<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352</id><updated>2021-12-05T06:58:00.619+07:00</updated><category term="Politik"/><category term="Populer"/><category term="Melek Media"/><category term="Appreciative Inquiry"/><category term="Pantau Media"/><category term="Pendidikan"/><category term="Sastra"/><category term="#politikana"/><category term="Kampanye"/><category term="Aneh"/><category term="Kekerasan"/><category term="Korupsi"/><category term="Bencana"/><category term="Iklan"/><category term="Politikus Busuk"/><category term="mancanegara"/><category term="BBM"/><category term="Barack Obama"/><category term="Branding"/><category term="Demokrasi"/><category term="Desain"/><category term="konsumerisme"/><category term="#indonesiaunite"/><category term="Blogging"/><category term="Moblog"/><category term="Neo Postmo"/><category term="Ramadhan"/><category term="Reformasi"/><category term="Twitter"/><category term="Apple"/><category term="Harry Roesli"/><category term="Pendidikan Orang Dewasa"/><category term="bank century"/><category term="#freeprita"/><category term="#occupywallstreet"/><category term="Agama"/><category term="Bandung"/><category term="Idul Fitri"/><category term="MicroBlogging"/><category term="Mo Limo"/><category term="Paulo Freire"/><category term="Sumatera"/><category term="The Matrix"/><category term="UUD 45"/><category term="humaniora"/><category term="juventus"/><category term="kemiskinan"/><category term="Aceh"/><category term="Anak SMA 6"/><category term="Android"/><category term="Arvind Singhal"/><category term="Bernard Vlekke"/><category term="Bibit-Chandra"/><category term="Buta Aksara"/><category term="Charles Kimball"/><category term="Citro Dimedjo"/><category term="DPR-RI"/><category term="DPR/MPR"/><category term="Dada Rosada"/><category term="Do Good Design"/><category term="Forum Konstitusi"/><category term="Gempa"/><category term="Golkar"/><category term="Green Design"/><category term="HAM"/><category term="Hana Kimi"/><category term="Hisab"/><category term="Hisaya Nakajo"/><category term="Horikita Maki"/><category term="Internet"/><category term="JARI"/><category term="Jane Vella"/><category term="Jogjakarta"/><category term="Jokowi"/><category term="KPK"/><category term="Kecoa"/><category term="Kelangenan"/><category term="Keluarga"/><category term="Kreatif"/><category term="MacBook"/><category term="Medco"/><category term="Mighty Mouse"/><category term="Morowali"/><category term="Munir"/><category term="Oguri Shun"/><category term="PKS"/><category term="PMS"/><category term="Patung Wayang"/><category term="Pemilu"/><category term="Positive Deviance Forum"/><category term="Pramoedya Ananta Toer"/><category term="Purwakarta"/><category term="Rukyah"/><category term="SBY"/><category term="Salatiga"/><category term="Sindhunata"/><category term="Steve Jobs"/><category term="Sulawesi Tengah"/><category term="Tsunami"/><category term="ahmad heryawan"/><category term="anonymous"/><category term="avatar"/><category term="bahagia"/><category term="chico mendes"/><category term="chiellini"/><category term="dana dapil"/><category term="iPhone"/><category term="indonesia bercerita"/><category term="jejaring sosial"/><category term="kebonwaru"/><category term="komunis"/><category term="kurikulum 2013"/><category term="lalu lintas"/><category term="lekra"/><category term="manikebu"/><category term="marzuki alie"/><category term="media sosial"/><category term="merapi"/><category term="multikultur"/><category term="ormas"/><category term="pancasila"/><category term="papua"/><category term="penjara anak"/><category term="pilkada jabar"/><category term="portugal"/><category term="positif"/><category term="rendra"/><category term="rhenald kasali"/><category term="state capture"/><category term="story telling"/><category term="sumpah pocong. komite etik kpk"/><category term="takita"/><category term="teten masduki"/><category term="timtim"/><category term="wartawan"/><category term="wikileaks"/><title type='text'>Rahadian P. Paramita</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>198</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-7761857829802881323</id><published>2014-09-30T21:18:00.001+07:00</published><updated>2014-10-15T18:32:43.685+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Reformasi"/><title type='text'>Memilih mundur menghadapi perubahan</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-zdW40_bqPs8/VCqVptxJ7mI/AAAAAAAAKYo/8hJ_jQcUeP8/s1600/gg.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-zdW40_bqPs8/VCqVptxJ7mI/AAAAAAAAKYo/8hJ_jQcUeP8/s1600/gg.jpg&quot; height=&quot;301&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Gambar ini (ternyata) milik Erry Nugraha&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;i&gt;Sebelum genap setahun blog ini tak berisi konten baru, curhat dulu ah...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALKISAH ada sebuah desa yang terletak di hutan. Segenap warga desa harus berhadapan dengan serangan binatang buas yang setiap saat bisa datang. Korban berjatuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyebutnya tumbal, dan menyerah pada nasib. Secara sukarela membuat ritual mengorbankan warga untuk dimangsa hewan-hewan buas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada pula yang tak berhenti memikirkan cara untuk keluar dari situasi yang tak menguntungkan ini. Mudah ditebak, mereka ini sebagian besar adalah orang-orang yang keluarganya pernah menjadi korban, atau orang-orang yang mulai khawatir kalau dirinya atau kerabatnya yang jadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bukan golongan arus utama, mereka harus sembunyi-sembunyi mendiskusikan gagasannya. Kalau tidak, salah-salah mereka dijadikan tumbal berikutnya dalam ritual. Singkat cerita, meski bergerak secara gerilya, pelan tapi pasti gerakan ini berhasil menggaet banyak massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu saat, warga desa sadar bahwa ritual yang mereka jalankan justru membuat hewan-hewan buas itu terus datang dan memangsa sebagian dari mereka. Warga bisa melihat, bahwa selama ini mereka justru memberi pemangsa itu sesuatu untuk dimangsa. Maka sepakatlah mereka untuk menghentikan lingkaran setan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diputuskanlah untuk melakukakan sebuah perubahan besar. Diputuskan untuk bedol desa, ke tempat yang lebih tinggi dengan sistem pengaman yang lebih baik. Menara-menara pengawas dibuat lebih banyak, sehingga para pemangsa mulai kesulitan untuk beroperasi. Ritual memberi tumbal dihapuskan, dan para pendukung gagasan ini dideligitimasi dari jajaran elit desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua paham risikonya. Mereka berada di tempat baru, dengan lingkungan dan suasana baru. Ini pasti butuh waktu untuk beradaptasi. Masyarakat yang dulu tak berani keluar rumah saat malam, kini bebas berkumpul di mana saja tanpa khawatir dijemput dan dijadikan tumbal. Warga yang belum bisa menghilangkan kebiasaan memberi sajen pada pemangsa, ditangkap dan dijebloskan ke penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar dugaan, tak sedikit yang merasa perubahan ini merugikan mereka. Misalnya jin penunggu pohon keramat desa, yang harus me-rebranding dirinya menjadi jin baru lantaran ritual tak lagi dilakukan. Mereka yang biasanya kebagian sesajen, kini harus rutin ngamen mencari nafkah sendiri dalam kelompok-kelompok kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun, para pemangsa memang tak datang lagi. Namun warga desa berhadapan dengan situasi baru. Golongan jin dan kawan-kawannya mulai bertingkah. Mereka menyebarkan propaganda bahwa hewan-hewan buas pemangsa warga bukanlah musuh, melainkan pelindung warga. Mereka menuduh, perubahan yang diembuskan dulu adalah intervensi asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para jin inipun merancang strategi agar bisa kembali ke masa lalu. Mereka lumayan berhasil menghasut sebagian warga untuk kembali di masa ritual-ritual itu masih berlangsung. Berbagai masalah baru yang muncul pasca bedol desa, disebut-sebut sebagai dampak dari keputusan untuk pindah yang dinilai kebablasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di tempat baru, desa itu memang bukan bebas dari masalah. Tinggal di tempat yang lebih tinggi, anginnya lebih kencang. Warga jadi banyak yang masuk angin, jadi sering kentut, sehingga merusak harmoni di desa itu. Bau kentut mewabah di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan besar sekarang menghantui desa tersebut. Apakah mereka harus kembali saja ke masa para pemangsa berkuasa atas kebebasan mereka? Atau mencari jalan untuk mengendalikan wabah kentut? Medan pertempuran kini terbuka, di antara yang ingin tetap bebas meski harus menghadapi bau kentut, dengan pihak yang ingin kembali memuja pemangsa demi terbebas dari bau kentut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan yang sebenarnya sederhana tapi pelik. Apakah mereka bisa melihat perubahan sebagai tantangan yang harus ditaklukkan? Atau ingin mundur ke belakang karena tak mau berubah sebagai pengecut yang ingin menikmati kenyamanan tanpa mau berkorban?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/7761857829802881323/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=7761857829802881323&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/7761857829802881323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/7761857829802881323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2014/09/memilih-mundur-menghadapi-perubahan.html' title='Memilih mundur menghadapi perubahan'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-zdW40_bqPs8/VCqVptxJ7mI/AAAAAAAAKYo/8hJ_jQcUeP8/s72-c/gg.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-3859602593603566187</id><published>2013-10-13T23:09:00.001+07:00</published><updated>2015-07-26T07:00:53.758+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="jejaring sosial"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="media sosial"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Melek Media"/><title type='text'>Membangun Jejaring Sosial dengan Media Sosial</title><content type='html'>&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-rt187uHfP8c/UlrBA5m9CHI/AAAAAAAAH2c/d31TblLYPJ4/s1600/5001818922_f30d953f07_z.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-rt187uHfP8c/UlrBA5m9CHI/AAAAAAAAH2c/d31TblLYPJ4/s1600/5001818922_f30d953f07_z.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.flickr.com/photos/83641890@N00/5001818922/in/photolist-8BZCvh-aiUqst-dJojV2-9hJ4e4-aWjPnz-9hMa2d-9hM9XQ-7ZjTvX-7LSDpC-7LSDmb-7LNFAX-7LSDDC-7LSDt1-7LSDP3-7LSEcq-7LSDSN-7QLtEP-dyjMB9-9nbiC6-9nbqWg-9ndPuh-9nbKnv-9ndPtW-9nbKnB-9nbSXc-9nbKni-9nc3L6-9n1CEA-9n1Sr7-9mXi7R-9n1r1A-9ncbxz-9nbiCi-9ncbxH-9n2AiW-9nbiCk-9nbSXn-9n1uJh-9nbKnP-9neG1J-9nbSXx-9nbSXi-9nbSXt-9n1Sr3-9nbqWk-9ncbxp-dJoj4B-9oBbUi-aYjSnH-7Zebpn-8utGQz&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;CC BY 2.0/&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Hans Põldoja/2010&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Anda boleh bingung, atau merasa tak nyaman dengan judul tulisan ini. Itu sah. Karenanya Anda perlu melanjutkan membaca apa yang ingin saya ungkapkan dalam tulisan ini, mengenai judul di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, judul itu memang sedikit ingin mengomentari banyak pemahaman orang tentang &quot;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=6a_KF7TYKVc&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Social Network&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&quot; vs &quot;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=MpIOClX1jPE&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Social Media&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&quot;. Apakah keduanya makhluk yang sama? Ataukah berbeda? Kecenderungan yang saya lihat adalah kedua istilah dipertukarkan seolah benar-benar sama. Tapi tunggu, tulisan ini tak mau mengajak Anda berdebat soal definisi semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ingin sedikit membuka cerita lama tentang jejaring sosial yang sebenarnya sudah ada, jauh sebelum internet itu sendiri lahir. Sekadar untuk menyatakan bahwa istilah itu bukan istilah baru. Jejaring Sosial ini terjemahan bebas untuk &quot;&lt;i&gt;Social Network&lt;/i&gt;&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mari kita mulai dengan apa itu Media Sosial&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Social Media&lt;/i&gt;, atau saya lebih suka menggunakan Media Sosial sebagai istilah lokalnya, digadang juga sebagai &lt;a href=&quot;http://melekmedia.org/kajian/media-2-0/media-sosial-itu-apaan-sih/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Media 2.0.&lt;/a&gt; Kenapa pakai kode 2.0? Karena ada kode 1.0. Nah, media yang mana yang disebut Media 1.0? Dari penelusuran saya, Media 1.0 adalah media tradisional dalam istilah barat. Media seperti koran, televisi, radio, buat kalangan barat adalah media tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kurang pas untuk telinga kita, karena kita punya yang &quot;lebih tradisional&quot;. Akan ada yang menyebut Wayang Orang sebagai media tradisional, karena wayang digunakan sebagai &quot;medium&quot; untuk menyampaikan pesan. Cerita-cerita dalam wayang sering disusupi pesan, baik yang bersifat propaganda maupun yang filosofis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era Media 1.0, informasi dikirimkan dari satu ke banyak. Media massa, berfungsi untuk menyebarkan informasi seluas-luasnya. Karena untuk kepentingan publik, informasinya tak boleh sembarangan. Karena itu semua informasi yang diterbitkan media massa sudah seharusnya melalui proses yang &lt;i&gt;njelimet&lt;/i&gt;. Mulai dari verifikasi fakta, hingga timbang-menimbang soal seberapa penting informasi tersebut bagi publik. Hasil karyanya adalah hasil kolektif para awak redaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media sosial, melabrak aturan itu. &lt;i&gt;Blogger&lt;/i&gt; atau narablog misalnya, adalah penulis yang mengerjakan tulisannya sendiri. Mulai dari mencari informasi, menulisnya, menyuntingnya, dan menerbitkannya. Untuk memilih mana konten yang perlu ditulis atau tidak, tergantung ketertarikan dan &lt;i&gt;mood&lt;/i&gt;-nya si penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapa yang berperan sebagai filter dari konten itu? Publik. Publiklah yang menilai sendiri, apakah konten si narablog itu kredibel atau tidak. Entah tulisannya berupa opini, laporan dari lapangan, atau investigasi sekalipun seperti yang dibuat media massa tradisional, publik yang akan membuat penilaian. Mekanismenya lahir dari kecanggihan teknologi; ada &lt;i&gt;rating&lt;/i&gt;, tanda suka atau tidak suka, hingga komentar terhadap tulisan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era media sosial ini, semua orang bisa jadi sumber informasi bagi publik, karena menerbitkan informasi menurut versinya sendiri-sendiri. Orang tak lagi sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi produsen informasi. Dari &lt;i&gt;konsumen&lt;/i&gt; menjadi &lt;i&gt;prosumen&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana dengan Jejaring Sosial?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejaring sosial adalah hubungan antar orang, atau sesuatu yang menghubungkan individu dengan individu yang lain. Motifnya bisa karena kesamaan lokasi, hobi, sekolah, kuliah, haluan politik, selera seni, musik, film, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartun dari &lt;a href=&quot;http://content.time.com/time/video/player/0,32068,710921182001_2037224,00.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Odd Todd&lt;/a&gt; yang dianimasikan di situs Times bahkan menyebut jejaring sosial sudah lahir sejak adanya manusia, ketika mereka mulai berinteraksi satu sama lain. Manusia membangun jejaring karena ada kebutuhan untuk saling berkomunikasi, atau atas dasar kepentingan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arisan bulanan, pada dasarnya sebuah jejaring sosial juga, meski sebelum adanya internet, mensyaratkan anggotanya bertatap muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat untuk berkomunikasi punya peran besar dalam membantu membangun jejaring. Alternatif dari komunikasi tatap muka, adanya teknologi komunikasi seperti telepon, orang-orang bisa tetap&amp;nbsp;&lt;i&gt;keep in touch&lt;/i&gt;. Jejaring tetap terpelihara, sehingga lebih mudah melakukan mobilisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya untuk demonstrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak teknologi informasi dan komunikasi mengalami revolusi besar-besaran dengan hadirnya internet, jejaring sosial tumbuh subur. Jejaring itu lahir tak hanya karena ada pertemuan tatap muka, tetapi karena pernah &quot;bertemu&quot; di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sebuah pertemuan melahirkan kesamaan, terbentuklan jejaring. Misalnya, jejaring orang-orang yang sama-sama mengagumi Miyabi, lalu berkumpul dalam sebuah forum internet, atau di sebuah &lt;i&gt;bulletin board&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini, perbedaan Jejaring Sosial dan Media Sosial semoga sudah cukup jelas. Mari kita teruskan pembahasan terkait judul di atas. Bagaimana memanfaatkan media sosial untuk membangun jejaring sosial?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah saja, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media sosial, semisal layanan blog, digunakan narablog untuk menulis, apa saja yang ia suka. Sesama narablog di Bekasi misalnya, kemudian merasa perlu membuat sebuah jejaring sesama narablog Bekasi, atau bisa juga menyebut diri mereka Blogger Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mereka membangun komunikasinya? Bisa lewat SMS, atau yang lebih konvensional, milis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sekadar contoh, tetapi Anda bisa temukan banyak kumpulan narablog yang berjejaring karena lokasinya. Bahkan ada label Blogger ASEAN, jejaring narablog se Asia Tenggara. Dan tentu saja banyak juga para narablog lain yang berjejaring bukan semata karena lokasi, misalnya narablog kuliner, atau narablog yang suka bersepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menulis blog tentang sepeda, seseorang bisa dikenal atau memasuki jejaring tentang topik yang relevan. Dengan memanfaatkan media sosial, semakin mudah jejaring terbentuk. Para penulis bertema serupa yang tadinya mungkin tak kenal satu sama lain, kini saling mengenal karena tulisan mereka saling bertaut. Ini sekadar contoh kecil, dari dunia &lt;i&gt;blogging&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat Twitter -- yang notabene adalah &lt;i&gt;microblogging&lt;/i&gt; -- orang-orang bisa terkoneksi (baca: saling &lt;i&gt;follow&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;mention&lt;/i&gt;) karena saling suka dengan apa yang dikicaukan. Terbentuklah jejaring. Dari sekadar saling &lt;i&gt;retweet&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;twitwar&lt;/i&gt;, lalu bisa dilanjutkan dengan kopdar dan akhirnya terbangunlah komunitas. Sebuah jejaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook, awalnya adalah sebuah teknologi untuk berkomunikasi antar peserta dalam jejaring. Seperti yang digambarkan dalam film seputar sejarah lahirnya Facebook, awalnya situs ini dibuat untuk menampung orang-orang sekampus, satu sekolah, dan hubungan lain yang sudah terdefinisi sebelumnya. Judulnya saja &quot;The Social Network&quot; (2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur media sosial dalam jejaring ini, muncul belakangan dan dimanfaatkan untuk memperkaya komunikasi antar pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelaslah sudah. Pada dasarnya&amp;nbsp;&lt;i&gt;Social Network &lt;/i&gt;itu berbeda dengan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Social Media&lt;/i&gt;. Bahwa media sosial bisa menjadi salah satu fitur dalam jejaring sosial, tetapi media sosial juga bisa melahirkan jejaring sosial. Jejaring sosial adalah sebuah kata benda untuk jejaring yang memungkinkan anggotanya berinteraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jejaring sosial bukanlah alat, karena alat yang digunakan dalam berjejaring sosial adalah fitur untuk berkomunikasi antar peserta dalam jejaring. Maka akan lebih mudah dipahami jika kita menyebut atribut sebuah layanan jejaring sosial, misalnya apakah ia berupa situs di internet, atau aplikasi di peranti bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologilah yang kemudian melarutkan kedua prinsip di atas dalam satu layanan, secara canggih dan paripurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/3859602593603566187/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=3859602593603566187&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/3859602593603566187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/3859602593603566187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2013/10/membangun-jejaring-sosial-dengan-media.html' title='Membangun Jejaring Sosial dengan Media Sosial'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-rt187uHfP8c/UlrBA5m9CHI/AAAAAAAAH2c/d31TblLYPJ4/s72-c/5001818922_f30d953f07_z.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-7163086411626959120</id><published>2013-03-17T14:34:00.003+07:00</published><updated>2013-03-17T14:35:35.283+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kurikulum 2013"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Paulo Freire"/><title type='text'>Quo Vadis Kurikulum 2013?</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-AgO5V3pWdiI/SoBTwa7wH7I/AAAAAAAABRo/6PMY7OnU01o/s1600/AI-intro-filosofi.025.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-AgO5V3pWdiI/SoBTwa7wH7I/AAAAAAAABRo/6PMY7OnU01o/s320/AI-intro-filosofi.025.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Betul, judul yang &lt;i&gt;cliche&lt;/i&gt; untuk masa sekarang. Saat mempertanyakan kebijakan publik disebut merecoki daripada membantu, saat kebijakan publik dibuat sewenang-wenang, menutup mata dan kuping dari perkembangan zaman dan tantangan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum pendidikan nasional kita, seperti yang Anda tahu, akan segera berubah. Namanya Kurikulum 2013. Jajaran kementerian Pendidikan Nasional rasanya sudah kehabisan ludah untuk menjelaskan, betapa kurikulum baru ini sakti mandraguna, menyelesaikan kelemahan kurikulum sebelumnya, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau melihat isi standar-standar per mata pelajaran yang ramai dibahas publik di berbagai kanal, maka pertanyaan di atas layak kita ajukan lagi. Akan kemana Kurikulum 2013 ini, atau jelasnya, akan dibawa kemana rakyat Indonesia dengan bangunan kurikulum ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut komentar para pejabat terkait di berbagai media, kurikulum ini justru untuk mengantisipasi perubahan dunia. Ada banyak perubahan di sana. Berikut beberapa kutipan dari mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&quot;Kalau kurikulum tetap sementara dunia berubah, maka enggak akan menyelesaikan masalah perubahan ini. Kita ikuti perubahan dunia, maka kurikulum yang harus mengantisipasi perubahan-perubahan itu,&quot; - Mendikbud, M. Nuh (&lt;a href=&quot;http://kampus.okezone.com/read/2013/03/16/373/776875/kronologi-polemik-kurikulum-2013&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Okezone.com, 16/3/2013&lt;/a&gt;)&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&quot;Standar kompetensi lulusan dalam kurikulum 2013 memiliki tiga domain, yakni sikap, keterampilan, dan pengetahuan,&quot; -&amp;nbsp;Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Buku (Pusburbuk), Nanik Suwaryani (&lt;a href=&quot;http://kampus.okezone.com/read/2013/03/14/373/775766/sekolah-boleh-kembangkan-standar-kompetensi&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Okezone.com,&amp;nbsp;14/3/2013&lt;/a&gt;).&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&quot;IPA tidak ada, dalam kurikulum baru ilmu pengetahuan akan diintegrasikan dengan pelajaran lain, termasuk salah satunya ilmu bahasa dikemas dalam konteks yang lebih menarik,&quot; -&amp;nbsp;Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim (&lt;a href=&quot;http://edukasi.kompas.com/read/2012/10/22/00044722/Kurikulum.Pendidikan.Baru.Tuntas.Akhir.2012&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kompas.com, 22/10/2012)&lt;/a&gt;.&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut aturan dan perundang-undangan, Kurikulum 2013 ini katanya sudah sesuai dengan RPJM pemerintah pusat tahun 2010, dan&amp;nbsp;DPR RI pun sudah membentuk Panja Kurikulum pada tahun 2011. Dasar lainnya perubahan kurikulum ini adalah Inpres tentang pendidikan berkarakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berubah, tapi ke arah mana?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara perubahan memang gampang, persoalannya mau diubah ke arah mana kurikulum kita ini? Arah yang jelas tentu akan didukung oleh segenap masyarakat. Faktanya, penolakan terhadap kurikulum baru ini justru karena arahnya yang tidak jelas. Kualitas sumber daya manusia seperti apa yang diharapkan oleh keluaran Kurikulum 2013?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mulai dengan tiga kesadaran manusia yang dibangun&amp;nbsp;oleh Paulo Freire, salah seorang filosof pendidikan favorit saya. Mungkin cara pandangnya bukan favorit para perancang kurikulum plus konsultannya, sehingga tak akan nyambung dalam pembahasannya. Tapi kacamata Freire, penting untuk merumuskan, karakter bangsa seperti apa yang akan dihasilkan oleh bangunan Kurikulum 2013 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Freire saat itu, seluruh sistem pendidikan adalah &lt;i&gt;alat penindasan&lt;/i&gt;. Karena itulah ia melakukan mengembangkan metode &lt;i&gt;pembebasan&lt;/i&gt; buta huruf dan memberi pendidikan pada masyarakat kumuh di pedalaman Brazil dengan caranya sendiri. Pengalamannya selama bertahun-tahun dalam hal membebaskan manusia melalui pendidikan, memberinya inspirasi tentang&amp;nbsp;tiga tahapan kesadaran manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kesadaran magis (&lt;i&gt;magical consciousness&lt;/i&gt;), sebuah sikap yang sekedar menerima dan melarikan diri dari kenyataan yang brutal dan penindasan yang kejam. Cirinya, sikap bungkam; apatis; dan hubungan sebab akibat yang sederhana. Kesadaran ini dimiliki oleh masyarakat &quot;primitif&quot; yang meyakini segalanya telah diatur, hingga takluk pada keadaan. Mereka menggantungkan nasibnya pada kekuatan lain, yang sangat besar, yang ada di luar dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat lainnya adalah kesadaran naif (&lt;i&gt;naival consciousness&lt;/i&gt;), yaitu ketika sang “tertindas” semakin menyadari posisinya. Muncul keinginan untuk melawan, memberontak dan memperbaiki nasib. Namun, karena terlalu banyak rintangan, yang terjadi adalah menyalahkan diri sendiri atau manusia lainnya. Dalam hal ini terjadi perlawanan yang tersumbat, baik oleh eksternal maupun internal pelaku. Mereka ini percaya, manusialah yang menjadi penyebab segala persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran tertinggi menurut Freire adalah kesadaran kritis (&lt;i&gt;critical consciousnes&lt;/i&gt;), ketika seseorang &amp;nbsp;mampu bersikap ilmiah dalam menatap realitas. &quot;Kesadaran kritis ditandai dengan penafsiran mendalam terhadap berbagai masalah; digantikannya penjelasan magis dengan kausalitas; menolak bersikap pasif; berani mengemukakan pendapat; mengedepankan dialog daripada polemik; mau menerima pandangan baru bukan sekedar karena sifat kebaruannya, dan tidak menolak pandangan kuno hanya karena sifat kekunoannya, tapi mau menerima apa yang benar meski datang dari pandangan kuno maupun baru,” kata Freire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mari kita kembali ke kurikulum yang kita bicarakan di awal paragraf artikel ini. Dengan menengok sedikit kutipan dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang ada di sana. Misalnya salah satu Kompetensi Dasar Mata Pelajaran PPKN kelas 1 SD di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&quot;Menerima kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah.&quot;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar ini berasal dari Kompetensi Inti berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&quot;Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.&quot;&lt;/blockquote&gt;Ada banyak cara untuk menerima keberagaman, salah satunya dengan cara yang magis seperti di atas. Ini tentu tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak relevan karena ini pelajaran PPKN yang menggarisbawahi kewarganegaraan. Artinya, sebagai warga negara yang baik, bagaimana kita harus memaknai keberagaman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau semua konteks mata pelajaran dijawab dengan kepatuhan pada agama dan kepercayaan, maka kita sedang mencampuradukkan disiplin yang berbeda, bahkan dengan pengetahuan yang sifatnya bukan disiplin ilmu, yaitu keimanan. Keimanan adalah dasar kehidupan beragama, dan bukan disiplin ilmu yang harus dipertanyakan terus menerus sesuai paradigmanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah letak melencengnya tafsir perubahan yang diinginkan Kurikulum 2013. Cita-cita melahirkan anak-anak yang bertakwa kepada Tuhan, dan berakhlak mulia, disalahtafsirkan sebagai kesadaran magis terhadap segala sesuatu di muka bumi. Maka tamatlah era sains di Indonesia, yang justru relevan dengan kesadaran kritis ala Freire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritis bukan berarti jadi tukang kritik, bukan pula menjadikan seseorang serba menentang pendapat orang lain. Kritis artinya menggunakan nalar dan pikirannya untuk memahami sesuatu, bahkan ketika menyetujui sesuatu. Bukan karena alasan irasional, seperti emosi atau kedekatan personal. Termasuk kritis untuk memilah, mana yang harus didekati dengan keimanan, dan mana yang perlu didekati dengan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara menerjemahkan Kompetensi Inti ke mata pelajaran inilah yang menyesatkan paradigma dalam Kurikulum 2013. Urusan akhlak dan pendidikan agama, tak bisa diajarkan dengan pendekatan materi pelajaran. Ia adalah pendidikan yang berbasis pengalaman, diajarkan melalui tindakan. Tak ada yang bisa dihafalkan tentang akhlak mulia, karena isinya harus diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percuma seorang anak mampu menghafal seluruh isi kitab suci, tetapi tak tahu harus bersikap ketika melihat gurunya menjual LKS dengan berbagai modus, atau menyebarkan jawaban UN agar reputasi sekolah terselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/7163086411626959120/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=7163086411626959120&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/7163086411626959120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/7163086411626959120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2013/03/quo-vadis-kurikulum-2013.html' title='Quo Vadis Kurikulum 2013?'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-AgO5V3pWdiI/SoBTwa7wH7I/AAAAAAAABRo/6PMY7OnU01o/s72-c/AI-intro-filosofi.025.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-8917303011142443127</id><published>2013-03-01T13:00:00.001+07:00</published><updated>2013-03-01T17:47:50.162+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ahmad heryawan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pilkada jabar"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Reformasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="rhenald kasali"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="state capture"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teten masduki"/><title type='text'>Perubahan Memang Membutuhkan Keberanian</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-2ItJTWs6wXQ/UTBCv3QqoyI/AAAAAAAAEoo/IU_pqe5dhLg/s1600/morpheus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-2ItJTWs6wXQ/UTBCv3QqoyI/AAAAAAAAEoo/IU_pqe5dhLg/s320/morpheus.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;I imagine that right now, you&#39;re feeling a bit like Alice. Hmm? Tumbling down the rabbit hole?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;~&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Morpheus (The Matrix - 1999)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ini potongan sebuah dialog dalam film The Matrix. Saya doyan sekali dengan film ini, karena menunjukkan betapa sebuah sistem yang menjebak manusia, membuatnya tak lagi sadar mana yang namanya kenyataan, dan mana ilusi. Setidaknya, itulah pandangan saya terhadap film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa tiba-tiba saya harus mengajak Anda kembali ke film yang diproduksi hampir 14 tahun yang lalu itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, karena saya gatal dengan perubahan yang diimpikan sejak reformasi tahun 1998, hingga sekarang belum bisa dirasakan dampaknya hingga ke lapisan paling bawah di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, gatal mengomentari opini ahli yang &quot;menolak&quot; penggunaan isu korupsi sebagai alat untuk berpolitik - saya perjelas saja - isu BJB saat pilkada di Jawa Barat Februari 2013 yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, prihatin karena pada saat modus korupsi sudah meningkat dan semakin canggih, tak sejalan dengan pemahaman masyarakat tentang apa saja yang saat ini disebut korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perubahan sejak reformasi 1998&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kicauan di Twitter yang saya suka, dari sebuah akun pseudonym. Terlepas siapa dan apa pandangan politiknya, komentarnya yang satu ini menurut saya patut jadi renungan bersama, terutama jika mengaitkan perubahan yang terjadi sejak reformasi 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&gt;Reformasi ternyata bukan perjuangan menjatuhkan Orde Baru tapi perjuangan terhadap segala keburukan yang diwariskannya. @&lt;a href=&quot;https://twitter.com/addiems&quot;&gt;addiems&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;— Partai Social Media (@PartaiSocmed) &lt;a href=&quot;https://twitter.com/PartaiSocmed/status/305191954969411584&quot;&gt;February 23, 2013&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;script async=&quot;&quot; charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//platform.twitter.com/widgets.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;Saya setuju pernyataan itu, karena kalau perubahan hanya dimaknai sebagai pergantian kepemimpinan, maka reformasi sudah &quot;selesai&quot; sejak turunnya Soeharto dan rezim Orde Baru. Tetapi perubahan yang dimaksud sama sekali bukan itu - atau paling tidak, bukan HANYA itu. Dan tentu saja beserta seluruh konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda tidak mengalami era yang disebut sebagai Orde Baru, coba simak kutipan dari &lt;a href=&quot;http://www.tempo.co.id/ang/min/03/14/kolom1.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tempo&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Edisi 14/03 - 6 Juni 1998, yang ditulis oleh&amp;nbsp;Th. Sumartana,&amp;nbsp;Direktur Interfidei, Yogyakarta. Ini hanya menggambarkan sedikit sekali kebobrokan Orde Baru yang patut diubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Di bawah kekuasaan yang monolitis bagai piramida, di kalangan masyarakat muncul piramida-piramida dengan corak dan watak yang sama dengan piramida yang dibangun oleh kekuasaan Soeharto. Masyarakat tidak terbiasa umtuk saling kontrol dan berbeda pendapat. Inilah tragedi beruntun yang dipupuk oleh kehidupan politik selama kurang lebih 32 tahun terakhir ini.&lt;/blockquote&gt;Sulitnya menyikapi perbedaan pendapat,&amp;nbsp;diakuinya sebagai sesuatu yang meresahkan, karena hal itu bisa menjadi penghalang utama bagi upaya reformasi total. Pola dominatif dan pola kepentingan kelompok sudah tercipta di kalangan bawah, mengikuti pola politik yang dikembangkan saat itu. Politik menjadi cara untuk memaksa kelompok lain tunduk pada kehendak penguasa. Entah atas nama pembangunan, stabilitas, mayoritas, atau nama hal-hal yang agung dan hal-hal keramat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara masyarakat yang masih berpendidikan relatif rendah dalam hal politik, tokoh-tokoh berpengaruh menjadi &quot;penguasa&quot; kecil yang menjadi lokomotif opini. Dengan rentang pengaruh yang besar, banyak masyarakat menyandarkan kesadaran politiknya pada opini si &quot;penguasa&quot; ini. Artinya, tak pernah terjadi dialog-dialog yang deliberatif, saling mencerahkan dengan argumen-argumen yang harus pula saling dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kicauan akun&amp;nbsp;@PartaiSocmed di atas, bisa kita temukan konteksnya. Saat ini, kita masih berada dalam situasi dan kondisi yang merupakan warisan dari tertutupnya rezim Orde Baru. Kita masih gamang untuk berdebat secara terbuka, menggugat kebijakan publik di ruang terbuka, karena mitos bahwa penguasa adalah pemilik kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, perubahan memang perlu dibuat gaduh, terutama ketika transparansi membuat semua warga melek informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kebijakan publik dan pertarungan politik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kicauan saya di Twitter, saya menolak sepakat dengan Bapak Rhenald Kasali karena ia lebih memilih standar elok atau tidak elok dalam mengusung isu politik. Ini terkait dengan pertanyaan Teten Masduki pada Ahmad Heryawan, saat debat kandidat pilgub Jabar 2013 di TVOne. Waktu itu Kang Teten mempertanyakan pengangkatan dua direksi dalam tubuh Bank Jabar Banten (BJB). Ahmad Heryawan, selaku Gubernur Jabar, adalah pemegang saham mayoritas di bank milik pemerintah daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas ada &lt;a href=&quot;http://economy.okezone.com/read/2013/02/28/23/768909/perubahan-selalu-bising&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;intrik apa di dalam tubuh BJB&lt;/a&gt;, keputusan apapun yang ada di dalam tubuh BJB adalah kebijakan yang melibatkan publik, karena sebagai bank pemerintah daerah, saham mayoritas provinsi Jabar yang diamanatkan kepada gubernur adalah dana publik, uang rakyat. Paradigma ini harus dipahami dulu, agar tidak menyeret persoalan BJB sebagai persoalan privat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun bentuknya bank, dan terikat pula oleh aturan perbankan, BUMD adalah badan publik yang juga harus tunduk oleh aturan dalam UU KIP (Keterbukaan Informasi Publik) No. 14/2008. Tetapi, keterbukaan ini memang sempat ditentang oleh pemerintah. Pemerintah awalnya ingin &lt;b&gt;mengecualikan lembaganya (termasuk BUMN/BUMD)&lt;/b&gt; dari keterbukaan, bukan jenis-jenis informasinya. Padahal, menurut UU KIP, keterbukaan informasi di tubuh BUMN/BUMD masih dapat dibatasi melalui jenis informasi yang dikecualikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks itu, mempertanyakan pemilihan direksi dalam badan publik, apakah seuatu yang harus diukur dari kaca mata elok tak elok? Apakah forum debat kandidat dianggap sebagai forum yang tak tepat? Mengapa tidak? Di saat itulah, justru, seorang pemimpin yang sedang berkuasa, mempertanggungjawabkan kebijakan yang dibuatnya kepada publik. Apabila tidak ada yang salah dengan kebijakannya, mengapa harus takut ditanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa persaingan antar calon direksi mewarnai kasus ini, inisiatif sang calon direksi yang kalah untuk membongkar sesuatu yang busuk dalam pengambilan kebijakan publik, masih bisa diterima. Pernah dengar istilah &lt;i&gt;justice collaborator&lt;/i&gt;, bukan? Para pelaku korupsi, bisa bekerja sama dengan penegak hukum untuk membuka informasi agar terkuak pelaku-pelaku lain yang belum tersentuh, ini disebut &lt;i&gt;justice collaborator&lt;/i&gt;. Beda dengan &lt;i&gt;whistle blower&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang bisa diterjemahkan sebagai saksi pelapor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah para direksi yang dianggap kesal karena kalah &lt;i&gt;fit and proper test&lt;/i&gt; itu bisa disebut&amp;nbsp;&lt;i&gt;whistle blower &lt;/i&gt;atau&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;justice collaborator, &lt;/i&gt;tapi informasi mereka untuk membongkar kasus-kasus korupsi &lt;i&gt;state capture&lt;/i&gt;, sangat diperlukan. Kalau Anda juga membaca laporan Tempo, calon direksi yang didorong naik oleh sang gubernur, ternyata kemudian meloloskan kredit yang diduga bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modus&amp;nbsp;korupsi &lt;i&gt;state capture&lt;/i&gt; ini memang paling sulit dibuktikan tanpa kesaksian dari para pelakunya sendiri. Penegak hukum tentu paham, mana ranah politiknya, dan mana ranah hukumnya. Kalau ada warga masyarakat atau pihak ketiga memanfaatkan isu ini, apa salahnya? Selama kebenaran ditegakkan, disuarakan, tanpa kehilangan akal sehat dalam hal fakta yang dikemukakan, manuver itu lumrah dalam politik. Apalagi dalam koridor kepentingan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekam jejak seorang pemimpin, pejabat publik, wajib dibuka lebar, dan para pemilih wajib tahu siapa yang maju mencalonkan diri untuk dipilih. Karena itu, intrik di dalam tubuh BJB yang justru bisa membuka kebusukan di dalamnya, sangat membantu publik untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Justru, jika Anda mengetahui sebuah tindak korupsi terjadi, sementara Anda diam saja, maka Anda bisa jadi pihak yang membiarkan kerugian negara/pemda terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dalam proses seleksi pejabat publik masyarakat diberi kesempatan membuat pelaporan atas rekam jejak seseorang? Karena tim seleksi bisa mendapat masukan, siapa yang integritasnya bisa dipertanggungjawabkan, dan siapa yang penuh dengan kebohongan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;State capture&lt;/i&gt; dan evolusi modus korupsi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, hanya beberapa modus korupsi yang dipahami oleh masyarakat, misalnya suap atau membawa lari aset negara/pemda. Secara umum, dikenal tiga macam korupsi dalam kaitannya dengan tata kelola pemerintahan, (1)&amp;nbsp;&lt;b&gt;Korupsi Administratif&lt;/b&gt;:&amp;nbsp;Praktek penyimpangan/penyalahgunaan wewenang, hukum, peraturan, dan ketentuan publik untuk kepentingan pribadi yang dilakukan oleh aparat pemerintah; (2)&amp;nbsp;&lt;b&gt;Korupsi Pengadaan barang dan Jasa Publik&lt;/b&gt;: Penyalagunaan sumber daya dan keuangan publik yang bisa dilakukan oleh pihak aparat publik maupun pelaku ekonomi; dan (3)&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;State Capture&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;:&amp;nbsp;Lebih mengacu pada tindakan agen-agen ekonomi/perusahaan baik di sektor publik maupun privat guna mempengaruhi perangkat hukum dan peraturan pemerintah demi keuntungan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk korupsi yang ketiga, masih jarang diketahui publik. Masih banyak yang menganggap, kalau negara tidak dirugikan, maka tak ada yang dicuri dari negara, dan karenanya tak ada kosus korupsi. Pandangan ini salah kaprah. Korupsi juga bisa dilakukan untuk menguntungkan pihak tertentu, secara legal berdasarkan ketentuan yang berlaku. Negara/pemda memang seolah tak dirugikan oleh kasus tersebut, tetapi publik bisa menjadi pihak yang dirugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya agen-agen&amp;nbsp;ekonomi/perusahaan baik di sektor publik maupun privat guna mempengaruhi perangkat hukum atau pemerintahan untuk mendapatkan keuntungan, artinya telah menggunakan wewenang pejabat publik tidak semestinya. Istilah ketebelece, beking-bekingan, bukankah itu praktik yang subur sejak Orde Baru? Bukankah itu yang kita lawan ketika ratusan ribu mahasiswa dan rakyat bersatu menggulingkan rezim Orde Baru yang korup?&amp;nbsp;Menggiring opini bahwa korupsi hanyalah upaya merampok aset negara/pemda, adalah upaya pembodohan terhadap masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali dalam kasus BJB, maka &lt;i&gt;state capture &lt;/i&gt;adalah indikasi modus korupsi yang terjadi. Meskipun, lagi-lagi, laporan terhadap kejanggalan ini belum diputuskan secara hukum. Artinya, kita tak bisa mendahului proses hukum. Belum ada yang jadi tersangka, dan lagipula tak ada yang menuduh siapapun menjadi tersangka dalam perdebatan saat di TVOne itu. Lalu kenapa banyak pihak jadi panik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akhirul kalam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, transparansi bisa menjawab semua itu. Tetapi, transparansi adalah musuh para koruptor. Tak mudah melawan mereka yang resisten terhadap perubahan itu. Mereka bisa menjadikan prosedur sebagai klaim terhadap prestasi transparansi, tetapi secara substansi, masih jauh panggang dari api. Kalau membuka catatan di Komisi Informasi, baik pusat maupun di daerah, khususnya provinsi Jawa Barat, badan publik masih enggan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengalaminya sendiri, untuk daftar nama siswa yang diterima dari jalur non-akademis, pihak Dinas Pendidikan Kota Bandung menggugat putusan KI yang mengabulkan permintaan saya, ke PTUN. Hingga ke PTUN, putusan KI itu pun dibatalkan, karena alasan legal standing yang anehnya, tidak menggunakan roh yang ditiupkan oleh UU KIP sendiri. UU KIP hanya mengamanatkan &quot;warga negara&quot;, siapapun boleh mengakses informasi publik di manapun. Tapi PTUN memiliki interpretasi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tetap percaya, informasi adalah kunci. Masyarakat yang cerdas adalah mereka yang mendapat informasi secara benar. UU KIP sendiri mengamanatkan badan publik untuk pro aktif membuka akses terhadap informasi publik, selain mempersiapkan diri jikalau ada permintaan dari publik. Informasi baru, biasanya memang akan menyebabkan banyak ketidaknyamanan. Tinggal tergantung kita bagaimana menyikapi ketidaknyamanan itu, karena itulah bentuk dorongan perubahan yang muncul dari bawah sadar. Apakah akan kita renungkan, atau kita abaikan karena telah mengganggu zona nyaman. Berani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;So, if you feel a bit like Alice right now, tumbling down the rabbit hole, you are on the right track.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rakyat indonesia yang rindu perubahan.&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/8917303011142443127/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=8917303011142443127&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/8917303011142443127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/8917303011142443127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2013/03/perubahan-memang-membutuhkan-keberanian.html' title='Perubahan Memang Membutuhkan Keberanian'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-2ItJTWs6wXQ/UTBCv3QqoyI/AAAAAAAAEoo/IU_pqe5dhLg/s72-c/morpheus.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-8072755076016679082</id><published>2013-02-28T11:31:00.000+07:00</published><updated>2013-03-14T11:37:12.957+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="#politikana"/><title type='text'>Repost: Gagas! gotong royong di era media 2.0</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;i&gt;Terpaksa saya posting ulang tulisan ini di sini, karena ditutupnya Salingsilang.com dan segenap jejaringnya. Artikel ini aslinya diposting 18 April 2012.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://i.imgur.com/1L8hL.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://i.imgur.com/1L8hL.png&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://gagas.web.id/&quot;&gt;GAGAS!&lt;/a&gt; adalah sebuah situs yang dapat menjajakan gagasan, dan mengundang siapapun yang peduli untuk mendukung gagasan tersebut agar bisa terwujud melalui donasi. Prinsipnya adalah implementasi semangat gotong royong, di era media sosial, atau dikenal juga dengan era media 2.0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia dikenal memiliki rasa gotong royong dan solidaritas yang tinggi. Kasus paling menyolok adalah kasus pengumpulan koin untuk Prita Mulyasari, seorang ibu yang dikenai pasal pencemaran nama baik gara-gara email berisi keluhan kepada sebuah rumah sakit dan dokternya. Tiba-tiba dukungan bergulir, dan masyarakat Indonesia mampu mengumpulkan koin berjumlah setengah milyar lebih yang dituntutkan kepada Ibu Prita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari sebuah artikel di &lt;a href=&quot;http://politikana.com/baca/2011/07/26/daftar-artikel-terkait-gagas.html&quot;&gt;Politikana.com&lt;/a&gt; – situs politik web 2.0 dari Salingsilang.com – gagasan untuk mengkonkritkan upaya membangkitkan kembali semangat gotong royong di era 2.0 bermunculan dalam berbagai bentuk. Akhirnya warga &lt;a href=&quot;http://politikana.com/&quot;&gt;Politikana.com&lt;/a&gt; sepakat untuk membuat sebuah situs web yang menampung gagasan unggul, dan orang-orang yang peduli untuk mendukung gagasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya &lt;a href=&quot;http://gagas.web.id/&quot;&gt;GAGAS!&lt;/a&gt; melalui proses pengembangan yang juga sarat semangat gotong royong. Beberapa warga &lt;a href=&quot;http://politikana.com/&quot;&gt;Politikana.com&lt;/a&gt; bahu membahu mencoba mewujudkan gagasan ini. Prinsipnya sederhana, akan ada sebuah situs yang dapat menjajakan gagasan, dan mengundang siapapun yang peduli untuk mendukung gagasan tersebut melalui donasi.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam keterangan di situsnya disebutkan, GAGAS! lahir dari sebuah obrolan kecil sekelompok warga &lt;a href=&quot;http://politikana.com/&quot;&gt;Politikana.com&lt;/a&gt;, yang menyadari bahwa gagasan kesejahteraan bersama warga Indonesia, bisa dibangun dengan langkah kecil yang sangat sederhana, yaitu bergotong royong mendanai setiap ide atau gagasan warga negara Indonesia, yang memang layak untuk dibantu diwujudkan bersama.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Gagasan ini memang bukan yang pertama di dunia maya. Bagi yang sudah pernah mengenal situs semacam &lt;a href=&quot;http://kickstarter.com/&quot;&gt;Kickstarter&lt;/a&gt;, atau &lt;a href=&quot;http://fundit.ie/&quot;&gt;Fundit&lt;/a&gt;, gagasan mengenai crowdfunding memang sudah ada sejak lama. Salah satu keunikan &lt;a href=&quot;http://gagas.web.id/&quot;&gt;GAGAS!&lt;/a&gt; adalah, mencoba menampung berbagai gagasan, baik dari ranah bisnis, sosial, maupun politik. Sederhananya, jika Anda tertarik untuk membuat partai karena Anda yakin bisa mengubah Indonesia, Anda pun bisa memanfaatkan GAGAS!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pengembangan situs &lt;a href=&quot;http://gagas.web.id/&quot;&gt;GAGAS!&lt;/a&gt; telah memasuki tahap Beta. Versi ini masih dikelola oleh kelompok penanggung jawab; Marini Salwa (&lt;a href=&quot;http://twitter.com/wawajie&quot;&gt;@wawajie&lt;/a&gt;), Amrullah (&lt;a href=&quot;http://twitter.com/jingglang&quot;&gt;@jingglang&lt;/a&gt;), Galih Prasetya (&lt;a href=&quot;http://twitter.com/MaxHeartwood&quot;&gt;@MaxHeartwood&lt;/a&gt;), dan Syaifurrizal (&lt;a href=&quot;http://twitter.com/syaifurrizal&quot;&gt;@syaifurrizal&lt;/a&gt;). Nantinya, diharapkan &lt;a href=&quot;http://gagas.web.id/&quot;&gt;GAGAS!&lt;/a&gt; akan dikelola sebuah yayasan/organisasi berbadan hukum yang memiliki visi dan misi yang serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs sudah online, dan sudah ada satu proyek yang didaftarkan untuk penggalangan dukungan dana. Anda bisa mendaftar dan menjadi pengusung gagasan, atau pendana kegiatan. Masih banyak kekurangan di sana-sini, tetapi mengingat prosesnya yang juga dilakukan dengan semangat gotong royong,&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://gagas.web.id/&quot;&gt;GAGAS!&lt;/a&gt; merupakan salah satu pencapaian yang patut diapresiasi dari warga situs &lt;i&gt;User Generated Content&lt;/i&gt; (UGC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet, khususnya media sosial, tidak saja tempat yang ditakuti karena ancaman pornografi atau pencurian data pribadi, tetapi juga bisa menjadi alat untuk mencapai tujuan mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/8072755076016679082/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=8072755076016679082&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/8072755076016679082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/8072755076016679082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2013/02/repost-gagas-gotong-royong-di-era-media.html' title='Repost: Gagas! gotong royong di era media 2.0'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-5453469111567492775</id><published>2012-09-17T19:17:00.000+07:00</published><updated>2012-09-19T23:34:34.786+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Politik"/><title type='text'>Anda Memilih Fauzi Bowo Karena Dia Muslim?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://socialmedianz.com/wp-content/uploads/2012/03/dilemma-1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://socialmedianz.com/wp-content/uploads/2012/03/dilemma-1.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu-isu sensitif, yang mengundang perdebatan panjang bahkan munculnya kekerasan, bisa berasal dari empat isu yang disingkat SARA ini. Suku, Ras, Agama dan Antar Golongan. Keempat isu ini kalau disinggung terlalu dalam, bisa mengundang amarah, maka tepatlah kalau disebut isu sensitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda bertanya-tanya tentang judul tulisan saya ini, jangan salah. Saya bukan warga DKI Jakarta. Saya tidak berkepentingan secara langsung dengan siapa gubernur DKI Jakarta 2012-2017 nanti. Wacana mengenai kampanye SARA yang menarik perhatian saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jimly&amp;nbsp;Asshiddiqie, yang merupakan&amp;nbsp;Ketua Dewan Penyelenggara Pemilu, di Kompas.com&amp;nbsp;menanggapi pernyataan Rhoma Irama yang memberikan ceramah tarawih di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu, (29/7/2012). Jimly menyebutkan, penggunaan isu suku agama ras dan antar-golongan (SARA) masih diperbolehkan sepanjang itu digunakan sebagai transparansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ini, memberi kita petunjuk untuk menjawab pertanyaan,&amp;nbsp;&quot;Apakah salah kalau saya memilih Fauzi Bowo karena dia muslim?&quot; Jawabannya, tentu tidak salah. Bahkan untuk menyatakan bahwa sesuai ajaran Islam, seorang muslim harus memilih pemimpinnya yang seiman, juga tidak dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya pada kata &quot;Kampanye&quot;, yang diperdebatkan banyak pihak. Kampanye, menurut Panwaslu, adalah kegiatan mempromosikan salah seorang kandidat dalam ajang pemilu. Hal ini tentu terkait pemilihan umum kepala daerah yang sedang diselenggarakan. Jika ada kata-kata untuk memilih salah satu kandidat, maka itulah yang dikategorikan sebagai kampanye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dalam kampanye, lalu boleh menyarankan seorang kandidat karena agamanya? Menurut Panwaslu, boleh-boleh saja. Yang penting, tidak mendiskreditkan kandidat lain, atau menjelek-jelekkan agama atau ras kandidat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batasannya ada di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya bagi para pemilih nanti, apakah cukup penting untuk memasang kriteria agama seorang kandidat, lebih penting dari unjuk kerjanya sebagai gubernur? Pertanyaan ini yang bisa diperdebatkan panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berpendapat, daripada memilih pemimpin yang beragama lain, lebih baik memilih yang seagama, apapun kondisinya. Termasuk jika kandidat itu diketahui tak punya catatan unjuk kerja yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilemanya kemudian, mau pemimpin yang tak seiman, tapi korup? Atau mau milih yang tak seiman tapi bisa mensejahterakan rakyat banyak?&amp;nbsp;Apa yang sebenarnya Anda inginkan dari seorang pemimpin, di Jakarta nanti dalam konteks pilgub DKI Jakarta ini? Perubahan macam apa yang Anda impikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya tentu, yang seiman dan tidak korup, serta bisa mensejahterakan rakyat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah besarnya adalah, sedikit yang mau peduli untukmempelajari ajaran agamanya sendiri. Kebiasaan motong satu ayat untuk satu kepentingan, tanpa merujuk ayat yang lain untuk mendudukkan perkaranya secara obyektif, menimbulkan kesan Islam itu eksklusif. Padahal, Islam itu Rahmatan lil alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini terjadi ketika Ketua DPR, Marzuki Alie &lt;a href=&quot;http://nasional.kompas.com/read/2012/08/26/14072326/Marzuki.Alie.Pilih.Pemimpin.yang.Seiman&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dikutip media&lt;/a&gt; ketika berkomentar,&amp;nbsp;Jakarta ini kan mayoritas Islam. Jadi ya sesuai aturan agama saja. Harus pilih yang seiman. Pernyataan ini tentu menjadi penyebab kontroversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tentang memilih pemimpin seiman, memang dijelaskan dalam ayat ini:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&quot;Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai ketua, sebagian terhadap sebagiannya. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai ketua, maka dia itu tergolong mereka, sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim. Maka kamu melihat orang-orang yang dalam hatinya itu ada penyakit, cepat-cepat pergi kepada mereka.&quot; (al-Maidah: 51-52)&lt;/blockquote&gt;Ditambah lagi kalau mengutip ayat ini:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&quot;Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu jadikan musuhku dan musuhmu sebagai ketua, kamu tampakkan kepada mereka rasa cinta, padahal mereka telah kufur terhadap kebenaran yang datang kepadamu, mereka akan mengusir Rasul dan kamu juga, lantaran kamu beriman kepada Allah sebagai Tuhanmu.&quot; (al-Mumtahinah: 1)&lt;/blockquote&gt;Penjelasan yang menyejukkan saya dapat dari situs ini:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Halal/4053.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;media.isnet.org&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;Bahwa ayat-ayat ini, sebenarnya tidak mutlak, tidak mengenai setiap Yahudi dan Nasrani atau kafir. Kalau difahami demikian, niscaya akan terdapat kontradiksi antara ayat-ayat tersebut dengan yang mengundang supaya dijalin saling pengertian dengan baik dengan seluruh pemeluk agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, ada seruan juga untuk ber-muwalat:&amp;nbsp;bersahabat, dan mengangkat orang kafir sebagai ketua. Kenapa? Karena ada fakta bahwa orang kafir sekalipun, ada yang lebih mencitai kaum mukmin.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&quot;Sungguh kamu akan menjumpai dari antara orang kafir yang lebih dekat cintanya kepada orang-orang mu&#39;min, yaitu orang-orang yang mengatakan: kami adalah orang-orang Nasrani.&quot; (al-Maidah: 83)&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;Ini penjelasan yang obyektif, mengakui bahwa tidak selamanya kafir itu jahat, musuh, dan segala atribut buruk lainnya. Bahwa disarankan memilih pemimpin yang seiman, itu benar. Tetapi bukan syarat utama ketika ada pilihan lain yang kualifikasinya bagus, tetapi tidak seiman. Salah satunya tentu mereka yang tidak memusuhi Islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Anda, para pemilih sebaiknya memilih berdasarkan yang Anda pikir paling benar. Lupakan desakan soal seiman atau bukan, karena itu bukan dasar utama. Ini bukan persoalan Haram/Halal. Tetap halal bagi seorang muslim memilih pemimpin non-muslim, selama ia tidak memusuhi Islam, dan ia memang layak dipilih karena kemampuannya, amanah, bersahaja, dan jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://socialmedianz.com/opinion2/2012/03/11/one-facebook-page-or-many-a-dilemma-for-brands/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://socialmedianz.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%0A%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/5453469111567492775/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=5453469111567492775&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/5453469111567492775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/5453469111567492775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/09/anda-memilih-fauzi-bowo-karena-dia.html' title='Anda Memilih Fauzi Bowo Karena Dia Muslim?'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-8620656120783438114</id><published>2012-09-15T22:09:00.000+07:00</published><updated>2012-09-15T22:09:29.306+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Appreciative Inquiry"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="indonesia bercerita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="story telling"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="takita"/><title type='text'>Takita, Mari Terus Bercerita!</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-Nwb_xecUzHc/UFSNRMnzBYI/AAAAAAAAEZc/1yJbsG92WaQ/s1600/Takita-tampak-samping-Ikon-WM-kecil.jpg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Balasan untuk Takita&lt;/b&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca Surat Takita &lt;a href=&quot;http://blog.indonesiabercerita.org/takita/surat-dari-takita-mimpi-mimpi-takita/?utm_source=feedburner&amp;amp;utm_medium=feed&amp;amp;utm_campaign=Feed%3A+BlogIDcerita+%28Blog+Indonesia+Bercerita%29&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;di sini&lt;/a&gt;, mengingatkan saya tentang pentingnya bercerita, khususnya ketika saya masih menjadi fasilitator. Ketika itu, saya bertemu seorang ahli bercerita yang juga mendalami pendekatan pengembangan masyarakat,&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://prajnas.blogspot.com/2010/01/revolusi-itu-tidak-terlalu-buruk-mi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Positive Deviance&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;. Orang itu bernama &lt;a href=&quot;http://academics.utep.edu/Default.aspx?tabid=67042&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Arvind Singhal&lt;/a&gt;. Ia seorang profesor di Universitas Texas, di El Paso, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bercerita berhubungan dengan pengembangan masyarakat? Karena lewat cerita, ternyata masyarakat bisa dibangkitkan lagi percaya dirinya. Ternyata, cerita tidak hanya &quot;laku&quot; bagi anak-anak sebagai dongeng pengantar tidur saja. Ini hal baru yang menarik perhatian saya dari beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya apa? Mari kita mulai saja dengan sebuah cerita :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah seorang anak laki-laki bernama Joe, berusia kira-kira 11 tahun. Ia tampaknya mengalami masa sulit dalam masa pertumbuhannya sebagai anak, karena hanya didampingi sang Ibu,&amp;nbsp;Rosemary Willson. Rosemary adalah seorang penerbit, yang telah bercerai 3 tahun yang lalu dan sekarang menjadi orang tua tunggal bagi Joe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joe terkenal suka bikin masalah di sekolahnya. Ia seorang anak pemberontak, marah, dan semakin menjadi-jadi jika perilakunya disinggung di rumah. Joe juga tidak pernah nurut sama pengasuhnya – Ibu Joane. Meskipun ibu ini sangat sabar dan telah berupaya memenangkan hati dan perhatian anak ini, Joe memang sulit diatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Ibu, Rosemary, akhirnya memutuskan sudah waktunya untuk melakukan tindakan serius dan sistematis. Rosemery meminta Ibu Joane mencari dan mendaftarkan beberapa perilaku Joe. Ia juga&amp;nbsp;mencatat bagaimana Joel seharian berperilaku di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;“Anak ini harus mulai belajar,” kata Rosemary. “Melalui daftar ini, saya akan mendekatinya – pelan-pelan, menjelaskan kepadanya bahwa apa yang dilakukannya adalah tidak baik dan salah”. Percayalah kita akan melihat ada perkembangan. Joe&amp;nbsp;adalah anak yang pintar dan cerdas untuk seusianya; dia hanya perlu ditunjukkan dan dipandu, apa yang harus dilakukan.&amp;nbsp;Tatkala dia melihat daftar kenakalannya – dan memastikan kita bersamanya – dia pasti akan berubah…”&lt;/blockquote&gt;DUA ribu mil ke arah Selatan, di sebuah desa kecil yakni Lakota di New Mexico, juga ada seorang anak yang seusia Joe – yang perilakunya kurang lebih sama. Dia sering merusak mobil-mobil orang di parkiran depan sebuah minimarket. Tatkala ia diingkatkan, tingkah lakunya malah semakin menjadi-jadi, dan memberontak terhadap orang tuanya. Sebut saja namanya Navaro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu sore, seluruh keluarga yang sudah tak tahan lagi dengan kelakuannya, diminta berkumpul – duduk membetuk sebuah lingkaran besar. Di sana ada Paman Navaro, yang mengajaknya maju dan duduk di tengah-tengah lingkaran. Tiga orang pemuda tampak ikut duduk di samping sang paman.&amp;nbsp;Sang Pamanpun mulai bercerita tentang Navaro.&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;“Engkau adalah anak kami yang pertama lahir. Anak yang bagitu berharga bagi kami. Saat pertama kali mulai menendang-nendang perut&amp;nbsp;ibumu&amp;nbsp;– ibumu begitu bersukacita. Ayah dan ibumu berlari-lari dari rumah ke rumah, memberi tahu kami semua bahwa kamu hidup!! Demikian indahnya… Saat kau lahir dengan tangisan yang begitu kuat – sampai terdengar ratusan meter – radio tetangga berhenti dan &amp;nbsp;mereka berhamburan ingin melihatmu. Ah.. betapa bangganya Ayah dan Ibumu, dan kami semua waktu itu…&amp;nbsp;&amp;nbsp;“Waktu kau mulai belajar berjalan, terjatuh di rerumputan lembut dan melihat wajahmu yang terkejut bingung – kami semua tertawa… Hahaha! Alangkah lucunya!&quot;&lt;/blockquote&gt;Sang Paman tak henti-henti mengingat masa indah Navaro bersama keluarganya. Seringkali lingkaran itu terdengar tertawa-tawa, hingga tak terasa berurai air mata haru di antara mereka. Ia terus membagikan ingatan-ingatan terbaiknya mengenai Navaro. Tidak ada kritikan yang disampaikan. Sang Paman juga terus mengingatkan anak muda kecil ini tentang betapa berarti hidupnya bagi seluruh keluarga, suku dan masyarakat di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sang paman selesai bercerita, secara bergantian satu demi satu keluarga dan kerabat satu suku tersebut gantian bercerita, dengan cara yang hampir sama. Langitpun mulai redup dan gelap, bintang-bintang mulai kelihatan di langit. Malampun beranjak semakin pekat, sebelum mereka menutup ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, giliran sang ibu bercerita, dengan nada yang rendah hati, lembut, dan penuh kasih sayang. Semua isi ceritanya sama, masa-masa bahagia bersama Navaro sejak masih dikandung ibunya, hingga ia mulai tumbuh besar.&amp;nbsp;Tak ada satupun yang menyinggung perilaku Navaro yang belakangan meresahkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana dengan akhir cerita kedua anak tersebut? Mana yang kira-kira akan berubah setelah mendapat dua macam perlakuan yang berbeda dari keluarganya? Bagaimana rasanya kalau Takita yang menjadi kedua anak dalam cerita tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takita, saya percaya bahwa cerita yang menginspirasi bisa membangkitkan semangat kita untuk bangkit, termasuk untuk mendidik anak-anak jaman sekarang. Inspirasi dari cerita kepahlawanan para pejuang kita di masa revolusi misalnya, akan selalu mengingatkan kita betapa bangsa dan negara ini tidak dibangun dalam waktu semalam. Ada pengorbanan, perjuangan, darah dan airmata yang patut mendapat penghargaan selayaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menceritakan kisah-kisah inspiratif, secara tidak langsung kitapun sedang menularkan inspirasi tersebut kepada lingkungan kita. Orang-orang tua yang menyebarkan inspirasi kepada anak-anaknya, akan membangun semangat mereka untuk menjadi seperti tokoh yang dikisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti, Takita juga bisa. Mari terus bercerita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;*Gambar Takita dari&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://blog.indonesiabercerita.org/takita/surat-dari-takita-mimpi-mimpi-takita&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;blog.indonesiabercerita.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/8620656120783438114/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=8620656120783438114&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/8620656120783438114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/8620656120783438114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/09/takita-mari-terus-bercerita.html' title='Takita, Mari Terus Bercerita!'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-Nwb_xecUzHc/UFSNRMnzBYI/AAAAAAAAEZc/1yJbsG92WaQ/s72-c/Takita-tampak-samping-Ikon-WM-kecil.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-7019393230534141284</id><published>2012-09-07T04:30:00.000+07:00</published><updated>2012-09-07T04:30:00.542+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="HAM"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kekerasan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Munir"/><title type='text'>8 Tahun Munir di Linimasa</title><content type='html'>Dari linimasa Twitter, Anda akan menemukan beberapa avatar yang berubah menjadi wajah Munir, dan tagar #8thMunir tersebar di mana-mana. Hari ini, 7 September adalah tepat ke delapan tahun Munir meninggal. Hingga kini belum jelas siapa dalang pembunuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class=&quot;twitter-timeline&quot; data-dnt=true href=&quot;https://twitter.com/search?q=%238thmunir&quot; data-widget-id=&quot;243637315203891200&quot;&gt;Tweets about &quot;#8thmunir&quot;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;script&gt;!function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(!d.getElementById(id)){js=d.createElement(s);js.id=id;js.src=&quot;//platform.twitter.com/widgets.js&quot;;fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}}(document,&quot;script&quot;,&quot;twitter-wjs&quot;);&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/7019393230534141284/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=7019393230534141284&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/7019393230534141284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/7019393230534141284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/09/8-tahun-munir-di-linimasa.html' title='8 Tahun Munir di Linimasa'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-7068913551585946841</id><published>2012-07-13T22:38:00.000+07:00</published><updated>2012-12-12T22:46:19.853+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Demokrasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jokowi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pantau Media"/><title type='text'>Kemenangan Jokowi-Ahok, Kemenangan Media Darling</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-W9tH1GYRes4/UMimlMCb1cI/AAAAAAAAEn0/_AhSfP3ipTA/s1600/press.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;255&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-W9tH1GYRes4/UMimlMCb1cI/AAAAAAAAEn0/_AhSfP3ipTA/s320/press.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Banyak yang berpendapat, Jokowi-Ahok menang karena prestasi mereka di masa lalu. Saya setuju. Jokowi terutama, membuat banyak terobosan yang hampir muskil kita temukan di antara para pemimpin di Indonesia, dalam kurun waktu 10 tahun belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini mereka memang belum resmi memenangkan putaran pertama, karena KPU belum merilis hasil perhitungan resminya. Kalau malam Jumat ini Foke-Nara berhasil mengutus pasukan Jin dan mengubah angka-angkanya, tentu kita akan melihat hasil berbeda di pengumuman KPU nanti, 20 Juli 2012.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya juga tidak menampik pendapat yang menyatakan, Jokowi-Ahok adalah &lt;i&gt;media darling&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Media darling&lt;/i&gt;, bukan media, &lt;i&gt;darling&lt;/i&gt;. Dengan atau tanpa PDIP-Gerindra di belakangnya, Jokowi punya amunisi yang kuat untuk memenangkan hati para calon pemilihnya. Itu kata saya ya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dari mana bisa ngomong begitu? Biasa lah. Ngomong dulu, baru dicari pembenarannya belakangan. Salah satu favorit saya adalah adalah Wikipedia *eh Mbah Google ding. Pencitraan Jokowi tidak kalah dahsyat dari pasangan lainnya, tapi yang penting adalah pencitraan yang dibuatnya selama ini cukup konsisten. Ia adalah figur yang merakyat. Sejak di Solo, citra itu sudah melekat padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai di Jakarta, pencitraan ini semakin kuat melekat, apalagi kesenjangan antara &quot;rakyat&quot; dengan &quot;setengah rakyat&quot; di ibukota itu sangat tinggi. Jangankan dalam hal ekonomi, dalam dunia perbloggeran saja ada kelas rakyat dan elit *eh. Oke, oke, ini sedikit cuplikan data dari Google Trends, yang menampilkan ketertarikan pengguna internet terhadap nama Jokowi, kalau kita adu dengan yang tertarik dengan nama Foke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://i.imgur.com/3Mqbg.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://i.imgur.com/3Mqbg.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bertanda B itu, adalah artikel Jakarta Post: &lt;a href=&quot;http://www.thejakartapost.com/news/2012/03/19/jokowi-ahok-take-a-kopaja-kpud.html&quot;&gt;Jokowi, Ahok take a Kopaja to KPUD&lt;/a&gt;, 19 Maret 2012. Sejak hari itu, perhatian terhadap Jokowi meingkat tajam, meninggalkan Foke yang tidak menunjukkan peningkatan berarti. Dari jumlah berita yang memuat mereka berdua, sebenarnya cukup berimbang, hingga hari itu. Jokowi, lebih banyak mengisi berita, dan membuat perhatian para pengguna internet berpaling padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengguna internet ini sih kayaknya bukan penentu kemenangan Jokowi. Saya cuma mau menunjukkan bagaimana pencitraan Jokowi, punya pengaruh kuat terhadap persepsi masyarakat kepadanya. Dan seperti di awal, konsistensi menjadi penting. Bukan saja mempengaruhi jumlah pencarian dan tampilnya dalam media di Internet, di media sosial Jokowi juga jadi percakapan. Baik atau buruk, percakapan tentangnya memang tinggi, baik dari volume maupun jumlah &quot;orang&quot; yang terlibat. Itu kata data &lt;a href=&quot;http://salingsilang.com/baca/infografik-kandidat-pilgub-dki-jakarta-di-linimasa-april-juli&quot;&gt;SX Indeks di Salingsilang.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foke pernah tertangkap kamera sedang menggendong karung beras di pasar, tapi tetap saja citra kumis tebal bak jawara, melekat padanya. Sebagai jawara, Foke lebih suka memimpin sendiri, makanya Priyanto pun tak tahan mendampinginya. Itu bukan kata saya, tetapi ulasan seseorang entah dimana (mungkin di Politikana?) yang saya lupa namanya siapa, tapi saya mengamininya. Karakter budaya Betawi yang menginterpretasi pemimpin sebagai Jawara dan Ulama, itu menarik menurut saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, begitu? Oh ya, foto dari sini:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.opuo.ru/news/obshchestvennaya-palata-priglashaet-na-press-konferenciyu&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;www.opuo.ru&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/7068913551585946841/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=7068913551585946841&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/7068913551585946841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/7068913551585946841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/07/kemenangan-jokowi-ahok-kemenangan-media.html' title='Kemenangan Jokowi-Ahok, Kemenangan Media Darling'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-W9tH1GYRes4/UMimlMCb1cI/AAAAAAAAEn0/_AhSfP3ipTA/s72-c/press.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-4244254051801004963</id><published>2012-07-12T00:20:00.002+07:00</published><updated>2013-03-03T12:34:40.957+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="humaniora"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sastra"/><title type='text'>Untuk Menang Pasti Butuh Perjuangan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-9Ma29MlE8_c/T_2ytPkJ-eI/AAAAAAAAD9w/zlPwyhf3yLA/s1600/IMG_20120613_114137.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-9Ma29MlE8_c/T_2ytPkJ-eI/AAAAAAAAD9w/zlPwyhf3yLA/s640/IMG_20120613_114137.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang dunia ini kejam. Orang Jawa bilang, &lt;i&gt;saiki &lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;jaman edan&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;nek ora melu edan ora keduman&lt;/i&gt;. Kalau kau tanya Ayahmu, apa kita perlu ikut &lt;i&gt;edan&lt;/i&gt; supaya bisa &lt;i&gt;keduman&lt;/i&gt;, jawabnya mungkin kau sudah tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan jawaban pertanyaan itu yang penting. Masih ada pertanyaan lain yang harus dijawab. Apa tidak ada jalan lain? Apa ikut edan itu satu-satunya jalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, mungkin kau akan jawab, &quot;Iya&quot;. Itu karena kau pikir hanya ada satu jalan mudah. Itu karena jalan yang sulit kau anggap bukan pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mungkin hanya ada satu jalan untuk sebuah tujuan. Kalau kau mau, banyak jalan yang tak pernah dilirik orang, hanya karena tak pernah ada yang berpikir begitu. Orang yang hanya mau jalan gampang, tak pernah berpikir untuk membuat jalan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat jalan baru itu memang susah nak, tapi ketika kau yang membuka jalan itu, sudah pasti kau yang akan sampai duluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kau ingin menang, jangan lewati jalan yang sudah dibuat orang. Buatlah jalanmu sendiri, dan kau pasti jadi pemenang. Tapi ingatlah, tak ada cara mudah untuk menang tanpa kecurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti butuh perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/4244254051801004963/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=4244254051801004963&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/4244254051801004963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/4244254051801004963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/07/menang-memang-butuh-perjuangan.html' title='Untuk Menang Pasti Butuh Perjuangan'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-9Ma29MlE8_c/T_2ytPkJ-eI/AAAAAAAAD9w/zlPwyhf3yLA/s72-c/IMG_20120613_114137.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-5598184499613128043</id><published>2012-06-27T02:14:00.000+07:00</published><updated>2012-06-27T02:15:40.790+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bahagia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="positif"/><title type='text'>Sumber-sumber Kebahagian</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-DFUX9EtTD4g/T-n_vK8j3wI/AAAAAAAAD6g/1I3OUaJyKTg/s1600/DSC_0132.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-DFUX9EtTD4g/T-n_vK8j3wI/AAAAAAAAD6g/1I3OUaJyKTg/s640/DSC_0132.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sih yang tidak ingin bahagia? Pasti semua orang mau. Semua bangsa mau. Tapi siapa yang mau berkeringat untuk mencapainya? Sebagian besar orang lebih suka jalan pintas untuk mencapai kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, masalahnya adalah standar kebahagiaan yang relatif untuk setiap orang. Ada yang bilang, bahagia itu kalau punya rumah mewah. Ada lagi yang mimpinya bisa bahagia kalau punya mobil mewah. Dan seribu satu mimpi lainnya soal kebahagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya membuat standar sendiri soal kebahagian. Bagi yang masih bingung, ini ada lima pertanyaan sederhana yang bisa dijawab, untuk mengukur kebahagiaan itu sudah tercapai atau belum.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Do you enjoy the sunshine?&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Do you have thoughts about suicide?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;What is your favorite color?&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Do you think your happy?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;What result do you think you&#39;ll get?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Karena ini berupa kuis, coba saja tengok &lt;a href=&quot;http://www.proprofs.com/quiz-school/story.php?title=are-you-happy_2&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;situs ini&lt;/a&gt; untuk mendapatkan jawabannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/5598184499613128043/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=5598184499613128043&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/5598184499613128043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/5598184499613128043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/06/sumber-sumber-kebahagian.html' title='Sumber-sumber Kebahagian'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-DFUX9EtTD4g/T-n_vK8j3wI/AAAAAAAAD6g/1I3OUaJyKTg/s72-c/DSC_0132.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-6755635762856334170</id><published>2012-06-27T01:26:00.001+07:00</published><updated>2012-06-27T01:26:15.336+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="komunis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ormas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pancasila"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Politik"/><title type='text'>Komunis Sama Dengan Anti Tuhan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-ZqbCeoE5AmE/T2CR_rNK3lI/AAAAAAAACzU/x7Yj28JbcYg/s1600/IMG_komunis-crop.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-ZqbCeoE5AmE/T2CR_rNK3lI/AAAAAAAACzU/x7Yj28JbcYg/s1600/IMG_komunis-crop.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nggak tahu mau komentar apa. Spanduk besar yang terbentang di Taman Maluku, dari arah Jalan Aceh, Bandung, ini, membuat saya tertegun. Seriuskah ini atau sebenarnya cuma aksi sarkasme belaka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/6755635762856334170/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=6755635762856334170&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/6755635762856334170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/6755635762856334170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/06/komunis-sama-dengan-anti-tuhan.html' title='Komunis Sama Dengan Anti Tuhan'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-ZqbCeoE5AmE/T2CR_rNK3lI/AAAAAAAACzU/x7Yj28JbcYg/s72-c/IMG_komunis-crop.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-1571776542171214411</id><published>2012-06-17T21:42:00.002+07:00</published><updated>2012-06-17T22:06:08.540+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="papua"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Politik"/><title type='text'>Papua Oh Papua</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://dumexpasaribu.files.wordpress.com/2008/09/grasberg-mine-area-01.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;http://dumexpasaribu.files.wordpress.com/2008/09/grasberg-mine-area-01.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papua oh Papua. Kata Ulil Abshar Abdalla, karena kita dulunya &quot;menjajah&quot; Papua, kenapa tidak dilepas saja? Faktanya, di Papua ada&amp;nbsp;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; mce_name=&quot;strong&quot; mce_style=&quot;font-weight: bold;&quot; style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Tambang Grasberg,&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tambang_emas&quot; mce_href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tambang_emas&quot; title=&quot;Tambang emas&quot;&gt;tambang emas&lt;/a&gt;&amp;nbsp;terbesar di dunia dan tambang&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tembaga&quot; mce_href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tembaga&quot; title=&quot;Tembaga&quot;&gt;tembaga&lt;/a&gt;&amp;nbsp;ketiga terbesar di dunia. Itu kalau data di Wikipedia layak dipercaya sebagai sumber informasi terkini soal Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, selain itu kita hampir tak tahu apa-apa soal Papua. Padahal, katanya kita satu nusa dan satu bangsa dengan mereka. Banyak informasi justru disuplai oleh jurnalis asing (baik jurnalis sejati maupun aset, yang bekerja sama dengan badan intelijen), yang kini mulai disorot karena mereka dengan berbagai cara, katanya berupaya menyebarkan provokasi terhadap Papua. Agendanya: Papua Merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kongkalikong jurnalis dengan badan intelijen bukan isapan jempol belaka. Silakan tengok situsnya Carl Bernstein berjudul &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://carlbernstein.com/magazine_cia_and_media.php&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;The CIA and The Media&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;. Ia adalah mantan wartawan Washington Post, yang membongkar sejumlah fakta mengenai kerjasama jurnalis dengan badan intelijen. Ada kerjasama yang diketahui para petinggi media, ada agen yang memang nyamar jadi wartawan atau penulis lepas, ada pula yang &quot;dikontrak&quot; khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas mereka sederhana, mengupdate badan intelijen itu dengan informasi. Jurnalis-jurnalis itupun bukan kelas ecek-ecek. Beberapa di antara mereka adalah para pemenang penghargaan Pulitzer. Enaknya memakai wartawan, kalau tertangkap mereka punya &quot;kekebalan&quot; tertentu karena mantera kode etik internasional dan isu hak asasi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, beredar &quot;kabar burung&quot; bahwa untuk &quot;menjernihkan&quot; berita yang keluar dari Papua, ada gagasan membuat semacam Clearing House (CH) di sana. Anggota forum ini adalah wakil dari Kemenko Polhukam, Kemenlu, Kemendagri, Kemenkominfo, Kemenparekraf, dan Sekretariat Negara. CH juga akan ada wakil dari BAIS TNI, BIN, Kejaksaan Agung, Ditjen Imigrasi, dan Mabes Polri. CH ini bukan gagasan baru, karena pernah jadi &lt;a href=&quot;http://naskahperjanjian.deplu.go.id/files/Lampiran_Peraturan_Menlu.pdf&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kebijakan Kemenlu&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum bara itu makin terasa panasnya sekarang, jurnalis &lt;a href=&quot;http://www.johnpilger.com/biography&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;John Pilger&lt;/a&gt; dari Australia sudah pernah merilis berita yang menghebohkan. &lt;a href=&quot;http://www.informationclearinghouse.info/article12268.htm&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;i&gt;The Secret War Against The Defenseless People Of West Papua&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; (2006), mungkin Anda pernah mendengarnya. Nama John pasti sudah tidak asing bagi yang doyan membaca keburukan TNI di Timor Timur (sekarang Timor Leste). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papua Barat, sejak lama memang sudah membara. Ini kutipan dari artikel John:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Indonesia&#39;s brutal occupation of West Papua, a vast, resource-rich province - stolen from its people, like East Timor - is one of the great secrets of our time. Recently, the Australian minister of &quot;communications&quot;, Senator Helen Coonan, failed to place it on the map of her own region, as if it did not exist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An estimated 100,000 Papuans, or 10 per cent of the population, have been killed by the Indonesian military. This is a fraction of the true figure, according to refugees.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For over a year, an estimated 6,000 people have been hiding in dense jungle after their villages and crops were destroyed by Indonesian special forces. Raising the West Papuan flag is &quot;treason&quot;. Two men are serving 15 and ten-year sentences for merely trying. Following an attack on one village, a man was presented as an &quot;example&quot; and petrol poured over him and his hair set alight.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When the Netherlands gave Indonesia its independence in 1949, it argued that West Papua was a separate geographic and ethnic entity with a distinctive national character. A report published last November by the Institute of Netherlands History in The Hague revealed that the Dutch had secretly recognised the &quot;unmistakable beginning of the formation of a Papuan state&quot;, but were bullied by the administration of John F Kennedy to accept &quot;temporary&quot; Indonesian control over what a White House adviser called &quot;a few thousand miles of cannibal land&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The West Papuans were conned. The Dutch, Americans, British and Australians backed an &quot;Act of Free Choice&quot; ostensibly run by the UN. The movements of a UN monitoring team of 25 were restricted by the Indonesian military and they were denied interpreters. In 1969, out of a population of 800,000, some 1,000 West Papuans &quot;voted&quot;. All were selected by the Indonesians.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At gunpoint, they &quot;agreed&quot; to remain under the rule of General Suharto - who had seized power in 1965 in what the CIA later described as &quot;one of the worst mass murders of the late 20th century&quot;. In 1981, the Tribunal on Human Rights in West Papua, held in exile, heard from Eliezer Bonay, Indonesia&#39;s first governor of the province, that approximately 30,000 West Papuans had been murdered during 1963-69. Little of this was reported in the west.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The silence of the &quot;international community&quot; is explained by the fabulous wealth of West Papua. In November 1967, soon after Suharto had consolidated his seizure of power, the Time-Life Corporation sponsored an extraordinary conference in Geneva.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The participants included the most powerful capitalists in the world, led by the banker David Rockefeller. Sitting opposite them were Suharto&#39;s men, known as the &quot;Berkeley mafia&quot;, as several had enjoyed US government scholarships to the University of California at Berkeley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Over three days, the Indonesian economy was carved up, sector by sector. An American and European consortium was handed West Papua&#39;s nickel;American, Japanese and French companies got its forests. However, the prize - the world&#39;s largest gold reserve and third-largest copper deposit, literally a mountain of copper and gold - went to the US mining giant Freeport-McMoran. On the board is Henry Kissinger, who, as US secretary of state, gave the &quot;green light&quot; to Suharto to invade East Timor, says the Dutch report.&lt;/blockquote&gt;Tidak ada yang baru soal bagi-bagi kekayaan Papua oleh negara-negara yang secara munafik lalu menuduh Indonesia melanggar hak asasi manusia. Di belakang semua aksi pelanggaran hak asasi itu, ada banyak darah yang menciprat ke tangan mereka. Tapi mereka pura-pura tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita harus pertahankan Papua? Secara ekonomis, kita butuh kekayaannya untuk negara. Tapi kalau rakyat Papuanya sendiri tidak bisa menikmati kekayaan itu, lalu apa gunanya? Seandainya, Papua menjadi negara bagian Freeport tapi rakyatnya bisa hidup sejahtera, kita (yang tinggal di luar Papua) mau ngomong apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Foto diambil tanpa ijin tertulis dari&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://dumexpasaribu.wordpress.com/papua-2006/grasberg-mine-area-01/&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dumexpasaribu.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/1571776542171214411/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=1571776542171214411&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/1571776542171214411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/1571776542171214411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/06/papua-oh-papua.html' title='Papua Oh Papua'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-4454997606337519702</id><published>2012-05-15T03:50:00.003+07:00</published><updated>2012-06-27T01:18:04.367+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="juventus"/><title type='text'>Juara Sejati Tak Mundur Karena Calciopoli</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-Mftbx89zy50/T7DXWqK3NwI/AAAAAAAADQg/mQUXmHKoAmE/s1600/small_scudetto.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;424&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-Mftbx89zy50/T7DXWqK3NwI/AAAAAAAADQg/mQUXmHKoAmE/s640/small_scudetto.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Mei 2012, Trieste.&amp;nbsp;Beberapa saat sebelum wasit meniupkan peluit tanda pertandingan berakhir, juventini sudah bersorak sorai karena tahu AC Milan ditekuk Inter Milan dengan skor telak, 4-2. Kekalahan Milan itu, otomatis membuat persaingan menuju &lt;i&gt;scudetto&lt;/i&gt; 2011/2012 selesai sudah. Allegri harus lempar handuk, karena dengan satu pertandingan tersisa, tak mungkin mengejar Juventus yang terpaut 4 poin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Mei 2012, Juventus meresmikan &lt;i&gt;scudetto&lt;/i&gt; ke-30 di kandang setelah menekuk Atalanta 3-1. Lalu kenapa banyak media menyebut tetap ke-28? Karena skandal &lt;i&gt;calciopoli&lt;/i&gt; yang&amp;nbsp;menuduh Antonio Giraudo dan&amp;nbsp;Luciano Moggi, dua direktur Juventus pada periode itu (2005/2006), telah berbuat curang dengan mengatur hasil pertandingan melalui penentuan wasit yang memihak Juventus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Scudetto&lt;/i&gt; kali ini jadi penuh makna bagi juventini sedunia, karena ini adalah &lt;i&gt;pembalasan dendam&lt;/i&gt; lama. Serangan terhadap Juventus melalui &lt;i&gt;calciopoli&lt;/i&gt;, jelas telah merusak prestasi salah satu klub terbaik Eropa ini. Padahal, saat &lt;i&gt;calciopoli&lt;/i&gt; terjadi, tidak mempengaruhi prestasi Italia di Piala Dunia 2006. Marcello Lippi membawa Italia juara, dan itu sekaligus membuktikan, bahwa skuad Italia tidak butuh bantuan wasit untuk memenangkan pertandingan. Pemain Italia diving? Mungkin iya, dan itu memang tidak pantas dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu berapa jumlah pemain Juventus waktu itu di timnas Italia?&amp;nbsp;(1)&amp;nbsp;Gianluigi BUFFON; (5)&amp;nbsp;Fabio&amp;nbsp;CANNAVARO; (19)&amp;nbsp;Gianluca&amp;nbsp;ZAMBROTTA; (16)&amp;nbsp;Mauro&amp;nbsp;CAMORANESI; (7)&amp;nbsp;Alessandro&amp;nbsp;DEL PIERO.&amp;nbsp;Lima pemain Juventus terlibat dalam pemenangan Piala Dunia 2006. Ini adalah kualitas yang diberikan Juventus pada timnas mereka. Juve, adalah salah satu klub yang tak pernah absen menyumbang pemain ke timnas Azzurri, hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena skandal &lt;i&gt;calciopoli&lt;/i&gt;, dua gelar Juventus dicabut oleh FIGC, PSSI-nya Italia, tepatnya gelar pada musim 2004/2005, dan 2005/2006. Saat itu Juve ditukangi Fabio Capello, pelatih bertangan dingin yang pernah membawa AS Roma dari klub yang biasa mentok di papan tengah menjadi juara liga. Soal rekornya di AC Milan, tak usah lagi diragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inter Milan, menjadi klub yang diuntungkan karena &lt;i&gt;calciopoli&lt;/i&gt;, gelar 2005/2006 diberikan pada mereka. Banding Juventus dalam sidang &lt;i&gt;calciopoli&lt;/i&gt; ditolak, dan FIGC tetap bersikukuh &lt;a href=&quot;http://soccernet.espn.go.com/news/story?id=374439&amp;amp;cc=4716&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;memberikan gelar musim itu&lt;/a&gt; pada Inter. Sementara gelar pada musim&amp;nbsp;2004/2005 resmi dihapus, tak diberikan pada klub manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luciano Moggi, dalam persidangan yang panjang, sudah mengemukakan banyak bukti bahwa skandal ini bukalah persoalan moral dan etika persepakbolaan di Italia, tetapi balas dendam Inter Milan. Fakta yang muncul di persidangan, bahwa petinggi Inter Milan, pernah makan malam bersama pengatur wasit, sudah dikemukakan tapi tak pernah dijadikan bukti untuk menghukum Inter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan rekaman yang dibawa sebagai bukti persidangan, jelas menunjukkan bahwa tak ada hubungan khusus antara Juventus dengan para pengadil di lapangan itu. Semua petinggi klub sudah biasa berkomunikasi dengan para pengadil, dan tidak ada yang spesial dari rekaman tersebut. Justru fakta mengenai petinggi Inter, yang mengemuka dalam bukti-bukti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan Inter dalam kasus ini sudah cukup jelas. Bocoran dari TIM ke&amp;nbsp;Gazzetta dello Sport, dan pengambilalihan FIGC dari Andrea Galliani,&amp;nbsp;bisa dibaca dari keterangan di blog &lt;a href=&quot;http://www.juvefc.com/articles/0006juvecalciopoli.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;juvefc.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;In 2006 the Calciopoli scandal was firstly ignited from the pages of a famous football newspaper in Italy called “&lt;b&gt;Gazzetta dello Sport&lt;/b&gt;”, a newspaper with Carlo Buora on the board, a very important figure in the &lt;b&gt;TIM&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;Telecom Italia&lt;/b&gt;) board of directors and a managing director in the company of Pirelli. This suspicious newspaper actually printed the transcripts of the conversations of Luciano Moggi and other rival clubs like Fiorentina, Lazio and Milan. This did not result in anything and they were not taken into consideration. Moratti hoped for media tittle-tattle and an attack to Juventus that would probably cause them a lot of harms.&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;The transcripts were however send to trials in Rome but there was no evidence of a possible scandal and it was concluded that no illegal action existed. Frustration increased and Moratti hoped for another media gossip so that rival clubs could be found guilty.&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;b&gt;Andrea Galliani, the then president of FIGC&lt;/b&gt; &lt;b&gt;was forced to step down&lt;/b&gt; due to speculations and a suspicious guy named Guido Rossi took over the role. &amp;nbsp;He was rather quick in decisions, and as a known Inter fan he punished Juve with a relegation to Serie B. &amp;nbsp;Suspicions do not end here because his next decision was stepping down from FIGC and as already a shareholder in Inter; he took over TIM (Telecom Italia), the company that wiretapped Moggi’s phone calls.&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;Massimo Moratti, the owner of Inter also appears to be in the board of TIM which increases uncertainties even more. Another gentleman named Tronchetti Provera, the owner of Pirelli actually owns TIM. So again, you want to tell me this is a coincidence?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Laporan dari&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.goal.com/en/news/1717/editorial/2011/06/17/2535702/revealed-the-evidence-that-shows-luciano-moggi-is-the-victim&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;goal.com&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;17 Juni 2011,&amp;nbsp;juga menguatkan, bagaimana modus kerja TIM yang sengaja memantau percakapan musuh-musuh Inter, untuk digunakan oleh tim Inter Milan. Sedemikian curangnya Inter, yang tampaknya frustasi karena sekian lama tidak merasakan &lt;i&gt;scudetto&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inter tetap tidak terkena hukuman apapun karena &lt;i&gt;calciopoli&lt;/i&gt;. Juventus, harus terlempar ke Serie B, dan merangkak dari angka minus untuk bisa kembali ke Serie A. Alessandro Del Piero, Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, Paolo De Ceglie, Pavel Nedved, Mauro Camoranesi, dan David Trezeguet, adalah bintang yang tak meninggalkan Juve di saat krisis ini. Kutipan kalimat Ale sungguh menyentuh kala itu, &quot;&lt;i&gt;A true gentleman never leaves his lady&lt;/i&gt;. (&lt;i&gt;Un vero cavaliere non lascia mai una signora&lt;/i&gt;)&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa puas menjadi &lt;i&gt;scudetto&lt;/i&gt; kali ini, tak terbayangkan besarnya jika mengingat sakitnya ditendang ke Serie B. Menjadi &lt;i&gt;scudetto&lt;/i&gt; dengan rekor tak terkalahkan sepanjang musim (total 42 pertandingan dari semua ajang), menjadi tim dengan kebobolan paling sedikit, dan dari gol yang hampir selalu dihasilkan dari keringat sendiri, bukan mengandalkan gol dari penalti. Sebuah rekor yang bisa mengobati berbagai sandungan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu hal yang menyebabkan kesedihan juventini, perginya Ale, &lt;i&gt;Il Grande Capitano&lt;/i&gt;. Del Piero dipastikan tidak memperpanjang kontraknya dengan Juventus. Meski hampir seluruh fans di muka bumi tidak menginginkan Del Piero pergi, dan masih berharap ada keajaiban dari Direktur Juventus untuk menawari Ale kontrak satu musim lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://t.co/hrgI7qvx&quot; title=&quot;http://twitter.com/delpieroale/status/201813986155577345/photo/1&quot;&gt;twitter.com/delpieroale/st…&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;— Alessandro Del Piero (@delpieroale) &lt;a data-datetime=&quot;2012-05-13T23:19:39+00:00&quot; href=&quot;https://twitter.com/delpieroale/status/201813986155577345&quot;&gt;May 13, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;script charset=&quot;utf-8&quot; src=&quot;//platform.twitter.com/widgets.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Juventus, selamat Juventini. &lt;i&gt;Scudetto&lt;/i&gt; musim ini adalah bukti, bahwa si Nyonya Tua adalah juara sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Picture Courtesy of&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.ilpost.it/2012/05/13/la-festa-della-juventus-a-torino/la-juventus-campione-ditalia-2012-7/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;www.ilpost.it&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/4454997606337519702/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=4454997606337519702&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/4454997606337519702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/4454997606337519702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/05/juara-sejati-tak-mundur-karena.html' title='Juara Sejati Tak Mundur Karena Calciopoli'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-Mftbx89zy50/T7DXWqK3NwI/AAAAAAAADQg/mQUXmHKoAmE/s72-c/small_scudetto.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-3493516713407729003</id><published>2012-04-25T01:22:00.000+07:00</published><updated>2013-10-13T23:54:12.858+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="BBM"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kemiskinan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Korupsi"/><title type='text'>Mengukur Kemiskinan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-hRqvI0PfsWc/T94IO4lDJKI/AAAAAAAADzI/onrz2YkwMOE/s1600/para-pengais-kerang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-hRqvI0PfsWc/T94IO4lDJKI/AAAAAAAADzI/onrz2YkwMOE/s320/para-pengais-kerang.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Para pencari kerang di Sumur - Pandeglang (jna)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, menggunakan standar Garis Kemiskinan (GK) yang dibuat oleh SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional). Menurut artikel yang dimuat di laporan resmi BPS, dijelaskan mengenai standar kemiskinan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi standar GK SUSENAS ini memiliki banyak kelemahan, dan sudah lama dikritisi banyak pihak. Penjelasan&amp;nbsp;Carunia Mulya Firdausy&amp;nbsp;di situs&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.ristek.go.id/index.php/module/News+News/id/10015/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;LIPI&lt;/a&gt;&amp;nbsp;berikut, mungkin salah satu penjelasan yang menarik untuk disimak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak terdapat dua argumentasi utama yang mendasari perlunya&amp;nbsp;mengganti atau mengubah indikator garis kemiskinan resmi pemerintah, yakni (1) karena angka statistik bukan merupakan indikator &quot;hidup&quot; yang mampu untuk menjelaskan potret nyata kemiskinan. Angka statistik hanya berfungsi sebagai indikator penunjuk suatu keadaan dengan batasan metoda tertentu yang dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, (2) konsep dan definisi garis kemiskinan (GK) resmi yang dipakai pemerintah selama ini bermasalah. Argumentasinya seperti yang dijabarkan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, GK resmi yang digunakan yakni GK absolut berdasarkan ukuran pengeluaran dari hasil Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).&amp;nbsp;Dengan dasar data ini, berarti potret kemiskinan yang ditangkap terbatas hanya pada metoda SUSENAS yang dipakai dan kondisi statis sosial-ekonomi penduduk saat Susenas dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, GK resmi pemerintah tersebut tidak sensitif untuk membandingkan tingkat kehidupan penduduk miskin tidak saja antarwaktu, namun juga pada waktu yang bersamaan membandingkan tingkat hidupnya relatif terhadap lingkungan sekitar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, GK resmi pemerintah hanya merefleksikan ketidakcukupan pemenuhan kebutuhan hidup yang paling dasar manusia (butsarman) saja, yaitu kalori dari 52 jenis komoditas bukan makanan. Pengukuran ini lemah karena kalori dapat dipenuhi dengan komponen makanan tinggi kalori, namun berharga rendah. Akibatnya, GK resmi yang digunakan dalam ukuran nilai ekuivalen pengeluaran setiap penduduk menjadi rendah sehingga jumlah penduduk miskin yang &amp;nbsp;didata semakin rendah dan tidak realistis dengan kenyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, pemilihan 52 jenis komoditas bukan makanan yang diequivalenkan dalam nilai rupiah pengeluaran dalam GK resmi nilai keabsahannya juga tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pasalnya, pemilihan 52 jenis komoditas bukan makanan tersebut sifatnya&amp;nbsp;&lt;i&gt;arbitrary&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(tergantung pilihan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti komoditas kebutuhan non-makanan penduduk miskin yang lebih besar atau lebih sedikit dari 52 jenis komoditi non-makanan tidak mampu dijerat dalam data GK resmi pemerintah. Akibatnya, nilai rupiah dari GK resmi pemerintah yang digunakan menghitung penduduk miskin hanya spesifik dan terbatas pada 52 jenis kebutuhan non-makanan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Keempat&lt;/i&gt;, GK resmi pemerintah lemah karena tidak memperhitungkan zat nutrisi lain seperti protein yang diperlukan penduduk miskin. Padahal, nutrisi protein merupakan komponen penting dalam&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;tubuh manusia. Tidak diakomodasikannya nutrisi protein dalam GK resmi pemerintah &quot;suka atau&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;tidak suka&quot; menjadi salah satu penyebab mengapa Indeks Pembangunan Manusia Indonesia (IPM) pada 2011 anjlok di peringkat 124 dari 189 negara yang di survei&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;United Nation Development and&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;Programme&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;background-color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;(UNDP).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kelima&lt;/i&gt;, GK resmi pemerintah tidak mampu menangkap adanya persepsi masyarakat yang berbeda tentang arti miskin. Arti miskin bagi masyarakat lebih banyak didefinisikan sebagai suatu fenomena multi dimensi. Tidak saja dalam arti nilai pengeluaran per kapita per bulan per tahun, tetapi meliputi dimensi lain yaitu tidak adanya kesempatan, rendahnya kapabilitas, adanya ketidakamanan dan ketidakberdayaan (baca World Development Report, 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Solusi yang diajukan adalah, penetapan GK resmi pemerintah mendatang harus didasarkan pada dua pilihan jenis garis kemiskinan. Dalam hal ini&amp;nbsp;&lt;b&gt;tidak lagi menggunakan pengukuran kemiskinan absolut&lt;/b&gt;&amp;nbsp;yang selama ini dipakai,&amp;nbsp;&lt;b&gt;melainkan pada garis kemiskinan relatif dan kemiskinan subjektif&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Garis kemiskinan relatif yang dimaksud yakni pengukuran kemiskinan dengan menggunakan&amp;nbsp;&lt;i&gt;benchmark&lt;/i&gt;&amp;nbsp;besarnya rata-rata pendapatan atau pengeluaran masyarakat tempat seseorang tersebut tinggal. Sedangkan GK subjektif didasarkan pada nilai atau angka pendapatan atau pengeluaran yang dipersepsikan seseorang terhadap dirinya sendiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, dari dua pilihan garis kemiskinan di atas, penggunaan GK relatif sebagai cara mengukur jumlah penduduk miskin lebih terukur dibandingkan GK subjektif. Argumentasinya, karena GK relatif mendasarkan pengukuran jumlah/proporsi penduduk miskin dibandingkan tingkat pendapatan/pengeluaran rata-rata di mana seseorang tersebut tinggal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke kaitannya dengan kenaikan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penjelasan Menkokesra Hatta Rajasa,&amp;nbsp;74% pengeluaran orang miskin digunakan untuk pangan. Artinya, jika angka&amp;nbsp;Garis Kemiskinan Makanan (GKM) - nya tinggi, akan sangat berdampak pada status kemiskinannya.&amp;nbsp;Selama ini, untuk makanan pokok seperti beras, disubsidi pemerintah dengan adanya program RASKIN. Program ini sejak tahun 2012 berubah nama&amp;nbsp;menjadi Pangan Keluarga Miskin (Pakin). Hal ini terkait dengan rencana pemerintah untuk memberikan pangan murah bagi orang miskin, tidak hanya dalam bentuk beras namun bisa dengan pangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Realisasi RASKIN selama 2005 - 2009 berkisar antara 1,6 juta ton - 3,2 juta ton. Dengan harga tebus Rp.1.000/kg sampai dengan 2007 dan Rp.1.600/kg sejak tahun 2008, RASKIN diklaim pemerintah bukan hanya telah membantu rumah tangga miskin dalam memperkuat ketahanan pangannya, namun juga sekaligus menjaga stabilitas harga. Penurunan permintaan beras ke pasar oleh sekitar 18,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) pada tahun 2009, berdampak pada pengendalian peningkatan harga beras di pasar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selain makanan pokok, manusia tentu membutuhkan jenis makanan lain, misalnya sebagai sumber protein, dan vitamin. Maka jenis makanan seperti buah-buahan, sayur, daging, dan lainnya juga harus bisa dipenuhi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kebutuhan lainnya lagi, non-makanan yang bisa terdiri dari sandang dan papan. Sementara ada pula kebutuha akan kesehatan, yang terkadang juga sangat memberatkan. Biaya rumah sakit, obat-obatan, sangat mencekik banyak warga miskin jika suatu saat jatuh sakit. Maka tak heran muncul istilah Sadikin, sakit sedikit miskin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagaimana dengan kebutuhan akan BBM? Sejak program konversi minyak tanah ke gas dilaksanakan, maka masyarakat miskin mendapat bantuan khusus untuk mengubah penggunaan minyak tanah. Harga minyak tanah yang melambung tinggi, kini tergantikan oleh gas. Sialnya, banyak yang jadi korban meledaknya tabung gas karena penggunaannya belum terampil benar. Belum lagi soal kualitas tabung, regulator, dan kompornya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;http://lamandaukab.bps.go.id/index.php/layanan/artikel-umum/89-penghitungan-kemiskinan-bps-dan-bank-dunia&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/3493516713407729003/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=3493516713407729003&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/3493516713407729003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/3493516713407729003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/04/mengukur-kemiskinan.html' title='Mengukur Kemiskinan'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-hRqvI0PfsWc/T94IO4lDJKI/AAAAAAAADzI/onrz2YkwMOE/s72-c/para-pengais-kerang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-147228529610033538</id><published>2012-04-15T13:12:00.000+07:00</published><updated>2014-10-16T14:21:31.669+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="BBM"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kemiskinan"/><title type='text'>Siapa itu Orang Miskin</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-2qwxxLirCjw/T94GlwwqNFI/AAAAAAAADxY/O3-V3OnxWMg/s1600/nenekPencariKerang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-2qwxxLirCjw/T94GlwwqNFI/AAAAAAAADxY/O3-V3OnxWMg/s1600/nenekPencariKerang.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Nenek pemungut tutut di Ujung Kulon (jna)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Masyarakat miskin mendadak jadi komoditi belakangan ini, ketika usulan kenaikan harga BBM tahun 2012 ini jadi isu nasional. Pemerintah yang akan menaikkan BBM, dan para penolaknya, menggunakan arguman yang nyaris sama. Keduanya demi rakyat, rakyat miskin yang akan mendapat beban berat dengan kenaikan berbagai harga barang pokok akibat kenaikan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang dimaksud masyarakat miskin itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah, menggunakan standar Garis Kemiskinan (GK) yang dibuat oleh SUSENAS (Survei Sosial Ekonomi Nasional). Menurut artikel yang dimuat di &lt;a href=&quot;http://www.bps.go.id/brs_file/kemiskinan_02jan12.pdf&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;laporan resmi BPS&lt;/a&gt;, dijelaskan mengenai standar kemiskinan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya adalah,&amp;nbsp;BPS &amp;nbsp;menggunakan konsep kemampuan memenuhi&amp;nbsp;kebutuhan dasar (&lt;i&gt;basic needs approach&lt;/i&gt;). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang&amp;nbsp;sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan&amp;nbsp;dan &lt;b&gt;bukan&lt;/b&gt; makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang digunakan adalah menghitung &lt;b&gt;Garis Kemiskinan&lt;/b&gt; (GK), yang terdiri dari dua&amp;nbsp;komponen, yaitu &lt;b&gt;Garis Kemiskinan Makanan&lt;/b&gt; (GKM) dan &lt;b&gt;Garis Kemiskinan Bukan Makanan&lt;/b&gt; (GKBM). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk&amp;nbsp;daerah perkotaan dan perdesaan. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Rumusnya jadi, GK = GKM + GKBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini ilustrasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharian ini saya bertemu orang-orang yang kira-kira dianggap miskin menurut standar pemerintah, dan kemungkinan menjadi korban kenaikan harga BBM seperti yang menjadi argumen penolak kenaikan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namanya Yanto. Ia seorang tukang becak, beristri satu, dengan anak satu yang sudah kelas 3 &amp;nbsp;SD. Ia mengontrak sebuah rumah di Kota Bandung, artinya ia hidup di lingkungan perkotaan yang standar hidupnya lumayan tinggi. UMR terakhir katanya mencapai Rp 1.217.000 per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk makan sehari-hari, ia memilih membeli makanan dari warung, karena harga beras Raskin saja mencapai Rp 8.800 per kilogram. Dengan selisih hanya 400 perak, ia lebih memilih beras yang lebih layak, karena kualitas beras raskin payah. Sebulan paling tidak 25 kilogram beras dikonsumsi keluarganya. Ini artinya ia harus siap uang Rp 230.000 per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;i&gt;Naha? Apan ceunah beas raskin teh 1.600 per kilo na&lt;/i&gt;?&quot; tanya saya heran.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;i&gt;Heuheu... eweuh beas harga sakitu di warung mah. Sok weh cobaan teangan sorangan&lt;/i&gt;...&quot;&lt;br /&gt;Ia benar. Beras paling rendah seharga Rp 9.000-an di sekitar daerah itu. Beras dengan kualitas terbaik bisa mencapai sekitar Rp 15.000-an per kilogram. Makanya ia sering &lt;i&gt;bela-belain&lt;/i&gt; ke Majalaya, dimana masih ada pabrik-pabrik penggilingan padi, dan membeli beras langsung dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga masih menggunakan minyak tanah, yang harga per liternya sudah mencapai Rp 11.000. Meski istrinya trauma dengan LPG 3 kg, tapi tidak ada alternatif lain untuk kebutuhan jika harus memasak, karena tingginya harga minyak tanah. Dalam sebulan, satu tabung LPG seharga Rp 15.000 dan satu liter minyak tanah harus dibiayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;i&gt;Minyak tanah Rp 11.000?? Kamari urang maca di internet, ceunah aya aturan per Februari 2012 harga BBM bersubsidi ti pamarentah mah minyak tanah kuduna Rp 2.500 sa liter&lt;/i&gt;?&quot; tanya saya makin heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;i&gt;Ah, sia mah loba teuing maca di internet. Ti mana aya minyak tanah Rp 2.500&lt;/i&gt;?&quot; jawabnya enteng sambil &lt;i&gt;ngelepus, &lt;/i&gt;meledek ceramah saya soal informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata pendapatannya perhari dari menarik becak kira-kira Rp 25.000. Jika dikalikan sebulan penuh, maka sebulan rata-rata ia mendapat Rp 750.000. Tapi dipotong untuk makan dan rokok, paling banter ia bisa membawa pulang Rp 10.000 per hari, artinya hanya Rp 300.000 per bulan. Itupun, kalau ia tidak absen menarik becak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan begitu cara berhitungnya. Setiap kali pulang ke rumah, ia rajin memberi anaknya Rp. 5.000 per hari. Uang itu dibelanjakan anaknya Rp. 3.000, sisanya ditabung. Tinggal Rp 5.000 yang jadi jatah istrinya, untuk pegangan harian. Dengan memasak nasi sendiri, lalu membeli lauk pauk&amp;nbsp;seadanya, mereka bisa makan malam bersama. Dalam sebulan, praktis tak ada uang tersisa untuk keperluan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;i&gt;Sial. Ia malah defisit Rp 250.000 per bulan untuk beras dan masak&lt;/i&gt;&quot;, pikir saya.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sementara uang untuk kontrakan, ia harus membayar Rp. 300.000 per bulan, ditambah&amp;nbsp;Rp 80.000 iuran listrik ke si pemilik kontrakan. Beruntung, di kompleks tempatnya mangkal, ada beberapa keluarga yang langganan becaknya untuk menjemput anak-anak mereka. Ada yang membayar Rp. 150.000 &amp;nbsp;per bulan, satu lagi sanggup hingga Rp. 200.000. Tambahan sekitar Rp 450.000 per bulan bisa didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;i&gt;Baguslah. Defisit berkurang jadi Rp. 100.000 per bulan&lt;/i&gt;,&quot; gumam saya dalam hati.&amp;nbsp;&quot;&lt;i&gt;Terus ti mana deui nambal sesana&lt;/i&gt;?&quot; tanya saya penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Rente&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(nir),&quot; jawabnya, cepat dan singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun terhenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata di daerah kontrakannya adalah daerah miskin kota. Yanto, masih bisa dihitung tidak terlalu miskin, dibanding tetangga-tetangganya. Karena itu ia memilih untuk menolak menjadi penerima BLT/BLSM. Ketegangan antar warga yang memperbutkan bantuan tunai ini, bisa berujung malapetaka. Ia memilih aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran rentenir, meski bunganya mencekik leher, tapi sangat memudahkan karena tak perlu persyaratan macam-macam, uang bisa langsung cair.&amp;nbsp;Pemerintah yang akan memberi BLSM Rp 150.000 per bulan jika BBM benar-benar naik, tidak bisa banyak diharapkan. Untuk mengaksesnya butuh administrasi kependudukan, yang buat penduduk migran seperti tetangga di sekitarnya bisa sangat menyebalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;i&gt;Tah, kumaha lamun BBM naik nya&#39;an&lt;/i&gt;?&quot;sambar saya merespon jawaban singkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;i&gt;Ah, kumaha engke weeeh&lt;/i&gt;!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;i&gt;HAH&lt;/i&gt;?!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/147228529610033538/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=147228529610033538&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/147228529610033538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/147228529610033538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/04/siapa-itu-orang-miskin.html' title='Siapa itu Orang Miskin'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-2qwxxLirCjw/T94GlwwqNFI/AAAAAAAADxY/O3-V3OnxWMg/s72-c/nenekPencariKerang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-4599525633700239712</id><published>2012-04-01T18:30:00.001+07:00</published><updated>2013-12-05T12:45:17.955+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="BBM"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Demokrasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kekerasan"/><title type='text'>Kisruh Bentrok Mahasiswa-Aparat di Salemba Saat #DemoBBM</title><content type='html'>Isu kenaikan harga BBM mengundang pertentangan, termasuk dari para mahasiswa. Bentrokan terjadi di mana-mana, salah satunya di Salemba, Jakarta. Media sosial memberitakan apa yang mereka lihat, baik secara langsung, maupun dari media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisruh berita pun terjadi. Berikut kronologinya, dipungut dari linimasa Twitter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src=&quot;http://storify.com/beritagar/salemba-hamil-tua.js?template=slideshow&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;[&lt;a href=&quot;http://storify.com/beritagar/salemba-hamil-tua&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;View the story &quot;Salemba Hamil Tua #BBM&quot; on Storify&lt;/a&gt;]&lt;h1&gt;Salemba Hamil Tua #BBM&lt;/h1&gt;&lt;h2&gt;Kamis, 29/3/2012. Sementara pemerintah dengan DPR sedang memfinalkan keputusan menaikkan harga BBM, bentrok mahasiswa lawan aparat terjadi. Demo BBM di Salemba, oleh mahasiswa YAI dan UKI, Jakarta, berujung pembakaran motor, mobil, dan bentrok, lalu simpang siurberita adakah mahasiswa tewas...&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Storified by rahadian p. paramita · Fri, Mar 30 2012 23:52:16&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Mahasiswa UKI dan YAI Tutup Jalan Diponegoro http://kom.ps/AyQhFKompas.com&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mulai bertebaran laporan dari lokasi demo, di derah Salemba dan Diponegoro...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;DEMO depan kampus YAI masih berlangsung hingga kini. #infoYAI ( 18.53 )Stand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mahasiswa YAI sedang berorasi untuk menolak kenaikan BBM di depan kampus !! #infoYAI http://lockerz.com/s/196692672Stand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(19.00) Mahasiswa YAI dan kampus sebelah, masih memblokade jalan di ponegoro. #infoYAI http://mypict.me/mNyrtStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mahasiswa YAI dan kampus sebelah. Lagi orasi depan Pak Polisi, semoga pak polisinya sabar !! http://mypict.me/mNyKXStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Amazonaws&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tadi hampir &#39;pecaaahhh&#39; gara2 ada intel, untungnya intel berhasil melarikan diri, jadi gak digebukin dehm #infoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jalanan udah di kosongkan.. DEMO berlanjut panas sodara2, karena tidak ada asupan air !! #infoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(19.42) Aer..aer..aer..aer... *orasi mahasiswa seraya membawa spanduk bertuliskan Tolak Kenaikan BBM* #infoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan bentrok mulai terjadi...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;RUSUH.. INI LAGI.. TAWURAN.. #infoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;POLISI vs YAI + UKI #infoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KAMPUS KAMI DI SERANG.. 3 MAHASISWA KENA PELURU KARET. #infoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Korban mulai berjatuhan... diklaim sebagai mahasiswa dan Satpam YAI...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1 korban peluru.. #infoYAI http://mypict.me/mNznYStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Amazonaws&lt;/div&gt;&lt;div&gt;#infoYAI 1lagi !! ULAH POLISI !! http://mypict.me/mNzxsStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Amazonaws&lt;/div&gt;&lt;div&gt;MOHON MAAF AKUN INI JADI REPORTER SEMENTARA BENTROK MAHASISWA vs POLISI. #infoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;PELURU GAS AIR MATA YANG TIDAK MELEDAK. PELURU INI YANG MENYERANG KAMI. #infoYAI http://lockerz.com/s/196725367Stand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KONDISI SAAT INI, KAMI MAHASISWA YAI, BERADA DI FAKULTAS, SEMENTARA POLISI MASIH BERADA DI GERBANG KAMPUS. #infoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Komentar tweeps di linimasa...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kalo udh kayak gini, bingung. Pendemo yg anarkis, atau polisi yg anarkis. Pak brooooh, kampus gw gapake peluru nyasar boleh ngga??GJA&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gokil.. Kok jdny rusuh gini?? (̾˘̶̀̾ ̯˘̶́̾ ̾̾&#39;̾̾)̾ RT @detikcom: Demo di Salemba Kian Anarkis, 1 Motor Polisi Dibakar http://t.co/odCIFbvyBenedict&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salemba rusuh ih! Coba tanya ini mahasiswa yg demo anarkis, kalo ditawarin kerja di pertamina, ada yg nolak ga?Ryanifitri Jotaruno&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aduh katanya MAHAsiswa tp masih aja rusuh! RT @detikcom: Demo Mahasiswa di Salemba Ricuh, Pos Polisi Dilempari Batu http://t.co/Fg7God2jR. Yonna Safitri &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi di Diponegoro - Salemba - Proklamasi masih rusuh demo ya? DuuuuhMario &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masih banyak mahasiswa yang terjebak dalam gedung kampus, tetapi polisi masih menembaki gedung! TOLONG PAK POLISI JANGAN TEMBAK KAMI!Stand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Demi apa tragedi di salemba 8 org korban tembak, 1 meninggal? Salah siapa? Siapa yg disalahin? Nyalahin siapa?GJA&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salemba? Depan RSCM lagi yg rusuh? Yahh, anak2 yg disini sih jgn kan kenaikan BBM, anggota DPR kentut juga mrk demo, hobinya demo kalee!rennysutiyoso&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu berita mahasiswa meninggal mulai muncul di linimasa... Tampaknya sumber berita dari wawancara live TV One... dan Antara...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sdh 1 org tewas dan 7 kena peluru tajam di Salemba, Jakpus. Mengapa polisoi pakai peluru tajam???????????????Iwan Piliang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8 mahasiswa tertembak 1 di nyatakan tewas, tv one now!! #prayforYAIHilvita Augusta&lt;/div&gt;&lt;div&gt;berita TV 1 : Dikabarkan 8 mahasiswa Salemba tertembak peluru dan dinyatakan 1 org tewas pada aksi demo kenaikan harga BBM..Biondi Powel&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8 mhs tertembak, 1 tewas di dalam Parit depan kampus YAI Salemba saat ini. #demokenaikanbbmRizalRR&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Informasi terakhir @salemba 8 mahasiswa tertembak peluru tajam dan 1 mahasiswa tewas tertembak. RIP 1 nyawa utk rakyat..hidup mahasiswa!!Revo.ramadhany&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di tvone ada wawancara lgs ama mhswi YAI &quot;@mrshananto: Innalillahi... Dari yg demo itu 8 tertembak, 1 tewas? Mana berita lengkapnya yah? :(&quot;gerryfirmansyah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8 mahasiswa tertembak, 1 tewas, 5 sekarat..yg 2 gmn? peluru tajam, bkn pluru karet..Satria Khindi P&lt;/div&gt;&lt;div&gt;‎​(˘̩̩̩.˘̩̩̩ƪ) @sucie_07: Korban : 8 org tertembak , 1 tewas . 3 d antaranya » fikom &#39;06 (punggung) , sikologi (dada kanan) n satpam yai (paEsterMely&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8 tertembak 1 tewas ckckck mahasiswa ga pake pistol woi.. tau diri pak polisi (-&quot;-メ)SteVE a.k.a Sunshine&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Gila. 8 mahasiswa tertembak peluru tajam hingga sekarat, 1 diantaranya tewas.muhajar ramdhani&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kericuhan mahasiswa dgn polisi di salemba mengakibatkan 8 mahasiswa tertembak peluru karet dan 1 tewas. ( Live Tv one ).Gian Lutfi Fauzi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada apa ini ? Ada apa ini ? &quot;@mrshananto: Innalillahi... Dari yg demo itu 8 tertembak, 1 tewas? Mana berita lengkapnya yah? :(&quot;fitria tiur&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8 mahasiswa  tertembak peluru tajam dan 1 tewas. Ya allah :|maylinda yanti&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Berita itu menyebar juga melalui situs Antara Jawa Tengah ini... sementara dari Antara Pusat, tidak (gagal) ditemukan berita tentang mahasiswa tewas ini...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ANTARA Jateng On Line : Seorang Mahasiswa Diduga Tewas Tertembak di SalembaANTARA - Seorang mahasiswa diduga tewas tertembak peluru tajam dalam bentrokan antara aparat kepolisian dan mahasiswa di Kampus Universit...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara dari lapangan...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KAMI yang sudah berada di KAMPUS, MASIH mendapatkan TEMBAKAN GAS AIR MATA, dikarenakan RUANG KELAS YANG TERANG. #infoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekarang yang kami alami, berkumpul di setiap kelas, dengan keadaan LAMPU MATI, untuk menghindari &#39;serangan&#39; dari *******. #InfoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika ada berita yang mengatakan ada yang tewas, MOHON MAAF mimin gak bisa kasih info apakah itu anak YAI atau UKI #InfoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Suasana dalam kampus di mana mahasiswa gelap-gelapan karena terjebak. http://lockerz.com/s/196734811Stand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;INI BUKAN TERJADI KARENA ADANYA PROVOKATOR. TAPI KAMI MAHASISWA YANG BERORASI. #InfoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rekaman berita dari media massa...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;[Video] Mahasiswa - Polisi Bentrok di Salemba http://www.tvonenews.tv/arsip/view/54802/2012/03/29/mahasiswa_polisi_bentrok_di_salembatvOneNews&lt;/div&gt;&lt;div&gt;bentrok salemba demo bbmbolosrewu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kembali ke laporan dari lokasi bentrokan... Sementara isu mahasiswa tertembak dan tewas masih jadi perdebatan...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;SEKALI LAGI, JIKA ADA BBM ATAS NAMA AGUNG TEKNIK TELAH MENINGGAL DUNIA, KAMI BELUM BISA MEMBERIKAN KEPASTIAN BERITA ITU BENAR ATAU TIDAK. RTStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;SAMPAI SAAT INI, PIHAK KAMPUS DAN SECURITY KAMPUS SEDANG BERNEGOSIASI DENGAN POLISI, AGAR KAMI BISA PULANG. #InfoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kombes pol rikwanto - kabid humas polda metro jaya ! &quot;Ngga ada korban tembak anak yai&quot; demi apa pak, temen saya kena di dadanya!DADA!GJA&lt;/div&gt;&lt;div&gt;JIKA ADA BERITA YANG MENGATAKAN ADANYA BAKAR-BAKAR MOBIL. DEMI TUHAN KAMI TIDAK TAHU, KAMI BERADA DI KAMPUS YANG TERKEPUNG. #InfoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Polisi baju preman menembak lurus ke arah demonstran mahasiswa ϑї jalan Salemba.... http://yfrog.com/ob9qwwrjleosurabaya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kata Yth kombes pol Rikwanto ngga ada korban jiwa, ini teman saya! Ralat luka tembak di punggung! @tvOneNews http://lockerz.com/s/196741745GJA&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari lokasi, dilaporkan suasana sudah berangsur membaik...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;AKUN INI TIDAK BERMAKSUD UNTUK MEMPROVOKASI TEMAN2 AGAR, KAMI HANYA MEMANFAATKAN SOC MEDIA UNTUK MEMBERIKAN INFO. #InfoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KEADAAN SAAT INI, BERANGSUR BAIK, DAN MAHASISWA DIPULANGKAN BERSAMAAN ATAS PENGAWASAN PIHAK KAMPU #InfoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara, di rekaman pemberitaan dari Tv One muncul di linimasa... Dalam video berikut inilah, tampak seseorang dengan penutup wajah dan bertopi, melepaskan tembakan mengunakan sebuah pistol...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;[Video] Mobil Polisi Dibakar Mahasiswa di Salemba http://www.tvonenews.tv/arsip/view/54804/2012/03/29/mobil_polisi_dibakar_mahasiswa_di_salembatvOneNews&lt;/div&gt;&lt;div&gt;TVONE: Mobil Polisi Dibakar Mahasiswa di Salembaprajnamu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kembali ke reportase lapangan... dan kekisruhan soal berita mahasiswa meninggal...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Barusan telp tim antv di lapangan. Polisi menggeledah rumah di belakang LBH. Soal isu tewas dan terperangkap lg dicekunilubis&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KAMI DIKUMPULKAN DI LAPANGAN PARKIR. #InfoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;DILUAR KAMPUS KAMI MASIH MERASAKAN PERIHNYA SISA GAS AIR MATA. #InfoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KONDISI KAMPUS SEKARANG DIPENUHI PIHAK MEDIA, DAN KAMI SEGERA MENINGGALKAN KAMPUS. #InfoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;SEKALI LAGI, PIHAK KAMI (MAHASISWA) TIDAK ADA YANG MENJADI KORBAN SAMPAI MENIGGAL. #InfoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KORBAN YANG KAMI DAPAT INFORMASIKAN BERJUMLAH 3 ORANG, 2 MAHASISWA, 1 SECURITY CAMPUS. #InfoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurut Bang @timbosiahaan ngutip Kapolres Jakpus, tdk ada mahasiswa tewas. Sy cross-check wart antv di LBH n YAI jg tdk ada tewas so farunilubis&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KORBAN YANG DISEBUTKAN TADI, TERKENA PELURU KARET DAN MELUKAI 1 KORBAN DIBAGIAN PAHA. JIKA INGIN MELIHAT PHOTO, SILAKAN TEK TL #InfoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mohon bantuannya untuk RT.  Twit #infoYAI ini tidak bermaksud menghasut atau memprovokasi. Hanya memberikan info dari pihak mahasiswa.Stand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;SEKALI LAGI.. TIDAK ADA YANG MENINGGAL ATAS NAMA AGUNG !! KAMI SEMUA HIDUP. #infoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;POLISI TIDAK MENGGUNAKAN PELURU TAJAM, MELAINKAN PELURU KARET. Kami tau atas dasar LUKA KORBAN. #infoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;#infoYAI Kami HANYA di TEMBAKI PELURU KARET DAN GAS AIR MATA. Berikut gambarnya &gt; http://lockerz.com/s/196754358Stand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(23.39) KONDISI KAMPUS dan JALANAN, SUDAH MEMBAIK. Mahasiswa dan Polisi, sudah meninggalkan kampus. #infoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(23.45) Mobil polisi sudah meninggalkan lokasi. #infoYAIStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;#infoYAI hanya, memberikan informasi dari sudut pandang kami, dan apa yang kami alami. MOHON RT.Stand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan MOHON MAAF, jika AKUN INI (SUCYAI) yang harusnya memberikan informasi seputar StandUpComedy. Malah memberikan info yang tidak berkaitanStand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mulai twit selanjutnya kami akan kembali sebagai akun yang memberikan Info seputar SUC.Stand Up Comedy YAI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara, dini hari... berita 1 mahasiswa yang diduga tewas, delapan mahasiswa lainnya tertembak dan dilarikan ke RSCM masih tersebar lewat media massa... yang dibantah MenkoPolkam, juga beberapa tweeps...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seorang Mahasiswa Diduga Tewas Tertembak di Salemba http://bit.ly/HlTlbAliputan6.com&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Foto dalam berita Liputan 6 itu disebut berasal dari Antara... Foto Antara yang mana?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Liputan6&lt;/div&gt;&lt;div&gt;@okezonenews: Djoko: Info Mahasiswa Tewas di Salemba Tidak Benar http://okz.me/e2igOkezone&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mnrt pemerintah n wtw di lapangan gak ada yg tewas &quot;@hardiwinataa:  berita mahasiswa YAI itu HOAX kan mbake yaaa?&quot;Ezki Suyanto&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Korban dari pihak Polisi...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kapolsek senen yg jd korban demo anarkis smalem. http://yfrog.com/hwux6emgjayub elgenaro&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kembali ke pangkal masalah soal kenaikan harga BBM yang sedang dibahas di DPR... Perkiraan terakhir, usul kenaikan harga BBM bisa ditolak berdasarkan angka voting...&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Melihat posisi sampe mlm ini, fraksi pendukung kenaikkan FPD+FPAN+FPPP+FKB=260 suara vs yg menolak FPDIP+FGolkar+FPKS+FGerindra+FHanura=300Eko Ardiyanto&lt;/div&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/4599525633700239712/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=4599525633700239712&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/4599525633700239712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/4599525633700239712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/04/kisruh-bentrok-mahasiswa-aparat-di.html' title='Kisruh Bentrok Mahasiswa-Aparat di Salemba Saat #DemoBBM'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-6852708731669068347</id><published>2012-03-26T00:29:00.002+07:00</published><updated>2012-03-28T07:49:38.314+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="BBM"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Korupsi"/><title type='text'>Kenaikan Harga BBM: Hantu itu Datang Lagi</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://prajnas.blogspot.com/2008/05/hantu-yang-bernama-kenaikan-harga-bbm.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Tahun 2008&lt;/a&gt; yang lalu, kenaikan BBM dilakukan pemerintah. Kali ini, 2012, kembali isu kenaikan BBM ramai dibicarakan karena Pemerintah SBY berencana menaikkan BBM, contohnya Minyak Premium dari Rp. 4.500 menjadi Rp. 6.000.&amp;nbsp;Tetapi bicara BBM, produknya sebenarnya bukan cuma Minyak Premium. Masih ada minyak tanah dan Solar.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #555555; font-family: Verdana, Arial, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12px; line-height: 16px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bicara kenaikan harga BBM, terlalu banyak informasi simpang siur, sampai bingung siapa yang bohong. Terlalu banyak istilah yang &lt;i&gt;ditilep&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita, selain mengkonsumsi BBM, juga adalah penghasil BBM. Kalau produksi BBM melebihi konsumsinya, tentu seharusnya kita surplus alias untung. Tetapi faktanya, produksi BBM kita tak mampu mengimbangi konsumsinya yang lebih tinggi. Data dari &lt;a href=&quot;http://www.bp.com/sectiongenericarticle800.do?categoryId=9037170&amp;amp;contentId=7068610&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;British Petroleum&lt;/a&gt;&amp;nbsp;berikut ini bisa jadi ilustrasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-lKicrnr9FIw/T29Hm006uGI/AAAAAAAAC04/IfgUtGIdK3A/s1600/Screen+Shot+2012-03-25+at+11.27.34+PM.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-lKicrnr9FIw/T29Hm006uGI/AAAAAAAAC04/IfgUtGIdK3A/s1600/Screen+Shot+2012-03-25+at+11.27.34+PM.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2003, terjadi kenaikan konsumsi yang diiringi dengan penurunan kapasitas produksi, hingga kini. Angkanya cenderung konstan setelah tahun 2007, tetapi trennya produksi BBM kita menurun, sementara konsumsi meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika&amp;nbsp;1 barel sama dengan 159 liter, maka untuk tahun 2010,&amp;nbsp;kapasitas produksi kita hanya mencapai 986.000 barel perhari (359.890.000 barel per tahun) atau sekitar 57,2 milyar liter setahun.&amp;nbsp;Sementara&amp;nbsp;konsumsi BBM kita adalah 1.304.000 barel perhari (475.960.000 barel per tahun), atau sekitar 75,6 milyar liter setahun.&amp;nbsp;Perlu diingat, &lt;b&gt;BBM bukan hanya bensin atau Minyak Premium&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan patokan harga minyak mentah ICP (&lt;i&gt;Indonesian Crude Price&lt;/i&gt;) sebesar&amp;nbsp;USD 105/barel, maka &amp;nbsp;potensi pendapatan dari produksi kita adalah&amp;nbsp;359.890.000&amp;nbsp;x 105, atau senilai USD 37,7 juta. Dengan kurs rata-rata USD 1 sama dengan Rp 9.000, maka nilainya mencapai Rp 340 trilyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asumsi yang sama, maka pada tahun 2010, dengan potensi pengeluaran untuk konsumsi BBM sebesar&amp;nbsp;475.960.000&amp;nbsp;barel per tahun, setara nilainya dengan uang sebesar Rp 450 trilyun,&amp;nbsp;plus biaya pengolahan minyak mentah menjadi sebesar rata-rata USD 10/barel, sehingga total bisa mencapai Rp 493 trilyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka&amp;nbsp;defisitnya bisa mencapai&amp;nbsp;Rp&amp;nbsp;493&amp;nbsp;trilyun&amp;nbsp; -&amp;nbsp;Rp&amp;nbsp;340 trilyun&amp;nbsp;=&amp;nbsp;Rp 153 trilyun, dari potensi pendapatan produksi minyak kita. Artinya, pada tahun 2010 negara harus nombok sebesar&amp;nbsp;&lt;b&gt;Rp 153 trilyun&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(bahkan pasti lebih) untuk menyediakan BBM yang dikonsumsi warganya, karena produksinya tak mampu menutupi itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita buat lebih rumit, dengan mempertimbangkan bahwa total kapasitas produksi itu, tidak bisa digunakan semuanya untuk kebutuhan di dalam negeri, karena dikuasai oleh&amp;nbsp;Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dari pihak asing melalui BP Migas. Sesuai&amp;nbsp;kontrak, bagi hasilnya adalah 85 persen untuk pemerintah dan 15 persen untuk KKKS Migas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kekurangan 15 persen ini harus ditutup dengan mengimpor minyak dari luar negeri. Potensi defisit sebenarnya akan bertambah, karena angka&amp;nbsp;57,2 milyar liter setahun&amp;nbsp;sebagai potensi produksi itu, yang bisa dijadikan pasokan dalam negeri mungkin hanya mencapai 80 persennya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin rumit lagi, karena harga BBM di Indonesia tidak mengikuti ICP. Jika harga ICP plus pengolahan menjadi USD 115 per barel dikonversi menjadi harga per liter, maka seharusnya harga BBM per liter kita mencapai rata-rata Rp 6.500. Sementara, untuk harga rata-rata BBM kita baru mencapai Rp 5.300-an. Sisanya dari mana? &quot;Subsidi&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatannya: BBM terdiri dari Pertamax (Rp 9.800), Premium (Rp 4.500),&amp;nbsp;Solar (Rp 4.500),&amp;nbsp;dan&amp;nbsp;Minyak tanah (Rp 2.500). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana data terkini dari Pemerintah?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau menggunakan hitungan pemerintah&amp;nbsp;menurut dokumen &lt;b&gt;Realisasi&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;APBN 2011&lt;/b&gt;, yang disebut sebagai subsidi BBM dan besarannya terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Premium dan BBN:&amp;nbsp;Rp 79,78 trilyun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minyak Tanah: Rp 9,04 trilyun;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minyak Solar dan BBN: Rp 53,34 trilyun.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dari ketiga komponen ini, total subsidi yang dikeluarkan mencapai &lt;b&gt;Rp 142,17 trilyun&lt;/b&gt;, dari Rp 78,35 trilyun yang semula dianggarkan. Komponen Minyak Premium sendiri menyumbang angka tertinggi, mencapai &lt;b&gt;56 persen&lt;/b&gt;.&amp;nbsp;Dengan catatan,&amp;nbsp;subsidi per liter BBM untuk Premium rata-rata adalah Rp. 3.700 dan Solar adalah Rp. 4.000.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kenaikan realisasi hampir 55 persen dari perencanaan ini sangat mungkin diakibatkan oleh kurs Dollar terhadap Rupiah yang berubah, ditambah pula oleh peningkatan konsumsi yang tidak sesuai dengan perkiraan semula, yang kuotanya hanya 40 milyar liter. Sementara&amp;nbsp;fluktuasi harga minyak (ICP) yang dipatok USD 105/barel, otomatis mengubah angka potensi pendapatan, sehingga tidak perlu dihitung sebagai sumber kenaikan subsidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hitungan kasar di atas, dimana subsidi sebesar Rp 153 trilyun itu cukup masuk akal, jika melihat realisasi pada tahun 2011 yang mencapai Rp 142 trilyun. Artinya, untuk memahami kerangka subsidi BBM selama ini, sebenarnya bisa dilihat dari perbandingan Produksi vs Konsumsi yang datanya relatif tersedia. Masalahnya, apakah kita cukup peduli dengan data-data ini sehingga tidak asal menolak atau menerima Pencabutan Subsidi BBM?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa keakuratannya memang lemah karena banyak detil yang dilewatkan, tetapi sebenarnya fakta bahwa kita sudah pada tahap lebih besar pasak daripada tiang, sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2003 yang lalu. Lha, apa saja yang sudah dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;So, what?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, ada dua alternatif klasik: Menekan konsumsi hingga di bawah batas kemampuan produksi, atau meningkatkan produksi hingga melebihi nilai konsumsinya. Keduanya pilihan yang sulit, meskipun alternatif pertama untuk menekan konsumsi, seharusnya paling realistis dilakukan. Alternatif kedua bisa dilakukan, selama komitmen pemerintah untuk memperbarui kontrak karya, dan optimalisasi kemampuan produksi bisa ditingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan transportasi massal yang nyaman dan cepat, seharusnya menjadi prioritas untuk bisa menekan konsumsi BBM yang sudah berlebihan ini. Alternatif inipun butuh komitmen besar, sedikit nekad dan saat ini memang tidak populer. Tetapi di mana-mana, negara maju pasti memproritaskan transportasi massal untuk warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, energi alternatif. Halo? Sampai dimanakah &lt;i&gt;roadmap&lt;/i&gt; pengembangan energi alternatif kita? Bagaimana dengan panas bumi? Bagaimana dengan nuklir? Atau alternatif lainnya? Hingga kini masih belum jadi pembicaraan yang populer di masyarakat. Konversi gas dari minyak tanah sudah pernah dilaksanakan, meski masih sangat perlu perbaikan di sana-sini dalam implementasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, apakah mencabut subsidi menjadi pilihan terbaik? Saat ini, tampaknya memang iya. Persoalan besarnya adalah pada kompensasinya. Jika anggaran untuk subsidi dicabut, akan kemana uang sisa yang tidak lagi digunakan untuk mensubsidi? Hal lain, bagaimana pemerintah mampu mengontrol tingkat kenaikan harga barang, yang seringkali jadi permainan para saudagar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-1Bmp-B1SXKE/T29UE8iXRJI/AAAAAAAAC1A/574YDFShgsI/s1600/Screen+Shot+2012-03-26+at+12.20.00+AM.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-1Bmp-B1SXKE/T29UE8iXRJI/AAAAAAAAC1A/574YDFShgsI/s1600/Screen+Shot+2012-03-26+at+12.20.00+AM.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen BBM yang seringkali dituding sebagai penyebab kenaikan harga, sama sekali tidak transparan, dan sulit diperhitungkan kebenarannya. Selama ini hanya efek psikologis yang menyebabkan refleks kenaikan harga barang karena harga BBM, sementara hampir tidak ada informasi mengenai berapa persen komponen BBM mempengaruhi kenaikan harga barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan seperti Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi untuk masyarakat miskin, jelas tidak masuk akal, karena argumen program pengentasan kemiskinan yang sudah dipersiapkan lama, seharusnya bisa menjadi jaring pengaman sosial terhadap dampak pencabutan subsidi ini. Program-program pengentasan kemiskinan, harus menunjukkan kinerjanya karena selama ini sering dijadikan bukti keberhasilan pemerintah. Jangan sampai cuma dijadikan program peningkatan citra partai yang sedang berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernik lainnya, jangan sampai debat pencabutan subsidi BBM ini jadi&amp;nbsp;&lt;i&gt;deal&lt;/i&gt; politik dengan partai di DPR, untuk kepentingan partai sendiri. Sudah tidak aneh kalau partai-partai yang punya agenda politik, &amp;nbsp;lalu berdagang ala pasar sapi dengan pemerintah. Termasuk isu untuk menyelamatkan kader partai dalam kasus korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Disclaimer&lt;/i&gt;: Tulisan ini opini yang dibuat berdasarkan berbagai sumber, Anda boleh tidak percaya atau mempertanyakan keakuratannya. Silakan sajikan data yang Anda punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/6852708731669068347/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=6852708731669068347&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/6852708731669068347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/6852708731669068347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/03/kenaikan-bbm-hantu-itu-datang-lagi.html' title='Kenaikan Harga BBM: Hantu itu Datang Lagi'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-lKicrnr9FIw/T29Hm006uGI/AAAAAAAAC04/IfgUtGIdK3A/s72-c/Screen+Shot+2012-03-25+at+11.27.34+PM.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-160393948290117241</id><published>2012-03-22T16:57:00.000+07:00</published><updated>2012-03-22T17:06:44.095+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="chiellini"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="juventus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Twitter"/><title type='text'>Giorgio Chiellini vs Ibra</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://i.imgur.com/AkDBd.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://i.imgur.com/AkDBd.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giorgio Chiellini merespon tweeps yang membuat parodi gambar dirinya beradu dengan Ibra ala Mortal Combat, sebelum pertandingan semifinal Coppa Italia yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet tw-align-center&quot;&gt;&lt;p&gt;@&lt;a href=&quot;https://twitter.com/chiellini&quot;&gt;chiellini&lt;/a&gt; Grande Giorgio! &lt;a href=&quot;http://t.co/snVMJYhP&quot; title=&quot;http://i.imgur.com/AkDBd.jpg&quot;&gt;i.imgur.com/AkDBd.jpg&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&amp;mdash; Amici di nessuno (@temptwtr12) &lt;a href=&quot;https://twitter.com/temptwtr12/status/181856521360117764&quot; data-datetime=&quot;2012-03-19T21:35:48+00:00&quot;&gt;March 19, 2012&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;script src=&quot;//platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/160393948290117241/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=160393948290117241&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/160393948290117241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/160393948290117241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/03/tes-embed-tweet.html' title='Giorgio Chiellini vs Ibra'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-8740406409573806565</id><published>2012-03-20T12:00:00.000+07:00</published><updated>2012-03-20T12:02:59.089+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="lalu lintas"/><title type='text'>Mending Lapor Polisi Atau Selesaikan Secara Kekeluargaan?</title><content type='html'>Ini sekelumit perjalanan pulang dari kampung. Di tengah perjalanan, ketika sedang berhenti di lampu merah di daerah , mobil yang saya kendarai ditabrak dari belakang. Alhasil, kaca lampu pecah, dan sisi kiri bumper mobil baret terkena cat si motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya marah. Jelas-jelas saya sedang berhenti, bukan ngerem tiba-tiba. Saya yakin benar si motor ngantuk atau teledor. Dan memang, pengakuan si penabrak, dia sibuk melihat rambu petunjuk arah, dan tidak sadar kalau di depan ada lampu merah dimana kendaraan sedang berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan di sisi jalan, ada beberapa orang bapak-bapak yang punya toko meubel, dan menengahi kasus kami. Ia menyarankan supaya kami selesaikan secara kekeluargaan saja, karena ke kantor polisi bisa kena biaya yang cukup untuk perbaikan kedua kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertegun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya hanya menahan KTP si penabrak, dan menjanjikan akan menyerahkan kembali KTP ini setelah urusan dengan bengkel selesai. Saya tidak menuntut penggantian seluruh kerusakan, tapi kalau biaya dari bengkel sudah keluar, saya minta dia ikut bertanggung jawab. Itikad baik darinya buat saya sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, saya masih terngiang kata-kata si bapak di jalan tadi. Iseng, saya browsing ke internet, lalu saya dapati kisah serupa ditulis oleh para blogger. Salah satunya di Kompasiana, ketemulah sebuah tulisan berjudul&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2011/09/06/menyesal-saya-lapor-polisi/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Menyesal Saya Lapor Polisi&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya kurang lebih sama. Ia merasa tidak salah, lalu ditabrak oleh pelanggar lalu lintas. Setelah debat, merekapun akhirnya ke Polisi, tapi pada akhirnya harus menebus motor dengan harga tertentu. Ia jadi menyesal, karena uang tebusan itu bisa untuk menambahi perbaikan motornya yang rusak parah. Lha, prosedur seperti apa yang seharusnya dilalui?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi merenung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah tidak ada korban jiwa dalam kasus saya, seandainya ada, apakah penyelesaian secara kekeluargaan bisa mengganti nyawa yang melayang? Meski diproses secara hukum juga tidak akan mengembalikannya, tetapi ganjaran yang harus dibayar atas sebuah keteledoran, adalah preseden bagi pelaku di masa depan. Berhati-hatilah di manapun, termasuk di jalan raya. Tidak mematuhi aturan, bisa mengakibatkan kerugian pihak lain, bukan cuma Anda sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keteledoran si pengendara motor yang menabrak saya, itu menjengkelkan. Tapi musibah memang musibah, yang rusak tetap harus diperbaiki, dan seharusnya bisa dicegah terulang kembali. Tapi kalau fakta seperti tulisan di Kompasiana itu yang terjadi, lalu buat apa hukum di negeri ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan kasus korupsi pun diselesaikan dengan cara &quot;kekeluargaan&quot;...&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/8740406409573806565/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=8740406409573806565&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/8740406409573806565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/8740406409573806565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/03/mending-lapor-polisi-atau-selesaikan.html' title='Mending Lapor Polisi Atau Selesaikan Secara Kekeluargaan?'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-5172807111638559992</id><published>2012-03-01T05:57:00.000+07:00</published><updated>2012-03-01T05:57:48.059+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kekerasan"/><title type='text'>Menyoal Agresifitas Kita</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tulisan ini aslinya saya buat setelah kerusuhan Koja di Jakarta. Kerusuhan, kekerasan massal, sepertinya sudah jadi menu utama dalam hidangan perseteruan di antara masyarakat kita. Belakangan, kasus pembantaian jemaat Ahmadiyah, kerusuhan di Temanggung, Mesuji, dan bentrokan FPI-Masyarakat Dayak di Kalimantan, kembali mengulang catatan kekerasan yang sama. Tidak dulu, atau sekarang. Apakah kita sudah gagal mengawal kebhinekaan?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;API dalam sekam. Bangsa ini ternyata diam-diam masih menyimpan dendam. Mungkin bangsa ini memang tipe pendendam, mirip Gajah. Padahal yang punya simbol Gajah adalah negara tetangga. Cukup dengan sedikit bensin dari kaleng tua karatan, api dengan mudah tersulut, membakar apa saja di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku agresif yang dipertontonkan belakangan ini, paling tidak dalam dua kerusuhan besar yang sangat merugikan, ditenggarai bersumber dari kekesalan yang tersumbat. Kasus Koja misalnya, melibatkan Satpol PP yang sejak lama memiliki citra penindas wong cilik. Kerusuhan Batam, katanya dipicu kalimat bernada penghinaan terhadap orang Indonesia. Dan masih banyak lagi catatan kekerasan yang melibatkan agresifitas massa, dengan beragam latar belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Agresifitas, adalah istilah umum yang dikaitkan dengan adanya perasaan-perasaan marah atau permusuhan atau tindakan melukai orang lain, baik dengan tindakan kekerasan secara fisik, verbal, maupun menggunaka ekspresi wajah dan gerakan tubuh yang mengancam atau merendahkan. Tindakan agresi pada umumnya merupakan tindakan yang disengaja oleh pelaku untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Ada dua tujuan utama agresi yang saling bertentangan satu dengan yang lain, yakni (1) untuk membela diri, dan (2) untuk meraih keunggulan dengan cara membuat lawan tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak itulah penjelasan yang bisa saya temukan. Kalau di sana disebutkan, dua tujuan agresi itu bertentangan, saya melihat terkadang peristiwanya terjadi secara beruntun. Semua pihak yang merasa &quot;tertindas&quot;, membuat pembelaan diri sebagai motif dan pembenaran. Bahwa pihak yang dirugikan merasa perlawanan adalah bentuk pembelaan diri, maka membalas adalah bentuk reaksi terhadap mereka yang menyerang duluan. Begitu biasanya alasan yang mengemuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau diperhatikan, bentuk pembalasan tersebut efeknya jauh lebih mengerikan daripada penyebabnya sendiri. Pihak tertindas dengan beringas bisa menghancurkan apa saja, seolah-olah mau berkata, &quot;Kami bukan orang lemah!&quot; Ini sama saja dengan manifestasi terhadap perasaan ingin menaklukkan, meraih keunggulan dari pihak yang dianggapnya musuh. Kemenangan, pada akhirnya selalu menjadi simbol kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku agresif, bisa datang dari mana saja. Ada penyebab internal, dan eksternal. Penyebab internal yang dimaksud datang dari dalam diri manusianya. Faktor-faktor yang datang dari dalam ini, atau faktor biologis yang mempengaruhi perilaku agresi seperti yang ditulis di artikel&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.e-psikologi.com/epsi/individual_detail.asp?id=380&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Faktor Penyebab Perilaku Agresif&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(mengutip Davidoff, 1991) tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Gen&lt;/i&gt;, faktor yang berpengaruh pada pembentukan system neural otak yang mengatur perilaku agresi. Dari penelitian yang dilakukan terhadap binatang, mulai dari yang sulit sampai yang paling mudah dipancing amarahnya, faktor keturunan tampaknya membuat hewan jantan yang berasal dari berbagai jenis lebih mudah marah dibandingkan betinanya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Sistem otak &lt;/i&gt;yang tidak terlibat dalam agresi, ternyata dapat memperkuat atau menghambat sirkuit neural yang mengendalikan agresi. Pada hewan sederhana, marah dapat dihambat atau ditingkatkan dengan merangsang system limbic (daerah yang menimbulkan kenikmatan pada manusia) sehingga muncul hubungan timbal balik antara kenikmatan dan kekejaman. Prescott (dalam Davidoff, 1991) menyatakan bahwa orang yang berorientasi pada kenikmatan akan sedikit melakukan agresi sedangkan orang yang pernah mengalami kesenangan, kegembiraan, atau santai cenderung untuk melakukan kekejaman atau penghancuran. Prescott yakin bahwa keinginan yang kuat untuk menghancurkan disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menikmati sesuatu hal yang disebabkan cidera otak karena kurangnya rangsangan sewaktu bayi.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Kimia darah,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;khususnya hormon seks yang sebagian ditemukan pada faktor keturunan) juga dapat mempengaruhi perilaku agresi. Dalam suatu eksperimen, seorang ilmuan menyuntikkan hormone testoteron pada tikus dan beberapa hewan lain (testoteron merupakan hormone androgen utama yang memberikan cirri kelamin jantan). Tikus-tikus tersebut berkelahi semakin sering dan semakin kuat. Sewaktu testoteron dikurangi, hewan tersebut menjadi lembut. Kenyataan menunjukkan bahwa anak banteng jantan yang sudah dikebiri akan menjadi jinak. Sedangkan pada wanita yang sedang mengalami masa haid.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah faktor yang mana mendominasi bangsa kita. Apakah kita memang mewarisi gen agresif itu dari nenek moyang kita? Ataukah karena kita tidak pernah, atau jarang mendapat stimulasi untuk dapat menikmati sesuatu hal? Atau sebenarnya kita hanya sedang kelebihan hormon?  Sementara, di luar manusianya masih banyak faktor yang juga memicu agresifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari artikel yang sama di atas, juga ada penjelasan mengenai faktor lingkungan penyebab agresifitas, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kemiskinan. Bila seorang anak dibesarkan dalam lingkungan kemiskinan, maka perilaku agresi mereka secara alami mengalami penguatan (Byod McCandless dalam Davidoff, 1991). Dalam situasi kemiskinan, sikap agresif mudah terpicu, terutama karena ada persoalan perut yang sangat mendasar.&amp;nbsp;Demi makan, orang bisa melakukan apa saja. Bahkan demi gaya hidup, kemiskinan yang membuat sekelompok masyarakat terpinggirkan, bisa memicu agresifitas. Anak-anak dengan mudah akan memodelkan perilaku lingkungannya ke dalam dirinya.  Regenerasikemiskinan, akan berpotensi meningkatkan tingkat agresifitas.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anonimitas. Terlalu banyak  rangsangan indra dan kognitif membuat dunia menjadi sangat impersonal, artinya antara satu orang dengan orang lain tidak lagi saling mengenal atau mengetahui secara baik.  Lebih jauh lagi, setiap individu  cenderung menjadi anonim (tidak mempunyai identitas diri). Bila seseorang merasa anonim ia cenderung berperilaku semaunya sendiri, karena ia merasa tidak lagi terikat dengan norma masyarakat dan kurang bersimpati pada orang lain.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suhu udara yang panas. Pada tahun 1968 US Riot Comission pernah melaporkan bahwa dalam musim panas, rangkaian kerusuhan dan agresifitas massa lebih banyak terjadi di Amerika Serikat dibandingkan dengan musim-musim lainnya (Fisher et al, dalam Sarlito, Psikologi Lingkungan, 1992)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan, dan kesenjangan yang lahir dari kemakmuran, menempatkan dua pihak ini menjadi seteru. Kadangkala si miskin merasa si kaya perampok, begitu pula yang kaya merasa si miskin pengemis. Muncullah gerakan-gerakan melawan &quot;si kaya&quot;, yang telah dianggap merampok hak-hak si miskin, dan telah memiskinkan mereka. Ketika si kaya kita ganti dengan istilah kapitalis, kapitalis kita hubungkan dengan barat, barat kita hubungkan dengan londo, dan dengan seribu satu asosiasi negatif yang lain, maka dengan mudah kita bisa menyulut kerusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusuhan massal, bisa menjadi salah satu arena para anonimers ini. Dalam kerumunan, individu yang tadinya tampak kalem bisa mendadak beringas. Mereka merasa, kalau dilakukan bersama-sama, sulit mencari siapa yang harus bertanggung jawab. Karena mudah lari dari tanggung jawab, maka menjadi anonim dalam kerumunan adalah pilihan menarik. Kerumunan itu mungkin punya motif yang berbeda, punya dendam yang berbeda, tapi bisa dengan mudah melebur dalam amuk massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keropos di dalam, tidak kondusif di luar; jelas bukan perpaduan ideal untuk kondisi kebhinekaan kita. Sementara kegiatan menstimulasi kemampuan untuk menikmati sesuatu, mengapresiasi sesuatu, ternyata masih menjadi barang langka. Arena-arena itu harus dibuat lebih banyak, dilakukan lebih sering, dan kalau bisa sedini mungkin. Mengapresiasi perbedaan, dengan selalu menempatkan sikap empati - put ourself in other&#39;s shoes - memang perlu latihan, dan tentu saja kesabaran, dan kerja keras.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, saya ingin ceritakan salah satu adegan dalam film The Burning Season. Chico Mendes yang memimpin aksi melawan pembabatan Hutan Amazon, memberi instruksi untuk tidak melawan, bahkan ketika mereka dipukuli. Sebelum berangkat beraksi, ia bahkan merazia semua bentuk senjata. Aksi utamanya hanyalah menjadi perisai hidup bagi pohon-pohon yang akan ditebangi pihak korporasi karena ingin membangun jalan, membelah hutan Amazon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chico Mendes memang akhirnya mati, setelah sebelumnya menolak sepucuk pistol yang disodorkan seorang teman kecilnya, dengan saran untuk membela diri. Ini sama sekali bukan tindakan pengecut, atau penakut, ini adalah bentuk perlawanan terhadap kekerasan dan penindasan. Karena tidak mungkin melawan penindasan dan kekerasan, dengan kekerasan yang lain, kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/5172807111638559992/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=5172807111638559992&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/5172807111638559992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/5172807111638559992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/03/menyoal-agresifitas-kita.html' title='Menyoal Agresifitas Kita'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-5004614491339872852</id><published>2012-01-22T23:30:00.001+07:00</published><updated>2012-01-23T01:01:12.602+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Demokrasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Orang Dewasa"/><title type='text'>Mendewasakan Demokrasi - Edisi Revisi</title><content type='html'>&lt;i&gt;Lagi-lagi, &lt;a href=&quot;http://politikana.com/baca/2010/09/26/mendewasakan-pelaku-demokrasi&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;tulisan lama&lt;/a&gt; yang saya daur ulang, dengan perbaikan di sana-sini...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada garis pembatas yang jelas dalam masyarakat modern yang memberi indikasi kapan seorang pribadi menjadi orang dewasa. Pada beberapa masyarakat primitif, pembatas tersebut bisa berupa ritual inisiasi yang mengantar seseorang pada masa kedewasaan. Biasanya masa dewasa dimulai pada awal duapuluhan (yang ditandai dengan beberapa peristiwa penanda) dan berlanjut hingga akhir hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan, biasanya diproses melalui pendidikan. Itulah fungsi pendidikan dasar, yang biasanya diberlakukan hingga anak berusia 17 tahun. 18 tahun ke atas, ia akan dipandang sebagai &quot;orang dewasa mula&quot;, yang sudah memungkinkannya menentukan nasib sendiri. Lagipula, dalam proses remaja menuju dewasa, mereka akan cenderung mengurangi atau bahkan menghilangkan (disengage) dari pengaruh orang dewasa yang selama ini &quot;mengendalikannya.&quot; Setting lain pendewasaan, tentu pengalaman hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang dewasa, seseorang sudah melalui bertahun-tahun kehidupan, dan ia mengalami banyak hal dan belajar dari pengalaman itu. Sebagian orang bahkan membentuk dirinya, sikapnya, dan perilakunya berdasarkan pengalaman empirik tersebut, meski usianya masih sangat muda. Pengalaman, adalah sesuatu yang nyata yang dapat dialami sendiri, dan ini seringkali dijadikan sumber belajar yang utama bagi orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dewasa punya kebutuhan hidup yang mendorong dirinya melakukan sesuatu, terutama yang berkaitan dengan status sosialnya. Ketika kehidupan berubah-ubah, kebutuhan itu akan muncul, sehingga ini adalah saat terbaiknya untuk belajar. Biasanya orang dewasa menginginkan pengetahuan yang spesifik, tepat sesuai dengan kebutuhannya. Contohnya, ketika pertama kali bekerja di sebuah perusahaan, orang cenderung belajar untuk beradaptasi secara alamiah, ketika di tempat kerja ada peralatan baru, maka ia dituntut mempelajari penggunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjadi dewasa, terjadi perubahan orientasi dalam belajar, dari belajar karena diwajibkan dan setengah terpaksa, menjadi belajar untuk memecahkan masalah yang dihadapi atau mampu melakukan sesuatu. Artinya, ia akan berorientasi pada materi belajar yang bisa diterapkan segera setelah kegiatan belajar selesai, bukan pengetahuan yang tertunda, seperti teori-teori para ilmuwan. Orang dewasa tidak belajar berdasarkan prioritas ilmu pengetahuan, tetapi berdasarkan urutan tindakan pemecahan masalah. Meski demikian, orang dewasa memiliki toleransi yang relatif lebih tinggi dalam hal menerima pengetahuan tertunda, daripada anak-anak/remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi belajar orang dewasa lebih cenderung tumbuh dari dalam dirinya sendiri, daripada karena pengaruh di luar dirinya. Kondisi ini bukan sesuatu yang alami, tetapi memang terkondisi, terutama dalam konteks sekolah. Motivasi ini akan sulit dipaksakan, meskipun bisa, dan akan menghambat proses pembelajaran, karena pada dasarnya orang dewasa menolak belajar dengan cara keharusan/paksaan tanpa rasionalisasi yang jelas bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang dewasa harus kembali belajar, ia tidak bisa dipandang sebagai anak-anak dengan tubuh yang luar biasa besar. Mereka adalah orang dewasa, dengan karakteristiknya. Seseorang menjadi dewasa ketika merasa memiliki kekuasaan atas dirinya, mampu membuat keputusan untuk dirinya sendiri, dan bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya. Orang dewasa tidak suka/keberatan kalau diperintah terus menerus, dan hanya menurut seperti anak-anak. Orang dewasa membutuhkan informasi untuk dapat mengambil keputusan, dan bertindak menurut pertimbangannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari karakter di atas, maka terdapat perbedaan yang khas antara anak-anak dengan orang dewasa. Tentu kita masih ingat ketika SD-SMA, apa motivasi utama kita pergi ke sekolah? Siapa yang mengendalikan proses belaja kita? Kenapa kita lebih suka menunggu waktu liburan? Tapi bandingkan, apa yang terjadi jika kita mengerjakan sesuatu yang memenuhi &lt;i&gt;passion&lt;/i&gt; kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BELAJAR atau mempelajari sesuatu berdasarkan kebutuhan dan ketertarikan, adalah fitrahnya orang dewasa. Buat mereka, mempelajari sesuatu harus menguntungkan, atau menghindarkan sesuatu yang merugikan terjadi, meski bisa dilihat dari berbagai sisi. Misalnya mengenai apa yang ia ingin capai, lingkup ketertarikannya bisa mulai dari kesehatan, hingga masalah pencapaian diri. Mengenai figur seperti apa yang mereka cita-citakan, bisa mulai dari menjadi orang tua yang baik, hingga selalu menjadi yang nomor satu. Apa yang mereka ingin lakukan, bisa berkisar dari ekspresi diri, hingga hingga mendapat perhatian orang lain. Berdasarkan apa yang mereka ingin minimalisir, mulai dari pemanfaatan waktu hingga menghindari dipermalukan di depan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi secara umum, pengaruh terbesar bagi orang dewasa untuk belajar adalah persoalan sosioekonomi. Ini membangun motif, yang akan cenderung pada persoalan pekerjaan yang layak, pendapatan, baru pada peningkatan derajat pendidikan. Masyarakat di &quot;kelas&quot; terendah dalam hal sosioekonomis, akan menempatkan pencapaian derajat pendidikan tinggi dalam prioritas yang rendah. Mereka akan cenderung pada topik-topik keseharian, dan jangka pendek, seperti meningkatkan pendapatan, atau mendapat pekerjaan yang lebih &#39;enak&#39;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dimana letak demokratisasi dalam tatanan kehidupan masyarakat kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini bisa dikatakan masih pada level demokrasi yang bisa &#39;meningkatkan pendapatan&#39;, atau menawarkan pekerjaan lebih &#39;enak&#39;. Kalau pada masa dewasa ini kita harus belajar berdemokrasi, sudah tidak ada &lt;i&gt;setting&lt;/i&gt; sekolahan yang layak digunakan. Yang ada tinggal ranah informal. Dimana seharusnya pendidikan politik? Pendidikan berdemokrasi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan rumah besar bagi sistem pendidikan dasar untuk membereskan itu, atau kita hanya akan berputar-putar pada persoalan demokrasi prosedural. Tapi pendidikan dasar malah mengkhianati cita-cita demokrasi, terutama karena UUD 45 sudah menetapkan DEMOKRASI PANCASILA sebagai model negara kita. Pendidikan kita baru sampai pada tahap &#39;menghafalkan&#39; nilai-nilai, bukan pada pemahaman dan penerapannya. Butir-butir Pancasila sibuk didaftarkan dan dihafalkan, karena akan diujikan secara tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pendidikan dasar yang seharusnya diarahkan pada demokratisasi, terkadang malah terjebak pada pendidikan ala otoritarian, kental dengan feodalisme, bahkan ada yang sektarian. Rupanya virus Orde Baru tidak sepenuhnya mati di era reformasi ini, dan sebagai sebuah virus, memang tidak pernah ada obat yang sanggup membunuhnya. Yang ada adalah upaya melemahkannya, dan menjadikannya sebagai vaksin. Ya, kita butuh vaksin anti-feodalisme dan otoritarian ala Orde Baru kalau mau benar-benar mendewasakan demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi karena tuntutan perut, pendidikan dasar dan menengah kita justru malah didorong ke arah vokasional, dengan justifikasi menekan angka pengangguran. Kurikulum pendidikan dasar dipenuhi gagasan kewirausahaan. Pemerintah sibuk mendorong iklan-iklan sekolah teknik menengah, STM, digembar-gemborkan seolah bisa menjawab persoalan pengangguran. Padahal persoalan baru akan muncul, karena lulusan STM hanyalah para dewasa muda, yang dipaksa menjadi dewasa karena negara perlu mengubah statistik pengangguran. Jenjang pendidikan dengan masing-masing fungsinya, sudah hampir tidak jelas tahapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sederhana saja. Ada kemampuan &lt;i&gt;lifeskill&lt;/i&gt; yang harus ditumbuhkan di pendidikan dasar hingga menengah. &lt;i&gt;Lifeskills&lt;/i&gt; bukan &lt;i&gt;vocational skills&lt;/i&gt;, karena kita seharusnya punya diploma yang bisa dipilih beradasarkan minat siswa selepas sekolah menengah. Bermodal ijazah sekolah menengah atas, asumsinya ia sudah siap menjadi manusia dewasa seutuhnya.&amp;nbsp;Bermodal sertifikat diploma, ia bisa menentukan keahlian apa yang ingin ditekuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi, bukanlah kemampuan vokasional, tetapi ia adalah kemampuan menjalani hidup, &lt;i&gt;to be a complete human being&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/5004614491339872852/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=5004614491339872852&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/5004614491339872852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/5004614491339872852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/01/mendewasakan-pelaku-demokrasi-edisi.html' title='Mendewasakan Demokrasi - Edisi Revisi'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-1062371771282311584</id><published>2012-01-10T13:37:00.000+07:00</published><updated>2012-01-10T13:37:57.734+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan Orang Dewasa"/><title type='text'>It&#39;s Just...</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://imgur.com/6VDZd&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; src=&quot;http://i.imgur.com/6VDZd.jpg&quot; title=&quot;Hosted by imgur.com&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://9gag.com/fast#1675850&quot;&gt;http://9gag.com/fast#1675850&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.   &lt;a href=&quot;https://plus.google.com/105261949216963267718?%20%20rel=author&quot;&gt;Saya di Google+&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/1062371771282311584/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=1062371771282311584&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/1062371771282311584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/1062371771282311584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2012/01/its-just.html' title='It&#39;s Just...'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-110515553146794158</id><published>2011-12-27T08:38:00.000+07:00</published><updated>2011-12-27T08:47:28.336+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bencana"/><title type='text'>Lupakan Tuhan Sejenak</title><content type='html'>&lt;b&gt;REPOST&lt;/b&gt;: Mengenang Tsunami Aceh, 26 Desember 2004...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bencana sudah berangsur surut.&lt;br /&gt;Kita boleh memaki Tuhan, atau memohon ampunan.&lt;br /&gt;Kita dipersilakan menangis tersedu di depan televisi atau meneteskan airmata di atas koran. Kita bahkan dihimbau untuk memberi bantuan semampunya pada mereka yang menjadi korban bencana.&lt;br /&gt;Tapi ingat, ada satu hal yang mungkin juga dipikirkan oleh segelintir orang.&lt;br /&gt;Apa yang akan dilakukan bangsa ini enam bulan ke depan? Satu tahun ke depan? Lima tahun ke depan?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.youtube.com/embed/4t1ga-f4Fm0?feature=player_embedded&#39; frameborder=&#39;0&#39; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEDIA massa sudah mengabarkan betapa dunia turut berduka atas bencana ini. Thailand sudah sepakat untuk menyusun sistem peringatan dini atas bencana tsunami ENAM BULAN ke depan. Apa agenda pemerintah kita? Apakah kita akan (lagi-lagi) lupa, dengan ratusan ribu nyawa yang menggelepar di pesisir Aceh? Seperti kita juga pernah lupa pada apa yang telah terjadi di Maumere? Di Biak? Di Nabire?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana ini bukan yang pertama. Mungkin kali ini dampaknya yang paling besar dalam catatan sejarah. Sekejam itukah Tuhan di mata kita? Adakah nama MAHA PEMARAH dalam deretan nama-nama Tuhan? Mungkin Tuhan memang sudah mulai bosan (seperti syair lagu Ebiet G. Ade), tapi kalau terus-terusan mempermasalahkan Tuhan, enam bulan atau enam tahun lagi mungkin tsunami yang lebih dahsyat keburu datang. Dan apa yang sudah kita lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara manusia di bumi yang dianggap saleh dan diberi kewenangan oleh manusia lain untuk menjadi saleh, malah membuat keputusan yang absurd. Entah demi apa, atau karena kekurangtahuan, ratusan ribu mayat yang bisa mendatangkan bencana baru itu tetap harus dikuburkan. Apakah Tuhan yang sudah sedemikian sibuknya itu masih akan mempermasalahkan, jika umatnya harus dibakar, karena kalau tidak kuman-kuman dan penyakit mematikan akan menyebar, membunuhi sisa-sisa umatnya yang selamat dari bencana tsunami? Alih-alih selamat dari tsunami, mungkin mereka akan berhadapan dengan bencana epidemik yang lain. Sungguh penderitaan tiada ujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AGENDA yang harus dilakukan ke depan, agar para korban ini tidak merasa terus-terusan didera bencana, menjadi sangat krusial. Tidak saja untuk menenangkan kekhawatiran mereka tentang masa depan, tapi juga menenangkan semua pihak yang setiap saat bisa saja menjadi korban bencana. Tapi sifat pelupa bangsa ini sungguh memalukan. Bak menunggu Godot, agenda yang berwawasan sistem di masa depan sungguh sulit diprediksi kapan datangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua sudah diberitahu, bahwa negeri ini adalah negeri bencana. Satu-satunya negara yang sarat dengan ancaman dari alam, tapi (mungkin) satu-satunya negara yang tidak punya sikap antisipatif. Semuanya reaktif. Spontan. Dan kalau sudah terjadi, mulailah Tuhan kembali dipersalahkan. Lihat saja catatan kecelakaan di sektor transportasi pada tahun 2004 yang lalu. Berapa nyawa melayang akibat kesalahan yang sifatnya mendasar? Ribuan, bahkan mungkin sudah mencapai ratusan ribu jika kita mau terus menghitung mundur. Sungguh sebuah pemandangan yang tidak sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang sudah kita lakukan pada sistem? Nyaris tidak ada. Sistem sudah hampir kehilangan makna, kalau tidak mau dibilang tereliminasi oleh kepentingan segelintir orang. Aturan tidak penting lagi, karena kepentingan berada di atas segalanya. Kaum elit selalu mendapat perlakuan khusus, dan karenanya menjadi pembenaran atas pelanggaran-pelanggaran. Mana yang lebih penting sulit untuk dirumuskan. Asal Bapak senang, asal perut kenyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DALAM situasi kalut dan kacau, masih saja terdengar suara-suara sumbang tentang ketidakadilan. Cerita tentang sukarelawan yang kalah antri dengan pejabat-pejabat &#39;pelancong bencana&#39;, tentang tenda-tenda mewah di sekeliling mayat dan reruntuk bangunan, tentang &quot;oknum&quot; yang menjual bantuan, tentang birokrat penjilat yang lebih suka mengekor pantat atasannya daripada menolong nyawa rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilukan memang. Teater absurd ala Godot yang hanya dipentaskan di panggung-panggung, di sini adalah sebuah keniscayaan. Lelucon Srimulat sampai kehilangan bahan, karena semua hal satir dan paradoks sudah kita pentaskan bersama-sama di alam nyata. Mungkin benar, bahwa Tuhan ternyata memiliki &lt;em&gt;sense of humor&lt;/em&gt; yang berlebihan. Segala kekalutan dan kekacauan yang terjadi di negeri ini, tampaknya bagi Tuhan adalah lelucon yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Lihat apa yang dilakukan para pejabat?!&lt;br /&gt;Menggelikan.&lt;br /&gt;Lihat apa yang dilakukan para pemimpin agama?!&lt;br /&gt;Tidak kalah absurd.&lt;br /&gt;Lihat apa yang terjadi pada para relawan?!&lt;br /&gt;Terseok-seok memeras keringat dan airmata.&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;Sementara siapa yang harusnya bertanggung jawab?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sibuk menyenangkan atasan yang datang berkunjung untuk ikut-ikutan menunjukkan belasungkawa, lalu pulang dan tetap menunggangi volvo ber-AC di jalan-jalan raya. Sibuk membuka-buka koran mencari investasi paling menguntungkan di masa depan. Sibuk mendirikan perusahaan-perusahaan kontraktor bangunan agar kelak kebagian proyek rekonstruksi Aceh yang nilainya trilyunan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Kapan kita akan bicara mengenai sistem yang lebih nyata?&lt;br /&gt;Bicara mengenai antisipasi, bukan sekedar reaksi.&lt;br /&gt;Menunggu bencana lain datang?&lt;br /&gt;Menunggu Tuhan bosan?&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;*untuk para relawan yang berkeringat di Aceh dan sekitarnya*&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/110515553146794158/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=110515553146794158&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/110515553146794158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/110515553146794158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2005/01/lupakan-tuhan-sejenak.html' title='Lupakan Tuhan Sejenak'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7669352.post-6209173699732172688</id><published>2011-12-14T13:36:00.000+07:00</published><updated>2011-12-14T13:36:58.220+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="#politikana"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Populer"/><title type='text'>The Tragedy of The Commons</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SpQ3uR-HbxI/AAAAAAAABT8/AXf2lm-ijLA/s1600-h/cartoon_commons2.jpg&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5373981523597291282&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SpQ3uR-HbxI/AAAAAAAABT8/AXf2lm-ijLA/s400/cartoon_commons2.jpg&quot; style=&quot;cursor: pointer; float: left; height: 400px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 276px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tragedi ini ditulis oleh Garrett Hardin (1915 - 2003) pada tahun 1960-an. Jadi bacaan wajib ornop-ornop, terutama yang bergerak di isu sumberdaya alam. Tapi, saya pengen menggunakan cerita Hardin ini untuk isu yang lain juga. Intinya persis seperti yang tampak pada ilustrasi komik yang tampil. Komik itu saya ambil langsung dari webnya &lt;a href=&quot;http://www.garretthardinsociety.org/gh/about_gh.html&quot;&gt;Hardin Society&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, hitung-hitungan untung rugi untuk diri/kelompok sendiri lebih dipentingkan, dan tidak melihat dampak keseluruhan. Sumberdaya yang seharusnya bisa dikelola dan dimanfaatkan bersama, jadi takkan pernah cukup untuk mengatasi ambisi satu orang, atau satu kelompok kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara ini juga. Bukan cuma sumberdaya alam, tapi sumberdaya manusia, serta sumberdaya keragamannya juga. Keragaman kita yang diramu dalam Bhinneka Tunggal Ika, itu bukan isapan jempol. Itu ungkapan yang serius. Harus diakui bahwa kita itu berbeda. Ada Islam, Kristen, Budha, Hindu. Ada Papua, Maluku, Ambon, Dawan, Flores, Bugis, Kaili, Dayak, dan seterusnya sampai ke ujung barat sana. Keberagaman itulah Indonesia, yang harus dijaga keseimbangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keragaman, atau Diversity, seperti keseimbangan ekologi di alam. Kalau terganggu ekosistem-nya, maka akan ada spesies yang mati, atau terpaksa harus hijrah ke tempat lain yang lebih layak/nyaman ditinggali. Meski populasi suatu spesies itu kecil dalam ekosistem, dan &#39;kelakuannya&#39; dianggap aneh oleh spesies yang lain, tapi keberadaannya memang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua demi keseimbangan alam semesta. Mereka sudah tau takaran yang tepat, sehingga alam ini bisa berjalan dengan baik. Yang dominan tidak sok jago dan mengumbar kekuasaan, yang tidak dominan cukup tahu diri dan tidak rewel. Semua sudah diatur porsinya. Inilah potret &#39;keseimbangan&#39; versi alam yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakitnya cuma satu, Serakah. Merasa kurang, dan kurang. Padahal, semuanya sudah cukup. Ketika masing-masing sudah punya kebebasan, ada yang pengen berkuasa atas kebebasan itu. Kekuasaan memang godaan. Berkuasa, serasa menjadi wakil Tuhan di muka bumi. Dengan berkuasa seolah sama dengan mampu mensejahterakan. Persis seperti kesombongan Firaun kan? Atau mirip dengan cerita Lord of The Rings yang visualnya memukau itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, &lt;i&gt;The Tragedy of The Commons&lt;/i&gt;, mungkin terjadi jika kita kurang bisa memahami porsi-porsi tadi secara benar dan proporsional. Contoh kecil sudah tampak di depan mata, dan akan bertambah seiring waktu berjalan. Tapi, sekali lagi ini bukan saja cerita tentang sumberdaya alam yang diperebutkan, sehingga kemudian malah semuanya tidak kebagian. Tapi juga tentang sumberdaya yang namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;say it, you&#39;ll have it.&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;p&gt;
Selengkapnya, kunjungi http://prajnas.blogspot.com
&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://prajnas.blogspot.com/feeds/6209173699732172688/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7669352&amp;postID=6209173699732172688&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/6209173699732172688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7669352/posts/default/6209173699732172688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://prajnas.blogspot.com/2009/08/tragedy-of-commons.html' title='The Tragedy of The Commons'/><author><name>Rahadian P. Paramita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11135101939552859981</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_WBmNsBt4aMA/SpQ3uR-HbxI/AAAAAAAABT8/AXf2lm-ijLA/s72-c/cartoon_commons2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>