<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359</id><updated>2014-12-12T07:22:58.907-08:00</updated><category term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category term="Rencana Masa Depan"/><category term="Investasi dan Proteksi"/><category term="Asuransi Prudential"/><category term="Manfaat Asuransi Kesehatan"/><category term="Resiko Penyakit"/><category term="Mengapa Harus Menabung ?"/><category term="Kami Memahami Kebutuhan Anda"/><category term="Dana Pensiun"/><category term="Persiapan Masa Depan"/><category term="Tips Mengelola Keuangan"/><category term="Best Assurance"/><category term="Produk Asuransi Prudential"/><category term="Crisis Cover Penyakit Prudential"/><category term="Dana Pendidikan Anak"/><category term="Keuntungan Asuransi Prudential"/><category term="Asuransi Jiwa Prudential"/><category term="Kalkulator Perhitungan Keuangan"/><category term="Klaim Nasabah Prudential"/><category term="Resiko Kecelakaan"/><category term="Tabungan Pendidikan"/><category term="Tujuan Asuransi Prudential"/><category term="Agen Profesional"/><category term="Asuransi Pendidikan"/><category term="Biaya Berobat"/><category term="Penghargaan Prudential"/><category term="Berkarier di Prudential"/><category term="Kantor Cabang Prudential di Bandung"/><category term="Klaim Terpenuhi"/><category term="PRUlink"/><category term="PRUlink Assurance Account"/><category term="Penolakan Klaim"/><category term="Polis Asuransi"/><category term="Profil Prudential"/><category term="Prosedur Klaim"/><category term="Agen Prudential"/><category term="Lowongan Pekerjaan"/><category term="Menghitung Biaya Asuransi"/><category term="PRUlink Investment Account"/><category term="Premi Asuransi"/><category term="Prestasi Prudential"/><category term="Prosedur Menjadi Agen Prudential"/><category term="Syarat Menjadi Agen Prudential"/><category term="Tambahan Manfaat Rider"/><category term="Tips Memilih Agen Asuransi"/><category term="Alamat Kantor Prudential Jawa Barat"/><category term="Asuransi Umum"/><category term="Fast Start"/><category term="Istilah Asuransi Jiwa"/><category term="Kecelakaan Kerja"/><category term="Kontak Agen Prudential"/><category term="Lapse"/><category term="Misi Prudential"/><category term="Motto Prudential"/><category term="PAA"/><category term="PRUmy child"/><category term="Pru Sales Academy"/><category term="Resolusi Tahun"/><category term="Revival"/><category term="Sistem Bisnis Prudential"/><category term="Testimonial Nasabah Prudential"/><category term="Training Agen Prudential"/><title type='text'>Prudential Bandung</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.prudential-bandung.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Hadi Kurnia</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>65</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-6841367351588437826</id><published>2014-10-02T19:37:00.002-07:00</published><updated>2014-10-02T19:37:37.660-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asuransi Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dana Pensiun"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Investasi dan Proteksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PRUlink Assurance Account"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PRUlink Investment Account"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><title type='text'>Orang Indonesia Yakin Tak Miskin di Hari Tua, Namun Ogah Investasi</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-25uXA80fh_g/VC4KhvxVMwI/AAAAAAAAJJ4/E6UKcuIMKyo/s1600/111888049.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/div&gt;Perencana keuangan biasanya menganjurkan tiga hal, yaitu menyiapkan &lt;b&gt;rencana pendidikan anak, pensiun, dan proteksi. &lt;/b&gt;Sayangnya, masyarakat Indonesia umumnya &lt;b&gt;belum sadar pentingnya proteksi melalui asuransi.&lt;/b&gt;   Hal ini diutarakan oleh Perencana Keuangan Independen dari Finansia Consulting, Eko Endarto, dalam Indonesia Financial Expo &amp;amp; Forum (IFEF) 2014, Sabtu (27/9/2014).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Ketika kita bicarakan rencana keuangan, biasanya tiga yang penting.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Pertama siapkan rencana pendidikan anak, pensiun kita, dan proteksi kita&lt;/b&gt;. Di antara ketiga ini, proteksi memegang peranan penting,&quot; ujarnya.   Hal senada juga diutarakan oleh Health of Wealth Management Products and Service Bank, Rheza Karyanto. Menurut Rheza, asuransi mungkin tampak sepele. Namun, asuransi sebenarnya memegang peranan penting.   &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;&quot;Saya tidak tahu berapa lama umur saya,&quot;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; ujar Rheza.   &lt;b&gt;Rheza mencontohkan, asuransi yang dia ikuti akan menjamin istri dan anak-anaknya bisa bertahan hidup jika sewaktu-waktu dia meninggal atau terkena musibah.&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena itu, dia menekankan, asuransi penting untuk orang-orang yang kita sayangi.   Rheza juga mengutip motivator Mario Teguh.&lt;b&gt;&lt;i&gt; &quot;Uang kecil beli uang besar, itulah asuransi. Jika kamu tidak mau bayar uang kecil, maka kamu akan dipaksa bayar uang besar. Simple,&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; ujarnya menyitir pernyataan Mario.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masyarakat Indonesia menunjukkan optimisme semu akan kondisi keuangan mereka di hari tua. Hal ini terlihat dari hasil studi Investor Sentiment Index yang dipublikasikan hari ini, Jumat (25/9/2014).  Lebih dari tiga perempat investor sangat optimis dapat mempertahankan gaya hidup mereka saat ini pada masa pensiun kelak. Bahkan, hampir seluruh investor atau 97 persen yakin akan memiliki penghasilan pasca-pensiun dari berbagai sumber yang bernilai setara dengan 84 persen penghasilan mereka saat ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sayangnya, optimisme ini tidak didukung aksi nyata. &lt;b&gt;&lt;u&gt;Hanya 43 persen masyarakat sudah menyiapkan masa pensiunnya dan 34 persen uang mereka disimpan dalam bentuk tabungan dan deposito bank yang memberikan imbal hasil relatif kecil.&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; Masyarakat sepertinya terlalu mengandalkan sumber-sumber pendanaan yang tak pasti untuk membiayai hidup mereka di hari tua.   &quot;Ada kekhawatiran bahwa ekspektasi mereka tidak sesuai dengan yang diharapkan, terlebih lagi hanya sedikit investor yang mengikuti program pensiun yang diwajibkan pemerintah atau yang berupaya untuk memperkecil kesenjangan tersebut dengan membeli program pensiun dari institusi swasta,&quot; kata Chief of Employee Benefits PT Asuransi Jiwa Indonesia Nur Hasan Kurniawan dalam keterangan resmi, Kamis (25/9/2014).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hanya 22 persen investor mengikuti program pensiun yang diwajibkan pemerintah. Angka tersebut merupakan yang terendah di Asia, jauh lebih rendah daripada angka rata-rata di Asia sebesar 67 persen.   &lt;b&gt;&quot;Sayangnya, masyarakat Indonesia juga tidak tertarik untuk membeli program pensiun tambahan sebagai alternatif. Hanya 15 persen orang Indonesia memiliki program pensiun dari institusi swasta untuk memenuhi target dana pensiun,&quot; &lt;/b&gt;tulis laporan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;(Sumber : www.bisniskeuangan.kompas.com)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/6841367351588437826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/6841367351588437826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2014/10/orang-indonesia-yakin-tak-miskin-di.html' title='Orang Indonesia Yakin Tak Miskin di Hari Tua, Namun Ogah Investasi'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-25uXA80fh_g/VC4KhvxVMwI/AAAAAAAAJJ4/E6UKcuIMKyo/s72-c/111888049.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-3040612440527838679</id><published>2014-08-12T21:33:00.004-07:00</published><updated>2014-08-12T21:33:46.604-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asuransi Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biaya Berobat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Crisis Cover Penyakit Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Investasi dan Proteksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kecelakaan Kerja"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Polis Asuransi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resiko Kecelakaan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resiko Penyakit"/><title type='text'>Asuransi Pekerjaan Saja Cukupkah ?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-u-pgSa5XIbA/U-rmHXM8vVI/AAAAAAAAJJM/ePAjdovoSy4/s1600/Rekrut-karyawan2.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tingkat kecelakaan kerja di Indonesia masih tinggi dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Tahun 2013 tercatat sembilan orang meninggal setiap harinya akibat kecelakaan kerja.  “Jumlah itu meningkat 50 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencatat enam orang meninggal akibat kecelakaan kerja,” kata Direktur Pembinaan Norma Kecelakaan Kerja, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Amri,AK.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sementara menurut data Internasional Labor Organization (ILO), di Indonesia rata-rata per tahun terdapat 99.000 kasus kecelakaan kerja. Dari total jumlah itu, sekitar 70 persen berakibat fatal yaitu kematian dan cacat seumur hidup.&lt;i&gt;(www.poskotanews.com)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari hasil analisa ini dapat kita sadari bahwa tidak ada pekerjaan yang tidak memiliki resiko, perusahaan pun telah melakukan kewajiban dan tanggungjawabnya kepada para pekerjanya dengan mengcover resiko yang kemungkinan terjadi, tentunya selama berstatus para pekerja yang bekerja perusahaan tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;Lalu bagaimana apabila kecelakaan itu terjadi di luar pekerjaan yang resikonya lebih besar?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;Apakah perusahaan akan membayar seluruh biaya atas resiko yang dialami?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;Seberapa pentingkah Asuransi Kecelakaan Diri bagi para pekerja?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hal yang pertama kali terlintas dalam pikiran kita sebagian besar adalah tingkat kepentingan jaminan kecelakaan diri. Anda mungkin bahkan melakukan kalkulasi mental cepat tentang kecelakaan-kecelakaan di masa lalu yang pernah Anda alami. Sejujurnya, sebagian dari kita membutuhkannya dan sebagian lagi cukup beruntung untuk tidak memerlukannya. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun lantas bagaimana Anda bisa mengetahui? &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Kecelakaan datang tanpa mengetuk pintu dan terjadi begitu saja.&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jadi aturan umumnya adalah : Anda mungkin memerlukannya.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikut alasannya :&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;Kecelakaan sifatnya tak dapat diprediksi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kita tidak menjalani hidup yang statis. Setiap hari kita pergi bekerja dan menghadapi situasi baru. Statistik kecelakaan di jalanan tidak terlalu menggembirakan dalam tahun-tahun terakhir dan terkadang bersifat hati-hati pun tidak cukup. Kecelakaan di jalanan hanya merupakan salah satu contoh, banyak kecelakaan lain yang dapat terjadi di rumah Anda sendiri. Tidak ada tempat yang aman, namun kita tidak perlu menjalani hidup dalam rasa takut pula. &lt;u&gt;Memiliki polis asuransi kecelakaan diri memberi Anda ketenangan karena dapat mengambil sedikit kendali atas hal-hal di luar kendali Anda&lt;/u&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;Asuransi pekerjaan tidak cukup&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kadang kala, pekerjaan Anda dapat berisiko secara fisik  dan asuransi pekerjaan mungkin tidaklah cukup. Hal ini karena asuransi jenis ini biasanya tidak memberi kejelasan &lt;u&gt;mengenai jumlah pertanggungan dan biasanya sifatnya sangat terbatas.&lt;/u&gt; Oleh karena itu, &lt;u&gt;polis asuransi kecelakaan diri dapat memberi Anda kebebasan untuk memilih perencanaan terbaik serta jenis pertanggungan yang benar-benar Anda butuhkan&lt;/u&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tabungan Anda mungkin tidak memadai dalam situasi yang tidak menguntungkan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidaklah mengherankan mengetahui bahwa sebagian besar dari kita hanya memiliki sedikit tabungan atau bahkan tidak sama sekali. Kita memiliki gaya hidup yang tidak dapat diprediksi dan banyak di antara kita yang hidupnya mengalir begitu saja. &lt;i&gt;Bagaimana Anda menghadapi musibah di sela-sela rutinitas Anda?&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Apakah Anda mampu membayar biaya medis yang dapat mencapai puluhan juta rupiah atau lebih? &lt;/i&gt;Sudah cukup sulit bagi Anda untuk mengalami kecelakaan dan masih harus memikirkan cara untuk membayar biaya rumah sakit dan biaya-biaya lain yang mengikuti. &lt;i&gt;Skenario terburuknya, bagaimana keadaan keluarga tercinta Anda jika terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kematian?&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Polis asuransi kecelakaan diri dapat membantu Anda mendorong mereka melewati kesulitan keuangan yang mungkin akan mereka hadapi. &lt;/i&gt;Ada banyak faktor penting tentang alasan Anda membutuhkan asuransi kecelakaan diri. Namun demikian, keputusan mengenai asuransi kecelakaan diri yang tepat dengan manfaat yang sesuai ada di tangan Anda.  Dan jika Anda mencari penawaran yang pasti, cari dan bandingkan asuransi terpercaya dan terbaik di Indonesia!&lt;b&gt;Silakan hubungi kami lebih lanjut&lt;/b&gt;. &lt;i&gt;(www.imoney.co.id)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/3040612440527838679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/3040612440527838679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2014/08/asuransi-pekerjaan-saja-cukupkah.html' title='Asuransi Pekerjaan Saja Cukupkah ?'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-u-pgSa5XIbA/U-rmHXM8vVI/AAAAAAAAJJM/ePAjdovoSy4/s72-c/Rekrut-karyawan2.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-4663077278796498918</id><published>2014-07-22T00:54:00.000-07:00</published><updated>2014-07-22T00:54:48.766-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asuransi Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manfaat Asuransi Kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Persiapan Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Polis Asuransi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resiko Kecelakaan"/><title type='text'>Asuransi Meminimalisir Resiko Kecelakaan Saat Mudik</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-qbAXi4L23wo/U84U168qQRI/AAAAAAAAJIU/1D4vHGrqVSA/s1600/mudik+lebaran.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-qbAXi4L23wo/U84U168qQRI/AAAAAAAAJIU/1D4vHGrqVSA/s1600/mudik+lebaran.jpg&quot; height=&quot;256&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kecelakaan, termasuk yang terjadi pada arus mudik dan arus balik, berpotensi menimbulkan kematian atau kecacatan seumur hidup, sehingga harus dicegah semaksimal mungkin. Satu kecelakaan saja sudah terlalu banyak, karena akibatnya akan panjang, akan mempengaruhi kehidupan orang lain.  Untuk mengantisipasi risiko itu terjadi pada arus mudik dan arus balik kali ini, sebanyak 2.641 pos kesehatan dan 1.554 rumah sakit (RS) di Sumatera, Jawa dan Bali disiagakan oleh Kementerian Kesehatan.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Data Kementerian Perhubungan RI menunjukkan bahwa jumlah pemudik tiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan, yaitu 17.245.054 pemudik (2012), 18.587.668 pemudik (2013) dan pada tahun 2014 diprediksi meningkat 3,83 persen  menjadi 19.299.144 pemudik.  Arus mudik utama terjadi di 10 Provinsi yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Banten,  DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan. Meski jumlah pemudik meningkat, Polri malah mencatat terjadinya penurunan jumlah kecelakaan dan kematian, Angka kasus itu pada 2013, 3.675 kasus kecelakaan atau lebih rendah 29,8%  dibanding 2012 dan jumlah korban tewas juga  menurun 12,4% dibanding 2012.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Perpindahan penduduk dalam jumlah besar berpotensi risiko kecelakaan yang bisa berdampak kematian. Mudik melibatkan jutaan orang. Tradisi ini mengakibatkan dampak sosial dan ekonomi besar. Pemerintah, swasta maupun organisasi masyarakat harus bekerja sama dan meningkatkan kepedulian untuk menurunkan angka kecelakaan, angka kematian, kesakitan dan tindak kejahatan,&quot; kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dalam keterangan pers Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan di Jakarta.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pos kesehatan yang disiapkan terdiri atas 2.424 pos kesehatan milik Dinas Kesehatan (800 pos lapangan dan 1.624 Puskesmas) serta  217 pos kesehatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Sebelumnya, Nafsiah memimpin Apel Siaga Kesiapan Bidang Kesehatan pada Mudik Lebaran tahun 2014/1435H di Kantor Kemenkes RI di Jakarta, pada Selasa (15/7). &lt;i&gt;(Sumber : http://www.pdpersi.co.id/)&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Melihat kondisi seperti ini tentunya kita merasa was-was akan keselamatan diri kita dan keluarga yang kita ikut sertakan saat mudik nanti, namun bagi anda yang sudah memiliki &lt;b&gt;Asuransi Jiwa&lt;/b&gt; sangat dipastikan bahwa problematika resiko yang mungkin terjadi saat mudik tidak lagi menjadi kendala. Dengan memiliki asuransi jiwa, disaat suatu resiko terpaksa anda hadapi, anda akan mendapat memperoleh dana berkala untuk jaminan masa pensiun atau pendidikan anak, atau manfaat dana yang besar pada saat terjadi musibah meninggal dunia yang sekaligus dapat dijadikan warisan. Pendidikan anakpun terjamin hingga lulus kuliah dan keluarga Anda dapat mempertahankan tingkat kualitas gaya hidupnya. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Begitu juga apabila anda sudah memiliki  &lt;b&gt;Asuransi Kesehatan&lt;/b&gt;,disaat suatu resiko harus anda hadapi, biaya untuk kebutuhan medis selalu tersedia. Manfaat dana yang besar dapat diterima pada saat yang tepat, tidak terbatas pada hanya satu kali pemberian manfaat besar. Kebutuhan dana yang berkelanjutan untuk penyakit kritis seperti kankerpun dapat dibayarkan. Dapat menjadi kunci keselamatan nyawa orang-orang yang Anda cintai di depannya.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi, sepenting apakah asuransi itu?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Asuransi apa saja yang krusial untuk Anda dan keluarga tercinta? &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anda dapat konsultasikan kepada kami. Semuanya bergantung pada hal-hal apa yang Anda hargai dan yang penting bagi Anda. Selamat mudik dan utamakan selalu keselamatan dalam perjalanan.&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/4663077278796498918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/4663077278796498918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2014/07/asuransi-meminimalisir-resiko.html' title='Asuransi Meminimalisir Resiko Kecelakaan Saat Mudik'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-qbAXi4L23wo/U84U168qQRI/AAAAAAAAJIU/1D4vHGrqVSA/s72-c/mudik+lebaran.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-3806206620199738000</id><published>2014-06-22T19:18:00.002-07:00</published><updated>2014-06-22T19:18:28.410-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asuransi Jiwa Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asuransi Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Investasi dan Proteksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manfaat Asuransi Kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Persiapan Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tujuan Asuransi Prudential"/><title type='text'>Hanya 67 Juta Orang Indonesia Yang Punya Asuransi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-U5tCtrc94B8/U6eMAk_gPbI/AAAAAAAAJH4/evsPvkl4T3w/s1600/amazing+prize.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-U5tCtrc94B8/U6eMAk_gPbI/AAAAAAAAJH4/evsPvkl4T3w/s1600/amazing+prize.jpg&quot; height=&quot;451&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;JAKARTA, KOMPAS.com -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan inklusi finasial harus terus dilakukan. Khusus untuk asuransi, inklusi finansial dapat berupa penyediaan layanan asuransi bagi kalangan masyarakat yang memiliki keterbatasan keuangan.   &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah OJK Muhammad Muchlasin mengungkapkan saat ini dari hampir 250 juta penduduk Indonesia, hanya 67 juta masyarakat yang memegang polis. 10 juta adalah asuransi perorangan dan 57 juta adalah asuransi kumpulan.   &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Ada 32 persen masyarakat Indonesia ketika mengalami musibah, mereka tidak punya tabungan atau proteksi. Kalau mereka sakit, kadang harus jual rumah. Yang tukang ojek, kalau sakit terpaksa harus menjual sepeda motornya karena tidak punya asuransi,&quot; kata Muchlasin di Jakarta, Jumat (16/5/2014).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menurut Muchlasin, asuransi menjadi sangat penting bagi golongan masyarakat menengah ke bawah dibandingkan masyarakat menengah ke atas. Golongan masyarakat ini tak jarang terpaksa harus menjual harta benda mereka apabila mereka sakit atau terkena musibah.   &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebenarnya, dewasa ini asuransi kesehatan di Indonesia sudah memberikan penawaran dan pelayanan yang sudah cukup baik dan lengkap. Dukungan asuransi kesehatan akan bergantung pada perjanjian antara nasabah dan perusahaan asuransi. Semakin besar premi yang dibayar semakin lengkap dukungan asuransi kesehatan  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Masyarakat berpenghasilan rendah perlu produk perlindungan yang memberi manfaat sesuai dengan kebutuhan, dengan premi yang dapat dijangkau, polis yang mudah dipahami, dan pembayaran klaim yang cepat. Kami memandang perlu proteksi bagi kalangan ini,&quot; jelas dia.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;Lalu kenapa Anda harus mengambil Asuransi kesehatan saat ini juga ? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;beberapa hal yang perlu dipertimbangkan : &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semakin bertambahnya usia, semakin beresiko hidup kita, maka semakin mahal premi yang harus kita keluarkan untuk mendapatkan layanan kesehatan dari Asuransi kesehatan.   Dengan kesehatan yang semakin menurun, pihak Asuransi berhak menolak permintaan kita, meskipun kita sanggup membayar preminya, semahal apapun.   Jika masuk di usia muda, tidak diperlukan medical check up yang rumit.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi, jika Anda saat ini masih sehat, ambillah asuransi kesehatan sekarang juga, karena tidak ada saat yang paling tepat kecuali sekarang!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;(Sumber : www.bisniskeuangan.kompas.com)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/3806206620199738000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/3806206620199738000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2014/06/hanya-67-juta-orang-indonesia-yang.html' title='Hanya 67 Juta Orang Indonesia Yang Punya Asuransi'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-U5tCtrc94B8/U6eMAk_gPbI/AAAAAAAAJH4/evsPvkl4T3w/s72-c/amazing+prize.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-3130166224300109856</id><published>2014-05-10T17:13:00.002-07:00</published><updated>2014-05-10T17:13:56.733-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asuransi Jiwa Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asuransi Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penghargaan Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Prestasi Prudential"/><title type='text'>Ingin Pilih Asuransi? Inilah Produk Peraih Top Brand 2014  </title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://images-blogger-opensocial.googleusercontent.com/gadgets/proxy?url=http%3A%2F%2F4.bp.blogspot.com%2F-MsDaQaG1Ryo%2FU268uEVNIWI%2FAAAAAAAAJE0%2Flvjds0OCk9g%2Fs1600%2FBapak-Widyananto-Sutanto-Assistant-Vice-President-Corporate-Communications-Prudential-Indonesia-menerima-penghargaan-Top-Brand-Award-2014-kategori-Life-Insurance-dari-Frontier-Consulting-Group-dan-Majalah-Marketing.jpg&amp;amp;container=blogger&amp;amp;gadget=a&amp;amp;rewriteMime=image%2F*&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-MsDaQaG1Ryo/U268uEVNIWI/AAAAAAAAJE0/lvjds0OCk9g/s1600/Bapak-Widyananto-Sutanto-Assistant-Vice-President-Corporate-Communications-Prudential-Indonesia-menerima-penghargaan-Top-Brand-Award-2014-kategori-Life-Insurance-dari-Frontier-Consulting-Group-dan-Majalah-Marketing.jpg&quot; height=&quot;200&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Bisnis.com, JAKARTA - &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejumlah perusahaan asuransi meraih penghargaan Top Brand Award 2014 melalui berbagai produk yang dipercaya oleh masing-masing nasabahnya.  Pada produk asuransi jiwa, Prudential Life Assurance dipercaya menempati posisi puncak dengan perolehan nilai 24,5%. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;ASURANSI JIWA &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Merek TBI TOP&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #990000;&quot;&gt;Prudential Life Assurance 24,5%&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;AJB Bumiputera 1912 10,4%&lt;br /&gt;AXA Mandiri 8,7% &lt;br /&gt;AIA Financial 3,9% &lt;br /&gt;Allianz Life Indonesia 3,9% &lt;br /&gt;Manulife Indonesia 3,3% &lt;br /&gt;Jiwasraya 2,4%&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Disusul cukup jauh diposisi kedua oleh AJB Bumiputera 1912 yang meraih nilai 10,4%.  Produk asuransi mobil, merek Astra Buana (Garda Oto) meraup nilai tertinggi dengan perolehan skor 25,8%. Adira Insurance (Autocillin) menempel diposisi kedua dengan nilai 21,5%. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian pada posisi buncit ada ACA-Asuransi Central Asia dengan nilai 18,8%.  Handi Irawan, CEO Frontier Consulting Group, mengatakan perolehan tersebut berdasarkan riset di delapan kota besar di Indonesia, yaitu, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Pekanbaru dan Balikpapan.  Riset yang dilakukan merupakan wawancara langsung terhadap 5.200 responden dengan menggunakan kuesioner.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berdasarkan pada hasil riset tersebut, Majalah Marketing bekerjasama dengan Frontier Consulting Group memberikan Top Brand Award 2014 kepada merek-merek yang berada di posisi teratas dan melebihi nilai minimum yang telah ditentukan.  Top brand award itu pilihan langsung dari konsumen Indonesia. &quot;Setiap tahun kami melakukan survei, dari hasil survei menunjukkan 90% konsumen sudah aware dengan logo Top Brand,&quot; paparnya, Jumat malam (7/2/2014).&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/3130166224300109856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/3130166224300109856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2014/05/ingin-pilih-asuransi-inilah-produk.html' title='Ingin Pilih Asuransi? Inilah Produk Peraih Top Brand 2014  '/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-MsDaQaG1Ryo/U268uEVNIWI/AAAAAAAAJE0/lvjds0OCk9g/s72-c/Bapak-Widyananto-Sutanto-Assistant-Vice-President-Corporate-Communications-Prudential-Indonesia-menerima-penghargaan-Top-Brand-Award-2014-kategori-Life-Insurance-dari-Frontier-Consulting-Group-dan-Majalah-Marketing.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-1950475754174489374</id><published>2014-01-28T01:16:00.003-08:00</published><updated>2014-01-28T01:16:42.509-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mengapa Harus Menabung ?"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Persiapan Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resiko Kecelakaan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resiko Penyakit"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tabungan Pendidikan"/><title type='text'>Membangun Masa Depan Dengan Asuransi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-UNX7d1l_Sq0/UudzbG2bLMI/AAAAAAAAI_0/TCzLggLQU1c/s1600/StartEarly-1024x706.jpg&quot; height=&quot;220&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Based on true story by Fajar Triyanto&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;“Aku banyak belajar dari sejarah, aku hidup bukan untuk hari ini saja, aku hidup untuk masa depan.”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah hal saya petik setelah membaca sebuah artikel mengenai beragam pola pikir bangsa-bangsa di dunia. Dalam kehidupan seperti sekarang ini, masa depan kita bisa jadi sangat ditentukan oleh perencanaan-perencanaan yang telah kita buat sebelumnya, bahkan ada sebuah kalimat yang mengatakan bahwa sekali kita membuat perencanaan, berarti 50 persen keberhasilan sudah dalam genggaman, prosentase keberhasilan selanjutnya sangat bergantung bagaimana kita berjuang untuk mewujudkan rencana-rencana tersebut. Berbicara tentang masa depan, asuransi menjadi bagian penting dalam mewujudkan rencana-rencana kita di masa depan. Sedikit gambaran saja, dengan asuransi kita bisa mulai menyiapkan masa pensiun kita tanpa khawatir terjadinya gangguan finansial karena sudah tidak menerima gaji lagi, bahkan dengan asuransi, kita tak perlu risau dengan biaya pendidikan anak-anak kita di masa yang akan datang, di sisi lain asuransi mengurangi kekhawatiran kita akan biaya perawatan kesehatan yang bisa dibilang mencekik leher saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mari bicara tentang asuransi, mari bicara tentang proteksi.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikut ini pengalaman yang saya rasakan dengan asuransi. Beberapa tahun yang lalu saya mengikuti asuransi kehilangan kendaraan, premi yang harus saya bayarkan lumayan mahal, ternyata sampai periode perlindungan asuransi tersebut berakhir, kendaraan saya tidak hilang juga. “Wah, rugi dong saya?” Sebagian kawan saya mengatakan bahwa saya telah melakukan tindakan konyol dan tidak berguna, bagi mereka mengikuti asuransi hanyalah membuang uang, jika ternyata kita tidak melakukan klaim, uang premi hangus. Jika saja kita tidak ikut asuransi, uang premi tersebut bisa dipakai untuk jajan atau nongkrong di mall-mall setiap bulannya. Benarkah demikian? TIDAK menurut saya, meskipun premi yang saya bayarkan hilang karena saya tidak melakukan klaim kehilangan, saya sama sekali tidak menyesal dan saya tidak kapok untuk mengikuti asuransi. Setidaknya dengan mengikuti asuransi tersebut saya telah mendapatkan rasa aman dan terbebas dari kekhawatiran apabila kendaraan saya hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita terus berlanjut, beberapa waktu lalu saya mengenal asuransi pensiun, saya tertarik dan mengikuti program asuransi tersebut. Dengan mengikuti program tersebut saya sudah mulai membangun pondasi untuk menikmati masa pensiun saya nanti tanpa merepotkan anak cucu saya nantinya. Saya tidak perlu merasa khawatir akan adanya goncangan finansial ketika memasuki usia pensiun nanti. Cukup dengan membayar premi selama 5 (lima) tahun saja, hati tenang jiwa tenteram. &lt;b&gt;Mengingat pentingnya peranan asuransi, berikut ini beberapa hal yang harus dipahami sebelum memutuskan mengikuti asuransi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lihat Kebutuhan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, asuransi telah banyak mengalami perkembangan menyesuaikan dengan dinamika yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Kita tentu mengenal asuransi kesehatan, jiwa, harta benda, pendidikan dan banyak lagi jenis asuransi lainnya. Beraneka jenis asuransi tersebut hendaknya kita sikapi dengan bijak dan selektif dengan menyesuaikan dengan kebutuhan kita sendiri, jangan terhanyut oleh bujuk rayu agen asuransi yang belum tentu mengerti apa yang kita butuhkan. Pikirkan kembali apakah kita memang membutuhkan asuransi tersebut atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sesuaikan dengan kemampuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang tidak boleh kita lupakan adalah kemampuan finansial kita. Jangan terlalu bernafsu untuk mengikuti semua asuransi yang ada. Jangan lupa bahwa asuransi membutuhkan premi yang harus kita bayar. Apalah jadinya jika kita banyak mengambil program asuransi namun tidak diiringi dengan kesanggupan untuk membayar premi. Jangan sampai senyum kita tergadai karena beban premi asuransi. Sisihkan paling tidak 10 persen penghasilan kita untuk membeli asuransi, sehingga kebutuhan-kebutuhan yang lain tidak terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jeli dan Teliti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengikuti sebuah program asuransi, hendaknya kita memahami gambaran mengenai asuransi yang hendak kita pilih, jangan hanya termakan judul asuransinya yang fantastis atau terbuai bahasa indah para marketingnya yang terkadang meniupkan angin-angin surga yang bisa membuat kita terlena, lihat dulu kapabilitas perusahaan asuransi yang menawarkan program tersebut, dalam hal ini pilihlah perusahaan asuransi yang bonafide. Kuasai perjanjian-perjanjian yang ditawarkan, meskipun sebagian besar asuransi merupakan perjanjian baku yang diterbitkan sepihak oleh pihak asuransi, namun tak ada salahnya kita mempelajari terlebih dahulu ketentuan-ketentuan yang ada sebelum memutuskan untuk mengambil asuransi tersebut agar tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari. Membaca dan memahami bahasa asuransi tidaklah semudah memahami sebuah dongeng atau cerita fiksi. Memahami asuransi membutuhkan konsentrasi bahkan sesekali membuat dahi kita berkerut, meskipun demikian tak ada salahnay kita lakukan. Demi kebaikan bersama, jangan segan untuk menanyakan hal-hal yang belum kita pahami kepada agen atau marketing asuransi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Selamat berasuransi, selamat membangun masa depan.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;(Sumber : http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2013/03/02/membangun-masa-depan-dengan-asuransi-533634.html)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/1950475754174489374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/1950475754174489374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2014/01/membangun-masa-depan-dengan-asuransi.html' title='Membangun Masa Depan Dengan Asuransi'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-UNX7d1l_Sq0/UudzbG2bLMI/AAAAAAAAI_0/TCzLggLQU1c/s72-c/StartEarly-1024x706.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-7361673310636832693</id><published>2014-01-28T01:15:00.003-08:00</published><updated>2014-01-28T01:15:26.569-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dana Pendidikan Anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dana Pensiun"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Investasi dan Proteksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kami Memahami Kebutuhan Anda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manfaat Asuransi Kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mengapa Harus Menabung ?"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Persiapan Masa Depan"/><title type='text'>Masih Belum Percaya Asuransi sebagai Proteksi Diri?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-iGdgrzgkUrc/UudwgktV8jI/AAAAAAAAI_o/JM_wbqvv7F8/s1600/manfaat-asuransi.jpg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Based on true story by Christie Damayanti&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Asuransi? Jujur, dulu aku tidak percaya. Dengan banyaknya cerita2 tentang asuransi yang ‘menipu’ serta transparansi yang tidak jelas, aku benar2 tidak tertarik dengan yang namanya asuransi. Memang sih, waktu itu masih sekitar awal tahun 1990-an, dimana hanya beberapa asuransi lokal yang ada. Asuransi ‘import’ pun tidak atau belum ada gaungnya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ketika anakku yang pertama, Dennis lahir tahun 1996, tanteku menawarkan sebuah asuransi pendidikan untuk Dennis, dimana tante Dien, tanteku, menjalaskan panjang lebar tentang keuntungan dalam kepemilikan asuransi pendidikan ini, sehingga akupun membelinya, waktu itu dengan dollar ( jaman itu dollar masih murah, dan sekarang kami sudah sangat menerima manfaatnya untuk Dennis ). Dan dalam asuransi pendidikan ini, aku hanya akan membayar selama 18 tahun, dan manfaatnya akan Dennis terima sampai dia lulus kuliah, dari masuk SD.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku merasakan manfaat asuransi itu, dan Michelle lahir tahun 1999, aku juga membeli asuransi pendidikan juga untuknya, dan sampai sekarang Michelle juga menerima manfaatnya tanpa terganjal dengan masalah claim, yang sering juga digembar gemborkan di banyak tempat. Dan setelah itu, aku membeli beberapa asuransi jiwa serta asuransi kesehatan mulai sekitar tahun 2000 dan terus bertambah ketika aku bercerai, yang mana manfaatnya aku rasakan dengan luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiranku sederhana saja. Sebagai ’single parent’, dan sebagai ibu dalam keterbatasan, aku harus merencanakan uangku sebagian besar adalah untuk anak2ku. Apalagi dengan kemungkinan aku lebih banyak untuk tidak akan bersama dengan anak2ku karena stroke bisa ‘mengambil’ semuanya, sebagian pendapatanku, aku tabung dan sebagian lagi aku pakai untuk membayar asuransiku. Suatu pemikiran sederhana dari ibu yang ingin memberikan yang terbaik untuk pendidikan dan kehidupan yang terbaik untuk anak2nya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Manfaat asuransi untukku sangat jelas. Claimpun sangat gampang dan sekitar 2 minggu, claim kita di transfer. Iuran nya pun sangat murah. Memang kecuali asuransi pendidikan anak2ku yang memang lumayan besar, walau di bayar setiap tahun, bukan setiap bulan ( karena aku sangat mengerti bahwa biaya pendidikan anak2 sekarang sangat mahal ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama aku bekerja, aku dilindungi oleh asuransi kesehatan dari kantorku, dan asuransi jiwa serta Jamsostek. Asuransi kesehatan sangat bermanfaat untukku, apalagi sekarang ini setelah aku stroke. Semua biaya sakitku ( dari biaya rawat inap, dokter, obat, terapi, laboratorium, MRI, CT Scan dan sebagainya ) langsung dibayarkan oleh asuransiku, dengan hanya memberikan kartu asuransiku setelah pengecekan terlebih dahulu, sehingga aku sama sekali tidak mengeluarkan uangku untuk membayar di rumah sakit. Semua dijamin dengan asuransi. Semua tentu sesuai dengan aturan perusahaan tempat kira bekerja.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga jika aku sakit, selain dengan asuransi dari perusahaanku tempat aku bekerja, aku bisa claim ke asuransi kesehatanku pribadi dengan sekitar 80% dari pengeluaranku, tergantung ‘kelas’ berapa di asuransi yang aku beli. Dan itu sangat membantu aku, dengan sebagian uangku untuk di investasi kan ke dalam asuransi kesehatanku. Dan beberapa dari asuransi kesehatanku, jika aku tidak claim sama sekali dalam waktu 1 tahun, uangku akan dikembalikan sekian puluh persen, jadi uangku tidak ‘hangus’.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Asuransi2 sekarang sangat gencar mencari nasabah, dan memang asuransi2 itu sangat tanggap untuk melayaninya, termasuk aku. Aku tidak pernah bermasalah dengan asuansi dan malah aku menambah investasi dalam asuransi, lebih untuk masa depan anak2ku, jika aku tidak ada lagi, karena asuransi ini memproteksi aku dari kesehatanku, termasuk tabungan dan sebagai investasi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang aku harapkan dengan aku membeli banyak asuransi, seperti yang aku sudah tuliskan di atas, adalah sebagai tabungan dan investasi untuk kedua orang anakku. Sering aku berhitung diatas kertas, juga benar2 ‘berhitung’ dengan sakit dan hidupku, karena jika aku mengalami hal2 yang tidak kita harapkan, dan aku dipanggil Tuhan, semua asuransiku akan ‘membayar’ kepada kedua anakku, dengan sejumlah uang yang akan bisa membiayai hidupnya sampai lulus kuliah bahkan bisa sebagai tanggung-jawabku sebelum mereka mampu dan sebelum berumah tangga. Dan aku rela untuk menabung dan berinvestasi, supaya anak2ku aman dalam hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, memang masih banyak orang yang tidak percaya asuransi. Beberapa temanku pun ada yang belum mempunyai asuransi, karena mungkin belum merasakan manfaatnya. Tetapi ketika kita jatuh sakit, kita tidak akan tanggung2 untuk berobat, untuk sembuh. Dan dengan berbagai pengeluaran untuk sembuh, asuransi akan membantunya, sebagian besar dari yang kita investasikan di dalam asuransi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang adikku yang tinggal di Amerika, dimana di negara2 maju asuransi merupakan hal yang pokok untuk menunjang kesehatan, bercerita bahwa asuransi benar2 membantunya dan keluarganya. Dengan iuran standard serta pelayanan yang apik, seperti asuransi2ku, asuransi sangat bisa membantunya, juga membantuku, untuk tetap bertahan dalam kesehatan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya sekedar cerita tentang asuransi kesehatan serta asuransi pendidikan untukkku dan keluargaku. Sudah banyak yang aku dapatkan dan rasakan tentang manfaatnya. Belum lagi asuransi2 yang lain, yang akan aku ceritakan, dengan claim yang luar biasa besarnya. (&lt;i&gt;Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2013/02/27/masih-belum-percaya-asuransi-sebagai-proteksi-diri--532648.html&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/7361673310636832693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/7361673310636832693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2014/01/masih-belum-percaya-asuransi-sebagai.html' title='Masih Belum Percaya Asuransi sebagai Proteksi Diri?'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-iGdgrzgkUrc/UudwgktV8jI/AAAAAAAAI_o/JM_wbqvv7F8/s72-c/manfaat-asuransi.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-1094676343419085954</id><published>2014-01-13T18:04:00.003-08:00</published><updated>2014-01-13T18:04:49.139-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manfaat Asuransi Kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mengapa Harus Menabung ?"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Persiapan Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Mengelola Keuangan"/><title type='text'>Tips Mengelola Keuangan Untuk Pengantin Baru</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-62uED_alvn8/UtSax02agFI/AAAAAAAAAr0/JoigoJH_Ig0/s1600/images.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-62uED_alvn8/UtSax02agFI/AAAAAAAAAr0/JoigoJH_Ig0/s1600/images.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam pernikahan, ada beberapa hal yang jadi jaminan, seperti mengelola keuangan bersama-sama pasangan. Selain itu, bila masalah keuangan tidak dibicarakan, maka akan menjadi permasalahan termasuk, kredit dan pembagian beban keuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh pengantin baru agar bisa mengelola keuangannya lebih baik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah membicarakan tentang keuangan dengan pasangan. Ini sangat penting dibicarakan dalam pernikahan. Memang diakui, uang dapat menjadi topik pembicaraan yang membuat canggung dan sifatnya personal, namun hal ini cukup pentinh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat membicarakan masalah keuangan setelah pulang dari bulan madu. Aturlah waktu beberapa saat, bicaralah dengan santai dan rileks bersama pasangan Anda. Ambil beberapa kertas kosong beserta dokumen-dokumen keuangan Anda. Segera memulai bicara tentang keuangan diyakini akan membuat pernikahan Anda sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, utarakan semua urusan keuangan jika Anda memiliki persoalan keuangan, utarakan semuanya pada pasangan Anda. Apakah Anda pernah atau sedang terlilit utang ataupun masalah keuangan sebelum menikah? Apakah Anda masih bisa menanggung biaya perawatan mobil? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Anda juga dapat mengidentifikasikan kepribadian Anda terkait uang. Apakah anda hemat atau boros? Hal-hal seperti ini harus diutarakan, jangan sampai ada rahasia dalam masalah keuangan Anda maupun pasangan. Bila ada masalah, akan lebih baik bila didiskusikan bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bagi kewajiban secara adil bagi Anda dan pasangan yang keduanya bekerja. Ada jenis pasangan suami istri yang nyaman dengan pembagian biaya rumah tangga. Namun ada pula yang memandang itu sebagai masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada hukum yang mewajibkan pasangan yang menikah untuk membuat segala urusan keuangan menjadi satu untuk berdua. Anda dan pasangan dapat mengombinasikan segalanya. Bila Anda berdua bekerja, Anda dapat membagi kewajiban biaya rumah tangga secara adil. Namun, akan lebih baik bila Anda berdua tetap memiliki akun bank masing-masing. Manfaatnya adalah Anda berdua tetap memiliki kebebasan finansial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, menabung untuk masa depan. Tidak ada yang salah dengan menabung untuk masa depan. Masa-masa awal pernikahan memang indah, segalanya terasa menyenangkan. Namun Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Bisa saja masalah pekerjaan akan menghampiri, atau yang paling mungkin, masalah kesehatan bisa saja bertamu ke rumah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisihkanlah penghasilan Anda atau pasangan untuk ditabung untuk masa depan. Sebutlah dana darurat, yang dapat Anda pakai bila ada masalah seperti itu. Beberapa perencana keuangan merekomendasikan 10 persen dari penghasilan, namun bisa saja berapapun yang Anda mampu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, asuransikan diri Anda selain menabung untuk masa depan. Ada baiknya Anda dan pasangan menggunakan produk asuransi jiwa. Bukannya untuk menakut-nakuti, tapi segala persiapan ini adalah untuk kemungkinan terburuk di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya adalah bukan untuk pesimis, tapi menciptakan situasi finansial yang stabil untuk kehidupan pernikahan Anda dan pasangan. Bila Anda disiplin dalam hal-hal seperti ini, bukanlah uang yang jadi masalah. Lihat juga artikel &lt;a href=&quot;http://www.prudential-bandung.com/2013/10/tips-keuangan-bagi-pasangan-yang-baru.html&quot;&gt;&lt;b&gt;&quot;Tips Keuangan Bagi Pasangan Yang Baru Menikah&quot;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/1094676343419085954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/1094676343419085954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2014/01/tips-mengelola-keuangan-untuk-pengantin.html' title='Tips Mengelola Keuangan Untuk Pengantin Baru'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-62uED_alvn8/UtSax02agFI/AAAAAAAAAr0/JoigoJH_Ig0/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-2278422611969108798</id><published>2014-01-13T17:56:00.002-08:00</published><updated>2014-01-13T17:56:33.762-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manfaat Asuransi Kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Persiapan Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PRUlink Assurance Account"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resiko Penyakit"/><title type='text'>Bantu Pegawai yang Sakit Tumor, Pengusaha Jual Restorannya</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-EI_PW0FakJ0/UtSX0YPr8FI/AAAAAAAAArs/HLloXNc-fm0/s320/2141516Michael-de-Beyer-dan-Brittany-Mathis780x390.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seorang pengusaha restoran di Texas, AS, memutuskan untuk menjual restorannya ketika mengetahui seorang pegawainya menderita tumor otak dan tak memiliki biaya untuk berobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brittany Matthis (19), yang ayahnya meninggal dunia akibat tumor otak, didiagnosis mengidap penyakit yang sama bulan lalu. Namun, perempuan ini tidak memiliki asuransi kesehatan untuk menutup ongkos pengobatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui hal ini, Michael De Beyer, pria kelahiran Jerman yang merupakan pemilik restoran Kaiserhof dan Wunderbar di Montgomery, Texas, berniat menjual kedua restoran miliknya demi menolong Brittany.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya tak bisa hanya duduk dan membiarkan ini terjadi. Saya tak akan bisa memaafkan diri saya sendiri. Saya tak akan bahagia mendapat uang dari restoran itu, sementara mengetahui dia membutuhkan bantuan,&quot; kata Michael seperti dikutip harian Montgomery Courier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brittany, yang kakak perempuan dan ibunya juga bekerja di restoran itu, pada awalnya mengetahui ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuhnya setelah menemukan bintik kemerahan di kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya pergi ke rumah sakit dan mengetahui bintik merah itu adalah darah saya yang membeku,&quot; kata Brittany.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Lalu dokter melakukan pemeriksaan CAT dan MRI. Sehari sesudahnya, mereka memberi tahu bahwa saya mengidap tumor,&quot; lanjut dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brittany menambahkan, dokter mengatakan bahwa terdapat tumor sebesar bola pingpong di bagian kiri dari otaknya. Itulah sebabnya dia kerap merasakan sakit kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, meski sudah mengetahui penyakitnya, Brittany tidak melanjutkan perawatannya. Sebab, &lt;strong&gt;dia tidak memiliki asuransi kesehatan untuk menutup biaya pengobatan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui kondisi Brittany, Michael De Beyer, yang sudah beranak dua itu, mengatakan bahwa dia akan menjual restoran hasil kerja seumur hidupnya dan mendonasikan uangnya untuk pengobatan Brittany.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Keluarga Brittany bekerja sangat keras. Mereka sering menghadapi masalah di masa lalu. Namun, mereka tidak pernah minta tolong kepada siapa pun,&quot; kata Michael.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael memperkirakan, restorannya bernilai sedikitnya 2 juta dollar AS atau sekitar Rp 24 miliar. Sebelum mengetahui kondisi Brittany, Michael sempat menolak tawaran sebesar 1,3 juta dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kini saya ingin melelangnya dengan tawaran minimal 50 persen dari harga aktualnya, dan semua penawaran di atas itu sangat cukup untuk membantu Brittany,&quot; lanjut dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa rencana Michael setelah restorannya terjual? Kepada stasiun televisi KHOU, Michael mengatakan bahwa dia akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk istri dan kedua anaknya.&lt;em&gt;(Sumber : http://internasional.kompas.com)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/2278422611969108798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/2278422611969108798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2014/01/bantu-pegawai-yang-sakit-tumor.html' title='Bantu Pegawai yang Sakit Tumor, Pengusaha Jual Restorannya'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-EI_PW0FakJ0/UtSX0YPr8FI/AAAAAAAAArs/HLloXNc-fm0/s72-c/2141516Michael-de-Beyer-dan-Brittany-Mathis780x390.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-8455774607219259751</id><published>2014-01-02T05:57:00.001-08:00</published><updated>2014-01-02T05:57:13.458-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biaya Berobat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dana Pendidikan Anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dana Pensiun"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Investasi dan Proteksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kalkulator Perhitungan Keuangan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mengapa Harus Menabung ?"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Premi Asuransi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Mengelola Keuangan"/><title type='text'>Apakah Penghasilan Saya sudah Ideal?</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-qYFJeIxIiPE/UsVuJGP4DMI/AAAAAAAAIxI/7HR9C471ug4/s1600/images.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-qYFJeIxIiPE/UsVuJGP4DMI/AAAAAAAAIxI/7HR9C471ug4/s1600/images.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&quot;Waduh nak, nanti aja ya belinya ya.., sekarang lagi tanggung bulan ni..,&quot;&lt;/i&gt; Kalimat tersebut terkesan akrab di telinga kita. Ya, memang akrab bukan karena kita suka menggunakan kalimat itu namun kita terpaksa mengeluarkan kalimat tersebut. Hal itu disebabkan oleh kenyataan bahwa pemasukan atau gaji yang kita terima ternyata hanya mampu &quot;&lt;i&gt;menghidupi&lt;/i&gt;&quot; kita selama 20 hari atau bahkan kurang dari itu dalam sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ini adalah fakta yang terjadi, sering kali kita merasa gaji belum cukup, masih kurang, jangankan untuk ditabung atau investasi, memenuhi keinginan kita saja masih kurang, ya sekali lagi masih kurang!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pertanyaan selanjutnya adalah berapa besar gaji yang wajar bagi kita?  Pembaca yang bijak, untuk menjawabnya alangkah baiknya jika kita melakukan evaluasi dan introspeksi secara jujur, untuk itu silahkan untuk menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini dan catatlah hasilnya :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;1. Sudah berapa lamakah (tahun dan bulan) saya telah menerima gaji?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;2. Sudah berapa kali saya mengalami kenaikan gaji?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;3. Berapa rupiahkah saat pertama saya kita menerima gaji? Berapa rupiahkah besar gaji saya saat ini?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;4. Apakah saya selalu membayar cicilan utang setiap bulan?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;5. Adakah bagian dari gaji yang dapat disimpan untuk investasi? &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;6. Apakah saat ini saya mengalami defisit (gaji tidak dapat bertahan sampai akhir bulan)?, jika jawabnya ‘tidak’ maka kami ucapkan selamat namun jika jawabanya ‘ya’ maka disinilah letak permasalahannya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;color: #cc0000;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bagi anda yang menjawab&lt;b&gt; ‘ya’ &lt;/b&gt;maka langkah selanjutnya adalah lakukan valuasi penghasilan anda, dalam melakukan valuasi, jawabannya hanya ada tiga kelompok, yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Tahapan yang buruk (Poor Income Valuation)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Tahapan yang wajar (Fair Income Valuation)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Tahapan yang ideal (Ideal Income Valuation)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah berikut ini adalah penjelasan serta solusinya dari kelompok - kelompok tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahapan yang buruk (Poor Income Valuation) :&lt;/b&gt; adalah tahapan dimana kondisi total pengeluaran lebih besar dari penghasilan atau dikenal dengan istilah &quot;Besar Pasak dari Tiang&quot;, dalam kondisi ini arus kas menjadi defisit atau negatif disertai dengan bobot cicilan hutang perbulan diatas 45 persen dari total penghasilan. Perhatikan contoh berikut (tabel 1) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1 uraian pengeluaran per bulan, mencakup :&lt;br /&gt;• Besar penghasilan,&lt;br /&gt;• Pengeluaran diluar cicilan utang, &lt;br /&gt;• Cicilan utang tiap bulan, &lt;br /&gt;• Surplus atau defisit penghasilan, &lt;br /&gt;• Surplus atau defisit cicilan utang&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-cTsGVPhnMVI/UsVrpO2FMXI/AAAAAAAAIws/BGEV9EeqTDM/s1600/Capture.PNG&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam contoh kasus diatas terlihat bahwa : &lt;br /&gt;1. Pengeluaran (defisit) Rp 1.250.000. &lt;br /&gt;2. Cicilan utang melebihi batas wajar maksimal per bulan yakni defisit Rp 1.850.000 atau berlebih sebesar 23,13 persen dari batas maksimal cicilan utang yakni 30 persen atau sebesar Rp 2.400.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa, pada kasus tersebut, yang bersangkutan berpotensi untuk menutupi defisit (kekurangan) dengan cara menambah utang. Hmm.., berpotensi untuk &lt;b&gt;‘gali lubang tutup lubang’,&lt;/b&gt; awas hati-hati jika kebesaran lubangnya akan mudah untuk terjerumus!. Utang tersebut biasanya didapat dari Kartu Kredit, Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau dengan jenis utang yang lain. Cara tersebut sangat berbahaya dan tidak dapat dibenarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan bahwa kondisi dan kebiasan ini wajib dihentikan, stop sesegera mungkin. Saran saya adalah sebaiknya pada kondisi ini segera minta bantuan dana, ingat bantuan dan bukan pinjaman untuk jangka waktu yang pendek. Atau usahakan untuk melakukan pinjaman lunak jangka panjang, kelak akan dikembalikan jika telah ada kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaminan pinjaman tersebut apa? jika ada properti bisa dilakukan jaminan namun jika tidak ada apapun maka satu-satunya cara adalah jaminan pribadi (diri sendiri), ini bisa dilakukan dengan menghubungi dari relasi ataupun keluarga yang sangat dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kiat anda pun harus jelas, dalam waktu bersamaan sebelum anda meminjam atau meminta bantuan, anda juga harus mencari solusi dengan tujuan agar terjadi peningkatan income hal itu dapat dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Walaupun anda masih bekerja, anda wajib untuk mencari pemasukan tambahan (melalui usaha dengan modal pinjaman kepada relasi atau keluarga terdekat tersebut) lakukan studi kelayakan yang akurat dan objektif agar potensi keberhasilan usaha anda menjadi lebih besar dari kemungkinan gagalnya.&lt;br /&gt;b) Berupaya agar gaji bertambah dengan cara pindah bekerja atau melakukan kerja yang lebih giat lagi (utamanya bagi tenaga penjual atau salesman) sehingga komisi atau bonus bertambah.&lt;br /&gt;c) Menekan pengeluaran rutin (melakukan efisiensi) dengan ketat.&lt;br /&gt;d) Jangan lupa melakukan manajemen resiko melalui asuransi jiwa dengan memiliki Uang Pertanggungan yang cukup untuk mengembalikan pinjaman tersebut (ingat kematian pasti akan datang, namun tidak diketahui waktunya).&lt;br /&gt;e) Sebagai masukan adalah Asuransi Jiwa tipe YRT (Yearly Renewable Term) bukan yang lain, sebagai contoh seorang pria tidak merokok usia 35 tahun, uang pertanggungan Rp 500 juta, kisaran premi pada asuransi YRT per tahun adalah sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 1,75 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, anda wajib mengubah menuju tahapan yang wajar, berikut penjelasannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahapan yang wajar (Fair Income Valuation) : &lt;/b&gt;adalah kondisi dimana anda tidak defisit, besar cicilan utang masih berada diatas 30 persen dari pendapatan, namun yang bersangkutan mampu untuk melakukan investasi demi kesejahteraan dia dan keluarganya kelak, porsi investasi minimal adalah sebesar 10 persen dari penghasilan. Kemudian adalah bagaimana kita mengubah dari kondisi yang buruk (poor income valuation) menjadi kondisi yang wajar (fair income valuation), nah untuk kasus diatas berapa besar income yang wajar tersebut?, berikut adalah formulasi valuasi penghasilan wajar, yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total pengeluaran dalam kondisi defisit / 90 persen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa pembagi harus 90 persen? Hal ini disebabkan karena untuk mencapai zona kebebasan finansial atau anda menjadi lebih kaya maka wajib menyisihkan penghasilan minimal 10 persen dan ditempatkan pada investasi yang tepat serta yang bersangkutan juga harus menjaga cicilan utang terus menurun hingga makin mendekati batasan maksimal 30 persen dari pendapatan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga contoh kasus (tabel 1 diatas) penghasilan menjadi Rp 10.277.777.  Atau untuk jelasnya silahkan perhatikan tabel berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-xf7dCnJs8-4/UsVsMnOMxzI/AAAAAAAAIw0/UY_viEc_1Eo/s1600/Capture.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-xf7dCnJs8-4/UsVsMnOMxzI/AAAAAAAAIw0/UY_viEc_1Eo/s1600/Capture.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Analisa : dari tabel terlihat bahwa defisit sudah nol dan cicilan utang menurun dari bobot terhadap penghasilan dari 45,95 persen menjadi 41,35 persen. Kondisi ini sudah lebih baik walau belum menjadi tahapan yang ideal (Ideal Income Valuation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tahapan terakhir adalah Tahapan yang ideal (Ideal Income Valuation) : &lt;/b&gt;pada tahapan ini individu/keluarga tersebut sudah berada pada koridor keuangan yang sehat, yakni sesuai tabel:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 3 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-0ed-OeIi7K4/UsVsWlxmcMI/AAAAAAAAIw8/bIEZ919Qfgw/s1600/Capture.PNG&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adapun formulasi Valuasi Penghasilan Ideal adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cicilan utang perbulan/30 persen + Pengeluaran (di luar cicilan utang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa : terlihat bahwa bobot cicilan hutang telah mencapai kurang dari 30 persen yaitu 22,17 persen serta terjadi surplus pendapatan sebesar 41,74 persen dan ada kelebihan dana yang dapat ditambahkan untuk investasi sebesar Rp 8.000.000 atau 41,74 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana saya mendapatkan tambahan penghasilan tersebut?, jawabannya sudah tertera pada  artikel ini yaitu berupa kiat anda sebelum meminjam atau meminta bantuan dana (butir a hingga e). Hal ini memang tidak mudah namun setidaknya juga bukan sesuatu yang mustahil. Setidaknya anda sudah mengetahui batasan penghasilan yang sehat sesuai dengan kondisi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada contoh kasus ini penghasilan yang defisit sebesar Rp 8.000.000,- harus diperbesar menjadi surplus dalam kisaran Rp 10.277.777 hingga Rp 19.166.167 agar yang bersangkutan dapat menjadi bertambah kaya di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar informasi penghasilan dan cicilan utang yang dimaksud disini adalah dapat merupakan penghasilan dan cicilan uutang gabungan (suami &amp;amp; istri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebaliknya secara realistis kita harus siap dan wajib melakukan &#39;pengetatan super ekstra&#39; terhadap pengeluaran jika proyeksi untuk mendapatkan penghasilan tambahan belum nampak, walaupun dana bantuan telah tersedia.&lt;i&gt; (Sumber : http://female.kompas.com)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/8455774607219259751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/8455774607219259751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2014/01/apakah-penghasilan-saya-sudah-ideal.html' title='Apakah Penghasilan Saya sudah Ideal?'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-qYFJeIxIiPE/UsVuJGP4DMI/AAAAAAAAIxI/7HR9C471ug4/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-5545624709322244114</id><published>2014-01-02T05:56:00.001-08:00</published><updated>2014-01-02T05:56:12.990-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kalkulator Perhitungan Keuangan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Premi Asuransi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Mengelola Keuangan"/><title type='text'>Cara Mudah Mengecek Kondisi Keuangan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-3FRyb1WoUF4/UsVrCvT1NUI/AAAAAAAAIwk/w5_D_Tdw9QQ/s1600/default.jpeg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Apakah Anda merasa memiliki pendapatan besar tetapi selalu kehabisan uang di akhir bulan?&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Apakah Anda senang berbelanja barang-barang branded tetapi memiliki ketakutan karena tabungan Anda kosong? &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Apakah Anda memiliki hutang berkepanjangan dan khawatir akan terus-menerus berutang?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mungkin sudah saatnya Anda mulai mengecek kondisi keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengecek kondisi keuangan adalah langkah awal dalam menentukan sehat-tidaknya keuangan Anda. Untuk Anda yang telah berkeluarga, sebaiknya periksa kondisi keuangan bersama pasangan agar terjadi keterbukaan. Anda dan suami bisa melakukan cek neraca (networth statement) dan cek arus kas (cashflow statement) yang bisa dibuat berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut salah seorang financial planner , neraca keuangan bisa dibagi menjadi empat bagian, yakni aset lancar (a), aset tidak lancar (b), utang jangka pendek (d), dan utang jangka panjang (e). Total aset bisa dihitung dengan rumus a + b = c . Sedangkan total utang bisa dihitung dengan rumus d + e = f. Maka, total networth bisa Anda peroleh dengan rumus c – f atau total aset dikurangi total utang, itulah jumlah penghasilan bersih Anda. Apabila hasilnya minus, berarti kondisi keuangan Anda tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan cashflow statement bisa dihitung dengan mencari sisa uang yang Anda miliki setelah dikurangi pengeluaran.&lt;b&gt; Terlebih dahulu Anda harus menjumlahkan total penghasilan bulanan (gaji suami + gaji istri + penghasilan dari bisnis + penghasilan dari properti + penghasilan dari saham)&lt;/b&gt;. Lalu jumlahkan pula pengeluaran Anda selama satu bulan&lt;b&gt; (cicilan hutang + pengeluaran rutin + kebutuhan pribadi atau lifestyle)&lt;/b&gt;. Total penghasilan dikurangi total pengeluaran adalah sisa uang Anda. Jika sisanya minus, berarti keuangan Anda tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kondisi keuangan Anda sudah terdeteksi tidak sehat, langkah yang harus Anda lakukan adalah mencari pengeluaran yang menjadi akar masalah. “Kita coba selama 30 hari untuk mencatat setiap pengeluaran, sekecil apapun. Kalau tidak kuat, ya satu minggu dulu. Nanti akan ketahuan, mana biaya-biaya yang berlebihan yang seharusnya tidak dikeluarkan. Meskipun dalam jumlah kecil, efeknya akan besar jika dibiarkan,” ujar ahli financial planner tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Setelah menemukan pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting, maka Anda bisa menghindari pengeluaran di pos tersebut agar kondisi keuangan Anda membaik. Misalnya Anda sudah menjatah uang belanja masakan di rumah Rp 25.000 sehari, tapi ternyata pada saat sarapan Anda membeli roti sebelum memasak, harganya Rp 10.000. Dalam 30 hari, jumlahnya mencapai Rp 300.000. Hal-hal kecil seperti ini tidak disadari tapi berdampak terhadap total pengeluaran Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Jika akar masalahnya sudah menyangkut penggunaan kartu kredit, disarankan agar penggunaan kartu kredit dihentikan. Lunasi dulu semua tagihannya, baru pakai lagi. Anda bisa memulai melunasinya dengan membuat program pelunasan kartu kredit. Tentukan akan berapa lama pelunasannya, lalu akan dibayar dengan cara apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kondisi keuangan Anda pulih, milikilah tips agar kondisi keuangan Anda terjaga kesehatannya. Pertama-tama Anda harus tahu jumlah penghasilan Anda secara keseluruhan, baik dari gaji bulanan, hasil bisnis, saham, deposito, dan sebagainya. Jika ternyata memiliki utang, cicilan utang Anda tidak boleh lebih dari 30 persen total penghasilan. Lalu pisahkan uang untuk premi asuransi, kebutuhan rumah tangga, transportasi, kebutuhan anak, kebutuhan keluarga, kebutuhan pekerja (kalau ada), dan untuk biaya kesehatan. Sisanya, bisa Anda gunakan untuk kepentingan pribadi seperti liburan atau shopping. &lt;em&gt;&amp;nbsp;(Sumber : http://female.kompas.com)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/5545624709322244114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/5545624709322244114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2014/01/cara-mudah-mengecek-kondisi-keuangan.html' title='Cara Mudah Mengecek Kondisi Keuangan'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-3FRyb1WoUF4/UsVrCvT1NUI/AAAAAAAAIwk/w5_D_Tdw9QQ/s72-c/default.jpeg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-5452473667114972992</id><published>2013-12-19T06:11:00.004-08:00</published><updated>2013-12-19T06:11:21.738-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dana Pensiun"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Investasi dan Proteksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kalkulator Perhitungan Keuangan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mengapa Harus Menabung ?"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Persiapan Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tabungan Pendidikan"/><title type='text'>Persiapan Pensiun Untuk PNS</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-7i7ahvSXAnc/UrL6thE_7BI/AAAAAAAAHIM/EEECeJHahDY/s1600/B-pns.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-7i7ahvSXAnc/UrL6thE_7BI/AAAAAAAAHIM/EEECeJHahDY/s320/B-pns.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebagai PNS banyak fasilitas yang didapatkan dalam hal keuangan, diantaranya adalah pensiun dan askes seumur hidup. Dapat diketahui jumlah pensiunan PNS, TNI dan POLRI yang bejumlah 2,5 juta jiwa pada Tahun Anggaran 2012 membutuhkan Anggaran sebesar 68 Triliun Rupiah (kurang lebih sekitar 5-6 % dari APBN Tahun 2012) dan Angka ini akan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Akan tetapi apakah uang pensiun yang nantinya diterima sudah mencukupi untuk kebutuhan pensiun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar sana, untuk yang tidak berprofesi sebagai PNS, mereka harus mengusahakan sendiri dana pensiun mereka sendiri.Sedangkan untuk fasilitas kesehatanpun untuk individu yang tidak berprofesi sebagai PNS, mereka harus membeli asuransi kesehatan secara pribadi jika fasilitas kesehatan tersebut tidak ditanggung oleh pemberi kerja. Fasilitas inipun hanya berlaku selama mereka bekerja (usia 55 tahun), Bagi mereka yang membeli asuransi kesehatan pribadi mereka hanya mendapatkan asuransi kesehatan hanya maksimal sampai dengan usia 65 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan Kali ini saya akan sedikit berbagi tentang bagaimana mempersiapkan pensiun untuk PNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sangat luar biasa fasilitas yang diberikan pemerintah kepada pensiunan PNS-nya.&lt;br /&gt;Hal ini yang kadang lupa bagi para PNS untuk merencanakan kehidupan dan keuangan mereka untuk menghadapi pensiun sedini mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beberapa alasan penolakan atau menunda merencanakan dana pensiun :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seorang PNS jadi tidak perlu lagi dana pensiun karena akan mendapat dari Negara&lt;br /&gt;2. Masih muda&lt;br /&gt;3. Masih banyak tanggungan keluarga&lt;br /&gt;4. Belum bisa menabung&lt;br /&gt;5. Banyak anak, pasti akan ada yang menampung bila pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Jika Anda sadar akan hal ini, akan lebih ringan jika Anda memulai dalam waktu yang lama dibandingkan dengan Anda mempersiapkannya di waktu yang mepet ketika Anda mau memasuki usia pensiun.Nanti kita coba lihat perbandingannya. Sebaiknya Perencanaan Pensiun adalah dari Anda, oleh Anda dan Untuk Anda. Jangan mengharapkan uang pensiun dengan memelas belas kasihan orang lain, anak ataupun saudara-saudara Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dana yang dibutuhkan untuk pensiun kelak tidak sedikit.Apabila Anda mau cermat, biasanya uang pensiun yang Anda terima pada saat Anda pensiun nanti tidak lebih dari 25% pada saat Anda bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasinya seperti ini, Misalkan Anda selama hampir lebih dari 25 tahun bekerja, Anda pensiun dengan Jabatan terakhir Anda sebagai eselon 3,penghasilan pejabat setingkat Kepala Bagian atau Eselon 3 adalah kira-kira sekitar Rp. 15 juta belum termasuk uang perjalanan, uang makan, honor dll. Lalu diasumsikan mendapat ruang gaji pokok tertinggi di skema PNS adalah Rp. 4juta.  sehingga paling tinggi pensiunan hanya menerima Rp 4 juta x 80% = Rp. 3,2 juta. Jumlah tersebut hanya sekitar 22% dari penghasilan awal, apakah Anda sudah siap dengan kenyataan tersebut?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bagaimana cara yang paling mendekati untuk menghitung berapa kebutuhan pensiun Anda nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beberapa hal yang perlu disiapkan dalam merencanakan dana pensiun :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;1. Tentukan usia pensiun anda . Misalnya usia Anda saat ini 30 tahun dan akan pensiun di usia 55, berarti 25 tahun lagi Anda pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tentukan biaya perbulan yang diharapkan sama dengan jumlah uang saat ini, untuk pensiun anda nanti.dengan memperhitungkan nilai inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;misalkan saat ini anda butuh 5 juta per bulan atau 60 juta pertahun, dan biaya itu dihitung dengan future value inflasi 10% maka  25 tahun mendatang sama dengan 54,17  juta perbulan atau 650 juta pertahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tentukan berapa lama anda akan menggunakan dana pensiun anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya : 20 tahun setelah usia pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Anda hitung berapa nilai yang anda butuhkan atau kapital yang anda butuhkan untuk membangun nilai pensiun selama 20 tahun untuk ditabung dalam bentuk deposito dan tiap tahunnya anda gunakan sebagai biaya untuk pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh : asumsi nilai bunga deposito yang berlaku pada saat 20 tahun lagi adalah nett setelah pajak adala 6,5%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Kapital yang anda butuhkan sampai dengan tahun ke 20 adalah 16.880.000.0000 (16,88 Milyar). Suatu Angka yang fantastis. Kemudian Anda tabung ke dalam deposito dari usia pensiun 55 hingga usia 75 tahun. tiap tahun bunga depositonya akan menambah modal deposito Anda, dan tiap tahun hingga usia 75 Anda dapat gunakan sebagai kebutuhan biaya pensiun Anda. Sudah terbayang bukan berapa Modal yang Anda butuhkan untuk pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tentukan tabungan investasi yang dapat memberi anda return yang lebih daripada inflasi 10%, sehingga Anda dapat menabung tiap bulannya sehingga mendapatkan Modal yang Anda Butuhkan untuk pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : Anda mempunyai investasi yang dapat memberikan return sebesar 25% pertahun, maka untuk mencapai 16,88 milyar Anda perlu investasi per bulan sebesar Rp725.741. Untuk lebih jelas lihat contoh perhitungan pensiun usia 30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penghasilan yang sama 5 juta dan kebutuhan pensiun yang sama pula nilai 5 juta saat ini, dari usia 55 hingga 75, jika Anda menunda untuk baru berinvestasi pensiun secara pribadi pada usia 40, maka kebutuhan dana pensiun Anda adalah Rp6.511.096.995 dan untuk mencapai itu, Anda membutuhkan investasi bulanan sebesar Rp3.307.865, dengan menunda 10 tahun besar investasi yang diperlukan 4 kali lipat lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat dari Perhitungan bahwa waktu sangat memegang peranan penting dalam membentuk dana yang dibutuhkan untuk membentuk dana pensiun. Mengorbankan kegiatan menabung dan berinvestasi hari ini. Maka bayarannya akan sangat mahal di masa depan.&lt;b&gt; DO IT NOW&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berikut tips yang dapat dilakukan untuk perencanaan pensiun&amp;nbsp;&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mulai hitung kebutuhan pensiun Anda sedini mungkin. sesegera mungkin Anda memulainya, Anda akan semakin realistis dalam menghitung untuk memenuhi kebutuhan pensiun Anda kelak, dan berapa nilai yang perlu Anda sisihkan tiap bulannya untuk pensiun tersebut. (Menyadari akan kebutuhan dan kemampuan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Untuk Tujuan keuangan Dana Pensiun investasi jangka panjang diatas 5 tahun Anda dapat menggunakan investasi yang agresif seperti reksadana saham dengan kisaran return rata-rata 20%-25% per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagi Anda yang baru bekerja kurang dari 10 tahun sebaiknya Anda mempersiapkan untuk membeli asuransi jiwa berjangka (dengan premi murah dan manfaat besar). Karena menurut ketentuan bagi PNS yang meninggal dengan masa kerja kurang dari 10 tahun. Maka jandanya atau ahli warisnya tidak akan mendapatkan uang pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bagi Anda yang akan memasuki usia pensiun dan memiliki asset tidak lancar tidak produktif lebih besar dibandingkan asset lancar (kas atau setara kas). ada baiknya untuk mengurangi asset tidak lancar yang membutuhkan biaya maintenance dan pajak yang biayanya cukup besar (Seperti rumah atau tanah yang tidak disewakan, ataupun kendaraan). Anda harus menyadari ketika pensiun kelak penghasilan Anda berkurang dari penghasilan Anda saat ini, dan jika harus membayar pajak PBB, pajak kendaraan bermotor dan maintenance (air,listrik) maka ini akan menjadi beban Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bagi yang akan memasuki usia pensiun cobalah untuk merintis Second Career. Seseorang yang telah memasuki masa pensiun biasanya mempunyai banyak waktu luang, Dengan memanfaatkan keterampilan dan pengalaman selama bekerja kita masih bisa berkarya dengan memanfaatkan ilmu yang kita punya. Banyak profesi yang tidak memerlukan waktu kerja penuh seperti mengajar, konsultan, atau menulis buku/artikel. Mungkin hal ini terlihat remeh namun dengan mempunyai karir kedua, di satu sisi tetap mendapat penghasilan tambahan dan ilmu yang dipunya masih bisa bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anda? Sudahkan anda mempersiapkan masa hari tua anda?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;(Sumber : ekonomi.kompasiana.com)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/5452473667114972992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/5452473667114972992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2013/12/persiapan-pensiun-untuk-pns.html' title='Persiapan Pensiun Untuk PNS'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-7i7ahvSXAnc/UrL6thE_7BI/AAAAAAAAHIM/EEECeJHahDY/s72-c/B-pns.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-959359705672218982</id><published>2013-12-19T06:10:00.003-08:00</published><updated>2013-12-19T06:10:19.892-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Persiapan Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resolusi Tahun"/><title type='text'>5 Godaan Keuangan di Akhir Tahun yang Perlu Diwaspadai  </title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-NVYSp-fWjbc/UrL5CMUJZrI/AAAAAAAAHIA/om5P_PRrK7o/s1600/sale-tickets.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;220&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-NVYSp-fWjbc/UrL5CMUJZrI/AAAAAAAAHIA/om5P_PRrK7o/s320/sale-tickets.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa tahun 2013 akan pergi, kita akan segera menapaki tahun baru 2014. Menyambut datangnya bulan ini dibutuhkan persiapan mental khusus dalam mengelola keuangan, karena di bulan Desember kita akan menghadapi banyak godaan. Yap, karena bulan Desember identik dengan bulan belanja. Hampir semua perusahaan retail, baik perdagangan, jasa, perbankan, maupun industri otomotif berlomba-lomba menawarkan berbagai program menarik untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya di bulan penghujung tahun ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kecanggihan teknik marketing yang mereka miliki sering kali membuat kita terseret untuk menerima berbagai penawaran tersebut, walaupun sesungguhnya kita tidak membutuhkan atau bahkan tidak memiliki kemampuan finansial untuk membeli barang/jasa yang ditawarkan. Ketidaksiapan mental bisa membuat kita hanyut dalam euforia pesta sale bulan Desember, alhasil pengeluaran di bulan ini akan membengkak tak terkendali, hingga ujung-ujungnya kita akan memasuki tahun baru dengan setumpuk hutang yang pasti akan menjadi beban dalam perjalanan hidup kita di tahun 2014 nanti. Ironis bukan?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Untuk itu, agar kita tidak sampai mengalami hal tersebut, sebagai antisipasi, penulis mencoba untuk sharing dan mengingatkan kembali akan beberapa godaan keuangan di akhir tahun yang perlu diwaspadai, 5 di antaranya yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Godaan diskon belanja fashion&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Fashion menjadi godaan paling utama di bulan Desember, terutama bagi kaum Hawa. Karena di bulan ini hampir semua pengelola bisnis fashion menawarkan dikon  gila-gilaan sebagai promo akhir tahun. Saat memasuki pusat perbelanjaan, mata kita akan dipincut oleh aneka fashion terbaru seperti tas, baju, sepatu, jam tangan, dan aksesoris lainnya, lengkap dengan embel-embel diskon “UP TO 70%+20%” atau “beli 2 gratis 1” atau “bonus cash back”. Dahsyat bukan? Wanita mana yang tak bergetar hatinya melihat tas dengan brand favorit dipajang dengan diskon di atas 70%.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi tunggu, jangan langsung tergiur dulu, cobalah perhatikan dengan teliti. Diskon yang ditawarkan memang gila-gilaan, tapi harga yang dibandrol pada barang tersebut jauh lebih gila lagi! Tas yang pada harga normal hanya di kisaran  Rp300 ribu, akan dipajang dengan harga di atas satu juta saat bazar sale/bulan diskon. Promo “beli 2 gratis 1“ juga tak ubahnya memaksa kita membeli dalam jumlah banyak, namun yakinlah harga yang kita dapat bila dibagi per piece tetap saja tidak semurah harga grosir, artinya sama saja kita beli grosir harga eceran. Promo cash back pun biasanya tidak dapat diuangkan, tapi hanya digunakan untuk pembelanjaan berikutnya, itu pun hanya untuk produk tertentu yang bertanda khusus. Ini sama saja menggiring kita untuk belanja dan belanja lagi. Mungkin ada sebagian barang yang benar-benar turun harga, tapi itu biasanya hanya untuk barang tertentu yang telah lama menumpuk di gudang alias tak laku.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Intinya, tidak ada pedagang yang mau rugi, diskon yang diberikan hanyalah teknik marketing untuk menarik pembeli sebanyak-banyaknya. Karena itu, janganlah mudah tergoda, berbelanjalah sesuai kebutuhan dan bugdet yang kita miliki, Insya Allah kita akan terhindar dari kondisi ‘labil ekonomi‘.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Godaan promo paket liburan akhir tahun&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di bulan Desember ini, para pengusaha travel dan agen perjalanan wisata tak kalah gencarnya menawarkan berbagai paket liburan dengan harga promo yang menggiurkan. Adalah hal yang lumrah bila kita memiliki keinginan berlibur di akhir tahun, atau ingin menikmati akhir tahun di tempat tertentu bersama orang-orang yang kita sayangi. Namun perlu diingat, liburan adalah kegiatan yang perlu direncanakan dengan matang, baik dari sisi waktu maupun anggaran. Memutuskan untuk mengambil paket liburan hanya karena tergiur promo agen perjalanan yang menawarkan paket wisata murah pun tidak sepenuhnya keliru. Hanya perlu sedikit kejelian dan perhitungan yang matang. Karena setiap bahasa promosi umumnya menggunakan embel-embel “syarat dan ketentuan berlaku”.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bila kita tidak teliti, alih-alih mendapat liburan murah, kita malah terjebak pada situasi yang membuat kantong jebol dan hutang menumpuk. Contoh ketika penulis mendapat penawaran paket promo wisata akhir tahun ke Bali seharga Rp880 ribu 3D/2N per paket. Harga ini tampak sangat terjangkau. Tapi coba dikalkulasi kembali. Harga tersebut hanya akomodasi dan penginapan selama di Bali, belum termasuk tiket pesawat yang pastinya akan sangat mahal saat menjelang akhir tahun. Selain itu, ada harga pasti ada rupa, paket murah, pastilah fasilitas dan menu makanan yang diberikan juga seadanya, bila kita tidak cocok dengan menu yang disajikan, tentu kita harus merogoh kocek lagi untuk membeli makanan. Belum lagi bila kita membawa pasangan serta anak-anak, tentu biaya harus dikalikan jumlah keluarga yang kita bawa. Nah, daripada ujung-ujungnya menyengsarakan, lebih baik kita menahan diri, menabung sampai kita betul-betul mempunyai budget yang cukup untuk berlibur.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Godaan produk gadget terbaru&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memasuki tahun baru dengan gadget baru, hmmm…. kedengerannya keren sekali. Di akhir tahun para produsen gadget juga berlomba-lomba memberikan penawaran menarik untuk produk yang baru diluncurkan. Pameran dan promo sale bertebaran di setiap pusat perbelanjaan. Produk terbaru diluncurkan setiap tahun, mendorong kita untuk terus berganti-ganti gadget walaupun yang kita miliki masih layak untuk digunakan. Tidak masalah kalau memang kita memiliki dana berlebih, namun parahnya sebagian besar penggila gadget justru kalangan menengah yang membelinya dengan cara berhutang. Karena itu agar kita tidak mudah terhanyut oleh tren yang diciptakan para produsen gadget, kita harus fokus pada apa yang menjadi kebutuhan, bukan keinginan atau sekedar latah mengikuti tren semata.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Godaan kredit kendaraan bermotor&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dipenghujung tahun, produsen otomotif juga tak kalah gencar dalam memasarkan produknya, pameran akan digelar besar-besaran di berbagai pusat perbelanjaan. Bekerja sama dengan perusahaan finance (pembiayaan), sistem kredit dengan uang muka ringan dan tingkat bunga rendah jadi jurus andalan. Hal yang perlu diperhatikan, suku bunga yang dicantumkan dalam lembar iklan adalah suku bunga terendah, itu berarti tingkat bunga yang ditetapkan bervariasi. Biasanya untuk pembiayaan kendaraan suku bunga berbeda-beda untuk tiap jangka waktu kredit (tenor). Contoh bunga 6% per tahun, biasanya hanya untuk tahun pertama, sedang di tahun ke-2 dan seterusnya pasti akan jauh lebih tinggi. Karena itu, tetaplah teliti dan perhitungkan kemampuan membayar sebelum terlanjur membeli.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Godaan bonus akhir tahun kartu kredit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nah, yang satu ini juga menjadi godaan berat yang perlu diantisipasi. Baru saja penulis mendapat telepon dari seorang marketing kartu kredit, yang menyampaikan bahwa penulis mendapatkan bonus akhir tahun berupa kredit bunga tetap sebesar 10 juta rupiah, yang hanya dikenakan bunga 0.6% per bulan. Untuk ukuran personal loan yang merupakan kredit konsumtif tanpa agunan, tawaran ini cukup menggiurkan, karena tingkat bunga yang rendah. Apalagi di tengah gempuran berbagai promosi barang dan jasa di bulan yang sama. Rasanya seperti pucuk dicinta ulam ulam pun tiba, lagi banyak penawaran barang diskon, dana segar datang. Benar-benar klop ya. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tapi cobalah berpikir lebih jernih. Apalah artinya semua penawaran menarik itu kalau kita sejatinya tak membutuhkan. Tentu hanya menjadi mubazir. Terlebih lagi bila semua itu ujungnya akan membuat kita tenggelam dalam tumpukan hutang. Tentu lebih baik kita menahan diri dari godaan-godaan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selamat menyongsong tahun baru 2014.&lt;i&gt; (Sumber : ekonomi.kompasiana.com)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/959359705672218982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/959359705672218982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2013/12/5-godaan-keuangan-di-akhir-tahun-yang.html' title='5 Godaan Keuangan di Akhir Tahun yang Perlu Diwaspadai  '/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-NVYSp-fWjbc/UrL5CMUJZrI/AAAAAAAAHIA/om5P_PRrK7o/s72-c/sale-tickets.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-8750451236035774684</id><published>2013-12-05T23:46:00.000-08:00</published><updated>2013-12-05T23:46:05.870-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resiko Penyakit"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Mengelola Keuangan"/><title type='text'>Pikirkan Masa Depan Bisa Bikin Seseorang Banyak Makan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-RFyZO8il1Mw/UqF-sHm9p0I/AAAAAAAAHHQ/fqctYwf3IJc/s1600/index.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-RFyZO8il1Mw/UqF-sHm9p0I/AAAAAAAAHHQ/fqctYwf3IJc/s1600/index.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat sedang stres akibat ada masalah atau banyak pekerjaan, bisa membuat orang cenderung banyak makan, terutama asupan yang manis-manis. Tak hanya itu, banyak makan juga bisa dipengaruhi rasa stres seseorang karena memikirkan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah studi baru yang diterbitkan jurnal Appetite yang menemukan bahwa stres memikirkan masa depan bisa menyebabkan seseorang makan lebih banyak dari biasanya. Untuk studi ini, peneliti membagi 103 wanita yang duduk di perguruan tinggi menjadi dua kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok pertama harus mengisi kuisioner tentang tempat kerja. Sedangkan, kelompok kedua diminta menyiapkan pidato tentang tempatnya bekerja yang akan dibawakan di depan panel hakim. Kemudian, kedua kelompok diberi brownies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, peneliti mengambil sampel darah para peserta. Setelah diberi brownies, kelompok kedua ternyata lebih banyak makan brownies. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Wanita di kelompok yang harus memberi pidato memiliki kadar ghrelin (hormon lapar) yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena mereka berada di tingkatan stres yang lebih tinggi,&quot; jelas para peneliti seperti dilansir Womanshealth, Jumat (6/12/2013).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para peneliti, hanya berpikir tentang sesuatu yang menegangkan dan akan terjadi kemudian bisa meningkatkan kadar ghrelin. Sehingga, Anda pun akan semakin banyak mengonsumsi makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Oleh karena itu hanya dengan memikirkan apa yang akan Anda hadapi saja bisa meningkatkan hormon ghrelin Anda. Sehingga, efeknya akan jauh lebih kuat ketika Anda memikirkan masa depan,&quot; kata para peneliti.&amp;nbsp; Maka dari itu solusi yang terpenting untuk menangani berbagai hal yang mungkin akan terjadi di masa depan, lebih baik mulai saat ini anda persiapkan segala sesuatunya, hingga di kemudian hari tidak terasa berat dan mempengaruhi pola makan anda juga.&lt;i&gt; (Sumber : http://health.detik.com/)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/8750451236035774684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/8750451236035774684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2013/12/pikirkan-masa-depan-bisa-bikin.html' title='Pikirkan Masa Depan Bisa Bikin Seseorang Banyak Makan'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-RFyZO8il1Mw/UqF-sHm9p0I/AAAAAAAAHHQ/fqctYwf3IJc/s72-c/index.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-1717890111911137393</id><published>2013-12-05T23:43:00.000-08:00</published><updated>2013-12-05T23:43:47.572-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Crisis Cover Penyakit Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manfaat Asuransi Kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resiko Penyakit"/><title type='text'>Tak Mau Lumpuh Karena Stroke? Kenali Dulu Gejala dan Risikonya</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-_QNSaJg-mD8/UqFvMrz2LcI/AAAAAAAAHHA/zG9BuM7ExE8/s1600/StrokeWarningSigns.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-_QNSaJg-mD8/UqFvMrz2LcI/AAAAAAAAHHA/zG9BuM7ExE8/s200/StrokeWarningSigns.jpg&quot; width=&quot;162&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Belakangan makin banyak saja orang yang terserang stroke. Namun kondisi ini tidak diimbangi dengan meluasnya pemahaman masyarakat tentang cara mengenali gejala dan menangani serangan stroke yang terjadi. Apalagi stroke tergolong momok karena sulit diprediksi kapan datangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stroke terjadi akibat gangguan suplai darah berisi glukosa dan oksigen ke susunan saraf pusat secara mendadak sehingga mengakibatkan kematian sel. Lalu kapan seseorang bisa terkena stroke?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ini berlangsung ketika vaskuler (pembuluh darah) seseorang mulai terjadi degenerasi,&quot; terang pakar stroke dari RSUD Dr Sardjito, Dr dr Ismail Setyopranoto Sp.S(K) dalam acara Bedah Buku &#39;Odem Otak pada Pasien Stroke Iskemik Akut&#39; dan Workshop Pertolongan Serangan Stroke bagi Awam di Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta, seperti ditulis pada Jumat (6/12/2013).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pria kondisi ini biasanya terjadi pada usia di atas 40 tahun dan pada wanita di atas 55 tahun. Namun secara umum stroke kemungkinan baru benar-benar terjadi beberapa tahun kemudian, pada pria berkisar mulai usia 55 tahun dan pada wanita ketika usianya mencapai 65 tahun ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun walaupun sulit ditangani jika gejalanya kadung parah, sebenarnya penyakit ini dapat dicegah melalui pengenalan faktor risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Vascular events (kejadian kardiovaskular) pasti ada faktor risikonya. Jadi kalau kita punya hipertensi, obesity, kita harus aware bahwa kita bisa saja terkena stroke,&quot; tutur dr Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan dr Ismail adalah faktor risiko yang dapat dikendalikan. Empat faktor risiko ini yang paling utama adalah kebiasaan merokok, hipertensi, diabetes, obesitas di samping sejumlah kondisi lainnya yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua yang perlu dilakukan adalah mengetahui gejala stroke. Menurut dr Ismail, gejala stroke ada beragam, mulai dari kelemahan anggota gerak atau motorik, kelemahan sensibilitas tubuh atau sensorik, mulut perot, bicara pelo (cadel), afasia atau tidak bisa bicara, penurunan kesadaran, gangguan fungsi kognitif misalnya tiba-tiba bingung atau intelijensianya menurun, dan dizziness atau pening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ini (munculnya) bisa tunggal, bisa multiple (sekaligus). Kalau sudah muncul satu keluarga nggak usah pakai rapat dulu, langsung bawa ke rumah sakit,&quot; tegas dr Ismail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini dokter spesialis saraf tersebut berupaya menekankan bahwa salah satu kunci keberhasilan penanganan stroke adalah kecepatan. Idealnya, pasien segera dibawa ke rumah sakit tiga jam pasca serangan.&lt;i&gt;(Sumber : http://health.detik.com)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/1717890111911137393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/1717890111911137393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2013/12/tak-mau-lumpuh-karena-stroke-kenali.html' title='Tak Mau Lumpuh Karena Stroke? Kenali Dulu Gejala dan Risikonya'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-_QNSaJg-mD8/UqFvMrz2LcI/AAAAAAAAHHA/zG9BuM7ExE8/s72-c/StrokeWarningSigns.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-4198369325004054051</id><published>2013-11-30T06:30:00.003-08:00</published><updated>2013-11-30T06:30:44.749-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agen Profesional"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agen Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kami Memahami Kebutuhan Anda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Memilih Agen Asuransi"/><title type='text'>  Bagaimana Cara Menghadapi Agen Asuransi?  </title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-wO38FY75lUY/Upn0ctHe_BI/AAAAAAAAHCo/zbYKk_yAKrE/s1600/images.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-wO38FY75lUY/Upn0ctHe_BI/AAAAAAAAHCo/zbYKk_yAKrE/s1600/images.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kehadiran agen asuransi kadang jadi momok menakutkan bagi kita yang awam dengan produk-produk Asuransi. Sekali menerima mereka, ada anggapan, kita bakal terus-terusan &lt;i&gt;&#39;dikejar&#39;&lt;/i&gt; penawaran produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sebetulnya kehadiran agen Asuransi bisa membantu Anda menyiapkan diri dari segi keuangan untuk keperluan di masa depan. Untuk itu, salah satu ahli financial planner mencoba membagikan sejumlah tips menghadapi agen Asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, sebelum menemui agen Asuransi tentukan tujuan finansial Anda. &lt;i&gt;Apa tujuan mengambil asuransi?&lt;/i&gt; Bisa saja untuk perlindungan jiwa murni, proteksi sekaligus berinvestasi, persiapan dana hari tua, persiapan biaya pendidikan anak, dan persiapan biaya kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&quot;Peran agen harus digali, supaya mereka bisa memberi nasihat,&quot; ujar beliau dalam diskusi bersama media,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, bersikap kritis. Tanyakan dengan rinci bagaimana cara menghitung uang pertangguangan, apa hal yang dicakup (cover) dan tidak oleh perusahaan asuransi, bagaimana prosedur klaim, dan bagaimana pembayaran premi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, Anda harus bersikap jujur mengenai informasi data pribadi, riwayat kesehatan, serta kemampuan membayar premi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ukur kemampuan membayar premi sesuai kebutuhan. Kalau bisa menyisihkan minimal 10% dari penghasilan tahunan sudah bagus,&quot; jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, jangan hanya bergantung pada agen Asuransi dan pilihlah agen yang tepat. Bagaimana memilih agen yang tepat? Berikut tips tambahan dari beliau.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Karakteristik agen yang tepat adalah yang menggali terlebih dulu kebutuhan finansial Anda. Mereka lebih banyak mendengarkan Anda ketimbang berbicara soal manfaat dan keunggulan produk. Mereka membantu menimbang kemampuan finansial Anda secara jujur dan memiliki alasan yang solid mengenai profesi mereka. Baca juga &lt;a href=&quot;http://asuransi-prudential-bandung.blogspot.com/2013/09/tips-memilih-agen-asuransi-jiwa.html&quot;&gt;&quot;Tips Memilih Agen Asuransi Jiwa&quot;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/4198369325004054051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/4198369325004054051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2013/11/bagaimana-cara-menghadapi-agen-asuransi.html' title='  Bagaimana Cara Menghadapi Agen Asuransi?  '/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-wO38FY75lUY/Upn0ctHe_BI/AAAAAAAAHCo/zbYKk_yAKrE/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-8449366694491653566</id><published>2013-11-30T06:29:00.001-08:00</published><updated>2013-11-30T06:29:29.160-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manfaat Asuransi Kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resiko Kecelakaan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resiko Penyakit"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Mengelola Keuangan"/><title type='text'>10 Alasan Mengapa Anda Harus Merencanakan Keuangan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-1iqthv2WmUw/UpnvpuF-EYI/AAAAAAAAHCY/v9oQ1J2T0Yw/s1600/circle-fp.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-1iqthv2WmUw/UpnvpuF-EYI/AAAAAAAAHCY/v9oQ1J2T0Yw/s200/circle-fp.gif&quot; width=&quot;186&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalau sekarang kakek, nenek, atau orang tua kita bisa hidup makmur tanpa merencanakan keuangannya, lalu mengapa kita harus merencanakannya? Oke,nyatanya itu adalah masa 20-30 tahun yang lalu, gaya hidup manusia berbeda jika dibandingkan dengan sekarang. Ingin tahu bagaimana hal itu mempengaruhi anda?Pikirkanlah hal-hal berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Anda hidup lebih lama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lama hidup manusia semakin bertambah. Menurut penelitian, seorang bayi yang lahir tahun 2004 diperkirakan akan hidup rata-rata hingga 74 tahun (bagi pria) dan 79 tahun (bagi wanita). &lt;i&gt;So you definitely need more money.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Butuh dana kesehatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karena Anda hidup lebih lama, maka biaya kesehatan Anda akan lebih besar. Penyakit diperkirakan semakin banyak dan berbahaya. Anda juga butuh uang kesehatan setelah pensiun.  &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3. Menikmati pensiun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda akan mengalami masa pensiun lebih lama. Jika Anda pensiun di usia 55 dan hidup hingga usia 75, Anda akan makan sebanyak 43800 kali selama masa tersebut. Untuk makanan tersebut Anda butuh biaya cukup banyak, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Ada banyak pengeluaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ada banyak pengeluaran yang harus Anda bayar, biaya tv kabel, tagihan ponsel, tagihan internet, bayar tol. Dulu ini semua belum ada, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. &lt;i&gt;You travel a lot more&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda mengeluarkan banyak uang untuk bepergian (perjalanan) dibanding untuk bekerja, belanja, dan sekolah. Biaya bensin biasanya menghabiskan banyak dana, lho. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Terlambat menikah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sudah umum kalau Anda memilih mengejar karier ketimbang menikah. Akibatnya, anak Anda masih sekolah saat Anda sudah pensiun. Maka Anda harus menyiapkan dana pendidikan anak-anak karena saat itu sudah tidak ada pemasukan lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Biaya membesarkan anak bertambah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pakaian, makanan, kesehatan anak-anak membutuhkan biaya yang lebih besar dibanding untuk orang dewasa. Anda juga harus membayar biaya les (tari, bahasa, olahraga) dan biaya rekreasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Anak Anda akan kuliah lebih lama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lima belas tahun yang lalu, lulusan S1 dianggap sangat bergengsi dan mendapat posisi cukup bagus dalam karier. Sekarang, sarjana S1 sudah dianggap sudah biasa. Di masa depan, mungkin anak Anda membutuhkan gelar Phd untuk meraih pekerjaan yang bagus. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;9. Inflasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Inflasi menyebabkan naiknya biaya dan harga barang. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;10. Kesejahteraan bagi generasi setelah Anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ini cukup sulit karena Anda harus mewariskan kekayaan pada anak Anda. Jika Anda tidak meninggalkan apa-apa untuk anak, maka kesejahteraan anak Anda akan menurun.&lt;i&gt; (Sumber : http://www.cleo.co.id)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/8449366694491653566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/8449366694491653566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2013/11/10-alasan-mengapa-anda-harus.html' title='10 Alasan Mengapa Anda Harus Merencanakan Keuangan'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-1iqthv2WmUw/UpnvpuF-EYI/AAAAAAAAHCY/v9oQ1J2T0Yw/s72-c/circle-fp.gif" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-2229286078322089557</id><published>2013-11-20T05:41:00.007-08:00</published><updated>2013-11-20T05:41:14.389-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dana Pensiun"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Investasi dan Proteksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Mengelola Keuangan"/><title type='text'>Masa Pensiun Tiba, Siapkah Anda ?</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-ReqGAbjkaFU/Uoy5HUGvZBI/AAAAAAAAHCA/QP07CgDA7DY/s1600/images.jpeg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;Pada saat acara Indonesia Financial Expo &amp;amp; Forum (IFEF) the 3rd yang baru saja digelar di Surabaya dan Jakarta, booth Finansia Consulting cukup ramai dikunjungi peserta, pengunjung yang datang dapat melakukan konsultasi seputar keuangan pribadi dan perencanaan keuangan. Diantara sekian banyak pertanyaan yang diajukan pengunjung pameran, ada satu pertanyaan yang menarik perhatian, saat itu ada pengunjung yang bertanya cukup detail mengenai dana yang perlu dipersiapkan apabila pensiun nanti, kami pun memberikan penjelasan yang komprehensif bagaimana mempersiapkan dana pensiun, menariknya pengunjung tersebut ternyata baru berumur 20 tahun dan baru saja diterima kerja di sebuah perusahaan!&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #990000;&quot;&gt;Mengapa hal ini menjadi begitu menarik ? Sekarang coba tanyakan kepada diri kita sendiri, apakah kita sudah siap apabila masa pensiun tiba ? Apakah kita telah mempersiapkan dana pensiun selain sejumlah dana yang akan kita terima dari tempat bekerja ? Berapa banyak teman kantor kita yang ‘ngeh’ kalo masa pensiun mereka hanya tinggal beberapa tahun lagi ?  &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Persiapkan Bukan Abaikan Tidak dapat dipungkiri karyawan di Indonesia termasuk yang paling telat  mempersiapkan pensiunnya. Sebagian besar masih mengandalkan Jamsostek atau sejumlah dana yang diberikan oleh perusahaan tempat bekerja sebagai sumber dana pensiunnya kelak. Harus diakui perkembangan dana tersebut tidak menjamin cukup untuk masa pensiun nanti, mengapa ? Karena yang tahu besaran kebutuhan dana pensiun kelak adalah kita sendiri bukan Jamsostek ataupun perusahaan tempat bekerja. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada tahap persiapan perlu diketahui berapa dana yang dibutuhkan pada saat pensiun nanti, beberapa klien kami ada yang menyebutkan kebutuhan dana pensiun berdasarkan kebutuhan biaya hidup perbulan, tapi ada juga yang menginginkan sejumlah dana tertentu pada saat dia pensiun nanti. Nah, secara umum terdapat dua pendekatan dalam menghitung kebutuhan dana pensiun kita. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;1.  Pendekatan biaya hidup,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yaitu kebutuhan dana pensiun dihitung dengan gambaran besaran biaya hidup yang dibutuhkan saat pensiun kelak. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;2.    Pendekatan pengganti penghasilan, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;yaitu kebutuhan dana pensiun dihitung dengan gambaran besaran penghasilan yang diharapkan diperoleh kelak sebagai pengganti penghasilan pada saat ini. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apapun pendekatan yang akan dipilih dalam menghitung besaran dana pensiun, yang perlu kita sadari adalah dana pensiun harus dipersiapkan, bukan diabaikan. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Memilih Produk Investasi yang Tepat&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah kita mengetahui berapa besaran dana yang dibutuhkan pada saat pensiun nanti, sekarang tibalah saatnya kita menentukan produk investasi apa yang pas untuk mempersiapkan dana pensiun tersebut. Ada tiga tahapan dalam memilih produk investasi yang tepat untuk dana pensiun yaitu &lt;i&gt;&lt;b&gt;sesuaikan dengan tujuan, perhatikan jangka waktu, dan memilih produk investasi.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada dasarnya memilih produk investasi haruslah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, dalam hal ini adalah mempersiapkan dana pensiun. Setelah mengetahui tujuan investasi maka selanjutnya adalah menyesuaikan dengan jangka waktu investasi. Jangka waktu investasi untuk persiapan dana pensiun dapat dibagi menjadi tiga, yaitu jangka pendek dengan durasi investasi 1 sampai 5 tahun, jangka menengah durasi investasi 5 sampai 10 tahun, dan jangka panjang dengan durasi investasi lebih dari 10 tahun. Untuk menentukan jangka waktu investasi diukur dari berapa tahun lagi kita akan pensiun, misalnya saat ini berumur 30 tahun berarti masih tersisa 25 tahun lagi memasuki masa pensiun (usia pensiun adalah 55 tahun), sehingga jangka waktu investasi termasuk dalam kategori jangka panjang.  &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Produk investasi yang cocok untuk jangka pendek tentunya yang memiliki tingkat resiko yang rendah seperti deposito atau reksadana pasar uang. Sedangkan untuk produk investasi jangka menengah dapat memilih reksadana jenis pendapatan tetap atau campuran. Produk investasi untuk jangka panjang dapat memilih reksadana saham atau produk investasi dengan imbal hasil yang tinggi dalam jangka panjang. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;Masa Pensiun Bukan Hanya Milik Kita&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memasuki masa pensiun berarti kita dapat lebih sering bertemu keluarga, anak maupun cucu. Untuk itu penting bagi kita untuk mempersiapkan masa pensiun sebaik mungkin, sehingga di saat pensiun nanti kita dapat memberikan kebahagian pada anak cucu, dan tidak memberatkan keluarga atau kerabat. Masa pensiun dapat kita isi dengan hal yang sebelumnya sulit atau jarang dilakukan karena keterbatasan waktu dan kesibukan bekerja. Mulai dari menjalankan hobi, mengerjakan sesuatu yang kita senangi, berkumpul dengan keluarga dan kegiatan lainnya. Hal tersebut dapat terwujud apabila kita mempersiapkan masa pensiun dengan perencanaan yang baik. Oleh karena itu persiapkanlah dana pensiun anda sedini mungkin, karena cepat atau lambat semua karyawan pasti akan pensiun.&lt;i&gt; (Sumber : http://finansiaconsulting.com)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/2229286078322089557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/2229286078322089557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2013/11/masa-pensiun-tiba-siapkah-anda_20.html' title='Masa Pensiun Tiba, Siapkah Anda ?'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-ReqGAbjkaFU/Uoy5HUGvZBI/AAAAAAAAHCA/QP07CgDA7DY/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-366775499045843070</id><published>2013-11-20T05:36:00.007-08:00</published><updated>2013-11-20T05:36:48.259-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asuransi Jiwa Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Polis Asuransi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Prosedur Klaim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resiko Kecelakaan"/><title type='text'>Mengenal Asuransi Kecelakaan</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-BSQABixAX2I/Uoy2PcR11ZI/AAAAAAAAHB0/p1z7_5ekDI8/s1600/images.jpeg&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tabrakan maut di Tol Jagorawi pada 9 September 2013 yang melibatkan Ahmad Abdul Qodir Jaelani (Dul), putera musisi tenar Ahmad Dhani, masih menyisakan persoalan. Hal itu terkait dengan klaim asuransi yang yang diajukan Ahmad Dhani.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Berita terakhir di berbagai media massa adalah tuntutan hukum Ahmad Dhani kepada perusahaan asuransi Prudential, dengan alasan, perusahaan asuransi ini menolak tuntutan ganti rugi atau klaim asuransi yang diajukan sang musisi. Soal hiruk pikuknya kasus hukum terkait asuransi kecelakaan lalu lintas ini memang bukan sesuatu yang baru. Pada umumnya, persoalan menjadi berkepanjangan karena kekurangan pahaman masyarakat bagaimana menggunakan haknya dengan baik dan benar berdasarkan kontrak asuransi yang telah disepakati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan kasus tabrakan maut yang melibatkan Dul, maka sedikitnya ada tiga jenis asuransi yang terkait dengan masalah ganti rugi, yaitu asuransi kendaraan Bermotor, asuransi kecelakaan diri, dan asuransi jasa raharja. Asuransi jasa raharja tidak dibahas dalam tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuransi Kendaraan Bermotor Polis asuransi kendaraan bermotor yang dipasarkan oleh perusahaan asuransi di Indonesia saat ini adalah polis standar asuransi kendaraan bermotor Indonesia (PSAKBI). Risiko-risiko yang dijamin oleh PSAKBI antara lain kerugian atau kerusakan pada kendaraan bermotor dan atau kepentingan yang dipertanggungkan yang secara langsung disebabkan oleh tabrakan, benturan, tergelincir atau terperosok, perbuatan jahat orang lain, pencurian.Jaminan lainnya adalah tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga dan penumpang/pengemudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan kasus tabrakan maut Dul, maka para penumpang angkot termasuk kendaraan angkot serta para penumpang Mitsubishi juga bisa mendapatkan ganti rugi, karena umumnya PSAKBI juga memberikan perluasan untuk tanggung jawab hukum pihak ketiga dan penumpang/pengemudi. Namun, ganti rugi yang diberikan biasanya terbatas umumnya antara Rp 10 juta – 25 juta untuk keseluruhan risiko tanggung jawab hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu menjadi catatan bagi masyarakat bahwa polis asuransi adalah suatu akta perjanjian ganti rugi. Sama dengan perjanjian pada umumnya, maka polis asuransi pun memuat syarat-syarat dan kondisi perjanjian serta memuat hak dan kewajiban para pihak yaitu antara perusahaan asuransi dan nasabah/tertanggung. PSAKBI, di samping memuat atau mengatur tentang risiko-risiko yang dijamin, juga mengatur risiko-risiko yang tidak dijamin atau yang dikecualikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pengecualian yang dimuat dalam PSAKBI adalah “pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan, dan atau biaya atas kendaraan bermotor dan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga jika: pada saat terjadinya kerugian atau kerusakan, kendaraan bermotor dikemudikan oleh seseorang yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku, dikemudikan oleh seorang yang berada di bawah pengaruh minuman keras, obat terlarang atau sesuatu bahan lain yang membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Asuransi Kecelakaan Diri&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan polis srandar asuransi kendaraan bermotor Indonesia, maka polis asuransi kecelakaan diri yang dipasarkan di Indonesia juga umumnya adalah polis standar asuransi kecelakaan diri Indonesia (PSAKDI). PSAKDI menjamin risiko kematian, catat tetap, biaya perawatan dan atau pengobatan yang secara langsung disebabkan oleh suatu kecelakaan. Kecelakaan tersebut adalah suatu kejadian atau peristiwa yang mengandung unsur kekerasan, baik yang bersifat fisik maupun kimia yang datangnya secara tiba-tiba, tidak dikehendaki atau direncanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan dalam hal ini tentu termasuk kecelakaan lalu lintas. PSAKDI juga memuat pasal yang mengatur tentang pengecualian polis. Salah satu risiko atau hal-hal yang dikecualikan adalah apabila tertangggung melanggar peraturan dan perundangan yang berlaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan dan perundangan yang dimaksudkan dalam polis ini salah satunya tentulah Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya. Pasal 77 ayat (1) UU ini mengatakan: “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki surat izin mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus kecelakaan maut yang dialami Dul, ada catatan jelas bahwa putera Ahmad Dhani itu tidak memiliki SIM saat mengendarai Mitsubishi, karena memang usianya belum memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan. Dengan demikian, berdasarkan peraturan perundangan hukum asuransi, yang bersangkutan dinyatakan telah melakukan perbuatan melanggar hukum. Jadi, sekalipun Dul memiliki polis asuransi kecelakaan diri, maka tentulah perusahaan asuransi — dalam hal ini asuransi Prudential – dapat menolak gugatan Ahmad Dhani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula tentang kerusakan kendaraan bermotor Mitsubishi yang dikemudikan Dul. Seandainya Mitsubishi diasuransi dengan polis asuransi kendaraan bermotor, maka kerusakan kendaraan tersebut dapat dipastikan tidak mendapatkan ganti rugi dari perusahaan asuransi. Hal ini karena kerusakan yang terjadi disebabkan oleh risiko atau penyebab yang dikecualikan oleh polis asuransi. Bagi Masyarakat Polis asuransi itu adalah suatu akta perjanjian ganti rugi yang memuat syarat dan kondisi, juga hak dan kewajiban masing-masing pihak. Karena polis asuransi adalah juga seperti perjanjian lainnya maka masing-masing pihak terikat dengan pasal-pasal yang diatur dalam polis asuransi tersebut. Tidak sedikit masyarakat yang punya pandangan bahwa dengan memiliki polis asuransi maka kerugian yang diderita otomatis akan mendapatkan ganti rugi dari perusahaan asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat seperti ini keliru. Tertanggung baru akan memperoleh hak atas ganti rugi dari perusahaan asuransi setidaknya memenuhi beberapa kualifikasi sebagai berikut : &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(1) tertanggung telah melakukan semua kewajibannya berdasarkan kontrak, misalnya membayar premi asuransi tepat waktu; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(2) kerugian atau kerusakan yang diderita tertanggung disebabkan oleh risiko yang dijamin oleh polis, bukan disebabkan oleh risiko atau penyebab yang dikecualikan; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(3) tertanggung bersikap atau memperlihatkan kejujuran sempurna (utmost good faith), baik selama memulai kontrak maupun selama kontrak berlangsung; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(4) melengkapi dokumen-dokumen klaim yang diperlukan; &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;(5) tertanggung diminta membaca polis asuransi secara seksama.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;(Sumber : http://www.investor.co.id/)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/366775499045843070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/366775499045843070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2013/11/mengenal-asuransi-kecelakaan.html' title='Mengenal Asuransi Kecelakaan'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-BSQABixAX2I/Uoy2PcR11ZI/AAAAAAAAHB0/p1z7_5ekDI8/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-8478961718623505644</id><published>2013-11-11T06:51:00.003-08:00</published><updated>2013-11-11T06:51:55.991-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biaya Berobat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manfaat Asuransi Kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resiko Penyakit"/><title type='text'>Ongkos Berobat di Indonesia Semakin Mahal</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-DEqmGieJsP8/UoDssCvssCI/AAAAAAAAG6M/iXzgL5gE2Gk/s1600/images.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-DEqmGieJsP8/UoDssCvssCI/AAAAAAAAG6M/iXzgL5gE2Gk/s1600/images.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Biaya kesehatan di Indonesia selama periode tahun 2000 hingga 2010 telah mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan besaran biaya kesehatan ini disebut- sebut jauh lebih besar daripada laju inflasi pada periode yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Menteri Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengatakan, berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO), pengeluaran biaya untuk kesehatan di Indonesia per kapita per tahun pada tahun 2001 mencapai 16,57 dolar AS. Jumlah ini meningkat menjadi 30.15 dolar AS atau naik hingga 82 persen pada tahun 2005. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2006, biaya kesehatan ini kembali ‘menggelembung’ hingga menjadi 39.66 dolar AS. Angka inipun terus mengalami peningkatan menjadi 76.89 dolar AS di tahun 2010 atau naik sebesar 93,9 persen dibandingkan tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Artinya, sepanjang satu dasawarsa (periode 2000-2010) terakhir, biaya kesehatan di negeri ini telah mengalami kenaikan hingga 364 persen,” &lt;/i&gt;ujar Ali Ghufron, dalam acara workshop ‘Peran Serta BUMN dalam Revitalisasi Dokter Primer guna Memperkuat SKN’ di Patra Semarang Convention Hotel (PSCH), Senin (21/1) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Sekretaris Persi) dr Wasista Budiwaluyo, MHA, mengatakan bahwa ada beberapa hal yang membuat biaya pengobatan mahal. Hal-hal itu antara lain biaya investasi rumah sakit yang besar, bahan baku obat dan peralatan medis yang diimpor, serta bentuk bangunan rumah sakit yang relatif mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Tingginya pajak bahan baku obat dan peralatan medis di Indonesia membuat biaya berobat mahal,&quot; katanya ketika menjadi pembicara dalam diskusi MarkPlus Monthly Industry Update untuk Health Industry di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, banyak dari masyarakat yang mencari pengobatan alternatif pergi ke orang pintar atau mereka mencari obat sendiri tanpa resep dokter (swamedikasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan informasi obat bisa diakses dengan mudah melalui internet sehingga masyarakat berani melakukan pengobatan penyakit berdasarkan informasi yang didapat dari internet. Obat-obat itu pun bisa didapat di apotek, supermarket, dan toko-toko lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wasista, mencari obat sendiri untuk penyakit flu dan deman masih dalam batas wajar. Namun jika penyakit seperti diabetes, langkah mandiri itu sangat tidak dianjurkan karena ada beberapa kandungan obat yang memiliki efek samping terhadap penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&quot;Seharusnya konsultasi dengan dokter, biar tidak salah jalan,&quot;&lt;/i&gt; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya mahal, buruknya mutu pelayanan kesehatan juga membuat orang Indonesia memilih berobat ke luar negeri seperti Singapura. Wasista mengatakan, ada sekitar satu juta orang Indonesia yang berobat ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&quot;Biaya berobat di Malaysia jauh lebih murah daripada di Indonesia karena tidak ada beban pajak untuk bahan baku obat dan peralatan medis,&quot; &lt;/i&gt;katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pemerintah lewat UU. RS No 44/09 mewajibkan rumah sakit di Indonesia terakreditasi untuk wajib menjalankan program patient safety dan menggunakan peralatan rumah sakit yang berteknologi tinggi.&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/8478961718623505644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/8478961718623505644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2013/11/ongkos-berobat-di-indonesia-semakin.html' title='Ongkos Berobat di Indonesia Semakin Mahal'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-DEqmGieJsP8/UoDssCvssCI/AAAAAAAAG6M/iXzgL5gE2Gk/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-247483409017362094</id><published>2013-11-11T06:48:00.003-08:00</published><updated>2013-11-11T06:48:46.956-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Biaya Berobat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Crisis Cover Penyakit Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Resiko Penyakit"/><title type='text'>Mahalnya Biaya Pengobatan Hepatitis Bikin Kantong Kempis</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-ePmsz5vAkPo/UoDpszfMsmI/AAAAAAAAG6A/5__kw3N11Mc/s1600/hepatitis-c-liver.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://4.bp.blogspot.com/-ePmsz5vAkPo/UoDpszfMsmI/AAAAAAAAG6A/5__kw3N11Mc/s1600/hepatitis-c-liver.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sakit itu mahal. Untuk meringankan beban masyarakat, pemerintah pun berupaya membuat layanan kesehatan terjangkau bagi kalangan tak mampu. Misalnya saja untuk penyakit hepatitis yang cukup banyak diidap masyarakat Indonesia, biayanya bisa membuat bangkrut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&quot;Harga terapinya sangat mengejutkan. Misalnya untuk harga obat hepatitis C saja, bisa mencapai 2,5 juta per minggu. Ini sudah termasuk 1 kali suntik dan kapsul yang diminum tiap hari,&quot; &lt;/i&gt;kata Dr.dr. Rino Alvani, SpPD,KGEH, FINASIM, Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara temu media bertema &#39;Waspadai Hepatitis: Kenali, Cegah, Obati&#39; yang diselenggarakan di Hotel Gran Melia, Jl. HR Rasuna Said Kav X-0 kuningan, Jakarta Selatan, dr Rino menjelaskan bahwa serupa dengan pengobatan hepatitis C, biaya obat hepatitis B juga tak jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga ini masih belum seberapa jika hati yang terserang hepatitis dibiarkan begitu saja lalu berkembang menjadi sirosis, yaitu mencapai Rp 850 juta. Jika sampai mengalami kegagalan hati dan terpaksa menjalani transplantasi hati, biayanya bisa membengkak sampai Rp 2 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjalani pemeriksaan hati, dokter biasanya menggunakan 2 cara, yaitu cara yang lama dan baru. Cara yang lama menggunakan biopsi, yaitu dokter menusuk samping kanan perut pasien lalu mengambil sampel jaringan hati untuk diperiksa. Biayanya bisa mencapai sekitar Rp 600 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kedua yang lebih modern bisa menggunakan alat yang disebut FibroScan. Alat ini menggunakan gelombang untuk mendeteksi tingkat kekerasan hati. Semakin keras hatinya, artinya penyakit sirosis hati yang dialami semakin parah. Biaya yang dibutuhkan untuk menjalani pemeriksaan ini sedikit lebih mahal, yaitu sekitar Rp 850 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&quot;Berbeda dengan biopsi yang invasif, FibroScan tidak invasif dan hanya perlu waktu beberapa menit saja hasilnya langsung kelihatan. Sedangkan biopsi perlu waktu 2 minggu dan tak boleh dilakukan sering-sering, paling cepat 3 bulan sekali kalau benar-benar perlu. FibroScan bisa dilakukan setiap saat,&quot;&lt;/i&gt; jelas dr Rino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, berbeda dengan penyakit HIV dan thalassemia yang juga berbiaya mahal, pengobatan hepatitis tidak gratis. Untungnya pada pemilik ASKES, biaya pengobatan hepatitis dapat ditanggung, jadi bisa amat meringankan. Sedangkan bagi mereka yang tak memiliki asuransi, tentunya akan terasa amat memberatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk mencegah penularan hepatitis, pemberian vaksinasi mutlak diperlukan. Vaksinasi sebaiknya dilakukan saat bayi dan bisa berlaku seumur hidup. Sayangnya, vaksinasi yang ada baru ditujukan untuk hepatitis B yang memang paling banyak di Indonesia sekaligus paling berbahaya. Sedangkan untuk hepatitis C belum ditemukan sampai sekarang.&lt;i&gt;(Sumber : health.detik.com)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/247483409017362094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/247483409017362094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2013/11/mahalnya-biaya-pengobatan-hepatitis.html' title='Mahalnya Biaya Pengobatan Hepatitis Bikin Kantong Kempis'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-ePmsz5vAkPo/UoDpszfMsmI/AAAAAAAAG6A/5__kw3N11Mc/s72-c/hepatitis-c-liver.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-2536796355572826127</id><published>2013-11-03T15:36:00.001-08:00</published><updated>2013-11-03T15:36:46.751-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asuransi Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manfaat Asuransi Kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mengapa Harus Menabung ?"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><title type='text'>Semua Orang Bisa Punya Asuransi</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-cQvMfM02kCY/UnbdoS3RvdI/AAAAAAAAAeI/TFjpkS3t2aw/s1600/Komik+Asuransi+1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-cQvMfM02kCY/UnbdoS3RvdI/AAAAAAAAAeI/TFjpkS3t2aw/s320/Komik+Asuransi+1.jpg&quot; width=&quot;226&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Asuransi adalah produk keuangan yang ditujukan sebagai perlindungan. Produknya terus berkembang sehingga perlindungan bisa ditujukan untuk banyak hal, di antaranya jiwa, kesehatan, pendidikan, bahkan perjalanan.Namun, kesan asuransi sebagai produk keuangan bagi kelompok ekonomi kelas menengah-atas masih melekat. Padahal, jika ditilik dari sisi kebutuhan, justru masyarakat kelompok menengah-bawah yang sebenarnya sangat membutuhkan perlindungan semacam ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ada sekitar 28 juta orang pada kelompok menengah-bawah atau sekitar 11,3 persen jumlah penduduk Indonesia. Mereka berhadapan dengan risiko kesehatan, kematian, dan harta benda, yang membawa konsekuensi kehilangan pendapatan, kebutuhan dana, dan kehilangan aset. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengakomodasi kebutuhan kelompok ini, beberapa perusahaan asuransi di Indonesia membuat produk yang memberikan perlindungan tetapi tidak memberatkan. Sasaran utamanya untuk sementara ini adalah wirausaha mikro. Sejauh ini, penawaran atau distribusi produknya melalui lembaga mikro yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Microfinance Innovation Center for Resources and Alternatives (MICRA) Indonesia mencatat, lembaga keuangan mikro cocok untuk menyebarkan produk asuransi . Alasannya, memiliki layanan langsung kepada masyarakat berupa produk atau jasa keuangan memiliki infrastruktur di masyarakat, memiliki pangsa pasar nasabah yang besar, dan dipercaya masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, menurut program manager MICRA Indonesia, Erlyn Shukmadewi, rendahnya pengetahuan tentang asuransi masih menjadi tantangan bagi penyebaran asuransi. Selain itu, produk asuransi &amp;nbsp;masih didominasi credit life atau asuransi bagi nasabah kredit di lembaga keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, baru sekitar 684.000 orang Indonesia yang menjadi nasabah asuransi . Jumlah ini sangat timpang dibandingkan dengan jumlah masyarakat kelompok menengah-bawah yang mencapai 28 juta orang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;T: Perlukah setiap orang mempunyai asuransi? Asuransi kesehatan seperti apa yang bagus dan sebaiknya dipilih?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;J: Menurut Jocelyn Pantastico, founder situs keuangan liveolive.com, sebaiknya seseorang mempunyai lebih dari  satu jenis asuransi karena setiap polis asuransi tidak mencakup semua hal. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan juga mengandalkan asuransi tempat Anda bekerja. Nyatanya, perusahaan juga hanya memberi perlindungan pada hal tertentu saja. Asuransi apa saja yang sebaiknya Anda miliki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;• Asuransi kesehatan. &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bentuk asuransi yang sangat penting untuk dimiliki pada usia berapa pun untuk mencegah pembayaran tagihan kesehatan dengan jumlah besar. Bahkan, jika Anda bekerja, tidak semua perusahaan memberikan jaminan kesehatan yang lengkap dan menanggung sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;• Asuransi jiwa.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Bertujuan untuk melindungi orang-orang terdekat jika Anda atau pemegang polis meninggal dunia. Besar nominalnya tergantung pada biaya langsung yang diberikan atas kematian seseorang dan besarnya kebutuhan untuk memenuhi beban keperluan rumah tangga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;• Asuransi cacat permanen/asuransi kecelakaan. &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebanyakan, di usia muda orang tidak berpikir bahwa ada kejadian buruk yang akan menimpa. Sayangnya, kecelakaan bisa saja terjadi ketika Anda sudah berada dalam usia tidak produktif nanti. Memiliki asuransi ini bisa membantu memberi sokongan dana sebagai bentuk pendapatan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;• Asuransi kendaraan.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sudah jelas manfaatnya bagi Anda yang memiliki kendaraan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk besarnya premi yang harus Anda bayarkan, tergantung pada apa yang Anda butuhkan. Teliti dulu sebelum menentukan di mana uang Anda harus dibayarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sudahkah Menyertakan si Kecil dalam Asuransi?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Sudah mengikutkannya dalam program prumed (asuransi kesehatan) dengan premi Rp350.000 per bulan. (@Dwi_PujiRahayu)&lt;br /&gt;- Sudah, dong! Premi per bulan Rp 600.000 rb sudah saya bayarkan sejak ia berusia 6 bulan. (@IraPuput)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bagaimana dengan anda :)&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/2536796355572826127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/2536796355572826127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2013/11/semua-orang-bisa-punya-asuransi.html' title='Semua Orang Bisa Punya Asuransi'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-cQvMfM02kCY/UnbdoS3RvdI/AAAAAAAAAeI/TFjpkS3t2aw/s72-c/Komik+Asuransi+1.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-4875286462191801868</id><published>2013-11-03T15:13:00.000-08:00</published><updated>2013-11-03T15:13:35.998-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asuransi Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asuransi Prudential"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dana Pendidikan Anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tabungan Pendidikan"/><title type='text'>Biaya Pendidikan Rata-rata Naik 20% Per tahun</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-5KjhD2muQEA/UnbX6BhX4UI/AAAAAAAAAd4/sca74c-ILrs/s1600/images.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-5KjhD2muQEA/UnbX6BhX4UI/AAAAAAAAAd4/sca74c-ILrs/s1600/images.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Biaya pendidikan rata-rata naik sekitar 20% per tahun. Belum lagi laju inflasi di Indonesia. “Inflasi untuk sekolah swasta di Indonesia sekitar 20% per tahun, dan 15% per tahun untuk universitas di Indonesia,” kata seorang konsultan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, bila inflasi diestimasikan sekitar 6% per tahun, maka dalam 9 tahun saja, total inflasi menjadi sebesar 54%. Jika saat ini biaya kuliah per semester di universitas negeri Rp 5 juta dengan uang pangkal sekitar Rp 20 juta, maka biaya kuliah yang harus Anda persiapkan untuk tahun 2020 menjadi sekitar Rp 107,8 juta (dengan perhitungan future value). Jika biaya buku perkuliahan dan alat tulis sekitar Rp 5 juta per semester, maka tambahkan lagi angka Rp 77 juta untuk biaya buku selama 10 semester. Belum lagi ongkos transportasi, uang makan, dan biaya hidup jika anak bersekolah di kota lain atau tinggal sendiri, anggap saja sekitar Rp 3,5 juta per bulan dan Anda mendapatkan perkiraan biaya hidup Rp 210 juta. Maka, total biaya untuk menyekolahkan si kecil di tahun 2020 menjadi Rp 400 juta. Itu berarti Anda perlu menyisihkan uang Rp 3,7 juta per bulan hingga 9 tahun ke depan! Dan, perhitungan ini hanya berlaku jika si kecil diterima di perguruan tinggi negeri. Jika Anda berencana menyekolahkannya di Perguruan Tinggi Swasta, angkanya bisa menjadi dua kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayangkan angka yang demikian fantastis, Anda mungkin merasa pesimistis bagaimana bisa membiayai kuliah si kecil kelak, bila saat ini saja tagihan kartu kredit Anda sudah menumpuk di meja. Untuk mendapatkan solusinya, kami bertanya kepada perencana keuangan keluarga untuk membantu Anda. Ini yang perlu Anda ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menghitung biaya pendidikan  &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rina N. Sandy, RFA dari Sarosa Consulting Group, ada tiga langkah utama yang perlu Anda ketahui secara pasti. &lt;strong&gt;“Langkah pertama adalah menentukan pilihan,” &lt;/strong&gt;ujar Rina. Pilihan di sini haruslah spesifik, Anda harus menentukan apakah si kecil kelak akan disekolahkan ke sekolah negeri atau swasta, di dalam atau di luar negeri, dengan standar mutu internasional atau nasional. &lt;strong&gt;“Menentukan secara persis pilihan sekolah bagi anak, bertujuan untuk mencari tahu berapa besar biaya sekolah dan uang pangkal saat ini.”&lt;/strong&gt; Lanjut Rina. Jangan lupakan juga biaya buku sekolah, seragam dan biaya hidup, apalagi jika sekolah yang dipilih berada di luar kota. Setelah Anda tahu persis pilihan sekolah dan total biaya yang dibutuhkan, maka langkah kedua adalah menentukan jangka waktu dan target biaya di masa depan. Jika saat ini si kecil berusia 3 tahun, maka Anda harus mulai berhitung kapan si kecil masuk TK, SD, SMP, SMU, dan universitas. Kemudian sesuaikan dengan dana yang harus dialokasikan setiap bulan agar jumlahnya cukup ketika si kecil memasuki jenjang pendidikan tersebut. Rina mengingatkan agar saat menghitung biaya, Anda tidak melupakan laju inflasi, normalnya sekitar 10% sampai 20%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghitung biayanya, ada rumus sederhana yang bisa Anda terapkan dengan menggunakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;future value : &lt;strong&gt;FV= PV. (1+r)n   &amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;FV atau future value adalah besarnya biaya di masa depan&lt;br /&gt;PV adalah nominal biaya sekolah saat ini&lt;br /&gt;r adalah besarnya bunga&lt;br /&gt;n adalah jangka waktu yang Anda butuhkan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jika masih bingung dalam menghitungnya, Anda bisa klik&lt;strong&gt;  &lt;a href=&quot;http://www.prudential.co.id/corp/prudential_in_id/needs/&quot;&gt;&quot;INSTRUMEN PERENCANAAN KEUANGAN PRUDENTIAL&quot;&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;untuk kalkulator future value online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda mendapatkan nominal perkiraan, misalnya Rp 400 juta, maka dalam jangka waktu sampai si kecil masuk kuliah, Anda sudah harus bisa menyiapkan sejumlah besar dana yang dibutuhkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, maka langkah ketiga –langkah yang paling penting– adalah menentukan penempatan dana sesuai dengan harapan hasil investasi yang bisa diterima di kemudian hari. Ada banyak pilihan yang bisa Anda lakukan, mulai dari tabungan pendidikan, asuransi, hingga investasi. Semuanya disesuaikan dengan jangka waktu dan kebutuhan Anda. Jika Anda berani menanggung risiko, Anda bisa mencoba memilih investasi di bursa saham yang akan memberikan hasil yang jauh lebih tinggi daripada deposito atau tabungan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menyimpan biaya kuliah &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Meski semua penasihat keuangan akan menyarankan Anda untuk mulai menabung biaya pendidikan di rekening tersendiri bagi setiap anak sedini mungkin, jangan khawatir jika setelah melakukan perhitungan, Anda merasa tidak akan bisa menabung dengan jumlah yang dibutuhkan tersebut sampai si kecil berusia 18 tahun. Sebagai gambaran, bila Anda mulai berinvestasi menggunakan reksadana pendapatan tetap setidaknya sekitar Rp 4 juta per tahun dengan bunga 10% per tahun sejak anak berusia setahun, maka saat si kecil masuk kuliah, Anda akan mendapatkan dana pendidikan sebesar Rp 182 juta. Meski nominal ini masih di bawah (misalnya) angka Rp 400 juta yang Anda butuhkan, dana ini tetap akan sangat membantu dibandingkan Anda tidak menyisihkan uang sama sekali.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana mendapatkan sisanya? Jika usia si kecil masih di bawah lima tahun, maka Anda masih memiliki banyak waktu untuk menyiapkan dana tersebut. Rina menyarankan Anda memilih instrumen investasi jangka panjang seperti reksadana ataupun tabungan pendidikan. Meski investasi ini memiliki risiko moderat hingga risiko tinggi, tapi hasil investasinya akan cukup tinggi dibandingkan menyimpan di tabungan atau deposito. Yang perlu Anda ingat jika memilih investasi jenis ini adalah Anda menyimpan untuk jangka waktu yang lama, bukan jangka pendek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ragu-ragu memilih berbagai jenis investasi, maka Rina juga menyarankan agar Anda mencari pekerjaan tambahan. “Ada banyak jenis pekerjaan tambahan yang bisa Anda lakukan, apalagi jika itu menjadi bagian dari hobi Anda,” jelas Rina. Misalnya, Anda pandai membuat kue kering dan kue ulang tahun, Anda bisa menawarkannya kepada rekan kerja atau ibu-ibu di taman bermain si kecil. Atau, jika Anda hobi menulis, Anda bisa menjadi kontributor media cetak.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, masih ada pilihan lain yang bisa membuat Anda menarik napas lega, universitas besar biasanya akan memberikan beasiswa bagi murid-murid yang berprestasi di sekolahnya. Dan, ini bukan hanya di bidang akademis. Universitas Pelita Harapan di Tangerang misalnya, memberikan beasiswa bagi anak-anak yang menonjol di bidang olahraga bola basket. Perguruan Tinggi Negeri juga menyediakan beasiswa bagi mahasiwanya yang memiliki nilai akademik tinggi. Bahkan perusahaan besar seperti Sampoerna Foundation, atau Yayasan Chevron Texaco dari Caltex, dan beberapa kedutaan besar di Indonesia, membuka bantuan beasiswa setiap tahunnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Anda merasa kewalahan mengatur keuangan dengan berbagai kebutuhan si kecil mulai dari popok, susu, baby sitter, hingga uang pangkal si kecil di kelompok bermain, memang berat membayangkan bagaimana Anda masih bisa menyisihkan sedikit uang ekstra dari gaji bulanan Anda untuk biaya pendidikan si kecil. Yang perlu Anda ingat bahwa saat anak-anak masih kecil, Anda belum berada pada posisi puncak karir dan pendapatan. Lima belas tahun dari sekarang, kemungkinan besar gaji Anda akan meningkat, dan biaya pengeluaran untuk kebutuhan bulanan anak juga semakin berkurang, dan Anda akan punya sisa gaji bulanan yang lebih besar untuk membantu membiayai kuliah anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melihat besarnya biaya dengan perspektif nyata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir, Rina menyarankan Anda untuk bersikap realistis. Jika memang kondisi keuangan keluarga belum bisa mencukupi kebutuhan tersier, maka Anda disarankan untuk menurunkan pilihan. “Menyekolahkan anak di perguruan tinggi ternama di Amerika mungkin menjadi cita-cita sebagian besar orang tua, tapi jika kondisi keuangan memang tidak mencukupi, daripada Anda terjebak hutang, lebih baik Anda menyekolahkannya di negeri sendiri”, jelas Rina. Anda memang tidak disarankan untuk meminjam uang ke bank untuk biaya kuliah anak. Mengapa? Karena akan sangat membebani secara finansial jika Anda harus membayar cicilan ditambah bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang juga perlu Anda ingat saat mengetahui betapa tingginya biaya kuliah: Besarnya biaya kuliah tersebut adalah proyeksi perkiraan biaya masa depan berdasarkan apa yang terjadi saat ini. Tapi, para ahli beranggapan bahwa biaya pendidikan tinggi semakin lama semakin menggila sehingga kemungkinan besar masih akan dikaji ulang sebelum si kecil yang kini berusia 2 tahun lulus dari SMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini memang tidak ada cara pasti untuk memerkirakan seperti apa gambaran biaya kuliah lima belas tahun lagi. Namun Anda bisa membangun awal yang baik dengan merencanakannya secara bijak dan menyisihkan uang sebanyak yang Anda bisa, serta berusaha untuk tidak terlalu panik memikirkan tingginya angka untuk biaya kuliah si kecil kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Simpan Lebih Banyak Uang Tanpa Beban&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tip #1&lt;/strong&gt; Meski Rina N Sandy menyarankan Anda untuk berinvestasi, dia mengharuskan Anda untuk menomorsatukan tabungan. Meski hanya sebesar Rp 350 ribu per bulan, usahakan untuk selalu menyimpannya dengan cara membuka rekening tabungan pendidikan tersendiri untuk masing-masing anak. Bunganya memang tidak besar, tapi uang tersebut akan sangat  membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tip #2 &lt;/strong&gt;Margaret Atkins Munro, pengarang buku 529 &amp;amp; Other College Saving Plans for Dummies, menyarankan agar Anda menghindari biaya uang sekolah kelompok bermain si kecil dengan memasukkannya ke kelompok bermain atau taman kanak-kanak milik pemerintah. Jika Anda memasukkan si kecil ke kelompok bermain yang dikelola swasta, besarnya uang pangkal bisa mencapai Rp 4 juta hingga belasan juta. Tapi, jika Anda memasukannya di taman kanak-kanak negeri, biayanya tidak terlalu besar sehingga sisanya bisa Anda simpan untuk membiayai kuliahnya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tip #3&lt;/strong&gt; Simpan uang koin di celengan. Jika Anda hanya membelanjakan uang kertas dan menyimpan semua koin Anda di celengan, tanpa terasa, Anda bisa menyimpan cukup banyak uang dalam setahun. Ajak si kecil menabung koin-koin tersebut di bank dan Anda akan membantunya mengenal nilai uang dan perhitungan matematika sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tip #4 &lt;/strong&gt;Minta nenek dan kakek untuk membantu. Bicarakan dengan jujur kepada kedua orang tua Anda dan juga mertua mengenai tingginya biaya kuliah. Lalu, sarankan untuk mengurangi jumlah hadiah yang biasa mereka berikan kepada si kecil, dan sebaliknya, minta mereka untuk mengganti hadiah tersebut dengan uang yang bisa langsung mereka transfer ke rekening pendidikan anak. Anak Anda tidak akan menyadari jika dia tidak mendapatkan boneka atau mainan sebanyak tahun lalu. Tapi sumbangan uang yang diakumulasi selama 15 tahun, meski hanya sedikit, akan sangat membantu.&lt;em&gt;(Sumber : http://www.parentsindonesia.com)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/4875286462191801868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/4875286462191801868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2013/11/biaya-pendidikan-rata-rata-naik-20-per.html' title='Biaya Pendidikan Rata-rata Naik 20% Per tahun'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-5KjhD2muQEA/UnbX6BhX4UI/AAAAAAAAAd4/sca74c-ILrs/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-195773672967550662</id><published>2013-10-27T06:18:00.000-07:00</published><updated>2013-10-27T06:18:15.905-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dana Pendidikan Anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dana Pensiun"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manfaat Asuransi Kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pentingnya Asuransi Jiwa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Mengelola Keuangan"/><title type='text'>Tips Keuangan Bagi Pasangan Yang Baru Menikah</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-ERIrRk9oVWk/Um0NQi11zrI/AAAAAAAAGqw/_BmnI-aH9_8/s1600/images.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-ERIrRk9oVWk/Um0NQi11zrI/AAAAAAAAGqw/_BmnI-aH9_8/s1600/images.jpeg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Anda baru saja menikah? Selamat ya! Setelah pesta pernikahan yang besar, kehidupan sesungguhnya menanti di hadapan Anda. Nah, supaya urusan merger finansial berjalan lancar. Simak tips keuangan dari Perencana Keuangan detikFinance dan penulis berikut ini :&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Tentukan pola pengaturan keuangan dalam rumah tangga.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dan pasangan harus sepakat seperti apa bentuk pengaturannya. Secara umum, yang paling mudah adalah mengatur penghasilan dan pengeluaran tergabung. Alternatif lain, masing-masing tentukan akan berkontribusi berapa ke dalam rumah tangga, dan sisanya bisa digunakan untuk pos pengeluaran pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Membuat rencana pengeluaran yang baru.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaji bulanan boleh lho dihabiskan! Asalkan semua pos pengeluaran mendapatkan porsi yang seimbang. Berikut contoh untuk penghasilan gabungan sebesar Rp 10 juta setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Jumlah Pendapatan Rp 10.000.000&lt;br /&gt;Gaji Anda Rp 5.000.000&lt;br /&gt;Gaji Pasangan Rp 5.000.000 &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jumlah Pengeluaran Rp 10.000.000&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tabungan &amp;amp; Investasi Rp 1.000.000&lt;br /&gt;Rutin bulanan Rp 4.000.000&lt;br /&gt;Transportasi Rp 1.000.000&lt;br /&gt;Pembayaran Cicilan utang Rp 3.000.000&lt;br /&gt;Gaya Hidup Rp 1.000.000  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KAPASITAS ARUS KAS BEBAS 0&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Mempersiapkan dana darurat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pasangan muda, memiliki dana darurat menjadi semakin penting. Pastikan, Anda mulai mengumpulkan dana darurat di tabungan terpisah dengan target minimal mencapai 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Terutama jika anda berencana memiliki anak, tentunya tabungan darurat yang berbentuk tabungan pendidikan anak pun wajib diikutsertakan dalam daftar rencana dana darurat anda. Jangan sampai jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan nanti, anak-anak anda tidak mampu melanjutkan pendidikannya setinggi yang kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Membuka rekening investasi untuk dana pensiun&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sarankan Anda untuk membeli reksadana saham sebanyak Rp 500 ribu setiap bulan untuk keperluan dana pensiun. Namun akan lebih baik jika akan membuka rekening untuk keperluan dana pensiun dengan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada perencana keuangan. Pilihlah perencana keuangan yang tepat dan handal yang mampu membantu anda mempersiapkan berapa besar dana yang kira-kira diperlukan untuk persiapakan dana pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Evaluasi kebutuhan proteksi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sudah menikah, pastikan pasangan yang bergantung hidupnya kepada Anda mendapatkan perlindungan dalam bentuk asuransi jiwa. Semakin lama, mereka yang masih tabu akan memiliki asuransi jiwa mulai memikirkan kembali masak-masak tentang pentingnya memiliki perlindungan. Para pegawai negeri yang cerdas, tidak lagi berpikir bahwa mereka sudah memiliki asuransi kesehatan maupun jamsostek sebagai asuransi jiwa mereka. Ingatlah bahwa asuransi kesehatan dan jamsostek hanya dapat diklaim selama anda menjadi pekerja dan apabila anda anda sudah berhenti maupun pensiun, dana yang terkumpul di asuransi kesehatan maupun jamsostek sekalipun tidak diambil selama bekerja, tidak akan mampu menjamin masa pensiun maupun dana berkelanjutan bagi keluarga anda terpenuhi, sehingga asuransi jiwa sangat dianjurkan untuk dimiliki.&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/195773672967550662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/195773672967550662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2013/10/tips-keuangan-bagi-pasangan-yang-baru.html' title='Tips Keuangan Bagi Pasangan Yang Baru Menikah'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-ERIrRk9oVWk/Um0NQi11zrI/AAAAAAAAGqw/_BmnI-aH9_8/s72-c/images.jpeg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7305748250155393359.post-2442742954362285817</id><published>2013-10-27T06:16:00.001-07:00</published><updated>2013-10-27T06:16:41.253-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Investasi dan Proteksi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mengapa Harus Menabung ?"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Rencana Masa Depan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Mengelola Keuangan"/><title type='text'>Tips Menghemat Pengeluaran Anda Dalam Sepekan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-Z8fCFmkDtX8/Um0AQzPozAI/AAAAAAAAGqg/eNyXBRoPLx0/s1600/managing-income-and-expenses-c.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-Z8fCFmkDtX8/Um0AQzPozAI/AAAAAAAAGqg/eNyXBRoPLx0/s1600/managing-income-and-expenses-c.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kebiasaan boros adalah hal sepele, tapi sebenarnya bisa merusak kondisi keuangan Anda dalam jangka panjang. Tidak sulit jika Anda ingin mulai berhemat, yang utama adalah niat terlebih dahulu. Berikut ini tips-tips yang dapat membantu mengurangi pengeluaran Anda minggu ini tanpa membuat pengorbanan besar atau menghabiskan waktu Anda seperti dikutip dari &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://finance.detik.com/&quot;&gt;finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Menghemat Uang Tanpa Mengubah Gaya Hidup Anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa mengurangi pengeluaran Anda dalam seminggu, maka perlu pengelolaan secara positif, baik itu karena kebutuhan atau pun keinginan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&quot;Entah Anda seorang yang pandai mengelola uang atau tidak. Gunakan pikiran Anda dan bersenang-senanglah dengan uang Anda,&quot; &lt;/i&gt;kata Sharon Lechter, kontributor buku CPA dari American Institute.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&quot;Bijaklah dalam menyimpan uang, dan luangkan waktu untuk bersenang-senang.&quot;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;2. Susun Anggaran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Sebelum mengambil tindakan, duduk dulu sebentar dan cari tahu apa yang harus Anda lakukan untuk membuat anggaran, kemudian prioritaskan pengeluaran Anda.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&quot;Membuat anggaran adalah hal yang paling penting yang bisa Anda lakukan karena Anda yang paling tahu di mana harus menggunakan uang Anda dan pos-pos mana yang pengeluarannya harus dipotong,&quot;&lt;/i&gt; kata Meg Favreau, editor senior Wisebread.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Harus Pintar dalam Membuat Daftar Belanja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menempel daftar belanjaan akan membuat Anda cenderung untuk membeli barang-barang sesuka hati dan melupakan item yang justru diperlukan, yang keduanya dapat dengan cepat menghabiskan uang Anda dalam seminggu. &lt;i&gt;&quot;Anda juga bisa menghemat uang untuk (pengeluaran) gas karena Anda tidak akan melakukan banyak perjalanan ke toko,&quot;&lt;/i&gt; kata Cameron Huddleston, kontributor editor Kiplinger.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Belanja Cerdas di Supermarket&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Favreau mengatakan, cobalah untuk mengurangi daftar belanjaan Anda. Namun, jika Anda perlu untuk berbelanja di supermarket, jangan sampai &#39;lapar mata&#39; dan cobalah untuk bisa kompromi dengan keinginan Anda. &lt;i&gt;&quot;Cari alternatif untuk barang-barang mahal di daftar Anda,&quot;&lt;/i&gt; kata Huddleston. &lt;i&gt;&quot;Jika Anda menyukai makanan organik, pertimbangkan untuk membeli hanya makanan organik.&quot;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Bawa Bekal Makan Siang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun mungkin ini bukan pilihan yang menarik, namun membawa bekal makan siang dapat menghemat pengeluaran Anda daripada harus mengeluarkan uang setiap hari. Untuk menambah variasi, coba ajaklah rekan kerja Anda untuk sama-sama melakukan hal yang sama. Misalkan, untuk hari ini siapa yang bertugas membawa bekal makan siang, yang nantinya bisa dimakan bersama-sama untuk semua, hari berikutnya bergantian.&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&quot;Anda akan menghemat uang, makan sehat dan bersenang-senang pada saat yang sama,&quot; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;kata Lechter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Beli Barang Bekas yang Kondisinya Masih Layak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat menyimpan banyak uang dengan berbelanja di toko barang seken (bekas), obral, atau bahkan di Craigslist dan eBay. &lt;i&gt;&quot;Berhenti berpikir bahwa semua yang Anda beli harus baru,&quot; &lt;/i&gt;kata Huddleston. &lt;i&gt;&quot;Dan hanya karena Anda membeli barang seken bukan berarti Anda membeli sampah.&quot;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Kurangi Berkendara, Perbanyak Bersepeda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua orang bisa mengurangi kebiasaan berkendara, sehingga fokus untuk bisa membuat kompromi yang masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&quot;Banyak orang tidak bisa bersepeda ke mana-mana karena kemacetan panjang,&quot; &lt;/i&gt;kata Favreau.&lt;i&gt; &quot;Tapi itu tidak berarti Anda tidak dapat menggunakan sepeda untuk sampai ke lokasi. Anda tidak hanya akan menghabiskan lebih sedikit bensin tetapi Anda juga mendapatkan lebih banyak olahraga.&quot;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. Hemat Energi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Hubungi penyedia internet dan TV kabel Anda untuk melihat apakah bisa dapat tagihan yang lebih rendah. Jika tidak, pertimbangkan untuk mengurangi atau menghentikan layanan tersebut. Untuk menekan biaya pengeluaran, Anda bisa kurangi penggunaan AC dan sering-sering mematikan semua lampu dan peralatan yang tidak terpakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. Menabunglah Sebelum Menggunakan Uang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika gajian, jangan bergegas ke toko untuk belanja, pertimbangkan manfaat jangka panjang dengan mengurangi pengeluaran Anda hari ini.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&quot;Cara lain untuk mengurangi pengeluaran adalah dengan mengadopsi mentalitas dengan menabung,&quot; &lt;/i&gt;kata Schrage. &lt;i&gt;&quot;Apakah Anda menyimpan uang dalam rekening tabungan terpisah, dana darurat atau tabungan pensiun, buat daftar tepat sebelum Anda menghabiskan uang di luar kebutuhan.&quot;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. Membangun Kebiasaan Baik Untuk Masa Depan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangkan untuk bisa melakukan perubahan secara langsung dari kebiasaan Anda untuk jangka panjang agar bisa menekan pengeluaran Anda.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&quot;Jangan katakan tidak untuk semuanya karena Anda jauh lebih mungkin untuk menyerah jika itu terjadi,&quot; &lt;/i&gt;kata Favreau. &lt;i&gt;&quot;Hidup hemat bukan tentang menunda untuk bisa memiliki barang-barang yang diinginkan, ini adalah tentang bagaimana mengurangi pengeluaran untuk bisa digunakan pada hal-hal yang memang penting.&quot;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/2442742954362285817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7305748250155393359/posts/default/2442742954362285817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.prudential-bandung.com/2013/10/tips-menghemat-pengeluaran-anda-dalam.html' title='Tips Menghemat Pengeluaran Anda Dalam Sepekan'/><author><name>Hadi Kurnia</name><uri>https://plus.google.com/103686013745939686128</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh3.googleusercontent.com/-7mchQid3UGU/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAABuM/V5sgHf1kGhU/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-Z8fCFmkDtX8/Um0AQzPozAI/AAAAAAAAGqg/eNyXBRoPLx0/s72-c/managing-income-and-expenses-c.jpg" height="72" width="72"/><gd:extendedProperty name="commentSource" value="1"/><gd:extendedProperty name="commentModerationMode" value="FILTERED_POSTMOD"/></entry></feed>