<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>RaWO Art</title><description>Toko Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</managingEditor><pubDate>Sun, 6 Oct 2024 23:04:54 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://rawoart.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Toko Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan</itunes:subtitle><itunes:category text="Arts"><itunes:category text="Design"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Sentra Kerajinan Mengkuang ; Segenggam Impian dari Sei Rambutan</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/08/sentra-kerajinan-mengkuang-segenggam.html</link><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Fri, 15 Aug 2008 22:57:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-1154585684011970120</guid><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHdn0MATzwZOaEjsiYsrOFT7K8st_HsW3LsOyXPBxYV4IYg-R2-SfGi1cxI1GkuIF9b4ILloLKr3C2hZWuBb4duVWfNBjVZFoFt0GPH_b2SJpq3QpUZzEfDspXYBBiCejP78WX3S0n_wg/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234991092491278578" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 218px; CURSOR: hand; HEIGHT: 226px" height="241" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHdn0MATzwZOaEjsiYsrOFT7K8st_HsW3LsOyXPBxYV4IYg-R2-SfGi1cxI1GkuIF9b4ILloLKr3C2hZWuBb4duVWfNBjVZFoFt0GPH_b2SJpq3QpUZzEfDspXYBBiCejP78WX3S0n_wg/s400/untitled.JPG" width="234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Melihat Sungai Rambutan dulu dan sekarang ini tentu saja berbeda. Ada perbedaan mencolok ketika saat pertama kali ke desa yang dibelah oleh Sungai Keramasan ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dulu desa ini hanya sebentuk lokasi yang banyak ditumbuhi belukar, beberapa lokasi rawanya juga dipenuhi oleh tanaman gelam (sejenis meluaca), ditambah dengan akses menuju lokasi ini yang sulit menyebabkan bertambah terisolasinya wilayah ini. Betapa tidak, akses darat hanya jalan setapa&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuvgfuA7kssy7bHvJssp2EJIx8AwUnNfos_xdw1KCxrA9gdn0Ic1Jhsry2B-dBweV-h8SFKOUw1ySNoySNzs6GxjKSCH6UbKmguBONEsKMJ-7poCx7OD71qNaG4IafOTKcX_Nv8lUpAFg/s1600-h/100_3115.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234993106010649026" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="164" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuvgfuA7kssy7bHvJssp2EJIx8AwUnNfos_xdw1KCxrA9gdn0Ic1Jhsry2B-dBweV-h8SFKOUw1ySNoySNzs6GxjKSCH6UbKmguBONEsKMJ-7poCx7OD71qNaG4IafOTKcX_Nv8lUpAFg/s200/100_3115.jpg" width="250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;k yang tidak rata, saat hari hujan jangan coba-coba masuk wilayah ini, kendaraan motor roda dua anda pasti enggan bergerak. Namun, itu dulu. Saat ini, desa yang di dalamnya tidak pernah ditemukan pohon rambutan ini justru bagai menjadi magnet bagi setiap orang yang datang ke sana. Yah, magnet bagi setiap pendatang, melihat potensi wilayah yang ada di desa ini. Maka, saat ini Desa Sungai Rambutan sudah dikenal dengan beragam identitas. Misalnya, daerah transmigrasi yang dekat dengan perkotaan, kebun sawit perusahaan, lokasi tanah murah, tempat orang rebutan tanah dan sebagainya. Namun, satu juga yang unik, desa ini juga mempunyai potensi sebagai sentra pengelolaan tanaman rawa, seumpama mengkuang dan purun.&lt;br /&gt;Masyarakat Desa Sei Rambutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, memiliki cara unik dalam mengembangkan potensi yang dimiliki desa mereka. Mereka memanf&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwWy-Hf2B-HzjR0arsr_xSrKwhXSAIPRkV5HDWse3z2Nj8L1v2bOUWH_OsRDZGjwpjmpZ4bhOgqA6FjQsTj-vB_PcUPZYQTFIhikyIn03kymmD0aQbj929A9Owopw45u2fZPa73i5iSPk/s1600-h/100_3113.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234993114274638530" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="228" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwWy-Hf2B-HzjR0arsr_xSrKwhXSAIPRkV5HDWse3z2Nj8L1v2bOUWH_OsRDZGjwpjmpZ4bhOgqA6FjQsTj-vB_PcUPZYQTFIhikyIn03kymmD0aQbj929A9Owopw45u2fZPa73i5iSPk/s200/100_3113.jpg" width="256" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;aatkan mengkuang (sejenis tanaman pandan) yang tumbuh subur di daerah rawa di desa mereka untuk membuat berbagai macam kerajinan tangan. Ada berbagai macam produk yang telah dihasilkan dan juga sedang akan dikembangkan seperti tas dengan berbagai macam bentuk, tikar, aneka keranjang, dan kursi. Walaupun dalam proses pembuatan mereka masih menggunakan alat tradisional, produk yang dihasilkan oleh para masyarakat disana memiliki kualitas yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan siap bersaing dengan produk lain. Ini terbukti dengan adanya permintaan pasar terhadap produk kerajinan tangan asli Sei Rambutan tersebut.&lt;br /&gt;Dalam proses produksi, mereka biasa melakukannya dirumah masing-masing. Ada yang melakukannya secara perorangan, juga ada yang melakukannya secara berkelompok. Jika kerajinan tangan telah dihasilkan, mereka akan menyalurkan kepada LSM yang mendampinginya untuk melakukan pemasaran. Diakui mereka, keahlian dalam membuat kerajinan tangan ini didapat secara turun menurun dari keluarga, namun masih minim aneka produk yang dihasilkan saat itu. Hingga akhirnya ada &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlXgsBXegXxvrpkXQ-BXZtle_QuqhSJ21DCGRfNdeH2ZsVeHetZWgLD0o19bMp67Pccox2Lo2G3wtjTCAXFu8cxN_0bugggSESQSeHiDCDSFjkYz-1qFuqVAnmS69Vi0FEwszn5R5CcRk/s1600-h/DSC02335.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234993985719003858" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 218px; CURSOR: hand; HEIGHT: 290px" height="261" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlXgsBXegXxvrpkXQ-BXZtle_QuqhSJ21DCGRfNdeH2ZsVeHetZWgLD0o19bMp67Pccox2Lo2G3wtjTCAXFu8cxN_0bugggSESQSeHiDCDSFjkYz-1qFuqVAnmS69Vi0FEwszn5R5CcRk/s200/DSC02335.JPG" width="197" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;LSM yang mau membina desa mereka dan mengadakan beberapa pelatihan untuk mengembangkan produk kerajinan disana sehingga akhirnya mereka memiliki banyak pengetahuan baru tentang mengembangkan aneka macam produk kerajinan tangan yang selama ini belum banyak diketahui dan juga cara kerja bisnis.&lt;br /&gt;Di samping itu, selain mengkuang, masyarakat juga sedang mengadakan uji coba pemanfaatan tanaman rawa lain yaitu purun (sejenis tumbuhan alang-alangan yang tumbuh di rawa) untuk dijadikan bahan lain pembuatan kerajinan tangan. Menurut mereka, jika uji coba ini berhasil, mereka akan menjadi pertama sebagai pengrajin yang menggunakan purun sebagai bahan kerajinan tangan dan sekaligus menjadi ciri khas kerajinan mereka sehingga ke-depannya bisa menambah kualitas dan nilai jual produk mereka. Dan diharapkan, jika itu berhasil, nama Sei Rambutan dapat ikut dikenal oleh masyarakat luas sebagai desa pengrajin sehingga kesejahteraan kehidupan masyarakat Sei Rambutan bisa meningkat.&lt;br /&gt;Pemanfaatan tanaman rawa yang dikembangkan oleh masyarakat Sei Rambutan telah memberikan pengetahuan baru dalam pemanfaatan tanaman rawa untuk dijadikan lahan bisnis. Hal ini juga dapat membantah anggapan orang tentang tanaman rawa yang tidak ada nilainya dan cen-derung dilihat sebelah mata. Peman-faatan tanaman rawa juga bisa dijadikan bahan pertimbangan pemerintah daerah untuk menjadikan tanaman rawa sebagai salah satu kekayaan alam yang perlu dikembangkan. Disamping itu, dengan adanya pengetahuan pemanfaatan tanaman rawa ini diharapkan bisa menjadi alternatif lain dalam menjalankan bisnis daripada harus selalu membabat habis hutan kita yang semakin sempit ini. aga&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHdn0MATzwZOaEjsiYsrOFT7K8st_HsW3LsOyXPBxYV4IYg-R2-SfGi1cxI1GkuIF9b4ILloLKr3C2hZWuBb4duVWfNBjVZFoFt0GPH_b2SJpq3QpUZzEfDspXYBBiCejP78WX3S0n_wg/s72-c/untitled.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Bupati Resmikan CTC di Kabupaten Ogan Ilir</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/08/bupati-resmikan-ctc-di-kabupaten-ogan.html</link><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Fri, 15 Aug 2008 16:59:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-2884151827132891654</guid><description>&lt;div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234900280981402402" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 356px; CURSOR: hand; HEIGHT: 291px" height="249" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguzVOu4ShPuEUv4qavh-GLH1MjWH9UndNO5Q9Q54IZWMRW2R5Bw2BRzTvX0Ri_hLo_45spXz3HmwXLK8WFiprMIdxt4koPXr_C33fVKKGkOMi5kk2spaEb0i7eQc5N5aPSF7qq7Uz9E1A/s320/Picture+195.jpg" width="334" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bupati Ogan Ilir, Ir Mawardi Yahya meresmikan Community Technologi Center (CTC) atau pusat pembelajaran masyarakat terhadap teknologi komunikasi dan informasi di Aula Yayasan Keluarga Mandiri Pedesaan (YKMP) di Inderalaya, Rabu (13/8). CTC ini sendiri diperuntukkan bagi para pekerja di sector pertanian, kaum nelayan, pengrajin, dan pekerja di sector informal lainnya.&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, Bupati Ogan Ilir mengatakan bahwa suatu kehormatan bagi Kabupaten Ogan Ilir dengan adanya kepercayaan dari Microsoft Indonesia dan Formasi untuk menempatkan CTC satu-satunya di Propinsi &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFOtsZt8_UarqmGV8Iv_O9E25fh9emKkRaUnJdDqvUtTJgNklr5aT_6LJd5RMHrWELoTdn_6w4Uow1QThAe6mBLXbrXMx_N41oD9lUgGutPWLSu9R1mRqq3EGSVo77Gr9N7_kDP-hw3vQ/s1600-h/Picturdfsdfse+185.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234901802438996850" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFOtsZt8_UarqmGV8Iv_O9E25fh9emKkRaUnJdDqvUtTJgNklr5aT_6LJd5RMHrWELoTdn_6w4Uow1QThAe6mBLXbrXMx_N41oD9lUgGutPWLSu9R1mRqq3EGSVo77Gr9N7_kDP-hw3vQ/s320/Picturdfsdfse+185.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sumatera Selatan. “Ini artinya ada pandangan positif terhadap pembangunan Ogan Ilir yang baru berumur 3 tahun ini,” katanya lagi.&lt;br /&gt;Sebagai bentuk kepedulian pemerintah Kabupaten Ogan Ilir terhadap keberadaan CTC ini, Ir Mawardi Yahya juga menyerahkan bantuan perangkat computer sebanyak 4 (empat) unit kepada masing-masing CTC yang ada di Kabupaten Ogan Ilir, yakni CTC Inderalaya, CTC Tanjung Raja, CTC Tanjung Batu dan CTC Payaraman. “Pengadaan komputer ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah Ogan Ilir terhadap dunia teknologi informasi, terutama kepada kaum tani,” kata Mawardi lagi.&lt;br /&gt;Sementara itu, menurut Direktur Yayasan Keluarga Mandiri Pedesaan (YKMP) Naziri Burhiah, keberadaan CTC di Kabupaten Ogan Ilir untuk memberikan peluang bagi para petani untuk mengikuti perkembangan yang ada di dunia informasi. “CTC ini difungsikan sebagai media belajar bagi masyarakat petani, karena petani dapat belajar komputer secara gratis. Ke depan, CTC ini juga dapat difungsikan sebagai media bisnis, karena petani juga diajari untuk menggunakan internet, sehingga mereka dapat mengikuti perkembangan harga komoditas pertanian yan&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja-gBXgHq9I_IYsMUUESDSL5YhSTqMdHbzzgZYc4tex-LXmMKWSPKZDUsXM0BXfdhqSy-y66yoHGhQ45uDwAC4UVEQooxZDfkv6vypL1Ohhp3nh0P5u1z1XJcIgV1ll9oeAgi1RAtBdvk/s1600-h/Pidfsdfcture+187.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234901806399442690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 193px; CURSOR: hand; HEIGHT: 266px" height="266" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja-gBXgHq9I_IYsMUUESDSL5YhSTqMdHbzzgZYc4tex-LXmMKWSPKZDUsXM0BXfdhqSy-y66yoHGhQ45uDwAC4UVEQooxZDfkv6vypL1Ohhp3nh0P5u1z1XJcIgV1ll9oeAgi1RAtBdvk/s320/Pidfsdfcture+187.jpg" width="230" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;g diproduksinya,” kata Naziri lagi.&lt;br /&gt;Targetnya nanti, terang Naziri, setiap bulan akan ada 24 orang yang lulus dalam pendidikan computer ini. “sehingga nanti, ketika program ini berakhir akan ada 434 orang para petani yang terlatih menggunakan perangkat lunak computer,” katanya lagi.&lt;br /&gt;Di Kabupaten Ogan Ilir, pusat pembelajaran technologi dan informasi ini sendiri terdapat di empat Kecamatan yakni Kecamatan Inderalaya, Kecamatan Tanjung Raja, Kecamatan Tanjung Batu dan Kecamatan Payaraman. Keberadaan empat CTC di Kabupaten Ogan Ilir ini merupakan bentuk kerja sama antara Microsoft Indonesia dan Forum Gerakan Pengembangan Koperasi (FORMASI) dan tiga lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Ogan Ilir,yakni Yayasan Keluarga Mandiri Pedesaan (YKMP), Yayasan Masyarakat Mitra Mandiri (YM3) dan Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Desa (Kemasda). cha&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguzVOu4ShPuEUv4qavh-GLH1MjWH9UndNO5Q9Q54IZWMRW2R5Bw2BRzTvX0Ri_hLo_45spXz3HmwXLK8WFiprMIdxt4koPXr_C33fVKKGkOMi5kk2spaEb0i7eQc5N5aPSF7qq7Uz9E1A/s72-c/Picture+195.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Resmikan CTC, Bupati Ogan Ilir Bantu 4 Unit Komputer</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/08/resmikan-ctc-bupati-ogan-ilir-bantu-4.html</link><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Fri, 15 Aug 2008 16:29:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-8624404683342786062</guid><description>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvOW5pIV4Ff0KDatM9bUD6rbpnVIZNNTP7UgyMs8Tp6nuy7OTzBGdw4sdf8JIt6wgejn37C3sQc6PDkp3ZKbyHOKRD_J05sblYxBn0Fuoz1OtkGzacQnBJ-OrQfkAQAT_KjEcmAvrO5nI/s1600-h/Picture+192.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234891862562219506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 306px; CURSOR: hand; HEIGHT: 369px" height="319" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvOW5pIV4Ff0KDatM9bUD6rbpnVIZNNTP7UgyMs8Tp6nuy7OTzBGdw4sdf8JIt6wgejn37C3sQc6PDkp3ZKbyHOKRD_J05sblYxBn0Fuoz1OtkGzacQnBJ-OrQfkAQAT_KjEcmAvrO5nI/s400/Picture+192.jpg" width="216" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Memberikan bantuan kepada masyarakat memang biasa dilakukan oleh para kepala daerah, baik gubernur maupun bupati. Tapi, jarang ada yang membantu komputer untuk para petani.Tapi, hari ini Rabu, (13/8), Bupati Ogan Ilir, Ir Mawardi Yahya memberikan bantuan sebanyak 4 (empat) unit komputer lengkap kepada 4 (empat) Community Technology Center (CTC) di Kabupaten Ogan Ilir. Bantuan tersebut diserahkan saat diresmikannya 4 CTC tersebut di aula Yayasan Keluarga Mandiri Pedesaan (YKMP).&lt;br /&gt;Saat memberikan bantuan tersebut, Ir Mawardi berharap bantuan ini berguna bagi penyelenggaraan pendidikan computer secara gratis kepada para petani.”Kalau petaninya bisa internet, bupatinya apalagi…? “ selorohnya yang disambut gelak tawa para hadirin.&lt;br /&gt;Menurut Naziri Burhiah, bantuan ini menunjukkan kepedulian yang tinggi pemerintah daerah Ogan Ilir kepada dunia informasi dan teknologi bagi para petani. “apalagi diserahkan langsung, artinya pemerintah Ogan Ilir betul-betul memperhatikan kaum petani, nelayan, pengrajin dan pekerja sector inform&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGpyyLjEdbTnYpWGKGjmBkjx8OsL7Lb5_0hKrqzO8kmicwqnPfug4xrgx2SZY6vvODv7-EVJ4Zc6hZLpe8N-rqdMzpkDFU8wnEuCIsFuiLt9ozLK7lcMNxm3hkOXd1lhZl5uUVPQzgxQs/s1600-h/Picture+203.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234893004174601026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 277px; CURSOR: hand; HEIGHT: 204px" height="198" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGpyyLjEdbTnYpWGKGjmBkjx8OsL7Lb5_0hKrqzO8kmicwqnPfug4xrgx2SZY6vvODv7-EVJ4Zc6hZLpe8N-rqdMzpkDFU8wnEuCIsFuiLt9ozLK7lcMNxm3hkOXd1lhZl5uUVPQzgxQs/s320/Picture+203.jpg" width="263" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;al lainnya,” katanya lagi.&lt;br /&gt;Ditambahkan Naziri, Microsoft Indonesia melalui FORMASI telah memberikan 3 (tiga) unit komputer lengkap kepada masing-masing 4 (empat) CTC yang ada di Kabupaten Ogan Ilir, yakni Kecamatan Inderalaya, Kecamatan Tanjung Raja, Kecamatan Tanjung Batu dan Kecamatan Payaraman.&lt;br /&gt;Sementara itu, Wartini (35) seorang ibu rumah tangga dan juga petani dari desa Suak Batok mengucapkan terimah kasih atas kepedulian pemerintah Ogan Ilir terhadap kaum tani ini. “Saya mewakili kawan-kawan dari empat CTC di Ogan Ilir sekaligus juga sebagai alumni CTC Inderalaya mengucapkan &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3X_Ou94s-feXRPK1ZmMub7YdsFZ6afW1KBmA-G56FAl5tfunjpZnZZ0TiCNAOuzJaepUhCUe0XcAyqeF-pTAbvC50G2ujo7v0koBOE1P4yTh0xAF08BnrksX8VledoLa-YawN8DE9u-s/s1600-h/ssdasd.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234894047374630274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 277px; CURSOR: hand; HEIGHT: 161px" height="193" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3X_Ou94s-feXRPK1ZmMub7YdsFZ6afW1KBmA-G56FAl5tfunjpZnZZ0TiCNAOuzJaepUhCUe0XcAyqeF-pTAbvC50G2ujo7v0koBOE1P4yTh0xAF08BnrksX8VledoLa-YawN8DE9u-s/s320/ssdasd.jpg" width="323" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;terimah kasih terhadap bantuan ini,” katanya lagi.&lt;br /&gt;CTC, bagi para petani seperti dirinya telah memberikan pengaruh luar biasa.”Paling tidak, dengan CTC ini kami juga diajari internet, sehingga kami juga dapat mengetahui perkembangan harga produk pertanian. Selain itu sebagai sukarelawan kesehatan hewan (sukakeswan) kami juga dapat mengetahui informasi terkini tentang kesehatan hewan, terutama kambng yang kami pelihara,” kata Wartini yang juga merupakan ketua KSM Abadi II, Desa Suak Batok ini lagi.cha&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvOW5pIV4Ff0KDatM9bUD6rbpnVIZNNTP7UgyMs8Tp6nuy7OTzBGdw4sdf8JIt6wgejn37C3sQc6PDkp3ZKbyHOKRD_J05sblYxBn0Fuoz1OtkGzacQnBJ-OrQfkAQAT_KjEcmAvrO5nI/s72-c/Picture+192.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Profil YKMP</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/08/profil-ykmp.html</link><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Tue, 12 Aug 2008 05:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-7872733130027292496</guid><description>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0hLzAL3CySZK95gvKndIEey3cTSCOrtiC9HJRP0URK0_MqSsZJ_ntnjdFadB4SHc8ejt8zp57Hrzp0uU10FVOMHBvL1On3NqATnMgYKrH8E9dOhgEsCNsqi4gpuUXbCLisxp73RzXlTY/s1600-h/logo_ykmp.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 326px; height: 116px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0hLzAL3CySZK95gvKndIEey3cTSCOrtiC9HJRP0URK0_MqSsZJ_ntnjdFadB4SHc8ejt8zp57Hrzp0uU10FVOMHBvL1On3NqATnMgYKrH8E9dOhgEsCNsqi4gpuUXbCLisxp73RzXlTY/s400/logo_ykmp.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233611797822163154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat ini, kemiskinan dan keterbelakangan mewarnai kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia. Penyebabnya bermacam-macam, ketidakmampuan mengelola sumberdaya atau tergerus dampak pembangunan. Kemiskinan  tersebut dapat pula disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang tidak memihak, bahkan sebaliknya memojokkan masyarakat miskin.  Kondisi yang sama juga terjadi di berbagai pelosok Provinsi Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;Yayasan Keluarga Mandiri Pedesaan (YKMP) yang berdiri 19 November 1992, hadir dengan misi memberi motivasi dan alternatif pemecahan bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat. YKMP juga mengemban misi membentuk masyarakat pedesaan yang mandiri dan manusiawi berdasarkan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. YKMP memberi bantuan berupa pelatihan teknis-praktis bagi masyarakat di tingkat pelaksana lapangan dan pelatihan manajerial bagi mereka yang memiliki latar belakang sebagai pengelola KSM.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Visi Lembaga&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Terwujudnya tatanan kehidupan keluarga dan masyarakat sejahtera, harmonis, dan manusiawi. &lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Misi Lembaga &lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan dan kegiatan-kegiatan dalam rangka mengatasi persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang dialami masyarakat pedesaan secara berkeadilan dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Nilai-nilai Dasar&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;o    Penerusan Manfaat dan Amanat&lt;br /&gt;o    Berkeadilan&lt;br /&gt;o    Kekeluargaan dan Kesetaraan&lt;br /&gt;o    Gender&lt;br /&gt;o    Keterbukaan&lt;br /&gt;o    Kerjasama&lt;br /&gt;o    Pertanggungjawaban&lt;br /&gt;o    Ramah lingkungan&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="topmaincol"&gt;Kegiatan Utama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;a) Pendampingan dan Penguatan Organisasi Masyarakat&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendekatan pendampingan merupakan strategi utama YKMP dalam proses pemberdayaan masyarakat pedesaan.&lt;br /&gt;Dalam proses tersebut, para pen-damping menyatu dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari keluarga. Proses pendampingan memungkinkan YKMP dapat lebih mengenal kondisi masyarakat secara obyektif.&lt;br /&gt;Prinsip saling percaya dan keterbukaan yang tumbuh melalui proses pendampingan sangat bermanfaat untuk membangun relasi sosial yang positif antar pendamping dan masyarakat desa. Sejauh ini YKMP memfokuskan program-program pendampingan masyarakat pada upaya membangun dan memperkuat organisasi-organisasi masyarakat di tingkat desa, baik sebagai media belajar bersama maupun sebagai pelaku utama pembangunan pedesaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;b) &lt;/b&gt; &lt;b&gt;Pendidikan dan Pelatihan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendidikan dan pelatihan yang dilakukan YKMP merupakan proses pembelajaran sekaligus ajang untuk membahas berbagai persoalan masyarakat dampingan. Ajang diklat tersebut mendapat respons yang baik dari masyarakat. Ini terbukti dari tingginya keterlibatan para anggota dan pengurus organisasi masyarakat mitra YKMP seperti Kader (organizer desa) dalam program forum itu.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;YMKP memberikan berbagai pelatihan yang mencakup: pelatihan dasar kelompok swadaya, pelatihan manajemen pembukuan, pelatihan kepemimpinan, pelatihan bagi pelatih fasilitator di kalangan petani, pelatihan perencanaan dan pengelolaan program bagi masyarakat, pelatihan organisasi masyarakat, lokalatih penyadaran gender bagi masyarakat, pelatihan dan praktek pembuatan kompos, pelatihan pembuatan tungku hemat energi, dan pelatihan peternakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;c) Pendampingan Advokatif dan Teknis&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;YKMP banyak memfasilitasi kajian-kajian kebijakan dan peraturan-peraturan daerah, khususnya yang terkait langsung dengan permasalahan dan kebutuhan masyarakat. Sementara bagi masyarakat pedesaan yang memiliki usaha di bidang pertanian, peternakan, perikanan, YKMP memberikan berbagai bantuan teknis. Yayasan memfasilitasi para petani untuk melibatkan diri dalam berbagai pelatihan, studi banding, maupun kerja magang yang diselenggarakan baik oleh YMKP sendiri maupun oleh lembaga swadaya mitra dan lingkungan pemerintahan setempat.&lt;br /&gt;Umumnya, pelatihan yang diberikan mencakup pelatihan teknis pelayanan kesehatan hewan, pelatihan pembuatan kompos (pertanian berkelanjutan). Kegiatan pendukung lainnya adalah praktek dan pembuatan demplot, bimbingan dan konsultasi teknis dibidang pertanian, peternakan dan perikanan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;Alamat Kita &lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Yayasan Keluarga Mandiri Pedesaan (YKMP)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jl. Muhajirin II No. 101 RT 01 Ds. VII Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Indonesia, Kode Pos(30662) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Telp/fax: +62711-580403&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Email: info_ykmp@yahoo.co.id&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Website: http://www.ykmp.org &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0hLzAL3CySZK95gvKndIEey3cTSCOrtiC9HJRP0URK0_MqSsZJ_ntnjdFadB4SHc8ejt8zp57Hrzp0uU10FVOMHBvL1On3NqATnMgYKrH8E9dOhgEsCNsqi4gpuUXbCLisxp73RzXlTY/s72-c/logo_ykmp.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>LaNikman.....Sang Pelopor!</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/08/lanikmansang-pelopor.html</link><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Tue, 12 Aug 2008 05:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-9090754021461275666</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-vw4p3X_bfLKljowqxEMOtrl0GIDVTaaqZi2rvvGUf76getp3FDnJ0lc70qN3t3c3Jm9zH-PuyZLfGuoZwl8PesD1z5cm3qTPRrzNplq8Vi2nqlxJBZww4SAcu35bQmdpVDDybz6n6HA/s1600-h/nikman+sang+pelopor.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-vw4p3X_bfLKljowqxEMOtrl0GIDVTaaqZi2rvvGUf76getp3FDnJ0lc70qN3t3c3Jm9zH-PuyZLfGuoZwl8PesD1z5cm3qTPRrzNplq8Vi2nqlxJBZww4SAcu35bQmdpVDDybz6n6HA/s200/nikman+sang+pelopor.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233609074170176386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;HIDUP adalah perjuangan, begitulah pepatah mengatakan. Perjuangan untuk mencari hidup dan penghidupan yang lebih baik untuk menata masa depan yang lebih cerah. Pepatah tersebut juga memberikan makna bahwa apapun pekerjaan harus dilakoni, demi anak istri dan segenggam cita-cita untuk kebahagian hidup di hari depan.&lt;br /&gt;Hal inilah yang agaknya menginspirasi  Pak Nikman, lelaki paru baya asal desa Sejaroh Sakti, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, ini untuk menjalani hidupnya dengan kerja keras. Bagaimana tidak, sehari-hari pria yang biasa disapa Nikman ini hanya seorang buruh upahan di Perkebunan Cinta Manis yang berjarak sekitar 2 km dari rumahnya. Tenaga upahan musiman yang hanya bekerja menebas dan membersihkan ilalang di pinggiran batang tebu-tebu  seperti Pak Nikman ini hanya dihargai sekitar Rp 15 ribu perhari, itupun harus dikurangi dengan biaya makan, dan keperluan selama di lokasi perkebunan. Wal hasil, uang yang diserahkan Pak Nikman saban hari kepada istrinya hanya sekitar Rp 10 ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berharap bahwa angka ini cukup untuk keperluan hidup sehari-hari Pak Nikman, istri serta 2 orang anaknya, yang salah satunya sudah harus mulai bersekolah. Apalagi, jika harus dibandingkan dengan nilai pendapatan minimum sesuai dengan anjuran Bank Dunia yang 2 $ per individu tersebut. Namun, itulah hidup, perjuangan demi perjuangan yang harus dilakukan. Toh, Pak Nikman tetap tabah menjalani hidup dengan pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;Dulu, di kala musim bersawah tiba, biasanya Pak Nikman mengerjakan sawah orang di dusunnya dengan sistem bagi hasil. Keuntungan yang didapat oleh Pak Nikman adalah sepertiga dari hasil panen padi yang didapatkan. Jika musim bekarang, Nikman juga tidak ketinggalan, bersama teman-temannya biasanya dia turun ke lebak. Tak lupa dia membawa pukat/jaring, jala dan juga tajur. Tajur adalah alat pancing sederhana, namun di tinggal selama lebih kurang 6 jam di tempat atau sarang ikan.&lt;br /&gt;Kebiasaan yang dilakukan oleh Nikman, dan orang-orang di kampungnya, mereka biasanya akan menyimpan hasil panen padi untuk bekal selama setahun. Bagi mereka, hasil beras merupakan tabungan selama setahun, hanya dijual jika ada keperluan yang sangat mendesak. Pekerjaan sebagai pencari ikan dan juga buruh di Perkebunan Gula Cinta Manis hanyalah sebagai bagian dari upaya untuk mencari uang  tambahan bagi kehidupan sehari-hari.  Artinya, kalau untuk makan sehari-hari, keluarga Pak Nikman masih bisa menggan-tungkan dengan tabungan beras yang ada, namun untuk “lauk sehari-hari” untuk kecukupan pangan keluarga, serta biaya anak sekolah dan keperluan lainnya, Pak Nikman harus mencari alternatif penghasilan lain.&lt;br /&gt;Pak Nikman adalah salah satu anggota KSM Tunas Harapan, satu-satunya kelompok swadaya masyarakat di desa tersebut yang didampingi oleh Yayasan Keluarga Mandiri Pedesaan (YKMP), sebuah LSM di Indralaya. Dulu, desa tersebut hanyalah berbentuk dusun  yang dihuni oleh lebih kurang 50 KK, dusun Tanjung Buah namanya. Dusun ini termasuk dusun III dari desa Lubuk Sakti yang berada lebih kurang 4 kilometer dari dusun ini.  Sejak tanggal 30 Desember 2004, dia mendapat amanah dari YKMP untuk memelihara ternak biri-biri sebanyak 5 ekor, 4 ekor betina dan 1 ekor pejantan.&lt;br /&gt;Saat pertama kali menerima amanah ini, tidak sedikitpun terbersit dipikiran Nikman, bahwa ini akan menambah beban keluarganya. “Malahan, saya semakin giat untuk bekerja, karena sedikit banyak saya sudah mempunyai tabungan yang dapat dipergunakan jika ada keperluan mendesak”, katanya. Untuk keperluan ini, dia bahu membahu dengan istri dan 2 orang anaknya. Jika ada pekerjaan, istrinya siap menggantikan tugas Nikman dalam memelihara ternak. Dari mencarikan rumput, mengembalakan di padang rumput hingga membuat perapian juga selalu dilakukan oleh perempuan ini.&lt;br /&gt;Lebih kurang 20 bulan Bapak Nikman sekeluarga memelihara ternak biri-birinya, sehingga pada tanggal 16 September 2005 melalui upacara ‘kecil’, Bapak Nikman meneruskan manfaat (POG) yang telah ia terima kepada Keluarga Bapak Muslim. Sebanyak 5 ekor biri-biri ditambah uang pembuatan kandang sebesar Rp. 300.000,- dan uang obat-obatan sebesar Rp. 40.000,- diserahkan kepada keluarga penerima.&lt;br /&gt;Setelah menunaikan kewajibannya untuk meneruskan ternak terpenuhi, Keluaga Bapak Nikman semakin giat dalam memelihara ternak yang tersisa, memberi pakan, membersihkan kandang, memandikan ternak dan mengobati ternaknya jika ada yang sakit. Dan berkat kesungguhannya dalam memelihara ternak biri-birinya maka ternaknya semakin sehat dan berkembangbiak dengan baik, dan pada bulan september 2006 jumlah total ternak yang dimiliki sebanyak 16 ekor yang kemudian sebanyak 15 ekor dijual untuk membeli 1 ekor sapi. Adapun sisa ternak yang 1 ekor  yang ada tetap dipelihara dan sekarang sudah melahirkan 2 ekor anak.&lt;br /&gt;Tidak itu saja, Nikman juga pernah menjual beberapa ekor kambingnya untuk ditukar dengan sebidang sawah. Saat ini, Nikman tidak lagi menjadi tenaga upahan buruh sawah, sehingga setiap tahun dia bisa menikmati secara penuh hasil panen padinya.&lt;br /&gt;Menurut Pak Nikmat, manfaat yang mereka dapatkan dengan aktiv bergabung dalam kelompok, mereka mendapatkan ternak biri-biri yang sudah diteruskan kepada keluarga lain. Pak Nikman masih menyisakan ternak biri-biri 3 ekor, mereka sudah menjual ternak biri-biri untuk dapat membeli 1 ekor sapi dan tambahan danauntuk membeli sawah.  Tidak sekedar itu saja, pak Nikman merasa juga pengetahuan dan semangatnya juga semakin bertambah. Wajar jika Pak Nikman, mengungkapkan cita-citanya untuk bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai sekolah yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;Sang Pelopor POG&lt;br /&gt;Awalnya, saat pertama kali KSM Tunas Harapan berdiri, tidaklah sepenuhnya diterima masyarakat dusun tersebut. Pola kerja serta aturan-aturan yang harus dipatuhi anggota sedikit banyak menjadi sandungan sehingga masyarakat masih banyak yang enggan beraktifitas di kelompok. Beragam kejadian, misalnya adanya ternak yang hilang hingga ternak yang diracun, menjadi kisah kelam kelompok ini, sehingga dorongan masyarakat untuk tetap berkelompok semakin menurun. Belum lagi adanya pemahaman sesat yang terlanjur menganggap bahwa bantuan dari lembaga pemerintah ataupun lainnya ditujukan hanya pada satu keluarga, ide pengguliran bantuan hanyalah sebuah ketidakmungkinan. Passing on the Gift atau POG memang sangat dilakukan pada awalnya.&lt;br /&gt;Hal ini diakui oleh Fery Kadarsyah, seorang pendamping dari YKMP yang sejak 2003 aktif mendampingi KSM Tunas Harapan. “Untuk meghadapi karakter masyarakat kito memang agak susah, perlu strategi dan berbagai pendekatan yang dilakukan”, katanya lagi. Dari pendekatan penyuluhan pihak kepolisian hingga pemahaman tentang nilai-nilai positip dalam kelompok, akhirnya menjadikan kelompok ini mulai berbenah.&lt;br /&gt;Di tengah kondisi kelompok yang sedemikian rupa, Nikman mencoba berbuat, dan apa yang dilakukan? Sangat sederhana memang! Nikman hanya menggulirkan ternaknya kepada keluarga lain yang membutuhkan. Di tengah anggapan masyarakat tentang “fenomena bantuan”, Nikman memecah keadaan tersebut, dan mulai dari sanalah sebenarnya perubahan orientasi pemikiran masyarakat dan kelompoknya dimulai. Tak salah kalau di kelompoknya Nikman diangap sebagai pelopor POG. Atas kepeloporannya tersebut dan keluletannya dalam beternak hingga mampu meningkatkan taraf kehidupannya Nikman bersama kelompoknya dianugerahi Golden Talent Award (GTA) oleh Heifer Internasional Indonesia. Di samping hadiah uang $ 400 yang diterima, Nikman juga berkesempatan ikut jalan-jalan by plane ke Medan dan mengikuti acara Heifer di Medan. “Raso ndak nyangko”, kata Nikman saat berada di bandara Polonia Medan. Ok....selamat Pak Nikman, semoga akan ada nikman-nikman yang lain.cha</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-vw4p3X_bfLKljowqxEMOtrl0GIDVTaaqZi2rvvGUf76getp3FDnJ0lc70qN3t3c3Jm9zH-PuyZLfGuoZwl8PesD1z5cm3qTPRrzNplq8Vi2nqlxJBZww4SAcu35bQmdpVDDybz6n6HA/s72-c/nikman+sang+pelopor.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>  Program Pengembangan Ekonomi Sosial Masyarakat Berwawasan Ekologis di kawasan Rawa Lebak dan Hutan Gambut (PERAHU) </title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/08/program-pengembangan-ekonomi-sosial.html</link><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Tue, 12 Aug 2008 05:29:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-2289779606673364364</guid><description>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFORUSE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;} @font-face 	{font-family:"Arial Narrow"; 	panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:Arial; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent 	{margin-top:3.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:0in; 	text-align:justify; 	text-indent:.5in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:Tahoma; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;
&lt;br /&gt; Program Pengembangan Ekonomi Sosial Masyarakat Berwawasan Ekologis di kawasan Rawa Lebak dan Hutan Gamb&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-ds5iwGEI1JT1YR5AJ0zhq80jto9CmY4pYyD1dXcsKJWbLU6pBhPr0pKMff-4LVAihzgBpNCwdGIPrUjWAT3cCTpUseLUWQgEtssc_laadXK9KPWrN2WSwbMmsNEZRj0yhwfE1K27MKY/s1600-h/DSC00916.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-ds5iwGEI1JT1YR5AJ0zhq80jto9CmY4pYyD1dXcsKJWbLU6pBhPr0pKMff-4LVAihzgBpNCwdGIPrUjWAT3cCTpUseLUWQgEtssc_laadXK9KPWrN2WSwbMmsNEZRj0yhwfE1K27MKY/s200/DSC00916.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233607635178175026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ut (PERAHU) kerjasama YKMP dan Heifer Indonesia untuk menjawab tantangan atas program pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan dan teintegrasi. Dimana penguatan social masyarakat berdasarkan nilai-nilai untuk memperkuat akses dalam pengelolaan sumberdaya lokal yang bersahabat secara ekologis dan membantu mereka untuk keluar dari jeratan kemiskinan adalah kondisi yang ingin dicapai.  Program akan yang dilakukan mengarah pada upaya untuk: Peningkatan pendapatan dari usaha ternak dan kegiatan ekonimis lainnya, perbaikan Gizi dan Nutrisi, pengembangan organisasi berbasis masyarakat (KSM) sebagai “agen perubahan”, meningkatkan komitmen atas kelestarian lingkungan.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Penerima awal adalah 120 Keluarga yang terdiri dari 5 KSM dari 50 keluarga dari desa Sungai Rambutan dan 70 Keluarga dari desa Suak Batok Kecamatan Indaralaya Utara. Ternak dan tanaman yang didistribusikan; 3 ekor kambing/keluarga ke 120 keluarga, 1000 ekor ikan/keluarga untuk 30 keluarga; dukungan bibit sayuran pada 120 keluarga dan bantuan bibit karet ke 60 keluarga. Berbagai pelatihan pengembangan kapasitas dan wawasan disediakan untuk mendukung program agar lebih efektif dan berdampak luas; adalah berupa pelatihan teknis dan non teknis adalah melengkapi dukungan yang lainnya. beberapa pelatihan yang akan memberikan penyadaran akan diberikan pada kelompok; Cornerstones, kepemimpinan, gender, HIV/AIDS, kompos, tungku hemat energi, kesehatan hewan ternak dan ikan, budi daya cacing pakan, marketing, peluang penghasilan dari kerajinan purun dan kesehatan/gizi. Semua sumberdaya tersebut akan diteruskan kepada penerima penerusan di desa yang berjulah 240 keluarga dalam waktu 3 tahun program.&lt;/p&gt;  </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-ds5iwGEI1JT1YR5AJ0zhq80jto9CmY4pYyD1dXcsKJWbLU6pBhPr0pKMff-4LVAihzgBpNCwdGIPrUjWAT3cCTpUseLUWQgEtssc_laadXK9KPWrN2WSwbMmsNEZRj0yhwfE1K27MKY/s72-c/DSC00916.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Program Sistem peternakan berkelanjutan</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/08/program-sistem-peternakan-berkelanjutan.html</link><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Tue, 12 Aug 2008 05:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-269121335820369181</guid><description>Program Sistem Peternakan Berkelanjutan kerjasama YKMP dan Heifer International Indonesia yang dilaksa&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLaqc7-Qdj32cZgwqul6GJ6TMnxjlaaEID2dfsMBQc1-eoF5cbNgoWjRLnYxsABhS2plSOqoOArbOB6PeaKzHSB3H6TNmnXYzdUVBJCz5_FaVzWBmTCbm2TiPlHQRmA0vVPjRFaeddW6E/s1600-h/IMG_0024_copy.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 162px; height: 148px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLaqc7-Qdj32cZgwqul6GJ6TMnxjlaaEID2dfsMBQc1-eoF5cbNgoWjRLnYxsABhS2plSOqoOArbOB6PeaKzHSB3H6TNmnXYzdUVBJCz5_FaVzWBmTCbm2TiPlHQRmA0vVPjRFaeddW6E/s200/IMG_0024_copy.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233606887697508002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;nakan di wilayah Kecamatan Inderalaya Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, dengan lokasi Desa Ulak Segelung, Desa Lubuk Sakti (Ds.III Tanjung Buah) dan Desa Tanjung Seteko, dengan melibatkan secara langsung 3 (tiga) Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yaitu KSM Payung Desa (18 orang/KK), KSM Tunas Harapan (20 orang/KK), dan KSM Sumber Jaya (24 orang/KK). Dari 62 orang anggota maka ada 50 orang keluarga anggota KSM sebagai penerima pertama yaitu 6 orang anggota KSM Payung Desa, 20 orang anggota KSM Tunas Harapan dan 24 orang anggota KSM Sumber Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis ternak yang akan diberikan kepada 50 orang keluarga anggota KSM tersebut adalah tersebut yaitu Sapi (18 keluarga), kambing (26 keluarga), dan ayam (6 keluarga). Selain dari ternak juga akan diberikan pelatihan-pelatihan bagi keluarga/anggota KSM untuk pengembangan sumberdaya manusia/organisasi dan juga untuk meningkatkan ketrampilan dalam pengelolaan ternak dan pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerima ternak pertama dan selanjutnya akan memelihara ternaknya dengan baik dan setelah mereka memperoleh keuntungan maka mereka akan meneruskan/membagi keuntungan kepada keluarga/anggota KSM lainnya berupa induk ternak, ilmu pengetahuan, ketrampilan, dan pengalamannya sebagaimana yang telah mereka terima sebelumnya. Untuk ternak sapi penerusan keuntungan diperkirakan baru terlaksana 2-3 tahun, kambing 1,5 –2 tahun dan ayam 1-2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program ini akan memberikan kesempatan kepada semua anggota keluarga dapat terlibat dalam hal pengelolaan ternak dan menikmati hasilnya secara adil. Ibu-ibu memiliki kesempatan untuk dapat terlibat dalam pertemuan atau pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh Program. Anak laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk pendidikan-pendidikan dan masa depan yang lebih baik.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLaqc7-Qdj32cZgwqul6GJ6TMnxjlaaEID2dfsMBQc1-eoF5cbNgoWjRLnYxsABhS2plSOqoOArbOB6PeaKzHSB3H6TNmnXYzdUVBJCz5_FaVzWBmTCbm2TiPlHQRmA0vVPjRFaeddW6E/s72-c/IMG_0024_copy.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title> Padi Lebak, Rezeki Petani di Musim Kemarau</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/08/padi-lebak-rezeki-petani-di-musim.html</link><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Tue, 12 Aug 2008 05:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-1170948748800849259</guid><description>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFORUSE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CFORUSE%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1027"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\FORUSE~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" title="padi lebak"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Di Kabupaten Ogan Ilir, telah lama dikenal padi lebak, yakni sebuah penamaan terhadap jenis padi yang ditanam pada are&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5q9kyWU94WhdKxh3wGchQrFI8TLY5Hd1LxpYmLD-gSAE2wVqOgLOlnwYM-95k0_A_xTOn2rMeNva-fBYjCNnBF4c2TgLimEj6EjNmcTwv67X26_g1cFcFvGdAuO6doQ8YqUFPCJ2fE28/s1600-h/padi+lebak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5q9kyWU94WhdKxh3wGchQrFI8TLY5Hd1LxpYmLD-gSAE2wVqOgLOlnwYM-95k0_A_xTOn2rMeNva-fBYjCNnBF4c2TgLimEj6EjNmcTwv67X26_g1cFcFvGdAuO6doQ8YqUFPCJ2fE28/s200/padi+lebak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233605818688920226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;al pasang surut, areal ini di Kabupaten Ogan Ilir dikenal dengan lahan lebak. Padi lebak dianggap sebagai berkah tahunan bagi sebagian besar petani sawah di sekitar aliran Sungai Ogan, salah satu anak sungai Musi yang mengalir dari hulu di sekitar &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Baturaja dan sekitarnya hingga bermuara di Sungai Musi, di Kota Palembang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Areal lebak telah lama menjadi berkah bagi masyarakat di sumatera Selatan. Daerah pasang surut yang ditandai dengan tingkat kesuburan yang rendah serta tingkat kemasaman yang tinggi ini sepanjang tahun telah menghasilkan jutaan rupiah yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Bagaimana tidak, dua manfaat sekaligus dapat diberikan, selain sebagai lokasi tumbuhnya batang padi, di lokasi ini juga biasanya dikenal sebagai areal lebak lebung yang merupakan lumbung ikan air tawar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Artinya, sepanjang tahun areal ini telah dimanfaatkan secara turun temurun sebagai sumber ekonomi bagi kehidupan masyarakat, baik itu di musim kemarau maupun di musim hujan. Saat musim kemarau, 4-5 bulan dimanfaatkan petani untuk mengolah lahan tersebut sebagai tempat menanam padi, sedangkan di musim hujan dapat dimanfaatkan sebagai tempat mencari ikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Waktu yang tepat bagi petani dalam mengolah padi lebak tergantung dengan tinggi rendah permukaan air dan juga kualitas air. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Biasanya ini berhubungan dengan tingkat kemasaman air di areal lebak. Oleh karena itu, berdasarkan ketinggian muka air yang berkaitan juga tinggi permukaan tanah, dikenal tiga tempat tumbuh, yakni padi yang tumbuh di areal pematang, pematang bencah, dan areal lembah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Areal pematang merupakan daerah yang lebih tinggi, biasanya paling dekat dengan lokasi pemukiman, sehingga paling awal diolah petani. Tingkat keberhasilan dalam menanam padi yang tumbuh di areal pematang ini tergolong rendah, tergantung dengan kemampuan petani dalam melihat perkembangan tinggi muka air. Semakin cepat petani menyemai padi, maka areal ini semakin cepat pula ditanami, hanya saja kecepatan penyusutan jumlah air di lokasi tersebut juga diperhitungkan. Pada masa pertumbuhan vegetatif, tanaman biasanya membutuhkan jumlah air yang maksimal, di areal ini justru kecepatan penurunan muka air di saat padi sedang melakukan pertumbuhan vegetatif menyebabkan padi menjadi kerdil dan tumbuh secara tidak sempurna. Belum lagi banyaknya hama tanaman misalnya ternak kampung, karena dekatnya areal ini dengan wilayah pemukiman. Areal pematang ini biasanya paling kecil luasnya di badingkan dengan dua areal lainnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Petani yang bertahun-tahun mengolah padi lebak biasanya sangat memahami waktu-waktu yang memungkinkan bagi pertumbuhan padi di areal pematang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setelah itu, pematang bencah, yakni sebuah padi yang tumbuh di areal yang berada di antara padi pematang dan padi lembah. Areal ini yang dianggap paling luas, karena mendominasi seluruh wilayah lebak, ketinggian tanah di areal ini juga dianggap rata. Tingkat keberhasilan petani di areal ini tergolong tinggi, karena dianggap paling mudah memperkirakan ketinggian muka air di areal lebak yang ketinggian muka airnya merata sepanjang wilayah ini. Ketinggian muka air di wilayah ini juga stabil, tidak ada penyusutan air secara tiba-tiba. Sehingga para petani biasanya berhasil dalam mengolah areal ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di areal ini, penanaman padi awal juga tidak sepenuhnya serentak untuk semua lokasi, karena petani biasanya mengetahui tingkat ketinggian air yang memungkinkan bagi pertumbuhan yang maksimal bagi tanaman. Beberapa petani juga menyiasati hal ini dengan menanam padi yang masa semainya lama, sehingga batangnya tinggi dan kokoh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ketiga, padi lembah, yakni lokasi yang paling rendah di antara tiga tempat tumbuh padi lebak ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Paling terakhir di tanam, dan juga paling terakhir di panen petani. Areal ini biasanya merupakan cekungan yang berada di tengah-tengah areal lebak, di akhir musim kemarau biasanya dikenal sebagai tempat lubuknya ikan air tawar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Padi lembah merupakan lokasi yang paling sulit ditanami petani, karena harus menunggu ketinggian air yang minimal, namun di saat waktu panen petani juga dihadapkan dengan awal musim hujan yang menyebabkan lokasi-lokasi ini menjadi terendam. Untuk menanggulangi hal tersebut, petani biasanya menanam padi di areal ini ketika padi di areal pematang menjelang panen, sehingga panen dilakukan menjelang musim penghujan datang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Mengenai tingkat kesuburan, ketiga areal ini mempunyai tingkat kesuburan yang relatif sama, hanya di areal pematang bencah dianggap lebih subur karena di lokasi ini, rumput, gulma dan eceng gondok dibusukkan untuk mendapatkan bahan organik yang berguna bagi proses pertumbuhan tanaman. &lt;i style=""&gt;(by aca)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5q9kyWU94WhdKxh3wGchQrFI8TLY5Hd1LxpYmLD-gSAE2wVqOgLOlnwYM-95k0_A_xTOn2rMeNva-fBYjCNnBF4c2TgLimEj6EjNmcTwv67X26_g1cFcFvGdAuO6doQ8YqUFPCJ2fE28/s72-c/padi+lebak.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Konservasi Lahan Pasang Surut dengan Teknologi Budidaya yang Berkelanjutan</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/08/konservasi-lahan-pasang-surut-dengan.html</link><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Tue, 12 Aug 2008 05:19:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-1596258605574487019</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiwoJo6K-RD0_PMAsKbKBBgj2RNSXtjsO1DOvPqzApTOl_oievBhqUaUOg5m51zrf2iqwrAOeqBG15MJkdXN7jpsDfgA66jRYYbfpZKVIE-oMYv4QdEM46k0LKFbofwdu0tBC7PKFjvWw/s1600-h/DSC00425.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiwoJo6K-RD0_PMAsKbKBBgj2RNSXtjsO1DOvPqzApTOl_oievBhqUaUOg5m51zrf2iqwrAOeqBG15MJkdXN7jpsDfgA66jRYYbfpZKVIE-oMYv4QdEM46k0LKFbofwdu0tBC7PKFjvWw/s200/DSC00425.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233605026969100786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(35, 31, 32);" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\FORUSE~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg" title="DSC00425"&gt;  &lt;w:wrap type="square"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="color: rgb(35, 31, 32);" lang="SV"&gt;Teknologi tinggi tidak harus canggih dan serba modern, tetapi dapat digali dari cara-cara tradisional yang berkembang di masyarakat. Di Kabupaten Ogan Ilir, teknologi penyiapan lahan sawah pasang surut yang berkelanjutan telah diterapkan petani padi lebak secara turun-temurun ternyata yang mengandung kaidah-kaidah konservasi lahan yang bermanfaat dalam mempertahankan kesuburan tanah serta memperbaiki kualitas tanah dan air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(35, 31, 32);" lang="SV"&gt;Setiap puncak musim kemarau, jika di lokasi lain terjadi rawan pangan karena kekeringan di Kabupaten Ogan Ilir justru terjadi kelebihan panen. Mengapa? Setelah ditelusuri, justru pada saat musin kemarau panjang tersebut, areal tanaman padi lebak yang luasnya ratusan hektar di Kabupaten Ogan Ilir justru sedang menghadapi panen raya. Dapat dimalumi, hampir 65 persen luas areal di Kabupaten Ogan Ilir merupakan areal pasang surut/lebak, yang setiap tahun mendatangkan keuntungan rupiah yang tidak sedikit bagi petani di sekitar aliran Sungai Ogan ini. Bulir emas padi yang dipanen tidak hanya bernas, namun juga organik, karena hampir 60 persen lebih lahan lebak di Kabupaten Ogan Ilir secara turun temurun tidak menggunakan bahan-bahan anorganik dalam proses pertumbuhan tanaman, sejak pengolahan tanah, pemeliharaan hingga proses pembalikan tanah untuk ditanam pada musim selanjutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(35, 31, 32);" lang="SV"&gt;Di pinggiran Sungai Ogan telah lama dikenal sebagai penghasil padi lebak yang sangat terkenal di Kota Palembang. Di lokasi ini, secara turun temurun telah dikenal cara penyiapan lahan sawah lebak dengan cara ditebas, dan dikumpulkan dan dibusukkan. Pada sistem ini, areal lebak yang banyak ditumbuhi gulma dan eceng gondok ditebas dengan menggunakan peralatan tradisional semacam arit pada kondisi lahan berair. Rumput, gulma dan eceng gondok yang telah ditebas biasanya dibiarkan selama 1 sampai 1,5 bulan untuk proses pembusukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(35, 31, 32);" lang="SV"&gt;Setelah proses pembusukan berjalan, rumput, gulma dan eceng gondok yang telah membusuk dikumpulkan dengan cara &lt;i style=""&gt;dikukut&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;dilulun&lt;/i&gt;. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Proses ini dilakukan cara menarik potongan-potongan rumput dan gulma ke permukaan air sehingga seluruh bagian gulma tersebut tercabut dari tanah. Proses selanjutnya adalah menggumpalkan dan memadatkan potongan-potongan gulma tersebut menjadi puntalan berdiameter 40-50 cm. Gumpalan-gumpalan gulma dan rumput yang sudah mulai membusuk dibiarkan sekitar 2 minggu kemudian dibalik dan dibiarkan lagi untuk pematangan dan pembusukan lanjutan. Gumpalan-gumpalan ini selain dihamparkan ke permukaan lahan, juga dijadikan bahan untuk pembuatan tebat atau jalan di sekitar pematang sawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(35, 31, 32);" lang="SV"&gt;Di saat proses pembusukan ini, selain menunggu tinggi rendah muka air, petani mulai mempersiapkan bahan tanaman padi atau menyemai di lokasi lain. Istilah menyemai di Kabupaten Ogan Ilir berbeda-beda, seperti di Desa Sungai Rambutan, proses penyemaian awal tersebut dinamakan proses ”rencam” , yang berarti menanam biji padi secara bergerombol di satu lokasi (biasanya tanah yang tidak berair) tanpa memperhitungkan jarak tanam. Setelah itu proses ”&lt;i style=""&gt;pentanjaran” &lt;/i&gt;, yakni proses mencabut bibit padi yang telah tumbuh, kemudian ditanam pada lokasi yang berair. Proses terakhir adalah menanam padi tersebut di lokasi lahan yang telah dibersihkan. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(35, 31, 32);" lang="SV"&gt;Proses penyiapan lahan tanam masih menggunakan cara-cara dan kaidah-kaidah konservasi melalui teknologi ini yang meliputi reklamasi lahan yang ramah lingkungan dengan mempertahankan keutuhan dan keaslian lahan tanpa merusak lahan tersebut. Secara turun temurun, petani di aliran di Sungai Ogan tidak melakukan pengolahan tanah dengan mencangkul maupun dengan traktor. Pada tanah sulfat masam di lahan lebak terdapat lapisan tanah yang apabila terbongkar menyebabkan tanaman keracunan. Petani di Ulak Segelung dan desa-desa lainnya di Kabupaten Ogan Ilir dengan teknologi yang arif telah mengelola lapisan tersebut dengan cara tidak melakukan pengolahan tanah sehingga aman bagi tanaman. Gulma, eceng gondok dan rumput ditebas kemudian dibiarkan membusuk secara alami untuk selanjutnya dikembalikan lagi ke tanah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(35, 31, 32);" lang="SV"&gt;Lahan pasang surut atau areal lebak dikenal sebagai lahan marginal karena kesuburan tanahnya rendah dan tingkat kemasamannya yang tinggi, sehingga tidak menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. Memang sampai saat ini belum ada penelitian tentang tingkat pengembalian bahan organik pada sistem pengelolaan padi lebak di Ogan Ilir ini. Namun, hasil panen dari tahun ke tahun yang menunjukkan tingkat keberhasilan membuktikan bahwa tanpa dengan menggunakan bahan-bahan kimia ternyata padi dapat tumbuh dan menghasilkan bulir-bulir padi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(35, 31, 32);" lang="SV"&gt;Namun, patut disayangkan, saat ini cara penyiapan lahan seperti yang diutarakan di atas perlahan namun pasti mulai ditinggalkan masyarakat. Hal pertama, tentu saja disebabkan oleh pemakaian berbagai peralatan moderen seperti traktor untuk proses penyiapan lahan. Anehnya, instansi yang memberikan rekomendasi untuk pemakaian traktor ini justru instansi pemerintah dengan tanpa melalui penelitian terlebih dahulu. Belum lagi, berbagai bahan pupuk kimia yang kemudian mulai diperkenalkan kepada petani semakin meninggalkan petani dari sistem tradisonal yang ramah lingkungan. Seperti kita ketahui, bahwa pemakaian bahan anorganik biasanya akan bertambah jumlahnya dari tahun ke tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(35, 31, 32);" lang="SV"&gt;Selain itu, pemakaian bibit tanaman lokal juga mulai ditinggalkan petani di aliran Sungai Ogan ini. Dulu, jenis padi yang ditanam semacam padi pegagan yang tidak berumur genjah, dengan bentuk batang yang tinggih serta tingkat kemasakan padi yang tidak seragam. Saat ini, pada yang ditanam justru padi genjah, dengan masa tanam 100 hingga 120 hari, dengan keunggulan pada batang padi yang pendek dan tingkat kemasakan yang seragam. Beberapa jenis pada ini misalnya, jenis IR 64, ciherang dan sebagainya.Tapi, padi pegagan yang dulu digadang sebagai padi lokal Kabupaten Ogan Ilir mulai jarang ditanam petani. Padahal, padi jenis ini merupakan palsma nutfah yang harusnya dilindungi oleh pemerintah. (&lt;i style=""&gt;by aca)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiwoJo6K-RD0_PMAsKbKBBgj2RNSXtjsO1DOvPqzApTOl_oievBhqUaUOg5m51zrf2iqwrAOeqBG15MJkdXN7jpsDfgA66jRYYbfpZKVIE-oMYv4QdEM46k0LKFbofwdu0tBC7PKFjvWw/s72-c/DSC00425.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tanam Durian untuk Tabungan Pendidikan Anak</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/08/tanam-durian-untuk-tabungan-pendidikan.html</link><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Tue, 12 Aug 2008 04:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-4239585951736826909</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiIsCtk4Wj-XJ50zGw6xBTu-VLS3sWqby3AdYzZVWVZmjKFE9qT21ZP1p1mf8jRm2vYIDtFKF7lBkgsFU81hyTit6-X3NfQJxdchBkyMiNBkU7ssCPbrXr9hfJASYx7mIqEl2IfgVpu9U/s1600-h/DSC_0437.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 248px; height: 177px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiIsCtk4Wj-XJ50zGw6xBTu-VLS3sWqby3AdYzZVWVZmjKFE9qT21ZP1p1mf8jRm2vYIDtFKF7lBkgsFU81hyTit6-X3NfQJxdchBkyMiNBkU7ssCPbrXr9hfJASYx7mIqEl2IfgVpu9U/s320/DSC_0437.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233596292116044546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adakah hubungan antara aktivitas menanam pohon dengan tabungan? Tentu saja tidak. Namun, percaya atau tidak masyarakat Desa Ulak segelung, Kecamatan Inderalaya Utara Ogan Ilir justru melakukan gerakan tanam durian dengan harapan tujuh hingga sepuluh tahun mendatang tanaman tersebut menghasilkan laba yang dapat digunakan untuk biaya pendidikan anak-anaknya.&lt;br /&gt;Ide ini sebenarnya digagas oleh KSM Payung Desa, salah satu kelompok masyarakat yang ada di desa tersebut. Melalui pembicaraan singkat dengan pendamping dari Yayasan Keluarga Mandiri Pedesaan (YKMP) Inderalaya ide ini terlaksana pada puncak acara sosialisasi Pendidikan Keluarga Berwawasan Gender (PKBG) di Desa Ulak Segelung, pada 26 – 29 November 2007.&lt;br /&gt;Menurut Naziri Burhiah, Direktur Yayasan Keluarga Mandiri Pedesaan (YKMP) ide untuk menanam durian sebagai tabungan pendidikan ini dilatarbelakangi oleh kondisi alam desa yang banyak ditumbuhi dengan tanaman buah tropis, seperti durian, duku dan sejenis kueni (bhs local : asam-asaman). Sejak dulu, hasil dari tanaman buah local ini sebenarnya telah membantu dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat setempat, namun saat ini beberapa areal lahan yang ditumbuhi buah-buahan tersebut mulai hilang, diganti dengan areal pemukiman dan juga pohon-pohon durian yang berusia tua ditebang untuk diambil kayunya. Gerakan menanam tanaman durian ini, selain bertujuan sebagai gerakan reboisasi dan bentuk kepedulian terhadap lingkungan juga sebagai tabungan pendidikan bagi anak-anak. “Dua kepentingan mencoba kita gabungkan dalam kegiatan ini, di samping sebagai usaha konservasi tanah dan lingkungan juga diharapkan berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat,” kata Naziri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas tentang Ulak Segelung&lt;br /&gt;Ulak Segelung merupakan salah satu desa dari 164 desa yang ada di Kabupaten Ogan Ilir. Desa Ulak Segelung baru defenitif pada Februari 2002.  Desa Ulak Segelung disebelah barat berbatasan dengan Desa Tanjung Agung dan Desa Sakatiga, sebelah Timur dengan Desa Ulak Bedil, sebelah utara dengan desa Ulak Banding&amp;amp;Muara Penimbung dan sebelah selatan berbatasan dengan desa Tebing Gerinting. Desa Ulak Segelung terbagi menjadi 3 Dusun yakni Dusun I, II dan III yang masing-masing dikepalai seorang kepala dusun.&lt;br /&gt;Jumlah penduduk Desa Ulak Segelung kurang lebih 1300 jiwa dengan 291 KK yang terdiri dari 780 laki-laki dan 520 perempuan, tersebar kedalam 3 dusun dan menetap secara terpencar. &lt;br /&gt;Kondisi rumah masyarakat secara fisik berdasarkan hasil pemantauan umumnya (sebagian besar)  menggunakan bahan bangunan berupa dindingnya terbuat dari atap daun nipah dan beralaskan bambu.  Sebagian masyarakat yang mendapatkan bantuan ternak bahkan mengandangkan ternaknya tepat disamping rumah (berhimpit). Untuk penerangan masyarakat desa ulak segelung masih menggunakan lampu teplok (minyak tanah) dan genset (sebagian kecil saja masyarakat yang punya). Sedangkan untuk pelayanan pemerintahan di tingkat desa dan tempat musyawarah desa masih menggunakan rumah pribadi kepala desa.&lt;br /&gt;Mengenai kondisi pendidikan, Desa Ulak Segelung hanya memiliki 1 (satu) Sekolah Dasar dimana untuk melanjutkan pendidikan SLTP dan SLTA harus ke desa tetangga atau ke kecamatan yang berjarak 4 – 8 Km. Dengan jauhnya jangkauan jarak pendidikan tersebut dan sulitnya transportasi maka menjadi salah satu faktor anak-anak putus sekolah. Dari hasil wawancara dengan salah satu guru di sana terungkap dari 25 orang yang menamatkan SD, hanya sekitar 1-2 orang yang melanjutkan ke tingkat SLTP.&lt;br /&gt;Tetapi kondisi di masa depan diharapkan akan lebih baik, karena saat ini pemerintah daerah Ogan Ilir sedang membangun gedung SLTP  yang berlokasi di desa Tanjung Agung. Selain itu terdapat program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang merupakan program Tim Penggerak PKK Kab. Ogan Ilir berjalan cukup baik. Adanya PAUD ini tentu sangat membantu orang tua dalam mendidik anak-anak usia dini , dan tentunya juga mendukung peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia sejak dini.&lt;br /&gt;Kebanyakan penduduk bermatapencaharian sebagai petani swah lebak. Selain itu, ada juga yang bermata pencaharian sebagai nelayan, beberapa masyarakat desa Ulak Segelung juga bermata pencaharian sebagai peternak, pedagang dan buruh tani (sebagian besar).  Pendapatan masyarakat masih sangat rendah, tidak tetap dan umumnya baru diperoleh sesuai musim.&lt;br /&gt;Desa Ulak Segelung memiliki luas wilayah 1500 Ha yang termasuk dataran rendah dan sebagian besar wilayahnya berupa rawa-rawa(± 60 %) dan lahan kering sebagai tempat berkebun karet, buah-buahan dan pemukiman. Dengan kondisi tersebut (red rawa-rawa) masyarakat mengusahakan lahannya dengan  menanam  padi (saat  air   surut) dan mencari ikan (air dalam).&lt;br /&gt;Dari ± 900 hektar lahan sawah sebagian besar kepemilikannya dikuasai oleh sebagian kecil masyarakat (elit desa dan tuan tanah).  Kondisi ini menyebabkan ketergantungan masyarakat dengan pemilik modal (pemilik tanah lebak) sangat tinggi yang berakibat rendahnya posisi tawar petani penggarap.&lt;br /&gt;Desa ulak segelung memiliki objek lebak lebung yang menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Ogan Ilir. Tercatat lebih kurang ada 3 objek lebak lebung yaitu Buntut Arisan, Teluk Gerije dan Pematang Aur dengan total harga lelang yang masuk ke KAS PEMDA Rp. 26.000.000,-.  Kebijakan ini menjadi sangat tidak pro poor ketika pemenang lelang adalah bukan masyarakat desa ulak segelung yang akan memiliki hak atas lebung yang terdapat dilahan milik masyarakat tanpa dapat diakses oleh masyarakat itu sendiri untuk meningkatkan kesejahteraannya.&lt;br /&gt;Sarana dan prasarana umum lainnya yang ada di desa ulak segelung yakni jalan desa yang baru dapat dilalui kendaraan roda empat. Kondisi jalan tersebut masih berupa timbunan yang apabila terjadi musim hujan jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan Tanaman Durian untuk Tabungan Pendidikan&lt;br /&gt;Salah satu hal yang mencolok dan menjadi permasalahan utama di desa Ulak Segelung, terutama di sektor pendidikan adalah rendahnya minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. Tingkat pendidikan anak-anak di Desa Ulak Segelung rata-rata hanya sebatas sekolah dasar. Beberapa hal dapat menjadi alasan mengapa para orang tua enggan menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi, terutama alasan ekonomi. Ketiadaan biaya, ataupun jauhnya jarak antara desa dengan gedung sekolah.&lt;br /&gt;Biasanya, anak yang putus sekolah ini langsung menjadi tenaga kerja untuk membantu orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Budaya hidup di kebun dengan beragam karakter yang menyertainya kemudian menempa sang anak menjadi seorang anak yang mempunyai tipikal keras dan temperamental. Bukan menjadi rahasia umum lagi, kalau budaya pisau di pinggang masih menjadi sebuah tradisi turun menurun di lokasi ini, sehingga menyebabkan tingkat kriminalitas di desa ini tinggi. Satu hal yang sebenarnya dapat menghentikan budaya ini, dengan mengubah pola pikir sang anak, salah satunya melalui pendidikan formal.&lt;br /&gt;Masalah biaya pendidikan sang anak sebenarnya juga bukan menjadi masalah krusial, jika sang orang tua menggalakkan budaya menabung. Dari kajian kalender musim selama setahun, sebenarnya hanya ada satu sampai dua bulan saja aktifitas masyarakat terhenti di desa tersebut. Artinya, selama 10 bulan lebih masyarakat dapat menggantungkan hidupnya dari sumber daya yang ada di desa tersebut, mulai dari sawah lebak, menjadi nelayan musiman hingga hasil tanaman buah tropis. Dan, dari kegiatan tersebut dapat disisihkan sebagian sebagai biaya pendidikan sang anak. Namun, tetap saja hal ini menjadi sulit dilakukan pada masyarakat yang budaya menabungnya juga rendah.   Dengan menanam durian sebagai tabungan pendidikan, diharapkan sang anak sendiri yang akan memeliharanya hingga tanaman tersebut menghasilkan. Kesadaran ini diharapkan akan menjadi kesadaran kolektif level keluarga dalam usaha meningkatkan sumber daya manusia di desa Ulak Segelung.&lt;br /&gt;Selain untuk kepentingan tabungan pendidikan, isu kepedulian lingkungan juga menjadi sorotan di tengah rendahnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan lingkungan di desa tersebut. Ada banyak kasus, di mana masyarakat yang selama ini telah menikmati hasil kebun berupa buah-buahan, tiba-tiba membabat habis tanaman tersebut dengan harapan mendapatkan keuntungan sementara. Akibatnya, buah-buahan yang sebenarnya bisa didapatkan di kebun mereka, menjadi tanaman langka dan mereka harus membeli dengan mengeluarkan uang yang tidak sedikit hanya untuk menikmati lezatnya buah durian. Artinya juga, gerakan menanam durian ini sebagai jawaban terhadap semakin berkurangnya tegakan-tegakan tanaman potensial yang dapat dinikmati tidak hanya kayu (non timber) sebagai hasil ekonomisnya dengan menanam tanaman-tanaman muda yang akan menjadi sumber ekonomi di masa depan.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiIsCtk4Wj-XJ50zGw6xBTu-VLS3sWqby3AdYzZVWVZmjKFE9qT21ZP1p1mf8jRm2vYIDtFKF7lBkgsFU81hyTit6-X3NfQJxdchBkyMiNBkU7ssCPbrXr9hfJASYx7mIqEl2IfgVpu9U/s72-c/DSC_0437.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Jam Tazmania</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/05/jam-tazmania.html</link><category>Jam</category><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Fri, 2 May 2008 02:22:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-2860088254356406592</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB3vSLZAQGC_7IlYJpvwjm9vvYqEFWkz8FRkeKHGKQCewQeHCiACNLEQo2OBeoyEX-cQ7rfU_p0bhPk8GoieipLgXP3RIDGt28P534UZBcEDooVTzVOSHCASXGg3IJ2RDLvv3NJSfpuOs/s1600-h/p1769-thumb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB3vSLZAQGC_7IlYJpvwjm9vvYqEFWkz8FRkeKHGKQCewQeHCiACNLEQo2OBeoyEX-cQ7rfU_p0bhPk8GoieipLgXP3RIDGt28P534UZBcEDooVTzVOSHCASXGg3IJ2RDLvv3NJSfpuOs/s200/p1769-thumb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195708829714939522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bahan        : Kayu Jati&lt;br /&gt;Berat        : 0.5 Kg&lt;br /&gt;warna        : Coklat dan Putih&lt;br /&gt;Harga        : Rp40.000,00&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rawoart.blogspot.com/2008/05/pesan-produk.html"&gt;&lt;img src="http://photos-568.friendster.com/e1/photos/86/51/34331568/1_979120833l.jpg"&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB3vSLZAQGC_7IlYJpvwjm9vvYqEFWkz8FRkeKHGKQCewQeHCiACNLEQo2OBeoyEX-cQ7rfU_p0bhPk8GoieipLgXP3RIDGt28P534UZBcEDooVTzVOSHCASXGg3IJ2RDLvv3NJSfpuOs/s72-c/p1769-thumb.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tempat Tisu Mengkuang</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/05/bahan-mengkuang-berat-0.html</link><category>Tempat Tisu</category><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Fri, 2 May 2008 02:18:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-4393982515038527986</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwHwFGGozVFnwLzNXnYC-mo_9xQX3pWBLeKl_P1OBlP-3hz5pc11dvKhxHjOI827Iu8v68XNGj5aHMCeV0BFN_qh-aJHdZTpH2xqu9S20JZScpXCLj4ImHMRd7W1BA9h5ZdbCTrsPEh3Y/s1600-h/p1311-thumb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwHwFGGozVFnwLzNXnYC-mo_9xQX3pWBLeKl_P1OBlP-3hz5pc11dvKhxHjOI827Iu8v68XNGj5aHMCeV0BFN_qh-aJHdZTpH2xqu9S20JZScpXCLj4ImHMRd7W1BA9h5ZdbCTrsPEh3Y/s200/p1311-thumb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195707635714031218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bahan         : Mengkuang&lt;br /&gt;Berat          : 0.3 Kg&lt;br /&gt;Model         : Segi Lima dan segi Empat&lt;br /&gt;Harga       : Rp15.000,00&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rawoart.blogspot.com/2008/05/pesan-produk.html"&gt;&lt;img src="http://photos-568.friendster.com/e1/photos/86/51/34331568/1_979120833l.jpg"&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwHwFGGozVFnwLzNXnYC-mo_9xQX3pWBLeKl_P1OBlP-3hz5pc11dvKhxHjOI827Iu8v68XNGj5aHMCeV0BFN_qh-aJHdZTpH2xqu9S20JZScpXCLj4ImHMRd7W1BA9h5ZdbCTrsPEh3Y/s72-c/p1311-thumb.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mug Bear</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/05/mug-bear.html</link><category>Mug</category><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Fri, 2 May 2008 02:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-4345295700670154296</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt8g8DdriUxBj8ATXBUJRPK992DwV9OHJ5BGcKCW9CbnIehhVya8xZG66H1E6jwhXL96f_ClXf80zbXFnzGEkFMKBneL5C9ohx8LyeWyNQjZgxvECah6l6fohxfdD0i212m8Jwl-ZEA0I/s1600-h/p1414-thumb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt8g8DdriUxBj8ATXBUJRPK992DwV9OHJ5BGcKCW9CbnIehhVya8xZG66H1E6jwhXL96f_ClXf80zbXFnzGEkFMKBneL5C9ohx8LyeWyNQjZgxvECah6l6fohxfdD0i212m8Jwl-ZEA0I/s200/p1414-thumb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195706394468482658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bahan             : Plastik Padat&lt;br /&gt;Deameter    : 8 cm&lt;br /&gt;Berat                :  0.7 kg&lt;br /&gt;Warna             : Putih dan Pink&lt;br /&gt;Harga              : Rp15.000,00&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rawoart.blogspot.com/2008/05/pesan-produk.html"&gt;&lt;img src=" http://photos-568.friendster.com/e1/photos/86/51/34331568/1_979120833l.jpg"&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt8g8DdriUxBj8ATXBUJRPK992DwV9OHJ5BGcKCW9CbnIehhVya8xZG66H1E6jwhXL96f_ClXf80zbXFnzGEkFMKBneL5C9ohx8LyeWyNQjZgxvECah6l6fohxfdD0i212m8Jwl-ZEA0I/s72-c/p1414-thumb.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Keranjang Hemiar</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/05/keranjang-hemiar.html</link><category>Keranjang</category><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Fri, 2 May 2008 02:08:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-8728381381371853941</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWd1NXY1IhX6yE03w6BoPrsulzOOyt8mqYRQXCAV3KMlfBv7yZPXcIgi6L0oP6Eti3GkUFbHInI-wY1ImWuve68F43qndQ8oRhbeLJXxR7U1KsHjMSBs2OAP-lWinnybQFzMLazedhpQY/s1600-h/p961-thumb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWd1NXY1IhX6yE03w6BoPrsulzOOyt8mqYRQXCAV3KMlfBv7yZPXcIgi6L0oP6Eti3GkUFbHInI-wY1ImWuve68F43qndQ8oRhbeLJXxR7U1KsHjMSBs2OAP-lWinnybQFzMLazedhpQY/s200/p961-thumb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195705178992737874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bahan        : Alumunium Padat&lt;br /&gt;Berat       : 2 kg&lt;br /&gt;Warna      : Putih dan Kuning&lt;br /&gt;Harga      : Rp25.000,00&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rawoart.blogspot.com/2008/05/pesan-produk.html"&gt;&lt;img src="http://photos-568.friendster.com/e1/photos/86/51/34331568/1_979120833l.jpg "&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWd1NXY1IhX6yE03w6BoPrsulzOOyt8mqYRQXCAV3KMlfBv7yZPXcIgi6L0oP6Eti3GkUFbHInI-wY1ImWuve68F43qndQ8oRhbeLJXxR7U1KsHjMSBs2OAP-lWinnybQFzMLazedhpQY/s72-c/p961-thumb.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Boneka Rekela Twin</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/05/boneka-rekela-twin.html</link><category>Boneka</category><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Fri, 2 May 2008 02:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-390974887287111636</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZCxORUVT2VGzuCjPINa-QiiN4M-ZEzGY045gjxtHr_MvZV4okMV81ivmbvbjDOd-df1UhMpYqWbbltRCUe59ZxS3X6QR4P8v5FEqhtP9NC0hPwnDi6LNSt-jUbUgLB-4LvaDzDd_6SPI/s1600-h/p966-thumb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZCxORUVT2VGzuCjPINa-QiiN4M-ZEzGY045gjxtHr_MvZV4okMV81ivmbvbjDOd-df1UhMpYqWbbltRCUe59ZxS3X6QR4P8v5FEqhtP9NC0hPwnDi6LNSt-jUbUgLB-4LvaDzDd_6SPI/s200/p966-thumb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195702971379547714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bahan        : Woll Sintetis&lt;br /&gt;Berat         : 0,8 Kg&lt;br /&gt;Fitur        : Sound Pushing&lt;br /&gt;Harga        : Rp45.000,00&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rawoart.blogspot.com/2008/05/pesan-produk.html"&gt;&lt;img src="http://photos-568.friendster.com/e1/photos/86/51/34331568/1_979120833l.jpg" border="0"&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZCxORUVT2VGzuCjPINa-QiiN4M-ZEzGY045gjxtHr_MvZV4okMV81ivmbvbjDOd-df1UhMpYqWbbltRCUe59ZxS3X6QR4P8v5FEqhtP9NC0hPwnDi6LNSt-jUbUgLB-4LvaDzDd_6SPI/s72-c/p966-thumb.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Lampu Tidur Crom56</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/05/lampu-tidur-crom56.html</link><category>Lampu Tidur</category><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Fri, 2 May 2008 01:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-8291052235302590692</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeBDDuX5k7WpFz8MmzSCD7EXoY8DWCh7tETNbRBigej2n11EPb75cyd3rtMEvnMOgw1mJS7wZosPUB8gTRqC5VfgdIgSSU_mb0yaoAs1JykCbdv3rPB5FKIX0PCq_e9tKn-eiovLSTl2c/s1600-h/p1218-thumb.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeBDDuX5k7WpFz8MmzSCD7EXoY8DWCh7tETNbRBigej2n11EPb75cyd3rtMEvnMOgw1mJS7wZosPUB8gTRqC5VfgdIgSSU_mb0yaoAs1JykCbdv3rPB5FKIX0PCq_e9tKn-eiovLSTl2c/s200/p1218-thumb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195701408011451954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Size        : 40 X 50 cm&lt;br /&gt;Berat     : 1 kg&lt;br /&gt;Bahan   : Plastik&lt;br /&gt;Lampu : Philip  5 watt&lt;br /&gt;Harga   : Rp45.000,00&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rawoart.blogspot.com/2008/05/pesan-produk.html"&gt;&lt;img src="http://photos-568.friendster.com/e1/photos/86/51/34331568/1_979120833l.jpg"&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeBDDuX5k7WpFz8MmzSCD7EXoY8DWCh7tETNbRBigej2n11EPb75cyd3rtMEvnMOgw1mJS7wZosPUB8gTRqC5VfgdIgSSU_mb0yaoAs1JykCbdv3rPB5FKIX0PCq_e9tKn-eiovLSTl2c/s72-c/p1218-thumb.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tas Reterita</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/05/tas-reterita.html</link><category>Tas</category><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Fri, 2 May 2008 01:40:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-4207681961992439065</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijP97mvhMqCPqTsoOcrl66FQ5uiR9nJ4RvPHBhl2DSi6wyHBFx31dhKL9L1aZ0ta_9TWo2fHK8x1Qd4Dw0ltrOB5QjApi_YE_eBOPf7b5VmA48F9p28sA5ZMV7OyoL5FSvVj8npFvCZAQc/s1600-h/birdy_small.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 94px; height: 130px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijP97mvhMqCPqTsoOcrl66FQ5uiR9nJ4RvPHBhl2DSi6wyHBFx31dhKL9L1aZ0ta_9TWo2fHK8x1Qd4Dw0ltrOB5QjApi_YE_eBOPf7b5VmA48F9p28sA5ZMV7OyoL5FSvVj8npFvCZAQc/s320/birdy_small.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195698083706764834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Size        : 30 X 25 Cm&lt;br /&gt;Berat      : 0,8 Kg&lt;br /&gt;Bahan    : Kulit Buaya&lt;br /&gt;Harga     : Rp75.000,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rawoart.blogspot.com/2008/05/pesan-produk.html"&gt;&lt;img src="http://photos-568.friendster.com/e1/photos/86/51/34331568/1_979120833l.jpg"&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijP97mvhMqCPqTsoOcrl66FQ5uiR9nJ4RvPHBhl2DSi6wyHBFx31dhKL9L1aZ0ta_9TWo2fHK8x1Qd4Dw0ltrOB5QjApi_YE_eBOPf7b5VmA48F9p28sA5ZMV7OyoL5FSvVj8npFvCZAQc/s72-c/birdy_small.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pesan Produk</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/05/pesan-produk.html</link><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Fri, 2 May 2008 01:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-307325412549362873</guid><description>&lt;span&gt;Bagi Anda yang Ingin Memesan Produk, Ada Tiga Cara yang Anda Bisa Lakukan&lt;br /&gt;Antara Lain:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Melalui email&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memesan produk kerajinan kami, Anda bisa langsung memesannya dengan mengirimkan:&lt;br /&gt;a. Nama dan Alamat Lengkap Anda&lt;br /&gt;b. Nama Produk Yang Anda Pesan&lt;br /&gt;c. Jumlah Produk Yang Anda Pesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Anda kirim ke rawoart@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Via telpon /fax&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda langsung bisa pesan via telpon / Fax:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0711-580403&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Langsung Datang Ke Tempat kami Di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jl. Muhajirin No. 101 Lk.1 Kelurahan Indralaya Indah, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir,Sumatera Selatan Telp/Fax 0711-580403</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>About</title><link>http://rawoart.blogspot.com/2008/05/about.html</link><author>noreply@blogger.com (Kerajinan Tangan Asli Sei Rambutan)</author><pubDate>Fri, 2 May 2008 01:11:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7156732043147952491.post-3572534170932115420</guid><description>Berusaha untuk memperluas pemasaran kerajinan tangan yang ada di Sei Rambutan, kami mencoba melalu media online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contact Us:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jl. Muhajirin No. 101 Lk.1 Kelurahan Indralaya Indah, Kecamatan Indralaya, Kabupaten   Ogan Ilir,Sumatera Selatan Telp/Fax 0711-580403&lt;br /&gt;Email: rawoart@gmail.com&lt;br /&gt;Weblog:&lt;a href="http://rawoart.blogspot.com"&gt;Http://www.rawoart.blogspot.com&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>