<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Priyadi's Place</title>
	<atom:link href="https://priyadi.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://priyadi.net</link>
	<description>Changing the world, one person at a time...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Sep 2014 08:29:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.8.3</generator>
	<itunes:explicit>yes</itunes:explicit><copyright>Changing the world, one person at a time?</copyright><itunes:keywords>Changing,the,world,one,person,at,a,time?</itunes:keywords><itunes:summary>Changing the world, one person at a time?</itunes:summary><itunes:subtitle>Changing the world, one person at a time?</itunes:subtitle><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Educational Technology"/></itunes:category><itunes:author>Changing the world, one person at a time?</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>s_9@mymelody.com</itunes:email><itunes:name>Changing the world, one person at a time?</itunes:name></itunes:owner><item>
		<title>Buku Rangkaian Elektronik “Tulus Kit”</title>
		<link>https://priyadi.net/archives/2014/09/22/buku-rangkaian-elektronik-tulus-kit/</link>
					<comments>https://priyadi.net/archives/2014/09/22/buku-rangkaian-elektronik-tulus-kit/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2014 08:29:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1350</guid>

					<description><![CDATA[Gara-gara mengikuti grup Hits 80s &#38; 90s di Facebook, akhirnya saya terkenang dengan salah satu hobi saya jaman dulu, yaitu merangkai rangkaian elektronik. Yang paling populer adalah rangkaian dari &#8220;Tulus Kit&#8221;. Tergantung dari tingkat keahlian, ketebalan dompet, dan waktu yang dimiliki, hobi ini bisa dijalankan dari tahap desain rangkaian, atau membeli kit langsung jadi yang&#8230; <a class="more-link" href="https://priyadi.net/archives/2014/09/22/buku-rangkaian-elektronik-tulus-kit/">Continue reading <span class="screen-reader-text">Buku Rangkaian Elektronik &#8220;Tulus Kit&#8221;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://priyadi.net/wp-content/uploads/2014/09/tuluskit.jpg"><img loading="lazy" class="alignright size-medium wp-image-1353" title="tuluskit" src="https://priyadi.net/wp-content/uploads/2014/09/tuluskit-205x300.jpg" alt="" width="205" height="300" srcset="https://priyadi.net/wp-content/uploads/2014/09/tuluskit-205x300.jpg 205w, https://priyadi.net/wp-content/uploads/2014/09/tuluskit.jpg 583w" sizes="(max-width: 205px) 100vw, 205px" /></a></p>
<p>Gara-gara mengikuti grup <a href="https://www.facebook.com/groups/hits80s90s/" target="_blank">Hits 80s &amp; 90s</a> di Facebook, akhirnya saya terkenang dengan salah satu hobi saya jaman dulu, yaitu merangkai rangkaian elektronik. Yang paling populer adalah rangkaian dari &#8220;Tulus Kit&#8221;.</p>
<p>Tergantung dari tingkat keahlian, ketebalan dompet, dan waktu yang dimiliki, hobi ini bisa dijalankan dari tahap desain rangkaian, atau membeli kit langsung jadi yang sudah termasuk rangkaian serta semua komponen yang diperlukan, yang diperlukan hanya tahap akhir, yaitu pemasangan komponen.</p>
<p><span id="more-1350"></span></p>
<p>Biasanya yang saya lakukan adalah membeli PCB yang sudah jadi, sedangkan komponen saya beli terpisah di pusat elektronika Cikapundung. Biasanya ini lebih murah daripada membeli kit langsung jadi di toko buku. Dan tentunya tidak perlu mengambil risiko tangan melepuh untuk mencetak mendiri PCB dengan larutan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Iron(III)_chloride" target="_blank">ferriklorida</a>. Dulu saya masih kecil, jadi jika harus mencetak PCB masih harus didampingi orang tua.</p>
<p>Rangkaian yang seingat saya pernah saya rangkai adalah radio, detektor metal, lampu disko, organ, interkom, bel pintu, dadu elektronik, video game, alat cerdas cermat.</p>
<p>Karena kenangan ini, saya lakukan pencarian di Internet untuk mencari buku-buku Tulus Kit, dan bisa menemukannya di <a href="http://jogjahomebrew.wordpress.com/2014/01/20/scan-buku-tulus-kit/" target="_blank">Jogja Homebrew</a>. Ada 4 buku hasil scan di sana.</p>
<p>Karena hasil <em>scan</em> masih berbentuk gambar, setiap halaman merupakan gambar yang terpisah-pisah, dan ukurannya juga terlalu besar dibandingkan yang diperlukan, maka saya buatkan PDFnya yang dapat diunduh dari taut di bawah ini:</p>
<ul>
<li><a href="https://drive.google.com/file/d/0BzDQXb9r23xNR2ZsMnlXTDdYNEk/edit?usp=sharing" target="_blank">Tulus Kit 1</a></li>
<li><a href="https://drive.google.com/file/d/0BzDQXb9r23xNUnRsVTVubVdZQjA/edit?usp=sharing" target="_blank">Tulus Kit 2</a></li>
<li><a href="https://drive.google.com/file/d/0BzDQXb9r23xNVXRXclRkLWhTNm8/edit?usp=sharing" target="_blank">Tulus Kit 3</a></li>
<li><a href="https://drive.google.com/file/d/0BzDQXb9r23xNZ1BLTWlNcFFKMW8/edit?usp=sharing" target="_blank">Tulus Kit 4</a></li>
</ul>
<p>Berkas-berkas di atas adalah hasil <em>scan</em> dari Jogja Homebrew, saya cuma melakukan crop, optimasi, mengurutkan halaman, serta konversi ke PDF.</p>
<p>Namun masih ada beberapa halaman yang hilang. Ada yang masih memiliki buku ini?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://priyadi.net/archives/2014/09/22/buku-rangkaian-elektronik-tulus-kit/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>s_9@mymelody.com (Changing the world, one person at a time?)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Pemerintah Prioritaskan Situs Parodi, Pengelola Situs Berita Abal-abal Berang</title>
		<link>https://priyadi.net/archives/2014/07/30/pemerintah-prioritaskan-situs-parodi-pengelola-situs-berita-abal-abal-berang/</link>
					<comments>https://priyadi.net/archives/2014/07/30/pemerintah-prioritaskan-situs-parodi-pengelola-situs-berita-abal-abal-berang/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2014 06:53:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1346</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Pengelola situs berita abal-abal yang tergabung dalam Persatuan Situs Berita Abal-Abal Seluruh Indonesia (PERSBASI) melancarkan protes keras atas tindakan pemerintah menangani situs parodi com&#8211;news.com. Dalam rilis yang kami terima tanggal 29 Juli 2014 ini, PERSBASI menilai pemerintah telah pilih kasih. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pemerintah akan melakukan penanganan atas situs parodi com&#8211;news.com.&#8230; <a class="more-link" href="https://priyadi.net/archives/2014/07/30/pemerintah-prioritaskan-situs-parodi-pengelola-situs-berita-abal-abal-berang/">Continue reading <span class="screen-reader-text">Pemerintah Prioritaskan Situs Parodi, Pengelola Situs Berita Abal-abal Berang</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta &#8211; Pengelola situs berita abal-abal yang tergabung dalam Persatuan Situs Berita Abal-Abal Seluruh Indonesia (PERSBASI) melancarkan protes keras atas tindakan pemerintah menangani situs parodi com&#8211;news.com. Dalam rilis yang kami terima tanggal 29 Juli 2014 ini, PERSBASI menilai pemerintah telah pilih kasih. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pemerintah akan melakukan penanganan atas situs parodi com&#8211;news.com. Artikel-artikel dari situs parodi ini beredar secara viral di Internet dan dinilai pemerintah telah menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat yang tidak mengerti konsep subdomain.</p>
<p><span id="more-1346"></span></p>
<p>PERSBASI menilai bahwa dengan menangani situs parodi, pemerintah telah pilih kasih. &#8220;Padahal situs-situs kami sudah bertahun-tahun telah menimbulkan keresahan di masyarakat, mengapa kami tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah?&#8221; ujar Farman Kemal, ketua PERSBASI yang juga adalah pengelola dari situs berita abal-abal pkspiyungan.org. &#8220;Kami tidak terima pemerintah memprioritaskan penanganan situs parodi, apalagi situs com&#8211;news.com belum berusia satu bulan.&#8221;</p>
<p>Dihubungi secara terpisah, anggota PERSBASI yang lain, Parid Leka Suherman yang juga mengelola situs berita abal-abal suaranews.com mengatakan &#8220;PERSBASI melihat hal ini sebagai masalah serius,&#8221; seraya menambahkan bahwa mereka meminta kejelasan dari pihak pemerintah. &#8220;Kami tidak dapat menerima perlakuan seperti ini dari pemerintah!&#8221; ujarnya.</p>
<p>Parid menambahkan bahwa perkembangan situs berita abal-abal mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan pada satu tahun terakhir, didorong oleh acara Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden pada tahun 2014 ini, seraya menambahkan &#8220;Perkembangan yang menggembirakan ini terjadi tanpa campur tangan dari pemerintah.&#8221;</p>
<p>Dihubungi oleh kami, pengelola situs parodi com&#8211;news.com yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan &#8220;Prestasi kami dalam satu bulan lebih besar daripada pencapaian anggota PERSBASI selama lima tahun. Perhatian dari pemerintah merupakan pengakuan atas prestasi tersebut.&#8221; Yang bersangkutan juga menambahkan bahwa situs com&#8211;news.com menggunakan model crowdsourcing sehingga masyarakat dapat menulis sendiri berita palsunya. &#8220;Model bisnis anggota PERSBASI sudah usang, berita palsu di situs kami jauh lebih berbobot dan lebih berkualitas.&#8221;</p>
<p>Menkominfo Tifatul Sembiring melalui akun Twitternya mengatakan &#8220;Pemerintah tidak pilih kasih, kementerian menyambut baik prestasi PERSBASI yang telah dicapai selama ini&#8221;. Menurut Tifatul, model bisnis online dari PERSBASI cocok untuk diterapkan di Indonesia yang pengetahuan masyarakatnya minim, mudah diprovokasi dan koneksi Internetnya tidak terlalu cepat.</p>
<p>&#8220;Salah satu penghambat perkembangan industri situs berita abal-abal adalah bahwa koneksi Internet di Indonesia terlalu cepat,&#8221; ujar Tifatul. &#8220;PERSBASI tak perlu kuatir pemerintah pilih kasih.&#8221; seraya mengutarakan kembali janjinya untuk akan memastikan masalah koneksi Internet yang terlalu cepat tersebut ditangani secara terstruktur, masif dan sistematis sebelum masa jabatannya habis di tahun ini.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://priyadi.net/archives/2014/07/30/pemerintah-prioritaskan-situs-parodi-pengelola-situs-berita-abal-abal-berang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>13</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>s_9@mymelody.com (Changing the world, one person at a time?)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Perhitungan Quick Count Pilpres 2014 Melalui Crowdsourcing</title>
		<link>https://priyadi.net/archives/2014/07/14/perhitungan-quick-count-pilpres-2014-melalui-crowdsourcing/</link>
					<comments>https://priyadi.net/archives/2014/07/14/perhitungan-quick-count-pilpres-2014-melalui-crowdsourcing/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2014 17:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politics]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1337</guid>

					<description><![CDATA[Setelah pemilu berlangsung ada beberapa pihak yang melakukan crowdsourcing pekerjaan membaca hasil scan formulir C1 menjadi data. Berikut adalah hasil sementara dari beberapa situs crowdsourcing tersebut beserta perhitungan margin of errornya. Last Update % Prabowo % Jokowi Margin of Error realcount.herokuapap.com 2014-07-13 46.10% 53.90% 0.12% kawal-suara.appspot.com 2014-07-15 46.57% 53.43% 0.03% pilpres.kemzoft.com 2014-07-15 46.27% 53.73% 0.03%&#8230; <a class="more-link" href="https://priyadi.net/archives/2014/07/14/perhitungan-quick-count-pilpres-2014-melalui-crowdsourcing/">Continue reading <span class="screen-reader-text">Perhitungan Quick Count Pilpres 2014 Melalui Crowdsourcing</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah pemilu berlangsung ada beberapa pihak yang melakukan crowdsourcing pekerjaan membaca hasil scan formulir C1 menjadi data. Berikut adalah hasil sementara dari beberapa situs crowdsourcing tersebut beserta perhitungan margin of errornya.</p>
<p><span id="more-1337"></span></p>
<table>
<tbody>
<tr>
<th></th>
<th>Last Update</th>
<th>% Prabowo</th>
<th>% Jokowi</th>
<th>Margin of Error</th>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://realcount.herokuapp.com/">realcount.herokuapap.com</a></td>
<td>2014-07-13</td>
<td>46.10%</td>
<td>53.90%</td>
<td>0.12%</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://kawal-suara.appspot.com/">kawal-suara.appspot.com</a></td>
<td>2014-07-15</td>
<td>46.57%</td>
<td>53.43%</td>
<td>0.03%</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://pilpres.kemzoft.com/">pilpres.kemzoft.com</a></td>
<td>2014-07-15</td>
<td>46.27%</td>
<td>53.73%</td>
<td>0.03%</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://solusirfid.com/pemiluc1/lap1.php">solusirfid.com</a></td>
<td>2014-07-15</td>
<td>46.34%</td>
<td>53.66%</td>
<td>0.02%</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="https://docs.google.com/spreadsheets/d/1XFLZpZ7bcwt1LZIiDgG2vnIlmVU5e1ZzUXvT2GTt1Ew/pubhtml#">docs.google.com</a></td>
<td>2014-07-15</td>
<td>46.89%</td>
<td>53.11%</td>
<td>0.08%</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://kawalpemilu.org">kawalpemilu.org</a></td>
<td>2014-07-15</td>
<td>47.92%</td>
<td>52.08%</td>
<td>0.02%</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Perhitungan margin of error dengan menggunakan tingkat kepercayaan 99%.</p>
<p>Terakhir diperbaharui: 2014-07-15</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://priyadi.net/archives/2014/07/14/perhitungan-quick-count-pilpres-2014-melalui-crowdsourcing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>26</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>s_9@mymelody.com (Changing the world, one person at a time?)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Berwisata ke Taman Nasional Tanjung Puting</title>
		<link>https://priyadi.net/archives/2012/07/05/berwisata-ke-taman-nasional-tanjung-puting/</link>
					<comments>https://priyadi.net/archives/2012/07/05/berwisata-ke-taman-nasional-tanjung-puting/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2012 06:05:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1315</guid>

					<description><![CDATA[Pertengahan Juni 2012 lalu saya dan beberapa kawan berkesempatan berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting. Tanjung Puting adalah sebuah taman nasional dengan luas lebih dari 3000 kmÂ² yang berada di selatan Provinsi Kalimantan Tengah. Daya tarik utama taman nasional ini tentu saja adalah orangutan. Taman Nasional ini merupakan pusatnya penelitian dan konservasi orangutan di seluruh&#8230; <a class="more-link" href="https://priyadi.net/archives/2012/07/05/berwisata-ke-taman-nasional-tanjung-puting/">Continue reading <span class="screen-reader-text">Berwisata ke Taman Nasional Tanjung Puting</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignright" title="Orangutan" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/D2-05-Camp-Leakey/i-LZSgSSr/0/300x300/2012-06-15T15-47-28-20902-300x300.jpg" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Pertengahan Juni 2012 lalu saya dan beberapa kawan berkesempatan berkunjung ke <a href="http://www.orangutan.org/rainforest/tanjung-puting-national-park">Taman Nasional Tanjung Puting</a>. Tanjung Puting adalah sebuah taman nasional dengan luas lebih dari 3000 kmÂ² yang berada di selatan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Central_Kalimantanhttp://">Provinsi Kalimantan Tengah</a>. Daya tarik utama taman nasional ini tentu saja adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Orangutanhttp://">orangutan</a>. Taman Nasional ini merupakan pusatnya penelitian dan konservasi orangutan di seluruh dunia.</p>
<p>Untuk mencapai Taman Nasional Tanjung Puting, kami berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta menuju <a href="http://http://en.wikipedia.org/wiki/Iskandar_Airport">Bandara Iskandar</a> di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pangkalan_Bun">Pangkalan Bun</a> menggunakan pesawat Boeing 737-200 dari maskapai penerbangan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Trigana_Air_Service">Trigana Air</a>. Penerbangan ini ditempuh dalam waktu satu setengah jam. Selain Trigana Air, maskapai penerbangan lain yang melayani rute Jakarta-Pangkalan Bun adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kalstar">Kalstar</a>. Praktis setiap hari ada penerbangan dari Jakarta ke Pangkalan Bun dan sebaliknya.</p>
<p><span id="more-1315"></span></p>
<p>Sesampainya di Bandara Iskandar, tim penjemput membawa kami ke sebuah dermaga di Kumai. Tak jauh perjalanan dari Bandara Iskandar ke <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kumai">Kumai</a>, hanya memakan waktu tak lebih dari setengah jam. Di Kumai, kami langsung disambut dengan atraksi tarian khas Kumai.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Kumai Performances" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-vkCTGDg/0/O/a.jpg" alt="" width="500" height="350" /></p>
<p>Untuk mencapai Taman Nasional Tanjung Puting, angkutan paling populer adalah &#8216;klotok&#8217;. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Klotok">Klotok</a> adalah sebutan untuk perahu tradisional bermotor yang digunakan di sungai-sungai di Kalimantan. Klotok yang kami gunakan berukuran sekitar 3m x 12m, terdiri dari dua geladak. Geladak dasar digunakan oleh kapten, awak klotok, juru masak dan pemandu. Sedangkan geladak utama (atas) dihuni oleh penumpang atau wisatawan. Fungsi geladak atas dapat diubah dengan seketika oleh awak klotok menjadi tempat bersantai, tempat makan ataupun tempat tidur, sesuai keperluan. Karena geladak atas bersifat terbuka, tak ada privasi bagi wisatawan.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Klotok" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-nWBpTTn/0/O/b2.jpg" alt="" width="500" height="500" /></p>
<p>Setiap klotok memiliki satu atau dua toilet atau kamar mandi. Air bersih  bersumber dari tangki air, ataupun dari air yang dipompa langsung dari  sungai. Klotok memiliki fasilitas lemari pendingin, jadi dapat membawa cukup makanan untuk beberapa hari. Makanan yang disajikan adalah makanan khas Indonesia lengkap dengan variasi minuman dan buah-buahan. Kualitas makanan menurut saya sangat enak, dan makanan selalu tersaji dengan rapih.</p>
<p>Klotok menyediakan beberapa colokan listrik. Akan tetapi, sumber listriknya perlu dipertanyakan. Satu klotok kami menggunakan genset, tetapi hanya dapat berfungsi saat mesin mati, dan sistemnya mengalami kerusakan di hari ketiga. Klotok lain menggunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Power_inverter">inverter</a> yang dihubungkan ke baterai mobil yang hanya bisa diisi ulang saat klotok sedang bergerak. Sayangnya, ini jauh dari cukup jika listriknya &#8216;diperkosa&#8217; seperti di bawah ini:</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Colok mencolok" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-9vjVhdj/0/O/u3.jpg" alt="" width="499" height="369" /></p>
<p>Sebelumnya, sebagian besar klotok-klotok ini dulunya  berfungsi untuk mengangkut kayu gelondongan dari hulu sungai ke pelabuhan Kumai. Pada masa itu, klotok-klotok ini tak memiliki geladak atas, dan hanya memiliki kabin kecil tempat mengemudi bagi kapten kapal. Setelah penebangan pohon dibatasi dan ditertibkan, klotok-klotok ini kemudian diretrofit menjadi seperti sekarang dan dialihkan fungsinya untuk menunjang ekowisata.</p>
<p>Selain klotok, alternatif moda transportasi yang tersedia adalah perahu cepat (<em>speedboat</em>). Kecepatannya barangkali bisa mencapai 5 kali lipat atau lebih kecepatan klotok yang rata-rata hanya sekitar 10 km/jam. Walaupun demikian, untuk keperluan ekowisata, klotok tak tertandingi. Klotok jauh lebih nyaman untuk dikendarai, memiliki kamar mandi, dan dapat berfungsi sebagai tempat makan maupun tempat bermalam. Selain itu, kadang-kadang kecepatan 10 km/jam pun masih terlalu cepat untuk dapat menikmati pemandangan sekitar.</p>
<figure style="width: 500px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" title="Peta perjalanan hari pertama" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Putting-Maps/i-rkw64sP/1/500x500/mapday1-500x500.jpg" alt="" width="500" height="375" /><figcaption class="wp-caption-text">Peta perjalanan hari pertama</figcaption></figure>
<p>Dari dermaga Kumai kami menuju muara Sungai Sekonyer yang merupakan gerbang ke Taman Nasional Tanjung Puting. Perjalanan dari dermaga Kumai ke muara Sungai Sekonyer ditempuh dalam waktu tak lebih dari 30 menit. Setelah memasuki Sungai Sekonyer, kami semua melalukan tradisi yang dilakukan warga setempat, yaitu membasuh muka dengan air sungai.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Sungai Sekonyer" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-xm85qg6/0/O/c2.jpg" alt="" width="500" height="400" /></p>
<p>Memasuki Sungai Sekonyer, di sebelah kanan kami (selatan) adalah hutan bagian dari taman nasional. Sedangkan di sebelah kiri (utara) adalah zona hutan penyangga (<em>buffer forest</em>). Sungai Sekonyer menjadi pemisah antara keduanya. Menurut pemandu kami, hanya beberapa kilometer ke arah utara sudah dapat ditemukan monokultur perkebunan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Oil_palm">kelapa sawit</a> yang luar biasa luasnya. Invasi perkebunan kelapa sawit memang menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hutan hujan di Pulau Kalimantan.</p>
<p>Pemberhentian pertama kami adalah Tanjung Harapan, 15 kilometer dari muara Sungai Sekonyer. Di <em>camp</em> ini terdapat satu petak lahan yang ditanami tanaman-tanaman obat yang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Endemismehttp://">endemik</a> di Pulau Kalimantan. Terdapat pula pusat informasi yang berisikan informasi-informasi mengenai tanaman endemik setempat dan juga tentang orangutan.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Tanjung Harapan Camp" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-hC5Ccpp/0/O/d.jpg" alt="" width="500" height="500" /></p>
<p>Pertemuan pertama kami dengan orangutan adalah di tempat pemberian makan orangutan, sekitar 750 meter masuk ke dalam hutan dari pusat informasi Tanjung Harapan. Di sini ada sebuah panggung yang berfungsi sebagai tempat memberi makan kepada orangutan. Makanan diletakkan di atas panggung untuk menghindari kompetisi dengan hewan lain. Walaupun demikian tetap ada hewan lain seperti tupai atau babi hutan yang tampak mencuri dan menikmati makanan yang disajikan.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Orangutans" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-gqRqkwK/0/O/e.jpg" alt="" width="500" height="500" /></p>
<p>Tanjung Harapan adalah satu dari tiga <a href="http://www.orangutan.org/our-projects/rehabilitation/tanjung-puting">tempat pelepasan orangutan</a> ke alam liarnya di Taman Nasional Tanjung Puting. Tempat lainnya adalah Pondok Tanggui dan Camp Leakey. Hampir seluruh orangutan di lokasi ini merupakan orangutan hasil rehabilitasi yang dilepas ke alam liarnya, dan juga keturunannya. Saat ini, tak ada orangutan baru yang dilepaskan ke tiga tempat pelepasan tersebut karena sudah penuh dan di lokasi ini ada banyak koloni orangutan liar. Dikhawatirkan pelepasan orangutan ke kawasan ini akan membawa penyakit atau membuat kompetisi yang tidak sehat dengan orangutan liar. Saat ini orangutan yang lulus proses rehabilitasi dilepaskan ke Cagar Alam Lamandau, di sebelah barat Pangkalan Bun.</p>
<p>Setiap hari, orangutan-orangutan ini diberi makan di tempat pemberian makan. Pemberian makan ini sifatnya suplemental, dan tidak menggantikan makanan utamanya. Setiap individu orangutan tak setiap hari selalu mendatangi tempat pemberian makan ini. Bahkan jika makanan di hutan melimpah, bisa jadi tak satupun orangutan yang mendatangi tempat pemberian makanan ini.</p>
<p>Beruntung, saat kami mendatangi panggung pemberian makan ini, ada banyak orangutan yang mendatangi dan menikmati makanan ini, termasuk pimpinan setempat: Yani si raja orangutan. Tak seperti orangutan lainnya yang terlihat tidak berbahaya, pejantan dominan terlihat jauh lebih garang. Setiap kali pejantan memenangkan duel dengan pejantan lainnya, hormon akan membentuk lapisan tebal di pelipis, menumbuhkan jenggot, mempertebal bulu dan membuat bulu berwarna lebih kemerahan. Akibatnya sang jantan terlihat jauh lebih &#8216;garang&#8217;.</p>
<p>Setelah dari Tanjung Harapan, kami pergi ke Desa Sei Sekonyer, yaitu sebuah desa kecil yang letaknya tak lebih dari 100 meter dari seberang dermaga Tanjung Harapan. Desa yang letaknya di tengah Taman Nasional Tanjung Puting ini sedang diarahkan pemerintah untuk mendukung ekowisata. Memasuki desa ini, kami langsung disambut beberapa pesan tuntutan warga terhadap <a href="http://www.bwplantation.com/">BW Plantation</a>, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit. Akibat dampak lingkungan yang diakibatkannya, kualitas hidup warga di desa ini menjadi menurun.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Desa Sei Sekonyer" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-NvM5b4r/0/O/f.jpg" alt="" width="500" height="600" /></p>
<p>Dalam desa ini terdapat beberapa tempat penginapan untuk wisatawan serta sebuah toko suvenir. Di luar ekowisata, mata pencaharian warga setempat lainnya adalah bertani, menangkap ikan serta bekerja di taman nasional, kebun kelapa sawit atau perusahaan tambang.</p>
<p>Saat kami meninggalkan Desa Sei Sekonyer, waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Sore hari adalah saat yang tepat untuk mengamati kawanan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bekantan">bekantan</a> (bahasa Inggris: <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Proboscis_monkeyhttp://"><em>proboscis monkey</em></a>). Sepanjang malam, bekantan tinggal berkelompok di atas pohon, terutama di sisi sungai. Sedangkan siang hari mereka mencari makan ke dalam hutan. Sore dan pagi hari adalah saat yang tepat untuk mengamati bekantan, mereka mudah ditemukan di sisi sungai, dan matahari masih bersinar sehingga tak sulit untuk mengamati mereka. Ciri fisik bekantan adalah jantannya berhidung panjang dan besar, dan semakin besar hidungnya semakin disukai betina.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Bekantan" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-wsxmpfQ/0/O/e2.jpg" alt="" width="500" height="600" /></p>
<p>Setelah &#8216;berburu&#8217; bekantan, klotok kami kemudian merapat ke penginapan <a href="http://www.ecolodgesindonesia.com/rimba/">Rimba Orangutan Ecolodge</a> yang letaknya hanya satu kilometer dari Desa Sei Sekonyer. Penginapan ini hanya dapat diakses melalui Sungai Sekonyer dan satu-satunya penginapan dengan pelayanan profesional sepanjang Sungai Sekonyer. Semua kamarnya dibuat di atas tanah rawa dan seluruhnya terbuat dari kayu. Seluruh kamarnya dihubungkan dengan jalan kayu yang dibuat di atas permukaan tanah. Kamar yang kami tempati memiliki fasilitas listrik, AC, brankas, tempat tidur berkelambu, dan (katanya) kamar mandi dengan pancuran air panas.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Rimba Orangutan Ecolodge" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-qxjkbW2/0/O/h3.jpg" alt="" width="500" height="700" /></p>
<p>Selesai mandi, kami kembali ke klotok untuk menikmati makan malam pertama di atas klotok. Awak klotok memilih tempat berlabuh yang terdapat banyak <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kunang-kunang">kunang-kunang</a>. Hanya dengan penerangan berupa lilin, cahaya kunang-kunang dan bintang di langit, kami semua menikmati makan malam. Langit sangat cerah dan bulan tak tampak, sehingga banyak bintang yang dapat terlihat, bahkan hamparan <a href="http://http://id.wikipedia.org/wiki/Bima_Sakti">Bima Sakti</a> pun dapat diamati dengan mata telanjang.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Candle Light Dinner" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-ZWkggWK/0/O/i.jpg" alt="" width="500" height="400" /></p>
<p>Saat kami makan malam, bulan sedang berada di bawah horizon sehingga tidak mengganggu suasana. Jika bulan terlihat, maka cahaya bintang lebih sulit untuk diamati dan kunang-kunang tidak akan menampakkan dirinya. Menurut saya ini adalah salah satu hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan kunjungan ke Taman Nasional Tanjung Puting.</p>
<p>Setelah makan malam, kami kembali ke Rimba Ecolodge untuk bermalam.</p>
<p>\*\*\*</p>
<p>Di pagi hari, saya memutuskan untuk bangun lebih cepat untuk melihat situasi di pagi hari. Pagi ini, bekantan di seberang sungai masih terlihat berkumpul di atas pohon. Tiga ekor <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Crab-eating_macaque">monyet</a> terlihat di area dermaga, membuat saya khawatir tentang barang-barang yang saya bawa. Sedangkan burung-burung mulai terlihat dan berkicau di sekitar dermaga. Di Taman Nasional Tanjung Puting sendiri terdapat sekitar 250 spesies burung yang sekitar 20-nya adalah endemik.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Morning at Rimba Ecolodge" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-DhsshPk/0/O/j.jpg" alt="" width="500" height="400" /></p>
<p>Hari kedua ini dimulai dengan perjalanan ke Pondok Tanggui. Sama seperti Tanjung Harapan, atraksi utama Pondok Tanggui adalah orangutan. Di Pondok Tanggui, pemberian makan dimulai pukul 9 pagi, sehingga kami harus segera menuju lokasi. Dari Rimba Ecolodge menuju dermaga Pondok Tanggui berjarak 12 km dan ditempuh dalam waktu 1 jam 45 menit. Sedangkan dari dermaga Pondok Tanggui ke tempat pemberian makanan ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang 1 kilometer selama 25 menit.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Pondok Tanggui" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-J347mdM/0/O/k.jpg" alt="" width="500" height="600" /></p>
<p>Sayangnya, sang raja orangutan setempat yang ditunggu-tunggu, Doyok, tak kunjung menampakkan dirinya. Memang tak dapat dipastikan mereka akan selalu datang. Kadang-kadang berhari-hari tak datang sama sekali. Tetapi kadang setiap hari selalu datang.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Orangutan" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-CqL4LqV/0/O/l.jpg" alt="" width="500" height="600" /></p>
<p>Dari Pondok Tanggui, kami melanjutkan perjalanan menuju Camp Leakey, yaitu tempat dimana penelitian orangutan dimulai. Camp Leakey terletak Sungai Sekonyer Kanan, yaitu anak sungai Sekonyer yang lebarnya lebih kecil daripada Sungai Sekonyer. Tak seperti Sungai Sekonyer yang berwarna kecoklatan akibat aktivitas pertambangan dan perkebunan di hulu sungai, Sungai Sekonyer Kanan berwarna hitam. Berdasarkan informasi dari pemandu kami, sebelum ada aktivitas pertambangan, kedua sungai ini sama-sama berwarna hitam dengan air bening. Warna hitam ini adalah warna dasar sungai, sedangkan airnya sendiri berwarna bening. Percabangan ini berjarak sekitar 7 km dari dermaga Pondok Tanggui ke arah hulu, dan perjalanan memakan waktu 45 menit.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Sungai Sekonyer Kanan" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-LjMM7nj/0/O/m.jpg" alt="" width="500" height="600" /></p>
<p>Untuk mencapai Camp Leakey, klotok masih harus menempuh jarak 7 km selama sekitar 50 menit menyusuri Sungai Sekonyer Kanan yang jauh lebih sempit daripada Sungai Sekonyer Besar. Terkadang satu bagian sungai hanya dapat dilalui satu klotok sekaligus, dan klotok yang berpapasan harus menunggu giliran sebelum dapat lewat.</p>
<figure style="width: 500px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" title="Peta perjalanan hari kedua" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Putting-Maps/i-MmhxBD9/1/500x500/mapday2-500x500.jpg" alt="" width="500" height="375" /><figcaption class="wp-caption-text">Peta perjalanan hari kedua</figcaption></figure>
<p>Camp Leakey didirikan pada tahun 1971 oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Birut%C4%97_Galdikas">Dr. Birute Mary Galdikas</a> dan mantan suaminya Rod Brindamour. Nama Camp Leakey berasal dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Louis_Leakey">Louis Leakey</a>, yaitu guru dari Birute Galdikas. Birute Galdikas adalah salah satu dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Leakey%27s_Angels">Leakey&#8217;s Angels</a>, yaitu julukan bagi tiga anak didik Louis Leakey yang menjadi perintis dalam mempelajari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hominidae">hewan primata hominid</a>. Selain Galdikas yang mempelajari orangutan, ada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jane_Goodall">Jane Goodall</a> yang mempelajari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chimpanzees">simpanse</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dian_Fossey">Dian Fossey</a> yang mempelajari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gorillas">gorila</a>. Warga setempat, termasuk pemandu kami, memanggil Birute Galdikas dengan sebutan &#8216;Ibu Profesor&#8217;.</p>
<p>Dari dermaga Camp Leakey kami harus berjalan di atas papan kayu sejauh 400 meter untuk mencapai pusat Camp Leakey. Selama di Camp Leakey kami bertemu dengan beberapa orangutan. Orangutan-orangutan ini sebenarnya telah dilepas ke alam bebas. Namun beberapa di antaranya lebih suka untuk menghabiskan waktunya di Camp Leakey.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Camp Leakey" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-vzbFdGr/0/O/n.jpg" alt="" width="500" height="600" /></p>
<p>Selain orangutan, di daerah sekitar Camp Leakey juga dapat ditemukan primata lain seperti monyet dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ungka">ungka</a> (bahasa lokal: uwa-uwa, bahasa Inggris: <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gibbon">gibbon</a>).</p>
<p>Camp Leakey memiliki pusat informasi yang terdiri dari berbagai macam informasi tentang orangutan seperti makanan dan kebiasaannya. Di sini ada foto Birute Galdikas di sampul <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/National_Geographic_(magazine)http://">National Geographic</a> tahun 1975, dan anaknya, Fred Galdikas, yang sedang mandi dengan orangutan di sampul National Geographic tahun 1980. Ada pula satu dinding terisi penuh dengan silsilah orangutan di area sekitar Camp Leakey. Juga ada tempat pemutaran film yang sayangnya saat ini dalam kondisi rusak.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Camp Leakey Information Center" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-2NQmjwN/0/O/s.jpg" alt="" width="500" height="500" /></p>
<p>Salah satu orangutan yang lebih suka menghabiskan waktunya di Camp Leakey  adalah Siswi. Dia adalah salah satu binatang film di film <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Born_to_Be_Wild_%282011_film%29">Born to  be Wild 3D</a>. Di film tersebut, Siswi adalah orangutan yang mengambil mie  instan dari piring milik Birute Galdikas. Siswi dijuluki sebagai &#8216;resepsionis&#8217;, karena biasanya merupakan orangutan pertama yang dijumpai oleh wisatawan di Camp Leakey.</p>
<p>Cerita tentang orangutan ini bermacam-macam. Seperti manusia, mereka memiliki sifat dan persona yang berbeda-beda. Dan mereka memperlakukan orangutan lain dengan berbeda-beda sesuai dengan sifatnya masing-masing. Contoh saja, dulunya Siswi merupakan betina favorit dari Kusasi, sang raja orangutan terdahulu, sampai-sampai dia dijuluki sebagai ratu orangutan. Tetapi kemudian dia sakit, dan setelah sembuh Siswi seperti kehilangan daya tariknya, dia <em>dicuekin</em> Kusasi. Tak lantas putus asa, Siswi selalu <em>caper</em> di hadapan Kusasi, walaupun Kusasi tak pernah lagi memperhatikannya.</p>
<p>Ketika Kusasi digulingkan, dan Tom memegang takhta kerajaan orangutan setempat, Siswi juga selalu <em>caper</em> di hadapan Tom. Sampai suatu saat Tom merasa terganggu dengan aksi Siswi dan kemudian mengusirnya. Siswi merasa sedih dan selama beberapa hari lebih suka diam dan menyendiri. <em>It&#8217;s complicated</em> adalah status hubungan Siswi seandainya saja dia memiliki akun Facebook.</p>
<p>Saat menceritakan kisah-kisah orangutan ini, pemandu kami selalu menceritakannya dengan semangat dan berapi-api, tak jauh berbeda dengan pembawa acara <em>infotainment</em> di televisi. Memang inti ceritanya pun tak jauh berbeda dari gosip-gosip di antara manusia, yaitu cinta dan kekuasaan. Beberapa film dokumenter pun mengambil sudut pandang <em>Orangutainmentâ„¢</em> ini, misalnya <em>The Orangutan King</em> dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Natural_World_%28TV_series%29">BBC Natural World</a>, atau <a href="http://www.pbs.org/wnet/nature/orphantoking/index.html"><em>From Orphan to King</em></a> dari PBS Nature.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Siswi" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-9KQn7zw/0/O/o.jpg" alt="" width="500" height="500" /></p>
<p>Dari pusat informasi kami berjalan sejauh 1,2 km untuk menuju tempat  pemberian makan. Di Camp Leakey, makan diberikan pada jam 2 siang. Kami  berjalan bersama dengan Siswi yang juga menuju tempat pemberian makan.  Namun karena Siswi berjalan lambat, dan di belakang kami ada beberapa  orangutan yang dengan cepat mendekati kami, kami memutuskan untuk  meninggalkan Siswi.</p>
<p>Situasi menegangkan sempat terjadi di tempat pemberian makan ketika Tom, raja orangutan setempat bermaksud untuk mendatangi tempat pemberian makan. Tetapi ia datang dari belakang tempat wisatawan, dan harus melewati kami semua. Pemandu kami dengan sigap menyuruh kami untuk memberi jalan kepada sang raja orangutan seberat 140 kg tersebut. Saat akan melewat kami, Tom sempat mengamuk dan melempar sebuah balok hanya dengan satu tangan. Setelah ditenangkan pemandu, akhirnya Tom bergerak ke tempat pemberian makanan dan menyantap makanannya.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Tom &amp; orangutan lainnya" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-X5H6fvg/0/O/p.jpg" alt="" width="500" height="500" /></p>
<p>Dari Camp Leakey kami menaiki klotok dan menuju dermaga Pondok Ambung untuk mandi. Dermaga Pondok Ambung masih berada di daerah Sungai Sekonyer Kanan yang airnya jernih. Klotok kami memompa air sungai ke pancuran di dalam kamar mandi. Dan ternyata air sungai ini memang jernih dan menyegarkan.</p>
<p><a href="http://http://www.orangutan.org.uk/research/pondok-ambung">Pondok Ambung</a> sendiri merupakan tempat penelitian hutan tropis. Tetapi kami tidak turun dan hanya singgah untuk mandi.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Dermaga Pondok Ambung" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-597rrzc/0/O/q.jpg" alt="" width="500" height="300" /></p>
<p>Dari Pondok Ambung, kami kemudian bergerak ke dermaga Pesalat untuk bermalam. Dari Pondok Ambung ke Pesalat berjarak 19 km ke arah muara sungai, dan memakan waktu sekitar 2 jam 45 menit.</p>
<p>\*\*\*</p>
<p>Pagi hari, kami menuju <a href="http://www.fnpf.org/what-we-do/tanjung-puting-national-park/habitat">tempat rehabilitasi hutan Pesalat</a> yang berjarak sekitar 1,2 km dari dermaga Pesalat. Daerah ini dulunya adalah ladang yang menggunakan teknik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Slash-and-burn">pembakaran ladang berpindah</a>. Walaupun dikelilingi hutan lebat, daerah ini sulit untuk tumbuh menjadi hutan dengan sendirinya karena dipenuhi alang-alang.</p>
<p>Sisa-sisa hasil pembakaran hutan dapat ditemui di sini. Termasuk sisa dari sebuah pohon ulin setinggi sekitar 20 meter yang dalamnya berongga. Pohon ini dihuni <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Woodpecker">burung pelatuk</a>, dan mengeluarkan suara yang khas jika burung-burung tersebut mematuk.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Pesalat" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-BJTjd4j/0/O/t.jpg" alt="" width="500" height="700" /></p>
<p>Di sini dapat ditemukan sebuah tempat penginapan sederhana dan sebuah pusat informasi yang juga menjual suvenir.</p>
<p>Di Pesalat kami melakukan penanaman sebanyak sekitar 20 bibit pohon dari berbagai jenis. Setiap pohon nantinya akan diberi identitas siapa yang melakukan penanaman.</p>
<p>Dari Pesalat, kami menaiki klotok untuk menuju <a href="http://bksdakalteng.dephut.go.id/index.php?option=com_content&amp;view=category&amp;layout=blog&amp;id=58&amp;Itemid=75">Taman Wisata Alam Tanjung Keluang</a>. Tanjung Keluang terletak di teluk Kubu, di tepi Laut Jawa, dan sudah jauh di luar daerah Taman Nasional Tanjung Puting. Perjalanan dari Pesalat ke dermaga Tanjung Keluang menempuh jarak 35 km dan membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Trip to Tanjung Keluang" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-7QTLj9Q/0/O/v.jpg" alt="" width="500" height="600" /></p>
<p>Tanjung Keluang adalah lokasi seluas 2000 hektar di ujung selatan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kotawaringin_Barat">Kabupaten Kotawaringin Barat</a> yang ditetapkan sebagai taman wisata alam. Tempat berlabuh kami adalah sebuah semenanjung tipis memanjang dengan lebar hanya sekitar 50-100 meter. Dulunya pernah terjadi kebakaran hutan di daerah ini, tetapi sudah diperbaiki dengan penanaman pohon-pohon cemara laut. Sayangnya, abrasi pantai masih menjadi masalah serius di daerah ini.</p>
<figure style="width: 500px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" title="Peta perjalanan hari ketiga" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Putting-Maps/i-fxh4zx2/0/500x500/mapday3-500x500.jpg" alt="" width="500" height="375" /><figcaption class="wp-caption-text">Peta perjalanan hari ketiga</figcaption></figure>
<p>Di Tanjung Keluang terdapat sebuah pusat pengembangbiakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hawksbill_sea_turtle">penyu sisik</a>. Setiap malam, petugas akan menyusuri pantai untuk mencari penyu yang bertelur. Penyu-penyu ini akan dibantu untuk bertelur dan dilindungi dari hewan pemangsa. Sedangkan telur-telurnya akan dibawa ke pusat pengembangbiakan dan ditetaskan, aman dari ancaman hewan pemangsa. Setelah cukup umur, penyu-penyu kecil tersebut akan dilepaskan ke laut. Harapannya, setelah mereka dewasa, mereka juga akan kembali lagi ke pantai ini untuk bertelur.</p>
<p>Sore hari, kami melepaskan beberapa anak-anak penyu itu ke laut.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Pelepasan penyu" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-8XcHGcq/0/O/w.jpg" alt="" width="500" height="450" /></p>
<p>Keunikan pantai Tanjung Keluang ini adalah berbentuk semenanjung tipis yang membentang dari utara ke selatan. Jadi, di pantai ini wisatawan dapat menikmati matahari terbit dan juga matahari terbenam tanpa harus berjalan jauh. Kekurangannya adalah cakrawala tidak steril dari daratan. Di sisi barat pantai ini ada Pantai Kubu. Sedangkan di sisi timur terbentang Taman Nasional Tanjung Puting. Walaupun demikian, menurut saya ini tidak mengurangi keindahan pantai ini.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Matahari terbit dan terbenam" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-Hrvf88F/0/O/x.jpg" alt="" width="500" height="450" /></p>
<p>Malam hari, kami bersama petugas dari Tanjung Keluang menyusuri pantai timur Tanjung Keluang sepanjang tiga kilometer untuk mencari penyu yang bertelur. Sayangnya malam ini tak ada penyu yang dapat kami temukan. Kami kembali ke dermaga setelah membeli udang dari sebuah gubuk nelayan yang terletak di sisi barat pantai. Malam kami habiskan dengan pesta udang sambil menikmati pemandangan bintang di langit.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Bintang" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-JzqBKQs/0/O/y.jpg" alt="" width="502" height="373" /></p>
<p>Malam ini, kami kembali bermalam di klotok, yang ditambatkan ke dermaga pantai Tanjung Keluang.</p>
<p>\*\*\*</p>
<p>Hari berikutnya adalah waktunya kembali ke peradaban. Kami menaiki klotok untuk menuju Pantai Bugam Raya di Desa Kubu. Pantai ini berjarak lima kilometer ke arah utara dari dermaga Tanjung Keluang. Dari Desa Kubu, kami menaiki mobil yang telah disiapkan untuk kemudian kembali ke Pangkalan Bun. Dalam perjalanan sejauh 28 km yang memakan waktu satu jam itu, kedua sisi jalan didominasi oleh perkebunan kelapa sawit, pemandangan yang sangat berbeda ketika kami masih di taman nasional. Setibanya di Pangkalan Bun, kami langsung menujuÂ <a href="http://www.yayorin.or.id">Yayasan Orangutan Indonesia</a>.</p>
<figure style="width: 500px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" title="Peta perjalanan hari keempat dan kelima" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Putting-Maps/i-4jdDhtv/0/500x500/mapday45-500x500.jpg" alt="" width="500" height="375" /><figcaption class="wp-caption-text">Peta perjalanan hari keempat dan kelima</figcaption></figure>
<p>Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) adalah sebuah organisasi yang bertujuan untuk menyelamatkan satwa liar melalui pelestarian hutan hujan sebagai habitatnya. Markas Yayorin yang rimbun dengan pepohonan ini sangat mengesankan. Di dalamnya terdapat perpustakaan luas, tempat pemutaran film, pendopo, toko suvenir dan masih banyak lagi. Ada juga kebun dengan berbagai macam tanaman dan kolam ikan. Kabarnya, masyarakat sekitar dapat menikmati fasilitas di markas Yayorin ini tanpa dipungut biaya.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Yayasan Orangutan Indonesia" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-KPGjP3k/0/O/z.jpg" alt="" width="500" height="650" /></p>
<p>Dari Yayorin, kami menuju <a href="http://www.swiss-belhotel.com/en/">Swiss-Bel Inn</a> untuk bermalam. Saat artikel ini ditulis, hotel yang baru dibuka dua bulan lalu ini adalah satu dari dua hotel berbintang yang ada di Pangkalan Bun, dan satu-satunya hotel berbintang tiga di Pangkalan Bun. Setelah merasakan bermalam di atas klotok dua malam berturut-turut, bisa merasakan tidur di kamar yang rapih dan nyaman tentu merupakan suatu kenikmatan. Walaupun ini semua tentunya tak dapat menggantikan sensasi tidur di alam bebas yang kami rasakan dua hari sebelumnya.</p>
<p>\*\*\*</p>
<p>Hari terakhir di Kalimantan (berdasarkan rencana) dimulai dengan kunjungan ke Istana Kuning. Istana Kuning merupakan pusat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kotawaringin">kerajaan Kota Waringin</a>, yaitu sebuah kerajaan Islam yang berada di selatan Pulau Kalimantan. Lokasi kerajaan ini meliputi daerah yang saat ini menjadi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Kotawaringin Timur. Istana Kuning yang ada sekarang merupakan hasil pemugaran, setelah sebelumnya terbakar pada tahun 1986.</p>
<p>Kota Pangkalan Bun menjadi ibukota Kotawaringin sejak tahun 1814. Sebelumnya ibukota kerajaan ini terletak di Kotawaringin Lama. Perpindahan ibukota ini diresmikan dalam bentuk tiang bendera yang saat ini masih berdiri dan dilestarikan di seberang Istana Kuning.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Istana Kuning" src="http://galeria.priyadi.net/Travel/Tanjung-Puting-National-Park/Tanjung-Puting-Collages/i-rjRn92r/0/O/zz2.jpg" alt="" width="500" height="800" /></p>
<p>Sore hari, seharusnya kami langsung terbang ke Jakarta. Tetapi karena ada masalah teknis, penerbangan kami dibatalkan. Kami terpaksa terbang ke <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pontianak,_Indonesia">Pontianak</a> dan transit semalam, sebelum akhirnya terbang kembali ke Jakarta. Berdasarkan beberapa ulasan yang saya baca di Internet, kejadian seperti ini tidak jarang. Wisatawan dianjurkan untuk merencanakan jadwal penerbangan yang fleksibel untuk menghindari hal-hal seperti ini, terutama bagi wisatawan dengan jadwal penerbangan lain yang terhubung.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://priyadi.net/archives/2012/07/05/berwisata-ke-taman-nasional-tanjung-puting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>38</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>s_9@mymelody.com (Changing the world, one person at a time?)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Pertanyaan-Pertanyaan yang Harusnya Diajukan Kepada Yang Tidak Setuju Revisi Harga BBM</title>
		<link>https://priyadi.net/archives/2012/03/30/pertanyaan-pertanyaan-yang-harusnya-diajukan-kepada-yang-tidak-setuju-revisi-harga-bbm/</link>
					<comments>https://priyadi.net/archives/2012/03/30/pertanyaan-pertanyaan-yang-harusnya-diajukan-kepada-yang-tidak-setuju-revisi-harga-bbm/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 11:58:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Energy]]></category>
		<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1300</guid>

					<description><![CDATA[Berikut adalah beberapa pertanyaan yang menurut saya perlu diajukan kepada pendemo anti kenaikan harga BBM, supaya lebih konstruktif, dan tidak sekadar hanya berteriak-teriak &#8220;TURUNKAN HARGA BBM!&#8221; \*\*\* Tahukah anda kalau BBM berasal dari minyak bumi yang merupakan sumber daya alam yang tak terbarukan? (Suatu saat minyak bumi akan habis dan tak akan dapat kita nikmati&#8230; <a class="more-link" href="https://priyadi.net/archives/2012/03/30/pertanyaan-pertanyaan-yang-harusnya-diajukan-kepada-yang-tidak-setuju-revisi-harga-bbm/">Continue reading <span class="screen-reader-text">Pertanyaan-Pertanyaan yang Harusnya Diajukan Kepada Yang Tidak Setuju Revisi Harga BBM</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignright" title="Indikator BBM" src="http://galeria.priyadi.net/Other/Blog-Illustration/i-FHThGhH/0/250x250/2012-03-30T18-23-34-5525-250x250.jpg" alt="" width="250" height="167" />Berikut adalah beberapa pertanyaan yang menurut saya perlu diajukan kepada pendemo anti kenaikan harga BBM, supaya lebih konstruktif, dan tidak sekadar hanya berteriak-teriak &#8220;TURUNKAN HARGA BBM!&#8221;</p>
<p>\*\*\*</p>
<p><span id="more-1300"></span></p>
<ol>
<li>Tahukah anda kalau BBM berasal dari minyak bumi yang merupakan sumber daya alam yang tak terbarukan? (Suatu saat minyak bumi akan habis dan tak akan dapat kita nikmati lagi.)</li>
<li>Jika suatu saat nanti BBM akan habis, maka sadarkah anda jika suatu saat subsidi BBM harus dihilangkan? (Apanya yang mau disubsidi? BBM-nya saja tidak ada.)</li>
<li>Tahukah anda bahwa negara-negara yang menjual BBM dengan harga murah ke rakyatnya merupakan negara yang produksi minyaknya jauh di atas konsumsinya? Tahukah anda jika saat ini Indonesia adalah net-importir minyak bumi?  (Dengan kata lain, kita mengimpor minyak bumi lebih banyak daripada  mengekspornya.)</li>
<li>Jika saat ini anda tidak setuju subsidi BBM dikurangi, kapan menurut anda saat yang tepat untuk mengurangi subsidi BBM?</li>
<li>Tahukah bahwa Indonesia (dan negara-negara lain) mengalami inflasi, artinya harga barang-barang kebutuhan selalu naik. Hanya BBM yang harganya dipatok sama dalam beberapa tahun terakhir. Mengapa anda tidak setuju kenaikan harga BBM, tetapi diam saja ketika harga barang-barang lainnya selalu naik?</li>
<li>Tahukah anda bahwa tak mungkin menetapkan harga tanpa mengubah <em>supply</em> atau <em>demand</em>-nya? Jika anda di posisi pemerintah, apa yang akan anda lakukan untuk mengatur <em>supply</em> atau <em>demand</em> dari BBM?</li>
<li>Mengapa BBM harus dihargai Rp 4500? Mengapa tidak Rp 3000, Rp 1500, Rp 500 atau bahkan gratis misalnya? Berapa harga yang pantas menurut anda?</li>
<li>Mengapa harus BBM yang disubsidi? Mengapa tidak beras misalnya? Mengapa pula tidak pendidikan atau kesehatan? Apa menurut anda yang lain-lain itu takÂ  penting dibandingkan BBM?</li>
<li>Tahukah anda bahwa dengan menyubsidi BBM, maka kita menganjurkan masyarakat untuk menggunakan BBM? Konsumsi BBM akan selalu naik terus, padahal produksi terbatas dan BBM merupakan sumber daya alam yang tak terbarukan. Apa yang akan anda lakukan untuk membatasi konsumsi BBM?</li>
<li>Tahukah anda bahwa populasi manusia berkorelasi dengan ketersediaan energi? Tahukah anda bahwa subsidi BBM memberi kesan ketersediaan energi yang melimpah dan dengan demikian akan meningkatkan populasi manusia di atas <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carrying_capacity"><em>carrying capacity</em></a> sumber daya alam kita? Apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi masalah ini?</li>
<li>Tahukah anda bahwa kelebihan daya beli akibat subsidi BBM akan dengan sangat cepat &#8216;dibelanjakan&#8217; dengan cara &#8216;nambah anak&#8217;? Tahukah anda bahwa perbedaan daya beli jika  BBM disubsidi adalah sama saja dengan jika BBM tidak disubsidi, dan perbedaan akhirnya hanyalah jumlah populasi Indonesia? Apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi masalah ini?</li>
<li>Tahukah anda bahwa sebagian besar konsumsi BBM berasal dari Pulau Jawa? Dan tahukah anda bahwa sebagian besarnya berasal dari  Jabodetabek? Sadarkah anda bahwa dengan demikian sebagian besar subsidi BBM hanya akan dinikmati penduduk ibukota?</li>
<li>Mengapa menurut anda tidak menjadi masalah jika minyak disedot habis-habisan dari daerah, dan kemudian sebagian besarnya dijual dengan harga sangat murah di Pulau Jawa dan ibukota?</li>
<li>Tahukah anda bahwa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_population">populasi Indonesia</a> adalah sekitar 240 juta jiwa, atau peringkat empat dunia? Tahukah anda bahwa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_oil_production">produksi minyak bumi</a> Indonesia itu hanya sekitar 1 juta barrel/hari, atau hanya peringkat 21 dunia? Sadarkah anda bahwa jika produksi minyak bumi dibagikan sama rata ke seluruh penduduk Indonesia, maka setiap jiwa hanya akan mendapat 1,52 barrel/tahun, atau setara dengan hanya 242 liter minyak bumi/tahun? (dan tak seluruhnya dapat dikonversikan menjadi BBM) Sadarkah anda bahwa untuk setiap mobil yang mengisi BBM sebanyak 2000 liter/tahun, akan ada 7 warga lain tak menikmati BBM sama sekali? Apa yang akan anda lakukan untuk mengatasi ketidakadilan ini?</li>
<li>Tahukah anda bahwa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_proven_oil_reserves">cadangan minyak</a> (<em>proven reserve</em>) Indonesia adalah sekitar 4.050.000.000 barrel. Tahukah anda dengan produksi 1 juta barrel/hari, maka cadangan minyak itu akan habis hanya dalam waktu 11 tahun?</li>
<li>Tahukah anda akan konsep <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Opportunity_cost"><em>opportunity cost</em></a>? Tidak adakah cara lain yang lebih baik untuk memanfaatkan BBM yang kita miliki selain dengan menjualnya dengan harga murah? Apa tak terpikirkan bahwa ada cara lain yang lebih baik untuk mengelola BBM yang kita miliki?</li>
<li>Sadarkah anda bahwa salah satu orang yang paling keras menentang kenaikan harga BBM adalah orang yang sama yang menandatangani<a href="http://www.imf.org/external/np/loi/2000/idn/01/"> nota kesepahaman dengan IMF</a> untuk menghapus subsidi BBM? Yakinkah bahwa anda bukan semata-mata korban politik yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu?</li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://priyadi.net/archives/2012/03/30/pertanyaan-pertanyaan-yang-harusnya-diajukan-kepada-yang-tidak-setuju-revisi-harga-bbm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>160</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>s_9@mymelody.com (Changing the world, one person at a time?)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>New7Wonders dan Masalah Kredibilitas</title>
		<link>https://priyadi.net/archives/2011/11/04/new7wonders-dan-masalah-kredibilitas/</link>
					<comments>https://priyadi.net/archives/2011/11/04/new7wonders-dan-masalah-kredibilitas/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 08:22:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Debunking]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1287</guid>

					<description><![CDATA[Akhir-akhir ini media massa dipenuhi dengan berita-berita New7Wonders. Kebanyakan berita-berita tersebut mengutip ucapan tokoh-tokoh baik yang mendukung maupun tidak mendukung New7Wonders. Yang disayangkan adalah bahwa pembahasan tidak menyentuh masalah-masalah mendasar New7Wonders, melainkan hanya masalah-masalah yang sifatnya sekunder seperti kantor, kredibilitas, hubungan dengan PBB dan sebagainya. Jika kita tidak mengetahui fakta yang sebenarnya, wajar jika kita&#8230; <a class="more-link" href="https://priyadi.net/archives/2011/11/04/new7wonders-dan-masalah-kredibilitas/">Continue reading <span class="screen-reader-text">New7Wonders dan Masalah Kredibilitas</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignright" title="New7Wonders" src="http://galeria.priyadi.net/Other/Blog-Illustration/n7w/1180246968_aAUsA-L.jpg" alt="" width="135" height="135" />Akhir-akhir ini media massa dipenuhi dengan berita-berita New7Wonders. Kebanyakan berita-berita tersebut mengutip ucapan tokoh-tokoh baik yang mendukung maupun tidak mendukung New7Wonders. Yang disayangkan adalah bahwa pembahasan tidak menyentuh masalah-masalah mendasar New7Wonders, melainkan hanya masalah-masalah yang sifatnya sekunder seperti kantor, kredibilitas, hubungan dengan PBB dan sebagainya.</p>
<p>Jika kita tidak mengetahui fakta yang sebenarnya, wajar jika kita menilai melalui atribut sekunder seperti kredibilitas sang pembawa informasi. Tetapi jika kita telah/dapat mengetahui fakta yang sesungguhnya, maka fakta tersebut harus mendapat prioritas ketimbang hal-hal lain yang sifatnya sekunder seperti kredibilitas pembawa informasi. Memprioritaskan kredibilitas pembawa informasi untuk menilai sesuatu ketimbang fakta yang ada di lapangan merupakan kesalahan berpikir <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Argument_from_authority"><em>argument from authority</em></a>.</p>
<p><span id="more-1287"></span></p>
<p>Fakta yang kita ketahui tentang New7Wonders adalah:</p>
<ul>
<li>New7Wonders mendapatkan keuntungan dari pemungutan suara melalui jutaan SMS premium.</li>
<li>New7Wonders mengizinkan <em>voting</em> melalui situs web, tetapi hanya mengizinkan satu suara untuk satu email. Pada pemungutan suara melalui SMS, kita bisa melakukannya sebanyak yang kita mau.</li>
<li>Pemilih bisa membeli suara dengan cara &#8216;membeli sertifikat&#8217;. Sama dengan SMS, ini bisa dilakukan sebanyak yang kita mau.</li>
<li>New7Wonders secara aktif menganjurkan kita dan rakyat di negara-negara lain untuk memilih berdasarkan sentimen nasionalisme.</li>
<li>&#8216;Pemenang&#8217; ditentukan dari jumlah suara yang tentunya berbanding lurus dengan uang yang disetorkan oleh &#8216;pemenang&#8217; melalui <em>voting</em> SMS.</li>
<li>Setoran dari pihak yang &#8216;kalah&#8217; tentu saja tidak dikembalikan.</li>
<li>Selain membuat situs web dan menobatkan &#8216;pemenang&#8217;, praktis pihak New7Wonders tidak melakukan apapun. Seluruh biaya pemasaran ditanggung sepenuhnya oleh kontestan.</li>
</ul>
<p>Dari butir-butir itu saja sudah dapat disimpulkan bahwa semua  ini merupakan penipuan yang mengeksploitasi rasa nasionalisme kita semua dan rakyat di negara-negara lain. Itu semua sumbernya</p>
<p>Lalu apa hubungannya dengan isu kredibilitas yang sering dibahas media massa akhir-akhir ini?</p>
<ul>
<li>Seandainya New7Wonders memiliki kantor yang besar nan megah, maka hal tersebut tidak mengubah fakta bahwa New7Wonders merupakan penipuan.</li>
<li>Seandainya New7Wonders didukung 100% oleh pemerintah, mulai dari presiden, wakil presiden, menteri, wakil menteri dan staf-stafnya, hal tersebut tidak mengubah fakta bahwa New7Wonders merupakan penipuan.</li>
<li>Bahkan jika New7Wonders 100% didukung oleh PBB dan lembaga-lembaga di bawahnya, hal tersebut tetap tidak mengubah fakta bahwa New7Wonders merupakan penipuan.</li>
</ul>
<p>Kredibilitas dibangun dari tindakan. Bukan sebaliknya, baik buruknya tindakan kita nilai dari kredibilitas orangnya. Jika Presiden mendukung New7Wonders, bukan berarti kita simpulkan bahwa New7Wonders itu <em>legitimate</em>, tapi kredibilitas presiden menjadi turun di mata kita semua. Fakta berbicara lebih nyaring dibandingkan kredibilitas orang yang menyampaikannya.</p>
<p>Ambillah contoh jika presiden membuat pernyataan &#8220;korupsi itu positif dan harus kita dukung&#8221;. Apakah kita akan menyimpulkan bahwa &#8220;korupsi itu positif&#8221;? Tentu saja tidak! Sebaliknya, kredibilitas presiden akan turun di mata kita semua.</p>
<p>\*\*\*</p>
<p>Barangkali ada yang berpendapat bahwa yang memanfaatkan rasa nasionalisme kita adalah <em>official steering committee</em> di negara masing-masing, bukan New7Wonders itu sendiri. Untuk itu, saya persilakan kawan-kawan untuk melihat sendiri dokumen ini: <a href="http://schtuff.priyadi.net/new7wonders/n7w-maximise-your-campaign.pdf">n7w-maximise-your-campaign.pdf</a>.</p>
<p>Dokumen tersebut merupakan presentasi yang diberikan pihak New7Wonders kepada masing-masing <em>official steering committee</em> (OSC). Versi yang saya miliki adalah versi yang mereka sampaikan kepada OSC Jeju Island, Korea. Dokumen ini dilabeli status &#8216;Confidential&#8217;, namun berkat kegigihan kawan-kawan dari Korea, kita bisa melihat dokumen ini dengan mata kita sendiri.</p>
<p>Eksploitasi nasionalisme dapat dilihat pada halaman 5-7.</p>
<blockquote><p>Success in the New7Wonders of Nature is also about the image, pride, reputation and recognition of the country in the world &#8230; For Jeju Island, Ensure that everyone sees this as South Korea winning in the world.</p></blockquote>
<p>Halaman 11-13 berisi penawaran tiga buah program yang mereka tawarkan kepada masing-masing OSC supaya bisa melipatgandakan jumlah suara: <em>official finalist supporter national sponsor, licensed media partners</em> danÂ  <em>national telephone voting</em>. Ketiga program tersebut harus &#8216;dibeli&#8217; OSC dari pihak New7Wonders.</p>
<p>Rasanya sudah jelas kalau New7Wonders memang bermaksud untuk mengeksploitasi nasionalisme kita semua.</p>
<p>\*\*\*</p>
<p>Kembali ke masalah kredibilitas. Satu hal yang dapat kita gunakan untuk menilai kredibilitas seseorang adalah dengan melihat cara orang tersebut menyampaikan kredibilitasnya. Jika seseorang mengatakan &#8220;Saya adalah lulusan MIT!&#8221;, tapi ternyata terbukti bahwa dia bukan lulusan MIT, maka kredibilitasnya di mata kita akan langsung turun.</p>
<p>Untuk itu mari kita lihat bagaimana cara New7Wonders menyampaikan kredibilitasnya.</p>
<p>Tahun 2007, situs web New7Wonders membuat taut ke situs web UNESCO. Ada banyak media massa yang menyangka bahwa New7Wonders memang memiliki kaitan dengan UNESCO. Khawatir akan efek buruk yang ditimbulkan dari pencatutan nama ini, UNESCO kemudian merilis siaran pers untuk <a href="http://whc.unesco.org/en/news/352">menjernihkan masalah ini</a>.</p>
<p>Salah satu &#8216;penelitian&#8217; dampak ekonomi New7Wonders yang sering dikutip mereka adalah sebuah tulisan dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Philip_Kotler">Philip Kotler</a> yang dipublikasikan Pearson of London. Singkatnya Kotler mengutip klaim yang ada di situs web New7Wonders, lalu kemudian New7Wonders mengutip balik dan menganggapnya sebagai hasil penelitian yang dilakukan oleh Kotler. Lagi-lagi kawan-kawan dari Korea memiliki <a href="http://dl.dropbox.com/u/27188383/Questions%20over%20Kotler%20on%20N7W%20%28Eng%29.pdf">analisis mendalam</a> mengenai klaim New7Wonders ini.</p>
<p>(Sebagai informasi, Philip Kotler juga terlibat dalam pemasaran Taman Nasional Komodo, tetapi tidak terlibat dalam hingar bingar New7Wonders ini. Beliau adalah <em><a href="http://realwonderoftheworld.com/chicago%E2%80%99s-komodo-campaign-receives-warm-welcome/">special ambassador for Indonesian tourism</a>.</em>)</p>
<p>Sekarang mari kita lihat halaman 3 dari dokumen presentasi yang disampaikan New7Wonders kepada masing-masing OSC. Di sana, New7Wonders &#8216;mengutip&#8217; ucapan Zogby International &#8220;the largest poll over undertaken on a global basis&#8221;, sedangkan kalimat lengkapnya adalah</p>
<blockquote><p>The number of votes probably make it the largest poll ever undertaken on  a global basis, said pollster John Zogby, but that did not make it a  scientific exercise.</p>
<p>&#8221;At the very least the pollster has to create some kind of sample.  However that doesn&#8217;t reduce the fact that this is an interesting and  intriguing project,&#8221; said Zogby, who runs polling organisation Zogby  International.</p>
<p>(<a href="http://www.bhatkallys.com/news/news.asp?aid=3329">sumber</a>)</p></blockquote>
<p>Kutipan kedua adalah &#8220;the poll itself is a wonder, yang diklaim mereka ditulis oleh Reuters. Sayangnya saya tdak dapat memverifikasi klaim ini karena satu-satunya tulisan itu di Internet adalah sebuah blog di Filipina yang mengutip ucapan Bernard Weber.</p>
<p>Kutipan ketiga adalah &#8220;something new to bring the world together&#8221; yang diklaim mereka ditulis oleh AP. Tetapi, sama seperti kasus Kotler di atas, ini adalah <em>circular reference</em>. AP <a href="http://www.msnbc.msn.com/id/15700352/ns/travel-news/t/new-wonders-attract-widespread-interest/#.TrOWtkBoF3M">mengutip ucapan Bernard Weber</a>, lalu New7Wonders kemudian mengutip kembali dan mereka anggap sebagai tulisan AP.</p>
<p>Terakhir, mereka coba bangun kredibilitas mereka <a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/261243-new7wonders-bantah-alamat-palsu">melalui kemeriahan acara puncak New7Wonders</a> di Lisbon tanggal 7 Juli 2007. Yang tidak mereka sampaikan adalah bahwa pada tanggal 11 November 2011 besok, <a href="http://world.n7w.com/faq/">tidak akan ada acara serupa</a>. Setelah kisruh di Maladewa dan Indonesia awal tahun ini, mereka tak dapat menemukan negara lain yang bersedia menjadi tuan rumah acara puncak!</p>
<blockquote><p><strong></strong>No. Instead of organising one major show event to  announce the results, as was the case in Lisbon for the man-made New 7  Wonders of the World, this time N7W will offer the chance to the winners  to host seven (or more if there are multi-country winners) major show  events in their own countries: the OfficialÂ InaugurationÂ as one of the  New7Wonders of Nature.</p></blockquote>
<p>Sebagai gantinya, mereka akan menawarkan masing-masing pemenang untuk mengadakan acara di negaranya masing-masing.</p>
<p>Jadi, apa kita masih mau percaya pada New7Wonders?</p>
<p>Baca juga <a href="https://priyadi.net/archives/2011/10/30/faq-tentang-new7wonders/">FAQ tentang New7Wonders</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://priyadi.net/archives/2011/11/04/new7wonders-dan-masalah-kredibilitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>100</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>s_9@mymelody.com (Changing the world, one person at a time?)</dc:creator><enclosure length="1380171" type="application/pdf" url="http://schtuff.priyadi.net/new7wonders/n7w-maximise-your-campaign.pdf"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>Akhir-akhir ini media massa dipenuhi dengan berita-berita New7Wonders. Kebanyakan berita-berita tersebut mengutip ucapan tokoh-tokoh baik yang mendukung maupun tidak mendukung New7Wonders. Yang disayangkan adalah bahwa pembahasan tidak menyentuh masalah-masalah mendasar New7Wonders, melainkan hanya masalah-masalah yang sifatnya sekunder seperti kantor, kredibilitas, hubungan dengan PBB dan sebagainya. Jika kita tidak mengetahui fakta yang sebenarnya, wajar jika kita&amp;#8230; Continue reading New7Wonders dan Masalah Kredibilitas</itunes:subtitle><itunes:author>Changing the world, one person at a time?</itunes:author><itunes:summary>Akhir-akhir ini media massa dipenuhi dengan berita-berita New7Wonders. Kebanyakan berita-berita tersebut mengutip ucapan tokoh-tokoh baik yang mendukung maupun tidak mendukung New7Wonders. Yang disayangkan adalah bahwa pembahasan tidak menyentuh masalah-masalah mendasar New7Wonders, melainkan hanya masalah-masalah yang sifatnya sekunder seperti kantor, kredibilitas, hubungan dengan PBB dan sebagainya. Jika kita tidak mengetahui fakta yang sebenarnya, wajar jika kita&amp;#8230; Continue reading New7Wonders dan Masalah Kredibilitas</itunes:summary><itunes:keywords>Changing,the,world,one,person,at,a,time?</itunes:keywords></item>
		<item>
		<title>FAQ Tentang New7Wonders</title>
		<link>https://priyadi.net/archives/2011/10/30/faq-tentang-new7wonders/</link>
					<comments>https://priyadi.net/archives/2011/10/30/faq-tentang-new7wonders/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 15:14:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Debunking]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1252</guid>

					<description><![CDATA[Berikut adalah FAQ yang saya buat karena saya mendapatkan banyak pertanyaan dan kecaman akibat tulisan-tulisan saya tentang penipuan New7Wonders. Halaman ini akan terus diperbaharui jika ada masukan-masukan yang saya terima. FAQ 1: Kenapa sih repot-repot ngurusin masalah New7Wonders? Karena New7Wonders merupakan vanity scam, yang memanfaatkan ego kita semua untuk meraup keuntungan. Ini tak jauh berbeda&#8230; <a class="more-link" href="https://priyadi.net/archives/2011/10/30/faq-tentang-new7wonders/">Continue reading <span class="screen-reader-text">FAQ Tentang New7Wonders</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah FAQ yang saya buat karena saya mendapatkan banyak pertanyaan dan kecaman akibat tulisan-tulisan saya tentang penipuan New7Wonders. Halaman ini akan terus diperbaharui jika ada masukan-masukan yang saya terima.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 1</strong>: Kenapa sih repot-repot ngurusin masalah New7Wonders?</p></blockquote>
<p>Karena New7Wonders merupakan <em>vanity scam</em>, yang memanfaatkan ego kita semua untuk meraup keuntungan. Ini tak jauh berbeda dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Who%27s_Who_scam">penipuan <em>Who&#8217;s Who</em></a> atau <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Diploma_mill">diploma mill</a></em> dimana korban menyerahkan sejumlah uang untuk atribut tertentu, misalnya gelar akademis atau <em>person of the year</em>, walaupun sebenarnya institusi tersebut tidak memiliki kredibilitas atau akreditasi untuk memberi gelar tersebut. Praktis tak ada orang lain yang menganggap gelar atau atribut tersebut sebagai sesuatu yang penting.</p>
<p><span id="more-1252"></span>New7Wonders pun demikian, mereka hanyalah sebuah perusahaan kecil asal Swiss, bukan organisasi Internasional ataupun lembaga bentukan kerjasama multilateral antara negara-negara.</p>
<p>Perbedaannya, New7Wonders menambahkan bumbu berupa kompetisi dengan kontestan lain, tujuannya untuk menyentuh rasa nasionalisme kita semua. Selain itu, New7Wonders merupakan <em>vanity scam</em> dengan skala internasional yang korbannya bukan lagi perorangan, tetapi negara-negara yang berdaulat.</p>
<p>Pada kontes tahun 2007, situs web New7Wonders memuat taut dan logo UNESCO. Khawatir akan dampak dari pencatutan nama ini, UNESCO kemudian mengklarifikasi bahwa mereka <a href="http://whc.unesco.org/en/news/352">tidak memiliki sangkut paut</a> dengan New7Wonders.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 2</strong>: Ah, ini kan gak beda dengan misalnya Indonesian Idol atau acara lainnya.</p></blockquote>
<p>Tentu saja ada persamaan antara New7Wonders dan Indonesian Idol, misalnya keduanya sama-sama menggunakan media SMS untuk memilih. Dan tentunya ada keberatan-keberatan yang bisa dialamatkan kepada keduanya. Sebagai contoh, keduanya menggunakan kriteria populer untuk menentukan pemenang, bukan kriteria objektif. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sanjaya_Malakar">Sanjaya Malakar</a> secara kontroversial bisa melaju ke babak ke-7 American Idol dengan kemampuan yang pas-pasan. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Christ_the_Redeemer_%28statue%29">Patung Kristus Penebus</a> Rio de Janeiro bisa mendapatkan gelar &#8216;keajaiban dunia&#8217;, walaupun secara objektif, monumen-monumen lain seperti misalnya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Prambanan">Candi Prambanan</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Eiffel_Tower">Menara Eiffel</a> atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Statue_of_Liberty">Patung Liberty</a> lebih berhak mendapatkan gelar tersebut.</p>
<p>Akan tetapi tentu saja ada perbedaan antara Indonesian Idol dan New7Wonders. Secara singkat: New7Wonders adalah Indonesian Idol yang pemenangnya ditentukan dari jumlah uang yang disetorkan kontestan kepada panitia. Kualitas objektif sama sekali tidak penting, yang penting jumlah uangnya. Kontestan tidak tahuÂ  berapa uang yang diberikan kontestan lainnya kepada panitia. Dan jika kontestan kalah, uang yang telah disetorkan tidak  dikembalikan.</p>
<p><em>Stakeholder</em> Indonesian Idol adalah peserta itu sendiri. Pada New7Wonders, walaupun peserta adalah Taman Nasional Komodo, <em>stakeholder</em>-nya adalah kita semua sebagai rakyat Indonesia.</p>
<p>Indonesian Idol mendapatkan pemasukan dari pihak ketiga yang mendapatkan hiburan dari acara tersebut. Panitia kemudian menyerahkan sebagian dari pemasukan tersebut kepada kontestan, dalam bentuk gaji, pelatihan, akomodasi, atau lainnya. Semua kontestan mendapatkan keuntungan, termasuk kontestan yang kalah di babak awal sekalipun.</p>
<p>New7Wonders mendapatkan penghasilan dari setoran kontestan itu sendiri yang berasal dari platform pemilihan berbayar. New7Wonders praktis tidak mengeluarkan biaya apapun untuk kontestan. Bahkan biaya pemasaran ditanggung oleh masing-masing kontestan. Biaya yang dikeluarkan kontestan yang kalah melalui platform <em>voting</em> berbayar tak dapat dikembalikan. Bagi seluruh kontestan, kontes New7Wonders merupakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Negative-sum_game"><em>negative-sum game</em></a>.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 3</strong>: Ah, masa sih penipuan? Saya cuma keluar Rp 1 untuk memilih kok, atau bahkan gak keluar duit sama sekali.</p></blockquote>
<p>Pemilih memang hanya mengeluarkan Rp 1, atau bahkan tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Tetapi ongkos yang sesungguhnya lebih besar daripada itu.</p>
<p>Pertama, <a href="http://www.fajar.co.id/read-20111011214405-jk-gratiskan-sms-komodo">ada sponsor yang menyubsidi</a> sehingga biaya yang harus dikeluarkan pemilih menjadi serendah itu. Karena panitia lokal harus membayar lisensi ke New7Wonders, dan mereka tentunya tidak akan menerima mata uang Rupiah, maka akan ada devisa kita yang terbuang. Maka, nilai sesungguhnya yang harus dibayar pemilih melalui SMS jauh lebih tinggi daripada Rp 1 atau Rp 0.</p>
<p>Kedua, akibat kontes ini, akan ada pihak yang mendapatkan basis data nomor ponsel dari puluhan juta rakyat Indonesia. Ini adalah informasi yang sangat berharga, mungkin jauh lebih berharga daripada bayaran lisensi kepada New7Wonders.</p>
<p>Ketiga, sang dalang dari skema ini tetap mendapatkan keuntungan jika kita ikut memilih, terutama melalui media seperti SMS premium.</p>
<p>Namun ada baiknya jika kita melihat lebih jauh daripada sekadar nilai uang yang hilang akibat skema ini: kontes New7Wonders ini menghina intelegensia kita semua. Karena pada praktiknya, ini hanyalah kontes &#8216;adu jumlah setoran&#8217;.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 4</strong>: Dasar orang Indonesia, gini aja diributin! Bukannya ngedukung, malah ngejatuhin!</p></blockquote>
<p>Sikap saya dan kawan-kawan merupakan bentuk kepedulian kepada Indonesia, bukan sebaliknya. Kami tidak menyukai nasionalisme kawan-kawan dieksploitasi untuk kepentingan mereka.</p>
<p>Dan bukan hanya Indonesia, di negara-negara lain ada banyak rakyat mereka yang terusik dan melakukan edukasi seperti yang saya lakukan selama ini.</p>
<p>Kawan-kawan kita dari Korea yang merasa terusik dengan kampanye Jeju membuat situs web <a href="https://sites.google.com/site/justice4jeju7/">Justice4Jeju7</a>. Mereka juga membuat situs <a href="https://sites.google.com/site/no7wonders/">No7Wonders</a> yang berisi tentang masalah-masalah New7Wonders di berbagai negara. Kawan-kawan dari Vietnam membuat tulisan di sebuah forum tentang <a href="http://www.ddth.com/showthread.php/169982-Tr%C3%B2-l%E1%BB%ABa-%C4%91%E1%BA%A3o-SCAM-New7Wonders-7-k%E1%BB%B3-quan-thi%C3%AAn-nhi%C3%AAn-th%E1%BA%BF-gi%E1%BB%9Bi-m%E1%BB%9Bi">scam New7Wonders</a> yang sampai tulisan ini dibuat sudah mencapai lebih dari 60 halaman. Red Hunt Travel, sebuah blog yang didirikan teman kita dari Kanada juga membahas tentang <a href="http://redhunttravel.com/2011/10/travel-articles/travel-marketing/new-7-wonders-of-nature-controversy/">kontroversi New7Wonders</a>.</p>
<p>Dan masih banyak lagi. Pencarian Google <a href="http://www.google.com/search?q=new7wonders+scam">&#8216;new7wonders scam&#8217;</a> banyak menemukan hal yang sama.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 5</strong>: Kalau Komodo menang, maka pariwisata bisa naik.</p></blockquote>
<p>Analisis yang saya lakukan dari data-data industri pariwisata tujuh pemenang New7Wonders tahun 2007 <a href="https://priyadi.net/archives/2011/10/26/dampak-ekonomi-new7wonders/">tidak menunjukkan adanya pertumbuhan pariwisata</a> dari ditunjuknya tujuh monumen tersebut sebagai keajaiban dunia yang baru.</p>
<p>Seluruh penelitian yang sering dikutip oleh pihak New7Wonders pun ternyata tidak dilakukan dengan metodologi yang benar dan memiliki asumsi-asumsi awal yang salah.</p>
<p>Kawan-kawan kita dari Korea juga membuat <a href="http://dl.dropbox.com/u/27188383/Analysis%20of%20N7W%20Economic%20Impacts_Revised05262011.pdf">analisis mendalam</a> tentang &#8216;penelitian independen&#8217; yang sering dikutip oleh oknum New7Wonders.</p>
<p>Sebaliknya, pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2007-2008 ke Indonesia ternyata lebih tinggi daripada enam negara pemenang New7Wonders 2007. Alih-alih mendapatkan penghargaan, Budpar justru mendapatkan kecaman karena memutuskan hubungan dengan New7Wonders!</p>
<p>Selain menobatkan kontestan sebagai pemenang, New7Wonders praktis tidak melakukan apa-apa. Seluruh biaya pemasaran ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing kontestan. Dan pemasaran tersebut tentu saja bisa dilakukan tanpa harus ada New7Wonders.</p>
<p>Situs web New7Wonders <a href="http://www.alexa.com/siteinfo/new7wonders.com">bukanlah situs yang banyak dikunjungi</a> pengguna Internet,Â  sehingga tidak akan berpengaruh banyak terhadap pemasaran.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 6</strong>: Tapi setelah Komodo terpilih menjadi finalis, pariwisata di Komodo meningkat.</p></blockquote>
<p>Ini adalah kesalahan logika <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Post_hoc_ergo_propter_hoc"><em>post hoc ergo propter hoc</em></a>. Jika kejadian B terjadi setelah kejadian A, belum tentu B terjadi karena A. Bisa saja A dan B disebabkan oleh faktor C (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spurious_relationship"><em>spurious relationship</em></a>).</p>
<p>Dalam hal ini, faktor C adalah pemasaran yang dilakukan pemerintah untuk mempromosikan Taman Nasional Komodo. Faktor inilah yang menyebabkan Komodo terpilih menjadi finalis; sekaligus meningkatkan pariwisata di Taman Nasional Komodo. Tanpa harus menjadi nominasi New7Wonders pun, pariwisata bisa kita tingkatkan.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 7</strong>: Dasar pengkhianat! Dasar tidak nasionalis!</p></blockquote>
<p>Rasanya terlalu jauh untuk mengukur nasionalisme hanya dari jumlah uang yang kita sumbangkan kepada Bernard Weber :). Saya pikir mayoritas rakyat Indonesia pada dasarnya sangat nasionalis, tetapi memiliki informasi yang berbeda-beda. Berikut saya peragakan dalam bentuk <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Johari_window">Johari window</a>:</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter" title="*" src="http://galeria.priyadi.net/Other/New7Wonders/i-NpX3Zc7/0/L/johari-L.png" alt="" width="298" height="251" /></p>
<p>Mayoritas orang-orang yang mengirim SMS ke 9818 berada di kuadran 2. Dan sebagian besar rakyat Indonesia berada di kuadran ini. Tulisan-tulisan saya selama ini bertujuan untuk memindahkan teman-teman sebangsa dan setanah air dari kuadran 2 ke kuadran 1. Memilih untuk tidak berpartisipasi mengirim SMS pilih Komodo tentu tidak bisa disebut &#8216;tidak nasionalis&#8217;.</p>
<p>Bernard Weber dan oknum New7Wonders lainnya tentunya berada di kuadran 4. Hati kecil saya masih menaruh harapan bahwa tidak ada warga negara kita yang menjadi anggota kuadran 4 ini.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 8</strong>: Saya sudah tahu, tapi bolehkah kami teruskan vote Komodo?â„¢</p></blockquote>
<p>Pengalaman saya dalam mengamati <em>vanity scam</em> seperti <em>diploma mill</em> atau <em>Who&#8217;s Who scam</em>, ada orang-orang yang tetap bersikukuh bahwa hal ini bukanlah penipuan, walaupun telah diberi tahu hal yang sesungguhnya. Mereka tetap bangga dengan memamerkan plakat <em>&#8216;Man of the Year&#8217;</em> yang didapatkan dengan harga $200 dari sebuah institusi yang tidak jelas asal usulnya, misalnya.</p>
<p>Di Indonesia, bisa jadi tak sedikit yang seperti ini. Orang-orang dengan sifat yang sama tersebut barangkali akan memiliki sifat yang sama pula pada kontes New7Wonders.</p>
<p>Penjelasan yang kedua, ada orang yang akan menjadi sangat defensif setelah diberi tahu bahwa dia tertipu. Ini adalah akibat dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Choice-supportive_bias"><em>choice-supportive bias</em></a>.</p>
<p>Tentunya tak ada yang dapat menghalangi siapapun untuk mengirim SMS pilih Komodo. Yang dapat saya dan kawan-kawan lakukan hanyalah memberi informasi yang sesungguhnya.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 9</strong>: Negara-negara lain yang telah menjadi pemenang bangga atas prestasi tersebut. Kenapa kita tidak?</p></blockquote>
<p>Betulkah? Saat saya mengumpulkan data mengenai pariwisata negara-negara pemenang New7Wonders pada tahun 2007, tak satupun situs web resmi pariwisata negara-negara tersebut yang menampilkan atribut New7Wonders secara besar-besaran.</p>
<p>Kalau tidak percaya, silakan lihat sendiri situs resmi dewan pariwisata negara-negara <a href="http://tourism.gov.in/">India</a>, <a href="http://www.visitjordan.com/Default.aspx">Yordania</a>, <a href="http://www.visitperu.com/">Peru</a>, <a href="http://en.cnta.gov.cn/">RRC</a>, <a href="http://www.italia.it/en/home.html">Italia</a>, <a href="http://www.braziltour.com/">Brazil</a> dan <a href="http://www.visitmexico.com/">Meksiko</a>.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 10</strong>: Orang-orang yang terlibat dalam New7Wonders adalah orang-orang yang saya kenal memiliki integritas tinggi. Jadi tidak mungkin New7Wonders merupakan penipuan.</p></blockquote>
<p>Ini adalah kesalahan berpikir <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Argument_from_authority">argument from authority</a></em> atau <em>argumentum ad verecundiam</em>: hanya karena X adalah orang yang kita kenal berintegritas, maka ucapan X kita anggap sebagai kebenaran. Tentu saja ini salah. Jika Einstein mengatakan 1+1=3, bukan berarti itu benar hanya karena Einstein yang mengatakannya.</p>
<p>Walaupun demikian, tentu tak dapat kita simpulkan bahwa orang-orang Indonesia yang terlibat dalam New7Wonders tidak berintegritas dan memiliki agenda jahat. Bukan tidak mungkin mereka termasuk ke dalam kuadran 2 di atas (lihat FAQ no 7 di atas). Atau mereka termasuk ke dalam kuadran 1 tetapi sudah terlanjur terikat dengan kontrak atau komitmen yang harus mereka penuhi.</p>
<p>Kabarnya, Jusuf Kalla <a href="http://twitter.com/#!/IndraJPiliang/status/128805218442944512">hanya membutuhkan waktu lima menit</a> untuk menerima tawaran untuk menjadi duta Komodo. Dalam waktu lima menit tentu saja tak mungkin bagi beliau untuk dapat melakukan analisis mendalam mengenai skema New7Wonders ini.</p>
<p>Tuduhan <em>vanity scammer</em> saya alamatkan hanya kepada Bernard Weber, New Open World Corporation dan New7Wonders Foundation, bukan kepada afiliasinya di Indonesia. Saya mengerti jika oknum-oknum New7Wonders ini sekilas terlihat sangat <em>legitimate</em> dan tak sedikit orang-orang yang sebetulnya berintegritas, tetapi terjebak dan mempercayai mereka.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 11:</strong> Kontes ini diiklankan oleh televisi nasional, didukung operator seluler dan perusahaan besar lainnya. Jadi tidak mungkin ini pembodohan.</p></blockquote>
<p>Sama seperti FAQ 10, ini adalah kesalahan berpikir <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Argument_from_authority">argument from authority</a></em> atau <em>argumentum ad verecundiam.</em> Kesimpulan tersebut tak dapat diambil hanya karena iklan kontes New7Wonders ditayangkan televisi nasional dan didukung oleh operator seluler.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 12</strong>: Pemerintah telah mengeluarkan banyak dana untuk memenangkan Taman Nasional Komodo, kenapa harus berhenti di tengah jalan?</p></blockquote>
<p>Dana yang telah dikeluarkan pemerintah kepada New7Wonders hanyalah biaya pendaftaran sebesar $200. Selain itu pemerintah juga mengeluarkan biaya untuk pemasaran. Biaya yang terakhir ini tentunya selain berefek pada perolehan suara Komodo di New7Wonders, juga berimbas pada kenaikan pariwisata di Komodo.</p>
<p>Jadi, biaya yang benar-benar hilang hanyalah biaya pendaftaran sebesar $200 ($200 perak, bukan $200 ribu atau bahkan $200 juta). Sedangkan biaya pemasaran  akan terkonversi menjadi kenaikan industri pariwisata di Taman Nasional Komodo.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 13</strong>: Paling tidak ada kebanggaan Taman Nasional Komodo bisa masuk sebagai 7 keajaiban dunia. Dan ini berlaku untuk selamanya.</p></blockquote>
<p>Berapa banyak di antara kita yang pada tahun 2008-2009 ingat di luar kepala siapa saja yang menjadi pemenang kontes New7Wonders 2007?</p>
<p>Rasanya tak banyak di antara kita yang ingat. Bisa jadi bahkan mengetahui kontes ini pun tidak. Kalau begitu, selain kita, apakah nantinya banyak orang-orang asing yang tahu daftar pemenang kontes New7Wonders tahun ini? Saya pribadi sangat meragukannya.</p>
<p>Ini tak jauh berbeda dengan atribut <em>Person of the year</em> yang didapatkan dengan harga $200 dari institusi yang tidak jelas asal usulnya: selain kita sendiri, praktis tak ada orang lain yang peduli dengan atribut tersebut.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 14:</strong> Tahun 2007, New7Wonders mengadakan acara deklarasi pemenang di Lisbon, Portugal yang megah dan diliput jaringan berita Internasional. Ini bisa jadi ajang untuk promosi.</p></blockquote>
<p>Itu dulu. Tahun ini New7Wonders <a href="http://world.n7w.com/faq/">tidak akan mengadakan acara deklarasi pemenang</a>. Setelah kisruh di Indonesia dan Maladewa, kelihatannya mereka tidak berhasil menemukan negara lain yang bersedia untuk membayar ongkos mahal yang mereka tuntut untuk menjadi tuan rumah acara ini.</p>
<p>Sebagai gantinya, New7Wonders akan mengizinkan negara-negara pemenang untuk membuat &#8216;acara penganugerahan&#8217; sendiri di negara masing-masing. Tentu saja dengan biaya masing-masing.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 15</strong>: Tapi saya dengar New7Wonders bekerjasama dengan PBB.</p></blockquote>
<p>Memang betul bahwa situs web <a href="http://www.un.org/partnerships/">Office for Partnership</a> PBB (UNOP) memuat sebuah halaman mengenai <a href="http://www.un.org/partnerships/YNewsNew7Wonders.htm">kerjasama antara PBB dan New7Wonders</a>. Halaman yang dibuat pada tanggal 8 Juli 2007Â  &#8211;satu hari setelah acara puncak New7Wonders tahun 2007&#8211; tersebut digunakan New7Wonders sebagai pondasi kredibilitas New7Wonders selama bertahun-tahun.</p>
<p>Karena tidak jelas seperti apa dan bagaimana bentuk kerjasama tersebut, maka teman-teman kita dari Korea menanyakan langsung ke UNOP. Jawaban dari UNOP mengejutkan: UNOP tidak memiliki kerjasama dengan New7Wonders, dan halaman tersebut merupakan bagian dari situs web lama UNOP. Jika kita mengakses situs web UNOP dari halaman depan, maka kita tidak akan menemukan keberadaan New7Wonders di sana.</p>
<p>Jerih payah teman-teman dari Korea dapat dibaca di berkas PDF ini: <a href="http://dl.dropbox.com/u/27188383/The%20Questionable%20Relationship%20between%20N7W%20and%20UNOP.pdf">New7Wonders Foundation, Currently Not in Partnership with the UN Office for Partnerships</a>.</p>
<p>Mungkin akibat dari ancaman gugatan hukum dari teman-teman dari Korea ini, New7Wonders kemudian merevisi halaman <em><a href="http://world.n7w.com/interesting-questions-and-answers/">interesting questions and answers</a></em>. Yang tadinya mengatakan &#8220;sedang bekerjasama dengan PBB&#8221;, menjadi &#8220;pernah bekerjasama dengan PBB&#8221;. Tetapi apa bentuk kerjasama yang telah dilakukan tetap menjadi misteri.</p>
<p>Situs berita Korea OhMyNews melakukan <a href="http://www.tnmv.net/2011/05/interview-with-new7wonders-foundation-ohmynews/">wawancara dengan New7Wonders</a> dan mencoba untuk menanyakan apa bentuk kerjasama yang pernah dilakukan New7Wonders dan PBB. Tetapi lagi-lagi, perwakilan New7Wonders tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan.</p>
<p>Dengan situasi seperti ini, satu-satunya &#8216;kerjasama&#8217; yang kita ketahui antara UNOP dan New7Wonders adalah bahwa Direktur UNOP <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Amir_Dossal">Amir Dossal</a> turut menghadiri acara puncak New7Wonders 7 Juli 2007 di Lisbon, Portugal.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 16</strong>: Kalau bukan kita yang mendukung Taman Nasional Komodo, lalu siapa lagi?</p></blockquote>
<p>Tulisan saya ini tidak bertujuan untuk menghentikan dukungan kepada Taman Nasional Komodo. Sama sekali bukan itu tujuannya. Sebaliknya, dukungan penuh tetap harus kita berikan kepada Taman Nasional Komodo sebagai wahana konservasi maupun sebagai objek wisata.</p>
<p>Yang dipermasalahkan di sini hanyalah mendukung Taman Nasional Komodo melalui ajang kontes New7Wonders.</p>
<p>Jangan sampai pula kita terjebak pada anggapan yang menyamakan &#8220;tidak mendukung TMK melalui New7Wonders&#8221; dengan &#8220;tidak mendukung TMK&#8221;.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 17</strong>: Pasti ada hal positif yang disebabkan kontes New7Wonders: wisatawan berkunjung, kesejahteraan masyarakat bertambah, kepedulian terhadap komodo meningkat, ekonomi berkembang dsb. Bukankah semua itu hal yang positif?</p></blockquote>
<p>Untuk keperluan pembahasan ini, mari kita asumsikan hal-hal yang positif tersebut adalah akibat dari New7Wonders (tapi lihat FAQ 6 di atas).</p>
<p>Jika A menyebabkan B; dan B merupakan hal yang positif, maka belum tentu A adalah hal yang positif. Untuk peragaan, ganti A dengan &#8220;Gayus melakukan korupsi&#8221; dan B dengan &#8220;perbaikan sistem perpajakan&#8221;. Rasanya semua setuju kalau A adalah hal yang negatif dan B adalah hal yang positif.</p>
<p>Sekarang ganti A dengan &#8220;kontes New7Wonders&#8221; dan B dengan &#8220;kesejahteraan masyarakat meningkat&#8221;. Rasanya semua setuju jika B adalah hal yang positif (walaupun hubungan sebab akibat tetap harus dipertanyakan, lihat FAQ 6 di atas), tetapi hanya karena B adalah hal yang positif, tidak dapat disimpulkan bahwa A adalah hal yang positif pula. Positif atau tidaknya A tetap harus dievaluasi secara independen.</p>
<p>Hal ini merupakan kesalahan berpikir <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Appeal_to_consequences"><em>appeal to consequences</em></a>. Dalam bahasa Inggris dikenal ada pepatah <em>&#8220;the end result doesn&#8217;t justify the means&#8221;</em>.</p>
<p>Yang seharusnya kita lakukan adalah meningkatkan industri pariwisata dan konservasi alam di Taman Nasinal Komodo &#8220;dengan cara yang baik&#8221;, bukan &#8220;apapun akan dilakukan asal tujuan tercapai&#8221;.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 18</strong>: Pemimpin-pemimpin negara lain saja mendukung kontes ini, kenapa kita tidak?</p></blockquote>
<p>Barangkali mereka tidak tahu duduk persoalannya. Barangkali mereka tahu, tapi ingin memanfaatkan acara tersebut untuk mendongkrak popularitas mereka.</p>
<p>Ini lagi-lagi merupakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Argument_from_authority"><em>argument from authority</em></a>. Kenyataannya adalah bahwa New7Wonders merupakan <em>vanity scam</em> terlepas apa yang dikatakan tokoh-tokoh tersebut. Jika pemimpin-pemimpin tersebut &#8216;masuk sumur&#8217;, apa kita juga akan ikut &#8216;masuk sumur&#8217;?</p>
<p>Untungnya, pemimpin negara kita (dan juga Maladewa) bisa mengetahui kejanggalan kontes New7Wonders ini jauh lebih cepat daripada negara-negara lain akibat kisruh acara puncak antara New7Wonders dan pemerintah Indonesia dan Maladewa. Jika tidak ada kasus ini, rasanya negara kita akan bernasib sama dengan negara lain.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 19</strong>: Katanya New7Wonders akan membagikan keuntungannya untuk keperluan konservasi dari pemenang kontes ini. Kenapa kita tidak dukung usaha ini?</p></blockquote>
<p>Pada kontes tahun 2007, pihak New7Wonders menjanjikan 50% dari surplus untuk konservasi monumen-monumen yang menjadi pemenang. Walaupun demikian, New7Wonders <a href="http://www.indianexpress.com/news/oh-taj-7-wonders-wont-get-campaign-money/206200/">tidak pernah memenuhi janji tersebut</a>, alasannya: &#8220;Kami tidak mendapat keuntungan.&#8221; Pihak New7Wonders menolak untuk memberitahu jumlah pemasukan dan pengeluaran ketika ditanya media massa.</p>
<p>Untuk kontes tahun 2011 ini, New7Wonders sama sekali <a href="http://world.n7w.com/interesting-questions-and-answers/">TIDAK menjanjikan</a> hal yang sama seperti yang mereka janjikan pada tahun 2007. Kali ini, 50% tersebut akan mereka gunakan untuk keperluan mereka sendiri. Kontestan tidak akan mendapatkan apapun dari mereka.</p>
<p>Yang membuat janji pembagian keuntungan untuk konservasi adalah <em>official steering committee</em> (OSC) dari New7Wonders di Indonesia, bukan New7Wonders itu sendiri.</p>
<blockquote><p><strong>FAQ 20</strong>: Ah, kamu pasti antek Malaysia yang tidak mau &#8216;kadal air raksasa&#8217; kalah dari komodo!</p></blockquote>
<p>:)</p>
<p>\*\*\*</p>
<p>FAQ di atas adalah hasil olah data dan pemikiran saya mengenai New7Wonders. Untuk mengetahui perspektif dari pihak <em>official steering committee</em> New7Wonders, silakan anda lihat sendiri situs web <a href="http://pilihkomodo.com">pilihkomodo.com</a> atau hubungi <a href="http://twitter.com/liiaang">@liiaang</a> di Twitter.</p>
<p>Saya persilakan pembaca untuk menilai sendiri berdasarkan informasi yang selengkap-lengkapnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://priyadi.net/archives/2011/10/30/faq-tentang-new7wonders/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>462</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>s_9@mymelody.com (Changing the world, one person at a time?)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Dampak Ekonomi New7Wonders</title>
		<link>https://priyadi.net/archives/2011/10/26/dampak-ekonomi-new7wonders/</link>
					<comments>https://priyadi.net/archives/2011/10/26/dampak-ekonomi-new7wonders/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 10:34:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Debunking]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1240</guid>

					<description><![CDATA[Beberapa minggu ini kita semua dihadapkan pada pemasaran yang luarbiasa dan tak henti-henti untuk mendorong kita semua untuk memilih Taman Nasional Komodo sebagai pemenang dari New 7 Wonders of Nature. Alasan yang dikemukakan panitia untuk mendorong kita semua untuk ikut memilih adalah alasan ekonomi: jika Taman Nasional Komodo terpilih menjadi pemenang, maka industri pariwisata kita&#8230; <a class="more-link" href="https://priyadi.net/archives/2011/10/26/dampak-ekonomi-new7wonders/">Continue reading <span class="screen-reader-text">Dampak Ekonomi New7Wonders</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignright" src="http://galeria.priyadi.net/Other/New7Wonders/i-fkjkBfD/0/250x250/komodocoin-250x250.jpg" alt="" width="250" height="250" />Beberapa minggu ini kita semua dihadapkan pada pemasaran yang luarbiasa dan tak henti-henti untuk mendorong kita semua untuk memilih <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Komodo_National_Park">Taman Nasional Komodo</a> sebagai pemenang dari New 7 Wonders of Nature. Alasan yang dikemukakan panitia untuk mendorong kita semua untuk ikut memilih adalah alasan ekonomi: jika Taman Nasional Komodo terpilih menjadi pemenang, maka industri pariwisata kita akan meningkat.</p>
<p>Kontes New7Wonders ini bukanlah yang pertama. Tahun 2007, New7Wonders juga mengadakan kontes serupa dengan pemenang-pemenang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chichen_Itza">Chichen Itza</a> dari Meksiko, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Christ_the_Redeemer_(statue)">Patung Kristus Penebus</a> dari Brazil, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Colosseum">Colloseum</a> dari Italia, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Great_Wall_of_China">Tembok Besar Cina</a> dari RRC, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Machu_Picchu">Machu Picchu</a> dari Peru, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Petra">Petra</a> dari Yordania dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Taj_Mahal">Taj Mahal</a> dari India.</p>
<p>Untuk membuktikan klaim meningkatnya industri pariwisata jika negara kita terpilih menjadi pemenang New7Wonders, marilah kita telaah statistik pariwisata dari negara-negaraÂ  yang telah terlebih dahulu menjadi pemenang di kontes serupa pada tahun 2007.</p>
<p><span id="more-1240"></span></p>
<p><strong>Statistik Monumen Pemenang</strong></p>
<p>Pertama-tama mari kita lihat statistik kenaikan jumlah pengunjung dari monumen yang menjadi pemenang pada kontes New7Wonders 2007. Sayangnya, saya hanya berhasil mengumpulkan statistik untuk tiga monumen pemenang, yaitu Machu Piccu, Petra dan Taj Mahal:</p>
<table>
<thead>
<tr>
<th>Year</th>
<th>Machu Picchu</th>
<th>Petra</th>
<th>Taj Mahal</th>
</tr>
</thead>
<thead></thead>
<tbody>
<tr>
<td>1995</td>
<td>43.67%</td>
<td>68.19%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>1996</td>
<td>24.48%</td>
<td>22.90%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>1997</td>
<td>-4.85%</td>
<td>-8.18%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>1998</td>
<td>20.46%</td>
<td>-8.78%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>1999</td>
<td>25.86%</td>
<td>23.78%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2000</td>
<td>22.92%</td>
<td>12.00%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2001</td>
<td>-16.42%</td>
<td>-51.95%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2002</td>
<td>4.88%</td>
<td>-31.30%</td>
<td>-20.90%</td>
</tr>
<tr>
<td>2003</td>
<td>8.09%</td>
<td>1.15%</td>
<td>5.30%</td>
</tr>
<tr>
<td>2004</td>
<td>1.38%</td>
<td>93.13%</td>
<td>19.32%</td>
</tr>
<tr>
<td>2005</td>
<td>40.46%</td>
<td>26.72%</td>
<td>62.64%</td>
</tr>
<tr>
<td>2006</td>
<td>1.14%</td>
<td>-8.60%</td>
<td>-17.23%</td>
</tr>
<tr>
<td>2007</td>
<td>14.03%</td>
<td>61.71%</td>
<td>19.28%</td>
</tr>
<tr>
<td>2008</td>
<td>12.39%</td>
<td>38.15%</td>
<td>0.93%</td>
</tr>
<tr>
<td>2009</td>
<td>-5.56%</td>
<td>-9.31%</td>
<td>-16.91%</td>
</tr>
<tr>
<td>2010</td>
<td>-18.76%</td>
<td>33.95%</td>
<td align="LEFT"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Growth of visitors to winners of 2007 New7Wonders" src="http://galeria.priyadi.net/Other/New7Wonders/i-JPknqpB/0/L/new7wonders-monument-L.png" alt="" width="491" height="340" /></p>
<p><em>Catatan</em>: Data kenaikan pengunjung Machu Picchu hanya menghitung pengunjung luar negeri, data Petra menghitung seluruh pengunjung baik domestik maupun mancanegara. Data Taj Mahal sebelum 2005 menghitung seluruh pengunjung, sedangkan 2005 dan setelahnya menghitung kenaikan pengunjung mancanegara saja.</p>
<p>Tahun yang harus diperhatikan adalah tahun 2007 dan 2008, tentunya dengan memperhatikan tren pada tahun-tahun sebelum dan setelahnya sebagai bahan perbandingan. Pada tahun 2007 dan 2008, ketiga monumen ini mengalami kenaikan pengunjung. Walaupun demikian tentunya tak seluruh kenaikan pengunjung tersebut merupakan kontribusi dari terpilihnya mereka menjadi pemenang New7Wonders.</p>
<p>Sejak 1995, jumlah pengunjung ke Macchu Piccu hampir selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya, kecuali pada tahun 1997 dan 2001. Selain itu, kenaikan sebesar 14% dan 12% pada tahun 2007 dan 2008 tidaklah sebesar kenaikan pada tahun 2005 sebesar 40%. Pada tahun 2009-2010 jumlah pengunjung mengalami penurunan sebesar 6% dan 19%, yang praktis mengembalikan jumlah pengunjung ke tingkat sebelum 2007.</p>
<p>Petra mengalami kenaikan pengunjung di tahun 2007 dan 2008 yang fantastis, yaitu sebesar 62% dan 38%. Walaupun demikian, angka ini tidaklah sebesar kenaikan pengunjung di tahun 2004 dan 2005 yang sebesar 93% dan 27%.</p>
<p>Untuk Taj Mahal, saya tidak melihat adanya kenaikan yang signifikan pada tahun 2007 dan 2008. Tahun 2007 jumlah pengunjung hanya naik 19% setelah tahun sebelumnya turun 17%. Sedangkan 2008 hanya melihat kenaikan tak lebih dari 1%.</p>
<p>Bisa jadi ada efek kenaikan jumlah pengunjung dari terpilihnya monumen-monumen tersebut sebagai pemenang New7Wonders. Walaupun demikian, rasanya tak sulit untuk menyimpulkan bahwa kontribusi New7Wonders terhadap kenaikan pengunjung ke monumen-monumen tersebut tidak begitu signifikan.</p>
<p><strong>Statistik Negara Pemenang</strong></p>
<p>Sekarang mari kita lihat statistik kenaikan pengunjung negara yang mengusung pemenang New7Wonders tahun 2007. Negara-negara tersebut adalah Peru, Yordania, Meksiko, Brazil, Italia, RRC dan India.</p>
<table>
<thead>
<tr>
<th>Year</th>
<th>Peru</th>
<th>Jordan</th>
<th>Mexico</th>
<th>Brazil</th>
<th>Italy</th>
<th>China</th>
<th>India</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>2000</td>
<td>-15.98%</td>
<td>-11.73%</td>
<td>4.26%</td>
<td>4.03%</td>
<td>10.96%</td>
<td>15.46%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2001</td>
<td>-0.09%</td>
<td>5.82%</td>
<td>-7.67%</td>
<td>-10.16%</td>
<td>1.73%</td>
<td>6.21%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2002</td>
<td>8.44%</td>
<td>42.58%</td>
<td>-9.40%</td>
<td>-20.70%</td>
<td>1.54%</td>
<td>10.96%</td>
<td>-9.19%</td>
</tr>
<tr>
<td>2003</td>
<td>2.52%</td>
<td>-1.30%</td>
<td>9.25%</td>
<td>9.19%</td>
<td>-3.71%</td>
<td>-10.41%</td>
<td>31.51%</td>
</tr>
<tr>
<td>2004</td>
<td>41.27%</td>
<td>21.25%</td>
<td>14.49%</td>
<td>15.99%</td>
<td>4.88%</td>
<td>26.66%</td>
<td>26.82%</td>
</tr>
<tr>
<td>2005</td>
<td>4.13%</td>
<td>4.68%</td>
<td>8.60%</td>
<td>11.76%</td>
<td>3.84%</td>
<td>12.09%</td>
<td>13.34%</td>
</tr>
<tr>
<td>2006</td>
<td>4.00%</td>
<td>18.76%</td>
<td>1.33%</td>
<td>-6.36%</td>
<td>8.04%</td>
<td>6.63%</td>
<td>13.49%</td>
</tr>
<tr>
<td>2007</td>
<td>14.26%</td>
<td>-3.27%</td>
<td>0.90%</td>
<td>0.18%</td>
<td>4.08%</td>
<td>9.63%</td>
<td>11.92%</td>
</tr>
<tr>
<td>2008</td>
<td>18.33%</td>
<td>8.68%</td>
<td>1.54%</td>
<td>0.68%</td>
<td>-2.51%</td>
<td>-3.05%</td>
<td>6.90%</td>
</tr>
<tr>
<td>2009</td>
<td>-3.72%</td>
<td>1.61%</td>
<td>-10.63%</td>
<td>-5.10%</td>
<td>-1.61%</td>
<td>-4.10%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2010</td>
<td>11.14%</td>
<td>20.27%</td>
<td>2.27%</td>
<td>7.48%</td>
<td></td>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="." src="http://galeria.priyadi.net/Other/New7Wonders/i-VKKKwXx/0/L/new7wonders-countries-L.png" alt="" width="498" height="476" /></p>
<p>Kali ini rasanya kita tak dapat melihat adanya kenaikan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelum 2007-2008. Barangkali hanya Peru yang mengalami kenaikan yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, dan itupun masih jauh lebih kecil dibandingkan kenaikan tahun 2004 yang sebesar 41%. Bahkan Yordania mengalami penurunan pengunjung pada tahun 2007, sedangkan Italia dan RRC mengalami penurunan pengunjung pada tahun 2008.</p>
<p><strong>Perbandingan dengan Negara Bukan Pemenang</strong></p>
<p>Tahun 2007-2008 merupakan masa-masa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Late-2000s_financial_crisis">krisis ekonomi global</a> dimana negara-negara maju mengalami resesi. Bisa saja ada anggapan bahwa industri pariwisata di 7 negara tersebutÂ  &#8216;tertolong&#8217; oleh terpilihnya mereka menjadi pemenang New7Wonders. Untuk itu mari kita buat perbandingan dengan negara-negara lain yang tidak menjadi pemenang New7Wonders tahun 2007. Negara-negara yang saya pilih adalah Turki, Maroko, Chile dan Mesir. Ditambah dengan negara kita Indonesia. Mesir sendiri adalah &#8216;pemenang honorer&#8217; dari New7Wonders 2007, namun biasanya tidak dimasukkan ke dalam daftar pemenang, karena dengan demikian akan membuat jumlah pemenang menjadi delapan.</p>
<table>
<thead>
<tr>
<th>Year</th>
<th>Turkey</th>
<th>Morocco</th>
<th>Chile</th>
<th>Egypt</th>
<th>Indonesia</th>
</tr>
</thead>
<tbody>
<tr>
<td>2000</td>
<td>7.24%</td>
<td>12.08%</td>
<td>6.74%</td>
<td>13.94%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2001</td>
<td>30.00%</td>
<td>2.38%</td>
<td>-1.09%</td>
<td>-14.84%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2002</td>
<td>23.08%</td>
<td>1.67%</td>
<td>-18.05%</td>
<td>12.60%</td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td>2003</td>
<td>3.91%</td>
<td>6.92%</td>
<td>14.31%</td>
<td>17.12%</td>
<td>-11.25%</td>
</tr>
<tr>
<td>2004</td>
<td>26.32%</td>
<td>15.04%</td>
<td>10.59%</td>
<td>35.66%</td>
<td>19.12%</td>
</tr>
<tr>
<td>2005</td>
<td>26.19%</td>
<td>6.68%</td>
<td>13.56%</td>
<td>5.76%</td>
<td>-6.00%</td>
</tr>
<tr>
<td>2006</td>
<td>-12.74%</td>
<td>12.24%</td>
<td>11.15%</td>
<td>4.88%</td>
<td>-2.61%</td>
</tr>
<tr>
<td>2007</td>
<td>26.17%</td>
<td>12.96%</td>
<td>11.27%</td>
<td>22.72%</td>
<td>13.02%</td>
</tr>
<tr>
<td>2008</td>
<td>12.83%</td>
<td>6.36%</td>
<td>7.66%</td>
<td>15.89%</td>
<td>13.24%</td>
</tr>
<tr>
<td>2009</td>
<td>2.81%</td>
<td>5.86%</td>
<td>1.89%</td>
<td>-3.11%</td>
<td>1.43%</td>
</tr>
<tr>
<td>2010</td>
<td>5.74%</td>
<td>18.25%</td>
<td></td>
<td></td>
<td>10.74%</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="." src="http://galeria.priyadi.net/Other/New7Wonders/i-ZvB233M/0/L/new7wonders-nonwinners-L.png" alt="" width="492" height="457" /></p>
<p>Dari data-data tersebut di atas, ternyata dugaan saya tidak terbukti. Walaupun tahun 2007-2008 ada krisis ekonomi, ternyata industri pariwisata juga meningkat di negara-negara lain. Dan industri pariwisata di negara-negara pemenang New7Wonders 2007 bertumbuh bukan karena tertolong oleh New7Wonders.</p>
<p>Satu hal yang menarik adalah bahwa pertumbuhan kunjungan wisatawan asing di Indonesia pada tahun 2007-2008 ternyata lebih tinggi daripada negara-negara pemenang New7Wonders 2007, kecuali Peru.</p>
<p><strong>Catatan lain dan Kritik terhadap penelitian lainnya mengenai kontribusi New7Wonders terhadap perekonomian negara-negara pemenang</strong></p>
<p>Pihak New7Wonders sering mengutip <a href="http://world.n7w.com/interesting-questions-and-answers/">tiga penelitian independen</a> tentang dampak ekonomi dari terpilihnya negara-negara sebagai pemenang kontes New7Wonders. Menurut saya ketiga penelitian ini bukan tanpa masalah.</p>
<p>Penelitian pertama adalah yang dilakukan Grant Thornton Afrika Selatan yang menyimpulkan bahwa <a href="http://www.timeslive.co.za/lifestyle/article1023885.ece/Table-Mountain-could-get-R1bn-boost-a-year">New7Wonders dapat menghasilkan lebih dari US$ 1000 milyar dalam 5 tahun</a> setelah terpilih menjadi pemenang. Yang jadi masalah adalah bahwa penelitian ini mengambil data dari kenaikan pengunjung di Petra Yordania dan Patung Kristus Penebus Brazil dan sepenuhnya mengaitkan hal tersebut dengan terpilihnya mereka menjadi pemenang New7Wonders. Padahal tanpa mengikuti New7Wonders pun sudah pasti jumlah pengunjung akan berubah.</p>
<p>Kritik yang sama juga dapat disampaikan kepada penelitian yang dilakukan oleh Jeju Development Institute. Kali ini mereka menyampaikan bahwa <a href="http://www.jdi.re.kr/contents/index.php?mid=0202&amp;job=detail&amp;ebcf_id=press&amp;eb_seq=128">Pulau Jeju dapat menghasilkan sampai dengan US$ 1837 milyar/tahun</a> jika mereka menjadi pemenang. Mereka mengambil data dari kenaikan pengunjung Petra Yordania dan Agra di India. Dan sama seperti Grant Thornton, mereka mengaitkan kenaikan jumlah pengunjung tersebut sepenuhnya pada terpilihnya mereka menjadi pemenang.</p>
<p>Padahal kenaikan jumlah pengunjung sudah dapat terlihat pada tahun-tahun sebelum 2007. Kesalahan ini biasa disebut dengan kesalahan <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Post_hoc_ergo_propter_hoc">post hoc ergo propter hoc</a></em>. Singkatnya: setelah terpilih menjadi pemenang New7Wonders, jumlah pengunjung meningkat, lalu disimpulkan bahwa peningkatan jumlah pengunjung tersebut adalah karena terpilih menjadi pemenang. Padahal, bisa saja ada faktor lain yang juga berpengaruh.</p>
<p>Sedangkan &#8216;penelitian&#8217; yang terakhir hanyalah kutipan sebuah publikasi yang diterbitkan oleh Pearson of London. Pearson mengutip angka US$ 5 milyar dari New7Wonders. Dan kemudian New7Wonders mengutip Pearson sebagai hasil &#8216;penelitian&#8217; yang dilakukan Pearson (<em>circular referencing</em>).</p>
<p>Hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Third-cause_fallacy"><em>third-cause fallacy</em></a> atau <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spurious_relationship">spurious relationship</a></em>. Yaitu adanya efek dari faktor ketiga. Contoh:</p>
<ol>
<li>A terpilih menjadi nominasi New7Wonders</li>
<li>Dewan pariwisata A meningkatkan pemasaran tentang A</li>
<li>A terpilih menjadi pemenang New7Wonders</li>
<li>Pengunjung A meningkat.</li>
</ol>
<p>Setelah 4 terjadi, maka banyak pihak yang akan mengklaim bahwa 4 disebabkan oleh 3. Padahal bukan tidak mungkin 3 dan 4 terjadi karena 2. Dan sebenarnya 2 dapat saja dilakukan tanpa 1. Apalagi mengingat bahwa New7Wonders tidak melakukan pemasaran apapun selain menobatkan A menjadi pemenang.</p>
<p>Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh penelitian-penelitian tersebut, dalam tulisan saya di atas, saya juga menyertakan data sebelum penunjukan pemenang dilakukan, dan juga sesudahnya. Selain itu saya juga menyertakan data negara-negara non-pemenang untuk perbandingan. Berdasarkan karakteristik data yang ada, sulit untuk melakukan perhitungan matematis, tapi rasanya tak sulit untuk membuat kesimpulan.</p>
<p><strong>Kesimpulan dan Referensi</strong></p>
<p>Ada peningkatan pengunjung monumen-monumen setelah terpilih menjadi New7Wonders. Akan tetapi sebagian  besar dari peningkatan ini merupakan tren dan bagian dari fluktuasi normal yang telah ada sebelumnya, jadi tak dapat seluruhnya dikaitkan dengan faktor New7Wonders. Peningkatan pengunjung yang terjadi pada 2007-2008 bukanlah rekor individu mereka. Ketiga monumen yang saya dapatkan datanya juga pernah mengalami peningkatan yang jauh lebih tinggi sebelumnya.</p>
<p>Di tingkat negara, praktis tak terlihat adanya peningkatan signifikan jumlah pengunjung yang disebabkan oleh terpilihnya monumen sebagai pemenang New7Wonders.</p>
<p><a href="http://schtuff.priyadi.net/new7wonders/visitor%20statistics2.ods">Data mentah dan sumber referensi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://priyadi.net/archives/2011/10/26/dampak-ekonomi-new7wonders/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>72</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>s_9@mymelody.com (Changing the world, one person at a time?)</dc:creator><enclosure length="46010" type="application/vnd.oasis.opendocument.spreadsheet" url="http://schtuff.priyadi.net/new7wonders/visitor%20statistics2.ods"/><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:subtitle>Beberapa minggu ini kita semua dihadapkan pada pemasaran yang luarbiasa dan tak henti-henti untuk mendorong kita semua untuk memilih Taman Nasional Komodo sebagai pemenang dari New 7 Wonders of Nature. Alasan yang dikemukakan panitia untuk mendorong kita semua untuk ikut memilih adalah alasan ekonomi: jika Taman Nasional Komodo terpilih menjadi pemenang, maka industri pariwisata kita&amp;#8230; Continue reading Dampak Ekonomi New7Wonders</itunes:subtitle><itunes:author>Changing the world, one person at a time?</itunes:author><itunes:summary>Beberapa minggu ini kita semua dihadapkan pada pemasaran yang luarbiasa dan tak henti-henti untuk mendorong kita semua untuk memilih Taman Nasional Komodo sebagai pemenang dari New 7 Wonders of Nature. Alasan yang dikemukakan panitia untuk mendorong kita semua untuk ikut memilih adalah alasan ekonomi: jika Taman Nasional Komodo terpilih menjadi pemenang, maka industri pariwisata kita&amp;#8230; Continue reading Dampak Ekonomi New7Wonders</itunes:summary><itunes:keywords>Changing,the,world,one,person,at,a,time?</itunes:keywords></item>
		<item>
		<title>Solusi Teknis untuk Menertibkan Konten Premium</title>
		<link>https://priyadi.net/archives/2011/10/18/solusi-teknis-untuk-menertibkan-konten-premium/</link>
					<comments>https://priyadi.net/archives/2011/10/18/solusi-teknis-untuk-menertibkan-konten-premium/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 02:39:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Spam Problem]]></category>
		<category><![CDATA[Tech]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1226</guid>

					<description><![CDATA[Belakangan ini ramai diperbincangkan masalah &#8216;pencurian pulsa&#8217; oleh penyedia layanan konten yang bekerjasama dengan operator selular. Intinya, banyak pelanggan operator selular yang merasa keberatan karena selama ini pulsa mereka banyak terpotong oleh &#8216;layanan&#8217; yang sebenarnya tidak diinginkan. Saya sendiri pernah membahas sebuah cara yang dimanfaatkan oleh sebuah penyedia layanan konten (*content provider atau CP*) nakal&#8230; <a class="more-link" href="https://priyadi.net/archives/2011/10/18/solusi-teknis-untuk-menertibkan-konten-premium/">Continue reading <span class="screen-reader-text">Solusi Teknis untuk Menertibkan Konten Premium</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignright" title="Ponsel" src="http://galeria.priyadi.net/Stills/Stills/-/1052716560_vZrce-300x300.jpg" alt="" width="300" height="200" />Belakangan ini ramai diperbincangkan masalah &#8216;pencurian pulsa&#8217; oleh penyedia layanan konten yang bekerjasama dengan operator selular. Intinya, banyak pelanggan operator selular yang merasa keberatan karena selama ini pulsa mereka banyak terpotong oleh &#8216;layanan&#8217; yang sebenarnya tidak diinginkan.</p>
<p>Saya sendiri pernah membahas <a href="https://priyadi.net/archives/2011/05/10/masalah-privasi-di-layanan-seluler-indosat/">sebuah cara</a> yang dimanfaatkan oleh sebuah penyedia layanan konten (*content provider atau CP*) nakal untuk menjerat pelanggan sehingga tanpa sadar mengikuti sebuah &#8216;layanan&#8217; konten tertentu.</p>
<p>Terkadang kita terjebak untuk menyalahkan CP. Betul bahwa mereka memang salah, namun pelanggan tidak memiliki hubungan apapun dengan CP. Bisa dibilang nyaris tidak ada pelanggan yang mengetahui siapa yang berada di balik nomor *shortcode* dari sebuah layanan selular.</p>
<p><span id="more-1226"></span></p>
<p>Kesalahan tentu saja ada di pihak operator selular. Yaitu bahwa operator terlalu naif dan terlalu banyak menyerahkan kontrol terhadap pihak ketiga (dalam hal ini CP) untuk melakukan &#8216;penagihan&#8217; terhadap pelanggan. Selama ini, jika pelanggan ingin berlangganan konten premium, maka pelanggan cukup melakukan otorisasi kepada penyedia layanan konten. Sedangkan pihak operator sepenuhnya mempercayai CP bahwa CP mendapatkan permintaan berlangganan dengan benar.</p>
<p>Mekanisme ini yang kemudian dimanfaatkan oleh CP nakal untuk mendapatkan <span style="text-decoration: line-through;">pelanggan</span> korban melalui fasilitas operator selular.</p>
<p>Dengan analogi sederhana: A menitipkan uang  kepada B. Jika A ingin sebagian uangnya di B diserahkan kepada C, maka dengan mekanisme yang ada pada hubungan operator-CP pada saat ini, yang terjadi adalah: A menyuruh C untuk mengambil uangnya di B, kemudian C datang ke B dan meminta &#8220;Tadi A minta saya ambil uangnya di kamu.&#8221; Dan kemudian B begitu saja menyerahkan uang A kepada C.</p>
<p>Terkadang yang terjadi adalah bahwa C datang ke B untuk meminta uang A, namun tanpa persetujuan A, atau dengan sesuatu yang dianggap C sebagai persetujuan A, tetapi A tidak menganggapnya demikian.</p>
<p>Yang saya pikir seharusnya terjadi adalah:</p>
<ul>
<li>A meminta C untuk mengambil uangnya di B</li>
<li>C datang ke B untuk menagih uang A.</li>
<li>B bertanya kepada A apakah boleh dia berikan uangnya kepada C</li>
<li>A mengizinkan B untuk memberikan uangnya.</li>
</ul>
<p>\*\*\*</p>
<p>Berikut adalah sebuah ide saya bagaimana protokol tersebut dapat diimplementasikan.</p>
<ul>
<li>Pelanggan melakukan permintaaan berlangganan konten kepada penyedia layanan konten (CP). Ini bisa dilakukan dengan jalur apapun, misalnya melalui <em>shortcode</em>, melalui USSD, atau bahkan melalui jalur <em>offline</em>.</li>
<li>CP mengajukan permintaan ini kepada operator.</li>
<li>Operator mengirim SMS kepada pelanggan &#8220;Penyedia layanan konten PT. Indah Makmur Sejahtera Bahagia akan menjadikan anda pelanggan konten &#8216;CARI JODOH 2011&#8217; dengan biaya Rp 2000/hari. Jika anda mengizinkan, kirim SMS ke 999 dengan isi &#8216;341439&#8217;. Jika anda tidak mengizinkan, abaikan pesan ini.&#8221; Harus ada nama CP, nama layanan CP dan harga yang harus dibayar pelanggan dalam SMS konfirmasi ini.</li>
<li>Pelanggan mengirim SMS ke 999 dengan isi &#8216;341439&#8217; untuk mengkonfirmasi langganannya.</li>
<li>Operator mengirim SMS ke pelanggan &#8220;Anda kini berlangganan konten &#8216;CARI JODOH 2011&#8217; dari PT. Indah Makmur Sejahtera Bahagia dengan biaya Rp 2000/hari. Untuk berhenti berlangganan kirim SMS ke 999 dengan isi &#8216;UNREG CARIJODOH2011&#8217;. Simpan SMS ini untuk arsip anda.&#8221;</li>
</ul>
<p>Nomor 999 di atas tentunya adalah nomor pendek yang dikontrol oleh operator, bukan oleh CP. Angka &#8216;341439&#8217; biasa disebut <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cryptographic_nonce">nonce</a></em>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Magic_cookie"><em>magic cookie</em></a>, atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ticket_%28IT_security%29"><em>ticket</em></a>; angka ini dibuat secara acak untuk setiap permintaan berlangganan dan dirahasiakan operator kecuali kepada pelanggan.</p>
<p>Mekanisme seperti ini dinamakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Opt_in_e-mail"><em>confirmed opt-in</em></a>, <em>double confirmed opt-in</em>, atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Closed-loop_authentication"><em>closed loop authentication</em></a>. Cara ini sudah lumrah dilakukan dalam dunia email, misalnya dalam berlangganan <em>mailing-list</em> atau registrasi pada situs web. Dengan cara ini, praktis bisa dijamin bahwa seluruh pelanggan konten memang berlangganan secara sadar dan atas inisiatif pribadi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://priyadi.net/archives/2011/10/18/solusi-teknis-untuk-menertibkan-konten-premium/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>23</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>s_9@mymelody.com (Changing the world, one person at a time?)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>RIP, Dennis Ritchie</title>
		<link>https://priyadi.net/archives/2011/10/13/rip-dennis-ritchie/</link>
					<comments>https://priyadi.net/archives/2011/10/13/rip-dennis-ritchie/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 15:19:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Software]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1222</guid>

					<description/>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="RIP - Dennis Ritchie" src="http://galeria.priyadi.net/Other/Blog-Illustration/i-FmJdjPh/0/500x500/dr-500x500.jpg" alt="" width="500" height="500" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://priyadi.net/archives/2011/10/13/rip-dennis-ritchie/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>s_9@mymelody.com (Changing the world, one person at a time?)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Konfigurasi VPN KlikBCA Bisnis di iPhone, iPad dan iPod Touch</title>
		<link>https://priyadi.net/archives/2011/09/15/konfigurasi-vpn-klikbca-bisnis-di-iphone-ipad-dan-ipod-touch/</link>
					<comments>https://priyadi.net/archives/2011/09/15/konfigurasi-vpn-klikbca-bisnis-di-iphone-ipad-dan-ipod-touch/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 06:38:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Gadgetry]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1215</guid>

					<description><![CDATA[Tidak seperti layanan KlikBCA untuk pengguna pribadi, layanan KlikBCA Bisnis membutuhkan koneksi VPN ke server BCA sebelum pengguna dapat mengakses situs web KlikBCA Bisnis. Berikut adalah konfigurasi VPN KlikBCA Bisnis untuk perangkat-perangkat iDevices seperti iPhone, iPad atau iPod Touch. Masuk ke aplikasi &#8216;Settings&#8217;. Kemudian masuk ke menu &#8216;General&#8217; &#8211; &#8216;Network&#8217; -Â  &#8216;VPN&#8217;. Pilih &#8216;Add VPN&#8230; <a class="more-link" href="https://priyadi.net/archives/2011/09/15/konfigurasi-vpn-klikbca-bisnis-di-iphone-ipad-dan-ipod-touch/">Continue reading <span class="screen-reader-text">Konfigurasi VPN KlikBCA Bisnis di iPhone, iPad dan iPod Touch</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak seperti layanan <a href="http://www.klikbca.com">KlikBCA</a> untuk pengguna pribadi, layanan KlikBCA Bisnis membutuhkan koneksi VPN ke server BCA sebelum pengguna dapat mengakses situs web KlikBCA Bisnis. Berikut adalah konfigurasi VPN KlikBCA Bisnis untuk perangkat-perangkat iDevices seperti iPhone, iPad atau iPod Touch.</p>
<p><span id="more-1215"></span>Masuk ke aplikasi &#8216;Settings&#8217;. Kemudian masuk ke menu &#8216;General&#8217; &#8211; &#8216;Network&#8217; -Â  &#8216;VPN&#8217;. Pilih &#8216;Add VPN Configuration&#8217;. Pilih &#8216;IPSec&#8217;. Lalu isi formulir yang tersedia sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Description: KlikBCA Bisnis</li>
<li>Server: vpn.tarumanagara.com</li>
<li>Account: nama pengguna yang diberikan oleh BCA</li>
<li>Password: biarkan &#8216;Ask Every Time&#8217;</li>
<li>Use Certificate: OFF</li>
<li>Group Name: SME</li>
<li>Secret: vpn3000</li>
</ul>
<p>Tekan &#8216;Save&#8217; untuk meyimpan.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone" title="Konfigurasi VPN KlikBCA Bisnis di iPad" src="http://galeria.priyadi.net/Other/Blog-Illustration/i-CN6Gz9v/0/500x500/vpn-ipad2-500x500.jpg" alt="" width="432" height="500" /></p>
<p>Untuk mengaktifkan VPN KlikBCA Bisnis, bukalah aplikasi &#8216;Settings&#8217;. Lalu ubahlah VPN dari OFF menjadi ON. Atau jika memiliki lebih dari satu konfigurasi VPN, kita bisa masuk ke menu &#8216;General&#8217; &#8211; &#8216;Network&#8217; &#8211; &#8216;VPN&#8217;, lalu pilih konfigurasi VPN yang kita kehendaki sebelum menggeser OFF menjadi ON. Setelah itu sistem akan menanyakan password. Jawab dengan menggunakan jawaban APPLI 1 dari KeyBCA.</p>
<p>Setelah VPN terhubung, kita bisa mengakses KlikBCA Bisnis melalui alamat <a href="https://ibc.klikbca.com:8002/sme/login.jsp">https://ibc.klikbca.com:8002/sme/login.jsp</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://priyadi.net/archives/2011/09/15/konfigurasi-vpn-klikbca-bisnis-di-iphone-ipad-dan-ipod-touch/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>28</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>s_9@mymelody.com (Changing the world, one person at a time?)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>Membeli Asuransi, Perlu atau Tidak?</title>
		<link>https://priyadi.net/archives/2011/08/16/membeli-asuransi-perlu-atau-tidak/</link>
					<comments>https://priyadi.net/archives/2011/08/16/membeli-asuransi-perlu-atau-tidak/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 05:27:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://priyadi.net/?p=1194</guid>

					<description><![CDATA[Jika pertanyaan ini diajukan kepada penjual asuransi, jawabannya pasti &#8220;PERLU!&#8221;, alasannya bukan karena memang perlu, tapi karena sudah menyangkut periuk nasi si penjual asuransi. Sebagai konsumen tentunya kita tidak dapat percaya begitu saja. Jawaban sebenarnya adalah &#8220;BELUM TENTU&#8221;. Karena bisa jadi ada risiko-risiko yang sebenarnya tidak perlu diasuransikan. Tak jarang pula saya menemui orang yang&#8230; <a class="more-link" href="https://priyadi.net/archives/2011/08/16/membeli-asuransi-perlu-atau-tidak/">Continue reading <span class="screen-reader-text">Membeli Asuransi, Perlu atau Tidak?</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignright" title="$" src="http://galeria.priyadi.net/Other/Blog-Illustration/i-S4BVvwk/0/300x300/2011-08-15T150808-4080-300x300.jpg" alt="" width="225" height="300" />Jika pertanyaan ini diajukan kepada penjual asuransi, jawabannya pasti &#8220;PERLU!&#8221;, alasannya bukan karena memang perlu, tapi karena sudah menyangkut periuk nasi si penjual asuransi. Sebagai konsumen tentunya kita tidak dapat percaya begitu saja. Jawaban sebenarnya adalah &#8220;BELUM TENTU&#8221;. Karena bisa jadi ada risiko-risiko yang sebenarnya tidak perlu diasuransikan.</p>
<p>Tak jarang pula saya menemui orang yang dengan semangat membeli berbagai jenis asuransi dari A sampai Z dalam rangka &#8216;membenahi keuangan keluarga&#8217;. Namun bukan keuangan keluarga yang terbenahi, tetapi justru hanya menambah beban pengeluaran.</p>
<p>Sekadar untuk ilustrasi dalam pembahasan kali ini, anggaplah ada sebuah risiko yang nilainya sebesar Rp 1 juta. Probabilitas terjadinya risiko ini dalam satu tahun adalah 1%. Atau dengan kata lain, dari 100 orang, dalam satu tahun ada 1 orang yang mengalami risiko tersebut. Untuk mengatasi risiko ini, 100 orang tersebut mengumpulkan uang masing-masing sebesar 1% x Rp 1 juta = Rp 10 ribu per tahun. Dana yang terkumpul adalah sebesar Rp 1 juta, yang kemudian akan diserahkan kepada satu orang yang mengalami risiko tersebut.</p>
<p><span id="more-1194"></span>Jika perusahaan asuransi ingin memasarkan produk asuransi untuk risiko ini, maka Rp 1 juta disebut &#8216;uang pertanggungan&#8217;, dan Rp 10 ribu/tahun disebut &#8216;premi&#8217;. Perusahaan asuransi bukanlah lembaga amal yang melakukan kegiatannya dengan sukarela. Sebagaimana perusahaan lainnya, perusahaan asuransi juga mencari keuntungan, dan juga memiliki beban operasional yang perlu ditutupi. Oleh karena itu, di atas pungutan premi sebesar Rp 10 ribu/bulan, akan mereka bebankan biaya tambahan, misalnya Rp 5 ribu/tahun, sehingga premi total menjadi Rp 15 ribu/bulan. Rp 5 ribu/tahun ini digunakan untuk menutupi biaya operasional dan juga untuk keuntungan untuk pemegang saham.</p>
<p>Singkatnya, dalam contoh ini, Rp 15 ribu/tahun adalah setoran premi yang terdiri dari Rp 10 ribu/tahun yang merupakan &#8216;biaya asuransi&#8217; dan Rp 5 ribu/tahun yang merupakan &#8216;overhead&#8217;. Rp 15 ribu tersebut dipakai untuk menutupi risiko dengan probabilitas 1%/tahun dengan besar Rp 1 juta.</p>
<p>Jika ada 100 orang yang membeli produk asuransi ini, maka perusahaan asuransi akan mendapatkan pemasukan sebesar 100 x Rp 15 ribu/tahun = Rp 1,5 juta/tahun. Sedangkan pengeluarannya adalah 1% x 100 x Rp 1 juta = Rp 1 juta. Selisih Rp 500 ribu digunakan perusahaan asuransi untuk menutupi biaya operasional dan juga untuk dibukukan sebagai keuntungan.</p>
<p>Tentunya gambaran di atas hanyalah penyederhanaan. Aslinya tentu tidak sesederhana gambaran di atas. Walaupun demikian seharusnya sudah cukup untuk menjelaskan konsep asuransi dan bagaimana perusahaan asuransi menjalankan kegiatannya.</p>
<p>Sekarang mari kita hubungkan dengan keperluan untuk membeli asuransi.</p>
<p>\*\*\*</p>
<p>Bagaimana misalnya jika ada orang dengan penghasilan relatif sangat besar, misalnya sebesar Rp 50 juta per bulan. Apakah dia perlu membeli asuransi di atas? Tentu saja tidak, karena risiko finansial sebesar Rp 1 juta per bulan tidaklah sulit untuk ditutupi. Dengan tidak mengasuransikan risiko tersebut, orang ini menghemat biaya overhead sebesar Rp 5 ribu/tahun. Jika dia memilih untuk mengasuransikan risiko tersebut, maka dia akanÂ  kehilangan Rp 5 ribu/tahun tersebut untuk hal yang sebenarnya tidak perlu dia keluarkan.</p>
<p>Prinsip pertama: <strong>&#8220;Semakin rendah risiko finansial (relatif terhadap kekayaan nasabah), maka semakin tidak perlu diasuransikan.&#8221;</strong></p>
<p>Contoh di atas mengasumsikan probabilitas terjadinya musibah dalam satu tahun adalah 1%. Artinya dalam satu tahun, ada satu dari seratus orang yang mengalami musibah. Bagaimana jika probabilitas terjadinya musibah adalah 90%, dan bukan 1%? Atau dengan kata lain ada 90 orang dari 100 orang yang mengalami musibah.</p>
<p>Jika itu yang terjadi, maka perusahaan asuransi akan menaikkan biaya premi, yang tadinya hanya Rp 15 ribu/tahun menjadi sekitar 90x lipat, yaitu Rp 1,3 juta. Kalau begini situasinya tentunya lebih baik tidak usah diasuransikan, karena setoran premi per tahun lebih besar daripada uang pertanggungannya itu sendiri. Lebih baik uangnya disimpan, lalu jika terjadi musibah baru digunakan untuk menutupi risiko finansial yang terjadi.</p>
<p>Bagaimana jika probabilitasnya 100%, atau dengan kata lain datangnya musibah merupakan suatu kepastian? Maka dapat dipastikan setoran premi akan lebih besar daripada uang pertanggungan yang akan didapatkan. Ini karena perusahaan asuransi juga mencari keuntungan dan memiliki ongkos operasional yang harus ditutupi.</p>
<p>Prinsip kedua: <strong>&#8220;Semakin tinggi probabilitas terjadinya musibah, maka justru semakin tidak perlu diasuransikan.&#8221;</strong></p>
<p>Tak jarang agen asuransi jiwa menakut-nakuti calon nasabah dengan tingginya terjadinya risiko saat usia nasabah bertambah. Padahal ini terbalik. Semakin tinggi risiko, justru semakin tidak perlu diasuransikan.</p>
<p>Lalu bagaimana jika misalnya perusahaan asuransi menaikkan harga premi yang tadinya Rp 15 ribu/tahun menjadi misalnya Rp 500 ribu/tahun?Â  Dengan <em>overhead</em> setinggi itu, nasabah kini memiliki pilihan untuk ikut asuransi dan kehilangan Rp 500 ribu/tahun; atau tidak ikut asuransi dan dalam dua tahun akan terkumpul dana sebesar uang pertanggungan. Pilihan kedua jelas jauh lebih menarik. Memiliki uang tunai ekstra sebesar Rp 500 ribu/tahun tentunya jauh lebih menarik ketimbang memiliki polis asuransi dengan uang pertanggungan sebesar Rp 1 juta.</p>
<p>Prinsip ketiga: <strong>&#8220;Semakin besar premi relatif terhadap uang pertanggungan, maka semakin tidak perlu diasuransikan.&#8221;</strong></p>
<p>Terakhir, sepertinya ada sebuah anggapan bahwa asuransi akan mengurangi probabilitas terjadinya musibah. Ini tentunya salah, asuransi hanya akan mengurangi risiko finansial dari sebuah musibah. Asuransi tidak akan mengurangi probabilitas terjadinya musibah. Bahkan, akibat adanya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Moral_hazard"><em>moral hazard</em></a>, justru probabilitas terjadinya klaim akan lebih tinggi setelah nasabah ikut asuransi.</p>
<p>Prinsip keempat: <strong>&#8220;Asuransi hanya menutupi risiko finansial dari suatu risiko. Asuransi tidak akan mengurangi probabilitas terjadinya risiko. Jika tidak ada risiko finansial, maka tidak perlu diasuransikan.&#8221;</strong></p>
<p>Empat prinsip di atas adalah prinsip-prinsip yang perlu dipertimbangkan masak-masak sebelum membeliÂ  asuransi. Bisa jadi dengan tidak mengambil asuransi ternyata lebih menguntungkan secara finansial.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://priyadi.net/archives/2011/08/16/membeli-asuransi-perlu-atau-tidak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>106</slash:comments>
		
		
			<dc:creator>s_9@mymelody.com (Changing the world, one person at a time?)</dc:creator></item>
	</channel>
</rss><!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->