<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>SEHAT MART | Portal Prima Sehat | Tradisi Belanja Keluarga Sehat</title><description>SEHAT MART | Tradisi Belanja Keluarga Sehat</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</managingEditor><pubDate>Wed, 18 Dec 2024 19:27:01 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>SEHAT MART | Tradisi Belanja Keluarga Sehat</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><xhtml:meta content="noindex" name="robots" xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml"/><item><title>Kunyit Asem Jahe yang Menyegarkan</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2010/06/kunyit-asem-jahe-yang-menyegarkan.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Mon, 7 Jun 2010 02:46:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-8849528434152556436</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/LqdmLBhQ1pYHIC_s48zTBhu1zMypRoAhpnjF9pvjqdU?feat=embedwebsite"&gt;&lt;img style="WIDTH: 151px; HEIGHT: 116px" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_JFPuMVe_BFBbR1adGbk0cayqrHCxfbkSOY95Xxqb8yCY-nwA93jzOAXGwROnCexRGGSzOvm1-ZOfaKS5Xyv4_1zke6v5N6tzsuV-nVLzRjRHrj6okyIKb_512PjKueLhwXPt5Gk1c8_s/s144/curcuma%20resize.jpg" width="143" height="128" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/OzCQ9j8qz09vH-XCL41-zhu1zMypRoAhpnjF9pvjqdU?feat=embedwebsite"&gt;&lt;img style="WIDTH: 146px; HEIGHT: 118px" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq7m9KpU-jP5iBOhw5ryGCYbXbKTdMAFnULUItcz68UN3caXe5OXc9XQAwCICM8IlUHjKulVxBC04GQ1fP4s90Sz_a0L8BCjTadGq_3qsFymXyXs1-0YRhRboVgCl_Z6HiGmvYdDJWx-Sb/s144/ginger%20resize.jpg" width="141" height="129" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/ssvhsJRRkBwcey_IOwZglxu1zMypRoAhpnjF9pvjqdU?feat=embedwebsite"&gt;&lt;img style="WIDTH: 146px; HEIGHT: 116px" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQX8Tual5daNiXv8xINZgTSVOmaMoXy86yZN8tCsDfZanJpXKFsLUmToySPabv6cYlIPuylENrhyphenhyphen6CNl5DlxkrA04xlK9NJ_mGct5P0TXh5g3Wmq6FtwmUXFwB4jnpJq-6K_teQsriz_Lj/s144/gula%20semut%20kelapa%20resize.jpg" width="149" height="127" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemarin, saya sempat merasa lesu dan gampang sekali capek …. tidak bersemangat rasanya. Ke kantorpun beberapa kali saya tunda karena lebih senang bersantai dan membaca buku di rumah. Mbak Santi yang sudah lama bekerja di rumah, memperhatikan tingkah laku saya dan sepertinya dia jadi prihatin. Seraya menghampiri, dia bertanya apakah saya mau dibuatkan kunyit asem jahe yang menurut dia dapat membantu meningkatkan vitalitas kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yang memang dari dulu suka dengan minuman ini, langsung meng-iyakan. Saya membayangkan, minuman itu akan saya masukkan ke lemari es dan meminumnya saat sudah benar-benar dingin…..Mengingatnya saja saya sudah bersemangat, apalagi ketika itu hari sedang panas terik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja bayangan saya….minuman kunyit asem jahe yang dinginnnn, benar-benar menyegarkan. Saya menikmati minuman ini sedikit demi sedikit agar rasa jahe yang kuat tidak menyentak di kerongkongan. Sontak saya merasa badan menjadi lebih “enakkan”. Rasa lesu dan lemas tidak ada lagi. Perpaduan antara rasa kunyit yang agak getir, asem dan lemon yang kecut, jahe yang menghangatkan dan gula batu - semut nan legit, menjadikan minuman ini istimewa bagi saya. Apalagi karena dibuat sendiri, saya yakin dengan kebersihan, keaslian alaminya dan kesegarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin membagi resep minuman segar itu, barangkali Anda tertarik untuk mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan:&lt;br /&gt;• Kunyit (bersihkan, kupas, potong kecil-kecil) : 150 gram&lt;br /&gt;• Jahe (bersihkan, kupas, potong kecil-kecil) : 250 gram&lt;br /&gt;• Asem jawa : 30 gram&lt;br /&gt;• Gula semut kelapa : 60 gram&lt;br /&gt;• Gula batu tebu – caramelized : 250 gram&lt;br /&gt;• Air : 2 liter&lt;br /&gt;• Garam : 1 sdm&lt;br /&gt;• Air jeruk lemon : 3 sdm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuatnya:&lt;br /&gt;• Kunyit dan jahe di blender (tambahkan sedikit air supaya mudah)&lt;br /&gt;• Rebus air dan masukkan kunyit dan jahe yang sudah halus, asem jawa, gula semut dan gula batu serta garam – masak hingga mendidih dan air berkurang menjadi 1,5 liter&lt;br /&gt;• Ketika sudah agak dingin, masukkan air jeruk lemon&lt;br /&gt;• Minuman siap untuk dinikmati (bisa panas atau dingin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyegarkan, minuman ini pasti banyak manfaatnya, karena kunyit (curcuma) mengandung bahan alami antibiotik yang tidak hanya baik untuk kesehatan (mengatasi berbagai macam penyakit) juga bagus untuk menjaga kecantikan (kulit berseri). Sedangkan jahe, selain bersifat menguatkan komponen rasa lainnya, jahe efektif menghangatkan tubuh sehingga baik untuk mengatasi masuk angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, teman-teman..… jika Anda sedang merasa lesu dan lemas, barangkali minuman ini bisa menghibur Anda. Selamat mencoba!...(/nin10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Catatan: Sumber gambar:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;www.thenhf.com&lt;br /&gt;blog.seattlepi.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_JFPuMVe_BFBbR1adGbk0cayqrHCxfbkSOY95Xxqb8yCY-nwA93jzOAXGwROnCexRGGSzOvm1-ZOfaKS5Xyv4_1zke6v5N6tzsuV-nVLzRjRHrj6okyIKb_512PjKueLhwXPt5Gk1c8_s/s72-c/curcuma%20resize.jpg" width="72"/></item><item><title>Mas Wilis yang Selalu Optimis dan Tekun</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2010/05/meskipun-sudah-sesorean-kami-bercakap.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Wed, 26 May 2010 01:24:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-6002770476634099022</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/zcr3dXgFF_Xm3RiTo-avsxu1zMypRoAhpnjF9pvjqdU?feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFM8acwrbee62uHDQp85x-E9Ntbt6ugYZC7cvnwSPKKPMZSfk0hs5GR9lDhZg_cDpiuyxHoGxn61qlGNMRaAwqJiQIM8rKv6HkOOwQGE3GT-OPCL2pOPqRxZYYsfI8-o0LIzsR4GG4_CFr/s144/crop%20mas%20wilis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sudah sesorean kami bercakap-cakap, Mas Wilis masih kelihatan bersemangat. Wajahnya selalu sumringah. Hari itu, kami memang sengaja datang ke Jogyakarta untuk menemui beliau. Karena sudah lama tidak bertemu, topik pembicaraan kamipun banyak sekali...dari yang serius hingga canda. "Maaf mbak, saya memang orangnya suka cerita, kalau tidak di stop akan &lt;em&gt;nggladrah &lt;/em&gt;(melantur) ke kanan kiri" kata Mas Wilis sambil tertawa. Di depan kami, terhidang mie sayur sehat buatan UD Indigo Sejahtera yang diolah dengan tambahan bakso dan kuah. Harumnya menggoda selera……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Memang selalu menyenangkan bertemu dengan Mas Wilis Setyagus ataupun adiknya: Mas Ageng Sulistiana. Kedua bersaudara ini selalu terlihat kompak meski, menurut pengakuan Mas Wilis, sering pula mereka berdebat terutama jika menyangkut urusan usaha mereka. Wajar saja jika mereka harus selalu mencari titik tengah, karena kedua bersaudara tersebut mempunyai spesialisasi berbeda. Mas Wilis piawai di pengelolaan usaha dan marketing, sedangkan Mas Ageng di teknis produksi. Usaha yang mereka tekuni adalah pembuatan mie, baik mie telur ataupun mie sayur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya, pada tahun 2006 Mas Ageng yang memang sudah cukup lama bekerja di perusahaan pembuatan mie, tertarik untuk merintis sendiri usahanya. Dengan bantuan Mas Wilis akhirnya niat tersebut terwujud, lahirlah UD Indigo Sejahtera. Mulailah mereka melakukan banyak tinjauan ke berbagai tempat untuk mencari ide produk yang akan dikembangkan. Pada saat survey inilah mereka menyadari betapa besarnya potensi aneka sayuran di berbagai daerah. Sayangnya, konsumsi sayuran di tiap keluarga di Indonesia masih cukup rendah. Menyadari hal-hal ini, maka mereka sepakat untuk mengembangkan mie yang dicampur dengan sayuran. “Mie sayur diharapkan dapat meningkatkan minat, terutama orang tua, untuk memperhatikan asupan sayur bagi anak anak mereka” kata Mas Wilis. Dari sisi bisnis, mie dengan sayur juga masih merupakan produk unik sehingga potensi pasarnya masih besar. Begitu penjelasan Mas Wilis pada ide pembuatan mie sayur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain penambahan sayur, mereka juga berkomitmen untuk meniadakan tambahan zat-zat kimia yang berfungsi untuk mengawetkan dan melenturkan mie. "Meskipun mungkin kadar zat-zat kimia tersebut diperbolehkan digunakan dalam ambang tertentu, namun kami memilih untuk tidak menggunakannya sama sekali agar produk benar benar aman dan sehat untuk dikonsumsi", tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mereka tetapkan ide produk tersebut, maka berbagai "percobaan" pun dimulai. Pekerjaan ini terutama memerlukan kepiawaian Mas Ageng. Beliau mengakui bahwa untuk penggunaan sayuran pada mie, proses produksinya ternyata tidak mudah. Sayur harus benar-benar dipilih yang baik, agar ketika dicampur dalam adonan mie dapat menghasilkan kandungan gizi yang terjaga dan warna yang menarik. Jika digunakan sayur yang muda, memang penanganan sayur lebih mudah. Namun warna mie menjadi pucat dan mudah pudar dalam waktu relatif singkat. Sedangkan jika digunakan sayur yang tua, ada resiko cepat busuk meski warnanya pada mie dapat lebih mantap dan awet (tidak cepat pudar). Pada proses pemasakan adonanpun harus hati-hati, karena khususnya pada mie yang menggunakan sayur berhijau daun seperti bayam dan sawi, warnanya bisa mudah sekali menghitam jika terkena panas yang berlebihan. Meskipun banyak kali gagal, Mas Ageng tidak putus asa. Sebaliknya, beliau malah bersemangat untuk mencoba dan mencoba lagi, hingga akhirnya didapat paduan teknik dengan hasil yang cukup memuaskan. Kuncinya adalah pada pengaturan umur sayur, takaran dan proses pengolahannya. Saat ini, UD Indigo Sejahtera telah berhasil memproduksi mie sayur bayam, sawi, tomat dan wortel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kesediaan bahan baku sayur alami, Mas Ageng beruntung karena di dekat pabriknya, Dinas Pertanian mempunyai program pembinaan bagi para petani untuk membudidayakan sayuran secara alami tanpa pupuk dan pestisida kimia. Dinas Pertanianpun telah menyanggupi untuk memenuhi permintaan pasokan sayuran pada pabrik mienya. Sayangnya, variant mie wortel belum menggunakan wortel alami karena memang pasokannya sangat minim. “Selain keuntungan dari sisi kesehatan konsumen, bisnis kami juga dapat membantu petani yang telah membudidayakan sayurnya secara alami, dengan adanya permintaan yang pasti”, kata Mas Wilis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan untuk mengatur tingkat kelenturan helaian miepun tidak kalah rumitnya. Penambahan tepung-tepungan non-terigu mulai dari mocaf, tapioka dan tepung lainnya masih belum dapat menghasilkan karakteristik mie yang sempurna. Apalagi jika dihitung biaya produksinya yang seringkali lebih mahal dibanding jika mie hanya menggunakan tepung terigu. "Kami memang punya tekat untuk terus mengembangkan formula dengan persentase tepung terigu yang dikurangi meskipun masih banyak kendala yang harus kami pecahkan. Pada prinsipnya mie harus tetap enak, sehat dengan harga yang berdaya saing", begitu penegasan Mas Wilis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berkreasi dengan berbagai formulasi, UD Indigo Sejahtera juga mengembangkan berbagai macam ukuran mie (ada yang 200 gram dan 67 gram) dan bentuk helaian mie (ada mie gepeng dan mie bulat). Selain itu, kami sebagai mitra kerja UD Indigo Sejahtera, juga memperkaya varian produk mie dengan penambahan bumbu kaldu sapi NON-MSG dan bubuk cabe alami sehingga memberi kepraktisan bagi konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun disadari bahwa promosi produk yang berdaya jangkau luas dan mempunyai konten penyadaran konsumen akan nilai keunggulan produk mienya, masih terbatas, Mas Wilis selalu optimis produknya akan "menarik hati" banyak orang. Selain karena banyak orang menyukai mie, issue kesehatan keluarga juga telah mulai menjadi perhatian di Indonesia. Saat ini, mie sayur buatan UD Indigo Sejahtera telah dijual di Medan, Pangkalan Bun, Bandung, Jakarta, Bogor, Jogya dan Batam. “Yang penting harus selalu berpikir positif, kreatif dan tekun”, itu pesan dari Mas Wilis yang mengakhiri pembicaraan yang menyenangkan di sore itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih untuk cerita yang inspiratif ini Mas Wilis. Sampai bertemu lagi di lain waktu,....(/nin10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFM8acwrbee62uHDQp85x-E9Ntbt6ugYZC7cvnwSPKKPMZSfk0hs5GR9lDhZg_cDpiuyxHoGxn61qlGNMRaAwqJiQIM8rKv6HkOOwQGE3GT-OPCL2pOPqRxZYYsfI8-o0LIzsR4GG4_CFr/s72-c/crop%20mas%20wilis.jpg" width="72"/></item><item><title>Seragam Baru Buat Wawan</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2010/05/seragam-baru-buat-wawan.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Mon, 10 May 2010 00:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-7072673162294568393</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/HkV9GOs7qMPyDyyR3zGtwBu1zMypRoAhpnjF9pvjqdU?feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhO1muw6LwUjuZNrp9tlOotFsKgaFbKlQwlr8KLIChTMA5Kc9IYjqVvib0GuSviyWPGLNwO8o-pJ4HyocXbwnZpWmqeD6S5purMlxCj9gAO90XlkWWFNNrE4311ORX0n_wWfMiyusn1juIx/s144/crop%20wawan%20dgn%20seragam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/JBMh_8YGN3pddRMIvWKXLBu1zMypRoAhpnjF9pvjqdU?feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvo9E0Tf1raNYajwZFvkqeYa5OvG_N9qO_yOsCohX0eMHE9Tjx_9-i1JLJ-O0Wt15FUAnC6b2-opTMDY1IOwixT3hCUQ9d63bnyyvgPlk2WnJ0HjqKbUygFndowidQp2BGcnl1JhrZHJ1t/s144/stiker%20catchy.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/nnfSRstyjPiAlA3Eo97rhxu1zMypRoAhpnjF9pvjqdU?feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTXN6fYlowVOzb8OvNfEkEHa8_Ph27yKoRcWwrWrFISEi7-zW6AJlr4X2s0oDuyVZeob3aSDubBlzCkPpD-reYJUAJCOUetH13tuOKa1J-64wn6TMCZAwkfSXbDIUoQNe24OVlBjvM5Lw-/s144/wawan%20dengan%20mobil.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum Wawan Mulyana, karyawan kami di bagian pengantaran barang, mengembang lebar ketika tahu bahwa dia mendapat dua set seragam yang bertuliskan nama entitas kami. Dari tatapannya, kami tahu bahwa dia merasa bangga. Wawan memang sudah cukup lama mendambakan seragam seperti ini. Meskipun dia tidak mengatakan keinginannya secara langsung, tapi kami tahu dari caranya “melaporkan” pada kami warna dan bentuk seragam teman-temannya di outlet mitra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kami yang memberikan seragam tersebut tentu saja turut merasa gembira menerima apreasiasi dari Wawan, sekaligus haru. Seragam yang mungkin bagi sebagian orang dianggap sebagai barang biasa saja, tidak begitu bagi Wawan. Baginya, dengan mengenakan seragam seperti itu, dia merasa di “orang”-kan. Kepercayaan dirinya meningkat karena merasa sejajar dengan teman-teman di mitra outlet serta bangga mempunyai identitas entitas yang jelas. Bagi kami sendiri, dapat memberikan Wawan seragam juga menyenangkan karena berarti usaha kami makin berkembang!. Syukurlah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, Wawan selalu mengenakan seragam tersebut, terutama jika sedang bertugas mengantarkan barang ke para mitra. Dengan mobil box yang berstiker “&lt;em&gt;catchy&lt;/em&gt;”, Wawan memang terlihat gagah....:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika kebetulan Anda berpapasan dengan mobil box kami, perkenalkan : ….. Wawan karyawan kami!. (nin/10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhO1muw6LwUjuZNrp9tlOotFsKgaFbKlQwlr8KLIChTMA5Kc9IYjqVvib0GuSviyWPGLNwO8o-pJ4HyocXbwnZpWmqeD6S5purMlxCj9gAO90XlkWWFNNrE4311ORX0n_wWfMiyusn1juIx/s72-c/crop%20wawan%20dgn%20seragam.jpg" width="72"/></item><item><title>Women's Power Days, Inspirasi untuk Perempuan (juga Laki-laki)</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2010/05/womens-power-days-inspirasi-untuk.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Fri, 7 May 2010 01:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-853442525338111861</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/gPX5JqY05mz7fFhR3NcnARu1zMypRoAhpnjF9pvjqdU?feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtW49JiL4fHrFl1XvazADvtHtskkQ-tKxRuH8_Dt-yNYRcoXtS627e15xFYSd0pbEj0V-6m3yphB6n3lMU784kb8MLh_oB8Icb0MbObKsEIedIXr1Wjr6ZQ3h3uEQreCDlDN6wnvxtunGM/s144/women's%20power%20days.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan untuk menghadiri seminar yang diselenggarakan oleh UKM Center UI dalam rangka Hari Kartini. Judulnya "Women's Power Days". Para pembicaranya adalah perempuan-perempuan yang bergerak di berbagai bidang usaha, diantaranya birokrat, pengusaha &lt;em&gt;oil company&lt;/em&gt;, pakar kecantikan dan pemilik salon, pemilik toko coklat, pendiri sekolah internasional, dan pemilik majalah wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya orang-orang yang sukses, diakui oleh kalangan luas sebagai perempuan mandiri yang berkontribusi nyata bagi masyarakat. Masing-masing mengisahkan pengalaman pribadinya dalam membangun usaha, seluruhnya berisi kisah penuh perjuangan yang penuh dengan tantangan (dan keberhasilan). &lt;span class="fullpost"&gt;Walaupun masing-masing menyampaikan versi yang berbeda, ada kesamaan dari kisah-kisah yang diceritakan. Kesamaan inilah yang ingin saya bagikan, dengan harapan dapat menjadi inspirasi bagi Anda - baik perempuan maupun laki-laki - karena mengandung nilai-nilai yang baik, dan dapat diterapkan oleh siapa saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, usaha harus didasari oleh SEBUAH KOMITMEN PENUH. Jangan pernah setengah-setengah dalam merintis, mengembangkan, dan mempertahankan usaha Anda. Hanya dengan komitmen yang kuat dari pemilik/pengelolanya yang mampu membuat sebuah usaha bertahan di saat-saat kritis. Kedua, SIAP-SIAP DI"KHIANATI", terutama bila Anda memang memiliki mitra. Sikap tersebut merupakan langkah antisipatif bila di kemudian hari partnership yang Anda jalin tidak berjalan mulus. Tapi jangan khawatir, bila Anda merupakan "jiwa" perusahaan, partner yang tidak sejalan lagi dapat tergantikan dengan partner baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, JANGAN MENYERAH bila usaha Anda sedang menghadapi "cobaan". Percayalah, tidak peduli apakah usaha Anda besar atau kecil, pasti suatu hari akan ditimpa masalah. Tapi, nasehat bagus dari salah satu pembicara adalah: &lt;em&gt;semua masalah pasti ada jalan keluarnya&lt;/em&gt;, jadi daripada menghabiskan waktu untuk memikirkan persoalannya, mulailah mencari solusi - solusi potensial guna memecahkan masalah tersebut. Keempat, LUANGKAN WAKTU UNTUK KELUARGA. Sebagai perempuan maupun laki-laki, sudah sepatutnya kita memberikan waktu untuk mengurus keluarga. Pertumbuhan anak tetap merupakan tanggung-jawab seorang ibu dan seorang ayah, jadi luangkan waktu yang berkualitas bagi anak-anak Anda. Maksudnya berkualitas, orangtua dan anak berinteraksi dengan intens untuk membahas masalah atau topik-topik yang menarik, dan bukan sekedar menanyakan "bagaimana harimu?" sambil memikirkan hal lain saat anak sedang menjawab dengan bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima (dan terakhir) HAVE A DREAM AND BELIEVE IN IT. Mimpi adalah sebuah kesuksesan yang belum nyata, sebuah keinginan yang belum menembus batas realitas, sebuah do'a yang belum dikabulkan. Berpeganglah pada mimpi Anda dan yakinlah suatu hari nanti mimpi tersebut dapat menjadi kenyataan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, itulah tips-tips yang saya dapatkan dari seminar 3 hari itu. Di kala menghadapi masalah (namanya juga usaha yang relatif baru), saya suka membuka kembali catatan kecil saya untuk mendapatkan semangat baru. Semoga dapat bermanfaat bagi Anda, sekedar sebagai pengingat bahwa tips-tips inilah yang menghantarkan perempuan-perempuan sukses melewati masa-masa sulit. (/fit 10).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtW49JiL4fHrFl1XvazADvtHtskkQ-tKxRuH8_Dt-yNYRcoXtS627e15xFYSd0pbEj0V-6m3yphB6n3lMU784kb8MLh_oB8Icb0MbObKsEIedIXr1Wjr6ZQ3h3uEQreCDlDN6wnvxtunGM/s72-c/women's%20power%20days.JPG" width="72"/></item><item><title>Kacang Tanah yang Baik Hati,....</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2010/01/kacang-tanah-yang-baik-hati.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Thu, 21 Jan 2010 23:32:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-9158774157705627950</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/OHp0oFZ9ZTXExk8E1fapNw?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgM_KpSXNXyGy20h3fGKXRF1vDkz3kC5iG56OuIaeyOceq2_-_-TIFG91QZ1fwgoqs2uH-Jrj-3XyeQIG12RQpXfXOCjD9qQ8UpGximqdJJmmPk9OjBd1ZOnxR1sKsg_BIwsOgwwpA_4_aW/s800/cabut%20kacang%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/LVFxvdu_NW8pKUbkptUSZw?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuwR1t9M98P9-BbBFCKU1cQsiafYUz4RKfccc5UaC0RDDcmNbtMZye5PU4S4WRNwrrBjVp7cpXYgFilC_ozSvHT_zGLpCIQ2AUrAzHDwclvlhegqBfUd9pWrNPVF2wvP8D7bj6fSMkFfF_/s800/ari%20dan%20sarah%20dengan%20kacang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/L8BiZD_s570ELUisenmN4Q?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLtR9jFCrp1YrmyV_oM7B-FLpyUNCmN3YGrFVU_VYXGH-_L4J80ZMSgBQY6QSMhqV8dAhCKKiuMGVbQrv3Q-MrQaiy4GHMmioMHA1X2jNkgZdyJpTTQ1okharvFt9KUMGtPsXkAZvR0Oqq/s800/nalih%20bersihin%20kacang.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu kemarin giliran panen kacang tanah di kebun kami. Anak saya dan temannya senang sekali waktu saya ajak belajar praktek mencabuti kacang kacang tersebut. Harus hati-hati mencabutnya agar polong kacang terangkat semua dan tidak putus tertinggal di tanah. Meskipun seringkali repot harus menggaruk kaki yang gatal terkena daun kacang yang merimbun, anak-anak itu gembira sekali. Selain karena ini pengalaman mereka yang pertama mencabut kacang, hasil polongnya juga seragam dan panjang panjang. Sehat dan cantik sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacang tanah (&lt;em&gt;Arachis hypogaea L.) &lt;/em&gt;adalah tanaman polong-polongan. Tanamannya berbentuk semak dengan lama penanaman hingga panen sekitar 3 bulan. Kacang tanah berasal dari Amerika Selatan dan telah menyebar dan dibudidayakan di daerah beriklim tropis dan sub-tropis karena diminati nilai ekonomisnya. Di Indonesia, kacang tanah merupakan jenis kacang terpenting kedua setelah kedelai. Di kebun kami, kacang tanah dibudidaya baik secara bergantian atau tumpang sari dengan jagung. Karena usia tanamnya yang hampir sama, jagung dan kacang tumpang sarinyapun dapat dipanen bersamaan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain digemari untuk dimakan ala rebus, goreng atau diolah menjadi selai, biji kacang tanah juga menghasilkan minyak nabati bernilai jual tinggi. Daunnya dapat dijadikan makanan kambing di kebun kami maupun ditimbun beserta pupuk kandang untuk kompos. Bintil-bintil pada akar tanaman yang berkembang karena adanya simbiosis dengan bakteri Rhizobium, berperan memproses dan mengikat nitrogen dari udara sehingga memperkaya unsur hara dalam tanah yang sangat diperlukan oleh tanaman untuk tumbuh sehat. Bagi pertanian organik, menanam kacang tanah sangat membantu kestabilan unsur tanah karena kemampuannya mengikat nitrogen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacang tanah sendiri mempunyai nilai gizi yang baik. Di Harian Sinar Harapan, pernah diulas mengenai manfaat kacang tanah terutama kaitannya dengan kesehatan manusia. Disebutkan bahwa menurut Guru Besar Bidang Nutrisi dari Penn State University, Dr Penny Kris-Etherton, konsumsi kacang tanah dapat menurunkan resiko terkena penyakit jantung koroner. Menurutnya, kandungan asam lemak tak jenuh yang terkandung dalam kacang-kacangan, khususnya kacang tanah terbukti sangat tinggi. Lebih dari 80 persen lemak dalam minyak kacang adalah jenis yang tidak jenuh dan sehat bagi jantung serta bebas kolesterol. ”Mengkonsumsi satu ons kacang, lebih dari lima kali seminggu bisa menurunkan risiko penyakit jantung koroner 25 persen sampai 39 persen,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kacang-kacangan juga mengandung serat (fiber). Menurut Prof Dr Muhilal dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan, Bogor, serat dalam makanan terdiri dari serat yang larut dalam air dan yang tidak terlarut dalam air, namun keduanya dapat menurunkan kolesterol. Satu sendok kecil kacang tanah mengandung 2 gram serat atau 8 persen dari serat yang dibutuhkan per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sistem budidayanya yang mudah serta manfaatnya yang istimewa baik untuk manusia maupun kesuburan tanah, tidak heran jika penanaman kacang tanah sangat dianjurkan. Bagaimana menurut Anda?...(/nin10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Referensi: &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_tanah&lt;br /&gt;www.sinarharapan.co.id (yang dicopy diambil dari //www.gizi.net/cgi-bin/berita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgM_KpSXNXyGy20h3fGKXRF1vDkz3kC5iG56OuIaeyOceq2_-_-TIFG91QZ1fwgoqs2uH-Jrj-3XyeQIG12RQpXfXOCjD9qQ8UpGximqdJJmmPk9OjBd1ZOnxR1sKsg_BIwsOgwwpA_4_aW/s72-c/cabut%20kacang%20resize.JPG" width="72"/></item><item><title>Profil Mitra Outlet : Serambi Botani di Bogor</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2010/01/waktu-mendapat-undangan-dari-serambi.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Tue, 12 Jan 2010 16:21:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-2128634200966715552</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/6HO-enc-rDi2K1TgpJEn7w?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhj82jtgnzrPdoOa8bjlZrZypBb_uBfuCJK1HN1TnW1iRFbwdhh5AUrHVH2LUd00r8hKiQS9WnYAFtAC7ds_QW3y3oWR6pm-LZO2sBY7CGxXnoZMEoU8QoyaZ-Y2Ba3G5yCpUJ2MYzs0D2/s800/serambi%20botani%20samping%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/7K53ZCf2gCahqUQst3OKTQ?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2a8Q9ysi6GwkiWw_ccDE8nk3F0cRvwbFGS__lwRo1sf4ySQzJQ51IiXWdJsNwD79kp8iZoGxxCSs2BESGOvtrYXlAvopBRXn2lrMRDPD1KEfPsqw_okYaNYtp3FvQR-V6doiJNB_sgBi8/s800/serambi%20botani%20resize%201.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu mendapat undangan dari Serambi Botani, salah satu outlet mitra, kami bersemangat sekali. Apalagi, pada undangan ditulis “Supplier Meeting” yang kami pikir pasti berguna untuk menambah pengetahuan kami. Ketika acara tersebut kami hadiri senin kemarin, tidaklah salah dugaan kami...memang menarik sekali!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serambi Botani adalah sebuah outlet produk yang bermoto “Healthy and Lifestyle”. Produk yang tersedia cukup bervariasi mulai dari madu, sayuran segar, beras organik, produk herbal, olahan susu, gula semut hingga aneka penganan dan produk kecantikan alami. Letak Serambi Botani adalah di lantai dasar Botani Square sebuah mall berkelas di Bogor. Lokasinya yang tepat di pojok depan, ditambah dengan cantiknya rancangan outlet, pasti menarik perhatian pengunjung mall. Outlet ini dinaungi oleh sebuah badan usaha yang diinisiasikan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). Salah satu tujuan utama outlet adalah mempromosikan dan menjual produk-produk yang dihasilkan atau difasilitasi oleh IPB.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal 2010, Serambi Botani melakukan evaluasi kinerjanya sepanjang tahun 2009. Acara yang dihadiri oleh para mitra pemasok produk di outlet ini, dimaksudkan agar hubungan antara outlet dengan pemasok produk lebih baik lagi. Salah satunya adalah dengan cara pembenahan sistem administrasi mulai dari pemesanan barang hingga penagihan. “Kalau semua persyaratan administrasinya bisa dipenuhi, kan memperlancar pembayaran tagihan Anda pada kami” kata Bapak Dwiko, Sang Manajer outlet, yang ditanggapi dengan senyuman gembira para peserta rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal menarik yang diangkat pada rapat tersebut. Kehangatan hubungan antara pemasok produk dengan pihak pengelola Serambi Botanipun sangat terasa. Di layar, bahkan dipresentasikan dan dibahas secara terbuka kinerja masing-masing pemasok selama ini. Tujuannya semata mata adalah untuk mendorong semangat para pemasok untuk memperbaiki kinerja penjualan produk ke depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menggembirakan juga dari acara tersebut bagi kami adalah, kami yang termasuk baru dalam ikatan kemitraan dengan Serambi Botani, telah berhasil meningkatkan kinerja penjualan produk dan masuk dalam jajaran 10 besar pemasok mitra. Produk mie sehat bersayur organik dan berbumbu kaldu alami kami, telah berhasil menarik minat para konsumen yang datang ke outlet ini. Demikian juga dengan gula batu, gula semut dan pop-rice kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bersyukur mempunyai mitra outlet seperti Serambi Botani ini. Selain sangat terbuka, kinerja pengelolaan outletpun semakin meningkat. Dengan demikian pada akhirnya, para pemasok mitrapun diuntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju terus Serambi Botani!,......(/nin 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhj82jtgnzrPdoOa8bjlZrZypBb_uBfuCJK1HN1TnW1iRFbwdhh5AUrHVH2LUd00r8hKiQS9WnYAFtAC7ds_QW3y3oWR6pm-LZO2sBY7CGxXnoZMEoU8QoyaZ-Y2Ba3G5yCpUJ2MYzs0D2/s72-c/serambi%20botani%20samping%20resize.JPG" width="72"/></item><item><title>Makaroni Panggang Bayam Yum Yum....</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2010/01/makaroni-panggang-bayam-yum-yum.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Tue, 5 Jan 2010 20:49:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-4825972119090398888</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/K9uF89Q2ENMVsVHRmWKJmg?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQfVs5n6rO47GUK88WJPSZb58Lhpo_WtnSLEPhsd6KA2wvEexi2cuQzCd6ghdUXDpeQF8SKw7BpJUp6jqhah92EZNYO6ZFVTTiWs8Jg9dxlZryzIj9qph5k4KWpdhPCgTwdA-S2L5pV-Me/s144/makaroni%20bayam%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Senin kemarin, anak-anak saya sudah memulai lagi semester baru. Pelajaran baru, semangat baru. Saya sebagai ibunya, juga bersemangat mempersiapkan cemilan untuk mereka. Mereka memang suka sekali jika dibawakan makanan buatan saya (mereka beri julukan "Makanan Spesial Mama") untuk dinikmati saat "s&lt;em&gt;nack break&lt;/em&gt;", atau sekedar dimakan ketika mereka pulang dari Sekolah. Maklum, mereka bersekolah hingga sore sehingga seringkali "kelaparan" jika sampai di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu makanan favorit mereka adalah Makaroni Panggang. Saya sendiri senang membuatnya, karena selain mudah, rasanya juga enak. Saya yang sangat "&lt;em&gt;concern&lt;/em&gt;" dengan variasi makanan yang mereka santap, juga punya kesempatan untuk memasukkan sayuran seperti bayam, jamur dan kembang kol pada masakan ini. Hasilnya: Makaroni Panggang Bayam yang Yum...Yum...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda tertarik mempelajari atau bahkan membuatnya, silahkan simak catatan saya di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAHAN-BAHAN : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Makaroni (saya pakai La Fonte) 250 gram&lt;br /&gt;Daging giling 150 gram&lt;br /&gt;Bayam satu ikat iris tipis&lt;br /&gt;Jamur campignon 150 gram potong kecil&lt;br /&gt;Bunga kol secukupnya potong kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BUMBU : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bawang bombai 1/2 siung iris tipis &lt;br /&gt;Bawang putih 2 butir iris tipis &lt;br /&gt;Garam, merica dan bubuk pala secukupnya&lt;br /&gt;Satu sendok makan kaldu sapi alami Al-Sultan&lt;br /&gt;Terigu 1 sendok makan dan susu bubuk 3 sendok makan, campur dengan air 1/2 gelas&lt;br /&gt;Keju (saya pakai kraft 1/3 batang) diparut tipis&lt;br /&gt;Telur 4 butir, kocok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;CARANYA : &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Rebus makaroni hingga matang, sisihkan dalam wadah.&lt;br /&gt;2. Dalam wajan, tumis bawang bombai dan bawang putih hingga harum&lt;br /&gt;3. Masukkan garam, merica, bubuk pala dan kaldu bubuk alami Al-Sultan&lt;br /&gt;4. Masukkan campuran susu dan terigu, aduk hingga mengental&lt;br /&gt;5. Matikan api. Masukkan telur kocok, bayam, jamur, bunga kol dan keju parut. Aduk hingga tercampur rata&lt;br /&gt;6. Masukkan dalam loyang yang dindingnya telah diolesi mentega&lt;br /&gt;7. Panggang dalam oven 180 derajat, hingga matang (sekitar 45 menit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah sekali bukan?.  Yang pasti sehat dan terjaga kebersihannya, karena dibuat sendiri. Baunya yang harum, pasti mengundang selera anak-anak...dan juga Orang Tuanya :). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Mencoba..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(/nin 10)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQfVs5n6rO47GUK88WJPSZb58Lhpo_WtnSLEPhsd6KA2wvEexi2cuQzCd6ghdUXDpeQF8SKw7BpJUp6jqhah92EZNYO6ZFVTTiWs8Jg9dxlZryzIj9qph5k4KWpdhPCgTwdA-S2L5pV-Me/s72-c/makaroni%20bayam%20resize.JPG" width="72"/></item><item><title>Selamat Tahun Baru 2010</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2010/01/selamat-tahun-baru-2010.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Tue, 5 Jan 2010 01:39:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-2807705856023133720</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/ZLlNh4Bjqz9vhOhm9syWiQ?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG-davzX5qAbNWqLu8Fr7NIN0VuI1CW9birkxpMUwAKU5pIk6UVgZ47d64a3ZDioGfS0kkx_GJUgXnOOwXlKczDEu7qma8YU7NLoKhgaCDZH1IViadtsFJ5_JGF9KOqCzRyREAtngaa_nI/s288/tahun%20baru%202010%20resize%20200.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengucap Puji Syukur atas segala nikmat dan karunia yang telah diterima, dan memanjatkan Doa agar dilimpahkan segala kebaikan dariNya pada kita semua di kemudian hari, kita buka lembaran Tahun yang Baru. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam Tahun Baru, semua bergembira sambil dalam hatinya memanjatkan pengharapan dan doa, agar dapat menjadi orang yang lebih baik, sejahtera, bahagia, dan sehat lahir dan bathin. Mengharap restu, berkah, ridho dan hidayah dari Yang Maha Kuasa. Harapan tersebut, tentu saja harus diupayakan dengan segala kesungguhan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita semua dapat menjadi orang yang pantas menerima apa yang kita harapkan dan upayakan tersebut. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Tahun Baru 2010.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG-davzX5qAbNWqLu8Fr7NIN0VuI1CW9birkxpMUwAKU5pIk6UVgZ47d64a3ZDioGfS0kkx_GJUgXnOOwXlKczDEu7qma8YU7NLoKhgaCDZH1IViadtsFJ5_JGF9KOqCzRyREAtngaa_nI/s72-c/tahun%20baru%202010%20resize%20200.jpg" width="72"/></item><item><title>Gembira Panen Jagung...</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/12/gembira-panen-jagung.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Fri, 18 Dec 2009 04:19:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-3463692124685238005</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/3cyqDuKrbiXnYFHhrUTptw?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-CsD3LhmXynLlWXW6r-sWDvA_KeSsUUcUi6UREniQZ8TiGpZTvtZUHFIhXQe-v8lS2AHnUahlha4y73368ELqy5nQ7mGqweNiYalTLYyqJoQy-GoHADXaEBgpvorNWAChKAOLHbWDH21K/s800/nalih%20panen%20jagung%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/GRc5lupip0O3gfOdE8OYDQ?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEialUjUm5g7ZrSu-RX45LW7nzen9EYeSGqEzPPxeZvfaLfxLCIAZyuN8ghC7YQKV6ESB1UkB1aih85yiqkw4b4_tKVeaWRptVrCdM0inGx2HM94Hb1K_83PuNkgYVikdtxpPR0-v9fwtan6/s800/dg%20bu%20nalih%20pegang%20jagung%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/lZ76GEaaeoYq8xtZ0uVOyQ?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimBJ57MsZgx3PYZ6cslIlMgmK6SKkuNLjq0ueF7hYhdHLEaGt9ENjD6743eNwT_bLDcUCXPhAVjmd9PL6PEarXZk4_w8OtBZokawSKjXLStdBU3gSFfCp3CLALbQbZDKRFbM763VgyBxeZ/s800/tahi%20kotok%20dan%20jagung%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/-S6eOOIyG8dAq2IfeoFAfw?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgifE9t7Tmd8yR867_HnpAExFpYGEPgMtA-2KQQbKK21qwTldKHFm1gzJ68bWyZmrLTORvruEqGocANrnFNAgcauHLHG961AvVM-mDXhPwNOiAcJO23x3858fgeSqf8mxEDNkKDti3HxzV-/s800/pak%20nalih%20cabut%20bayam%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi sekali saya sudah mendapat pesan singkat dari Pak Nalih, tukang kebun kami: “Bu, jagung akan segera dipanen pagi ini. Ibu mau datang?”. Saya memang sudah pesan pada Pak Nalih untuk mengabari jika jagung yang ditanamnya akan dipanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yang berminat sekali melihat panenan jagung, tentu saja bergegas datang ke kebun. Panen akan dilakukan 2 tahap, yaitu untuk jagung muda (cocok dibuat bakwan atau sayur) dan jagung sedang (untuk jagung bakar). Saya bertemu dengan Pak Nalih di kebun jagung. Dia terlihat bangga sekali. Bu Nalih pun demikian, senyumnya lebar mengembang. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Nalih patut merasa puas karena kualitas jagung kali ini jauh berbeda dengan sebelumnya. Pak Nalih memang cukup “ngotot” ingin mencoba bertanam jagung karena hasil penjualannya lumayan baik. Sudah beberapa kali dia mencoba bertanam jagung manis di kebun organik kami, tetapi hasilnya masih jauh dari memuaskan. Banyak buah yang berbiji jarang atau tanpa buah sama sekali. Malah ada yang terserang penyakit sehingga pohon tidak tumbuh tinggi. Bagi Pak Nalih yang sudah bertekad untuk bertanam secara alami, panen yang gagal seperti ini meskipun cukup menyedihkannya namun juga memicunya untuk lebih giat belajar dan berusaha. Panen dan kualitas jagung yang dipanen hari ini, merupakan hasil jerih payahnya. Oleh sebab itu, dia merasa cukup puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lahan jagung yang sebetulnya juga tidak terlalu luas itu, Pak Nali tidak melulu bertanam jagung. Dia memanfaatkan sela-sela lahan yang terkena cukup matahari, untuk bertanam kacang tanah. Ada juga kacang panjang, meski tidak banyak. Untuk membantu menghalau hama, Pak Nalih juga menanam pohon tahi kotok (&lt;em&gt;tagetes sp&lt;/em&gt;) yang baunya tidak disukai serangga pengganggu tanaman. Di sepetak kecil lahan dekat jagung, dia pakai untuk menanam bayam dan kangkung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diberi satu kantong penuh jagung muda, untuk saya bawa ke rumah dan juga dinikmati bersama di kantor kami. Di rumahnya, Bu Nalih juga sudah mempersiapkan satu piring jagung muda yang direbus. Rasanya luar biasa....manis, renyah dan empuk sekali. Mungkin karena benar benar ”&lt;em&gt;fresh&lt;/em&gt;” baru dipanen, saya merasa jagung ini lebih enak dibandingkan jika beli di pasar. Saya jadi ketagihan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski jagung dari kebun kami belum masuk pasar organik, namun penghasilan Pak Nalih sudah cukup memuaskan sebagai pemula. Ibu Nalih mengatakan sambil bersyukur bahwa sekarang keluarganya lebih senang karena selain mendapat penghasilan tambahan dari menjual sayur, merekapun turut merasakan manfaatnya. ”Kalau ingin makan sayur tidak perlu beli di pasar, karena tinggal &lt;em&gt;metik &lt;/em&gt;dari kebun” katanya bangga.....Sayapun turut gembira...... (/nin 09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-CsD3LhmXynLlWXW6r-sWDvA_KeSsUUcUi6UREniQZ8TiGpZTvtZUHFIhXQe-v8lS2AHnUahlha4y73368ELqy5nQ7mGqweNiYalTLYyqJoQy-GoHADXaEBgpvorNWAChKAOLHbWDH21K/s72-c/nalih%20panen%20jagung%20resize.JPG" width="72"/></item><item><title>CUPCAKE Non-Gluten di Hari Minggu</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/12/cupcake-non-gluten-di-hari-minggu.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Mon, 14 Dec 2009 00:38:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-4313973707254461771</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/Hrv8q3qEJ_pcIfRgir0j-A?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9zoOLqpkK9CYO76tQeMLXxbAjJJz1xRtOdBhbJU9eKyipWTi3TclonjNFW3mnzTZhsFNUoFB4U5tV1d_Ds0lHYuJ7JwJ2V5iUF1NtD2INnx3QoGvs6W0fymFNeMvkv8HNaay7GX_myzHe/s800/widya%20makes%20cookies%20resize%202.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/-bdKjAFI-hR-tWn9gJxzUQ?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWWpdXz3xNxw848lMD8ZUA3H8asVIE6tbvA2pUhs0gietfreF5L9b3Hv9SqST001_CPCS4Otw_l-dz4eZGqEqkCa6GcSUpOBmCD7meoHfZ_mXh9LV4YqZ5GLQCRMPu1ZK_15RQZbOoMa9i/s800/widya%20with%20dough%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/FxugcJElpLsxloWUIH1R5Q?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrNwbtoDPXzA1pb8A0XxjUJPHI7l8BFdgZsY5fofdSo4W6SWUrxPYalxFFQKoKr7eBfFk9k2aQwiRNQgYeiSO68MMHhU3S2TmNvYLWIAlZliRV1DZpM6dJ4Gs5zpr2Eg-aVmxL7OidpprT/s800/taro%20cookies%20resize%201.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu, harinya bersantai. Bagi saya dan anak saya, inilah saatnya membuat berbagai macam masakan yang kami inginkan. Minggu kemarin, giliran buat CUPCAKE NON-GLUTEN dari tepung ubi ungu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepung ubi ungu tersebut kami dapatkan dari seorang teman di Jogya yang memang menjual berbagai jenis tepung dari umbi-umbian lokal. Ada tepung ubi garut, tepung ubi ungu, tepung sukun, tepung pisang, tepung singkong dan lain-lain yang dibudidaya secara alami oleh beberapa Kelompok Tani. Kami memang tertarik sekali mempromosikannya, apalagi jika mengingat bahwa penjualan tepung tersebut dapat membantu peningkatan pendapatan petani dan turut melestarikan umbi-umbian lokal yang telah makin lama menyusut keberadaannya. Di lain pihak, pemanfaatan umbi lokal yang “non-gluten” tersebut memberikan alternatif pada mereka yang tidak dapat mengkonsumsi gluten yang terdapat pada terigu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, penggunaan tepung umbi-umbian ini sebagai bahan baku makanan masih sangat terbatas. Seringkali konsumen tidak jadi membeli tepung tersebut karena tidak tahu bagaimana mengolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagi yang tertarik untuk mencoba mengolah tepung ubi ungu, bisa mempelajari resep cupcake yang kami buat kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHAN-BAHAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) 125 gram mentega&lt;br /&gt;(2) 125 gram gula pasir&lt;br /&gt;(3) 5 telur ayam kampung (ukuran kecil)&lt;br /&gt;(4) 150 gram tepung ubi jalar ungu&lt;br /&gt;(5) 1 sdt Baking Powder&lt;br /&gt;(6) 200 ml susu cair (atau bisa diganti dengan 5 sendok susu kedelai yang dilarutkan dalam 200 ml air)&lt;br /&gt;(7) 75 gram kacang yang telah disangrai matang dan potong kecil&lt;br /&gt;(8) 75 gram kismis yang telah dipotong kecil&lt;br /&gt;(9) 75 gram wijen&lt;br /&gt;(10) sejumput garam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MEMBUAT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;(1) bahan 1,2 dimixer hingga halus, tambahkan telur ayam satu persatu, mixer hingga mengembang&lt;br /&gt;(2) lepaskan dari mixer, masukkan tepung, BP, garam, kacang, kismis, wijen serta susu cair, aduk hingga rata&lt;br /&gt;(3) siapkan 10 cup cetakan kue yang sudah diolesi tipis mentega, masukkan adonan (jangan terlalu penuh)&lt;br /&gt;(4) panggang di oven dengan panas 160 derajat, selama 30-40 menit atau hingga matang kecoklatan&lt;br /&gt;(5) keluarkan cupcake dan hias bagian atasnya sesuka Anda.... dan cupcake siap memeriahkan hari libur Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah sekali bukan?. Dijamin rasanya tidak kalah dengan cupcake dari tepung terigu. Yang tidak kalah penting juga....Anda bisa beraktifitas menyenangkan berdua dengan si kecil tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba....(/nin 09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9zoOLqpkK9CYO76tQeMLXxbAjJJz1xRtOdBhbJU9eKyipWTi3TclonjNFW3mnzTZhsFNUoFB4U5tV1d_Ds0lHYuJ7JwJ2V5iUF1NtD2INnx3QoGvs6W0fymFNeMvkv8HNaay7GX_myzHe/s72-c/widya%20makes%20cookies%20resize%202.JPG" width="72"/></item><item><title>Lebih Sehat Jika Berhati-hati...</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/12/lebih-sehat-jika-berhati-hati.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Mon, 7 Dec 2009 22:33:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-6179309233758127446</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/-LQIePV_ngIpeZ2d5_45Ag?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2aDkK6SE6Hexol6ni2S9s5fMHKKtNNr5nYGFOURlvROD3eJkcRd_G7YV7uvShi-EsFDQxe7VvZic9AHS_pCikAGUtSQHbJJSNzurOlC8aeDxYIef3ztzkm5dDBavWeuLwrae2TLuUkXu-/s800/food%20in%20shelf%201%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/s3lluBC_mmXt4MNiTU4Ldg?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFhtUhGPejpzAWVQFJfD1mPygyp2l_A_OWWjYyLWlSlGiztq2h2uZzaoz2AjVGcAF5-AEnCu2zw1SWviekKV7IDGY9-DZkKAZxN25OHtC39DxwcGWkFrV7CYJLoxTBVpS5VeQ_32AtUnYC/s800/perhatikan%20label%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/mXBDzi2uP3PHuoagX5mlIQ?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoXOc_6qc7rDSRG-EiCdtL73n9ETyuqfEnGOtNNt5ziRaCAlAVreOA-Ej0lHZAcDatjG4Q9eX9BG_AjsoXYok7VFpQjPsvJAPqpR1VmhT8X4-y6zdfJpju6Uw2SQ0i4WKJAnMMrxq3g_G0/s800/fruit%20in%20shelf%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika pergi ke Supermarket, kita disodori dengan ribuan produk yang bisa kita pilih. Masing-masing menawarkan keistimewaannya sendiri. Banyaknya pilihan produk tentu saja menyenangkan karena berarti kita bisa mendapatkan produk bermutu dengan harga yang bersaing. Namun, banyaknya pilihan produk terutama produk makanan tersebut tidak seyogyanya serta merta membuat kita lengah dalam mencari ”kualitas” yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mempunyai tips sederhana ketika akan membeli produk makanan untuk keluarga kami. Begini tips-nya :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Pastikan konsumsi makanan Anda memenuhi kriteria ”seimbang” antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang bisa Anda dapatkan dari nasi, sayur mayur, kacang kacangan, daging, buah-buahan dan produk susu (nabati / hewani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Hindari membeli makanan yang Anda tidak yakin higienitas, keaslian bahan bakunya atau proses produksinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Lebih baik mengkonsumsi produk makanan yang segar daripada yang sudah dikalengkan / olahan. Jika memang terpaksa mengkonsumsi makanan olahan karena butuh kepraktisan, lebih baik tidak terlalu sering karena makanan olahan biasanya menggunakan bahan pengawet yang meskipun digunakan dalam ambang aman, tetapi penumpukannya di tubuh kita sebaiknya dihindari. Sebenarnya ada produk olahan yang memang tidak menggunakan bahan kimia sama sekali, sehingga diperlukan kejelian Anda untuk memilihnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Meskipun banyak orang merasa ketagihan mengkonsumsi mie instan, sebaiknya hindari atau kurangi sedapat mungkin mengkonsumsinya karena telah banyak dibahas sebagai produk yang tidak sehat (adanya pelapis lilin, pengawet, zat aditif lain). Jika ingin mengkonsumsi mie, pastikan tidak mengandung bahan kimia/aditif yang merugikan kesehatan tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Hindari atau kurangi mengkonsumsi produk beku, misalnya daging sapi, hati dll karena kita tidak tahu pasti sudah berapa lama produk tersebut disimpan atau apakah produk beku tersebut sudah pernah ter &lt;em&gt;"defrost" &lt;/em&gt;(terlelehkan) dan dibekukan kembali, karena sangat tidak sehat untuk tubuh kita. Oleh sebab itu, jika memang akan membeli produk seperti itu, lebih baik membelinya di gerai / outlet yang Anda percayai yang dapat memberi jaminan keamanan produk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Jika membeli daging pilih yang rendah lemak dan hindari jeroan. Meskipun lemak dan jeroan berasa gurih, namun karena ”kejelekannya” lebih banyak dibandingkan dengan ”manfaatnya” buat tubuh Anda, maka sebaiknya konsumsinya dikurangi. Untuk daging giling, pilih yang bermutu baik dengan sedikit lemak. Jika tidak yakin, lebih baik Anda menggiling sendiri daging bagus pilihan Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Jika membeli makanan kemasan, jangan lupa perhatikan Tanggal Kadaluarsa, Ijin Produksi dan Nama Produsen yang jelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Pastikan kemasan masih utuh dan tidak menggelembung (makanan kalengan). Jika dikemas di wadah plastik, pastikan plastiknya ”food grade” (biasanya tertera tulisan PET 1 dalam lambang segitiga berpanah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Pastikan makanan tidak berjamur (aflatoxin berwarna kuning orange), misalnya pada ikan asin atau daun/biji/teh yang dikeringkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Pastikan makanan bebas bahan pengawet, pewarna atau kimia lain yang berbahaya. Jika sulit untuk membuktikan adanya kandungan kimia yang berlebihan/berbahaya, maka sebaiknya Anda membeli produk yang Anda inginkan dari outlet/produsen yang Anda percayai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Hindari memilih makanan yang Anda rasa warnanya tidak ”wajar” alias ”mencolok” misalnya saos tomat / sambal yang terlalu merah dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Hindari membeli makanan yang berbau tidak ”wajar” karena mungkin sudah tidak segar, atau diberi pengawet yang mungkin berbahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Hati-hati memilih produk makanan yang harganya sedang diskon karena biasanya waktu kadaluarsanya sudah dekat. Pastikan Anda memilih yang masih bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Hindari atau kurangi mengkonsumsi produk yang Anda curigai banyak &lt;em&gt;”terexpose” &lt;/em&gt;oleh zat yang tidak sehat, misalnya ayam atau produk peternakan lain yang seringkali diberi antibiotik semasa budidayanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Jika Anda menggemari teh, sebaiknya pilih yang berbentuk daun untuk direbus, karena masih tingginya kontroversi teh yang menggunakan kantong celup (ada yang dicurigai menggunakan bleach)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Kurangi konsumsi makanan gorengan, apalagi yang dikemas, karena minyak goreng yang telah teroksidasi karena lama tersimpan, sangat tidak baik untuk kesehatan Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Sebaiknya tunda membeli makanan yang sedang dilanda issue saat itu, misalnya pernah ada wabah ”mad cow” atau ”flu burung”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&gt; Sebaiknya hindari produk yang Anda curigai berasal dari hasil rekayasa genetika, misalnya sayur yang terlalu besar dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Hindari penggunaan wadah styrofoam untuk makanan terutama yang panas. Saat ini telah banyak produsen makanan / restoran yang tidak lagi menggunakan bahan ini untuk wadah makanannya karena menyadari bahayanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&gt; Sedapat mungkin membeli produk yang dihasilkan oleh industri / UKM dalam negeri, karena berarti membantu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat posisi ekonomi negara kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sepertinya menjadi repot memilih produk, tetapi sikap kehati-hatian seperti ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan Anda sekeluarga dalam jangka panjang. Lebih aman memang memilih produk alami / organik karena meskipun produk sehat seperti ini biasanya lebih mahal, tetapi masih lebih murah dibanding jika Anda harus pergi berobat karena penyakit yang disebabkan oleh konsumsi produk yang serampangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.. .Happy Shopping...(/nin 09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2aDkK6SE6Hexol6ni2S9s5fMHKKtNNr5nYGFOURlvROD3eJkcRd_G7YV7uvShi-EsFDQxe7VvZic9AHS_pCikAGUtSQHbJJSNzurOlC8aeDxYIef3ztzkm5dDBavWeuLwrae2TLuUkXu-/s72-c/food%20in%20shelf%201%20resize.JPG" width="72"/></item><item><title>Sertifikasi PIRT - tambah pengetahuan, tambah teman!</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/12/sertifikasi-pirt-tambah-teman-tambah.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Sun, 6 Dec 2009 01:30:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-7731183532220474628</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/8HDuaq4bhhyyJ-hbbdciLA?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi195N8wBWZe2M1qS5ItOORy9lmOhygu0WD9z0b1Eov8ymMqzi48TtTupWzpYabPOFiJ2MXtCm1Mc9yHbO_G05snRrpqU6KtlUxokJAROLktTJ5W2eLcj1p9pOUMwj2V5xo-jDqLiBGMPGn/s800/nina%20resize%20untuk%20blog.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu-ibu, kalau produksi makanan atau minuman, jangan sekali-kali pakai daster, belum mandi, telanjang kaki, duduk di &lt;em&gt;jojodog&lt;/em&gt; sambil asik ngerumpi yaaa.. atau untuk bapak-bapak, jangan hanya &lt;em&gt;singletan&lt;/em&gt; kalau mengaduk bahan kue, keringatnya bisa-bisa jadi "bahan asin tambahan"... Nanti gak higienis lagi, dong...". Kata-kata kocak dari Ibu Pelatih langsung disambut dengan gelak tawa peserta. Itu cuplikan suasana di Pelatihan Sertifikasi PIRT yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang kami ikuti beberapa bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan Sertifikasi PIRT ini merupakan acara yang wajib diikuti oleh UKM yang mengajukan aplikasi untuk mendapatkan Nomor Ijin Rumah Tangga untuk produksi pangan. Kami memang mengajukan aplikasi ijin ini karena selain berdagang, kami juga memproduksi dan mengemas beberapa produk pangan. Ijin akan dikeluarkan jika memang pengaju memenuhi persyaratan-syaratan yang diberikan, yaitu : mengajukan aplikasi, mengikuti pelatihan dan memenuhi segala persyaratan kelulusan ketika diadakan inspeksi ke lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar dugaan, pelatihan ini berlangsung seru dan tidak membosankan. Materi pelatihan disampaikan dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti, dengan contoh-contoh gambar pada &lt;em&gt;slide&lt;/em&gt; sehingga kami paham bagaimana memproduksi pangan agar aman, bermutu dan layak dikonsumsi. Pembahasannyapun komprehensif, tidak hanya meliputi peralatan dan proses produksi, tetapi juga kebersihan lingkungan, kelayakan bangunan dan fasilitas, suplai air, higiene/sanitasi, pengendalian hama, kesehatan/higiene karyawan, pengendalian proses, label pangan, hingga ke penyimpanan dan dokumentasi. Lengkap, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami dibuat paham bahwa pengelolaan bahan pangan dan non-pangan haruslah terpisah karena rentan terkontaminasi, tata letak peralatan harus sesuai alur produksi supaya efisien, dan higienitas karyawan haruslah mendapatkan perhatian utama. Contohnya, di samping wajib tersedia tempat cuci tangan dan toilet yang memadai, karyawan harus selalu memakai pakaian bersih, bertutup kepala, tangan dalam kondisi selalu bersih, harus sudah gosok gigi (bayangkan, se-detail itu...), tidak boleh bersin, batuk, merokok (setuju!!) dan jangan sampai tangan menyentuh hidung. Juga, karyawan tidak boleh banyak mengobrol, karena selain kerja jadi lambat, mulut adalah salah satu daerah "penghasil" kuman... Dan bahkan, tertulis larangan untuk meludah dan "membersihkan hidung" selama proses produksi. Selain itu, kita sebagai produsen juga wajib menjaga tempat produksi bebas dari hewan yang berpotensi menjadi hama, dengan cara menutup rapat ruang produksi untuk mencegah hama masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi menarik lainnya adalah pengetahuan tentang bahan tambahan pangan. Selain mendengarkan langsung tentang deskripsi zat, fungsi, dan batasan maksimum dalam pangan, juga diperkenalkan secara rinci tentang bahan yang berbahaya yang seringkali disalah gunakan oleh para produsen "nakal". Contohnya adalah formalin, boraks dan rodamin B/methanil yellow. Formalin sesungguhnya adalah zat untuk pembersih lantai, pembasmi lalat, dan pengawet mayat (hiiii...), tetapi sering dimanfaatkan dengan tidak semestinya sebagai pengawet makanan, diantaranya bakso, mie dan tahu. Boraks, yang peruntukan sesungguhnya adalah sebagai bahan patri logam, anti jamur dan pembasmi kecoa (hiii.. lagi), banyak dipakai sebagai campuran kerupuk. Sedangkan rodamin B/methanil yellow yang aslinya adalah zat pewarna kertas, digunakan sebagai bahan pewarna pada makanan. Jadi, hati-hati beli makanan/minuman di sembarang tempat, karena seringkali makanan dan minuman kita telah ditambahi dengan zat berbahaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikan efektifitas Pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan kita, semua peserta pelatihan diberikan test sebelum dan setelah pelatihan. Tapi jangan khawatir, semua soalnya berkisar tentang materi pelatihan. Jadi, bila menyimak dengan benar, pasti mudah menjawabnya. Setelah selesai Pelatihan, Petugas dari Dinas Kesehatan ini akan memberikan jadwal kunjungan ke lokasi pabrik kita, untuk memeriksa secara detail pemenuhan semua aspek yang telah disampaikan pada Pelatihan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setelah melalui semua proses tersebut, sudah semestinya semua prosedur dijalankan dengan benar. Jangan lupa, kita memproduksi sesuatu yang akan dimakan oleh orang lain, jadi sudah semestinya kita memproduksi pangan dengan sebaik-baiknya. Dan pesan kami bagi yang belum pernah ikut pelatihan, jangan menundanya. Selain ilmunya bermanfaat, kita bertambah teman karena berkenalan dengan Pelatih dan peserta lainnya. Diskusipun jadi lebih seru. Pokoknya, &lt;em&gt;it's worted, trust me&lt;/em&gt;... (/fit 09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi195N8wBWZe2M1qS5ItOORy9lmOhygu0WD9z0b1Eov8ymMqzi48TtTupWzpYabPOFiJ2MXtCm1Mc9yHbO_G05snRrpqU6KtlUxokJAROLktTJ5W2eLcj1p9pOUMwj2V5xo-jDqLiBGMPGn/s72-c/nina%20resize%20untuk%20blog.JPG" width="72"/></item><item><title>Nasi Kami Bukan Putih Polos</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/12/beras-kami-bukan-putih-polos.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Thu, 3 Dec 2009 20:37:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-5444198863914392727</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/F8zvjCgu3gYSbibA-n3C2g?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm_JLZF-eulZW4B3MwqI4XxNO3sJkF8-knFcPGm5R97QyEhBvD0LGvoCvQEyYcLDbFBvGOOXj_SbNgB2l8RhG37EDnlGEN6MNX9CDZoTMng28WRPb6NOfQoR5CdozKP0s7OAcWrFjMaelc/s800/nasi%20campur%20jowo%20melik.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/4k7_3i3TW48XDScjCavH8Q?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJYDbwdY8zmlfuKwFsfKytzxSNppBIJ_vjBpCCm5jyH8e_6qKS6U-kLbkepA1E7kKKStTJjUdf4CpwVF6AJZimKFqqDHlWOAKbxz8uCI4XSlhSJEOD4NEb37-JasAsuTk4AlBpXfZzkgFm/s800/beras%20kecambah%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/y5CzSAy4D9gIyXP5C66w8A?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeHRVuOep3DfowVuW8Hdhm02uJ3TCLE6dXqmj9w4-WnfA5EkvqrynQ5J-C7TMPVFszMQYp-EpDSoUMVQeBtd3LGzqHLcbC0fGPhsjNzG7YB0FevEvfNN1YwAl5Y0hJhGIGjKzHUreE8n4s/s800/nasi%20campur%20merah%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/MtYYvwsy9Sh1aLL3DuHmvA?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifAkqx7tpQEOOoPOFOcnyBu3dJ9gWclxJ4OPtlhtVOOTzpWhHc2Rga7QHa1dzEoJJ1djFp55ig0BAjglpDqCdEiJN-IcPZJg4CIA_-_PrmRgnzdOKKaMijIkgjvzXJvo7S503tU8wbqTRR/s800/beras%20variasi%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya saya agak ragu ketika menyuguhkan nasi yang bukan “putih polos” pada keluarga saat makan malam beberapa bulan yang lalu. Saya mengantisipasi akan adanya reaksi penolakan ”besar-besaran” bahkan mogok makan, karena memang nasi putih polos adalah bentuk nasi yang ”paling wajar” dikonsumsi sehari-hari terutama oleh orang Indonesia termasuk keluarga kami. Ternyata kekuatiran saya tersebut terlalu berlebihan. Anak-anak hanya tanya kenapa nasinya tidak putih polos, ketika saya berikan penjelasan sederhana, mereka langsung memulai makan malam tanpa ”protes” sama sekali. Lega sekali rasanya,....&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide mulai mengganti makan nasi polos menjadi nasi yang lebih ”berwarna” dipicu oleh mulainya saya menyadari bahwa nasi putih yang polos hanya kaya akan karbohidrat tetapi miskin akan zat-zat gizi lain seperti serat, protein, vitamin, mineral dan enzym. Jadi pada dasarnya kita hanya mendapatkan rasa kenyang dan energi saja, sehingga saya merasa sayang sekali jika tidak dimaksimalkan. Apalagi jika konsumsi sayur sehat ataupun kacang-kacangan juga terbatas seperti yang seringkali terjadi pada anak-anak. Daging sapi/ayam meskipun memang mengandung protein hewani yang diperlukan pada masa pertumbuhan anak, tetapi saya membatasi konsumsi anak-anak karena rentannya kualitas daging ayam yang sehat. Penambahan zat pertumbuhan kimia maupun antibiotika yang seringkali disuntikkan pada ayam pada masa pemeliharannya, sebaiknya dikurangi masuk ke dalam tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pemikiran tersebut, beberapa bulan lalu saya mulai mengganti pola konsumsi nasi putih polos secara bertahap. Saya ingin keluarga saya mendapat asupan sumber energi (karbohidrat) sekaligus serat, protein, vitamin, mineral dan enzym dari sumber nabati yang alami. Mulanya persentase nasi putih poles masih cukup banyak, tetapi lama kelamaan saya kurangi. Variasi yang saya lalukan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Beras putih poles dicampur dengan Jowo Melik yang berwarna hitam sehingga nasi menjadi berwarna hitam keunguan...exotik sekali. Beras Jowo Melik yang masih mengandung kulit ari tersebut yang kaya serat, antioksidan dan selenium. Kedua jenis beras ini dapat langsung dimasak secara bersamaan di dalam rice cooker karena mempunyai kadar keempukan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Beras putih poles dicampur dengan beras putih pecah kulit (brown rice) yang kaya serat. Brown rice ini biasanya saya kecambahkan dahulu dengan cara merendam di air beberapa waktu sehingga memperkaya kandungan nutrisi dan enzym. Rasa brown rice yang telah berkecambah agak kenyal sehingga memberikan keunikan rasa tersendiri ketika dicampur dengan beras putih polesnya. Karena sudah direndam, brown rice telah melunak, sehingga dapat secara langsung dimasak bersama dengan beras putih poles di dalam rice cooker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Beras putih poles dicampur dengan mixed grains, seperti yang diproduksi oleh Gasol (Five Grains) atau Prime Care (Assorted Grains). Mixed grains adalah campuran beras pecah kulit (putih, merah dan hitam) dan kacang-kacangan seperti kacang hijau, kacang merah, sorghum dan wijen. Saya juga mengecambahkan campuran biji-bijian ini untuk memaksimalkan kandungan nutrisinya. Sebelum dicampur dengan beras putih poles di dalam rice cooker, biasanya saya merebus dahulu sebentar (sekitar 15-20 menit) biji-bijian ini agar kadar keempukannya bisa menyamai beras putih poles.  Setelah itu, biji-bijian beserta air rebusannya dapat dicampurkan pada nasi putih poles dan dimasak bersama dalam rice cooker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa bulan mengkonsumsi nasi “eksotik” seperti ini, saya dapat membuktikan bahwa vitalitas kami memang meningkat meskipun konsumsi daging ayam/sapi saya kurangi. Saya tidak mudah merasa capek seperti yang dahulu saya rasakan. Diet ini juga membantu melancarkan BAB (maaf) anak saya terkecil yang dahulu sering tidak teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiromi Shinya MD, seorang dokter yang banyak meneliti mengenai enzym dan kesehatan, dalam bukunya "The Miracle of Enzyme" mengatakan bahwa kesehatan kita secara keseluruhan sangat ditentukan oleh pola makan dan kesehatan usus kita. "You are what you eat!".... Ajakan yang pantas kita perhatikan, bukan?...Selamat berkreasi. (/nin 09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgm_JLZF-eulZW4B3MwqI4XxNO3sJkF8-knFcPGm5R97QyEhBvD0LGvoCvQEyYcLDbFBvGOOXj_SbNgB2l8RhG37EDnlGEN6MNX9CDZoTMng28WRPb6NOfQoR5CdozKP0s7OAcWrFjMaelc/s72-c/nasi%20campur%20jowo%20melik.JPG" width="72"/></item><item><title>Mie Sayur Panggang, Untuk "Market Day"</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/12/mie-sayur-panggang-untuk-market-day.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Wed, 2 Dec 2009 21:09:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-1487713955482325077</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/7APA4Mv95bxNLZeo4NVm8g?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYFrOqBYcWrmBIMyi3WEf03jivmCgwEQQaB9C_aXfRjYJ237Gut9bSozmQpIYraXOenVrSk_uInymiqv2g5-GV2bZ5LpuHMm_9xubpfiu0xzlrtw2VnTx_IGr1n6S7XhyphenhyphenTaj8nL5b3Hgs_/s144/mie1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/O6tDxSeUJyTrGx1raotppQ?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiEIXuVcLK3D2v6vdobEz_Zp0J35mEWGoDTFU6MKrUNNVtjq_qwrkVGZDGkwTwLGJBOb-FqJylUT0rH599kpmm-kZYJDZatLGmJaYClNLVnWmGFT8OmJ2TmMcKhWyz5mcZX3kzPJ-OOdAS/s144/mie2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak minggu lalu anak saya, Widya, &lt;em&gt;"excited" &lt;/em&gt;mempersiapkan ide &lt;a href="http://portalprimasehat.blogspot.com/search/label/Produk"&gt;produk&lt;/a&gt; yang akan dijualnya di &lt;em&gt;"Market Day"&lt;/em&gt; yang diselenggarakan sekolahnya. Tujuan &lt;em&gt;"Market Day"&lt;/em&gt; ini adalah mengajarkan matematika aplikatif dan membangun rasa &lt;em&gt;"Self-Confidence"&lt;/em&gt; pada anak-anak. Sekolah mensyaratkan produk yang akan dijual harus memenuhi kriteria sehat dan edukatif. Tidak sulit bagi saya untuk membantu Widya menentukan ide &lt;a href="http://portalprimasehat.blogspot.com/search/label/Produk"&gt;produk sehat&lt;/a&gt;, karena memang banyak produk sehat yang dapat kami kreasikan dengan bahan dasar yang ada di toko kami.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Widya membawa &lt;strong&gt;"&lt;a href="http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/mie-sayur-organik.html"&gt;Mie Sayur &lt;/a&gt;Panggang" &lt;/strong&gt;yang saya siapkan dari pagi. Bahan dasar utama adalah mie sayur helai kecil "MISAY" yang merupakan mie berbahan baku campuran terigu dan tapioka, ditambah ekstrak bayam atau tomat organik. Jika Anda tertarik, inilah bahan dan cara membuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan:&lt;br /&gt;- 3 bungkus &lt;a href="http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/mie-sayur-organik.html"&gt;mie sayur&lt;/a&gt; kecil "MISAY", remas-remas hingga potongan cukup kecil&lt;br /&gt;- 300 gram daging cincang (pilih yang rendah lemak)&lt;br /&gt;- 6 siung bawang merah, cincang halus&lt;br /&gt;- 4 siung bawang putih, cincang halus&lt;br /&gt;- 1 sendok teh garam&lt;br /&gt;- Bubuk lada dan bubuk pala secukupnya&lt;br /&gt;- 1 bungkus kaldu sapi asli alami yang telah disiapkan di kemasan "MISAY"&lt;br /&gt;- 1/2 bagian keju batangan "Kraft", parut halus&lt;br /&gt;- 4 sendok makan susu bubuk non-instan&lt;br /&gt;- 1 sendok makan tepung terigu&lt;br /&gt;- 5 butir telur ayam kampung&lt;br /&gt;- Sedikit mentega untuk menumis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan masakan:&lt;br /&gt;- Siapkan air, didihkan, masukkan &lt;a href="http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/mie-sayur-organik.html"&gt;mie&lt;/a&gt; yang telah diremas, masak hingga matang, tiriskan&lt;br /&gt;- Di wajan terpisah, tumis bawang merah dan putih hingga harum&lt;br /&gt;- Masukkan daging cincang, masukkan garam, lada dan pala, tumis hingga matang&lt;br /&gt;- Siapkan di gelas, sedikit air, larutkan susu dan terigu, masukkan ke wajan, aduk dan masak bersama daging cincang tadi hingga matang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah akhir :&lt;br /&gt;- Dalam wadah cukup besar, masukkan &lt;a href="http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/mie-sayur-organik.html"&gt;mie&lt;/a&gt; yang telah ditiriskan&lt;br /&gt;- Masukkan adonan tumisan daging cincang&lt;br /&gt;- Masukkan 5 butir telur ayam kampung&lt;br /&gt;- Masukkan parutan keju&lt;br /&gt;- Aduk semua bahan hingga rata&lt;br /&gt;- Siapkan 10 cup aluminium yang biasa digunakan untuk macaroni schotel (diameter sekitar 6-7 cm), olesi cetakan dengan sedikit mentega agar masakan tidak lengket&lt;br /&gt;- Bagi rata bahan makanan yang telah disiapkan ke dalam 10 cup aluminium tadi. Bagian atas ditambahkan parutan keju agar menarik&lt;br /&gt;- Panggang semua cup pada oven sekitar 30-40 menit pada panas sedang hingga kecoklatan, angkat&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/mie-sayur-organik.html"&gt;Mie sayur &lt;/a&gt;panggang siap untuk dinikmati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Widya membawa 10 cup mie sayur panggang yang berbau sedap ini, dengan ceria dan senyum lebar penuh kebanggaan........terharu saya melihatnya. "Mudah-mudahan pembeli kecilnya senang menikmati mie sehat nan lezat ini" doa saya dalam hati. (/nin 09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYFrOqBYcWrmBIMyi3WEf03jivmCgwEQQaB9C_aXfRjYJ237Gut9bSozmQpIYraXOenVrSk_uInymiqv2g5-GV2bZ5LpuHMm_9xubpfiu0xzlrtw2VnTx_IGr1n6S7XhyphenhyphenTaj8nL5b3Hgs_/s72-c/mie1.JPG" width="72"/></item><item><title>Mas Dul, Tukang Bakso Tetangga Kami</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/mas-dul-tukang-bakso-tetangga-kami.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Thu, 26 Nov 2009 03:07:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-1156994533173323450</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/CDTYyHrDKRZXVEtmJZp92Q?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEVbRDSAFee9l0mvPtUErTxNla1dD6W1EzqMTdqntSKW_kdYT1NlXKzkom-rRIe123eM-pXlQYP4HgUQ_uj8FxIXzEIS7tm_JIRZ5Y1P3bea7F7gXdUYpiPUwgDpS4CrQmIT8TYoXMHBKv/s800/mas%20dul.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sampai garuk garuk kepala putar otak berpikir: bagaimana lagi caranya ngomong ke Mas Dul apa mau kami ya?....Ini adalah pengalaman kami berinteraksi dengan Mas Abdullah, seorang tukang bakso yang saat ini menjadi mitra kami. Mas Dul, begitu nama panggilan Mas Abdullah, adalah tukang bakso yang membuka warung di kampung dekat kantor kami. Tidak seperti tukang bakso lainnya, meskipun warungnya sederhana tetapi Mas Dul punya prinsip : bakso harus buat sendiri untuk menjaga kualitasnya!...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali saya mencicipi bakso buatan Mas Dul, kami langsung tahu bahwa bahan yang digunakannya alami karena rasanya segar dan terasa daging aslinya. Kami jadi tertarik untuk membantu memasarkannya karena bakso adalah makanan yang banyak diminati oleh seluruh kalangan namun rentan pada penambahan zat kimia pengawet, pengenyal dan perasa. Meski demikian, kami tidak serta merta memasarkannya sebelum tahu persis kualitas dan keamanan bahan baku yang digunakannya. Oleh karena itu, saya banyak bertanya untuk mengorek informasi seutuhnya dari Mas Dul. Pada saat itu, Mas Dul kelihatan agak ”curiga” dan balik bertanya kenapa kami begitu antusias ingin tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sadar bahwa komponen bahan baku seorang peramu makanan, pasti rahasia dapurnya. Segera setelah kami menjelaskan maksud kami, Mas Dul baru paham. Ketika kami tanya apakah tidak ada bahan kimia tambahan yang dia masukkan dalam adonan baksonya, Mas Dul menjawab yakin: ”dijamin asli alami tanpa kimia, Bu..!. "Kuncinya adalah pada proses pemilihan dan penanganan bahan baku serta penyimpanan baksonya nanti" tambahnya. Biarpun Mas Dul sudah menyatakan seperti itu, kami tetap minta informasi rincian bahan bakunya. Kami tegaskan bahwa kami hanya akan membantu memasarkan produknya jika semua bahan yang dipakai alami tanpa tambahan bahan kimia. Dia setuju untuk memperhatikan, memenuhi dan menjaga terpenuhinya syarat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah kami melakukan &lt;em&gt;brainstorming &lt;/em&gt;untuk mensepakati beberapa hal: ukuran bakso diperbaiki, kecap asin yang mengandung MSG tidak boleh lagi digunakan, rasanya ditingkatkan dan proses produksi harus memenuhi standard kebersihan pangan. Mas Dul setuju untuk mengutak atik formulanya. Namun rupanya tidak semudah itu mendapatkan ukuran dan formula bakso yang ”pas”. Proses pengembangan formula baru bakso ini kadang terkendala pula dengan adanya perbedaan pendapat antara Mas Dul dengan "kemauan" kami. Berkali kali kami beri modal padanya untuk ber-eksperimen dengan resep barunya. Kadang sukses tapi suka juga gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, selalu ada titik temu karena kedua pihak punya tujuan yang sama yaitu menghasilkan produk yang berkualitas dan sehat yang disesuaikan pula dengan selera pasar. Kami tidak putus asa karena menganggap proses ini adalah investasi yang baik. Memang perlu waktu dan kesabaran untuk memberi arahan agar bakso yang diproduksinya bisa standard baik ukuran, rasa, kepastian alami bahan bakunya hingga proses produksi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, meskipun pemasarannya masih terus kami kembangkan, bakso buatan Mas Dul merupakan salah satu produk andalan kami....senang rasanya!.(/nin 09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEVbRDSAFee9l0mvPtUErTxNla1dD6W1EzqMTdqntSKW_kdYT1NlXKzkom-rRIe123eM-pXlQYP4HgUQ_uj8FxIXzEIS7tm_JIRZ5Y1P3bea7F7gXdUYpiPUwgDpS4CrQmIT8TYoXMHBKv/s72-c/mas%20dul.jpg" width="72"/></item><item><title>Pak Yuni – Inspirasi Sikap Pantang Menyerah</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/pak-yuni-sebuah-inspirasi-tentang-sikap.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Wed, 25 Nov 2009 01:31:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-4811128613940116716</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/RXKUfhS5toPwsvrsSGzuXA?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0e3JeEwWLlywH6d8CSWYCOKvQE_5P9ZeogHYZtlfm_aZGo3k4o_ao6ZYf0iu7-gKZ556yzWPR30-oikKABmInL9zLrjLFrp0O8qXNAZUKgsDkZZS21nqIiurb71UlyM5JATR35FHQe0GO/s800/pak%20yuni%20resize.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/g_3Rny4J-04nUt5vdMNGrg?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEio3RFRhK1Ya44SWA1D_aP0lyARuk8kZPIv_i74eL5mDM-8z9EN4Q5Et3aiZCtxdyR8kxJVZMHuYZnPny_oltRlasXC-CAKNy9ACbXPArUzg2sYcgBo1aSscGaVk7UcinVmonCSwjdkGT7k/s800/jowo%20melik%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai pihak yang berkecimpung di penjualan beras organik, kami haruslah berkunjung ke lokasi pertanian organik yang selama ini menjadi supplier kami. Pertengahan bulan puasa kemarin, kami pergi ke daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan tentunya kami tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu muka dengan beberapa petani mitra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya adalah petani di Kabupaten Bantul, Yogya yang bernama Pak Yuni. Beliau adalah pemasok beras hitam dari varietas Jowo Melik yang kaya serat, antioksidan dan selenium. Di rumahnya yang teduh dan dikelilingi sawah hijau membentang, kami diterima di ruang produksinya yang penuh dengan barang pesanan dari pelanggannya. &lt;span class="fullpost"&gt;”Yang tumpukan ini untuk dokter yang ada di Jakarta, dan yang itu untuk pelanggan di Yogya”, cerita Pak Yuni yang merupakan ketua kelompok petani. Sorot matanya tampak meredup ketika kami tanya pengalamannya di pertanian organik . ”Ada kalanya saya merasa sulit mengajak teman-teman petani untuk bertani organik. Padahal, sudah banyak usaha saya supaya mereka tertarik. Saya beri stimulus di awal, seperti pupuk dan bibit. Belum lagi jaminan hasil panennya yang akan saya beli lebih mahal daripada harga pasaran. Saya hargai hasil panen gabah basah dengan harga gabah kering. Selisihnya sampai 20% lebih tinggi”, kata Pak Yuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi rupanya, tidak semua teman petaninya bersedia. ”Saya memang mengharuskan setiap petani untuk memberi pupuk kandang di lahan yang akan digarap. Jumlahnya 7 ton per hektar. Selain itu, saya melakukan kontrol di 30 hari dan 70 hari setelah penanaman, karena masa itulah yang rawan hama, seperti hama walang sangit. Saya periksa betul dari warna dan tingkat kekeringan daun, karena itulah indikator untuk memastikan tidak ada pemberian pupuk dan pestisida kimia,” lanjut Pak Yuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trend beras hitam sebagai beras yang kaya antioksidan memberi dampak positif bagi usaha Pak Yuni. Menurut pengakuannya, permintaan beras hitam semakin lama menjadi semakin tinggi. ”Sejak mulai usaha pada tahun 2002, kapasitas penjualan sekarang sudah lumayan... Cukup untuk menghidupi keluarga”, tambahnya sambil tersenyum. Secara fisik, rumah Pak Yuni memang terlihat lebih megah dibanding tetangganya. ”Tapi satu hal yang pasti, harga beras saat ini dihargai terlalu murah! Penentuan standar harga beras tidak memperhitungkan sewa lahan dan tenaga kerja”, sesalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, bertentangan dengan pendapat umum yang menyatakan bahwa petani organik pasti lebih makmur, Pak Yuni menyatakan dengan tegas persyaratannya. ”Bila petani organik masih membeli pupuk dari tempat lain dan bukannya dari ternak sendiri, pendapatannya tidak akan berbeda jauh dengan petani biasa, karena pupuk kandang merupakan salah satu komponen biaya terbesar di pertanian organik”. Mengingat setiap langkahnya menemui tantangan, Pak Yuni tidak berkecil hati. ”Saya yakin, pertanian organik ini akan memiliki masa depan yang baik. Karena pada dasarnya, sistem ini yang paling tidak ’menyakiti’ alam”, tandasnya mengakhiri percakapan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertemu Pak Yuni, kami memetik banyak pelajaran dan menjadi terinspirasi akan semangat dan dedikasinya yang tak pernah padam terhadap pertanian organik. Walaupun banyak kesulitan, Pak Yuni tak kenal menyerah dan putus asa. Pak Yuni,... terus berjuang ya! (/fit 09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0e3JeEwWLlywH6d8CSWYCOKvQE_5P9ZeogHYZtlfm_aZGo3k4o_ao6ZYf0iu7-gKZ556yzWPR30-oikKABmInL9zLrjLFrp0O8qXNAZUKgsDkZZS21nqIiurb71UlyM5JATR35FHQe0GO/s72-c/pak%20yuni%20resize.jpg" width="72"/></item><item><title>"Kambing Organik Sudah Panen"</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/kambing-organik-sudah-panen.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Wed, 25 Nov 2009 00:12:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-2270262574321374545</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/cHo5q2u-EYlLCyg1fyocUQ?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyVAW-8JH1CPOnhQli86dXTEXfRFxWa2ma4JQ9HU8kRjmNyIejRB6tZWSw_smw2otMDRL3xonKZzJcF_UR4UGyMw2dn0KeojCYdCeXLr7YKnpDd_bg9lyCG_RKzkIia5Jnoz_1mCzIvNbg/s800/kepala%20kambing.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/NfTeXNG-91DDyJg-W4ykbQ?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQjkNFqbab1iKL_cPtHxjPKAfyWMPUXbPIhFPUPiicU7le10E7G1NpLwAxBvr5ofZnZLeDOk10PY51e0tqfTFfFaa0_Fi117pBab9lWXR4F_1gPprD4cbRJ3eVGke4VYkS9KlfUMd5Xeq6/s800/siapkan%20pakan%20kambing.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/e-xhOMydQWHSjiq80NBNgw?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidauR6x2LAwe1oS77ElIOWV4PNQw8QheX9GhTvGkWTohjjEoy6Eo4ynr6VO5AgZDU0Tkum3FaAj1iSKKJQfq8T8lcrErWl43tIEhqn435bPohF1Fw52tJAKzuQOkjkxSXJWGj7EiJNhC1v/s800/mama%20kambing.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idul Qurban, Panen Kambing. Horeeeeee...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hari berkah umat Islam adalah Hari Raya Idul Qurban. Bagi para peternak Kambing, Domba dan Sapi ini juga hari keberuntungan mereka. Tak beda dengan Pak Nalih beserta istrinya. Pak Nalih yang mengurus kebun organik kami, juga rajin memelihara kambing. Pak Nalih lebih memilih memelihara kambing dibandingkan sapi karena alasan "sudah terbiasa memelihara kambing". Sudah hampir 2 tahun ini Pak Nalih bisa dibilang berprofesi juga sebagai peternak &lt;em&gt;Gaduh Wedus&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Pak Nalih, memelihara kambing bukan sekedar mencari untung, tetapi mendapatkan azas manfaatnya. Adanya kambing, jelas memperingan biaya operasional kebun karena kotoran plus urinenya tinggal diolah menjadi pupuk sehingga tidak perlu lagi membeli pupuk. Kambing juga menjadi hiburan untuk Pak Nalih sekeluarga, terbukti karena rasa sayangnya, tiap kambing diberinya nama : ada 'si Ganteng', 'si Belang' hingga 'si Tante'....&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah, hasil sudah nampak dari beberapa waktu yang lalu. Dari hanya 4 ekor kambing indukan dan 2 anak kambing pada pertengahan 2008, saat ini sudah ada 15 ekor kambing yang lumayan gemuk-gemuk, bersih dan sehat. Selain itu, kambing yang mereka ternakkan sudah turut membantu menyediakan dana bagi Cucu Cahyati, anak mereka yang bersekolah di SMK di Kabupaten Bogor, ketika harus pulang pergi menyelesaikan tugas magangnya di suatu Perusahaan di Jakarta. &lt;em&gt;Goat Goes to School!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya sempat ragu juga ketika ada ide kambing dijual untuk Idul Qurban, karena takut kalau kambing dijual maka "pabrik" pupuk alami kami akan berkurang. Tapi pikir-pikir lagi saat ini memang &lt;em&gt;timing &lt;/em&gt;yang tepat karena semurah-murahnya seekor kambing bisa dihargai Rp 900 ribu. Kambing yang Pak Nalih ternakkan, pastinya diatas harga itu. Nah, akhirnya setelah rundingan dengan Pak Nalih kami semua sepakat untuk memanfaatkan moment baik ini untuk menjual beberapa ekor kambing yang sudah masuk kriteria qurban. Namun tujuannya bukan untuk mendapatkan uang dan membelajakannya begitu saja, tetapi uangnya untuk membeli kambing lagi yang lebih kecil dan murah sehingga jumlah kambing menjadi bertambah sehingga jumlah pupuk malah terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pemikiran ini, Pak Nalih rela melepaskan kambing kambing organik kesayangannya, untuk kepentingan yang lebih baik. Para calon pembeli kambingpun sudah bersiap mengambil kambing esok....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...Selamat Merayakan Idul Qurban!...(/rul 09)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyVAW-8JH1CPOnhQli86dXTEXfRFxWa2ma4JQ9HU8kRjmNyIejRB6tZWSw_smw2otMDRL3xonKZzJcF_UR4UGyMw2dn0KeojCYdCeXLr7YKnpDd_bg9lyCG_RKzkIia5Jnoz_1mCzIvNbg/s72-c/kepala%20kambing.JPG" width="72"/></item><item><title>Memperhatikan Makanan Anak....Investasi Jangka Panjang!</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/memperhatikan-makanan-anakinvestasi_22.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Sun, 22 Nov 2009 03:41:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-8699432584457677714</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/Ai8uoelftHd0Po_9XgkWLQ?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7hg1EOIPQWMrH5px2ZYexNospwmHErMDKazZ4_nh7fRrYtsnVHTyNbhIQmbAPBMen4v_aDuLlJVpgETMjHOymPBrHDoPr2QFFsI5kBLfA50gQbFgsP0lSXscXpClNtKzLMrTZvEo0dGgk/s800/gerobak%20mie%20ayam%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/Ai8uoelftHd0Po_9XgkWLQ?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbD2bo944ExPF740gzeoEgQ1rfDfT0blUJIMYuNfWrXWVybB3M7sgIxNpEarM9jllbEuMZ5xIEM8oh5yEk4Z5R4hX4szb4ePO3TVGte2ND-5ZZfBcYNAtQ4mW5FPd8dEg1hLo91xzfD8Lt/s800/jual%20gorengan%20resize.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Campur aduk antara gemes, sedih, putus asa dan marah. Itulah perasaan saya setiap kali melihat berita investigasi yang ditayangkan oleh salah satu televisi swasta. Berita tersebut banyak meliput perbuatan-perbuatan dzalim dan sadis yang dilakukan oleh para peramu makanan dengan dalih ingin cepat dapat untung. Para peramu tersebut seenaknya memasukkan bahan kimia berbahaya seperti borax (mereka sebut pijer), pewarna tekstil ataupun formalin. Kesemua bahan tersebut membuat makanan menjadi awet, tidak mudah rusak/berubah warna maupun bentuk, menambah renyah serta memberikan warna yang menarik (kuning ataupun merah).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang mengerikan lagi adalah makanan-makanan yang sama sekali tidak layak dikonsumsi tersebut, banyak yang ditargetkan untuk anak-anak sekolah yang notabene adalah penerus bangsa ini. Alasannya sederhana : anak-anak mudah dibohongi, sehingga dianggap sebagai konsumen yang tidak merepotkan!. Mulai dari gorengan, sate, minuman hingga cemilan ringan, semuanya ditambahkan bahan-bahan kimia berbahaya tersebut. Di satu tayangan, diperlihatkan betapa anak-anak sekolah menyantap lahap makanan yang tidak mereka ketahui bahayanya itu. Yang mereka tahu adalah bahwa makanan tersebut mudah didapat di sekitar mereka, harganya murah dan rasanya ok... Mengenaskan bukan?..Apakah kita tega membayangkan usus anak-anak yang masih halus tersebut, ditimbun oleh racun-racun yang dapat langsung terserap oleh darah dan menyebar ke seluruh organ tubuh lainnya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengherankan buat saya adalah para peramu tersebut sama sekali tidak merasa bersalah ketika ditanya apakah tidak takut konsumennya sakit. Meski demikian, anehnya mereka melarang anaknya sendiri untuk mengkonsumsi makanan yang dijualnya tersebut!. Ketika ditanya mengapa mereka tega melakukan kecurangan seperti itu, mereka menjawab dengan enteng bahwa di tengah sulitnya mencari penghidupan, mereka tidak siap untuk merugi, oleh sebab itu bahan kimia berbahaya tersebut dijadikan solusi yang praktis dan murah, toh mencarinya juga tidak sulit, "bisa beli dimana mana kok".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek-praktek seperti ini sebetulnya sudah cukup lama muncul. Berbagai tindakan pelarangan yang ada, belum efektif untuk memberantasnya. Makin lama peramu curang tersebut makin ”variatif, pintar dan kreatif” yang sayangnya untuk tindakan yang merugikan orang lain. Bahkan ketupat dan lontongpun ditambahi borax...siapa sangka!. Peran para pihak terutama yang langsung bersentuhan dengan konsumen misalnya pihak pengelola Sekolah, pastinya sangat penting. Namun saya melihat di satu tayangan pengelola satu Sekolah Dasar di Jakarta mengatakan bahwa makanan yang dijajakan di luar kawasan Sekolah bukan kewenangan mereka untuk melarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang tindakan tegas tidak bisa kita dapatkan dari mana-mana, peran kita sebagai Ibu untuk melindungi anak-anak kitalah yang paling relevan. Kita bisa memastikan anak-anak mendapat makanan yang bermutu dengan cara membekalinya dari rumah atau memilih dengan seksama jajanan jika memang harus jajan. Beri pengertian pada anak bahwa meskipun warnanya mungkin tidak sekinclong jajanan jalanan, tapi rasa masakan Ibu tidak kalah enak dan bahkan menyehatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kumulatif, makanan yang masuk ke perut anak kita akan berdampak jangka panjang bagi kesejahteraannya di kemudian hari. Oleh sebab itu, jangan lengah....bertindak bijaklah sedini mungkin!.(/nin 09)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7hg1EOIPQWMrH5px2ZYexNospwmHErMDKazZ4_nh7fRrYtsnVHTyNbhIQmbAPBMen4v_aDuLlJVpgETMjHOymPBrHDoPr2QFFsI5kBLfA50gQbFgsP0lSXscXpClNtKzLMrTZvEo0dGgk/s72-c/gerobak%20mie%20ayam%20resize.JPG" width="72"/></item><item><title>From Bogor With Natural and Organic Products</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/from-bogor-with-natural-and-organic.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Sat, 21 Nov 2009 23:45:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-2387733373724177674</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/ZasY3vpx6zetf-0iXyuShA?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfh1FLbCrOzvD2YbN2tVs5M4PY3ow2mMxwBuNJRM0_T382jnOlahp_2s9wPOWTG-U5JGEYV_o5eHCjIGYubi_yQXZjU9Oq6iiw5K4SFtWKkZ2hxPEcS4E4ZykadI_QjqsglCPxYf7fZW_k/s800/pameran%20serambi.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/GmTY8TNJaOMPuDt8REBBTQ?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKcqWhDgRGhakwo_Dc9HEb3gJCrAVXSvWJd_BrvO77PP3pws7odWFgYDvxsoPg1mdgf11MwBDDPTpVnFh3aR0hviPx9SzPIwkwEjzb1WkEuZALd9BzlL2bbqMiLcZ26J73VdI3NJ7Os0co/s800/mie%20citos.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/eseQrJtAb-2_ziE4faIzaw?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5V6elzqIkGZc3RQjkIcFqHalO079eiyvjUd66vl2MhLvJrsgjTlPrjKG_wqICOKARXtROR65D3s5sgkW5j8FpjQkSNjdkLQGMOIUjOH5iw5p58tQX-CTGxqT3rrbJKwRbfJ7DkZMVpR7D/s800/beras%20citos.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Apakah berarti mie kita tidak perlu ditambah sayur lagi?” &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;“Oh, praktis ya…jadi tinggal ditambah bumbu yang tersedia, direbusnya berapa menit?....” &lt;/em&gt;begitulah pertanyaan dan komentar yang dilontarkan oleh beberapa orang Ibu yang tertarik dengan mie sayur sehat porsi kecil yang baru saja disusun di satu meja kecil oleh seorang penjaga stand. Mie sehat dengan sayur organik berbumbu alami tanpa kimia yang banyak dikomentari oleh pengunjung, memang merupakan salah satu produk andalan di stand tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tanggal 19 hingga 22 November 2009 di Cilandak Town Square (CITOS) di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Insitut Pertanian Bogor (IPB) melalui unit usaha Serambi Botaninya memeriahkan pameran “Natural and Organic Products” yang digelar di tempat tersebut. Syukurlah, tidak sulit untuk menarik minat para pengunjung untuk melihat dan membeli produk yang dipamerkan disitu. Selain karena produknya memang bagus-bagus, minat para pengunjung terhadap produk yang sehat dan ramah lingkungan yang sudah mulai meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tingginya animo pengunjung pada produk yang ditawarkan, acara yang sedianya dilangsungkan 3 hari hingga 21 November tersebut, akhirnya diperpanjang menjadi hingga hari minggu 22 November 2009. Pihak Serambi Botanipun mengatakan bahwa undangan bermitra dengan beberapa investorpun diterima, bahkan hingga ke Bali. ”Mudah-mudahan memang ber-prospek baik” kata Mbak Fatima, penanggung jawab Serambi Botani yang pagi itu kelihatan sibuk turut serta mempersiapkan beberapa meja stand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar pameran, Serambi Botani mempunyai gerai di dalam Botani Square, sebuah mall bergengsi di Bogor. Gerai tersebut memang khusus menjual produk-produk UKM mitra IPB yang alami dan organik mulai dari beras, madu hingga sayur-sayuran. Kami sebagai salah satu pemasok produk di Serambi Botani, tentunya ikut senang dan menaruh harapan pada kemajuan gerai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berkiprah dan mudah-mudahan memang dapat cepat maju sesuai harapan ya Mbak Fatima…(/nin 09)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfh1FLbCrOzvD2YbN2tVs5M4PY3ow2mMxwBuNJRM0_T382jnOlahp_2s9wPOWTG-U5JGEYV_o5eHCjIGYubi_yQXZjU9Oq6iiw5K4SFtWKkZ2hxPEcS4E4ZykadI_QjqsglCPxYf7fZW_k/s72-c/pameran%20serambi.JPG" width="72"/></item><item><title>Belajar Masak bersama Chef kelas Internasional,...mau?</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/belajar-masak-bersama-chef-kelas.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Fri, 20 Nov 2009 19:43:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-3864509209951188496</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/lweCiFvN6YB2VE0Ol2xG9g?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYCCBrVyVaLYwiqTpqNk0qTJoPfMq5DlhjBxyLJyG_Ut0Xztzx_5QN0anZk8cDCKA8dqHHXa0gf1AaXDPy2lklRv4VK30hfF5hhDIZf5JgIm8DZDMGUQ-W2xQAK-QAMlI4Pnk5_QmWKReq/s800/chef%20tatang%20front.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/qm1hHykfd1UTXYvcvjc03Q?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7Cg0BIUp67rd7ZwAS80IM7i6v06-xWeeOhVcxG5NfmQrpSWm3q0hjrAq9wfG8Yr0ONSGvxziWLsWAmoiiHyxUhiI5pXyQCGV9BA_iQWSw0-yLPSgjnofaMXbum05ggY3zvuGd_Wp3EcLC/s800/inside%20chef.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/rpKgnUDACQwG6qEkzST6Iw?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4NsPfxWnaaTNLw7TNoYNiOyQgzNgSGSkO2saReFIu_K8ulMmw6CsgzNAUSGfLWJItFLMoFDFQacjX2BqK21WgCUpO6obkA0p3DpVDCEFYP7f_7cPiUWXVlXWzxddFXJtwPhng9luvmmFq/s800/rak%20chef.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang suka masak sekaligus mendapatkan produk kuliner bermutu, seharusnya senang dengan telah dibukanya ”Chef Tatang’s Gourmet” yang berlokasi di jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan nomer 22A Kebayoran Baru, persis di pojokan. Tempatnya cozy, produknya bermutu, dan yang tidak kalah penting : ..... Anda bisa belajar masak ala Chef langsung dari ahlinya yaitu Chef Tatang himself!...dijamin seru banget. Istimewanya lagi, jika Anda bingung memilih produk, ada Chef Dedi yang siap membantu Anda memilih produk yang tepat untuk keperluan Anda.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dan rencananya hingga Desember 2009, dalam rangka promosi toko baru, Chef Tatang’s Gourmet (CT Gourmet) memberikan pelatihan masak GRATIS lho....tapi hanya untuk jumlah peserta yang terbatas (maksimal sekitar 10 orang). Pelatihan diadakan tiap hari Sabtu dan Minggu, dan tiap hari tersebut ada 2 sesi pagi dan sore tergantung jumlah pesertanya. Untuk bulan November ini, temanya adalah masakan Italia, sedangkan pada Desember temanya adalah ”roasting” karena sudah dekat dengan pesta Natal dan Tahun Baru yang biasanya menghidangkan masakan yang ”roasted”. Makanya, jika Anda tertarik untuk dapat menghidangkan masakan lebih enak untuk seluruh keluarga tercinta, segeralah daftar di CT Gourmet untuk mengikuti pelatihan masak tersebut. Tahun depan, acara pelatihan akan lebih seru lagi karena Anda bisa memilih aneka tema lainnya yang tidak kalah menarik, tentunya dengan membayar biaya pelatihan yang ”reasonable” untuk dapat ilmu dari Chef sekelas Chef Tatang.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, di toko CT Gourmet ini, Anda juga bisa mendapatkan produk-produk alami dan organik karena komitmen toko ini pada produk-produk sehat dan ramah lingkungan. Produk kami tersusun rapih di rak paling ujung dekat bar. Mulai dari aneka beras alami, mie sayur organik, hingga kaldu bebas kimia dapat Anda pilih disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berkunjung, mendapatkan produk bermutu dan mendapat ilmu di Chef Tatang’s Gourmet!.....lengkap deh serunya. (/nin 09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Catatan : No. Telp CT Gourmet adalah : 021-7393981 atau 021-7232569.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYCCBrVyVaLYwiqTpqNk0qTJoPfMq5DlhjBxyLJyG_Ut0Xztzx_5QN0anZk8cDCKA8dqHHXa0gf1AaXDPy2lklRv4VK30hfF5hhDIZf5JgIm8DZDMGUQ-W2xQAK-QAMlI4Pnk5_QmWKReq/s72-c/chef%20tatang%20front.JPG" width="72"/></item><item><title>Kutu Beras....Bikin Pusing!...</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/kutu-berasbikin-pusing.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Fri, 20 Nov 2009 06:51:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-5617182051017358378</guid><description>Ketika baru mulai menjual beras alami, terus terang kami kewalahan. Selain harga beli beras yang cukup tinggi sehingga harga jual ke konsumen masih lebih mahal dibanding beras non-alami/organik, tampilan beras juga tidak semenarik beras non-alami yang banyak dijual di pasar. Kutu beras yang bisa jalan lincah, juga cepat sekali muncul. Belum lagi, buliran biji beras kadang tidak seragam sehingga kurang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal tersebut merupakan ”objek keluhan” para konsumen calon pelanggan baru yang sering kami dengar. Ketika kami ngobrol dengan teman sesama promotor beras alami yang telah lebih dahulu berkecimpung di bidang ini untuk mencari kiat penanganan masalah, rupanya hal yang kami alami bukan hal baru bagi mereka. Berbagai kiat telah mereka coba.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengusir kutu beras, kami melakukan berbagai upaya yang disarankan. Mula-mula kami menaruh potongan daun pandan atau cabe kering di wadah beras. Kemasan beraspun kami ganti menjadi kertas yang katanya kurang dapat ditembus oleh gigi kutu sehingga dia tidak bisa keluar masuk kemasan seenaknya. Meskipun berbagai hal tersebut telah kami lakukan, ternyata hasilnya masih tetap kurang efektif. Setelah mencoba saran-saran lainnya, akhirnya kami menyadari bahwa usaha untuk mendapatkan formula yang efektif untuk mengusir kutu memang penting untuk dilakukan, namun harus dibarengi dengan memberikan edukasi pada calon konsumen mengenai keberadaan kutu tersebut. Kedua hal tersebut harus dikerjakan secara paralel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar pemikiran tersebut, di kemasan beras kami tempel stiker yang kira kira tulisannya adalah : ”jangan panik jika menemukan kutu beras. Keberadaan kutu justru menandakan beras kami bebas kimia sehingga mereka bisa hidup!”. Rupanya stiker semacam ini, cukup efektif memberikan pengertian pada calon pembeli untuk tidak terlalu ”heboh” jika menemukan kutu beras. Meskipun ada kutu berasnya, bukan berarti beras Anda sudah tidak layak dikonsumsi. Beras yang sudah ditakar untuk masak hari ini, tinggal di jemur di panas matahari sebentar...kutu beras akan pergi dan... beras siap untuk diolah deh...Penting juga untuk diingat, jangan mencampur beras yang baru beli dengan beras lama dalam satu wadah. Pastikan wadah beras bersih sebelum beras disimpan di wadah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai bulir padi yang tidak seragam, kami harus seringkali mengatakan pada konsumen bahwa hal seperti ini dapat terjadi BUKAN karena beras dioplos. Kami tidak ingin menyalahi kepercayaan konsumen. Yang bisa kami katakan adalah bahwa bertani padi secara alami memang lebih banyak ”tantangannya” dibandingkan dengan yang menggunakan pupuk ataupun pestisida kimia. Perubahan musim, datangnya penyakit atau hama tanaman yang tidak bisa begitu saja dimusnahkan dengan obat, seringkali memaksa petani untuk memanen padinya lebih dini sehingga bulir beras masih cukup banyak yang ”hijau” ataupun berbeda warna dengan beras yang dipanen belakangan. Masih relatif kecilnya lahan yang digarap oleh petani, seringkali juga menyebabkan adanya pembuahan ”liar” dari padi-padi di sekitar lahan mereka, sehingga tampilan bulir padi juga sering terpengaruh. Produk-produk pertanian alami memang bukan produk industri massal. Penanganan panen yang berbeda dapat menyebabkan karakteristik bulir beras sering tidak seragam meskipun dari jenis / varietas beras yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edukasi pada calon konsumen memang masih sangat diperlukan, sehingga selain mengerti bahwa produk alami baik untuk kesehatan, konsumen juga paham berbagai hal seputar usaha bertani dan karakter produk alami itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan demikianlah adanya... (/nin 09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>Tanaman Kelor si "Mother's Best Friend"....</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/tanaman-kelor-si-mothers-best-friend.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Fri, 20 Nov 2009 04:00:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-136556211400351075</guid><description>&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/xqDQW7d5SdeYehgOvcuddw?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNK7gd74IRvlHu5dbVjB_OuanMQPFJPxUMUiSB3dKx1td-ZYoS1RqO5gwVkBtvD7ygMamlqZegFSgYr5k8oE0KCnpahRfiqPJiCK-NOJWLKmmR4YEWmyENukxTt630BEjJMoR2XdsbMopq/s800/kelor.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/DEhzPxK-ohvMhgg18XYo9w?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5_PtfhrwEy70aK3Hay4cm_M_zXrm14fi1MTPR4OFGOiweEkTaC3u5RCF1BVRaCyFgipBUA5jKlzUgvolTFUuDCkxnmVHIPvNPAueWL3rhHFjKwGtSVwH6ibzWsKJM0R9gLciTKLeVkueu/s800/kelor2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/k1TF3gUUe1JNe0s8Sl1fiw?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjWSAdK5IfQ1SA01c0kEDxiMpuRJWn68aDK1R7xoKWO-47O57-glM6zDj2OawgpGXV52M_g5cjFZesO5lWdIHYw7UXHjqmiaIdNHMs6V9ysFY-SEs8Kv30RsRsPC8C8adkzkVHIHcONTdQE/s800/kelor3.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti banyak yang tahu pepatah “dunia tidak selebar daun kelor”. Tapi apakah tahu bagaimana sebenarnya tanaman kelor yang dijadikan referensi pepatah itu?. Tanaman yang berdaun kecil seperti daun pohon petai-petai-an ini ternyata sangat ”baik hati” sehingga di beberapa referensi disebut sebagai “Mother’s Best Friend”. Disebut demikian karena semua bagian tanaman kelor dapat dimanfaatkan : mulai dari daun hingga akarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelor (&lt;em&gt;Moringa oleifera&lt;/em&gt;) berasal dari India Utara namun saat ini dapat ditemui di banyak negara tropis. Tumbuh cepat terutama ketika musim hujan, hingga 12 meter. Kelor tahan kekeringan, meski biasanya daun kekuningan dan rontok tapi tidak mati, ketika hujan datang daun akan bersemi lagi. Tumbuh ideal di daerah yang tidak terlalu tinggi dengan tanah yang tidak berlempung serta dapat dibudidaya menggunakan biji maupun stek (batang sekitar 1 meteran).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun kelor rendah lemak dan karbohidrat tapi kaya akan mineral, zat besi dan vitamin A dan B. Karena nutrisinya yang luar biasa, banyak negara di Afrika membudidayakan kelor sebagai bahan penambah gizi keluarga. Selain untuk dikonsumsi manusia, daun kelor juga dimanfaatkan untuk tambahan pakan bagi ternak. Jika dikonsumsi sebagai sayur, ambil hanya daunnya dan buang ranting-ranting halusnya. Dapat dimasak ala sayur bening, bobor atau sekedar dioseng dengan bumbu sesuka Anda. Kami suka sekali jika dicampur dengan telur menjadi omelet. Mirip dengan bayam, daun kelor yang belum diolah sedikit langu namun baunya akan hilang jika telah dimasak. Malah jika dimasak seperti sayur bening, rasanya segar sekali. Daun yang sudah ketuaan tidak pahit, meskipun lebih keras dibanding yang muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut HDRA, suatu organisasi di Inggris, daun kelor ternyata juga dapat berfungsi sebagai pestisida alami : tumpuk daun kelor di lubang yang telah disiapkan untuk benih untuk menghindari tumbuhnya penyakit yang biasa menyerang benih kecil. Biji tanaman kelor dapat dimanfaatkan sebagai bahan penjernih air. Selain dapat menggumpalkan kotoran di air, zat dalam biji kelor dapat memusnahkan 90-99% bakteri di air tersebut. Penggunaan biji kelor ini sangat efektif, sehingga dapat menggantikan penggunaan aluminium sulphate yang selain berbahaya untuk manusia dan lingkungan, juga mahal. Kelor juga sering dimanfaatkan sebagai obat alami : daunnya dapat digosokkan ke dahi untuk menghilangkan pusing, banyak lagi penggunaan lainnya. Bunga kelor juga dapat dimasak dan dicampur dengan makanan lain atau diseduh dengan air panas sebagai teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tertarik dengan banyak manfaat yang dapat diambil dari tanaman yang ”baik hati” ini, kami membudidayakannya di kebun organik kami. Tanaman kelor kami tanam sebagai tanaman sela dan tanaman pagar. Akar utama kelor yang menghujam ke dalam tanah, tidak akan bersaing dengan tanaman sayur di sekitarnya. Rontokan daunnya dapat menjadi pupuk alami bagi tanaman di bawahnya. Bentuk cabang dan daun kecil kecil kelor tidak menghalangi cahaya matahari menembus tanaman sayur kami. Sebagai tanaman pagar, jika rajin dipangkas, dahan dan daun kelor akan tumbuh lebat sehingga membantu pengamanan kebun. Karena akarnya yang menghujam jauh ke dalam tanah, tanaman kelor juga membantu menahan longsor. Tanaman kelor disarankan untuk rajin dipangkas. Selain agar cabang dan daun dapat menjadi lebat, pemangkasan akan membuat tanaman tidak terlalu tinggi sehingga memudahkan kita memanen daun. Dahan yang dipangkas, dapat ditanam untuk menghasilkan tanaman baru (cara stek) ataupun dijadikan kayu bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tahu berbagai khasiat tanaman kelor, maka tidak heran jika tanaman ini disebut sebagai ”Mother’s Best Friend”. Kami sudah menanamnya di kebun kami. Anda tertarik juga? (/nin 09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Referensi : Moringa oleifera – A Multi-Purpose Tree, produced by HDRA, 2002&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNK7gd74IRvlHu5dbVjB_OuanMQPFJPxUMUiSB3dKx1td-ZYoS1RqO5gwVkBtvD7ygMamlqZegFSgYr5k8oE0KCnpahRfiqPJiCK-NOJWLKmmR4YEWmyENukxTt630BEjJMoR2XdsbMopq/s72-c/kelor.jpg" width="72"/></item><item><title>"Yang Penting Jangan Putus Asa, Bu"...</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/yang-penting-jangan-putus-asa-bu.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Thu, 19 Nov 2009 00:12:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-3306537713513742216</guid><description>&lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/VpzCn9sAdNLPKEjG4-RP3w?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg21AxXwGqY_lw0aavfpUnCyJcRB94c4EBisQGRZRSHvxLR97jZAlhlnFiQRDoUJ3P2YqeChumptzsCcTvn8gZkcPueBKejM57RZ4q-EHh0DKfwPHZcxbP7fYraR5ABECY-7NzybSqs6bxY/s800/jagung.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/bzN9ofcgs53jZqLcMFVRFw?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh87uxgZr9WUzamNRLGnXGLxiLDHWSq1P4HfXeUQL7-mcM13OwXjxwYSTl3K4w1kucJCOapr9AI5NWc2qhzr0TeGAwnZCCzW36K4rjqLLqIrr6diU7hmn9DKLiDuCNojZCbDYoQ-EZ12WWV/s800/kambing.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasaweb.google.co.id/lh/photo/heNOVKRsXsUWvCE45wqQ1w?authkey=Gv1sRgCOS3hbzWzeyHmAE&amp;amp;feat=embedwebsite"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR4pSyxujNks3cpz5RbjxuRvQc6lvVA42HqwShUTJUbMNz3e7OlkfNgWSOihXzg8jWbeCqiIJMO4BRP47M3-8QCDSv5jBAYcY8Rp1-ys44dmnxmAKP5caW9-5o7GMhrDnI47jD2k8gbwXk/s800/pak%20nalih.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Harus siap mental, fisik dan….dana ya”..itu adalah pesan Pak Dwi, instruktur pertanian organik pada kami, ketika kami baru saja mulai belajar bertani "ramah lingkungan". Menurut Pak Dwi, bertani organik adalah investasi kesabaran.... Lahan yang tadinya dipakai untuk pertanian bukan organik, perlu sekitar 2 tahun untuk mulai menyeimbangkan zat-zat hara yang dibutuhkan oleh tanaman organik agar dapat "hidup sejahtera". Demikian pesan lanjutan dari Pak Dwi. Terus terang ciut juga hati dibuatnya. Angan-angan untuk segera menikmati hasil kebun yang organikpun harus direvisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide untuk turut nyemplung mencoba bertani organik dipicu oleh pemikiran bahwa kalau kita menjual produk sehat, alami dan organik, aneh dong kalau tidak pernah merasakan dan punya pengetahuan sebetulnya bagaimana sih bertani organik itu. Jangan hanya jadi promotor, kalau dirinya sendiri tidak pernah berupaya di bidang itu....demikianlah kira-kira pemikiran kami. Alhasil, sepetak kecil lahan di kawasan Parung dekat dengan kantor kami, dijadikan ajang belajar. Syukur-syukur jika memang menghasilkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ”orang kota” pastinya merasa senang sekali ikut menyangkul tanah pada waktu persiapan lahan. Kamipun bergegas mempersiapkan alat-alat pertanian yang kira-kira dibutuhkan. Meskipun beberapa teman akhirnya ”menyerah” karena jarak kebun yang cukup jauh dari rumahnya, tetapi komitmen untuk menjadikan kebun kami sebagai kebun organik, tetap kami teruskan. Pak Nalih, penjaga kebun, tentu saja merupakan orang yang paling berkomitmen diantara kami yang lebih sibuk di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar pesan Pak Dwi,...”jangan sakit hati kalau mula-mulanya tanaman mati karena kekurangan gizi ataupun terserang penyakit ini dan itu”....Sudah bermacam- macam tanaman kami coba tanam, sudah banyak pula yang mati karena aneka sebab. Selama perjalanannya, rasa putus asa sering juga singgah di hati, apalagi ketika Pak Nalih minta dibuatkan sumur lengkap dengan mesin pompa, beli berkarung-karung pupuk kandang, berbagai benih tanaman, bambu untuk penahan tanaman dll dll...tidak sedikit uang melayang dari kantong padahal hasilnya belum kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, atas rundingan dengan Pak Nalih, kami mencoba cari jalan agar biaya operasional kami bisa turun. Kami membeli beberapa ekor kambing sebagai sumber penghasil pupuk kandang. Pembibitan tananampun kami lakukan sendiri. Kompos rajin digarap. Bio-pestisida kami ramu sendiri. Dengan begini, siklus pertanian-peternakan menjadi terpadu. Yang lebih penting lagi, biaya operasional jadi lebih murah dan tidak tergantung pada pasokan dari luar. Kami pikir, inilah justru konsep organik yang benar : terbentuknya hubungan antara elemen ekosistem serta tumbuhnya kemandirian pengelolaan lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sudah lewat 2 tahun kebun kami dipelihara secara organik. Berbagai tanaman sayuran sudah bisa kami nikmati gratis saat panen : bayam, kangkung, kacang tanah, terong, aneka cabai, aneka tanaman bumbu. Jagung manis tumbuh subur, sebentar lagi panen. Kambing yang semula 6 ekor, sekarang 15 an. Ada lele, ada ayam kampung. Meski semuanya tidak banyak, tetapi cukup untuk menghibur hati. Kebun juga semarak dengan tanaman bunga, yang tidak hanya cantik tapi juga berguna untuk mengusir serangga pengganggu tanaman. Yang tidak kalah penting adalah : kami menjalani secara langsung proses pembelajaran ini!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu ingat pesan Pak Nalih, tukang kebun kami....”jika kita dengan ikhlas berusaha untuk berbuat baik, bagi diri sendiri, orang lain, alam dan lingkungan, masak sih Tuhan tidak memberikan bantuannya bagi kita. Yang penting jangan putus asa Bu, pasti akan ada manfaatnya”....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan yang sederhana tetapi sangat bermakna buat saya. Buat Anda? (/nin 09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg21AxXwGqY_lw0aavfpUnCyJcRB94c4EBisQGRZRSHvxLR97jZAlhlnFiQRDoUJ3P2YqeChumptzsCcTvn8gZkcPueBKejM57RZ4q-EHh0DKfwPHZcxbP7fYraR5ABECY-7NzybSqs6bxY/s72-c/jagung.JPG" width="72"/></item><item><title>Mencari Mitra - Menyediakan Layanan Terbaik</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/mencari-mitra-menyediakan-layanan_04.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Wed, 4 Nov 2009 22:46:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-4389745892637171894</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Setelah lini produk kami cukup lengkap, kami makin pede ikut pameran dan promosi produk termasuk di acara reuni-reuni maupun di pertokoan. Ketika itu, kami selalu senang sekali bisa berinteraksi dengan mereka yang juga sudah mulai memperhatikan asupan sehat, baik untuk diri sendiri maupun anggota keluarga yang lain. Interest pengunjung bervariasi, mulai dari tertarik dengan beras organik, bumbu kaldu Non-MSG, teh rosella, mie sayur sehat ataupun sekedar cemilan POP-RICE kami. Ada juga yang tidak perlu diberi penjelasan panjang lebar, langsung mencomot tepung beras bayi non-instan dari GASOL ataupun five grains yang terdiri dari biji bijian penyeimbang enzym..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau lagi menerangkan produk, obrolan suka jadi melantur...kanan kiri. Tapi terasa sekali bahwa keinginan untuk tahu manfaat dan keunggulan produk yang kami promosikan, mulai meningkat di kalangan masyarakat. Pertanyaan yang juga sering kami terima adalah : ingin beli secara kontinue, tapi kok tokonya jauh amat... (di Perumahan Kahuripan). Memang kalau konsumen ada di Jakarta, sebetulnya kami melayani pesan antar, tetapi ada jumlah belanja minimalnya dan harinya juga tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Syukurlah, sekarang kami bekerjasama dengan outlet di KA. Dahlan, Kebayoran Baru yaitu Chef Tatang Gourmet. Outlet ini berlokasi persis di pojokan jalan. Spesialisasinya menjual aneka produk yang berkaitan dengan masak-memasak termasuk beraneka jenis daging sapi, bumbu dan aneka makanan lain. Di outlet ini, aneka produk kami ditaruh di satu rak khusus (ada di bagian ujung rak besar). Rak tersebut kami namakan "SehatCorner" karena produk yang kami jual adalah organik dan alami. Di Chef Tatang Gourmet, Anda bisa juga ikut belajar masak memasak dengan menu-menu terpilih, dipandu oleh Chef terkemuka di Jakarta. Nah, boleh tuh Ibu-Ibu mencoba... Pasti seru... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kami juga sudah bekerjasama dengan outlet Garasi Ibu yang berlokasi di daerah Rasuna Park Office FE1, Kuningan. Di sana Anda dapat menemui berbagai produk yang kami pasok......cukup lengkap. Outlet Garasi Ibu didekor dengan sangat menarik, ditambah dengan variasi produk yang beraneka ragam, pasti membuat Anda betah untuk berbelanja disitu. Di BSD, kami juga sudah memasok ke beberapa outlet di pertokoan maupun perumahan. Jika rencana dapat berjalan lancar, kami juga akan bekerjasama dengan satu restoran di Bogor...sekarang sedang dalam tahap persiapan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kami menyadari masih diperlukan banyak kerjasama dengan berbagai pihak, untuk dapat memperluas jangkauan layanan kami. Jika Anda berminat untuk menjadi mitra, kami menyediakan term yang sangat mudah dan tidak berbelit. Yang penting, kita menjalankan usaha dengan serius, jujur dan saling bergandengan tangan, untuk memberikan layanan terbaik dan terjangkau,..sehingga lebih banyak konsumen dapat hidup sehat!. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setuju ya.... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salam. (/nin 09)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</description></item><item><title>Hayooo,...Rajin Olah Raga...</title><link>http://portalprimasehat.blogspot.com/2009/11/hayoooolah-raga.html</link><category>Berita</category><author>noreply@blogger.com (Portal Prima Sehat)</author><pubDate>Mon, 2 Nov 2009 23:05:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-482386263652930601.post-2805435607549082933</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;Banyak teman bilang, sekarang kesehatannya membaik karena telah mulai memperhatikan asupan sehat sehari-hari. Mulai dari memilih beras, sayuran, lauk pauk hingga penggunaan bumbu masak yang alami dan non-kimia. Bahkan beberapa teman bilang, sakit asam uratnya menghilang karena rajin mengkonsumsi teh rosella. Sebagai pengelola SehatMart tentunya kami gembira mendengar berita seperti itu dari teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi terkadang kita lupa, memperhatikan asupan yang sehat memang penting, tetapi tidak seyogyanya membuat kita meninggalkan kebiasaan berolah raga. Menjaga keseimbangan antara asupan sehat dan berolah raga, tetap perlu untuk menjaga badan tetap prima. Apalagi dengan kondisi cuaca yang saat ini berubah-ubah serta kualitas udara, terutama di kota besar seperti Jakarta, yang banyak tertutup asap, mengharuskan kita extra ketat menjaga kondisi fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan kaki merupakan olah raga yang terbilang paling mudah dan murah. Meskipun kadang kala sulit untuk dilakukan oleh mereka yang tinggal di daerah pemukiman padat dan ramai, namun mencuri sedikit waktu setelah sholat subuh untuk sekedar berolah raga jalan kaki 30 menit, sebaiknya tetap dilakukan. Bagi mereka yang beruntung bisa menggunakan fasilitas olah raga di kawasan perkantoran, dibutuhkan niat yang kuat untuk menjalankan kegiatan ini secara teratur. Jadi, dimanapun dan bagaimanapun bentuk kegiatan Anda, olah raga membuat jantung kuat, tubuh tidak mudah lelah dan pegal-pegal, keseimbangan hormon terjaga, pernafasan menjadi lega, dan yang penting lagi adalah...membuat hati gembira dan selalu berpikir positif!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mari giat berolah raga...sambil tetap menjaga asupan sehat!. (/nin 09)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description></item></channel></rss>