<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>PUTRA SANG PEJUANG</title><link>http://putrasangpejuang.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/PutraSangPejuang" /><description>Dimana ada kehidupan di situ ada perjuangan.....</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</managingEditor><lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 00:52:43 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">95</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="putrasangpejuang" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Dimana ada kehidupan di situ ada perjuangan.....</itunes:subtitle><feedburner:emailServiceId>PutraSangPejuang</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><title>Alasan Adanya Saku Kecil Pada Celana Jeans</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/1AXfjv1Yt0U/alasan-adanya-saku-kecil-pada-celana.html</link><category>Rubrik Copy Paste</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Sun, 21 Aug 2011 20:14:32 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-4463661649888296113</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cMGPt-MLTGQ/TlHJZuhb3eI/AAAAAAAAATE/SjH3ACRsPek/s1600/gayahidup-saku_jins.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://1.bp.blogspot.com/-cMGPt-MLTGQ/TlHJZuhb3eI/AAAAAAAAATE/SjH3ACRsPek/s200/gayahidup-saku_jins.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah tidak terlintas kenapa celana jeans selalu ada saku kecil di  bagian sebelah kanannya? Selintas saku kecil ini tak ada fungsinya  selain hanya tempelan untuk menambah aksentuasi gaya pemakainya, atau  mungkin ciri khas celana jeans. Namun, dari saku imut-imut inilah  sebenarnya bisa dibaca sejarah celana yang dipopulerkan oleh Levi  Strauss tahun 1880 ini, delapan tahun setelah jeans masuk ke Amerika  Serikat (AS) tahun 1872.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai jenis tekstil, jeans pertama kali dibuat di Genoa, Italia tahun  1560-an. Kain celana ini biasa dipakai oleh angkatan laut. Orang Prancis  menyebut celana ini dengan sebutan "bleu de Génes", yang berarti biru  Genoa. Meski tekstil ini pertama kali diproduksi dan dipakai di Eropa,  tetapi sebagai fashion, jeans dipopulerkan di AS oleh Levi Strauss,  seorang pemuda berusia dua puluh tahunan yang mengadu peruntungannya ke  San Francisco sebagai pedagang pakaian. Ketika itu, AS sedang dilanda  demam emas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, sampai di California semua barangnya habis terjual, kecuali  sebuah tenda yang terbuat dari kain kanvas. Kain kanvas ini dipotongnya  dan dibuatnya menjadi beberapa celana yang dijual pada para pekerja  tambang emas. Dan ternyata para pekerja menyukainya karena celana buatan  Strauss tahan lama dan tak mudah koyak. Merasa mendapat peluang,  Strauss menyempurnakan "temuannya" dengan memesan bahan dari Genoa yang  disebut "Genes", yang oleh Strauss diubah menjadi "Blue Jeans".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sinilah para penambang tambah menyukai celana buatan Strauss dan  "menobatkan" celana itu sebagai celana resmi para penambang. Para  penambang emas itu menyebut celana Strauss dengan "those pants of  Levi`s" atau "Celana Si Levi". Sebutan inilah yang mengawali merek  dagang pertama celana jeans pertama di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naluri bisnis Strauss yang tajam membuatnya mengajak pengusaha sukses  Jakob Davis untuk bekerja sama, dan pada tahun 1880 kerja sama itu  melahirkan pabrik celana jeans pertama. Dan produk desain mereka yang  pertama adalah "Levi`s 501".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produk desain pertama memang dikhususkan bagi para penambang emas.  Celana ini memiliki 5 saku, 2 di belakang dan 2 di depan, dan 1 saku  kecil dalam saku depan sebelah kanan. Karena diperuntukkan bagi para  penambang, saku ini tentu bukan untuk bergaya-ria. Tetapi saku imut-imut  ini dirancang untuk menyimpan butiran-butiran emas yang berukuran  kecil. Meski kini jeans diproduksi dalam berbagai merek dan bukan hanya  untuk para penambang, tetapi saku imut-imut itu tetap ada. Tentu saja  fungsinya bukan sebagai tempat menyimpan butiran emas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=175339"&gt;http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=175339&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-4463661649888296113?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-22T10:14:32.104+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/-cMGPt-MLTGQ/TlHJZuhb3eI/AAAAAAAAATE/SjH3ACRsPek/s72-c/gayahidup-saku_jins.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">10</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2011/08/alasan-adanya-saku-kecil-pada-celana.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pesan Pempek Palembang Melalui Putra Sang Pejuang, Dikirim Langsung dari Palembang</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/NeaxX0T20Lc/pesan-pempek-palembang-melalui-putra.html</link><category>Jual Pempek Online</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Fri, 12 Aug 2011 19:12:30 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-6023505141978122499</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BD8agL_e15M/TkXdEKn6AiI/AAAAAAAAATA/ybEYa-kQ2CM/s1600/lenjer-besar.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-BD8agL_e15M/TkXdEKn6AiI/AAAAAAAAATA/ybEYa-kQ2CM/s1600/lenjer-besar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Assalamu'alaikum, rekan blogger dimanapun berada. Sekarang blog Putra Sang Pejuang, menyediakan layanan pemesanan pempek asli Palembang secara online. Bagi wong Plembang perantauan yang rindu dengan kelezatan pempek Palembang atau pun sobat-sobat blogger semua dimanapun berada di wilayah Republik Indonesia yang ingin mencicipi nikmatnya makan pempek, kami akan mengirimkan langsung dari kota tercinta Palembang, tunggu informasi kami selanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-6023505141978122499?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-13T09:12:30.078+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-BD8agL_e15M/TkXdEKn6AiI/AAAAAAAAATA/ybEYa-kQ2CM/s72-c/lenjer-besar.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">11</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2011/08/pesan-pempek-palembang-melalui-putra.html</feedburner:origLink></item><item><title>Renungan.......</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/S9D3ZHA2Q1U/renungan.html</link><category>Kata Bermakna</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Wed, 13 Jul 2011 22:32:47 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-7611966312507351143</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-lbN-wN53_GQ/Th5_B2IxxuI/AAAAAAAAAS0/ZSzpbb1n5V8/s1600/parabola-alam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-lbN-wN53_GQ/Th5_B2IxxuI/AAAAAAAAAS0/ZSzpbb1n5V8/s200/parabola-alam.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="font-family: inherit; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Rasa  kantuk, buang air kecil dan besar merupakan nikmat tak terhingga yang  diberikan Allah SWT pada kita mengalahkan harta termahal sekalipun....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-7611966312507351143?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-14T12:32:47.600+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-lbN-wN53_GQ/Th5_B2IxxuI/AAAAAAAAAS0/ZSzpbb1n5V8/s72-c/parabola-alam.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2011/07/renungan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Antara From Zero to Hero dan From Hero to Zero</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/k6lq2tPFqG4/from-zero-to-hero-dan-from-hero-to-zero.html</link><category>Kisah Inspiratif</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Thu, 28 Apr 2011 07:22:26 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-1981268705297672742</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2CSTd4RoMC8/Tbl2TXsTH2I/AAAAAAAAASc/RSeJLk0ExAE/s1600/duel-briptu-norman-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="290" src="http://4.bp.blogspot.com/-2CSTd4RoMC8/Tbl2TXsTH2I/AAAAAAAAASc/RSeJLk0ExAE/s320/duel-briptu-norman-2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Assalamu'alaikum, sobat blogger di seantero Nusantara tercinta. Sudah hampir setengah tahun blog kesayangan ini "terlantar" gak terurus, mungkin kalo blog ini manusia pasti sudah ngambek nggak mau diposting lagi...he...he... maafkan aku blog ! maafkan aku sobat semua yang gak bosen-bosennya mengunjungi atau sekedar mengintip isi blog sederhana ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Baiklah, agar ide menulis yang hampir beku ini gak terus menjadi es batu, saya akan menulis apa saja yang melintas di pikiran.....he...he.... oh ya ! baru-baru ada konser Justin Bieber di Indonesia yang begitu heboh dan meriah oleh histeria penggemar beratnya, ada pula Briptu Norman yang begitu memikat dengan lypsinc lagu India nya, kalo dipikir-pikir begitulah cara Tuhan memberi 'ujian' pada manusia, mereka berdua diuji dengan kepopuleran yang tak mereka duga sebelumnya. Ada pula orang yang diuji dengan fitnah yang sangat kejam. Semua datang dalam sekejap istilah kerennya from zero to hero dan sebaliknya from hero to zero.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk kesempatan ini sepertinya saya tak akan berpanjang lebar untuk buat postingan.....he...he... namanya juga masih 'pemanasan', disamping bikin postingan ini saya juga mau upload sedikit coretan khayalan saya tentang Justin Bieber dan Briptu Norman yang mendadak terkenal itu, silahkan dinikmati....Wassalam...&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-1981268705297672742?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-28T21:22:26.248+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-2CSTd4RoMC8/Tbl2TXsTH2I/AAAAAAAAASc/RSeJLk0ExAE/s72-c/duel-briptu-norman-2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">13</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2011/04/from-zero-to-hero-dan-from-hero-to-zero.html</feedburner:origLink></item><item><title>Foto Unik Idul Adha (Dimanapun Tempatnya yang Penting Ibadah)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/aY-y0k5yRnA/foto-unik-idul-adha-dimanapun-tempatnya.html</link><category>Foto Unik</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Fri, 19 Nov 2010 21:29:27 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-8244319821314248526</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Assalamu'alaikum Sobat Blogger semua. Bingung gak ada ide postingan, iseng jalan-jalan ke media online akhirnya mampir di &lt;a href="http://www.sripoku.com/view/52734/salat_idul_adha_warga_muhammadiyah_palembang"&gt;www.sripoku.com&lt;/a&gt;, sambil baca-baca halaman demi halaman eh nyangkut di liputan tentang pelaksanaan sholat Idul Adha 1431 H di halaman SD Muhammadiyah Balayudha Palembang (he....he...kebetulan tempat saya cari sesuap nasi). Wah foto-fotonya unik en menarik (dilihat dari keterangan pada foto nama fotografernya Sudarwan). Nih, saya bagi-bagi buat sobat yang mau ngeliat macam-macam gaya sholat di lahan yang terbatas. Setahu saya halaman SD Muhammadiyah lumayan luas, tapi berhubung jamaah sholat membludak terpaksa yang gak kebagian tempat ngeluber kemana-mana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Foto Pertama:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TOdXvH6I3gI/AAAAAAAAASA/e4U3tUQH6sg/s1600/SALAT4.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TOdXvH6I3gI/AAAAAAAAASA/e4U3tUQH6sg/s1600/SALAT4.JPG" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;he....he....ini bukan karena beda mahzab atau aliran bro. Hanya dibedakan aliran parit yang kebetulan gak begitu bersih. Coba lihat ke arah belakang, ada juga sebagian jamaah yang sholat di posisi yang lebih tinggi di atas jembatan penyeberangan, ini juga gak ada hubungannya dengan tingkat keimanan jamaah tersebut he....he....&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Foto Kedua&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TOdZxRYhk7I/AAAAAAAAASE/CSYQwmGcyU8/s1600/SALAT2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TOdZxRYhk7I/AAAAAAAAASE/CSYQwmGcyU8/s1600/SALAT2.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TOdZ0gr1PWI/AAAAAAAAASI/lgoxDa66n7w/s1600/SALAT1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TOdZ0gr1PWI/AAAAAAAAASI/lgoxDa66n7w/s1600/SALAT1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Sholat di sela-sela mobil yang sedang di parkir, jamaah ini bukan takut kendaraannya hilang dicuri atau meng-agungkan materi.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Foto Ketiga&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TOdaoDYuk8I/AAAAAAAAASM/G0qEPcpCQ28/s1600/sholat+id.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TOdaoDYuk8I/AAAAAAAAASM/G0qEPcpCQ28/s1600/sholat+id.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Nah, ada pula ibu-ibu yang terpaksa sholat di dalam halte busway (Trans Musi), aman dan nyaman terlindung dari hujan dan panas.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Foto Keempat&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TOdbS36u-JI/AAAAAAAAASQ/lTFiDtTbYw8/s1600/SALAT3.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TOdbS36u-JI/AAAAAAAAASQ/lTFiDtTbYw8/s1600/SALAT3.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Bapak-bapak ini termasuk 'umat manusia' yang beruntung he....he.... mereka mendapatkan 'tempat yang layak' untuk melaksanakan sholat Idul Adha di halaman sekolah, shaf terdepan.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;Terlepas dari semua ini, dimanapun tempat mereka melaksanakan sholat, semangat mereka untuk beribadah harus diacungi jempol. Mudahan-mudahan sholat mereka mendapat balasan pahala dari Allah SWT. Amin Ya Robbal Alamin&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-8244319821314248526?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-20T12:29:27.109+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TOdXvH6I3gI/AAAAAAAAASA/e4U3tUQH6sg/s72-c/SALAT4.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">48</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/11/foto-unik-idul-adha-dimanapun-tempatnya.html</feedburner:origLink></item><item><title>Benteng Kuto Besak, Benteng Hebat Karya Warga Lokal</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/6-Xg1tw9SKU/benteng-kuto-besak-benteng-hebat-karya.html</link><category>Wisata</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Thu, 11 Nov 2010 19:36:13 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-5121001650015941230</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TNy19dxF39I/AAAAAAAAAR8/AHAYliDMmeE/s1600/bkb.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TNy19dxF39I/AAAAAAAAAR8/AHAYliDMmeE/s200/bkb.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;Assalamu'alaikum&amp;nbsp; sobat blogger semua. Baru-baru ini Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan baru saja terpilih untuk menjadi tuan rumah bersama SEA GAMES 2011 mendampingi ibukota Jakarta. Beberapa hari yang lalu, Gubernur, Bapak Alex Noerdin beserta jajarannya sudah meresmikan dimulainya hitung mundur menjelang pelaksanaan SEA GAMES Palembang. Tentunya bagi kota Palembang, dengan ditunjuknya sebagai host pesta olahraga Asia Tenggara tersebut untuk pertama kali akan memicu pembangunan di segala sektor dan yang tak kalah pentingnya sarana infrastruktur di kota kami akan ditambah dan disempurnakan lagi. Mudah-mudahan juga event ini dapat membangkitkan ekonomi masyarakat menengah ke bawah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;Baiklah,kali ini saya akan menampilkan salah satu potensi wisata sekaligus aset sejarah yang sangat penting bagi kota Palembang yaitu Benteng Kuto Besak. Benteng yang mengiringi hebatnya perjuangan rakyat Palembang dalam mengusir penjajah dari bumi Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bangunan ini dibangun selama 17 tahun di mulai pada tahun 1780 dan diresmikan pemakaiannya pada hari senin tanggal 21 Februari 1797. Pemprakarsa pembangunan benteng ini adalah Sultan Mahmud Badaruddin I (1724 - 1758) dan pembangunannya dilaksanakan oleh Sultan Mahmud Badaruddin, sebagai pengawas pembangunan dipercayakan kepada orang-orang China.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Benteng Kuto Besak Palembang mempunyai ukuran panjang 188,75 meter, lebar 183,75 meter dan tinggi 9,99 meter (30 kaki) serta tebal 1,99 meter (6 kaki). Di setiap sudutnya terdapat bastion(baluarti) bastion yang terletak disudut barat laut bentuknya berbeda dengan tiga bastion lainnya. Tiga bastion yang sama tersebut merupakan ciri khas bastion Benteng Kuto Besak, di sisi timur , selatan dan barat terdapat pintu masuk lainnya disebut lawang buritan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Suatu kebanggaan bagi wong Palembang bahwa Benteng Kuto Besak merupakan satu-satunya benteng yang berdinding batu dan memenuhi syarat perbentengan / pertahanan yang dibangun atas biaya sendiri untuk keperluan pertahanan dari serangan musuh bangsa Eropa dan tidak diberi nama pahlawan Eropa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sekarang, di pelataran benteng yang terletak di tepi sungai Musi ini dibangun semacam plaza dimana berbagai aktivitas warga berkumpul dan melepaskan penat sambil menikmati pemandangan indah sungai Musi dan Jembatan Ampera. Sering juga dipakai untuk pergelaran budaya dan show artis top lokal maupun Ibukota.Penasaran? datang deh ke Palembang sekarang juga atau saat SEA GAMES diadakan nanti. Happy Blogging &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-5121001650015941230?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-12T10:36:13.939+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TNy19dxF39I/AAAAAAAAAR8/AHAYliDMmeE/s72-c/bkb.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">24</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/11/benteng-kuto-besak-benteng-hebat-karya.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kuliner Bandung 'menguasai' Palembang</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/2ax4a_sYE0s/kuliner-bandung-menguasai-palembang.html</link><category>Resep Masakan Khas</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Tue, 02 Nov 2010 00:52:17 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-2630989793090795604</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TM_DEVvGG7I/AAAAAAAAAR4/lM5Ks7_DOo0/s1600/gerobak+roti+bakar+bandung.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TM_DEVvGG7I/AAAAAAAAAR4/lM5Ks7_DOo0/s1600/gerobak+roti+bakar+bandung.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Assalamu'alaikum sobat blogger semua. Kata-kata Pray for Indonesia terpampang dimana-mana, di blog sobat, di status FB dan di layar kaca. Pastilah ungkapan tersebut sangat pas ketika negeri ini di'berikan' Allah kepercayaan untuk menerima ujian berupa bencana. Banjir bandang di Wasior Papua,gempa dan Tsunami di Mentawai yang hampir bersamaan dengan batuknya Gunung Merapi. Do'a ku buat saudara semua agar diberi ketabahan lahir dan batin. Yah, lagi-lagi hanya ucapan klise seperti ini yang dapat kusumbangkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nah, sedikit ucapan keprihatinan sudah disampaikan, sekarang giliran untuk fokus pada postingan. Hmm, setiap pulang kerja melewati pasar dan di pusat jajanan di kotaku (mungkin kota sobat juga) ada hal yang menarik perhatian yaitu maraknya penjual makanan, entah itu makanan ringan atau makanan berat....he...he yang nama produknya diembel-embeli nama 'Bandung' apakah itu roti bakar, Somay dan Batagor, Martabak, Sop Buah dan banyak lagi. Memang sih, setahu saya Bandung merupakan salah satu pusat industri kreatif di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk urusan kreatif, kami orang Palembang memang harus banyak belajar dengan kota-kota di Jawa khususnya Bandung. Jempol dah buat mereka, banyak trend baik itu busana, kuliner atau kreativitas yang lain sumbernya berasal dari Bandung. Untuk makanan, seperti yang saya bilang di kotaku mulai dari pusat kota sampai pinggiran kota, bertebaran makanan-makanan khas yang berasal dari Bandung.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut pengamatanku, banyak pedagang tersebut yang asli berasal dari Jawa Barat tapi banyak juga penduduk lokal yang 'ngaku-ngaku' dari Bandung he....he.... padahal kami orang Palembang punya juga kuliner kebanggaan seperti Pempek yang legendaris itu, tekwan, model dan lain-lain. Tapi tentunya, kekhawatiran kami akan maraknya kuliner dari Bandung gak separah masuknya barang impor dari Cina yang membanjiri negara kita. Kuliner Bandung kan buatan bangsa sendiri, saudara kita juga. Apalagi wong Plembang banyak yang suka en tergila-gila lho sama roti bakar Bandung dan sejenisnya. Hitung-hitung berbagi rezeki dan kesempatan. Semoga makanan khas Palembang dan kuliner dari Bandung dapat saling melengkapi kekayaan kuliner di kota kami. Bravo Kuliner Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-2630989793090795604?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-02T14:52:17.566+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TM_DEVvGG7I/AAAAAAAAAR4/lM5Ks7_DOo0/s72-c/gerobak+roti+bakar+bandung.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">16</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/11/kuliner-bandung-menguasai-palembang.html</feedburner:origLink></item><item><title>Sejarah Pempek Palembang</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/gvykeDotSi8/sejarah-pempek-palembang.html</link><category>Resep Masakan Khas</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Thu, 21 Oct 2010 05:09:39 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-8219284231414953183</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TMAtXhgXgqI/AAAAAAAAAR0/cub3kO2v2Os/s1600/pempek+palembang.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TMAtXhgXgqI/AAAAAAAAAR0/cub3kO2v2Os/s1600/pempek+palembang.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Assalamu'alaikum ! Apa kabar sobat blogger semua, mudah-mudahan kesehatan serta kesuksesan menaungi kita semua. Amin Ya Robbal Alamin. Pada postingan kali ini, saya ingin mengetengahkan makanan khas wong Palembang yang sangat diminati bukan hanya penduduk lokal tapi sampai keluar daerah dan mancanegara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin banyak yang belum tahu sejarah makanan khas yang terkenal dari Palembang, Pempek. Dibalik kegurihannya tersimpan sejarah yang unik.&lt;span&gt;Menurut sejarahnya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pempek&lt;/span&gt; telah ada di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Palembang&lt;/span&gt; sejak masuknya perantau&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Cina&lt;/span&gt; ke &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Palembang&lt;/span&gt;, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;empek-empek&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pempek&lt;/span&gt; diyakini berasal dari sebutan “&lt;span style="color: red; font-family: trebuchet ms; font-size: 130%; font-weight: bold;"&gt;apek&lt;/span&gt;“, yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;
Berdasar cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi. Hasil tangkapan itu belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Si apek kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek … apek”, maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;empek-empek&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pempek&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut karena singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16. Selain itu velocipede (sepeda) baru dikenal di Perancis dan Jerman pada abad 18. Walaupun begitu sangat mungkin&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; pempek&lt;/span&gt; merupakan adaptasi dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;makanan Cina &lt;/span&gt;seperti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;baso ikan&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kekian&lt;/span&gt; ataupun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ngohyang&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; pempek&lt;/span&gt; dibuat dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ikan belida&lt;/span&gt;. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ikan gabus&lt;/span&gt; yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Tenggiri&lt;/span&gt;, Kakap Merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wikipedia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-8219284231414953183?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-21T19:09:39.335+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TMAtXhgXgqI/AAAAAAAAAR0/cub3kO2v2Os/s72-c/pempek+palembang.jpeg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">27</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/10/sejarah-pempek-palembang.html</feedburner:origLink></item><item><title>Gubernur Terbaik se-Indonesia Zaman Orde Baru</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/hRq8fVQx3JU/pak-prapto-gubernur-terbaik-se.html</link><category>Kisah Inspiratif</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Mon, 11 Oct 2010 19:22:38 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-5364351709395218578</guid><description>&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="country-region" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;a href="http://profile.ak.fbcdn.net/profile-ak-snc4/object2/1855/16/q203447262790_8456.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://profile.ak.fbcdn.net/profile-ak-snc4/object2/1855/16/q203447262790_8456.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu’alaikum sobat blogger semua. Update postingan bagi saya sangatlah berat untuk dilaksanakan. Yah, maklumlah bagi seorang newbie seperti saya yang baru beralih dari kebiasaan copy paste menuju penggalian potensi menulis sendiri. Contohnya, dari &lt;a href="http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/09/flexi-oh-flexi-kau-bikin-nafsu.html"&gt;artikel sebelumnya&lt;/a&gt; sampai terbit postingan kali ini punya waktu jeda yang panjang hampir satu bulan…..he…he…. (ngapain aja padahal tiap hari buka internet). Baiklah, bagaikan menemukan se-ember air mineral di tengah gurun pasir. Dahaga update postingan harus segera aku tuntaskan agar tak mati ide. &lt;/span&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
 {mso-style-parent:"";
 margin:0cm;
 margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:12.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
 {size:612.0pt 792.0pt;
 margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
 mso-header-margin:36.0pt;
 mso-footer-margin:36.0pt;
 mso-paper-source:0;}
div.Section1
 {page:Section1;}
--
&lt;/style&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kali ini,
aku akan mengangkat profil seorang Gubernur bersahaja dan sederhana
yang pernah hidup di tengah amburadulnya mental dan perilaku para
pejabat negeri ini. Sebenarnya saya tidak pernah secara langsung
menjadi rakyat di masa kepemimpinan beliau. Apalagi aku warga dari
propinsi tetangga, Sumatera Selatan. Namun, setiap kali pulang kampung
ke tempat istri yang asli orang Kepahiang Bengkulu. Sering aku
mendengar nama beliau menjadi buah bibir di tengah obrolan mereka.
Masyarakat masih mengenang beliau sebagai salah satu gubernur terbaik
yang mengangkat propinsi Bengkulu dari ke-terisolasian pada masa
kepemimpinannya (1979 – 1989).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;

&lt;span style="font-size: small;"&gt;Soeprapto, BA adalah Gubernur Bengkulu yang ketiga setelah M. Ali Amin,
SH dan Drs. Chalik&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;
Tanpa mengurangi nilai darma bakti dan rasa hormat kepada para gubernur
sebelum dan sesudah beliau, masyarakat Bengkulu merasakan dan mengakui
bahwa pada masa Pak Prapto Provinsi Bengkulu mengalami kemajuan yang
cepat (mungkin salah satu yang tercepat di &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;).
Beberapa hasil karya beliau yang monumental antara lain : membuka
isolasi Bengkulu dengan membangun berbagai infrastruktur perhubungan
darat di dalam dan ke luar provinsi Bengkulu; pendirian Universitas
Bengkulu; pembangunan pelabuhan Samudera Pulau Baai, dan pembangunan
berbagai infrastruktur untuk meningkatkan swasembada pangan.
Selama menjadi Gubernur Bengkulu, banyak kenangan yang masih segar
dalam ingatan orang Bengkulu — khususnya di kalangan pegawai
pemerintah. Selain kenangan mengenai kepemimpinan beliau, banyak juga
kenangan yang lucu dan terasa rugi untuk dilupakan. Pak Prapto dikenal
sebagai gubernur yang suka melakukan kunjungan ke daerah-daerah secara
diam-diam. Dalam melakukan hal ini, tak jarang beliau hanya mengendarai
sepeda motor sendirian. Dalam satu kesempatan, beliau dicegat oleh
polantas karena dianggap melanggar lalu-lintas dan hendak ditilang.
Secara cepat beliau menyelipkan sejumlah uang ke tangan pak polantas
dan beliau-pun dilepaskan. Keesokan harinya polantas bersangkutan
mendapatkan hukuman dari atasannya. Dalam kesempatan lain, beliau
bepergian dengan Kepala Dinas Pertanian Pangan menggunakan Toyota
Hardtop plat hitam ke salah satu daerah di wilayah Kecamatan Seluma
(sekarang Kabupaten). Karena kondisi jalan sangat buruk, kendaraan
mereka terperangkap dalam lumpur. Berhubung si Kadis Pertanian itu
berpostur kecil, maka Pak Prapto menyuruh dia untuk mengendalikan
kendaraan dan pak Prapto sendiri berusaha mendorong kendaraan itu dari
belakang. Usaha itu sia-sia, untung ada seorang warga yang lewat dan
mengajak teman-temannya untuk membantu. Setelah pak Prapto tiba di desa
tujuan, baru warga yang membantu mendorong mobil tahu bahwa yang mereka
tolong adalah gubernur!
Pak Prapto dan isteri sangat memperhatikan kerapian dan kebersihan.
Apabila dia melihat ada yang kurang rapi di lingkungan rumah kediaman,
para petugas Gedung Daerah harus siap-siap kena semprot. Pada satu
kejadian, Pak Prapto sangat marah karena dia menganggap hasil kerja
petugas kurang bersih. Salah satu petugas dimarahi habis-habisan dan
diancam akan diturunkan pangkatnya satu tingkat. Dengan gemetaran sang
petugas memprotes keputusan itu dan mengatakan bahwa kalau dia
diturunkan pangkat berarti dia dipecat dari PNS. Pak Prapto kemudian
bertanya apa pangkat si petugas, dan di jawab golongan I/A. Sambil
menahan senyum pak Prapto berkata : "Kalau begitu keputusan penurunan
pangkat dibatalkan!".
Pada masa pak Prapto kepala-kepala biro di lingkungan Setdaprov punya
jadwal piket berjaga di Gedung Daerah. Dalam satu kejadian pada pagi
hari, seorang kepala biro yang sedang piket di tanya oleh pak Prapto
apakah Herkules sudah tiba. Setelah melongok ke halaman beberapa menit
si kepala biro melaporkan bahwa Herkules sudah tiba dan segera
menghadap. Pak Prapto terperangah dan tertawa keras, ternyata yang
dilaporkan oleh si kepala biro adalah kedatangan pak Herkules (sekarang
pejabat di Seluma) sedangkan yang dimaksud pak Prapto adalah pesawat
Herkules yang mengangkut transmigran dari Jawa. “Kalau sedang dinas ke &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;
saya selalu berusaha menyambangi pak Prapto di Wisma Kosgoro. Dalam
kunjungan-kunjungan saya seperti itu Beliau selalu memberikan
nasehat-nasehatnya untuk saya. Salah satu nasehat yang tidak bisa saya
lupakan adalah nasehat mengenai jangan melakukan korupsi. Beliau
berkata : "Dik, siapa tahu nasib kamu, siapa tahu Tuhan berkehendak.
Mungkin kamu mendapatkan amanah untuk menjadi pemimpin daerah, entah
bupati atau lebih daripada itu. Satu saja pesan saya jangan korupsi ya!
Untuk seorang Kepala Daerah korupsi itu tidak perlu, dana taktis dan
berbagai tunjangan serta honor-honor lainnya sudah lebih dari cukup,
dan semuanya itu syah dan halal ... !!! (&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_2015756200"&gt;d&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/SOEPRAPTO-GUBERNUR-BENGKULU/203447262790"&gt;ikutip dari Bapak Musiardanis Buldani di Forum Diskusi Facebook “Mengenang Pak Prapto&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagai
tambahan yang pernah saya baca di beberapa media daerah Bengkulu,
banyak contoh-contoh kesederhanaan beliau yang lain. Kita pun kagum
pada ‘penyamaran’ yang sering beliau lakukan untuk mengawasi proyek
maupun melihat perilaku aparat pemerintahan di lapangan. Beliau
bukanlah putra daerah asli Bengkulu, Pak Prapto berasal Jawa&amp;nbsp; dari
Nganjuk (Mantan Bupati Nganjuk) Jawa Timur. Kita dapat belajar dari
rasa nasionalisme beliau, tak pandang dimana mengabdi semua
dilaksanakan dengan penuh kecintaan. Kecintaan kepada rakyat dan negara
&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.
Sedikit merenung, masih akan lahirkah pejabat seperti beliau?
Mudah-mudahan Allah masih akan menurunkan orang baik di negeri ini
suatu hari nanti.&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-5364351709395218578?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-12T09:22:38.585+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">15</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/10/pak-prapto-gubernur-terbaik-se.html</feedburner:origLink></item><item><title>Flexi oh Flexi ! Kau Bikin Nafsu Bloggingku Impotensi</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/L1zJzKeCB3Q/flexi-oh-flexi-kau-bikin-nafsu.html</link><category>Blogger</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Tue, 21 Sep 2010 08:43:01 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-7343358023765673554</guid><description>Sebulan terakhir ini, nafsu bloggingku rasanya terus menurun ke titik terendah. Malas update postingan, malas blogwalking, malas kasih komen ke sobat blogger. Awalnya sih, gara-gara koneksi internet di rumah gue bagaikan hidup segan mati tak mau, maklumlah cuma ngandalin modem flexi kesayanganku. Heran juga ya, gak biasa-biasanya modem ngambek kayak gini, kurang sajen kali atau itu modem sakit hati sama tuannya, tiap hari diajak begadang tanpa diberi makan dan minum....he...he... (wah jadi nyalahin modem nih). Mau ke Warnet, selain jauh dari rumah, kantong gue lagi cekat berkarat gak pernah disikat...ha....ha....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya modem flexi kesayanganku ini sangat perkasa, enam tab halaman web dibuka bersamaan gak ada masalah. Mungkin peminat flexi sekarang sudah bejibun ya, hingga bikin Telkom agak kewalahan melayani permintaan pelanggan setianya. Tapi, sejatinya sebagai sebuah perusahaan yang melayani publik harus cepat tanggap nih, jangan sampai kita-kita maniak internet pada lari ke provider lain yang ngasih pelayanan lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya sih, biarpun koneksi lambat bagaikan keong, gue masih berusaha untuk online. Gue paksain walau hanya ngintip-ngintip blog sobat. Walau senjata koneksi gue impoten namun nafsu blogging selalu menyala-nyala. Akhirnya, gue gak tahan lagi nih untuk segera update. Gak masalah posting beberapa paragraf sekedar memancing nafsu blogging ku agar gak mati beneran. Mudah-mudahan om Flexi kembali seperti sedia kala. Hidup Blogging.....Hidup Telkom Flexi....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-7343358023765673554?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-21T22:43:01.336+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">39</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/09/flexi-oh-flexi-kau-bikin-nafsu.html</feedburner:origLink></item><item><title>Alhamdulillah, Bapak Belum Sholat !</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/KHeBhleLKvk/alhamdulillah-bapak-belum-sholat.html</link><category>Renungan Islam</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Tue, 24 Aug 2010 00:45:59 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-6977295905399526260</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seorang guru mengaji kedatangan seorang tamu laki-laki. Seperti tamu-tamu lainnya, laki-laki ini disambut dengan ramah. Mereka mengobrol panjang lebar. Sebelumnya, istri laki-laki itu pernah bercerita bahwa suaminya mulai meninggalkan sholat. Pada suatu pertemuan, guru mengaji bertanya pada laki-laki itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Bapak sudah sholat?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Saya belum sholat!", jawab laki-laki itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Alhamdulillah!" kata guru ngaji itu saat mendengar jawaban tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Laki-laki itu heran mendengar jawaban  guru ngaji itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Mengapa Ustadz mengucapkan Alhamdulillah. Padahal saya mengatakan belum sholat?" tanyanya heran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sambil tersenyum, guru mengaji tersebut menjawab, "Bapak mengatakan belum sholat. Berarti Bapak masih mempunyai keinginan untuk sholat, hanya belum dilakukan. Itu sebabnya saya mengucapkan alhamdulillah. Bila Bapak berkata, saya tidak sholat, baru saya bersedih. Karena berarti Bapak sudah tidak mempunyai keinginan untuk sholat lagi." Perbincangan mereka terus berlanjut, sebelum akhirnya tamu tersebut pamit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertemuan demi pertemuan terus terjadi antara mereka berdua. Dalam berbagai kesempatan, secara halus ustadz itu menasehati teman bicaranya. Selang beberapa waktu kemudian, dengan izin Allah Bapak tersebut benar-benar kembali menegakkan sholat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-6977295905399526260?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-24T14:45:59.692+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">29</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/08/alhamdulillah-bapak-belum-sholat.html</feedburner:origLink></item><item><title>Perang Animasi: SI UNYIL (Indonesia) vs UPIN dan IPIN (Malaysia)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/36RhulK24a0/perang-animasi-si-unyil-indonesia-vs.html</link><category>Film dan Animasi</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Fri, 20 Aug 2010 12:13:10 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-4470646575360701098</guid><description>&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 10" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFarhan%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="country-region" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
	{mso-style-parent:"";
	margin:0cm;
	margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
a:link, span.MsoHyperlink
	{color:blue;
	text-decoration:underline;
	text-underline:single;}
a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed
	{color:purple;
	text-decoration:underline;
	text-underline:single;}
p
	{mso-margin-top-alt:auto;
	margin-right:0cm;
	mso-margin-bottom-alt:auto;
	margin-left:0cm;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
	{size:612.0pt 792.0pt;
	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
	mso-header-margin:36.0pt;
	mso-footer-margin:36.0pt;
	mso-paper-source:0;}
div.Section1
	{page:Section1;}
--&gt;
&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TG7RPxXVQzI/AAAAAAAAAQ4/K0cgjyWaf98/s1600/unyil.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://1.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TG7RPxXVQzI/AAAAAAAAAQ4/K0cgjyWaf98/s200/unyil.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keangkuhan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; semakin menjadi-jadi, mulai dari masalah TKI sampai perebutan tapal batas dan terakhir penangkapan aparat kita oleh polisi Diraja &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; semakin menenggelamkan harga diri kita sebagai sebuah bangsa yang besar. Tapi, sebagai blogger pemula bahasan kali tak ingin merambah terlalu jauh urusan politik, cuma tergelitik untuk menggugat penjajahan dunia animasi &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; oleh dua kakak beradik Upin dan Ipin. Film animasi ini telah membius jutaan anak &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; untuk mulai mengubah &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; bahasanya menjadi berlogat bahasa negeri jiran, memakai kaos bergambar dua saudara tersebut bahkan dengan bangganya menggendong serta mengkoleksi bonekanya kesana kemari. Lalu, kemanakah film-film animasi karya anak bangsa ? tidak punya kah kita animator-animator handal untuk sekedar membuat film animasi? Jawabannya, banyak. Yah, sangat banyak. Film animasi kita bertebaran dimana-mana mulai dari si Huma sampai animasi layar lebar 3 dimensi Meraih Mimpi. Animator handal pun tak terhitung lagi jumlahnya, skill pun tak kalah dengan animator luar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membayangkan semua ini, memaksaku untuk mengulang memori masa kecilku sekitar awal tahun 80 an. Di tahun-tahun itu film boneka si Unyil sempat merajai pentas perfilman anak-anak &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; bersaing dengan film-film karya Walt Disney, film futuristik Jepang seperti Megaloman, Gogle V, Gaban/Shariban. Film boneka produksi Pusat Produksi Film Negara (PPFN) ini sangat digilai oleh anak-anak pada waktu itu. Minggu pagi adalah hari wajib untuk duduk manis bersama di depan televisi demi menyaksikannya. Tak hanya film, baju-baju kaos bergambar karakter si Unyil dan kawan-kawan menjadi buruan ibu-ibu saat pergi ke pasar untuk oleh-oleh buat anak mereka. Memakai baju bergambar Unyil menjadi sesuatu yang membanggakan. Selain itu, pernak-pernik lainnya diproduksi seperti buku, sampul buku, kaset sandiwara radio semua menampilkan Unyil. Namun, kejayaan film boneka si Unyil lambat laun tergerus seiring kehadiran beberapa TV Swasta yang dengan mudah mengimpor film-film animasi berharga murah. Maka, mulai munculah tokoh animasi baru semacam Doraemon dan lain-lain meruntuhkan popularitas si Unyil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat itu, alur cerita si Unyil sangat sederhana dan membumi, mengakar pada budaya &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan kehidupan sehari-hari masyarakat kita. Tokoh-tokohnya lintas etnis dan dialek. Ada Pak Raden yang Jawa Tulen, Bu Bariah dari Madura, Meilan yang mewakili etnis Tionghoa, Bang Tagor etnis Batak. Inilah menjadi kekuatan film boneka tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah era Si Unyil, memang banyak sekali film-film animasi diproduksi, namun tak pernah bisa menyamai kesuksesan Si Unyil era 80 an. Trans7 pun sudah berupaya menghidupkannya kembali melalui Laptop Si Unyil walaupun tak terlalu booming.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Membandingkan dengan Upin dan Ipin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TG7R5s9YOcI/AAAAAAAAARA/Kiy3QaXBfv8/s1600/upin.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TG7R5s9YOcI/AAAAAAAAARA/Kiy3QaXBfv8/s200/upin.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagaimana si Unyil, kekuatan film animasi &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ini berada pada alur cerita yang mudah dicerna dan sederhana serta gambar animasi modern yang hidup, durasi yang tak terlalu panjang (lebih kurang 7 menit). Faktor lain adalah kedekatan budaya &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; – &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang satu rumpun Melayu. Jadi, tak terlalu sulit menikmati film ini karena didukung bahasa yang beda-beda tipis. Padahal film ini baru dirilis di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; tahun 2007 guna mendidik anak-anak untuk menghayati bulan Ramadhan. Kini popularitasnya sudah melintas batas negara. Di Indonesia hadir di TPI, walau diputar berulang-ulang tetap memikat hati anak-anak &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Di Turki, Upin dan Ipin disiarkan di Hilal TV.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya mempunyai harapan, para animator &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dapat mengangkat dan melahirkan kembali film boneka ini menjadi sebuah film Animasi modern dengan cerita sederhana, menarik dan mudah dipahami. Hingga dapat kembali merebut hati anak-anak &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; bahkan bisa mengambil kembali singgasana film animasi yang beberapa lama diduduki oleh film animasi mancanegara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Dunia Animasi &lt;/b&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;b&gt;Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;b&gt; saat ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebenarnya Animator Indonesia memiliki kualitas yang tak kalah hebat, tapi sayangnya mereka lebih dipercaya oleh produser asing dibanding produser dalam negeri. Selain itu sulitnya menyatukan Animator Indonesia dan merekapun belum melihat dunia animasi sebagai sebuah industri. Game-game atau film animasi internasional pun banyak dikerjakan animator &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam persaingan animator internasional, disebutkan saingan terdekat &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; adalah &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan Tiongkok. Animator dari kedua negara itu juga mulai menggencarkan proyek-proyek internasional. (&lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/"&gt;www.suarapembaruan.com&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Evaluasi yang harus dilakukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertama : Perlu ada dukungan Pemerintah dan untuk&amp;nbsp; memberikan kemudahan berbagai hal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua : Diperlukan Pengusaha Sinema yang peduli terhadap Industri Animasi &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, yang tak hanya memikirkan jangka pendek tetapi lebih kearah jangka Panjang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketiga : Distribusi. Dengan kata lain industri animasi kita belum sepenuhnya mendapat komitmen penuh dari pebisnis lokal seperti televisi dan layar lebar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketiga : Adanya kepedulian dalam dunia pendidikan (membuat film yang mendidik) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau mau jujur Film yang dibuat negara tetangga masih&amp;nbsp; lebih kreatif bangsa kita loh….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tetapi Insya Allah pada masa mendatang kita dapat menghasilkan sebuah Film berkualitas yang dibiayai &lt;b&gt;Pengusaha Peduli tentang karya anak bangsa bukan membuat Film merusak, cengeng dan melumpuhkan moral&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-4470646575360701098?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-21T02:13:10.402+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TG7RPxXVQzI/AAAAAAAAAQ4/K0cgjyWaf98/s72-c/unyil.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">40</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/08/perang-animasi-si-unyil-indonesia-vs.html</feedburner:origLink></item><item><title>Telok Abang, Mainan Khas HUT Kemerdekaan RI di Palembang</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/8f8q84NFg6g/telok-abang-mainan-khas-hut-kemerdekaan.html</link><category>Wisata</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Mon, 16 Aug 2010 03:07:56 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-2671911842764082875</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TGkM9o8K0cI/AAAAAAAAAQg/b6o5kP9HAVU/s1600/telok-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TGkM9o8K0cI/AAAAAAAAAQg/b6o5kP9HAVU/s200/telok-dalam.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 10" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 10" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFarhan%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="country-region" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="State" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
	{mso-style-parent:"";
	margin:0cm;
	margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
	{size:612.0pt 792.0pt;
	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
	mso-header-margin:36.0pt;
	mso-footer-margin:36.0pt;
	mso-paper-source:0;}
div.Section1
	{page:Section1;}
--&gt;
&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, siapa yang tak kenal Telok Abang (Telur Merah), mainan khas anak-anak yang hanya ada pada saat menyambut HUT &lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;Kemerdekaan&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state&gt;RI&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;. Mainan ini berupa miniatur pesawat terbang atau kapal perang yang terbuat dari kayu gabus dilengkapi telur ayam rebus yang diberi pewarna merah serta tambahan aksesoris kertas hias warna warni. Telur warna merah inilah yang disebut Wong Palembang sebagai Telok Abang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun sekarang bentuknya tidak terbatas pada pesawat atau kapal perang saja, pengrajin telah banyak melalukan modifikasi bentuk misalnya bentuk hewan, mobilan, motor, dan becak.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TGkNWSKBuVI/AAAAAAAAAQw/voS3uC8qyiw/s1600/telok-3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://2.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TGkNWSKBuVI/AAAAAAAAAQw/voS3uC8qyiw/s200/telok-3.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Penjual telok abang mulai marak sejak awal bulan Agustus. Mereka tersebar di keramaian &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; seperti pasar 7 Ulu, pasar Plaju, pasar Palima dan juga sepanjang jalan protokol &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Tidak hanya pembeli dari dalam &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, pembeli dari luar daerah pun banyak yang membeli telok abang sebagai koleksi saat mereka melintasi &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Harganya pun bervariasi antara. 10 ribu sampai&amp;nbsp; 50 ribu rupiah tergantung tingkat kesulitan pembuatannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TGkNJ6TtIBI/AAAAAAAAAQo/Bv2pYnbrYYg/s1600/telok-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="113" src="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TGkNJ6TtIBI/AAAAAAAAAQo/Bv2pYnbrYYg/s200/telok-2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun dibalik uniknya bentuk mainan ini, tersirat makna yang mendalam tentang Kemerdekaan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Orang tua dulu mengatakan bahwa telok abang merupakan lambang dari perlawanan pejuang-pejuang kemerdekaan dalam mengusir penjajah. Walaupun pada saat itu mereka tidak memiliki persenjataan, kapal perang maupun pesawat yang modern tetap gigih berjuang sampai titik darah penghabisan. Makanya, dibuatlah miniatur dari pesawat dan kapal supaya para generasi muda tahu walau tak punya persenjataan lengkap mereka masih dapat merebut dan mempertahankan kemerdekaan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dirgahayu Republik &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ke 65, Jayalah Negeriku Jayalah Bangsaku……..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-2671911842764082875?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-16T17:07:56.726+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TGkM9o8K0cI/AAAAAAAAAQg/b6o5kP9HAVU/s72-c/telok-dalam.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">32</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/08/telok-abang-mainan-khas-hut-kemerdekaan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pengalaman Pribadi: Pertolongan Allah yang Tak Terlupakan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/HxCoKqwr3_E/pengalaman-pribadi-pertolongan-allah.html</link><category>Kisah Inspiratif</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Wed, 11 Aug 2010 22:43:30 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-2444595021940193760</guid><description>&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 10" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 10" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFarhan%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
	{mso-style-parent:"";
	margin:0cm;
	margin-bottom:.0001pt;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:12.0pt;
	font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
	{size:612.0pt 792.0pt;
	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
	mso-header-margin:36.0pt;
	mso-footer-margin:36.0pt;
	mso-paper-source:0;}
div.Section1
	{page:Section1;}
--&gt;
&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TGOJwyYstJI/AAAAAAAAAQY/V0kbgCPbYJE/s1600/bersyukur.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TGOJwyYstJI/AAAAAAAAAQY/V0kbgCPbYJE/s320/bersyukur.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Di tengah kesucian Ramadhan 1431 H ini, tentunya kita sebagai Muslim menyambut dengan sukacita kedatangannya. Bersyukur pada Allah karena dipertemukan kembali dengan bulan yang penuh berkah ini, sementara banyak saudara, teman dan kolega yang di Ramadhan kemarin masih dapat berkumpul bersama namun di tahun ini telah pergi mendahului menghadap-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Di tengah upaya meningkatkan ibadah di bulan Puasa ini, tak lupa pula mengingat dan menghitung kebaikan yang telah Allah berikan selama hidup di dunia fana ini. Aku pun teringat pengalaman pribadi yang sungguh tak terlupakan. Pengalaman yang membuatku harus selalu bersyukur bahwa begitu Maha Besar kuasa Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Aku menyebutnya sebagai pertolongan saja, karena bila menyebutnya sebagai mukjizat, karomah atau pun yang lain rasanya hanya layak dianugerahkan kepada orang-orang suci pilihan Allah seperti Rasululullah, Nabi maupun Wali Allah. Sementara aku hanyalah insan biasa yang ibadahnya seperti orang-orang kebanyakan, tak begitu menonjol malah masih banyak yang bolong-bolong.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tahun itu, 2001. Beberapa bulan setelah pernikahan, kami bersilaturrahim kepada mertua di Kepahiang, Bengkulu. Maklumlah, saya sendiri sudah tidak ada orang tua lagi. Jadi, mertua lah yang selalu dikunjungi. Sepulangnya dari tempat mertua, sebagaimana pengantin baru yang masih belajar dan merintis kehidupan, bekal uang yang kami bawa tidak lah banyak, cukup ongkos pulang pergi dan sekedar untuk membeli oleh-oleh sedikit buat saudara di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pukul &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pagi, kami berangkat dari Kepahiang menuju &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Curup. Dari &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kami naik angkutan umum menuju &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Lubuk Linggau. Di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ini, angkutan menuju &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang murah meriah hanyalah Kereta Api. Jarak Lubuk Linggau ke &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; memakan waktu kurang lebih 12 jam, perjalanan yang sungguh melelahkan. Dengan uang terbatas tidak ada pilihan bagi kami berdua, mau naik travel antar alamat sangatlah mahal, lebih baik uangnya kami belikan beras saja. Kereta api pun tidaklah begitu nyaman, karena kami hanya mampu beli tiket kelas ekonomi saja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pukul 19.30 malam, sampailah kami di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Palembang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tempat kami mengais rezeki. Biasanya, setibanya di stasiun Kertapati begitu banyak pilihan angkutan yang bisa mengantar kami pulang ke rumah. Namun, malam itu sesuatu yang tidak kami duga terjadi. Hari itu, rupanya seluruh angkot, bis &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dari stasiun ke pusat &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; melakukan demo. Yah, sopir-sopir itu menggelar aksi mogok serentak. Mereka memprotes kebijakan Pemerintah &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang mengubah jalur angkot dan bis &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; karena dinilai jalur yang baru mengurangi pendapatan mereka. Kejadian ini dimanfaatkan oleh angkot dan taksi gelap untuk meraup keuntungan, tarif pun dinaikkan beberapa kali lipat. Calo-calo angkot di stasiun pun semakin merajalela menekan calon penumpang yang tak ada pilihan lain. Melalui Wartel yang ada, kami berusaha menghubungi saudara di rumah. Walau kami tahu, kakak iparku hanya memiliki sebuah sepeda motor tua. Kami pun menelepon melalui tetangga minta dihubungkan dengan kakak ipar tersebut, maklumlah saat itu handphone masih belum marak seperti sekarang. Apa daya, setelah beberapa kali menelepon tidak ada jawaban, sepertinya tetangga kami itu sedang tidak ada di rumah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sementara malam semakin larut, kami tak luput dari tawaran calo-calo angkot yang rata-rata preman stasiun. Salah seorang dari mereka begitu gencarnya mendekati kami. Untuk sampai ke alamat rumah kami &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; puluh ribu rupiah harus kami keluarkan, sementara kalau naik angkot biasa hanya mengeluarkan &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ribu rupiah untuk berdua. Sementara penumpang di stasiun mulai berkurang, ada yang dijemput keluarga ada pula yang terpaksa naik angkot gelap mahal tersebut walau terpaksa. Bukannya pelit tapi memang uang yang kami kantongi saat itu pas-pasan saja. Putus asa tak ada jemputan dari kakak ipar, aku pun berusaha melalukan tawar menawar harga, siapa tahu harga bisa dikurangi. Tapi tak ada hasil, mereka pun bertahan dengan harga &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; puluh ribu. Begitu lihainya mereka memanfaatkan situasi ini. Akhirnya, aku pun nego harga dengan salah satu calo yang terakhir mendekati kami. Yah, tak ada jalan lain sementara badan sudah letih dan kami harus pulang. Sepertinya masalah berakhir dengan menaiki angkot tersebut. Oh tidak rupanya, calo-calo yang lebih dahulu mendekati kami tadi, tidak rela kami pergi dengan selamat. Mereka merasa mereka lah yang berhak mendapatkan kami. Saat akan menaikkan barang ke mobil tersebut, sekitar sepuluh calo yang juga merupakan preman stasiun mengerubungi kami. Berbagai ancaman mereka lontarkan terhadap kami, ada yang minta kami membayar lagi pada mereka, ada pula yang mengancam ingin ‘menyelesaikan’ kami. Bukan main ketakutannya. Mau melawan, apalah kekuatan yang dapat diandalkan menghadapi sepuluh orang. Sementara aku berdua bersama istri. Terbayanglah di benakku kejadian keji yang akan menimpa kami. Aku pun hanya bisa menghiba minta maaf kepada mereka. Sopir angkot yang akan kami naiki pun tak kuasa membela, mungkin bagian dari mereka juga.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Di tengah ketakutan, tak disangka tak pula diduga datanglah dua orang teman kakak ipar kami, Dayat dan Armis di tengah kepungan preman tersebut. Langsung dengan sigapnya mereka mengajak kami pulang dan membantu mengangkut barang naik ke angkot tersebut. Preman-preman itu pun sepertinya tidak berkutik, tidak banyak omong membiarkan kami pergi begitu saja.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Selama di perjalanan dan sesampainya di rumah, tak henti aku berpikir mengingat kejadian itu. Memikirkan dua teman kakakku yang menjemput tadi, menggunakan angkot atau motor pun tidak. Kami pun tidak merasa menghubungi mereka, jangankan menghubungi mereka, kakak ipar pun tak sempat kami hubungi. Satu lagi keheranan kami, darimana mereka langsung tahu posisi kami sementara mobil angkot tadi berada di pojok stasiun yang agak sepi dan gelap, kendaraan pun tidak dibawa saat mencari kami. Mengapa juga para calo dan preman tadi hanya terdiam membiarkan pergi begitu saja sementara sebelumnya dengan garangnya mereka mengancam kami. Seperti di film-film, sang penolong biasanya dengan gaib langsung menghilang. Tapi, teman kakak tersebut tidak, mereka langsung ngobrol seperti biasa setelah tiba di rumah. Aku dan istri pun merenungkan kejadian ini, kami mengambil kesimpulan bahwa ini adalah salah satu bentuk pertolongan Allah kepada kami, padahal aku bukanlah seorang yang bisa dikategorikan ustad atau orang alim. Amalan ku pun biasa-biasa saja, paling sebelum pergi dari rumah sekedar mengucap bismillah tiga kali.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Subhanallah, kejadian ini tak akan terlupa seumur hidupku. Andai Allah tidak menurunkan bantuan itu, tidaklah aku bisa menikmati kehidupan sampai saat ini, memiliki tiga orang anak yang lucu dan jadi seorang Blogger. Sudah tak terhitung kenikmatan dan kelapangan rezeki yang diberikan Allah. Semoga aku bisa menjadi orang yang bersyukur. Amin Ya Robbal Alamin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-2444595021940193760?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-12T12:43:30.078+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TGOJwyYstJI/AAAAAAAAAQY/V0kbgCPbYJE/s72-c/bersyukur.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">28</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/08/pengalaman-pribadi-pertolongan-allah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Apakah Saya seorang Blogger Pencuri?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/Y5umhat2s2A/setelah-mengembara-dari-satu-blog-ke.html</link><category>Blogger</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Sun, 08 Aug 2010 01:05:33 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-2486137358016538607</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TF4tAwEssAI/AAAAAAAAAPw/iKwP6yECi9w/s1600/pencuri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TF4tAwEssAI/AAAAAAAAAPw/iKwP6yECi9w/s320/pencuri.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah mengembara dari satu blog ke blog lain, hidayah untuk menjadi blogger yang baik mulai menggugah hatiku. Judul postingan kali ini sengaja kupublish sebagai monumen awal untuk mengasah kemampuan menulis yang sebenarnya. Bukan bertujuan mencaci maki, mengejek orang lain namun hanya melecut diriku agar terbiasa menuangkan ide hasil karya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setahun yang lalu, saat memutuskan untuk membuat blog, urusan sebuah postingan? urusan update artikel? ah, mudah ! Ada berjuta bahkan milyaran jenis artikel untuk postingan berserakan di dunia maya siap membenamkan kreativitas otakku. Dimanapun aku berada, apa pun jenis artikel yang kumau. Selalu tersedia untuk dicuri, dirampok seenaknya tanpa perlawanan, tanpa laporan polisi dan penangkapan. begitu mudahnya aku menjelma menjadi master blogger instan yang 'mengajarkan' berbagai tips trik, tutorial 'how to' hasil maling tanpa perlu minta izin dan pasang sumber link segala.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun semakin jauh blogwalking yang kulakukan, dari blog seorang Newbie sampai blog yang mengaku master sekalipun. Mulai muncul keheranan dan sejumlah pertanyaan. Mampir di blog pemula tapi berisi postingan hebat mengenai tutorial, tips trik. Lalu, mampir di blog yang mengajarkan cara mengatur template yang baik bahkan menyediakan link untuk download template terbaru tapi blog itu sendiri berantakan, kusam bahkan banyak widget-widgetnya yang nggak pas dengan ukuran blog. Ada pula postingan yang sama di beberapa blog, bahkan postingan-postingan kembar yang diberi tambahan bumbu penyedap. Ini semua mengundang pertanyaan tapi aku sendiri tak bisa bertanya, menimbulkan tuduhan namun aku tak boleh menuduh seenaknya. Apakah mereka seperti aku? apakah semua ini hasil copy paste artikel orang lain? Wallahualam, hanya Allah SWT lah yang tahu. Aku pun harus bijak dan lapang dada menghadapi kenyataan yang ada, kemampuan dan gaya setiap blogger tidaklah sama sebagaimana warna kehidupan yang dianugerahkan Tuhan. Tak juga aku harus mengutuk, menghakimi dan menyudutkan orang lain sementara aku sendiri pun memulai blogging dengan cara seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pencarian dan perjalananku menghidupi blog Putra Sang Pejuang, rupanya banyak juga teladan baik dari sahabat blogger yang benar-benar mengisi postingan mereka dengan artikel-artikel berkualitas hasil karya sendiri tanpa harus terbelenggu dan menghalalkan copy paste. Dari blog seperti inilah aku merasa tersindir, ditampar dari 'kiri kanan atas bawah', ditelanjangi 'setelanjang-telanjangnya'. Namun, dari sahabat blogger inilah muncul setitik cahaya tekad dan harapan untuk mengikuti jejak kebaikan sebagai seorang blogger yang sebenarnya. Setidaknya bermanfaat bagi diri sendiri dulu kemudian suatu hari nanti bisa bermanfaat buat orang lain. Mengutip kata-kata nakal sahabatku, aku tak mau jadi '&lt;a href="http://www.blogernas.co.cc/"&gt;Blogger Master Kentut&lt;/a&gt;'&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-2486137358016538607?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-08T15:05:33.390+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TF4tAwEssAI/AAAAAAAAAPw/iKwP6yECi9w/s72-c/pencuri.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">55</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/08/setelah-mengembara-dari-satu-blog-ke.html</feedburner:origLink></item><item><title>Detective Award dari Priagoenks</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/qnYpVIpaCmY/detective-award-dari-priagoenks.html</link><category>Award</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Fri, 06 Aug 2010 02:53:25 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-8849642833654194954</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TFvV-bd8fxI/AAAAAAAAAPo/RKZvb8OQKKM/s1600/Detective+award.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 105px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TFvV-bd8fxI/AAAAAAAAAPo/RKZvb8OQKKM/s200/Detective+award.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502226638265155346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.priagoenks.co.cc/"&gt;Priagoenks&lt;/a&gt;, adalah nama salah seorang sobat blogger yang tak akan pernah terlupakan. Pada awal mulai aktif ngeblog, &lt;a href="http://putrasangpejuang.blogspot.com/"&gt;Putra Sang Pejuang&lt;/a&gt; belum terlalu mengerti apa arti dan fungsi sebuah award, padahal setiap kali blogwalking di blog sobat sering kulihat antar sesama blogger saling memberikan award. Hingga pada suatu waktu, datanglah award pertama dari sobat &lt;a href="http://www.priagoenks.co.cc/"&gt;Priagoenks&lt;/a&gt;. Kali ini pun sebuah Award yang diberi nama Detective Award diberikan kembali oleh sobatku &lt;a href="http://www.priagoenks.co.cc/"&gt;Priagoenks&lt;/a&gt;. Terima kasih sobat, telah begitu perhatian dan selalu mendukung blog ku ini. Awardnya kuterima dengan penuh rasa hormat. Apapun ungkapan miring yang dilontarkan oleh segelintir sobat mengenai Award, aku hanya menganggap ini sebagai salah satu usaha sobat untuk terus menjalin silaturrahim diantara kita semua, blogger Indonesia. Singkatnya, sisi positif lah yang dikedepankan.
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Award ini juga akan kuberikan kepada sobat, antara lain:
1. &lt;a href="http://jumper99.blogspot.com/"&gt;Allien 99&lt;/a&gt;
2. &lt;a href="http://halamansamping.blogspot.com/"&gt;Inung Gunarba (Halaman Samping)
&lt;/a&gt;3. &lt;a href="http://ilmu-komputer23.blogspot.com/"&gt;Belajar Ilmu Komputer&lt;/a&gt;
4. &lt;a href="http://imankikuk.blogspot.com/"&gt;Imankikuk&lt;/a&gt;
5. &lt;a href="http://goeztcool.blogspot.com/"&gt;Goeztcool&lt;/a&gt;
6. &lt;a href="http://titopoenyacrita.blogspot.com/"&gt;Tito's Weblog&lt;/a&gt;
7. &lt;a href="http://www.elvindinatablog.co.cc"&gt;Elvindinata Blog&lt;/a&gt;

&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-8849642833654194954?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-06T16:53:25.119+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TFvV-bd8fxI/AAAAAAAAAPo/RKZvb8OQKKM/s72-c/Detective+award.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">13</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/08/detective-award-dari-priagoenks.html</feedburner:origLink></item><item><title>Award Ketujuh dari BlogRevoKeren</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/pmZ_pGza5lo/award-ketujuh-dari-blogrevokeren.html</link><category>Award</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Wed, 04 Aug 2010 08:43:05 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-3702732306620653895</guid><description>Untuk ketujuh kalinya dalam 1 bulan ini &lt;a href="http://putrasangpejuang.blogspot.com/"&gt;Putra Sang Pejuang&lt;/a&gt; mendapatkan sebuah Award dari sobat &lt;a href="http://blogrevokeren.blogspot.com/"&gt;BlogRevoKeren&lt;/a&gt;, terharu juga rasanya melihat upaya sobat blogger yang sudah bersusah payah memberikan perhatian dan dukungan kepada blog ini. Padahal blog ini hanyalah blog yang biasa-biasa saja, Page Rank pun tak beranjak dari 0, apa lagi kalo di lihat dari sisi SEO dan backlink masih jauh dari harapan. Tapi, disisi lain kuyakin sobat blogger tak hanya memandang dari sisi itu saja, yang pasti persahabatan dan jalinan silaturrahim lah di atas segala-galanya. Selalu, hanya ucapan terima kasih dan paling-paling memasang link sobatlah yang dapat dilakukan. Mudah-mudahan Allah akan membalas kebaikan dan upaya sobat blogger semua, khususnya sobat &lt;a href="http://blogrevokeren.blogspot.com/"&gt;BlogRevoKeren&lt;/a&gt;.
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TFmKY62zeoI/AAAAAAAAAPQ/kUb7oMvVl9k/s1600/BRK+award.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 199px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TFmKY62zeoI/AAAAAAAAAPQ/kUb7oMvVl9k/s200/BRK+award.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501580580530387586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;

Award ini juga akan kupersembahkan buat sobat blogger antara lain:
1. &lt;a href="http://pikkrr-alhikmah.blogspot.com/"&gt;PIK Remaja "Al Hikmah"&lt;/a&gt;
2. &lt;a href="http://thehappyfamilies.blogspot.com/"&gt;Lina@HappyFamily&lt;/a&gt;
3. &lt;a href="http://donygol.blogspot.com/"&gt;Donygol (Informasi dan Tips)&lt;/a&gt;
4. &lt;a href="http://bisnisidris-oke.blogspot.com/"&gt;Idris (Berbagi Suka Untuk Berkarya)&lt;/a&gt;
5. &lt;a href="http://www.simbah-net.co.cc/"&gt;Simbah-Net&lt;/a&gt;
6. &lt;a href="http://fleksikomu-cs1.blogspot.com/"&gt;Jurnalis&lt;/a&gt;
7. &lt;a href="http://butuhbelajar.blogspot.com/"&gt;Semua Butuh Belajar&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://thehappyfamilies.blogspot.com/"&gt;
&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-3702732306620653895?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-04T22:43:05.278+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TFmKY62zeoI/AAAAAAAAAPQ/kUb7oMvVl9k/s72-c/BRK+award.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">16</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/08/award-ketujuh-dari-blogrevokeren.html</feedburner:origLink></item><item><title>Ulasan Blog Sobat: Blogernas, blog tempat belajar dan berbagi seputar blogging</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/tT_Md7rF5Oo/ulasan-blog-sobat-blogernas-blog-tempat_31.html</link><category>Ulasan Blog Sobat</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Sat, 31 Jul 2010 08:38:02 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-8288439900341476699</guid><description>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tulisan ini tersaji  sebagai rasa hormat serta keinginan untuk mempererat silaturrahim  diantara teman-teman blogger yang telah banyak membantu serta  menginspirasiku untuk menjadikan blog yang kumiliki ini menjadi &lt;a href="http://putrasangpejuang.blogspot.com/"&gt;blog yang ‘bermakna dan berguna’&lt;/a&gt; terutama bagi diriku dan bahkan juga orang lain. Pada episode pertama ini, saya akan  mengulas tentang salah satu sobat blogger, di lain waktu saya juga  berusaha akan menampilkan sobat blogger yang lain secara bergantian.  Mudah-mudahan sobat semua dapat menerima dan memakluminya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sebagai seorang blogger pemula, istilah kerennya blog &lt;a href="http://putrasangpejuang.blogspot.com/"&gt;Putra Sang Pejuang &lt;/a&gt;sedang “mencari jati diri”, selalu ingin mencoba menemukan panutan yang tepat dari para blogger senior yang sudah lama &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;malang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;  melintang di percaturan dunia blog tanah air maupun mancanegara. Untuk  mencari panutan Blogger mancanegara, Putra sang pejuang terkendala  penguasaan bahasa asing yang masih ‘berantakan’. Blogger ‘dalam negeri’?  wah, tak terhitung lagi blogger-blogger hebat yang membuatku bingung  harus pilih yang mana. Di tengah-tengah pengembaraan ‘blogwalking’ ku,  seperti terhipnotis aku tertarik komentar salah seorang blogger di salah  satu postingan (tapi aku lupa nama blognya) yang “memberikan bimbingan”  bagaimana memaksimalkan komentar di postingan dengan baik dan benar.  Pada komentar yang lain, ia pun mengatakan bahwa Alexa Rank bukanlah  segalanya untuk mengukur kemajuan blog. Komentar sederhana namun tak  berniat menggurui itu sepertinya sangat membekas di hatiku. Aku pun coba  mencari tahu, siapa gerangan bapak yang bernama &lt;a href="http://www.blogernas.co.cc/"&gt;Erianto Anas &lt;/a&gt;tersebut.
&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;
&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tanpa membuang waktu langsung saja kuklik link dari nama tersebut, tak menunggu waktu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lama  masuklah aku sebuah blog yang sangat rapi, dengan warna kombinasi  putih, biru dan sedikit abu-abu. Dari profil kuketahui bahwa pak Erianto  Anas yang berdomisili di Bukit Tinggi Sumatera Barat ini adalah seorang  guru. Pokoknya, kelihatan betul sebuah blog yang ‘ramah’ dan  ‘menyejukkan’. Nama blog itu pun nggak terlalu ribet, &lt;a href="http://www.blogernas.co.cc/"&gt;BLOGERNAS “belajar dan berbagi seputar blogging”&lt;/a&gt;.  Iklan pun tak terlalu banyak tersaji. Dari deskripsi namanya memang  blog ini memberikan wawasan untuk belajar tentang seluk beluk blogging  serta berbagi pengalaman dan juga tips trik untuk memajukan blog. Menu  untuk &lt;a href="http://www.blogernas.co.cc/"&gt;download antivirus, ebook dan berbagai software&lt;/a&gt;  pun disediakan. Komentar-komentar di blog ini pun sangat baik dan  sesuai dengan tema yang tersaji bukan asal komentar/spam. Pokoknya,  singkat kata blog ini sangat menginspirasiku untuk banyak belajar lagi  masalah blogging. Sebagai penutup, sebuah pertanyaan buat sobat blogger,  apakah ulasan seperti ini penting untuk diteruskan? Apakah anda punya  ide yang lain?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kepada pemilik &lt;a href="http://www.blogernas.co.cc/"&gt;Blogernas&lt;/a&gt;, mohon maaf bila ulasan ini banyak kekurangan dan kekhilafan, dan kepada Allah SWT saya mohon ampun. Wassalam&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-8288439900341476699?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-31T22:38:02.118+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">20</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/07/ulasan-blog-sobat-blogernas-blog-tempat_31.html</feedburner:origLink></item><item><title>Award Keenam dari Sobatku Vista 84</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/Vin4EvM3l8k/award-keenam-dari-sobatku-vista-84.html</link><category>Award</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Thu, 29 Jul 2010 07:40:22 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-7738676945680689899</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belum selesai kegembiraan mendapatkan award kelima, sahabatku &lt;a href="http://nak4michi.blogspot.com/"&gt;Vista 84&lt;/a&gt; menganugerahkan sebuah award yang kunilai &lt;a href="http://putrasangpejuang.blogspot.com/"&gt;SANGAT KEREN&lt;/a&gt;, sobatku &lt;a href="http://nak4michi.blogspot.com/"&gt;Arya&lt;/a&gt; mengatakan bahwa award ini diberikan dalam rangka merayakan jumlah pengunjung ke blognya yang mencapai  2000, kudoakan sukses untuk blogmu. terima kasih sobat atas semua ini mudah-mudahan persahabatan akan semakin erat terjalin diantara sobat blogger.
&lt;small&gt;&lt;small&gt;
&lt;/small&gt;&lt;/small&gt;&lt;center&gt;&lt;small&gt;&lt;small&gt;&lt;embed src="http://www.satisfaction.com/photo-cube-generator/show.swf?baseURL=http://www.satisfaction.com/photo-cube-generator/&amp;amp;clickURL=http://nak4michi.blogspot.com/&amp;amp;flashLABEL=nak4michi.blogspot.com&amp;amp;clickLABEL=Photo%20Cube%20Generator&amp;amp;file=http%3A%2F%2Fwww%2Esatisfaction%2Ecom%2Fphoto%2Dcube%2Dgenerator%2Fuploads%2F19%5F04%5F2010%2F03%2Fpic22488836%2Ejpg" quality="high" bgcolor="#ffffff" name="show" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" width="300" align="middle" height="250"&gt;&lt;/embed&gt;
&lt;small&gt;&lt;a href="http://nak4michi.blogspot.com/"&gt;Vista 84 Award&lt;/a&gt;

&lt;span style="font-size:100%;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;/small&gt;&lt;/small&gt;&lt;/center&gt;&lt;small&gt;&lt;small&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:180%;"  &gt;Award ini juga akan saya bagikan buat teman-teman:
1. &lt;a href="http://auto-runs.blogspot.com/"&gt;Bippi (Auto-runs.blogspot.com)&lt;/a&gt;
2. &lt;a href="http://alkatro.blogspot.com/"&gt;Alkatro (Thanks 4 Your Smile)&lt;/a&gt;
3. &lt;a href="http://umpukakahsig.blogspot.com/"&gt;Yonas (Umpukakah Blog)&lt;/a&gt;
4. &lt;a href="http://informationofskincare.blogspot.com/"&gt;Kerinci (Information of Skin Care)&lt;/a&gt;
5. &lt;a href="http://malang-bisnis.com/"&gt;Ayu (Malang-Bisnis.Com)&lt;/a&gt;
6. &lt;a href="http://fransnoel26102008.blogspot.com"&gt;Blogger : Frans Enriko Siregar&lt;/a&gt;

&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;


&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;small&gt;&lt;small&gt;
&lt;/small&gt;&lt;/small&gt;&lt;/small&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-7738676945680689899?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-29T21:40:22.329+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">31</thr:total><enclosure url="http://www.satisfaction.com/photo-cube-generator/show.swf?baseURL=http://www.satisfaction.com/photo-cube-generator/&amp;amp;clickURL=http://nak4michi.blogspot.com/&amp;amp;flashLABEL=nak4michi.blogspot.com&amp;amp;clickLABEL=Photo%20Cube%20Generator&amp;amp;file=http%3A%2F%2Fwww%2Esatisfaction%2Ecom%2Fphoto%2Dcube%2Dgenerator%2Fuploads%2F19%5F04%5F2010%2F03%2Fpic22488836%2Ejpg" length="14256" type="application/x-shockwave-flash" /><media:content url="http://www.satisfaction.com/photo-cube-generator/show.swf?baseURL=http://www.satisfaction.com/photo-cube-generator/&amp;amp;clickURL=http://nak4michi.blogspot.com/&amp;amp;flashLABEL=nak4michi.blogspot.com&amp;amp;clickLABEL=Photo%20Cube%20Generator&amp;amp;file=http%3A%2F%2Fwww%2Esatisfaction%2Ecom%2Fphoto%2Dcube%2Dgenerator%2Fuploads%2F19%5F04%5F2010%2F03%2Fpic22488836%2Ejpg" fileSize="14256" type="application/x-shockwave-flash" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Belum selesai kegembiraan mendapatkan award kelima, sahabatku Vista 84 menganugerahkan sebuah award yang kunilai SANGAT KEREN, sobatku Arya mengatakan bahwa award ini diberikan dalam rangka merayakan jumlah pengunjung ke blognya yang mencapai 2000, kudoak</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</itunes:author><itunes:summary>Belum selesai kegembiraan mendapatkan award kelima, sahabatku Vista 84 menganugerahkan sebuah award yang kunilai SANGAT KEREN, sobatku Arya mengatakan bahwa award ini diberikan dalam rangka merayakan jumlah pengunjung ke blognya yang mencapai 2000, kudoakan sukses untuk blogmu. terima kasih sobat atas semua ini mudah-mudahan persahabatan akan semakin erat terjalin diantara sobat blogger. Vista 84 Award Award ini juga akan saya bagikan buat teman-teman: 1. Bippi (Auto-runs.blogspot.com) 2. Alkatro (Thanks 4 Your Smile) 3. Yonas (Umpukakah Blog) 4. Kerinci (Information of Skin Care) 5. Ayu (Malang-Bisnis.Com) 6. Blogger : Frans Enriko Siregar </itunes:summary><itunes:keywords>Award</itunes:keywords><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/07/award-keenam-dari-sobatku-vista-84.html</feedburner:origLink></item><item><title>Award Kelima dari Helmy Site</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/6Z2k3K-WTeQ/award-kelima-dari-helmy-site.html</link><category>Award</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Tue, 27 Jul 2010 07:27:53 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-935924213175924545</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TE7sx5C-tAI/AAAAAAAAAPI/jXiIsk_nCgk/s1600/MR.+HAPPY.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 181px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TE7sx5C-tAI/AAAAAAAAAPI/jXiIsk_nCgk/s200/MR.+HAPPY.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498592536937018370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kembali sobat blogger ku memberi perhatian pada &lt;a href="http://putrasangpejuang.blogspot.com/"&gt;Putra Sang Pejuang&lt;/a&gt;, kali ini dari &lt;a href="http://memmih.blogspot.com/"&gt;Helmy Site&lt;/a&gt;, terima kasih kuucapkan atas perhatian terhadap blog ini, semoga Award ini menjadi penyemangat untuk lebih baik lagi, dengan harapan kita semua bisa sukses bersama.
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai tanda persahabatan, Award ini akan saya bagikan pada teman-teman, antara lain:
1. &lt;a href="http://www.wongcerbon.com/"&gt;Wong Cerbon&lt;/a&gt;
2. &lt;a href="http://puguh-prasetyo.blogspot.com/"&gt;Puguh (Informasi Seputar Ponsel)&lt;/a&gt;
3. &lt;a href="http://huyuh.blogspot.com/"&gt;Nophie's Corner&lt;/a&gt;
4. &lt;a href="http://fransnoel26102008.blogspot.com/"&gt;Frans Enriko Siregar&lt;/a&gt;
5. &lt;a href="http://asrizalwahdanwilsa.blogspot.com/"&gt;Asrizal (refresh u'r mind)&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-935924213175924545?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-27T21:27:53.706+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TE7sx5C-tAI/AAAAAAAAAPI/jXiIsk_nCgk/s72-c/MR.+HAPPY.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">12</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/07/award-kelima-dari-helmy-site.html</feedburner:origLink></item><item><title>Jembatan Ampera Palembang, Jembatan Canggih dan Terpanjang Pertama di Indonesia</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/Hf87XQHPJlU/jembatan-ampera-palembang-jembatan.html</link><category>Wisata</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Mon, 26 Jul 2010 07:07:51 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-2004477661849523029</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TE2V9nFKITI/AAAAAAAAAO4/mctcPU8gWmY/s1600/250px-JembatanAMPERA.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TE2V9nFKITI/AAAAAAAAAO4/mctcPU8gWmY/s200/250px-JembatanAMPERA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498215605784420658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelum dibangunnya Jembatan Suramadu dan jembatan-jembatan yang lain, Jembatan Ampera Palembang merupakan jembatan terpanjang dan tercanggih pertama yang dibangun di Indonesia.
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;



&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Struktur&lt;/span&gt;
&lt;p&gt;Panjang                          : 1.117 m&lt;sup class="noprint Inline-Template"&gt;&lt;span title="Kalimat yang diikuti tag ini membutuhkan rujukan." style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt; (bagian tengah 71,90 m)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebar                              : 22 m&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tinggi                              : 11.5 m dari permukaan air&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tinggi Menara               : 63 m dari permukaan tanah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jarak antara menara    : 75 m&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berat                               : 944 ton&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ide untuk menyatukan dua daratan di Kota Palembang ”Seberang Ulu dan  Seberang Ilir” dengan jembatan, sebetulnya sudah ada sejak zaman  Gemeente Palembang, tahun 1906. Saat jabatan Walikota Palembang dijabat  Le Cocq de Ville, tahun 1924, ide ini kembali mencuat dan dilakukan  banyak usaha untuk merealisasikannya. Namun, sampai masa jabatan Le Cocq  berakhir, bahkan ketika Belanda hengkang dari Indonesia, proyek itu  tidak pernah terealisasi. Pada masa kemerdekaan, gagasan itu kembali  mencuat. DPRD Peralihan Kota Besar Palembang kembali mengusulkan  pembangunan jembatan kala itu, disebut Jembatan Musi dengan merujuk  na-ma Sungai Musi yang dilintasinya pada sidang pleno yang berlangsung  pada 29 Oktober 1956. Usulan ini sebetulnya tergo-long nekat sebab  anggaran yang ada di Kota Palembang yang akan dijadikan modal awal hanya  sekitar Rp 30.000,00. Pada tahun 1957, dibentuk panitia pembangunan,  yang terdiri atas Penguasa Perang Komando Daerah Militer IV/Sriwijaya,  Harun Sohar, dan Gubernur Sumatera Selatan, H.A. Bastari. Pendampingnya,  Walikota Palembang, M. Ali Amin, dan Indra Caya. Tim ini melakukan  pendekatan kepada Bung Karno agar mendukung rencana itu. Usaha yang  dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang, yang  didukung penuh oleh Kodam IV/Sriwijaya ini kemudian membuahkan hasil.  Bung Karno kemudian menyetujui usulan pembangunan itu. Karena jembatan  ini rencananya dibangun dengan masing-masing kakinya di kawasan 7 Ulu  dan 16 Ilir, yang berarti posisinya di pusat kota, Bung Karno kemudian  mengajukan syarat. Yaitu, penempatan boulevard atau taman terbuka di  kedua ujung jembatan itu. Dilakukanlah penunjukan perusahaan pelaksana  pembangunan, dengan penandatanganan kontrak pada 14 Desember 1961,  dengan biaya sebesar USD 4.500.000 (kurs saat itu, USD 1 = Rp 200,00).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembangunan jembatan ini dimulai pada tanggal 16 September 1960,  setelah mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya  pembangunannya diambil dari dana pampasan perang Jepang. Bukan hanya  biaya, jembatan inipun menggunakan tenaga ahli dari negara tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut  sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk  penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara  sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki  sebuah jembatan di atas Sungai Musi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus  mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu,  jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara.  Setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan  anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan  Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat). Menunggu Wajah Baru Jembatan Ampera&lt;/p&gt; Sekitar tahun 2002, ada wacana untuk mengembalikan nama Bung Karno  sebagai nama Jembatan Ampera ini. Tapi usulan ini tidak mendapat  dukungan dari pemerintah dan sebagian masyarakat.&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keistimewaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas  agar tiang kapal yang lewat dibawahnya tidak tersangkut badan jembatan.  Bagian tengah jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis, dua  bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya.  Kecepatan pengangkatannya sekitar 10 meter per menit dengan total waktu  yang diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan selama 30 menit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TE2WU4AtTHI/AAAAAAAAAPA/Efnttpfnweg/s1600/350px-Ferry_passing_through_under_ampera_bridge.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 129px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TE2WU4AtTHI/AAAAAAAAAPA/Efnttpfnweg/s200/350px-Ferry_passing_through_under_ampera_bridge.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498216005466147954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat bagian tengah jembatan diangkat, kapal dengan ukuran lebar  60 meter dan dengan tinggi maksimum 44,50 meter, bisa lewat mengarungi  Sungai Musi. Bila bagian tengah jembatan ini tidak diangkat, tinggi  kapal maksimum yang bisa lewat di bawah Jembatan Ampera hanya sembilan  meter dari permukaan air sungai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak tahun 1970, aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini  sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang digunakan untuk  mengangkat jembatan ini dianggap mengganggu arus lalu lintas di atasnya.&lt;/p&gt; Pada tahun 1990, kedua bandul pemberat di menara jembatan ini diturunkan untuk menghindari jatuhnya kedua beban pemberat ini

Sumber: &lt;a href="http://id.wikipedia.org"&gt;Wikipedia Indonesia&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-2004477661849523029?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-26T21:07:51.249+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TE2V9nFKITI/AAAAAAAAAO4/mctcPU8gWmY/s72-c/250px-JembatanAMPERA.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">13</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/07/jembatan-ampera-palembang-jembatan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Award Keempat dari Galeri Kuliner</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/4kO-N_zSoXY/award-keempat-dari-galeri-kuliner.html</link><category>Award</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Sun, 25 Jul 2010 04:57:48 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-172674602092461775</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TEwaEcwg6CI/AAAAAAAAAOw/6ZgMl1dyRno/s1600/award+Friends.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 130px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TEwaEcwg6CI/AAAAAAAAAOw/6ZgMl1dyRno/s200/award+Friends.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497797908854007842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk keempat kalinya &lt;a href="http://putrasangpejuang.blogspot.com/"&gt;Putra Sang Pejuang&lt;/a&gt; mendapatkan sebuah award dari sahabat blogger &lt;a href="http://galerikuliner.blogspot.com/"&gt;Galeri Kuliner&lt;/a&gt;. Ini juga amat berarti bagi perkembangan dan kemajuan blog ini, karena akan menjadi pemacu untuk jadi lebih baik serta mempererat silaturrahim antar rekan blogger. Terima kasih sekali lagi saya ucapkan kepada sobat &lt;a href="http://galerikuliner.blogspot.com/"&gt;Galeri Kuliner&lt;/a&gt;.

Award ini juga akan kuberikan kepada sobat blogger, antara lain:
1. &lt;a href="http://www.m2pc.web.id/"&gt;m2pc Blog&lt;/a&gt;
2. &lt;a href="http://www.blog.my-weddingbelle.com/"&gt;Belle Wedding&lt;/a&gt;
3. &lt;a href="http://www.alycutes.co.cc/"&gt;Enjoy This Blog&lt;/a&gt;
4. &lt;a href="http://asmanu.blogspot.com/"&gt;Asmanu Online&lt;/a&gt;
5. &lt;a href="http://thehappyfamilies.blogspot.com/"&gt;Lina@happy family&lt;/a&gt;

Jadi, untuk teman-teman blogger yang akan saya beri award ini harus meletakkan link-link dibawah.
&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://agustomyx.blogspot.com/" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://elang-antarnusa.blogspot.com/"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://elang-antarnusa.blogspot.com/" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Elang  Antarnusa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.plusplux1.blogspot.com" style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Plus N78&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;a href="http://sasaciq.blogspot.com/" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Sasaciq&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://notesketchonme.blogspot.com"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://notesketchonme.blogspot.com"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;a style="text-decoration: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Catatan  tanpa tinta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;a href="http://www.monsterilmiah.blogspot.com/" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;monsterilmiah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;6.&lt;a href="http://www.freetaskatcampuss.co.cc/"&gt; &lt;b&gt;freetaskatcampuss&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;7. &lt;a href="http://galerikuliner.blogspot.com/"&gt;Galerikuliner&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;9. &lt;a href="http://putrasangpejuang.blogspot.com/"&gt;putra sang pejuang&lt;/a&gt;
10.
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=";font-family:Times,&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
Sebelum kalian meletakkan link-link tersebut, hapus terlebih dahulu  peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level.  Peserta nomor 2 menjadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan  link da sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Jangan lupa keadilan  dalam pelaksanaannya ya!. Jika tiap penerima award mampu memberikan  award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka  jumlah backlink yang akan didapat adalah:
Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jumlah backlink = 5
Posisi 8, jumlah backlink = 25
Posisi 7, jumlah backlink = 125
Posisi 6, jumlah backlink = 625
Posisi 5, jumlah backlink = 3,125
Posisi 4, jumlah backlink = 15,625
Posisi 3, jumlah backlink = 78,125
Posisi 2, jumlah backlink = 390,625
Posisi 1, jumlah backlink = 1,953,125
Ketika SEO mulai bekerja dengan menggunkan keyword yang kalian gunakan,  kalian akan mendapat traffic tambahan, sehingga nilai Alexa Rank  tentunya semakin mengecil :)
Apalagi jika ada yang mengklik link blog kalian. So, award ini jangan  disia-siakan ya! Award ini sekaligus menjadi tanda persahabatan kita
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-172674602092461775?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-25T18:57:48.329+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TEwaEcwg6CI/AAAAAAAAAOw/6ZgMl1dyRno/s72-c/award+Friends.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">11</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/07/award-keempat-dari-galeri-kuliner.html</feedburner:origLink></item><item><title>Bung Hatta, Negarawan Anti Korupsi (Kisah Menabung untuk Sepatu Bally)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/SNf9RZoGTJs/bung-hatta-negarawan-anti-korupsi-kisah.html</link><category>Kisah Inspiratif</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Wed, 21 Jul 2010 18:56:38 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-511404342869158237</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TEelF-AWiII/AAAAAAAAAOo/FfQWS4KoK0w/s1600/bung-hatta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 153px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TEelF-AWiII/AAAAAAAAAOo/FfQWS4KoK0w/s200/bung-hatta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496543392191383682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alhasil, keinginan Bung Hatta untuk membeli sepasang sepatu Bally tak pernah kesampaian hingga akhir hayatnya. Bahkan, yang lebih mengharukan, ternyata hingga wafat, guntingan iklan sepatu Ball tersebut masih tersimpan dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;DR.(HC) Drs. H. Mohammad Hatta&lt;/strong&gt; atau lebih dikenal Bung Hatta adalah proklamator RI, Wakil Presiden I RI, Bapak Koperasi Indonesia, negarawan, pahlawan, diplomat, dan ekonom. Itulah gelar kedaulatan yang Bung Hatta sandang. Namun, selain gelar-gelar diatas yang biasa kita baca, ada hal lain yang tidak kalah penting yang membuat &lt;a href="http://nusantaranews.wordpress.com/" linkindex="11"&gt;saya&lt;/a&gt; kagum seraya bangga atas sosok Bung Hatta lainnya yakni santun, jujur, hemat, serta &lt;em&gt;uncorruptable&lt;/em&gt;.&lt;span id="more-6105"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bung Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 12 Agustus 1902. Pada usia 19 tahun, Bung Hatta pergi ke Rotterdam, Belanda untuk belajar ilmu perdagangan/bisnis di Nederland Handelshogeschool (sekarang Universitas Erasmus) dan mendapat gelar Drs. Bung Hatta. Selama di Belanda, Bung Hatta terus melakukan perjuangan kemerdekaan untuk bangsa di nusantara. Aktivitasnya dalam organisasi menyebabkan Hatta pernah ditangkap pemerintah Belanda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1932 Hatta kembali ke &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan bergabung dengan organisasi CPNI yang bertujuan meningkatkan kesadaran politik rakyat &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; melalui proses pelatihan-pelatihan. Belanda menangkap Hatta, bersama &lt;strong&gt;Soetan Sjahrir&lt;/strong&gt;, ketua Club Pendidikan Nasional Indonesia pada bulan Februari 1934. &lt;u&gt;Hatta diasingkan ke Digul dan kemudian ke Banda selama 6 tahun&lt;/u&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1945, Hatta secara aklamasi diangkat sebagai wakil presiden pertama RI, bersama Bung Karno yang menjadi presiden RI sehari setelah ia dan bung karno memproklamasikan kemerdekaan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Oleh karena peran tersebut maka keduanya disebut Bapak Proklamator &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan &lt;a href="http://nusantaranews.wordpress.com/2009/07/30/amerika-serikat-dan-penggulingan-soekarno-1965-1967-1/" linkindex="12"&gt;Presiden Soekarno&lt;/a&gt;. Bung Hatta meninggal di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Bung Hatta, Sikap Negarawan yang Langka&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bila &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; memiliki &lt;strong&gt;Mahatma Gandhi&lt;/strong&gt; sebagai bapak negarawan yang sederhana, santun, bersahaja bagi rakyatnya, maka &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; memiliki Bung Hatta. Sepanjang hidupnya, Bung Hatta berperilaku senantiasa menampilkan sikap yang santun terhadap siapa pun. Baik kawan maupun lawan. Terhadap Bung Karno yang pada masa sebelum kemerdekaan melakukan kerja sama cukup erat namun kemudian mereka tidak dapat bekerja sama secara politik, tetapi sebagai sesama manusia, Bung Hatta masih menghormatinya. &lt;u&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Ketika Bung Karno sakit, Bung Hatta menengoknya. Demikian pula sebaliknya&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;. Kesantunan menjadi sikap dalam hidupnya untuk saling menghargai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyak kisah tentang dia yang menyadarkan kita semua, bahwa &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; pernah memiliki seorang pemimpin dan negarawan yang teramat bersahaja. Dan, itu pula yang disampaikan Rachmawati Soekarnoputri dalam tulisannya yang dimuat di Harian Kompas, 9 Agustus 2002, &lt;a href="http://www.mail-archive.com/rantau-net@rantaunet.com/msg12195.html" linkindex="13"&gt;Mengenang 100 Tahun Bung Hatta.&lt;/a&gt; Dalam tulisan tersebut, putri mendiang Bung Karno tersebut mengatakan, suri teladan yang perlu diteladani dari Bung Hatta adalah sifat dan perilakunya yang fair dan jujur. “&lt;em&gt;&lt;span style="color:fuchsia;"&gt;Jujur di sini, tidak hanya terbatas pada tidak melakukan praktik KKN selama berkuasa atau menjabat. Namun, lebih dari itu, Bung Hatta jujur terhadap hati nuraninya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;,” kata Rachmawati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal itu terlihat saat Bung Hatta mulai tidak sepaham dengan Bung Karno antara lain menganggap Bung Karno sudah ke-kiri-kirian, terlebih saat Bung Karno mencetuskan ide Nasakom&lt;a href="http://nusantaranews.wordpress.com/2009/12/04/bung-hatta-negarawan-uncorruptable-1-kisah-menabung-utk-sepatu-bally-tapi/" linkindex="14"&gt;,&lt;/a&gt; Bung Hatta yang sudah tidak sepaham lagi dengan Bung Karno memilih mengundurkan diri 1 Desember 1956.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kejujuran yang diperlihatkan Bung Hatta dalam hal ini justru menunjukkan sikap ksatria seorang negarawan yang patut dihargai dan dicontoh. Kendati demikian, hubungan pertemanan antara Bung Hatta dan Bung Karno tidak lalu berubah menjadi permusuhan, malahan Bung Hatta melakukan kerja sama yang kritis terhadap Bung Karno (c&lt;em&gt;ritical cooperation&lt;/em&gt;). Bahkan, adakalanya Bung Hatta memberikan masukan langsung datang ke Istana selain menulis &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; atau menelepon. Dan, Bung Karno pun tetap menganggap Bung Hatta sebagai teman bukan musuh yang harus “dilumpuhkan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rachmawati juga mengungkapkan bahwa sikap fair dan perilaku terasa ketika Bung Karno sakit setelah terjadinya G30S/PKI tahun 1965. Ketika Bung Karno mulai jatuh sakit, Bung Hatta tetap memberikan perhatian kepada Bung Karno. Bahkan, pada saat sakit yang diderita Bung Karno semakin parah pada tahun 1969 dan terpaksa harus dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, &lt;u&gt;&lt;span style="color:fuchsia;"&gt;Bung Hatta bersikeras menjenguk Bung Karno di mana tak satu pun pejabat atau tokoh lain mau menjenguk Bung Karno&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Wakil Presiden Bung Hatta Harus Menabung Membeli Sepatu “Bally”, Tapi…..&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salah satu kisah mengugah dari Bung Hatta yang dikenang masyakarat adalah kisah tentang sepatu Bally. Pada tahun 1950-an, Bally adalah merek sepatu bermutu tinggi yang berharga mahal. Bung Hatta, ketika masih menjabat sebagai wakil presiden, berniat membelinya. Untuk itulah, maka &lt;u&gt;dia menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya&lt;/u&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah itu, dia pun berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut. Namun, apa yang terjadi? Ternyata uang tabungan tidak pernah mencukupi untuk membeli sepatu Bally. Ini tak lain karena uangnya selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu orang-orang yang datang kepadanya guna meminta pertolongan. &lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;Alhasil, keinginan Bung Hatta untuk membeli sepasang sepatu Bally tak pernah kesampaian hingga akhir hayatnya. Bahkan, yang lebih mengharukan, ternyata hingga wafat, guntingan iklan sepatu Ball tersebut masih tersimpan dengan baik. &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Andai saja Bung Hatta mau memanfaatkan posisinya saat itu, sebenarnya sangatlah mudah baginya untuk memperoleh sepatu Bally, misalnya dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalannya. Barangkali bukan hanya sepatu merek Bally yang mampu dibelinya. Bisa saja ia memiliki saham di pabrik sepatu dan berganti-ganti sepatu baru setiap hari. Tetapi, ia tidak melakukan semua itu. Ia hanya menyelipkan potongan iklan sepatu Bally yang tidak terbelinya hingga akhir hayat&lt;a href="http://nusantaranews.wordpress.com/" linkindex="15"&gt;.&lt;/a&gt; Bila dilihat pada kondisi sekarang, seharusnya masa lalu juga demikian, tentu hal ini merupakan sebuah tragedi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seorang mantan wakil presiden, orang yang menandatangani proklamasi kemerdekaan, orang yang memimpin delegasi perundingan dengan Belanda –negara yang pernah menjajahnya—hingga Belanda mau mengakui kedaulatan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, ternyata tidak mampu hanya untuk sekadar membeli sepasang sepatu bermerek terkenal. Meski memiliki jasa besar bagi kemerdekaan negeri ini, Bung Hatta sama sekali tidak ingin meminta sesuatu &lt;em&gt;untuk kepentingan sendiri dari orang lain atau negara.&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Jacob Utama, Pemimpin Umum Harian Kompas, segala yang dilakukan Bung Hatta sudah mencerminkan bahwa dia tidak hanya jujur, namun juga &lt;em&gt;uncorruptable&lt;/em&gt;, tidak terkorupsikan. Kejujuran hatinya membuat dia tidak rela untuk menodainya dengan melakukan tindak korupsi. Mungkin banyak masyarakat berkomentar, “Iya, lha wong sepatu Bally harganya, &lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;, selangit.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun lagi-lagi itulah, ternyata bukan hanya sepasang sepatu itu yang tidak mampu dibeli Hatta. &lt;u&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;Barang lain yang juga tak mampu dibelinya adalah mesin jahit yang juga sudah lama didambakan sang istri&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;. Wah, mengapa bisa begitu? Ya, tak lain karena setelah mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden, 1 Desember 1956, uang pensiun yang diterimanya sangat kecil. Bahkan saking kecilnya, sampai-sampai hampir sama dengan Dali, sopirnya yang digaji pemerintah. Dalam kondisi seperti ini, keuangan keluarga Bung Hatta memang sangat kritis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sampai-sampai, pernah suatu saat Bung Hatta kaget melihat tagihan listrik, gas, air, dan telepon yang harus dibayarnya, karena mencekik leher. Menghadapi keadaan itu, Bung Hatta tidak putus asa. &lt;u&gt;Dia semakin rajin menulis untuk menambah penghasilannya&lt;/u&gt;. Baginya, biarpun hasilnya sedikit, yang penting diperoleh dengan cara yang halal. &lt;u&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;Itu sebabnya, mengapa Bung Hatta mengembalikan sisa uang yang diberikan pemerintah untuk berobat ke Swedia&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;. Itu dilakukan, karena sepulang dari Swedia Bung Hatta mendapati bahwa uang tersebut masih bersisa, dan dia merasa itu
bukan haknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sungguh mengagumkan. Apa yang dilakukan Bung Hatta adalah karena dia ingin menjaga nama baik. &lt;strong&gt;Bukan hanya dirinya sendiri, tetapi nama baik bangsa dan negara&lt;/strong&gt;. Dalam konteks itu pula, maka Bung Hatta pun tidak berusaha bekerja di berbagai perusahaan meski sebenarnya sangat memungkinkan. Dalam pandangannya, jika dia bekerja pada perusahaan, &lt;u&gt;maka citra seorang mantan wakil presiden akan runtuh&lt;/u&gt;. Juga, jika dia menjadi seorang konsultan, maka sebenarnya dirinya sedang terjebak ke dalam bias persaingan usaha yang sarat dengan kepentingan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemikiran yang luar biasa itulah yang dijalankan oleh Bung Hatta. Bung Hatta lebih memilih hidup sederhana demi menjaga nama baik bangsa &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Bung Hatta telah mengorbankan dirinya bagi negeri ini. Bung Hatta begitu hati-hati menggunakan kekuasaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semoga melalui artikel yang diangkat dari kisah nyata dari seorang pemimpin besar bangsa ini, seorang proklamator yang turut memperjuangkan NKRI dengan Pancasila sebagai falsafah bangsa, memberi kebanggaan sekaligus teladan bagi rakyat Indonesia, terutama generasi muda. Membaca kisah ini mestinya membuat malu bagi setiap warga &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, terutama para pejabat, baik eksekutif, yudikatif maupun legislatif yang berebut kursi kekuasaan. Bagaimana mungkin anggota dewan sudah meminta jatah laptop diawal jabatannya? Bagaimana timpangnya sikap Bung Hatta dengan sikap &lt;a href="http://nusantaranews.wordpress.com/2009/12/04/2009/10/23/baru-1-hari-dilantik-kementerian-sby-minta-kenaikan-gaji/" title="Baru 1 Hari Dilantik, Kementerian SBY Minta Kenaikan Gaji" linkindex="16"&gt;Kementerian Kabinet Indonesia Bersatu II yang minta kenaikan gaji pasca 1 hari dilantik?&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semoga kisah Bung Hatta tentang Sepatu Bally menjadi bagian dari artikel dalam pendidikan sekolah terkait pendidikan antikorupsi dan &lt;a href="http://sangnata.wordpress.com/category/bela-negara/" linkindex="17"&gt;bela negara&lt;/a&gt;. Saya terharu sekaligus kagum mengetahu bahwa seorang Wakil Presiden RI yang juga bapak proklamator harus menabung untuk membeli sepatu “bally”, tapi…. hingga akhirnya hayatnya ia harus memendam cita-citanya! Terima Bung Hatta!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Salam bela negara dengan tidak korupsi,
&lt;u&gt;
Sumber : &lt;a href="http://www.nusantaranews.wordpress.com/"&gt;www.nusantaranews.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-511404342869158237?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-22T08:56:38.829+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TEelF-AWiII/AAAAAAAAAOo/FfQWS4KoK0w/s72-c/bung-hatta.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/07/bung-hatta-negarawan-anti-korupsi-kisah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Award Ketiga dari Diary Nadya</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/Oyj6LwjOlk4/award-ketiga-dari-diary-nadya.html</link><category>Award</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Tue, 20 Jul 2010 17:03:22 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-3810497952677176992</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TEY5Gi15UTI/AAAAAAAAAOc/phsNsseagcs/s1600/award+3+%28chachan%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 167px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TEY5Gi15UTI/AAAAAAAAAOc/phsNsseagcs/s200/award+3+%28chachan%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496143179847127346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah, kembali sebuah award diberikan sahabat blogger kepada &lt;a href="http://putrasangpejuang.blogspot.com/"&gt;Putra Sang Pejuang&lt;/a&gt;, kali ini dari &lt;a href="http://diarynadya.blogspot.com/"&gt;Diary Nadya&lt;/a&gt;, mudah-mudahan award ini dapat memberi motivasi padaku untuk menjadi lebih baik dan banyak belajar, terima kasih kepada sobatku &lt;a href="http://diarynadya.blogspot.com/"&gt;Diary Nadya&lt;/a&gt; serta kepada rekan blogger lainnya yang telah sudi mampir memberikan komentar, informasi berguna serta bertukar link dengan &lt;a href="http://diarynadya.blogspot.com/"&gt;Putra Sang Pejuang&lt;/a&gt;. Semoga kita bisa sukses bersama. Amin Ya Robbal Alamin

Selanjutnya, sebagai tanda berbagi kebahagiaan pada sobat blogger, award ini akan kuberikan juga kepada :
1. &lt;a href="http://www.sarahsmart.co.cc/"&gt;Sarah Smart Share&lt;/a&gt;
2. &lt;a href="http://belajardesigntshirt.blogspot.com/"&gt;Belajar Design T-Shirt&lt;/a&gt;
3. &lt;a href="http://anggasona-anotherbestblog.blogspot.com/"&gt;Anggasona Anotherbestblog&lt;/a&gt;
4. &lt;a href="http://cindenian.blogspot.com/"&gt;Cinde Nian&lt;/a&gt;
5. &lt;a href="http://buku-kecilku.blogspot.com/"&gt;Buku Kecilku&lt;/a&gt;
6. &lt;a href="http://www.klikyudha.com/"&gt;KLICKYUDHA.COM&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-3810497952677176992?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-21T07:03:22.022+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TEY5Gi15UTI/AAAAAAAAAOc/phsNsseagcs/s72-c/award+3+%28chachan%29.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/07/award-ketiga-dari-diary-nadya.html</feedburner:origLink></item><item><title>Daun Sirsak 10.000 Lebih ampuh dari Kemoterapi bagi Penderita Kanker</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/PutraSangPejuang/~3/NXkz362CXj4/daun-sirsak-10000-lebih-ampuh-dari.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (M. Chandra Panjinata)</author><pubDate>Sun, 18 Jul 2010 07:19:08 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7212223840134779322.post-5254460616867620246</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TEMMkFfTrgI/AAAAAAAAAOU/xoBECcGhl6w/s1600/sirsak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 165px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TEMMkFfTrgI/AAAAAAAAAOU/xoBECcGhl6w/s200/sirsak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495249784410451458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Soursop, buah dari pohon Graviola adalah pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo. Tapi kenapa kita tidak tahu?
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat2nya, mereka ingin agar dana riset yang dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya djual kepasar Dunia.

Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohonGraviola ini.

Pohonnya rendah, di Brazil dinamai “Graviola”, di Spanyol “Guanabana” bahasa Inggrisnya “Soursop”. Di Indonesia, ya buah Sirsak.Buahnya agak besar, kulitnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau dibuat jus.

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan efek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stres,dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik.

Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Sciences Institute bagi orang2 Amerika adalah Institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah: Jauh dipedalaman hutan Amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.

Riset membuktikan “pohon ajaib” dan buahnya ini bisa :

Ø Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, TANPA rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.

Ø Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.

Ø Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan/penyembuh an.

Ø Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola dites di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil Tes dari ekstrak (sari) buah ini adalah :

Ø Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payudara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.

Ø Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo yang biasa digunakan!

Ø Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat!

Riset telah dilakukan secara ekstensif pada pohon “ajaib” ini,selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini? Jawabnya adalah : Begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan olehyang memiliki uang dan kekuasaan!

Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh di hutan Amazon ini.Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : kulit kayu,akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika Selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan rematik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan Dana dan Sumber Daya Manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka tes. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker!

Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini. Kenapa?

Di bawah Undang2 Federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatenkan.

Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sintesa/kloning dari Graviola ini agar bisa dipatenkan sehingga dana yang dikeluarkan untuk Riset dan Aneka Tes bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa dikloning. Perusahaan gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk Riset dan Aneka Tes.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan besar ber-angsur2 memudar, kegiatan riset dan tes juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari Team Riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi.Dengan mengorbankan karirnya,dia menghubungi sebuah perusahaanyang biasa mengumpulkan bahan2 alami dari hutan Amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.

The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak dipublikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.

Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo!

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah: Graviola bisa menyeleksi memillih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh Terapi Kemo, sehingga timbul efek negatif: rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker: Prostat, Pankreas, dan Paru2.

Setelah selama kurang lebih 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari Lembaga2 tsb diatas.

Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budi dayakan dan dipanen oleh orang2 pribumi Brazil , kini bisa diperoleh di Amerika.

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s milk, sebagai free special bonus terbitanHealth Sciences Institute.

Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun. Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat, dan teman yang anda kasihi.

The next time you have a fruit juice, ask for a soursop.

Dalam suatu acara JBRO di taman Buah Mekarsari, ada penandatanganan MoU antara JBRO dengan Taman Buah Mekarsari.
Dalam kesempatan kunjungan ke area perkebunan, disampaikan oleh salah satu pakar buah disana bahwa Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.

Untuk pencegahan, disarankan makan atau minum jus buah sirsak.

Untuk penyembuhan, bisa dengan merebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas saja.
Air yang tinggal 1 gelas dimimumkan ke penderita setiap hari 2 kali.

Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi.
Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter,katanya cukup berkasiat.

Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel sel yang normal.
&lt;span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;Buah Sirsak dengan Transfer Factor Molekul cerdas sistem imun untuk Memperkuat Daya Tahan Tubuh Hingga 437% dan mampu mengenali 200.000 jenis kuman, virus, jamur, parasit dll... yang sifat nya jahat.

Mudah mudahan bermanfaat ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7212223840134779322-5254460616867620246?l=putrasangpejuang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-18T21:19:08.352+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_lD32GzaRwpQ/TEMMkFfTrgI/AAAAAAAAAOU/xoBECcGhl6w/s72-c/sirsak.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">15</thr:total><feedburner:origLink>http://putrasangpejuang.blogspot.com/2010/07/daun-sirsak-10000-lebih-ampuh-dari.html</feedburner:origLink></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

