<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0">

<channel>
	<title>pram</title>
	
	<link>http://pram.web.id/blog</link>
	<description>time: telecomm, internet, multimedia, and edutainment</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 May 2012 10:33:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
<image>
<link>http://pram.web.id/blog</link>
<url>http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon.ico</url>
<title>pram</title>
</image>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/pram_" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="pram_" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:copyright>Your (optional) copyright message</media:copyright><media:thumbnail url="http://www.myserver.com/podcastlogo.jpg" /><media:keywords>Type,in,keywords,separated,by,commas,that,can,help,listeners,locate,your,podcast,when,searching,with,iTunes</media:keywords><itunes:owner><itunes:email>Your (optional) podcast author email address</itunes:email><itunes:name>Your (optional) podcast author name</itunes:name></itunes:owner><itunes:author>Your (optional) podcast author name</itunes:author><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:image href="http://www.myserver.com/podcastlogo.jpg" /><itunes:keywords>Type,in,keywords,separated,by,commas,that,can,help,listeners,locate,your,podcast,when,searching,with,iTunes</itunes:keywords><itunes:subtitle>Type a description you would like potential listeners to see when viewing your podcast listing in iTunes</itunes:subtitle><itunes:summary>Type a description you would like potential listeners to see when viewing your podcast listing in iTunes</itunes:summary><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">pram_</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>OTT, antara ISP/Operator dan Jaan Toll</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2012/05/11/ott-antara-ispoperator-dan-jaan-toll/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2012/05/11/ott-antara-ispoperator-dan-jaan-toll/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 10:33:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[Telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[OTT adalah Over The Top (literally : diatasnya atas.. nah lho bingung khan? J) adalah aplikasi, video, chat,  suara dan layanan lainnya yang dapat diakses melalui Internet secara terbuka. OTT dengan cerdas menciptakan sebuah model bisnis yang dapat memanfaatkan jaringan ISP/Operator untuk mendeliver layanannya secara cuma – cuma, tanpa andil investasi sepeser pun! Masih segar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OTT adalah <em>Over The Top</em> (<em>literally</em> : diatasnya atas.. nah lho bingung khan? J) adalah aplikasi, video, chat,  suara dan layanan lainnya yang dapat diakses melalui Internet secara terbuka. OTT dengan cerdas menciptakan sebuah model bisnis yang dapat memanfaatkan jaringan ISP/Operator untuk mendeliver layanannya secara cuma – cuma, tanpa andil investasi sepeser pun!</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://dolphin-browser.com/wp-content/uploads/2012/03/apps_image.jpg" alt="" width="450" height="304" /></p>
<p>Masih segar di pikiran saya saat operator berlomba-lomba mem-bundling layanan data mereka dengan layanan OTT ini. Facebookan gratis! 24 jam.. nonstop! Twitter-an ga bayar! Youtube ga buffer! dll. Semua tenggelam dalam histeria layanan OTT, facebook menjadi senjata ampuh pemasaran, twitter adalah mantra sakti yang memikat hati pengguna, youtube menjadi gengsi tersendiri bagi operator yg dapat memberikan akses tanpa buffer. Ditambah lagi dengan penetrasi smartphone dan tablet yang semakin hari semakin tinggi. Android kini bukan sebatas milik para geek. Apple kini banyak dicari untuk menaikan gengsi.</p>
<p>Histeria itu kini mulai menuai kontroversi. Di satu sisi, operator telah berhasil menaikkan angka penjualannya. Dengan skema tarif flat, unlimited data + bundle dengan OTT yg dpt diakses melalui aplikasi/browser, operator “sukses besar”! Pelanggan data tumbuh secara signifikan, target penjualan tembus secara mulus.</p>
<p>Namun di lain sisi, pendapatan tidak sejalan dengan naiknya penjualan L Lebih parahnya lagi, kapasitas jaringan ISP/operator menjadi penuh sesak oleh traffik OTT. Kualitas dan kapasitas jaringan menurun, komplain pelanggan berjibun, dan ujung-ujungnya berdampak pada turunnya kepuasan pelanggan dan tingginya Churn. Pelanggan kini tidak terasosiasi pada identitas Operator. Mereka tidak peduli lagi Operator apa yang mereka gunakan. Sering terdengar anak-anak muda jaman sekarang bertanya: Facebook lo apa? Twitter lo apa? Alamat emailmu apaan?  *ga pernah kan nanyain: lo internetan pake apa? Kalo ada pun pasti ujung2-nya ngeluh&#8230; gw pakek operator xx nih&#8230; tp leewmotnyaa minta ampuunn.. Loyalitas kini berbanding lurus dengan kualitas.</p>
<p>Kualitas? Bagaimana bisa operator menjamin kualitas dengan user yang semakin berjubel dan perang tarif yang semakin murah. Sedangkan Operational Cost semakin besar, investasi teknologi baru membutuhkan waktu, modal, dan energi yang tidak sedikit.</p>
<p>Tanpa disadari, OTT secara tidak langsung menggerus layanan traditional Operator: Voice dan Messaging, yang secara defacto masih menjadi kontributor utama pendapatan. OTT messaging seperti Gtalk, Yahoo, Facebook messanger, Skype, Whatsapp, dll.. telah mengubah kebiasaan orang dalam berkomunikasi. SMS kini tidak laku lagi. Voice sudah ketinggalan jaman.</p>
<p>Ibarat pepatah sekali mendayung, dua tiga pulau terlewati&#8230; kemudian perlahan karam! *Na’udzubillah.. jangan sampai karam.</p>
<p><strong>Bagaimana biar tidak karam? </strong></p>
<p>Sedikitnya ada 3 transformasi yang dapat dilakukan oleh Operator untuk mempertahankan kelangsungan bisnis-nya.</p>
<p><strong>1.       </strong><strong>Transformasi skema pricing</strong></p>
<p>Skema pricing flat rate, unlimited harus ditiadakan! XL telah lebih dahulu menyadari hal ini. Mereka tidak ingin sebagian kecil pelanggannya yang rakus bandwidth menjadi beban jaringan dan memperburuk kualitas yang dirasakan oleh mayoritas pelanggannya. Pay as you get menjadi skema pricing yang dipilih oleh xl.</p>
<p>Ibarat jalan Tol, tarif yang diberlakukan berbanding lurus dengan jenis kendaraan yang digunakan. Tarif truk akan lebih besar daripada Honda Jazz. Tarif Honda Jazz akan lebih mahal daripada tarif yang diberlakukan kepada Bajaj.. itupun jika Bajaj diperbolehkan masuk Tol <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Skema pricing yang sedikit lebih canggih adalah pricing berbasis Quality of Experience (QOE). Kita mengetahui bahwa user experience merupakan muara yang dirasakan pengguna dalam mengakses layanan internet. Setiap layanan memiliki karakteristik yang unik.</p>
<p>Ibarat jalan Tol masa depan, tarif diberlakukan berdasarkan jenis kendaraan dan pentingnya perjalanan. Mari kita bayangkan loket2 jalan tol yang mengklasifikasikan jalur berdasarkan kuailtas, kapasitas dan kepentingan perjalanan. Semakin besar kendaraan dan semakin penting perjalanan, semakin mahal tarif yang diberlakukan. Tarif Bus yang menuju terminal kampung rambutan akan berbeda dengan tarif bus yang menuju Bandara, karena jadwal pesawat yang sangat ketat menuntut ketepatan dan kecepatan waktu perjalanan. Semakin tinggi Experience yang diinginkan, semakin tinggi tarif yang diberlakukan.</p>
<p><strong> 2.   </strong><strong>Transformasi model bisnis.</strong></p>
<p>Model bisnis operator selama ini hanya berkonsentrasi pada pengguna akhir saja. Mereka hanya melakukan charging pada Southbound Traffic (Traffic yang berasal dari Pelanggan akhir saja). Ceruk pendapatan dari Bisnis to Bisnis dengan OTT (Northbound Traffic) belum digarap serius oleh para Operator. Padahal dari traffic antara ISP/Operator – OTT ini memiliki potensi yang tidak sedikit untuk dikembangkan.</p>
<p>Sedikit statistik, situs pencarian google: ketika penyajian hasil pencarian membutuhkan waktu 0.5 detik lebih lama, hal ini akan memperburuk user experience yang berdampak pada penurunan traffic ke website google sebesar 20%, otomatis pendapatan iklan pun menurun. Begitu juga facebook, twitter dan OTT lainnya. Mereka sangat berkepentingan dalam menjaga user experience layanan mereka.  Hal ini merupakan kesempatan bagi operator untuk mengajukan proposal bisnis kepada OTT untuk bekerjasama mengelola Northbound Traffic demi menjaga QOE layanan OTT.</p>
<p><a href="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2012/05/two-sided-bisnis.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-732" title="two sided bisnis" src="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2012/05/two-sided-bisnis.jpg" alt="" width="368" height="372" /></a></p>
<p>Mari kita kembali ke Jalan Tol (lagi.. <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), para pengguna membayar ke loket jalan tol atas manfaat yang akan digunakannya. Dengan melewati jalan tol, pengguna dapat menempuh jarak dengan relatif lebih aman, lebih cepat dan bebas macet.. (kecuali tol dalam kota Jakarta&#8230; hahaha). Pernahkah terpikir oleh kita, yang merasakan manfaat jalan tol bukan hanya pengguna? Bagaimana dengan Bandara, Mall, Ancol, Taman Mini dll.. Tempat2 tersebut sangat tergantung pada jalan tol untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Tanpa Jalan Tol, Bandara tak akan dapat memenuhi jadwal ketatnya. Tanpa Jalan Tol, Mall, Ancol, Taman Mini akan sepi karena pelanggannya terjebak macet di jakarta. Seharusnya, tempat2 tersebut berbagi hasil kepada Jalan Toll atas manfaat yang diberikan.</p>
<p>Model bisnis seperti diatas-lah yang harus dikembangkan oleh para ISP/Operator untuk dapat merasakan keuntungan dari Northbound Traffic. Namun hal ini memerlukan regulasi yang baik dari regulator untuk dapat menjamin kepastian hukum antara ISP/Operator dengan OTT.</p>
<p><strong>3.       </strong><strong>Transformasi Portfolio Bisnis.</strong></p>
<p>Selama ini, ISP/Operator menjadikan Network sebagai core bisnisnya. Dengan masuknya OTT, Operator kini hanya menjadi “pipa bodoh” yang mengalirkan “air konten” dari OTT. Dengan semakin bertambahnya pelanggan dan semakin berkembangnya Handheld/Smartphone, “air konten” ini jumlahnya semakin membludak dan membanjiri “pipa” ISP/operator. Jika ingin kualitas jaringan tetap baik, dan dapat menambah pelanggan, konsekuensi logis yang perlu dilakukan adalah dengan memperbesar &#8220;pipa” yang tentunya memerlukan investasi dan energi yang tidak sedikit. ISP/Operator terjebak dalam lingkaran “Pipa Bodoh” yang membuat mereka berdarah-darah dalam menjaga kelangsungan bisnisnya.</p>
<p>Operator Plat Merah: Telkom, telah menyadari hal ini dan mentransformasi portfolio bisnisnya dari Telco Carrier menjadi Telco, Internet, Multimedia, Edutainment Company. Perubahan radikal ini dapat dijadikan role model oleh operator lainnya dalam mengatasi gempuran OTT yang semakin lama semakin deras melanda. Transformasi portfolio bisnis ini sekaligus mengikrarkan bahwa <em>Telkom is transforming to smart pipe</em>. Sedikit demi sedikit Telkom memiliki sendiri “keran konten” untuk mengairi pipanya. Konten OTT yang selama ini membanjiri kini sudah bercampur dengan konten asli dalam negeri.</p>
<p>Semoga keran konten dalam negeri semakin lama semakin deras, dan dapat menjadi tuan rumah dinegeri sendiri. Hidup konten dalam negeri!</p>
<p>/pram_</p>
<p>Resource:</p>
<p><a href="http://www.ericsson.com/news/120118_making_money_244159020_c">http://www.ericsson.com/news/120118_making_money_244159020_c</a></p>
<p><a href="http://www.telecomasia.net/content/hooking-ott-players?src=related">http://www.telecomasia.net/content/hooking-ott-players?src=related</a></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2012%2F05%2F11%2Fott-antara-ispoperator-dan-jaan-toll%2F&amp;title=OTT%2C%20antara%20ISP%2FOperator%20dan%20Jaan%20Toll" id="wpa2a_2"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2012/05/11/ott-antara-ispoperator-dan-jaan-toll/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WiFi Free, Warung Kopi dan Operator Telekomunikasi</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2012/03/22/wifi-free-warung-kopi-dan-operator-telekomunikasi/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2012/03/22/wifi-free-warung-kopi-dan-operator-telekomunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 02:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[Telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=724</guid>
		<description><![CDATA[Saya ajak anda semua sejenak ngopi di Starbucks. Salah satu kafe kopi besutan Paman Sam yang sampai sekarang masih eksis dan laris di Indonesia. Harga kopinya lumayan mahal untuk ukuran kuli seperti saya ini. Tapi di tempat ini saya dapat melakukan meeting dengan santai bersama kolega. Bukan itu saja, koneksi WiFi yang dapat diandalkan, membuat saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone aligncenter" src="http://sharemickey.com/wp-content/uploads/2011/10/free_wi_fi_spot.gif" alt="" width="600" height="350" /></p>
<p>Saya ajak anda semua sejenak ngopi di <em>Starbucks</em>. Salah satu kafe kopi besutan Paman Sam yang sampai sekarang masih eksis dan laris di Indonesia. Harga kopinya lumayan mahal untuk ukuran kuli seperti saya ini. Tapi di tempat ini saya dapat melakukan meeting dengan santai bersama kolega. Bukan itu saja, koneksi WiFi yang dapat diandalkan, membuat saya semakin betah meremah segudang informasi dari jagad internet dan rakus mengunyahnya sehingga menjadi sebuah ide yang cemerlang.</p>
<p>Tapi itu dulu, waktu saya masih bekerja di Bandung. Di kota tempat saya mencari sesuap nasi sekarang ini, logo Starbucks hanya bisa saya lihat pada kaos anak2 muda yang mungkin malah belum pernah merasakan mahalnya kopi robusta asli Indonesia dengan seduhan ala Amerika. Namun saya tidak khawatir, di sepanjang jalan tersibuk di kota ini berjajar warung kopi yang tak kalah sedapnya. Sepanjang mata memandang, berjajar papan nama kafe dengan logo “Free WiFi” berwarna khas hitam-putih. Pagi, siang, sore dan malam tak pernah sepi dari penikmat kopi. Tak peduli mahasiswa atau pengusaha, pegawai negeri atau pegawai <em>ngeri </em>hihihi, semua membaur disini. Laptop, Tablet dan Smartphone berjajar di meja, bersanding dengan secangkir kopi tarik dan pisang kipas khas kota ini. Masing2 meja sibuk dengan dunianya, ada yang sedang menyelesaikan tugas dari dosennya, ada yg sedang bernegosiasi harga dengan koleganya, ada juga yang hanya ingin sekedar menikmati hari <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Begitulah bisnis kopi, WiFi menjadi complementary service yg memberikan user experience lebih kepada para customer-nya. Dengan adanya free WiFi pelanggan akan betah berlama-lama nongkrong di kafe dan memesan gelas kopi kedua, ketiga dan seterusnya.</p>
<p>Model bisnis kopi ini, kini mulai diadopsi oleh operator telekomunikasi. Mereka membangun coverage Free WiFi untuk memperluas cakupan layanan internet broadband sekaligus untuk mengurangi beban jaringan seluler miliknya yang semakin lama semakin penuh sesak oleh trafik data yang membludak. Sekali dayung 2 pulau terlampaui: layanan broadband data eksisting semakin kinclong karena sebagian trafik telah berpindah, dan di tempat2 strategis pelanggan mendapatkan complementary service WiFi free. Hal ini diharapkan dapat menjadi pupuk untuk menyuburkan loyalitas pelanggan terhadap operator yang akhir-akhir ini semakin layu.</p>
<p>Baiklah.. mari kita telisik lebih dalam tentang prospek dan teknologi WiFi Free ini bagi Operator Telekomunikasi. Pada perkembangannya nanti, WiFi dan Data Seluler akan saling terintegrasi. Hal ini didorong oleh teknologi handset, smartphone dan tablet yang mayoritas telah dilengkapi fitur WiFi.</p>
<p>Setidaknya ada beberapa fase yang harus dilewati untuk menjadikan WiFi dan Data Seluler terintegrasi. Begini ceritanya… bayangkan suatu hari handset kita bisa memilih jalur komunikasi data terbaik (Seluler or WiFi) secara otomatis tanpa kita sadari.</p>
<p>Implementasi hari ini, user harus memilih SSID  yang akan digunakan dan melakukan koneksi secara manual. Setelah terkoneksi, saat pelanggan melakukan browsing pertama kali, akan diarahkan menuju halaman <em>Web Auth</em> sebagai antar muka untuk user melakukan otentikasi. Otentikasi ini berbatas waktu. Dan yang sering membingungkan user adalah, saat otentikasi expired, user tidak dapat melakukan browsing padahal indikator WiFi masih menunjukkan bahwa user masih terkoneksi. Hal ini kurang user friendly.</p>
<p>Apalagi masalah kemanan data user yang masih rentan dibajak oleh pihak ketiga. Entah dengan teknik <em>Evil Twin Attack, Session hi-jacking, Session side-jacking, </em>atau<em>Eavesdropping</em>, informasi pribadi user: password, cc number, foto, bahkan email, dapat dibajak dan disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Hal-hal diatas perlu dipikirkan lebih dalam oleh Operator Telekomunikasi untuk menjamin keamanan dan kenyamanan user dalam memakai layanan data internet via WiFi.</p>
<p>Solusinya adalah membuat WiFi menjadi <em>“operator friendly”</em>. Tabel berikut adalah cara2 untuk dapat membuat WiFi dan Seluler terintegrasi. (sumber dapat dilihat di <a href="http://www.heavyreading.com/details.asp?sku_id=2750&amp;skuitem_itemid=1352">sini</a>)</p>
<p><img class="alignnone aligncenter" src="http://img.lightreading.com/heavyreading/pdf/hr20111118_fig1.gif" alt="" width="550" height="377" /></p>
<p>Nampaknya Operator masih harus menapaki jalan panjang untuk dapat menjadikan WiFi sebagai layanan yang aman dan nyaman bagi user.</p>
<p>Terlepas dari itu semua.. mari kita kembali lagi ke warung kopi tadi. Bagaimana jika papan nama mereka tidak mencantumkan logo “Free WiFi”? Apakah akan berpengaruh pada pelanggan yang datang? Berapa jumlah pelanggan yang murni ingin menikmati sedapnya kopi di warung tersebut? Jawabannya: Tergantung, seberapa sedap kopi yang dijual dan seberapa baik layanan yang diberikan bukan?</p>
<p>salam, semoga bermanfaat. <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2012%2F03%2F22%2Fwifi-free-warung-kopi-dan-operator-telekomunikasi%2F&amp;title=WiFi%20Free%2C%20Warung%20Kopi%20dan%20Operator%20Telekomunikasi" id="wpa2a_4"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2012/03/22/wifi-free-warung-kopi-dan-operator-telekomunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benarkah Bisnis Telekomunikasi Memasuki Masa Senja?</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2012/02/07/benarkah-bisnis-telekomunikasi-memasuki-masa-senja/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2012/02/07/benarkah-bisnis-telekomunikasi-memasuki-masa-senja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 07:36:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[Social Network]]></category>
		<category><![CDATA[Telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=715</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu, saya pernah membaca sebuah berita yang menyatakan bahwa Industri Telekomunikasi adalah bisnis yang memasuki masa senja. Hal ini terlihat dari penurunan revenue beberapa Operator/Vendor  Telekomunikasi di Indonesia dan Dunia, bahkan sampai melakukan rasionalisasi karyawan baik dalam bentuk Merger, PHK, PENDI, Outsource dll. Rasionalisasi karyawan merupakan usaha untuk melakukan pemangkasan Human Resource Cost [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, saya pernah membaca sebuah berita yang menyatakan bahwa Industri Telekomunikasi adalah bisnis yang memasuki masa senja. Hal ini terlihat dari penurunan revenue beberapa Operator/Vendor  Telekomunikasi di Indonesia dan Dunia, bahkan sampai melakukan rasionalisasi karyawan baik dalam bentuk Merger, PHK, PENDI, Outsource dll. Rasionalisasi karyawan merupakan usaha untuk melakukan pemangkasan Human Resource Cost yang besarnya berbanding lurus dengan waktu. Apakah benar seperti itu? Padahal jumlah pelanggan operator di Indonesia telah mencapai 250 juta! Kok bisa.. padahal  total penduduk indonesia hanya 240 juta? dengan kata lain penetrasi telekomunikasi di Indonesia telah mencapai 110% <a href="http://tekno.kompas.com/read/2012/01/13/15454812/Penetrasi.Seluler.di.Indonesia.Lampaui.China">[1]</a>.  Haduuh.. makin tambah bingung euy.. jangan khawatir, angka ini akan terus berlipat dua setiap dua tahunnya..(<em>moore’s law</em>) <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Ironis bukan? Disaat layanan Telekomunikasi sedang laris manis, para operator malah menderita krisis. Ada apakah gerangan?</p>
<p><strong><em>Scissor Effect</em></strong></p>
<p>Kalau orang-orang pinter menyebutnya <em>scissor effect</em>. Kalau saya menyebutnya taktik dagang ala china yang diparaktikan dengan salah kaprah! Untuk lebih gamblangnya berikut saya tempelkan grafik dari whitepaper-nya Ericsson<a href="http://www.ericsson.com/ericsson/corpinfo/publications/ericsson_business_review/pdf/210/210_strategy_mobile_broadband.pdf">[2]</a></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/02/13285018301511658533.jpg" alt="" width="436" height="287" /></p>
<p align="center">Traffic = User x Traffic/User<a href="http://www.ericsson.com/ericsson/corpinfo/publications/ericsson_business_review/pdf/210/210_strategy_mobile_broadband.pdf"> [2]</a></p>
<p align="center">Revenue = User x Revenue/User<a href="http://www.ericsson.com/ericsson/corpinfo/publications/ericsson_business_review/pdf/210/210_strategy_mobile_broadband.pdf"> [2]</a></p>
<p>Ada yang salah dengan grafik diatas? Bentuknya seperti gunting… yang menggunting pendapatan operator telekomunikasi, hehehe..  Taktik pemasaran di Indonesia sering mengadopsi prinsip dagang China: Jual dengan harga murah, sehingga produk dapat terjual dengan mudah… dan keuntungan akan mengalir bagai air bah. Tidak ada yang salah dengan hal ini, jika kita jualan buah, kerupuk, kecap atau<em>consumer goods</em> lainnya.</p>
<p>Sedangkan Operator Telekomunikasi itu sebenarnya mirip dengan Sopir Bus yang menjual jasa. Jika di Bus diberlakukan tiket langganan <em>unlimited</em> sebulan 50 ribu rupiah, dan setiap penumpang bebas memakai jasa bus tersebut untuk pergi kemana saja kapan saja dengan membawa barang bawaan yang tak terbatas dalam rentang waktu sebulan. Ya Gempor tu Sopir+Busnya! Padahal Bus tersebut perlu biaya operasional dan perawatan yang tidak murah untuk menjaga kualitas mesin, ban dan interior Bus, supaya penumpang nyaman melakukan perjalanan. Dan hasilnya… untung tidak didapat, buntung iya… Bayangkan kita berada di sebuah bus yang hanya berisi 10 orang, yang 9 orang hanya membawa diri+pakaian karena berangkat kerja, dan orang kelima membawa 5 Bal baju hasil kulakan dari pasar tanah abang+ 2 Keranjang besar Ikan Tuna dari pelabuhan. Padahal kapasitas Bus seharusnya dapat terisi 25 orang. Wal hasil Bus tersebut akan berjalan sangat lamban <em>(lemoto..! </em>:p<em>)</em> dan penumpang akan merasa tidak nyaman karena Bus yang terasa penuh, sumpek, sumuk dan bau Ikan! Bahkan tak jarang, bus mogok atau ban kempes karena kelebihan beban dan 9 orang tadi jadi telat masuk kerja..<em>connection error!!</em> Hahaha</p>
<p>Dan lebih parahnya lagi.. keeseokan harinya 9 orang tersebut beralih naik becak, <em>alon-alon asal kelakon</em>. <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hal yang berbeda akan terjadi bila diterapkan konsep pricing “<em>value based model</em>”<a href="http://www.ericsson.com/ericsson/corpinfo/publications/ericsson_business_review/pdf/210/210_strategy_mobile_broadband.pdf">[2]</a> *sekali-kali pakai bahasa orang pinter* <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Bayangkan sebuah Perusahaan Bus yang memiliki 3 buah Bus dengan spesifikasi masing-masing. Bus pertama adalah Bus Patas yang menjamin kenyamanan, kecepatan dan ketepatan waktu perjalanan. Bus kedua adalah bus khusus Paket Barang yang menjamin ketepatan waktu, namun paket barang besar dan kecil dijadikan satu, kerusakan paket karena tergencet-gencet tidak dijamin. Bus ketiga adalah Bus umum yang mengangkut penumpang dari halte satu ke halte lain, ketepatan waktu tidak bisa diharapkan. Tentunya harga tiket langganan bus 1 menjadi paling mahal dibanding yang lainnya karena kenyamanan, kecepatan dan ketepatan waktunya. Sedangkan harga tiket langganan untuk bus 3 menjadi yang paling murah karena ketepatan waktu yang tidak bisa diharapkan. Saya yakin dengan melakukan pricing seperti perusahaan Bus diparagraf  ini, maka niscaya bisnis telekomunikasi akan kembali ke masa jayanya.. <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Berikut grafik scissor effect yg sudah ter-koreksi.. terlihat bahwa <em>revenue</em> bergerak berbanding lurus dengan <em>traffic.</em></p>
<p><img class="alignnone aligncenter" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/02/13285019602024027531.jpg" alt="" width="300" height="275" /></p>
<p><em>Value based pricing</em> layanan telekomunikasi dapat di lakukan berdasarkan kecepatan, kualitas, kapasitas, luas <em>coverage</em>, <em>brand</em>, <em>entertainment</em>, video, <em>bundling handheld</em>, layanan, yang semuanya bermuara pada <em>user experience</em> (pengalaman pelanggan)<a href="http://www.ericsson.com/ericsson/corpinfo/publications/ericsson_business_review/pdf/210/210_strategy_mobile_broadband.pdf">[2]</a>.</p>
<p><strong><em>Internet of Things</em></strong></p>
<p>Mari bicara bisnis telekomunikasi 10 tahun mendatang, disaat teledensitas user sudah mencapai titik jenuh, broadband access internet sudah terjangkau dimana-mana sampai ke pelosok desa. Jumlah pelanggan sudah mentok, yang otomatis pendapatan juga akan menjadi mentok. Sementara cost semakin lama semakin menggelembung dimana-mana.. Apakah ini yang disebut senja kala telekomunikasi itu?</p>
<p>Wait.. bukankah senja itu saat-saat yang indah? Turis-turis dari berbagai pelosok dunia rela merogoh koceknya untuk dapat melihat senja di pantai kuta dengan sunset-nya. <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Sehabis senja terbitlah malam yang indah, dan langit mulai bertabur bulan dan bintang-bintang. Dan untuk para pekerja.. bukankah senja adalah waktu yang ditunggu-tunggu setelah seharian bekerja, untuk dapat bercengkrama bersama keluarga?</p>
<p>Ternyata Senja kala Telekomunikasi akan berubah menjadi malam yang indah. Malam yang riuh ramai dan semarak, bukan malam yang gelap dan sepi.</p>
<p>Perumpamaan diatas hanya menggambarkan bahwa Industri Telekomunikasi akan berkembang <em>beyond human</em> <em>expectation</em>. Dimana bukan hanya manusia yang dapat berkomunikasi, segala bentuk benda yang kita miliki nantinya dapat berkomunikasi satu sama lain seperti halnya manusia. Tumbuhan, Hewan, bahkan Gunung dapat melakukan update status!!. Terbayang berapa potensi pelanggan dan pendapatan yang akan didapatkan oleh Bisnis Telekomunikasi? <em>No Limit</em>!</p>
<p><em>The Internet of Things refers to uniquely identifiable objects (things) and their virtual representations in an Internet-like structure</em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Internet_of_Things">[3]</a>, terjemahan bebas versi saya: Sekumpulan Benda (hidup/tak hidup)  yang terhubung, berkomunikasi dan eksis di internet. Jadi narsis dan eksis lah anda sekarang.. karena boleh jadi besok anda sudah kalah eksis sama kucing tetangga… <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ericsson percaya bahwa di era <em>Networked Society</em>, terdapat 50 miliar benda terhubung ke internet agar kehidupan dan bisnis manusia dapat dilakukan dengan lebih efisien dan <em>enjoyable. </em>Selain Ericsson yang mengembangkan Social Web of Things-nya, IBM berinisiatif membuat program <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Smarter_Planet">smarter planet</a> </em>yang menyediakan teknologi <a title="Smart grid" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Smart_grid">smart grids</a>, <a title="Water management" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Water_management">water management</a> , solusi untuk masalah <a title="Traffic congestion" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Traffic_congestion">traffic congestion</a> , greener buildings, dll.</p>
<p>Hewlett Packard mencoba untuk membuat <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/CeNSE">CeNSE</a>: <em>Central Nervous System of the Earth. </em>Ide-nya adalah dengan menempatkan sensor sebanyak mungkin dimana saja, sehingga sensor-sensor tersebut dapat mengirimkan sinyal berkecapatan cahaya kepada manusia tentang keadaan alam atau bencana. Salah satu aplikasinya adalah sistem peringatan dini terhadap bencana alam. Jika terjadi gempa dengan epicentrum berjarak 20 mil, maka manusia sudah mendapat peringatan 10 detik sebelum terjadinya getaran gempa. 10 Detik adalah waktu yang sangat berharga untuk berlari ke tempat aman seperti lapangan atau tempat tinggi yg bebas dari bahaya.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Industri telekomunikasi mobile broadband khsususnya sedang dan akan mengalami 3 fase pertumbuhan:</p>
<p>- <em>Uptake and growth</em><em></em></p>
<p>Fase penetrasi dan akuisisi pelanggan untuk mendapatkan pertumbuhan jumlah pengguna yang signifikan. Ini adalah masa-masa awal dimana operator menggunakan skema paket harga yang simple guna menarik hati pelanggan. Fase ini menjadi malapetaka saat para Operator terlanjur memberikan paket harga yang murah (cenderung obral harga) sehingga perang tarif meraja lela, khususnya di Indonesia. Operator kini berdarah-darah saling banting harga, sehingga revenue yang didapat tidak sebanding dengan kenaikan trafik yang di<em>handle</em>. <em>Network</em> semakin penuh, tapi kantong semakin kosong.. hehehe</p>
<p>- Differentiating Services</p>
<p>Fase ini ditandai dengan peningkatan segmentasi user berdasarkan experience layanan yang ditawarkan. <em>Value based pricing</em> menjadi ciri khas utama. Tujuan utama dari fase ini adalah mengatasi kejenuhan pasar karena penetrasi PC dan Handheld/Smartphone yang sudah jenuh. Bisnis Telekomunikasi sudah mulai memasuki ranah <em>Machine 2 Machine.</em> Masih sedikit pasar yang mengarah ke fase ini.</p>
<p>- Connecting Everything</p>
<p>Fase ini akan menjadi tren dimasa datang yang ditandai dengan pesatnya revolusi <em>internet enabled device</em> pada hampir semua benda yang kita gunakan sehari-hari: <em>Smart Home Appliance</em>, <em>Smart Remote Montoring</em>, <em>Smart Building, Smart Car, Smart Plant</em>,etc., yang semua terkoneksi menjadi <em>Internet of Things/Smart World</em>.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/02/132851569335304861.jpg" alt="" width="626" height="368" /></p>
<p>*Untuk lebih melengkapi artikel ini, berikut sebuah video dari Ericsson yang telah berhasil membuat saya senyum-senyum sendiri saat melihatnya.. <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>[youtube=http://youtu.be/i5AuzQXBsG4&#038;w=480&#038;h=360&#038;rel=0&#038;showsearch=1&#038;fmt=18]</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2012%2F02%2F07%2Fbenarkah-bisnis-telekomunikasi-memasuki-masa-senja%2F&amp;title=Benarkah%20Bisnis%20Telekomunikasi%20Memasuki%20Masa%20Senja%3F" id="wpa2a_6"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2012/02/07/benarkah-bisnis-telekomunikasi-memasuki-masa-senja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<enclosure url="http://www.ericsson.com/ericsson/corpinfo/publications/ericsson_business_review/pdf/210/210_strategy_mobile_broadband.pdf" length="468289" type="application/pdf;charset=UTF-8" /><media:content url="http://www.ericsson.com/ericsson/corpinfo/publications/ericsson_business_review/pdf/210/210_strategy_mobile_broadband.pdf" fileSize="468289" type="application/pdf;charset=UTF-8" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Beberapa waktu lalu, saya pernah membaca sebuah berita yang menyatakan bahwa Industri Telekomunikasi adalah bisnis yang memasuki masa senja. Hal ini terlihat dari penurunan revenue beberapa Operator/Vendor  Telekomunikasi di Indonesia dan Dunia, bahkan sa</itunes:subtitle><itunes:author>Your (optional) podcast author name</itunes:author><itunes:summary>Beberapa waktu lalu, saya pernah membaca sebuah berita yang menyatakan bahwa Industri Telekomunikasi adalah bisnis yang memasuki masa senja. Hal ini terlihat dari penurunan revenue beberapa Operator/Vendor  Telekomunikasi di Indonesia dan Dunia, bahkan sampai melakukan rasionalisasi karyawan baik dalam bentuk Merger, PHK, PENDI, Outsource dll. Rasionalisasi karyawan merupakan usaha untuk melakukan pemangkasan Human Resource Cost [...]</itunes:summary><itunes:keywords>Type,in,keywords,separated,by,commas,that,can,help,listeners,locate,your,podcast,when,searching,with,iTunes</itunes:keywords></item>
		<item>
		<title>Trend Telekomunikasi 2012</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2012/02/03/trend-telekomunikasi-2012/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2012/02/03/trend-telekomunikasi-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 02:47:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[Social Network]]></category>
		<category><![CDATA[Telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=710</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini adalah repost dari tulisan saya yang dimuat di kompasiana Mobile Social Media menjadi kata kunci utama dalam trend telekomunikasi 2012. Trend smartphone dan tabletyang booming pada 2011 menyebabkan akses terhadap internet dan social media menjadi meningkat secara signifikan. Data dari effective measure firm menyebutkan bahwa total pengguna internet di Indonesia berjumlah 39.100.000 orang. Dan 61.88% diantaranya adalah pengguna mobile internet via handheld (smartphone dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini adalah repost dari tulisan saya yang dimuat di <a href="http://teknologi.kompasiana.com/internet/2012/01/10/trend-telekomunikasi-2012/">kompasiana</a></p>
<p><em>Mobile Social Media</em> menjadi kata kunci utama dalam trend telekomunikasi 2012. Trend s<em>martphone</em><em> </em>dan <em>tablet</em>yang <em>booming</em> pada 2011 menyebabkan akses terhadap <em>internet</em> dan <em>social media</em><em> </em>menjadi meningkat secara signifikan. Data dari <em>effective measure firm</em> menyebutkan bahwa total pengguna internet di Indonesia berjumlah 39.100.000 orang. Dan 61.88% diantaranya adalah pengguna mobile internet via handheld (smartphone dan tablet) dan sisanya 38.12% menggunakan PC/Laptop untuk mengakses internet.</p>
<p><img class="alignnone aligncenter" src="http://www.reliablenetworks.co.uk/Blog/wp-content/uploads/2011/11/mobile-networking.jpg" alt="" width="642" height="348" /></p>
<p>Disaat <em>market share</em> <em>Blackberry RIM</em> dunia menurun tajam, <em>Blackberry</em> malah menjadi primadona di Indonesia. Fenomena ini tidak terlepas dari <em>Social Media</em> yang semakin menjadi kebutuhan. <em>Facebook</em> telah menjadi &#8220;kehidupan kedua&#8221; bagi para pengguna internet di Indonesia. Statistik menyebutkan bahwa Indonesia menjadi pengguna <em>facebook</em> terbesar kedua di dunia. Sampai-sampai ada lelucon mengatakan: &#8220;Saya buka <em>facebook</em> kalo ada waktu saja: waktu bangun tidur, waktu mau makan, waktu mau ke toilet, waktu lagi banyak kerjaan.. dst&#8221; Fenomenal memang!</p>
<p>Pada tahun 2012 ini, pengguna <em>Social Media</em> diprediksi akan meningkat 2 kali lipat dari tahun sebelumnya. Dengan semakin banyak pengguna social media, <strong>konektivitas menjadi sebuah kebutuhan primer</strong><strong> </strong>yang tak ter-elakkan. Dari hanya sekedar gaya hidup,<em> </em>sampai mencari nafkah dapat dilakukan secara <em>online</em>. Dunia menjadi semakin <em>horizontal</em>, seorang remaja penggembala kambing di desa terpencil Kalimantan dapat menyapa artis idolanya Agnes Monica lewat <em>twitter</em>. Seorang petani di tapal batas Indonesia-Malaysia berhasil menjual hasil kebunnya ke Australia lewat <em>facebook</em>-nya. Sekat-sekat tebal dan menjulang kini hilang tak berbekas!</p>
<p><strong>Semua orang dapat menjadi penyedia layanan: network dan apps.</strong><strong> </strong>Di belakang sebuah kampus universitas negeri di Pontianak, tersebar jaringan <em>WiFi</em> independen yang dikelola oleh putra daerah dengan memanfaatkan Speedy Telkom sebagai uplink-nya. Tiap<em> </em><em>user</em> dikenakan <em>voucher</em> dengan nominal tertentu tiap bulannya untuk dapat mengakses <em>Internet</em> via <em>WiFi</em> tersebut. Cerdas bukan! Di sebuah kos-kosan mahasiswa di Bandung, terdapat sekelompok mahasiswa yang sibuk mengerjakan aplikasi game berbasis android yang kemudian dapat diunduh via android market oleh pengguna android dari seluruh dunia. Hanya satu yang dapat membatasi dunia ini, yaitu kreativitas!</p>
<p>Berita televisi menjadi basi! Setelah pulang kerja, saya terbiasa berkumpul bersama keluarga untuk bercengkrama dan melihat berita. Dan&#8230; berita-berita yang dibacakan sudah tidak menarik lagi. Semua berita telah terbaca di timeline twitter saya. <strong>Social media me-redefinisi cara penyampaian berita,</strong><strong> </strong>bahkan konten <em>youtube</em> kini telah menjadi acara tersendiri di beberapa stasiun televisi swasta. Sungguh sebuah ironi yang menguntungkan, dengan hanya bermodal browsing sini-browing sana, kumpulkan dan bubuhi tema, rating tinggi dan pundi-pundi mengalir dengan sendirinya&#8230;</p>
<p>Di sebuah warung angkringan solo, sepasang suami istri telah selesai melakukan pesanan. Sembari duduk menunggu pesanan datang,&#8230; apa yang pasangan tersebut lakukan? mengobrol? Tidak! Sang Istri melakukan<em>check in foursquare</em><em> </em>dan posting<em> </em><em>check in</em> tersebut setelah men<em>&#8220;tag&#8221;</em> suaminya di<em> </em><em>facebook</em><em> </em>via <em>Blackberry Torch</em>-nya. Mendengar notifikasi, sang suami mengeluarkan iPhone 4S dan mengecek <em>wall facebook</em>-nya. Dia mendapati posting <em>check in foursquare</em> istri-nya di Angkringan Solo. Dengan segera sang suami memberikan komentar dan dibalas oleh istrinya.. dibalas lagi oleh suaminya&#8230; kemudian temannya nimbrung dst.. <em>Weird isn&#8217;t it?</em> Well tanpa terasa, <strong>handheld semakin memainkan peranan penting dalam kehidupan keseharian manusia</strong>. Setelah selesai makan, sang suami melakukan pembayaran dengan <em>paypal</em> via <em>paypal apps</em> dengan mem-<strong><em>&#8220;bump&#8221;</em></strong> <em>handheld</em>-nya dengan <em>handheld</em> sang penjual angkringan. Keren khan? <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sering saya terganggu dengan teman saya yang sangat eksis di <em>social media.</em><em> </em>Berikut update status-nya di ticker facebook saya selama 10 menit terakhir<em> </em><em>:</em></p>
<p><em>Si Upin (bukan nama sebenarnya) has updated his status &#8221; Lagi Ngupil&#8221;;</em></p>
<p><em>Si Upin (bukan nama sebenarnya) has updated his status<strong>&#8220;</strong>abis ngupil bikin sambel&#8221;;</em></p>
<p><em>Si Upin (bukan nama sebenarnya) has updated his status&#8221;rasanya asin cuy!&#8221;;</em></p>
<p><em>Si Upin (bukan nama sebenarnya) has updated his status&#8221;atit peyyuuut.. <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> &#8221; ;</em></p>
<p><em>Si Upin (bukan nama sebenarnya) has updated his status&#8221;@toilet&#8221;</em></p>
<p><em>-hadeeeeeeuh pusing kan??-</em></p>
<p><em>Update</em> status telah menjadi <em>habit</em> di social media. Bahkan hal paling pribadi-pun menjadi konsumsi publik yang mungkin tidak pada tempatnya. Begitulah kejamnya dunia <em>online</em> sodara-sodara <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <strong>Transparasi semakin menggerus privasi pribadi</strong>. Dengan <em>feature timeline</em> di <em>facebook</em><em> </em>seorang pengunjung dapat membaca <em>profile</em>pribadi (biodata, sifat dan perilaku pemilik akun facebook yang tercermin dari status-nya) dari lahir (*awal menggunakan <em>facebook</em>) sampai sekarang. Begitu juga dengan perusahaan yang kini tengah gencar-gencar-nya membuat akun <em>official</em><em> </em>perusahaan di <em>social media.</em><em> </em>Hal ini adalah konsekuensi transparansi, yang menuntut komunikasi dua arah antara perusahaan dengan konsumennya. Mereka yang tetap menutup diri dari transparansi, lambat laun akan ditinggalkan.</p>
<p><strong>Teknologi awan membuat teknologi semakin mudah digunakan</strong>. <em>Dropbox</em> <em>(cross platform)</em> telah menjadi <em>start-up</em> yang cukup fenomenal yang menyediakan <em>cloud storage</em><em> </em>yang dapat diakses melaui<em>handheld</em>,<em>PC</em> maupun <em>laptop</em> dengan <em>platform</em> berbeda melalui <em>browser</em>. Seorang <em>Apple fan boy</em> yang memiliki<em>iPod, iPhone 4s</em><em> </em>dan <em>iPad2</em> secara mudah mensinkronisasi musik, aplikasi dan seluruh isi <em>iOS</em> <em>device</em>-nya dengan<em>iCloud</em> secara langsung tanpa tergantung lagi dengan <em>iTunes</em>. Dengan <em>google docs</em>, saya dapat membuat <em>data base</em>alumni SMU secara<em> </em><em>live</em> bersama teman-teman alumni yang telah tersebar di seluruh Indonesia bahkan dunia.</p>
<p>Blackberry messanger dan facebook messaging telah menjadi sarana ampuh untuk menjalin silaturrahmi, bertukar informasi dan menggosip! Twitter telah menjadi alat pencari diskon dengan mengikuti account @groupon. Mobile social media <strong>membuat cara berbelanja semakin mudah dan murah.</strong> Dan bisa ditebak.. siapa yang sangat suka gosip dan diskon?? tidak lain adalah ibu-ibu dan kaum hawa *piss ya sists&#8230; <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Tak heran di tahun 2012 akan <strong>semakin banyak wanita</strong><strong> </strong><strong>Indonesia</strong><strong> </strong><strong>yang memiliki handheld</strong><strong> </strong>entah apapun OS-nya. Android bukan lagi identik dengan <em>geek,</em><em> </em>Apple tak lagi konsumsi apple fan boy saja, dan Blackberry bukan milik para binisman lagi. Mereka kini milik <em>geerl</em>, <em>apple fan girl, dan bisnisgirl .</em><em> </em>hahaha.. maksa <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Selain manusia dengan smartphone-nya, ternyata benda-benda disekitar kita mulai beranjak social. Dengan penerapan IPv6, semua dapat terhubung ke internet. Smart home environment menjadi salah satu aplikasi yang kini marak dikembangkan google android dan platform arduino-nya. Mematikan/Menghidupkan lampu, televisi, AC, kompor, kini semudah menjalankan aplikasi saja.</p>
<p>Tanaman-pun mulai bisa berbicara lewat twitter. Saat dia kehausan, dia akan mengirimkan direct twitter kepada pemiliknya: <em>“@pram_ halo gan, ane kehausan nih.. hari ini blum agan siram..”</em> dan setelah disiram dia tak lupa mengirimkan ucapan terimakasih: <em>“@pram_ Tararengkyu Gan! Cendol Meluncur..!</em><em> </em><em>J</em><em> </em><em>RT @tanduran sori yak, ane kelupaan.. udah ane kasih minum tuh barusan..”</em> Percakapan tanaman dan manusia bukanlah hal yang aneh lagi! Karena <strong>semua terhubung ke Internet, semua lebih social!</strong></p>
<p>Pengalaman bencana yang terjadi di berbagai belahan dunia membuat manusia semakin kreatif dalam memanfaatkan teknologi untuk membantu memberikan peringatan dini, penanganan dan recovery bencana. Social media menjadi katalisator yang sangat baik dalam memberikan informasi sebelum dan sesudah bencana terjadi. Namun semua masih sporadis, belum terkoordinasi dengan baik. Agar menjadi teratur, <strong>teknologi darurat penanganan dan recovery bencana</strong><strong> </strong>menjadi kebutuhan yang mendesak untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.</p>
<p>Ps: Untuk lebih singkatnya.. baca yang berhuruf tebal saja sebagai kesimpulan artikel ini. <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>sumber dapat dibaca di <a href="http://www.ericsson.com/res/docs/2012/hot_consumer_trends.pdf">sini</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2012%2F02%2F03%2Ftrend-telekomunikasi-2012%2F&amp;title=Trend%20Telekomunikasi%202012" id="wpa2a_8"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2012/02/03/trend-telekomunikasi-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<enclosure url="http://www.ericsson.com/res/docs/2012/hot_consumer_trends.pdf" length="993866" type="application/pdf" /><media:content url="http://www.ericsson.com/res/docs/2012/hot_consumer_trends.pdf" fileSize="993866" type="application/pdf" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Artikel ini adalah repost dari tulisan saya yang dimuat di kompasiana Mobile Social Media menjadi kata kunci utama dalam trend telekomunikasi 2012. Trend smartphone dan tabletyang booming pada 2011 menyebabkan akses terhadap internet dan social media menj</itunes:subtitle><itunes:author>Your (optional) podcast author name</itunes:author><itunes:summary>Artikel ini adalah repost dari tulisan saya yang dimuat di kompasiana Mobile Social Media menjadi kata kunci utama dalam trend telekomunikasi 2012. Trend smartphone dan tabletyang booming pada 2011 menyebabkan akses terhadap internet dan social media menjadi meningkat secara signifikan. Data dari effective measure firm menyebutkan bahwa total pengguna internet di Indonesia berjumlah 39.100.000 orang. Dan 61.88% diantaranya adalah pengguna mobile internet via handheld (smartphone dan [...]</itunes:summary><itunes:keywords>Type,in,keywords,separated,by,commas,that,can,help,listeners,locate,your,podcast,when,searching,with,iTunes</itunes:keywords></item>
		<item>
		<title>Here are the 10 hottest consumer trends in 2012</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2012/01/09/here-are-the-10-hottest-consumer-trends-in-2012/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2012/01/09/here-are-the-10-hottest-consumer-trends-in-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 03:10:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Telecommunication]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=705</guid>
		<description><![CDATA[Based on Ericsson Consumer Lab, here are the 10 hottest consumer trends this year: Connectivity is king. Connectivity has become as essential as the air we breathe. Once they have been connected, consumers say the internet is one of the last things they would be willing to give up if they had to reduce their expenses. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><strong>Based on Ericsson Consumer Lab, here are the 10 hottest consumer trends this year:</strong></div>
<ol>
<li><strong>Connectivity is king.</strong> Connectivity has become as essential as the air we breathe. Once they have been connected, consumers say the internet is one of the last things they would be willing to give up if they had to reduce their expenses.</li>
<li><strong>Everyone can be a service provider.</strong> There is a huge demand for new services. The internet makes it possible for both companies and consumers to invent new solutions, such as apps.</li>
<li><strong>Social media redefine news reporting.</strong> Social media drive consumption of pictures, video clips and music, and now they also help consumers judge the relevance of news by providing necessary social commentary.</li>
<li><strong>Mobile phones play a significant role in everyday life.</strong> Consumers show most interest in mobile services that are directly related to nearby places or local services. While 90 percent of all smartphone owners always carry their phones with them, only 80 percent of them mention carrying money.</li>
<li><strong>Transparency greater than privacy.</strong> People are getting used to living transparent lives and they also expect companies and other organizations to act transparently.</li>
<li><strong>The cloud makes things easy to use.</strong> Sharing information and having several devices connected at all times is becoming the norm for consumers, resulting in the introduction of more cloud-based services. The main driver is ease of use.</li>
<li><strong>Women drive adoption of smartphones.</strong> Our 2011 study of smartphone users showed that men still dominate usage of niche services on smartphones while significantly more women use regular services such as voice calling, SMS and Facebook. By actively integrating the use of all communications channels into one device, women are driving mass-market adoption of smartphones.</li>
<li><strong>Making shopping easier.</strong> Our survey showed that 67 percent of smartphone users are interested in mobile payments. Payments should not be seen in isolation but must be put into a context of everyday shopping – for example, product information, bonus points, receipts and even indoor-shopping-mall navigation.</li>
<li><strong>Everything connects.</strong> Mobile data surpassed voice in the fourth quarter of 2009 and doubled voice in the first quarter of 2011. Consumers are increasingly connecting to the internet and to things around them, such as cars, vending machines, ticket gates and more.</li>
<li><strong>Uncertain times – consumers strive for control.</strong> In times of economic instability or when disasters such as earthquakes occur, we see renewed interest among consumers in services related to utilities such as water and electricity. Likewise, a change in disposable income is driving demand for consumers to be in control of service consumption.</li>
</ol>
<p>for detailed information you may read it <a href="http://www.ericsson.com/res/docs/2012/hot_consumer_trends.pdf">here</a>.</p>
</div>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2012%2F01%2F09%2Fhere-are-the-10-hottest-consumer-trends-in-2012%2F&amp;title=Here%20are%20the%2010%20hottest%20consumer%20trends%20in%202012" id="wpa2a_10"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2012/01/09/here-are-the-10-hottest-consumer-trends-in-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<enclosure url="http://www.ericsson.com/res/docs/2012/hot_consumer_trends.pdf" length="993866" type="application/pdf" /><media:content url="http://www.ericsson.com/res/docs/2012/hot_consumer_trends.pdf" fileSize="993866" type="application/pdf" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Based on Ericsson Consumer Lab, here are the 10 hottest consumer trends this year: Connectivity is king. Connectivity has become as essential as the air we breathe. Once they have been connected, consumers say the internet is one of the last things they w</itunes:subtitle><itunes:author>Your (optional) podcast author name</itunes:author><itunes:summary>Based on Ericsson Consumer Lab, here are the 10 hottest consumer trends this year: Connectivity is king. Connectivity has become as essential as the air we breathe. Once they have been connected, consumers say the internet is one of the last things they would be willing to give up if they had to reduce their expenses. [...]</itunes:summary><itunes:keywords>Type,in,keywords,separated,by,commas,that,can,help,listeners,locate,your,podcast,when,searching,with,iTunes</itunes:keywords></item>
		<item>
		<title>google+ cheat sheet gan :)</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2011/07/13/google-cheat-sheet-gan/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2011/07/13/google-cheat-sheet-gan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 04:08:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[Social Network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=699</guid>
		<description><![CDATA[Salam. Buat temen2 yang masih bingung mau ngapain di google+, silahkan merujuk gambar dibawah ini It&#8217;s quiet helpful.. Semoga bermanfaat . Salam.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam.</p>
<p>Buat temen2 yang masih bingung mau ngapain di google+, silahkan merujuk gambar dibawah ini <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  It&#8217;s quiet helpful..</p>
<p><img class="alignnone" src="http://s-ak.buzzfed.com/static/imagebuzz/terminal01/2011/7/12/17/google-cheat-sheet-22203-1310505345-30.jpg" alt="" width="600" height="590" /></p>
<p>Semoga bermanfaat <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Salam.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2011%2F07%2F13%2Fgoogle-cheat-sheet-gan%2F&amp;title=google%2B%20cheat%20sheet%20gan%20%3A%29" id="wpa2a_12"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2011/07/13/google-cheat-sheet-gan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Alasan Google membeli RIM (Blackberry)</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2011/07/12/694/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2011/07/12/694/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jul 2011 11:05:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=694</guid>
		<description><![CDATA[Salam. Haruskan Google membeli RIM dan BlackBerry? Pertanyaan itu muncul di forum CrackBerry, yang kemudian menuai banyak jawaban sekaligus ribuan alasan kenapa mengambil alih Research in Motion bisa saja dilakukan oleh Google. Fakta bahwa BlackBerry tak lagi menjadi smartphone nomor satu di Amerika seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, menjadi salah satu celah bagi Google untuk membeli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam.</p>
<p>Haruskan Google membeli RIM dan BlackBerry? Pertanyaan itu muncul di forum CrackBerry, yang kemudian menuai banyak jawaban sekaligus ribuan alasan kenapa mengambil alih Research in Motion bisa saja dilakukan oleh Google.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://cdn.crackberry.com/files/kevin/android-blackberry.png" alt="" width="284" height="330" /></p>
<p>Fakta bahwa <a href="http://android.gopego.com/2011/07/android-dan-ios-berkembang-pesat-blackberry-terseok-seok">BlackBerry tak lagi menjadi smartphone nomor satu di Amerika</a> seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, menjadi salah satu celah bagi Google untuk membeli RIM. Kenapa bukan Microsoft? Sederhana saja, keterpurukan Microsoft dan Nokia di pasar smartphone telah menggabungkan keduanya untuk sebuah proyek besar: Nokia Windows Phone. Dan itu tengah mereka garap untuk bisa pertama kali rilis pada akhir 2011 nanti.</p>
<p>Berikut 10 hal yang bisa menjadi dasar pemikiran Google untuk membeli RIM:</p>
<p>1. QNX &#8211; QNX adalah dasar dari OS yang dipakai di BlackBerry PlayBook tablet. Nantinya smartphone BlackBerry versi baru, atau disebut sebagai ‘superphone’ juga akan menggunakannya untuk menggantikan Linux Kernel milik Android. Beberapa keunggulan QNX di Android platform: mampu memberikan optimalisasi stabilitas (microkernel vs. monolithic kernel), better security (perlu diketahui sampai saat ini PlayBook belum ketahuan rooted) serta kemudahan rolling out hardware baru (QNX saat ini telah menjalankan di 32 cores). Harus diakui Android memiliki sejumlah kerentanan. Akan menjadi sesuatu yang menarik jika Android digabung dengan sebuah QNX kernel.</p>
<p>2. Kanada &#8211; Google telah memiliki sejumlah kantor di Kanada. Tepatnya di Kitchener (dekat Waterloo), Ontario, tempat markas RIM berada. Well, barangkali pembangunan kantor Google itu ditujukan untuk mendekati RIM di waktu mendatang.</p>
<p>3. Java &#8211; Java adalah kekuatan Android. Sebaliknya, RIM memiliki banyak ahli Java.</p>
<p>4. Mobile patents &#8211; Salah satu kelemahan terbesar dari Google/Android adalah tidak adanya paten untuk mobile OS mereka. Google mulai dibanjiri dengan tuntutan hukum, dan sayangnya, tuntutan hukum tersebut tidak hanya diarahkan pada Google tapi juga OEM yang menggunakan OS Android. Google perlu membangun pertahanan mereka dengan mobile paten. Membeli RIM tidak hanya akan memberikan paten Google RIM, juga akan menarik Google ke dalam akuisisi paten Nortel yang sebelumnya tidak bisa didapatkan Google.</p>
<p>5. TAT &#8211; Sebelumnya Google telah bekerja secara luas dengan The Astonishing Tribe (TAT). TAT adalah pembuat UI untuk original Android untuk<a href="http://android.gopego.com/2011/01/inilah-ponsel-android-pertama"> T-Mobile G1</a>. Google puas dengan kerja TAT sementara TAT adalah milik RIM. Jika Google membeli RIm maka Google bisa memiliki TAT.</p>
<p>6. Enterprise &#8211; Android layak untuk menjadi sebuah Enterprise. Saat ini jika Anda menyebut Android sebagai sebuah usaha, kebanyakan orang akan tertawa. Ini karena Android tidak punya keamanan yang paten, juga tidak ada cara yang bagus untuk mengelolanya. Sementara RIM di BlackBerry World 2011 lalu mengatakan bahwa mereka sedang menggarap support cross-platform BES. Jika Google memiliki RIM dan jika Android bekerja pada sebuah kernel QNX (lihat poin #1), Android sebagai sebuah Enterprise bukan lagi hal yang mustahil.</p>
<p>7. Hubungan karir &#8211; Tidak ada yang menyangsikan kerja keras RIM sehingga mampu mendunia. Di lain sisi Google juga telah melakukan hal besar dengan Android miliknya. Google akan mendapatkan keuntungan lebih jika mampu menguasai karir yang telah dibangun RIM juga orang-orang yang bekerja untuk RIM.</p>
<p>8. Bukti komitmen pada Android &#8211; RIM telah mengumumkan dukungan untuk aplikasi Android yang bisa dipakai pada BlackBerry PlayBook, juga pada BlackBerry smartphone versi baru. Apa yang dibuat RIM itu memang tidak ada sangkut pautnya dengan Andorid, tapi justru telah menjadi bukti bahwa Android di BlackBerry memang bisa diwujukan. Hal ini juga menunjukkan bahwa RIM telah ‘bergantung’ pada Android memperbesar jumlah aplikasinya yang dapat dilihat sebagai mematikan untuk lainnya RIM pelamar potensial. Juga, telah menciptakan jalan buntu bagi pihak lain yang tertarik untuk mengambil alih RIM.</p>
<p>9. Mengurangi fragmentasi &#8211; Google telah menjelaskan bahwa mereka ingin mengurangi fragmentasi dalam ekosistem Android. Sementara fakta bahwa BlackBerry menjalankan aplikasi Android hanya kian memperumit masalah. Untuk mengubah dari Android app ke BlackBerry app,  RIM telah meminta para develoepr untuk mendaftarkan ulang aplikasi Andorid untuk BlackBerry ke App World sehingga Google tidak bisa berbuat banyak untuk mencegahnya. Jika Google membeli RIM, maka hal semacam itu bisa dihindari.</p>
<p>10. Hardware &#8211; Saat ini Google sama sekali tidak menciptakan hardware. Sebaliknya Google memberikan Android pada rekan kerjanya seperti HTC, Samsung, LG, dll untuk membuat hardware Android devices. Barangkali Google tidak akan merubah kebijakan itu tapi besar kemungkinan Google ingin melalukannya. Jika Google mengakuisisi RIM, Google akan mampu membuat hardware sendiri untuk OS Android mereka.</p>
<p>Sebagai tambahan, di tahun 2009 petinggi Google, Eric Schmidt, kedapatan menggunakan smartphone BlackBerry untuk memotret. Well, meski tidak bisa menjadi acuan utama tapi itu merupakan bukti bahwa orang-orang Google suka dengan BlackBerry.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://cdn.crackberry.com/files/kevin/ericschmidtcurve.jpg" alt="" width="397" height="298" /></p>
<p>sumber: http://bit.ly/kNDTny</p>
<p>Salam.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2011%2F07%2F12%2F694%2F&amp;title=10%20Alasan%20Google%20membeli%20RIM%20%28Blackberry%29" id="wpa2a_14"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2011/07/12/694/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wallet will be death, replaced by mWallet!</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2011/07/08/wallet-will-be-death-replaced-by-mwallet/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2011/07/08/wallet-will-be-death-replaced-by-mwallet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2011 08:52:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[mWallet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=690</guid>
		<description><![CDATA[salam. Begitulah prediksi beberapa perusahaan terkenal seperti Paypal, Google (google wallet), ISIS (perusahaan patungan AT&#38;T dan Verizon), American Express (serve) dan Visa wallet. Apakah yang sedang terjadi..? mari kita lihat analisis G+ terhadap perkembangan mobile wallet akhir-akhir ini dan beberapa tahun yang akan datang. Bagaimana handheld bisa menjadi dompet Uang telah berevolusi sedemikian rupa dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>salam.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.sepbulgaria.com/assets/images/tmp/portfeil.jpg" alt="" width="384" height="313" /></p>
<p>Begitulah prediksi beberapa perusahaan terkenal seperti Paypal, Google (google wallet), ISIS (perusahaan patungan AT&amp;T dan Verizon), American Express (serve) dan Visa wallet. Apakah yang sedang terjadi..? mari kita lihat analisis <a href="https://www.gplus.com/Mobile-Applications/Article/FOCUS-ON-Mobile-Payments">G+</a> terhadap perkembangan mobile wallet akhir-akhir ini dan beberapa tahun yang akan datang.</p>
<p>Bagaimana handheld bisa menjadi dompet</p>
<p>Uang telah berevolusi sedemikian rupa dari barter, koin, kertas, plastik(kartu kredit) dan sekarang handheld! Yup, perdagangan akan menjadi evolusi teknologi mobile selanjutnya. Dengan menggunakan chip NFC (Near Field Communication), beberapa perusahaan akan mengubah cara kita berbelanja dan menggunakan uang, menggntikan dompet kita dengan handheld. <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk lebih jelasnya, silahkan simak infographic yang saya dapat dari mashable dibawah ini.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://6.mshcdn.com/wp-content/uploads/2011/07/mobile-money-640.jpg" alt="" width="640" height="1537" /></p>
<p>Demikian, semoga bermanfaat.</p>
<p>salam.. <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2011%2F07%2F08%2Fwallet-will-be-death-replaced-by-mwallet%2F&amp;title=Wallet%20will%20be%20death%2C%20replaced%20by%20mWallet%21" id="wpa2a_16"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2011/07/08/wallet-will-be-death-replaced-by-mwallet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google vs MicroFaceSkypesoft</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2011/07/08/google-vs-microfaceskypesoft/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2011/07/08/google-vs-microfaceskypesoft/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2011 02:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Social Network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=677</guid>
		<description><![CDATA[salam. Gambar yang sangat menggelitik bukan? Seperti dalam posting blog sebelumnya google telah melahirkan social network baru yang siap menantang facebook. Perlu anda ketahui bahwa mulai kemarin 7 Juli 2011, google+ telah dibuka untuk publik, sehingga untuk anda yang belum sempat mencicipi google+ silahkan langsung kunjungi link ini. Google dengan cerdas meramu semua tools online-nya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="https://lh5.googleusercontent.com/-h8xloSTJFEY/ThT4af1TfFI/AAAAAAAAAO0/QmhFNapWg6A/h301/G%252B.jpg" alt="" width="365" height="301" /></p>
<p>salam.</p>
<p>Gambar yang sangat menggelitik bukan? <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Seperti dalam posting blog <a href="http://pram.web.id/blog/2011/06/30/658/">sebelumnya</a> google telah melahirkan social network baru yang siap menantang facebook. Perlu anda ketahui bahwa mulai kemarin 7 Juli 2011, google+ telah dibuka untuk publik, sehingga untuk anda yang belum sempat mencicipi google+ silahkan langsung kunjungi link <a href="http://plus.google.com/">ini</a>.</p>
<p style="text-align: left;">Google dengan cerdas meramu semua tools online-nya menjadi satu social network yang sungguh &#8220;ajaib&#8221; menurut saya <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dengan Platform google+, kita telah digiring google untuk memanfaatkan secara maksimal semua tools online-nya. Berikut sedikit analisis kecil dari saya mengenai fitur google+ yang sebenarnya merupakan repackage dari semua layanan google:</p>
<p style="text-align: left;"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/huddle.png" alt="" width="141" height="50" /></p>
<p><strong>Huddle,</strong> layanan instant group messaging ini adalah repackage dari gtalk yang tertanam di google+. Seperti kita ketahui sebelumnya <strong>gtalk</strong> tidak mensupport conference messaging. Jika kita ingin melakukan conference, kita harus memanfaatkan <a href="http://partychapp.appspot.com/">http://partychapp.appspot.com/</a> untuk membuat group chat. Lain hal-nya dengan <strong>Huddle</strong>, kita bisa melakukan group chat secara instant seperti Yahoo Messanger.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/Instant-Upload.png" alt="" width="221" height="50" /></p>
<p><strong>Photos Instant Upload, </strong>layanan berbagi foto secara instan ini memanfaatkan <strong>picasa</strong> sebagai mesinnya. Kelebihan fitur <strong>Photos</strong> di google+ adalah kita dapat menjepret foto dengan handheld yang sudah terintegrasi dengan google+ dan foto hasil jepretan tsb otomatis terupload di folder pribadi kita di google+ untuk kemudian kita dapat memilih, foto mana saja yang akan kita bagi dengan teman2 di lingkaran kita.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/sparks.png" alt="" width="142" height="47" /></p>
<p>Ingat dengan <strong>google readers</strong>? RSS agregator yang didevelop oleh google. Kebetulan saya sering memakai google readers untuk mengumpulkan RSS feeds dari beberapa situs favorit saya untuk saya baca pada saat waktu luang. Begitu juga denga <strong>Sparks </strong>yang tidak lain adalah <strong>google readers</strong> yang ditanam di google+. Suatu langkah cerdas google untuk lebih menjual google readers kepada publik.</p>
<p><strong>MicroFaceSkypesoft?</strong></p>
<p>Belum lama ini tersiar kabar bahwa Microsoft telah mengakuisis Skype dengan harga $8.5 Miliar. Berita tersebut dapat anda baca di <a href="http://www.engadget.com/2011/05/10/microsofts-acquisition-of-skype-for-8-5-billion-becomes-offici/">sini</a>. Yang menarik adalah Facebook kemarin tanggal 7 Juli 2011, merilis layanan instant chat dan video call baru hasil integrasi facebook dengan skype. Hal ini membuat saya bertanya-tanya, tentang apa yang sedang terjadi. Apakah Facebook dan Microsoft (yang kini memiliki Skype) tengah berkongsi untuk melawan dominasi raksasa google di Internet? Saya berasumsi bahwa langkah<strong> facebook </strong>mengeluarkan<strong> instant chat</strong> dan<strong> video call</strong> untuk menandingi fitur<strong> Huddle</strong> dan <strong>Hangout</strong> di <strong>google+</strong></p>
<p><strong></strong> Nampaknya kita sebagai konsumen semakin dimanjakan dengan persaingan ini. Dengan adanya facebook dan google+ saya yakin dunia social network akan berevolusi lebih cepat dan lebih hebat dari apa yang pernah kita bayangkan sebelumnya.</p>
<p>salam. <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2011%2F07%2F08%2Fgoogle-vs-microfaceskypesoft%2F&amp;title=Google%20vs%20MicroFaceSkypesoft" id="wpa2a_18"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2011/07/08/google-vs-microfaceskypesoft/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Augmented Reality (realitas tertambah) di Android</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2011/07/01/augmented-reality-realitas-tertambah-di-android/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2011/07/01/augmented-reality-realitas-tertambah-di-android/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2011 10:16:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[salam. Realitas tertambah, atau kadang dikenal dengan singkatan bahasa Inggrisnya AR (augmented reality), adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.Tidak seperti realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, realitas tertambah sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan. (wikipedia.com) Aplikasi Augmented Reality di Android 1. Layar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>salam.</p>
<p><strong>Realitas tertambah</strong>, atau kadang dikenal dengan singkatan bahasa Inggrisnya <strong>AR</strong> (<em>augmented reality</em>), adalah <a title="Teknologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi">teknologi</a> yang menggabungkan benda maya <a title="Dua dimensi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dua_dimensi">dua dimensi</a> dan ataupun <a title="Tiga dimensi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_dimensi">tiga dimensi</a> ke dalam sebuah lingkungan nyata <a title="Tiga dimensi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiga_dimensi">tiga dimensi</a> lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam <a title="Waktu nyata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waktu_nyata">waktu nyata</a>.Tidak seperti <a title="Realitas maya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Realitas_maya">realitas maya</a> yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, realitas tertambah sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan. (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Realitas_tertambah">wikipedia.com</a>)</p>
<p>Aplikasi Augmented Reality di Android</p>
<p><strong>1. Layar</strong></p>
<p><strong><img class="alignnone" src="http://img.techsplurge.com/2011/03/layar1.jpg" alt="" width="630" height="175" /><br />
</strong></p>
<p>Layar adalah aplikasi realitas tertambah yang dapat di install di iOS, Android dan Ovi. Dengan Layar kita dapat melihat informasi yang disajikan secara apik dalam format AR melalui layers yang bisa kita gunakan sesuai degan keinginan. Dengan menyeting layers pada aplikasi layar, kita dapat melihat cuaca, memainkan game, melihat posisi satelit, mencari restauran terdekat, mecari lokasi cineplex terdekat, mencari informasi dikson dan masih banyak lagi.</p>
<p>Bagi anda yang ingin menginstall layar, silahkan mengikuti link: <a href="http://www.layar.com/download/android/">http://www.layar.com/download/android/</a> atau cukup dengan men-scan QR Code dibawah ini denga handheld anda.</p>
<p><img class="alignnone aligncenter" src="http://static511.layar.com.s3.amazonaws.com/content_media/14/androidqrtrans.png" alt="" width="150" height="150" /></p>
<p><strong>2. Mixare</strong></p>
<p><a href="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/07/mixare.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-674" title="mixare" src="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/07/mixare.png" alt="" width="304" height="92" /></a></p>
<p><strong>mixare <em>(mis augmented reality engine) </em></strong>adalah sebuah browser augmented reality open source yang dipublikasikan dibawah lisensi <a href="http://www.gnu.org/licenses/gpl-3.0.html">GPLv3</a> yang bisa diunduh gratis di <a href="http://www.mixare.org/download/">sini</a>. mixare tersedia untuk Android dan iPhone3GS ke atas. Aplikas ini bekerja secara otonom dan tersedia baik itu untuk pengembangan dan juga penggunaan pribadi.</p>
<p>Untuk melihat demo, silahkan putar video dibawah ini.</p>
<p><object width="500" height="306"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/AA2LLqb4TSM?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/AA2LLqb4TSM?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="306" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2011%2F07%2F01%2Faugmented-reality-realitas-tertambah-di-android%2F&amp;title=Augmented%20Reality%20%28realitas%20tertambah%29%20di%20Android" id="wpa2a_20"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2011/07/01/augmented-reality-realitas-tertambah-di-android/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<enclosure url="http://www.youtube.com/v/AA2LLqb4TSM?version=3" length="3316" type="application/x-shockwave-flash" /><media:content url="http://www.youtube.com/v/AA2LLqb4TSM?version=3" fileSize="3316" type="application/x-shockwave-flash" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>salam. Realitas tertambah, atau kadang dikenal dengan singkatan bahasa Inggrisnya AR (augmented reality), adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan</itunes:subtitle><itunes:author>Your (optional) podcast author name</itunes:author><itunes:summary>salam. Realitas tertambah, atau kadang dikenal dengan singkatan bahasa Inggrisnya AR (augmented reality), adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.Tidak seperti realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, realitas tertambah sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan. (wikipedia.com) Aplikasi Augmented Reality di Android 1. Layar [...]</itunes:summary><itunes:keywords>Type,in,keywords,separated,by,commas,that,can,help,listeners,locate,your,podcast,when,searching,with,iTunes</itunes:keywords></item>
		<item>
		<title>Google+ siap melawan facebook</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2011/06/30/658/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2011/06/30/658/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 10:03:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=658</guid>
		<description><![CDATA[Salam. Google telah berkali-kali mencoba menantang dominasi facebook di ranah social network dengan meluncurkan google buzz, dan google wave. Penulis sendiri pernah mencicipi 2 layanan jejaring social besutan google tsb, namun belum bisa berpaling dari facebook.  Semua itu terjadi karena buzz dan wave tidak memiliki nilai tambah dibanding facebook. Sehingga pengguna lebih memilih facebook karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/Google+.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-664" title="Google+" src="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/Google+.png" alt="" width="302" height="300" /></a></p>
<p>Salam.</p>
<p>Google telah berkali-kali mencoba menantang dominasi facebook di ranah social network dengan meluncurkan google buzz, dan google wave. Penulis sendiri pernah mencicipi 2 layanan jejaring social besutan google tsb, namun belum bisa berpaling dari facebook.  Semua itu terjadi karena buzz dan wave tidak memiliki nilai tambah dibanding facebook. Sehingga pengguna lebih memilih facebook karena jaringan pertemanan mereka yang sudah terjalin dengan baik di facebook.</p>
<p>Seperti posting slide-share di blog <a href="http://pram.web.id/blog/2011/01/10/the-real-life-social-media/">ini</a> setahun yang lalu, bahwa facebook memiliki kekurangan yang membuat kita tidak bisa berinteraksi layaknya di dunia nyata. Di facebook, kita menempatkan semua teman kita pada satu group besar tanpa adanya pemisahan satu sama lain, sehingga status update yang kita lakukan di facebook akan di baca oleh seluruh teman kita tanpa adanya filter. Padahal sebenarnya kita tidak ingin status tersebut di baca oleh bos kita, atau rekan kerja kita, atau orang tua kita, atau anak kecil dan sebagainya. Hal inilah yang menyebabkan orang berpikir 2 kali atau lebih dalam memposting status, sehingga status yang diposting tidak original dan tidak menggambarkan kehidupan nyata yang sebenarnya. Atau jika ada seorang pengguna facebook pemula yang belum mengerti konsep ini akan sembarang update status dan mengganggu teman2-nya di facebook.</p>
<p><a href="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/circle.png"><img class="alignnone size-full wp-image-659" title="circle" src="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/circle.png" alt="" width="130" height="50" /></a></p>
<p>Hal ini lah yang google coba tawarkan pada <strong>google+</strong>, dengan fitur &#8220;circle&#8221; pengguna dapat berbagi hal yang berbeda dengan orang yang berbeda. Jadi berbagi hal-hal yang tepat dengan orang yang tepat tidaklah sulit lagi. &#8220;Circles&#8221; mempermudah dalam mengelompokkan teman kuliah, teman sma, keluarga, rekan kerja, dan bos dalam suatu lingkaran tersendiri <em><strong>-seperti kehidupan nyata-</strong></em></p>
<p><a href="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/hangouts.png"><img class="alignnone size-full wp-image-660" title="hangouts" src="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/hangouts.png" alt="" width="170" height="53" /></a></p>
<p>Hangouts adalah fitur google plus yang memungkinkan pengguna untuk membuat pertemuan secara instan dengan video conference. Pengguna dapat menentukan siapa saja yang dapat melihat dan masuk dalam pertemuan apakah orang2 tertentu atau semua orang dalam circle tertentu. Dan setelah itu pengguna tinggal menunggu siapa saja yang masuk dalam pertemuan dan bercakap-cakap secara face to face.</p>
<p><a href="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/Instant-Upload.png"><img class="alignnone size-full wp-image-661" title="Instant Upload" src="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/Instant-Upload.png" alt="" width="221" height="50" /></a></p>
<p>Instant Upload adalah fitur Google+ yang memungkinkan semua foto dan video yang dicapture oleh handheld pengguna tersinkronisasi secara otomatis dengan folder foto pribadi Google+. Selanjutnya terserah pengguna, foto dan video mana saja yang akan dibagi dengan teman-temannya.</p>
<p><a href="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/sparks.png"><img class="alignnone size-full wp-image-662" title="sparks" src="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/sparks.png" alt="" width="142" height="47" /></a></p>
<p>Sparks adalah fitur RSS Feed pada Google+ yang memungkinkan pengguna mengumpulkan informasi tentang hal-hal yang diminati untuk kemudian dapat melihat, membaca dan membaginya dengan teman di saat waktu luang.</p>
<p><a href="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/huddle.png"><img class="alignnone size-full wp-image-663" title="huddle" src="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/huddle.png" alt="" width="141" height="50" /></a></p>
<p>Huddle menyempurnakan fungsi gtalk dalam hal groups chat. Seperti kita ketahui gtalk belum menyediakan conference chat seperti YM miliki. Untuk dapat melakukan groups chat kita harus membuat group tersebut terlebih dahulu di <a href="http://partychapp.appspot.com/">http://partychapp.appspot.com/</a> Huddle memudahkan pengguna Google+ untuk membuat group chat secara instant tanpa harus melakukan setting yang cukup menyita waktu.</p>
<p>Bagi yang ingin mencoba demo-nya silahkan klik link <a href="http://www.google.com/intl/en/+/demo/">ini</a>. Untuk sementara ini google+ masih melakukan field trial kepada lingkungan terbatas, jadi layanannya belum bisa digunakan secara umum.</p>
<p>Salam..</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2011%2F06%2F30%2F658%2F&amp;title=Google%2B%20siap%20melawan%20facebook" id="wpa2a_22"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2011/06/30/658/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Kompetisi Komputasi Awan” google vs apple vs microsoft</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2011/06/30/kompetisi-komputasi-awan-google-vs-apple-vs-microsoft/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2011/06/30/kompetisi-komputasi-awan-google-vs-apple-vs-microsoft/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 04:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=654</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu Komputasi Awan? Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (&#8216;komputasi&#8216;) dan pengembangan berbasis Internet (&#8216;awan&#8217;). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. (Wikipedia) Google :  Aplikasi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apa itu Komputasi Awan?</strong></p>
<p><strong>Komputasi awan</strong> (<a title="Bahasa Inggris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris">bahasa Inggris</a>: <em>cloud computing</em>) adalah gabungan pemanfaatan <a title="Teknologi komputer (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknologi_komputer&amp;action=edit&amp;redlink=1">teknologi komputer</a> (&#8216;<a title="Komputasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi">komputasi</a>&#8216;) dan pengembangan berbasis <a title="Internet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Internet">Internet</a> (&#8216;awan&#8217;). <em>Awan (cloud)</em> adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, <em>awan (cloud)</em> dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. (Wikipedia)</p>
<p><img class="alignnone aligncenter" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b5/Cloud_computing.svg/300px-Cloud_computing.svg.png" alt="" width="300" height="208" /></p>
<p><strong>Google :  Aplikasi di udara.</strong></p>
<p>Strategi google dalam mengembangkan teknologi awan lebih berdasarkan pada masa depan dan bukan pada kondisi teknologi internet sekarang ini. Google bertaruh bahwa dalam waktu dekat, dunia akan memiliki teknologi internet yang dapat diakses di mana-mana, kapan saja dan dengan biaya yang murah, termasuk jaringan FTTH (Fiber To The Home) &amp; FTTO (Fiber to The Office) yang menyediakan koneksi pita lebar super cepat di seluruh penjuru planet ini. Google sedang membangun awan untuk dunia seperti diatas, dan pada saat itu terwujud aplikasi-aplikasi yang ada di &#8220;awan google&#8221; akan berjalan dengan <em>smooth. </em></p>
<p><img class="alignnone aligncenter" src="http://www.cloudbusinessreview.com/wp-content/uploads/2011/05/google-apps-cloud.jpg" alt="" width="240" height="140" /></p>
<p>Dari kondisi diatas dapat disimpulkan beberapa kekurangan (-) dan kelebihan (+) komputasi awan besutan google ini:</p>
<ul>
<li>(-) Pengguna harus selalu terhubung ke Internet untuk dapat mengakses aplikasi.</li>
<li>(-) Kinerja aplikasi bergantung pada koneksi internet yang ada, karena semua data tersimpan di awan.</li>
<li>(+) Dapat diakses dimana saja dan kapan saja (selama koneksi internet ada)</li>
<li>(+) Dapat mengedit sebuah dokumen dengan teman kerja secara simultan (dengan google doc&#8217;s)</li>
<li>(+) Pengguna tidak perlu mendownload dan menginstal aplikasi</li>
</ul>
<p>Sungguh indah asumsi google tentang masa depan dengan komputasi awannya. Namun menurut pendapat penulis pribadi, kenyataan tidak selalu seindah impian, terutama di negara kita Indonesia. Kesenjangan teknologi yang cukup tinggi menjadi kendala utama dalam penerapan model teknologi awan google ini. Apalagi dengan penerapan sistem pasar bebas sekarang ini. Ada beberapa daerah yang secara ekonomi tidak menguntungkan untuk dibangun infrastruktur internet kecepatan tinggi.</p>
<p>Sebenarnya google sudah memikirkan solusi untuk kendala ini, ada beberapa aplikasi penting yang sedang dibuat tersedia secara offline khususnya untuk <a href="http://www.google.com/chromebook/">chromebooks</a>. <a href="http://gears.google.com/">Google Gears </a>adalah salah satu proyek awal untuk mewujudkan hal ini.</p>
<p><strong>Apple: Sinkronisasi Otomatis</strong></p>
<p><img class="alignnone aligncenter" src="http://www.csmonitor.com/var/ezflow_site/storage/images/media/images/0606-icloud-wwdc/10293566-1-eng-US/0606-icloud-wwdc_full_600.jpg" alt="" width="360" height="240" /></p>
<p>Pendekatan apple mengenai konsep awan sedikit berbeda. Apple tidak memandang &#8220;awan&#8221; sebagai komputer di angkasa yang dapat menjalankan hal-hal keren. Apple tidak ingin semuanya berjalan di awan, melainkan berfungsi sebagai penghantar &#8220;Stasiun utama&#8221; yang memastikan semua kereta sampai ke tujuan tepat waktu. Dengan iCloud yang di umumkan di WWDC kemarin, apple menggunakan awan untuk mengatur aliran data, dan bukan mengontrolnya. Hal ini membuat awan menjadi pusat penyimpanan untuk apps, music, media, documents,  messages, photos, backups, settings dan lebih banyak lagi.</p>
<p>Sepuluh tahun yang lalu apple dan microsoft mengumumkan ide bahwa mac/pc menjadi pusat penghubung (central hub) dari kehidupan dan pekerjaan digital  kita dengan bermacam-macam gadget bergantung padanya untuk mengatur data. Namun dengan adanya iCloud, pernyataan tersebut telah terhapus sendiri oleh apple. Steve Jobs menyatakan: &#8220;Kami akan menjadikan PC hanya sebagai perangkat&#8221;.</p>
<p>Dengan cara ini, apple mengambil pendekatan yang berbeda dari google yang pada dasarnya menirum konsep mainframe lama. Sebaliknya, apple melakukan sesuatu yang mirip dengan Dropbox (StartUp yang populer di Android). Hal ini memungkinkan pengguna secara mensinkronkan data pribadinya secara otomatis, termasuk lagu, file, kontak, aplilkasi, game yang telah mereka miliki/beli ke semua perangkat apple yang dipunyai melalui iCloud. Penggunga tidak perlu repot mengelola file dan lagu pada sekelompok perangkat (macbook, ipod, iphone, ipad dll) yang mereka punyai secara manual.</p>
<p>Menurut pendapat saya penulis, para penggemar gadget dan profesional IT cenderung menyukai pendekatan apple ini, karena dengan iCloud semua data dan salinan dimiliki dan dikontrol secara pribadi. Namun sinkronisasi akan menjadi lebih rumit jika pengguna memilih untuk tidak mensinkronkan data secara otomatis pada perangkat-perangkatnya (untuk menghemat baterai, bandwidth dll). Masih perlu dilihat juga apakah dengan sinkronisasi otomatis ini akan mudah di pahami oleh pengguna awam dan professional sehingga dapat memudahkan mereka.</p>
<p>Walaupun pendekatan apple mungkin lebih reliable untuk teknologi internet yang ada sekarang ini, ada sedikit pertanyaan yang menggelitik: Apakah dalam waktu 5-10 tahun mendatang dimana koneksi internet pita lebar dengan kecepatan akses sangat cepat sinkronisasi masih dibutuhkan? Lagi-lagi semua kembali kepada pengguna apakah ingin tetap memiliki salinan file di perangatnya atau tidak. Tentu saja hal tersebut juga berbanding terbalik dengan kinerja, keamanan dan kenyamanan.</p>
<p><strong>Microsoft:  sinkronisasi otomatis dan aplikasi di udara? dua2 nya? <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone aligncenter" src="http://msexchangereviews.com/wp-content/uploads/2010/08/microsoft-cloud.png" alt="" width="250" height="213" /></p>
<p>Microsoft sudah memiliki rencana untuk membuat sesuatu seperti iCloud, yang dapat mensinkronkan semua perangkat secara otomatis. Namun semua itu terganjal oleh perangkat mobile microsoft yang tertinggal dari apple maupun google terutama dalam hal sistem operasi. Windows mobile terkenal sangat lambat, berbeda dengan iOS dan Android yang telah merauh sukses besar di pasaran akhir-akhir ini. Microsoft juga berpendapat bahwa awan dapat berfungsi sebagai software dan layanan. Dengan kata lain, pengalaman menggunakan Desktop client sangat kaya dan interaktif sehingga sulit digantikan dengan browser (sejauh ini memang google doc&#8217;s tidak sepowerfull microsoft office).</p>
<p>Selain menyediakan software desktop client based, microsoft juga menyediakan SAAS (Software As A Service) teknologi awan seperti: Windows Live, Office Live, Share Point Online, Exchange Online dll. Jadi apakah strategi microsoft memang mensfupport dua-duanya, atau microsoft masih bingung menentukan jalan? kita lihat perkembangannya di waktu yang akan datang <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Akhirnya ijnkan penulis untuk menyingkat rivalitas ketiga perusahaan diatas menjadi kalimat berikut ini: &#8220;Untuk google, Web adalah pusat segalanya. Untuk Apple, perangkat adalah pusat segalanya. Untuk Microsoft, baik web dan perangkat adalah pusat segalanya&#8230; hahaha <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  piss ah&#8230;</p>
<p>Semoga bermanfaat, sekian salam&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2011%2F06%2F30%2Fkompetisi-komputasi-awan-google-vs-apple-vs-microsoft%2F&amp;title=%26%238220%3BKompetisi%20Komputasi%20Awan%26%238221%3B%20google%20vs%20apple%20vs%20microsoft" id="wpa2a_24"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2011/06/30/kompetisi-komputasi-awan-google-vs-apple-vs-microsoft/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>google wdyl.com</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2011/06/28/google-wdyl-com/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2011/06/28/google-wdyl-com/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 09:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=646</guid>
		<description><![CDATA[salam wdyl? mungkin salah ketik? hehehe&#8230; bukan salah ketik.. ternyata diam-diam google meluncurkan suatu mesin pencari baru yang merangkum semua informasi dari semua &#8220;google online tools&#8221; seperti: google translate, trends, books, sketchup, alerts, youtube, product search, maps, image search, patents, blog search dst.. semua dalam satu halaman dengan tampilan seperti majalah. Walaupun sampai saat ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>salam</p>
<p><a href="http://www.wdyl.com/"><img class="alignnone size-full wp-image-648" title="google love" src="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/google-love.png" alt="" width="78" height="34" /></a></p>
<p>wdyl? mungkin salah ketik? hehehe&#8230; bukan salah ketik.. ternyata diam-diam google meluncurkan suatu mesin pencari baru yang merangkum semua informasi dari semua <em>&#8220;google online tools&#8221; </em>seperti: <em>google translate, trends, books, sketchup, alerts, youtube, product search, maps, image search, patents, blog search</em> dst.. semua dalam satu halaman dengan tampilan seperti majalah.</p>
<p>Walaupun sampai saat ini saya belum tahu kegunaannya, namun wdyl.com didesain dengan tampilan menarik dan merangkum semua kemungkinan informasi yang ingin kita cari dari <em>google tools</em>. Berikut screen shoot-nya saat saya mencoba iseng memasukkan kata kunci &#8220;samsung epic&#8221;:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/Capture.png"><img class="alignnone size-full wp-image-647" title="Capture" src="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/Capture.png" alt="" width="528" height="654" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Pendapat saya pribadi.. kemungkinan halaman ini lebih kepada promosi google tools yang ternyata berjibun banyaknya.. dan memiliki kegunaan spesifik tersendiri. <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;">salam.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2011%2F06%2F28%2Fgoogle-wdyl-com%2F&amp;title=google%20wdyl.com" id="wpa2a_26"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2011/06/28/google-wdyl-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tombol +1 Google</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2011/06/28/tombol-1-google/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2011/06/28/tombol-1-google/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 07:16:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=644</guid>
		<description><![CDATA[Salam. Tombol +1 (plus one) adalah satu fitur baru dari google yang fungsinya mirip dengan tombol like or &#8216;jempol&#8217; di facebook. +1 berarti &#8220;keren&#8221; atau &#8220;recommended&#8221;. Jadi jika kita klik tombol +1 maka secara publik kita telah merekomendasikan suatu hal di internet yang baik untuk teman, kontak, dan orang2 di jagad internet. Sering kali setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam.</p>
<p><a href="http://www.google.com/+1/button/"><img class="alignnone" src="http://www.google.com/+1/button/images/icon.png" alt="" width="64" height="54" /></a></p>
<p>Tombol +1 (plus one) adalah satu fitur baru dari google yang fungsinya mirip dengan tombol like or &#8216;jempol&#8217; di facebook. +1 berarti &#8220;keren&#8221; atau &#8220;recommended&#8221;. Jadi jika kita klik tombol +1 maka secara publik kita telah merekomendasikan suatu hal di internet yang baik untuk teman, kontak, dan orang2 di jagad internet.</p>
<p>Sering kali setelah kita melakukan pencarian dengan Google, kita mendapatkan link2 yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Dengan tombol +1, maka kita akan mengetahui bahwa informasi tersebut telah dibaca dan direkomendasikan oleh teman atau orang lain.</p>
<p>Jika anda ingin menambahkan +1 pada suatu informasi, anda harus memiliki sebuah profile publik di akun google. Dengan melihat profile publik akun google, maka orang lain dapat melihat siapa yang merekomendasikan informasi tersebut.</p>
<p>Jika anda ingin membaca lebih lanjut tentang google +1 silahkan klik link <a href="http://www.google.com/support/profiles/?p=sign_up_about_plusones">ini</a></p>
<p>Salam.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2011%2F06%2F28%2Ftombol-1-google%2F&amp;title=Tombol%20%2B1%20Google" id="wpa2a_28"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2011/06/28/tombol-1-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OpenBTS, Open BSC dan Droid</title>
		<link>http://pram.web.id/blog/2011/06/24/openbts-open-bsc-dan-droid/</link>
		<comments>http://pram.web.id/blog/2011/06/24/openbts-open-bsc-dan-droid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 11:37:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Your (optional) podcast author email address (Your (optional) podcast author name)</dc:creator>
				<category><![CDATA[life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pram.web.id/blog/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[Salam. Pada Post ini saya ingin membahas tentang OpenBTS dan OpenBSC. Apa dan bagaimanakah lets cekidot gan! OpenBTS Open BTS adalah sejenis jaringan cellular yang dapat di instal dan di operasikan dengan biaya 1/10 dari teknologi vendor yang ada sekarang ini. Meskipun murah, Open BTS tetap kompatibel dengan handset-handset yang ada di pasaran. Teknolog ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam.</p>
<p>Pada Post ini saya ingin membahas tentang OpenBTS dan OpenBSC. Apa dan bagaimanakah lets cekidot gan! <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>OpenBTS</strong></p>
<p><strong><a href="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/openbts-logo.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-639" title="openbts-logo" src="http://pram.web.id/blog/wp-content/uploads/2011/06/openbts-logo.png" alt="" width="102" height="132" /></a><br />
</strong></p>
<p>Open BTS adalah sejenis jaringan cellular yang dapat di instal dan di operasikan dengan biaya 1/10 dari teknologi vendor yang ada sekarang ini. Meskipun murah, Open BTS tetap kompatibel dengan handset-handset yang ada di pasaran. Teknolog ini juga dapat di gunakan untuk aplikasi jaringan privat, seperti wireless PBX dengan biaya yang jauh lebih murah dan kompleksitas yang lebih mudah dari jaringan seluler eksisting.</p>
<p><strong>OpenBTS on Droid</strong></p>
<p>Yang lebih mencengangkan lagi adalah, OpenBTS dapat di install di hh Android. Blog<a href="http://www.tombom.co.uk/blog/?p=144" target="_blank"> ini</a> mengklaim bahwa sebuah Android CDMA dapat menjalankan fungsi BTS GSM dengan menginstall <a href="http://openbts.sourceforge.net/">gnuradio </a>dan <a href="http://openbts.sourceforge.net/">openBTS </a>yang dijalankan dengan arsitektur ARMEL, sehingga Droid tersebut dapat berfungsi sebagai BTS dan menghubungkan handset GSM ke server <a href="http://www.asterisk.org/">asterisk</a> dan merutekan panggilannya ke jaringan PSTN melalui protokol SIP.</p>
<p>Pak Onno sekarang ini sedang melakukan riset tentang hal ini, untuk mengakses dokumentasi beliau silahkan cek di <a href="http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/OpenBTS#OpenBTS_for_Dummies">sini</a></p>
<p><strong>OpenBSC</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong><img class="alignnone" src="http://bb.osmocom.org/osmocom/osmocom_logo.png" alt="" width="288" height="73" /></strong></p>
<p><a href="http://openbsc.osmocom.org/trac/">OpenBSC</a> adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk membuat suatu software yang dapat mensimulasikan fungsi-fungsi yang ada pada komponen jaringan GSM yaitu: BSC (Base Station Controller), MSC (Mobile Switching Center), HLR (Home Location Register), AuC (Authentication Center), VLR (Visitor Location Register), EIR (Equipment Identity Register).</p>
<p>Untuk anda yang tertarik dengan OpenBSC, instalasi dapat dilakukan pada OS Linux Debian, untuk howto nya dapat anda baca di <a href="http://openbsc.osmocom.org/trac/wiki/Building_OpenBSC">sini</a>.</p>
<p>Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat <img src='http://pram.web.id/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Salam.</p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fpram.web.id%2Fblog%2F2011%2F06%2F24%2Fopenbts-open-bsc-dan-droid%2F&amp;title=OpenBTS%2C%20Open%20BSC%20dan%20Droid" id="wpa2a_30"><img src="http://pram.web.id/blog/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pram.web.id/blog/2011/06/24/openbts-open-bsc-dan-droid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	<copyright>Your (optional) copyright message</copyright><media:credit role="author">Your (optional) podcast author name</media:credit><media:rating>nonadult</media:rating></channel>
</rss>

