<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>RAIN</title>
	
	<link>http://raptorindonesia.org</link>
	<description>Raptor Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Apr 2012 10:47:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/raptorindonesia/Zpnc" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="raptorindonesia/zpnc" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">raptorindonesia/Zpnc</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Per Bulan, 30 Ekor Elang Dijual di Pasar Burung Pramuka</title>
		<link>http://raptorindonesia.org/per-bulan-30-ekor-elang-dijual-di-pasar-burung-pramuka/</link>
		<comments>http://raptorindonesia.org/per-bulan-30-ekor-elang-dijual-di-pasar-burung-pramuka/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 10:47:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan satwa]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Perdagangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raptorindonesia.org/?p=1072</guid>
		<description><![CDATA[
JAKARTA, KOMPAS.com – Survei Jakarta Animal Aid Network (JAAN) menunjukkan bahwa perdagangan satwa liar masih marak dilakukan di Jakarta, diantaranya dilakukan di Pasar Burung Pramuka.
“Sebulannya ada 30 elang yang diperjualbelikan di Pasar Burung Pramuka,” kata Pramudya Haezani dari JAAN saat ditemui Kompas.com dalam aksi Hari Bumi di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Minggu (22/4/2012).
“Terbayang enggak? Kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_1073" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/04/12.jpg"><img class="size-medium wp-image-1073" title="1" src="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/04/12-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">foto elang di Pasar Solo/TC</p></div>
<p><a href="http://incaf.net/2012/04/22/per-bulan-30-ekor-elang-dijual-di-pasar-burung-pramuka" target="_blank">JAKARTA, KOMPAS.com</a> – Survei Jakarta Animal Aid Network (JAAN) menunjukkan bahwa perdagangan satwa liar masih marak dilakukan di Jakarta, diantaranya dilakukan di Pasar Burung Pramuka.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sebulannya ada 30 elang yang diperjualbelikan di Pasar Burung Pramuka,” kata Pramudya Haezani dari JAAN saat ditemui Kompas.com dalam aksi Hari Bumi di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Minggu (22/4/2012).<span id="more-1072"></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Terbayang enggak? Kalau satu elang cover habitat 4 hektar persegi, maka 30 ekor berarti 120 hektar persegi. Ini sama saja pasar burung itu wipe out satwa di ekosistem kita,” lanjut Pramudya.</p>
<p style="text-align: justify;">Satwa yang diperjualbelikan tidak hanya elang. Ada juga ulang, kukang, monyet dan macaca. Untuk kukang, diperkirakan 60-80 ekor dijual tiap bulannya. Angka tersebut hanya terhitung di Pasar Burung Pramuka</p>
<p style="text-align: justify;">Jakarta sendiri memiliki 3 pasar burung, yakni Pasar Burung Barito, Pasar Burung Jatinegara dan Pasar Burung Ngasem. Pasar Burung Pramuka, menurut Pramudya, merupakan tempat penjualan satwa liar terbesar di Asia Tenggara.</p>
<p style="text-align: justify;">Pramudya mengatakan, masih berlangsungnya aktivitas perdagangan satwa liar di pasar burung menunjukkan bahwa pemerintah masih menganggap remeh aktivitas tersebut. “Pemerintah, tidak hanya pemerintah daerah tetapi tapi terutama juga Departemen Kehutanan, harusnya peduli dengan masalah perdagangan satwa ini,” kata Pramudya.</p>
<p style="text-align: justify;">JAAN bersama sejumlah LSM lain yang tergabung dalam Liga Anti Perdagangan Satwa (LAPS) menuntut penutupan pasar burung. Penutupan mungkin akan merugikan beberapa pihak, tetapi membantu penyelamatan keragaman hayati.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejumlah LSM yang terlibat aksi hari ini antara lain Animal Friend Jogja, Forum Harimau Kita, Pro-Fauna, Raptor Indonesia (RAIN), Suaka Elang dan Center for Orangutan Protection (COP).</p>
<p style="text-align: justify;">sumber: <a href="http://incaf.net/2012/04/22/per-bulan-30-ekor-elang-dijual-di-pasar-burung-pramuka" target="_blank">www.kompas.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raptorindonesia.org/per-bulan-30-ekor-elang-dijual-di-pasar-burung-pramuka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Bumi, Aktivis Tuntut Penutupan Pasar Burung</title>
		<link>http://raptorindonesia.org/hari-bumi-aktivis-tuntut-penutupan-pasar-burung/</link>
		<comments>http://raptorindonesia.org/hari-bumi-aktivis-tuntut-penutupan-pasar-burung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 10:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[LAPS]]></category>
		<category><![CDATA[pasar burung]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan satwa]]></category>
		<category><![CDATA[stop wildlife trade]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raptorindonesia.org/?p=1068</guid>
		<description><![CDATA[ 
JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Aktivis dari berbagai lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Liga Anti Perdagangan Satwa (LAPS) menggelar aksi di Monumen Nasional dan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Minggu (22/4/2012).
Dalam aksi yang dilakukan untuk memperingati Hari Bumi tersebut, aktivis LAPS meminta pemerintah serius menangani perdagangan satwa liar serta menutup pasar burung.
&#8220;Memperingati Hari Bumi, kita harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<div id="attachment_1069" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><a href="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/04/533272_10150679495908247_547543246_9155608_63638373_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-1069" title="533272_10150679495908247_547543246_9155608_63638373_n" src="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/04/533272_10150679495908247_547543246_9155608_63638373_n-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></strong><p class="wp-caption-text">by Mono Wae</p></div>
<p><strong>JAKARTA, KOMPAS.com</strong> &#8211; Aktivis dari berbagai lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Liga Anti Perdagangan Satwa (LAPS) menggelar aksi di Monumen Nasional dan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Minggu (22/4/2012).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam aksi yang dilakukan untuk memperingati Hari Bumi tersebut, aktivis LAPS meminta pemerintah serius menangani perdagangan satwa liar serta menutup pasar burung.<span id="more-1068"></span></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Memperingati Hari Bumi, kita harus sadar tentang pentingnya pelestarian alam, satwa. Sekarang yang berperan besar dalam kepunahan satwa adalah pasar burung,&#8221; ungkap Rejeki Marsudiyani dari Animal Friend Yogya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yani yang khusus datang dari Yogyakarta bersama rekannya untuk melakukan aksi ini mengungkapkan, berbagai macam satwa liar diperjualbelikan di pasar burung, mulai elang, monyet dan ular.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Semakin banyak pasar burung, semakin banyak satwa yang diperjualbelikan. Ada banyak pembeli, maka makin banyak juga orang yang cari satwa di hutan untuk dijual,&#8221; kata Yani saat ditemui di Bundaran HI, hari ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Yani menegaskan, &#8220;Pasar burung seperti Ngasem kalau di Jogja itu harus ditutup.&#8221; Dengan cara tersebut, perdagangan satwa liar bisa dikurangi dan kelestarian alam terjaga.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mengakui, penutupan pasar burung memang akan merugikan beberapa pihak, seperti masyarakat yang punya mata pencaharian sebagai penjual satwa. Tapi, kerugian itu dinilai tak sebesar kerugian kehilangan satwa liar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hanya sebagian saja yang kita rugikan. Bumi lebih besar dari yang kita rugikan. Bumi memberi manfaat lebih banyak. Kalau tidak dilakukan, anak cucu kita yang akan rugi,&#8221; papar Yani.</p>
<p style="text-align: justify;">sumber: <a href="http://sains.kompas.com/read/2012/04/22/1253406/Hari.Bumi.Aktivis.Tuntut.Penutupan.Pasar.Burung" target="_blank">www.kompas.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raptorindonesia.org/hari-bumi-aktivis-tuntut-penutupan-pasar-burung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Bumi; Liga Anti Perdagangan Satwa Diluncurkan</title>
		<link>http://raptorindonesia.org/hari-bumi-liga-anti-perdagangan-satwa-diluncurkan/</link>
		<comments>http://raptorindonesia.org/hari-bumi-liga-anti-perdagangan-satwa-diluncurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 10:16:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Illegal Trading]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa Liar]]></category>
		<category><![CDATA[Stop Perdagangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raptorindonesia.org/?p=1064</guid>
		<description><![CDATA[ 
Jakarta (Greeners) – Ratusan pecinta satwa melakukan long march dari Monas menuju Bundaran HI pagi ini (22/04). Mereka melukis wajah dengan corak satwa seperti macan, kukang, badak, burung, dan satwa dilindungi lainya. Mereka turun ke jalan dengan satu semangat untuk mempublikasikan Liga Anti Perdagangan Satwa (LAPS) yang mulai diluncurkan hari ini yang juga bertepatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em> </em></p>
<div id="attachment_1065" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><em><a href="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/04/Greeners_dailyten_220412.jpg"><img class="size-medium wp-image-1065" title="Greeners_dailyten_220412" src="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/04/Greeners_dailyten_220412-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></em><p class="wp-caption-text">Stop Perdagangan Satwa Liar</p></div>
<p><em>Jakarta (Greeners)</em> – Ratusan pecinta satwa melakukan <em>long march</em> dari Monas menuju Bundaran HI pagi ini (22/04). Mereka melukis wajah dengan corak satwa seperti macan, kukang, badak, burung, dan satwa dilindungi lainya. Mereka turun ke jalan dengan satu semangat untuk mempublikasikan Liga Anti Perdagangan Satwa (LAPS) yang mulai diluncurkan hari ini yang juga bertepatan dengan peringatan hari bumi se-dunia.<span id="more-1064"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Liga Anti Perdagangan Satwa diluncurkan dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan pengatahuan masyarakat serta peran serta generasi muda dalam pelestarian satwa yang didukung oleh berbagai organisasi non pemerintah yang fokus terhadap perlindungan satwa yaitu Wildlife Conservation Society – Indonesia Program (WCS-IP), Yayasan IAR Indonesia (International Animal Rescue), Forum Harimau Kita, Jakarta Animal Aid NEtwork (JAAN), Centre For Orangutan Protection (COP), Suaka Elang, Raptor Indonesia (RAIN), ProFauna Indonesia, serta Lembaga Advokasi Satwa Liar (LASA).</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Iben, Juru Kampanye aksi dari JAAN “LAPS pertama diluncurkan pada saat memperingati hari bumi 22 April 2012 dengan harapan agar masyarakat luas peduli dan dapat turut memberikan pesan kepada pemerintah Indonesia untuk lebih konsentrasi dan serius dalam menangani perdagangan satwa liar khususnya yang dilindungi.” tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aksi yang mempunyai tema “Pasar Burung di Indonesia Bebas dari Perdagangan Satwa Dilindungi” ini cukup menyita perhatian masyarakat yang tengah menikmati Car Free Day di Bundaran HI. Melalui serangkaian kostum dan papan aksi yang terlihat dibuat dari bahan daur ulang, para demonstran terus meneriakkan pesan-pesan mereka mengenai perlindungan satwa liar.</p>
<p style="text-align: justify;">Juru Bicara Kampanye LAPS Irma Hermawati dari LASA menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk memberikan informasi mengenai kondisi pasar burung saat ini, sehingga masyarakat mempunyai pengetahuan dan kepedulian untuk tidak membeli atau memelihara satwa liar dilindungi dari pasar burung. “Kami berharap kegiatan ini bisa direspon oleh masyarakat secara positif karena bisa memberikan pengetahuan dan pengalaman baru serta kepedulian terhadap pelestarian satwa yang terancam punah khususnya” ujar Irma.</p>
<p style="text-align: justify;">LAPS didukung oleh berbagai komunitas antara lain Komunitas Sepeda, Komunitas Slanker, Komunitas Dongeng, AFJ (Animal Friend Jogja), Komunitas Mahasiswa Lintas Alam Garuda (UIN), IMAKAHI (Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia), Komunitas Pecinta Alam dan Mahasiswa, KSP Tarsius Universitas ISlam Negeri, KSP Macaca Universitas Negeri Jakarta, Himabio RAfflesia Universitas Islam As-Syafii’ah, serta Saka Dirgantara.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan yang sama, Winar dari IAR turut menegaskan, “Kampanye pelestarian spesies satwa langka yang dilaksanakan di kota besar mungkin merupakan pengalaman baru bagi masyarakat sehingga diperlukan upaya yang sifatnya mendidik dan menghibur.”</p>
<p style="text-align: justify;">LAPS akan melakukan program kampanye selama satu tahun dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, mahasiswa dan pelajar. (G03)</p>
<p style="text-align: justify;">sumber: <a href="http://www.greenersmagz.com/dailyten/hari-bumi-liga-anti-perdagangan-satwa-diluncurkan/" target="_blank">www.greenersmagz.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raptorindonesia.org/hari-bumi-liga-anti-perdagangan-satwa-diluncurkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melepas Elang Ular Bido di Alam Bebas</title>
		<link>http://raptorindonesia.org/melepas-elang-ular-bido-di-alam-bebas/</link>
		<comments>http://raptorindonesia.org/melepas-elang-ular-bido-di-alam-bebas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 11:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Elang Ular Bido]]></category>
		<category><![CDATA[pelepasliaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sermo]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raptorindonesia.org/?p=1028</guid>
		<description><![CDATA[
RAPTOR Indonesia (RAIN) bekerjasama Yayasan Konservasi Alam  Yogyakarta (YKAY) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta  melepas elang Ular Bido (Spilornis cheela) di kawasan Suaka Margasatwa  Sermo, Kulonprogo (31/3). Elang Ular Bido yang berasal dari PPS Gadog dalam dua tahun terakhir direhabilitasi di Suaka Elang, Bogor, Jawa Barat. 

Lokasi pelepasan yang dipilih adalah petak 21 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_1029" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/04/3.jpg"><img class="size-medium wp-image-1029" title="3" src="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/04/3-300x204.jpg" alt="" width="300" height="204" /></a><p class="wp-caption-text">Bertengger di Pohon tak jauh dari habituasi</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>RAPTOR Indonesia (RAIN)</strong> bekerjasama Yayasan Konservasi Alam  Yogyakarta (YKAY) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta  melepas elang Ular Bido <em>(Spilornis cheela)</em> di kawasan Suaka Margasatwa  Sermo, Kulonprogo (31/3). Elang Ular Bido yang berasal dari PPS Gadog dalam dua tahun terakhir direhabilitasi di Suaka Elang, Bogor, Jawa Barat. <span id="more-1028"></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Lokasi pelepasan yang dipilih adalah petak 21 Dusun Klepu, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap. Pelepasliaran  Elang Ular Bido ini  dilakukan Ketua Dewan Pembina YKAY GKR Pembayun dan Bupati  Hasto Wardoyo.</div>
<div style="text-align: justify;">Direktur Raptor Indonesia, Zaini Rahman, mengutarakan, kondisi alam kawasan Sermo sesuai habitat hidup elang Ular Bido. “Ketersediaan pakan alaminya juga banyak, yaitu kadal dan ular,” kata Zaini.</div>
<div style="text-align: justify;">Sebelum dilepasliarkan, elang Ular Bido berada di kandang habituasi sejak 10 Maret 2012. Selama di kandang, elang terus diamati dan dinilai  Tim Gabungan dari RAIN dan YKAY untuk dianalisis kelayakan dilepasliarkan ke alam. Dokter hewan Taman Satwa Yogyakarta, Dian Tresno Wikanti, menjelaskan kandang habituasi untuk adaptasi elang di tempat hidup yang baru.</div>
<div style="text-align: justify;">Juga dinilai beberapa parameter sebelum dinyatakan layak dilepasliarkan ke alam. “Elang  bernama Cheela ini sudah tiga minggu berada di kandang habituasi. Lama tidaknya proses habituasi  sangat tergantung pada kondisi perilaku elang,” jelas Dian.</div>
<div style="text-align: justify;">Pada acara pelepasliaran ini, GKR Pembayun juga menyerahkan buku “Garuda, Mitos dan Faktanya di Indonesia kepada beberapa sekolah di dekat kawasan Suaka Margasatwa Sermo. Buku tentang elang ini  merupakan karya Zaini Rahman.</div>
<div style="text-align: justify;">
<div>Buku diharapkan dapat menambah wawasan dan kesadaran generasi muda terhadap kelestarian alam beserta satwa. Karena konservasi  bukan hanya tanggungjawab pemerintah dan lembaga konservasi.</div>
<div style="text-align: justify;">“Burung elang layak untuk kembali ke alam. Harus dijaga bersama. Jangan  diburu”, pinta GKR Pembayun.</div>
<div style="text-align: justify;">Sumber: <a href="http://www.duniajogja.com/2012/04/01/melepas-elang-ular-bido-di-alam-bebas/" target="_blank">duniajogja.com</a></div>
</div>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raptorindonesia.org/melepas-elang-ular-bido-di-alam-bebas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Elang Ular Bido dilepasliarkan di SM Sermo</title>
		<link>http://raptorindonesia.org/elang-ular-bido-dilepasliarkan-di-sm-sermo/</link>
		<comments>http://raptorindonesia.org/elang-ular-bido-dilepasliarkan-di-sm-sermo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 10:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[dilepaskan]]></category>
		<category><![CDATA[Elang Ular]]></category>
		<category><![CDATA[Pelepasan elang]]></category>
		<category><![CDATA[SM Sermo]]></category>
		<category><![CDATA[YKAY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raptorindonesia.org/?p=1014</guid>
		<description><![CDATA[
 Kulonprogo, DIY. Seekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela) kembali dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Sermo, Sabtu(31/03/12). Kegiatan pelepasliaran ini merupakan kerjasama antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta, RAIN – Raptor Indonesia dan Suaka Elang.

Sebelum dilepasliarkan, terlebih dahulu dilakukan Habituasi selama 20 hari untuk melihat perkembangan perilaku alami dari si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;"><strong></p>
<div id="attachment_1025" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/04/1.jpg"><img class="size-medium wp-image-1025" title="1" src="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/04/1-300x210.jpg" alt="" width="300" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">Keluar kandang</p></div>
<p></strong><strong> </strong><strong>Kulonprogo, DIY.</strong> Seekor Elang Ular Bido <em>(Spilornis cheela)</em> kembali dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Sermo, Sabtu(31/03/12). Kegiatan pelepasliaran ini merupakan kerjasama antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta, RAIN – Raptor Indonesia dan Suaka Elang.<span id="more-1014"></span></p>
</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Sebelum dilepasliarkan, terlebih dahulu dilakukan Habituasi selama 20 hari untuk melihat perkembangan perilaku alami dari si elang tersebut. Sebelumnya Cheela telah di rehabilitasi di Suaka Elang, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Loji, Bogor dan di translokasikan ke YKAY tanggal 7 February 2012 dikawal oleh Kepala Resorts Salak I TNGHS, Polhut dan perawat yang selama ini merawat si cheela selam dalam masa rehabilitasi.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">“Selama habituasi tim terus memantau setiap perkembangan perilaku dari elang tersebut untuk dijadikan justifikasi bahwa elang siap dilepasliarkan”. Ungkap Rosa Humas YKAY.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Pelepasliaran yang awalnya akan dilakukan oleh Gusti Kanjeng Ratu Pembayun, namun dikarenakan Gusti Ratu berhalangan hadir maka pelepasliaran yang dilakukan dengan membuka jaring kandang habituasi itu dilakukan oleh pihak BKSDA Jogja.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Cheela, nama panggilan elang tersebut, terlihat bingung ketika jaring terbuka hingga butuh waktu beberapa saat untuk menyadari bahwa dia hiarus keluar kandang menikmati sebuah kebebasan sebagai makhluk tuhan yang tidak seharusnya berada dalam sangkar. Tepuk tangan sontak terjadi ketika cheela mengepakan sayap terbang meninggalkan kandang habituasi.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Pelepasliaran yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Sekolah Dasar yang ada di sekitar lokasi pelepasliaran, Mahasiswa, dan perwakilan dari masing – masing kelompok pengamat burung di jogja. Hal ini dilakukan sebagai bentuk sosialisasi yang dilakukan oleh tim akan nilai penting konservasi raptor di Indonesia.</div>
<div style="text-align: justify;">
<div id="attachment_1026" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/04/2.jpg"><img class="size-full wp-image-1026" title="2" src="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/04/2.jpg" alt="" width="500" height="334" /></a><p class="wp-caption-text">Meninggalkan Kandang habituasi</p></div>
</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Setelah dilepasliarkan elang akan terus dipantau secara intensive selam dua minggu untuk memastikan bahwa elang benar – benar bisa bertahan hidup di habitat barunya. Tim monitoring dari Raptor indonesia dan Sukarelawan akan terus memantau setiap pergerakan dan perkembangan dari elang tersebut.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Selain pelepasliaran, juga dilakukan proses penyerahan sumbangan buku GARUDA Mitos dan Faktanya kepada perwakilan sekolah dasar yang hadir. Buku yang mengulas mengenai Garuda sebagai lambang negara sampai garuda sebagai Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) yang kondisinya makin terancam karena perburuan dan perubahan habitat menjadi lahan perkebunan. (AAP)</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Teks &amp; Foto :: Asman AP</span></div>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raptorindonesia.org/elang-ular-bido-dilepasliarkan-di-sm-sermo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Segera Hadir, Field Guide Asian Raptors Vol 1</title>
		<link>http://raptorindonesia.org/segera-hadir-field-guide-asian-raptors-vol-1/</link>
		<comments>http://raptorindonesia.org/segera-hadir-field-guide-asian-raptors-vol-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 02:54:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Asian Raptors Books]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Raptor]]></category>
		<category><![CDATA[Field Guide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raptorindonesia.org/?p=998</guid>
		<description><![CDATA[Buku Panduan Asian Raptors Volume 1 dalam beberapa bulan kedepan akan segera terbit. Bisa dibilang buku tersebut merupakan buku perdana untuk Asian Raptor Research &#38; Conservation Network (ARRCN) sebuah lembaga non pemerintah yang memayungi seluruh pemerhati dan peneliti raptor yang ada di Asia. Berbagai macam kegiatan penelitian seperti penelitian Migrasi Raptor di Asia, Genus Spizaetus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_999" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/03/raptor-migran-of-asia.jpg"><img class="size-full wp-image-999" title="raptor-migran-of-asia" src="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/03/raptor-migran-of-asia.jpg" alt="" width="300" height="242" /></a><p class="wp-caption-text">Cover buku</p></div>
<p style="text-align: justify;">Buku Panduan Asian Raptors Volume 1 dalam beberapa bulan kedepan akan segera terbit. Bisa dibilang buku tersebut merupakan buku perdana untuk <a href="http://www5b.biglobe.ne.jp/~raptor/" target="_blank">Asian Raptor Research &amp; Conservation Network</a> (ARRCN) sebuah lembaga non pemerintah yang memayungi seluruh pemerhati dan peneliti raptor yang ada di Asia. Berbagai macam kegiatan penelitian seperti penelitian Migrasi Raptor di Asia, Genus Spizaetus (Sekarang Nisaetus), Elang Hitam atau Indian Black Eagle Project, Bat Hawk Project dan beberapa kegiatan lainya seperi Symphosium. <span id="more-998"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Buku yang dikerjakan oleh para anggota ARRCN itu merupakan buku panduan pertama di Asia yang khusus memuat Raptor Migrant. 56 Jenis raptor migrant yang berbiak di Asia Timur lengkap dengan Foto full Colour yang membuat buku tersebut berbeda dengan buku &#8211; buku panduan lainya. Selain itu, menurut President AARRCN, Dr. Toru Yamazaki bahwa selama ini belum ada update perkembangan terbaru mengenai status migrasi raptor di Asia yang bermigrasi ke Asia Tenggara salah satunya Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Harapanya buku ini akan mempermudah kalangan muda dan pemula dalam hal identifikasi raptor karena buku ini sangat informatif, simpel dan mudah dimengerti. Ini yang beda dari buku &#8211; buku yang lain&#8221; Ungkap Dr. Toru waktu di temui di Thailand.<a href="http://4raptor.wordpress.com"> (AAP)</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raptorindonesia.org/segera-hadir-field-guide-asian-raptors-vol-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Raptor Migrant Singgahi Rupat</title>
		<link>http://raptorindonesia.org/raptor-migrant-singgahi-rupat/</link>
		<comments>http://raptorindonesia.org/raptor-migrant-singgahi-rupat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Mar 2012 02:36:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkalis]]></category>
		<category><![CDATA[Elang Kelabu]]></category>
		<category><![CDATA[migrasi raptor]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Rupat]]></category>
		<category><![CDATA[Raptor Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raptorindonesia.org/?p=985</guid>
		<description><![CDATA[ 
Bengkalis,utusanriau.com-Pulau Rupat, Bengkalis menjadi persinggahan pilihan sejenis burung raptor dalam perjalannan migrasinya menuju Australia. Burung yang belum diketahui namanya ini hanya terdapat di benua Afrika, dari ensiklopedia dunia.
Fenomena persinggahan burung-burung ini mengundang pertanyaan banyak pihak, diantaranya masyarakat sektitar wisata di pulau Rupat, dinas kebudayaan pariwasata dan olahraga (Disbudparpora) dan dinas kehutananan. mengingat telah dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<div id="attachment_986" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><a href="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/03/Grey-faced-Buzzard_AAP-12.jpg"><img class="size-medium wp-image-986" title="Grey-faced Buzzard_AAP-12" src="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/03/Grey-faced-Buzzard_AAP-12-300x210.jpg" alt="" width="300" height="210" /></a></strong><p class="wp-caption-text">Elang Kelabu (Butastur indicus) salah satu jenis yang singgah di Pulau Rupat</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bengkalis,utusanriau.com</strong>-Pulau Rupat, Bengkalis menjadi persinggahan pilihan sejenis burung raptor dalam perjalannan migrasinya menuju Australia. Burung yang belum diketahui namanya ini hanya terdapat di benua Afrika, dari ensiklopedia dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Fenomena persinggahan burung-burung ini mengundang pertanyaan banyak pihak, diantaranya masyarakat sektitar wisata di pulau Rupat, dinas kebudayaan pariwasata dan olahraga (Disbudparpora) dan dinas kehutananan. mengingat telah dua kali kawanan burung ini singgah di Pulau Rupat dalam setahun terakhir. Tak sedikit pihak yang ingin mengungkapkan, ada apa di pulau Rupat dan kenapa harus Rupat.<span id="more-985"></span></p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saat ini kami sedang menunggu hasil penelitian di daerah rupat tersebut. Memang burung tersebut burung yang langka. Tapi saya belum bisa menjelaskan secara rinci, takutnya nanti salah bicara. Soalnya kita harus nunggu penelitian sebenarnya ada apa di pulau rupat tersebut, sehingga didatangi burung jenis raptor,&#8221; kata kepala dinas disbudparpora melalui Eri Kusuma Pribadi, Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Kabupaten Bengkalis, saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Senin (03/10).</p>
<p style="text-align: justify;">Kabid pariwisata juga menjelaskan seperti apa bentuk dan apa yang dilakukan burung tersebut di sekitar hutan wisata yang ada di Pulau rupat.&#8221;Burung tersebut seperti burung elang yang senang melayang di atas, tapi tidak mungkin burung tersebut tidak turun dan mencari  makan di pulau tersebut,&#8221;  tambah Eri.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan tidak melepas telpon genggamnya kabid pariwisata mengatakan juga sudah menanyakan kepada dinas kehutanan mengenai tindak lanjut mengenai penelitian burung yang singgah di pulau indah itu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya juga sudah menanyakan hal ini dengan kepala dinas kehutanan. Karena burung tersebut termasuk berada di wilayah kehutanan pulau Rupat. Jadi kita sama-sama ingin tahu sebenarnya apa hasil nantinya yang diperoleh. Hal ini juga sudah kami tanyakan kerpada masyarkat sekitar wisata. Namun pihak masyarakat banyak yang kurang faham dengan keberadaan burung tersebut.” Tandasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak Disbudparpora Bengkalis mengakui telah menerima laporan, dan masih tengah mengkaji faktor penyebab kehadiran burung-burung ini. Karena jika saja kawanan burung ini rutin menjadikan pulau Rupat sebagai persinggahan mereka, maka tak tertutup kemungkinan fenomena ini sangat berpotensi menjadi salah satu daya tarik wisata alam di Rupat. **</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber :<a href="http://utusanriau.com/news/detail/1029/2011/10/03/Raptor-Migrasi-Singgah-Rupat"> utusanriau.com</a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Foto: <a href="http://4raptor.wordpress.com" target="_blank">Asman Adi Purwanto / RAIN</a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raptorindonesia.org/raptor-migrant-singgahi-rupat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ribuan Burung ‘raptor’ bermigrasi</title>
		<link>http://raptorindonesia.org/ribuan-burung-%e2%80%98raptor%e2%80%99-bermigrasi/</link>
		<comments>http://raptorindonesia.org/ribuan-burung-%e2%80%98raptor%e2%80%99-bermigrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Mar 2012 02:19:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[migrasi raptor]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Rupat]]></category>
		<category><![CDATA[Raptor Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Raptor Migrant]]></category>
		<category><![CDATA[Rupat Islands]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raptorindonesia.org/?p=979</guid>
		<description><![CDATA[ 
anataranews.com, Pekanbaru - Burung-burung pemangsa alias &#8216;raptor&#8217; yang berjumlah ribuan ekor, secara bertahap bermigrasi dari kawasan Asia Timur ke Provinsi Riau, Indonesia, dengan tujuan utama di Pulau Rupat, Kecamatan Tanjung Medang, Kabupaten Bengkalis.
&#8220;Jumlahnya mencapai ribuan individu. Mereka datang berkelompok danbisa mencapai 200 ekor setiap rombongan kedatangannya, dimulai bulan September tahun lalu,&#8221; ungkap Koordinator Simpul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<div id="attachment_980" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><strong><a href="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/03/Sikep-Madu-Asia_7.jpg"><img class="size-medium wp-image-980" title="Sikep Madu Asia_7" src="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/03/Sikep-Madu-Asia_7-300x209.jpg" alt="" width="300" height="209" /></a></strong><p class="wp-caption-text">Sikep Madu Asia Jantan Dewasa/ Asman AP</p></div>
<p><strong><a href="http://www.antarariau.com/berita/19139/ribuan-burung" target="_blank">anataranews.com</a>,</strong> <strong>Pekanbaru </strong>- Burung-burung pemangsa alias &#8216;raptor&#8217; yang berjumlah ribuan ekor, secara bertahap bermigrasi dari kawasan Asia Timur ke Provinsi Riau, Indonesia, dengan tujuan utama di Pulau Rupat, Kecamatan Tanjung Medang, Kabupaten Bengkalis.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jumlahnya mencapai ribuan individu. Mereka datang berkelompok danbisa mencapai 200 ekor setiap rombongan kedatangannya, dimulai bulan September tahun lalu,&#8221; ungkap Koordinator Simpul &#8216;RAIN&#8217; Riau, Heri Tarmizi, kepada ANTARA di Pekanbaru, Kamis.<span id="more-979"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan, migrasi tersebut rutin dilakukan para &#8216;raptor Asia Timur, seperti dari Jepang dan Taiwan, karena di daerah itu tengah berlangsung musim semi (&#8217;spring migration&#8217;).</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan data tahun 2009, lanjutnya, burung yang bermigrasi  ke Pulau Rupat mencapai 7.270 individu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sekitar 99,8 persen burung yang bermigrasi terdiri dari spesies Sikep Madu Asia  <em>Pernis ptilorhynchus</em>,&#8221; tuturnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, menurutnya, ada Elang Tiram <em>Pandion haliaetus</em>, Baza Hitam <em>Aviceda leuphotes</em>, Elang-alap Cina  <em>Accipiter soloensis</em>, Elang Kelabu <em>Butastur indicus</em>,  Rajawali Totol <em> Aquila clanga</em>,  Alap-alap Kawah<em> Falco peregrinus</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jalur migrasinya mereka bergerak melalui Thailand, Malaysia dan Melintas di Pulau Rupat,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kawanan &#8216;raptor&#8217; itu, menurutnya, singgah untuk menghindari cuaca dingin di habitat aslinya dan memilih Riau, karena kondisi hutan yang relatif masih bagus serta pakan alami melimpah.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pada bulan Maret hingga April ini, mereka akan meninggalkan Rupat untuk kembali ke habitat asalnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakannya, pada masa migrasi &#8216;raptor&#8217; tahun ini, para peneliti dan pemerhati akan melakukan pengamatan bersama di Pulau Rupat.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_981" class="wp-caption aligncenter" style="width: 570px"><a href="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/03/Black-Baza_AAP_15.jpg"><img class="size-full wp-image-981 " title="Black Baza_AAP_15" src="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/03/Black-Baza_AAP_15.jpg" alt="" width="560" height="372" /></a><p class="wp-caption-text">Baza Hitam yang masih &quot;Misteri&quot;</p></div>
<p style="text-align: justify;">Peneliti dan pemerhati &#8216;raptor&#8217;, demikian Heri Tarmizi, akan bersama tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, dan Dinas Kehutanan Kabupaten Bengkalis.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, lanjutnya, juga akan melakukan sosialisasi kepada siswa-siswa sekolah, serta masyarakat Pulau Rupat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan tersebut, tuturnya, akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 10 Maret.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hal ini bertujuan melakukan sosialisasi dan diskusi untuk merangkul berbagai kalangan sebagai ajang pendidikan dan upaya kampanye kepedulian keberadaan raptor migran, serta arti penting Pulau Rupat bagi Indonesia dan wilayah Asia lainnya,&#8221; jelas Heri Tarmizi. (Fazar Muhardi/antaranews.com)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber: <a href="http://www.antarariau.com/berita/19139/ribuan-burung" target="_blank">antaranews.com</a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Foto &#8211; foto: Asman Adi Purwato/ RAIN</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raptorindonesia.org/ribuan-burung-%e2%80%98raptor%e2%80%99-bermigrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlindungan Pulau Rupat Riau  Sebagai Upaya Konservasi Raptor Migran Asia</title>
		<link>http://raptorindonesia.org/perlindungan-pulau-rupat-riau-sebagai-upaya-konservasi-raptor-migran-asia/</link>
		<comments>http://raptorindonesia.org/perlindungan-pulau-rupat-riau-sebagai-upaya-konservasi-raptor-migran-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2012 07:10:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Migratory Raptors]]></category>
		<category><![CDATA[Rupat Island]]></category>
		<category><![CDATA[Spring Migration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raptorindonesia.org/?p=973</guid>
		<description><![CDATA[Pulau Rupat, Bengkalis, 15 Maret 2012 – Raptor Indonesia (RAIN) simpul Riau dan Kelompok Studi Lingkungan Hidup &#8211; KSLH Riau akan mempresentasikan hasil pemantauan Migrasi Raptor di Pulau Rupat kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau dan Dinas Kehutanan Bengkalis, pada 16 Maret 2012 mendatang.
Presentasi dilakukan sebagai bentuk dorongan kepada pemerintah agar perlindungan Pulau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;"><strong>Pulau Rupat, Bengkalis, 15 Maret 2012</strong> – Raptor Indonesia (RAIN) simpul Riau dan Kelompok Studi Lingkungan Hidup &#8211; KSLH Riau akan mempresentasikan hasil pemantauan Migrasi Raptor di Pulau Rupat kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau dan Dinas Kehutanan Bengkalis, pada 16 Maret 2012 mendatang.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Presentasi dilakukan sebagai bentuk dorongan kepada pemerintah agar perlindungan Pulau Rupat sebagai pintu masuk migrasi raptor dari Asia Timur menuju Indonesia, segera dilakukan. Sebab, kondisi Pulau Rupat hingga saat ini dalam ancaman berat, yaitu deforestasi akibat pembukaan lahan untuk perkebunan.<span id="more-973"></span></div>
<div style="text-align: justify;">
<div id="attachment_974" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/03/foto-bersama.jpg"><img class="size-full wp-image-974" title="foto bersama" src="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/03/foto-bersama.jpg" alt="" width="600" height="275" /></a><p class="wp-caption-text">Selain pengamatan, team juga memberikan pemahaman kepada anak-anak Sekolah dasar.</p></div>
</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">“Pemantauan yang dilakukan untuk memperkuat data yang sudah ada. Selain menjadi pintu masuk dan areal perlintasan, kami juga menemukan bahwa Rupat menjadi wilayah singgah atau resting area raptor untuk mengumpulkan energi sebelum melanjutkan perjalanan ke Asia Timur,”</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">RAIN dan KSLH Riau juga berencana mengajak pemerintah untuk menjadikan Pulau Rupat menjadi kawasan lindung bagi raptor, baik migran maupun penetap.Pulau Rupat sangat berpotensi menjadi daerah wisata edukasi dan konservasi burung pemangsa migran.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">“Secara finansial, tentu kegiatan pengamatan akan mengangkat potensi daerah. Di sisi lain, Pulau Rupat menjadi salah satu arena edukasi bagi masyarakat Indonesia dan dunia yang tertarik untuk mempelajari raptor. Dari ketertarikan akan memunculkan kepedulian bagi upaya konservasi raptor, termasuk nilai-nilai penting konservasi jenis dan habitat bagi raptor.”</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Wisata edukasi raptor migran telah dilakukan oleh Malaysia dan Thailand. Selain RAIN simpul Riau dan KSLH Riau, saat ini pemantauan kolaborasi bersama Raptor Study Group – Malaysian Nature Society juga dilakukan di Selat Malaka.</div>
<div style="text-align: justify;"><a href="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/03/DSC_0645.jpg" target="_blank"><img class="size-full wp-image-975 " title="foto by Ucok KSLH/RAIN - RIAU" src="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/03/DSC_0645.jpg" alt="Hutan Mangrove Rupat utara tampak dari udara" width="500" height="332" /></a></div>
<div style="text-align: justify;">Hingga hari ketiga pemantauan migrasi raptor di Teluk Rhu, Rupat Utara, sedikitnya 5000 ekor raptor kembali menuju Asia Timur melalui Tanjung Tuan, Malaysia. Dari 56 jenis raptor migrant di Asia, 24 jenis di antaranya bermigrasi ke Indonesia, dan sebanyak 19 jenis bermigrasi melalui Pulau Rupat. Jenis-jenis tersebut di antaranya, Baza Hitam <em>(Aviceda leuphotes)</em>, Sikep Madu Asia <em>(Pernis ptilorhynchus)</em>, Elangalap Nipon/Jepang<em> (Accipiter gularis)</em>, Elang Kelabu <em>(Butastur indicus)</em>,  Elangalap Cina <em>(Accipiter soloensis)</em>, dan Alap-alap Kawah <em>(Falco peregrinus)</em>. Selain jenis raptor yang bermigrasi, selama pengamatan juga terpantau jenis raptor penetap pulau rupat yaitu Elang Bondol <em>(Haliastur indus)</em>, Elang Tikus <em>(Elanus caeruleus)</em> dan Elang Laut Perut Putih <em>(Haliaeetus leucogaster)</em>. Dari pulau seluas 1.500 kilometer persegi ini, raptor menuju wilayah Indonesia lain seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara, mulai akhir September hingga keluar dari Indonesia pada bulan April.(Ninuk)</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Foto oleh: Ucok KSLH/RAIN &#8211; RIAU</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Edit: Asman AP</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="color: #888888;">Foto 2: Kondisi Hutan mangrove yang tersisa menjadi lokasi roosting bagi raptor migrant sebelum meninggalkan pulau rupat.</span></div>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raptorindonesia.org/perlindungan-pulau-rupat-riau-sebagai-upaya-konservasi-raptor-migran-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sosialisasi dan Monitoring Migrasi Raptor di Pulau Rupat</title>
		<link>http://raptorindonesia.org/sosialisasi-dan-monitoring-migrasi-raptor-di-pulau-rupat/</link>
		<comments>http://raptorindonesia.org/sosialisasi-dan-monitoring-migrasi-raptor-di-pulau-rupat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2012 02:52:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[migrasi raptor]]></category>
		<category><![CDATA[Raptor Migrant]]></category>
		<category><![CDATA[Rupat Siland]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://raptorindonesia.org/?p=969</guid>
		<description><![CDATA[RAIN &#8211; Riau (9 Maret 2012). Bagi ribuan burung pemangsa (raptor), Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis, Riau, merupakan lokasi penting saat musim dingin tiba. Pulau seluas 1.500 kilometer persegi ini menjadi salah satu pintu masuk ke Indonesia, selain Sangihe, bagi ribuan elang dan alap-alap untuk menghindari musim dingin dan kekurangan makanan di Asia Timur.

Berbagai jenis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;"><strong>RAIN &#8211; Riau (9 Maret 2012).</strong> Bagi ribuan burung pemangsa (raptor), Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis, Riau, merupakan lokasi penting saat musim dingin tiba. Pulau seluas 1.500 kilometer persegi ini menjadi salah satu pintu masuk ke Indonesia, selain Sangihe, bagi ribuan elang dan alap-alap untuk menghindari musim dingin dan kekurangan makanan di Asia Timur.<span id="more-969"></span></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Berbagai jenis elang dan alap-alap mencari pulau-pulau dengan jarak yang dekat dalam lintasan bermigrasi. Pulau Rupat yang dekat dengan Tanjung Tuan Malaysia menjadi tempat ideal bagi elang untuk menambah energi setelah terbang jauh dari lokasi sebelumnya. Pulau Rupat menjadi lokasi penting bagi raptor yang bermigrasi karena selain menajdi kawasan lintasan juga menjadi persinggahan bahkan beberapa tinggal<em> (Wintering)</em> di pulau tersebut.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">
<div id="attachment_970" class="wp-caption aligncenter" style="width: 570px"><a href="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/03/Elang-Kelabu.jpg"><img class="size-full wp-image-970 " title="Elang Kelabu" src="http://raptorindonesia.org/wp-content/uploads/2012/03/Elang-Kelabu.jpg" alt="" width="560" height="293" /></a><p class="wp-caption-text">Elang Kelabu salah satu jenis yang bermigrasi ke Pulau Rupat</p></div>
<p>Dari 56 jenis raptor migrant di Asia, 24 jenis di antaranya bermigrasi ke indonesia dan 19 jenis bermigrasi melalui Pulau Rupat. Dari pulau ini, burung-burung pemangsa tersebut menuju wilayah Indonesia lain seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara. Beberapa jenis yang melewati Pulau Rupat di antaranya Baza Hitam<em> (Aviceda leuphotes)</em>, Sikep Madu Asia<em> (Pernis ptilorhynchus)</em>, Elangalap Cina<em> (Accipiter soloensis)</em>, Elangalap Nipon/Jepang <em>(Accipiter gularis)</em>, Elang Kelabu <em>(Butastur indicus)</em> dan Alap-alap Kawah <em>(Falco peregrinus)</em>.</p>
</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Selain jenis raptor migran, pulau rupat juga menjadi habitat dari beberapa jenis elang lainya seperti Elang Laut Perut Putih <em>(Haliaeetus leucogaster)</em>, Elang Ular Bido <em>(Spilornis cheela)</em>, Elang Hitam<em>(Ictinaetus malayensis)</em>, Elang Bondol <em>(Haliastur indus)</em> dan beberapa jenis raptor lainya</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Namun, pulau ini kini dalam ancaman berat akibat deforestasi hutan dan pembukaan lahan untuk perkebunan. Di sisi lain, Rupat tidak termasuk ke dalam kawasan lindung (non-kawasan konservasi), sehingga ancaman Pulau Rupat sebagai site penting untuk raptor migran menjadi sangat tinggi.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Lalu apa yang terjadi? Ketika Pulau Sumatera terjadi bencana asap pada tahun 1997 lalu, dampak yang terjadi adalah populasi belalang menjadi luar biasa. Di sebagian besar wilayah jelajah yang dilewati raptor migran, populasi belalang tidak terkendali, Lampung salah satu wilayah terdampak. Oleh sebab itu, upaya konservasi di Pulau Rupat harus segera dilakukan. Jika Rupat hancur, burung raptor migrasi tidak dapat masuk ke Indonesia dan menimbulkan dampak yang tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Pulau Rupat.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">RAIN – Raptor Indonesia simpul Riau terkait dengan migrasi raptor menginisiasi kegiatan pemantauan migrasi raptor di Pulau Rupat untuk mengetahui tingkat populasi raptor yang bermigrasi melalui pulau rupat. kegiatan tersebut akan di laksanakan mulai tanggal 10 – 12 Maret 2012 yang merupakan pemantauan kolaborasi bersama Raptor Study Group – Malaysian Nature Society yang juga melakukan kegiatan pemantauan yang serupa. kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat migrasi yang melintas di selat Malaka.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div id="_mcePaste" style="text-align: justify;">Selain itu, kegiatan ini juga untuk mensosialisasikan upaya konservasi raptor migran dan nilai – nilai penting konservasi jenis dan habitat bagi raptor di kawasan yang menjadi perlintasan, persinggahan dan tinggal raptor migran di Indonesia pada umumnya dan di Pulau Rupat khususnya.</div>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://raptorindonesia.org/sosialisasi-dan-monitoring-migrasi-raptor-di-pulau-rupat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

