gt;
D. kesopanan&lt;br /&gt;
3. Norma yang sanksinya berupa rasa menyesal dinamakan norma&lt;br /&gt;
A. kesusilaan&lt;br /&gt;
B. kemasyarakatan&lt;br /&gt;
C. agama&lt;br /&gt;
D. kesopanan&lt;br /&gt;
4. Kelebihan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya adalah, manusia dikaruniai….&lt;br /&gt;
A. bentuk fisik yang sempurna&lt;br /&gt;
B. rasa malu&lt;br /&gt;
C. akal pikiran&lt;br /&gt;
D. hari nurani&lt;br /&gt;
5. Manusia dapat membentuk kelompok dan menciptakan pakaian dengan menggunakan….&lt;br /&gt;
A. nalurinya&lt;br /&gt;
B. daya pikirannya&lt;br /&gt;
C. rasa estetikanya&lt;br /&gt;
D. etika dan khayalannya&lt;br /&gt;
6. Dalam mewujudkan hasrat dan cita-citanya setiap individu manusia akan dihadapkan kepada….&lt;br /&gt;
A. kepentingan orang lain&lt;br /&gt;
B. norma yang ada dalam masyarakat&lt;br /&gt;
C. penguasa setempat&lt;br /&gt;
D. saingan usahanya&lt;br /&gt;
7. Pada hakekatnya manusia mempunyai dua hasrat, yaitu  ingin….&lt;br /&gt;
A. bahagia dan jaya&lt;br /&gt;
B. dihormati dan terhormat&lt;br /&gt;
C. menjadi satu dengan manusia lain dan alam sekitarnya&lt;br /&gt;
D. sempurna dan bahagia&lt;br /&gt;
8. Kaidah hidup yang paling tua adalah norma….&lt;br /&gt;
A. kesusilaan&lt;br /&gt;
B. adat atau kemasyarakatan&lt;br /&gt;
C. agama&lt;br /&gt;
D. hukum&lt;br /&gt;
9. Kaidah atau norma yang jenis sanksinya berupa pengusiran dari kelompoknya dinamakan kaidah….&lt;br /&gt;
A. kesusilaan&lt;br /&gt;
B. adat atau kemasyarakatan&lt;br /&gt;
C. agama&lt;br /&gt;
D. hukum&lt;br /&gt;
10. Manakah di antara kaidah hidup di bawah ini yang mempunyai sanksi paling tegas, baik di dunia maupun di akherat?&lt;br /&gt;
A. kesusilaan&lt;br /&gt;
B. adat atau kemasyarakatan&lt;br /&gt;
C. agama&lt;br /&gt;
D. hukum&lt;br /&gt;
11. Tujuan yang paling mendasar diciptakannya kaidah atau norma dalam masyarakat adalah untuk mewujudkan….&lt;br /&gt;
A. kepastian hukum&lt;br /&gt;
B. ketertiban dalam masyarakat&lt;br /&gt;
C. keadilan sosial&lt;br /&gt;
D. kebahagiaan bagi masyarakat&lt;br /&gt;
12. Sekalipun di masyarakat telah ada dan berkembang kaidah/norma  hidup, namun dalam pelaksanaannya manusia masih memerlukan norma hukum.  Hal ini dikarenakan….&lt;br /&gt;
A. setiap manusia ingin berusaha untuk berbuat yang terbaik badi dirinya&lt;br /&gt;
B. semua kepentingan manusia telah terwadahi dalam ketiga norma&lt;br /&gt;
C. tidak semua orang mentaati norma yang ada&lt;br /&gt;
D. kepentingan setiap orang berbeda-beda&lt;br /&gt;
13. Salah satu ciri norma hukum bila dibandingkan dengan norma lainnya adalah dari segi sanksinya, yaitu….&lt;br /&gt;
A. sudah ditentukan terlebih dahulu&lt;br /&gt;
B. tegas dan keras&lt;br /&gt;
C. tidak memandang siapa yang bersalah&lt;br /&gt;
D. dibuat oleh lembaga kemasyarakatan&lt;br /&gt;
14. Manakah di antara perbuatan di bawah ini yang bisa dikatagorikan  bentuk pelanggaran terhadap keempat norma yang ada dalam masyarakat ?&lt;br /&gt;
A. mencuri&lt;br /&gt;
B. memberikan warisan kepada pihak perempuan saja&lt;br /&gt;
C. memfitnah&lt;br /&gt;
D. menghina tetangga&lt;br /&gt;
15. Norma mempunyai fungsi yang sangat penting dalam masyarakat, yaitu untuk….&lt;br /&gt;
A. menegakkan keadilan&lt;br /&gt;
B. menegakkan kebenaran&lt;br /&gt;
C. menciptakan ketertiban&lt;br /&gt;
D. mewujudkan kebersamaan&lt;br /&gt;
Bagian II&lt;br /&gt;
Jawablah semua pertanyaan di bawah ini dengan singkat, jelas dan tepat!&lt;br /&gt;
1. Jelaskan hakekat norma yang berlaku dalam masyarakat&lt;br /&gt;
2. Jelaskan arti pentingnya norma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara&lt;br /&gt;
3. Uraikan macam – macam norma yang berlaku dalam masyarakat&lt;br /&gt;
4. Jelaskan perbedaan norma dilihat dari sumber, kekuatan mengikat dan jenis sanksi yang diberikan kepada pelanggarnya!&lt;br /&gt;
5. Berikan contoh perbuatan yang menjunjung tinggi norma yang berlaku di masyarakat!&lt;br /&gt;
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;
Sekolah   : SMP&lt;br /&gt;
Mata Pelajaran   : Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;
Kelas/semester  : VII / I&lt;br /&gt;
Standar kompetensi : 1. Menunjukkan sikap positif  terhadap  norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan  bernegara&lt;br /&gt;
Kompetensi Dasar  : 1.2 Menjelaskan hakikat dan arti penting hukum bagi warga&lt;br /&gt;
negara&lt;br /&gt;
Indikator&lt;br /&gt;
• Menjelaskan pengertian hukum&lt;br /&gt;
• Menjelaskan pembagian hukum menurut sifat, bentuk dan isinya&lt;br /&gt;
• pentingnya  norma hukum dalam kehidupan bernegara&lt;br /&gt;
• Menjelaskan tujuan dan fungsi ditetapkannya  hukum dalam suatu negara&lt;br /&gt;
• Menunjukkan kepatuhan ter hadap hukum dalam kehidupan sehari-hari&lt;br /&gt;
Alokasi waktu  : 6 X 40 menit (3 X pertemuan)&lt;br /&gt;
A. Tujuan  Pembelajaran&lt;br /&gt;
1.  Siswa dapat menjelaskan pengertian hukum dengan tepat&lt;br /&gt;
2.  Siswa dapat menjelaskan pembagian hukum menurut sifatnya&lt;br /&gt;
3.  Siswa dapat menjelaskan  pembagian hukum menurut bentuknya&lt;br /&gt;
4.  Siswa dapat menjelaskan pembagian hukum menurut  isinya&lt;br /&gt;
5.  Siswa dapat menjelaskan pentingnya norma hukum dalam kehidupan bernegara&lt;br /&gt;
6.  Siswa dapat menjelaskan tujuan dan fungsi ditetapkannya hukum dalam suatu negara&lt;br /&gt;
7.  Siswa dapat memberikan contoh perilaku patuh terhadap hukum dalam kehidupan&lt;br /&gt;
sehari-hari&lt;br /&gt;
B. Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;
1.  pengertian hukum dengan tepat&lt;br /&gt;
2.  pembagian hukum menurut sifatnya&lt;br /&gt;
3.  pembagian hukum menurut bentuknya&lt;br /&gt;
4.  pembagian hukum menurut isinya&lt;br /&gt;
5.  pentingnya norma hukum dalam kehidupan bernegara&lt;br /&gt;
6.  tujuan dan fungsi ditetapkannya hukum dalam suatu negara&lt;br /&gt;
7.  memberikan contoh perilaku patuh terhadap hukum dalam kehidupan  sehari-hari&lt;br /&gt;
C. Metode&lt;br /&gt;
Ceramah bervariasi, diskusi, telaah buku, penugasan&lt;br /&gt;
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar&lt;br /&gt;
Pertemuan 1&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a.  Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b.  Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan tentang materi yang   akan diajarkan&lt;br /&gt;
c.  Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
Kajian Pustaka&lt;br /&gt;
a. Penjelasan konsep tentang  pengertian hukum dikaitkan&lt;br /&gt;
dengan perilaku manusia dalam hidup bermasyarakat&lt;br /&gt;
b.  Membagi siswa menjadi  8 kelompok&lt;br /&gt;
c.  Masing-masing kelopompok diberikan tugas untuk&lt;br /&gt;
menelaah melalui  kajian pustaka,       mengenai&lt;br /&gt;
pembagian hukum menurut fungsinya, bentuknya serta&lt;br /&gt;
hukum menurut isinya.&lt;br /&gt;
d.  Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk&lt;br /&gt;
mempresentasikan   hasil  telaahanya&lt;br /&gt;
e.  Kelompok lain menanggapinya&lt;br /&gt;
f.  Klarifikasi dari  guru tentang pemahaman pemahaman  pembagian hukum&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
3. Penutup&lt;br /&gt;
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi untuk&lt;br /&gt;
memantapkan   pemahaman  materi  yang sudah&lt;br /&gt;
dipelajari&lt;br /&gt;
b. Mengadakan post test&lt;br /&gt;
c.  Memberi tugas rumah secara berkelompok  guna mempersiapkan  materi yang      akan datang    berupa telaah buku, berkaitan dengan  pembagian hukum menurut isinya, pentingnya norma hukum dalam kehidupan  bernegara.Tujuan dan fungsi ditetapkanya hukum dalam suatu negara&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
Pertemuan 2&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a.  Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b.  Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan secara lisan  tentang materi yang   sudah&lt;br /&gt;
diajarkan&lt;br /&gt;
c.  Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a  Masing-masing kelompok diberikan kesemptan untuk&lt;br /&gt;
mempresentasikan hasil diskusinya&lt;br /&gt;
b.  Kelompok lain menanggapinya&lt;br /&gt;
c. Klarifikasi dari  guru tentang  materi yang telah&lt;br /&gt;
didiskusikan oleh  masing-masing kelompok &lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
a.  Guru bersama siswa menyimpulkan materi untuk&lt;br /&gt;
memantapkan  pemahaman  materi   yang sudah&lt;br /&gt;
dipelajari&lt;br /&gt;
b.  Mengadakan post test&lt;br /&gt;
c.  Memberikan  tugas kelompok di luar kelas guna&lt;br /&gt;
mempersiapkan materi yang akan datang   berupa laporan hasil  pengamatan tentang pelanggaran terhadap tata tertib sekolah oleh siswa  dalam rentang waktu satu minggu!&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
70 menit&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
Pertemuan 3&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a.  Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b.  Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan  secara lisan  tentang materi yang   telah dan   akan diajarkan&lt;br /&gt;
c.  Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a.  Penjelasan  tentang  pelaksanaan diskusi kelompok&lt;br /&gt;
b.  Setiap kelompok mempersiapkan laporan hasil&lt;br /&gt;
pengamatanan di sekolah tentang  pelanggaran terhadap  tata tertib sekolah oleh siswa&lt;br /&gt;
c.  Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk&lt;br /&gt;
mempresentasikan hasil pengamatannya&lt;br /&gt;
e.  Kelompok lain menanggapinya&lt;br /&gt;
f.  Klarifikasi dari  guru tentang dampak pelanggaran  terhadap tata tertib sekolah &lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
a.  Guru bersama siswa menyimpulkan materi untuk&lt;br /&gt;
memantapkan  pemahaman  materi   yang sudah&lt;br /&gt;
dipelajari&lt;br /&gt;
b.  Mengadakan post test&lt;br /&gt;
c.  Memberi tugas rumah guna mempersiapkan materi yang&lt;br /&gt;
akan datang  berupa telaah buku di rumah masing- masing secara  individual berkaitan dengan materi sesuai  dengan kompetensi  dasar   yang akan dipelajari&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
70 menit&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
E. Sumber belajar&lt;br /&gt;
 Buku Teks Siswa kelas VII&lt;br /&gt;
 Perilaku siswa dan guru&lt;br /&gt;
 Artikel/berita di media massa&lt;br /&gt;
F. Penilaian&lt;br /&gt;
Soal-soal Uraian&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat.&lt;br /&gt;
1. Jelaskan pengertian hukum&lt;br /&gt;
2. Jelaskan pembagian hukum menurut:&lt;br /&gt;
a. sifatnya&lt;br /&gt;
b. bentuknya&lt;br /&gt;
c. isinya&lt;br /&gt;
3. Jelaskan pentingnya norma hukum dalam kehidupan bernegara&lt;br /&gt;
4. Jelaskan tujuan ditetapkan hukum dalam kehidupan bernegara&lt;br /&gt;
5. Jelaskan fungsi hukum dalam kehidupan bernegara&lt;br /&gt;
Soal Pilihan Ganda&lt;br /&gt;
Pilihlah salah satu  jawaban yang paling tepat diantara 4 (empat) alternatif kamu jawaban yang tersedia&lt;br /&gt;
1.    Alasan masyarakat memerlukan norma hukum,adalah….&lt;br /&gt;
a. ingin  berbuat yang terbaik bagi dirinya&lt;br /&gt;
b. belum semua kejawaban yang tersediapentingan  terwadahi dalam norma yang lain&lt;br /&gt;
c. tidak semua orang mentaati norma yang ada&lt;br /&gt;
d. hendak mewujudkan kepastian hukum&lt;br /&gt;
2. Contoh-contoh berikut yang termasuk kepada peristiwa perdata adalah…&lt;br /&gt;
a. pembagian harta waris&lt;br /&gt;
b. melakukan penghinaan terhadap orang lain&lt;br /&gt;
c. terjadi pemukulan terhadap pencuri&lt;br /&gt;
d. tidak melaporkan kejahatan yang pernah dilihatnya&lt;br /&gt;
3. Perbedaan norma hukum dengan norma lainya dalam masyarakat, yaitu  norma hukum….&lt;br /&gt;
a. Dibuat oleh  negara&lt;br /&gt;
b. Berlaku bagi masyarkat tertentu&lt;br /&gt;
c. Sanksi tidak begitu tegas&lt;br /&gt;
d. Tergantung kepada keinginan masyarakat&lt;br /&gt;
4. Ditangkap dan dipenjarakan adalah contoh sanksi dari norma…..&lt;br /&gt;
a. Hukum&lt;br /&gt;
b. Agama&lt;br /&gt;
c. Kesopanan&lt;br /&gt;
d. Adat&lt;br /&gt;
5. Berikut ini yang tidak termasuk hukum publik adalah hukum…..&lt;br /&gt;
a. Perdata&lt;br /&gt;
b. Pidana&lt;br /&gt;
c. Tata negara&lt;br /&gt;
d. Administrasi negara&lt;br /&gt;
Mengetahui                                                                            ……………..,   Juli    2008   Jakarta, …………………………….&lt;br /&gt;
Kepala SMP  Guru Mata Pelajaran PKn  Guru Mata Pelajaran PKn&lt;br /&gt;
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;
Sekolah   : SMP&lt;br /&gt;
Mata Pelajaran   : Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;
Kelas/semester  : VII / I&lt;br /&gt;
Standar kompetensi :1. Menunjukkan sikap positif  terhadap norma-norma yang&lt;br /&gt;
berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan&lt;br /&gt;
bernegara&lt;br /&gt;
Kompetensi Dasar  : 1. 3 Menerapkan norma-norma, kebiasaan-kebiasaan, adat  istia&lt;br /&gt;
dat dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan&lt;br /&gt;
bermayarakat, berbangsa dan bernegara   &lt;br /&gt;
Indikator&lt;br /&gt;
Memberikan contoh penerapan  norma , kebiasaan dan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat&lt;br /&gt;
Alokasi waktu  : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)&lt;br /&gt;
A. Tujuan  Pembelajaran&lt;br /&gt;
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat:&lt;br /&gt;
1. Memberikan contoh penerapan norma kesopanan dalam kehidupan di sekolah antara&lt;br /&gt;
siswa dengan personil sekolah, antar  sesama siswa&lt;br /&gt;
2. Memberikan contoh penerapan norma kesopanan dalam kehidupan keluarga&lt;br /&gt;
3. Memberikan contoh penerapan norma hukum di lingkungan sekolah&lt;br /&gt;
4. Memberikan contoh akibat jika melanggar norma dalam kehidupan  masyarakat&lt;br /&gt;
B. Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;
1. Contoh penerapan norma kesopanan dalam kehidupan di sekolah antara&lt;br /&gt;
siswa dengan personil sekolah, antar  sesama siswa&lt;br /&gt;
2. Contoh penerapan norma kesopanan dalam kehidupan keluarga&lt;br /&gt;
3. Contoh penerapan norma hukum di lingkungan sekolah&lt;br /&gt;
4. Contoh akibat jika melanggar norma dalam kehidupan  masyarakat&lt;br /&gt;
C. Metode&lt;br /&gt;
Ceramah bervariasi, bermain peran, penugasan&lt;br /&gt;
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar&lt;br /&gt;
Pertemuan 1&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a. Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b. Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan tentang materi yang   akan diajarkan&lt;br /&gt;
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a. Membagi siswa menjadi  8 kelompok&lt;br /&gt;
b. Masing-masing kelompok diberikan tugas untuk&lt;br /&gt;
Memerankan  penerapan norma kesopanan, norma agama, dan norma  hukum dalam kehidupan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam norma  kesopanan misalnya  dalam berbicara, menghormati orang yang lebih tua,  atau contoh kesopanan lainya.  Dalam norma hukum misalnya memerankan  orang yang melanggar hukum, dan akibatnya. (misal jika merokok, narkoba  dan lainya). Kemudian memberikan  solusi yang tepat menurut norma hukum.  Peristiwa yang diperankan supaya menarik minat dalam KBM diupayakan  yang seaktual mungkin&lt;br /&gt;
c.  Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk&lt;br /&gt;
memerankan adegan penerapan norma tersebut selama 7  menit&lt;br /&gt;
e. Kelompok lain menanggapinya&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
3. Penutup&lt;br /&gt;
a.Dengan bimbingan guru,  masing-masing wakil kelompok&lt;br /&gt;
memberikan reflexsi terhadap peran yang telah&lt;br /&gt;
ditampilkan.&lt;br /&gt;
b. Mengadakan post test&lt;br /&gt;
c. Memberi tugas rumah secara berkelompok  guna&lt;br /&gt;
mempersiapkan materi yang      akan datang    berupa&lt;br /&gt;
kliping dari surat kabar tentang akibat  jika melanggar&lt;br /&gt;
norma yang berlaku dalam masyarakat ( norma&lt;br /&gt;
kesopanan, norma agama, norma hukum)&lt;br /&gt;
10 menit&lt;br /&gt;
Pertemuan 2&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a. Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b. Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan secara lisan  tentang materi yang   sudah&lt;br /&gt;
diajarkan&lt;br /&gt;
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk&lt;br /&gt;
mempresentasikan hasil tugasnya&lt;br /&gt;
b.  Kelompok lain menanggapinya&lt;br /&gt;
c.  Klarifikasi dari  guru tentang  materi yang telah&lt;br /&gt;
dipresentasikan oleh masing-masing kelompok&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
a. Dengan bimbingan guru,  masing-masing wakil kelompok&lt;br /&gt;
memberikan reflexsi terhadap materi  yang telah&lt;br /&gt;
ditampilkan oleh masing masing kelompok&lt;br /&gt;
b. Mengadakan post test&lt;br /&gt;
c. Memberi tugas rumah berupa telaah materi yang akan&lt;br /&gt;
dipelajari pada minggu berikutnya&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
E. Sumber belajar&lt;br /&gt;
 Buku Teks Siswa kelas VII&lt;br /&gt;
 Perilaku siswa dan guru&lt;br /&gt;
 Artikel/berita di media massa&lt;br /&gt;
F. Penilaian&lt;br /&gt;
1. Penilaian Diskusi&lt;br /&gt;
No Nama Siswa Keaktifan Pemahaman Kerjasama Jumlah&lt;br /&gt;
1&lt;br /&gt;
2&lt;br /&gt;
dst     &lt;br /&gt;
Keterangan&lt;br /&gt;
Aspek keaktifan diberi nilai maksimal    = 40 ,  minilal   = 10&lt;br /&gt;
Aspek pemahaman  diberi nilai               =  40, minimal  =  10&lt;br /&gt;
Aspek kerja sama diberi nilai maksimal  =  20, minimal  =  10&lt;br /&gt;
2. Penilaian terhadap hasil kerja&lt;br /&gt;
No Nama Siswa Kesesuai materi dengan tugas Komentar  terhadap materi Kerapihan&lt;br /&gt;
/penampilan Jumlah&lt;br /&gt;
1&lt;br /&gt;
2&lt;br /&gt;
dst     &lt;br /&gt;
Keterangan&lt;br /&gt;
Aspek kesesuaian materi maksimal    = 40 ,  minilal   = 10&lt;br /&gt;
Aspek komentar                                  =  40, minimal  =  10&lt;br /&gt;
Aspek kerapihan/penampilan              =  20, minimal  =  10&lt;br /&gt;
Mengetahui                                                                            ……………,   Juli     2008   Jakarta, …………………………….&lt;br /&gt;
Kepala SMP  Guru Mata Pelajaran&lt;br /&gt;
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;
Sekolah   : SMP&lt;br /&gt;
Mata Pelajaran   : Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;
Kelas/semester  : VII / I&lt;br /&gt;
Standar kompetensi : 2. Mendeskripskan makna proklamasi kemerdekaan dan konstitusi pertama&lt;br /&gt;
Kompetensi Dasar : 2.1 Menjelaskan makna proklamasi kemerdekaan&lt;br /&gt;
Indikator&lt;br /&gt;
• Menguraikan perjuangan bangsa Indonesia dalammencapai kemerdekaan&lt;br /&gt;
• Menjelaskan arti kemerdekaan bagi suatu bangsa&lt;br /&gt;
• Menunjukkan pentingnya pewarisan semangat proklamasi kemerdekaan&lt;br /&gt;
Alokasi waktu  : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)&lt;br /&gt;
A. Tujuan  Pembelajaran&lt;br /&gt;
Diharapkan siswa dapat :&lt;br /&gt;
1.Menjelaskan secara singkat perjuangan bangsa Indonesia menjelang detik-detik&lt;br /&gt;
proklamasi kemerdekaan&lt;br /&gt;
2. Menjelaskan makna pentingnya kemerdekaan bagi bangsa Indonesia&lt;br /&gt;
3. Mendeskripsikaan pentingnya pewarisan semangat proklamasi kemerdekaan&lt;br /&gt;
B. Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;
1. Perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan&lt;br /&gt;
2. Makna dan arti kemerdekaan bagi bangsa Indonesia&lt;br /&gt;
3. Pentingnya pewarisan semangat proklamasi kemerdekaan &lt;br /&gt;
C. Metode&lt;br /&gt;
Tanya jawab, diskusi, inkuiri, penugasan&lt;br /&gt;
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar&lt;br /&gt;
Pertemuan 1&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a. Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b. Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan tentang materi yang   akan diajarkan&lt;br /&gt;
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
b. Tanya jawab dan penjelasan tentang bangsa-bangsa yang pernah menjajah  Indonesia dan sifat-sifat perjuangan bangsa sebelum dan sesudah tahun  1908&lt;br /&gt;
c. Kajian pustaka dengan menelaah serbagai sumber (buku) yang berisi tentang peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan&lt;br /&gt;
d. Membagi siswa menjadi 8 kelompok, masing-masing terdiri dari 5 orang&lt;br /&gt;
e. Masing-masing kelompok membahas pertanyaan yang berbeda berdasarkan masalah yang telah disiapak guru&lt;br /&gt;
f. Masing-masing kelompok mendiskusikan masalah yang temanya adalah  peristiwa sekitar proklamasi dan makna proklamasi bagi bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;
g. Masing-masing kelompok melaporkan secara tertulis hasil diskusi&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
3. Penutup&lt;br /&gt;
a. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil&lt;br /&gt;
diskusi&lt;br /&gt;
b. Post test sebagai unpan balik&lt;br /&gt;
c. Tindak lanjut dnegan pemberian tugas untuk&lt;br /&gt;
mempersiapkan diskusi minggu berikutnya.&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
Pertemuan 2&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a. Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b. Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan secara lisan  tentang materi yang   sudah&lt;br /&gt;
diajarkan&lt;br /&gt;
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a. Penjelasan tentang skenario pembelajaran yang akan&lt;br /&gt;
dilaksanakan dilanjutkan dengan pembagian kelompok&lt;br /&gt;
( menjadi 5 Kelompok )&lt;br /&gt;
b.  Masing-masing kelompok mendiskusikan pertanyaan&lt;br /&gt;
pertanyaan yang berkaitan dengan pewarisan semangat&lt;br /&gt;
peroklamasi kemerdekaan.&lt;br /&gt;
c. Setiap kelompok memperesentasikan hasil diskusinya,&lt;br /&gt;
sementara kelompok lain menanggapi.&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
a. Pengambilan kesimpulan oleh siswa bersama guru&lt;br /&gt;
diakhiri dengan penguatan&lt;br /&gt;
b. Post test&lt;br /&gt;
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas individu untuk&lt;br /&gt;
mewawancarai sakasi hidup Pahlawan  Kemerdekaan. !&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
70 menit&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
E. Sumber belajar&lt;br /&gt;
 Buku Teks PKn bagi Siswa kelas VII&lt;br /&gt;
 Buku-buku Tkas Resmi tentang Proklamasi&lt;br /&gt;
 Artikel-artikel, Teks Proklamasi&lt;br /&gt;
 Naskah Pidato sidang PPKI&lt;br /&gt;
 Nara Sumber ( Saksi Sejarah yang masih hidup )&lt;br /&gt;
 UUD 1945&lt;br /&gt;
F. Penilaian&lt;br /&gt;
Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran.  Penilaian tertulis dilaksanakan setelah selesai pertemuan ke-2,  sedangkan untuk pertemuan ke-1 penilaian lebih ditekankan melalui  kegiatan tanyan jawab di kelas, aktivitas siswa saat diskusi dan dalam  melaksanakan tugas. Teknik penilaian adalah tes tertulis berbentuk  uraian berstruktur.&lt;br /&gt;
Soal-soal Uraian&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat !&lt;br /&gt;
6. Jelaskan secara singkat tentang persitiwa-perisitiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi kemerdekaan !&lt;br /&gt;
7. Jelaskan makna pentingnya kemerdekaan bagi bangsa Indonesia !&lt;br /&gt;
8. Meengapa pewarisan semangat proklamasi kemerdekaan itu sangat penting bagi generasi muda ?&lt;br /&gt;
Contoh soal-soal tes lisan dalam proses pembelajaran&lt;br /&gt;
1. Siapakakah tokoh-tokoh pahlawan kemerdekaan yang berjasa dalam peristiwa detik-detik proklamasi !&lt;br /&gt;
2. Semangat atau nilai-nilai-nilai perjuangan apa yang diwariskan oleh pahlawan kemerdekaan kepada  kita ?&lt;br /&gt;
3. Bagaimana keadaan bangsa Indonesia sebelum dan sesudah merdeka ?&lt;br /&gt;
Mengetahui                                                                            …………….,      Juli  2008   Jakarta, …………………………….&lt;br /&gt;
Kepala SMP  Guru Mata Pelajaran PKn&lt;br /&gt;
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;
Sekolah   : SMP&lt;br /&gt;
Mata Pelajaran   : Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;
Kelas/semester  : VII / I&lt;br /&gt;
Standar kompetensi : 2. Mendeskripsikan makna proklamasi kemerdekaan dan konstitusi pertama&lt;br /&gt;
Kompetensi Dasar  : 2.2. Mendeskripsikan suasana kebatinan konstitusi pertama&lt;br /&gt;
Indikator   : –  Menjelaskan suasana sidang PPKI tanggal 18 agustus 1945&lt;br /&gt;
–  Menguraikan hasil-hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus&lt;br /&gt;
1945&lt;br /&gt;
Alokasi waktu  :  2 X 40 menit (2 X pertemuan)&lt;br /&gt;
A. Tujuan  Pembelajaran&lt;br /&gt;
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat:&lt;br /&gt;
1. Menjelaskan dengan singkat suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945&lt;br /&gt;
2. Menguraikan hasil-hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945&lt;br /&gt;
B. Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;
1. Suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945&lt;br /&gt;
2. Hasil-hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945&lt;br /&gt;
C. Metode&lt;br /&gt;
Tanya jawab, diskusi, inkuiri, penugasan&lt;br /&gt;
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar&lt;br /&gt;
Pertemuan 1&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a. Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b. Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan tentang materi yang   telah diajarkan&lt;br /&gt;
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a. Tanya jawab dan penjelasan tentang suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945.&lt;br /&gt;
b. Kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber belajar ( buku,  artikel, naskah pidato ) tentang suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus  1945&lt;br /&gt;
c.  Melakukan simulasi yang menggambarkan suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945&lt;br /&gt;
d. Mendiskusikan bagaimana jalannya simulasi yang telah dilakukan dan memberikan laporan tertulis&lt;br /&gt;
Penutup :&lt;br /&gt;
1. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil diskusi&lt;br /&gt;
2. Post tes sebagai unpan balik bagi guru&lt;br /&gt;
3. Tindak lanjut dengan memberikan tugas-tugas untuk mempersiapkan diskusi minggu berikutnya 10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
10 menit&lt;br /&gt;
Pertemuan 2&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a. Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b. Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan secara lisan  tentang materi yang   sudah  diajarkan&lt;br /&gt;
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a .Kajian pustaka dengan menelaah buku sumber ( buku teks siswa ) tentang hasil-hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945&lt;br /&gt;
b.  Bertanya jawab tentang hasil-hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945.&lt;br /&gt;
c.  Siswa dengan difasilitasi guru, berusaha mengklarifikasi  tentang hasil-hasil tanya jawab yang telah dilakukan sebelumnya.&lt;br /&gt;
d. Siswa mengerjakan tugas-tugas individu&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
a. Dengan bimbingan dan difasilitasi guru, siswa membuat rangkuman  materi tentang suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 dan  hasil-hasilnya.&lt;br /&gt;
b. Mengadakan post tes&lt;br /&gt;
c. Memberi tugas rumah berupa telaah materi yang akan  dipelajari pada minggu berikutnya&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
10 menit&lt;br /&gt;
E. Sumber belajar&lt;br /&gt;
 Buku Teks Siswa kelas VII&lt;br /&gt;
 UUD 1945&lt;br /&gt;
 Buku-buku litelatur yang berissi tentang Proklamasi&lt;br /&gt;
 Artiel-artikel,  teks Proklamasi&lt;br /&gt;
 Nara sumber ( saksi hidup ) &lt;br /&gt;
F. Penilaian&lt;br /&gt;
Penilaian dilakukan sebelum, selama dan sesudah proses pembelajaran.  Penilaian tertulis dilaksanakan setelah selesai pertemuan ke-2,  sedangkan untuk pertemuan ke-1 penilaian lebih ditekankan melalui  kegiatan tanyan jawab di kelas, aktivitas siswa saat diskusi dan dalam  melaksanakan tugas. Teknik penilaian adalah tes tertulis berbentuk  uraian berstruktur.&lt;br /&gt;
Soal Uraian :&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar !&lt;br /&gt;
1. Jelaskan bagaimana gambaran suasana sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 !&lt;br /&gt;
2. Uraikan bagaimana hasil-hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 !&lt;br /&gt;
Contoh soal lisan selama dalam proses pembelajaran :&lt;br /&gt;
1. Perlukan NKRI yang baru merdeka memiliki pemipimpin ( presiden ) ?&lt;br /&gt;
2. Perlukan NKRI yang baru merdeka memiliki konstitusi ?&lt;br /&gt;
3. Lembaga negara apakah yang berwenang memilih pemimpin ( presiden ) dan menetapkan konstitusi untuk yang pertama kali ?&lt;br /&gt;
Mengetahui :              …………….., Juli 2008&lt;br /&gt;
Kepala Sekolah,      Guru Mata Pelajaran PKn,&lt;br /&gt;
……………………….              ………………………..&lt;br /&gt;
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;
Sekolah   : SMP&lt;br /&gt;
Mata Pelajaran   : Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;
Kelas/semester  : VII / I&lt;br /&gt;
Standar kompetensi : 2. Mendeskripskan makna proklamasi kemerdekaan dan konstitusi pertama&lt;br /&gt;
Kompetensi Dasar  : 2.3 Menganalisis hubungan proklamasi dengan UUD 1945&lt;br /&gt;
Indikator&lt;br /&gt;
• Menjelaskan makna proklamasi bagi bangasa Indonesia&lt;br /&gt;
• Menjelaskan hubungan antara proklamasi dengan UUD 1945&lt;br /&gt;
Alokasi waktu  : 2X 40 menit (1 X pertemuan)&lt;br /&gt;
A. Tujuan  Pembelajaran&lt;br /&gt;
Diharapkan siswa dapat :&lt;br /&gt;
1. Menjelaskan makna proklamasibagi bangsa Indonesia&lt;br /&gt;
2. Menjelaskan hubungan antara proklamasi dngan UUD 1945&lt;br /&gt;
B. Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;
1. Makna proklamasibagi bangsa Indonesia&lt;br /&gt;
2. Hubungan antara proklamasi dngan UUD 1945&lt;br /&gt;
C. Metode&lt;br /&gt;
Ceramah berpariasi, diskusi&lt;br /&gt;
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar&lt;br /&gt;
Pertemuan 1&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a. Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b. Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan tentang materi yang   akan diajarkan&lt;br /&gt;
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
h. Tanya jawab dan penjelasan tentang bangsa-bangsa yang pernah menjajah  Indonesia dan sifat-sifat perjuangan bangsa sebelum dan sesudah tahun  1908&lt;br /&gt;
i. Kajian pustaka dengan menelaah teks proklamasi&lt;br /&gt;
j. Membagi siswa menjadi 4 kelompok, masing-masing terdiri dari 5 orang&lt;br /&gt;
k. Masing-masing kelompok membahas mendiskusikan makna proklamasi dan hubungan antara proklamasi dengan UUD 1945&lt;br /&gt;
l. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan ditanggapi oleh kelompok lain&lt;br /&gt;
m. Guru melakukan pelurusan dan pembenaran materi&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
3.&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
a. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil&lt;br /&gt;
diskusi&lt;br /&gt;
b. Post test sebagai unpan balik&lt;br /&gt;
c. Reflexi dan Tindak lanjut dengan pemberian tugas untuk&lt;br /&gt;
mempersiapkan materi berikutnya&lt;br /&gt;
10 menit&lt;br /&gt;
E. Sumber belajar&lt;br /&gt;
 Buku Teks PKn bagi Siswa kelas VII&lt;br /&gt;
 Buku-buku Tkas Resmi tentang Proklamasi&lt;br /&gt;
 Artikel-artikel, Teks Proklamasi&lt;br /&gt;
 Naskah Pidato sidang PPKI&lt;br /&gt;
 Nara Sumber ( Saksi Sejarah yang masih hidup )&lt;br /&gt;
 UUD 1945&lt;br /&gt;
F. Penilaian&lt;br /&gt;
Soal-soal Uraian&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat !&lt;br /&gt;
9. Jelaskan makna proklamasi bagi bangsa Indonesia&lt;br /&gt;
10. Jelaskan hubungan antara proklamasi dengan pembukaan UUD 1945&lt;br /&gt;
Mengetahui                                                                            …………….,      Juli  2008   Jakarta, …………………………….&lt;br /&gt;
Kepala SMP  Guru Mata Pelajaran  Guru Mata Pelajaran PKn&lt;br /&gt;
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;
Sekolah   : SMP&lt;br /&gt;
Mata Pelajaran   : Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;
Kelas/semester  : VII / I&lt;br /&gt;
Standar kompetensi : 2. Mendeskripsikan makna proklamasi kemerdekaan dan konstitusi pertama&lt;br /&gt;
Kompetensi Dasar  : 2.4. Menunjukkan si kap positif terha dap makna prok lamasi&lt;br /&gt;
kemerde kaan dan suasa na kebatinan konstitusi pertama&lt;br /&gt;
Indikator   :    menunjukkan sikap positif terhadap makna proklamasi&lt;br /&gt;
kemerdekaan dan suasana sidang UUD pertama &lt;br /&gt;
Alokasi waktu  : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)&lt;br /&gt;
A. Tujuan  Pembelajaran&lt;br /&gt;
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat:&lt;br /&gt;
1. Menunjukkan sikap positif terhadap perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan&lt;br /&gt;
2. Menunujkan sikap positif terhadap pentingnya kemerdekaan&lt;br /&gt;
3. Menunujkan sikap positif terhadap pewarisan nilai-nilai 45 (semangat perjuanganya)&lt;br /&gt;
4. menunujkan sikap positif dalam mengisi kemerdekaan&lt;br /&gt;
B. Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;
1. Sikap positif terhadap perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan&lt;br /&gt;
2. Sikap positif terhadap pentingnya kemerdekaan&lt;br /&gt;
3. Sikap positif terhadap pewarisan nilai-nilai 45 (semangat perjuanganya)&lt;br /&gt;
4. Sikap positif dalam mengisi kemerdekaan&lt;br /&gt;
C. Metode&lt;br /&gt;
Ceramah bervariasi , penugasan&lt;br /&gt;
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar&lt;br /&gt;
Pertemuan 1&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a. Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b. Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan tentang materi yang   telah diajarkan&lt;br /&gt;
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a. guru menjelaskan kembali secara singkat tentang perjuangan yang dilakukan para pahlawan untuk mencaai kemerdekaan.&lt;br /&gt;
b.  Guru memberikan tugas individual kepada siswa untuk membuat karangan dengan tema makna proklamasi bagi kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;
c.  Beberapa siswa diberi kesempatan untuk membacakan karangannya, siswa lain menanggapi&lt;br /&gt;
d.   Guru memberikan pelurusan.&lt;br /&gt;
e. guru meminta beberapa siswa untuk memberikan    penilaian erhadap kemerdekaan yang dirasakannya&lt;br /&gt;
Penutup :&lt;br /&gt;
1. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang elah dilakukan&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
10 menit&lt;br /&gt;
Pertemuan 2&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a. Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b. Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan secara lisan  tentang materi yang   sudah  diajarkan&lt;br /&gt;
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a . Guru menjelaskan kembalsecara singkat tentang nilai-nilai 45 an hubunganya dengan kehidupan masa kini&lt;br /&gt;
b. guru membagi kelas menjaqdi 8 kelompok&lt;br /&gt;
c. tiap kelompok mendiskusikan pentingnya pewarisan nilai-nilai 45 dalam mengisikemerdekaan&lt;br /&gt;
d. Beberapa kelompok mempresentasikan hail diskusi&lt;br /&gt;
e. Kelomok lain menanggapi&lt;br /&gt;
f. Guru memberikan pelususan&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
a. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pemblajran&lt;br /&gt;
b. siswa mengisi kuisioner: Ceklist (V)&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
E. Sumber belajar&lt;br /&gt;
 Buku Teks Siswa kelas VII&lt;br /&gt;
 UUD 1945&lt;br /&gt;
 Buku-buku litelatur yang berissi tentang Proklamasi&lt;br /&gt;
 Artiel-artikel,  teks Proklamasi&lt;br /&gt;
F. Penilaian&lt;br /&gt;
Petunjuk!&lt;br /&gt;
Berilah tanda cek (V) pada kolom yang sesuai dengan pendapat kalian!&lt;br /&gt;
NO&lt;br /&gt;
PERNYATAAN&lt;br /&gt;
YA&lt;br /&gt;
TDK&lt;br /&gt;
1 Proklamasi membawa kebe basan bagi bangsa Indonesia&lt;br /&gt;
2 Di negara yang merdeka setiap warga negara bebas melakukan apa saja&lt;br /&gt;
3 Pada saat proklamasi kemerdekaan dibacakan tanggal 17-8-1945 bangsa Indonesia belum mempunyai presiden&lt;br /&gt;
4 UUD 1945 petama kali berlaku setelah ditetapkan oleh PPKI&lt;br /&gt;
5 Penetapan UUD 1945 oleh PPKI melanggar UUD 1945  &lt;br /&gt;
Keterangan:&lt;br /&gt;
Ya= sependapat dengan pernyataan  ( skor 1, jika pernyataan positif, dan skor 0 jika pernyataan negatif)&lt;br /&gt;
Tdk=tidak sependapat dengan pernyataan ( skor 0, jika pernyataan positif dan skor 1 jika pernyataan negatif)&lt;br /&gt;
Mengetahui :      …………….., Juli 2008&lt;br /&gt;
Kepala Sekolah,      Guru Mata Pelajaran PKn,&lt;br /&gt;
……………………….             ………………………..&lt;br /&gt;
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;
Sekolah   :  SMP&lt;br /&gt;
Mata Pelajaran   : Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;
Kelas/semester  : VII / I&lt;br /&gt;
Standar kompetensi : 3. Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan penegakkan Hak Azasi Manusia (HAM)&lt;br /&gt;
Kompetensi Dasar : 3.1 Menguraikan hakikat, hukum dan kelembagaan HAM&lt;br /&gt;
Indikator&lt;br /&gt;
• Menjelaskan pengertian HAM&lt;br /&gt;
• Menyebutkan dasar hukum penegakan HAM di Indonesia&lt;br /&gt;
• Menyebutkan lembaga-lembaga perlindungan HAM&lt;br /&gt;
• Menjelaskan latar belakang lahirnya perundang-undangan HAM nasional&lt;br /&gt;
Alokasi waktu  : 6 X 40 menit (2 X pertemuan)&lt;br /&gt;
A. Tujuan  Pembelajaran&lt;br /&gt;
Diharapkan siswa dapat :&lt;br /&gt;
1.Menjelaskan pengertian HAM&lt;br /&gt;
2. menyebutkan dasar hukum penegakan HAM di Indonesia&lt;br /&gt;
3. menyebutkan lembaga perlindungan hukum di Indonesia.&lt;br /&gt;
4. menjelaskan latar belakang lahirnya perundang-undangan HAM&lt;br /&gt;
B. Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;
1. Pengertian HAM&lt;br /&gt;
2. Dasar Hukum Penegakan HAM di Indonesia&lt;br /&gt;
3. Lembaga-lembaga Perlindungan HAM di Indonesia&lt;br /&gt;
4. Latar Belakang Lahirnya Perundang-undangan HAM Nasional &lt;br /&gt;
C. Metode&lt;br /&gt;
Tanya jawab, diskusi,ceramah bervariasi, dan penugasan&lt;br /&gt;
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar&lt;br /&gt;
Pertemuan 1&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a. Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b. Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan tentang materi yang   akan diajarkan&lt;br /&gt;
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
n. Penjelasan konsep secara umum tentang arti/pengertian HAM yang ada  dalam NKRI dikaitkan dengan HAM yang ada di sekitar siswa tinggal.&lt;br /&gt;
o. Kajian pustaka dengan menelaah UUD 1945 pada pasal 28A sampai 28J dan UU No. 39 Tahun 1999.&lt;br /&gt;
p. Membagi siswa menjadi 8 kelompok.&lt;br /&gt;
q. Menginstruksikan siswa untuk berdiskusi, setelah mendengar, menelaah  tentang UUD 1945 pasal 28A sampai dengan 28J dan UU No. 39 Tahun 1999.&lt;br /&gt;
r. Guru meminta pendapat siswa tentang pengertian HAM, dan UUD 1945 pada pasal 28A, UU No. 39 Tahun 1999&lt;br /&gt;
s. Setelah selesai, masing-masing kelompok melakukan presentasi hasil diskusi.&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
3. Penutup&lt;br /&gt;
a. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil    diskusi&lt;br /&gt;
b. Post test sebagai unpan balik&lt;br /&gt;
c. Tindak lanjut dnegan pemberian tugas untuk mempersiapkan diskusi  minggu berikutnya dengan membuat resume tentang pengertian HAM, UUD  1945, dan UU No. 39 Tahun 1999..&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
Pertemuan 2&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a. Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b. Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan secara lisan  tentang materi yang   sudah  diajarkan  dan mengkaitkannya dengan materi tentang  lembaga perlindungan HAM yang  ada di Indonesia.&lt;br /&gt;
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a Penjelasan konsep secara umum tentang lembaga perlindungan hukum di Indonesia&lt;br /&gt;
b. membagi siswa menjadi 8 kelompok&lt;br /&gt;
c. masing-masing kelompok mendiskusikan materi&lt;br /&gt;
d. Setiap kelompok melakukan presentasi dengan menunjuk&lt;br /&gt;
salah seorang sebagai juru bicara.&lt;br /&gt;
e. kelompok lain menanggapinya.&lt;br /&gt;
f. Klarifikasi dari guru tentang tata cara presentasi, dan tanggapan  yang baik dalam membahas tentang lembaga perlindungan HAM di Indonesia.&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
a. Pengambilan kesimpulan oleh siswa bersama guru diakhiri dengan penguatan&lt;br /&gt;
b. Post test&lt;br /&gt;
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah untuk mempersiapkan  materi yang akan datang dengan membaca dan menelaah kajian pustaka ,  buku-buku PKn.&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
70 menit&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
Pertemuan 3&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a. Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b. Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan secara lisan  tentang materi yang   sudah  diajarkan dan mengkaitkannya dengan materi yang akan diajarkan..&lt;br /&gt;
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a Penjelasan konsep secara umum tentang latar belakang lahirnya perundang-undangan HAM nasional.&lt;br /&gt;
b. Guru menunjuk kelompok diskusi yang sudah dibentuk untuk  mendiskusikan tentang latar belakang lahirnya perundang-undangan HAM  nasional.&lt;br /&gt;
c. Setiap kelompok melakukan presentasi dengan menunjuk salah seorang sebagai juru bicara.&lt;br /&gt;
d. Kelompok lain menanggapinya.&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
a. Pengambilan kesimpulan oleh siswa bersama guru diakhiri dengan penguatan&lt;br /&gt;
b. Post test&lt;br /&gt;
c. Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah.&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
70 menit&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
E. Sumber belajar&lt;br /&gt;
 Buku Teks PKn bagi Siswa kelas VII&lt;br /&gt;
 Buku UUD 1945&lt;br /&gt;
 UU No. 39 Tahun 1999&lt;br /&gt;
F. Penilaian&lt;br /&gt;
Soal Pilihan Ganda&lt;br /&gt;
Pilihlah salah satu  jawaban yang paling tepat diantara 4 (empat) alternatif kamu jawaban yang tersedia&lt;br /&gt;
1. Berikut ini merupakan instrumen HAM nasional, kecuali…..&lt;br /&gt;
e. KOMNAS HAM&lt;br /&gt;
f. Pengadilan HAM&lt;br /&gt;
g. UU No. 22 Tahun 1999&lt;br /&gt;
h. UU No. 39 Tahun 1999&lt;br /&gt;
6. Lahirnya perundang-undangan HAM nasional terutama didorong untuk keperluan………..&lt;br /&gt;
a.     mencegah berkembangnya paham individualisme.&lt;br /&gt;
b.    Mengembangkan dan memenuhi tuntutan masyarakat internasional&lt;br /&gt;
c.     Mengembangkan hak-hak warga negara agar sederajat dengan bangsa-bangsa lain.&lt;br /&gt;
d.   Melindungi warga negara dari kesewenang-wenangan yang dilakukan penguasa   maupun pihak lain.&lt;br /&gt;
7. Dalam menjalankan fungsinya, KOMNAS HAM berperan …….&lt;br /&gt;
a. melakukan penelitian berbagai instrumen HAM nasional&lt;br /&gt;
b. menyelidiki perkara HAM melalui cara konsultasi, negosiasi, konsiliasi, dan penilaian ahli.&lt;br /&gt;
c. Menyebarkan wawasan mengenai HAM kepada keluarga, masyarakat saja.&lt;br /&gt;
d. Mengamati pelaksanaan HAM dan menyusun laporan hasil pengamatan tersebut.&lt;br /&gt;
8. Berikut ini merupakan dasar hukum HAM kecuali………&lt;br /&gt;
a. UU No. 20 Tahun 1997&lt;br /&gt;
b. UU No. 8 Tahun 1998&lt;br /&gt;
c. UU No. 32 Tahun 2004&lt;br /&gt;
d. UU No. 39 Tahun 1999&lt;br /&gt;
9. Lahirnya perundang-undangan HAM nasional terutama dilatar belakangi oleh hal-hal berikut, kecuali……..&lt;br /&gt;
a. komitmen untuk melaksanakan UDHR&lt;br /&gt;
b. desakan masyarakan untuk lebih mengembangkan kehidupan yang demokratis,&lt;br /&gt;
c. melaksanakan amanat Tap MPR No. XVII/MPR/1998 tentang HAM,&lt;br /&gt;
d. supaya hak asasi manusia perorangan tergeser oleh paham kekeluargaan.&lt;br /&gt;
Soal-soal Uraian&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat.&lt;br /&gt;
11. Jelaskan pengertian HAM?&lt;br /&gt;
12. Sebutkan 3 lembaga perlindungan HAM yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;
13. Jelaskan latar belakang lahirnya perundang-undangan HAM Nasional.&lt;br /&gt;
Mengetahui                                                                           …………..,   Juli    2008&lt;br /&gt;
Kepala SMP  Guru Mata Pelajaran  Guru Mata Pelajaran PKn&lt;br /&gt;
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;
Sekolah   : SMP&lt;br /&gt;
Mata Pelajaran   : Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;
Kelas/semester  : VII / I&lt;br /&gt;
Standar kompetensi : 3. Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan penegakkan Hak Azasi Manusia (HAM)&lt;br /&gt;
Kompetensi Dasar  :3.2 Mendeskripsikan kasus pelanggar an dan upaya penegakkan HAM&lt;br /&gt;
Indikator&lt;br /&gt;
• Menganalisis kasus-kasus pelanggaran HAM di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat&lt;br /&gt;
• Mengemukakan cara-cara penanganan pelanggaran HAM &lt;br /&gt;
Alokasi waktu  : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)&lt;br /&gt;
A. Tujuan  Pembelajaran&lt;br /&gt;
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat:&lt;br /&gt;
1. menganalisis kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia.&lt;br /&gt;
2. menganalisis pelanggaran ham di lingkungan sekolah.&lt;br /&gt;
3. menjelaskan kasus-kasus pelanggaran HAM di masyarakat.&lt;br /&gt;
4. mengemukakan cara-cara penanganan pelanggaran HAM.&lt;br /&gt;
B. Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;
Kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia.&lt;br /&gt;
Perlindungan dan Penegakan HAM.&lt;br /&gt;
C. Metode&lt;br /&gt;
Ceramah bervariasi, penugasan, telaah buku.&lt;br /&gt;
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar&lt;br /&gt;
Pertemuan 1&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a. Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b. Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan  pertanyaan tentang  bagaimana menganalisis kasus-kasus  pelanggaran HAM di lingkungan  keluarga, sekolah, dan  masyarakat.&lt;br /&gt;
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a. Guru menjelaskan tentang pelaksanaan kegiatan : yakni memecahkan  masalah pelanggaran HAM dilingkungan  keluarga (lingkungan  masing-masing)&lt;br /&gt;
b.  Penayangan gambar kasus pelanggaran HAM oleh aparat keamanan dan konflik pemekaran Papua.&lt;br /&gt;
c.  Siswa menjawab pertanyaan mengapa perlu memberi tanggapan terhadap pelanggaran HAM di negara kita.&lt;br /&gt;
d.  Mengekspresikan tanggapan tanggapan dalam bentuk tulisan/gambar.&lt;br /&gt;
e.  secara berkelompok, siswa membaca uraian kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia.&lt;br /&gt;
f.  siswa mengemukakan ntanggapan terhadap uraian dan gambar kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia.&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
3. Penutup&lt;br /&gt;
a.  Siswa membuat kesimpulan tentang pelanggaran HAM yang terjadi di lingkungan keluarga, sekolahn dan masyarakat.&lt;br /&gt;
b.  Siswa melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah dilaksanakan.&lt;br /&gt;
c.  Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa untuk membaca materi pelajaran yang akan datang. 10 menit &lt;br /&gt;
Pertemuan 2&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a.  Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,  kelas  dll)&lt;br /&gt;
b.  Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan  pertanyaan  secara lisan  tentang cara-cara menangani  pelanggaran HAM dan  mengaitkannya dengan materi  yang   sudah  diajarkan&lt;br /&gt;
c.  Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
d.  kelas dibagi menjadi 8 kelompok.&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a. Penjelasan konsep secara umum tentang cara-cara  penanganan pelanggaran HAM.&lt;br /&gt;
b. Siswa menganalia beberapa kasus pelanggaran HAM dan  cara-cara menanganinya secara berkelompok.&lt;br /&gt;
C.  Presentasi hasil analisa oleh masing-masing kelompok.&lt;br /&gt;
d. Kelompok lain menanggapinya&lt;br /&gt;
c. larifikasi dari  guru tentang  materi yang telah  dipresentasikan oleh masing-masing kelompok&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
a. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pengamatan  gambar palanggaran HAM.&lt;br /&gt;
b. Dengan bimbingan guru,  masing-masing wakil  kelompok  memberikan  reflexsi terhadap materi  yang  telah ditampilkan oleh masing masing  kelompok  Mengadakan post tes&lt;br /&gt;
c. Memberi tugas rumah berupa telaah materi yang akan  dipelajari pada minggu berikutnya&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
E. Sumber Belajar&lt;br /&gt;
1. Buku materi PKn kelas VII&lt;br /&gt;
2. UUD 1945&lt;br /&gt;
3. UU No. 39 Tahun 1999&lt;br /&gt;
4. Koran Bekas atau baru yang menyajikan kasus pelanggaran HAM.&lt;br /&gt;
F. Penilaian&lt;br /&gt;
I. Tes Lisan&lt;br /&gt;
Daftar pertanyaan;&lt;br /&gt;
1. Apakah yang dimaksud pelanggaran HAM itu?&lt;br /&gt;
2. Berikan contoh kasus pelanggaran HAM yang terjadi di lingkungan keluarga, masysrakat,dan di sekolah!&lt;br /&gt;
II. Tugas&lt;br /&gt;
a. Buatlah kliping dari surat kabar tentang kasus-kasus pelanggaran HAM!&lt;br /&gt;
b. Lakukan wawancara kepada anggota kepolisian setempat tentang upaya  yang dilakukannya dalam menangani kasus pelanggaran HAM yang terjadi di  wilayahnya.&lt;br /&gt;
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;
Sekolah   : SMP&lt;br /&gt;
Mata Pelajaran   : Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;
Kelas/semester  : VII / I&lt;br /&gt;
Standar kompetensi : 3. Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan penegakkan Hak Azasi Manusia (HAM)&lt;br /&gt;
Kompetensi Dasar  : 3.3 Menghargai  upaya perlindungan HAM&lt;br /&gt;
Indikator&lt;br /&gt;
• Menguraikan peranan lembaga perlindungan HAM&lt;br /&gt;
• Menyebutkan pasal-pasal dalam UUD 1945 hasil perubahan yang berkaitan dengan HAM&lt;br /&gt;
Alokasi waktu  : 6 X 40 menit (2 X pertemuan)&lt;br /&gt;
A. Tujuan  Pembelajaran&lt;br /&gt;
Setelah melaksanakan proses pembelajaran diharapkan siswa dapat :&lt;br /&gt;
1. Menyebutkan lembaga-lembaga perlindungan HAM di Indonesia&lt;br /&gt;
2. menguraikan peranan lembaga-lembaga perlindungan HAM di Indonesia&lt;br /&gt;
3. menyebutkan pasal-pasal dalam UUD 1945 hasil perubahan yang berkaitan dengan HAM&lt;br /&gt;
B. Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;
1. Lembaga-lembaga perlindungan HAM di Indonesia&lt;br /&gt;
2. Peranan lembaga-lembaga perlindungan HAM di Indonesia&lt;br /&gt;
3. Pasal-pasal dalam UUD 1945 hasil perubahan yang berkaitan dengan HAM&lt;br /&gt;
C. Metode&lt;br /&gt;
Tanya jawab, diskusi,ceramah bervariasi, &lt;br /&gt;
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar&lt;br /&gt;
Pertemuan 1&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a.  Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b.  Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan tentang materi yang   akan diajarkan&lt;br /&gt;
c.  Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a. Guru mempersilakan siswa untuk menelah teks UUD  1945 dan buku referensi lain yang sesuai.&lt;br /&gt;
b. Guru memberikan ulasan tentang lembaga-lembaga  perlindungan HAM di Indonesia disertai tanya jawab.&lt;br /&gt;
c. Guru membagi kelas menjadi 8 kelompok diskusi&lt;br /&gt;
d. Siswa melakukan diskusi berikut:&lt;br /&gt;
kelompok 1. membahas peranan komnas HAM.&lt;br /&gt;
• Kelompok 2. membahas peranan komda HAM&lt;br /&gt;
• Kelompok 3. membahas peranan POLRI&lt;br /&gt;
• Kelompok 4. membahas peranan Kejaksan&lt;br /&gt;
• Kelompok 5. membahas peranan Peradilan&lt;br /&gt;
• Kelompok 6. membahas peranan Lembaga  Pemasyarakatan&lt;br /&gt;
• Kelompok 7. membahas peranan membahas peranan  LBH&lt;br /&gt;
• Kelompok 8. membahas peranan LSM.&lt;br /&gt;
e.  Kelompok 1dan 2 maju bergantian untuk  mempresentasikan hasil diskusinya, yang lain   menanggapi.&lt;br /&gt;
f.  Guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi.&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
3. Penutup&lt;br /&gt;
a.  Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi&lt;br /&gt;
pembelajaran. 10 menit &lt;br /&gt;
Pertemuan 2&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a.  Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b.  Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan secara lisan  tentang materi yang   sudah   diajarkan dan  mengkaitkannya dengan materi tentang   lembaga perlindungan HAM yang ada  di Indonesia.&lt;br /&gt;
c.  Informasi kegiatan diskusi lanjutan&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a.  siswa kembali ke kelompoknya, melanjutkan proses  diskusi.&lt;br /&gt;
b.  setiap kelompok melakukan presentasi secara bergiliran  mulai kelompok 3,4,5,6,7, dan 8.&lt;br /&gt;
c.  Guru mengadakan pelurusan.&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
70 menit&lt;br /&gt;
10 menit&lt;br /&gt;
Pertemuan 3&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a.  Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b.  Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan secara lisan  tentang materi yang   sudah  diajarkan dan mengkaitkannya dengan materi yang akan  diajarkan..&lt;br /&gt;
c.  Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a   siswa menelaah buku teks dan UUD 1945 hasil  perubahan.&lt;br /&gt;
b.  Guru memberi tugas kepada siswa untuk  untuk  menganalisis  pasal-pasal UUD 1945 yang  berkaitan  dengan HAM danmengomentari bunyi  pasal- pasal  tersebut.&lt;br /&gt;
c.  Secara acak, guru meminta kelompok untuk  menyebutkan pasal-pasal  tentang HAM dan  mengomentari bunyi pasal-pasal tersebut  Setiap   kelompok melakukan presentasi dengan menunjuk salah  seorang sebagai  juru bicara.&lt;br /&gt;
d.  Kelompok lain menanggapinya.&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
a.  Pengambilan kesimpulan oleh siswa bersama guru  diakhiri dengan penguatan&lt;br /&gt;
b.  Post test&lt;br /&gt;
c.  Tindak lanjut dengan memberi tugas rumah.&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
50 menit&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
E.   Sumber belajar&lt;br /&gt;
 Buku Teks PKn bagi Siswa kelas VII&lt;br /&gt;
 Buku UUD 1945&lt;br /&gt;
 UU No. 39 Tahun 1999&lt;br /&gt;
F.  Penilaian&lt;br /&gt;
Soal Pilihan Ganda&lt;br /&gt;
Pilihlah salah satu  jawaban yang paling tepat diantara 4 (empat) alternatif kamu jawaban yang tersedia&lt;br /&gt;
1.   Yang bukan merupakan hak asasi manusia yang pokok berikut ini adalah……..&lt;br /&gt;
a.  hak untuk berkumpul&lt;br /&gt;
b.  hak hidup&lt;br /&gt;
c.  hak kemerdekaan&lt;br /&gt;
d. hak memperoleh kebahagiaan&lt;br /&gt;
2.  Hak berserikat dan berkumpul serta mengeluarkan pendapat tercantum dalam UUD 1945 pasal…………&lt;br /&gt;
a.  28E ayat 1&lt;br /&gt;
b.  28E ayat2&lt;br /&gt;
c.  28 ayat 3&lt;br /&gt;
d.  28D ayat 4&lt;br /&gt;
3. Pasal 28A UUD 1945 menyebutkan bahwa setiap orang berhah untuk hidup, sertaberhah mempertahankan hidup dan ……….&lt;br /&gt;
a.  kemerdekaan&lt;br /&gt;
b.  kehidupan&lt;br /&gt;
c.  ketentraman&lt;br /&gt;
d.  keinginan.&lt;br /&gt;
4.  Setiap orang berhak atas status kewarga negaraan. Hal ini ditegaskan dalam UUD 1945 .pasal……&lt;br /&gt;
a.  28D ayat 1&lt;br /&gt;
b.  28D ayat 4&lt;br /&gt;
c.  28G ayat 1&lt;br /&gt;
d.  28G ayat 2.&lt;br /&gt;
5.  Berdasarkan pasal 28J, setiap orang……&lt;br /&gt;
a.  berhak menghormati orang lain&lt;br /&gt;
b.  membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan&lt;br /&gt;
c.  wajib menghormati hak asasi orang lain.&lt;br /&gt;
d.  bebas memiliki hak yang seluas-luasnya.&lt;br /&gt;
6.  lembaga resmi yang bertujuan meningkatkan perlindungan dan penegakan HAM di Indonesia adalah…..&lt;br /&gt;
a.  Pengadilan&lt;br /&gt;
b.  DPR&lt;br /&gt;
c.  POLRI&lt;br /&gt;
d.  Komnas HAM.&lt;br /&gt;
7.  Tugas dan wewenang Komnas HAM  adalah………&lt;br /&gt;
a.  mengamati pelaksanaan HAM&lt;br /&gt;
b.  mewujudkan lembaga yang mandiri dan profesional&lt;br /&gt;
c.  membantu menyelesaikan pelanggaran HAM di masyarakat.&lt;br /&gt;
d.  mengadakan pengkajian, penelitian, dan penyuluhan tentang HAM&lt;br /&gt;
8.  Komnas HAM berjkedudukan di ……….&lt;br /&gt;
a.  Jakarta&lt;br /&gt;
b.  Kabupaten&lt;br /&gt;
c.  Provinsi&lt;br /&gt;
d.  Kecamatan&lt;br /&gt;
9. Berikut ini termasuk lembaga perlindungan dan penegakan HAM selain KOMNAS HAM, kecuali…….&lt;br /&gt;
a.  Kejaksaan RI&lt;br /&gt;
b.  POLRI&lt;br /&gt;
c.  Pengadilan HAM&lt;br /&gt;
d.   Perusahaan Nasional.&lt;br /&gt;
10. Ketua komnas Perlindungan anak sekarang ini dijabat oleh…….&lt;br /&gt;
a.  Seto Mulyadi&lt;br /&gt;
b.  Mutia Hatta&lt;br /&gt;
c.  Yusril Ihza Mahendra&lt;br /&gt;
d.  Hamid Awaludin&lt;br /&gt;
SOAL URAIAN&lt;br /&gt;
Uraikan secara ringkas dan jelas lembaga-lembaga perlindungan HAM berikut ini&lt;br /&gt;
1.  Komnas HAM&lt;br /&gt;
2.  Lembaga Bantuan Hukum Indonesia&lt;br /&gt;
3.  Pengadilan HAM&lt;br /&gt;
4.  Komisi untuk orang hilang dan Tindak Kekerasan.&lt;br /&gt;
……………, Juli  2008&lt;br /&gt;
Mengetahui                                                                                     Guru Mata Pelajaran PKn&lt;br /&gt;
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;
Sekolah   : SMP&lt;br /&gt;
Mata Pelajaran   : Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;
Kelas/semester  : VII / I&lt;br /&gt;
Standar kompetensi : 3. Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan&lt;br /&gt;
penegakkan Hak Azasi Manusia (HAM)&lt;br /&gt;
Kompetensi Dasar  :3.4 Menghargai upa ya penegakkan HAM&lt;br /&gt;
Indikator&lt;br /&gt;
• Menunjukkan sikap positif terhadap upaya penegakkan HAM di wilayahnya&lt;br /&gt;
• Menampilkan sikap positif terhadap upaya penegakkan dan perlindungan HAM di wilayahnya&lt;br /&gt;
Alokasi waktu  : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)&lt;br /&gt;
A. Tujuan  Pembelajaran&lt;br /&gt;
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat:&lt;br /&gt;
1.  menyebutkan minimal 5 kasus pelanggaran HAM di Indonesia&lt;br /&gt;
2.  menyebutkan jenisjenis kasus  pelanggaran HAM di masyarakat&lt;br /&gt;
3.  menunjukan bentuk-bentuk partisipasi msyarakat dalam ikut penegakan HAM&lt;br /&gt;
4.  menyebutkan upaya-upaya penegakan dan perlindungan HAM oleh lembaga perlindungan HAM&lt;br /&gt;
5.  Menampilkan sikap positif terhadap upaya penegakan dan perlindungan HAM di wilayahnya&lt;br /&gt;
B. Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;
1.  Kasus pelanggaran HAM di Indonesia&lt;br /&gt;
2.  Jenis-jenis kasus  pelanggaran HAM di masyarakat&lt;br /&gt;
3.  Bentuk-bentuk partisipasi msyarakat dalam ikut penegakan HAM&lt;br /&gt;
4. Upaya-upaya penegakan dan perlindungan HAM oleh lembaga perlindungan HAM&lt;br /&gt;
5.  Sikap positif terhadap upaya penegakan dan perlindungan HAM di wilayahnya&lt;br /&gt;
C.  Metode&lt;br /&gt;
Ceramah bervariasi, diskusi dan simulasi&lt;br /&gt;
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar&lt;br /&gt;
Pertemuan 1&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a.  Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b.  Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan tentang materi&lt;br /&gt;
c.  Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a.  Guru menjelaskan tentang kasus-kasus pelanggaran  HAM&lt;br /&gt;
b.  Guru membagi kelas menjadi 8 kelompok dengan tugas  menganalisis  kasus-kasus pelanggaran HAM yang  pernah terjadi serta bentuk partiipasi  masyarakat dalam  ikut pelaksanaan perlindungan dan penegakkan  HAM&lt;br /&gt;
c.  Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan  didtanggapai oleh kelompok lain&lt;br /&gt;
d.  Guru mengadakan pelurusan trhadap jalanya diskusi  dan isi materi diskusi&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
3. Penutup&lt;br /&gt;
a.  Guru bersama siswa membuat kesimpulan bersama  tentang materi&lt;br /&gt;
b.  Post tes&lt;br /&gt;
c.  Reflexsi  10 menit &lt;br /&gt;
Pertemuan 2&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a.  Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b.  Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan   tentang  materi yang akan dipelajari&lt;br /&gt;
c. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a. Guru menjelaskan tentang kegiatan belajar yang akan  dilakukan dengan materi pelanggaran HAM beserta  upaya penegakan HAM&lt;br /&gt;
b. Kelas dibagi menjadi 2 kelompok&lt;br /&gt;
o Kelompok pertama mensimulasikan pelanggaran HAM tentang kekerasan  dalam keluarga serta upaya untuk menghentikan pelanggaran tersebut&lt;br /&gt;
o Kelompok kedua mensimulasikan pelanggaran Ham tentang orang tua yang  melarang anaknya untuk bersekolah, serta upaya untuk menghentikan  pelanggaran tersebut&lt;br /&gt;
c.  Siswa diminta menanggapi tentang jalanya simulasi  tersebut&lt;br /&gt;
d.  Guru melakukan pelurusan tentang jalannya simulasi  tersebut&lt;br /&gt;
e.  Guru meminta hasil laporan simulasi tersebut dari  masing-masing siswa&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
a.   Siswa bersama guru menyimpulkan&lt;br /&gt;
b.   Reflexsi&lt;br /&gt;
c.  Memberi tugas rumah berupa telaah materi yang akan  dipelajari pada minggu berikutnya&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
E.  Sumber Belajar&lt;br /&gt;
1.  Buku materi PKn kelas VII&lt;br /&gt;
2.  UUD 1945&lt;br /&gt;
3.  UU No. 39 Tahun 1999&lt;br /&gt;
4.  Koran Bekas atau baru yang menyajikan kasus pelanggaran HAM.&lt;br /&gt;
F.  Penilaian&lt;br /&gt;
No Pernyataan SS S N TS STS&lt;br /&gt;
1 Orang tua yang melanggar HAM harus diadili sesuai kesalahanya&lt;br /&gt;
2 Upaya penegakkan HAM harus dimulai dari keluarga&lt;br /&gt;
3 Guru adalah salah satu aparat penegak HAM di sekolah&lt;br /&gt;
4 Kewajiban  menegakkan HAM terletak pada aparatur kepolisian dan LSM pemerhati HAM&lt;br /&gt;
5 Guru memukul siswa karena tidak mengerjakan PR, merupakan bentuk upaya penegakkan HAM di sekolah     &lt;br /&gt;
Keterangan&lt;br /&gt;
SS  =  skor 5 bila pernyataan bersifat positif, 1 bila bersifat negatif&lt;br /&gt;
S   =  skor 4 bila  pernyataan bersifat positif, 2 bila bersifat negatif&lt;br /&gt;
N   =  skor 3&lt;br /&gt;
TS   =  skor 2 bila  pernyataan bersifat positif, 4 bila bersifat negatif&lt;br /&gt;
STS   =  skor 1 bila  pernyataan bersifat positif, 5 bila bersifat negatif&lt;br /&gt;
Nilai  =     Jumlah Skor yang diperoleh         X     100&lt;br /&gt;
Skor maximal&lt;br /&gt;
3. Lembar penilaian Simulasi&lt;br /&gt;
No Nama  Siswa Kesesuaian dengan tema Penjiwaan pemeran Tanggapan  kelompok lain&lt;br /&gt;
1&lt;br /&gt;
2    &lt;br /&gt;
Keterangan&lt;br /&gt;
Kesesuaian dengan tema Nilai maximal = 40&lt;br /&gt;
Penjiwaan     Nilai maximal                    = 30&lt;br /&gt;
Tanggapan kelompok                              = 30&lt;br /&gt;
Mengetahui                                                                                               …………..,  Juli 2008&lt;br /&gt;
Kepala sekolah                                                                                        Guru Mata PelajaranPKN&lt;br /&gt;
……………………                                                                                             ………………………..&lt;br /&gt;
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;
Sekolah :&lt;br /&gt;
Mata Pelajaran   :  Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;
Kelas/semester  :  VII / I&lt;br /&gt;
Standar kompetensi :  Menampilkan perilaku kemerdekaan mengemukakan pendapat&lt;br /&gt;
Kompetensi Dasar :  4.2  Menguraikan pentingnya kemerdekaan mengemu kakan pendapat secara bebas dan  bertanggung jawab &lt;br /&gt;
Indikator&lt;br /&gt;
1. Menjelaskan dasar hukum kemerdekaan mengemukakan pendapat&lt;br /&gt;
2. Menjelaskan hake kat kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertang gung jawab&lt;br /&gt;
3. Menjelaskan  tata cara mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab&lt;br /&gt;
Alokasi waktu  : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)&lt;br /&gt;
A.  Tujuan  Pembelajaran&lt;br /&gt;
Diharapkan siswa dapat :&lt;br /&gt;
Pertemuan 1.&lt;br /&gt;
1. Menyebutkan pasal dalam UUD 1945 yang mengatur kemerdekaan mengemukakan pendapat&lt;br /&gt;
2.  Menjelaskan isi pasal dalam UUD 1945 yang mengatur kemerdekaan mengemukakan pendapat&lt;br /&gt;
3.  Menyebutkan Undang-Undang yang mengatur kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum.&lt;br /&gt;
4.  menjelaskan pentingnya mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;
5.  menyebutkan 3 (tiga) asas kemerdekaan mengemukakan pendapat.&lt;br /&gt;
6.  menyebutkan tujuan pengaturan kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum.&lt;br /&gt;
7.  menuliskan hak dan kewajiban warga negara dalam mengemukakan pendapat&lt;br /&gt;
Pertemuan 2.&lt;br /&gt;
1.  menyebutkan bentuk-bentuk mengemukakan pendapat di muka umum.&lt;br /&gt;
2.  menyebutkan tata-cara menyampaikan pendapat di muka umum&lt;br /&gt;
B.  Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;
1.  Landasan hukum kemerdekaan mengemukakan pendapat.&lt;br /&gt;
2.  Pentingnya kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;
3.  Asas-asas kemerdekaan mengemukakan pendapat&lt;br /&gt;
4.   Tujuan pengaturan mengemukakan pendapat dimuka umum.&lt;br /&gt;
5.  Hak dan kewajiban warga negara dalam mengemukakan pendapat di muka umum.&lt;br /&gt;
6.  Bentuk-bentuk menyampaikan pendapat di muka umum.&lt;br /&gt;
7.  Tata cara mengemukakan pendapay di muka umum.&lt;br /&gt;
C. Metode&lt;br /&gt;
Ceramah bervariasi, tanya jawab, simulasi.&lt;br /&gt;
D. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar&lt;br /&gt;
Pertemuan 1&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a.  Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b.  Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan tentang materi yang   akan diajarkan&lt;br /&gt;
c.  Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a. Penjelasan konsep tentang landasan hukum, asas-asas,  dan tujuan menyampaikan pendapat secara bebas dan  bertanggung jawab.&lt;br /&gt;
b. Membagi siswa menjadi 8 kelompok untuk  mempraktikkan diskusi dengan  tema  “Larangan  merokok dikalangan pelajar SMP”. Siswa diminta   melaporkan kesan dan pesan pelaksanaan diskusi  tersebut.&lt;br /&gt;
c. Guru bersama siswa menganalisa pelaksanaan diskusi  tersebut untuk  menyimpulkan pentingnya  mengemukakan pendapat di muka secara bebas dan   bertanggung jawab, dan hak dan kewajiban warga  negara dalam  menyampaikan pendapat di muka umum..&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
3. Penutup&lt;br /&gt;
a.  Guru bersama siswa menyimpulkan materi untuk  pemahaman siswa&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
Pertemuan 2&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a.  Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b.  Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan secara lisan  tentang materi yang   sudah      diajarkan&lt;br /&gt;
c. Mengingatkan materi pada pertemuan yang lalu.&lt;br /&gt;
d. Informasi kompetensi yang akan dicapai&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a  Membagi kelas menjadi 8 kelompok.&lt;br /&gt;
b.  Masing-masing kelompok menelaah dan mendiskusikan materi  Undang-Undang No. 9 Tahun 1998 untuk menemukan bentuk-bentuk dan tata  cara penyampaian pendapat di muka umum, dan memberikan tanggapannya.&lt;br /&gt;
c.  Selesai diskusi, guru menunjuk salah seorang siswa untuk menjelaskan  bentuk-bentuk dan tata cara penyampaian pendapat di muka umum.&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
a.  Guru bersama siswa menyimpulkan materi untuk  pemahaman  siswa.Pengambilan kesimpulan oleh siswa  bersama guru diakhiri dengan  penguatan&lt;br /&gt;
b.  Post test&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
70 menit&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
E.  Sumber belajar&lt;br /&gt;
 Buku Teks PKn bagi Siswa kelas VII&lt;br /&gt;
 UUD 1945&lt;br /&gt;
 UU N0. 9 Tahun 1998Artikel-artikel, &lt;br /&gt;
F. Penilaian&lt;br /&gt;
a. Format Penilaian Diskusi&lt;br /&gt;
No Nama&lt;br /&gt;
Siswa Berpendapat Bertanya Menanggapi Memberikesempatan&lt;br /&gt;
bertanya Kerjasama Jmlh&lt;br /&gt;
skor&lt;br /&gt;
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 &lt;br /&gt;
b.  Pilihan Ganda.&lt;br /&gt;
Pilihlah salah satu  jawaban yang paling tepat diantara 4 (empat) alternatif kamu jawaban yang tersedia&lt;br /&gt;
1. Undang-Undang Dasar 1945 memberikan jaminan terhadap kemerdekaan menemukakan pendapat. Jaminan tersebut tertuang dalam……&lt;br /&gt;
a. pasal 27&lt;br /&gt;
b. pasal 28&lt;br /&gt;
c. pasal 29&lt;br /&gt;
d. pasal 30&lt;br /&gt;
2. Kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum diatur dalam…..&lt;br /&gt;
a. UU No. 9 Tahun 1998&lt;br /&gt;
b. UU No. 39 Tahun 1999&lt;br /&gt;
c. UU No. 5 Tahun 1998&lt;br /&gt;
d. UU No. 25 Tahun 1999&lt;br /&gt;
3. Berikut adalah tujuan pengaturan tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum menerut UU No. 9 tahun 1998, kecuali….&lt;br /&gt;
a. mewujudkan kebebasan yang bertanggung jawab&lt;br /&gt;
b. memberikan perlindungan hukum yang konsisten&lt;br /&gt;
c. menghormati setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat secara bebas&lt;br /&gt;
d. mewujudkan iklim yang kondusif bagi berkembangnya partisipasi dan kreativitas setiap warga negara.&lt;br /&gt;
4. Hak-hak warga negara dalam mengeluarkan pendapat antara lain….&lt;br /&gt;
 Memperoleh perlindungan hukum&lt;br /&gt;
 Memperoleh pengawalan ketat&lt;br /&gt;
 Memperoleh akomodasi&lt;br /&gt;
 Memperoleh pemenuhan kebutuhan hidup&lt;br /&gt;
5. Kewajiban dan tanggung jawab warga negara dalam menyampaikan pendapat menurut UU No. 9 Tahun 1998 adalah …. kecuali:&lt;br /&gt;
o menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain&lt;br /&gt;
o menaati hukum dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku&lt;br /&gt;
o menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum&lt;br /&gt;
o menghargai asas legalitas&lt;br /&gt;
C.  Isian Singkat&lt;br /&gt;
Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban singkat dan tepat.&lt;br /&gt;
1. Kebebasan mengeluarkan pendapat di Indonesia dibatasi oleh  Undang-undang. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara …………………&lt;br /&gt;
2. Jaminan kemerdekaan mengemukakan pendapat dalam UUD 1945 hasil amandemen diatur dalam pasal…………………….dan………………………..&lt;br /&gt;
3. Penyampaian pendapat dimuka umum wajib diberitahukan secara tertulis kepada Polri selambat-lambatnya……………………………….&lt;br /&gt;
4. Kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum harus berdasarkan keseimbangan antara ……………………..&lt;br /&gt;
5. Kegiatan dialog, demonstrasi, pawai, rapat umum adalah merupakan kegiatan dalam rangka………………………&lt;br /&gt;
D.  Uraian&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat!&lt;br /&gt;
1. Jelaskan pentingnya kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebasdan bertanggung jawab&lt;br /&gt;
2. Jelaskan isi pasal 28 UUD 1945 dan pasal 28 E ayat  (3) UUD 1945.&lt;br /&gt;
4. Sebutkan asas-asas yang harus dipegang dalam mengemukakan pendapat dimuka umum, minimal 3!&lt;br /&gt;
Kepala SMP                                                                             Guru Mata Pelajaran PKn&lt;br /&gt;
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;
Sekolah   : SMP&lt;br /&gt;
Mata Pelajaran   : Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;
Kelas/semester  : VII / I&lt;br /&gt;
Standar kompetensi : 4. Menampilkan Perilaku Kemerdekaan Mengemukakan pendapat Secara Bebas dan Bertanggung Jawab.&lt;br /&gt;
Kompetensi Dasar  :4.3  Mengaktualisasikan kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;
Indikator&lt;br /&gt;
Menunjukkan sikap positip terhadap penggunaan hak mengemukakan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;
Alokasi waktu  : 4 X 40 menit (2 X pertemuan)&lt;br /&gt;
A.  Tujuan  Pembelajaran&lt;br /&gt;
Setelah selesai proses pembelajaran, siswa dapat:&lt;br /&gt;
1. menunjukkan sikap positip dengan cara memberikan komentar atas  pengalaman melihat kelompok yang melakukan demonstrasi, baik yang  langsung maupun melalui media elektronik dan cetak.&lt;br /&gt;
2.  Menganalisa hal-hal yang terjadi dalam kegiatan unjuk rasa yang dilihatnya.&lt;br /&gt;
3.  Mensimulasikan kegiatan demonstrasi.&lt;br /&gt;
B.  Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;
1.  Kemerdekaan mengemukakan pendapat.&lt;br /&gt;
siswa dengan personil sekolah, antar  sesama siswa&lt;br /&gt;
C.  Metode&lt;br /&gt;
Bermain peran, Curah gagasan/pengalaman, Penugasan&lt;br /&gt;
D.  Langkah-langkah kegiatan pembelajaran Strategi Pembelajaran/ Kegiatan belajar&lt;br /&gt;
Pertemuan 1  Tujuan 1, 2 dan3&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a.  Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b.  Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan tentang materi yang   akan diajarkan&lt;br /&gt;
c.  Informasi kompetensi yang akan dicapai.&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a.  Membagi siswa menjadi  8 kelompok&lt;br /&gt;
b.  Masing-masing kelompok diberikan tugas untuk&lt;br /&gt;
Mengemukakan pengalaman melihat kelompok yang&lt;br /&gt;
melakukan demonstrasi, baik yang dilihat langsung,&lt;br /&gt;
maupun melalui media cetak dan elektronik, dan menilai&lt;br /&gt;
kejadian yang dilihatnya.&lt;br /&gt;
c.  Perwakilan kelompok secara acak mempresentasikan hasil diskusi dan ditanggapi kelompok lain.&lt;br /&gt;
d.  Tanya jawab dan pelurusan hasil diskusi.&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
60 menit&lt;br /&gt;
3. Penutup&lt;br /&gt;
a. Meminta salah seorang siswa merefleksikan  pembelajaran yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;
b.  Guru bersama siswa menyimpulkan materi untuk  pemahaman siswa.&lt;br /&gt;
c.  Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membuat  surat pemberitahuan unjuk rasa kepada Polisi.&lt;br /&gt;
10 menit &lt;br /&gt;
Pertemuan 2&lt;br /&gt;
No Kegiatan Belajar Waktu Ket&lt;br /&gt;
1.&lt;br /&gt;
2.&lt;br /&gt;
3.&lt;br /&gt;
Pendahuluan&lt;br /&gt;
a.  Apersepsi&lt;br /&gt;
Kesiapan kelas dalam pembelajaran ( absensi, kebersihan,&lt;br /&gt;
kelas  dll)&lt;br /&gt;
b.  Memotivasi&lt;br /&gt;
Penjajagan kesiapan belajar siswa dengan memberikan&lt;br /&gt;
pertanyaan secara lisan  tentang materi yang   sudah   diajarkan&lt;br /&gt;
c.  Informasi kompetensi yang akan dicapai.&lt;br /&gt;
d. Kelas dibagi menjadi 8 kelompok.&lt;br /&gt;
Kegiatan  Inti&lt;br /&gt;
a  Masing-masing kelompok berbaris dengan membawa  spanduk, bernyanyi, dan meneriakkan yel-yel.&lt;br /&gt;
b. Setiap kelompok melingkar, berorasi, dan meneriakkan yel-yel.&lt;br /&gt;
Penutup&lt;br /&gt;
a.  Salah seorang diminta untuk melakukan refleksi atas  pengalaman belajae yang telah diikuti.&lt;br /&gt;
b.  Guru bersaa siswa menyimpulkan materi untuk  memantapkan pemahaman siswa.&lt;br /&gt;
Mengadakan post test&lt;br /&gt;
c. Penilaian dengan Quis&lt;br /&gt;
10  menit&lt;br /&gt;
40 menit&lt;br /&gt;
30 menit&lt;br /&gt;
E. Sarana dan Sumber belajar&lt;br /&gt;
o Gambar unjuk rasa&lt;br /&gt;
o UUD 1945&lt;br /&gt;
o UU No. 9 Tahun 1998&lt;br /&gt;
o Buku materi PKn Penerbit Ganeca Exact, Bandung 2005&lt;br /&gt;
F.  Penilaian&lt;br /&gt;
Quesioner, bentuk : Skala sikap&lt;br /&gt;
Petunjuk: Berilah tanda cek(V) pada kolom yang sesuai dengan pendapat kalian.&lt;br /&gt;
No PERNYATAAN SS S N TS STS&lt;br /&gt;
1 Bagi kelompok yang akan berdemo diharuskan meminta ijin terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
2. Dalam berdemo harus jelas siapa yang menjadi pimpinan, berapa jumlah peserta, dan apa yang akan disampaikan.&lt;br /&gt;
3. Hari minggu tidak boleh melakukan demo.&lt;br /&gt;
4. Membakar foto presiden dan lambang negara dalam berdemo merupakan tindakan pidana.&lt;br /&gt;
5. Berdemo yang disertai pengrusakan fasilitas umum merupakan tindakan anarkis.     &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/materi-pembelajaran-mata-kuliah.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Tue, 29 Mar 2011 22:30:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-2724170157271173543</guid><description>MATERI PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;
MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN&lt;br /&gt;
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM&lt;br /&gt;
1. Konsep Ketuhanan dalam Islam&lt;br /&gt;
1.1 Filsafat Ketuhanan&lt;br /&gt;
1.2 Keimanan dan Ketakwaan&lt;br /&gt;
1.3 Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern&lt;br /&gt;
2. Hakikat Manusia Menurut Islam&lt;br /&gt;
Konsep Manusia&lt;br /&gt;
Eksistensi dan Martabat Manusia&lt;br /&gt;
Tanggungjawab Manusia sebagai Hamba Allah dan Khalifah Allah&lt;br /&gt;
3. Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Demokrasi dalam Islam&lt;br /&gt;
Konsep Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Demokrasi&lt;br /&gt;
Sumber Hukum Islam&lt;br /&gt;
Fungsi Hukum Islam dalam Kehidupan Bermasyarakat&lt;br /&gt;
Kontribusi Umat Islam dalam Perumusan dan Penegakan Hukum&lt;br /&gt;
4. Etika, Moral, dan Akhlak&lt;br /&gt;
Konsep Etika, Moral, dan Akhlak&lt;br /&gt;
Karakteristik Etika Islam (Akhlak)&lt;br /&gt;
Hubungan Tasauf dengan Akhlak&lt;br /&gt;
Aktualisasi Akhlak dalam Kehidupan Masyarakat&lt;br /&gt;
5. Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni dalam Islam&lt;br /&gt;
KonsepIlmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni&lt;br /&gt;
Integrasi Iman, Ipteks, dan Amal&lt;br /&gt;
Keutamaan Orang yang Beriman dan Berilmu&lt;br /&gt;
Tanggungjawab Ilmuwan Terhadap Alam dan Lingkungan&lt;br /&gt;
6. Kerukunan Antar Umat Beragama&lt;br /&gt;
Agama Islam Merupakan Rahmat terhadap Alam dan Lingkungan&lt;br /&gt;
Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Insaniyah&lt;br /&gt;
Kebersamaan Umat Beragama dalam Kehidupan Sosial (Tasamuh)&lt;br /&gt;
7. Masyarakat Madani dan Kesejahteraan Umat&lt;br /&gt;
Konsep masyarakat madani&lt;br /&gt;
Peranan Umat Islam dalam Mewujudkan masyarakat Madani&lt;br /&gt;
Sistem Ekonomi Islam dalam Kesejahteraan Umat&lt;br /&gt;
Manajemen zakat dan wakaf&lt;br /&gt;
8. Kebudayaan Islam&lt;br /&gt;
8.1 Konsep Kebudayaan dalam Islam&lt;br /&gt;
8.2 Sejarah Intelektual Islam&lt;br /&gt;
8.3 Masjid sebagai Pusat Kebudayaan Islam&lt;br /&gt;
8.4 Nilainilai&lt;br /&gt;
Islam dalam Budaya Indonesia&lt;br /&gt;
9. Sistem Politik Islam&lt;br /&gt;
Politik Ketatanegaraan dalam Islam&lt;br /&gt;
Politik Internasional dalam islam&lt;br /&gt;
Kontribusi Umat Islam dalam Kehidupan politik di Indonesia&lt;br /&gt;
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000&lt;br /&gt;
MATERI PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;
MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN&lt;br /&gt;
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM&lt;br /&gt;
(Nama Dosen: Drs. Istadiyantha, M.S.)&lt;br /&gt;
1. Konsep Ketuhanan dalam Islam&lt;br /&gt;
a) Filsafat Ketuhanan&lt;br /&gt;
b) Keimanan dan Ketakwaan&lt;br /&gt;
c) Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern&lt;br /&gt;
2. Hakikat Manusia Menurut Islam&lt;br /&gt;
a) Konsep Manusia&lt;br /&gt;
b) Eksistensi dan Martabat Manusia&lt;br /&gt;
c) Tanggungjawab Manusia sebagai Hamba Allah dan Khalifah Allah&lt;br /&gt;
3. Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Demokrasi dalam Islam&lt;br /&gt;
a) Konsep Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Demokrasi&lt;br /&gt;
b) Sumber Hukum Islam&lt;br /&gt;
c) Fungsi Hukum Islam dalam Kehidupan Bermasyarakat&lt;br /&gt;
d) Kontribusi Umat Islam dalam Perumusan dan Penegakan Hukum&lt;br /&gt;
4. Etika, Moral, dan Akhlak&lt;br /&gt;
a) Konsep Etika, Moral, dan Akhlak&lt;br /&gt;
b) Karakteristik Etika Islam (Akhlak)&lt;br /&gt;
c) Hubungan Tasauf dengan Akhlak&lt;br /&gt;
d) Aktualisasi Akhlak dalam Kehidupan Masyarakat&lt;br /&gt;
5. Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni dalam Islam&lt;br /&gt;
a) KonsepIlmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni&lt;br /&gt;
b) Integrasi Iman, Ipteks, dan Amal&lt;br /&gt;
c) Keutamaan Orang yang Beriman dan Berilmu&lt;br /&gt;
d) Tanggungjawab Ilmuwan Terhadap Alam dan Lingkungan&lt;br /&gt;
6. Kerukunan Antar Umat Beragama&lt;br /&gt;
a) Agama Islam Merupakan Rahmat terhadap Alam dan Lingkungan&lt;br /&gt;
b) Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Insaniyah&lt;br /&gt;
c) Kebersamaan Umat Beragama dalam Kehidupan Sosial (Tasamuh)&lt;br /&gt;
7. Masyarakat Madani dan Kesejahteraan Umat&lt;br /&gt;
a) Konsep Masyarakat madani&lt;br /&gt;
b) Peranan Umat islam dalam Mewujudkan masyarakat Madani&lt;br /&gt;
c) Sistem Ekonomi Islam dalamKesejahteraan Umat&lt;br /&gt;
d) Manajemen zakat dan wakaf&lt;br /&gt;
8. Kebudayaan Islam&lt;br /&gt;
a) Konsep Kebudayaan dalam Islam&lt;br /&gt;
a) Sejarah Intelektual Islam&lt;br /&gt;
b) Masjid sebagai Pusat Kebudayaan Islam&lt;br /&gt;
c) Nilainilai&lt;br /&gt;
Islam dalam Budaya Indonesia&lt;br /&gt;
9. Sistem Politik Islam&lt;br /&gt;
a) Politik Ketatanegaraan dalam Islam&lt;br /&gt;
b) Politik Internasional dalam Islam&lt;br /&gt;
c) Kontribusi Umat Islam dalam Kehidupan politik di Indonesia&lt;br /&gt;
MASJIDIL HARAM</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/materi-iv-bab-8-kerukunan-umat-beragama.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Tue, 29 Mar 2011 22:28:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-2861410370809831324</guid><description>MATERI IV&lt;br /&gt;
BAB 8 KERUKUNAN UMAT&lt;br /&gt;
BERAGAMA&lt;br /&gt;
A. PENGERTIAN&lt;br /&gt;
"Rukun" dari Bahasa Arab "ruknun" artinya asas-asas atau dasar, seperti rukun Islam. Rukun dalam arti adjektiva adalah baik atau damai. Kerukunan hidup umat beragama artinya hidup dalam suasana damai, tidak bertengkar, walaupun berbeda agama. Kerukunan umat beragama adalah program pemerintah meliputi semua agama, semua warga negara RI.&lt;br /&gt;
Pada tahun 1967 diadakan musyawarah antar umat beragama, Presiden Soeharto dalam musyawarah tersebut menyatakan antara lain: "Pemerintah tidak akan menghalangi penyebaran suatu agama, dengan syarat penyebaran tersebut ditujukan bagi mereka yang belum beragama di Indonesia. Kepada semua pemuka agama dan masyarakat agar melakukan jiwa toleransi terhadap sesama umat beragama".&lt;br /&gt;
Pada tahun 1972 dilaksanakan dialog antar umat beragama. Dialog tersebut adalah suatu forum percakapan antar tokoh-tokoh agama, pemuka masyarakat dan pemerintah. Tujuannya adalah untuk mewujudkan kesadaran bersama dan menjalin hubungan pribadi yang akrab dalam menghadapi masalah masyarakat.&lt;br /&gt;
B. TUJUAN Pendidikan Agama Islam – Hal 1&lt;br /&gt;
Kerukunan umat beragama bertujuan untuk memotivasi dan mendinamisasikan semua umat beragama agar dapat ikut serta dalam pembangunan bangsa.&lt;br /&gt;
C. LANDASAN HUKUM&lt;br /&gt;
1. Landasan Idiil, yaitu Pancasila (sila pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa).&lt;br /&gt;
2. Landasan Konstitusional, yaitu Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 29 ayat 1: "Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa". Dan Pasal 29 ayat 2: "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu".&lt;br /&gt;
3. Landasan Strategis, yaitu Ketatapan MPR No.IV tahun 1999 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara. Dalam GBHN dan Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) tahun 2000, dinyatakan bahwa sasaran pembangunan bidang agama adalah terciptanya suasana kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang penuh keimanan dan ketaqwaan, penuh kerukunan yang dinamis antar umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, secara bersama-sama makin memperkuat landasan spiritual., moral dan etika bagi pembangunan nasional, yang tercermin dalam suasana kehidupan yang harmonis, serta dalam kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa selaras dengan penghayatan dan pengamalan Pancasila.&lt;br /&gt;
4. Landasan Operasional&lt;br /&gt;
a. UU No. 1/PNPS/l 965 tentang larangan dan pencegahan penodaan dan penghinaan agama&lt;br /&gt;
b. Keputusan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama RI. No.01/Ber/Mdn/1969 tentang pelaksanaan aparat pemerintah&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 2&lt;br /&gt;
yang menjamin ketertiban dan kelancaran pelaksanaan dan pengembangan ibadah pemeluk agama oleh pemeluknya.&lt;br /&gt;
c. SK. Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri RI. No.01/1979 tentang tata cara pelaksanaan pensyiaran agama dan bantuan luar negeri kepada lembaga-lembaga keagamaan swasta di Indonesia.&lt;br /&gt;
d. Surat edaran Menteri Agama RI. No.MA/432.1981 tentang penyelenggaraan peringatan hari besar keagamaan&lt;br /&gt;
D. WADAH KERUKUNAN KEHIDUPAN BERAGAMA&lt;br /&gt;
Pada awalnya wadah tersebut diberi nama Konsultasi Antar Umat Beragama, kemudian berubah menjadi Musyawarah Antar Umat Beragama. Ada tiga kerukunan umat beragama, yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1. Kerukunan antar umat beragama.&lt;br /&gt;
2. Kerukunan intern umat beragama.&lt;br /&gt;
3. Kerukunan umat beragama dengan pemerintah.&lt;br /&gt;
Usaha memelihara kesinambungan pembangunan nasional dilakukan antara lain:&lt;br /&gt;
1. Menumbuhkan kesadaran beragama.&lt;br /&gt;
2. Menumbuhkan kesadaran rasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap Pancasila dan UUD 1945.&lt;br /&gt;
3. Menanamkan kesadaran untuk saling memahami kepentingan agama masing-masing.&lt;br /&gt;
4. Mencapai masyarakat Pancasila yang agamis dan masyarakat beragama Pancasilais.&lt;br /&gt;
Usaha tersebut pada prinsipnya:&lt;br /&gt;
a. Tidak mencampuradukan aqidah dengan bukan aqidah.&lt;br /&gt;
b. Pertumbuhan dan kesemarakan tidak menimbulkan perbenturan.&lt;br /&gt;
c. Yang dirukunkan adalah warga negara yang berbeda agama, bukan aqidah dan ajaran agama.&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 3&lt;br /&gt;
d. Pemerintah bersikap preventif agar terbina stabilitas dan ketahanan nasional serta terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa.&lt;br /&gt;
E. PEMBANGUNAN KEHIDUPAN BERAGAMA&lt;br /&gt;
1. Agama Sebagai Sumber Nilai Pembangunan&lt;br /&gt;
a. Pembangunan untuk mencapai kebahagiaan hidup.&lt;br /&gt;
b. Kebahagiaan material nisbi, kebahagiaan mutlak dari Allah, yaitu kebahagiaan batiniah dan lahiriah.&lt;br /&gt;
c. Hakikat pembangunan adalah manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia dengan segala totalitasnya, peradabannya, kebudayaannya dan agamanya.&lt;br /&gt;
d. Bila tidak total akan terjadi penyimpangan. Ini bertentangan dengan pembangunan nasional&lt;br /&gt;
e. Aspirasi sosial harus sejalan dengan keutuhan hidup secara perorangan masyarakat.&lt;br /&gt;
f. Pembangunan untuk membangun manusia dan agama untuk kebahagiaan manusia.&lt;br /&gt;
g. Pembangunan perlu nilai agama, agama memberi bentuk, arti dan kualitas hidup.&lt;br /&gt;
h. Agama memberi motivasi dan tujuan pembangunan.&lt;br /&gt;
2. Agama dan Ketahanan Nasional&lt;br /&gt;
a. Ketahanan nasional berarti menyatukan kekuatan rakyat bersama aparat pemerintah dan alat keagamaan pemerintah.&lt;br /&gt;
b. Agama besar di dunia mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan bangsa dalam wujud tradisi dan adat istiadat, serta corak kebudayaan Indonesia.&lt;br /&gt;
c. Usaha bangsa Indonesia memerdekakan bangsa dan negara tidak terlepas dari pengaruh dan motivasi agama.&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 4&lt;br /&gt;
d. Ketahanan nasional adalah dari, oleh dan untuk seluruh bangsa Indonesia yang beragama, maka ketahanan nasional harus terangkat dengan dukungan umat beragama.&lt;br /&gt;
F. POLA PEMBINAAN KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA&lt;br /&gt;
1. Perlunya Kerukunan Hidup Beragama&lt;br /&gt;
a. Manusia Indonesia satu bangsa, hidup dalam satu negara, satu ideologi Pancasila. Ini sebagai titik tolak pembangunan.&lt;br /&gt;
b. Berbeda suku, adat dan agama saling memperkokoh persatuan.&lt;br /&gt;
c. Kerukunan menjamin stabilitas sosial sebagai syarat mutlak pembangunan.&lt;br /&gt;
d. Kerukunan dapat dikerahkan dan dimanfaatkan untuk kelancaran pembangunan.&lt;br /&gt;
e. Ketidak rukunan menimbulkan bentrok dan perang agama, mengancam kelangsungan hidup bangsa dan negara.&lt;br /&gt;
f. Pelita III: kehidupan keagamaan dan kepercayaan makin dikembangkan sehingga terbina hidup rukun di antara sesama umat beragama untuk memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa dalam membangun masyarakat.&lt;br /&gt;
g. Kebebasan beragama merupakan beban dan tanggungjawab untuk memelihara ketentraman masyarakat.&lt;br /&gt;
2. Kerukunan Intern Umat Beragama&lt;br /&gt;
a. Pertentangan di antara pemuka agama yang bersifat pribadi jangan mengakibatkan perpecahan di antara pengikutnya.&lt;br /&gt;
b. Persoalan intern umat beragama dapat diselesaikan dengan semangat kerukunan atau tenggang rasa dan kekeluargaan.&lt;br /&gt;
3. Kerukunan Antar Umat Beragama&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 5&lt;br /&gt;
a. Keputusan Menteri Agama No.70 tahun 1978 tentang pensyiaran agama sebagai rule of game bagi pensyiaran dan pengembangan agama untuk menciptakan kerukunan hidup antar umat beragama.&lt;br /&gt;
b. Pemerintah memberi perintah pedoman dan melindungi kebebasan memeluk agama dan melakukan ibadah menurut agamanya masing-masing.&lt;br /&gt;
c. Keputusan Bersama Mendagri dan Menag No.l tahun 1979 tentang tata cara pelaksanaan pensyiaran agama dan bantuan luar negeri bagi lembaga keagamaan di Indonesia.&lt;br /&gt;
4. Kerukunan Antar Umat Beragama dengan Pemerintah&lt;br /&gt;
a. Semua pihak menyadari kedudukannya masing-masing sebagai komponen orde baru dalam menegakkan kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;
b. Antara pemerintah dengan umat beragama ditemukan apa yang saling diharapkan untuk dilaksanakan.&lt;br /&gt;
c. Pemerintah mengharapkan tiga prioritas, umat beragama, diharapkan partisipasi aktif dan positif dalam:&lt;br /&gt;
1) Pemantapan ideologi Pancasila;&lt;br /&gt;
2) Pemantapan stabilitas dan ketahanan nasional;&lt;br /&gt;
3) Suksesnya pembangunan nasional;&lt;br /&gt;
4) Pelaksanaan tiga kerukunan harus simultan.&lt;br /&gt;
Pembinaan tiga kerukunan tersebut harus simultan dan menyeluruh sebab hakikat ketiga bentuk itu saling berkaitan.&lt;br /&gt;
Tahap-tahap kerukunan:&lt;br /&gt;
Musyawarah antar umat beragama → pendekatan bersifat politis.&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 6&lt;br /&gt;
1) Pertemuan dan dialog → bersifat ilmiah filosofis menghasilkan agree in disagreement = setuju dalam perbedaan.&lt;br /&gt;
2) Pendekatan praktis pragmatis yaitu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar kehidupan beragama makin semarak, dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan bernegara.&lt;br /&gt;
Pada tanggal 30 Juni 1980 di bentuk wadah musyawarah antar umat beragama dalam keputusan Menteri Agama RI. No.35 tahun 1980 yang ditanda tangani wakil-wakil dari:&lt;br /&gt;
1. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari golongan Islam.&lt;br /&gt;
2. Dewan Gereja-gereja Indonesia (DGI) dari golongan Kristen Protestan.&lt;br /&gt;
3. Majelis Agung Wali Gereja Indonesia (MAWI) dari golongan Katolik.&lt;br /&gt;
4. Prasida Hindu Darma Pusat (PHDP) dari golongan Hindu.&lt;br /&gt;
5. Perwalian Umat Budha Indonesia (WALUBI) dari golongan Budha.&lt;br /&gt;
6. Sekretaris Jenderal Departemen Agama.&lt;br /&gt;
G. LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA&lt;br /&gt;
1. Dasar Pemikiran&lt;br /&gt;
a. Landasan falsafat Pancasila dan Pembangunan Bangsa.&lt;br /&gt;
b. Pancasila mengandung dasar yang dapat diterima semua pihak.&lt;br /&gt;
c. Pembangunan tersebut wajib dilaksanakan dan disukseskan.&lt;br /&gt;
d. Kerukunan bukan status quo, tetapi sebagai perkembangan masyarakat yang sedang membangun dengan berbagai tantangan dan persoalan.&lt;br /&gt;
e. Kerukunan menimbulkan sikap mandiri&lt;br /&gt;
2. Pedoman Pensyiaran Agama&lt;br /&gt;
a. Pupuk rasa hormat-menghormati dan percaya-mempercayai.&lt;br /&gt;
b. Hindarkan perbuatan menyinggung perasaan golongan lain.&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 7&lt;br /&gt;
c. Pensyiaran jangan pada orang yang sudah beragama, dengan bujukan dan tekanan.&lt;br /&gt;
d. Jangan pengaruhi orang yang telah menganut agama lain dengan: datang ke rumah, janji, hasut dan menjelekkan.&lt;br /&gt;
e. Pensyiaran jangan dengan pamflet, majalah, obat dan buku di daerah atau rumah orang yang beragama lain.&lt;br /&gt;
3. Bantuan Luar Negeri&lt;br /&gt;
a. Bantuan luar negeri hanya untuk pelengkap.&lt;br /&gt;
b. Pemerintah berhak mengatur, membimbing dan mengarahkan agar bermanfaat dan sesuai dengan fungsi dan tujuan bantuan.&lt;br /&gt;
4. TindakLanjut&lt;br /&gt;
a. Pemerintah perlu mengatur pensyiaran agama.&lt;br /&gt;
b. Pensyiaran dilandaskan saling harga-menghargai, hormat-menghormati dan penghormatan hak seseorang memeluk agamanya.&lt;br /&gt;
c. Perlu sikap terbuka.&lt;br /&gt;
d. Bantuan luar negeri agar bermanfaat selaras dengan fungsi dan tujuan bantuan.&lt;br /&gt;
5. Peraturan-peraturan tentang Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama&lt;br /&gt;
a. Dakwah&lt;br /&gt;
Dakwah melalui radio tidak mengganggu stabilitas nasional, tidak mengganggu pembangunan nasional dan tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.&lt;br /&gt;
Keputusan Menteri Agama No.44 tahun 1978 :&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 8&lt;br /&gt;
Dakwah; pengajian, majelis taklim, peringatan hari besar Islam, upacara keagamaan, ceramah agama, drama dan pertunjukkan seni serta usaha pembangunan seperti: madrasah, poliklinik, rumah sakit, rumah jompo dsb.&lt;br /&gt;
b. Aliran Kepercayaan (Surat Menag No.B/5943/78)&lt;br /&gt;
Diantaranya adalah: Tidak merupakan agama dan tidak mengarah kepada pembentukan agama baru, pembinaannya tidak termasuk DEPAG, penganut kepercayaan tidak kehilangan agamanya, serta tidak ada sumpah, perkawinan, kelahiran dan KTP menurut kepercayaan (Tap MPR No.IV/ MPR/78).&lt;br /&gt;
c. Tenaga asing&lt;br /&gt;
Diantaranya adalah: tenaga asing harus memiliki izin bekerja tertulis dari Depnaker, diklat bagi tenaga WNI untuk menggantikan WNA, orang asing dapat melakukan kegiatan keagamaan dengan seizin Menag, Instruksi Menag. No.10 tahun l968, serta Keputusan Menag. No.23 tahun 1997 dan No.49 tahun 1980.&lt;br /&gt;
d. Buku-buku&lt;br /&gt;
1) Jaksa Agung berwenang melarang buku yang dapat mengganggu ketertiban umum.&lt;br /&gt;
2) Barang siapa menyimpan, memiliki, mengumumkan, menyampaikan, menyebarkan, menempelkan, memperdagangkan dan mencetak kembali barang cetakan yang terlarang di hukum dengan hukuman kurungan setinggi-tingginya 1 tahun.&lt;br /&gt;
3) Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama agar:&lt;br /&gt;
a) Mengawasi dan meneliti peredaran mushaf Al-Qur'an dalam masyarakat dan toko, apakah sudah ada tanda tashih dari lajnah/panitia pentashih apa belum.&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 9&lt;br /&gt;
b) Segera melaporkan kepada Balitbang Depag bila terdapat mushaf yang belum ada tanda tashih.&lt;br /&gt;
e. Pembangunan tempat ibadah&lt;br /&gt;
1) Pembangunan tempat ibadah perlu izin Kepala Daerah.&lt;br /&gt;
2) Kepala Daerah mengizinkan pendirian sarana ibadah setelah mempertimbangkan: pendapat Kanwil Depag setempat, planologi, dan kondisi keadaan setempat.&lt;br /&gt;
3) Surat permohonan ditujukan kepada Gubernur, dilampiri: keterangan tertulis dari lurah setempat, jumlah umat yang akan menggunakan dan domisili, surat keterangan status tanah oleh kantor agraria, peta situasi dari Sudin Tata Kota, rencana gambar, dan daftar susunan pengurus/panitia.&lt;br /&gt;
4) Kepala Daerah membimbing dan mengawasi, agar penyebaran agama: tidak menimbulkan perpecahan, tidak disertai intimidasi, bujukan, paksaan dan ancaman, serta tidak melanggar hukum, keamanan dan ketertiban umum.&lt;br /&gt;
H. POKOK-POKOK AJARAN ISLAM TENTANG KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA&lt;br /&gt;
Kerukunan hidup umat beragama di Indonesia adalah program pemerintah sesuai dengan GBHN tahun 1999 dan Propenas 2000 tentang sasaran pembangunan bidang agama. Kerukunan hidup di Indonesia tidak termasuk aqidah atau keimanan menurut ajaran agama yang dianut oleh warga negara Indonesia, yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Budha. Setiap umat beragama di beri kesempatan melakukan ibadah sesuai dengan keimanan dan kepercayaan masing-masing.&lt;br /&gt;
1. Pengertian Kerukunan Menurut Islam&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 10&lt;br /&gt;
Kerukunan dalam Islam diberi istilah "tasamuh " atau toleransi. Sehingga yang di maksud dengan toleransi ialah kerukunan sosial kemasyarakatan, bukan dalam bidang aqidah Islamiyah (keimanan), karena aqidah telah digariskan secara jelas dan tegas di dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits. Dalam bidang aqidah atau keimanan seorang muslim hendaknya meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama dan keyakinan yang dianutnya sesuai dengan firman Allah S WT. dalam Surat Al-Kafirun (109) ayat 1-6 sebagai berikut:&lt;br /&gt;
Artinya: "Katakanlah, " Hai orang-orang kafir!". Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah. Dan tiada (pula) kamu menyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku bukan penyembah apa yang biasa kamu sembah Dan kamu bukanlah penyembah Tuhan yang aku sembah. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku".&lt;br /&gt;
Sikap sinkritisme dalam agama yang menganggap bahwa semua agama adalah benar tidak sesuai dan tidak relevan dengan keimanan seseorang muslim dan tidak relevan dengan pemikiran yang logis, meskipun dalam pergaulan sosial dan kemasyarakatan Islam sangat menekankan prinsip toleransi atau kerukunan antar umat beragama. Apabila terjadi perbedaan pendapat antara anggota masyarakat (muslim) tidak perlu menimbulkan perpecahan umat, tetapi hendaklah kembali kepada Al-Qur'an dan Al-Hadits.&lt;br /&gt;
Dalam sejarah kehidupan Rasulullah SAW., kerukunan sosial kemasyarakatan telah ditampakkan pada masyarakat Madinah. Pada saat itu rasul dan kaum muslim hidup berdampingan dengan masyarakat Madinah yang berbeda agama (Yahudi danNasrani). Konflik yang terjadi kemudian disebabkan adanya penghianatan dari Pendidikan Agama Islam – Hal 11&lt;br /&gt;
orang bukan Islam (Yahudi) yang melakukan persekongkolan untuk menghancurkan umat Islam.&lt;br /&gt;
2. Pandangan Islam Terhadap Pemeluk Agama lain&lt;br /&gt;
a. Darul Harbi (daerah yang wajib diperangi)&lt;br /&gt;
Islam merupakan agama rahmatan lil-'alamin yang memberikan makna bahwa perilaku Islam (penganut dan pemerintah Islam) terhadap non muslim, dituntut untuk kasih sayang dengan memberikan hak dan kewajibannya yang sama seperti halnya penganut muslim sendiri dan tidak saling mengganggu dalam masalah kepercayaan. Islam membagi daerah (wilayah) berdasarkan agamanya atas Darul Muslim dan Darul Harbi. Darul Muslim adalah suatu wilayah yang didiami oleh masyarakat muslim dan diberlakukan hukum Islam. Darul Harbi adalah suatu wilayah yang penduduknya memusuhi Islam. Penduduk Darul Harbi selalu mengganggu penduduk Darul Muslim, menghalangi dakwah Islam, melakukan penyerangan terhadap Darul Muslim. Terhadap penduduk Darul Harbi yang demikian bagi umat Islam berkewajiban melakukan jihad (berperang) melawannya, seperti difirmankan dalam Al-Qur'an Surat Al-Mumtahanah (60) ayat 9 yang artinya:&lt;br /&gt;
"Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim".&lt;br /&gt;
Di dalam sejarah dinyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW. sebagai pendiri negara Islam Madinah dalam memahami apakah negeri itu termasuk Darul Islam, Darul Harbi atau Daruz Zimmy. Nabi SAW. berkirim surat kepada:&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 12&lt;br /&gt;
1) Hercules Maharaja Rumawy, yang diantar oleh perutusan di bawah pimpinan Dakhiyah bin Khalifah Al-Kalby Al-Khazrajy.&lt;br /&gt;
2) Kaisar Persia, yang dibawa perutusan di bawah pimpinan Abdullah bin Huzaifah as-Sahmy.&lt;br /&gt;
3) Negus, Maharaja Habsyah, yang diantar oleh perutusan di bawah pimpinan Umar bin Umaiyah Al-Diamary.&lt;br /&gt;
4) Muqauqis, Gubernur Jenderal Rumawy untuk Mesir, yang dibawa oleh perutusan di bawah pimpinan Khatib bin Abi Balta'ah Al-Lakny.&lt;br /&gt;
5) Hamzah bin Ali Al-Hanafy, Amir Negeri Yamamah, yang diantar perutusan di bawah pimpinan Sulaith bin Amr Al-Amiry.&lt;br /&gt;
6) Al-Haris bin Abi Syuruz, Amir Ghasan, dibawa oleh Syuja bin Wahab&lt;br /&gt;
7) Al-Munzir bin Saury, Amir Al-Bakhrain, yang dibawa oleh perutusan di bawah pimpinan Al-Ala bin Al-Khadlany.&lt;br /&gt;
8) Dua putera Al-Jalandy, Jifar dan Ibad, yang dibawa oleh Amr bin Ash.&lt;br /&gt;
Sekalipun surat-surat Nabi SAW. ini tidak di terima dengan baik, namun dengan surat Nabi SAW dapat diketahui mana Daruz Zimmy (yaitu daerah kekuasaan yang penguasa dan masyarakatnya tidak beragama Islam, namun tidak membenci, menghalangi dan menyerang Islam). Daruz Zimmy tidak boleh diperangi dan Islam mengharuskan untuk menghormatinya. Sebaliknya Darul Harbi, yaitu suatu wilayah kekuasaan yang mereka menyerang Islam, menghalangi dakwah Islam dan membenci serta menyerang Darul Muslim, maka penguasa yang demikian mesti diserang dan diperangi dengan jihad oleh penguasa Darul Muslim.&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 13&lt;br /&gt;
b. Kufur Zimmy&lt;br /&gt;
Dalam suatu perintah Islam, tidaklah akan memaksa masyarakat untuk memeluk Islam dan Islam hanya disampaikan melalui dakwah (seruan) yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim berdasarkan pemikiran wahyu yang menyatakan bahwa: "Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam". Kufur Zimmy ialah individu atau kelompok masyarakat bukan Islam, akan tetapi mereka tidak membenci Islam, tidak membuat kekacauan atau kerusakan, tidak menghalangi dakwah Islam. Mereka ini dinamakan kufur zimmy yang harus dihormati oleh pemerintah Islam dan diperlakukan adil seperti umat Islam dalam pemerintahan serta berhak diangkat sebagai tentara dalam melindungi daerah Darul Muslim dan yang demikian adalah meneladani pemerintahan Islam "Negara Madinah". Adapun agama keyakinan individu atau kelompok kufur zimmy adalah diserahkan mereka sendiri dan umat Islam tidak diperbolehkan mengganggu keyakinan mereka. Adapun pemikiran Al-Qur'an dalam masalah kufur zimmy, seperti dalam Al-Qur'an Surat Al-Mumtahanah (60) ayat 8, yang artinya: "Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil".&lt;br /&gt;
c. Kufur Musta'man&lt;br /&gt;
Kufur Musta'man ialah pemeluk agama lain yang meminta perlindungan keselamatan dan keamanan terhadap diri dan hartanya. Kepada mereka Pemerintah Islam tidak memberlakukan hak dan hukum negara. Diri dan harta kaum musta'man harus&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 14&lt;br /&gt;
dilindungi dari segala kerusakan dan kebinasaan serta bahaya lainnya, selama mereka berada di bawah lindungan perintah Islam.&lt;br /&gt;
d. Kufur Mu'ahadah&lt;br /&gt;
Kufur Mu'ahadah ialah negara bukan negara Islam yang membuat perjanjian damai dengan pemerintah Islam, baik disertai dengan perjanjian tolong-menolong dan bela-membela atau tidak.&lt;br /&gt;
3. Kerukunan Intern Umat Islam&lt;br /&gt;
Kerukunan intern umat Islam di Indonesia harus berdasarkan atas semangat ukhuwah Islamiyyah (persaudaraan sesama muslim) yang tinggal di Negara Republik Indonesia, sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al-Hujurat (49) ayat 10. Kesatuan dan persatuan intern umat Islam diikat oleh kesamaan aqidah (keimanan), akhlak dan sikap beragamanya didasarkan atas Al-Qur'an dan Al-Hadits.&lt;br /&gt;
Adanya perbedaan pendapat di antara umat Islam adalah rahmat asalkan perbedaan pendapat itu tidak membawa kepada perpecahan dan permusuhan (perang). Adalah suatu yang wajar perbedaan pendapat disebabkan oleh masalah politik, seperti peristiwa terjadinya golongan Ahlu Sunnah dan golongan Syi'ah setelah terpilihnya Khalifah Ali bin Abi Thalib, juga munculnya partai-partai Islam yang semuanya menjadikan Islam sebagai asas politiknya.&lt;br /&gt;
4. Kerukunan Antar Umat Beragama Menurut Islam&lt;br /&gt;
Kerukunan umat Islam dengan penganut agama lainnya di Indonesia didasarkan atas falsafah Pancasila dan UUD1945. Hal-hal yang terlarang adanya toleransi adalah adanya dalam masalah aqidah dan ibadah, seperti pelaksanaan sosial, puasa dan haji, tidak&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 15&lt;br /&gt;
dibenarkan adanya toleransi, sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al-Kafirun (109) ayat 6, yang artinya : "Bagi kamu agamamu dan bagiku agamaku".&lt;br /&gt;
I. KERUKUNAN BERAGAMA DI INDONESIA&lt;br /&gt;
Kondisi keberagamaan rakyat Indonesia sejak pasca krisis tahun 1997 sangat memprihatinkan. Konflik bernuansa agama terjadi di beberapa daerah seperti Ambon dan Poso. Konflik tersebut sangat mungkin terjadi karena kondisi rakyat Indonesia yang multi etnis, multi agama dan multi budaya. Belum lagi kondisi masyarakat Indonesia yang mudah terprovokasi oleh pihak ketiga yang merusak watak bangsa Indonesia yang suka damai dan rukun. Sementara itu krisis ekonomi dan politik terus melanda bangsa Indonesia, sehingga sebagian rakyat Indonesia sudah sangat tertekan baik dari segi ekonomi, politik maupun beragama. Terakhir peristiwa dihancurkannya gedung World Trade Centre pada tanggal 11 September 2001 dan bom Bali pada tanggal 12 Oktober 2002 yang menewaskan 180 orang, yang berdampak diidentikkannya umat Islam dengan teroris dan dituduhnya Indonesia sebagai sarang teroris.&lt;br /&gt;
Dalam menghadapi konflik seperti di atas dan sesuai prinsip-prinsip kerukunan hidup beragama di Indonesia, kebijakan umum yang harus dilaksanakan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1. Kebebasan beragama tidak membenarkan menjadikan orang lain yang telah menganut agama tertentu menjadi sasaran propaganda agama yang lain.&lt;br /&gt;
2. Menggunakan bujukan berupa memberi uang, pakaian, makanan dan lainnya supaya orang lain pindah agama adalah tidak dibenarkan.&lt;br /&gt;
3. Penyebaran pamflet, majalah, buletin dan buku-buku dari rumah ke rumah umat beragama lain adalah terlarang.&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 16&lt;br /&gt;
4. Pendirian rumah ibadah harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan umat dan dihindarkan timbulnya keresahan penganut agama lain kerena mendirikan rumah ibadah di daerah pemukiman yang tidak ada penganut agama tersebut.&lt;br /&gt;
5. Dalam masalah perkawinan, terlarang perkawinan antara umat Islam dengan penganut agama lain, seperti diatur dalam Undang-Undang Perkawinan No. 1 tahun 1974. Demikian pula dalam Al-Qur'an pada Surat Al-Maidah (5) ayat 5 dan Al-Baqarah (2) ayat 221.&lt;br /&gt;
6. Sasaran pembangunan bidang agama adalah terciptanya suasana kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang penuh keimanan dan ketaqwaan, kerukunan yang dinamis antar dan antara umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa secara bersama-sama makin memperkuat landasan spiritual, moral dan etika bagi pembangunan nasional.&lt;br /&gt;
Sebagai warga negara Indonesia, umat Islam Indonesia harus berpartisipasi secara langsung dalam pembangunan negara Indonesia, bersama pemeluk agama lain. Islam tidak membenarkan umat Islam bersikap eksklusif dalam tugas dan kewajiban bersama sebagai anggota warga negara Indonesia.&lt;br /&gt;
Pendidikan Agama Islam – Hal 17</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/pendidikan-karakter-sebagai-pondasi.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Sat, 26 Mar 2011 10:48:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-2778776743154532517</guid><description>&lt;div class="span-18 last" id="rotate-news"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table class="contentpaneopen" style="color: #351c75;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;   &lt;td class="contentheading" width="100%"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;      &lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Pendidikan Karakter Sebagai Pondasi Kesuksesan Peradaban Bangsa.   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;              &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;  &lt;td valign="top"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;  &lt;td class="createdate" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="color: lime;"&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Pendidikan karakter kini memang menjadi  isu utama pendidikan, selain menjadi bagian dari proses pembentukan  akhlak anak bangsa, pendidikan karakter ini pun diharapkan mampu menjadi  pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia Emas 2025. Di lingkungan  Kemdiknas sendiri, pendidikan karakter menjadi fokus pendidikan di  seluruh jenjang pendidikan yang dibinannya. Tidak kecuali di pendidikan  tinggi, pendidikan karakter pun mendapatkan perhatian yang cukup besar,  kemarin (1/06) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengadakan Rembuk  Nasioanal dengan&amp;nbsp; tema “ Membangun Karakter Bangsa dengan Berwawasan  Kebangsaan”. Acara yang digelar di Balai Pertemuan UPI ini, dibidani  oleh Pusat Kajian Nasional Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan  UPI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Selain Wakil Menteri Pendidikan  Nasional, Prof.dr.Fasli Jalal, Ph.D, hadir pula menjadi pembicara  seperti Prof.Dr.Mahfud,MD,SH, SU. Prof.Dr.Jimly Asshiddiqie, SH.  Prof.Dr.Djohermansyah Djohan, M.A. Prof.Dr.H.Sunaryo Kartadinata,M.Pd.  Prof.Dr.H.Dadan Wildan, M.Hum dan Drs. Yadi Ruyadi, M.si.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Wamendiknas dalam acara ini  mengungkapkan arti penting pendidikan karakter bagi bangsa dan negara,  beliau pun menjelaskan bahwa pendidikan karakter sangat erat dan dilatar  belakangi oleh keinginan mewujudkan konsensus nasional yang  berparadigma Pancasila dan UUD 1945. Konsensus tersebut selanjutnya  diperjelas melalui UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan  Nasional, yang berbunyi “ Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan  kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat  dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk  berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman  dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,  berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang  demokrasi serta bertanggung jawab.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Dari bunyi pasal tersebut, Wamendiknas  mengungkapkan bahwa telah terdapat 5 dari 8 potensi peserta didik yang  implementasinya sangat lekat dengan tujuan pembentukan pendidikan  karakter. Kelekatan inilah yang menjadi dasar hukum begitu pentingnya  pelaksanaan pendidikan karakter.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Wamendiknas pun mengatakan bahwa, pada  dasarnya pembentukan karakter itu dimulai dari fitrah yang diberikan  Ilahi, yang kemudian membentuk jati diri dan prilaku. Dalam prosesnya  sendiri fitrah Ilahi ini dangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan,  sehingga lingkungan memilki peranan yang cukup besar dalam membentuk  jati diri dan prilaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Oleh karena itu Wamendiknas mengatakan  bahwasanya sekolah sebagai bagian dari lingkungan memiliki peranan yang  sangat penting. Wamendiknas menganjurkan agar setiap sekolah dan seluruh  lembaga pendidikan memiliki &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;school culture &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;, dimana setiap  sekolah memilih pendisiplinan dan kebiasaan mengenai karakter yang akan  dibentuk. Lebih lanjut Wamendiknas pun berpesan, agar para pemimpin dan  pendidik lembaga pendidikan tersebut dapat mampu memberikan suri teladan  mengenai karakter tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Wamendiknas juga mengatakan bahwa  hendaknya pendidikan karakter ini tidak dijadikan kurikulum yang baku,  melainkan dibiasakan melalui proses pembelajaran. Selain itu mengenai  sarana-prasaran, pendidikan karakter ini tidak memiliki sarana-prasarana  yang istimewa, karena yang diperlukan adalah proses penyadaran dan  pembiasaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Prihal pengembangannya sendiri,  Wamendiknas melihat bahwa kearifan lokal dan pendidikan di pesantern  dapat dijadikan bahan rujukan mengenai pengembangan pendidikan karakter,  mengingat ruang lingkup pendidikan karakter sendiri ssangatlah luas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Sehari sebelum acara yang digelar di UPI  ini ( 31/05), di Ruang Rapat Komisi X, DPR-RI, diadakan Rapat Kerja  yang membahas pendidikan karakter. Hadir dirapat tersebut selain 25  anggota fraksi, adalah Menkokesra, Mendiknas, Menag, Menbudpar, Menpora,  Wamendiknas, Perwakilan Kementerian Dalam Negeri, serta para pejabat  eselon 1 kementerian terkait.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Dalam Rapat Kerja tersebut dibahas mengenai kesiapan masing-masing  kementerian mengenai pendidikan karakter tersebut. Menkokesra sebagai  koordinator perumus pendidikan karakter ini menyebutkan bahwa setiap  kementerian yang terikat memiliki program-program berencana mengenai  pendidikan karakter yang nantinya diajukan sebagai bahan untuk mengagas  lahirnya Keppres mengenai pendidikan karakter. Menkokesra pun  menyebutkan bahwa nantinya pendidikan karakter ini akan dijadikan aksi  bersama dalam pelaksanaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;Para anggota fraksi pun melihat pendidikan karakter ini sangat  penting dalam membentuk akhlak dan paradigma masyarakat Indonesia.  Semoga pendidikan karakter ini tidak hanya menjadi proses pencarian  watak bangsa saja, melainkan sebagai corong utama titik balik kesuksesan  peradaban bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/download-bluetooth-drivers-for-windows.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Sat, 26 Mar 2011 00:55:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-7999387053631997943</guid><description>&lt;h1&gt; &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2009/12/download-bluetooth-drivers-windows7.html"&gt; Download Bluetooth Drivers for Windows 7, Vista and XP [Free] &lt;/a&gt; &lt;/h1&gt;&lt;span class="meta"&gt; Saturday, December 05, 2009     |      &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Bluetooth" rel="tag"&gt;Bluetooth&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Free%20Downloads" rel="tag"&gt;Free Downloads&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Freewares" rel="tag"&gt;Freewares&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Software%20reviews" rel="tag"&gt;Software reviews&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Windows%20Drivers" rel="tag"&gt;Windows Drivers&lt;/a&gt;              | &lt;a class="comment-link" href="http://www.renjusblog.com/2009/12/download-bluetooth-drivers-windows7.html#comments"&gt; 10 comments »&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;   &lt;small&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;Sponsored Links&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="left"&gt;  &lt;ins style="border: none; display: inline-table; height: 280px; margin: 0; padding: 0; position: relative; visibility: visible; width: 336px;"&gt;&lt;ins id="aswift_1_anchor" style="border: none; display: block; height: 280px; margin: 0; padding: 0; position: relative; visibility: visible; width: 336px;"&gt;&lt;/ins&gt;&lt;/ins&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img border="0" height="105" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_-9TxX8_0ou0caDzKegpWWVaQoA9j6nA0SUvat8xR7YTC_MeddhEadRDuh0T65XyQ8oczdGP7GpIBNrMH4Ty6tj_q0DKDtHBV_ePsXWlHneUpXP81gqNuBek7kXhr36fns4zI7VbKGFo/" usemap="#Map" width="453" /&gt; &lt;map id="Map" name="Map"&gt;&lt;area coords="300,14,446,26" href="http://feeds.feedburner.com/renjusblog" rel="nofollow" shape="rect" target="_blank"&gt;&lt;/area&gt;&lt;area coords="67,33,151,48" href="http://feeds.feedburner.com/renjusblog" rel="nofollow" shape="rect" target="_blank"&gt;&lt;/area&gt; &lt;area coords="66,56,348,68" href="http://www.feedburner.com/fb/a/emailverifySubmit?feedId=487710&amp;amp;loc=en_US" rel="nofollow" shape="rect" target="_blank"&gt;&lt;/area&gt; &lt;/map&gt;   &lt;div align="justify"&gt;&lt;img align="left" alt="free-bluetooth-driver-for-windows" border="0" height="98" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCIO4hEg2hKBylg-IOeUCQh-r3KDKyrNrO7stuzOISY0l-cX8J16rZ_mDyXcUPk2tihzJNbn7vwFjMmfKwnzKy8qyUhRd1SBFt6WodN8xDU5r3IFVbioMzuMb8MPWH-vjj5RV61cDIDWI/?imgmax=800" style="border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="free-bluetooth-driver-for-windows" width="90" /&gt; After upgrading your PC from &lt;strong&gt;Windows XP to windows vista or Windows 7&lt;/strong&gt;,  you might sometimes find trouble detecting the bluetooth hardware  device installed on your laptop due to missing bluetooth driver. This &lt;strong&gt;bluetooth problem&lt;/strong&gt; could be easily solved by &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2009/05/download-correct-drivers-for-unknown.html" target="_blank"&gt;installing the correct version of bluetooth driver&lt;/a&gt; either from the manufacturer’s CD or from your personal &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2008/07/backup-drivers-and-restore-them-after.html" target="_blank"&gt;driver backup&lt;/a&gt;. But if you’re without a bluetooth driver CD or forgot to create a backup, then a software called &lt;strong&gt;Bluetooth Driver Installer&lt;/strong&gt; might come handy.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   Normally  users doesn’t experience any Bluetooth problem after installing Windows  7 because it supports all major kinds of hardware. But incase you find  trouble &lt;strong&gt;installing Bluetooth driver on Windows 7 or Vista/XP&lt;/strong&gt;, make sure you try this free bluetooth application first before going to the service centre.&lt;br /&gt;
Related: &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2009/07/connect-mobile-to-computer-and.html" target="_blank"&gt;Make Calls From Computer using Mobile bluetooth&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Bluetooth Driver Installer Software for Windows 7, Vista and XP&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Bluetooth  driver installer is a freeware utility which tries to install generic  Microsoft driver for your Bluetooth adapter. Another feature of this  bluetooth software is that, it creates a restore point automatically so  that if anything goes wrong you could easily revert the changes made to  your system.&lt;br /&gt;
&lt;img alt="bluetooth driver for windows" border="0" height="238" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWRtpmzRfyHqzKxtbIRbQr_CpMpL5HdS9rpJzcPuf58yww7P0u_dcVM9bgcnjsI7tXktOl1l0WwIxngsvcwEqRPqst2XiM69M6ibDXEC1pVSlmFqjppBHFq1CswxukxpfwvMJzO34kq1U/?imgmax=800" style="border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="bluetooth driver for windows" width="300" /&gt; &lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;How to install the bluetooth driver&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
First of all, uninstall all the existing blueooth driver [only if have done]&lt;br /&gt;
Then  restart the system and Run the Blueoothdriverinstaller.exe file which  you can download from the link given at the end of post.&lt;br /&gt;
Follow the installation wizard and successfully install the bluetooth driver.&lt;br /&gt;
&lt;img alt="install blueooth" border="0" height="238" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRjAUtgdd4uBWWdX3VNw5EFdfY6VKCRFj9q57BGIYEixiSKyXrZ5GVgg7Z-uKsMlWZkENdWccAistgHeQpFnWQiwU0ytl1tWnGW92oyh1Per82DEzrvbmIIu-8lOb2w22tlu5pN2jHHd8/?imgmax=800" style="border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto;" title="install blueooth" width="300" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_-9TxX8_0ou0caDzKegpWWVaQoA9j6nA0SUvat8xR7YTC_MeddhEadRDuh0T65XyQ8oczdGP7GpIBNrMH4Ty6tj_q0DKDtHBV_ePsXWlHneUpXP81gqNuBek7kXhr36fns4zI7VbKGFo/s72-c" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>http://www.renjusblog.com/</title><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/httpwwwrenjusblogcom.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Sat, 26 Mar 2011 00:52:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-4893041341224616371</guid><description>&lt;h2&gt; &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2011/03/unlimited-free-calls-to-uae-working.html"&gt; Make Unlimited Free Calls to UAE. Working! &lt;/a&gt; &lt;/h2&gt;&lt;span class="meta"&gt; Saturday, March 12, 2011     |      &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Free%20Calls" rel="tag"&gt;Free Calls&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Free%20International%20Calls" rel="tag"&gt;Free International Calls&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/tricks" rel="tag"&gt;tricks&lt;/a&gt;              | &lt;a class="comment-link" href="http://www.renjusblog.com/2011/03/unlimited-free-calls-to-uae-working.html#comments"&gt; 4 comments »&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;   &lt;div class="post-body"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;img align="left" alt="free calls to UAE" border="0" height="64" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5G8u2wAQD5JNMGjeWaTyi2kbNGEF6wm4twB8ZX2HCIhTU_47Lha3WBBS7ATHzkS0ooPXdvgDnGIidjr5HLrrQVv-iMrWQTp4ZihvpiZcPY-5oDpy-cRWFF14UnDb9JYJSVy6Hq1PjycA/?imgmax=800" style="border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="free calls to UAE" width="224" /&gt; Now make &lt;strong&gt;unlimited free calls to UAE from your mobile phones&lt;/strong&gt; without VOIP using a service from Economycalling. Some time before we have published many &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Free%20Calls" target="_blank"&gt;voip based providers&lt;/a&gt; which allows you to make &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2009/09/free-call-pc-mobile-anywhere.html" target="_blank"&gt;free international calls from PC to mobile&lt;/a&gt; and also make &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2010/04/free-international-voip-calls-mobile.html" target="_blank"&gt;unlimited voip calls from mobile&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="jump-link"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span&gt; &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2011/03/unlimited-free-calls-to-uae-working.html" style="color: #5f5f5e; font-weight: bold; text-align: right; text-decoration: underline;"&gt;Read the rest of this entry »&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="post uncustomized-post-template"&gt; &lt;div class="entrytitle"&gt; &lt;a href="" name="2282971921139928987"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h2&gt; &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2011/02/free-download-driver-magician-full.html"&gt; Free Download Driver Magician Full Version &lt;/a&gt; &lt;/h2&gt;&lt;span class="meta"&gt; Monday, February 21, 2011     |      &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Free%20Downloads" rel="tag"&gt;Free Downloads&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Giveaways" rel="tag"&gt;Giveaways&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Original%20License%20codes" rel="tag"&gt;Original License codes&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Software%20reviews" rel="tag"&gt;Software reviews&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/windows" rel="tag"&gt;windows&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Windows%207" rel="tag"&gt;Windows 7&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Windows%20Drivers" rel="tag"&gt;Windows Drivers&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Windows%20Vista%20Tips" rel="tag"&gt;Windows Vista Tips&lt;/a&gt;              | &lt;a class="comment-link" href="http://www.renjusblog.com/2011/02/free-download-driver-magician-full.html#comments"&gt; 1 comments »&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="post-body"&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;img align="left" alt="free driver magician license" border="0" height="102" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYFh-TF90XFnqf0nReNLvusm6VKIUKB2FmWeZTSNM5GyU_WOOS1JSgY0ChSjMDQR4U6-y_8Wi7XM29kQ7rdp_-Yg07a92Qm5YhP7F86bSy5XizSbJTyurY1SZdI2LW-Ek_syeHfPmwMTg/?imgmax=800" style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="free driver magician license" width="110" /&gt; Driver Magician is a handy software utility for&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.renjusblog.com/2008/07/backup-drivers-and-restore-them-after.html" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;device driver backups&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;, driver restoration, update and removal&lt;/strong&gt;  in windows OS. This application identifies all hardwares installed in  your system and extracts their associated drivers from hard disks and  backs them up to a different location specified by the user. These  backups can become very much handy when you format and reinstall your  existing operating system.&lt;/div&gt;&lt;div class="jump-link"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span&gt; &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2011/02/free-download-driver-magician-full.html" style="color: #5f5f5e; font-weight: bold; text-align: right; text-decoration: underline;"&gt;Read the rest of this entry »&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post uncustomized-post-template"&gt; &lt;div class="entrytitle"&gt; &lt;a href="" name="4690510892343827156"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h2&gt; &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2011/02/free-download-norton-360-v5-with.html"&gt; Free Download Norton 360 v5 with License Key &lt;/a&gt; &lt;/h2&gt;&lt;span class="meta"&gt; Saturday, February 19, 2011     |      &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Antivirus" rel="tag"&gt;Antivirus&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Norton%202011" rel="tag"&gt;Norton 2011&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Norton%20360" rel="tag"&gt;Norton 360&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Norton%20Antivirus" rel="tag"&gt;Norton Antivirus&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/security" rel="tag"&gt;security&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Software%20reviews" rel="tag"&gt;Software reviews&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/windows" rel="tag"&gt;windows&lt;/a&gt;              | &lt;a class="comment-link" href="http://www.renjusblog.com/2011/02/free-download-norton-360-v5-with.html#comments"&gt; 0 comments »&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="post-body"&gt; &lt;img align="left" alt="norton 360 version 5.0 free key" border="0" height="84" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPQjVztuWQfXN1pylm7oDBMjyrgq2lgAKiXlT3IL1ZTUnbf2NyUhri7jddHVY81BpuH_9AAb9nqv92ud2X4eGea5tWzGF0vkJBYT0udLY8ljLcS3ngQ5LpCRPznzJ42XtlZu_Cyu1hn6c/?imgmax=800" style="border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; display: inline; margin: 0px 10px 5px 0px;" title="norton 360 version 5.0 free key" width="57" /&gt;  Symantec have now officially released Norton 360 version 5.0, an all in  one security suite for PC which also provides automated backups and  performance tune ups. Download Norton 360 v5 and use it free for 3  months as part of the promotional offer.&lt;br /&gt;
&lt;div class="jump-link"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span&gt; &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2011/02/free-download-norton-360-v5-with.html" style="color: #5f5f5e; font-weight: bold; text-align: right; text-decoration: underline;"&gt;Read the rest of this entry »&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post uncustomized-post-template"&gt; &lt;div class="entrytitle"&gt; &lt;a href="" name="6517358511556678125"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h2&gt; &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2011/02/bypass-megavideo-time-limit.html"&gt; Trick To Bypass MegaVideo Time Limit &lt;/a&gt; &lt;/h2&gt;&lt;span class="meta"&gt; Wednesday, February 16, 2011     |      &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Free%20Downloads" rel="tag"&gt;Free Downloads&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/MegaVideo" rel="tag"&gt;MegaVideo&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/tricks" rel="tag"&gt;tricks&lt;/a&gt;              | &lt;a class="comment-link" href="http://www.renjusblog.com/2011/02/bypass-megavideo-time-limit.html#comments"&gt; 0 comments »&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="post-body"&gt; &lt;img align="left" alt="megavideo hack" border="0" height="46" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0IbgLj9q89joWRICGStAE4SvS4Ozhub9sE4mN0HYupMJzJT2L4O6XvKR0MhZ-YVsVmOHjdXw34IP-fjER9Jf6L-FtyHSTEJTVKv3zqu7yG4wIOUQa0ROluyiybLFVsLuGsCAuH36CYTc/?imgmax=800" style="border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="megavideo hack" width="224" /&gt; &lt;a href="http://megavideo.com/" target="_blank"&gt;MegaVideo&lt;/a&gt;  is one of the popular video sharing websites which allows users to  watch and share online videos. Only problem with it’s service is that  there is a 72 minute time limit and after that you’ll have to wait a  certain amount of time to resume the video playback. In this post, I’ll  mention few tricks which can be used to bypass MegaVideo time limit.&lt;br /&gt;
&lt;div class="jump-link"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span&gt; &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2011/02/bypass-megavideo-time-limit.html" style="color: #5f5f5e; font-weight: bold; text-align: right; text-decoration: underline;"&gt;Read the rest of this entry »&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post uncustomized-post-template"&gt; &lt;div class="entrytitle"&gt; &lt;a href="" name="7801044623760046908"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h2&gt; &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2011/01/remote-print-from-android-phone-using.html"&gt; Remote Print From Android phone Using Google Cloud Print &lt;/a&gt; &lt;/h2&gt;&lt;span class="meta"&gt; Wednesday, January 26, 2011     |      &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Android" rel="tag"&gt;Android&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Chrome%20OS" rel="tag"&gt;Chrome OS&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Cloud%20Services" rel="tag"&gt;Cloud Services&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Google%20Tools" rel="tag"&gt;Google Tools&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/My%20Reviews" rel="tag"&gt;My Reviews&lt;/a&gt;              | &lt;a class="comment-link" href="http://www.renjusblog.com/2011/01/remote-print-from-android-phone-using.html#comments"&gt; 2 comments »&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="post-body"&gt; &lt;img align="left" alt="print from android phone" border="0" height="89" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOpaCyLzzNH5j_c4Hv4n-hfephDApLxb30FloEkQTMOP7OZU2kTxwqY_JWnXvwHHfU77ZYNFR0zcxmKUUeiw3jw4jLjKelLJKdar_oiGNZnSHTzwq958yu85zFsKUvMd3ICeiw2D824r8/?imgmax=800" style="border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" title="print from android phone" width="190" /&gt;  Google Cloud print makes it possible to print from anywhere to your  local printers installed in your home or office. In this article, I’ll  show you how to print from Gmail on android phone to local printer.&lt;br /&gt;
&lt;div class="jump-link"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span&gt; &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2011/01/remote-print-from-android-phone-using.html" style="color: #5f5f5e; font-weight: bold; text-align: right; text-decoration: underline;"&gt;Read the rest of this entry »&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="entrytitle"&gt; &lt;a href="" name="1848184137590321002"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h2&gt; &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2011/01/update-microsoft-security-essentials.html"&gt; Update Microsoft Security Essentials Offline &lt;/a&gt; &lt;/h2&gt;&lt;span class="meta"&gt; Wednesday, January 26, 2011     |      &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Antivirus" rel="tag"&gt;Antivirus&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Microsoft%20Antivirus" rel="tag"&gt;Microsoft Antivirus&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/security" rel="tag"&gt;security&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/windows" rel="tag"&gt;windows&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.renjusblog.com/search/label/Windows%207" rel="tag"&gt;Windows 7&lt;/a&gt;              | &lt;a class="comment-link" href="http://www.renjusblog.com/2011/01/update-microsoft-security-essentials.html#comments"&gt; 0 comments »&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.microsoft.com/security_essentials/" target="_blank"&gt;&lt;img align="left" alt="update-microsoft-security-essentials-offline" border="0" height="80" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5rR6QL-_EA8yrlWlb_bNjdfTS9uAMDcHphl4jYxY9HG0mwxZ0BU56jEWDOMl5FnQ0sMNGHyXTAZ5VSOwC5As_11Fpm9F-2g_OfHuDlt3D83AFjW98C-WqWw30mVkccLS_Y-pf_CUXKRY/?imgmax=800" style="border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; display: inline; margin: 0px 10px 5px 0px;" title="update-microsoft-security-essentials-offline" width="65" /&gt; Microsoft Security Essentials&lt;/a&gt;, a &lt;strong&gt;popular free antivirus&lt;/strong&gt;  from Microsoft provides real time protection and protects PC’s against  virus attacks, spywares and other malicious software's.After installing &lt;a href="http://www.renjusblog.com/2010/12/free-download-microsoft-security.html" target="_blank"&gt;Microsoft Security Essentials 2&lt;/a&gt;, it will automatically try to &lt;strong&gt;update the latest virus definitions&lt;/strong&gt; from the internet.&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5G8u2wAQD5JNMGjeWaTyi2kbNGEF6wm4twB8ZX2HCIhTU_47Lha3WBBS7ATHzkS0ooPXdvgDnGIidjr5HLrrQVv-iMrWQTp4ZihvpiZcPY-5oDpy-cRWFF14UnDb9JYJSVy6Hq1PjycA/s72-c?imgmax=800" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/sebagai-generasi-muda-kita-harus.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Fri, 25 Mar 2011 02:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-5881213260477505252</guid><description>sebagai generasi muda kita harus bangkit dan jangan sampai pendidikan moral,kita hilang&lt;br /&gt;
karena pendidikan moral adalah pondasi untuk membentuk&lt;br /&gt;
calon calon pemimpim bangsa yang berbudi luhur dan ber budi pekerti yang baik</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>How do I create a Blogger Feed?</title><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/how-do-i-create-blogger-feed_25.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Fri, 25 Mar 2011 01:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-9190946195846721056</guid><description>&lt;a href="http://www.google.com/support/feedburner/bin/answer.py?hl=en&amp;amp;answer=78465&amp;amp;ctx=share"&gt;How do I create a Blogger Feed?&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/rasa-cinta-tanah-air-atau-nasionalisme.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Fri, 25 Mar 2011 01:19:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-8497237659365768420</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfTt8pWpyn0Rpm5SqoDuEn56MO33_mybrJdOs5gp16S7AedYNbOByW44qTluO9eJgc_1nwEg3Gl_PFwDCWk2SBkquC7T_SEm-4rDVBuJaW3hsUhizlcyYixBO7FPMakUWV_iI6kTpOHgI/s1600/Untitled-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfTt8pWpyn0Rpm5SqoDuEn56MO33_mybrJdOs5gp16S7AedYNbOByW44qTluO9eJgc_1nwEg3Gl_PFwDCWk2SBkquC7T_SEm-4rDVBuJaW3hsUhizlcyYixBO7FPMakUWV_iI6kTpOHgI/s200/Untitled-1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Rasa cinta tanah air atau nasionalisme dalam tulisan ini adalah rasa  kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati dan  loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara tempat ia  tinggal yang tercermin dari perilaku membela tanah airnya, menjaga dan  melindungi tanah airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan  negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada dinegaranya dengan  melestarikannya dan melestarikan alam dan lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Rasa cinta tanah air dan bangsa yang terangkum  dalam semangat patriotisme harus selalu tertanam dalam setiap sanubari  rakyat Indonesia. Apalagi, akhir-akhir ini rasa nasionalisme tersebut  kian dirasakan tidak sekuat dahulu. Untuk itu perlu digalakan kembali  semangat kebangsaan ini. Semangat inilah yang ingin juga  ditumbuhkembangkan demi menciptakan generasi yang sangat mencintai tanah  tumpah darahnya.&lt;br /&gt;
Generasi “founding fathers” pada masa penjajahan berhasil  membangkitkan rasa cinta tanah air dan bangsa yang pada akhirnya  berhasil memerdekakan bangsa Indonesia. Kalau saja rasa cinta tanah air  dan bangsa sekali lagi bisa menjadi faktor yang memotivasi bangsa  Indonesia, ada kemungkinan bangsa Indonesia akan bisa bangkit kembali  dengan masyarakatnya bisa menghasilkan karya-karya yang membanggakan  kita sebagai bangsa&lt;br /&gt;
Individu yang memiliki rasa cinta pada tanah airnya akan berusaha  dengan segala daya upaya yang dimilikinya untuk melindungi, menjaga  kedaulatan, kehormatan dan segala apa yang dimiliki oleh negaranya. Rasa  cinta tanah air inilah yang mendorong perilaku individu untuk membangun  negaranya dengan penuh dedikasi. Oleh karena itu, rasa cinta tanah air  perlu ditumbuhkembangkan dalam jiwa setiap individu yang menjadi warga  dari sebuah negara atau bangsa agar tujuan hidup bersama dapat tercapai.&lt;br /&gt;
1&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;B. Menanamkan rasa cinta tanah air&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Rasa Cinta Tanah Air dapat ditanamkan kepada anak  sejak usia dini agar dapat menjadi manusia yang dapat menghargai bangsa  dan negaranya misalnya dengan upacara sederhana setiap hari Senin dengan  menghormat bendera Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan  mengucapkan Pancasila. Meskipun lagu Indonesia Raya masih sulit dan  panjang untuk ukuran anak usia dini, tetapi dengan membiasakan mengajak  menyanyikannya setiap hari Senin, maka anak akan hafal dan bisa memahami  isi lagu. Merah Putih bisa diangkat menjadi sub tema  pembelajaran.Pentingnya sebuah lagu kebangsaan dan itu menjadi sebagai  identitas dari negara tersebut, agar dapat mengingatkan kembali betapa  pentingnya cinta terhadap negara.&lt;br /&gt;
Pendidikan merupakan bagian dari sistem atau subsistem yang memiliki  tujuan akhir yang bermuara pada pembangunan sebuah negara baik  pembangunan jiwa maupun raga setiap warga dari sebuah negara atau yang  biasa disebut sebagai sebuah bangsa. Sistem pendidikan nasional di  Indonesia pun merupakan sebuah subsistem dari pembangunan nasional.&lt;br /&gt;
Tujuan pendidikan adalah untuk memajukan budi pekerti sehingga  seorang individu menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur dan mampu  mencapai kesempurnaan hidup sehingga mampu hidup selaras dengan alam dan  masyarakatnya. Namun mengapa perilaku membuang sampah sembarangan,  membuang limbah tanpa pengolahan terlebih dahulu, eksploitasi hasil  hutan, eksploitasi hasil tambang, dan perilaku yang mengeksploitasi dan  merusak alam lainnya masih sering kita dengar, lihat dan rasakan  dinegara kita. Realitas juga menunjukkan bahwa negara kita tidak hanya  mengalami kerusakan secara fisik yang terlihat dari rusaknya alam,  tetapi juga mengalami kerusakan jiwa atau kerusakan psikologis yang  tampak dari perilaku-perilaku yang berujung pada kerugian yang harus  ditanggung oleh rakyat itu sendiri salah satunya :&lt;br /&gt;
Perilaku merusak alam akan memberikan dampak fisik maupun psikis yang  luar biasa tidak hanya pada masyarakat yang tinggal disekitar daerah  yang rusak namun juga menimbulkan kerugian yang besar bagi negara kita.  Kasus eksploitasi hasil hutan seperti penebangan kayu illegal atau yang  dikenal dengan illegal logging yang terjadi diberbagai wilayah Indonesia  merupakan salah satu contoh perilaku merusak alam lingkungan yang telah  memberikan kerugian materiil yang sangat berarti bagi negara. Selain  menyebabkan kerugian materiil, penebangan kayu ilegal juga telah  menyebabkan rusaknya ekosistem hutan yang proses rehabilitasinya dapat  menelan biaya yang tidak sedikit dalam kurun waktu yang cukup lama pula.  Kerusakan ekosistem hutan akibat penebangan ilegal juga telah  menyebabkan suku Anak Dalam kehilangan habitatnya. Semburan lumpur  Lapindo akibat ingin mengeksploitasi minyak yang terkandung didalam  tanah juga telah menyebabkan warga sidoarjo, porong dan sekitarnya  kehilangan habitat yang juga menyebabkan rusaknya tatanan masyarakat  didaerah tersebut dan sekitarnya&lt;br /&gt;
2&lt;br /&gt;
Ilmu pengetahuan yang disampaikan dalam proses pendidikan yang  berbasis nilai-nilai budaya lokal dan nasional adalah mengenai adat  istiadat lokal yang ada didaerah tersebut dan adat istiadat yang diakui  dan dijadikan identitas bangsa. Mengingat Indonesia adalah negara yang  multi-budaya maka muatan pendidikan budaya lokal yang terimplementasi  dalam bentuk kurikulum budaya lokal akan berbeda antara satu daerah  dengan daerah lainnya dalam model pendidikan ini. Sedangkan kurikulum  yang bermuatan budaya nasional akan sama antara satu daerah yang satu  dengan daerah yang lain. Selain membagi dan berbagi pengetahuan mengenai  adat istiadat lokal dan nasional, nilai-nilai budaya bersama juga harus  disampaikan dalam proses pendidikan yang berbasis nilai-nilai budaya  lokal dan nasional.&lt;br /&gt;
Pengetahuan mengenai adat istiadat lokal maupun nasional dan pemahaman  mengenai nilai-nilai bersama sebagai hasil dari proses pendidikan  berbasis nilai-nilai budaya lokal dan nasional akan membentuk manusia  Indonesia yang bangga terhadap tanah airnya. Rasa kebanggaan ini akan  menimbulkan rasa cinta pada tanah airnya yang kemudian akan  direalisasikan dalam perilaku melindungi, menjaga kedaulatan, kehormatan  dan segala apa yang dimiliki oleh negaranya.&lt;br /&gt;
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan manusia tentang  negara dan bangsanya mulai berkembang pada usia lima tahun. Pada usia  itu, anak mulai mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari suatu  bangsa. Hal itu juga disertai pengetahuan geografi dasar seperti  mengenali nama ibu kota negara tempat ia tinggal, bendera negara, dan  sebagainya. Pada usia sepuluh tahun, anak mulai dapat menggambarkan  karakteristik-karakteristik yang menjadi ciri khas bangsanya. Di  Indonesia, hal ini diperkuat dengan disusunnya kurikulum pendidikan  kewarganegaraan di tingkat sekolah dasar dan menegah. Secara langsung,  anak Indonesia diajar untuk mengenali karakteristik bangsanya sesuai  petunjuk buku pegangan sekolah : murah senyum, suka menolong, ramah, dan  sebagainya.&lt;br /&gt;
Anak memaknai dirinya sebagai bagian dari bangsa dan negaranya dengan  menunjukkan semangat etnosentrisme. Definisi etnosentrisme di sini  disempitkan pada sikap menunjukkan preferensi terhadap bangsa dan  negaranya sendiri di banding yang lain. Hal ini, menurut Tajfel dkk.  disebabkan oleh pengalaman anak berinteraksi dengan sikap dan perilaku  yang memang menunjukkan preferensi terhadap bangsa dan negaranya.  Artinya, anak akan cenderung melekatkan sikap dan perilaku yang  menurutnya baik sebagai bagian dari skap dan perilaku bangsanya.&lt;br /&gt;
Di skala nasional, rasa cinta yang bernapaskan etnosentrisme dapat  berfungsi sebagai media promosi kecintaan dan kebanggaan terhadap  bangsa. Schaefer (2006) menilai perilaku merendahkan bangsa dan negara  atau budaya lain dapat menumbuhkan semangat patriotik bagi suatu bangsa.  Bangsa Indonesia cukup akrab dengan bentuk cinta tanah air yang  bernapaskan etnosentrisme ini&lt;br /&gt;
Pemuda Indonesia harus mampu mengambil peran yang signifikan dalam  merespon berbagai persoalan yang tengah dihadapi bangsa ini. Untuk itu  pemuda Indonesia haruslah memiliki akhlak mulia, sehat, cerdas,  terampil, berprestasi dan berdaya saing serta memiliki komitmen untuk  memajukan bangsa.&lt;br /&gt;
3&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;C. PENANAMAN MORAL, DASAR MENTAL BANGSA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Sejak era reformasi digulirkan, tampaknya belum membuat negeri ini  menjadi lebih baik dan keluar dari masalah prinsipal. Permasalahan  hukum, ekonomi kerakyatan, lapangan kerja, perburuhan, utang luar  negeri, korupsi dan lainnya masih menjadi pemandangan yang menghiasi  pemberitaan media. Justru dari sini mata makin terbuka menyaksikan  pembongkaran fenomena nyata yang terjadi di negeri tercinta.&lt;br /&gt;
Permasalahannya kompleks dan hanya bisa diatasi setelah melalui  berbagai pendekatan sosial. Muncul pertanyaan, bagaimana keluar dari  persoalan ini. Setelah berganti kepemimpinan yang semula diharapkan  dapat membereskan problematika ini ternyata belum pula mampu  mengatasinya.&lt;br /&gt;
Satu hal yang penting yaitu terletak pada dunia pendidikan.  Pendidikan paling mendasar adalah moral. Pembenahan kurikulum belum  menyentuh pendidikan budi pekerti dan mengasah kepekaan rasa. Masyarakat  lebih cenderung menggunakan akal bukan rasa. Padahal keberhasilan  seseorang dalam mengelola diri, terletak pada keseimbangan antara  pengelolaan rasa dan olah pikir.&lt;br /&gt;
Contoh, masuknya kesenian dalam kurikulum seharusnya dapat membangun  seseorang untuk mencintai seni dan budaya bangsa, mengolah keindahan  melalui apresiasi seni, baik seni musik, tari maupun seni rupa..&lt;br /&gt;
Melalui pengajaran Bahasa Jawa sebagai muatan lokal, mestinya bertujuan  anak mengenal, mencintai dan bisa menerapkan bahasa dan budaya Jawa  secara penuh dengan ajaran moral dan budi pekerti.&lt;br /&gt;
Melalui PKn dapat menumbuhkan jiwa anak untuk cinta tanah air, hidup  berbangsa dan bernegara, memahami perjalanan sejarah bangsa sehingga  menumbuhkan kecintaan pada bangsa dan tanah air. Satu hal penting dan  sudah ditinggalkan adalah tidak pernah diperdengarkan lagu-lagu  perjuangan dan lagu nasional.&lt;br /&gt;
Padahal lagu-lagu tersebut sebenarnya sangat ampuh untuk  membangkitkan kecintaan pada tanah air dan bangsa serta lingkungan.  Alangkah baiknya bila melalui dunia pendidikan disisipkan pendidikan  bermoral dan berbangsa agar generasi muda kelak tumbuh kecintaannya pada  tanah air. Mereka tidak rela kalau negeri ini diporak-porandakan oleh  demo anarkis.&lt;br /&gt;
Tidak rela pula kalau hutan minyak, kekayaan laut dan keanekaragaman  budaya dijarah bangsa asing. Mereka akan membela bangsa dengan tulus  ikhlas dan tidak materialistis. Sifat materialistis ini tampaknya sudah  menggerogoti alam pikiran. Semua yang dilakukan diperhitunkan dengan  uang untuk kepentingan dan pemenuhan ambisi diri.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
4&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;D &lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;PEMBANGUNAN NASIONAL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan Manusia  Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia.  Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di  dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan  nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan  terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi  budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan  dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan  yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung  jawab atas pembangunan bangsa.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garis-garis_Besar_Haluan_Negara" title="Garis-garis Besar Haluan Negara"&gt;Garis-garis Besar Haluan Negara&lt;/a&gt;  juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para  siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi  pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar  1945.&lt;br /&gt;
Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang  ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di  dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka  diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur  pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya  mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun  melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;E&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;.&amp;nbsp; CARA CINTA TANAH AIR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
1. Bangga menjadi orang Indonesia&lt;br /&gt;
Tidak ada yang lebih membanggakan selain menjadi orang Indonesia.  Negara yang diakui orang karena keramahan rakyat, kekayaan alam, gotong  royong, dan budayanya. Tuhan memberikan negeri ini banyak kenikmatan,  makanya kita harus bersyukur.&lt;br /&gt;
5&lt;br /&gt;
2. Melestarikan Budaya.&lt;br /&gt;
Indonesia memiliki banyak kebudayaan dari sabang sampai merauke. Ini  membuat Indonesia memiliki beraneka ragam kebudayaan. Meskipun begitu  masyarakat Indonesia tetap hidup dengan rukun.&lt;br /&gt;
3. Menggunakan Produk Lokal&lt;br /&gt;
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang kreatif, banyak produk  Indonesia yang diekspor keluar negeri, karena kualitas produk Indonesia  tidak kalah dengan buatan luar negeri.mari kita galakkan penggunaan  produk produk dalam negeri. Selain memang bagus kualitasnya, kita juga  akan membantu perekonomian dan pengangguran – pengangguran yang semakin  banyak sejak industri dalam negeri gulung tikar.&lt;br /&gt;
4. Hemat Energi.&lt;br /&gt;
Dunia sekarang mengalami krisis energi, jadi kita harus menghemat  energi demi kehidupan bersama. Kita juga harus memanfaatkan sumber daya  alam yang ada.&lt;br /&gt;
5. Harumkan nama Bangsa.&lt;br /&gt;
Menjaga nama baik negara merupakan mengharumkan nama bangsa, apalagi  kalau kita berprestasi di tingkat dunia. Baik melalui olah raga,  kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
6&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;F&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;. KESIMPULAN&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Generasi “founding fathers” pada masa penjajahan berhasil  membangkitkan rasa cinta tanah air dan bangsa yang pada akhirnya  berhasil memerdekakan bangsa Indonesia. Kalau saja rasa cinta tanah air  dan bangsa sekali lagi bisa menjadi faktor yang memotivasi bangsa  Indonesia, ada kemungkinan bangsa Indonesia akan bisa bangkit kembali  dengan masyarakatnya bisa menghasilkan karya-karya yang membanggakan  kita sebagai bangsa Individu yang memiliki rasa cinta pada tanah airnya  akan berusaha dengan segala daya upaya yang dimilikinya untuk  melindungi, menjaga kedaulatan, kehormatan dan segala apa yang dimiliki  oleh negaranya.&lt;br /&gt;
Rasa cinta tanah air inilah yang mendorong perilaku individu untuk  membangun negaranya dengan penuh dedikasi. Oleh karena itu, rasa cinta  tanah air perlu ditumbuhkembangkan dalam jiwa setiap individu yang  menjadi warga dari sebuah negara atau bangsa agar tujuan hidup bersama  dapat tercapai.&lt;br /&gt;
Cinta tanah air sebaiknya ditanamkan pada setiap jiwa warga Negara  Indonesia sejak dini, karena akan berdampak baik bagi kita semua  dikemudian hari.&lt;br /&gt;
7&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;. DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://wahyuandika.ngeblog.com/"&gt;http://wahyuandika.ngeblog.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://unpad.ac.id/"&gt;http://unpad.ac.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://lintasalumni.com/"&gt;http://lintasalumni.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.waspada.co/"&gt;http://www.waspada.co&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://ruangspikologi.com/"&gt;http://ruangspikologi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;a href="http://cupu.ngeblogs.com/2009/11/19/sekilas-tentang-tanah-air/"&gt;http://cupu.ngeblogs.com/2009/11/19/sekilas-tentang-tanah-air/&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/OSIS"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/OSIS&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2008/07/17/22340/Pendidikan-Moral-Dasar-Mental-Bangsa"&gt;http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2008/07/17/22340/Pendidikan-Moral-Dasar-Mental-Bangsa&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfTt8pWpyn0Rpm5SqoDuEn56MO33_mybrJdOs5gp16S7AedYNbOByW44qTluO9eJgc_1nwEg3Gl_PFwDCWk2SBkquC7T_SEm-4rDVBuJaW3hsUhizlcyYixBO7FPMakUWV_iI6kTpOHgI/s72-c/Untitled-1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/pancasila-adalah-dasar-negara-yang-di.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Thu, 24 Mar 2011 02:14:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-2124442458701817062</guid><description>&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;pancasila adalah dasar negara yang di perjuangkan oleh para pendahulu kita agarkita bisa hidup seperti sekarang ini&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;kita harus menjaga agar pabcasila tetap jaya&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;dan merah putih tetap berkibar tunjuk kan rasa nasionalis me kita&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;agar kita tidak bisa di pecah oleh bangsa lain&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;indonesia tetap jaya&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;dan merah putihtetap berkibar jaya&amp;nbsp;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/f-ilsafat-pancasila-sebagai-filsafat.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Thu, 24 Mar 2011 01:07:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-5677923162763959181</guid><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #073763;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;F&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #073763;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;ILSAFAT PANCASILA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #073763; font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large; text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sebagai filsafat dan pandangan hidup bangsa Indonesia, &lt;span class="hilite"&gt;Pancasila&lt;/span&gt; telah menjadi obyek aneka kajian filsafat.  Antara lain terkenallah temuan Notonagoro dalam kajian &lt;span class="hilite"&gt;filsafat&lt;/span&gt;  hukum, bahwa Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum di  Indonesia.  Sekalipun nyata bobot dan latar belakang yang bersifat  politis, &lt;span class="hilite"&gt;Pancasila&lt;/span&gt; telah dinyatakan dalam GBHN 1983 sebagai “satu-satunya azas” dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.&lt;br /&gt;
&lt;a href="" id="more-22"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Tercatat ada pula sejumlah naskah tentang Pancasila dalam perspektif  suatu agama karena  selain unsur-unsur lokal (”milik dan ciri khas  bangsa Indonesia”) diakui adanya unsur universal yang biasanya diklim  ada dalam setiap agama. Namun rasanya lebih tepat untuk melihat &lt;span class="hilite"&gt;Pancasila&lt;/span&gt; sebagai obyek kajian &lt;span class="hilite"&gt;filsafat&lt;/span&gt;  politik, yang berbicara mengenai kehidupan bersama manusia menurut  pertimbangan epistemologis yang bertolak dari urut-urutan pemahaman  (”ordo cognoscendi”), dan bukan bertolak dari urut-urutan logis (”ordo  essendi”) yang menempatkan Allah sebagai prioritas utama.&lt;br /&gt;
Menurut Hardono Hadi, jika Pancasila menjadi obyek kajian filsafat,  maka harus ditegaskan lebih dahulu apakah dalam filsafat Pancasila itu  dibicarakan filsafat tentang Pancasila (yaitu hakekat &lt;span class="hilite"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;) atau &lt;span class="hilite"&gt;filsafat&lt;/span&gt;  yang terdapat dalam Pancasila (yaitu muatan filsafatnya). Mengenai hal  ini evidensi atau isyarat yang tak dapat diragukan mengenai Pancasila  terdapat naskah Pembukaan UUD 1945 dan dalam kata “Bhinneka Tunggal Ika”  dalam lambang negara Republik Indonesia.  Dalam naskah Pembukaan UUD  1945 itu, Pancasila menjadi “defining characteristics” = pernyataan  jatidiri bangsa = cita-cita atau tantangan yang ingin diwujudkan =  hakekat berdalam dari bangsa Indonesia.  Dalam jatidiri ada unsur  kepribadian, unsur keunikan dan unsur identitas diri. Namun dengan  menjadikan &lt;span class="hilite"&gt;Pancasila&lt;/span&gt; jatidiri bangsa tidak  dengan sendirinya jelas apakah nilai-nilai yang termuat di dalamnya  sudah terumus jelas dan terpilah-pilah.&lt;br /&gt;
Sesungguhnya dalam kata “Bhinneka Tunggal Ika” terdapat isyarat utama untuk mendapatkan informasi tentang arti &lt;span class="hilite"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;, dan kunci bagi kegiatan  merumuskan muatan &lt;span class="hilite"&gt;filsafat&lt;/span&gt; yang terdapat dalam &lt;span class="hilite"&gt;Pancasila&lt;/span&gt;.  Dalam konteks itu dapatlah diidentifikasikan mana yang bernilai  universifal dan mana yang bersifat lokal = ciri khas bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;
Tugas.  “Bhinneka Tunggal Ika” secara harafiah identik dengan “E  Pluribus Unum” pada lambang negara Amerika Serikat.  Demikian pula  dokumen Pembukaan UUD 1945 memiliki bobot sama dengan “Declaration of  Independence” negara tersebut.  Buatlah suatu analisis mengenai  perbedaan muatan dalam kedua teks itu.&lt;br /&gt;
Suatu kajian atas &lt;span class="hilite"&gt;Pancasila&lt;/span&gt; dalam  kacamata filsafat tentang manusia menurut aliran eksistensialisme  disumbangkan oleh N Driyarkara.  Menurut Driyarkara, keberadaan manusia  senantiasa bersifat ada-bersama manusia lain.  Oleh karena itu rumusan &lt;span class="hilite"&gt;filsafat&lt;/span&gt; dari &lt;span class="hilite"&gt;Pancasila&lt;/span&gt; adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
Aku manusia mengakui bahwa adaku itu merupakan  ada-bersama-dalam-ikatan-cintakasih (”liebendes Miteinadersein”) dengan  sesamaku.  Perwudjudan sikap cintakasih dengan sesama manusia itu  disebut “Perikemanusiaan yang adil dan beradab”.&lt;br /&gt;
Perikemanusiaan itu harus kujalankan dalam bersama-sama menciptakan,  memiliki dan menggunakan barang-barang yang berguna sebagai  syarat-syarat, alat-alat dan perlengkapan hidup.  Penjelmaan dari  perikemanusiaan ini disebut “&lt;span class="Apple-style-span" style="text-decoration: underline;"&gt;keadilan sosial&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;
Perikemanusiaan itu harus kulakukan juga dalam memasyarakat.   Memasyarakat berarti mengadakan kesatuan karya dan agar kesatuan karya  itu betul-betul merupakan pelaksanaan dari perikemanusiaan, setiap  anggauta harus dihormati dan diterima sebagai pribadi yang sama haknya.   Itulah demokrasi = “&lt;span class="Apple-style-span" style="text-decoration: underline;"&gt;kerakyatan yang dipimpin …&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;
Perikemanusiaan itu harus juga kulakukan dalam hubunganku dengan  sesamaku yang oleh perjalanan sejarah, keadaan tempat, keturunan,  kebudayaan dan adat istiadat, telah menjadikan aku manusia konkrit dalam  perasaan, semangat dan cara berfikir.  Itulah sila kebangsaan atau  “persatuan Indonesia”.&lt;br /&gt;
Selanjutnya aku meyakini bahwa adaku itu ada-bersama, ada-terhubung,  serba-tersokong, serba tergantung.  Adaku tidak sempurna, tidak atas  kekuatanku sendiri.  Adaku bukan sumber dari adaku.  Yang menjadi sumber  adaku hanyalah Ada-Yang-Mutlak, Sang Maha Ada, Pribadi (Dhat) yang  mahasempurna, Tuhan yang mahaesa. Itulah dasar bagi sila pertama:  “&lt;span class="Apple-style-span" style="text-decoration: underline;"&gt;Ketuhanan yang &amp;nbsp; mahaesa&lt;/span&gt;”.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>How do I create a Blogger Feed?</title><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/how-do-i-create-blogger-feed.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Wed, 23 Mar 2011 09:16:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-1323444438979605112</guid><description>&lt;a href="http://www.google.com/support/feedburner/bin/answer.py?hl=en&amp;amp;answer=78465&amp;amp;ctx=share"&gt;How do I create a Blogger Feed?&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Comment Inbox</title><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/comment-inbox.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Wed, 23 Mar 2011 08:45:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-5307536276783394247</guid><description>&lt;a href="http://www.google.com/support/blogger/bin/answer.py?hl=en&amp;amp;answer=187141&amp;amp;ctx=share"&gt;Comment Inbox&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/kata-pengantar-puji-dan-syukur-penulis.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Sun, 20 Mar 2011 21:38:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-2390813711428055018</guid><description>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;KATA PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span&gt;Puji  dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat  dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan  makalah yang berjudul “Falsafah Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara  Indonesia”&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ini dengan lancar. Penulisan makalah ini  bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen  pengampu matakuliah Pancasila Drs. Soewarno M.Hum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span&gt;Makalah  ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis  peroleh dari buku panduan yang berkaitan dengan Pancasila, serta  infomasi dari media massa yang berhubungan dengan falsafah Pancasila  sebagai dasar falsafah negara Indonesia, tak lupa penyusun ucapkan  terima kasih kepada pengajar matakuliah Pancasila atas bimbingan dan  arahan dalam penulisan makalah ini. Juga kepada rekan-rekan mahasiswa  yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span&gt;Penulis  harap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita  semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai Pancasila yang  ditinjau dari aspek filsafat atau falsafah, khususnya bagi penulis.  Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan  kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih  baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 198pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;Tulungagung 21 maret 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 243pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span&gt;Penulis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 243pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 243pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 243pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.1&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span&gt;Sebagai  dasar negara, Pancasila kembali diuji ketahanannya dalam era reformasi  sekarang. Merekahnya matahari bulan Juni 1945, 63 tahun yang lalu  disambut dengan lahirnya sebuah konsepsi kenengaraan yang sangat  bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu lahirnya Pancasila. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span&gt;Sebagai  falsafah negara, tentu Pancasila ada yang merumuskannya. Pancasila  memang merupakan karunia terbesar dari Allah SWT dan ternyata merupakan  light-star bagi segenap bangsa Indonesia di masa-masa selanjutnya, baik  sebagai pedoman dalam memperjuangkan kemerdekaan, juga sebagai alat  pemersatu dalam hidup kerukunan berbangsa, serta sebagai pandangan hidup  untuk kehidupan manusia Indonesia sehari-hari, dan yang jelas tadi  telah diungkapkan sebagai dasar serta falsafah negara Republik  Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span&gt;Pancasila  telah ada dalam segala bentuk kehidupan rakyat Indonesia, terkecuali  bagi mereka yang tidak Pancasilais. Pancasila lahir 1 Juni 1945,  ditetapkan pada 18 Agustus 1945 bersama-sama dengan UUD 1945. Bunyi dan  ucapan Pancasila yang benar berdasarkan Inpres Nomor 12 tahun 1968  adalah satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, Kemanusiaan yang adil dan  beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh  hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dan kelima,  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span&gt;Sejarah  Indonesia telah mencatat bahwa di antara tokoh perumus Pancasila itu  ialah, Mr Mohammad Yamin, Prof Mr Soepomo, dan Ir Soekarno. Dapat  dikemukakan mengapa Pancasila itu sakti dan selalu dapat bertahan dari  guncangan kisruh politik di negara ini, yaitu pertama ialah karena  secara intrinsik dalam Pancasila itu mengandung toleransi, dan siapa  yang menantang Pancasila berarti dia menentang toleransi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span&gt;Kedua,  Pancasila merupakan wadah yang cukup fleksibel, yang dapat mencakup  faham-faham positif yang dianut oleh bangsa Indonesia, dan faham lain  yang positif tersebut mempunyai keleluasaan yang cukup untuk  memperkembangkan diri. Yang ketiga, karena sila-sila dari Pancasila itu  terdiri dari nilai-nilai dan norma-norma yang positif sesuai dengan  pandangan hidup bangsa Indonesia, dan nilai serta norma yang  bertentangan, pasti akan ditolak oleh Pancasila, misalnya Atheisme dan  segala bentuk kekafiran tak beragama akan ditolak oleh bangsa Indonesia  yang bertuhan dan ber-agama. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span&gt;Diktatorisme  juga ditolak, karena bangsa Indonesia berprikemanusiaan dan berusaha  untuk berbudi luhur. Kelonialisme juga ditolak oleh bangsa Indonesia  yang cinta akan kemerdekaan. Sebab yang keempat adalah, karena bangsa  Indonesia yang sejati sangat cinta kepada Pancasila, yakin bahwa  Pancasila itu benar dan tidak bertentangan dengan keyakinan serta  agamanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 42.55pt;"&gt;&lt;span&gt;Dengan  demikian bahwa falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara  Indonesia yang harus diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia agar  menghormati, menghargai, menjaga dan menjalankan apa-apa yang telah  dilakukan oleh para pahlawan khususnya pahlawan proklamasi yang telah  berjuang untuk kemerdekaan negara Indonesia ini. Sehingga baik golongan  muda maupun tua tetap meyakini Pancasila sebagai dasar negara Indonesia  tanpa adanya keraguan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan  negara Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.2&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Perumusan Masalah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, agar dalam penulisan ini penulis memperoleh hasil yang diinginkan, maka &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;penulis mengemukakan bebe-rapa rumusan masalah. Rumusan masalah itu adalah: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Apakah landasan filosofis Pancasila?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="2" style="color: cyan; margin-top: 0pt;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Apakah fungsi utama filsfat Pancasila bagi bangsa dan      negara Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Apakah bukti bahwa falsafah Pancasila dijadikan sebagai dasar      falsafah negara Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.3&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Tujuan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span&gt;Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pancasila.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Untuk menambah pengetahuan tentang Pancasila dari aspek filsafat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Untuk mengetahui landasan filosofis Pancasila. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Untuk mengetahui fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Untuk mengetahui bukti bahwa falsafah Pancasila dijadikan sebagai dasar falsafah negara Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.4&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Manfaat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Manfaat yang didapat dari makalah ini adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Mahasiswa dapat menambah pengetahuan tentang Pancasila dari aspek filsafat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Mahasiswa dapat mengetahui landasan filosofis Pancasila.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Mahasiswa dapat mengetahui fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Mahasiswa dapat mengetahui bukti bahwa falsafah Pancasila dijadikan sebagai dasar falsafah negara Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.5&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Ruang Lingkup&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span&gt;Makalah  ini membahas mengenai landasan filosofis Pancasila dan fungsi utama  filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia. Serta membahas  mengenai bukti bahwa falsafah Pancasila dijadikan sebagai dasar falsafah  negara Indonesia. Berdasarkan beberapa masalah yang teridentifikasi  tersebut, makalah ini difokuskan pada falsafah Pancasila sebagai dasar  falsafah negara Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;METODE PENULISAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.1&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Objek Penulisan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span&gt;Objek  penulisan makalah ini adalah mengenai falsafah Pancasila sebagai dasar  falsafah negara Indonesia. Dalam makalah ini dibahas mengenai landasan  filosofis Pancasila, fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan  negara Indonesia, dan bagaimana falsafah Pancasila dijadikan sebagai  dasar falsafah negara Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.2&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Dasar Pemilihan Objek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Makalah  ini membahas mengenai falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara  Indonesia. Falsafah Pancasila adalah hasil berpikir/pemikiran yang  sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang dianggap, dipercaya dan  diyakini sebagai sesuatu (kenyataan, norma-norma, nilai-nilai) yang  paling benar, paling adil, paling bijaksana, paling baik dan paling  sesuai bagi bangsa Indonesia. Maka dari itu masyarakat perlu mengetahui  bahwa falsafah Pancasila dijadikan sebagai falsafah negara Indonesia  yang terdapat dalam beberapa dokumen historis dan di dalam  perundang-undangan negara Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.3&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Metode Pengumpulan Data&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span&gt;Dalam  pembuatan makalah ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah  kaji pustaka terhadap bahan-bahan kepustakaan yang sesuai dengan  permasalahan yang diangkat dalam makalah ini yaitu dengan tema wawasan  kebangsaan. Sebagai referensi juga diperoleh dari situs web internet  yang membahas mengenai falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara  Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.4&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Metode Analisis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Penyusunan  makalah ini berdasarkan metode deskriptif analistis, yaitu  mengidentifikasi permasalahan berdasarkan fakta dan data yanag ada,  menganalisis permasalahan berdasarkan pustaka dan data pendukung  lainnya, serta mencari alternatif pemecahan masalah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;BAB III&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;ANALISIS PERMASALAHAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.1&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Landasan Filosofis Pancasila&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.1.1&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Pengertian Filsafat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 49.65pt;"&gt;&lt;span&gt;Secara etimologis istilah &lt;i&gt;&lt;span&gt;”filsafat“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; atau dalam bahasa Inggrisnya &lt;i&gt;&lt;span&gt;“philosophi”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; adalah berasal dari bahsa Yunani &lt;i&gt;&lt;span&gt;“philosophia”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; yang secara lazim diterjemahkan sebagai &lt;i&gt;&lt;span&gt;“cinta kearifan”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; kata philosophia tersebut berakar pada kata &lt;i&gt;&lt;span&gt;“philos”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(pilia, cinta) dan &lt;i&gt;&lt;span&gt;“sophia”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (kearifan). Berdasarkan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengertian bahasa tersebut filsafat berarti cinta kearifan. Kata kearifan bisa juga berarti &lt;i&gt;&lt;span&gt;“wisdom”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; atau kebijaksanaan sehingga filsafat bisa juga berarti cinta kebijaksanaan. Berdasarkan makna kata&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tersebut  maka mempelajari filsafat berarti merupakan upaya manusia untuk mencari  kebijaksanaan hidup yang nantinya bisa menjadi konsep kebijakan hidup  yang bermanfaat bagi peradaban manusia. Seorang ahli pikir disebut  filosof, kata ini mula-mula dipakai oleh Herakleitos.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 49.65pt;"&gt;&lt;span&gt;Pengetahuan  bijaksana memberikan kebenaran, orang, yang mencintai pengetahuan  bijaksana, karena itu yang mencarinya adalah oreang yang mencintai  kebenaran. Tentang mencintai kebenaran adalah karakteristik dari setiap  filosof dari dahulu sampai sekarang. Di dalam mencari kebijaksanaan itu,  filosof mempergunakan cara dengan berpikir sedalam-dalamnya (merenung).  Hasil filsafat (berpikir sedalam-dalamnya) disebut filsafat atau  falsafah. Filsafat sebagai hasil berpikir sedalam-dalamnya diharapkan  merupakan suatu yang paling bijaksana atau setidak-tidaknya mendekati  kesempurnaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 49.65pt;"&gt;&lt;span&gt;Beberapa tokoh-tokoh filsafat menjelaskan pengertian filsafat adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;•&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Socrates (469-399 s.M.)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Filsafat  adalah suatu bentuk peninjauan diri yang bersifat reflektif atau berupa  perenungan terhadap azas-azas dari kehidupan yang adil dan bahgia.  Berdasarkan pemikiran tersebut dapat dikembangkan bahwa manusia akan  menemukan kebahagiaan dan keadilan jika mereka mampu&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan mau melakukan peninajauan diri atau refleksi diri sehingga muncul koreksi terhadap diri secara obyektif &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;•&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Plato (472 – 347 s. M.)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dalam  karya tulisnya “Republik” Plato menegaskan bahwa para filsuf adalah  pencinta pandangan tentang kebenaran (vision of truth). Dalam pencarian  dan menangkap pengetahuan mengenai&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ide yang abadi dan tak  berubah. Dalam konsepsi Plato filsafat merupakan pencarian yang bersifat  spekulatif atau perekaan terhadap pandangan&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tentang seluruh kebenaran. Filsafat Plato ini kemudan digolongkan sebagai filsafat spekulatif&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;b&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.1.2&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Pengertian Pancasila&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;Kata Pancasila&lt;b&gt; &lt;/b&gt;berasal dari kata Sansakerta (Agama Buddha) yaitu untuk mencapai Nirwana diperlukan 5 Dasar/Ajaran, yaitu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Jangan mencabut nyawa makhluk hidup/Dilarang membunuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Jangan mengambil barang orang lain/Dilarang mencuri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Jangan berhubungan kelamin/Dilarang berjinah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Jangan berkata palsu/Dilarang berbohong/berdusta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Jangan mjnum yang menghilangkan pikiran/Dilarang minuman keras.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;Diadaptasi oleh orang jawa menjadi 5 M = Madat/Mabok, Maling/Nyuri, Madon/Awewe, Maen/Judi, Mateni/Bunuh.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pengertian Pancasila Secara Etimologis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;Perkataan Pancasil mula-mula terdapat dalam perpustakaan Buddha yaitu dalam Kitab &lt;span&gt;Tripitaka&lt;/span&gt;  dimana dalam ajaran buddha tersebut terdapat suatu ajaran moral untuk  mencapai nirwana/surga melalui Pancasila yang isinya 5 J [idem].&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pengertian secara Historis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pada tanggal 01 Juni 1945 Ir. Soekarno berpidato tanpa teks mengenai rumusan Pancasila sebagai Dasar Negara &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pada  tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, kemudian  keesokan harinya 18 Agustus 1945 disahkanlah UUD 1945 termasuk  Pembukaannya dimana didalamnya terdapat rumusan 5 Prinsip sebagai Dasar  Negara yang duberi nama Pancasila. Sejak saat itulah Pancasila menjadi  Bahasa Indonesia yang umum. Jadi walaupun pada Alinea 4 Pembukaan UUD 45  tidak termuat istilah Pancasila namun yang dimaksud dasar Negara RI  adalah disebut istilah Pancasila hal ini didaarkan interprestasi  (penjabaran) historis terutama dalam rangka pembentukan Rumusan Dasar  Negara.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pengertian Pancasila Secara Termitologis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;Proklamasi  17 Agustus 1945 telah melahirkan Negara RI untuk melengkapai alat2  Perlengkapan Negara PPKI mengadakan sidang pada tanggal 18 Agustus 1945  dan berhasil mengesahkan UUD 45 dimana didalam bagian Pembukaan yang  terdiri dari 4 Alinea didalamnya tercantum rumusan Pancasila. Rumusan  Pancasila tersebut secara Konstitusional sah dan benar sebagai dasar  negara RI yang disahkan oleh PPKI yang mewakili seluruh Rakyat Indonesia&lt;br /&gt;
Pancasila Berbentuk: &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Hirarkis (berjenjang);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Piramid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;A. Pancasila menurut Mr. Moh Yamin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;adalah yang disampaikan di dalam sidang BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945 isinya sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Prikebangsaan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Prikemanusiaan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Priketuhanan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Prikerakyatan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kesejahteraan Rakyat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;B. Pancasila menurut Ir. Soekarno&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;yang disampaikan pada tangal 1 Juni 1945 di depan sidang BPUPKI, sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Nasionalisme/Kebangsaan Indonesia;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Internasionalisme/Prikemanusiaan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Mufakat/Demokrasi;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kesejahteraan Sosial;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Ketuhanan yang berkebudayaan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;Presiden Soekarno mengusulkan ke-5 Sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Sosio Nasional : Nasionalisme dan Internasionalisme;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Sosio Demokrasi : Demokrasi dengan kesejahteraan rakyat;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Ketuhanan YME.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;Dan masih menurut Ir. Soekarno Trisila masih dapat diperas lagi menjadi Ekasila atau Satusila yang intinya adalah Gotong Royong.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;C. Pancasila menurut Piagam Jakarta &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;yang disahkan pada tanggal 22 Juni 1945 rumusannya sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Persatuan Indonesia;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dan permusyawaratan perwakilan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 54pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Kesimpulan  dari bermacam-macam pengertian pancasila tersebut yang sah dan benar  secara Konstitusional adalah pancasila yang tercantum dalam Pembukaan  Uud 45, hal ini diperkuat dengan adanya ketetapan MPRS NO.XXI/MPRS/1966  dan Inpres No. 12 tanggal 13 April 1968 yang menegaskan bahwa  pengucapan, penulisan dan Rumusan Pancasila Dasar Negara RI yang sah dan  benar adalah sebagai mana yang tercantum dalam Pembukaan Uud 1945.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 54pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.1.3&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Pengertian Filsafat Pancasila&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span&gt;Pancasila  dikenal sebagai filosofi Indonesia. Kenyataannya definisi filsafat  dalam filsafat Pancasila telah diubah dan diinterpretasi berbeda oleh  beberapa filsuf Indonesia. Pancasila dijadikan wacana sejak 1945.  Filsafat Pancasila senantiasa diperbarui sesuai dengan “permintaan”  rezim yang berkuasa, sehingga Pancasila berbeda dari waktu ke waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Filsafat Pancasila Asli&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pancasila  merupakan konsep adaptif filsafat Barat. Hal ini merujuk pidato Sukarno  di BPUPKI dan banyak pendiri bangsa merupakan alumni Universitas di  Eropa, di mana filsafat barat merupakan salah satu materi kuliah mereka.  Pancasila terinspirasi konsep humanisme, rasionalisme, universalisme,  sosiodemokrasi, sosialisme Jerman, demokrasi parlementer, dan  nasionalisme.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Filsafat Pancasila versi Soekarno&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Filsafat  Pancasila kemudian dikembangkan oleh Sukarno sejak 1955 sampai  berakhirnya kekuasaannya (1965). Pada saat itu Sukarno selalu menyatakan  bahwa Pancasila merupakan filsafat asli Indonesia yang diambil dari  budaya dan tradisi Indonesia dan akulturasi budaya India (Hindu-Budha),  Barat (Kristen), dan Arab (Islam). Menurut Sukarno “Ketuhanan” adalah  asli berasal dari Indonesia, “Keadilan Soasial” terinspirasi dari konsep  Ratu Adil. Sukarno tidak pernah menyinggung atau mempropagandakan  “Persatuan”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Filsafat Pancasila versi Soeharto&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Oleh  Suharto filsafat Pancasila mengalami Indonesiasi. Melalui filsuf-filsuf  yang disponsori Depdikbud, semua elemen Barat disingkirkan dan diganti  interpretasinya dalam budaya Indonesia, sehingga menghasilkan “Pancasila  truly Indonesia”. Semua sila dalam Pancasila adalah asli Indonesia dan  Pancasila dijabarkan menjadi lebih rinci (butir-butir Pancasila). Filsuf  Indonesia yang bekerja dan mempromosikan bahwa filsafat Pancasila  adalah truly Indonesia antara lain Sunoto, R. Parmono, Gerson W.  Bawengan, Wasito Poespoprodjo, Burhanuddin Salam, Bambang Daroeso,  Paulus Wahana, Azhary, Suhadi, Kaelan, Moertono, Soerjanto  Poespowardojo, dan Moerdiono.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Berdasarkan  penjelasan diatas maka pengertian filsafat Pancasila secara umum adalah  hasil berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia  yang dianggap, dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan,  norma-norma, nilai-nilai) yang paling benar, paling adil, paling  bijaksana, paling baik dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kalau  dibedakan anatara filsafat yang religius dan non religius, maka  filsafat Pancasila tergolong filsafat yang religius. Ini berarti bahwa  filsafat Pancasila dalam hal kebijaksanaan dan kebenaran mengenal adanya  kebenaran mutlak yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa (kebenaran  religius) dan sekaligus mengakui keterbatasan kemampuan manusia,  termasuk kemampuan berpikirnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dan  kalau dibedakan filsafat dalam arti teoritis dan filsafat dalam arti  praktis, filsafast Pancasila digolongkandalam arti praktis. Ini berarti  bahwa filsafat Pancasila di dalam mengadakan pemikiran yang  sedalam-dalamnya, tidak hanya bertujuan mencari kebenaran dan  kebijaksanaan, tidak sekedar untukmemenuhi hasrat ingin tahu dari  manusia yang tidak habis-habisnya, tetapi juga dan terutama hasil  pemikiran yang berwujud filsafat Pancasila tersebut dipergunakan sebagai  pedoman hidup sehari-hari (pandangan hidup, filsafat hidup, way of the  life, Weltanschaung dan sebgainya); agar hidupnya dapat mencapai  kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Selanjutnya filsafat Pancasila mengukur adanya kebenran yang bermacam-macam dan bertingkat-tingkat sebgai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kebenaran indra (pengetahuan biasa);&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kebenaran ilmiah (ilmu-ilmu pengetahuan);&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kebenaran filosofis (filsafat);&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kebenaran religius (religi).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Untuk  lebih meyakinkan bahwa Pancasila itu adalah ajaran filsafat, sebaiknya  kita kutip ceramah Mr.Moh Yamin pada Seminar Pancasila di Yogyakarta  tahun 1959 yang berjudul “Tinjauan Pancasila Terhadap Revolusi  Fungsional”, yang isinya anatara lain sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tinjauan  Pancasila adalah tersusun secara harmonis dalam suatu sistem filsafat.  Marilah kita peringatkan secara ringkas bahwa ajaran Pancasila itu dapat  kita tinjau menurut ahli filsafat ulung, yaitu Friedrich Hegel  (1770-1831) bapak dari filsafat Evolusi Kebendaan seperti diajarkan oleh  Karl Marx (1818-1883) dan menurut tinjauan Evolusi Kehewanan menurut  Darwin Haeckel, serta juga bersangkut paut dengan filsafat kerohanian  seperti diajarkan oleh Immanuel Kant (1724-1804).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Menurut  Hegel hakikat filsafatnya ialah suatu sintese pikiran yang lahir dari  antitese pikiran. Dari pertentangan pikiran lahirlah paduan pendapat  yang harmonis. Dan ini adalah tepat. Begitu pula denga ajaran Pancasila  suatu sintese negara yang lahir dari antitese.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Saya  tidak mau menyulap. Ingatlah kalimat pertama dan Mukadimah UUD Republik  Indonesia 1945 yang disadurkan tadi dengan bunyi: Bahwa sesungguhanya  kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Oleh sebab itu penjajahan harus  dihapusakan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan  perikeadilan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kalimat  pertama ini adalah sintese yaitu antara penjajahan dan perikemanusiaan  dan perikeadilan. Pada saat sintese sudah hilang, maka lahirlah  kemerdekaan. Dan kemerdekaan itu kita susun menurut ajaran falsafah  Pancasila yang disebutkan dengan terang dalam Mukadimah Konstitusi R.I.  1950 itu yang berbunyi: Maka dengan ini kami menyusun kemerdekaan kami  itu, dalam suatu Piagam Negara yang berbentuk Republik Kesatuan  berdasarkan ajaran Pancasila. Di sini disebut sila yang lima  untukmewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan dan perdamaian dunia dan  kemerdekaan. Kalimat ini jelas kalimat antitese. Sintese kemerdekaan  dengan ajaran Pancasila dan tujuan kejayaan bangsa yang bernama  kebahagiaan dan kesejajteraan rakyat. Tidakah ini dengan jelas dan nyata  suatu sintese pikiran atas dasar antitese pendapat?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jadi  sejajar denga tujuan pikiran Hegel beralasanlah pendapat bahwa ajaran  Pancasila itu adalah suatu sistem filosofi, sesuai dengan dialektis  Neo-Hegelian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Semua  sila itu adalah susunan dalam suatu perumahan pikiran filsafat yang  harmonis. Pancasila sebagai hasil penggalian Bung Karno adalah sesuai  pula dengan pemandangan tinjauan hidup Neo-Hegelian.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.2&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Fungsi Utama Filsafat Pancasila Bagi Bangsa Dan Negara Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.2.1&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Filasafat Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Setiapa  bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah  mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup  (filsafata hidup). Dengan pandangan hidup inilah sesuatu bangsa akan  memandang persoalan-persoalan yang dihadapinya dan menentukan arah serta  cara bagaimana memecahkan persoalan-persoalan tadi. Tanpa memiliki  pandangan hidup maka suatu bangsa akan merasa terombang-ambing dalam  menghadapi persoalan-persoalan besar yang pasti akan timbul, baik  persoalan-persoalan di dalam masyarakatnya sendiri, maupun  persoalan-persoalan besar umat manusia dalam pergaulan masyarakat  bangsa-bangsa di dunia ini. Dengan pandangan hidup yang jelas sesuatu  bangsa akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan  masalah-masalah polotik, ekonomi, sosial dan budaya yang timbul dalam  gerak masyarakat yang makin maju. Dengan berpedoman pada pandangan hidup  itu pula suatu bangsa akan membangun dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dalam  pergaulan hidup itu terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang  dicita-citakan oleh suatu bangsa, terkandung pikiran-pikiran yang  terdalam dan gagasan sesuatu bangsa mengenai wujud kehidupan yang  dianggap baik. Pada akhirnyta pandangan hidup sesuatu bangsa adalah  kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa itu sendiri,  yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad pada bangsa itu untuk  mewujudkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kita  merasa bersyukur bahwa pendahulu-pendahulu kita, pendiri-pendiri  Republik ini dat memuaskan secara jelas apa sesungguhnya pandangan hidup  bangsa kita yang kemudian kita namakan Pancasila. Seperti yang  ditujukan dalam ketetapan MPR No. II/MPR/1979, maka Pancasila itu adalah  jiwa seluruh rakyat Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia dan  dasar negara kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Disamping  itu maka bagi kita Pancasila sekaligus menjadi tujuan hidup bangsa  Indonesia. Pancasila bagi kita merupakan pandangan hidup, kesadaran dan  cita-cita moral yang meliputi kejiwaan dan watak yang sudah  beurat/berakar di dalam kebudayaan bangsa Indonesia. Ialah suatu  kebudayaan yang mengajarkan bahwa hidup manusia ini akan mencapai  kebahagiaan jika kita dapat baik dalam hidup manusia sebagai manusia  dengan alam dalam hubungan manusia dengan Tuhannya, maupun dalam  mengejar kemajuan lahiriyah dan kebahagiaan rohaniah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bangsa  Indonesia lahir sesudah melampaui perjuangan yang sangat panjang,  dengan memberikan segala pengorbanan dan menahan segala macam  penderitaan. Bangsa Indonesia lahir menurut cara dan jalan yang  ditempuhnya sendiri yang merupakan hasil antara proses sejarah di masa  lampau, tantangan perjuangan dan cita-cita hidup di masa datang yang  secara keseluruhan membentuk kepribadian sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sebab  itu bnagsa Indonesia lahir dengan kepribadiannya sendiri yang bersamaan  lahirnya bangsa dan negara itu, kepribadian itu ditetapkan sebagai  pandangan hidup dan dasar negara Pancasila. Karena itulah, Pancasila  bukan lahir secara mendadak pada tahun 1945, melainkan telah berjuang,  denga melihat pengalaman bangsa-bangsa lain, dengan diilhami dengan oleh  gagasan-gagasan besar dunia., dengan tetap berakar pada kepribadian  bangsa kita dan gagasan besar bangsa kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Karena  Pancasila sudah merupakan pandangan hidup yang berakar dalam  kepribadian bangsa, maka ia diterima sebagai dasar negara yang mengatur  hidup ketatanegaraan. Hal ini tampak dalam sejarah bahwa meskipun  dituangkan dalam rumusan yang agak berbeda, namun dalam 3 buah UUD yang  pernah kita miliki yaitu dalam pembukaan UUD 1945, dalam Mukadimah UUD  Sementara Republik Indonesia 1950. Pancasila itu tetap tercantum  didalamnya, Pancasila yang lalu dikukuhkan dalam kehidupan  konstitusional itu, Pancasila yang selalu menjadi pegangan bersama  saat-saat terjadi krisis nasional dan ancaman terhadap eksistensi bangsa  kita, merupakan bukti sejarah sebagai dasar kerohanian negar,  dikehendaki oleh bangsa Indonesia karena sebenarnya ia telah tertanam  dalam kalbunya rakyat. Oleh karena itu, ia juga merupakan dasasr yang  mamapu mempersatukan seluruh rakyat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.2.2&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Pancasila  yang dikukuhkan dalam sidang I dari BPPK pada tanggal 1 Juni 1945  adalah di kandung maksud untuk dijadikan dasar bagi negara Indonesia  merdeka. Adapun dasar itu haruslah berupa suatu filsafat yang  menyimpulkan kehidupan dan cita-cita bangsa dan negara Indonesa yang  merdeka. Di atas dasar itulah akan didirikan gedung Republik Indonesia  sebagai perwujudan kemerdekaan politik yang menuju kepada kemerdekaan  ekonomi, sosial dan budaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Sidang  BPPK telah menerima secara bulat Pancasila itu sebagai dasar negara  Indonesia merdeka. Dalam keputusan sidang PPKI kemudian pada tanggal 18  Agustus 1945 Pancasila tercantum secara resmi dalam Pembukaan UUD RI,  Undang-Undang Dasar yang menjadi sumber ketatanegaraan harus mengandung  unsur-unsur pokok yang kuat yang menjadi landasan hidup bagi seluruh  bangsa dan negara, agar peraturan dasar itu tahan uji sepanjang masa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Peraturan  selanjutnya yang disusun untuk mengatasi dan menyalurkan  persoalan-persoalan yang timbul sehubungan dengan penyelenggaraan dan  perkembangan negara harus didasarkan atas dan berpedoman pada UUD.  Peraturan-peraturan yang bersumber pada UUD itu disebut  peraturan-peraturan organik yang menjadi pelaksanaan dari UUD.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Oleh  karena Pancasila tercantum dalam UUD 1945 dan bahkan menjiwai seluruh  isi peraturan dasar tersebut yang berfungsi sebagai dasar negara  sebagaimana jelas tercantum dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 tersebut,  maka semua peraturan perundang-undangan Republik Indonesia (Ketetapan  MPR, Undang-undang, Peraturan Pemerintah sebagai pengganti  Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden dan  peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya) yang dikeluarkan oleh negara  dan pemerintah Republik Indonesia haruslah pula sejiwa dan sejalan  dengan Pancasila (dijiwai oleh dasar negara Pancasila). Isi dan tujuan  dari peraturan perundang-undangan Republik Indonesia tidak boleh  menyimpang dari jiwa Pancasila. Bahkan dalam Ketetapan MPRS No.  XX/MPRS/1966 ditegaskan, bahwa Pancasila itu adalah sumber dari segala  sumber huum (sumber huum formal, undang-undang, kebiasaan, traktaat,  jurisprudensi, hakim, ilmu pengetahuan hukum).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Di  sinilah tampak titik persamaan dan tujuan antara jalan yang ditempuh  oleh masyarakat dan penyusun peraturan-peraturan oleh negara dan  pemerintah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Adalah  suatu hal yang membanggakan bahwa Indonesia berdiri di atas fundamen  yang kuat, dasar yang kokoh, yakni Pancasila dasar yang kuat itu  bukanlah meniru suatu model yang didatangkan dari luar negeri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Dasar  negara kita berakar pada sifat-sifat dan cita-cita hidup bangsa  Indonesia, Pancasila adalah penjelmaan dari kepribadian bangsa  Indonesia, yang hidup di tanah air kita sejak dahulu hingga sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Pancasila  mengandung unsur-unsur yang luhur yang tidak hanya memuaskan bangsa  Indonesia sebagai dasar negara, tetapi juga dapat diterima oleh  bangsa-bangsa lain sebagai dasar hidupnya. Pancasila bersifat universal  dan akan mempengaruhi hidup dan kehidupan banga dan negara kesatuan  Republik Indonesia secara kekal dan abadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 49.65pt; text-align: justify; text-indent: -1cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.2.3&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Pancasila Sebagai Jiwa Dan Kepribadian Bangsa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Menurut  Dewan Perancang Nasional, yang dimaksudkan dengan kepribadian Indonesia  ialah : Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia, yang membedakan  bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. Keseluruhan ciri-ciri  khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan  perkembangan bangsa Indonesia sepanjang masa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Garis  pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia yang ditentukan oleh  kehidupan budi bangsa Indonesia dan dipengaruhi oleh tempat, lingkungan  dan suasana waktu sepanjang masa. Walaupun bangsa Indonesia sejak dahulu  kala bergaul dengan berbagai peradaban kebudayaan bangsa lain (Hindu,  Tiongkok, Portugis, Spanyol, Belanda dan lain-lain) namun kepribadian  bangsa Indonesia tetap hidup dan berkembang. Mungkin di sana-sini,  misalnya di daerah-daerah tertentu atau masyarakat kota kepribadian itu  dapat dipengaruhi oleh unsur-unsur asing, namun pada dasarnya bangsa  Indonesia tetap hidup dalam kepribadiannya sendiri. Bangsa Indonesia  secara jelas dapat dibedakan dari bangsa-bangsa lain. Apabila kita  memperhatikan tiap sila dari Pancasila, maka akan tampak dengan jelas  bahwa tiap sila Pancasila itu adalah pencerminan dari bangsa kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Demikianlah, maka Pancasila yang kita gali dari bumi Indonsia sendiri merupakan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Dasar negara kita, Republik Indonesia, yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di negara kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Pandangan  hidup bangsa Indonesia yang dapat mempersatukan kita serta memberi  petunjuk dalam masyarakat kita yang beraneka ragam sifatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Jiwa  dan kepribadian bangsa Indonesia, karena Pancasila memberikan corak  yang khas kepada bangsa Indonesia dan tak dapat dipisahkan dari bangsa  Indonesia, serta merupakan ciri khas yang dapat membedakan bangsa  Indonesia dari bangsa yang lain. Terdapat kemungkinan bahwa tiap-tiap  sila secara terlepas dari yang lain bersifat universal, yang juga  dimiliki oleh bangsa-bangsa lain di dunia ini, akan tetapi kelima sila  yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan itulah yang menjadi  ciri khas bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;d.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Tujuan  yang akan dicapai oleh bangsa Indonesia, yakni suatu masyarakat adil  dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di  dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat,  bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang  aman, tenteram, tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan  dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;e.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Perjanjian  luhur rakyat Indonesia yang disetujui oleh wakil-wakil rakyat Indonesia  menjelang dan sesudah Proklamasi Kemerdekaan yang kita junjung tinggi,  bukan sekedar karena ia ditemukan kembali dari kandungan kepribadian dan  cita-cita bangsa Indonesia yang terpendam sejak berabad-abad yang lalu,  melainkan karena Pancasila itu telah mampu membuktikan kebenarannya  setelah diuji oleh sejarah perjuangan bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Oleh  karena itu yang penting adalah bagaimana kita memahami, menghayati dan  mengamalkan Pancasila dalam segala segi kehidupan. Tanpa ini maka  Pancasila hanya akan merupakan rangkaian kata-kata indah yang tertulis  dalam Pembukaan UUD 1945, yang merupakan perumusan yang beku dan mati,  serta tidak mempunyai arti bagi kehidupan bangsa kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Apabila  Pancasila tidak menyentuh kehidupan nyata, tidak kita rasakan wujudnya  dalam kehidupan sehari-hari, maka lambat laun kehidupannya akan kabur  dan kesetiaan kita kepada Pancasila akan luntur. Mungkin Pancasila akan  hanya tertinggal dalam buku-buku sejarah Indonesia. Apabila ini terjadi  maka segala dosa dan noda akan melekat pada kita yang hidup di masa  kini, pada generasi yang telah begitu banyak berkorban untuk menegakkan  dan membela Pancasila.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Akhirnya  perlu juga ditegaskan, bahwa apabila dibicarakan mengenai Pancasila,  maka yang kita maksud adalah Pancasila yang dirumuskan dalam Pembukaan  UUD 1945, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Persatuan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawratan / perwakilan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Rumusan  Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 itulah yang kita  gunakan, sebab rumusan yang demikian itulah yang ditetapkan oleh  wakil-wakil bangsa Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam sidang  Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Seperti yang telah ditunjukkan oleh Ketetapan MPR&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;No.  XI/MPR/1978, Pancasila itu merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh  dari kelima silanya. Dikatakan sebagai kesatuan yang bulat dan utuh,  karena masing-masing sila dari Pancasila itu tidak dapat dipahami dan  diberi arti secara sendiri-sendiri, terpisah dari keseluruhan sila-sila  lainnya. Memahami atau memberi arti setiap sila-sila secara terpisah  dari sila-sila lainnya akan mendatangkan pengertian yang keliru tentang  Pancasila.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.3&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Falsafah Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Falsafah  Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia, dapatlah kita  temukan dalam beberapa dokumen historis dan di dalam perundang-undangan  negara Indonesia seperti di bawah ini :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Dalam Pidato Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Dalam  Naskah Politik yang bersejarah, tanggal 22 Juni 1945 alinea IV yang  kemudian dijadikan naskah rancangan Pembukaan UUD 1945 (terkenal dengan  sebutan Piagam Jakarta).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Dalam naskah Pembukaan UUD Proklamasi 1945, alinea IV.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;d.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Dalam Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS) tanggal&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;27 Desember 1945, alinea IV.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;e.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Dalam Mukadimah UUD Sementara Republik Indonesia (UUDS RI) tanggal 17 Agustus 1950.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;f.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Dalam Pembukaan UUD 1945, alinea IV setelah Dekrit Presiden RI tanggal&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;5 Juli 1959.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Mengenai  perumusan dan tata urutan Pancasila yang tercantum dalam dokumen  historis dan perundang-undangan negara tersebut di atas adalah agak  berlainan tetapi inti dan fundamennya adalah tetap sama sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Pancasila Sebagai Dasar Falsafat Negara Dalam Pidato Tanggal 1 Juni 1945 Oleh Ir. Soekarno&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Ir.  Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 untuk pertamakalinya  mengusulkan falsafah negara Indonesia dengan perumusan dan tata  urutannya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kebangsaan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Internasionalisme atau Prikemanusiaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Mufakat atau Demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kesejahteraan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Ketuhanan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Dalam Naskah Politik Yang Bersejarah (Piagam Jakarta Tanggal 22 Juni 1945)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Badan  Penyelidik Persiapan Kemerdekaan (BPPK) yang Istilah Jepangnya  Dokuritsu Jumbi Cosakai, telah membentuk beberapa panitia kerja yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Panitia  Perumus terdiri atas 9 orang tokoh, pada tanggal 22 Juni 1945, telah  berhasil menyusun sebuah naskah politik yang sangat bersejarah dengan  nama Piagam Jakarta, selanjutnya pada tanggal 18 Agustus 1945, naskah  itulah yang ditetapkan sebagai naskah rancangan Pembukaan UUD 1945.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Panitia  Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh Ir. Soekarno yang  kemudian membentuk Panitia Kecil Perancang UUD yang diketuai oleh Prof.  Mr. Dr. Soepomo, Panitia ini berhasil menyusun suatu rancangan UUD-RI.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Panitia Ekonomi dan Keuangan yang diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;d.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Panitia Pembelaan Tanah Air, yang diketuai oleh Abikusno Tjokrosujoso.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Untuk  pertama kalinya falsafah Pancasila sebagai falsafah negara dicantumkan  autentik tertulis di dalam alinea IV dengan perumusan dan tata urutan  sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 42.55pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Dalam Pembukaan UUD 1945&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Sesudah BPPK (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan) merampungkan tugasnya dengan baik, maka dibubarkan dan pada tanggal&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;9 Agustus 1945, sebagai penggantinya dibentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Pada  tanggal 17 Agustus 1945, dikumandangkan Proklamasi Kemerdekaan  Indonesia oleh Ir. Soekarno di Pengangsaan Timur 56 Jakarta yang  disaksikan oleh PPKI tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Keesokan harinya pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengadakan sidangnya yang pertama dengan mengambil keputusan penting :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Mensahkan dan menetapkan Pembukaan UUD 1945.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Mensahkan dan menetapkan UUD 1945.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Memilih  dan mengangkat Ketua dan Wakil Ketua PPKI yaitu Ir. Soekarno dan Drs.  Mohammad Hatta, masing-masing sebagai Presiden RI dan Wakil Presiden RI.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Tugas  pekerjaan Presiden RI untuk sementara waktu dibantu oleh sebuah badan  yaitu KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) dan pada tanggal 19 Agustus  1945 PPKI memutuskan, Pembagian wilayah Indonesia ke dalam 8 propinsi  dan setiap propinsi dibagi dalam karesidenan-karesidenan. Juga  menetapkan pembentukan Departemen-departemen Pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Dalam  Pembukaan UUD Proklamasi 1945 alinea IV yang disahkan oleh PPPKI pada  tanggal 18 Agustus 1945 itulah Pancasila dicantumkan secara resmi,  autentik dan sah menurut hukum sebagai dasar falsafah negara RI, dengan  perumusan dan tata urutan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Dalam Mukadimah Konstitusi RIS 1949&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Bertempat  di Kota Den Haag (Netherland / Belanda) mulai tanggal 23 Agustus sampai  dengan tanggal 2 September 1949 diadakan KMB (Konferensi Meja Bundar).  Adapun delegasi RI dipimpin oleh&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Drs.  Mohammad Hatta, delegasi BFO (Bijeenkomstvoor Federale Overleg) dipimpin  oleh Sutan Hamid Alkadrie dan delegasi Belanda dipimpin oleh Van  Marseveen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Sebagai  tujuan diadakannya KMB itu ialah untuk menyelesaikan persengketaan  antara Indonesia dengan Belanda secepatnya dengan cara yang adil dan  pengakuan akan kedaulatan yang penuh, nyata dan tanpa syarat kepada RIS  (Republik Indonesia Serikat).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Salah  satu hasil keputusan pokok dan penting dari KMB itu, ialah bahwa pihak  Kerajaan Belanda mengakui kedaulatan Indonesia sepenuhnya tanpa syarat  dan tidak dapat dicabut kembali oleh Kerajaan Belanda dengan waktu  selambat-lambatnya pada tanggal 30 Desember 1949.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Demikianlah  pada tanggal 27 Desember 1949 di Amsterdam Belanda, Ratu Yuliana  menandatangani Piagam Pengakuan Kedaulatan Negara RIS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Pada  waktu yang sama dengan KMB di Kota Den Haag, di Kota Scheveningen  (Netherland) disusun pula Konstitusi RIS yang mulai berlaku pada tanggal  27 Desember 1949. Walaupun bentuk negara Indonesia telah berubah dari  negara Kesatuan RI menjadi negara serikat RIS dan Konstitusi RIS telah  disusun di negeri Belanda jauh dari tanah air kita, namun demikian  Pancasila tetap tercantum sebagai dasar falsafah negara di dalam  Mukadimah pada alinea IV Konstitusi RIS 1949, dengan perumusan dan tata  urutan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Prikemanusiaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kebangsaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kerakyatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Keadilan Sosial.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 42.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Dalam Mukadimah UUD Sementara RI (UUDS-RI 1950)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Sejak  Proklamasi Kemerdekaannya, bangsa Indonesia menghendaki bentuk negara  kesatuan (unitarisme) oleh karena bentuk negara serikat (federalisme)  tidaklah sesuai dengan cita-cita kebangsaan dan jiwa proklamasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Demikianlah  semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tetap membara dan  meluap, sebagai hasil gemblengan para pemimpin Indonesia sejak lahirnya  Budi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, kemudian dikristalisasikan dengan  Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Oleh  karena itu pengakuan kedaulatan negara RIS menimbulkan  pergolakan-pergolakan di negara-negara bagian RIS untuk bersatu dalam  bentuk negara kesatuan RI sesuai dengan Proklamasi Kemerdekaan RI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Sesuai  KOnstitusi, negara federal RIS terdiri atas 16 negara bagian. Akibat  pergolakan yang semakin gencar menuntut bergabung kembali pada negara  kesatuan Indonesia, maka sampai pada tanggal 5 April 1950 negara  federasi RIS, tinggal 3 (tiga) negara lagi yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;RI Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Negara Sumatera Timur (NST).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Negara Indonesia Timur (NIT).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Negara  federasi RIS tidak sampai setahun usianya, oleh karena terhitung mulai  tanggal 17 Agustus 1950 Presiden Soekarno menyampaikan Naskah Piagam,  pernyataan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berarti  pembubaran Negara Federal RIS (Republik Indonesia Serikat).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Pada  saat itu pula panitia yang diketuai oleh Prof. Mr. Dr. Soepomo mengubah  konstitusi RIS 1949 (196 Pasal) menjadi UUD RIS 1950 (147 Pasal).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Perubahan  bentuk negara dan konstitusi RIS tidak mempengaruhi dasar falsafah  Pancasila, sehingga tetap tercantum dalam Mukadimah UUDS-RI 1950, alinea  IV dengan perumusan dan tata urutan yang sama dalam Mukadimah  Konstitusi RIS yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Prikemanusiaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kebangsaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kerakyatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Keadilan Sosial.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara Dalam Pembukaan UUD 1945 Setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Pemerintah  mengeluarkan Undang-Undang No. 7 Tahun 1953 tentang Pemilihan Umum  untuk memilih anggota-anggota DPR dan Konstituante yang akan menyusun  UUD baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Pada  akhir tahun 1955 diadakan pemilihan umum pertama di Indonesia dan  Konstituante yang dibentuk mulai bersidang pada tanggal 10 November  1956.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Dalam  perjalanan sejarah ketatanegaraan selanjutnya. Konstituante gagal  membentuk suatu UUD yang baru sebagai pengganti UUDS 1950.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Dengan  kegagalan konstituante tersebut, maka pada tanggal 5 Juli 1950 Presiden  RI mengeluarkan sebuah Dekrit yang pada pokoknya berisi pernyatan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Pembubaran Konstuante.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Berlakunya kembali UUD 1945.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Tidak berlakunya lagi UUDS 1950.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;d.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Akan dibentuknya dalam waktu singkat MPRS dan DPAS.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Dengan  berlakunya kembali UUD 1945, secara yuridis, Pancasila tetap menjadi  dasar falsafah negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV  dengan perumusan dan tata urutan seperti berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Ketuhanan Yang Maha Esa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kemanusiaan yang adil dan beradab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Persatuan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;v&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Dengan  instruksi Presiden Republik Indonesia No. 12 Tahun 1968, tertanggal 13  April 1968, perihal : Penegasan tata urutan/rumusan Pancasila yang  resmi, yang harus digunakan baik dalam penulisan, pembacaan maupun  pengucapan sehari-hari. Instruksi ini ditujukan kepada : Semua Menteri  Negara dan Pimpinan Lembaga / Badan Pemerintah lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Tujuan  dari pada Instruksi ini adalah sebagai penegasan dari suatu keadaan  yang telah berlaku menurut hukum, oleh karena sesuai dengan asas hukum  positif (Ius Contitutum) UUD 1945 adalah konstitusi Indonesia yang  berlaku sekarang. Dengan demikian secara yuridis formal perumusan  Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 itulah yang harus  digunakan, walaupun sebenarnya tidak ada Instruksi Presiden RI No.  12/1968 tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Prof.  A.G. Pringgodigdo, SH dalam bukunya “Sekitar Pancasila” peri-hal  perumusan Pancasila dalam berbagai dokumentasi sejarah mengatakan bahwa  uraian-uraian mengenai dasar-dasar negara yang menarik perhatian ialah  yang diucapkan oleh :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Mr. Moh. Yamin pada tanggal 29 Mei 1945.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Prof. Mr. Dr. Soepomo pada tanggal 31 Mei 1945.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 21.25pt; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Walaupun  ketiganya mengusulkan 5 hal pokok untuk sebagai dasar-dasar negara  merdeka, tetapi baru Ir. Soekarno yang mengusulkan agar 5 dasar negara  itu dinamakan Pancasila dan bukan Panca Darma.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Jelaslah  bahwa perumusan 5 dasar pokok itu oleh ketiga tokoh tersebut dalam  redaksi kata-katanya berbeda tetapi inti pokok-pokoknya adalah sama  yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Prikemanusiaan atau internasionalisme,  Kebangsaan Indonesia atau persatuan Indonesia, Kerakyatan atau Demokrasi  dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Ir.  Soekarno dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945 menegaskan : Maksud  Pancasila adalah philosophschegrondslag itulah fundament falsafah,  pikiran yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung  “Indonesia Merdeka Yang Kekal dan Abadi”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Prof.  Mr. Drs. Notonagoro dalam pidato Dies Natalis Universitas Airlangga  Surabaya pada tanggal 10 November 1955 menegaskan : “Susunan Pancasila  itu adalah suatu kebulatan yang bersifat hierrarchies dan piramidal yang  mengakibatkan adanya hubungan organis di antara 5 sila negara kita”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Prof.  Mr. Muhammad Yamin dalam bukunya “Proklamasi dan Konstitusi” (1951)  berpendapat : “Pancasila itu sebagai benda rohani yang tetap dan tidak  berubah sejak Piagam Jakarta sampai pada hari ini”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 2cm;"&gt;&lt;span&gt;Kemudian  pernyataan dan pendapat Prof. Mr. Drs. Notonagoro dan Prof. Mr.  Muhamamd Yamin tersebut diterima dan dikukuhkan oleh MPRS dalam  Ketetapan No. XX/MPRS/1960 jo Ketetapan No. V/MPR/1973.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;BAB IV&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;4.1&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 54pt;"&gt;&lt;span&gt;Setelah memperhatikan isi dalam pembahasan di atas, maka dapat penulis tarik kesimpulan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Filsafat Pancasila adalah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;hasil  berpikir/pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang  dianggap, dipercaya dan diyakini sebagai sesuatu (kenyataan,  norma-norma, nilai-nilai) yang paling benar, paling adil, paling  bijaksana, paling baik dan paling sesuai bagi bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Fungsi utama filsafat Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;a)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Filasafat Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;b)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;c)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span&gt;Falsafah  Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia, hal tersebut dapat  dibuktikan dengan ditemukannya dalam beberapa dokumen historis dan di  dalam perundang-undangan negara Indonesia seperti di bawah ini :&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="color: cyan; margin-top: 0pt;" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dalam      Pidato Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dalam      Naskah Politik yang bersejarah,  tanggal 22 Juni 1945 alinea IV yang      kemudian dijadikan naskah  rancangan Pembukaan UUD 1945 (terkenal dengan      sebutan Piagam  Jakarta).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dalam      naskah Pembukaan UUD Proklamasi 1945, alinea IV.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dalam      Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS) tanggal&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;27 Desember 1945, alinea IV.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dalam      Mukadimah UUD Sementara Republik Indonesia (UUDS RI) tanggal 17 Agustus      1950.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span&gt;Dalam      Pembukaan UUD 1945, alinea IV setelah Dekrit Presiden RI tangga&lt;/span&gt;l&lt;span&gt; 5 Juli 1959.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;4.2&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Saran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: justify; text-indent: 54pt;"&gt;&lt;span&gt;Warganegara  Indonesia merupakan sekumpulan orang yang hidup dan tinggal di negara  Indonesia Oleh karena itu sebaiknya warga negara Indonesia harus lebih  meyakini atau mempercayai, menghormati, menghargai menjaga, memahami dan  melaksanakan segala hal yang telah dilakukan oleh para pahlawan  khususnya dalam pemahaman bahwa falsafah Pancasila adalah sebagai dasar  falsafah negara Indonesia. Sehingga kekacauan yang sekarang terjadi ini  dapat diatasi dan lebih memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan  negara Indonesia ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: cyan;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: center; text-indent: 54pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; text-align: center; text-indent: 54pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;a href="" name="3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="" name="1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Koentjaraningrat&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; 1980&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;i&gt;&lt;span&gt;Manusia dan Kebudayaan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;a href="" name="6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;PT. Gramedia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Nopirin&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; 1980&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;i&gt;&lt;span&gt;Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;i&gt;&lt;span&gt;Ce&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;t.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt; 9&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span&gt;: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Pancoran Tujuh&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span&gt;Notonagoro&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1980&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;i&gt;&lt;span&gt;Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span&gt;, &lt;i&gt;Cet.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Jakarta&lt;/span&gt;&lt;span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;Pantjoran &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ujuh&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span&gt;Salam, H. Burhanuddin, 1998. Filsafat Pancasilaisme. Jakarta: Rineka Cipta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span&gt;Sumber Lain :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span&gt;http://www.asmakmalaikat.com/go/artikel/filsafat/index.htm&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span&gt;http:// www.&lt;a href="http://kumpulblogger.com/?refid=146" target="_new"&gt;google.co.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span&gt;&lt;a href="http://www.goodgovernance-bappenas.go.id/artikel_148.htm"&gt;http://www.goodgovernance-bappenas.go.id/artikel_148.htm&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span&gt;http:// &lt;a href="http://www.teoma.com/"&gt;www.teoma.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: cyan; line-height: 200%; margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span&gt;http:// www.&lt;a href="http://kumpulblogger.com/?refid=146" target="_new"&gt;kumpulblogger.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/pendidikan-kewarganegaraan-atau-pkn.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Sat, 19 Mar 2011 07:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-1956196300506027329</guid><description>&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pendidikan kewarganegaraan atau PKn saat ini seolah masih mengalami  masa traumatis setelah melalui fase orde baru yang cukup represif.  Sebagai bentuk metamorfosa dan eforia reformasi maka PPKn pun diganti,  direvisi, dan diputar balik mencari format baru. Pendekatan dan  metodologi terus digenjot disosialisasikan kepada guru. Kita sudah dapat  memastikan bahwa program itu tidak akan berhasil. Artinya, tidak semua  guru PKn mendapatkan informasi yang benar mengenai pendekatan dan  metodologi yang benar untuk materi yang ada. Akhirnya, semua bisa  ditebak… mereka asyik dengan dunia yang sudah biasa mereka nikmati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Para guru PKn seharusnya melakukan transformasi penting dalam&amp;nbsp; KBM.  Hal ini mengingat bahwa kondisi politik, hukum, dan kewarganegaraan  sering menjadi sulit dimengerti dan tergantung kepada kelompok  kepentingan. Kalau hal positif tidak ditanamkan dan dikembangkan dengan  benar, bukan tidak mungkin jika generasi mendatang akan hidup dalam  kondisip apatis dan opportunis.&amp;nbsp; Masih banyak ide… nanti dilanjut… &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/makalah-pendidikan-kewarganegaraan.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Fri, 18 Mar 2011 10:31:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-926235384942461055</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Permasalahan Yang Timbul Dari Pilkada 2005&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB I&lt;br /&gt;
PENDAHULUAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum baik yang dilaksakan oleh pemerintah  pusat dan pemerintah daerah. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit. Pemilihan umum ini langsung dilaksanakan secara langsung pertama kali untuk memilih presiden dan wakil presiden  serta anggota MPR, DPR, DPD, DPRD di tahun 2004.  Walaupun masih terdapat masalah yang timbul ketika waktu pelaksanaan. Tetapi masih dapat dikatakan suses.&lt;br /&gt;
Setelah suksesnya Pemilu tahun 2004, mulai bulan Juni 2005 lalu di 226 daerah meliputi 11 propinsi serta 215 kabupaten dan kota, diadakan Pilkada untuk memilih para pemimpin daerahnya. Sehingga warga dapat menentukan peminpin daerahnya menurut hati nuraninya sendiri. Tidak seperti tahun tahun yang dahulu yang menggunakan perwakilan dari partai. Namun dalam pelaksanaan pilkada ini muncul penyimpangan penyimpangan. Mulai dari masalah administrasi bakal calon sampai dengan yang berhubungan dengan  pemilih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB II&lt;br /&gt;
PEMBAHASAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Pengertian dan Landasan Hukum Pilkada&lt;br /&gt;
Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan. Sehingga demokrasi dapat diartikan pemerintahan dari rakyat dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Pemerintahan yang kewenangannya pada rakyat. Semua anggota masyarakat (yang memenuhi syarat ) diikutsertakan dalam kehidupan kenegaraan dalam aktivitas pemilu. Pelaksanaan dari demokrasi ini telah dilakukan dari dahulu di berbagai daerah di Indonesia hingga Indonesia merdeka sampai sekarang ini. Demokrasi di negara Indonesia bersumberkan dari Pancasila dan UUD ’45 sehingga sering disebut dengan demokrasi pancasila. Demokrasi Pancasila berintikan musyawarah untuk mencapai mufakat, dengan berpangkal tolak pada faham kekeluargaan dan kegotongroyongan&lt;br /&gt;
Indonesia pertamakali dalam melaksanakan Pemilu pada akhir tahun 1955 yang diikuti oleh banyak partai ataupun perseorangan. Dan pada tahun 2004 telah dilaksanakan pemilu yang secara langsung untuk memilih wakil wakil rakyat serta presiden dan wakilnya. Dan sekarang ini mulai bulan Juni 2005 telah dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah atau sering disebut pilkada langsung. Pilkada ini merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat. Ada lima pertimbangan penting penyelenggaraan pilkada langsung bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.&lt;br /&gt;
1. Pilkada langsung merupakan jawaban atas tuntutan aspirasi rakyat karena pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, bahkan kepala desa selama ini telah dilakukan secara langsung.&lt;br /&gt;
2. Pilkada langsung merupakan perwujudan konstitusi dan UUD 1945. Seperti telah diamanatkan Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945, Gubernur, Bupati dan Wali Kota, masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis. Hal ini telah diatur dalam UU No 32 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.&lt;br /&gt;
3. Pilkada langsung sebagai sarana pembelajaran demokrasi (politik) bagi rakyat (civic education). Ia menjadi media pembelajaran praktik berdemokrasi bagi rakyat yang diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai nuraninya.&lt;br /&gt;
4. Pilkada langsung sebagai sarana untuk memperkuat otonomi daerah. Keberhasilan otonomi daerah salah satunya juga ditentukan oleh pemimpin lokal. Semakin baik pemimpin lokal yang dihasilkan dalam pilkada langsung 2005, maka komitmen pemimpin lokal dalam mewujudkan tujuan otonomi daerah, antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memerhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan.&lt;br /&gt;
5. Pilkada langsung merupakan sarana penting bagi proses kaderisasi kepemimpinan nasional. Disadari atau tidak, stock kepemimpinan nasional amat terbatas. Dari jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta, jumlah pemimpin nasional yang kita miliki hanya beberapa. Mereka sebagian besar para pemimpin partai politik besar yang memenangi Pemilu 2004. Karena itu, harapan akan lahirnya pemimpin nasional justru dari pilkada langsung ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. Pelaksanaan dan Penyelewengan Pilkada&lt;br /&gt;
Pilkada ini ditujukan untuk memilih Kepala daerah di 226 wilayah yang tersebar dalam 11 provinsi dan 215 di kabupaten dan kota. Rakyat memilih kepala daerah masing masing secara langsung dan sesuai hati nurani masing masing. Dengan begini diharapkan kepala daerah yang terpilih merupakan pilihan rakyat daerah tersebut. Dalam pelaksanaannya pilkada dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah masing masing. Tugas yang dilaksanakan KPUD ini sangat berat yaitu mengatur pelaksanaan pilkada ini agar dapat terlaksana dengan demokratis. Mulai dari seleksi bakal calon, persiapan kertas suara, hingga pelaksanaan pilkada ini. &lt;br /&gt;
Dalam pelaksanaannya selalu saja ada masalah yang timbul. Seringkali ditemukan pemakaian ijasah palsu oleh bakal calon. Hal ini sangat memprihatinkan sekali . Seandainya calon tersebut dapat lolos bagai mana nantinya daerah tersebut karena telah dipimpin oleh orang yang bermental korup. Karena mulai dari awal saja sudah menggunakan cara yang tidak benar. Dan juga biaya untuk menjadi calon yang tidak sedikit, jika tidak iklas ingin memimpin maka tidakan yang pertama adalah mencari cara bagaimana supaya uangnya dapat segera kemali atau “balik modal”. Ini sangat berbahaya sekali. &lt;br /&gt;
Dalam pelaksanaan pilkada ini pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Seringkali bagi pihak yang kalah tidak dapat menerima kekalahannya dengan lapang dada. Sehingga dia akan mengerahkan massanya untuk mendatangi KPUD setempat. Kasus kasus yang masih hangat yaitu pembakaran kantor KPUD salah satu provinsi di pulau sumatra. Hal ini membuktikan sangat rendahnya kesadaran politik masyarakat. Sehingga dari KPUD sebelum melaksanakan pemilihan umum, sering kali melakukan Ikrar siap menang dan siap kalah. Namun tetap saja timbul masalah masalah tersebut.&lt;br /&gt;
Selain masalah dari para bakal calon, terdapat juga permasalahan yang timbul dari KPUD setempat. Misalnya saja di Jakarta, para anggota KPUD terbukti melakukan korupsi dana Pemilu tersebut. Dana yang seharusnya untuk pelakasanaan pemilu ternyata dikorupsi. Tindakan ini sangat memprihatinkan. Dari sini dapat kita lihat yaitu rendahnya mental para penjabat. Dengan mudah mereka memanfaatkan jabatannya untuk kesenangan dirinya sendiri. Dan mungkin juga ketika proses penyeleksian bakal calon juga kejadian seperti ini. Misalnya agar bisa lolos seleksi maka harus membayar puluhan juta. &lt;br /&gt;
Dalam pelaksanaan pilkada di lapangan banyak sekali ditemukan penyelewengan penyelewengan. Kecurangan ini dilakukan oleh para bakal calon seperti :&lt;br /&gt;
1. Money politik&lt;br /&gt;
Sepertinya money politik ini selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan pilkada. Dengan memanfaatkan masalah ekonomi masyarakat yang cenderung masih rendah, maka dengan mudah mereka dapat diperalat dengan mudah. Contoh yang nyata saja yaitu di lingkungan penulis yaitu desa Karangwetan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, juga terjadi hal tersebut. Yaitu  salah satu dari kader bakal calon membagi bagikan uang kapada masyarakat dengan syarat harus memilih bakal calon tertentu. Tapi memang dengan uang dapat membeli segalanya. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan seseorang maka dengan mudah orang itu dapat diperalat dan diatur dengan mudah hanya karena uang. &lt;br /&gt;
Jadi sangat rasional sekali jika untuk menjadi calon kepala daerah harus mempunyai uang yang banyak. Karena untuk biaya ini, biaya itu. &lt;br /&gt;
2. Intimidasi&lt;br /&gt;
Intimidasi ini juga sangat bahaya. Sebagai contoh juga yaitu di daerah penulis oknum pegawai pemerintah melakukan intimidasi terhadap warga agar mencoblos salah satu calon. Hal ini sangat menyeleweng sekali dari aturan pelaksanaan pemilu.&lt;br /&gt;
3. Pendahuluan start kampanye&lt;br /&gt;
Tindakan ini paling sering terjadi. Padahal sudah sangat jelas sekali aturan aturan yang berlaku dalam pemilu tersebut. Berbagai cara dilakukan seperti pemasangan baliho, spanduk, selebaran. Sering juga untuk bakal calon yang merupakan Kepala daerah saat itu melakukan kunjungan keberbagai daerah. Kunjungan ini intensitasnya sangat tinggi ketika mendekati pemilu. Ini sangat berlawanan yaitu ketika sedang memimpin dulu. Selain itu media TV lokal sering digunakan sebagi media kampanye. Bakal calon menyam paikan visi misinya dalam acara tersbut padahal jadwal pelaksanaan kampanye belum dimulai.&lt;br /&gt;
4. Kampanye negatif&lt;br /&gt;
Kampanye negatif ini dapat timbul karena kurangnya sosialisasi bakal calon kepada masyarakat. Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat masih sangat kurang terhadap pentingnya informasi. Jadi mereka hanya “manut” dengan orang yang disekitar mereka yang menjadi panutannya. Kampanye negatif ini dapat mengarah dengan munculnya fitnah yang dapat merusak integritas daerah tersebut. &lt;br /&gt;
C. Solusi&lt;br /&gt;
Dalam melaksanakan sesuatu pasti ada kendala yang harus dihadapi. Tetapi bagaimana kita dapat meminimalkan kendala kendala itu. Untuk itu diperlukan peranserta masyarakat karena ini tidak hanya tanggungjawab pemerintah saja. Untuk menggulangi permasalah yang timbul karena pemilu antara lain :&lt;br /&gt;
1. Seluruh pihak yang ada baik dari daerah sampai pusat, bersama sama menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan pilkada ini. Tokoh tokoh masyarakat yang merupakan panutan dapat menjadi souri tauladan bagi masyarakatnya. Dengan ini maka dapat menghindari munculnya konflik.&lt;br /&gt;
2. Semua warga saling menghargai pendapat. Dalam berdemokrasi wajar jika muncul perbedaan pendapat. Hal ini diharapkan tidak menimbulkan konflik. Dengan kesadaran menghargai pendapat orang lain, maka pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;
3. Sosialisasi kepada warga ditingkatkan. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat. Sehingga menghindari kemungkinan fitnah terhadap calon yang lain.&lt;br /&gt;
4. Memilih dengan hati nurani. Dalam memilih calon kita harus memilih dengan hati nurani sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain. Sehingga prinsip prinsip dari pemilu dapat terlaksana dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BAB III&lt;br /&gt;
KESIMPULAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangsa yang belajar adalah bangsa yang setiap waktu berbenah diri. Pemerintah Indonesia telah berusaha membenahi sistem yang telah dengan landasan untuk mengedepankan kepentingan rakyat. Walaupun dalam pelaksanaan pilkada ini masih ditemui berbagai macam permasalhan tetapi ini semua wajar karena indonesia baru menghadapi ini pertama kalinya setelah pemilu langsung untuk memilih presiden dan wakilnya. Ini semua dapat digunakan untuk pembelajaran politik masyarakat. Sehingga masyarakat dapat sadar dengan pentingnya berdemokrasi, menghargai pendapat, kebersamaan dalam menghadapai sesuatu. Manusia yang baik tidak akan melakukan kesalahan yang pernah dilakukan. Semoga untuk pemilihan umum yang berikutnya permasalah yang timbul dapat diminimalkan. Sehingga pemilihan umum dapar berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Abraham Panumbangan (mahasiswa fisipol UMY).Masih perlu waktu. www.kr.co.id  edisi Jum’at, 15 Juli 2005&lt;br /&gt;
2. Hasan Shadily, dkk.1973. Ensiklopedi Umum . Jakarta: Yayasan Dana Buku Franklin Jakarta.&lt;br /&gt;
3. M. Ma’ruf (Mentri Dalam Negeri).Optimisme hadapi pilkada langsung. www.kompas.com edisi selasa, 22 Februari 2005&lt;br /&gt;
4. Redaksi Kompas. APBN-P 2005 Bantu Rp 464,9 Miliar . www.kompas.com edisi Rabu, 30 Maret 2005&lt;br /&gt;
5. Suardi Abubakar, dkk. 2000. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 SMU.Jakarta: Yudhistira.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title/><link>http://samsudin-pendidikankewarganegaraan.blogspot.com/2011/03/httpsmpn12magelang.html</link><author>noreply@blogger.com (samsudin)</author><pubDate>Fri, 18 Mar 2011 09:33:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1134045040964516737.post-5430044713659668296</guid><description>http://smpn12magelang.site90.net/webbayangan/soalweb/PPKn-smp-04.pdf</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>